Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufqihian asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita kitab alkabair karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala. Kita masuk pada bab berikutnya. Babul amanati fil bai wasyirai wal kaili wal wazan. amanah terkait dalam menjual, membeli, dan takaran maupun timbangan. Alkilil maksudnya takaran berkaitan dengan volume. Alwazan maksudnya terkait dengan timbangan, terkait dengan berat. Ee kita tahu bahwasanya amanah banyak ya dalam kemarin sudah kita bahas dalam beberapa pertemuan tentang amanah terkait dengan kekuasaan dengan jabatan sebagaimana telah kita bahas pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Dan di antara amanah terkait dengan jual beli. Dengan jual beli ini terkait dengan hak orang lain. Rasul sahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Albayiani bil khiar maam yatafarraqo." Sesungguhnya dua orang yang saling melakukan jual beli, mereka memiliki khiar majelis. Selama mereka belum berpisah, mereka masih boleh membatalkan jual beli. Itu namanya khiaran majelis. Ya, setelah masih belum pisah masih tempat itu, tiba-tiba ber pikiran, "Enggak jadi deh, boleh aja. itu hak dia. Hak mereka berdua baik pembeli maupun penjual. Fain shodqo. Kalau mereka berdua jujur wabayyana dan mereka menjelaskan aib-aib barang jualan. Burika lahuma fi baiihima. Karena dulu jual beli dengan barter. Bisa jadi dengan barter ya bisa juga dengan dinar dan dirham. Kalau mereka berdua menjelaskan jujur maka diberkahilah jual beli mereka. Wain kadaba wa katama muhqat barokatu baiima. Tapi kalau mereka berdua dusta dan menyembunyikan aib-aib barang, maka akan dihilangkan keberkahan transaksi mereka berdua. Maka ini dalil bahwasanya jual beli harus dibangun di atas amanah. Jangan berbohong ya. Banyak orang ingin dapat untung banyak maka dengan melakukan kedustaan bohong ya. seperti jual beli yang terjadi sekarang, baik jual beli barang maupun jual beli jasa. Jual beli jasa. Betapa banyak orang jual beli jasa kemudian tidak amanah. Jasa dalam apapun ya misalnya jasa dalam sekolah misalnya diumumkan masuklah sekolah ini dalam 6 bulan hafal 30 juz misalnya. 6 bulan hafal 30 juz atau maksudnya misalnya ya bahwasanya sekolah ini begini begini mengajarkan ternyata tidak sesuai. Ini namanya tidak amanah ya. Tidak amanah. Karena masalah kejujuran amanah bukan cuma jual beli barang, tapi juga jual beli apa? jasa ya. Sama seperti ee jasa travel ya. Silakan ikut haji dan umrah dengan begini begini begini. Fasilitas ternyata tidak sesuai. Ini juga namanya tidak tidak amanah. Dan betapa sering terjadi hal tersebut. Oleh karena seorang bertakwa kepada Allah agar melaksanakan amanah dalam ee jual beli. Siapa yang jujur ya berakhlak mulia, tidak dusta, ya Rasulullah mengatakan, "Ma alaika ma fataka minad dunya." Ya, maka tidak ada urusanmu kalau ada dunia yang luput darimu. Yang penting kau jujur, yang penting kau berakhlak mulia. Pedagang kalau jujur jangan jangan gak usah peduli dengan mungkin untung sedikit. Enggak peduli kalau ada yang enggak ada yang beli, gak usah peduli. Yang tanggung rezekimu Allah Subhanahu wa taala. Ya. Oleh karenanya yang terjadi sekarang ya banyak orang kalau terlalu jujur dibilang bodoh. Jualan kok bodoh sekali? Jujur sekali. Gimana mau untung kalau jujur? Jangan jujur-jujur ya. Itu zaman bah ya. Zaman sekarang jangan jujur. Jujur ya goblok ya. Tapi kalau dia pintar bohong ah ini baru pintar beg jualan gitu. Ini kalau sama penjual pembeli jangan buka-bukaan nipu dikit ya biar untung banyak. Akhirnya dapat untung banyak tapi tidak tidak berkah. Ini problem besar yang terjadi di zaman sekarang. Dan ada orang jual misalnya taruh di ember ya, di ember terus kasih plastik. Di ember taruh plastik isi buah ya pikir penuh ember ternyata plastiknya apa gantung dikira satu ember. Ternyata begitu diangkat lah ternyata kopong di bawahnya. Ini ngeri se orang jualannya. Sebagian orang jualan juga ya timbangannya dirubah-rubah. Saya ingin apa? Bentar. Saya ingin bacakan sebuah hadis ya. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda ya tentang nasihat kepada para pedagang ya. Arbaun idza kunna fika fala alaika ma fataka minad dunya. Empat perkara yang jika ada padamu maka kau tidak usah risau dengan dunia yang luput darimu. Ya. Apa empat perkara tersebut yang hendaknya dimiliki oleh seorang pedagang? Hifzu amanah. Jaga amanah. Wasiddiq hadisin. Jujur dalam berkata. W husnu khuluqin. Akhlak yang mulia. Ifatun fitmah. Makan yang halal. Kalau terpenuhi pada seorang empat perkara ini, seorang pedagang, maka tidak usah risau dengan dunia yang luput darimu. Ya, saya ulangi kata Rasul wasallam, arbaun kunna fika alaika maadun. Empat perkara kalau ada ini berkait dengan seluruh mukmin tapi saya katakan terutama para pedagang. Kata Rasul wasallam, "Arbaun kunna fika maunya." empat perkara, empat perangai yang kalau ada pada dirimu kau sudah tidak usah peduli kalau ada dunia yang luput darimu. Yang pertama, hifduzu amanah, jaga amanah. Yang kedua, sidin jujur dalam berkata. Yang ketiga, husnu khaliqatin, akhlak yang mulia. Yang keempat, ifatun fi thmah, yaitu makan yang halal. Makan yang halal. Maka ya siapa yang memiliki empat perkara ini, maka tidak usah sedih kalau ternyata ada luput harta darinya maka Allah akan berikan Allah yang tanggung jawab dengan rezekinya. Ya, karena namanya pedagang sering tidak amanah, sering bohong, sering akhlak buruk ya teriak-teriak nipu sana nipu sini ya. Yang halal apa? Yang sampai di tangan itu yang halal. Yang haram yang tidak sampai ke tangan, ya. Maka seorang berusaha berpegang teguh dengan empat akhlak ini. Jika ada pada dirinya, maka gak usah sedih dengan harta yang luput darimu. Allah akan tanggung. Ya, enggak usah pikir dan akan diberkahi. Tiib. Di sini ee penulis mengatakan juga amanah pada jual beli di antaranya walai wal kail wal wazan. Dalam masalah ee volume takaran dan juga timbangan Allah berfirman ya waful kaili kiltum wafulilum wainu bilqistil mustaqim. Sempurnakanlah takaran jika kalian menimbang jika kalian menakar. Wazinu bilqistil mustaqim dan timbanglah dengan timbangan yang benar yang adil. Yaikairu ahsan takwil ya. Kemudian juga dalam ayat yang lain eh kata Allah, "Faful kail wal mizana w asyaahum." Sempurnakanlah takaran dan timbangan dan jangan kurangi hak manusia sedikit pun. Jangan kurangi hak manusia. Apapun hak mereka jangan kurangi. Jadi lah itu jangan kurangi manusia asyaahum perkara-perkara mereka. Hak mereka jangan kurangi. Apapun terkait dengan harta, terkait dengan hak apapun jangan kurangi. Ya, kalau tidak kau akan dituntut pada hari kiamat kelak. Di antara hak pembeli adalah ditakar dengan sempurna dan ditimbang dengan sempurna. Ya, dalam ayat yang lain kata Allah, "La nukallifu nafsan illa wha." Kami tidak membi luar kemampuan. Ya, maksudnya apa? Seorang berusaha untuk menimbang dengan baik, menakar dengan baik. Kalau ternyata ada kurang-kurang sedikit tidak jadi masalah. Kau sudah berusaha. Makanya Allah tutup dengan dalam sebagian ayat yang lain, Allah mengatakan la nukallifu nafsan usaha. Allah tidak m di luar kemampuan. Yang penting kau sudah berusaha timbang sudah ini sudah sama ditimbang taruh. Ya, kalau ternyata ada miss kurang 0,001 gram ya itu enggak ada masalah. Itu di luar kemampuan manusia ya. Yang penting kau beru berusaha. Sekarang orang timbangan dikurangi, volume dikurangi. Sampai ada kawan dia berhenti jualan gas. Dia ber jualan gas zaman-zaman marak korupsi dahulu. Enggak tahu sekarang ya. Ketika dia jualan gas taruh gas berapa? 3 kilo. Tetapi dia enggak boleh ngisi 3 kilo. Harus dikurang daripada 3 kilo. Dia ngisi 2,8. Ketika dia jualan, dia ngisi benar 3 kilo sehingga orang beli terus sama dia. Ya, karena dia enggak berani ngurangi tetap 3 kilo apa namanya beratnya. Kenapa orang beli sama dia? Karena orang pakai kalau beli sama dia gasnya enggak cepat habis. Tapi kalau beli dari jualan orang-orang cepat ha habis. Akhirnya ditegur, ditegur sama sebagian orang, enggak boleh kalau gini terus kami enggak kasih izin. Akhirnya dia bubar. Dia enggak jadi jualan apa? Gas. Ini gas ya. Mudah-mudahan sekarang sudah itu zaman dulu saya bicara sebelum zaman pandemi ya. Begitu terjadi. Ini gas aja katanya gas buat orang miskin ya. Orang miskin juga ditipu dan miskin ditipu loh. Kasihan mak kasus kemarin apa namanya kejam sekali. Masa jualan apa? Pertamax apa? Pertamax dikasih apa? Pertalight ya. Berapa juta orang dibohongin ya bertahun-tahun? Itu maksudnya apa? Otaknya di mana gitu loh. Nipu jutaan orang bertahun-tahun dia dapat kesenangan apa? Dapat uang misalnya triliun-triliunnya juga habis juga. Terus sisanya hisab ngeri. Kita jangan ngurangi sedikit pun. Bukankah Allah pernah membinasakan suatu kaum gara-gara mengurangi takaran dan timbangan? Kaum apa? Kaum Nabi Syuaib. Ya Allah binasakan mereka gara-gara mereka kurangi takaran dan timbangan. Oleh karenanya mengurangi takaran dan timbangan termasuk dosa besar. Allah turunkan ayat khusus tentang ini. Kata Allah, "Wailul lil mutfifin." Celaka bagi orang-orang yang mengurangi takaran meskipun sedikit. Tadfif itu sedikit, enggak ketahuan. Misalnya dia 10 liter jadinya 9,9 kurang cuma satu sedikit 100 mili ya kurangi sedikit. Misalnya 10 kilo dia kasih 9,8 2 ons enggak ketahuan. Itu namanya tatfif. Hanya ngurangi sedikit. Dia enggak ngurangi banyak-banyak. Karena kalau ngurangi banyak-banyak ketahuan. Kalaupun kalau kurang cuma satu on seorang timbang, ah mungkin salah timbang. Orang husnuzan padahal memang dia sengaja kurangi timbangan. Allah turunkan firmannya, wailul lil mutfifin. Celaka bagi orang-orang yang melakukan tatfif yang mengurangi sedikit-sedikit. Kalau dia beli barang dia pengin dipenuhi takaran timbangannya. Tapi kalau dia jualan, dia kurangi sedikit, gak banyak-banyak. Tidakkah mereka sadar yakin bahwasanya mereka akan dibangkitkan? Ya, hari yang sangat dahsyat. Yaakumbilamin. Hari di mana manusia akan berdiri menanti kedatangan Allah untuk memulai persidangan. Kita ngurangi timbangan sekarang nanti disidang hari kiamat. sidang hari kiamat. Makanya ikhwan jujur ya pokoknya jualan jujur. Jangan bohong-bohong. Kalau untuk jualan mobil jujur ini mobil ya bagaimana mobilnya? Jelasin dengan benar. Ini mobil pernah tabrakan 2 bulan lalu sudah saya dempul. Jangan bilang mobil bodinya bagus itu bohong. Bodinya bagus tapi bekas apa? Tabrakan. Enggak boleh. Saya sudah masukkan ke tok magic tapi pernah tabrakan. Ya, semua sifat yang bisa mempengaruhi harga harus kita jelaskan, gak boleh kita sembunyikan. Ini kaidah dalam jual beli. Semua sifat yang bisa mempengaruhi harga naik atau turun apalagi turun harus kita jela jelaskan. Jual mobil banyak yang ditutupin. Pernah tabrakan ditutupin, pernah ini ditutupin. Ya, orang enggak tahu ya. Dan ini repot. Hari kiamat kelak kita makan halal. Jangan sampai makan haram. Tayib. Makanya yang jadi masalah sekarang yang pintar bohong dibilang, "Wah, ini hebat, penjual hebat." Kalau yang jujur goblok, polos. Yang aman dibilang goblok. Ya. Kemudian Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah membawakan firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Albaqarah ayat 283. Falyuaddilladzi tumina amanatahu. Yaitu hendaknya orang yang diberi amanah menunaikan amanahnya. Ini terkait dengan utangputang. Kita tahu ayat yang paling panjang dalam Al-Qur'an adalah surah Albaqarah 282 tentang masalah hutangputang. Saking panjangnya ayat ini sampai sebagian ulama mengatakan ini adalah ayat yang paling memberi harapan kepada manusia, kepada kaum muslimin. Karena para ulama khilaf tentang ayat apa yang paling memberi harapan kepada kaum muslimin. Ya, sampai ada sekitar 15 pendapat kalau tidak salah atau lebih dari 10. Ada yang mengatakan ayat yang paling beri harapan adalah qul ya ibadiina asfus rahmatillah inallahfirun jam itu jangan putus asa wahai para pendosa. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Ini ayat yang paling berikan harapan. Ada mengatakan yang paling beri harapan adalah firman Allah subhanahu wa taala. Waak bidunubihim khalan akahu alaihim inallahafurahim. Dan sebagian orang mencampurkan antara dosa dan ketaatan. Ya, mereka mengakui dosa-dosa mereka. Semoga Allah menerima tobat mereka. Ini ayat yang paling beri harapan. Ada yang mengatakan ayat yang paling beri harapan adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Eh, innallaha la yagfirus bih wagfirunalika lima yasya. Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Allah mengampuni selain syirik. Selama orang tidak syirik, berharap masih bisa diampuni. Ada beberapa pendapat di antaranya ada yang mengatakan ayat yang paling berharapan ayat tentang utang-putang. Ya ayyuhalladzina amanu id tadayantum bidin jalil musamar faktuu. Wahai orang beriman, jika kalian melaksanakan utang-putang dengan jatuh tempo tertentu, maka tulislah. Walyaktub bainakum katibun bil adil. Maka hendaknya ada penulis yang adil di antara kalian. Maka Allah jelaskan, jelaskan terus dengan lengkap sampai ayat panjang sekali begini begini. Ada saksi begini, peraturan panjang tentang utangputang. Ini ayat paling panjang. Sebatakan ini ayat paling memberi harapan. Kenapa paling beri harapan? Ini masalah sepele hutang-putih. Tapi Allah turunkan ayat paling panjang berarti Allah sayang kepada hamba-hambanya. agar tidak terjadi pertikaian. Karena hutang piutang ini masalah yang sangat memiliki potensi besar, riskan untuk terjadi pengkhianatan, tipu-menipu, tidak bayar, kabur, ganti nomor telepon. Ini sangat riskan dalam hal ini. Oleh karenanya Allah turunkan ayat ngajarin, kalau kamu ada utangputang, jangan lupa tulis. Kalau perlu pakai saksi. Subhanallah. Kalau Allah masalah gini saja perhatian supaya kau tidak salah, tidak berdosa, berarti Allah sangat sayang kepada hamba-hambanya. Seb mengatakan berarti Allah sangat sayang kepada kita. Dulu ada kawan pernah pinjam uang sama saya orang Kuwait. Bayangkan ada orang Kuwait pinjam uang sama orang Indonesia. Luar biasa. Padahal saya tiap hari kalau ke Jamiah numpang sama mobil dia. Luar biasa. Jadi dia punya mobil kalau ke Jamiah selalu dia tungguin saya ngantar ke UIM karena kita satu asrama sama-sama punya bawa keluarga dia tungguin nanti pulang juga dia antar orang Kuwait orang yang baik ya. Suatu hari dia panggil saya dia bilang, "Firanda, saya butuh uang sekian ribu riyal." Saya bilang, "Salah orang nih. Gimana? Saya aja numpang sama kamu dalam hati." Tapi saya enggak bilang. Saya bilang, "Saya enggak punya uang." Tapi saya carikan orang yang punya uang buat kau. Saya cari siapa? Saya cari orang Saudi. Jangan orang Saudi. Teman saya orang Saudi. Saya bilang, "Yaki ada gini-gini." Udah kasih. Oke, kasih. Terus saya kasih dia pinjam kalau enggak salah 4.000 atau 5.000, saya lupa apa. 6.000 sekitar gitulah. 4.000 atau 5.000 6.000 real. Dia lagi butuh. Terus saya kasih dia bilang kita tulis. Saya bilang, "Enggak perlu. Enggak perlu." "Ah, enggak, enggak. Ini sunah, sunah." Tulis. Dia tulis. Saya telah pinjam uang dari Viranda atas nama saya kan sekian sekian sekian tanda tangan tanpa saksi tapi ada apa tulis saya maksudnya saya kagum ketika dia bilang saya bilang enggak perlu enggak perlu saya kenal kau kok enggak bisa lari ke mana-mana mobilmu di sini cuma dia gak sunah kita tulis masyaallah ya kadang-kadang kita enggak pura-pura sekarang kenal nanti pas pas jatuh tempo enggak kenal itu masalahnya Ya, [tertawa] ti kalau ada itu kan kalau ada kertas kan kita bisa bikin status, [tertawa] bisa bikin status kalau macam-macam bikin status. Subhanallah. Akhirnya dia bayar sesuai dengan apa? Sebelum atau pas waktu pembayaran. Luar biasa ya. Saya masih ingat tuh. Memang Allah suruh kita catat. Allah ingin tidak ada keributan, maka catat. Seang masalah banyak apa? Tidak ada bukti. Tidak ada bukti itu masalahnya ya. Tib. Terus saksi. Allah juga suruh saksi. Ya, wasashidu syahidain mirijalikum. Kata Allah, bukan cuma tulis. Kalau ada saksi, hadirkan dua saksi supaya menyaksikan tentang hutang-putang. Kapan harus dibayar, berapa jumlahnya ya. Faam yakun rajula farajulani mimar. Kalau tidak ada dua orang laki-laki, satu laki-laki, dua perempuan sampai detail ya. Wala tas'amu an taktubu shir au kabiran il ajali. Jangan kau bosan untuk nulis kecil maupun besar. Tulis hutang. Jangan sepelekan. Terkadang menurutmutur kecil tapi ternyata menurut warisanmu besar ahli warismu. Orang mungkin triliunan punya uang banyak uang 2 miliar dia enggak tulis. Tapi kalau dia mati 2 miliar itu sangat besar bagi anak-anaknya. Mungkin puluhan juta enggak tulis. Tapi kalau dia mati ternyata puluhan juta sangat berharga bagi anak istrinya, ahli warisnya. Tulis saja. Kemudian setelah itu Allah sebutkan pada ayat berikutnya yang kita bahas ini masih hutang piutang. Wainkum ala safarin walam tajidu katiban farihanu maqbudah. Jika kamu dalam perjalanan dan kamu ada hutangputang sedang kamu tidak punya seorang penulis ya, maka berilah rohan. Yaitu apa? Gadai. Ya, gadai. Sudah enggak ada saksi gadai. Sudah barang apa saya pinjam? Ya kau punya barang saya gadai. Ini gak apa-apa boleh. Rasulullah meninggal dalam kondisi punya hutang kepada orang Yahudi dengan menggadaikan deranya dengan menggadaikan baju perangnya. Rasulullah pernah punya hutang. Kenapa Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berhutang kepada Yahudi? Kata para ulama, "Karena Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak enak kalau berhutang kepada para sahabat. Kalau berhutang sama para sahabat tidak mau dibayar." Maka Rasulullah mending di hutang sama orang Yahudi. Tidak pengin merepotkan sahabat. Saking tidak punya apa-apa sampai Rasul sahu alaihi wasallam yang dia gadaikan baju perangnya. Baju perang tuh kan senjata seseorang. Karena kapan-kapan ada perang dia harus punya baju perang. Tapi karena Rasulullah tidak punya apa-apa, dia gadaikan baju perangnya. Sudah. Jadi kalau kita punya gadai, kita tidak terhina. Kapan kita tidak bisa bayar, gadai kita dijual. Kata Allah, kalau tidak ada yang nulis, tidak ada saksi, gadai. Fain amina ba'dukum ba'dan falyuadilladziina amanatahuqillahabah. Kalau ternyata kalian saling percaya, sedang diafar, tidak ada sarana untuk menulis, zaman dulu tidak semudah zaman sekarang. Tidak ada juga gadai, ya sudahlah saling percaya. Ini terakhir. Enggak usah tulis, enggak usah apa-apa. Saling percaya. Kata Allah, "Falyuadill amanah." Maka orang yang dikasih amanah, yang punya hutang hendaknya menunaikan membayar hutangnya. Hendaknya dia bertakwa kepada Allah. Ya, maka ee di antara amanah adalah bayar hu hutang. Bayar hutang. Jangan pura-pura enggak berhutang ketemu eh gimana kabar? Eh, terus ya gimana? Asalamualaikum. [tertawa] Terus gitu aja. Subhanallah. Rasulullah mengatakan rahimahullahumroan samhan id. Semoga Allah merahmati orang yang mudah dalam membayar hutang. Menunaikan hak orang lain. Menunaikan hak orang lain. Dia mudah menunaikan hak anaknya, menunaikan istrinya, menunaikan hak suaminya. di antaranya menunaikan hak utang orangor lain. Dia bayar pas jatuh tempo atau dia bayar bahkan sebelum jatuh tempo. Bahkan terkadang dia bayar lebih dan tidak mengapa kalau memang tidak ada kesepakatan, bukan riba. Dia bayar dengan baik. Maka seorang ketika berhutang ingat hutang itu amanah. Saking berat hutang sampai Rasulullah mengatakan kullu nafsin muallaqatun bidinihi. Setiap jiwa tertahan dengan hutangnya. Kalaupun dia sudah meninggal, harusnya dia menikmati nikmat kubur enggak jadi. Kenapa dia punya hu hutang? Ngeri. Sampai yang mati syahid pun diampuni. Kecuali dia punya hutang. Ada masalah hutang. Ngeri. Kenapa bisa demikian, Ikhwan? Karena hutang itu orang kasih kita hutang itu orang sangat baik. Dia mau pinjamin uang sama kita, itu orang sangat baik. Apalagi zaman sekarang karena susahnya kita cari pinjaman. sampai banyak orang yang pinjol ya, pinjol pinjaman apa online ya. Saking gak ada yang mau kasih pinjaman syari, akhirnya pinjaman riba. Nah, kalau ada orang kasih kita pinjaman, berarti dia baik. Kalau orang baik, maka harusnya kita bersyukur. Terima kasih kita balas kebaikannya dengan kebaikannya. Ini malah kita balas dengan keburukan. Kita sudah punya uang, kita tidak mau bayar, kita beli lagi yang lain. Kita sudah punya uang, kita buka usaha baru. Ketika dia nagih, jadilah dia seperti ngemis-ngemis sama kita. Demi Allah, sebagian orang yang punya hutang sampai ngemis-ngemis sama yang dia utangi. Bayar dong, saya lagi butuh, bayar dong. Subhanallah. Dulu waktu dia pinjam uang, dia nangis-nangis. Sekarang yang minjam malah nangis-nangis sama dia. Kurang ajar enggak itu? Kurang ajar. Sebagian marah-marah. Marah-marah. Ngeri? ditagih ini sudah jatuh tempo marah-marah kamu gimana hari ini saya enggak punya uang kau datang kemarin saya punya uang kau tidak nagihlah ini kejadian ya waktu kau punya uang jangan ditunggu ditagih bayarlah maka hutang adalah amanah kalau tidak dibayar masalah ingat Rasul sahu alaihi wasallam pernah tidak mau salatin orang gara-gara tidak bayar hutang sampai ada sa mengatakan saya tanggung hutangnya ya Rasulullah akhirnya Rasulullah salatin Dalam riwayat Rasulullah tidak menyalatkan dua orang. Satu orang mati bunuh diri. Rasulullah suruh sahabat yang salatin. Satu orang belum bayar hutang. Coba saya tanya sama antum. Yang punya hutang angkat tangan cepat. Hah? Coba yang punya hutang angkat tangan. Ih kaya semua ini. Enggak punya hutang. Jujur-jujur yang punya hutang angkat tangan. E masih banyak orang kaya. Alhamdulillah ya. Bayar-bayar ya. Sampai ketika setelah itu Rasulullah salatkan, Rasulullah ketemu sama si fulan, "Hai fulan, sudah bagaimana dengan hutangnya?" "Aduh saya lupa ya Rasulullah sekarang saya bayar." Rasul mengatakan alan barat jildatuhu kalau enggak salah. Sekarang baru dingin kulitnya sebelum kau bayarkan hutangnya dia bermasalah di alam barzakh. Maka ikhwan, jangan pernah meremehkan apa? Hutang. Kalau enggak perlu, enggak usah hutang. Ya, jangan hidup dalam khayalan. Punya kartu kredit utang ba banyak. Jangan hidup dalam khayalan. Hidup semampunya. Allah akan kasih bahagia sesuai dengan kemampuan kita. Tib. Maka ingat hutang adalah amanah harus dibayar. Allah mengatakan, "Falyuaddilladzi tumina amanatahu walyattaqillaha rbah." Ya, hendaknya dia bertakwa kepada Rabbnya. Tib hadis berikutnya. An Hudzaifah radhiallahu anhu q hadana Rasulullah sahu alaihi wasallamin biaditu ahaduma wairul akar. Kata Hudzaifah bin Yaman radhiallahu anhu, Rasulullah telah menyampaikan kepadaku dua hadis. Aku sudah lihat kenyataan salah satunya dan satunya aku masih nunggu belum terjadi. Itu Rasulullah nyampaikan dua peristiwa dalam dua hadis. Yang satu Hudzaifah sudah lihat telah terjadi. Yang satu saya masih nunggu. Di antara yang sudah terjadi kata Hudzaifah, haddasana Rasulullah pernah menyampaikan kepada kami suatu hadis. Kata beliau, "Anal amanata nazalat fi jadri qulubir rijal." Amanah turun ke e akar hati para lelaki. Tumma nazilal Quran. Setelah itu Allah turunkan Al-Qur'an. Faamilu minal Quran. Karena hati mereka sudah ada amanah, maka mereka mengamalkan Al-Qur'an. Kata Nabi, "Wa alimu minas sunah." Dan mereka faalimu minal Quran. Maka mereka belajar Al-Qur'an waimu minasunah dan mereka juga belajar sunah. Ini dalil bahwasanya Al-Qur'an dipelajari lebih dahulu daripada sunah dan sunah juga harus dipelajari. Rasulullah pernah menyampaikan Rasulullah memuji bahwasanya dulu di akan ada orang-orang seperti ini dan itu mungkin generasi para sahabat di awal para sahabat amanah mengakar dalam diri mereka sehingga mereka mempelajari Al-Qur'an sunah mereka mengamalkannya. Kemudian kata Hudzaifah hadana amanah. Kemudian rasul wasallam menyampaikan kepada kami tentang amanah diangkat. Faqamu minqbihi. Ada seorang tidur dengan suatu tidur tahu-tahu amanah dicabut dari hatinya. Hilang tidak punya amanah dalam hatinya. Sehingga amanah tersebut hilang. Tapi masih ada sisanya. Masih ada sisanya sedikit. tinggal sedikit. Summa yanamun naumah kemudian tidur lagi. Itu dengan berbagai macam sebab-sebab. Maksudnya dia melakukan banyak masalah. Akhirnya amanah dicabut dari hatinya tapi masih ada sisa. Kemudian dia melakukan hal-hal yang lain lagi. Dia tidur lagi. Amanatu minqbihi. Maka dicabut lagi amanah dari hatinya. Majalamrin dah muntab. Maka ketika dicabut lagi maka seperti tersisa arul majal. Majal itu kalau orang kerja kerja sampai kadang-kadang kayak melepuh dikit apa saking angkat pegang misalnya apa cangkul ya atau apa ya ngapal ya sampai ngapal dikit ya jadi ada kayak apa namanya memar dikit ya kata Nabi seperti bara api yang engkau jatuhkan atau jatuh di kakimu kalau dekat k api dikit kan kayak ada benjol dikit tapi gak terluka cuma sedikit lihat dia agak benjol tapi gak ada apa-apa tidak luka tidak ada darah alij rasulah mengambil kerikil Rasulullah jatuhkan ke kakinya maksudnya Rasulullah praktikkan seperti ini ya maksudnya amanah sudah tinggal sedikit tinggal sedikit kelihatan tapi gak ada Rasulullah mengatakan fatar muntabiran waisa fiul dia bengkak tapi enggak ada apa-apa ya, enggak luka, enggak darah sama seperti amanah dicabut sehingga seperti tinggal nama ya. Fayusbihunasu yatabaya. Maka jadilah orang setelah itu jual beli. Fala yakadu ahadum yuaddil amanata hatta yuqal. Sampai salah seorang dari mereka tidak ada yang menunaikan amanah. Semua orang tidak ada yang amanah. Hatta yuqal sampai dikatakan inna fi bani fulan bani fulanin rajulan aminan. Sampai kalau ada orang yang amanah terkenal, eh orang itu di kabilah ini ada orang terkenal amanah. Saking sedikitnya orang yang amanah. Akan datang masa seperti itu. Saking hilangnya amanah dicabut dari hati-hati manusia sehingga tersisa hanya sedikit orang yang amanah. Kalau ada orang amanah terkenal dikatakan sesungguhnya di kampung itu ada orang yang amanah. ma ajahu maahu maqahu w sampai ada orang dikatakan kepada orangor lain sungguh hebat dia, sungguh cerdas dia. Padahal dalam hatinya tidak ada iman sedikit pun. Itu ada orang dipuji, disangka amanah ternyata tidak apa? Amanah. Dipuji padahal tidak ada amanah. Kelihatannya amanah ternyata tidak. WQun pernah datang kepadaku suatu zaman, aku tidak peduli harus jual beli sama siapapun zaman sahabat. Saya tidak peduli. Lain muslimanarudannahu aluhu. Kalau dia muslim, dia pasti tidak akan mengkhianatiku. Dia akan mengembalikan amanah kepadaku, agamanya mendorongnya. Seperti itu. Kalau dia muslim, saya tidak peduli muslim manaun. Dia pasti amanah. Kalau saya punya hak dia pasti kembalikan. Karena agamanya menyuruh dia untuk itu. Waana nasranian Yahudian larudannahu alhi. Kalau seandainya saya berjual beli dengan Nasrani atau dengan Yahudi di zaman itu, saya juga tidak peduli. Karena kalau dia ngibulin saya, maka wali muslim akan mengembalikan hakku. Jadi saya tidak peduli mau dagang sama siapa saja, mau jual beli dengan siapa saja, tidak takut ditipu sama sekali. Karena kalau tipu orang muslim enggak menipu. Kalau Nasrani pun menipu saya akan lapor kepada waliul amr. Wa ammal yaum. Adapun sekarang ini mungkin di akhir-akhir hayatnya. Fama kuntu liubi minkum illa fulan wa fulan. Kalau sekarang saya enggak mau jual beli sama semua orang kecuali si fulan dan si fulan. Kemudian Syekh Abdul Wahab menyampaikan makna dari hadis ini. Aljadr alasl ya walqt alasul yasir wal majel naftun yasir minari amalin muntabiran murtafian alwali alaihi bab. Ini dalil bahwasanya amanah akan dicabut ya. Sehingga kita temu orang yang jujur sangat langka. Sebenarnya siapa yang orang yang jujur dia akan dipercaya. Ada orang mungkin pendidikannya tidak tinggi tapi dia jujur amanah. Maka dipercaya sama bosnya. Disuruh bawa uang, disuruh ngirim ini, disuruh anu. Meskipun dia tidak pintar, tapi dia amanah. Orang amanah jarang ya. Orang amanah ja jarang ya. Pembantu yang amanah juga ja jarang ya. Kalau dapat maka bersyukurlah ya. Bersyukurlah. Tiib wali muslim fi hadis syafaah. Dan Imam Muslim meriwayatkan dalam hadis syafaah hadis yang panjang. Rasulullah bersabda, "Tursalulsalul amanatu warahimuati yaminanimalan." Maka ketika orang-orang sedang melewati sirat dengan ahadu minas yang lebih tajam daripada pedang, ada kumina sya'ar dan lebih tipis daripada rambut. Kemudian di sisinya ada khatif dan kalalib, ada besi-besi yang mencabik-cabik orang yang lewat. Maka yang lewat sirat ada tiga model, yaitu muslim yang najin, muslim yang selamat, langsung selamat, tidak terluka sama sekali. Yang kedua, tercabik-cabik tapi selamat. Yang ketiga, tercabik-cabik dan ja jatuh di neraka. Karena sirat di atas alamatni jahanam, di atas neraka jahanam. Jadi tiga model. Satu, muslim dia selamat. Musalam najin musallam dia selamat tidak ada luka sama sekali. Yang kedua, terluka-luka tapi sela selamat. Badannya terpotong, tangannya terpotong. Kenapa dia tetap selamat? Karena dia punya dosa-dosa. Tapi dosa-dosa tersebut tidak harus masuk membuat dia masuk neraka. Cukup disiksa di atas sirat. Sudah menggugurkan dosa-dosanya. Yang ketiga, tercabik-cabik kemudian masuk terjungkal dalam apa? Neraka. Dosa-dosanya mengharuskan dia masuk neraka. Yang pertama yang najin musalam yang selamat pun bermodel-model. Ada yang melewati sirat kal barq seperti ee petir cepat kilat kilat cepat. Ada yang seperti angin yang berhembus kencang. Ada seperti ke ajawidil khail. Seperti kuda-kuda pilihan yang berali kencang cepat. Entah berapa jauh sirat jauh tapi cepat seperti kuda. Ya butuh waktu sirat jauh karena neraka jahanam luas. Ada yang seperti kal ibil seperti unta yang berjalan cepat. Ada yang berjalan, ada yang merangk, ada yang dia berhenti ketika apinya redup, ada yang apa? Cahaya. Ada cahayanya setinggi pohon kurma, ada cahayanya setinggi gunung. Sehingga dia jalan dengan mudah. Ada yang cahayanya seperti pelita. Kalau mati dia berhenti, dia tunggu nyala lagi. Kalau nyala dia jalan lagi. Lama dia baru sampai. Ada yang kemudian merangkak. Ketika dia merangk dia mengatakan, "Ya Rabbi lima abi." Ya Rabbku, kenapa kau buat aku lambat lewat sirat? Kata Allah Subhanahu wa taala, "Abth abika amaluk." Yang bikin kau lambat amalmu, bukan aku. Tib. Ketika orang sedang melewat, sementara ada besi-besi yang mencabik-cabik. Setiap besi sudah dicatat akan mencabik si fulan. Orang enggak bisa. Kalau memang dia bakalan tercabik, dia tidak bisa selamat. Ketika sedang lewat, tiba-tiba Allah kirim amanah dan rahim menghampiri sirat sebelah kanan sebelah kiri. Buat apa? Siapa yang suka menyambung silaturahmi maka dia akan semakin dipermudah lewat. Siapa yang tidak menyambung silaturahmi ditahan. Dia mau lewat ditahan sama rahim. Repot. Siapa yang amanah maka dia akan mudah lewat sirat. Bahkan dipercepat oleh amanah. Siapa yang tidak amanah ditahan oleh amanah ya karena ditahan maka seorang kalau ingin lewat sirat dengan mudah di antaranya sambung silaturahmi dan amanah. Hak orang tunaikan amanah terkait jual beli, terkait utang-putang, terkait hak istri, hak anak. Amanah amanah sama istri, amanah sama anak, amanah sama orang tua. Semua amanah kita tunaikan. Jangan sampai kita meninggal, amanah orang kita abaikan. Kalau amanah kita diabaikan orang, ya biarin aja kita nuntut hari kiamat. Tapi jangan sampai kita abaikan hak orang lain. Maka ini hadis ngeri bagi orang yang tidak amanah, maka dia akan binasa ketika di sirat. Makanya Rasulullah bersabda, "La imana liman la amanata lahu." Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah. Searang khianat. Khianat. Manusia penuh dengan apa? Khianat. Tib. Ee kita lanjut bab berikutnya. Babu quulihi, bab tentang sabda Nabi. Ini juga terkait dengan amanah. Amanah dalam bentuk lain. Jadi kita sudah sebut tadi amanah dalam bentuk jabatan itu amanah. Terus amanah tentang masalah uang orang, harta orang, jual beli, ee timbangan dan takaran. Ya, itu juga apa? Amanah. Di antara amanah juga utang piu piutang itu juga amanah. Sekarang amanah terkait dengan tanggung jawab. Sekarang mana terkait tanggung jawab? Kata kata Syekh Muhamad Abdul Wahab babui bab tentang sabda Nabi sallallahu alaihi wasallamukumin. Setiap kalian adalah roin yaitu pengatur atau penanggung jawabumulatihi. Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas bawahannya, atas rakyatnya itu atas bawahannya yang dia yang dia ee di bawah kekuasaannya. Kemudian waqulullahi taala dan firman Allah, "Ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum waahlikum naro." Wahai orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka. Ini Syekh ingin menyampaikan di antara amanah adalah istri dan anak-anak. Kalau kau menikah berarti istri adalah amanah dari Allah. Ya, makanya eh dalam hadis ya, wattaqulaha finisa fainnakum akumuhunna biamanatillah wastahlaltum furujahunna bikalimatillah. Kata Allah, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bertakwalah kepada Allah terkait dengan istri-istri kalian. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanah dari Allah." Jadi istri amanah. Wastahlaltum furujahun bikalimatillah. dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan akad nikah. Ini Rasulullah mengatakan bahwasanya wanita adalah amanah. Kalau begitu kita para suami akan diminta pertanggungjawaban terhadap istri kita. Terkait istri kita. Sudahkah kita menunaikan amanah? Sudahkah kita didik istri kita? Sudahkah kita menunaikan haknya? hak terkait dengan kebutuhan ee fisik maupun kebutuhan biologis terkait dengan harta, terkait dengan pergaulan dengan baik ya sebagai istri yang kita hargai. Sudahkah kita menghargai istri kita? Atau kita jadi seorang yang arogan di rumah tangga? Sudahkah kita ajarin dia agama? Sudahkah kita nasihati kalau dia bersalah? Sudahkah kita ajak dia salat malam? Sudah kita ajak dia salat lima waktu? Sudahkah kita motivasi untuk salat sunah? Sudahkah kita suruh ingatkan dia baca Al-Qur'an? Karena Allah suruh kita untuk menjaga diri kita dari neraka dan juga anak istri. Allah tidak mengatakan qu anfusakum. Wahai orang yang beriman, jagalah diri kalian dari neraka. Tidak. Masih koma. Tidak. Titik. Allah mengatakan wa ahlikum. Jagalah keluarga kalian dari neraka. Seorang tidak boleh egois. Dia bilang, "Istri saya jahat. Biarin aja. Saya masuk surga sendiri, bidadari sendiri. Nanti ngapain sama ngurusan istri saya? Biarin aja dia nakal, biarin aja nonton film Korea, biarin aja enggak salat. Biarin aja lu, lu gue-gue. Enggak ada urusan ya. Enggak boleh. Kenapa? Karena kalau istrimu brengsek, kau yang ditanya, sudahkah kau nasihati? Anakmu brengsek, kau yang ditanya, "Sudah kau nasihat?" Kalau kau sudah nasihat, ya sudah enggak ada masalah. Sudah tunaikan amanah. Nabi Nuh alaihi salam anaknya kafir, istrinya kafirah. Dia salah, dia enggak salah. Tapi dia nasihati anaknya sampai titik darah penghabisan anaknya mau mati, dia nasihati. Tidak pernah capek nasihati anaknya. Dia sudah tunaikan amanah, hidayah di tangan Allah. Maka antum yang sudah terlanjur menikah, ingat istri antum adalah apa? Amanah. Antum akan diberdirikan di hadapan Allah. Ditanya, "Sudahkah kau didik istrimu? Sudah kau nasihati istrimu atau kau biarin aja? Lihat istri main Facebook dibiarin aja. Akunnya yang mana? Lihat istri Instagram, lihat nonton Korea, dibiarin aja. Enggak. Inilah fungsi seorang suami yang memiliki qawamah. Ya, dia ngatur istrinya tentu dengan cara yang baik, kata-kata yang lembut, dengan penuh perhatian, dengan penuh kasih sayang. Rumah tangga dibangun di atas saling menghormati, ihtiram. Seorang suami tunjukkan penghormatan kepada istri. Wanita seperti itu suka di dipuji. Kamu cantik. Masyaallah. Waktu lampu mati. Kamu manis wahai sayangku. Manisku my honey. Gituang gombal-gombal dikitlah. Kalau dia masak masyaallah masakannya enak. Masyaallah. N kita pijit wanita senang dihormati. Kalau dia kita hormati dia, dia melakukan lebih baik daripada yang kita inginkan. Jangan bilang, "Eh, perempuan hormat sama suami." Heh, yang saya kasih kau makan siapa? Kalau tahu begini, mending saya sama bapak saya daripada sama kamu. [tertawa] Jadi, rumah tangga dibangun atas saling menghormati. Antum menghormati istri ingin dapat pahala, puji istri, kasih kasih apresiasi kalau dia punya terus ngobrol sama dia, dia ajak ngobrolcari perhatian, ya kasih waktu. Jangan dia pengin ngobrol. Capek, capek, capek. Dia lagi wawa-wa terus orang lagi kerja. Bukan pengalaman pribadi ya. Mungkin sekali-sekali. [tertawa] Maksud saya ada tunjukkan istri merasa dihargai. Kalau dia merasa dihargai, kita mau ngomong juga enak. Tapi kalau dia merasa, "Ah, suami saya enggak sayang sama saya." Ya, saya sering bilang orang bahagia itu orang bahagia itu orang yang wanita yang bahagia, wanita yang pengin suaminya cepat pulang. Mas, kapan pulang, Mas? Itu berarti dia sayang sama kamu. Tapi kalau kamu pulang, ngapain pulang cepat? [tertawa] Ada problem besar. Antum juga kalau bahagia pengin cepat pulang. Kalau pengin pulang ke rumah, pengin ketemu istri. Tapi kalau antum sudah enggak mau pulang ke rumah, maunya main moge terus. Ah, ini ini antum sedang menderita berarti. Istri juga enggak pernah bilang, "Mas, kapan pulang?" Ah, sudah itu rumah tangga sudah enggak sehat. Ya susah nasihati kalau sudah seperti itu. Maka ingat di sini Syekh Abdul Lahab mengingatkan bahwasanya di antara amanah adalah anak dan is istri. Anak-anak juga ingat, jangan cuma kasih duit aja, senang enggak. Harus telepon, harus punya hubungan. Tanya gimana belajarmu, gimana kerjaanmu? Sudah salat belum? Jangan lupa nasihati J. Doain salat malam, doain ngobrol sama dia. Karena kita akan ditanya, "Ya, jangan pengin punya anak banyak aja, terus pengin ya terus e punya anak, punya anak, punya anak enggak diurus, enggak boleh kok. Punya anak banyak, enggak ada kegiatan ya? Enggak ada kegiatan di rumah bikin anak [tertawa] isi ulang. Tapi anak banyak semua tanggung jawab akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Tib. Kemudian beliau membawakan hadis an ibn umar radhiallahu anhuma dari Ibnu Umar qala qasul sahu alaih wasallamukumin wukumatihi semua kalian adalah penanggung jawab dan setiap kalian akan ditanya itu dihisab ditanya maksudnya apa? Diisab diberdirikan di hadapan Allah ditanya tentang bawahannya. Kemudian Rasul Sallah al wasallam sebutkan yang dihisab itu bukan perkara besar aja saya perkara kecil. Jadi perkara besar amanah kubra, amanah besar seperti penguasa, presiden, raja itu pertanyaan sudah jangan tanya sebanyak-banyak mungkin. Makanya jangan jadi presiden kalau enggak pengin ditanya. Kalau pengin ditanya silakan jadi presiden. Fal imamu roin bahwasanya pemimpin penguasa akan ditanya dan dia dia adalah dia adalah penanggung jawab. Wasulunati dan dia akan ditanya tentang rakyatnya. Apa kata Umar bin Khattab radhiallahu anhu? Laat baglatun fillaha sailuni. Liam ard ya Umar. Kata Umar bin Khattab dalam satu riwayat atau sema riwayat ini dia mengatakan seandainya dan dia Umar lagi di Madinah ibu kota ibu kota Madinah di zaman Umar adalah di mana? Di di Madinah. Ibukota Islam di zaman Umar di mana? Di Madinah. Di zaman Utsman di Madinah. Di zaman Ali baru pindah ke Kufah. Ibu kota Islam pindah ke Kufa. Di zaman Umar di Madinah. Kata Umar, "Seandainya dan dia di Madinah, seandainya ada begol, begol tuh persilangan antara kuda dengan himar. Ada begol di Irak jatuh, jalan jatuh bawa barang jatuh gara-gara jalan tidak diratakan." Kata Umar, "Seandainya ada begol yang tersungkur jatuh di Irak, bukan di Madinah, Madinah dari Irak jauh. Sementara saya di Madinah dan begol tersebut di Irak, maka saya yakin Allah akan bertanya kepadaku, "Kenapa kau tidak ratakan tanah buat begol tersebut wahai Umar?" Bagaimana rasa pertanggungjawaban Umar? Dia tidak merasa akan ditanya tentang manusia saja. Bahkan dia merasa akan ditanya tentang hewan-hewan yang ada di bawah kekuasaannya. Kenapa tidak bikin jalan yang baik? Buat apa? Hewan. Angang enak emang enak jadi penguasa. Enak di dunia doang. Di dunia pun tidak enak. Apalagi di akhirat. Kalau enggak benar, kalau adil ya benar. Kalau adil masyaallah luar biasa. Kalau enggak repot. Apakah seorang penguasa menghadirkan dalam dirinya perasaan bahwa dia akan ditanya tentang rakyatnya? Seperti Umar menghadirkan, dia akan ditanya bukan rakyatnya doang, bahkan hewan-hewan rakyatnya. Bukan dia tanggung jawab. Kemudian kata Rasul Sallahu Alaih Wasam, "Ini amanah besar." Warajul roin fi ahli baitihi. Dan seorang lelaki adalah penanggung jawab di keluarga di keluarga yang ada di rumahnya, istrinya, anaknya. Mas'ulun an ryatin. Dia akan ditanya tentang anak dan istrinya. Semua anggota keluarga, kepala rumah tangga suaminya akan di ditanya istrin bagaimana. Istri satu ditanya, apalagi istrinya empat. Oh, satu-satu ditanya. Repot enggak? Repot. Kalau enggak bertanggung jawab repot. Tambah banyak musibah. Anak semakin banyak. Kalau alhamdulillah antum bertanggung jawab kemudian anak masyaallah aset luar biasa. Tapi kalau antum cuek tidak dipedulikan antum mengertinya setiap anak akan ditanya sudah ditanyakan hak. Jadi kecil sampai yang gede. Jangan sampai yang gede diperhatikan, kecil diabaikan. Yang sampai kecil diperhatikan, yang gede diabaikan. Istri tanya juga semuanya. Kemudian bukan cuma suami, kemudian amanah semakin kecil lingkupannya. Kalau tadi di penguasa besar, kemudian rumah tangga, kemudian lebih kecil lagi istri. Wal maratu ratun al baiti zaujiha. Bahwasanya wanita adalah penanggung jawab atas rumah suaminya. Suaminya keluar kerja, dia bertanggung jawab apa yang terjadi di rumahnya. Tentang dapurnya, tentang apa yang terjadi, ngurus anak-anak. Dia tanggung jawab. Waaladihi dan dia bertanggung jawab atas rumah suaminya dan anaknya. Rasulullah khususkan rumah tanggung jawab masalah keuangan di rumah. Kalau dia ngurus dia tanggung jawab masalah dapur dan anaknya. Karena suaminya cari uang yang ngurus anaknya ibunya. Dan dia akan ditanya tentang bawahannya. Jadi, ibu-ibu yakinlah ibu-ibu akan diberdirikan oleh Allah dan ditanya oleh Allah subhanahu wa taala bagaimana tentang keuangan suami. Kalau suami kasih uang amanah tidak ngurusin dapur. Kemudian ibu-ibu pasti akan ditanya tentang setiap anak ngurus anak baik atau tidak? Sabar atau tidak? Anaknya digamprang terus atau tidak? Dibentak-bentak terus atau tidak? Atau di sabar menghadapinya atau sibuk main HP. Anak-anak tidak diajarin. Anak-anak nangis kasih HP juga. Jama-sama main HP. Subhanallah. Pintar mendiamkan anak tapi anak rusak. Tiap nangis minta apa dikasih. Jadi anak manja, tidak punya kemandirian. Gebk. Saya bikin goblok. Ibunya yang goblok. Bapaknya juga goblok. Jadi ingat kita semua ditanya meskipun uang kita banyak bukan anak bukan cuma kesudit. Dia juga punya hak untuk dididik, hak untuk disayang, hak untuk ngobrol. Sudahkah kita ngobrol sama anak kita dengan penuh perhatian? Atau kita ngobrol sekedarnya akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Terutama ibu-ibu, ibu-ibu sosialita yang sibuk main HP, main medsos, kasihan anak-anak terbengkalai sampai ingusan tidak dilap. Tib kita lanjutkan. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Wal waladu roin fi mali abihi." Dan anak adalah penanggung jawab atas harta ayahnya. Terkadang ayah kasih anak, kasih anak pertamanya, "Urusin adik-adikmu, kamu yang paling tua." Dan ini bagus orang tua ngajarin anak untuk bertanggung jawab. Ya. Dan kita dalam didik anak jadikan yang paling tua yang bertanggung jawab. Meskipun mungkin ada adiknya lebih pintar gak. Dia kakak tetap kita ajarin ajarin sehingga ada namanya kakak adik tetap terjadi. Tapi kalau kita abaikan dia kasih adiknya ini bahaya. Kecuali kondisi yang serius ya. sehingga kakak tidak bisa bertanggung jawab baru mungkin kita serahkan adiknya. Tapi hukum asal kakak yang pegang sehingga dia adiknya tetap hormat dan dia diajari tanggung jawab dari kecil-kecil sampai tanggung jawab besar. Wal waluduin fi mali abihi dan anak bertanggung jawab atas harta ayahnya dan ini akan ditanya atas tanggung jawabnya. Wal khadim sampai pembantu. Wal khadim roin fi mali sayyidihi atau atau budak adalah penanggung jawab atas harta tuannya. Wasulunati dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya faqulukum roin. Setiap kalian adalah pemimpin tidak ada dari kita kecuali penanggung jawab. Waukum masulunati. Setiap kalian akan ditanya dihisab oleh Allah atas pertanggungjawabannya. Tentu tadi pertanggungjawaban amanah ada yang besar ada yang ada yang kecil. Tapi kita semua adalah penanggung jawab. Maka siaplah dihisab atas amanah yang dibebankan kepada kita. Wallahu taalaamab. Demikian saja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.