Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan pembahasan kita. Ee kita sampai pada ayat ke-82 dari surah Ali Imran. Allah berfirman, "Faman tawalla ba'da dzalika faulaika humul fasiun." Siapa yang berpaling sesudah demikian, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Yaitu yang berpaling dari ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, yang di mana sebelumnya telah kita jelaskan para nabi seluruhnya telah diambil janji oleh Allah Subhanahu wa taala jika datang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mereka akan beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan mereka akan menolong Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, siapa yang berpaling setelah itu dari para umat nabi-nabi tersebut? Ya, di antaranya umat Nabi Musa yaitu Yahudi dan umat Nabi Isa yaitu Nasra. Kalau mereka berpaling, maka mereka benar-benar orang fasik. Ya, karena nabi-nabi mereka saja sudah mengambil janji untuk menolong Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau Nabi mereka saja sudah mengambil janji, apalagi umatnya, umatnya tinggal mengikuti para nabi mereka. Oleh karenanya, siapa dari umat-umat nabi-nabi tersebut yang berpaling, maka mereka sungguhlah orang-orang yang fasik. Ya, orang-orang fasik. Kemudian Allah berfirman, "Afagir dinillahi yabun walahu aslama man fis samawati w ard wahu aslama famawati wal ardhian waarhan wa ilaihi yurjaun." Maka apakah mereka hendak mencari agama yang lain dari agama Allah? Padahal kepada Allahlah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa. Dan hanya kepada Allahlah mereka akan dikembalikan. Ee ayat ini Allah menisbahkan Islam kepada ee dirinya. Allah mengatakan afaghair dinillahi yabun. Apakah mereka hendak mencari selain agama Allah Subhanahu wa taala? Ya. Dan agama Islam adalah agama yang turunkan oleh Allah Subhanahu wa taala yang telah dipilihkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Tentunya hendaknya seorang memilih agama dari Tuhannya. Sementara dia sendiri diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala. Dia diciptakan oleh Allah. Dia makhluknya Allah. Kemudian Allah berikan agama kepadanya. Kok kok bisa dia memilih agama selain yang dipilihkan oleh penciptanya? Maknanya sederhana kira-kira demikian yaitu afaghair dinillahi yabgun. Apakah mereka hendak mencari agama selain Allah? Sementara seluruh yang di langit dan di bumi tunduk kepada Allah baik dengan ee dengan suka maupun terpaksa. Dan kepada Allahlah mereka akan dikembalikan. Kita tahu bahwasanya seluruh yang ada di langit dan di bumi tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala. Adapun secara sukarela yaitu seperti para malaikat ya mereka tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala seperti para salihin mereka tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala secara sukarela. Ya, demikian juga ee bumi dan langit tunduk kepada Allah secara sukarela. Dan juga ada yang tunduk kepada Allah secara tidak sukarela seperti orang-orang kafir ya. Mereka tidak mau tunduk kepada Allah. Namun terpaksa harus tunduk. Maksudnya apa kata para ulama? Yaitu tetap ee hukum-hukum Allah berlaku kepada mereka. Takdir Allah berlaku kepada mereka. Mereka suka tidak suka, mereka harus menjalankan apa yang Allah tetapkan terhadap mereka. Ya. Maka berlakulah semua takdir Allah kepada mereka. Waktunya mereka sakit yang mereka sakit. waktunya mereka meninggal. Mereka meninggal. Kemudian Allah juga membentuk mereka dengan bentuk yang Allah kehendaki. Allah mentakdirkan mereka dengan apa apa yang Allah sukai. Ya, jadi mereka tunduk kepada Allah meskipun mereka tidak suka. Maksudnya bertunduk kepada hukum kauni. Hukum kauni yaitu mereka menjalankan apa yang Allah takdirkan kepada kepada mereka. Tidak bisa keluar dari apa yang Allah takdirkan kepada mereka. Ini sama seperti firman Allah Subhanahu wa taala ee dalam surat yang lain, surat Arraad. Walillahi yasjudu man fis samawati wal ardhian warha. Kepada Allahlah sujud semua yang di langit dan di bumi dengan sukarela maupun dengan terpaksa. Ya. Ya. Maksudnya mereka semua ada yang sujud dengan sukarela, ada yang terpaksa harus tunduk dengan hukum Allah. Tidak bisa keluar dari hukum Allah. Intinya jika alam semesta yang mengatur adalah Allah Subhanahu wa taala, maka hendaknya kalian harusnya mereka menerima agama Allah Subhanahu wa taala dan tidak memilih agama yang yang lain. Yang jadi masalah di akhirnya kata Allah, wa ilaihi yurjaun. Dan kepada Allahlah mereka akan dikembalikan. Itu mereka akan dihisab dan akan diberi balasan oleh Allah Subhanahu wa taala di hari akhirat. Jadi, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, di sini saya ulangi Allah mengatakan Allah telah pilihkan agama ya yaitu sampai Allah nisbahkan kepada dirinya Allah bilang agama Allah maksudnya agama Islam untuk siapa? Untuk makhluk-makhluknya. Untuk makhluk-makhluknya. Yang lebih tahu tentang kemaslahatan makhluknya adalah sang pencipta makhluk tersebut. Kemudian yang kedua, Allah ingatkan memang Allah yang berhak untuk menentukan agama. Kenapa? Karena semua yang di langit dan di bumi tunduk kepada Allah. Baik yang sujud kepada Allah dengan sukarela seperti para malaikat dan orang saleh maupun yang tunduk dengan terpaksa ya. Yaitu orang-orang kafir yang harus menjalankan takdir Allah Subhanahu wa taala. Mereka tidak bisa memilih takdir mereka. Kalau Allah takdirkan mereka susah, takdirkan mereka sakit, Allah tentukan bentuk mereka, mereka tidak bisa menghindar. Ya, kalau semua alam semesta di bawah aturan Allah, maka tentunya yang menentukan agama, aturan syariat itu lebih tahu. Karena semua yang di alam semesta ini tunduk di bawah aturannya. Ya. Maka hendaknya harusnya agama Allah yang dipilih. Dan yang berikutnya, seandainya mereka tidak memilih agama Allah, ingatlah bahwasanya mereka akan dikembalikan di hari kiamat kelak dan mereka akan disidang dan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala. Ini dalil bahwasanya siapa yang berusaha mencari syariat selain syariat Allah maka ee tercela. Ya, yang berusaha mencari hukum selain hukum Allah maka tercela seakan-akan tidak rida, tidak puas dengan aturan Allah Subhanahu wa taala. Dan siapapun yang tidak suka dengan hukum Allah Subhanahu wa taala, maka tercela termasuk dari orang-orang yang disinggung oleh Allah dalam ayat ini. Kapan saja seorang dalam hatinya benci terhadap satu hukum Allah ya enggak suka ya, berarti dia tidak rida dengan agama Allah dan sedang mencari agama selain agama Allah subhanahu wa taala. Maka ini juga peringatan kepada kita agar melatih diri untuk selalu rida dengan hukum Allah Subhanahu wa taala baik dari Al-Qur'an maupun sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena semua hukum Allah dari Al-Qur'an maupun sunah Nabi semuanya adalah agama Allah Subhanahu wa taala. Meskipun terkadang aturan-aturan tersebut tidak sesuai dengan keinginan-keinginan kita, tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak sesuai dengan hawa nafsu kita. Ya, sebagian orang mungkin suka dengan sesuatu ternyata haram ya sudah terima ya. Seorang mungkin ada keterkaitan dengan mata pencahariannya ternyata hukumnya haram ya diterima. Kapan dia protes, kapan dia tidak suka, berarti dia ingin mencari agama selain agama Allah Subhanahu wa taala. Ini butuh apa? Ee perjuangan ya. Makanya kita sering berkata, "Raditu billahi rabba." Aku rida Allah sebagai apa? Tuhanku. yaitu aku rida segala keputusannya, aku rida segala hukumnya. Ini perkataan bukan perkataan yang ringan. Raditu billahi rabba. Aku rida Allah sebagai rabku. Adapun kalau kita tidak suka dengan hukum Allah iniak gak pasa enggak suka berusaha mencari hilah ee apa namanya? Mencari trik agar bisa keluar dari hukum Allah. Maka kita tidak rida dengan hukum Allah. Berarti kita sedang mencari agama selain agama Allah Subhanahu wa taala. Biasanya diuji kapan? Ketika hukum Allah tersebut tidak sesuai dengan kemaslahatan yang kita harapkan. Tidak sesuai dengan kemaslahatan yang kita harapkan. Itu banyak dalam hidup ini ya. Kita mau begini, "Aduh ternyata enggak boleh ya. Kok enggak boleh sih?" Nah, dalam hati timbul seperti itu. Berarti kita sedang mencari hukum atau agama selain agama Allah Subhanahu wa taala. Kenapa riba tidak boleh? Kenapa musik haram? Ya. Kenapa seperti terutama misalnya wanita hukum warisan kenapa harus seperti ini? Ya, ini namanya tidak rida dengan agama Allah. Padahal Allah sudah pilihkan agama Allah dan dia pantas memilihkan karena dialah pencipta kita, lebih tahu tentang maslahat kita dan dia pengatur alam semesta. Dia lebih tahu tentang yang terbaik bagi penghuni alam semesta tersebut. Dan ingat, kalian rida enggak rida cari agama selain agama Allah. kalian akan di minta pertanggungjawabkan dipanggil oleh Allah pada hari kiamat kelak. Dan ini juga sindiran kepada orang-orang Yahudi dan Nasra yang mereka tidak mau menerima Islam. Kenapa? Tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka. Mereka maunya agama itu melalui jalur Bani Israil. Ras mereka orang Yahudi ketika agama datang melalui ras Arab, mereka tidak mau ya. Ya, mereka tidak tidak mau. Berarti mereka ingin cari hukum selain hukum Allah. Mereka ingin mencari agama selain dari agama yang Allah pilihkan. Allah telah pilihkan nabi terakhir dari ras Arab harusnya mereka terima. Setelah itu Allah berfirman, qul amanna billahi wama unzila alaina w unzila ala Ibrahim wa Ismail wa Ishaq wa Yaakub wal asbat. Wiya Musa waimf ba ahadim minhum wahnu lahu muslimun. Katakanlah wahai Muhammad aman billah. Kami beriman kepada Allah w unzila ala dan apa yang diturunkan kepada kami. W unzila ala Ibrahim dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim yaitu suhuf Ibrahim wa Ismail wa Ishaq wa Yaakub. Ini menunjukkan bahwasanya para nabi diturunkan kitab suci meskipun kita tidak tahu. Seperti saf Ibrahim, Ismail juga ada yang ayat-ayat yang Allah turunkan kepadanya. Ishak pun demikian, Yakub pun demikian. Wal asbat. Wal asbat maksudnya adalah ee keturunan dari ee Bani Israil. Karena Bani Israil ada 12 suku, yaitu ee Yusuf Benyamin dan 10 saudara yang lain. Ya, kita tahu Israel maksudnya adalah Yakub. Yakub namanya Israil dan anak-anaknya 12 dan seluruh ee 12 itu akhirnya membentuk suku. Sehingga mereka ada 12 suku. Dan 12 suku itu namanya asbat. Namanya asbat. Dan nabi-nabi muncul dari keturunan 12 suku tersebut. Maka disebut dengan al-Asbat, yaitu apa yang diturunkan kepada nabi-nabi yang merupakan keturunan dari Bani Israil. Wama utiya Musa wa Isa. Ya, di antara asbat-asbat tersebut adalah Musa Isa. Ya, karena Nabi Musa dan Nabi Isa keturunan dari Bani Israil. dan juga para nabi-nabi dari Rabb mereka ya. Ya. La nufarqu baina ahadibihim. Kami tidak membedakan seorang pun dari mereka. Wahnu lahu muslimun. Dan hanya kepada Allahlah kami menyerahkan diri. Tib di sini kalau kita perhatikan Allah sebutkan secara runut. Yang pertama, katakanlah wahai Muhammad, kami beriman kepada Allah. Ini yang paling inti, beriman kepada Allah. Karena segala keimanan adalah cabang dari iman kepada Allah. Seperti rukun iman. Rukun iman pertama iman kepada Allah. Adapun rukun-rukun selanjutnya merupakan cabang dari iman kepada Allah. Jadi amanna billah. Kami beriman kepada Allah. Wama unzila alaina itu Al-Qur'an. Dan apa yang Allah turunkan kepada kami yaitu kepada Muhammad dan kepada pengikutnya. Ya alaina di sini maksudnya ala Muhammad alaiya wa al atbai apa yang Allah turunkan kepadaku dan pengikutku karena apa yang Allah turunkan untukku juga untuk pengikutku makanya disebut ee dengan kata ganti kami. Wama unzila alaina dan apa yang Allah turunkan kepada kami maksudnya Al-Qur'an. Kami beriman ya. Dan kenapa didahulukan? Karena Al-Qur'an ee adalah muhaimin yang menentukan ya ee mana dari kitab suci yang masih benar dan mana yang sudah menyimpang. Maka Al-Qur'an disebutkan terlebih dahulu sebelum kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Injil, suhuf Musa, suhuf Ibrahim dan yang lainnya. Karena kitab-kitab suci sebelumnya mengalami perubahan, mengalami penyimpangan. ditambah-tambahin, dikurang-kurangi, dihilangkan, ya dipelintirkan sebagaimana kita sudah singgung pada pertemuan sebelumnya. Dan Al-Qur'an adalah ee muhaiminun alaih yang menentukan mana yang masih lurus, masih otentik, dan mana yang sudah mengalami perubahan. Oleh karenanya meskipun secara sejarah Taurat dan Injil sebelum Al-Qur'an, tetapi Al-Qur'an disebutkan terlebih dahulu karena dia muhaimin, karena dia penentu untuk menentukan mana yang masih otentik dan mana yang sudah mengalami perubahan. Setelah itu baru secara urutan ee tarikh wama unzila ala Ibrahim dan apa yang dituntun kepada Ibrahim. Ya, karena semua Bani Israil beriman kepada Ibrahim. Ya, Quraisy, Bani Israil semua keturunan siapa? Ibrahim. Bani Israil keturunan Yakub bin Ishak bin Ibrahim. Quraisy keturunan Ismail bin Ibrahim. Jadi, Ibrahim ini tokoh yang disepakati oleh seluruh ee bangsa, maksudnya bangsa Arab maupun bangsa Bani Israil. Maka setelah menyebutkan Al-Qur'an, apa yang kami turun kepada Ibrahim? wa Ismail. Ya, Ismail terkait dengan nenek moyang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Wa Ishaq dan Ismail adalah lebih tua daripada Ishak. Dia anak pertama. Baru kemudian ee Ishak. Ismail dulu berapa? Is Ishak. Dan Ishak adalah nenek moyangnya Bani Israil. Waakub. Dan kami beriman kepada apa yang Allah turunkan kepada Nabi Yakub. Nabi Yakub seorang rasul. pasti ada ayat-ayat atau ee kitab suci atau lembaran-lembaran firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Yaakub. Setelah itu al-Asbat. Al-Asbat semua keturunan Yakub. Karena Yaakub Alaihi Salam punya anak ada berapa? 12. Asbat maksudnya cucu. Cucu dari asbab secara bahasa Arab itu sibut maksudnya cucu. Cucu dari arah laki-laki. Asbat. Jadi punya anak 12. Dan nabi-nabi setelah Nabi Yakub semuanya dari keturunan Nabi Yakub. Musa, ee Harun, Isa ya ee Yahya, Zakaria semuanya dari asbat yaitu keturunan Bani Israil. Jadi kalau disebut asbat maksudnya cucu-cucu dari jalur 12 suku tersebut yaitu kami ya, yaitu Allah suruh Nabi mengatakan, "Aku pun beriman, kami beriman kepada yang diturunkan kepada nabi-nabi Bani Israil." Kemudian dikhususkan wama utiya Musa. Di antara asbab tersebut adalah Musa yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi. Wa isa dan apa yang turun kepada Nabi Isa. Kami beriman kepada Nabi Isa yang diagungkan oleh orang apa? Nasra. W nabiyunahim. Dan seluruh nabi pun kami beriman. Selain nabi Bani Israil ada nabi-nabi sebelumnya. Nabi Nuh sebelumnya ada nabi nabi Saleh, Nabi Hud. Nabi-nabi sebelum Bani Israil Luth, kami beriman seluruhnya. La nufarriqu baina ahadim minhum. Kami tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Wahnu lahu muslimun. Dan kami lahlu muslimin. Kami tunduk kepada Allah subhanahu wa taala. Allah menyuruh kami untuk beriman kepada seluruhnya. Ini kata para ulama isyarat sindiran kepada orang-orang Yahudi yang mereka membeda-bedakan dan orang Nasrani juga membeda-bedakan. Adapun kami, kami tidak membedakan semua nabi kami imani. Semua ayat-ayat suci yang turun kepada mereka kami imani. Ya. Dan kita tahu bahwasanya yang sampai kepada kita cuma tersisa hanyalah Taurat dan Injil. Itu pun sudah mengalami perubahan. Adapun kitab-kitab sebelumnya tidak sampai kepada kita. Hanya sebagian akhbar, sebagian khabar dari kitab-kitab isi sebelumnya seperti kata Allah suhufi Ibrahima wa Musa. Sebagian isinya saja. Nah, kami tidak seperti kalian wahai ahlul kitab yang kalian milah-milih rasis ya. Kalian maunya Yahudi hanya mau beriman kepada Musa, tidak mau beriman kepada Isa. Ya. Di antara sebabnya karena Isa katanya alaihi salam merubah-rubah ajaran Nabi Musa. Apalagi zaman sekarang ternyata Nasra mengalami perubahan. Bukan lagi agama Bani Israil, tapi agama internasional. Ini semakin buat Yahudi tidak suka. Kalau agama sudah menjadi internasional berarti mereka tidak spesial lagi. Mereka tidak spesial lagi. Mereka pengin agama hanya untuk apa? Mereka. Nah, jadi Yahudi benci kepada Nasra ya. Dikatakan bahwasanya yang menjadikan agama ee Nasra internasional di antaranya Paulus. Di antaranya ya wallahuam bisawab ya. Intinya ee mereka tidak suka dari banyak sisi ya. Dari sisi Nabi Isa merubah-rubah aturan dalam Taurat dan mereka tidak suka. Mereka anggap Taurat harga mati. tidak bisa dimansuhkan hukum apapun di situ. Sementara Nabi Isa ya waliuhillakumakum ba'dadzi hurrima alaikum kata Allah. Nabi Isa berkata, "Aku ingin menghalalkan sebagian yang Allah haramkan bagi kalian." Nah, ini Nabi Isa berubah, mereka tidak mau. Kemudian yang berikutnya, Nasra zaman sekarang menjadikan agama Nasrani sebagai agama internasional. Semua suku bisa beragama Nasrani. Ini membuat Yahudi semakin tidak suka karena mereka maunya agamanya cuma agama dari bani untuk Bani Israil. Demikian juga Nabi Isa ya pengikut Nabi Isa sekarang, Nasra hanya mau beriman kepada Nabi Isa, Nabi Musa. Adapun Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mereka tidak mau. Mereka tidak mau. Ya, oleh karenanya yang benar kata sindirlah mereka. Seakan-akan Allah berkata, "Sindirlah kepada mereka wahai ahlul kitab, wahai Rasulullah, sindirlah ahlul kitab dengan mengatakan, "La nufarriqu baina ahadim mirbihim." Kalau semua dari Allah, harusnya kita beriman. Harusnya kalau semua kamu tahu dari Allah, harusnya kalian beriman. Bukankah kalian ahlul kitab Yahudi Nasrani tahu bahwasanya Muhammad utusan Allah? Harusnya kalian terima sebagaimana kami beriman kepada nabi manaun. Kami beriman kepada nabi manaun. Tidak harus nabi Arab aja yang kami beriman. Kita tahu nabi Arab ada beberapa. Nabi Arab di antaranya adalah Nabi Hud yang pertama, kemudian Nabi Saleh yang kedua, yang ketiga Nabi Syuaib, yang keempat Nabi Muhammad. Ya, kami beriman nabi Arab, nabi Bani Israil, nabi non Arab, non Bani Israil, semua nabi kami beriman. Selama itu dari Allah harusnya kita konsekuensi menerima. Tidak seperti kalian orang Yahudi ahlul kitab yang hanya mau menerima dari Nabi Bani Israil karena rasisme yang luar biasa yang mereka miliki. Tidak ada mungkin orang paling sombong di dunia ini seperti apa? Yahudi. Kita dapati sebagian suku sombong, kita bilang, "Ah, kau masih kalah sombong." Ada yang lebih sombong lagi. Kita d kita ketemu orang sombong sesombong apapun bilang, "Kau masih kalah dengan sombongnya orang apa?" Yahudi. Karena mereka menyangka mereka ahibba Allah. Mereka kekasih-kekasih Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Waahnu lahu muslimun. Dan kami tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa taala. Allah turunkan kami tinggal beriman. Saya katakan tadi dalil bahwasanya setiap nabi, setiap rasul-rasul yang Allah sebutkan dalam ayat ini dapat kitab suci atau diturunkan ayat-ayat ya. Tetapi banyak yang tidak sampai kepada kita. Kemudian Allah tekankan lagi, wabir islami falqbal min wahua akir minal khirin. Siapa yang mencari selain agama Islam sebagai agama yuqbal min maka tidak akan diterima darinya. Wahu akirati minal khirin. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. Islam di sini maksudnya Islam khusus ya, yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang Allah sebutkan dalam ayat yang lain. Innaddinaallahi al Islam dalam surah Almaidah. Sesungguhnya agama yang diridai oleh Allah itu agama Islam. Karena agama yang lain sudah mengalami perubahan dan begitu datang Islam agama sebelumnya jadi mansuk. Menjadi mansuh. Ya, inilah agama terakhir yang tidak ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Buktinya tidak ada lagi. Jarak paling jauh ada Nabi Nabi Isa dengan Nabi Muhammad. Nabi Isa ee Nabi Nabi Muhammad lahir sekitar 570-an. Nabi Isa wafat sekitar tahun 33 ee ya itu jarak 33 Masehi. Jarak antara Nabi Muhammad Nabi Isa hampir 600-an hampir 600 tahun di Mars di 500 Mars lebih tahun ya. itu jarak paling jauh antara nabi satu dengan nabi yang yang lainnya. Ya, sekarang ini bukti tidak ada nabi lagi. Buktinya setelah Nabi Muhammad sudah tahun tidak ada lagi nabi. Ini dalil bahwasanya memang sudah tidak ada lagi apa nabi. Kalau seandainya ada mungkin tahun sudah jarak 500 sudah ada nabi baru. Sudah jarak 1000 sudah nabi baru. Ini sudah 1400 tidak ada lagi nabi baru. Kecuali nabi-nabi Bahlul. Nabi di Karawang, nabi di di Sulawesi, di Makassar. Terus ada lagi nabi di mana? Nabi-nabi Bahlul ya. Ya, nabi-nabi Bahlul ya. Sampai saya pernah lihat di klip ada orang rambut gondrong. Dia bilang dia ngaku sebagai Nabi Isa. Kok kamu Nabi Isa? Iya saya turun karena banyak kesyirikan yang terjadi. Saya turun katanya. Turun dari mana? Tayib. Ee dan ini dalil bahwasanya agama yang benar cuma satu, agama is Islam. Adapun perkataan orang liberal bahwasanya semua agama sama, sama-sama mengantarkan kepada surga. Ini kekufuran. Kalau semua agama benar, sama-sama mengantarkan kepada surga. Ngapain Nabi Muhammad berdakwah? Ngapain Allah mengkafirkan Yahudi dan Nasrani? Ngapain? Innalladzina kafaru min ahl kitabi musyrikin. Sesungguhnya orang kafir dari ahlul kitab dan musyrikin. Allah mengatakan Yahudi kafir kafir giril magdubi alaihimadin. Ya setiap hari kita baca jangan ikuti orang Yahudi yang dimurkai oleh Allah dan orang sesat dari kalangan Nasra. Ya Allah kafirkan mereka banyak. Laq kafaradina qu innallaha. Sungguh telah kafir yang mengatakan Allah satu dari yang tiga. Laq kafaradina qu innallah hual masih Maryam. Sungguh telah kafir orang yang mengatakan bahwasanya Allah adalah Isa. Sungguh telah kafir yang mengatakan Allah adalah Isa adalah putra Allah. Ya Allah kafirkan mereka semuanya. Terus datang orang-orang belakangan mengatakan enggak semuanya sama. Semuanya masuk surga. Maka orang yang mengatakan agama-agama lain juga masuk surga maka kafir. Hukumnya apa? Kafir. Bukan cuma haram. Kafir. Kenapa kafir? Karena dia telah mengkafirkan ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang menyatakan mereka orang-orang kafir. Kalau mereka tidak kafir, terus syirik apa lagi yang ada di alam semesta ini? Menyatakan Allah punya anak terus tidak musyrik. Ya, kufur kepada Nabi Muhammad tidak dikatakan kufur. Mereka akan kufur kepada Nabi Muhammad. Terus kita bilang, "Oh, enggak apa-apa. Mereka juga mukmin." Ngeri seperti ini. Ya, meskipun kebaikan mereka sebaik apapun. Ya, maka ini akidah sudah kita yakini sejak kita masih kecil. Agama yang benar adalah agama apa? Is Islam. Ini namanya eksklusivisme. Dan itu di dianuti dianut oleh seluruh agama. Semua agama eksklusif. Orang Yahudi merasa paling benar sendiri enggak? Mereka merasa mereka yang masuk surga. Enggak. Iya. Orang Nasra begitu juga. Orang Nasra sama. Mereka merasa mereka masuk surga kalau tidak beriman kepada Nabi Isa sebagai putra Allah yang ditebus oleh Allah. Allah kirim putranya untuk disalib untuk menebus dosa-dosa. Juru selamat. Siapa yang tidak beriman kepada Nabi Isa sebagai putra Allah, juru selamat dia tidak akan sela selamat. Aku diutus untuk domba-domba yang tersesat. Kita dianggap sesat kalau tidak beriman Nabi Isa sebagai juru juru selamat. Ini eksklusivisme sama Yahudi, Nasrani sama dengan Hindu Buddha. Kalau orang Hindu kalau ada keluarganya masuk Islam dibiarkan enggak dibiar, enggak dibiarkan dihajar, diboikot ya. Kenapa? Karena mereka merasa sesat. Yang berhak benar cuma orang Hindu. Udah apalagi ya teman saudara-saudara kita dibantai di sana di luar negeri ya. Kenapa? Karena dianggap menyimpang, tidak benar. Jadi setiap agama eksklusif. Terus kita enggak boleh merasa eksklusif. Maka datang orang-orang bahlul zaman ini, orang-orang liberal meskipun titelnya doktor profesor ya, bilang semua agama sama. Yang ngomong begitu cuma orang-orang Islam Bahlul. Bang, orang Nasra enggak ada gembar-gembar seperti itu. Ada orang Nasra hampir tidak ada. Mungkin ada yang terpengaruh liberal, tapi hampir rata-rata tidak. Yang fanatis mana? Ya, mereka mengatakan kita aja yang masuk surga. Apalagi Yahudi. Yahudi mana? Yahudi yang liberal. Yahudi liberal bilang semua agama benar. Kalau semua benar ngapain mereka bunuhin saudara-saudara kita di Palestina. Kemudian bilang semua agama apa? Sama. Masuk surga sama-sama. Kalau semua agama ngapain kita Islam lebih enak agama lain? Minum bir oke. Buka aurat oke, nonton film oke. Iya enggak? Ngapain Islam? Kalau saya masuk surga ngapain saya Islam? Kalau saya masuk masuk surga ngapain saya mending rubah agama saya? lebih lebih fleksibel kita Islam ini enggak boleh, itu enggak boleh, ini enggak boleh, itu enggak boleh. Oleh karenanya mereka ini benar-benar merusak merusak agama, akidah dan merusak moral. Setelah mereka bilang semua agama masuk surga, kemudian mereka rubah lagi syariat. Syariat dirubah, hukum-hukum Islam dirubah. Ya, seenaknya mereka sendiri. Ya, hukum waris dirubah, hukum ini dirubah, hukum ini dirubah. Yang haram jadi halal, yang halal jadi haram. Terserah mereka ya. Homoseksual boleh, nikah se sejenis boleh, subhanallah ya. Khamer boleh dalam kondisi tertentu, ya. Kata mereka untuk menghangatkan badan, fatwa macam-macam ya. Jadi jilbab tidak wajib. Silakan buka jilbab ya. Kalau lihat fatwa mereka ngeri. Oleh karenanya di sini jelas Allah berfirman, islamq. Siapa yang mencari agama selain Islam tidak akan diterima. Tidak akan diterima oleh Allah. Kemudian Allah tekankan, wahua fil akirati minal khirin. Dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi akan masuk nera neraka, akan masuk neraka jahanam. Akan masuk neraka jahanam. Maka ini di antara dalil bahwasanya agama yang benar cuma Islam. Makanya Rasul sahu al wasallam bersabda, "La yasma ahadun min hadil ummah yahudiyun w nasraniyun tumma yamutu walam ymin billadzi ursiltu bihi illa min ahlinar." Tidak seorang pun dari umat ini mendengar tentang aku, tentang Islam, Yahudi atau Nasrani kemudian dia meninggal dalam kondisi tidak beriman dengan apa yang aku bawa kecuali dia menjadi penghuni neraka jahanam. disebut Yahudi Nasrani karena mereka yang lebih tahu tentang Islam. Kalau mereka saja yang pengikut kitab suci yang sudah berubah tidak selamat, apalagi yang selain mereka. Ya, inilah keyakinan kita. Eksklusivisme. Bahwasanya kita merasa kita yang paling benar. Itu benar. Itu akidah kita. Karena kita satu-satunya agama yang bertauhid. Yang lain semua syirik. Yang selain semuanya apa? Syirik. Agama yang bertauhid bertauhid cuma agama Islam. Yang menyeruh umat hanya beribadah kepada pencipta alam semesta hanyalah yang tunduk kepada hukum-hukum pencipta alam semesta hanyalah agama Islam. Bagaimana kita menyamakan agama tauhid dengan agama syirik? Bagaimana kita menyamakan penyembahan terhadap pencipta alam? Terhadap Allah dengan penyembahan terhadap Nabi? Bagaimana kita nyamakan agama Islam dengan penyembahan terhadap hewan? Gimana mau disamakan? Ya, dua hal yang kontradiktif mau disamakan. ya yang dilakukan oleh orang-orang liberal. Kemudian mereka namakan Islam mereka dengan Islam progresif yaitu Islam yang berkembang menuju lebih baik. Islam kita Islam kuno, Islam Salafi, Islam ketinggalan zaman. Saya mereka ngejek baca dalam buku ee fikih lintas agama. Gimana mau ngajak Islam dibawa ke Islam 1400 tahun yang lalu. Zaman sekarang sudah berubah. N mengajak. Jadi mereka menamakan diri mereka dengan Islam progresif, yaitu Islam yang apa namanya? Mengalami perubahan lebih baik, lebih baik menuju neraka maksudnya. Dan qadarullah banyak tersebar di univers-veras Islam ya qadarullah ya ujian ya. Tib. Ini juga disebutkan oleh Ibnu Katsir terkait ayat ini. Siapa yang mencari agama Isra Islam? Di antaranya pelaku bidah, tidak puas dengan ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Pada Rasulullah mengatakan ee e khairul huda huda Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inna ahsanal kalami kalamullah." Sebaik-baik perkataan adalah firman Allah subhanahu wa taala. Wakhairul huda. Huda Muhammadin sallallahu alaihi wasallam. sebaik-baik petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau ada orang ingin nambah-nambahin ajaran agama, dia tidak puas dengan ajaran agama ee Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini dibawakan oleh Ibnu Katsir. Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini ee mereka beliau berkata rahimahullah kama q nabi sallallahu alaihi wasallam fil hadis asahih man amila amalan laisa alai amruna fahua r. Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami maka tertolak. Isyarat bahwasanya kalau kamu mencari ajaran selain ajaran Nabi, berarti mencari ajaran selain ajaran Islam maka tertolak. Ya kata Allah Subhanahu wa taala, isanq, "Siapa yang mencari agama selain agama Islam tidak akan di diterima. Di antaranya bidah." Di antaranya bidah. Ya, orang tidak puas bikin ajaran-ajaran baru. E kurang puas, kurang keren ya. Niatnya baik, tapi tidak diterima. Ya, tidak di diterima. Sekarang inovasi menurut dia lebih baik, ya. Menurut dia lebih baik. Seperti sebagian orang ya kalau zikir cuma diam-diam kurang nyaman. Harus dengan loncat-loncat ya. Baru lebih masuk ke hati. Kalau kepalanya cuma begini enggak. Tapi kalau di gini oh melayang kayaknya. Lebih melayang ya. Dari mana? Tidak tidak puas dengan cara zikir Nabi sallallahu alaihi wasallam. Seb mereka salat, salat tidak puas kecuali pasang foto syekhnya kemudian merasa lebih khusyuk. Ini namanya bidah. Tidak puas dengan ajaran itu bukan ajaran Islam ya. Tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Umrah. Kalau umrah kurang keren kecuali ada dua rakaat setelah sa'i. Akhirnya bikin lagi dua rakaat. Setelah tawaf salat dua rakaat. Setelah sai juga salat dua rakaat. Gak diterima. Karena sebaik-baik umrah umrahnya Nabi. Emang Nabi umrahnya seperti itu. Ada dua rakaat selasa ya. Sebagian lagi bikin bidah. Umrah sampai 6 jam. Sengaja 6 jam umrah. Sampai di zikir berdoa lama-lama di Safa dan Marwah sampai berjam-jam. Dari mana ajaran seperti itu? Memang Nabi umrahnya sampai segitu? Ini merepotkan umat ya. Mungkin lebih khusyuk lebih gak. Jangan pakai perasaan. Umrah terbaik umrahnya siapa? Nabi umrah sampai doa berjam-jam. Umrah dari mana? Seperti itu ya mungkin keren pengikutnya lebih senang, lebih khusyuk tapi bukan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi umrah biasa naik ke atas turun cepat tidak lama ya doa secukupnya. Menyengaja harus doa. Mungkin bawa buku doa kepanjangan harus selesai. Ya. Ini dari mana seperti itu? Ya, dulu para ulama mengingatkan seperti doa putaran pertama baca ini, putaran kedua baca ini, bidah ya. Tidak ada contohnya. Umrah terbaik umrahnya siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jangan bikin gaya umrah model sendiri ya. Kalau oh lebih khusyuk, lebih mantap ya. Lebih khusyuk, lebih mantap belum tentu benar di sisi syariat ya. Belum tentu benar di sisi apa? syariatnya. Ada lagi yang bilang macam-macam bikin fatwa aneh-aneh ya. Harus haji. Kenapa haji sekarang fardu kifayah? Bukan sekedar sunah. Karena fardu kifayah pahalanya lebih besar karena wajib. Yang bilang haji sekarang fardu kifayah. Fardu kifayah itu kalau enggak ada yang haji. Baru kemudian kita haji supaya tetap ada orang yang haji. Ini sekarang haji sudah nunggu-nunggu terus memotivasi orang untuk ayo ikut. Ini karena fardu kifayah. Ini fardu kifayah gimana? Orang sudah pada haji semua. Ini pahalanya lebih besar. Beda dengan pahala sunah. Ini membohongi umat ya. Membohongi umat. Semua orang termotivasi untuk haji tapi bikin pahala sendiri. Dibilang fardu apa? Kifayah. Kalau fardu kifayah itu kalau enggak ada yang jalankan seperti musim pandemi ya itu boleh fardu kifayah. Harus tetap ada yang haji. Sekarang haji orang nunggu-nunggu sampai capek nunggu. Bukan fardu kifayah lagi ya. Kalau sudah haji tetap aja dibilang sun sunah. Ja, kamu sudah haji, ayo ini fardu kifayah. Kalau dulu fardu wajib, sekarang fardu ain, sekarang fardu apa? Kifayah. Ini fatwa aneh-aneh saya dengar. Gak usahlah nambah-nambah ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Hanya sekedar untuk motivasi. Mungkin idenya bagus termotivasi tapi enggak boleh ya lebih khusyuk ya. Tapi kalau enggak diajarkan oleh Nabi, gimana kita mau ee mengatakan demikian? Jadi semua orang yang melakukan bidah berarti dia ditolak. Sebagian dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala. Tib. Kaifa yahdillahu kafaru ba'da imanihim. Setelah ayat berikutnya, bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum. Ya. Ya. Sampai kemarin juga ada ceramah ya menggunakan hadis pal. Saya ditanya, Ustaz, ada yang ceramah tentang Nabi Ibrahim. Ee ketika Nabi Ibrahim mau dicabut nyawanya oleh malaikat maut. Kemudian dia protes. Dia bilang, "Bagaimana saya kan Khilurrahman, saya kekasih Allah. Bagaimana Allah mencabut nyawa kekasih-Nya?" Akhirnya Allah kasih tahu, "Ya, namanya kekasih biar segera ketemu." Ini hadis palsu. Meskipun kalau disampaikan membuat tangisan, membuat hadis palsu, enggak boleh disampaikan. menimbulkan apa dramatis atau apa sedih bagaimana ya tapi hadis palsu mau disampaikan gimana terus juga kelazimannya Ibrahim tidak tidak terima perintah Allah padahal Ibrahim alaihi salam dipuji oleh Allah wa Ibrahimalladzi waffa dan Ibrahim yang selalu menunaikan perintah Allah berfirman dalam ayat yang lain waidala Ibrahimuhu bikalimatin faatamahun ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dengan perintah-perintah dan dia sempurnakan. Ibrahim gak pernah protes. Selalu sempurna dalam menjalankan perintah. Bahkan ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya hanya lewat mimpi. Bukan dari perintah Allah. Bukan malaikat datang mimpi. Dan mimpi cuma sekali Ibrahim langsung kerjakan Alaih Salam. Karena dia tahu perintah Allah. Tidak pernah protes. Dia tidak bilang e tunggu perintah dua kali, tiga kali. Enggak. Ini mau dicabut nyawanya dia protes. Ya. Katanya kekasih Allah. Kenapa? ini gak boleh seperti itu. Ee oleh karenanya agama bukan perasaan ya. J kalau kita pakai perasaan nanti bikin acara pakai musik-musik di belakang lantunan bikin orang nangis ini bukan begitu agama. Ah ini terjerumus dalam hal-hal yang bidah yang tidak diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang yang apa namanya? Akhirnya akhirnya kajian terkadang hanya sekedar untuk hiburan ya, tidak terpacu untuk belajar yang lain lagi ya. Sudah ngaji seperti kita tahu ada yang bikin begitu kemudian nangis pulang gitu-gitu aja tidak berubah tetap aja. Oleh karenanya ee gak usah bikin acara-acara atau bidah-bidah yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam karena tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Agama bukan perasaan ya. Agama pasti baik untuk ee apa namanya? Kaum muslimin ya. Jangan karena perasaan kita ini kayaknya kurang keren kita tambah-tambahin. Kayaknya kurang khusyuk kita tambah-tambahin. Akhirnya kita keluar dari ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman, "Kaifa yahdillahu kafaru ba'da imanihim." Bagaimana Allah menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman. Wasyahidu an rasula haq. Serta mereka telah mengakui bahwasanya Rasulullah itu adalah benar. Wahumul bayinat. Dan Rasulullah telah mendatangkan keterangan keterangan yang jelas. Wallahu la yahdilalimin. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Di sini ee Allah menyebutkan ya tentang Yahudi dan Nasra ya. Mereka kafir padahal mereka telah beriman tahu benar tentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, Allah mengatakan ya falamma jaahum ma a kafaru bih. Tatkala datang kepada mereka Nabi Muhammad yang mereka kenal mereka justru kafir. Mereka justru kafir. Ya. Kata Allah, "Alladzina atainahumul kitaba y'funahu kama yifuna abnaahum." Dan orang-orang kami berikan Alkitab yaitu Yahudi dan Nasra ya'rifunahu. Mereka kenal Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kama ya'rifuna abnaahum sebagaimana mereka mengenal Nabi anak-anak mereka. Mereka sudah menanti-nantikan kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bahkan mereka sengaja tinggal di Hijaz di Madinah dan di Khaibar dalam rangka menanti kedatangan nabi terakhir tersebut. Setelah mereka datang nabi tersebut, mereka justru kafir. Mereka justru kafir. Jadi Allah mengatakan, "Kaifa yahdillahu kafaru ba'da imani." Bagaimana Allah bisa beri petunjuk kepada suatu kaum yang mereka kafir setelah mereka imani. Mereka sudah beriman tentang Nabi Muhammad. Wasyahidu an rasul haq. Dan mereka tahu benar Rasul itu benar. Ayat-ayat yang dibawa oleh Nabi benar, ajaran Nabi Muhammad benar. Ya, mereka tahu. Makanya dalam satu kisah ketika sebagian mereka terjerumus dalam perbuatan zina, pembesar-pembesar mereka bilang, "Coba kita enggak usah pakai Taurat. Coba kita datang kepada Muhammad. Muhammad tuh nabi, nabi rahmat, nabi baik. Siapa tahu hukumnya bukan zina, bukan rajam." Akhirnya mereka datang kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, bagaimana k orang begini?" Rasul bilang, "Lilihat aja di apa." Ternyata Rasulullah suruh buka apa? Taurat. Ternyata hukumnya rajam. Mereka mendug akan ada hukum baru, ternyata tidak berubah. Ya, artinya apa? Mereka mengakui Nabi Muhammad adalah nabi yang benar. Wasyahidu annar rasula haq. Dan mereka telah bersaksi Rasulullah itu benar. Wajaahumul bayyinat. Dan Rasulullah telah mendatangkan bukti-bukti. Jadi terkumpul kepada mereka tiga tiga sebab mereka harusnya masuk Islam. Pertama mereka sudah mengimani Nabi Muhammad. Sebelum Nabi Muhammad muncul sallallahu alaihi wasallam mereka sudah mengimani tentang berita tentang Nabi. Yang kedua, syahidu an rasulullah. Dan mereka telah saksikan Rasulullah itu benar. datang nyata membawa dalil-dalil. Kemudian yang ketiga, wajaumul bayyinat. Dan Rasulullah sudah datangkan bukti-bukti bahwasanya dia adalah benar. Kemudian mereka masih kafir. Maka Allah mengatakan, "Bagaimana ya bisa dapat petunjuk kaum seperti ini?" Yang bisa dapat petunjuk orang enggak ngerti dikasih tahu, "Ah, ini mungkin sudah ngerti malah membangkang, sudah ngerti malah ngeyel." Orang seperti ini sulit dapat hidayah. Jadi istibat maksudnya Allah mengatakan sulit orang seperti dapat apa? Hidayah. Karena sudah tahu beda yang belum tahu. Kalau belum tahu dikasih tahu jadi tahu. Udah tahu tetap ngayal membangkang. Ini agak susah. Wallahu la yahdilimin. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim. Setelah itu Allah berfirman, jaza alaih malaikati ajmain. Mereka itulah orang-orang yang balasan kepada mereka adalah laknat Allah dan laknat malaikat dan seluruh manusia. Mereka dilaknat oleh Allah. Malaikat melaknat dan seluruh manusia melaknat mereka. Kenapa? karena kesalahan mereka fatal. Mereka kafirnya bukan kafir biasa. Ada orang kafir karena enggak ngerti, ada orang kafir karena belum jelas. Ini mereka sudah jelas, sudah beriman, sudah bersaksi, sudah datang kebenaran, tetap kafir. Maka hukuman kepada mereka doble juga. Laknat Allah, laknat malaikat, dan laknat seluruh manu manusia. Itu Yahudi dan Nasra yang tahu kebenaran tetapi sengaja meninggalkan kebenaran tersebut. Ya, ini ngeri ya. Bi orang enggak tahu. Kalau enggak tahu ya mungkin ada uzur, mungkin dosanya kurang ya atau masih samar-samar ya. Tapi ini sudah tahu jelas terus masih meninggalkan maka ini dosanya sangat parah. Kata Allah kholidina fiha. Mereka kekal di dalamnya. Ya. Ahlul kitab yang tidak beriman kepada Nabi setelah tahu kebenaran Nabi kekal di dalamnya. Terus orang liberal sekarang mengatakan kekal di surga. Allah bilang kekal di neraka. Mereka bilang kekal di mana? Di surga. Subhanallah. La yukumulabu wum yunzorun. Tidak akan dikurangi azab mereka sedikit pun dan mereka tidak akan diberi tangguh. Ya, tidak akan diberi tangguh. Mereka waktunya diazab, diazab. Jadi di dalam di neraka tidak ada liburan. Tidak ada apa? Liburan. Dan juga tidak ada batasan waktu kekal. Tidak seperti Yahudi mengatakan, "Lan tamasanaru illa ayyaman ma'dudat." Kami tidak akan ditimpa neraka kecuali hanya beberapa hari saja. Habis itu selesai. Hanya cuma seminggu paling setelah itu masuk surga gak? Khalidina fiha kata Allah. Khalidina fiha kekal di neraka selama-lamanya. Bahkan bukan cuma itu, tidak dikurangi sedikit pun. Ya w yukfa minzabiha. Tidak dikurangi azabnya sedikit pun gak ada. Terus disazab dan diazab tidak berkurang. Ya, alaiha malaikatun giladun syid. Di neraka ada malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Perkataan keras sikapnya kasar. Bentak-bentak ya kepada penghuni neraka. Jangan berharap belas kasihan dari mereka. Gak ada belas kasihan. Mereka keras dan kasar. Mau minta dikurangi enggak ada dikurangi. Wadau ya Malik. Ya, mereka mengatakan waqina kafaru fiati jahanamakum yuk minalab. Berkata penghuni neraka kepada penjaga-penjaga neraka, "Mintalah kepada Rabb kalian agar mengurangi azab kami meskipun sehari aja. Kasih pengurangan. Gak ada pengurangan. Gak ada pengurangan. Mereka minta mati enggak dimatikan." Waliyadzubillah. Ya walahum yunzarun. Dan mereka tidak akan diberi tangguh. Waktunya diberi azab. akan tiba waktu azabnya. Setelah itu Allah berfirman, "Illadzina tabu min ba'dialika aslahu fainnallaha gofur rahim." Tetapi meskipun sulit dapat hidayah, tapi ada yang bisa dapat hidayah. Ada orang murtad dapat kembali ke Islam atau tidak ada? Ada orang pendeta akhirnya masuk Islam lagi. Enggak ada. Ada rabi akhirnya masuk Islam ada. Setelah dia mungkin tadinya membangkang, tadinya mikirmikir-mikir dapat hidayah, akhirnya masuk Islam. Ada meskipun sedikit. Ya, makanya Allah mengatakan pada ayat 89, illalladzina tabu. Kecuali orang-orang yang bertobat min ba'di dalalik. Setelah itu saatnya dia bertobat sebelum maut menjemputnya. Wa aslahu dan melakukan perbaikan. Fainnallaha gfurur rahim. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Di sini disyaratkan bertobat dan islah. Islah itu mengadakan perbaikan. dia harus merubah diri ya. Bahkan seben mengatakan jika dia pernah melakukan penyimpangan, dia harus menjelaskan ya sebisanya. Kalau dia pernah me apa namanya memperjuangkan kesyirikan, maka hendaknya dia perbaikan dengan memperjuangkan tauhid. Ya, dia mengiklankan saya begini, dia apa yang saya yakini dulu adalah kebatilan. Dia melakukan perbaikan. Kalau dia tukang maksiat maka dia berubah. Namanya tobat harus ada perubahan. Ada buktinya ya bertobat tapi ternyata tetap melakukan maksiat maka tidak dikatakan ber bertobat. Harus ada islah melakukan perbaikan. Kata sebagian ulama kalau ternyata dia punya berbuat zalim sama orang ya dia harus selesaikan bertobat tapi harus menyelesaikan urusan dengan orang-orang lain yang pernah dia zalimi. Bukan sekedar bertobat tanpa menyelesaikan urusan. Karena Allah mempersyaratkan wa aslahu yaitu melakukan perbaikan. Ya. Maka seorang yang pernah tenggelam dalam kesyirikan ya atau pernah mendakwah mempropagandakan kesyirikan, menyerukan kepada kalau bertobatnya dia perbaiki, dia bantah semua kesyirikan yang pernah dia lakukan. Seperti siapa? Abul Hasan al-Asy'ari. Abu Hasan al-Asy'ari dulu pakar Muktazilah. Kemudian dia sadar kemudian dia bantah. Dia bantah Muktazilah setelah dia sadar melakukan perbaikan atas dulu akidah sesat yang dia perjuangkan. Setelah itu dia berubah, dia bantah mereka muktazilah. Jika telah bertobat dan berbuat kebaikan fainnallaha gfurur rahim. Maka Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Yaitu Allah maha pengampun. Segala dosa sebesar apapun akan Allah ampuninya. Ya gfur, rahim. Dan selain Allah mengampuni, Allah juga maha kasih sayang. Ya, orang kalau gfur dia merasa aman, dosa-dosanya diampuni. Rahim dia berharap rahmat Allah semoga masuk surga. Jadi orang yang bertobat tuh diampuni, diampuni pahalanya jadi nol. Kemudian dapat bonus rahmat Allah itu masuk surga. Jadi orang bertobat tuh bukan cuma bukan cuma kembali modal nol, enggak. Tapi dapat bonus ya bonus bonus masuk surga ya. Yaina amanahum. Wahai orang yang beriman, bertobatlah dengan tobat yang sesungguhnya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian. Apak cuma sampai itu? Enggak. Dan Allah masukkan ke dalam surga. Jadi tobat itu ibadah yang bukan hanya menjadikan dosa menjadi nol saja, tetapi mendapatkan bonus masuk surga. Kenapa? Karena Allah gfurur rahim. Allah bukan cuma gfur aja. Tapi dia juga apa? Rahim. Dia mudah memaafkan karena dia gfur dan dia maha penyayang sehingga mudah memaafkan. Dan bukan cuma itu, dia juga memberikan rahmat kepada orang yang bertobat dan rahmat itu adalah sebab masuk surga. Ya, makanya Allah mengatakan dalam ayat yang lain, wahual gfurul wadud. Dan dialah Allah yang maha pengampun lagi maha mencintai. Orang yang bertobat dicintai oleh Allah, dapat bonus. Bukan cuma nol aja dosanya, tapi juga dapat bonus apa? Cin cinta. Allah jadi cinta sama orang tersebut. Makanya Allah mengatakan, "Innallaha yuhibbut tawwabin." Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertobat. Jadi tobat ini ibadah yang agung. Bukan persangka sebagian orang hanya sekedar menjadikan pahala jadi nol. Gak. Itu sudah jelas. Tetapi ada bonus-bonus yang lain. Di antara bonusnya di akhirat atau di dunia engkau dicintai oleh Allah. Di akhirat kau masuk sur surga. Belum lagi Allah berikan berbagai macam anugerah sebagaimana dijelaskan dalam keutamaan bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Set itu Allah berfirman ayat 90. Innalladzina kafaru ba'da imanihim tummasdadu kufro. Sesungguhnya orang-orang kafir setelah mereka beriman tummasdadu kufro. Kemudian bertambah kekufuran mereka. Lan tuqbal taubatuhum waika humudun. Tidak akan diterima tobat mereka dan mereka benar-benar orang yang sesat. Ya, di sini Allah menjelaskan orang-orang yang murtad tadinya sudah beriman kemudian murtad kemudian setelah mereka murtad mereka tidak kembali-kembali. Selama mereka tidak kembali kekufuran mereka semakin bertambah-tambah. Makanya Allah mengatakan tummasdadu kufro. Kemudian bertambah kekufuran mereka. Keberadaan mereka dalam kekufuran itu menambah kualitas kufurnya mereka. Jadi tidak menetap kufur, tapi semakin bertambah umur, semakin bertambah hari dalam kekufuran, berarti kualitas kekufurannya semakin apa? bertambah. Apalagi kalau mereka semakin melakukan kekufuran yang lain. Kami balikbalikkan hati mereka dan pandangan mereka itu semakin kufur sebagaimana mereka tidak beriman di awal kali. Jadi, pertama kufur kemudian kufurnya semakin bertambah, semakin parah biasanya. Nah, semakin parah ya. Seperti Allah Subhanahu wa taala juga falamagallah qulubum. Tatkala mereka menyimpang Allah semakin simpangkan hati mereka. Jadi mereka bertambah kekufuran dari dua sisi. Sisi pertama mereka taruhlah kualitas, taruhlah kufuran mereka itu-itu saja. Artinya keyakinan mereka begitu saja itu sudah bertambah. Karena dengan bertambah waktu kualitas kekufuran semakin apa? Bertambah. Orang kafir sehari dengan 2 hari 3 hari beda atau tidak beda. Kafir sehari dan kafir sebulan beda meskipun kufurnya sama. Ini sisi pertama. Sisi kedua bertambah kekufuran. Karena memang mereka semakin parah biasanya semakin apa? parah. Semakin membangkang, semakin melakukan maksiat, semakin bebas sebebas-bebasnya. Orang murtad seperti tadinya mungkin mereka ketika mereka murtad sudah minum khamar apa macam-macam mereka lakukan. Semakin bertambah kemaksian. Berarti semakin bertambah keku kekufuran. Allah mengatakan lantuqbal taubatuhum. Mereka tidak akan diterima tobat mereka. Yaitu jika mereka meninggal dalam kondisi demikian. Ya, ada yang mengatakan sulit orang seperti ini tobat. Sulit orang seperti ini tobat. Ketika mereka sudah murtad kemudian semakin membangkang kekufuran mereka semakin bertambah-tambah sulit diterima tobatnya. Ustaz, kalau mereka bertobat ya diterima diterima. Tapi orang seperti begini sulit bertobatnya. Makanya Allah mengatakan, "Lan tuqbal taubatum." Ada yang mengatakan maksudnya kalau mereka mati tidak bakalan diterima tobat mereka. Waulaika humudun. Dan mereka adalah orang-orang yang sesat. Allah tekankan lagi in ayat berikutnya innalladina kafaru wum kuffar. Sesungguhnya orang kafir, orang-orang yang kafir kemudian mereka meninggal dalam kondisi kafir. Bahwasanya mereka ya tidak akan diterima dari mereka meskipun mereka menebus dengan emas sepenuh bumi. Ulika lahumabun alimun. Mereka bagi mereka azab yang pedih lahirin dan tidak ada penolong bagi mereka. Ee di sini Allah berfirman, "Innalladzina kafaru watuhum kuffar." Sesungguhnya orang yang kafir dan mereka meninggal dalam musi kafir. Falan yuqbala min ahadihim. Kalau salah seorang dari mereka ingin menebus dengan emas sepenuh bumi, tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Tentunya kita tahu orang kafir ketika bangkit hari kiamat ada bawa harta? Gak ada. Ya gak ada. Semua orang meninggal dalam kondisi ee tidak bawa harta. Yaitu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yusyarunasu yaumalqiamati hufatan uratan gurlan buhman." Manusia dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam kondisi tidak beralas kaki, tidak berpakaian, belum disunat dan buh tidak bawa apa-apa. Semua harta ditinggal, enggak enggak dibawa. Ya. Watarakum ma khawalnakum ya eh waruhurikum. Dan kalian meninggalkan semua yang kami anugerahkan kepada kalian di belakang kalian. Wqtumuna furqakum arahum warahurikum. Kami bangkitkan kalian hari kiamat kelak sendiri-sendiri ya. Sebagaimana kami ciptakan kalian di awal itu dalam kondisi demikian dan kalian meninggalkan apa yang telah kalian kumpulkan yang kami berikan selama ini di dunia. Enggak ada yang dibawa sama sekali. Buhman kosong R pun enggak ada yang di dibawa. Tayib. Terus maksud Allah apa dalam ayat ini? Seandainya salah seorang dari mereka berinfak menebus dengan emas sepenuh bumi tidak akan terima. Maksudnya sebagian ditirkan oleh Arrazi, maksudnya selama mereka di dunia mereka berinfak sebanyak apapun tidak akan punya pengaruh. Tidak akan punya pengaruh. Dan ini yang dipahami juga oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala ya. Ibnu Katsir juga mengatakan demikian. Eh, walau kana qod anfaq mlal ardhi dahahaban. Ya, meskipun telah berinfak sebelumnya. emas sepenuh bumi maka tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala ini tafsirnya seperti itu. Jadi, apapun kebaikan yang mereka lakukan di dunia tidak akan bermanfaat. Seandainya dulu di dunia mereka masih hidup berinfak sepenuh bumi, emas tidak akan menyelamatkan mereka. Kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala, walauana qod anfaqo mlal ardia dahahaban f yarahu qurbah. Meskipun ketika di dunia dia telah berinfak sepenuh bumi emas ini dan dia anggap itu sebagai qurbah ibadah mendekatkan diri kepada Allah. K suila Nabi sallallahu alaihi wasallam Abdillah bin Judan sebagaimana rasul sahu al wasallam pernah ditanya tentang Abdullah bin Judan wana yuk dan Abdullah bin Judan adalah seorang sangat dermawan suka menjamu tamu wuli dan dia membebaskan tawananam dan dia suka membagi-bagikan makanan halfaik apakah bermanfaat kebaikan dia selama ini yang nanya siapa Aisyah jadi Aisyah radhiallahu anha anaknya Abu Bakar mereka adalah Quraisy dari Bani Taim Abu Bakar atim dari Bani Taim dan Abdullah bin Judahan sama dari Bani Taim. Quraisy dari Bani Taim. Jadi nenek-nenek moyang mereka maksudnya mbah-mbah mereka dan dia terkenal sangat dermawan. Makanya Rasulullah sering memuji Abdullah bin Jud'an. Waqad duitu ila dari Abdullah bin Jud'an. Ya kami aku pernah diundang untuk diskusi di rumahnya Abdullah bin Jud'an dalam rangka menolong orang yang dizalimi. Ya Abdullah bin Judan baik. Kemudian juga Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam waktu Abu Jahal mati di perang Badar kata kata Rasulull sallahu alaihi wasallam cari Abu Jahal kalau kalian tidak tahu wajahnya karena mungkin belumanend darah atau terkena tikaman, sayatan, lihat di kakinya ada luka. Dulu saya dan dia diundang di rumahnya Abdullah bin Jundan undangan makan. Terus kami dorong-dorongan, saya dorong dia, dia jatuh. Ada bekas luka di kakinya. Kalau kalian bingung Abu Jahal yang mana, ya. Jadi Abu Abdullah bin Jun ini orang sangat baik. Sering ngundang orang untuk makan di rumahnya. Ya. Sehingga Aisyah yang merupakan keluarga besar dari Bani Taim bertanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, bagaimana Abdullah bin Judan kana yakridif?" Yukrid suka menjamu tamu. Yasilurrahim suka menjamu silaturahmi. Wfuqul ani suka memerdekakan orang yang tawanan. Butuh biaya banyak. Orang ditawan bayar banyak. Itu mutam suka memberi makan. Apakah bermanfaat pada hari kiamat kelak? Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? La tidak ada manfaatnya. Innahu lam yaqul yauman minadzahar rbigfirliati yaumaddin. Dia tidak pernah ngomong sekalipun, "Ya Allah ampunilah aku di hari kiamat kelak." Gak pernah sama sekali minta ampun kepada Allah karena dia tidak beriman dengan hari kebangkitan sehingga dia musyrik. Ya, meskipun kebaikan dilakukan banyak tidak bermanfaat. Tidak bermanfaat. Bahkan dalam ayat ini Allah mengatakan seandainya dia pernah berinfak emas sepenuh bumi ini tidak ada manfaatnya. Kita bilang ada seorang pastor atau pendeta atau biarawati yang sangat baik, sangat sosial, sangat dermawan. Meskipun dermawannya sebenar bumi ini isinya emas, dia dermawakan. Dermakan tidak bermanfaat. Tidak bermanfaat. Apalagi gak segitu ya. Meskipun dia menyumbang untuk kaum muslimin, meskipun dia menyumbang untuk Gaza misalnya, emas sepenuh bumi ini tidak bermanfaat di akhirat kalau dia tidak beriman. Kalau dia beriman luar biasa. Kalau dia beriman luar biasa. Tapi kalau tidak beriman percuma. Sama seperti ee Amru binil Khuza'i. Kalau kita baca terjemah biografinya disebut oleh Ibnu Katsir dalam dalam bidahi w nihayah. Seorang sangat dermawan musim haji suka bagi-bagi unta gratis bagi jemaah haji tapi dia mati dalam kondisi musyrik. Maka dia kata Nabi, "Yajurru qosbahu finar." Aku melihat dia menggeret ususnya di neraka. Kata Allah, "Ulaika lahum adzabun alim." Mereka itulah orang yang mendapatkan azab yang pedih. Ya, percuma kau baik sama manusia, tapi kau tidak baik sama Allah. Percuma. Allah yang kasih kau nikmat sehingga kau bisa nyumbang kepada manusia, tapi kau tidak mentauhidkan sang pemberi rezeki kepadamu. Terus apa faedahnya? Apa faedahnya? Tidak ada faedahnya. Maka mereka bagi mereka azab yang pedih. Wama lahum min nasirin. Dan tidak ada penolong bagi mereka. Tidak ada yang bisa nolong sama sekali. Tidak bisa mengurangi azab. tidak bisa meliburkan siksaan sebentar gak ada. Wama lahu min nasirin. Demikian wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.