Transcript
apZ5oRXVTLA • Makna Syahadatain (Bagian-1) - Ustadz Dr Firanda Andirja, M A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2448_apZ5oRXVTLA.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu
ala taufiqihin
ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahu takim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Insyaallah mulai pertemuan kali ini kita
akan bahas tentang syahadatain dan
hukum-hukum yang terkait dengan
asyahadatain. Dan ini pembahasan penting
bagi kita semua agar kita lebih paham
makna asyahadatain
konsekuensinya apa dan juga hal-hal yang
bisa membatalkannya ya. Karena kita tahu
bahwasanya ee
sebagaimana wudu bisa batal, salat bisa
batal, syahadah juga bisa batal. Oleh
karenanya para ulama dahulu dalam
buku-buku fikih menulis
tentang ahkamul murtad, yaitu
hukum-hukum terkait dengan orang yang
murtad, yaitu kapan mereka dikatakan
apa? Murtad. itu dibahas seputar
syahadatain. Demikian juga kalau kita
salah paham tentang makna syahadatain,
akhirnya kita terkadang terjerumus dalam
pembatal syahadatain tanpa kita sadari.
Oleh karenanya ee
pada kesempatan kali ini kita akan
membahas tentang asyahadatain.
Pertama tadi kita bahas adalah tentang
urgensinya. urgensinya mah syahadatain.
Kalimat syahadat maksudnya
asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu
anna muhammadan rasulullah
wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.
Di antara urgensinya bahwasanya
cara untuk masuk Islam
itu dengan mengucapkan dua kalimat ini.
Seorang baru masuk Islam kalau dia
mengucapkan dua kalimat ini, maka dia
akan berubah hukum dari kafir menjadi
muslim,
dari musuh menjadi apa? Kawan, jadi
saudara.
Musuh menjadi apa? Saudara ya. Halal
darahnya menjadi haram apa? darahnya
halal hartanya menjadi haram darahnya
kekal di neraka
kalau muslim ujungnya pasti masuk apa
sur surga ya dan ini sebaliknya kalau
ternyata syahadatain batal maka hukumnya
berbalik hukumnya ber berbalik kalau
syahadatin batal maka muslim jadi kafir
kawan jadi musuh haram darah jadi halal
darah haram ee harta jadi halal harta
ya jika murtad maka hukumnya berbalik ya
maka berbalik.
Kemudian juga kalau orang muslim maka
dikuburkan di kekuburan kaum muslimin.
Kalau orang kafir dikuburkan di ee
pekuburan kaum kafirin. Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda,
"Umirtu an uqtilanasa hatta yaakulu la
ilahaillallah."
Aku diperintahkan untuk memerangi
orang-orang sampai mereka mengucapkan
lailahaillallah.
Famanq lailahaillallah. Siapa yang
mengucapkan lailahaillallah? Asom minni
maluhu
eh asoma minni maalahu wa nafsahu illa
biqi bihaqqihi wahisabu alallah. Maka
siapa yang mengucapkan Allah maka
terjagalah nyawanya dan juga hartanya ya
kecuali dengan hak Islam dan hisabnya
kembali kepada Allah.
Tayib. Adapun keutamaan syahadatain
banyak. Yang pertama
dia adalah kewajiban pertama ya. Karena
orang masuk Islam harus mengucapkan apa?
Syahadatain. Sebelum diwajibkan yang
lain, dia harus diucap wajibkan
mengucapkan syahadatain. Kemudian dia
adalah kata penutup sebelum meninggal
dunia. Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan, "Man kana akhiru kalamihi
lailahaillallah dakhalal jannah." Siapa
yang akhir perkataannya lailahaillallah
maka dia akan masuk surga. itu seorang
berusaha mengakhiri hayatnya dengan
mengucapkan syahadatain.
Kemudian lailahaillallah adalah iman
yang tertinggi. Dalam hadis kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Al imanu bidun
wasbuun'bah a'laha kalimatu la
ilahaillallah wa adnaha imatul anit
thq." Iman itu bercabang-cabang. Yang
paling tinggi adalah lailahaillallah
dan yang paling rendah adalah
menghilangkan gangguan dari jalan.
Keutamaan yang keempat bahwasanya
mendapat syafaat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Siapa yang lebih kuat
lailahaillallah maka dia akan
mendapatkan banyak bagian dari syafaat
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dalam
hadis Abu Hurairah,
Rasul Abu Hurairah bertanya, "Ya
Rasulullah, man asadunasi bisyafaatika
yaumalqiamah?" Siapa orang yang paling
bahagia untuk mendapatkan syafaatmu pada
hari kiamat kelak? Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Manqala la
ilahaillallah khalisan min qolbihi."
Yaitu yang mengucapkan lailahaillallah
dengan ikhlas dari hatinya. Dan syafaat
Nabi bervariasi ya. Di antara syafaat
Nabi adalah misalnya seorang yang
harusnya masuk neraka enggak jadi masuk
apa? Neraka dengan syafaat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Atau yang
parah seorang sudah masuk neraka
kemudian dikeluarkan dari apa? Neraka.
Lebih cepat daripada waktunya. Ya,
harusnya dia lebih lama di neraka,
tetapi dengan syafaat Nabi keluar lebih
cepat. Atau seorang yang masuk surga
kemudian diangkat derajatnya di di
surga. Ya, intinya semakin seorang
mengamalkan konsekuensi syahadatain,
maka dia semakin berpotensi untuk
mendapatkan syafaat Nabi dengan
sebanyak-banyaknya.
Kemudian yang mengucapkan syahadatain
dijamin masuk surga. Ya, bahusnya siapa
yang mengucapkan manqalah illallah
dakolal jannah. Siapa yang mengucapkan
lailahallah masuk surga. Ya, tentunya
ini dengan menjalankan konsekuensinya
nanti akan kita bahas pada pertemuan ee
berikutnya. Seperti dalam sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam, ma min abdin
qala la ilahaillallah
tumma mata ala dzalika illa dakalal
jannah. Tidak seorang mukmin, tidak ada
seorang hamba pun yang mengucapkan
lailahaillallah kemudian dia meninggal
di atas lailahaillallah kecuali dia
masuk surga.
Yang kelima.
ee lailahaillallah penggugur dosa ya.
Sebagaimana dalam hadis bitaqah ya, ada
seorang yang memiliki kartu
lailahaillallah muhammadar rasulullah
dalam hadis bitaqah. Kata rasul sahu
alaihi wasallam, "Yusahu birajulin
alal ee alal mala ya atau alal khalaiq
ya. Dipanggillah, disuruh seseorang di
hadapan
manusia pada hari kiamat kelak.
Kemudian ee dibukakan baginya
tisatun waisuna sijillan. Di lembaran
catatan amal dibuka 99 gulungan. Kullu
sijillin maddul basr. Setiap lembaran
dibuka sejauh mata memandang. Dia lihat
isinya catatan banyak maksiat, banyak
kemungkaran. Maka ditanya kepadanya,
"Halamaka katabatil hafidun?" Apakah
malaikat yang mencatat amal telah
menzalimimu? yaitu adakah dosa yang kau
tidak lakukan ternyata tercatcatat di
situ? Kata dia, "Tidak ada." Kemudian
dia sudah ketakutan. Maka Allah berkata,
"Innaka lan tlamal yaum." Engkau tidak
akan dizalimi pada hari ini. Fayukhraju
lahu. Sesungguhnya kau punya amal. Maka
dikeluarkan padanya bagi dia suatu kartu
tertulis lailahaillallah muhammadar
rasulullah. Itu tertulis apa? syaha
syahadatain. Ketika ditimbang ternyata
kartu syahadatain lebih berat daripada
golongan catatan maksiat tersebut. Ya.
Maka ini dalil bahwasanya
lailahaillallah kalau dikerjakan dengan
sempurna, seorang benar-benar bergantung
kepada Allah, benar-benar bertawakal
kepada Allah, maka bisa menggugurkan
apa? dosa-dosa dan banyak keutamaan ee
syahadatain.
Kemudian di antaranya adalah zikir yang
terbaik dan lain-lain. Ini sudah dibahas
panjang lebar dalam kitab tauhid ya.
Dari sini kita tahu bahwasanya
urgensi bagi kita untuk memahami makna
asyahadatain dengan benar agar kita bisa
menjalankan konsekuensinya dan agar kita
tidak terjatuh pada yang membatalkannya.
Baik, kita lanjut ya. Paham sampai sini?
Paham ya? Nanti lihat ujian bulan depan
2 minggu lagi
lanjutkan. Sekarang kita bahas para ini.
Kita belum bahas tentang maknanya belum
konsekuensinya syaratnya. Nanti sekarang
kita bahas tentang cara masuk Islam.
Bagaimana seorang masuk Islam?
Cara masuk Islam
adalah dengan lafal asyhadu alla
ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadan
rasulullah.
Terus berikutnya adalah harus
dilafalkan. Ini syarat pertama.
Syarat kedua, lafal yang dipilih itu.
Yang kedua, harus dilafalkan jika mampu.
Beda kalau dia bisu, tidak bisa
berbicara
ee maka dia tidak perlu mengucapkan.
tapi dia memberi isyarat yang
menunjukkan dia bersaksi dengan
syahadatain. Jadi harus diucapkan
tay.
Ee
jadi apakah cukup lailahaillallah saja
ya?
Apakah cukup
hanya
satu syahadah saja itu lailahaillallah?
ataukah harus tambah Muhammad dan
Rasulullah? Ya, datang dalam sebagian
riwayat atau banyak atau datang dalam
tambahan
dalam sebagian riwayat ada tambahan
syahadah Muhammadar Rasulullah bukan
syahadat lailahaillallah saja. Jadi ada
khilaf di kalangan para ulama kalau ada
orang masuk Islam dia cuma bilang
lailahaillallah
apakah cukup dia masuk Islam? Ini ada
khilaf di kalangan para para ulama.
Ada yang mengatakan cukup, ada yang
mengatakan tidak cukup. harus ditambah
dengan syahadat Muhammad rasul
Rasulullah.
Dan ini yang dirajihkan oleh Ibnu Hajar
rahimahullahu taala ya. Kenapa? Karena
dalam sebagian riwayat ada tambahan
syahadah Muhammad Rasulullah. Contoh
tadi kita sebutkan hadis yang pertama
ini cuma lailahaillallah.
Ya, aku diperintahkan menyerang
memerangi manusia hatta yaakulu
lailahaillallah. Ini cuma
lailahaillallah saja.
Kalau sudah Allah sudah selesai. Barang
siapa yang mengucapkan laillallah maka
terjaga dirinya, hartanya darahnya
terjaga. Ya.
Ee asom minni mauhu wa nafsuhu. Ya. Maka
darahnya, hartanya terjaga. Tib. Apakah
cukuplah ilallah? Ternyata dalam
sebagian riwayat ada tambahan Muhammad
Rasulullah seperti hadis berikut. Umirtu
an uqatilanas hatta yashhadu alla
ilahaillallah wa anna muhammadar
rasulullah. Ada tambahan. Aku
diperintahkan untuk memerangi manusia
sampai mereka bersaksi tidak ada yang
berhak disembah kecuali Allah dan
bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan
rasulnya. Hadis riwayat Bukhari. Berarti
harus ada Muhammad rasu rasulullah bukan
cuma lailahaillallah.
Kemudian juga dalam riwayat yang lain,
hatta yashhadu alla ilahaillallah wa
yukminu bi wabima ji'u bihi. Dalam
riwayat yang lain, aku ee sampai mereka
bersaksi tidak ada yang berhak disembah
kecuali Allah dan beriman kepadaku.
Beriman kepadaku
dan beriman dengan apa yang aku bawa.
Dengan apa yang aku bawa, yang aku
ajarkan.
Ya, ini makna keduanya maksudnya
Muhammad dan rasul Rasulullah.
Sehingga Ibnu Hajar mengatakan
bahwasanya harus kalau masuk Islam harus
mengucapkan ee
syahadatain. Bukan cuma syahadah saja,
tapi harus apa? Syahadatain.
Dalil berikutnya. Jadi harus syahadatain
bukan bukan syahadat lailahaillallah
saja. Ada hadis-hadis yang semakna.
Hadis-hadis yang semakna
yang menunjukkan syahadat. Seperti hadis
Ibnu Abbas ya.
Saya baca, saya bacakan. Lamma baatan
nabiyu muadan. Tatkala Nabi mengutus
muad il nahwi ahlil Yaman. Nabi mengutus
muad ke negeri Yaman untuk berdakwah. Q
lahu. Maka Nabi berkata kepada Muad,
innaka taqdumu ala kaumin min ahlil
kitab. Wahai Muad, sesungguhnya kau akan
mendatangi suatu kaum dari ahlul kitab.
Falyakun awala maaduhum
ila ibadatillah. Maka jadikanlah
dakwahmu pertama kali adalah untuk
beribadah kepada Allah semata. Dalam
sebagian riwayat, uduhum ila syahadati
alla ilahaillallah wa anni anni
rasulullah. Seruhlah mereka kepada
syahadah lailahaillallah
dan syahadah aku adalah rasul
rasulullah. Maka ini menunjukkan harus
dua lailahaillallah sama muhammad rasul
rasulullah.
Kemudian juga hadis yang lain, hadis
dari Abu Hurairah tentang Ali bin Abi
Thalib ketika menjadi panglima di
Khaibar, Ali berkata kepada Nabi ketika
Rasulullah angkat dia menjadi panglima
di Khaibar, kata Ali, "Ya Rasulullah,
alama uqotilunas, atas dasar apa aku
memerangi mereka orang Yahudi?" Qtiluhum
kata Nabi, "Perangi mereka hatta
yashhadu alla ilahaillallah." Sampai
mereka bersaksi bahwasanya tidak ada
yang berhak disembah kecuali Allah. Wa
anna muhammadan rasulullah. Sama. Dan
agar mereka bersaksi bahwasanya Muhammad
adalah rasul rasulullah. Berarti harus
dua. Harus dua. Kemudian hadis bitaqoh
tadi yang kita sebutkan tentang
bitaqahoh syahadatain yang tadi
dikeluarkan sebuah kartu tertulis
lailahaillallah muhammad dan muhammad
rasulullah.
Ini juga menguatkan bahwasanya harus
dua-duanya. Kemudian hadis Ubadah bin
Somit ya.
Man syahida alla ilahaillallah wa anna
muhammadar rasulullah waana isa
abdullahi wa rasuluhimatu
alqaha ila maryamuhum min wal jann
haqunar haqqun adallahullahu
al jann alana minal amal hadis ubadah
binit rasul sa wasallam bersabda, "Siapa
yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang
berhak disembah kecuali Allah dan
Muhammad adalah Rasulullah dan Isa
adalah hamba Allah dan rasul-Nya dan
seterusnya maka dia akan masuk surga.
Ini hadis-hadis menguatkan bahwasanya
untuk masuk Islam harus mengucapkan apa?
Dua-duanya. Syahadatain. Jadi lafalnya
asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu
muhammadar rasulullah. Kemudian harus
diu uucapkan.
Sampai sini paham?
Kalau saya sebutkan besok ujian,
sebutkan dalil-dalilnya. Bisa?
Tayib. Paham sampai sini? Baik. Terus
bagaimana dengan hadis yang cuma satu
lafal lailahaillallah? Kata mereka itu
isyarat
hanya disebutkan sebagian, tetapi
maksudnya dua-duanya. Karena
lailahaillallah Muhammad Rasulullah satu
kesatuan. Satu apa? Kesatuan.
Kita lanjut berikutnya.
Hukum-hukum terkait dengan syahadatain.
Apa hukum-hukum terkait syahadatain? Ada
beberapa hukum.
Yang pertama,
ikhwan dan akhwat, jika orang
mengucapkan lailahaillallah
maka tidak boleh dibunuh.
Akan tetapi tidak otomatis Islam. Ini
tadi masalah khilaf. Apakah cukup
mengucapkan lailahaillallah sudah masuk
Islam ataukah harus syahadatain? Menurut
mayoritas ulama harus dengan apa?
syahadatain. Tetapi dalil menunjukkan
siapa yang mengucapkan lailahaillallah
tidak boleh dibunuh. Seperti hadis
Usamah bin Zaid. Ketika Usama bin Zaid
bertempur, ada seorang musyrik yang dia
hebat dalam pertempuran. Dia bunuh
banyak orang Islam, banyak sahabat.
Tiba-tiba dia dikejar oleh Usama bin
Zaid dengan seorang Anshari.
Usama bin Zaid dari kaum Muhajirin.
Kemudian sama orang Anshari ngejar orang
kafir tadi. Ketika dia sudah terdesak
kemudian mau dibunuh, tiba-tiba orang
kafir tadi mengucapkan lailahaillallah.
Maka akhirnya Usamah bin Zaid, ah ini
dia cuma mau menyelamatkan diri, bilang
lailahaillallah. Buktinya tadi baru
bunuh banyak orang, sekarang sudah mau
mati. Bilang apa? Lailahallah. Maka
Usamah pun membunuhnya.
Matilah orang tersebut. Yang Anshari
tadi enggak jadi. Oh, ucapkanlah
ilallah. enggak berani. Tapi Usama bin
Zaid melanjutkan dia bunuh. Setelah itu
hebohlah peristiwa ini sampailah kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita
tahu Usama bin Zaid adalah anak yang
sangat dicintai oleh atau sahabat yang
dicintai oleh Nabi. Bapaknya Zaid bin
Haritah pernah jadi anak angkat Nabi dan
sangat dicintai oleh Nabi. Dan anaknya
Zaid yaitu Usamah juga dicintai oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya
Usamah disebut hibbu hibbi Rasulillah.
Kekasih dari kekasihnya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
itu karena bapaknya juga dikasihi oleh
Nabi Usama. Usama yang pernah dibonceng
Nabi ketika Haji Wada. Ya. Tetapi ketika
sampai kepada Nabi Usamah bin Zaid ee
membunuh orang sudah mengucapkan
lailahaillallah, maka Nabi pun marah.
Kata Nabi, "Aqotaltahu ba'da anqala
lailahaillallah." "Wahai Usama, apakah
kau tetap bunuh orang tersebut setelah
dia mengucapkan lailahaillallah?"
Kata Usama, "Ya Rasulullah, dia
mengucapkannya untuk menyelamatkan diri
saja ya Rasulullah." Maksudnya
indikasinya banyak, indikatornya banyak.
Karena dia sudah bunuh dulu sebunuh
bunuh bunuh orang. Ketika mau dibunuh
dia malah apa? Lailahaillallah. Ya, ini
cari selamat namanya nih. Enak aja. H
indikatornya jelas dia menyelamatkan
diri. Maka Rasulullah marah. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Asyaqta
anqolbihi." Apa kau buka dadanya
sehingga kau tahu dia mengucapkannya
karena ingin cari selamat?
Maka Usamah
ya dimarah oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Apa yang kau katakan dengan
lailahall pada hari kiamat kelak?
Intinya itu dalil kata kata Ibnu Hajar
bahwasanya orang yang mengucapkan
lailahallah tidak boleh dibunuh. Tidak
boleh dibunuh. Ya.
Dan suatu kejadian saya pernah sampaikan
kisah ini. Ada kisah di Afrika. Saya
dengar dari guru saya di Madinah. Jadi
waktu ada
perang antar agama,
ada kemudian kaum muslimin ngejar
seorang pendeta. Pendeta ini kemudian
dia dia kabur kemudian dia masuk ke
dalam sumur. Entah jatuh entah dia
loncat karena takut dibunuh. Akhirnya
orang-orang lihat di bawah pada mau
nombakin dia. Ketika mau nambakin dia
bilang lailahaillallah dari bawah sumur.
Dalam sumur dia bilang apa?
Lailahaillallah. Ini ada yang tahan
jangan. Enggak boleh. Enggak boleh.
Sudah lailahaillallah. Enggak boleh.
Akhirnya dikeluarkan, akhirnya dia masuk
Islam, akhirnya menjadi dai di kemudian
hari.
Artinya pernah terjadi ya maksudnya
mirip seperti yang dialami oleh Usamah
ya. Dia tahu dia bakalan mati. Daripada
mati dia bilang apa? Lailah. Tapi ya
yang penting dia sudah ucapkan zahirnya
ucapkan laillallah maka orang tidak
boleh mem membunuhnya kecuali dia
melakukan pembatalan. Kecuali diketahui
ternyata dia bohong setelah itu ya
itulah yang cerita. Tapi untuk pertama
kali dia ucapkan harus di harus
diterima. Oleh karena Ibnu Hajar
mengatakan, "Jika orang mengucapkan
lailahaillallah maka tidak boleh
dibunuh, akan tetapi tidak otomatis
menjadi Islam." Ini yang dihpilih oleh
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari jilid 12
halaman 279.
Tentu ada pendapat lain nanti kita
sebutkan pendapat Albagawi. Ah, ini saya
sebutkan aja. Adapun Albagawi ada
perincian. Mungkin saya apa
ee rubah nomornya
ini nomor dua. Ini nomor tiga.
Baik. Albagawi
dia menjelaskan terkait model-model
orang yang hendak masuk Islam. Ini
dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul
Bari juga. Tergantung yang memasuk Islam
modelnya apa. Maka yang disuruh untuk
mengucapkan lafal berbeda-beda. Kata
beliau yang pertama perhatikan
jika yang mau masuk Islam tadi orang
kafir penyembah berhala watanian atau
meyakini dua Tuhan tsanawian. Meyakini
Tuhan gelap, Tuhan terang ee atau waani
menyembah berhala ya.
Yaitu mengingkari wahdaniyatullah,
mengingkari keesaan Allah. Maka
bagaimana cara dia masuk Islam? Menurut
Albagawi cukup mengucapkan
lailahaillallah.
Kalau dia bilang lailahallah maka dia
sudah masuk orang Islam. Karena
kesalahan yang dia lakukan adalah dia
syirik kepada apa? Allah. Dia menduakan
Tuhan. Menduakan Tuhan. Maka seperti dia
adalah penyebab berhala. Misalnya orang
Hindu atau orang Buddha kalau masuk
Islam seandainya mengucapkan
lailahaillallah saja maka sudah cukup
dihukumi Islam. Menurut Albagwi ini
masalah khilaf tadi. Sama kalau ada
orang majusi meyakini Tuhan gelap Tuhan
terang. Tuhan terang Tuhan api pencipta
kebaikan. Tuhan gelap pencipta
keburukan. Maka kalau dia bilang
lailahaillallah
maka sudah cukup untuk menunjukkan dia
masuk Islam. Kalau Ibnu Hajar tidak
harus tambah Muhammad dan apa
Rasulullah. Tapi ini intinya Baguai
memperinci. Kondisi yang kedua, jika dia
mengakui keesaan Allah tapi mengingkari
kenabian, maka harus ditambah asyhadu
anna muhammadar rasulullah.
Seperti sebagian Yahudi mereka tidak
menyembah selain Allah.
Sebagian Yahudi mereka tidak menyembah.
Makanya mereka benci sama Nasrani.
Bahkan sebagian mereka meludah salib.
Apa itu manusia disembah? Artinya mereka
meyakini Tuhan cuma siapa? Allah. Tapi
mereka tidak mengakui Muhammad sebagai
seorang rasul misalnya. Maka untuk
seperti ini masuk Islamnya harus
ditambah. Wa asyhadu anna muhammadan
rasulullah. Aku bersaksi Muhammad utusan
apa? Allah. Ini contoh.
Karena poin kesalahannya bukan cuma pada
tauhid. Ee bukan pada tauhid tapi pada
masalah apa? Kenabian Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Maka kalau
dia masuk Islam harus tambah asyhadu
alla ilahaillallah wa asyhadu anna
muhammadan rasulullah. Seperti sebagian
orang Yahudi yang bertauhid namun
mengingkari kenabian Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Bahkan
berusaha membunuh Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Bahkan berani berperang
melawan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Seperti orang Yahudi di zaman
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Tayib. ee karena tidak semua Yahudi ee
apa berbuat syirik, tidak. Tapi mereka
sebagian mereka bertauhid tapi
mengingkari kenabian Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian kondisi
ketiga, jika yang masuk Islam itu orang
kafir tersebut mengakui nubuwah,
mengakui kenabian Muhammad sallallahu
alaihi wasallam tetapi meyakini Nabi
Muhammad hanya untuk orang Arab saja,
ini juga sebagian Yahudi seperti itu.
Ya, dia mengaku Muhammad ee adalah
sepupu kita karena dari anak dari
Ibrahim ya. Ismail. Anak Ibrahim siapa?
Ismail. Sepupunya Ishak. Iya enggak?
Kemudian dari Ismail keluarlah Muhammad.
Mereka ngaku hal tersebut.
Tapi kata mereka ini sebagian Yahudi
pendapatnya begitu. Muhammad nabi tapi
nabinya orang Arab. Nabinya orang Arab
bukan untuk kami. Kami ee nabinya harus
dari Bani Israil. Kalau ada yang seperti
itu maka ketika dia masuk Islam harus
ditambah
ashadu alla ilahaillallah wa asyhadu
anna muhammadar rasulullah ila jamiil
khalq. Yaitu aku bersaksi tidak ada yang
berhak disembah kecuali Allah. Dan aku
bersaksi Muhammad adalah utusan Allah
untuk seluruh manu manusia. Harus ada
tambahan itu.
Karena dia kesalahannya di situ. Dia
tahu Muhammad nabi, tapi ketid dia nabi
untuk orang Arab. Kalau dia masuk Islam,
dia harus mengakui bahwasanya Muhammad
bukan hanya untuk orang Arab saja, tapi
untuk seluruh manusia dan jin. Baru
dikatakan dia masuk Islam.
Sehingga kesalahan akidahnya diperbaiki
dan diatmenkan dalam syahadahnya.
Distatmentkan dalam apa? syahadahnya.
Tib yang keempat,
jika dia kafir, murtad, jika dia murtad,
dia mengakui tidak ada sembahan disembah
kecuali Allah. Dan dia mengakui Muhammad
utusan Allah, tapi dia murtad. Murtad
seperti dia mengingkari kewajiban. Dia
bilang salat tidak wajib. Ini murtad
atau tidak murtad? Orang yang
mengingkari perkara yang maklum
minaddini bidarurah. Perkara yang makruf
diketahui oleh selur seluruh orang
seluruh orang Islam.
dia ingkari, maka sesungguhnya dia
mengingkari Islam. Seperti dia
mengatakan puasa enggak ada, puasa
enggak wajib, salat enggak wajib. Ini
ngeri
seperti perkara yang diketahui oleh kaum
muslimin, jilbab. Jilbab semua orang
tahu jilbab apa wajib. Tiba-tiba bilang
katakan tidak. Tidak wajib.
Seperti sebaliknya atau dia menghalalkan
yang haram. Jelas khamar. Semua orang
Islam tahu khamer itu apa? Haram. Dia
bilang halal. Semua orang Islam tahu
babi itu haram, dia bilang apa? Halal.
seperti ini dia murtad karena
mengingkari hukum fikih yang sudah
maklum.
Beda kalau hukumnya masih
diperselisihkan, masih tidak jelas. Ini
lain cerita. Tapi dia mengingkari hukum
Islam yang benar-benar sudah diketahui
oleh seluruh khalaya. Seperti haramnya
khamar, wajibnya salat, ya haramnya
babi, haramnya zina. Ini semua orang
tahu haramnya riba. Terus dia nekad
bilang, "Gak, ini semua halal. zina
halal seperti kemarin yang bahas tentang
zina halal, dia mengatakan lelaki boleh
berzina dengan boleh berhubungan intim
dengan seorang wanita tanpa akad nikah
selama wanita tersebut tidak punya
suami.
Yang penting suka sama suka. Maka
hukumnya halal dikiaskan dengan
menggauli budak. Kata kata dia. Ya, ini
kalau begini berarti sama seluruh
boleh karena tidak punya apa?
suami ngeri ini. Ini namanya
menghalalkan zina dengan berbagai macam
dalh. Ini semua orang tahu kalau
berhubungan dengan wanita tidak pakai
akad nikah namanya apa? Zina. Semua
orang Islam tahu atau tidak tahu.
Kemudian dia bikin filsafat-filsafat
aneh-aneh. Kemudian dia bilang
berhubungan dengan wanita selama dengan
syarat wanita tersebut tidak punya apa?
Suami. Suka sama suka tanpa akad.
Ya, maka sah, maka tidak mengapa. Ini
tentu
penghalalan zina.
Maka ketika dia masuk Islam, dia harus
mengakui hal tersebut. Misalnya dia
adalah orang yang pernah menghalalkan
zina, maka dia masuk Islam dia bilang,
"Asyhadu alla ilahaillallah wa anna
muhammadar rasulullah." Dan bahwasanya
zina itu haram. Harus ada tambahan itu
sebagai membuktikan dia merevisi kembali
akidahnya yang keliru.
Kalau dia pernah menghalalkan riba
sehingga dihukum murtad, maka dia
bilang, "Aku bersaksi tidak ada sembahan
yang berhak disembah kecuali Allah dan
Muhammad adalah utusan Allah. Dan riba
adalah apa? Haram."
Ya, riba adalah haram seperti itu. Ya.
Atau misalnya dia bilang salat tidak
wajib, ya. Enggak usah salat, yang
penting iling ya. Nongkrong Allah, Allah
sudah salat. Salat kan artinya ingat. Ya
udah, enggak harus gerakan-gerakan yang
kalian lakukan. Ini murtad orang seperti
ini. Karena semua orang Islam tahu salat
itu hukumnya apa? Wajib. Tak tahu dia
bilang salat gak wajib. Maka kalau dia
masuk Islam lagi, dia harus bilang, "Aku
lailahaillallah muhammadarasulullah."
Dan bahwasanya salat lima waktu hukumnya
wa wajib dengan cara yang dilakukan
gerakan-gerakan yang sudah ditentukan.
Bukan salat lima waktu hanya nongkrong
ya. Dulu saya punya kenalan, dia enggak
pernah salat. Dia ngaku Islam tapi
enggak pernah salat. Nanti waktunya
salat dia ambil kain kemudian dia
ngelamun. Enggak tahu bertapa atau
ngelamun. Ini ini salat model apa ini?
Ini bukan salat. Tapi ini salat versi
dia.
Ini bukan orang Islam seperti ini. Orang
Islam tahu salat itu caranya seperti
ini. Ada rukuknya, ada apa sujudnya.
Ini menging kalau dia bertobat dari
kemurtadaannya maka dia harus mengatakan
asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu
anna muhammadar rasulullah. Dan
bahwasanya salat lima waktu yang
dikerjakan dengan gerakan yang sudah
ditentukan itu hukumnya wa wajib seperti
itu.
Makanya sebagian orang menambah ketika
ada Nasrani masuk Islam ditambah asyhadu
alla ilahaillallah Muhammadar Rasulullah
wa anna isa abdullahi wa rasuluh. Isa
itu hamba Allah karena kesalahan dia
pada titik apa? Nabi Isa dianggap
sebagai anak Tuhan.
Maka ketika dia bersyahadah dipastikan
dia meyakini bahwasanya Isa adalah hamba
Allah bukan anaknya ya. Bukan anaknya.
Tib.
Ini ee hukum yang kedua yang diperinci
oleh Albaghawi menunjukkan bahwasanya
ketika masuk Islam tergantung orang
kafirnya yang masuk Islam akidahnya
seperti apa. Maka harus diperbaiki pada
titik kesalahannya harus diperbaiki
dengan statement baru yang menunjukkan
dia merevisi
akidahnya yang sebelumnya salah. Paham?
Merevisi akidah yang sebelumnya salah.
Tayib. Masalah berikutnya, jika dia
masuk Islam dengan pakai tidak pakai
bahasa Arab, maka tetap sah menurut
pendapat yang benar. Meskipun dia tahu
bahasa Arab. Meskipun dia tahu bahasa
Arab yang penting maknanya benar.
Misalnya dia tidak maksudnya dia tidak
mengatakan ashadu alla ilahaillallah wa
asyhadu anna muhammadar rasulullah. Dia
enggak ngomong gitu. Dia bilang kulo
kulo apa bahasa Jawa misalnya kulo apa
ngakoni ya apa ya bahasanya gitu. Ya
misalnya bahasanya tapi maknanya benar
masuk Islam.
Kulo, kulo sinten? Kulo, nuwun.
Kulo. Misalnya
kulo gini-gini pakai bahasa bahasa
Inggris kek, bahasa Jawa kek. Yang
penting maknanya benar, maka dia masuk
apa? Islam. Ini pendapat Nawawi dalam
kitabnya Alminhaj, Syarah Sahih Muslim.
Dan ini juga disampaikan oleh
Almawardari dalam kitabnya Alhawi
Alhawil Kabir
ee jilid 2 halaman 97. Dia mengatakan
karena tujuan dari syahadah adalah
al-ikhbar, menyampaikan saya ini sudah
muslim. Maka penyampaian itu sama saja.
Bahasa Arab, bahasa Persia, bahasa non
Arab sama saja. Meskipun dia tahu bahasa
Arab tapi dia mengatakan saya bersaksi.
Maka sudah dia masuk Islam.
Karena sebagian orang agak susah mau
mengucapkan syahadatain.
Asyhadu asadu. Ulang. Asyhadu asadu.
Jadi jadi lama masuk Islamnya. Ah, saya
bersaksi.
Sudah sah. Saya bersaksi tidak ada yang
berhak diibadahi kecuali siapa? Allah.
Dan saya bersaksi Muhammad adalah hamba
Allah dan utu utusannya. Selesai dia
masuk Islam.
Yang bisa bahasa Arab saja kalau
ngucapin demikian masuk Islam. Ya orang
pondokan tapi dia tidak masuk Islam.
Kemudian masuk Islam boleh bahasa
Indonesia apalagi yang tidak bisa bahasa
Arab. Jadi para ulama mengatakan masuk
Islam itu mudah, jangan dipersulit.
Masuk Islam itu mudah, jangan
dipersulit. Ayo ulang-ulang tidak sah.
Asyhadu asadu. Ulang. Ini keburu mati
orang ini belum masuk Islam.
Jadi jangan dipersulit. Kalau dia masuk
Islam dengan bahasa non Arab tetap
diterima. Tetap diterima.
Tayib.
Ee berikutnya
masih hukum-hukum terkait dengan
syahadatain.
Yang keempat
tadi sudah kita singgung bahwasanya
syahadatain harus dilafalkan. Paham?
Harus dilafalkan. Jika tidak dilafalkan
maka tidak sah.
Saya maksud tapi di dalam aja ya. Islam
bagus. Aisyah dat bagus.
Bagus. Tahu-tahu dia mati. Dikubur di
mana? Gak boleh dikubur di kuburan orang
Islam. Dia masih murtad, dia masih
kafir. Karena masuk Islam harus mengucap
ucapkan. Ini perkata-perkata Nawawi
dalam kitabnya Alminhaj. Dia berkata,
"Wattafqat ahlusunah minal muhaddisin
wal fuqah mutakallimin alal mukminzi
yuhkamuahu
biannahu min ahlil kiblah. W yukad finar
wala yakunu illa. Yaitu dia mengatakan
sepakat ahlusunah dari kalangan ahlil
hadis, dari kalangan ahli fikih, dari
kalangan ahlil kalam bahwasanya seorang
mukmin yang dihukumi bahwasanya dia
termasuk ahlul kiblat yaitu maksudnya
yang berkiblat kepada Ka'bah, maksudnya
orang Islam dan dia tidak kekal di
neraka. Di sini Imam Nawawi menyebutkan
tentang hukum di dunia.
disepakati bahwasanya di dunia Islam, di
dunia
diakui muslim
dan di akhirat tidak kekal. Di akhirat
tidak kekal.
Maksudnya orang ini baru dikatakan dia
diakui muslim secara dunia dan akhirat.
Maksudnya syaratnya ada di antaranya
kata annawawi waqo bisyahadatain. Dia
harus mengucapkan apa? Syahadatain. Gak
boleh dia enggak ucapkan.
Gak boleh dia ucapkan.
Kalau dia ngakui saja tidak ucapkan
tidak masuk Islam. Contoh Abu Thalib.
Abu Thalib ngakui enggak kebenaran Nabi
Muhammad? Ngakui.
Tapi dia tidak mau mengucapkan apa?
Syahadatain. Karena masuk Islam harus
dengan apa? syahadin
Abu Thalib mengatakan
Muhammad
aku telah tahu bahwasanya agama
ponakanku adalah agama manusia yang
terbaik. Dan Abu Thalib tahu agama
Majusi. Dia pernah lihat agama Yahudi
juga dia tahu. Dia sering ke Syam. Agama
Nasrani dia tahu dan dia tahu agama
musyrikin Arab dia tahu dan dia tahu
agama Muhammad
dan dia bilang saya sudah ngecek semua
agama yang terbaik adalah agama Muhammad
agama ponakanku
walaulal malamah kalau bukan saya takut
cercaan wahai masabbatin dan untuk
menghindari cercaan lawa samhan baka
mubina tentu kau akan dapati aku sudah
terang-terangan mengucapkannya tapi dia
ngakui secara hati dia ngakui secara
hati makanya sebagian orang Syiah
mati-matian bilang Abu Thalib muslim
Dia bilang, "Bagaimana kafir wong dia
bela Nabi Muhammad secara praktik dia
sudah lakukan, dia sudah begini begini."
Masa dia bilang dia kafir ya dia tidak
pernah mengucapkan apa? Syahadatain.
Maka Rasulullah dilarang untuk mohon
ampunan buat dia. Ketika Abu Thalib mati
maka Rasulullah mengatakan, "La
astagfirullaha laka maam unha anka." Aku
akan mohon ampunan buat engkau wahai
pamanku selama aku tidak dilarang. Maka
Allah turunkan ayat dalam surah
at-Taubah. Maana linabi walladina amanu
ayastagfirulil musyrikin. Tidak pantas
bagi nabi dan orang beriman untuk mohon
ampunan bagi orang musyrikin. Padahal
Abu Thalib mengakui, mengakui enggak
Muhammad itu benar? Mengakui, tapi dia
tidak pernah mengu mengucapkan. Tidak
pernah mengucapkan, tidak dihukumi
muslim. Di dunia tidak muslim, di
akhirat juga tidak muslim.
Ini pendapat adalah pendapat ahlusunah
dan ini pendapat yang benar.
Berbeda dengan pendapat Asyairah di
sini. Asyairah
ya, Murjiah. Asyairah itu murjiah.
Ini kembali kepada
definisi iman. Jadi begini, definisi
iman ini sekedar mikir dikit ikhwan, ya.
Ya, mudah-mudahan tidak keluar di ujian.
Jadi, definisi iman itu ada perbedaan
antara ahlusunah, antara murjiatul
fuqaha dengan murjiatul Jahmiyah. Kalau
ahlusunah mengatakan iman itu rukunnya
terdiri atas hati, lisan, dan amal
anggota badan. Dalam hati dia beriman,
dengan lisan dia mengucapkan syahadatain
dan anggota badan dia praktikkan amal.
Ada amal yang dia lakukan entah salat
entah apa sehingga dikatakan dia beriman
jika terkumpul tiga-tiganya.
Tapi kalau dia hanya yakin dalam hati,
tidak mau ngomong bukan mukmin atau
yakin dalam hati dia sudah ngomong
syahadatin tapi tidak mau beramal sama
sekali sama dia juga bukan orang apa
islam.
Jadi ada hati ada lisan, ada anggota
anggota badan.
Berbeda dengan kelompok kedua, Murjiatul
Fuqaha ini adalah mazhab Al Imam Abu
Hanifah dan ee pengikutnya. Mereka
meyakini bahwasanya namanya iman tuh
cuma yang di hati dan di lisan. Tetapi
menurut mereka syahadatain harus
diucapkan. Sehingga menurut mazhab Imam
Abu Hanifah, kalau ada orang meyakini
Islam tidak mengucapkan Islamnya sah
atau tidak? Tidak. Karena di antara
syarat rukun iman harus mengucapkan.
Harus mengucapkan. Berbeda dengan
Asyairah yang ini merupakan pendapat
murjiah atau Jahmiyah. Kata mereka iman
cuma di hati.
Iman cuma di hati. Sehingga ucapan lisan
bukan rukun iman. Bukan rukun iman.
Maksudnya bagaimana? Kata mereka begini.
Kalau ada orang yakin Islam itu benar
dan dalam hatinya sudah mengakui
syahadatain, tapi dia tidak ungkapkan,
maka di dunia dia tidak dihukumi sebagai
muslim. Tapi di akhirat dia muslim.
Karena
iman itu tempatnya cuma di mana? Di
hati. Dan ini pendapat batil tentunya
ini pembahasan panjang. Cuma saya ingin
menyampaikan ini pendapat yang salah.
Sehingga mereka mengatakan, perhatikan
sini, jika yakin namun tidak
mengucapkan, maka di akhirat tetap
dihukumi mukmin.
Di akhirat tetap dihukumi apa? Mu
mukmin. Tapi di dunia dihukumi hukum
kafir karena dia tidak mau mengucapkan
syahadatain.
Tetapi di akhirat dihukumi mukmin karena
dia membenarkan, karena iman itu tasdik.
Tempatnya cuma di hati.
Jadi menurut mereka mengucapkan syahadat
adalah syarat untuk disikapi di dunia
dengan hukum-hukum Islam.
Syarat agar disikapi dengan hukum apa
Islam. Kalau kau tidak syahadatin, dari
mana saya tahu kau Islam
meskipun kau beriman? Jadi menurut
mereka ada orang yang meyakini
Rasulullah adalah seorang rasul. Allah
adalah yang berhak disembah. Maka dia
seorang mukmin di sisi Allah.
Namun karena dia tidak mengucapkan
syahadatain, dia kafir di sisi manu
manusia. Yang benar tidak sah imannya,
tidak di dunia maupun di apa akhirat.
Karena apa yang mahal ini dia
mengucapkan
apa yang mahal ini? Untuk mengucapkan
lailaha illallah muhammadarasulullah.
Dan iman itu bukan terbatas di hati.
Kalau cuma di hati saja, iblis juga
meyakini Allah subhanahu wa taala. Iblis
saja waktu bersumpah dia mengatakan,
"Fabiizzatika laagahum ajmain." Demi
keperkasaan Engkau ya Allah, aku akan
setatkan mereka semua. Kira-kira iblis
yakin Allah itu Tuhan atau bukan?
Makanya dia bilang, "Kenapa saya harus
sembah Adam?" "Khalaqani minar wqtahu
minin." Siapa? "Kenapa saya harus
menyembah Adam?" "Ana khairun minhu."
"Ya Allah, aku lebih baik daripada Adam.
Kau ciptakan Adam dengan tanah, kau
ciptakan aku dari api. Aku lebih hebat."
Dia ngaku dia ciptaan Allah.
Ya, ketika dia dikeluarkan dari neraka,
dia minta izin untuk ditangguhkan
kematiannya. Dia berkata, "Rabbi
faanirni yaumbasan." Ya Tuhanku. Dia
berdoa, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah
kematianku sampai hari kiamat." Berarti
iblis beriman Allah Tuhan atau bukan?
Beriman tapi dia tidak tunduk dengan
lisan. Dia tidak tunduk. Tidak tunduk
dengan ketika dia perintah Allah, maka
dia menjadi apa?
kafir. Jadi iman itu maksud saya bukan
cuma di lisan, harus ada ungkapan. Abu
Thalib tadi beriman secara batin, tapi
ketika dia tidak mengucapkan
lailahaillallah muhammadar rasulullah
maka dia kafir di dunia dan kafir di
mana? Di di akhirat. Herlius. Herlius.
Herlius beriman enggak? Secara hati
beriman. Dia yakin Muhammad utusan
Allah. Dia yakin beriman tetapi dia
tidak mau mengucapkan apa? syahadatain.
Makanya Rasulullah berkata dalam
suratnya dalam Sahih Bukhari kata
Rasulullah
min Muhammadin Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam ila herzimir Rumamun
salamun ala mantabaal huda. Dari
Muhammad utusan Allah kepada Heroklius
pembesar Romawi raja Romawi. Kaisar
Romawi.
Keselamatan bagi orang yang mengikuti
petunjuk. Kalau kau ikut petunjuk kau
kena salam saya. Tapi kalau enggak ikut
kau enggak kena salam saya. Salam adalah
doa salamun ala manitaba al huda.
Keselamatan bagi orang yang mengikuti
petunjuk.
Aslim taslam masuklah Islam engkau wahai
Roklius.
Ya, kau akan selamat. Ytikallahu
ajratain. Allah akan beri kau pahala dua
kali. Pahala selama kau Nasrani dan
pahala kau masuk Islam.
Wa tawait. Kalau kau berpaling tidak mau
masuk Islam, fainna alaikaal arisiyin.
Maka kau akan menanggung dosa rakyatmu.
Tib heroklismu beriman tadinya. Wah, ini
benar ini. Sampai dia kirim ke sebagian
diskusi sama teman teman-teman
pendetanya dan mereka bilang, "Iya itu
nabi yang kita tunggu-tunggu." Tapi dia
takut. Akhirnya dia kumpulkan rakyatnya.
Dalam Sahih Bukhari disebutkan
dia kumpulkan rakyatnya, dia tutup
gerbangnya, dia berkata, "Wahai
rakyatku, maukah kalian menuju kejayaan?
Maukah kalian menuju keselamatan?
Bagaimana caranya? Ikuti nabi ini, nabi
terakhir." Oh, mereka ngamuk. Enggak,
mereka mau kabur. Kemudian dia bilang,
"Tenang-tenang rakyatku. Saya tadi hanya
menguji iman kalian. Kalian kokoh atau
tidak?"
Ternyata dia takut ketika rakyatnya mau
kabur dari dia. Dia tidak kuat kalau
singgahsananya lengser. Akhirnya dia
memilih untuk tidak masuk apa? Islam.
Tapi hatinya membenarkan Nabi. Enggak
membenarkan.
Apakah dikatakan dia beriman di akhirat
kemudian kafir hanya di dunia? Gak. Yang
benar dia kafir di dunia dan kafir di
mana? Di di akhirat. Bahkan Rasulullah
ancam ya ytikallahu ya apa namanya?
Kau akan menanggung dosa rakyatmu.
Ngeri. Sehingga Heroklius yang benar dia
kafir. Tidak perlu khilaf wong. Dia
tidak pernah mengatakan lailahaillallah.
Jadi Asyairah ketika
membahas tentang dalam kitab Tuhfatul
Murid ya ini kitab Tuhfatul Murid. Antum
bisa baca bahwasanya
mereka karena pemahaman mereka adalah
pemahaman irja bahwasanya iman hanya di
hati saja ya. Dan ini subhanallah
menyelisihi Imam Syafi'i. Bahkan Ar-Razi
membantah Imam Syafi'i. Saya ada nukilan
dalam kitab syarat kid wasitiah. Nanti
ini pembahasan panjang. Intinya Arrazi
mengatakan, al Imam Syafi'i mengatakan
iman itu harus hati, lisan, dan
perbuatan.
Namun dia bantah. Yang benar tidak
demikian. Dia bantah Imam Syafi'i.
Makanya kalau ada orang mengatakan
Asyairah akidahnya seperti akidah Imam
Syafi'i, enggak benar. Rzi banta
Syafi'i. Dan ada nukilannya. Dia tahu
Imam Syafi'i tidak seperti dia, tapi dia
bantah siapa? Imam Syafi'i. Berarti dia
tidak setuju dengan akidahnya Imam
Syafi'i.
Tayib.
Kemudian ada pengecualian. Pengecualian
boleh tidak dengan jelas mengucapkan
sayaat ini. Sudah ya sudah. Tib
sudah difoto,
siap ujian nanti.
Insyaallah.
Tib
hukum terkait dengan sy yang nomor lima.
Boleh tidak mengucapkan tidak
mengucapkan tapi tetap dianggap sah jika
ini ada kecualian. Ini pengecualian.
Pengecualian.
Baik. tidak mengucapkan syahadatain,
tetapi tetap dianggap sah jika pertama
bisu.
Kalau bisu ya sudah ngapain suruh
ngucapin
semuanya dengan apa? Isya isyarat.
Kalau mau kawin pakai bicara atau pakai
isyarat?
Isyarat orang bisu nikah dengan orang
bisu. Perlu bicara
enggak? Perlu. Enggak perlu. Ada orang
bisu nikah dengan orang bisu. Ada
anaknya enggak bisu. Subhanallah. Jadi
ada orang bisu nikah sama apa orang
bisu. Anaknya enggak enggak bisu. Dan
lebih menakjubkan lagi di
satu daerah ada orang bisu, istrinya dua
sama-sama bisu dua-duanya.
Ini enggak saya bukan maksud apa-apa.
Cuma cerita aja.
Orang bisu. Subhanallah. nikah istrinya
dua juga bisuk
ya. Jadi biso ya sudah enggak perlu
bicara asyadu saling pengertian yang
penting ngerti dengan isyarat. Kenapa?
Karena dia tidak bisa ngomong maka cukup
dengan apa? Isyarat. Mau pakai bahasa
isyarat kek, pakai apa kek, pakai
tulisan kek. Kalau maknanya adalah
syahadatain, maka Islamnya sah. Yang
kedua kata para ulama jika dia sudah
beriman tetapi ketika dia mau
mengucapkan tahu-tahu dia terbunuh
misalnya. Nah, ini kita dia berhalangan
maka tetap dihukumi apa? Islam. Dia
bilang asyhadu. Kemudian dia misalnya
dibunuh.
Dia baru mau ngomong ayo syahadatnya.
Baru mau ngomong dibunuh. Kita tahu ini
tanda bahwa sebenarnya dia mau ngomong
cuma keburu apa? Ma mati. Maka ini tetap
dihukum dia sebagai orang muslim karena
dia tidak berkesempatan untuk bisa
mengomong atau dia mengucapkan tapi
mulutnya ditahan diikat sehingga dia
enggak bisa ngomong. Seperti ini tetap
di dikatakan apa? Mus muslim.
Kemudian yang ketiga ini juga ada
pengecualian ini disebutkan dalam
mausuah fikqih al-Quwaitiyah ya. Tiga
cara masuk Islam. Tiga cara masuk Islam.
Pertama dengan nas. Dengan nas itu
dengan mengucapkan tadi syahadatain.
Asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu
anna muhammadan apa rasulullah.
Yang kedua dengan tabiah mengikut
seperti anak ikut bapaknya kafir, bapak
yang kafir lalu bapaknya masuk Islam
terus bapaknya masuk Islam.
Jadi ada orang kafir punya anak. Orang
kafir ini masuk Islam dia mengucapkan
asyhadu allahay rasulullah. Anaknya
enggak ngucapin tapi anaknya ikut dia.
Ya sudah kita anggap dia juga muslim
karena dia ke masjid sama anaknya, dia
kegiatan sama bapaknya. Jadi ee enggak
perlu kita bilang ayo nak ngucapin. Gak
perlu. Dia dianggap masuk Islam karena
hukumnya ngikut apa bapak bapaknya.
Paham maksudnya? Jadi tidak perlu kita
tuntut dia mengucapkan syahadatain.
Yang ketiga ada dalalah qarinah
indikator yaitu jika melakukan ibadah
spesial Islam yang ibadah tersebut tidak
ada di agama lain. Hanya ibadah spesial
Islam. Contohnya dia haji, orang ini ya
muslim. Gak usah bilang sy dia lagi
sudah daftar haji bayar visa furodah.
Udah enggak usah bilang syahadatnya gak
perlu. Karena dia sudah melakukan ibadah
yang agung yaitu hanya dilakukan oleh
orang apa? Is Islam. Maka kita tidak
perlu suruh dia ucapkan syahadatin.
Sudah jelas. Seperti dia salat
berjamaah. Salat berjamaah ini khusus
syiarnya orang apa? Is Islam. Atau dia
azan di masjid. azan di masjid kemudian
dia terlihat kebiasaan dia ini orang
Islam atau dia baca Al-Qur'an baca
enggak usah tanya eh syahadatain dia
baca Al-Qur'an menunjukkan dia ee ini
ini qarinah tentunya kelihatan dia saleh
kelihatannya dia ini kalau ada qarinah
yang kuat maka tidak perlu dituntut
mengucapkan syahadatain atau dia
melakukan tayamum karena tayamum itu
adalah ibadah khusus orang Islam. Beda
kalau dia puasa. Kalau puasa bukan
ibadah khusus karena orang ahlul kitab
juga berpuasa.
Lulk kita juga berpuasa.
Maka ini namanya pengecualian. Hukum
asalnya harus mengucapkan syahadatain.
Kemudian yang terakhir pembahasan kita
tidak boleh menunda orang yang masuk
Islam. Dan ini hukumnya berat ya. Ada
khilaf ada yang mengatakan orang yang
menunda
orang lain untuk masuk Islam
dia juga kafir. Dia justru dia kafir.
Kenapa dia kafir? Karena dia rida. orang
lain kafir. Namun pendapat ini terlalu
keras. Yang benar dia melakukan dosa
besar. Jadi kalau ada orang masuk Islam,
nanti besok ajaalah kau belajar dulu
dah. Ini enggak boleh.
Khawatir dia mati. Jadi kalau dia masuk
Islam, "Udah sini ayo masuk syahadatin.
Eh besok aja sama ustaz. Jangan sini.
Kalau ustaz tedar mengkokohkan kamu
masuk Islam sekarang. Jangan pernah
tunda tunda-tunda. Jangan pernah tunda,
tunda-tunda. Tidak boleh menunda orang
yang mau masuk Islam. Hukumnya dosa
besar.
Ee annawi berkata, idza aradal kafirul
islama falyubadir bihi. Kalau ada orang
kafir mau masuk Islam, maka hendaknya
segera. Wakiruisal
dan jangan suruh dia jangan tunda Islam,
suruh dia mandi. Janganibulam.
Tapi harus segera terima Islamnya.
Wahrumu tahriman syadidan takiruhu
lilisal whairi. Dan diharamkan dengan
pengharaman yang berat nyuruh dia mandi
dulu baru masuk Islam. Berat ini. Karena
mandi butuh waktu 10 menit. Kau
membiarkan dia dalam kekufuran selama 10
menit, 15 menit. Apalagi kalau mandinya
kayak putri ayu setengah jam. Nah, ini
harus segera.
Wakadza. Demikian juga asaro musliman
fidalik. Kalau ada orang kafir memberi
bertanya musyawarah, "Eh, akhi eh Mas
gimana saya masuk Islam enggak ya?"
Jangan bilang pikir dulu langsung a
masuk Islam aja jangan bilang
pikir-pikir.
Harum alal mustasyar tahriman yaqul
akiruqtisal. Gak boleh orang yang diajak
bermusyawarah, orang muslim diajak
bermusyawarah berkata, "Udah kau mandi
aja dulu baru sini." Bal yalzamuhu
yabahu alal mubadar bil islam. Tapi dia
harus ayo jangan ragu-ragu ayo. Islam
kan begini. Just justru motivasi dia
untuk apa? Se segera. Jangan suruh
tunda-tunda.
Hual haqqu waswabu bihi wabihi qal
jumhur. Inil yang benar. Ini pendapat
mayoritas. Wahuqial ghazali fi babil
jumah wajhan atau hakal ghazali
rahimahullah bababil jumati wajhan. Imam
Ghazali menyebutkan suatu pendapat dalam
suatu e dalam babul jumah wajhan annahu
yuqaddamul guslu alal islam liuslima
mqtasilan. bahwasanya didahulukan ada
pendapat kata al Imam Alghazali
bahwasanya mandi dulu supaya dia masuk
Islam dalam kondisi sudah mandi. Qala
wahua baidun.
Dan ini adalah pendapat yang jauh.
Wahadal wajhu
ghalatun zahirun la syakka fi butlanihi.
Dan ini adalah kesalahan yang jelas yang
benar-benar salah dan tidak diragukan
akan e kebatilannya. Wataun fahisy. Dan
ini merupakan kesalahan yang besar. Bal
hua minal fawahisil munkarat. Dan ini
merupakan kemungkaran yang buruk. Waifa
yajuzul baq al maasi. Dan bagaimana kita
boleh membiarkan eh kemaksiatan seorang
tetap berada di atas kemaksiatan paling
besar yaitu kekufuran. Waasil kabair dan
dosa besar yang paling besar. Waril
mubiqat. Dan juga adalah puncak dari
kebinasaan yang membinasakan. Wa aqbahil
muhlikat yang ee yang apa? membinasakan
yang paling parah. Litahsili guslin
la yuhsabu ibadatan liadami ahli
failihi. Gara-gara suruh tunda untuk
apa? Untuk mandi aja. Padahal dia belum
boleh juga untuk beribadah. Dia hanya
nilai ibadah kalau sudah masuk apa?
Islam. Ini suruh mandi ngapain? Dia
mandi juga belum dapat pahala. Kalau dia
masuk Islam dulu baru dia mandi baru
dapat pahala. Bab jadi ini ee apa
namanya yang benar ya intinya. Jadi
kalau ada orang masuk Islam tidak boleh
apa ditunda. Kalau ada orang masuk Islam
tidak boleh di ditunda. Karena siapa
yang menunda maka seakan-akan menunda
membiarkan kekufuran.
J kalau ada orang masuk Islam jangan
bilang sudah besok ketemu ustaz. Jangan
langsung masuk Islam sama saya aja.
Karena masuk Islam tidak harus di depan
apa ustaz.
Saya pernah juga ada waktu kajian
tahu-tahu ada perempuan bule mau masuk
Islam. Ustaz ini ada enggak pakai jilbab
bagaimana? Saya mau bilang, mau bilang
nanti juga saya takut dosa. Ya sudah
silakan kata asyhadu alla ilaha illallah
selesai masuk Islam sudah bawa pergi
diajarin ya. Jangan janganung sudah
pakai jilbab nanti di belakang. Aduh
repot lagi keburu kalau dia mati gimana?
Jadi ee kalau ada orang masuk Islam
jangan ditunda-tunda. Bab demikian saja
yang bisa sampaikan terkait dengan
syahadatain. Insyaallah kita lanjutkan
lagi tentang makna syahadatain dan juga
syarat-syaratnya di pertemuan
berikutnya. Wallahu taala alam bawab.
Demikian saja. Wabillah taufikah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.