Transcript
_aj6SYlW_F4 • Studi Banding Antara Nikmat Dunia & Nikmat Akhirat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2641__aj6SYlW_F4.txt
Kind: captions Language: id Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada malam hari ini kita berkumpul untuk menyampaikan salah satu dari pembahasan rukun iman yang keenam yaitu al iman bil yaumil akhir. Yaitu tentang kenikmatan surga. Ya, dan tentunya kita perlu sering mengingat hari akhirat ya agar kita tidak lupa dan tidak lalai ya dan tidak tenggelam dengan kesibukan dunia yang buat kita lalai dari mengingat akhirat. Allah Subhanahu wa taala memuji hamba-hambnya yang suka mengingatkan orang lain tentang akhirat. ibadana ibrahima wa ishaq waqu ulil aidi wal abs in akahum bikr inahumana laminal mustofaal akyar kata Allah subhanahu wa taala ingatlah hamba-hamba kami itu ibrahim ishak dan yakub ya yang mereka ulil aidi wal absar mereka memiliki amalan-amalan dan mereka memiliki ilmuyu k Allah mengatakan inna aklasnahum b Kami memilih mereka atau mengistimewakan mereka dengan suatu perangai. Perangai yang mulia. Apa? Zikradar. Zikra maksudnya tazkir. Itu mengingatkan manusia akan hari akhirat. Ya, mengingatkan manusia pada hari akhirat. Oleh karenanya kenapa para ee dai adalah orang-orang yang mulia yang Allah mengatakan ahsanu mimman daaallah wail. Siapakah perkataan yang lebih baik? daripada orang yang menyeru kepada jalan Allah dan beramal saleh. Karena di antara tugas para dai adalah menyambung apa yang disampaikan oleh para rasul, yaitu mengingatkan manusia akan adanya hari akhirat. Bahwasanya dunia hanyalah sementara dan hanya tempat menyeberang dan kita akan menuju pada tempat tinggal yang sesungguhnya yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Allahumma la aisya illa aisyul akhirah." Ya Allah, tidak ada kehidupan yang sungguhnya kecuali kehidupan akhirat. Dan di antara pembahasan tentang mengingat akhirat adalah tentang nikmat-nikmat surga. Tentang nikmat-nikmat surga. Dan ini penting untuk kita hayati ya. Karena dengan mengingat nikmat surga kita tidak terpedaya dengan nikmat dunia. Dengan dan mengingat nikmat surga kita bisa menahan diri dari banyak kemaksiatan. Karena kita tidak ingin ee menumbalkan nikmat surga gara-gara ingin mendapatkan nikmat yang sedikit. Oleh karenanya, seluruh pelaku maksiat disebut jahil. Seluruh pelaku maksiat disebut jahil. Ya, seperti kata ee kata Nabi Yusuf Alaih Salam ya ketika dia dirayu oleh ya oleh para wanita untuk berzina. Dia berkata, "Rabbi sijabu mimani waidunahin. Ya Allah, aku lebih senang di penjara ya daripada rayuan mereka. Kalau engkau tidak memalingkan tipu daya mereka dariku, asbu ilaihin aku akan condong kepada mereka." Waakum minal jahilin. Dan aku akan termasuk orang-orang yang jahil. itu terjerumus dalam kemaksiatan. Ya Allah juga mengatakan innamatu alallahina yaalun bijahalatin. Sesungguhnya Allah menerima tobat bagi orang-orang yang melakukan kemaksiatan dengan kejahilan kemudian mereka bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Maksudnya di sini pelaku maksiat disebut orang jahil. Kenapa disebut orang jahil? Di antara sebab orang pelaku maksiat disebut orang jahil karena karena kebodohannya dia mendahulukan nikmat dunia dengan mengorbankan nikmat apa? Akhirat. Dia mungkin berzina sebentar kemudian dia mengorbankan nikmat bidadari. Jahil atau tidak jahil? Dan betapa sering kita terjerumus dalam kejahilan. Oleh karena di antara hal yang membuat kita tertahan untuk tidak melakukan maksiat agar tidak jadi orang jahil. Kita ingat nikmat-nikmat apa? Surga. nikmat-nikmat surga. Dan itu salah satu metode Allah dengan melakukan komparasi antara nikmat surga dengan nikmat dunia. Dan itu juga metode Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan mengadakan komparasi perbandingan antara nikmat dunia dengan nikmat surga. Di antaranya Allah berfirman misalnya dalam surat An-Nisa ayat 77. dunya wal akirq. Katakanlah wahai Muhammad kepada merekail bahwasanya kesenangan dunia hanyalah sedikit akirq dan bahwasanya akhirat lebih baik bagi orang yang bertakwa. Allah bilang nih perbandingan dunia cuma sebentar cuma sedikit. Adapun akhirat lebih baik bagi yang bertakwa. Demikian juga Allah berfirman,"Alirunalun akir abq tapi kalian lebih mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal." Allah juga menasihati Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman. Janganlah engkau memanjangkan pandanganmu wahai Muhammad kepada orang-orang yang kami berikan bunga kehidupan dunia. Linaftinahum f karena kami ingin memfitnah mereka, menguji mereka. Warizbikir wa abq dan rezeki rabmu yaitu surga lebih baik dan lebih ke kekal. Apa yang aku berikan kepada mereka hanyalah zahrah zahratal hayati dunia. Hanya bunga kehidupan dunia. sampai Allah menamakan zahrah karena saking cepat layunya kita ambil mawar kita biarkan 5 menit dia sudah mulai layu. Demikianlah kehidupan dunia memang indah berwarna-warni. Ibarat bunga mawar yang berwarna-warni tapi kalau dipetik cepat cepat layu. Maka kenikmatan surga lebih baik dan lebih kekal. Di sini nampak sekali bahwasanya Allah Subhanahu wa taala dalam banyak ayat di antaranya tati yang saya bacakan Allah membuat studi banding antara nikmat dunia dengan nikmat akhirat. Demikian juga Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam satu hadis beliau bersabda, "Wallahi mad dunya fil akhirati illa maaju ahadukum isbaahui yammi falyan bima tarji." Kata Nabi, "Demi Allah tidaklah dunia dibandingkan akhirat. Dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti salah seorang dari kalian masukkan jarinya di laut. Kemudian dia angkat jarinya tersebut. Dia lihat apa yang terisa di tangannya. Yang terisa di tangannya itulah kenikmatan dunia. Adapun air laut itulah kenikmatan apa? Akhirat. Laut dunia ini mungkin dua pertiganya isinya lautan, isinya air. Tib kalau seorang masukkan tangan jarinya ke laut diangkat berapa? Satu tetes mungkin enggak sampai ketika dia biarkan cuma sedikit. Satu tetes lah yang tersisa di tangannya. Apa bandingannya satu tetes yang sisa di jarinya dengan lautan yang berlimpah ruah? Maka dunia ini sangat sedikit dan ini perumpamaan untuk takribi agar kita bisa paham bahwasanya dunia yang kita kejar-kejar, yang kita bangga-banggakan, yang kita saing-saingan, yang kita saling olok-mengolok, yang kita saling sombong-sombongan, ya ternyata hanyalah sangat sedikit dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Dalam satu hadis Rasul wasam mengatakan sungguhnya tempat cemeti kalian di surga artinya cuma lokasi kecil ya mungkin berapa senti kali berapa senti kali berapa meter itu di dunia di surga lebih baik daripada dunia dan segala isinya lebih baik daripada dunia dan segala isinya maka ini dalil bahwasanya Allah mengadakan komparasi demikian Demikian juga Rasul Sallahu Alaih Wasam komparasi tujuannya tadi tidak lain agar kita tidak terpedaya dengan kenikmatan dunia sehingga lupa dengan akhirat. Silakan menikmati dunia jadikanlah dunia sebagai sarana untuk meraih akhirat sebagaimana nasihat orang-orang saleh kepada Qarun yang diberi kekayaan. Apa kata mereka kepada Qarun? Gunakanlah potensi yang Allah berikan kepadamu di dunia ini berupa kekayaan untuk mencari akhirat. gunakan kaya tersebut untuk mencari apa? Akhirat. Sebagaimana Rasul sahu alaihi wasallam berkata kepada Amr bin Ash ketika Rasulullah menjadikan Amr bin Ash radhiallahu anhu sebagai pemimpin perang. Kata Rasulullah, "Agar kau dapat ghanimah." Kata Amr bin As saya berperang bukan cari ghanimah. Rasulullah mengingatkan, "Nikmalus shulh." "Wahai Amr bin Ass, kalau kau sebaik-baik harta yang baik jika dimiliki oleh orang yang saleh." Artinya kalau kau dapat ganonimah, kau bisa manfaatkan untuk meraih akhiratmu. Siapa yang diberikan potensi dunia maka jangan dia tenggelam dengan dunia, tetapi dia ingat dunia itu sarana untuk meraih apa? Akhirat. Kalau dia hanya untuk kesenangan dunia, rugi. Karena dunia cuma sedikit dibandingkan dengan akhirat. Oleh karenanya pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan kalau tidak salah sekitar ee 10 poin tentang komparasi antara kenikmatan dunia dengan kenikmatan akhirat. Ya, tentunya ee disebutkan dalam ee kenikmatan di surga nama-nama yang semisal dengan di dunia ya. Seperti di di dunia ada buah-buahan, di surga juga ada buah-buahan. Di dunia ada pohon, di surga juga ada pohon. Di dunia ada sungai, di surga juga ada sungai. Ya. Kemudian di dunia ada wanita, di surga juga ada wanita. Di dunia ada pembantu, di surga juga ada pembantu. Di dunia ada emas, di surga juga ada emas. Di dunia ada mutiara, di surga juga ada mutiara. Banyak hal yang Allah sebutkan. Di dunia ada burung yang bisa dimakan. Di surga juga ada burung yang bisa dimakan. Di dunia ada khamar. Di surga juga ada khamar. Ya, di dunia ada perak, di surga juga ada perak. Ya, dan banyak hal ya. Tetapi kaidahnya hanya sekedar nama yang sama. Kata Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, "Laisaun mimma fid dunya mimma fil jannah asma." Tidak ada suatu yang di dunia dibandingkan dengan di surga kecuali hanya sama dalam segi nama doang. Hakikatnya jauh berbeda. Jauh berbeda. Contoh saja kita bicara tentang pohon. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ma min syajarah fil jannah illa wasquha minhab." Tidak ada pohon di surga kecuali batangnya dari emas. Bayangkan pohon semua batang jadi apa? Emas. Emasnya pun bukan emas dunia. Emas apa? Akhirat. Ya. Rumah ada di dunia, rumah akhirat. Tapi kata Nabi, rumah di surga la binatun minhab, la binatun fid. Bata dari emas, bata dari apa? Perak. Namanya saja sama, apalagi perempuan. Cuma namanya saja wanita-wanita. Tapi hakikatnya jauh berbeda. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang wanita surga? Laat imat jannah dunya laat ma bainahuma wat ma bainahuma riha. Seandainya ada wanita bidadari nongol di dunia maka akan menerangi antara langit dan bumi. Taruhlah lampu mati semua di Majalengka. Ngcing terang benenderang. Subhanallah. [tertawa] Kemudian akan keluar aroma semerbak dari langit sampai bumi dari aroma tubuh wanita bidadari tersebut. Dan kerudung yang ada di kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya. Itu baru kerudungnya belum pipinya. Itu baru kerudungnya. Kata Nabi, lebih baik kepada dunia dan seisinya. Makanya kita enggak bisa bayangkan umatnya dunia dengan wanita apa? Akhirat. Sama-sama namanya wanita, tapi hakikatnya berbeda. Insyaallah akan kita singgung. Tapi maksudnya semua yang ada di dunia dibandingkan akhirat namanya sama tapi hakikatnya berbeda. Tib. Adapun yang pertama studi banding yang pertama atau komparasi yang pertama sebagaimana kita ketahu bahwasanya semua kenikmatan dunia akan sirna. Ya, semua kenikmatan dunia akan apa? Sir sirna. Tidak ada yang kekal abadi. Kata Allah Subhanahu wa taala, maakum yanfaduallahi. Apa yang ada pada sisi kalian akan sirna dan apa yang Allah siapkan semuanya akan abadi. Akan abadi. Menunjukkan bahwasanya semua kenikmatan dunia akan sirna. Adapun kenikmatan akhirat khairun wa abqo. Dua sifat lebih baik dan kekal. Dunia hanya akan selesai. Oleh karenanya Rasulullah pernah berkatair kalimat itu Labit bin Rabiah. Sejujur-jujurnya perkataan seorang penyair adalah perkataan Labit bin Rabiah. Dia pernah berkata, "Alain mahalahu bailuh." Sesungguhnya semua selain Allah akan sir sirna. Kemudian dalam satu riwayat ketika Labit Rabit bin Rabiah ini akan masuk Islam, dia akan masuk Islam satu saat tapi dululnya dia kafir dan dia seorang penya terkenal. Dia salah satu pemilik mualaqat al-Asyr yang di yang dijadikan syair-syair kebanggaan orang-orang jahiliyah dahulu ya. Suatu hari ada sahabat namanya Utsman bin Maz'un radhiallahu anhu ya. Ee dia sedang di Makkah dan ketika itu kaum Quraisy di puncak-puncak sedang mengganggu atau menyakiti kaum muslimin. Dan Utsman bin Mas'un ketika itu baru pulang kembali dari hijrah pertama ke negeri Habasyah sekitar tahun 5 kenabian. Kemudian dia masuk ke dalam Makkah dengan perlindungan Al-Walid Ibnu Mughirah. Walid Ibnu Mughirah yang lindungi dia. Walid Mughirah musyrik. Utsman bin Azun ketika masuk minta perlindungan dan dilindungi oleh Walid bin Mughirah. Bapaknya Khalid bin Walid yang musyrik. Tatkala dia melihat kaum musyrikin menyakiti kaum muslimin yang lain sementara dia aman. Maka dia bilang, "Saya kembalikan jaminan perlindunganmu wahai Walid bin Mughirah. Saya kembalikan. Sudah saya enggak perlu lindungi. Saya aman. Ya, mungkin dia enggak pengin banyak hutang budi. Ketika dia sedang duduk di di majelis Quraisy, tiba-tiba datang Labid bin Rabiah, sang penyair yang Rasulullah pernah puji syairnya tadi. Kemudian dia pun bersenandung dengan syairnya. Dia berkata, "Alain mahalah bail." Ketahuilah segala sesuatu selain Allah akan sir sirna. Maka Utsman bin Madun mengomentari, "Sodqta, kau benar. Semua selain Allah akan apa?" Sir sirna. Kemudian dia tambah lagi, wlu naimin lailu. Dan seluruh kenikmatan mau tidak mau akan sirna. Dia bilang, "Semua kenikmatan apapun semua akan sirna. Ya, wanita akan sirna enggak?" Sirna. Suami akan sirna enggak? Sirna. Mobil akan sirna enggak? Emas, perak, rumah, semuanya akan sirna. Kata dia pada bait syair yang kedua dan seluruh kenikmatan akan sirna. Maka ketika itu Utsman membanta Utsman bin Radhiallahuab kau dusta naimul naimul. Adapun nikmat surga tidak akan hilang. Nikmat dunia yang hilang. Adapun tidak semua kenikmatan yang hilang karena nikmat surga akan kekal abadi. Maka Labit ketika itu marah dan dia berkata, "Man kana yzi. Sejak kapan ada orang dari kalian yang menyakiti? Maka ada seorang berdiri kemudian dia tampar wajah Utsman sampai ee matanya biru. Sampai matanya biru. Maka Alwalid bin Mughirah yang tadi sempat memberi jaminan keamanan kepada Utsman bin Mad'un, maka dia berkata, "Quntu fiimmatin maniah." Tadinya bukankah engkau dalam perlindunganku yang kokoh? Ya. Kemudian artinya kalau kau mau ya ee saya akan jamin engkau lagi ya kalau kau mau. Maka Utsman bin Madun berkata inna inna ainil ukhra lima asoba ukhtaha laqiratun. Kata dia, "Sungguhnya mataku satunya yang selamat tidak digampar, sangat ingin digampar seperti yang satunya lagi." [tertawa] Subhanallah. Dia bukannya mau selamat. Dia bilang, "Saya digampar lagi enggak ada masalah ya. Sesungguhnya mataku satunya yang selamat juga ingin digambar sebagaimana mata satunya." Ya. Maka Wulid berkata, "Faud ila jiwarik." Ayo saya lindungi engkau lagi. Beri kau jaminan keamanan. Kata Utsman bin Mad'un, "Bal ard bijiwarillahi taala. Aku rida dengan perlindungan Allah Subhanahu wa taala." Namun setelah itu Labit bin Rabiah akhirnya masuk masuk Islam. Dia masuk Islam. Kemudian setelah itu dia tidak lagi bersenandung syair. Subhanallah. Sampai ketika ditanya Umar bertanya kepada dia Umar bin Khattab, "Kenapa kau tidak bersenandung syair lagi?" Kata dia surat Albaqarah. Allah sudah menggantikan syairku dengan surah Albaqarah. Saya lebih nyaman hafal surah apa? Albaqarah daripada sibuk dengan apa? Syair-syair. Disebutkan Labid ee bin Rabi ini ada yang mengatakan wafat umur 150, ada yang mengatakan wafat umur 160 lebih. Dia minal muammarin. Umurnya panjang. Tetapi yang menjadi perhatian kita ketika dia berkata dengan dalam syairnya bahwasanya wullu naimin la mahal zailu seluruh kenikmatan mau tidak mau akan sirna maka Utsman bin Na'zun bantah tidak nikmat surga tidak akan sir sirna itu nikmat dunia oleh karenanya Allah subhanahu wa taala ya menamakan seluruh kenikmatan dunia dengan mata semua dinamakan dengan mata Allah berfirman wuminult Kata Allah, "Apun kenikmatan yang Allah berikan kepada kalian di dunia, maka dunia mata kehidupan atau perhiasan kehidupan dunia dan apa yang diisi Allah lebih baik dan lebih kekal." Mata dalam bahasa Arab itu suatu yang dipakai dan bisa selesai dipakai ya seperti barang-barang namanya mata. Seluruh namanya kenikmatannya mata ya. barang-barang mobil disebut mata. Semua kenikmatan yang akan expire namanya apa? Mata. Kalau gitu seluruh kenikmatan disebut dengan apa? Mata. Karena bisa expire. Makanya mengatakan mataun qolil. Kesenangan yang sebentar. Di antara yang bisa expired adalah istri. Kata Allah subhanahu wa taala, "Adunya mata." Dunia seluruhnya kenikmatan yang bisa expire. Wiru mata dunia apa? Almaratu shihah. Sebaik-baik kenikmatan dunia yang bisa expire adalah apa? Istri yang salehah. Senikmat-nikmatnya istri, seindah-indahnya istri, semanis-manisnya istri, sesaleh-solehahnya istri, ada waktunya expire. Iya atau tidak? Atau ada istri yang tidak expire? [tertawa] Antum juga expired, bukan cuma istri. Namanya kenikmatan dunia disebut oleh Allah untuk mengingatkan kepada kita bahwasanya nikmat dunia itu hanya sementara. Allah berfun tidaklah. Ketahuilah kalian, ilmuilah, yakinilah. Kehidupan dunia itu hanyalah permainan senda gurau. Sebentar. Kemudian selesai senda gurau, kemudian serius. Permainan akhirnya game over. Sebentar aja. Wazinatun wa tafakurun bainakum watakirun fil amwal. Hanya zina, hanya pakai baju yang indah. Ya watfakurum bainakum. Kemudian bangga-banggaan. Watakurum fil amwali wal aulad. Banyak-banyakan harta dan anak-anak. Ada yang mengatakan ini Allah mengisyaratkan tentang marhalah manusia. Kalau dia masih kecil atau masih remaja, laibun walahun. Hanya main-main sendah gurau. Kalau dia mulai besar sedikit wazinah. Mulai gaya dengan bajunya, dengan motornya, dengan mobilnya, dengan kalau perempuan dengan perhiasannya, dengan tasnya, wazinah. Setelah itu maju lagi. Watfakur bangga-banggaan mobil saya lebih banyak inilah bangga-banggaan saya punya ini saya watak fil amwali wal aulad. Kemudian banyak-banyakan ini sudah mungkin sudah OKB orangor kaya baru mulai apa bangga-banggaan dengan banyaknya harta, banyaknya mobil, banyaknya tanah, banyaknya aset. Kata Allah semua itu yang mereka bangga-banggakan. Seperti ibarat air hujan yang turun kepada bumi bumi yang tandus kemudian menumbuhkan tumbuhan yang hijau. Ya, hijau menyenangkan untuk dilihat. Kemudian tiba-tiba menjadi kuningakun kemudian hancur lebur. Itulah kehidupan dunia hanya sebentar seperti rumput yang tumbuh hijau kemudian tidak lama kemudian menjadi apa? Kuning. Kemudian hancur ditiup angin. Kemudian kata Allah akhiratifat minallah waridwan. Di akhirat cuma dua kemungkinan. Azab syadid. azab yang sakit menyakitkan, yang keras atau keampunan dari Allah dan keridaan dari Allah Subhanahu wa taala. Cuma salah satu. Setelah kalian menjalani dunia ini, kalian akan masuk dalam akhirat dan kalian akan mengalami salah satunya. Kalau bukan diazab dengan azab yang pedih, kalian akan mendapati ampunan dan keridaan Allah. Kemudian Allah mengingatkan, "Wamal hayatud dunya illa mataul gurur." Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang expire. dia kesenangan expire dan dia juga menipu. Oleh karenanya dari sini kita sudah bisa komparasi bahwasanya kehidupan kenikmatan dunia hanyalah sementara. Adapun kenikmatan akhirat adalah apa? Abadi. Dan suatu yang sementara dengan dibandingkan abadi maka tidak ada apa-apanya. Sederhana kalau saya sama bilang sama antum, antum misalnya saya kasih dua mobil. Ada mobil Alpar mahal tapi kau hanya bisa pakai sebulan. Saya kasih kau Avanza, tapi kau bisa pakai seumur hidup dan selalu bagus Avanzaanya. Pilih mana coba? Avanza. Avanza. Kenapa? Meskipun dia jelek lebih daripada jangan tersinggung ya. Maksudnya maksudnya di kurang bagus dibandingkan Alpard. Iya. Enggak. Dia bagus cuma dibanding Alpard dia masih kalah ya. Iya. Meskipun dia kurang bagus dibandingkan Alpard atau di bawah ya, tetapi abadi dan selalu baru lebih baik daripada hanya bisa menggunakan alpart yang cuma sebulan. Bagaimana lagi kalau sebaliknya ternyata yang di dunia sudah kurang dan sebentar, di akhirat sempurna dan abadi. Tentu orang yang pintar akan memilih yang sempurna dan abadi. Dan saya mengorbankan suatu yang rendah dan expire kemudian meninggalkan suatu yang sempurna dan abadi. Tapi ini yang pertama bahwasanya kehidupan kenikmatan dunia sementara, kenikmatan akhirat adalah abadi dan sementara. Tarol kita bangun rumah. Kita bangun rumah. Rumah mungkin umur 100 tahun, 200 tahun. Tapi kita sendiri umurnya enggak sampai segitu. Tetap aja expire. Expire entah barangnya, entah penggunanya. Iya. Enggak. Kita punya barang mewah toh kita tidak bisa menikmati selama-lamanya. Kita mati di luar. Kalau enggak barang itu rusak di luar atau dijual orang atau dijual atau digadaikan dan macam-macamnya. Tib. Yang kedua, di antara komparasi antara kenikmatan dunia, kenikmatan akhirat. Semua kenikmatan dunia tidak ada yang sempurna. Adapun nikmat surga pasti sempurna. Semua kenikmatan surga sempurna. Allah berfirman tentang sungai misalnya matalul janntillati waidal muttaquun. Perumpamaan surga yang disiapkan oleh Allah untuk orang-orang yang bertakwa. Di sungai tersebut ada sungai yang isinya adalah air segar yang tidak berubah rasa dan baunya. Waharum lamag. Dan sungai-sungai yang isinya adalah susu yang tidak berubah rasanya. Kalau susu di dunia kita biarkan menggumpal, kecut, basi. Adapun susu di surga dibiarkan begitu saja tidak akan menggumpal, tidak akan kecut dan tidak akan berubah rasanya. Dan ada sungai-sungai isinya apa? Khamar yang lezat untuk diminum bagi para peminumnya. Musa dan sungai-sungai isinya madu yang murni. Sempurna nikmat. Kita bicara wanita sempurna ya. Wanita sempurna. Kata Allah Subhanahu wa taala tentang bidadari qiratut thf lamun insun qahum w jan bahwasanya para bidadari menundukkan pandangan mereka sempurna ya menundukkan pandangan mereka tidak perihat laki-laki yang lain sehingga kecintaan mereka kepada suaminya 100% bulat karena mereka tidak pernah memandang lelaki lain mereka tidak ada membandingkan suaminya dengan lelaki yang lain sempurna menundukkan pandangan ada yang menafsirkan qiratu atrofi azwajihinna Saking cantiknya pada bidadari sehingga menundukkan pandangan suaminya. Suaminya enggak butuh lihat perempuan lain karena saking cantiknya bidadari tersebut di surga. Lamun insumajan. Dia tidak pernah interaksi, tidak pernah disentuh oleh laki-laki lain maupun jin laki-laki. Enggak ada. Enggak pernah disentuh sama sekali. Dia tidak kenal lelaki kecuali engkau kalau kau masuk surga. Gak pernah nonton film Korea, gak pernah nonton film India. Gak ada. Gak ada. Enggak pernah disentuh oleh laki, jin maupun manusia. Enggak pernah. Sehingga kecintaannya bulat. Kemudian kata Allah, "Kaanahunal yaquutu wal marjan." Sempurna bidadari tersebut seperti alyaakut wal marjan. Alyyaqu maksudnya permata yang bening wal marjan putih seperti mutiara. Sehingga tubuhnya bening dan putih yang sempurna seperti mutiara. Ya, lluul maknun seperti mutiara yang disimpan dalam kangkangnya. Cangkangnya tidak terkontaminasi dengan kotoran apapun. Maksudnya kalau kita bicara semua nikmat surga pasti apa? Sem sempurna. Nikmat dunia tidak ada yang sempurna. Tidak yang sempurna. Sahabat enggak ada yang sempurna, istri enggak ada yang sempurna. Rumah enggak ada yang sempurna. Mobil enggak ada yang sempurna. Mana nikmat dunia? Enggak ada yang sempurna. Sahabat tidak ada yang sempurna. Terkadang setia, terkadang tidak setia. Terkadang ingat, terkadang lu lupa. Sebagaimana perkataan seorang penyatuhiban kau ingin ada ee sahabat yang tidak ada aibnya, apakah kau ingin ada kayu gaharu punya wangi tanpa ada asap? Pasti ada asapnya. Tidak ada yang sempurna. Istri tidak sempurna, suami tidak sempurna, gak ada yang sempurna. Di dunia enggak ada yang sempurna. Adapun nikmat akhirat semuanya sempurna. Mau pohonnya, mau buahnya, mau wanitanya, mau apapun minumannya semuanya sempurna. Oleh karenanya sungguh indah nikmat akhirat sudah sempurna lagi abadi. Sudah sempurna lagi abadi. Dan sungguh rendah nikmat dunia. Sudah kurang lagi expired. Sudah kurang lagi bakalan expired. Ya. Tib. Berikutnya. Kelanjutan daripada yang kedua, yang ketiga, bahwasanya kenikmatan dunia biasanya ada efek sampingnya. Kenikmatan akhirat tanpa efek samping. Benar atau tidak? Antum makan justru kadang-kadang semakin nikmat semakin besar efek sampingnya. Makan makanan enak coba. Udang enak, ada kolesterol atau tidak kolesterol? Kepiting enak yang enak-enak semua berpenyakit. Saya paling senang udang, saya paling senang kepiting. Semuanya kolesterol bikin asam urat ya. Emping saya paling suka tapi bosnya asam urat. [tertawa] Durian semuanya yang enak pasti ada efek efek samping. Semua enak-enak. Makanan semakin enak semakin banyak efek sampingnya. Subhanallah. Ya. Gorengan. Saya paling suka raja makanan. Gorengan. [tertawa] Kalau orang bilang raja buah durian, saya bilang raja makanan apa? Goreng. Siapa yang enggak suka gorengan? Lezat luar biasa. Ini salah satu kenikmatan orang Indonesia yang tidak diketahui orang Saudi. [tertawa] Gorengan. Tapi apa dampak gorengan? Ya Allah, luar biasa. Semakin enak semakin ber berefek. Ada efek sampingnya. Begitulah dunia. Semakin nikmat semakin banyak efek sampingnya. Coba antum pikirkan. Semakin nikmat semakin banyak efek sampingnya. Benar atau tidak? Khamar kelezatan, tapi efek sampingnya orang. Saya ketemu kawan yang sudah sadar, saya masuk ke hotel terus ada khamer lagi di wain-wain lagi dipajang di depan hotel. Dia bilang, "Ustaz, ini minuman paling lezat, Ustaz. Ini minuman paling lezat. Cuma haram katanya." Dulu dia suka minum. Ini paling lezat tapi haram. Efek sampingnya ada seperti orang gila kalau dia minum ya. Seperti orang orang gila ya. Adapun di surga tanpa efek samping minimal efek samping ya. Kalau kita makan kita buang air. Iya enggak? Kenyang. yang dan kemudian buang air efek samping. Adapun di surga kelak maka tidak ada efek samping orang minum khamar tanpa efek samping kata Allah. Mereka saling memperebutkan piala-piala atau gelas-gelas yang isinya khamar dan laun wim mereka saling minum khamar tapi tidak ada kata-kata sia-sia dan tidak ada kata-kata dosa. Artinya apa? Mereka minum khamar yang lezat, tapi tidak bikin kepala pening ya. Kemudian tidak bikin bicara yang aneh-aneh dan juga tidak menyakiti orangor lain. Tidak menyakiti orang. Berarti khamar tersebut tanpa efek efek samping surga. Di surga seorang makan sepuas-puasnya gak ada efek sampeng. Kenapa penghuni surga? La yabulun yatagwatun wala yamtakitun. Mereka tidak buang air kecil, mereka tidak buang air besar. Mereka tidak ingusan. Wabsqu mereka tidak buang ludah gak ada. Paling banter mereka gelegaan ya sendawa ataupun keringat maka aromanya seperti minyak kesturi. Itu pun aromanya minyak kesturi. Kita kalau makan enak makan bawang gelegelnya bawa apa? Bawa bawang busuk. Itu keluar dari atas. Keluar dari bawah lebih bau lagi. Jadi efek sampingnya banyak kalau di di apa namanya? Di dunia ya. Di dunia. Saya ingat teman saya ada gemuk sekali dulu kawan saya. Saya nasihati dia. Antum jangan saya gemuk tapi dia lebih gemuk lagi. Dahsyat. Saya bilang, "Ya Akhi, ente jangan makan-makan terus." Kata dia, "Ustaz, kita makan masih keluar enggak?" "Masih, ya. Sudah, kalau masih keluar makan terus. [tertawa] Kalau enggak bisa keluar, baru berhenti makan." Subhanallah. Dunia seperti itu ya. [tertawa] Ada efek sampingnya. Ada efek efek sampingnya. Adapun di akhirat gak ada orang makan bukan karena kelaparan, tapi berlezat-lezat. Gak ada efek sampingnya. Ya, orang berhubungan tanpa ada air mani. Tanpa ada air air mani ya. Tanpa ada ya tanpa ada efek samping. Oleh karenanya semua kenikmatan di di surga tanpa efek samping. Kenikmatan lezat tanpa ada efek samping sama sekali. B dengan dunia biasanya ada efek efek sampingnya. Tib. Kemudian yang berikut yang ke berapa? Yang keempat. Kenikmatan dunia semakin nikmat biasanya lebih beresiko. Beresiko dengan takutnya berpisah dari nikmat tersebut. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam datang Jibril kepada beliau. Kata kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Atani Jibril alaih salam faqala." Jibril datang kepadaku dan dia berkata, "Ya Muhammad, hiduplah sesukamu kau akan meninggal dunia. Cintailah siapa yang kau sukai, kau akan berpisah darinya." Subhanallah. Hiduplah sesukamu, kau akan meninggal dan cintailah siapa yang kau sukai, kau akan berpisah darimu darinya. Oleh karenanya, siapapun yang kita cintai, kita akan berpisah darinya. Semakin kita cinta semakin berat perpisahan. Cinta kepada seorang adalah kebahagiaan. Semakin kita cinta, kita semakin nikmat, tetapi resikonya semakin berat ketika berpisah. Benar atau tidak? Makanya di antara ujian yang berat yang dihadapi oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah meninggalnya dua orang yang sangat dia cintai. Yang pertama adalah Abu Thalib yang dianggap seperti ayah Nabi sendiri karena dia merawat Nabi seperti anaknya sendiri. Bahkan dia lebih cinta kepada Nabi daripada anak-anaknya yang lain. Ya. Dan dia rela pasang badan bela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan Rasulullah sangat sayang kepadanya. Rasulullah dakwahi dia, dakwahi dia, dakwahi. Ingin beriman tapi ternyata tidak beriman. Allah turunkan ayat innaka tahdi man ahbabta. Kau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai. Rasulullah sangat cinta kepada Abu Thalib, tapi meninggal dalam kondisi musyrik. Sedih Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian juga istrinya yang sangat dia cintai meninggal dunia. Siapa? Khadijah. Khadijah radhiallahu anha sangat dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana tidak hidup berumah tangga bersama Nabi 25 tahun tidak pernah angkat suara. Luar biasa. Siapa yang istrinya tidak pernah angkat suara? Coba angkat tangan. Ada istrinya gak pernah angkat suara? Ada tidak? Banyak ya. [tertawa] Tidak pernah angkat suara ke bawah, angkat suara ke atas. Tib 25 tahun tidak pernah angkat suara. Maka Rasul sahu alaihi wasallam bangga bisa cinta Khadijah. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inni qtu hubbaha." Aku telah diberi anugerah cinta kepada Khadijah. Ketika Aisyah cemburu, kemudian Aisyah mengatakan, "Nenek tua sudah meninggal, giginya sudah tanggal. Q abdalakallahu khair minha." Allah telah ganti yang lebih baik. Khadijah sudah diganti, nenek tua gigi sudah tanggal sudah meninggal selesai Allah ganti dengan yang baik. Banyak istri-istri mudamu. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Maani minha Allah tidak pernah ganti lebih baik daripada dia. Dia beriman kepadaku ketika semua orang kafir kepadaku. Dan dia membenarkan aku ketika semua orang mendustakan aku. Wawat bimhafsiha. Dia membantuku dengan seluruh hartanya dan jiwa raganya. Warqani Allah aulada haramallah auladanisa. Dan aku diberi anak darinya banyak sementara wanita lain tidak kasih anak kepadaku. Bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidak cinta kepada Khadijah. Apalagi Khadijah adalah cinta pertama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beda cinta pertama dengan cinta ketujuh ya akhi. Beda. Atas apa kata penyair fuaka minal hawa? illa habibil awali. Silakan kau pindahkan hatimu kepada siapa yang kau cintai. Sesungguhnya cinta sesungguhnyaalah cinta yang pertama. Wakam min manzilin yfulul fata winuhu abalin manziliin. Betapa banyak tempat tinggal dirindukan oleh sang pemuda, tetapi kerinduannya selalu kepada tempat yang pertama. Benar atau tidak? Jangan CLBK. Hati-hati. [tertawa] Mau saya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sangat cinta kepada Khadijah. Tapi inilah ujian bagi beliau ketika orang yang sangat dia cintai meninggal dunia. Sampai para ulama menamakan tahun tersebut dengan amul huzni, tahun kesedihan. Karena di saat yang sama dua orang yang sangat dicintai oleh Nabi meninggal di tahun yang sama. Cuma beda sedikit waktunya. Subhanallah. Rasulullah sangat sedih dengan wafatnya Khadijah radhiallahu anha. Maka di dalam dunia ini semakin kita cinta, semakin kita nikmati, semakin resikonya besar. Antum kalau cinta sama istri, cinta mati. Kalau meninggal antum sengsara. Tapi kalau antum enggak cinta, oke-oke saja. [tertawa] Meninggal ya wes ya wes. Kalau meninggal selesai sudah. Tapi kalau antum cinta benar itu kenikmatan kebahagiaan bisa cinta sama istri tapi waktunya berpisah sangat berat. Sampai sebagian orang saya tahu ada seal orang dulu sangat cinta ke mana-mana selalu pergi bersama istrinya meninggal enggak lama kemudian dia meninggal juga. Subhanallah. Saking cintanya sama istrinya, mikir terus karena berat perpisahan tersebut. Demikianlah kehidupan dunia. Antum sangat sayang kepada ibu antum. Kalau ibu antum meninggal, antum sangat sedih. Antum tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang di dicintai. Itu dunia semua kenikmatan berisiko. Makanya orang kalau bingin rumah terlalu besar, terlalu mewah, dia mati, dia takut mati. Takut meninggalkan rumah yang mewah. Kalau rumah biasa-biasa mati, ya sudahlah. [tertawa] Makanya antum yang rumah biasa-biasa aja aman. Rumah terlalu mewah, kamar kolam renang terlalu mewah, indoor bikin semua lengkap semua. Mau mati kayaknya sayang karena terlalu sayang sama rumahnya terbut. Tapi kalau enggak sayang awak ada masalah. Itulah sifat kenikmatan dunia. Semakin dicintai semakin penuh resiko. Makanya apa kata Jibril alaihi salam kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam? Waahbit wahahbib manta faka mufariqu. Cintailah siapa yang kau sukai wahai Muhammad kau akan meninggalkannya. Subhanallah. Makanya kalau cinta jangan terlalu dalam. [tertawa] Semakin dalam semakin bahagia memang semakin jatuh cinta. in love tetapi semakin bere beresiko. Itulah dunia. Di antara komparasi antara kenikmatan dunia, kenikmatan akhirat. Sudah azan belum? Berapa menit lagi? Sudah azan dulu deh kita azan langsung salat ya. Azan langsung salat baru kita lanjutkan. Bismillah insyaallahu taala sampai sini aja dulu. Insyaallah habis salat kita lanjutkan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasbihi w amma ba'ad. Kita lanjutkan di antara perbandingan antara kenikmatan dunia dengan kenikmatan akhirat. Yang kelima, bahwasanya kenikmatan dunia ada musimnya, ada waktunya ya. Dia tidak bisa terus-menerus kita ee nikmati ya. Seperti contohnya buah-buahan ada musimnya. Ada musimnya ya. Demikian juga ee seperti tadi keumuman mata namanya kendaraan pun ada waktunya rusak ya. Kemudian misalnya juga kita bicara tentang istri tidak selalu bisa kita apa berhubungan dengannya. Ada waktunya mungkin istirahat, ada waktunya tidak capek. Ya, kita pulang ke rumah ternyata dia lagi nonggol, lagi di tetangga. Jadi tidak bisa selalu bisa kita nikmati kenikmatan dunia. Adapun kenikmatan akhirat selalu bisa dinikmati tanpa kenal musim. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa taala berfirman, matalul janntillati waidal muttaquun tajri min tahtihal anharu ukha daimun. Kata Allah Subhanahu wa taala, ee surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai ukluha daim. Bahwasanya buah-buahan terus menerus ada, tidak pernah berhenti. Beda dengan dunia ada musimnya. Ada musimnya ya. Saya pernah bersafar dakwah kemudian di suatu daerah ketika dari bandara menuju daerah tersebut kalau enggak salah 4 jam saya naik mobil. Terus dia bilang, "Ustaz, di sini duriannya enak, Ustaz. Masyaallah, tapi belum musim." [tertawa] Terus ngapain cerita? Enggak lama kemudian saya diam aja, dia dukunya juga. Dukunya enak, Ustaz. Saya pikir ada, tapi belum musim juga. Terus ngapain cerita? Jadi adapun di surga kenikmatan tiada berhenti. Allah Subhanahu wa taala berfirman juga masyaallah. Ketika Allah berfirman tentang orang yang bahagia kata Allahu jannah maka mereka di surga. Kemudian kata Allah tentang nikmat di surgaan majz karunia yang tiada putus-putusnya itu mereka dapat kenikmatan yang tiada putus-putusnya. Allah berbicara tentang bidadari setiap saat siap melayani suaminya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Urun maqsuratun filam." Urun maqsuratun filam. Para bidadari yang cantik jerita yang tertahan dalam kemah-kemah selalu menanti kedatangan apa? Suaminya. Walaupun ma di dunia terkadang kita pulang dia lagi tidak di rumah, lagi silaturahmi, lagi ngobrol sama tetangganya, lagi di mall, lagi ikut pengajian, ya tidak selalu setiap saat bisa melayani. Demikian juga wanita surga wazwajum mutaharah, istri-istri yang bersih, tidak ada haidnya, tidak ada nifasnya. Ya kadang wanita di rumah tapi ternyata lagi berhalangan. Terkadang di rumah tidak ada halangan lagi tidak mut. Jadi ee kenikmatan dunia setiap saat bisa kita nikmati. Adapun kenikmatan eh kenikmatan dunia tidak setiap saat bisa kita nikmati. Adapun kenikmatan akhirat setiap saat selalu bisa kita nikmati. Bab yang berikutnya yang keenam di antara yang mengurangi nikmat dunia. Kalau seorang semakin tua dia semakin sulit menikmati kenikmatan dunia tersebut. Dia semakin lemah. Ya, tidak seperti ketika dia masih muda, dia bisa bersenang-senang, dia bisa bermain-main, dia bisa menikmati manjat gunung misalnya. Dia sudah tua, sudah susah, makan juga susah. Menikmati kenikmatan dengan susah payah karena kemampuan dia semakin berkurang. Manusia dari lemah kemudian puncak kuat kemudian menjadi lemah. Ketika semakin lemah, dia semakin sulit menikmati. Banyak kenikmatan tidak bisa dinikmati. Padahal nikmat di depan mata, tapi dia tidak mampu menikmati. Apalagi kalau dia sudah ardalil umur waminhum waminkumil umur. Di antara kalian ada yang dikembalikan kepada umur yang paling hina, yang paling rendah. Di mana seorang sudah mulai pikun, enggak ngerti apa yang dia bicarakan, sering lupa, tidak kenal lagi siapa di depannya. Kalau bicara diulang-ulang, "Kamu siapa sih?" Baru dijelaskan tadi. Ngomong sebentar lagi, "Eh, kamu siapa sih?" Lupa lagi ya. Lupa datang suaminya. Kamu siapa? Kenapa masuk ke sini? Padahal suaminya. Sudah ada pikun. Ada pikun. Sudah susah mau kadang enggak bisa bersihkan kotorannya sendiri. Ini apa lagi mau dinikmati? Hidup semakin tua umur semakin su sulit. Jadi mau kaya pun mau hidup lama pun semakin su sulit. Kenikmatan dunia tidak bisa dinikmati dengan sempurna. Karena semakin kita tua semakin sulit kita nikmati. Beda ketika masih muda kita mau ini, mau anu, mau jajan, mau jalan-jalan dengan energik, dengan giat kita bisa menikmati banyak hal. Bisa tua semakin lemah, semakin lemah, semakin enggak kuat, semakin perlu dibantu orang, kehidupannya merepotkan banyak orang. Makanya Rasulullah berlindung dari aril umur. Di antara doa Nabi sebelum salam,ika urda um antum hafalkanubika Allahubika minal Allahubika minalni. Allahum naudubika anil umur. Allahum naub dunya. Allahum nabilqar. Di antara doa Nabi sebelum eh salam yaitu aku berlindung kepada Engkau ya Allah agar aku tidak dikembalikan kepada umur yang paling rendah. Itu kondisi seorang sangat rendah. Semakin tua semakin susah. Jalan sudah susah. Adapun di surga maka orang selalu energik, selalu muda, selalu dalam kondisi sempurna dalam menikmati kenikmatan. Jadi kenikmatan bisa dinikmati dari sisi dari sisi kenikmatannya, dari sisi pengguna kenikmatannya. Adapun di surga kenikmatannya sempurna, pengguna penikmatnya juga sem sempurna. Oleh karenanya semua orang akan dibangkitkan masuk surga dalam umur 33 tahun di masa puncak-puncak energiknya seseorang. Yunadi munadin. Ketika masuk surga maka ada suara yang menyeru innakum anhu fala tasqu abada. Kalian akan senantiasa sehat, kalian tidak akan sakit selama-lamanya. Kalian akan senantiasa hidup dan kalian tidak akan mati selama-lamanya. Kalian akan senantiasa muda, tidak akan tua selama-lamanya. Kalian akan senantiasa bahagia dan kalian tidak pernah sengsara selama-lamanya. Saking begitu sempurnanya seorang menikmati kenikmatan surga, dia tidak pernah letih. Yauna fihaun wam fiha lugub. Penghuni surga berkata, "Kami di surga kami tidak mengalami nasab." Dan lugup nasab itu apa? Nasab ada keletihan ketika beraktivitas. Lugub adalah kecapekan setelah beraktivitas. Ada orang ketika beraktivitas dia tidak rasa capek. Ketika selesai kegiatan dia capek. Namanya lugup. Ada orang ketika beraktivitas dia capek. Di surga ini enggak ada, itu enggak ada. Aktivitas sempurna. Aktivitas sempurna. Tidak ada letih ketika sedang beraktivitas. Dan setelah beraktivitas menuju aktivitas lain tidak ada letih sama sama sekali. Itulah kenikmatan para penghuni surga. Oleh karena enggak ada penghuni surga yang tidur. Enggak ada yang tidur. Ketika Rasulullah ditanya, "Ayamu ahlul jannah?" Apakah penghuni surga tidur? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Annaumu akhul maut." Tidur adalah saudara kematian. Ya, tidur adalah kematian kecil. Makanya kita kalau bangun tidur kita mengatakan alladzi ahyana ba'da amatana. Segala puji bagi Allah telah menghidupkan kami dari setelah mematikan kami. Sehingga enggak ada ya tidak ada ee penghuni surga yang tidur. Dan penghuni surga tidak boleh tidur. Kalau dia tidur berarti dia off dari kenikmatan. Iya enggak? Dan penguni surga enggak boleh. Off enggak boleh. Innal abroro lafi naim. Sungguhnya orang-orang saleh tenggelam dalam kenikmatan. Lafi naim. tenggelam dalam kenikmatan. Berpindah satu kenikmatan kenikmatan yang lain tidak ada off-nya. Kalau tidur berarti off. Lagi jalan-jalan ngobrol sama bidadari. Tahu-tahu aduh ngantuk. Abang bobo dulu. Aa mau bobok lah. Gimana Mas? A gimana A? Bidadari masih semangat ya? Aduh tidur enggak ada di surga ngantuk? Enggak ada enggak ada ngantuk. Enggak ada letih. Karena ngantuk adalah buah dari letih. Letih kemudian ngantuk tidur. Surga enggak boleh. Enggak boleh. Antum enggak boleh letih enggak boleh apalagi ti tidur. Tib yang berikutnya i kenikmatan dunia kalau kita nikmati terus-menerus akan ada rasa bosan. Itulah sifat kenikmatan dunia. Memang enak. Tapi makan pertama enak, makan kedua enak, makan ke-10 sudah mulai bosan. Itu sifat dunia seperti itu. Ada kebosanan. Gak mungkin terus-menerus happy terus. Enggak beda ketika pertama kali merasakan ya. Tapi lama-lama bosan ya. Adapun nikmat surga tidak selalu menakjubkan. Kata Allah, "Inna ashabal jannatil yauma fi suulin faqihun." Ya, sungguhnya penghuni surga senantiasa dalam kenikmatan bersenang-senang ya, kenikmatan yang terus dia tidak pernah membosankan ya. Allah sebutkan dalam sebentar dalam surah Alwaqiah kata Allahumahun kata Allah Subhanahu wa taala eh tentang ketikaumunahum kata Allah terangkan kepadaku siapa yang eh apa yang kalian sedang tanam. Sesungguhnya kalian yang menanam yang menumbuhkan ataukah kami yang menumbuhkan? Kalau kami berkehendak, kami jadikan semua tanaman kalian menjadi rusak. Fadoltum tafakahun. Maka kalian pun menjadi takjub dengan rusaknya. Kok tiba-tiba rusak? Allah bisa rusakkan dalam sekejap. Bisa kena angin, bisa kena salju. Salju turun bisa merusak sebagian tumbuhan, bisa datang belalang, bisa kena kebakaran. Fadoltum tafakahun. Maka kalian pun kaget, takjub kok bisa rusak. Sebagian ulama ketika menafsirkan firman Allah dalam surat Yasin, inna asabal jannatil yaum fi suugulin faqihun. Sungguhnya penghuni surga di surga hum fi sugul dalam kesibukan, yaitu sibuk kenikmatan. Faqihun yaitu kenikmatan yang menakjubkan. Yang menak menakjubkan. Jadi setiap mereka dapat nikmat mereka selalu takjub dengan nikmat tersebut. Jadi mereka tidak bakalan pernah bosan karena nikmat tersebut mereka merasa takjub terus. Beda dengan nikmat dunia lama-lama bosan. Iya enggak? Saya saja bicara, saya sudah berapa kali berubah ee selera makan. Dulu saya paling suka makan bebek goreng. Di mana-mana saya cari bebek goreng. Sekarang enggak. Enggak tahu kenapa. Dulu terlalu ekstrem kalau bebek goreng. Dulu saya ke mana-mana pasti cari mie ayam. Tiap hari kalau di Jogja makan mie ayam tiap hari. Tidak pernah tidak tidak pernah absen. Tanya teman-teman selalu cari mie ayam sekarang enggak. Mi ayam saya enggak sentuh sama sama sekali. Gak tahu ada kebosanan. Mungkin kembali lagi nanti salat satu. Wallahualam. Tapi maksudnya begitulah nikmat dunia. Ada kebosanan. Makanya terkadang kita butuh ganti yang lain, ganti yang lain supaya tidak bosan. Tetapi nikmat surga ya tidak pernah bosan. Selalu menakjubkan. Selalu menakjubkan. Kemudian yang berikutnya kenikmatan surga ee kenikmatan dunia biasanya butuh usaha dan butuh proses. Butuh usaha dan butuh proses. Biasanya berjuang baru dapat nikmat tersebut. Kita mau kaya ya harus kerja, berusaha sampai akhirnya menjadi orang yang berada. Kita mau sukses, berusaha sampai jadi pejabat atau orang terkenal perlu usaha. Ya, kita mau nikah juga butuh ini, kumpulkan uang ini, kumpulkan uang, proses sana sini proses proses akhirnya baru dapat istri. Ya, banyak semua kenikmatan di peroleh dengan apa? Dengan kerja keras. Dan justru kenikmatan dunia itu semakin kerja keras semakin terasa nikmatnya, semakin terasa indahnya. Tetapi kalau di surga tidak ada kerja keras dan tidak ada proses langsung semuanya langsung. Ya Allah berfirman tentang surga fi jannatin fi jannatin aliah. Kata Allah kutufuha daniah. Kutufuha daniah. Mereka berada di surga yang tinggi tetapi dahan-dahannya rendah. Dahan-dahannya rendah. Ya. Jadi kalau penghuni surga pengin makan buah, maka buahnya yang mendekat tanpa ada usaha langsung tinggal makan. Enggak usah capek-capek manjat pohon. Jadi di surga enggak ada durian jatuh, enggak ada. Cuma di dunia surga datang sendiri. Kata Allah juga, wajanal jannatainidan. Dan buah dari dua surga tersebut dan rendah langsung tinggal dipetik. Tinggal di dipetik enggak ada susahnya. Bahkan Allah mengatakan apa? Thirin mim yasahun. Ya, dari burung yang mereka senang. Kata para ulama kalau ada burung lewat di surga. Jadi di surga juga ada hewan, ada burung. Ada burung lewat tiba-tiba penghuni surga lihat dia pengin makan burung itu. Langsung datang burungnya sudah masak tinggal makan. Sampai ada tafsir mengatakan dia lagi makan pengin burung panggang burungnya. panggang lagi tengah makan pengin burung burung ini jadi sate jadi sate burung langsung saat itu juga tanpa ada nunggu langsung jadi nikmat surga enggak pakai nunggu nunggu itu suatu penderitaan iya enggak menunggu tuh enggak enak makanya kalau kita pesan makan restoran mbak jangan pakai lama ya karena nunggu itu enggak enggak enak di surga enggak ada nunggu karena nunggu itu penderitaan maka tidak ada penderitaan di surga nunggu adalah kesedihan makanya tidak Ada penungguan di surga semuanya langsung instan langsung Rasul Sallah Wasallam bersabda Rasulullah cerita anjulan min ahlil jannah istana fzaraahu fara ada seorang penghuni surga lelaki penghuni surga minta izin kepada Allah untuk pengin bercocok tanam Allah bertanya bukankah kau ingin apa saja ke aku kasih ngapain minta pengin bercocok tanam Tapi dia mengatakan, "Wahibuzra, saya ingin bercocok tanam." Kata Allah, "Silakan." Ketika dia bercok tanam, fabadar thfa, maka sebelum dia menutup, mengedipkan matanya, maka tumbuh besar langsung panen setinggi gunung dalam satu saat. Sebelum dia mengedipkan mata langsung creng, langsung selesai. Ini dalil bahwasanya kita mau apa saja di surga kalau hobi kita, kalau kita mau Allah akan kabulkan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, fabaduh wastiwau wastihsaduhu fakana amsal jibal. Maka tumbuhnya, matangnya, panennya sebelum dia mengedipkan matanya dan seb setinggi gunung langsung tidak perlu menanti. Tidak perlu menanti. Dalam hadis juga kata rasul sahu alaih wasallam, innal mukmin almukmin aha waladan atau walad fil jannah hamlu wasinuhuatin yahi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Almukmin, seorang mukmin kalau di surga asta ahal walad, kalau dia pengin punya anak fil jannah di surga kana hamluhu, maka anak ini dalam kandungan wawatu melahirkannya wasinuhu besarnya dalam fah dalam satu waktu kama yai sesuai dengan yang dia inginkan." Maksudnya dia berangan pengin punya anak umur 5 tahun treng langsung keluar 5 tahun. Dia pengin punya anak umur 17 tahun, treng sesuai dengan umur yang dia kehendaki. Gak ada tunggu keluar hamil dulu. Nangis-nangis ini apa namanya? Istri minta apa namanya? Ngidam, minta ini, minta anu ngerepotin. Enggak ada. Treng langsung keluar. Ini menunjukkan wakum fahi anfusukumun. Bagi kalian di surga apa yang kalian inginkan, yang apa yang kalian minta, apa yang kalian hasratkan langsung Allah kabulkan. Bahkan di antara tafsirum apa yang kalian inginkan kalian hasratkan Allah kabulkan. Dan apa yang kalian aku dari idwa kita di dunia sering kita ngaku-ngaku, oh itu tanah saya padahal bukan sudah dijual sama Bapak. Oh itu anu saya ini. Padahal bukan di surga kau ngaku-ngaku apa saja. Jadi, falakum fiha maastahi anfusukum wakum fiha ma taddaun. Kau hasrat apa saja, ngaku-ngaku apa saja Allah kabulkan. Pengin punya anak Allah kabulkan. Pengin kau cocok tanam Allah kabulkan. Sampai ada seorang salaf ditanya, "Kalau kau di surga kau pengin apa?" "Saya pengin ada hujan lewat." "Tahu-tahu hujan bidadari" katanya. Masyaallah, boleh juga idenya. [tertawa] Ini sekedar ide. Antum masuk surga terserah punya ide-ide yang lain ya. Tapi intinya pengin sesuatu tanpa menanti, tanpa menunggu langsung di dikabulkan. Karena menunggu itu penderitaan. Dan di surga kita minta apa saja Allah kabulkan. Tapi saya pernah ditanya, "Ustaz kalau dia hobi main bola, ustaz kalau saya di surga boleh enggak saya main bola?" Boleh. Tanam aja boleh. Tapi siapa yang main bola sama kamu? Saya orang semua sibuk main bola sama bidadari. main bola sama siapa [tertawa] ya? Dulu saya waktu belajar di UIM ada guru saya guru fikih. Dia cerita pembahasan yang sama. Kita di surga kalau masuk surga kita minta apa saja mungkin kita nanti di surga kita belajar fikih lagi. Saya bilang enggak syente aja saya enggaklah [tertawa] sudah cukup belajar fikih di dunia di surga enggak. Kita punya banyak kesibukan tapi ma saya seorang ingin hobi sesuatu ya maka akan dikabulkan. Maka akhirnya ketika Nabi cerita ada seorang laki di surga pengin bercocok tanam, akhirnya ada seorang Arab Badui komentar. Dia mengatakan, "Wallahi la tajidu illa quraan ansarian." Itu orang yang minta bercocok tanam di surga itu pasti orang Quraisy atau orang Anshari. Adapun fnahum ashab zar mereka suka tanam bercocok tanam. Amahnu falasna biashab zara. Adapun kami enggak bakalan minta bercocok tanam karena kami bukan tukang menanam. Maka fadahikan Nabi sallallahu alaihi wasallam ibu tertawa. Makanya kalau antum di surga dengan ada orang, "Ya Allah, saya pengin makan gudek." Itu mungkin orang Jogja. [tertawa] Oleh karenanya ini sebagian perbandingan antara nikmat Dunia dan nikmat surga. Maka seorang berusaha ingat kenikmatan surga. ketika tergerak hatinya untuk membangkang perintah Allah, dia ingat nikmat surga. Jangan sampai dia menjadi orang yang jahil dan akhirnya dia mengorbankan kenikmatan surga, menumbalkan nikmat surga gara-gara kenikmatan yang sementara. Dan dia jangan terlalu tenggelam dengan dunia sehingga lupa untuk mengingat Allah. Silakan dia mencari harta sebanyak-banyaknya, tapi harta tersebut untuk mendekatkan dia kepada Allah subhanahu wa taala. Bukan memberatkan dia di akhirat kelak, tapi membuat dia semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa taala. Wa ahsin kama ahsanallahu ilaik. Dikatakan kepada Quran, berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Ya, semakin seorang diberi kenikmatan, maka semakin besar kewajibannya bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Berjuang dalam hidup ini agar bisa meraih nikmat surga. Wallahu taala alam bisawab. Mungkin sampai di sini saja ya yang bisa saya sampaikan. Dan terakhir saya tambahkan ini poin yang terakhir bahwasanya di surga ada nikmat-nikmat yang belum kita bisa bayangkan. Belum bisa kita bayangkan. Ya Allah Subhanahu wa taala dalam hadis qudsi mengatakan, adatul ibadi shihin ma ainun roat wunun samiat w alqbi basyar. Sesungguhnya aku siapkan bagi hamba-hambaku yang saleh di surga kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata mereka, tidak pernah didengar oleh telinga mereka, bahkan tidak pernah terbetik dalam hati mereka. Jadi, ada kenikmatan yang mungkin kita pernah dengar, yang mungkin kita pernah lihat semisalnya, yang mungkin pernah terbetik. Ada kenikmatan yang tidak pernah terbetik sama sekali. Tidak pernah terbetik sama sekali. Saya contohkan perbandingan dunia sekarang. Kita enggak, sayaak belum bicara nikmat surga. Saya bicara nikmat dunia. Bukankah kalau kita kembali 1000 tahun yang lalu, kalau kita kembali ke masa lalu, seandainya kita hidup 1000 tahun yang lalu, kita mungkin tidak pernah bayangkan ada namanya pesawat. Iya enggak? Iya. Kita enggak pernah bayangkan yang namanya AC. Enggak. Enggak terbetik dalam hati mereka ada suatu kenikmatan namanya pesawat untuk safar ke sana kemari. Ada namanya AC. Enggak, enggak, enggak terbetik. Enggak terbentik. Ee banyak kenikmatan makanan yang durian sekarang. Durian apa namanya? Musangking. Kemudian, eh, montong belakang ini Musangking. Kemudian Black Thorn ya. Kemudian sekarang 101. Ada lagi saya kemarin empat makan makan empat model durian di mana? Di Malaysia. Masyaallah enak semua. Dan dulu saya belum kenal ada durian seenak ini. Ya, ini bukan iklan cuma kasih tahu. [tertawa] Maksud saya banyak kenikmatan yang tidak dibayangkan oleh mereka ketika itu. Ternyata sekarang ada. Kalau seandainya nenek moyang kita 200 tahun lalu suruh nengok kita sekarang, pasti mereka bilang ini di surga. Benar enggak? Baik ada mobil, pesawat, ada motor, rumah berasek, ada televisi, ada HP. Mana mereka pikir ada HP bisa ngomong jarak jauh? Enggak ada. Mereka enggak pernah terpikirkan, enggak pernah lihat, enggak pernah terbayangkan. Akal mereka enggak sampai. Itu baru kenikmatan apa? Dunia. Dan kita juga banyak kenikmatan dunia yang belum kita rasakan. yang kata orang penikmatnya sangat lezat tapi itu haram. Tadi seperti kawan saya, "Ustaz, ini minuman terenak wine semakin lama disimpan semakin apa? Enak. Kita enggak tahu." Tapi dia pernah merasakan nikmatnya luar biasa. Orang yang mungkin narkoba, kenapa mereka kecenduan? Kata mereka sangat nikmat. Kita enggak pernah ngerasain. Artinya ada nikmat yang tidak pernah kita bayangkan seperti apa nikmatnya. Seperti jomblo. Dia enggak tahu gimana nikmat nikah. Dia menkhayal-mhayal doang, tapi salah terus. K enggak tahu, enggak pernah tahu. Maksudnya ada nikmat-nikmat yang di dunia pun belum kita pernah bisa bayangkan seperti apa. Apalagi di akhirat akan ada nikmat-nikmat yang Allah siapkan yang tidak pernah kita bayangkan. Tidak ada semisalnya di dunia ini. Oleh di antara perkataan para ulama tentang firman Allah, lilladina ahsanul husna waziadah. Bagi orang berbuat baik, mereka akan mendapatkan surga waziadah. Tambahan. Tambahan adalah melihat wajah Allah Subhanahu wa taala. Ya. Kata Rasul wasam, "Ahlul jannil jannah." Ketika penghuni surga masuk surga nada munadin, maka ada yang menyeru eh bukan sebentar. Eh, iya ada yang menyeru inakumidan sesungguhnya Allah punya janji buat kalian. Alamubitana dalam riwayat alam tubit wujuhana Allah mengatakan kalian mau tambahan. Kata mereka, "Ya Allah, bukankah kau telah membuat wajah kami berseri-seri di surga? Dan Allah telah menyelamatkan kami dari api neraka. Dan Allah telah memasukkan kami dalam surga. Mau apaagi? Gak ada lagi kita minta tambahan. Sudah terlalu di puncak kenikmatan.A kata Allah ada nikmat yang lain. Hijab maka hijab Allah disingkap. Maka mereka melihat Allah. Kata Nabiahi mereka tidak pernah diberikan kenikmatan yang lebih mereka sukai daripada memandang Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya Abu Hasan alasyari mengatakan, "Puncak kelezatan adalah memandang wajah Allah Subhanahu wa taala." Nikmat memandang wajah Allah ini disebut oleh Allah dengan ziadah tambahan. Seban mengartikan kenapa dikatakan ziadah? Karena dia adalah kenikmatan yang di luar daripada balasan amalan mereka. Ini bonus luar biasa. Ada ngartikan bonus. Ada yang mengartakan ziadah karena dia nikmat yang tidak ada semisalnya di dunia. Tidak ada namanya dunia kenikmatan memandang kemudian memandang luar biasa nikmat luar biasa enggak ada. yang ada yang makan minum berhubungan dengan wanita. Tapi kenikmatan memandang dan itu puncak kenikmatan itu enggak ada semisalnya di dunia. Ini contoh bahwasanya di surga akan ada banyak kenikmatan yang tidak pernah terbetik dalam hati manusia. Nanti Allah ungkap tatkala seorang masuk surga. Wallahu taam bisawab. Demikian sa saya sampaikan. Semoga Allah masukkan kita semua dalam surganya. Amin ya rabbal alamin. Maka semangat beribadah. Jangan malas-malas. Kalau lagi malas ingat mati. Kalau maksiat segera bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau diberi nikmat bersyukur, kalau diberi ujian bersabar. Ya, siapa yang melakukan tiga ini? Waagfar. Siapa yang diberi nikmat bersyukur, diberi ujian bersabar, kalau berdosa istigfar, maka dia telah merupakan orang yang berbahagia. Karena tiga perkara ini adalah unwanus saadah, tanda kebahagiaan seseorang. Wallahu taala alam bawab. Demikian saja kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.