Transcript
_aj6SYlW_F4 • Studi Banding Antara Nikmat Dunia & Nikmat Akhirat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2641__aj6SYlW_F4.txt
Kind: captions
Language: id
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pada malam hari ini
kita berkumpul untuk menyampaikan salah
satu dari pembahasan rukun iman yang
keenam yaitu al iman bil yaumil akhir.
Yaitu tentang kenikmatan surga. Ya, dan
tentunya kita perlu sering mengingat
hari akhirat ya agar kita tidak lupa dan
tidak lalai ya dan tidak tenggelam
dengan kesibukan dunia yang buat kita
lalai dari mengingat akhirat. Allah
Subhanahu wa taala memuji hamba-hambnya
yang suka mengingatkan orang lain
tentang akhirat.
ibadana ibrahima wa ishaq waqu ulil aidi
wal abs in akahum bikr
inahumana laminal mustofaal akyar kata
Allah subhanahu wa taala ingatlah
hamba-hamba kami itu ibrahim ishak dan
yakub ya
yang mereka ulil aidi wal absar mereka
memiliki amalan-amalan dan mereka
memiliki ilmuyu k Allah mengatakan inna
aklasnahum b Kami memilih mereka atau
mengistimewakan mereka dengan suatu
perangai. Perangai yang mulia. Apa?
Zikradar. Zikra maksudnya tazkir. Itu
mengingatkan manusia akan hari akhirat.
Ya, mengingatkan manusia pada hari
akhirat. Oleh karenanya
kenapa para ee dai adalah orang-orang
yang mulia yang Allah mengatakan
ahsanu mimman daaallah wail. Siapakah
perkataan yang lebih baik? daripada
orang yang menyeru kepada jalan Allah
dan beramal saleh. Karena di antara
tugas para dai adalah menyambung apa
yang disampaikan oleh para rasul, yaitu
mengingatkan manusia akan adanya hari
akhirat. Bahwasanya dunia hanyalah
sementara dan hanya tempat menyeberang
dan kita akan menuju pada tempat tinggal
yang sesungguhnya yang kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Allahumma
la aisya illa aisyul akhirah." Ya Allah,
tidak ada kehidupan yang sungguhnya
kecuali kehidupan akhirat.
Dan di antara pembahasan tentang
mengingat akhirat adalah tentang
nikmat-nikmat surga. Tentang
nikmat-nikmat surga. Dan ini penting
untuk kita hayati ya. Karena dengan
mengingat nikmat surga kita tidak
terpedaya dengan nikmat dunia. Dengan
dan mengingat nikmat surga kita bisa
menahan diri dari banyak kemaksiatan.
Karena kita tidak ingin ee menumbalkan
nikmat surga gara-gara ingin mendapatkan
nikmat yang sedikit. Oleh karenanya,
seluruh pelaku maksiat disebut jahil.
Seluruh pelaku maksiat disebut jahil.
Ya, seperti kata ee
kata Nabi Yusuf Alaih Salam ya ketika
dia dirayu oleh ya oleh para wanita
untuk berzina. Dia berkata, "Rabbi
sijabu mimani
waidunahin.
Ya Allah, aku lebih senang di penjara ya
daripada rayuan mereka.
Kalau engkau tidak memalingkan tipu daya
mereka dariku, asbu ilaihin aku akan
condong kepada mereka." Waakum minal
jahilin. Dan aku akan termasuk
orang-orang yang jahil. itu terjerumus
dalam kemaksiatan.
Ya Allah juga mengatakan innamatu
alallahina yaalun bijahalatin.
Sesungguhnya
Allah menerima tobat bagi orang-orang
yang melakukan kemaksiatan dengan
kejahilan kemudian mereka bertobat
kepada Allah subhanahu wa taala.
Maksudnya di sini pelaku maksiat disebut
orang jahil. Kenapa disebut orang jahil?
Di antara sebab orang pelaku maksiat
disebut orang jahil karena karena
kebodohannya dia mendahulukan nikmat
dunia dengan mengorbankan nikmat apa?
Akhirat.
Dia mungkin berzina sebentar kemudian
dia mengorbankan nikmat bidadari. Jahil
atau tidak jahil? Dan betapa sering kita
terjerumus dalam kejahilan.
Oleh karena di antara hal yang membuat
kita
tertahan untuk tidak melakukan maksiat
agar tidak jadi orang jahil. Kita ingat
nikmat-nikmat apa? Surga. nikmat-nikmat
surga. Dan itu salah satu metode Allah
dengan melakukan komparasi antara nikmat
surga dengan nikmat dunia. Dan itu juga
metode Nabi sallallahu alaihi wasallam
dengan mengadakan komparasi perbandingan
antara nikmat dunia dengan nikmat surga.
Di antaranya Allah berfirman misalnya
dalam surat An-Nisa ayat 77.
dunya
wal akirq.
Katakanlah wahai Muhammad kepada
merekail
bahwasanya kesenangan dunia hanyalah
sedikit
akirq
dan bahwasanya akhirat lebih baik bagi
orang yang bertakwa. Allah bilang nih
perbandingan dunia cuma sebentar cuma
sedikit. Adapun akhirat lebih baik bagi
yang bertakwa. Demikian juga Allah
berfirman,"Alirunalun
akir abq tapi kalian lebih mendahulukan
kehidupan dunia padahal akhirat lebih
baik dan lebih kekal."
Allah juga menasihati Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Allah
berfirman.
Janganlah engkau memanjangkan
pandanganmu wahai Muhammad kepada
orang-orang yang kami berikan bunga
kehidupan dunia. Linaftinahum f karena
kami ingin memfitnah mereka, menguji
mereka. Warizbikir wa abq dan rezeki
rabmu yaitu surga lebih baik dan lebih
ke kekal. Apa yang aku berikan kepada
mereka hanyalah zahrah zahratal hayati
dunia. Hanya bunga kehidupan dunia.
sampai Allah menamakan zahrah karena
saking cepat layunya kita ambil mawar
kita biarkan 5 menit dia sudah mulai
layu. Demikianlah kehidupan dunia memang
indah berwarna-warni. Ibarat bunga mawar
yang berwarna-warni tapi kalau dipetik
cepat cepat layu. Maka
kenikmatan surga lebih baik dan lebih
kekal. Di sini nampak sekali bahwasanya
Allah Subhanahu wa taala dalam banyak
ayat di antaranya tati yang saya bacakan
Allah membuat studi banding antara
nikmat dunia dengan nikmat akhirat.
Demikian juga Nabi sallallahu alaihi
wasallam dalam satu hadis beliau
bersabda, "Wallahi mad dunya fil
akhirati illa maaju ahadukum isbaahui
yammi falyan bima tarji." Kata Nabi,
"Demi Allah tidaklah dunia dibandingkan
akhirat. Dunia dibandingkan akhirat
kecuali seperti salah seorang dari
kalian masukkan jarinya di laut.
Kemudian dia angkat jarinya tersebut.
Dia lihat apa yang terisa di tangannya.
Yang terisa di tangannya itulah
kenikmatan dunia. Adapun air laut itulah
kenikmatan apa? Akhirat. Laut dunia ini
mungkin dua pertiganya isinya lautan,
isinya air. Tib kalau seorang masukkan
tangan jarinya ke laut diangkat berapa?
Satu tetes mungkin enggak sampai ketika
dia biarkan cuma sedikit. Satu tetes lah
yang tersisa di tangannya. Apa
bandingannya satu tetes yang sisa di
jarinya dengan lautan yang berlimpah
ruah? Maka dunia ini sangat sedikit dan
ini perumpamaan untuk takribi agar kita
bisa paham bahwasanya dunia yang kita
kejar-kejar, yang kita bangga-banggakan,
yang kita saing-saingan,
yang kita saling olok-mengolok, yang
kita saling sombong-sombongan, ya
ternyata hanyalah sangat sedikit
dibandingkan dengan kenikmatan dunia.
Dalam satu hadis Rasul wasam mengatakan
sungguhnya tempat cemeti kalian di surga
artinya cuma lokasi kecil ya mungkin
berapa senti kali berapa senti kali
berapa meter itu di dunia di surga lebih
baik daripada dunia dan segala isinya
lebih baik daripada dunia dan segala
isinya maka
ini dalil bahwasanya Allah mengadakan
komparasi demikian Demikian juga Rasul
Sallahu Alaih Wasam komparasi tujuannya
tadi tidak lain agar kita tidak
terpedaya dengan kenikmatan dunia
sehingga lupa dengan akhirat. Silakan
menikmati dunia jadikanlah dunia sebagai
sarana untuk meraih akhirat sebagaimana
nasihat orang-orang saleh kepada Qarun
yang diberi kekayaan. Apa kata mereka
kepada Qarun?
Gunakanlah potensi yang Allah berikan
kepadamu di dunia ini berupa kekayaan
untuk mencari akhirat. gunakan kaya
tersebut untuk mencari apa? Akhirat.
Sebagaimana Rasul sahu alaihi wasallam
berkata kepada Amr bin Ash ketika
Rasulullah menjadikan Amr bin Ash
radhiallahu anhu sebagai pemimpin
perang. Kata Rasulullah, "Agar kau dapat
ghanimah." Kata Amr bin As saya
berperang bukan cari ghanimah.
Rasulullah mengingatkan, "Nikmalus
shulh." "Wahai Amr bin Ass, kalau kau
sebaik-baik harta yang baik jika
dimiliki oleh orang yang saleh." Artinya
kalau kau dapat ganonimah, kau bisa
manfaatkan untuk meraih akhiratmu. Siapa
yang diberikan potensi dunia maka jangan
dia tenggelam dengan dunia, tetapi dia
ingat dunia itu sarana untuk meraih apa?
Akhirat. Kalau dia hanya untuk
kesenangan dunia, rugi. Karena dunia
cuma sedikit dibandingkan dengan
akhirat.
Oleh karenanya pada kesempatan kali ini
saya akan menyampaikan kalau tidak salah
sekitar ee 10 poin tentang komparasi
antara kenikmatan dunia dengan
kenikmatan
akhirat. Ya, tentunya ee disebutkan
dalam ee kenikmatan di surga nama-nama
yang semisal dengan di dunia ya. Seperti
di di
dunia ada buah-buahan, di surga juga ada
buah-buahan. Di dunia ada pohon, di
surga juga ada pohon. Di dunia ada
sungai, di surga juga ada sungai. Ya.
Kemudian di dunia ada wanita, di surga
juga ada wanita. Di dunia ada pembantu,
di surga juga ada pembantu.
Di dunia ada emas, di surga juga ada
emas. Di dunia ada mutiara, di surga
juga ada mutiara. Banyak hal yang Allah
sebutkan. Di dunia ada burung yang bisa
dimakan. Di surga juga ada burung yang
bisa dimakan. Di dunia ada khamar. Di
surga juga ada khamar. Ya, di dunia ada
perak, di surga juga ada perak. Ya, dan
banyak hal ya. Tetapi kaidahnya hanya
sekedar nama yang sama. Kata Ibnu Abbas
radhiallahu anhuma, "Laisaun mimma fid
dunya mimma fil jannah asma." Tidak ada
suatu yang di dunia dibandingkan dengan
di surga kecuali hanya sama dalam segi
nama doang. Hakikatnya jauh berbeda.
Jauh berbeda. Contoh saja kita bicara
tentang pohon. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ma min syajarah fil
jannah illa wasquha minhab." Tidak ada
pohon di surga kecuali batangnya dari
emas. Bayangkan pohon semua batang jadi
apa?
Emas. Emasnya pun bukan emas dunia. Emas
apa? Akhirat. Ya.
Rumah ada di dunia, rumah akhirat. Tapi
kata Nabi, rumah di surga la binatun
minhab, la binatun fid. Bata dari emas,
bata dari apa? Perak.
Namanya saja sama, apalagi perempuan.
Cuma namanya saja wanita-wanita. Tapi
hakikatnya jauh berbeda. Apa kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam tentang
wanita surga? Laat imat jannah
dunya
laat ma bainahuma wat ma bainahuma riha.
Seandainya ada wanita bidadari nongol di
dunia maka akan menerangi antara langit
dan bumi. Taruhlah lampu mati semua di
Majalengka.
Ngcing terang benenderang. Subhanallah.
[tertawa]
Kemudian akan keluar aroma semerbak dari
langit sampai bumi dari aroma tubuh
wanita bidadari tersebut.
Dan kerudung yang ada di kepalanya lebih
baik daripada dunia dan seisinya. Itu
baru kerudungnya belum pipinya. Itu baru
kerudungnya. Kata Nabi, lebih baik
kepada dunia dan seisinya. Makanya kita
enggak bisa bayangkan umatnya dunia
dengan wanita apa? Akhirat. Sama-sama
namanya wanita, tapi hakikatnya berbeda.
Insyaallah akan kita singgung. Tapi
maksudnya semua yang ada di dunia
dibandingkan akhirat namanya sama tapi
hakikatnya berbeda.
Tib. Adapun yang pertama studi banding
yang pertama atau komparasi yang pertama
sebagaimana kita ketahu bahwasanya semua
kenikmatan dunia akan sirna. Ya, semua
kenikmatan dunia akan apa? Sir sirna.
Tidak ada yang kekal abadi. Kata Allah
Subhanahu wa taala, maakum
yanfaduallahi.
Apa yang ada pada sisi kalian akan sirna
dan apa yang Allah siapkan semuanya akan
abadi. Akan abadi. Menunjukkan
bahwasanya semua kenikmatan
dunia akan sirna. Adapun kenikmatan
akhirat khairun wa abqo. Dua sifat lebih
baik dan kekal. Dunia hanya akan
selesai. Oleh karenanya Rasulullah
pernah berkatair
kalimat itu Labit bin Rabiah.
Sejujur-jujurnya perkataan seorang
penyair adalah perkataan Labit bin
Rabiah. Dia pernah berkata, "Alain
mahalahu bailuh." Sesungguhnya semua
selain Allah akan sir sirna. Kemudian
dalam satu riwayat
ketika Labit Rabit bin Rabiah ini akan
masuk Islam, dia akan masuk Islam satu
saat tapi dululnya dia kafir dan dia
seorang penya terkenal. Dia salah satu
pemilik mualaqat al-Asyr yang di yang
dijadikan syair-syair kebanggaan
orang-orang jahiliyah dahulu ya. Suatu
hari ada sahabat namanya Utsman bin
Maz'un radhiallahu anhu ya.
Ee dia sedang di Makkah dan ketika itu
kaum Quraisy di puncak-puncak sedang
mengganggu atau menyakiti kaum muslimin.
Dan Utsman bin Mas'un ketika itu baru
pulang kembali dari hijrah pertama ke
negeri Habasyah sekitar tahun 5
kenabian. Kemudian dia masuk ke dalam
Makkah dengan perlindungan Al-Walid Ibnu
Mughirah. Walid Ibnu Mughirah yang
lindungi dia. Walid Mughirah musyrik.
Utsman bin Azun ketika masuk minta
perlindungan dan dilindungi oleh Walid
bin Mughirah. Bapaknya Khalid bin Walid
yang musyrik.
Tatkala dia melihat kaum musyrikin
menyakiti kaum muslimin yang lain
sementara dia aman. Maka dia bilang,
"Saya kembalikan jaminan perlindunganmu
wahai Walid bin Mughirah. Saya
kembalikan. Sudah saya enggak perlu
lindungi. Saya aman.
Ya, mungkin dia enggak pengin banyak
hutang budi. Ketika dia sedang duduk di
di majelis Quraisy, tiba-tiba datang
Labid bin Rabiah, sang penyair yang
Rasulullah pernah puji syairnya tadi.
Kemudian dia pun bersenandung dengan
syairnya. Dia berkata, "Alain mahalah
bail." Ketahuilah segala sesuatu selain
Allah akan sir sirna. Maka Utsman bin
Madun mengomentari, "Sodqta, kau benar.
Semua selain Allah akan apa?" Sir sirna.
Kemudian dia tambah lagi, wlu naimin
lailu.
Dan seluruh kenikmatan mau tidak mau
akan sirna.
Dia bilang, "Semua kenikmatan apapun
semua akan sirna. Ya, wanita akan sirna
enggak?" Sirna. Suami akan sirna enggak?
Sirna. Mobil akan sirna enggak? Emas,
perak, rumah, semuanya akan sirna. Kata
dia pada bait syair yang kedua
dan seluruh kenikmatan akan sirna. Maka
ketika itu Utsman membanta Utsman bin
Radhiallahuab kau dusta naimul naimul.
Adapun nikmat surga tidak akan hilang.
Nikmat dunia yang hilang. Adapun tidak
semua kenikmatan yang hilang karena
nikmat surga akan kekal abadi. Maka
Labit ketika itu marah dan dia berkata,
"Man kana yzi.
Sejak kapan ada orang dari kalian yang
menyakiti? Maka ada seorang berdiri
kemudian dia tampar wajah Utsman sampai
ee matanya biru. Sampai matanya biru.
Maka Alwalid bin Mughirah yang tadi
sempat memberi jaminan keamanan kepada
Utsman bin Mad'un, maka dia berkata,
"Quntu fiimmatin maniah." Tadinya
bukankah engkau dalam perlindunganku
yang kokoh? Ya.
Kemudian artinya kalau kau mau ya ee
saya akan jamin engkau lagi ya kalau kau
mau. Maka Utsman bin Madun berkata
inna inna ainil ukhra lima asoba ukhtaha
laqiratun.
Kata dia, "Sungguhnya
mataku satunya yang selamat tidak
digampar,
sangat ingin digampar seperti yang
satunya lagi." [tertawa] Subhanallah.
Dia bukannya mau selamat. Dia bilang,
"Saya digampar lagi enggak ada masalah
ya. Sesungguhnya mataku satunya yang
selamat juga ingin digambar sebagaimana
mata satunya." Ya.
Maka Wulid berkata, "Faud ila jiwarik."
Ayo saya lindungi engkau lagi. Beri kau
jaminan keamanan. Kata Utsman bin
Mad'un, "Bal ard bijiwarillahi taala.
Aku rida dengan perlindungan Allah
Subhanahu wa taala." Namun setelah itu
Labit bin Rabiah akhirnya masuk masuk
Islam. Dia masuk Islam. Kemudian setelah
itu dia tidak lagi bersenandung syair.
Subhanallah.
Sampai ketika ditanya Umar bertanya
kepada dia Umar bin Khattab, "Kenapa kau
tidak bersenandung syair lagi?" Kata dia
surat Albaqarah.
Allah sudah menggantikan syairku dengan
surah Albaqarah. Saya lebih nyaman hafal
surah apa? Albaqarah daripada sibuk
dengan apa? Syair-syair.
Disebutkan Labid ee bin Rabi ini ada
yang mengatakan wafat umur 150, ada yang
mengatakan wafat umur 160 lebih. Dia
minal muammarin. Umurnya panjang. Tetapi
yang menjadi perhatian kita ketika dia
berkata dengan dalam syairnya bahwasanya
wullu naimin la mahal zailu seluruh
kenikmatan mau tidak mau akan sirna maka
Utsman bin Na'zun bantah tidak nikmat
surga tidak akan sir sirna itu nikmat
dunia oleh karenanya Allah subhanahu wa
taala ya menamakan seluruh kenikmatan
dunia dengan mata semua dinamakan dengan
mata Allah berfirman wuminult
Kata Allah, "Apun kenikmatan yang Allah
berikan kepada kalian di dunia, maka
dunia mata kehidupan atau perhiasan
kehidupan dunia dan apa yang diisi Allah
lebih baik dan lebih kekal." Mata dalam
bahasa Arab itu suatu yang dipakai dan
bisa selesai dipakai ya seperti
barang-barang namanya mata. Seluruh
namanya kenikmatannya mata ya.
barang-barang mobil disebut mata. Semua
kenikmatan yang akan expire namanya apa?
Mata. Kalau gitu seluruh kenikmatan
disebut dengan apa? Mata. Karena bisa
expire. Makanya mengatakan mataun qolil.
Kesenangan yang sebentar.
Di antara yang bisa expired adalah
istri.
Kata Allah subhanahu wa taala, "Adunya
mata." Dunia seluruhnya kenikmatan yang
bisa expire. Wiru mata dunia apa?
Almaratu shihah. Sebaik-baik kenikmatan
dunia yang bisa expire adalah apa? Istri
yang
salehah. Senikmat-nikmatnya istri,
seindah-indahnya istri, semanis-manisnya
istri, sesaleh-solehahnya istri, ada
waktunya expire.
Iya atau tidak? Atau ada istri yang
tidak expire? [tertawa]
Antum juga expired, bukan cuma istri.
Namanya kenikmatan dunia disebut oleh
Allah untuk mengingatkan kepada kita
bahwasanya nikmat dunia itu hanya
sementara. Allah berfun
tidaklah. Ketahuilah kalian, ilmuilah,
yakinilah.
Kehidupan dunia itu hanyalah permainan
senda gurau. Sebentar. Kemudian selesai
senda gurau, kemudian serius. Permainan
akhirnya game over. Sebentar aja.
Wazinatun wa tafakurun bainakum
watakirun fil amwal. Hanya zina, hanya
pakai baju yang indah. Ya
watfakurum bainakum. Kemudian
bangga-banggaan. Watakurum fil amwali
wal aulad. Banyak-banyakan harta dan
anak-anak. Ada yang mengatakan ini Allah
mengisyaratkan tentang marhalah manusia.
Kalau dia masih kecil atau masih remaja,
laibun walahun. Hanya main-main sendah
gurau. Kalau dia mulai besar sedikit
wazinah. Mulai gaya dengan bajunya,
dengan motornya, dengan mobilnya, dengan
kalau perempuan dengan perhiasannya,
dengan tasnya, wazinah. Setelah itu maju
lagi. Watfakur bangga-banggaan mobil
saya lebih banyak inilah bangga-banggaan
saya punya ini saya watak fil amwali wal
aulad. Kemudian banyak-banyakan
ini sudah mungkin sudah OKB orangor kaya
baru mulai apa bangga-banggaan dengan
banyaknya harta, banyaknya mobil,
banyaknya tanah, banyaknya aset. Kata
Allah semua itu yang mereka
bangga-banggakan.
Seperti ibarat air hujan yang turun
kepada bumi bumi yang tandus kemudian
menumbuhkan tumbuhan yang hijau. Ya,
hijau menyenangkan untuk dilihat.
Kemudian tiba-tiba menjadi kuningakun
kemudian hancur lebur. Itulah kehidupan
dunia hanya sebentar seperti rumput yang
tumbuh hijau kemudian tidak lama
kemudian menjadi apa? Kuning. Kemudian
hancur ditiup angin. Kemudian kata Allah
akhiratifat
minallah waridwan. Di akhirat cuma dua
kemungkinan.
Azab syadid. azab yang
sakit menyakitkan, yang keras atau
keampunan dari Allah dan keridaan dari
Allah Subhanahu wa taala. Cuma salah
satu. Setelah kalian menjalani dunia
ini, kalian akan masuk dalam akhirat dan
kalian akan mengalami salah satunya.
Kalau bukan diazab dengan azab yang
pedih, kalian akan mendapati ampunan dan
keridaan Allah. Kemudian Allah
mengingatkan, "Wamal hayatud dunya illa
mataul gurur." Kehidupan dunia hanyalah
kesenangan yang expire. dia kesenangan
expire dan dia juga menipu. Oleh
karenanya dari sini kita sudah bisa
komparasi bahwasanya kehidupan
kenikmatan dunia hanyalah sementara.
Adapun kenikmatan akhirat adalah apa?
Abadi. Dan suatu yang sementara dengan
dibandingkan abadi maka tidak ada
apa-apanya. Sederhana kalau saya sama
bilang sama antum, antum misalnya saya
kasih dua mobil. Ada mobil Alpar mahal
tapi kau hanya bisa pakai sebulan. Saya
kasih kau Avanza, tapi kau bisa pakai
seumur hidup dan selalu bagus
Avanzaanya. Pilih mana coba?
Avanza.
Avanza. Kenapa? Meskipun dia jelek lebih
daripada jangan tersinggung ya.
Maksudnya maksudnya di kurang bagus
dibandingkan Alpard. Iya. Enggak. Dia
bagus cuma dibanding Alpard dia masih
kalah ya.
Iya.
Meskipun dia kurang bagus dibandingkan
Alpard atau di bawah ya, tetapi abadi
dan selalu baru lebih baik daripada
hanya bisa menggunakan alpart yang cuma
sebulan. Bagaimana lagi kalau sebaliknya
ternyata yang di dunia sudah kurang dan
sebentar, di akhirat sempurna dan abadi.
Tentu orang yang pintar akan memilih
yang sempurna dan abadi.
Dan saya mengorbankan suatu yang rendah
dan expire kemudian meninggalkan suatu
yang sempurna dan abadi. Tapi ini yang
pertama bahwasanya kehidupan kenikmatan
dunia sementara, kenikmatan akhirat
adalah abadi
dan sementara.
Tarol kita bangun rumah. Kita bangun
rumah. Rumah mungkin umur 100 tahun, 200
tahun. Tapi kita sendiri umurnya enggak
sampai segitu. Tetap aja expire. Expire
entah barangnya, entah penggunanya. Iya.
Enggak.
Kita punya barang mewah toh kita tidak
bisa menikmati selama-lamanya. Kita mati
di luar.
Kalau enggak barang itu rusak di luar
atau dijual orang atau dijual atau
digadaikan dan macam-macamnya.
Tib. Yang kedua, di antara komparasi
antara kenikmatan dunia, kenikmatan
akhirat.
Semua kenikmatan dunia tidak ada yang
sempurna. Adapun nikmat surga pasti
sempurna. Semua kenikmatan surga
sempurna.
Allah berfirman tentang sungai misalnya
matalul janntillati waidal muttaquun.
Perumpamaan surga
yang disiapkan oleh Allah untuk
orang-orang yang bertakwa.
Di sungai tersebut ada sungai yang
isinya adalah air segar yang tidak
berubah rasa dan baunya.
Waharum lamag.
Dan sungai-sungai yang isinya adalah
susu yang tidak berubah rasanya. Kalau
susu di dunia kita biarkan menggumpal,
kecut, basi. Adapun susu di surga
dibiarkan begitu saja tidak akan
menggumpal, tidak akan kecut dan tidak
akan berubah rasanya.
Dan ada sungai-sungai isinya apa? Khamar
yang lezat untuk diminum bagi para
peminumnya.
Musa dan sungai-sungai isinya madu yang
murni. Sempurna nikmat. Kita bicara
wanita sempurna ya. Wanita sempurna.
Kata Allah Subhanahu wa taala tentang
bidadari
qiratut thf lamun insun qahum w jan
bahwasanya para bidadari menundukkan
pandangan mereka sempurna ya menundukkan
pandangan mereka tidak perihat laki-laki
yang lain sehingga kecintaan mereka
kepada suaminya 100% bulat karena mereka
tidak pernah memandang lelaki lain
mereka tidak ada membandingkan suaminya
dengan lelaki yang lain sempurna
menundukkan pandangan ada yang
menafsirkan qiratu atrofi azwajihinna
Saking cantiknya pada bidadari sehingga
menundukkan pandangan suaminya. Suaminya
enggak butuh lihat perempuan lain karena
saking cantiknya bidadari tersebut di
surga. Lamun insumajan. Dia tidak pernah
interaksi,
tidak pernah disentuh oleh laki-laki
lain maupun jin laki-laki. Enggak ada.
Enggak pernah disentuh sama sekali. Dia
tidak kenal lelaki kecuali engkau kalau
kau masuk surga. Gak pernah nonton film
Korea, gak pernah nonton film India. Gak
ada. Gak ada. Enggak pernah disentuh
oleh laki, jin maupun manusia. Enggak
pernah. Sehingga kecintaannya bulat.
Kemudian kata Allah, "Kaanahunal yaquutu
wal marjan." Sempurna bidadari tersebut
seperti alyaakut wal marjan. Alyyaqu
maksudnya permata yang bening wal marjan
putih seperti mutiara. Sehingga tubuhnya
bening dan putih yang sempurna seperti
mutiara. Ya, lluul maknun seperti
mutiara yang disimpan dalam kangkangnya.
Cangkangnya tidak terkontaminasi dengan
kotoran apapun. Maksudnya kalau kita
bicara semua nikmat surga pasti apa? Sem
sempurna. Nikmat dunia tidak ada yang
sempurna. Tidak yang sempurna. Sahabat
enggak ada yang sempurna, istri enggak
ada yang sempurna.
Rumah enggak ada yang sempurna. Mobil
enggak ada yang sempurna. Mana nikmat
dunia? Enggak ada yang sempurna. Sahabat
tidak ada yang sempurna. Terkadang
setia, terkadang tidak setia. Terkadang
ingat, terkadang lu lupa.
Sebagaimana perkataan seorang
penyatuhiban
kau ingin ada ee sahabat yang tidak ada
aibnya, apakah kau ingin ada kayu gaharu
punya wangi tanpa ada asap? Pasti ada
asapnya. Tidak ada yang sempurna. Istri
tidak sempurna, suami tidak sempurna,
gak ada yang sempurna. Di dunia enggak
ada yang sempurna. Adapun nikmat akhirat
semuanya sempurna.
Mau pohonnya, mau buahnya, mau
wanitanya, mau apapun minumannya
semuanya sempurna. Oleh karenanya
sungguh indah nikmat akhirat sudah
sempurna lagi abadi. Sudah sempurna lagi
abadi. Dan sungguh rendah nikmat dunia.
Sudah kurang lagi expired. Sudah kurang
lagi bakalan expired. Ya. Tib.
Berikutnya.
Kelanjutan daripada yang kedua, yang
ketiga, bahwasanya
kenikmatan dunia biasanya ada efek
sampingnya.
Kenikmatan akhirat tanpa efek samping.
Benar atau tidak? Antum makan justru
kadang-kadang semakin nikmat semakin
besar efek sampingnya.
Makan makanan enak coba. Udang enak, ada
kolesterol atau tidak kolesterol?
Kepiting enak yang enak-enak semua
berpenyakit.
Saya paling senang udang, saya paling
senang kepiting. Semuanya kolesterol
bikin asam urat ya.
Emping saya paling suka tapi bosnya asam
urat. [tertawa]
Durian semuanya yang enak pasti ada efek
efek samping. Semua enak-enak. Makanan
semakin enak semakin banyak efek
sampingnya.
Subhanallah. Ya. Gorengan. Saya paling
suka raja makanan. Gorengan. [tertawa]
Kalau orang bilang raja buah durian,
saya bilang raja makanan apa? Goreng.
Siapa yang enggak suka gorengan? Lezat
luar biasa. Ini salah satu kenikmatan
orang Indonesia yang tidak diketahui
orang Saudi. [tertawa]
Gorengan. Tapi apa dampak gorengan? Ya
Allah,
luar biasa. Semakin enak semakin ber
berefek. Ada efek sampingnya. Begitulah
dunia. Semakin nikmat semakin banyak
efek sampingnya.
Coba antum pikirkan. Semakin nikmat
semakin banyak efek sampingnya. Benar
atau tidak?
Khamar kelezatan, tapi efek sampingnya
orang. Saya ketemu kawan yang sudah
sadar, saya masuk ke hotel terus ada
khamer lagi di wain-wain lagi dipajang
di depan hotel. Dia bilang, "Ustaz, ini
minuman paling lezat, Ustaz. Ini minuman
paling lezat. Cuma haram katanya." Dulu
dia suka minum. Ini paling lezat
tapi haram. Efek sampingnya ada seperti
orang gila kalau dia minum ya. Seperti
orang orang gila ya. Adapun di surga
tanpa efek samping minimal efek samping
ya. Kalau kita makan kita buang air. Iya
enggak?
Kenyang.
yang dan kemudian buang air efek
samping. Adapun di surga kelak maka
tidak ada efek samping orang minum
khamar tanpa efek samping kata Allah.
Mereka saling memperebutkan piala-piala
atau gelas-gelas yang isinya khamar dan
laun wim mereka saling minum khamar tapi
tidak ada kata-kata sia-sia dan tidak
ada kata-kata dosa. Artinya apa? Mereka
minum khamar yang lezat, tapi tidak
bikin kepala pening
ya. Kemudian tidak bikin bicara yang
aneh-aneh dan juga tidak menyakiti
orangor lain. Tidak menyakiti orang.
Berarti khamar tersebut tanpa efek efek
samping surga.
Di surga seorang makan sepuas-puasnya
gak ada efek sampeng. Kenapa penghuni
surga? La yabulun yatagwatun wala
yamtakitun. Mereka tidak buang air
kecil, mereka tidak buang air besar.
Mereka tidak ingusan. Wabsqu mereka
tidak buang ludah gak ada. Paling banter
mereka gelegaan ya sendawa ataupun
keringat maka aromanya seperti minyak
kesturi. Itu pun aromanya minyak
kesturi. Kita kalau makan enak makan
bawang gelegelnya bawa apa? Bawa bawang
busuk.
Itu keluar dari atas. Keluar dari bawah
lebih bau lagi. Jadi efek sampingnya
banyak kalau di di apa namanya? Di dunia
ya. Di dunia.
Saya ingat teman saya ada gemuk sekali
dulu kawan saya. Saya nasihati dia.
Antum jangan saya gemuk tapi dia lebih
gemuk lagi. Dahsyat. Saya bilang, "Ya
Akhi, ente jangan makan-makan terus."
Kata dia, "Ustaz, kita makan masih
keluar enggak?" "Masih, ya. Sudah, kalau
masih keluar makan terus. [tertawa]
Kalau enggak bisa keluar, baru berhenti
makan."
Subhanallah. Dunia seperti itu ya.
[tertawa]
Ada efek sampingnya. Ada efek efek
sampingnya.
Adapun di akhirat gak ada orang makan
bukan karena kelaparan, tapi
berlezat-lezat. Gak ada efek sampingnya.
Ya,
orang berhubungan tanpa ada air mani.
Tanpa ada air air mani ya. Tanpa ada ya
tanpa ada efek samping. Oleh karenanya
semua kenikmatan di di surga tanpa efek
samping. Kenikmatan lezat tanpa ada efek
samping sama sekali. B dengan dunia
biasanya ada efek efek sampingnya.
Tib.
Kemudian yang berikut yang ke berapa?
Yang keempat.
Kenikmatan dunia semakin nikmat biasanya
lebih beresiko. Beresiko dengan takutnya
berpisah dari nikmat tersebut.
Makanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam datang Jibril kepada beliau.
Kata kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, "Atani Jibril alaih salam
faqala."
Jibril datang kepadaku dan dia berkata,
"Ya Muhammad,
hiduplah sesukamu kau akan meninggal
dunia.
Cintailah siapa yang kau sukai, kau akan
berpisah darinya." Subhanallah.
Hiduplah sesukamu, kau akan meninggal
dan cintailah siapa yang kau sukai, kau
akan berpisah darimu darinya. Oleh
karenanya,
siapapun yang kita cintai, kita akan
berpisah darinya. Semakin kita cinta
semakin berat perpisahan. Cinta kepada
seorang adalah kebahagiaan. Semakin kita
cinta, kita semakin nikmat, tetapi
resikonya semakin berat ketika berpisah.
Benar atau tidak? Makanya di antara
ujian yang berat yang dihadapi oleh Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
adalah meninggalnya dua orang yang
sangat dia cintai. Yang pertama adalah
Abu Thalib yang dianggap seperti ayah
Nabi sendiri karena dia merawat Nabi
seperti anaknya sendiri. Bahkan dia
lebih cinta kepada Nabi daripada
anak-anaknya yang lain. Ya.
Dan dia rela pasang badan bela Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan
Rasulullah sangat sayang kepadanya.
Rasulullah dakwahi dia, dakwahi dia,
dakwahi. Ingin beriman tapi ternyata
tidak beriman. Allah turunkan ayat
innaka tahdi man ahbabta. Kau tidak bisa
beri petunjuk kepada orang yang kau
cintai. Rasulullah sangat cinta kepada
Abu Thalib, tapi meninggal dalam kondisi
musyrik.
Sedih Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian juga istrinya yang
sangat dia cintai meninggal dunia.
Siapa? Khadijah.
Khadijah radhiallahu anha
sangat dicintai oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Bagaimana tidak hidup
berumah tangga bersama Nabi 25 tahun
tidak pernah angkat suara. Luar biasa.
Siapa yang istrinya tidak pernah angkat
suara? Coba angkat tangan.
Ada istrinya gak pernah angkat suara?
Ada tidak?
Banyak ya. [tertawa]
Tidak pernah angkat suara ke bawah,
angkat suara ke atas. Tib 25 tahun tidak
pernah angkat suara. Maka Rasul sahu
alaihi wasallam bangga bisa cinta
Khadijah. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Inni qtu hubbaha." Aku telah
diberi anugerah cinta kepada Khadijah.
Ketika Aisyah cemburu, kemudian Aisyah
mengatakan, "Nenek tua sudah meninggal,
giginya sudah tanggal. Q abdalakallahu
khair minha." Allah telah ganti yang
lebih baik. Khadijah sudah diganti,
nenek tua gigi sudah tanggal sudah
meninggal selesai Allah ganti dengan
yang baik. Banyak istri-istri mudamu.
Apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Maani minha Allah tidak pernah
ganti lebih baik daripada dia.
Dia beriman kepadaku ketika semua orang
kafir kepadaku.
Dan dia membenarkan aku ketika semua
orang mendustakan aku. Wawat bimhafsiha.
Dia membantuku dengan seluruh hartanya
dan jiwa raganya.
Warqani Allah aulada
haramallah auladanisa. Dan aku diberi
anak darinya banyak sementara wanita
lain tidak kasih anak kepadaku.
Bagaimana
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
tidak cinta kepada Khadijah. Apalagi
Khadijah adalah cinta pertama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Beda cinta
pertama dengan cinta ketujuh ya akhi.
Beda.
Atas apa kata penyair fuaka minal hawa?
illa habibil awali. Silakan kau
pindahkan hatimu kepada siapa yang kau
cintai. Sesungguhnya cinta
sesungguhnyaalah cinta yang pertama.
Wakam min manzilin yfulul fata winuhu
abalin manziliin. Betapa banyak tempat
tinggal dirindukan oleh sang pemuda,
tetapi kerinduannya selalu kepada tempat
yang pertama. Benar atau tidak? Jangan
CLBK. Hati-hati. [tertawa]
Mau saya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam sangat cinta kepada Khadijah.
Tapi inilah ujian bagi beliau ketika
orang yang sangat dia cintai meninggal
dunia.
Sampai para ulama menamakan tahun
tersebut dengan amul huzni, tahun
kesedihan. Karena di saat yang sama dua
orang yang sangat dicintai oleh Nabi
meninggal di tahun yang sama. Cuma beda
sedikit waktunya. Subhanallah.
Rasulullah sangat sedih dengan wafatnya
Khadijah radhiallahu anha. Maka di dalam
dunia ini semakin kita cinta, semakin
kita nikmati, semakin resikonya besar.
Antum kalau cinta sama istri, cinta
mati. Kalau meninggal antum sengsara.
Tapi kalau antum enggak cinta, oke-oke
saja. [tertawa]
Meninggal ya wes ya wes.
Kalau meninggal selesai sudah. Tapi
kalau antum cinta benar itu kenikmatan
kebahagiaan bisa cinta sama istri tapi
waktunya berpisah sangat berat. Sampai
sebagian orang saya tahu ada seal orang
dulu sangat cinta ke mana-mana selalu
pergi bersama istrinya meninggal enggak
lama kemudian dia meninggal juga.
Subhanallah. Saking cintanya sama
istrinya, mikir terus karena berat
perpisahan tersebut.
Demikianlah kehidupan dunia. Antum
sangat sayang kepada ibu antum. Kalau
ibu antum meninggal, antum sangat sedih.
Antum tahu bagaimana rasanya kehilangan
orang yang di dicintai. Itu dunia semua
kenikmatan berisiko.
Makanya orang kalau bingin rumah terlalu
besar, terlalu mewah, dia mati, dia
takut mati. Takut meninggalkan rumah
yang mewah. Kalau rumah biasa-biasa
mati, ya sudahlah.
[tertawa]
Makanya antum yang rumah biasa-biasa aja
aman. Rumah terlalu mewah, kamar kolam
renang terlalu mewah, indoor bikin semua
lengkap semua. Mau mati kayaknya sayang
karena terlalu sayang sama rumahnya
terbut. Tapi kalau enggak sayang awak
ada masalah.
Itulah
sifat kenikmatan dunia. Semakin dicintai
semakin penuh resiko. Makanya apa kata
Jibril alaihi salam kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Waahbit
wahahbib manta faka mufariqu. Cintailah
siapa yang kau sukai wahai Muhammad kau
akan meninggalkannya. Subhanallah.
Makanya kalau cinta jangan terlalu
dalam.
[tertawa] Semakin dalam semakin bahagia
memang semakin jatuh cinta. in love
tetapi semakin bere beresiko. Itulah
dunia.
Di antara komparasi antara kenikmatan
dunia, kenikmatan akhirat. Sudah azan
belum?
Berapa menit lagi?
Sudah azan dulu deh kita azan langsung
salat ya. Azan langsung salat baru kita
lanjutkan. Bismillah insyaallahu taala
sampai sini aja dulu. Insyaallah habis
salat kita lanjutkan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah
wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala
alihi wasbihi w amma ba'ad. Kita
lanjutkan di antara
perbandingan antara kenikmatan dunia
dengan kenikmatan akhirat. Yang kelima,
bahwasanya kenikmatan dunia
ada musimnya, ada waktunya ya. Dia tidak
bisa terus-menerus kita
ee nikmati ya. Seperti contohnya
buah-buahan ada musimnya. Ada musimnya
ya.
Demikian juga ee seperti tadi keumuman
mata namanya
kendaraan pun ada waktunya rusak ya.
Kemudian misalnya juga kita bicara
tentang
istri tidak selalu bisa kita
apa berhubungan dengannya. Ada waktunya
mungkin istirahat, ada waktunya tidak
capek. Ya, kita pulang ke rumah ternyata
dia lagi nonggol, lagi di tetangga.
Jadi tidak bisa selalu bisa kita nikmati
kenikmatan dunia. Adapun kenikmatan
akhirat selalu bisa dinikmati tanpa
kenal musim. Oleh karenanya Allah
Subhanahu wa taala berfirman,
matalul janntillati waidal muttaquun
tajri min tahtihal anharu
ukha daimun. Kata Allah Subhanahu wa
taala,
ee surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai ukluha daim. Bahwasanya
buah-buahan terus menerus ada, tidak
pernah berhenti. Beda dengan dunia ada
musimnya. Ada musimnya ya.
Saya pernah
bersafar dakwah kemudian di suatu daerah
ketika dari bandara menuju daerah
tersebut kalau enggak salah 4 jam saya
naik mobil.
Terus dia bilang, "Ustaz, di sini
duriannya enak, Ustaz. Masyaallah, tapi
belum musim." [tertawa]
Terus ngapain cerita?
Enggak lama kemudian saya diam aja, dia
dukunya juga. Dukunya enak, Ustaz. Saya
pikir ada, tapi belum musim juga. Terus
ngapain cerita?
Jadi adapun di surga kenikmatan tiada
berhenti. Allah Subhanahu wa taala
berfirman juga
masyaallah.
Ketika Allah berfirman tentang orang
yang bahagia kata Allahu
jannah maka mereka di surga. Kemudian
kata Allah tentang nikmat di surgaan
majz karunia yang tiada putus-putusnya
itu mereka dapat kenikmatan yang tiada
putus-putusnya. Allah berbicara tentang
bidadari setiap saat siap melayani
suaminya. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Urun maqsuratun filam." Urun maqsuratun
filam. Para bidadari yang cantik jerita
yang tertahan dalam kemah-kemah selalu
menanti kedatangan apa? Suaminya.
Walaupun ma di dunia terkadang kita
pulang dia lagi tidak di rumah, lagi
silaturahmi, lagi ngobrol sama
tetangganya, lagi di mall, lagi ikut
pengajian, ya tidak selalu setiap saat
bisa melayani. Demikian juga wanita
surga wazwajum mutaharah, istri-istri
yang bersih, tidak ada haidnya, tidak
ada nifasnya. Ya kadang wanita di rumah
tapi ternyata lagi berhalangan.
Terkadang di rumah tidak ada halangan
lagi tidak mut.
Jadi ee kenikmatan dunia setiap saat
bisa kita nikmati. Adapun kenikmatan eh
kenikmatan dunia tidak setiap saat bisa
kita nikmati. Adapun kenikmatan akhirat
setiap saat selalu bisa kita nikmati.
Bab yang berikutnya yang keenam
di antara yang mengurangi nikmat dunia.
Kalau seorang
semakin tua dia semakin sulit menikmati
kenikmatan dunia tersebut. Dia semakin
lemah. Ya, tidak seperti ketika dia
masih muda, dia bisa bersenang-senang,
dia bisa bermain-main, dia bisa
menikmati manjat gunung misalnya. Dia
sudah tua, sudah susah, makan juga
susah.
Menikmati kenikmatan dengan susah payah
karena kemampuan dia semakin berkurang.
Manusia dari lemah kemudian puncak kuat
kemudian menjadi lemah. Ketika semakin
lemah, dia semakin sulit menikmati.
Banyak kenikmatan tidak bisa dinikmati.
Padahal nikmat di depan mata, tapi dia
tidak mampu menikmati. Apalagi kalau dia
sudah ardalil umur
waminhum waminkumil
umur. Di antara kalian ada yang
dikembalikan kepada umur yang paling
hina, yang paling rendah. Di mana
seorang sudah mulai pikun, enggak ngerti
apa yang dia bicarakan, sering lupa,
tidak kenal lagi siapa di depannya.
Kalau bicara diulang-ulang, "Kamu siapa
sih?" Baru dijelaskan tadi. Ngomong
sebentar lagi, "Eh, kamu siapa sih?"
Lupa lagi ya.
Lupa datang suaminya. Kamu siapa? Kenapa
masuk ke sini? Padahal suaminya. Sudah
ada pikun. Ada pikun. Sudah susah mau
kadang enggak bisa bersihkan kotorannya
sendiri. Ini apa lagi mau dinikmati?
Hidup semakin tua umur semakin su sulit.
Jadi mau kaya pun mau hidup lama pun
semakin su sulit. Kenikmatan dunia tidak
bisa dinikmati dengan sempurna. Karena
semakin kita tua semakin sulit kita
nikmati. Beda ketika masih muda kita mau
ini, mau anu, mau jajan, mau jalan-jalan
dengan energik, dengan giat kita bisa
menikmati banyak hal. Bisa tua semakin
lemah, semakin lemah, semakin enggak
kuat, semakin perlu dibantu orang,
kehidupannya merepotkan banyak orang.
Makanya Rasulullah berlindung dari aril
umur. Di antara doa Nabi sebelum
salam,ika
urda um antum hafalkanubika
Allahubika
minal Allahubika minalni. Allahum
naudubika anil umur. Allahum naub dunya.
Allahum nabilqar. Di antara doa Nabi
sebelum eh salam yaitu aku berlindung
kepada Engkau ya Allah agar aku tidak
dikembalikan kepada umur yang paling
rendah. Itu kondisi seorang sangat
rendah. Semakin tua semakin susah.
Jalan sudah susah.
Adapun di surga maka orang selalu
energik, selalu muda, selalu dalam
kondisi sempurna dalam menikmati
kenikmatan. Jadi kenikmatan bisa
dinikmati dari sisi dari sisi
kenikmatannya, dari sisi pengguna
kenikmatannya.
Adapun di surga kenikmatannya sempurna,
pengguna penikmatnya juga sem sempurna.
Oleh karenanya semua orang akan
dibangkitkan masuk surga dalam umur 33
tahun di masa puncak-puncak energiknya
seseorang.
Yunadi munadin. Ketika masuk surga maka
ada suara yang menyeru innakum anhu fala
tasqu abada. Kalian akan senantiasa
sehat, kalian tidak akan sakit
selama-lamanya.
Kalian akan senantiasa hidup dan kalian
tidak akan mati selama-lamanya.
Kalian akan senantiasa muda, tidak akan
tua selama-lamanya.
Kalian akan senantiasa bahagia dan
kalian tidak pernah sengsara
selama-lamanya.
Saking begitu sempurnanya seorang
menikmati kenikmatan surga, dia tidak
pernah letih. Yauna
fihaun wam fiha lugub. Penghuni surga
berkata, "Kami di surga kami tidak
mengalami nasab." Dan lugup nasab itu
apa? Nasab ada keletihan ketika
beraktivitas. Lugub adalah kecapekan
setelah beraktivitas. Ada orang ketika
beraktivitas dia tidak rasa capek.
Ketika selesai kegiatan dia capek.
Namanya lugup. Ada orang ketika
beraktivitas dia capek. Di surga ini
enggak ada, itu enggak ada. Aktivitas
sempurna. Aktivitas sempurna. Tidak ada
letih ketika sedang beraktivitas. Dan
setelah beraktivitas menuju aktivitas
lain tidak ada letih sama sama sekali.
Itulah kenikmatan para penghuni surga.
Oleh karena enggak ada penghuni surga
yang tidur.
Enggak ada yang tidur. Ketika Rasulullah
ditanya, "Ayamu ahlul jannah?" Apakah
penghuni surga tidur? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Annaumu
akhul maut." Tidur adalah saudara
kematian. Ya, tidur adalah kematian
kecil. Makanya kita kalau bangun tidur
kita mengatakan alladzi ahyana ba'da
amatana. Segala puji bagi Allah telah
menghidupkan kami dari setelah mematikan
kami. Sehingga enggak ada ya tidak ada
ee penghuni surga yang tidur. Dan
penghuni surga tidak boleh tidur. Kalau
dia tidur berarti dia off dari
kenikmatan. Iya enggak? Dan penguni
surga enggak boleh. Off enggak boleh.
Innal abroro lafi naim. Sungguhnya
orang-orang saleh tenggelam dalam
kenikmatan. Lafi naim. tenggelam dalam
kenikmatan. Berpindah satu kenikmatan
kenikmatan yang lain tidak ada off-nya.
Kalau tidur berarti off. Lagi
jalan-jalan ngobrol sama bidadari.
Tahu-tahu aduh ngantuk. Abang bobo dulu.
Aa mau bobok lah. Gimana Mas? A gimana
A? Bidadari masih semangat ya? Aduh
tidur enggak ada di surga ngantuk?
Enggak ada
enggak ada ngantuk. Enggak ada letih.
Karena ngantuk adalah buah dari letih.
Letih kemudian ngantuk tidur. Surga
enggak boleh. Enggak boleh. Antum enggak
boleh letih enggak boleh apalagi ti
tidur.
Tib
yang berikutnya
i
kenikmatan dunia
kalau kita nikmati terus-menerus akan
ada rasa bosan. Itulah sifat kenikmatan
dunia. Memang enak. Tapi makan pertama
enak, makan kedua enak, makan ke-10
sudah mulai bosan.
Itu sifat dunia seperti itu. Ada
kebosanan. Gak mungkin terus-menerus
happy terus. Enggak beda ketika pertama
kali merasakan ya.
Tapi lama-lama bosan ya.
Adapun nikmat surga tidak selalu
menakjubkan.
Kata Allah, "Inna ashabal jannatil yauma
fi suulin faqihun."
Ya,
sungguhnya
penghuni surga senantiasa dalam
kenikmatan bersenang-senang ya,
kenikmatan yang terus dia tidak pernah
membosankan ya.
Allah sebutkan dalam
sebentar dalam surah Alwaqiah kata
Allahumahun
kata Allah Subhanahu wa taala eh tentang
ketikaumunahum
kata Allah terangkan kepadaku siapa yang
eh apa yang kalian sedang tanam.
Sesungguhnya kalian yang menanam yang
menumbuhkan ataukah kami yang
menumbuhkan? Kalau kami berkehendak,
kami jadikan semua tanaman kalian
menjadi rusak. Fadoltum tafakahun. Maka
kalian pun menjadi takjub dengan
rusaknya. Kok tiba-tiba rusak? Allah
bisa rusakkan dalam sekejap.
Bisa kena angin, bisa kena salju. Salju
turun bisa merusak sebagian tumbuhan,
bisa datang belalang, bisa kena
kebakaran. Fadoltum tafakahun. Maka
kalian pun kaget, takjub kok bisa rusak.
Sebagian ulama ketika menafsirkan firman
Allah dalam surat Yasin, inna asabal
jannatil yaum fi suugulin faqihun.
Sungguhnya penghuni surga
di surga hum fi sugul dalam kesibukan,
yaitu sibuk kenikmatan. Faqihun yaitu
kenikmatan yang menakjubkan. Yang menak
menakjubkan. Jadi setiap mereka dapat
nikmat mereka selalu takjub dengan
nikmat tersebut. Jadi mereka tidak
bakalan pernah bosan karena nikmat
tersebut mereka merasa takjub terus.
Beda dengan nikmat dunia lama-lama
bosan. Iya enggak?
Saya saja bicara, saya sudah berapa kali
berubah ee selera makan. Dulu saya
paling suka makan bebek goreng. Di
mana-mana saya cari bebek goreng.
Sekarang enggak. Enggak tahu kenapa.
Dulu terlalu ekstrem kalau bebek goreng.
Dulu saya ke mana-mana pasti cari mie
ayam. Tiap hari kalau di Jogja makan mie
ayam tiap hari. Tidak pernah tidak tidak
pernah absen. Tanya teman-teman selalu
cari mie ayam sekarang enggak. Mi ayam
saya enggak sentuh sama sama sekali. Gak
tahu ada kebosanan. Mungkin kembali lagi
nanti salat satu. Wallahualam. Tapi
maksudnya begitulah nikmat dunia. Ada
kebosanan. Makanya terkadang kita butuh
ganti yang lain, ganti yang lain supaya
tidak bosan. Tetapi nikmat surga ya
tidak pernah bosan. Selalu menakjubkan.
Selalu menakjubkan.
Kemudian yang berikutnya
kenikmatan surga
ee kenikmatan dunia biasanya butuh
usaha dan butuh proses. Butuh usaha dan
butuh proses. Biasanya berjuang baru
dapat nikmat tersebut. Kita mau kaya ya
harus kerja, berusaha sampai akhirnya
menjadi orang yang berada. Kita mau
sukses, berusaha sampai jadi pejabat
atau orang terkenal perlu usaha. Ya,
kita mau nikah juga butuh ini, kumpulkan
uang ini, kumpulkan uang, proses sana
sini proses proses akhirnya baru dapat
istri. Ya, banyak semua kenikmatan di
peroleh dengan apa? Dengan kerja keras.
Dan justru kenikmatan dunia itu semakin
kerja keras semakin terasa nikmatnya,
semakin terasa indahnya.
Tetapi kalau di surga tidak ada kerja
keras dan tidak ada proses langsung
semuanya langsung. Ya
Allah berfirman tentang
surga fi jannatin fi jannatin aliah.
Kata Allah kutufuha daniah. Kutufuha
daniah. Mereka berada di surga yang
tinggi tetapi dahan-dahannya rendah.
Dahan-dahannya rendah. Ya. Jadi kalau
penghuni surga pengin makan buah, maka
buahnya yang mendekat tanpa ada usaha
langsung tinggal makan.
Enggak usah capek-capek manjat pohon.
Jadi di surga enggak ada durian jatuh,
enggak ada. Cuma di dunia surga datang
sendiri.
Kata Allah juga, wajanal jannatainidan.
Dan buah dari dua surga tersebut dan
rendah langsung tinggal dipetik. Tinggal
di dipetik
enggak ada susahnya.
Bahkan Allah mengatakan
apa? Thirin mim yasahun. Ya, dari burung
yang mereka senang. Kata para ulama
kalau ada burung lewat di surga. Jadi di
surga juga ada hewan, ada burung. Ada
burung lewat tiba-tiba penghuni surga
lihat dia pengin makan burung itu.
Langsung datang burungnya sudah masak
tinggal makan.
Sampai ada tafsir mengatakan dia lagi
makan pengin burung panggang burungnya.
panggang lagi tengah makan pengin burung
burung ini jadi sate jadi sate burung
langsung saat itu juga tanpa ada nunggu
langsung jadi nikmat surga enggak pakai
nunggu nunggu itu suatu penderitaan iya
enggak
menunggu tuh enggak enak makanya kalau
kita pesan makan restoran mbak jangan
pakai lama ya karena nunggu itu enggak
enggak enak di surga enggak ada nunggu
karena nunggu itu penderitaan maka tidak
ada penderitaan di surga nunggu adalah
kesedihan
makanya tidak Ada penungguan di surga
semuanya langsung instan langsung
Rasul Sallah Wasallam bersabda
Rasulullah cerita anjulan min ahlil
jannah istana fzaraahu
fara ada seorang penghuni surga lelaki
penghuni surga minta izin kepada Allah
untuk pengin bercocok tanam Allah
bertanya
bukankah kau ingin apa saja ke aku kasih
ngapain minta pengin bercocok tanam
Tapi dia mengatakan, "Wahibuzra, saya
ingin bercocok tanam." Kata Allah,
"Silakan." Ketika dia bercok tanam,
fabadar thfa, maka sebelum dia menutup,
mengedipkan matanya, maka tumbuh besar
langsung panen setinggi gunung dalam
satu saat. Sebelum dia mengedipkan mata
langsung creng, langsung selesai.
Ini dalil bahwasanya kita mau apa saja
di surga kalau hobi kita, kalau kita mau
Allah akan kabulkan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
fabaduh wastiwau
wastihsaduhu fakana amsal jibal. Maka
tumbuhnya,
matangnya, panennya
sebelum dia mengedipkan matanya dan seb
setinggi gunung langsung tidak perlu
menanti. Tidak perlu menanti. Dalam
hadis juga kata rasul sahu alaih
wasallam, innal mukmin almukmin aha
waladan atau walad fil jannah hamlu
wasinuhuatin
yahi. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Almukmin, seorang mukmin
kalau di surga asta ahal walad, kalau
dia pengin punya anak fil jannah di
surga kana hamluhu, maka anak ini dalam
kandungan wawatu melahirkannya wasinuhu
besarnya dalam fah dalam satu waktu kama
yai sesuai dengan yang dia inginkan."
Maksudnya dia berangan pengin punya anak
umur 5 tahun treng langsung keluar 5
tahun.
Dia pengin punya anak umur 17 tahun,
treng sesuai dengan umur yang dia
kehendaki.
Gak ada tunggu keluar hamil dulu.
Nangis-nangis ini apa namanya? Istri
minta apa namanya? Ngidam, minta ini,
minta anu ngerepotin. Enggak ada. Treng
langsung keluar.
Ini menunjukkan wakum fahi anfusukumun.
Bagi kalian di surga apa yang kalian
inginkan, yang apa yang kalian minta,
apa yang kalian hasratkan langsung Allah
kabulkan.
Bahkan di antara tafsirum
apa yang kalian inginkan kalian
hasratkan Allah kabulkan.
Dan apa yang kalian aku dari idwa
kita di dunia sering kita ngaku-ngaku,
oh itu tanah saya padahal bukan sudah
dijual sama Bapak.
Oh itu anu saya ini. Padahal bukan di
surga kau ngaku-ngaku apa saja. Jadi,
falakum fiha maastahi anfusukum wakum
fiha ma taddaun. Kau hasrat apa saja,
ngaku-ngaku apa saja Allah kabulkan.
Pengin punya anak Allah kabulkan. Pengin
kau cocok tanam Allah kabulkan.
Sampai ada seorang salaf ditanya, "Kalau
kau di surga kau pengin apa?" "Saya
pengin ada hujan lewat." "Tahu-tahu
hujan bidadari" katanya. Masyaallah,
boleh juga idenya. [tertawa]
Ini sekedar ide.
Antum masuk surga terserah punya ide-ide
yang lain ya. Tapi intinya pengin
sesuatu tanpa menanti, tanpa menunggu
langsung di dikabulkan. Karena menunggu
itu penderitaan.
Dan di surga kita minta apa saja Allah
kabulkan.
Tapi saya pernah ditanya, "Ustaz kalau
dia hobi main bola, ustaz kalau saya di
surga boleh enggak saya main bola?"
Boleh. Tanam aja boleh. Tapi siapa yang
main bola sama kamu? Saya
orang semua sibuk main bola sama
bidadari. main bola sama siapa [tertawa]
ya?
Dulu saya waktu belajar di UIM ada guru
saya guru fikih. Dia cerita pembahasan
yang sama. Kita di surga kalau masuk
surga kita minta apa saja mungkin kita
nanti di surga kita belajar fikih lagi.
Saya bilang enggak syente aja saya
enggaklah [tertawa] sudah cukup belajar
fikih di dunia di surga enggak. Kita
punya banyak kesibukan tapi ma saya
seorang ingin hobi sesuatu ya maka akan
dikabulkan. Maka akhirnya ketika Nabi
cerita ada seorang laki di surga pengin
bercocok tanam,
akhirnya ada
seorang Arab Badui komentar. Dia
mengatakan, "Wallahi la tajidu illa
quraan ansarian." Itu orang yang minta
bercocok tanam di surga itu pasti orang
Quraisy atau orang Anshari.
Adapun fnahum ashab zar mereka suka
tanam bercocok tanam. Amahnu falasna
biashab zara. Adapun kami enggak bakalan
minta bercocok tanam karena kami bukan
tukang menanam. Maka fadahikan Nabi
sallallahu alaihi wasallam ibu tertawa.
Makanya kalau antum di surga dengan ada
orang, "Ya Allah, saya pengin makan
gudek." Itu mungkin orang Jogja.
[tertawa]
Oleh karenanya ini sebagian perbandingan
antara nikmat Dunia dan nikmat surga.
Maka seorang berusaha ingat kenikmatan
surga.
ketika tergerak hatinya untuk
membangkang perintah Allah, dia ingat
nikmat surga. Jangan sampai dia menjadi
orang yang jahil dan akhirnya dia
mengorbankan kenikmatan surga,
menumbalkan nikmat surga gara-gara
kenikmatan yang sementara. Dan dia
jangan terlalu tenggelam dengan dunia
sehingga lupa untuk mengingat Allah.
Silakan dia mencari harta
sebanyak-banyaknya, tapi harta tersebut
untuk mendekatkan dia kepada Allah
subhanahu wa taala. Bukan memberatkan
dia di akhirat kelak, tapi membuat dia
semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa
taala. Wa ahsin kama ahsanallahu ilaik.
Dikatakan kepada Quran, berbuat baiklah
kepada orang lain sebagaimana Allah
telah berbuat baik kepadamu. Ya, semakin
seorang diberi kenikmatan, maka semakin
besar kewajibannya bersyukur kepada
Allah Subhanahu wa taala. Berjuang dalam
hidup ini agar bisa meraih nikmat surga.
Wallahu taala alam bisawab. Mungkin
sampai di sini saja ya yang bisa saya
sampaikan. Dan terakhir saya tambahkan
ini poin yang terakhir bahwasanya di
surga ada nikmat-nikmat
yang belum kita bisa bayangkan. Belum
bisa kita bayangkan. Ya
Allah Subhanahu wa taala dalam hadis
qudsi mengatakan, adatul ibadi shihin ma
ainun roat wunun samiat w alqbi basyar.
Sesungguhnya aku siapkan bagi
hamba-hambaku yang saleh di surga
kenikmatan yang tidak pernah dilihat
oleh mata mereka, tidak pernah didengar
oleh telinga mereka, bahkan tidak pernah
terbetik dalam hati mereka. Jadi, ada
kenikmatan yang mungkin kita pernah
dengar, yang mungkin kita pernah lihat
semisalnya,
yang mungkin pernah terbetik. Ada
kenikmatan yang tidak pernah terbetik
sama sekali. Tidak pernah terbetik sama
sekali. Saya contohkan perbandingan
dunia sekarang. Kita enggak, sayaak
belum bicara nikmat surga. Saya bicara
nikmat dunia. Bukankah kalau kita
kembali 1000 tahun yang lalu,
kalau kita kembali ke masa lalu,
seandainya kita hidup 1000 tahun yang
lalu, kita mungkin tidak pernah
bayangkan ada namanya pesawat. Iya
enggak?
Iya.
Kita enggak pernah bayangkan yang
namanya AC. Enggak. Enggak terbetik
dalam hati mereka ada suatu kenikmatan
namanya pesawat untuk safar ke sana
kemari. Ada namanya AC. Enggak, enggak,
enggak terbetik.
Enggak terbentik. Ee banyak kenikmatan
makanan yang durian sekarang. Durian apa
namanya? Musangking.
Kemudian, eh, montong belakang ini
Musangking. Kemudian Black Thorn ya.
Kemudian sekarang 101. Ada lagi saya
kemarin empat makan makan empat model
durian di mana? Di Malaysia. Masyaallah
enak semua. Dan dulu saya belum kenal
ada durian seenak ini. Ya, ini bukan
iklan cuma kasih tahu. [tertawa]
Maksud saya banyak kenikmatan yang tidak
dibayangkan oleh mereka ketika itu.
Ternyata sekarang ada.
Kalau seandainya nenek moyang kita 200
tahun lalu suruh nengok kita sekarang,
pasti mereka bilang ini di surga. Benar
enggak? Baik ada mobil, pesawat, ada
motor, rumah berasek,
ada televisi, ada HP. Mana mereka pikir
ada HP bisa ngomong jarak jauh? Enggak
ada. Mereka enggak pernah terpikirkan,
enggak pernah lihat, enggak pernah
terbayangkan. Akal mereka enggak sampai.
Itu baru kenikmatan apa? Dunia. Dan kita
juga banyak kenikmatan dunia yang belum
kita rasakan. yang kata orang
penikmatnya sangat lezat
tapi itu haram. Tadi seperti kawan saya,
"Ustaz, ini minuman terenak wine
semakin lama disimpan semakin apa? Enak.
Kita enggak tahu." Tapi dia pernah
merasakan nikmatnya luar biasa. Orang
yang mungkin narkoba, kenapa mereka
kecenduan? Kata mereka sangat nikmat.
Kita enggak pernah ngerasain. Artinya
ada nikmat yang tidak pernah kita
bayangkan seperti apa nikmatnya. Seperti
jomblo. Dia enggak tahu gimana nikmat
nikah. Dia menkhayal-mhayal doang, tapi
salah terus. K enggak tahu, enggak
pernah tahu. Maksudnya ada nikmat-nikmat
yang di dunia pun belum kita pernah bisa
bayangkan seperti apa.
Apalagi di akhirat akan ada
nikmat-nikmat yang Allah siapkan yang
tidak pernah kita bayangkan. Tidak ada
semisalnya di dunia ini.
Oleh di antara perkataan para ulama
tentang firman Allah, lilladina ahsanul
husna waziadah. Bagi orang berbuat baik,
mereka akan mendapatkan surga waziadah.
Tambahan. Tambahan adalah melihat wajah
Allah Subhanahu wa taala.
Ya. Kata Rasul wasam, "Ahlul jannil
jannah." Ketika penghuni surga masuk
surga nada munadin, maka ada yang
menyeru eh bukan sebentar. Eh, iya ada
yang menyeru inakumidan
sesungguhnya Allah punya janji buat
kalian. Alamubitana
dalam riwayat alam tubit wujuhana Allah
mengatakan kalian mau tambahan. Kata
mereka, "Ya Allah, bukankah kau telah
membuat wajah kami berseri-seri di
surga?
Dan Allah telah menyelamatkan kami dari
api neraka.
Dan Allah telah memasukkan kami dalam
surga. Mau apaagi? Gak ada lagi kita
minta tambahan. Sudah terlalu di puncak
kenikmatan.A
kata Allah ada nikmat yang lain.
Hijab maka hijab Allah disingkap. Maka
mereka melihat Allah. Kata Nabiahi
mereka tidak pernah diberikan kenikmatan
yang lebih mereka sukai daripada
memandang Allah Subhanahu wa taala. Oleh
karenanya Abu Hasan alasyari mengatakan,
"Puncak kelezatan adalah memandang wajah
Allah Subhanahu wa taala." Nikmat
memandang wajah Allah ini disebut oleh
Allah dengan ziadah tambahan. Seban
mengartikan kenapa dikatakan ziadah?
Karena dia adalah kenikmatan yang di
luar daripada balasan amalan mereka. Ini
bonus luar biasa. Ada ngartikan bonus.
Ada yang mengartakan ziadah karena dia
nikmat yang tidak ada semisalnya di
dunia.
Tidak ada namanya dunia kenikmatan
memandang kemudian memandang luar biasa
nikmat luar biasa enggak ada. yang ada
yang makan minum berhubungan dengan
wanita. Tapi kenikmatan memandang dan
itu puncak kenikmatan itu enggak ada
semisalnya di dunia. Ini contoh
bahwasanya di surga akan ada banyak
kenikmatan yang tidak pernah terbetik
dalam hati manusia. Nanti Allah ungkap
tatkala seorang masuk surga. Wallahu
taam bisawab. Demikian sa saya
sampaikan. Semoga Allah masukkan kita
semua dalam surganya. Amin ya rabbal
alamin. Maka semangat beribadah. Jangan
malas-malas. Kalau lagi malas ingat
mati. Kalau maksiat segera bertobat
kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau
diberi nikmat bersyukur, kalau diberi
ujian bersabar. Ya, siapa yang melakukan
tiga ini?
Waagfar.
Siapa yang diberi nikmat bersyukur,
diberi ujian bersabar, kalau berdosa
istigfar, maka dia telah merupakan orang
yang berbahagia. Karena tiga perkara ini
adalah unwanus saadah, tanda kebahagiaan
seseorang. Wallahu taala alam bawab.
Demikian saja kajian kita. Wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.