Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqih wainanih. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu takziman lisya'nih wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita pada bab yang baru. Babun fi husnil khulukq. Bab tentang akhlak yang mulia. Ya, akhlak yang mulia secara umum ada dua. Ada akhlak yang dari sananya jibilli yaitu Allah Subhanahu wa taala menganugerahkan kepada sebagian hamba memiliki akhlak yang mulia. Ya, dia sabar memang dari sananya dia sabar. Orangnya lembut, dari sananya dia lembut ya. Tidak gerasa grusu ya dari sananya ya. Dan ada yang lembut tapi dengan diusahakan asalnya dia tidak lembut tapi dia usahakan. akhirnya menjadi seorang yang lembut. Karenanya ketika Asyaj Abdul Qais ya bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata kepadanya, "Inna fika khoslataini yuhibbahumullah." Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang Allah cintai. Alhilm wal anah. Alhilm yaitu ee tidak cepat marah. Ya, mungkin orang bersalah tapi dia biarkan ya. Namanya Halim ya. Kemudian al-anat yaitu ee tidak tergesa-gesa. Maka dia bertanya, "Apakah humaqu bihima am jabalinallahu alaihima?" Apakah ini dua akhlak yang aku berperangi dengannya? Yaitu aku usahakan atau Allah telah mengkodratkan aku seperti ini? Maka Nabi mengatakan, "Bal jabalakallahu alaihima kama qa Nabi sallallahu alaihi wasallam." yaitu Allah menjadikan dua akhlak tersebut anugerah dari Allah untukmu. Jadi memang dari sananya Allah telah menjadikan dia ee memiliki sifat ilm yaitu sabar dan al-anat, tidak tergesa-gesa. Sementara hadis yang lain kata Rasulullah sahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya sifat ilm yaitu sabar ya itu bisa diusahakan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, innamal ilmu bit ta'allum wa innamal hilmu bit tahallum. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ilmu dengan dicari alhilm juga dengan berusaha untuk menjadi ee memiliki sifat tersebut." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Waman yatasabbar yusabbirhullah." Siapa yang berusaha menjadi orang sabar, Allah bikin dia jadi orang yang sabar. Jadi, akhlak itu ee bisa diusahakan ya. Kalau akhlak tidak bisa diusahakan menjadi akhlak yang baik, buat apa? Ada dalil-dalil tentang keutamaan akhlak yang mulia. Ketika datang banyak dalil dari Al-Qur'an maupun sunah tentang akhlak yang mulia, menunjukkan kita bisa mengusahakan akhlak tersebut. Kita bisa berjuang untuk menuju akhlak yang yang tersebut. Dan Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ana zaimun bi baitin fi aal jannah liman hasana khuluqahu." Aku jamin dengan istana di atas surga bagi orang yang memperindah akhlaknya. Ya, untuk yang bisa memperindah apa? Akhlaknya. Berarti akhlak itu bisa di diusahakan. Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam meminta dengan banyak doa agar akhlak di diperindah. Seperti Rasul sahu alaih wasallam berdoa, "Allahumma ahsanta khqi fahassin khuluqi." Ya Allah, Engkau telah memperindah perawakanku, fisikku. Fahasin khuluqi, maka indahkanlah akhlakku. Seperti doa Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam doa istiftah. Allahumdini liahsanil aklaqi la yahdi lianiha illa ant wasrif sayiaha la yasrifui sayiaha illa an. Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik. Tidak ada yang bisa beri petunjuk kepadanya kecuali Engkau. Dan jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk. Tidak ada yang bisa menjauhkan aku dari akhlak yang buruk kecuali engkau. Ini berarti ee akhlak diusahakan bahkan diminta dari Allah Subhanahu wa taala. Ya, demikian juga Rasul sahu alaihi wasallam bersabda atau doanya, "Allahumma jannibni munkaratil akhlaq wal a'mal wal ahwa wal adwa." Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang mungkar, amal yang mungkar, hawa nafsu yang mungkar dan juga penyakit yang mungkar. Jadi meminta maka akhlak itu bisa diusahakan. Maka orang sombong kalau kita tegur, "Antum jangan begitu ya, kalau bisa antum begini ya. Jangan apa kalau jangan sombong misalnya atau jangan kalau bicara gak usah keras-keras ya, pelan-pelan lembut. Terus dia marah, saya memang dari sananya sudah begini ya. Dari dulu memang saya sudah keras, nenek moyang saya juga begini misalnya ya. Ini saya tidak, saya tidak marah tapi memang suara saya seperti ini. Jadi, tapi dia ngomong kayak marah-marah ya. Ya, kita bilang jangan begitu ya. Karena orang memahami kamu kalau bicara seperti kan sedang apa? sedang marah. Ya. Ya. Bisa diusahakan dengan menurunkan volume suara? Bisa kalau orang mau, tapi kalau enggak berniat enggak bakalan enggak bakalan bisa. Jadi orang yang ee tidak mau berubah ya, dia mengatakan saya begini. Saya memang dari dulu tidak seperti ini. Ya, itu sebenarnya dia angkuh ya. Dia bilang, "Saya qadarullah. Saya masih saya akan berusaha, saya belum bisa ya itu." Tapi dia bilang, "Saya tidak bakalan berubah lah." Ini sombong ya. Karena akhlak bisa berubah. Bisa berubah. N kita belajar akhlak ini agar kita bisa berubah akhlak kita. Dari pelit menjadi dermawan, dari emosional menjadi orang yang ilm, yang sabar ya. Jadi ya jadi bisa berubah jadi orang yang sombong jadi tawadu. Bisa dengan belajar ya. Tadinya dia sombong dia angkuh, dia bisa jadi tawadu. Kenapa? Dengan dia belajar. Dengan dia dia belajar dan dia melatih diri dan itu butuh perjuangan. Oleh karenanya dalam riwayat sebagian sahabat mengatakan akhlak itu seperti arzaq, seperti rezeki. Berbagai macam akhlak orang berbeda-beda sebagaimana rezeki orang juga berbeda-beda. Sebezeki diusahakan, akhlak juga bisa diusahakan. Ya. Baik, kita ee masuk dalam bab husnul khuluk. Qallahu taala. Allah berfirman, "Wa innaka laa khulqin adzim." Dan sesungguhnya engkau wahai Rasulullah benar-benar di atas perangai yang agung. Ya, ini adalah ee sumpah yang Allah buka dengan nun walqalami w yasturun ma anta binikmati bimajnun. Dan seterus sampai Allah mengatakan wa innaka laa khuluqin adim. Yaitu Allah bersumpah untuk menyatakan bahwasanya sesungguhnya engkau berada di atas perangai yang agung dan Allah kuatkan dengan banyak penguatan. Pertama Allah buka dengan walqalami wama yasturun. Ya Allah bersumpah demi pena dengan apa yang mereka torehkan. Yang kedua, Allah buka dengan wa innaka dan sungguhnya engkau. Ini penguat yang kedua, ya. Setelah demi seakan-akan sumpah demi pena sungguhnya engkau. Allah pakai lam taukid laala benar-benar di atas khuluqin. Dan khuluk sini datang dalam kondisi nakirah litaim litafkhim. Yaitu di perangai yang agung. Allah sifati lagi dengan agung. Jadi ada sumpah, ada lam taukid, ada ee nun taukid, ada lam taukid, kemudian ada khuluk dalam ee nakirah litafhim, kemudian disifati dengan adzim. Jadi ada lima penekanan ya dan menunjukkan betapa agungnya akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, itu kalau kita terjemahkan demi pena dan apa yang mereka torhkan. Sungguh-sungguh benar-benar engkau wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam di atas perangai yang luar biasa yang agung. Ya kira-kira demikianlah maksudnya Allah sedang memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan sebagian ulama mengatakan seorang berusaha untuk yatahalla bil akhlaq alkarimah. Seorang berusaha untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia. Jika ada akhlak mulia menempel pada seorang, maka orang tersebut akan terlihat indah gara-gara akhlak mulia tersebut. Kata mereka, "Kecuali Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Rasulullah sahu alaihi wasallam justru ketika akhlak nempel pada Nabi, akhlak itu yang kelihatan mulia. Kenapa? ketika nempel pada Nabi nampak keajaiban. Ternyata ada akhlak yang luar biasa yang tidak bisa nampak pada manusia-manusia yang yang lain. Sehingga kalau orang lain ditempeli akhlak, dia jadi mulia. Kalau Nabi akhlak yang nempel pada Nabi baru akhlak itu yang menjadi apa? Mulia. Ini istilah untuk mengagungkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena akhlak Nabi mukjizat. Akhlak Nabi mukjizat. Ya, makanya ketika para ulama bahas tentang mukjizat, mereka bagi jadi dua. Pertama, almukjizatul hisiah. Yang kedua, almukjizat almanawiyah. Al alahisiah yang terlihat oleh indra seperti air keluar dari jari-jari kemudian rembulan terbelah ya banyak ya hisiah yang maknawiah tiga yaitu sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam, akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam sama Al-Qur'anul Karim. Ini mukjizat maknawiyah di antaranya adalah akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam sendiri adalah mukjizat tersendiri yang menunjukkan beliau adalah utusan Allah Subhanahu wa taala. Nah, ketika Allah memuji Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan pujian yang luar biasa. Wa innaka la khuluqin adim. Dan sesungguhnya engkau berada di perangai yang hebat, yang agung, maka kita sebagai pengikutnya berusaha meniru Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berusaha meniru Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini menunjukkan bahwasanya agama bukan cuma terbatas pada ee ibadat yang seperti baca Quran, salat, ya. Kemudian ee antara kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Ternyata ibadah juga antara interaksi kita dengan sesama manusia ya sama sama manusia. Dan itu bagian daripada akhlak. Syekh Muhammad bin Salh al-Usaimin dalam ee syarah Riyad Shihin beliau membagi akhlak menjadi dua. Akhlak terhadap Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua akhlak terhadap manusia. Akhlak terhadap Allah Subhanahu wa taala disimpulkan pada ikrar kita. Roditu billahi rabban. Roditu billahi rabban. Yang sering kita ucapkan zikir pagi petang. Raditu billahi rabba wabil islami dina wabi Muhammad nabiya wa rasula. Demikian juga kalau kita menjawab azan sampai pada asyhadu anna muhammad rasulullah kita bilang rutu billahi rabba wabil islami dinaina w Muhammad nabiyan wa rasula. Ya, ritu billahi rabba. Yaitu aku rida Allah sebagai rabku. Yaitu kita berakhlak kepada Allah subhanahu wa taala. Rida kalau Allah menetapkan sesuatu pada kita, kita berakhlak kepada Allah. Tidak protes. Ya, tidak mengeluh mengatakan, "Ya Allah, kenapa kau takdirkan aku seperti ini? Ya Allah, kenapa kau ambil nyawa anakku? Ya Allah, kenapa kau ambil nyawa istriku? Kenapa tidak aku dulu sebelum dia?" Banyak perkataan yang menunjukkan tidak beradab kepada Allah. Seakan-akan Allah salah dalam mengambil keputusan sehingga dia protes kepada Allah Subhanahu wa taala. Rida. Di antaranya tidak qanaah. Tidak qanaah. Ya. Orang hasad termasuk bentuk tidak rida kepada keputusan Allah Subhanahu wa taala. Kenapa dia diberi? Saya tidak. Ya. Kenapa dia diberi? Saya saya tidak. Sehingga hilang sifat qanaah. Timbul rasa hasad. Dia tidak berakhlak kepada Allah. Makanya para ulama mengatakan orang yang hasad itu protes kepada keputusan Allah Subhanahu wa taala. Ya, seakan-akan Allah tidak tepat ketika membagi rezeki atau anugerah. Harusnya saya yang dapat, kenapa dia yang dapat? Ya, saya lebih ganteng dari dia, kenapa istri dia lebih cantik daripada istri saya misalnya. Padahal terserah Allah Subhanahu wa taala ya. Sehingga dia hasad ya. Saya yang lebih berusaha, kenapa dia yang lebih kaya daripada saya ya misalnya. Jadi beradab kepada Allah. Di antara bentuk beradab kepada Allah, Syekh Utsimin menjelaskan yaitu tunduk kepada hukum-hukum Allah. Kalau Allah atau hukum seperti ini, kita gak boleh protes. Ya. Ya ayyuhalladzina amanu la tuqaddimu baina yadaillahi wa rasulihi. Wahai orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan rasul-Nya. Jangan mendahului ya apa yang sampaikan Allah rasulnya kita terima. Karena hukum Allah kalau kita beradab kita terima, hukum Rasulullah kita terima. Jangan kita cari pilihan yang lain. Wana limmin w mukminatin qallahu rasul amrakun lahumaratu min amrihim. Kalau Allah dan rasulnya sudah kasih keputusan, tidak boleh bagi seorang mukmin maupun mukminah untuk mencari pilihan yang yang lain. Bahkan di antara tafsir la tuqaddimu baina yadaillahi wa rasulih. Janganlah kalian mendahului Allah dan rasulnya. Itu seorang bikin ide. Coba seandainya hukumnya begini seakan-akan ee hukum Islam tidak lengkap. Dia mau kasih ide harusnya begini. harusnya begini dia tidak rida dengan dengan hukum-hukum Allah Subhanahu wa taala ya. Apa hukmal jahiliyati yabughun? Apakah mereka menjadi hukum jahiliah? Yaitu hukum selain hukum Allah subhanahu wa taala. Maka di antara akhlak yang agung adalah berakhlak kepada Allah subhanahu wa taala yang disimpulkan dalam pernyataan kita setiap pagi dan petang. Raditu billahi rabba. Itu perkataan konsekuensinya. tinggi. Aku rida Allah sebagai Tuhanku. Yaitu rida. Rida Allah menciptakan kita dengan bentuk yang Allah kehendaki. Rida tidak? Fi ayu suratin masyaakabak. Kata Allah, Allah memberi bentuk yang Allah kehendaki. Kita begini bentuknya, hidungnya begini, mukanya begini, rida. Jangan enggak rida. Ya, kulitnya begini, jangan enggak rida. Ya, makanya ketika sebagian wanita ingin merubah ciptaan Allah, maka Allah tegur ya Nabi. Nabi mengatakan ya ee tentang para wanita yang al wasyimah ya wal mustausyimah yang mentato dan ditato. Yang apa menyambung rambut dan minta untuk disambung rambut kemudian yang mencukur alis dan minta untuk dicukur alisnya. Almutafalijat yang mengkikir giginya. Ya, supaya kelihatan muda lagi. Orang Arab suka kalau ada celah di gigi. Almughayiratiqillah ya lil husni. Yaitu wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah karena mencari keindahan. Dia tidak rida. Dia tidak rida maka dia rubah wajahnya. Operasi plastiklah ya. Tempel sini, tempel sini, tempel sini, cabut sini, cabut sini. Ya. Ya. Ini tidak rida dengan ee padahal sudah tidak ada kecuali cacat. Kalau cacat atau tidak normal itu tidak mengapa ya. Tetapi kalau normal kemudian diperindah ya kulitnya sudah bagus dia rubah ya sudah putih dia operasi jadi apa? Jadi lebih putih lagi ya. Misalnya kulit sudah sawwa matang sudah bagus ya. Bukan sawa busuk, sawah matang lumayan dirubah lagi jadi apa namanya? Jadi tepung terigu ya misalnya putih ya. Padahal kecap itu manis. Padahal meskipun hitam ya. Dibantah gula putih manis. Intinya rida. Rida kepada Allah. Rida. Raditu billahi rabba. Berakhlak dengan Allah subhanahu wa taala. Ya kata Allah menyebut tentang setan berkata falaam amurnahum fala yugyirun khalqallah. Aku benar-benar akan perintah mereka supaya mereka merubah ciptaan Allah. Itu di antara propaganda setan membuat kita tidak rida dengan takdir fisik kita. Sehingga kita ya melakukan hal yang dilarang ya hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala. Tib. Yang kedua adalah akhlak terhadap sama manusia. Maka Allah, Imam Nawawi sebutkan dalam ayat berikutnya, waqala taala waliminal gidalina aninas dan orang-orang yang meredam amarah dan memaafkan orang-orang lain. Ya, ee ini adalah ciri-ciri orang bertakwa dan penghuni surga yang Allah sebutkan dalam surat Al Imran. Kata Allah subhanahu wa taala, magfiratbikumin arduamawatu wal arduidat lil muttaqin alladina yunfiquuna fari wra waladi minal gid walinainas wallahu yuhibbul muhsin kata Allah bersegeralah kalian menuju ampunan Allah dan menuju surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang yang bertakwa surga tersebut siapa orang bertakwa kata Allahina yunfiqu yang senantiasa berinfak dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi sulit. Infak tetap jalan. Lapang mungkin lebih banyak kalau sulit kurangi. Tapi infak terus berjalan karena Allah menggunakan fi'il mudhar yang menunjukkan continuous tense ya. Terus alladzina yunfiquun yang senantiasa ee berinfak dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi sulit. Kemudian kata Allah walad minal ghaif. Dan orang-orang yang senantiasa meredam apa? Amarah. Di sini lebih kuat ketika Allah menggunakan isim fa'il. Isim fail itu kalau dalam bahasa Arab sudah seakan-akan sudah menjadi ee sajiah, sudah menjadi perangainya. Jadi senantiasa meredam apa? Amarah. Dan alkad minal ghaid itu ibarat amarah sudah di puncak sebentar lagi luber seperti air sudah dipuncak e di mulut apa periuk tinggal sebentar lagi luber kemudian ditahan supaya tidak luber. Itu namanya alghit di puncak kemudian dia tahan dan dia mampu untuk melampiaskannya tapi dia tidak melampiaskannya. Dan kita tahu keutamaan orang yang tidak melampiaskan amarah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam manahu wahuaahullahuqiamahtairu siapa yang meredam amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah akan panggil dia pada hari kiamat di hadapan khalaya itu Allah populerkan dia di hadapan manusia seluruhnya Allah panggil si fulan bin fulan Allah jelaskan ini orang dahulu meredam amarah. Terus Allah suruh dia pilih bidadari mana yang dia sukai. Ya, subhanallah. Amalan tidak ringan. Meradam amal tidak ringan. Itu berat. Karena itu berat maka pahalanya besar. Suruh pilih bidadari mana yang dia sukai. Sekarang kita enggak ada pilihan. Ada pilihan enggak? Ada. Raditu billahi rba. Enggak ada pilihan. Apa yang Allah kasih kita terima. Enggak bisa pilih, di akhirat bisa milih. Ya, makanya sabar. Hidup ini perlu kesabaran. Bisa marah tapi diredam marah. Mungkin marah sama anak buah, marah sama bawahan, marah sama anak, marah sama istri. Sabar ya. Kalau istri bikin ngomel-ngomel enggak usah enggak usah marah. Sabar, senyum aja. Kenapa senyum, Mas? Nabi bersabda, "Siapa yang berada amarah disuruh pilih-bidadari hari kiamat." Baik. Walinainas. Dan yang memaafkan orang lain lebih lebih berat lagi daripada sekedar meredam amarah. Karena meredam amarah terkadang masih gerundil di hati. Terkadang meredam amarah pengin balas dendam suatu saat dia meredam. Tapi kalau walina aninas lebih tinggi lagi dia memaafkan orang lain. Dan ini ibadah luar biasa. Sulitnya tapi pahalanya luar biasa. Memaafkan orang lain. Kenapa? Pertama, ibadah ini ya tidak bisa kita lakukan kecuali kita sedang dizalimi orang, sedang dikata-katain, sedang diambil hartanya, sedang dipukulin orang, dijatuhkan kedudukannya, kemudian kita maafkan. Jadi ibadah yang tidak bisa dilakukan kecuali kita sedang dizalimi. Ya. Dan namanya orang ketika dizalimi inginnya membalas. Kalau bisa balasnya dobble ya, sifat manusia ya untuk menunjukkan dia hebat. Tapi justru Allah suruh memaafkan ya. memaafkan. Dan ini sangat-sangat berat. Makanya datang dalam Al-Qur'an Allah sifati orang yang maafkan dengan muttaqin tadi dalam surat Al Imranidat lil muttaqin. Allah siapkan surga bagi orang yang bertakwa. Siapa? Yaitu memaafkan orangorang lain. Kemudian Allah akhiri wallahu yuhibbul muhsinin. Allah mencintai orang yang berbuat ihsan. Jadi orang yang memaafkan itu disifati dengan takwa, disifati dengan ihsan. Demikian ayat yang lain kata Allah wa an tafu aqraul taqwa. Kalian memaafkan lebih dekat kepada ket ketakwaan. Kalau orang tidak maafkan dia susah untuk bertakwa. Karena kalau dia lagi balas terkadang melampaui batas. Dan kalau dia sudah melampaui batas maka dia sekarang posisinya menzalimi. Bukan lagi terzalimi. Supaya mudah bertakwa maafkan. Sudah maafkan. Maafkan. Maka dia lebih dekat kepada ket ketakwaan. Faufuhum wasfah innallaha yuhibbul muhsinin. Kata Allah subhanahu wa taala, "Maafkanlah mereka dan berlapanglah dada. Sesungguhnya Allah mencintai orang berbuat ihsan." Jadi orang yang melakukan memaafkan orang lain adalah orang mencapai derajat ihsan. Dan ihsan adalah derajat yang tertinggi setelah Islam, iman kemudian apa? Ihsan. Karena dia tahu bahwasanya ada ganjaran besar di akhirat maka dia bisa memaafkan dan dia dicintai oleh Allah. Jadi kalau ingin dicintai oleh Allah maafkan. Karena Allah mengatakan, "Faufu anhum wasfah innallah yuhibbul muhsinin." Maafkanlah mereka dan berlapang dada. Sesungguhnya Allah mencintai orang berbuat ihsan. Kapan kita maafkan kita dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara keutamaan memaafkan ya memaafkan adalah sabar plus bukan sekedar sabar bahkan me memaafkan. Dan ee Allah mengatakan wallahu yuhibbusobirin. Allah mencintai orang-orang yang yang sabar. Kemudian pahalanya besar kata kata Allah subhanahu wa taala faman afa wa aslaha faajruhu alallah waman afa wa aslaha faajru alallah siapa yang maafkan dan berbuat kebaikan pahalanya di sisi Allah subhanahu wa taala Allah siapkan pahala yang besar pahalanya besar di sisi Allah subhanahu wa taala ya dan Allah mencintai sikap pemaafan bukankah doa lailatul qadar Allahumma innaka afuun tuhibbul afwa Ya faafu anni. Ya Allah sungguhnya Engkau maha pemaaf dan Engkau mencintai sikap memaafkan. Siapa yang memaafkan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian juga keutamaannya siapa yang maafkan dia akan dimaafkan oleh Allah subhanahu wa taala. Kata Allah subhanahu wa taala walyafu walasfahu ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum. Hendaknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kalian suka jika diampuni oleh Allah? Aljaza menjil amal. Balasnya dengan perbuatan. Kita ampuni orang, kita maafkan orang, kita dimaafkan oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi kalau kita bicara pahala, maafkan luar biasa, tapi ini akhlak. Ternyata ibadah itu bukan cuma baca Quran, bukan cuma salat malam, bukan cuma kita bersedekah, ya, bukan cuma kita haji umrah, ada ibadah agung memaafkan memaafkan orangor lain. Ya, sampai Rasulullah pernah muji seorang sahabat yang dia sebelum tidur dia mengat saya maafkan semua orang yang pernah menzalimi menzalimi saya. Dan kalau orang sudah maafkan ee dia akan hidup tentram, tenang. Dia tidak banyak pikiran. Ya sudahlah orang zalimi saya banyak dosa. Saya maafin saya banyak dosa. Kemudian ini cara Allah maafkan saya ya mungkin tambah derajat saya. Jadi kita berusaha maafkan orang orang lain. Ya. Dan orang yang paling utama kita maafkan adalah orang orangor rumah. Orang siapa? Orang orang rumah. Anak-anak, istri ya. Pembantu orang di rumah yang semuanya berkhidmat kepada kita, pegawai dekat kita, sopir ini yang paling utama kita maafkan. Makanya ketika Rasulullah ditanya, "Kam nafu an khadim?" Ya Rasulullah, berapa banyak kita maafkan pembantu? 70 kali sehari ya. 70 kali sehari pembantu. Dia sudah bekerja, berusaha, kekurangan dia kurang paham, dia salah ngerti. Ya sudah, maafin ya, maafin ya. Jadi saya pernah punya pembantu. Jadi istri bilang, "Ini ini Bu ee jadi ada orang telepon, kalau ada buat anak-anak kirim ya, Bu." Ya, akhirnya istri saya titip ee Bibi ini tolong kasih ibu itu ya ini buat cucu-cucunya. Ya, iya, Bu. Akhirnya Bibi itu jalan keluar sampai di pagar ketemu satpam. Bibi mau ke mana? ini mau ngantar titipan buat ibu itu buat saya juga punya anak buat saya aja. Oh ya sudah buat Pak Satpam aja. Tib dia pulang dia enggak bilang-bilang kalau dia sudah kasih apa? Satpam. Akhirnya nenek itu telepon Bu kok belum sampai? Loh sudah diantar. Ini kira-kira bikin jengkel enggak? Ya. Kita mau marah gimana? Mungkin dia enggak paham. Dia pikir ya udah kan dia bilang, "Bi, ini kasih buat nenek sana. kasih ya. Tengah jalan ketemu satpam di rumah. Buat siapa, Bi? Buat nenek. Saya juga punya anak. Ya sudah, buat Pak Satpam aja lah. Kenapa kasih orang? Tapi kita enggak bisa marah ya. Ya, mungkin dia kemampuannya enggak sampai mau diapain ya. Ya, kalau dia pintar, dia yang jadi bos, kita jadi anak buah ya. Jadi, gimana ya? Orang paling utama kita maafin orang-orang dekat dekat kita dan kalau kita maafkan itu dapat pahala. Dapat pahala. Jadi sekali lagi saya ingatkan bahwasanya akhlak itu bukan cuma apa ibadah itu bukan cuma baca Quran, bukan cuma salat, zikir, bangun malam, gak di antaranya interaksi kita dengan sama manusia. Ini juga pahalanya sangat besar. Nanti akan kita jelaskan. Tiib wa Anas radhiallahu anhu qala. Dari Anas radhiallahu anhu beliau berkata, "Karana Rasul sahu alaihi wasallam ahsanasi khuluqan muttafaqun alaih." Rasul sahu alaih wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Ini sudah jelas. Bagaimana tidak? Sementara Allah telah memujinya dengan pujian yang luar biasa setinggi langit. Allah tekankan dengan lima penekanan. Ya, wa innaka laa khuluqin adim. Sehingga tadi saya sudah singgung akhlak Nabi adalah mukjizat tersendiri. Akhlak Nabi adalah mukjizat tersendiri. Ya, dari segala sisi kita lihat akhlak Nabi luar luar biasa. Saya sudah pernah sampaikan misalnya zuhud, Nabi zuhud, Nabi zuhud komitmen zuhud. sampai meninggal dunia tidak pernah foya-foya sekalipun. Gak pernah. Ini menunjukkan dia seorang nabi. Kalau dia bukan seorang nabi mungkin dia sekali-sekali apa? Happy-happy, senang-senang, royal, glamor. Gak sama sekali enggak pernah. Zuhud sampai meninggal. Dari awal sampai meninggal menunjukkan memang dia seorang seorang nabi. Ini akhlak yang buktikan dia seorang nabi. Ya. Ya. Kalau kita sekali sekali-sekali kita senang-senanglah. Kalau kita, kalau Nabi gak, dia zuhud dari awal sampai akhir. Ini menunjukkan akhlak Nabi yang luar luar biasa. Rasul sahu alaihi wasallam pemberani. Pemberani juga tidak pernah takut sama sama sekali. Pemberaninya luar biasa ya. Ya. Sampai kata Ali bin Abi Thalib, "Kunna idza marral b ittaqina birasulillah." Kata Ali bin Abi Thalib, "Kami kalau perang sudah parah, kami berlindung di belakang Nabi sallallahu alaihi wasallam." Ini yang ngomong bukan pengecut. Yang bilang Ali bin Abi Thalib, sang pendekar, sang jagoan. Dia bilang, "Kami kalau sudah perang parah, kami berlindung di belakang siapa?" Belakang Nabi. Berarti Nabi paling apa? Paling depan. Sallallahu alaihi wasallam. Ya. Paling pemberani. Ketika perang ee perang Hunain ketika kaum muslimin tiba-tiba kejebak di lembah, tahu-tahu dihujani anak panah. Semua kabur. Semua kabur. Tinggal beberapa belas orang bersama Nabi dan Nabi sedang naik begol kalau tidak salah. Maka Nabi langsung teriak, "Dia tidak mundur dan dia maju ke depan. Dia mengatakan ana nabiyun la kadib ana bnu Abdul Muthalib. Saya nabi yang saya tidak berdusta dan saya cucunya Abdul Muthalib. Bahkan dia teriak biar didengar musuh. Dia tidak takut sama sekali. Karena apa? Dia seorang nabi. Maksudnya kalau kita bicara akhlak pemberaninya Rasulullah luar biasa ya. Ya. Ketika ada suara yang mencekam di malam hari, orang-orang semua keluar menuju sumber suara tersebut. Ternyata Nabi sudah di depan, sudah naik kuda di depan. Kemudian Nabi balik. Kata Nabi, "Lan turu." Gak usah khawatir balik. Nabi ternyata sudah di luar. menuju sumber suara yang mencekam tersebut sallallahu alaihi wasallam. Ya, kalau kita bicara memaafkan luar biasa. Nabi sallallahu alaihi wasallam sangat-sangat memaafkan ya. Sampai ketika dia diracun oleh wanita Yahudiah yang memberi racun sehingga Nabi meninggal akibat tersebut, Rasulullah tidak menyuruh membunuh wanita tersebut. Rasulullah maafkan. Yang beri racun Yahudi. Sampai Rasulullah makan racun ketika tanya, "Kenapa kau racuni saya? Kata Yahudi tersebut, "Kalau kau, kalau kau pendusta biar kau mati saja. Ya, kalau kau nabi, pasti kau dikasih tahu." Dan benar, ketika Nabi Allah mentakdirkan Nabi sudah makan dulu baru apa namanya? Kambingnya berbicara, "Inni masmumah." Sesungguhnya aku beracun. Kata para Allah, "Ada hikmahnya agar Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggal dengan ganjaran mati apa?" Syahid. Ya. J Rasulullah tidak ee tidak membunuh wanita tersebut. Rasul sallahu alaihi wasallam maafkan jauh kita dari nabi kita yang yang bukan meracu nih cuma kasih makanan enggak enak aja teman sendiri kita sudah ngamuk-ngamuk ini makanan kayak gini padahal teman sendiri muslim sesama muslim cuma salah kasih bumbu bukan salah kasih racun sallallahu alaihi wasallam ya Allah ya bagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika dikejar oleh seorang Arab Badui Nabi sedang berjalan tahu-tahu Arab Badui tersebut naik Tarik selendang Nabi. Tarik sampai kelihatan warna merah di leher Nabi. Karena Nabi berkulit putih ditahan. Nabi sedang jalan kemudian direm oleh orang Badui tadi. Kemudian mengatakan, "Ya Muhammad, a'tini mim malillahilladzi atak." Wahai Muhammad berikanlah harta Allah yang Allah titipkan kepadamu. Nabi langsung fatabassama faltafata ilahi fatabama. Rasul sahu alaihi wasallam lihat dia rasul sahu alaih wasallam tersenyum. Rasul sahu alaih wasallam berkata atuh berikan kepada orang orang ini. Siapa yang bisa langsung tersenyum seperti itu? Kalau kita Nabi bisa langsung terus menakjubkan. Menakjubkan. Menajukan. Tarik panggil ya Muhammad ya. Bukan ya ustaz. Enggak Muhammad misalnya kalau kita firanda. [Tertawa] Firanda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, Mak. Saya sering cerita saya juga pernah langsung maafkan hampir saya Martkan. Waktu saya keluar dari gerbang Jamiah, gerbang universitas saya na mobil Kresida krisis 89 zuhud. Tapi zuhud terpaksa waktu itu karena enggak ada duit. Jadi tahun ke '89 tahu-tahu ada mobil besar nabrak prak. Aduh saya buka kaca langsung saya maafkan. Fadol ternyata dosen saya. Gak apa-apa gak apa saya gak apa masyaallah saya bisa memaafkan langsung. Subhanallah. Jadi kita kalau renungkan akhlak Nabi semuanya apa? Keajaiban. Sehingga benar kata Anas kana Rasul sahu alaihi wasallam ahsananasi khuluqan. Ya Rasul adalah orang yang terbaik apa akhlaknya dan masih banyak kalau kita cerita akhlak Nabi semuanya menakjubkan. Tib berikutnya wa anhu radhiallahu anhu dari Anas radhiallahu anhu qala maistu dibajan wala hariron alyana min kafi rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Aku tidak pernah menyentuh sutra ya baik harir maupun dibaj ya. Dibaj itu sutra yang mungkin agak ada hiasannya di samping ada kasarnya ada apa namanya e tenunannya ya. Intinya ini jenis-jenis sutra. Sutra sangat halus ya. Tapi kata dia tidak ada yang lebih halus daripada tangan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Wamam q atyaba minhati rasulah sallallahu alaihi wasallam. Aku tidak pernah mencium wangi apapun yang lebih wangi daripada wanginya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan Rasulullah secara mukjizat memang badannya apa? Wa wangi. Memang badannya wangi ya. Sampai ada seorang wanita kalau yang e ketika Rasulullah tidur diambil keringatnya dikumpulin ya karena wangi Rasulullah wasallam tubuhnya wangi ya dari sananya dari Allah Subhanahu wa taala menjadikan tubuhnya wangi ya kemudian ee Anas berkata ini semua mukadimah ya tentang indahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian beliau berkata, "Walaqad khadamtu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam asr sinin aku telah menjadi pembantu Rasulullah selama tahunq Rasulullah tidak pernah sekali mengatakan ah enggak pernah wqin faal faahu dan tidak pernah Rasulullah aku melakukan sesuatu Rasulullah berkata kenapa kau bikin begitu enggak pernah win lam afalu ala faalta dan suatu yang tidak aku lakukan Rasulullah tidak bilang kenapa kau tidak kerjain gak pernah muttafaqun alaihi dan ini Anas bin Malik adalah seorang yang diberi anugerah menjadi pembantu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Karena cerdasnya ibunya, ibundanya Ummu Sulaim. Ummu Sulaim ketika dengar Rasulull sahu alaihi wasallam datang ke Madinah maka dia bawa putranya Anas. Ya, dia mengatakan, "Wahai Rasulullah, ini Anasdum yakhdumuka jadi pembantumu." Maka Anas masih kecil, maka dia jadi pembantu Nabi selama 10 tahun. Ya, 10 tahun. Dan dia ceritakan pengalamannya. Ini di antara satu mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam terkait akhlak. Karena selama 10 tahun Nabi enggak pernah bilang, "Anas, ah enggak pernah. Kamu tuh enggak pernah. Makanya lihat-lihat enggak pernah. Kalau kita sering kok gitu sih? Gimana sih kamu? Ah, gitu. Rasulullah enggak pernah begitu. Gimana sih kamu kalau sama suruh belok kiri kok belok kanan? Kamu jangan makanya jangan tidur. Kita enggak bisa kayak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Enggak bisa. Rasul sahu alaihi wasallam enggak pernah bilang ah. Enggak pernah. Ah. Ah. itu uftu adalah adnaam kalimatin litadjur, yaitu kata yang menunjukkan kejengkelan. Rasulullah tidak pernah tunjukkan kepada Anas kata yang menunjukkan kejengkelan sama Anas. Luar biasa ya. Dan bahkan bukan cuma itu, ini selama 10 tahun. Kalau kita sehari mungkin bisa supir salah kita senyum-senyum tapi sehari aja coba besok. Tapi Rasulullah 10 tahun tidak pernah begitu. Luar biasa ya. 10 tahun ajib menakjubkan. Bahkan tidak pernah aku melakukan sesuatu. Dia bilang, "Kenapa kau begitu? Kenapa kau melakukan?" Gak pernah. Tentu Anas apakah pernah salah? Tentu sering ni anak kecil dia melakukan kesalahan. Sebagai contoh ketika Rasulullah mengatakan, "Wahai Anas, pergilah." Kata Anas, "Wallahi lazab, saya enggak mau pergi." Anas cerita pernah Rasulullah suruh kasih saya tugas. Rasul bilang, "Pergilah wahai Anas." Kata dia, "Dim, saya enggak mau pergi." Kata Anas, "Dalam hatiku, saya ingin pergi." Anak kecil. Akhirnya dia pergi, dia nonton anak-anak lagi ngumpul main-main, dia nonton situ. Akhirnya telat lagi nonton mereka main. Akhirnya Rasulullah kejar dari belakang. Rasulullah pegang belakang. Kata Rasulullah, "Ya Unais, panggilan apa namanya? Manja. Wahai Unais, ya. Ya, ngapain ya? Saya akan pergi, ya Rasulullah. Ya, izhab min haitsu umir. Pergilah ke arah yang telah kau diperintahkan." Dan Rasulullah tidak marah. Mungkin kalau kita enggak datang-datang ini ngapain sih anak ini datang? Ah, ketahuan ya. Rasulullah gak pernah. Ini salah satu keajaiban akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mana ada majikan 10 tahun tidak pernah marah sama ee bawahannya. Enggak pernah. Kecuali Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tib. Waisab bin Jassamah radhiallahu anhu qala ahdaitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam himaran wahsiyan fardahu alaiya falam ma fi wajhi q inna lam naruddahu alaika illa anna hurumun muttafqan alai. Jadi sahabat ini dia memberi hadiah kepada Nabi berupa himar wahsyik. Himar ada dua, keledai ada dua. Khimar ahli haram. Diharamkan ketika perang Khaibar. Himar ahli itu keledai yang sering dinaiki di dongki. Ya, itu haram ya. Tidak boleh dimakan dagingnya. Satu himar yang kedua, himar wahsyi mirip seperti kuda zebra ya. Itu halal ya. Dan Nabi ketika sedang berihram, tapi dalam perjalanan ada seorang sahabat yang menangkap himar wahsyi kemudian dia sembelih. Dia tahu itu halal, dia sembelih. Kemudian dia hadiahkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia mengatakan, "Saya beri hadiah kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam himar wahsyi." Yaitu himar yang siap disantap. Maka Nabi menolak faradahu alaiya. Nabi bilang, "Enggak." Padahal Rasulullah tidak menolak hadiah. Falammaa ma fi wajhi. Tatkala rasul wajahku berubah gara-gara artinya dia sudah cari setengah mati sudah ditangkap, disembelih, dihidangkan. Kata Rasulullah enggak. Maka Rasulullah jelaskan agar dia tidak tersinggung. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna lam naruddahu alaika illa anna hurum." Kami tidak menolak hadiahmu kecuali kami sedang berihram. Kalau berihram tidak boleh makan hewan buruan. Kata Allah, "La taqtulusida wa antum hurum." Wahai orang beriman, janganlah kalian membunuh atau berburu sementara kalian dalam kondisi sedang berihram. Masalahnya sahabat ini dia berburu khusus buat Nabi. Kalau seorang berburu khusus buat orang yang sedang berihram tidak boleh. Beda kalau dia berburu buat dia, dia memakan terus ada orang ihram datang dia kasih. Boleh karena bukan tapi kalau dia sengaja berburu untuk menjamu orang yang sedang berihram maka ini tidak boleh. Meskipun orang berihram tersebut tidak langsung ber berburuk. Karena salah satu larangan ihram adalah ee berburuk. Tidak boleh berburuk. Dulu perjalan dari Madinah ke Makkah sampai seminggu sampai 8 hari. Dan mereka ya ee membawa bekal makanan. Boleh makan tapi tidak boleh berburu. Tidak boleh berburu himar, tidak boleh berburu ee merpati ee kelinci. Yang diburu tidak boleh dimakan kecuali hewan laut. Boleh hewan laut sekarang. Subhanallah kita gak perlu berburu ya. Tinggal naik pesawat sampai di hotel berburu di hotel makan berbagai macam modelnya. Ya luar biasa. Dulu susah orang mau ber berihram. Jadi intinya yang jadi perhatian kita di sini, Nabi sallallahu alaihi wasallam berakhlak mulia sehingga dia tidak bikin orang sampai suudon atau jangan sampai tersinggung maka dia maka dia kabarkan agar tidak salah tidak salah paham. Makanya di antara akhlak mulia adalah menyampaikan uzur kepada orang agar orang tidak salah salah paham. Misalnya kalau orang kehidangan, aduh saya saya baru makan, mohon maaf, bukan kita diam aja sudah setengah mati masa atau kita bilang sedang puasa, mohon maaf agar dia mengerti. Agar dia mengerti sehingga dia tidak tersinggung karena kita apa? Menghargai letihnya dia menyiapkan makanan tersebut. Kalau kita ada uzur, kita sampaikan ya, "Ma maaf saya lagi diet." misalnya akhirnya dia ngerti saya atau saya dilarang dokter sementara saya lagi ada program sehingga dia mengerti dan dia tidak tidak tersinggung. Ini di antara akhlak yang mulia ya sehingga tidak tersinggung ya. Sampai di Syekh Utsimin mengatakan di antara akhlak mulia adalah menghilangkan penasaran orang. Kalau orang tu penasaran supaya dia tidak penasaran kita hilangkan penasarannya. Dalilnya apa? Dalilnya ketika Salman al-Farisi datang mendengar tentang nabi terakhir Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, maka dia pengin cek di antara sifat-sifat Nabi tersebut, di antaranya dia menerima hadiah dan menolak sedekah. Tidak, tidak, tidak makan sedekah. Dia tidak, bukan mlak sedekah, dia tidak makan sedekah dan makan hadiah. Maka Salman al-Farisi kasih makanan. Dia bilang, "Ya Rasulullah, ini sedekah." Rasulullah panggil sahabat, Rasulullah kasih. Dia tidak makan sama sekali. Kata Salman. Ini cirinya. Ciri kedua, Ras kasih makanan. Rasulullah ini hadiah. Ketika kasih hadiah, Rasulullah makan bersama para sahabat. Oh, benar. Jadi ketiga Rasulullah ada tanda kenabian di belakang di antara baina katifaihi. Di antara dua pundaknya seperti telur kecil ada bulunya. Maka Rasulullah pakai rida. Salman putar-putar belakang penasaran. Rasulullah tahu dia pengin cek. Rasulullah lepas. Kata Syekh Utsimin, ini dalil menghilangkan penasaran akhlaknya mulia. Jadi kepenasaran ada perlunya, bukan kepo. Paham? Bukan kepo enggak ada perlunya. Ini dia penasaran karena ada perlunya enggak ada masalah. Jadi orang penasaran tuh enggak enak ya. Enggak enak. Kalau kepo enggak ada enggak ada perlunya ngapain ya? Biarin aja kepo enggak ada. Seperti ada saya baca di ada yang bilang ada seorang suka minum apa? Koha. Minum kahwa banyak. Akhirnya ada penasaran dia datang, "Ya, akhi, saya lihat kamu minum kohu banyak sekali. Ada apa gerangan?" Kata orang itu, "Kakek saya dulu dia umurnya panjang." Kenapa? Karena dia enggak suka nanya-nanya seperti kamu. Jadi kalau kita ada orang penasaran kita hilangkan itu ada manfaat bagi dia, kita hilangkan penasarannya. Kalau itu bermanfaat bagi dia. Kalau enggak manfaat enggak usah ya. Tapi maksudnya ini akhlak Nabi luar biasa. Sampai seperti itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berakhlak seperti ini. Enggak enak kelihatannya dia wajahnya berubah. Maka Rasulullah kasih penjelasan saya lagi ihram jadi enggak bisa karena larangan orang ihram makan apa? Hewan hewan buruan. berbeda tadi saya katakan seandainya jika ee seorang berburu kemudian untuk dia lantas orang muhrim datang, maka dia boleh memberikan ee kepada ee muhrim ee tersebut karena memang diburu bukan untuk secara khusus kepada muhrim tersebut tapi untuk dia maka dia boleh bagi kepada orang yang sedang berihram. Tapi demikian saja wabillah taufik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.