Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala kita masih pada bab ma jaa fi ifsyais sir bab tentang ee membongkar rahasia atau menyebarkan rahasia ee Eh kita masuk pada hadis berikutnya. Waan Jabirin radhiallahu anhu marfuan. Dari sahabat Jabir radhiallahu anhu secara marfu yaitu sudah sampai kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Hadasarjulu bil hadisi tummaltafata fahi amanah." Jika seorang menyampaikan suatu pembicaraan kemudian dia menoleh, maka itu adalah amanah. Ya, itu adalah amanah. Hadis ini riwayat at-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al Imam at-Tirmidzi. Maksudnya sebelum dia berbicara, dia menoleh ke kanan ke kiri sebelum berbicara dengan kita. Ya, menunjukkan dia tidak pengin ada orang lain yang tahu pembicaraan ini. Maka dia cek ada orang enggak, dia cek ke kanan dan ke kiri. Jika tidak ada orang maka dia sampaikan. Maka ini menunjukkan apa yang dia bicarakan kepada kita merupakan amanah. Tidak boleh keluar. Cuma antara kita dengan dia. Antara kita dengan dengan dia. Dari sini kita tahu bahwasanya amanah tidak hanya terbatas pada uang yang dititipkan kepada kita, wadiah barang yang dititipkan pada kita, amanah luas. Ya, ada amanah barang dititipkan sama kita, maka kita harus kembalikan. Ada uang titipkan sama kita, harus kita kembalikan. Ada aman dalam pekerjaan. Kalau kita sudah kontrak perjanjian, kita harus ikut SOP. Itu adalah amanah. juga tidak kita kerja dan kita menyelisihi dan kita makan hasil yang haram. Ada amanah banyak. Amanah terhadap orang tua, amanah terhadap anak, amanah terhadap istri, amanah terhadap suami. Amanah banyak tidak terbatas pada sekedar materi saja ya. Dan di antaranya adalah amanah terkait rahasia. Terkait rahasia. Kalau ada orang datang sama kita, kemudian dia sebelum berbicara dia lihat ke kanan ke kiri, berarti itulah amanah. Tidak boleh kita ceritakan kepada orang lain. Siapa yang menceritanya kepada orang lain maka dia terjunus dalam dosa. Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "La imana liman la amanata lahu." Tidak ada iman bagi orang yang tidak ada amanahnya. Maka ee seorang waspada ee agar tidak mengumbar amanah. Ee dan di antara amanah kalau seorang japri kita dan kita tahu ini pembicaraan khusus ee maka jangan kita screenshot kemudian kita sebarin. Ini banyak orang tidak amanah ya. Kalau dia screenshot dia minta izin atau pembicaraan yang umum mungkin okelah. Tapi kalau kelihatan pembicaraan khusus spesifik antara Tita dengan dia, makanya dia japri, dia tidak ngomongkan di grup. Ini tanda bahwasanya dia ingin pembicaraan khusus. Kalau tidak khusus tentunya dia mungkin bicarakan di grup maka tidak jangan sampai kita screenshot kecuali memang pembiasan pembicaraan biasa ya. Tapi kalau ini pembicaraan kelihatan khusus spesifik terkait dengan rahasia seseorang, maka meskipun dia tidak melarang untuk men-screenshot kita enggak boleh screenshot kemudian kita sebarkan. Apalagi yang sering terjadi grup misalnya ini terjadi grup 10 orang ini amanah ya jangan ada yang sebarin. Tahu-tahu ada screenshot-nya di luar mungkin istrinya kali. Kok bisa sudah disaling 10 orang? Siapa yang mau dituduh 10 orang ini? Pasti ada yang tidak amanah sehingga keluar kemudian screenshotan tersebut. Ini tidak tidak boleh ya. Enggak boleh. Maka jadi orang jangan ee ember ya. Jangan apa? Ember, jangan gayung, jangan. Iya. Apalagi bak ya apa sedikit diumbar. Diumbar. Bahkan sebagian orang bangga. Saya tahu rahasia ini loh. Dia pernah ngomong sama saya. Jadi enggak boleh kau membanggakan dirimu tidak amanah. Orang amanah itu kalau dia ajak bicara kita, kita enggak keluar antara kita dengan dia saja. Gak boleh orang lain tahu. Ya, itu adalah amanah. Qala rahimahullahu taala. Kemudian berkata Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala. Wali Ahmada an Abi Darda radhiallahu anhu marfuan. Mania minulin hadan lau atau amanatun. Waam yastaktimtahu yastaktimahu waam lam yastaktimu. Barang siapa yang mendengar dari orang lain suatu pembicaraan dan orang tersebut tidak pengin dinukil darinya maka itu adalah amanah. Waillam yastakqtimhu. Meskipun dia tidak minta disembunyikan. Jadi kalau ada orang datang sama kita, kita tahu, kita ngerti pembicaraan ini pembicaraan khusus. Dia meskipun dia tidak bilang, "Eh, jangan sebarin nih." Enggak usah dia ngomong gitu sudah amanah. Tidak boleh disebarin. Apalagi dia ngomong baini wainak. Cuma antara aku dan engkau saja. Ya, saya pengin bicara khusus. Jangan sampai sebar. Seandainya dia tidak bilang jangan sebarin, sudah cukup itu adalah amanah. Tidak perlu dia ngomong jangan sebarin. Ya, makanya ini agak berat kalau orang sudah percaya sama kita, ya. Kita harus jaga amanah. Jangan sampai kita cerita sana sini. Ada orang tanya sama saya, "Ustaz, saya sampaikan rahasia. Ah, saya enggak mau." Saya enggak mau. Saya pasti cerita ke orang sudah enggak usah. Karena saya takut kelepasan ya. Takut apa? Insyaallah saya amanah. Cuma saya takut saya kelepasan. Gak usah, enggak usah. Kalau kau enggak percaya, enggak usah. Ya sudah saya cerita. Ya, pokoknya jangan bilang saya enggak boleh cerita ya. Kau enggak usah bilang pun sudah ada aturannya, tidak boleh diceritakan. Ya. Tayib. Jadi dengan kita mengetahui kondisi orang itu menyampaikan berita kepada kita melalui japri atau telepon khusus ya atau dilihat ke kanan ke kiri menunjukkan dia tidak pengin ada yang lain tahu maka tidak boleh kita ceritakan kepada orang bahkan kepada istri kita pun tidak boleh tidak boleh ya atau sahabat dekat kita juga tidak boleh kalau kita cerita kita bilang ada seorang datang tanpa diketahui siapanya tidak jadi masalah bab berikutnya babun ma jaa filanil muslim bab tentang e melaknat seorang muslim yang tidak boleh melaknat seorang muslim. An Tsabit bin Dohaq radhiallahu anhu. Dari Tsabit bin dahahq radhiallahu taala anhu secara marfu Rasulullah sahu alaihi wasallam bersabda eh lak'nul mukmin kaqatlihi. Melaknat seorang mukmin yang lain sama seperti membunuhnya. Akhrajahu hadis riwayat Bukhari, albukhari dan al Imam Muslim. Dan ini dalil bahwasanya melaknat seorang mukmin adalah dosa besar. Karena Rasulullah mengatakan seperti membunuhnya. Ee laknah maksudnya adalah berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari rahmat Allah. Kalau saya mengatakan misalnya terlaknat engkau anta mal'un. Engkau terlaknat. Laknatullah alaik maknanya apa? Maknanya, "Ya Allah, jauhkanlah dia dari rahmat-Mu. Jauhkanlah dari rahmat-Mu." Dan laknat itu tidak terbatas pada lafal laknat saja. Nanti akan kita jelaskan pada hadis-hadis berikutnya. Semua, semua doa keburukan yang menunjukkan kita ingin orang tersebut jauh dari rahmat Allah itu termasuk laknat, termasuk dosa besar. Seba kita mengatakan, "Semoga kau masuk neraka." Ah, sama. Apa bedanya masuk neraka dengan tidak dirahmati oleh Allah? Sama saja ya. Semoga kau dimurkai oleh Allah sama ya. Semoga kau disiksa oleh Allah sama. Itu semua berarti melaknat ya. Dulu ada kawan ribut, dua kawan ribut. Kawan saya juga ya. Kemudian satunya marah. Dia ngomong sama saya, "Firanda itu si fulan kurang ajar. Semoga ketika di kuburan dia diazab." Subhanallah. Ini belum mati orangnya. Saking jengkelnya dia bilang begitu. Semoga di kuburan di diazab. Ngeri ngeri doanya sampai kayak begitu gitu. Ini doa meskipun tidak ada lafal laknat tetap maknanya apa? Laknat. Karena maknanya sama yaitu agar orang terhindar dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Seorang mukmin harusnya mendoakan kebaikan bagi saudaranya. Seperti Nabi Ibrahim Alaih Salam kalau dia dimaki-maki, dia bilang, "Allahu yahdik." Semoga Allah beri hidayah kepadamu. Bukan dia melaknat. Ini suatu suatu kebiasaan di Arab Saudi. Kalau orang lagi marah, "Allah yahdik semoga Allah beri hidayah kepadamu." Itu lagi marah tuh. Allah yahdik. Aslahakallah semoga Allah perbaiki dirimu ya. Atau kalau lagi stres, syafakallah semoga kau sembuh. Itu kalau gimana tiga itu. Allah yahdik hadakallah aslahakallah ee satunya berti apa? Syafaqallah. Ya. Ya. Syafaqallah. Tapi enggak terlaknat. Enggak. Enggak. Ya, kalau orang-orang saleh biasanya begitu. E kalau orang yang yang tidak saleh biasa ya terungkap laknat, laknat laknat. Tapi kalau orang yang kita tempat-tempat apa namanya ee circle teman-teman yang biasa ke masjid ya mereka kalau lagi marah gitu hadakallah allah yahdik. Ya, seperti itu. Jadi itu dari diriwayatkan dari Nabi Ibrahim Alaih Salam ya ketika disebutkan inna Ibrahima kana ee apa namanya? Halim ya. Dia apa namanya? E munib ya. L Halimun awwahun munib. Ibrahim itu Him. Halim itu tidak cepat marah, tidak melampaskan amarahnya. Ada orang membuat dia marah, dia tunda. Padahal dia mampu untuk membalas dan dia bilang, "Allahu yahdik." Maka seorang mukmin hendaknya saling mendoakan di antara satu dengan yang lainnya. Di antara syiar mukmin apa? Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa salam? Itu syiar. Kita ketemu mukmin manaun, muslim manaun, kita bilang apa? Assalamualaikum. Apa artinya assalamualaikum? Semoga Allah beri keselamatan kepadamu dan semoga engkau terhindar selamat dari keburukanku. Itu di antara makna. Dan semoga engkau diberi keselamatan oleh Allah. Warahmatullah. Semoga engkau dirahmati oleh Allah ya wabarakatuh. Semoga keberkahan Allah turun kepadamu. Ini doa yang sangat agung yang di yang dicemburui oleh banyak penganut agama yang lain. Mereka tidak punya seperti itu. Ya, kalau Islam ada, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Ya. Sekarang sebagian agama bikin-bikin juga kayak gitu, tapi tidak seperti kita. Keren. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Doa lengkap. Maka itu syiarnya sesama mukmin. bukan mal'un ya, terlaknat engkau ya. Enggak, enggak boleh. Maka ee melaknat itu dosa-dosa besar. Rasulullah mengatakan kaqatlihi seperti membunuhnya. Kenapa? Kalau sama-sama kalau membunuh, kalau membunuh itu mengeluarkan dia dari kehidupan. Kalau laknat mengeluarkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Ya, mengeluarkan diri rahmat Allah Subhanahu wa taala. Bahkan orang terbunuh masih mungkin dalam rahmat Allah. Tapi kau ingin dia agar keluar dari rahmat Allah. Apa bedanya kau bunuh dia? Ya, jadi seperti membunuhnya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ini dalil bahwasanya melaknat seorang mukmin ee dosa-dosa besar. Kemudian ee al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah berkata, "Walil Bukhari an Abi Hurairat radhiallahu anhu." Al Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah annahumulan khamr. Para sahabat mukul seorang lelaki yang minum khamar. Falaman tatkala yang yang dipukul tadi pergi qulum. Maka sebagian ada orang yang berkata, "Akzakallah. Semoga Allah menghinakan engkau. Orang sudah pergi. Akzakallah. Semoga Allah menghinakan kau. Q Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul alaihi wasallam bersabda, "La taqulu hadza la tuinu alaihian." Jangan berkata demikian. Jangan engkau mengganggu ee membantu setan untuk semakin menjerumuskannya. Jangan kau membantu setan ya. Jangan kalian berkata demikian. Jangan kalian membantu setan untuk semakin menjerumuskannya. Ee jadi ini di antara doa yang merupakan maknanya dengan laknat ya. Akhzaakallah semoga Allah menghinakan engkau. Sama dengan makna laknat yaitu semoga engkau terjauhkan dari rahmat Allah subhanahu wa taala. Saya katakan tadi di semua doa keburukan yang semakna dengan menjauhkan seorang dari rahmat rahmat Allah maka itu termasuk adalah laknat dan itu tidak boleh. Ya. Dan ini juga dalil bahwasanya tidak semua orang yang kemudian melakukan suatu perbuatan yang terlaknat, kita boleh melaknat secara spesifik. Kita hanya boleh melaknat secara umum. Peminum khamar terlaknat enggak? Terlaknat. Ya, terlaknat dari 10 sisi. Ya, laanallahul khamr. Khamr dilaknat. Wasyaribaha yang minum khamar juga di dilaknat. Mtasiraha yang memerah anggur untuk jadi khamar juga ter terlaknat. Wahamilaha yang memikul khamar menuju toko jualan khamar juga terlaknat atau membawa kepada menghidangkan di meja juga terlaknat. Wal mahmul ilaihi yang dibawakan khamar kepadanya juga ter terlaknat. Bayangkan ada kalau tidak salah 10 sisi yang membantu aja terlaknat yang memerah anggur apalagi yang minum. Apalagi yang yang minum yang menghidangkan terlalat apalagi yang minum. Tapi ketika ada orang minum khamar kemudian dipukul di di dicambuk didera kemudian ada yang mengatakan laknatullah alaik semoga Allah melaknatmu atau akhzakallah semoga Allah menghinakan sama laknat. Maka Rasulullah mengatakan, "Jangan kalian mengatakan demikian. Jangan kalian bantu setan atasnya." Datang dalam sebagian riwayat Rasulullah mengatakan, "La talanu." Jangan kalian melaknat dia. Ada orang minum khamar. Berapa kali minum khamar sahabat dipukul, dicedera lepas minum akhwar lagi. Didatangin lagi, diantem lagi, dilepas minum khamar lagi. Sampai ada sahabat yang lain mengatakan, "Semoga Allah melaknatnya. Betapa sering dia didatangkan untuk dipukul gara-gara minum khamar. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Jangan kau melaknatnya." Fainnahu yuhibbullaha wa rasula. Dia mencintai Allah dan Rasulnya. Yaitu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan, "Benar, khamar terlaknat, peminumnya terlaknat. Tapi ketika itu secara umum, tapi ketika kau tujukan secara spesifik bisa jadi ada penghalang." Penghalang dia tidak berhak untuk dijauhkan dari rahmat Allah. Di antaranya dia cinta kepada Allah dan rasulnya. Ya. Ya. Maka ini berlaku kaidah kalau ada seorang mukmin, seorang muslim melakukan dosa yang itu dosa terlaknat, tidak boleh kita dilaknat secara langsung. Kita hanya boleh masing-masing dia dusta, dia berbuat zalim. Kita boleh mengatakan, "Falaknatullah alalimin dalam ayat laknat Allah kepada orang yang zalim." Tapi kita enggak bilang ente mal'un, ente zalim. Enggak boleh. Benar dia melakukan dosa yang terlaknat, tapi bisa jadi ada penghalang. Mungkin dia berbakti sama orang tua, mungkin dia mengurus anak fakir miskin, mungkin dia mengayomi banyak janda. Ente enggak tahu. Iya. Ada. Ada teman saya, Ustaz begitu dia ngaumi banyak janda. Ketika dia meninggal ternyata ketahuan selama ini yang ngonyumi. Siapa dia. Kawan. Dia enggak tahu. Ya, jadi kebaikan dia menghalangi dia untuk terla terlaknat. Oleh karenanya kita gak boleh melaknat secara spesifik kepada orang muayyan. Namanya laknat almuayyan. Gak boleh. La'annul muayyan itu tidak boleh. Tapi syar umum boleh. Maka di sini dalil untuk dibedakan antara laknat secara umum ya dengan laknat secara muayyan. Dan itu berlaku seperti mengkafirkan secara umum dengan mengkafir takfirul muayan itu ada butuh ee iqamatul hujjah wa izalatus syubah. Harus ditegakkan hujah dan juga dihilangkan syubhat-syubat. Dan dosa-dosa terlaknat banyak seperti laanallahu anasimah. Allah melaknat wanita yang ee wanita yang mencukur apa? Alis ya. E dan juga yang minta untuk di dicukur. Alwasyim wal mustausyima. Allah melaknat wanita yang mentato dan juga yang minta untuk di tato. Ya. Ee kemudian alwasilah wal mustausilah. Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang minta untuk disambung rambut. Kemudian almutfallijat, wanita yang kikir giginya supaya kelihatan renggang sekali kelihatan masih muda. Dulu orang Arab suka kalau gigi agak ada celah-celahnya buat lebih cantik. Ya. Almugirati khalqallah lil husni yang merubah ciptaan Allah karena untuk mencari keindahan. Ini semua terlaknat. Ini dulu Rasulullah sebutkan kepada wanita-wanita. Karena dulu wanita yang suka begitu. yang suka sambung rambut, suka bertato, suka cukur sana, cukur sini, yang suka ngikir gigi. Sekarang suka tato mah laki-laki yang paling banyak suka apa? Tato. Sudah kewan-kewanan. Dulu yang perhatian dengan gigi perempuan. Sekarang laki-laki juga banyak. Masyaallah. Ya. Tapi kalau kita ketemu ada orang laki-laki pakai tato, mal'un, enggak boleh. Cuma kita bilang, "Eh, ada hadis toh, Allah melaknat orang yang bertato." Oh, begitu. Maksud maksud lu gua? Enggak. Ini cuma umum. Umum beda. Umum dengan khusus. Makanya ngaji bilang. Cuma ee makanya enggak boleh kita enggak boleh menyampaikan secara spesifik khusus kepada seorang. Tidak tidak boleh. Karena tadi bisa jadi ada penghalang. Mungkin dia mungkin tidak tahu. Mungkin dia ada hawa nafsu ketika itu. Tapi dia punya kebaikan yang lain. Seperti tadi minum khamar dilaknat. Kata Nabi, "Jangan kau laknat dia." Fainnahu yuhibbullaha wa rasulah. Dia mencinta. Dia punya amal yang hebat, cinta kepada Allah dan Rasulnya. Namun kadang-kadang seorang terjebak dalam syahwat sehingga dia mengikuti syahwatnya. Tiib di sini juga Rasulullah memberikan faedah. Kata Rasulullah sahu alaihi wasallam, "La tuinuhu la tuinu alaihi setan." Jangan kau bantu setan semakin menjerumuskannya. Karena kalau seorang didoain akzakallah semoga kau terhina. yaitu setan pengin dia terhina. Setan buat dia terjerumus dalam minum khamar supaya dia apa? Supaya dia terhina. Malah kau dukung supaya dia semakin apa? Terhina. Jadi kau dukung program setan atau kedua kalau dia dengar dia didoakan dia tembak maka semakin angkuh dia semakin ego. Ya sudahah saya minum khamar aja didoain keburukan. Maka jangan bantu setan mensukseskan programnya untuk menghinakan seorang muslim atau seorang mukmin untuk menjadikan jadikannya temannya di neraka jahanam. Jangan. Kalau bisa kita tidak membantunya, kalau bisa kita ambil tangannya agar dia agar dia sadar. Ada ee kisah menarik yang disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala terkait semisal ini. Ketika Ibnu Katsir menafsirkan surat ghafir, gofir gofiri dzambi waqobil syadidq. Allah maha pengampun dosa-dosa ya. Dan Allah menerima tobat seorang hamba ya syadidil tetapi hukuman Allah sangat keras yang memiliki kenikmatan yang memberikan anugerah gofiri waqbiadidilq satu rangkaian ayat eh Ibnu Katsir membawakan suatu riwayat dari Ibnu Abi Hatim dia berkata, "Haddasana Abi hadasana Musa bin Marwan Ariqi kalau haddasana Umar yakni Ibnu Ayyub Akbar Jafar bin Barqan an Yazid ibn Asam Q Yazid bin Asam berkata rahimahullah rajulun min ahli Syam baas. Ada seorang dari penduduk negeri Syam dan Syam dulu satu wilayah sebelah utara kota Madinah mencakup Suriah terus apa? Libanon kemudian eh Urdun Yordania Palestina. itu semua disebut apa? Syam. Dulu Israel tidak ada ya. Jadi ini semua disebut apa? Syam. Kemudian akhirnya dipecah-pecah sekarang. Jadi kalau maksud Syam itu daerah sana. Maka ada seorang muslim yang tinggal di Syam zu baas yaitu kalau dia bertempur sepertinya dia kuat ya. Wakana yafidua ila Umar bin Khattab radhiallahu anhu. Dia selalu datang menjengguk Umar datang kepada Umar bin Khattab. Fafaqadahu Umar. Maka Umar suatu hari atau kok dia enggak pernah datang lagi? Mungkin Umar perhatian karena dia dibutuhkan dalam peperangan. Dia orang zubbas yang itu jago. Orang jago seperti ini dibutuhkan dalam peperangan kok tidak ada. Maka Umar bertanya kepada orang-orang sekitarnya, ma fa'ala fulan ibnu fulan? Apa gerangan kabar si fulan bin fulan? Qolu faqalu. Maka orang-orang tahu siapa dia. Mereka menjawab, "Ya amirul mukminin." Umar ketika jadi khalifah. Wahai amirul mukminin yutabiu fi syarab. Dia minum khamar lagi apa? Lagi kecanduan apa? Minum khamar. Makanya dia enggak ke sini. Q fada Umar katibahu. Maka Umar suruh panggil sekretarisnya. Faqala ukttu. Kata Umar tulis surat buat dia. Min Umar bin Khattab ila fulan bin fulan. Dari Umar bin Khattab kepada fulan bin fulan. Salamun alaik. Asalamualaikum. Amma ba'du. Surat singkat. Fainni ahmadu ilaikallah. Sesungguhnya aku memuji Allah kepadamu ya. Alladzi la ilahailla hua yang Allah tidak ada yang berhak disembah kecuali dia. Gofirudambi dan Allah pengampun dosa. Waqabilut thb dan menerima tobat seorang hamba. Syadidul iqobi yang siksaannya sangat keras. Zul yang pemilik eh anugerah yang memberi kenikmatan. La ilahailla hua ilaihil masir. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dan kepadanya tempat kembaliqabihi sudah ditulis kemudian dia berkata kepada teman-temannya tadi yang bercerita menyampaikan dia khamarahikum berdoalah kepada Allah untuk saudara kalian biqbihi agar dia kembali kepada Allah dengan hatinyaallahu alaih dan agar Allah menerima tobatnya atau menganugerahkan agar dia bertobat. Sudah surat usaha doainagul kitabu Umar jaalaidu. Ketika sampai surat Umar bin Khattab kepada dia maka dia baca ulang-ulang gofirambi waqiliidulq. Allah pengampun dosa, penerima tobat siksaannya keras. Qani batahu waanifi. Allah mengingatkan aku tentang telah mengingatkan aku tentang bahayanya siksaannya dan dia menjanjikan aku untuk mengampuni dosa-dosaku. Dalam riwayat yang lain kata Ibnu Katsir waral hafiz Abu Nuaim min hadisi Jafar bin Burqan wazada falam yazal yuradida ala nafsihi. Dia terus ulang-ulang ayat ini. Gofiri dambiqobili syadidil iqob la ilaha illa hua ilaihil masir. Ya, dialah Allah subhanahu wa taala yang menerima yang yang mengampuni dosa, menerima tobat tapi siksaannya keras pemberi anugerah dan kenikmatan. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan kepadanya tempat kembali. Dia ulang-ulang tumma baka tumma naza. Kemudian dia menangis. Akhirnya dia meninggal dunia. Faahsan naza dan dia meninggal dalam kondisi husnul khatimah. Falama balag Umar tatkala sampai kabar kepada Umar khabaruhu bahwasanya orang itu sudah meninggal dunia Umar berkata hak demikianlah caranya kita berhadapan dengan orang yang pelaku maksiat kita nasihati kita doakan. Roitum akakumla zallatan fasadiduhu waquu. Kalau kalian melihat ada seorang saudara kalian yang tersesat atau tergelincir, maka luruskanlah dia dan arahkan dia. Wadullahahu alaih. Dan berdoalah kepada Allah agar Allah mengilhamkan kepadanya untuk bertobat. Agar dia bertobat. W taku lit alaihi. Ini maksudnya saya sampaikan perkataan Umar sama seperti perkataan Nabi. Dan janganlah kalian menjadi penolong-penolong setan untuk semakin menjerumuskannya. Karena kalau kita dengan kasar kemudian kita kadang-kadang dia semakin mukabarah, semakin sombong, semakin egois, dia malah semakin melakukan kema kemaksiatan. Makanya Rasulullah mengatakan tadi ee la takulu h jangan bilang begitu. Jangan doakan laknat kepadanya. alan dan janganlah kalian membantu setan untuk semakin menjerumuskannya. Ya, maka tadi saya sampaikan ya, semua doa yang terkait dengan menjauhkan rahmat Allah disebut dengan la laknat. Tidak mesti dengan lafal laknatullah alaiik. Tidak mesti akzakallah semoga Allah menghinakanmu. Giballah alik semoga Allah murka kepadamu. Narnar neraka mampus kau unti neraka sama. Semoga kau disiksa dalam kuburan. Ini semua doa untuk terjauhkan dari rahmat Allah. Semoga mati suul khatimah. Ngeri-ngeri kan sekarang orang lagi ngamuk begitu. Siapa itu yang hina saya? Semoga suul khatimah. Ngeri doa. Kok doanya gitu? Kok gitu? Doain semoga dapat hidayah. ini karena marah merasa disinggung bilang apa semoga suul apa khatimah ya akhi subhanallah sama muslim ya sama muslim babun jadi enggak usahlah kita doa-dua kayak gitu ya kalaupun kita dizalimi orang kalau antum terpaksa terpaksa harus mendoakan kejelekan antum bilang ya Allah hukumlah lah dia sesuai dengan yang dia pantas menerimanya. Sudah gitu aja. Allah lebih tahu. Allah membuat dia menzalimi kita dosa-dosa kita atau Allah ingin angkat derajat kita dengan kita terzalimi. Ya gak usah doain ya Allah patahkan tulang kaki bagian atas ya Allah kasihan dia punya istri dia punya anak kasihan. Ahlah enggak usah hukumlah yang pantas bagi apa? Bagi dia. Gak usah kita jadi kita enggak menyimpan dendam dan adah manusia kita juga punya dosa, kita juga punya salah. adalah dengan dia menzalimi kita mungkin menghapus dosa-dosa kita atau mengangkat derajat derajat kita. Allah lebih tahu mana yang terbaik bagi dia dan bagi kita. Babun zikru taakudihi fil amwat. Bab eh semakin ditekankan larangan melaknat kepada orang yang sudah meninggal dunia. Ya, kalau yang hidup saja kita laknat secara spesifik tidak boleh. Apalagi yang sudah meninggal meninggal dunia. Ya an Aisyata radhiallahu anha marfuan. Dari Aisyah radhiallahu anha secara marfu. Rasulullah bersabda sallallahu alaihi wasallam, "La tasubul amwat fainnahum qod afd ila ma qaddamu." Janganlah kalian mencaci maki mayat-mayat. Sesungguhnya mereka telah sampai pada hasil amalan mereka. Mereka di alam barzakh sudah sampai pada jaza, balasan. Kalau bukan di nikmat kubur, dalam azab apa? Kubur. Sudah. Kalian enggak usah ikut-ikutan. Sudah Allah sudah selesaikan. Rawahul Bukhari. Hadis riwayat albukhari. Ya. Ya. Karena orang yang mungkin ketika hidup melakukan maksiat bisa jadi sebelum meninggal dia bertobat kepada Allah. Bisa jadi atau tidak? Bisa. Mungkin dia punya tulisan yang buruk. Kalau kita mau kritik, kritik tulisannya enggak apa-apa. Ini kelisannya ada kesesatan. Maka kita bantah, kita kritiki sebagai bentuk agar mengurangi dampak dari kemaksiatan yang dia lakukan. Tapi kalau kita maki-maki, terlaknat, si fulan terlanat, bisa jadi dia sebelum meninggal dia bertobat. Bisa jadi. Dan kedua, buat apa kalian memaki-maki dia sementara dia sudah mendapat balasannya oleh Allah? Sudah serahkan sama Allah. Faahum qod afd ila ma qaddamu. Mereka telah sampai kepada hasil amal mereka selama di dunia. Sudah selesai ya. Maka tidak usah di apa namanya? Di ee maki-maki lagi. Tidak usah dimaki-maki lagi. Tapi kalau dia punya kesalahan silakan. Dia punya kesalahan dibantah. Tulisan ceramah salah dibantah sebagai bentuk nasihat. Ya, makanya kalau terkadang kita bantah seorang, kita bilang mungkin orang ini mungkin sudah di surga tapi harus dibantah pemikirannya. Pemikiran beda dengan orangnya pemikiran kewajiban untuk dibantah. Orangnya belum tentu orangnya bisa jadi di surga. Ya. Ya. Tapi kewajiban para ulama untuk membantah kesalahan-kesalahan yang tersebar ee lewat buku-buku ya yang yang tersebar maka dibantah sebagai bentuk nasihat kepada kaum muslimin. Tibun zikru quuli ya aduallah wa fasiqu wa ya kafiru wa nahwuhu. Bab tentang perkataan wahai musuh Allah. Kita bilang sama si fulan, "Wahai musuh Allah." Ini berarti kita mvonis dia musuh Allah. Ya fasik, wahai si fasik. Kita panggil dia. Ya kafir, wahai si kafir. Dan yang semisalnya. Bolehkah kita mengatakan demikian? Ini perkataan bahaya. Ini lisan ini sangat bahaya. lisan ya sangat bahaya ya sebenarnya kita sudah singgung pada pertemuan kemarin tentang dosa qadful muhsanat menuduh wanita yang tidak berzina dengan berzina meskipun dia mungkin sering jalan sama laki-laki gak boleh kita bilang wahai pelacur berarti dia kita nuh dia berzina kita wahai enggak boleh pelacur kan iya sama enggak boleh meskipun di jalan sama laki-laki enggak boleh karena menudur dia berzina harus ada empat saksi yang melihat langsung ember masuk masuk sumur kita boleh nasihati-baik jangan lakukan gini nasihati dia. Adapun langsung kita turuh dia berzinaah maka gak boleh kita melampaui batas. Allah punya aturan tidak boleh dilampaui. Itu masih mending sekarang. Wahai musuh Allah lebih ngeri lagi. Wahai musuh Allah, wahai kafir, wahai fasik. Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah membawakan hadis an Abi Dzar radhiallahu anhu marfuan secara marfu. La yarmi rajulun rajulan bil fusuqi warmihi bilfri illaddat alaihi am yakunhibuhu kadzalik. "Tidaklah seorang menuduh orang lain dengan kefasikan itu ya si fasik atau menuduhnya si kafir, wahai si kafir, kecuali akan kembali kepadanya. Kecuali yang tertuduh memang kenyataannya demikian." Dan ini ngeri. Kita bilang, "Wahai kafir, tidak kafir kembali." Maka ini bahayanya ee kelompok-kelompok bidah yang mudah mengkafirkan seperti Islam jemah yang mengkafirkan orang-orang di luar kelompoknya gara-gara tidak baiat sama Imam Bahlulnya. Ya ngeri. Dia mengkaitkan surga dan neraka dengan imamnya. Imam saja enggak jelas ilmunya seperti apa. Kita mau baiat juga enggak kenal baiat di mana, mau baiat ke mana kalau baiat sama dia. Kemudian siapa yang tidak baiat dia maka ka kafir. Ngeri. Ngeri. Surga neraka dikaitkan dengan imamnya. Imamnya saja entah ilmunya kayak apa. Bahlul enggaknya enggak ngerti kita setahu saya bahlul ya. Gimana kemudian bukan ahli agama kemudian kita disuruh kalau tidak bayat sama dia kita masuk apa? Masuk neraka. ngeri ya. Makanya dosa mengkafirkan di antaranya dilakukan oleh orang khawarij. Khawarij rajin ibadah, rajin salat sampai jidat mereka ya berbekas karena saking sering sujudnya dan mereka berpucat karena saking sering puasanya. Baca Alquran sampai Nabi mengatakan kalian minder kalau melihat salat mereka. Wasamakumam. Kalian merasa minder kalau melihat puasa mereka. Luar biasa ibadah mereka. Tapi kata Nabi, humilabu ahlinar. Mereka anjing-anjing penghuni neraka. Kenapa? Dosa yang mereka lakukan apa? Mengkafirkan. Mereka mengkafirkan di luar kaum di luar kelompok mereka yang pelaku dosa besar dikafirkan. Kemudian mereka eksekusi dengan membunuh. Tapi sebab utamanya mereka mengkafirkan. Makanya mereka disebut anjing-anjing penghuni neraka jahanam yang mengganggu selama ini mereka menyakiti dengan apa? menuduh kafir yang tidak-tid ngeri ya. Oleh karenanya ee bagi mereka yang terjebak dalam akidah seperti ini, mudah mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompok mereka, mereka terjemus dalam dosa besar. Hendaknya bertobat keluar. Ya, meskipun dia rajin salat, meskipun dia rajin ibadah, tapi kalau mengkafirkan orang yang di luar kelompoknya gara-gara tidak berbait sama imamnya, ini ngeri sekali. Ini dosanya dosa besar karena kalau tidak benar kembali kepada dia. Dan memang susah kelompok-kelompok seperti ini memang harus ada pengkafiran. Kalau tidak pengkafiran maka tidak akan loyal ya, tidak akan militan. Kalau dibilang, "Oh, semua juga masuk surga." Bukan kita aja enggak ada yang militan. Tapi kalau bilang yang lain neraka kita saja di surga, wah militan enggak militan? Saya dulu dengar ustaz mereka ceramah di luar kelompok kita di neraka, kita aja yang di surga. Subhanallah. Bagaimana surga? Surga mbahmu apa? Cana surga cuma milik kamu, kelompok kamu dari mana? Jadi ngeri. Jadi ini tetap dipertahankan. Pekafiran seperti tetap dipertahankan supaya tetap apa? Milih militan. Maka bahaya kalau kita men orang lain fasik ternyata tidak maka kita yang fasik. Bisa kita terus fasik bilang kafir maka tidak kita bisa kafir. Ya aduallah wahai musuh Allah. Bisa jadi kita yang musuh musuh Allah. Maka seorang hati-hati jangan sampai ujub jangan sampai sombong ya. Seorang melakukan kesalahan oke dia salah. Tapi tidak sampai kita katakan dia wahai si fasik. Tidak sampai kita mengatakan wahai si kafir. Jangan wahai musuh Allah. Ya, kalau kita kritik-kritik aja enggak ada masalah. Orang bisa terjemus dalam kesalahan, tapi tidak usah memberi gelar si fasik, si kafir, si musuh Allah. Jangan ngeri. Karena kalau tidak benar kita akan kembali kepada kita. Kemudian waan Samurah radhiallahu anhu marfuan. Dari Samurah secara marfu kata Rasulullah sahu alaihi wasallam, "La talaanu bilak'natillah wala bighobi wala binar." Janganlah kalian saling melaknat dengan laknat Allah dan jangan saling melaknat berdoa semoga kalian di di saling mengatakan semoga Allah murka kepadamu atau berkata semoga masuk neraka. Ini semua namanya laknat seperti kita singgung tadi. Jadi doa melaknat itu tidak mesti dengan lafal-lafal la laknat tapi dengan semoga masuk neraka, semoga dimurkai oleh Allah. Itu semua ee laknat. Kalau orang laknat kita, gak usah balas. Makanya Rasul, "La tala'anu, jangan saling melaknat. Ada orang laknat kamu, ya udah Allah yahdik." Bilang apa? Allah ya yahdik. Aslahakallah semoga Allah perbaiki kamu. Syafakallah. Kau lagi sakit semoga sembuh. Ya jangan kau yang terlaknat. Jangan begitu. Jangan. Dia bilang kita terlaknat sudah jangan di jangan jangan ikut. Karena kalau kita ikut balik, kau terlaknat, inilah kita terjatuh dalam doa larangan Nabi. La talaanu. Janganlah kalian saling mela melaknat. Semoga Allah mampuskan kamu. Kau yang mampus gak usah. Kau yang masuk neraka enggak gak usah. Ya, semoga Allah beri hidayah kepadamu. Enggak usah. wum abi radhiallahu anhumullah alai siapa yang manggil saudaranya si kufu si kafir atau musuh Allah dan ternyata tidak demikian maka kembali ke kepadanya bab ti bab berikutnya babun ma ja rajuli walidaihi bab tentang seorang melaknat kedua orang tuanya nya kok bisa kita jelaskan an ibn umar radhiallahu anhuma akbar walidai di antara dosa paling besar adalah seorang melaknat kedua orang tuanya ya rasulullah waifa walidai kok bisa ya Rasulullah seorang melaknat kedua orang tuanya yubul abajul orang ini mencaci maki bapaknya temannya abahu maka temannya mencaci maki bapaknya diusu umahu Dia mencaci ibunya, temannya. Fayasubbu umahu, maka temannya mencaci ibunya dia. Maka secara tidak langsung dia melaknat bapaknya. Dia mencaci maki ibunya. Jadi si A mencaci maki bapaknya si BB caci maki bapaknya si A. Si A mencaci maki ibunya si BB, mencaci maki ibunya si A. Berarti A penyebab bapak dan ibunya dilaknat dan dimaki. Dia penyebab. Sehingga kata Nabi, karena dia yang menyebabkan hukumnya sama. Dia seakan-akan melaknat ke orang tuanya. Ini pertanyaan ini. Di zaman Nabi kok bisa ada seorang mencaci maki orang tuanya di zaman Nabi? Aneh. Sahabat heran. Kok bisa ada? Kalau zaman sekarang tidak heran. Ada orang mencaci maki bapaknya enggak ada. Mencaci maki ibunya ada. Ngajak bekelai bapak ibunya ada enggak ada? Ngancam bunuh ibunya bapaknya ada. Saya sampai pernah ada seorang ibu datang ke rumah ini nyata datang anaknya SMP. Kata ustaz Afan Ustaz, anak saya ini suka mukul saya apa langsung depan saya gitu. Astagfirullah. Saya bilang nih makan apa ini anak sampai kayak gitu ibunya mau dipukul ngeri ngeri nyata depan saya ada ya. Jadi ngancam orang tuanya, ngajak berantem orang tuanya. Kalau zaman dulu enggak. Orang rela mati bela bapak dan ibunya zaman dulu. Gak mungkin tergambarkan ada orang mencaci maki bapak dan ibunya ya. Tapi Rasulullah bilang terjadi caranya bukan langsung tapi secara tidak tidak langsung. Ya. Maka dalil hati-hati bisa jadi kita penyebab suatu kemaksiatan sehingga hukumnya seperti kita yang melakukannya. Hati-hati ya. Jangan sampai kita tolong-menolong dalam apa? Kema kemaksiatan ya. Tib di sini al Imam Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala sepertinya menyusun bab-bab tentang laknat dari yang paling rendah sampai yang paling parah. Yang pertama melaknat muslim yang lain yang masih hidup. Yang kedua melaknat yang sudah mening meninggal. Lebih parah lagi. Yang ketiga, lebih parah daripada itu dengan tuduhan musuh Allah. Aduullah ngeri kafir. Ya. Ya. Yang berikutnya melaknat orang kedua orang tua. Lebih parah daripada ini, yaitu mencaci maki agama. Kufur. Siapa yang mencaci agama? Kufur. Islam brengsek misalnya, dasar Muhammad begini ngeri orang kadang-kadang emosi dia ngomong sebagian orang maki Allah subhanahu wa taala. Saya tidak percaya tapi ada ya di kita mungkin enggak tapi di di Arab tuh ada orang saking di antara mereka ada yang bejat sampai maki apa? Allah ya ngeri itu langsung kufur. Kufur. Kalau dia punya iman, dia enggak bakalan maki Tuhannya. Kalau dia punya iman, dia enggak mungkin maki Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika lisannya berani memaki, bahkan bercanda pun tidak boleh. Karena tidak mungkin kalau dia punya iman, enggak mungkin dia bercanda tentang menjelek-jelekan Tuhan, menjelek-jelekkan Rasulullah. Enggak mungkin. Makanya imannya sudah tidak ada indikasi bahwasanya iman tidak tidak ada. Maka hati-hati tib kita lanjutkan. Babun anahyu andakwal jahiliyah. Larangan dari slogan-slogan jahiliah. Walamma qalal muhajiri ya lal muhajirin waqalal ansari ya lal ansar. Qala rasul sahu alaihi wasallam. jahiliumadidan. Kata Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala, tatkala seorang muhajiri berkata, dia marah, dia berkata, "Yalal muhajirin, wahai kaum Muhajirin." Kemudian ansar berkata, "Ya Anshar, ayo sini tolong aku." Mereka saling sebut ee ansar muhajirin karena tersinggung ya. Tersinggung salah satunya. Jadi ada satu yang bercanda. Dia kalau enggak salah pukul bokong yang satunya atau dia pegang bokong temannya. Akhirnya yang dipegang marah. Akhirnya menyeru kepada ee kelompoknya. Ya alal muhajirin ya lal ansar. Padahal satunya dari kaum muhajirin, satunya dari kaum an ansar. Maka Rasulullah marah. Rasulullah mengatakan, "Apa dengan slogan-slogan jahiliah sementara saya ada di tengah-tengah kalian." Dan Rasulullah murka dengan kemurkaan yang berat. Ya, semua perkara jahiliah dibenci. Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika haji wadain minr jahili mauduun. Ketahuilah seluruh perkara jahiliah terbuang di bawah kedua kakiku. Terinjak oleh kedua kakiku terbuang. Tidak ada perkara jahiliah yang disukai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antara perkara jahiliah yang dibenci oleh Nabi adalah slogan-slogan, kelompok-kelompok, fanatisme, taasub yang menyebabkan kaum muslimin terpecah belah. Perhatikan hadis ini kisahnya apa? Kisahnya seorang Muhajirin yang bercanda kepada seorang Anshari atau sebaliknya kemudian tersinggung akhirnya memanggil kelompoknya. Ya kaum Muhajirin yang satunya wahai kaum anshar. Padahal gelar muhajirin ansar siapa yang kasih? Allah subhanahu wa taala. Wasabiquunal awaluna minal muhajirina wal ansar. Ya Allah yang memberi gelar Muhajirin Ansar untuk sebagai penghargaan mereka kaum Muhajirin yang telah berhijrah karena Allah. Meninggalkan kenikmatan dunia karena Allah. Kampung halaman, harta sanak saudara yang mereka kumpulkan selam ini mereka tinggalkan karena Allah. Sementara kaum Anshar asalnya suku Ala, suku Khazraj. Dua suku Al-Aus dan Alkhazraj. Tapi karena mereka menolong kaum Muhajirin, mereka diberi gelar dengan Ansar sebagai gelar luar biasa dari Allah. Bentuk abadi untuk penghormatan kepada mereka, para penolong Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Namun ketika mereka tersinggung dan mereka menggunakan gelar ini yang seharusnya untuk pujian, tapi mereka gunakan untuk bertikai, maka dianggap sebagai seruan jahi jahiliah. Padahal nama-nama itu nama-nama syar'i, bukan sekedar nama syari. Yang kasih siapa? Allah Subhanahu dalam Al-Qur'an. Tapi ketika tujuannya adalah untuk bertikai, maka Rasulullah marah. Apalagi Rasulullah masih ada di situ. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, dakwal jahiliah wa ana bainairukum. Apakah kalian menyeru seruan-seruan, slogan-slogan, fanatis-fanatis golongan jahiliah yang mengadu domba di antara kaum muslimin? Sementara saya di tengah-tengah kalian. Dan inilah taasub jahiliah yang masih banyak di tengah-tengah kaum muslimin dengan gelar dengan kelompok tertentu. Pokoknya kalau ikut golongan saya teman, di luar golongan saya musuh. Ikut golongan saya meskipun bejat sebejat-bejatnya kawan. Ya. Kalau di luar golongan saya meskipun saleh sesaleh-salehnya musuh. Itulah fana fanatis. Dan sekarang banyak fanatis-fanatis yang jahiliah, fanatis kabilah, suku, kesukuan. Wah, suku ini kita suku ini berdarah coklat. Masyaallah, darah biru ya, merah jingga apa macam-macam. K sama kita semua dari bani Adam. Dari bani Adam. Kemarin panitia cerita waktu daurah di Masjid Nurul Iman Blok M kan padat itu lagi padat. Terus ada orang-orang masuk panitia ngantarin dapat tempat ya memang sudah disiapkan. Akhirnya ada ibu-ibu yang marah kok dia dapat tempat. Panitia bilang itu keluarga ustaz. Kata orang ini, "Saya juga keluarga ustaz dari bani Adam. panitia mau marah enggak jadi marah. Tapi sudah pokoknya dia saya enggak pesan gitu juga mungkin ijtihad panitia saya enggak tahu ya. Tapi intinya itu bukan pesanan saya ya. Tapi intinya ee intinya semua ya seruan kalau dalam rangka berpecah belah maka itu seruan jahi jahiliah. Meskipun lafalnya syarik tapi tujuan mencabelah adalah jahi jahiliah. Apalagi lafalnya tidak syarik. Makanya fanatis kesukuan yang menimbulkan pertikaian ini jahiliah. Fanatis organisasi yang menimbulkan permusuhan. Kalau sama kami pokoknya labelnya ini kawan apapun penjahat kahuptor kah apakah pokoknya masuk golongan kami itu musuh. meskipun sesaleh-salehnya karena di luar daripada golongolongan kami bangga-banggaan dengan suatu golongan tertentu untuk merendahkan arogan terhadap kaum muslimin yang lain. Jahiliah. Ngeri fanatis klub bola sampai bertelai maki-makian menumpahkan darah sama kaum muslimin. Jahiliah. Gimana? Fanatis terhadap bola. Gara-gara bola. Jahiliah. Bertikai, maki-maki, fanatis gara-gara politik sampai gelar-gelaran kampret, cebong, apalagi buaya. Iya, macam-macam. Kadrun, kadal gurun. Masyaallah. H ngeri. Ini semua adalah jahiliah. Hati-hati, waspada kita. Islam, saudara, organisasi, kelompok hanyalah membantu kita untuk menata rapi atau untuk dalam rangka maslahat. Bukan untuk saling memaki, merendahkan, menjatuhkan, apalagi sampai berkelai, sampai menumpahkan darah. Demikian wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.