Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lni wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan. Faslun dukhuluhu alaihialatu wasalam almadinah. Yaitu Rasul sahu alaihi wasallam ee masuk ke kota Madinah. Al Imam Katsir berkata, "Waqad kana balagal ansara makhrajuhu min makkata waqosdu iyahum." Telah sampai kabar kepada kaum Anshar bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam sudah keluar meninggalkan kota Makkah dan bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam sedang berangkat menuju ke kaum Anshar. Fakanu kulla yaumin yakrujuna ilal harrah yantadirunahu. Dan setiap hari mereka selalu menuju Harrah yaitu menuju di daerah yang ada di Kota Madinah ya di dan Madinah itu terdiri atas alharrat alharrah syarqiyah dan alhar garbiyah. Alharatan maksudnya itu kawasan yang merupakan batu cadas hitam ya. Ya. Jadi Madinah itu sebelah utara terbuka, kemudian sebelah selatan isinya dengan kebun-kebun kurma. Sebelah timur isinya Harrah Syarqiyah yaitu batu-batu cadas. Dan sebelah kiri yaitu sebelah barat adalah alhrah algharbiyah. Jadi kalau disebut alharam maksudnya kawasan tadi. Kawasan tadi. Jadi ee mereka ke kawasan tersebut mungkin lokasinya dekat untuk menanti kedatangan Nabi sallallahu alaihi wasallam itu di areal Quba ya. Sehingga mereka nanti menunggu Nabi datang dari arah situ. Falamana yaumulnaini asar min rabiil awal ala ri asah min nubuwatihi sallallahu alaihi wasallam. wafahum Rasulullah sallallahu alaihi wasallamadha. Dan ketika pada tanggal 12 Rabiul Aal itu di awal dari tahun ke-13 kenabian, maka Rasul sahu alaihi wasallam pun mendatangi mereka ketika duha sudah sangat panas. Dan kaum ansar sudah keluar menanti Nabi. Alaih buyutihim. Tatkala mereka sudah menanti Nabi tidak muncul-muncul mereka balik ke rumah mereka. Awal man yubsiru man bihi rulun minal yahud wana alahmi dan ketika itu yang pertama kali melihat Nabi adalah seorang lelaki dari Yahudi dan waktu itu dia sedang berada di atap benteng itu utum ya fanada biutihi kemudian dia menyeru dengan suara yang sangat keras ya bani h jadukumirun wahai bailah inilah pimpinan kalian yang kalian sedang telah nanti-nantikan. Maka kaum Ansar pun keluar dengan membawa pedang-pedang mereka. Lalu mereka menyambut Nabi dengan sambutan kenabian. Tib. Jadi begitu ee kaum Ansar mendengar Nabi sudah keluar untuk berhijrah, maka mereka tidak ada dulu tidak ada komunikasi. Jadi mereka setiap hari nunggu aja kira-kira Nabi datang hari ini. Jadi mereka nunggu di arah selatan ya kota Madinah di dekat daerah Quba. Mereka nunggu di Harrah yaitu di batu-batu yang cadas hitam. Nunggu dari pagi sampai mungkin matahari sudah sangat terik jam 11.00 kalau enggak Nabi enggak datang mereka balik ke rumah mereka. Kemudian besok lagi demikian. Setiap hari mereka nunggu keluar lagi. Nabi enggak ada, mereka balik lagi. Ya, karena mereka dengar Nabi sudah menuju ke kota Madinah. Cuma mereka enggak ketemu-ketemu Nabi. Akhirnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Aal persis yaitu tahun awal dari tahun ke-13 kenabian. Maka Nabi pun datang ya, yaitu Nabi datang kepada mereka ketika waktu dhha sangat terik dan kebiasaan mereka kalau sudah sangat terik mungkin jam 10, jam 11.00 mereka balik karena mereka sudah nunggu lama akhirnya mereka balik. Yang pertama kali melihat Nabi datang bersama rombongan yaitu siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar, Amir bin Futhirah, dan Abdullah bin Uraiqit. Mereka berempat ya. Adapun Abdullah bin Rikit menunjuk jalan, Amir bin Fahirah yang membantu mereka. Budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar Assiddiq. Tiba-tiba ada seorang Yahudi berada di atas Utum. Utum itu adalah semacam benteng terbuat dari batu yang disusun. Dahulu namanya kota dibentengi dengan dua. Kalau bukan dengan pagar, maka dengan utum. Jadi utum banyak yaitu semacam benteng-benteng kecil yang disusun dari batu untuk mengawasi dari orang yang datang dari jauh. Waktu itu ada seorang Yahudi sedang berada di atas bentengnya. Maka ketika dia melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam datang dengan rombongannya, maka dia langsung berteriak, "Ya Bani Qailah." Bani Qailah. Yaitu wahai putra-putra Qailah. Qailah siapa? Qailah adalah nenek dari suku Al-Aus dan suku Alkhazraj. Dua suku ini, suku Alla-Aus dan suku Al-Khazraj adalah suku yang bersaudara yang mereka kembali kepada satu nenek namanya Qoilah. Namun dalam perjalanan mereka akhirnya perang saudara sekitar 120 tahun sebagaimana pernah kita sampaikan. Tapi mereka kembali kepada satu nenek yang sama yang namanya Qailah. Makanya mereka dikenal dengan Banu Qailah yaitu putra-putranya seorang wanita yang bernama Qailah. Ya. Kata Yahudi tersebut, "Wahai bani qila h jadukumzi tantirun." Jaddukum maksudnya inilah yang kalian apa? Eh hadzukum atau bagian kalian yang kalian nanti-nantikan. Dalam riwayat yang lain, shahibukumun. Inilah kawan kalian yang kalian tunggu. Yang kalian tunggu. Akhirnya kaum Anshar pun segera keluar membawa pedang-pedang mereka dan menyambut Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan ee tahiyat nubuwah, yaitu dengan ee salam kenabian. Dalam Sahih Bukhari disebutkan mereka berulang-ulang mengucapkan jaa nabiyullah, jaa nabiyullah, jaa nabiyullah. Mereka menyambut dengan membawa pedang sambil berucap demikian gembira. Kata mereka telah datang Nabiullah. Nabiullah telah datang. Adapun pendapat yang mengatakan mereka menyambut dengan nasyid dengan berkata tha al badru alaina minsaniatil wada ya dan seterusnya ya. Wajab syukru alaina dan seterusnya. Ini datang dalam riwayat yang lemah dan muddol. Jadi riwayatnya lemah terputus. Muddal itu terputus berturut-turut. Kalau munqati' hadis munqati' terputus satu terputus. Tapi kalau mudal berturut-turut putusannya itu ada dua mata rantai atau lebih yang hilang. Jadi difnya parah. Daifnya parah. Yang kedua dari sisi matan. Matannya tsaniyatul wada itu adalah tempat yang agak tinggi untuk menyambut orang yang datang dari utara bukan dari selatan. Sehingga seandainya ini diucapkan ketika Nabi pulang dari perang Tabuk. Oke. Oleh karenanya riwayat ini dikritiki oleh Ibnu Hajar dan juga dikritiki oleh Ibnu Qayyim kalau tidak salah juga sebelumnya oleh Albaihaqi ya. Yang jelas Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengkritiki, Ibnu Qayyim juga dalam Zaadul Ma'ad mengkritiki. Karena tsaniyatul wada itu adalah areal untuk melepas atau menyambut orang yang datang dari utara. Sementara kan ee Madinah Utara Tabuk bawahnya apa? Makkah. Sementara Nabi kan datang dari mana? Dari Makkah. Jadi tidak pas konten pun salah. Secara konten pun salah. Secara sanad pun lemah. Sehingga nasi tha albadru alaina minsani itu telah muncul albadru. Maksudnya th al badru alaina itu maknanya telah muncul rembulan kepada kami min tsaniyatil wada. Datang dari alas tsaniyatul wada. Padahal tsaniyatul wada itu bukan selatan Madinah tapi sebelah utara Madinah. Sehingga sanadnya lemah. kontennya pun tidak pas ya. Oleh karena yang benar kata kata Ibnu Katsir, wahayuhu bitahiyatin nubuwah, maka mereka menyambut ucapan selamat kepada Nabi dengan selamat kenabian. Itu dalam riwayat yang sahih mereka berkata jaa nabiullah, jaa nabiullah. Telah datang nabiullah, telah datang nabi Allah. Tib ee kita lanjutkan. Kemudian Ibnu Katsir berkata, "Wazala rasul wasallam biquba alum minal hadam." Rasulullah kemudian tinggal singgah di di Quba di rumahnya Kultsum bin Alhadam waqila ala Saad bin Khaitamah. Ada yang mengatakan beliau tinggal di rumahnya Saad bin Khaitamah. Ada yang menjamak dengan mengatakan bahwasanya ee untuk tinggal di beliau tinggal di rumahnya Kultsum Ibnul Hadam. Tapi kalau menerima tamu kumpul dengan orang-orang beliau datang ke rumah Saad Ibnu Akhaitamah. Jadi beliau di rumah kalau tinggal menetap di rumahnya Kultsum bin Hadam. Tapi kalau ada tamu banyak beliau pindah ke rumah yang lain, rumahnya Saad Ibnu Khaitamah. Kemudian kata Ibnu Katsir, wajaal muslimuna yusallimuna ala rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Dan datanglah kaum muslimin mulai mengucapkan salam kepada rasul sahu alaihi wasallam. akaruhum lamaru. Dan kebanyakan mereka belum pernah lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Belum pernah lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wakana ba'duhum aksaruhum yadunuhu abakrin. Sebagian mereka, sebagian kaum ansar atau mayoritas mereka menyangka Abu Bakar itulah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Likatratihi. Karena terlalu banyak rambut putihnya. Yaitu Abu Bakar rambut putihnya banyak. Nabi sampai meninggal rambut putihnya cuma 20. tidak lebih daripada du 20 ya. Rasulull sahu alaihi wasallam rambutnya hitam. Saya aja mungkin sudah banyak rambut. Bukan mungkin memang sudah banyak. Rasulullah paling banyak cuma berapa? 20. Abu Bakar rambut putihnya lebih banyak. Karena Abu Bakar ee ketika Rasulullah alaihi wasallam berhijrah umur Nabi 53. Abu Bakar sekitar 51 ya. Ee maka mereka menyangka Abu Bakar mereka salami Abu Bakar. Assalamualaikum ya Rasulullah. Asalamualaikum ya Rasulullah. Abu Bakar juga mungkin kikuk ya. Kemudian falamadal harru Abu Bakrin. Ketika matahari sudah semakin terik, Abu Bakar pun berdiri. Binilu ala Rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah pun menaungi pakai kain bajunya menaungi Rasulullah agar Rasulullah tidak kepanasan. Baru mereka tahu, "Oh, Nabi yang itu bukan yang tadi." Jadi kalau semakin banyak rambut putih semakin berwibawa. dikira Abu Bakar Nabi yaqasidin Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya orang pun tahu ee mana yang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dalam riwayat yang lain ee qadiman Nabi sallallahu alaihi wasallam ya ee TB Baik, kita lanjutkan ya. Dan ini dalil bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam penampilannya biasa, tidak beda dari para sahabatnya. Makanya datang dalam hadis ketika Rasulull sallahu alaihi wasallam memberi kajian di ee Madinah, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam duduk bersama para sahabat. Kalau ada orang asing datang dari jauh, dia tidak tahu nabi yang mana. Dia tidak tahu nabi yang mana. Akhirnya mereka selalu tanya, "Muhammad yang mana? Rasulullah yang mana?" Akhirnya para sahabat minta agar Rasulullah dibuat tempat agak gunduk tinggi untuk Rasulullah berdiri supaya apa? Supaya kalau ada orang jauh datang tahu Rasulullah yang mana. Bukan untuk penghormatan, bukan untuk lebih daripada itu. Hanya sekedar agar orang tahu mana Nabi. Ini menunjukkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berbaur dengan para sahabat dan tidak memakai penampilan yang beda daripada yang yang lainnya. Biasa-biasa saja. Biasa-biasa saja. Sehingga mereka tidak tahu nabi yang mana, sahabat yang mana. Sampai para sahabat pun bingung. Tadi kaum Ansar tidak tahu. Mereka menyaka, "Abu Bakarlah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Ternyata, ternyata bukan. Ya, ternyata bukan. Ini menunjukkan bahwasanya seorang disunahkan memakai pakaian sebagaimana yang dipakai oleh masyarakat dan tidak tampil tidak tampil beda. Tib. Kemudian Ibnu Katsir berkata, "Faslun faqama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Yaitu Rasulullah menetap di kota Madinah. Faqama Rasul sahu alaih wasallam biquba ayyaman. Rasul sahu alaihi wasallam tinggal di kota Madinah beberapa hari. Ada khilaf. Waqila arbaata as yauman. Ada yang mengatakan Rasulull sahu alaihi wasallam tinggal 14 hari. Wa asasa masjida Quba. Rasul sahu alaihi wasallam kemudian mendirikan masjid Quba. Ada yang mengatakan 4 hari. Karena Rasulull sahu alaihi wasallam tiba hari Senin. Kemudian Rasulull sahu alaihi wasallam bikin masjid cuma 4 hari. Jadi Rasulull sahu alaihi wasallam tiba hari Senin kemudian bikin masjid 4 hari. Ada yang mengatakan Rasulullah bikin masjid 14 hari. Masjid Quba 4 hari mungkin-mungkin karena Masjid Quba sangat sederhana. Cuma apa tiang-tiang dikasih daun-daun kurma atasnya selesai. Jadi 4 hari cukup. Sehingga ketika hari Jumat Rasul Sallahu Alaihi Wasallam meninggalkan Quba menuju Madinah pusat kota di Masjid Nabawi. Di tengah jalan mendapati waktu salat Jumat sehingga kemudian beliau salat Jumat di suatu wadi lembah namanya Wadi Ranuna yang sekarang jaraknya kurang lebih 900 m atau sekilo dari Masjid Quba. 900 m kurang lebih ya. Ya, kalau kita jalan dari Masjid Quba, kita akan lewat Masjid Aljumah. Di situ ada lembah namanya Lembah Runa. Sekarang dibangun masjid namanya Masjid Aljumah. Sebagai kenangan bahwasanya tempat inilah pertama kali Nabi bikin melaksanakan salat Jumat. Tapi waktu itu Rasulullah salat Jumat tanpa masjid. Cuma apa? Cuma tanah. Tanah lapang. Oleh karenanya salat Jumat boleh dilakukan di tanah lapang. Rasul Sallahu Alaih Wasallam salat di situ. Kemudian Rasulullah melanjutkan menuju ke areal masjid DB ya. Sehingga seb ulama mengatakan Rasulullah cuma 4 hari di Quba. Senin Jumat meninggalkan Quba. Adapun bikin masjid Quba cuma 4 hari dan dia adalah masjid yang pertama dibangun dalam sejarah Islam. Sebagian mengatakan tidak. Rasulullah sahu alaihi wasallam 14 hari bangun masjid cukup lama 14 hari sekitar 2 pekan. Kemudian kata Ibnu Katsir, waasina masjidahu masjida Quba. Maka Rasulullah membuat masjid ketika itu masjid Quba tumma rqiba biamrillahi taala lahu. Maka Rasulullah pun setelah bangun Masjid Quba Rasul sahu al wasallam pun naik untanya atas perintah Allah. Faadrul jumatu fi bani Salim bin Auf. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun mendapati waktu salat Jumat di areal atau di tempat tinggal Banu Salim bin Auf. Fasallaha fil masjid alladzi fi bathni wadi ranuna. Maka Rasul sahu al wasam salat di areal yang letaknya di batni di apa namanya? Perut lembah Ranuna. Lembat Ranuna ya. Sekarang kalau di masjid di Madinah dibangun namanya Masjid Jumat. Di depannya ada toko baju namanya Alqimmah. Toko baju Alqimah. Saya sering ke situ. Saya sering salat di masjid itu karena saya antar istri belanja. Saya tunggu di masjid. Jadi depannya ada toko baju. Kemudian riba warogiba ilai ahlut tilkadar ananzila alaihim. Maka orang-orang yang tinggal di situ, yang tinggal di kompleks itu ingin Rasulullah mampir karena merupakan kemuliaan bagi mereka agar Rasulullah mampir untuk mereka jamu. Faqala. Tapi Rasul sahu alaihi wasallam bilang, "Da'uha fainnaha makmur." Jadi mereka berusaha untanya suruh singgah. Tapi Rasulullah bilang, "Dauha, biarkan untaku berjalan sungguhnya dia diperintahkan." Jadi Rasulullah bilang, "Biarin, saya enggak bisa hentikan unta ini. Karena unta ini sedang diperintah oleh siapa? Allah berjalan." "Falam tazalqiratan bihi." Senanti terus untanya bawa Nabi laur bidarin minilaizai. Setiap Nabi melewati kompleks atau kompleks ee keluarga tertentu dari kaum Anshar. Mereka ingin Nabi singgah. Ayo singgah. Ayo singgah. Setiap melewati dan disuruh singgah, Nabi selalu menjawab, "Dauha fainnaha makmur." Biarkan untaku berjalan. Sesungguhnya untaku diperintah oleh Allah Subhanahu wa taala. Barokat. Kata ketika untanya sampai di lokasi Masjid Nabawi sekarang, tiba-tiba untanya menderam. menderam. Walam yanzil anha. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sudah menderam Rasulullah tidak turun. Masih di atas untanya. Hatta nahad. Kemudian untanya berdiri lagi. Berdiri lagi wasarat qilan. Kemudian jalan lagi sebentarat kemudian muar balik lagi. Warajaat kembali lagi fabarakat fi alal. Domprok lagi di tempat yang pertama kali tadi dia menderam. Fazala anha. Maka Rasulullah pun turun. Najar dan itu di lokasi Banu Najar Abu Ayyub rahla Rasulullah sallallahu alaihi wasallam manzilihi. Maka Abu Ayub pun segera mengambil eh pelana Nabi yang dari unta ke rumah Abu Ayub. Wasara Rasulullah sahu al wasallam maudi al masjid. Rasulullah pun membeli lokasi pembangunan masjid tersebut. Ya. Wakana mirbadan liyatimaini. Dan itu adalah tempat pengeringan eh kurma milik dua anak yatim. Wabanahu masjidan fahua masjidul an. Rasul sahu alaihi wasallam bangun di atas tempat tersebut masjid dan itulah masjid nabawi sekarang. Wabunia li rasulillah sallallahu alaihi wasallam hujaran atau bana lii rasul sahu alaih wasallam hujaran ila janibi. Kemudian Rasulullah membangun rumah-rumah istrinya. Ketika Rasulullah pertama kali datang, Rasulullah istrinya baru berapa? Baru dua. Yaitu Aisyah dan Saudah. Aisyah dan Saudah. Jadi Rasulullah bangun rumah Aisyah dan rumah Saudah. Waama Ali faq makkata rasulillah. Adapun Ali bin Abi Thalib yang sembunyi, yang menyamar jadi Nabi dengan berselimut-selimut Nabi ketika Nabi berhijrah, beliau menetap di Makkah selama 3 hari. Tugasnya apa? Untuk adaan Rasul sahu alaihi wasallam alwada allatihu yaitu mengembalikan wadiah-wadiah, titipan-titipan yang orang titipkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wiri dan yang lainnya. Rasulullah setelah 3 hari baru kemudian Ali bin Abi Thalib menyusul Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ee jadi inilah kisah Rasulullah sahu alaih wasallam sampai kegiatan yang pertama k Rasulullah kerjakan adalah membangun masjid. Dan ini adalah ee penting bagi Nabi karena masjid banyak fungsinya ya untuk rapat kaum muslimin, untuk pendidikan kaum muslimin, untuk salat ya. Ini masjid pertama yang Rasulull sallahu alaihi wasallam bangun. Makanya disebutkan Rasulull sahu alaihi wasallam setiap pekan pergi ke Masjid Quba. Sunahnya Rasulull sahu alaihi wasallam pergi ke Masjid Quba sabtin masiyan araqiban. Setiap Sabtu Rasul sahu alaihi wasallam pergi ke Masjid Quba apakah dengan jalan kaki atau dengan naik kendaraan. Makanya kalau kita sampai di masjid di Madinah di hotel disunahkan kita ke Masjid Quba. Boleh jalan kaki, boleh naik apa? Kendaraan. Dua-duanya pernah dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya kata para ulama, karena Nabi ingin ngecek masjid tersebut. Karena dulu Quba. Quba itu luar kota kalau bahasa kita. Di luar kota. Jarak perjalanan antara Masjid Nabawi sama Mas S Masjid Quba kira-kira 40 menit. Kalau kita jalan kaki kira-kira 40 menit ya. Dan itu dianggap luar kota. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ingin nengok setiap pekan kondisi kaum muslimin di sana. Kalian salat di Masjid Quba karena salat di Masjid Quba seperti pahala umrah. Ya, Rasulullah setiap pekan nengok ee ke sana. Ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berjalan, selesai Quba dibangun, Rasul sahu alaihi wasallam berjalan menuju ke Madinah ya. Kemudian tiba salat Jumat. Rasulam salat Jumat di situ. Kemudian melanjutkan setiap melanjutkan ada yang suruh singgah. Tapi Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Dauha fainnaha makmurah." Biarkan untaku. Sesungguhnya untaku diperintah oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi yang milih lokasi masjid Nabawi adalah Allah Subhanahu wa taala melalui unta. melalui unta Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi Rasulullah bilang, "Biarin, biarin menderem." Rasulullah tidak turun. Dipastikan dia apakah masih jalan atau tidak. Ternyata berdiri masih jalan. Ternyata jalan balik lagi. Berarti lokasi itulah yang telah dipilih oleh Allah untuk lokasi Masjid apa? Nabawi. Ya. Yang pilih adalah Allah Subhanahu wa taala. Rasul sahu alaihi wasallam kemudian ee singgah di Banu Najar ya. Dalam riwayat beliau berkata, "Anzilu ala baniin najjar akwali abdil muthalib ukrimuhum bidzalik." Aku singgah di perkampungan Bani Najar karena mereka adalah akhwalnya Abdul Muthalib. Aku memuliakan mereka dengan singgah dengan mereka. Kita sudah pernah cerita Abdul Muthalib anaknya siapa? Bapaknya Abdul Muthalib siapa namanya? Hasyim. Rasulullah kan namanya Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib bin Ha Hasyim. Hasyim ini dia pernah ke Madinah kemudian menikah dengan seorang wanita namanya Salma binti Amr an-Najariyah dari Bani Najar. Kemudian Hasyim pergi ke Syam. Dia meninggal di Syam. Akhirnya lahirlah ketika dia tinggalkan istrinya dalam kondisi mengandung. Salma mengandung akhirnya punya anak namanya Syaibah. Namanya Syaibah. Konon ketika lahir ada rambut putih di kepalanya disebut Syaibah. Akhirnya setelah usia sekitar 7 atau 8 tahun dijemput oleh pamannya yaitu Almuthalib. Karena Hasyim dan Almuthalib bersaudara. Almuthalib pun jemput Syaibah. Kemudian dia bawa ke kota Madinah dibonceng. Orang-orang menyangka Syaibah ini budaknya. Maka mereka panggil dengan Abdul Muthalib. Intinya Abdul Muthalib itu mamaknya dari Bani Najar. Bapaknya Hasyim ibunya dari Bani Najar. Oleh karenanya paman-pamannya Abdul Muthalib dari sisi ibunya disebut Khal. Jamaknya Akhwal. Kalau pamannya dari sisi bapaknya Hasyim itu disebut am. Jamaknya a'mam. Jamaknya A'am. A'mam. Oleh karenanya Rasulullah mengatakan, "Saya mau singgah di sini karena Bani Najar adalah akhwalnya Abdul Muthalib." Dia itu Rasulullah ingin sambung silaturahmi. Rasulullah ingin sambung silaturahmi. Dia gak ingin pergi ke suku-suku Anshar yang lain. Karena suku Anshar banyak. Tapi dia pilih, dia milih Banu An-Najjar. Ya, akhirnya Rasulullah tanya ini apa namanya? Ee sebelum ketika Rasul sampai situ ternyata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee tanya ya, rumah paling dekat siapa? Ternyata rumahnya siapa? Abu Ayyub al-Anshari. Abu Ayyubar langsung ngambil pelana Nabi. Yang paling penting pelananya dulu. Nanti lagi orang, "Ayo sini sini ambil dulu pelananya. [Musik] Aman." Dalam riwayat mereka bilang ee mari kemari, mari kemari. Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Seorang bersama pelananya." Ya, arrajul maahlihi. Seorang bersama pelananya. Akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam tinggal di rumahnya Abu Ayyub al-Anshari. Abu Ayyub al-Anshari dari Bani Najar. Abu Ayyub al-Anshari dari Bani Najar. Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kemudian disebutkan riwayat tinggal di rumahnya Abu Ayyub kurang lebih selama 7 ee bulan sampai dibangunkan rumah-rumah istri Nabi di sekitar Masjid [Musik] Nabawi. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam membeli lokasi. Ada khilaf. Ada yang mengatakan bahwasanya itu wakaf dari dua anak yatim tersebut. Mereka ketika Rasulullah pengin beli, kata mereka, "Ya Rasulullah, kami hadiahkan untukmu tanah tersebut." Ya, tapi kata Nabi, "Enggak. Saya pengin beli ya. Saminuni, tawarin aku berapa harganya." Rasulullah tidak mau diberi gratis oleh dua anak yatim tersebut. Akhirnya Rasulull sahu alaihi wasallam beli dan Rasulullah bangun Masjid Nabawi. Ya, ini di antara bahwasanya Rasulull sallahu alaihi wasallam terkadang menolak hadiah karena pahalanya besar. Sudah kita sebutkan ketika perjalanan hijrah, Abu Bakar menawarkan untanya buat siapa? Nabi. Nabi tidak mau. Kata Nabi, "Illla bisaman." Rasulullah biasanya menerima hadiah dari Abu Bakar. Tapi Rasulull sahu alaihi wasallam kali itu tidak. Karena Rasulull sahu alaihi wasallam ingin beli unta. Karena Rasulullah ingin punya keluar uang untuk berhijrah. Karena hijrah adalah ibadah yang mulia. sama sekarang bangun masjid Rasulullah ee ada uang dan Rasul sahu alaihi wasallam tidak pengin dikasih hadiah. Rasulullah pengin beli dan dia yang wakafkan agar pahalanya semua ngalir kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Jadi kalau kita bisa totalitas, totalitas ya. Ya. Kamu tanahnya, saya bangunannya ya. Kalau enggak punya duit enggak apa-apa. Kalau punya duit tanah dan bangunannya saya yang bangun. Ya, intinya kalian lihatlah bagaimana sekarang Masjid Nabawi selalu full dengan orang. salat. Kemudian setelah itu dibangunkanlah rumah-rumah bagi istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini dalil bahwasanya kalau seorang punya istri lebih dari satu, maka hendaknya memiliki rumah masing-masing. Ya. Jadi setiap istri satu rumah ee bukan satu rumah kemudian dua tiga istri, empat istri dalam satu rumah. Kecuali memang darurat sang lelaki tidak punya apa-apa, miskin, dan istri-istrinya bekerja sama, oke-oke saja ya. Tapi sunahnya setiap istri satu rumah ya. Karena saya pernah mendapati kasus ee orang punya rumah, dia punya istri empat, rumahnya berdampingan tetapi tembus bukan tembus pandang, tembus suara. Jadi akhirnya ada yang satu minta cerai karena dia tidak kuat. Dia sering mendengar dari sebelah. Tentunya ini tidak hikmah ya karena mungkin lagi bercumbu sama yang muda yang tua dengar atau yang berjumpa tua yang yang muda dengar. Bukan yang muda tua, yang senior dan junior. Akhirnya dia tidak kuat. Akhirnya dia minta cerai. Akhirnya dia cerai. Nah, seorang lelaki berusaha kalau dia punya istri B1 dia ee masing-masing rumahnya sendiri-sendiri. Jangan serius, Bapak-bapak. Ini cuma teori. Adapun Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, maka beliau pun menyusul Rasulullah sallallahu alaihi wasallam karena sibuk mengembalikan wadiah. Ini sudah saya sampaikan di antara keanehan orang-orang musyrikin, mereka menuduh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sebagai pendusta, orang gila, dukun, penyihir. Tapi kalau mereka punya barang berharga, mereka nitip sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faahum la yukadibun wakakimhadun. Mereka tidak mendustakan engkau. Mereka tahu Rasulullah itu benar. Cuma mereka ngeyel. Buktinya yang menunjukkan bahwasanya mereka tahu Nabi benar. Buktinya mereka nitip barang berharga sama Nabi. Siang-siang bilang ente pendusta, ente dukun, tapi malam-malam nitip barang berharga sampai banyak. Dan di antara akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam, Nabi tidak mengambil sedikit pun dari harta tersebut. Nabi suruh kembalikan semuanya. Bahkan Nabi tugaskan Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan seluruh harta tersebut kepada pemiliknya. Seandainya Nabi mau ambil sedikit, bisa-bisa saja ambil. Ambil ya mereka mau bunuh saya. Daripada mereka bunuh saya, mending saya ambil harta mereka. Saking banyaknya harta yang dititip kepada Nabi, sampai Ali bin Abi Thalib butuh 3 hari untuk mengembalikan ee wadiah-wadiah tersebut. barang-barang titipan kepada pemiliknya. Bab kita lanjut. Al Imam Ibnu Katsir berkata, "Faslun wawadaa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam man bil madinati minal yahud waab bidzalika kitaban." Akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam tinggal di kota Madinah. Menetap di kota. Di kota Madinah ada beberapa komunitas. Pertama komunitas kaum muslimin yaitu kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Iya tidak? Kaum muslimin. Yang kedua, komunitas kaum musyrikin. Siapa kaum musyrikin? yaitu suku Al-Aus dan suku Al-Khazraj yang belum masuk Islam. Pimpinan mereka adalah Abdullah bin Ubay bin Salul yang nanti jadi munafik. Sebelum jadi munafik dia musyrik. Ya. Jadi mereka ini komunitas kedua. Komunitas ketiga adalah orang-orang Yahudi. Orang Yahudi ada tiga. Bani Qainuqa, Bani Nadir, dan Bani Quraidah. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam membuat perjanjian damai di antara mereka. Ini adalah ee undang-undang kecil kenegaraan yang sederhana yang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam buat karena mereka komunis berbeda-beda dan agama mereka berbeda-beda. Muslim, musyrik, Yahudi. Tiga agama yang berbeda dalam satu negara kecil. Maka perlu ada kepastian. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh membuat suatu tulisan sebagai janji di antara mereka yang dikenal dengan Wasiqatul Madinah. Wasiqatul Madinah. Perjanjian atau disebut piagam Madinah. Piagam Madinah ini datang dalam riwayat dalam sebagian buku sirah datang dalam riwayat yang lemah datang dalam poin-poinnya dalam hadis-hadis yang sahih dalam Sahih Bukhari dan yang lainnya. Intinya di antara poin-poin tersebut di antara maknanya walil yahudi dinuhum walil muslimina dinuhum. Yahudi agamanya sendiri, kaum muslimin agamanya sendiri. Tetapi mereka harus kerja sama dalam bela negara. Kalau ada peperangan dari luar, maka kaum muslimin berinfak, Yahudi juga berinfak sebagai kewajiban bagi warga negara. Ya. Jadi di sini menunjukkan bagaimana Rasul sahu alaihi wasallam rasional ketika menghadapi komunitas yang heterogen. Maka Rasul sahu alaihi wasallam buat perjanjian yang mengikat mereka. Namun akhirnya Yahudi berkhianat satu demi satu. Kita bacakan sini. Eh wawada rasul sahu alaihi wasallam bil madinati minal yahudaba bidalika kitaban. Maka Rasulullah bikin perjanjian damai dengan orang Yahudi. Wa aslama habruhum Abdullah bin Salam. Adapun ulama mereka bernama Abdullah bin Salam masuk Islam. W kafar ammatuhum. Namun selainnya secara umum mereka semua tetap kafir. Wanu salata qobail. Dan mereka ada tiga kabilah. Banuqa Qainuqa ini yang pertama. Yang kedua, Ban Nadir. Banu Nadir ini ee kabilahnya Sofiah. Sofiah bintu Huyay. Dan bapaknya adalah Huwai bin Akhtab, pimpinan Banu Nadir. Kepala pimpinan Banu Nadir siapa? Huyay bin Akhtab. Bapaknya siapa? Sofiah. Kemudian wa Banu Quraidah. Dan Banu Quraidah ini tiga kabilah. Wa akha Rasulullah sahu alaii wasallam bainal Muhajirin Ansar. Nanti kita bahas setelah ini. Tayib. Jadi setelah itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya ee tinggal di kota Madinah. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam membuat perjanjian tersebut. Dan Ibnu Katsir menyebutkan dan Rasulullah ketika itu berdakwah. berdakwah. Dan ada Yahudi yang masuk Islam namanya Abdullah bin Salam radhiallahu taala anhu. Dan dia adalah alim ulama di kalangan orang-orang Yahudi. Ya, Abdullah bin Salam sudah mendengar tentang Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ketika Rasulullah datang, dia menunggu kedatangan Nabi. Dia pengin lihat. Dia mengatakan, "Tatkala saya melihat, saya melihat Rasulull sallahu alaihi wasallam, saya tahu bahwasanya wajahnya laisa biwajhi kadzab." Dia bukan wajah pendusta. Ini wajah orang yang jujur. Kata Abdullah bin Salam, "Awalu kalamin samuhu minan Nabi." Pertama kali saya dengar Nabi ceramah di kota Madinah. Nabi berkata, "Ya ayyuhannas, wahai manusia sekalian, afsus salam terbatkanlah salam thaam bagilah makanan. Bagi-bagi makanan wasilul arham. Sambunglah silaturahmi. Wasallu bailas niam. Salatlah kalian di malam hari sementara orang sedang tidur. Tadkulul jann balam." kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan. Jadi awal Nabi dakwah di Kota Madinah itu tebarkan salam, bagi-bagi makanan sosial, sambung silaturahmi di antaranya salat salat malam. Maka Abdullah bin Salam pun masuk Islam. Dia datang kepada Nabi. Kata Abdullah bin Salam, "Falama ja Nabi sallallahu alaihi wasallam." Tatkala Nabi datang, Abdullah bin Salam datang kepada Nabi. Faqala ashadu annaka rasulullah. Aku bersaksi engkau adalah Rasulullah. Waaka j bihaq. Dan engkau membawa kebenaran. alimat yahudu sayiduhum Yahudi sini sudah tahu saya adalah pemimpin mereka wnu sayidihim dan bapak saya juga dulu orang hebat saya pemimpin mereka dan saya anak dari pemimpin merekaumam dan mereka tahu saya yang paling alim di antara penduduk Yahudi di Madinah dan bapak saya dulu juga paling alim di antara merekaum fasalhumni qlaamu aslam ya Rasulullah coba kau panggil mereka tanyakan kepada mereka tentang aku sebelum mereka tahu saya masuk Islam. Fainnahum in ya yamu anniq aslamtu qolu fiya maaisa fiya. Karena kalau mereka sudah tahu saya masuk Islam, mereka nanti ngomongin tentang saya yang tidak hakikatnya. Faarsala Nabiullah sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah pun ngirim panggil orang Yahudi kemari. Akhirnya orang Yahudi pada datang. Kemudian mereka menemui Rasulullah sahu alaihi wasallam. Rasul pun bertanya kepada mereka, "Ya masyaral jahud, wahai kaum Yahudi sekalian, wailakum ittaqulah. Celaka kalian hendaknya kalian bertakwa kepada Allah. Walladzi la ilahailla hua innakumamun anni rasulullah. Demi Allah yang tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Sesungguhnya kalian benar-benar tahu saya ini Rasulullah haqqon rasul yang benar. Wa jukum bihaq. Dan kalian benar-benar tahu bahwasanya aku datang membawa kebenaran. Faaslimu. Masuklah Islam. Perhatikan sini. Ini penting. Jadi Rasul sahu alaih wasallam dakwahi mereka atau tidak dakwahi mereka. Rasulullah bahkan hati-hati kalian kalau tidak masuk Islam ya. Apa jawaban mereka? Qualamuhu qu eh faaslimu quamu. Kami gak tahu itu semua. Mereka bohong. Kami gak tahu. Q Nabi sallallahu alaihi wasallam qaha mirar. Rasulullah ulangi lagi ya. Ayo masuk Islam. Kalian sudah tahu saya benar saya bawa kebenaran masuk Islam. Katanya kami enggak tahu. Akhirnya Rasulullah tanya faayyu rajulun fikum Abdullah bin Salam. Menurut kalian siapa sih Abdullah bin Salam kedudukannya di sisi kalian? Abdullah bin Salam sudah masuk Islam. Mereka berkata, "Sayiduna wabnu sayidina." Abdullah bin Salam pemimpin kami dan dia anak pemimpin kami. Waamuna wabu alamina. Dia orang paling alim di antara kami. Bapaknya juga dulu paling alim. Rasulullah bertanya lagi, "Afaritum min aslam?" Bagaimana menurut kalian kalau Abdullah bin Salam masuk Islam? Q hasillah mauslim. Kata mereka, "Enggak mungkin demi Allah dia masuk Islam. Enggak mungkin Abdullah bin Salam masuk Islam." Rasulullah bertanya lagi, "Alam, bagaimana menurut kalian kalau dia masuk Islam?" Gak mungkin dia masuk Islam. Demi Allah gak mungkin dia masuk Islam. Rasul ulangi tiga kali. Aslam, bagaimana menurut kalian kalau dia masuk Islam? Gak mungkin demi Allah dia masuk Islam. Q ya salam ukhruj. Kata Nabi, "Wahai Abdullah bin Salam, keluarlah. Muncullah kepada mereka." Fakaja dia pun keluar kemudian dia berkata, "Ya masyaral yahud, wahai Yahudi sekalian, ittaqulah bertakwalah kepada Allah." Wallahilladzi la ilahaillahu la ilahaill hua innakumamun an rasulullah. Sesungguhnya kalian semua tahu bahwasanya dia adalah Rasulullah. Waahu ja bihaq dan kalian tahu dia bawa kebenaran. Waqu kata mereka, "Kadzabta, kau dusta." Faakhraj Rasul sahu alaihi wasallam. Kata Rasulullah pun sudah pergi-pergi sana. Jadi mereka setelah tahu Abdullah bin Salam masuk Islam, mereka bilang Abdullah bin Salam pendusta. Inilah kisah siapa? Abdullah bin Salam. Yang ingin saya sampaikan di sini orang-orang liberal mereka dalam buku-buku mereka berilgaminah. Kata mereka piagam Madinah menunjukkan Rasul sahu alaihi wasallam mengakui eksistensi agama Yahudi dan membenarkan agama Yahudi. Ini sering mereka ulang-ulang. Yang benar bukan mengaku eksistensi sebagai agama yang benar, enggak. tapi mengakui eksistensi keberadaan mereka sebagai warga negara. Paham? Tapi dipelintir sama orang liberal. Mereka mengatakan Rasulullah mengakui agama Yahudi itu benar. Makanya dibuat piagam Madinah kerja sama. Padahal mereka tidak periksa dalam poin-poinnya ada. Rasulullah berkata, "Walil Yahudi dinuhum." Orang Yahudi agama mereka sendiri. Walil muslimina dinuhum. Kaum muslimin juga agamanya sendiri. Cuma mereka harus bekerja sama dalam bela bela negara. Buktinya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendakwahi mereka. Celaka kalian kalau tidak masuk Islam. Kalian tahu saya bawa kebenaran. Berarti inilah yang dicontohkan oleh Nabi tentang toleransi. Toleransi Rasulullah tidak mengganggu mereka. Mereka tidak mengganggu kaum muslimin. Ada kerja sama bareng, kesepakatan bareng untuk bela negara. Tetapi dakwah tetap berjalan. Bukan mengatakan bahwasanya agama Yahudi benar seperti agama Islam. Sama-sama masuk surga. Itu tidak pernah diucapkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahkan Nabi mengatakan mereka sesat sehingga Nabi dakwahi mereka agar masuk Islam. Orang liberal suka pelintir sejarah dan mereka bahas mereka sering agung-agungkan piagam Madinah, piagam Madinah. Ternyata di balik ini mereka ingin mengatakan bahwasanya Rasulullah mengakui eksistensi agama Yahudi. Yang benar mengaku keberadaan bahwasanya mereka sebagai anggota warga negara bukan bahwasanya Yahudi agama yang benar. Tib. Ee kemudian Ibnu Katsir berkata, jadi mereka ada berapa? Tiga kabilah. Bani Qainuqa, Bani Nadir, Bani Quraidah. Tiga kabilah ini mereka kabilah-kabilah tinggal di Madinah. Secara umum orang-orang Yahudi sengaja berpindah dari Syam menuju Hijaz. Mereka berpindah dari Syam menuju Hijaz karena mereka telah tahu bahwasanya Rasul terakhir akan muncul di Hijaz. Di Hijaz dengan ciri bahwasanya tempatnya penuh dengan kebun kurma. Sehingga mereka memilih dua kota yang banyak. Kebun kurma ketika itu di Hijaz adalah di Madinah dan Khaibar. Sehingga markas mereka terfokus pada dua. Di Madinah dan di mana? Khaibar. Dan Khaibar dari Madinah sekitar 250-an kilo tidak jauh atau 200 kilo. Enggak terlalu enggak sampai 250 sekitar 200 kilo dari kota Madinah. Makanya ketika Bani Nadir diusir nanti mereka kabur ke mana? Ke Khaibar. Ketika bapaknya Sofiah terusir, bapaknya Sofiah kemudian pergi gabung dengan Yahudi di Khaibar. Dan mereka tiga kabilah. Kabilah pertama yang berkhianat adalah kabilah Banu Qainuqa setelah perang Badar diusir. Kabilah kedua adalah Bani Nadir. Setelah perang Uhud mereka diusir. Kemudian kabilah Bani Quraidah dibunuh setelah perang Khaibar. Jadi Bani Qainaqa diusir, Bani Nadir diusir, Bani Quraidah dibunuh karena kejahatan mereka yang luar biasa. Nanti ada saatnya kita bahas ketika bahas tentang perang Khaibar. Setelah itu Ibnu Katsir berkata, "Wa akha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bainal muhajirin wal anshar." Rasulullah pun mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum ansar. Fakanu yatawaruna bial ikha. Dan mereka sampai begitu kuatnya tali persaudaraan sampai mereka saling mewarisi. Fibtidail Islam. Di awal Islam mereka kalau ada yang meninggal dapat sebagai ahli waris, dapat warisan. Irsan muqaddaman alal qarabah ya lebih didahulukan daripada hubungan kekerabatan menunjukkan persoalan yang luar biasa. Waarallahuakata rifqan bifuqil muhajirin. Maka di tahun itu ya eh Allah mewajibkan zakat sebagai bentuk kasih sayang kepada fuqara kaum almuhajirin. Karena kebanyakan sahabat yang berhijrah dari Makkah menuju Madinah mereka fakir-fakir, miskin-miskin karena mereka meninggalkan kekayaan mereka di kota Makkah. Orang-orang Makkah, Muhajirin rata-rata orang kaya. Karena Makkah adalah pusat perdagangan. Makkah adalah pusat apa? Wisata religi. Orang-orang datang nyembah berhala di sana dari berbagai macam kabilah. Orang berhaji juga di mana? Di Makkah. Jadi mereka punya pemasukan uang yang banyak. Ketika mereka berhijrah harus miskin. Miskin semua. Miskin mendadak. Di antaranya Abdurrahman bin Auf miskin. Yang tadinya kaya raya miskin. Sebagian mereka Suhaib Arrumi ketika mau berhijrah dibilang, "Bayar, kasih hartamu, ambil dia tinggalkan tanpa harta." Jadi mereka berhijrah dan hijrah itu perlu pengorbanan. Ketika para sahabat berhijrah, mereka langsung Madinah langsung kaya. Kan enggak perlu pengorbanan. Makanya kalau ada sebagian ikhwan yang hijrah meninggalkan riba, "Kok saya enggak kaya-kaya, Ustaz?" Ya, namanya hijrah juga butuh pengorbanan. Kalau hijrah bikin tambah kaya, semua orang hijrah. Hijrah butuh pengorbanan. Nanti ada ada waktunya jadi kaya, ada yang waktunya mungkin tetap miskin. Allah yang lebih tahu. Allah yang lebih tahu. Paling tidak akan menebus masa lalu kita yang buruk. Para sahabat emang waktu berhijrah kemudian dalam kondisi nyaman? Tidak. Mereka dalam kondisi susah. Sampai banyak di antara mereka yang tinggal di suffah. Suffah itu mulhaq itu tambahan di belakang Masjid Nabawi yang hanya ada atapnya tanpa ada dindingnya sehingga angin masuk menimpa mereka. Jadi ada atap tanpa apa? dinding. Mereka tidur di situ, baju mereka kotor sampai ada yang tidak punya baju ganti, rambut mereka semeraut penuh dengan debu. Mereka hidup sampai mereka salat pakai satu kain aja dililit-lilit. Ya, bagaimana miskinnya para sahabat ya. Oleh karenanya Allah mewajibkan zakat sebagai bentuk kasih sayang kepada fuqara. Bagi yang punya harta bayar zakat untuk kaum fakir. Kakak Ibnu Hazam fi had tarikh. Ini pendapat Ibnu Hazam bahwasanya kewajiban zakat pada tahun pertama hijriah. Waqadq ba' huffad min ulamail hadis innahu aahu fard zakat matakan. Seb ulama hadis mengatakan Ibnu Hazam bingung dia cari-cari riwayat kewajiban zakat itu tahun ke berapa dia enggak ketemukan. Tidak ada riwayat yang jelas. Kebanyakan ulama mengatakan zakat diwajibkan tahun kedua Hijriah. Tapi Hazam dia mengatakan tahun pertama. Kenapa? Menurut logika dia karena waktu itu kebutuhan para fuqara sangat mendesak sehingga mestinya zakat diwajibkan tahun pertama Hijriah azan. Ya, Ibnu Katsir menyebutkan bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam pun mempersaudarakan antara kaum Muhjir dan kaum Anshar. Dan ini di antara ee trik Nabi sallallahu alaihi wasallam agar bisa menjaga kaum Muhajirin. Maka Rasulullah peratkan si fulan dengan si fulan, si fulan dengan si fulan, si fulan dengan si fulan disebut satu dengan yang lainnya. Si fulan dengan si si fulan. Saking begitu dekatnya persaudaraan tersebut sampai kalau ada yang meninggal di antara mereka, salah satu di antara mereka maka saling mewarisi. Bahkan warisan tersebut lebih kuat daripada hubungan kekerabatan. Ini di awal Islam. Ini di awal Islam ya. Sampai akhirnya Allah turunkan firmannya bahwasanya hukumnya menjadi mansukh. Ya Allah berfirman surah Al-Anfal. Walladzina amanu m ba'du wa hajaru wahadu maakum faulaika minkum. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad bersama kalian maka mereka adalah bagian dari kalian. Yaitu sama kalian bersaudara Muhajirin Anshar. Setelah itu Allah turunkan waul arhami baum a ba. Kemudian ulham yang punya hubungan kerahiman lebih utama satu dengan yang lainnya. sebelumnya sebelum turun ayat ini, maka kalau ada yang meninggal maka saling mewarisi. Ya, saling mewarisi. Setelah turun ayat ini maka enggak. Maka yang kalau meninggal maka yang menerima warisan adalah kerabat. Apakah dengan ee furud atau dengan asabah kalau tidak ada baru dengan hubungan ulham. Tapi intinya di awal Islam sangat kuat sampai saling mewarisi di antara mereka. Dan kaum Anshar memberikan contoh yang luar biasa ketika mereka saling bersaudara. Seperti yang disebutkan dalam hadis yang sahih, Rasulullah mempersaudarakan antara Saad bin Rabi dengan ee Abdurrahman bin Auf. Kita tahu Abdurrahman bin Auf tadinya saudagar kaya raya. Kemudian ketika berhijrah maka dia miskin mendadak. Ya. Maka Rasulullah persaudarakan dengan Saad bin Rabi. Dan Saad bin Rabi adalah termasuk orang kaya di kota Madinah. Ya, itu mungkin susah tiba-tiba miskin. Cuma kalau punya saudara mungkin kaya mungkin ya dibantu. Maka Saad bin Rabi' segera menyambut dan senang dan dia membantu dan dia mengatakan, "Wahai Abdurrahman, saya termasuk orang paling kaya di Kota Madinah. Setengah hartaku akan aku berikan kepadamu dan saya punya istri lebih dari satu. Silakan kau lihat mana yang kau sukai. Saya akan ceraikan. Kalau masa idahnya selesai, silakan kau nikahi." Luar biasa ya. Setengah harta. Jadi kalau ada orang punya uang R miliar 500 juta buat buat kamu, ya. sudah punya 5 miliar, 2,5 miliar buat buat kamu ya. Apakah ada orang seperti itu membagikan setengah hartanya buat temannya? Ada atau tidak? Tidak ada ya. Di Madinah juga sekarang sudah enggak ada. Ini zaman dulu ya, zaman dulu. Akhirnya ketika ditawarin, bahkan bukan cuma harta ditawarin, istri istri tawarin, "Saya punya istri lebih satu." Kau lihat bukan yang paling jelek kau ambil gak? Kau lihat mana yang kau sukai, kasih tahu saya. Kalau sudah habis masa saya ceraikan habis masidin silakan ambil. Tetapi Abdullah bin Auf bukan lelaki yang apa namanya? Mengambil kesempatan dalam kesempitan. Maka dia berkata, "Barakallahu laka barakallahu fika wafi ahlik. Semoga Allah memberkahi dirimu, hartamu, dan keluargamu. Dullani alas. Tunjukkan aku di mana pasar." Dia pengin dagang sendiri. Maka ditunjukkanlah kepada pasar Bani Qainuqa. Di zaman Nabi menguasai pasar juga Yahudi disebut pasar Bani Qainuqa. Memang mereka ahli pedagang. Akal bulusnya banyak ya. Jadi kemudian dia pun dagang tapi subhanallah akhirnya dia beli dia jual dia beli dia jual dia beli diaj akhirnya dapat untung. Akhirnya dia menikah ya menikah dengan karena dia setelah sampai di Madinah dia jomblo ya. Kemudian dia menikah dengan seorang wanita dari kaum Ansar. Ketika itu Rasulull sahu alaii wasallam lewat menemui dia ada warna kayak warna kuning di tubuhnya dan itu adalah warna parfumnya wanita. Wanita dahulu parfumnya berwarna tapi baunya tidak tidak begitu kuat. Adapun lelaki tidak berwarna tapi baunya kuat. Rasulullah mengatakan apa ini? Kok ada bercak parfum wanita di bajumu? Kata dia, "Saya baru menikah dengan wanita Ansar." Ya. Maka ee Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ee bertanya, "Apa maharnya?" Dia mengatakan, "Qadrun nawat minzahab." Yaitu seukuran nawat itu adalah biji kurma zahab. Ada yang mengatakan maksudnya nawat itu istilah untuk 5 dirham ya. 5 dirham. Ada yang mengatakan nawat minzahab dirham itu dari perak. Maksudnya se emas seberat 5 dirham. Ada yang mengatakan emas seukuran biji kurma. Kalaupun seukuran biji kurma, besar atau tidak kira-kira berapa gram? Banyak. Mahal ya. Intinya dia cari uang kemudian apa? Nikah. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata, "Ya ee aulim bisyah walau bisyah. Hendaknya kau bikin walimah meskipun menyembelih seekor ee kambing." Subhanallah. apa namanya? Saya waktu kita ada guru kami ngajar di kelas, sebagian bertanya, "Ya Syekh, mana orang-orang Madinah seperti ini? Kok enggak ada lagi yang nawarin harta, nawarin istri?" "Mana ya, Syekh?" Kata syekhnya, "Sudah pergi bersama orang-orang muhajirin juga pergi yang kalau dikasih enggak terima." Jadi model kaum kaum, penduduk Madinah yang bagi-bagi istri, bagi harta sudah tidak ada. bersama tidak adanya model kaum Muhajirin yang kalau ditawarin tidak terima. Subhanallah. Tapi masih banyak orang baik di sana. Masih banyak. Maksudnya tidak seperti ini sangat luar ee luar biasa. Maka Allah turunkan firmannya dan orang-orang yang tinggal di kota sebelumnya mencintai orang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tidak hasad kepada kaum Muhajirin. Karena kaum Muhajirin disebut lebih dahulu daripada kaum Anshar. Dan Rasulullah dari kaum apa? Muhajirin. Ya, mereka tidak hasad dimuliakan terlebih dahulu dari kaum ansar. Kemudian kata Allah, mereka mendahulukan kepentingan kaum mjin daripada diri mereka sendiri meskipun mereka juga dalam kondisi butuh. Ya. W yqfsi faul. dan orang yang dihindarkan dari penyakit pelit, maka mereka adalah orang-orang yang yang beruntung. Ee inilah ee kisah persaudaraan antara kaum Muwacir dan kaum kaum Anshar. Adapun mengenai kapan diwajibkan zakat, ya banyak ulama mengatakan bahwasanya diwajibkan pada tahun kedua bukan tahun pertama. I binu Hazam berpendapat tahun pertama karena dia tidak mendapatkan dalil yang tegas yang menyebutkan kapan diwajibkannya zakat. Wallahu taalaam babwab. Demikian saja wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.