File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Transcript
ZGmfSjphimo • Tafsir Surat Ali Imran #14 Ayat 77-81 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2438_ZGmfSjphimo.txt
Kind: captions
Language: id
Kenapa mereka demikian? Karena mereka
berkata, "Kami tidak mengapa." Ya, tidak
ada dosa bagi kami jika melakukan hal
tersebut bagi
orang-orang selain Yahudi. Ya, ini
sebagaimana su kita singgung keyakinan
orang Yahudi bahwasanya harta selain
milik mereka yang ada pada orang-orang
selain Yahudi pada hakikatnya adalah
milik mereka. Jadi mereka boleh ambil
dengan berbagai macam cara.
ee dan juga ee di antaranya tentunya
ketika mereka hendak menolak
ya supaya di supaya bisa mengambil harta
dari non Yahudi tentunya di antara
mereka akan ada yang bersumpah
sebagaimana disingung oleh Thari bin
Asyur dalam tafsirnya mereka akan
bersumpah. ini dengan mudah mereka
bersumpah nama Allah Subhanahu wa taala
supaya bisa mengambil harta orang-orang
dari non Yahudi. Jadi mereka mudah
sekali bersumpah dengan nama selain
Allah agar bisa mengambil harta orang
lain. Ya, ini di antara sifat-sifat
orang Yahudi. Ee dan meskipun ayat ini
pada dasarnya ya turun kepada ahlul
kitab ya, di antara mereka ada yang
demikian ya. Namun ayat ini umum juga
untuk seluruh
manusia, baik Yahudi, Nasrani, maupun
kaum muslimin. Kalau Yahudi tadi di
antara mereka ada yang bersumpah, "Demi
Allah kau tidak pernah nitip harta sama
saya." Ya, "Demi Allah yang kau titipkan
cuma sekian." Padahal dia bohong supaya
bisa mengambil harta dari non Yahudi.
Dan mereka tidak ragu-ragu untuk
bersumpah. Demikian juga di antaranya
ahlul kitab Yahudi dan Nasrani secara
umum mereka berani bersumpah untuk ee
menyembunyikan ayat Allah Subhanahu wa
taala. Ketika ditanya, "Adakah dalam
Taurat ataupun Injil menyebutkan tentang
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam, maka mereka para pendeta, para
rahib, mereka berani bersumpah tidak
ada." Supaya apa mereka mengatakan tidak
ada? Supaya mereka tetap mendapatkan
cercah dunia. Apa dunia yang mereka
dapatkan yaitu mereka tetap dihormati,
diagungkan. Karena seandainya mereka
bilang ada disebut Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, maka
orang-orang para pejabat, para orang
kaya, para pembesar akan berpaling
kepada Islam dan sehingga mereka tidak
lagi dianggap. Oleh karena supaya
kedudukan mereka tetap terjaga sebagai
orang ahli ilmu, sebagai orang yang ee
mengerti tentang agama, maka mereka
tetap menutupi bahwasanya dalam Taurat
dan Injil ada penyebutan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dan mereka
beradi bersumpah atas hal tersebut. Jadi
mereka bersumpah dengan sumpah palsu ya
untuk
mendapatkan secercah dunia ini mereka
lakukan. saya katakan tadi. Maka ayat
ini juga ee meskipun turun kepada
tentang Yahudi Nasra, tapi
juga berlaku bagi kaum muslimin yang
berani
bersumpah atas nama Allah untuk
mendapatkan sec dunia dengan cara
ee meninggalkan hak Allah atau
meninggalkan hak hamba-hambnya.
Saya bacakan
perkataan Syekh Sdi rahimahullahu
taalaik dan juga masuk dalam ayat ini,
ak minun setiap orang yang mengambil
sedikit dunia atau satupun apapun dari
dunia muqobalati maakahu min haqqillah
haqqi ibadihi yaitu dengan cara dia
meninggalkan hak Allah dia ninggalkan
hak Allah gak apa-apa yang penting dapat
dunia atau dia sengaja meninggalkan hak
hamba yang lain ada hak tidak Jadi dia
tunaikan hak orang enggak ada masalah
yang penting dapat dunia. Wadalika manfa
yaminin
biha maksumin fahuail. Demikian ada
orang yang berani bersumpah atas nama
Allah supaya bisa ngambil harta orang
lain. Maka semuanya masuk dalam ayat
ini. Di antaranya Ibnu Katsir
rahimahullah menyebutkan beberapa contoh
tentang hal tersebut.
ee beliau menyebutkan beberapa hadis ya.
Di
antaranya Rasulullah sahu alaihi
wasallam bersabda, "Man halafa ala
yaminin hua fiha fajir."
Siapa yang
bersumpah dengan nama Allah padahal dia
dusta muslim dalam rangka untuk
mengambil harta seorang muslim laqiallah
azza waalla wahua alaihiban maka dia
akan bertemu dengan Allah dari hari
kiamat kelak dan Allah dalam kondisi
murka
kepadanya berkata alas fi wallahi
kanaalik apa yang diucapkan nabi terjadi
padakua kana baini waina rajulin minal
jahud
Ada sengketa antara aku dengan seorang
Yahudi, yaitu saya pernah jual tanah
kepada dia, dia belum bayar. Fahani
kemudian dia tidak mengaku beli
dariku. Faqadam rasulah sallallahu
alaihi wasallam. Maka saya pun
mengadukan kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam mempermasalahkan mengangkat
permasalahan kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Faqala Rasulullah sahu
alaihi wasallam. Rasulullah berkata
kepadaku, sahabat ini, "Alak kabayinah,
kau punya bukti bahwasanya dia punya
hutang atau dia belum bayar tanah
kepadamu." Qula, aku tidak punya bukti,
ya Rasulullah. Tapi ini perjanjian
antara aku dengan dia. Faqala lil
Yahudi. Maka Rasulullah berkata Yahudi,
"Ihlif, kalau gitu yang penuntut tidak
punya bukti, tugasmu tinggal bersumpah
bahwasanya kau tidak punya tanggungan
bayar tanah kepada dia." Maka kata Nabi
kepada Yahudi tadi, "Sumpahlah." Maka
aku menyelaka, aku berkata, "Ya
Rasulullah, an yahlifu fayhabu mali."
Kalau begitu dia tinggal bersumpah terus
dia ambil hartaku tidak
bayar. Kebetulan dia enggak punya bukti
mungkin enggak ada tanda tangan, enggak
ada apa, enggak ada kertas perjanjian,
gak ada saksi. Ya, cuma ngomong jual
terus nanti saya bayar. Ternyata tidak
dibayar ditagih. Saya enggak pernah beli
tanah sama kami. Ini tanah saya repot.
Bukti mana? Enggak ada. Kalau bukti
enggak
ada, maka yang mengingkari cukup
bersumpah. Itu aturan Islam.
Albayyinatu alal muddi wal yamin alal
ankar. Siapa yang menuduh dia harus
datangkan apa? Bukti. Adapun yang
dituduh kalau dia tidak punya bukti maka
yang dituduh tinggal bersumpah. Maka
Rasulullah mengatakan, "Wahai Yahudi
silakan bersumpah. Kau tidak punya
tanggungan tanah." Kata sahabat ini, "Ya
Rasulullah, kalau dia sumpah sudah habis
ludes hartaku." Maka rasul, maka
turunlah firman Allah Subhanahu wa
taala. Innalladina yaruna biahdillahi
waimanihimanan qila. Sesungguhnya
orang-orang
yang menjual ya sumpah Allah, janji
mereka kepada Allah untuk meraih harta
yang sedikit.
Oleh karenanya kalau ada yang bersumpah
demi untuk
mendapatkan sedikit ee dunia, maka dia
termasuk dalam ayat ini. Termasuk di
antaranya ya bersumpah seperti dalam
rangka untuk melariskan barang ya.
Almunaffik eh lisilatihi bil halifil
kadib. Dalam hadis kata Rasul sahu
alaihi wasallam eh tiga golongan salatun
la yukallimahullah w ilaihim yaumalqiam
wih wumabun alim. Tiga golongan yang
Allah tidak akan mandang mereka pada
hari kiamat kelak. Allah tidak bicara
dengan mereka pada hari kiamat
kelak. Allah tidak memaafkan dosa-dosa
mereka. Dan bagi mereka azab yang pedih
di antaranya almunaffiq lisilatihi bil
halifil kadib. Seorang yang melariskan
dagangannya dengan sumpah yang dusta.
Demi Allah ini barang baru. Ternyata
bukan barang baru. Demi Allah saya tidak
ambil untung ini. Yang penting kembali
modal ternyata untungnya dua kali lipat.
Misalnya ini baru kemarin. Kemarin
maksudnya bulan kemarin barangnya bukan
seperti orang banyak bersumpah ini
berarti dia menjual sumpah-sumpahnya
atas nama Allah demi mendapatkan
secercah apa? Dunia. Ini termasuk.
Kemudian di antara yang termasuk dalam
hal ini
ya seperti seorang yang meninggalkan hak
Allah tadi saya sebutkan perkataan Syekh
Sa'di. Demi untuk mendapatkan
dunia ini dilakukan orang-orang ahlul
kitab ketika para pembesar bertanya
tentang suatu hukum. Mereka kalau bilang
haram mereka takut enggak diak enggak
digaji lagi oleh penguasa. Maka mereka
tidak bilang haram. Mereka bilang apa?
Halal.
Ya, ini sama menjual ayat-ayat Allah
Subhanahu wa
taala. Ya, ini bahaya ya. Jadi, demi
untuk mendapatkan dunia mereka nekad
untuk menyelisihi mereka kepada Allah
untuk menjelaskan dengan
sesungguh-sungguhnya. Allah telah
mengambil sumpah dari para ulama untuk
menjelaskan kepada manusia tentang
hakikat kebenaran. Tapi karena demi
dunia maka mereka pun menyembunyikannya.
Jelas-jelas haram. Dia bilang
tidak gak apa-apa. Supaya apa? Supaya
dapat apa?
Dunia. Dan ini juga bisa
menimpa ulama kita kalau ternyata mereka
pecinta dunia dengan ilmunya hanya ingin
mencari apa? Dunia. Ya. Sehingga kalau
ditanya suatu masalah dia mengatakan
halal padahal hukumnya apa? Haram. Dia
tahu haram, tapi demi
untuk eksistensi dirinya, hartanya, dia
bilang apa?
Halal. Demikian juga jika ditanyakan
kepada tentang suatu kelompok
sesat, ada suatu kelompok jelas-jelas
sesat, tapi dia enggak berani bilang
sesat. Kenapa? Karena dia dikasih
disogok sama kelompok tersebut,
keluarganya dibiayai, anaknya
disekolahkan ke luar negeri. Akhirnya
dia diam. Dia tidak pernah mengeluarkan
statement bahwasanya kelompok ini sesat.
Dan itu terjadi
ya ini semua hanya sekedar dunia yang
sebentar yang
sedikit. Jadinya intinya menjatuhkan hak
Allah atau menjatuhkan hak manusia atau
bersumpah untuk mencari harta. Ini semua
maksud dalam ayatayat ini dan ini ayat
asalnya turun kepada para ulama
Yahudi. Kepada ulama Yahudi yang mereka
ee berani
bersumpah untuk menyembunyikan ayat-ayat
Allah sehingga mendapatkan silta
dunia. Maka hendaknya para ulama ya yang
diberi ilmu oleh Allah, diberi amanah
jangan gara-gara dunia eksistensinya
kemudian dia menyembunyikan ayat-ayat
Allah Subhanahu wa taala.
takut ya. Saya pernah nonton
satu klip ketika ditanya pembahasan
tentang film Korea, Kpop Korea dan
joget-joget. Maka ulama di depannya
enggak bisa bilang haram. Dibilang
gimana orang suka nonton dia enggak
berani bilang haram. Padahal tahu semua
orang tahu bahwasanya terbuka aurat
joget-joget seperti itu. Apa ada yang
ragu bahwasanya K-pop itu haram?
Memang yang pertama ada musik-musik,
kedua yang Kpop itu memang pakai jilbab
atau pakai cadar joget-joget. Enggak,
semua orang tahu itu haram. Tapi karena
ini di televisi live ya enggak bisa.
Enggak bisa demi menjaga eksistensi
dirinya. Takut ditinggal oleh audiens.
Enggak bisa. Enggak bisa bilang apa?
Haram. Dan tidak menyusul pembahasan
belakangan. Ini oleh karena seorang
jangan menjebak dirinya sehingga
terjebak dan tidak bisa berkata-kata.
Ya, akhirnya malah mengesankan seakan
benar. Seakan-akan benar. Ini namanya
menjual ayat-ayat Allah demi mendapatkan
eksistensi
keduniaan. Sama seperti ada seorang dai,
saya juga pernah nonton. Dia diundang di
perkumpulan para Nasra. Kemudian dia
bercerita seakan-akan bahwasanya Nasra
di atas
kebenaran. Sehingga tidak mengesankan
sedikit pun bahwasanya mereka di atas
kesyirikan. Malah dia puji-puji dulu
pendeta ini begini dulu begini dulu
begini. Jadi orang yang hadir orang
Nasrah kita benar. Berarti ini namanya
menyembunyikan kebenaran demi untuk
mendapatkan apa? Eksistensi
duniawi dimsud dalam ayat-ayat ini.
Allah berfirman, "Apa balasannya orang
seperti ini menjual agama demi untuk
mendapatkan secercah dunia?" Kata Allah
pertama, inin biahdillahi
waamanan demi untuk mendapatkan sedikit
dunia. Dunia sebanyak apapun disifati
oleh Allah dengan qalil. Mataun qalil.
Kesenangan yang sebentar, yang sedikit.
Mata qalil.
Mata maksudnya adalah kesenangan yang
akan sirna, ada expired-nya. Kemudian
qalil cuma sedikit. Apapun kedudukan
yang didapatkan karena menjual ayat
Allah, betupun banyak harta yang dia
dapatkan karena menjual ayat Allah itu
cuma
sedikit. Hati-hati ini banyak. Kalau
musim musim politik kadang-kadang orang
jual ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala.
Kadang-kadang orang menyembunyikan
kebenaran demi mendapatkan
dunia. Jadi apapun yang mereka dapatkan
itu sifatnya qalil sedikit. Ulaika la
khq lahum fil akhirah. Mereka itulah
orang tidak mendapatkan bagian di
akhirat. Itu tidak dapat bagian pahala
di akhirat karena dia telah memilih
mendapatkan sedikit dunia kemudian
dengan mengorbankan kebenaran.
Entah dengan
sumpahnya ya janjinya atau dengan
mengorbankan kebenaran secara umum
ya. Kemudian wala yukallimuhumullah. Dan
Allah tidak akan berbicara dengan
mereka. Tentu Allah bicara dengan mereka
tapi dengan bukan pembicaraan rahmat dan
pembicaraan kasih sayang. Tapi
pembicaraan dengan ee membantah mereka
atau menjatuhkan mereka. Maksudnya wala
yukallimuhumullah. Tidak ada Allah
berbicara dengan mereka dengan
pembicaraan penghormatan, tapi semuanya
pembicaraan ihanah. Allah bicara dengan
mereka dengan kehinaan. Karena kita tahu
dalam dalil-dalil yang lain Allah
berbicara orang kafir, Allah berbicara
dengan orang pelaku maksiat. Tapi
pembicaraannya semua dengan penghinaan.
Jadi maksud ayat ini wala
yukalimahumullah. Maksudnya Allah
subhanahu wa taala tidak berbicara
dengan mereka dengan pembicaraan
penghormatan. Wala yanuru ilaihim. Dan
Allah tidak memandang mereka. Maksudnya
tidak memandang mereka dengan pandangan
rahmat. Karena semua orang pasti dilihat
oleh Allah. Tidak ada satu makhluk pun
kecuali terlihat oleh Allah. Tapi Allah
memandang mereka bukan dengan pandangan
rahmah, tapi pandangan marah kepada
mereka itu. Wala yanduru ilaih.
Maksudnya Allah tidak memandang mereka
dengan pandangan kasih sayang yaumalqiam
pada hari kiamat. W
yuzakkihim yutahiruhum. Maksudnya Allah
tidak mensucikan mereka itu. Allah tidak
memaafkan mereka karena mereka menjual
ayat-ayat Allah. Mereka bersumatama
Allah. Jadilah Allah tidak ada nilainya
di sisi mereka. Mereka jual Allah untuk
mendapatkan dunia. Mereka menyembunyikan
kebenaran dari Allah untuk mendapatkan
dunia. Walahum adzabun alim. Dan bagi
mereka azab yang pedih. Dan bagi mereka
azab yang pedih.
Maka ini
ee
adalah dosa yang besar
ya yang dilakukan oleh orang-orang yang
ingin mendapat dunia dengan
menyembunyikan ee kebenaran.
Saya ulangi lagi, ini ayat asalnya turun
kepada orang Yahudi ya. Sebagian disbnu
Katsir rahimahullahu taala ya.
Ini Ibnu Katsir berkata yaqul taala
innalladinauna ahidahum Allahu alaihib
Muhammad
wasallamikhinas wani
amri kadibah alfajirah alatimah bilmanil
qilahidah wahi urudu hadid dunya
alfaniah
azzailah yaitu orang-orang yang
ee mencari
tambahan dunia ya dengan meninggalkan
apa yang Allah telah ambil janji dari
mereka yaitu orang-orang ahlul kitab
sudah diambil janji untuk mengikuti nabi
terakhir itu para ulama mereka disuruh
mengikuti nabi terakhir dan disuruh
untuk menjelaskan sifat nabi tersebut
kepada manusia tapi mereka tukar dengan
dunia. Ini asalnya tentang ahlul kitab
ya. Di mana mereka ee menyembunyikan
perkara Nabi dan mereka tidak mengikuti
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Wa aimanimal. Demikian juga atas
sumpah-sumpah mereka yang dusta untuk
mendapatkan bilmanil qil ganti ya harga
yang sedikit azzahidah yang yang murah
yang sedikit wahun dan itu adalah
perkara dunia ini alfaniailah yang akan
sirna dan hilang. Maka mereka yang
dimaksud oleh ayat-ayat ini. Tapi
meskipun ayat ini asalnya turun kepada
orang Yahudi, tapi berlaku kepada semua
orang yang rela menyembunyikan kebenaran
demi untuk mendapatkan dunia. Dan itu
banyak demi supaya tetap eksistensinya
terjaga, tetap diakui, tetap tidak
ditinggal oleh follower ya atau
bertambah followernya karena membela
kebatilan ya. Enggak berani mengatakan
haram, enggak berani tahu haram, tapi
enggak. Bahkan, oh enggak, itu enggak
apa-apa kalau begini. Enggak apa kalau
begini, apa. Padahal dia tahu
haram. Maka mereka ini tercela hanya
untuk dapat dunia yang
sedikit. Setelah
[Musik]
itu, Allah berfirman ayat berikutnya
Allah sebutkan salah satu
contoh bagaimana mereka ingin
mendapatkan dunia. Ini contoh yang
paling parah yang mereka lakukan. Tadi
sudah disebutkan model-model bagaimana
orang menjual agama demi dapat dunia,
menyembunyikan kebenaran untuk dapat
dunia. Ini yang paling parah sekarang,
yaitu mengarang
agama supaya dapat dunia. Kata Allah
tentang mereka kitab, "Wa inhum lafariq
yalwun alinatahum bil kitabi litahsabuh
minal kitab." Di antara mereka, sungguh
di antara mereka ada segolongan yang
mutar-mutar lidahnya. Yal itu
mutar-mutar ya.
Seperti benang dipilin diputar layul
habl dipilin diputar-putar
ya seperti kata Allah lausahum yaitu
mereka
memalingkan wailahum taala apa
yastagfirakum
rasulullahiusahum kalau dipanggil
marilah kepada nabi nabi akan mohon
ampunan buat kalian lawa ruusa mereka
palingkan wajah mereka ini sekarang
dipalingkan bukan kepala bukan benang
tapi yang dipalingkan ayat-ayat Ayat
apa? Dipilin dipelintir ayat-ayat Allah.
Bahasa kita paling pasti dipelintir. Apa
namanya? Dipelintir. Ya. Jadi di antara
mereka ada yang mempelintir dengan lisan
mereka memberikan mempelintir ayat-ayat
Allah. Alkitab yaitu Taurat atau Injil.
Litahsabu minal kitab. Agar engkau
menyangka itu bagian daripada kitab
suci. Taurat atau injil? Injil. W hua
minal kitab. Padahal itu bukan dari
kitab suci. Dan mereka bahkan berani
bersumpah. Waqulunah hua minillah. Dan
mereka nekad
berkata ya, mereka nekat berkata ini
dari Allah. Dari sisi Allah kami bacakan
dari sisi Allah. Kata Allah bantah w hua
min indillah. Padahal bukan dari Allah
subhanahu wa taala. Mereka Allah
berfirman, waquuluna alallahil kadib.
Dan
mereka berdusta atas nama Allah wahum
yal'lamun. Padahal mereka tahu. Padahal
mereka tahu. Ini di
antara sifat orang Yahudi ya yang paling
parah yang Allah sebutkan. Mereka
merubah-rubah atau menambah-nambah isi
daripada
Alkitab. Jadi mereka Alkitab Allah
sebutkan tidak asli lagi sekarang karena
mengalami banyak perubahan dari tiga
sisi atau beberapa sisi. Sisi pertama
mereka lupa. Wanasu hadam mimmaukiru
bih. Mereka lupa. Ya. Jadi mereka tidak
dibuat hafal. Tidak mudah menghafal
Taurat dan Injil ya.
sehingga mereka lupa. Apalagi Taurat
karena disebutkan hilang. Taurat hilang
ya. Kemudian mereka meyakini bahwasanya
datanglah Uzair yang Uzair menghafal
Taurat kemudian mendiktekkan Taurat.
Tapi intinya ee mereka lupa. Banyak ayat
yang mereka lupa karena mereka tidak
hafal. Kemudian ketika hilang sudah
tidak bisa tidak bisa ingat lagi.
Sehingga Taurat akhirnya banyak
dikarang. Yang kedua ya ee mereka
menyembunyikan yaktumun di
antara perbuatan mereka terhadap Taurat
dan Injil. Mereka menyem
menyembunyikan. Jadi ada yang dilupakan
ada yang disembunyikan. Seperti ayat
raja mereka sembunyikan. Mungkin
sekarang enggak ada ayat raja masih ada
atau tidak saya tidak tahu. Seperti
sifat Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam, sifat para sahabat mereka
sembunyikan. Yang ketiga mereka ngarang,
mereka tambah-tambahkan.
Ya, tambah-tambahkan ini ya dengan di
antaranya mereka tambah langsung fawailu
lilladina
kitabidihim. Ini tambah ini ada dua cara
mereka. Pertama mereka tambah tulis
sendiri. Kata Allah, "Celaka orang-orang
yang menulis kitab dari dengan
tangan-tangan
mereka
minillah." Kemudian mereka menghindari
Allah untuk mendapatkan secara dunia.
Fawailahumabat aidihim. Dan celaka atas
apa yang ditusuk oleh tangan-tangan
mereka. Waakzibun dan celaka atas yang
apa mereka dustakan. Allah sebutkan
celaka sampai tiga kali. Wailun, wailun,
wailun. Caranya mereka nulis. Cara kedua
untuk menambah-nambah
dengan mereka
pelintirin. Pelintirin. Ada yang
mengatakan oleh sebagian seperti tahir
bin Asyur, yaitu seperti hurufnya
diganti ya, seperti mereka lakukan.
Harusnya Allah suruh katakan hitah.
Mereka tambah nun hintah hintah. Jadi
ketika orang-orang Yahudi disuruh masuk
ke Baitul Maqdis sambil berkata
hitahitah. Maknanya hitah itu, "Ya Allah
ampuni aku, aku ampuni aku." Yaitu ukht
yaitu jatuhkanlah dosa-dosa kami.
Hittah-hittah. Tapi mereka rubah tambah
nun. Hinth, gandum, gandum, gandum.
Maknanya berubah
total. Maknanya berubah total. Jadi
seperti mereka berkata kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Harusnya
assalamualaikum.
Mereka hilangkan huruf lam. Jadi,
assalamualaikum itu dipeltiri. Harusnya
keselamatan bagi engkau wahai Muhammad.
Mereka pelintiri. Mereka bilang,
"Assalamualaikum. Mampus kau wahai
Muhammad." Kalau lam hilang artinya apa?
Semoga kau cepat mati. Seperti ini modal
kedua. Jadi mereka paling tiri
seakan-akan ini dari apa?
Alkitab. Ini cara kedua. Cara ketiga
supaya dianggap sebagai Alkitab dengan
tafsirnya. Tafsir yang dikelola. Ayatnya
begini. tafsirnya dikelola sehingga
disangka tafsir ini dari Al al Al dari
dari kitab Taurat maupun Injil. Jadi
saya ulangi, distorsi dialami oleh ee
atau perubahan dialami oleh Taurat dan
Injil dengan tiga kondisi. Pertama apa
tadi? Lupa. Mereka banyak lupa. Mereka
enggak hafal. Pendeta paling hebat pun
tidak hafal Taurat dan apa? Injil sampai
sekarang. Sementara kita orang Islam ada
umur 8 tahun sudah hafal
Al-Qur'an dan banyak bukan satu dua
orang banyak ya. Kemudian yang kedua
tadi apa? Dengan menyembunyikan.
Menyembunyikan banyak. Menyembunyikan
ayat rajam, menyembunyikan sifat Nabi.
Jelas mereka sembunyikan. Yang ketiga
dengan menam menambah. Nambah ini dengan
tiga cara. Pertama dengan tulis
langsung. Kedua dengan apa? pelintiri
seperti yang disut ayat ini. Yang ketiga
dengan tafsirnya yang dirubah-rubah.
Ayat ini bicara apa? Dia tafsirkan yang
lain. Sehingga orang menyangka maknanya
seperti itu. Jadi di dikelola dari sisi
tafsirnya. Inil yang mereka lakukan. Dan
iniat dosa yang paling besar karena
mereka mengatasnamakan Allah Subhanahu
wa taala. Sehingga disangka ini bagian
daripada kitab suci paling ngeri berani
ngarang atas nama Allah. Ini kan ngeri
sekali.
ngarang atas nama bupati aja kita enggak
berani. Kalau ketahuan
repot ngarang undang-undang atas nama
DPR misalnya MPR, kita enggak berani.
Gimana kemudian ngarang atas nama siapa?
Allah. Dia kata nanti balasnya di
akhirat. Maka Allah sebutkan contoh yang
paling
buruk di mana
mereka melanggar janji mereka dan
bersumpah demi mendapatkan secercah
dunia. Ini saya katakan asalnya turun
bukan kepada orang-orang bahlul Yahudi
bukan ya. Ini turun kepada rabi-rabi dan
pendeta
pendeta-pendeta. Maka ini peringatan
keras kepada para ustaz, para ulama yang
mereka paham agama mereka berusaha
mempelintiri.
Hati-hati kita kalau tidak sesuai dengan
hawa nafsu kita, kau tidak apa sampaikan
aja yang antum melanggar urusan antum
tapi tidak cocok dengan hawa nafsu
antum. Tetapi yang apa yang hak tetap
antum sampaikan. Haram. Meskipun saya
belum bisa melakukan, saya masih
melanggarnya. Hukumnya demikian.
Meskipun saya belum bisa melakukannya,
sampaikan. Tidak semua apa yang kita
sampaikan kita kerjakan, Ikhwan. Tidak
semua yang keluar dari lisan saya
kerjakan. Saya bukan orang maksum. Saya
bisa melanggar apa yang saya ucapkan.
Tapi saya harus sampaikan. Paling tidak
saya nasihati diri saya sendiri supaya
meninggalkan apa yang saya langgar
misalnya atau saya termotivasi atas apa
yang saya sampaikan. Karena tidak
disyarat seorang dai harus maksum.
Kalau seorang dai harus maksum, enggak
ada orang jadi dai ya. Tapi yang penting
dia berusaha melakukan kebaikan. Mau
saya ini ayat asalnya turun kepada
rabi-rabi dan pendeta-pendeta yang
mereka ngerti tentang ayat-ayat Allah
tapi mereka ternyata
tambah-tambahin. Mereka tambah-tambahin.
Kata Allah, wa inna minhumq yalwun
alinatahum. Di antara mereka ada yang
mempelintir lisan mereka. Bil kitab
ketika baca Taurat atau baca injil.
Litahsabuhu minal kitab. Agar engkau
menyangka dari Alkitab. Tujuannya apa?
Mereka demikian selain untuk dunia dalam
rangka untuk membantah Al-Qur'an. Karena
ternyata apa yang disebut Al-Qur'an
banyak
di Taurat dan Injil. Tapi mereka untuk
ah enggak beda beda. Jadi mereka
pelintirik beda kok. Al-Qur'an enggak
benar. Ini isi Taurat begini Al-Qur'an
salah. Jadi mereka untuk dalam rangka
membantah ee Islam dan membuat
orang-orang Islam ragu sama Al-Qur'an.
Di antara tujuan mereka ya. Dan ini
kembali lagi dengan demikian eksistensi
mereka terjaga di dunia juga karena
dunia itu bisa berupa harta bisa jadi
popularitas. Dunia itu bukan cuma harta
di antara dunia adalah eksistensi diakui
tetap terjaga. Jumlah follower itu semua
apa?
Dunia. Litahsabuhu minal kitab agar
kalian kaum muslimin menyangka itu
daripada Taurat sehingga kalian ragu
terhadap Al-Qur'an. W hua minal kitab
ini bukan sama sekali bukan Taurat.
Waqulun hua minillah. Mereka berkata di
sisi Allah padahal itu bukan sisi Allah.
Kata Allah wayquuna alallahil kadib. Dan
mereka berani
berdusta atas nama Allah Subhanahu wa
taala. Wahum ya'lamun. Padahal mereka
mengetahui. Padahal mereka
mengetahui. Tib kita lanjutkan ayat
berikutnya. Maana libasyarin
aytiahullahul kitaba wal hukma w
nubuwah.
Tidak wajar atau tidak pantas bagi
seorang manusia yang Allah berikan
kepadanya alkitab itu kitab suci wal
hukma wal hukma itu hukum atau hikmah w
nubuwah dan
kenabianma yaqul linasiu ibad
minunillah. Kemudian dia berkata kepada
orang-orang, kepada masyarakat, "Jadilah
kalian
hamba-hambaku selain jadi hamba Allah."
Ya, bukan penyembah Allah. Jadilah
penyembahku bukan penyembah Allah.
Walakin kunu
rabbaniina bima kuntum tuallimunal kitab
kuntum tadrusun. Akan tapi yang yang dia
katakan bukan demikian. Yang dia katakan
apa? Jadilah kalian hamba-hamba yang
rabbaniin. Itu nanti kita jelaskan apa
maknanya rabbaniin. Bima kuntum
tuallimunal kitab. Yaitu karena kalian
mengajarkan Alkitab. Wabima kuntum
tadrusun. Dan karena kalian mempelajari
Alkitab. Kalian, kalian ajarkan dan
kalian pla
pelajari. Ayat ini maksudnya Allah
menjelaskan tidak pantas seorang nabi
sudah dikasih nikmat yang agung,
diberikan kenabian, diturunkan kitab
suci kepadanya, diajarkan hikmah, luar
biasa. Terus dia bilang orang jadi
sembah saja. Enggak usah sembah Allah,
sembah saya aja. Tidak pantas Nabi
ngomong begitu. Yang benar Nabi itu
pasti mengatakan kepada manusia, kunu
rabbaniin. Jadilah kalian orang-orang
yang ikhlas beribadah kepada Allah.
ya dengan cara kalian mengajarkan kitab
suci dan kalian belajar terhadap belajar
kitab suci itu makna ayat secara
global datang dalam suatu riwayat
ya Ibnu Abbas
berkata, di riwayat Ibnu
Ishaq dengan siot Ahd hadana Muhammad
bin Abi Muhammad an Ikrimah an Said bin
Zubair an ibni Abbas. Ibnu Abbas berkata
qala qala Abu Rafi alqurad. Abu Rafi
alqurad hina ijtamaat al ahbaru minal
yahud wasara min ahli Najran. Ketika
berkumpul para alim ulama dari kalangan
Yahudi dan Nasra. Nasra dari kalangan
ahli Najran. Kita sudah sebut
seringkiali bahwasanya surat Al Imran
ini turun akibat datang karena apa?
Datangnya Nasra dari apa? Najran yang
diskusi sama Nabi sallallahu alaihi
wasallam rasulillah mereka berkumpul di
sisi Rasul sahu alaihi wasallam wahum
Islam kemudian Rasulullah seru mereka
untuk masuk Islam apa jawaban
merekaidu ya Muhammad
anudakaudun nas Isa Maryam Muhammad kau
ini suruh kami beriman sama kamu
maksudmu supaya kami sembah kamu seperti
kami nasara nyembah Nabi
Isa faqala rajulun min ahli najran
nasrani yqahu rais
Muhammad. Akhirnya ini Yahudi ngomong
begitu. Muhammad, Yahudi kan tidak
menyembah Nabi Isa. Kau bilang kau
pengin kami beriman sama kamu wahai
Muhammad kata Yahudi. Supaya kami
nyembah kamu seperti kami seperti
Nasrani nyembah
Isa. Orang Nasrani komentar situ ada
pemimpin mereka namanya Rais. Dia dia
berkata, "Awak turudi min ya Muhammad
waaiadunana." Memang begitu Muhammad kau
ingin kami nasara Najran nyembah kamu.
Itu yang kau serukan kepada
kami. Kata Rasulullah ma ngeyel
sebenarnya. Mereka tahu Rasulullah tidak
suruh nyembah nabi. Rasulullah suruh
nyembah siapa? Allah. Justru Rasulullah
mengingkari nasara. Kenapa? Karena
mereka menyembah apa? Menyembah manusia.
Jadi ini namanya memang provokator.
Memang kalau tidak mau ya begitu
cari-cari alasan. Maka Rasulullah
berkata, "Maadallah an na'buda
ghairallah. Kami berlindung kepada Allah
dari sikap menyembah kepada selain
Allah. Dan kami berlindung kepada Allah
dari menyuruh sikap menyuruh menyembah
selain Allah. Mazalika baani. Allah
tidak mengutusku untuk demikian. Walika
amar. Allah tidak memerintahkan aku
untuk demikian. Maka turunlah firman
Allah Subhanahu wa
taala kitab hukmubu. Ayat yang tadi kita
sebutkan. Ayat yang tadi kita sebutkan.
Tib. Di sini Allah menyebutkan gak
mungkin seorang nabi seperti itu ya
menyuruh untuk menyembah dirinya. Gak
mungkin. Dan ini isyarat juga kepada
Nasra. Nabi Isa pun tidak mungkin
demikian. Enggak mungkin Isa bin Maryam
diturunkan Injil kepadanya, diberikan
kenabian, diberikan kebijakan, kata-kata
yang hikmah. Kalau kita boleh bilang
hadis-hadis Nabi Isa.
Kalau kita hadis-hadis Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, ada
hadis-hadis Nabi Isa itu perkata-perkata
bijak yang keluar selain Injil. Ya gak
mungkin dia nyuruh orang menyembah dia.
Mustahil. Pasti seorang nabi dan seluruh
nabi pasti perintahnya apa? Kunu
rabbaniyin. Jadilah kalian yang rabbani.
Rabbani itu nisbah kepada rabb tetapi
nisbah dengan menambah nun situ rabbani
seperti ee apa namanya? Lihyani itu
orang yang berlihyah ya.
Asmarani itu orang yang kulitnya agak
gelap. Ada asmar tapi ditambah nun ya.
Asmarani ya secara salah satu uslub
bahasa Arab ya. Walakin kunu rabbani
rabbaniyin yaitu jadilah kalian
bernisbah kepada Allah yaitu kalian
beribadah hanya kepada Allah. Itu semua
dakwah para
nabi. Ubudullaha sembahlah Allah semata.
Walaq baatna fi umat rasulan
anudullaha. Sembahlah Allah saja.
dan tinggalkan sembahan selain Allah
Subhanahu wa taala. Bagaimana menjadi
rabbaniin caranya? Bimtum tuimunal kitab
dengan kalian mengajarkan Alkitab dalam
riwayat yang lain, dalam qiraah yang
lain. Bima kuntum tlamunal kitab. Dengan
kalian mengerti tentang Alkitab wabtum
tadrusun dengan apa yang kalian
ajarkan. Ee jadi seorang menjadi rabbani
dan dia benar-benar tulus kepada Allah
dengan mengajarkan Al-Qur'an.
mengajarkan Al-Qur'an supaya orang
beribadah kepada Allah, ikhlas kepada
Allah. Itu tugas seorang dai. Tugasnya
ngajarin Al-Qur'an, ngajarkan hadis. Dia
juga belajar untuk apa? Menyuruh orang
untuk bisa beribadah semata-mata kepada
Allah. Bukan beribadah kepada selainnya.
Bukan beribadah kepada dirinya. Bukan
untuk taat kepadanya, tapi taat kepada
Allah Subhanahu wa taala. Ini namanya
rabbani. Kalau ada orang mengajarkan
Al-Qur'an dan sunah ternyata tidak
mengarah kepada
demikian, maka tentu bukan rabbani.
Karena rabbani itu nisbah kepada Allah.
Rabbani. Di sini beda antara dalam
qiraat
taklamun membaca ee apa namanya? Ee beda
antara membaca dengan addirrasah.
Kalau tadrusun bima kuntum tadrusun itu
kalian menjadi rabbani dengan kalian
mengajarkan Alkitab wabima kuntum
tadrusun dengan kalian pelajari Alkitab.
Jadi beda antara tilawah dengan dirasah,
antara qiraatah dengan dirasah. Kalau
baca sekedar baca, dirasah itu baca
diulang-ulang. Makanya diartikan oleh
para ulama maksudnya mempelajarinya.
Dibaca ulang-ulang mentadaburinya. Kalau
mau jadi rabbani harus demikian. Baca
Al-Qur'an diulang-ulang dipahami
maknanya apa agar bisa dikerjakan.
Makanya Allah dalam hadis kata rasul
wasamillah
kitabah. Tidaklah suatu kelompok duduk
di suatu golongan duduk di masjid Allah.
Yatluna kitaballah. Mereka baca Alquran
kemudian kemudian mereka pelajari. Jadi
dirasah beda dengan tilawah. Di sini
Rasulullah
menggabungkan tilawah dituntut. Kita
dituntut baca Al-Qur'an, tetapi kita
dituntut juga untuk mempelajarinya,
mentadaburinya. N kalau orang sudah jadi
orang alim, dia belajar tadabur, dia
mengajarkan, maka dia menjadi rab
rabbani. Yaitu mengarahkan manusia untuk
ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala.
Dari sini sebagian ulama di
antaranya
ee di antara bentuk bukan rabbani adalah
menyuruh audiens untuk taat kepadanya.
Pokoknya harus dari saya perkataan,
harus saya ngomong gini, yang lain
jangan dengar misalnya. itu di antara
bentuk tidak rabbani. Karena menyuruh
orang untuk taat kepada perkataannya.
Apapun dia omongkan diikuti. Ini di
antara bentuk tidak rabbani. Makanya
orang-orang Nasra ya Allah mengatakan
dalam Al-Qur'an itaku ahbarahum
waruhbanahum arbaba min dunillah. Mereka
menjadikan pendeta-pendeta mereka,
rahib-rahib mereka sebagai
sembahan-sembahan selain Allah. Padahal
kita tahu yang yang disembah oleh Nasra
cuma Nabi Isa. Iya enggak? Rahib-rahib
mereka tidak sembah. Tapi Allah
mengatakan mereka telah menjadikan
rahib-rahib mereka, pendeta-pendeta
mereka juga sembahan selain Allah.
Maksudnya bagaimana? Kata Nabi berkata
kepada Adi bin Hatim, "Bukankah kalau
mereka menghalalkan yang haram kalian
pun menghalalkannya? Kalau mereka
mengharamkan yang halal, kalian pun ikut
mengharamkannya." Kata Adi bin Hatim
radhiyallahu anhu, "Benar, kami dulu
seperti itu." Kata Rasulullah, "Tilka
ibadatuhum." Itulah bentuk ibadah kepada
mereka. Taat dengan taklid buta kepada
pendeta dan rahib-rahib. Sehingga apa
yang mereka bilang a
b. Kalau dibilang halal tidak peduli,
tidak perlu tahu, tidak perlu dalil.
Kalau bilang haram,
haram. Sampai dulu ada zaman kita dulu
masih belajar ada yang benar-benar gulu.
Dia mengatakan, "Seandainya wali
fulan, saya enggak mau sebut namanya ya,
mengatakan langit merah, kami juga akan
mengatakan langit apa? Merah." Itu
pernah terjadi. Kultus
berlebihan. Nah, kalau ada yang ngajarin
seperti itu, dia tidak rabbani. Kapan
seorang mengajarkan untuk peribadatan
terhadap dirinya, mengkultuskan dirinya,
dia bukan
rabbani. Gak boleh seorang dai
mengajarkan orang lain untuk kultus
kepada dirinya. Ini siapa? Kita ini
bukan siapa-siapa. Sampaikanlah ilmu.
Kalau terlihat ada terlihat ada
benih-benih atau hal-hal yang sepertinya
mengkultuskan kamu, kamu
cegah. Kalau lihat orang mengkultuskan,
kamu cegah. Gimana lagi kamu yang
ngajarkan agal mengutuskan dirimu dengan
mengesankan paling hebat? Mengesankan
bahwasanya kamu yang paling benar.
Mengesankan gak boleh. Tidak rabbani.
Rabbani itu mengajarkan agar orang
ikhlas kepada Allah. Itu makna
rabbaniin. Nisbah kepada Rabb.
Tidak seperti ee apa? Karena di sini
bentuk bantahan ya. Kata Allah tidak
tidak mungkin seorang nabi mengajarkan
untuk beribadah kepada dirinya. Enggak
mungkin ya. Tetapi dia akan mengatakan
beribadahlah ikhlas kepada siapa?
Allah. Makanya Syekh Muhammad bin Wahab
rahimahullah ketika menafsirkan firman
Allah, qul hadzi sabili adu ilallah
dalam kitab tauhid.
Katakanlah wahai Muhammad inilah
jalankuallah aku menyeruh kepada
Allah basiratin di atas ilmu kata Syekh
Abdul Wahab kenapa Rasulullah disuruh
mengatakan adu ilallah aku menyuruh
kepada Allah kata Syekh Abdul Wahab
liannahu lianna katsiran wainana yadu
ilal haq wahua yadu ila nafsihi karena
banyak ulama banyak ustaz banyak dai
meskipun omongannya Alkitab dan sunah
tapi ternyata dia include
menyuruh orang untuk kepada
dirinya. Benar Al-Qur'an sunah tapi
suruh mengkutuskan dirinya. Ini yang
ngomong bukan saya ngomong siapa? Syekh
Muhammad bin Abdrahim. Berarti ini
fenomena ada bahwasanya orang ketika
berdakwah untuk mengkultuskan apa?
Dirinya dengan berbagai cara ya bisa
terang-terangan, bisa dengan tidak
terang-terangan.
Cirinya pengikutnya fanatik, tidak mau
dengar dari yang lain. Fanatik buta.
Kalau dia tidak sengaja mengajarkan
demikian dan dia lihat ada fenomena
harusnya dia tegah. Dia cegah. Saya
bukan siap-sia gak boleh seperti itu.
Dia larang. Ya, seperti
perkataan ee Abu Hanifah kepada Abu
Yaakub,
kepada kepada ya ee Abu Yusuf. Yaakub,
muridnya Abu Yusuf. Dia mengatakan, "Ya
Abu Yusuf,
yaqu, jangan kau tulis semua yang aku
ucapkan.
Bisa jadi saya ngomong sekarang, besok
saya rubah. Enggak semua yang saya
omongkan benar. Maksudnya dia hati-hati
jangan sampai apa? Fana fanatik. Jangan
sampai
fanatik. Ee oleh karenanya ee di antara
menyuruh orang untuk beribadah kepada
diri sendiri adalah menyuruh orang untuk
mengkultuskan dirinya. Sehingga apa yang
dikatakan kalau bilang A diikuti B. Udah
enggak usah enggak usah nanya-nanya.
Pokoknya kalau ustaz sudah bilang gini
benar itu. Ah itu sudah. Ah itu berarti
sudah ngajarin beribadah kepada dirinya.
Karena bentuk beribadah bukan harus
sujud kepada ustaz, tapi taklid buta
kepada ustaz. Itu bentuk ibadah kepada
ustaz atau seorang dai. Gak boleh kita
ngajarin
demikian. Di sini juga untuk menjadi
seorang alim rabbani maka dia harus
belajar dan mengajarkan terkumpul
padanya. Bima kuntum tuallimunal kitab
kuntum tadrusun. Kalian menjadi rabbani
dengan kalian mengajarkan Al-Qur'an dan
kalian belajar Al-Qur'an. Ya, siapa yang
mengumpulkan dua hal tersebut, dia
berilmu, dia ajarkan, dia berilmu, dia
ilmu, maka dia bisa menjadi rabbani
dengan tujuan menyuruh masyarakat untuk
selalu bertawakal kepada Allah, ikhlas
kepada Allah, bersandar kepada Allah dan
hanya
mencari pujian Allah subhanahu wa taala.
Kemudian juga ayat
berikutnya, wala yaurakum antattakidul
malaikata wabiyini arbaba. Dan nabi
tersebut gak mungkin nyuruh kalian untuk
menjadikan malaikat-malaikat dan
nabi-nabi sebagai sembahan-sembahan
selain Allah. Enggak mungkin. Aymurukum
bil kufri ba'da id antum muslimun.
Apakah nabi tersebut yang Allah sudah
beri anugerah Al-Qur'an apa anugerah
kitab suci kenabian akan menyuruh kalian
untuk kafir setelah kalian muslim? Gak
mungkin. Jadi Nabi bantah mereka dan ini
kalian sindiran. Allah suruh Nabi bantah
mereka dengan turunkan ayat-ayat ini.
Artinya, saya enggak mungkin demikian
nyuruh orang nyembah saya dan saya
enggak mungkin nyuruh orang nyembah
malaikat dan saya enggak mungkin nyuruh
orang nyembah para nabi. Dan Nabi Isa
pun demikian. Gak mungkin Nabi Isa
menyuruh nyembah dirinya. Enggak mungkin
Nabi Isa menyuruh menyembah wanita orang
saleh atau orang saleh menyuruh nyembah
ibunya. Enggak mungkin. Gak mungkin Nabi
Isa menyuruh pengikutnya nyembah
rahib-rahib seperti kalian. Enggak
mungkin. Mustahil. Dan tidak mungkin
Nabi Isa menyuruh menyembah yang lebih
mulia daripada malaikat. Gak mungkin.
Nabi Isa juga rabbani. Dia pasti
menyuruh ee menyuruh muridnya untuk jadi
rabbaniin. Yaitu agar menyembah siapa?
Allah sema
semata. Juduhan kepada Nabi Muhammad dan
Nabi Muhammad bantaas sekaligus nyindir
nyindir mereka.
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan
banyak ayat. Ini semua kesepakatan para
nabi dari Nabi Adam sampai Nabi Isa,
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Di antaranya surat anbiya ayat
25. W arsalna minqblika rasulin illa
nuha ilaihi annahu la ilahailla anna
fa'budun. Dan tidaklah kami utus sebelum
engkau wahai Muhammad. Seorang rasul pun
kami utus, tidak seorang pun kecuali
kami wahyukan kepadanya. La ilaha illa
ana fa'budun. Tidak ada yang berhak
disembah kecuali aku, maka sembahlah aku
semata. Itu Allah subhanahu wa taala.
Waqala taala dalam surat An-Nahl 36.
Walaq ba fi umatin
rasulanullahibut. Sungguh kami telah
utus kepada setiap umat seorang rasul
yang menyeru sembah Allah semata dan
jauhilah. Allah juga berfirman surat
azzuk 45. Wasal man arsalna minqoblika
rusulina ajaalna minunahmaniun.
Ya, kata tanyakanlah kepada para rasul
yang kami utus sebelum engkau. Tanya
semuanya, "Apa kami pernah menjadikan ee
selain Allah sembah-sembahan untuk
disembah?" Enggak ada. Yang disembah
cuma Allah. Tidak ada Allah bikin
tuhan-tuhan tandingan sembah saya sembah
juga mereka. Gak.
Kemudian demikian juga wl minhum inni
ilahun minuniika
najamikaimin di antara kalau ada
malaikat yang berani berkata,
"Sesungguhnya aku Tuhan selain Allah,
maka kami akan masukkan malaikat
tersebut ke dalam neraka jahanam." Ada
malaikat, "Eh, sembah saya." Oh,
langsung malaikatnya masuk neraka
jahanam. Tapi enggak ada malaikat
ngomong demikian. Sini ada faedah yang
disebutkan oleh Thalib bin Asyur, ya.
ee terkait ayat 80
ya eh ayat
79 Allah
berfirman eh tumma yaaklinasi kunu
ibadunillah gak ada seorang nabi pun
berkata, "Sembahlah aku, tidak usah
sembah Allah, enggak ada nabi
demikian." Ibnu Thair Ibnu Asir
menjelaskan konsekuensi dari
syirik. Siapa yang menyembah Nabi Isa?
Hakikat Nasra apa? Nasra hakikatnya
mereka nyembah Nabi Isa dan juga nyembah
Allah. Iya enggak? Orang Nasra nyembah
Allah. Enggak nyembah Allah tapi juga
nyembah Nabi
Isa. Itu dinilai
kesalahan. Seakan-akan Nabi Isa berkata,
"Sembah Aku saja, jangan sembah Allah."
Jadi menyembah Nabi Isa dan Allah
menurut syariat sama saja dengan
menyembah Nabi Isa to. Tidak menyembah
Allah. Jadi semua hakikat syirik nama
artinya tidak menyembah Allah. Meskipun
orang musyrikin ngaku nyembah Allah
juga, tapi Allah tidak menerima
peribadatan kalau disekutukan. Jadi
siapa yang nyembah Allah dan juga
menyembah selain Allah menurut Allah
kamu tidak nyembah
Allah. Jadi siapa yang menyembah Nabi
Isa, Nabi menyembah Nabi Allah, pada
hakikatnya penyembahan mereka terhadap
Allah tidak diakui. Sehingga hakikatnya
mereka hanya menyembah siapa? Nabi Nabi
Isa. Seperti Allah berfirman dalam surah
Qul al kafirun. Qul al kafirun laudu
ma'budun w antumiduna maud.
Ya wala antum abiduna ma a'bud wala ana
abidu ma abum antum abiduna ma'ud.
Kalian tidak akan menyembah apa yang aku
sembah. Padahal orang musyrikin mereka
nyembah Allah. Mereka tawaf, mereka
haji. Tapi menurut syariat, menurut
Allah perbuatan kalian yang nyembah
Allah tawaf haji, tapi kalian juga
nyembah berhala. La tauzza hubal manat
dan sebelumnya itu menunjukkan kalian
tidak nyembah Allah. Karena Allah tidak
menerima penyembahan peribadatan kecuali
kalau murni untuk siapa? Allah.
Jadi kalau
ditanya apakah orang musyrikin Abu Jahal
CS nyembah Allah? Iya ini mereka nyembah
Allah tapi ibadah mereka tidak dianggap
oleh siapa? Allah. Apakah orang Nasra
nyembah Allah? Iya mereka nyembah Allah.
Tapi di sisi Allah mereka hanya nyembah
siapa? Nabi Isa. Karena mereka menyembah
Allah dengan menyekutukan tidak dianggap
oleh Allah. Ini faedah dari tahbn Asur
dalam
tafsirnya Tayib. Kita
lanjutkan ayat
ke-81. Ayat ini tentang keagungan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Tentang keagungan Rasulullah sallallahu
alaihi
wasallam. Kita bacakan
akahuqitum kitab. Dan ingatlah ketika
Allah mengambil perjanjian dari para
nabi, seluruh para nabi sudah diambil
janji oleh Allah. Lamaum min kitabin
hikmah.
Sungguh apa saja yang aku sudah berikan
kepada kalian berupa kitab dan
hikmah itu kalian telah diberikan
kedudukan yang tinggi, telah diberikan
kitab jadi rasul, jadi nabi, telah
diberikan hikmah, ilmu yang luar biasa.
Tapi ingat, tumma jaakum rasulum
musdiquma. Kemudian nanti datang
terakhir seorang rasul
terakhir yang membenarkan apa yang telah
kalian bawa.
Wajib bagi kalian untuk beriman
kepadanya kepada nabi terakhir
ini. Wajib bagi kalian untuk
menolongnya. Allah berkata
lagi, istri wahai para nabi seluruhnya
para rasul apakah kalian mengakui hal
ini? Wajib menolongnya, wajib beriman
kepadanya. Dan apa kalian telah menerima
perjanjianku? Ya, yang demikian itu qolu
akrna. Kata mereka, kami terima.
Kata Allah, qala fashadu wa ana maum
minasyahidin. Saksikanlah aku menjadi
saksi bersama kalian. Jadi setiap nabi
pasti sudah diambil
janjinya. Tidak ada nabi kalau Nabi
Muhammad datang mereka harus beriman
kepada Nabi Muhammad dan wajib untuk
menolong siapa? Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ini perjanjian yang
Allah ambil dari Adam alaihi salam
sampai Nabi Isa sebelum datang Nabi
Muhammad. Semua nabi, Nabi Adam sampai
Nabi Isa, Allah pasti ambil janji ini
kepada kepada mereka. yaitu Allah
berkata, "Kalau aku telah menjadikan
kalian memberikan kalian kenikmatan yang
luar biasa berupa aku turunkan kitab
suci, aku ajarkan ilmu, kalian telah
mencapai kedudukan yang sangat tinggi."
Ingat meskipun setinggi apapun kalian
kedudukannya, kalau datang nabi terakhir
harus apa? Di kalian harus
mengimaninya. Kalau datang nabi terakhir
kalian harus menolongnya. Ini janji dan
ini menunjukkan akan ee kedudukan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya.
Dan ini adalah perjanjian yang berat.
Makanya Allah mengatakan akumalikum isri
istri maksudnya isr itu maksudnya berat.
Apa kalian telah mengambil perjanjian
berat ini? Kalian setuju? Kata mereka,
"Kami
setuju." Dalam datang dalam satu hadis
riwayat Imam Ahmad saya
bacakan dari Abdullah bin Tsabit qala
jaa Umar ilan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Umar datang menemui Nabi
sallallahu alaihi
wasallam ila Nabi faqala ya Rasulullah
inni maru biakinli min
quraidah. Aku baru melewati saudaraku
dari Quraidah. Entah mungkin saudara
siibu atau
saudara sebapak. Pokoknya ada saudara
saya
lewatin orang Yahudi Quraidah dari Banu
Quraidah Yahudi.
Fakatabali jawami minat Taurat. Maka dia
tuliskan nasihat-nasihat dari Taurat.
Dia nulis Taurat kan isinya
nasihat-nasihat hukum-hukum. Nah dia
tulis dia salin beberapa nasihat kasih
siapa
saya. Ala ariha alaika. Maukah saya
bacakan ya Rasulullah? Nasihat-nasihat
tersebut dari mana? Dari
Yahudi. Kemudian dari cuplikan-cuplikan
dari Taurat. Kata Umar, "Bolehkah saya
bacakan kepada engkau?" Qala, kata sang
perawi Abdullah bin Tsabit, "Fataghayara
wajhu rasulillah." Rasulullah wajahnya
berubah. "Qultu lahu ala tar ma biwajhi
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam."
Aku tegur Umar. "Wahai Umar, tidak kau
lihat wajah Nabi berubah itu?" Nabi
tidak suka disuruh begitu. Mau enggak
Nabi dengarin saya bacain isi
Taurat. Nabi berubah wajahnya. Maka Umar
pun sadar. Umar segera berkata, "Rodina
billahi rabba wabil islami dinina wabi
Muhammadin rasulan." Kami rida Allah
sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama
kami, Muhammad sebagai rasul kami.
Fasurri Rasul wasallam waqala. Kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam kayak
kemudian apa namanya? Seperti tertidur
sejenak kemudian ada wahyu yang masuk.
Maka Rasulullah berkata, "Walladzi nafsu
Muhammadin biyadihi." Demi zat yang jiwa
Muhammad berada di tangannya. La asbaha
fikum Musa alaihi salam. Kalau
seandainya Musa ada di tengah
kalianumuhu, kemudian kalian ikut Musa.
Jangankan Tauratnya, Musanya saja kalian
ikuti. Ngaji sama dia, tidak ngaji sama
saya. Wataroktumuni kalian tinggalkan
aku. Lolaltum, kalian akan sesat.
Ya, dalam hadis yang lain ya Rasulullah
berkata riwayat yang sama mirip apa
namanya Umar bawa lembaran isi Taurat
maka Rasulullah berkata, "Amutahawiquuna
anta ya bnal khattab." Kenapa kau
bingung wahai wahai Umar? Kok ini orang
bingung? Maksudnya sudah ada Al-Qur'an
ngapain baca-baca apa Taurat? Sudah
Alqur'an. Amutahawi anta ya bnal
khattab. Kau orang bingung ini
mutahayyirun.
Kemudian kata Rasul wasam, la Musa hayan
ma. Kalau Nabi Musa masih hidup tidak
boleh bagi dia kecuali jadi pengikutku.
Karena Allah sudah ambil
janji. Gak akan Nabi Musa dakwah sendiri
pasti jadi pengikut siapa? Rasul
Rasulullah. Karena setiap Nabi sudah
diambil janjinya untuk mengikuti Nabi
dan untuk menolong Rasulullah sallallahu
alaihi
wasallam. Kata Ibnu Katsir, saya
nukilkan. Dia
berkata dalam riwayat, "La kana Musa
hayyan baina lahu illaani." Kalau Musa
masih hidup di tengah kalian, tidak
halal baginya kecuali menjadi
pengikutku. Kata Ibnu Katsir rahimah, fi
ba'dil ahadit lahu dan dalam sebagian
riwayat, lauana Musa wa Isa hayini lama
wasiahuma illa tiba kalau Musa dan Isa
masih hidup, tidak boleh bagi mereka
berkecuali jadi pengikutku.
Jadi ini menunjukkan tentang agungnya
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Bahwasanya para nabi hendaknya
menjadi pengikut Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ya. Dan ketaatan kepada
Nabi didahulukan atas keta ketaatan
kepada seluruh para nabi. Oleh karenanya
ya seandainya kalau seluruh nabi masih
hidup maka Nabi Muhammad memimpin
mereka. Di antara isyarat akan hal ini
ketika Isra Mikraj Rasulullah salat di
Baitul Maqdis. Yang jadi imam siapa?
Rasulullah.
Suruh Nabi jadi makmum. Ini di dunia
ketika di hari kiamat siapa yang bisa
memberi syafaat? Ketika seluruh nabi
menolak, Nabi Adam menolak, Nabi Nuh
menolak, nabi-nabi ulul azmi, nabi
paling
top. Nabi-nabi paling top siapa? Nabi
Adam, Nabi Nuh, nabi siapa lagi? Nabi
Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa. Top semua.
Semua gak ada yang berani kasih
syafaat. Nabi yang berani, nabi yang
diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala.
Maka dialah nabi yang paling mulia. Ya,
bahkan ketika Nabi Isa turun di akhir
zaman, dalam hadis yang sahih, Nabi Isa
akan akhir zaman lawan Dajjal. Ketika
itu kaum muslimin, kaum mukminin sedang
bersiap-siap untuk melawan Dajjal.
Dipimpin oleh siapa? Al Imam Mahdi.
Bukan Imam Mahdi yang muncul sekarang
belum di akhir zaman. Ketika Imam Mahdi
jadi imam turun sudah qat Imam Nabi Isa
turun. Maka Imam Mahdi dengan penuh
penghormatan mempersilakan Nabi Isa jadi
imam. Silakan. Kata Nabi Isa, "Dak, saya
makmum." Subhanallah. Bukan Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Baru
pengikutnya Nabi Muhammad, keturunannya
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Nabi Isa menjadi makmumnya
tidak berani menjadi apa? Imamnya.
Maksud saya ini adalah ayat tentang
pengagungan terhadap Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana ya
seluruh nabi kalau hidup pasti ikut Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Makanya di antara
bantahan kepada orang-orang yang katanya
ketemu Khadir, ketemu Nabi Khadir,
ketemu Nabi Khadir, ya seharusnya kalau
Nabi Khadir hidup, katanya si Nabi Isa
sampai sekarang masih hidup, harusnya di
zaman Nabi Muhammad dia harus
laporan, "Ya Rasulullah, saya masih
hidup." Harusnya dia ikut dalam perang
Badar, dalam perang Uhud, dalam perang
Khondq, dalam dakwah-dakwah harusnya dia
ikut. Ketika Abu Jahal datang harusnya
yang hadang Nabi Khadir. Karena setiap
Nabi harus apa? Mengikuti Rasulullah.
Gak boleh jalan sendiri-sendiri kalau
masih hidup. Itu aturan dari Allah
Subhanahu wa
taala. Ya. Jadi pendapat yang lebih
benar bahwasanya Nabi Khadir sudah
meninggal sebagaimana nabi-nabi yang ini
pendapat al Imam Bukhari bahwasanya
tidak Nabi hadir tidak ada
ya. Bahkan dalam satu Rasulullah
mengatakan tidak ada yang setelah ini
orang masih hidup di atas 100 tahun.
Rasulullah pernah mengatakan tidak ada
ma min nafsin mamsfusah. Tidak ada satu
nyawa pun yang hidup malam hari ini
kecuali setelah 100 tahun pasti sudah
pada
meninggal. Dan itu mencakup semuanya.
Termasuk Nabi Khadir. Kalaupun masih
hidup zaman Nabi 100 tahun setelah Nabi
ngomong gitu pasti sudah mening
meninggal. Dan sekarang sudah tahun
berapa? 1400 berapa?
4 ber 46 ya. 46 ya. Ya. Sudah
meninggalnya. Sekarang Nabi Khadir pun
masih hidup zaman sekarang. Ngapain dia
sembunyi-sembunyi? Harusnya keluar
ceramah kayak apa? Kak
sembunyi-sembunyi. Karena setiap orang
pasti ditugaskan berceramah. Kalau punya
ilmu sampaikan atau tidak? Kenapa dia
sembunyi-sembunyi? Apalagi saya ketemu
sebagian orang kaya. Saya pernah ketemu
pemilik hotel. Dia bilang, "Saya pernah
ketemu Nabi Khadir." Oh, benar. Ketemu
ya. Kami kumpul saya jenderal-jenderal
orang-orang kaya semua. Ini Nabi Khadir
ini masyaallah. Terus bayar ketemu Nabi
Khadir.
Woh, woh ini ternyata bayar-bayar sudah
ada. Nabi Khadir sudah bikin juga
pertemuan
bayar-bayaran. Subhanallah. Saya bilang
ini gimana ketemu Nabi Khir orang kaya
semua.
secara miskin-miskin kasihan mau ketemu
di Khadir. Bagaimana caranya? Ini enggak
benar. Akhirnya cerita-cerita sama saya.
Akhirnya saya ketemu Ustaz jadi ada
cahaya kumpul terus tadi dia tahu bahasa
Indonesia Ustaz. Masyaallah luar biasa
Nabi Khadirnya. Jadi
ee nah ini mana kalau Nabi Khadir masa
ketemu sama orang kaya doang? Ini enggak
benar ya.
Tapi ada cerita, katanya ada pengajian
kalau bayar du 2 juta sekian bakalan
ketemu ustaznya, ngobrol sama ustaznya,
makan sama ustaznya.
Masyaallah. Terus yang bayar 600 di jauh
remang-remang dari
jauh. Tib. Jadi maksud saya ini di
antara bantahan kepada
ee orang-orang yang mengatakan Nabi
Khadir masih hidup. Kalau Nabi Khid
masih hidup, dia harusnya ketemu siapa?
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
untuk membantu Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Demikian wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.