File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Transcript
ZGmfSjphimo • Tafsir Surat Ali Imran #14 Ayat 77-81 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2438_ZGmfSjphimo.txt
Kind: captions Language: id Kenapa mereka demikian? Karena mereka berkata, "Kami tidak mengapa." Ya, tidak ada dosa bagi kami jika melakukan hal tersebut bagi orang-orang selain Yahudi. Ya, ini sebagaimana su kita singgung keyakinan orang Yahudi bahwasanya harta selain milik mereka yang ada pada orang-orang selain Yahudi pada hakikatnya adalah milik mereka. Jadi mereka boleh ambil dengan berbagai macam cara. ee dan juga ee di antaranya tentunya ketika mereka hendak menolak ya supaya di supaya bisa mengambil harta dari non Yahudi tentunya di antara mereka akan ada yang bersumpah sebagaimana disingung oleh Thari bin Asyur dalam tafsirnya mereka akan bersumpah. ini dengan mudah mereka bersumpah nama Allah Subhanahu wa taala supaya bisa mengambil harta orang-orang dari non Yahudi. Jadi mereka mudah sekali bersumpah dengan nama selain Allah agar bisa mengambil harta orang lain. Ya, ini di antara sifat-sifat orang Yahudi. Ee dan meskipun ayat ini pada dasarnya ya turun kepada ahlul kitab ya, di antara mereka ada yang demikian ya. Namun ayat ini umum juga untuk seluruh manusia, baik Yahudi, Nasrani, maupun kaum muslimin. Kalau Yahudi tadi di antara mereka ada yang bersumpah, "Demi Allah kau tidak pernah nitip harta sama saya." Ya, "Demi Allah yang kau titipkan cuma sekian." Padahal dia bohong supaya bisa mengambil harta dari non Yahudi. Dan mereka tidak ragu-ragu untuk bersumpah. Demikian juga di antaranya ahlul kitab Yahudi dan Nasrani secara umum mereka berani bersumpah untuk ee menyembunyikan ayat Allah Subhanahu wa taala. Ketika ditanya, "Adakah dalam Taurat ataupun Injil menyebutkan tentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, maka mereka para pendeta, para rahib, mereka berani bersumpah tidak ada." Supaya apa mereka mengatakan tidak ada? Supaya mereka tetap mendapatkan cercah dunia. Apa dunia yang mereka dapatkan yaitu mereka tetap dihormati, diagungkan. Karena seandainya mereka bilang ada disebut Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, maka orang-orang para pejabat, para orang kaya, para pembesar akan berpaling kepada Islam dan sehingga mereka tidak lagi dianggap. Oleh karena supaya kedudukan mereka tetap terjaga sebagai orang ahli ilmu, sebagai orang yang ee mengerti tentang agama, maka mereka tetap menutupi bahwasanya dalam Taurat dan Injil ada penyebutan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan mereka beradi bersumpah atas hal tersebut. Jadi mereka bersumpah dengan sumpah palsu ya untuk mendapatkan secercah dunia ini mereka lakukan. saya katakan tadi. Maka ayat ini juga ee meskipun turun kepada tentang Yahudi Nasra, tapi juga berlaku bagi kaum muslimin yang berani bersumpah atas nama Allah untuk mendapatkan sec dunia dengan cara ee meninggalkan hak Allah atau meninggalkan hak hamba-hambnya. Saya bacakan perkataan Syekh Sdi rahimahullahu taalaik dan juga masuk dalam ayat ini, ak minun setiap orang yang mengambil sedikit dunia atau satupun apapun dari dunia muqobalati maakahu min haqqillah haqqi ibadihi yaitu dengan cara dia meninggalkan hak Allah dia ninggalkan hak Allah gak apa-apa yang penting dapat dunia atau dia sengaja meninggalkan hak hamba yang lain ada hak tidak Jadi dia tunaikan hak orang enggak ada masalah yang penting dapat dunia. Wadalika manfa yaminin biha maksumin fahuail. Demikian ada orang yang berani bersumpah atas nama Allah supaya bisa ngambil harta orang lain. Maka semuanya masuk dalam ayat ini. Di antaranya Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan beberapa contoh tentang hal tersebut. ee beliau menyebutkan beberapa hadis ya. Di antaranya Rasulullah sahu alaihi wasallam bersabda, "Man halafa ala yaminin hua fiha fajir." Siapa yang bersumpah dengan nama Allah padahal dia dusta muslim dalam rangka untuk mengambil harta seorang muslim laqiallah azza waalla wahua alaihiban maka dia akan bertemu dengan Allah dari hari kiamat kelak dan Allah dalam kondisi murka kepadanya berkata alas fi wallahi kanaalik apa yang diucapkan nabi terjadi padakua kana baini waina rajulin minal jahud Ada sengketa antara aku dengan seorang Yahudi, yaitu saya pernah jual tanah kepada dia, dia belum bayar. Fahani kemudian dia tidak mengaku beli dariku. Faqadam rasulah sallallahu alaihi wasallam. Maka saya pun mengadukan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam mempermasalahkan mengangkat permasalahan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faqala Rasulullah sahu alaihi wasallam. Rasulullah berkata kepadaku, sahabat ini, "Alak kabayinah, kau punya bukti bahwasanya dia punya hutang atau dia belum bayar tanah kepadamu." Qula, aku tidak punya bukti, ya Rasulullah. Tapi ini perjanjian antara aku dengan dia. Faqala lil Yahudi. Maka Rasulullah berkata Yahudi, "Ihlif, kalau gitu yang penuntut tidak punya bukti, tugasmu tinggal bersumpah bahwasanya kau tidak punya tanggungan bayar tanah kepada dia." Maka kata Nabi kepada Yahudi tadi, "Sumpahlah." Maka aku menyelaka, aku berkata, "Ya Rasulullah, an yahlifu fayhabu mali." Kalau begitu dia tinggal bersumpah terus dia ambil hartaku tidak bayar. Kebetulan dia enggak punya bukti mungkin enggak ada tanda tangan, enggak ada apa, enggak ada kertas perjanjian, gak ada saksi. Ya, cuma ngomong jual terus nanti saya bayar. Ternyata tidak dibayar ditagih. Saya enggak pernah beli tanah sama kami. Ini tanah saya repot. Bukti mana? Enggak ada. Kalau bukti enggak ada, maka yang mengingkari cukup bersumpah. Itu aturan Islam. Albayyinatu alal muddi wal yamin alal ankar. Siapa yang menuduh dia harus datangkan apa? Bukti. Adapun yang dituduh kalau dia tidak punya bukti maka yang dituduh tinggal bersumpah. Maka Rasulullah mengatakan, "Wahai Yahudi silakan bersumpah. Kau tidak punya tanggungan tanah." Kata sahabat ini, "Ya Rasulullah, kalau dia sumpah sudah habis ludes hartaku." Maka rasul, maka turunlah firman Allah Subhanahu wa taala. Innalladina yaruna biahdillahi waimanihimanan qila. Sesungguhnya orang-orang yang menjual ya sumpah Allah, janji mereka kepada Allah untuk meraih harta yang sedikit. Oleh karenanya kalau ada yang bersumpah demi untuk mendapatkan sedikit ee dunia, maka dia termasuk dalam ayat ini. Termasuk di antaranya ya bersumpah seperti dalam rangka untuk melariskan barang ya. Almunaffik eh lisilatihi bil halifil kadib. Dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam eh tiga golongan salatun la yukallimahullah w ilaihim yaumalqiam wih wumabun alim. Tiga golongan yang Allah tidak akan mandang mereka pada hari kiamat kelak. Allah tidak bicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. Allah tidak memaafkan dosa-dosa mereka. Dan bagi mereka azab yang pedih di antaranya almunaffiq lisilatihi bil halifil kadib. Seorang yang melariskan dagangannya dengan sumpah yang dusta. Demi Allah ini barang baru. Ternyata bukan barang baru. Demi Allah saya tidak ambil untung ini. Yang penting kembali modal ternyata untungnya dua kali lipat. Misalnya ini baru kemarin. Kemarin maksudnya bulan kemarin barangnya bukan seperti orang banyak bersumpah ini berarti dia menjual sumpah-sumpahnya atas nama Allah demi mendapatkan secercah apa? Dunia. Ini termasuk. Kemudian di antara yang termasuk dalam hal ini ya seperti seorang yang meninggalkan hak Allah tadi saya sebutkan perkataan Syekh Sa'di. Demi untuk mendapatkan dunia ini dilakukan orang-orang ahlul kitab ketika para pembesar bertanya tentang suatu hukum. Mereka kalau bilang haram mereka takut enggak diak enggak digaji lagi oleh penguasa. Maka mereka tidak bilang haram. Mereka bilang apa? Halal. Ya, ini sama menjual ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Ya, ini bahaya ya. Jadi, demi untuk mendapatkan dunia mereka nekad untuk menyelisihi mereka kepada Allah untuk menjelaskan dengan sesungguh-sungguhnya. Allah telah mengambil sumpah dari para ulama untuk menjelaskan kepada manusia tentang hakikat kebenaran. Tapi karena demi dunia maka mereka pun menyembunyikannya. Jelas-jelas haram. Dia bilang tidak gak apa-apa. Supaya apa? Supaya dapat apa? Dunia. Dan ini juga bisa menimpa ulama kita kalau ternyata mereka pecinta dunia dengan ilmunya hanya ingin mencari apa? Dunia. Ya. Sehingga kalau ditanya suatu masalah dia mengatakan halal padahal hukumnya apa? Haram. Dia tahu haram, tapi demi untuk eksistensi dirinya, hartanya, dia bilang apa? Halal. Demikian juga jika ditanyakan kepada tentang suatu kelompok sesat, ada suatu kelompok jelas-jelas sesat, tapi dia enggak berani bilang sesat. Kenapa? Karena dia dikasih disogok sama kelompok tersebut, keluarganya dibiayai, anaknya disekolahkan ke luar negeri. Akhirnya dia diam. Dia tidak pernah mengeluarkan statement bahwasanya kelompok ini sesat. Dan itu terjadi ya ini semua hanya sekedar dunia yang sebentar yang sedikit. Jadinya intinya menjatuhkan hak Allah atau menjatuhkan hak manusia atau bersumpah untuk mencari harta. Ini semua maksud dalam ayatayat ini dan ini ayat asalnya turun kepada para ulama Yahudi. Kepada ulama Yahudi yang mereka ee berani bersumpah untuk menyembunyikan ayat-ayat Allah sehingga mendapatkan silta dunia. Maka hendaknya para ulama ya yang diberi ilmu oleh Allah, diberi amanah jangan gara-gara dunia eksistensinya kemudian dia menyembunyikan ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. takut ya. Saya pernah nonton satu klip ketika ditanya pembahasan tentang film Korea, Kpop Korea dan joget-joget. Maka ulama di depannya enggak bisa bilang haram. Dibilang gimana orang suka nonton dia enggak berani bilang haram. Padahal tahu semua orang tahu bahwasanya terbuka aurat joget-joget seperti itu. Apa ada yang ragu bahwasanya K-pop itu haram? Memang yang pertama ada musik-musik, kedua yang Kpop itu memang pakai jilbab atau pakai cadar joget-joget. Enggak, semua orang tahu itu haram. Tapi karena ini di televisi live ya enggak bisa. Enggak bisa demi menjaga eksistensi dirinya. Takut ditinggal oleh audiens. Enggak bisa. Enggak bisa bilang apa? Haram. Dan tidak menyusul pembahasan belakangan. Ini oleh karena seorang jangan menjebak dirinya sehingga terjebak dan tidak bisa berkata-kata. Ya, akhirnya malah mengesankan seakan benar. Seakan-akan benar. Ini namanya menjual ayat-ayat Allah demi mendapatkan eksistensi keduniaan. Sama seperti ada seorang dai, saya juga pernah nonton. Dia diundang di perkumpulan para Nasra. Kemudian dia bercerita seakan-akan bahwasanya Nasra di atas kebenaran. Sehingga tidak mengesankan sedikit pun bahwasanya mereka di atas kesyirikan. Malah dia puji-puji dulu pendeta ini begini dulu begini dulu begini. Jadi orang yang hadir orang Nasrah kita benar. Berarti ini namanya menyembunyikan kebenaran demi untuk mendapatkan apa? Eksistensi duniawi dimsud dalam ayat-ayat ini. Allah berfirman, "Apa balasannya orang seperti ini menjual agama demi untuk mendapatkan secercah dunia?" Kata Allah pertama, inin biahdillahi waamanan demi untuk mendapatkan sedikit dunia. Dunia sebanyak apapun disifati oleh Allah dengan qalil. Mataun qalil. Kesenangan yang sebentar, yang sedikit. Mata qalil. Mata maksudnya adalah kesenangan yang akan sirna, ada expired-nya. Kemudian qalil cuma sedikit. Apapun kedudukan yang didapatkan karena menjual ayat Allah, betupun banyak harta yang dia dapatkan karena menjual ayat Allah itu cuma sedikit. Hati-hati ini banyak. Kalau musim musim politik kadang-kadang orang jual ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Kadang-kadang orang menyembunyikan kebenaran demi mendapatkan dunia. Jadi apapun yang mereka dapatkan itu sifatnya qalil sedikit. Ulaika la khq lahum fil akhirah. Mereka itulah orang tidak mendapatkan bagian di akhirat. Itu tidak dapat bagian pahala di akhirat karena dia telah memilih mendapatkan sedikit dunia kemudian dengan mengorbankan kebenaran. Entah dengan sumpahnya ya janjinya atau dengan mengorbankan kebenaran secara umum ya. Kemudian wala yukallimuhumullah. Dan Allah tidak akan berbicara dengan mereka. Tentu Allah bicara dengan mereka tapi dengan bukan pembicaraan rahmat dan pembicaraan kasih sayang. Tapi pembicaraan dengan ee membantah mereka atau menjatuhkan mereka. Maksudnya wala yukallimuhumullah. Tidak ada Allah berbicara dengan mereka dengan pembicaraan penghormatan, tapi semuanya pembicaraan ihanah. Allah bicara dengan mereka dengan kehinaan. Karena kita tahu dalam dalil-dalil yang lain Allah berbicara orang kafir, Allah berbicara dengan orang pelaku maksiat. Tapi pembicaraannya semua dengan penghinaan. Jadi maksud ayat ini wala yukalimahumullah. Maksudnya Allah subhanahu wa taala tidak berbicara dengan mereka dengan pembicaraan penghormatan. Wala yanuru ilaihim. Dan Allah tidak memandang mereka. Maksudnya tidak memandang mereka dengan pandangan rahmat. Karena semua orang pasti dilihat oleh Allah. Tidak ada satu makhluk pun kecuali terlihat oleh Allah. Tapi Allah memandang mereka bukan dengan pandangan rahmah, tapi pandangan marah kepada mereka itu. Wala yanduru ilaih. Maksudnya Allah tidak memandang mereka dengan pandangan kasih sayang yaumalqiam pada hari kiamat. W yuzakkihim yutahiruhum. Maksudnya Allah tidak mensucikan mereka itu. Allah tidak memaafkan mereka karena mereka menjual ayat-ayat Allah. Mereka bersumatama Allah. Jadilah Allah tidak ada nilainya di sisi mereka. Mereka jual Allah untuk mendapatkan dunia. Mereka menyembunyikan kebenaran dari Allah untuk mendapatkan dunia. Walahum adzabun alim. Dan bagi mereka azab yang pedih. Dan bagi mereka azab yang pedih. Maka ini ee adalah dosa yang besar ya yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendapat dunia dengan menyembunyikan ee kebenaran. Saya ulangi lagi, ini ayat asalnya turun kepada orang Yahudi ya. Sebagian disbnu Katsir rahimahullahu taala ya. Ini Ibnu Katsir berkata yaqul taala innalladinauna ahidahum Allahu alaihib Muhammad wasallamikhinas wani amri kadibah alfajirah alatimah bilmanil qilahidah wahi urudu hadid dunya alfaniah azzailah yaitu orang-orang yang ee mencari tambahan dunia ya dengan meninggalkan apa yang Allah telah ambil janji dari mereka yaitu orang-orang ahlul kitab sudah diambil janji untuk mengikuti nabi terakhir itu para ulama mereka disuruh mengikuti nabi terakhir dan disuruh untuk menjelaskan sifat nabi tersebut kepada manusia tapi mereka tukar dengan dunia. Ini asalnya tentang ahlul kitab ya. Di mana mereka ee menyembunyikan perkara Nabi dan mereka tidak mengikuti Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wa aimanimal. Demikian juga atas sumpah-sumpah mereka yang dusta untuk mendapatkan bilmanil qil ganti ya harga yang sedikit azzahidah yang yang murah yang sedikit wahun dan itu adalah perkara dunia ini alfaniailah yang akan sirna dan hilang. Maka mereka yang dimaksud oleh ayat-ayat ini. Tapi meskipun ayat ini asalnya turun kepada orang Yahudi, tapi berlaku kepada semua orang yang rela menyembunyikan kebenaran demi untuk mendapatkan dunia. Dan itu banyak demi supaya tetap eksistensinya terjaga, tetap diakui, tetap tidak ditinggal oleh follower ya atau bertambah followernya karena membela kebatilan ya. Enggak berani mengatakan haram, enggak berani tahu haram, tapi enggak. Bahkan, oh enggak, itu enggak apa-apa kalau begini. Enggak apa kalau begini, apa. Padahal dia tahu haram. Maka mereka ini tercela hanya untuk dapat dunia yang sedikit. Setelah [Musik] itu, Allah berfirman ayat berikutnya Allah sebutkan salah satu contoh bagaimana mereka ingin mendapatkan dunia. Ini contoh yang paling parah yang mereka lakukan. Tadi sudah disebutkan model-model bagaimana orang menjual agama demi dapat dunia, menyembunyikan kebenaran untuk dapat dunia. Ini yang paling parah sekarang, yaitu mengarang agama supaya dapat dunia. Kata Allah tentang mereka kitab, "Wa inhum lafariq yalwun alinatahum bil kitabi litahsabuh minal kitab." Di antara mereka, sungguh di antara mereka ada segolongan yang mutar-mutar lidahnya. Yal itu mutar-mutar ya. Seperti benang dipilin diputar layul habl dipilin diputar-putar ya seperti kata Allah lausahum yaitu mereka memalingkan wailahum taala apa yastagfirakum rasulullahiusahum kalau dipanggil marilah kepada nabi nabi akan mohon ampunan buat kalian lawa ruusa mereka palingkan wajah mereka ini sekarang dipalingkan bukan kepala bukan benang tapi yang dipalingkan ayat-ayat Ayat apa? Dipilin dipelintir ayat-ayat Allah. Bahasa kita paling pasti dipelintir. Apa namanya? Dipelintir. Ya. Jadi di antara mereka ada yang mempelintir dengan lisan mereka memberikan mempelintir ayat-ayat Allah. Alkitab yaitu Taurat atau Injil. Litahsabu minal kitab. Agar engkau menyangka itu bagian daripada kitab suci. Taurat atau injil? Injil. W hua minal kitab. Padahal itu bukan dari kitab suci. Dan mereka bahkan berani bersumpah. Waqulunah hua minillah. Dan mereka nekad berkata ya, mereka nekat berkata ini dari Allah. Dari sisi Allah kami bacakan dari sisi Allah. Kata Allah bantah w hua min indillah. Padahal bukan dari Allah subhanahu wa taala. Mereka Allah berfirman, waquuluna alallahil kadib. Dan mereka berdusta atas nama Allah wahum yal'lamun. Padahal mereka tahu. Padahal mereka tahu. Ini di antara sifat orang Yahudi ya yang paling parah yang Allah sebutkan. Mereka merubah-rubah atau menambah-nambah isi daripada Alkitab. Jadi mereka Alkitab Allah sebutkan tidak asli lagi sekarang karena mengalami banyak perubahan dari tiga sisi atau beberapa sisi. Sisi pertama mereka lupa. Wanasu hadam mimmaukiru bih. Mereka lupa. Ya. Jadi mereka tidak dibuat hafal. Tidak mudah menghafal Taurat dan Injil ya. sehingga mereka lupa. Apalagi Taurat karena disebutkan hilang. Taurat hilang ya. Kemudian mereka meyakini bahwasanya datanglah Uzair yang Uzair menghafal Taurat kemudian mendiktekkan Taurat. Tapi intinya ee mereka lupa. Banyak ayat yang mereka lupa karena mereka tidak hafal. Kemudian ketika hilang sudah tidak bisa tidak bisa ingat lagi. Sehingga Taurat akhirnya banyak dikarang. Yang kedua ya ee mereka menyembunyikan yaktumun di antara perbuatan mereka terhadap Taurat dan Injil. Mereka menyem menyembunyikan. Jadi ada yang dilupakan ada yang disembunyikan. Seperti ayat raja mereka sembunyikan. Mungkin sekarang enggak ada ayat raja masih ada atau tidak saya tidak tahu. Seperti sifat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, sifat para sahabat mereka sembunyikan. Yang ketiga mereka ngarang, mereka tambah-tambahkan. Ya, tambah-tambahkan ini ya dengan di antaranya mereka tambah langsung fawailu lilladina kitabidihim. Ini tambah ini ada dua cara mereka. Pertama mereka tambah tulis sendiri. Kata Allah, "Celaka orang-orang yang menulis kitab dari dengan tangan-tangan mereka minillah." Kemudian mereka menghindari Allah untuk mendapatkan secara dunia. Fawailahumabat aidihim. Dan celaka atas apa yang ditusuk oleh tangan-tangan mereka. Waakzibun dan celaka atas yang apa mereka dustakan. Allah sebutkan celaka sampai tiga kali. Wailun, wailun, wailun. Caranya mereka nulis. Cara kedua untuk menambah-nambah dengan mereka pelintirin. Pelintirin. Ada yang mengatakan oleh sebagian seperti tahir bin Asyur, yaitu seperti hurufnya diganti ya, seperti mereka lakukan. Harusnya Allah suruh katakan hitah. Mereka tambah nun hintah hintah. Jadi ketika orang-orang Yahudi disuruh masuk ke Baitul Maqdis sambil berkata hitahitah. Maknanya hitah itu, "Ya Allah ampuni aku, aku ampuni aku." Yaitu ukht yaitu jatuhkanlah dosa-dosa kami. Hittah-hittah. Tapi mereka rubah tambah nun. Hinth, gandum, gandum, gandum. Maknanya berubah total. Maknanya berubah total. Jadi seperti mereka berkata kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Harusnya assalamualaikum. Mereka hilangkan huruf lam. Jadi, assalamualaikum itu dipeltiri. Harusnya keselamatan bagi engkau wahai Muhammad. Mereka pelintiri. Mereka bilang, "Assalamualaikum. Mampus kau wahai Muhammad." Kalau lam hilang artinya apa? Semoga kau cepat mati. Seperti ini modal kedua. Jadi mereka paling tiri seakan-akan ini dari apa? Alkitab. Ini cara kedua. Cara ketiga supaya dianggap sebagai Alkitab dengan tafsirnya. Tafsir yang dikelola. Ayatnya begini. tafsirnya dikelola sehingga disangka tafsir ini dari Al al Al dari dari kitab Taurat maupun Injil. Jadi saya ulangi, distorsi dialami oleh ee atau perubahan dialami oleh Taurat dan Injil dengan tiga kondisi. Pertama apa tadi? Lupa. Mereka banyak lupa. Mereka enggak hafal. Pendeta paling hebat pun tidak hafal Taurat dan apa? Injil sampai sekarang. Sementara kita orang Islam ada umur 8 tahun sudah hafal Al-Qur'an dan banyak bukan satu dua orang banyak ya. Kemudian yang kedua tadi apa? Dengan menyembunyikan. Menyembunyikan banyak. Menyembunyikan ayat rajam, menyembunyikan sifat Nabi. Jelas mereka sembunyikan. Yang ketiga dengan menam menambah. Nambah ini dengan tiga cara. Pertama dengan tulis langsung. Kedua dengan apa? pelintiri seperti yang disut ayat ini. Yang ketiga dengan tafsirnya yang dirubah-rubah. Ayat ini bicara apa? Dia tafsirkan yang lain. Sehingga orang menyangka maknanya seperti itu. Jadi di dikelola dari sisi tafsirnya. Inil yang mereka lakukan. Dan iniat dosa yang paling besar karena mereka mengatasnamakan Allah Subhanahu wa taala. Sehingga disangka ini bagian daripada kitab suci paling ngeri berani ngarang atas nama Allah. Ini kan ngeri sekali. ngarang atas nama bupati aja kita enggak berani. Kalau ketahuan repot ngarang undang-undang atas nama DPR misalnya MPR, kita enggak berani. Gimana kemudian ngarang atas nama siapa? Allah. Dia kata nanti balasnya di akhirat. Maka Allah sebutkan contoh yang paling buruk di mana mereka melanggar janji mereka dan bersumpah demi mendapatkan secercah dunia. Ini saya katakan asalnya turun bukan kepada orang-orang bahlul Yahudi bukan ya. Ini turun kepada rabi-rabi dan pendeta pendeta-pendeta. Maka ini peringatan keras kepada para ustaz, para ulama yang mereka paham agama mereka berusaha mempelintiri. Hati-hati kita kalau tidak sesuai dengan hawa nafsu kita, kau tidak apa sampaikan aja yang antum melanggar urusan antum tapi tidak cocok dengan hawa nafsu antum. Tetapi yang apa yang hak tetap antum sampaikan. Haram. Meskipun saya belum bisa melakukan, saya masih melanggarnya. Hukumnya demikian. Meskipun saya belum bisa melakukannya, sampaikan. Tidak semua apa yang kita sampaikan kita kerjakan, Ikhwan. Tidak semua yang keluar dari lisan saya kerjakan. Saya bukan orang maksum. Saya bisa melanggar apa yang saya ucapkan. Tapi saya harus sampaikan. Paling tidak saya nasihati diri saya sendiri supaya meninggalkan apa yang saya langgar misalnya atau saya termotivasi atas apa yang saya sampaikan. Karena tidak disyarat seorang dai harus maksum. Kalau seorang dai harus maksum, enggak ada orang jadi dai ya. Tapi yang penting dia berusaha melakukan kebaikan. Mau saya ini ayat asalnya turun kepada rabi-rabi dan pendeta-pendeta yang mereka ngerti tentang ayat-ayat Allah tapi mereka ternyata tambah-tambahin. Mereka tambah-tambahin. Kata Allah, wa inna minhumq yalwun alinatahum. Di antara mereka ada yang mempelintir lisan mereka. Bil kitab ketika baca Taurat atau baca injil. Litahsabuhu minal kitab. Agar engkau menyangka dari Alkitab. Tujuannya apa? Mereka demikian selain untuk dunia dalam rangka untuk membantah Al-Qur'an. Karena ternyata apa yang disebut Al-Qur'an banyak di Taurat dan Injil. Tapi mereka untuk ah enggak beda beda. Jadi mereka pelintirik beda kok. Al-Qur'an enggak benar. Ini isi Taurat begini Al-Qur'an salah. Jadi mereka untuk dalam rangka membantah ee Islam dan membuat orang-orang Islam ragu sama Al-Qur'an. Di antara tujuan mereka ya. Dan ini kembali lagi dengan demikian eksistensi mereka terjaga di dunia juga karena dunia itu bisa berupa harta bisa jadi popularitas. Dunia itu bukan cuma harta di antara dunia adalah eksistensi diakui tetap terjaga. Jumlah follower itu semua apa? Dunia. Litahsabuhu minal kitab agar kalian kaum muslimin menyangka itu daripada Taurat sehingga kalian ragu terhadap Al-Qur'an. W hua minal kitab ini bukan sama sekali bukan Taurat. Waqulun hua minillah. Mereka berkata di sisi Allah padahal itu bukan sisi Allah. Kata Allah wayquuna alallahil kadib. Dan mereka berani berdusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Wahum ya'lamun. Padahal mereka mengetahui. Padahal mereka mengetahui. Tib kita lanjutkan ayat berikutnya. Maana libasyarin aytiahullahul kitaba wal hukma w nubuwah. Tidak wajar atau tidak pantas bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya alkitab itu kitab suci wal hukma wal hukma itu hukum atau hikmah w nubuwah dan kenabianma yaqul linasiu ibad minunillah. Kemudian dia berkata kepada orang-orang, kepada masyarakat, "Jadilah kalian hamba-hambaku selain jadi hamba Allah." Ya, bukan penyembah Allah. Jadilah penyembahku bukan penyembah Allah. Walakin kunu rabbaniina bima kuntum tuallimunal kitab kuntum tadrusun. Akan tapi yang yang dia katakan bukan demikian. Yang dia katakan apa? Jadilah kalian hamba-hamba yang rabbaniin. Itu nanti kita jelaskan apa maknanya rabbaniin. Bima kuntum tuallimunal kitab. Yaitu karena kalian mengajarkan Alkitab. Wabima kuntum tadrusun. Dan karena kalian mempelajari Alkitab. Kalian, kalian ajarkan dan kalian pla pelajari. Ayat ini maksudnya Allah menjelaskan tidak pantas seorang nabi sudah dikasih nikmat yang agung, diberikan kenabian, diturunkan kitab suci kepadanya, diajarkan hikmah, luar biasa. Terus dia bilang orang jadi sembah saja. Enggak usah sembah Allah, sembah saya aja. Tidak pantas Nabi ngomong begitu. Yang benar Nabi itu pasti mengatakan kepada manusia, kunu rabbaniin. Jadilah kalian orang-orang yang ikhlas beribadah kepada Allah. ya dengan cara kalian mengajarkan kitab suci dan kalian belajar terhadap belajar kitab suci itu makna ayat secara global datang dalam suatu riwayat ya Ibnu Abbas berkata, di riwayat Ibnu Ishaq dengan siot Ahd hadana Muhammad bin Abi Muhammad an Ikrimah an Said bin Zubair an ibni Abbas. Ibnu Abbas berkata qala qala Abu Rafi alqurad. Abu Rafi alqurad hina ijtamaat al ahbaru minal yahud wasara min ahli Najran. Ketika berkumpul para alim ulama dari kalangan Yahudi dan Nasra. Nasra dari kalangan ahli Najran. Kita sudah sebut seringkiali bahwasanya surat Al Imran ini turun akibat datang karena apa? Datangnya Nasra dari apa? Najran yang diskusi sama Nabi sallallahu alaihi wasallam rasulillah mereka berkumpul di sisi Rasul sahu alaihi wasallam wahum Islam kemudian Rasulullah seru mereka untuk masuk Islam apa jawaban merekaidu ya Muhammad anudakaudun nas Isa Maryam Muhammad kau ini suruh kami beriman sama kamu maksudmu supaya kami sembah kamu seperti kami nasara nyembah Nabi Isa faqala rajulun min ahli najran nasrani yqahu rais Muhammad. Akhirnya ini Yahudi ngomong begitu. Muhammad, Yahudi kan tidak menyembah Nabi Isa. Kau bilang kau pengin kami beriman sama kamu wahai Muhammad kata Yahudi. Supaya kami nyembah kamu seperti kami seperti Nasrani nyembah Isa. Orang Nasrani komentar situ ada pemimpin mereka namanya Rais. Dia dia berkata, "Awak turudi min ya Muhammad waaiadunana." Memang begitu Muhammad kau ingin kami nasara Najran nyembah kamu. Itu yang kau serukan kepada kami. Kata Rasulullah ma ngeyel sebenarnya. Mereka tahu Rasulullah tidak suruh nyembah nabi. Rasulullah suruh nyembah siapa? Allah. Justru Rasulullah mengingkari nasara. Kenapa? Karena mereka menyembah apa? Menyembah manusia. Jadi ini namanya memang provokator. Memang kalau tidak mau ya begitu cari-cari alasan. Maka Rasulullah berkata, "Maadallah an na'buda ghairallah. Kami berlindung kepada Allah dari sikap menyembah kepada selain Allah. Dan kami berlindung kepada Allah dari menyuruh sikap menyuruh menyembah selain Allah. Mazalika baani. Allah tidak mengutusku untuk demikian. Walika amar. Allah tidak memerintahkan aku untuk demikian. Maka turunlah firman Allah Subhanahu wa taala kitab hukmubu. Ayat yang tadi kita sebutkan. Ayat yang tadi kita sebutkan. Tib. Di sini Allah menyebutkan gak mungkin seorang nabi seperti itu ya menyuruh untuk menyembah dirinya. Gak mungkin. Dan ini isyarat juga kepada Nasra. Nabi Isa pun tidak mungkin demikian. Enggak mungkin Isa bin Maryam diturunkan Injil kepadanya, diberikan kenabian, diberikan kebijakan, kata-kata yang hikmah. Kalau kita boleh bilang hadis-hadis Nabi Isa. Kalau kita hadis-hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, ada hadis-hadis Nabi Isa itu perkata-perkata bijak yang keluar selain Injil. Ya gak mungkin dia nyuruh orang menyembah dia. Mustahil. Pasti seorang nabi dan seluruh nabi pasti perintahnya apa? Kunu rabbaniyin. Jadilah kalian yang rabbani. Rabbani itu nisbah kepada rabb tetapi nisbah dengan menambah nun situ rabbani seperti ee apa namanya? Lihyani itu orang yang berlihyah ya. Asmarani itu orang yang kulitnya agak gelap. Ada asmar tapi ditambah nun ya. Asmarani ya secara salah satu uslub bahasa Arab ya. Walakin kunu rabbani rabbaniyin yaitu jadilah kalian bernisbah kepada Allah yaitu kalian beribadah hanya kepada Allah. Itu semua dakwah para nabi. Ubudullaha sembahlah Allah semata. Walaq baatna fi umat rasulan anudullaha. Sembahlah Allah saja. dan tinggalkan sembahan selain Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana menjadi rabbaniin caranya? Bimtum tuimunal kitab dengan kalian mengajarkan Alkitab dalam riwayat yang lain, dalam qiraah yang lain. Bima kuntum tlamunal kitab. Dengan kalian mengerti tentang Alkitab wabtum tadrusun dengan apa yang kalian ajarkan. Ee jadi seorang menjadi rabbani dan dia benar-benar tulus kepada Allah dengan mengajarkan Al-Qur'an. mengajarkan Al-Qur'an supaya orang beribadah kepada Allah, ikhlas kepada Allah. Itu tugas seorang dai. Tugasnya ngajarin Al-Qur'an, ngajarkan hadis. Dia juga belajar untuk apa? Menyuruh orang untuk bisa beribadah semata-mata kepada Allah. Bukan beribadah kepada selainnya. Bukan beribadah kepada dirinya. Bukan untuk taat kepadanya, tapi taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini namanya rabbani. Kalau ada orang mengajarkan Al-Qur'an dan sunah ternyata tidak mengarah kepada demikian, maka tentu bukan rabbani. Karena rabbani itu nisbah kepada Allah. Rabbani. Di sini beda antara dalam qiraat taklamun membaca ee apa namanya? Ee beda antara membaca dengan addirrasah. Kalau tadrusun bima kuntum tadrusun itu kalian menjadi rabbani dengan kalian mengajarkan Alkitab wabima kuntum tadrusun dengan kalian pelajari Alkitab. Jadi beda antara tilawah dengan dirasah, antara qiraatah dengan dirasah. Kalau baca sekedar baca, dirasah itu baca diulang-ulang. Makanya diartikan oleh para ulama maksudnya mempelajarinya. Dibaca ulang-ulang mentadaburinya. Kalau mau jadi rabbani harus demikian. Baca Al-Qur'an diulang-ulang dipahami maknanya apa agar bisa dikerjakan. Makanya Allah dalam hadis kata rasul wasamillah kitabah. Tidaklah suatu kelompok duduk di suatu golongan duduk di masjid Allah. Yatluna kitaballah. Mereka baca Alquran kemudian kemudian mereka pelajari. Jadi dirasah beda dengan tilawah. Di sini Rasulullah menggabungkan tilawah dituntut. Kita dituntut baca Al-Qur'an, tetapi kita dituntut juga untuk mempelajarinya, mentadaburinya. N kalau orang sudah jadi orang alim, dia belajar tadabur, dia mengajarkan, maka dia menjadi rab rabbani. Yaitu mengarahkan manusia untuk ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala. Dari sini sebagian ulama di antaranya ee di antara bentuk bukan rabbani adalah menyuruh audiens untuk taat kepadanya. Pokoknya harus dari saya perkataan, harus saya ngomong gini, yang lain jangan dengar misalnya. itu di antara bentuk tidak rabbani. Karena menyuruh orang untuk taat kepada perkataannya. Apapun dia omongkan diikuti. Ini di antara bentuk tidak rabbani. Makanya orang-orang Nasra ya Allah mengatakan dalam Al-Qur'an itaku ahbarahum waruhbanahum arbaba min dunillah. Mereka menjadikan pendeta-pendeta mereka, rahib-rahib mereka sebagai sembahan-sembahan selain Allah. Padahal kita tahu yang yang disembah oleh Nasra cuma Nabi Isa. Iya enggak? Rahib-rahib mereka tidak sembah. Tapi Allah mengatakan mereka telah menjadikan rahib-rahib mereka, pendeta-pendeta mereka juga sembahan selain Allah. Maksudnya bagaimana? Kata Nabi berkata kepada Adi bin Hatim, "Bukankah kalau mereka menghalalkan yang haram kalian pun menghalalkannya? Kalau mereka mengharamkan yang halal, kalian pun ikut mengharamkannya." Kata Adi bin Hatim radhiyallahu anhu, "Benar, kami dulu seperti itu." Kata Rasulullah, "Tilka ibadatuhum." Itulah bentuk ibadah kepada mereka. Taat dengan taklid buta kepada pendeta dan rahib-rahib. Sehingga apa yang mereka bilang a b. Kalau dibilang halal tidak peduli, tidak perlu tahu, tidak perlu dalil. Kalau bilang haram, haram. Sampai dulu ada zaman kita dulu masih belajar ada yang benar-benar gulu. Dia mengatakan, "Seandainya wali fulan, saya enggak mau sebut namanya ya, mengatakan langit merah, kami juga akan mengatakan langit apa? Merah." Itu pernah terjadi. Kultus berlebihan. Nah, kalau ada yang ngajarin seperti itu, dia tidak rabbani. Kapan seorang mengajarkan untuk peribadatan terhadap dirinya, mengkultuskan dirinya, dia bukan rabbani. Gak boleh seorang dai mengajarkan orang lain untuk kultus kepada dirinya. Ini siapa? Kita ini bukan siapa-siapa. Sampaikanlah ilmu. Kalau terlihat ada terlihat ada benih-benih atau hal-hal yang sepertinya mengkultuskan kamu, kamu cegah. Kalau lihat orang mengkultuskan, kamu cegah. Gimana lagi kamu yang ngajarkan agal mengutuskan dirimu dengan mengesankan paling hebat? Mengesankan bahwasanya kamu yang paling benar. Mengesankan gak boleh. Tidak rabbani. Rabbani itu mengajarkan agar orang ikhlas kepada Allah. Itu makna rabbaniin. Nisbah kepada Rabb. Tidak seperti ee apa? Karena di sini bentuk bantahan ya. Kata Allah tidak tidak mungkin seorang nabi mengajarkan untuk beribadah kepada dirinya. Enggak mungkin ya. Tetapi dia akan mengatakan beribadahlah ikhlas kepada siapa? Allah. Makanya Syekh Muhammad bin Wahab rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah, qul hadzi sabili adu ilallah dalam kitab tauhid. Katakanlah wahai Muhammad inilah jalankuallah aku menyeruh kepada Allah basiratin di atas ilmu kata Syekh Abdul Wahab kenapa Rasulullah disuruh mengatakan adu ilallah aku menyuruh kepada Allah kata Syekh Abdul Wahab liannahu lianna katsiran wainana yadu ilal haq wahua yadu ila nafsihi karena banyak ulama banyak ustaz banyak dai meskipun omongannya Alkitab dan sunah tapi ternyata dia include menyuruh orang untuk kepada dirinya. Benar Al-Qur'an sunah tapi suruh mengkutuskan dirinya. Ini yang ngomong bukan saya ngomong siapa? Syekh Muhammad bin Abdrahim. Berarti ini fenomena ada bahwasanya orang ketika berdakwah untuk mengkultuskan apa? Dirinya dengan berbagai cara ya bisa terang-terangan, bisa dengan tidak terang-terangan. Cirinya pengikutnya fanatik, tidak mau dengar dari yang lain. Fanatik buta. Kalau dia tidak sengaja mengajarkan demikian dan dia lihat ada fenomena harusnya dia tegah. Dia cegah. Saya bukan siap-sia gak boleh seperti itu. Dia larang. Ya, seperti perkataan ee Abu Hanifah kepada Abu Yaakub, kepada kepada ya ee Abu Yusuf. Yaakub, muridnya Abu Yusuf. Dia mengatakan, "Ya Abu Yusuf, yaqu, jangan kau tulis semua yang aku ucapkan. Bisa jadi saya ngomong sekarang, besok saya rubah. Enggak semua yang saya omongkan benar. Maksudnya dia hati-hati jangan sampai apa? Fana fanatik. Jangan sampai fanatik. Ee oleh karenanya ee di antara menyuruh orang untuk beribadah kepada diri sendiri adalah menyuruh orang untuk mengkultuskan dirinya. Sehingga apa yang dikatakan kalau bilang A diikuti B. Udah enggak usah enggak usah nanya-nanya. Pokoknya kalau ustaz sudah bilang gini benar itu. Ah itu sudah. Ah itu berarti sudah ngajarin beribadah kepada dirinya. Karena bentuk beribadah bukan harus sujud kepada ustaz, tapi taklid buta kepada ustaz. Itu bentuk ibadah kepada ustaz atau seorang dai. Gak boleh kita ngajarin demikian. Di sini juga untuk menjadi seorang alim rabbani maka dia harus belajar dan mengajarkan terkumpul padanya. Bima kuntum tuallimunal kitab kuntum tadrusun. Kalian menjadi rabbani dengan kalian mengajarkan Al-Qur'an dan kalian belajar Al-Qur'an. Ya, siapa yang mengumpulkan dua hal tersebut, dia berilmu, dia ajarkan, dia berilmu, dia ilmu, maka dia bisa menjadi rabbani dengan tujuan menyuruh masyarakat untuk selalu bertawakal kepada Allah, ikhlas kepada Allah, bersandar kepada Allah dan hanya mencari pujian Allah subhanahu wa taala. Kemudian juga ayat berikutnya, wala yaurakum antattakidul malaikata wabiyini arbaba. Dan nabi tersebut gak mungkin nyuruh kalian untuk menjadikan malaikat-malaikat dan nabi-nabi sebagai sembahan-sembahan selain Allah. Enggak mungkin. Aymurukum bil kufri ba'da id antum muslimun. Apakah nabi tersebut yang Allah sudah beri anugerah Al-Qur'an apa anugerah kitab suci kenabian akan menyuruh kalian untuk kafir setelah kalian muslim? Gak mungkin. Jadi Nabi bantah mereka dan ini kalian sindiran. Allah suruh Nabi bantah mereka dengan turunkan ayat-ayat ini. Artinya, saya enggak mungkin demikian nyuruh orang nyembah saya dan saya enggak mungkin nyuruh orang nyembah malaikat dan saya enggak mungkin nyuruh orang nyembah para nabi. Dan Nabi Isa pun demikian. Gak mungkin Nabi Isa menyuruh nyembah dirinya. Enggak mungkin Nabi Isa menyuruh menyembah wanita orang saleh atau orang saleh menyuruh nyembah ibunya. Enggak mungkin. Gak mungkin Nabi Isa menyuruh pengikutnya nyembah rahib-rahib seperti kalian. Enggak mungkin. Mustahil. Dan tidak mungkin Nabi Isa menyuruh menyembah yang lebih mulia daripada malaikat. Gak mungkin. Nabi Isa juga rabbani. Dia pasti menyuruh ee menyuruh muridnya untuk jadi rabbaniin. Yaitu agar menyembah siapa? Allah sema semata. Juduhan kepada Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad bantaas sekaligus nyindir nyindir mereka. Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan banyak ayat. Ini semua kesepakatan para nabi dari Nabi Adam sampai Nabi Isa, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya surat anbiya ayat 25. W arsalna minqblika rasulin illa nuha ilaihi annahu la ilahailla anna fa'budun. Dan tidaklah kami utus sebelum engkau wahai Muhammad. Seorang rasul pun kami utus, tidak seorang pun kecuali kami wahyukan kepadanya. La ilaha illa ana fa'budun. Tidak ada yang berhak disembah kecuali aku, maka sembahlah aku semata. Itu Allah subhanahu wa taala. Waqala taala dalam surat An-Nahl 36. Walaq ba fi umatin rasulanullahibut. Sungguh kami telah utus kepada setiap umat seorang rasul yang menyeru sembah Allah semata dan jauhilah. Allah juga berfirman surat azzuk 45. Wasal man arsalna minqoblika rusulina ajaalna minunahmaniun. Ya, kata tanyakanlah kepada para rasul yang kami utus sebelum engkau. Tanya semuanya, "Apa kami pernah menjadikan ee selain Allah sembah-sembahan untuk disembah?" Enggak ada. Yang disembah cuma Allah. Tidak ada Allah bikin tuhan-tuhan tandingan sembah saya sembah juga mereka. Gak. Kemudian demikian juga wl minhum inni ilahun minuniika najamikaimin di antara kalau ada malaikat yang berani berkata, "Sesungguhnya aku Tuhan selain Allah, maka kami akan masukkan malaikat tersebut ke dalam neraka jahanam." Ada malaikat, "Eh, sembah saya." Oh, langsung malaikatnya masuk neraka jahanam. Tapi enggak ada malaikat ngomong demikian. Sini ada faedah yang disebutkan oleh Thalib bin Asyur, ya. ee terkait ayat 80 ya eh ayat 79 Allah berfirman eh tumma yaaklinasi kunu ibadunillah gak ada seorang nabi pun berkata, "Sembahlah aku, tidak usah sembah Allah, enggak ada nabi demikian." Ibnu Thair Ibnu Asir menjelaskan konsekuensi dari syirik. Siapa yang menyembah Nabi Isa? Hakikat Nasra apa? Nasra hakikatnya mereka nyembah Nabi Isa dan juga nyembah Allah. Iya enggak? Orang Nasra nyembah Allah. Enggak nyembah Allah tapi juga nyembah Nabi Isa. Itu dinilai kesalahan. Seakan-akan Nabi Isa berkata, "Sembah Aku saja, jangan sembah Allah." Jadi menyembah Nabi Isa dan Allah menurut syariat sama saja dengan menyembah Nabi Isa to. Tidak menyembah Allah. Jadi semua hakikat syirik nama artinya tidak menyembah Allah. Meskipun orang musyrikin ngaku nyembah Allah juga, tapi Allah tidak menerima peribadatan kalau disekutukan. Jadi siapa yang nyembah Allah dan juga menyembah selain Allah menurut Allah kamu tidak nyembah Allah. Jadi siapa yang menyembah Nabi Isa, Nabi menyembah Nabi Allah, pada hakikatnya penyembahan mereka terhadap Allah tidak diakui. Sehingga hakikatnya mereka hanya menyembah siapa? Nabi Nabi Isa. Seperti Allah berfirman dalam surah Qul al kafirun. Qul al kafirun laudu ma'budun w antumiduna maud. Ya wala antum abiduna ma a'bud wala ana abidu ma abum antum abiduna ma'ud. Kalian tidak akan menyembah apa yang aku sembah. Padahal orang musyrikin mereka nyembah Allah. Mereka tawaf, mereka haji. Tapi menurut syariat, menurut Allah perbuatan kalian yang nyembah Allah tawaf haji, tapi kalian juga nyembah berhala. La tauzza hubal manat dan sebelumnya itu menunjukkan kalian tidak nyembah Allah. Karena Allah tidak menerima penyembahan peribadatan kecuali kalau murni untuk siapa? Allah. Jadi kalau ditanya apakah orang musyrikin Abu Jahal CS nyembah Allah? Iya ini mereka nyembah Allah tapi ibadah mereka tidak dianggap oleh siapa? Allah. Apakah orang Nasra nyembah Allah? Iya mereka nyembah Allah. Tapi di sisi Allah mereka hanya nyembah siapa? Nabi Isa. Karena mereka menyembah Allah dengan menyekutukan tidak dianggap oleh Allah. Ini faedah dari tahbn Asur dalam tafsirnya Tayib. Kita lanjutkan ayat ke-81. Ayat ini tentang keagungan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tentang keagungan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kita bacakan akahuqitum kitab. Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, seluruh para nabi sudah diambil janji oleh Allah. Lamaum min kitabin hikmah. Sungguh apa saja yang aku sudah berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah itu kalian telah diberikan kedudukan yang tinggi, telah diberikan kitab jadi rasul, jadi nabi, telah diberikan hikmah, ilmu yang luar biasa. Tapi ingat, tumma jaakum rasulum musdiquma. Kemudian nanti datang terakhir seorang rasul terakhir yang membenarkan apa yang telah kalian bawa. Wajib bagi kalian untuk beriman kepadanya kepada nabi terakhir ini. Wajib bagi kalian untuk menolongnya. Allah berkata lagi, istri wahai para nabi seluruhnya para rasul apakah kalian mengakui hal ini? Wajib menolongnya, wajib beriman kepadanya. Dan apa kalian telah menerima perjanjianku? Ya, yang demikian itu qolu akrna. Kata mereka, kami terima. Kata Allah, qala fashadu wa ana maum minasyahidin. Saksikanlah aku menjadi saksi bersama kalian. Jadi setiap nabi pasti sudah diambil janjinya. Tidak ada nabi kalau Nabi Muhammad datang mereka harus beriman kepada Nabi Muhammad dan wajib untuk menolong siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini perjanjian yang Allah ambil dari Adam alaihi salam sampai Nabi Isa sebelum datang Nabi Muhammad. Semua nabi, Nabi Adam sampai Nabi Isa, Allah pasti ambil janji ini kepada kepada mereka. yaitu Allah berkata, "Kalau aku telah menjadikan kalian memberikan kalian kenikmatan yang luar biasa berupa aku turunkan kitab suci, aku ajarkan ilmu, kalian telah mencapai kedudukan yang sangat tinggi." Ingat meskipun setinggi apapun kalian kedudukannya, kalau datang nabi terakhir harus apa? Di kalian harus mengimaninya. Kalau datang nabi terakhir kalian harus menolongnya. Ini janji dan ini menunjukkan akan ee kedudukan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya. Dan ini adalah perjanjian yang berat. Makanya Allah mengatakan akumalikum isri istri maksudnya isr itu maksudnya berat. Apa kalian telah mengambil perjanjian berat ini? Kalian setuju? Kata mereka, "Kami setuju." Dalam datang dalam satu hadis riwayat Imam Ahmad saya bacakan dari Abdullah bin Tsabit qala jaa Umar ilan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Umar datang menemui Nabi sallallahu alaihi wasallam ila Nabi faqala ya Rasulullah inni maru biakinli min quraidah. Aku baru melewati saudaraku dari Quraidah. Entah mungkin saudara siibu atau saudara sebapak. Pokoknya ada saudara saya lewatin orang Yahudi Quraidah dari Banu Quraidah Yahudi. Fakatabali jawami minat Taurat. Maka dia tuliskan nasihat-nasihat dari Taurat. Dia nulis Taurat kan isinya nasihat-nasihat hukum-hukum. Nah dia tulis dia salin beberapa nasihat kasih siapa saya. Ala ariha alaika. Maukah saya bacakan ya Rasulullah? Nasihat-nasihat tersebut dari mana? Dari Yahudi. Kemudian dari cuplikan-cuplikan dari Taurat. Kata Umar, "Bolehkah saya bacakan kepada engkau?" Qala, kata sang perawi Abdullah bin Tsabit, "Fataghayara wajhu rasulillah." Rasulullah wajahnya berubah. "Qultu lahu ala tar ma biwajhi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Aku tegur Umar. "Wahai Umar, tidak kau lihat wajah Nabi berubah itu?" Nabi tidak suka disuruh begitu. Mau enggak Nabi dengarin saya bacain isi Taurat. Nabi berubah wajahnya. Maka Umar pun sadar. Umar segera berkata, "Rodina billahi rabba wabil islami dinina wabi Muhammadin rasulan." Kami rida Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, Muhammad sebagai rasul kami. Fasurri Rasul wasallam waqala. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam kayak kemudian apa namanya? Seperti tertidur sejenak kemudian ada wahyu yang masuk. Maka Rasulullah berkata, "Walladzi nafsu Muhammadin biyadihi." Demi zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. La asbaha fikum Musa alaihi salam. Kalau seandainya Musa ada di tengah kalianumuhu, kemudian kalian ikut Musa. Jangankan Tauratnya, Musanya saja kalian ikuti. Ngaji sama dia, tidak ngaji sama saya. Wataroktumuni kalian tinggalkan aku. Lolaltum, kalian akan sesat. Ya, dalam hadis yang lain ya Rasulullah berkata riwayat yang sama mirip apa namanya Umar bawa lembaran isi Taurat maka Rasulullah berkata, "Amutahawiquuna anta ya bnal khattab." Kenapa kau bingung wahai wahai Umar? Kok ini orang bingung? Maksudnya sudah ada Al-Qur'an ngapain baca-baca apa Taurat? Sudah Alqur'an. Amutahawi anta ya bnal khattab. Kau orang bingung ini mutahayyirun. Kemudian kata Rasul wasam, la Musa hayan ma. Kalau Nabi Musa masih hidup tidak boleh bagi dia kecuali jadi pengikutku. Karena Allah sudah ambil janji. Gak akan Nabi Musa dakwah sendiri pasti jadi pengikut siapa? Rasul Rasulullah. Karena setiap Nabi sudah diambil janjinya untuk mengikuti Nabi dan untuk menolong Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kata Ibnu Katsir, saya nukilkan. Dia berkata dalam riwayat, "La kana Musa hayyan baina lahu illaani." Kalau Musa masih hidup di tengah kalian, tidak halal baginya kecuali menjadi pengikutku. Kata Ibnu Katsir rahimah, fi ba'dil ahadit lahu dan dalam sebagian riwayat, lauana Musa wa Isa hayini lama wasiahuma illa tiba kalau Musa dan Isa masih hidup, tidak boleh bagi mereka berkecuali jadi pengikutku. Jadi ini menunjukkan tentang agungnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Bahwasanya para nabi hendaknya menjadi pengikut Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Dan ketaatan kepada Nabi didahulukan atas keta ketaatan kepada seluruh para nabi. Oleh karenanya ya seandainya kalau seluruh nabi masih hidup maka Nabi Muhammad memimpin mereka. Di antara isyarat akan hal ini ketika Isra Mikraj Rasulullah salat di Baitul Maqdis. Yang jadi imam siapa? Rasulullah. Suruh Nabi jadi makmum. Ini di dunia ketika di hari kiamat siapa yang bisa memberi syafaat? Ketika seluruh nabi menolak, Nabi Adam menolak, Nabi Nuh menolak, nabi-nabi ulul azmi, nabi paling top. Nabi-nabi paling top siapa? Nabi Adam, Nabi Nuh, nabi siapa lagi? Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa. Top semua. Semua gak ada yang berani kasih syafaat. Nabi yang berani, nabi yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala. Maka dialah nabi yang paling mulia. Ya, bahkan ketika Nabi Isa turun di akhir zaman, dalam hadis yang sahih, Nabi Isa akan akhir zaman lawan Dajjal. Ketika itu kaum muslimin, kaum mukminin sedang bersiap-siap untuk melawan Dajjal. Dipimpin oleh siapa? Al Imam Mahdi. Bukan Imam Mahdi yang muncul sekarang belum di akhir zaman. Ketika Imam Mahdi jadi imam turun sudah qat Imam Nabi Isa turun. Maka Imam Mahdi dengan penuh penghormatan mempersilakan Nabi Isa jadi imam. Silakan. Kata Nabi Isa, "Dak, saya makmum." Subhanallah. Bukan Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Baru pengikutnya Nabi Muhammad, keturunannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi Isa menjadi makmumnya tidak berani menjadi apa? Imamnya. Maksud saya ini adalah ayat tentang pengagungan terhadap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana ya seluruh nabi kalau hidup pasti ikut Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Makanya di antara bantahan kepada orang-orang yang katanya ketemu Khadir, ketemu Nabi Khadir, ketemu Nabi Khadir, ya seharusnya kalau Nabi Khadir hidup, katanya si Nabi Isa sampai sekarang masih hidup, harusnya di zaman Nabi Muhammad dia harus laporan, "Ya Rasulullah, saya masih hidup." Harusnya dia ikut dalam perang Badar, dalam perang Uhud, dalam perang Khondq, dalam dakwah-dakwah harusnya dia ikut. Ketika Abu Jahal datang harusnya yang hadang Nabi Khadir. Karena setiap Nabi harus apa? Mengikuti Rasulullah. Gak boleh jalan sendiri-sendiri kalau masih hidup. Itu aturan dari Allah Subhanahu wa taala. Ya. Jadi pendapat yang lebih benar bahwasanya Nabi Khadir sudah meninggal sebagaimana nabi-nabi yang ini pendapat al Imam Bukhari bahwasanya tidak Nabi hadir tidak ada ya. Bahkan dalam satu Rasulullah mengatakan tidak ada yang setelah ini orang masih hidup di atas 100 tahun. Rasulullah pernah mengatakan tidak ada ma min nafsin mamsfusah. Tidak ada satu nyawa pun yang hidup malam hari ini kecuali setelah 100 tahun pasti sudah pada meninggal. Dan itu mencakup semuanya. Termasuk Nabi Khadir. Kalaupun masih hidup zaman Nabi 100 tahun setelah Nabi ngomong gitu pasti sudah mening meninggal. Dan sekarang sudah tahun berapa? 1400 berapa? 4 ber 46 ya. 46 ya. Ya. Sudah meninggalnya. Sekarang Nabi Khadir pun masih hidup zaman sekarang. Ngapain dia sembunyi-sembunyi? Harusnya keluar ceramah kayak apa? Kak sembunyi-sembunyi. Karena setiap orang pasti ditugaskan berceramah. Kalau punya ilmu sampaikan atau tidak? Kenapa dia sembunyi-sembunyi? Apalagi saya ketemu sebagian orang kaya. Saya pernah ketemu pemilik hotel. Dia bilang, "Saya pernah ketemu Nabi Khadir." Oh, benar. Ketemu ya. Kami kumpul saya jenderal-jenderal orang-orang kaya semua. Ini Nabi Khadir ini masyaallah. Terus bayar ketemu Nabi Khadir. Woh, woh ini ternyata bayar-bayar sudah ada. Nabi Khadir sudah bikin juga pertemuan bayar-bayaran. Subhanallah. Saya bilang ini gimana ketemu Nabi Khir orang kaya semua. secara miskin-miskin kasihan mau ketemu di Khadir. Bagaimana caranya? Ini enggak benar. Akhirnya cerita-cerita sama saya. Akhirnya saya ketemu Ustaz jadi ada cahaya kumpul terus tadi dia tahu bahasa Indonesia Ustaz. Masyaallah luar biasa Nabi Khadirnya. Jadi ee nah ini mana kalau Nabi Khadir masa ketemu sama orang kaya doang? Ini enggak benar ya. Tapi ada cerita, katanya ada pengajian kalau bayar du 2 juta sekian bakalan ketemu ustaznya, ngobrol sama ustaznya, makan sama ustaznya. Masyaallah. Terus yang bayar 600 di jauh remang-remang dari jauh. Tib. Jadi maksud saya ini di antara bantahan kepada ee orang-orang yang mengatakan Nabi Khadir masih hidup. Kalau Nabi Khid masih hidup, dia harusnya ketemu siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk membantu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Demikian wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.