Transcript
YS3ul2ZpnIM • Sembuh Tanpa Obat Setelah 15+ Tahun Sakit
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/azhealthid/.shards/text-0001.zst#text/0026_YS3ul2ZpnIM.txt
Kind: captions
Language: id
pola hidup kita yang kita anggap sehat
dari dulu hampir semua salah. Kalau
enggak ngerti knowledge-nya, enggak
bakalan bisa. Kondisi Zara ini adalah
salah satu case yang paling parah yang
pernah ditemui. Sampai saya sempat ergue
dengan dokter itu benar-benar sudah
parah banget. Kami enggak tahu gimana
bisa lewat. Saya bisa kehilangan Zahara.
Dan kita semua ini systematically poison
supaya semakin tergantung dan sampai
akhirnya tidak pernah bisa keluar. Dan
ini bukan kebetulan, ini sudah by
desain. Kebanyakan orang enggak sadar
kalau mereka sedang diprogram revolusi
AI ini akan semakin masif. Ini levelnya
beda dengan revolusi industri. Apa yang
sebenarnya kita cari di hidup ini?
Kesehatan itu pondasinya. Ketika
kesehatan membaik, aspek lain juga akan
ikut membaik. Karena sebenarnya ini
bukan hanya soal kesehatan, tapi
kualitas hidup secara menyeluruh. Dan
dengan sistem ini alhamdulillah banyak
yang sembuh dari berbagai penyakit
kronis lepas dari obat dan lain-lain.
Dan ternyata kuncinya satu. [musik]
Hai semua, ini adalah video personal
terakhir kami di YouTube. Bukan karena
kami berhenti, bukan karena channel ini
stop, tapi kita ingin mengubah format ke
arah yang lebih impactful lagi. Channel
ini akan tetap aktif tapi dengan format
yang berbeda. Dan sebelum kami
benar-benar pindah ke format baru, kami
ingin jawab banyak pertanyaan yang masuk
dari teman-teman kemarin. Kita ingin
jawab secara jujur dan apa adanya.
Ini pertanyaan yang paling sering
ditanyain tapi masih dari komen-komen
yang negatif ya. Tapi ini kami jawab
aja. Saya sendiri lulusan TN industri
ITB. Background dan karir saya ini
kebanyakan di bidang supply chain dan
system development. Kalau Zahra itu
background-nya di psychology dan
children development. Dan beberapa tahun
terakhir ini kami memang ngebild berdua.
Jadi kami ini memang bukan dokter, bukan
juga ahli gizi, bukan dari background
medis sama sekali. Dan memang kami tidak
pernah klaim kalau kami adalah dokter
ataupun tenaga medis.
Mungkin yang butuh diluruskan di awal,
kami sendiri tidak pernah bilang kalau
kami ini ahli kesehatan. Kami juga tidak
pernah terpikirkan untuk ngegantiin
peran dokter ataupun ahli gizi
sekalipun. Kami ini belajar dari
pengalaman pribadi. Bagaimana dulu kami
menghadapi perjalanan kesehatan yang
sangat panjang dari perjalanan kesehatan
Zahra yang sudah sakit belasan tahun.
Termasuk saya sendiri juga dulu
mengalami obesitas, diabetes, dan
kolesterol. Kami pernah melewati fase
yang sangat berat dalam hidup kami.
Bagaimana penyakit yang kami alami itu
hampir merusak hidup kami. Pernah berada
di titik terendah dan tidak tahu apa
yang harus dilakukan dan sangat hopeless
pada waktu itu. Singkata, akhirnya kami
belajar banyak hal yang bisa mengubah
hidup kami ke arah yang lebih baik. Dan
kami tidak ingin kalau orang lain harus
struggle seperti yang kami alami dulu.
Jadi kami sering informasi dan
pembelajaran kami berupaya
menyederhanakan apa yang kami pelajari,
menjelaskannya secara saentifik supaya
semakin banyak orang yang ngerti tentang
bagaimana cara tubuh bekerja sehingga
nulisnya bisa meningkat, tahu apa yang
dilakukan dan hidupnya juga bisa
meningkat, bisa hidup lebih baik lagi.
Dan alhamdulillah dari segala upaya kami
banyak yang kondisinya menjadi membaik,
banyak juga yang sembuh, banyak juga
yang lepas dari ketergantungan obat. Ini
yang bikin kami sangat bersyukur banget
ya. Dan sebenarnya memang kami berdua
sangat passion di bidang edukasi, suka
baca buku karena knowledge is power.
Lebih baik lagi kalau bisa
membagikannya. Dulu saya sendiri pernah
jadi asisten dosen lumayan lama. Kalau
Zara dulu suka ngajak anak-anak dan ikut
di berbagai kegiatan sosial. Berbagi
knowledge itu memang sudah ada dalam
DND. Kami kami pikir sebenarnya siapapun
boleh ya membagikan informasi yang benar
asal paham suatu hal secara mendalam.
Memberikan informasi itu secara ilmiah
dengan tujuan yang baik dan ikut andil
dalam mencerdaskan masyarakat. Tidak
peduli apapun background-nya. Dan ini
juga berlaku kebalikannya. Ya walaupun
banyak gelar tapi kalau informasi yang
diberikan misleading dan penuh dengan
titipan kepentingan itu malah butuh
dipertanyakan. Dan dari upaya dengan
etikat positif kami, mungkin ada yang
mengganggap kami sebagai ahli kesehatan
atau apapun itu, itu sudah di luar
kendali kami. Tapi sekali lagi, kami
sendiri tidak pernah klaim kalau kami
adalah ahli kesehatan dan ingin
menggantikan peran dokter. Kami juga
tidak pernah buka layanan konsultasi
medis. Yang kami upayakan hanya
memberikan edukasi dan membangun tools
yang bisa bantu orang-orang untuk
semakin ngerti sesuai dengan eksperti
dan pengalaman. dan juga pembelajaran
kami.
Sebenarnya ini semua dimulai dari
perjalanan kesehatan Zahra. Zahra memang
sudah sakit lama banget. Dari kecil
sudah sering banget keluar masuk rumah
sakit. Dari usia 6 tahun sudah operasi
usus buntu. Setelah operasi itu kondisi
pencernaannya bukannya membaik tapi
malah getting worse. Dan yang paling
membingungkan, setiap kalau kita ke
dokter itu diagnosanya beda-beda. Ada
yang bilang cuman gert, ada yang bilang
autoimun, tapi ada juga yang langsung
vonis leukimia. Jadi dari gert sampai ke
leukia ini kan karena kami mikir ya ini
diagnosa atau main tebak-tebakan. Karena
kalau salah diagnosa itu bisa sangat
membahayakan pasien. Mis diagnosa ini
juga sering banget terjadi di mana-mana.
Banyak banget yang ditreatmen untuk
penyakit yang salah dan pada akhirnya
enggak pernah sembuh juga. Jadi selama
itu enggak pernah ada satuun dokter yang
bisa justifikasi dengan pasti ini
sebenarnya sakit apa. Tapi setiap kali
ke dokter tetap dikasih obat. Obatnya
macam-macam banyak banget. Jadi selama
bertahun-tahun Zara keluar masuk rumah
sakit diinfus macam-macam baru keluar
rumah sakit cabut infus pingsan. masuk
lagi selama bertahun-tahun seperti itu.
Dan kondisi Zara juga semakin lama ya
pasti makin drop komplikasi ke
mana-mana. Setiap hari badannya
sakit-sakit bisa tiba-tiba keluar darah
dan muncul memar ungu di tubuh. Tidurnya
juga enggak bisa benar. Susah banget
kalau mau tidur. Kalau tidur juga sering
banget mer kadang-kadang sampai
teriak-teriak. Jadi badannya enggak
pernah bisa benar-benar istirahat. In
paralel ya kami terus berupaya cari
penyembuhan.
Banyak banget treatmen yang dicoba mulai
dari treatmen yang medis sampai juga
alternatif termasuk ke luar negeri juga
tapi enggak pernah membaik. Kalau kita
hitung-hitung keluar masuk rumah sakit,
ke klinik, ke berbagai pengobatan itu
literally sudah ratusan kali. Kalau
biayanya jangan ditanya. Sampai suatu
saat kami ketemu tempat riset imunologi
yang lebih advance. Jadi ini bukan rumah
sakit tapi labet. Kita cek darah. baru
found out kalau T sel regulator Zara itu
sangat rendah, sangat jauh di angka
normal. Jadi, TEL regulator itu atau
nama ilmianya regulatory cell ini adalah
sel yang bertugas untuk ngatur sistem
imun tubuh supaya sistem imun ini tidak
overreact dan nyerang sembarangan. Kalau
ti regulatornya rendah, sistem imunnya
jadi tidak terkontrol. Bukan cuma
nyerang benda asing yang masuk seperti
bakteri atau virus, tapi juga bisa
menyerang tubuh kita sendiri. Inilah
yang terjadi pada kondisi autoimun dan
penyakit autoimun itu sudah banyak
banget, sudah lebih dari 100 jenis
penyakit autoimun. Ada yang namanya
lupus, RA, Hasimoto, Sorgan Sindrom, dan
lain-lain. Tapi sebenar intinya sama.
Sistem imun yang harusnya melindungi
tubuh tapi malah menyerang tubuh kita
sendiri. Dan akhirnya kami finally tahu
dengan jelas kalau Zara autoimun SL
lupus. Dan yang namanya lupus ini
menyerang secara sistemik. artinya
menyerang ke seluruh tubuh. Jadi dalam
kezara autoimunnya nyerang ke otot, ke
kulit, ke pembuluh darah, ke jantung, ke
ginjal, ke hormon, ke tulang. Jadi
hampir semuanya. Ini yang buat kita
dapat gambaran kenapa zarat bisa
bleeding tiba-tiba. Kenapa tiba-tiba
tadi bisa muncul ungu di tubuh dan juga
bisa mengalami renal disis. Jadi,
tubuhnya tiba-tiba sering dingin banget
kayak es karena sirkulasi darahnya
terganggu. Tapi tahu apa yang terjadi
bukan berarti langsung tahu apa yang
harus dilakukan. Kondisi searah juga
agak getting better karena memang
case-nya ini sudah sangat marah. Kami
pernah discuss waktu itu dengan profesor
di sana. Katanya kondisi Zahra ini
adalah salah satu case yang paling parah
yang pernah ditemui. Tentu kalau kita
sakit, kita mau sembuh, otomatis coba
hidup sehat. Kita beli produk-produk
yang katanya lebih sehat. Biskuit juga
nyarinya yang gluten free. Semua yang
ada label sehatnya yang harganya
terkadang bisa 3 sampai empat kali lipat
lebih mahal. Tapi tetap aja kondisi Zara
juga ya gitu-gitu aja gak getting better
malah makin drop. Ke dokter juga enggak
ada pernah ada solusi. Ke profesor sama
aja semua kasih steroid. Jadi steroid
ini memang obat yang diresepkan untuk
autoimun. Tapi masalahnya kalau enggak
diminum autoimun Zara kan selerap. Tapi
kalau diminum Zara muntah-muntah enggak
berhenti. Dibawa ke rumah sakit lagi,
diinfus lagi. Jadi serba salah. Sampai
saya sempat dengan dokter, "Ya gimana
ya, Dok? Ini istri saya kalau minum
obatnya malah muntah. Jawabannya ya
kalau autoimun ini obatnya." Titik.
malah dosisnya dinaikin terus dikasih
obat-obatan tambahan lagi untuk nekan
efek sampingnya, untuk nekan mualnya.
Obat mual, obat PPI, obat anti muntah,
obat hormon, painkiller, obat demam,
obat penenang, itu macam-macam. Kalau
dihitung-hitung itu sudah puluhan jenis
obat yang pernah masuk ke dalam tubuh
Zahra. Dan efek obatnya ini juga membuat
kondisi Zara semakin parah. Bukan cuman
secara fisik, tapi juga mental. Misalnya
ada satu obat yang sering diminum yang
efeknya ini saya kasihan banget lihatnya
karena Zara setiap minum obat itu itu
langsung merasa gimana ya sedih banget
depresi itu tanpa sebab. Terus untuk
ngatasin ini kalau kita ke dokter
diresepin obat penenang. Yang ini malah
makin seram lagi. Itu Zara jadi seperti
edik. Kalau obatnya habis itu langsung
panik banget sampai bisa nge-chat ke
dokternya minta diresepin itu pesan
online itu persis banget seperti orang
yang ketagihan. Saya waktu itu takut
banget. Ternyata obat penenang itu
bekerja untuk menekan sistem saraf
supaya kita merasa tenang. Tapi
lama-lama otak jadi berhenti untuk
memproduksi sinyal tenangnya sendiri.
Jadi begitu obatnya berhenti, tubuhnya
menjadi panik. Inilah yang disebut
dengan withdrawal syndrome. Dan
withdrawal ini bisa jadi anxiety yang
jauh lebih parah daripada sebelumnya.
Dan ini yang terjadi pada kondisi Zara.
Lalu ada lagi obat yang disuntikkan.
Tiba-tiba bikin Zara enggak bisa jalan
sampai besok paginya. Begitu balik ke
dokternya, dokternya malah marah ketika
kami nanya obatnya apa yang disuntikin.
Jadi bisa dibayangkan betapa despernya
kami waktu itu. Itu sudah kayak kelinci
percobaan ya. itu enggak tahu dimasukin
obat apa aja. Dan karena waktu itu kami
juga sangat desperate, kami explore
macam-macam treatment. Ada juga yang
suggest pengobatan regeneratif, PRP,
steam cell. Steam sel sendiri juga
sumbernya macam-macam. Ada yang dari
lemak tubuh sendiri, ada yang dari
umilical code atau tali pusar bayi.
Sekali treatment ini bisa puluhan juta
dan ada yang sampai ratusan juta. Dan
jujur untuk bisa tahu mana yang
benar-benar berkualitas dan mana yang
cuman marketing gim butuh knowledge yang
sangat mendalam. Karena di industri ini
banyak banget yang klaimnya besar tapi
no evidence. Susah banget untuk dapat
yang benar-benar bagus dan terpercaya.
Bahkan banyak banget yang sebenarnya
bukan beneran steam sell. Zahra sempat
beberapa kali treatment steam cell. Ada
yang pakai lemak sendiri, pernah juga
pakai umbilical crot. Tapi semuanya
enggak ada yang membuahkan hasil. Dan
waktu itu dengan knowledge kami yang
juga masih sangat minim, bahkan ada
treatment yang bikin efek samping yang
sangat fatal untuk kondisi Zara. Bahkan
sampai sekarang ini juga belum termasuk
suplemen-suplemen yang diminum. Ada yang
namanya DNA salmon. Ada juga
suplemen-suplemen lain yang mahal-mahal
banget yang ternyata setelah kami
mengerti banyak berisi harmful
ingredience yang tidak baik bagi tubuh.
Lalu pada saat itu muncul COVID. Ini
saya tahu banget ya, kalau sampai Zara
dibawa ke rumah sakit, kalau sampai
terkena virus COVID itu akan sangat
berisiko. Jadi waktu COVID kami serinya
ke klinik infusnya macam-macam juga tapi
kondisi Zara ya makin hari makin drop
sampai satu titik itu sudah tidak
mungkin lagi ke klinik doang. Akhirnya
kita dikasih tahu ada dokter yang bisa
ke rumah. Waktu itu dokternya datang ke
rumah bawa tiang infus dan bawa banyak
banget obat infusan warna-warni. itu
sebenarnya saya sudah was-was ya karena
Zara sebenarnya sangat sensitif terhadap
obat-obatan dan saya bilang ke dokternya
kata dokternya aman dipasang infusannya
dikasih nomor di urutan bungkus
infusannya ya katanya kalau ini habis
ganti nomor dua ganti nomor dan
seterusnya terus kami ditinggal beberapa
jam kemudian Zara muntah-muntah itu saya
panik banget coba hubungi dokternya kata
dokternya cuman skip infusannya diganti
next-nya nya. Tapi setelah saya ganti
itu juga tetap muntah-muntah enggak
berhenti. Mungkin sudah puluhan kali
muntah-muntah dihubungin lagi dokternya
sudah enggak bisa. Akhirnya saya yang
enggak ada background medis beranikan
diri untuk lepas infusan sendiri. Jadi
kami enggak pernah bisa ngelupain malam
itu. Itu benar-benar sudah parah banget.
Kami enggak tahu gimana bisa lewat. Dan
ini semua baru setengah yang kami
ceritain dari seluruh health journey
Zahra. Dan di situlah kami putuskan kami
enggak bisa gini terus. Kami harus take
control kesehatan kami. Karena nyatanya
enggak ada satu orang pun yang bisa
menolong kami. Dan kalau enggak take
contontrol sendiri, saya bisa kehilangan
Zaha. Dan itulah titik baliknya. Kami
harus ngerti bagaimana cara tubuh
bekerja. Karena logikanya tubuh kita ini
kan bekerja secara ilmiah. Pasti ada
penjelasannya. Kalau kami mengerti cara
kerjanya secara menyeluruh, insyaallah
ada hal yang mungkin bisa kita upayakan
untuk menyembuhkan Zara. Jadi, waktu itu
di sanaah titik baliknya. Itu yang buat
kami memutuskan untuk belajar kesehatan
sendiri.
Setelah kami belajar banyak tentang
kesehatan ini, kami mulai menarik benang
merah. Jujur enggak mudah karena banyak
sekali conflic of interest dan juga
istilah-istilah medis di luar sana. Jadi
ini seperti mencari jarum dalam tumpukan
jerami. Biasanya setiap sumber itu ada
ahli masing-masing. Beberapanya ada
titipan kepentingan dan masing-masing
ahli ini juga cuman omongin eksperti
mereka aja. Misalnya ngomongin gula
darah, gula darah aja. Ngomongin asam
urat, asam urat aja. Ada yang ngomongin
tidur aja. Jadi ini seperti ngumpulin
kepingan puzzle. Dari ini kita melihat
mana yang logis kita masukin ke dalam
kepingan puzzle. demikian seterusnya dan
long story short kami belajar dari
banyak buku, dari jurnal dan juga
dokter-dokter expertise di bidang
masing-masing tadi. Itu semua dari luar
negeri. Dan kita coba mapping, coba
pelajari bagaimana sebenarnya cara kerja
tubuh secara saentifik dan tentu kita
filter pakai logika karena tadi banyak
conf of interest. Kita filter, kita
implement dan tril and error ke tubuh
sendiri dan makin lama alhamdulillah
kita makin ngerti cara tubuh bekerja.
Dan ternyata kuncinya satu. yaitu pola
hidup sehat secara holistik. Karena
mayoritas penyakit kronis itu mau itu
autoimun, diabetes, kolesterol,
obesitas, hipertensi, termasuk sampai
kanser yang selalu dihubung-hubungkan
semua dengan faktor genetik yang katanya
enggak bisa sembuh yang harus minum obat
seumur hidup agar masalahnya itu sama,
pola hidup yang tidak sehat dan
kebanyakan ini tidak kita sadari
terakumulasi
bukan setahun, 2 tahun, tapi bisa jadi 5
tahun, 10 tahun, 20 tahun.
perlahan-lahan merusak tubuh dan
menyebabkan penyakit kronis. Yang bikin
kaget, mostly pola hidup kita yang kita
anggap sehat dari dulu itu ternyata
hampir semua salah. Jadi, kita mau coba
hidup sehat, kalau enggak ngerti
knowledge-nya enggak bakalan bisa. No
wonder, banyak banget orang yang percaya
kalau penyakit-penyakit ini enggak
pernah bisa sembuh. Lalu yang kami
lakukan untuk menyembuhkan Zara adalah
kita solve akar masalahnya. terapin pola
hidup sehat secara holistik yang
sebenarnya. Dan ini enggak ada yang
instan, semuanya berprogres, bertahap.
Terkadang orang suka enggak make sense
ya. Pola hidup enggak sehat itu
terakumulasi dari kecil selama puluhan
tahun. Mikirnya baru jalanin hidup sehat
1 minggu itu bisa tiba-tiba semua normal
kembali. Jadi tubuh ini juga butuh waktu
untuk healing dan juga butuh sustain
konsisten. Setelah kami belajar lebih
dalam, kami flashback. Dari kecil memang
Zara banyak terpapar hal-hal yang
merusak tubuh tanpa disadari. Mulai dari
terpapar UPH dari kecil termasuk
obat-obatan, antibiotik,
treatment-treatment seperti operasi usus
buntu tadi yang ternyata usus buntu
adalah safe house untuk bakteri baik
kita dan treatment medis lainnya juga.
Belum lagi termasuk segala trauma yang
sangat mendalam yang Zara alami. Mulai
dari tekanan, bullying sampai
harassment. Ini kami enggak bisa cerita
detailnya di sini karena ini semua
sangat personal. Tapi yang perlu
dipahami trauma itu bukan cuman luka
emosional. Trauma itu tersimpan di dalam
tubuh kita. Dan secara saintifik trauma
ini bisa merusak kesehatan, bisa merusak
sistem imun, pencernaan, hormon,
semuanya ini terdampak. Jadi proses
healing Zahra itu bukan cuma soal
makanan, tapi juga menyembuhkan trauma,
perbaiki tidur, kelola stresnya, jaga
environment, semua dilakukan secara
holistik. Dan alhamdulillah pelan-pelan,
step by step kondisi kesehatan Zara
membaik. Bukan karena obat, bukan karena
treatment yang mahal, tapi karena kita
mengembalikan tubuh kita ke kondisi yang
seharusnya dengan cara yang seharusnya.
Dan ini juga yang coba kami share ke
orang-orang.
Alhamdulillah sekarang kondisi Zara
sudah sangat baik, sudah bisa activity
dengan normal tanpa obat sama sekali.
Tapi tentang sembuh ini, ini butuh kita
klarifikasi. Kalau arti sembuh adalah
bisa hidup dengan baik tanpa obat.
Jawabannya iya. Tapi yang biasanya orang
selalu hubungkan dengan kata sembuh
adalah bebas makan makanan apapun.
Katanya kalau belum bebas makan-makan
apapun itu bukan namanya sembuh tapi
remisi. Ini salah satu framing yang
sangat membodohi masyarakat. Masyarakat
kita ini memang suka termakan istilah
sembuh, remisi, atau apapun itu. Coba
kita berikan pakai logika. Agar penyebab
sakitnya adalah pola hidup yang salah
yang sudah terbentuk dari kecil termasuk
pola makan. Kalau rumah kita banyak
sampah terus dibersihin itu kan jadi
bersih ya. buat tetap bersih. Solusinya
jangan masukin sampah lagi. Karena tadi
sampah yang menyebabkan rumah menjadi
kotor. Jadi sampah itu akar penyebabnya.
Kita mandangnya juga sama. Sakit butuh
untuk kita sehatin. Yang bikin sakit
dari awal adalah pola hidup yang salah.
Termasuk makan makanan yang salah yang
menyebabkan inflamasi tadi. Jadi ini
akar masalahnya, akar penyebabnya. Lalu
apakah definisi sembuh adalah bebas
untuk makan makanan ini yang jadi akar
penyebab sakitnya? Ini kan enggak masuk
akal. Yang bikin susah dilihat memang
karena penyakit kronis itu enggak
instan. Bukan hari ini makan salah,
besok langsung autoimun. Tapi ini kan
terakumulasi bertahun-tahun. Jadi narasi
sembuh bisa makan apapun itu sangat
membodohi masyarakat. Dan sebenarnya ini
juga soal mindset. Makanan yang kami
makan sekarang yaitu whole food itu
sebenarnya memang makanan manusia yang
seharusnya. Sedangkan makanan yang
sekarang umum di masyarakat yang
diproduce oleh industri ultrapress food
yang penuh dengan gula, bahan aditif,
pengawet, perisa, pewarna, emulsifier,
dan lain-lain itu bukan makanan. Itu
racun yang diracik sedemikian rupa,
dikemas, dan dipasarkan sebagai makanan.
Jadi bukan berarti kami pantang makan
ini itu. Kami cuman enggak mau makan
racun dan makan makanan yang memang
makanan kita. Dan kami juga mau let food
be our medicine. Sesimpel itu. Dan
sering banget kami dapat komentar,
"Kalau gitu makan apa dong?" Atau
misalnya susah banget enggak bisa makan
apapun, enggak usah makan aja sekalian.
Itu mindset yang sangat menyedihkan ya.
Justru makanan yang bisa dimakan itu
variasinya itu banyak banget dan
enak-enak. Kami enggak pernah merasa
tersisa atau kekurangan. Fenomena yang
terjadi sekarang adalah masyarakat sudah
sangat terbiasa dengan makanan industri
sampai lupa. Whole food itu banyak
banget pilihannya. Nenek moyang kita itu
hidup ribuan tahun tanpa mie instan,
tanpa bakso, tanpa snack kemasan, tanpa
ultra prosess food. Mereka makan apa?
Makan whole food. Dan mereka jauh lebih
sehat dari generasi sekarang. Jadi yang
sebenarnya terbatas itu bukan pilihan
makanan kami. Yang terbatas itu adalah
perspektif masyarakat yang sudah terlalu
terdoktrin oleh industri dan terjebak
oleh sistem. Sudah terbiasa makan
racun-racun ini tanpa sadar.
Menganggapnya sebagai makanan
mengkonsumsi setiap hari. Jadi ini yang
dianggap normal. Balik lagi ke
pertanyaan tadi. Jadi kondisi Zara
sekarang bagaimana? Jawabannya bisa
beraktivitas dengan normal lagi, dengan
baik lagi, tanpa obat, tapi pastinya
tetap mindful dengan pola hidup sehat
secara holistik yang sebenarnya secara
konsisten dan sustain tetap menghindari
hal-hal yang bisa jadi trigger
inflamasi. Dan semua ini dilakukan
secara enjoy. Dan Zara juga sudah bisa
kerja lagi, jalan-jalan lagi dan
ngelakuin hal-hal yang memang disukai
yang dulu sudah enggak bisa dilakukan.
Kami melihat ternyata trigger itu bukan
hanya dari makanan. Setelah makanan jadi
fokus awal yang kami perbaiki, kondisi
Zara semakin membaik. Tapi masih ada
kondisi di mana tiba-tiba bisa flare up.
Kami mulai amati tubuh sendiri. Ternyata
ada pattern yang berulang. Misalnya
ketika kurang tidur atau ketika stres
habis ketemu orang tertentu atau ketika
misalnya ada di lingkungan yang toksik.
Setelah itu flare up-nya bisa muncul dan
tentu kami juga selalu crosset dengan
jurnal dan juga penjelasan saentifiknya.
Ternyata yang namanya stres, tidur,
movement, dan juga aspek-aspek tadi yang
disebutkan environment toksik dan
sebagainya itu juga mempengaruhi cara
kerja tubuh. Contoh sederhana ada yang
namanya guard brain connection. Usus dan
otak ini saling terhubung langsung. Di
usus kita ada triliunan mikroorganisme
yang disebut mikrobiom. Makanan yang
kita makan ini akan mempengaruhi
keseimbangan microbiom ini dan kondisi
microbiom ini akan mempengaruhi mood dan
cara berpikir kita. That's why kalau
kita makan makanan yang salah, bukan
cuman badan kita yang rusak, tapi juga
mood kita bisa berantakan, fokus bisa
menurun, stres, anxiety juga. Dan
sebaliknya kalau pikiran stres terus,
tubuh kita juga merespon. Kortisol naik,
inflamasi meningkat dan ini juga bisa
merusak pencernaan. Jadi, ini akan
membentuk siklus yang saling terkait.
Karena semuanya saling terkait, ini kita
enggak bisa perbaiki satu aspek aja
karena ini seperti chicken and egg.
Enggak bisa dengan makanan aja, enggak
bisa dengan meditasi aja, enggak bisa
dengan movement aja. That's why kami
jadi sadar ternyata semua ini butuh
dijalankan secara paralel. Dan kalau
kita lihat di kamus, holistic itu
artinya characterized by the belief that
the part of something are interconnected
and can be explained only by reverence
to the whole. Intinya semua bagian itu
saling terhubung dan hanya bisa dipahami
kalau kita lihat semuanya secara
menyeluruh. Dalam perjalanan kesembuhan
Zara, kami harus benarin semuanya secara
holistik. Makanan iya, tapi juga butuh
tidur yang berkualitas, butuh tidur yang
cukup, butuh stress managemen, butuh
menyembuhkan trauma masa lalu. Belajar
setting boundaries juga dengan
orang-orang toksik, bangun komunitas
yang positif juga kurangi sosial media,
grounding, movement. Jadi, butuh
menciptakan environment yang mendukung
proses healing secara menyeluruh. Dan
satu lagi yang enggak kalah penting itu
spiritual wellbeing. Yaitu menemukan
ketenangan batin itu punya sense of
purpose. Merasa terhubung dengan sesuatu
yang lebih besar daripada diri sendiri
apapun kepercayaan masing-masing. Karena
banyak riset yang menunjukkan orang yang
punya kehidupan spiritual yang baik,
tingkat stresnya akan lebih rendah,
sistem imunnya akan lebih kuat, dan
kualitas hidupnya akan lebih tinggi.
Jadi semuanya bukan hanya satu-satu aja
tapi paralel. konsisten sustain dan ini
yang kita maksud dengan holistik
yang amat sangat disayangkan ini
masyarakat kita sangat termakan
terminologi dan aliran. Holisti itu
dipikirnya cuman meditasi, cuman soal
pikiran atau cuman herbal doang. Banyak
banget produk-produk herbal yang dijual
yang ngaku aliran holistik itu penuh
dengan gula dan harmful ingrediens. Kami
bukan menganut aliran tertentu atau ikut
protokol tertentu. Kami hanya menjalani
hidup yang sehat yang sebenarnya secara
holistik. Pegangan kami hanya scientific
base dan logic. Enggak fanatik terhadap
suatu aliran. Kami juga ganti dokter.
Ada kondisi-kondisi yang memang butuh
intervensi medis. misalnya kecelakaan,
serangan jantung, termasuk kondisi
darurat lainnya. Beberapa treatmen medis
juga dibutuhkan untuk kondisi tertentu.
Tapi mostly penyakit-penyakit ini akar
masalahnya sama. Kebanyakan dari pola
hidup yang salah. Berarti solusinya yang
harus dilakukan juga dari sana, dari
root cost-nya sehingga bisa sembuh
secara tuntas. Enggak semua tindakan
medis itu salah dan enggak semua herbal.
Hanya karena natural itu otomatis baik.
Begitu juga sebaliknya. Dan juga enggak
ada satuun solusi yang cocok untuk semua
kondisi istilahnya no one size fits all.
Karena itulah kami selalu bilang, pahami
dan gunakan akal pikiran. Dan pesan kami
enggak bosan-bosannya tetap sama. Jangan
generalisir label atau gelar dokter,
herbal, holistik, dan lain-lain. Pahami
dengan benar karena semua itu butuh
dimengerti konteksnya dan enggak bisa
digeneralisir. Ada dokter yang baik,
yang benar-benar peduli dengan pasien,
tapi ada juga yang oknum. Begitu juga
dengan profesi lainnya. That's why kami
selalu bilang kalau yang enggak benar
itu oknum. Ada yang memang enggak tahu
dan jadi korban sistem. Tapi ada juga
yang oknum tadi yang sebenarnya sudah
tahu tapi malah makin menjerumuskan. Dan
cara untuk bisa terlepas dari
oknum-oknum ini adalah dengan paham,
dengan punya knowledge. Karena kalau
kita enggak paham, kita akan mudah
kejebak lagi. Karena onum ini jumlahnya
banyak dan tersebar di berbagai
kalangan. Malah banyak juga member kami
yang dokter, banyak juga yang spesialis,
ada juga yang praktisi holistik. Karena
ini bukan tentang antimedis atau
promedis. ini tentang knowledge dan
kebenaran dan melakukan apa yang terbaik
untuk tubuh kita. Thomas Alfa Edison itu
pernah bilang, "The doctor of the future
will give no medicine but will instruct
his patient in the care of the human
frame in diet and in the cause and
prevention of disease." Dokter masa
depan tidak akan memberikan obat tapi
akan mengajarkan pasiennya tentang
perawatan tubuh, pola makan, dan
pencegahan penyakit. Ini kita setuju
banget. Dan menurut kami, mencegah
benar-benar jauh lebih baik daripada
mengobati. Dan yang paling penting, yang
paling kenal tubuh kita adalah kita
sendiri. Kita yang hidup di tubuh kita
ini setiap hari 24 jam dan kitalah yang
tahu apa yang kita rasakan. Pada
akhirnya semua itu pilihan. Ada yang
memilih untuk terus bergantung seumur
hidup. Ada yang memilih untuk take
control terhadap kesehatannya. Dan yang
kami upayakan yaitu memberikan tools
untuk membantu orang-orang yang mau take
kontrol terhadap kesehatannya.
Sebenarnya di awal kami merasa ada
panggilan hati untuk sharing karena
personal head journe dan dari sana kami
found out banyak banget hal-hal yang
misleading. Hidup sehat itu sebenarnya
pilihan. Tapi yang sangat menyedihkan
ketika kita sadar kita ingin hidup
sehat, kita sudah sangat effort, sudah
bayar lebih mahal, sudah habis uang,
waktu, tenaga, pikiran, tapi ternyata
apa yang kita lakukan, yang kita
upayakan, yang kita anggap lebih sehat
malah semakin merusak kesehatan. Ini
juga yang kami alami dulu. Dan kita
semua ini systematically poison dibuat
sakit tanpa sadar oleh sistem yang
sangat besar dan sangat rapi. Kalau
teman-teman tahu seberapa besar
sistemnya mungkin akan kaget juga.
Industri makanan global ini nilainya
triliunan dolar. Industri farmasi juga
besar dan banyak yang tidak tahu
perusahaan ini saling connected.
Contohnya ada perusahaan rokok terbesar.
Itu juga salah satu pemilik industri
makanan terbesar. Ada juga perusahaan
yang di satu sisi jual produk yang bikin
sakit, di sisi lain jual produk yang
diklaim sehat yang seakan-akan solusi.
Banyak yang seperti itu, tapi enggak
bisa kita ceritain semua di sini.
Intinya sistem ini sudah sangat masif
dan sangat powerful. Dan tujuannya satu,
menjadikan kita konsumen seumur hidup.
Dibuat kecanduan produk-produk industri,
dibuat kecanduan makanan-makanan yang
merusak kesehatan kita pelan-pelan tanpa
kita sadari. Ketika kita mulai sakit,
dikasih obat yang tidak menyembuhkan,
hanya menekan gejala dengan efek samping
yang semakin merusak tubuh. Lalu butuh
obat lagi untuk menekan efek sampingnya.
Mungkin butuh berbagai treatment medis
lagi, hanya sekedar untuk bertahan hidup
supaya semakin tergantung dan sampai
akhirnya tidak pernah bisa keluar
terjebak seumur hidup. Dan ini bukan
kebetulan ini sudah by desain. Ketika
kami sadar ini, kami merasa butuh untuk
share. awalnya dari Instagram, tapi
kemudian akun IG kami kena shadow band.
Jadi kami mulai sharing lagi di YouTube
mulai dari nol dan alhamdulillah
responnya sangat positif. Banyak yang
jadi lebih mindful, banyak yang hidupnya
jadi benar-benar lebih sehat, banyak
juga yang sembuh dari berbagai penyakit
dan kami sangat grateful bisa jadi
bagian dari jerni teman-teman di sini.
Dan ini juga yang bikin kami merasa
hidup kita itu semakin meaningful.
Inilah yang buat kami realize segala
perjalanan kesehatan Zahra, segala
perjuangan kami selama bertahun-tahun
mungkin memang happen for a reason. Dari
dulu makna hidup buat kami adalah bisa
memberikan manfaat buat orang lain. Buat
kami definisi sukses adalah seberapa
besar impact positif yang bisa kami
berikan. Dan karena perjalanan kesehatan
kami, kami realize juga kalau kesehatan
itu adalah hal yang paling penting.
Karena kesehatan itu pondasinya. Ketika
kesehatan membaik, aspek lain juga akan
ikut membaik. Energi, pikiran,
produktivitas, relation sampai ke
ekonomi. Karena semuanya saling terkait
satu sama lain dan semuanya berproses,
bukan instan. Karena sebenarnya ini
bukan hanya soal kesehatan, tapi
kualitas hidup secara menyeluruh.
Kesehatan itu bukan salah satu aspek
hidup, tapi multiplier untuk semua aspek
kehidupan kita. Kalau kesehatan kita
nol, mau dikalikan apapun hasilnya tetap
nol. Dan kebanyakan orang baru sadar
betapa pentingnya kesehatan ketika sudah
sakit dan sudah kehilangan kualitas
hidup mereka. Mudah-mudahan ini bisa
menjawab tentang latar belakang dan
alasan kami. Next, kami akan jawab
pertanyaan-pertanyaan yang lebih
spesifik, termasuk beberapa yang mungkin
lebih kontroversial yang belum pernah
kami ceritakan sebelumnya.
Sebenarnya ini bukan tiba-tiba ya, sudah
lama banget sebenarnya kami kepikiran
untuk stop YouTube. Kalau teman-teman
yang sudah ikut kami dari dulu, kami
pernah vakum juga sebelumnya, tapi butuh
diclearin dulu. Kami enggak stop, hanya
ubah format ke arah yang lebih baik.
Nanti kita akan cerita ke depannya
bagaimana ini. Kami jawab dulu tentang
alasannya. Yang kami upayakan ini adalah
mengedukasi karena itulah salah satu
cara agar kita bisa benar-benar sehat
dan bisa punya quality life yang lebih
baik. Yang namanya mengedukasi itu
memang kadang susah. Tapi yang paling
susah adalah karena ini berkaitan dengan
industri yang sangat powerful. Mereka
punya resource untuk bentuk opini
publik, mempengaruhi media, bahkan
mempengaruhi regulasi. Jadi ketika ada
yang mencoba mengedukasi kebenaran pasti
ada resistensi dari berbagai pihak.
Sejak kami posting di YouTube,
alhamdulillah yang support banyak karena
memang mungkin merasakan manfaatnya.
Tapi yang menghujat dan yang nyerang itu
juga enggak kalah banyak. Ini juga
enggak pernah kami ceritain. Ada
masa-masa di mana kami sangat merasa gak
tenang. Banyak komen-komen yang bilang
dibiarin aja kalau ada komentar-komentar
negatif. Tapi enggak semudah itu. Buat
yang belum tahu, ada yang namanya
subconscious mind, pikiran bawa sadar.
Otak kita menyerap semua informasi yang
masuk mulai dari apa yang kita lihat
termasuk apa yang kita dengar. Dan ini
semua terjadi tanpa sadar. Mau kita
abaikan secara sadar pun
subconsciousment tetap akan merekam dan
menyerap. Jadi ketika setiap hari kami
terpapar komentar negatif, hujatan atau
yang lebih parah lagi serangan itu semua
masuk terakumulasi mempengaruhi mood,
mempengaruhi energi bahkan kesehatan.
Dan di sisi lain kami put so much effort
untuk setiap konten. Bikin script sama
Zahra itu itu bukan sejam 2 jam. Jadi
susunya itu bisa berhari-hari. Mikirin
gimana caranya supaya mudah dimengerti
oleh semua kalangan. Jangan terlalu
panjang tapi tetap harus komprehensif.
Kenapa harus komprehensif? Karena kalau
tahunya cuman setengah-setengah itu bisa
jadi salah paham malah enggak bagus.
Jadi kami selalu berusaha jelasin secara
menyeluruh supaya orang benar-benar
paham konteksnya. Tapi justru dibilang
bertele-tele. Kadang sampai ngorbanin
tidur, ngorbanin kesehatan kami sendiri.
Dan karena saya ini introvert ketika
take video seperti ini ya ini ngenterin
energi banget. Jadi energi yang keluar
besar, ada positif yang masuk, tapi
negatif yang masuk juga jauh lebih
besar. Dan negativity ini terserap oleh
subconscious mind kami berdua.
terakumulasi tanpa sadar lama-lama
semakin exhausted dan enggak bagus juga
buat kesehatan kami. Dan jujur ini juga
enggak sustain YouTube itu
penghasilannya sebenarnya utamanya dari
sponsorship bukan dari ads. Jadi kalau
kami enggak ambil sponsorship itu sudah
pasti subsidi. Dan mungkin teman-teman
yang sudah lama subscribe kami sudah
pasti tahu kalau kami putuskan untuk
enggak ambil sponsoring sama sekali biar
kami bisa benar-benar provide informasi
yang memihak ke audiens bukan ke
sponsor. Jadi efnya enggak sebanding.
Dari sisi energi lebih dominan
negatifnya dari sisi bisnis juga engak
sustain. Jadi kami memutuskan untuk
switching model sekali lagi bukan
berhenti, tapi switching model ke solusi
yang lebih sistemik dan sustain. Jadi
bisa lebih impactful juga yang sesuai
dengan expertise kami tentunya dan yang
sejalan juga dengan IKG kami yaitu
intersection antara apa yang kami
passion, apa yang dunia butuhkan, apa
yang bisa kami lakukan dengan baik, dan
apa yang sustainable secara bisnis.
Kami enggak mau jawab gimana-gimana soal
ini karena kami juga hanya share apa
yang benar-benar bermanfaat aja. Tapi
yang pastinya ada pihak yang akan lebih
senang kalau masyarakat kita enggak
kritis. Istilah harnya tetap bodoh
karena ini jauh lebih profitable buat
sekelompok orang. Coba pikir ya, lebih
gampang mana buyer influencer untuk
bilang suatu produk sehat atau
benar-benar bikin produk yang sehat dan
enggak bikin kecanduan? Tentu lebih
gampang bayar influencer dan lebih
profitable kalau produknya bikin candu
supaya bisa dibeli terus-menerus. seumur
hidup. Permasalahan benar atau salah
tinggal mengamankan para ahli. Kalau
masyarakat kita enggak kritis, enggak
akan pernah sadar juga. Dan kebohongan
yang diulang-ulang terus akan dipercaya
sebagai kebenaran. Ini bukan teori
konspirasi, ini bisnis. Dan kita semua
terjebak dalam sistem ini. Ini industri
yang sekali lagi sangat masif. Mungkin
yang paling sering kami sebut adalah
seindustri farmasi dan rumah sakit. Tapi
kalau teman-teman tahu semuanya itu jauh
lebih mencengangkan lagi. Berbagai pihak
ini saling bersinergi membentuk lapisan
di masyarakat dan membuat masyarakat
kita semakin susah untuk hidup lebih
baik lagi. Jadi ini seperti spiral.
Kalau makanannya enggak baik,
perilakunya cenderung negatif.
Mindsetnya juga cenderung negatif.
Keputusan-keputusan yang diambil juga
cenderung negatif dan melakukan hal-hal
negatif juga. Riset sudah menunjukkan
ada hubungan antara apa yang kita makan
dengan kondisi mental kita. Jadi ini
bukan cuman teori dan ini yang kami
sebut sebagai sisi left, sisi kiri, sisi
yang tertinggal yang ingin semuanya
serba instan, disbeliever, denial,
enggak sadar, enggak bersedia pakai akal
pikiran lagi. Dan berapa banyak pihak
yang push masyarakat kita ke arah sisi
left? Banyak banget, baik secara sadar
ataupun enggak sadar. Termasuk sosial
media juga. Misalnya YouTube ini secara
bisnis model itu enggak visibel kalau
enggak ambil sponsor dan hanya ngandalin
ads. Dan yang namanya sosial media itu
didesain untuk membuat kita kecanduan
juga. Setiap kali kita scroll, otak kita
akan rilase dopamin atau reward system.
Dan semakin lama kita scrolling, apalagi
kalau kita terpapar ke konten negatif,
kortisol dan hormon stres itu juga akan
meningkat. Banyak orang yang bisa
scrolling berjam-jam itu tanpa sadar.
waktunya habis, energinya habis, tapi
enggak dapat apa-apa, malah makin stres,
semakin ansious, dan semakin negatif.
Dan sosial media itu mau itu YouTube,
Instagram, TikTok, dan lain-lain,
notstar matricnya itu adalah seberapa
lama kita stay di platform, bukan
seberapa besar manfaat yang kita
peroleh. Jadi memang didesain seedtif
mungkin supaya kita enggak pernah bisa
berhenti scrolling dan yang gakal
penting adalah privasi kita. Tapi ini
kita enggak akan bahas di sini, nanti di
belakang kita aja. Jadi semua ini
mendorong masyarakat kita ke sisi left.
That's why kami sangat enggak mau
nyentuh sosial media. Sangat minim hanya
untuk kebutuhan kerjaan aja dan langsung
logout lagi. Mungkin YouTube yang masih
kami pakai untuk cari sesuatu yang
spesifik. Misalnya kalau saya suka
basket nonton highlight NBA, tapi kami
batasi dan bukan scrolling. Dan kami di
sini berupaya untuk bantu orang-orang
untuk bisa keluar dari sisi left ini ke
arah spiral yang right, ke arah yang
kanan, ke hidup yang lebih baik. Bukan
hanya kesehatan, tapi semuanya karena
semua terhubung. Tapi ini kan dilema
banget kan ya. YouTube tempat kita
sekarang ini provide edukasi seperti
yang tadi sudah kita ceritain lebih push
konten-konten yang bikin orang stay lama
di platform yang sebenarnya ningkatin
kortisol. Jadi kalau kita mau bikin
konten kita lebih banyak ditonton yang
bisa viral itu harus ikut push orang ke
sisi left. Kalau kita bikin konten yang
calming, yang edukatif yang bantu orang
bergerak ke sisi tekanan, view-nya
menjadi sedikit. Algoritma enggak akan
push. Ya, karena begitulah sistem-sistem
ini bersinergi bukan hanya food
industri, farmasi, dan rumah sakit, tapi
juga sosial media dan masih banyak lagi
berbagai pihak lainnya.
Di YouTube kami bakal tetap posting,
tapi lebih ke awareness yang bikin
orang-orang mulai sadar dan questioning,
bukan yang komprehensif seperti dulu,
jadi lebih simpel. Tipsnya juga yang
simpel-simpel aja, tetap tanpa sponsor.
Sedangkan kami akan put effort lebih
besar di platform yang kami buat. Ini
adalah community dan lifestyle platform.
Kami desain platform ini untuk membentuk
kebiasaan-kebiasaan sehat. Secara tidak
sadar, pelan-pelan, setiap hari ada
hal-hal kecil yang di-improve dan
dilakukan yang lama-lama ini bisa
menjadi lifestyle. Dan kami juga buat
sistem ini agar bisa menjalankannya
dengan enjoy dan sustain. Karena
perubahan yang sustain itu bukan dari
motivasi sesaat, bukan juga dari rasa
takut, tapi dari manfaat yang dirasakan
dan habit yang enjoyable. dari semua
sistem yang mendukung dan juga dari
environment yang positif juga. Di
dalamnya ada konten-konten dari kami.
Bukan cuman soal kesehatan, tentu
kesehatan menjadi pilar utama. Tapi ada
juga aspek lainnya dalam kehidupan,
misalnya mindset, productivity, sampai
review-review dari kami juga yang bisa
bermanfaat buat teman-teman dengan
berbagai format. Ada juga AI yang kami
develop khusus untuk nemenin journey
teman-teman. bisa bantu jawab
pertanyaan, kasih guidance yang
personalize untuk lebih mengenal tubuh
masing-masing, termasuk ngecek
ingrediens, bahan-bahan dan ada fitur
jurnaling. Teman-teman bisa nyata
journey masing-masing. Ini bukan sekedar
nulis-nulis ya. Riset itu sudah
menunjukkan kalau journaling itu bisa
menurunkan stres, ningkatin self
awareness, dan ningkatin kesehatan. Lalu
teman-teman juga bisa share ke sesama
member. Jadi saling support dan saling
menginspirasi. Jadi di sini kita semua
tergabung dengan orang-orang yang memang
punya tujuan yang sama yang bisa saling
encourage. Karena perjalanan ke arah
yang lebih baik itu itu lebih enjoy
kalau enggak sendirian. Di sana juga
jadi lebih tenang, lebih fokus. Enggak
ada algoritma yang push konten-konten
negatif, enggak ada ads, enggak ada
conflict of interest, dan tentu enggak
ada toxic environment. Orang-orangnya
juga sudah terfilter. Yang masuk ke sana
adalah orang-orang yang memang ingin
bergerak ke arah kanan seperti yang
sudah kami bahas tadi ke arah yang
hidupnya lebih baik. Dan memang platform
kami ini bukan untuk semua orang
tertutup hanya untuk orang yang mau ke
right, bukan yang ke left yang mau
berproses dan punya visi yang sama.
Karena di sana kita juga punya
collective goal, cita-cita kita bersama
untuk hidup yang lebih sehat, lebih
bermakna, lebih berkualitas, dan bisa
memberikan impact positif untuk
orang-orang di sekitar kita, untuk
keluarga, untuk komunitas, dan untuk
generasi selanjutnya. Zaha sering banget
Zen Goda soal ini. What you do makes a
difference and you have to decide what
kind of difference you want to make. Apa
yang kita lakukan ini punya dampak dan
kita yang menentukan maunya dampak yang
seperti apa. Think globally locally.
Mulai dari kesehatan kita sendiri, lalu
orang-orang terdekat komunitas kita
perlahan-lahan meluas. Kami percaya
impact besar itu lahir dari yang kecil,
dari komunitas kecil kita yang solid,
dari orang-orang yang punya visi yang
sama dan yang saling support.
Ini juga satu mindset yang perlu
dilurusin ya. Apa sih yang gratis di
dunia ini? Di sosial media kita merasa
gratis, tapi sebenarnya kita yang jadi
produknya data kita dijual ke industri
untuk iklan. Cuman kita enggak sadar
aja. Coba total berapa yang sudah kita
habiskan? karena impulsif buying
termakan iklan di sosial media belum
termasuk badan yang semakin rusak karena
produk-produk yang merusak kesehatan
belum termasuk stres karena scrolling
terus-menerus belum termasuk data kita
dijual secara masif lagi waktu kita yang
hilang dan waktu itu adalah yang paling
berharga tapi ini semua dianggap gratis
atau yang sering juga kita dengar
konsultasi gratis. Apakah itu
benar-benar konsultasi atau jebakan
untuk beli produk yang dilabelin
konsultasi? Jadi yang menganggap
berbayar itu sesuatu yang negatif itu
justru mindset spiral kiri banget
nyarinya yang gratisan. Dan inilah yang
gampang dimanipulasi. Kenapa? Karena
mereka enggak kritis. Dikasih label
gratis langsung percaya. Padahal di
dunia ini kalau kita enggak bayar dengan
uang, kita bayar dengan sesuatu yang
lain. Dengan data kita, dengan waktu,
dengan kesehatan kita, atau bahkan
keputusan yang tanpa sadar sudah diambil
dari kita. Sebenarnya kalau seseorang
menjual sesuatu yang bermanfaat itu
sangat bagus. Enggak ada yang salah
dengan berbayar. Bukan hanya memberikan
manfaat, tapi juga memutar rada ekonomi.
Inilah mindset spiral kanan. Ada konsep
yang namanya ikigikai tadi.
Sederhananya, ikigai adalah intersection
dari empat hal. Dari yang kita sukai,
yang kita kuasai, apa yang dunia
butuhkan, dan yang bisa menghasilkan.
Ketika keempatnya bertemu, di situlah
meaning dan sustainability. Kalau kami
hanya provide value tanpa
sustainability, lama-lama habis. Enggak
bisa jalan terus, enggak bisa growing,
enggak bisa bantu lebih banyak orang
lagi. Yang harus diubah mindsetnya
adalah apakah value-nya work
dibandingkan dengan harga yang dibayar.
Itulah yang selalu kami upayakan di EI.
Bisa memberikan value yang jauh melebihi
harganya. Ini intermezo sedikit ya. Ini
ada cerita lucu. Ada member yang kontak
kami. Katanya saking wor-nya dia mau
bayar lagi. Karena katanya apa yang dia
dan keluarganya dapat itu itu jauh lebih
besar dari apa yang sudah dia bayar.
Tapi kami enggak mau karena kami percaya
kita butuh treat semuanya equal. Jadi
akhirnya itu semua keluarganya subscribe
jadi member sendiri-sendiri. Tapi kami
juga realize ya yang namanya value itu
relatif. Bisa jadi ada yang merasa
enggak cocok atau enggak seword itu buat
mereka. Dan itu enggak apa-apa berarti
memang bukan itu jalannya. Platform ini
memang bukan untuk semua orang dan kami
memang dari awal mendesainnya seperti
itu.
Ini sebenarnya kami orangnya introvert
ya. Tapi kalau kita lihat objektifnya
dulu ya. Apa tujuan komunikasi personal?
Apakah untuk konsultasi, untuk diskusi
atau untuk nanya-nanya? Kalau untuk
konsultasi seperti yang sudah
dijelaskan, kami tidak menangani
konsultasi. Cerita sedikit mungkin
pengalaman kami dulu ya. Dulu kami coba
untuk buka komunikasi personal, jawab
semua chat yang masuk. Tapi yang masuk
itu kebanyakan mau konsultasi. Dan
karena kami base-nya edukasi bukan
konsultasi, kami coba jelaskan satu-satu
mekanismenya. Effort-nya itu banyak
banget. Karena ketika kita ngomongin
hidup sehat yang benar itu kebanyakan
kontekstual dan detailnya itu matters
yang sering ditemui bilangnya sudah coba
hidup sehat tapi masih enggak
sehat-sehat. Ini sering banget. Biasanya
ditanya detail-detail setelah berjam-jam
nih baru ketahuan ternyata banyak pola
hidupnya yang salah. Handle beberapa
orang seperti ini itu sudah kewalahan
dan biasanya pertanyaannya ini
beranak-pinak bisa berjam-jam atau
bahkan lanjut berhari-hari. Dan kalau
kami lain satu persatu itu enggak
mungkin, enggak scalable. Bisa bayangkan
enggak sih kalau kita adakan personal
consultation itu berapa yang harus
dibayar per sesi? Ratusan ribu, jutaan
dan itu juga cukma untuk satu orang.
Tapi buat kami itu bukan soal uang. Ada
yang sampai willing bayar mahal untuk
jasa personal dengan kami. Ini kami
sangat appreciate atas kepercayaannya.
Tapi mohon maaf sekali lagi, kami enggak
bisa ambil karena kami memang bukan
konsultasi. yang kami upayakan adalah
bagaimana agar lebih banyak orang bisa
memperoleh manfaatnya. Jadi, kami buat
sistem apa yang dibutuhkan itu sudah
kami provide di platform. Ada AI yang
sudah kami develop khusus untuk bantu
member. Jadi untuk menjawab pertanyaan
harusnya sudah tercover di sini. Dan
inilah eranya bagaimana teknologi AI
yang didesain dengan benar bisa mengubah
hidup kita. Teman-teman bisa punya
companion untuk bantu memahami tubuh
sendiri secara saintifik dengan mudah.
Bukan disuguhi segala materi, tapi yang
dasar-dasar penting dan yang relevan
sesuai dengan kondisi masing-masing
setiap hari. Dan kalau ada pertanyaan,
standby 24 jam. Semua ini tanpa titipan
kepentingan dengan harga yang jauh lebih
terjangkau. Dan dengan sistem ini,
alhamdulillah sudah banyak banget
member-member yang terbantu dan berhasil
improve kondisi kesehatannya. Bahkan
banyak yang semut dari berbagai penyakit
kronis, lepas dari obat dan lain-lain.
Semua karena effort masing-masing untuk
bersedia belajar, bersedia memahami
tubuhnya sendiri, dan mengambil
keputusan secara sadar. Jadi, AI-nya ini
bantu orang untuk nganalisa pola hidup,
jelasin apa yang bisa di-improve secara
saciific berdasarkan activity dan goal
masing-masing. Jadi, ini bukan advice
general, tapi action plan setiap hari
yang spesifik untuk kondisi
masing-masing. Jadi, bukan menggantikan
dokter atau konsultasi. Dan tentu yang
enggak kalah penting dengan sistem
seperti ini kami bisa allocate waktu
kami untuk terus improve knowledge kami
untuk terus update dengan riset-riset
terbaru supaya apa yang member peroleh
itu juga tetap updated dan evident
based. Jadi dari sini kami juga bisa
share lebih mendalam lagi ke semua
member. Kalau kontak untuk feedback itu
tentu boleh. Kami selalu open karena
platform kami juga enggak sempurna.
Banyak yang butuh di-improve. Ada
feedback form juga yang bisa diisi. Tapi
feedback yang kami jalankan tentu yang
kolektif bukan personal. Misalnya ada
member yang request untuk bikin WhatsApp
grup. Awalnya mungkin kita pikir
esensial ya. Tapi setelah gather lebih
banyak lagi, setelah polling ternyata
banyak yang minta jangan ada WhatsApp
grup. Dan sebenarnya ini sejalan dengan
value kami. Karena chat grup seperti
WhatsApp itu juga sosial media
seringkiali malah bikin naik. Sedangkan
platform kami didesain supaya tenang,
supaya semua orang bisa fokus belajar,
berproses, tanpa noise dan distraction.
Jadi, hasilnya juga efektif dan
maksimal, tapi bukan berarti enggak ada
interaksi. Cara komunikasi antar member
tetap ada, tapi kami rancang supaya
lebih intensional, bisa saling serve
progress, saling support, saling
inspiring juga, tapi tanpa pressure
untuk online terus atau harus balas chat
terus dan juga tentunya tanpa drama,
tanpa toxic. Jadi energinya positif
bukan training.
Sebenarnya kalau mau kerja sama itu
simpel ya, tinggal email ke kami dari
mana apa yang mau dikerja samain.
Simpel. Biasanya banyak email yang masuk
itu ngomongnya mau meeting, mau discus
kerja sama dulu. Kami itu orangnya
sangat straight forward sama hargai
waktu. Jadi langsung aja kerja sama
bentuknya seperti apa dan yang pasti
kalau memang mau menawarkan produk dan
jasa ke member tapi enggak bersedia
transparan atau enggak komit untuk
kesehatan orang cuman mau jualan aja
enggak usah wasting time untuk email
kami. Jujur kami punya pengalaman yang
kurang baik soal kerja sama. Zara pernah
ditawarin untuk jadi BA. Setelah ngobrol
panjang di awal ini seakan-akan align
dengan value kami dan akhirnya kami
putuskan untuk kerja sama dengan skema
yang sangat menguntungkan mereka karena
kami juga punya belief kerja sama yang
baik adalah support its other long story
short begitu dapat traffic arahnya mulai
melenceng akhirnya kami putuskan kerja
samamanya banyak banget kerugian yang
kami tanggung dan kami sangat mission
driven ya ketika dulu kami dengar ada
orang yang misinya sama ini kami
langsung sangat semangat. Tapi ternyata
dari situ kami belajar banget kalau kami
juga terlalu naif. Karakter seseorang
itu benar-benar diuji ketika punya
opportunity dan dihadapkan dengan uang
yang besar. Dan kami paham ini juga
terjadi di mana-mana. Inilah salah satu
alasan juga kenapa banyak sekali
informasi. Informasi yang penuh dengan
titipan kepentingan. Termasuk banyak
onnum di luar sana mulai dari onum
influencer, onum tenaga kesehatan dan
lain-lain. Bayangkan ditawarin puluhan
juta sampai ratusan juta untuk promote
suatu produk. Apalagi kalau
followers-nya sudah banyak,
engagementnya bagus, tawaran datang
terus. Kami juga pernah di posisi itu.
Waktu channel Easy mulai rameai, banyak
yang nawarin kerja sama beberapa brand
besar. angkanya bisa sampai ratusan
juta, tapi semua kami tolak. Karena kami
tahu ketika kami ambil, kami enggak bisa
lagi bicara dengan jujur. Objektifnya
jadi hilang. Ada conflict of interest
dan kami akan mengorbankan titipan
terust dari banyak orang yang sudah
percaya dengan kami. Itu yang kami jaga.
That's why platform kami benar-benar
free dan bebas dari conflic of interest
supaya apa yang kami sampaikan itu murni
untuk kebaikan member. bukan ada agenda
lain. Jadi untuk kerja sama itu kami
open tapi pastikan transparan dan to the
point.
Ini pertanyaan yang berat ya. Jadi dulu
itu kami itu sangat naif. Kami ingin
semua orang bisa ke spiral kanan
bercita-cita untuk bikin healthy living
ekosistem mengubah dunia ke arah yang
lebih baik. Tapi ternyata enggak semua
orang bisa, enggak semua orang mau, dan
sebenarnya enggak semua orang perlu
juga. Kami belajar untuk menerima itu.
Tugas kami adalah menyampaikan,
memberikan informasi yang benar,
menyediakan tools dan platform yang bisa
membantu. Tapi setelah itu pilihan itu
ada di masing-masing orang, effort juga
ada di masing-masing orang. itu sudah di
luar kendali dari kami. Ada yang
langsung action, ada yang butuh waktu,
ada juga yang memilih untuk tetap di
spiral kiri. Itu pilihan mereka. And we
respect that. Kami sadar ada orang yang
memilih untuk enggak jaga kesehatannya.
And it's fine. Itu pilihan hidup mereka.
Mudah-mudahan suatu saat tergerak untuk
berubah. Tapi kalau enggak juga enggak
apa-apa karena beginilah realita hidup.
Akan selalu ada orang-orang yang tetap
di spiral kiri baik secara sadar ataupun
secara enggak sadar. Dan kami juga
enggak ngejar kuantitas, tapi kualitas.
Dulu kami mungkin pengin ya platform
kita ini bisa dipakai jutaan orang, tapi
sekarang enggak. Cukup sekelompok orang
aja yang benar-benar punya tujuan dan
misi hidup yang sama. Jadi,
pendaftarannya juga kita selalu batasin
dan monitor. Dan kami percaya enggak
perlu semua orang untuk jadi lebih baik.
Cukup sekelompok orang yang benar-benar
komit, yang hidup dengan benar dan bisa
memberikan positive impact. ke satu sama
lain di dalamnya.
Ini pertanyaan yang sangat personal ya.
Jujur waktu itu kami enggak pernah tahu
masa depan kami akan seperti apa. Tapi
ada beberapa hal yang membantu kami
untuk melewati semuanya. Yang pertama
itu fit. Ini saya banyak banget belajar
dari Zahra. Ada kekuatan yang jauh lebih
besar dari kami yang mengatur segalanya.
yang tahu yang terbaik untuk kami.
Bahkan ketika kami sendiri enggak
ngerti, terkadang kami merasa ini berat
banget. Why us? Tapi ternyata setelah
melewati ini semua, ada hikmah yang
enggak pernah kami bayangkan sebelumnya.
Jadi, yang paling fundamental
mendekatkan diri dan berserah kepada
yang maha kuasa dan menanamkan belief
dengan hal-hal yang positif, berbaik
sangka atas planning dari yang maha
kuasa. Karena banyak orang yang
mendekatkan diri tapi atas dasar
ketakutan dan berburuk sangka. Jadi dari
sana kita bisa memperoleh ketenangan
batin. Ketika kami enggak lagi merasa
harus ngontrol segalanya. Ketika kami
tahu ada yang jauh lebih besar yang
menjaga semua ini, beban juga terasa
lebih ringan sehingga kita bisa fokus
terhadap apa yang bisa kita kendalikan
saja. Pikiran juga jadi lebih tenang dan
healing juga menjadi lebih optimal.
Tentu pasti kita ada masa-masanya capek
juga. Zara juga ada masa-masanya capek.
Rasanya agak kuat. Tapi jujur saya
selalu miss dengan Zahra soal fed ini.
Sabar banget dalam menghadapi semuanya.
Bahkan di masa-masa paling berat, waktu
sudah enggak bisa jalan tapi tetap
bangun malam, tetap tahajud walaupun
sambil berbaring. Jadi fate inilah yang
bikin saya yakin kami akan melewati
masa-masa itu. Kemudian poin kedua yaitu
persistance. Proses healing itu panjang.
Ada naik, ada turun, ada progress, ada
setback, enggak naik terus dan ada
masa-masa withdrawal syndrome. Apalagi
Zahar yang dulu konsum banyak banget
obat.
syndromnya itu bisa bikin desperate.
Yang penting adalah terus jalan, terus
berupaya, kalau jatuh bangun lagi.
Enggak sesuai ekspektasi, evaluasi dan
coba lagi. Ini juga yang penting. Karena
ketika kita ngomong berserah kepada yang
maha kuasa bukan berarti pasrah, nunggu
waktu dan aspek, ada miracle, ada
keajaiban, tiba-tiba kita bisa langsung
sembuh. Bukan berserah diri yang pasif,
tapi aktif melakukan sesuatu. untuk
mencapai apa yang diinginkan. Dan satu
hal yang kami pelajari, kadang apa yang
kita anggap sebagai setback, sebagai
kemunduran itu bisa jadi justru bagian
dari progres. Misalnya waktu tubuh di
toos, ada fase di mana merasa lebih
enggak enak dulu sebelum membaik. Ini
yang disebut dengan healing crisis.
Bukan berarti gagal, tapi tubuh sedang
bekerja. Tentu kita butuh tetap aware
dan evaluate. Jangan langsung menyerah
ketika prosesnya terasa berat. Karena
kadang di situlah justru proses healing
itu sering terjadi. Kemudian yang
ketiga, enjoy the process and be
grateful. Ini yang sering terlupakan.
Kita terlalu fokus ke tujuan akhir.
Kapan kita bisa sembuh total, kapan kita
bisa tercapai golnya sampai lupa untuk
mensyukuri setiap progres. Jadi kami
belajar untuk menikmati setiap langkah
kecil. Ada satu code yang sangat
menyentuh hati kami. You can't wait
until life isn't hard anymore before you
decide to be happy. Artinya, kamu tidak
bisa menunggu sampai hidup tidak susah
sebelum memutuskan untuk bahagia. Jadi
bersyukur dengan setiap progres sekecil
apapun dan selalu bersyukur setiap hari
karena pasti ada yang bisa disyukuri.
Tapi kadang kitanya aja yang enggak
sadar karena tadi terlalu fokus ke
tujuan akhir. Jadi ini akan bikin
perjalanan kita lebih ringan. Kami ini
bukan contoh yang sempurna, masih banyak
belajar. Tapi kalau pengalaman kami bisa
sedikit membantu teman-teman yang sedang
melewati hal serupa dan bisa berbagi
seperti ini, ini juga hal yang sangat
kami syukuri.
Pembelajaran kami dari semua ini, kami
jadi semakin tahu who we are, what
really matters, what our purpose in this
life. Dan ini juga yang paling penting.
Kami realize ini semua dengan kepala
yang jernih pure benar-benar dari kami.
Bukan karena kondisi hormon yang lagi
gejola, bukan juga pikiran yang dihijack
oleh sistem. Dan menurut kami ini
renungan yang penting juga untuk semua
orang. Dunia ini sekarang berubah sangat
cepat. Perubahannya ini eksponensial.
Revolusi AI ini akan semakin masif. Ini
levelnya beda dengan revolusi industri.
Dan ini sudah mulai terjadi. Sekarang
bencana alam juga semakin sering,
ekosistem juga semakin rusak. Dan ini
semua saling terkait dengan bagaimana
cara kita hidup. Kesejangan sosial ini
akan semakin lebar. Yang kaya makin
kaya, yang susah akan semakin susah, dan
akan makin banyak orang yang desperate,
yang akhirnya melakukan apa aja untuk
survive, semakin tinggi tingkat
kriminalitas dan hal-hal negatif
lainnya. Dan di tengah semua
ketidakpastian ini, kita dimometir oleh
informasi setiap detik. berita yang
bikin cemas, konten yang bikin insecure,
drama yang enggak ada habis-habisnya.
Termasuk juga berbagai conflict of
interest, apalagi soal kesehatan. Banyak
banget yang dikemas seakan-akan solusi,
padahal cuma marketing. Dan ini makin
tricky dari hari ke hari. Semakin banyak
yang menyamar, seakan-akan anti
industri, seakan-akan beda dengan yang
lain, seakan-akan ada di pihak kita.
Padahal sama aja. Ini yang paling
berbahaya karena kita merasa sudah melek
padahal makin terjebak. Lalu cortisol
trigger juga ada di mana-mana. Dan
kebanyakan orang enggak sadar kalau
mereka sedang diprogram untuk takut,
untuk cemas, untuk makin merasa
kekurangan untuk scrolling terus, makin
sakit untuk tetap jadi spiral kiri dan
untuk jadi konsumen seumur hidup. Jadi,
gravitasi ke spiral kiri ini akan
semakin kuat. Semakin lama di sana
semakin susah keluar, semakin terkontrol
dari kesehatan, pikiran, emosi,
keputusan itu semuanya dikontrol tanpa
disadari dan lama-lama kita bahkan
enggak sadar akan hidup kita sendiri.
Jadi pesan kami untuk 2026 dan
seterusnya, aware dulu. Awala kita hidup
di era di mana attention kita adalah
komoditas, di mana pikiran kita ini bisa
dimanipulasi. tanpa kita sadari di mana
apa yang kita anggap pilihan sendiri itu
seringkiali sudah di-engineer oleh orang
lain. Lalu setelah kita aware, kita
tentukan mau hidup seperti apa. Mau
terus mengalir ngikutin arus sistem yang
sudah didesain untuk kita. Terus-terusan
jadi konsumen, terus-terusan sakit,
terus-menerus dikontrol sistem tanpa
sadar, mau pikiran, emosi, keputusan,
itu semuanya sudah di-hijack. Kesehatan
juga hancur, hidup juga enggak happy,
stres di mana-mana, dan saat realize
lalu nyesal semuanya sudah terlambat.
Atau kita mau ngambil kendali hidup kita
dan bergerak ke arah yang kita pilih
sekarang. It's ok dengan pilihan
masing-masing, tapi setidaknya itu
keputusan yang dipilih secara sadar
tanpa invest dari apapun. Lalu kalau mau
mengambil kendali kehidupan kita, mulai
filter. Be mindful dengan apa yang kita
konsume. Bukan konsume dari makanan
saja, tapi apa yang masuk dalam pikiran
kita. Filter apa yang kita lihat, filter
juga apa yang kita dengarin. Filter mana
yang benar-benar penting dan apa yang
cuman noise. Kurangi sosial media kalau
bisa hindari. Karena ini juga salah satu
sumber terbesar yang merusak hidup tanpa
kita sadar. Dan jangan mudah percaya
apapun yang kita lihat di sana. Bukan
berarti semuanya host, tapi banyak yang
diamplify untuk kepentingan tertentu.
Kami enggak bisa jelasin semuanya di
sini. Banyak hal-hal yang belum kami
mention. Dan sekali lagi ini bukan hanya
soal kesehatan. Ada layer-layer lain
lagi yang jauh lebih dalam. Sebenarnya
it's very complex, tapi intinya protect
your mind karena pikiran kita adalah
aset yang paling berharga. Lalu setelah
itu, action step by step. Tanya ke diri
sendiri dengan jujur. Apa yang
sebenarnya kita cari di hidup ini? Hidup
seperti apa yang benar-benar kita mau?
Apa yang benar-benar penting buat kita?
Bukan yang di-show di sosial media, tapi
yang real, yang benar-benar dari dalam
kita. Jadikan itu goal dan bangun step
by step ke arah sana. Karena tahu aja
enggak cukup. Harus ada action, harus
ada perubahan nyata. satu langkah kecil
setiap hari dan bangun fondasinya selagi
kita masih diberikan kesempatan mulai
dari kesehatan secara holistik. Ketika
tubuh sehat, pikiran lebih jernih,
keputusan juga lebih baik, hidup juga
akan lebih baik. Ini efek domino yang
nyata. Jadi, jaga tubuh, jaga pikiran,
dan fokus dengan apa yang dilakukan oleh
diri kita sendiri, bukan fokus ngejar
ini juga salah satu yang sangat
mengkhawatirkan sekarang. Sudah enggak
ada lagi rasanya bineka tunggalika.
Banyak yang hidup dalam kebencian antar
ras, antar suku, bahkan antar agama.
Padahal seharusnya kita bisa hidup
harmonis dalam keberagaman. Biarin
mereka dengan pilihannya, tapi jangan
sampai kita terbawa harus. Fokus ke diri
kita sendiri untuk jadi lebih baik,
membangun hidup yang kita inginkan dan
fokus dengan purpose kita. Lalu jaga
hubungan juga dengan yang maha kuasa
sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing dan juga hubungan kita
dengan alam semesta, dengan semua living
creature di dalamnya. Di era yang
semakin keos ini, orang yang punya
clarity, yang punya kesehatan, yang
punya ketenangan, merekalah yang akan
hidup dengan bahagia. Bukan yang paling
kaya, bukan yang kelihatan di sosial
media, bukan juga yang paling tinggi
kekuasaannya. Itulah pembelajaran dan
pesan kami untuk 2026 dan untuk
seterusnya. Selamat tahun baru kepada
seluruh audiens Easy. Semoga tahun depan
bisa menjadi tahun yang jauh lebih baik
dan semoga video ini bisa bermanfaat.
Dan kalau kamu ingin join ke platform
Ei, kamu bisa cek linknya di deskripsi.
Salam sehat dan bahagia selalu. Sampai
ketemu di lain kesempatan.