Transcript
N70hnwx2-rA • How to Stop High Blood Pressure Medication Scientifically and Safely
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/azhealthid/.shards/text-0001.zst#text/0025_N70hnwx2-rA.txt
Kind: captions Language: id Kalau kamu baru didiagnosa hipertensi atau baru mulai minum obat darah tinggi, ini mungkin video terpenting yang pernah kamu nonton. Karena jika kamu tidak nonton video ini, kamu bisa terjebak menjadi konsumen seumur hidup dan ketika kamu sadar semua sudah terlambat. Halo semua, dengan Ardi dan Zahra. Di sini kami menjelaskan pola hidup sehat yang sebenarnya agar setiap orang bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Dan alhamdulillah sejak kami memulai EASI, kami sudah membantu ribuan orang untuk menerapkan pola hidup sehat yang benar melawan berbagai penyakit termasuk membantu member-member premium kami untuk sembuh dari hipertensi dan juga berhasil melepas obat. Video ini akan menjelaskan bagaimana jebakan obat ini mulai terjadi. Tapi disclaimer, konten di sini adalah untuk kebutuhan edukasi bukan pengganti sara medis. Jadi tonton semuanya dan pahami. Di akhir video kami akan menjelaskan cara untuk keluar dari obat secara saintifik dan logik. Dan kalau kamu ingin memperoleh guidance dari kami, kamu bisa join ke member premium kami. Semua perjalanan hipertensi biasanya mirip-mirip. Mungkin karena satu dan lain hal kamu melakukan check up. Bisa karena urusan kantor, bisa juga ketika badan merasa kurang enak. Mungkin kamu merasa pusing dan kamu berobat ke dokter. Ketika dicek, tekanan darah kamu tinggi. Katanya ini kamu terkena hipertensi dan langsung diberikan obat hipertensi. Kata dokter, hipertensi itu adalah silent killer. Jadi obatnya harus diminum. Karena kalau tidak diminum itu bisa kenapa-kenapa. Apalagi kalau sedang tidur, tekanan darah bisa tiba-tiba tinggi, bisa kena serangan jantung atau stroke. Kamu langsung merasa, "Wah, untung aja nih gua cek. Kalau enggak bisa bahaya." Tapi ada satu hal yang tidak pernah dijelaskan. Tekanan darah itu adalah gejala, bukan akar masalahnya. Ini analoginya seperti demam. Demam itu adalah suatu gejala dan tanda tubuh sedang melawan sesuatu. Terjadi demam itu bisa jadi karena ada infeksi bakteri, virus, atau peradangan. Jadi, tekanan darah yang tinggi itu adalah salah satu tanda bahwa ada sesuatu dalam tubuh. Mungkin metabolismenya yang rusak, mungkin kadar insulinnya yang kacau, mungkin juga pembuluh darahnya yang kaku karena inflamasi yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Dan fungsi obat yang diberikan itu sama sekali tidak ada yang memperbaiki akar masalah ini. Jadi, obat cuma menekan gejalanya, menurunkan angka tekanan darah supaya di kertas terlihat bagus tapi agar masalahnya tidak tersentuh sama sekali. Salah satu jenis obat yang paling sering diberikan di awal adalah jenis calcium channel blocker. Ini dimulai dengan dosis kecil. Lalu kamu juga minum dengan rajin karena kalau tidak diminum tadi katanya bisa kenapa-kenapa. Jadi cara kerja obat ini sesuai dengan namanya yaitu menghambat masuknya kalsium ke sel sehingga dinding pembuluh darah tadi menjadi lemas. Karena dinding pembuluh darah ini lemas, tekanan ke dinding pembuluh darah ini juga menurun. Setelah beberapa waktu, kamu cek lagi angkanya. Angkanya turun. Misalnya dari 140 menjadi 125, kamu menjadi lega. Oh, ternyata obatnya worse, semuanya baik-baik aja. Tapi sekali lagi, akar masalahnya ini tidak pernah diselesaikan. inflamasi tetap jalan, pembuluh darah juga semakin hari semakin kaku. Jadi, akar masalahnya itu bisa jadi makin buruk, tapi angkanya bagus. Jadi, kamu merasa semua ini oke-oke aja. Tapi ternyata obat ini memiliki efek samping. Salah satu yang paling umum adalah kaki menjadi bengkak yang dikenal dengan istilah edema. Sekitar satu dari tiga pasien biasa mengalami ini. Kenapa kaki bisa bengkak? Karena obat ini melebarkan pembuluh darah arteri. Tapi pembuluh darah vena tidak ikut melebar. Jadi darah yang masuk banyak tapi susah keluar sehingga cairan menumpuk dan bocor ke jaringan kaki menjadi bengkak. Ketika kita konsul lagi apa yang terjadi? Diberikan obat diuretik, obat untuk membuang air sehingga harapannya bengkaknya menjadi hilang. Jadi sekarang dari yang satu obat menjadi dua obat. Nah, ini yang orang jarang tahu. Calsium chiner blocker artinya memblok kalsium. Targetnya memang pembuluh darah menjadi rileks, tapi kalsium juga dibutuhkan oleh jantung untuk berkontraksi untuk memompa darah. Kalau kalsium diblok, kontraksi jantung menjadi lemah. Ditambah lagi diuretik yang membuang air sehingga kalium dan magnesium juga ikut terbuang. Dan kalium dan magnesium ini dibutuhkan oleh jantung. Jantung yang sudah lemah makin kehilangan bahan bakarnya. Dan ini bukan teori, ini data metaanalisis dari lebih dari 150.000 pasien. Pasien yang menggunakan obat golongan CCB ini punya resiko gagal jantung 17 sampai 32% lebih tinggi dibandingkan obat hipertensi yang lain. Pada pasien diabetes resikonya bahkan bisa naik hingga 70%. Jadi bisa dibayangkan jantung yang harusnya memompa darah ke seluruh tubuh perlahan-lahan juga ikut melemah. Ketika jantung mulai menunjukkan tanda-tanda lemah diberikanlah obat tambahan. Ada yang jenis ace inhibitor untuk menurunkan beban jantung atau ada juga beta blocker untuk mengistirahatkan jantung dengan memperlambat detaknya. Sekarang kamu mulai merasakan efek sampingnya misalnya menjadi gampang capek, berat badan juga makin naik. Dan yang lebih serius, obat-obat ini juga punya efek samping lain yang bikin tidak nyaman. Beta blocker bisa bikin otot menjadi gampang keram. Diuretik juga tadi karena kalsium dan magnesium yang terbuang kamu menjadi sering pegal-pegal juga. sakit kepala, demam, dan apa yang dilakukan dokter kasih obat anti nyeri, Ibu Proven, atau ada juga obat pegelinu dan lain-lain. Kamu mungkin mikirnya ini enggak apa-apa. Ibu profen kan dijual bebas di mana-mana, di apotek, di warung. Kalau berbahaya, mana mungkin bisa dijual bebas. Tapi ternyata kombinasi ini yang disebut dengan triple WMY as inhibitor ditambahkan dengan diuretik ditambahkan dengan obat antiinlamasi golongan NSAD seperti ibu proven. Ketiganya ini sama-sama menekan mekanisme perlindungan ginjal dari arah yang berbeda. Normalnya ginjal punya sistem untuk menjaga aliran darah ke filternya dengan stabil. Tapi ketiga obat ini jika dikombinasikan apalagi dalam kondisi kamu kurang minum atau sedang sakit, sistem perlindungan ini menjadi lumpuh total. Fungsi ginjal bisa drop mendadak. Dari yang awalnya cuman hipertensi, sekarang kamu berpotensi gagal ginjal. Dan tidak hanya jantung dan ginjal. Ingat tadi, kalsium channel blocker memblok kalsium ke sel otot. Ternyata bukan cuman sel pembuluh darah yang terdampak. Katup lambung kamu yang namanya less atau lower esofhagus spinter ini juga butuh kalsium untuk bisa menutup rapat. Kalau kalsium diblok, katup ini jadi lemah, tidak bisa menutup dengan baik sehingga asam lambung naik. Riset menunjukkan 35 sampai 60% pasien yang minum obat golongan ini mengalami gejala grt yang memburuk. kamu jadi ternugget. Kemudian saluran pencernaan kamu mulai bermasalah. Ini sudah kami buat video yang sangat lengkap bagaimana saluran pencernaan ini sengaja dirusak secara sistematis dari hal yang kamu pikir awalnya sepele sampai bisa mengalami anxiety, depresi, bahkan autoimun. Jadi ini ironis banget. Obat diuretik memperburu resistensi insulin. Obat betabloker memperburuk metabolisme. Trigliserida menjadi naik, gula darah naik, metabolisme juga menjadi rusak. Dan ini semua adalah salah satu penyebab utama hipertensi yang diagnosa awal siklus tadi. Jadi, kamu ingin minum obat untuk mengobati hipertensi, justru efek sampingnya memperburu akar masalahnya. Kemudian kamu ke dokter, coba tebak apa yang dilakukan, ditingkatkan lagi dosisnya atau ditambahkan lagi obat-obatan lain lagi sehingga spiralnya menjadi lebih dalam lagi. Beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan kemudian, hidup kamu yang awalnya biasa-biasa aja, sekarang menjadi penuh dengan obat. Setiap pagi kamu minum 3 empat mungkin sampai enam macam obat. Obat tekanan darah, obat diuretik, obat jantung, obat kolesterol. Karena tadi trigliserida juga naik efek samping dari obat sebelumnya. Obat asam urat lagi karena efek samping diuretik, mungkin juga obat diabetes karena insulin resistance dan juga obat lambung seperti jenis PPI tadi. Karena obat calsium cheler di awal tadi bikin katup lambung kamu menjadi melemah sehingga kamu terkena gred asam lambung menjadi naik terrus. dikasih PPI ini menekan asam lambung. Tapi PPI ini punya efek samping lain lagi. Asam lambung itu bukan musuh. Ini adalah sistem pencernaan tubuh dan kunci untuk penyerapan nutrisi. Kalau ditekan terus, penyerapan nutrisi seperti magnesium akan terganggu juga termasuk penyerapan vitamin. Jadi ini semua akan menyebabkan siklus yang semakin dalam lagi. Vitamin semakin berkurang, fungsi jantung juga semakin berkurang, dan tulang juga menjadi semakin rapuh. Kemudian karena lambung kita asamnya kurang, bakteri yang harusnya mati di lambung sekarang lolos sampai ke usus. Resiko infeksi menjadi naik, kamu kemudian dikasih antibiotik lagi. Jadi, pencernaan ini akan semakin rusak. Ini sudah kami bahas lengkap di video tentang PPI dan GERT. Bagaimana obat yang seharusnya membantu justru merusak sistem pencernaan secara sistematis. Biaya yang habis bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan per bulan atau kamu pakai sistem BPJS ngantri berjam-jam di puskesmas atau rumah sakit setiap bulan hanya untuk bisa ambil obat atau mungkin juga seminggu tiga kali kamu cuci darah. Coba bayangkan posisi ini. Kamu bangun pagi, badan rasanya berat, kaki masih bengkak dari kemarin. Kamu ambil kotak obat isinya 6 sampai 10 macam. Kamu telan obatnya satu persatu. Kamu mau makan tapi harus dihitung-hitung garamnya berapa. Kolesterolnya berapa, gulanya berapa, kalorinya berapa. Lapar tapi makan makanan yang hambar. Makanan yang dulu sangat bisa dinikmati, sekarang menjadi musuh. Kamu mau olahraga tapi badan terasa lemas, naik tangga aja udah ngos-ngosan. Padahal dulu kamu aktif. Kamu lihat teman-teman seusia masih bisa traveling, masih bisa hidup bebas. Sedangkan kamu setiap bulan harus kontrol, setiap bulan harus ambil obat, belum lagi harus cuci tara. Setiap pusing sedikit kamu langsung panik. Ini jangan-jangan mau stroke ya. Step kontrol kamu degdegan untuk lihat angkanya. Kamu tidak ingat lagi kapan terakhir kamu merasa benar-benar sehat. Kamu sudah lupa arti hidup yang tenang. Dan yang paling menyiksa, suatu saat kamu menjadi sadar kalau kamu tahu obat-obatan ini ternyata tidak menyembuhkan. Kamu tahu ini semua hanya menekan angka, tapi kamu tidak berani untuk berhenti. Atau suatu saat kamu berpikir, "Ini gua udah minum obat bertahun-tahun, mungkin gua mau coba untuk kurangin." Kamu skip 1 du hari. Kemudian tekanan darah kamu tiba-tiba melonjak jadi 160 lebih tinggi lagi dari sebelum minum obat. Kamu langsung panik ke dokter. Dokter langsung bilang, "Tuh kan, jangan sampai kelupaan obatnya. Hati-hati," katanya dengan penuh dada empati. Tapi ini yang tidak pernah ada yang jelaskan. Ini namanya rebond hypertension. Setelah bertahun-tahun tubuh kamu dipasah dengan obat, sistem hormonal kamu sudah beradaptasi. Pembuluh darah yang terus dipaksa melebar jadi hipersensitif untuk menyempit. Sistem yang terus ditekan meledak ketika tekanannya dilepas. Ini bukan bukti kamu butuh obat seumur hidup. Ini bukti tubuh kamu sudah ketergantungan. Ginjal semakin lemah, jantung semakin lemah, biaya semakin besar juga. Tapi kamu sudah terjebak, tidak bisa maju, tidak bisa mundur. Hidup kamu sekarang bukan lagi tentang hidup dengan bahagia, tapi tentang bertahan hidup. Dan yang paling tragis, semua ini sebenarnya bisa dicegah. Sekarang coba kamu pikir ulang dari awal. Pertanyaan pertama, apakah kamu benar-benar hipertensi dari awal? Karena seringkius hipertensi itu sangat mudah untuk dilakukan. Kamu cek di siang hari setelah kerja misalnya dalam kondisi stres, kurang tidur atau habis minum kopi, tensi kamu tinggi langsung divonis hipertensi, langsung dikasih obat. Padahal mungkin itu bukan hipertensi kronis, mungkin itu respon tubuh yang normal terhadap kondisi saat itu. Mungkin kalau kamu istirahat sebentar, tekanan darah kamu akan normal kembali. Tapi tidak ada yang cek lebih dalam. Tidak ada yang tanya tentang pola hidup kamu. Langsung obat. Pertanyaan kedua, jika memang ada masalah metabolisme, apakah obat-obatan ini memperbaiki atau malah memperburuk? Kita sudah bahas tadi. Diuretik tadi memperburuk resistensi insulin, betabloker memperburuk metabolisme. CCB melemahkan jantung, kombinasinya ini bisa merusak ginjal. Obat-obatan ini tidak memperbaiki apapun. Mereka hanya menekan angkanya. Sementara akar masalahnya metabolismenya yang rusak ini justru makin parah. Dan inilah kesimpulannya. Sistem ini tidak didesain untuk menyembuhkan kamu. Sistem ini didesain untuk menjebak kamu menjadi konsumen seumur hidup. Satu obat menimbulkan efek samping. Efek samping itu dianggap penyakit baru. Dikasih obat baru lagi. Obat baru lagi akan menimbulkan efek sampingnya lagi. Dikasih obat lagi. Pertanyaannya, apakah obat-obat yang diberikan ini menyembuhkan akar masalahnya atau jangan-jangan obat-obatan ini malah sumber masalahnya? Sampai suatu hari kamu bangun dan sadar kalau hidup kamu sudah bergantung pada 10 macam obat dan kamu sudah tidak bisa keluar. Ini bukan teori konspirasi. Ini bisnis model, tapi kami di sini bukan untuk bikin kamu putus asa. Hipertensi terutama di tahap awal itu bisa diverse, bahkan yang lebih baik lagi bisa dicegah. Tekanan darah tinggi itu adalah gejala dan kalau kamu memperbaiki penyebabnya, metabolismenya rusak, resistensi insulin, inflamasi kronis, gejalanya ini bisa hilang dengan sendirinya. Bukan dengan menekan angkanya pakai obat, tapi dengan memperbaiki tubuh dari dalam. Bagaimana kalau sudah lama? Ini sangat tergantung dari seberapa jauh efek samping yang sudah terjadi. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Seperti ada member kami, Ibu Julianti yang sudah konsum obat selama 17 tahun akhirnya bisa berhasil melepas obat dan stabil. Intinya mencegah itu jauh lebih mudah daripada keluar setelah terjebak. Kamu bisa perbaiki metabolismenya dari sekarang. Sebelum merusak terlalu jauh. Kamu bisa reverse hipertensi sekarang sebelum tubuhmu tergantung obat. Jangan tunggu sampai kamu sudah terjebas makin dalam dan jangan tunggu sampai semuanya terlambat. Kami membuat video ini nanti ada aja yang komen, "Video ini membahayakan. Kan bahaya kalau tensi 160." Ini contoh orang yang enggak pakai akal pikiran atau bazer-bazer dari oknum. Siapa yang bilang enggak bahaya? Tentu bahaya. Obat memang ada fungsinya untuk kondisi darurat. Yang paling penting stabilkan pola hidupnya. Lakukan pola hidup sehat yang benar, root cost-nya yang diperbaiki, yang diselesaikan. Itulah peran kami untuk memberikan edukasi yang benar tentang pola hidup sehat. Karena pola hidup sehat yang benar itu kuncinya. Kalau pola hidup sehatnya salah, ya sama aja root cost-nya makin parah. Dan inilah kenapa ketika kita sadar bahwa pola hidup adalah akar penyebab masalahnya, lalu kita mulai coba-coba hidup sehat. Tapi nyatanya lebih dari 90% informasi kesehatan yang kamu temui di luar malah merusak kesehatan. Jadi banyak yang walaupun sudah berusaha tidak pernah bisa sembuh akhirnya terima nasib. Ini kami sudah buat video dulu tentang hipertensi. Kenapa kamu tidak pernah bisa sembuh dari hipertensi? Setelah fondasi hidup sehatnya benar sambil bekerja sama dengan dokter yang benar, perlahan-lahan turunkan dosis. Karena kalau dokternya benar, yang bukan oknum, yang bukan affiliate marketer, ya ini pasti senang pasiennya bisa sembuh dan willing untuk adjust dosisnya juga. Perjalanan seperti ini sudah sering sekali dialami oleh member-member EZI bagaimana secara bertahap bisa melepas obat. Mungkin salah satu yang paling ramai selain masalah pencernaan adalah hipertensi juga di member kita. Jadi, inilah yang tidak bosan-bosannya kami katakan, gunakan akal pikiran. Karena sebenarnya semua jika kita pikirkan dengan benar, dengan tenang, ini sebenarnya adalah penjelasan yang sangat masuk akal. Sudah ada jalannya. Hanya keinginan kita untuk tenang, filter informasi yang benar, dan pakai akal pikiran. Jangan mudah termakan emosi. Obat memang tidak baik untuk jangka panjang, tapi jangan gegabah juga. Karena di satu sisi ada onum medis yang dengan giat untuk push konsumsi obat. Di sisi lain ada onum yang ngaku-ngaku holistik tapi fokus jualan herbal yang memanfaatkan emosional kita yang takut terhadap obat. Untuk pola hidup sehat yang benar, kita tidak akan bahas panjang lagi karena kita sudah banyak banget bahas soal pola hidup sehat secara holistik yang benar. Kamu bisa cek video-video kami lainnya di YouTube. Dan kalau kamu ingin memperoleh support dari kami, kamu bisa join ke member premium kami di Easy. Kamu akan dibantu oleh EA assistant yang sudah kami training. Caranya sangat simpel. Kamu ceritain pola hidup sehari-hari seperti apa. Setiap hari nanti kamu akan dapat insight. Jadi, perbaikinya step by step. Lama-lama kamu jadi makin paham, pola hidupnya makin benar juga. Otomatis kesehatan kamu akan semakin membaik dan juga peluang untuk terlepas dari obat juga semakin besar. Dan ini semua dapat dijelaskan secara saintifik. Inilah cara kami bagaimana kami bisa men-support ribuan member kami untuk menjalankan pola hidup sehat secara holistik yang benar sesuai dengan kondisi masing-masing dengan biaya yang sangat terjangkau. Selain hidup menjadi lebih sehat, ini juga akan bantu hemat banyak banget biaya. Sekarang kamu sebenarnya sudah dapat hal yang kamu butuhkan untuk keluar dari obat atau bahkan mencegah dari awal. Tinggal butuh menjalankannya kalau kamu benar-benar ingin hidup yang sehat. Dan sekali lagi, hidup itu pilihan dan butuh effort dari masing-masing. Kamu bisa explore video kami lainnya di YouTube atau bisa join member premium kami. Dan seperti biasa, kalau kamu merasa video ini bermanfaat, kamu bisa support kami dengan share. Karena sekarang banyak sekali orang yang tidak tahu apa-apa terjebak mulai dari obat hipertensi. Dan saat sudah sadar sudah banyak obat, bisa jadi semuanya sudah terlambat. Kamu juga bisa support kami dengan like dan komen video ini. Sampai ketemu di video selanjutnya. Salam sehat dan bahagia selalu.