Transcript
5CA12BYKJZY • Without Realizing It, These Foods Cause Tantrums, ADHD, and Brain Damage in Children!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/azhealthid/.shards/text-0001.zst#text/0022_5CA12BYKJZY.txt
Kind: captions
Language: id
Ada satu bahan yang hampir setiap hari
dikonsumsi anak-anak. Terlihat sehat,
tapi nyatanya bahan-bahan ini diam-diam
merusak otak dan perilaku anak-anak.
Dari tentrum yang tidak terkendali,
hiperaktif, keinginan untuk menyakiti
diri sendiri sampai keinginan untuk
bunuh diri. Dan yang paling ironis,
industri dengan sengaja meneritkan
anak-anak dengan bahan-bahan ini sebagai
strategi marining mereka. Hari ini kita
akan expos apa bahan ini, bagaimana cara
kerjanya, dan yang paling penting apa
solusinya.
Hai semua, dengan Ardi dan Zahra. Di
sini kami memberikan informasi hidup
sehat yang sebenarnya, scientific base,
jujur, dan tanpa titipan kepentingan
dengan harapan kamu bisa benar-benar
memiliki hidup yang sehat dan kualitas
hidup yang lebih baik. Sejak mulai Ezi,
alhamdulillah kami sudah membantu ribuan
orang untuk menerapkan hidup sehat
secara holistik dengan benar dan
mereverse berbagai penyakit. Termasuk
banyak orang tua dan anak-anaknya yang
mengalami berbagai masalah kesehatan dan
perilaku. Sebelum memulai, kamu bisa
support kami dengan subscribe, like, dan
komen agar kami bisa terus provide
konten gratis seperti ini setiap minggu.
Hari ini kita akan bahas salah satu
bahan aditif yang diam-diam merusak
kesehatan mental dan perilaku anak-anak.
Ini adalah topik yang sangat penting
karena banyak orang tua yang tidak sadar
kalau tentrum, hiperaktif, mood swing,
bahkan kecenderungan untuk menyakiti
diri sendiri pada anak mereka bisa jadi
dipicu oleh makanan yang mereka konsumsi
setiap hari. Dan yang paling
menyedihkan, industri dengan sengaja
menggunakan bahan-bahan ini untuk
menyasar anak-anak sebagai bagian dari
strategi marining mereka. Dan ini baru
dari satu jenis bahan aditif. Kita tahu
di Ultra Process Food itu ada banyak
sekali bahan aditif yang punya efek yang
berbahaya masing-masing. Tapi hari ini
kita akan bahas bahan aditif yang
efeknya sangat jelas di perilaku anak,
termasuk juga di orang dewasa bahkan
sampai bisa menciptakan keinginan untuk
bunuh diri. Sekarang coba kamu bayangkan
kamu dan anak kamu berjalan di lorong
supermarket. Anak kamu melihat sereal
warna-warni. Mata mereka berbinar-binar.
Mak, aku mau yang ini. Kamu lihat
kemasannya. Ada gambar sereal
warna-warni ditemani dengan karakter
kartun yang lucu. Ada tulisan sumber
vitamin dan mineral. Terlihat sehat,
terlihat fun, dan terlihat aman. atau
yogurt berry-berryan dengan warna pink
yang sangat vibrant, terlihat segar,
terlihat natural, seakan-akan dibuat
dari buah asli atau bisa juga gami
vitamin dengan warna rainbow dan juga
karakter yang lucu-lucu. Kamu langsung
merasakan ini investasi yang bagus untuk
kesehatan anak. Semuanya tampak sangat
menarik, sangat fun, dan terlihat sangat
aman dan sehat untuk anak-anak. Tapi
pertanyaannya, apa yang sebenarnya
tersembunyi di balik semua warna ini?
Dan ini yang harus kita pahami dari
awal. Warna itu bukan hanya sekedar
estetika, bukan sekedar untuk bikin
menarik. Warna adalah senjata marketing
yang sangat powerful, senjata manipulasi
yang sangat efektif, terutama untuk
anak-anak. Sejak tahun 1810,
seorang penulis dan ilmuwan bernama
Wolfgang Van Fun God sudah menulis dalam
bukunya Theory of Colors tentang
bagaimana warna bisa mempengaruhi emosi
manusia secara mendalam. Kuning
memberikan kesan hangat dan ramah.
Sedangkan orange memicu euforia dan
excitement. Merah bisa membangkitkan
semangat dan energi. Biru bisa
menciptakan ketenangan. Dan industri
makanan mempelajari ini dengan sangat
detail. Mereka tahu persis bahwa
anak-anak makan dengan mata terlebih
dahulu. Sebelum mereka mencoba, mereka
sudah tertarik karena warnanya. Warna
yang cerah, yang vibrant, dan fun ini
langsung mengaktifkan reward center di
otak anak. membuat mereka excited,
membuat mereka menjadi pengin. Jadi,
warna bukan hanya untuk bikin produk
terlihat lebih segar atau lebih enak.
Warna adalah alat manipulasi psikologi
kita, termasuk anak-anak untuk membuat
mereka meminta dan menjadi kecanduan.
Dan ini membentuk mereka menjadi
konsumen setia sejak kecil. Ini yang
jarang disadari oleh orang tua. Warna
yang mencolok yang ada di produk-produk
ini bukan dari bahan alami seperti dari
buah atau sayur. Bukan dari stroberi,
bukan dari blueberry. Tapi dari zat
kimia sintetis yang diformulasikan di
lab dari pabrik industri yang bisa
mengacaukan sistem saraf, emosi, dan
perkembangan otak anak-anak. Mungkin
kamu berpikir, kan ada pewarna alami,
kenapa enggak pakai pewarna alami aja?
Kan bisa dari beat, dari spirulina atau
dari kunyit. Kenapa harus pakai yang
kimia? Dan ini pertanyaan yang
sangat-sangat valid. Pertanyaan yang
seharusnya ditanyakan oleh semua orang.
Sebenarnya pewarna alami itu sudah ada
dan sudah tersedia. Beat bisa memberikan
warna merah atau pink. Spirulina bisa
kasih warna hijau atau biru. Kunyit juga
bisa kasih warna yang kuning cerah. Tapi
industri tidak menggunakannya. Kenapa?
Karena pewarna alami ini punya
kelemahan. Kalau dari sudut pandang
industri, pewarna alami ini tidak
stabil. Warnanya cepat pudar seiring
berjalan waktu, tidak tahan lama di rak
supermarket. Kalau kena sinar matahari
atau ada perubahan suhu, warnanya bisa
berubah. Dan kalau disimpan terlalu
lama, warnanya juga bisa jadi kusam.
Pewarna alami ini juga warnanya tidak
terlalu mencolok, tidak sevibrant
pewarna sintetis. Merah dari beat itu
tidak seterang reda. Biru dari spirulina
juga tidak akan secerah. Blue one. Dan
pewarna alami ini jauh lebih mahal
karena harus diekstra dari bahan yang
natural. Prosesnya lebih panjang,
biayanya juga lebih tinggi. Dan bagi
industri semua itu adalah kelemahan.
kurang menarik untuk anak-anak, kurang
tahan untuk distribusi, kurang maksimal
untuk memanipulasi psikologi konsumen,
dan yang paling penting profit marginnya
lebih kecil. Di sisi lain, pewarna
sintetis itu warnanya lebih terang,
lebih mencolok, lebih eye catching,
lebih bikin anak-anak excited dan minta
dibeliin. Lalu juga bisa lebih tahan
lama, disimpan bertahun-tahun, tidak
pudar, bisa didistribusikan ke seluruh
negara tanpa khawatir kalau warnanya
berubah. harganya juga jauh lebih murah,
bisa diproduksi massal dengan biaya yang
sangat rendah. Dan yang paling penting
bagi industri, pewarna sintetis ini bisa
dikendalikan warnanya dengan sangat
presisi sesuai dengan strategi mariti
mereka. Mau warna merah yang cerah
banget untuk menarik perhatian anak bisa
aja. Mau warna biru yang sefun mungkin
bisa juga. Kalau mau kombinasi warna
rainbow yang bikin anak-anak excited
bisa juga. Dan semakin mencolok
warna-warna ini semakin kuat efeknya ke
otak anak. Semakin besar peluang
anak-anak untuk minta produk itu dan
semakin besar juga peluang untuk beli
lagi dan lagi. Jadi ini bukan soal apa
yang terbaik untuk kesehatan anak-anak
kita. Ini soal apa yang paling
profitable untuk industri. Dari mana
sebenarnya pewarna sintetis ini dibuat?
Pewarna ini adalah zat kimia buatan yang
seringki dibuat dari turunan seperti
batu bara dan minyak bumi. Yes, batu
bara dan minyak bumi bahan yang biasa
dipakai untuk bahan bakar, untuk
industri, untuk pabrik, sekarang dipakai
untuk makanan anak-anak. Beberapa jenis
pewarna bahkan awalnya dikembangkan
untuk pewarna tekstil atau ada juga
untuk cat industry. Lalu entah bagaimana
ini bisa diadaptasi untuk makanan.
Bayangkan zat kimia yang awalnya untuk
warnain baju sekarang ada di makanan
anak-anak kita setiap pagi dan proses
produksinya melibatkan industri yang
menghasilkan berbagai kontaminan
berbahaya. Logam berat seperti timbal,
merkur, arsenik termasuk benzodine zat
yang sudah terbukti karsinogenik atau
penyebab kanser. Sisa gas dari proses
kimia minyak bumi yang toksik. Tapi
karena pewarna sintetis ini murah, tahan
lama dan menggoda secara visual,
industri tetap menggunakannya. Dan bukan
hanya untuk produk dewasa, justru sangat
masif untuk produk anak-anak, untuk
sereal sarapan anak, untuk snacks anak,
untuk vitamin anak, untuk obat anak.
Sekarang mungkin ada yang berpikir, oke
memang bahan dasarnya questionable, tapi
kan sudah diproses dan diperbolehkan
beredar, jadi harusnya aman. Dulu banyak
banget orang yang berpikir seperti itu
sampai terjadi suatu tragedi. Di malam
Halloween pada tahun 1950-an di Amerika,
di sana ada tradisi yang disebut dengan
tree and treat. Jadi anak-anak keliling
dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan
permen. Dan di Halloween itu banyak
sekali permen yang berwarna orange yang
dibagikan permen labu dengan tema
Halloween. Anak-anak excited. Mereka
consume permen ini dalam jumlah yang
banyak. Dan tidak lama setelah
Halloween, laporan mulai berdatangan
dari berbagai wilayah. Anak-anak jatuh
sakit, banyak banget di berbagai kota.
Gejalanya mengerikan. Diare yang sangat
parah sampai dehidrasi, Kram perut yang
membuat mereka menangis kesakitan,
gangguan sistem pencernaan yang akut.
Beberapa bahkan harus dirawat di rumah
sakit. Ini bukan satu atau dua kasus,
tapi banyak kasus. Di berbagai tempat
dalam waktu yang hampir bersamaan.
Investigasi kemudian dilakukan.
Pemerintah turun tangan, para ahli
kesehatan juga dilibatkan. Dan setelah
penelitian yang mendalam, hasilnya
mengarah ke satu arah, satu bahan, yaitu
orange number one. Pewarna orange yang
digunakan di permen Halloween itu.
Menurut laporan dari Environmental
Working Group atau EWG, porno orange
number one ini terbukti beracun dan
berbahaya. Efek yang muncul sangat jelas
dan tidak bisa dipungkiri lagi. Akhirnya
setelah tragedi ini, orange number one
dilarang digunakan, diband, tidak boleh
lagi ada di dalam makanan. Tapi apakah
industri belajar dari ini dan berhenti
menggunakan pewarna yang berbahaya?
Nyatanya tidak. Ini justru awal dari
permainan yang lebih-lebih lagi. Pewarna
sintetis adalah komponen yang sangat
penting dalam strategi industri.
Warnanya yang sangat mencolok, bisa
merangsang otak anak, bisa menarik
perhatian mereka dari jauh, membuat
mereka excited dan mendorong pembelian
secara spontan atau impulsif. Bahkan
hanya dengan melihat warna yang sangat
cerah, otak anak bisa langsung aktif,
hormon dopamin langsung keluar dan minta
dibeliin. Jadi, pewarna ini ibarat
seperti pelumas dalam sistem konsumsi,
mempercepat perputaran barang atau
penjualan, mendorong konsumen apalagi
anak-anak untuk terus beli lagi dan lagi
tanpa sadar. Dan ini adalah pasar yang
sangat besar, sangat masif. Global food
industry ini bernilai bukan triliunan
rupiah. Size-nya itu lebih dari 10
triliun US dolar. Itu setara lebih dari
Rp160 kuadriliun.
Itu setara dengan Rp160.000
triliun. Industri makanan dan minuman,
industri snacks, industri makanan anak,
semua bergantung pada daya tarik visual
ini. Jadi untuk melarang pewarna
sintetis digunakan sepenuhnya ini hampir
mustahil. industri punya power yang
terlalu besar, kepentingannya juga
sangat besar. Ada banyak sekali cara
untuk mempertahankan status ko. Mereka
juga mensponsori riset mereka sendiri.
Riset yang membuktikan pewarna mereka
aman. Mereka juga melakukan lobing ke
pemerintah. Mereka membayar ahli untuk
membela produk mereka. Menciptakan
narasi bahwa pewarna itu aman dalam
batas wajar. Untuk teman-teman member
premium bisa lihat kelas Tendh
Revolution. Di day D ketiga kita ada
bahas bagaimana riset bisa dimanipulasi.
Dan kalau akhirnya satu jenis pewarna
tersebut terpaksa dilarang karena sudah
banyak korban seperti orange number one
tadi, industri tidak panik. Mereka
tinggal ganti aja dengan pewarna lain.
Orange number one dilarang, ganti dengan
orice number two. Nanti kalau dilarang
muncul nomor 3, nomor 4, nomor 5, dan
seterusnya. Atau bisa ganti dengan
sunset yellow atau bisa kombinasi red
dengan yellow. Untuk warna merah aja ada
red two, red 3, red 4, dan masih banyak
lagi. Ini seperti orang ngelukis yang
main dengan palet warna. Dari warna
dasar red green blue atau RGB ini bisa
dicampur jadi ratusan kombinasi warna
lain. Kalau satu dilarang, tinggal ganti
sedikit formulanya, kasih nama baru dan
klaim ini generasi baru yang lebih aman.
Dan pewarna-parna ini yang pada dasarnya
tidak kalah berbahayanya masih sangat
banyak digunakan sampai hari ini,
terutama di makanan anak-anak. Tapi
sebenarnya seberapa berbahaya pewarna
sintetis ini? Apa sebenarnya efek
pewarna ini terhadap tubuh? Tragedi
Halloween tadi menunjukkan efek fisik
yang akut. Diare, geram perut, gangguan
pencernaan. Itu efek yang langsung
terlihat yang jelas yang tidak bisa
dipungkiri lagi. Tapi
penelitian-penelitian lanjutan selama
puluhan tahun setelahnya menemukan
sesuatu yang jauh lebih mengerikan, yang
lebih tersembunyi. Tapi dampaknya jauh
lebih berbahaya dan jangka panjang.
Pewarna sintetis ternyata bisa memicu
gangguan neurologis dan gangguan
perilaku yang sangat serius, terutama
pada anak-anak yang sistem sarafnya
masih berkembang, yang otaknya masih
sangat sensitif terhadap zat-zat kimia.
Penelitian demi penelitian dari berbagai
negara, dari berbagai institusi yang
independen semua menunjukkan pola yang
sama, efek yang sama yang tidak bisa
diabaikan lagi. Ini sudah proven, sudah
terbukti secara saentifik. Beberapa efek
yang paling sering dilaporkan ini
misalnya tentrum yang tidak terkendali.
Anak tiba-tiba marah besar tanpa trigger
yang jelas, menangis, berteriak, atau
bahkan merusak barang-barang di
sekitarnya. Perubahan emosi yang sangat
ekstrem dari satu saat yang happy banget
dan excited, beberapa jam kemudian
tiba-tiba nangis atau tiba-tiba marah
dan agresif seperti roller coaster emosi
yang tidak bisa diprediksi. Kemudian hal
lainnya tidak bisa fokus. Anak tidak
bisa duduk diam, tidak bisa
memperhatikan pelajaran, pikiran ke
mana-mana, lalu hiperaktivitas yang
berlebihan. Anak tidak bisa diam, harus
terus bergerak, tidak bisa dudut tenang,
bahkan cuman sebentar. Energi mereka ini
seperti tidak ada habisnya. Tapi bukan
energi yang sehat, ya. Ini energi yang
keos, mood swing tadi yang sangat
drastis. Ini seperti gejala bipolar,
depresi dan kecemasan di usia yang
sangat muda. Anak-anak yang seharusnya
carefree, yang seharusnya happy,
tiba-tiba mengalami anxiety lalu tidak
bisa tidur walaupun sudah capek atau
tidur tapi tidak bisa nyenyak, sering
terbangun, mimpi buruk, dan ini
memperparah semua gejala lainnya.
Kemudian kemampuan memori atau verbalnya
juga terganggu. Anak kesulitan untuk
mengingat, kesulitan mengekspresikan
diri dengan kata-kata. Dan yang paling
mengerikan, dalam beberapa kasus muncul
dorongan untuk menyakiti diri sendiri
atau istilahnya self harm. Di usia yang
sangat muda bahkan muncul keinginan
untuk bunuh diri. Ini adalah hasil
penelitian yang terdokumentasi dengan
sangat baik dari berbagai lembaga yang
kredibel dan efeknya bisa muncul dalam
berbagai timeline. Kadang dalam hitungan
jam setelah konsumsi, kadang keesokan
harinya, kadang efeknya terakumulasi dan
baru muncul beberapa minggu setelah
konsumsi rutin. Tapi yang paling
menyidikkan, kebanyakan orang tua tidak
sadar kalau ini dipicu dari makanan.
Mereka mikir ini adalah fase normal pada
anak-anak. Atau ada juga yang mikir ini
ADHD bawaan memang susah fokus anak saya
atau memang temperamental. Padahal bisa
jadi pemicunya adalah makanan yang
mereka konsumsi setiap hari. Seperti
sereal warna-warni yang mereka makan
setiap pagi, snacks yang mereka bawa ke
sekolah, minuman kotak yang mereka minum
pada saat bri, termasuk permen, bahkan
vitamin yang mereka konsume. Semua
terlihat harmless, tapi sebenarnya
merusak sistem saraf mereka. Sekarang
mungkin kamu bertanya, bagaimana mungkin
pewarna yang kelihatannya sangat simpel
bisa menyebabkan efek yang sedemikian
parah? Dan ini yang harus kita pahami.
Karena kalau kita mengerti mekanismenya,
kita akan realize betapa seriusnya
masalah ini. Pewarna sintetis ini bukan
hanya masuk dan keluar dari tubuh anak
kita. Mereka merusak sistem yang paling
penting untuk kesehatan mental dan
perilaku. Pertama, pewarna ini
mengganggu chemical messenger di otak
kita. Di otak kita ada yang namanya
neurotransmitter. Ini seperti messenger
yang mengatur mood, mengatur fokus,
mengatur perilaku. Ketika anak konsum
pewarna sintetis, chemikal dari pewarna
ini masuk ke darah dan mengganggu kerja
neurotransmitter ini. Dopamin anak jadi
kacau, anak jadi hiperaktif, enggak bisa
fokus, serotonin juga turun, mood swing,
anxiety, depresi juga muncul. Bisa juga
terjadi gangguan impulsif dan agresif.
Ini kenapa anak yang tadinya tenang
tiba-tiba berubah drastis setelah makan
makanan dengan pewarna. Yang kedua,
pewarna ini juga merusak hubungan antara
usus dengan otak. Ini yang jarang orang
tahu. 90% serotonin atau hormon yang
bikin kita bahagia ini diproduksi di
usus bukan di otak. Jadi usus dan otak
kita saling berkomunikasi terus-menerus.
Ini yang disebut dengan g brain sis.
Pewarna sintetis ini toksik untuk
mikrobiom atau bakteri baik di usus.
Mereka membunuh bakteri yang baik dan
membiarkan bakteri jahat untuk
berkembang. Ketika microwave kita rusak,
produksi serotonin terganggu. Komunikasi
antara usus dan otak tadi jadi kacau.
Hasilnya anak jadi lebih mudah anxiety,
mudah depresi, mudah mood swing karena
god health dan mental health tadi sangat
connected. Yang ketiga, ini juga
menyebabkan inflamasi di otak. Pewarna
sintetis ini sifatnya proinflamatory.
Artinya mereka mentrigger peradangan
termasuk peradangan di otak. yang
dikenal dengan neuroinflammation.
Dan inflamasi di otak ini adalah salah
satu penyebab utama dari depresi,
anxiety, ADHD, dan gangguan mental
lainnya. Bayangkan otak anak yang sedang
dalam proses penting untuk berkembang.
Ada chronic inflammation yang
mengganggu. Ini sangat destruktif untuk
perkembangan otak jangka panjang. Yang
keempat, ini juga bisa mengubah
chemistry otak secara fundamental.
Ketika kita baik anak-anak maupun orang
dewasa dibombardir terus dengan bahan
kimia setiap hari, perubahan terjadi di
level fundamental. Otak kita beradaptasi
terhadap kehadiran bahan-bahan kimia
ini. Dan ketika bahan kimia ini hilang,
otak mengalami kondisi seperti withdraw
atau sakau. Ini sebagian alasan kenapa
kita atau anak-anak kita jadi craving
makan makanan yang berwarna-warni. Bukan
karena lapar atau suka rasanya, tapi
karena brain chemistry kita sudah
berubah. sudah tergantung atau
istilahnya sudah kecanduan dan anak-anak
yang otaknya masih berkembang efeknya
jauh lebih parah. Dan yang paling
mengerikan ini bukan satu mekanisme yang
bekerja sendiri. Ini adalah efek
berantai yang menciptakan siklus yang
sangat berbahaya. Bayangkan seperti efek
domino, neurotransmitter rusak. Ini
memperburuk inflamasi atau peradangan.
Peradangan merusak mikrobiom. Microbi
lebih parah akan semakin merusak
produksi neurotransmitter lagi.
Chemistri otak berubah lagi membuat anak
menjadi semakin sensitif lagi terhadap
semua efek ini. Jadi ini akan menjadi
siklus yang terus berputar dan semakin
parah dari waktu ke waktu. Terutama
kalau anak masih terus terpapar pewarna
ini setiap hari. Dan untuk anak-anak
yang secara genetik lebih sensitif atau
yang perkembangan otaknya lebih rentan,
efeknya bisa sangat menghancurkan. Ini
bukan hanya teori atau mekanisme dibook.
Ini adalah kehidupan nyata. Nyawa
anak-anak yang benar-benar terpengaruh.
Dr. Rebeca Bavens, seorang profesor dan
peneliti di bidang neurosins dan
perkembangan anak pernah membagikan
cerita yang sangat mengejutkan dan
sangat menyentuh di TED Tnya. He's
having emotional meltdums,
the likes of which I had never seen. He
would get upset over the littlest
things. These temper tantrums turned
into they got more intense and more
frequent. I'd ask him to turn off the TV
and he would break down and cry. And the
crying would turn into anger and this
anger would turn into a full blown
emotional fit.
He would scratch at himself. He would
shred at his clothes. He would swing on
me. He would scream.
And eventually it would lead to him
begging. Mom, just get me a knife so I
can kill myself. I just want to die.
We couldn't believe it. We had a
suicidal sevenyeold
and all I can think of was
he puberty
usia di mana anak-anak yang seharusnya
bisa hidup dengan bebas tapi anaknya
sampai di titik di mana dia ingin bunuh
diri. Ini adalah konsekuensi nyata yang
terjadi pada anak-anak. Dia membawa
anaknya ke berbagai dokter, berbagai
spesialis. Mereka bilang ini ADHD. Ada
yang bilang ini gangguan mood. Mereka
kasih obat, tapi tidak ada yang
berhasil, malah semakin parah. Sampai
akhirnya setelah riset yang panjang,
beliau menemukan penelitian tentang
pewarna sintetis ini tentang efeknya
terhadap anak-anak. Lalu beliau
memutuskan untuk mencoba menghilangkan
semua makanan yang mengandung pe
sintetis dari makanan anaknya 100%
dengan ketat. Dalam hitungan hari
anaknya berubah, tentrumnya berkurang
drastis. Perubahan mood yang ekstrem
juga hilang. bisa tidur dengan nyenyak,
bisa tersenyum lagi, bisa jadi anak yang
bahagia lagi. Dan ini bukan kasus
tunggal. Setelah Dr. Bavens berbagi
ceritanya, ratusan bahkan ribuan orang
tua menghubunginya. Mereka berbagi
cerita yang sama. Cerita yang sangat
mirip. Anak mereka yang tentum terus,
anak mereka yang agresif bahkan selfham.
Dokter memberikan label ADHD atau
bipolar. diberikan obat tapi tidak
pernah membaik sampai mereka eliminate
pewarna makanan dari diet anak mereka
dan anak mereka berubah total. Jadi
anaknya mereka kenal dulu sebelum semua
gejala ini terjadi. Laporan resmi dari
berbagai institusi penelitian independen
CSPI, IWG, OISSA semuanya menyebutkan
temuan yang sama. Peworna sintetis
terbukti secara saintifik dapat memicu
hiperaktivitas dan ADHD. ini sudah tidak
diragukan lagi. Evidence-nya
overwhelming. Tapi yang paling
menyedihkan, gejala-gejala ini sering
dianggap normal atau bahkan bawaan. Anak
dikasih label ADHD, dikasih label
bipolar, ada lagi yang dikasih label
konduct disorder, dikasih obat yang
punya another side effect lagi. Padahal
roots-nya bisa jadi sangat simpel.
Makanan yang mereka konsum setiap hari.
Ironisnya, bahkan FDA sendiri mengakui
bahwa por sintetis bisa berdampak buruk
terhadap attention and activity pada
anak-anak. FDA ini seperti BPOM di kita
ya. Mereka mengakui ini tapi masih allow
untuk penggunaannya. Mereka bilang ini
aman dalam batas wajar. Mereka sudah set
batas aman untuk setiap pewarna. Tapi
apa itu batas aman? Batas aman ini
biasanya ditentukan oleh study yang
sangat terbatas. Dan banyak studi ini
disponsori oleh industri makanan itu
sendiri. Bukan untuk mencari kebenaran,
tapi untuk kepentingan menyatakan produk
mereka aman. Biasanya pengujian juga
dilakukan dalam waktu yang pendek
beberapa hari atau bahkan beberapa
minggu dengan paparan yang sangat
terbatas. Hanya dari satu bahan yang
dites dan biasanya pada hewan bukan pada
manusia bukan juga pada anak-anak. Tapi
dalam realita sehari-hari anak-anak kita
terpapar puluhan produk setiap hari.
Sereal di pagi hari, lalu lanjut snacks,
lanjut minuman, snack sore lagi, desert
di malam hari. Masing-masing produk ini
mengandung beberapa jenis pewarna plus
ratusan bahan aditif lainnya. Pengawet,
pemanis, MSG, emulsifier, stabilizer,
flavor enhancer. Ini semua masuk ke
tubuh anak-anak kita setiap hari.
Berinteraksi satu sama lain dengan cara
yang tidak pernah dites, terakumulasi
selama bertahun-tahun. Sejak mereka bayi
sampai remaja dan kita expect tubuh
mereka yang masih berkembang, sistem
saraf yang masih forming bisa handle
semua ini tanpa efek samping. Ini tidak
masuk akal. Tidak heran kalau kita
melihat explosion di chronic disease
termasuk juga di mental health, di
anak-anak tingkat ADHD yang meningkat
secara drastis. Anxiety dan depresi juga
meningkat di anak-anak. Behavioral
problem juga meningkat. Dan kita masih
wondering ini semua kenapa? Padahal
jawabannya ada di depan mata kita. Di
beberapa negara di Eropa termasuk di UK,
di Jerman, di Prancis, kalau produk
makanan mengandung pewarna tertentu,
mereka wajib mencantumkan warning label
di kemasan. Warning-nya berbunyi, "May
have an adverse effect on activity and
attention in children." Artinya, mungkin
punya efek buruk terhadap aktivitas dan
perhatian anak-anak. Ini requirement
yang harus ada di setiap kemasan. Jadi
orang tua di sana bisa melihat warning
itu. Mereka bisa decide, "Oke, saya
tidak mau anak saya konsum ini." Tapi di
berbagai negara lain, termasuk di negara
kita tidak ada warning seperti ini.
Dijual dengan bebas tanpa warning.
Bahkan dijual dengan marketing gimik
khusus menarget anak-anak dengan kartun
yang lucu, dengan warna yang cerah,
belum lagi dengan klaim bergizi dan
diperkaya vitamin. Orang tua tidak
pernah tahu. Mereka pikir itu aman dan
sehat. Kasih anak mereka dengan good
intention. dan anak-anak mereka
perlahan-lahan teracuni. Sistem saraf
mereka perlahan-lahan rusak, perilaku
mereka juga perlahan-lahan berubah.
Mulai edik, minta lagi dan lagi, mulai
terjerat menjadi konsumen seumur hidup.
Kalau enggak dikasih mulai tentrum. Yang
butuh awareness, pewarna ini tidak hanya
ada di permen atau di sereal yang
warna-warni yang sudah sangat jelas. Ini
ada di mana-mana, di produk-produk yang
bahkan kita tidak expect. Produk yang
terlihat sehat. Yogurt dengan rasa buah
di depan ditulis menggunakan buah asli.
Kalau kita lihat ingrediens-nya, buahnya
hanya 0, sekian persen. Jadi warna
merahnya ini bukan dari buah, tapi ada
tambahan pewarna sintetis. Es krim
misalnya, terutama yang warna-warni atau
rainbow es krim. Ada lagi yang biru
bubble gum. Bukan cuman yang warna
cerah-cerah ya, ada juga yang pakai
pewarna karamel termasuk minuman kemasan
juga. Ada jus buah juga, ada spot drink,
energy drink, soft drink, bahkan yang
klip vitamin water sekalipun. Kemudian
di bahan makanan ketika kita masak saus,
margarin, mustard dengan warna-warna
yang kuning cerah, daging olahan sosis
untuk bikin warnanya lebih apiling,
lebih segar. Padahal ini proses meat
dengan low quality atau juga kids meal
di restaurant fast food, termasuk di
nugget kemasan, di roti juga dengan
topping yang colorful, kue-kue jajanan,
termasuk selai. Popcorn, cheese,
popcorn, karamel, popcorn, popcorn
warna-warni, snacks, anak, chips,
cookies, crackers, permen, jelli cup.
Bahkan bukan hanya di makanan packaging,
makanan-makanan dari restoran atau
bakeriy kein juga pakai pewarna.
Makaron, cupcake, donat, frosting cake
yang warna-warni, bahkan vitamin,
suplemen gamis untuk anak-anak yang
supposed to be untuk kesehatan anak. Ini
labelnya macam-macam. Vitamin C gamis,
vitamin D gamis, multivitamin gamis,
omega3 gamis, probiotik gamis. Ini semua
digamisin. Semua dibuat colorful dengan
pewarna sintetis untuk anak-anak,
termasuk obat batuk sirup untuk anak,
obat demam sirup, dan juga berbagai
produk dengan label sehat. mau itu dari
mie sehat, selai sehat, dan lain-lain.
Termasuk berbagai produk-produk yang
homemade yang terkadang bisa klaim apa
aja dan masih banyak lagi yang mind
blowing. Kita tidak bisa sebutkan satu
persatu karena memang banyak banget
bahan-bahan seperti ini. Ini kenapa
marketing gim menyesatkan kalau kita
tidak punya knowledge yang tepat. Bahkan
sekarang banyak pewarna sintetis ini
bukan hanya di makanan, tapi di produk
sehari-hari yang anak-anak kita pakai.
Ini kita akan bahas di lain kesempatan.
Dan ini yang paling ironis. Dan yang
paling tidak manusiawi ketika anak mulai
sering tentrum, mulai hiperaktif, mulai
mutsuing sampai agresif dibawa ke
dokter. Dokter assess dibilang ADHD atau
conduct disorder atau bipolar disorder.
Lalu dikasih obat obat ADHD stimulan
atau nonstimulan, obat mood stabilizer,
obat untuk control behavioral,
menenangkan dan coba tebak apa yang ada
dalam obat-obatan ini. Pewarna sintetis
yang memicu masalah ini dari awal. Jadi
ini saya sudah bingung mau ngomong apa
lagi. Ini completely insane dan anak
kita jadi konsumen seumur hidup dari
food industri, farmasi dan rumah sakit.
Ini bukan hanya tidak masuk akal, ini
sangat-sangat tidak manusiawi. Industri
secara conscious, secara sadar
membanjiri tubuh anak-anak kita dengan
zat-zat yang berbahaya. bukan untuk
kesehatan, bukan juga untuk nutrisi,
tapi untuk menciptakan lifelong
customer. Dari hal yang sangat simpel,
warna yang menarik perhatian di gang
supermarket menjadi konsumen seumur
hidup dan banyak orang tua yang tidak
awar, mereka merasa telah melakukan hal
yang benar. Mereka trust the system,
mereka trust the label, dan mereka juga
trust oknum. Tapi sistem ini
fundamentally sudah broken. Dan ini baru
dari satu jenis bahan aditif, yaitu
pewarna sintetis. Kita belum bahas
bahan-bahan aditif lainnya yang punya
berbagai efek negatif ke kesehatan.
Bahkan ada yang mengandung bahan-bahan
karsinogenik atau potensi kanser.
Situasi ini juga sangat personal untuk
kami. Zahra sejak kecil tanpa sadar
terpapar ultra prosess food dengan
pewarna sintetis setiap hari. Sereal
warna-warni, gamis yang colorful,
makanan dan minuman dengan warna pink.
Karena Zara dari kecil suka banget warna
pink. Tapi ternyata enggak hanya yang
colorful, bahkan nugget yang kita pikir
tidak ada pewarnanya. Ternyata sekarang
ketika kita cek ingrediens-nya penuh
dengan pewarna sintetis. Untuk yang
sudah lama subscribe channel ini pasti
sudah tahu perjalanan kesehatan Zahra.
Dimulai dari masalah pencernaan yang
kronis yang kemudian terus berkembang
menjadi SL lupus dan juga komplikasi ke
berbagai masalah kesehatan sampai ke
mental health. Dokter sering resepin
obat penenang dengan berbagai jenis. Ada
obat penenang dan ternyata obat ini
mengandung pewarna sintetis juga. Lalu
ketika kita mau transisi ke hidup sehat
tapi masih belum knowledgeable waktu
itu, kami beli banyak banget produk yang
diklaim sehat, produk dari Health Store
yang kemasannya penuh dengan label
sehat. Tapi ketika kita mulai baca
ingrediens dan mulai paham secara
detail, ternyata banyak banget yang
masih tetap mengandung food dice,
pewarna sintetis di produk yang supposed
to be healthy. Dan ketika kita mulai
untuk hidup sehat yang benar secara
holistik, eliminate semua bahan-bahan
yang berbahaya dari pola makan kami,
banyak hal mulai membaik. Karena ini
semua terakumulasi dan berhubungan satu
sama lain. Tidak semuanya instan, tapi
perlahan-lahan. Tubuh Zara mulai
healing, mental hand-nya mulai stabil.
Dan ini bukan hanya cerita kami, ini
cerita member-member Ey lainnya yang
mengalami transformasi yang serupa yang
akhirnya kita semua paham agar
masalahnya adalah systemic problem yang
terjadi dari kecil. Tapi good news-nya
ini semua bisa diperbaiki. Kondisi Zahra
yang sudah sangat kritis saja bisa
reverse. Jadi insyaallah kita semua
bisa. Lalu, apa solusinya? Ada banyak
hal yang bisa kita lakukan yang akan
membuat perbedaan besar untuk kesehatan
anak-anak generasi mendatang dan diri
kita sendiri. Yang pertama dan yang
paling penting fokus ke whole food yang
berkualitas. Makanan asli yang padat
nutrisi. Makanan yang ketika kamu
berikan kepada anak kamu atau makan
sendiri, kamu tahu persis apa yang
masuk, apa yang dimakan. Tidak ada bahan
yang tersembunyi. Tidak ada bahan aditif
yang misterius. Dan yang paling penting,
makanan ini memberikan nutrisi yang
dibutuhkan oleh tubuh. fiber, lemak
bayi, protein, dan berbagai vitamin dan
mineral. Ini sudah sering banget kita
bahas di video-video sebelumnya. Jadi,
kita enggak akan banyak bahas lagi di
sini. Ini adalah fondasi. Ketika tubuh
dapat nutrisi yang cukup dan
berkualitas, pencernaan juga akan lebih
sehat. Otak akan bekerja lebih baik,
mood lebih stabil, energi lebih
konsisten. Sistem imun juga lebih kuat.
Dan kalau kita sudah fokus ke whole food
yang berkualitas, kita akan semakin
sedikit terpapar makanan kemasan yang
penuh bahan kimia. Yang kedua, jika
memilih makanan kemasan, mulai baca
komposisi dan pahami. Balik ke bagian
komposisi atau ingrediens. Baca dengan
detail, bukan lihat label yang ada di
depan kemasan karena semuanya marketing
gimik. Pahami komposisinya. Untuk member
premium di, kamu bisa pakai fitur C
ingredients, foto komposisi bahan, dan
kamu akan dapat penjelasannya secara
saentifik. Yang ketiga, kalau kamu ingin
memberikan suatu warna agar lebih
menarik untuk anak-anak, kamu bisa
gunakan alternatif yang alami. Jadi,
alternatif alami ini bisa memberikan
visual yang menarik, bahkan banyak
manfaatnya untuk kesehatan. Mau pink
atau warna merah bisa pakai buah beat
atau buah naga yang kaya akan betalin
dan vitamin C. Mau kuning atau orange
bisa pakai kunyit, wortel atau ubi yang
punya kurcumin atau betakaroten yang
antiinlamasi. Mau ungu bisa pakai ubi
ungu, bisa pakai talas, bisa pakai
blueberry. Ini ada antosianin yang
melindungi otak dan meningkatkan memori.
Mau biru atau hijau bisa pakai spirulina
atau corella. Ini superfood dengan
protein tinggi dan bisa bantu
detoksifikasi. Jadi warna yang diberikan
itu sama dengan antioksidan yang
powerful. Yang keempat, terapkan
kebijakan bebas pewarna di rumah
semaksimal mungkin. Bukan hanya dari
makanan, tapi juga di produk perawatan
pribadi. Pilih sabun, shampo, pasta gigi
yang bebas pewarna. Tidak perlu pakai
pewarna, yang penting fungsinya. Yang
kelima, kamu bisa coba sendiri. Kalau
anak kamu mengalami masalah perilaku,
mau itu tentrum, hiperaktif, mood swing,
agresif, susah fokus, hilangkan semua
makanan dengan pewarna sintetis dan
ultra process food. selama minimal 2
minggu. Dan ini juga berlaku untuk orang
dewasa. Kalau misalnya kamu mengalami
kecemasan yang tidak jelas penyebabnya
atau perubahan mood, brain fope, mudah
marah, coba hilangkan porana makanan dan
ultra process food dan amati, perhatikan
anak kamu dengan sesama atau amati diri
kamu sendiri. Catat perilaku, mood,
tidur, dan tingkat fokus kita. Untuk
member premium bisa catat di fitur
jurnal karena nanti pas weekly inside
akan terlihat bagaimana transformasinya.
Banyak orang tua yang kaget dengan
transformasi yang mereka lihat. Anak
jadi lebih tenang, lebih bahagia, lebih
fokus, tidur juga lebih nyenyak, tentrum
juga bisa berkurang drastis. Dan banyak
juga orang dewasa yang anxiety-nya
berkurang, moodnya jadi lebih stabil,
brainfonya hilang, dan efek-efek positif
lainnya. Dan ini bukan cuman sekedar
cerita, ini ada penelitiannya. Di
tahanan remaja di California, penelitian
yang dilakukan dengan mengganti ultra
process food yang penuh dengan bahan
sintetis dan bahan aditif dengan whole
food atau makanan asli tidak ada bahan
kimia. Hasilnya tingkat kekerasan
menurun 25%. Penggunaan alat seperti
borgol dan lain-lain itu turun 75% dan
tingkat suicidal turun 100%. Ini bukan
anak-anak normal ya, ini remaja dengan
criminal record, dengan behavioral issue
yang sudah sangat sever, sudah sangat
parah dengan berbagai trauma dan juga
berbagai masalah yang sangat kompleks.
Kalau pola makan seperti ini bisa
membuat perubahan sebesar itu pada
populasi yang paling at ris. Bayangkan
dampaknya pada anak-anak kita, termasuk
juga pada diri kita sendiri. Jadi, coba
give it to weeks dan lihat sendiri
transformasinya. Kemudian yang bisa kamu
lakukan share informasi ini. Kami punya
satu misi untuk menyelamatkan 1 juta
anak-anak dari ini. Dan untuk itu kami
butuh 1 juta view untuk video ini.
Industri bisa menghabiskan miliaran
rupiah setiap hari untuk marketing yang
menarget anak-anak. Mereka punya power,
mereka punya uang, mereka punya
influence yang sangat besar. Tapi kita
punya sesuatu yang lebih kuat yaitu
kebenaran. 1 juta view berarti 1 juta
keluarga yang aware, 1 juta anak yang
potentially akan terselamatkan. We need
to make a move. Dan kamu bisa ikut
menjadi bagian dari movement ini untuk
menyelamatkan 1 juta anak. Dengan share
informasi ini seluas-luasnya, kita bisa
melihat seberapa cepat kita bisa
mencapai 1 juta view ini bersama-sama.
Seberapa banyak masyarakat yang masih
peduli dengan masa depan anak-anak
setiap seriap
view bisa menyelamatkan nyawa. Dan ini
adalah cara kita untuk giving back to
the society. Kita bukan hanya fighting
untuk anak-anak kita hari ini, tapi kita
juga fighting untuk diri kita sendiri,
untuk kesehatan kita bersama, dan
menciptakan generasi mendatang yang
lebih baik. Dan selain share, kamu juga
bisa support movement ini dengan like
dan komen video ini dengan #save one
million kids sehingga video ini bisa
digulirin lebih lanjut lagi oleh
algoritma sehingga lebih banyak orang
lagi yang nonton. Dan untuk kamu yang
belum subscribe, pastikan kamu subscribe
agar tidak ketinggalan video-video kami
selanjutnya. Kami tahu menjalani hidup
sehat di tengah sistem yang sudah rusak
ini tidak mudah. Makanan berbahaya ada
di mana-mana. marketing gimik yang
menyesatkan. Belum lagi dengan berbagai
titipan kepentingan dan kita semua punya
keterbatasan. Keterbatasan waktu,
budget, akses informasi, dan kondisi
masing-masing. Inilah kenapa kami
membuat member premium untuk memudahkan
kamu dan keluarga untuk menjalani hidup
sehat yang sebenarnya yang akan bantu
kamu untuk save biaya, save waktu, save
tenaga juga. Di sana kamu bisa akses
berbagai tools seperti AI assistant.
Jadi, kamu tinggal input goal kamu,
jawab pertanyaan dan jurnaling.
Kemudian, EA assistant akan mempelajari
kondisi kamu dan memberikan insight
personal yang spesifik untuk kamu. Ini
AI-nya sudah kami training secara
khusus. Jadi, kamu dapat insight setiap
hari. Makin lama kamu makin paham
tentang kondisi tubuh kamu. Kalau ada
pertanyaan tinggal tanya lewat fitur
Q&A. Pas mau belanja ada fitur check
ingredience, foto komposisi bahan, dan
AI akan kasih analisa lengkap tentang
bahan-bahannya secara saintifik. Jadi,
kamu tidak perlu lagi bingung ke
supermarket, termasuk terjembak balik
produk-produk yang mahal yang malah
merusak kesehatan. Lalu kamu juga akan
dapat akses ke 10 Day Hair Revolution
yang akan kasih kamu fondasi apa
sebenarnya hidup sehat yang benar. Lalu
untuk panduan makan sehari-hari, kamu
bisa tinggal gunakan Easy Matrix. tidak
perlu jasa meal plan yang harganya
sangat mahal dan sangat tidak scientific
base. Dan ada juga akses ke komunitas
karena healing akan lebih mudah kalau
kita berkumpul dengan orang-orang yang
satu value. Dan masih banyak lagi
fitur-fitur lainnya yang terus kami
develop karena tujuan kami adalah
memudahkan kita semua untuk hidup sehat.
Tapi ini waiting list karena demand-nya
cukup tinggi dan resource kami masih
sangat terbatas. Dan kamu juga bisa
selalu dapat edukasi kesehatan gratis
seperti ini dari YouTube dan juga bisa
join ke WA channel kita. Semoga
informasi ini bermanfaat dan bisa
menciptakan masa depan yang lebih baik
untuk generasi mendatang. Salam sehat
dan bahagia selalu.