Watch This Before Avoiding Salt | Don't Regret It
ki3I0U9sdHo • 2025-10-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Garam dan hipertensi adalah dua hal yang selalu dikaitkan. Kita selalu dibilang untuk hindari garam kalau tekanan darah tinggi. Tapi apa benar garam yang menjadi masalahnya? Atau ada fakta yang jauh lebih penting yang disembunyikan? Kita akan bahas pada episode kali ini. Halo semua, dengan Ardina Zahra. Di sini kami memberikan informasi hidup sehat yang sebenarnya scientific base, jujur, dan tapat titipan kepentingan sehingga kamu bisa benar-benar hidup sehat dan memiliki hidup yang bermakna. Hari ini kita akan bahas tentang hubungan garam dengan hipertensi. Dan ini penting banget karena kamu akan lihat betapa banyak manipulasi yang terjadi di sekitar kita yang membuat kita menjadi sakit. Kalau kita hipertensi, anjuran yang paling terkenal, yang paling sering dibilangin termasuk oleh para dokter adalah hindari garam atau sodium atau nama lainnya natrium. Secara saintifik, sodium memiliki sifat menarik air. Jadi, kalau tingkat sodium dalam darah tinggi, maka jumlah air yang ditarik akan lebih banyak. Bayangkan darah yang melewati pembuluh darah volumenya jadi lebih besar sehingga lebih sesak. Ini seperti selang air yang tiba-tiba aliran airnya dinaikin dan ini akan meningkatkan tekanan ke dinding pembuluh darah. Jadi, tekanan darah meningkat. Jadi, ketika dibilang terlalu banyak sodium bisa meningkatkan tekanan darah, itu adalah hal yang benar. Mekanisme ini real, tapi ada fakta yang jauh lebih penting yang tidak pernah disebutkan dan ini yang akan membuka mata kita. Ketika kita ngomongin sodium, yang sering muncul dalam pemikiran orang adalah masak tanpa garam, hindari garam di dapur. Jangan tambahkan garam ke makanan. Ini yang selalu diempasize. Tapi fanya 70% total dari konsumsi sodium kita bukan berasal dari garam yang kita tambahkan di rumah, tapi dari ultraprocess food. Kalau ada yang baru dengar istilah ultraprosess food dan mau penjelasan lebih lengkap tentang apa itu UPF, mekanismenya bagaimana, kenapa berbahaya, bisa nonton video kami khusus tentang ultra process food. Sekarang pertanyaannya, kenapa sebanyak itu garam di ultraprocess food? Ini bukan cuman soal rasa. Ultraess food diproses dengan high heat menggunakan alat-alat industrial dari metal, minyak ravinasi yang sudah teroksidasi, tepung yang sudah lama, bahan-bahan low quality, chemical additif, preservatif. Kombinasi semua ini menghasilkan bau yang tidak enak, metalic, renp, chemical smell. Jadi, penggunaan garam yang tinggi adalah untuk menutupi bau-bau ini. Michael Mos seorang investigator jurnalis pemenang Pudit Surve Price dalam bukunya Hook mengekspose ini. Dia menginterview berbagai executive food companies dan mereka confirm kalau garam dipakai untuk masking the bad smell. Tapi kenapa kita tidak merasakan asin? Ini kita ambil analogi. Biasanya kalau kita masak di rumah keasinan, apa yang kita lakukan? Biasanya salah satu triknya adalah menambahkan gula. Tujuannya untuk balancing. Balancing dengan rasa manis. Hal yang sama juga dilakukan oleh food industry. Untuk balancing sodium yang tinggi ditambahkan juga dengan gula yang tinggi. Kemudian ditambahkan dengan lemak juga. Kita akan bahas soal lemak ini pada lain kesempatan karena ini juga sangat mind blowing. Misalnya di biskuit kita merasa tidak terlalu asin dan tidak terlalu manis. Rasanya pas, enak, dan ediktif. Tapi ini tidak terlalu manisnya adalah untuk taste BD yang sudah di-hijack oleh food industry. Kalau taste Bad kita sudah normal, sudah sensitif, kita akan langsung merasa kalau makanan-makanan ini sangat manis dan sangat asin. Kalau ada yang mau tahu cara untuk reset taste bat agar kembali sensitif, agar bisa enjoy makan whole food lagi, bisa komen di bawah. Nanti kalau banyak kami buatkan video khusus tentang ini. Balik lagi ke bahasan tadi. Kombinasi garam, gula, dan lemak ini dalam proporsi yang spesifik menyebabkan apa yang disebut dengan bliss point. Titik di mana menyebabkan kecanduan maksimal. brain reward system kita dijack dopamin spike dan kita tidak bisa berhenti. Salah satu eksekutif senior di perusahaan biskuit besar bahkan lebih berani merokok dan tidak berani makan produknya sendiri karena katanya dia takut tidak bisa berhenti. Dia tahu persis apa yang mereka masukkan dan mereka lakukan di dalam produk itu di Engineer Ediction. Dan ini bukan hanya pada biskuit, tapi pada berbagai ultra processed food. Mulai dari berbagai makanan kemasan, makanan frozen, instan noodle, snacks, daging olahan, saos, sereal, dan masih banyak lagi yang mayoritas sering orang-orang beli di supermarket. Bahkan yang pakai gimik sehat sekalipun, granola bar, veg chips, protein bar, yogurt kemasan, oatmeal, dan lain-lain semua menggunakan cara yang sama. Direkayasa untuk membuat kecanduan dan dipromosikan oleh onum-onum influencer atau bahkan dokter. Di sisi lain, sodium yang kita gunakan ketika memasak ternyata hanya 10 sampai 15% dari total konsumsi sodium dan sisanya adalah dari bahan-bahan alami. Karena sodium juga secara alami terdapat pada whole food. Jadi pertanyaannya kalau dibilang hindari sodium, kenapa fokus ke sodium yang kita gunakan ketika memasak yang hanya 10 sampai 15%? Kenapa enggak fokus ke 70% yang dari ultra processed food? Kita coba telusuri sama-sama ya. Kita sebagai manusia butuh makan. Kita disuruh masak tanpa garam. Yang ada hambar, enggak enak, enggak bisa nikmatin. Ujung-ujungnya kita enggak akan sustain. Akhirnya stres, frustasi, malah tambah sakit. Akhirnya terpaksa balik lagi ke UPF. Dan ketika kita ngomong soal UPF ini bukan hanya makanan kemasan ya, karena banyak juga restoran yang sebenarnya menggunakan UPF. termasuk restoran-restoran dengan label sehat sekalipun, termasuk catering-catering sehat juga. Jadi, akhirnya kita menyerah daripada udah capek masak, enggak bisa dimakan, sengsara dan tersisa setiap hari, enggak apa-apa deh makan yang tidak sehat. Terus karena terpapar UPF, jadi edik, makan terus-menerus semakin merusak tubuh. Tekanan darah tinggi, ya udah tinggal diminum robot. Tapi tekanan darah tinggi itu cuman angka di tensimer. Itu adalah pembuluh darah yang rusak. Lalu kondisi lain juga ikut muncul. Jantung yang bekerja terlalu keras, ginjal yang mulai decline, otak yang mulai kekurangan oksigen, mata yang mulai bermasalah. Komplikasi makin muncul satu persatu. Diabetes, kolesterol, fatti liver, stroke sampai serangan jantung. Obat yang tadinya satu sekarang jadi 5, 10 dan bahkan butuh dikonsumsi seumur hidup. Ada yang bikin mual, bikin diare, masalah pencernaan, hipoglisemia, nyeri otot, gangguan ginjal, liver damage, gangguan kognitif, brainfo, depresi, insomnia, atau bahkan meningkatkan resiko kanser. Satu obat untuk penyakit ditambahkan obat-obat lain lagi untuk efek samping obat sebelumnya. Ini menjadi siklus yang enggak akan ada habisnya. Cek up rutate ke dokter. Katanya, "Hati-hati loh, kalau enggak diminum bisa tiba-tiba." Kenapa? Jadi harus diminum terus, labes berkala, resep obat yang enggak pernah habis dan akhirnya kondisi semakin parah. Hidup keluar masuk rumah sakit, biaya yang terus mengka puluhan juta bahkan sampai ratusan juta. Dan yang paling penting, kualitas hidup kita menurun drastis, produktivitas menurun, enggak bisa kerja, enggak bisa melakukan hal-hal yang disukai lagi, enggak bisa main sama anak, enggak bisa main sama cucu, dan pada akhirnya kita menjadi konsumen setia, food industry, farmasi, dan rumah sakit seumur hidup. Dan ini bukan kebetulan. Ini adalah sistem yang dirancang. Food industry bikin kita sakit. Farmasi jual obat untuk manage symptom. Rumah sakit profit dari pasien yang terus datang. Tapi enggak pernah addressing root cost-nya. Karena kalau kita sembuh total mereka semua kehilangan customer. Jadi kita seringkiali tidak tahu fakta ini. Kita dipaksa memilih. Mau hidup sehat tapi sengsara. Kita makan setiap hari makanan yang hambar atau hidup yang sakit makan yang enak. Padahal yang enak itu karena indrasa dan hormon kita yang sudah rusak. Karena bahan-bahan low quality yang merusak tubuh. Ini adalah pilihan yang sangat berat. Karena itu banyak sekali orang yang menganggap hidup sehat itu susah dijalani. Padahal nyatanya kita bisa memilih untuk hidup sehat, makan yang enak dan enjoyable. Karena memang sodium itu sebenarnya dibutuhkan. Bahkan rises menunjukkan orang yang mengkonsumsi sodium terlalu rendah malah resiko ke penyakit jantungnya lebih tinggi. Dan sebenarnya tubuh kita memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan sodium. Karena sodium yang berlebihan akan dikeluarkan melalui urin. Tapi tubuh kita sudah dirusak. Dirusak oleh ultra process food, chronic stress, kurang tidur, sistem yang seharusnya balance jadi overwelm. Dan juga pola hidup kita sekarang membuat kita kekurangan satu senyawa yang sangat penting yaitu potasium atau kalium. Pola makan kita yang seharusnya kita mengkonsumsi potasium lebih banyak atau sebanding dengan natrium. Ketika diproses menjadi ultraproses food, potasiumnya hilang. Terkadang mereka menambahkan bentuk sintetis yang memiliki potensi resiko lain lagi. Dari mana sumber potasium yang baik? Karena ini juga banyak yang misleading. Coba komen di bawah apa sumber potasium terbaik? karena sudah sering kita sebutin. Tapi bahan ini lucunya hampir enggak pernah disebutkan oleh tenaga medis. Yang selalu disebutkan adalah salah satu makanan yang kalau kita konsum terlalu banyak malah akan leading ke fed liver. Dan pola makan masyarakat kita pada umumnya sekarang kadar sodium dari UPF jauh lebih tinggi sedangkan kaliumnya kurang rasionya terbalik. Inilah juga sebabnya tubuh menjadi disfungsi tidak bisa membuang sodium yang berlebihan. sistem yang seharusnya self regulating jadi rusak. Jadi apa solusinya? Yang pertama kalau mau hindari sodium hindarilah dari UPF. Karena dengan enggak makan UPF sudah kontribusi 70% dari konsumsi sodium kita. Perbanyak whole food agar konsumsi kaliumnya meningkat dan tubuh bisa recovery dengan baik. Karena tubuh kita sebenarnya memiliki kemampuan recovery yang sangat luar biasa asal diberikan lingkungan yang tepat. Yang kedua, pilih garam yang berkualitas untuk memasak. Misalnya sea salt, Himalayan salt, Celtic salt. Gunakan secara moderate. Bikin makanan yang sehat, enak, dan sustainable. Tapi ingat, pilih yang benar-benar berkualitas karena garam juga banyak jenisnya. Berbagai upaya juga dilakukan oleh industri untuk mencampurkan garam agar harganya lebih murah lagi dan kita menjadi semakin sakit. Termasuk menambahkan dengan berbagai bahan. Ada yang menambahkan dengan aluminium, ada yang sudah dibleaching. Kalau kita makan di luar, mostly sudah menggunakan garam yang low quality. Jadi, pilih yang berkualitas, bahan yang masih unrefined, yang masih alami mengandung mineral alami. Yang ketiga, kita butuh untuk jaga kestabilan gula darah. Karena kalau gula darah kita tidak stabil, insulin kita tinggi terus-menerus. Ketika insulin tinggi, ginjal cenderung menyimpan sodium dan tubuh tidak bisa membuang sodium dengan baik. Yang keempat, kita butuh hindari penyebab inflamasi termasuk minyak rafinasi yang teroksidasi dalam tubuh menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Jadi, pembuluh darah kita kaku, tidak bisa rileks, tekanan darah juga meningkat. Untuk menghindari bahan-bahan penyebab inflamasi, kamu bisa menggunakan fitur check ingredience AI kami. Tinggal foto bahan dan AI akan memberikan analisa dan edukasi tentang kandungan bahan. Jadi, kamu tahu apakah produk yang kamu beli itu ultra proses atau tidak. apa dampak dari bahan-bahannya untuk tubuh dan detect potensi-potensi strategi industri lainnya. Karena banyak sekali trik yang dilakukan oleh industri agar produk terlihat sehat. Jadi dengan fitur ini kamu bisa tahu aman atau tidak untuk dikonsumsi secara saentifik bukan karena kata orang. Dan ini bisa kamu coba secara free. Dan tentunya perhatikan juga pola hidup sehat lainnya secara holistik karena semua ini saling terhubung. tidur yang cukup, stress management, movement, community, environment, purpose of life, semuanya ini berperan. Dengan begitu kita bisa memiliki hidup yang benar-benar sehat. Enggak perlu minum obat lagi seumur hidup. Ini bukan harapan palsu, tapi hal yang memang disembunyikan oleh food industri, farmasi, dan rumah sakit. Banyak sekali cerita-cerita member kita dengan berbagai penyakit kronis termasuk hipertensi perlahan-lahan bisa keluar dari medikasi, tekanan darah normal tanpa obat. seperti saya juga yang sembuh dari diabetes dan zarah dengan autoimun dan lain-lain. Karena ini semuanya sebenarnya sangat sacientific. Jadi pilihan kamu ada dua. Percaya dengan onum-onum yang seakan-akan peduli dengan kesehatan kamu tapi nyatanya hanya membuat kamu menjadi konsumen sumber hidup. Atau pelajari lebih lanjut dan ambil alih kembali kesehatan kamu sebelum semuanya terlambat. karena ada efek samping obat-obatan yang bisa membuat kondisi medis yang tidak bisa di-reverse lagi. Dan kalau kamu butuh bantuan personalize untuk berjalanan kesehatan kamu, kamu bisa join member premium kami. Dengan menggunakan AI assistant kami, kamu bisa memperoleh guidance holistik sesuai dengan kondisi kamu, insight, dan plan yang bisa langsung dipraktikkan dan build habit dengan mudah, step by step secara sustainable. termasuk berbagai tools lainnya seperti C ingredients tadi bisa tanya ke AI kami juga yang sudah kami training dan juga education content seperti Tend Revolution program yang sudah banyak membantu member-member kami. Dan untuk member premium kami semenjak kami launching fitur AI assistant antusiasmenya alhamdulillah di luar ekspektasi kami dan tim kami masih sangat terbatas. Jadi sekarang ada sistem waiting list. Anyway, supaya kita bisa terus memberikan edukasi kesehatan yang saentific dan ggak berbayar seperti ini, kamu bisa support kami dengan cara subscribe, like, dan komen video ini. Dan kalau kamu rasa ini bermanfaat, share juga kepada orang-orang yang membutuhkan. Kalau kamu atau keluarga kamu hipertensi, kamu bisa nonton video yang sudah kami buat tentang hipertensi di sini. Dan kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang UPF, kamu bisa nonton video ini.
Resume
Categories