Kind: captions Language: id Saya dapat telepon dari Mama, katanya papa sakit parah di oknam di rumah sakit gagal ginjal stadium 5 tumur ganas alias kanser. Info dari dokter butuh tindakan segera. Kalau tidak nyawa papa akan terancam disarankan operasi untuk membuang kansernya dan kantong kemihnya. Bagaimana jika tindakannya salah? Karena kalau salah treatment, akhirnya kami memutuskan untuk Dr. Go dengan tegas mengatakan ini bahaya dan langsung melarang papa untuk minum kelima jenis obat ini. Penanganannya melibatkan enam dokter spesialis yang berbeda. Bahkan sebagian dari komplikasi ini terjadi karena Halo semua dengan Ardi dan Zahra. Buat yang baru join ke channel ini, welcome to our channel. Di sini kami akan menjelaskan tentang kesehatan secara saintifik dan logik sehingga kamu bisa menjadi mengerti dan bisa menjalankan pola hidup sehat yang benar. Karena banyak sekali informasi kesehatan yang kita percaya dari dulu yang kita anggap sehat tapi nyatanya malah secara saintifik terbukti merusak kesehatan kita. Jadi kalau kamu ingin memperoleh informasi kesehatan yang reliable tentang pola hidup sehat yang benar dan men-support kamu untuk melawan berbagai penyakit serta memiliki hidup yang sehat, bahagia, panjang umur, dan sejahtera, kamu bisa subscribe ke channel ini. Hari ini kami ingin menceritakan tentang perjalanan kesehatan salah seorang yang sangat dekat dengan diri kami, yaitu papa saya. Seperti biasa kami menceritakan ini tidak ada maksud untuk menyerang pihak manapun. Dan juga perlu diketahui ini juga bukan saran medis dan tujuan kami hanya agar ini semua bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Jadi beberapa waktu lalu tiba-tiba papa jatuh sakit. Jadi papa tinggal di kampung halaman saya sedangkan saya dan Zahra tinggal di tempat yang berbeda. Biasanya kita hanya dapat update kesehatan papa itu dari telepon dan selalu responnya baik-baik saja. Tapi tiba-tiba saya dapat telepon dari Mama. Katanya Papa sakit parah diam di rumah sakit. Kondisinya bahkan gagal ginjal stadium 5 bahkan divonis tumur ganas alias kanser dan juga mengalami perdarahan yang tidak bisa berhenti dari urinnya. Info dari dokter ini kondisi sudah sangat kritis dan butuh tindakan segera. Kalau tidak, nyawa papa akan terancam. disarankan operasi untuk membuang kansernya dan kantong kemihnya. Bisa dibayangkan betapa stresnya saya waktu itu. Belum lama kami baru nelepon Papa. Semuanya baik-baik saja. Tapi hanya selama beberapa hari tiba-tiba saya mendengar berita seperti ini. Ini menjadi keputusan yang sangat sulit. Bagaimana hidup Bapak kalau kantung kemitnya itu dibuang? Bagaimana jika tindakannya salah? Karena kalau salah treatment kanser bisa malah menjadi semakin berbahaya yang pada akhirnya bisa membahayakkan nyawa. Jadi pada waktu itu saya benar-benar tidak bisa berpikir jernih tapi selalu saya syukuri selalu ada Zahra yang selalu men-support saya. Dan di saat saya sangat verebel seperti itu, Zaha selalu menenangkan diri saya. Kemudian kami mencoba mempelajari case papa secara lebih jernih dan lebih lanjut. Karena kita sudah sering berhubungan dengan kondisi medis mulai dari kesehatan Zahara sampai member-member di E dengan berbagai macam kondisi medis. Kami merasa ini ada hal yang janggal dan ada kemungkinan misdiagnos. Akhirnya kami memutuskan untuk membawa Papa berobat ke Singapura. Jadi keputusan kami ini dapat banyak sekali respon dari keluarga ke Singapura itu kan mahal banget. FYI saya sendiri memang bukan dari keluarga yang kaya. Papa berobat aja sebelumnya itu selalu menggunakan BPJS. Tapi kami sadar kalau kondisi papa saat ini sudah sangat urgen salah sedikit diagnos, salah sedikit treatment, kami akan menyesal seumur hidup dan kami sangat mengerti bagaimana cara kerja rumah sakit. Biaya memang menjadi salah satu konsern kami sebenarnya kalau kami mengambil sponsorship industri-industri di AZ ini babak ke Singapura menjadi hal yang gampang. Buat teman-teman yang sudah follow Easy dari Nulu, tentu sudah tahu alasan kami menolak sponsorship. Dan kami juga yakin atas izin Maha Kuasa, selama kita berada di jalannya, urusan kita akan dipermudah dan saya dan Zahra rela melakukan segala hal agar Papa bisa sembuh. Akhirnya kami putuskan berobat ke Singapura secepat mungkin. Tapi untuk mendapatkan dokter yang bagus dalam hitungan sat du hari ke depan itu sangat susah atau bahkan mustahil. Beberapa dokter yang senior bahkan sudah full book sampai Agustus. Jadi waktu itu masih bulan Juni. Kami mengupayakan segala cara menjelaskan kepada pihak rumah sakit bahwa kondisi papa sudah sangat kritis dan butuh ditangani dengan segera. Di sinilah knowledge kesehatan menjadi penting banget. Kami menjelaskan kondisi Papa dan alhamdulillah ada seorang dokter senior yang bersedia mengatur waktunya untuk papa. Kami berkomunikasi dengan intens bahkan sebelum bertemu dokternya agar segala hal bisa dipersiapkan terlebih dahulu. Jadi saya dan Zara dari pagi-pagi jam . Kurang sudah ke bandara terbang ke Medan untuk jemput Papa di Kuala Namu. Lanjut penerbangan ke Singapura. Waktu saya ketemu papa dan mama di bandara ini, saya kaget banget lihat kondisi papa. Papa yang biasanya sangat kuat sampai kerja angkat barang itu berkadus-kadus. Tapi saat itu untuk jalan saja sudah sempoyongan. Satu statement yang keluar dari mulutnya. Udah tamat nih, Papa. Pasti karena kondisi tubuhnya sudah sangat sakit. Tapi saya dan Sara yakin peluang sembuhnya ini sangat besar dari segala hal yang kami pelajari dan juga dari pengalaman kami. Dan di bandara bukannya kami dipermudah sampai karena waktunya mepet, saya harus lari ke bandara ngurusin ini itu karena papa hampir tidak diperbolehkan terbang. Sedangkan kami tahu banget banyak orang sakit terbang ke Singapura atau ke luar negeri itu bisa-bisa aja. Termasuk dulu Zahra dengan Mama Zahra yang dulu cancer stadium 3B. Tapi ini dipersulit sampai harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Akhirnya kami terbang ke Singapura. Sampai di Singapura, kami langsung ke rumah sakit cek darah dan ternyata benar kondisi ginjal Papa sudah sangat kritis. Sudah gagal ginjal stadium 5 dengan kreatinin dan urea yang sangat tinggi serta EGFR-nya itu hanya sisa lima. Waktu diam di Indonesia, papa masih teratur minum berbagai obat. obat pengecer darah, obat Andiumba, dan lain-lain. Ini sebenarnya saya kaget, kenapa papa masih minum obat ini semua? Katanya enggak boleh diop, bisa bahaya. Padahal banyak dari obat itu sifatnya nefrotoksin, artinya racun buat ginjal, buat nefro. Saya enggak bisa komen apa-apa karena itu instruksi dari dokter di Indo. Tapi saya dan Zara merasa ini obatnya harusnya enggak diminum karena akan memperparah kondisi papa. Lalu saat bertemu dengan dokter go di Singapura, kami langsung bertanya soal obat. Dokternya langsung nanya pakai bahasa Inggris, "Ya, sejak kapan ini semua diminum? Apa alasannya? Ini baru terasa perbedaan kualitas yang benar-benar dokter, dokter yang benar-benar ngerti dan peduli dengan oknum yang asal resepin aja." Dokter gua dengan tegas mengatakan ini bahaya dan langsung melarang papa untuk minum kelima jenis obat ini. Yes, benar. Obatnya itu ada lima dan semuanya disuruh berhenti seketika. Jadi, efek samping dari obat-obat itu bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Banyak yang tidak sadar, tapi ini sudah terbukti secara saentifik. Dan ketika ginjal mulai rusak, efek sampingnya ini bisa ke mana-mana, salah satunya ke prostat. Karena apa? Kemampuan tubuh untuk membuang racun lewat urin ini terganggu karena ginjalnya terganggu. Urin tidak bisa keluar secara maksimal. Akibatnya terjadi penumpukan racun dan juga akan memperparah kondisi prostat juga. Kemudian prostatnya makin parah, kemampuan untuk buang urin juga makin berkurang sehingga menekan ginjal lagi. Tapi mungkin ada yang berargumen ya kalau bisa jadi dari porstatnya dulu baru kena ginjal. Ini sebenarnya tidak 100% salah. Tapi kita harus sama-sama akui bahwa yang namanya obat itu akan mempeparah kondisi ginjal. Hasilnya dari prosta bermasalah ke ginjal. Ginjal juga makin bermasalah. penurunan fungsinya semakin cepat karena efek dari obat-obatan juga terjadi penumpukan racun juga ke prostat juga. Kemudian dari prostatnya sendiri akan menekan balik ke ginjal. Ini sudah menjadi looping. Jadi ginjal makin rusak, prostat makin parah dan ini akan menjadi efek multiplayer. Ini kenapa? Awalnya papa yang kelihatannya enggak kenapa-kenapa ini bisa-bisa tiba-tiba langsung kritis. Lalu terkait dengan prostat papa ini juga divonis cancer karena saat dicek ditemukan massa sebesar 8 cent. Di Indonesia ini langsung disimpulkan sebagai cancer dan disarankan operasi segera untuk pengangkatan. Padahal sebelum vonis cancer dan tindakan operasi seharusnya ada serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Misalnya dengan CT scan, dengan MRI, dengan biopsi dan lain-lain. Kita sudah bahas tentang kanser di salah satu video kita. Tapi kondisi papa waktu itu sudah sangat kompleks dan City Scan sendiri punya resiko tinggi untuk ginjal karena kontras cairan City Scan yang dimasukkan ke dalam tubuh itu bisa memperparah kondisi kerusakan ginjal dan kondisi ginjal Papa sudah stadium 5. Jadi kami harus sangat hati-hati. Akhirnya bersama Dr. Go kita menyusun step-step pendekatan yang minim resiko secara logis. Lalu kita melakukan diagnosa dan evaluasi dengan sangat teliti, mempertimbangkan kondisi ginjal papa, kondisi perdarahan yang terjadi, dan potensi kanser. Dan selama proses itu, kita juga tetap menjalankan pendekatan holistik agar semua sistem tubuh papa bisa bekerja saling mendukung untuk recovery. Mohon maaf kami tidak bisa share semua detail kondisi medis papa karena ini menyangkut privasiyan, kami juga hanya membagikan hal-hal yang menurut kami bisa benar-benar bermanfaat untuk banyak orang. Tapi satu hal yang bisa kami sampaikan, kondisi papa itu sangat rumit. kasusnya sudah melibatkan berbagai komplikasi dan penanganannya melibatkan enam dokter spesialis yang berbeda di bidang masing-masing. Bahkan sebagian dari komplikasi ini terjadi karena kesalahan penanganan sebelumnya di Indonesia. Jadi untuk menangani ini semua, kami harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Kami tidak bisa menyebutkan angkanya, tapi kami hanya bisa bilang uang yang dikumpulkan dengan susah payah selama bertahun-tahun hilang dalam sekejap. Dan ini juga note untuk yang sering bilang kalau hidup sehat itu mahal. Coba rasakan kalau hidup sakit. Sebenarnya yang mahal itu bukan pola hidup sehatnya. Yang mahal itu ketika kita tidak tahu apa-apa lalu salah langkah lalu masuk ke dalam sistem. Sebenarnya hidup sehat yang sebenarnya itu enggak semahal yang kita kira. Bukan seperti promosi orang-orang tentang snack sehat atau produk gimik lainnya yang harganya berkali-kali lipat. Tapi nyata justru merusak kesehatan. Semua tergantung dari knowledge kita. Kalau kita mengerti cara kerja tubuh, kita mengerti kebutuhan nutrisi, mengerti apa yang benaran penting, kita justru bisa hidup jauh lebih sehat dan juga lebih hemat. Selama masa pengobatan di Singapura, kami juga tetap menerapkan pendekatan pola hidup sehat secara holistik yang kami bangun dan kami terapkan di E. Kami benar-benar ngontrol makanan papa. Kami perhatikan juga semua aspek lainnya mulai dari movement, tidur, stress management, dan semua hal yang berpengaruh terhadap sistem tubuh secara menyeluruh. Karena kami percaya pengobatanan terbaik itu bukan cuman dari luar, tapi juga harus dibarengin dengan support sistem dari dalam tubuh. Dan itulah yang membuat perbedaan. Alhamdulillah sekarang kondisi kesehatan papa sudah keluar dari fase kritis dan sekarang perlahan-lahan mulai recovery. Tapi memang ada beberapa bagian kesehatan yang masih belum bisa reverse secara penuh dan ini menjadi penyesalan buat kami. Di platform EI. Kami membantu ribuan orang untuk hidup sehat untuk melawan berbagai penyakit kronis. Di YouTube kami sharing informasi dengan ratusan ribu subscriber. Tapi untuk orang yang paling dekat justru luput dari pengamatan kami. Tapi tentunya kami tidak mau tenggelam dalam penyesalan. Kami tetap sangat bersyukur karena Allah masih memberikan kami kesempatan untuk membawa papa berobat dan membawanya bisa sampai ke tahap recovery seperti ini. Dari kejadian ini kami juga belajar sangat banyak dan banyak hil. itu juga menjadi hal yang sangat kami syukuri. Jadi, fokuslah kepada hal yang bisa disyukuri dan apa yang bisa kita lakukan. Karena di situlah letak ketenangan, kekuatan, dan juga keberkahan hidup. Dan satu pesan penting dari kami, kalau kamu memang peduli dengan orang-orang yang kamu sayangi, pelajarilah sungguh-sungguh tentang kesehatan. Jangan tunggu sampai krisis datang. Jangan tunggu sampai nasi menjadi bubur. Terapkan ilmunya ke diri kamu sendiri dan juga orang-orang yang kamu sayangi. Terkait dengan gal ginjal sebenarnya ini sangat penting ya. Tahu enggak kalau di dunia ini 10% atau sekitar 850 juta manusia punya masalah ginjal. Sekarang pertanyaannya dari mana asalnya gel ginjal ini? Banyak faktor tapi salah satunya yang paling sering dan yang jarang disadari adalah efek samping dari obat-obatan. ini juga sudah sering kami dengar bukan cuman obat hipertensi tapi juga termasuk obat autoimun dan obat-obat lainnya. Jadi ini bukan kebetulan, tapi memang sudah jadi bagian dari sistem yang ada. Dan yang sangat mengkhawatirkan banyak sekali affiliate marketer atau oknum yang suka memvonis hipertensi lalu langsung resepin obat. Misalnya kita baru saja sampai ke klinik atau ke rumah sakit langsung disi padahal baru selesai jalan atau lagi capek. Otomatis kan tensi kita akan lebih tinggi. Nah, dari situ kita langsung bisa divonis hipertensi lalu langsung dikasih obat langsung closing. Katanya jangan sampai enggak diminum ya. Hati-hati loh bisa kenapa-kenapa kalau enggak diminum dan harus minum seumur hidup. Lalu kita disiplin minum obat setiap hari seperti papa saya minum obat setiap hari selama beberapa bulan. Ini obat yang diresepin. Obat hipertensi, jantung, dan obat-obat yang biasanya dikasih untuk orang tua. Kalau pakai BPJS mikirnya ya enggak apa-apa toh, obatnya gratis. Tapi pelan-pelan kondisi ginjal mulai menurun. Sampai satu titik gagal ginjal. Komplikasi masuk ke kondisi darurat. Pilihannya apakah kita harus ngantri BPJS enggak tahu kapan dapatnya, di mana nyawa menjadi taruhan atau pilih jalur mandiri tapi biayanya sangat besar. hanya untuk bisa survive. Lalu ketika kita sudah melewati kondisi darurat, gagal ginjal, kita butuh suci darah seminggu dua sampai 3 kali. Katanya gagal ginjal tidak bisa sembuh dan harus suci darah seumur hidup. Akhirnya kembali lagi ngantri BPJS. Jadi ini sudah seperti kursus tetap. Setiap 2 3 hari balik lagi ngantri hanya untuk bisa tetap hidup. Dan kalau kita ingin tahu progresnya, misalnya ingin tahu berapa IGFR-nya, ureanya berapa, natriumnya berapa, kalium kita sudah mulai recover atau belum, kita butuh lakukan cek darah dan cek darahnya ini enggak ditanggu BPJS biasanya. Jadi, banyak sekali pasien cuci darah ini cuci terus tanpa tahu kondisi tubuhnya sendiri. Dan ini ada fakta yang menurut kami cukup ironis ya. Waktu kami cek darah papa untuk monitor progres ginjal, ternyata biayanya justru lebih mahal di Indonesia daripada waktu kami cek di Singapura. Padahal selama ini banyak yang bilang berobat ke Singapura pasti jauh lebih mahal. Tapi setelah kami alami sendiri enggak selalu begitu. Banyak hal yang justru bisa lebih efisien di sana. Dan seringki orang-orang berobat ke Singapura itu sudah banyak mistreatment dari pengobatan-pengobatan sebelumnya. misalnya cas papa yang sampai butuh enam dokter spesialis dan cerita-cerita yang pernah kami dengar misalnya sudah gagal operasi berkali-kali akhirnya baru ke Singapura. Tapi tentu saja enggak semua do di Singapura itu juga bagus. Kita tetap harus selektif dan mengerti apa yang kita cari. Karena kalau kita asal ikut sistem tanpa ngerti tetap bisa salah langkah di manaun kita berobat. Jadi kalau dipikir-pikir lagi omongan bahwa Singapura pasti lebih mahal itu terlalu generalisir. Semua itu tergantung dan justru kalau kita punya knowledge-nya ngerti kondisi tubuh, ngerti alur diagnosa dan treatmen yang masuk akal, kita bisa hemat banyak hal saat berobat di Singapura ataupun di mana aja. Kita balik lagi tentang cuci darah. Satu hal penting yang harus dinote, semakin rutin cuci darah, semakin rendah kemampuan fungsi ginjal atau bisa recover. Artinya, dari awal kita masuk ke lingkaran obat-obatan seumur hidup, sekarang kita masuk ke tahap berikutnya, treatmen cuci darah seumur hidup. Dan semua itu dimulai dari satu hal, obat yang katanya harus diminum seumur hidup. Untuk kasus ginjal Papa saat ini masih dalam tahap recovery dan kami sedang mengupayakan beberapa hal yang selama ini kami sudah pelajari. termasuk juga yang sudah diterapkan oleh member-member kami. Bagaimana caranya dari kondisi yang gagal ginjal yang awalnya harus cuci darah secara rutin, perlahan-lahan ginjalnya bisa recovery dan akhirnya enggak perlu cuci darah lagi. Mudah-mudahan dengan izin Allah yang maha kuasa dan usaha yang terus-menerus dilakukan, fungsi ginjal papa bisa pulih secara total. Kami tahu itu enggak mudah, tapi kami percaya tubuh punya kemampuan self healing asal dibantu dengan pendekatan yang tepat secara holistik. Tapi ya seperti biasa metode ini banyak ditentang. Katanya omong kosong, katanya tidak ada scientific evidence. Padahal ini justru sangat scientific based dan sudah banyak yang berhasil. Termasuk member-member kami sendiri yang recovery-nya terbukti lewat hasil cek darah dan kondisi nyata di lapangan. Tapi tetap aja hal seperti itu selalu mendapatkan banyak tantangan. Kira-kira kenapa ya kalau kamu sudah ikut isi dari lama, kita sama-sama tahu jawabannya. Jadi kita bisa lihat beginilah siklus kehidupan kita dirancang mulai dari akumulasi pola hidup yang tidak sehat. Kita mulai sakit sedikit dikasih obat-obatan dengan berbagai efek samping. Makin sakit semakin banyak obat-obatan yang diberikan. Mulai diberikan treatmen menjadi konsumen seumur hidup dengan biaya yang semakin besar dari waktu ke waktu. kualitas hidup juga semakin menurun sampai muncul kalimat yang mungkin sering kita dengar ya. Jangan hidup terlalu lama nanti malah semakin sengsara. Tapi sebenarnya di sisi lain ada banyak orang yang sudah membuktikan hal sebaliknya yang menerapkan pola hidup sehat secara holistik dan benar. lalu bisa memiliki hidup yang berkualitas, hidup yang sehat dan panjang umur. Kita di sini bukan sedang bicara soal panjang umur semata ya, tapi soal kualitas hidup sampai akhir. Bukan keluar masuk rumah sakit, bukan tergantung obat dan juga alat medis, tapi tetap aktif, tetap bisa menikmati hidup, tetap bisa memiliki purpose of life dan bermanfaat sampai akhir hayat. Dan meskipun sudah banyak bukti nyata dan juga banyak riset-riset terbaru yang mendukung pendekatan ini, tetap saja masih banyak pihak yang tidak mau percaya. Ya, enggak apa-apa. Karena pada akhirnya ini kembali ke diri masing-masing, kembali ke belief, kembali ke kesadaran tiap orang tentang bagaimana mereka ingin menjalani hidupnya. Jadi di video ini kami hanya ingin share pengalaman kami untuk memberikan awareness agar kamu lebih hati-hati dalam konsumsi obat apapun. Tahu resikonya, pahami cara kerjanya terhadap tubuh. Jangan asal nurut sistem. Lalu mungkin kamu bertanya, "Bagaimana kalau kamu sekarang sudah dalam tahap medikasi?" Kami selalu rekomendasikan bekerja samalah dengan dokter yang jujur, dokter yang benar-benar peduli, dokter yang terbuka dan mau diajak berdiskusi. Karena obat itu seharusnya bukan solusi seumur hidup. Kalau memang harus digunakan, tujuannya jelas untuk stabilisasi sementara misalnya, bukan permanen. Tapi yang paling penting kita harus menyelesaikan akar masalahnya. Karena kalau obat ini hanya menekan gejalanya tanpa menyelesaikan akar masalahnya. Lama-lama efek sampingnya bisa memperparah kondisi tubuh kita secara menyeluruh. Jadi untuk bisa menyelesaikan akar masalah kita butuh menerapkan pola hidup sehat secara holistik. Tapi ya tentu saja pola hidup sehat yang benar ya. Karena sekarang ini banyak banget pendekatan yang misleading karena berbagai titipan kepentingan. Dan ketika kita benar-benar menyelesaikan akar masalahnya, tubuh kita akan mulai healing. Recovery akan terjadi secara alami. Inilah kenapa banyak member premium dizi yang sudah berhasil melepas obat bahkan sembuh dari berbagai penyakit kronis. Karena hampir seluruh penyakit kronis agar masalahnya sama. Kemudian pertanyaan lanjutan, sejauh apa tubuh kita bisa recovery? Nah, ini sangat tergantung pada kondisi masing-masing dan effort yang kita lakukan. Tapi yang jelas semakin cepat kita mulai menerapkan pola hidup sehat yang benar, semakin besar peluang kita untuk pulih, semakin besar juga waktu yang bisa kita miliki untuk hidup yang berkualitas. Oke, semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Dan kalau kamu merasakan video ini bermanfaat, kamu bisa share, kamu bisa like, comment, dan juga subscribe ke channel ini. Karena bisa jadi satu video ini menyelamatkan hidup orang lain. Kami juga minta maaf kalau kami tidak bisa menjawab pertanyaan satu persatu karena memang pertanyaannya banyak banget dan saat ini fokus utama kami ada di web app kami di AC Health dan juga untuk handle member-member premium kami. Tapi kami akan tetap berusaha untuk provide konten di YouTube juga. Jadi sampai ketemu di video berikutnya.