Sebaik-baik Wanita Yang Paling Bermanfaat Di Rumahnya - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
hettWBeqS8w • 2025-06-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukrul lahu ala taufiqihi wamtinanih.
Ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi waa alihi.
wa
ashabihi wa ikhwani. Para ibu-ibu yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Kita masih membahas tentang hadis-hadis
seputar kewan. Dan pada kesempatan kali
ini kita akan bahas hadis dari Fatimah
radhiallahu anha yang menjelaskan
tentang bahwasanya sebaik-baik wanita
adalah yang paling bermanfaat bagi
keluarganya. Yaitu dari sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika
menasihati putrinya Fatimah radhiallahu
anha. Beliau berkata, "Ya bunayah isbiri
fnahairisati nafaat ahlaha. Wahai
putriku, bersabarlah. Sesungguhnya
sebaik-baik wanita adalah yang
bermanfaat bagi keluarganya." Saya
ulangi kata Rasul sahu alaihi wasallam
kepada putrinya, "Ya bunayyah, ya
bunayya tusbiri. Wahai putriku,
bersabarlah. Fainna khairisai allati
nafaat ahlaha." Sebaik-baik wanita
adalah yang bermanfaat bagi keluarganya,
bagi suaminya, ya bagi
anak-anaknya paling bermanfaat di
rumahnya.
Hadis ini adalah
ee hiburan bagi para wanita ya
yang capek, letih ketika mengurusi
rumahnya ya, mengurusi suami, ngurusi
anak-anak ya kita tahu ee perkara
tersebut tidak mudah ya. Tidak mudah
ngurusi rumah susah ya. Bersih-bersih
rumah kadang masa nyuci
ya. Sapu-sapu ya. Kemudian ngurusin
anak-anak apalagi ya. Belum kalau
anaknya aktif lari sana lari ke sini ya.
Yang satu nangis, yang satu lempar sana
lempar sini, yang satu
banting-banting. Ini berat ya.
Anaknya masih kecil berat, sudah besar
juga berat ya. Belum mengawasi
anak-anak. Ngurus suami juga lebih berat
lagi ya. Kadang suami suka
ngomel, kadang suami pengin dimanja
ya pengin di apa
namanya? Diajak ngobrol, pengin
diperhatikan. Ya kadang suami baper.
Macam-macam model suami ya. Belum
persiap mensiapkan pakaiannya,
menyiapkan makanannya ya.
Dan kita tahu bahwasanya
kerjaan ibu rumah tangga tidak tidak
ringan.
Ya.
Maka ketika datang hadis ini
ya memberi hiburan bahwasanya semua
keletihan, rasa capek, keringat yang
bercucuran ya
mungkin letih dalam berpikir
ya semuanya itu adalah pahala bagi sang
wanita dan menjadikan tersebut wanita
yang terbaik.
Oleh karenanya seorang
wanita yang pertama dia harus meniatkan
semua itu karena Allah Subhanahu wa
taala. Karena kaidah mengatakan tidak
ada satu perkara
pun yang berpahala kecuali diniatkan
karena Allah subhanahu wa taala. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La
ajro illa an hisbah." Tidak ada pahala
kecuali dengan ihtisab. Yaitu berharap
mendapatkan pahala dari Allah subhanahu
wa taala. Rasul sahu alaii wasallam
bersabda, "Innamal a'malu bin niyat wa
innama likulliri ma
nawa." Setiap amalan tergantung niatnya
dan masing-masing mendapatkan apa yang
dia niatkan. Kalau niatnya karena Allah,
dia akan dapat pahala. Jika tidak, maka
tidak dapat pahala. Allah berfirman
dalam
Al-Qur'an
eh kullu saiin haliun illa wajhah.
Segala perkara akan sirna kecuali wajah
Allah subhanahu wa taala. Sebagian ulama
menafsirkan illa maida bihi wajhullah.
Yaitu segala kegiatan tidak ada nilainya
kecuali yang diniatkan karena mencari
wajah Allah subhanahu wa taala. Oleh
karenanya dalam melaksanakan aktivitas
keseharian, seorang
wanita meniatkan semua itu karena Allah
Subhanahu wa taala sehingga seluruh
keletihan yang dia
rasakan, seluruh keringat yang
bercucuran dari tubuhnya
ya kerutan ya dia keningnya mengkerut
karena berpikir semuanya itu akan
menjadi pahala. Bukan cuma menjadi
pahala bahkan dia bisa menjadi wanita
yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Kita hidup untuk apa? Untuk
mencari validasi dari Allah Subhanahu wa
taala. Setelah itu kita akan
meninggalkan kehidupan ini. Namanya
kehidupan semuanya pasti ada ujian. Gak
ada kehidupan yang nyaman meluluk.
Enggak ada. Omong kosong kalau ada yang
bilang nyaman meluluk enggak ada. Memang
Allah telah menjadikan kehidupan ini
dengan berbagai macam pernak-pernik
ujiannya. Ya. Ya. Ada kesedihan, ada
tawa, ada
tangisan, ada kebahagiaan.
Ya, ada kekhawatiran ya. Yang hidup cuma
senang dan tidak ada sedih cuma di
surga. Udulul jannata la khaufun alaikum
w antum tahzanun. Masuklah kalian ke
dalam surga yang tidak ada kekhawatiran,
tidak ada kesedihan. Penghuni penghuni
surga ketika masuk surga yang pertama
kali mereka ucapkan alhamdulillahilladzi
adhabanal hazan inna rabbanafurun
syakur. Segala puji bagi Allah yang
telah menghilangkan segala bentuk
kesedihan dari kami. Sesungguhnya Rabb
kami maha pengampun lagi maha bersyukur,
yaitu lagi maha membalas yang sedikit
dengan yang
banyak. Oleh karenanya kita sering
dengar ibu-ibu mengeluh
tentang kerjaan rumah tangga yang begitu
banyak ya. Apalagi yang qadarullah
mungkin ee suaminya tidak begitu banyak
duitnya ya. Meskipun banyak acara tapi
ternyata duitnya juga enggak enggak
banyak sehingga tidak bisa bayar
pembantu ya. Ini kerja
sendiri. Sebagian sudah ada pembantu
tetap aja susah ya. Sampai pembantunya
pun minta berhenti karena saking susah
kerja di situ ya. Berhenti satu
berguguran ya karena kerjaan sangat
berat. sudah dibantu sama pembantu dia
masih sulit, masih
kesulitan. Ya, demikianlah ya rumah
tangga orang beda-beda. Tapi secara umum
wanita
itu punya banyak kegiatan dalam
rumah. Makanya kalau mau dikatakan
wanita yang sukses, inilah wanita yang
sukses. Wanita karir itu bukan yang
keluar-keluar dari rumah, tapi dia
berhasil membangun rumah tangganya
dengan yang terbaik. berhasil mendidik
anak-anaknya dengan didikan yang
terbaik. Bertakwa kepada Allah dalam
mengurusi rumah tangganya. Ingat sabda
Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada
Fatimah, "Ya bunay tusbiri, wahai
putriku
bersabarlah. Fainna khairisa allati
nafaat ahlaha." Sebaik-baik wanita yaitu
di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bukan
di di sisi netizen ya, bukan di sisi
media ya, media sosial ya, tetapi di
sisi Allah Subhanahu wa taala yaitu yang
paling bermanfaat.
bagi
keluarganya. Maka seorang
wanita merenungkan hadis ini menghibur
dirinya. Dia tahu bahwasanya Allah
Subhanahu wa taala maha melihat dan maha
mendengar, maha mengetahui apa yang dia
lakukan. Tidaklah setiap kegiatan yang
dia lakukan untuk ngurusi rumahnya,
ngurusi anak-anaknya, ngurus suaminya,
kecuali menaikkan derajatnya di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Apa yang
dikeluhkan oleh para wanita zaman
sekarang juga pernah dikeluhkan oleh
wanita terbaik umat ini, yaitu Fatimah
radhiallahu taala anha, putri Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang
Rasulullah pernah berkata kepada
Fatimah, "Ama tardina antakuni sayidata
nisail alamin." Tidakkah kau suka wahai
Fatimah engkau menjadi sayidah pemimpin
para
wanita kaum mukminat di alam semesta?
Maka Fatimah pun bahagia
ya
mendengar apa yang disampaikan oleh
ayahnya ya. Dialah Fatimah radhiallahu
anha
pernah
merasakan sebagian yang dirasakan oleh
ibu-ibu ya, yaitu kepayahan dalam
ngurusi rumah tangga. Dalam hadis akan
kita sebutkan nanti beliau mengeluhkan
tentang kerjaannya. Dia harus menggiling
gandum. menggiling gandum dengan
menggunakan roha. Roha itu batu dua
besar. Kemudian gandum ditaruh di
tengahnya kemudian digiling dengan
mendorong dengan kayu. Batu tersebut
didorong perlu tenaga. Ya, zaman dulu
enggak ada mesin, enggak ada listrik,
maka dorong dengan manual
ya menggiling gandum sehingga menjadi
tepung. Sampai akhirnya tangan yang
tadinya lembut, tadinya halus menjadi ee
apa namanya? Tidak halus lagi ya. Jadi
kasar yataqatta yaitu apa namanya? Kerut
ya. Dan seperti itu
yang yang tidak disukai oleh wanita.
Wanita ingin jari-jarinya lentik ya atau
tidak? Wanita ingin tangannya halus. Ya,
semua wanita ingin seperti itu. Ya,
zaman dulu enggak ada body lesion,
enggak ada ya. Enggak ada ya.
Ya. Sehingga Fatimah radhiallahu anha
tangannya
berubah karena dia menggiling gandum.
Kemudian dia juga takjin yaitu membuat
adonan. Mengambil gandum setelah
digiling jadi tepung dibikin adonan.
Watuk khabbis. Kemudian dia
juga
ee bikin roti yaitu ada tanur, kemudian
tungku, dinyalakan apinya, kemudian
tempelin ee tepung sehingga menjadi
roti. Ini kerjanya Fatimah radhiallahu
taala anha. yaitu melakukan
kegiatan-kegiatan kerjaan di rumah untuk
ngurusin suaminya Ali bin Abi Thalib
radhiallahu taala anhu. Dan qadarullah
Ali bin Abi Thalib bukan orang kaya
sehingga dia tidak mampu untuk membeli
budak untuk membantu
istrinya. Dan demikian juga di antara
pekerjaan Fatimah radhiallahu taala
anha, beliau mengambil air membawa air
di timba ya. Dia taruh di lehernya
kemudian dipikul air tersebut sampai ada
bekas di lehernya. bekas di lehernya.
Ini wanita
terbaik. Sayyidatun nisail alamin.
Wanita terbaik di alam
semesta. Oleh karenanya bukan berarti
wanita terbaik isi Allah yang keren yang
kemudian yahat Fatimah radhiallahu
anha ya. Maka yang penting kita terbaik
di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kalau
mau terbaik di hadapan manusia gampang.
Tinggal punya duit banyak, insyaallah
terbaik di hadapan
manusia. Naik mobil Lexas, insyaallah
jangan Lexas, baru Zenik aja orang sudah
puji. Ya, jangankan Zenik, baru Avanza
aja orang sudah puji. Apalagi kemudian
naik Lexes, mobil mahal, ya semua orang
hormat. Apalagi baju branded. Baju
mahal, satu baju harganya Rp8 juta, R10
juta, ya semua orang pasti apa angkat
tangan. Apalagi pakai dompetnya.
Dompetnya harganya Rp20 juta. Tasnya
harganya Rp600 juta.
Hm.
Apalagi HP-nya iPhone
terbaru. Semua orang hormat. Karena
manusia menilai orang parameternya
dengan duit. Itu umum. Jabatan atau
duit. Jabatan tinggi hormat. Duit banyak
hormat.
Tapi kalau kita mencari validasi dari
Allah Subhanahu wa taala, bukan begitu
caranya. Tidak harus jadi orang kaya,
tidak harus jadi wanita cantik, tidak
harus. Ya, semampunya kita bertakwa
kepada Allah. Di antaranya dengan
mengurusi kegiatan rumah
tangga. Fatimah radhiallahu anha sampai
mikul air, taruh di lehernya, ngangkat
timba sampai kemudian lehernya
ada bekasnya.
Kemudian beliau menyapu rumah sampai
bajunya penuh dengan debu dan beliau
nyalakan api sampai bajunya tidak rapi
lagi karena terkena
asap dan beliau ditimpa dengan
kesulitan. Padahal beliau adalah
sayyidatu nisail nisai ahlil jannah.
Beliau adalah pemimpin para wanita di
surga. Dalam sebagian riwayat sayyidatun
nisai ahlil jannah. Fatimah nisau
sayyidatu nisai ahl jannah. Fatimah
adalah pemimpin wanita di
surga.
Tib. Ee kita bacakan
hadisnya. Hadis ini disampaikan di
antaranya dari Ali bin Abi Thalib.
Diriwayatkan Imam Bukhari dalam beberapa
tempat dalam Sahih Bukhari dari Ali bin
Abi Thalib. Beliau berkata, "Inna
Fatimah atatin Nabi shallallahu alaihi
wasallam tasqu ilaihi ma talqo fi yadiha
minarha." Sesungguhnya Fatimah datang
menemui ayahnya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam kemudian mengeluhkan
kerjaan yang berat karena harus
menggiling
gandum. Walagah annahu jaah raqiq. Dan
telah sampai kabar kepada Fatimah
bahwasanya ada
budak-budak ya dimiliki oleh ayahnya.
Mungkin habis perang ada gonima dapat
budak-budak. Ini lumayan ya ayahnya
punya budak bisa diminta satu untuk
bantu urusan rumah tangga. Maka Fatimah
datang menuju ayahnya minta budak, minta
pembantu. Falam tusodifu. Ternyata waktu
ke sana eh Rasulullah lagi tidak
ada.Akalika li Aisyah. Maka dia pun
cerita sama Aisyah keluhan yang dia
rasakan. Perhatikan sini.
Fatimah mengeluh ketemu ayahnya. Enggak
ketemu ayahnya ketemu siapa? Aisyah.
Aisyah istri siapa? Istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Gitu.
Ibu tirinya Fatimah radhiallahu anha.
Sehingga sering dalam beberapa hadis,
Fatimah ketemu Aisyah, Fatimah ketemu
Aisyah. Sehingga hubungan mereka
hubungan yang baik. Tidak seperti yang
digambarkan oleh orang-orang Syiah
bahwasanya Aisyah sama Fatimah
bermusuhan ini semua omong kosong. Ya.
Ya. Akhirnya dia tidak ketemu ayahnya.
Falamma jaa akhbarathu Aisyah. Ketika
Rasulullah datang, maka Aisyah
radhiallahu anha lapor kepada suaminya.
Akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam pun
datang menemui Ali dan Fatimah. Kata Ali
bin Abi Thalib, "Yang menceritakan hadis
ini Ali bin Abi Thalib ini ceritakan
setelah Rasulullah meninggal tentu hadis
ini. Dan dia tidak ada
nyinggung-nyinggung keburukan Aisyah
radhiallahu sama sekali. Enggak ada."
Bahkan dia bercerita bagaimana Fatimah
minta tolong Aisyah untuk nyampaikan
kepada siapa? Kepada Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Faja'ana
waqad akna madjiana. Maka Rasul sahu
alaihi wasallam pun akhirnya datang
nyusul ke rumah kami. Sementara kami
sudah mau tidur. Fahabna nakakum. Kami
ingin bangkit menemui Nabi. Faqala ala
makanikum. Kata Rasul sahu alaih
wasallam. Jangan bangkit biar aja situ.
Rasulullah yang datang menemui mereka.
Fajaa faqada baina baini
wainiha. Eh faqada baini wa bainaha.
Maka Rasul sahu alaih wasallam pun
masuk. Kami sedang tidur, Rasulullah
masuk di tengah-tengah kami. Itu kami
sedang tidur begini, Rasulullah masuk di
tengah antara kaki kami dengan kakiku
dengan kaki Fatimah. Dia pun duduk di
antara kami berdua. Ya. Hatta wajadu
barda qodamaihi ala batni. Sampai aku
merasakan dinginnya kaki Nabi di
perutku. Kata Ali radhiallahu anhu. Itu
Rasulullah kayaknya masukkan kakinya.
Jadi kaki mereka terjur. Rasulullah
masukkan kakinya di antara kaki Fatimah
dengan kaki siapa? Ali. Sampai kaki Nabi
mengenai perut Ali bin Abi Thalib dan
Ali bin Abi Thalib merasakan dinginnya
kaki Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Itu lembutnya Nabi datang duduk di
antara putrinya dan mantunya bahkan
menjulur sampai kaki mereka bergabung,
tubuh mereka bergabung. Maka Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam berkata dan dia
tahu bahwasanya putrinya susah ya kerja
berat. Dia tahu dan dia sangat sayang
kepada
putrinya. Dan tidak ada dari keluarganya
dari Khadijah yang terisak kecuali cuma
putrinya ini satu-satunya
ya. Semuanya sudah pada
meninggal. Sampai Fatimah dijuluki oleh
para sahabat kuniahnya adalah ummu
Abiha, ibu ayahnya. Kenapa Fatimah
disebut ibu ayahnya? Karena dari
keluarga Khadijah semua tidak ada yang
terakah. Sehingga Fatimah itu seperti
mengurusi ayahnya menggantikan posisi
ibunya Khadijah sehingga dia diberi
gelar dengan ummu Abiha, ibu ayahnya
sendiri. Makanya dalam riwayat ketika
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam terluka
dalam perang Uhud, siapa yang ngurusin?
Yang ngurusin Fatimah yang merawat Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Fatimah. Jadi, bagaimana kasih sayang
Nabi kepada Fatimah? Luar biasa. Tidak
usah diragukan. Inilah satu-satunya
putrinya yang tersisa dari Khadijah
radhiallahu taala anha. Dan semua
anak-anak Nabi meninggal kecuali siapa?
Fatimah. Kira-kira kalau kita anak
meninggal semua tinggal satu, kita
sayang atau tidak sayang? Kita mungkin
sangat
semanja-manjanya. Minta apapun kita
kasih. Tapi Nabi tidak demikian. Nabi
kalau mau kasih pembantu 100, Nabi bisa
kasih Fatimah. Dia sering perang menang
perang banyak gonimah. Tapi
gak, putrinya datang mengeluh, sakit
ini, sakit ini, baju
kotor, bau
asap. Tapi apa kata Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam? Mengajarkan
zuhud kepada
keluarganya. Kata Rasul wasallam,
"Allukumain
mimaltuma, maukah aku tunjukkan kepada
kalian berdua yang lebih baik dari apa
yang kalian berdua minta?" Nanti dalam
riwayat bukan cuma jadi permintaan ini
bukan cuma idenya Fatimah tapi juga dari
Ali bin Abi Thalib karena Ali bin Abi
Thalib juga merasakan
kesulitan maka Rasulullah mengatakan
maukah aku tunjukkan kepada kalian
berdua suatu perkara yang lebih baik
daripada yang kalian berdua minta itu
kalian berdua minta pembantu, minta
budak. Apakah yang lebih baik daripada
budak? Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Khuma madjiakuma." Kalau
kalian berdua mau
tidur atau kalian sudah menuju ke tempat
tidur kalian mau
tidur maka bertasbihlah 33 kali
wahmatan dan bertahmidlah alhamdulillah
sampai 33
kalibir aran dan bertakbirlah Allahu
Akbar sampai 34 kali. Fahuairun lakuma
min khadim.
Dan ini lebih baik bagi kalian berdua
daripada
pembantu. Kalau kita bilang anak kita,
"Udah enggak usah pengin bantu, tasbih
aja, zikir, Abi ini ada-ada
aja. Pembantu suruh ganti dengan apa?"
zikir. Tapi mereka berdua tidak protes.
Dan mereka benar-benar menerapkan
wasiat. Fatimah menerapkan wasiat
ayahnya.
Ali menerapkan wasiat mertuanya. Sampai
Ali tidak pernah lagi meninggalkan zikir
ini semenjak Nabi menyampaikan kepada
Ali bin Abi Thalib zikir
tersebut. Ali bangsa tidak pernah
meninggalkan. Sampai ada yang bertanya
ngetes Ali, "Tayib kau enggak pernah
ninggalkan waktu perang Sifin lagi
perang lawan Muawiyah waktu lagi terjadi
perbedaan pendapat sehingga terjadi
peperangan." Kata bahkan kata Ali bahkan
ketika lailatasifin ketika perang sifun
pun saya tidak meninggalkan zikir ini.
Subhanallah.
Harusnya di hari yang tegang, hari yang
berbahaya. Dia juga mau tidur tidak
tidak melupakan zikir zikir ini. Ali bin
Abi Thalib radhiallahu taala
anhu. Jadi yang mengeluh ternyata bukan
cuma Fatimah radhiallahu taala anha, Ali
suaminya pun demikian. Dadanya sakit
karena dia harus nimba air yang banyak
ya. Sehingga dia ceritakan hal ini
kepada istrinya. Biasa suami istri
diskusi. Suami miskin istri miskin.
Suami miskin, istri apa? Miskin. Sahabat
dulu banyak yang
miskin. Sahabat miskin ada yang suaminya
miskin. Abdullah bin Mas'ud suaminya dia
miskin. Sampai istrinya kalau mau
sedekah, kata Abdullah bin Mas'ud,
"Sudah sedekah sama saya
aja." Kata istrinya Zainab namanya. Saya
tanya Nabi dulu ya. Tanya silakan tanya.
Kata Nabi,
"Benar. Sedekah sama kerabat dua pahala.
Pahala sedekah sama pahala menyambung
kekerabatan.
suami
miskin ini suami istri apa?
Miskin. Ali pun radhiallahu anhu
mengeluh tentang dadanya yang sakit.
Maka dia pernah bercerita hal ini kepada
istrinya Fatimah tentang kondisinya dan
rasa leti yang dia rasakan. Dan dia
minta Fatimah untuk pergi ke bapaknya
minta pembantu. Ali berkata kepada
Fatimah pada suatu hari, "Wallahi
laqut hatta
laqitu." Sungguh aku sudah sanaut. Yaitu
sana tu eh kinanya dari ee saniah ya.
Saniah. Saniah itu adalah unta yang
sebenarnya tugas untuk ambil air dan
taruh di di untuk dipikul itu yang mikul
harusnya apa?
Unta. Tapi karena mereka enggak punya
unta, Ali sendiri yang apa? Pikul.
radhiallahu taala
anhu. Sehingga dia berkata kepada
istrinya, dia
mengatakan, "Wallahi laqadanautu, demi
Allah aku mikul-mikul air
mulu. Hatta laqitu sodri sampai dadaku
sakit." Ali bukannya orang lemas loyo
kayak kita. Enggak. Dia orang kuat,
jagoan.
Kalau tempur sangat hebat, tapi mungkin
terlalu sering ngangkat
air. Dadanya sakit ya. Dadanya sakit.
Dan dia diskusi sama istrinya. Enggak
ada masalah. Coba kita minta pembantu
sama Abi, minta sama ayah. Minta sama
ayah. Kata Ali bin Abi Thalib, "Kasih
ide, waqallahi jaq jaallahu abaka
bisabyin. Ayahmu lagi Allah berikan
kepadanya banyak budak.
Pergilah ke ayahmu minta tolong minta
pembantu sama
ayah. Siapa yang kasih ide? Ali bin Abi
Thalib. Faqalat.
Maka Fatimah juga
bilang, "Wa ana wallahi qhantu hatta
majlat yada." Wahai suamiku, saya juga
ya giling gandum terus sampai lihat
tanganku sudah apa berubah. Jadi dia
baru ngomong juga sama suaminya, "Sama
gua juga
gitu.
Sama sama capek juga. Ternyata tangan
sudah harusnya lembut, harusnya pakai
body lesen seperti zaman sekarang.
Masyaallah ke salon ini enggak ada
salon, enggak ada body lesen, tangan
sampai berkerut, sampai
pecah-pecah." Maka kebetulan pas Ali
lagi sakit, dia juga lagi
sakit. Punya uzur yang kuat untuk minta
pembantu kepada ayahnya.
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Akhirnya Fatimah pun pergi menuju
ayahnya. Maka Rasulullah bertanya, "Ma
jaabiki a bunayyah?" Ada apa wahai
putriku? Sampai kemari ada ada perlu
apa? Apa kata Fatimah? Dia malu. Dia
bilang, "Ju liusallima alaik." Saya mau
ucapin salam aja sama ayah.
Wastahyaitu wastahyat antasalahu
warjaat.
Dia malu untuk minta sama ayahnya dan
dia
pulang. Ketika
pulang Ali bertanya, "Ma faalti?" Sudah
sampaiin qalat. Fatimah berkata,
"Istahitu analahu." Saya malu mau minta
sama ayah. Faatau jamian. Akhirnya kami
pun mendatangi berdua mendatangi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ali berkata,
"Ya Rasulullah, wallahi
laq, wahai Rasulullah, aku ngangkat air,
ngangkat air, pikul air sampai dadaku
sakit." Fatimah Fatimah berkata, "Kali
itu dia berani ngomong karena suaminya
sudah
mendahului. Aku terus
menggiling-menggiling gandum sampai
tanganku sudah enggak seperti dulu." Waq
jaakah bisabyin
wasatin faakdimna. Ya, ya, ya
Rasulullah, Allah telah mendatangkan
bagimu banyak budak, banyak kelapangan
harta. Berilah pembantu bagi kami.
Faqala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Apa? Lihat Rasulullah tidak
mau kasih. Dia punya alasan apa? Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Wallahi
lauma wau
ahlatiwi
butunuhum atau
tutunuhum. Demi Allah, aku tidak akan
berikan kepada kalian pembantu budak.
Saya berikan kepada kalian berdua.
Sementara aku biarkan penghuni suffah
kelaparan. J ratusan
sahabat yang pernah tinggal di suffah.
Suffah itu adalah seperti tambahan di
belakang Masjid
Nabawi dan dia ada atapnya tapi
dindingnya gak ada. Sehingga mereka
tidur di bawah atap tanpa dinding. Baju
mereka kotor. Ada yang punya baju cuma
satu. Baju mereka sampai berwarna coklat
karena gak diganti-ganti. Ya, ada cuma
baju satu kain atas, kain bawah. Ada
yang cuma satu satu kain aja.
langsung lingkar atas bawah
miskin-miskin. Maka Rasulullah
mengatakan menjelaskan, "Demi Allah saya
tidak mungkin kasih kalian pembantu.
Sementara ahlusah pada
kelaparan. La ajidu mafiqu saya tidak
bisa memberi nafakah kepada mereka.
Wakinni abiuhum wafi alaihimahum." Saya
akan jual budak-budak ini. Nanti hasil
jualnya saya berikan kepada budak-budak
eh kepada
ahlusah. Faraja'a mereka berdua akhirnya
apa? Pulang. Enggak dapat
membantu. Rasul sahu al wasam pun
akhirnya mendatangi mereka berdua.
Faatahum Nabi shallallahu alaihi
wasallam waqakala fi qifatihima. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam mendatangi
mereka berdua. Sementara mereka berdua
sudah pakai selimut, sudah mau
tidur. Begitu ya. Jadi suami istri kalau
tidur selimutnya
satu. Jangan suami selimut sendiri,
istri selimut apa? Sendiri. Ini enggak
benar. Ini tidak ada cinta kasih di
tempat tidur. Selimut masing-masing.
Enggak benar ya. Selimut satu buat
berdua ya.
Ini satu selimut sendiri-sendiri, satu
pegang HP sendiri-sendiri, ngobrol
sendiri-sendiri, tidur sendiri-sendiri.
Badan saja di tempat tidur, otak antara
timur dan
barat. Selimut berdua
dong. Waqala fi qfatihima. Mereka berdua
sudah masuk di selimut mereka.
ruusahuma takasyafat aqdamuhuma
wa aqdamahuma takasyafat rusuhuma dan
selimut mereka kecil enggak punya duit
itu selimut kalau nutup kepala kakinya
kelihatan kalau nutup kaki mereka kepala
mereka kelihatan padahal namanya Madinah
sering musim dingin kalau musim dingin
maunya selimut nutup semua iya enggak
tapi duit tidak ada selimut pun hanya
begitu
modelnya. Nah, ini maksudnya kita
merenungkan bagaimana kehidupan
orang-orang
termulia yang telah dijamin masuk
surga. Kehidupan manusia-manusia terbaik
di alam
semesta. Hidupnya sederhana, tidak punya
pembantu, kerja
sendiri, giling gandum sendiri, bikin
adonan sendiri, bikin roti sendiri,
makan sendiri.
ngurus
suami belum kalau punya anak-anak dari
Ali bin Abi Thalib ngurus anak ngurus
anak farao ketika mereka lihat Nabi
datang mereka ingin bangkit faqala rasul
sahu alaihi wasallam berkata makanakuma
sudah tenang aja di tempat jangan pergi.
Kemudian Rasulullah berkata ala
ukbirukumahairin mimmaaltumani maka aku
kabarkan kepada kalian berdua yang lebih
baik daripada apa yang kalian berdua
minta daripada pembantu.
bala tentu kata mereka berdua tentu ya
wahai Rasulullah faqala
kalimatunamani
Jibril zikir-zikir yang Jibril alaihi
salam mengajarkan kepadaku. Faqala maka
Nabi ajarkan tusabbihani firi kulli
shatin asron watahmadani asron wa
tukabbirani asran. Kalian berdua
bertasbih setelah salat 10 kali. Kalian
berdua bertahmid setelah salat 10 kali
dan kalian bertakbir 10 kali. Ini di
antara bentuk zikir Subhanallah,
alhamdulillah, allahu akbar. Ada
berbagai macam model. Ada tiga atau
empat model
ya. Ada 10 di antaranya kalau enggak
salah ada yang kita biasa 333 ada saya
lupa tiga atau empat model ya. Di
antaranya 10 dan ini bisa kita terapkan
kalau lagi buru-buru tidak mesti 33 kali
terkadang boleh 10 10. Kemudian waidza
ataituma ini jadi perhatian kita.
Kalau kalian berdua mau tidur sudah
sudah di tempat tidur, maka jangan lupa
bertasbih 33 kali. Wahmada hendaknya
kalian berdua mengucapkan alhamdulillah
salasan wasalatin 33 kali. Wakabbiro
arbaan wasalatin. Dan kalian bertakbir
34 kali.
Dan ketika Fatimah radhiallahu anha
mengeluh kepada Nabi, Nabi menasihatinya
dengan nasihat yang menjadi topik
pembahasan kita pada pagi hari ini.
Rasulullah berkata, "Ya bunayyah, wahai
putriku isbiri. Bersabarlah. Hidup ini
perlu sabar. Fahairisa nafaat ahlaha.
Sebaik-baik wanita adalah yang paling
bermanfaat bagi keluarganya, paling
bermanfaat di rumah." Ya, Rasulullah
suruh bersabar
ya. Maka kalau wanita termulia seperti
Fatimah nasabnya tertinggi, bagaimana
tidak dia wanita Quraisy, putrinya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dialah sayidatu nisai ahlil jannah,
pemimpin para wanita di surga. Ternyata
beliau juga bekerja sebagaimana layiknya
ibu-ibu. Ya, maka tidak perlu seorang
wanita berkecil hati. ketika dia
bekerja, dia tahu bahwasanya wanita
terbaik juga demikian. Ya. Dan ini dalil
bahwasanya kalau kita berzikir sebelum
tidur, Allah akan berikan
kekuatan. Maka ibu-ibu kalau mengeluh
capek ngurus
anak, ngurus
bayi, ngurus anak yang sudah besar,
ngurus anak masih kecil, ngurus
suami, capek, maka berzikir sebelum
tidur. Zikir cuma sebentar. Subhanallah
33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu
Akbar 34. 34 kali. Insyaallah bangun
segar. Insyaallah bangun bangun segar.
Bahkan Rasulullah mengatakan lebih baik
daripada pembantu. Ya, oleh karenanya
Ali bin Abi Thalib tidak pernah
meninggalkan zikir ini. Bahkan ketika
lailatasi ketika sedang perang
berkecamuk, beliau
tetap berzikir dengan zikir ini sebelum
tidur. Tib. Dan ini bekerja untuk rumah
tangga, untuk membantu suami ini adalah
kebiasaan para sahabiat. Para sahabiat
mereka terbiasa
ya. Di antara dalil akan hal
ini adalah kisah Asma bin Abi Bakar
radhiallahu taala
anhuma. Dia menikah dengan Zubair bin
Awwam. Dan ketika itu Zubair bin Awam
juga miskin.
Saya bacakan hadisnya tentang kisah
Asma. Bagaimana dia bekerja keras
membantu suaminya. Dia berkata, "Kuntu
akhdumuz Zubair khidmatal bait." Aku
membantu Zubair suamiku. Zubair bin
Awwam juga yang dijamin masuk surga.
Asma yang diberi gelar datatun nitaqain.
Ya, wanita salehah yang sangat dermawan.
Setelah itu sangat dermawan.
Jadi, Asma dan Aisyah ini dua
dua saudari adik-beradik lain ibu.
Bapaknya sama siapa bapaknya? Abu Bakar
Assiddiq radhiallahu anhu. Tapi ibunya
beda. Asma lebih tua daripada Aisyah
radhiallahu anha. Tapi mereka berdua
sangat rajin sedekah. Tetapi cara
bersedekah
berbeda. Kalau Aisyah radhiallahu anha
disebutkan beliau ngumpulin harta kalau
sudah banyak beliau sedekahkan sekali
sedekah banyak. Kalau asma tidak. Apa
yang datang dia kasih, apa yang dapat
dia kasih. Sehingga beliau tidak
numpuk-numpukin harta. Kalau dapat
beliau langsung sedekah. Itu asma.
Dua-duanya baik. Dua-dua punya
dua-duanya punya keistimewaan.
Dua-duanya punya keutamaan. Keutamaan
dikumpul dulu baru dibagi juga ada
keutamaan tersendiri. Kalau setiap
datang langsung kasih pun segera cepat
sedekah. Itu punya keutamaan tersendiri.
Dua-duanya rajin sedekah dengan dua
metode yang
berbeda. Tapi ketika Asma menikah dengan
Zubair, Zubair miskin.
Kata beliau, "Kuntu akum Zubair
khidmatal bait." Aku membantu Zubair itu
kerjaan rumah tangga. Wanau farasun. Dia
punya seekor kuda. Asusuhu. Saya yang
ngurus kudanya. Siasatul faras maksudnya
apa? Saya yang datang ke kudanya, saya
yang siapkan makanannya, saya yang kasih
minumnya. Saya yang latih kudanya,
olahraga kuda supaya dia tetap sehat.
Ya, saya
ngurusin. Falam yakun minal khidmatiun
asyadda alayya min siasatil faras. Tidak
ada pekerjaan rumah yang paling berat
seperti ngurusin kuda. Karena kudanya
Zubair jauh. Harus ambilkan makanan,
harus pikulin makanan ke kuda Zubair,
harus ngurusin. Ini
berat ya.
Ee akhirnya kemudian Nabi
memberikan pembantu kepada Asma.
Kata kata
Asma jaan Nabi sallallahu alaihi
wasallam sabyun faha atau perawi berkata
datang nabi
punya banyak tawanan faha khadiman maka
Rasulullah pun berikan pembantu kepada
Asma setelah itu Asma berkata, "Kafatni
siasatal farasi pembantu itu akhirnya
yang mengurusi urusan kuda.
Akhirnya membantu itu tadi melepaskan
beban urusin kuda gara-gara
ee gara-gara ada pembantu. Dalam riwayat
yang
lain saya lanjutkan hadisnya. Kata Asma,
"Fajaani rajulun."
Kemudian datang seorang
kepadaku. Dia berkata, "Ya Um abdillah
inni rajulun faqir. Wahai Asma kuniahnya
Ummu Abdillah karena anaknya Abdullah
bin
Zubair. Abdullah bin Zubair. Dan Aisyah
juga kunyahnya Ummu Abdillah. Berkuniah
kepada putrinya Asma, putranya Asma.
Asma punya putra namanya Abdullah bin
Zubair. Sehingga Abdullah bin Zubair ini
ponakannya siapa? Aisyah. Aisyah
berkunia dengan ponakannya. Maka Aisyah
kunnianya Ummu Abdillah. Asma juga
demikian. Orang ini berkata, "Ya Ummu
Abdillah inni rajulun faqir. Wahai Ummu
Abdillah Asma, saya sungguhnya seorang
miskin. Aru an
abi saya mau jualan tapi di atap
rumahmu." Jadi dia mau jualan depan
rumahnya siapa? Asma. Qat inni
inaka abika Zubair. Saya kalau izinkan
kau jualan depan rumah pakai atap rumah
saya, mungkin suamiku enggak mau.
Zubair fataal fatlub ilaiya.
Ya. Eh, Zubair syahid. Kok kemari lagi
nanti kalau ada Zubair hadir lagi di
rumah, kau minta sama saya biar Zubair
lagi di rumah. Fajaa. Akhirnya Zubair
bin Awwam suaminya Asma lagi di rumah.
Maka datanglah laki-laki miskin tadi.
Dia berkata, "Ya Um Abdillah inni
rajulun faqir
arik." Ya, Ummu Abdillah, saya ini orang
miskin. Saya pengin jualan di naungan
atap
rumahmu. Faqalat maaka bil madinati illa
dari eh fulan
memang kenapa kau hanya pilih rumahku?
Kan rumah banyak rumah orang lain kan
banyak. Kenapa jualan di
rumahku? Faqallah Zubair. Zubair
berkataki sudah biarin aja. Kenapa
dilarang? Biarin aja
jualan. Akhirnya dia jual orang miskin
tadi. Akhirnya dia punya duit banyak.
ul jari. Akhirnya saya punya budak, saya
jual ke dia sampai dia punya duit dia
bisa beli budak
saya. Al
Zubairuha fi
hajari atau fi hijri ya. Faqala
habiha qat inni qadaq biha. Maka saya
jual budakku kepada laki-laki tadi.
Akhirnya saya bawa duit mungkin bawa
dinar atau dirham. Pas saya lagi pegang
duit, suamiku datang Zubair bin Awwam.
Dia berkata, "Wahai istriku, hadiahkan
itu buat
saya."Qat inniqu saya sudah sedekahkan.
Saya sudah
sedekahkan. Riwayat yang lain, bagaimana
kerjanya
Asma? Kata Asma binti Abi Bakariddiq
radhiallahu taala anhuma, "Tazwajani
Zubair wahu ardhi minin w mamlukin."
Zubair menikahiku, dia enggak punya
harta, dia enggak punya tanah.
Dia enggak punya eh dia enggak punya
budak wala dia tidak punya
apa-apain farin. Cuma dia punya unta
untuk mikul air untuk ambil air dan dia
punya
kuda. Saya yang menyediakan makan buat
kudanya ma dan saya bawa unta ambil air
taruh ke atas unta bawa pulang. Itu
kerjaannya Asma. Waakrizu garbahu. Saya
yang menjahit embernya dulu. Ember
terbuat dari kulit. Saya yang jahit
karena air diambil pakai apa? Dulu belum
ada plastik makai pakai kulit. Saya yang
jahit kulitnya. Wainu. Saya yang bikin
adonan makan. Walam akun uhsinu an
akhbizu. Saya dulu tidak pandai untuk
panggang roti. Wana yakbizu jaratun li
minal ansar. Tapi saya punya pembantu
dari wanita-wanita ansar. Mereka yang
bantu. Kalau saya sudah bikin adonan
mereka yang bikin apa? Bikin roti yang
manggang roti khawatir kalau kalau
kelamaan jadi gosong atau kurang matang
mereka lebih
pandai mereka adalah teman-teman yang
baik teman-teman yang jujur teman-teman
yang
tulus nawa min ardi allatiqahu
rasulullah sallallahu alaihi wasallam al
saya dulu mikul nawa jadi makanan kuda,
makanan unta dulu di antaranya adalah
biji-biji
kurma biji-biji kurma tersebut jadi
makanan hewan ya Caranya direndam ya
mungkin digerus kemudian dicampur dengan
makanan. Kalau sudah direndam 3 hari
jadi lembik bisa dimakan oleh apa?
Hewan. Sekarang orang sebagian orang
Arab juga bikin kopi biji kurma. Biji
kurma
di diolah akhirnya diblender jadi bubuk.
Jadi apa? Kopi apa? Kurma. Jadi bukan
Americano, jadi
[Musik]
[Tertawa]
Palestino. Banyak jadian ternyata
mengandung gizi ini gizi ini gizi dulu
makanan makanan hewan. Oleh karenanya
ketika Allah menyebutkan atau Nabi
menyebutkan Allah menyebut tentang pohon
kurma ya wsalu kalimatin thyibatin
kasyajaratin thayibah. Perumpamaan
kalimat yang baik seperti pohon yang
baik. Ternyata maksudnya pohon kurma.
Rasul sahu al wasallam berkata, "Inna
minyajari lama barquatuha kabarqtil
muslim." Sesungguhnya ada sebuah pohon
yang keberkahannya seperti keberkahan
seorang muslim. Pohon tersebut pohon
kurma. Ternyata pohon kurma itu dari
ujung atas sampai ujung akar semuanya
bermanfaat. Ini manfaatnya apa? Ini
manfaatnya apa, ini manfaatnya sampai
mereka bilang kalau gitu bijinya apa?
Bijinya juga manfaat untuk jadi makanan
apa? Hewan. Sekarang untuk bikin apa? Ko
kopi. Kopi biji kurma. Jadi dia mikul
biji kurma
itu ya untuk kasih kuda tersebut.
Zubairas
was min.
Ya, aku angkat ya biji tersebut dari
tanah yang tanah yang Rasulullah berikan
kepada Zubair. Ibnu Hajar mengatakan
maksudnya bukan tanah hadiah, tapi tanah
itu boleh dikelola hasilnya buat Zubair
tapi bukan milik pribadi Zubair. Saya
angkat biji bawa ke rumah mungkin untuk
apa namanya ngurusin kuda, makanan
kuda. Alaulusai farsakhin yaitu 4 kilo.
Kira-kira 4 kilo. Kalau satu fars kurang
lebih 6 kilo. 2/3 farsah kurang lebih
berapa kilo? 4. 4 kilo. Ini jalan
mengangkat
kepala tidak
mengeluh. Kita ini kan wanita penghuni
surga. Ngapain ngangkat begini?
Enggak. Katanya suamiku penghuni surga.
Rasulullah berkata, "Zubair fil jannah."
Zubair bin Awwam di surga. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "In inulli nabiin
hawarian." Sesungguhnya setiap nabi ada
penolong yang spesial. Wa inna hawari
Zubair bin Awwam. Dan sesungguhnya
penolongku spesial adalah Zubair bin
Awwam. Jagoan yang
hebat. Fajiu yauman wnawa al ri. Suatu
hari aku datang dari tanahnya Zubair.
Saya pikul itu biji kurma di atas
kepala. Jalan
kaki berapa kilo? 4 kilo. Falqitu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
maahu nafar min anar. Rasulullah sedang
berjalan naik unta bersama sekelompok
orang dari kaum Anshar. Rasulullah lihat
kasihan ini Asma lagi kerja bantu
suaminya ngurusin kuda, ngambil biji
kurma jadi jauh bawa ke rumah. Maka
Rasulullah lihat Rasulullah ini iparnya
Asma iparnya Nabi atau bukan? Iparnya
Nabi kan? Istrinya
Aisyah ini kakak
ipar. Fadaani. Maka Rasulullah panggil
ya. Maka Rasulullah berhin ikhin
liahmilani khfah yaitu Rasulullah naik
naik sini saya saya bonceng. Rasulullah
suruh naik di belakang Nabi untuk Nabi
bonceng. Sehingga ini dibahas oleh para
ulama bolehkah Nabi membonceng wanita
padahal bukan tidak halal bagi Nabi itu
ipar halal atau bukan? Tidak halal. Ya.
Ada ini kekhususan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ada yang mengatakan
saking dekatnya. Tapi ini intinya
kekhususan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kata Nabi, "Silakan naik." Dan
lagi pula Nabi tidak sendirian tapi
berjalan dengan beberapa kaum ansar. Ini
kekhususan Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Kata Asma ketika disuruh naik dia
mengatakan fastahya itu an asir maijal.
Sama seperti Nabi
mendatangi Ummu Sulaim ya datang khusus
sampai disebutkan Ummu Sulaim mengambil
keringat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Jadi ada kedekatan Ummu Sulaim
padahal ini siapa Ummu Sulaim sehingga
dibahas apakah ada hubungan kekerabatan
sama Nabi? Apakah ada hubungan
persusuan? Tapi ininya di antaranya
kekhususan Nabi. Ya, sikap Nabi kepada
Ummu Sulaim dan sikap Nabi ingin
bersikap kepada Asma.
Maka Asma
berkata, saya malu mau jalan
bareng-bareng dengan rombongan lelaki.
Akhirnya saya tidak naik. Saya tetap
jalan kaki. Nabi
berlalu. Saya ingat Zubair bin Awwam dan
dia orang pencemburu. Kalau tahu saya
naik di belakang Nabi mungkin dia
cemburu. Suamiku itu orang paling
pencemburu. Fa rasul wasamah itu
Rasulullah tahu saya malu. Rasulullah
tidak paksa. Rasulullah jalan. Fajitu
Zubair setelah itu aku pulang aku ketemu
Zubair. Aku berkata, "Laqiani Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam wa rin nawa."
Tadi Nabi sallallahu alaihi wasallam
ketemu aku dan aku sedang mikul apa?
Biji kurma. Jalan berapa kilo? 4
kilo. Mungkin tiap hari mungkin. Wah
nafarhi. Dan Nabi sedang bersama
teman-temannya. Faana arkab Rasulullah
sudah turunkan unta supaya saya naik.
Kata Rasulah silakan naik.
Namun saya malu sama
Nabi dan saya ingat kau itu pencemburu.
Apa kata Zubair bin
Awam? Sungguh demi Allah lebih berat
bagiku ingat kau angkat apa namanya biji
daripada kau digonceng oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya.
Jadi Zubair juga kasihan lihat istrinya.
Tapi rumah harus ada yang urus. Kata
para ulama, "Kenapa Zubair tidak bantu?
Zubair lagi sibuk. Urusan jihad, urusan
perang. Rumah siapa yang ngurus? Dia
punya harta kuda yang ngurus istrinya.
Dia juga kasihan lihat istrinya ngangkat
apa? 4 kilo.
Yaangkat berat-berat jalan 4 kilo. Ini
wanita mulia, bapaknya Abu Bakar
Assiddiq bukan
sembarangan. Ada iparnya istri Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tapi ya
bagaimana dibilang lebih berat bagiku
lihat ingat kau angkat ini daripada kau
angkat biji biji kurma daripada kau
dibonceng oleh Rasulullah sahu al
wasallam arsala ilai Abu Bakr
baikimin siat
farqan sampai akhirnya ayahku ngirim
buat aku pembantu yang akhirnya pembantu
tersebutlah yang ngurusin kuda.
Seakan-akan Abu Bakar telah memerdekakan
aku dari perbudakan.
maksudnya kerjanya berat. Maksud
saya
inilah wanita yang salehah yang tahu
bahwasanya suaminya punya pekerjaan, dia
bantu dengan sukarela. Ya tentu
berat-berat. Siapa yang tidak berat?
Aisyah e Fatimah aja ngeluh. Lihat kata
Asma sampai aku seakan-akan dimerdekakan
berarti berat selama ini. Tapi dijalini
terus jalani tidak pernah ngomel sama
suaminya.
Tidak pernah ngomel Fatimah kepada Ali
urusan gara-gara urusan tadi. Asma tidak
pernah ngomel sama Zubair gara-gara
urusan kerjaan tadi. Ngurusin kuda lah,
angkat
inilah, kasih makan kuda. Kalau masih
makan kucing kan lebih gampang. Ini kuda
diurusin, dilatih, ditarwid, dilatih
supaya tetap kuat dan macam-macam. Namun
inilah
kebiasaan para sahabiat ya.
Dalam riwayat yang lain kata Asma, wau
nawa linadin linihi wafuhu. Saya ambil
ambil biji kurma dari kebunnya Zubair
jalan 4 kilo. Sampai rumah saya tumbukin
untuk jadi makanan unta. Karena Zubair
punya unta satu. Dikasih makan. Di
antara makanan yang bergizi adalah biji
kurma. Waalifuh. Saya kasih makan.
Waasttaqil ma. Saya pun ngangkat air
bawa unta tersebut. ambil air bawa
pulang ke rumah. Ini semua kerjaan ya.
Enggak. Ngambil air di sumur taruh di
atas unta, bawa ke rumah bawa turun.
Kerjaan atau enggak?
Kerjaan.
Tapi mereka tidak
pernah ngomel sama suami. Ya, tahu
kondisi bagaimana keluarga. Tayib.
Jadi ini semua di antara dalil
bahwasanya wanita-wanita termulia di
zaman para sahabat mereka ternyata
bekerja ngurusin apa? rumah. Dan semua
itu menjadi pahala bagi mereka. Dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengajarkan
zuhud kepada Fatimah padahal dialah
putri yang satu-satunya yang sangat dia
cintai yang tersisa. Tetapi dia
mengajarkan zuhud dan dia mengatakan,
"Bagaimana saya mau kasih engkau budak
sementara sahabat-sahabatku masih
kelaparan di suffah. Lebih baik saya
jual budak ini, uangnya saya belikan
makanan buat buat mereka. Rasulullah
mendahulukan para sahabat daripada
keluarganya sendiri. Dan demikianlah
Rasulullah mengajarkan zuhud pada
dirinya dan pada keluarganya. Ya, kalau
Rasulullah mau kaya sangat mudah.
Rasulullah punya emas dia bagi-bagi.
Rasulullah punya harta dia bagi-bagi.
Kalau dia mau kaya bisa. Dia adalah
pemimpin Kota Madinah. Dia menaklukkan
berbagai macam
negeri. Ya, kalau kita baru raja kampung
sudah rumah mewah luar biasa. Baru raja
kampung. Bukan raja kota baru raja
kampung. Raja kecamatan sudah rumah
mewah kayak rumah raja-raja.
Ya. Tib. Dari sini para ulama membahas
tentang hukum wanita ngurusin kerjaan
rumah. Apa hukumnya? Ada khilaf di
kalangan para
ulama setelah semu sepakat bahwasanya
ini
boleh. Bahkan zahirnya bahwasanya ini
adalah perbuatan yang mulia. Sebagaimana
tadi hadis-hadis yang kita sebutkan
dicontohkan oleh para
sahabiat. Maka jumhur ulama
ya mengatakan bahwasanya tidak wajib
bagi seorang istri
ngurusin kerjaan rumah. Yang wajib bagi
istri hanyalah urusan
ranjang. Dia dinikahi oleh suaminya
bayar mahal, bayar mahar supaya dia bisa
melayani suaminya. Sehingga kalau dia
keluar rumah enggak boleh, harus minta
izin kepada suaminya. Pokoknya kalau
suaminya pulang ke rumah dia harus siap
sedia. Kapan suaminya ingin menggaulinya
dia tidak boleh menolak sama sekali.
Siapa yang menghalang suaminya untuk
digauli tanpa ada uzur, maka dilaknat
oleh malaikat sampai pagi hari. Oleh
karenanya kewajibannya hanyalah ngurusin
ranjang. Ini pendapat mayoritas ulama,
pendapat Syafi'iyah, Hanabilah dan
sebagian Malikiyah.
Ya, meskipun kata mereka yang lebih
utama adalah melakukan hal-hal yang
sudah menjadi tradisi, tapi kalau wajib
enggak. Mereka semua sepakat ngurusin
rumah, bantu suami itu baik. Tapi kalau
wajib enggak. Ini pendapat sebagian
ulama.
Pendapat sebagian ulama yang lain,
mayoritas ulama Malikiyah. Ini pendapat
Abu Tsur dan ini pendapat Abu Bakar bin
Abi Syaibah ya. Dan ini pendapat Abu
Ishaq
Aljazuzjani. Dan ini juga pendapat
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala. Banyak ulama ya
meskipun mereka lebih sedikit mereka
berpendapat bahwasanya wajib bagi wanita
untuk melayani suaminya pada
perkara-perkara kerjaan rumah yang
secara tradisi itu berlaku bagi para
wanita yang semisalnya. Di antara mereka
jadikan dalil adalah kisah Ali dan
Fatimah yang di mana Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam mewajibkan
kepada Ali untuk kerjaan luar yaitu
keluar mencari nafkah. Sementara
putrinya Fatimah diwajibkan untuk
kerjaan batin, yaitu ngurusin rumah.
Ya. Dan di antara dalil akan hal ini,
Rasulullah pernah memerintah kepada
istrinya Aisyah radhiallahu taala anha.
Ini juga dijadikan dalil. Suatu hari
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
ingin menyembelih hewan kurban. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam memerintah
istrinya. Dia
berkata, "Ya Aisyatu halummi almudiyah."
"Wahai Aisyah, datangkan ambil itu.
Tolong ambil pisau atau golok sini. Saya
mau sembelih." TMA qala. Setelah itu
Aisyah ambil golak kata Rasulullah,
"Ishadziha bijarin." Asah itu asah.
Aisyah asah pakai batu
diasah. Berarti Rasulullah perintah
Aisyah atau tidak?
Kira-kira ngasah
pedang karena Aisyah ahli. Ya sudah
Rasulullah suruh ini kerjaan Rasulullah
perintahkan akha kemudian Rasul sahu
alaihi wasallam pun mengambil setelah
diasah oleh Aisyah Rasulullah gunakan
untuk menyembelih hewan tersebut. Jadi
maksud saya ee ini dalil bahwasanya
wanita boleh diperintah oleh
suaminya. Buktinya Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam memerintah Aisyah. Demikian
Rasul Sallahu Alaih Wasallam menyuruh
Aisyah untuk mengambil ee sajadah di
masjid. Kata Rasulullah, "Ambil ya
sajadah di masjid." Kata Aisyah, "Ya
Rasulullah, saya sedang haid." Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna in
haidaki laisat biyadiki. Haidmu bukan di
tanganmu. Ambil aja, enggak ada masalah.
Artinya tanganmu tidak akan mengotori
masjid. Datang ambil sajadah yang ada di
masjid, bawa ke sini." Rasulullah
perintah. Jadi pendapat yang lebih kuat
wallahuam bisawab adalah wanita wajib
melakukan kegiatan yang sudah merupakan
tradisi di negeri tersebut. Itulah tugas
para istri. Itulah tugas para istri.
Maka wajib bagi dia melakukannya.
Ya, saya bacakan ee perkataan Ibnu
Taimiyah rahimahullah taala. Beliau
berkata, "Watajibu khidmatu zaujiha bil
maruf min mliha limitlihi." Wajib bagi
seorang wanita untuk berkhidmat itu
melayani suaminya pada dengan yang wajar
yaitu sebagaimana wanita semodel dia
untuk lelaki semodel
dia. Ahwal. Dan kewajiban tersebut
variasi bervariatif sebagaimana
bervariasinya
kondisi
badawati quawah. Wanita di desa
kewajibannya tidak seperti wanita di
kota. Tergantung tradisi
masing-masing. Dan wanita yang kuat
tentu kewajibannya melayani suaminya
tidak seperti wanita yang
lemah. Waqahu aljuzjani min ashabina Abu
Bakar ibnu Abi Syaibah. Dan ini pendapat
Aljuzani dari eh kalangan kami itu
kalangan Hanabilah dan juga Abu Bakar
Ibn Abi Syaibah. dinukil dari ikhtiarat
ya Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala.
Dan ini juga pendapat Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala. Beliau berdalil
dengan kisah ee Fatimah dengan Ali. Dan
Rasul sahu alaihi wasallam tidak
mengatakan Ali ini bukan tugas putriku.
Gak. Rasulullah malah ya sudah kerja
lebih bagus. Kemudian ketika Asma
lewat Rasulullah tahu bagaimana Asma
susahnya. Rasulullah tidak bilang ya
tidak wajib. Enggak Rasulullah ya
silakan tetap aja jalan 4 kilo mikul
Rasulullah biarin karena itu karena itu
kebiasaan tradisi wanita di zaman
tersebut dan kita tahu bahwasanya
seorang laki ketika menikah secara urf
antum kalau menikah sama
wanita, kalau dia bilang, "Saya mau
nikah sama kamu, tapi tidak, saya tidak
mau masak, tidak ci piring." Kira-kira
antum mau nikahi
enggak? Akhi, saya mau nikah, tapi
ingat, saya ikut pendapat jumhur. Tidak
wajib bagi saya masak. Tidak wajib bagi
saya cuci piring. Wajib saya cuci
pakaian. Enggak ada urusan ya. Pokoknya
saya urusan ranjang. Ngerapiin ranjang.
Antum mau nikahin
enggak? Enggaklah. Cari yang lain aja.
menunjukkan bahwasanya ketika seorang
laki menikah dengan wanita sudah
sama-sama tahu terutama di tanah air
bahwasanya kalau menikah wanita tersebut
akan bekerja sebagaimana wajahnya
wanita-wanita yang yang lain. Dan dalam
kaidah alma'rufu urfan kal masruti
syartan perkara yang sama-sama diketahui
kemudian diakadkan meskipun tidak
dilafalkan tapi sama-sama tahu itu
seakan-akan persyaratan. Contohnya
begini. Kita beli mobil di suatu dealer
misalnya, nanti dia ngantar. Gak usah
ngomong, sudah sama-sama tahu. Setiap
beli, setiap beli pembelian mobil di
dealer, nanti dia apa? Ngantarin. Ya
sudah, meskipun dalam akad tidak
ditulis, dia bakalan ngantar. Meskipun
tidak diucapkan, meskipun tidak
dituliskan, tapi karena sama-sama tahu,
maka itu sudah menjadi syarat yang tidak
tertulis. Almaufu urfan kal masruti
syartan. Suatu yang sama-sama urf
diketahui seperti persyaratan. meskipun
tidak di ditulis sama kalau kita menikah
seorang, kita tambah tahu namanya kita
mau menikah kita istri kita yang masakin
yang cuci piring, cuci pakaian secara
umum itu beda kalau istri kita suruh
ngurusin ibu kita itu enggak tidak
wajib karena secara pekerjaan rumah
tangga itu bukan urusan apa? Istri.
Jadi, wallahuam bisa pendapat yang lebih
kuat pendapat sebagian ulama bahwasanya
mengerjakan pekerjaan rumah hukumnya
adalah wajib bagi para wanita dan kalau
kita bilang hukumnya wajib pahalanya
lebih
besar. Kalau kita bilang hukumnya wajib
berarti pahalanya lebih apa? Besar.
Karena wajib lebih besar paling daripada
sunah. Subhanallah. Kalau kita ikut
pendapat
jumhur, jumhur ulam mengatakan wanita
tidak wajib kerjaan rumah. Kalau dia
lakukan yang lebih utama, tapi tidak
wajib. Sama jumhur sebaliknya mengatakan
tidak wajib bagi suami untuk beri
memberi memberi pengobatan kepada
istrinya. Kalau istrinya sakit tidak
wajib berobat sendiri. Ini pendapat
jumhur. Ya, punya istri kerja enggak?
Enggak wajib. Saya pilih pendapat jumhur
waktu dia sakit.
Rasakan, rasakan sana. Saya enggak urus.
Enggak wajib bagi saya ngurusin kamu
sakit. Kalau ikut
jumhur, jumhur tidak wajib sakit, ya
sudah dia enggak bisa ngelayani selesai.
Enggak ada kasih nafkah, enggak bisa
ngelayani selesai. Nafkah saya ada
timbal baliknya layi. Saya tidak
melayani mohon maaf tidak ada nafkah.
Kalau kita mau ikut benar-benar
perkataan sebagian fuqaha letterlek
seperti itu, plek plek. Tapi
kenyataannya semua orang sekarang tahu
namanya ngurusin
istri wajib. Kalau dia sakit, kita yang
ngobatin. Kalau ikut jumhur, kita
telepon mertua, "Pak mertua, istri
sakit, anakmu sakit, ambil. Nanti kalau
sembuh bawa lagi
sini." Ini pendapat jumhur boleh.
Pendapat jumur boleh begitu. Tapi kita
tidak setuju. Ya, oleh karenanya yang
benar sebagaimana wanita wajib mengurusi
rumah tangga secara wajar, lelaki juga
ngurusin wanita secara wajar. Wajib
baginya. Wallahuam bisawab. Intinya saya
ingin menyampaikan kepada para ibu yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
Memang capek ngurusin anak-anak ya. Kita
tahu sendiri bagaimana istri kita
ngurusin apa anak-anak. Bagaimana istri
kita capek ngurusin kita. Apalagi kita
rewel, maunya begini, maunya begini,
maunya ini. Saya pengin makan nasi
goreng gak pakai kecap, telurnya
setengah matang. Ya, pokoknya setengah
matang, garamnya sekian, sambalnya
sekian,
ya. Telurnya taruh di tengah piring.
Jangan di
pinggir. Istri capek bikin gini. Saya
pengin makan sebelum
zuhur. Saya dulu bilang istri saya
begitu, "Abi makan sebelum zuhur, enggak
mau setelah zuhur. Harus siap sebelum
zuhur. Sebelum Abi ke masjid, Abi makan
dulu. Jadwal perut makan sebelum apa?
Zuhur sudah siapin." Ya. Ya, berat istri
ngurusin suami. Ya, tapi kalau dia tahu
ini adalah kewajiban, dia tahu ini
berpahala dan ini meraih cara meraih
untuk menjadi terbaik di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Dia ikhlaskan segala
kegiatannya. Dia niatkan karena Allah
subhanahu wa taala. Semua keletihan,
semua kecapekan, semua sakit badan,
semua keriput-keriput di ini semua jadi
pahala. Semua jadi apa?
Pahala. Maka dia meraih keterbaikan di
sisi Allah di antaranya dengan menjadi
terbaik bagi rumah tangganya, terbaik
bagi suaminya, ngurus suaminya, terbaik
bagi anak-anaknya, terbaik bagi urusan
rumah. Sapu-sapu rumah, ngerapiin rumah.
Suami pulang lihat rumah bersih, nyaman.
Suami pulang lihat anak-anak sudah
bersih, sudah rapi, langsung dipeluk,
dicium, istri juga sudah rapi.
Masyaallah itu semua berpahala di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Demikian saja,
Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa
taala. Semoga ibu-ibu menjadi
wanita-wanita terbaik di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Bersabar menjalani
keletihan ngurusin rumah tangga dan
semoga semuanya semakin letih, semakin
besar pahalanya. Sebagaimana Nabi pernah
berkata ketika Aisyah berhaji. Kata
Nabi, "Ajruki ala qadri nasabik."
Pahalamu sesuai dengan kadar
keletihanmu. Pahalamu sesuai dengan
kadar keletihanmu. Saya boleh katakan
juga itu berlaku juga pada
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:14:14 UTC
Categories
Manage