Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufiqihi wamtinanih. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi waa alihi. wa ashabihi wa ikhwani. Para ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Kita masih membahas tentang hadis-hadis seputar kewan. Dan pada kesempatan kali ini kita akan bahas hadis dari Fatimah radhiallahu anha yang menjelaskan tentang bahwasanya sebaik-baik wanita adalah yang paling bermanfaat bagi keluarganya. Yaitu dari sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika menasihati putrinya Fatimah radhiallahu anha. Beliau berkata, "Ya bunayah isbiri fnahairisati nafaat ahlaha. Wahai putriku, bersabarlah. Sesungguhnya sebaik-baik wanita adalah yang bermanfaat bagi keluarganya." Saya ulangi kata Rasul sahu alaihi wasallam kepada putrinya, "Ya bunayyah, ya bunayya tusbiri. Wahai putriku, bersabarlah. Fainna khairisai allati nafaat ahlaha." Sebaik-baik wanita adalah yang bermanfaat bagi keluarganya, bagi suaminya, ya bagi anak-anaknya paling bermanfaat di rumahnya. Hadis ini adalah ee hiburan bagi para wanita ya yang capek, letih ketika mengurusi rumahnya ya, mengurusi suami, ngurusi anak-anak ya kita tahu ee perkara tersebut tidak mudah ya. Tidak mudah ngurusi rumah susah ya. Bersih-bersih rumah kadang masa nyuci ya. Sapu-sapu ya. Kemudian ngurusin anak-anak apalagi ya. Belum kalau anaknya aktif lari sana lari ke sini ya. Yang satu nangis, yang satu lempar sana lempar sini, yang satu banting-banting. Ini berat ya. Anaknya masih kecil berat, sudah besar juga berat ya. Belum mengawasi anak-anak. Ngurus suami juga lebih berat lagi ya. Kadang suami suka ngomel, kadang suami pengin dimanja ya pengin di apa namanya? Diajak ngobrol, pengin diperhatikan. Ya kadang suami baper. Macam-macam model suami ya. Belum persiap mensiapkan pakaiannya, menyiapkan makanannya ya. Dan kita tahu bahwasanya kerjaan ibu rumah tangga tidak tidak ringan. Ya. Maka ketika datang hadis ini ya memberi hiburan bahwasanya semua keletihan, rasa capek, keringat yang bercucuran ya mungkin letih dalam berpikir ya semuanya itu adalah pahala bagi sang wanita dan menjadikan tersebut wanita yang terbaik. Oleh karenanya seorang wanita yang pertama dia harus meniatkan semua itu karena Allah Subhanahu wa taala. Karena kaidah mengatakan tidak ada satu perkara pun yang berpahala kecuali diniatkan karena Allah subhanahu wa taala. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La ajro illa an hisbah." Tidak ada pahala kecuali dengan ihtisab. Yaitu berharap mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa taala. Rasul sahu alaii wasallam bersabda, "Innamal a'malu bin niyat wa innama likulliri ma nawa." Setiap amalan tergantung niatnya dan masing-masing mendapatkan apa yang dia niatkan. Kalau niatnya karena Allah, dia akan dapat pahala. Jika tidak, maka tidak dapat pahala. Allah berfirman dalam Al-Qur'an eh kullu saiin haliun illa wajhah. Segala perkara akan sirna kecuali wajah Allah subhanahu wa taala. Sebagian ulama menafsirkan illa maida bihi wajhullah. Yaitu segala kegiatan tidak ada nilainya kecuali yang diniatkan karena mencari wajah Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya dalam melaksanakan aktivitas keseharian, seorang wanita meniatkan semua itu karena Allah Subhanahu wa taala sehingga seluruh keletihan yang dia rasakan, seluruh keringat yang bercucuran dari tubuhnya ya kerutan ya dia keningnya mengkerut karena berpikir semuanya itu akan menjadi pahala. Bukan cuma menjadi pahala bahkan dia bisa menjadi wanita yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kita hidup untuk apa? Untuk mencari validasi dari Allah Subhanahu wa taala. Setelah itu kita akan meninggalkan kehidupan ini. Namanya kehidupan semuanya pasti ada ujian. Gak ada kehidupan yang nyaman meluluk. Enggak ada. Omong kosong kalau ada yang bilang nyaman meluluk enggak ada. Memang Allah telah menjadikan kehidupan ini dengan berbagai macam pernak-pernik ujiannya. Ya. Ya. Ada kesedihan, ada tawa, ada tangisan, ada kebahagiaan. Ya, ada kekhawatiran ya. Yang hidup cuma senang dan tidak ada sedih cuma di surga. Udulul jannata la khaufun alaikum w antum tahzanun. Masuklah kalian ke dalam surga yang tidak ada kekhawatiran, tidak ada kesedihan. Penghuni penghuni surga ketika masuk surga yang pertama kali mereka ucapkan alhamdulillahilladzi adhabanal hazan inna rabbanafurun syakur. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala bentuk kesedihan dari kami. Sesungguhnya Rabb kami maha pengampun lagi maha bersyukur, yaitu lagi maha membalas yang sedikit dengan yang banyak. Oleh karenanya kita sering dengar ibu-ibu mengeluh tentang kerjaan rumah tangga yang begitu banyak ya. Apalagi yang qadarullah mungkin ee suaminya tidak begitu banyak duitnya ya. Meskipun banyak acara tapi ternyata duitnya juga enggak enggak banyak sehingga tidak bisa bayar pembantu ya. Ini kerja sendiri. Sebagian sudah ada pembantu tetap aja susah ya. Sampai pembantunya pun minta berhenti karena saking susah kerja di situ ya. Berhenti satu berguguran ya karena kerjaan sangat berat. sudah dibantu sama pembantu dia masih sulit, masih kesulitan. Ya, demikianlah ya rumah tangga orang beda-beda. Tapi secara umum wanita itu punya banyak kegiatan dalam rumah. Makanya kalau mau dikatakan wanita yang sukses, inilah wanita yang sukses. Wanita karir itu bukan yang keluar-keluar dari rumah, tapi dia berhasil membangun rumah tangganya dengan yang terbaik. berhasil mendidik anak-anaknya dengan didikan yang terbaik. Bertakwa kepada Allah dalam mengurusi rumah tangganya. Ingat sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Fatimah, "Ya bunay tusbiri, wahai putriku bersabarlah. Fainna khairisa allati nafaat ahlaha." Sebaik-baik wanita yaitu di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bukan di di sisi netizen ya, bukan di sisi media ya, media sosial ya, tetapi di sisi Allah Subhanahu wa taala yaitu yang paling bermanfaat. bagi keluarganya. Maka seorang wanita merenungkan hadis ini menghibur dirinya. Dia tahu bahwasanya Allah Subhanahu wa taala maha melihat dan maha mendengar, maha mengetahui apa yang dia lakukan. Tidaklah setiap kegiatan yang dia lakukan untuk ngurusi rumahnya, ngurusi anak-anaknya, ngurus suaminya, kecuali menaikkan derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa taala. Apa yang dikeluhkan oleh para wanita zaman sekarang juga pernah dikeluhkan oleh wanita terbaik umat ini, yaitu Fatimah radhiallahu taala anha, putri Nabi sallallahu alaihi wasallam yang Rasulullah pernah berkata kepada Fatimah, "Ama tardina antakuni sayidata nisail alamin." Tidakkah kau suka wahai Fatimah engkau menjadi sayidah pemimpin para wanita kaum mukminat di alam semesta? Maka Fatimah pun bahagia ya mendengar apa yang disampaikan oleh ayahnya ya. Dialah Fatimah radhiallahu anha pernah merasakan sebagian yang dirasakan oleh ibu-ibu ya, yaitu kepayahan dalam ngurusi rumah tangga. Dalam hadis akan kita sebutkan nanti beliau mengeluhkan tentang kerjaannya. Dia harus menggiling gandum. menggiling gandum dengan menggunakan roha. Roha itu batu dua besar. Kemudian gandum ditaruh di tengahnya kemudian digiling dengan mendorong dengan kayu. Batu tersebut didorong perlu tenaga. Ya, zaman dulu enggak ada mesin, enggak ada listrik, maka dorong dengan manual ya menggiling gandum sehingga menjadi tepung. Sampai akhirnya tangan yang tadinya lembut, tadinya halus menjadi ee apa namanya? Tidak halus lagi ya. Jadi kasar yataqatta yaitu apa namanya? Kerut ya. Dan seperti itu yang yang tidak disukai oleh wanita. Wanita ingin jari-jarinya lentik ya atau tidak? Wanita ingin tangannya halus. Ya, semua wanita ingin seperti itu. Ya, zaman dulu enggak ada body lesion, enggak ada ya. Enggak ada ya. Ya. Sehingga Fatimah radhiallahu anha tangannya berubah karena dia menggiling gandum. Kemudian dia juga takjin yaitu membuat adonan. Mengambil gandum setelah digiling jadi tepung dibikin adonan. Watuk khabbis. Kemudian dia juga ee bikin roti yaitu ada tanur, kemudian tungku, dinyalakan apinya, kemudian tempelin ee tepung sehingga menjadi roti. Ini kerjanya Fatimah radhiallahu taala anha. yaitu melakukan kegiatan-kegiatan kerjaan di rumah untuk ngurusin suaminya Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Dan qadarullah Ali bin Abi Thalib bukan orang kaya sehingga dia tidak mampu untuk membeli budak untuk membantu istrinya. Dan demikian juga di antara pekerjaan Fatimah radhiallahu taala anha, beliau mengambil air membawa air di timba ya. Dia taruh di lehernya kemudian dipikul air tersebut sampai ada bekas di lehernya. bekas di lehernya. Ini wanita terbaik. Sayyidatun nisail alamin. Wanita terbaik di alam semesta. Oleh karenanya bukan berarti wanita terbaik isi Allah yang keren yang kemudian yahat Fatimah radhiallahu anha ya. Maka yang penting kita terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kalau mau terbaik di hadapan manusia gampang. Tinggal punya duit banyak, insyaallah terbaik di hadapan manusia. Naik mobil Lexas, insyaallah jangan Lexas, baru Zenik aja orang sudah puji. Ya, jangankan Zenik, baru Avanza aja orang sudah puji. Apalagi kemudian naik Lexes, mobil mahal, ya semua orang hormat. Apalagi baju branded. Baju mahal, satu baju harganya Rp8 juta, R10 juta, ya semua orang pasti apa angkat tangan. Apalagi pakai dompetnya. Dompetnya harganya Rp20 juta. Tasnya harganya Rp600 juta. Hm. Apalagi HP-nya iPhone terbaru. Semua orang hormat. Karena manusia menilai orang parameternya dengan duit. Itu umum. Jabatan atau duit. Jabatan tinggi hormat. Duit banyak hormat. Tapi kalau kita mencari validasi dari Allah Subhanahu wa taala, bukan begitu caranya. Tidak harus jadi orang kaya, tidak harus jadi wanita cantik, tidak harus. Ya, semampunya kita bertakwa kepada Allah. Di antaranya dengan mengurusi kegiatan rumah tangga. Fatimah radhiallahu anha sampai mikul air, taruh di lehernya, ngangkat timba sampai kemudian lehernya ada bekasnya. Kemudian beliau menyapu rumah sampai bajunya penuh dengan debu dan beliau nyalakan api sampai bajunya tidak rapi lagi karena terkena asap dan beliau ditimpa dengan kesulitan. Padahal beliau adalah sayyidatu nisail nisai ahlil jannah. Beliau adalah pemimpin para wanita di surga. Dalam sebagian riwayat sayyidatun nisai ahlil jannah. Fatimah nisau sayyidatu nisai ahl jannah. Fatimah adalah pemimpin wanita di surga. Tib. Ee kita bacakan hadisnya. Hadis ini disampaikan di antaranya dari Ali bin Abi Thalib. Diriwayatkan Imam Bukhari dalam beberapa tempat dalam Sahih Bukhari dari Ali bin Abi Thalib. Beliau berkata, "Inna Fatimah atatin Nabi shallallahu alaihi wasallam tasqu ilaihi ma talqo fi yadiha minarha." Sesungguhnya Fatimah datang menemui ayahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian mengeluhkan kerjaan yang berat karena harus menggiling gandum. Walagah annahu jaah raqiq. Dan telah sampai kabar kepada Fatimah bahwasanya ada budak-budak ya dimiliki oleh ayahnya. Mungkin habis perang ada gonima dapat budak-budak. Ini lumayan ya ayahnya punya budak bisa diminta satu untuk bantu urusan rumah tangga. Maka Fatimah datang menuju ayahnya minta budak, minta pembantu. Falam tusodifu. Ternyata waktu ke sana eh Rasulullah lagi tidak ada.Akalika li Aisyah. Maka dia pun cerita sama Aisyah keluhan yang dia rasakan. Perhatikan sini. Fatimah mengeluh ketemu ayahnya. Enggak ketemu ayahnya ketemu siapa? Aisyah. Aisyah istri siapa? Istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Gitu. Ibu tirinya Fatimah radhiallahu anha. Sehingga sering dalam beberapa hadis, Fatimah ketemu Aisyah, Fatimah ketemu Aisyah. Sehingga hubungan mereka hubungan yang baik. Tidak seperti yang digambarkan oleh orang-orang Syiah bahwasanya Aisyah sama Fatimah bermusuhan ini semua omong kosong. Ya. Ya. Akhirnya dia tidak ketemu ayahnya. Falamma jaa akhbarathu Aisyah. Ketika Rasulullah datang, maka Aisyah radhiallahu anha lapor kepada suaminya. Akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam pun datang menemui Ali dan Fatimah. Kata Ali bin Abi Thalib, "Yang menceritakan hadis ini Ali bin Abi Thalib ini ceritakan setelah Rasulullah meninggal tentu hadis ini. Dan dia tidak ada nyinggung-nyinggung keburukan Aisyah radhiallahu sama sekali. Enggak ada." Bahkan dia bercerita bagaimana Fatimah minta tolong Aisyah untuk nyampaikan kepada siapa? Kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Faja'ana waqad akna madjiana. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun akhirnya datang nyusul ke rumah kami. Sementara kami sudah mau tidur. Fahabna nakakum. Kami ingin bangkit menemui Nabi. Faqala ala makanikum. Kata Rasul sahu alaih wasallam. Jangan bangkit biar aja situ. Rasulullah yang datang menemui mereka. Fajaa faqada baina baini wainiha. Eh faqada baini wa bainaha. Maka Rasul sahu alaih wasallam pun masuk. Kami sedang tidur, Rasulullah masuk di tengah-tengah kami. Itu kami sedang tidur begini, Rasulullah masuk di tengah antara kaki kami dengan kakiku dengan kaki Fatimah. Dia pun duduk di antara kami berdua. Ya. Hatta wajadu barda qodamaihi ala batni. Sampai aku merasakan dinginnya kaki Nabi di perutku. Kata Ali radhiallahu anhu. Itu Rasulullah kayaknya masukkan kakinya. Jadi kaki mereka terjur. Rasulullah masukkan kakinya di antara kaki Fatimah dengan kaki siapa? Ali. Sampai kaki Nabi mengenai perut Ali bin Abi Thalib dan Ali bin Abi Thalib merasakan dinginnya kaki Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu lembutnya Nabi datang duduk di antara putrinya dan mantunya bahkan menjulur sampai kaki mereka bergabung, tubuh mereka bergabung. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berkata dan dia tahu bahwasanya putrinya susah ya kerja berat. Dia tahu dan dia sangat sayang kepada putrinya. Dan tidak ada dari keluarganya dari Khadijah yang terisak kecuali cuma putrinya ini satu-satunya ya. Semuanya sudah pada meninggal. Sampai Fatimah dijuluki oleh para sahabat kuniahnya adalah ummu Abiha, ibu ayahnya. Kenapa Fatimah disebut ibu ayahnya? Karena dari keluarga Khadijah semua tidak ada yang terakah. Sehingga Fatimah itu seperti mengurusi ayahnya menggantikan posisi ibunya Khadijah sehingga dia diberi gelar dengan ummu Abiha, ibu ayahnya sendiri. Makanya dalam riwayat ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam terluka dalam perang Uhud, siapa yang ngurusin? Yang ngurusin Fatimah yang merawat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Fatimah. Jadi, bagaimana kasih sayang Nabi kepada Fatimah? Luar biasa. Tidak usah diragukan. Inilah satu-satunya putrinya yang tersisa dari Khadijah radhiallahu taala anha. Dan semua anak-anak Nabi meninggal kecuali siapa? Fatimah. Kira-kira kalau kita anak meninggal semua tinggal satu, kita sayang atau tidak sayang? Kita mungkin sangat semanja-manjanya. Minta apapun kita kasih. Tapi Nabi tidak demikian. Nabi kalau mau kasih pembantu 100, Nabi bisa kasih Fatimah. Dia sering perang menang perang banyak gonimah. Tapi gak, putrinya datang mengeluh, sakit ini, sakit ini, baju kotor, bau asap. Tapi apa kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Mengajarkan zuhud kepada keluarganya. Kata Rasul wasallam, "Allukumain mimaltuma, maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua yang lebih baik dari apa yang kalian berdua minta?" Nanti dalam riwayat bukan cuma jadi permintaan ini bukan cuma idenya Fatimah tapi juga dari Ali bin Abi Thalib karena Ali bin Abi Thalib juga merasakan kesulitan maka Rasulullah mengatakan maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua suatu perkara yang lebih baik daripada yang kalian berdua minta itu kalian berdua minta pembantu, minta budak. Apakah yang lebih baik daripada budak? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Khuma madjiakuma." Kalau kalian berdua mau tidur atau kalian sudah menuju ke tempat tidur kalian mau tidur maka bertasbihlah 33 kali wahmatan dan bertahmidlah alhamdulillah sampai 33 kalibir aran dan bertakbirlah Allahu Akbar sampai 34 kali. Fahuairun lakuma min khadim. Dan ini lebih baik bagi kalian berdua daripada pembantu. Kalau kita bilang anak kita, "Udah enggak usah pengin bantu, tasbih aja, zikir, Abi ini ada-ada aja. Pembantu suruh ganti dengan apa?" zikir. Tapi mereka berdua tidak protes. Dan mereka benar-benar menerapkan wasiat. Fatimah menerapkan wasiat ayahnya. Ali menerapkan wasiat mertuanya. Sampai Ali tidak pernah lagi meninggalkan zikir ini semenjak Nabi menyampaikan kepada Ali bin Abi Thalib zikir tersebut. Ali bangsa tidak pernah meninggalkan. Sampai ada yang bertanya ngetes Ali, "Tayib kau enggak pernah ninggalkan waktu perang Sifin lagi perang lawan Muawiyah waktu lagi terjadi perbedaan pendapat sehingga terjadi peperangan." Kata bahkan kata Ali bahkan ketika lailatasifin ketika perang sifun pun saya tidak meninggalkan zikir ini. Subhanallah. Harusnya di hari yang tegang, hari yang berbahaya. Dia juga mau tidur tidak tidak melupakan zikir zikir ini. Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Jadi yang mengeluh ternyata bukan cuma Fatimah radhiallahu taala anha, Ali suaminya pun demikian. Dadanya sakit karena dia harus nimba air yang banyak ya. Sehingga dia ceritakan hal ini kepada istrinya. Biasa suami istri diskusi. Suami miskin istri miskin. Suami miskin, istri apa? Miskin. Sahabat dulu banyak yang miskin. Sahabat miskin ada yang suaminya miskin. Abdullah bin Mas'ud suaminya dia miskin. Sampai istrinya kalau mau sedekah, kata Abdullah bin Mas'ud, "Sudah sedekah sama saya aja." Kata istrinya Zainab namanya. Saya tanya Nabi dulu ya. Tanya silakan tanya. Kata Nabi, "Benar. Sedekah sama kerabat dua pahala. Pahala sedekah sama pahala menyambung kekerabatan. suami miskin ini suami istri apa? Miskin. Ali pun radhiallahu anhu mengeluh tentang dadanya yang sakit. Maka dia pernah bercerita hal ini kepada istrinya Fatimah tentang kondisinya dan rasa leti yang dia rasakan. Dan dia minta Fatimah untuk pergi ke bapaknya minta pembantu. Ali berkata kepada Fatimah pada suatu hari, "Wallahi laqut hatta laqitu." Sungguh aku sudah sanaut. Yaitu sana tu eh kinanya dari ee saniah ya. Saniah. Saniah itu adalah unta yang sebenarnya tugas untuk ambil air dan taruh di di untuk dipikul itu yang mikul harusnya apa? Unta. Tapi karena mereka enggak punya unta, Ali sendiri yang apa? Pikul. radhiallahu taala anhu. Sehingga dia berkata kepada istrinya, dia mengatakan, "Wallahi laqadanautu, demi Allah aku mikul-mikul air mulu. Hatta laqitu sodri sampai dadaku sakit." Ali bukannya orang lemas loyo kayak kita. Enggak. Dia orang kuat, jagoan. Kalau tempur sangat hebat, tapi mungkin terlalu sering ngangkat air. Dadanya sakit ya. Dadanya sakit. Dan dia diskusi sama istrinya. Enggak ada masalah. Coba kita minta pembantu sama Abi, minta sama ayah. Minta sama ayah. Kata Ali bin Abi Thalib, "Kasih ide, waqallahi jaq jaallahu abaka bisabyin. Ayahmu lagi Allah berikan kepadanya banyak budak. Pergilah ke ayahmu minta tolong minta pembantu sama ayah. Siapa yang kasih ide? Ali bin Abi Thalib. Faqalat. Maka Fatimah juga bilang, "Wa ana wallahi qhantu hatta majlat yada." Wahai suamiku, saya juga ya giling gandum terus sampai lihat tanganku sudah apa berubah. Jadi dia baru ngomong juga sama suaminya, "Sama gua juga gitu. Sama sama capek juga. Ternyata tangan sudah harusnya lembut, harusnya pakai body lesen seperti zaman sekarang. Masyaallah ke salon ini enggak ada salon, enggak ada body lesen, tangan sampai berkerut, sampai pecah-pecah." Maka kebetulan pas Ali lagi sakit, dia juga lagi sakit. Punya uzur yang kuat untuk minta pembantu kepada ayahnya. Nabi sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya Fatimah pun pergi menuju ayahnya. Maka Rasulullah bertanya, "Ma jaabiki a bunayyah?" Ada apa wahai putriku? Sampai kemari ada ada perlu apa? Apa kata Fatimah? Dia malu. Dia bilang, "Ju liusallima alaik." Saya mau ucapin salam aja sama ayah. Wastahyaitu wastahyat antasalahu warjaat. Dia malu untuk minta sama ayahnya dan dia pulang. Ketika pulang Ali bertanya, "Ma faalti?" Sudah sampaiin qalat. Fatimah berkata, "Istahitu analahu." Saya malu mau minta sama ayah. Faatau jamian. Akhirnya kami pun mendatangi berdua mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ali berkata, "Ya Rasulullah, wallahi laq, wahai Rasulullah, aku ngangkat air, ngangkat air, pikul air sampai dadaku sakit." Fatimah Fatimah berkata, "Kali itu dia berani ngomong karena suaminya sudah mendahului. Aku terus menggiling-menggiling gandum sampai tanganku sudah enggak seperti dulu." Waq jaakah bisabyin wasatin faakdimna. Ya, ya, ya Rasulullah, Allah telah mendatangkan bagimu banyak budak, banyak kelapangan harta. Berilah pembantu bagi kami. Faqala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apa? Lihat Rasulullah tidak mau kasih. Dia punya alasan apa? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wallahi lauma wau ahlatiwi butunuhum atau tutunuhum. Demi Allah, aku tidak akan berikan kepada kalian pembantu budak. Saya berikan kepada kalian berdua. Sementara aku biarkan penghuni suffah kelaparan. J ratusan sahabat yang pernah tinggal di suffah. Suffah itu adalah seperti tambahan di belakang Masjid Nabawi dan dia ada atapnya tapi dindingnya gak ada. Sehingga mereka tidur di bawah atap tanpa dinding. Baju mereka kotor. Ada yang punya baju cuma satu. Baju mereka sampai berwarna coklat karena gak diganti-ganti. Ya, ada cuma baju satu kain atas, kain bawah. Ada yang cuma satu satu kain aja. langsung lingkar atas bawah miskin-miskin. Maka Rasulullah mengatakan menjelaskan, "Demi Allah saya tidak mungkin kasih kalian pembantu. Sementara ahlusah pada kelaparan. La ajidu mafiqu saya tidak bisa memberi nafakah kepada mereka. Wakinni abiuhum wafi alaihimahum." Saya akan jual budak-budak ini. Nanti hasil jualnya saya berikan kepada budak-budak eh kepada ahlusah. Faraja'a mereka berdua akhirnya apa? Pulang. Enggak dapat membantu. Rasul sahu al wasam pun akhirnya mendatangi mereka berdua. Faatahum Nabi shallallahu alaihi wasallam waqakala fi qifatihima. Maka Rasul sahu alaihi wasallam mendatangi mereka berdua. Sementara mereka berdua sudah pakai selimut, sudah mau tidur. Begitu ya. Jadi suami istri kalau tidur selimutnya satu. Jangan suami selimut sendiri, istri selimut apa? Sendiri. Ini enggak benar. Ini tidak ada cinta kasih di tempat tidur. Selimut masing-masing. Enggak benar ya. Selimut satu buat berdua ya. Ini satu selimut sendiri-sendiri, satu pegang HP sendiri-sendiri, ngobrol sendiri-sendiri, tidur sendiri-sendiri. Badan saja di tempat tidur, otak antara timur dan barat. Selimut berdua dong. Waqala fi qfatihima. Mereka berdua sudah masuk di selimut mereka. ruusahuma takasyafat aqdamuhuma wa aqdamahuma takasyafat rusuhuma dan selimut mereka kecil enggak punya duit itu selimut kalau nutup kepala kakinya kelihatan kalau nutup kaki mereka kepala mereka kelihatan padahal namanya Madinah sering musim dingin kalau musim dingin maunya selimut nutup semua iya enggak tapi duit tidak ada selimut pun hanya begitu modelnya. Nah, ini maksudnya kita merenungkan bagaimana kehidupan orang-orang termulia yang telah dijamin masuk surga. Kehidupan manusia-manusia terbaik di alam semesta. Hidupnya sederhana, tidak punya pembantu, kerja sendiri, giling gandum sendiri, bikin adonan sendiri, bikin roti sendiri, makan sendiri. ngurus suami belum kalau punya anak-anak dari Ali bin Abi Thalib ngurus anak ngurus anak farao ketika mereka lihat Nabi datang mereka ingin bangkit faqala rasul sahu alaihi wasallam berkata makanakuma sudah tenang aja di tempat jangan pergi. Kemudian Rasulullah berkata ala ukbirukumahairin mimmaaltumani maka aku kabarkan kepada kalian berdua yang lebih baik daripada apa yang kalian berdua minta daripada pembantu. bala tentu kata mereka berdua tentu ya wahai Rasulullah faqala kalimatunamani Jibril zikir-zikir yang Jibril alaihi salam mengajarkan kepadaku. Faqala maka Nabi ajarkan tusabbihani firi kulli shatin asron watahmadani asron wa tukabbirani asran. Kalian berdua bertasbih setelah salat 10 kali. Kalian berdua bertahmid setelah salat 10 kali dan kalian bertakbir 10 kali. Ini di antara bentuk zikir Subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar. Ada berbagai macam model. Ada tiga atau empat model ya. Ada 10 di antaranya kalau enggak salah ada yang kita biasa 333 ada saya lupa tiga atau empat model ya. Di antaranya 10 dan ini bisa kita terapkan kalau lagi buru-buru tidak mesti 33 kali terkadang boleh 10 10. Kemudian waidza ataituma ini jadi perhatian kita. Kalau kalian berdua mau tidur sudah sudah di tempat tidur, maka jangan lupa bertasbih 33 kali. Wahmada hendaknya kalian berdua mengucapkan alhamdulillah salasan wasalatin 33 kali. Wakabbiro arbaan wasalatin. Dan kalian bertakbir 34 kali. Dan ketika Fatimah radhiallahu anha mengeluh kepada Nabi, Nabi menasihatinya dengan nasihat yang menjadi topik pembahasan kita pada pagi hari ini. Rasulullah berkata, "Ya bunayyah, wahai putriku isbiri. Bersabarlah. Hidup ini perlu sabar. Fahairisa nafaat ahlaha. Sebaik-baik wanita adalah yang paling bermanfaat bagi keluarganya, paling bermanfaat di rumah." Ya, Rasulullah suruh bersabar ya. Maka kalau wanita termulia seperti Fatimah nasabnya tertinggi, bagaimana tidak dia wanita Quraisy, putrinya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dialah sayidatu nisai ahlil jannah, pemimpin para wanita di surga. Ternyata beliau juga bekerja sebagaimana layiknya ibu-ibu. Ya, maka tidak perlu seorang wanita berkecil hati. ketika dia bekerja, dia tahu bahwasanya wanita terbaik juga demikian. Ya. Dan ini dalil bahwasanya kalau kita berzikir sebelum tidur, Allah akan berikan kekuatan. Maka ibu-ibu kalau mengeluh capek ngurus anak, ngurus bayi, ngurus anak yang sudah besar, ngurus anak masih kecil, ngurus suami, capek, maka berzikir sebelum tidur. Zikir cuma sebentar. Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34. 34 kali. Insyaallah bangun segar. Insyaallah bangun bangun segar. Bahkan Rasulullah mengatakan lebih baik daripada pembantu. Ya, oleh karenanya Ali bin Abi Thalib tidak pernah meninggalkan zikir ini. Bahkan ketika lailatasi ketika sedang perang berkecamuk, beliau tetap berzikir dengan zikir ini sebelum tidur. Tib. Dan ini bekerja untuk rumah tangga, untuk membantu suami ini adalah kebiasaan para sahabiat. Para sahabiat mereka terbiasa ya. Di antara dalil akan hal ini adalah kisah Asma bin Abi Bakar radhiallahu taala anhuma. Dia menikah dengan Zubair bin Awwam. Dan ketika itu Zubair bin Awam juga miskin. Saya bacakan hadisnya tentang kisah Asma. Bagaimana dia bekerja keras membantu suaminya. Dia berkata, "Kuntu akhdumuz Zubair khidmatal bait." Aku membantu Zubair suamiku. Zubair bin Awwam juga yang dijamin masuk surga. Asma yang diberi gelar datatun nitaqain. Ya, wanita salehah yang sangat dermawan. Setelah itu sangat dermawan. Jadi, Asma dan Aisyah ini dua dua saudari adik-beradik lain ibu. Bapaknya sama siapa bapaknya? Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu. Tapi ibunya beda. Asma lebih tua daripada Aisyah radhiallahu anha. Tapi mereka berdua sangat rajin sedekah. Tetapi cara bersedekah berbeda. Kalau Aisyah radhiallahu anha disebutkan beliau ngumpulin harta kalau sudah banyak beliau sedekahkan sekali sedekah banyak. Kalau asma tidak. Apa yang datang dia kasih, apa yang dapat dia kasih. Sehingga beliau tidak numpuk-numpukin harta. Kalau dapat beliau langsung sedekah. Itu asma. Dua-duanya baik. Dua-dua punya dua-duanya punya keistimewaan. Dua-duanya punya keutamaan. Keutamaan dikumpul dulu baru dibagi juga ada keutamaan tersendiri. Kalau setiap datang langsung kasih pun segera cepat sedekah. Itu punya keutamaan tersendiri. Dua-duanya rajin sedekah dengan dua metode yang berbeda. Tapi ketika Asma menikah dengan Zubair, Zubair miskin. Kata beliau, "Kuntu akum Zubair khidmatal bait." Aku membantu Zubair itu kerjaan rumah tangga. Wanau farasun. Dia punya seekor kuda. Asusuhu. Saya yang ngurus kudanya. Siasatul faras maksudnya apa? Saya yang datang ke kudanya, saya yang siapkan makanannya, saya yang kasih minumnya. Saya yang latih kudanya, olahraga kuda supaya dia tetap sehat. Ya, saya ngurusin. Falam yakun minal khidmatiun asyadda alayya min siasatil faras. Tidak ada pekerjaan rumah yang paling berat seperti ngurusin kuda. Karena kudanya Zubair jauh. Harus ambilkan makanan, harus pikulin makanan ke kuda Zubair, harus ngurusin. Ini berat ya. Ee akhirnya kemudian Nabi memberikan pembantu kepada Asma. Kata kata Asma jaan Nabi sallallahu alaihi wasallam sabyun faha atau perawi berkata datang nabi punya banyak tawanan faha khadiman maka Rasulullah pun berikan pembantu kepada Asma setelah itu Asma berkata, "Kafatni siasatal farasi pembantu itu akhirnya yang mengurusi urusan kuda. Akhirnya membantu itu tadi melepaskan beban urusin kuda gara-gara ee gara-gara ada pembantu. Dalam riwayat yang lain saya lanjutkan hadisnya. Kata Asma, "Fajaani rajulun." Kemudian datang seorang kepadaku. Dia berkata, "Ya Um abdillah inni rajulun faqir. Wahai Asma kuniahnya Ummu Abdillah karena anaknya Abdullah bin Zubair. Abdullah bin Zubair. Dan Aisyah juga kunyahnya Ummu Abdillah. Berkuniah kepada putrinya Asma, putranya Asma. Asma punya putra namanya Abdullah bin Zubair. Sehingga Abdullah bin Zubair ini ponakannya siapa? Aisyah. Aisyah berkunia dengan ponakannya. Maka Aisyah kunnianya Ummu Abdillah. Asma juga demikian. Orang ini berkata, "Ya Ummu Abdillah inni rajulun faqir. Wahai Ummu Abdillah Asma, saya sungguhnya seorang miskin. Aru an abi saya mau jualan tapi di atap rumahmu." Jadi dia mau jualan depan rumahnya siapa? Asma. Qat inni inaka abika Zubair. Saya kalau izinkan kau jualan depan rumah pakai atap rumah saya, mungkin suamiku enggak mau. Zubair fataal fatlub ilaiya. Ya. Eh, Zubair syahid. Kok kemari lagi nanti kalau ada Zubair hadir lagi di rumah, kau minta sama saya biar Zubair lagi di rumah. Fajaa. Akhirnya Zubair bin Awwam suaminya Asma lagi di rumah. Maka datanglah laki-laki miskin tadi. Dia berkata, "Ya Um Abdillah inni rajulun faqir arik." Ya, Ummu Abdillah, saya ini orang miskin. Saya pengin jualan di naungan atap rumahmu. Faqalat maaka bil madinati illa dari eh fulan memang kenapa kau hanya pilih rumahku? Kan rumah banyak rumah orang lain kan banyak. Kenapa jualan di rumahku? Faqallah Zubair. Zubair berkataki sudah biarin aja. Kenapa dilarang? Biarin aja jualan. Akhirnya dia jual orang miskin tadi. Akhirnya dia punya duit banyak. ul jari. Akhirnya saya punya budak, saya jual ke dia sampai dia punya duit dia bisa beli budak saya. Al Zubairuha fi hajari atau fi hijri ya. Faqala habiha qat inni qadaq biha. Maka saya jual budakku kepada laki-laki tadi. Akhirnya saya bawa duit mungkin bawa dinar atau dirham. Pas saya lagi pegang duit, suamiku datang Zubair bin Awwam. Dia berkata, "Wahai istriku, hadiahkan itu buat saya."Qat inniqu saya sudah sedekahkan. Saya sudah sedekahkan. Riwayat yang lain, bagaimana kerjanya Asma? Kata Asma binti Abi Bakariddiq radhiallahu taala anhuma, "Tazwajani Zubair wahu ardhi minin w mamlukin." Zubair menikahiku, dia enggak punya harta, dia enggak punya tanah. Dia enggak punya eh dia enggak punya budak wala dia tidak punya apa-apain farin. Cuma dia punya unta untuk mikul air untuk ambil air dan dia punya kuda. Saya yang menyediakan makan buat kudanya ma dan saya bawa unta ambil air taruh ke atas unta bawa pulang. Itu kerjaannya Asma. Waakrizu garbahu. Saya yang menjahit embernya dulu. Ember terbuat dari kulit. Saya yang jahit karena air diambil pakai apa? Dulu belum ada plastik makai pakai kulit. Saya yang jahit kulitnya. Wainu. Saya yang bikin adonan makan. Walam akun uhsinu an akhbizu. Saya dulu tidak pandai untuk panggang roti. Wana yakbizu jaratun li minal ansar. Tapi saya punya pembantu dari wanita-wanita ansar. Mereka yang bantu. Kalau saya sudah bikin adonan mereka yang bikin apa? Bikin roti yang manggang roti khawatir kalau kalau kelamaan jadi gosong atau kurang matang mereka lebih pandai mereka adalah teman-teman yang baik teman-teman yang jujur teman-teman yang tulus nawa min ardi allatiqahu rasulullah sallallahu alaihi wasallam al saya dulu mikul nawa jadi makanan kuda, makanan unta dulu di antaranya adalah biji-biji kurma biji-biji kurma tersebut jadi makanan hewan ya Caranya direndam ya mungkin digerus kemudian dicampur dengan makanan. Kalau sudah direndam 3 hari jadi lembik bisa dimakan oleh apa? Hewan. Sekarang orang sebagian orang Arab juga bikin kopi biji kurma. Biji kurma di diolah akhirnya diblender jadi bubuk. Jadi apa? Kopi apa? Kurma. Jadi bukan Americano, jadi [Musik] [Tertawa] Palestino. Banyak jadian ternyata mengandung gizi ini gizi ini gizi dulu makanan makanan hewan. Oleh karenanya ketika Allah menyebutkan atau Nabi menyebutkan Allah menyebut tentang pohon kurma ya wsalu kalimatin thyibatin kasyajaratin thayibah. Perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik. Ternyata maksudnya pohon kurma. Rasul sahu al wasallam berkata, "Inna minyajari lama barquatuha kabarqtil muslim." Sesungguhnya ada sebuah pohon yang keberkahannya seperti keberkahan seorang muslim. Pohon tersebut pohon kurma. Ternyata pohon kurma itu dari ujung atas sampai ujung akar semuanya bermanfaat. Ini manfaatnya apa? Ini manfaatnya apa, ini manfaatnya sampai mereka bilang kalau gitu bijinya apa? Bijinya juga manfaat untuk jadi makanan apa? Hewan. Sekarang untuk bikin apa? Ko kopi. Kopi biji kurma. Jadi dia mikul biji kurma itu ya untuk kasih kuda tersebut. Zubairas was min. Ya, aku angkat ya biji tersebut dari tanah yang tanah yang Rasulullah berikan kepada Zubair. Ibnu Hajar mengatakan maksudnya bukan tanah hadiah, tapi tanah itu boleh dikelola hasilnya buat Zubair tapi bukan milik pribadi Zubair. Saya angkat biji bawa ke rumah mungkin untuk apa namanya ngurusin kuda, makanan kuda. Alaulusai farsakhin yaitu 4 kilo. Kira-kira 4 kilo. Kalau satu fars kurang lebih 6 kilo. 2/3 farsah kurang lebih berapa kilo? 4. 4 kilo. Ini jalan mengangkat kepala tidak mengeluh. Kita ini kan wanita penghuni surga. Ngapain ngangkat begini? Enggak. Katanya suamiku penghuni surga. Rasulullah berkata, "Zubair fil jannah." Zubair bin Awwam di surga. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "In inulli nabiin hawarian." Sesungguhnya setiap nabi ada penolong yang spesial. Wa inna hawari Zubair bin Awwam. Dan sesungguhnya penolongku spesial adalah Zubair bin Awwam. Jagoan yang hebat. Fajiu yauman wnawa al ri. Suatu hari aku datang dari tanahnya Zubair. Saya pikul itu biji kurma di atas kepala. Jalan kaki berapa kilo? 4 kilo. Falqitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam maahu nafar min anar. Rasulullah sedang berjalan naik unta bersama sekelompok orang dari kaum Anshar. Rasulullah lihat kasihan ini Asma lagi kerja bantu suaminya ngurusin kuda, ngambil biji kurma jadi jauh bawa ke rumah. Maka Rasulullah lihat Rasulullah ini iparnya Asma iparnya Nabi atau bukan? Iparnya Nabi kan? Istrinya Aisyah ini kakak ipar. Fadaani. Maka Rasulullah panggil ya. Maka Rasulullah berhin ikhin liahmilani khfah yaitu Rasulullah naik naik sini saya saya bonceng. Rasulullah suruh naik di belakang Nabi untuk Nabi bonceng. Sehingga ini dibahas oleh para ulama bolehkah Nabi membonceng wanita padahal bukan tidak halal bagi Nabi itu ipar halal atau bukan? Tidak halal. Ya. Ada ini kekhususan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada yang mengatakan saking dekatnya. Tapi ini intinya kekhususan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi, "Silakan naik." Dan lagi pula Nabi tidak sendirian tapi berjalan dengan beberapa kaum ansar. Ini kekhususan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Asma ketika disuruh naik dia mengatakan fastahya itu an asir maijal. Sama seperti Nabi mendatangi Ummu Sulaim ya datang khusus sampai disebutkan Ummu Sulaim mengambil keringat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi ada kedekatan Ummu Sulaim padahal ini siapa Ummu Sulaim sehingga dibahas apakah ada hubungan kekerabatan sama Nabi? Apakah ada hubungan persusuan? Tapi ininya di antaranya kekhususan Nabi. Ya, sikap Nabi kepada Ummu Sulaim dan sikap Nabi ingin bersikap kepada Asma. Maka Asma berkata, saya malu mau jalan bareng-bareng dengan rombongan lelaki. Akhirnya saya tidak naik. Saya tetap jalan kaki. Nabi berlalu. Saya ingat Zubair bin Awwam dan dia orang pencemburu. Kalau tahu saya naik di belakang Nabi mungkin dia cemburu. Suamiku itu orang paling pencemburu. Fa rasul wasamah itu Rasulullah tahu saya malu. Rasulullah tidak paksa. Rasulullah jalan. Fajitu Zubair setelah itu aku pulang aku ketemu Zubair. Aku berkata, "Laqiani Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wa rin nawa." Tadi Nabi sallallahu alaihi wasallam ketemu aku dan aku sedang mikul apa? Biji kurma. Jalan berapa kilo? 4 kilo. Mungkin tiap hari mungkin. Wah nafarhi. Dan Nabi sedang bersama teman-temannya. Faana arkab Rasulullah sudah turunkan unta supaya saya naik. Kata Rasulah silakan naik. Namun saya malu sama Nabi dan saya ingat kau itu pencemburu. Apa kata Zubair bin Awam? Sungguh demi Allah lebih berat bagiku ingat kau angkat apa namanya biji daripada kau digonceng oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Jadi Zubair juga kasihan lihat istrinya. Tapi rumah harus ada yang urus. Kata para ulama, "Kenapa Zubair tidak bantu? Zubair lagi sibuk. Urusan jihad, urusan perang. Rumah siapa yang ngurus? Dia punya harta kuda yang ngurus istrinya. Dia juga kasihan lihat istrinya ngangkat apa? 4 kilo. Yaangkat berat-berat jalan 4 kilo. Ini wanita mulia, bapaknya Abu Bakar Assiddiq bukan sembarangan. Ada iparnya istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi ya bagaimana dibilang lebih berat bagiku lihat ingat kau angkat ini daripada kau angkat biji biji kurma daripada kau dibonceng oleh Rasulullah sahu al wasallam arsala ilai Abu Bakr baikimin siat farqan sampai akhirnya ayahku ngirim buat aku pembantu yang akhirnya pembantu tersebutlah yang ngurusin kuda. Seakan-akan Abu Bakar telah memerdekakan aku dari perbudakan. maksudnya kerjanya berat. Maksud saya inilah wanita yang salehah yang tahu bahwasanya suaminya punya pekerjaan, dia bantu dengan sukarela. Ya tentu berat-berat. Siapa yang tidak berat? Aisyah e Fatimah aja ngeluh. Lihat kata Asma sampai aku seakan-akan dimerdekakan berarti berat selama ini. Tapi dijalini terus jalani tidak pernah ngomel sama suaminya. Tidak pernah ngomel Fatimah kepada Ali urusan gara-gara urusan tadi. Asma tidak pernah ngomel sama Zubair gara-gara urusan kerjaan tadi. Ngurusin kuda lah, angkat inilah, kasih makan kuda. Kalau masih makan kucing kan lebih gampang. Ini kuda diurusin, dilatih, ditarwid, dilatih supaya tetap kuat dan macam-macam. Namun inilah kebiasaan para sahabiat ya. Dalam riwayat yang lain kata Asma, wau nawa linadin linihi wafuhu. Saya ambil ambil biji kurma dari kebunnya Zubair jalan 4 kilo. Sampai rumah saya tumbukin untuk jadi makanan unta. Karena Zubair punya unta satu. Dikasih makan. Di antara makanan yang bergizi adalah biji kurma. Waalifuh. Saya kasih makan. Waasttaqil ma. Saya pun ngangkat air bawa unta tersebut. ambil air bawa pulang ke rumah. Ini semua kerjaan ya. Enggak. Ngambil air di sumur taruh di atas unta, bawa ke rumah bawa turun. Kerjaan atau enggak? Kerjaan. Tapi mereka tidak pernah ngomel sama suami. Ya, tahu kondisi bagaimana keluarga. Tayib. Jadi ini semua di antara dalil bahwasanya wanita-wanita termulia di zaman para sahabat mereka ternyata bekerja ngurusin apa? rumah. Dan semua itu menjadi pahala bagi mereka. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan zuhud kepada Fatimah padahal dialah putri yang satu-satunya yang sangat dia cintai yang tersisa. Tetapi dia mengajarkan zuhud dan dia mengatakan, "Bagaimana saya mau kasih engkau budak sementara sahabat-sahabatku masih kelaparan di suffah. Lebih baik saya jual budak ini, uangnya saya belikan makanan buat buat mereka. Rasulullah mendahulukan para sahabat daripada keluarganya sendiri. Dan demikianlah Rasulullah mengajarkan zuhud pada dirinya dan pada keluarganya. Ya, kalau Rasulullah mau kaya sangat mudah. Rasulullah punya emas dia bagi-bagi. Rasulullah punya harta dia bagi-bagi. Kalau dia mau kaya bisa. Dia adalah pemimpin Kota Madinah. Dia menaklukkan berbagai macam negeri. Ya, kalau kita baru raja kampung sudah rumah mewah luar biasa. Baru raja kampung. Bukan raja kota baru raja kampung. Raja kecamatan sudah rumah mewah kayak rumah raja-raja. Ya. Tib. Dari sini para ulama membahas tentang hukum wanita ngurusin kerjaan rumah. Apa hukumnya? Ada khilaf di kalangan para ulama setelah semu sepakat bahwasanya ini boleh. Bahkan zahirnya bahwasanya ini adalah perbuatan yang mulia. Sebagaimana tadi hadis-hadis yang kita sebutkan dicontohkan oleh para sahabiat. Maka jumhur ulama ya mengatakan bahwasanya tidak wajib bagi seorang istri ngurusin kerjaan rumah. Yang wajib bagi istri hanyalah urusan ranjang. Dia dinikahi oleh suaminya bayar mahal, bayar mahar supaya dia bisa melayani suaminya. Sehingga kalau dia keluar rumah enggak boleh, harus minta izin kepada suaminya. Pokoknya kalau suaminya pulang ke rumah dia harus siap sedia. Kapan suaminya ingin menggaulinya dia tidak boleh menolak sama sekali. Siapa yang menghalang suaminya untuk digauli tanpa ada uzur, maka dilaknat oleh malaikat sampai pagi hari. Oleh karenanya kewajibannya hanyalah ngurusin ranjang. Ini pendapat mayoritas ulama, pendapat Syafi'iyah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah. Ya, meskipun kata mereka yang lebih utama adalah melakukan hal-hal yang sudah menjadi tradisi, tapi kalau wajib enggak. Mereka semua sepakat ngurusin rumah, bantu suami itu baik. Tapi kalau wajib enggak. Ini pendapat sebagian ulama. Pendapat sebagian ulama yang lain, mayoritas ulama Malikiyah. Ini pendapat Abu Tsur dan ini pendapat Abu Bakar bin Abi Syaibah ya. Dan ini pendapat Abu Ishaq Aljazuzjani. Dan ini juga pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Banyak ulama ya meskipun mereka lebih sedikit mereka berpendapat bahwasanya wajib bagi wanita untuk melayani suaminya pada perkara-perkara kerjaan rumah yang secara tradisi itu berlaku bagi para wanita yang semisalnya. Di antara mereka jadikan dalil adalah kisah Ali dan Fatimah yang di mana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mewajibkan kepada Ali untuk kerjaan luar yaitu keluar mencari nafkah. Sementara putrinya Fatimah diwajibkan untuk kerjaan batin, yaitu ngurusin rumah. Ya. Dan di antara dalil akan hal ini, Rasulullah pernah memerintah kepada istrinya Aisyah radhiallahu taala anha. Ini juga dijadikan dalil. Suatu hari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ingin menyembelih hewan kurban. Maka Rasul sahu alaihi wasallam memerintah istrinya. Dia berkata, "Ya Aisyatu halummi almudiyah." "Wahai Aisyah, datangkan ambil itu. Tolong ambil pisau atau golok sini. Saya mau sembelih." TMA qala. Setelah itu Aisyah ambil golak kata Rasulullah, "Ishadziha bijarin." Asah itu asah. Aisyah asah pakai batu diasah. Berarti Rasulullah perintah Aisyah atau tidak? Kira-kira ngasah pedang karena Aisyah ahli. Ya sudah Rasulullah suruh ini kerjaan Rasulullah perintahkan akha kemudian Rasul sahu alaihi wasallam pun mengambil setelah diasah oleh Aisyah Rasulullah gunakan untuk menyembelih hewan tersebut. Jadi maksud saya ee ini dalil bahwasanya wanita boleh diperintah oleh suaminya. Buktinya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam memerintah Aisyah. Demikian Rasul Sallahu Alaih Wasallam menyuruh Aisyah untuk mengambil ee sajadah di masjid. Kata Rasulullah, "Ambil ya sajadah di masjid." Kata Aisyah, "Ya Rasulullah, saya sedang haid." Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna in haidaki laisat biyadiki. Haidmu bukan di tanganmu. Ambil aja, enggak ada masalah. Artinya tanganmu tidak akan mengotori masjid. Datang ambil sajadah yang ada di masjid, bawa ke sini." Rasulullah perintah. Jadi pendapat yang lebih kuat wallahuam bisawab adalah wanita wajib melakukan kegiatan yang sudah merupakan tradisi di negeri tersebut. Itulah tugas para istri. Itulah tugas para istri. Maka wajib bagi dia melakukannya. Ya, saya bacakan ee perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah taala. Beliau berkata, "Watajibu khidmatu zaujiha bil maruf min mliha limitlihi." Wajib bagi seorang wanita untuk berkhidmat itu melayani suaminya pada dengan yang wajar yaitu sebagaimana wanita semodel dia untuk lelaki semodel dia. Ahwal. Dan kewajiban tersebut variasi bervariatif sebagaimana bervariasinya kondisi badawati quawah. Wanita di desa kewajibannya tidak seperti wanita di kota. Tergantung tradisi masing-masing. Dan wanita yang kuat tentu kewajibannya melayani suaminya tidak seperti wanita yang lemah. Waqahu aljuzjani min ashabina Abu Bakar ibnu Abi Syaibah. Dan ini pendapat Aljuzani dari eh kalangan kami itu kalangan Hanabilah dan juga Abu Bakar Ibn Abi Syaibah. dinukil dari ikhtiarat ya Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala. Dan ini juga pendapat Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Beliau berdalil dengan kisah ee Fatimah dengan Ali. Dan Rasul sahu alaihi wasallam tidak mengatakan Ali ini bukan tugas putriku. Gak. Rasulullah malah ya sudah kerja lebih bagus. Kemudian ketika Asma lewat Rasulullah tahu bagaimana Asma susahnya. Rasulullah tidak bilang ya tidak wajib. Enggak Rasulullah ya silakan tetap aja jalan 4 kilo mikul Rasulullah biarin karena itu karena itu kebiasaan tradisi wanita di zaman tersebut dan kita tahu bahwasanya seorang laki ketika menikah secara urf antum kalau menikah sama wanita, kalau dia bilang, "Saya mau nikah sama kamu, tapi tidak, saya tidak mau masak, tidak ci piring." Kira-kira antum mau nikahi enggak? Akhi, saya mau nikah, tapi ingat, saya ikut pendapat jumhur. Tidak wajib bagi saya masak. Tidak wajib bagi saya cuci piring. Wajib saya cuci pakaian. Enggak ada urusan ya. Pokoknya saya urusan ranjang. Ngerapiin ranjang. Antum mau nikahin enggak? Enggaklah. Cari yang lain aja. menunjukkan bahwasanya ketika seorang laki menikah dengan wanita sudah sama-sama tahu terutama di tanah air bahwasanya kalau menikah wanita tersebut akan bekerja sebagaimana wajahnya wanita-wanita yang yang lain. Dan dalam kaidah alma'rufu urfan kal masruti syartan perkara yang sama-sama diketahui kemudian diakadkan meskipun tidak dilafalkan tapi sama-sama tahu itu seakan-akan persyaratan. Contohnya begini. Kita beli mobil di suatu dealer misalnya, nanti dia ngantar. Gak usah ngomong, sudah sama-sama tahu. Setiap beli, setiap beli pembelian mobil di dealer, nanti dia apa? Ngantarin. Ya sudah, meskipun dalam akad tidak ditulis, dia bakalan ngantar. Meskipun tidak diucapkan, meskipun tidak dituliskan, tapi karena sama-sama tahu, maka itu sudah menjadi syarat yang tidak tertulis. Almaufu urfan kal masruti syartan. Suatu yang sama-sama urf diketahui seperti persyaratan. meskipun tidak di ditulis sama kalau kita menikah seorang, kita tambah tahu namanya kita mau menikah kita istri kita yang masakin yang cuci piring, cuci pakaian secara umum itu beda kalau istri kita suruh ngurusin ibu kita itu enggak tidak wajib karena secara pekerjaan rumah tangga itu bukan urusan apa? Istri. Jadi, wallahuam bisa pendapat yang lebih kuat pendapat sebagian ulama bahwasanya mengerjakan pekerjaan rumah hukumnya adalah wajib bagi para wanita dan kalau kita bilang hukumnya wajib pahalanya lebih besar. Kalau kita bilang hukumnya wajib berarti pahalanya lebih apa? Besar. Karena wajib lebih besar paling daripada sunah. Subhanallah. Kalau kita ikut pendapat jumhur, jumhur ulam mengatakan wanita tidak wajib kerjaan rumah. Kalau dia lakukan yang lebih utama, tapi tidak wajib. Sama jumhur sebaliknya mengatakan tidak wajib bagi suami untuk beri memberi memberi pengobatan kepada istrinya. Kalau istrinya sakit tidak wajib berobat sendiri. Ini pendapat jumhur. Ya, punya istri kerja enggak? Enggak wajib. Saya pilih pendapat jumhur waktu dia sakit. Rasakan, rasakan sana. Saya enggak urus. Enggak wajib bagi saya ngurusin kamu sakit. Kalau ikut jumhur, jumhur tidak wajib sakit, ya sudah dia enggak bisa ngelayani selesai. Enggak ada kasih nafkah, enggak bisa ngelayani selesai. Nafkah saya ada timbal baliknya layi. Saya tidak melayani mohon maaf tidak ada nafkah. Kalau kita mau ikut benar-benar perkataan sebagian fuqaha letterlek seperti itu, plek plek. Tapi kenyataannya semua orang sekarang tahu namanya ngurusin istri wajib. Kalau dia sakit, kita yang ngobatin. Kalau ikut jumhur, kita telepon mertua, "Pak mertua, istri sakit, anakmu sakit, ambil. Nanti kalau sembuh bawa lagi sini." Ini pendapat jumhur boleh. Pendapat jumur boleh begitu. Tapi kita tidak setuju. Ya, oleh karenanya yang benar sebagaimana wanita wajib mengurusi rumah tangga secara wajar, lelaki juga ngurusin wanita secara wajar. Wajib baginya. Wallahuam bisawab. Intinya saya ingin menyampaikan kepada para ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Memang capek ngurusin anak-anak ya. Kita tahu sendiri bagaimana istri kita ngurusin apa anak-anak. Bagaimana istri kita capek ngurusin kita. Apalagi kita rewel, maunya begini, maunya begini, maunya ini. Saya pengin makan nasi goreng gak pakai kecap, telurnya setengah matang. Ya, pokoknya setengah matang, garamnya sekian, sambalnya sekian, ya. Telurnya taruh di tengah piring. Jangan di pinggir. Istri capek bikin gini. Saya pengin makan sebelum zuhur. Saya dulu bilang istri saya begitu, "Abi makan sebelum zuhur, enggak mau setelah zuhur. Harus siap sebelum zuhur. Sebelum Abi ke masjid, Abi makan dulu. Jadwal perut makan sebelum apa? Zuhur sudah siapin." Ya. Ya, berat istri ngurusin suami. Ya, tapi kalau dia tahu ini adalah kewajiban, dia tahu ini berpahala dan ini meraih cara meraih untuk menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dia ikhlaskan segala kegiatannya. Dia niatkan karena Allah subhanahu wa taala. Semua keletihan, semua kecapekan, semua sakit badan, semua keriput-keriput di ini semua jadi pahala. Semua jadi apa? Pahala. Maka dia meraih keterbaikan di sisi Allah di antaranya dengan menjadi terbaik bagi rumah tangganya, terbaik bagi suaminya, ngurus suaminya, terbaik bagi anak-anaknya, terbaik bagi urusan rumah. Sapu-sapu rumah, ngerapiin rumah. Suami pulang lihat rumah bersih, nyaman. Suami pulang lihat anak-anak sudah bersih, sudah rapi, langsung dipeluk, dicium, istri juga sudah rapi. Masyaallah itu semua berpahala di sisi Allah Subhanahu wa taala. Demikian saja, Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Semoga ibu-ibu menjadi wanita-wanita terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bersabar menjalani keletihan ngurusin rumah tangga dan semoga semuanya semakin letih, semakin besar pahalanya. Sebagaimana Nabi pernah berkata ketika Aisyah berhaji. Kata Nabi, "Ajruki ala qadri nasabik." Pahalamu sesuai dengan kadar keletihanmu. Pahalamu sesuai dengan kadar keletihanmu. Saya boleh katakan juga itu berlaku juga pada ibu-ibu semakin letih di rumah. Kalau memang itu dia kerja insyaallah pahalanya semakin semakin besar. Apalagi dia berbuat baik tersebut maslahatnya sangat besar. Meny generasi terbaik itu anak-anak dan menjaga suami. Ya, dengan dilayani maka suami betah di rumah sehingga dia tidak berpikiran macam-macam. Wallahu taala alam bawab. Tib demikian saja kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Subhanakallah bihamdik. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.