Kitab Al-Kabair #27: Tercelanya Perbuatan Namimah (Mengadu Domba) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
kA1SHdDboY8 • 2025-05-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarika
lahu wa asadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhu ridwan allahumma shli alaihi
waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Ee kita kembali membahas
tentang kitab alkabair dosa-dosa besar.
Dan bahasan tentang dosa-dosa besar,
pembahasan yang penting karena di antara
penjelasan para ulama tentang tahqikut
tauhid, bagaimana kita memurnikan
tauhid sehingga tauhid kita bisa
sempurna dan bisa masuk surga tanpa azab
dan tanpa hisab adalah meninggalkan
segala bentuk
kemungkaran baik syirik maupun bidah
maupun
maksiat. Dan tidak mungkin kita bisa
meninggalkan itu semua kecuali dengan
belajar.
wakiniqi minha fi mengenal keburukan
bukan untuk melakukannya, tapi aku
mengenali keburukan-keburukan untuk
menjauhinya. Siapa yang tidak mengenal
keburukan hanya tahu kebaikan, dia akan
terjatuh dalam keburukan. Maka kita
belajar jenis-jenis syirik secara
detail yang merupakan lawan dari tauhid.
Kita juga belajar tentang bidah secara
detail yang merupakan lawan dari sunah
dan kita juga belajar dosa-dosa yang
merupakan lawan dari
ketaatan.
Ya, qul taala atlu
maukum alaikum. Ya, dalam Al-Qur'an
katakanlah Muhammad aku bacakan kepada
kalian apa yang Allah haramkan bagi
kalian. Maka ketika kita
belajar alkabair dosa-dosa besar ini
salah satu bentuk dari penyempurna
tauhid.
agar tauhid kita bisa lebih
sempurna. Terutama setelah
kita
menelaah hadis-hadis dan ayat-ayat, kita
ketahui bahwasanya sebab terbesar orang
masuk surga yang tinggi adalah dengan
akidahnya dan
tauhidnya. Selain akidah dan tauhid,
maka sebab terbesar untuk masuk surga
adalah dengan akhlak. Terlalu banyak
dalil tentang keutamaan akhlak.
Sebaliknya sebab terbesar menjerumuskan
orang dalam neraka jahanam adalah
syirik. Dan sebab kedua setelah syirik
adalah menzalimi orang lain. Di
antaranya dengan melakukan dosa-dosa
besar. Maka kita tetap semangat belajar
tentang dosa-dosa besar. Kita
ulang-ulang sehingga terngiang-ngiang
dalam diri kita ya, terpatri dalam diri
kita sehingga kita tidak melakukan
dosa-dosa besar tersebut. Kita
lanjutkan. Babun ma jaa fin namimah.
Bab tentang namimah. Namimah artanya
mengadu domba. Menukil
perkataan dalam rangka untuk mengadu
domba. Waqulullahi taala. Dan firman
Allah hammazim masyaim binamim. Yaitu
Allah mencela seorang yang kerjanya
hamaz. Suka mencela sana sini. Masyaim
binamim. Jalan ke sana ke mari dalam
rangka untuk mengadu domba.
Ee yang dimaksud dengan mimah, seorang
menukil perkataan dari orang lain
dinukilkan ke kepada pihak ketiga atau
nukilkan kepada sekelompok orang dengan
tujuan untuk membuat mereka ribut. Ya.
Ya. Yang ya yang ee yang bertujuan untuk
membuat mereka ribut
yaitu dengan me apa namanya?
membuat membawakan perkataan tersebut
dengan diksi-diksi
yang menjadikan pihak ketiga marah.
Ya, memang dia sengaja
demikian. Mungkin bisa jadi isi
perkataan adalah
benar apa yang disampaikan si A tentang
si B. Benar ucapannya. Dia nukil
benar-benar tidak tidak bohong. Tetapi
cara menyampaikan dia dengan cara yang
di berlebih-lebihan ya dengan hiperbola
ditambah-tambahin, dikasih mukadimah,
dikasih kesimpulan kadang-kadang begitu.
Jadi si
B atau si C memahami E buruk dari kepada
si B. Si A nukil perkataan si B, B
ngomong tentang si C. Ketika si A
menukil perkataan B kepada C, dia
tambah-tambahin. Benar dia nukil. Demi
Allah dia ngomong seperti ini. Iya tidak
saya tambahin, tidak saya. Tapi dia
kasih mukadimah dan dia kasih apa? Kesim
kesimpulan yang
seharusnya maknanya tidak demikian ya.
Niatnya apa? Niatnya untuk mengadu
domba. Dba ini adalah dosa besar dosa.
Almufarriquuna bainal ahibbah. Ketika
Rasul sahu alaihi wasallam menyebut
tentang syirorikum. Orang-orang yang
terburuk di antara kalian adalah yang
memecah belah di antara orang-orang yang
saling mencintai, yang saling
mengasihi. Dan namima ini bisa
berdampak sangat besar ya, bisa membuat
ribut
antara suami istri, antara kakak dan
adik ya, bahkan antara suku dengan suku,
bahkan negara dengan negara, ya.
Makanya
dikatakan ee salah seorang salaf
bahwasanya namimah melakukan
kerusakan sehari yang tidak bisa
dilakukan oleh sihir selama
setahun. Sihir kita tahu dia adalah
kufur. Ketika dukun ingin melakukan
sihir, memisahkan antara seorang suami
dengan istri, dia butuh waktu yang lama.
Yang kita tahu di antara tugas sihir
atau tujuan sihir adalah memisahkan.
Yfarqu bihial wujih. memisahkan antara
suami dan istri. Maka dukun pun naukar
sihir dengan berbagai macam sihir. Ada
namanya sihir sarf, yaitu suami jadi
enggak suka sama istri atau istri jadi
enggak suka sama suami. Suami kalau
lihat istri kok mukanya kok jelek ya.
Istri kalau lihat suami kok kayak monyet
ya.
Jadi kayak hewan sihir terjadi. Terjadi
kelihatan sudah tua padahal masih muda.
Dia disihir. Dia di sihir. Ya.
Sebagaimana ada sihir yang sebaliknya
melihat istrinya kok cantik sekali
padahal istrinya
jelek. Ini terjadi ya. Dulu ada kawan
seperti itu
ya dia bangga-banggakan istrinya. Istri
saya. Oh kayak artis ini. Kart artis
ini. Orang k lihat disangka kayak artis.
Begitu lihat, "Uh, kok
begini?" Rupanya disihir. Istrinya
tersebut kalau ke mana-mana main ke
rumah orang, dia pasti ke dapur ngambil
beras dia
makan. Dia makan beras orang curian
sehingga suaminya lihat dia seperti apa?
Artis. Padahal bisa jadi artis flora dan
fauna. Bercanda ya. Maksud saya, maksud
saya tidak sesuai dengan apa yang
diucapkan karena suamnya membandingkan
istri saya seperti artis ini, artis ini
ya kita bayinginnya kan luar biasa.
Begitu lihat masyaallah tidak sesuai
ekspektasi ya tidak suekspektasi. Nah,
ini di antara sihir yang buat terlihat
cantik, terlihat
indah. Sebaliknya sihir membuat
kelihatan jelek. Itu terjadi. Istri
kelihatan tua, suami kelihatan tua,
kelihatan seperti hewan ya. Dan ini
terjadi sehingga memisahkan atau seperti
membuat emosi. Kalau istri lihat
suaminya emosi, gak tahu bawaannya marah
terus atau suami lihat istri bawaannya
emosi, sihir terkena sihir. Atau atau
lebih dari itu di di sad dia yaitu suami
gak bisa mendatangi istri. Mendangi
istri terkunci digembok enggak bisa
berhubungan. Setiap mendatangi digembok
ya. Terus apa fungsinya
menikah? Akhirnya cerai. Tapi ini tidak
tidak cepat. Ini butuh waktu lama
bertahap. Dukun pun tidak bisa langsung.
Dia butuh bertahap. Bisa jadi setahun,
bisa jadi perceraian baru terjadi 2
tahun, 3 tahun. Tapi kalau namimah bisa
sekejap. Ada orang sengaja merusak rumah
tangga orang, dia datang ngomong sini,
ngomong ke sini suaminya jengkel. Hari
itu juga cerai, selesai. Satu hari bisa
jadi-jadi. Memprovokasi waktu yang
singkat. Makanya Nabi bisa merusak dalam
sehari apa yang tidak bisa dilakukan
oleh apa? Penyihir selama
setahun. Maka Nabi ini sangat
bahaya. Dalam hadis an Hudzaifah
radhiallahu anhu marfuan kata al Imam
Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu
taala an Hudzaifah radhiallahu anhu
marfuan. Dari Hudzaifah radhiallahu
marfuan la yadkulul jannata
nammam. Tidak akan masuk surga orang
yang namam. Dan riwayat Qattat yaitu
yang mengadu domba di antara manusia ya
dalam rangka untuk ee ribut dan ini
menunjukkan bahwasanya namimah adalah
dosa
besar. Perhatikan sini hal yang
menakjubkan. Orang yang namimah dia
jujur. Dia nukil perkataan kalau si A
kepada si B dia nukil jujur. Dia nukil
perkataan B terhadap A juga jujur. Tapi
meskipun jujur namun menimbulkan
keributan maka disebut apa? Nami namimah
dan dosa besar. Sebaliknya orang bohong
untuk mendamaikan pahalanya besar.
Subhanallah. Ya. Ya. Di antara bohong
yang diperbolehkan lahul kadib illa fi
salat. Bohong diharamkan kecuali pada
tiga. Ketika perang. Kemudian perkataan
seorang suami kepada istri atau istri
kepada suami, kata-kata gombal agar
mereka saling mencintai. Dan yang ketiga
adalah dusta untuk mendamaikan orang
yang bersengketa, ya. Dan mendamaikan
orang bersengketa pahalanya besar.
Bahkan seorang terkadang bohong untuk
mendamaikan. Dia bohong aja dia dapat
pahala karena untuk mendamaikan dua
orang yang bersengketa. Ini dia jujur
nukil benar-benar itu ternyata bisa
bikin ribut dia
berdosa. Apalagi kalau ternyata dia
tidak jujur. Ya. Namimah plus ini
namimah tidak disyaratkan dia bohong.
Enggak. Namimah itu meskipun jujur kalau
menimbulkan keributan maka dia namimah.
Ya.
Namimah. Makanya waspada ya kita jangan
sampai menjadi namam.
ada si A, si B. Kemudian kita sampaikan
ya. Ya, kecuali memang ada maslahat.
Ternyata si A ingin melukai si B. Ini
lain
cerita. Si B ingin menzalimi si A. Ini
lain cerita. Maka kita harus
pandai-pandai. Tidak semua perkataan
kita nu
nukilkan. Meskipun ee jujur kalau bisa
menimbulkan keributan, maka kita adalah
namam. Namam.
Lu sempat terjadi misalnya ribut di
antara para dai. Ada tukang namam
namimah yang berperang. Dia pergi ke
ustaz A. Dengar Ustaz A dia nukil ke
Ustaz B. Kemudian dia nukil lagi
bantahan si B kepada si A. Akhirnya
ribut si A dan B. Ternyata A punya
murid, B punya murid. Akhirnya yang
ribut cuma A dan bukan A dan B saja,
tapi murid-murid A dan murid-murid si B.
Kenapa? Karena orang ini namimah.
Ya, maka seorang harus memfilter apa
yang dia dengar. Tidak semua yang dia
tahu, tidak semua yang dia dengar dia
sampaikan. Inin juga kita tahu misalnya
ada kakak beradik, kakak lagi singgung
adiknya, kita jangan sampaikan ke
adiknya, "Eh, kemarin kakakmu bilang
kamu begini, ini namanya
namimah." Eh, kemarin adikmu bilang,
"Kau begini, itu namimah namanya. Kenapa
kau nukil? Apa tujuanmu nukil? Kau
pengin mereka ribut kan?" Nah, itulah
namimah.
Kau tahu kalau kau nukil dia akan marah,
akan ribut. Tidak ada maslahat. Kecuali
memang tadi si A ingin menzalimi si B,
si A ingin membunuh si B, si A ingin apa
ingin merusak. Ya, itu lain cerita. Kita
menolong saudara kita dengan melaporkan
apa yang kita dengar. Itu bukan namimah.
Karena kita hendak
menolong. Tapi kalau tidak ada hal
seperti itu hanya sekedar kalau kita
nukil jadi ribut, itulah namimah. Saya
jujur. Iya, namimah itu jujur memang.
Kalau tidak jujur, namimah plus.
Bayangkan jujur kalau bikin ribut dosa
besar, bohong kalau mendamaikan
pahalanya be
besar. Jadi dalam Islam segala perkara
yang bisa mengadu domba itu
dibenci. Tib. Hadis berikutnya, Al Imam
Muhammad bin Abdul Wahab berkata,
"Walahuma fi haditil qabrain" dan sahih
Bukhari dan Sahih
Muslim tentang hadis Alqabrain hadis dua
orang yang diazab itu hadis Ibnu Abbas
radhiallahu taala anhuma. Rasul sahu
alaihi wasallam itu berkata ketika marr
Nabi biqobrain Rasulullah melewati dua
kuburan. Rasulullah berkata inna lahuma
la yuadzabani. Sesungguhnya keduanya
sedang diazab.
Kedua penghuni penghuni apa kuburannya
sedang di
diazab wadani kabirin. Dan mereka berdua
tidak sedang diazab dalam perkara yang
besar. Kemudian kata Rasulullah, "Bala
innahu
kabir." Bahkan dia ini
besar. Amma ahaduma fakana minal ba.
Adapun yang satu diazab karena dia tidak
bersih dari kencingnya. Waal aku. Adapun
yang satu diazab fakana yams binimah.
Yang satu diazab karena berjalan ke sana
kemari mengadu domba. Alhadis. Hadis
yang masyhur. Tib di sini ee ini di
antara keistimewaan Nabi dan di antara
kekhususan Nabi. Nabi bisa
mendengar orang diazab. Karena dalam
hadis ketika ee malaikat Mungkar dan
Nakir menghantam seorang, maka dia
berteriak dengan teriakan yang didengar
ya oleh makhluk kecualiqalain, kecuali
manusia dan jin. Jadi hukum asal ee
tidak didengar siksaan orang yang sedang
diazab. Tapi Nabi dijadikan oleh Allah
mendengar dua orang sedang di diazab.
Maka Rasulullah mengatakan, "Innahuma la
yuadzabani." Sesungguhnya kedua sedang
kata Nabi sedang di diazab. Kemudian
Rasulullah mengomentari di hadapan para
sahabat. Wama yuadabani fi kabirin.
Mereka berdua sedang tidak diazab dalam
perkara yang besar. Kemudian Nabi
menimpali perkataannya sendiri. Kata
Nabi, "Bala innahu kabir." Justru dia
itu
besar. Justru dia itu besar. Dan dalam
kaidah kalau ada dua hal, satu
dinafikan, satu ditetapkan, maka dua ini
dinafikan dalam kondisi tertentu dan
ditetapkan dalam kondisi tertentu.
Seperti firman Allah, wama ramaita id
ramaita wakinnallaha rama. "Tidaklah kau
melempar ketika kau melempar. Tidaklah
kau memanah ketika kau memanah, akan
tetapi Allah yang memanah." Tapi di sini
Allah nafikan dan Allah tetapkan,
"Tidaklah kau memanah ketika kau me
manah, akan tapi yang memanah adalah
siapa? Allah." Jadi apa maksudnya?
Engkau tidak memanah, maksudnya engkau
tidak menyampaikan panahmu ke musuh atau
kau tidak melemparkan. Disebut
Rasulullah ketika perang Rasulullah
ambil pasir, Rasulullah lemparkan.
Kemudian kata Rasulullah, "Syahatil
wujuh, buruk wajah-wajah." Kata Allah,
"Ma ramaita ramaita." "Tidak, tidaklah
kau melempar." ketika kau melempar, akan
tetapi Allah yang melempar. Maksudnya
apa? Allah mengatakan Nabi tidak
melempar. Maksudnya Nabi tidak bisa
menyampaikan pasir-pasir ke mata mu
musuh. Ketika kau melempar, ya itu
memang kau yang lempar pasir, tapi kau
yang bukan kau yang menyampaikan ke
mata-mata ke wajah-wajah mu musuh.
Walakinnallaha. Akan tetapi Allah yang
menyampaikan. Maka
dalam ee syariat kalau ada suatu
ditetapkan sekaligus dinafikan atau satu
dinafikan sekaligus ditetapkan maka
dinafikan dalam kondisi tertentu.
Ditetapkan dalam kondisi tertentu.
Misalnya tentang
syafaat ya ee misalnya fama tanfauhum
syafaatus syafi'in. Tidak bermanfaat
bagai syafaatnya orang yang bersyafaat.
Maksudnya syafaat tidak
bermanfaat kalau kepada orang musyrik.
Demikian juga syafaat tidak bermanfaat
kalau tidak diizinkan oleh apa? Allah
Subhanahu wa taala. Dalam dalil-dalil
yang lain ternyata ada syafaat. Jadi
syafaat dinafikan dalam kondisi tertentu
dan syafaat ditetapkan dalam kondisi ter
tertentu. Dan ini bermanfaat dalam
pembahasan. Banyak pembahasan seperti
itu. Syariat menetapkan terkadang
syariat me menafikan seperti
ini. Kata Nabi, mereka diazab bukan
karena perkara yang besar. Terus Nabi
langsung tetapkan juga. Bahkan ini
perkara yang besar tib yang dinafikan
apa? Yang ditetapkan yang apa? Maksudnya
apa? Maka yang dimaksud dengan mereka
diazab bukan perkara karena perkara yang
besar maksudnya bukan perkara yang besar
yaitu dianggap remeh oleh
apa? Tidak dianggap besar oleh manusia
dipandang ah perkara ringan padahal dia
perkara besar kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Atau maksudnya mereka
diazab bukan karena perkara besar itu
perkara yang bisa mereka hindari. Namun
mereka menggampangkan. Ini bukan perkara
yang sulit dihindari, tapi mereka
menggampangkan. Padahal dua perkara ini
perkara yang be besar. Yang satu adalah
dia tidak bersih dari
kencingnya. Dalam riwayat la yatanazzahu
minal baul la yastabriu bil baul. Ada
yang dalam riwayat la yastatiru min
baulihi.
Dalam riwayat dia tidak bersih
ketika kencing itu masih ada tetesan
atau laatanazahu minal baul dia tidak
hati-hati ketika sedang kencing
maksudnya ada percikan yang
kembali. Yang ketigat laastatiru minal
ba yaitu dia tidak menutup aurat
ketika sedang buang air apa? Kecil. Asal
ingin buang kecil langsung tengok kanan
tengok
kiri tadi di belakang gak gak tengok
belakang kanan kiri. A ditengok ya kayak
orang lihat dari jauh yaak harusnya dia
duduk kemudian dia bersembunyi di balik
sesuatu sehingga tidak terlihat apa
auratnya. Maka seorang kalau buang air
kecil ee dia berusaha jangan sampai ada
tetesan
susulan. Yang kedua dia berusaha kalau
ada percikan dia bersihkan. Jangan
sampai percikan itu kembali mengenai
bajunya sehingga najis sehingga akhirnya
dia tidak tidak sah salatnya. Karena
salat dibangun di atas ee syarat pakaian
tidak boleh
ternajisi sehingga dia terjerumus dalam
dosa
besar. Yang kedua, waamal akharu fakana
yamsyi bin namimah. Yang satu karena
suka ke sana kemari mengadu domba.
Sebagian ulama dinukil oleh Ibnu Hajar
rahimahullah dua perkara ini karena
terkait dengan hak yang pertama kali
disidang oleh Allah pada hari kiamat
kelak.
Terkait salat Allah mengat Nabi
mengatakan aalu yabihil abdu
yaumalqiamah
shatuhu pertama kali hamba dihisab dari
amalnya min amalihi shatu yang pertama
dihisab hamba dari amalnya apanya salat
salatnya yang pertama salatnya itu.
Adapun antara manusia dengan manusia
yang lain, awalu ma yuqd bainanas
fiddima. Yang pertama kali Allah
sidangkan, putuskan antara problem di
antara manusia adalah masalah darah.
Sehingga kata para ulama, kenapa dua
orang ini dikhususkan? Karena tidak
bersih ketika kencing menjadikan
salatnya tidak tidak sah. Namimah
menjadikan pertumpahan
darah. Namimah menjadikan pertumpahan
darah. Nah, jauh-jauh. Sekarang lomba
pertandingan bola. Grup ini lawan grup
ini. Ada
provokatornya bisa ada yang mati enggak?
Ada. Berkelahi sampai ada yang mati.
Konyol mati gara-gara bola. Tapi terjadi
muslim sama muslim berkelai ya. Ada yang
manasin manis-manasin akhirnya
terprovokasi. Kemudian dia membunuh
saudaranya sama muslim hanya gara-gara
suporter bola
ya. Maka namima itu bisa mengantarkan
kepada pembunuhan. Oleh karenanya dua
ini dosa yang sangat
besar. Tib.
Eh kemudian dalam hadis kepada Rasul
wasallam pun faak jaridatan ratbah
fasqoha
nisfaqrin wahidatan minhuma. Maka
Rasulullah ambil pelepa kurma yang masih
basah. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam tancapkan ke kuburan yang satu.
Tancap kuburan yang satu. Rasulullah
berkata, "Lau laallahu yukafuuma maam
yaasa." Semoga dua orang ini diringankan
azabnya selama pelepah kurma masih apa
ba?
basah. Tiib. Yang benar bahwasanya
mereka diringankan azabnya bukan karena
pelepah kurmanya, tapi karena doa Nabi.
Nabi berdoa, tapi Nabi mensyaratkan
doanya berlaku selama pelepah kurma
masih apa? basah. Bukan sebagian
dipahami oleh sebagian ulama. Dan ini
ada perdebatan dan di sebagian ulama
berpendapat bahwasanya kenapa kedua
orang ini dikurangi azabnya? Karena Nabi
tancapkan pelepah yang basah dan pelepah
yang basah itu bertasbih. Ketika
bertasbih, pelepah yang basah tersebut
maka memberi keberkahan kepada kuburan
sehingga dikurangi azabnya. Sehingga
mereka kemudian mengkiaskan dengan kias
iasul aula.
Analogi kalau pelepah kurma saja
ditancepkan mengurangi azab seseorang,
bagaimana lagi kalau orang baca Quran di
situ?
Maka mereka mengatakan dianjurkan untuk
baca Quran di kuburan agar ee berkah
sehingga memberi keberkahan kepada
penghuni kubur. Dan ini pendapat sean
ulama baca Quran untuk beri manfaat
kepada penghuni bukan mengambil manfaat
dari penghuni
kubur. Ya, beda kalau orang ke sana
kemudian minta-minta penghuni kubur.
Gak. Ulama yang bolehkan mereka
mengatakan ini mazhab Syafi'i ya
bahwasanya boleh baca Quran di kuburan
dengan tujuan memberi manfaat kepada apa
maat. Dalilnya tadi pelepa kurma. Tapi
dibantah oleh para ulama dari banyak
bantahan. Sebag ulama Syafi juga
membantah dan ulama yang lain juga
membantah.
Bahwasanya tidak ada bedanya pelepah
kurma sama pelepah kering sama-sama
bertasbih. Siapa yang bilang kalau
pelepahnya kering sudah tidak bertasbih
lagi?
ard wihin wa minaiin illa yusabbihu
bihamdihi wakin tafqah
tasbihum. Kata Allah, "Semua yang di
langit dan di bumi bertasbih." Allah
tidak bilang yang basah-basah saja.
Paham? Semua bertasbih. Tidak ada
bedanya kering dan jadi asal muasal
sudah sudah tidak
pas. Tidak tidak pas. Sehingga ee apa
namanya? Yang meskipun pelepas sudah
kering tetap bertasbih. Jadi yang
membuat dosa mereka ee azab mereka di
Quran bukan karena pelepa kurmanya, tapi
karena siapa? Doa doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Lagi pula Nabi hanya
melakukan sekali
itu. Akhirnya sebagian orang bukan cuma
taruh pelapa kurma, tanam pohon apa?
Pohon apa namanya? Ee Kambo Jaya. Kambo
kalau perlu tanam pohon kurma
sekalian kalau memang kita mau ambil
kelaziman tersebut. Sebagian ambil kendi
isi air terjadi maksudnya atau siram
air. Jadi, jadi masalahnya bukan masalah
air basah dan dingin. Bukan ya. Karena
tidak benar bahwasanya itu karena tasbih
pelepah kurma tadi si enggak. Yang benar
itu dikurangi azabnya karena doa na Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Oleh karena
tidak dilakukan oleh para sahabat tidak
ada sahabat ambil pelepa kurma pasang
lagi. Pelepa kurma pasang enggak ada.
Kalau itu benar karena pelepa kurma,
maka tanam aja sekalian pohon apa?
Kurma. Dari situ kita mengatakan
bahwasanya pendapat baca Quran di
kuburan ee ya meskipun ada pendapat tapi
tidak tidak pas kalau dalilnya. Ini
tidak pas
dalilnya. Tiib ini sekedar tambahan
aja. Tiib wali Muslim ibni Mas'udin
radhiallahu anhu marfuan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Ala hal unabbiukum mal adhu mal adu
dalam riwayat yang lain atau dibaca
dengan mal idah." Idah
seperti idatun atau zinatun
wazannya seperti itu. Fi'alun
ya atau ilatun ya wazannya ilatun ya.
Ee jadi dibaca bisa mal idahu dan yang
paling banyak kata Nawawi rahimahullah
bacanya al-adhu. Maukah aku kabarkan
kepada kalian apa itu aladhu? Kata Nabi,
"Hian namimah alqala bainanas." Yaitu
namimah yaitu menukil perkataan di
antara orang-orang. Itu maksudnya
menukil dalam rangka mengadu domba.
Mengadu domba.
Maka hati-hati seorang jangan sampai
menimbulkan kebencian di antara dua
orang yang saling bersahabat, suami
istri yang saling mencintai. Ya, jangan
kita mengajak menyengaja menjadikan
mereka saling bertengkar ya. Saling buat
mereka saling membenci. Hati-hati, ya.
Orang sudah bahagia, kita jaga
kebahagiaan mereka ya. Jangan kita
merusak kebahagiaan orang-orang yang
sedang saling mencintai di antara
mereka. Kakak, adik, teman, ada satu
yang lainnya, suami istri. anak dan
orang tua. Jangan kita masuk merusak
hubungan hubungan
mereka. Betapa banyak kejadian seperti
itu. Suami istri salah bergaul, akhirnya
rusak rumah
tangganya. Ya mungkin bukan namimah,
tapi dengan cara yang lain ya. Membuat
rumah tangga jadi rusak. Suami istri
sudah bahagia, istrinya salah bergaul.
Bergaul sama wanita
yang enggak beres sehingga memprovokasi.
Ya, suami memang ngapain di rumah
gini-gini? Ah, kok cuma begitu aja?
Suami saya dong begini-begini. Akhirnya
dia, "Oh, suami anti begitu ya."
Akhirnya pulang dia benci sama
suaminya. Dia bandingkan suaminya dengan
suaminya orang lain. Sama seorang suami
sudah baik dengan istrinya, ketemu
dengan temannya, temannya cerita, "Oh,
kalau istri saya, oh begini gini gini.
Oh, ternyata istri saya enggak beres."
Akhirnya dia benci sama istrinya. Ini
contoh maksudnya terjadi ribut gara-gara
salah
pergaulan. Tidak semua kebahagiaan kita
kita harus publish ceritakan kepada
orang lain. Bisa jadi cerita k kita itu
merusak rumah tangga orang orang
lain. Yang bahaya adalah namimah sengaja
mengadu domba. Intinya apapun yang kita
lakukan sengaja enggak sengaja jangan
sampai kita merusak kebahagiaan orang.
Orang yang sudah saling mencintai jangan
kita rusak. Kakak, adik, anak dan orang
tua, suami dan istri, teman. Maka jangan
kita rusak. Biarkan mereka saling
mencintai di antara
mereka. Tiib. Babun ma jaa fil buhtan.
Bab berikutnya tentang ee dusta. Dusta
yaitu berdusta menuduh yang tidak-tidak
kepada sesama muslim. Waqulullahi taala
dan firman Allah subhanahu wa taala.
Dan orang-orang yang menyakititi kaum
mukminin kaum mukminat tanpa sebab apa
yang mereka
lakukan.Quhtan sungguh mereka telah
melakukan bhtan dosa ee kedustaan
tuduhan yang tidak benar. Wa mubina dan
mereka memikul dosa yang jelas.
Ya. Ee albuh yaitu berdusta tentang
orang lain ya.
Sementara orang tersebut tidak
melakukannya. Dia bilang orang ini
begini begini. Ternyata tidak benar.
Tidak
benar. Yaitu Allah berfirman, walladina
yunal mukmin wal mukminati makasbab. Dan
orang-orang yang menyakiti kaum mukminin
atau kaum mukminat padahal tidak dengan
suatu tuduhan. Di antaranya makna ayat
ini dengan suatu tuduhan yang ternyata
tidak dilakukan oleh kaum mukminin-kaum
mukminat tersebut tapi dituduh yang
tidak-tid. Maka ini hati-hati suuzan.
Suuzan itu mengantarkan kepada menuduh.
Di antara bahaya suudan, orang suudan
sama orang, akhirnya dia bukan tidak
berhenti pada suuzan aja. Kemudian dia
menu menuduh. Padahal yang dituduhkan
tidak melakukan tuduhan tersebut, tidak
melakukan perbuatan tersebut. Maka
seorang hati-hati dimulai dari suuzan
berprasangka buruk. Dia tidak cross
check, tidak tabayun. Akhirnya dari
persangkaan buruk berlanjut pada
menuduh. Menuduh sesuatu yang tidak
dilakukan orang tersebut. Maka ini
bahaya ya.
Makanya kata Allah
faqadtamalu. Mereka telah memikul di
atas pundak mereka bhtanan ya kedustaan
yang besar. Wa mubina yaitu dosa yang
jelas yang mengharuskan mereka untuk
dihukum. Ya. Maka hati-hati jangan
sampai menuduh orang yang ee yang tidak
melakukan apa dengan tuduhan yang
tidak-ti. Kemudian al Imam Muhammad
Abdul Wahab rahimahullah membawakan
dalil dari
sunah. Kata beliau rahimahullah an ibni
Umar radhiallahu anhuma marfuan dari
sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhuma
secara marfu. Manqui mukminin maaisa
fihi. Siapa yang berkata tentang seorang
mukmin menuduh suatu yang tidak ada pada
orang mukmin
tersebut
askahullahuatal khabal maka Allah akan
buat dia menempati radgah alkhabal. Rgah
al khabar. Radgah itu dalam kamus
maksudnya adalah alwahal yaitu
lumpur. Lumpur yang
luas. Ee alkhabal maksudnya yang rusak
ya. Apa maksudnya? Nanti dijelaskan yang
dimaksud dengan radkal khabal yaitu
cairan penghuni neraka jahanam. Hatta
yakruja mimmaqala sampai dia keluar dari
tuduhan tersebut. Rawahu Abu Daud
banadin shahih dengan sanad yang
sahih. Yaitu kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Manqala fi mukminisa fi siapa
yang berkata tentang seorang mukmin yang
tidak ada pada dirinya itu dia berdusta,
nuduh yang tidak-tid." Inilah bhtan ya.
Dalam riwayat yang lain para sahabat
bertanya dari dalam Ibnu Majah, "Qu ya
Rasulullah watul khabal." Apa yang
dimaksud dengan radatul khabal? Karena
kata Nabi, siapa yang nuduh orang tidak
tidak benar, maka Allah akan menempatkan
dia di Radqhatul Khabal. Apa itu?
Ditempatkan di mana? Yaitu usharatu
ahlinar. Apa maksudnya itu? Allah
siapkan tempat isinya cairan penghuni
neraka yang keluar dari kemaluan mereka,
dari mulut mereka, muntah mereka, nanah
mereka terkumpul. Kemudian ditaruh di
situ seperti lumpur yang penuh dengan
bau yang busuk. ditaruh di situ ya, itu
ee darah dan nanahnya penghuni neraka
jahanam ya. Karena ketika mereka disiksa
mereka sampai keluar cairan dari tubuh
mereka ketika mereka disiksa ya dengan
berbagai macam siksaan. Kemudian mereka
juga makan makanan yang merusak sehingga
keluar cairan dari tubuh mereka, keluar
dari kemaluan mereka, keluar dari ee
dubur mereka, keluar dari mulut mereka,
itu keluar semua
dikumpulin kemudian dijadikan tempat
tinggal oleh orang yang menuduh orang
lain dengan turun yang tidak. Ini bahaya
makanya gak boleh tuduh sembarang.
Hati-hati ya. Kalau
nuduh harus yakin kalau cuma ragu-ragu
hanya sekedar persangkaan
hati-hati. Dan Nabi mengatakan dia
takkan tetap dalam rodgatul khabal hatta
yakruja mimmaqala. Sampai dia keluar
dari apa yang dia tuduhkan, yaitu sampai
dia merevisi tuduhannya atau dia
memperbaiki nama baik saudara yang telah
dia cemarkan atau dia minta maaf kepada
saudara tersebut karena telah menuduh
yang tidak-tidak. baru dia bebas dari
radatul khabal, dari cairan busuk
penghuni neraka
jahanam. Kalau tidak, maka dia akan
disiksa dengan siksaan tersebut. Ya,
maka ini bahayanya nuduh yang
tidak-tidak ya ditempatkan di tempat
yang penuh dengan cairan kotoran dari
penghuni neraka jahanam yang busuk dan
bau. Datang dalam hadis yang lain
terkait dengan tinatul khabal yaitu
peminum khamar. Peminum khamar di di
neraka akan minum cairan penghuni
neraka. Kalau ini cuma ditempatin. Kalau
minum khamar minum cairan apa? penghuni
neraka sebagai pengganti khamar.
Tib berikutnya qala rahimahullahu taala
berkata al Imam Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullahu taala wal muslimin an abi
hur radhiallahu anhu marfuan dan Imam
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah
secara marfu hadis yang masyhur kata
Rasulull sahu alaih wasallam giibah t
tahukah kalian apa itu gibah Allahu
rasulu aam para sahabat berkata oleh
rasul mengetahu nabi berkat zikruka
akaka bima yaakrah yaitu engkau
menyebutkan tentang saudaramu apa yang
dia benci
Dia tidak suka disebut-sebut
ya. Inana fi akl. Bagaimana menurut
engkau wahai Rasulullah jika apa yang
aku bicarakan itu ternyata benar? Memang
memang dia gembrot, memang dia pesek,
memang dia bahlul, memang dia jelek. Ee
bagaimana ya?
Memang dia pendek, memang dia tolol,
memang muka-muka wong
deso pokoknya dihina-hina itu benar.
Benar begitu ya. Itulah
gibah. Inana fih takl faqabahu. Kalau
apa yang kau katakan itu benar, itu
benar berarti itu gibah. Itu yang
dilarang. Waam yakun fi tak faqad
bahatahu. Kalau ternyata tidak sesuai
dengan apa yang kau bicarakan, maka itu
buhtan. Bhtan itu gibah
plus. Jadi gibah tapi dengan berdus
dusta. Kalau benar aja tetap gibah
apalagi tidak tidak benar.
Ya. Sini Rasulullah menjelaskan tentang
gibah.
Gibah diambil dari kata gaib yaitu tidak
tidak hadir. Maksudnya seorang
membicarakan saudaranya sementara
saudaranya tidak
hadir maka dikatakan dia menceritakan
keburukannya sementara saudaranya gaib
tidak
hadir. Kalau di depannya namanya
mencela. Mencela ya. Gentle di depan
mencela ya. Kalau orang tidak hadir
tidak bisa bela diri. Tapi kalau dia
hadir dia bisa bela diri. Makanya Allah
menyamakan seperti yang memakan bangkai
saudaranya. W baukum bauhibbu ahadukum
akhianakumu. Janganlah sebagian kalian
menggibah sebagian yang lain. Apakah
salah seorang kalian suka jika dia makan
bangkai mayat saudaranya? Tentu dia
tidak suka. Jadi orang gibah itu seperti
orang yang makan bangkai mayat.
Disobek-sobek mayat tidak berkutik.
Karena sudah mati sama ketika dia
menggibah yang digibahi tidak ada. Jadi
tidak bisa bela diri sehingga dihabisi
dia harga dirinya dan dia tidak bisa
bela diri. Ya. Maka dikatakan gibah.
Kalau benar gibah. Kalau tidak benar
namanya buh.
Dan dua-duanya adalah ee
dosa. Masa orang berusaha jaga diri ya
jangan sampai dia menceritakan kejalanan
orang kecuali memang yang
diperbolehkan. Gibah yang dianjurkan
atau gibah yang wajib. Kalau tidak ada
kepentingan, tidak ada kemaslahatan,
tidak boleh kita menggibah. Hukum asal
gibah adalah haram. Dia hanya
diperbolehkan dalam kondisi darurat.
dalam kondisi darurat seperti daging
babi haram boleh dimakan dalam kondisi
darurat itu pun secukupnya tidak boleh
berlebihanuratu tuqadar biqadariha
darurat itu diperbolehkan sesuai dengan
kadarnya tidak boleh berlebih-lebihan
gibah hukum asalnya haram tapi kita
terkadang boleh gibah kita gibahin istri
kita, gibahin suami kita kenapa dalam
rangka mencari solusi misalnya ya ini
boleh-boleh saja tapi tidak boleh
melebar tidak boleh melebar tidak boleh
semua orang tahu
Tidak boleh setiap orang ketemu kita
ceritain. Kita cerita pada orang yang
mungkin bisa memberi solusi ya. Sehingga
kita tetap tidak berdosa karena kita
gibahin suami kita, kita gibahin istri
kita dalam rangka ada tujuan yaitu untuk
perbaikan. Seperti anak-anak gibahi
orang tuanya karena orang tuanya ada
masalah. mereka mama tuh begini dalam
rangka mencari solusi. Bukan hanya
sekedar bersenang-senang menceritakan
kejelekan orang tua. Ini gibah
berbahaya dan gibah bertingkat-tingkat.
Semakin besar hak seorang kepada kita,
gibahnya semakin besar do
dosanya. Seorang istri suami sudah kerja
setengah mati ya, keluar pagi pulang
malam kerja 24 jam sambil ngorok aja
bekerja 24 jam. Bekerja bekerja bekerja.
Kapan telepon dia bangun? Pokoknya siap
dipanggil bos. Siap untuk cari
duit ya. Banting tulang di luar sana
sampai dibanting orang. Kemudian pulang
istrinya gibahin suaminya. Oh suami saya
tuh gini-gini. Subhanallah. Menggibah
orang yang punya hak besar kepada anti.
tidak sama dengan gibah orang
lain. Sama seorang gibah orang tua juga
tidak sama dengan gibah orang lain.
Seorang menggibah ee ahlul ilm misalnya
tidak sama dengan menggibah seperti
orang lain. Intinya gibah
bertingkat-tingkat. Hati-hati kalau
gibah. Kalau gibah itu yang diomongkan
benar. Kalau tidak benar namanya buh
bhtan. Dan tadi ada dosanya selain dosa
gibah. Kalau dia ngomong dalam gibah,
dosa gibah plus tadi dia diletakkan di
cairan penghuni neraka
jahanam.
Babun majaa filan. Bab laknat. Laknat
maksudnya mendoakan orang lain agar
terjauhkan dari rahmat Allah. Kalau
dikatakan laknatullah alaik, maksudnya
semoga Allah menjauhkan engkau dari
rahmatnya. Atau makanan anta mal'un,
engkau terlaknat. Maksudnya terjauhkan
dari rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Bagaimana hukumnya ini?
Ini dosa besar kalau diucapkan kepada
sesama
muslim an Abi Darda radhiallahu taala
anhu marfuan inal
abdaanuqu
ababusama dunaha. Jika seorang hamba
melaknat sesuatu ini umum melaknat
apapun mungkin dilaknat manusia mungkin
dilaknat adalah hewan, mungkin dilaknat
adalah benda mati. Mungkin yang laknat
dia laknat adalah mobilnya. Apap pun dia
laknat. Terkadang orang mudah melaknat
apap pun dia laknat dia marah sedikit
mal'un terlaknat kau marah sedikit dasar
laknat jadi mudah melaknat kalau dia
ucapkan laknat maka ucapannya tadi naik
ke langit ituu kan ini permohonan yaitu
permohonan ya Allah jauhkanlah ini dari
rahmat-rahmat-Mu. Tapi ini kan doa yang
enggak beres di sehingga doa tadi tidak
bisa menembus langit. Kalau doanya benar
akan tembus langit dan Allah kabulkan.
Tapi ini tidak mau ditampung oleh Allah.
Begitu dia naik karena doa yang buruk
tertahan oleh
langit. Maka pintu langit
tertutup ard. Kemudian doanya tadi turun
ke
bumi abuabun sehingga mau ke mana
pintu-pintu bumi pun tertutup. Tidak
bisaanimalan dia masuk bumi enggak bisa.
Dia ke kanan ke kiri enggak bisa.
Faamajid masan. Kalau dia tidak
menemukan jalan ratin, maka akan kembali
kepada
ee yang dilaknat. Fain kanana ahlan.
Kalau memang dilaknat tadi berhak untuk
dilaknat, maka masuklah doa tersebut
mengenai orang yang dilaknat. Wailla
kalau ternyata yang dilaknat tidak
pantas untuk dilaknat, rojaat ila
qoiliha, maka kembali kepada
pengucapnya.
Jadi ucapan tersebut ke sana muter sana
cari dia menempati siapa. Ternyata dia
melaknat si A melaknat si B. Ketika dia
mau masuk ke si B ternyata si B ini
tidak pantas dilaknat. Mungkin dia punya
dosa tapi ternyata dia dia melakukan
banyak kebaikan sehingga laknat ini gak
gak bisa gak bisa tembus. Akhirnya
kembali kepada pengucapnya. Hadis rawahu
Abu Daud riwayat Abu Daud. Bisanadin jid
dengan sanad yang baik. Walahu syahid in
Ahmad banad had ibn Mas'ud. Dan juga ada
syahid yang semakna dengan ini dari
hadis riwayat Ahmad ya dari hadis di di
sisi Imam Ahmad dalam Imam Ahmad dengan
sanadnya dari hadis Ibnu Mas'ud. Wa
akhrajahu Abu Daud wahairuhu min had
ibni abbasin radhiallahu anhuma
warwatuhuqatun lakin bil irsal. Ada juga
hadis yang lain, hadis riwayat Abu Daud
dan yang lain hadis Ibnu Abbas.
Perawinya siqat tetapi hadisnya mursal
sehingga dif. Ini beliau menyebutkan ada
hadis-had yang
semakna. Ee hukum asal seorang muslim
bukan tukang laknat. Seorang muslim itu
mendoakan kebaikan bagi saudaranya. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Laisal
mukmin ban laan walal fahis walal bad."
bukanlah seorang mukmin suka mencela,
suka melaknat, bukan berkata dengan
kata-kata yang keji dan kata-kata yang
kotor. Ketika ditanyakan kepada Nabi,
"Ya Rasulullah," dikatakan kepada Nabi,
"Udu alal musyrikin, ya Rasulullah,
doakan keburukan kepada kaum musyrikin.
Q inni
laman rahmatan." Aku tidak diutus untuk
tukang melaknat dan tetapi aku diusut
sebagai rahmat.
Beda dengan ee orang-orang kafir ya
ketika masuk
neraka Allah berfirman, "Kullama
dakhalat ummatun laanat ukhtaha." Setiap
ada rombongan masuk neraka, dia laknat
rombongan sebelumnya. Ya, saling
melaknat di antara di antara mereka.
Adapun orang Islam
asalnya watwasau bisabr watau bil
marhamah. Saling berwasiat untuk sabar
dan saling berwasiat untuk saling
menyayangi. Watwasa bil marhamah.
Sayangilah, sabarlah, sayangilah,
maafkanlah. Itulah wasiat di antara
seorang muslim. Bukan provokator.
Habisin aja, habisin aja ya. Laknat dia,
mampus dia, mampusin dia. Gak. Seorang
muslim tuh kita sama-sama muslim, dia
punya salah, sudah maafin aja,
nasihatilah,
maafinlah, berlapang dadalah seperti
itu. Bukan kerjanya saling melaknat,
saling menjatuhkan, saling menghinakan.
Tidak.
Di sini Rasulullah sebutkan tentang
bahaya melaknat. Kalau seorang sudah
terlanjur melaknat, maka laknatnya akan
naik ke langit tertutup, masuk ke bumi
tertutup, ke kanan ke kiri
cari cari apa namanya yang bisa
ditempati. Ternyata tidak ada maka dia
menuju kepada orang yang dilaknat. Kalau
tidak pantas kembali kepada pengucapnya.
Maka kalau orang sering melaknat
sesungguhnya kalau tidak pantas kepada
yang dilaknat berarti dia melaknat
dirinya sen sendiri. Waliadubillah.
yaitu dia berdoa agar dijauhkan dari
rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Ngeri kita secara umum jauhilah segala
perbuatan yang bisa membuat kita
terlaknat. Di antaranya yang buat bisa
kita terlaknat kalau kita suka melaknat
orang tapi tidak pas kena kita
sendiri. Wali Muslim Abi Barzah
radhiallahu anhu marfuan. Hadis
berikutnya dari Abu Barzah radhiallahu
anhu secara marfu. Anamatan laanat
naqatan laha. Ada seorang wanita
melaknat untanya. Mungkin dia jengkel,
dia laknat untanya. Terlaknat kau wahai
unta. Ini bukan manusia yang dilaknat,
tapi apa? Unta. Maka Rasulullah berkata,
"La tashabuna naqatun alaihanaah." Kalau
gitu unta itu jangan temani kita
perjalanan. Tidak boleh. Dia unta
terlaknat. Jauhi. Ambil barang-barangmu
itu unta
lepasin. Walahu an imran nahwahu.
Demikian juga an imran nahwuhu. Demikian
juga hadis dari Imran juga semirip ini
ya. Jadi ee disuruh ambil
barang-barangnya terus untanya disuruh
lepas. Bagaimana kita bersafar atau
berjalan dengan unta yang terlaknat?
Ya. Maka tidak boleh seorang melaknat
ee ee sembarangan karena kalau tidak
pantas akan kembali kepadanya. Dan
laknat tidak boleh sembarang. Bukan
hanya saja kepada tidak boleh kepada
manusia, pada hewan juga tidak boleh ya.
Pada benda-benda juga tidak boleh ya.
Kecuali memang dia berhak untuk
dilaknat. Iblis allain. Iblis terlaknat.
Boleh atau tidak
boleh? Setan terlaknat. Ya boleh. Abu
Jahal terlaknat boleh enggak?
Boleh
enggak kalau Bamin
Tanahu Tib kita
lanjutkan babun maaf fi ifsya sir bab
tentang hukum atau buruk menyebarkan
rahasia abi Abi Said Marfuan dari Abu
Said radhiallahu anhu secara marfu
inzilanah di antara
Manusia yang paling buruk pada hari
kiamat kedudukannya di sisi
Allah. Seorang mendatangi
istrinya dan istrinya digauli oleh
suaminya mendatangi
suaminya. Kemudian dia ceritakan tentang
hubungan intimnya di orang lain. Ini
enggak boleh. Wafi riwayatin inil
amanah. Ya, sesungguhnya di antara
amanah yang paling
agung
ee seorang harus menjaga
ya secara umum rahasia
istrinya, akhlak istrinya tidak dia
umbar. Istri saya di rumah gini-gini
enggak boleh. Itu kata Allah, "Hunna
libas lakum wa antum libas lahun." Para
wanita adalah pakaian bagi kalian dan
kalian adalah pakaian bagi istri. Apa
fungsi pakaian? Di antara fungsi pakaian
adalah menutup
aurat, menghiasi dan juga menutup apa?
Aurat. Maka jangan seorang laki
menceritakan aib istrinya kecuali tadi
itu gibah. Tapi kalau ada maslahatnya
dalam rangka memperbaiki istri
boleh. Hukum asal tidak boleh. Harus dia
menutup aib istrinya. Seorang istri juga
hendaknya menutup aib apa? Suaminya. Ya,
tidak boleh dia umbar. Ada seorang salaf
atau seorang
ulama, dia cerai dengan
istrinya,pisah. Ada yang bertanya kepada
dia, "Wahai Fulan, bagaimana istrimu?
Kenapa kau ceraikan dia?" Dia bilang,
"Kalau dia istriku, saya juga enggak
boleh cerita. Apalagi dia sudah orang
lain. Gimana saya ceritain dan keburukan
dia? Kalau dia istriku, saya tidak
cerita. Apalagi kalau dia sudah orang
orang lain. Gimana saya bongkar aib
orang lain?
Ya. Jadi hati-hati ya. J kita berusaha
nutup aib keluarga ya. Makanya di
antara ciri wanita yang mudah masuk
neraka kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam wat tuuksirn syakah. Kalian
terlalu banyak mengeluh. Di antara
tafsiran sebagian ulama yaitu
mengeluhkan
suaminya. Suami saya begini, suami saya
begini. Ketemu orang lagi. Suami saya
begini, suami saya begini. Ketu orang
lagi, "Suami saya begini, suami saya
begini." Ya, kalau kau mau cari solusi,
tidak semua orang kau
ceritakan. Cerita sama orang yang
mungkin kau berharap bisa memberi apa?
Solusi. J ketemu orang cerita suaminya,
cerita suaminya, gibah suaminya, gibah
suaminya. Jadi suaminya jadi
populer. Populer dengan keburukannya.
Siapa yang bongkar
istrinya? Ngerti?
Kalau istri sudah jengkel, dia ombar aib
suaminya di status Facebook. Waduh,
ngeri
deh. Terjadi ada kasus begitu. Dia marah
sama suaminya, dia pasang status
keburukan suaminya di Facebook. Suaminya
jengkel,
cerain. Kenapa kau ceraikan? Gimana dia,
Ustaz? Dia pasang status tentang
keburukan-keburukan saya. Ya. Ya. Saya
gimana lagi? Enggak boleh.
Ya, kita kalau marah orang tuh punya dia
muslim juga kita muslim. Apalagi dia
pernah berbaik sama kita. Tidak boleh
berlebihan. Tidak boleh. Kalaupun dia
zalim, tidak boleh kita balas kezaliman
dengan yang lebih. Paham? Kapan kita
balas kezaliman lebih? kita yang
sekarang statusnya
menzalimi. Ingat kisah tentang seorang
ketika dia tanya kepada Nabi, "Ya
Rasulullah, budak-budakku mereka berbuat
buruk kepadaku, membangkangku,
berkhianat kepadaku. Kalau sudah begitu
saya maki mereka, ya
Rasulullah." Kata Rasulullah, "Nanti
lihat hari kiamat dilihat. Kalau
ternyata
makianmu tidak setimpal dengan artinya
keburukan mereka lebih banyak, kau yang
beruntung. Kalau ternyata makianmu
setimpal dengan keburukan mereka, maka
impas. Tapi kalau ternyata makianmu
lebih buruk daripada perbuatan mereka,
kau jadi masalah di hari kiamat kelak.
Jadi masalahnya bukan bukan masalah kita
dizalimi tiib kau
dizalimi tapi bagaimana kau menyikapi
kezaliman tersebut kalau kau
menyikapi kepada istri bukan berarti
kemudian dia bongkar semua aib suami.
Gak. Kalau dia bicara bicara pada orang
yang amanah untuk mencari solusi. Secara
umum saya ingin sampaikan bahwasanya
menutup aib keluarga itu adalah ibadah.
Ya, tidak boleh kita membongkar aib,
apalagi aib yang memalukan. Misalnya
seorang laki bercerita, "Saya datang
istri begini, istri saya kurang begini,
saya begini." Terkadang seorang laki
bangga dia mungkin cerita bagaimana
hubungan intim dengan istrinya. Dia
cerita yang menambah-nambahin, cerita
macam-macam untuk menunjukkan dia jagoan
neon dan yang lainnya. Akhirnya cerita
tentang hubungan intim. Nah, ini
bahaya. Ini tidak boleh
termasuk apa namanya? Syarrun nas
manzilah orang yang paling buruk
kedudukannya. Dan ini menghilangkan rasa
malu. Dia menghilangkan rasa malu
dirinya dan membuat orang yang dengar
mengkhayalkan tentang istrinya. Kan
ngeri seperti
itu. Merasa malu enggak ada
gimana? Enggak boleh. Ini saja baru apa
namanya cerita enggak boleh. Sama
Rasulullah mengatakan jangan seorang
wanita ketemu dengan wanita lain
kemudian cerita kepada suaminya.
Rasulullah larang. Mas tadi saya ketemu
akhwat. Masyaallah Mas hidungnya Mas.
Mas, masyaallah mancungnya Mas,
mangirnya Mas. Masyaallah mantul Mas.
Suaminya bayang. W masyaallah itu enggak
boleh. Itu jadi enggak boleh. Rasulullah
larang karena bisa merubah sikap suami
terhadap istri karena dia mengkhayal
wanita lain. Dan kejadian nyata saya
ketemu
seorang dia nikah lagi gara-gara
istrinya cerita tentang wanita tersebut.
Ketika ini, Mas. Tadi saya ketemu ada
janda, Mas. Masyaallah, Mas. Kasihan Mas
pikiran dinikahi. Akhirnya ribut. Kamu
salah sendiri. Ngapain ceritain
perempuan sama suami? Ini kisah nyata.
Kejadian bukan saya bukan.
Ya, subhanallah. Oleh
karenanya perintah Nabi itu berkah ya.
Nah, kalau wanita saja cerita tentang
perempuan baru cerita tidak boleh.
Apalagi kalau dia nunjukkan foto
perempuan. Mas, teman saya Mas cantik
enggak? Kan ngawur kamu. Cerita aja
enggak boleh. Apalagi nunjukkan apa?
Nunjukkan. Kalau cerita enggak boleh,
apalagi nunjukkan. Kalau cerita hubungan
intip tidak boleh, apalagi memvideokan
kemudian menyebarkan di dunia maya.
Waliadubillah.
ditonton oleh jutaan
orang dan terjadi ada orang begitu
mungkin dia untuk bangga-banggaan untuk
orang kadang rasa malu sudah
hilang. Jadi ini orang yang paling tidak
amanah
wis orang tidak amanah karena membongkar
aib istrinya apalagi perkara yang sangat
di harus malu yaitu tentang hubungan
intim suami istri demikian saja.
Wabillahiau taufikah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:14:21 UTC
Categories
Manage