Kitab Al-Kabair #27: Tercelanya Perbuatan Namimah (Mengadu Domba) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
kA1SHdDboY8 • 2025-05-31
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ee kita kembali membahas tentang kitab alkabair dosa-dosa besar. Dan bahasan tentang dosa-dosa besar, pembahasan yang penting karena di antara penjelasan para ulama tentang tahqikut tauhid, bagaimana kita memurnikan tauhid sehingga tauhid kita bisa sempurna dan bisa masuk surga tanpa azab dan tanpa hisab adalah meninggalkan segala bentuk kemungkaran baik syirik maupun bidah maupun maksiat. Dan tidak mungkin kita bisa meninggalkan itu semua kecuali dengan belajar. wakiniqi minha fi mengenal keburukan bukan untuk melakukannya, tapi aku mengenali keburukan-keburukan untuk menjauhinya. Siapa yang tidak mengenal keburukan hanya tahu kebaikan, dia akan terjatuh dalam keburukan. Maka kita belajar jenis-jenis syirik secara detail yang merupakan lawan dari tauhid. Kita juga belajar tentang bidah secara detail yang merupakan lawan dari sunah dan kita juga belajar dosa-dosa yang merupakan lawan dari ketaatan. Ya, qul taala atlu maukum alaikum. Ya, dalam Al-Qur'an katakanlah Muhammad aku bacakan kepada kalian apa yang Allah haramkan bagi kalian. Maka ketika kita belajar alkabair dosa-dosa besar ini salah satu bentuk dari penyempurna tauhid. agar tauhid kita bisa lebih sempurna. Terutama setelah kita menelaah hadis-hadis dan ayat-ayat, kita ketahui bahwasanya sebab terbesar orang masuk surga yang tinggi adalah dengan akidahnya dan tauhidnya. Selain akidah dan tauhid, maka sebab terbesar untuk masuk surga adalah dengan akhlak. Terlalu banyak dalil tentang keutamaan akhlak. Sebaliknya sebab terbesar menjerumuskan orang dalam neraka jahanam adalah syirik. Dan sebab kedua setelah syirik adalah menzalimi orang lain. Di antaranya dengan melakukan dosa-dosa besar. Maka kita tetap semangat belajar tentang dosa-dosa besar. Kita ulang-ulang sehingga terngiang-ngiang dalam diri kita ya, terpatri dalam diri kita sehingga kita tidak melakukan dosa-dosa besar tersebut. Kita lanjutkan. Babun ma jaa fin namimah. Bab tentang namimah. Namimah artanya mengadu domba. Menukil perkataan dalam rangka untuk mengadu domba. Waqulullahi taala. Dan firman Allah hammazim masyaim binamim. Yaitu Allah mencela seorang yang kerjanya hamaz. Suka mencela sana sini. Masyaim binamim. Jalan ke sana ke mari dalam rangka untuk mengadu domba. Ee yang dimaksud dengan mimah, seorang menukil perkataan dari orang lain dinukilkan ke kepada pihak ketiga atau nukilkan kepada sekelompok orang dengan tujuan untuk membuat mereka ribut. Ya. Ya. Yang ya yang ee yang bertujuan untuk membuat mereka ribut yaitu dengan me apa namanya? membuat membawakan perkataan tersebut dengan diksi-diksi yang menjadikan pihak ketiga marah. Ya, memang dia sengaja demikian. Mungkin bisa jadi isi perkataan adalah benar apa yang disampaikan si A tentang si B. Benar ucapannya. Dia nukil benar-benar tidak tidak bohong. Tetapi cara menyampaikan dia dengan cara yang di berlebih-lebihan ya dengan hiperbola ditambah-tambahin, dikasih mukadimah, dikasih kesimpulan kadang-kadang begitu. Jadi si B atau si C memahami E buruk dari kepada si B. Si A nukil perkataan si B, B ngomong tentang si C. Ketika si A menukil perkataan B kepada C, dia tambah-tambahin. Benar dia nukil. Demi Allah dia ngomong seperti ini. Iya tidak saya tambahin, tidak saya. Tapi dia kasih mukadimah dan dia kasih apa? Kesim kesimpulan yang seharusnya maknanya tidak demikian ya. Niatnya apa? Niatnya untuk mengadu domba. Dba ini adalah dosa besar dosa. Almufarriquuna bainal ahibbah. Ketika Rasul sahu alaihi wasallam menyebut tentang syirorikum. Orang-orang yang terburuk di antara kalian adalah yang memecah belah di antara orang-orang yang saling mencintai, yang saling mengasihi. Dan namima ini bisa berdampak sangat besar ya, bisa membuat ribut antara suami istri, antara kakak dan adik ya, bahkan antara suku dengan suku, bahkan negara dengan negara, ya. Makanya dikatakan ee salah seorang salaf bahwasanya namimah melakukan kerusakan sehari yang tidak bisa dilakukan oleh sihir selama setahun. Sihir kita tahu dia adalah kufur. Ketika dukun ingin melakukan sihir, memisahkan antara seorang suami dengan istri, dia butuh waktu yang lama. Yang kita tahu di antara tugas sihir atau tujuan sihir adalah memisahkan. Yfarqu bihial wujih. memisahkan antara suami dan istri. Maka dukun pun naukar sihir dengan berbagai macam sihir. Ada namanya sihir sarf, yaitu suami jadi enggak suka sama istri atau istri jadi enggak suka sama suami. Suami kalau lihat istri kok mukanya kok jelek ya. Istri kalau lihat suami kok kayak monyet ya. Jadi kayak hewan sihir terjadi. Terjadi kelihatan sudah tua padahal masih muda. Dia disihir. Dia di sihir. Ya. Sebagaimana ada sihir yang sebaliknya melihat istrinya kok cantik sekali padahal istrinya jelek. Ini terjadi ya. Dulu ada kawan seperti itu ya dia bangga-banggakan istrinya. Istri saya. Oh kayak artis ini. Kart artis ini. Orang k lihat disangka kayak artis. Begitu lihat, "Uh, kok begini?" Rupanya disihir. Istrinya tersebut kalau ke mana-mana main ke rumah orang, dia pasti ke dapur ngambil beras dia makan. Dia makan beras orang curian sehingga suaminya lihat dia seperti apa? Artis. Padahal bisa jadi artis flora dan fauna. Bercanda ya. Maksud saya, maksud saya tidak sesuai dengan apa yang diucapkan karena suamnya membandingkan istri saya seperti artis ini, artis ini ya kita bayinginnya kan luar biasa. Begitu lihat masyaallah tidak sesuai ekspektasi ya tidak suekspektasi. Nah, ini di antara sihir yang buat terlihat cantik, terlihat indah. Sebaliknya sihir membuat kelihatan jelek. Itu terjadi. Istri kelihatan tua, suami kelihatan tua, kelihatan seperti hewan ya. Dan ini terjadi sehingga memisahkan atau seperti membuat emosi. Kalau istri lihat suaminya emosi, gak tahu bawaannya marah terus atau suami lihat istri bawaannya emosi, sihir terkena sihir. Atau atau lebih dari itu di di sad dia yaitu suami gak bisa mendatangi istri. Mendangi istri terkunci digembok enggak bisa berhubungan. Setiap mendatangi digembok ya. Terus apa fungsinya menikah? Akhirnya cerai. Tapi ini tidak tidak cepat. Ini butuh waktu lama bertahap. Dukun pun tidak bisa langsung. Dia butuh bertahap. Bisa jadi setahun, bisa jadi perceraian baru terjadi 2 tahun, 3 tahun. Tapi kalau namimah bisa sekejap. Ada orang sengaja merusak rumah tangga orang, dia datang ngomong sini, ngomong ke sini suaminya jengkel. Hari itu juga cerai, selesai. Satu hari bisa jadi-jadi. Memprovokasi waktu yang singkat. Makanya Nabi bisa merusak dalam sehari apa yang tidak bisa dilakukan oleh apa? Penyihir selama setahun. Maka Nabi ini sangat bahaya. Dalam hadis an Hudzaifah radhiallahu anhu marfuan kata al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala an Hudzaifah radhiallahu anhu marfuan. Dari Hudzaifah radhiallahu marfuan la yadkulul jannata nammam. Tidak akan masuk surga orang yang namam. Dan riwayat Qattat yaitu yang mengadu domba di antara manusia ya dalam rangka untuk ee ribut dan ini menunjukkan bahwasanya namimah adalah dosa besar. Perhatikan sini hal yang menakjubkan. Orang yang namimah dia jujur. Dia nukil perkataan kalau si A kepada si B dia nukil jujur. Dia nukil perkataan B terhadap A juga jujur. Tapi meskipun jujur namun menimbulkan keributan maka disebut apa? Nami namimah dan dosa besar. Sebaliknya orang bohong untuk mendamaikan pahalanya besar. Subhanallah. Ya. Ya. Di antara bohong yang diperbolehkan lahul kadib illa fi salat. Bohong diharamkan kecuali pada tiga. Ketika perang. Kemudian perkataan seorang suami kepada istri atau istri kepada suami, kata-kata gombal agar mereka saling mencintai. Dan yang ketiga adalah dusta untuk mendamaikan orang yang bersengketa, ya. Dan mendamaikan orang bersengketa pahalanya besar. Bahkan seorang terkadang bohong untuk mendamaikan. Dia bohong aja dia dapat pahala karena untuk mendamaikan dua orang yang bersengketa. Ini dia jujur nukil benar-benar itu ternyata bisa bikin ribut dia berdosa. Apalagi kalau ternyata dia tidak jujur. Ya. Namimah plus ini namimah tidak disyaratkan dia bohong. Enggak. Namimah itu meskipun jujur kalau menimbulkan keributan maka dia namimah. Ya. Namimah. Makanya waspada ya kita jangan sampai menjadi namam. ada si A, si B. Kemudian kita sampaikan ya. Ya, kecuali memang ada maslahat. Ternyata si A ingin melukai si B. Ini lain cerita. Si B ingin menzalimi si A. Ini lain cerita. Maka kita harus pandai-pandai. Tidak semua perkataan kita nu nukilkan. Meskipun ee jujur kalau bisa menimbulkan keributan, maka kita adalah namam. Namam. Lu sempat terjadi misalnya ribut di antara para dai. Ada tukang namam namimah yang berperang. Dia pergi ke ustaz A. Dengar Ustaz A dia nukil ke Ustaz B. Kemudian dia nukil lagi bantahan si B kepada si A. Akhirnya ribut si A dan B. Ternyata A punya murid, B punya murid. Akhirnya yang ribut cuma A dan bukan A dan B saja, tapi murid-murid A dan murid-murid si B. Kenapa? Karena orang ini namimah. Ya, maka seorang harus memfilter apa yang dia dengar. Tidak semua yang dia tahu, tidak semua yang dia dengar dia sampaikan. Inin juga kita tahu misalnya ada kakak beradik, kakak lagi singgung adiknya, kita jangan sampaikan ke adiknya, "Eh, kemarin kakakmu bilang kamu begini, ini namanya namimah." Eh, kemarin adikmu bilang, "Kau begini, itu namimah namanya. Kenapa kau nukil? Apa tujuanmu nukil? Kau pengin mereka ribut kan?" Nah, itulah namimah. Kau tahu kalau kau nukil dia akan marah, akan ribut. Tidak ada maslahat. Kecuali memang tadi si A ingin menzalimi si B, si A ingin membunuh si B, si A ingin apa ingin merusak. Ya, itu lain cerita. Kita menolong saudara kita dengan melaporkan apa yang kita dengar. Itu bukan namimah. Karena kita hendak menolong. Tapi kalau tidak ada hal seperti itu hanya sekedar kalau kita nukil jadi ribut, itulah namimah. Saya jujur. Iya, namimah itu jujur memang. Kalau tidak jujur, namimah plus. Bayangkan jujur kalau bikin ribut dosa besar, bohong kalau mendamaikan pahalanya be besar. Jadi dalam Islam segala perkara yang bisa mengadu domba itu dibenci. Tib. Hadis berikutnya, Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab berkata, "Walahuma fi haditil qabrain" dan sahih Bukhari dan Sahih Muslim tentang hadis Alqabrain hadis dua orang yang diazab itu hadis Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma. Rasul sahu alaihi wasallam itu berkata ketika marr Nabi biqobrain Rasulullah melewati dua kuburan. Rasulullah berkata inna lahuma la yuadzabani. Sesungguhnya keduanya sedang diazab. Kedua penghuni penghuni apa kuburannya sedang di diazab wadani kabirin. Dan mereka berdua tidak sedang diazab dalam perkara yang besar. Kemudian kata Rasulullah, "Bala innahu kabir." Bahkan dia ini besar. Amma ahaduma fakana minal ba. Adapun yang satu diazab karena dia tidak bersih dari kencingnya. Waal aku. Adapun yang satu diazab fakana yams binimah. Yang satu diazab karena berjalan ke sana kemari mengadu domba. Alhadis. Hadis yang masyhur. Tib di sini ee ini di antara keistimewaan Nabi dan di antara kekhususan Nabi. Nabi bisa mendengar orang diazab. Karena dalam hadis ketika ee malaikat Mungkar dan Nakir menghantam seorang, maka dia berteriak dengan teriakan yang didengar ya oleh makhluk kecualiqalain, kecuali manusia dan jin. Jadi hukum asal ee tidak didengar siksaan orang yang sedang diazab. Tapi Nabi dijadikan oleh Allah mendengar dua orang sedang di diazab. Maka Rasulullah mengatakan, "Innahuma la yuadzabani." Sesungguhnya kedua sedang kata Nabi sedang di diazab. Kemudian Rasulullah mengomentari di hadapan para sahabat. Wama yuadabani fi kabirin. Mereka berdua sedang tidak diazab dalam perkara yang besar. Kemudian Nabi menimpali perkataannya sendiri. Kata Nabi, "Bala innahu kabir." Justru dia itu besar. Justru dia itu besar. Dan dalam kaidah kalau ada dua hal, satu dinafikan, satu ditetapkan, maka dua ini dinafikan dalam kondisi tertentu dan ditetapkan dalam kondisi tertentu. Seperti firman Allah, wama ramaita id ramaita wakinnallaha rama. "Tidaklah kau melempar ketika kau melempar. Tidaklah kau memanah ketika kau memanah, akan tetapi Allah yang memanah." Tapi di sini Allah nafikan dan Allah tetapkan, "Tidaklah kau memanah ketika kau me manah, akan tapi yang memanah adalah siapa? Allah." Jadi apa maksudnya? Engkau tidak memanah, maksudnya engkau tidak menyampaikan panahmu ke musuh atau kau tidak melemparkan. Disebut Rasulullah ketika perang Rasulullah ambil pasir, Rasulullah lemparkan. Kemudian kata Rasulullah, "Syahatil wujuh, buruk wajah-wajah." Kata Allah, "Ma ramaita ramaita." "Tidak, tidaklah kau melempar." ketika kau melempar, akan tetapi Allah yang melempar. Maksudnya apa? Allah mengatakan Nabi tidak melempar. Maksudnya Nabi tidak bisa menyampaikan pasir-pasir ke mata mu musuh. Ketika kau melempar, ya itu memang kau yang lempar pasir, tapi kau yang bukan kau yang menyampaikan ke mata-mata ke wajah-wajah mu musuh. Walakinnallaha. Akan tetapi Allah yang menyampaikan. Maka dalam ee syariat kalau ada suatu ditetapkan sekaligus dinafikan atau satu dinafikan sekaligus ditetapkan maka dinafikan dalam kondisi tertentu. Ditetapkan dalam kondisi tertentu. Misalnya tentang syafaat ya ee misalnya fama tanfauhum syafaatus syafi'in. Tidak bermanfaat bagai syafaatnya orang yang bersyafaat. Maksudnya syafaat tidak bermanfaat kalau kepada orang musyrik. Demikian juga syafaat tidak bermanfaat kalau tidak diizinkan oleh apa? Allah Subhanahu wa taala. Dalam dalil-dalil yang lain ternyata ada syafaat. Jadi syafaat dinafikan dalam kondisi tertentu dan syafaat ditetapkan dalam kondisi ter tertentu. Dan ini bermanfaat dalam pembahasan. Banyak pembahasan seperti itu. Syariat menetapkan terkadang syariat me menafikan seperti ini. Kata Nabi, mereka diazab bukan karena perkara yang besar. Terus Nabi langsung tetapkan juga. Bahkan ini perkara yang besar tib yang dinafikan apa? Yang ditetapkan yang apa? Maksudnya apa? Maka yang dimaksud dengan mereka diazab bukan perkara karena perkara yang besar maksudnya bukan perkara yang besar yaitu dianggap remeh oleh apa? Tidak dianggap besar oleh manusia dipandang ah perkara ringan padahal dia perkara besar kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Atau maksudnya mereka diazab bukan karena perkara besar itu perkara yang bisa mereka hindari. Namun mereka menggampangkan. Ini bukan perkara yang sulit dihindari, tapi mereka menggampangkan. Padahal dua perkara ini perkara yang be besar. Yang satu adalah dia tidak bersih dari kencingnya. Dalam riwayat la yatanazzahu minal baul la yastabriu bil baul. Ada yang dalam riwayat la yastatiru min baulihi. Dalam riwayat dia tidak bersih ketika kencing itu masih ada tetesan atau laatanazahu minal baul dia tidak hati-hati ketika sedang kencing maksudnya ada percikan yang kembali. Yang ketigat laastatiru minal ba yaitu dia tidak menutup aurat ketika sedang buang air apa? Kecil. Asal ingin buang kecil langsung tengok kanan tengok kiri tadi di belakang gak gak tengok belakang kanan kiri. A ditengok ya kayak orang lihat dari jauh yaak harusnya dia duduk kemudian dia bersembunyi di balik sesuatu sehingga tidak terlihat apa auratnya. Maka seorang kalau buang air kecil ee dia berusaha jangan sampai ada tetesan susulan. Yang kedua dia berusaha kalau ada percikan dia bersihkan. Jangan sampai percikan itu kembali mengenai bajunya sehingga najis sehingga akhirnya dia tidak tidak sah salatnya. Karena salat dibangun di atas ee syarat pakaian tidak boleh ternajisi sehingga dia terjerumus dalam dosa besar. Yang kedua, waamal akharu fakana yamsyi bin namimah. Yang satu karena suka ke sana kemari mengadu domba. Sebagian ulama dinukil oleh Ibnu Hajar rahimahullah dua perkara ini karena terkait dengan hak yang pertama kali disidang oleh Allah pada hari kiamat kelak. Terkait salat Allah mengat Nabi mengatakan aalu yabihil abdu yaumalqiamah shatuhu pertama kali hamba dihisab dari amalnya min amalihi shatu yang pertama dihisab hamba dari amalnya apanya salat salatnya yang pertama salatnya itu. Adapun antara manusia dengan manusia yang lain, awalu ma yuqd bainanas fiddima. Yang pertama kali Allah sidangkan, putuskan antara problem di antara manusia adalah masalah darah. Sehingga kata para ulama, kenapa dua orang ini dikhususkan? Karena tidak bersih ketika kencing menjadikan salatnya tidak tidak sah. Namimah menjadikan pertumpahan darah. Namimah menjadikan pertumpahan darah. Nah, jauh-jauh. Sekarang lomba pertandingan bola. Grup ini lawan grup ini. Ada provokatornya bisa ada yang mati enggak? Ada. Berkelahi sampai ada yang mati. Konyol mati gara-gara bola. Tapi terjadi muslim sama muslim berkelai ya. Ada yang manasin manis-manasin akhirnya terprovokasi. Kemudian dia membunuh saudaranya sama muslim hanya gara-gara suporter bola ya. Maka namima itu bisa mengantarkan kepada pembunuhan. Oleh karenanya dua ini dosa yang sangat besar. Tib. Eh kemudian dalam hadis kepada Rasul wasallam pun faak jaridatan ratbah fasqoha nisfaqrin wahidatan minhuma. Maka Rasulullah ambil pelepa kurma yang masih basah. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam tancapkan ke kuburan yang satu. Tancap kuburan yang satu. Rasulullah berkata, "Lau laallahu yukafuuma maam yaasa." Semoga dua orang ini diringankan azabnya selama pelepah kurma masih apa ba? basah. Tiib. Yang benar bahwasanya mereka diringankan azabnya bukan karena pelepah kurmanya, tapi karena doa Nabi. Nabi berdoa, tapi Nabi mensyaratkan doanya berlaku selama pelepah kurma masih apa? basah. Bukan sebagian dipahami oleh sebagian ulama. Dan ini ada perdebatan dan di sebagian ulama berpendapat bahwasanya kenapa kedua orang ini dikurangi azabnya? Karena Nabi tancapkan pelepah yang basah dan pelepah yang basah itu bertasbih. Ketika bertasbih, pelepah yang basah tersebut maka memberi keberkahan kepada kuburan sehingga dikurangi azabnya. Sehingga mereka kemudian mengkiaskan dengan kias iasul aula. Analogi kalau pelepah kurma saja ditancepkan mengurangi azab seseorang, bagaimana lagi kalau orang baca Quran di situ? Maka mereka mengatakan dianjurkan untuk baca Quran di kuburan agar ee berkah sehingga memberi keberkahan kepada penghuni kubur. Dan ini pendapat sean ulama baca Quran untuk beri manfaat kepada penghuni bukan mengambil manfaat dari penghuni kubur. Ya, beda kalau orang ke sana kemudian minta-minta penghuni kubur. Gak. Ulama yang bolehkan mereka mengatakan ini mazhab Syafi'i ya bahwasanya boleh baca Quran di kuburan dengan tujuan memberi manfaat kepada apa maat. Dalilnya tadi pelepa kurma. Tapi dibantah oleh para ulama dari banyak bantahan. Sebag ulama Syafi juga membantah dan ulama yang lain juga membantah. Bahwasanya tidak ada bedanya pelepah kurma sama pelepah kering sama-sama bertasbih. Siapa yang bilang kalau pelepahnya kering sudah tidak bertasbih lagi? ard wihin wa minaiin illa yusabbihu bihamdihi wakin tafqah tasbihum. Kata Allah, "Semua yang di langit dan di bumi bertasbih." Allah tidak bilang yang basah-basah saja. Paham? Semua bertasbih. Tidak ada bedanya kering dan jadi asal muasal sudah sudah tidak pas. Tidak tidak pas. Sehingga ee apa namanya? Yang meskipun pelepas sudah kering tetap bertasbih. Jadi yang membuat dosa mereka ee azab mereka di Quran bukan karena pelepa kurmanya, tapi karena siapa? Doa doa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lagi pula Nabi hanya melakukan sekali itu. Akhirnya sebagian orang bukan cuma taruh pelapa kurma, tanam pohon apa? Pohon apa namanya? Ee Kambo Jaya. Kambo kalau perlu tanam pohon kurma sekalian kalau memang kita mau ambil kelaziman tersebut. Sebagian ambil kendi isi air terjadi maksudnya atau siram air. Jadi, jadi masalahnya bukan masalah air basah dan dingin. Bukan ya. Karena tidak benar bahwasanya itu karena tasbih pelepah kurma tadi si enggak. Yang benar itu dikurangi azabnya karena doa na Nabi sallallahu alaihi wasallam. Oleh karena tidak dilakukan oleh para sahabat tidak ada sahabat ambil pelepa kurma pasang lagi. Pelepa kurma pasang enggak ada. Kalau itu benar karena pelepa kurma, maka tanam aja sekalian pohon apa? Kurma. Dari situ kita mengatakan bahwasanya pendapat baca Quran di kuburan ee ya meskipun ada pendapat tapi tidak tidak pas kalau dalilnya. Ini tidak pas dalilnya. Tiib ini sekedar tambahan aja. Tiib wali Muslim ibni Mas'udin radhiallahu anhu marfuan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ala hal unabbiukum mal adhu mal adu dalam riwayat yang lain atau dibaca dengan mal idah." Idah seperti idatun atau zinatun wazannya seperti itu. Fi'alun ya atau ilatun ya wazannya ilatun ya. Ee jadi dibaca bisa mal idahu dan yang paling banyak kata Nawawi rahimahullah bacanya al-adhu. Maukah aku kabarkan kepada kalian apa itu aladhu? Kata Nabi, "Hian namimah alqala bainanas." Yaitu namimah yaitu menukil perkataan di antara orang-orang. Itu maksudnya menukil dalam rangka mengadu domba. Mengadu domba. Maka hati-hati seorang jangan sampai menimbulkan kebencian di antara dua orang yang saling bersahabat, suami istri yang saling mencintai. Ya, jangan kita mengajak menyengaja menjadikan mereka saling bertengkar ya. Saling buat mereka saling membenci. Hati-hati, ya. Orang sudah bahagia, kita jaga kebahagiaan mereka ya. Jangan kita merusak kebahagiaan orang-orang yang sedang saling mencintai di antara mereka. Kakak, adik, teman, ada satu yang lainnya, suami istri. anak dan orang tua. Jangan kita masuk merusak hubungan hubungan mereka. Betapa banyak kejadian seperti itu. Suami istri salah bergaul, akhirnya rusak rumah tangganya. Ya mungkin bukan namimah, tapi dengan cara yang lain ya. Membuat rumah tangga jadi rusak. Suami istri sudah bahagia, istrinya salah bergaul. Bergaul sama wanita yang enggak beres sehingga memprovokasi. Ya, suami memang ngapain di rumah gini-gini? Ah, kok cuma begitu aja? Suami saya dong begini-begini. Akhirnya dia, "Oh, suami anti begitu ya." Akhirnya pulang dia benci sama suaminya. Dia bandingkan suaminya dengan suaminya orang lain. Sama seorang suami sudah baik dengan istrinya, ketemu dengan temannya, temannya cerita, "Oh, kalau istri saya, oh begini gini gini. Oh, ternyata istri saya enggak beres." Akhirnya dia benci sama istrinya. Ini contoh maksudnya terjadi ribut gara-gara salah pergaulan. Tidak semua kebahagiaan kita kita harus publish ceritakan kepada orang lain. Bisa jadi cerita k kita itu merusak rumah tangga orang orang lain. Yang bahaya adalah namimah sengaja mengadu domba. Intinya apapun yang kita lakukan sengaja enggak sengaja jangan sampai kita merusak kebahagiaan orang. Orang yang sudah saling mencintai jangan kita rusak. Kakak, adik, anak dan orang tua, suami dan istri, teman. Maka jangan kita rusak. Biarkan mereka saling mencintai di antara mereka. Tiib. Babun ma jaa fil buhtan. Bab berikutnya tentang ee dusta. Dusta yaitu berdusta menuduh yang tidak-tidak kepada sesama muslim. Waqulullahi taala dan firman Allah subhanahu wa taala. Dan orang-orang yang menyakititi kaum mukminin kaum mukminat tanpa sebab apa yang mereka lakukan.Quhtan sungguh mereka telah melakukan bhtan dosa ee kedustaan tuduhan yang tidak benar. Wa mubina dan mereka memikul dosa yang jelas. Ya. Ee albuh yaitu berdusta tentang orang lain ya. Sementara orang tersebut tidak melakukannya. Dia bilang orang ini begini begini. Ternyata tidak benar. Tidak benar. Yaitu Allah berfirman, walladina yunal mukmin wal mukminati makasbab. Dan orang-orang yang menyakiti kaum mukminin atau kaum mukminat padahal tidak dengan suatu tuduhan. Di antaranya makna ayat ini dengan suatu tuduhan yang ternyata tidak dilakukan oleh kaum mukminin-kaum mukminat tersebut tapi dituduh yang tidak-tid. Maka ini hati-hati suuzan. Suuzan itu mengantarkan kepada menuduh. Di antara bahaya suudan, orang suudan sama orang, akhirnya dia bukan tidak berhenti pada suuzan aja. Kemudian dia menu menuduh. Padahal yang dituduhkan tidak melakukan tuduhan tersebut, tidak melakukan perbuatan tersebut. Maka seorang hati-hati dimulai dari suuzan berprasangka buruk. Dia tidak cross check, tidak tabayun. Akhirnya dari persangkaan buruk berlanjut pada menuduh. Menuduh sesuatu yang tidak dilakukan orang tersebut. Maka ini bahaya ya. Makanya kata Allah faqadtamalu. Mereka telah memikul di atas pundak mereka bhtanan ya kedustaan yang besar. Wa mubina yaitu dosa yang jelas yang mengharuskan mereka untuk dihukum. Ya. Maka hati-hati jangan sampai menuduh orang yang ee yang tidak melakukan apa dengan tuduhan yang tidak-ti. Kemudian al Imam Muhammad Abdul Wahab rahimahullah membawakan dalil dari sunah. Kata beliau rahimahullah an ibni Umar radhiallahu anhuma marfuan dari sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhuma secara marfu. Manqui mukminin maaisa fihi. Siapa yang berkata tentang seorang mukmin menuduh suatu yang tidak ada pada orang mukmin tersebut askahullahuatal khabal maka Allah akan buat dia menempati radgah alkhabal. Rgah al khabar. Radgah itu dalam kamus maksudnya adalah alwahal yaitu lumpur. Lumpur yang luas. Ee alkhabal maksudnya yang rusak ya. Apa maksudnya? Nanti dijelaskan yang dimaksud dengan radkal khabal yaitu cairan penghuni neraka jahanam. Hatta yakruja mimmaqala sampai dia keluar dari tuduhan tersebut. Rawahu Abu Daud banadin shahih dengan sanad yang sahih. Yaitu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Manqala fi mukminisa fi siapa yang berkata tentang seorang mukmin yang tidak ada pada dirinya itu dia berdusta, nuduh yang tidak-tid." Inilah bhtan ya. Dalam riwayat yang lain para sahabat bertanya dari dalam Ibnu Majah, "Qu ya Rasulullah watul khabal." Apa yang dimaksud dengan radatul khabal? Karena kata Nabi, siapa yang nuduh orang tidak tidak benar, maka Allah akan menempatkan dia di Radqhatul Khabal. Apa itu? Ditempatkan di mana? Yaitu usharatu ahlinar. Apa maksudnya itu? Allah siapkan tempat isinya cairan penghuni neraka yang keluar dari kemaluan mereka, dari mulut mereka, muntah mereka, nanah mereka terkumpul. Kemudian ditaruh di situ seperti lumpur yang penuh dengan bau yang busuk. ditaruh di situ ya, itu ee darah dan nanahnya penghuni neraka jahanam ya. Karena ketika mereka disiksa mereka sampai keluar cairan dari tubuh mereka ketika mereka disiksa ya dengan berbagai macam siksaan. Kemudian mereka juga makan makanan yang merusak sehingga keluar cairan dari tubuh mereka, keluar dari kemaluan mereka, keluar dari ee dubur mereka, keluar dari mulut mereka, itu keluar semua dikumpulin kemudian dijadikan tempat tinggal oleh orang yang menuduh orang lain dengan turun yang tidak. Ini bahaya makanya gak boleh tuduh sembarang. Hati-hati ya. Kalau nuduh harus yakin kalau cuma ragu-ragu hanya sekedar persangkaan hati-hati. Dan Nabi mengatakan dia takkan tetap dalam rodgatul khabal hatta yakruja mimmaqala. Sampai dia keluar dari apa yang dia tuduhkan, yaitu sampai dia merevisi tuduhannya atau dia memperbaiki nama baik saudara yang telah dia cemarkan atau dia minta maaf kepada saudara tersebut karena telah menuduh yang tidak-tidak. baru dia bebas dari radatul khabal, dari cairan busuk penghuni neraka jahanam. Kalau tidak, maka dia akan disiksa dengan siksaan tersebut. Ya, maka ini bahayanya nuduh yang tidak-tidak ya ditempatkan di tempat yang penuh dengan cairan kotoran dari penghuni neraka jahanam yang busuk dan bau. Datang dalam hadis yang lain terkait dengan tinatul khabal yaitu peminum khamar. Peminum khamar di di neraka akan minum cairan penghuni neraka. Kalau ini cuma ditempatin. Kalau minum khamar minum cairan apa? penghuni neraka sebagai pengganti khamar. Tib berikutnya qala rahimahullahu taala berkata al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala wal muslimin an abi hur radhiallahu anhu marfuan dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu hadis yang masyhur kata Rasulull sahu alaih wasallam giibah t tahukah kalian apa itu gibah Allahu rasulu aam para sahabat berkata oleh rasul mengetahu nabi berkat zikruka akaka bima yaakrah yaitu engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang dia benci Dia tidak suka disebut-sebut ya. Inana fi akl. Bagaimana menurut engkau wahai Rasulullah jika apa yang aku bicarakan itu ternyata benar? Memang memang dia gembrot, memang dia pesek, memang dia bahlul, memang dia jelek. Ee bagaimana ya? Memang dia pendek, memang dia tolol, memang muka-muka wong deso pokoknya dihina-hina itu benar. Benar begitu ya. Itulah gibah. Inana fih takl faqabahu. Kalau apa yang kau katakan itu benar, itu benar berarti itu gibah. Itu yang dilarang. Waam yakun fi tak faqad bahatahu. Kalau ternyata tidak sesuai dengan apa yang kau bicarakan, maka itu buhtan. Bhtan itu gibah plus. Jadi gibah tapi dengan berdus dusta. Kalau benar aja tetap gibah apalagi tidak tidak benar. Ya. Sini Rasulullah menjelaskan tentang gibah. Gibah diambil dari kata gaib yaitu tidak tidak hadir. Maksudnya seorang membicarakan saudaranya sementara saudaranya tidak hadir maka dikatakan dia menceritakan keburukannya sementara saudaranya gaib tidak hadir. Kalau di depannya namanya mencela. Mencela ya. Gentle di depan mencela ya. Kalau orang tidak hadir tidak bisa bela diri. Tapi kalau dia hadir dia bisa bela diri. Makanya Allah menyamakan seperti yang memakan bangkai saudaranya. W baukum bauhibbu ahadukum akhianakumu. Janganlah sebagian kalian menggibah sebagian yang lain. Apakah salah seorang kalian suka jika dia makan bangkai mayat saudaranya? Tentu dia tidak suka. Jadi orang gibah itu seperti orang yang makan bangkai mayat. Disobek-sobek mayat tidak berkutik. Karena sudah mati sama ketika dia menggibah yang digibahi tidak ada. Jadi tidak bisa bela diri sehingga dihabisi dia harga dirinya dan dia tidak bisa bela diri. Ya. Maka dikatakan gibah. Kalau benar gibah. Kalau tidak benar namanya buh. Dan dua-duanya adalah ee dosa. Masa orang berusaha jaga diri ya jangan sampai dia menceritakan kejalanan orang kecuali memang yang diperbolehkan. Gibah yang dianjurkan atau gibah yang wajib. Kalau tidak ada kepentingan, tidak ada kemaslahatan, tidak boleh kita menggibah. Hukum asal gibah adalah haram. Dia hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat. dalam kondisi darurat seperti daging babi haram boleh dimakan dalam kondisi darurat itu pun secukupnya tidak boleh berlebihanuratu tuqadar biqadariha darurat itu diperbolehkan sesuai dengan kadarnya tidak boleh berlebih-lebihan gibah hukum asalnya haram tapi kita terkadang boleh gibah kita gibahin istri kita, gibahin suami kita kenapa dalam rangka mencari solusi misalnya ya ini boleh-boleh saja tapi tidak boleh melebar tidak boleh melebar tidak boleh semua orang tahu Tidak boleh setiap orang ketemu kita ceritain. Kita cerita pada orang yang mungkin bisa memberi solusi ya. Sehingga kita tetap tidak berdosa karena kita gibahin suami kita, kita gibahin istri kita dalam rangka ada tujuan yaitu untuk perbaikan. Seperti anak-anak gibahi orang tuanya karena orang tuanya ada masalah. mereka mama tuh begini dalam rangka mencari solusi. Bukan hanya sekedar bersenang-senang menceritakan kejelekan orang tua. Ini gibah berbahaya dan gibah bertingkat-tingkat. Semakin besar hak seorang kepada kita, gibahnya semakin besar do dosanya. Seorang istri suami sudah kerja setengah mati ya, keluar pagi pulang malam kerja 24 jam sambil ngorok aja bekerja 24 jam. Bekerja bekerja bekerja. Kapan telepon dia bangun? Pokoknya siap dipanggil bos. Siap untuk cari duit ya. Banting tulang di luar sana sampai dibanting orang. Kemudian pulang istrinya gibahin suaminya. Oh suami saya tuh gini-gini. Subhanallah. Menggibah orang yang punya hak besar kepada anti. tidak sama dengan gibah orang lain. Sama seorang gibah orang tua juga tidak sama dengan gibah orang lain. Seorang menggibah ee ahlul ilm misalnya tidak sama dengan menggibah seperti orang lain. Intinya gibah bertingkat-tingkat. Hati-hati kalau gibah. Kalau gibah itu yang diomongkan benar. Kalau tidak benar namanya buh bhtan. Dan tadi ada dosanya selain dosa gibah. Kalau dia ngomong dalam gibah, dosa gibah plus tadi dia diletakkan di cairan penghuni neraka jahanam. Babun majaa filan. Bab laknat. Laknat maksudnya mendoakan orang lain agar terjauhkan dari rahmat Allah. Kalau dikatakan laknatullah alaik, maksudnya semoga Allah menjauhkan engkau dari rahmatnya. Atau makanan anta mal'un, engkau terlaknat. Maksudnya terjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana hukumnya ini? Ini dosa besar kalau diucapkan kepada sesama muslim an Abi Darda radhiallahu taala anhu marfuan inal abdaanuqu ababusama dunaha. Jika seorang hamba melaknat sesuatu ini umum melaknat apapun mungkin dilaknat manusia mungkin dilaknat adalah hewan, mungkin dilaknat adalah benda mati. Mungkin yang laknat dia laknat adalah mobilnya. Apap pun dia laknat. Terkadang orang mudah melaknat apap pun dia laknat dia marah sedikit mal'un terlaknat kau marah sedikit dasar laknat jadi mudah melaknat kalau dia ucapkan laknat maka ucapannya tadi naik ke langit ituu kan ini permohonan yaitu permohonan ya Allah jauhkanlah ini dari rahmat-rahmat-Mu. Tapi ini kan doa yang enggak beres di sehingga doa tadi tidak bisa menembus langit. Kalau doanya benar akan tembus langit dan Allah kabulkan. Tapi ini tidak mau ditampung oleh Allah. Begitu dia naik karena doa yang buruk tertahan oleh langit. Maka pintu langit tertutup ard. Kemudian doanya tadi turun ke bumi abuabun sehingga mau ke mana pintu-pintu bumi pun tertutup. Tidak bisaanimalan dia masuk bumi enggak bisa. Dia ke kanan ke kiri enggak bisa. Faamajid masan. Kalau dia tidak menemukan jalan ratin, maka akan kembali kepada ee yang dilaknat. Fain kanana ahlan. Kalau memang dilaknat tadi berhak untuk dilaknat, maka masuklah doa tersebut mengenai orang yang dilaknat. Wailla kalau ternyata yang dilaknat tidak pantas untuk dilaknat, rojaat ila qoiliha, maka kembali kepada pengucapnya. Jadi ucapan tersebut ke sana muter sana cari dia menempati siapa. Ternyata dia melaknat si A melaknat si B. Ketika dia mau masuk ke si B ternyata si B ini tidak pantas dilaknat. Mungkin dia punya dosa tapi ternyata dia dia melakukan banyak kebaikan sehingga laknat ini gak gak bisa gak bisa tembus. Akhirnya kembali kepada pengucapnya. Hadis rawahu Abu Daud riwayat Abu Daud. Bisanadin jid dengan sanad yang baik. Walahu syahid in Ahmad banad had ibn Mas'ud. Dan juga ada syahid yang semakna dengan ini dari hadis riwayat Ahmad ya dari hadis di di sisi Imam Ahmad dalam Imam Ahmad dengan sanadnya dari hadis Ibnu Mas'ud. Wa akhrajahu Abu Daud wahairuhu min had ibni abbasin radhiallahu anhuma warwatuhuqatun lakin bil irsal. Ada juga hadis yang lain, hadis riwayat Abu Daud dan yang lain hadis Ibnu Abbas. Perawinya siqat tetapi hadisnya mursal sehingga dif. Ini beliau menyebutkan ada hadis-had yang semakna. Ee hukum asal seorang muslim bukan tukang laknat. Seorang muslim itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Laisal mukmin ban laan walal fahis walal bad." bukanlah seorang mukmin suka mencela, suka melaknat, bukan berkata dengan kata-kata yang keji dan kata-kata yang kotor. Ketika ditanyakan kepada Nabi, "Ya Rasulullah," dikatakan kepada Nabi, "Udu alal musyrikin, ya Rasulullah, doakan keburukan kepada kaum musyrikin. Q inni laman rahmatan." Aku tidak diutus untuk tukang melaknat dan tetapi aku diusut sebagai rahmat. Beda dengan ee orang-orang kafir ya ketika masuk neraka Allah berfirman, "Kullama dakhalat ummatun laanat ukhtaha." Setiap ada rombongan masuk neraka, dia laknat rombongan sebelumnya. Ya, saling melaknat di antara di antara mereka. Adapun orang Islam asalnya watwasau bisabr watau bil marhamah. Saling berwasiat untuk sabar dan saling berwasiat untuk saling menyayangi. Watwasa bil marhamah. Sayangilah, sabarlah, sayangilah, maafkanlah. Itulah wasiat di antara seorang muslim. Bukan provokator. Habisin aja, habisin aja ya. Laknat dia, mampus dia, mampusin dia. Gak. Seorang muslim tuh kita sama-sama muslim, dia punya salah, sudah maafin aja, nasihatilah, maafinlah, berlapang dadalah seperti itu. Bukan kerjanya saling melaknat, saling menjatuhkan, saling menghinakan. Tidak. Di sini Rasulullah sebutkan tentang bahaya melaknat. Kalau seorang sudah terlanjur melaknat, maka laknatnya akan naik ke langit tertutup, masuk ke bumi tertutup, ke kanan ke kiri cari cari apa namanya yang bisa ditempati. Ternyata tidak ada maka dia menuju kepada orang yang dilaknat. Kalau tidak pantas kembali kepada pengucapnya. Maka kalau orang sering melaknat sesungguhnya kalau tidak pantas kepada yang dilaknat berarti dia melaknat dirinya sen sendiri. Waliadubillah. yaitu dia berdoa agar dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Ngeri kita secara umum jauhilah segala perbuatan yang bisa membuat kita terlaknat. Di antaranya yang buat bisa kita terlaknat kalau kita suka melaknat orang tapi tidak pas kena kita sendiri. Wali Muslim Abi Barzah radhiallahu anhu marfuan. Hadis berikutnya dari Abu Barzah radhiallahu anhu secara marfu. Anamatan laanat naqatan laha. Ada seorang wanita melaknat untanya. Mungkin dia jengkel, dia laknat untanya. Terlaknat kau wahai unta. Ini bukan manusia yang dilaknat, tapi apa? Unta. Maka Rasulullah berkata, "La tashabuna naqatun alaihanaah." Kalau gitu unta itu jangan temani kita perjalanan. Tidak boleh. Dia unta terlaknat. Jauhi. Ambil barang-barangmu itu unta lepasin. Walahu an imran nahwahu. Demikian juga an imran nahwuhu. Demikian juga hadis dari Imran juga semirip ini ya. Jadi ee disuruh ambil barang-barangnya terus untanya disuruh lepas. Bagaimana kita bersafar atau berjalan dengan unta yang terlaknat? Ya. Maka tidak boleh seorang melaknat ee ee sembarangan karena kalau tidak pantas akan kembali kepadanya. Dan laknat tidak boleh sembarang. Bukan hanya saja kepada tidak boleh kepada manusia, pada hewan juga tidak boleh ya. Pada benda-benda juga tidak boleh ya. Kecuali memang dia berhak untuk dilaknat. Iblis allain. Iblis terlaknat. Boleh atau tidak boleh? Setan terlaknat. Ya boleh. Abu Jahal terlaknat boleh enggak? Boleh enggak kalau Bamin Tanahu Tib kita lanjutkan babun maaf fi ifsya sir bab tentang hukum atau buruk menyebarkan rahasia abi Abi Said Marfuan dari Abu Said radhiallahu anhu secara marfu inzilanah di antara Manusia yang paling buruk pada hari kiamat kedudukannya di sisi Allah. Seorang mendatangi istrinya dan istrinya digauli oleh suaminya mendatangi suaminya. Kemudian dia ceritakan tentang hubungan intimnya di orang lain. Ini enggak boleh. Wafi riwayatin inil amanah. Ya, sesungguhnya di antara amanah yang paling agung ee seorang harus menjaga ya secara umum rahasia istrinya, akhlak istrinya tidak dia umbar. Istri saya di rumah gini-gini enggak boleh. Itu kata Allah, "Hunna libas lakum wa antum libas lahun." Para wanita adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi istri. Apa fungsi pakaian? Di antara fungsi pakaian adalah menutup aurat, menghiasi dan juga menutup apa? Aurat. Maka jangan seorang laki menceritakan aib istrinya kecuali tadi itu gibah. Tapi kalau ada maslahatnya dalam rangka memperbaiki istri boleh. Hukum asal tidak boleh. Harus dia menutup aib istrinya. Seorang istri juga hendaknya menutup aib apa? Suaminya. Ya, tidak boleh dia umbar. Ada seorang salaf atau seorang ulama, dia cerai dengan istrinya,pisah. Ada yang bertanya kepada dia, "Wahai Fulan, bagaimana istrimu? Kenapa kau ceraikan dia?" Dia bilang, "Kalau dia istriku, saya juga enggak boleh cerita. Apalagi dia sudah orang lain. Gimana saya ceritain dan keburukan dia? Kalau dia istriku, saya tidak cerita. Apalagi kalau dia sudah orang orang lain. Gimana saya bongkar aib orang lain? Ya. Jadi hati-hati ya. J kita berusaha nutup aib keluarga ya. Makanya di antara ciri wanita yang mudah masuk neraka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam wat tuuksirn syakah. Kalian terlalu banyak mengeluh. Di antara tafsiran sebagian ulama yaitu mengeluhkan suaminya. Suami saya begini, suami saya begini. Ketemu orang lagi. Suami saya begini, suami saya begini. Ketu orang lagi, "Suami saya begini, suami saya begini." Ya, kalau kau mau cari solusi, tidak semua orang kau ceritakan. Cerita sama orang yang mungkin kau berharap bisa memberi apa? Solusi. J ketemu orang cerita suaminya, cerita suaminya, gibah suaminya, gibah suaminya. Jadi suaminya jadi populer. Populer dengan keburukannya. Siapa yang bongkar istrinya? Ngerti? Kalau istri sudah jengkel, dia ombar aib suaminya di status Facebook. Waduh, ngeri deh. Terjadi ada kasus begitu. Dia marah sama suaminya, dia pasang status keburukan suaminya di Facebook. Suaminya jengkel, cerain. Kenapa kau ceraikan? Gimana dia, Ustaz? Dia pasang status tentang keburukan-keburukan saya. Ya. Ya. Saya gimana lagi? Enggak boleh. Ya, kita kalau marah orang tuh punya dia muslim juga kita muslim. Apalagi dia pernah berbaik sama kita. Tidak boleh berlebihan. Tidak boleh. Kalaupun dia zalim, tidak boleh kita balas kezaliman dengan yang lebih. Paham? Kapan kita balas kezaliman lebih? kita yang sekarang statusnya menzalimi. Ingat kisah tentang seorang ketika dia tanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, budak-budakku mereka berbuat buruk kepadaku, membangkangku, berkhianat kepadaku. Kalau sudah begitu saya maki mereka, ya Rasulullah." Kata Rasulullah, "Nanti lihat hari kiamat dilihat. Kalau ternyata makianmu tidak setimpal dengan artinya keburukan mereka lebih banyak, kau yang beruntung. Kalau ternyata makianmu setimpal dengan keburukan mereka, maka impas. Tapi kalau ternyata makianmu lebih buruk daripada perbuatan mereka, kau jadi masalah di hari kiamat kelak. Jadi masalahnya bukan bukan masalah kita dizalimi tiib kau dizalimi tapi bagaimana kau menyikapi kezaliman tersebut kalau kau menyikapi kepada istri bukan berarti kemudian dia bongkar semua aib suami. Gak. Kalau dia bicara bicara pada orang yang amanah untuk mencari solusi. Secara umum saya ingin sampaikan bahwasanya menutup aib keluarga itu adalah ibadah. Ya, tidak boleh kita membongkar aib, apalagi aib yang memalukan. Misalnya seorang laki bercerita, "Saya datang istri begini, istri saya kurang begini, saya begini." Terkadang seorang laki bangga dia mungkin cerita bagaimana hubungan intim dengan istrinya. Dia cerita yang menambah-nambahin, cerita macam-macam untuk menunjukkan dia jagoan neon dan yang lainnya. Akhirnya cerita tentang hubungan intim. Nah, ini bahaya. Ini tidak boleh termasuk apa namanya? Syarrun nas manzilah orang yang paling buruk kedudukannya. Dan ini menghilangkan rasa malu. Dia menghilangkan rasa malu dirinya dan membuat orang yang dengar mengkhayalkan tentang istrinya. Kan ngeri seperti itu. Merasa malu enggak ada gimana? Enggak boleh. Ini saja baru apa namanya cerita enggak boleh. Sama Rasulullah mengatakan jangan seorang wanita ketemu dengan wanita lain kemudian cerita kepada suaminya. Rasulullah larang. Mas tadi saya ketemu akhwat. Masyaallah Mas hidungnya Mas. Mas, masyaallah mancungnya Mas, mangirnya Mas. Masyaallah mantul Mas. Suaminya bayang. W masyaallah itu enggak boleh. Itu jadi enggak boleh. Rasulullah larang karena bisa merubah sikap suami terhadap istri karena dia mengkhayal wanita lain. Dan kejadian nyata saya ketemu seorang dia nikah lagi gara-gara istrinya cerita tentang wanita tersebut. Ketika ini, Mas. Tadi saya ketemu ada janda, Mas. Masyaallah, Mas. Kasihan Mas pikiran dinikahi. Akhirnya ribut. Kamu salah sendiri. Ngapain ceritain perempuan sama suami? Ini kisah nyata. Kejadian bukan saya bukan. Ya, subhanallah. Oleh karenanya perintah Nabi itu berkah ya. Nah, kalau wanita saja cerita tentang perempuan baru cerita tidak boleh. Apalagi kalau dia nunjukkan foto perempuan. Mas, teman saya Mas cantik enggak? Kan ngawur kamu. Cerita aja enggak boleh. Apalagi nunjukkan apa? Nunjukkan. Kalau cerita enggak boleh, apalagi nunjukkan. Kalau cerita hubungan intip tidak boleh, apalagi memvideokan kemudian menyebarkan di dunia maya. Waliadubillah. ditonton oleh jutaan orang dan terjadi ada orang begitu mungkin dia untuk bangga-banggaan untuk orang kadang rasa malu sudah hilang. Jadi ini orang yang paling tidak amanah wis orang tidak amanah karena membongkar aib istrinya apalagi perkara yang sangat di harus malu yaitu tentang hubungan intim suami istri demikian saja. Wabillahiau taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories