Transcript
GR9jPBHvFlA • Kitab Riyadush Shalihin #2-80: Bab 72 Merasa Hebat & Sombong Pada Diri Sendiri (Bag-2)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2428_GR9jPBHvFlA.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa
ikhwan. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita
lanjutkan pembahasan
kita masih dalam bab tentang haramnya
sombong dan
[Musik]
ujub. Kita sudah membahas bab hadis yang
pertama. Kemudian hadis yang kedua.
Wa salamah ibnil aqwa radhiallahu anhu
an rajulan akala rasulillah sallallahu
alaihi wasallam bisimalihi dari Salamah
ibn alqwa semoga Allah meridainya ada
seorang memakan di sisi rasul sahu
alaihi wasallam makan pakai tangan kiri
faqala rasul sahu alaihi wasallam rasul
sahu alaihi wasallam menasihatinya
berkata qul biyaminik makanlah dengan
tangan kananm qala la astati kata dia
aku tidak mampu makan dengan tangan
kanan q last manah
Kau tidak bakalan bisa makan dengan
tangan
kanan. Tidak ada mencegahmu kecuali
karena
kesombongan.
Qamafaaha fihi. Maka dia tidak mampu
mengangkat tangan kanannya ke mulutnya.
Hadis riwayat Muslim. Hadis ini ee
menjelaskan tentang
bagaimana ee sikap Nabi sallallahu
alaihi wasallam jika melihat kemungkaran
maka Rasul sallallahu alaihi wasallam
berusaha mencegahnya. Ya. Dan di antara
kemungkaran adalah makan menggunakan
tangan kiri. Ya,
karena Rasulullah melarang kita
mengikuti setan. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Innasitana yaulu
bisyimalihi waasrabu bisyimalihi wauti
bisyimalihi waakud bisimalihi." Setan
itu makan dengan tangan kiri, minum
dengan tangan kiri, memberi dengan
tangan kiri, mengambil dengan tangan
kiri. Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa
setan begitu?" Ya, begitu hobinya. Ya,
hobinya memang pakai tangan kiri, ya.
Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
melarang ya kita mengikuti setan ya.
Jangan makan dengan tangan kiri karena
setan makan dengan tangan kiri dan Allah
mengatakan la tatabiu khutuwati setan.
Jangan kalian mengikuti langkah-langkah
setan. Oleh karena pendapat yang benar
bahwasanya makan dengan tangan kiri
hukumnya haram kecuali karena uzur ya
uzur syari misalnya dia tidak bisa makan
dengan tangan kanan atau tangan kanannya
lagi sakit maka tentunya boleh. karena
darurat. Namun jika tidak darurat maka
haram seorang makan dengan tangan tangan
kiri. Ini ada seorang makan di sisi Nabi
makan dengan tangan kiri. Maka Rasul
sahu alaihi wasallam menegurnya. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Qul
biyaminik." Makanlah dengan tangan
kananmu. Maka orang ini
dia akatul izzah yaitu egonya keluar.
Dia bilang, "La as saya enggak bisa
makan tangan kanan." Padahal dia bisa.
Dan Rasulullah tahu ini karena
kesombongan ya yang nyuruh Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam utusan Allah.
Namun dia masih berani
mengatakan saya tidak bisa. Maka
Rasulullah doakan keburukan kepadanya.
Kata Rasul wasam last kau tidak bakalan
mampu. Kalau memang demikian ma mana
ilal kibr. Kata Rasulullah ini tidak
mencegahnya
kecuali kesombongan. Sombong yang m dia
tidak bisa tidak sampai mengatakan saya
tidak bisa. Padahal dia bisa. Akhirnya
benar dihukum menyelisihi sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya
orang itu tidak bisa mengangkat tangan
kanannya lagi. Ya, ada yang mengatakan
tangan kanannya menjadi seperti apa
namanya? Ee syalal. Apa
bahasa apa? Penyakit yang tidak bisa
digerak lagi. Apa namanya?
Ee lumpuh ya. Iya. Tangan kanannya sudah
enggak bisa gerak lagi akibat dia
menentang atau menyelisihi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, ini
dalil. Terkadang seorang mengatakan
tidak mau bukan karena tidak bisa, tapi
karena ego. Ya, karena ego ya. Oleh
karena seorang kalau di depan sunah
Nabi, di depan syariat jangan
mengedepankan egonya ya. Kalau sudah di
depan syariat hendaknya dia dia tunduk
khawatir akan menimpanya keburukan
sebagaimana menimpa orang ini.
Ya.
Kemudian ee hadis
berikutnya waan Haritah ibni Wahab
radhiallahu anhu qala sam'tu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam
yaakul kata Haritha bin Wahab
Radhiallahu anhu, "Aku mendengar Rasul
sahu alaihi wasallam berkata, "Ala
ukhbirukum biahlinar." Maka maukah aku
kabarkan kepada kalian tentang penghuni
neraka?
yaitu kullu uthullin jawadin mustakbir.
Setiap orang yang uthul uthulul jafi
alqasi yaitu orang yang alqasi aljafi
yang kasar
keras terhadap orang lain ya jawaz.
Jawaaznya dikatakan badannya besar dan
sombong. Almukhtal yaitu berjalan dengan
kesombongan. Mustakbir yaitu orang yang
angkuh. Orang yang angkuh. Ya.
Muttafaqun alaih hadis riwayat al Imam
Bukhari dan Al Imam Muslim. Kata al Imam
Nawawi rahimahullah taala, watqaddama eh
gak sampai sini muttafaqun alaih. Di
sini ee Rasulullah mengabarkan
bahwasanya penghuni
neraka yaitu orang yang memiliki akhlak
yang buruk, sombong secara hati,
kemudian terefleksikan ekspresikan dalam
gestur tubuhnya di mana dia sombong dari
cara berbicaranya, cara berjalannya dan
kasar. Dan kalau sombong biasanya arogan
kasar kepada orang
lain. Kalau kita lihat hadis-hadis atau
dalil-dalil tentang ee penghuni surga
atau penghuni neraka, mungkin boleh saya
katakan bahwasanya sebab utama masuk
surga adalah tauhid dan akhlak yang
baik. Tauhid dan sebab utama masuk
neraka adalah syirik dan akhlak yang
yang buruk. Terlalu banyak dalil yang
menunjukkan akhlak yang buruk
menjerumuskan orang dalam neraka
jahanam. Maka seorang waspada dalam
bersikap sesama manusia kepada orang
lain, hendaknya dia berusaha menjaga
akhlaknya. Karena seperti hadis-hadis
seperti ini ya, mau akobarkan kepada
penghuni neraka. Ternyata itu tentang
akhlak. Dia sombong, dia angkuh, sikap
kasar, keras kepada orang lain, arogan,
mentang-mentang biasanya kan gitu. Kalau
sudah punya backingan atau sudah punya
ya kekuatan, maka sikap kasar kepada
orang lain ya. Karena arogan
mentang-mentang. Nah, ini ternyata
merupakan sebab utama masuk neraka
jahanam. Kembali lagi ini tentang
kesombongan bahwasanya sombong sebab
masuk neraka jahanam.
Kemudian hadis berikutnya, wan Abi Said
Alkhudri radhiallahu anhu anin Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam beliau
bersabda, "Ihtajatil
jannatuar." Saling berdebat antara surga
dan neraka
ya.
Faqalinar. Maka neraka berkata ya, yaitu
lihat penghuniku kata neraka.
alabbarunal
mutakabbirun yang ada padaku adalah
orang aljabbar. Jabbar itu orang zalim
yang
semena-mena ya. Wal mutakabbirun
orang-orang yang yang sombong. Itulah
penghuniku kata
neraka.
Waqalati aljannah dan surga berkata
fiyafaunas wa masakinum. Adapun yang ada
padaku orang-orang yang lemah dan orang
miskin.
Faqadallahu bainahuma. Maka Allah
memutuskan di antara keduanya antara
surga dan neraka terjadi perdebatan di
antara mereka berdua. Ya kata Allah
innaki al jannatu rahmati arhamu biki
man asya. Sesungguhnya engkau surga
engkau adalah rahmatku yang dengan
engkau aku merahmati siapa yang aku
sukai. Wa
inakinaruabi. Adapun engkau wahai api
neraka adalah azabku.
biki man asya. Aku mengadzab denganmu
siapa yang aku kehendaki. Walilaikuma
alya miluha. Dan kalian berdua akan aku
penuhi ee
penghuninya. T hadis ini dibuka dengan
Rasulullah
mengabarkan ini hadis riwayat Muslim
hadis yang sahih. Bahwasanya terjadi
diskusi dialog antara surga dan neraka.
Dan kita meyakini zahirnya bahwasanya
Allah bisa menjadikan benda-benda yang
mungkin menurut kita bukan manusia
selain manusia, selain malaikat, selain
jin, ternyata mereka bisa berbicara. Ya,
seperti Allah sebutkan ee ketika Allah
panggil eh bumi dan langitan ahan qata
thin. Maka bumi dan langit berkata,
"Kami datang ya Allah dalam kondisi taat
kepadamu." Ya itu bumi dan langit juga
berbicara.
Demikian
juga Rasulullah juga mengabarkan
bahwasanya ee sebagian benda benda
memiliki perasaan. Seperti Rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan, "Uhudun
jabalun yuhibbuna wa nuhibbuhu."
Bahwasanya gunung Uhud adalah gunung
yang kami mencintainya dan dia pun
mencintai kami.
Ya. Nah, seperti Rasulullah kabarkan
juga tentang kisah Nabi Musa ketika Nabi
Musa Alaih Salam mandi kemudian
diletakkan baju di batu kemudian batunya
pergi membawa lari bajunya Nabi Musa.
Nabi Musa kejar dengan berkata, "Ya
Hajar Tsubi, wahai baju, wahai batu,
bajuku bajuku." Jangan pergi, ya. Itu
apa namanya? Ee Nabi Musa mengejar batu
tersebut. Demikian juga Rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan, "Inni laamu
hajaran bimakkata kana yusallimu alai
qoblan ubat." Saya tahu batu di Makkah
dulu sering memberi salam kepadaku
sebelum saya diutus. Jadi kalau Nabi
lewat dia bilang assalamualaikum. Jadi
batu itu kasih salam mengucapkan salam
kepada Nabi. Demikian juga para sahabat
mendengar ketika Nabi biasanya
berkhotbah bertelekan kepada batang
pohon kurma. Ketika dibuat mimbar
Rasulullah meninggalkan batang pohon
kurma tersebut. Ternyata pohonma
tersebut menangis dan terisak dan
isakannya didengar oleh para sahabat.
Sampai Rasulullah datang kemudian
mengelus-ngelusnya, mendiamkannya.
Demikian juga para sahabat mendengar
kata Rasul sahu alaih wasallam makan apa
namanya makanan di tangan Nabi
bertasbih. Demikian juga pada hari
kiamat Allah mengabarkan bahwasanya
tangan dan kaki bisa
berbicara pada hari tersebut kami tutup
mulut-mulut mereka maka tangan mereka
yang berbicara kaki mereka menjadi saksi
atas apa yang mereka perbuat. Allah juga
berfirman,
waqujudulihim lima syahidum alina.
Ternyata kulit-kulit juga berbicara.
Ya.
Ya. Kulit-kulit
berbicara. Kemudian pemilik kulit
berkata, "Kenapa kalian yaitu menjadi
saksi atas keburukan kami?" Maka
kulit-kulit berkata, "Qu apa namanya?
Lima syahidum alina q antaqallahulladzi
antaq." Allah membuat kami bisa
berbicara. Yang telah Allah membuat
siapa berbicara Allah bisa bikin kami
juga
berbicara. Dan di antaranya surga dan
neraka apa? Berbicara. Allah sebut dalam
Al-Qur'an neraka berbicara. Allah
berkata kepada neraka. Yauma naquli
jahannam. Dalam surat Qaf, yauma naqul
jahannama
halimtalati. Hari tersebut kami berkata
kepada neraka apakah engkau sudah penuh?
Kata neraka belum.
Wa taquulu hal m mazid. Kata neraka
masih ada tambahan enggak? Neraka masih
luas ya. Jadi enggak ada apa namanya
kavling yang kosong. Kavling yang penuh
masih apa masih luas ya. Jadi neraka
minta
tambahan maka berdiskusilah neraka
dengan surga. Mereka saling mengabarkan
siapa penghuni mereka.
Maka neraka berkata, "Fiya al jjabbarun
al mutakabbirun." yang menempatiku
orang-orang sombong, orang-orang
semena-mena dan orang-orang sombong. Ya.
Dan Allah telah berfirman tentang neraka
fabiswal mutakabbirin. Bahwasanya neraka
adalah seburuk-buruk tempat untuk
orang-orang sombong. Jadi hadis ini
menunjukkan bahwasanya orang sombong
tempatnya di mana? Di neraka. Kalau mau
masuk surga jangan sombong. Kapan
sombong mudah masuk neraka. Kalau mau
surga jangan
semena-mena ya. Kapan semena-mena masuk
neraka? Biasanya orang semena-mena ya
orang berbuat lalim itu juga karena apa?
Kesombongan. Mentang-mentang
arogan. Sombong ya karena ada
kesombongan. Makanya dia arogan makanya
semena-mena. Sebaliknya surga berkata
fasunas. Yang tinggal yang mengisiku
adalah orang-orang lemah. Orang-orang
lemah wa masakinuhum. Orang-orang miskin
orang-orang miskin. Sebagaimana dalam
hadis Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan,
"Ital ee al jannah fawajatu aksar ahliha
alfu fuqar." Aku lihat surga aku dapati
kebanyakan penghuninya adalah
orang-orang
miskin. Ya. Adapun neraka kebanyakan
penghuninya orang-orang sombong. Orang
sombong biasanya orang yang melihi
memiliki kelebihan jabatan atau harta.
Tapi tidak semua orang pejabat maupun
kaya sombong gak. Tapi banyak di antara
mereka yang sombong.
Maka Allah pun memutuskan perkara mereka
berdua dengan Allah berkata, "Wahai
surga, engkau adalah rahmatku. Dengan
engkaulah aku akan merahmati yang aku
siapa yang aku kehendaki. Dan wahai
neraka, engkau adalah azabku. Aku akan
mengazab dengan engkau siapa yang aku
kehendaki." Kemudian Allah mengatakan,
"Walaliikuma dan untuk kalian berdua
masing-masing aluha aku akan memenuhi."
Jadi neraka. Akhirnya datang dalam hadis
ee neraka mengeluh kepada Allah
Subhanahu wa taala. Neraka berkata, "Ya
Rabbi akala ba'di ba'd." Ya Rabbku
saking panasnya sehingga sebagianku
memakan sebagian yang lain. Saking panas
menyala-nyala dan tidak ada isinya.
Neraka minta ada isi agar ada yang
dibakar. Ketika ada yang tempat yang
kosong maka neraka membakar satu dengan
yang yang lainnya. Hatta yad rabbul
izzati qadamahu. Sampai Allah pun
menginjak neraka. Kemudian neraka pun
berhenti tidak meminta untuk diisi lagi.
Maka berhentilah tidak minta untuk diisi
lagi. Adapun surga ketika masih ada
tempat yang kosong ya, maka Allah
menciptakan makhluk ya ketika itu untuk
mengisi surga. Dirahmati oleh Allah
subhanahu wa taala. Makhluk-makhluk
tersebut tidak pernah menjalani ujian
seperti manusia di bumi ini. Diciptakan
untuk mengisi surga. Sehingga tadi Allah
mengatakan, "Aku akan memenuhi surga dan
aku akan memenuhi apa?" Neraka. Sehingga
surga penuh, neraka ee penuh. Ya, ini
menunjukkan akan luasnya neraka dan akan
luasnya surga. Ya, luasnya neraka sampai
disebutkan dalam
hadis, "In inasyamsa walqamara
mukawarani yaumalqiamati." Sungguhnya
surga e sungguhnya matahari dan bulan
diredupkan cahayanya. Kemudian ulqiya
dilemparkan di neraka. Jadi neraka diisi
matahari dan diisi juga apa? Rembulan.
Matahari luasnya kayak apa? Surga luas
sekali. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Jannatin arduhas samawatu wal ard."
Surga
yang seluas langit dan bumi. Di sini
Allah menggunakan lafal ardun. Kalau
dalam bahasa Arab ada tul, ada ard.
Kalau tulinya panjang. Ard itu artinya
lebar. Allah mengatakan surga yang
lebarnya seluas langit dan bumi. Kata
para ulama artinya lebih luas daripada
langit dan bumi. Karena Allah hanya
menyebutkan lebarnya saja meliputi
langit dan bumi. Bagaimana lagi dengan
panjangnya? J artinya surga sangat luas,
neraka juga sangat apa? Sangat luas. Ya.
Jadi enggak usah khawatir, "Ustaz, nanti
kalau terlambat surga penuh." Enggak.
Enggak penuh. Yang penting kau bisa
masuk. Kalau kau masuk pasti ada
tempatnya. Masih ada kavling kosong.
Bahkan kalau semua makhluk sudah masuk
surga, masih ada kepeling kosong. Dan
Allah akan ciptakan makhluk untuk
mengisi surga tersebut. Jangan-jangan
bilang, "Ah, tenang, neraka sudah full,
nanti saya di surga." Gak ada neraka
enggak ada pernah full ya. Satu dunia
dari Nabi Adam sampai sekarang kalau
yang penjahat semua masuk neraka tetap
neraka belum apa? Full. Dan dia masih
mengatakan hal mim masjid ada tambahan
enggak? Ada tambahan enggak? Ada
tambahan
enggak? Tib. Jadi ini dalil bahwasanya
kesombongan mengantarkan seorang untuk
menetap di neraka jahanam.
Waliadzubillah. Jadi enggak usah
sombong-sombong. Kanan kita merasa
sombong sudah berhenti. Sombong aduh
tempatnya neraka ini. Buang sombong itu.
Kapan ada gejala sombong ada signal
kita, eh saya kok sombong sih ngomongan
saya kok sombong sih kok arogan banget
tulisan saya kok arogan banget komentar
saya. Kenapa saya arogan? Pasti ada
kesombongan. Segera auzubillahimas
minasyaitanirrajim istigfar. buang itu
kesombongan. Gak usah, gak usah arogan.
Gak tunjukkan siapa saya, siapa saya,
enggak usah.
Kemudian hadis berikutnya, wa Abi Hurat
radhiallahu anhu anna rasul sahu alaihi
wasallam q dari Abu Hurairah radhiallahu
anhu an rasul wasam alaih wasallam
berkata, "La yanurullah
yaumalqiamati man jarra izarahu
bat muttafaqun alaihi hadis riwayat
Bukhari dan
Muslim bahwasanya Allah tidak memandang
pada hari kiamat kelak kepada orang
yang
ee menggeret sarungnya karena sombong.
Ini tentang hukum isbal. Hukum isbal ya.
Jadi isbal
ya atau sunah kita menggunakan sarung
atau
celana adalah di atas mata kaki ya. Ila
nisfissaq ya. Izarul mukmin kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam sarung
seorang mukmin yaitu letaknya dari
setengah betis sampai ke mata kaki.
Itulah areal sunah. Areal apa? Sunah.
Jangan berlebihan sampai melebihi
setengah betis ya. Jangan berlebihan dan
jangan juga terjulur sampai di bawah
mata mata kaki. Selama di atas mata kaki
dan selama di bawah setengah betis
itulah sunah. Dan seorang berusaha
menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam sehingga dia dapat pahala
ketika berpakaian. Dia sengaja
berpakaian seperti ini agar mengalir
argo pahala dengan menjalankan sunah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau
memang
dia harus memanjangkan celana dan
sarungnya, batas maksimal di mata kaki.
Jangan sampai turun dari bawah mata mata
kaki. Dalam hadis kata Rasulullah sahu
alaihi wasallam, ma asfala minal ka'bain
fafinar. Apa yang di bawah mata kaki
maka di neraka. Para ulama sepakat, jika
isbal di bawah mata kaki karena sombong
maka ini dosa besar dan Allah tidak akan
melihatnya pelakunya dan Allah akan
memberikan dia azab yang pedih dan dia
akan dimasukkan di neraka jahanam karena
dia sombong. Karena dia sombong.
Kemudian para ulama berselisih bagaimana
jika orang isbah tapi tidak sombong.
Tapi tidak sombong secara umum ada dua
pendapat. Pendapat mayoritas di
antaranya Imam Syafi'i, Imam Nawawi.
Mereka berkata bahwasanya jika tidak
sombong maka hukumnya makruh.
Cal celananya, sarungnya di bawah mata
kaki tidak sombong, maka hukumnya apa?
Makruh. Yaitu tidak sampai haram, tapi
makruh
dibenci. Dan sebagian segelintir ulama
mengatakan hukumnya haram. Di antaranya
adalah Ibnu Hajar rahimahullah, di
antaranya Ibnul Arabi e saya kalau tidak
salah juga ee ya ada beberapa orang jnya
Zahabi.
Azzahabi. Ee oleh karenanya
kehati-hatian, kewaspadaan mengharuskan
kita untuk tidak isbal. Ya. Adapun yang
berdalil dengan kisah Abu Bakar Assiddiq
ketika dia
isbal, dia takut ya. Dia Rasulullah,
apakah saya bagaimana dengan
sarungku? Ya kadang-kadang melorot
kecuali saya perhatikan maka ee naik
lagi. Kalau saya tidak perhatikan
kadang-kadang melorot. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Lasta miman faalah
khuyala." Kau bukan termasuk orang yang
melakukannya karena kesombongan. Di sini
Abu Bakar bukan berarti dia isbal gak.
Dia mengatakan, "Kalau saya tidak
perhatikan
maka sarung saya melorot. Kalau saya
perhatikan tidak melorot lagi." Ya, beda
dengan orang sejak awal datang ke tukang
jahit lorotkan ya. Sejak awal sudah
memang di bawah mata kingga. Jadi,
jangan mengkiaskan diri dengan apa? Abu
Bakar. Abu Bakar juga sudah
direkomendasi oleh Nabi. Kau tidak
sombong. Kalau kita siapa yang
rekomendasi?
Maka memang benar bahwasanya ada khilaf
dalam masalah ini. Tapi saya katakan
rugi kita waktu berlalu kita tidak dapat
pahala. Tinggal tidak susah tinggal di
atas mata kaki. Masih keren ya masih
keren. Bahkan sekarang jadi mode ya
enggak mode ya. Dulu waktu zaman orang
masih mencela orang yang celananya
cingkrang
dibilang petanilah ya. Sampai ada bilang
salafi sawah salafi wahabi maksudnya ya.
Kemudian ee apa kebanjiran ya. Saya
waktu sempat main ke Australia ke Sydney
kok saya lihat anak-anak bule-bule kok
di atas mata kaki ini petani semua atau
bagaimana? Ternyata lagi model lagi
model. Kita di Indonesia lagi
dihina-hina di sana model. Terus saya
pulang berapa lama kemudian jadi model
di sini sudah enggak ada lagi yang
mencela apa? Jadi kalau orang Islam yang
pakai dibilang kebanjiran. Kalau orang
boleh yang pakai dibilang apa? Top.
Begitulah menunjukkan kehinaan diri
kita. Kalau orang boleh bikin apa saja
top. Padahal sama yang dilakukan
dilakukan kita sama-sama di atas mata
mata kaki. Jadi kadang-kadang sekarang
ketemu orang di bawah atas mata kaki.
Ini orang ngaji apa orang bule atau
orang keren saya enggak tahu. Ini celana
atas mata kaki. Ini orang ngaji apalagi
mode. Wallahualam. Pernah saya lihat
gitu ada orang keluar dari apa dari
mobil. Uh keren. Ini orang ngaji
ternyata ceweknya enggak pakai jilbab.
Oh berarti model bukan bukan orang ngaji
ya. Tapi maksud saya ee sekarang
alhamdulillah ya. Jadi ketika tidak
ketika cingkrang dicontohkan oleh orang
bule sudah orang karena mereka enggak
berani hina orang boleh karena strata
mereka, kasta mereka di bawah orang apa?
Orang boleh. Tapi kalau kita yang bikin
dihina-hina ya. Alhamdulillah orang
boleh menjalankan
sunah. Sudah sekarang sudah jarang orang
bilang apa cingkrang-cingkrang lagi ya.
Karena orang sekarang sudah jadi model.
Tapi intinya
ee ini masalah khilaf kalau di bawah
mata kaki. Tapi
kewaspadaan sebaiknya kita gak usah di
bawah mata kaki. Kalau paling paling
parah harus takut dikata-katain ya sudah
pas di mata kaki. Jangan sampai di bawah
tulang mata kaki. Selama masih di mata
kaki masih aman. Kalau di bawah itu
sudah enggak enggak aman. Entah makruh
entah haram. Entah makruh entah apa
haram. Tayib.
Hadis berikutnya an Abi Hurairah
radhiallahu taala anhu dari Abu Hurairah
radhiallahu
anhu. Qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam
bersabdaatun la yukallimuhumullah
yaumalqiamah. Tiga golongan yang Allah
tidak akan berbicara dengan mereka pada
hari kiamat kelak. Wala
yuzakihim. Dan Allah tidak akan
memaafkan, mensucikan mereka. Wanzuru
ilaihim. Dan Allah tidak akan memandang
mereka.
Walahumabun alim.
Ya. Dan bagi mereka azab yang pedih.
Tiga orang tersebut sikhun zanin, orang
tua yang berzina. Walikun kadzab, raja
yang berdusta, pendusta. Wailul
mustakbir, yaitu orang miskin yang
sombong. Hadis riwayat
Muslim. Alail al-fakir. Alil maksudnya
al-fakir. Sini ada tiga golongan yang
mendapatkan azab yang pedih. Azabnya di
antaranya Allah tidak akan bicara dengan
mereka pada hari kiamat. Maksudnya
dengan bicara kasih sayang, tapi dengan
Allah berbicara dengan mereka dengan
pembicaraan penghinaan. Ya, karena kita
tahu Allah berbicara menyidang pelapu
maksiat, menyidang orang kafir. Allah
berbicara tapi dengan bicara yang
menakutkan mereka, menghinakan mereka.
Maksudnya di sini Allah tidak bicara
dengan mereka, maksudnya dengan
pembicaraan yang penuh dengan kasih
sayang, tapi Allah berbicara dengan
mereka dengan penghinaan. Dengan
penghinaan. Kemudian wala yuzakim. N
Allah tidak akan mensucikan mereka.
Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa
mereka.
Allah tidak memandang mereka. Maksudnya
dengan pandangan rahmat karena semua
orang akan dilihat oleh Allah Subhanahu
wa taala. Tapi ada pandangan dengan
penuh kasih sayang, ada pandangan dengan
kebencian. Seperti kita manusia kita
kalau memandang juga atau senyum ada
senyum kagum, ada senyum bahagia, ada
senyum ngejek ya senyum macam-macam ya.
Memandang pun demikian ya. Walillahil
matsalul a'la. Maka yang dimaksud di
sini wala yanzur ilai. Maksudnya Allah
tidak memandang mereka, tidak melihat
mereka dengan pandangan kasih sayang,
tapi dengan pandangan marah kepada
mereka. Walahum adzabun alim. Dan bagi
mereka azab yang pedih. Yang pertama,
Syikhun zanin, orang tua yang berzina.
Kenapa? Zina adalah dosa besar, tetapi
zina bertingkat-tingkat. Zina
bertingkat-tingkat. Di antara zina yang
parah yaitu jika ee faktor untuk
berzina semakin sedikit. Orang sudah tua
harusnya syahwatnya semakin menurun.
tapi dia malah
berzina. Kemudian seharusnya tua itu
harusnya sudah sering ke masjid, ini
malah ke diskotek. Jadi parah ini orang
ini sangat parah. Anak muda zina dosa
besar tapi lebih parah lagi kalau sudah
tua
berzina. Walyadubillah. Ya. Maka seorang
kalau sudah tua ee seharusnya dia tidak
berzina. Harusnya dia semakin dekat
kepada Allah ini malah dia terjerumus
dalam perzinahan. Maka Allah sudah kasih
uzur kepada dia sampai mencapai 60 tahun
tetap dia ternyata semakin jauh dari
Allah subhanahu wa taala bahkan
terjerumus dalam zina maka dosanya tidak
sama dengan zina biasa. Sama-sama dosa
besar tapi ini lebih parah. Yang kedua,
malikun kadzab, raja yang berdosa.
Kenapa
ee dosanya sangat besar? Karena raja
tidak perlu dusta. Raja yang
sesungguhnya apa yang dia ucapkan
bawahannya akan nurut. Wong kerajaan
milik dia, negara milik dia, dia punya
pasukan, dia omong apa didengar. Ngapain
dia bohong-bohong? Enggak perlu bohong.
Dia tinggal perintah orang nurut. Ketika
raja ini suka berbohong, ini berarti
faktor untuk membuat dia berbohong
kecil, tapi dia tetap berbohong. Maka
ini sangat tercela. Maka di antara sebab
dosa menjadi besar, ketika faktornya
kecil dia masih terjerumus itu
menjadikan dosa tersebut sangat sangat
besar. Seperti orang tua tadi, faktor
untuk berzina kecil tapi dia ternyata
berzina. maka dosanya menjadi
besar. Raja tidak perlu berdusta. Sudah
ditaati ngapain dia
berdusta? Kemudian yang ketiga, wail
mustakbir yaitu sombong. E miskin
sombong. Miskin tapi sombong. Ya. Miskin
harusnya tidak sombong, harusnya tawadu.
Sebab dia untuk sombong tidak ada, tapi
kemudian dia tetap sombong. Berarti dia
parah. Ya. Kalau orang kaya sombong, ya
biasa ya biasa. Kalau orang miskin
sombong luar biasa. Kok bisa sombong ya?
Sombong ya.
Kenapa harus sombong? Enggak punya
apa-apa sombong. Akhirnya kadang-kadang
terbawa dengan komunitas ya. Pengin
diakui, pengin padahal enggak punya
apa-apa ya. Yang penting keren meskipun
hutang ya. Ini jadi apa namanya?
Hati-hati. Orang miskin harusnya
kemiskinan yang dialami harusnya membuat
dia tawadu dan dia malah sombong dan
angkuh. Maka orang seperti ini dosanya
dosa besar. Tidak seperti sombong biasa.
Orang kaya sombong ya faktornya untuk
sombong besar. Kalau miskin enggak ada
faktor untuk sombong. Kenapa dia
sombong? Ya, kalau dia sombong berarti
dia dosanya parah. Maka ee dosanya lebih
ee lebih besar. Ini menunjukkan
bahwasanya maksiat itu
bertingkat-tingkat. Tidak ada satu model
zina bertingkat-tingkat, sombong
bertingkat-tingkat, dusta juga
bertingkat-tingkat. Tidak satu model
seperti zina bertingkat-tingkat ya. Zina
ee secara umum dosa besar, tapi zina
dengan istri tetangga lebih besar
lagi. Harusnya tetangga adalah kita jaga
malah kita malah seorang berzina dengan
istrinya. Zina dengan istri teman sama
harusnya namanya teman kita ada hubungan
khusus kedekatan malah pacaran sama
istrinya. Ini juga dosa besar zina tidak
biasa ya. Ya. Dalam hadis Rasul
mengatakan seorang berzina dengan 10
wanita masih lebih baik daripada dia
berzina dengan istri apa? tetangga
karena situ ada
pengkhianatan.
Kemudian tua zina ini juga berbeda.
Sudah tua masih berzina. Lebih parah
lagi zina dengan ee mahram. Tentu lebih
parah lagi. Jadi maksudnya zina
bertingkat-tingkat, tidak satu tingkat.
Dusta pun demikian, sombong pun demi
demikian bertingkat-tingkat.
Tib hadis
berikutnya. Wa anhu dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu qala beliau berkata,
qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam alaihi wasallam bersabda, qal
Allahu azza wa jalla Rasul sahu alaihi
wasallam berkata Allah berfirman ini
hadis qudsi namanya hadis qudsi hadis
qudsi adalah hadis yang diriwayatkan
oleh Nabi kemudian dinisbahkan kepada
Allah dan dia tidak sama dengan
Al-Qur'an. Kalau Al-Qur'an Allah
langsung
berfirman lewat malaikat Jibril
disampaikan kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya. Dan Al-Qur'an ee
mutaabbadun bitilawatihi. Seorang dapat
pahala dengan melantunkan Al-Qur'an.
Makanya Rasulullah mengatakan, "La
akullu alif lam mim harfun walakin
alifun harf wamun harf wa mimun harf."
Saya tidak mengatakan alif lam mim satu
huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu
huruf, mim satu huruf, dan wal hasanatu
biasri amsaliha. Siapa yang baca tiga
huruf dapat 30 pahala. Itu hanya berlaku
pada Al-Qur'an. Adapun hadis-hadis kita
tidak di tidak beribadah dengan
membacanya sebagai tilawah, tapi kita
berpahala karena memahami, belajar.
Karena belajarnya Al-Qur'an tilawahnya
saja seandainya pun kita tidak paham
tetap dapat pahala ya sehingga kita
baca. Adapun hadis-hadis tidak termasuk
hadis qudsi maka hukumnya tidak sama
dengan Al-Qur'an. Demikian juga ee
Al-Qur'an diriwayatkan secara mutawatir
dan tidak boleh diriwayatkan secara
makna. Adapun hadis qudsi seperti hadis
yang lain boleh diriwayatkan dengan
makna jika memang ahli bahasa Arab
mengerti tentang fikih sehingga dia
boleh meriwayatkan dengan
makna meskipun sama-sama disandarkan
kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, Allah berfirman, "Ali izzu
izari keperkasaan adalah sarungku wal
kibriya ridai dan keagungan kebesaran
adalah selendangku." Faman
yunaziuni adzabtuhu. Siapa yang
mengorek-ngorekku ikut-ikutan ya
menyaingiku. Yunazi ini maksudnya
menyaingiku. Siapa yang menyaingiku
dalam kebesaran dan keagungan dan
kesombongan dan keperkasaan, maka aku
akan mengazabnya. Azabtuhu. Hadis
riwayat Muslim. Dalam riwayat yang lain,
alkibriyau eh alkibriyau izari
walamatu alkibriya ridai walamatu
izari. Kebesaran atau kesombongan,
keangkuhan adalah ee selendangku dan
keagungan adalah sarungku.
Siapa yang coba-coba menyaingiku pada
salah satu di antaranya, maka aku
lemparkan dalam neraka jahanam. Ini
sudah pernah kita singgung kenapa
sombong itu merupakan dosa besar
meskipun kecil. Karena yang berhak
sombong hanyalah siapa? Allah. Yang
berhak merasa besar hanyalah yang yang
berhak besar adalah Allah. Kita tidak
ada apa-apanya. Kita ini tidak punya
apa-apa dan kita tidak ada yang bisa
kita sombongkan karena semuanya adalah
titipan Allah Subhanahu wa taala. Allah
bisa cabut sewaktu-waktu. Allah bisa
sirnakan dari kita sewaktu-waktu. Dan
kita lihat betapa banyak orang tiba-tiba
dihilangkan kenikmatannya oleh Allah
Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Mudah bagi
Allah untuk menghilangkan kekuasaannya,
menghilangkan jabatannya, menghilangkan
popularitynya, menghilangkan harga
dirinya. Mudah bagi Allah Subhanahu wa
taala. Menghilangkan kecerdasannya
tiba-tiba dia sakit. Bisa saja
menghilangkan tubuhnya yang kekar, yang
dia bangga bangga. Tahu-tahu kena
penyakit, tahu-tahu kena kecelakaan, ya.
Maka tidak ada yang bisa kita
sombongkan. Yang berhak sombong hanyalah
sang pemilik segalanya. Adapun kita
tidak memiliki apa-apa ya. Kita semuanya
ini adalah amanah. Kesehatan amanah akan
ditanya oleh Allah. Harta amanah akan
diminta pertanggung jawab oleh Allah
subhanahu wa taala. Istri anak semua
amanah akan dimintai pertanggung jawab
oleh Allah subhanahu wa taala. Rumah
tempat tinggal mobil semuanya amanah.
Akan ditanya dari mana kau dapatkan
untuk membelinya? Apa yang kau gunakan?
Semuanya amanah. Makanya kalau semuanya
hilang kita bilang inn lillahi wa inna
ilaihi rojiun. kita yang milik Allah dan
akan kembali kepada Allah subhanahu wa
taala maka tidak ada yang perlu kita
sombongkan. Maka di sini kata Allah,
faman yunaziuni adzabtu. Siapa yang
coba-coba menyaingiku, ikut-ikutan
sombong, ikut merasa perkasa, ikut
merasa besar, ya maka aku akan azab dia.
Aku akan azab
dia. Hadis berikutnya.
Radhiallahu anhu dari Abu Hurairah lagi
radhiallahu anhu rasulahi wasallam
rasuah wasam bersabdaulun
yamsin tujibuhu
nafsuhu ketika ada seorang lelaki sedang
berjalan menggunakan hullah hullah itu
pakaian yang serasi sepasang atas dan
bawah namanya
hullah ini dulu model pakaian dahulu ya
kalau atasnya mungkin warna putih, bawah
juga putih pakaian serasi namanya hullah
Ya, tujibuhu nafsuhu. Dia pakai pakaian
yang keren sehingga dia kagum dengan
dirinya
sendiri. Murajilun rasahu yaitu dia
sisir rambutnya dengan
rapi gara-gara bajunya indah, penampilan
oke. Yakalu fiatihi. Akhirnya dia
berjalan dengan
sombong. Ya
ubu bihi. Tiba-tiba Allah benamkan dia.
Fahjal ardumqiamah. Maka dia
digoyangkan. Yatajal itu digoyangkan
begini ya. di dalam bumi sampai hari
kiamat kelak muttafaqun alaih ya
ee yni atau kanan kiri atau naik turun
digoyangkan sampai hari kiamat
yajalu
katawawi bil jimain a yagusu waanzil
yaitu naik turun naik turun digoyangkan
oleh Allah subhanahu sampai hari kiamat
kalau ini orang sombong karena bajunya
orang sombong karena bajunya ya kalau
baju penampilan bisa bikin sombong
sekedar baju ya, apalagi yang lainnya,
apalagi jabatan, apalagi ilmu, apalagi
nasab, apalagi kedudukan ya bisa bikin
sombong. Orang bisa sombong dengan
ketampanannya, orang bisa sombong dengan
kecantikannya sehingga dia PD keluar
dengan sombong, dengan gaya. Dan ini
dilakukan oleh Qarun. Kata Allah,
"Fakaraja ala fi
zinatih." Maka dia keluar satu hari
dengan kerennya semua dia keluar. Dia
bawa anak buahnya dengan bajunya indah,
dengan hartanya. Dia lagi pamer keluar
dengan penuh kesombongan. Fakasafna bihi
wabaradil ard. Kami benamkan dia dan
benamkan ee rumahnya, hartanya semua
dalam
tanah. Lihat Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika menaklukkan kota Makkah.
Kalau mau bilang sombong, harusnya saat
itu sombong. Karena Nabi ketika itu
diusir oleh kaum Quraisy 8 tahun yang
lalu. Harus pergi diam-diam pakai
strategi biar selamat sampai di Madinah.
8 tahun kemudian Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam serang penduduk kota Makkah
dengan bawa 10.000 pasukan. Rasul sahu
alaihi wasallam mungkin kalau waktunya
sombong, waktunya sombong.
Petantang-petenteng, "Eh, mana kalian
kel sini, sini semua sini saya kasih
pelajaran." Tapi Rasulullah tidak.
Rasulullah disebutkan beliau naik
untanya dengan penuh ketundukan sampai
dia jenggotnya mengenai hampir mengenai
pelana unta benar-benar menundukkan diri
tidak ada keangkuhan sama sekali karena
dia tahu semua kemenangan dari siapa?
Allah subhanahu wa
taala ya id nasrullahi wal fat ketika
datang kemenang pertolongan dari Allah
dan kemenangan nasrullah pertolongan
dari siapa? Allah tidak ada kesombongan
ya.
Ini baru keren sedikit, baru pakai punya
baju bagus, baru ganteng sedikit sudah.
Wah,
sombong tahu-tahu ketabrak mobil
sudahubillah. Ya, kita enggak tahu kapan
ya tahu-tahu dibenamkan dalam tanah.
Namun hadis ini memberikan kita
kewaspadaan bahwasanya sombong itu
sebabnya banyak. Baju bisa bikin apa?
Sombong. Ketampanan bisa bikin sombong.
Ya, baru ibu-ibu baru keluar dari salon,
wah
sombong
ya. Padahal cantik palsu semuanya pakai
apa. Bukan aslinya seperti itu. Kalau
enggak punya duit wah aslinya ketahuan
ya. Terima saya hati-hati. Maka kita
seorang bisa terjerubus dalam
kesombongan dengan banyak sebab.
Dan kita lihat ya, sombong karena harta
banyak ya, sombong karena bisa beli
mobil mewah juga banyak
ya. Sombong karena jabatan juga banyak,
sombong karena banyak pengikut juga
banyak. Di antara sombong arogan. Arogan
itu sombong. Orang-rogan biasanya
kenapa? Karena sombong, mentang-mentang,
merendahkan. Nah, itu sombong dari
ucapannya, dari teriakannya, dari wah
kenapa dia ada bikingan di belakang
makanya dia angkuh. Hati-hati ikhwan.
Gara-gara baju saja Allah pernah
membenamkan seseorang dalam tanah.
Sampai sombong gara-gara ilmu
merendahkan yang lain. Sombong gara-gara
necis. Ini gara-gara necis masuk
gara-gara necis. Keren. Karena
Rasulullah sebutkan di sini kata Rasul
sallahu alaihi wasallam murajilun rahu.
Dia sisir rambutnya keren jadinya. Baju
keren, rambutnya keren. Wah, keren.
Keren. Masuk dalam
bumi. Kita enggak tahu kapan dihukum
oleh Allah Subhanahu wa
taala. Tib. Hadis yang
terakhir. Ee di sini ada pembahasan para
apakah orang ini kemudian meninggal
sehingga diazab dengan azab kubur
seperti atau dia dalam kondisi hidup
kondisi hidup kemudian disiksa. Ya,
wallahuam bawab. Tapi dua-duanya
menunjukkan dia sedang disiksa. Ada yang
mengatakan dia dijadikan mati oleh Allah
sehingga diazab dengan azab kubur
seperti itu. Ada yang mengatakan orang
ini di tetap dihidupkan dan disiksa se
hari kiamat. Ini semua gara-gara
kesombongan yang dia ee lakukan. Jadi,
kita harus benar-benar sering mendeteksi
diri kita. Kalau omongan kita kelihatan
sombong, kita istigfar. Kalau tulisan
kita kelihatan sombong, kita istigfar.
Ya, kita signal kita harus kuat kalau ya
sudah kita harus rubah ini sombong ini,
ini angku nih. Jangan sampai kita
terbawa. Karena sombong itu pelan-pelan.
Kecil sombongnya kecil kita biarkan dia
mulai membesar. kita biarin lagi
membesar lagi. Sampai ketika sudah
sombong banget kita enggak sadar kalau
kita itu apa
sombong apalagi kemudian ada
penjilat-penjilat meniup. Oh iya memang
memang woh ditiup tiup tiup semakin apa
besar ya sebesar.
[Musik]
Hadis terakhir wa Salamah ibnil Aqwa
radhiallahu anhu q Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam dari Salam
Aqwa e beliau berkata Rasul sahu al
wasallam bersabda lazalulu yadhabu
binafsihi hatta yuktaba fil jabbarin
senantiasa seorang yadhabu binafsih
maksudnya adalah yartafiu watakabbar
merasa dirinya tinggi. Merasa dirinya
tinggi. Ini saya disebutkan tadi sombong
itu bertahap tidak langsung. Sombong itu
bertahap bertahap bertahap bertahap
bertahap kecil-kecilan dari mungkin dia
jagoan kampung kemudian jagoan kota,
kemudian
jagoan negeri, kemudian terakhir jagoan
neon. Kemudian jadi bertahap sombong gak
langsung dia bertahap. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "La yazalu
arjulu yadhabu binafsihi."
Maksudnya kata ee annawawi yartafiu
watakabbar. Seorang
mulai sombong, mulai sombong
sedikit-sedikit ya. Sombong orang
sombong kalau dengan harta kan gitu.
Mulai sombong dengan mungkin dengan
pakaiannya mulai sombong. Mulai sombong
dengan mobilnya, mulai sombong dengan
jamnya, mulai sombong dengan rumahnya,
mulai sombong dengan harta emasnya, ya
mulai sombong dengan perhiasannya, mulai
terus sampai bertumpuk kesombongan.
Semua sebab kesombongan ada dan dia
sombong. Ya, sama orang sombong juga,
jabatan juga di jabatan mungkin sombong
dari misalnya karena dia ee apa namanya?
Jabatan kecil mulai sombong, mulai
besar, mulai besar, semakin besar
semakin angkuh sehingga lupa diri. Hatta
yuktaba fil
jabbarin. Akhirnya dia dicatat oleh
Allah termasuk aljabbarin, orang-orang
yang angkuh, semena-mena, orang-orang
yang lalim. Ya, kesombongan tersebut
akan mengantarkan dia berbuat kelaliman,
semena-mena, sikap arogan. Ya, tapi
bertahap tidak langsung. Tapi cikal
bakal sombong sudah ada. Kemudian dia
dia rawat, dia rawat jadi besarlah
kesombongannya. Fayusibuhu ma
asobahum. Maka fayusibahu ma asobahum.
Maka menimpa dia apa yang menimpa
orang-orang sombong tersebut. Rawahu
Tirmidzi waqala haditun hasan. Ini
adalah hadis riwayat Tirmidzi dan Imam
Tirmidzi mengatakan hadis yang
hasan. Dan ini tadi saya katakan ee
seorang harus mencegah kesombongan sejak
awal, sejak dini. Kalau dia sudah
terdeteksi dia rasa dirinya sombong atau
ada yang menegur, "Antum kayaknya
sombong ngomong gitu. Kamu sombong
sekali." Ah, hati-hati. Karena sombong
itu terkadang tidak kita rasakan tapi
dirasakan oleh teman kita, dirasakan
oleh lawan bicara. Kadang kita tidak
sadar tapi istri kita menyadarkan. Kamu
sombong ya, kamu sombong. Kalau sudah
ada teguran, kita introspeksi diri,
jangan kita ego. Enggak. Itu itu ego.
Kalau sudah ego repot, akhirnya sombong
tersebut akan berkembang dan berkembang.
Sehingga orang-orang sombong tersebut
ketika mati ya kemudian dibangkit pada
hari kiamat dengan penuh kehinaan. Apa
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Yuhsyarul mutakabbiruna
yaumalqiamah kaamsaral fiar rijal
yaksahumul minulli makanan. Sesungguhnya
orang-orang sombong akan dibangkitkan
pada hari kiamat kelak. ukurannya kecil
seperti semut tapi bentuknya manusia.
Yaksumul makan diliputi oleh kehinaan
dari segala sisi. Hampir diinjak ini
diinjak manusia ini dibangkitkan karena
dulu merasa besar maka dibangkitkan
dalam bentuk kecil hampir diinjak-injak
oleh orang-orang yang dibangkitkan
bersamanya terhina dia dari segala sisi.
Karena selama ini dia merasa besar dari
segala sisi, dia dibangkitkan terhina
dari segala sisi. Waliubillah. Semoga
Allah menjauhkan kita dari sikap sombong
dan ujub. Wallahu taala alam bawab.
Wabillahi taufik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.