Transcript
GR9jPBHvFlA • Kitab Riyadush Shalihin #2-80: Bab 72 Merasa Hebat & Sombong Pada Diri Sendiri (Bag-2)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2428_GR9jPBHvFlA.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita masih dalam bab tentang haramnya sombong dan [Musik] ujub. Kita sudah membahas bab hadis yang pertama. Kemudian hadis yang kedua. Wa salamah ibnil aqwa radhiallahu anhu an rajulan akala rasulillah sallallahu alaihi wasallam bisimalihi dari Salamah ibn alqwa semoga Allah meridainya ada seorang memakan di sisi rasul sahu alaihi wasallam makan pakai tangan kiri faqala rasul sahu alaihi wasallam rasul sahu alaihi wasallam menasihatinya berkata qul biyaminik makanlah dengan tangan kananm qala la astati kata dia aku tidak mampu makan dengan tangan kanan q last manah Kau tidak bakalan bisa makan dengan tangan kanan. Tidak ada mencegahmu kecuali karena kesombongan. Qamafaaha fihi. Maka dia tidak mampu mengangkat tangan kanannya ke mulutnya. Hadis riwayat Muslim. Hadis ini ee menjelaskan tentang bagaimana ee sikap Nabi sallallahu alaihi wasallam jika melihat kemungkaran maka Rasul sallallahu alaihi wasallam berusaha mencegahnya. Ya. Dan di antara kemungkaran adalah makan menggunakan tangan kiri. Ya, karena Rasulullah melarang kita mengikuti setan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innasitana yaulu bisyimalihi waasrabu bisyimalihi wauti bisyimalihi waakud bisimalihi." Setan itu makan dengan tangan kiri, minum dengan tangan kiri, memberi dengan tangan kiri, mengambil dengan tangan kiri. Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa setan begitu?" Ya, begitu hobinya. Ya, hobinya memang pakai tangan kiri, ya. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang ya kita mengikuti setan ya. Jangan makan dengan tangan kiri karena setan makan dengan tangan kiri dan Allah mengatakan la tatabiu khutuwati setan. Jangan kalian mengikuti langkah-langkah setan. Oleh karena pendapat yang benar bahwasanya makan dengan tangan kiri hukumnya haram kecuali karena uzur ya uzur syari misalnya dia tidak bisa makan dengan tangan kanan atau tangan kanannya lagi sakit maka tentunya boleh. karena darurat. Namun jika tidak darurat maka haram seorang makan dengan tangan tangan kiri. Ini ada seorang makan di sisi Nabi makan dengan tangan kiri. Maka Rasul sahu alaihi wasallam menegurnya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Qul biyaminik." Makanlah dengan tangan kananmu. Maka orang ini dia akatul izzah yaitu egonya keluar. Dia bilang, "La as saya enggak bisa makan tangan kanan." Padahal dia bisa. Dan Rasulullah tahu ini karena kesombongan ya yang nyuruh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam utusan Allah. Namun dia masih berani mengatakan saya tidak bisa. Maka Rasulullah doakan keburukan kepadanya. Kata Rasul wasam last kau tidak bakalan mampu. Kalau memang demikian ma mana ilal kibr. Kata Rasulullah ini tidak mencegahnya kecuali kesombongan. Sombong yang m dia tidak bisa tidak sampai mengatakan saya tidak bisa. Padahal dia bisa. Akhirnya benar dihukum menyelisihi sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya orang itu tidak bisa mengangkat tangan kanannya lagi. Ya, ada yang mengatakan tangan kanannya menjadi seperti apa namanya? Ee syalal. Apa bahasa apa? Penyakit yang tidak bisa digerak lagi. Apa namanya? Ee lumpuh ya. Iya. Tangan kanannya sudah enggak bisa gerak lagi akibat dia menentang atau menyelisihi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, ini dalil. Terkadang seorang mengatakan tidak mau bukan karena tidak bisa, tapi karena ego. Ya, karena ego ya. Oleh karena seorang kalau di depan sunah Nabi, di depan syariat jangan mengedepankan egonya ya. Kalau sudah di depan syariat hendaknya dia dia tunduk khawatir akan menimpanya keburukan sebagaimana menimpa orang ini. Ya. Kemudian ee hadis berikutnya waan Haritah ibni Wahab radhiallahu anhu qala sam'tu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul kata Haritha bin Wahab Radhiallahu anhu, "Aku mendengar Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Ala ukhbirukum biahlinar." Maka maukah aku kabarkan kepada kalian tentang penghuni neraka? yaitu kullu uthullin jawadin mustakbir. Setiap orang yang uthul uthulul jafi alqasi yaitu orang yang alqasi aljafi yang kasar keras terhadap orang lain ya jawaz. Jawaaznya dikatakan badannya besar dan sombong. Almukhtal yaitu berjalan dengan kesombongan. Mustakbir yaitu orang yang angkuh. Orang yang angkuh. Ya. Muttafaqun alaih hadis riwayat al Imam Bukhari dan Al Imam Muslim. Kata al Imam Nawawi rahimahullah taala, watqaddama eh gak sampai sini muttafaqun alaih. Di sini ee Rasulullah mengabarkan bahwasanya penghuni neraka yaitu orang yang memiliki akhlak yang buruk, sombong secara hati, kemudian terefleksikan ekspresikan dalam gestur tubuhnya di mana dia sombong dari cara berbicaranya, cara berjalannya dan kasar. Dan kalau sombong biasanya arogan kasar kepada orang lain. Kalau kita lihat hadis-hadis atau dalil-dalil tentang ee penghuni surga atau penghuni neraka, mungkin boleh saya katakan bahwasanya sebab utama masuk surga adalah tauhid dan akhlak yang baik. Tauhid dan sebab utama masuk neraka adalah syirik dan akhlak yang yang buruk. Terlalu banyak dalil yang menunjukkan akhlak yang buruk menjerumuskan orang dalam neraka jahanam. Maka seorang waspada dalam bersikap sesama manusia kepada orang lain, hendaknya dia berusaha menjaga akhlaknya. Karena seperti hadis-hadis seperti ini ya, mau akobarkan kepada penghuni neraka. Ternyata itu tentang akhlak. Dia sombong, dia angkuh, sikap kasar, keras kepada orang lain, arogan, mentang-mentang biasanya kan gitu. Kalau sudah punya backingan atau sudah punya ya kekuatan, maka sikap kasar kepada orang lain ya. Karena arogan mentang-mentang. Nah, ini ternyata merupakan sebab utama masuk neraka jahanam. Kembali lagi ini tentang kesombongan bahwasanya sombong sebab masuk neraka jahanam. Kemudian hadis berikutnya, wan Abi Said Alkhudri radhiallahu anhu anin Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda, "Ihtajatil jannatuar." Saling berdebat antara surga dan neraka ya. Faqalinar. Maka neraka berkata ya, yaitu lihat penghuniku kata neraka. alabbarunal mutakabbirun yang ada padaku adalah orang aljabbar. Jabbar itu orang zalim yang semena-mena ya. Wal mutakabbirun orang-orang yang yang sombong. Itulah penghuniku kata neraka. Waqalati aljannah dan surga berkata fiyafaunas wa masakinum. Adapun yang ada padaku orang-orang yang lemah dan orang miskin. Faqadallahu bainahuma. Maka Allah memutuskan di antara keduanya antara surga dan neraka terjadi perdebatan di antara mereka berdua. Ya kata Allah innaki al jannatu rahmati arhamu biki man asya. Sesungguhnya engkau surga engkau adalah rahmatku yang dengan engkau aku merahmati siapa yang aku sukai. Wa inakinaruabi. Adapun engkau wahai api neraka adalah azabku. biki man asya. Aku mengadzab denganmu siapa yang aku kehendaki. Walilaikuma alya miluha. Dan kalian berdua akan aku penuhi ee penghuninya. T hadis ini dibuka dengan Rasulullah mengabarkan ini hadis riwayat Muslim hadis yang sahih. Bahwasanya terjadi diskusi dialog antara surga dan neraka. Dan kita meyakini zahirnya bahwasanya Allah bisa menjadikan benda-benda yang mungkin menurut kita bukan manusia selain manusia, selain malaikat, selain jin, ternyata mereka bisa berbicara. Ya, seperti Allah sebutkan ee ketika Allah panggil eh bumi dan langitan ahan qata thin. Maka bumi dan langit berkata, "Kami datang ya Allah dalam kondisi taat kepadamu." Ya itu bumi dan langit juga berbicara. Demikian juga Rasulullah juga mengabarkan bahwasanya ee sebagian benda benda memiliki perasaan. Seperti Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Uhudun jabalun yuhibbuna wa nuhibbuhu." Bahwasanya gunung Uhud adalah gunung yang kami mencintainya dan dia pun mencintai kami. Ya. Nah, seperti Rasulullah kabarkan juga tentang kisah Nabi Musa ketika Nabi Musa Alaih Salam mandi kemudian diletakkan baju di batu kemudian batunya pergi membawa lari bajunya Nabi Musa. Nabi Musa kejar dengan berkata, "Ya Hajar Tsubi, wahai baju, wahai batu, bajuku bajuku." Jangan pergi, ya. Itu apa namanya? Ee Nabi Musa mengejar batu tersebut. Demikian juga Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Inni laamu hajaran bimakkata kana yusallimu alai qoblan ubat." Saya tahu batu di Makkah dulu sering memberi salam kepadaku sebelum saya diutus. Jadi kalau Nabi lewat dia bilang assalamualaikum. Jadi batu itu kasih salam mengucapkan salam kepada Nabi. Demikian juga para sahabat mendengar ketika Nabi biasanya berkhotbah bertelekan kepada batang pohon kurma. Ketika dibuat mimbar Rasulullah meninggalkan batang pohon kurma tersebut. Ternyata pohonma tersebut menangis dan terisak dan isakannya didengar oleh para sahabat. Sampai Rasulullah datang kemudian mengelus-ngelusnya, mendiamkannya. Demikian juga para sahabat mendengar kata Rasul sahu alaih wasallam makan apa namanya makanan di tangan Nabi bertasbih. Demikian juga pada hari kiamat Allah mengabarkan bahwasanya tangan dan kaki bisa berbicara pada hari tersebut kami tutup mulut-mulut mereka maka tangan mereka yang berbicara kaki mereka menjadi saksi atas apa yang mereka perbuat. Allah juga berfirman, waqujudulihim lima syahidum alina. Ternyata kulit-kulit juga berbicara. Ya. Ya. Kulit-kulit berbicara. Kemudian pemilik kulit berkata, "Kenapa kalian yaitu menjadi saksi atas keburukan kami?" Maka kulit-kulit berkata, "Qu apa namanya? Lima syahidum alina q antaqallahulladzi antaq." Allah membuat kami bisa berbicara. Yang telah Allah membuat siapa berbicara Allah bisa bikin kami juga berbicara. Dan di antaranya surga dan neraka apa? Berbicara. Allah sebut dalam Al-Qur'an neraka berbicara. Allah berkata kepada neraka. Yauma naquli jahannam. Dalam surat Qaf, yauma naqul jahannama halimtalati. Hari tersebut kami berkata kepada neraka apakah engkau sudah penuh? Kata neraka belum. Wa taquulu hal m mazid. Kata neraka masih ada tambahan enggak? Neraka masih luas ya. Jadi enggak ada apa namanya kavling yang kosong. Kavling yang penuh masih apa masih luas ya. Jadi neraka minta tambahan maka berdiskusilah neraka dengan surga. Mereka saling mengabarkan siapa penghuni mereka. Maka neraka berkata, "Fiya al jjabbarun al mutakabbirun." yang menempatiku orang-orang sombong, orang-orang semena-mena dan orang-orang sombong. Ya. Dan Allah telah berfirman tentang neraka fabiswal mutakabbirin. Bahwasanya neraka adalah seburuk-buruk tempat untuk orang-orang sombong. Jadi hadis ini menunjukkan bahwasanya orang sombong tempatnya di mana? Di neraka. Kalau mau masuk surga jangan sombong. Kapan sombong mudah masuk neraka. Kalau mau surga jangan semena-mena ya. Kapan semena-mena masuk neraka? Biasanya orang semena-mena ya orang berbuat lalim itu juga karena apa? Kesombongan. Mentang-mentang arogan. Sombong ya karena ada kesombongan. Makanya dia arogan makanya semena-mena. Sebaliknya surga berkata fasunas. Yang tinggal yang mengisiku adalah orang-orang lemah. Orang-orang lemah wa masakinuhum. Orang-orang miskin orang-orang miskin. Sebagaimana dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Ital ee al jannah fawajatu aksar ahliha alfu fuqar." Aku lihat surga aku dapati kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Ya. Adapun neraka kebanyakan penghuninya orang-orang sombong. Orang sombong biasanya orang yang melihi memiliki kelebihan jabatan atau harta. Tapi tidak semua orang pejabat maupun kaya sombong gak. Tapi banyak di antara mereka yang sombong. Maka Allah pun memutuskan perkara mereka berdua dengan Allah berkata, "Wahai surga, engkau adalah rahmatku. Dengan engkaulah aku akan merahmati yang aku siapa yang aku kehendaki. Dan wahai neraka, engkau adalah azabku. Aku akan mengazab dengan engkau siapa yang aku kehendaki." Kemudian Allah mengatakan, "Walaliikuma dan untuk kalian berdua masing-masing aluha aku akan memenuhi." Jadi neraka. Akhirnya datang dalam hadis ee neraka mengeluh kepada Allah Subhanahu wa taala. Neraka berkata, "Ya Rabbi akala ba'di ba'd." Ya Rabbku saking panasnya sehingga sebagianku memakan sebagian yang lain. Saking panas menyala-nyala dan tidak ada isinya. Neraka minta ada isi agar ada yang dibakar. Ketika ada yang tempat yang kosong maka neraka membakar satu dengan yang yang lainnya. Hatta yad rabbul izzati qadamahu. Sampai Allah pun menginjak neraka. Kemudian neraka pun berhenti tidak meminta untuk diisi lagi. Maka berhentilah tidak minta untuk diisi lagi. Adapun surga ketika masih ada tempat yang kosong ya, maka Allah menciptakan makhluk ya ketika itu untuk mengisi surga. Dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Makhluk-makhluk tersebut tidak pernah menjalani ujian seperti manusia di bumi ini. Diciptakan untuk mengisi surga. Sehingga tadi Allah mengatakan, "Aku akan memenuhi surga dan aku akan memenuhi apa?" Neraka. Sehingga surga penuh, neraka ee penuh. Ya, ini menunjukkan akan luasnya neraka dan akan luasnya surga. Ya, luasnya neraka sampai disebutkan dalam hadis, "In inasyamsa walqamara mukawarani yaumalqiamati." Sungguhnya surga e sungguhnya matahari dan bulan diredupkan cahayanya. Kemudian ulqiya dilemparkan di neraka. Jadi neraka diisi matahari dan diisi juga apa? Rembulan. Matahari luasnya kayak apa? Surga luas sekali. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Jannatin arduhas samawatu wal ard." Surga yang seluas langit dan bumi. Di sini Allah menggunakan lafal ardun. Kalau dalam bahasa Arab ada tul, ada ard. Kalau tulinya panjang. Ard itu artinya lebar. Allah mengatakan surga yang lebarnya seluas langit dan bumi. Kata para ulama artinya lebih luas daripada langit dan bumi. Karena Allah hanya menyebutkan lebarnya saja meliputi langit dan bumi. Bagaimana lagi dengan panjangnya? J artinya surga sangat luas, neraka juga sangat apa? Sangat luas. Ya. Jadi enggak usah khawatir, "Ustaz, nanti kalau terlambat surga penuh." Enggak. Enggak penuh. Yang penting kau bisa masuk. Kalau kau masuk pasti ada tempatnya. Masih ada kavling kosong. Bahkan kalau semua makhluk sudah masuk surga, masih ada kepeling kosong. Dan Allah akan ciptakan makhluk untuk mengisi surga tersebut. Jangan-jangan bilang, "Ah, tenang, neraka sudah full, nanti saya di surga." Gak ada neraka enggak ada pernah full ya. Satu dunia dari Nabi Adam sampai sekarang kalau yang penjahat semua masuk neraka tetap neraka belum apa? Full. Dan dia masih mengatakan hal mim masjid ada tambahan enggak? Ada tambahan enggak? Ada tambahan enggak? Tib. Jadi ini dalil bahwasanya kesombongan mengantarkan seorang untuk menetap di neraka jahanam. Waliadzubillah. Jadi enggak usah sombong-sombong. Kanan kita merasa sombong sudah berhenti. Sombong aduh tempatnya neraka ini. Buang sombong itu. Kapan ada gejala sombong ada signal kita, eh saya kok sombong sih ngomongan saya kok sombong sih kok arogan banget tulisan saya kok arogan banget komentar saya. Kenapa saya arogan? Pasti ada kesombongan. Segera auzubillahimas minasyaitanirrajim istigfar. buang itu kesombongan. Gak usah, gak usah arogan. Gak tunjukkan siapa saya, siapa saya, enggak usah. Kemudian hadis berikutnya, wa Abi Hurat radhiallahu anhu anna rasul sahu alaihi wasallam q dari Abu Hurairah radhiallahu anhu an rasul wasam alaih wasallam berkata, "La yanurullah yaumalqiamati man jarra izarahu bat muttafaqun alaihi hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwasanya Allah tidak memandang pada hari kiamat kelak kepada orang yang ee menggeret sarungnya karena sombong. Ini tentang hukum isbal. Hukum isbal ya. Jadi isbal ya atau sunah kita menggunakan sarung atau celana adalah di atas mata kaki ya. Ila nisfissaq ya. Izarul mukmin kata Nabi sallallahu alaihi wasallam sarung seorang mukmin yaitu letaknya dari setengah betis sampai ke mata kaki. Itulah areal sunah. Areal apa? Sunah. Jangan berlebihan sampai melebihi setengah betis ya. Jangan berlebihan dan jangan juga terjulur sampai di bawah mata mata kaki. Selama di atas mata kaki dan selama di bawah setengah betis itulah sunah. Dan seorang berusaha menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam sehingga dia dapat pahala ketika berpakaian. Dia sengaja berpakaian seperti ini agar mengalir argo pahala dengan menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau memang dia harus memanjangkan celana dan sarungnya, batas maksimal di mata kaki. Jangan sampai turun dari bawah mata mata kaki. Dalam hadis kata Rasulullah sahu alaihi wasallam, ma asfala minal ka'bain fafinar. Apa yang di bawah mata kaki maka di neraka. Para ulama sepakat, jika isbal di bawah mata kaki karena sombong maka ini dosa besar dan Allah tidak akan melihatnya pelakunya dan Allah akan memberikan dia azab yang pedih dan dia akan dimasukkan di neraka jahanam karena dia sombong. Karena dia sombong. Kemudian para ulama berselisih bagaimana jika orang isbah tapi tidak sombong. Tapi tidak sombong secara umum ada dua pendapat. Pendapat mayoritas di antaranya Imam Syafi'i, Imam Nawawi. Mereka berkata bahwasanya jika tidak sombong maka hukumnya makruh. Cal celananya, sarungnya di bawah mata kaki tidak sombong, maka hukumnya apa? Makruh. Yaitu tidak sampai haram, tapi makruh dibenci. Dan sebagian segelintir ulama mengatakan hukumnya haram. Di antaranya adalah Ibnu Hajar rahimahullah, di antaranya Ibnul Arabi e saya kalau tidak salah juga ee ya ada beberapa orang jnya Zahabi. Azzahabi. Ee oleh karenanya kehati-hatian, kewaspadaan mengharuskan kita untuk tidak isbal. Ya. Adapun yang berdalil dengan kisah Abu Bakar Assiddiq ketika dia isbal, dia takut ya. Dia Rasulullah, apakah saya bagaimana dengan sarungku? Ya kadang-kadang melorot kecuali saya perhatikan maka ee naik lagi. Kalau saya tidak perhatikan kadang-kadang melorot. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Lasta miman faalah khuyala." Kau bukan termasuk orang yang melakukannya karena kesombongan. Di sini Abu Bakar bukan berarti dia isbal gak. Dia mengatakan, "Kalau saya tidak perhatikan maka sarung saya melorot. Kalau saya perhatikan tidak melorot lagi." Ya, beda dengan orang sejak awal datang ke tukang jahit lorotkan ya. Sejak awal sudah memang di bawah mata kingga. Jadi, jangan mengkiaskan diri dengan apa? Abu Bakar. Abu Bakar juga sudah direkomendasi oleh Nabi. Kau tidak sombong. Kalau kita siapa yang rekomendasi? Maka memang benar bahwasanya ada khilaf dalam masalah ini. Tapi saya katakan rugi kita waktu berlalu kita tidak dapat pahala. Tinggal tidak susah tinggal di atas mata kaki. Masih keren ya masih keren. Bahkan sekarang jadi mode ya enggak mode ya. Dulu waktu zaman orang masih mencela orang yang celananya cingkrang dibilang petanilah ya. Sampai ada bilang salafi sawah salafi wahabi maksudnya ya. Kemudian ee apa kebanjiran ya. Saya waktu sempat main ke Australia ke Sydney kok saya lihat anak-anak bule-bule kok di atas mata kaki ini petani semua atau bagaimana? Ternyata lagi model lagi model. Kita di Indonesia lagi dihina-hina di sana model. Terus saya pulang berapa lama kemudian jadi model di sini sudah enggak ada lagi yang mencela apa? Jadi kalau orang Islam yang pakai dibilang kebanjiran. Kalau orang boleh yang pakai dibilang apa? Top. Begitulah menunjukkan kehinaan diri kita. Kalau orang boleh bikin apa saja top. Padahal sama yang dilakukan dilakukan kita sama-sama di atas mata mata kaki. Jadi kadang-kadang sekarang ketemu orang di bawah atas mata kaki. Ini orang ngaji apa orang bule atau orang keren saya enggak tahu. Ini celana atas mata kaki. Ini orang ngaji apalagi mode. Wallahualam. Pernah saya lihat gitu ada orang keluar dari apa dari mobil. Uh keren. Ini orang ngaji ternyata ceweknya enggak pakai jilbab. Oh berarti model bukan bukan orang ngaji ya. Tapi maksud saya ee sekarang alhamdulillah ya. Jadi ketika tidak ketika cingkrang dicontohkan oleh orang bule sudah orang karena mereka enggak berani hina orang boleh karena strata mereka, kasta mereka di bawah orang apa? Orang boleh. Tapi kalau kita yang bikin dihina-hina ya. Alhamdulillah orang boleh menjalankan sunah. Sudah sekarang sudah jarang orang bilang apa cingkrang-cingkrang lagi ya. Karena orang sekarang sudah jadi model. Tapi intinya ee ini masalah khilaf kalau di bawah mata kaki. Tapi kewaspadaan sebaiknya kita gak usah di bawah mata kaki. Kalau paling paling parah harus takut dikata-katain ya sudah pas di mata kaki. Jangan sampai di bawah tulang mata kaki. Selama masih di mata kaki masih aman. Kalau di bawah itu sudah enggak enggak aman. Entah makruh entah haram. Entah makruh entah apa haram. Tayib. Hadis berikutnya an Abi Hurairah radhiallahu taala anhu dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabdaatun la yukallimuhumullah yaumalqiamah. Tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. Wala yuzakihim. Dan Allah tidak akan memaafkan, mensucikan mereka. Wanzuru ilaihim. Dan Allah tidak akan memandang mereka. Walahumabun alim. Ya. Dan bagi mereka azab yang pedih. Tiga orang tersebut sikhun zanin, orang tua yang berzina. Walikun kadzab, raja yang berdusta, pendusta. Wailul mustakbir, yaitu orang miskin yang sombong. Hadis riwayat Muslim. Alail al-fakir. Alil maksudnya al-fakir. Sini ada tiga golongan yang mendapatkan azab yang pedih. Azabnya di antaranya Allah tidak akan bicara dengan mereka pada hari kiamat. Maksudnya dengan bicara kasih sayang, tapi dengan Allah berbicara dengan mereka dengan pembicaraan penghinaan. Ya, karena kita tahu Allah berbicara menyidang pelapu maksiat, menyidang orang kafir. Allah berbicara tapi dengan bicara yang menakutkan mereka, menghinakan mereka. Maksudnya di sini Allah tidak bicara dengan mereka, maksudnya dengan pembicaraan yang penuh dengan kasih sayang, tapi Allah berbicara dengan mereka dengan penghinaan. Dengan penghinaan. Kemudian wala yuzakim. N Allah tidak akan mensucikan mereka. Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa mereka. Allah tidak memandang mereka. Maksudnya dengan pandangan rahmat karena semua orang akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi ada pandangan dengan penuh kasih sayang, ada pandangan dengan kebencian. Seperti kita manusia kita kalau memandang juga atau senyum ada senyum kagum, ada senyum bahagia, ada senyum ngejek ya senyum macam-macam ya. Memandang pun demikian ya. Walillahil matsalul a'la. Maka yang dimaksud di sini wala yanzur ilai. Maksudnya Allah tidak memandang mereka, tidak melihat mereka dengan pandangan kasih sayang, tapi dengan pandangan marah kepada mereka. Walahum adzabun alim. Dan bagi mereka azab yang pedih. Yang pertama, Syikhun zanin, orang tua yang berzina. Kenapa? Zina adalah dosa besar, tetapi zina bertingkat-tingkat. Zina bertingkat-tingkat. Di antara zina yang parah yaitu jika ee faktor untuk berzina semakin sedikit. Orang sudah tua harusnya syahwatnya semakin menurun. tapi dia malah berzina. Kemudian seharusnya tua itu harusnya sudah sering ke masjid, ini malah ke diskotek. Jadi parah ini orang ini sangat parah. Anak muda zina dosa besar tapi lebih parah lagi kalau sudah tua berzina. Walyadubillah. Ya. Maka seorang kalau sudah tua ee seharusnya dia tidak berzina. Harusnya dia semakin dekat kepada Allah ini malah dia terjerumus dalam perzinahan. Maka Allah sudah kasih uzur kepada dia sampai mencapai 60 tahun tetap dia ternyata semakin jauh dari Allah subhanahu wa taala bahkan terjerumus dalam zina maka dosanya tidak sama dengan zina biasa. Sama-sama dosa besar tapi ini lebih parah. Yang kedua, malikun kadzab, raja yang berdosa. Kenapa ee dosanya sangat besar? Karena raja tidak perlu dusta. Raja yang sesungguhnya apa yang dia ucapkan bawahannya akan nurut. Wong kerajaan milik dia, negara milik dia, dia punya pasukan, dia omong apa didengar. Ngapain dia bohong-bohong? Enggak perlu bohong. Dia tinggal perintah orang nurut. Ketika raja ini suka berbohong, ini berarti faktor untuk membuat dia berbohong kecil, tapi dia tetap berbohong. Maka ini sangat tercela. Maka di antara sebab dosa menjadi besar, ketika faktornya kecil dia masih terjerumus itu menjadikan dosa tersebut sangat sangat besar. Seperti orang tua tadi, faktor untuk berzina kecil tapi dia ternyata berzina. maka dosanya menjadi besar. Raja tidak perlu berdusta. Sudah ditaati ngapain dia berdusta? Kemudian yang ketiga, wail mustakbir yaitu sombong. E miskin sombong. Miskin tapi sombong. Ya. Miskin harusnya tidak sombong, harusnya tawadu. Sebab dia untuk sombong tidak ada, tapi kemudian dia tetap sombong. Berarti dia parah. Ya. Kalau orang kaya sombong, ya biasa ya biasa. Kalau orang miskin sombong luar biasa. Kok bisa sombong ya? Sombong ya. Kenapa harus sombong? Enggak punya apa-apa sombong. Akhirnya kadang-kadang terbawa dengan komunitas ya. Pengin diakui, pengin padahal enggak punya apa-apa ya. Yang penting keren meskipun hutang ya. Ini jadi apa namanya? Hati-hati. Orang miskin harusnya kemiskinan yang dialami harusnya membuat dia tawadu dan dia malah sombong dan angkuh. Maka orang seperti ini dosanya dosa besar. Tidak seperti sombong biasa. Orang kaya sombong ya faktornya untuk sombong besar. Kalau miskin enggak ada faktor untuk sombong. Kenapa dia sombong? Ya, kalau dia sombong berarti dia dosanya parah. Maka ee dosanya lebih ee lebih besar. Ini menunjukkan bahwasanya maksiat itu bertingkat-tingkat. Tidak ada satu model zina bertingkat-tingkat, sombong bertingkat-tingkat, dusta juga bertingkat-tingkat. Tidak satu model seperti zina bertingkat-tingkat ya. Zina ee secara umum dosa besar, tapi zina dengan istri tetangga lebih besar lagi. Harusnya tetangga adalah kita jaga malah kita malah seorang berzina dengan istrinya. Zina dengan istri teman sama harusnya namanya teman kita ada hubungan khusus kedekatan malah pacaran sama istrinya. Ini juga dosa besar zina tidak biasa ya. Ya. Dalam hadis Rasul mengatakan seorang berzina dengan 10 wanita masih lebih baik daripada dia berzina dengan istri apa? tetangga karena situ ada pengkhianatan. Kemudian tua zina ini juga berbeda. Sudah tua masih berzina. Lebih parah lagi zina dengan ee mahram. Tentu lebih parah lagi. Jadi maksudnya zina bertingkat-tingkat, tidak satu tingkat. Dusta pun demikian, sombong pun demi demikian bertingkat-tingkat. Tib hadis berikutnya. Wa anhu dari Abu Hurairah radhiallahu anhu qala beliau berkata, qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam alaihi wasallam bersabda, qal Allahu azza wa jalla Rasul sahu alaihi wasallam berkata Allah berfirman ini hadis qudsi namanya hadis qudsi hadis qudsi adalah hadis yang diriwayatkan oleh Nabi kemudian dinisbahkan kepada Allah dan dia tidak sama dengan Al-Qur'an. Kalau Al-Qur'an Allah langsung berfirman lewat malaikat Jibril disampaikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Dan Al-Qur'an ee mutaabbadun bitilawatihi. Seorang dapat pahala dengan melantunkan Al-Qur'an. Makanya Rasulullah mengatakan, "La akullu alif lam mim harfun walakin alifun harf wamun harf wa mimun harf." Saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf, dan wal hasanatu biasri amsaliha. Siapa yang baca tiga huruf dapat 30 pahala. Itu hanya berlaku pada Al-Qur'an. Adapun hadis-hadis kita tidak di tidak beribadah dengan membacanya sebagai tilawah, tapi kita berpahala karena memahami, belajar. Karena belajarnya Al-Qur'an tilawahnya saja seandainya pun kita tidak paham tetap dapat pahala ya sehingga kita baca. Adapun hadis-hadis tidak termasuk hadis qudsi maka hukumnya tidak sama dengan Al-Qur'an. Demikian juga ee Al-Qur'an diriwayatkan secara mutawatir dan tidak boleh diriwayatkan secara makna. Adapun hadis qudsi seperti hadis yang lain boleh diriwayatkan dengan makna jika memang ahli bahasa Arab mengerti tentang fikih sehingga dia boleh meriwayatkan dengan makna meskipun sama-sama disandarkan kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah berfirman, "Ali izzu izari keperkasaan adalah sarungku wal kibriya ridai dan keagungan kebesaran adalah selendangku." Faman yunaziuni adzabtuhu. Siapa yang mengorek-ngorekku ikut-ikutan ya menyaingiku. Yunazi ini maksudnya menyaingiku. Siapa yang menyaingiku dalam kebesaran dan keagungan dan kesombongan dan keperkasaan, maka aku akan mengazabnya. Azabtuhu. Hadis riwayat Muslim. Dalam riwayat yang lain, alkibriyau eh alkibriyau izari walamatu alkibriya ridai walamatu izari. Kebesaran atau kesombongan, keangkuhan adalah ee selendangku dan keagungan adalah sarungku. Siapa yang coba-coba menyaingiku pada salah satu di antaranya, maka aku lemparkan dalam neraka jahanam. Ini sudah pernah kita singgung kenapa sombong itu merupakan dosa besar meskipun kecil. Karena yang berhak sombong hanyalah siapa? Allah. Yang berhak merasa besar hanyalah yang yang berhak besar adalah Allah. Kita tidak ada apa-apanya. Kita ini tidak punya apa-apa dan kita tidak ada yang bisa kita sombongkan karena semuanya adalah titipan Allah Subhanahu wa taala. Allah bisa cabut sewaktu-waktu. Allah bisa sirnakan dari kita sewaktu-waktu. Dan kita lihat betapa banyak orang tiba-tiba dihilangkan kenikmatannya oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Mudah bagi Allah untuk menghilangkan kekuasaannya, menghilangkan jabatannya, menghilangkan popularitynya, menghilangkan harga dirinya. Mudah bagi Allah Subhanahu wa taala. Menghilangkan kecerdasannya tiba-tiba dia sakit. Bisa saja menghilangkan tubuhnya yang kekar, yang dia bangga bangga. Tahu-tahu kena penyakit, tahu-tahu kena kecelakaan, ya. Maka tidak ada yang bisa kita sombongkan. Yang berhak sombong hanyalah sang pemilik segalanya. Adapun kita tidak memiliki apa-apa ya. Kita semuanya ini adalah amanah. Kesehatan amanah akan ditanya oleh Allah. Harta amanah akan diminta pertanggung jawab oleh Allah subhanahu wa taala. Istri anak semua amanah akan dimintai pertanggung jawab oleh Allah subhanahu wa taala. Rumah tempat tinggal mobil semuanya amanah. Akan ditanya dari mana kau dapatkan untuk membelinya? Apa yang kau gunakan? Semuanya amanah. Makanya kalau semuanya hilang kita bilang inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. kita yang milik Allah dan akan kembali kepada Allah subhanahu wa taala maka tidak ada yang perlu kita sombongkan. Maka di sini kata Allah, faman yunaziuni adzabtu. Siapa yang coba-coba menyaingiku, ikut-ikutan sombong, ikut merasa perkasa, ikut merasa besar, ya maka aku akan azab dia. Aku akan azab dia. Hadis berikutnya. Radhiallahu anhu dari Abu Hurairah lagi radhiallahu anhu rasulahi wasallam rasuah wasam bersabdaulun yamsin tujibuhu nafsuhu ketika ada seorang lelaki sedang berjalan menggunakan hullah hullah itu pakaian yang serasi sepasang atas dan bawah namanya hullah ini dulu model pakaian dahulu ya kalau atasnya mungkin warna putih, bawah juga putih pakaian serasi namanya hullah Ya, tujibuhu nafsuhu. Dia pakai pakaian yang keren sehingga dia kagum dengan dirinya sendiri. Murajilun rasahu yaitu dia sisir rambutnya dengan rapi gara-gara bajunya indah, penampilan oke. Yakalu fiatihi. Akhirnya dia berjalan dengan sombong. Ya ubu bihi. Tiba-tiba Allah benamkan dia. Fahjal ardumqiamah. Maka dia digoyangkan. Yatajal itu digoyangkan begini ya. di dalam bumi sampai hari kiamat kelak muttafaqun alaih ya ee yni atau kanan kiri atau naik turun digoyangkan sampai hari kiamat yajalu katawawi bil jimain a yagusu waanzil yaitu naik turun naik turun digoyangkan oleh Allah subhanahu sampai hari kiamat kalau ini orang sombong karena bajunya orang sombong karena bajunya ya kalau baju penampilan bisa bikin sombong sekedar baju ya, apalagi yang lainnya, apalagi jabatan, apalagi ilmu, apalagi nasab, apalagi kedudukan ya bisa bikin sombong. Orang bisa sombong dengan ketampanannya, orang bisa sombong dengan kecantikannya sehingga dia PD keluar dengan sombong, dengan gaya. Dan ini dilakukan oleh Qarun. Kata Allah, "Fakaraja ala fi zinatih." Maka dia keluar satu hari dengan kerennya semua dia keluar. Dia bawa anak buahnya dengan bajunya indah, dengan hartanya. Dia lagi pamer keluar dengan penuh kesombongan. Fakasafna bihi wabaradil ard. Kami benamkan dia dan benamkan ee rumahnya, hartanya semua dalam tanah. Lihat Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika menaklukkan kota Makkah. Kalau mau bilang sombong, harusnya saat itu sombong. Karena Nabi ketika itu diusir oleh kaum Quraisy 8 tahun yang lalu. Harus pergi diam-diam pakai strategi biar selamat sampai di Madinah. 8 tahun kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam serang penduduk kota Makkah dengan bawa 10.000 pasukan. Rasul sahu alaihi wasallam mungkin kalau waktunya sombong, waktunya sombong. Petantang-petenteng, "Eh, mana kalian kel sini, sini semua sini saya kasih pelajaran." Tapi Rasulullah tidak. Rasulullah disebutkan beliau naik untanya dengan penuh ketundukan sampai dia jenggotnya mengenai hampir mengenai pelana unta benar-benar menundukkan diri tidak ada keangkuhan sama sekali karena dia tahu semua kemenangan dari siapa? Allah subhanahu wa taala ya id nasrullahi wal fat ketika datang kemenang pertolongan dari Allah dan kemenangan nasrullah pertolongan dari siapa? Allah tidak ada kesombongan ya. Ini baru keren sedikit, baru pakai punya baju bagus, baru ganteng sedikit sudah. Wah, sombong tahu-tahu ketabrak mobil sudahubillah. Ya, kita enggak tahu kapan ya tahu-tahu dibenamkan dalam tanah. Namun hadis ini memberikan kita kewaspadaan bahwasanya sombong itu sebabnya banyak. Baju bisa bikin apa? Sombong. Ketampanan bisa bikin sombong. Ya, baru ibu-ibu baru keluar dari salon, wah sombong ya. Padahal cantik palsu semuanya pakai apa. Bukan aslinya seperti itu. Kalau enggak punya duit wah aslinya ketahuan ya. Terima saya hati-hati. Maka kita seorang bisa terjerubus dalam kesombongan dengan banyak sebab. Dan kita lihat ya, sombong karena harta banyak ya, sombong karena bisa beli mobil mewah juga banyak ya. Sombong karena jabatan juga banyak, sombong karena banyak pengikut juga banyak. Di antara sombong arogan. Arogan itu sombong. Orang-rogan biasanya kenapa? Karena sombong, mentang-mentang, merendahkan. Nah, itu sombong dari ucapannya, dari teriakannya, dari wah kenapa dia ada bikingan di belakang makanya dia angkuh. Hati-hati ikhwan. Gara-gara baju saja Allah pernah membenamkan seseorang dalam tanah. Sampai sombong gara-gara ilmu merendahkan yang lain. Sombong gara-gara necis. Ini gara-gara necis masuk gara-gara necis. Keren. Karena Rasulullah sebutkan di sini kata Rasul sallahu alaihi wasallam murajilun rahu. Dia sisir rambutnya keren jadinya. Baju keren, rambutnya keren. Wah, keren. Keren. Masuk dalam bumi. Kita enggak tahu kapan dihukum oleh Allah Subhanahu wa taala. Tib. Hadis yang terakhir. Ee di sini ada pembahasan para apakah orang ini kemudian meninggal sehingga diazab dengan azab kubur seperti atau dia dalam kondisi hidup kondisi hidup kemudian disiksa. Ya, wallahuam bawab. Tapi dua-duanya menunjukkan dia sedang disiksa. Ada yang mengatakan dia dijadikan mati oleh Allah sehingga diazab dengan azab kubur seperti itu. Ada yang mengatakan orang ini di tetap dihidupkan dan disiksa se hari kiamat. Ini semua gara-gara kesombongan yang dia ee lakukan. Jadi, kita harus benar-benar sering mendeteksi diri kita. Kalau omongan kita kelihatan sombong, kita istigfar. Kalau tulisan kita kelihatan sombong, kita istigfar. Ya, kita signal kita harus kuat kalau ya sudah kita harus rubah ini sombong ini, ini angku nih. Jangan sampai kita terbawa. Karena sombong itu pelan-pelan. Kecil sombongnya kecil kita biarkan dia mulai membesar. kita biarin lagi membesar lagi. Sampai ketika sudah sombong banget kita enggak sadar kalau kita itu apa sombong apalagi kemudian ada penjilat-penjilat meniup. Oh iya memang memang woh ditiup tiup tiup semakin apa besar ya sebesar. [Musik] Hadis terakhir wa Salamah ibnil Aqwa radhiallahu anhu q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dari Salam Aqwa e beliau berkata Rasul sahu al wasallam bersabda lazalulu yadhabu binafsihi hatta yuktaba fil jabbarin senantiasa seorang yadhabu binafsih maksudnya adalah yartafiu watakabbar merasa dirinya tinggi. Merasa dirinya tinggi. Ini saya disebutkan tadi sombong itu bertahap tidak langsung. Sombong itu bertahap bertahap bertahap bertahap bertahap kecil-kecilan dari mungkin dia jagoan kampung kemudian jagoan kota, kemudian jagoan negeri, kemudian terakhir jagoan neon. Kemudian jadi bertahap sombong gak langsung dia bertahap. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La yazalu arjulu yadhabu binafsihi." Maksudnya kata ee annawawi yartafiu watakabbar. Seorang mulai sombong, mulai sombong sedikit-sedikit ya. Sombong orang sombong kalau dengan harta kan gitu. Mulai sombong dengan mungkin dengan pakaiannya mulai sombong. Mulai sombong dengan mobilnya, mulai sombong dengan jamnya, mulai sombong dengan rumahnya, mulai sombong dengan harta emasnya, ya mulai sombong dengan perhiasannya, mulai terus sampai bertumpuk kesombongan. Semua sebab kesombongan ada dan dia sombong. Ya, sama orang sombong juga, jabatan juga di jabatan mungkin sombong dari misalnya karena dia ee apa namanya? Jabatan kecil mulai sombong, mulai besar, mulai besar, semakin besar semakin angkuh sehingga lupa diri. Hatta yuktaba fil jabbarin. Akhirnya dia dicatat oleh Allah termasuk aljabbarin, orang-orang yang angkuh, semena-mena, orang-orang yang lalim. Ya, kesombongan tersebut akan mengantarkan dia berbuat kelaliman, semena-mena, sikap arogan. Ya, tapi bertahap tidak langsung. Tapi cikal bakal sombong sudah ada. Kemudian dia dia rawat, dia rawat jadi besarlah kesombongannya. Fayusibuhu ma asobahum. Maka fayusibahu ma asobahum. Maka menimpa dia apa yang menimpa orang-orang sombong tersebut. Rawahu Tirmidzi waqala haditun hasan. Ini adalah hadis riwayat Tirmidzi dan Imam Tirmidzi mengatakan hadis yang hasan. Dan ini tadi saya katakan ee seorang harus mencegah kesombongan sejak awal, sejak dini. Kalau dia sudah terdeteksi dia rasa dirinya sombong atau ada yang menegur, "Antum kayaknya sombong ngomong gitu. Kamu sombong sekali." Ah, hati-hati. Karena sombong itu terkadang tidak kita rasakan tapi dirasakan oleh teman kita, dirasakan oleh lawan bicara. Kadang kita tidak sadar tapi istri kita menyadarkan. Kamu sombong ya, kamu sombong. Kalau sudah ada teguran, kita introspeksi diri, jangan kita ego. Enggak. Itu itu ego. Kalau sudah ego repot, akhirnya sombong tersebut akan berkembang dan berkembang. Sehingga orang-orang sombong tersebut ketika mati ya kemudian dibangkit pada hari kiamat dengan penuh kehinaan. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Yuhsyarul mutakabbiruna yaumalqiamah kaamsaral fiar rijal yaksahumul minulli makanan. Sesungguhnya orang-orang sombong akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak. ukurannya kecil seperti semut tapi bentuknya manusia. Yaksumul makan diliputi oleh kehinaan dari segala sisi. Hampir diinjak ini diinjak manusia ini dibangkitkan karena dulu merasa besar maka dibangkitkan dalam bentuk kecil hampir diinjak-injak oleh orang-orang yang dibangkitkan bersamanya terhina dia dari segala sisi. Karena selama ini dia merasa besar dari segala sisi, dia dibangkitkan terhina dari segala sisi. Waliubillah. Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap sombong dan ujub. Wallahu taala alam bawab. Wabillahi taufik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.