Kitabul Fitan #6: Bagaimana Sahabat Meneladani Rasulullah
BrqG9zKghIE • 2025-05-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
takziman wa ashadu anna muhammadan
abduhu
Allahumma shi alaihi waa alihi wa
ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Pada kesempatan kali ini kita akan bahas
bagaimana para sahabat meneladani Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya
para sahabat adalah generasi pilihan
Allah untuk Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang akan mengemban
tugas tugas dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya. Sehingga mereka adalah
generasi terbaik yang pernah ada
ya. Oleh karena Allah Subhanahu wa taala
berfirman tentang mereka, "Kuntum khair
ummatin ukhrijat linas."
Sesungguhnya kalian adalah ya umat
terbaik yang Allah keluarkan bagi
manusia. Dan Allah telah menguji mereka
dalam banyak ayat. Di antaranya Allah
berfirman, "Muhammadur rasulullah
walladina maahu asid alal
kuarahum rukaan
sujaduna fad
minallahiwanaahum fi wujuhim minar
sujudika matalum f taurat." Jadi Allah
muji para sahabat dan Allah sebutkan
bahwasanya sahabat bukan cuma dipuji di
Al-Qur'an bahkan para sahabat juga telah
dipuji di Taurat dan juga bahkan telah
dipuji di Injil. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Muhammad
Rasulullah dan orang-orang yang
bersamanya asiddau alal kuffar rahamau
bainahum." Mereka tegas terhadap
orang-orang kafir dan mereka saling
menyayangi di antara mereka. Tarahum
rukaan sujada. Engkau melihat mereka itu
para sahabat dalam kondisi rukuk dan
sujud. Yaitu mereka suka beribadah.
Yabad minallahiwana. Dan mereka ketika
beribadah mencari karunia Allah dan
keridaan Allah. Jadi Allah memuji zahir
mereka dan Allah juga memuji batin
mereka. Allah sebutkan bahwasanya para
sahabat ketika beribadah yabuna fad
minallahi waidwana. Mereka itu mencari
karunia Allah dan mencari keridaan
Allah. Simahum fi wujuhihim minar sujud.
Dan tanda mereka ada bekas sujud di
wajah mereka. Yaitu ada tanda
kekhusyukan, tanda ketakwaan. Kemudian
kata Allah, "Dalika matsaluhum fit
taurat." Itulah perumpamaan para sahabat
dalam Taurat. Jadi, para sahabat sudah
dipuji di Taurat. Sahabat Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam sudahutkan.
Bukan cuma Nabi yang kita tahu yang
disebutkan dalam Taurat dan Injil. Nabi
sallallahu alaihi wasallam itu jelas ya.
Ya alladzina alladzi yajidunahu
maktubanahum f taurati wal injil. Kata
Allah yang mereka dapati Muhammad telah
tertulis di Taurat dan Injil. Ternyata
bukan Muhammad sallallahu alaihi
wasallam saja. Bahkan para sahabat Nabi
juga sudah terpuji di Taurat.
Kemudian kata Allah
injilah. Adapun perumpamaan para sahabat
di Injil seperti tumbuhan yang tumbuh
kemudian membesar kokoh di atas
tunasnya. Ya. Kemudian eh
liibur yang membuat para penanam menjadi
senang dengan tumbuhan
tersebutar untuk membuat orang-orang
kafir menjadi marah. Jadi Allah
gambarkan para sahabat itu seperti
seorang penanam yang bercocok tanam. Dia
tanam tunasnya kemudian tumbuh semakin
indah, semakin indah, semakin kokoh
sehingga yang menanam menjadi bahagia
melihat hasil tanamannya. Seb mengatakan
seperti nabi yang mendidik mereka, Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
mendidik mereka yang darinya tadinya
mereka di atas kesyirikan, di atas
kekufuran. Kemudian Nabi bimbing mereka
dengan izin Allah Nabi mengeluarkan
mereka dari kegelapan menuju
terang-menerang. Jadilah mereka generasi
yang sangat luar biasa yang menyenangkan
Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Seperti seorang penanam yang
senang dengan hasil tanamannya. Oleh
karena di antara kebahagiaan terakhir
Nabi sebelum meninggal dunia, Nabi
menyaksikan bagaimana para sahabat salat
subuh
berjamaah. Itu hari Senin di mana di
waktu dhha Nabi sallallahu alaihi
wasallam meninggal. Di waktu subuhnya
Rasulull sallallahu alaihi wasallam
melihat para sahabat salat subuh
berjamaah. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam membuka tirai ya ee rumahnya.
Rasulullah tersenyum ya bahagia melihat
inilah hasil didikannya. didikan Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang mereka
orang-orang terhebat yang mereka di
antaranya salat subuh
berjamaah. Maka ini menunjukkan
bahwasanya benar para sahabat adalah
generasi
terbaik. Demikian juga dalam Al-Qur'an
Allah
mengatakan ketika Allah
memuji para sahabat ya. Kata Allah
subhanahu wa taala, "Wasabiquunal awalun
minal muhajirina wal ansar walladina
tabauhum biihsan radhiallahu anhum
waraduan." Dan orang-orang yang masuk
Islam di awal kali dari kalangan
Muhajirin kaum dan kaum Anshar. Allah
rida kepada mereka dan mereka rida
kepada Allah. Waum jannatin tajri
tahtahal anhar. Dan Allah siapkan surga
bagi mereka. Jadi mereka sudah dijamin
surga oleh Allah Subhanahu wa taala.
Allah juga memuji orang-orang yang baiat
Nabi di bawah sebuah pohon. Kata Allah,
laqad radhiallahuil mminina yubunaka
tahta syajarah faalima ma fiubihim.
Sungguh Allah telah rida kepada
orang-orang mukminin yang membaiat Nabi
di bawah sebuah pohon. Itu jumlah mereka
ketika itu sekitar 1400 orang atau 1500
orang. Allah mengatakan faalima ma fi
qulubihim. Allah tahu tentang ketulusan
hati mereka. Ya. Jadi Allah
merekomendasi para sahabat bahkan batin
mereka
puji. Dalam ayat yang lain kata Allah
Subhanahu wa taala
ya lil fuqaril muhajirinalladina ukhriju
min diari wa amwaliim yabtaguna fadlam
minallahi waidwana. Dan orang-orang
fakir dari kalangan muhajirin yang
mereka terusir dari negeri mereka dan
harus meninggalkan harta mereka. Yabuna
fadl minallahiwana.
Ya, mereka mencari karunia Allah dan
mencari keridaan Allah Subhanahu wa
taala. Ya, waunallaha wa rasulah. Dan
mereka menolong Allah dan rasul-Nya.
Ulaika humus shodiquun. Mereka itulah
orang-orang yang jujur. Allah puji
mereka. Puji bagaimana zahir mereka yang
rela meninggalkan kampung halaman,
meninggalkan harta kekayaan, mencari
keridaan Allah. Dan Allah bilang mereka
itulah orang-orang yang jujur imannya.
Setelah itu Allah memuji kaum ansar.
Walladinawal imana minqim yuhibbuna man
hajarai w yajuna fiurim haj
mimunafus
wqhun. Dan orang-orang yang sudah
beriman dan tinggal di kota Madinah
sebelum kaum Muhajirin berhijrah dari
Mekah menuju Madinah. Mereka sudah
beriman sebelumnya. Itu kaum ansar
yuhibbuna man hajar ilaihi. Mereka
mencintai orang-orang saudara-saudara
mereka yang berhijrah dari Makkah menuju
Madinah.
Ya. Wala yajiduna fi sudurihim hajatam
mimma utu. Dan mereka tidak merasa
dongkol, tidak merasa hasad dengan
karunia yang Allah berikan kepada kaum
Muhajirin. Yaitu Allah memuliakan kaum
Muhajirin lebih daripada kaum anshar.
Tapi kata Allah kaum ansar tidak hasad.
Bahkan wiruna ala anfusihim. Bahkan kaum
Anshar lebih mendahulukan kaum Muhajirin
daripada diri mereka
sendiri. Walau kan bihim khasah. Padahal
mereka sendiri dalam kondisi perlu, tapi
mereka mendahulukan saudara-saudara
mereka dari kaum Muhajirin. Setelah itu
Allah berfirman, "W yuqasuha nafsihi
faulaika humul muflihun." Siapa yang
Allah bersihkan dari sikap pelit, maka
sungguh dia adalah termasuk orang yang
beruntung. Ini semua sengaja saya
bawakan. Artinya pujian Allah kepada
para sahabat dalam Al-Qur'an banyak ya.
Apalagi pujian Nabi sallallahu alaihi
wasallam kepada para sahabat dalam hadis
juga sangat banyak ya. Di antaranya Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Khairun nasi qarni tummalladzina
yalunahum tummalladzina yalunahum."
Sebaik-baik manusia adalah generasiku.
Kemudian yang setelahnya, kemudian yang
ee setelahnya. Jadi mereka inilah
generasi pilihan yang Allah pilihkan
untuk menemani Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan mengemban risalah Allah
dakwah untuk disebarkan ke seluruh
penjuru alam semesta. Saya bacakan
perkataan Ibnu Mas'ud. Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu, salah seorang sahabat
senior yang masuk Islam di
awal-awal Islam ya di awal di kota
Makkah yang pertama kali membaca
Al-Qur'an dengan dari kalangan para
sahabat membaca Quran dengan
keras-keras. Baca surah Ar-Rahman
sehingga digebukin oleh orang-orang
kafir
Quraisy. Inilah Ibnu Mas'ud radhiallahu
anhu yang kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Man ahabba an yaqra alquran
qadan than kama unzil falyaqra biqiroati
ummi ibnu abdin." Ibni abdin. Ibnu Ummi
Abdin. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Siapa yang ingin baca Quran
seperti turun aslinya masih segar,
bacalah seperti yang dibaca oleh Ibnu
Ummi Abdin, yaitu Ibnu
Mas'ud, salah seorang yang ahli
Al-Qur'an. Apa kata Ibnu Mas'ud
radhiallahu anhu?" "Mang kana mustannan,
siapa yang ingin
meneladani falyastan biman qad ya." ya
falyastanna biman qad mat ya.
Maka hendaknya dia mencontohi orang yang
sudah meninggal dunia, yaitu para
sahabat yang sudah meninggal dunia.
Fainnal hayya la tman alaihil fitnah.
Karena orang yang masih
hidup tidak aman darinya fitnah.
Sekarang ya dia baik, bagaimana
penghujungnya kita enggak tahu. Tapi
kalau para sahabat Abu Bakar, Umar,
Utsman jelas mereka meninggal di atas
apa? Keimanan. Jadi kalau mau contohi,
contohi mereka yang sudah meninggal.
Jelas dicontohi, jelas diteladani.
Sekarang enggak jelas. Diteladani
tahu-tahu bikin kasus, diteladani
tahu-tahu masalah di penghujung
hayatnya, diteladani tahu-tahu berubah.
Ya, jadinya istiqamah berubah jadi
pelaku dosa. Diteladani tahu-tahu murtad
misalnya orang tidak yang hidup tidak
aman dari fitnah. Siapa yang dimakud
Ibnu Mas'ud? Ikuti yang sudah meninggal.
Kata Ibnu Mas'ud, "Ulaika ashabu
Muhammadin sallallahu alaihi wasallam."
Mereka itulah para sahabat Nabi. Kalau
ingin berteladan, maka berteladanlah
kepada para sahabat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian Ibnu Mas'ud
muji mereka. Kata Ibnu Mas'ud, "Kanu
afdola hadil ummah." Mereka adalah umat
itu generasi terbaik dari umat
ini. Abar quluban. Mereka adalah
orang-orang yang hatinya
terbaik. Wa a'maqoha ilman. Orang-orang
yang paling dalam ilmunya yaitu para
sahabat.
Waq takfan yang jauh dari sikap
berlebih-lebihan. Para
sahabat Allah pilih mereka para sahabat
untuk menemani Nabi Muhammad sallallahu
alaihi
wasallam dan untuk menegakkan agama
Allah Subhanahu wa taala.
Maka
kenalilah kemuliaan para
sahabat dan ikutilah mereka dengan
menapaki jejak menapak jejaki ya
peninggalan
mereka. Berpegang teguhlah yang semampu
kalian dari akhlak mereka dan dari
contoh-contoh keteladanan mereka,
perjalanan hidup mereka. Faahum alal
huda al mustaqim. Sesungguhnya mereka di
atas petunjuk yang lurus. Ini perkataan
yang indah dari Ibnu Mas'ud. Dia
mengatakan, "Afdolu hadil ummah sahabah
asahabah." Bahwasanya umat Islam ini
yang terbaik adalah sahabat Nabi
sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian mereka abarha
quluban. Yang paling baik hatinya adalah
hati para sahabat. Wa a'maqoha ilman.
Yang paling dalam ilmunya adalah para
sahabat. Waqallaha takalufan. Yang
paling tidak suka mencari-cari hal yang
berlebih-lebihan yaitu para sahabat.
Umat yang Allah sengaja pilih mereka
untuk menemani Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka kalau ditanya siapa umat
terbaik? Kita bilang secara umum-umat
nabi itulah umat terbaik. Umat terbaik
di zaman Nabi Musa adalah sahabat Nabi
Musa Alaih Salam. Umat terbaik di zaman
Nabi Isa adalah murid-murid siapa? Nabi
Isa.
Setiap umat dari para nabi yang terbaik
adalah murid-murid para nabi tersebut.
Dan umat yang terbaik dari umat Islam
adalah murid-muridnya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Dan umat
terbaik
seluruhnya dari seluruh para nabi adalah
murid-murid Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Murid-murid Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
lebih afdal daripada sahabatnya Nabi
Isa, lebih afdal daripada sahabatnya
Nabi Musa, dan lebih afdal daripada para
sahabat nabi-nabi yang yang lain. Karena
Allah berkata, "Kuntum khair ummah."
Kalian adalah umat yang terbaik.
Wakadalika ja'alnakum ummatan wasata.
Demikianlah kami jadikan kalian adalah
umat yang tengah. Maknanya adalah umat
yang terbaik. ini agar kita ngerti
bagaimana para sahabat
bukan ee sembarang
generasi bab. Kenapa para sahabat adalah
generasi
terbaik?
Karena sebagaimana banyak sebab ya. Di
antara sebabnya dijelaskan oleh Ibnu
Qayyim rahimahullahu taala. Karena para
sahabat mereka adalah generasi yang
bertemu dengan kerusakan di
puncak-puncak kerusakan.
Mereka menemukan kegelapan di dalam
kegelapan yang benar-benar rusak, yaitu
di zaman jahiliyah. Mereka mendapati
zaman
jahiliah. Dan zaman jahiliah paling
rusak di puncak-puncaknya sebelum
diutusnya Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Kita tahu sebelum Nabi
diutus, nabi terakhir sebelum Nabi
Muhammad siapa? Nabi siapa? Nabi Isa
alai alaih Salam. Dan antara Nabi Isa
ada fatrah antara Nabi Isa dengan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
lahir sekitar 570 sekian. 571 Masehi.
Nabi Isa diangkat mungkin sekitar 30
Masehi atau 33 Masehi. Jadi 33 dengan
571 itu 550-an
tahun ada kekosongan tidak ada nabi. Dan
ratusan tahun ini, 500 tahun ini sudah
cukup membuat karena tidak karena
kosongnya nabi ya membuat rusaknya alam.
Berbeda. Sebelum Nabi Isa ada nabi-nabi
terus dari sejak Nabi Ibrahim, Nabi
Ishak, Nabi Yakub, ada Nabi apa? Yusuf.
Ya, Nabi Yusuf ada nabi-nabi, Nabi Musa
dari Nabi Musa kemudian nabi-nabi Bani
Israil. Sampai di zaman Nabi Isa saja
ada banyak nabi. Ada Nabi Zakaria, ada
Nabi Yahya, ada Nabi
Isa. Setelah Nabi Isa diangkat oleh
Allah Subhanahu wa taala terjadi
kerusakan. Jadi kerusakan. Ratusan tahun
tidak ada nabi. Maka di situlah Rasul
wasam pernah bersabda, "Innallaha ahlil
ardhium ahlab." Allah melihat kepada
penghuni bumi, Allah murka kepada mereka
semua. Itu di zaman sebelum Nabi diutus.
Allah murka kepada mereka
semua baik Arab maupun non Arab. Kecuali
segelintir ahlul kitab yang tersisa,
yaitu ada pengikut Nabi Musa yang masih
bertauhid. Ada pengikut Nabi Isa yang
bert cuma sedikit yang di antaranya
ditemui oleh Salman al-Farisi. Tapi yang
lainnya rusak di mana rusak dan di
antara paling rusak adalah di Jazirah
Arab. Ketika itu semua model kesyirikan
ada, model rusak rusaknya moral ada.
Yang nyembah berhala di sekeliling
Ka'bah aja 360 berhala.
Makanya kota Makkah ketika itu adalah
sebenarnya salah satu tempat pusat
wisata religi karena banyak kali
berhala. Orang-orang datang mau ke
berhala mana, berhala mana. Ini berhala
spesial apa? Spesial apa? Ramai ya.
Rusak orang menyembah batu. Dukun-dukun
banyak, penyihir banyak di zaman
tersebut ya jimat-jimat,
khurafat-khurafat, tatayyur-tatayyur,
pamali-pamali, semua ada sebelum Nabi
diutus.
Jimat dipasang di badan, di kalung, di
tangan, dipasang di
unta. Orang percaya sama pohon, orang
percaya sama batu. Di zaman Nabi ada
majusi, penyembah api, ada penyembah
matahari. Malaikat diibadahi, jin
diibadahi, orang-orang saleh diibadahi.
Segala model kerusakan kerusakan ketika
itu
ada. Moral rusak di zaman Nabi sebelum
Nabi diutus, judi luar biasa orang main
judi ya. Kemudian khamar, bir luar
biasa. Sampai bir adalah boleh dikatakan
di zaman itu adalah minuman kesuksesan.
Siapa yang sukses minum bir tanda
bahwasanya lagi sukses ada duit untuk
beli apa? Bir ya, khamar ya
rusak. Kemudian zina luar
biasa ya. Pernikahan dengan berbagai
macam modelnya.
Ini sebagaimana saya pernah jelaskan
dalam sirah, artinya masih ini
rusak-rusaknya ketika
itu. Dan masa rusak-rusak ini belum ada
pembunuhan di azab mereka, anak-anak
dibunuh hidup-hidup. Punya anak
perempuan dihidup dibunuh hidup-hidup
rusak kayak apa ini? Pertekian di antara
kabilah satu dengan kabilah yang lain.
Masing-masing kabilah berkuasa sampai
mereka ada namanya bulan-bulan haram
yaitu dilarang perang 4 bulan. Habis itu
perang
kerjanya. Habis itu
perang kerjanya. perang, berantem,
berkelai, bunuh-bunuhan
ngeri. Jadi secara moral rusak, secara
akidah rusak ya itu zaman rusak-rusaknya
itu ada para sahabat yang hidup. Ada
Umar, ada Abu Bakar, ada
Utsman, ada Ali, ada sahabat-sahabat
yang lain. Jadi mereka mendapati ya
kerusakan dengan
terperinci. Setelah itu mereka kemudian
beriman kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian mereka mendapati
ajaran kebaikan secara
terperinci. Inilah di antara menjadikan
para sahabat di antara generasi termulia
karena mereka mendapati kerusakan secara
terperinci di zaman tersebut dan di
antaranya mereka juga pelaku
kerusakan-kerusakan tersebut. Setelah
itu mereka mendapati cahaya Islam dengan
kebaikan yang terperinci dan mereka
melakukannya. Dan orang seperti ini di
puncak kesempurnaan. Pernah nakal,
nakalnya luar biasa. tahu bagaimana
bahaya-bahaya kenakalan kemudian dapat
hidayah dan secara terperinci. Maka
tidak ada yang seperti para para
sahabat. Kata Ibnu Qayyim rahimahullahu
taala, Allah berfirman, "Wadalika
nufassilul
ayatiibilul mujrimin." Demikianlah kami
perinci ayat-ayat agar jelas bagaimana
jalan orang-orang para pendosa. Makanya
dalam Al-Qur'an Allah sebutkan kisah
para pendosa, kisah kaum Nabi Luth, kaum
Nabi Nuh, kaum ini, kaum ini. Agar kita
ngerti bagaimana kerusakan yang mereka
lakukan. Nah, para sahabat mendapati
kerusakan luar biasa. Kemudian mereka
dapati hidayah yang juga luar biasa.
Makanya ketika Jafar bin Abi Thalib
dipanggil oleh Raja Najasyi, kemudian
kata Raja Najasyi, "Terangkan kepadaku
tentang Muhammad." Maka Raja Abu Jafar
bin Abi Thalib berkata, "Ayyuhal malik
kunna fil jahiliyah." Wahai sang raja,
kami dahulu di zaman
jahiliah. Ya, naul jitsah. Kami kami
dulu makan bangkai.
jiran kami berbuat buruk kepada tetangga
ya fawahis kami melakukan perbuatan
perbuatan
keji. Mau inilah inilah macam-macam
perbuatan
keji. Yang kuat memakan yang lemah hukum
rimba. Dia jelaskan kerusakan-kerusakan
sampai datang kepada kami seorang nabi
yang kami kenal nasabnya, kami kenal
akhlaknya. Maka nabi tersebut
mengeluarkan kami dari keburukan menuju
ke jalan yang terang terang benderang.
Ya, inilah salah satu sebab
kenapa para sahabat adalah generasi
terbaik. Kemudian di antara sebab kenapa
para sahabat generasi
terbaik ya karena mereka dibimbing
langsung oleh siapa? Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. guru mereka
langsung
nabi. Kita dapati
misalnya ketemu seperti guru kita Syekh
ee Abdul Mus Alabbad hafidahullahu taala
yang sekarang usianya mungkin sudah 94
atau lebih
ya. Bagaimana orangnya tawadu? Bagaimana
orangnya rendah hati?
Bagaimana orangnya apa namanya begitu
murah hati, suka bersedekah, suka
membantu para penuntut ilmu. Luar biasa.
Mungkin bilang ini masyaallah. Sampai
ada yang mengatakan baqiatus salaf
dahulu zaman saya kuliah. Mereka bilang
inilah sisa-sisa ulama salaf. Syekh
Abdul Mus Al Abbad. Tapi kalau kita
lihat kok bisa demikian? Gak usah heran.
Karena gurunya dulu Syekh bin Bas
rahimahullahu taala. Kenapa dia begitu?
Karena gurunya siapa? Syekh bin Bas
rahimahullahu. Sal Syekh bin Basruf.
ilmunya, akhlaknya,
zuhudnya, dan kedermawanannya luar luar
biasa. Ini salah satu
muridnya ya. Kalau kita dengar cerita
sahabat yang luar biasa, bayangkan ada
sahabat namanya Abbad bin Bisyir
radhiallahu taala anhu. Ketika dia
sedang salat malam, tahu-tahu di panah
panah sekali dia lanjutkan salat malam.
Panah kedua kena tubuhnya oleh musuh,
dia lanjut salat malam. Panah ketiga dia
lanjut salat malam kemudian selesai.
Kemudian dia bangunkan Amar bin Yasir.
Ammar bin Yasir mengatakan, "Kenapa kok
tidak langsung dari awal panah pertama?"
Kata dia, "Saya sedang salat malam,
sedang baca surat Al-Kahfi, tidak pengin
putus tengah jalan." Subhanallah. Kalau
kita baru digigit, digigit tawon
langsung selesai salatnya.
Buyar. Kok bisa ada seperti ini? Jangan
heran. Karena gurunya siapa? Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Kata pepatah, jika diketahui sebabnya
maka gak usah heran.
Siapa? Kalau kita dengar bagaimana ada
seorang mengorbankan seluruh hartanya
berulang-ulang. Infak seluruh hartanya
berulang-ulang. Dialah siapa? Abu Bakar
Assiddiq radhiallahu taala anhu. Infak
seluruh hartanya. Sampai ketika perang
Tabuk dia infakkan seluruh hartanya.
Rasul sahu alaih wasallam mengatakan,
"Ma abuqa liahlik." Apa yang kau
tinggalkan sisakan buat keluargamu. Kata
Abu Bakar, "Abuqit lahumullah wa
rasulah." Aku tinggalkan buat mereka dan
rasulnya. Seluruh harta dia infakkan.
Gak usah heran. Karena gurunya siapa?
Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Jadi kita kalau baca
sejarah para sahabat
ya luar biasa seakan-akan dongeng ya.
Seakan-akan dongeng bagi dermawan
mereka, pengorbanan mereka, keberanian
mereka luar biasa. Tapi enggak usah
heran karena gurunya adalah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka di
antara yang menjadikan para sahabat
adalah Gis terbaik. Karena gurunya
adalah manusia terbaik di alam semesta
yang Allah
berfirman, "Ya, wa innaka laa khuluqin
adzim." Kata Allah, "Sesungguhnya engkau
wahai Muhammad berada di atas akhlak
yang agung." Kata sebagian ulama memuji
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Mereka berkata, "Setiap orang
kalau ditempelin sama akhlak yang agung
maka jadi mulia. Ada orang biasa-biasa,
tapi ketika dia jujur, orang puji dia.
Ada orang biasa-biasa, tapi ketika dia
ditempeli oleh akhlak dermawan, maka
orang memujinya. Semua orang begitu,
kecuali
Nabi. Kalau Nabi karena
ya ketika ditempelin akhlak ditempelin
oleh Nabi, akhlak tersebut menjadi
sangat
mulia. Jadi akhlak tersebut malah Nabi
yang berjasa kepada akhlak. Karena
dengan adanya baru ketahu, "Oh, ternyata
ada akhlak seperti ini yang sebelumnya
belum pernah
ada." Karena ketika akhlak tersebut
nempel pada Nabi, ternyata jadi luar
biasa akhlaknya. Sungguh luar biasa.
Ketika nempel pada siapa? Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi
tunjukkan bagaimana kejujuran yang luar
biasa, kedermawan yang luar biasa,
kezuhudan yang luar biasa, keberanian
yang luar biasa.
ya, yang kalau nempel di tempat lain
tidak pernah muncul seperti
itu. Ini Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Nah, guru para sahabat adalah
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
yang mereka melihat langsung bagaimana
akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Yang Allah memuji Nabi dengan berkata,
"Wa innaka laa khuluqinim." Sesungguhnya
kau berada di atas perangai yang sangat
agung.
Jadi wajar para sahabat menjadi generasi
terbaik yang bimbing mereka Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
[Musik]
Kemudian bukan cuma Nabi yang mengawasi
mereka bahkan Allah Subhanahu wa taala
mengawasi. Ya, bagaimana ketika para
sahabat menjalani perintah-perintah
Nabi. Jadi saya tanya sama antum,
manusia pertama kali yang menjalankan
perintah Nabi
siapa? Para sahabat kan yang pertama
kali menerima ajaran Nabi? Para sahabat
yang pertama kali mempraktikkan ajaran
Nabi adalah para sahabat. Ketika mereka
mempraktikkan terkadang mereka melakukan
kesalahan dan ditegur oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Terkadang
yang tegur langsung adalah siapa? Allah.
Dan betapa sering turun ayat-ayat
menegur para sahabat. Turun ayat-ayat
sahabat salat turun ayat. Sahabat saya
turun ayat. Berarti Allah mengawasi
praktik keagamaan para
sahabat. Kalau sekarang kita melakukan
kesalahan enggak ada ayat yang turun.
Enggak ada. Paling natizen yang bikin
masalah. Tapi kalau dulu para sahabat
salah, turun ayat
tegur. Jadi isyraf, pengawasan langsung
dari Allah Subhanahu wa taala. Makanya
di antara dalil yang digunakan oleh Jabr
bin Abdillah tentang bolehnya melakukan
azal. Azal itu seorang laki berhubungan
dengan istrinya atau dengan budak
wanitanya. Kemudian air mani tidak
dimasukkan di rahim, tapi dikeluarkan
dari rahim. Maka dia berkata, "Kunna
nazilu." Kami dulu melakukan azal di
zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nabi masih hidup. Wal quranu yanzil dan
Al-Qur'an turun. Seakan-akan Jabir
berkata, "Seandainya itu haram, pasti
Allah turunkan ayat
tegur. Tapi ketika Allah tidak tegur,
berarti hukumnya apa? Boleh." Artinya,
Jabir mengatakan, "Kami ini diawasi
oleh Allah Subhanahu wa taala."
Nah, praktik keagamaan dilakukan para
yang yang dilakukan oleh para sahabat
ternyata diawasi oleh Allah Subhanahu wa
taala. Maka jadilah mereka adalah umat
terbaik dan mereka telah disiapkan oleh
Allah untuk mengemban risalah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini
mukadimah secara umum agar kita tahu
bagaimana para
sahabatlah terbaik. Oke, sekarang saya
sebutkan ya, bagaimana keteladanan para
sahabat kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Mereka ternyata
ya adalah generasi yang sangat mencintai
Nabi sallallahu alaihi wasallam dan
sangat mengagungkan Nabi sallallahu
alaihi
wasallam. Mereka sangat cinta sama Nabi.
Mereka sangat mengagungkan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ha. Ini
digambarkan oleh seorang namanya Urwah
bin Mas'ud Assqafi. Urwah bin Mas'ud
Assqafi adalah salah seorang dari
pemimpin kota Thaif
ya, yang dahulu ketika itu dia masih
musyrik dan dia menjadi utusan ketika
terjadi perjanjian Al-Hudaibiyah, utusan
yang diutus oleh
orang-orang Quraisy adalah Urwah untuk
berunding dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kenapa? Karena Urwah ini
adalah orang yang boleh dikatakan
seorang diplomat, seorang diplomat yang
suka ke mana-mana. Sering pergi ke
ketemu dengan para raja, raja Romawi,
raja Persia. Dia suka ke mana-mana, suka
ke luar negeri sehingga dia sudah
melihat orang-orang hebat. Sehingga dia
yang dipilih untuk
bernegoisasi dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ketika dia bernego
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam,
dia
melihat ke bagaimana para sahabat begitu
mengagungkan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi
wasallam. Setelah dia bernego dengan
Nabi, dia pulang kepada orang-orang
Quraisy. Kemudian dia berkata, "Laq
wafatu alal
mulu." Saya telah datang kepada para
raja karena dia orang diplomat. Raja
ini, raja anu raja ini. Wafatu al Kisro.
Saya pernah pergi ke Raja Persia. Saya
pernah ketemu bagaimana Raja Persia dan
bagaimana anak buahnya. Saya
tahu. Waqaisar. Dan saya pernah ketemu
dengan kaisar, raja Romawi. Bagaimana
rajanya dan bagaimana sikap ring satunya
kepada sang raja. Saya pernah lihat W
Najasyi dan saya pernah ke Najasyi. Raja
Habasyah. Bagaimana ring satunya
bersikap kepada dia? Urwah bin Masud
tahu. Wallahi
initu malikan
qadimuhu asuh mauimu ashabu Muhammadin
Muhammadan. Demi Allah saya tidak pernah
melihat orang-orang terdekat raja
mengagungkan
raja sebagaimana para sahabat
mengagungkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ring satunya kaisar
mengagungkan kaisar tidak seperti para
sahabat mengagungkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ring satunya Kisra Raja
Persia mengagungkan sang raja. Tidak
sebagaimana sahabat-sahabat Nabi
mengagungkan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ring satunya Najasyi
ketika mengganggu Raja Najasyi tidak
sebagaimana penganggungan para sahabat
Nabi kepada Nabi. Maka dia berkata, "In
roitu malikan qadimuhu asuh mauimuhu
ashabu Muhammadin Muhammadan." Tidak ada
seorang raja pun yang pengikutnya
mengagungkan sang raja dengan
pengagungan yang dilakukan oleh para
sahabat Nabi kepada Nabi, sahabat
Muhammad kepada Muhammad. Wallahi
inanakama nakamatan illa waqat fi kafi
wahidin minhum fadaka biha waj wa
jildahu. Kata dia, "Demi Allah tidaklah
Nabi kemudian buang
ludah kecuali ludah tersebut jatuh di
tangan salah seorang dari para sahabat.
Gak jatuh ke tanah, diambil kemudian
digosokkan ke tubuh mereka. Mereka
bertabaruk dengan ludah siapa? Nabi."
Dengan dahak Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Karena Nabi seluruhnya
berkah.
Waarum amrahu. Perhatikan kalau dia
perintah sesuatu semua bersegera
menjalankan perintahnya. Para sahabat
Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan
begitu semangat dan gembira tidak
seperti raja-raja yang
lain. Mungkin ada raja anak buahnya
berani karena ngantuk sedikit
dibunuh. Ini enggak. Dia semangat karena
cinta kepada siapa? Nabi karena
mengganggungkan Nabi. Nabi perintah
semuanya
semangat. Kalau Muhammad berwudu, mereka
rebut-rebutan mengambil sisa wudu Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Waama kalau
Nabi
berbicara semuanya langsung diam
dengarin perkataan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. W
yuhadunai. Mereka tidak pernah memandang
Nabi dengan tajam mata karena
mengagungkan Nabi. Sampai Amar bin As
berkata, "Kalau kau menyuruhku untuk
mensifati wajah Nabi, aku tidak mampu
karena aku mengagungkan. Tidak mampu
lihat Nabi lama-lama karena pengagungan
terhadap Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam." Kalau Nabi bermajelis,
sahabat duduk seakan-akan di atas kepala
mereka ada burung. Begitu tenang di
hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Urwah bin Mas'ud mengatakan, "Aku nak
pernah lihat
ada pengikut raja yang mengagungkan raja
manaun seperti pengikut Muhammad yang
menggagungkan siapa? Muhammad." Ini
gambaran tentang para sahabat yang
dilihat langsung oleh Urwah bin Masud
Atsqafi dan dia ketika itu masih
musyrik. Kemudian dia akhirnya masuk
masuk
Islam. Tiib.
Ini secara umum
bagaimana para sahabat begitu
mengumungkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Adapun contoh secara kasus
perkasus
sebagaimana para sahabat maka kita akan
sebutkan bagaimana mereka benar-benar
mencintai Nabi dan menjalankan perintah
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Contoh
ketika perang Tabuk. Ketika perang Tabuk
maka Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam
suruh
untuk bersedekah. Rasul sahu alaihi
wasallam juga suruh untuk berangkat.
Yang Allah mengatakan f saatil usra
yaitu di saat yang
berat. Ya, perang tersebut berat karena
harus
berjalan dari Madinah menuju Tabuk
sekitar 700 k.
Kemudian di musim panas ketika itu dan
ketika itu kurma-korma mulai panen.
Godaan luar biasa. Pengin panen kurma.
Jalan
panas pergi ke negeri Syam ke tempat
yang mereka tidak pernah capai
sebelumnya untuk melawan Romawi. Yang
Romawi ketika itu mungkin pasukannya
jutaan pasukan. Sementara kaum muslimin
cuma 30.000 orang. Maka itu perang yang
sangat berat. Tapi bagaimana para
sahabat? Semangat. Semangat. Di antara
mereka ada yang bersedekah. satu sa
mereka sedekah semampunya. Ada yang
tidak bisa sedekah dan di antara mereka
ada yang ya minta untuk berangkat. Ya
Rasulullah, Kak, saya ingin berangkat.
Ada tunggangan saya pengin berangkat
berjihad. Ya, maka Allah memuji mereka.
Allah abadikan dalam Al-Qur'an dalam
surat atubah ayat 92. Kata
Allahumidu ahmilukum
alaihiwallunan allidu
maunfiquun. Dan tidak ada salah bagi
orang-orang yang datang kepada engkau
minta, "Ya Rasulullah, adakah
tunggangan? Adakah unta, adakah kuda?
Biarkanlah kami berangkat berjihad
bersama Anda. Kami tidak punya
tunggangan."
Kata Rasul wasallam, alai qadarullah
tidak ada tunggangan. Kata Nabi, tidak
ada unta, tidak ada kuda untuk kalian
naiki. Kalian tidak bisa ikut perang.
Tawallau, akhirnya mereka pulang tidak
bisa ikut
jihad. Dan mereka menangis berderai air
mata. Karena apa? Karena tidak bisa ikut
apa? Jihad. Hasanan allajidun. Mereka
sedih karena tidak menemukan tunggangan
untuk mereka berangkat berjihad. Ini
para sahabat.
Kalau mungkin sebagian yang lain,
alhamdulillah enggak jadi
berangkat. Berat cuma jalan 700 kilo.
Waduh
panas-panas, makanan kurang ya. Lawannya
musuhnya Romawi. Mungkin entar ratusan
ribu yang mau kita hadapi. Enak di rumah
lagi panen
kurma. Berat ketika itu. Maka Allah
mengatakan f saatil usr. Tapi ada seah
sahabat yang seperti itu nangis.
Kalau tidak salah mereka digelar dengan
bakkaun, orang-orang yang menangis.
Kenapa menangis? Karena tidak bisa ikut
ikut
jihad. Ini para sahabat antum lihat di
awal-awal
peperangan ketika perang Uhud, Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam berangkat dengan
para sahabat. Kemudian Rasulullah alaihi
wasallam melakukan istira. Istiraj apa?
Ngecek pengecekan. Rasulullah cek
barisan. Rasulullah itu pas pasukannya
1.000, musuhnya
3.000. Rasulullah cek. Cek apa? Ada yang
belum umur suruh enggak boleh ikut.
Ternyata banyak sahabat-sahabat kecil
yang ingin
perang. Rasulullah pulang pulang enggak
boleh.
Subhanallah. Bagaimana mereka masih
belum balik. Semangat untuk ikut apa?
Perang. Semangat. Semangat.
Sebagian kita, masyaallah anak-anaknya
juga perang tapi perang di
game. Para sahabat dulu mengajarkan
anak-anaknya untuk berkorban sejak masih
kecil sehingga mereka semangat untuk
perang mau mati bela
Islam. Bukankah di perang Badar yang
membunuh siapa? Membunuh Abu Jahal.
Anak-anak kecil, anak muda masih remaja.
Datang kepada Auf. Om mana? Abu Jahal
yang mana? Om ngapain? Saya ma bunuh
dia. Kenapa? Saya dengar dia maki Nabi.
Subhanallah. Jadi begitulah para
sahabat, generasi yang luar luar biasa.
Di antara
contoh
ketika Nabi membaiat para sahabat untuk
tidak minta apapun kepada orang lain.
Dari Auf bin Malik al-Asja radhiallahu
anhu. Beliau berkata, "Kunna inda
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
tisa aaniah au sabah." Ketika kam
sekitar 9 orang atau tujuh atau delan
orang.
Tiba-tiba Rasulullah berkata, "Abuna
Rasulullah, tidakkah kalian membaiat
Rasulullah?" "Kami baru saja membaiat
Nabi, masuk Islam. Kami baru saja baiat
Nabi, menyatakan Islam, menyatakan
syahadah di hadapan Nabi." Kenapa
Rasulullah bilang baiat
lagi? Kata para sahabat, "Qod baynaka ya
Rasulullah, kami sudah membaiat Anda ya
Rasulullah." Rasul sahu alaihi wasallam
ulangi lagi. Ala tubuna Rasulullah,
"Tidakkah kalian membaiat lagi
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?"
"Kami baru baiat Rasulullah, "Tidakkah
kalian baiat lagi?
aidana. Akhirnya kami pun menjulurkan
tangan
kami. Ya Rasulullah faam. Ya Rasulullah
kami sudah membaiat Anda. Kami baiat
apaagi? Mau baiat apa lagi? Sudah baiat
siap Islam, siap tunduk, siap
taat. Maka Rasul sahu alaihi wasallam
mengulangi dengan menekankan baiat. Kata
Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Ala
an ta'budullaha wala tusriku bihi saai."
Akuat kalian untuk mengambil janji setia
dari kalian agar kalian tidak berbuat
ibadah kecuali hanya Allah dan kalian
tidak berbuat syirik sama sekali.
Wasatil khams dan kalian menjalankan
salat l
waktu dan kalian taat kalimat. Kemudian
rasul sahu al wasallam menyebutkan
kalimat yang samar. Kemudian Rasulullah
berkata
walunasa dan kalian tidak minta apapun
kepada manusia. Ini yang berat, ini baru
ini gak boleh minta apapun kepada orang
lain. Berkata Auf bin Malik al-Asja
falaq roitu baik nafar yasqu
ahadihim
ahadanunawahuahu. Hadis riwayat Muslim.
Ya, aku melihat mereka yang berbaiat
kepada nabi tersebut, sekelompok orang
tersebut tidak pernah minta apapun
kepada siapapun. Sampai ketika dia naik
kuda atau naik unta kemudian jatuh
cemetinya, dia tidak bilang, "Ah, tolong
ambilin sebentar gak." Dia turun
sendiri, ambil sendiri. Padahal
pekerjaan ringan. Ada orang lewat
tinggal tolong sebentar. Enggak. Dia
enggak mauy nyuruh orang karena sudah
membaiat Nabi tidak minta apapun kepada
orang
lain. Benar-benar dijalankan perintah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Qurtubi
berkata rahimahullah waakahu shallallahu
alaihi
wasallam baiah allalu ahadan. Dan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
mengambil janji dari para sahabatnya
ketika baiat agar mereka tidak meminta
kepada seorang pun apapun. Jangan minta
apapun kepada seorang pun. Ya lahum
makaril ak. Ternyata ini menjadikan
mereka berakhlak mulia.
min dan mereka tidak mau punya hutang
budi sama orang enggak mau. Enggak mau,
enggak mau minta sama orang. Apun
terjadi enggak ada minta sama orang.
usaha
sendiri
watlimri watlimri
alail
hajat walna aninas dan berpelajaran
belajar akan kesabaran ya akan memenuhi
kebutuhan sendiri yang sulit dan tidak
butuh kepada orang lain nafs mempunyai
jiwa yang
tinggi akumika ilamu jamil asya ketika
rasulullah mengambil janji dari mereka,
maka mereka pun iltizam, mereka komitmen
dalam segala urusan. Tidak pernah minta
apapun kepada siapapun. Wafil ahwal ya
dan dalam segala
kondisi. Hatta fima lah fihi minna
thordan lilab wazar. Bahkan mereka tidak
meminta tolong yang di situ tidak ada
tidak ada utang budi. Intinya kalau
seorang naik kuda lagi jalan ramai-ramai
terus cemetinya jatuh, dia bilang,
"Tolong ambilin kira-kira ada hutang
budi enggak?" Enggak ada, kan? Tapi
karena mereka mengkomitmen dengan zahir
perintah Nabi, mereka enggak mau sama
sekali enggak mau. Bahkan perkara yang
tidak ada nilainya pun mereka tidak mau
suruh
orang. Ini sahabat komitmen luar biasa.
Oleh karenanya di antara baiat yang juga
berat ketika Nabi membaiat Jarir bin
Abdillah
Albajali, Rasulullah membaiat Jarir bin
Abdillah ada tambahan kalimat
tersendiri. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Iqamah yaitu e zakah wus
likulli muslim." Yaitu setelah
syahadatain kau mengerjakan salat,
membayar zakat dan kau berbuat terbaik
bagi setiap muslim. Ini ada tambahan
sulit. Wushi likulli muslim. Yaitu kau
melakukan yang terbaik bagi muslim
manaun yang kau temui wahai Jarir.
Ketemu orang tua, ketemu anak kecil,
laki-laki, wanita. Kalau kau
bermuamalah, pilihlah muamalah terbaik.
Sampai disebutkan Jir bin Abdillah suatu
hari dia membeli kuda. Membeli kuda.
Kemudian sepakat penjual kudanya menjual
dengan 300 dirham. Sudah sepakat, sudah
rida. Kemudian Jarir naik.
ini kayaknya kuda enggak pantas 300
dirham dan dia sudah janji sama Nabi
untuk bersikap yang terbaik bagi setiap
apa? Muslim. Dia harus bersikap terbaik
kepada penjual ini. Kata dia, "Wahai
akhi, ini kuda tidak pantas 300 dirham.
Harusnya 500 nih tambah 200
dirham." Terus dia naik lagi, dia coba
lagi. Ternyata ini kuda hebat. Kata dia,
"Enggak pantas 500 dirham." Dia panggil
lagi, "Ini kudamu tidak pantas 500
dirham, harus 800 dirham." Ada enggak di
antara kita seperti itu? Omong kosong
paling, "Wah, ini jago kalau belanja."
Uh, harusnya 800 saya bayar 300. Kan
jago
[Musik]
dong. Maksud saya ini sahabat mereka
kalau sudah ambil baiat mereka apa?
Komitmen. Ketika mereka berjanji tidak
mau minta kepada siapapun, apapun mereka
komitmen sampai hal-hal yang kata
kurtubu tadi, hal-hal yang tidak ada
hutang budi mereka enggak enggak mau
minta. Ada cemeti jatuh, mereka ambil
sendiri, turun ambil sendiri. Padahal
kalau suruh orang tidak ada susahnya.
Maksud saya tinggal jalan tidak perlu
dicatat hutang budi wong cuma ngambil
apa cemeti. Tapi mereka tidak
mau. Kemudian juga ketika dikasih
nasihat sekali mereka pegang seumur
hidup. Lihatlah Umar bin Abi Salamah.
Umar bin Abi Salamah itu anaknya Abu
Salamah. Dia adalah Rabib Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jadi ketika
Abu Salamah meninggal, istrinya siapa?
Ummu Salamah. ini punya anak-anak dari
Abu Salamah di antaranya Umar ya, di
antaranya Salamah masih kecil dan
dirawat oleh Nabi. Makanya ketika Nabi
ngelamar Ummu Salamah, Ummu Salamah
bilang, "Wahai Rasulullah, saya ada
masalah, ada problem beberapa problem.
Tiga problem. Pertama, saya sudah
tua. Perempuan-perempuan yang muda masih
banyak karena dia sayang sekali sama
suaminya. Yang kedua, saya banyak
anak-anak kecil harus saya urus. Kalau
kau nikah sama saya, ngurusin apa?
Anak-anak repot. Yang ketiga, saya
pencemburu. Repot kalau nikah sama saya,
nanti saya cemburu sama istri-istri yang
lain. Kata Rasulullah, "Enggak ada
masalah. Kau tua, saya lebih tua."
Kata yang kedua, "Anak-anakmu saya
ngurus. Kalau kau cemburu, saya berdoa
agar menghilangkan kecemburuan darimu."
Subhanallah. Ummu Salamah ketika nikah
dengan Nabi tidak terkenal sebagai
pencemburu. Siapa yang doa? Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Di antara
anak-anak, di antara anak-anak Ummu
Salam adalah Umar. Jadi dia anak
tiri atau anak bawaan anak bawaannya
Ummu Salamah yang dididik oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kata
Umar, "Kuntu gulaman." Umar bin Abi
Salamah bukan Umar bin Khattab. Umar bin
Abi Salamah. "Kuntu gulaman fi hijrin
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Aku
seorang remaja di bawah naungan Nabi
sallallahu alaihi wasallam karena dia
adalah anak bawaan dari Ummu Salamah
yaitu yang hidup di rumah Ummu Salamah.
Ya
watfah kalau saya makan tanganku ke sana
kemari loncat sana loncat
sini masih remaja makan kurang beradab
maksudnya karena ya mungkin belum
diajarin makan ambil sana ambil sini ada
orang sekarang gitu kalau makan
tangannya loncat cret cret kalau piring
sendiri kan enak tapi kalau
barang-barang ini kadang-kadang loncat
ngambil apa ayam orang
Ya, saya pernah waktu zaman dulu sahur,
ini cerita aja ya, sahur pas iktikaf
sahur
pakai pakai apa namanya sahan itu pakai
apa e nampan besar. Kami orang Indonesia
ada satu orang dari luar ikut
nimbrung ini kita berapa? Kita berlima,
berenam dia dapat masing-masing dalam a
dapat aib
seperempat seperempat. Tiib makan kita
makan bareng. Masih ayamnya
sendiri-sendiri depan-depan
masing-masing. Tahu-tahu dia makan cepat
ayamnya habis. Ayamnya dia habis. Dia
mulai loncat ke ayam
kita. Terus saya mau kasih pelajaran
pakai bahasa Indonesia. Saya bilang
teman-teman kayak saya hitung sampai 1 2
3 angkat ayam kalian. 1 2 3 C
dia malu k dia mau loncat tangannya apa
aimnya sema
diangkat. Sekedar pelajaran
aja. Jangan begitu kalau antum makan ya.
Jangan loncat sana, loncat apa?
Sini. Loncat sana dapat apa? Ee apa
namanya? Ini ini enggak makan beradab.
Ya, loncat sana dapat pecel. Loncat sana
dapat
pecel. Tib kata
dia tanganku ke sana kemari
berkelana di piring di apa nampan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi
menegurku dengan penuh kelembutan. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya
ghulam, wahai sang remaja, sang pemuda,
sammillah." Jangan lupa bilang apa? Bis
bismillah kalau makan. Waqul biyaminik.
Kalau makan dengan tangan kanan. Wa
mimma yalik. Dan makanlah dari yang ada
di depanmu. Rasulullah subhanallah kalau
beri nasihat terkadang bagian yang
salahnya bagian
terakhir. Rasulullah enggak bilang, "Eh,
tangan yang benar." Gak. Rasulullah awal
dulu. Bismillah dulu.
Jangan lupa bilang apa? Bismillah. Makan
pakai tangan kanan. Baru kemudian bagian
kesalahan Rasulullah sebut apa yang
terakhir. Jadi ini sama seperti
ketika
ee Abu Darda karena saking semangat
ibadah sehingga dia tidak proposional
sehingga dia semangat puasa, semangat
salat malam, istrinya tidak dapat kurang
kasih sayang dari
suami. Ya. Siang.
Puasa malam, salat malam, kapan tidur
sama
istri? Sampai akhirnya ditegur oleh
Salman dan akhirnya ditegur oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Karena
ibadah kita enggak boleh ikut
kesenangan. Oh, saya kalau salat malam
terus semangat ya, tapi istrimu kasihan.
Saya penginnya keluar rumah terus ya,
tapi istri siapa yang ngurus? Anak-anak
siapa yang ngurus? Islam tidak demikian.
Ada porsinya masing-masing. Siapa yang
berlebihan pada satu porsi akan
menumbalkan porsi yang porsi yang lain.
Maka Nabi ketika menegur Abu Darda,
"Kesalahannya di mana?" kurang perhatian
sama is istri. Lihat Nabi bilang apa.
Kata Nabi kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam
ee wahai Abu
Darda ya inna lirabbika alaika haqqon.
Sesungguhnya Rabbmu punya hak yaitu kau
puasa, salat malam, baca
Quran. Walijasadika alaika haqqan.
Jasadmu juga punya hak untuk apa? Isti
istirahat. Jangan siang puasa, mulu
malam salat malam. sehingga tidak sempat
istirahat. Dan tamumu juga punya hak.
Kalau punya tamu kau jamu ngobrol, tamu
punya hak. Baru Rasulullah terakhir
waliah alika haqqan. Istrimu juga punya
apa? Hak. Faqin haqqah. Maka berikanlah
masing-masing yang punya hak-haknya.
Maksud saya, Nabi tidak langsung bilang,
"Wahai Abu Darda, istrimu punya hak."
Enggak.
Itu poin kesalahan disebutkan oleh Nabi
bagian apa?
Terakhir itu metode Nabi karena tidak
langsung kadang-kadang sama seperti ini.
Kesalahan Umar di mana? Umar bin Salam
bin Abi Salamah kesalahannya tangannya
berkelana ke sana ke mari ketika makan
ini sini sini. Maka Rasulullah ketika
tegur Rasulullah menyebutkan adab yang
lain dulu. Ya ghulam sammillah. Kalau
makan bilang apa? Bismillah. Enggak
langsung tembak. Kemudian wa biyamini.
Kalau makan pakai tangan kanan.
Kemudian wa f yalik makanlah di depanmu.
Jangan lon
loncat. Apa kata Umar bin Abi Salamah?
Hadis riwayat Bukhari kata
beliau
famaalatti ba'du. Demikian akhirnya saya
kalau makan selalu begitu caranya tidak
loncat tangan sana kemari. Sejak saat
itu saya dengar dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam itu komitmen sahabat.
Kalau sudah dengar nasihat Nabi,
komitmen di antaranya Nabi kalau
memerintahkan sesuatu, e ini magrib
berapa menit
lagi? Berapa? 12 12
menit. Di antaranya begitu semangatnya
para
sahabat menjalankan perintah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sampai satu
hari
ya kata Jabir bin Abdillah radhiallahu
anhu lamastawa Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam yaumal
jumah ketika Rasulull sahu alaii
wasallam sedang khotbah
di hari Jumat
ya Rasul sahu al wasam berada di atas
mimbar Rasulullah berkata ijlisu
duduklah
kalian para sahabat yang di masjid suruh
Apa duduk? Fasamaika Ibnu Mas'ud. Dan
Ibnu Mas'ud belum masuk masjid. Dia
masih di luar di pintu masjid. Dia
dengar perintah ijlusu duduk lu. Padahal
dia belum masuk apa? Masjid. Fajalasa.
Maka dia duduk langsung di luar masjid
karena dengar perintah apa? Duduk. Eh,
duduk langsung. Faraahu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Maka
Rasulullah melihat Ibnu Mas'ud.
Rasulullah berkata, "Taal ya Abdullah
bin Mas'ud."
Ya, kemarilah. Ya, wahai Ibnu Mas'ud.
Bukan duduk di situ. Masukmasuk. Maksud
saya Ibnu Mas'ud segera begitu mendengar
perintah Nabi untuk duduk, maka dia pun
segera duduk. Padahal masih di luar apa?
Masjid. Di pintu masjid. Kemudian
Rasulullah suruh suruh
masuk. Kemudian dalam datang dalam
hadisnya ketika Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam sedang salat. Jadi para
sahabat kalau ada Rasulullah perintah,
mereka tidak pikir panjang. Kenapa?
Kenapa? Kenapa enggak? Pokoknya
Rasulullah bikin mereka
kerjakan. Karena Allah telah
mengatakan, "Fama atakumur rasulu
fakudu." Wakum rasulu fakuduh w nahakum
anhu fantau. Apa yang datang dari Nabi
maka ambillah dan apa yang Nabi larang
maka tinggal
tinggalkanlah. Kata Abu Said Alkhudri,
"Bainama Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam yusoli biashabihi." Ketika
Rasulull sahu alaii wasallam sedang
salat bersama sahabatnya, Rasulullah
salat pakai
khuf. Dahulu masjid terbuat dari tanah
dan sunahnya adalah salat pakai apa?
Khf. Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Shallu ala khifafikum." Salatlah dengan
menggunakan khuf. Sepatu masuk salat
zaman dahulu. Kalau sekarang sih agak
repot ya. Kalau zaman dulu gak apa-apa
karena tanah dan tanah bersifat
membersihkan ya. Maka Rasulullah
mengatakan kalau kamu lihat mau masuk
masjid lihat dulu bagian bawah khuf
sepatu. Kalau kotor bersihkan baru
kemudian masuk. Jangan asal masuk, tapi
salat pakai sepatu ketika itu. Maka
ketika Rasulullah sedang salat, maka
Rasul sahu alaihi wasallam lepas
sepatunya. Para sahabat juga sedang
salat pakai sepatu. Khala ana alaihi ana
alaihi fawahuma alasari. Rasulullah
lepas sepatunya, Rasulullah taruh
sebelah
kiri. Ketika mereka lihat Nabi buka
sepatu, semua juga lepas sepatu.
Langsung ikut Nabi bikin apa mereka
semua ikut.
Nabi sallallahu alaihi wasallamahu
ketika rasul wasam selesai salat mereka
Rasulullah
bertanyaakum Rasulullah kalau salat bisa
lihat di belakang kata Rasulullah apa
yang buat kalian kenapa buka
sepatu-sepatu
kalianaka kami lihat engkau lepasendal
lepas sepatu engkau ya
Rasulullah maka kami pun ikut lepas
sepatu maka rasul sahu al wasallam
berkata saya lepas sepatu ada sebabnya
nya in
Jibril tadi Jibril datang kepadaku
mengabarkan bahwasanya di sepatuku ada
kotoran, ada najis makanya saya lepas.
Kalian kan enggak ada najis, ngapain
lepas? Kata Rasul sahu al
wasallam,
masjidah. Kalau jika salah seorang dari
kalian datang ke masjid, lihatlah kedua
sepatunya terlebih dahulu. Kalau ada
najis, maka bersihkan terlebih dahulu.
Kemudian masuklah salat dengan
sepatunya. Maksudnya para sahabat apa
yang Nabi lakukan mereka segera
kerjakan. Terkadang mereka tidak tahu
kenapanya.
Ya, sampai ee Umar pernah
berkata kepada Hajar Aswad, inni lau
annaka hajar lafa wad laitu rasul wasam
yuqiluka. Kata Umar, "Wahai Hajar Aswad,
saya tahu kamu sekedar batu. Batu biasa
tidak bisa beri manfaat, tidak bisa beri
mudarat.
Kalau bukan saya lihat Nabi cium kamu,
saya tidak bakalan cium kamu. Hadis
riwayat Bukhari dan
Muslim. Umar mengatakan demikian.
Disebut dalam sebagian riwayat dia
mengaraskan suara di zaman ketika dia
jadi khalifah. Dia khawatir orang-orang
mengagungkan Hajar Aswad punya keyakinan
macam-macam. Ya sekarang kan orang punya
macam-macam. Batu akiklah, batu ekek
lah, batu apalah. Mana yang lebih bagus?
Batu akik atau batu hajar
aswad? Hah?
Hajar aswad turun dari surga. Mana lebih
bagus? Batu hajar aswad baju
akik. Batu akek dari sungai tujuh
rupa. Ini hajar aswad saja yang begitu
hebat. Umar kemudian agar menghilangkan
nilai-nilai kesyirikan dari orang-orang
yang baru masuk Islam khawatir punya
keyakinan terhadap batu. Maka Umar
berbicara dengan suara lantang. Ya
Hajar. Dia cium Hajar Asad. Kemudian dia
berkata, "Ya Hajar inni aamu annaka
Hajar. Sungguh aku tahu kamu hanya
sekedar batu. La tanfa w tidak bisa beri
manfaat, tidak bisa beri
mudarat. Kalau bukan saya pernah lihat
Nabi cium kamu, saya tidak bakalan cium
kamu. Agar orang-orang sadar ini batu
kita cium karena ikut sunah siapa? Nabi
sallallahu alaihi
wasallam. Makanya ketika di zaman
Muawiyah, Muawiyah kemudian dia tawaf.
Kemudian ketika tawaf dia mengusap empat
rukun atau empat pojok dari Ka'bah.
Sunahnya adalah cuma rukun Yamani sama
Hajar Aswad. Dilihat oleh Ibnu Abbas dan
Ibnu Abbas dalam hal ini lebih alim
daripada Muawiyah. Dia lebih banyak
menuntut ilmu daripada Muawiyah.
Dua-duanya sahabat mulia. Maka Muawiyah
ketika tawaf dia ngusap rukun Yamani,
dia ngusum hajar aswad. Ee ngusap hajar
aswad. Kemudian dia juga mengusap ruknan
ee syamiain, yaitu yang sebelah lain dia
maka ditegur oleh Ibnu Abbas, "Kenapa
engkau mengusap empat-empatnya?
Kata Muawiyah, "Saya tidak pengin ada
bagian yang tidak digunakan. Hendaknya
saya usap semuanya." Kata Ibnu Abbas,
"Akan tapi saya melihat Nabi cuma
mengusap dua saja." Laqana lakum fi
rasulillahqana lakum fi rasulillahi
uswatun hasanah. Sungguh pada diri Nabi
ada contoh yang baik. Setelah itu
Muawiyah tidak mengusap kecuali dua dua
tempat. Kenapa? Ya sudah. Begitu
contohnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Ketika ada seorang
wanita bertanya kepada Aisyah, "Wahai
Aisyah, limaru
biqamu biqat." Kenapa kita wanita kalau
haid diperintahkan untuk mengqada puasa,
namun tidak diperintahkan untuk mengqada
salat? Puasa suruh qada tapi salat
enggak. Apakah wanita kalau sudah suci
mengqada salat? Waktu haid dia tidak
salat disuruh qada kan? Enggak. Maka
kata Aisyah, "Ahauriatun anti, engkau
ini dari mazhab
Khawarij." Aisyah
menjelaskan,
"Kunna kami dahulu para wanita di zaman
Nabi kami haid." Fanmaru biqam wu biqada
salat. Karena kami dulu diperintahkan
untuk mengqada puasa, tidak mengqada
salat begitu saja. Dia tidak bilang
karena ini, karena ini, karena ini,
karena ini, karena perintahnya demikian.
Karena perintahnya demikian. Oleh para
sahabat kalau ada perintah Nabi jalankan
ya di dijalankan meskipun tidak tahu
kenapanya, kenapanya kenapa
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:14:59 UTC
Categories
Manage