Kind: captions Language: id Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu takziman wa ashadu anna muhammadan abduhu Allahumma shi alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas bagaimana para sahabat meneladani Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya para sahabat adalah generasi pilihan Allah untuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang akan mengemban tugas tugas dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Sehingga mereka adalah generasi terbaik yang pernah ada ya. Oleh karena Allah Subhanahu wa taala berfirman tentang mereka, "Kuntum khair ummatin ukhrijat linas." Sesungguhnya kalian adalah ya umat terbaik yang Allah keluarkan bagi manusia. Dan Allah telah menguji mereka dalam banyak ayat. Di antaranya Allah berfirman, "Muhammadur rasulullah walladina maahu asid alal kuarahum rukaan sujaduna fad minallahiwanaahum fi wujuhim minar sujudika matalum f taurat." Jadi Allah muji para sahabat dan Allah sebutkan bahwasanya sahabat bukan cuma dipuji di Al-Qur'an bahkan para sahabat juga telah dipuji di Taurat dan juga bahkan telah dipuji di Injil. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya asiddau alal kuffar rahamau bainahum." Mereka tegas terhadap orang-orang kafir dan mereka saling menyayangi di antara mereka. Tarahum rukaan sujada. Engkau melihat mereka itu para sahabat dalam kondisi rukuk dan sujud. Yaitu mereka suka beribadah. Yabad minallahiwana. Dan mereka ketika beribadah mencari karunia Allah dan keridaan Allah. Jadi Allah memuji zahir mereka dan Allah juga memuji batin mereka. Allah sebutkan bahwasanya para sahabat ketika beribadah yabuna fad minallahi waidwana. Mereka itu mencari karunia Allah dan mencari keridaan Allah. Simahum fi wujuhihim minar sujud. Dan tanda mereka ada bekas sujud di wajah mereka. Yaitu ada tanda kekhusyukan, tanda ketakwaan. Kemudian kata Allah, "Dalika matsaluhum fit taurat." Itulah perumpamaan para sahabat dalam Taurat. Jadi, para sahabat sudah dipuji di Taurat. Sahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sudahutkan. Bukan cuma Nabi yang kita tahu yang disebutkan dalam Taurat dan Injil. Nabi sallallahu alaihi wasallam itu jelas ya. Ya alladzina alladzi yajidunahu maktubanahum f taurati wal injil. Kata Allah yang mereka dapati Muhammad telah tertulis di Taurat dan Injil. Ternyata bukan Muhammad sallallahu alaihi wasallam saja. Bahkan para sahabat Nabi juga sudah terpuji di Taurat. Kemudian kata Allah injilah. Adapun perumpamaan para sahabat di Injil seperti tumbuhan yang tumbuh kemudian membesar kokoh di atas tunasnya. Ya. Kemudian eh liibur yang membuat para penanam menjadi senang dengan tumbuhan tersebutar untuk membuat orang-orang kafir menjadi marah. Jadi Allah gambarkan para sahabat itu seperti seorang penanam yang bercocok tanam. Dia tanam tunasnya kemudian tumbuh semakin indah, semakin indah, semakin kokoh sehingga yang menanam menjadi bahagia melihat hasil tanamannya. Seb mengatakan seperti nabi yang mendidik mereka, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mendidik mereka yang darinya tadinya mereka di atas kesyirikan, di atas kekufuran. Kemudian Nabi bimbing mereka dengan izin Allah Nabi mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju terang-menerang. Jadilah mereka generasi yang sangat luar biasa yang menyenangkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Seperti seorang penanam yang senang dengan hasil tanamannya. Oleh karena di antara kebahagiaan terakhir Nabi sebelum meninggal dunia, Nabi menyaksikan bagaimana para sahabat salat subuh berjamaah. Itu hari Senin di mana di waktu dhha Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggal. Di waktu subuhnya Rasulull sallallahu alaihi wasallam melihat para sahabat salat subuh berjamaah. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam membuka tirai ya ee rumahnya. Rasulullah tersenyum ya bahagia melihat inilah hasil didikannya. didikan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mereka orang-orang terhebat yang mereka di antaranya salat subuh berjamaah. Maka ini menunjukkan bahwasanya benar para sahabat adalah generasi terbaik. Demikian juga dalam Al-Qur'an Allah mengatakan ketika Allah memuji para sahabat ya. Kata Allah subhanahu wa taala, "Wasabiquunal awalun minal muhajirina wal ansar walladina tabauhum biihsan radhiallahu anhum waraduan." Dan orang-orang yang masuk Islam di awal kali dari kalangan Muhajirin kaum dan kaum Anshar. Allah rida kepada mereka dan mereka rida kepada Allah. Waum jannatin tajri tahtahal anhar. Dan Allah siapkan surga bagi mereka. Jadi mereka sudah dijamin surga oleh Allah Subhanahu wa taala. Allah juga memuji orang-orang yang baiat Nabi di bawah sebuah pohon. Kata Allah, laqad radhiallahuil mminina yubunaka tahta syajarah faalima ma fiubihim. Sungguh Allah telah rida kepada orang-orang mukminin yang membaiat Nabi di bawah sebuah pohon. Itu jumlah mereka ketika itu sekitar 1400 orang atau 1500 orang. Allah mengatakan faalima ma fi qulubihim. Allah tahu tentang ketulusan hati mereka. Ya. Jadi Allah merekomendasi para sahabat bahkan batin mereka puji. Dalam ayat yang lain kata Allah Subhanahu wa taala ya lil fuqaril muhajirinalladina ukhriju min diari wa amwaliim yabtaguna fadlam minallahi waidwana. Dan orang-orang fakir dari kalangan muhajirin yang mereka terusir dari negeri mereka dan harus meninggalkan harta mereka. Yabuna fadl minallahiwana. Ya, mereka mencari karunia Allah dan mencari keridaan Allah Subhanahu wa taala. Ya, waunallaha wa rasulah. Dan mereka menolong Allah dan rasul-Nya. Ulaika humus shodiquun. Mereka itulah orang-orang yang jujur. Allah puji mereka. Puji bagaimana zahir mereka yang rela meninggalkan kampung halaman, meninggalkan harta kekayaan, mencari keridaan Allah. Dan Allah bilang mereka itulah orang-orang yang jujur imannya. Setelah itu Allah memuji kaum ansar. Walladinawal imana minqim yuhibbuna man hajarai w yajuna fiurim haj mimunafus wqhun. Dan orang-orang yang sudah beriman dan tinggal di kota Madinah sebelum kaum Muhajirin berhijrah dari Mekah menuju Madinah. Mereka sudah beriman sebelumnya. Itu kaum ansar yuhibbuna man hajar ilaihi. Mereka mencintai orang-orang saudara-saudara mereka yang berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Ya. Wala yajiduna fi sudurihim hajatam mimma utu. Dan mereka tidak merasa dongkol, tidak merasa hasad dengan karunia yang Allah berikan kepada kaum Muhajirin. Yaitu Allah memuliakan kaum Muhajirin lebih daripada kaum anshar. Tapi kata Allah kaum ansar tidak hasad. Bahkan wiruna ala anfusihim. Bahkan kaum Anshar lebih mendahulukan kaum Muhajirin daripada diri mereka sendiri. Walau kan bihim khasah. Padahal mereka sendiri dalam kondisi perlu, tapi mereka mendahulukan saudara-saudara mereka dari kaum Muhajirin. Setelah itu Allah berfirman, "W yuqasuha nafsihi faulaika humul muflihun." Siapa yang Allah bersihkan dari sikap pelit, maka sungguh dia adalah termasuk orang yang beruntung. Ini semua sengaja saya bawakan. Artinya pujian Allah kepada para sahabat dalam Al-Qur'an banyak ya. Apalagi pujian Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabat dalam hadis juga sangat banyak ya. Di antaranya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Khairun nasi qarni tummalladzina yalunahum tummalladzina yalunahum." Sebaik-baik manusia adalah generasiku. Kemudian yang setelahnya, kemudian yang ee setelahnya. Jadi mereka inilah generasi pilihan yang Allah pilihkan untuk menemani Nabi sallallahu alaihi wasallam dan mengemban risalah Allah dakwah untuk disebarkan ke seluruh penjuru alam semesta. Saya bacakan perkataan Ibnu Mas'ud. Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, salah seorang sahabat senior yang masuk Islam di awal-awal Islam ya di awal di kota Makkah yang pertama kali membaca Al-Qur'an dengan dari kalangan para sahabat membaca Quran dengan keras-keras. Baca surah Ar-Rahman sehingga digebukin oleh orang-orang kafir Quraisy. Inilah Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu yang kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Man ahabba an yaqra alquran qadan than kama unzil falyaqra biqiroati ummi ibnu abdin." Ibni abdin. Ibnu Ummi Abdin. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang ingin baca Quran seperti turun aslinya masih segar, bacalah seperti yang dibaca oleh Ibnu Ummi Abdin, yaitu Ibnu Mas'ud, salah seorang yang ahli Al-Qur'an. Apa kata Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu?" "Mang kana mustannan, siapa yang ingin meneladani falyastan biman qad ya." ya falyastanna biman qad mat ya. Maka hendaknya dia mencontohi orang yang sudah meninggal dunia, yaitu para sahabat yang sudah meninggal dunia. Fainnal hayya la tman alaihil fitnah. Karena orang yang masih hidup tidak aman darinya fitnah. Sekarang ya dia baik, bagaimana penghujungnya kita enggak tahu. Tapi kalau para sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman jelas mereka meninggal di atas apa? Keimanan. Jadi kalau mau contohi, contohi mereka yang sudah meninggal. Jelas dicontohi, jelas diteladani. Sekarang enggak jelas. Diteladani tahu-tahu bikin kasus, diteladani tahu-tahu masalah di penghujung hayatnya, diteladani tahu-tahu berubah. Ya, jadinya istiqamah berubah jadi pelaku dosa. Diteladani tahu-tahu murtad misalnya orang tidak yang hidup tidak aman dari fitnah. Siapa yang dimakud Ibnu Mas'ud? Ikuti yang sudah meninggal. Kata Ibnu Mas'ud, "Ulaika ashabu Muhammadin sallallahu alaihi wasallam." Mereka itulah para sahabat Nabi. Kalau ingin berteladan, maka berteladanlah kepada para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Ibnu Mas'ud muji mereka. Kata Ibnu Mas'ud, "Kanu afdola hadil ummah." Mereka adalah umat itu generasi terbaik dari umat ini. Abar quluban. Mereka adalah orang-orang yang hatinya terbaik. Wa a'maqoha ilman. Orang-orang yang paling dalam ilmunya yaitu para sahabat. Waq takfan yang jauh dari sikap berlebih-lebihan. Para sahabat Allah pilih mereka para sahabat untuk menemani Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan untuk menegakkan agama Allah Subhanahu wa taala. Maka kenalilah kemuliaan para sahabat dan ikutilah mereka dengan menapaki jejak menapak jejaki ya peninggalan mereka. Berpegang teguhlah yang semampu kalian dari akhlak mereka dan dari contoh-contoh keteladanan mereka, perjalanan hidup mereka. Faahum alal huda al mustaqim. Sesungguhnya mereka di atas petunjuk yang lurus. Ini perkataan yang indah dari Ibnu Mas'ud. Dia mengatakan, "Afdolu hadil ummah sahabah asahabah." Bahwasanya umat Islam ini yang terbaik adalah sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian mereka abarha quluban. Yang paling baik hatinya adalah hati para sahabat. Wa a'maqoha ilman. Yang paling dalam ilmunya adalah para sahabat. Waqallaha takalufan. Yang paling tidak suka mencari-cari hal yang berlebih-lebihan yaitu para sahabat. Umat yang Allah sengaja pilih mereka untuk menemani Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka kalau ditanya siapa umat terbaik? Kita bilang secara umum-umat nabi itulah umat terbaik. Umat terbaik di zaman Nabi Musa adalah sahabat Nabi Musa Alaih Salam. Umat terbaik di zaman Nabi Isa adalah murid-murid siapa? Nabi Isa. Setiap umat dari para nabi yang terbaik adalah murid-murid para nabi tersebut. Dan umat yang terbaik dari umat Islam adalah murid-muridnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan umat terbaik seluruhnya dari seluruh para nabi adalah murid-murid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Murid-murid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam lebih afdal daripada sahabatnya Nabi Isa, lebih afdal daripada sahabatnya Nabi Musa, dan lebih afdal daripada para sahabat nabi-nabi yang yang lain. Karena Allah berkata, "Kuntum khair ummah." Kalian adalah umat yang terbaik. Wakadalika ja'alnakum ummatan wasata. Demikianlah kami jadikan kalian adalah umat yang tengah. Maknanya adalah umat yang terbaik. ini agar kita ngerti bagaimana para sahabat bukan ee sembarang generasi bab. Kenapa para sahabat adalah generasi terbaik? Karena sebagaimana banyak sebab ya. Di antara sebabnya dijelaskan oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Karena para sahabat mereka adalah generasi yang bertemu dengan kerusakan di puncak-puncak kerusakan. Mereka menemukan kegelapan di dalam kegelapan yang benar-benar rusak, yaitu di zaman jahiliyah. Mereka mendapati zaman jahiliah. Dan zaman jahiliah paling rusak di puncak-puncaknya sebelum diutusnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kita tahu sebelum Nabi diutus, nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad siapa? Nabi siapa? Nabi Isa alai alaih Salam. Dan antara Nabi Isa ada fatrah antara Nabi Isa dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam lahir sekitar 570 sekian. 571 Masehi. Nabi Isa diangkat mungkin sekitar 30 Masehi atau 33 Masehi. Jadi 33 dengan 571 itu 550-an tahun ada kekosongan tidak ada nabi. Dan ratusan tahun ini, 500 tahun ini sudah cukup membuat karena tidak karena kosongnya nabi ya membuat rusaknya alam. Berbeda. Sebelum Nabi Isa ada nabi-nabi terus dari sejak Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, Nabi Yakub, ada Nabi apa? Yusuf. Ya, Nabi Yusuf ada nabi-nabi, Nabi Musa dari Nabi Musa kemudian nabi-nabi Bani Israil. Sampai di zaman Nabi Isa saja ada banyak nabi. Ada Nabi Zakaria, ada Nabi Yahya, ada Nabi Isa. Setelah Nabi Isa diangkat oleh Allah Subhanahu wa taala terjadi kerusakan. Jadi kerusakan. Ratusan tahun tidak ada nabi. Maka di situlah Rasul wasam pernah bersabda, "Innallaha ahlil ardhium ahlab." Allah melihat kepada penghuni bumi, Allah murka kepada mereka semua. Itu di zaman sebelum Nabi diutus. Allah murka kepada mereka semua baik Arab maupun non Arab. Kecuali segelintir ahlul kitab yang tersisa, yaitu ada pengikut Nabi Musa yang masih bertauhid. Ada pengikut Nabi Isa yang bert cuma sedikit yang di antaranya ditemui oleh Salman al-Farisi. Tapi yang lainnya rusak di mana rusak dan di antara paling rusak adalah di Jazirah Arab. Ketika itu semua model kesyirikan ada, model rusak rusaknya moral ada. Yang nyembah berhala di sekeliling Ka'bah aja 360 berhala. Makanya kota Makkah ketika itu adalah sebenarnya salah satu tempat pusat wisata religi karena banyak kali berhala. Orang-orang datang mau ke berhala mana, berhala mana. Ini berhala spesial apa? Spesial apa? Ramai ya. Rusak orang menyembah batu. Dukun-dukun banyak, penyihir banyak di zaman tersebut ya jimat-jimat, khurafat-khurafat, tatayyur-tatayyur, pamali-pamali, semua ada sebelum Nabi diutus. Jimat dipasang di badan, di kalung, di tangan, dipasang di unta. Orang percaya sama pohon, orang percaya sama batu. Di zaman Nabi ada majusi, penyembah api, ada penyembah matahari. Malaikat diibadahi, jin diibadahi, orang-orang saleh diibadahi. Segala model kerusakan kerusakan ketika itu ada. Moral rusak di zaman Nabi sebelum Nabi diutus, judi luar biasa orang main judi ya. Kemudian khamar, bir luar biasa. Sampai bir adalah boleh dikatakan di zaman itu adalah minuman kesuksesan. Siapa yang sukses minum bir tanda bahwasanya lagi sukses ada duit untuk beli apa? Bir ya, khamar ya rusak. Kemudian zina luar biasa ya. Pernikahan dengan berbagai macam modelnya. Ini sebagaimana saya pernah jelaskan dalam sirah, artinya masih ini rusak-rusaknya ketika itu. Dan masa rusak-rusak ini belum ada pembunuhan di azab mereka, anak-anak dibunuh hidup-hidup. Punya anak perempuan dihidup dibunuh hidup-hidup rusak kayak apa ini? Pertekian di antara kabilah satu dengan kabilah yang lain. Masing-masing kabilah berkuasa sampai mereka ada namanya bulan-bulan haram yaitu dilarang perang 4 bulan. Habis itu perang kerjanya. Habis itu perang kerjanya. perang, berantem, berkelai, bunuh-bunuhan ngeri. Jadi secara moral rusak, secara akidah rusak ya itu zaman rusak-rusaknya itu ada para sahabat yang hidup. Ada Umar, ada Abu Bakar, ada Utsman, ada Ali, ada sahabat-sahabat yang lain. Jadi mereka mendapati ya kerusakan dengan terperinci. Setelah itu mereka kemudian beriman kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian mereka mendapati ajaran kebaikan secara terperinci. Inilah di antara menjadikan para sahabat di antara generasi termulia karena mereka mendapati kerusakan secara terperinci di zaman tersebut dan di antaranya mereka juga pelaku kerusakan-kerusakan tersebut. Setelah itu mereka mendapati cahaya Islam dengan kebaikan yang terperinci dan mereka melakukannya. Dan orang seperti ini di puncak kesempurnaan. Pernah nakal, nakalnya luar biasa. tahu bagaimana bahaya-bahaya kenakalan kemudian dapat hidayah dan secara terperinci. Maka tidak ada yang seperti para para sahabat. Kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, Allah berfirman, "Wadalika nufassilul ayatiibilul mujrimin." Demikianlah kami perinci ayat-ayat agar jelas bagaimana jalan orang-orang para pendosa. Makanya dalam Al-Qur'an Allah sebutkan kisah para pendosa, kisah kaum Nabi Luth, kaum Nabi Nuh, kaum ini, kaum ini. Agar kita ngerti bagaimana kerusakan yang mereka lakukan. Nah, para sahabat mendapati kerusakan luar biasa. Kemudian mereka dapati hidayah yang juga luar biasa. Makanya ketika Jafar bin Abi Thalib dipanggil oleh Raja Najasyi, kemudian kata Raja Najasyi, "Terangkan kepadaku tentang Muhammad." Maka Raja Abu Jafar bin Abi Thalib berkata, "Ayyuhal malik kunna fil jahiliyah." Wahai sang raja, kami dahulu di zaman jahiliah. Ya, naul jitsah. Kami kami dulu makan bangkai. jiran kami berbuat buruk kepada tetangga ya fawahis kami melakukan perbuatan perbuatan keji. Mau inilah inilah macam-macam perbuatan keji. Yang kuat memakan yang lemah hukum rimba. Dia jelaskan kerusakan-kerusakan sampai datang kepada kami seorang nabi yang kami kenal nasabnya, kami kenal akhlaknya. Maka nabi tersebut mengeluarkan kami dari keburukan menuju ke jalan yang terang terang benderang. Ya, inilah salah satu sebab kenapa para sahabat adalah generasi terbaik. Kemudian di antara sebab kenapa para sahabat generasi terbaik ya karena mereka dibimbing langsung oleh siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. guru mereka langsung nabi. Kita dapati misalnya ketemu seperti guru kita Syekh ee Abdul Mus Alabbad hafidahullahu taala yang sekarang usianya mungkin sudah 94 atau lebih ya. Bagaimana orangnya tawadu? Bagaimana orangnya rendah hati? Bagaimana orangnya apa namanya begitu murah hati, suka bersedekah, suka membantu para penuntut ilmu. Luar biasa. Mungkin bilang ini masyaallah. Sampai ada yang mengatakan baqiatus salaf dahulu zaman saya kuliah. Mereka bilang inilah sisa-sisa ulama salaf. Syekh Abdul Mus Al Abbad. Tapi kalau kita lihat kok bisa demikian? Gak usah heran. Karena gurunya dulu Syekh bin Bas rahimahullahu taala. Kenapa dia begitu? Karena gurunya siapa? Syekh bin Bas rahimahullahu. Sal Syekh bin Basruf. ilmunya, akhlaknya, zuhudnya, dan kedermawanannya luar luar biasa. Ini salah satu muridnya ya. Kalau kita dengar cerita sahabat yang luar biasa, bayangkan ada sahabat namanya Abbad bin Bisyir radhiallahu taala anhu. Ketika dia sedang salat malam, tahu-tahu di panah panah sekali dia lanjutkan salat malam. Panah kedua kena tubuhnya oleh musuh, dia lanjut salat malam. Panah ketiga dia lanjut salat malam kemudian selesai. Kemudian dia bangunkan Amar bin Yasir. Ammar bin Yasir mengatakan, "Kenapa kok tidak langsung dari awal panah pertama?" Kata dia, "Saya sedang salat malam, sedang baca surat Al-Kahfi, tidak pengin putus tengah jalan." Subhanallah. Kalau kita baru digigit, digigit tawon langsung selesai salatnya. Buyar. Kok bisa ada seperti ini? Jangan heran. Karena gurunya siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kata pepatah, jika diketahui sebabnya maka gak usah heran. Siapa? Kalau kita dengar bagaimana ada seorang mengorbankan seluruh hartanya berulang-ulang. Infak seluruh hartanya berulang-ulang. Dialah siapa? Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. Infak seluruh hartanya. Sampai ketika perang Tabuk dia infakkan seluruh hartanya. Rasul sahu alaih wasallam mengatakan, "Ma abuqa liahlik." Apa yang kau tinggalkan sisakan buat keluargamu. Kata Abu Bakar, "Abuqit lahumullah wa rasulah." Aku tinggalkan buat mereka dan rasulnya. Seluruh harta dia infakkan. Gak usah heran. Karena gurunya siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jadi kita kalau baca sejarah para sahabat ya luar biasa seakan-akan dongeng ya. Seakan-akan dongeng bagi dermawan mereka, pengorbanan mereka, keberanian mereka luar biasa. Tapi enggak usah heran karena gurunya adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka di antara yang menjadikan para sahabat adalah Gis terbaik. Karena gurunya adalah manusia terbaik di alam semesta yang Allah berfirman, "Ya, wa innaka laa khuluqin adzim." Kata Allah, "Sesungguhnya engkau wahai Muhammad berada di atas akhlak yang agung." Kata sebagian ulama memuji Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mereka berkata, "Setiap orang kalau ditempelin sama akhlak yang agung maka jadi mulia. Ada orang biasa-biasa, tapi ketika dia jujur, orang puji dia. Ada orang biasa-biasa, tapi ketika dia ditempeli oleh akhlak dermawan, maka orang memujinya. Semua orang begitu, kecuali Nabi. Kalau Nabi karena ya ketika ditempelin akhlak ditempelin oleh Nabi, akhlak tersebut menjadi sangat mulia. Jadi akhlak tersebut malah Nabi yang berjasa kepada akhlak. Karena dengan adanya baru ketahu, "Oh, ternyata ada akhlak seperti ini yang sebelumnya belum pernah ada." Karena ketika akhlak tersebut nempel pada Nabi, ternyata jadi luar biasa akhlaknya. Sungguh luar biasa. Ketika nempel pada siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi tunjukkan bagaimana kejujuran yang luar biasa, kedermawan yang luar biasa, kezuhudan yang luar biasa, keberanian yang luar biasa. ya, yang kalau nempel di tempat lain tidak pernah muncul seperti itu. Ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, guru para sahabat adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang mereka melihat langsung bagaimana akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang Allah memuji Nabi dengan berkata, "Wa innaka laa khuluqinim." Sesungguhnya kau berada di atas perangai yang sangat agung. Jadi wajar para sahabat menjadi generasi terbaik yang bimbing mereka Nabi sallallahu alaihi wasallam. [Musik] Kemudian bukan cuma Nabi yang mengawasi mereka bahkan Allah Subhanahu wa taala mengawasi. Ya, bagaimana ketika para sahabat menjalani perintah-perintah Nabi. Jadi saya tanya sama antum, manusia pertama kali yang menjalankan perintah Nabi siapa? Para sahabat kan yang pertama kali menerima ajaran Nabi? Para sahabat yang pertama kali mempraktikkan ajaran Nabi adalah para sahabat. Ketika mereka mempraktikkan terkadang mereka melakukan kesalahan dan ditegur oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Terkadang yang tegur langsung adalah siapa? Allah. Dan betapa sering turun ayat-ayat menegur para sahabat. Turun ayat-ayat sahabat salat turun ayat. Sahabat saya turun ayat. Berarti Allah mengawasi praktik keagamaan para sahabat. Kalau sekarang kita melakukan kesalahan enggak ada ayat yang turun. Enggak ada. Paling natizen yang bikin masalah. Tapi kalau dulu para sahabat salah, turun ayat tegur. Jadi isyraf, pengawasan langsung dari Allah Subhanahu wa taala. Makanya di antara dalil yang digunakan oleh Jabr bin Abdillah tentang bolehnya melakukan azal. Azal itu seorang laki berhubungan dengan istrinya atau dengan budak wanitanya. Kemudian air mani tidak dimasukkan di rahim, tapi dikeluarkan dari rahim. Maka dia berkata, "Kunna nazilu." Kami dulu melakukan azal di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi masih hidup. Wal quranu yanzil dan Al-Qur'an turun. Seakan-akan Jabir berkata, "Seandainya itu haram, pasti Allah turunkan ayat tegur. Tapi ketika Allah tidak tegur, berarti hukumnya apa? Boleh." Artinya, Jabir mengatakan, "Kami ini diawasi oleh Allah Subhanahu wa taala." Nah, praktik keagamaan dilakukan para yang yang dilakukan oleh para sahabat ternyata diawasi oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka jadilah mereka adalah umat terbaik dan mereka telah disiapkan oleh Allah untuk mengemban risalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini mukadimah secara umum agar kita tahu bagaimana para sahabatlah terbaik. Oke, sekarang saya sebutkan ya, bagaimana keteladanan para sahabat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka ternyata ya adalah generasi yang sangat mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam dan sangat mengagungkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka sangat cinta sama Nabi. Mereka sangat mengagungkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ha. Ini digambarkan oleh seorang namanya Urwah bin Mas'ud Assqafi. Urwah bin Mas'ud Assqafi adalah salah seorang dari pemimpin kota Thaif ya, yang dahulu ketika itu dia masih musyrik dan dia menjadi utusan ketika terjadi perjanjian Al-Hudaibiyah, utusan yang diutus oleh orang-orang Quraisy adalah Urwah untuk berunding dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kenapa? Karena Urwah ini adalah orang yang boleh dikatakan seorang diplomat, seorang diplomat yang suka ke mana-mana. Sering pergi ke ketemu dengan para raja, raja Romawi, raja Persia. Dia suka ke mana-mana, suka ke luar negeri sehingga dia sudah melihat orang-orang hebat. Sehingga dia yang dipilih untuk bernegoisasi dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika dia bernego dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam, dia melihat ke bagaimana para sahabat begitu mengagungkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Setelah dia bernego dengan Nabi, dia pulang kepada orang-orang Quraisy. Kemudian dia berkata, "Laq wafatu alal mulu." Saya telah datang kepada para raja karena dia orang diplomat. Raja ini, raja anu raja ini. Wafatu al Kisro. Saya pernah pergi ke Raja Persia. Saya pernah ketemu bagaimana Raja Persia dan bagaimana anak buahnya. Saya tahu. Waqaisar. Dan saya pernah ketemu dengan kaisar, raja Romawi. Bagaimana rajanya dan bagaimana sikap ring satunya kepada sang raja. Saya pernah lihat W Najasyi dan saya pernah ke Najasyi. Raja Habasyah. Bagaimana ring satunya bersikap kepada dia? Urwah bin Masud tahu. Wallahi initu malikan qadimuhu asuh mauimu ashabu Muhammadin Muhammadan. Demi Allah saya tidak pernah melihat orang-orang terdekat raja mengagungkan raja sebagaimana para sahabat mengagungkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ring satunya kaisar mengagungkan kaisar tidak seperti para sahabat mengagungkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ring satunya Kisra Raja Persia mengagungkan sang raja. Tidak sebagaimana sahabat-sahabat Nabi mengagungkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ring satunya Najasyi ketika mengganggu Raja Najasyi tidak sebagaimana penganggungan para sahabat Nabi kepada Nabi. Maka dia berkata, "In roitu malikan qadimuhu asuh mauimuhu ashabu Muhammadin Muhammadan." Tidak ada seorang raja pun yang pengikutnya mengagungkan sang raja dengan pengagungan yang dilakukan oleh para sahabat Nabi kepada Nabi, sahabat Muhammad kepada Muhammad. Wallahi inanakama nakamatan illa waqat fi kafi wahidin minhum fadaka biha waj wa jildahu. Kata dia, "Demi Allah tidaklah Nabi kemudian buang ludah kecuali ludah tersebut jatuh di tangan salah seorang dari para sahabat. Gak jatuh ke tanah, diambil kemudian digosokkan ke tubuh mereka. Mereka bertabaruk dengan ludah siapa? Nabi." Dengan dahak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena Nabi seluruhnya berkah. Waarum amrahu. Perhatikan kalau dia perintah sesuatu semua bersegera menjalankan perintahnya. Para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan begitu semangat dan gembira tidak seperti raja-raja yang lain. Mungkin ada raja anak buahnya berani karena ngantuk sedikit dibunuh. Ini enggak. Dia semangat karena cinta kepada siapa? Nabi karena mengganggungkan Nabi. Nabi perintah semuanya semangat. Kalau Muhammad berwudu, mereka rebut-rebutan mengambil sisa wudu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waama kalau Nabi berbicara semuanya langsung diam dengarin perkataan Nabi sallallahu alaihi wasallam. W yuhadunai. Mereka tidak pernah memandang Nabi dengan tajam mata karena mengagungkan Nabi. Sampai Amar bin As berkata, "Kalau kau menyuruhku untuk mensifati wajah Nabi, aku tidak mampu karena aku mengagungkan. Tidak mampu lihat Nabi lama-lama karena pengagungan terhadap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Kalau Nabi bermajelis, sahabat duduk seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Begitu tenang di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Urwah bin Mas'ud mengatakan, "Aku nak pernah lihat ada pengikut raja yang mengagungkan raja manaun seperti pengikut Muhammad yang menggagungkan siapa? Muhammad." Ini gambaran tentang para sahabat yang dilihat langsung oleh Urwah bin Masud Atsqafi dan dia ketika itu masih musyrik. Kemudian dia akhirnya masuk masuk Islam. Tiib. Ini secara umum bagaimana para sahabat begitu mengumungkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Adapun contoh secara kasus perkasus sebagaimana para sahabat maka kita akan sebutkan bagaimana mereka benar-benar mencintai Nabi dan menjalankan perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Contoh ketika perang Tabuk. Ketika perang Tabuk maka Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam suruh untuk bersedekah. Rasul sahu alaihi wasallam juga suruh untuk berangkat. Yang Allah mengatakan f saatil usra yaitu di saat yang berat. Ya, perang tersebut berat karena harus berjalan dari Madinah menuju Tabuk sekitar 700 k. Kemudian di musim panas ketika itu dan ketika itu kurma-korma mulai panen. Godaan luar biasa. Pengin panen kurma. Jalan panas pergi ke negeri Syam ke tempat yang mereka tidak pernah capai sebelumnya untuk melawan Romawi. Yang Romawi ketika itu mungkin pasukannya jutaan pasukan. Sementara kaum muslimin cuma 30.000 orang. Maka itu perang yang sangat berat. Tapi bagaimana para sahabat? Semangat. Semangat. Di antara mereka ada yang bersedekah. satu sa mereka sedekah semampunya. Ada yang tidak bisa sedekah dan di antara mereka ada yang ya minta untuk berangkat. Ya Rasulullah, Kak, saya ingin berangkat. Ada tunggangan saya pengin berangkat berjihad. Ya, maka Allah memuji mereka. Allah abadikan dalam Al-Qur'an dalam surat atubah ayat 92. Kata Allahumidu ahmilukum alaihiwallunan allidu maunfiquun. Dan tidak ada salah bagi orang-orang yang datang kepada engkau minta, "Ya Rasulullah, adakah tunggangan? Adakah unta, adakah kuda? Biarkanlah kami berangkat berjihad bersama Anda. Kami tidak punya tunggangan." Kata Rasul wasallam, alai qadarullah tidak ada tunggangan. Kata Nabi, tidak ada unta, tidak ada kuda untuk kalian naiki. Kalian tidak bisa ikut perang. Tawallau, akhirnya mereka pulang tidak bisa ikut jihad. Dan mereka menangis berderai air mata. Karena apa? Karena tidak bisa ikut apa? Jihad. Hasanan allajidun. Mereka sedih karena tidak menemukan tunggangan untuk mereka berangkat berjihad. Ini para sahabat. Kalau mungkin sebagian yang lain, alhamdulillah enggak jadi berangkat. Berat cuma jalan 700 kilo. Waduh panas-panas, makanan kurang ya. Lawannya musuhnya Romawi. Mungkin entar ratusan ribu yang mau kita hadapi. Enak di rumah lagi panen kurma. Berat ketika itu. Maka Allah mengatakan f saatil usr. Tapi ada seah sahabat yang seperti itu nangis. Kalau tidak salah mereka digelar dengan bakkaun, orang-orang yang menangis. Kenapa menangis? Karena tidak bisa ikut ikut jihad. Ini para sahabat antum lihat di awal-awal peperangan ketika perang Uhud, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berangkat dengan para sahabat. Kemudian Rasulullah alaihi wasallam melakukan istira. Istiraj apa? Ngecek pengecekan. Rasulullah cek barisan. Rasulullah itu pas pasukannya 1.000, musuhnya 3.000. Rasulullah cek. Cek apa? Ada yang belum umur suruh enggak boleh ikut. Ternyata banyak sahabat-sahabat kecil yang ingin perang. Rasulullah pulang pulang enggak boleh. Subhanallah. Bagaimana mereka masih belum balik. Semangat untuk ikut apa? Perang. Semangat. Semangat. Sebagian kita, masyaallah anak-anaknya juga perang tapi perang di game. Para sahabat dulu mengajarkan anak-anaknya untuk berkorban sejak masih kecil sehingga mereka semangat untuk perang mau mati bela Islam. Bukankah di perang Badar yang membunuh siapa? Membunuh Abu Jahal. Anak-anak kecil, anak muda masih remaja. Datang kepada Auf. Om mana? Abu Jahal yang mana? Om ngapain? Saya ma bunuh dia. Kenapa? Saya dengar dia maki Nabi. Subhanallah. Jadi begitulah para sahabat, generasi yang luar luar biasa. Di antara contoh ketika Nabi membaiat para sahabat untuk tidak minta apapun kepada orang lain. Dari Auf bin Malik al-Asja radhiallahu anhu. Beliau berkata, "Kunna inda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tisa aaniah au sabah." Ketika kam sekitar 9 orang atau tujuh atau delan orang. Tiba-tiba Rasulullah berkata, "Abuna Rasulullah, tidakkah kalian membaiat Rasulullah?" "Kami baru saja membaiat Nabi, masuk Islam. Kami baru saja baiat Nabi, menyatakan Islam, menyatakan syahadah di hadapan Nabi." Kenapa Rasulullah bilang baiat lagi? Kata para sahabat, "Qod baynaka ya Rasulullah, kami sudah membaiat Anda ya Rasulullah." Rasul sahu alaihi wasallam ulangi lagi. Ala tubuna Rasulullah, "Tidakkah kalian membaiat lagi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?" "Kami baru baiat Rasulullah, "Tidakkah kalian baiat lagi? aidana. Akhirnya kami pun menjulurkan tangan kami. Ya Rasulullah faam. Ya Rasulullah kami sudah membaiat Anda. Kami baiat apaagi? Mau baiat apa lagi? Sudah baiat siap Islam, siap tunduk, siap taat. Maka Rasul sahu alaihi wasallam mengulangi dengan menekankan baiat. Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Ala an ta'budullaha wala tusriku bihi saai." Akuat kalian untuk mengambil janji setia dari kalian agar kalian tidak berbuat ibadah kecuali hanya Allah dan kalian tidak berbuat syirik sama sekali. Wasatil khams dan kalian menjalankan salat l waktu dan kalian taat kalimat. Kemudian rasul sahu al wasallam menyebutkan kalimat yang samar. Kemudian Rasulullah berkata walunasa dan kalian tidak minta apapun kepada manusia. Ini yang berat, ini baru ini gak boleh minta apapun kepada orang lain. Berkata Auf bin Malik al-Asja falaq roitu baik nafar yasqu ahadihim ahadanunawahuahu. Hadis riwayat Muslim. Ya, aku melihat mereka yang berbaiat kepada nabi tersebut, sekelompok orang tersebut tidak pernah minta apapun kepada siapapun. Sampai ketika dia naik kuda atau naik unta kemudian jatuh cemetinya, dia tidak bilang, "Ah, tolong ambilin sebentar gak." Dia turun sendiri, ambil sendiri. Padahal pekerjaan ringan. Ada orang lewat tinggal tolong sebentar. Enggak. Dia enggak mauy nyuruh orang karena sudah membaiat Nabi tidak minta apapun kepada orang lain. Benar-benar dijalankan perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Qurtubi berkata rahimahullah waakahu shallallahu alaihi wasallam baiah allalu ahadan. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengambil janji dari para sahabatnya ketika baiat agar mereka tidak meminta kepada seorang pun apapun. Jangan minta apapun kepada seorang pun. Ya lahum makaril ak. Ternyata ini menjadikan mereka berakhlak mulia. min dan mereka tidak mau punya hutang budi sama orang enggak mau. Enggak mau, enggak mau minta sama orang. Apun terjadi enggak ada minta sama orang. usaha sendiri watlimri watlimri alail hajat walna aninas dan berpelajaran belajar akan kesabaran ya akan memenuhi kebutuhan sendiri yang sulit dan tidak butuh kepada orang lain nafs mempunyai jiwa yang tinggi akumika ilamu jamil asya ketika rasulullah mengambil janji dari mereka, maka mereka pun iltizam, mereka komitmen dalam segala urusan. Tidak pernah minta apapun kepada siapapun. Wafil ahwal ya dan dalam segala kondisi. Hatta fima lah fihi minna thordan lilab wazar. Bahkan mereka tidak meminta tolong yang di situ tidak ada tidak ada utang budi. Intinya kalau seorang naik kuda lagi jalan ramai-ramai terus cemetinya jatuh, dia bilang, "Tolong ambilin kira-kira ada hutang budi enggak?" Enggak ada, kan? Tapi karena mereka mengkomitmen dengan zahir perintah Nabi, mereka enggak mau sama sekali enggak mau. Bahkan perkara yang tidak ada nilainya pun mereka tidak mau suruh orang. Ini sahabat komitmen luar biasa. Oleh karenanya di antara baiat yang juga berat ketika Nabi membaiat Jarir bin Abdillah Albajali, Rasulullah membaiat Jarir bin Abdillah ada tambahan kalimat tersendiri. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Iqamah yaitu e zakah wus likulli muslim." Yaitu setelah syahadatain kau mengerjakan salat, membayar zakat dan kau berbuat terbaik bagi setiap muslim. Ini ada tambahan sulit. Wushi likulli muslim. Yaitu kau melakukan yang terbaik bagi muslim manaun yang kau temui wahai Jarir. Ketemu orang tua, ketemu anak kecil, laki-laki, wanita. Kalau kau bermuamalah, pilihlah muamalah terbaik. Sampai disebutkan Jir bin Abdillah suatu hari dia membeli kuda. Membeli kuda. Kemudian sepakat penjual kudanya menjual dengan 300 dirham. Sudah sepakat, sudah rida. Kemudian Jarir naik. ini kayaknya kuda enggak pantas 300 dirham dan dia sudah janji sama Nabi untuk bersikap yang terbaik bagi setiap apa? Muslim. Dia harus bersikap terbaik kepada penjual ini. Kata dia, "Wahai akhi, ini kuda tidak pantas 300 dirham. Harusnya 500 nih tambah 200 dirham." Terus dia naik lagi, dia coba lagi. Ternyata ini kuda hebat. Kata dia, "Enggak pantas 500 dirham." Dia panggil lagi, "Ini kudamu tidak pantas 500 dirham, harus 800 dirham." Ada enggak di antara kita seperti itu? Omong kosong paling, "Wah, ini jago kalau belanja." Uh, harusnya 800 saya bayar 300. Kan jago [Musik] dong. Maksud saya ini sahabat mereka kalau sudah ambil baiat mereka apa? Komitmen. Ketika mereka berjanji tidak mau minta kepada siapapun, apapun mereka komitmen sampai hal-hal yang kata kurtubu tadi, hal-hal yang tidak ada hutang budi mereka enggak enggak mau minta. Ada cemeti jatuh, mereka ambil sendiri, turun ambil sendiri. Padahal kalau suruh orang tidak ada susahnya. Maksud saya tinggal jalan tidak perlu dicatat hutang budi wong cuma ngambil apa cemeti. Tapi mereka tidak mau. Kemudian juga ketika dikasih nasihat sekali mereka pegang seumur hidup. Lihatlah Umar bin Abi Salamah. Umar bin Abi Salamah itu anaknya Abu Salamah. Dia adalah Rabib Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi ketika Abu Salamah meninggal, istrinya siapa? Ummu Salamah. ini punya anak-anak dari Abu Salamah di antaranya Umar ya, di antaranya Salamah masih kecil dan dirawat oleh Nabi. Makanya ketika Nabi ngelamar Ummu Salamah, Ummu Salamah bilang, "Wahai Rasulullah, saya ada masalah, ada problem beberapa problem. Tiga problem. Pertama, saya sudah tua. Perempuan-perempuan yang muda masih banyak karena dia sayang sekali sama suaminya. Yang kedua, saya banyak anak-anak kecil harus saya urus. Kalau kau nikah sama saya, ngurusin apa? Anak-anak repot. Yang ketiga, saya pencemburu. Repot kalau nikah sama saya, nanti saya cemburu sama istri-istri yang lain. Kata Rasulullah, "Enggak ada masalah. Kau tua, saya lebih tua." Kata yang kedua, "Anak-anakmu saya ngurus. Kalau kau cemburu, saya berdoa agar menghilangkan kecemburuan darimu." Subhanallah. Ummu Salamah ketika nikah dengan Nabi tidak terkenal sebagai pencemburu. Siapa yang doa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antara anak-anak, di antara anak-anak Ummu Salam adalah Umar. Jadi dia anak tiri atau anak bawaan anak bawaannya Ummu Salamah yang dididik oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Umar, "Kuntu gulaman." Umar bin Abi Salamah bukan Umar bin Khattab. Umar bin Abi Salamah. "Kuntu gulaman fi hijrin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Aku seorang remaja di bawah naungan Nabi sallallahu alaihi wasallam karena dia adalah anak bawaan dari Ummu Salamah yaitu yang hidup di rumah Ummu Salamah. Ya watfah kalau saya makan tanganku ke sana kemari loncat sana loncat sini masih remaja makan kurang beradab maksudnya karena ya mungkin belum diajarin makan ambil sana ambil sini ada orang sekarang gitu kalau makan tangannya loncat cret cret kalau piring sendiri kan enak tapi kalau barang-barang ini kadang-kadang loncat ngambil apa ayam orang Ya, saya pernah waktu zaman dulu sahur, ini cerita aja ya, sahur pas iktikaf sahur pakai pakai apa namanya sahan itu pakai apa e nampan besar. Kami orang Indonesia ada satu orang dari luar ikut nimbrung ini kita berapa? Kita berlima, berenam dia dapat masing-masing dalam a dapat aib seperempat seperempat. Tiib makan kita makan bareng. Masih ayamnya sendiri-sendiri depan-depan masing-masing. Tahu-tahu dia makan cepat ayamnya habis. Ayamnya dia habis. Dia mulai loncat ke ayam kita. Terus saya mau kasih pelajaran pakai bahasa Indonesia. Saya bilang teman-teman kayak saya hitung sampai 1 2 3 angkat ayam kalian. 1 2 3 C dia malu k dia mau loncat tangannya apa aimnya sema diangkat. Sekedar pelajaran aja. Jangan begitu kalau antum makan ya. Jangan loncat sana, loncat apa? Sini. Loncat sana dapat apa? Ee apa namanya? Ini ini enggak makan beradab. Ya, loncat sana dapat pecel. Loncat sana dapat pecel. Tib kata dia tanganku ke sana kemari berkelana di piring di apa nampan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi menegurku dengan penuh kelembutan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya ghulam, wahai sang remaja, sang pemuda, sammillah." Jangan lupa bilang apa? Bis bismillah kalau makan. Waqul biyaminik. Kalau makan dengan tangan kanan. Wa mimma yalik. Dan makanlah dari yang ada di depanmu. Rasulullah subhanallah kalau beri nasihat terkadang bagian yang salahnya bagian terakhir. Rasulullah enggak bilang, "Eh, tangan yang benar." Gak. Rasulullah awal dulu. Bismillah dulu. Jangan lupa bilang apa? Bismillah. Makan pakai tangan kanan. Baru kemudian bagian kesalahan Rasulullah sebut apa yang terakhir. Jadi ini sama seperti ketika ee Abu Darda karena saking semangat ibadah sehingga dia tidak proposional sehingga dia semangat puasa, semangat salat malam, istrinya tidak dapat kurang kasih sayang dari suami. Ya. Siang. Puasa malam, salat malam, kapan tidur sama istri? Sampai akhirnya ditegur oleh Salman dan akhirnya ditegur oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena ibadah kita enggak boleh ikut kesenangan. Oh, saya kalau salat malam terus semangat ya, tapi istrimu kasihan. Saya penginnya keluar rumah terus ya, tapi istri siapa yang ngurus? Anak-anak siapa yang ngurus? Islam tidak demikian. Ada porsinya masing-masing. Siapa yang berlebihan pada satu porsi akan menumbalkan porsi yang porsi yang lain. Maka Nabi ketika menegur Abu Darda, "Kesalahannya di mana?" kurang perhatian sama is istri. Lihat Nabi bilang apa. Kata Nabi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ee wahai Abu Darda ya inna lirabbika alaika haqqon. Sesungguhnya Rabbmu punya hak yaitu kau puasa, salat malam, baca Quran. Walijasadika alaika haqqan. Jasadmu juga punya hak untuk apa? Isti istirahat. Jangan siang puasa, mulu malam salat malam. sehingga tidak sempat istirahat. Dan tamumu juga punya hak. Kalau punya tamu kau jamu ngobrol, tamu punya hak. Baru Rasulullah terakhir waliah alika haqqan. Istrimu juga punya apa? Hak. Faqin haqqah. Maka berikanlah masing-masing yang punya hak-haknya. Maksud saya, Nabi tidak langsung bilang, "Wahai Abu Darda, istrimu punya hak." Enggak. Itu poin kesalahan disebutkan oleh Nabi bagian apa? Terakhir itu metode Nabi karena tidak langsung kadang-kadang sama seperti ini. Kesalahan Umar di mana? Umar bin Salam bin Abi Salamah kesalahannya tangannya berkelana ke sana ke mari ketika makan ini sini sini. Maka Rasulullah ketika tegur Rasulullah menyebutkan adab yang lain dulu. Ya ghulam sammillah. Kalau makan bilang apa? Bismillah. Enggak langsung tembak. Kemudian wa biyamini. Kalau makan pakai tangan kanan. Kemudian wa f yalik makanlah di depanmu. Jangan lon loncat. Apa kata Umar bin Abi Salamah? Hadis riwayat Bukhari kata beliau famaalatti ba'du. Demikian akhirnya saya kalau makan selalu begitu caranya tidak loncat tangan sana kemari. Sejak saat itu saya dengar dari Nabi sallallahu alaihi wasallam itu komitmen sahabat. Kalau sudah dengar nasihat Nabi, komitmen di antaranya Nabi kalau memerintahkan sesuatu, e ini magrib berapa menit lagi? Berapa? 12 12 menit. Di antaranya begitu semangatnya para sahabat menjalankan perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai satu hari ya kata Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu lamastawa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaumal jumah ketika Rasulull sahu alaii wasallam sedang khotbah di hari Jumat ya Rasul sahu al wasam berada di atas mimbar Rasulullah berkata ijlisu duduklah kalian para sahabat yang di masjid suruh Apa duduk? Fasamaika Ibnu Mas'ud. Dan Ibnu Mas'ud belum masuk masjid. Dia masih di luar di pintu masjid. Dia dengar perintah ijlusu duduk lu. Padahal dia belum masuk apa? Masjid. Fajalasa. Maka dia duduk langsung di luar masjid karena dengar perintah apa? Duduk. Eh, duduk langsung. Faraahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah melihat Ibnu Mas'ud. Rasulullah berkata, "Taal ya Abdullah bin Mas'ud." Ya, kemarilah. Ya, wahai Ibnu Mas'ud. Bukan duduk di situ. Masukmasuk. Maksud saya Ibnu Mas'ud segera begitu mendengar perintah Nabi untuk duduk, maka dia pun segera duduk. Padahal masih di luar apa? Masjid. Di pintu masjid. Kemudian Rasulullah suruh suruh masuk. Kemudian dalam datang dalam hadisnya ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sedang salat. Jadi para sahabat kalau ada Rasulullah perintah, mereka tidak pikir panjang. Kenapa? Kenapa? Kenapa enggak? Pokoknya Rasulullah bikin mereka kerjakan. Karena Allah telah mengatakan, "Fama atakumur rasulu fakudu." Wakum rasulu fakuduh w nahakum anhu fantau. Apa yang datang dari Nabi maka ambillah dan apa yang Nabi larang maka tinggal tinggalkanlah. Kata Abu Said Alkhudri, "Bainama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yusoli biashabihi." Ketika Rasulull sahu alaii wasallam sedang salat bersama sahabatnya, Rasulullah salat pakai khuf. Dahulu masjid terbuat dari tanah dan sunahnya adalah salat pakai apa? Khf. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Shallu ala khifafikum." Salatlah dengan menggunakan khuf. Sepatu masuk salat zaman dahulu. Kalau sekarang sih agak repot ya. Kalau zaman dulu gak apa-apa karena tanah dan tanah bersifat membersihkan ya. Maka Rasulullah mengatakan kalau kamu lihat mau masuk masjid lihat dulu bagian bawah khuf sepatu. Kalau kotor bersihkan baru kemudian masuk. Jangan asal masuk, tapi salat pakai sepatu ketika itu. Maka ketika Rasulullah sedang salat, maka Rasul sahu alaihi wasallam lepas sepatunya. Para sahabat juga sedang salat pakai sepatu. Khala ana alaihi ana alaihi fawahuma alasari. Rasulullah lepas sepatunya, Rasulullah taruh sebelah kiri. Ketika mereka lihat Nabi buka sepatu, semua juga lepas sepatu. Langsung ikut Nabi bikin apa mereka semua ikut. Nabi sallallahu alaihi wasallamahu ketika rasul wasam selesai salat mereka Rasulullah bertanyaakum Rasulullah kalau salat bisa lihat di belakang kata Rasulullah apa yang buat kalian kenapa buka sepatu-sepatu kalianaka kami lihat engkau lepasendal lepas sepatu engkau ya Rasulullah maka kami pun ikut lepas sepatu maka rasul sahu al wasallam berkata saya lepas sepatu ada sebabnya nya in Jibril tadi Jibril datang kepadaku mengabarkan bahwasanya di sepatuku ada kotoran, ada najis makanya saya lepas. Kalian kan enggak ada najis, ngapain lepas? Kata Rasul sahu al wasallam, masjidah. Kalau jika salah seorang dari kalian datang ke masjid, lihatlah kedua sepatunya terlebih dahulu. Kalau ada najis, maka bersihkan terlebih dahulu. Kemudian masuklah salat dengan sepatunya. Maksudnya para sahabat apa yang Nabi lakukan mereka segera kerjakan. Terkadang mereka tidak tahu kenapanya. Ya, sampai ee Umar pernah berkata kepada Hajar Aswad, inni lau annaka hajar lafa wad laitu rasul wasam yuqiluka. Kata Umar, "Wahai Hajar Aswad, saya tahu kamu sekedar batu. Batu biasa tidak bisa beri manfaat, tidak bisa beri mudarat. Kalau bukan saya lihat Nabi cium kamu, saya tidak bakalan cium kamu. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Umar mengatakan demikian. Disebut dalam sebagian riwayat dia mengaraskan suara di zaman ketika dia jadi khalifah. Dia khawatir orang-orang mengagungkan Hajar Aswad punya keyakinan macam-macam. Ya sekarang kan orang punya macam-macam. Batu akiklah, batu ekek lah, batu apalah. Mana yang lebih bagus? Batu akik atau batu hajar aswad? Hah? Hajar aswad turun dari surga. Mana lebih bagus? Batu hajar aswad baju akik. Batu akek dari sungai tujuh rupa. Ini hajar aswad saja yang begitu hebat. Umar kemudian agar menghilangkan nilai-nilai kesyirikan dari orang-orang yang baru masuk Islam khawatir punya keyakinan terhadap batu. Maka Umar berbicara dengan suara lantang. Ya Hajar. Dia cium Hajar Asad. Kemudian dia berkata, "Ya Hajar inni aamu annaka Hajar. Sungguh aku tahu kamu hanya sekedar batu. La tanfa w tidak bisa beri manfaat, tidak bisa beri mudarat. Kalau bukan saya pernah lihat Nabi cium kamu, saya tidak bakalan cium kamu. Agar orang-orang sadar ini batu kita cium karena ikut sunah siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya ketika di zaman Muawiyah, Muawiyah kemudian dia tawaf. Kemudian ketika tawaf dia mengusap empat rukun atau empat pojok dari Ka'bah. Sunahnya adalah cuma rukun Yamani sama Hajar Aswad. Dilihat oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Abbas dalam hal ini lebih alim daripada Muawiyah. Dia lebih banyak menuntut ilmu daripada Muawiyah. Dua-duanya sahabat mulia. Maka Muawiyah ketika tawaf dia ngusap rukun Yamani, dia ngusum hajar aswad. Ee ngusap hajar aswad. Kemudian dia juga mengusap ruknan ee syamiain, yaitu yang sebelah lain dia maka ditegur oleh Ibnu Abbas, "Kenapa engkau mengusap empat-empatnya? Kata Muawiyah, "Saya tidak pengin ada bagian yang tidak digunakan. Hendaknya saya usap semuanya." Kata Ibnu Abbas, "Akan tapi saya melihat Nabi cuma mengusap dua saja." Laqana lakum fi rasulillahqana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah. Sungguh pada diri Nabi ada contoh yang baik. Setelah itu Muawiyah tidak mengusap kecuali dua dua tempat. Kenapa? Ya sudah. Begitu contohnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika ada seorang wanita bertanya kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, limaru biqamu biqat." Kenapa kita wanita kalau haid diperintahkan untuk mengqada puasa, namun tidak diperintahkan untuk mengqada salat? Puasa suruh qada tapi salat enggak. Apakah wanita kalau sudah suci mengqada salat? Waktu haid dia tidak salat disuruh qada kan? Enggak. Maka kata Aisyah, "Ahauriatun anti, engkau ini dari mazhab Khawarij." Aisyah menjelaskan, "Kunna kami dahulu para wanita di zaman Nabi kami haid." Fanmaru biqam wu biqada salat. Karena kami dulu diperintahkan untuk mengqada puasa, tidak mengqada salat begitu saja. Dia tidak bilang karena ini, karena ini, karena ini, karena ini, karena perintahnya demikian. Karena perintahnya demikian. Oleh para sahabat kalau ada perintah Nabi jalankan ya di dijalankan meskipun tidak tahu kenapanya, kenapanya kenapanya karena mereka benar-benar tunduk kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Masih ada waktu? Pah masih berapa? Hah? Berapa menit? 3 menit. sampai para sahabat begitu cintanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ya mereka terkadang menyukai sesuatu yang asalnya mereka tidak tidak sukai bahkan terkait dengan ee makanan di antaranya dari Jabir bin Abdillah radhiallahu taala anh suatu hari kata Kata Jabir, Rasulull sahu alaihi wasallam akhaza Rasul sahu alaii wasallam biyadihi dat yaumin ila manzilihi. Maka Rasul sahu alaihi wasallam mengajak Jabir ke rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka dia pun mengeluarkan sepotong roti. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam memanggil istrinya. Ya, Rasulullah bertanya, "Apa tidak ada campuran roti?" Ma min udmin? Tidak ada kuahnya kah? Roti kering-kering biasanya pakai apa? Lauknya ada kuahnya. Maka kata istrinya, "Tidak ada illa syaian min khal kecuali ada cuka." Tinggal cuka. Maka rasul sahu alaih wasallam mengatakan, "Faal khudmi cuka ini makanan baik ya, yaitu lauk yang baik untuk makan roti." Ini ngomong begitu ya. Setelah itu ya Jabir radhiallahu anhu makan cuka bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka Jabir setelah itu berkata, "Fama ziltu uhibbul khalzu samuha min nabiyillahi shallallahu alaihi wasallam." Sejak itu saya suka makan cuka. Sejak saya mendengar Nabi berkata, "Sebaik-baik lauk adalah apa?" Cuka. Rasulullah suka, saya suka juga. Ini contoh ini Jabir. Di antaranya Anas bin Malik radhiallahu anhu. Beliau berkata, "Daa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam rajulun." Rasulullah diundang makan oleh seseorang. Fantalqu maahu. Maka aku pun berangkat bersama Nabi karena Anas pembantu Nabi. Diundang makan Anas ikut. Fajqatin fiha dubba. Maka kemudian didatangkanlah sayur yaitu kuah. Di situ ada dubba ada labuala rasulah wasamba Rasulullah makan dan suka dengan labu ini. Karena saya lihat Nabi suka labu saya tidak makan saya kasih Nabi semuanya nabi yang makan. Dia juga enggak begitu suka kasih. Kemudian Anas berkata setelah selesai acara makan tersebut karena dilihat suka lihat Nabi suka makan labu. Kata Anas, ba'du yjibuni sejak saat itu saya suka makan apa? Labu. Sampai apa yang Nabi hobi makan, mereka pun juga hobi makan. Karena saking cintanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasahbihi wa. Kita masih lanjutkan tentang bagaimana para sahabat mengeladani Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Sebagaimana para sahabat ya begitu semangat menjalankan perintah Nabi sallallahu alaihi [Musik] wasallam ya semampu mereka ya. Maka nanya ketika dalam perang Uhud Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menawarkan pedangnya ya. Rasulullah berkata, "Siapa yang berperang bisaifi, siapa yang berperang dengan pedangku." Maka semua sahabat majukan tangan pengin perang dengan menggunakan pedang Nabi. Suatu kemuliaan berperang dengan menggunakan pedang Nabi. Ya, baru ketika Rasul sahu alaih wasallam berisyarat, manuduhu bihaqqihi. Siapa yang bisa perang dengan menunaikan hak pedang ini? Faahjamal. Maka enggak ada yang berani takut tidak bisa menunaikan hak pedang tersebut kecuali Abu Dujanah radhiallahu anhu. Maka dia bilang, "Ana aku, aku yang akan berperang dengan menunaikan apa? Hak pedang tersebut." Maka dia perang dengan sangat ee sangat hebat. Ya. Demikian juga ketika Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan dalam perang Khaibar, "Laarataan rajulan yuhibbullaha waasulahu wa yuhibbuhullahu wa rasuluhu yaftahullahu ala yadaihi." Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Besok pagi, jadi perang Khaibar waktu itu agak sulit. Rasulullah perang karena orang-orang Yahudi bermarkas di situ. Kemudian hari pertama Abu Bakar yang memimpin ternyata tidak berhasil. Hari kedua Umar memimpin tidak berhasil. Maka pada hari berikutnya Rasulullah bilang malamnya hari ketiga, besok saya mau kasih bendera kepada orang yang Allah mencintainya dan Rasulullah juga mencintainya." Dan dia juga mencintai Allah dan juga mencintai Rasulullah. Maka orang-orang semua pagi-pagi datang pengin dapat bendera tersebut supaya apa? Supaya dapat predikat dicintai oleh Allah dan apa? Rasulnya. Sampai kata Umar, "Saya tidak pengin jabatan kecuali hari itu pengin dapat jabatan supaya dapat predikat apa? Dicintai oleh Allah dan Rasulnya." Ternyata yang dikasih Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Jadi Rasul sahu alaihi wasallam kalau perintah sesuatu para sahabat sangat semangat. Demikian juga kalau Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang sesuatu maka para sahabat meninggalkannya pun dengan semangat ya. seperti ee datang dalam hadis [Musik] ya, ketika perang Khaibar di ketika perang Khaibar para sahabat mengalami kelaparan dan kebetulan mereka mendapati himar-himar ya ada yang ada di sekitar Khaibar. Maka mereka pun masak dalam kondisi lapar. Kata Anas bin Malik radhiallahu anhu, "Lamma fataha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Khaibar asabna humran kharijan minal qaryah fatbakna minha." Ya, ketika kami perang Khaibar, menaklukkan Khaibar, kami mendapati himar-himar dan ketika itu himar atau keledai ketika itu masih belum haram. Keledai ada dua, ada alhumur al-ahliyah, ada alhumur al-wahsyiyah. himar yang ahli yaitu keledai negeri yang tidak liar. Maka itu asalnya dulu boleh dimakan kemudian jadi haram. Kapan diharamkan? Ketika perang Khaibar. Adapun alhimar al-Wahsyi yaitu himar liar yang seperti zebra itu tetap halal sampai sekarang seperti kuda zebra. Maka kapan diharamkan? Ketika di saat mereka sedang lapar. Ketika mereka sedang lapar, kemudian mereka nyembelih himar, disembelih, dikuliti, dipotong-potong, dimasak, di tungku, dipanci, ya tiba-tiba ada yang berteriak, "Sudah siap makan tiba-tiba jadi haram. Jadi lagi lapar-laparnya sudah nyembelih. Coba diharamkan dari awal." Enggak. Ini diharamkannya memang ujian bagi mereka. Di saat lapar dan hidangan sudah siap dimakan. Kami pun masak. Fatahna minha. Kami pun masak himar tersebut. munadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Lantas ada utusan Rasul sahu al wasallam yang menyeru memberi pengumuman ala inallahauikumhau sesungguhnya Allah dan rasulnya mengharamkan atas kalian untuk makan keledai negeri. Sesungguhnya dia najis dari perbuatan setan. Wa inahafuru bima fiha. Maka para sahabat segera membuang menumpahkan panci-panci tersebut padahal sudah mendidih tinggal disantap. Perintah Nabi sudah buang buang. Sama ketika turun firman Allah Subhanahu wa taala tentang khamar. Padahal mereka sangat menggandrungi khamar. Khamar itu minuman luar biasa digandrungi oleh para sahabat ya. Tiba-tiba datang perintah Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya ayyuhalladina amanu inama alam waliramuakumhun. Wahai orang beriman, sungguhnya khamar, perjudian, berhala-berhala, dan undian-undian nasib adalah jauhilah ya. Karena dia adalah najis dari perbuatan setan. Maka para sahabat ada yang di mulutnya dia tumpahkan, ada yang dig-guci isi khamar dia tumpahkan ke jalan-jalan. Haram ya sudah selesai haram ya sudah dibuang. Padahal mereka sangat suka minum apa? Khamar. Kemudian juga ya dalam hadis ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam melarang seorang sahabat untuk memakai cincin emas. Ya, dari Abdullah bin Abbas radhiallahu taala anhuma. inna rasul wasam roa khaman minahabin fiadi rajulin fazahuahu rasulah melihat ada seorang lelaki memakai cincin emas maka rasul sahu al wasallam ambil rasulullah buang rasulullah tegur kata rasul sahu al wasallamu ahadukum jumrtin minar fiadii bagaimana salah seorang dari kalian sengaja ngambil api neraka kemudian pasang di tangannya faqilaul rasul Ya sudah buang aja. Ini api neraka pasang di tangan. Dibuanglah oleh Nabi cincem mas tersebut. Setelah itu Rasulullah pergi ada yang bilang sama lelaki ini, faqilajul ba'da mazahaba Rasulullah sahu alaih wasallam khamak intafi bihi. Ambil emas itu. Gunakan manfaat yang lain. Jangan dipakai cincin. Mau dijual kek, mau dikasih istri kek ambil. Yang dilarangkan kalau dipakai laki-laki. Apa kata laki-laki tersebut? La wallahi la akhudzuhu abadan waqarahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tidak, demi Allah saya tidak akan mengambil lagi cincin itu selama-lamanya karena sudah dibuang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hadis riwayat Muslim. Kata Nawawi rahimahullah mengomentari fihil mubalag amri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam nahi di sini bentuk keseriusan benar-benar yaitu dalam menjalankan perintah Nabi dan menjauhi larangan Nabi sallallahu alaihi wasallam. dan tidak ambil takwil-takwil alasan-alasan untuk mengambil kembali emas tersebut. Enggak. Rasulullah buang, saya tidak mau ambil mau ambil lagi. Ini menunjukkan bagaimana semangat sahabat kalau dilarang sesuatu maka mereka pun ee meninggalkan yang dilarang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian di antara bentuk semangat para sahabat dalam menimba ilmu, dalam meneladani Nabi sallallahu alaihi wasallam, bagaimana semangat mereka untuk menuntut ilmu? Kalau kita baca kisah mereka luar biasa. Umar bin Khattab radhiallahu dalam sahih Bukhari dia mengatakan kuntu atanawab. Saya dulu menuntut ilmu ganti-gantian sama tetanggaku karena harus kerja. Sehari saya kerja sehari tetanggaku nuntut ilmu. Nanti pulang malam kita ketemu saya minta transfer ilmu. Kamu tadi belajar apa sama Nabi hari ini? Besok gantian dia kerja saya nuntut ilmu. Terus malam kita ketemu lagi. Saya transfer ilmu sama dia. Begitu Umar semangat. Artinya ketika harus kerja dia kerja, tapi dia libur sehari satu hari kerja supaya bisa nuntut ilmu bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Abu Hurairah radhiallahu anhu menuntut ilmu sampai kelaparan. Ya, sampai kelaparan. Sampai Abu Hurairah pernah pingsan saking Abu Hurairah kerasukan jin. Sampai ada yang merukiah Abu Hurairah padahal dia kela kelaparan tidak makan perutnya panas. Ya. Radhiallahu taala anhu ya. Di antaranya bagaimana ee seorang sahabat ya namanya Uqbah kalau tidak salah. Dia menikah dengan seorang wanita. Hadis Bukhari. Seorang sahabat namanya Uqbah. Dia tinggal di Makkah. Kemudian dia menikah ibnata Abi Ihab. Dia menikah dengan seorang wanita sudah menikah. Tiba-tiba ada seorang wanita datang lapor sama Uqbah. Wanita ini berkata, "Inni qod ardu uqbata walladzi tazwaj." Saya dulu waktu Uqbah masih kecil, saya pernah nyusui dia dan saya pernah nyusui istrinya. Waduh repot ini. Berarti saudara sesuuan. Kalau saudara susuan berarti mahram. Waduh. Enggak bilang dari tadi sudah nikah baru ngomong. Ya, subhanallah. Ini perempuan juga. Siapa dia ngomong begitu? Subhanallah. Uqbah dia tidak tanya kepada sahabat yang ada di Mekah. Mumpuh Rasulullah masih hidup. Maka dia semangat pergi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ukba berkata kepada tersebut, Maamuaki wartwaj. Kenapa kau tidak kabarkan kepadaku sebelum aku nikah? Akhirnya Ukbah pun naik kendaraan berjalan dari Makkah untuk bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Memastikan permasalahan apa yang harus dia lakukan. dari Makkah menuju Madinah kemudian tanya sama Nabi sallallahu alaihi wasallam cerita kisahnya saya sudah nikah baru tahu ada ibu-ibu bilang dulu kalian berdua saya nyusui repot jadi saudara susuan mahram gak boleh dinikahi Rasulullah berkata kaifa waqodqil oh bagaimana lagi wong sudah dikatakan kalian berdua adalah saudara susu harus pi pisah yang menjadi perhatian kita, Uqbah sengaja naik kendaraan menempuh perjalan 450 km untuk bertanya langsung kepada siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Menuntut ilmu semangat. memastikan perkara-perkara penting tidak menggampang-gampangkan. Ah, paling bolehlah. Eh, khilaf khilaf enggak ada masalah. Khilaf. Pastikan perkara Tib. Setelah Nabi wafat, ternyata para sahabat juga semangat nuntut ilmu. Sampai Ibnu Abbas radhiallahu anhuma karena dia radhiallahu anhuma karena dia adalah sahabat junior, dia nuntut ilmu dari sahabat-sahabat senior sampai dia nongkrong tidur di kalau enggak salah di depan rumahnya Ibnu Mas'ud atau sahabat yang lain nunggu kapan keluar nuntut ilmu ya. Abu Musa al-Asyari juga demikian nuntut ilmu kepada Ibnu Mas'ud. Nunggu sebelum subuh nunggu di depan rumah Ibnu Mas'ud. Jadi sahabat-sahabat yang junior atau yang terlambat masuk Islam nuntut ilmu dari sahabat-sahabat yang pernah masuk Islam di luar masuk Islam yang senior karena Nabi sudah meninggal meninggal dunia. Di antara yang menunjukkan bagaimana semangatnya para sahabat adalah kisah Jabir bin Abdillah radhiallahu taala anhu radhiallahu anhuma. Beliau berkata, "Balag haditan an rajulin samiahu rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Ya, saya mendengar ada hadis sampai kepadaku ya didengar oleh seorang sahabat. Sahabat tersebut yang dengar Abdullah bin Unais tinggalnya di Syam. Sementara Jabir tinggal di Madinah. Ya, yaitu Abdullah bin Unais radhiallahu anhu mendengar suatu hadis dan Jabir ingin tahu hadis tersebut. Maka Jabir pun ee segera berangkat. Kata Jabir, "Fastaritu bairan, saya pun beli untaadu alaihi rahli." Kemudian saya pasang pelanaku. Fasirtu ilaihi syahron. Maka saya pun berjalan menuju Syam 1 bulan naik unta untuk dengar satu hadis. Karena dia tahu, "Oh, ada orang tahu hadis Nabi." Para sahabat dulu mengagungkan sabda-sabda Nabi. Ternyata ada sabda Nabi yang dia tidak dengar. Dia pengin cek. Maka dia beli unta dan dia naik unta perjalanan sebulan lama untuk dengar satu hadis. Bolak-balik berarti berapa bulan? 2 bulan. Kalau wali mungkin tutup mata langsung sampai qodimtu alaihiam. Sampai saya pun tiba di negeri Syam. Fa Abdullah bin Unais al-Anshari radhiallahu anhu. Tiba-tiba lelaki yang mendengar hadis tersebut adalah Abdullah bin Unais dari kalangan Anshar. Faqulu lilwab. Aku bilang kepada penjaga pintu, "Quaahu Jabir alal bab." bilang sama pemilik rumah, Jabir lagi di pintu nunggu dia. Abdullah bin Usis berkata, "Jabir bin Abdillah qala naam." "Iya, Jabir bin Abdillah." Maka kemudian dia pun keluar kemudian berpelukan karena Jabir bin Abdullah juga dari Ansar. Kemudian berpelukan ya. Kemudian dia berkata, "Haditun balag anka samahu min rasulillah sallallahu alaihi wasallam fil qisas." Saya dengar engkau ada tahu hadis tentang qisas. Kau dengar langsung dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya khawatir saya mati atau kau mati dulu sebelum saya dengar langsung dari kamu. Kamu pernah dengar langsung dari Nabi kan? Iya. Maka Abdullah bin Unais pun menyampaikan sami itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul aku mendengar Rasul wasallam bersabda yuhsyaras yaumalqiamah uratan gurlan buhman. Sesungguhnya manusia pada hari kiamat kelak dibangkitkan dalam kondisi tidak berpakaian uratan. Gurlan belum disunat. Buhman dalam kondisi tidak membawa apapun dari harta. Faqalu wama Buhman. Para sahabat bertanya, "Apa itu Buhman?" Ya Rasulullah. Kata Rasulullah, "Laisa maahumai." Tidak ada yang dia bawa sama sekali. Sedikit pun harta tidak ada. Ya, jangankan harta, baju aja enggak punya, sendal aja enggak punya. Kemudian Allah menyeru hamba-hambanya dengan suara yang dekat maupun jauh mendengarnya sama saja. Analik, anan. Aku adalah Maha Raja dan aku adalah maha pemberi pembalasan. Laagiahadah min ahlinar wua ah min ahlil jannati haq. Tidak boleh seorang penghuni neraka masuk neraka sementara dia masih punya hak dari penghuni surga. Dia pasti ambil dulu sebelum masuk apa? Neraka. Hatta aku minhu sampai aku ambil qisos dari penghuni surga tersebut. min ahlinarahuah. Dan tidak mungkin ada seorang penghuni surga masuk surga sementara dia masih punya hak dari penghuni neraka kecuali diambil dulu. Saya qisos dulu meskipun hanya satu tamparan, dia harus qisos dulu. Ini hadis yang didengar langsung oleh Abdullah bin Unais dan membuat Jabir ingin dengar karena semangat mendengar sabda Nabi. Maka dia bersafar sebulan pergi sebulan balik 2 bulan mendengar satu hadis. Dan ini juga dilakukan oleh Ayyub al-Anshari radhiallahu anhu. Dia berangkat menuju Uqbah bin Amir ya untuk mendengar satu hadis. Abu Ayyub al-Anshari tinggal di Madinah dan Uqbah tinggal di Mesir. Jauh Madinah ke Mesir ya. Akhirnya ketemu ya pertama ketemu dengan gubernur Mesir yaitu Maslamah bin Makhlad al-Anshari. Kata Maslama, "Ma jaabika ya Aba Ayyub, apa yang buat kau kemari jauh-jauh dari Madinah ke Mesir?" Qaditun samiahu min rasulillah sallallahu alaihi wasallam firiril mukmin. Ada hadis yang Ukbah-Ubah pernah dengar dari Nabi tentang keutamaan menutup aib seorang muslim, seorang mukmin. Tunjukkan di mana Uqbah. Saya pengin dengar langsung darinya. Naam maahuidina Uqbah di kepada akhirnya Maslamah pun mengantar Jabir kepada Uqbah. Kemudian tatkala Abu Ayyub bertemu dengannya maka Ukbah berkata Rasul wasallam yaqul. Aku mendengar Rasul wasallam bersabda manar mukminan fid dunya mukminan fid dunyaahuqiamah. Siapa? yang menutup aib seorang mukmin di dunia, maka Allah akan tutup aibnya di akhirat kelak. Ya. Setelah dia mendengar, Abu Ayyub langsung pulang. Subhanallah. Cuma ke Mesir mendengar satu potong apa? Hadis. Maassalamah pulang. Luar biasa. Bagaimana para sahabat mengagungkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya TB ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah Subhanahuala. Ini salah di antara bentuk-bentuk bagaimana keteladanan para sahabat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan mereka berusaha komitmen dengan apa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karenanya ketika ada suatu yang di luar dari kebiasaan Nabi, mereka ragu-ragu melakukannya. Contoh, ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam meninggal, Al-Qur'an belum dibukukan, belum dikodifikasikan. Al-Qur'an masih terpisah-pisah. Kata para ulama, "Memang tidak." Waktu Nabi masih hidup tidak bisa dibukukan. Kenapa? Karena ketika Nabi masih hidup masih ada mungkin nasih dan mansuk. Iya. Enggak bisa jadi ayat yang dihapus, ada ayat yang ditambah. Kalau dibukukan kan repot. Kemudian juga ayat masih turun ya masih turun. Kalau dibukukan nanti harus taruh ayat sini, taruh ayat sini. Sehingga Al-Qur'an memang ketika itu tidak bisa dibukukan karena ayat proses ayat masih apa? Turun. Bisa terjadi nasih dan mansukh. Bisa jadi ada ayat yang baru muncul di tengah-tengah surah Al-Maidah, di tengah-tengah surah Albaqarah. Seperti firman Allah turun ini surat Albaqarah tapi termasuk ayat yang turun terakhir. Seperti di antara ayat yang turun terakhir misalnya firman Allah Subhanahu wa taala akmalakumakum surat Almaidah. Jadi kalau turun ayat nanti masukkan sini, masukin sini, masukkan selipkan di ayat ini. Sehingga ketika itu memang Quran tidak dikodifikasikan. Setelah Nabi meninggal, maka ada ide dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu anhu agar atau ee ide dari seorang sahabat agar Al-Qur'an dibukukan, disampaikan kepada Abu Bakar. Maka Abu Bakar merasa berat. Kata Abu Bakar, "Bagaimana saya melakukan perkara yang tidak dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam? Kalau dia suruh saya disuruh pindahin gunung, masih lebih ringan daripada melakukan perbuatan yang tidak dikerjakan oleh siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam." Padahal ini bukan ibadah cuma sekedar apa metode ya. Bukan ritual baru. Memukul Al-Qur'an bukan ritual tapi agar memudahkan kita baca Al-Qur'an. Tapi karena Nabi tidak pernah melakukannya, Abu Bakar enggan melakukannya, takut salah. Namun akhirnya diskusi dengan Umar akhirnya dilakukan juga ya setelah berat. Jadi tidak gampang-gampangin bikin ibadah baru. Wong ngumpulin Al-Qur'an saja mereka mikir panjang. Ini langsung joget sana, joget sini, bikin zikir ini, zikir ini, bikin salat ini, salat ini, bikin seenaknya. Terus bilang hukum asal mau bikin ibadah bebas. Gimana bebas bikin ibadah? Kaidah mengatakan hukum asal. Kalau perkara duniawi hukum asalnya boleh sampai ada yang mengharamkan. Kalau perkara ibadah hukum asalnya tidak ada. Kita tidak dibebani dengan ibadah tersebut kecuali sampai ada dalil dalilnya. Jangankan bikin ritual ibadah baru, mau ngumpulin Al-Qur'an saja berat bagi Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. bab di penghujung pembahasan kita ee ada kisah yang disampaikan kepada sahabat Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu taala anhu. ee ada seorang pemuda ya dari Ahlul Kufah. Dia berkata kepada Hudzaifah bin Yamanya sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata dia, dia ini tabiin tidak ketemu dengan Nabi. Dia bilang, "Ya Abu Abdillah roitum Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wasahibtumuhu. Wahai Hudzaifah Abu Abdillah, kau lihat pernah lihat Nabi?" "Iya. Pernah menjadi sahabat Nabi?" "Iya." Q naam ya bna akhi. Tentu wahai putra saudaraku. Qaifumna apa yang kalian lakukan dengan nabi? Anak ini ngomong pemuda ini, tabiin ini, dia bilang, "Apa yang kalian lakukan dengan nabi?" Hudzaifah dengan tawadu berkata, "Wallahi laq kunna najhat." Ya, ya kami dulu berusaha ya susah bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, apa kata pemuda ini? Kalau kami ketemu Rasulullah, kami tidak akan biarkan Nabi berjalan di atas bumi. Kami biarkan Nabi jalan di atas pundak kami. Itu seakan-akan dia bilang, "Kalian tuh gimana, sahabat? Kalau kami yang ini, kami pasti sudah serius." Maka Hudzaifah kemudian berkata, dia ceritakan, "Wallahi laqadituna ma rasulah sallallahu alaihi wasallam bil khand was rasul wasam min hawianah washazah bilang dia ingin sampaikan kau tuh jangan sesumber. Kau tidak tahu apa yang kami hadapi dahulu. Dulu waktu perang Khanda, perang Khonda kan mengerikan. Sahabat Nabi cuma sekitar 2.000. Musuh berapa? 10.000. Suatu hari Rasulullah salat kan dikepung Nabi berhari-hari di malam hari Rasul sahu alaihi wasallam salat ketika perang berhenti kan malam berhenti perang. Rasulullah sedang salat beberapa waktu. Kemudian Rasulullah alaihi wasallam selesai salat Rasulullah tengok kita. Kata Hudzaifah dia cerita. Kata Rasulull sallallahu alaihi wasallam, "Siapa di antara kalian yang mampu pergi ke sarang musuh, lihat apa yang sedang mereka kerjakan. Syaratnya harus kembali." Maka dia masuk surga. Sayo. Siapa? Enggak ada yang berdiri. Gimana mau masuk sangkar musuh 10.000 malam-malam. Kalau ketanggap pasti tewas. Tapi syaratnya susah. Harus bisa kembali. Jangan mati di sana. Ini susah. Enggak ada yang berani bangkit. Kalau mati di sana enggak ada masalah. Mungkin sahabat bangkit. Tapi syaratnya Nabi ada. Dia ke sana jadi informan. Mata-mata balik ceritakan kepadaku. Kata Hudzaifah. Ya, fama qoma rajulun. Tidak seorang pun yang bangkit. S Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hawian minil. Rasul sahu alaih wasallam salat lagi. Lanjutkan salat [Musik] malam. Rasulullah pun lihat lagi kepada kami. Ayo siapa? Man rajulun yaumu furana maalji. Tapi harus balik. Siapa di antara kalian yang pergi ke sana cek-cek kondisi mereka balik lapor sama saya. Asallahakai fil jannah. Lebih tinggi lagi hadiahnya. Saya akan minta kepada Allah dia jadi temanku di surga. Kalau tadi kan cuma masuk surga. Karena enggak ada yang berdiri tambah lagi hadiahnya. Kalau dia bisa pergi balik lapor sama saya kondisi mereka dia jadi akan jadi temanku di surgaqjulun minalum maiddatil khauf. Tidak seorang pun yang bangkit karena ketakutan yang luar biasa. Allah kabarkan bagaimana ketakutan dirasakan oleh para sahabat. Kata Allah Subhanahu wa taala,um kata Allah, "Ketika musuh datang dari atas kalian 10000 orang, orang Yahudi berkati 700 orang ketika pandangan kalian tidak bisa stabil saking ketakutan, ketika jantung naik ke kerongkongan saking ketakutan, kondisi menakutkan. Siapa yang ke sana? Gimana mau ke sana? Syaratnya harus bisa balik. Jadi aku akan minta kepada Allah menjadi temanku di surga. Kata Hudzaifah, tidak seorang pun bangkit. Maasiddatul khauf. Karena ketakutan yang luar biasa. Wasiddatil ju. Karena kelaparan yang luar biasa ketika perang Hondak. Wasiddatul bard karena dingin yang luar biasa. Falam yakun yakum ahad. Tatkala tidak seorang pun yang berdiri. Tiba-tiba Rasulullah bilang, "Hei Hudzaifah, ayo." Kata Hudzaifah, "Daani Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Rasulullah sebut namaku. Falam yakun budun minalqiam hinaani. Mau tidak mau saya harus apa? Berdiri. Kata Rasulullah, "Ya Hudzaifah fadhab fadul filuralun." Pergi engkau pergi ke sarang musuh. Lihat mereka sedang ngapain. Jangan kau bikin macam-macam di sana sampai ke sini. Akhirnya Hudzaifah ada kisah cerita Hudzaifah pun masuk diam-diam. Tahu-tahu Abu Sufyan pemimpin berkata, "Masing-masing lihat temannya, tanya temannya jangan sampai ada musuh yang masuk." "Kamu siapa?" Hudzaifah sebelum ditanya langsung, "Kamu siapa?" Katanya sebelum dia ditanya, "Kamu siapa?" Oke. Jadi Hudzaifah ingin bilang, "Kau lagi datang sok-sok bilang apa sahabat bikin apa? Kalau di zaman kami, Nabi akan jalan di pundak kami. Ini aing lihat zaman kami dulu setengah mampus." Mungkin orang bilang, "Ah, kalau kita zaman sahabat kita bakalan bela Nabi." Kau di zaman sahabat mungkin jadi munafik. Banyak orang jadi munafik di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ujian berat enggak gampang. Sampai ketika perang Khondq Rasul sahu alaih wasallam mengatakan kita akan menaklukkan Romawi, kita akan menaklukkan Persia, kita akan menaklukkan Yaman. Sampai orang munafik ngejek ini Muhammad ngomong apa? Seorang mau beol aja takut terus bilang mau menaklukkan apa? Romawi versinya diejek. Maksud saya kita tahu bagaimana kedudukan para sahabat. Mereka diuji dengan ujian yang luar luar biasa. sampai ada namanya ee apa namanya? Perang yang pernah diikuti oleh kalau enggak salah Musa al-Asy'ari. Mereka berjalan ratusan kilo sampai mereka ikatkan. Jadi khuffuf mereka rusak. Khuf mereka rusak. Rusak sehingga mereka harus ikatkan kain di kaki mereka sampai kaki mereka berdarah-darah untuk perang ratusan kilo jalan kita. Kalau gitu sebelum ketemu sudah mati duluan. Bayangkan ratusan kilo jalan sepatu hancur pakai kain sampai sahabat luar biasa. Tib ee ini saja demikian ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala sesi pertama tentang bagaimana keteladanan para sahabat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka sangat tunduk dan sangat patuh kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tidak ada orang yang lebih mereka cintai seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka lebih mencintai Nabi daripada orang tua mereka, daripada anak-anak mereka. Makanya ketika dalam perang Uhud ada seorang wanita, suaminya meninggal, bapaknya meninggal, anaknya meninggal, kakaknya meninggal. Maka dikabarkan kepadanya dia cuma tanya, "Bagaimana kondisi Rasulullah? Bagaimana kondisi Rasulullah?" Itu yang dia pikirkan. Ketika dia lihat Rasulullah dalam kondisi selamat, dia mengatakan semua musibah menjadi ringan selama Rasulull sahu alaii wasallam apa? Selamat. Kenapa? Karena cintanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam yang luar luar biasa. Demikian. Wallahu taala alam bawab. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.