Kitab Al-Fushul Fis Shiratir Rasul #13: Hijrahnya Rasulullah - Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A.
CHAC0zGl-zg • 2025-05-20
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrillahu
ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman lya'nih wa
ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
da ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Pada pertemuan lalu kita telah membahas
tentang baiatul aqabah yang pertama yang
kedua. Selanjutnya adalah tentang hijrah
Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Al Imam Ibnu Katsir
rahimahullah dalam al-fusul berkata,
"Ya
[Musik]
ee balina lil muslimina ba'daha min ahli
Makkata fil hijrah ilal Madinah."
Maka Rasulullah sahu alaihi wasallam
setelah Baiatul Aqabah yaitu Rasul sahu
alaihi wasallam mengizinkan kaum
muslimin untuk berhijrah dari Makkah
menuju Madinah. Dan hijrah ini dimulai
dari Rasul sahu alaihi wasallam bermimpi
uritu daro hijratikum. Ya. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam aku
diperlihatkan tentang negeri tempat
kalian berhijrah. Dalam riwayat kata
Rasul sallallahu alaihi wasallam yaitu
biha nakhlah yaitu negeri yang banyak
kurmanya.
Fahaba wahali ila anaha hajar. Ya, aku
menyangka dia adalah kota Hajar. Ya, ada
yang mengata, "Aku menyangka dia kota
Yamamah. Ternyata dia adalah kota
Almadinah." Dan mulailah para sahabat
berhijrah dan Nabi termasuk yang
terakhir berhijrah. Dan ini di antara ee
sifat kepimpinan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nabi bukan mau selamat sendiri
ya, tapi bahkan Nabi menyuruh para
sahabat lebih dahulu berhijrah sampai
tinggal beberapa orang di antaranya Nabi
sallallahu alaihi wasallam, Ali bin Abi
Thalib, Abu Bakar dan orang-orang yang
tertahan oleh orang-orang Quraisy atau
wanita-wanita yang belum sempat
berhijrah. Kemudian Ibnu Katsir berkata,
"Ya,
fakana
eh fabadarasualik."
Maka orang-orang pun segera berhijrah.
Ya, tujuan hijrah tidak lain agar bisa
beribadah kepada Allah Subhanahu wa
taala. Karena mereka di Makkah tidak
bisa beribadah dan kita diciptakan oleh
Allah dalam rangka untuk beribadah. Wama
khalaqtul jinna wal insa illa
liya'budun. Tidak ada aku ciptakan jin
manusia kecuali untuk beribadah
kepadaku. Ketika ada tempat kita tidak
bisa beribadah ya maka kita harus
berpindah. Jangan sampai kita bertahan
di tempat kita enggak bisa beribadah.
Kalau kita bertahan tidak bisa
beribadah, maka kita berdosa. Makanya
Allah mencela orang-orang yang tidak mau
berhijrah sementara dia tidak bisa
beribadah. Kata Allah, "Alam takun
ardullahi wasiah fatuhajiru fiha." Ya,
bukankah bumi Allah luas, kalian bisa
berhijrah? Kenapa kalian tidak
berhijrah? Ya, siapa yang keluar
berhijrah, yajid fil ardhi muragaman kat
wasaah. dia akan mendapati kelapangan di
atas muka bumi. Dan karena kaum muslimin
sangat sulit beribadah di kota Makkah,
sebagian mereka dibunuh, sebagian mereka
disiksa, dirampas hartanya, maka mau
tidak mau harus cari negeri lain untuk
bisa beribadah kepada Allah Subhanahu wa
taala. Sebagian sudah pergi ke
Habasyah yang dipimpin oleh Jafar bin
Abi Thalib radhiallahu taala anhu.
Sebagian lagi baru berhijrah ke kota
Madinah. Maka orang-orang pun segera
berhijrah. Kemudian Ibnu Katsir berkata,
"Fakana awal man kharaja ilal Madinah
min ahli Makkata Abu Salamah bin Abdil
Asad wahua mroatuhu Ummu
Salamah binti Abi Umayyah ibnul
Mughirah." Ya, yang pertama kali di
antara yang pertama kali keluar menuju
hijrah ya menuju ke Madinah itu sebelum
Nabi tentunya karena Nabi yang termasuk
terakhir adalah Abu
Salamah bin Abdul Asad dari Banu Abdil
Asad dan Banu Abdul Asad dari Bani
Makhzum. Abu Salamah punya istri namanya
Ummu Salamah bintu Abi Umayyah bin
Mughirah. Juga dari Bani Makhzum. Bani
Makhzum tuh kabilahnya Abu Jahal. yaitu
keluarga mereka berdua musyrik. Cuma Abu
Salamah Islam, Ummu Salamah juga is
Islam. Keluarga mereka
musyrik. Maka mereka berdua pergi
berhijrah. Fah tubisat dunahu wuniat
sanatan minal lahaqi bihi. Akhirnya Abu
Salamah hendak pergi, istrinya di
ditahan. Ketika Abu Salamah hendak pergi
berhijrah,
tahu-tahu
keluarga dari Ummu Salamah yaitu Banul
Mughirah datang
paman-pamannya,
paman-pamannya Ummu Salamah. Kenapa
enggak engkau hendak membawa pergi putri
kami? Ya kalau pergi pergi aja sendiri
karena mereka musyrik. Ditahanlah Ummu
Salamah. Padahal mereka bertiga. Abu
Salamah, Ummu Salamah sama putra mereka.
Apa? Salamah. Ya, akhirnya Abu Salamah
pergi. Sementara Ummu Salamah bersama
putranya Salamah.
Ketika keluarga Abu Salamah yaitu Banu
Abdil Asad ya mengetahui
bahwasanya Abu Salamah dipisahkan dari
istrinya, mereka pun datang ke keluarga
Ummu Salamah. Mereka ambil Salamah. Enak
aja kalian pisahkan anak kami dari
istrinya. Sekarang kembalikan cucu kami.
Diambillah apa? Salamah. Akhirnya sempat
rebut-rebutan sampai akhirnya tangannya
lepas dari apa? Dari ininya ya. Yadahu
yaitu mereka lepaskan saking
ditarik-tarik. Akhirnya
diambillah ee Salamah dibawa oleh
keluarganya Abu Salamah. Maka pergilah
Abu Salamah ke Kota Madinah sementara
istrinya tertinggal. Mau tidak mau dia
harus berhijrah. Kalau tidak bisa
sekeluarga semuanya sendirian harus
berangkat. Maka Ummu Salamah pun
menunggu sampai hampir setahun. Setiap
hari dia keluar ya menunggu meratapi
nasibnya sampai akhirnya di sore hari
dia balik lagi ya masuk ke
rumahnya. Sampai akhirnya ya ee kata
Ibnu Katsir wahila bainaha wa baina
waladiha. Dipisahkanlah Ummu Salamah
dari putranya itu Salamah.
Setelah hampir setahun atau kurang lebih
setahun, akhirnya ada yang kasihan
melihat Ummu Salamah terpisah dari
suaminya, terpisah dari putranya.
Akhirnya ada yang menasihati mereka.
Akhirnya diizinkanlah Ummu Salamah untuk
berangkat berhijrah. Maka
dikembalikanlah putranya apa? Salamah.
Akhirnya keluarga Abu Salamah
mengembalikan putranya Ummu Salamah
yaitu Salamah. Dan keluarganya Ummu
Salamah mengizinkan Ummu Salamah untuk
nyusul suaminya.
ba'da sanati biwaladi ilal Madinah. Maka
dia pun keluar. Cuma dia dengan putranya
berdua ya berangkat bersafar tanpa
mahram karena enggak ada yang bisa
menemani. Maka berangkatlah dia dengan
putrinya. Ketika sampai di Tan'im
ternyata dia di dilihat oleh Utsman bin
Thalhah bin Abi Thalhah dari Bani
Abduddar. Kata Ibnu Katsir,
"Wasayya'a Utsman bin Thha.
Ya. Maka dia pun diantar oleh Utsman bin
Thalhah. Adapun ceritanya ketika Ummu
Salamah naik untanya bersama putranya,
dia gendong. Ketika sampai di Tan'im,
yaitu ke arah menuju Madinah, tiba-tiba
dilihat oleh Utsman bin Thalhah bin Abi
Thalhah. Dan dia masih
musyrik. Utsman bin Thalhah bin Abi
Thalhah masuk Islam setelah
Al-Hudaibiyah. itu masih masih jauh ya
mungkin masih ee 7 atau 8 7 tahun
berikutnya dia belum masuk Islam, masih
musyrik ketika itu. Tapi dia kenal Ummu
Salamah. Ummu Salamah bapaknya terkenal
namanya Abu Umayyah Ibnu Mughirah yang
diberi gelar dengan Zaadur Raqab. Yaitu
seorang yang kalau dia bersafar dengan
teman-temannya dia tanggung seluruh
perjalanan safar ya. Maka kalau dia
bersafar bapaknya ini sama
teman-temannya tidak ada yang boleh
keluarkan uang. semua makan minum dia
yang apa? Yang yang tanggung. Kita
pengin punya teman seperti itu
ya. Pesawat gratis, pulang pergi gratis,
hotel gratis, makan gratis, ya pulang
bawa oleh-oleh
gratis. Bab terkenal orang baik. Maka
dia pun berteriak, "Ya binta Abi
Umayyah, wahai putri Ibu, kendak ke mana
kau nak
pergi?" Kata Ummu Salamah, "Saya ingin
menyusul
suamiku. Ada teman?" "Tidak ada?"
Kata Utsman bin Abi Thalha bin Abi
Thalha, Utsman bin Thalha bin Abi
Thalhah ini tidak boleh dibiarkan. Maka
dia pun temani. Dia temani perjalanan
450 km bawa istri orang ya. Dan dia
musyrik dari Makkah menuju Madinah. Tapi
bagaimana
sikap Utsman bin Thalhah radhiallahu
taala anhu yang ketika itu masih
musyrik. Ternyata dia benar-benar
menjaga kehormatan Ummu Salamah. Ummu
Salamah cerita selama perjalanan dia
pernah tidak pernah ngobrol-ngobrol
dengan saya. Baik, kita
lanjutkan. Ee selama
perjalanan Utsman bin Thalha bin Abi
Thalhah
ya tidak pernah ngobrol-ngobrol dengan
Ummu Salamah. Dia tahu ini istri orang
ya tahu bapaknya orang yang mulia.
Meskipun dia tahu ini muslimah dan dia
musyrik. Kalau Ummu Salamah mau
istirahat, apa kata Ummu Salamah? Maka
dia menundukkan unta, menderamkan unta.
Anakha, dia turunkan unta. Kemudian dia
menjauh. Setelah dia menjauh, baru Ummu
Salamah turun. Setelah itu Ummu Salamah
pergi baru dia mendekati ke unta. Dia
tarik untanya baru dia taruh pelananya.
baru kemudian dia menjauh
tidur. Begitu cara Utsman bin
Thalhah. Jadi untuk menurunkan Ummu
Salamah saja dia turunkan untanya. Dia
pergi dulu. Pergi dulu karena untanya
sudah turun ke bawah bisa turun sendiri.
Ummu Salamah turun. Setelah Ummu Salam
menjauh baru dia datang lagi. Dia giring
untanya menjauh. Setelah itu dia
turunkan pelananya, kemudian dia menjauh
tidur. Kalau waktunya berjalan kembali,
maka dia ambil untanya, dia dekatkan
Ummu Salamah, dia turunkan. Dia menjauh
dulu. Dia menjauh dulu sampai Ummu
Salamah naik ke atas. Kalau sudah
tenang, sudah istawat di atas unta,
sudah tenang, maka dia datang baru dia
tuntun unta tersebut. Dan itu perjalanan
mungkin 15 hari ya, 2
minggu dan itu terus
berlaku. Tidak pernah ngobrol, gimana
kabarnya
Ukhti? Kasihan sendirian. Gak
ada gak ada. Dan sebagian
ee sebagian musyrikin seperti itu ya.
Meskipun mereka penuh dengan kerusakan,
tapi sebagian mereka punya ee akhlak
yang mulia. Ya, seperti Antarah ibn
Syaddad berkata dalam eh syairnya,
"Aguudu bashar hina badat jarati hatta
yuwari jarati mawaha."
Ya, aku menundukkan pandang pandanganku
ketika istri tetanggaku muncul dan aku
terus tundukkan pandanganku sampai istri
tetanggaku masuk lagi ke dalam rumahnya
baru aku angkat pandanganku. Sebagian
musyrikin seperti itu. Bagaimana awal
dari fitnah terjadi sekarang banyak
perselingkuhan, banyak cinta yang pudar,
banyak muncul cinta lokasi, cinta lokal,
cinta interlokal. Ya, gara-gara tidak
menundukkan pandangan, gara-gara iseng
ngobrol sana ngobrol sini, maka
mengalirlah cinta dari obrolan tersebut.
WhatsApp-watsapp yang tidak perlu antara
lawan jenis.
Akhirnya mengalirlah cinta dari
jari-jari
tersebut. Akhirnya cinta kepada pasangan
berkurang. Akhirnya cinta berpindah. itu
banyak terjadi zaman sekarang ini ya.
Lihatlah mereka berdua. Tidak ada orang
yang lihat. Cuma mereka berdua sama anak
kecil yang tidak tahu apa-apa. Tetapi
perjalanan 450 km dari Makkah Madinah
selama berminggu-minggu, 2 minggu kurang
lebih ternyata Utsman bin Thalhah bisa
menjaga menjaga diri. Ya, demikian dia
terus
mengantarkan ee Ummu Salamah ketika
sudah sampai di dekat kota Madinah. Maka
dia bilang, "Wahai Ummu Salamah, inilah
kampung suamimu. Falhaqi bihi." Maka
susullah suamimu. Kemudian dia pulang
tanpa minta upah sedikit
pun. Minta upah sedikit pun.
Subhanallah. Akhirnya nanti dia masuk
Islam meskipun 7 tahun atau 8 tahun
kemudian. Bab ini kisah ee Ummu Salamah
dan ee Abu Salamah ya. Makanya setelah
itu Um Salam mengatakan, "Aku tidak
mendapati keluarga yang paling berat
ujiannya seperti keluargaku." Ya,
dipisahkan dari suaminya, dipisahkan
dari anaknya selama setahun ya. Dan aku
tidak mendapati teman perjalanan yang
terbaik seperti siapa? Utsman bin Thhah
dari Bani
Abdudd. Tib. Kata Ibnu Katsir
rahimahullahu
taala, ee wuqal dikatakan inna Aba
Salamah hajaro
qoblal eh aqabatil akhirah. Ada yang
mengatakan bahwasanya Abu Salamah
berhijrah sebelum Baiatul Aqibah Aqabah
yang kedua. Sebelum Baiatul Aqabah yang
kedua ya. Wallahuam. Allah yang lebih
mengetahui. Setelah itu kemudian
orang-orang berhijrah, berhijrah,
berhijrah. Ada yang berkelompok, ada
yang sendirian, ada yang berdua, ada
yang bertiga.
Mulailah kota Makkah mulai kosong. Mulai
nampak kekosongan tersebut. Kota Makkah
sebesar apapun penduduknya tidak banyak
ketika itu. Ketika mulai orang
berhijrah, berhijrah mulai berkurang.
Kemudian apa kata Ibnu Katsir
rahimahullahu
taala?
Eh, walam yabqo bimakkata minal
muslimina illa Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam wa Abu Bakar wa Ali
radhiallahu taala anhuma aqoma biamrihi
lahuma waqala mantaqahul musyrikuna
kurhan. Tidak ada tersisa di kota
Makkah. Semua orang sudah
hijrah dari kaum muslimin kecuali
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
Abu Bakar, Ali radhiallahu anhuma. Dan
demikian juga kecuali orang-orang yang
ditahan oleh orang musyrikin dengan
terpaksa atau yang tidak bisa. Secara
umum yang bisa berhijrah, semua
berhijrah kecuali yang tertahan.
Sebagian wanita tertahan. Sebagian
orang-orang ditahan oleh keluarganya
tidak bisa
berhijrah. Adapun Abu, adapun Abu Bakar
dan Ali maka mereka memang diperintahkan
oleh Nabi untuk tidak berhijrah atas
perintah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Karena ada dua keperluan.
Adapun Abu Bakar radhiallahu anhu
diharapkan oleh Nabi untuk menemani Nabi
dalam perjalanan hijrah. Adapun Ali bin
Abi Thalib punya tugas ee dua ya. Yang
pertama adalah menyamar jadi nabi. Yang
kedua untuk mengembalikan al-wada'
barang-barang titipan orang-orang kafir
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ini hal yang menajubkan. Orang-orang
kafir mengatakan Nabi pendusta,
penyihir, orang gila. Tapi kalau mereka
punya barang-barang penting, mereka
titip sama Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Fainnahum la
yukadzibunak walakinimina biayatillah
yajhadun. Sesungguhnya mereka tidak
mendustakan engkau wahai Muhammad, tapi
mereka memang ngeyel terhadap ayat-ayat
Allah Subhanahu wa taala. Mereka tahu
Nabi Muhammad bukan pendusta. Merekalah
yang memberi gelar Nabi
Alamin. Cuma karena Nabi
mempropanggadang dirinya sebagai seorang
nabi, mereka tidak mau membenarkan itu.
Tetapi hati kecil mereka mengetahui Nabi
jujur. Makanya meskipun mereka bilang
Nabi dukun, pendusta, ada barang mahal
tetap titip kepada siapa? Nabi. Ada
barang penting titip sama Nabi. Mereka
tidak titip sama orang, mereka titip
sama Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan di antara amanah Nabi sallallahu
alaihi wasallam ketika Nabi ingin
berhijrah, Nabi tidak bawa lari
barang-barang tersebut. Saking banyaknya
barang-barang tersebut, Nabi suruh Ali
untuk tinggal untuk kembalikan
barang-barang tersebut sampai Ali 3 hari
baru bisa ngembalikan barang-barang
tersebut. Ini di antara mukjizat akhlak
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini
tugas Ali. Makanya Abu Bakar dan Ali
tidak
berangkat. Waqad aadda Abu Bakrin
radhiallahu anhu
jahazahu wa jahaza Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Dan Abu Bakar sudah
menyiapkan unta buat Nabi dan unta buat
Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala
anhu. Yaitu untanya dikasih makan,
dipersiapkan, disiapkan
pelananya karena perjalanan jauh dari
Makkah menuju Madinah. Muntadiran terus
menunggu. Hatta
ya'danallahu azza wa jalla lirasulihi
sallallahu alaihi wasallam fil khuruj.
Sampai akhirnya Allah mengizinkan Nabi
sallallahu alaihi wasallam untuk
berhijrah. Sampai akhirnya Rasul sahu
alaihi wasallam pun diizinkan dalam
riwayat dalam Sahih Bukhari. Maka Rasul
sahu alaihi wasallam pun suatu siang
datang menuju rumah Abu Bakar wana
mutaliman. Dia tutup wajahnya dan ini
waktu tidak biasa Nabi datang ke rumah
Abu Bakar. Maka kemudian Rasulullah
berkata, "Akhrij manak." Keluarkan orang
yang dalam rumah ada. Saya mau bicara
rahasia. Tidak mau ada orang lain di
rumah ini. Kata Abu Bakar, "Tidak ada di
rumah illa ahluk. Di rumah cuma
keluargamu. Cuma ada Aisyah, ada Asma.
Tidak ada orang, tidak ada orang lain."
Akhirnya Rasulullah berkata, "Wahai Abu
Bakar, assuhbah, engkau akan menemaniku
dalam perjalanan."
Dalam sebagian riwayat
disebutkan ee Abu Bakar pun menangis ya
ketika mendengar bahwasanya akhirnya Abu
Bakar akan menemani Nabi dalam
perjalanan. Kata Aisyah radhiallahu
taala anha, "Saya baru tahu ada orang
menangis karena gembira pada hari itu
ketika aku melihat ayahku menangis ya
terharu ketika diajak oleh Nabi untuk
menemani Nabi dalam perjalanan." Padahal
perjalanan-perjalanan
maut akan jadi buronan oleh orang-orang
musyrikin. Abu Jahal CS. Tetapi itu
perjalanan yang sangat dibanggakan oleh
Abu Bakar. Perjalanan yang
diimpi-impikan oleh Abu Bakar menemani
Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam
perjalanan maut. Ya, akhirnya Abu Bakar
menawarkan kepada Nabi. Kata Nabi, kata
Abu Bakar, "Ya Rasulullah, ini untaku
dua. Satu buat saya, satu buat engkau."
Kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, "La illa bisaman." "Saya tidak
mau ambil unta itu kecuali saya bayar."
Dan ini bukan kebiasaan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Biasanya kalau Abu
Bakar membantu dalam banyak hal Rasulull
sallahu alaihi wasallam terima. Ya,
Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam terima.
Dan dalam hijrah juga Rasulullah terima
bantuan Abu Bakar kecuali unta.
Rasulullah bilang, "Saya mau mau bayar."
Sebagian ulama ketika mensyarah hadis
ini, mereka mengatakan, "Karena Nabi
tahu hijrah adalah perjalanan yang
pahalanya sangat besar, maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam ingin
berinfak untuk andil dalam perjalanan
tersebut." Maka Nabi juga ingin keluar
biaya untuk dalam perjalanan ee
tersebut. Dan ini sama seperti ketika
Nabi sampai di Madinah kemudian Rasul
Sallahu alaihi wasallam untanya menderam
di lokasi Masjid Nabawi. Maka Rasulullah
bertanya, "Ini tanah milik siapa?" Saya
mau bangun masjid. Kata mereka ini wakaf
artinya untuk engkau ya Rasulullah. Kata
Rasulullah, "Enggakinuni tawarkan
kepadaku berapa harganya." Rasulullah
beli. Rasulullah ingin keluar uang untuk
apa? Bangun bangun masjid karena dia
ingin punya sumbangsi. Dia tahu
pahalanya besar. Benarlah Masjid Nabawi
sekarang tiap hari yang salat berapa
ribu.
Ya. Dan Rasul sahu alaihi wasallam dalam
kondisi tertentu tidak mau mengalah
kalau masalah
ee masalah pahala. Makanya ketika dalam
perang
Badar ketika itu kaum
muslimin persenjataan, kendaraan sangat
minim pas-pasan. Maka berjalanlah Nabi
dari Madinah menuju Badar sekitar 130
km. Satu unta naik tiga orang. Tiga
orang tersebut Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Ali bin Abi Thalib dan Abu
Lubabah. Tiga orang yang
bergantian. Maka akhirnya dua orang ini
enggak enak. Ali dan Abu Lubabah enggak
enak. Kata mereka, "Ya Rasulullah,
sudahlah kami gantikan tugas Anda. Sudah
Anda naik unta terus kami yang jalan.
Pokoknya kalau jatah Anda bagian jalan,
kam gantikan. Jadi, Anda naik unta
terus. Harusnya kan Nabi naik dua orang
jalan. Nanti Ali naik, Nabi dan Abu
Lubabah jalan. Nanti Abu Bula naik, Nabi
dan Ali berjalan." Tapi mereka berdoa
enggak enak. Kata mereka, "Ya
Rasulullah, udah tu bagian Anda untuk
jalan kami yang apa gantikan." Apa kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam? Ma
antuma biaqwa minni.
Kalian berdua tidak lebih kuat daripada
aku fil masyi dalam berjalan. Belum
tentu kalian lebih kuat daripada saya.
Yang kedua, kalian tidak lebih merasa
cukup dari pahala daripada saya. Saya
juga tidak merasa cukup. Saya juga butuh
apa? Butuh pahala. Maka Nabi akhirnya
tetap ganti-gantian. Mau saya ee saat
ini Nabi sallallahu alaihi wasallam
ketika itu dikasih unta gratis. Beliau
tidak mau. Kata beliau, "Bissaman.
Karena beliau ingin punya sumbangsi
dalam apa? Hij hijrah. Mungkin duit
beliau cuma tersisa untuk itu. Sehingga
itulah yang beliau keluarkan untuk beli
apa? Beli unta. Sisanya biaya dari Abu
Bakar Assiddiq radhiallahu taala
anhu.
Maka disiapkanlah makanan.
satu makanan sufrah tempat makanan
kemudian diikat oleh asma satunya lagi
ee tempat air tidak ada ikatan tidak ada
ikatannya maka Asma binti Abi Bakar pun
merobek nitoknya nitok itu semacam ikat
pinggang yang dipakai oleh wanita Arab
ketika mereka ingin bekerja lebih lebih
gesit kalau seperti kita laki-laki.
Kalau kita ingin gesit kita
menyingsingkan dengan apa? baju. Kalau
wanita diangkat rohnya kemudian di
diikat. Nah, ikatan tersebut digunting
oleh asma jadi dua. Satu untuk ikat
makanan, satu untuk ikat minuman.
Semenjak saat itu Asma bin Abi Bakar
diberi gelar dengan Datun Nitain, sang
pemilik dua
ikatan. Ini gelar luar biasa. Gelar
kembagaan bagi Asma binti Abi Bakar
sebagai penghargaan kepada Asma.
Ternyata dalam hijrah dia punya peran
meskipun hanya ikatan.
yang ikatan tersebut kalau kita hargakan
sekarang mungkin Rp5.000 ya atau kurang
lebih. Tetapi ketika itu dikeluarkan
untuk hijrah maka itu menjadi gelar bagi
asma. Apa sih tali cuma ngikat apa
berapa harganya? Tidak ada harganya.
Tetapi ternyata itu untuk mengikat bekal
Nabi dan Abu Bakar. Untuk mengikat bekal
hijrah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka sejak itu Asma diberi gelar dengan
zatu annqain, sang pemilik dua ikatan.
Ya, sampai Zubair bin Awwam dipanggil ya
bnain nitaqain. Wahai
putra wanita pemilik dua tali. Karena
Asma punya anak namanya siapa? Zubair.
Zubair bin
Awwam. Tib.
Maka inilah rencana
hijrah dan Rasulullah menyewa seorang
penunjuk jalan namanya Abdullah ibn
Uraiqit dari Bani Dil yaitu Addili.
Orang ini orang musyrik. Dia agamanya
seperti Abu Jahal dan Abu Lahab. Tetapi
dia amanah dan dia tahu jalan jalan
tikus. Eh jalan tikus bukan jalan tikus.
Jalan apa? jalan yang lain menuju ke
kota Madinah. Bukan jalan umum. Karena
kalau Nabi lewat jalan umum yang
biasanya pasti ketangkap atau akan
ditangkap oleh kaum musyrikin. Maka Nabi
merencanakan semuanya. Maka dia akan
melewati jalan yang tidak umum. Yang
tahu jalan itu namanya Abdullah bin
Uraqit. Mungkin kalau wali zaman
sekarang enggak perlu itu. Tinggal
sampai
Madinah. Tapi Nabi ternyata enggak
begitu. Harus inilah beli unta lah,
harus siap-siaplah bawa bekal lah.
Padahal kalau wali di tempat kita, ting
salat Jumat di Makkah, balik-balik bawa
kurma. Masyaallah luar biasa
ngalah-ngalahin siapa? Nabi sallallahu
alaihi
wasallam. Tayib. Ini rencana Nabi. Jadi
kalau kita mau susun berdasarkan
riwayat-riwayat, maka rencana Nabi untuk
berhijrah berdasarkan perintah Allah.
Kenapa Nabi suruh suruh berhijrah?
Karena orang kafir sudah gerah dan
mereka ingin bunuh Nabi. Allah abadikan
makar mereka dalam Al-Qur'an. Kata Allah
subhanahu wa
taala,ina
kafaru yaquka
yukamunaullah wallahu khairul makirin.
Ketika orang-orang Quraisy mereka
bermusyawarah bikin makar
untuk memenjarakanmu, menahanmu atau
untuk membunuhmu, atau untuk
mengusirmu, mengeluarkan engkau dari
kota Makkah. Wayamkurun waamkurullah.
Mereka bikin makar dan Allah bikin makar
dan wallahu khairul makirin. Allah
sebaik-baik pembuat makar. Ini ayat
jelas dalam Al-Qur'an. Bagaimana
perincian ayat ini datang dalam riwayat
riwayat tapi semuanya lemah. Dalam
riwayat semuanya lemah. Tapi ayat ini
jelas. Allah menyebutkan bahwasanya
ketika mereka buat makar mereka punya
tiga rencana. liutbituka untuk
membelunggumu auqtuluka atau membunuhmu.
A yukrijuka atau
mengusirmu. Disebutkan dalam riwayat
yang lemah, orang-orang Quraisy pun
rapat dipimpin oleh Abu Jahal. Kita
lakukan apa dengan Muhammad? Ini bikin
masalah Muhammad mengganggu kita dan
lain-lain. Mereka rapat di Darun Nadwah,
yaitu tempat permusyawaratan mereka yang
mereka banggakan. Mereka rapat di situ
untuk bikin makar kepada Muhammad.
Saking pentingnya rapat tersebut, ini
rapat yang sangat penting. Datanglah
iblis karena ini penting. Iblis ikut
hadir menjelma jadi seorang yang sudah
tua dari nejjet. Dia
hadir. Dia hadir menghadiri rapat
tersebut. Akhirnya kata iblis, "Coba
sebutkan ide-ide kalian." Ada yang
bilang, "Gimana kalau kita belunggu
Muhammad?" Ya, karena kalau kita bunuh
masalah nanti. Kita belenggu
aja. Kata iblis, "Percuma kalian
belenggu. suaranya akan melewati
penjara, akan menembus, dan dakwahnya
akan terus
tersebar. Ya udah kita usir
aja. Usir lebih parah lagi. Usir dia
malah bisa berkeluar-keluar di
mana-mana. Pengikutnya banyak, balik
serang
bahaya. Ya udah kita bunuh aja. Bunuh
juga bahaya. Kalau bunuh nanti Bani
Hasyim balas dendam.
B Sendam repot perang saudara Quraisy.
Dan di antara kabilah paling top di
Quraisy, Bani Hasyim. Buntu. Ada yang
kasih ide? Kalau enggak salah Abu Jahal.
Udah begini aja. Semua kabilah kumpulkan
anak-anak muda masuk ke rumah Nabi tikam
Muhammad sekali tikaman sehingga darah
Muhammad tersebar di seluruh kabilah.
Kalau darah Muhammad tersebar seluruh
kabilah, Bani Hasyim tidak bisa balas
dendam. Kata iblis, "Good
idea." Ini ide yang top kata iblis. Ya,
ini riwayatnya lemah. Sebagai ulama dia
mengatakan tidak perlu iblis. Sudah ada
Abu Jahal. Abu Jahal sudah top. Gak
perlu iblis.
Ya, intinya meskipun riwayatnya lemah,
tetapi rencana mereka, makar mereka
telah diabadikan dalam Al-Qur'an dalam
surat Al-Anfal. Waid yamkuru bikalladina
kafaru liyutbituka yaqtuluka yukjuka.
Ketika orang kafir mereka berbuat makar
untuk membelenggumu atau membunuhmu atau
mengusirmu. Mereka buat makar dan Allah
juga buat makar dan Allah sebaik-baik
pembuat pembuat makar bagi orang-orang
yang bermakar. Oke. Maka rencana Nabi,
Nabi akan pulang ke
rumah di malam hari. Kemudian dia akan
meletakkan Ali bin Abi Thalib. Tugas
pertama adalah untuk tidur di tempat
tidur Nabi. Berselimutkan dengan selimut
Nabi. Itu amal fida, itu
pengorbanan. Pengorbanan ya. Jadi nyamar
jadi Nabi. Setelah itu Nabi akan keluar.
Kalau ada orang-orang musyrikin ngintip
di rumah-rumah, di rumah Nabi, mereka
kira Nabi masih dalam rumahnya. Padahal
Nabi sudah keluar. Nabi keluar ke mana?
Di malam hari Nabi akan pergi ke rumah
Abu Bakar. Ini rencananya setelah rumah
ke Abu Bakar, Nabi akan keluar dari
bagian belakang rumah Abu Bakar.
Kemudian Nabi menuju ke Jabal Tsahur.
Jabal Tsur itu sebelah selatan kota
Makkah, yaitu menjauh dari Madinah.
Menjauh dari apa? Madinah.
Entar biar biar kelihatan
jelas.
Oke, ini coba
perhatikan kelihatan
tidak? Lihat di bawah itu. Ini Ka'bah
ya? Iya.
Madinah di mana? Madinah sebelah utara
ke Quba. Ini Quba ya. Dari Ka'bah ke
Kuba 450 kilo km. Paham? Jadi Madinah
sebelah mana? Sebelah utara. Rencana
Nabi, Nabi tidak langsung ke utara tapi
Nabi mundur dulu menjauh dari Madinah ke
arah selatan justru yaitu ke Jabal Tsur.
Jaraknya kurang lebih 7 kilo km ya.
Untuk apa? untuk mengelabui orang-orang
musyrikin. Dan ini yang warna merah ini
adalah jalan biasa yang ditempuh menuju
Madinah. Jalan para pedagang, kafilah
dagang. Kalau mereka pengin ke negeri
Syam, mereka lewat Madinah. Jalan yang
mudah. Nabi tidak menempuh jalan itu.
Nabi sewa penunjuk jalan namanya
Abdullah bin Uraikit untuk menempuh
jalan
ini. Jalan yang tidak biasanya semakin
jauh. Paham?
untuk menuju ke Quba. Ini rencana Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Jadi, Nabi
akan pergi ke goa ini dari rumah Abu
Bakar dan Nabi akan berdiam selama 3
hari 3 malam. Kenapa 3 hari 3 malam?
Karena kalau mereka lihat rumah Nabi
tidak ada Nabi, mereka pasti cari Nabi
dan kalau mereka cari pasti langsung ke
utara. Iya enggak? Mereka langsung cari,
"Oh, Muhammad pasti kabur ke utara."
Mereka lari ke utara cari 3 hari
ternyata Nabi belum berangkat. Malah
Nabi menjauh. Itu rencana Nabi. Paham
tidak? Paham
tidak? Kenapa Nabi menginap 3 hari?
Karena kalau mereka kehilangan Nabi di
Makkah, oh Muhammad sudah tidak di
Makkah, mereka pasti menyangka Nabi akan
ke u utara, ke arah Madinah. Karena
mereka tahu Nabi bakalan pergi ke
Madinah, maka mereka pasti akan sibuk
cari Madinah di areal utara. Kalau sudah
3 hari tidak ketemu, mereka bilang
Muhammad sudah lolos. Padahal Muhammad
belum apa
berangkat. Paham? Setelah 3 hari nanti
Abdullah bin Uraikit datang bawa dua
unta. Jadi untanya dibawa dulu sama
Abdullah bin Uraikit. Setelah bawa dua
unta, baru mereka berjalan menuju ke
kota Madinah. Paham
rencananya? Saya ulang. Rencana
pertama taruh siapa di rumah Nabi? Ali
bin Abi Thalib. Kemudian malam-malam
keluar menuju siapa? Rumah Abu Bakar.
Unta dua yang pegang siapa? Abdullah bin
Uraik. Yang kafir penunjuk jalan.
Setelah malam, Nabi sallallahu alaihi
wasallam kemudian berjalan menuju mana?
Ke Jabal Sur. Bermalam berapa hari? 3
hari. Tujuannya agar mengelabui orang
musyrikin. Setelah 3 hari lewat baru
kemudian berjalan
menuju Madinah. Paham sampai
sini? Tib. Kita lanjutkan.
Ee nanti di Jabal
Tur ada tugas
pertama Amir bin Fuhairah. Amir bin Fai
adalah budak yang dimerdekakan oleh Abu
Bakar Assiddiq. Tugas dia adalah
menggembalakan kambing. Dia
menggembalakan kambing di sekitar di
bawah Jabal Tsur. Menggembalakan
kambing. Dia menggembalkan kambing
dengan dua tujuan. Tujuan pertama adalah
menutup jejak kaki Muhammad dan Abu
Bakar. Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Abu Bakar radhiallahu taala
anhu. Karena orang-orang Arab pandai
membaca jejak kaki. Yang kedua, di malam
hari atau di sore hari dia akan bawa
susu buat makan dan minum Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ada riwayat
Asma binti Abi Bakar yang ngantar
makanan tapi riwayatnya lemah. Riwayat
yang sahih Amir bin Fuhair lah yang
mengantar susu. Terkadang susunya
dimasukin batu panas supaya hangat. Baru
dibawa supaya hangat dan lebih kental.
Mungkin batunya dijemur atau dipanaskan,
dimasukkan dalam susu jadi lebih hangat
kental dibawa kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ini tugasnya Amir bin
Huhairah. Kemudian ada anak Abu Bakar
namanya Abdullah bin Abi Bakar. Abdullah
bin Abi Bakar tugasnya apa? Tugasnya dia
di siang hari dia di Makkah bergaul ke
sana kemari ngobrol-ngobrol dia jadi
mata-mata. Nanti malam hari dia lapor
kepada Nabi dan Abu Bakar. Terkadang dia
tidur bersama Abu Bakar dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. itu dia
menggambarkan tentang kondisi politik
sikon yang terjadi. Kalau memang setelah
3 hari tidak memungkinkan untuk
berangkat, jangan
berangkat. Kalau memungkinkan untuk
berangkat, silakan berangkat. Sehingga
dia menyampaikan sebagai informan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Antum
perhatikan luar biasa semua strategi
yang luar biasa. Bukan asal-asalan
bismillah berangkat. Gak tenang. Tutup
mata sampai di Madinah.
Tahu-tahu di Jabal
Rahmah seperti apa?
Saya baca itu ada seorang salat Jumat
hilang. Dia tahu-tahu habis salat Jumat
mana si fulan? Ternyata dia sudah datang
bawa kurma. Masyaallah dari Makkah.
Kurma dari Makkah. Ke mana kamu? Salat
Jumat di Makkah. Padahal di Makkah masih
jam 08.00 pagi. Imamnya pun belum
bangun. Itu kurma dari Tanah Abang
dibawa. Baik. Inilah rencana. Namun
namanya
manusia silakan membuat rencana. Namun
belum tentu berhasil. Ada saja miss.
Manusia pandangannya
selalu apa namanya mikro dan tidak
makroh. Dia hanya bisa memandang di satu
sisi. Hanya Allah yang bisa memandang
dari segala apa? Segala sisi. Manusia
perhitungannya
terbatas. Tiib. Apa kata Ibnu Katsir
rahimahullahu
taala? Falammaat
lailatu lailatun hammal musyrikun bil
fatq birasulillah sallallahu alaihi
wasallam.
Wa arsu alal bab
aqwaman.
Tatkala suatu malam Rasulullah akan
keluar, maka orang-orang musyrikin ingin
membunuh Nabi. Kirimlah para
pemuda-pemuda sebagaimana tadi kita
sebutkan semua bawa pedang tombak. Siap
menombak Nabi, siap menikam Nabi. Satu
satu serentak supaya darah Nabi
tersebar. Dan ini sudah misi yang
pertama. Nabi belum keluar. Waduh
terlambat keluar.
Harusnya Nabi keluar sebelum mereka apa?
Datang. Ini sudah kesalahan pertama.
Tapi kalau orang sudah berusaha
bertawakal kepada Allah, biasanya selalu
ada jalan keluar. Akhirnya Nabi baca
firman Allah Subhanahu wa taala,
"Wa'alna min baini aidihim saddan win
khalfihim saddan faagsyaahum fahum la
yubsirun." Nabi baca ayat tersebut,
"Kami jadikan penghalang di hadapan
mereka, di belakang ee di belakang
mereka. Kami tutup mata mereka sehingga
mereka tidak bisa melihat." Dalam
riwayat Nabi pun ambil pasir, Nabi taruh
di kepala-kepala mereka. Mereka enggak
sadar. Tapi riwayat ini juga lemah.
Riwayat ini juga lemah ya. Tapi
dibawakan oleh para ulama karena tidak
menyelisihi riwayat-riwayat yang sahih.
Seperti sudah jelaskan sirah terkadang
ada riwayat-riwayat lemah. Kalau tidak
dibawakan akan ada mata rantai yang
hilang. Seperti bagaimana ee kisah Nabi
keluar enggak akan tahu ya. Di antaranya
datang riwayat lemah selama tidak
menyelisihi riwayat-riwayat yang apa
yang yang sahih dan tidak terkait dengan
akidah, tidak terkait dengan fikih, maka
tidak jadi masalah. Maka Nabi pun
keluar. Akhirnya mereka menyangka Nabi
masih dalam rumah. Diintip ternyata ada
yang tidur. Ternyata siapa? Ali bin Abi
Thalib radhiallahu taala
anhu. Ya, ketika malam tersebut kata
Ibnu Katsir, aradu alal babi aqwaman,
orang Quraisy atau orang kufar Makkah
mengirim sekelompok orang kha alai kalau
Nabi keluar mereka bunuh. Falam khaja
alaihim lam yarahu minhum ahadun.
Ya, ketika Nabi keluar mereka tidak
lihat seorang pun tidak ada yang melihat
Nabi. Abi dalam riwayat disebutkan
riwayatnya lemah. E Rasulullah
meletakkan pasir di kepala mereka
seluruhnya ya supaya mereka ini dari
mana
pasir? Kemudian Rasulullah sampai ke
rumah Abu Bakar. Fakja minti dari Abi
Bakrin lailan. Maka akhirnya setelah itu
sampai rumah Abu Bakar, Rasulullah, Abu
Bakar pun keluar dari pintu belakang.
Waqadjar Abdullah ibn Uraiqit wana
hadian khiritan. Mereka berdua Abu Bakar
dan Nabi telah sallallahu alaihi
wasallam telah menyewa Abdullah bin
Uraikit orang kafir dari Bani Addil Bani
Addili. Wakana hadian khiritan di orang
yang penunjuk jalan yang cerdas. Mahir
ahli biddalati ila ardil Madinah. Dia
tahu jalan-jalan menuju kota Madinah.
Waahu alik. Dan mereka berdua merasa
aman. Ini orang terpercaya. Maahu alih.
Padahal dia berada di atas agama
kaumnya. Dia juga
musyrik. Wasallama ilaihi. Dan mereka
berdua Abu Bakar dan Nabi menyerahkan
kedua untanya kepada Abdullah bin
Uraiqit.
Waadahuur. Mereka bilang nanti 3 hari
lagi ke sini bawa unta dia. Saur dijabal
apa? Jabalur bda salelah 3
hari fil amallahu ala
quraisinuma falam yadru falam yadru
ainahaba ketika mereka sudah masuk di
goa berdua sudah masuk di goa maka
orang-orang kafir Quraisy tidak tahu di
mana Abu Bakar dan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dalam riwayat Abu Bakar
sebelum Nabi masuk dia cek dulu sebentar
saya cek dulu aman silakan masuk. Ketika
masuk bagian dalam lagi kata Abu Bakar,
"Sentar saya cek dulu." Abu Bakar
demikian. Abu
Bakar dia memikirkan keselamatan Nabi,
bukan keselamatan apa
dirinya. Ya, makanya ketika nanti kita
sebutkan ee ketika orang-orang sudah di
depan mulut goa, Abu Bakar khawatir.
Khawatir siapa? khawatir Nabi sallallahu
alaihi
wasallam. Demikian juga ketika dalam
perjalanan menuju Madinah, Abu Bakar
sering lihat ke belakang khawatir ada
orang yang menyerang Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Sampai dalam riwayat
ketika Umar ada yang mengatakan Umar
lebih mulia daripada Abu Bakar, maka
Umar pun marah. Umar bilang, "Sehari Abu
Bakar lebih afdal daripada keluarga
Umar. semalamnya Abu Bakar lebih afdal
pada keluarganya Umar. Kemudian Umar
cerita, "Bukan cuma Umar, keluarga Umar.
Sehari yang dilalui Abu Bakar lebih
afdal daripada keluarga Umar." Maka Umar
cerita Abu Bakar itu ketika hijrah dia
kadang di depan Nabi, kadang di belakang
Nabi. Kadang di belakang Nabi, kadang
depan. Sampai Nabi bilang, "Kenapa
engkau Abu Bakar?" "Kadang depan, kadang
di belakang." Kata Abu Bakar, "Ya
Rasulullah, saya kadang di belakang
engkau. Saya khawatir ada yang mengejar.
Biar saya kena dulu.
Dan saya kadang terdiri depan engkau.
Saya khawatir ada yang mengintai dari
apa? Depan. Artinya Abu Bakar ingin
kalau ada apa-apa kena dia bukan kena
siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ini yang menjadikan kata Umar. Bagaimana
kalian mengatakan Umar lebih afdal
daripada Abu
Bakar? Lihat apa yang dilakukan Abu
Bakar. Jadi yang dipikir Abu Bakar
adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Bab ee kita lanjutkan.
Maka setelah mereka berdua masuk dalam
goa, maka Allah membuat orang-orang
Quraisy tidak tahu di mana keberadaan
mereka berdua. Maka mereka pun membuat
sayembara. Siapa yang bisa menemukan
Muhammad atau Abu Bakar akan mendapatkan
100 ekor unta. Maka orang-orang
berebut-rebutan untuk bisa menangkap
Muhammad dan Abu Bakar yang 100. Dapat
100 ekor apa? Unta. Lumayan ya.
Kemudian kata Ibnu Katsir, wana Amir bin
Fuhairah yurihu alaihima gonaman Abi
Bakar. Nah, Amir bin Futhi budak yang
dimakan oleh Abu Bakar, dia tugasnya
menggembalakan apa? Kambingnya Abu Bakar
tadi. Fungsinya apa? Menutup jejak-jejak
kaki dan juga memberi susu kepada siapa?
Abu Bakar dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Wat asma bintu Abi Bakar
tahmilu lahadal gar. Asma mengangkat
makanan bawa ke goa. Namun ini
riwayatnya apa? Lemah yang benar Amir
bin
Fuhairah. Wakana Abdullah bin Abi Bakar
yatasam ma yuqalu
bimkatahabu ilaihima bidalika fayahtar
minhu. Adapun Abdullah bin Abi Bakar
maka menjadi informan. Dia pergi ke
Makkah dengar-dengar berita apa yang
terjadi. Kemudian dia laporkan kepada
Abu Bakar dan Umar. Abu Bakar dan Nabi
sallallahu alaihi wasallam sehingga
mereka berdua bisa tahu situasi waspada.
Wajaal musyrikuna fi thabiha
ilaur wama hunaka minal amakin hatta
innahum marru ala babil
gar. Akhirnya orang musyrikin pun pada
mencari nabi dan akhirnya mereka sampai
ke mulut goa. Saya katakan tadi orang
musyrikin mereka pandai melihat jejak
apa? Kaki dan ini miss yang kedua dari
Nabi. Sudah berusaha semaksimal mungkin
memasang strategi. Akhirnya jebol juga.
Buktinya jejak mereka, kaki mereka
ketahuan. Akhirnya sekelompok
orang-orang akhirnya sampai ke atas
goa. Hatta innahu alabil sampai mereka
di depan mulut goa wqdamum Rasulullah
sallallahu alaihi wasallamahu. Sampai
kaki mereka sudah sejajar dengan Nabi
dan Abu Bakar. Wa ammallahu alaihima
babal gar. Namun Allah menutup pintu goa
di mata mereka. Mereka tidak lihat.
Wuqal wallahuam. Ini perkataan Ibnu
Katsir. Dan dikatakan wallahuam inal
anabut. Bahwasanya laba-laba menutup
pintu goa
inamini
asata dan ada dua ekor burung membuat
sangkar di depan mulut
goa. Wikawi taala. Dan itulah tafsir
dari firman Allah. Ilsuhu
faqarahullah. Kalau kalian tidak
menolong Muhammad maka Allah akan
menolongnya. yaitu dengan memberi sarang
laba-laba atau membuat ee dua ekor
burung merpati membuat apa? Membuat
sangkar. Namun ini saya katakan tadi
riwayatnya apa? Lemah. Saya bacakan
lagi. Wadalika anna Abu Bakrin
radhiallahu taala anhu lidirsihi baka
hina maral musyrikun. Saking Abu Bakar
begitu perhatian sama Nabi, ketika orang
musyrikin kakinya sudah di mulut goa,
maka Abu Bakar pun menangis.
Waq ya Rasulullah
lahadahumana. Ya Rasulullah seandainya
salah seorang dari sekelompok orang itu
tengok ke bawah maka melihat ke arah
kakinya maka dia akan melihat kita.
Faqah Nabi wasam berkata menenangkan Abu
Bakar ya Abu
Bakruka Allahuma. Wahai Abu Bakar,
bagaimana menurutmu tentang dua orang?
Allah yang ketiga sebagai gambaran ini
sekedar ee gambaran tentang e goa Jabal
Tsahur. Jabal Tsur seperti
ini. Ee dia di Jabal Tsur dia tingginya
sekitar 650 440 m ya sekitar itu
tingginya. Di puncaknya itu mulut goanya
di bawah. Jadi kalau berdiri gitu paham
mulut goanya di bawah. Kalau ini orang
musyrik berdiri di sini nengok ke bawah
akan kelihatan siapa? Nabi dan Abu
Bakar. Jadi mulut guanya ke bawah bukan
ke depan ya. Seperti film Aladin kan di
depan eh Aladin apa film apa dulu yang
membaca apa kemudian pintu terbuka
enggak di bawah apa namanya ee mulut
guanya di bawah. Jadi kalau berdiri
lihat ke bawah pasti kelihatan.
Nah, ini ikhwan ee dalil justru
menguatkan bahwasanya riwayat-riwayat
tadi ada ee angkabut yaitu laba-laba
membuat sarang atau merpati membuat
sangkar di situ. Ini semuanya riwayatnya
lemah. Dan Ibnu Katsir sendiri makanya
dia katakan sini wuqal dan dikatakan
isyarat bahwas riwayatnya apa? Lemah.
Kemudian juga dalam albiday wan nihayah
dia mengatakan garibun jiddan hadis yang
aneh yang asing riwayat isyarat
bahwasanya dia melemahkan riwayat
tersebut dan ini bertentangan dengan
ayat dan hadis ingat dalam ayat Allah
mengatakan kata
Allah kata Allah ketika Ketika Nabi
berkata kepada sahabatnya yaitu Abu
Bakar, "La tahzan, jangan kau khawatir
innallaha maana." Allah bersama kita.
Terus kata Allah, "Faanzalallahu
sakinatahu
eh faanzalallah sakinatu alaih." Allah
turunkan ketenangan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Wa ayadahu
bijunudin lam tarauha. Dan Allah tolong
Nabi dengan pasukan yang mereka tidak
lihat.
Kalau maksudnya pertolongan tersebut,
pasukan tersebut di antara tentara Allah
berupa tentara Allah adalah laba-laba,
kelihatan enggak laba-labanya? Kelihatan
enggak? Kelihatan. Kalau itu merpati
bikin sangkar, merpatinya kelihatan
enggak? Kelihatan. Padahal Allah
mengatakan bijunudil lam tarauha. Allah
tolong dengan pasukan yang mereka tidak
lihat. Yang kedua, kalau ada laba-laba
sama merpati, Abu Bakar gak perlu takut.
Sementara Abu Bakar berkata, "Kalau
salah seorang dari mereka tengok ke
bawah, pasti kita kelihatan. berarti
tidak ada penghalang. Berarti goa
tersebut benar-benar apa?
Terbuka. Makanya Nabi tidak mengatakan
tenang, ada laba-laba. Enggak.
Mengatakan Allah bersama bersama kita
bersama bersama kita. Ini inilah tafsir
yang benar. Adapun Syiah saya pernah
cantumkan dalam buku saya 33 akidah
banyol banyolan akidah Syiah. Mereka
bikin tafsiran sendiri. Jadi kata mereka
ketika ada orang musyrik di mulut goa,
Abu Bakar nangis. Ya Rasulullah, ya
Rasulullah. Kata orang Syiah, Abu Bakar
sengaja nangis keras-keras supaya
kedengaran, supaya ditangkap. Orang
Syiah luar
biasa. Ini benar-benar mereka tulis.
Saya cantumkan dalam buku saya 33
banyolan akidah Syiah. Kata Rasulullah,
"Gimana nih? Gimana nih? Sibuk ribut
sambil diam-diam kata Nabi. Kalau kau
ribut terus ketahuan nanti. Ini banyolan
orang-orang apa?
Syiah. Tayib. Jadi yang benar mulut gua
terbuka tapi Allah tutup pandangan
mereka. Mudah bagi Allah. Mudah bagi
Allah menutup pandangan pandangan
orang-orang.
Tib. Kita lanjutkan. Akhirnya mereka
turun. Mereka menyangka tidak ada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
situ. Walamma ba'da ata ibnu uraiqit
birrahilataini. Setelah lewat 3 hari
maka datanglah Abdullah bin Uraikit bawa
dua unta.
Farqibahuma. Maka keduanya pun menaiki
dua unta tersebut. Waarda Abu Bakrin
Amir bin Fuhairah wasar dili amamahuma
alatihi.
Maka satu unta dinaikin oleh Nabi. Satu
unta Abu Bakar sama Amir bin Fuhairah.
Kemudian Abdullah bin Uraikit menuntun
mereka. Jadi mereka berhijrah empat
orang. Berapa orang? Empat. Nabi Abu
Bakar, Amir bin Fuahirah sebagai
pembantu umumlah gampangannya. Penunjuk
jalannya Abdullah bin Uraikit musyrik.
W'alat
quraisyun liman jaa biwahidin minmadin
sallallahu alaihi wasallam. Abi
bakradhiallahu anhu miatan minal ibil.
Kemudian orang-orang Quraisy bikin
sayembara. Siapa yang bisa mendatangkan
Muhammad atau Abu Bakar? Salah satu di
antara keduanya hidup atau mati akan
mendapatkan 100 ekor
unta. Akhirnya orang-orang pada semangat
cari-cari. Mereka cari-cari enggak
ketemu-ketemu karena ingin dapat
sayembara. Falamma bi mud. Ketika mereka
melewati kampung Mudlij yaitu kamping e
kampungnya Suraq bin Malik bin
Jum. Basar bihim Suraqatu bnu Malik bin
Jum. Jadi ada yang datang kepada
Suraqah. Wi
Suraqah kami tadi lihat ada sawa itu
sekelompok orang yang berjalan. Apakah
itu Muhammad dan rombongannya? Kata
Suroko, "Oh, bukan bukan bukan. Dia yang
pengin tangkap. Jangan kamu. Dia pengin
dapat 100 ek seekor unta." Kata dia,
"Oh, aman. Bukan, bukan itu saya tahu."
Bukan. Akhirnya orang pergi, dia yang
kejar. Dia yang kejar. Sirqah bin Malik
bin Jum.
Maka Sayid Mudlij dan dia adalah
pemimpin
kaumnyaqib jawadahu tha maka dia pun
naik kudanya yang hebat dan dia pun
mengejar mereka.
Was
abuakallahu wasam dia sampai sudah dekat
dengan Nabi, dengar Nabi baca Quran.
Nabi tenang baca Quran Abu Bakar lihat
terus belakang bukan takut dirinya saya
katakan tadi tapi takut kepada apa suatu
menimba siapa Nabi. Dan itulah
dijelaskan terang-terang oleh Umar bin
Khattab radhiallahu taala
anhu. Wahua yaltafit. Adapun Nabi tidak
apa tidak noleh sama sekali. tenang dia
tahu dia dijaga oleh Allah Subhanahu wa
taala. Faqala Abu Bakar, Abu Bakar
berkata, "Ya Rasulullah, H surabun Malik
qod
rahiqana. Sesungguhnya Suraqoh sudah
mendekat kita, mau nyusul
kita." Fada al Rasul wasallam fasak yada
farasi ardhi. Maka rasul berdoa,
"Keburukan bagi Suraqah. Akhirnya dua
kudanya kakinya jatuh ke sungkur atau
masuk dalam dalam apa? Dalam tanah
jatuh.
Ya, maka dia berkata, "Rumitu, aku kena
doa doa orang
ini. Innalladzi
asob rumitu innalladzi asobani
biduaikuma fadullahai." Intinya dalam
riwayat ketika dia mengejar Nabi dia
jatuh kemudian dia ambil azlam. Intinya
kejar gak usah kejar.
Upst. Jangan kejar.
Waduh. Ah, dia enggak percaya syirik.
Ketika itu dia maju lagi karena semangat
dapat 100 ekor unta. Biasanya kalau
jangan selesai. Karena azlam itu tiga
isinya. Isi apa namanya? Satu lanjut,
satu berhenti, satu apa? Abs. Ketika dia
jatuh, ini bahaya nih. Ada apa nih? Dia
segera keluarkan pungguni nasib.
Harusnya istikharah, tapi dia enggak
istikharah.
Dia keluarnya jangan. Waduh, kok jangan
sih? Enggak, saya enggak percaya. Kalau
itu dia tidak percaya syirik karena
ngejar apa? 100 ekor unta. Kejar lagi.
Jatuh lagi kedua kali goyang lagi.
Jangan. Wah, enggaklah. Kejar lagi.
Sampai tiga kali jatuh baru dia sadar
ini pasti karena doa mereka berdua. Maka
dia panggil, "Tenang-tenang, saya tidak
akan menyakiti kalian." Maka dia pun
menuju Nabi dan Rasulullah. Dia berkata,
"Innalladzi asobani biduaikuma yang
menimpaku ini karena doa kalian berdua."
Faduallah wakum aludasa ankuma. Maka
doakan, berdoalah kepada Allah untukku
dan saya janji saya akan suruh
orang-orang tidak lewat sini. Jadi
jangan ada orang lewat lewat sini.
Fadaalahu Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam fautliqo. Maka Rasul sahu alaih
wasallam pun mendoakannya. Kemudian dia
pun dilepas. Kemudian wasala rasul sahu
alaihi wasallam lahu kitaban dan dia
minta Rasul sahu al wasallam tulis
surat bukti fakatabalahu Abu Bakar fi
udum atau fi adim maka Abu Bakar pun
menuliskan di kulit k Rasulullah tidak
bisa baca tidak bisa apa tulis Abu Bakar
pun tulis waraja yaakul maka dia pun
bawa surat bukti dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam maka dia balik setiap
ada orang melewat situ kata dia,
"Qodqufitum mahahuna aman sini enggak
ada saya sudah cek tidak ada orang sini
Sudah kalian pergi. Setiap ada yang mau
ngejar Nabi lewat situ, kata dia, "Sudah
selesai urusannya. Tidak ada aman di
sini. Tidak ada Muhammad cari tempat
lain." Dia menunaikan
janjinya. Waqad jaa musliman ama hajatil
wada wada fa rasul sahu alaihi wasallam
kitab. Ketika haji wada dia bawa eh
surat tersebut kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Alladzi katabahu lahu
yang Nabi pernah menuliskan untuknya.
fawafalahu rasul sahu al wasallam bima
waadahu hua lzalika ahlun maka rasul sa
sallahu alaihi wasallam pun memberikan
apa yang rasulullah pernah janjikan
kepada
ee
suraqah namun dalam riwayat yang lain ee
Suraqah ketika menemui Nabi sallallahu
alaihi
wasallam bukan ketika haji wada
ya ee
[Musik]
Ee Sakab bercerita kemudian dia
berkata, "Ketika surq jatuh, surah jatuh
dia berkata fanadaitum bil aman." Kata
dia, "Tenang, tenang, saya tidak akan
kalian. Farqibtu farosi hatta jituhum."
Saya pun untaku apa kudaku akhirnya
tidak jatuh-jatuh
lagi. Akhirnya saya mendekati mereka
sampai saya datang kepada mereka
berdua
nafsiq minal
habsum amru rasulah sallallahu alaihi
wasallam. Ketika saya jatuh lagi, jatuh
lagi terhalang tidak bisa mengejar
mereka maka terbetik dalam hatiku. Dia
masih musyrik ketika itu. Suatu saat
Rasulullah akan unggul.
in
jaalu wa
akbar
akbar maka saya kabarkan wahai kalian
berdua, sesungguhnya kaum kalian Quraisy
telah bikin sayembara siapa yang bisa
menangkap kalian berdua dapat seekor
unta dan saya ceritakan tentang
pembicaraan manusia tentang mereka wau
alaihimuzzat wal mata falam e dan
seterusnya
eh hanya Rasulullah sampaikan
sembunyikan jalan
kami. Saya minta ditulis tulisan apa
namanya eh risalah atau apa bukti
keamanan dalam riwayat ini. Faamar Amir
bin Futhi. Maka Rasulullah menurut Amir
bin Futhi yang menulis. Kalau tadi Ibnu
Katsir menyebutkan Abu Bakar mungkin ada
perbedaan riwayat. Fakat fi ruatin min
adim Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Ini hadis riwayat Bukhari.
Maka Amir bin Fair pun nulis di sebuah
ee kulit kemudian diberikan kepada
Waraqah. Kemudian Rasulullah pun
berjalan. Dalam riwayat
Thabrani, akhirnya Suraqah pun datang di
beliau berkata, "Warag wafarag min
hunain
eh hatta fatahullahu azza waalla al
rasul sahu al wasallam makk waag min
hunain khu rasul sahu alaii wasallam
lialqahu jadi bukan ketika jiwada tapi
setelah rasulah melaklukkan fatu Makkah
kota Makkah dan Rasul sahu alaih
wasallam selesai dari perang Hunain maka
aku pun datang menuju Nabi dan dia masih
musyrik
Hatta Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam sampai aku mendekati Nabi
sallallahu alaihi wasallam
wahqi dan dia di atas untanya. Ya.
Kemudian
eh ketika aku sudah mendekat fabainama
ana amidun lahu baina katibatin minatil
ansar. Ketika aku sudah dekat aku masuk
di antara sekelompok pasukan dari kaum
Anshar. Aku masuk menuju Nabi. Faja'alu
yaqrauni birrimah. Mereka bikin tombak.
Heh, mau ke mana? Heh, gampangannya
gitu. Ilaika ilak. Heh, menjauh,
menjauh. Heh, sambil nusuk masusuk apa?
Tombak-tombaknya. Hatta danau min
rasulillah sallallahu alaihi wasallam.
Sampai aku mendekati Rasulullah
Rasulullah di atas untanya. Farof yadi
bil kitab. Lalu aku angkat tulisan
tersebut yang pernah Rasulullah suruh
tuliskan. Qullu ya Rasulullah h
kitabuka. Ini tulisanmu, perjanjianmu,
janjimu. Rasul sahu alaih wasallam, ya
win. Ini adalah hari di mana aku akan
menunaikan janjiku. Faaslamtu, aku pun
masuk.
Islam. Jadi ee Waraqah eh Suraqah masuk
Islam setelah perang Hunain itu tahun
ke-8 Hijriah. Jadi 8 tahun kemudian baru
Sakaqah masuk apa? Islam. Tib kita
sampai sini saja yang menjadi perhatian
kita ada selanjutnya tentang pertemuan
dengan Ummu MB ini panjang hadisnya.
Insyaallah kita lanjutkan pada
kesempatan yang lain. Intinya dalam
hijrah ini yang sangat berperan adalah
Abu Bakar Assiddiq dan keluarganya.
Bahkan disebutkan oleh para ulama Abu
Bakar Assiddiq yang sampai kepada kita
riwayat yang sahih. Dia pernah
menginfakkan seluruh hartanya dua kali.
Seluruh hartanya. Yang pertama ketika
hijrah, yang kedua ketika perang Tabuk.
Seperti hadis yang masyhur ketika Umar
berkata, "Amarana Rasul sahu alaih
wasallam bodqah
fawafaq fawafaq malan indi fawafaqalika
malan indi." Rasulullah menyuruh kita
bersedekah. Kebetulan saya punya uang.
Maka Umar berkata, "Kalau saya ingin
mengungguli Abu Bakar, inilah saatnya
kesempatanku untuk mengungguli Abu Bakar
kalau saya bisa mengunggulinya. Fajitu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
binisfiali." Maka pun saya datang kepada
Nabi, saya bawa setengah hartaku.
Rasulullah bertanya, "Ma tarokta
liahlik?" "Apa yang kau tinggalkan untuk
keluargamu?" Kata Umar, "Tarok
lahumlahu, saya sisakan buat mereka
seperti yang saya bawa buat Anda, yaitu
50% di rumah, 5% buat Nabi sallallahu
alaihi wasallam." Waja Abu Bakar
bimalihi. Tahu-tahu Abu 
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:14:18 UTC
Categories
Manage