Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrillahu ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lya'nih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada pertemuan lalu kita telah membahas tentang baiatul aqabah yang pertama yang kedua. Selanjutnya adalah tentang hijrah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam al-fusul berkata, "Ya [Musik] ee balina lil muslimina ba'daha min ahli Makkata fil hijrah ilal Madinah." Maka Rasulullah sahu alaihi wasallam setelah Baiatul Aqabah yaitu Rasul sahu alaihi wasallam mengizinkan kaum muslimin untuk berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Dan hijrah ini dimulai dari Rasul sahu alaihi wasallam bermimpi uritu daro hijratikum. Ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam aku diperlihatkan tentang negeri tempat kalian berhijrah. Dalam riwayat kata Rasul sallallahu alaihi wasallam yaitu biha nakhlah yaitu negeri yang banyak kurmanya. Fahaba wahali ila anaha hajar. Ya, aku menyangka dia adalah kota Hajar. Ya, ada yang mengata, "Aku menyangka dia kota Yamamah. Ternyata dia adalah kota Almadinah." Dan mulailah para sahabat berhijrah dan Nabi termasuk yang terakhir berhijrah. Dan ini di antara ee sifat kepimpinan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi bukan mau selamat sendiri ya, tapi bahkan Nabi menyuruh para sahabat lebih dahulu berhijrah sampai tinggal beberapa orang di antaranya Nabi sallallahu alaihi wasallam, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar dan orang-orang yang tertahan oleh orang-orang Quraisy atau wanita-wanita yang belum sempat berhijrah. Kemudian Ibnu Katsir berkata, "Ya, fakana eh fabadarasualik." Maka orang-orang pun segera berhijrah. Ya, tujuan hijrah tidak lain agar bisa beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena mereka di Makkah tidak bisa beribadah dan kita diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk beribadah. Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun. Tidak ada aku ciptakan jin manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Ketika ada tempat kita tidak bisa beribadah ya maka kita harus berpindah. Jangan sampai kita bertahan di tempat kita enggak bisa beribadah. Kalau kita bertahan tidak bisa beribadah, maka kita berdosa. Makanya Allah mencela orang-orang yang tidak mau berhijrah sementara dia tidak bisa beribadah. Kata Allah, "Alam takun ardullahi wasiah fatuhajiru fiha." Ya, bukankah bumi Allah luas, kalian bisa berhijrah? Kenapa kalian tidak berhijrah? Ya, siapa yang keluar berhijrah, yajid fil ardhi muragaman kat wasaah. dia akan mendapati kelapangan di atas muka bumi. Dan karena kaum muslimin sangat sulit beribadah di kota Makkah, sebagian mereka dibunuh, sebagian mereka disiksa, dirampas hartanya, maka mau tidak mau harus cari negeri lain untuk bisa beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Sebagian sudah pergi ke Habasyah yang dipimpin oleh Jafar bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Sebagian lagi baru berhijrah ke kota Madinah. Maka orang-orang pun segera berhijrah. Kemudian Ibnu Katsir berkata, "Fakana awal man kharaja ilal Madinah min ahli Makkata Abu Salamah bin Abdil Asad wahua mroatuhu Ummu Salamah binti Abi Umayyah ibnul Mughirah." Ya, yang pertama kali di antara yang pertama kali keluar menuju hijrah ya menuju ke Madinah itu sebelum Nabi tentunya karena Nabi yang termasuk terakhir adalah Abu Salamah bin Abdul Asad dari Banu Abdil Asad dan Banu Abdul Asad dari Bani Makhzum. Abu Salamah punya istri namanya Ummu Salamah bintu Abi Umayyah bin Mughirah. Juga dari Bani Makhzum. Bani Makhzum tuh kabilahnya Abu Jahal. yaitu keluarga mereka berdua musyrik. Cuma Abu Salamah Islam, Ummu Salamah juga is Islam. Keluarga mereka musyrik. Maka mereka berdua pergi berhijrah. Fah tubisat dunahu wuniat sanatan minal lahaqi bihi. Akhirnya Abu Salamah hendak pergi, istrinya di ditahan. Ketika Abu Salamah hendak pergi berhijrah, tahu-tahu keluarga dari Ummu Salamah yaitu Banul Mughirah datang paman-pamannya, paman-pamannya Ummu Salamah. Kenapa enggak engkau hendak membawa pergi putri kami? Ya kalau pergi pergi aja sendiri karena mereka musyrik. Ditahanlah Ummu Salamah. Padahal mereka bertiga. Abu Salamah, Ummu Salamah sama putra mereka. Apa? Salamah. Ya, akhirnya Abu Salamah pergi. Sementara Ummu Salamah bersama putranya Salamah. Ketika keluarga Abu Salamah yaitu Banu Abdil Asad ya mengetahui bahwasanya Abu Salamah dipisahkan dari istrinya, mereka pun datang ke keluarga Ummu Salamah. Mereka ambil Salamah. Enak aja kalian pisahkan anak kami dari istrinya. Sekarang kembalikan cucu kami. Diambillah apa? Salamah. Akhirnya sempat rebut-rebutan sampai akhirnya tangannya lepas dari apa? Dari ininya ya. Yadahu yaitu mereka lepaskan saking ditarik-tarik. Akhirnya diambillah ee Salamah dibawa oleh keluarganya Abu Salamah. Maka pergilah Abu Salamah ke Kota Madinah sementara istrinya tertinggal. Mau tidak mau dia harus berhijrah. Kalau tidak bisa sekeluarga semuanya sendirian harus berangkat. Maka Ummu Salamah pun menunggu sampai hampir setahun. Setiap hari dia keluar ya menunggu meratapi nasibnya sampai akhirnya di sore hari dia balik lagi ya masuk ke rumahnya. Sampai akhirnya ya ee kata Ibnu Katsir wahila bainaha wa baina waladiha. Dipisahkanlah Ummu Salamah dari putranya itu Salamah. Setelah hampir setahun atau kurang lebih setahun, akhirnya ada yang kasihan melihat Ummu Salamah terpisah dari suaminya, terpisah dari putranya. Akhirnya ada yang menasihati mereka. Akhirnya diizinkanlah Ummu Salamah untuk berangkat berhijrah. Maka dikembalikanlah putranya apa? Salamah. Akhirnya keluarga Abu Salamah mengembalikan putranya Ummu Salamah yaitu Salamah. Dan keluarganya Ummu Salamah mengizinkan Ummu Salamah untuk nyusul suaminya. ba'da sanati biwaladi ilal Madinah. Maka dia pun keluar. Cuma dia dengan putranya berdua ya berangkat bersafar tanpa mahram karena enggak ada yang bisa menemani. Maka berangkatlah dia dengan putrinya. Ketika sampai di Tan'im ternyata dia di dilihat oleh Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah dari Bani Abduddar. Kata Ibnu Katsir, "Wasayya'a Utsman bin Thha. Ya. Maka dia pun diantar oleh Utsman bin Thalhah. Adapun ceritanya ketika Ummu Salamah naik untanya bersama putranya, dia gendong. Ketika sampai di Tan'im, yaitu ke arah menuju Madinah, tiba-tiba dilihat oleh Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah. Dan dia masih musyrik. Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah masuk Islam setelah Al-Hudaibiyah. itu masih masih jauh ya mungkin masih ee 7 atau 8 7 tahun berikutnya dia belum masuk Islam, masih musyrik ketika itu. Tapi dia kenal Ummu Salamah. Ummu Salamah bapaknya terkenal namanya Abu Umayyah Ibnu Mughirah yang diberi gelar dengan Zaadur Raqab. Yaitu seorang yang kalau dia bersafar dengan teman-temannya dia tanggung seluruh perjalanan safar ya. Maka kalau dia bersafar bapaknya ini sama teman-temannya tidak ada yang boleh keluarkan uang. semua makan minum dia yang apa? Yang yang tanggung. Kita pengin punya teman seperti itu ya. Pesawat gratis, pulang pergi gratis, hotel gratis, makan gratis, ya pulang bawa oleh-oleh gratis. Bab terkenal orang baik. Maka dia pun berteriak, "Ya binta Abi Umayyah, wahai putri Ibu, kendak ke mana kau nak pergi?" Kata Ummu Salamah, "Saya ingin menyusul suamiku. Ada teman?" "Tidak ada?" Kata Utsman bin Abi Thalha bin Abi Thalha, Utsman bin Thalha bin Abi Thalhah ini tidak boleh dibiarkan. Maka dia pun temani. Dia temani perjalanan 450 km bawa istri orang ya. Dan dia musyrik dari Makkah menuju Madinah. Tapi bagaimana sikap Utsman bin Thalhah radhiallahu taala anhu yang ketika itu masih musyrik. Ternyata dia benar-benar menjaga kehormatan Ummu Salamah. Ummu Salamah cerita selama perjalanan dia pernah tidak pernah ngobrol-ngobrol dengan saya. Baik, kita lanjutkan. Ee selama perjalanan Utsman bin Thalha bin Abi Thalhah ya tidak pernah ngobrol-ngobrol dengan Ummu Salamah. Dia tahu ini istri orang ya tahu bapaknya orang yang mulia. Meskipun dia tahu ini muslimah dan dia musyrik. Kalau Ummu Salamah mau istirahat, apa kata Ummu Salamah? Maka dia menundukkan unta, menderamkan unta. Anakha, dia turunkan unta. Kemudian dia menjauh. Setelah dia menjauh, baru Ummu Salamah turun. Setelah itu Ummu Salamah pergi baru dia mendekati ke unta. Dia tarik untanya baru dia taruh pelananya. baru kemudian dia menjauh tidur. Begitu cara Utsman bin Thalhah. Jadi untuk menurunkan Ummu Salamah saja dia turunkan untanya. Dia pergi dulu. Pergi dulu karena untanya sudah turun ke bawah bisa turun sendiri. Ummu Salamah turun. Setelah Ummu Salam menjauh baru dia datang lagi. Dia giring untanya menjauh. Setelah itu dia turunkan pelananya, kemudian dia menjauh tidur. Kalau waktunya berjalan kembali, maka dia ambil untanya, dia dekatkan Ummu Salamah, dia turunkan. Dia menjauh dulu. Dia menjauh dulu sampai Ummu Salamah naik ke atas. Kalau sudah tenang, sudah istawat di atas unta, sudah tenang, maka dia datang baru dia tuntun unta tersebut. Dan itu perjalanan mungkin 15 hari ya, 2 minggu dan itu terus berlaku. Tidak pernah ngobrol, gimana kabarnya Ukhti? Kasihan sendirian. Gak ada gak ada. Dan sebagian ee sebagian musyrikin seperti itu ya. Meskipun mereka penuh dengan kerusakan, tapi sebagian mereka punya ee akhlak yang mulia. Ya, seperti Antarah ibn Syaddad berkata dalam eh syairnya, "Aguudu bashar hina badat jarati hatta yuwari jarati mawaha." Ya, aku menundukkan pandang pandanganku ketika istri tetanggaku muncul dan aku terus tundukkan pandanganku sampai istri tetanggaku masuk lagi ke dalam rumahnya baru aku angkat pandanganku. Sebagian musyrikin seperti itu. Bagaimana awal dari fitnah terjadi sekarang banyak perselingkuhan, banyak cinta yang pudar, banyak muncul cinta lokasi, cinta lokal, cinta interlokal. Ya, gara-gara tidak menundukkan pandangan, gara-gara iseng ngobrol sana ngobrol sini, maka mengalirlah cinta dari obrolan tersebut. WhatsApp-watsapp yang tidak perlu antara lawan jenis. Akhirnya mengalirlah cinta dari jari-jari tersebut. Akhirnya cinta kepada pasangan berkurang. Akhirnya cinta berpindah. itu banyak terjadi zaman sekarang ini ya. Lihatlah mereka berdua. Tidak ada orang yang lihat. Cuma mereka berdua sama anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Tetapi perjalanan 450 km dari Makkah Madinah selama berminggu-minggu, 2 minggu kurang lebih ternyata Utsman bin Thalhah bisa menjaga menjaga diri. Ya, demikian dia terus mengantarkan ee Ummu Salamah ketika sudah sampai di dekat kota Madinah. Maka dia bilang, "Wahai Ummu Salamah, inilah kampung suamimu. Falhaqi bihi." Maka susullah suamimu. Kemudian dia pulang tanpa minta upah sedikit pun. Minta upah sedikit pun. Subhanallah. Akhirnya nanti dia masuk Islam meskipun 7 tahun atau 8 tahun kemudian. Bab ini kisah ee Ummu Salamah dan ee Abu Salamah ya. Makanya setelah itu Um Salam mengatakan, "Aku tidak mendapati keluarga yang paling berat ujiannya seperti keluargaku." Ya, dipisahkan dari suaminya, dipisahkan dari anaknya selama setahun ya. Dan aku tidak mendapati teman perjalanan yang terbaik seperti siapa? Utsman bin Thhah dari Bani Abdudd. Tib. Kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala, ee wuqal dikatakan inna Aba Salamah hajaro qoblal eh aqabatil akhirah. Ada yang mengatakan bahwasanya Abu Salamah berhijrah sebelum Baiatul Aqibah Aqabah yang kedua. Sebelum Baiatul Aqabah yang kedua ya. Wallahuam. Allah yang lebih mengetahui. Setelah itu kemudian orang-orang berhijrah, berhijrah, berhijrah. Ada yang berkelompok, ada yang sendirian, ada yang berdua, ada yang bertiga. Mulailah kota Makkah mulai kosong. Mulai nampak kekosongan tersebut. Kota Makkah sebesar apapun penduduknya tidak banyak ketika itu. Ketika mulai orang berhijrah, berhijrah mulai berkurang. Kemudian apa kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala? Eh, walam yabqo bimakkata minal muslimina illa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wa Abu Bakar wa Ali radhiallahu taala anhuma aqoma biamrihi lahuma waqala mantaqahul musyrikuna kurhan. Tidak ada tersisa di kota Makkah. Semua orang sudah hijrah dari kaum muslimin kecuali Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar, Ali radhiallahu anhuma. Dan demikian juga kecuali orang-orang yang ditahan oleh orang musyrikin dengan terpaksa atau yang tidak bisa. Secara umum yang bisa berhijrah, semua berhijrah kecuali yang tertahan. Sebagian wanita tertahan. Sebagian orang-orang ditahan oleh keluarganya tidak bisa berhijrah. Adapun Abu, adapun Abu Bakar dan Ali maka mereka memang diperintahkan oleh Nabi untuk tidak berhijrah atas perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena ada dua keperluan. Adapun Abu Bakar radhiallahu anhu diharapkan oleh Nabi untuk menemani Nabi dalam perjalanan hijrah. Adapun Ali bin Abi Thalib punya tugas ee dua ya. Yang pertama adalah menyamar jadi nabi. Yang kedua untuk mengembalikan al-wada' barang-barang titipan orang-orang kafir kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini hal yang menajubkan. Orang-orang kafir mengatakan Nabi pendusta, penyihir, orang gila. Tapi kalau mereka punya barang-barang penting, mereka titip sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Fainnahum la yukadzibunak walakinimina biayatillah yajhadun. Sesungguhnya mereka tidak mendustakan engkau wahai Muhammad, tapi mereka memang ngeyel terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Mereka tahu Nabi Muhammad bukan pendusta. Merekalah yang memberi gelar Nabi Alamin. Cuma karena Nabi mempropanggadang dirinya sebagai seorang nabi, mereka tidak mau membenarkan itu. Tetapi hati kecil mereka mengetahui Nabi jujur. Makanya meskipun mereka bilang Nabi dukun, pendusta, ada barang mahal tetap titip kepada siapa? Nabi. Ada barang penting titip sama Nabi. Mereka tidak titip sama orang, mereka titip sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan di antara amanah Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika Nabi ingin berhijrah, Nabi tidak bawa lari barang-barang tersebut. Saking banyaknya barang-barang tersebut, Nabi suruh Ali untuk tinggal untuk kembalikan barang-barang tersebut sampai Ali 3 hari baru bisa ngembalikan barang-barang tersebut. Ini di antara mukjizat akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini tugas Ali. Makanya Abu Bakar dan Ali tidak berangkat. Waqad aadda Abu Bakrin radhiallahu anhu jahazahu wa jahaza Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan Abu Bakar sudah menyiapkan unta buat Nabi dan unta buat Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. Yaitu untanya dikasih makan, dipersiapkan, disiapkan pelananya karena perjalanan jauh dari Makkah menuju Madinah. Muntadiran terus menunggu. Hatta ya'danallahu azza wa jalla lirasulihi sallallahu alaihi wasallam fil khuruj. Sampai akhirnya Allah mengizinkan Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk berhijrah. Sampai akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam pun diizinkan dalam riwayat dalam Sahih Bukhari. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun suatu siang datang menuju rumah Abu Bakar wana mutaliman. Dia tutup wajahnya dan ini waktu tidak biasa Nabi datang ke rumah Abu Bakar. Maka kemudian Rasulullah berkata, "Akhrij manak." Keluarkan orang yang dalam rumah ada. Saya mau bicara rahasia. Tidak mau ada orang lain di rumah ini. Kata Abu Bakar, "Tidak ada di rumah illa ahluk. Di rumah cuma keluargamu. Cuma ada Aisyah, ada Asma. Tidak ada orang, tidak ada orang lain." Akhirnya Rasulullah berkata, "Wahai Abu Bakar, assuhbah, engkau akan menemaniku dalam perjalanan." Dalam sebagian riwayat disebutkan ee Abu Bakar pun menangis ya ketika mendengar bahwasanya akhirnya Abu Bakar akan menemani Nabi dalam perjalanan. Kata Aisyah radhiallahu taala anha, "Saya baru tahu ada orang menangis karena gembira pada hari itu ketika aku melihat ayahku menangis ya terharu ketika diajak oleh Nabi untuk menemani Nabi dalam perjalanan." Padahal perjalanan-perjalanan maut akan jadi buronan oleh orang-orang musyrikin. Abu Jahal CS. Tetapi itu perjalanan yang sangat dibanggakan oleh Abu Bakar. Perjalanan yang diimpi-impikan oleh Abu Bakar menemani Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam perjalanan maut. Ya, akhirnya Abu Bakar menawarkan kepada Nabi. Kata Nabi, kata Abu Bakar, "Ya Rasulullah, ini untaku dua. Satu buat saya, satu buat engkau." Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "La illa bisaman." "Saya tidak mau ambil unta itu kecuali saya bayar." Dan ini bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Biasanya kalau Abu Bakar membantu dalam banyak hal Rasulull sallahu alaihi wasallam terima. Ya, Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam terima. Dan dalam hijrah juga Rasulullah terima bantuan Abu Bakar kecuali unta. Rasulullah bilang, "Saya mau mau bayar." Sebagian ulama ketika mensyarah hadis ini, mereka mengatakan, "Karena Nabi tahu hijrah adalah perjalanan yang pahalanya sangat besar, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam ingin berinfak untuk andil dalam perjalanan tersebut." Maka Nabi juga ingin keluar biaya untuk dalam perjalanan ee tersebut. Dan ini sama seperti ketika Nabi sampai di Madinah kemudian Rasul Sallahu alaihi wasallam untanya menderam di lokasi Masjid Nabawi. Maka Rasulullah bertanya, "Ini tanah milik siapa?" Saya mau bangun masjid. Kata mereka ini wakaf artinya untuk engkau ya Rasulullah. Kata Rasulullah, "Enggakinuni tawarkan kepadaku berapa harganya." Rasulullah beli. Rasulullah ingin keluar uang untuk apa? Bangun bangun masjid karena dia ingin punya sumbangsi. Dia tahu pahalanya besar. Benarlah Masjid Nabawi sekarang tiap hari yang salat berapa ribu. Ya. Dan Rasul sahu alaihi wasallam dalam kondisi tertentu tidak mau mengalah kalau masalah ee masalah pahala. Makanya ketika dalam perang Badar ketika itu kaum muslimin persenjataan, kendaraan sangat minim pas-pasan. Maka berjalanlah Nabi dari Madinah menuju Badar sekitar 130 km. Satu unta naik tiga orang. Tiga orang tersebut Nabi sallallahu alaihi wasallam, Ali bin Abi Thalib dan Abu Lubabah. Tiga orang yang bergantian. Maka akhirnya dua orang ini enggak enak. Ali dan Abu Lubabah enggak enak. Kata mereka, "Ya Rasulullah, sudahlah kami gantikan tugas Anda. Sudah Anda naik unta terus kami yang jalan. Pokoknya kalau jatah Anda bagian jalan, kam gantikan. Jadi, Anda naik unta terus. Harusnya kan Nabi naik dua orang jalan. Nanti Ali naik, Nabi dan Abu Lubabah jalan. Nanti Abu Bula naik, Nabi dan Ali berjalan." Tapi mereka berdoa enggak enak. Kata mereka, "Ya Rasulullah, udah tu bagian Anda untuk jalan kami yang apa gantikan." Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Ma antuma biaqwa minni. Kalian berdua tidak lebih kuat daripada aku fil masyi dalam berjalan. Belum tentu kalian lebih kuat daripada saya. Yang kedua, kalian tidak lebih merasa cukup dari pahala daripada saya. Saya juga tidak merasa cukup. Saya juga butuh apa? Butuh pahala. Maka Nabi akhirnya tetap ganti-gantian. Mau saya ee saat ini Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika itu dikasih unta gratis. Beliau tidak mau. Kata beliau, "Bissaman. Karena beliau ingin punya sumbangsi dalam apa? Hij hijrah. Mungkin duit beliau cuma tersisa untuk itu. Sehingga itulah yang beliau keluarkan untuk beli apa? Beli unta. Sisanya biaya dari Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. Maka disiapkanlah makanan. satu makanan sufrah tempat makanan kemudian diikat oleh asma satunya lagi ee tempat air tidak ada ikatan tidak ada ikatannya maka Asma binti Abi Bakar pun merobek nitoknya nitok itu semacam ikat pinggang yang dipakai oleh wanita Arab ketika mereka ingin bekerja lebih lebih gesit kalau seperti kita laki-laki. Kalau kita ingin gesit kita menyingsingkan dengan apa? baju. Kalau wanita diangkat rohnya kemudian di diikat. Nah, ikatan tersebut digunting oleh asma jadi dua. Satu untuk ikat makanan, satu untuk ikat minuman. Semenjak saat itu Asma bin Abi Bakar diberi gelar dengan Datun Nitain, sang pemilik dua ikatan. Ini gelar luar biasa. Gelar kembagaan bagi Asma binti Abi Bakar sebagai penghargaan kepada Asma. Ternyata dalam hijrah dia punya peran meskipun hanya ikatan. yang ikatan tersebut kalau kita hargakan sekarang mungkin Rp5.000 ya atau kurang lebih. Tetapi ketika itu dikeluarkan untuk hijrah maka itu menjadi gelar bagi asma. Apa sih tali cuma ngikat apa berapa harganya? Tidak ada harganya. Tetapi ternyata itu untuk mengikat bekal Nabi dan Abu Bakar. Untuk mengikat bekal hijrah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka sejak itu Asma diberi gelar dengan zatu annqain, sang pemilik dua ikatan. Ya, sampai Zubair bin Awwam dipanggil ya bnain nitaqain. Wahai putra wanita pemilik dua tali. Karena Asma punya anak namanya siapa? Zubair. Zubair bin Awwam. Tib. Maka inilah rencana hijrah dan Rasulullah menyewa seorang penunjuk jalan namanya Abdullah ibn Uraiqit dari Bani Dil yaitu Addili. Orang ini orang musyrik. Dia agamanya seperti Abu Jahal dan Abu Lahab. Tetapi dia amanah dan dia tahu jalan jalan tikus. Eh jalan tikus bukan jalan tikus. Jalan apa? jalan yang lain menuju ke kota Madinah. Bukan jalan umum. Karena kalau Nabi lewat jalan umum yang biasanya pasti ketangkap atau akan ditangkap oleh kaum musyrikin. Maka Nabi merencanakan semuanya. Maka dia akan melewati jalan yang tidak umum. Yang tahu jalan itu namanya Abdullah bin Uraqit. Mungkin kalau wali zaman sekarang enggak perlu itu. Tinggal sampai Madinah. Tapi Nabi ternyata enggak begitu. Harus inilah beli unta lah, harus siap-siaplah bawa bekal lah. Padahal kalau wali di tempat kita, ting salat Jumat di Makkah, balik-balik bawa kurma. Masyaallah luar biasa ngalah-ngalahin siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tayib. Ini rencana Nabi. Jadi kalau kita mau susun berdasarkan riwayat-riwayat, maka rencana Nabi untuk berhijrah berdasarkan perintah Allah. Kenapa Nabi suruh suruh berhijrah? Karena orang kafir sudah gerah dan mereka ingin bunuh Nabi. Allah abadikan makar mereka dalam Al-Qur'an. Kata Allah subhanahu wa taala,ina kafaru yaquka yukamunaullah wallahu khairul makirin. Ketika orang-orang Quraisy mereka bermusyawarah bikin makar untuk memenjarakanmu, menahanmu atau untuk membunuhmu, atau untuk mengusirmu, mengeluarkan engkau dari kota Makkah. Wayamkurun waamkurullah. Mereka bikin makar dan Allah bikin makar dan wallahu khairul makirin. Allah sebaik-baik pembuat makar. Ini ayat jelas dalam Al-Qur'an. Bagaimana perincian ayat ini datang dalam riwayat riwayat tapi semuanya lemah. Dalam riwayat semuanya lemah. Tapi ayat ini jelas. Allah menyebutkan bahwasanya ketika mereka buat makar mereka punya tiga rencana. liutbituka untuk membelunggumu auqtuluka atau membunuhmu. A yukrijuka atau mengusirmu. Disebutkan dalam riwayat yang lemah, orang-orang Quraisy pun rapat dipimpin oleh Abu Jahal. Kita lakukan apa dengan Muhammad? Ini bikin masalah Muhammad mengganggu kita dan lain-lain. Mereka rapat di Darun Nadwah, yaitu tempat permusyawaratan mereka yang mereka banggakan. Mereka rapat di situ untuk bikin makar kepada Muhammad. Saking pentingnya rapat tersebut, ini rapat yang sangat penting. Datanglah iblis karena ini penting. Iblis ikut hadir menjelma jadi seorang yang sudah tua dari nejjet. Dia hadir. Dia hadir menghadiri rapat tersebut. Akhirnya kata iblis, "Coba sebutkan ide-ide kalian." Ada yang bilang, "Gimana kalau kita belunggu Muhammad?" Ya, karena kalau kita bunuh masalah nanti. Kita belenggu aja. Kata iblis, "Percuma kalian belenggu. suaranya akan melewati penjara, akan menembus, dan dakwahnya akan terus tersebar. Ya udah kita usir aja. Usir lebih parah lagi. Usir dia malah bisa berkeluar-keluar di mana-mana. Pengikutnya banyak, balik serang bahaya. Ya udah kita bunuh aja. Bunuh juga bahaya. Kalau bunuh nanti Bani Hasyim balas dendam. B Sendam repot perang saudara Quraisy. Dan di antara kabilah paling top di Quraisy, Bani Hasyim. Buntu. Ada yang kasih ide? Kalau enggak salah Abu Jahal. Udah begini aja. Semua kabilah kumpulkan anak-anak muda masuk ke rumah Nabi tikam Muhammad sekali tikaman sehingga darah Muhammad tersebar di seluruh kabilah. Kalau darah Muhammad tersebar seluruh kabilah, Bani Hasyim tidak bisa balas dendam. Kata iblis, "Good idea." Ini ide yang top kata iblis. Ya, ini riwayatnya lemah. Sebagai ulama dia mengatakan tidak perlu iblis. Sudah ada Abu Jahal. Abu Jahal sudah top. Gak perlu iblis. Ya, intinya meskipun riwayatnya lemah, tetapi rencana mereka, makar mereka telah diabadikan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Anfal. Waid yamkuru bikalladina kafaru liyutbituka yaqtuluka yukjuka. Ketika orang kafir mereka berbuat makar untuk membelenggumu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka buat makar dan Allah juga buat makar dan Allah sebaik-baik pembuat pembuat makar bagi orang-orang yang bermakar. Oke. Maka rencana Nabi, Nabi akan pulang ke rumah di malam hari. Kemudian dia akan meletakkan Ali bin Abi Thalib. Tugas pertama adalah untuk tidur di tempat tidur Nabi. Berselimutkan dengan selimut Nabi. Itu amal fida, itu pengorbanan. Pengorbanan ya. Jadi nyamar jadi Nabi. Setelah itu Nabi akan keluar. Kalau ada orang-orang musyrikin ngintip di rumah-rumah, di rumah Nabi, mereka kira Nabi masih dalam rumahnya. Padahal Nabi sudah keluar. Nabi keluar ke mana? Di malam hari Nabi akan pergi ke rumah Abu Bakar. Ini rencananya setelah rumah ke Abu Bakar, Nabi akan keluar dari bagian belakang rumah Abu Bakar. Kemudian Nabi menuju ke Jabal Tsahur. Jabal Tsur itu sebelah selatan kota Makkah, yaitu menjauh dari Madinah. Menjauh dari apa? Madinah. Entar biar biar kelihatan jelas. Oke, ini coba perhatikan kelihatan tidak? Lihat di bawah itu. Ini Ka'bah ya? Iya. Madinah di mana? Madinah sebelah utara ke Quba. Ini Quba ya. Dari Ka'bah ke Kuba 450 kilo km. Paham? Jadi Madinah sebelah mana? Sebelah utara. Rencana Nabi, Nabi tidak langsung ke utara tapi Nabi mundur dulu menjauh dari Madinah ke arah selatan justru yaitu ke Jabal Tsur. Jaraknya kurang lebih 7 kilo km ya. Untuk apa? untuk mengelabui orang-orang musyrikin. Dan ini yang warna merah ini adalah jalan biasa yang ditempuh menuju Madinah. Jalan para pedagang, kafilah dagang. Kalau mereka pengin ke negeri Syam, mereka lewat Madinah. Jalan yang mudah. Nabi tidak menempuh jalan itu. Nabi sewa penunjuk jalan namanya Abdullah bin Uraikit untuk menempuh jalan ini. Jalan yang tidak biasanya semakin jauh. Paham? untuk menuju ke Quba. Ini rencana Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi, Nabi akan pergi ke goa ini dari rumah Abu Bakar dan Nabi akan berdiam selama 3 hari 3 malam. Kenapa 3 hari 3 malam? Karena kalau mereka lihat rumah Nabi tidak ada Nabi, mereka pasti cari Nabi dan kalau mereka cari pasti langsung ke utara. Iya enggak? Mereka langsung cari, "Oh, Muhammad pasti kabur ke utara." Mereka lari ke utara cari 3 hari ternyata Nabi belum berangkat. Malah Nabi menjauh. Itu rencana Nabi. Paham tidak? Paham tidak? Kenapa Nabi menginap 3 hari? Karena kalau mereka kehilangan Nabi di Makkah, oh Muhammad sudah tidak di Makkah, mereka pasti menyangka Nabi akan ke u utara, ke arah Madinah. Karena mereka tahu Nabi bakalan pergi ke Madinah, maka mereka pasti akan sibuk cari Madinah di areal utara. Kalau sudah 3 hari tidak ketemu, mereka bilang Muhammad sudah lolos. Padahal Muhammad belum apa berangkat. Paham? Setelah 3 hari nanti Abdullah bin Uraikit datang bawa dua unta. Jadi untanya dibawa dulu sama Abdullah bin Uraikit. Setelah bawa dua unta, baru mereka berjalan menuju ke kota Madinah. Paham rencananya? Saya ulang. Rencana pertama taruh siapa di rumah Nabi? Ali bin Abi Thalib. Kemudian malam-malam keluar menuju siapa? Rumah Abu Bakar. Unta dua yang pegang siapa? Abdullah bin Uraik. Yang kafir penunjuk jalan. Setelah malam, Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian berjalan menuju mana? Ke Jabal Sur. Bermalam berapa hari? 3 hari. Tujuannya agar mengelabui orang musyrikin. Setelah 3 hari lewat baru kemudian berjalan menuju Madinah. Paham sampai sini? Tib. Kita lanjutkan. Ee nanti di Jabal Tur ada tugas pertama Amir bin Fuhairah. Amir bin Fai adalah budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar Assiddiq. Tugas dia adalah menggembalakan kambing. Dia menggembalakan kambing di sekitar di bawah Jabal Tsur. Menggembalakan kambing. Dia menggembalkan kambing dengan dua tujuan. Tujuan pertama adalah menutup jejak kaki Muhammad dan Abu Bakar. Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Abu Bakar radhiallahu taala anhu. Karena orang-orang Arab pandai membaca jejak kaki. Yang kedua, di malam hari atau di sore hari dia akan bawa susu buat makan dan minum Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada riwayat Asma binti Abi Bakar yang ngantar makanan tapi riwayatnya lemah. Riwayat yang sahih Amir bin Fuhair lah yang mengantar susu. Terkadang susunya dimasukin batu panas supaya hangat. Baru dibawa supaya hangat dan lebih kental. Mungkin batunya dijemur atau dipanaskan, dimasukkan dalam susu jadi lebih hangat kental dibawa kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini tugasnya Amir bin Huhairah. Kemudian ada anak Abu Bakar namanya Abdullah bin Abi Bakar. Abdullah bin Abi Bakar tugasnya apa? Tugasnya dia di siang hari dia di Makkah bergaul ke sana kemari ngobrol-ngobrol dia jadi mata-mata. Nanti malam hari dia lapor kepada Nabi dan Abu Bakar. Terkadang dia tidur bersama Abu Bakar dan Nabi sallallahu alaihi wasallam. itu dia menggambarkan tentang kondisi politik sikon yang terjadi. Kalau memang setelah 3 hari tidak memungkinkan untuk berangkat, jangan berangkat. Kalau memungkinkan untuk berangkat, silakan berangkat. Sehingga dia menyampaikan sebagai informan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Antum perhatikan luar biasa semua strategi yang luar biasa. Bukan asal-asalan bismillah berangkat. Gak tenang. Tutup mata sampai di Madinah. Tahu-tahu di Jabal Rahmah seperti apa? Saya baca itu ada seorang salat Jumat hilang. Dia tahu-tahu habis salat Jumat mana si fulan? Ternyata dia sudah datang bawa kurma. Masyaallah dari Makkah. Kurma dari Makkah. Ke mana kamu? Salat Jumat di Makkah. Padahal di Makkah masih jam 08.00 pagi. Imamnya pun belum bangun. Itu kurma dari Tanah Abang dibawa. Baik. Inilah rencana. Namun namanya manusia silakan membuat rencana. Namun belum tentu berhasil. Ada saja miss. Manusia pandangannya selalu apa namanya mikro dan tidak makroh. Dia hanya bisa memandang di satu sisi. Hanya Allah yang bisa memandang dari segala apa? Segala sisi. Manusia perhitungannya terbatas. Tiib. Apa kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala? Falammaat lailatu lailatun hammal musyrikun bil fatq birasulillah sallallahu alaihi wasallam. Wa arsu alal bab aqwaman. Tatkala suatu malam Rasulullah akan keluar, maka orang-orang musyrikin ingin membunuh Nabi. Kirimlah para pemuda-pemuda sebagaimana tadi kita sebutkan semua bawa pedang tombak. Siap menombak Nabi, siap menikam Nabi. Satu satu serentak supaya darah Nabi tersebar. Dan ini sudah misi yang pertama. Nabi belum keluar. Waduh terlambat keluar. Harusnya Nabi keluar sebelum mereka apa? Datang. Ini sudah kesalahan pertama. Tapi kalau orang sudah berusaha bertawakal kepada Allah, biasanya selalu ada jalan keluar. Akhirnya Nabi baca firman Allah Subhanahu wa taala, "Wa'alna min baini aidihim saddan win khalfihim saddan faagsyaahum fahum la yubsirun." Nabi baca ayat tersebut, "Kami jadikan penghalang di hadapan mereka, di belakang ee di belakang mereka. Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak bisa melihat." Dalam riwayat Nabi pun ambil pasir, Nabi taruh di kepala-kepala mereka. Mereka enggak sadar. Tapi riwayat ini juga lemah. Riwayat ini juga lemah ya. Tapi dibawakan oleh para ulama karena tidak menyelisihi riwayat-riwayat yang sahih. Seperti sudah jelaskan sirah terkadang ada riwayat-riwayat lemah. Kalau tidak dibawakan akan ada mata rantai yang hilang. Seperti bagaimana ee kisah Nabi keluar enggak akan tahu ya. Di antaranya datang riwayat lemah selama tidak menyelisihi riwayat-riwayat yang apa yang yang sahih dan tidak terkait dengan akidah, tidak terkait dengan fikih, maka tidak jadi masalah. Maka Nabi pun keluar. Akhirnya mereka menyangka Nabi masih dalam rumah. Diintip ternyata ada yang tidur. Ternyata siapa? Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Ya, ketika malam tersebut kata Ibnu Katsir, aradu alal babi aqwaman, orang Quraisy atau orang kufar Makkah mengirim sekelompok orang kha alai kalau Nabi keluar mereka bunuh. Falam khaja alaihim lam yarahu minhum ahadun. Ya, ketika Nabi keluar mereka tidak lihat seorang pun tidak ada yang melihat Nabi. Abi dalam riwayat disebutkan riwayatnya lemah. E Rasulullah meletakkan pasir di kepala mereka seluruhnya ya supaya mereka ini dari mana pasir? Kemudian Rasulullah sampai ke rumah Abu Bakar. Fakja minti dari Abi Bakrin lailan. Maka akhirnya setelah itu sampai rumah Abu Bakar, Rasulullah, Abu Bakar pun keluar dari pintu belakang. Waqadjar Abdullah ibn Uraiqit wana hadian khiritan. Mereka berdua Abu Bakar dan Nabi telah sallallahu alaihi wasallam telah menyewa Abdullah bin Uraikit orang kafir dari Bani Addil Bani Addili. Wakana hadian khiritan di orang yang penunjuk jalan yang cerdas. Mahir ahli biddalati ila ardil Madinah. Dia tahu jalan-jalan menuju kota Madinah. Waahu alik. Dan mereka berdua merasa aman. Ini orang terpercaya. Maahu alih. Padahal dia berada di atas agama kaumnya. Dia juga musyrik. Wasallama ilaihi. Dan mereka berdua Abu Bakar dan Nabi menyerahkan kedua untanya kepada Abdullah bin Uraiqit. Waadahuur. Mereka bilang nanti 3 hari lagi ke sini bawa unta dia. Saur dijabal apa? Jabalur bda salelah 3 hari fil amallahu ala quraisinuma falam yadru falam yadru ainahaba ketika mereka sudah masuk di goa berdua sudah masuk di goa maka orang-orang kafir Quraisy tidak tahu di mana Abu Bakar dan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dalam riwayat Abu Bakar sebelum Nabi masuk dia cek dulu sebentar saya cek dulu aman silakan masuk. Ketika masuk bagian dalam lagi kata Abu Bakar, "Sentar saya cek dulu." Abu Bakar demikian. Abu Bakar dia memikirkan keselamatan Nabi, bukan keselamatan apa dirinya. Ya, makanya ketika nanti kita sebutkan ee ketika orang-orang sudah di depan mulut goa, Abu Bakar khawatir. Khawatir siapa? khawatir Nabi sallallahu alaihi wasallam. Demikian juga ketika dalam perjalanan menuju Madinah, Abu Bakar sering lihat ke belakang khawatir ada orang yang menyerang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai dalam riwayat ketika Umar ada yang mengatakan Umar lebih mulia daripada Abu Bakar, maka Umar pun marah. Umar bilang, "Sehari Abu Bakar lebih afdal daripada keluarga Umar. semalamnya Abu Bakar lebih afdal pada keluarganya Umar. Kemudian Umar cerita, "Bukan cuma Umar, keluarga Umar. Sehari yang dilalui Abu Bakar lebih afdal daripada keluarga Umar." Maka Umar cerita Abu Bakar itu ketika hijrah dia kadang di depan Nabi, kadang di belakang Nabi. Kadang di belakang Nabi, kadang depan. Sampai Nabi bilang, "Kenapa engkau Abu Bakar?" "Kadang depan, kadang di belakang." Kata Abu Bakar, "Ya Rasulullah, saya kadang di belakang engkau. Saya khawatir ada yang mengejar. Biar saya kena dulu. Dan saya kadang terdiri depan engkau. Saya khawatir ada yang mengintai dari apa? Depan. Artinya Abu Bakar ingin kalau ada apa-apa kena dia bukan kena siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini yang menjadikan kata Umar. Bagaimana kalian mengatakan Umar lebih afdal daripada Abu Bakar? Lihat apa yang dilakukan Abu Bakar. Jadi yang dipikir Abu Bakar adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bab ee kita lanjutkan. Maka setelah mereka berdua masuk dalam goa, maka Allah membuat orang-orang Quraisy tidak tahu di mana keberadaan mereka berdua. Maka mereka pun membuat sayembara. Siapa yang bisa menemukan Muhammad atau Abu Bakar akan mendapatkan 100 ekor unta. Maka orang-orang berebut-rebutan untuk bisa menangkap Muhammad dan Abu Bakar yang 100. Dapat 100 ekor apa? Unta. Lumayan ya. Kemudian kata Ibnu Katsir, wana Amir bin Fuhairah yurihu alaihima gonaman Abi Bakar. Nah, Amir bin Futhi budak yang dimakan oleh Abu Bakar, dia tugasnya menggembalakan apa? Kambingnya Abu Bakar tadi. Fungsinya apa? Menutup jejak-jejak kaki dan juga memberi susu kepada siapa? Abu Bakar dan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wat asma bintu Abi Bakar tahmilu lahadal gar. Asma mengangkat makanan bawa ke goa. Namun ini riwayatnya apa? Lemah yang benar Amir bin Fuhairah. Wakana Abdullah bin Abi Bakar yatasam ma yuqalu bimkatahabu ilaihima bidalika fayahtar minhu. Adapun Abdullah bin Abi Bakar maka menjadi informan. Dia pergi ke Makkah dengar-dengar berita apa yang terjadi. Kemudian dia laporkan kepada Abu Bakar dan Umar. Abu Bakar dan Nabi sallallahu alaihi wasallam sehingga mereka berdua bisa tahu situasi waspada. Wajaal musyrikuna fi thabiha ilaur wama hunaka minal amakin hatta innahum marru ala babil gar. Akhirnya orang musyrikin pun pada mencari nabi dan akhirnya mereka sampai ke mulut goa. Saya katakan tadi orang musyrikin mereka pandai melihat jejak apa? Kaki dan ini miss yang kedua dari Nabi. Sudah berusaha semaksimal mungkin memasang strategi. Akhirnya jebol juga. Buktinya jejak mereka, kaki mereka ketahuan. Akhirnya sekelompok orang-orang akhirnya sampai ke atas goa. Hatta innahu alabil sampai mereka di depan mulut goa wqdamum Rasulullah sallallahu alaihi wasallamahu. Sampai kaki mereka sudah sejajar dengan Nabi dan Abu Bakar. Wa ammallahu alaihima babal gar. Namun Allah menutup pintu goa di mata mereka. Mereka tidak lihat. Wuqal wallahuam. Ini perkataan Ibnu Katsir. Dan dikatakan wallahuam inal anabut. Bahwasanya laba-laba menutup pintu goa inamini asata dan ada dua ekor burung membuat sangkar di depan mulut goa. Wikawi taala. Dan itulah tafsir dari firman Allah. Ilsuhu faqarahullah. Kalau kalian tidak menolong Muhammad maka Allah akan menolongnya. yaitu dengan memberi sarang laba-laba atau membuat ee dua ekor burung merpati membuat apa? Membuat sangkar. Namun ini saya katakan tadi riwayatnya apa? Lemah. Saya bacakan lagi. Wadalika anna Abu Bakrin radhiallahu taala anhu lidirsihi baka hina maral musyrikun. Saking Abu Bakar begitu perhatian sama Nabi, ketika orang musyrikin kakinya sudah di mulut goa, maka Abu Bakar pun menangis. Waq ya Rasulullah lahadahumana. Ya Rasulullah seandainya salah seorang dari sekelompok orang itu tengok ke bawah maka melihat ke arah kakinya maka dia akan melihat kita. Faqah Nabi wasam berkata menenangkan Abu Bakar ya Abu Bakruka Allahuma. Wahai Abu Bakar, bagaimana menurutmu tentang dua orang? Allah yang ketiga sebagai gambaran ini sekedar ee gambaran tentang e goa Jabal Tsahur. Jabal Tsur seperti ini. Ee dia di Jabal Tsur dia tingginya sekitar 650 440 m ya sekitar itu tingginya. Di puncaknya itu mulut goanya di bawah. Jadi kalau berdiri gitu paham mulut goanya di bawah. Kalau ini orang musyrik berdiri di sini nengok ke bawah akan kelihatan siapa? Nabi dan Abu Bakar. Jadi mulut guanya ke bawah bukan ke depan ya. Seperti film Aladin kan di depan eh Aladin apa film apa dulu yang membaca apa kemudian pintu terbuka enggak di bawah apa namanya ee mulut guanya di bawah. Jadi kalau berdiri lihat ke bawah pasti kelihatan. Nah, ini ikhwan ee dalil justru menguatkan bahwasanya riwayat-riwayat tadi ada ee angkabut yaitu laba-laba membuat sarang atau merpati membuat sangkar di situ. Ini semuanya riwayatnya lemah. Dan Ibnu Katsir sendiri makanya dia katakan sini wuqal dan dikatakan isyarat bahwas riwayatnya apa? Lemah. Kemudian juga dalam albiday wan nihayah dia mengatakan garibun jiddan hadis yang aneh yang asing riwayat isyarat bahwasanya dia melemahkan riwayat tersebut dan ini bertentangan dengan ayat dan hadis ingat dalam ayat Allah mengatakan kata Allah kata Allah ketika Ketika Nabi berkata kepada sahabatnya yaitu Abu Bakar, "La tahzan, jangan kau khawatir innallaha maana." Allah bersama kita. Terus kata Allah, "Faanzalallahu sakinatahu eh faanzalallah sakinatu alaih." Allah turunkan ketenangan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wa ayadahu bijunudin lam tarauha. Dan Allah tolong Nabi dengan pasukan yang mereka tidak lihat. Kalau maksudnya pertolongan tersebut, pasukan tersebut di antara tentara Allah berupa tentara Allah adalah laba-laba, kelihatan enggak laba-labanya? Kelihatan enggak? Kelihatan. Kalau itu merpati bikin sangkar, merpatinya kelihatan enggak? Kelihatan. Padahal Allah mengatakan bijunudil lam tarauha. Allah tolong dengan pasukan yang mereka tidak lihat. Yang kedua, kalau ada laba-laba sama merpati, Abu Bakar gak perlu takut. Sementara Abu Bakar berkata, "Kalau salah seorang dari mereka tengok ke bawah, pasti kita kelihatan. berarti tidak ada penghalang. Berarti goa tersebut benar-benar apa? Terbuka. Makanya Nabi tidak mengatakan tenang, ada laba-laba. Enggak. Mengatakan Allah bersama bersama kita bersama bersama kita. Ini inilah tafsir yang benar. Adapun Syiah saya pernah cantumkan dalam buku saya 33 akidah banyol banyolan akidah Syiah. Mereka bikin tafsiran sendiri. Jadi kata mereka ketika ada orang musyrik di mulut goa, Abu Bakar nangis. Ya Rasulullah, ya Rasulullah. Kata orang Syiah, Abu Bakar sengaja nangis keras-keras supaya kedengaran, supaya ditangkap. Orang Syiah luar biasa. Ini benar-benar mereka tulis. Saya cantumkan dalam buku saya 33 banyolan akidah Syiah. Kata Rasulullah, "Gimana nih? Gimana nih? Sibuk ribut sambil diam-diam kata Nabi. Kalau kau ribut terus ketahuan nanti. Ini banyolan orang-orang apa? Syiah. Tayib. Jadi yang benar mulut gua terbuka tapi Allah tutup pandangan mereka. Mudah bagi Allah. Mudah bagi Allah menutup pandangan pandangan orang-orang. Tib. Kita lanjutkan. Akhirnya mereka turun. Mereka menyangka tidak ada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di situ. Walamma ba'da ata ibnu uraiqit birrahilataini. Setelah lewat 3 hari maka datanglah Abdullah bin Uraikit bawa dua unta. Farqibahuma. Maka keduanya pun menaiki dua unta tersebut. Waarda Abu Bakrin Amir bin Fuhairah wasar dili amamahuma alatihi. Maka satu unta dinaikin oleh Nabi. Satu unta Abu Bakar sama Amir bin Fuhairah. Kemudian Abdullah bin Uraikit menuntun mereka. Jadi mereka berhijrah empat orang. Berapa orang? Empat. Nabi Abu Bakar, Amir bin Fuahirah sebagai pembantu umumlah gampangannya. Penunjuk jalannya Abdullah bin Uraikit musyrik. W'alat quraisyun liman jaa biwahidin minmadin sallallahu alaihi wasallam. Abi bakradhiallahu anhu miatan minal ibil. Kemudian orang-orang Quraisy bikin sayembara. Siapa yang bisa mendatangkan Muhammad atau Abu Bakar? Salah satu di antara keduanya hidup atau mati akan mendapatkan 100 ekor unta. Akhirnya orang-orang pada semangat cari-cari. Mereka cari-cari enggak ketemu-ketemu karena ingin dapat sayembara. Falamma bi mud. Ketika mereka melewati kampung Mudlij yaitu kamping e kampungnya Suraq bin Malik bin Jum. Basar bihim Suraqatu bnu Malik bin Jum. Jadi ada yang datang kepada Suraqah. Wi Suraqah kami tadi lihat ada sawa itu sekelompok orang yang berjalan. Apakah itu Muhammad dan rombongannya? Kata Suroko, "Oh, bukan bukan bukan. Dia yang pengin tangkap. Jangan kamu. Dia pengin dapat 100 ek seekor unta." Kata dia, "Oh, aman. Bukan, bukan itu saya tahu." Bukan. Akhirnya orang pergi, dia yang kejar. Dia yang kejar. Sirqah bin Malik bin Jum. Maka Sayid Mudlij dan dia adalah pemimpin kaumnyaqib jawadahu tha maka dia pun naik kudanya yang hebat dan dia pun mengejar mereka. Was abuakallahu wasam dia sampai sudah dekat dengan Nabi, dengar Nabi baca Quran. Nabi tenang baca Quran Abu Bakar lihat terus belakang bukan takut dirinya saya katakan tadi tapi takut kepada apa suatu menimba siapa Nabi. Dan itulah dijelaskan terang-terang oleh Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Wahua yaltafit. Adapun Nabi tidak apa tidak noleh sama sekali. tenang dia tahu dia dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala. Faqala Abu Bakar, Abu Bakar berkata, "Ya Rasulullah, H surabun Malik qod rahiqana. Sesungguhnya Suraqoh sudah mendekat kita, mau nyusul kita." Fada al Rasul wasallam fasak yada farasi ardhi. Maka rasul berdoa, "Keburukan bagi Suraqah. Akhirnya dua kudanya kakinya jatuh ke sungkur atau masuk dalam dalam apa? Dalam tanah jatuh. Ya, maka dia berkata, "Rumitu, aku kena doa doa orang ini. Innalladzi asob rumitu innalladzi asobani biduaikuma fadullahai." Intinya dalam riwayat ketika dia mengejar Nabi dia jatuh kemudian dia ambil azlam. Intinya kejar gak usah kejar. Upst. Jangan kejar. Waduh. Ah, dia enggak percaya syirik. Ketika itu dia maju lagi karena semangat dapat 100 ekor unta. Biasanya kalau jangan selesai. Karena azlam itu tiga isinya. Isi apa namanya? Satu lanjut, satu berhenti, satu apa? Abs. Ketika dia jatuh, ini bahaya nih. Ada apa nih? Dia segera keluarkan pungguni nasib. Harusnya istikharah, tapi dia enggak istikharah. Dia keluarnya jangan. Waduh, kok jangan sih? Enggak, saya enggak percaya. Kalau itu dia tidak percaya syirik karena ngejar apa? 100 ekor unta. Kejar lagi. Jatuh lagi kedua kali goyang lagi. Jangan. Wah, enggaklah. Kejar lagi. Sampai tiga kali jatuh baru dia sadar ini pasti karena doa mereka berdua. Maka dia panggil, "Tenang-tenang, saya tidak akan menyakiti kalian." Maka dia pun menuju Nabi dan Rasulullah. Dia berkata, "Innalladzi asobani biduaikuma yang menimpaku ini karena doa kalian berdua." Faduallah wakum aludasa ankuma. Maka doakan, berdoalah kepada Allah untukku dan saya janji saya akan suruh orang-orang tidak lewat sini. Jadi jangan ada orang lewat lewat sini. Fadaalahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fautliqo. Maka Rasul sahu alaih wasallam pun mendoakannya. Kemudian dia pun dilepas. Kemudian wasala rasul sahu alaihi wasallam lahu kitaban dan dia minta Rasul sahu al wasallam tulis surat bukti fakatabalahu Abu Bakar fi udum atau fi adim maka Abu Bakar pun menuliskan di kulit k Rasulullah tidak bisa baca tidak bisa apa tulis Abu Bakar pun tulis waraja yaakul maka dia pun bawa surat bukti dari Nabi sallallahu alaihi wasallam maka dia balik setiap ada orang melewat situ kata dia, "Qodqufitum mahahuna aman sini enggak ada saya sudah cek tidak ada orang sini Sudah kalian pergi. Setiap ada yang mau ngejar Nabi lewat situ, kata dia, "Sudah selesai urusannya. Tidak ada aman di sini. Tidak ada Muhammad cari tempat lain." Dia menunaikan janjinya. Waqad jaa musliman ama hajatil wada wada fa rasul sahu alaihi wasallam kitab. Ketika haji wada dia bawa eh surat tersebut kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Alladzi katabahu lahu yang Nabi pernah menuliskan untuknya. fawafalahu rasul sahu al wasallam bima waadahu hua lzalika ahlun maka rasul sa sallahu alaihi wasallam pun memberikan apa yang rasulullah pernah janjikan kepada ee suraqah namun dalam riwayat yang lain ee Suraqah ketika menemui Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan ketika haji wada ya ee [Musik] Ee Sakab bercerita kemudian dia berkata, "Ketika surq jatuh, surah jatuh dia berkata fanadaitum bil aman." Kata dia, "Tenang, tenang, saya tidak akan kalian. Farqibtu farosi hatta jituhum." Saya pun untaku apa kudaku akhirnya tidak jatuh-jatuh lagi. Akhirnya saya mendekati mereka sampai saya datang kepada mereka berdua nafsiq minal habsum amru rasulah sallallahu alaihi wasallam. Ketika saya jatuh lagi, jatuh lagi terhalang tidak bisa mengejar mereka maka terbetik dalam hatiku. Dia masih musyrik ketika itu. Suatu saat Rasulullah akan unggul. in jaalu wa akbar akbar maka saya kabarkan wahai kalian berdua, sesungguhnya kaum kalian Quraisy telah bikin sayembara siapa yang bisa menangkap kalian berdua dapat seekor unta dan saya ceritakan tentang pembicaraan manusia tentang mereka wau alaihimuzzat wal mata falam e dan seterusnya eh hanya Rasulullah sampaikan sembunyikan jalan kami. Saya minta ditulis tulisan apa namanya eh risalah atau apa bukti keamanan dalam riwayat ini. Faamar Amir bin Futhi. Maka Rasulullah menurut Amir bin Futhi yang menulis. Kalau tadi Ibnu Katsir menyebutkan Abu Bakar mungkin ada perbedaan riwayat. Fakat fi ruatin min adim Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini hadis riwayat Bukhari. Maka Amir bin Fair pun nulis di sebuah ee kulit kemudian diberikan kepada Waraqah. Kemudian Rasulullah pun berjalan. Dalam riwayat Thabrani, akhirnya Suraqah pun datang di beliau berkata, "Warag wafarag min hunain eh hatta fatahullahu azza waalla al rasul sahu al wasallam makk waag min hunain khu rasul sahu alaii wasallam lialqahu jadi bukan ketika jiwada tapi setelah rasulah melaklukkan fatu Makkah kota Makkah dan Rasul sahu alaih wasallam selesai dari perang Hunain maka aku pun datang menuju Nabi dan dia masih musyrik Hatta Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sampai aku mendekati Nabi sallallahu alaihi wasallam wahqi dan dia di atas untanya. Ya. Kemudian eh ketika aku sudah mendekat fabainama ana amidun lahu baina katibatin minatil ansar. Ketika aku sudah dekat aku masuk di antara sekelompok pasukan dari kaum Anshar. Aku masuk menuju Nabi. Faja'alu yaqrauni birrimah. Mereka bikin tombak. Heh, mau ke mana? Heh, gampangannya gitu. Ilaika ilak. Heh, menjauh, menjauh. Heh, sambil nusuk masusuk apa? Tombak-tombaknya. Hatta danau min rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Sampai aku mendekati Rasulullah Rasulullah di atas untanya. Farof yadi bil kitab. Lalu aku angkat tulisan tersebut yang pernah Rasulullah suruh tuliskan. Qullu ya Rasulullah h kitabuka. Ini tulisanmu, perjanjianmu, janjimu. Rasul sahu alaih wasallam, ya win. Ini adalah hari di mana aku akan menunaikan janjiku. Faaslamtu, aku pun masuk. Islam. Jadi ee Waraqah eh Suraqah masuk Islam setelah perang Hunain itu tahun ke-8 Hijriah. Jadi 8 tahun kemudian baru Sakaqah masuk apa? Islam. Tib kita sampai sini saja yang menjadi perhatian kita ada selanjutnya tentang pertemuan dengan Ummu MB ini panjang hadisnya. Insyaallah kita lanjutkan pada kesempatan yang lain. Intinya dalam hijrah ini yang sangat berperan adalah Abu Bakar Assiddiq dan keluarganya. Bahkan disebutkan oleh para ulama Abu Bakar Assiddiq yang sampai kepada kita riwayat yang sahih. Dia pernah menginfakkan seluruh hartanya dua kali. Seluruh hartanya. Yang pertama ketika hijrah, yang kedua ketika perang Tabuk. Seperti hadis yang masyhur ketika Umar berkata, "Amarana Rasul sahu alaih wasallam bodqah fawafaq fawafaq malan indi fawafaqalika malan indi." Rasulullah menyuruh kita bersedekah. Kebetulan saya punya uang. Maka Umar berkata, "Kalau saya ingin mengungguli Abu Bakar, inilah saatnya kesempatanku untuk mengungguli Abu Bakar kalau saya bisa mengunggulinya. Fajitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam binisfiali." Maka pun saya datang kepada Nabi, saya bawa setengah hartaku. Rasulullah bertanya, "Ma tarokta liahlik?" "Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?" Kata Umar, "Tarok lahumlahu, saya sisakan buat mereka seperti yang saya bawa buat Anda, yaitu 50% di rumah, 5% buat Nabi sallallahu alaihi wasallam." Waja Abu Bakar bimalihi. Tahu-tahu Abu Bakar mendatangkan seluruh hartanya, semua asetnya dia kasih Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi berkata, "Ma tarokta liahlik, apa yang kau tinggalkan? Mauqita liahlik, apa yang kau sisakan buat keluargamu?" Kata Abu Bakar, "Abuqitu lahumullaha wa rasulah." Aku sisakan, tinggalkan bagi mereka dan rasul-Nya. Kata Umar, "Enggak bakalan menang lawan siapa?" Abu Bakar. Ini kali kedua yang sampai kepada kita. Tentu berkali-kali, tapi riwayat yang sahih sampai kepada kita. Yang kedua. Yang pertama ada ketika hijrah. Jadi Abu Bakar keluarkan seluruh hartanya. Ada yang mengatakan ketika itu 6.000 dirham. Seluruh hartanya dia kasih keluarkan. Sampai kata Asma binti Abi Bakar, "Kakek kami, kakekku datang Abu Quhafah." Abu Quhafah bapaknya Abu Bakar. Abu Bakar namanya Abu Bakar bin Abi Quhafah. Abu Quhafah masih musyrik. Dia baru masuk Islam nanti tatkala fatu Makkah. Maka dia dalam kondisi buta. Dia bilang, "Asma, bapak kalian pergi tidak meninggalkan harta sama sekali. Kata Abu kata Asma, "Tidak, kakek ada yang ayah tinggalkan." Asma segera ambil batu kemudian dia lilit dengan kain, dia taruh di kuah tempat harta. Dia bilang, "Ada kek ini coba pegang kek." Oh, dikira bongkahan emas ternyata apa? Batu kata dia. Oke, kalau gitu oke subhanallah tidak ada harta ditinggalkan. semua untuk hijrah. Jadi yang menakjubkan Abu Bakar radhiallahu anhu ketika hijrah semua peran hartanya Abu Bakar radhiallahu taala anhu. Makanya benarlah kata Rasul sahu alaihi wasallam ketika menguji Abu Bakar di hadapan para sahabat. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ma nafaatli ma nafaani maunq ma nafaani malu Abi Bakar." Tidak ada harta bermanfaat kepadaku seperti hartanya Abu Bakar. Benar. Setelah itu mungkin Abdurrahman bin Auf menyumbang yang banyak, Utsman nyumbang lebih banyak mungkin dari Abu Bakar. Tapi setelah itu di awal-awal dakwah siapa yang membantu Nabi? Perintis siapa? Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu. Maka Rasulullah mengatakan, "Tidak ada harta bermanfaat seperti hartanya siapa?" Abu Bakar. Apa kata orang Syiah? Kata orang Syiah, Abu Bakar memang dia berkorban karena dia sedang kampanye. Dia tahu kalau Muhammad mati dia yang jadi bos. Makanya untuk itu dia harus ada pengorbanan seperti kita lagi apa? Kampanye, keluar duit, bakar duit. Ini perkataan orang sia buku mereka. Jadi kalau ada Abu Bakar bersedekah itu memang strategi. Karena tahu Muhammad mati dia yang apa? Naik. Luar biasa orang sia ini ya ngala-ngalain khurafatnya orang sufi. Ini ngacau ya. Subhanallah. Di inian Abu Bakar ya. Dia yang menyumbang ketika itu yang menyiapkan makanan putri-putrinya yang mengikat makanan Asma binti Abi Bakar yang nyiapkan makanan Asma dan Aisyah radhiallahu taala anha yangikat makanan Asma yang menyiapkan kambing-kambing susunya siapa? Amir bin Hairah yang jadi informan siapa? Abdullah bin Abi Bakar yang menyiapkan unta Abu Bakar Assiddiq yang menemani perjalanan siapa? Abu Bakar Assiddiq. Ini salah satu keistimewaan Abu Bakar yang tidak dimiliki oleh sahabat-sahabat yang lain adalah menemani Nabi dalam perjalanan apa? Hijrah. Demikian saja. Wabillahi taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.