File TXT tidak ditemukan.
Transcript
PZYS00hllVc • Kitab Riyadush Shalihin #2-79: Bab 72 Merasa Sombong dan Hebat Pada Diri Sendiri (Bag-1)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2422_PZYS00hllVc.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuimannih wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan kita bab berikutnya bab tahrimil kibr wal ijab. bab tentang haramnya sombong dan ijab, yaitu kagum terhadap diri sendiri ya sehingga menimbulkan ujub ya. Ee seperti biasa Al Imam Nawawi rahimahullah membawakan ayat-ayat kemudian membawakan ee hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apa perbedaan antara ujub dengan sombong? Kalau ujub yaitu dia merasa hebat ya. Dia merasa hebat tanpa apa namanya? Merendahkan orang lain. Tapi kalau dia sudah merendahkan orang lain itu disebut sombong. Sehingga ujub adalah tangga menuju kesombongan. Ujub adalah tangga menuju kesombongan. Biasanya orang kalau sombong dia ujub dulu sama dirinya, kagum dengan dirinya. Setelah itu baru kemudian dia sombong. Amin. Jika seseorang ee memiliki kelebihan dan dia sadar bahwasanya dia diberi keistimewaan oleh Allah Subhanahu wa taala dalam bidang apapun, maka hendaknya dia bersyukur kepada Allah dan dia ingat semua kenikmatan tersebut dari Allah semata dan sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya bukan karena dirinya hebat. Kapan dia merasa dirinya hebat? karena dirinya. Itulah ujub. Itulah ujub. Makanya setiap keberhasilan yang kita raih, yang kita dapatkan, kita harus yakin bahwasanya keberhasilan itu semata-mata dari Allah Subhanahu wa taala. Tarulah kita misalnya sukses dalam suatu usaha karena ada kelebihan yang kita miliki. Kita misalnya cerdas, kita punya banyak pengalaman, ya kita berhati-hati, ya. Semua sifat-sifat ini cerdas, banyak pengalaman, hati-hati. Yang telah mengkondisikan adalah Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena keberhasilan apapun yang kita dapatkan, kita harus mengucapkan dalika min fadli rabbi. Ini semua karunia Allah. Kapan kita merasa ini karena saya, karena saya hebat, itulah ujub. Sehingga kalau orang ujub, dia tidak bersyukur sama Allah karena dia merasa dirinya yang hebat. Saya begini, karena saya jago, karena saya ini, karena saya ini. Itu ujub. Tapi kapan dia menyandarkan kelebihannya tersebut, keistimewaan dirinya kepada Allah, itu bukan ujub. Maka itu syukur. Maka seorang mengenali kelebihannya. Kalau dia tahu kelebihan, dia gunakan potensi tersebut untuk kebaikan. Itu adalah bersyukur kepada Allah. Nah, kapan dia lupa hal tersebut? Bahwasanya dia merasa ini karena dirinya. Kalau tanpa merendahkan orang itu cuma ujub dan itu juga dosa tersendiri. Itu dosa tersendiri. Misalnya ketika dia menulis sesuatu, dia bilang, "Lihat bagaimana saya berhasil mulai dari nol." Tapi dia ketika menceritakan itu tidak ada kesan itu dari Allah, tapi kesan dari karena dia hebat. Ini ujub. Ini nulis buku dari awal sampai akhir isinya ujub. Beda kalau dia bilang, "Alhamdulillah, Allah mudahkan saya begini, Allah mudahkan." Sekedar share pengalaman tentu pengalaman saya tidak sama dengan pengalaman yang lain. Ada tawadu untuk menunjukkan ini semua dari Allah. Jadi kapan seorang bercerita tentang dirinya, kehebatan dirinya, tidak terkesan itu dari Allah, tapi mengesan dia tahu tentang dirinya. ketika dia mengesan itu karena dirinya itulah ujub itu dosa besar tersendiri. Dia ee temannya ri temannya ri. Kalau sudah berlanjut pada tahap berikutnya merendahkan orang, itulah apa? Som sombong. Lebih parah lagi. Jadi kalau sombong biasanya sudah include ujub. Ujub plus itu namanya sombong. Tayb. I. Kemudian al Imam Nawawi rahimahullah membawakan ayat-ayat dan hadis-hadis seperti biasa. Ayat pertama q Allahu taala Allah berfirman, "Tilkadul akhiratu najalu lilladina la yuriduna fil ardhi wala fasadan walqibatu lil muttaqin." Itulah darul akhirat, yaitu surga kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian, keangkuhan di atas muka bumi dan tidak menghendaki fasadan itu kemaksiatan, kerusakan. Wal aqibatu lil muttaqin. Dan kesudahan yang indah bagi orang-orang yang bertakwa. Ini ayat terkait dengan kisah ee Qarun yang sombong dan angkuh. Dan Allah mengatakan darul akhirah itu buat orang-orang yang tidak pengin sombong. Tilka darul akhirah. Darul akhirah itu buat orang-orang yang tidak pengin sombong. Yang pengin sombong tidak pantas untuk masuk surga. disebut darul akhirat. Karena adur atau dar bagi manusia kata Syekh Utsimin rahimahullah ada empat itu masa di mana pertama dar dia di dalam janin. Yang kedua dar tempat hidup kedua adalah ketika dia di alam dunia ini. Dar yang ketiga adalah ketika di alam barzakh. Dan dar yang terakhir tempat tinggal terakhir di mana? Di di akhirat. Surga atau neraka? Maka bermuara kepada dar tempat tinggal terakhir. Dar itu mesti tempat tinggal negeri yang terakhir. Makanya surga atau neraka disebut dengan darul akhirah. Allah berfirman, "Demikianlah ee darul akhirah kami jadikan bagi orang-orang yang tidak ingin kesombongan, ketinggian. Dia tidak mencari ketinggian di antara yang lain. Ya, karena ada sebagian orang yang pengin dia yang paling top, dia yang paling unggul, dia yang paling ini tidak pantas bagi orang yang ingin akhirat. Orang yang masuk yang dapat surga itu yang tawadu, yang sombong itu neraka. Ya, makanya ketika Allah sebutkan neraka jahanam, Allah berfirman, fabiswal mutakabbirin. Seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang yang sombong. Wala fil ardhi wala fasadan. Dan juga tidak pengin fasad ya, tidak pengin melakukan kerusakan. Kerusakan yang dimaksud kalau datang dalam Al-Qur'an maksudnya adalah kemaksiatan. Ya. Ya. Seperti firman Allah, "Wfsidu fil ardhi ba'da islahiha." Janganlah kalian melakukan kerusakan setelah terjadi perbaikan, yaitu setelah Allah mengutus para rasul untuk melakukan perbaikan. Jangan kalian melakukan kerusakan. Maksudnya kemaksiatan. Allah juga berfirman ee tentang orang-orang munafik. Waidza qila lahum la tufsidu fil ardhi qolu innama nahnu muslihun. Ketika dikatakan kepada mereka, "Jangan kalian melakukan kerusakan." Kata orang-orang munafik, "Sesungguhnya kami adalah yang melakukan perbaikan." Jadi kerusakan kalau datang dalam Al-Qur'an biasanya maksudnya adalah apa? Mak maksiat. Ya, karena orang munafik bukan melakukan kerusakan secara fisik, tapi maksiat ya. Namun sebagaimana dikatakan kerusakan, karena kemaksiatan tersebut akan berdampak pada kerusakan fisik. tidaklah ada kerusakan di daratan maupun di lautan kecuali merupakan dampak dari kemaksiatan. Allah berfirman,"Ahar fasadu bahri barahri bimat aidinas baadilah yarjiun." "Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat ulah perbuatan manusia." Jadi ee siapa yang ingin sombong dan ingin maksiat, dia tidak akan mendapatkan surga. Berarti mafhum mukhalafahnya kebalikannya yang berhak mendapatkan surga adalah yang tidak mencari ketinggian, yang tidak sombong, yang tidak angkuh, yang tidak ujub, yang tidak suka bermaksiat. Merekalah yang berhak untuk mendapatkan darul akhirah. Kemudian ayat berikutnya, waqala taala, wala tamsi ardhi maraha inakaqal ardal jibula. Surat Al-Isra ayat 37. Allah berfirman, "Dan janganlah engkau berjalan di atas muka bumi dengan sombong, dengan congkak. Kenapa?" Innaka ard tidak bisa menembus bumi wanablal jibal. Dan ketinggianmu tidak akan bisa mencapai gunung. sini meskipun hukum asal ujub dan sombong adalah di hati, di amalan hati, tetapi biasanya terekspresikan dalam gestur tubuh, dalam gerakan, perkataan, sikap, tingkah, maka di antara ee ekspresi dari kesombongan hati adalah cara berjalan. Cara berjalan. Dan orang berjalan dengan sombong sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa taala kecuali dalam rangka untuk membuat musuh jengkel sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Dujanah. Abu Dujanah ketika memakai ee sorban warna merahnya ketika perang Uhud, maka dia pun berjalan di hadapan musuh dengan jalan sombong untuk bikin mereka gentar. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam mengomentari tilka matatunallah mautin. Ini cara jalan yang Allah benci kecuali ketika perang. Karya ketika perang boleh seorang pakai pedang kasih ukiran emas-emas untuk menakuti apa? Musuh ya. Tapi kalau enggak perang ngapain sombong-sombong lagi? Enggak perang lagi disantai-santai. Kemudian sombong enggak boleh ya. Maka dibenci oleh Allah yang makanya di sini Allah berfirman, "Wa tamsyi fil ardhi marha, jangan kau berjalan sombong di atas muka bumi." Terus Allah jelaskan, "Kenapa kau jangan sombong? Kau tuh kecil, enggak bisa apa-apa. Innaka lan takriqal ard." Kau tidak bisa menembus bumi. Kalau jalan terus pijakan kaki. Emang ada tembus kakimu masuk ke tanah? Enggak tembus sama sekali. Kau jalan aja enggak ada bunyi. Kecuali raksasa mungkin enggak ada jalan juga enggak ada bunyi. Tahu-tahu muncul mau sombong. Kecuali kalau kau jalan bumi bergetar. Ah itu boleh sombong. Atau ketika kau jalan terus kakimu masuk ke dalam bumi, tembus bumi, boleh kau sombong karena kau hebat. Ini jalan enggak ada bunyi, enggak ada apa-apa. Kemudian wulan tablal jibalula. Dan kau juga pendek kecuali kau tinggi seperti gunung. Yaah, itu bolehlah sombong. Ini sudah kecil, kurus, kerempeng, sombong. Lihat ke atas. Apa yang mau disombongkan? Kalau sudah dari ruang angkasa kok tidak kelihatan. Kecuali kok sebesar tembok Cina. Keluar dari angkasa kelihatan. Eh, ada si fulan tinggi sebesar besar setembok apa? Tembok besar Cina. Okelah kelihatan dari angkasa sana. Ini dari angkasa sudah enggak kelihatan. Terus apa yang kau sombongkan? Engkau hanyalah sebuah makhluk yang ukurannya cuma 1,7 tinggi dengan lebar 1/2 m. Yang kalau kau tidak ada di atas muka bumi ini enggak ada masalah. Dunia ini enggak ada masalah tanpa dirimu. Ya, bahkan ada dirimu bikin masalah kadang-kadang. Ya, seandainya kau dikuburkan, selesai, enggak ada urusan. Terus apa yang mau kau sombongkan? Yang seperti kamu banyak, yang lebih baik daripada kamu banyak. Apa yang mau kau sombongkan? Ya Allah mengatakan lqu samawati wal ardhi akbaru min khqinas. Penciptaan langit dan bumi lebih hebat daripada manusia. Sementara langit dan bumi kalau dipanggil oleh Allah qata thin. Ketika dipanggil oleh Allah maka langit ini berkata, "Kami taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Kau kecil hidup juga cuma sebentar. Bumi dan langit jutaan tahun. Kau cuma 60 tahun sudah tewas. Terus apa yang mau kau sombongkan? Oleh karenanya Allah ingatkan kau ini bukan siapa-siapa. Kau tidak bisa menembus bumi dan tinggimu juga tidak bisa menjulang ke ke gunung. Kalau begitu enggak usah angkuh. Enggak usah angkuh. Tapi ini isyarat bahwasanya jadi orang sombong itu lupa diri. Diri itu cuma cuma dari nutfah dari air mani yang hina yang tidak bisa apa-apa. ini diisyarat bahwasanya sombong itu ada ekspresinya dalam ee gestur tubuh dalam gerakan seperti cara jalan orang cara jalan sombong kelihatan angkuh ya. Kemudian juga Allah berfirman juga tentang gestur tubuh. Allah mengatakan walausir khinasi w tamsi ardhi maraha. Innallaha la yuhibbu muktadin fakur. Janganlah engkau memalingkan wajahmu ketika berbicara dengan manusia atau melainkan tidak mau lihat. Sombong karena angkuh. Saar se mengatakan sa'ar adalah penyakit yang dialami oleh unta. Entah ada ulat atau apa yang mengenai lehernya sehingga dia gelisah. Dia selalu memulang-malingkan memaling-malingkan wajahnya sehingga dia gelisah. Tidak jalan wajar tapi belok kanan belok kiri. Sehingga orang Allah mengatakan orang yang seperti itu ketika ngomong sama orang tidak dicuekin, tidak dilihat. Ya gimana k asalamualaikum. Enggak lihat. Ya orang kalau bicara kita lihat. Kalau semampunya kita bisa lihat ya. Tapi bicara tidak dilihat, tidak dipandang, dicuekin. Nah, ini seperti unta tadi yang kena penyakit. Tidak bisa. Kenapa dia seperti itu? Ketika berbicara tidak melihat, tidak memperhatikan. Tidak lain karena ada sumbernya. Itu kesombongan dalam apa? Hatinya. Kalau dia tidak sombong, dia pasti perhatian. Apalagi dia bicara sama orang pejabat, dia pasti hormat. Tiba bicara sama orang yang tidak dia pedulikan, mana dia perhatikan. Dia anggap depan dia bukan siapa-siapa. Tidak perlu saya kasih perhatian. sehingga dia tidak melihat sama sekali. Bahkan dia memalingkan wajahnya untuk menunjukkan perendahan terhadap orang tersebut. Ya, maka ini adalah ee orang yang sombong. Saya pernah dapat cerita entah benar atau tidak ya. Ya, ada sebagian sebagian waktu saya hajian ada sebagian guide cerita ke saya, "Ustaz, saya sempat di travel mewahlah travel tertentu. Kita kalau pas gajian pemilik travel tuh kasih pakai kaki ini ambil yang benar." Iya, benar. Dikasih pakai kaki ini ambil. Subhanallah. Itu lebih parah daripada begini. Jadi benar-benar dihina ya. Ya janganlah ya tidak perlu kita sombong. Apa yang kita miliki semua hanyalah titipan dari Allah yang untuk dipertanggungjawabkan dihisab. Jadi winas jangan kau palingkan wajahmu dari manusia kalau berjalan jangan melengos dengan niat untuk merendahkan ya wsard dan jangan berjalan dengan sombong kenapa innallaha la yuhibbu mukhtalin fakur Allah tidak suka kepada tidak cinta kepada orang yang angku dan sombong mengatakan mukhtal itu terkait dengan gestur tubuh fakhur terkait dengan omongan karena sombong itu dari cara jalan, cara gerak juga cara ngomong terlihat dari cara menulis ya cara berbicara ketahuan orang ini sombong atau tidak. Wnausir khaddaka linas kata annawawi rahimahullahu taala ya. Adapun makna tusir khadak linas a tumiluhu bihias takabburan alaihim. Yaitu kau memalingkan wajahmu berpaling dengan wajahmu dari manusia karena sombong terhadap mereka. Wal marih wal marahur yau kesombongan. Kemudian ayat berikutnya waqala taala inna qaruna minumi Musa fabag alaihim. Sesungguhnya Qarun adalah dari kaum Musa. Fabag alaihim. Kemudian dia melakukan perbuatan melampaui batas kepada kaum Musa. Tidak dijelaskan dalam hadis yang sahih, riwayat yang sahih. Apa sih perbuatan ee albaghyu yang dilakukan oleh Qarun atau apa itu perbuatan melampaui batas yang dilakukan Qarun kepada kaumnya. Cuma Allah menjelaskan Qarun ini dia melakukan perbuatan melampaui batas kepada kaumnya. Waainahu minalunuzi ma in maatihahu ulilah. Sesungguhnya kami telah memberikan kepadanya harta yang kunci-kuncinya memberatkan sekelompok orang yang kuat-kuat untuk memikulnya. Berapa orang tersebut? Ada yang mengatakan belasan, mengatakan 40 orang. Jadi Qarun ini sangat kaya. Dia punya gudang harta sangat banyak. Kuncinya saja di bawah 40 orang susah, berat. Itu kuncinya doang ya. Berarti hartanya banyak ya. Ya. Atau dulu orang dulu hartanya banyak ya. Hartanya mungkin mereka menemukan emas yang banyak, apa yang banyak ya. Sampai Allah gambarkan betapa banyak hartanya sampai kuncinya saja dibawa oleh al-usbah. Albah itu maksudnya sekelompok orang. Ada khilaf berapa orang? Apakah belasan? Apakah 20-an, apakah 30-an ataukah 40-an. Pokoknya jumlah yang banyak untuk mikul kuncinya saja berat bagi mereka. Ya, idola lahu qumuhu la tafrah. Maka kaumnya menasihatinya dari kaum Nabi Musa yang salihin. La tafrah. Jangan kau sombong. Innallaha la yuhibbul farihin. Sesungguhnya Allah ya tidak suka dengan orang yang sombong. Farih yaitu gembira tapi karena sombong. Gembira tapi wah senang, bangga itu namanya tapi karena sombong. Ada enggak orang gembira tapi karena sombong? Ada. Karena beras. Wah itu dia gembira tapi karena apa? sombong. Dia gembira karena punya harta yang banyak. Dia sombong. Jangan kau gembira model seperti itu. Gembira ada yang baik, ada yang buruk. Di antara gembira yang buruk itu gembira yang dibangun di atas kesombongan. Sampai ila qulihi taala hingga firman Allah, fakasafna bihi wabarihil ard. Maka kami pun benamkan dia dan benamkan rumahnya dalam tanah. Jadi, Qarun itu meninggal dengan di benamkan ya. Dibenamkan longsor masuk dalam tanah tertutup. Makanya istilah harta karun. Mesin ketemu di Jawa dibilang harta karun. Padahal karun bukan mas Jawa. Karun emas Mesir ya, hartanya di Mesir ya. Tapi sudah jadi istilah setiap harta yang dipendam ditemukan namanya harta apa? Harta karun ya. Padahal dia orangnya di di Mesir ya. Ya, bab. Ini salah satu isyarat tentang sebab sombong. Sombong itu sebabnya banyak. Yaitu segala kelebihan potensi menjadikan orang sombong jika dia tidak ingat kepada Allah. Kelebihan itu biasanya ujub dulu baru sombong. Tapi kalau begitu dapat kelebihan langsung dia mengatakan, "H min fadli rabbi ini dari Allah. Ini dari Allah. Alhamdulillahillahi binikmati tatimus shihat." Ini semua dari karunia Allah. Maka dia mencegah dirinya untuk terkena ujub. Ya, tapi kalau dia tidak mencegah dirinya, maka dia terbawa pada ujub. Oh, saya hebat ya. Ternyata saya Qarun disebut dia ahli dalam berdagang. Dia ahli dalam berdagang sehingga dia punya duit banyak. Makanya ketika ditegur dia mengatakan, "Innama utituhu ala ilmin indi." Saya ini kaya karena saya punya ilmu. Saya punya ilmu sehingga saya bisa punya harta yang banyak. Jadi, segala kelebihan bisa membuat berpotensi menjadikan seorang sombong. di yang di yang disebutkan oleh Allah tentang Qarun adalah harta. Harta membuat sangat berpotensi membuat orang apa? Sombong. Sangat-sangat. Sampai sekarang pun harta sangat potensi buat orang apa? Sombong. Saya baru kemarin cerita e dengar cerita kawan dia hobi ini sekedar cerita ya. Saya tidak bermaksud apa-apa ya. Jangan baper ya. Jadi kawan kemarin ada yang suka hobi naik moge. Naik moge. Saya tanya saya enggak tanya, dia cerita sendiri, "Ustaz, iya saya naik moge, Ustaz. Kalau kita punya moge itu ternyata berkasta-kasta. Maksudnya kata saya, kalau antum beli moge yang R miliar lebih, kasta antum tinggi. Tapi kalau cuma R juta, kasta antum rendah. Kalau sudah naik ketemu yang kumpulan R miliar, antum jadi hina dina di depan mereka. Tapi kalau antum punya Harley 2 miliar, udah antum wah gagak itu terkondisikan dengan sendirinya ya. Jadi kalau punya barang mahal potensi gagah, barang murah potensi tawadu. Tawadu terpaksa sambil kayak gitu. Iya, Ustaz ya. Karena ya makanya saya kalau lagi kumpul saya bawa yang murah. Aduh malu pasti dia pasti bilang enggak punya duit. Kalau punya duit ngapain beli murah R00-an juta. Tapi kalau punya yang 2 miliar okelah ketemu siapa saja. PD ya intinya apapun kelebihan itu punya potensi untuk angkuh. Makanya Rasul Sallahu Alaih Wasallam mengatakan alkibr wal khuyala ya apa indal faddadin ahlil wabr. Bahwasanya orang yang kesombongan keconggkakan pada pemilik unta ya begini para pemilik kuda ya karena bisa dibanggakan. Adapun asakinah ketenangan pada pemilik kambing ya. Karena kambing tidak bisa dibangga-banggakan ya. Kalau kuda ada pacuan kuda. Kalau unta ada pacuan unta. Kalau kambing disembelih enggak ada pacuan apa kambing. Ya. Tib. Jadi apapun kelebihan yang kita miliki entah kecerdasan jangan sampai kita ujub kemudian jadinya sombong. Kaya pun demi jabatan jangan sampai kita ujub kemudian apa? Sombong ya. Jangan sampai ya itu ujian. Seringlah kita berkata, "H min fadli rabbi h min fadlibi." Dari karunia Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana perkataan Sulaiman H alaihalam had min fadlibi liyabluani askuru am akfur. Kata Nabi Sulaiman, "Ini adalah karunia dari Rabbku untuk mengujiku." A asykuru am akfur. Saya bersyukur atau saya kufur? Kalau saya sandarkan kepada Allah, saya tahu semua dari Allah, maka saya bersyukur semakin banyak beramal saleh. Kata Allah, "Imalu alud syukra." Beramal salehlah sebagai bentuk syukurmu wahai Sulaiman. Tapi kalau saya ujub berarti saya kufur. Apalagi sombong berarti ku kufur. Akhirnya Allah benamkan ee Qarun beserta hartanya dibenamkan oleh Allah Subhanahu wa taala. TB. Ini ayat-ayat yang dibawakan oleh Al Imam Nawawi rahimahullahu taala. Ada ada faedah ya dari Syekh Alutimin rahimahullahu taala ya mengenai sombong ya. Dia mengatakan waqiljulinas. Dikatakan kepada seorang bagaimana penilaianmu terhadap manusia kamu pandang manusia seperti apa? Qal ba saya lihat mereka hanya seperti nyamuk enggak ada nilainya. Maka dikatakan kepadanya inahumik mereka juga lihat kau sama seperti nyamuk dikatakan kepada yang lain, "Bagaimana engkau memandang orang-orang?" Aku melihat orang-orang lebih lebih baik daripada saya walah. Mereka orang yang penting, mereka mulia walahum manzilah faqil lahum. Maka dikatakan kepadanya, "Innahum yarunaka minhum." Mereka sebaliknya melihat engkau juga lebih agung daripada mereka dan engkau punya kedudukan, engkau punya manzilah. Maka Syekh Utsman kemudian mengomentari roit wajhinasu yarunaka bimli maahum bihi. Cara engkau melihat orang merendahkan atau memuliakan, maka demikian juga orang akan memandangmu. Kalau kau merendahkan, mereka juga rendahkan engkau. Meskipun mereka bilang begini, tapi dalam hati kurang ajar, brengsek. Karena kau rendahkan dia, engkau hinakan dia. Meskipun dia hormat secara fisik, tapi hatinya tidak suka. Ya, sebaliknya kalau kau muliakan dia, dia akan muliakan engkau. Bab kita ee lanjutkan hadis pertama. Wa anan Abdillah bin Mas'udin radhiallahu anhu. Dari sahabat Abdullah bin Mas'ud. radhiallahu anhu anabi sallallahu alaihi wasallam dari nabi sallallahu alaihi wasallam q beliau berkata laadul jann manana fiqbihiqin min kibr tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarah faqala rajulun ada yang berkata, "Ya Rasulullah, innajua yuhibbu yakuna tsubuhu hasanan." Bagaimana dengan seorang yang suka bajunya indah? Wuhu hasanatan dan suka sandalnya indah, sandalnya bagus. Q inlaha jamilun yuhibbul jamal. Sesungguhnya Allah maha indah dan Allah mencintai keindahan. Albrul haqunas. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Hadis riwayat Muslim. Di sini ee Rasulullah memperingatkan bahwasanya sombong sekecil apapun merupakan dosa besar. Sampai Rasulullah menyebutkan jika ada sombong dalam hati seseorang, sekecil yang mungkin bisa dibayangkan, kalau tertempel dalam hatinya dia tidak masuk surga. Kenapa bisa demikian? Karena yang berhak sombong hanyalah Allah. Yang berhak besar hanyalah Allah. Karena memang Allah maha besar, maha hebat, maha agung. Makanya dalam hadis Allah berkata, "Alkibriyau ridai walomatu izari faman nazaani wahidan minhuma qoftuhu finar." Sesungguhnya keagungan yaitu kebesaran adalah selendangku, keagungan adalah sarungku. Siapa yang coba-coba ikut-ikutan pada salah satu di antara keduanya, merasa agung, merasa besar, aku lemparkan dalam neraka jahanam. Makhluk itu tawadu. Alkaliq yang agung, yang besar. Makhluk rendah dari tidak ada menjadi ada. Adanya pun dari air mani yang hina. Ya. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nutfatin faidza hua khimum mubin." Min nutfah. "Tidaklah lihat manusia yang tadinya ciptakan dari air mani yang hina, tiba-tiba dia jadi pembangkang. Air mani hina itu air mani kalau tidak dimasukkan ke dalam perut rahim ibumu kemudian dimasukkan ke apa ke wastavel jadi apa coba misalnya enggak jadi dimasukkan dalam tidak jadi kamu hanya air mani lempar ke buang orang lihat juga hina ya kata Allah nakluqkum mim maim mahin tidakkah aku ciptakan kalian dari air yang hina Dalam ayat yang lain, mim main dafiq dari air yang terpancar. Kemudian tiba-tiba dia sombong. Ya, makanya ketika ada seorang bertemu dengan seorang ulama, dia mengatakan, "Tahukah engkau siapa saya?" Maka ulama tersebut mengatakan, "Saya tahu. Kau dari air yang hina, keluar dari kemaluan masuk ke kemaluan. Keluar lagi dari kemaluan." Iya enggak? Keluar dari k laki-laki, masuk kemaluan perempuan keluar lagi dari apa? kemaluan. Apa mau sombongkan? Sekarang dalam perutmu ada kotoran. Kalau dibuka bau busuk, kalau mati jadi bangkai. Itulah dirimu. Oke. Benar. Kau tahu siapa saya? Tahu. Allah sudah kasih tahu siapa kamu. Mimmaim mahin dari air yang hina. Nutfah. Yang orang lihat jiji. Oleh karenanya makhluk itu harusnya tawadu, harusnya merendahkan diri. Kapan dia sombong? Sedikit saja. Maka dia telah terjemus dalam dosa besar, tidak pantas untuk masuk surga. Sombong itu tempatnya di neraka. Kata Allah, "Fabial mutakabbirin." Seburuk-buruk neraka adalah seburuk-buruk tempat orang yang sombong. Adapun zarah, zarah ada khilaf di kalangan para ulama, tetapi para ulama sepakat inilah cara orang Arab mentakbir, mengungkapkan suatu yang terkecil. Mereka mengatakan zarah. Tentu tidak diartikan dengan atom. Karena atom dulu orang tidak kenal atom. ketika di zaman para sahabat istilah atom belakangan ya. Tapi zarah itu ungkapan bahasa Arab untuk paling kecil. Sehingga kalau kita baca seperti Ibnu Jauzi menyebutkan lima makna di antaranya mengatakan zarah maksudnya adalah ee kalau kita pukulkan tanah, tangan ke tanah kita ambil terus kita bersihkan kita ambil satu butir yang paling kecil namanya apa? Zarrah. Ada yang mengatakan zarah adalah semut kecil ya semut sudah kecil. Yang kecil pula namanya apa? Zarrah. Anda mengatakan zarah adalah partikel-partikel yang kalau kita buka jendela cahaya masuk terlihat debu-debu kecil. Kalau kita ambil itu pun susah kita ambil kita ambil satu. Itu namanya apa? Zarrah. Intinya zarah itu kalau kita letakkan di timbangan tidak terdeteksi saking ringannya. Tidak terdeteksi. Tetapi seandainya ada seorang punya kesombongan dalam hatinya, sekecil itu aja ya, maka dia tidak masuk surga. N ini peringatan bagi kita semua. Karena setiap kita punya potensi untuk apa? Sombong. Ah, cuma begitu dia. Cuma bisa begitu. Ah, cuma gitu aja. Ada yang sombong, "Ah, cuma bisa ngajarin Alfatihah. Cuma bisa ngajarin TPA, enggak bisa ngajar ilmu-ilmu berat. Sampai dulu ada seorang yang sombong, "Ini ilmu lulusan Madinah enggak bisa ngajar ilmu seperti ini. Subhanallah." Maulah ya tidak perlulah kita sombong. Kalau diberi kelebihan untuk apa? Dyukuri. Bukan untuk merendahkan orangor lain. Kapan punya kesombongan? Seringan zarah tidak masuk surga. Tayib. Maka kemudian ada seorang bertanya, "Ya Rasulullah, gimana kalau orang suka bajunya indah? Apakah indahnya baju berarti menunjukkan indikasi kesombongan? W'luhu hasanah." Dan dia punya sendal bagus atau sepatu bagus ya. Apakah ini adalah indikasi kesombongan? Kata Rasulullah, "Tidak." Kenapa? Karena Allah Maha Indah. Innallaha jamalun. Selama kau pakai pakaian indah tersebut bukan untuk sombong tapi memang kau suka keindahannya selama kau pakai sendal tersebut bukan sombong kauang senang senang apa modelnya bukan karena mereknya ini jelek oh merek mahal bagus bagus jadi bukan karena bentuknya tapi karena mereknya kau bilang apa bagus ih bagus sekali merek berarti kau cari apa merek cari brand ya kau suka keindahannya bukan bukan karena ee untuk sombong, tapi memang dia indah, kau suka. Makanya tidak mengapa karena Allah suka dengan keindahan. Bahkan ini motivasi dari Nabi. Tidak mengapa. Makanya ketika ada orang berduit ternyata dia pakaiannya lusuh. Maka Rasulullah bertanya, "Hal atakallahu malan?" Emang apakah Allah kasih kau harta? Kata dia, "Iya." Maka Rasulullah mengingatkan, "Allallahu rajulan maalan falyuriarah." Kalau Allah kasih seorang harta, tunjukkan. Maksudnya dia ada nikmat. Jangan punya uang banyak tapi bajunya robek-robek. Enggak pernah ganti 3 hari lah. Ini ini zuhud yang salah seperti ini. Ya, pakai baju yang bagus, yang wajar selama tentunya tidak israf. Itu aja. Kata Allah subhanahu wa taala, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Qul wasrob watasaddaq bighhairi makhyalah wala saraf." Silakan makan, silakan minum, silakan konsumtif selama tidak sombong dan selama tidak berlebihan. Itu aja. Sombong itu masalah hati ya. E apapun bisa baju bagus bik bisa bikin orang sombong bisa. Baju baru nih keren. Wah sombong. Ee sepatu bagus bisa bikin orang sombong bisa. Meskipun murahan karena yang yang lain tempatnya lebih murah lagi. Skinc mahal. Bisa bikin orang apa? Sombong. W skincar. Padahal tetap aja enggak cantik dibohongin sama iklan. Ya, gitu-gitu aja enggak signifikan. Sombong. Kalau sombong ah enggak boleh. Yang kedua, mungkin tidak sombong tapi israf. Pakai jam terlalu mahal, pakai sepatu terlalu mahal, pakai baju terlalu mahal. Ya. Yang israf. Apa definisi israf? Israf itu duit banyak keluar manfaatnya sedikit. Silakan terapkan masing-masing. Duitnya banyak keluar manfaatnya tidak sebanding. Kalau orang beli mobil mahal, oke jelas manfaatnya. Dia mau safar ke mana. Ya orang mungkin pergi safar jauh naik bisnis kelas. Ya benar bayar mahal gak apa saya capek sampai sana saya mau aktivitas bolehlah. Jelas manfaatnya. Misalnya kalau dia punya duit. Kalau enggak punya duit ya sudah ya. Tapi kalau jam R miliar 12 miliar kira-kira israf atau tidak? Ustaz, uang saya 1 triliun. Iya, saya enggak tanya uangmu berapa. Saya tanya definisi israf yang disebutkan oleh Al Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari adalah rahimahullah beliau mengatakan israf itu biaya banyak, manfaatnya sedikit. Jam manfaatnya banyak enggak? sampai dibeli sampai harga 2 miliar, 3 miliar. Kalau enggak ya kalau jangan karena kau akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala ya. Kecuali kalau kau memang ada keperluan dengan jam tersebut ya. Misalnya kau adalah konsultan, orang hanya lihat jam, kalau kau tidak pakai jam mahal dikira kau pembohong. Itulah yang cerita ada keperluan. Makanya saya pernah nasihati kawan waktu lagi haji. Saya bilang tentang mas janganlah pakai barang-barang mahal. Kata dia bilang, "Ustaz, jjam saya mahal. Saya siap dihisab. Oke, silakan. Saya cuma ingatin kok siap dihisab. Saya cuma kan tugas saya lihat kamu pakai gitu. Saya tugas saya siap. Saya bisa jawab, Ustaz. Ya sudah, silakan Fadol. Ya, mungkin dia ada kerjaan yang seperti itu. Kita husnudan ya. Ya, benar. Kadang pekerjaan terkadang mengharuskan dia memakai style yang high style ya, high quality. Mau diapain lagi? Ya sudah, silakan. Intinya indah dituntut ya. Tapi jangan sombong, jangan ber berlebihan. Jangan berlebihan. Tetapi sesekali pakai yang sederhana agar mencegah efek kalau terlalu indah terus lama-lama bisa apa? Angkuh. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan albadatu minal iman. Kesederhanaan biasa-biasa bagian daripada iman. Ya, Rasulull Sallahi Wasallam punya baju bagus dia pakai kadang-kadang tatkala tatkala hari Id, tatkala hari Jumat hari biasa pakai baju biasa bahkan Rasul sahu alaihi wasallam terkadang jalan pakai sendal Rasul albadatu kesederhanaan kadang semeraut kadang-kadang enggak ada masalah jadi jangan terikat harus necis terus gak kadang semeraut biasa aja ya bagian daripada iman ya bagian daripada iman Tib ee di sini Rasulullah mengatakan innallaha jamilun sesungguhnya Allah maha indah dan Allah cinta dengan keindahan. Kemudian Rasulullah jelaskan apa itu hakikat kesombongan. Alkibr batarul haq. Sombong itu menolak kebenaran. Wagamtun nas. Dan sombong itu adalah gamtun nas yaitu merendahkan manusia. Di sini ada dua sombongan. Pertama menolak kebenaran. Dan ini Rasulullah dahulukan karena menolak kebenaran biasanya terkait dengan Al-Qur'an dan sunah dengan dalil. Dan dia lebih bahaya karena yang kau sombongkan adalah Allah dan Rasulnya. Ini Allah bilang gini, Rasul bilang gini, kau tidak terima. Ini lebih berbahaya daripada sombong kedua. Rasulullah sebut sombong dua. Pertama, batrul haq datang dalilnya enggak mau. Yang kedua, ya kalau kita nolak karena orang ya mungkin ah kau yang ngomong saya enggak percaya. Ini yang ngomong Allah dan rasulnya terus kau tolak. Maka sombong ini lebih berbahaya. Kalau ternyata kesombongan itu sampai mengantarkan kepada kesyirikan, kekufuran lebih berbahaya lagi. Maka seorang kalau sudah datang dalil dia bilang apa? wminin w mminatin qallahu amrak lahumaratu min amrihim tidak pantas sebagai seorang mukmin lelaki mukmin maupun wanita mukminah kalau Allah dan rasulnya sudah kasih keputusan dia masih punya pilihan lain enggak boleh pilihan Allah yang terbaikum rasulallahumakallahaikum Ketahuilah di tengah-tengah kalian ada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kalau ke Rasulullah ikuti kebanyakan kemauan kalian akan merepotkan kalian. Jadi ikuti saja Nabi karena Nabi lebih tahu kemaslahatan kalian. Terus bagaimana? Berat. Wakinallah hababaikumul iman. Allah akan buat kalian mencintai iman tersebut. Kelihatannya berat. Tapi kalau kalian karena Allah dan karena Rasulullah akan dimudahkan menerima hal tersebut. Fala bika la yminun. Kata Allah, "Demi rabmu mereka tidak akan beriman. Hatta yuhaimuka bainahum." Sampau, mereka menjadikan engkau sebagai hakim atas apa yang mereka permasalahkan. Setelah itu, setelah kau kasih keputusan mereka tidak mendapati grundel sedikit pun, penolakan sedikit pun dalam hati mereka dan mereka menerima dengan sepasrah-pasrahnya. Itu orang yang beriman. Tapi kalau Nabi bilangin, "Ah, itu enggak enggak itu enggak masuk akal, enggak logis." itu kan zaman dulu. Zaman ah ini ngeyel menolak ini namanya menolak kebenaran dan ini kesombongan yang berbahaya karena terkait dengan Allah dan Rasul-Nya. Sebagian ulama mengumumkan demikian juga di antara tanda sombong dalam urusan dunia juga. Misalnya seorang guru, dia guru matematika misalnya, terus dia ngajar terus muridnya kasih tahu, "Pak, Pak Guru itu rumusnya salah, Pak guru. Harusnya begini kau itu misalnya padahal dia tahu dia salah." Ini sombong menolak apa? Kebenaran meskipun perkara dunia ini ciri-ciri orang yang sombong ya. Sama seperti di ada dua orang Arab jalan. Mereka dari kejauan melihat ada sebuah bentuk hitam dari jauh. Apa itu? Kambing. Enggak, itu burung. Kambing itu bentuknya kambing. Enggak, itu burung. Coba kita dekatin. Ternyata terbang. Tuh kan burung itu kambing meskipun terbang. Itu namanya ngeyel. Ngeyel itu kambing model baru bisa terbang. Jadi ini ngeyal ya. Itu ini itu sombong ya. Di antara ciri orang sombong menolak kebenaran. biasanya tidak mau kalah. Kalau diskusi sudah tahu salah, dia muter muter kita. Dia tahu salah dia buka pembahasan lain. Dia namanya Haidah ngeles pergi ke pembahasan lain. Muar kanan mutar kiri. Sudah tahu dia enggak mau dibilang salah padahal sudah jelas dia sa salah. Ini ini sombong. Sudah datang kebenaran. Sombong. Kita menerima kebenaran meskipun dari siapapun dari anak kecil pun kalau bilang salah ya sudah salah. Oh iya, Om salah. Ternyata salah mau diapain? Enggak usah sombong. Bahkan kalau kita punya masalah sama anak buah kita, kalau dia yang benar, kita ngaku salah. Kita punya masalah sama pembantu. Kita pernah bentak dia, ternyata kita yang salah. Oh, ya. Kamu yang benar, Bapak minta maaf. Enggak kita jangan sombong. Jangan sombong di atas kebenaran. Ya, ini lebih parah lagi tadi kalau kesembangan tersebut adalah Al-Qur'an dan sunah lebih parah. Yang berikutnya jenis sombong kedua. Gomtunas merendahkan orang lain. Ya, ini merendahkan orang lain. Ah, cuma segitu, Habisnya cuma begitu. Ah, cuma itu hati-hati kita. Engkau diberikan kelebihan oleh Allah Subhanahu wa taala bukan dalam rangka untuk merendahkan orang lain, tapi dalam rangka untuk kau syukuri dan kau gunakan kelebihan tersebut untuk takwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Allah berfirman kepada Qarun, "Wabtag atakallahudaral akhirah." Gunakanlah potensi yang Allah berikan kepada kamu wahai Qarun untuk mencari akhirat. Harusnya harta yang kau dapatkan itu buat akhirat bukan untuk kau sombongkan. Wala tansa nasibaka minad dunya. Dan jangan kau lupakan bagianmu dari dunia. Jadi Allah kalau kis posensi kau punya kecerdasan maka gunakan untuk takwa kepada Allah. Maka ketika kecerdasan disalahgunakan tercela. Tercela. Makanya saya katakan sebagian ulama mengatakan catur itu haram. Kenapa? Sebagian ulama mereka mentaklil mereka sebahnya sebabnya. Karena kau gunakan nikmat kecerdasanmu untuk mikirin catur yang tidak ada faedahnya. Ya, ini pendapat sebagian ulama mengatakan haram. Kenapa haram? Karena tadi kau punya kecerdasan tidak kau gunakan potensi untuk bertakwa kepada Allah, tapi untuk melakukan hal yang tidak ada faedahnya. Duduk sampai 2 jam, 3 jam jago-jagoan terus kalau keluar jadi panglima perang. Enggak. ngatur rumah tangga kadang-kadang enggak bisa. Ada kaitannya. Ya, oleh karenanya potensi yang kau miliki, kecerdasan, kemampuan ee gunakanlah untuk bertakwa kepada Allah. Bukan untuk kesombongkan, bukan untuk apalagi merendahkan orang orang lain. Maka hati-hati kadang-kadang ah itu aja. Ah, itu itu apa? Sombong. Cuma segitu aja. Ah, hati-hati. Alah. H ah itu hati-hati tu. Kadang-kadang kita kelepasan. Nah, itu berarti indikasi kita lagi apa sombong. Astagfirullah. Kamu sombong ya? Iya kayaknya. Astagfirullah ya. Itu hati-hati. Billahi taufik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.