Tafsir Surat Ali Imran #13 Ayat 69-76 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
p4dgHQfl-7g • 2025-05-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Sehingga di awal-awal Ali Imran banyak
pembahasan tentang ahlul kitab baik dari
kalangan Nasra demikian juga kalangan
Yahudi. Allah berfirman pada ayat
ke
69, Wadifatu min ahlil kitabi la
yudillunakum w yudilluna illa anfusahum
w yasurun.
Segolongan dari ahlul kitab waddat yaitu
berkeinginan
berangan-angan. Sebagian dari ahli kitab
seandainya mereka bisa menyesatkan
kalian dan tidaklah mereka menyesatkan
kecuali diri mereka sendiri dan mereka
tidak sadar akan hal tersebut itu mereka
tidak menyadarinya.
ee ayat ini
ya Allah Subhanahu wa taala mengabarkan
kepada kaum mukminin
tentang makar yang dilakukan oleh
sekelompok ee yang buruk dari kalangan
ahlul
kitab, baik dari kalangan Yahudi maupun
dari kalangan Nasra yang mereka
bersemangat sampai disebut waddat yaitu
ingin
semangat seandainya mereka bisa
menyesatkan kalian.
Ini sebagaimana Allah sebutkan dalam
ayat yang lain, Allah berfirman min ahl
kitabiunakum baikum
[Musik]
kuarusimul. Kata Allah, banyak dari
ahlul
kitab yang berkeinginan, berangan-angan
untuk bisa membuat kalian murtad.
Setelah Islam beriman dijadikan murtad
oleh mereka. Hasadan mini anfusihim.
Karena mereka
hasad. Hasad dari diri mereka. Padahal
telah jelas kebenaran bagi
mereka.
Kalau Yahudi mereka tidak
ingin para sahabat
untuk masuk agama Yahudi. Karena bagi
mereka Yahudi adalah agama ras. Agama
ras.
Sehingga tikinan mereka itu
agar para sahabat yang dahulunya
musyrikin murtad jangan beriman kepada
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Tidak harus masuk ke agama mereka karena
mereka agamanya ras. Ras Yahudi, ras
Bani Israil. Tapi mereka hanya ingin
bagaimana
menghalangi orang-orang untuk beriman
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Kalau sudah beriman,
bagaimana? disesatkan, dibuat ragu untuk
meninggalkan agar meninggalkan agama
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Adapun orang-orang Nasra
mereka ingin kaum muslimin berpindah
kepada agama mereka. Karena bedanya
Nasra, Nasra agama bukan ras lagi, bukan
khusus buat Bani Israil. Tetapi semua
orang boleh masuk Nasra. Ini saya sering
sebutkan salah satu sebab kenapa orang
Yahudi tidak suka dengan orang Nasra.
Karena Nasra menjadikan
agama Bani Israil menjadi internasional
sehingga mereka tidak spesial lagi.
Padahal mereka menganggap mereka adalah
ras yang terbaik, ras yang termulia,
suku yang
termulia. Ee Syb'bullahil Mukhtar yaitu
bangsa yang dipilih oleh Allah Subhanahu
wa taala. Sehingga agama
alyahudiyah hanya khusus buat Bani
Israil.
Intinya baik kalangan Yahudi maupun
kalangan Nasra ingin agar kalian wahai
para sahabat atau kalian kaum
mukminin
sesat. Sesat yaitu meninggalkan agama
agama kalian ya. Entah menjadi murtad
entah menjadi
musyrik ee entah mengikuti agama
Nasra. Adapun orang Yahudi sebagaimana
Allah sebutkan dalam ayat yang lain,
hasadan mini anfusihim. Mereka hasad.
Mereka hasad. Mereka ingin kalian hasad
karena mereka hasad karena mereka tidak
mau ada nabi lagi dari suku yang lain.
Muhammad dari suku apa?
Arab. Mereka maunya nabi cuma dari Bani
Israil dan nabi mereka.
Ya. Adapun Muhammad dari suku Arab,
mereka tidak mau sehingga mereka hasad.
Mereka ingin ee orang-orang yang sudah
masuk Islam untuk murtad kembali.
Di sini yang menakjubkan Allah
berfirman, "Mereka ahlul kitab,
sekelompok ahlul kitab ya tidak semua
tentunya ada yang ahlul kitab cuma
beribadah, beragama, menjalankan
kehidupan keseharian, tidak peduli
dengan agama Islam, yang penting
masing-masing hidup nyaman, pikir dunia
saja." Tapi sebagian ah kitab tidak.
yang tidak hanya memikirkan kehidupan
duniawi semata, tapi dia juga memikirkan
bagaimana agama, bagaimana menjadikan
agama mereka unggul, bagaimana membuat
kaum muslimin kafir, murtad, sesat. Itu
ada di antara mereka ada yang seperti
itu. Dan kita tahu
bahwasanya ee mereka terus lakukan
hingga sekarang
ya.
Ya, sehingga mereka mendakwahi juga
orang-orang Islam agar
murtad ya. agar meninggalkan agama
Islam. Di sini yang menakjubkan Allah
berfirman, "Lau yudillunakum." Mereka
berangan-angan untuk menyesatkan kalian
wama yudilluna illa anfusahum. Sementara
mereka tidak menyesatkan kecuali diri
mereka
sendiri. Wama yasy'urun. Dan mereka
tidak sadar apa maksud Allah mengatakan
mereka ingin kalian sesat tapi
sebenarnya mereka menyesatkan diri
mereka sendiri sementara mereka tidak
sadar.
Eh dijelaskan oleh para ahli tafsir di
antaranya As Syekh S'di ya. Kenapa
ketika mereka beringin berkeinginan ya
berangan-angan agar bisa menyesat
menyesatkan kalian tentunya mereka akan
melakukan aksi dan
usaha ya aksi dan usaha untuk
menghalangi jalan kebenaran atau orang
yang sudah masuk Islam untuk
dimurtadkan.
Semakin mereka beraksi, semakin mereka
berusaha untuk menyesatkan orang,
tentunya mereka semakin berdosa. Kalau
mereka semakin berdosa, berarti mereka
semakin sesat. Semakin mereka sesat,
berarti azab mereka semakin pedih.
Semakin pedih. Jadi, ini maksud Allah
demikian. Jadi, tidaklah mereka
menyesatkan kaum mukminin kecuali mereka
menyesatkan diri mereka sendiri. Karena
semakin banyak orang yang murtad dari
kaum muslimin masuk ke agama mereka,
maka mereka semakin besar dosanya,
semakin besar
siksanya, semakin besar siksanya.
Semakin banyak kaum muslimin yang ragu
dengan agama mereka akibat perbuatan
mereka, ahlul kitab ini, maka ahlul
kitab tersebut semakin sesat. Karena
menyesatkan, melazimkan dia sendiri
semakin apa? Sesat dan melazimkan
dosanya semakin besar dan semakin
azabnya besar.
Allah berfirman dalam ayat yang lain,
alladina kafaru wasuilillah
zidnahumzaban fauqabi mau yubsidun. Dan
orang-orang yang kafir dan kemudian
menghalangi manusia dari jalan Allah,
kami tambahkan azabnya di atas azab yang
sebelumnya akibat kerusakan yang mereka
lakukan. Ini dalil bahwasanya ya
orang-orang Nasra atau Yahudi dalam
kesesatannya, level kesesatannya
bertingkat-tingkat.
Tidak sama antara Nasra atau Yahudi yang
hanya menjalankan kehidupan sehari-hari
dengan yang berdakwah untuk menyesatkan
kaum muslimin. Beda. Yang berdakwah
menyesat kaum muslimin maka level
kesesatannya lebih tinggi. Kalau gitu
level nerakanya juga high
class ya berarti nerakanya semakin apa?
Semakin parah. Dan Allah maha adil.
Makanya Allah mengatakan alladzina
kafaru wasdu sabilillah
zidnahumaban fauqalab.
Orang-orang kafir dan kemudian
menghalangi orang dari jalan Allah, kami
tambahkan
azabnya. Sama seperti dalam ayat ini,
laudillunakum. Mereka berangan-angan
agar menyesatkan kalian. W yudilluna
illa anfusahum. Sesungguhnya mereka
tidak menyesatkan kecuali diri mereka
sendiri. Semakin mereka berdakwah
kesesatan mereka semakin sesat dan
semakin sesat semakin diazab oleh Allah
subhanahu wa taala. Wama yasyurun. Dan
mereka tidak
sadar. Siapa sih yang mau membuat
seorang semakin dirinya semakin sesat?
Kan enggak ada.
Siapa sih yang ingin dia semakin parah
di neraka? Gak
ada. Tetapi itulah
kenyataan. Semakin mendakwahkan
kesesatan, menghalangi orang dari jalan
kebaikan, maka dia sendiri semakin sesat
dan semakin diazab di neraka jahanam.
Waliyadubillah. Allah berkata, "Wama
yasy'urun." Dan mereka tidak sadar.
Kemudian selanjutnya Allah berfirman
ayat
ke-70, "Ya ahlal kitabi lima takfuruna
biayatillahi wa antum
tasyhadun." Wahai alkitab, kenapa kalian
kufur kepada ayat-ayat Allah sementara
kalian mengetahui kebenarannya? Ya,
yaitu bahwasanya
ya ee kalian tahu apa yang diserukan
oleh Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ya.
adalah benar dan kalian tidak ragu akan
hal
tersebut. Apa yang disebutkan oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
terutama orang Yahudi, terutama orang
Yahudi di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya
Nabi lebih sering berinteraksi dengan
orang Yahudi daripada Nasra ya. Nabi
lebih sering berinteraksi dengan Yahudi
daripada Nasra. Nabi ketemu Nasra Najran
cuma sebentar dalam waktu tertentu. Tapi
dengan Yahudi bertetangga.
bertangga. Ada tiga kabilah sering kita
sampaikan ya. Kabilah Bani Qainuqa, Bani
Nadir dan Bani Bani
Quraidah. Bani Qainuqa diusir setelah
perang Badar karena mereka
berkhianat.
Ya, Bani Bani Nadir diusir setelah
perang Uhud karena mereka juga
berkhianat ingin membunuh Nabi
sallallahu alaihi
wasallam. Bani Quraidah diusir setelah
perang Khondaq pada tahun 5 Hijriah.
Karena mereka juga memutuskan, mereka
yang memutuskan perjanjian dami dan
mereka berkhianat ingin ikut menyerang
kaum muslimin ketika terjadi peristiwa
perang Khondq. Dan akhirnya mereka bukan
diusir, mereka dibunuh. Adapun Bani
Qaniqa diusir, diusir, Bani Nadir
diusir, Bani Quraidah di dibunuh. Ya,
setelah itu baru kemudian pada tahun 7
Hijriah Rasul sahu alaihi wasallam
menyerang Khaibar pusatnya
Yahudi. Jadi interaksi Nabi dengan orang
Yahudi lebih banyak ya. Nasra cuma
sedikit ya. Tetapi mereka ini semua tahu
tentang kebenaran apa yang dibawa oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Makanya buktinya ketika Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam mengajak orang Nasra
untuk mubahalah, mereka berani enggak?
Enggak berani. Sebagian pertemuan lalu
kita sudah bahas. Karena mereka tahu apa
yang dibawa oleh Muhammad benar. Yahudi
lebih tahu lagi. Yahudi lebih tahu lagi.
Ya. Dan mereka tahu tentang ayat-ayat
Allah. Apa yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an tidak ada
kontradiktif. Semuanya benar. Makanya
Allah mengatakan, "Ya ahl kitabi lima
takfuruna biayatillah." Wahai ahlul
kitab. Kenapa kalian kufur kepada
ayat-ayat Allah waum tasyhadun?
Sementara kalian menyaksikan akan
kebenarannya. Kalian tahu bukan sekedar
tahu. Allah katakan wa antum tasyhadun.
Seakan-akan kalian menyaksikan depan
kalian kebenaran itu di depan mata
kalian benar-benar kalian menyaksikan
tidak remang-remang tidak samar.
Benar-benar kalian tahu ini kebenaran.
Terutama adalah rahib-rahib mereka dan
pendeta-pendeta mereka. Mereka
tahu. Mereka tahu.
Ya. Kenapa mereka tidak mau beriman?
tidak lain kecuali hawa nafsu. Ada
kepentingan apa?
Duniawi. Satu mempertahankan rasnya,
satu mempertahankan kedudukannya
sebagai pemimpin agama dan seterusnya.
Makanya Allah mengatakan, "Lima
takfuruna biayatillah." Bagaimana
kalian? Kenapa kalian kufur kepada ayat?
Wa antum tasyhadun. Sementara kalian
menyaksikan, bukan cuma mengetahui,
kalian menyaksikan
kebenaran ayat-ayat Allah tersebut.
Kebenaran apa yang dibawa oleh Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya,
oleh
karenanya ada bukti bagaimana
tokoh-tokoh mereka akhirnya masuk Islam.
Ya. Ya. Seperti ulama mereka. Siapa?
Abdullah bin Salam. Abdullah bin
Salam ulama Yahudi masuk Islam. Dia tahu
Nabi Rasul sahu alaih wasallam benar dia
masuk Islam.
Ya. Adapun Nasra seperti Najasyi masuk
apa? Islam. Ya. Pendeta-pendeta yang
tahu tentang kebenaran Islam masuk
Islam. Di antaranya adalah Warak bin
Naufal, tadinya Nasrani kemudian masuk
masuk Islam. Dan sampai sekarang
demikian
banyak bukan orang awam bahkan
pendeta-pendeta yang masuk Islam banyak
sekali. Coba dibuat list ustaz
masuk ustaz murtad sama pendeta mualaf.
Banyak mana? Banyak pendeta mualaf.
Banyak
sekali ustaz yang
yang murtad ya.
Paling satu du itu pun ngust mungkin
bukan
ustaz. Kalau pendeta benar-benar pendeta
punya kedudukan banyak, pastor masuk
Islam banyak. Kalau Yahudi tahu tapi
mereka gak, kata mereka gak. Muhammad
agama orang Arab kita rasnya beda.
Meskipun tahu dia tidak akan masuk
Islam. Bagi dia itu Ismail. Ismail
saudara kita. Tapi untuk orang Arab kita
Yahudi gak jadi enggak ada masuk Islam
tapi tahu Muhammad benar.
Makanya Allah mengatakan, "Wa antum
tasadun sementara kalian menyaksikan
kebenaran ayat-ayat Allah Subhanahu wa
taala." Setelah itu Allah berfirman
lagi, "Ya ahlal kitabi lima talbisal
haqq bil batil wattumunal haqq wa antum
tlamun."
Wahai Ahlul Kitab, kenapa kalian
mencapur atau
merancukkan kebenaran dengan kebatilan
dan kalian
menyembunyikan kebenaran sementara
kalian
mengetahui. Beginilah cara Ahlul Kitab.
Jadi, Allah menyebutkan dua kesalahan
mereka. Pertama, talbis. Talbis. Talbis
itu
mencampuradukan, merancungkan antara
kebenaran kebatilan. Yang kedua,
watakumunal haqq. dan kalian menutup dan
kalian menyembunyikan kebenaran padahal
kalian tahu akan kebenaran tersebut. Ini
tentang terkait dengan kebenaran Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
sudah termaktub
dalam kitab-kitab mereka
ya.
Alladinaunasulan nabiyal ummiyadzi
yajidunahu maktuubanahum taurati wal
injil yuruhum bilufum munkar.
Ya Allah sebut dalam surat Ala'raf yaitu
mereka yang berim yang mengikuti
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
nabi alummi yang mereka
dapatkan maktuan tertulis di sisi mereka
fi taurati wal injil dalam Taurat Injil
tertulis Muhammad
jelas dan bahkan sifat-sifatnya
yamuruhum bil ma'rufhauil munkar
menyuruh kepada
kebaikan dan melarang kepada kemungkaran
ya.
Kemudian menghalalkan yang baik dan
mengharamkan yang
buruk-burukai dan juga meringankan
beban-beban berat yang dahulunya ada
pada mereka. Mereka tahu sifat-sifat
nabi tersebut. Bahkan sudah kita
sampaikan bukan cuma Muhammad yang
tertulis dalam Taurat dan Injil. Bahkan
tentang sahabat-sahabat Nabi Muhammad
juga disinggung dalam Taurat dan Injil.
Ya kata Allah subhanahu wa taala
yaika matalum f taurat demikianlah
perumpamaan para sahabat dalam Taurat
itu bagaimana mereka rajin rukuk sujud
ya Muhammadur Rasulullah walladina
maahumidurat Allah sebutkan di akhir
surat alfatah kata Allah subhanahu wa
taala Muhammad Rasulullah dan orang
bersamanya itu para sahabat
Ya, bukan cuma Nabi yang disebutkan,
para sahabat
juga tegas kepada orang kafir saling
sayang menyaingi di antara
mereka. Kau melihat mereka para sahabat
sering rukuk, sering sujud dan mereka
mencari karunia Allah dan keridaan
Allah. Wujuh sujud. Dan ciri mereka pada
wajah mereka ada tanda bekas sujud,
yaitu cahaya yang menunjukkan mereka
sering sujud. Kemudian kata Allah,
"Dalika matalahum f taurat." Itulah
perumpamaan para sahabat Nabi dalam
Taurat. Kemudian kata Allah, "Walum fil
injil." Dan perumpamaan para sahabat
dalam
Injil. Adapun perumpamaan para sahabat
dalam Injil seperti tunas yang ditanam
kemudian membesar kokoh di atas ee di
atas akarnya dan menyenangkan orang yang
menanamnya. Jadi yang disebutkan bukan
cuma Muhammad sallallahu alaihi wasallam
dalam Turadat Injil bahkan para sahabat.
Kalau kalau orang bilang saya sudah buka
Taurat enggak ada sama sekaliang ya saya
yakin ada dulu sekarang sudah di
dirubah. Kalau ada yang bilang Injil
tidak ada ya mungkin Injil sekarang kan
cuma empat yang dipegang oleh mereka.
Sementara Injil puluhan yang tidak
diakui. Banyak
puluhan ya. Coba cek Injil-Injil yang
lain yang tidak
diakui. Injil yang diakui cuma Injil
Markus, Matius ya,
Yohanes sama apa? Lukas
ya. Sebenar Injil yang lain banyak.
Intinya kami orang Islam meyakini karena
Allah telah mengabarkan Al-Qur'an
bahwanya Rasulullah dikabarkan dalam
Taurat dan
Injil. Bukan Rasulullah, bahkan para
sahabat juga. Namun mereka menutup
menutup berita
ini. Maka Allah mengatakan, "Kenapa
kalian membuat rancu dan kalian
menyembunyikan kebenaran?"
Di sini cara untuk membuat kebenaran itu
hilang dua cara. Pertama dengan
mentalbis, yaitu dengan membuat syubhat
agar orang ragu dengan kebenaran
tersebut. Yang kedua, dengan
menyembunyikan. Itu dua cara. Kebenaran
disembunyikan kemudian membuat syubhat.
Dan siapa dari kalangan ulama yang
seperti itu menyembunyikan
kebenaran demi kepentingannya, maka
mereka telah meniru ahlul kitab.
Menurut ahli
kitab hukumnya begini, enggak pernah
disebut, enggak pernah disebut, enggak
pernah disinggung. Padahal termaktub
dalam buku-buku, bahkan dalam
kitab-kitab fikih enggak pernah
singgung. Tahu bahwasanya itu adalah
kesesatan tapi
disembunyikan atau ini adalah kebenaran
tapi disembunyikan demi kemaslahatan
[Musik]
duniawi. Tib. Maka di sini disebutkan
cara untuk membuat hilang kebenaran cuma
dua. Pertama, talbis. Mencampuradukan
kebenaran dengan kebaikan. Yang kedua
menyembunyikan apa? Kebaikan. Cara
pertama banyak yang sukses. Ya, tidaklah
bidah itu laris kecuali karena
dicampurkan dengan kebaikan. Kalau suatu
murni keburukan mungkin orang tidak
terima. Tapi k di campur dengan
kebaikan. dikasih dalil sedikit, dikasih
ini. Jadi, sehingga masyarakat sering
melihat pada sisi ini baik kok, ini
baik, tapi situ ada
kebatilan. Dengan cara inilah
mencampuradukan kebatilan dengan
kebenaran maka akan menjadi
laris. Atau dengan cara kedua
menyembunyikan kebenaran. Menyembunyikan
kebenaran. Tib. Setelah itu pada ayat
berikutnya ayat 72 Allah
berfirman ini Allah menjelas tentang
cara orang-orang Yahudi atau ahlul kitab
secara
umum ee mereka nekad
untuk
sengaja pura-pura masuk Islam
nekad demi untuk menyesatkan kaum
muslimin. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Waqalat thifatum min ahlil kitabi."
Berkatalah segolongan dari ahlul kitab,
aminu billadzi berkata kepada sesama
mereka tentunya. Aminu billadzi unzila
aladina amanu wajhanahar. Perlihatkanlah
seolah-olah kalian beriman dengan apa
yang diturunkan kepada orang beriman,
yaitu kepada para sahabat. Wajhana nahar
di awal siang, di awal
pagi. Wakfuru akhirahu, yaitu kalian
siang masuk Islam, sore kafir atau malam
murtad. Wakfuru akhirahu dan di akhir
hari kafirlah kalian. Laallahum yarjiun.
Semoga mereka
kembali. Ini salah satu trik yang
disebut
dengan ee menghalalkan segala cara ya.
Bahwasanya alghaya tubarirul wasilah.
Tujuan menghalalkan segala cara. Tujuan
mereka bagaimana yang penting
orang-orang Islam bisa murtad. Enggak
apa-apa aku masuk Islamnya dulu. masuk
Islam. Pura-pura ikut sama mereka,
pura-pura salat sama mereka, pura-pura
hidup sama mereka, pura-pura tinggal
bersama
mereka. Jadi munafik
semunafik-munafiknya. Nanti di pengujung
murtad. Kenapa di penghujung murtad?
Supaya orang-orang tahu, "Oh, orang ini
dia murtad setelah kenal
Islam." Sehingga dia murtad tentu ada
ilmunya. Ketika jadi terkenal kaum
murtad setelah masuk Islam, maka
diharapkan yang lain pada ikut.
Diharapkan jangan pada pada ikut karena
kau dianggap murtad setelah mengetahui
apa? Kebenaran. Ini cara orang
Yahudi, cara orang Nasra ya. Dan di
antara kita tahu sebagian mereka ada
yang nekad. Nekad menikahi sebagian
wanita muslimah nekad loh. Kemudian
masuk Islam nanti dia punya anak
sekian-sekian paksa murtad. Istri
anaknya ikut murtad akhirnya demi
cinta. Terjadi atau tidak terjadi?
nekad dalam Islam gak boleh begitu.
Islam enggak boleh begitu. Islam gak
boleh kau pura-pura Yahudi Nasrani
enggak
boleh. Murtad dulu demi kebaikan enggak
boleh kalau mereka
nekad. Kenapa kita tidak? Ya karena
Allah bilang di sini Allah tidak dusta.
Allah tidak dusta. Nekat beriman dulu
nanti baru kafir. Banyak manfaatnya bagi
mereka.
Manfaatnya di antara tadi
ya orang-orang akan terbawa. Oh ini
murtad kan beda-beda. Pernah Islam
murtad kan? Eh kenapa kok
murtad? Seakan-akan yang murtad tersebut
punya ilmu. Apalagi pura-pura jadi ustaz
kemudian murtad. Wah lebih ngeri lagi.
Nekat belajar agama Islam, belajar
bahasa Arab jadi tokoh seakan jadi ustaz
kemudian murtad. Terjadi enggak seperti
ini?
terjadi
terjadi sengaja ya
sengaja adapun kita Islam enggak ada
sejarah ustaz kemudian pura-pura jadi
pastor kemudian baru kemudian gak ada
yang ada pastor belajar berar semakin
dalam ke masuk Islam ada pendeta belajar
semakin dalam masuk Islam
[Musik]
banyak karena kita agama tidak
menghalalkan segala cara gak
Di sini dikatakan di antara mereka,
aminu billadzi unzilalladzina amanu
wajhan nahar. Berimanlah kalian di awal
hari. Wajah itu suatu yutawajahu bihi
yang pertama kali muncul. Makanya
dikatakan wajah ini kalau kita ketemu
orang, kita lihat wajahnya dahulu.
Dibilang wajah hari. Wajah hari
maksudnya pagi. Karena hari muncul mulai
dari awal apa? Dari pagi pagi hari. Ini
secara bahasa maka disebut wajah hari.
Maksudnya pagi dari suatu hari karena
hari dimulai dengan
pagi. Wakfuru akhirahu. Dan kafirlah di
akhir hari itu di petang hari. Laahum
yarjiun. Semoga
mereka kembali. Semoga mereka kembali.
Kemudian mereka sering berwasiat lagi.
Wala tminu illa liman tabiinakum. Dan
janganlah kalian percaya kecuali kepada
yang mengikuti agama kalian. Yaitu
jangan percaya kecuali sama Yahudi.
Jangan percaya kecuali sama apa?
Nasra. Itu jangan kalian datang ke orang
Islam kemudian kalian cerita tentang
agama Islam. Cerita jangan jangan
rahasia kita
sembunyikan. Qul innal huda
hudallah. Sesungguhnya petunjuk harus
diikuti adalah petunjuk
Allah.
Ahadumitum. Yaitu diberikan salah
seorang seperti yang diberikan kepada
kalian.
atau mereka bakalan mendebat kalian di
sisi Allah Subhanahu wa
taala. Katakanlah karunia di tangan
Allah berikan kepada siapa yang Allah
kehendaki. Wallahu wasiun alim.
Sesungguhnya Allah luas, maha luas, dan
maha berilmu. Ayat berikutnya,
yakthmatihi
yasya. Dan Allah mengkhususkan rahmatnya
kepada siapa yang Allah kehendaki.
Wallahu dulul fadlilim. Dan Allah
pemilik karunia yang sangat agung.
Maksud dari ayat ini
maksudnya orang Yahudi saling berwasiat
di antara mereka. Tadi dia sudah bilang,
"Kamu beriman aja, Pak. Nanti pagi,
nanti sore kufur." Kemudian mereka
ingatkan lagi, "Jangan pernah percaya
sama orang selain kalian. W tumminu illa
liman tabiinakum." Jangan pernah percaya
kecuali kepada ahlul kitab. Ya, kalau
kalian dekat, percaya nanti kalian
ceritakan rahasia agama kita.
Jangan ya. Kalau kalian ceritakan
tentang agama kita, bahwasanya dalam
Taurat ada penyebutan Rasulullah, dalam
Injil penyebutan Rasulullah, maka ini
repot nanti. Nanti mereka bakalan
berhujah mengalahkan
kita dan mereka punya argumentasi untuk
menjatuhkan kita dan mereka menjadi
spesial akhirnya kita tidak spesial
lagi. Bahkan di akhirat mereka akan
mengalahkan kita kalau berdiskusi di
depan Allah Subhanahu wa taala. Jadi
mereka mikir panjang. Jadi mereka tahu
mereka bahwasanya kaum muslimin benar.
Bahwasanya ada nabi namanya Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Tapi mereka karena membela ras jangan
cerita kalau ketemu jangan cerita.
Masalahnya kalau kau cerita kepada orang
muslim pada sahabat Nabi, "Eh, benar di
Taurat ada sebut Muhammad, di Injil ada
sebut Muhammad, lah mereka akan jadi
menyerang kita loh. Kenapa kamu tidak
masuk Islam?" Pertama. Yang kedua,
mereka akan menjadi lebih spesial karena
mereka lebih beriman daripada kita. Kita
masih beriman, masih ragu-ragu. Tidak
sesuai dengan agama kita, tidak sesuai
dengan duniawi kita tidak beriman. Para
sahabat Nabi semua yang dibilang Allah
mereka taati sehingga mereka menjadi
lebih spesial dari kita. Tarulah kita
sama-sama beriman mereka lebih spesial
karena mereka lebih taat. Yang repot di
akhirat kelak nanti mereka akan mendebat
kita di hadapan Allah dan kita bakalan
kalah debat karena mereka punya
argumentasi. Coba kalau mereka mati
tidak tahu argumentasi ini. Jadi
pikirnya panjang. Di sini disebut oleh
ini Ibnu Katsir sebutkan dalam
tafsirnya beliau
berkata anyuta ahadum mlama utitum a
yuhajukumikum jangan cerita sama mereka
kenapa ya ee sehingga mereka tahu ya ada
seorang yang diberikan seperti kalian
jadi sehingga kenabian tidak khusus bagi
Bani Israil ternyata Arab juga dapat
kenabian ahadumitum sehingga seorang
diberikan ketahuan ada seorang
diberikan seperti yang kalian diberikan
yaitu kenabian. Bukan cuma khusus Bani
Israil ternyata ada nabi dari selain
Bani Israil itu
Arab. Atau mereka bakalan mendebat
engkau di hadapan Rabb kalian. Apa kata
Ibnu Kir? Saya bacakan. Lairu maakum
minal ilmi lil
musliminamu minkum. Janganlah
kalian menceritakan atau mengabarkan
ilmu yang kalian miliki kepada kaum
muslimin sehingga mereka akan belajar
ilmu tersebut dari kalian.
sehingga mereka akan sama dengan kalian
fi terkait ilmu
tersebut. Bahkan mereka menjadi lebih
spesial karena mereka imannya kuat tidak
seperti
kita yang kalau tidak sesuai dengan
duniawi kita tidak lakukan yang
enak-enak kalau haram kita halalkan
aja. A yuhajukum
bihibikum ya. atau mereka bakalan
jadikan itu sebagai landasan untuk
mendebat kalian di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Ya, maka
ini mereka saya ingatkan sudah kalau ada
apa-apa enggak usah cerita, diam aja.
Jangan diskusi sama orang beriman kalau
diskusi sama ahlul kitab. Tetapi di
tengah-tengah ayat ini Allah
berfirman kalau kita perhatikan ayat
ee 73 tadi. Wala tminu illa liman
tabiinakum. Janganlah kalian percaya
merasa aman kecuali kepada orang yang
mengikuti agama kalian. Kemudian Allah
masukkan jumlah iktiradiyah itu.
Iktiradi itu bahasa Arab artinya apa ya?
Jadi sebenarnya ayatnya kan begini.
Perhatikan coba. Coba sama-sama ayat 70
eh 3. Wala tminu illa liman tabiinakum.
Harusnya langsung loncat anta qul innal
huda hudallah itu seharusnya tidak
ada. Itu
namanya kalimat yang diselipkan oleh
Allah. Baru lanjut kalimat selanjutnya.
Jadi kalau dalam secara urutan bahasa
Arab harusnya walau illa liman
tabiinakum ya ahadum mlitum
yuhjukumikum. Janganlah kalian percaya
sesama kecuali sesama kalian. Kalau
jangan cerita kepada selain kalian,
khawatir nanti ada orang dapat ilmu yang
seperti yang kalian berikan. Ya, di
tengah-tengah itu Allah selipkan namanya
jumlah iktiradiah. Yaitu suatu statement
yang Allah selipkan di tengah-tengah di
antara satu kalimat yang panjang. Ini
statement satu diselipin satu statement
tengah-tengah. Allah katakan qul
katakanlah innal huda hudallah. Petunjuk
adalah petunjuk milik siapa? Allah. Ya.
Baru Allah mengatakan ayta. Jadi sebelum
mereka lanjutkan, Allah sudah selipkan
satu perkataan, katakanlah hidayah di
tangan Allah. Artinya ini dua tafsiran.
Tafsiran pertama, percuma dakwahi
Yahudi. Percuma karena hidayah di tangan
apa? Allah. Karena mereka sudah tahu
kebenaran. Mereka tidak mau. Bahkan
mereka menyembunyikan. Kamu mendakwahi
orang Yahudi sampai mampus tua masuk
Islam. Karena hidayah di tangan apa?
Allah Subhanahu wa taala. Ini tafsiran
pertama. Tafsiran kedua, hidayah di
tangan Allah terserah Allah. Mau kasih
hidayah kepada Bani Israil, mau kasih
hidayah kepada selain Bani Israil.
Kenapa kau membatasi hidayah Allah hanya
kepada Bani Israil? Ini dua tafsiran.
Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka,
katakanlah wahai Muhammad sallallahu
alaihi wasallam kepada mereka, qul innal
huda hudallah petunjuk urusan Tuhan,
bukan urusan kedian. Allah mau kasih
hidayah kepada siapa? Allah matahani
hidayah dari siapa? Allah menyatakan
siapa terserah Allah Subhanahu wa
taala. Allah mengatakan, "Innaka tahdi
man ahbabta." Kau tidak bisa beri
petunjuk kepada orang yang kau cintai.
Walakinallah yahdi yasya. Tapi Allah
beri petunjuk kepada yang Allah
kehendaki. Wahua alum bil muhtadin. Dan
Allah tahu siapa yang berhak mendapat
hidayah. Ketika Nabi sallallahu alaihi
wasallam ingin pamannya dapat hidayah
ternyata enggak bisa. Sama ya. Makanya
saya sering bilang hidayah itu
benar-benar mulia di tangan Allah
Subhanahu wa taala. Sudah terbuka segala
tanda-tanda kebenaran tapi orang tidak
beriman. Yahudi sudah benar-benar tahu
Muhammad itu benar. Mereka sudah sampai
hijrah pergi dari Syam menuju ke
Madinah, menuju ke Hijaz, ke Madinah.
Kemudian mereka pergi ke Khaibar karena
mereka tahu nabi tersebut akan berhijrah
ke tempat yang banyak kurmanya. Mereka
sudah nunggu di situ
bergenerasi-generasi nunggu nabi
tersebut datang. Begitu nabi itu datang,
mereka malah
[Musik]
kufur. Dan mereka tahu tentang nabi
tersebut. Y'arifunahu kama ya'rifuna
abnaahum. Mereka kenal Muhammad
sebagaimana mengenal anak-anak mereka.
Mereka tahu
ciri-cirinya, ciri fisiknya, tanda
kenabiannya, sifatnya, akhlaknya,
munculnya di mana, mereka tahu. Namun
mereka tidak menduga nabi terakhir
tersebut ternyata dari suku
Arab. Sampai begitu semangat
agar tidak ada nabi Arab. Sampai kata
para ulama dalam perjanjian lama tidak
disebutkan kisah Nabi Saleh dan Nabi
Hud. Karena Nabi Saleh, Nabi Hud itu
nabi Arab.
Si maksud saya nabi Arab tuh bukan baru
pada Muhammad. Sudah pernah ada nabi
Arab sebelumnya. Nabi Saleh, Nabi apa?
Hud. Kaum Ad sama kaum
Tsamud. Itu dalam Taurat enggak
ada kisah kaum Tsamud sama kaum apa? Ee
kaum Ad itu kaum Arab. Sudah ada nabi
Arab. Sekali membantah mereka muda.
Kenapa tidak ada nabi Arab? W sebelum
Nabi Musa sudah ada nabi Arab
sebelumnya. Jadi mereka menyembunyikan.
Jadi bukan cuma kisah Muhammad yang
mereka hilangkan dari Taurat, kisah Nabi
Saleh, Nabi Hud juga mereka hilangin
karena itu Nabi
Arab. Jadi Allah mengatakan qul innal
huda hudallah petunjuk-petunjuk hak
Allah, prerogatif Allah. Allah mau kasih
siapa? Mau kasih siapa terserah Allah
Subhanahu wa taala. Ya. Dan ini hasad.
Tidak pengin ada yang ungguli dia. Ini
hasad sifatnya orang
Yahudi. Makanya mereka mengatakan
ahadumitum. Jangan sampai ada orang
mendapatkan seperti yang kalian miliki.
Pengin dia paling spesial, pengin paling
nomor satu, pengin dia yang
diistimewakan, tidak ada yang bisa
menyamainya.
Subhanallah. Nah, ini menimpa siapa
saja.
Makanya kalau ada ustaz bilang tidak
boleh ngaji sama yang lain, sama saya
aja Yahudi
bilang Yahudi. Ustaz
Yahudi jangan belajar sama dia, belajar
sama saya aja tanpa ada
alasan. Kalau ada alasan ustaz itu
menyimbang, oke ini ada alasan gak? Gak
usah ngeri
ya. Pengin selalu unggul paling top.
dengan berbagai macam dalih supaya dia
yang paling top. Ini ustaz Yahu
Yahudi ya, akhi orang siapa kita? Memang
kita Syaikhul Islam di Taimiyah. Kita
ini mau cetek semua ilmu
kita. Tayib.
Ee jadi qul innal huda hudallah tadi dua
tafsiran. Pertama, hidayah yang kasih
Allah. Mau memberi petunjuk kepada
Yahudi susah. Sudah tahu kebenaran tapi
tidak mau beriman. Yang kedua, kalau
Allah mau kasih hidayah kepada siapa
saja yang Allah
kehendaki. Makanya set itu Allah
berfirman, Allah katakan lagi, qul innal
fadla biyadillahi yutihi yasya.
Ketahuilah karunia itu di tangan Allah.
Allah mau kasih siapa saja terserah
Allah subhanahu wa taala.
Ya Allah yang memberi dia almuti
almani. Allahumma la mani w
manta. Tidak ada yang bisa mencegah
kalau kau kasih ya dan tidak ada yang
bisa mengasih kalau kau
cegah. Kemudian Allah berfirman,
"Wallahu wasiun alim." Sesungguhnya
Allah maha luas karunianya, kebaikannya
alim dan maha mengetahui siapa yang
berhak Allah kasih karunianya. Kemudian
Allah berfirman, "Yasu birahmatihi
yasya." Allah mengkhususkan rahmatnya
kepada siapa yang Allah kehendaki. Ya,
seb tafsir mengatakan rahmat sini
maksudnya kenabian. Allah mengkhususkan
Muhammad kenabian terserah Allah.
Yaktasu birahmati yasya. Allah berikan
rahmatnya itu kenabian.
Ya sering Allah mengungkapkan rahmat
maksudnya kenabian. Makanya seb lama
berdalil dengan ini
ee ketika mengatakan Khadir adalah Nabi
ya
ee ee apa namanya?
kami telah berikan kepada Khadir
rahmatan minina maksudnya kenabian dari
kami. Intinya
ehm Allah mengkhususkan rahmatnya kepada
siapa yang kehendaki. Maksudnya Allah
mengkhususkan kenabian. Wallahul
fadlilim. Yaitu Allah berikan Nabi
Muhammad sebagaimana Allah berikan
kepada nabi-nabi sebelumnya. Allah
berikan kepada Nabi Isa, Allah berikan
kepada Nabi Musa, Allah berikan kepada
nabi-nabi sebelumnya
banyak. Terserah Allah. Wallahuul
fadlilim. Dan dialah Allah yang maha
pemilik karunia yang besar. Ya, kenabian
karunia yang luar biasa. Iman karunia
yang luar biasa. Keyakinan karunia yang
luar biasa. Qanaah karunia yang luar
biasa. Sabar karunia yang luar biasa.
Allah beri karunia-karunia besar kepada
yang Allah
kehendaki. Kalau orang bisa qanaah luar
biasa, bisa sabar luar biasa, bisa
khusyuk luar
biasa. Ini karunia luar
biasa. Seperti Rasul sahu alaih
wasallam, wya
ahadun khairan wausa minar. Tidaklah
seorang diberi karunia lebih luas, lebih
baik daripada
sabar. Tib. Makanya ibu-ibu bersabar.
Jangan suka
ngeluh. Kita lanjutkan. Kemudian Allah
berfirman tentang ahlul kitab. Allah
subhanahu wa taala, wamin ahlil kitabi
man
inhuintin
yaddihum bidinarin ladi
maumta. Di antara ahlul kitab ada yang
kalau kau percayakan, kau amanahkan
harta yang banyak
kintar ratusan juta, miliaran.
Dia akan
kembalikan amanah
tersebut. Di antara mereka ada kau
titipkan satu emas, satu keping dinar,
yaitu 4 seat gram emas tidak begitu
banyak, dia enggak bakalan kembalikan
kepada engkau. Dikasih wadiah, titipan
dia akan
kembalikan. Kecuali kau
tongkrongi, kau tongkrongi, tagih terus.
E mana mana mana. Lama-lama baru dia
kasih.
Tapi yang satunya kau titipkan uang
banyak mungkin miliar-miliar,
beribu-ribu dinar, kapan kau minta dia
langsung
kasih. Adapun yang tidak mau kasih,
kenapa? Kata Allah, "Dalika biannahum
qalu laisa ala fil umina sabil." Karena
ya sebagian Yahudi mengatakan enggak ada
urusan kita tidak ada dosa terhadap
orang-orang Arab. Kita enggak kembalikan
duitnya, enggak ada masalah. Subhan ini
akidah mereka.
akidah Yahudi-Yahudi Bahlul seperti
[Musik]
ini. Dan mereka mengatakan nama Allah
apa yang mereka tidak ketahui. Di sini
menunjukkan bagaimana insafnya, adilnya
Allah. Allah tidak menyamaratakan semua
orang apa? Yahudi. Bani Israil ada yang
beriman, ada yang kafir. Paham? Bani
Israil ada yang beriman, ada yang kafir.
Yang kafir pun ada yang amanah, yang
tidak amanah. Tidak semua
sama. Nasra pun demikian. Ada yang aman,
yang tidak amanah. Ada Nasra yang
akhirnya masuk Islam. Ada banyak. Dan
ada nasarat meskipun kafir ada yang aman
yang ada yang amanah ada yang tidak
amanah. Jadi tidak tidak dipukul rata.
Tidak pukul
rata. Dan saya bacakan kisah yang
disebutkan oleh Imam Bukhari ini
disebutkan saya bacakan sini karena Ibnu
Katsir menyebutkan kisahnya meskipun ini
sudah pernah saya ceramahkan khusus
tentang kisah menakjubkan tentang
tawakal ya. Kalau ikhwan dan akhwat
sempat ada waktu dengar di YouTube,
tulis di apa? Di YouTube cari judulnya
kisah tawakal yang menakjubkan.
Kira-kira demikian ya. Kisah tawakal
yang menakjubkan. Tapi saya bacakan sini
kisah tersebut karena itu indah. Saya
ulangi lagi. Ini contoh ahlul kitab yang
beriman dan
amanah dan luar biasa
amanahnya. Di luar daripada nalar
amanahnya kedua orang tersebut. Dua
kisah, dua orang yang saling amanah luar
biasa. Sama-sama menakjubkan. Saya
bacakan ee hadis ini diriwayatkan oleh
Imam Bukhari dalam sahihnya dari Abu
Hurairah radhiallahu anhu dari
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bahwasanya Rasulullah menyebutkan
seorang dari Bani Israil saya langsung
terjemahkan saala yaitu dia minta kepada
kawannya agar meminjamkan 1000 dinar.
Dia minta pinjaman 1000 dinar. 1000
dinar itu berapa? Kalau dikonversikan
sekarang 1 dinar 4 1/4 gram emas. 1000
dinar berarti 1250 gram. 1 kilo 250 gr
emas. Eh 1 kilo ee 4 kilo ya. 4 kilo 2
kom apa? 4,25 kilo. 4,25 kilo. Banyak
tenan
ya. Kalau emas sekarang berapa? 1 gram
emas
murni 1,9 ya. Berarti uang ini kalau
dikonversi sekarang kira-kira 7 miliar
atau 8 miliar. Kalau dikonversikan apa
sekarang ini ada orang pinjam uang 7
miliar. Banyak apa sedikit? Banyak ya.
Tib. Jadi pinjam uang 1.000
dinar. Maka orang yang mau dipinjamin
dua-dua orang saleh. Sama-sama Bani
Israil sama-sama amanah. Maka yang mau
dipinjam yang mau minjamkan, dia bilang,
"Datangkanlah
ee apa namanya? Saksi-saksi supaya saya
minta mereka jadi saksi." saksi 2 3 4.
Kalau ada saksi sini ini uang bukan
sedikit bukan Rp100.000 ya. Ini berapa?
8 miliar. Sedikit apa banyak?
Banyaklah. Saya butuh saksi. Orang ini
yang meminjam dia bilang kafa billahi
syahid. Enggak ada cukup Allah jadi
saksi. Repot ini. 8 miliar saksinya
siapa? Allah.
Repot. Kafa billahi syahida. Cukuplah
jadi saksi. Tib. Kalau gitu bil kafil.
Datangkan penanggung jawab. Kalau kau
enggak bisa bayar, ada penanggung jawab
yang saya mau
kejar. Kata dia, kafa billahi wakil
kafila. Cukup Allah jadi penanggung
jawab. Wah, repot ini ya. Kalau
Rp100.000 cuma R juta sudah enggak usah
catat, enggak usah saksi aman. Ini 8
miliar atau kurang lebih ya. Saksi mana?
Allah. Penanggung jawab
Allah.
Repot. Akhirnya orang ini karena
sama-sama bertakwa dari Bani Israil
berkata, "Sodakta kau benar. Cukup Allah
jadi saksi, cukup Allah jadi tanggung
jawab. Maka dia pun kasih 1.000 dinar
yaitu sekitar 8 miliar kurang
lebih rupiah. Kemudian dia sebutkan,
"Kau harus bayar pada tanggal sekian."
Ada ajal musamma, yaitu waktu yang
dihitungkan waktu jatuh
tempo.
Akhirnya dia pun jatuh waktu jatuh tempo
tersebut. Menjelang jatuh tempo, maka
orang ini cari kapal untuk bayar hutang.
Jadi dia pergi ke tempat lain
ya. Ee jadi dia pergi ke tempat lain
sehingga terpisah antara dia dengan
orang yang menjamkan duit tersebut dan
tiba waktunya mungkin dia bekerja atau
apa dia tiba waktunya dia untuk bayar
hutang. Maka dia
pun
ee cari kapal yang bisa mengantarkan dia
ke tempat orang
tersebut sehingga pas waktu jatuh tempo
dia sudah tiba di orang tersebut untuk
bayar hutang. Dia
amanah. Maka dia tentu cari waktu
sebelum jatuh tempo. Cari kapal. Cari
kapal. Sudah bawa duit ini 1.000 dinar
ma bayar
hutang. Ternyata dia tidak dapat kapal
yang bisa mengantarkan dia. Cari cari
cari. Waduh, sementara bentar lagi jatuh
tempo dan dia tidak mengg dulu enggak
ada WhatsApp telepon eh Afan enggak ada
kapal enggak ada enggak ada telepon
enggak ada ya enggak ada video call
ya dia juga enggak bisa ke mana ke
Sidratul Muntaha enggak
bisa enggak bisa tut mata bim salabim
tiba sebelah sana enggak juga ya ini
orang saleh enggak bisa apa-apa kapal
enggak ada akhirnya dia pun ambil kayu
dia lubangin
Kemudian dia masukkan 1.000 dinar situ
dia tutup nekad daripada dia dosa
melanggar peraturan sudah jatuh tempo
tidak bayar karena ini kewajiban hutang
bayar sesuai dengan jatuh tempo.
Kemudian dia tulis turus di situ ya
tulis surat ini dari saya untuk bayar
hutang buat engkau masukin dalam kayu.
Dia
ikat
kemudian dia bawa ke laut kemudian dia
lempar ke laut. Dia berkata Allahumma
dia berdoa kepada Allah
inakaamu fulanan
alarinallahidan. Ya Allah engkau telah
tahu bahwasanya aku pernah pinjam uang
kepada si fulan 1000 dinar. Lantas dia
minta penanggung jawab untuk pinjaman
tersebut. Maka aku berkata, "Cukuplah
Allah sebagai penanggung jawab dan dia
rida dengan hal tersebut dan dia minta
kepadaku datangkan saksi atas pinjam
utangutang utang piutang tersebut dan
aku berkata, cukuplah Allah sebagai
saksi dan ternyata dia rida engkau jadi
saksinya." Wa inni jahattu an ajida
markaban abu ilaihu falamqdir. Dan aku
sudah berusaha keras mencari kapal agar
aku bisa kirim 1000 dinar ini. Namun aku
tidak mendapatkannya.
Iniauduka aku titipkan kepada engkau
1000 dinar
ini. Biha filhar.
Lempar luar biasa. Ini kayu masuk ke
dalam
laut
sementara. Dan dia masih terus nunggu.
Bukan berarti dilempar dia pulang.
Enggak. Masih tunggu kapal datang. Siapa
tahu ada kapal.
tetap dia siapin uang yang lain. Siapa
tahu itu kayu enggak sampai kan
kemungkinan enggak sampai
99,99% lempar kayu enggak tahu yang
dapat ikan hiu, ikan paus. Jadi dia
bukannya sekedar itu. Sudah saya sudah
bayar urusan ya, kamu enggak dapat salah
sendiri, maksudnya sudah kirim kan
enggak
bisa. Enggak dia tetap cari kapal ya.
Tetap cari kapal.
Kemudian orang yang tadi memberi piutang
akhirnya juga nunggu di
pelabuhan.
Nunggu-nunggu siapa tahu ada kapal yang
datang bawa titipan apa titipan uang
tersebut. Dia tutup dia tunggu. Tunggu,
tunggu, tunggu. Ternyata enggak
ada-ada. Tiba-tiba ada kayu. Faid bil
khasabati fihal mal. Tiba-tiba kayu
tersebut
muncul. Kemudian dia bawa. Ini daripada
enggak dapat duit, mending dapat kayu.
Lumayan buat kayu
bakar. Kata kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, faakha
liahlian. Dia ambil kayu tersebut
niatnya untuk jadi kayu apa? Kayu bakar.
Bawa pulang ke rumah. Ya Allah sudah
atur semuanya. Tatkala dia pecahkan di
rumahnya tiba-tiba ada harta dan ada
kertas
surat. Ya. Dia baca, "Oh, terbal ini
uang dari saya buat engkau." Berarti dia
tahu ini bayar hutang.
Akhirnya orang yang tadi pinjam uang
dapat
[Musik]
kapal berangkat ke tempat dia bawa duit
enggak? Bawa 1000 dinar yang
lain. Maka dia bawa uang 1.000 dinar.
Dia kayak enggak tahu karena dia tadi
saya katakan kemungkinan kayu sampai 99
eh tidak sampai
99,9%. Kemungkinan sampai
0,001%. Laut luas ya akhi. Laut luas
ini. Ee kayu ke sandung, kayu ke mana?
ke bawa ikan lumba-lumba, ke makan ikan
paus, kemungkinan besar pecah di tengah
laut, ketabrak apa 0,001%
probability-nya sangat rendah. Makanya
dia tidak ber dia sudah tawakal tapi dia
tetap berusaha dia bawa 1000 dinar yang
lain. Kemudian sampai ketemu dengan yang
kasih utang maka dia minta maaf. Dia
bilang, "Wallahi ini orang saleh." Mail
jahidan fi markabinaka.
Saya sudah berusaha cari kapal untuk
bisa datang pas waktu jatuh tempo, tapi
qadarullah enggak ada. Famaajat markaban
qblzi ataitu fi kapal sebelum kapal yang
ini tadi saya datang. Saya telat, mohon
maaf, tapi ini 1000
dinar. Yang dapat kayu tadi dia tanya,
"Hal kunta
ba?" Apa kau aku pernah ngirim sesuatu
kepadaku? Maksudnya kau pernah kirim
kayu enggak?
Orang ini subhanallah dia tidak bilang
iya pernah pernah emang dapat gak?
Enggak dia dia tenang aja dia bilang
apa? Wallah subhanallah orang butuh
keikhlasan. Kalau dia, kalau kita
mungkin saya kirim sampai wah wali benar
saya. Dia enggak. Dia tidak mau dipuji
sama sekali. Dia pura-pura tidak tahu.
Dia tidak membohongkan hal tersebut.
Tidak. Dia tidak bohong. Dia tidak
mendustakan. Dia dia malingan
pembicaraan. Orang itu tanya, "Kau
pernah ngirim sesuatu pada saya enggak?
Maka dia palingkan pembicaraan dia
mengatakan, "Alamam
ukbirka lam ajid markaban." Kan tadi
saya sudah bilang, "Saya tidak dapat
kapal kecuali yang
tadi." Dia tidak bilang, "Saya tidak
pernah kirim." Enggak. Dia palingkan
bicara dia mengatakan, "Saya kan sudah
bilang saya baru dapat kapal ini tadi.
Sebelumnya saya enggak dapat apa kapal."
Sudah orang ini tidak tahu yang ya
akhirnya yang
yang kasih piutang tadi berkata fainna
dan dia jujur juga.
Dia bilang,
"Finallahaqah." Sungguhnya Allah telah
bayarkan hutangmu. Allah kirim lewat
kayu. Sudah pulang aja enggak perlu
bayar. Subhanallah. Dua-duanya sama-sama
apa? Amanah. Kalau kita 8 miliar, "Oh,
kok enggak pernah kirim?" Ya udah, sini.
Kalau kita sebagian kita, bukan kita
semua, sebagian kita
banyak. Kok enggak pernah kirim beneran?
Oh, berarti itu rezeki dari Allah.
berarti ya sudah sini 1.000 dinar.
Subhanallah. Dia bilang, "Jujur, sudah
kok sudah dibayarin. Sudah, pulang aja."
Subhanallah. Yang ini juga tidak pamer
diri. Oh, memang saya yang kirim. Sampai
kan lihat siapa saya. Ah, gak
ada. Ujub gak ada. Maksudnya
menakjubkan. Lua orang ini. Mana yang
lebih hebat? Yang pertama atau yang
kedua? Hah? Dua-duanya hebat. Dua-duanya
apa? Hebat. Luar biasa. Ini kisah
tawakal dibawakan oleh Ibnu Katsir
ketika menafsirkan ayat ini. Dia ingin
menyampaikan bahwasanya ahlul kitab
tidak satu model. Di antara mereka ada
yang beriman, di antara mereka ada yang
yang
kafir. Yang kafir pun tidak satu model.
Ada yang amanah, ada yang tidak
amanah. Oleh karena Rasulull sahu alaihi
wasallam ketika hijrah beliau menyewa
seorang musyrik namanya Abdullah ibn
Uraaiqit sebagai penunjuk jalan. Padahal
dia agamanya syirik seperti agamanya Abu
Jahal dan Abu Lahab.
Tapi karena dia amanah, Rasulullah sewa.
Di lain kali, di lain sisi ketika ada
orang musyrik ingin bantu Nabi perang,
Nabi bilang, "Enggak, la astainu bim
musyrik." Saya tidak minta tolong sama
seorang musyrik. ada situasi kondisi
kadang oke kadang enggak tergantung
situasi dan kondisi. Sehingga para ulama
mengatakan zaman sekarang kalau ada
kafir yang amanah kita boleh
berinteraksi dengan urusan duniawi.
Misalnya dalam kesehatan, dalam
pengobatan, dalam pengurusan apa ah hal
tidak semua urusan. Ada sebagian kawan
yang pemegang uang dia orang kafir
karena amanah. Sudah lama terkenal apa
amanah. boleh-boleh saja urusan duniawi.
Urusan
duniawi. Maka di sini Allah mengatakan
di antara ahlul kitab ada yang jika kau
pasrahkan, kau amanahkan kepada dia
harta yang banyak, dia bakalan
kembalikan dengan mudahnya. Dan di
antara mereka ada yang kalau kau
pasrahkan satu dinar saja dia tidak akan
kembalikan kecuali kau
tongkrongi. Alaihi qoim kecuali kau
tongkrongi nagi nagi nagi terus baru kau
bisa dapat. Kenapa dia tidak mau bayar
hutang? Kalau kau tidak tagi dia enggak
bayar. Dalikaannahum q karena mereka
berpendapat laisa al uminiil. Kami tidak
dosa kalau ngambil harta dari
orang-orang umiyin. Umiyin maksudnya
orang-orang Arab. Kenapa disebut dengan
umiyin? Ada dua pendapat dinisbahkan
dari ummi. Ummi itu maksudnya sebagian
ulama mengatakan karena dulu orang-orang
Arab yang belajar tulismenulis baca
tulis biasanya orang laki-laki. Yang
perempuan di rumah aja enggak enggak
belajar. Zaman jahiliah. Wanita-wanita
tidak belajar apa tulis. Sehingga
dikatakan orang yang tidak bisa tulis
disebut ummi. Disandarkan kepada seorang
ibu rumah tangga di rumah yang tidak
tahu baca tulis. Ini pendapat pendapat
kedua disebut umiyin. Orang tidak bisa
baca itu disebut umiyin karena
dinisbahkan kepada ibunya. Ketika ibu
ibunya melahirkan dia, dia tidak bisa
baca, tidak bisa tulis sehingga
dinisbatkan kepada umi. Intinya
maksudnya selain kami, kami tidak
mengapa ambil hartanya. Dan ini
termaktub dalam akidah mereka ya. ketika
didapatkan protokol apa dalam dalam
misalnya dalam e kitab ee ee apa
namanya? Mereka punya sumber tiga tiga
hukum. Yang pertama Taurat, yang kedua
Talmud, yang ketiga ee protokolat yang
mereka sepakati yaitu kesepakatan rapat
bersama. Kalau enggak salah di Talmud
atau di protokolat orang Yahudi
mengatakan semua harta bahwasanya
manusia makhluk diciptakan oleh Tuhan
untuk kita untuk melayani kita. Semua
manusia suku apapun diciptakan oleh
Allah untuk melayani kita. Dan kedudukan
mereka sama seperti hewan. Hanya saja
Allah menciptakan mereka dalam bentuk
manusia supaya bisa kita
suruh-suruh, supaya bisa kesesuaian
manusia berkhidmat kepada manusia.
Adapun keduuran mereka seperti hewan dan
seluruh harta mereka adalah harta kita.
Kita boleh ambil tidak usah
dikembalikan. Seluruh harta manusia
karena mereka diciptakan untuk melayani
kita maka seluruh harta mereka adalah
harta harta
kita. Dan janganlah seorang dari kita
yaitu orang Bani Israil bermuamalah
dengan non non Bani Israil kecuali
dengan riba sebisa mungkin. Padahal riba
di antara mereka haram. Jadi mereka
ngeri ya. Maka di antaranya Allah
sebutin ini benar bukannya Allah cerita
benar dan sampai sekarang masih masih
begitu ya. Kata mereka laaisa alaina fil
umyinail. Kita enggak ada dosa mau
ngambil harta. Non Bani Israil, non
Yahudi. Apa masalahnya? Kalau tagi-tagi
ya kasih. Kalau enggak tagi enggak usah,
enggak usah kembaliin.
Ya. Kemudian Allah bantah kata Allah,
"Waquluna alallahil kadiba wahum
y'lamun." Dan mereka berdusta nama Allah
dan mereka mengetahui. Maksudnya itu
tidaklah keyakinan ini muncul kalau
harta nonyahudi boleh kita ambil kecuali
dari fatwa ulama mereka, rahib-rahib
mereka, rabi-rabi
mereka. Sehingga dia berfatwa. Dan
namanya fatwa berarti atas nama Allah
Subhanahu wa taala. Hati-hati. Fatwa itu
atas nama siapa? Allah. Dia menghalalkan
yang haram, mengharamkan yang halal. Ini
diahamkan, menghalalkan yang haram.
Harta orang mereka dihalalkan atas nama
Allah subhanahu wa taala mengatakan
hukumnya kalau non Yahudi boleh ambil
kata Allah itu dusta atas nama Allah.
Padahal mereka tahu itu tidak boleh.
Sil. Allah berfirman, "Bala manfa
biahdihi wattaq fainnallaha yuhibbul
muttaqin." Bahkan sebaliknya, siapa yang
menunaikan ee janjinya,
ya siapa yang menepati janjinya dan
bertakwa. Fainnallaha yuhibbul muttaqin.
Sungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang yang bertakwa. Ya, jadi maksudnya
motivasi ya. Siapa yang bertakwa, ada
janji, ada amanah dikembalikan. Allah
mencintai orang seperti ini. Kemudian
ee yang apa namanya? Bertakwa maksudnya
meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh
Allah subhanahu wa taala. Maka Allah
mencintai orang yang bertakwa. Di antara
sebab seorang dicintai oleh Allah adalah
bertakwa. Di sini subhanallah mengatakan
takwa di sini maksudnya meninggalkan
kemaksiatan. A faabiahdih menunaikan
janjinya. Di antaranya janji untuk
menjalan ketaatan dan attaq yaitu
meninggalkan kemaksiatan. Sesungguhnya
Allah mencintai orang yang ber yang
meninggalkan kemaksiatan. Ini motivasi
bagi kita agar kita dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Kita cari muka sama
Allah Subhanahu wa taala. Ketika ada
sarana maksiat kita
tinggalkan. Kapan kita tinggalkan
maksiat, Allah
cinta. Kapan kita tinggalkan maksiat,
Allah cinta sama kita. Ada yang mau kita
tonton, ada yang mau kita dengar, ada
yang mau kita bicarakan, ada yang mau
ini maksiat kayaknya saya berhenti deh.
Berhenti. Allah cinta sama kita ya.
Maksiat banyak kita tinggalkan. Kita
cintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
Bab demikian saja. Insyaallah nanti kita
lanjutkan pada kesempatan yang lain.
Wabillah taufik walhidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:00 UTC
Categories
Manage