Kind: captions Language: id Sehingga di awal-awal Ali Imran banyak pembahasan tentang ahlul kitab baik dari kalangan Nasra demikian juga kalangan Yahudi. Allah berfirman pada ayat ke 69, Wadifatu min ahlil kitabi la yudillunakum w yudilluna illa anfusahum w yasurun. Segolongan dari ahlul kitab waddat yaitu berkeinginan berangan-angan. Sebagian dari ahli kitab seandainya mereka bisa menyesatkan kalian dan tidaklah mereka menyesatkan kecuali diri mereka sendiri dan mereka tidak sadar akan hal tersebut itu mereka tidak menyadarinya. ee ayat ini ya Allah Subhanahu wa taala mengabarkan kepada kaum mukminin tentang makar yang dilakukan oleh sekelompok ee yang buruk dari kalangan ahlul kitab, baik dari kalangan Yahudi maupun dari kalangan Nasra yang mereka bersemangat sampai disebut waddat yaitu ingin semangat seandainya mereka bisa menyesatkan kalian. Ini sebagaimana Allah sebutkan dalam ayat yang lain, Allah berfirman min ahl kitabiunakum baikum [Musik] kuarusimul. Kata Allah, banyak dari ahlul kitab yang berkeinginan, berangan-angan untuk bisa membuat kalian murtad. Setelah Islam beriman dijadikan murtad oleh mereka. Hasadan mini anfusihim. Karena mereka hasad. Hasad dari diri mereka. Padahal telah jelas kebenaran bagi mereka. Kalau Yahudi mereka tidak ingin para sahabat untuk masuk agama Yahudi. Karena bagi mereka Yahudi adalah agama ras. Agama ras. Sehingga tikinan mereka itu agar para sahabat yang dahulunya musyrikin murtad jangan beriman kepada Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tidak harus masuk ke agama mereka karena mereka agamanya ras. Ras Yahudi, ras Bani Israil. Tapi mereka hanya ingin bagaimana menghalangi orang-orang untuk beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau sudah beriman, bagaimana? disesatkan, dibuat ragu untuk meninggalkan agar meninggalkan agama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Adapun orang-orang Nasra mereka ingin kaum muslimin berpindah kepada agama mereka. Karena bedanya Nasra, Nasra agama bukan ras lagi, bukan khusus buat Bani Israil. Tetapi semua orang boleh masuk Nasra. Ini saya sering sebutkan salah satu sebab kenapa orang Yahudi tidak suka dengan orang Nasra. Karena Nasra menjadikan agama Bani Israil menjadi internasional sehingga mereka tidak spesial lagi. Padahal mereka menganggap mereka adalah ras yang terbaik, ras yang termulia, suku yang termulia. Ee Syb'bullahil Mukhtar yaitu bangsa yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa taala. Sehingga agama alyahudiyah hanya khusus buat Bani Israil. Intinya baik kalangan Yahudi maupun kalangan Nasra ingin agar kalian wahai para sahabat atau kalian kaum mukminin sesat. Sesat yaitu meninggalkan agama agama kalian ya. Entah menjadi murtad entah menjadi musyrik ee entah mengikuti agama Nasra. Adapun orang Yahudi sebagaimana Allah sebutkan dalam ayat yang lain, hasadan mini anfusihim. Mereka hasad. Mereka hasad. Mereka ingin kalian hasad karena mereka hasad karena mereka tidak mau ada nabi lagi dari suku yang lain. Muhammad dari suku apa? Arab. Mereka maunya nabi cuma dari Bani Israil dan nabi mereka. Ya. Adapun Muhammad dari suku Arab, mereka tidak mau sehingga mereka hasad. Mereka ingin ee orang-orang yang sudah masuk Islam untuk murtad kembali. Di sini yang menakjubkan Allah berfirman, "Mereka ahlul kitab, sekelompok ahlul kitab ya tidak semua tentunya ada yang ahlul kitab cuma beribadah, beragama, menjalankan kehidupan keseharian, tidak peduli dengan agama Islam, yang penting masing-masing hidup nyaman, pikir dunia saja." Tapi sebagian ah kitab tidak. yang tidak hanya memikirkan kehidupan duniawi semata, tapi dia juga memikirkan bagaimana agama, bagaimana menjadikan agama mereka unggul, bagaimana membuat kaum muslimin kafir, murtad, sesat. Itu ada di antara mereka ada yang seperti itu. Dan kita tahu bahwasanya ee mereka terus lakukan hingga sekarang ya. Ya, sehingga mereka mendakwahi juga orang-orang Islam agar murtad ya. agar meninggalkan agama Islam. Di sini yang menakjubkan Allah berfirman, "Lau yudillunakum." Mereka berangan-angan untuk menyesatkan kalian wama yudilluna illa anfusahum. Sementara mereka tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri. Wama yasy'urun. Dan mereka tidak sadar apa maksud Allah mengatakan mereka ingin kalian sesat tapi sebenarnya mereka menyesatkan diri mereka sendiri sementara mereka tidak sadar. Eh dijelaskan oleh para ahli tafsir di antaranya As Syekh S'di ya. Kenapa ketika mereka beringin berkeinginan ya berangan-angan agar bisa menyesat menyesatkan kalian tentunya mereka akan melakukan aksi dan usaha ya aksi dan usaha untuk menghalangi jalan kebenaran atau orang yang sudah masuk Islam untuk dimurtadkan. Semakin mereka beraksi, semakin mereka berusaha untuk menyesatkan orang, tentunya mereka semakin berdosa. Kalau mereka semakin berdosa, berarti mereka semakin sesat. Semakin mereka sesat, berarti azab mereka semakin pedih. Semakin pedih. Jadi, ini maksud Allah demikian. Jadi, tidaklah mereka menyesatkan kaum mukminin kecuali mereka menyesatkan diri mereka sendiri. Karena semakin banyak orang yang murtad dari kaum muslimin masuk ke agama mereka, maka mereka semakin besar dosanya, semakin besar siksanya, semakin besar siksanya. Semakin banyak kaum muslimin yang ragu dengan agama mereka akibat perbuatan mereka, ahlul kitab ini, maka ahlul kitab tersebut semakin sesat. Karena menyesatkan, melazimkan dia sendiri semakin apa? Sesat dan melazimkan dosanya semakin besar dan semakin azabnya besar. Allah berfirman dalam ayat yang lain, alladina kafaru wasuilillah zidnahumzaban fauqabi mau yubsidun. Dan orang-orang yang kafir dan kemudian menghalangi manusia dari jalan Allah, kami tambahkan azabnya di atas azab yang sebelumnya akibat kerusakan yang mereka lakukan. Ini dalil bahwasanya ya orang-orang Nasra atau Yahudi dalam kesesatannya, level kesesatannya bertingkat-tingkat. Tidak sama antara Nasra atau Yahudi yang hanya menjalankan kehidupan sehari-hari dengan yang berdakwah untuk menyesatkan kaum muslimin. Beda. Yang berdakwah menyesat kaum muslimin maka level kesesatannya lebih tinggi. Kalau gitu level nerakanya juga high class ya berarti nerakanya semakin apa? Semakin parah. Dan Allah maha adil. Makanya Allah mengatakan alladzina kafaru wasdu sabilillah zidnahumaban fauqalab. Orang-orang kafir dan kemudian menghalangi orang dari jalan Allah, kami tambahkan azabnya. Sama seperti dalam ayat ini, laudillunakum. Mereka berangan-angan agar menyesatkan kalian. W yudilluna illa anfusahum. Sesungguhnya mereka tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri. Semakin mereka berdakwah kesesatan mereka semakin sesat dan semakin sesat semakin diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Wama yasyurun. Dan mereka tidak sadar. Siapa sih yang mau membuat seorang semakin dirinya semakin sesat? Kan enggak ada. Siapa sih yang ingin dia semakin parah di neraka? Gak ada. Tetapi itulah kenyataan. Semakin mendakwahkan kesesatan, menghalangi orang dari jalan kebaikan, maka dia sendiri semakin sesat dan semakin diazab di neraka jahanam. Waliyadubillah. Allah berkata, "Wama yasy'urun." Dan mereka tidak sadar. Kemudian selanjutnya Allah berfirman ayat ke-70, "Ya ahlal kitabi lima takfuruna biayatillahi wa antum tasyhadun." Wahai alkitab, kenapa kalian kufur kepada ayat-ayat Allah sementara kalian mengetahui kebenarannya? Ya, yaitu bahwasanya ya ee kalian tahu apa yang diserukan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya. adalah benar dan kalian tidak ragu akan hal tersebut. Apa yang disebutkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam terutama orang Yahudi, terutama orang Yahudi di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam ya Nabi lebih sering berinteraksi dengan orang Yahudi daripada Nasra ya. Nabi lebih sering berinteraksi dengan Yahudi daripada Nasra. Nabi ketemu Nasra Najran cuma sebentar dalam waktu tertentu. Tapi dengan Yahudi bertetangga. bertangga. Ada tiga kabilah sering kita sampaikan ya. Kabilah Bani Qainuqa, Bani Nadir dan Bani Bani Quraidah. Bani Qainuqa diusir setelah perang Badar karena mereka berkhianat. Ya, Bani Bani Nadir diusir setelah perang Uhud karena mereka juga berkhianat ingin membunuh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bani Quraidah diusir setelah perang Khondaq pada tahun 5 Hijriah. Karena mereka juga memutuskan, mereka yang memutuskan perjanjian dami dan mereka berkhianat ingin ikut menyerang kaum muslimin ketika terjadi peristiwa perang Khondq. Dan akhirnya mereka bukan diusir, mereka dibunuh. Adapun Bani Qaniqa diusir, diusir, Bani Nadir diusir, Bani Quraidah di dibunuh. Ya, setelah itu baru kemudian pada tahun 7 Hijriah Rasul sahu alaihi wasallam menyerang Khaibar pusatnya Yahudi. Jadi interaksi Nabi dengan orang Yahudi lebih banyak ya. Nasra cuma sedikit ya. Tetapi mereka ini semua tahu tentang kebenaran apa yang dibawa oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya buktinya ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengajak orang Nasra untuk mubahalah, mereka berani enggak? Enggak berani. Sebagian pertemuan lalu kita sudah bahas. Karena mereka tahu apa yang dibawa oleh Muhammad benar. Yahudi lebih tahu lagi. Yahudi lebih tahu lagi. Ya. Dan mereka tahu tentang ayat-ayat Allah. Apa yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tidak ada kontradiktif. Semuanya benar. Makanya Allah mengatakan, "Ya ahl kitabi lima takfuruna biayatillah." Wahai ahlul kitab. Kenapa kalian kufur kepada ayat-ayat Allah waum tasyhadun? Sementara kalian menyaksikan akan kebenarannya. Kalian tahu bukan sekedar tahu. Allah katakan wa antum tasyhadun. Seakan-akan kalian menyaksikan depan kalian kebenaran itu di depan mata kalian benar-benar kalian menyaksikan tidak remang-remang tidak samar. Benar-benar kalian tahu ini kebenaran. Terutama adalah rahib-rahib mereka dan pendeta-pendeta mereka. Mereka tahu. Mereka tahu. Ya. Kenapa mereka tidak mau beriman? tidak lain kecuali hawa nafsu. Ada kepentingan apa? Duniawi. Satu mempertahankan rasnya, satu mempertahankan kedudukannya sebagai pemimpin agama dan seterusnya. Makanya Allah mengatakan, "Lima takfuruna biayatillah." Bagaimana kalian? Kenapa kalian kufur kepada ayat? Wa antum tasyhadun. Sementara kalian menyaksikan, bukan cuma mengetahui, kalian menyaksikan kebenaran ayat-ayat Allah tersebut. Kebenaran apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, oleh karenanya ada bukti bagaimana tokoh-tokoh mereka akhirnya masuk Islam. Ya. Ya. Seperti ulama mereka. Siapa? Abdullah bin Salam. Abdullah bin Salam ulama Yahudi masuk Islam. Dia tahu Nabi Rasul sahu alaih wasallam benar dia masuk Islam. Ya. Adapun Nasra seperti Najasyi masuk apa? Islam. Ya. Pendeta-pendeta yang tahu tentang kebenaran Islam masuk Islam. Di antaranya adalah Warak bin Naufal, tadinya Nasrani kemudian masuk masuk Islam. Dan sampai sekarang demikian banyak bukan orang awam bahkan pendeta-pendeta yang masuk Islam banyak sekali. Coba dibuat list ustaz masuk ustaz murtad sama pendeta mualaf. Banyak mana? Banyak pendeta mualaf. Banyak sekali ustaz yang yang murtad ya. Paling satu du itu pun ngust mungkin bukan ustaz. Kalau pendeta benar-benar pendeta punya kedudukan banyak, pastor masuk Islam banyak. Kalau Yahudi tahu tapi mereka gak, kata mereka gak. Muhammad agama orang Arab kita rasnya beda. Meskipun tahu dia tidak akan masuk Islam. Bagi dia itu Ismail. Ismail saudara kita. Tapi untuk orang Arab kita Yahudi gak jadi enggak ada masuk Islam tapi tahu Muhammad benar. Makanya Allah mengatakan, "Wa antum tasadun sementara kalian menyaksikan kebenaran ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala." Setelah itu Allah berfirman lagi, "Ya ahlal kitabi lima talbisal haqq bil batil wattumunal haqq wa antum tlamun." Wahai Ahlul Kitab, kenapa kalian mencapur atau merancukkan kebenaran dengan kebatilan dan kalian menyembunyikan kebenaran sementara kalian mengetahui. Beginilah cara Ahlul Kitab. Jadi, Allah menyebutkan dua kesalahan mereka. Pertama, talbis. Talbis. Talbis itu mencampuradukan, merancungkan antara kebenaran kebatilan. Yang kedua, watakumunal haqq. dan kalian menutup dan kalian menyembunyikan kebenaran padahal kalian tahu akan kebenaran tersebut. Ini tentang terkait dengan kebenaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang sudah termaktub dalam kitab-kitab mereka ya. Alladinaunasulan nabiyal ummiyadzi yajidunahu maktuubanahum taurati wal injil yuruhum bilufum munkar. Ya Allah sebut dalam surat Ala'raf yaitu mereka yang berim yang mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam nabi alummi yang mereka dapatkan maktuan tertulis di sisi mereka fi taurati wal injil dalam Taurat Injil tertulis Muhammad jelas dan bahkan sifat-sifatnya yamuruhum bil ma'rufhauil munkar menyuruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran ya. Kemudian menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk-burukai dan juga meringankan beban-beban berat yang dahulunya ada pada mereka. Mereka tahu sifat-sifat nabi tersebut. Bahkan sudah kita sampaikan bukan cuma Muhammad yang tertulis dalam Taurat dan Injil. Bahkan tentang sahabat-sahabat Nabi Muhammad juga disinggung dalam Taurat dan Injil. Ya kata Allah subhanahu wa taala yaika matalum f taurat demikianlah perumpamaan para sahabat dalam Taurat itu bagaimana mereka rajin rukuk sujud ya Muhammadur Rasulullah walladina maahumidurat Allah sebutkan di akhir surat alfatah kata Allah subhanahu wa taala Muhammad Rasulullah dan orang bersamanya itu para sahabat Ya, bukan cuma Nabi yang disebutkan, para sahabat juga tegas kepada orang kafir saling sayang menyaingi di antara mereka. Kau melihat mereka para sahabat sering rukuk, sering sujud dan mereka mencari karunia Allah dan keridaan Allah. Wujuh sujud. Dan ciri mereka pada wajah mereka ada tanda bekas sujud, yaitu cahaya yang menunjukkan mereka sering sujud. Kemudian kata Allah, "Dalika matalahum f taurat." Itulah perumpamaan para sahabat Nabi dalam Taurat. Kemudian kata Allah, "Walum fil injil." Dan perumpamaan para sahabat dalam Injil. Adapun perumpamaan para sahabat dalam Injil seperti tunas yang ditanam kemudian membesar kokoh di atas ee di atas akarnya dan menyenangkan orang yang menanamnya. Jadi yang disebutkan bukan cuma Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam Turadat Injil bahkan para sahabat. Kalau kalau orang bilang saya sudah buka Taurat enggak ada sama sekaliang ya saya yakin ada dulu sekarang sudah di dirubah. Kalau ada yang bilang Injil tidak ada ya mungkin Injil sekarang kan cuma empat yang dipegang oleh mereka. Sementara Injil puluhan yang tidak diakui. Banyak puluhan ya. Coba cek Injil-Injil yang lain yang tidak diakui. Injil yang diakui cuma Injil Markus, Matius ya, Yohanes sama apa? Lukas ya. Sebenar Injil yang lain banyak. Intinya kami orang Islam meyakini karena Allah telah mengabarkan Al-Qur'an bahwanya Rasulullah dikabarkan dalam Taurat dan Injil. Bukan Rasulullah, bahkan para sahabat juga. Namun mereka menutup menutup berita ini. Maka Allah mengatakan, "Kenapa kalian membuat rancu dan kalian menyembunyikan kebenaran?" Di sini cara untuk membuat kebenaran itu hilang dua cara. Pertama dengan mentalbis, yaitu dengan membuat syubhat agar orang ragu dengan kebenaran tersebut. Yang kedua, dengan menyembunyikan. Itu dua cara. Kebenaran disembunyikan kemudian membuat syubhat. Dan siapa dari kalangan ulama yang seperti itu menyembunyikan kebenaran demi kepentingannya, maka mereka telah meniru ahlul kitab. Menurut ahli kitab hukumnya begini, enggak pernah disebut, enggak pernah disebut, enggak pernah disinggung. Padahal termaktub dalam buku-buku, bahkan dalam kitab-kitab fikih enggak pernah singgung. Tahu bahwasanya itu adalah kesesatan tapi disembunyikan atau ini adalah kebenaran tapi disembunyikan demi kemaslahatan [Musik] duniawi. Tib. Maka di sini disebutkan cara untuk membuat hilang kebenaran cuma dua. Pertama, talbis. Mencampuradukan kebenaran dengan kebaikan. Yang kedua menyembunyikan apa? Kebaikan. Cara pertama banyak yang sukses. Ya, tidaklah bidah itu laris kecuali karena dicampurkan dengan kebaikan. Kalau suatu murni keburukan mungkin orang tidak terima. Tapi k di campur dengan kebaikan. dikasih dalil sedikit, dikasih ini. Jadi, sehingga masyarakat sering melihat pada sisi ini baik kok, ini baik, tapi situ ada kebatilan. Dengan cara inilah mencampuradukan kebatilan dengan kebenaran maka akan menjadi laris. Atau dengan cara kedua menyembunyikan kebenaran. Menyembunyikan kebenaran. Tib. Setelah itu pada ayat berikutnya ayat 72 Allah berfirman ini Allah menjelas tentang cara orang-orang Yahudi atau ahlul kitab secara umum ee mereka nekad untuk sengaja pura-pura masuk Islam nekad demi untuk menyesatkan kaum muslimin. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waqalat thifatum min ahlil kitabi." Berkatalah segolongan dari ahlul kitab, aminu billadzi berkata kepada sesama mereka tentunya. Aminu billadzi unzila aladina amanu wajhanahar. Perlihatkanlah seolah-olah kalian beriman dengan apa yang diturunkan kepada orang beriman, yaitu kepada para sahabat. Wajhana nahar di awal siang, di awal pagi. Wakfuru akhirahu, yaitu kalian siang masuk Islam, sore kafir atau malam murtad. Wakfuru akhirahu dan di akhir hari kafirlah kalian. Laallahum yarjiun. Semoga mereka kembali. Ini salah satu trik yang disebut dengan ee menghalalkan segala cara ya. Bahwasanya alghaya tubarirul wasilah. Tujuan menghalalkan segala cara. Tujuan mereka bagaimana yang penting orang-orang Islam bisa murtad. Enggak apa-apa aku masuk Islamnya dulu. masuk Islam. Pura-pura ikut sama mereka, pura-pura salat sama mereka, pura-pura hidup sama mereka, pura-pura tinggal bersama mereka. Jadi munafik semunafik-munafiknya. Nanti di pengujung murtad. Kenapa di penghujung murtad? Supaya orang-orang tahu, "Oh, orang ini dia murtad setelah kenal Islam." Sehingga dia murtad tentu ada ilmunya. Ketika jadi terkenal kaum murtad setelah masuk Islam, maka diharapkan yang lain pada ikut. Diharapkan jangan pada pada ikut karena kau dianggap murtad setelah mengetahui apa? Kebenaran. Ini cara orang Yahudi, cara orang Nasra ya. Dan di antara kita tahu sebagian mereka ada yang nekad. Nekad menikahi sebagian wanita muslimah nekad loh. Kemudian masuk Islam nanti dia punya anak sekian-sekian paksa murtad. Istri anaknya ikut murtad akhirnya demi cinta. Terjadi atau tidak terjadi? nekad dalam Islam gak boleh begitu. Islam enggak boleh begitu. Islam gak boleh kau pura-pura Yahudi Nasrani enggak boleh. Murtad dulu demi kebaikan enggak boleh kalau mereka nekad. Kenapa kita tidak? Ya karena Allah bilang di sini Allah tidak dusta. Allah tidak dusta. Nekat beriman dulu nanti baru kafir. Banyak manfaatnya bagi mereka. Manfaatnya di antara tadi ya orang-orang akan terbawa. Oh ini murtad kan beda-beda. Pernah Islam murtad kan? Eh kenapa kok murtad? Seakan-akan yang murtad tersebut punya ilmu. Apalagi pura-pura jadi ustaz kemudian murtad. Wah lebih ngeri lagi. Nekat belajar agama Islam, belajar bahasa Arab jadi tokoh seakan jadi ustaz kemudian murtad. Terjadi enggak seperti ini? terjadi terjadi sengaja ya sengaja adapun kita Islam enggak ada sejarah ustaz kemudian pura-pura jadi pastor kemudian baru kemudian gak ada yang ada pastor belajar berar semakin dalam ke masuk Islam ada pendeta belajar semakin dalam masuk Islam [Musik] banyak karena kita agama tidak menghalalkan segala cara gak Di sini dikatakan di antara mereka, aminu billadzi unzilalladzina amanu wajhan nahar. Berimanlah kalian di awal hari. Wajah itu suatu yutawajahu bihi yang pertama kali muncul. Makanya dikatakan wajah ini kalau kita ketemu orang, kita lihat wajahnya dahulu. Dibilang wajah hari. Wajah hari maksudnya pagi. Karena hari muncul mulai dari awal apa? Dari pagi pagi hari. Ini secara bahasa maka disebut wajah hari. Maksudnya pagi dari suatu hari karena hari dimulai dengan pagi. Wakfuru akhirahu. Dan kafirlah di akhir hari itu di petang hari. Laahum yarjiun. Semoga mereka kembali. Semoga mereka kembali. Kemudian mereka sering berwasiat lagi. Wala tminu illa liman tabiinakum. Dan janganlah kalian percaya kecuali kepada yang mengikuti agama kalian. Yaitu jangan percaya kecuali sama Yahudi. Jangan percaya kecuali sama apa? Nasra. Itu jangan kalian datang ke orang Islam kemudian kalian cerita tentang agama Islam. Cerita jangan jangan rahasia kita sembunyikan. Qul innal huda hudallah. Sesungguhnya petunjuk harus diikuti adalah petunjuk Allah. Ahadumitum. Yaitu diberikan salah seorang seperti yang diberikan kepada kalian. atau mereka bakalan mendebat kalian di sisi Allah Subhanahu wa taala. Katakanlah karunia di tangan Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki. Wallahu wasiun alim. Sesungguhnya Allah luas, maha luas, dan maha berilmu. Ayat berikutnya, yakthmatihi yasya. Dan Allah mengkhususkan rahmatnya kepada siapa yang Allah kehendaki. Wallahu dulul fadlilim. Dan Allah pemilik karunia yang sangat agung. Maksud dari ayat ini maksudnya orang Yahudi saling berwasiat di antara mereka. Tadi dia sudah bilang, "Kamu beriman aja, Pak. Nanti pagi, nanti sore kufur." Kemudian mereka ingatkan lagi, "Jangan pernah percaya sama orang selain kalian. W tumminu illa liman tabiinakum." Jangan pernah percaya kecuali kepada ahlul kitab. Ya, kalau kalian dekat, percaya nanti kalian ceritakan rahasia agama kita. Jangan ya. Kalau kalian ceritakan tentang agama kita, bahwasanya dalam Taurat ada penyebutan Rasulullah, dalam Injil penyebutan Rasulullah, maka ini repot nanti. Nanti mereka bakalan berhujah mengalahkan kita dan mereka punya argumentasi untuk menjatuhkan kita dan mereka menjadi spesial akhirnya kita tidak spesial lagi. Bahkan di akhirat mereka akan mengalahkan kita kalau berdiskusi di depan Allah Subhanahu wa taala. Jadi mereka mikir panjang. Jadi mereka tahu mereka bahwasanya kaum muslimin benar. Bahwasanya ada nabi namanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi mereka karena membela ras jangan cerita kalau ketemu jangan cerita. Masalahnya kalau kau cerita kepada orang muslim pada sahabat Nabi, "Eh, benar di Taurat ada sebut Muhammad, di Injil ada sebut Muhammad, lah mereka akan jadi menyerang kita loh. Kenapa kamu tidak masuk Islam?" Pertama. Yang kedua, mereka akan menjadi lebih spesial karena mereka lebih beriman daripada kita. Kita masih beriman, masih ragu-ragu. Tidak sesuai dengan agama kita, tidak sesuai dengan duniawi kita tidak beriman. Para sahabat Nabi semua yang dibilang Allah mereka taati sehingga mereka menjadi lebih spesial dari kita. Tarulah kita sama-sama beriman mereka lebih spesial karena mereka lebih taat. Yang repot di akhirat kelak nanti mereka akan mendebat kita di hadapan Allah dan kita bakalan kalah debat karena mereka punya argumentasi. Coba kalau mereka mati tidak tahu argumentasi ini. Jadi pikirnya panjang. Di sini disebut oleh ini Ibnu Katsir sebutkan dalam tafsirnya beliau berkata anyuta ahadum mlama utitum a yuhajukumikum jangan cerita sama mereka kenapa ya ee sehingga mereka tahu ya ada seorang yang diberikan seperti kalian jadi sehingga kenabian tidak khusus bagi Bani Israil ternyata Arab juga dapat kenabian ahadumitum sehingga seorang diberikan ketahuan ada seorang diberikan seperti yang kalian diberikan yaitu kenabian. Bukan cuma khusus Bani Israil ternyata ada nabi dari selain Bani Israil itu Arab. Atau mereka bakalan mendebat engkau di hadapan Rabb kalian. Apa kata Ibnu Kir? Saya bacakan. Lairu maakum minal ilmi lil musliminamu minkum. Janganlah kalian menceritakan atau mengabarkan ilmu yang kalian miliki kepada kaum muslimin sehingga mereka akan belajar ilmu tersebut dari kalian. sehingga mereka akan sama dengan kalian fi terkait ilmu tersebut. Bahkan mereka menjadi lebih spesial karena mereka imannya kuat tidak seperti kita yang kalau tidak sesuai dengan duniawi kita tidak lakukan yang enak-enak kalau haram kita halalkan aja. A yuhajukum bihibikum ya. atau mereka bakalan jadikan itu sebagai landasan untuk mendebat kalian di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ya, maka ini mereka saya ingatkan sudah kalau ada apa-apa enggak usah cerita, diam aja. Jangan diskusi sama orang beriman kalau diskusi sama ahlul kitab. Tetapi di tengah-tengah ayat ini Allah berfirman kalau kita perhatikan ayat ee 73 tadi. Wala tminu illa liman tabiinakum. Janganlah kalian percaya merasa aman kecuali kepada orang yang mengikuti agama kalian. Kemudian Allah masukkan jumlah iktiradiyah itu. Iktiradi itu bahasa Arab artinya apa ya? Jadi sebenarnya ayatnya kan begini. Perhatikan coba. Coba sama-sama ayat 70 eh 3. Wala tminu illa liman tabiinakum. Harusnya langsung loncat anta qul innal huda hudallah itu seharusnya tidak ada. Itu namanya kalimat yang diselipkan oleh Allah. Baru lanjut kalimat selanjutnya. Jadi kalau dalam secara urutan bahasa Arab harusnya walau illa liman tabiinakum ya ahadum mlitum yuhjukumikum. Janganlah kalian percaya sesama kecuali sesama kalian. Kalau jangan cerita kepada selain kalian, khawatir nanti ada orang dapat ilmu yang seperti yang kalian berikan. Ya, di tengah-tengah itu Allah selipkan namanya jumlah iktiradiah. Yaitu suatu statement yang Allah selipkan di tengah-tengah di antara satu kalimat yang panjang. Ini statement satu diselipin satu statement tengah-tengah. Allah katakan qul katakanlah innal huda hudallah. Petunjuk adalah petunjuk milik siapa? Allah. Ya. Baru Allah mengatakan ayta. Jadi sebelum mereka lanjutkan, Allah sudah selipkan satu perkataan, katakanlah hidayah di tangan Allah. Artinya ini dua tafsiran. Tafsiran pertama, percuma dakwahi Yahudi. Percuma karena hidayah di tangan apa? Allah. Karena mereka sudah tahu kebenaran. Mereka tidak mau. Bahkan mereka menyembunyikan. Kamu mendakwahi orang Yahudi sampai mampus tua masuk Islam. Karena hidayah di tangan apa? Allah Subhanahu wa taala. Ini tafsiran pertama. Tafsiran kedua, hidayah di tangan Allah terserah Allah. Mau kasih hidayah kepada Bani Israil, mau kasih hidayah kepada selain Bani Israil. Kenapa kau membatasi hidayah Allah hanya kepada Bani Israil? Ini dua tafsiran. Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka, katakanlah wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam kepada mereka, qul innal huda hudallah petunjuk urusan Tuhan, bukan urusan kedian. Allah mau kasih hidayah kepada siapa? Allah matahani hidayah dari siapa? Allah menyatakan siapa terserah Allah Subhanahu wa taala. Allah mengatakan, "Innaka tahdi man ahbabta." Kau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai. Walakinallah yahdi yasya. Tapi Allah beri petunjuk kepada yang Allah kehendaki. Wahua alum bil muhtadin. Dan Allah tahu siapa yang berhak mendapat hidayah. Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ingin pamannya dapat hidayah ternyata enggak bisa. Sama ya. Makanya saya sering bilang hidayah itu benar-benar mulia di tangan Allah Subhanahu wa taala. Sudah terbuka segala tanda-tanda kebenaran tapi orang tidak beriman. Yahudi sudah benar-benar tahu Muhammad itu benar. Mereka sudah sampai hijrah pergi dari Syam menuju ke Madinah, menuju ke Hijaz, ke Madinah. Kemudian mereka pergi ke Khaibar karena mereka tahu nabi tersebut akan berhijrah ke tempat yang banyak kurmanya. Mereka sudah nunggu di situ bergenerasi-generasi nunggu nabi tersebut datang. Begitu nabi itu datang, mereka malah [Musik] kufur. Dan mereka tahu tentang nabi tersebut. Y'arifunahu kama ya'rifuna abnaahum. Mereka kenal Muhammad sebagaimana mengenal anak-anak mereka. Mereka tahu ciri-cirinya, ciri fisiknya, tanda kenabiannya, sifatnya, akhlaknya, munculnya di mana, mereka tahu. Namun mereka tidak menduga nabi terakhir tersebut ternyata dari suku Arab. Sampai begitu semangat agar tidak ada nabi Arab. Sampai kata para ulama dalam perjanjian lama tidak disebutkan kisah Nabi Saleh dan Nabi Hud. Karena Nabi Saleh, Nabi Hud itu nabi Arab. Si maksud saya nabi Arab tuh bukan baru pada Muhammad. Sudah pernah ada nabi Arab sebelumnya. Nabi Saleh, Nabi apa? Hud. Kaum Ad sama kaum Tsamud. Itu dalam Taurat enggak ada kisah kaum Tsamud sama kaum apa? Ee kaum Ad itu kaum Arab. Sudah ada nabi Arab. Sekali membantah mereka muda. Kenapa tidak ada nabi Arab? W sebelum Nabi Musa sudah ada nabi Arab sebelumnya. Jadi mereka menyembunyikan. Jadi bukan cuma kisah Muhammad yang mereka hilangkan dari Taurat, kisah Nabi Saleh, Nabi Hud juga mereka hilangin karena itu Nabi Arab. Jadi Allah mengatakan qul innal huda hudallah petunjuk-petunjuk hak Allah, prerogatif Allah. Allah mau kasih siapa? Mau kasih siapa terserah Allah Subhanahu wa taala. Ya. Dan ini hasad. Tidak pengin ada yang ungguli dia. Ini hasad sifatnya orang Yahudi. Makanya mereka mengatakan ahadumitum. Jangan sampai ada orang mendapatkan seperti yang kalian miliki. Pengin dia paling spesial, pengin paling nomor satu, pengin dia yang diistimewakan, tidak ada yang bisa menyamainya. Subhanallah. Nah, ini menimpa siapa saja. Makanya kalau ada ustaz bilang tidak boleh ngaji sama yang lain, sama saya aja Yahudi bilang Yahudi. Ustaz Yahudi jangan belajar sama dia, belajar sama saya aja tanpa ada alasan. Kalau ada alasan ustaz itu menyimbang, oke ini ada alasan gak? Gak usah ngeri ya. Pengin selalu unggul paling top. dengan berbagai macam dalih supaya dia yang paling top. Ini ustaz Yahu Yahudi ya, akhi orang siapa kita? Memang kita Syaikhul Islam di Taimiyah. Kita ini mau cetek semua ilmu kita. Tayib. Ee jadi qul innal huda hudallah tadi dua tafsiran. Pertama, hidayah yang kasih Allah. Mau memberi petunjuk kepada Yahudi susah. Sudah tahu kebenaran tapi tidak mau beriman. Yang kedua, kalau Allah mau kasih hidayah kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Makanya set itu Allah berfirman, Allah katakan lagi, qul innal fadla biyadillahi yutihi yasya. Ketahuilah karunia itu di tangan Allah. Allah mau kasih siapa saja terserah Allah subhanahu wa taala. Ya Allah yang memberi dia almuti almani. Allahumma la mani w manta. Tidak ada yang bisa mencegah kalau kau kasih ya dan tidak ada yang bisa mengasih kalau kau cegah. Kemudian Allah berfirman, "Wallahu wasiun alim." Sesungguhnya Allah maha luas karunianya, kebaikannya alim dan maha mengetahui siapa yang berhak Allah kasih karunianya. Kemudian Allah berfirman, "Yasu birahmatihi yasya." Allah mengkhususkan rahmatnya kepada siapa yang Allah kehendaki. Ya, seb tafsir mengatakan rahmat sini maksudnya kenabian. Allah mengkhususkan Muhammad kenabian terserah Allah. Yaktasu birahmati yasya. Allah berikan rahmatnya itu kenabian. Ya sering Allah mengungkapkan rahmat maksudnya kenabian. Makanya seb lama berdalil dengan ini ee ketika mengatakan Khadir adalah Nabi ya ee ee apa namanya? kami telah berikan kepada Khadir rahmatan minina maksudnya kenabian dari kami. Intinya ehm Allah mengkhususkan rahmatnya kepada siapa yang kehendaki. Maksudnya Allah mengkhususkan kenabian. Wallahul fadlilim. Yaitu Allah berikan Nabi Muhammad sebagaimana Allah berikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Allah berikan kepada Nabi Isa, Allah berikan kepada Nabi Musa, Allah berikan kepada nabi-nabi sebelumnya banyak. Terserah Allah. Wallahuul fadlilim. Dan dialah Allah yang maha pemilik karunia yang besar. Ya, kenabian karunia yang luar biasa. Iman karunia yang luar biasa. Keyakinan karunia yang luar biasa. Qanaah karunia yang luar biasa. Sabar karunia yang luar biasa. Allah beri karunia-karunia besar kepada yang Allah kehendaki. Kalau orang bisa qanaah luar biasa, bisa sabar luar biasa, bisa khusyuk luar biasa. Ini karunia luar biasa. Seperti Rasul sahu alaih wasallam, wya ahadun khairan wausa minar. Tidaklah seorang diberi karunia lebih luas, lebih baik daripada sabar. Tib. Makanya ibu-ibu bersabar. Jangan suka ngeluh. Kita lanjutkan. Kemudian Allah berfirman tentang ahlul kitab. Allah subhanahu wa taala, wamin ahlil kitabi man inhuintin yaddihum bidinarin ladi maumta. Di antara ahlul kitab ada yang kalau kau percayakan, kau amanahkan harta yang banyak kintar ratusan juta, miliaran. Dia akan kembalikan amanah tersebut. Di antara mereka ada kau titipkan satu emas, satu keping dinar, yaitu 4 seat gram emas tidak begitu banyak, dia enggak bakalan kembalikan kepada engkau. Dikasih wadiah, titipan dia akan kembalikan. Kecuali kau tongkrongi, kau tongkrongi, tagih terus. E mana mana mana. Lama-lama baru dia kasih. Tapi yang satunya kau titipkan uang banyak mungkin miliar-miliar, beribu-ribu dinar, kapan kau minta dia langsung kasih. Adapun yang tidak mau kasih, kenapa? Kata Allah, "Dalika biannahum qalu laisa ala fil umina sabil." Karena ya sebagian Yahudi mengatakan enggak ada urusan kita tidak ada dosa terhadap orang-orang Arab. Kita enggak kembalikan duitnya, enggak ada masalah. Subhan ini akidah mereka. akidah Yahudi-Yahudi Bahlul seperti [Musik] ini. Dan mereka mengatakan nama Allah apa yang mereka tidak ketahui. Di sini menunjukkan bagaimana insafnya, adilnya Allah. Allah tidak menyamaratakan semua orang apa? Yahudi. Bani Israil ada yang beriman, ada yang kafir. Paham? Bani Israil ada yang beriman, ada yang kafir. Yang kafir pun ada yang amanah, yang tidak amanah. Tidak semua sama. Nasra pun demikian. Ada yang aman, yang tidak amanah. Ada Nasra yang akhirnya masuk Islam. Ada banyak. Dan ada nasarat meskipun kafir ada yang aman yang ada yang amanah ada yang tidak amanah. Jadi tidak tidak dipukul rata. Tidak pukul rata. Dan saya bacakan kisah yang disebutkan oleh Imam Bukhari ini disebutkan saya bacakan sini karena Ibnu Katsir menyebutkan kisahnya meskipun ini sudah pernah saya ceramahkan khusus tentang kisah menakjubkan tentang tawakal ya. Kalau ikhwan dan akhwat sempat ada waktu dengar di YouTube, tulis di apa? Di YouTube cari judulnya kisah tawakal yang menakjubkan. Kira-kira demikian ya. Kisah tawakal yang menakjubkan. Tapi saya bacakan sini kisah tersebut karena itu indah. Saya ulangi lagi. Ini contoh ahlul kitab yang beriman dan amanah dan luar biasa amanahnya. Di luar daripada nalar amanahnya kedua orang tersebut. Dua kisah, dua orang yang saling amanah luar biasa. Sama-sama menakjubkan. Saya bacakan ee hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam sahihnya dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahwasanya Rasulullah menyebutkan seorang dari Bani Israil saya langsung terjemahkan saala yaitu dia minta kepada kawannya agar meminjamkan 1000 dinar. Dia minta pinjaman 1000 dinar. 1000 dinar itu berapa? Kalau dikonversikan sekarang 1 dinar 4 1/4 gram emas. 1000 dinar berarti 1250 gram. 1 kilo 250 gr emas. Eh 1 kilo ee 4 kilo ya. 4 kilo 2 kom apa? 4,25 kilo. 4,25 kilo. Banyak tenan ya. Kalau emas sekarang berapa? 1 gram emas murni 1,9 ya. Berarti uang ini kalau dikonversi sekarang kira-kira 7 miliar atau 8 miliar. Kalau dikonversikan apa sekarang ini ada orang pinjam uang 7 miliar. Banyak apa sedikit? Banyak ya. Tib. Jadi pinjam uang 1.000 dinar. Maka orang yang mau dipinjamin dua-dua orang saleh. Sama-sama Bani Israil sama-sama amanah. Maka yang mau dipinjam yang mau minjamkan, dia bilang, "Datangkanlah ee apa namanya? Saksi-saksi supaya saya minta mereka jadi saksi." saksi 2 3 4. Kalau ada saksi sini ini uang bukan sedikit bukan Rp100.000 ya. Ini berapa? 8 miliar. Sedikit apa banyak? Banyaklah. Saya butuh saksi. Orang ini yang meminjam dia bilang kafa billahi syahid. Enggak ada cukup Allah jadi saksi. Repot ini. 8 miliar saksinya siapa? Allah. Repot. Kafa billahi syahida. Cukuplah jadi saksi. Tib. Kalau gitu bil kafil. Datangkan penanggung jawab. Kalau kau enggak bisa bayar, ada penanggung jawab yang saya mau kejar. Kata dia, kafa billahi wakil kafila. Cukup Allah jadi penanggung jawab. Wah, repot ini ya. Kalau Rp100.000 cuma R juta sudah enggak usah catat, enggak usah saksi aman. Ini 8 miliar atau kurang lebih ya. Saksi mana? Allah. Penanggung jawab Allah. Repot. Akhirnya orang ini karena sama-sama bertakwa dari Bani Israil berkata, "Sodakta kau benar. Cukup Allah jadi saksi, cukup Allah jadi tanggung jawab. Maka dia pun kasih 1.000 dinar yaitu sekitar 8 miliar kurang lebih rupiah. Kemudian dia sebutkan, "Kau harus bayar pada tanggal sekian." Ada ajal musamma, yaitu waktu yang dihitungkan waktu jatuh tempo. Akhirnya dia pun jatuh waktu jatuh tempo tersebut. Menjelang jatuh tempo, maka orang ini cari kapal untuk bayar hutang. Jadi dia pergi ke tempat lain ya. Ee jadi dia pergi ke tempat lain sehingga terpisah antara dia dengan orang yang menjamkan duit tersebut dan tiba waktunya mungkin dia bekerja atau apa dia tiba waktunya dia untuk bayar hutang. Maka dia pun ee cari kapal yang bisa mengantarkan dia ke tempat orang tersebut sehingga pas waktu jatuh tempo dia sudah tiba di orang tersebut untuk bayar hutang. Dia amanah. Maka dia tentu cari waktu sebelum jatuh tempo. Cari kapal. Cari kapal. Sudah bawa duit ini 1.000 dinar ma bayar hutang. Ternyata dia tidak dapat kapal yang bisa mengantarkan dia. Cari cari cari. Waduh, sementara bentar lagi jatuh tempo dan dia tidak mengg dulu enggak ada WhatsApp telepon eh Afan enggak ada kapal enggak ada enggak ada telepon enggak ada ya enggak ada video call ya dia juga enggak bisa ke mana ke Sidratul Muntaha enggak bisa enggak bisa tut mata bim salabim tiba sebelah sana enggak juga ya ini orang saleh enggak bisa apa-apa kapal enggak ada akhirnya dia pun ambil kayu dia lubangin Kemudian dia masukkan 1.000 dinar situ dia tutup nekad daripada dia dosa melanggar peraturan sudah jatuh tempo tidak bayar karena ini kewajiban hutang bayar sesuai dengan jatuh tempo. Kemudian dia tulis turus di situ ya tulis surat ini dari saya untuk bayar hutang buat engkau masukin dalam kayu. Dia ikat kemudian dia bawa ke laut kemudian dia lempar ke laut. Dia berkata Allahumma dia berdoa kepada Allah inakaamu fulanan alarinallahidan. Ya Allah engkau telah tahu bahwasanya aku pernah pinjam uang kepada si fulan 1000 dinar. Lantas dia minta penanggung jawab untuk pinjaman tersebut. Maka aku berkata, "Cukuplah Allah sebagai penanggung jawab dan dia rida dengan hal tersebut dan dia minta kepadaku datangkan saksi atas pinjam utangutang utang piutang tersebut dan aku berkata, cukuplah Allah sebagai saksi dan ternyata dia rida engkau jadi saksinya." Wa inni jahattu an ajida markaban abu ilaihu falamqdir. Dan aku sudah berusaha keras mencari kapal agar aku bisa kirim 1000 dinar ini. Namun aku tidak mendapatkannya. Iniauduka aku titipkan kepada engkau 1000 dinar ini. Biha filhar. Lempar luar biasa. Ini kayu masuk ke dalam laut sementara. Dan dia masih terus nunggu. Bukan berarti dilempar dia pulang. Enggak. Masih tunggu kapal datang. Siapa tahu ada kapal. tetap dia siapin uang yang lain. Siapa tahu itu kayu enggak sampai kan kemungkinan enggak sampai 99,99% lempar kayu enggak tahu yang dapat ikan hiu, ikan paus. Jadi dia bukannya sekedar itu. Sudah saya sudah bayar urusan ya, kamu enggak dapat salah sendiri, maksudnya sudah kirim kan enggak bisa. Enggak dia tetap cari kapal ya. Tetap cari kapal. Kemudian orang yang tadi memberi piutang akhirnya juga nunggu di pelabuhan. Nunggu-nunggu siapa tahu ada kapal yang datang bawa titipan apa titipan uang tersebut. Dia tutup dia tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu. Ternyata enggak ada-ada. Tiba-tiba ada kayu. Faid bil khasabati fihal mal. Tiba-tiba kayu tersebut muncul. Kemudian dia bawa. Ini daripada enggak dapat duit, mending dapat kayu. Lumayan buat kayu bakar. Kata kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, faakha liahlian. Dia ambil kayu tersebut niatnya untuk jadi kayu apa? Kayu bakar. Bawa pulang ke rumah. Ya Allah sudah atur semuanya. Tatkala dia pecahkan di rumahnya tiba-tiba ada harta dan ada kertas surat. Ya. Dia baca, "Oh, terbal ini uang dari saya buat engkau." Berarti dia tahu ini bayar hutang. Akhirnya orang yang tadi pinjam uang dapat [Musik] kapal berangkat ke tempat dia bawa duit enggak? Bawa 1000 dinar yang lain. Maka dia bawa uang 1.000 dinar. Dia kayak enggak tahu karena dia tadi saya katakan kemungkinan kayu sampai 99 eh tidak sampai 99,9%. Kemungkinan sampai 0,001%. Laut luas ya akhi. Laut luas ini. Ee kayu ke sandung, kayu ke mana? ke bawa ikan lumba-lumba, ke makan ikan paus, kemungkinan besar pecah di tengah laut, ketabrak apa 0,001% probability-nya sangat rendah. Makanya dia tidak ber dia sudah tawakal tapi dia tetap berusaha dia bawa 1000 dinar yang lain. Kemudian sampai ketemu dengan yang kasih utang maka dia minta maaf. Dia bilang, "Wallahi ini orang saleh." Mail jahidan fi markabinaka. Saya sudah berusaha cari kapal untuk bisa datang pas waktu jatuh tempo, tapi qadarullah enggak ada. Famaajat markaban qblzi ataitu fi kapal sebelum kapal yang ini tadi saya datang. Saya telat, mohon maaf, tapi ini 1000 dinar. Yang dapat kayu tadi dia tanya, "Hal kunta ba?" Apa kau aku pernah ngirim sesuatu kepadaku? Maksudnya kau pernah kirim kayu enggak? Orang ini subhanallah dia tidak bilang iya pernah pernah emang dapat gak? Enggak dia dia tenang aja dia bilang apa? Wallah subhanallah orang butuh keikhlasan. Kalau dia, kalau kita mungkin saya kirim sampai wah wali benar saya. Dia enggak. Dia tidak mau dipuji sama sekali. Dia pura-pura tidak tahu. Dia tidak membohongkan hal tersebut. Tidak. Dia tidak bohong. Dia tidak mendustakan. Dia dia malingan pembicaraan. Orang itu tanya, "Kau pernah ngirim sesuatu pada saya enggak? Maka dia palingkan pembicaraan dia mengatakan, "Alamam ukbirka lam ajid markaban." Kan tadi saya sudah bilang, "Saya tidak dapat kapal kecuali yang tadi." Dia tidak bilang, "Saya tidak pernah kirim." Enggak. Dia palingkan bicara dia mengatakan, "Saya kan sudah bilang saya baru dapat kapal ini tadi. Sebelumnya saya enggak dapat apa kapal." Sudah orang ini tidak tahu yang ya akhirnya yang yang kasih piutang tadi berkata fainna dan dia jujur juga. Dia bilang, "Finallahaqah." Sungguhnya Allah telah bayarkan hutangmu. Allah kirim lewat kayu. Sudah pulang aja enggak perlu bayar. Subhanallah. Dua-duanya sama-sama apa? Amanah. Kalau kita 8 miliar, "Oh, kok enggak pernah kirim?" Ya udah, sini. Kalau kita sebagian kita, bukan kita semua, sebagian kita banyak. Kok enggak pernah kirim beneran? Oh, berarti itu rezeki dari Allah. berarti ya sudah sini 1.000 dinar. Subhanallah. Dia bilang, "Jujur, sudah kok sudah dibayarin. Sudah, pulang aja." Subhanallah. Yang ini juga tidak pamer diri. Oh, memang saya yang kirim. Sampai kan lihat siapa saya. Ah, gak ada. Ujub gak ada. Maksudnya menakjubkan. Lua orang ini. Mana yang lebih hebat? Yang pertama atau yang kedua? Hah? Dua-duanya hebat. Dua-duanya apa? Hebat. Luar biasa. Ini kisah tawakal dibawakan oleh Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini. Dia ingin menyampaikan bahwasanya ahlul kitab tidak satu model. Di antara mereka ada yang beriman, di antara mereka ada yang yang kafir. Yang kafir pun tidak satu model. Ada yang amanah, ada yang tidak amanah. Oleh karena Rasulull sahu alaihi wasallam ketika hijrah beliau menyewa seorang musyrik namanya Abdullah ibn Uraaiqit sebagai penunjuk jalan. Padahal dia agamanya syirik seperti agamanya Abu Jahal dan Abu Lahab. Tapi karena dia amanah, Rasulullah sewa. Di lain kali, di lain sisi ketika ada orang musyrik ingin bantu Nabi perang, Nabi bilang, "Enggak, la astainu bim musyrik." Saya tidak minta tolong sama seorang musyrik. ada situasi kondisi kadang oke kadang enggak tergantung situasi dan kondisi. Sehingga para ulama mengatakan zaman sekarang kalau ada kafir yang amanah kita boleh berinteraksi dengan urusan duniawi. Misalnya dalam kesehatan, dalam pengobatan, dalam pengurusan apa ah hal tidak semua urusan. Ada sebagian kawan yang pemegang uang dia orang kafir karena amanah. Sudah lama terkenal apa amanah. boleh-boleh saja urusan duniawi. Urusan duniawi. Maka di sini Allah mengatakan di antara ahlul kitab ada yang jika kau pasrahkan, kau amanahkan kepada dia harta yang banyak, dia bakalan kembalikan dengan mudahnya. Dan di antara mereka ada yang kalau kau pasrahkan satu dinar saja dia tidak akan kembalikan kecuali kau tongkrongi. Alaihi qoim kecuali kau tongkrongi nagi nagi nagi terus baru kau bisa dapat. Kenapa dia tidak mau bayar hutang? Kalau kau tidak tagi dia enggak bayar. Dalikaannahum q karena mereka berpendapat laisa al uminiil. Kami tidak dosa kalau ngambil harta dari orang-orang umiyin. Umiyin maksudnya orang-orang Arab. Kenapa disebut dengan umiyin? Ada dua pendapat dinisbahkan dari ummi. Ummi itu maksudnya sebagian ulama mengatakan karena dulu orang-orang Arab yang belajar tulismenulis baca tulis biasanya orang laki-laki. Yang perempuan di rumah aja enggak enggak belajar. Zaman jahiliah. Wanita-wanita tidak belajar apa tulis. Sehingga dikatakan orang yang tidak bisa tulis disebut ummi. Disandarkan kepada seorang ibu rumah tangga di rumah yang tidak tahu baca tulis. Ini pendapat pendapat kedua disebut umiyin. Orang tidak bisa baca itu disebut umiyin karena dinisbahkan kepada ibunya. Ketika ibu ibunya melahirkan dia, dia tidak bisa baca, tidak bisa tulis sehingga dinisbatkan kepada umi. Intinya maksudnya selain kami, kami tidak mengapa ambil hartanya. Dan ini termaktub dalam akidah mereka ya. ketika didapatkan protokol apa dalam dalam misalnya dalam e kitab ee ee apa namanya? Mereka punya sumber tiga tiga hukum. Yang pertama Taurat, yang kedua Talmud, yang ketiga ee protokolat yang mereka sepakati yaitu kesepakatan rapat bersama. Kalau enggak salah di Talmud atau di protokolat orang Yahudi mengatakan semua harta bahwasanya manusia makhluk diciptakan oleh Tuhan untuk kita untuk melayani kita. Semua manusia suku apapun diciptakan oleh Allah untuk melayani kita. Dan kedudukan mereka sama seperti hewan. Hanya saja Allah menciptakan mereka dalam bentuk manusia supaya bisa kita suruh-suruh, supaya bisa kesesuaian manusia berkhidmat kepada manusia. Adapun keduuran mereka seperti hewan dan seluruh harta mereka adalah harta kita. Kita boleh ambil tidak usah dikembalikan. Seluruh harta manusia karena mereka diciptakan untuk melayani kita maka seluruh harta mereka adalah harta harta kita. Dan janganlah seorang dari kita yaitu orang Bani Israil bermuamalah dengan non non Bani Israil kecuali dengan riba sebisa mungkin. Padahal riba di antara mereka haram. Jadi mereka ngeri ya. Maka di antaranya Allah sebutin ini benar bukannya Allah cerita benar dan sampai sekarang masih masih begitu ya. Kata mereka laaisa alaina fil umyinail. Kita enggak ada dosa mau ngambil harta. Non Bani Israil, non Yahudi. Apa masalahnya? Kalau tagi-tagi ya kasih. Kalau enggak tagi enggak usah, enggak usah kembaliin. Ya. Kemudian Allah bantah kata Allah, "Waquluna alallahil kadiba wahum y'lamun." Dan mereka berdusta nama Allah dan mereka mengetahui. Maksudnya itu tidaklah keyakinan ini muncul kalau harta nonyahudi boleh kita ambil kecuali dari fatwa ulama mereka, rahib-rahib mereka, rabi-rabi mereka. Sehingga dia berfatwa. Dan namanya fatwa berarti atas nama Allah Subhanahu wa taala. Hati-hati. Fatwa itu atas nama siapa? Allah. Dia menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal. Ini diahamkan, menghalalkan yang haram. Harta orang mereka dihalalkan atas nama Allah subhanahu wa taala mengatakan hukumnya kalau non Yahudi boleh ambil kata Allah itu dusta atas nama Allah. Padahal mereka tahu itu tidak boleh. Sil. Allah berfirman, "Bala manfa biahdihi wattaq fainnallaha yuhibbul muttaqin." Bahkan sebaliknya, siapa yang menunaikan ee janjinya, ya siapa yang menepati janjinya dan bertakwa. Fainnallaha yuhibbul muttaqin. Sungguhnya Allah mencintai orang-orang yang yang bertakwa. Ya, jadi maksudnya motivasi ya. Siapa yang bertakwa, ada janji, ada amanah dikembalikan. Allah mencintai orang seperti ini. Kemudian ee yang apa namanya? Bertakwa maksudnya meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala. Maka Allah mencintai orang yang bertakwa. Di antara sebab seorang dicintai oleh Allah adalah bertakwa. Di sini subhanallah mengatakan takwa di sini maksudnya meninggalkan kemaksiatan. A faabiahdih menunaikan janjinya. Di antaranya janji untuk menjalan ketaatan dan attaq yaitu meninggalkan kemaksiatan. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang ber yang meninggalkan kemaksiatan. Ini motivasi bagi kita agar kita dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Kita cari muka sama Allah Subhanahu wa taala. Ketika ada sarana maksiat kita tinggalkan. Kapan kita tinggalkan maksiat, Allah cinta. Kapan kita tinggalkan maksiat, Allah cinta sama kita. Ada yang mau kita tonton, ada yang mau kita dengar, ada yang mau kita bicarakan, ada yang mau ini maksiat kayaknya saya berhenti deh. Berhenti. Allah cinta sama kita ya. Maksiat banyak kita tinggalkan. Kita cintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Bab demikian saja. Insyaallah nanti kita lanjutkan pada kesempatan yang lain. Wabillah taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.