Kind: captions Language: id Ya, bicara tentang tawadu tapi secara praktik ternyata memposisikan diri seperti orang yang hebat, orang yang luar biasa kayak jual mahal ya dan macam-macam. Tentu itu tidak tepat ya. Tib kita lanjutkan hadis berikutnya. An anasin radhiallahu anhu anahu maryan dari Anas radhiallahu anhu bahwasanya beliau melewati sekelompok anak-anak fasallama alaihim kemudian Anas bin Malik itu beliau sudah tua namun beliau mendahului untuk memberi salam kepada anak-anak kemudian beliau menyampaikan wana waqala kan Nabi sallallahu alaihi wasallam yaf'aluhu dan Nabi sallallahu alaihi wasallam begini sering melakukan hal ini Ya. Ya. Jadi Anas menyalami anak-anak lebih dahulu. Bukan anak-anak menunggu anak-anak menyalami beliau, tapi beliau menyalami anak-anak. Dan beliau mengabarkan, "Demikianlah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam karena Nabi suka melakukan demikian." Dan ini menunjukkan ee tawadunnya Anas bin Malik dan itu mencontohi tawadunnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, anak-anak atau yang istilahnya kalau kita bilang ekonominya di bawah kita, statusnya di bawah kita. Tidak ada salahnya kita kalau ketemu kita salam, kita salam di luar. Tidak ada salahnya. Assalamualaikum. Assalamualaikum. Ya. Ya. Ee jangan merasa bahwasanya salam kita atau senyum kita ya mahal. Hanya boleh diberikan kepada orang yang berkelas. Enggaklah. Kita ini siapa? Enggak tahu kedudukan kita di sisi Allah seperti apa. Ya, kita enggak tahu. Ya, makanya saya beberapa kali punya pengalaman, punya pembantu ya. Pembantu tersebut subhanallah setiap dikirim duit kirim ke orang tuanya. Saya bilang dia mungkin gak tahu kedudukan di di sisi Allah seperti apa. Orang ini kerja hasilnya dikirim buat apa? Orang tuanya yang belum tentu bisa kita lakukan seperti dia. Jadi terkadang mungkin ada orang secara status ekonomi di bawah kita, tapi mungkin dia lebih hebat perjuangannya di sisi Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya kita tidak ada salahnya kita salami orang, senyumin orang. Gak usah merasa mahal senyum kita ini ya. Ya, sehingga pilah-pilih kalau mau senyum, mau senyum aja enggak bayar. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Innakum biamwalikum." Kalian tidak bisa meliputi manusia dengan harta kalian. Kalau bagi-bagi duit kita enggak cukup ya. Walakin yasaakum ya. Ya, tapi mudah bisa mengenai mereka semua dengan di antaranya tersenyum kepada mereka dan akhlak yang mulia bisa. harus senyum bisa buat banyak orang ya seperti Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam murah senyum dan bahkan memberi salam kepada anak-anak ya kadang-kadang ada setan mengatakan kalau kau nyapa orang di bawah nanti derajatmu apa turun ya seakan-akan levelmu jadi turun ya itu bisikan setan itu mengajarkan kita untuk sombong dan angkuh kalau mau ditemui orang harus lewat berapa level seakan-akan kita apa high clas kalau mudah ditemui seakan-akan kita orang rendahan ya, orang rendahan. Jadi ketemu harus ini dulu, ini dulu. Ada ritual, ada apa namanya? Ritual untuk bertemu dengan seseorang. Ini jangan seperti itu ya dan itu tumbuh keangkuhan tersebut sedikit demi sedikit. Gak terasa tiba-tiba kita sudah sampai pada level kita sangat merasa tinggi. Yang bertemu dengan saya harus melewati beberapa beberapa apa namanya? Level baru bisa ketemu saya ya. [Musik] sampai ada dai yang bodyguard-nya mungkin lebih banyak daripada bodyguard pejabat Allah [Musik] mustaan sampai ada dai kalau dia mau makan dia harus ngirim orang cek dulu makanannya luar biasa ngalah-ngalahin presiden ya enggak usah seperti itu. Biasa aja ya, biasa aja. Kecuali kita memang mau diracuni orang. Yalah, kita ini siapa sih? Kita ini siapa sih? Kenapa harus kayak gitu? Enggak terasa kita kebawa dengan cara seperti itu. Mau dibilang kita tawadu begitu modelnya gimana? Mau tawadu apa tawadu seperti [Musik] itu. Tib kita lanjutkan. Wa anhu dari Anas bin Malik q rallahu anhu intil im ahlil madinati Nabi shallallahu alaihi wasallam bihi haituat rawahul Bukhari kata Anas bin Malik sungguh ada seorang budak dari budak-budak wanita yang ada di Kota Madinah sungguh-sungguh mengambil tangan Nabi kemudian bawa Nabi ke mana hendak dia pergi. Ya itu Rasulullah tawadnya ya. Ya, mungkin kita tidak seperti Nabi tapi luar biasa tawadnya. Tapi kita berusaha meniru, berusaha mendekati. Ya, ini ada budak wanita kemudian ngambil tangan Nabi dibawa. Rasulullah tidak maling tarikan tangannya, lengannya diambil. Ya ini siapa sih ngajak-ngajak saya, bawa saya ke sana. Ya, itu Nabi sallallahu alaihi wasallam puncak tawadu. Setan datang pada kita ketika kita mulai dikenal, mulai di merasa dibutuhkan, kita merasa sedikit-sedikit seakan ini orang hebat, orang diperlukan. Padahal subhanallah, Allah yang menjadikan seorang mulia. Orang yang berik Allah menjadikan dia apa namanya sehingga diperlukan orang. Tapi gak usah merasa sok sok hebat, sok diperlukan, sok sibuk, sok macam-macam ya. Siapa yang lebih sibuk daripada Nabi sallallahu alaihi wasallam? Nabi istrinya sembilan. Kita istri satu aja sok sibuk. Istri sembilan. Istri sembilan urusan banyak. Ya, tapi ketika ini kan bukan setiap hari. Kadang-kadang ada keperluan seseorang tidak tiap hari juga budak wanita ngajak Nabi. Nabi juga punya waktu yang sedikit. Tapi kadang-kadang ada kejadian, "Ya Rasulullah biarin aja. Mumpung lagi kosong, mumpung lagi wanita itu lagi ada keperluan ditarik tangannya. Nabi biarin dibawa oleh wani budak tersebut ke mana pun dia hendak pergi. Ya. Dan ini tawadu, puncak tawadunnya Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai tangannya diambil oleh seorang ee budak wanita kemudian mengajak Nabi ke mana yang pun dia sukai. Dalam riwayat yang lain disebutkan Ibnu Hajar menyebutkan riwayat Ahmad dalam riwayat Imam Ahmad fantaliqu bihi fi hajatiha ya maka dia pun bawa Nabi sallallahu alaihi wasallam karena ada keperluannya yaitu Nabi menemani dia sampai memenuhi [Musik] keperluannya TB Kita lanjutkan hadis berikutnya. Wil Aswad bin Yazid qala suilat Aisyatu radhiallahu anha ma Nabi sallallahu alaihi wasallam yasna fi baitihi. Aisyah ditanya radhiallahu anha ummul mukminin apa sih yang dikerjakan oleh Nabi di rumahnya? Qat yakunu fi mihtati ahlihi rasul sahu al wasallam membantu pekerjaan istrinya ini khidmata ahli khidmat ahli itu membantu pekerjaan istrinya kalau tiba waktu salat maka beliau pun meninggalkan semua kegiatan menuju salat hadis riwayat Albukhari. Hadis ini juga menunjukkan tawaduknya Nabi sallallahu alaihi wasallam ee di hadapan istrinya. Kita tahu bahwasanya di antara ee kebiasaan para sahabiat mereka berkhidmat kepada suami. Ya, mereka berkhidmat kepada suami. Seperti riwayat tentang Fatimah radhiallahu anha. Fatimah menyapu rumah, Fatimah nimbah nimbah air, Fatimah radhiallahu anha menggiling ee gandum. Fatimah radhiallahu anha membuat adonan kemudian membakar roti sampai tangannya ee ngapal ya. Kemudian tidak lembut lagi sampai wajahnya juga terpengaruh karena dekat dengan apa namanya furn atau dengan apa namanya dengan tanur ya. Memanggang roti kan dekat ada api sehingga berubah wajahnya bajunya penuh dengan debu dan ini semua dia kerjakan di rumah sampai akhirnya dia minta pembantu kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan Nabi pun tidak kasih. Kemudian Nabi bilang sama Fatimah, "Ya bunayyah inna khairanisa." Sesungguhnya wahai putriku, sesungguhnya ee wanita yang terbaik adalah allati tanfau ahlaha yang bermanfaat bagi keluarganya. Sehingga kegiatan seorang istri di rumah kalau dia niatkan karena Allah maka itu adalah amal saleh bahkan menjadikan dia yang terbaik. Itu kebiasaan para sahabat. Sag juga Asma binti Abi Bakar menikah dengan Zubair yang miskin. Maka dia harus berjalan ya suut farsah yaitu sekitar 4 kilo pergi ke kebunnya Zubair kemudian mikul nawat, mikul apa namanya? Biji-biji, biji-biji kurma. Kemudian di pulang harus ditumbuk supaya kemudian dikasih air jadi makanan hewan. Karena biji kurma itu bisa jadi makanan apa? Hewan. Direndam dulu agak lama baru kemudian ditumbuk-tumbuk jadi lembut. Kemudian dimakan oleh hewan. Ini kerjaan dia jalan jauh 4 kilo mikul terus ngurusin kudanya Zubair ya. Ngelatih Zubair. Dilatih kudanya Zubair dikasih makan ngurus untanya Zubair. Semua dia lakukan biasa sahabiat. Tapi bukan berarti kemudian ee para sahabat itu suami-suami mereka tidak bekerja. Mereka bekerja dan mereka ada kesibukan banyak berjihad, berdakwah. Tapi kalau pulang ke rumah ada kesempatan bantu juga is istri. Dan ini Nabi sallallahu alaihi wasallam demikian. E beliau tawadu kepada istrinya ya sampai ee dikatakan oleh Anas ee dikatakan oleh Aisyah radhiallahu anha kana yakunu fi mihnati ahlihi. Beliau membantu istrinya. Istriembantu kerjaan wanita ya mungkin cuci piring kalau bang kita cuci piring cuci pakaian. Berarti Nabi bantu ya bantu kerjaan seperti itu. Mungkin bantu sapu-sapu ya. Ini umum Aisyah menyebutkan secara umum. Tapi kalau kita tahu pekerjaan perempuan yang tadi pekerjaan perempuan sapu-sapu rumah, cuci piring, cuci pakaian, bakar roti, ya kalau zaman dahulu ya, kalau zaman sekarang lihat Instagram, lihat bantu lihat Instagram, lihat produk baru. Jadi, Subhanallah. Nabi ngerjain kerjaan apa? Ibu-ibu membantu kerjaan istrinya. Ini puncak tawadunnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. kita tentunya laki-laki berusaha tawadu sama istri ya. Tapi bukan tawadu yang menjadikan kita akhirnya ee bukan kepala rumah tangga. Tetap kepala rumah tangga tapi tawadu kepada istri. Ada waktunya kita tawadu, ada waktunya kita mengalah, ada waktunya kita yang memberi apa? Keputusan. Begitu wadunya Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai ketika Sofiah radhiallahu anha yang dia tidak begitu tinggi ya Sofiah radhiallahu anha ketika mau naik ke atas unta dia untuk perlu pijakan maka Rasul sahu alaihi wasallam apa meninggikan lututnya sehingga pahanya diinjak oleh Sofiah kemudian Sofiah naik di atas unta unta beliau ya dan ini tawadu luar biasa dilihat oleh para sahabat ya kita belum melakukannya Ya, lain kali kita praktik. Kalau istri mau ngambil sesuatu di atas lemari, kita bilang silakan pasang kuda-kuda. Tapi timbang dulu berat badan berapa. Maksudnya Nabi sallallahu alaihi wasallam subhanallah tawadu ya. Apalagi istri orang tuanya sudah tidak ada ya. Jauh dari kakaknya, jauh dari adiknya ya. Saatnya kita tawadu kepada istri. Apalagi istri sudah mulai tua, sudah kurang pede lagi. Ya, macam ya tetap kita sayang sama istri. Ada saatnya kita tawadu kepada istri, kita bantu kerjaannya dan kita niatkan cari pahala. Niatkan cari pahala ya. Karena itulah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi tidak merasa angkuh gak. Kadang istri minta bantu cebok anak-anak ya cebok ya enggak ada masalah ya karena itu salah satu sunah. Tetapi lihat bagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faat. Kalau sudah tiba waktu salat langsung beliau tinggalkan semuanya. Fokus berubah. Kamu lagi ngobrol sama istrimu ketahu sama istri bantu istri. Begitu datang waktu salat selesai. Ada yang panggilan lebih penting yaitu memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa taala langsung berhenti fokus untuk salat ya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Ee jadi ini salah satu tawadu. Tawadu mencakup seluruhnya. Ada sebagian orang tawadu kepada temannya, tapi sama istri enggak tawadu. Ada yang begitu. Masyaallah. Kalau sama orang lain seperti apa namanya? Seperti arnab seperti apa namanya? Apa? Kelinci. Lembut ya. Kalau sama istri seperti kucing garong, sangar, teriak-teriak, merendahkan, menghinakan, menjatuhkan, meremehkan. Kalau aja ngomong tidak diindahkan. Sebagian semua suami seperti itu. Sampai saya pernah cerita ada kasus orang datang ke rumah, istrinya nangis-nangis, istrinya sudah bercadar, suaminya juga sudah sunah. "Ustaz, ini suami saya kalau dia lagi marah kadang dia tendang saya. Kadang dia bilang, "Saya iblis. Saya bilang, "Aduh iblis ada masih mending si manis jembatan Ancol kek atau gendruo ini iblis bosnya setan disematkan kepada istrinya." Makud enggak ada kata-kata lain maksud saking emosinya iblis. Iblis juga laki-laki ini perempuan. Iblis women kayak apa gimana kayak jadi Subhanallah papa enggak mikir maksudnya kata-kata itu bagaimana apalagi perempuan kan perasaan dia lebih mendahulukan perasaan daripada nalarnya terus kita kata-kata menyakiti seperti itu ya akhirnya enggak kuat dia tinggal sama suaminya jadi tawadu bukan cuma sama teman tawadu juga pada istri tawadu juga pada anak-anak Pada saatnya kita beri waktu buat anak-anak, kita ngobrol sama anak-anak, kita gendung anak-anak, tawadu sama tetangga, berusaha tawadu pada ee segala sisi. Ya, sebisa mungkin ya. Tentu kita tidak akan menyamai Nabi sallallahu alaihi wasallam tapi kita belajar karena tahu kita punya banyak kekurangan. Apapun yang kita miliki ada potensi membuat kita merasa tinggi. Entah jabatan, entah ilmu, entah diperlukan orang, entah ketenaran, entah popularitas. itu membuat kita terkadang sok sok ya sok sibuklah sok anuah saya ulangi lagi t Nabi saja istrinya sembilan juga tidak sok sibuk ini istri baru satu apalagi baru nyari sudah sok [Musik] sibuk sebagaimana dalam hadis ee ketika Aisyah ditanya tentang kegiatan Nabi, Nabi juga terkadang ngurus dirinya sendiri tidak selalu diurusin oleh istrinya ini. Ini di antara tawadu Nabi Aisyah ditanya maana rasul sahu alaihi wasallam maa am rasul wasam fi baiti apa sih kegiatan Nabi di rumahnya illa basyar minal basyar kata Aisyah tidak ada rasul sahu alaihi wasallam kecuali sebagaimana lelaki yang lain kanaflibahu wahluatahuakdimu nafsahu beliau jahit bajunya beliau merah susu kambingnya beliau melayani diri berkhidmat kepada dirinya sendiri dalam sebagai riwayat yaksiflahu yaitu beliau bikin sendal kulit ditumpuk kemudian dijahit itu beliau bikin sendal sendiri. Beliau bikin sendal apa? Sendiri. Ya, ini Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita baru ustaz lokal, interlokal sudah maunya luar biasa. Ya, kadang-kadang kita lupa diri. Kita lupa diri sehingga yang mau selalu dilayani. Kalau tidak dilayani seakan-akan kita direndahkan. Ada setan bilang begitu. Makanya kalau kita tidak dihormati orang, ingat Nabi Musa alaihi salam Allah sebutkan kisahnya bersama Nabi Khadir ahlahaj. Berjelanalah Nabi Musa dan Nabi Khadir dua nabi yang mulia. Sampailah mereka kepada suatu penduduk negeri. Ya. Kemudian mereka minta dijamu karena mereka dalam perjalanan safar. Musa safar mungkin Khadir enggak tapi mereka dalam perjalanan mereka minta dijamu faabu ayudifuma. Namun mereka semuanya Allah menggunakan kata jamak faabau. Satu kampung semuanya tidak ada yang mau menjamu Nabi Musa dan Nabi Khadir. Bahkan sebagian lama menafsirkan itu mereka mengetuk pintu satu-satu semua penduduk kampung tersebut gak ada yang mau jamu Nabi Musa, Nabi Khadir, "Ya sudah pulang. enggak mau dijamu. Saya bilang, "Eh, tahu saya ini nabi enggak dijamu." Kadang-kadang lupa kita lupa bahwasanya para anbiya yang tidak ada bandingan dengan kita, mereka terkadang begitu dan mereka tidak ngomel-ngomel, tidak merasa tidak dimuliakan. Setan yang buat kita merasa tinggi, merasa harus dimuliakan, merasa harus dihormati, merasa harus aduh kita ini siapa? lupa untuk tawadu, tawadu kepada Allah, tawadu kepada makhluk dengan atas perintah Allah Subhanahu wa taala. Kita mau berinteraksi bagaimana kalau kita tidak tidak tawadu. Ya namanya tawadu ada yang dikorbankan, waktu dikorbankan, ada harta dikorbankan, ada dalam tanda kutip harga diri. Maksudnya sok-sok kita korbankan. Ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak selamanya dilayani oleh istrinya. Tib. Dan perkataan Aisyah, kana basyar minal basyar. Dia lelaki sebagaimana yang lainnya. Isyarat bahwasanya Nabi tidak menyespikan dirinya ya artinya dia tidak merasaikan Rasul kau Aisyah harus begini begini. Enggak ya. Ya enggak. Kita lanjut hadis berikutnya. An Abi Rifaah. [Musik] Tamim bin Usaid radhiallahu anhu qala intahaitu rasul wasallam wahua yakub. Aku berjalan sampai aku tiba di hadapan Nabi dan Nabi sedang berkhotbah. Faqulu ya Rasulullah. Maka aku berkata, "Wahai Rasulullah, rajulun gibun jauhini." Ada seorang asing datang bertanya kepadamu tentang agamanya. Dia tidak tahu apa agamanya. Faqbala alai Rasulullah. Maksudnya dia dirinya sendiri. Saya orang asing mencari Anda. Saya bukan penduduk kota sini dan saya pengin tahu tentang agama saya. Dan Rasulullah sedang berkhotbah. Dia langsung motong Nabi sedang berkhotbah. Ini apa dalam bahasa istilah qadiyatu ain. Bukan setiap hari terjadi. Tentu kalau tiap hari begini kacau khotbah. Satu ngomong, satu ngomong, satu ngomong. Enggak. Ini kan sesekali terjadi. Ini kasus tertentu terjadi. Tentu Rasulullah menghadapi kasus tertentu dengan ee cara beliau ya. Bukan setiap hari bukan gak. Faqbala alai Rasulullah sahu alaihi wasallam. Maka rasul sahu alaih wasallam pun balik menghadapku. Dia tinggalkan khotbahnya hatta Rasulullah datang menuju saya fautiin faq alai maka didatangkanlah kursi rasulah pun duduk di atas kursi tersebut waja yallimuni mimmaamahullah maka nabi pun mengajari beliau dari apa yang Allah ajarkan kepada beliau ata khotbatahu faama akirha kemudian beliau setelah ngajarin aku, dia balik lagi lanjutkan khotbahnya. Hadis riwayat Muslim. Subhanallah. Bagaimana tawadunnya Nabi sallallahu alaihi wasallam? Jauh kita dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Tidak punya adab nanti enggak bisa ngomong. Kalau kita mungkin nanti ketemu tunggu ketemu dulu apa namanya ee tim saya nanti saya belakang ya. Nabi tidak begitu. Nabi tidak begitu ya. kita jauh dar kita ni kadang sok sok perlu sok diperlukan yang orang seperti kita masih banyak yang punya ilmu lebih-lebih dari kita juga masih lebih banyak kita sok sok orang hebat yang kita sampaikan juga belum tentu merubah akhlak audiens malah ngajarin audiens untuk mikirin dunia mulu tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam malah beliau ee berhenti dari khotbahnya menuju kepadaku. ya menuju kepadaku. Dan ini menunjukkan perhatian Nabi. Karena ini kan kasus ada orang asing datang tidak maka Rasul tahu dia lagi perlu dia lagi perlu ya. Maka dia mensikapi dengan sikap khusus. ini orang lagi perlu dan Nabi sallallahu alaihi wasallam kita tahu bagaimana kisah ee Abdullah bin Ummi Maktum yang ketika datang minta ajaran dari Nabi kemudian Nabi berpaling darinya ya dan dia buta ya sampai Allah turunkan surat apa? Abasa. Ceritanya Nabi sedang mendakwahi pembesar-pembesar Quraisy. Nabi lagi fokus nih orang kaya nih. Dan secara maslahat ini penting karena kalau mereka masuk Islam penting nih. Karena mereka pembesar-pembesar nih. Kalau mereka masuk Islam tentu efeknya luar biasa. Nabi lagi fokus tahu-tahu ada orang buta datang, "Ya Rasulullah, ajarin aku. Ya Rasulullah, ajarin aku." Maka Rasulullah langsung berpaling. Karena seakan-akan Ibnu Ibnu Maktum ini mengganggu konsentrasi Nabi dan Nabi memikirkan maslahat. Ya, tidak ada dunia di balik itu yang diinginkan. Dia tidak minta duit dari orang-orang kaya tersebut. Gak sama sekali. Murni kemaslahatan agama. Ya, dia tidak minta duit dari orang kaya tersebut. [Musik] Yaki. Dia tidak minta duit. Dia tidak bilang kalau dekat VIP Red, kalau jauh Rp650.000. Kalau jauh ustaznya remang-remang, kalau dekat kinclong ini nonton konser apa nonton apa [Musik] ini? Kadang-kadang apa maslahat di balik itu? VIP non VIP. Apa maslahatnya? Mas akhirat atau maslahat duniawi? Coba dipikir. Kalau ada maslahat akhirat mungkin kita boleh inilah kalau murni maslahat duniawi, tib buat [Musik] apa? Dekat Rp1.200 jauh berapa? Nomor Rp10.000. Kalau dekat jauh remang-remang jadi lebih murah. Kalau dekat kinclong ma mahal. Kalau saya jauh dekat insyaallah kinclong. Bercanda ya pakai layar ya aman. Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika itu sedang menasehhati orang-orang kaya dan tujuannya murni akhirat. Karena orang kaya ini kalau dapat hidayah insyaallah banyak yang masuk apa? Islam. Terus ada Ibnu Umi Maktum datang minta nasihat. Nabi berpaling dan Ibnu Ummi Maktum buta. Dia tidak tahu wajah Nabi bermuka masam. Dia enggak tahu. Dan dia tidak tahu Nabi berpaling. Dia pun tidak tahu. Yang tahu siapa? Allah. Maka Allah turunkan surat abasa wa tawalla anjaahul wudrik lahuak. Datang orang engkau dia Muhammad berpaling dan bermuka masam ketika datang orang yang buta. Ya padahal ini semangat semangat datang minta ilmu engkau malah berpaling. Tapi apakah Nabi marah setelah itu kepada Ibnu Maktum? Tidak. Nabi kalau ketemu beliau, dia mengatakan marhaban. Selamat datang orang yang Allah menegurku gara-gara engkau. Rasulullah muliakan muliakan dia. Bahkan dia jadi tukang azannya Nabi. Bahkan Nabi pernah pergi, Nabi suruh dia jadi wakil di suatu di Madinah atau di mana saya lupa ya. Nabi muliakan dia. Ya, karena Nabi pernah ditegur oleh Allah Subhanahu wa taala. Padahal Nabi berijtihad, namun ijtihadnya keliru. Namun ijtihadnya keliru. Lihatlah bagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian turun ee dari khotbahnya menuju orang asing tersebut untuk memberi nasihat kepada orang tersebut. Kita jauh dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sekali lagi setan datang mengesankan kita orang hebat. Misalkan kita ini orang sangat diperlukan mengesankan harus ketemu musah yang dibayangkan. Harus ngantri, harus ini, harus anu, harus ini. [Musik] Ya, ada seorang ikhwan datang kepada seorang dai. "Ustaz, bagaimana kalau ngisi di fakultas kami ee fakultas di salah satu universitas kata di tersebut, "Toh gak bisa. Kalau sama saya harus profesornya hadir, harus ininya hadir, guru besarnya hadir, dokter jadi gak mau dia kajian biasa harus yang hadir orang wau-wau itu tadi setan datang merasa kita ini hebat. Kita ini siapa sih di Indonesia yang hebat? Ilmunya sebesar apa sih? Siapa? Coba bilang ustaz Salafi yang ilmunya hebat siapa? Coba bilang ya? Mirip-mirip enggak? Enggak, enggak hebat-hebat kali. Maka tidak perlu kita merasa kita ini apa wau dan apa. Enggak perlu. Tapi kita lanjutkan hadis berikutnya. Anas radhiallahu anhu rasulah wasam akaman asiahu ini Imam Nawawi masyaallah membawakan hadis-hadis tentang tawadunnya Nabi adalah rasul sahu alaih wasallam kalau makan makanan maka beliau menjilat tangan beliau jari beliau beliau jilat waqala dan beliau berkataqat lqmatu ahadikum kalau ada makanan jatuh dari kalian maka bersihkan setelah dibersihkan walakulha hendaknya dia makan Jangan tinggalkan buat [Musik] setan. Dan beliau ingin dibersihkan untuk diambil. Jangan dibuang. Tapi kalau ada sisa-sisa dimakan ya. Yaitu dijilat. Kalau ada piring yang masih sisa diambil ya dimakan. Qakumikum barah. Sesungguhnya kalian tidak tahu di bagian mana ada keberkahan. Hadis riwayat Muslim. Hadis ini di antara adab dalam makan yaitu Rasul Sallahu Alaih Wasallam mengajarkan kalau kita makan di antara tujuan selain kita ingin kenyang kita juga harus cari keberkahan dan dalam setiap piring yang kita makan pasti ada keberhan cuma letaknya di mana kita enggak tahu apakah di akhir makanan atau di bagian mana. Tapi kalau kita bisa bersih semuanya sudah otomatis kita makan keber keberkahan. Dan kalau kita makan keberkahan dia punya efek dalam diri kita. Semangat beribadah. Kemudian apa namanya? Tidak tidak semangat maksiat karena ada berkah. Kita kita makan makan yang berkah. Kalau makan tidak berkah kan repot nanti. Oleh karenanya seorang berusaha makan bersih kalau perlu dijilat apa yang tersisa agar tidak ada keberkahan yang terlewatkan. Ini sebab yang pertama. Sebab kedua, Rasulullah mengatakan makanan sisa itu dimakan setan. Kata Rasulull sahu alaihi wasallam, "Kalau ada makanan jatuh bersihkan. Belum 5 menit bersihkan. mau dibersihkan ya kecuali jatuh di kotornya sudah cerita selama mungkin dibersihkan maka bersihkan. Ada yang bilang ustaz itu kan zaman dulu belum ada virus ya. Pokoknya saya bilang kalau mungkin dibersihkan, bersihkan terus makan enggak ada masalah. Enggak usah jangan tawadu ambil bersih-bersih. Kita tahu lantai rumah kita bersih kok. Ambilah terus dimakan. Ya kata Rasul Sallahu Alaih Wasam, "Jangan biarkan untuk apa?" Setan. Ini dalil bahwasanya makanan sisa bisa dimakan oleh apa? Setan. Dan ini salah salah satu bentuk dari memuliakan nikmat Allah subhanahu wa taala. Di antara bentuk memuliakan nikmat Allah, kita tidak mubadir membuang nikmat Allah tersebut yang tidak ada manfaatnya. Ya, kalau kita enggak mampu kasih orang ya kalau bisa ya kasih kasih orang. Sekarang di sebagian restoran di Arab Saudi sudah ditulis ya. Kalau tidak habis, tolong beritahu kepada pegawai kami. Dia akan yang apa me ee membereskan bisa dibagikan kepada orang, bisa dibuatkan untuk makanan apa hewan ya bisa dimanfaatkan ya sehingga tidak terbuang. Ini menunjukkan tawadu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi tidak malu untuk menjilat jarinya. Rasul apa kurang rakus? Kita bukan masalah rakus. kita masalah semua nikmat kita manfaatkan dan ada keberkahan di balik itu. Rasulullah mengatakan fayakum la tadruna fi thaamikum albarokah. Kalian tidak tahu bagian mana yang ada keberkahannya. Bahkan dalam sebagian riwayat hendaknya teman makannya suruh jilatin. Itu kalau istri. Kalau teman ya mungkin enggak ya. Tapi kalau istri kita suruh istri jilat gak apa-apa ya. Tambah cinta enggak? Tambah cinta enggak? Ah, enggak pernah coba ya. Hadis berikutnya. Apalagi jomblo mau coba sama siapa? radhiallahu anhu dari Abu radhiallahu anhu nabi wasallam ras wasam berkata baahu nabianam tidak seorang nabi pun diutus oleh Allah kecuali penggembala kambing qabuhu para sahabat berkata wa anta engkau ya rasulullah faqala naam kuntu araha alq ahli makah saya juga dulu penggembala kambing karena saya nabi dan seluruh nabi pasti menggembalakan kambing saya juga menggembalakan kambing punya orang bukan kambing saya namun saya dapat upah qarorit yaitu qarorit maksudnya adalah pecahan dari dinar atau dirham kambing-kambing milik penduduk Makkah. Hadis riwayat Bukhari. Ini hadis menjelaskan tentang tawadu di antara kerjaan para nabi. Nabi adalah manusia termulia. Mereka tidak sombong, tidak angkuh. Mereka mau menggembalakan kambing. Rasulullah mengatakan, "Asakinatu fi ahlil ghanam wal wal wal kibr wal khulala fil faddadin ahlil wabar." bahwasanya ketenangan berada pada penggembala kambing. Sementara kesombongan dan keangkuhan berada pada penggembala unta atau pemilik kuda. Ya. Ya. Penggembala konta ahlul wabar. Yaitu unta itu namanya ee apanya? Rambutnya disebut wabar ya. Di sini ee di antara kerjaan para nabi adalah menggembalakan kambing. Mungkin pekerjaan yang tidak mulia, apalagi kambing. Kambing punya orang, bukan kambing nabi. Kambing punya siapa? Orang. Sebagaimana Musa alaihi salam menggembalakan kambing mertuanya. Nabi menggembalakan kambing tetangga-tetangganya. Dan Nabi tidak malu untuk menceritakan masa lalunya. Anda menggemala kami? Iya, saya ngemalan kami. Apa masalahnya? I halal. Sekarang orang kerjaan haram sombong. Di mana riba konvensional? Masyaallah. Sombong gagah. Yang mana artis dangdutan bangga tadi jauh apa? Sales seles roti malu. Ya halal enggak ada masalah. Kalau halal enggak ada masalah di makan yang halal. Di dunia kan kita akan lewati. Yang penting pada alam berikutnya statusnya bagaimana dunia. Kita mau jadi orang kaya, orang miskin tak makan. Masalah semua akan melewati. Mau kaya miskin pasti ada masalah. Sakit mau kaya miskin pasti mencret. Apa ada orang kaya tidak mencret? Pasti mencret. Pusing semua orang pasti juga apa? Pusing. Diomelin istri semua orang juga diomelin istri. Ada enggak diomelin istri? Istrinya bisu enggak diomelin. Semua ada masalah. Yang penting kan kita bisa beribadah. Pekerjaan yang penting halal itu suatu hal mulia. Kalau bisa upgrade lebih bagus. Tapi kalau halal enggak usah malu-malu, enggak ada masalah daripada bangga-banggaan ternyata makan uang haram. Uang enggak jelas. Nanti jelas di alam barzah baru jelas. Kalau sekarang abu-abu ya. Di alam barzah langsung apa? Jelas. P orang-orang saya makan harta rakyat, koruptor-koruptor. Harta rakyat dimakan. Rakyat setengah mati bayar pajak kemudian dia foyafoya dikorupsi. Mau bangga jadi orang seperti begitu? Nabi sallallahu alaihi wasallam tenang aja. Jadi iya penggembala kambing. Ini pekerjaan yang hina waktu itu. Maksudnya bukan hina maksudnya rendah sehingga ketenangan. Beda kalau yang punya unta wah gagah. Apalagi yang punya kuda gagah. Kambing. Kau punya apa? Kambing gagah. Enggak ada yang bilang kambing gagah. Makanya enggak ada lomba pacuan kambing. Enggak ada. Tapi kalau pacuan unta ada, pacuan kuda ada. Orang bisa bangga naik kuda. Kuda keren. Gagah kan? Yang gagah kudanya bukan kamu. Kalau kambing kan yang gagah yang punya kambing. Jadi maksud saya ee Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tawadu sampai beliau menggembalakan kambing dan beliau tidak merasa malu-malu. Hadis berikutnya. Wa anhu. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu an Nabi sallallahu alaihi wasallam q Rasul sahu alaihi wasallam bersabda la duitu qurain lajabtu. Kalau saya diundang untuk makan qura. Qura itu dari kalau kaki kambing dari mana? Dari lututnya sampai ke bawah. Kikil ya apanya? Ya. Dari kaki kambing. Zira dari paha. Zira itu apa? Ee paha kambing ya. Zira paha kambing. Lajab. Rasulullah mengatakan saya diundang untuk makan kikil. Saya makan untuk makan kaki, untuk makan paha saya makan. Rasul sahu alaihi wasallam suka zira. Bagian kambing yang paling Rasulullah suka adalah bagian apa? Paha. Paha ya? Kaki atas ya? Paha kan? Iya paha. Rasulullah paling suka itu. Sampai ketika Rasulull sahu alaihi wasallam diberi racun oleh wanita Yahudiah di Khaibar, dia taruh di situ paling banyak karena itu Nabi suka makan paha. Akhirnya Rasulullah sempat makan racun tersebut. Kemudian kambing berbicara ini masmum masai beracun. Akhir Rasulullah mengatakan kepada para sahabat, berhenti. Sebagian sahabat dan langsung meninggal dunia ketika itu. Ya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Kalau saya diundang untuk makan qura atau zira la ajab tu saya akan datang." Walau uhdiya ilaun quraun laqilu. Kalau saya dikasih hadiah zira yang saya sukai atau qura yaitu kaki kambing saya akan terima. Saya tidak tolak. Itu Rasulullah tawadu. Apa makan apa hadiah kayak gini? Enggaklah. Gak terima menyenangkan memberi apa hadiah. Kalau kau enggak suka bisa kasih orang ya atau tapi Rasulullah terima. Rasul sahu alaihi wasallam tidak tidak angkuh ya. Tidak angkuh. Karena kalau kita dengar cerita-cerita tentang para ulama dahulu seperti Syekh Abdurrahman bin Asir As'di dia tinggal di satu kampung. Dikatakan dalam biografi beliau, semua tetangganya sudah pernah dia datangi. Semua tetangganya pernah dia apa? Semua pernang dia. Dia selalu datang. luar biasa ya. Ya, mungkin enggak banyak seperti kita. Tapi maksudnya bagaimana beliau tidak membedakan si kaya maupun si miskin. Ada yang ngundang beliau datang semuanya. Tawadunya beliau rahimahullahu taala. Tentunya yang mengundang ya juga jangan pelit ya. Kalau duit banyak jangan kasih kikil ya kasih yang enaklah. Kalau kecuali kalau enggak punya ya sudahlah kita ngerti ini rumah jelek cuma disediakan cuma roti cuma teh manis ya sudahlah kita ngertilah jangan suruh dia beli nasi mandi ya jangan nasi mandi mandi sendiri jangan digabungkan kalau rumahnya kaya ya mungkin rumah kaya kok kasih kasih itu dak lag ya seorang ngertilah namanya memuliakan tamu dapat apa pahala yang diundang harus ngerti juga ya sudahlah mungkin dia lagi enggak ada duit lagi susah lagi apa Ya, tapi Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam tawadu bahkan kalau diundang untuk makan-makanan yang sangat sederhana yang mungkin dibuang di zaman itu tidak dimanfaatkan. Kalau diundang untuk makan itu kata Rasulullah saya akan saya akan datang an Anas radhiallahu anhu qat naq rasul wasallam alba aladba adalah unta nabi namanya aladba la tusbak tidak pernah kalah kalau pacuan unta gak pernah kalah aak takadu tusbak atau hampir tidak pernah kalah memang kuat unta Nabi. Faja arabiyun ala qudin lahu. Tiba-tiba datang seorang Arab Badui. Bukan orang kota. Orang Arab Badui yang mungkin adabnya tidak seperti orang kota. Alaudin lahu. Dia bawa unta. Unta qud maksudnya unta yang sudah bisa ditunggangi. Umur antara 2 tahun sampai 5 tahun. Belum belum besar sekali. Beda kalau unta Nabi sudah gede, sudah sempurna besarnya sudah kuat. Ini masih antara 2 tahun sampai 5 tahun. Maka tiba-tiba fasabaqaha tiba-tiba unta Arab Badu ini menang ngalahin unta siapa? Nabi fasqika alal muslimin. Kaum muslimin gelisah. Waduh unta Nabi kalah nih. Enggak enaknya Rabb Badui. Datang Badui ngalahin apa Nabi. Selama ini kita kalah mulu. Ini bukan orang apa bukan datang jagoan dari mana Badui. Badui datang tahu-tahu menang lah. Ini gimana ini ya sampai ee hal itu memberatkan kaum muslimin. Hatta arafau sampai Rasulullah tahu kayaknya para sahabat merasa enggak enak ketika unta Nabi kalah. Maka rasulam berkata, "Haqun alallah allai minun merupakan hak Allah. Tidak ada satupun perkara dunia yang tinggi kecuali Allah akan jatuh jatuhkan." Ya, itu apa? Unta menang perkara dunia, bukan perkara apa-apa. Waktunya jatuhjatuh. Sehingga para ulama ketika membahas hadis mereka mengatakan ini dalil dilarang untuk bangga-banggaan masalah apa? Dunia. Masalah membangga-banggakan perkara akan dijatuhkan oleh Allah suatu hari. ya, rusak atau tewas atau apa satu saat akan dijatuhkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Subhanallah. Sebagian orang ini hadis bayangkan dibawakan oleh Imam Nawawi dalam bab tawadu dan dibawakan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya kitaburiq juga dalam bab tawadu. Coba cara pandangnya bahwasanya tidak usah bangga-banggaan dengan unta. Kalah enggak ada masalah. Sebagian orang cara pandangnya ngawur. Ini dalil bahwasanya punya mobil paling kencang dia sunah. Punya motor paling kencang sunah karena unta Nabi kencang. Subhanallah. Malah dibalik suruh beli motor yang mahal-mahal. Ini otak bagaimana? Saya juga bingung. Ini hadis dibawakan dalam bab tawadu. Bukan bangga-bangan punya motor Harley eh dimension. Bukan. Bab. Ee tadi hadis terakhir ya, bahwasanya di antara faedah itu seorang tidak perlu membangga-banggakan perkara dunia. Kenapa dunia setinggi apapun suatu saat akan hanc hancur ya seorang berusaha berlomba dalam urusan akhirat ya kata Allah ketika menyebutkan tentang e nikmat surga wafalikafasil mutanafisun untuk urusan surga maka bersainglah ketika Allah menyebutkan tentang surga juga dalam ayat yang lain kata Allah limitsli h falyaalil amilun seperti inilah selamat dari neraka masuk surga hendaknya orang-orang beramal bukan sibuk fokus untuk di dunia gak apa-apa kita dapatkan tapi tidak usah untuk kita pamer-pamerkan bangga-banggaannya.