Kitab Al-Adab Al-Mufrad #61: Panggilan Kasih sayang Untuk Anak Kecil - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
CZj6uPO5s0M • 2025-12-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala,
kita masih melanjutkan bahasan tentang
kasih sayang kepada anak-anak ya.
ee dan telah lalu kita telah
menyampaikan bab tentang rahmatus shgir,
kasih sayang kepada
anak-anak. Kemudian Imam Bukhari
melanjutkan dengan bab muanaqtia,
memeluk anak-anak. Kemudian juga
dilanjutkan dengan bab qblatur rajuli
aljad sagirah, bolehnya seorang mencium
anak kecil perempuan. Kemudian juga bab
berikutnya bab masap
kepala anak-anak.
Ini semua tentang kasih sayang terhadap
anak-anak dan ini semuanya adalah ibadah
kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
pada bab ini, bab yang baru, babu qul
rajuli lisir ya bunayya. Bab seorang
berkata kepada anak kecil, "Wahai
ee putra kecilku." Wahai putra kecilku.
Ya, bunayya adalah tasgir dari ibni.
ibni artinya adalah putraku, wahai anak
laki-lakiku. Kalau bunai ya, orang-orang
Arab kadang mentasgir yaitu ee untuk
menunjukkan kasih sayang. Bunai artinya
wahai si anak kecilku yaitu menunjukkan
kasih sayang. Dan ini boleh diucapkan
meskipun kepada selain anak kandung ya
sebagai bentuk kasih sayang. Kita ketemu
dengan anak kecil kita bilang, "Wai
bunayya, wahai putrak." Bagi orang Arab
itu adalah hal yang biasa dan itu adalah
bentuk kasih sayang. Ya, tapi kalau kita
Indonesia ini hampir enggak ada ya. Kita
enggak panggil anak orang dengan wahai
anakku.
Pernah atau jarang atau enggak ada? Hah?
Jarang kan? Jarang. Bukan suatu tradisi.
Tapi kalau ibu kita panggil ibu orang
mungkin umi mungkin meskipun bukan ibu
kita. sebagai bentuk penghormatan kepada
orang orang tua itu mungkin terjadi.
Tapi kalau kepada anak yang bukan anak
kita, kita bilang, "Ya bunayya, ya ibni,
wahai putraku, hampir tidak ada." Ya,
tapi kalau di Arab itu biasa. Di Arab
biasa seorang tua memanggil anak muda
dengan panggil ya bunayya, ya ibni,
wahai putraku, wahai putra kecilku.
Sebagai bentuk kasih sayang padahal
bukan anak kandung. ini ee adalah ee
kebiasaan para salafus saleh. Mereka
memanggil anak-anak untuk untuk kasih
sayang dengan ee anak-anak muda
dipanggil dengan wahai putraku padahal
bukan anak mereka.
Bab kita bacakan hadisnya. Al Imam
Bukhari berkata rahimahullah. Qala
haddasana Abdullah bin Said qala
haddasana Abu Usamah. Qala haddasana
Abdul Malik bin Humaid bin Abi Ghunayyah
an abihi
an abil ajlan almuharibi qala kuntu fi
jisi bin Zubair. Kata Abul Ajlan
almuharibi saya berada pada pasukan Ibnu
Zubair pasukan Abdullah Ibnu Zubair
radhiallahu anhu. Ya
fuia ibnu Aminli. Maka
eh
meninggallah
sepupuku wa aus bijamalin lahu
fisabilillah.
Dan sepupuku itu berwasiat dia punya
unta agar dimanfaatkan fisabilillah
untuk di jalan Allah subhanahu wa taala.
libnihi kata Abul ajlan almuharibi maka
aku sampaikan kepada putranya yaitu pada
ponakanku ya
idal jamal itu untamu kasihkan ke saya
fainni fi jaisi ibni zubair karena saya
sedang berada di pasukan Ibnu Zubair
terjadi fitnah di zaman itu. Pasukan
Abdullah Ibnu Zubair mengangkat dirinya
sebagai khalifah diikuti oleh banyak
orang. Kemudian setelah itu tidak
disetujui oleh sebagian Bani Umayyah
yaitu Marwan Ibnu Hakam.
Kemudian Marwan bin Hakam membentuk
khilafah tersendiri di Syam. Kemudian
diikuti selanjutnya oleh anaknya Abdul
Malik ibn Marwan.
Sehingga terjadi dualisme kekhilafahan
di zaman tersebut.
Yang satu di Makkah dipimpin oleh
Abdullah Ibnu Zubair radhiallahu anhu.
Yang satu Marul Hakam. Kemudian diikuti
setelah meninggal anaknya Abdul Malik
bin Marwan. Kemudian Abdul Malik bin
Marwan punya
ee panglima yang sangat terkenal kejam,
yaitu Hajjaj bin Yusuf at-TSQafi. Hajjaj
bin Yusuf at-TSQafi yang kemudian
menyerang Abdullah bin Zubair.
Ketika menyerang Abdullah bin Zubair
sampai dia melemparkan manjanik sampai
manjanik tersebut yaitu katapel besar
sampai membakar Ka'bah mengenai Ka'bah
dan Ka'bah terbakar ketika itu.
Kiswahnya terbakar, Ka'bah juga
terbakar. sampai akhirnya Abdullah Ibnu
Zubair
kemudian bermusyawarah dengan
ee orang-orang dekatnya. Apakah Ka'bah
mau dipugar, direnovasi atau dibongkar
dan dibangun kembali? Akhirnya Abdullah
bin Zubair istikharah sampai tiga kali.
Kemudian dia mengatakan, "Kita bangun
kembali Ka'bah." Membangun kembali ka
Ka'bah. itu terjadi di zaman itu. Karena
Abdullah bin Zubair pernah mendengar
hadis dari Aisyah radhiallahu anha.
Aisyah mendengar hadis dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Nabi
berkata, "Laula annaaki hud ahdin bil
kufradamtul
Ka'bah bana
ala qawaid Ibrahim wtu laha baban yaduna
minhu waban yakrujuna minhu." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kalau bukan
kaummu wahai Aisyah baru saja masuk
Islam, tentu aku akan bongkar Ka'bah.
Lantas aku akan bangun Ka'bah yang baru
sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim."
Karena Ka'bah yang sekarang ini kurang.
Saya akan bangun bongkar, saya akan
bangun kembali. Kemudian saya akan bikin
dua pintu. Pintu untuk masuk dan pintu
untuk keluar. Ini hadis pernah
disampaikan oleh Nabi kepada Aisyah dan
Aisyah menyampaikan pada ponakannya.
Ponakan Aisyah adalah Abdullah Ibnu
Zubair. Akhirnya Abdullah bin Zubair
bangun Ka'bah. Dia bongkar Ka'bah karena
sudah kena hantaman manjanik dan sudah
rusak. Maka dia bongkar. Dia bangun lagi
dengan Ka'bah lebih besar, lebih luas
dengan dua pintu. Pintu masuk dan pintu
keluar. Akhirnya setelah dia dibunuh,
dikuasai lagi oleh Abdul Malik bin
Marwan,
akhirnya Ka'bah dibongkar lagi,
dikembalikan seperti awalnya. Ya,
seperti sekarang. Seperti apa? Sekarang
sampai di zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid
di kaliman zaman khilafah Abbasiyah.
tadi zaman ee Umawiyah, kemudian
Abbasiyah, kemudian
ee ingin dibongkar lagi, dikembalikan
sebagaimana yang dibangun oleh Abdul
Malik ee dibangun oleh Abdullah bin
Zubair. Tapi Imam Malik menasihati,
"Jangan, kalau dibongkar lagi nanti
Ka'bah jadi mainan para raja. Setiap ada
raja baru akan dibongkar-bongkar."
Akhirnya Ka'bah dibiarkan seperti
sekarang. Itu kurang. Ka'bah sekarang
tidak sempurna karena masih kurang.
Harusnya Ka'bah sekarang itu sampai
masuk hijr. Hijr itu termasuk Ka'bah.
Harusnya hijr termasuk Ka'bah. Jadi
bukan kosong gitu. Hijir tempat orang
bilang Hijr Ismail. Padahal bukan Hijr
Ismail hijr aja tanpa ada Ismailnya.
Tib intinya ketika terjadi peperangan di
antara kaum muslimin dan Abul Ajlan
almuharibi ini dia termasuk dalam
pasukan Ibnu Zubair radhiallahu anhu.
Maka dia bilang sama ponakannya, "Wahai
ponakanku, sesungguhnya bapakmu itu
sepupukku. Bapakmu dulu waktu meninggal
dia bilang berwasiat agar untanya
digunakan untuk jihad fisabilillah."
Untuk fisabilillah. Nah, kebetulan saya
mau perang ini. Saya mau perang.
Serahkan aja untamu, unta bapakmu
kepadaku. Ya, maka
qala, maka ponakannya ini atau anak dari
sepupunya ini berkata, "Idhab bina ila
ibni umar hatta nas'alahu." Jangan dulu,
Om. Kata ponakanya, "Kita pergi dulu ke
Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Kita nanya
dulu ya. ini di antara
ee kecerdasan dari ponakannya
dan dia ingin ngecek dulu, ingin nanya
kepada Ibnu Umar. Ibnu Umar masih hidup
ketika itu ya, sahabat yang mulia juga
yang terkenal dengan keluasan ilmu. Kita
tanya dulu
akhirnya,
"Faataya faataina ibna umar." Maka kata
sang perawi Abul Ajlan Almuharibi
berkata, "Kami pun mendatangi Ibnu
Umar."
faqala ya Aba Abdurrahman. Maka sang
ponakan berkata,
"Wahai Abu Abdurrahman yaitu Ibnu Umar,
wahai Ibnu Umar, inna walidi tufya.
Sesungguhnya ayahku sudah meninggal
dunia. Wa bijamalin lahu fisabilillah."
Dan dia berwasiat kepadaku agar
unta ini digunakan di jalan Allah
Subhanahu wa taala. Wahad ibnu ammi
wahua fi jaisi ibni Zubair. Sementara
ini adalah putra dari keluargaku, itu
omku ini. Dia berada di pasukan Ibnu
Zubair. Di pasukan Ibnu Zubair. Afa
adfau ilaihil jamal. Bolehkah saya
serahkan unta ini kepada dia untuk
digunakan perang dalam pasukan Ibnu
Zubair?
Pertanyaannya jelas ya.
Dia sekarang mau perang lawan pasukannya
Abdul Malik bin Marwan. itu pasukannya
Haj bin Yusufsaqafi
dan dia butuh
butuh biaya dan butuh kekuatan di
antaranya kuda atau unta ya tunggangan.
Apakah saya menyerahkan unta ini kepada
dia untuk digunakan perang dalam pasukan
Abdullah bin Zubair? Maka Ibnu Umar
radhiallahu anhuma berkata, di sini dia
mengatakan, "Ya bunaiya." Di sini dia
mengatakan apa? Ya bunayya. Dia gunakan
kata ini wahai putra kecilku. Bunai itu
wahai putra kecilku ya bunayya ya
yang menunjukkan ada perkataan ya ibni
wahai putrak ada ya bunayya putra
kecilku kalau ibni ya bni ya ibni wahai
putraku ini sudah menunjukkan kasih
sayang apalagi kalau ditasgir
menggunakan ya bunayi wahai putra
kecilku menunjukkan kasih sayang seperti
perkataan Nabi Nuh kepada putranya putra
kandungnya ya bunayarkam maana wahai
putrak ya dia tidak Ya ibni, tapi ya
bunayya, wahai putra kecilku naiklah ke
kapal bersama bersama kami. Wala takum
maal kafirin. Jangan kau termasuk
orang-orang kafir. Jadi di sini yang
jadi perhatian kita Ibnu Umar ya ketika
itu usianya sudah tua ya dan dia berkata
kepada anak muda ini dengan kalimat, "Ya
bunayya, wahai putra kecilku." Padahal
bukan anaknya. Tapi ini menunjukkan
kasih sayang kepada anak-anak muda.
Dia berkata, "Inna sabilallah kullu
amalin saleh." Ibnu Umar kasih kaidah,
"Wahai putraku, sesungguhnya sabilullah,
jalan Allah itu semua amal saleh
sabilullah.
Semua jihad fisabilillah itu sabilullah
fisabilillah." Fisabilillah itu bukan
ter Ibnu Umar yang menjelaskan
fisabilillah itu bukan cuma jihad.
Fisabilillah itu semua amal saleh.
Berbakti sama orang tua fisabilillah.
membantu fakir miskin fisabilillah,
berdakwah fisabilillah, semua amal saleh
adalah fi sabilillah.
Fain kanana waliduka innama aus bijamali
fisabilillah azza wa jalla.
Kalau memang ternyata ayahmu berwasiat
untuk agar untanya digunakan
fisabilillah dengan makna yang khusus
yaitu jihad. Sebenarnya fisabilillah itu
umum kata fisabilillah itu umum. Tapi
karena ayahmu berwasiat untuk
fisabilillah secara spesifik, itu
fisabilillah maksudnya apa? Ji jihad.
Faid roitaan muslimina yagzuna min
musyrikin fadfa ilaihim jamal. Kalau kau
lihat ada pasukan kaum muslimin
memerangi kaum musyrikin, maka kasih
unta itu. Itulah jihad.
Tunggu kalau ada kaum muslimin lawan
kaum musyrikin kasih. Itu jihad.
Tetapi ini kasusnya beda. Kata Ibnu
Umar, faza wa asabahu fiiliilmaniumin
ayuhum.
Tapi ini kasusnya beda. Ini kasus perang
antara muslim dengan muslim.
W ashabahu. Maksudnya
kata Syekh Albani rahimahullah maksudnya
fahab. Maksudnya Ibnu Umar dan
pengikutnya
mereka hanyalah mengikuti ya
pasukan ya. Ada yang diikuti. Ayyuhum
yad tabii. Siapa di antara mereka yang
akan meletakkan tabi? Tabib itu stempel.
Artinya kalau maksudnya siapa yang
berhak meletakkan stempel? Maksudnya
siapa yang berhak menjadi khali
khalifah. Karena yang meletakkan stempel
siapa? Khalifah. Kalau ada resmi-resmi
yang meletakkan stempel adalah khalifah.
Isyarat dari Ibnu Ibnu Umar, kalau kau
ingin
melaksanakan wasiat ayahmu,
laksanakan dengan yang pasti, yang
jelas-jelas jihad fisabilillah. Tapi
kalau kondisinya seperti ini, muslim
lawan muslim kurang pas. Kurang kurang
pas. Ya.
Tayb.
Ee hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Hadis ini
menjelaskan tentang bagaimana perhatian
seorang anak terhadap wasiat ayahnya.
Ya, ayahnya berwasiat
unta. Unta suatu harta zaman itu. Unta
adalah harta. Harta yang cukup berharga.
Ya, dia wasiatkan agar untanya digunakan
di jalan Allah subhanahu wa taala. Maka
sang anak perhatian terhadap wasiat
bapaknya. Ingin menjalankan wasiat
bapaknya dengan sebaik mungkin.
Sekarang betapa banyak wasiat orang tua
disia-siakan. Banyak sekali.
Banyak sekali kita dapat kasus-kasus
orang tua mewasiatkan agar hartanya
digunakan untuk fisabilillah, untuk
dakwah, untuk masjid, untuk amal khair,
amal kebaikan, amal saleh. Anaknya
enggak enggak dikerjakan. Anaknya
berisiat sendiri sehingga uang tersebut
akhirnya tidak ada faedahnya.
Ya, karena dunia menipu ya. Sehingga
padahal bapaknya sudah menyisakan harta
yang banyak. Harta yang banyak. Dia
minta sebagian digunakan untuk di jalan
Allah itu kebaikan tapi tidak di
dikerjakan gara-gara kepentingan
duniawi. Lihat orang ini maka dia
perhatian kepada bapak harta bapaknya.
Bahkan sepupunya pun perhatian. Yaitu
sang perawi hadis Abul Ajlan Almuharibi
ya. Dia ingin menjalankan wasiat
sepupunya dan anaknya juga perhatian.
Anak dari sepupunya juga perhatian. Dan
di antara kecerdasan sang anak, dia
dapat taufik dari Allah Subhanahu wa
taala. Dia memastikan k ini wasiat ayah
terkait dengan bagaimana di akhirat.
Karena wasiat ini terkait dengan pahala
yang akan mengalir kepada ayahnya.
Ayahnya sekarang sudah di alam barzakh.
Yang dia sangat butuhkan adalah pahala.
Maka dia harus pastikan bahwasanya harta
ayahnya ini diletakkan pada tempatnya.
Maka untuk memastikan tersebut dia
bertanya kepada ulama yang masih hidup
di zaman tersebut. Di antaranya Ibnu
Umar, anaknya Umar bin Khattab, Abdullah
bin Umar radhiyallahu anhuma yang
terkenal dengan keilmuannya. Maka ini
dia tanya, "Apakah pas kalau saya
letakkan harta ini di pasukannya Ibnu
Zubair?"
Maka dia bilang, "Ayo kita pergi." Dan
inilah hal yang sangat penting harus
kita ketahui. Banyak permasalahan. Kalau
bisa kita berkesempatan tanya kepada
ahli ilmu, maka tanyakanlah. Dan itu
adalah ibadah. Fas'alu ahlikri in kuntum
laun. Tanyakanlah kepada ahl. Maksudnya
ahlul ilmu jika kalian tidak mengetahui.
Sementara ada ilmu bisa kita tanya,
ngapain kita cari-cari tahu jawaban
sendiri. Ya, kita pastikan tanya,
bertanya sudah dapat pahala. Apalagi
biasanya ulama akan berikan jawaban yang
lebih baik, yang lebih tepat
untuk kita. Tayib.
Maka ketika mereka datang kepada Ibnu
Umar, maka Ibnu Umar menjelaskan ya
bahwasanya fisabilillah itu umum. Semua
amal saleh disebut fisabilillah. Tetapi
karena ayahmu ingin makna fisabilillah
secara spesifik yaitu jihad
fisabilillah, maka carilah jihad yang
benar. Jihad yang benar itu kaum
muslimin nyerang kaum musyrikin. Itu
jihad yang pasti itu adalah ji jihad.
Adapun muslim lawan muslim mau dibilang
jihad agak susah. perlu kepastian, perlu
ya kecuali misalnya benar-benar ada ee
seperti Allah mengatakan wainfatani
kalau ada dua kelompok yang berselisih
kemudian membangkang keluar dari keluar
dari pemerintahan kemudian ingin
menyerang, maka silakan serang. Ya, ini
ada dalam Al-Qur'an disebutkan ini
penyerangan yang benar seperti ketika
Ali bin Abi Thalib menyerang Khawarij.
Silakan ya. Tapi kalau ternyata
perkaranya masih rancu, masih ragu,
timbul fitnah, ya maka hendaknya
dijauhi. Ini adalah mazhab Ibnu Umar.
Ibnu Umar radhiallahu anhu di antara
para sahabat yang kalau terjadi fitnah
perang antara kaum muslimin dia menjauh.
dia menjauh seperti ketika terjadi
perselisihan antara Ali bin Abi Thalib
radhiallahu anhu dengan ee sahabat
Muawiyah bin Abi Sufyan. Maka dia tidak
ikut-ikutan dan banyak sahabat tidak
ikut-ikutan. Puluhan ribu sahabat tidak
ikutan. Ketika terjadi perang antara Ali
bin Abi Thalib dengan Muawiyah, maka di
salah seorang tabiin kalau enggak salah
Sybi dia mengatakan yang ikut serta dari
kalangan sahabat tidak sampai 30 orang.
Ribuan yang lain tidak ada yang ikut
karena mereka lihat ini perang saudara.
antara muslim dengan apa? Muslim. Di
antara yang tidak ikut-ikutan Ibnu Umar.
Seperti Saad bin Abi Waqqas ketika
didatangi oleh anaknya Umar. Umar bin
Sa'ad bin Abi Waqqas. Dia bilang, "Ayah,
kenapa kau tidak ikut?" Kata ayahnya,
"Kau datangkan kepadaku pedang yang bisa
berbicara. Yang mengatakan ini kafir
bunuh, ini muslim jangan bunuh. Kalau
ada pedang seperti saya akan ikut
perang.
Tapi kalau pedang tersebut tidak ada
bagaimana bisa bedakan mana yang benar,
mana yang salah? Ngapain saya masuk
dalam peperangan?" Saad bin Abi Waqqas
gak ma padahal dia panglima perang. Dia
ikut perang dalam Marakatul Qadisiyah
menaklukkan Persia. Siapa? Saad bin Abi
Waqqas. Tapi ketika ada perang antar
saudara dia enggak mau ikutan. Anaknya
bilang, "Ayo, ayah ikut." Gak. Datangkan
kepada saya pedang yang bisa bicara. Ini
kafir bunuh ini muslim. Jangan. Kalau
ada pedang seperti itu saya akan bawa
perang. Kalau enggak gimana?
Makanya ini peringatan dari Ibnu Umar
agar kita waspada. Karena masalah darah
masalah yang sangat berat. Ya, mungkin
ada yang berisihat ini perlu kalau kita
kalau kita ragu mending tidak tidak
usah.
Saya sering sampaikan ini, B pernah
kejadian beberapa waktu yang silam
ketika ada demo kemudian dengan suara
jihad, jihad, jihad fisabilillah.
Yang mau dijihadi polisi.
Polisi juga orang muslim. Dia salat
juga, dia puasa juga, dia punya anak,
dia punya istri. Maksudnya kita membunuh
mereka, jihad fisabilillah.
Kemudian istri-istrinya mau dijadikan
budak-budak begitu maksudnya.
Hartanya jadi gonimah maksudnya.
Kemudian jihad-jihad fisabilillah.
Jangan sedikit-sedikit bilang apa? Ji
jihad ya. Mana jihad? Kesannya seperti
melawan kaum musyrikin sama ya ada salah
ada salah ada benar. Tapi jangan bilang
dengan nama apa? Jihad fisabilillah.
Jihad maksudnya gimana? Ini maksudnya
istrinya jadi budak. Setelah itu.
Ini hati-hati ya.
Hati-hati menumpahkan darah kaum kaum
muslimin. Hati-hati kalau bisa tidak
ikut-ikutan itu yang terbaik.
Karena kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya lazawalud dunya hilangnya
dunia beserta isinya lebih ahwan
indallah minqatli rajulil muslim. lebih
ringan di sisi Allah daripada
terbunuhnya seorang muslim. Jangan kita
ikut-ikutan
baik secara langsung apa maupun secara
tidak langsung. Jangan ikut provokasi
sehingga akhirnya tertumpah darah kaum
kaum muslimin. Sebisa mungkin ya urusan
dunia ribut-ribut pertumpahan darah
urusan dunia juga kadang-kadang bukan
urusan akhirat. Urusan apa? Dunia.
Urusan dunia.
Nanti sudah ribut-ributri demo-demo
ketika dijadikan dijadikan kasih jabatan
selesai. Iya. Enggak berarti urusannya
bukan urusan akhirat, urusan apa? Dunia.
Benar atau tidak benar? Makanya jangan
dibodoh-bodohin sama orang. Kalau
dikasih kedudukan sudah selesai.
Adapun menyaakan jihad. Jihad itu adalah
suatu ibadah yang agung. Jihad
fisabilillah. Artinya kalau kita mati
situ kita mati mati sya syahid.
Yang dibunuh masuk neraka.
Ini sekarang enggak jelas.
Maka jangan jangan mudah terprovokasi.
Maka Ibnu Umar radhiallahu anhuma
memberi saran kepada anak muda tersebut
dengan berkata, "Ya bunayya, wahai putra
kecilku." Ini kasih sayang agar
diperhatikan ya. Dia merasa diperhatikan
oleh Ibnu Umar radhiallahu taala anhuma.
"Kalau memang kau mau menjalankan wasiat
ayahmu, cari jihad yang pasti yaitu kaum
muslimin lawan kaum musyrikin. Nah,
ketika itu serahkanlah unta ayahmu untuk
digunakan jihad fisabil." Adapun kalau
masalah ini rebutan kekuasaan, maka
jangan sebaiknya ja jangan. Ini fikihnya
Ibnu Umar agar sang anak bisa
menjalankan wasiat airnya dengan baik.
Cuma saya katakan tadi kalau kita di
tanah air jarang kita bilang anak orang,
"Wahai anakku." Jarang kan? Jarang.
Ya, jarang ya. Tapi kalau di Arab Saudi,
Arab secara umum biasa. Seorang tua
manggil anak orang lain masih kecil,
masih muda dengan kata ya bunayya
menunjukkan dia perhatian. Ya bunayya,
wahai putraku. Padahal bukan putranya.
Dan ini ee kebiasaan para para salaf ya.
Bab kita lanjutkan.
Al Imam Bukhari berkata,
"Apalagi kalau kita ketemu anak yatim ya
kita bilang, "Ya bunayya, wahai putrak."
Ya, tentu mungkin dia enggak pernah
dengar perkataan sama sekali. Anak kecil
yatim, gak pernah dengar apa ayahnya
bilang begitu. Ya, maka tentu anak yatim
seperti ini akan bahagia kalau ada yang
manggil dia, "Wahai anakku." Ya, dia
akan merasa bahagia. Ternyata ada orang
yang manggil dia wahai anakku. Karena
seumur hidup mungkin dia enggak pernah
dengar. Apalagi kalau dia lahir ayahnya
sudah enggak ada. Yaak. Pernah pernah
dengar ada laki-laki panggil dia wahai
anakku. Dan ini adalah ee apa namanya?
penerapan dari para salafus saleh.
Hadis berikutnya, Al Imam Bukhari
rahimahullah berkata, "Qala hadasana
Umar bin Hafs qala haddasana Abi qala
haddasana La Qala haddasani Zaid bin
Wahbin qala samu Jariran anin Nabi
sallallahu alaihi wasallam qal." Dari
Jarir dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam beliau bersabda, "Man la
yarhaminasa
la yarhamhullahu azza wa jalla." Ya,
siapa yang tidak merahmati
orang-orang, maka Allah tidak akan
merahmatinya. Allah tidak akan
merahmatinya. Dan ini ee
mafhum mukhalafahnya. Berarti siapa yang
merahmati orang-orang maka dia akan
dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala.
Ini salah satu dari kaidah agung aljaza
min jinsil amal. Balasan sesuai dengan
perbuatan. Siapa yang merahmati dia
dirahmati. Siapa yang tidak merahmati
dia juga tidak dirah tidak dirahmati.
Ya. Siapa yang merahmati kasih sayang
sama orang lain, dia akan dikasih sayang
oleh Allah Subhanahu wa taala. Siapa
yang mengampuni orang lain, dia akan
diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala.
Ya. Siapa yang lembut kepada orang lain,
dia akan dilembuti oleh Allah Subhanahu
wa taala. Saya membantu orang lain, dia
akan dibantu oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ya. Siapa yang menutup aib orang
lain, dia akan ditutup aibnya oleh Allah
Subhanahu wa taala. Aljaza menyinzil
amal balas dengan perbuatan. Ini kaidah
yang sangat agung yang hendaknya kita
selalu hadirkan dalam hati kita. Kau
ingin dirahmati Allah, rahmatilah orang
lain. Kau ingin diampuni Allah,
ampunilah orang lain. Ya,
kau ingin dikasihi oleh Allah, kasihilah
orang orang lain. Ingin dibantu Allah,
bantulah orang lain.
Dan sebaliknya, hati-hati. Kau ingin
membongkar aib orang, kau akan dibongkar
aibnya oleh Allah Subhanahu wa taala.
Kau ingin kasar kepada Allah orang lain,
kau akan dikasari oleh Allah subhanahu
wa taala. Seperti kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam,
"Ya Allahumma siapa yang diberi
kesempatan untuk menjadi mengurusi amr
min umril muslimin fasq alai fasqu
alaihi." Siapa yang dijadikan diberikan
jabatan kemudian merepotkan kaum
muslimin, repotkanlah dia ya Allah.
Repotkanlah dia ya Allah.
Seperti itu ya.
Ketika Abu Mas'ud memukuli budaknya, dia
pukul, maka Rasul sahu alaihi wasallam
berteriak dari belakang, "Ya Aba Mas'ud,
innallaha aqdaru alaika minka alaihi."
Allah lebih berkuasa atas engkau
daripada kau terhadap budakmu.
Ketika Abu Mas'ud balik, ternyata
Rasulullah sahu alaihi wasallam kemudian
kata Abu Mas'ud,
"Hua hurrun liwajhillah." Budakku
merdeka karena Allah subhanahu wa taala.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Laama faalta, kalau kau tidak
melakukannya, lahat lahatkanar, kau akan
dibakar oleh api neraka jahanam." Yaitu
Rasulullah ingin ingat sekarang kau
mampu nyiksa budakmu. Allah lebih mampu
untuk menyiksamu daripada kau menyiksa
apa? Budakmu.
Aljaza minyisil amal. Balasan sesuai
dengan perbuatan.
Ini penting dalam kehidupan kita. Apa
yang kita lakukan sama orang akan
dilakukan oleh Allah kepada kita.
Di antaranya adalah kasih sayang. Ingat
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
man la yarhaminas la yarhamhullahu azza
wa jalla. Siapa yang tidak merahmati
masyarakat, tidak kasih sayang kepada
masyarakat, dia tidak akan dikasih
sayang oleh Allah Subhanahu wa taala.
Yaitu siapa yang keras, kasar, tega, ya
keras, kasar, tega, dia akan digitukan
juga oleh Allah Subhanahu wa taala.
Dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, hadis yang masyhur, "Irhamu
man fil ard yarhamkum man fisama."
Rahmatilah siapa yang di bumi, maka yang
di langit akan merahmatimu. Irhamu man
fil ard yarhamkum man fisama. Rahmatilah
yang di bumi, maka yang di langit akan
merahmatimu. Jaza minil amal yarhamu man
fil ard. Maksudnya man alal ard fi
maknanya ala.
Siapa yang di atas, siapa yang merahmati
manusia atau makhluk yang ada di atas
bumi. Yarhamkum man fisama. Maka yang di
atas langit pun akan merahmatinya. Ya.
Dan ini siapa sih yang tidak ingin dapat
rahmat Allah? Bukankah seorang masuk
surga karena rahmat Allah? Karena kasih
sayang Allah Subhanahu wa taala.
Makanya di antara doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam e Allahubak whibbuk wik
Allah
masakin. Ya Allah aku mohon kepada
Engkau agar cinta kepada orang-orang
miskin. Minta doa itu kepada Allah
sehingga kalau kita lihat orang miskin
kita peka. Lihat orang miskin enggak
tega. Enggak tegaan. Kasih sayang ingin
bantu. Kasihan. Ya. Ada orang lihat
orang miskin cuek-cuek aja enggak ada
hatinya. Enggak, enggak apa enggak
enggak peka terhadap orang miskin. Minta
kepada Allah agar hati kita peka. Karena
kalau kita kasih sama orang miskin,
kasihan, kita juga digituin nanti oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Ya,
bab. Hadis berikutnya dan hadis ini
maknanya umum yaitu man la yarhaminas la
yarhamhullah. Siapa yang tidak merahmati
manusia dia tidak dirahmati oleh Allah.
Di antara rahmat yang dianjurkan adalah
rahmat kepada anak-anak. Rahmat kepada
anak-anak. Dan ini umum bukan cuma anak
kita sendiri, anak orang lain pun kita
sayangi. Apalagi anak sendiri ya.
Maksudnya lihat anak-anak kita ini
namanya anak-anak kasih sayang ya.
anak-anak ya. Kita juga dulu pernah
seperti pernah kecil, pernah seperti
itu. Namanya kita mensikapi anak-anak
tidak seperti mensikapi orang dewasa.
Namanya juga anak-anak. Namanya juga
anak-anak. Ya.
Hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata, "Qala hadasana Hajjaj qala
haddasana Sybah qala akhbarani Abdul
Malik qala samitu qobisah ibna Jabirin.
Qala samu Umar annahu qal."
dari Umar bin Khattab. Ini adalah ee
asar dari Umar bin Khattab.
Beliau berkata, "Man la yarham la
yurham." Siapa yang tidak merahmati dia
tidak dirahmati. Waman la
waman la yagfir e la yugfar man la
yagfir. Orang yang tidak diampuni, orang
yang tidak mengampuni. Saya ulangi kata
Umar, man la yarham la yurham. Siapa
yang tidak merahmati dia tidak akan
dirahmati. W yfaru man yagfir. Dan orang
yang tidak tidak ee kata Umar tidak
diampuni orang yang tidak mengampuni.
Tidak diampuni orang yang tidak
mengampuni.
W yfa amman la yafu. Tidak dimaafkan
orang yang tidak memaafkan. Wala yuwaqo
man la yatawaqqo. Dan orang tidak akan
dihindarkan dari kemaksiatan orang yang
tidak berusaha menghindar dari maksiat.
Tidak akan terhindar dari maksiat orang
yang tidak berusaha menghindar dari
maksiat. Di sini ada empat pernyataan
disampaikan oleh Umar bin Khattab
radhiallahu taala anhu. Yang pertama,
man la yarham la yurham. Siapa yang
tidak merahmati, dia tidak akan
dirahmati. Sudah kita singgung tadi ya.
Semakin kita kasih sayang kita banyak
sama orang, kita akan semakin banyak
dikasihi oleh Allah Subhanahu wa taala.
Ya. Dan kita sangat butuh dengan kasih
sayang Allah Subhanahu wa taala. Caranya
mudah. Di antaranya kita merahmati orang
lain, kasih sayang kepada orang lain,
kepada terutama orang miskin.
orang susah ya kita kasihani mereka ya
peka sama mereka maka
kita akan dirahmati oleh Allah subhanahu
wa taala. Yang kedua, wala yukfaru man
la yagfir. Tidak diampuni orang yang
tidak mengampuni.
Tentunya sebagaimana kita ketahui ya, ee
kalau kita membalas dengan setimpal
boleh dalam syariat orang melakukan
kemudian kita balas setimpal boleh. Kata
kata Allah Subhanahu wa taala, "Fain
aqobtum faqibliqitum bih." Kalau kalian
balas maka balas sesuai dengan setimpal.
Wartum lahuirin.
Tapi kalau kalian bersabar lebih baik
kata Allah Subhanahu tapi kalau balas
boleh tapi harus timp. Allah juga
berfirman,
balasan keburukan adalah setimpal
semisalnya. Tapi kata Allah faman wa
aslaha wa aslaha faajr Allah. Tapi siapa
yang maafkan dan berbuat baik maka
pahalanya besar di sisi Allah. Innahu la
yuhibalimin. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang berbuat zalim. Itu
membalas dengan berlebihan. Di sini
Allah membagi sikap orang terhadap
kezaliman yang
dia rasakan dengan tiga sikap. Kita
dizalimi orang, maka Allah kasih tiga
pilihan.
Pilihan pertama balas setimpal boleh.
Wazau sayiatin sayiatun mluha. Balas
setimpal. Pilihan kedua adalah
memaafkan. Faman afa wa aslaha fajru
alallah. Siapa yang maafkan maka
pahalanya besar. Pilihan ketiga ini
haram. Innahu la yuhibalimin. Allah
tidak mencintai menunjukai orang yang
zalim. Yaitu membalas lebih daripada
yang setimpal. Membalas lebih dari
setimpal. Maka yang lebih aman kita
pilih pilihan kedua. Maafkan.
Kenapa lebih aman? Karena membalas boleh
tapi setimpal. Tapi bisakah kita
membalas setimpal? Biasanya tidak bisa.
Biasanya kalau balasti apa?
Ditambah-tambahin. Ya, mohon maaf. Orang
bilang mengatakan pada kita anjing ya
boleh kita bilang anjing juga kau boleh
gak dosa. Tapi kalau anjing rabias dosa
karena ada tambahan rabias.
Ya. Kalau maembalas setimpal enggak
enggak enggak enggak enggak mudah. Tapi
kalau balas setimpal boleh. Saya tidak
maafkan saya maembalas boleh.
Saya tidak maafkan saya mau ambil di
akhirat boleh gak ada masalah. Tetapi
yang lebih agung adalah mema maafkan.
Karena kalau kita maafkan kita akan di
pahalanya besar.
pertama. Kedua, dapat bonus. Kita juga
diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala.
Dapat bonus. Makanya ketika Allah
menyebutkan tentang ciri-ciri penghuni
surga, kata Allah, "Walina aninas."
Orang-orang yang memaafkan orang orang
lain. Berat, Ustaz. Hatiku pedih. Pedih.
Iya. Tapi maafin. Kau ingin diampuni
enggak? Ya udah, ampuni aja. Maafkan ya.
Maafkan. Makanya di sini wala yukfar man
la yagfir. Orang yang tidak mengampuni
tidak diampuni, tidak dapat bonus.
Wala yukfa amman la yafu. Amman lam
yafu. Siapa yang tidak memaafkan tidak
dimaafkan. Maka ini anjuran agar kita
maafkan orang orang lain. Tetapi
ee tentunya Syekh Ibnu Utsaimin
rahimahullah menyebutkan peringatan
Allah mengatakan, "Faman afa wa aslaha."
Siapa yang memaafkan dan berbuat
kebaikan. Jadi kita memaafkan
dengan tujuan berbuat baik ada kebaikan.
Jadi kalau ada orang misalnya
melakukan kezaliman terus kita maafkan
tapi dia berbuat zalim sama orang lain
lagi. Nah, ini kita jangan seperti itu.
Makanya kita maafkan tapi kita laporkan
ke polisi.
Ya, kamu katanya maafkan. Ya, saya
maafkan tapi harus kau kamu harus saya
laporin. Kenapa? Karena kalau tidak saya
laporkan kau akan menzalimi lagi orang
lain.
Orang pencuri ya pencuri ya saya
maafkan. Tapi kamu harus ditangkap.
Kenapa? Karena kamu tukang nyuri. Kalau
saya lepaskan lagi, kamu nyuri orang
lain lagi. Akan terjadi kerusakan. Saya
maafkan tapi kamu harus di ditangkap.
Seperti ada orang interaksi dengan kita,
kemudian dia berbuat zalim macam-macam.
Kita maafin tapi kita enggak bisa jalan
bareng lagi. Saya maafin enggak apa-apa
sudah qadarullah semua saya maafin. Saya
tidak akan balas kau tapi kita enggak
bisa jalan bareng lagi. Ini misalnya
karena dia melihat tidak ada maslahat
kalau jalan sama dia ya. Dan kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam laar wala
diar seorang jangan buat kemudaratan.
Jangan mendatangkan. Kalau berjalan sama
orang ini ternyata bikin mudarat kepada
kita, kepada kita, ya sudah kita pisah.
Saya maafkan. Tapi kita harus ber
berpisah. Tidak harus bareng. Tidak
harus ba bareng.
Ya. Seperti seorang suami sama istri,
suaminya berzina, berzina, istrinya
maafin. Tapi bilang, "Kita pisah. Saya
maafkan. Kau berkhianat. Kau begini, kau
begini, tapi saya kita pisah." Kok
maafin? Ya, saya maafin tapi kita pisah.
Kenapa pisah? Saya enggak bisa sama
kamu, ya. Saya maafin tapi kita harus.
Jadi seorang memaafkan tapi dia juga
melihat maslahat dan mudarat.
Maafkan tidak harus kemudian jalan
bareng lagi. Enggak harus ya. Kadang
begitu kadang tidak harus. Ya kadang
kita lupakan benar. Sudahlah kita lihat
orang ini bakalan tobat, dia tidak akan
mengul lagi sudah kita lupakan. Kita
kembali seperti lalu. Ini mungkin. Tapi
ada orang yang kita maafin dia tidak
seperti lalu dia malah mengulangi lagi,
mengulangi lagi buat masalah lagi, buat
problem lagi. Maka ini kita maafkan.
tapi tidak jalan la bareng lagi. Ya.
Jadi maksud saya maafkan tidak harus
kemudian harus kondisi seperti terdahulu
lagi. Tidak harus demikian.
Kemudian jadi sini kata Nabi, wala yukfa
amman lam yafu. Tidak diampuni orang
yang tidak mengampun.
Makanya Allah mengatakan, "Falyafu
walasfahu ala tuhibbuna ayagfirallahu
lakum." Ya, maafkanlah
walyasfahu yaitu dan berpalinglah itu.
Jangan dibalas, jangan dianu ya
berlapang dadalah ya.
Tidakkah kalian ingin ala tuhibbuna
ayagfirallahu lakum? Tidak kalian
diampuni oleh Allah subhanahu wa taala.
Ya, ini kesempatan. Jadi kalau kita
dizalimi orang, kita maafkan dia agar
kita diampuni oleh Allah. Namun saya
sering bilang ini ibadah yang susah.
Ibadah memaafkan itu susah. Karena
ibadah tersebut hanya bisa dikerjakan
kalau kita dizalimi.
Dan kita kalau dizalimi penginnya ba
balas. Penginnya balas
ya. Balasnya dobble kalau bisa. Ada yang
bilang saya ini orang baik tapi kalau
kau ngapain saya? Saya balas
berdobel-dobel. Itu namanya bukan orang
baik, Mas. [tertawa]
Ada yang bilang gitu, "Saya ini baik.
Coba saya baik. Tapi kalau kau
macam-macam sama saya, saya balas
berlipat-lipat." Itu namanya bukan orang
baik.
Jadi kalau kita bisa maafkan ya maafin
ya. Kita kadang diuji dengan orang-orang
yang menzalimi kita, berkhianat sama
kita, ya. Maafin, maafin. Tapi tidak
harus kita bareng lagi. Ada pekerja
khianat, ya sudah ya sudah saya pecat
kamu, saya maafin. Saya enggak lapor
kamu polisi, saya maafin. Bos lagi gak
nak. Enggak ada bos. Saya bukan bos
lagi. Selesai. Iya.
Hadis berikutnya
ya. Kalimat berikutnya yang terakhir, wa
wala yuwaqqo man lam yatawaqqo. Tidak
akan terhindar
orang yang tidak terhindar dari maksiat,
orang yang tidak berusaha meninggalkan
maksiat. Ini datang dalam hadis yang
semisalnya disebut oleh Syekh Albani
rahimahullah. Ini perkataan Umar. Tapi
ada hadis Nabi yang mirip dengan ini.
Kata Rasulull sahu alaihi wasallam,
"Waman yatawaqas syarro yuqah."
Siapa yang berusaha menjauhkan diri dari
kemaksiatan, maka dia akan dihindarkan
dari kemaksiatan. Siapa yang berusaha
menarkan diri keburukan, maka dia akan
dihindarkan dari keb keburukan. Ya. Dan
ini Allah tahu jika seorang berusaha
menghindar dari keburukan, Allah akan
jaga dia. Dia berusaha berusaha minta
pertolongan kepada Allah, dia akan
dijaga. Dia akan dijaga oleh Allah
subhanahu wa taala. Nah, maka ini di
antara dalil akan pentingnya seorang
berusaha menghindarkan diri dari
maksiat, menghindarkan diri dari
keburukan agar dia dijaga oleh Allah
subhanahu wa taala.
Dan seperti ini banyak. Jadi kita
berusaha Allah yang sempurnakan. Seperti
kata kata kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, waman yatasabbar
yusabbirhullah. Siapa yang berusaha jadi
sabar Allah jadikan dia penyabar. Jadi
dia berusaha berusaha akhirnya Allah
jadikan dia penyabar. Seperti kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, waman
yastagni yugnih, siapa yang berusaha
merasa cukup, dia tidak pengin
minta-minta, dia berusaha. Akhirnya
Allah jadikan dia berkecukupan. Allah
jadikan dia berkecukupan.
Innamal hilmu bit tahallum. Sesungguhnya
sifatm yaitu tidak mudah marah, mudah
maafkan dengan tahalum, dengan belajar.
Ketika kita belajar tidak mudah marah,
belajar untuk mudah maafkan, Allah akan
jadikan kita sebagai perangai sifat
tersebut.
Di antaranya ini waman yatawaqar yuqah.
Siapa yang berusaha menarkan diri dari
keburukan, maka Allah akan hindarkan
dia, Allah akan jaga dia. Ya, maka ini
peringatan bagi kita terutama di zaman
ini bahwasanya jalan keburukan banyak
tapi kalau kita berusaha menghindar,
kita akan terhindar. Jangan
serempet-serempetkan diri dengan
sarana-sarana maksiat. Karena kalau kita
nyerempet-nyerebet
kecipratan. Kalau kecipratan kita akan
kecebur. Bukan kecipratan lagi sudah
tercebur dalam maksiat tersebut.
Makanya Nabi Allah berfirman, "Wala
takrabu zina." Subhanallah. Wala takrobu
zina. Jangan dekati zina. Jangan dekati
zina. Ya Allah tidak mengatakan wala
taqrabu alqatl. Jangan dekati
pembunuhan. Jangan dekati ini. Tapi
ketika bicara tentang zina ya Allah
tidak mengatakan wala taqrabur riba.
Jangan dekati riba. Gak
ada jalan-jalan riba ya ada, tapi tidak
separah jalan zina, jalan membunuh
banyaking emosi apa banyak tapi tidak
seperti sarana untuk zina. Sarana untuk
zina sangat banyak. Makanya Allah datang
dengan lafal wala tak taqrabu zina.
Jangan dekati zina. Karena sarana untuk
zina sangat banyak dan banyak hal
dilarang oleh syariat gara-gara
merupakan sarana untuk zina. Contoh
wanita pakai parfum di luar dicium oleh
laki-laki. Kata Nabi
wanita mana saja pakai parfum kemudian
keluar dari rumahnya sengaja melewati
para lelaki untuk dicium aromanya.
Wanita pezina. Bukan dia berzina-zina
melakukan hubungan ee intim bukan.
Tetapi dia telah membuka pintu untuk
berzina.
Salah satu sarana zina adalah wanita
memakai parfum kemudian dicium oleh para
lelaki. Itu ini wanita ini pakai jilbab
syari tapi pakai mandi parfum. Kemudian
lewat dibilang wanita pasti. Gimana lagi
kalau buka-bukaan?
Gimana lagi kalau buka? Ini ini pakai
jilbab syari. Keluar pakai parfum lewat
laki-laki supaya dicium. Kata Rasulullah
ini adalah wanita pezina. Kenapa? Dia
melakukan satu sebab
yang motivasi orang untuk berzina itu
parfum. Karena orang kalau lihat wanita
lewat ada aroma dia tergerak syahwatnya.
Contoh lagi eh misalnya Nabi mengatakan
ya alainani taznian winahuman nadar.
Kedua mata berzina dan zinanyaalah
memandang. Benar. memandang adalah
sarana berzina dengan melihat aurat
wanita, nonton film-film dewasa yang
haram ya kemudian macam-macam melihat
aurat lauhan jenis yang tidak halal maka
ini membuat jiwa bergejolak, syahwat
bergejolak dan sangat mudah mengantarkan
kepada zina. Meskipun dia tidak berzina
tapi Rasulullah menamakan melihat yang
haram dengan apa? Mata berzina.
Rasul mengatakan wal uzunani taznian
wzinauma alima. Kedua telinga juga
berzina. Zinanya adalah dengan
mendengar. Itu mendengar hal-hal yang
bisa membuat syahwat bergejolak.
Mendengar musik-musik yang buat syahwat
bisa bergejolak. Mendengar suara wanita
yang mendesah-desah dan mendayu-dayu.
Kemudian juga misalnya mendengar
rayuan-rayuan. Ini juga adalah dikatakan
oleh Nabi dengan zina. Maksudnya sarana
untuk berzina.
Kemudian tangan berzina dengan sentuhan
dengan macam-macam ya. Kemudian kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wal
farju yusaddiqualik a yukadibu tinggal
kemaluan.
melakukan atau tidak. Dalam hadis yang
masyur kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, kataballahni adamahu minina
mudrikalika la mahalah. Allah menetapkan
bahwasanya setiap anak Adam akan
kecipratan zina. Dia akan mendapatinya
dan tidak akan lolos. Entah zina dengan
mata kata Nabi, entah zina dengan
telinga, entah zina dengan lisan, zina
dengan tangan. Yang terakhir tentang
tergantung kemaluannya
farjuik.
Apakah setelah dia melihat, setelah dia
berbicara, setelah dia mendengar, dia
lanjutkan dengan zina yang sesungguhnya?
Itu tergantung di apa? Tergantung
kemaluannya. Tetapi mukadimah yang dia
lakukan semua disebut dengan apa? Zi
zina. Kenapa wanita dilarang untuk
bersafar tanpa mahram kecuali darurat
atau kondisi terkhususkan kondisi ee
apa? Hajah masa, kondisi darurat ya.
Karena di antaranya untuk terhindar dari
zi zina. jalan bersendirian bisa
diganggu orang, bisa dirayu orang, bisa
terjebak ya bisa. Tapi kalau ada
laki-laki yang menemani dia bisa ee
tidak terjerumus dalam hal tersebut.
Jadi maksud saya banyak hal ya yang
Rasulullah larang atau syariat larang
karena sarana untuk zina. Kenapa wanita
dilarang keluar kemudian terbuka
auratnya? Ya. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Dua kelompok manusia min
ahlinar dari penghuni neraka jahanam."
Lam arahuma. Sekarang saya belum
melihatnya. Di zaman Nabi belum ada.
Muncul belakangan kata Nabi di antaranya
nisaun kasiyatun ariyatun mailatun
mumilatun. Wanita yang berpakaian tapi
telan telanjang. Ya, berpakaian tapi
telanjang maksudnya apa? Pakaiannya
mungkin tembus pandang seperti telanjang
atau pakaiannya
ee apa namanya? Kekecilan ya. Ya, dia
pakai sudah umur 15 apa 25 tahun dia
pakai baju anak. umur anak SD. Jadi
kekecilan semua akhirnya
kelihatan-kelihatan ya. Ini pakaian tapi
telan telanjang ya.
Di antaranya pakaian tertutup tapi
membentuk lekukan tubuh.
Stalaktit dan stalakmidnya kelihatan.
Ini juga sama telanjang ya. Di zaman
Nabi belum ada tapi sekarang banyak ya.
Sekarang banyak. Kata Nabi, kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Min
ahlinar, penghuni neraka jahanam."
Kenapa? Di antaranya dilarang karena
sebab menjerumuskan kepada zi zina.
Maka seorang berusaha menghindarkan
maksiat. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Watawaqo asyar yuqah." Siapa
yang berusaha menghindirkan diri dari
keburukan, dia akan terhindar. Nah, kita
hidup di zaman sekarang, kita jangan
mencoba-coba melihat-lihat. Ini
masalahnya kita ini hidup pengin-pengin
tahu kepo ini masalah pengin ini lihat
ini, lihat ini, lihat ini, lihat ini,
akhirnya lihat macam-macam akhirnya
terjerumus dalam maksiat.
Sebisa mungkin perkara-perkara yang
mengantarkan pada masjid kita oke,
jangan coba-coba. Jangan coba-coba ya,
jangan coba-coba.
Saya pernah pas ke suatu di luar negeri.
Luar negeri
dia yang bilang gini, "Ustadz, kemarin
ada seorang minta saya ngantar." Ngantar
ke mana? Ke tempat prostitusi terkenal
di sana, di di luar negeri. Saya bilang
sama dia, "Pak, kenapa mau ke sana?"
Saya pengin tahu. "Biar saya ceritakan
bahayanya." Pengin [tertawa] pengin tahu
pengin ini bahaya. Terus kamu antar ya?
Saya antarlah, katanya. [tertawa]
Alasannya apa? Pengin ta pengin tahu,
pengin jelaskan akan bahayanya. Ya
enggak perlu, enggak perlu lihat
langsunglah.
Akhirnya lihat akhirnya tertarik
akhirnya ngeri
ngeri.
Maka seorang berusaha menghindar agar
dia terhindar. Kalau dia berusaha
nyerempet-cerempet, dia akan kecipratan.
Dari kecipratan lama-lama tercebur.
Tercebur, susah untuk keluar.
Tib. Kita lanjutkan bab berikutnya.
Babun irham fil ard. Bab rahmatilah yang
ada di atas muka bumi.
Al Imam Bukhari berkata, Qana Hafs bin
Umar qala haddasana Sybah an Abdul Malik
bin Umair an Qabis bin Jabir an Umar.
Qala Umar berkata, "La yurham
man la yarham." Tidak dirahmati orang
yang tidak merahmati.
W yugfar man la yagfir. Tidak diampuni
orang yang tidak mengampuni.
W yutabu ala man la yatub. Ya, tidak
akan bertobat, tidak akan diterima tobat
orang yang tidak berusaha untuk
bertobat. W yuwaqo man la yatawaqo. Dan
tidak akan dijaga orang yang tidak
berusaha menjaga dirinya. Ini sudah kita
singgung. Yang pertama babnya ini bab
irhaman fil ard. Rahmatilah yang atas
muka bumi. Berdasarkan hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Irhamu man
fil ard yarhamkum man fama. Rahmatilah
yang di atas muka bumi, maka yang di
atas langit akan merahmati kalian. Ini
dalil bahwasanya Allah di atas. Allah di
atas. Makanya Nabi mengatakan, "Irhamu
man fil ard rahmati semah bumi.
Yarhamkum man fis sama yang di atas
langit." Fi di sini maknanya bukan di di
dalam tetapi di atas. Seperti kata Allah
Subhanahu wa taala eh wamsyu eh apa
namanya? Eh
fasihu fil ard. Berjalanlah fi bukan
maksudnya kakimu masuk di dalam tanah,
tapi maksudnya di atas tanah. Fi
maknanya ala. Fi maknanya ala. Seperti
firman Allah juga wibannakum fi dan aku
akan menyalib kalian fi di batang kurma.
Maksudnya di atas batang kurma. Fi
maknanya ala seperti amintum man fisama.
Apa kalian merasa aman dari yang di
langit? Maksudnya yang di atas la
langit. Karena Allah bukan di dalam
langit, dinaungi oleh langit bukan. Tapi
Allah di atas apa? La langit. Langit
kecil. Makanya hari kiamat Allah
mengatakan, "Wal ardu jamian qdatu
yaumalqiamah." Pada hari kiamat kelak
langit dalam genggaman Allah. Ee bumi
dalam genggaman Allah. Wasamawat matatum
biyamini. Sementara langit akan dilipat
oleh tangan kanan Allah subhanahu wa
taala. Langit kecil. Bukan berarti Allah
naungi langit. Allah di tengah. Enggak.
Allah di luar la langit. Di atas la
langit. Makhluk kecil. makhluk sangat ke
kecil.
Makanya ini di antara dalil akidah
ahlusunah bahwasanya Allah di atas. Kita
berdoa ke atas, Rasulullah ketemu Allah
juga ke atas ya. Dan malaikat juga turun
dari atas ngelapor kepada Allah ke atas.
Amal saleh dinaikkan ke atas dan banyak
dalilnya. Di sini Nabi mengatakan di
antaranya irhamu man fil ard. Rahmatilah
yang di atas muka bumi. Yarhamkum man
fisama. Yang di langit akan merahmati
kalian.
Aljaza balasan sesuai dengan perbuatan.
Kemudian tadi sudah kita juga wala
yugfar liman la yagfir tidak diampuni
orang yang tidak mengampuni. Wabu
alatub.
Tidak akan diterima tobat orang yang
tidak berusaha untuk bertobat. Seorang
berusaha untuk bertobat meskipun dia
terjerumus dalam maksiat, dia berusaha
kembali kepada Allah. Terjerumus lagi
berusaha kembali kepada Allah. Ataupun
kalau dia cuek sehingga dia istighfaf,
meremehkan dosa yang dia lakukan. Orang
seperti ini susah untuk tobat.
Meremehkan Allah.
Dia lakukan tidak ada rasa penyesalan,
tidak ada rasa ketakutan. Dia merasa
aman dari makrullah, merasa aman dari
hukuman Allah Subhanahu wa taala. Maka
orang seperti ini susah untuk bertobat.
Tapi kalau seorang namanya manusia
terjerumus dalam maksiat, makat dia
merasa bersalah, dia menyesal, dia
menangis meskipun dia terjerumus lagi.
Setiap dia terjerumus, dia merasa
menyesal ingin kembali kepada Allah,
orang seperti ini lama-lama akan
bertobat dan akan diterima tobatnya oleh
Allah Subhanahu wa taala. Adapun kalau
dia sudah cuek, cuek, cuek, akhirnya dia
tidak ada rasa melakukan maksiat, cuek
aja. Ini seperti begini susah untuk
bertobat. W yuwaqo man yatawaqo. Dan
tidak akan dijaga orang yang tidak
berusaha untuk menjaga dirinya. Ini tadi
saya sudah singgung bahwasanya
seorang berusaha untuk mengenarkan diri
dari keburukan. Kalau tahu itu adalah
keburukan, jangan dekat-dekat. Tahu situ
ada orang-orang suka melakukan
keburukan. Jangan bergaul dengan mereka.
Jangan bergaul dengan mereka. Tahu hobi
begini akan mendatangkan kepada
keburukan. Sudah banyak orang
berjatuhan. Jangan coba-coba ikuti hobi
tersebut. Ini hobi ini buktinya orang
banyak berguguran di hobi tersebut.
Beginilah terjerumus ini terjemus.
Jangan ikuti. Menghindar. Menghindar.
Ada orang yang aman-aman aja. Kenapa dia
selalu berusaha menghindar? Dia tidak
mau spekulasi dalam urusan kemaksiatan.
Menghindar gak enggak. Dia berusaha
menghindar dia akan dian Allah. Tapi
kalau dia tidak berusaha menghindar dia
akan terjatuh. dia akan terjatuh. Pengin
tahu, pengin coba-coba, akhirnya
terjatuh.
Hadis berikutnya, Al Imam Bukhari
rahimahullah berkata, "Haddasana
Musaddad qala haddasana Ismail bin
Ibrahim qala haddasana Ziyad bin Mikhraq
an Muawiyah bin Qurrah an abihi qa
qajulun." Ya Rasulullah, ada seorang
berkata kepada Nabi, "Ya Rasulullah,
inni laadhabusyata faarhamuha." Ya
Rasulullah, aku menyembelih seekor
kambing, tapi saya kasihan sama kambing
tersebut.
menyembelih tapi kasihan yaq
inamus
inbah anbahahaguhnya
saya kasihan sama seekor kambing untuk
menyembelihnya kasihan
tapi harus disembelih karena memang
Allah ciptakan untuk dimakan iya enggak
kalau kasihan kasihan kasihan enggak ada
yang dimakan lihat sayur kasihan sayur
enggak makan [tertawa] sayur lihat ikan
kasihan enggak makan Allah ciptakan
untuk dimakanzi
khalaq lakum fil ardi jamian Dialah yang
telah menciptakan untuk kalian semua di
atas untuk kalian manfaatkan. Ya,
kalau kasihan-kasihan mau naik tunggang
himar kasihan nanti capek ya jangan.
Kecuali kalau dia sudah letih enggak
bisa itu perlu kita kasihani. Ya. Ya.
Saya pernah naik apa delman
ee kuda-kudanya kecil terus penumpangnya
naik lagi. Naik lagi sampai kudanya
enggak mau jalan dicambuk du. Ini
mungkin gara-gara saya saya turun. Saya
bayar, saya turun [tertawa]
keberatan kali. Kasihan. Maksudnya
enggak tega enggak mau jalan,
dipukul-pukul terus mungkin belum
dikasih makan, belum kasih apa atau
tunggangannya terlalu banyak karena kita
banyak orang itu naik. Ayo saya sudahlah
bayar saya turun aja. L maksudnya
kasihan ya. Kasihan ya. Kalau begitu
kita kasihan. Tapi kalau dia kuat memang
memang diciptakan untuk ditung tunggangi
ya. Sama kambing diciptakan untuk kita
makan ya.
Maka Rasulullah ketika ada yang
mengatakan, "Ya Rasulullah, saya
nyembelih kambing tapi saya kasihan sama
dia." Maka Rasulullah mengatakan,
"Wasyatu in rahimtaha rahimakallah."
Bahkan kambing kalau kau kasihan sama
dia, Allah akan mengasihanimu. Ya, oleh
karenanya untuk nyembelih saja ada butuh
kasih sayang. Makanya Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam mengatakan ee innallaha
katabal ihsana ala kulli. Allah
mewajibkan untuk berbuat ihsan, berbuat
baik dalam segala urusan. Bahkan dalam
membunuh.
Waidza qataltum faahsinul faahsinul
kitlah. Kalau kalian bunuh, bunuh dengan
cara yang baik. Bukan nyiksa, bukan
disilet-silet, bukan di mutilasi. Bunuh
ya bunuh aja. Kalau memang dia orang
kafir mau dalam peperangan harus
dibunuh. Yang penting mati selesai.
Bukan muas-muaskan, kemudian dibakar,
dicincang. Enggak. Gak boleh. Kata Nabi,
"Kalau ingin bunuh memang harus dibunuh
orang ini. Bunuh dengan cara yang yang
baik." Waabahtum faahsinudha. Kalau
kalian nyembelih nyembelih juga dengan
yang baik
ya. Walyuhid ahadukumfratahu
walihtahu. Maka tajamkanlah pisaunya,
landepkan kemudian sembelih agar yang
disembelih dengan mudah. Tapi kalau
enggak tajam, wah kan kasihan.
Maka dalam membunuh pun kalau memang
harus dibunuh karena ada keperluan apa
membunuh manusia atau membunuh hewan,
maka dengan cara yang yang baik. Ya,
makanya rasam mengatakan bahkan kambing
kalau ketika kau nyembelih kau ada kasih
sayang kau akan dikasihani oleh Allah,
kau akan disayangi oleh Allah subhanahu
ini dalil bahwasanya rahmat kasih sayang
dituntut jangankan jangankan kepada
manusia bahkan kepada hewan pun ketika
akan disembelih ada timbul kasih sayang
kita akan dirahmati oleh Allah Subhanahu
wa taala.
Dalam dalam satu riwayat, Umar pernah
melihat ada seorang
ee lelaki
dia narik kambing mau disembelih. Dia
tarik keras-keras. Dia tarik dengan
kasar. Maka Umar pun pukul dia pakai
tongkatnya. Bukan kambing yang dipukul,
orangnya dipukul.
Kata Umar, umakaan
jamilan. Giring dia menuju kematian
dengan cara yang baik. Kata jangan
ditarik-tarikin Umar tegur boleh.
Demikian dalam satu hadis Rasul
wasamulin
wahu yahudufratahu
wahu
ilaihi bibha.
Rasulullah melihat ada seorang laki-laki
dia sudah taruh kakinya di kambing di
lehernya siap disembelih. Kemudian
pisaunya dia apa?
asah di depan kambing tersebut dan
kambing tersebut nengok. [tertawa]
Maka Nabi mengatakan, "Aala qobla
atiduum
maut."
Ya, kenapa kau tidak sembelih sebelum
tidak apa asah sebelum ini. Sekarang
sudah taruh baru kau asah. Kau ingin
bunuh dia dua kali ya melihat sudah mati
duluan sebelum disembelih.
Jadi ee seorang terhadap hewan pun harus
menjaga ya kasih sayang tetap harus
harus ada. Jangan sembelih kambing depat
kambing yang lainnya. Kambing yang
satunya ngelihat dia nangis ya lihat
istrinya disembelih, [tertawa] lihat
anaknya disembelih. Mereka juga punya
perasaannya. Sama ketika menyemb
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:20:15 UTC
Categories
Manage