Kitab Al-Adab Al-Mufrad #61: Panggilan Kasih sayang Untuk Anak Kecil - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
CZj6uPO5s0M • 2025-12-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita masih melanjutkan bahasan tentang kasih sayang kepada anak-anak ya. ee dan telah lalu kita telah menyampaikan bab tentang rahmatus shgir, kasih sayang kepada anak-anak. Kemudian Imam Bukhari melanjutkan dengan bab muanaqtia, memeluk anak-anak. Kemudian juga dilanjutkan dengan bab qblatur rajuli aljad sagirah, bolehnya seorang mencium anak kecil perempuan. Kemudian juga bab berikutnya bab masap kepala anak-anak. Ini semua tentang kasih sayang terhadap anak-anak dan ini semuanya adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka pada bab ini, bab yang baru, babu qul rajuli lisir ya bunayya. Bab seorang berkata kepada anak kecil, "Wahai ee putra kecilku." Wahai putra kecilku. Ya, bunayya adalah tasgir dari ibni. ibni artinya adalah putraku, wahai anak laki-lakiku. Kalau bunai ya, orang-orang Arab kadang mentasgir yaitu ee untuk menunjukkan kasih sayang. Bunai artinya wahai si anak kecilku yaitu menunjukkan kasih sayang. Dan ini boleh diucapkan meskipun kepada selain anak kandung ya sebagai bentuk kasih sayang. Kita ketemu dengan anak kecil kita bilang, "Wai bunayya, wahai putrak." Bagi orang Arab itu adalah hal yang biasa dan itu adalah bentuk kasih sayang. Ya, tapi kalau kita Indonesia ini hampir enggak ada ya. Kita enggak panggil anak orang dengan wahai anakku. Pernah atau jarang atau enggak ada? Hah? Jarang kan? Jarang. Bukan suatu tradisi. Tapi kalau ibu kita panggil ibu orang mungkin umi mungkin meskipun bukan ibu kita. sebagai bentuk penghormatan kepada orang orang tua itu mungkin terjadi. Tapi kalau kepada anak yang bukan anak kita, kita bilang, "Ya bunayya, ya ibni, wahai putraku, hampir tidak ada." Ya, tapi kalau di Arab itu biasa. Di Arab biasa seorang tua memanggil anak muda dengan panggil ya bunayya, ya ibni, wahai putraku, wahai putra kecilku. Sebagai bentuk kasih sayang padahal bukan anak kandung. ini ee adalah ee kebiasaan para salafus saleh. Mereka memanggil anak-anak untuk untuk kasih sayang dengan ee anak-anak muda dipanggil dengan wahai putraku padahal bukan anak mereka. Bab kita bacakan hadisnya. Al Imam Bukhari berkata rahimahullah. Qala haddasana Abdullah bin Said qala haddasana Abu Usamah. Qala haddasana Abdul Malik bin Humaid bin Abi Ghunayyah an abihi an abil ajlan almuharibi qala kuntu fi jisi bin Zubair. Kata Abul Ajlan almuharibi saya berada pada pasukan Ibnu Zubair pasukan Abdullah Ibnu Zubair radhiallahu anhu. Ya fuia ibnu Aminli. Maka eh meninggallah sepupuku wa aus bijamalin lahu fisabilillah. Dan sepupuku itu berwasiat dia punya unta agar dimanfaatkan fisabilillah untuk di jalan Allah subhanahu wa taala. libnihi kata Abul ajlan almuharibi maka aku sampaikan kepada putranya yaitu pada ponakanku ya idal jamal itu untamu kasihkan ke saya fainni fi jaisi ibni zubair karena saya sedang berada di pasukan Ibnu Zubair terjadi fitnah di zaman itu. Pasukan Abdullah Ibnu Zubair mengangkat dirinya sebagai khalifah diikuti oleh banyak orang. Kemudian setelah itu tidak disetujui oleh sebagian Bani Umayyah yaitu Marwan Ibnu Hakam. Kemudian Marwan bin Hakam membentuk khilafah tersendiri di Syam. Kemudian diikuti selanjutnya oleh anaknya Abdul Malik ibn Marwan. Sehingga terjadi dualisme kekhilafahan di zaman tersebut. Yang satu di Makkah dipimpin oleh Abdullah Ibnu Zubair radhiallahu anhu. Yang satu Marul Hakam. Kemudian diikuti setelah meninggal anaknya Abdul Malik bin Marwan. Kemudian Abdul Malik bin Marwan punya ee panglima yang sangat terkenal kejam, yaitu Hajjaj bin Yusuf at-TSQafi. Hajjaj bin Yusuf at-TSQafi yang kemudian menyerang Abdullah bin Zubair. Ketika menyerang Abdullah bin Zubair sampai dia melemparkan manjanik sampai manjanik tersebut yaitu katapel besar sampai membakar Ka'bah mengenai Ka'bah dan Ka'bah terbakar ketika itu. Kiswahnya terbakar, Ka'bah juga terbakar. sampai akhirnya Abdullah Ibnu Zubair kemudian bermusyawarah dengan ee orang-orang dekatnya. Apakah Ka'bah mau dipugar, direnovasi atau dibongkar dan dibangun kembali? Akhirnya Abdullah bin Zubair istikharah sampai tiga kali. Kemudian dia mengatakan, "Kita bangun kembali Ka'bah." Membangun kembali ka Ka'bah. itu terjadi di zaman itu. Karena Abdullah bin Zubair pernah mendengar hadis dari Aisyah radhiallahu anha. Aisyah mendengar hadis dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi berkata, "Laula annaaki hud ahdin bil kufradamtul Ka'bah bana ala qawaid Ibrahim wtu laha baban yaduna minhu waban yakrujuna minhu." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kalau bukan kaummu wahai Aisyah baru saja masuk Islam, tentu aku akan bongkar Ka'bah. Lantas aku akan bangun Ka'bah yang baru sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim." Karena Ka'bah yang sekarang ini kurang. Saya akan bangun bongkar, saya akan bangun kembali. Kemudian saya akan bikin dua pintu. Pintu untuk masuk dan pintu untuk keluar. Ini hadis pernah disampaikan oleh Nabi kepada Aisyah dan Aisyah menyampaikan pada ponakannya. Ponakan Aisyah adalah Abdullah Ibnu Zubair. Akhirnya Abdullah bin Zubair bangun Ka'bah. Dia bongkar Ka'bah karena sudah kena hantaman manjanik dan sudah rusak. Maka dia bongkar. Dia bangun lagi dengan Ka'bah lebih besar, lebih luas dengan dua pintu. Pintu masuk dan pintu keluar. Akhirnya setelah dia dibunuh, dikuasai lagi oleh Abdul Malik bin Marwan, akhirnya Ka'bah dibongkar lagi, dikembalikan seperti awalnya. Ya, seperti sekarang. Seperti apa? Sekarang sampai di zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid di kaliman zaman khilafah Abbasiyah. tadi zaman ee Umawiyah, kemudian Abbasiyah, kemudian ee ingin dibongkar lagi, dikembalikan sebagaimana yang dibangun oleh Abdul Malik ee dibangun oleh Abdullah bin Zubair. Tapi Imam Malik menasihati, "Jangan, kalau dibongkar lagi nanti Ka'bah jadi mainan para raja. Setiap ada raja baru akan dibongkar-bongkar." Akhirnya Ka'bah dibiarkan seperti sekarang. Itu kurang. Ka'bah sekarang tidak sempurna karena masih kurang. Harusnya Ka'bah sekarang itu sampai masuk hijr. Hijr itu termasuk Ka'bah. Harusnya hijr termasuk Ka'bah. Jadi bukan kosong gitu. Hijir tempat orang bilang Hijr Ismail. Padahal bukan Hijr Ismail hijr aja tanpa ada Ismailnya. Tib intinya ketika terjadi peperangan di antara kaum muslimin dan Abul Ajlan almuharibi ini dia termasuk dalam pasukan Ibnu Zubair radhiallahu anhu. Maka dia bilang sama ponakannya, "Wahai ponakanku, sesungguhnya bapakmu itu sepupukku. Bapakmu dulu waktu meninggal dia bilang berwasiat agar untanya digunakan untuk jihad fisabilillah." Untuk fisabilillah. Nah, kebetulan saya mau perang ini. Saya mau perang. Serahkan aja untamu, unta bapakmu kepadaku. Ya, maka qala, maka ponakannya ini atau anak dari sepupunya ini berkata, "Idhab bina ila ibni umar hatta nas'alahu." Jangan dulu, Om. Kata ponakanya, "Kita pergi dulu ke Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Kita nanya dulu ya. ini di antara ee kecerdasan dari ponakannya dan dia ingin ngecek dulu, ingin nanya kepada Ibnu Umar. Ibnu Umar masih hidup ketika itu ya, sahabat yang mulia juga yang terkenal dengan keluasan ilmu. Kita tanya dulu akhirnya, "Faataya faataina ibna umar." Maka kata sang perawi Abul Ajlan Almuharibi berkata, "Kami pun mendatangi Ibnu Umar." faqala ya Aba Abdurrahman. Maka sang ponakan berkata, "Wahai Abu Abdurrahman yaitu Ibnu Umar, wahai Ibnu Umar, inna walidi tufya. Sesungguhnya ayahku sudah meninggal dunia. Wa bijamalin lahu fisabilillah." Dan dia berwasiat kepadaku agar unta ini digunakan di jalan Allah Subhanahu wa taala. Wahad ibnu ammi wahua fi jaisi ibni Zubair. Sementara ini adalah putra dari keluargaku, itu omku ini. Dia berada di pasukan Ibnu Zubair. Di pasukan Ibnu Zubair. Afa adfau ilaihil jamal. Bolehkah saya serahkan unta ini kepada dia untuk digunakan perang dalam pasukan Ibnu Zubair? Pertanyaannya jelas ya. Dia sekarang mau perang lawan pasukannya Abdul Malik bin Marwan. itu pasukannya Haj bin Yusufsaqafi dan dia butuh butuh biaya dan butuh kekuatan di antaranya kuda atau unta ya tunggangan. Apakah saya menyerahkan unta ini kepada dia untuk digunakan perang dalam pasukan Abdullah bin Zubair? Maka Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata, di sini dia mengatakan, "Ya bunaiya." Di sini dia mengatakan apa? Ya bunayya. Dia gunakan kata ini wahai putra kecilku. Bunai itu wahai putra kecilku ya bunayya ya yang menunjukkan ada perkataan ya ibni wahai putrak ada ya bunayya putra kecilku kalau ibni ya bni ya ibni wahai putraku ini sudah menunjukkan kasih sayang apalagi kalau ditasgir menggunakan ya bunayi wahai putra kecilku menunjukkan kasih sayang seperti perkataan Nabi Nuh kepada putranya putra kandungnya ya bunayarkam maana wahai putrak ya dia tidak Ya ibni, tapi ya bunayya, wahai putra kecilku naiklah ke kapal bersama bersama kami. Wala takum maal kafirin. Jangan kau termasuk orang-orang kafir. Jadi di sini yang jadi perhatian kita Ibnu Umar ya ketika itu usianya sudah tua ya dan dia berkata kepada anak muda ini dengan kalimat, "Ya bunayya, wahai putra kecilku." Padahal bukan anaknya. Tapi ini menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak muda. Dia berkata, "Inna sabilallah kullu amalin saleh." Ibnu Umar kasih kaidah, "Wahai putraku, sesungguhnya sabilullah, jalan Allah itu semua amal saleh sabilullah. Semua jihad fisabilillah itu sabilullah fisabilillah." Fisabilillah itu bukan ter Ibnu Umar yang menjelaskan fisabilillah itu bukan cuma jihad. Fisabilillah itu semua amal saleh. Berbakti sama orang tua fisabilillah. membantu fakir miskin fisabilillah, berdakwah fisabilillah, semua amal saleh adalah fi sabilillah. Fain kanana waliduka innama aus bijamali fisabilillah azza wa jalla. Kalau memang ternyata ayahmu berwasiat untuk agar untanya digunakan fisabilillah dengan makna yang khusus yaitu jihad. Sebenarnya fisabilillah itu umum kata fisabilillah itu umum. Tapi karena ayahmu berwasiat untuk fisabilillah secara spesifik, itu fisabilillah maksudnya apa? Ji jihad. Faid roitaan muslimina yagzuna min musyrikin fadfa ilaihim jamal. Kalau kau lihat ada pasukan kaum muslimin memerangi kaum musyrikin, maka kasih unta itu. Itulah jihad. Tunggu kalau ada kaum muslimin lawan kaum musyrikin kasih. Itu jihad. Tetapi ini kasusnya beda. Kata Ibnu Umar, faza wa asabahu fiiliilmaniumin ayuhum. Tapi ini kasusnya beda. Ini kasus perang antara muslim dengan muslim. W ashabahu. Maksudnya kata Syekh Albani rahimahullah maksudnya fahab. Maksudnya Ibnu Umar dan pengikutnya mereka hanyalah mengikuti ya pasukan ya. Ada yang diikuti. Ayyuhum yad tabii. Siapa di antara mereka yang akan meletakkan tabi? Tabib itu stempel. Artinya kalau maksudnya siapa yang berhak meletakkan stempel? Maksudnya siapa yang berhak menjadi khali khalifah. Karena yang meletakkan stempel siapa? Khalifah. Kalau ada resmi-resmi yang meletakkan stempel adalah khalifah. Isyarat dari Ibnu Ibnu Umar, kalau kau ingin melaksanakan wasiat ayahmu, laksanakan dengan yang pasti, yang jelas-jelas jihad fisabilillah. Tapi kalau kondisinya seperti ini, muslim lawan muslim kurang pas. Kurang kurang pas. Ya. Tayb. Ee hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Hadis ini menjelaskan tentang bagaimana perhatian seorang anak terhadap wasiat ayahnya. Ya, ayahnya berwasiat unta. Unta suatu harta zaman itu. Unta adalah harta. Harta yang cukup berharga. Ya, dia wasiatkan agar untanya digunakan di jalan Allah subhanahu wa taala. Maka sang anak perhatian terhadap wasiat bapaknya. Ingin menjalankan wasiat bapaknya dengan sebaik mungkin. Sekarang betapa banyak wasiat orang tua disia-siakan. Banyak sekali. Banyak sekali kita dapat kasus-kasus orang tua mewasiatkan agar hartanya digunakan untuk fisabilillah, untuk dakwah, untuk masjid, untuk amal khair, amal kebaikan, amal saleh. Anaknya enggak enggak dikerjakan. Anaknya berisiat sendiri sehingga uang tersebut akhirnya tidak ada faedahnya. Ya, karena dunia menipu ya. Sehingga padahal bapaknya sudah menyisakan harta yang banyak. Harta yang banyak. Dia minta sebagian digunakan untuk di jalan Allah itu kebaikan tapi tidak di dikerjakan gara-gara kepentingan duniawi. Lihat orang ini maka dia perhatian kepada bapak harta bapaknya. Bahkan sepupunya pun perhatian. Yaitu sang perawi hadis Abul Ajlan Almuharibi ya. Dia ingin menjalankan wasiat sepupunya dan anaknya juga perhatian. Anak dari sepupunya juga perhatian. Dan di antara kecerdasan sang anak, dia dapat taufik dari Allah Subhanahu wa taala. Dia memastikan k ini wasiat ayah terkait dengan bagaimana di akhirat. Karena wasiat ini terkait dengan pahala yang akan mengalir kepada ayahnya. Ayahnya sekarang sudah di alam barzakh. Yang dia sangat butuhkan adalah pahala. Maka dia harus pastikan bahwasanya harta ayahnya ini diletakkan pada tempatnya. Maka untuk memastikan tersebut dia bertanya kepada ulama yang masih hidup di zaman tersebut. Di antaranya Ibnu Umar, anaknya Umar bin Khattab, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma yang terkenal dengan keilmuannya. Maka ini dia tanya, "Apakah pas kalau saya letakkan harta ini di pasukannya Ibnu Zubair?" Maka dia bilang, "Ayo kita pergi." Dan inilah hal yang sangat penting harus kita ketahui. Banyak permasalahan. Kalau bisa kita berkesempatan tanya kepada ahli ilmu, maka tanyakanlah. Dan itu adalah ibadah. Fas'alu ahlikri in kuntum laun. Tanyakanlah kepada ahl. Maksudnya ahlul ilmu jika kalian tidak mengetahui. Sementara ada ilmu bisa kita tanya, ngapain kita cari-cari tahu jawaban sendiri. Ya, kita pastikan tanya, bertanya sudah dapat pahala. Apalagi biasanya ulama akan berikan jawaban yang lebih baik, yang lebih tepat untuk kita. Tayib. Maka ketika mereka datang kepada Ibnu Umar, maka Ibnu Umar menjelaskan ya bahwasanya fisabilillah itu umum. Semua amal saleh disebut fisabilillah. Tetapi karena ayahmu ingin makna fisabilillah secara spesifik yaitu jihad fisabilillah, maka carilah jihad yang benar. Jihad yang benar itu kaum muslimin nyerang kaum musyrikin. Itu jihad yang pasti itu adalah ji jihad. Adapun muslim lawan muslim mau dibilang jihad agak susah. perlu kepastian, perlu ya kecuali misalnya benar-benar ada ee seperti Allah mengatakan wainfatani kalau ada dua kelompok yang berselisih kemudian membangkang keluar dari keluar dari pemerintahan kemudian ingin menyerang, maka silakan serang. Ya, ini ada dalam Al-Qur'an disebutkan ini penyerangan yang benar seperti ketika Ali bin Abi Thalib menyerang Khawarij. Silakan ya. Tapi kalau ternyata perkaranya masih rancu, masih ragu, timbul fitnah, ya maka hendaknya dijauhi. Ini adalah mazhab Ibnu Umar. Ibnu Umar radhiallahu anhu di antara para sahabat yang kalau terjadi fitnah perang antara kaum muslimin dia menjauh. dia menjauh seperti ketika terjadi perselisihan antara Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu dengan ee sahabat Muawiyah bin Abi Sufyan. Maka dia tidak ikut-ikutan dan banyak sahabat tidak ikut-ikutan. Puluhan ribu sahabat tidak ikutan. Ketika terjadi perang antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah, maka di salah seorang tabiin kalau enggak salah Sybi dia mengatakan yang ikut serta dari kalangan sahabat tidak sampai 30 orang. Ribuan yang lain tidak ada yang ikut karena mereka lihat ini perang saudara. antara muslim dengan apa? Muslim. Di antara yang tidak ikut-ikutan Ibnu Umar. Seperti Saad bin Abi Waqqas ketika didatangi oleh anaknya Umar. Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqas. Dia bilang, "Ayah, kenapa kau tidak ikut?" Kata ayahnya, "Kau datangkan kepadaku pedang yang bisa berbicara. Yang mengatakan ini kafir bunuh, ini muslim jangan bunuh. Kalau ada pedang seperti saya akan ikut perang. Tapi kalau pedang tersebut tidak ada bagaimana bisa bedakan mana yang benar, mana yang salah? Ngapain saya masuk dalam peperangan?" Saad bin Abi Waqqas gak ma padahal dia panglima perang. Dia ikut perang dalam Marakatul Qadisiyah menaklukkan Persia. Siapa? Saad bin Abi Waqqas. Tapi ketika ada perang antar saudara dia enggak mau ikutan. Anaknya bilang, "Ayo, ayah ikut." Gak. Datangkan kepada saya pedang yang bisa bicara. Ini kafir bunuh ini muslim. Jangan. Kalau ada pedang seperti itu saya akan bawa perang. Kalau enggak gimana? Makanya ini peringatan dari Ibnu Umar agar kita waspada. Karena masalah darah masalah yang sangat berat. Ya, mungkin ada yang berisihat ini perlu kalau kita kalau kita ragu mending tidak tidak usah. Saya sering sampaikan ini, B pernah kejadian beberapa waktu yang silam ketika ada demo kemudian dengan suara jihad, jihad, jihad fisabilillah. Yang mau dijihadi polisi. Polisi juga orang muslim. Dia salat juga, dia puasa juga, dia punya anak, dia punya istri. Maksudnya kita membunuh mereka, jihad fisabilillah. Kemudian istri-istrinya mau dijadikan budak-budak begitu maksudnya. Hartanya jadi gonimah maksudnya. Kemudian jihad-jihad fisabilillah. Jangan sedikit-sedikit bilang apa? Ji jihad ya. Mana jihad? Kesannya seperti melawan kaum musyrikin sama ya ada salah ada salah ada benar. Tapi jangan bilang dengan nama apa? Jihad fisabilillah. Jihad maksudnya gimana? Ini maksudnya istrinya jadi budak. Setelah itu. Ini hati-hati ya. Hati-hati menumpahkan darah kaum kaum muslimin. Hati-hati kalau bisa tidak ikut-ikutan itu yang terbaik. Karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya lazawalud dunya hilangnya dunia beserta isinya lebih ahwan indallah minqatli rajulil muslim. lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim. Jangan kita ikut-ikutan baik secara langsung apa maupun secara tidak langsung. Jangan ikut provokasi sehingga akhirnya tertumpah darah kaum kaum muslimin. Sebisa mungkin ya urusan dunia ribut-ribut pertumpahan darah urusan dunia juga kadang-kadang bukan urusan akhirat. Urusan apa? Dunia. Urusan dunia. Nanti sudah ribut-ributri demo-demo ketika dijadikan dijadikan kasih jabatan selesai. Iya. Enggak berarti urusannya bukan urusan akhirat, urusan apa? Dunia. Benar atau tidak benar? Makanya jangan dibodoh-bodohin sama orang. Kalau dikasih kedudukan sudah selesai. Adapun menyaakan jihad. Jihad itu adalah suatu ibadah yang agung. Jihad fisabilillah. Artinya kalau kita mati situ kita mati mati sya syahid. Yang dibunuh masuk neraka. Ini sekarang enggak jelas. Maka jangan jangan mudah terprovokasi. Maka Ibnu Umar radhiallahu anhuma memberi saran kepada anak muda tersebut dengan berkata, "Ya bunayya, wahai putra kecilku." Ini kasih sayang agar diperhatikan ya. Dia merasa diperhatikan oleh Ibnu Umar radhiallahu taala anhuma. "Kalau memang kau mau menjalankan wasiat ayahmu, cari jihad yang pasti yaitu kaum muslimin lawan kaum musyrikin. Nah, ketika itu serahkanlah unta ayahmu untuk digunakan jihad fisabil." Adapun kalau masalah ini rebutan kekuasaan, maka jangan sebaiknya ja jangan. Ini fikihnya Ibnu Umar agar sang anak bisa menjalankan wasiat airnya dengan baik. Cuma saya katakan tadi kalau kita di tanah air jarang kita bilang anak orang, "Wahai anakku." Jarang kan? Jarang. Ya, jarang ya. Tapi kalau di Arab Saudi, Arab secara umum biasa. Seorang tua manggil anak orang lain masih kecil, masih muda dengan kata ya bunayya menunjukkan dia perhatian. Ya bunayya, wahai putraku. Padahal bukan putranya. Dan ini ee kebiasaan para para salaf ya. Bab kita lanjutkan. Al Imam Bukhari berkata, "Apalagi kalau kita ketemu anak yatim ya kita bilang, "Ya bunayya, wahai putrak." Ya, tentu mungkin dia enggak pernah dengar perkataan sama sekali. Anak kecil yatim, gak pernah dengar apa ayahnya bilang begitu. Ya, maka tentu anak yatim seperti ini akan bahagia kalau ada yang manggil dia, "Wahai anakku." Ya, dia akan merasa bahagia. Ternyata ada orang yang manggil dia wahai anakku. Karena seumur hidup mungkin dia enggak pernah dengar. Apalagi kalau dia lahir ayahnya sudah enggak ada. Yaak. Pernah pernah dengar ada laki-laki panggil dia wahai anakku. Dan ini adalah ee apa namanya? penerapan dari para salafus saleh. Hadis berikutnya, Al Imam Bukhari rahimahullah berkata, "Qala hadasana Umar bin Hafs qala haddasana Abi qala haddasana La Qala haddasani Zaid bin Wahbin qala samu Jariran anin Nabi sallallahu alaihi wasallam qal." Dari Jarir dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda, "Man la yarhaminasa la yarhamhullahu azza wa jalla." Ya, siapa yang tidak merahmati orang-orang, maka Allah tidak akan merahmatinya. Allah tidak akan merahmatinya. Dan ini ee mafhum mukhalafahnya. Berarti siapa yang merahmati orang-orang maka dia akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini salah satu dari kaidah agung aljaza min jinsil amal. Balasan sesuai dengan perbuatan. Siapa yang merahmati dia dirahmati. Siapa yang tidak merahmati dia juga tidak dirah tidak dirahmati. Ya. Siapa yang merahmati kasih sayang sama orang lain, dia akan dikasih sayang oleh Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang mengampuni orang lain, dia akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Siapa yang lembut kepada orang lain, dia akan dilembuti oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya membantu orang lain, dia akan dibantu oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Siapa yang menutup aib orang lain, dia akan ditutup aibnya oleh Allah Subhanahu wa taala. Aljaza menyinzil amal balas dengan perbuatan. Ini kaidah yang sangat agung yang hendaknya kita selalu hadirkan dalam hati kita. Kau ingin dirahmati Allah, rahmatilah orang lain. Kau ingin diampuni Allah, ampunilah orang lain. Ya, kau ingin dikasihi oleh Allah, kasihilah orang orang lain. Ingin dibantu Allah, bantulah orang lain. Dan sebaliknya, hati-hati. Kau ingin membongkar aib orang, kau akan dibongkar aibnya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kau ingin kasar kepada Allah orang lain, kau akan dikasari oleh Allah subhanahu wa taala. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya Allahumma siapa yang diberi kesempatan untuk menjadi mengurusi amr min umril muslimin fasq alai fasqu alaihi." Siapa yang dijadikan diberikan jabatan kemudian merepotkan kaum muslimin, repotkanlah dia ya Allah. Repotkanlah dia ya Allah. Seperti itu ya. Ketika Abu Mas'ud memukuli budaknya, dia pukul, maka Rasul sahu alaihi wasallam berteriak dari belakang, "Ya Aba Mas'ud, innallaha aqdaru alaika minka alaihi." Allah lebih berkuasa atas engkau daripada kau terhadap budakmu. Ketika Abu Mas'ud balik, ternyata Rasulullah sahu alaihi wasallam kemudian kata Abu Mas'ud, "Hua hurrun liwajhillah." Budakku merdeka karena Allah subhanahu wa taala. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laama faalta, kalau kau tidak melakukannya, lahat lahatkanar, kau akan dibakar oleh api neraka jahanam." Yaitu Rasulullah ingin ingat sekarang kau mampu nyiksa budakmu. Allah lebih mampu untuk menyiksamu daripada kau menyiksa apa? Budakmu. Aljaza minyisil amal. Balasan sesuai dengan perbuatan. Ini penting dalam kehidupan kita. Apa yang kita lakukan sama orang akan dilakukan oleh Allah kepada kita. Di antaranya adalah kasih sayang. Ingat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, man la yarhaminas la yarhamhullahu azza wa jalla. Siapa yang tidak merahmati masyarakat, tidak kasih sayang kepada masyarakat, dia tidak akan dikasih sayang oleh Allah Subhanahu wa taala. Yaitu siapa yang keras, kasar, tega, ya keras, kasar, tega, dia akan digitukan juga oleh Allah Subhanahu wa taala. Dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, hadis yang masyhur, "Irhamu man fil ard yarhamkum man fisama." Rahmatilah siapa yang di bumi, maka yang di langit akan merahmatimu. Irhamu man fil ard yarhamkum man fisama. Rahmatilah yang di bumi, maka yang di langit akan merahmatimu. Jaza minil amal yarhamu man fil ard. Maksudnya man alal ard fi maknanya ala. Siapa yang di atas, siapa yang merahmati manusia atau makhluk yang ada di atas bumi. Yarhamkum man fisama. Maka yang di atas langit pun akan merahmatinya. Ya. Dan ini siapa sih yang tidak ingin dapat rahmat Allah? Bukankah seorang masuk surga karena rahmat Allah? Karena kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. Makanya di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam e Allahubak whibbuk wik Allah masakin. Ya Allah aku mohon kepada Engkau agar cinta kepada orang-orang miskin. Minta doa itu kepada Allah sehingga kalau kita lihat orang miskin kita peka. Lihat orang miskin enggak tega. Enggak tegaan. Kasih sayang ingin bantu. Kasihan. Ya. Ada orang lihat orang miskin cuek-cuek aja enggak ada hatinya. Enggak, enggak apa enggak enggak peka terhadap orang miskin. Minta kepada Allah agar hati kita peka. Karena kalau kita kasih sama orang miskin, kasihan, kita juga digituin nanti oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, bab. Hadis berikutnya dan hadis ini maknanya umum yaitu man la yarhaminas la yarhamhullah. Siapa yang tidak merahmati manusia dia tidak dirahmati oleh Allah. Di antara rahmat yang dianjurkan adalah rahmat kepada anak-anak. Rahmat kepada anak-anak. Dan ini umum bukan cuma anak kita sendiri, anak orang lain pun kita sayangi. Apalagi anak sendiri ya. Maksudnya lihat anak-anak kita ini namanya anak-anak kasih sayang ya. anak-anak ya. Kita juga dulu pernah seperti pernah kecil, pernah seperti itu. Namanya kita mensikapi anak-anak tidak seperti mensikapi orang dewasa. Namanya juga anak-anak. Namanya juga anak-anak. Ya. Hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Hajjaj qala haddasana Sybah qala akhbarani Abdul Malik qala samitu qobisah ibna Jabirin. Qala samu Umar annahu qal." dari Umar bin Khattab. Ini adalah ee asar dari Umar bin Khattab. Beliau berkata, "Man la yarham la yurham." Siapa yang tidak merahmati dia tidak dirahmati. Waman la waman la yagfir e la yugfar man la yagfir. Orang yang tidak diampuni, orang yang tidak mengampuni. Saya ulangi kata Umar, man la yarham la yurham. Siapa yang tidak merahmati dia tidak akan dirahmati. W yfaru man yagfir. Dan orang yang tidak tidak ee kata Umar tidak diampuni orang yang tidak mengampuni. Tidak diampuni orang yang tidak mengampuni. W yfa amman la yafu. Tidak dimaafkan orang yang tidak memaafkan. Wala yuwaqo man la yatawaqqo. Dan orang tidak akan dihindarkan dari kemaksiatan orang yang tidak berusaha menghindar dari maksiat. Tidak akan terhindar dari maksiat orang yang tidak berusaha menghindar dari maksiat. Di sini ada empat pernyataan disampaikan oleh Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Yang pertama, man la yarham la yurham. Siapa yang tidak merahmati, dia tidak akan dirahmati. Sudah kita singgung tadi ya. Semakin kita kasih sayang kita banyak sama orang, kita akan semakin banyak dikasihi oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Dan kita sangat butuh dengan kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. Caranya mudah. Di antaranya kita merahmati orang lain, kasih sayang kepada orang lain, kepada terutama orang miskin. orang susah ya kita kasihani mereka ya peka sama mereka maka kita akan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Yang kedua, wala yukfaru man la yagfir. Tidak diampuni orang yang tidak mengampuni. Tentunya sebagaimana kita ketahui ya, ee kalau kita membalas dengan setimpal boleh dalam syariat orang melakukan kemudian kita balas setimpal boleh. Kata kata Allah Subhanahu wa taala, "Fain aqobtum faqibliqitum bih." Kalau kalian balas maka balas sesuai dengan setimpal. Wartum lahuirin. Tapi kalau kalian bersabar lebih baik kata Allah Subhanahu tapi kalau balas boleh tapi harus timp. Allah juga berfirman, balasan keburukan adalah setimpal semisalnya. Tapi kata Allah faman wa aslaha wa aslaha faajr Allah. Tapi siapa yang maafkan dan berbuat baik maka pahalanya besar di sisi Allah. Innahu la yuhibalimin. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang berbuat zalim. Itu membalas dengan berlebihan. Di sini Allah membagi sikap orang terhadap kezaliman yang dia rasakan dengan tiga sikap. Kita dizalimi orang, maka Allah kasih tiga pilihan. Pilihan pertama balas setimpal boleh. Wazau sayiatin sayiatun mluha. Balas setimpal. Pilihan kedua adalah memaafkan. Faman afa wa aslaha fajru alallah. Siapa yang maafkan maka pahalanya besar. Pilihan ketiga ini haram. Innahu la yuhibalimin. Allah tidak mencintai menunjukai orang yang zalim. Yaitu membalas lebih daripada yang setimpal. Membalas lebih dari setimpal. Maka yang lebih aman kita pilih pilihan kedua. Maafkan. Kenapa lebih aman? Karena membalas boleh tapi setimpal. Tapi bisakah kita membalas setimpal? Biasanya tidak bisa. Biasanya kalau balasti apa? Ditambah-tambahin. Ya, mohon maaf. Orang bilang mengatakan pada kita anjing ya boleh kita bilang anjing juga kau boleh gak dosa. Tapi kalau anjing rabias dosa karena ada tambahan rabias. Ya. Kalau maembalas setimpal enggak enggak enggak enggak enggak mudah. Tapi kalau balas setimpal boleh. Saya tidak maafkan saya maembalas boleh. Saya tidak maafkan saya mau ambil di akhirat boleh gak ada masalah. Tetapi yang lebih agung adalah mema maafkan. Karena kalau kita maafkan kita akan di pahalanya besar. pertama. Kedua, dapat bonus. Kita juga diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Dapat bonus. Makanya ketika Allah menyebutkan tentang ciri-ciri penghuni surga, kata Allah, "Walina aninas." Orang-orang yang memaafkan orang orang lain. Berat, Ustaz. Hatiku pedih. Pedih. Iya. Tapi maafin. Kau ingin diampuni enggak? Ya udah, ampuni aja. Maafkan ya. Maafkan. Makanya di sini wala yukfar man la yagfir. Orang yang tidak mengampuni tidak diampuni, tidak dapat bonus. Wala yukfa amman la yafu. Amman lam yafu. Siapa yang tidak memaafkan tidak dimaafkan. Maka ini anjuran agar kita maafkan orang orang lain. Tetapi ee tentunya Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyebutkan peringatan Allah mengatakan, "Faman afa wa aslaha." Siapa yang memaafkan dan berbuat kebaikan. Jadi kita memaafkan dengan tujuan berbuat baik ada kebaikan. Jadi kalau ada orang misalnya melakukan kezaliman terus kita maafkan tapi dia berbuat zalim sama orang lain lagi. Nah, ini kita jangan seperti itu. Makanya kita maafkan tapi kita laporkan ke polisi. Ya, kamu katanya maafkan. Ya, saya maafkan tapi harus kau kamu harus saya laporin. Kenapa? Karena kalau tidak saya laporkan kau akan menzalimi lagi orang lain. Orang pencuri ya pencuri ya saya maafkan. Tapi kamu harus ditangkap. Kenapa? Karena kamu tukang nyuri. Kalau saya lepaskan lagi, kamu nyuri orang lain lagi. Akan terjadi kerusakan. Saya maafkan tapi kamu harus di ditangkap. Seperti ada orang interaksi dengan kita, kemudian dia berbuat zalim macam-macam. Kita maafin tapi kita enggak bisa jalan bareng lagi. Saya maafin enggak apa-apa sudah qadarullah semua saya maafin. Saya tidak akan balas kau tapi kita enggak bisa jalan bareng lagi. Ini misalnya karena dia melihat tidak ada maslahat kalau jalan sama dia ya. Dan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam laar wala diar seorang jangan buat kemudaratan. Jangan mendatangkan. Kalau berjalan sama orang ini ternyata bikin mudarat kepada kita, kepada kita, ya sudah kita pisah. Saya maafkan. Tapi kita harus ber berpisah. Tidak harus bareng. Tidak harus ba bareng. Ya. Seperti seorang suami sama istri, suaminya berzina, berzina, istrinya maafin. Tapi bilang, "Kita pisah. Saya maafkan. Kau berkhianat. Kau begini, kau begini, tapi saya kita pisah." Kok maafin? Ya, saya maafin tapi kita pisah. Kenapa pisah? Saya enggak bisa sama kamu, ya. Saya maafin tapi kita harus. Jadi seorang memaafkan tapi dia juga melihat maslahat dan mudarat. Maafkan tidak harus kemudian jalan bareng lagi. Enggak harus ya. Kadang begitu kadang tidak harus. Ya kadang kita lupakan benar. Sudahlah kita lihat orang ini bakalan tobat, dia tidak akan mengul lagi sudah kita lupakan. Kita kembali seperti lalu. Ini mungkin. Tapi ada orang yang kita maafin dia tidak seperti lalu dia malah mengulangi lagi, mengulangi lagi buat masalah lagi, buat problem lagi. Maka ini kita maafkan. tapi tidak jalan la bareng lagi. Ya. Jadi maksud saya maafkan tidak harus kemudian harus kondisi seperti terdahulu lagi. Tidak harus demikian. Kemudian jadi sini kata Nabi, wala yukfa amman lam yafu. Tidak diampuni orang yang tidak mengampun. Makanya Allah mengatakan, "Falyafu walasfahu ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum." Ya, maafkanlah walyasfahu yaitu dan berpalinglah itu. Jangan dibalas, jangan dianu ya berlapang dadalah ya. Tidakkah kalian ingin ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum? Tidak kalian diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, ini kesempatan. Jadi kalau kita dizalimi orang, kita maafkan dia agar kita diampuni oleh Allah. Namun saya sering bilang ini ibadah yang susah. Ibadah memaafkan itu susah. Karena ibadah tersebut hanya bisa dikerjakan kalau kita dizalimi. Dan kita kalau dizalimi penginnya ba balas. Penginnya balas ya. Balasnya dobble kalau bisa. Ada yang bilang saya ini orang baik tapi kalau kau ngapain saya? Saya balas berdobel-dobel. Itu namanya bukan orang baik, Mas. [tertawa] Ada yang bilang gitu, "Saya ini baik. Coba saya baik. Tapi kalau kau macam-macam sama saya, saya balas berlipat-lipat." Itu namanya bukan orang baik. Jadi kalau kita bisa maafkan ya maafin ya. Kita kadang diuji dengan orang-orang yang menzalimi kita, berkhianat sama kita, ya. Maafin, maafin. Tapi tidak harus kita bareng lagi. Ada pekerja khianat, ya sudah ya sudah saya pecat kamu, saya maafin. Saya enggak lapor kamu polisi, saya maafin. Bos lagi gak nak. Enggak ada bos. Saya bukan bos lagi. Selesai. Iya. Hadis berikutnya ya. Kalimat berikutnya yang terakhir, wa wala yuwaqqo man lam yatawaqqo. Tidak akan terhindar orang yang tidak terhindar dari maksiat, orang yang tidak berusaha meninggalkan maksiat. Ini datang dalam hadis yang semisalnya disebut oleh Syekh Albani rahimahullah. Ini perkataan Umar. Tapi ada hadis Nabi yang mirip dengan ini. Kata Rasulull sahu alaihi wasallam, "Waman yatawaqas syarro yuqah." Siapa yang berusaha menjauhkan diri dari kemaksiatan, maka dia akan dihindarkan dari kemaksiatan. Siapa yang berusaha menarkan diri keburukan, maka dia akan dihindarkan dari keb keburukan. Ya. Dan ini Allah tahu jika seorang berusaha menghindar dari keburukan, Allah akan jaga dia. Dia berusaha berusaha minta pertolongan kepada Allah, dia akan dijaga. Dia akan dijaga oleh Allah subhanahu wa taala. Nah, maka ini di antara dalil akan pentingnya seorang berusaha menghindarkan diri dari maksiat, menghindarkan diri dari keburukan agar dia dijaga oleh Allah subhanahu wa taala. Dan seperti ini banyak. Jadi kita berusaha Allah yang sempurnakan. Seperti kata kata kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, waman yatasabbar yusabbirhullah. Siapa yang berusaha jadi sabar Allah jadikan dia penyabar. Jadi dia berusaha berusaha akhirnya Allah jadikan dia penyabar. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, waman yastagni yugnih, siapa yang berusaha merasa cukup, dia tidak pengin minta-minta, dia berusaha. Akhirnya Allah jadikan dia berkecukupan. Allah jadikan dia berkecukupan. Innamal hilmu bit tahallum. Sesungguhnya sifatm yaitu tidak mudah marah, mudah maafkan dengan tahalum, dengan belajar. Ketika kita belajar tidak mudah marah, belajar untuk mudah maafkan, Allah akan jadikan kita sebagai perangai sifat tersebut. Di antaranya ini waman yatawaqar yuqah. Siapa yang berusaha menarkan diri dari keburukan, maka Allah akan hindarkan dia, Allah akan jaga dia. Ya, maka ini peringatan bagi kita terutama di zaman ini bahwasanya jalan keburukan banyak tapi kalau kita berusaha menghindar, kita akan terhindar. Jangan serempet-serempetkan diri dengan sarana-sarana maksiat. Karena kalau kita nyerempet-nyerebet kecipratan. Kalau kecipratan kita akan kecebur. Bukan kecipratan lagi sudah tercebur dalam maksiat tersebut. Makanya Nabi Allah berfirman, "Wala takrabu zina." Subhanallah. Wala takrobu zina. Jangan dekati zina. Jangan dekati zina. Ya Allah tidak mengatakan wala taqrabu alqatl. Jangan dekati pembunuhan. Jangan dekati ini. Tapi ketika bicara tentang zina ya Allah tidak mengatakan wala taqrabur riba. Jangan dekati riba. Gak ada jalan-jalan riba ya ada, tapi tidak separah jalan zina, jalan membunuh banyaking emosi apa banyak tapi tidak seperti sarana untuk zina. Sarana untuk zina sangat banyak. Makanya Allah datang dengan lafal wala tak taqrabu zina. Jangan dekati zina. Karena sarana untuk zina sangat banyak dan banyak hal dilarang oleh syariat gara-gara merupakan sarana untuk zina. Contoh wanita pakai parfum di luar dicium oleh laki-laki. Kata Nabi wanita mana saja pakai parfum kemudian keluar dari rumahnya sengaja melewati para lelaki untuk dicium aromanya. Wanita pezina. Bukan dia berzina-zina melakukan hubungan ee intim bukan. Tetapi dia telah membuka pintu untuk berzina. Salah satu sarana zina adalah wanita memakai parfum kemudian dicium oleh para lelaki. Itu ini wanita ini pakai jilbab syari tapi pakai mandi parfum. Kemudian lewat dibilang wanita pasti. Gimana lagi kalau buka-bukaan? Gimana lagi kalau buka? Ini ini pakai jilbab syari. Keluar pakai parfum lewat laki-laki supaya dicium. Kata Rasulullah ini adalah wanita pezina. Kenapa? Dia melakukan satu sebab yang motivasi orang untuk berzina itu parfum. Karena orang kalau lihat wanita lewat ada aroma dia tergerak syahwatnya. Contoh lagi eh misalnya Nabi mengatakan ya alainani taznian winahuman nadar. Kedua mata berzina dan zinanyaalah memandang. Benar. memandang adalah sarana berzina dengan melihat aurat wanita, nonton film-film dewasa yang haram ya kemudian macam-macam melihat aurat lauhan jenis yang tidak halal maka ini membuat jiwa bergejolak, syahwat bergejolak dan sangat mudah mengantarkan kepada zina. Meskipun dia tidak berzina tapi Rasulullah menamakan melihat yang haram dengan apa? Mata berzina. Rasul mengatakan wal uzunani taznian wzinauma alima. Kedua telinga juga berzina. Zinanya adalah dengan mendengar. Itu mendengar hal-hal yang bisa membuat syahwat bergejolak. Mendengar musik-musik yang buat syahwat bisa bergejolak. Mendengar suara wanita yang mendesah-desah dan mendayu-dayu. Kemudian juga misalnya mendengar rayuan-rayuan. Ini juga adalah dikatakan oleh Nabi dengan zina. Maksudnya sarana untuk berzina. Kemudian tangan berzina dengan sentuhan dengan macam-macam ya. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wal farju yusaddiqualik a yukadibu tinggal kemaluan. melakukan atau tidak. Dalam hadis yang masyur kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, kataballahni adamahu minina mudrikalika la mahalah. Allah menetapkan bahwasanya setiap anak Adam akan kecipratan zina. Dia akan mendapatinya dan tidak akan lolos. Entah zina dengan mata kata Nabi, entah zina dengan telinga, entah zina dengan lisan, zina dengan tangan. Yang terakhir tentang tergantung kemaluannya farjuik. Apakah setelah dia melihat, setelah dia berbicara, setelah dia mendengar, dia lanjutkan dengan zina yang sesungguhnya? Itu tergantung di apa? Tergantung kemaluannya. Tetapi mukadimah yang dia lakukan semua disebut dengan apa? Zi zina. Kenapa wanita dilarang untuk bersafar tanpa mahram kecuali darurat atau kondisi terkhususkan kondisi ee apa? Hajah masa, kondisi darurat ya. Karena di antaranya untuk terhindar dari zi zina. jalan bersendirian bisa diganggu orang, bisa dirayu orang, bisa terjebak ya bisa. Tapi kalau ada laki-laki yang menemani dia bisa ee tidak terjerumus dalam hal tersebut. Jadi maksud saya banyak hal ya yang Rasulullah larang atau syariat larang karena sarana untuk zina. Kenapa wanita dilarang keluar kemudian terbuka auratnya? Ya. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Dua kelompok manusia min ahlinar dari penghuni neraka jahanam." Lam arahuma. Sekarang saya belum melihatnya. Di zaman Nabi belum ada. Muncul belakangan kata Nabi di antaranya nisaun kasiyatun ariyatun mailatun mumilatun. Wanita yang berpakaian tapi telan telanjang. Ya, berpakaian tapi telanjang maksudnya apa? Pakaiannya mungkin tembus pandang seperti telanjang atau pakaiannya ee apa namanya? Kekecilan ya. Ya, dia pakai sudah umur 15 apa 25 tahun dia pakai baju anak. umur anak SD. Jadi kekecilan semua akhirnya kelihatan-kelihatan ya. Ini pakaian tapi telan telanjang ya. Di antaranya pakaian tertutup tapi membentuk lekukan tubuh. Stalaktit dan stalakmidnya kelihatan. Ini juga sama telanjang ya. Di zaman Nabi belum ada tapi sekarang banyak ya. Sekarang banyak. Kata Nabi, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Min ahlinar, penghuni neraka jahanam." Kenapa? Di antaranya dilarang karena sebab menjerumuskan kepada zi zina. Maka seorang berusaha menghindarkan maksiat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Watawaqo asyar yuqah." Siapa yang berusaha menghindirkan diri dari keburukan, dia akan terhindar. Nah, kita hidup di zaman sekarang, kita jangan mencoba-coba melihat-lihat. Ini masalahnya kita ini hidup pengin-pengin tahu kepo ini masalah pengin ini lihat ini, lihat ini, lihat ini, lihat ini, akhirnya lihat macam-macam akhirnya terjerumus dalam maksiat. Sebisa mungkin perkara-perkara yang mengantarkan pada masjid kita oke, jangan coba-coba. Jangan coba-coba ya, jangan coba-coba. Saya pernah pas ke suatu di luar negeri. Luar negeri dia yang bilang gini, "Ustadz, kemarin ada seorang minta saya ngantar." Ngantar ke mana? Ke tempat prostitusi terkenal di sana, di di luar negeri. Saya bilang sama dia, "Pak, kenapa mau ke sana?" Saya pengin tahu. "Biar saya ceritakan bahayanya." Pengin [tertawa] pengin tahu pengin ini bahaya. Terus kamu antar ya? Saya antarlah, katanya. [tertawa] Alasannya apa? Pengin ta pengin tahu, pengin jelaskan akan bahayanya. Ya enggak perlu, enggak perlu lihat langsunglah. Akhirnya lihat akhirnya tertarik akhirnya ngeri ngeri. Maka seorang berusaha menghindar agar dia terhindar. Kalau dia berusaha nyerempet-cerempet, dia akan kecipratan. Dari kecipratan lama-lama tercebur. Tercebur, susah untuk keluar. Tib. Kita lanjutkan bab berikutnya. Babun irham fil ard. Bab rahmatilah yang ada di atas muka bumi. Al Imam Bukhari berkata, Qana Hafs bin Umar qala haddasana Sybah an Abdul Malik bin Umair an Qabis bin Jabir an Umar. Qala Umar berkata, "La yurham man la yarham." Tidak dirahmati orang yang tidak merahmati. W yugfar man la yagfir. Tidak diampuni orang yang tidak mengampuni. W yutabu ala man la yatub. Ya, tidak akan bertobat, tidak akan diterima tobat orang yang tidak berusaha untuk bertobat. W yuwaqo man la yatawaqo. Dan tidak akan dijaga orang yang tidak berusaha menjaga dirinya. Ini sudah kita singgung. Yang pertama babnya ini bab irhaman fil ard. Rahmatilah yang atas muka bumi. Berdasarkan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Irhamu man fil ard yarhamkum man fama. Rahmatilah yang di atas muka bumi, maka yang di atas langit akan merahmati kalian. Ini dalil bahwasanya Allah di atas. Allah di atas. Makanya Nabi mengatakan, "Irhamu man fil ard rahmati semah bumi. Yarhamkum man fis sama yang di atas langit." Fi di sini maknanya bukan di di dalam tetapi di atas. Seperti kata Allah Subhanahu wa taala eh wamsyu eh apa namanya? Eh fasihu fil ard. Berjalanlah fi bukan maksudnya kakimu masuk di dalam tanah, tapi maksudnya di atas tanah. Fi maknanya ala. Fi maknanya ala. Seperti firman Allah juga wibannakum fi dan aku akan menyalib kalian fi di batang kurma. Maksudnya di atas batang kurma. Fi maknanya ala seperti amintum man fisama. Apa kalian merasa aman dari yang di langit? Maksudnya yang di atas la langit. Karena Allah bukan di dalam langit, dinaungi oleh langit bukan. Tapi Allah di atas apa? La langit. Langit kecil. Makanya hari kiamat Allah mengatakan, "Wal ardu jamian qdatu yaumalqiamah." Pada hari kiamat kelak langit dalam genggaman Allah. Ee bumi dalam genggaman Allah. Wasamawat matatum biyamini. Sementara langit akan dilipat oleh tangan kanan Allah subhanahu wa taala. Langit kecil. Bukan berarti Allah naungi langit. Allah di tengah. Enggak. Allah di luar la langit. Di atas la langit. Makhluk kecil. makhluk sangat ke kecil. Makanya ini di antara dalil akidah ahlusunah bahwasanya Allah di atas. Kita berdoa ke atas, Rasulullah ketemu Allah juga ke atas ya. Dan malaikat juga turun dari atas ngelapor kepada Allah ke atas. Amal saleh dinaikkan ke atas dan banyak dalilnya. Di sini Nabi mengatakan di antaranya irhamu man fil ard. Rahmatilah yang di atas muka bumi. Yarhamkum man fisama. Yang di langit akan merahmati kalian. Aljaza balasan sesuai dengan perbuatan. Kemudian tadi sudah kita juga wala yugfar liman la yagfir tidak diampuni orang yang tidak mengampuni. Wabu alatub. Tidak akan diterima tobat orang yang tidak berusaha untuk bertobat. Seorang berusaha untuk bertobat meskipun dia terjerumus dalam maksiat, dia berusaha kembali kepada Allah. Terjerumus lagi berusaha kembali kepada Allah. Ataupun kalau dia cuek sehingga dia istighfaf, meremehkan dosa yang dia lakukan. Orang seperti ini susah untuk tobat. Meremehkan Allah. Dia lakukan tidak ada rasa penyesalan, tidak ada rasa ketakutan. Dia merasa aman dari makrullah, merasa aman dari hukuman Allah Subhanahu wa taala. Maka orang seperti ini susah untuk bertobat. Tapi kalau seorang namanya manusia terjerumus dalam maksiat, makat dia merasa bersalah, dia menyesal, dia menangis meskipun dia terjerumus lagi. Setiap dia terjerumus, dia merasa menyesal ingin kembali kepada Allah, orang seperti ini lama-lama akan bertobat dan akan diterima tobatnya oleh Allah Subhanahu wa taala. Adapun kalau dia sudah cuek, cuek, cuek, akhirnya dia tidak ada rasa melakukan maksiat, cuek aja. Ini seperti begini susah untuk bertobat. W yuwaqo man yatawaqo. Dan tidak akan dijaga orang yang tidak berusaha untuk menjaga dirinya. Ini tadi saya sudah singgung bahwasanya seorang berusaha untuk mengenarkan diri dari keburukan. Kalau tahu itu adalah keburukan, jangan dekat-dekat. Tahu situ ada orang-orang suka melakukan keburukan. Jangan bergaul dengan mereka. Jangan bergaul dengan mereka. Tahu hobi begini akan mendatangkan kepada keburukan. Sudah banyak orang berjatuhan. Jangan coba-coba ikuti hobi tersebut. Ini hobi ini buktinya orang banyak berguguran di hobi tersebut. Beginilah terjerumus ini terjemus. Jangan ikuti. Menghindar. Menghindar. Ada orang yang aman-aman aja. Kenapa dia selalu berusaha menghindar? Dia tidak mau spekulasi dalam urusan kemaksiatan. Menghindar gak enggak. Dia berusaha menghindar dia akan dian Allah. Tapi kalau dia tidak berusaha menghindar dia akan terjatuh. dia akan terjatuh. Pengin tahu, pengin coba-coba, akhirnya terjatuh. Hadis berikutnya, Al Imam Bukhari rahimahullah berkata, "Haddasana Musaddad qala haddasana Ismail bin Ibrahim qala haddasana Ziyad bin Mikhraq an Muawiyah bin Qurrah an abihi qa qajulun." Ya Rasulullah, ada seorang berkata kepada Nabi, "Ya Rasulullah, inni laadhabusyata faarhamuha." Ya Rasulullah, aku menyembelih seekor kambing, tapi saya kasihan sama kambing tersebut. menyembelih tapi kasihan yaq inamus inbah anbahahaguhnya saya kasihan sama seekor kambing untuk menyembelihnya kasihan tapi harus disembelih karena memang Allah ciptakan untuk dimakan iya enggak kalau kasihan kasihan kasihan enggak ada yang dimakan lihat sayur kasihan sayur enggak makan [tertawa] sayur lihat ikan kasihan enggak makan Allah ciptakan untuk dimakanzi khalaq lakum fil ardi jamian Dialah yang telah menciptakan untuk kalian semua di atas untuk kalian manfaatkan. Ya, kalau kasihan-kasihan mau naik tunggang himar kasihan nanti capek ya jangan. Kecuali kalau dia sudah letih enggak bisa itu perlu kita kasihani. Ya. Ya. Saya pernah naik apa delman ee kuda-kudanya kecil terus penumpangnya naik lagi. Naik lagi sampai kudanya enggak mau jalan dicambuk du. Ini mungkin gara-gara saya saya turun. Saya bayar, saya turun [tertawa] keberatan kali. Kasihan. Maksudnya enggak tega enggak mau jalan, dipukul-pukul terus mungkin belum dikasih makan, belum kasih apa atau tunggangannya terlalu banyak karena kita banyak orang itu naik. Ayo saya sudahlah bayar saya turun aja. L maksudnya kasihan ya. Kasihan ya. Kalau begitu kita kasihan. Tapi kalau dia kuat memang memang diciptakan untuk ditung tunggangi ya. Sama kambing diciptakan untuk kita makan ya. Maka Rasulullah ketika ada yang mengatakan, "Ya Rasulullah, saya nyembelih kambing tapi saya kasihan sama dia." Maka Rasulullah mengatakan, "Wasyatu in rahimtaha rahimakallah." Bahkan kambing kalau kau kasihan sama dia, Allah akan mengasihanimu. Ya, oleh karenanya untuk nyembelih saja ada butuh kasih sayang. Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan ee innallaha katabal ihsana ala kulli. Allah mewajibkan untuk berbuat ihsan, berbuat baik dalam segala urusan. Bahkan dalam membunuh. Waidza qataltum faahsinul faahsinul kitlah. Kalau kalian bunuh, bunuh dengan cara yang baik. Bukan nyiksa, bukan disilet-silet, bukan di mutilasi. Bunuh ya bunuh aja. Kalau memang dia orang kafir mau dalam peperangan harus dibunuh. Yang penting mati selesai. Bukan muas-muaskan, kemudian dibakar, dicincang. Enggak. Gak boleh. Kata Nabi, "Kalau ingin bunuh memang harus dibunuh orang ini. Bunuh dengan cara yang yang baik." Waabahtum faahsinudha. Kalau kalian nyembelih nyembelih juga dengan yang baik ya. Walyuhid ahadukumfratahu walihtahu. Maka tajamkanlah pisaunya, landepkan kemudian sembelih agar yang disembelih dengan mudah. Tapi kalau enggak tajam, wah kan kasihan. Maka dalam membunuh pun kalau memang harus dibunuh karena ada keperluan apa membunuh manusia atau membunuh hewan, maka dengan cara yang yang baik. Ya, makanya rasam mengatakan bahkan kambing kalau ketika kau nyembelih kau ada kasih sayang kau akan dikasihani oleh Allah, kau akan disayangi oleh Allah subhanahu ini dalil bahwasanya rahmat kasih sayang dituntut jangankan jangankan kepada manusia bahkan kepada hewan pun ketika akan disembelih ada timbul kasih sayang kita akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Dalam dalam satu riwayat, Umar pernah melihat ada seorang ee lelaki dia narik kambing mau disembelih. Dia tarik keras-keras. Dia tarik dengan kasar. Maka Umar pun pukul dia pakai tongkatnya. Bukan kambing yang dipukul, orangnya dipukul. Kata Umar, umakaan jamilan. Giring dia menuju kematian dengan cara yang baik. Kata jangan ditarik-tarikin Umar tegur boleh. Demikian dalam satu hadis Rasul wasamulin wahu yahudufratahu wahu ilaihi bibha. Rasulullah melihat ada seorang laki-laki dia sudah taruh kakinya di kambing di lehernya siap disembelih. Kemudian pisaunya dia apa? asah di depan kambing tersebut dan kambing tersebut nengok. [tertawa] Maka Nabi mengatakan, "Aala qobla atiduum maut." Ya, kenapa kau tidak sembelih sebelum tidak apa asah sebelum ini. Sekarang sudah taruh baru kau asah. Kau ingin bunuh dia dua kali ya melihat sudah mati duluan sebelum disembelih. Jadi ee seorang terhadap hewan pun harus menjaga ya kasih sayang tetap harus harus ada. Jangan sembelih kambing depat kambing yang lainnya. Kambing yang satunya ngelihat dia nangis ya lihat istrinya disembelih, [tertawa] lihat anaknya disembelih. Mereka juga punya perasaannya. Sama ketika menyemb
Resume
Requeue
Categories