Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan bahasan kita dari kitab Al-Adabul Mufrad. Yaitu kitab yang ditulis oleh Imam Bukhari khusus tentang adab-adab dan ini terpisah dari kitab Sahih Albukhari. Dia kitab tersendiri ya. Dalam Sahih Bukhari juga ada kitabul adab ya. Nah, saya juga ada kajian tentang Kitabul Adab dalam Sahih Bukhari dan ini kitab adab yang ditulis secara independen. Ee sehingga hadis-hadis yang termaktub dalam kitab Albul Mufrad ada yang sahih, ada yang diif. Berbeda dengan yang dalam Sahih Bukhari semuanya apa? Sahih dengan kriteria yang ketat. Oleh karenanya banyak dalam hadis-hadis dalam al-adabul mufrad yang sahih juga. Namun kriteria yang di bawah daripada kriteria sahih al-Bukhari. Sehingga banyak faedah yang bisa kita dapatkan dari kitab al-adabul Mufrad. Bab 146, Babul La'an. Bab tentang orang yang suka melaknat. Orang suka melaknat maksudnya suka mendoakan laknat kepada orang lain. Yaitu laknat artinya dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Kalau orang mengatakan laknat Allah kepadamu, manusia terlaknat itu maknanya adalah semoga engkau terjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Semisal dengan ini misalnya mengat semoga kau masuk neraka, semoga kau binasa. Ini semua meskipun tidak dengan lafal laknat tapi maknanya sama ya. Itu mendoakan keburukan yang maknanya adalah terjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Apa bedanya engkau terlaknat dengan semoga kau masuk neraka? Tidak ada bedanya. Lebih ngeri lagi. Semoga kau masuk apa? Neraka. Semoga kau binasa. Semoga kau celaka. Maka orang suka mendoakan keburukan-keburukan itu disebut dengan laan. Tidak harus dengan lafal laknat. Tidak harus. Tetapi maknanya sama. Karena makna makna dari laknat adalah jauh dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Memohon agar Allah menutup pintu rahmatnya kepada orang tersebut. Tib. Eh, al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Said bin Abi Maryam qala akhbarana Muhammad bin Jafar qala akhbarani Zaid bin Aslam an umi Darda an Abi Darda Q nabi shallallahu alaihi wasallam q Nabi shallallahu alaihi wasallam innalin laakununa yaumalqiamati syuhada wala syufaa sesungguhnya para tukang laknat mereka tidak akan pada hari kiamat tidak akan menjadi para syuhada, yaitu para saksi W Sfa juga para pemberi syafaat. Para pemberi syafaat. Hadis hadis ini menarik karena dari periwayatan Ummu Darda dari Abu Darda. Ummu Darda dari Abu Abu Darda itu dari seorang istri dari suami yaitu istrinya meriwayatkan hadis dari apa? Dari suaminya ya. Dan ini wallahuam adalah Ummu Darda Asugra yang bernama Hujaimah. Jadi Rabu Darda punya istri dua. Yang pertama dikenal dengan Ummu Darda Alkubra yaitu Khairah bintu Abi Hadrat. Kemudian yang kedua yang kecil disikenal dengan yang junior namanya Ummu Darda Asugra. Ummu Darda Asugra. Ya, ini istrinya meriwayatkan dari suaminya Abu Darda. Bahkan dalam sebagian riwayat dalam Sahih Muslim, Ummu Darda ketika meriwayatkan hadis, dia mengatakan, "Haddasani sayyidi." Dia mengatakan, "Tuanku telah meriwayat menyampaikan hadis kepadaku." Yaitu saking Ummu Darda memuliakan Abu Darda sampai ketika dia meriwayatkan hadis dari suaminya, dia mengatakan, "Tuanku sayidi." maksudnya tuanku kalau bahasa kita tuanku majikanku ee menunjukkan bagaimana penghormatan seorang istri kepada suami. Ini saya mau nyindir ibu-ibu ya. Ya, maksudnya di antara amal saleh adalah menjadikan suami merasa seperti kepala rumah tangga. Dan Allah mengatakan arrijalu qawamuna alanisa. Bahwasanya para lelaki adalah pemimpin di rumah tangga. Maka seorang wanita yang salehah berusaha menghadirkan atau menjadikan suaminya merasa sebagai seorang pemimpin. Makanya Ummu Darda ketika meriwayatkan hadis dari suaminya, dia mengatakan dalam Sahih Muslim, "Haddasani sayidi, tuanku telah menyampaikan hadis ee kepadaku." Tuanku telah menyampaikan hadis kepadaku. Ummu Darda ini dirawat oleh Abu Darda sejak kecil. Jadi kecil dia ya yatim yatimah. Diriwayat oleh Abu Darda. Kemudian diajarin Quran oleh Abu Darda dan sering salat sama Abu Darda. Kadang masuk di mantelnya Abu Darda salat di barisan lelaki. Ketika dia sudah mulai agak besar, Abu Darda melarang. Kata Abu Dada, "Ilhaqi bisofin nisa." Pergilah kau salat di saf para wanita. Jangan lagi solos di saf apa? lelaki terus akhirnya menikah dengan Abu Darda. Maksud saya umur mereka berdua sangat terpaut jauh. Sangat terpaut jauh. Tetapi ketika Abu Darda meninggal kemudian Ummu Darda dilamar oleh Muawiyah. Muawiyah ketika itu ee gubernur Syam atau khalifah dari orang Quraisy dengan nasab yang tinggi melamar Ummu Darda. Tapi Ummu Darda tidak mau. Dia mengatakan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Almaratu liakhiri azwajiha." Bahwasanya wanita bersama suaminya yang terakhir. "Kalau saya nikah dengan kamu lepas Abu Darda." Ini mengatakan, "La uridu li Abi Darda badilan. Saya tidak mau ganti buat Abu Darda. Luar biasa cinta sejati ya. Tidak mau suaminya diganti. Padahal Abu Darda seorang yang biasa-biasa. Nasabnya sederhana biasa. Muawiyah kaya, gubernur atau khalifah. Tetapi Umur Darda tidak mau ganti bagi Abu Darda. Padahal Ummu Darda ketika Abu Darda meninggalnya masih sangat muda. Karena menikah antara dia dengan Abu Darda terpaut usia yang sangat sangat jauh ya. Maka di sini Ummu Darda meriwayatkan dari suaminya Abu Darda. Nabi bersabda, "Sesungguhnya para tukang laknat tidak akan menjadi para syuhada dan tidak akan menjadi para syufaa pada hari kiamat kelak." Syuhada apa bilang syufaa? Syuhada maksudnya menjadi saksi akan kebaikan. Kalau ada di hari kiamat dia menjadi saksi bahwasanya si fulan baik, dia mengkokohkan di hari kiamat. Kalau syufaah pemberi syafaat. Maksudnya orang ini harusnya masuk neraka diberi syafaat sehingga tidak jadi masuk neraka. Atau orang ini ee apa namanya? Sudah masuk neraka dikeluarkan dengan syafaatnya. Dan kita tahu di hari kiamat ada mekanisme syafaat sebagaimana kita bahas dalam ilmu akidah ya. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Man eh shobaro ala lawaiha waiddatiha kuntu lahu yaumalqiamati syafi'an syahidan. Siapa yang tinggal di Kota Madinah tentunya dengan niat beribadah di sana dan bersabar dengan kesulitan tinggal di Kota Madinah, kerasnya hidup di Madinah kalau panas-panas sekali, kalau dingin-dingin sekali ya, maka aku akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat atau aku akan menjadi pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. Ini di antara keutamaan tinggal di Kota Madinah ya. Rasulullah mengatakan, "Almadinatuhair lahum lau yamun. Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui. Di antaranya Rasulullah mengatakanum bil Madinah biha. Siapa yang mampu untuk meninggal di kota Madinah, meninggal di kota Madinah. Sesungguhnya aku akan menjadi pemberi syafaat atau pemberi menjadi saksi atau memberi apa? Syafaat. Kata para ulama maksudnya kalau ada yang tinggal di kota Madinah ternyata dia orang saleh. Begitu saleh Rasul akan menjadi saksi ini orang saleh. Dan seandainya dia ternyata terjerumus dalam sebagian dosa-dosa, maka Rasulullah akan beri apa? Syafaat. dengan syarat dia bersabar tinggal di Kota Madinah. Jadi di hari kiamat ada pemberi saksi, ada pemberi apa? Syafaat. Memberi saksi untuk mengkokohkan ya untuk memberi apa? Ee makanya Allah mengatakanika jaal umatan wasakunu syuhada alanas. Bahwasanya umat Islam ini akan mulia akan menjadi karena akan menjadi saksi bagi umat-umat yang lain. Jadi orang kalau dijadikan saksi berarti orang yang mulia. atau dapat anugerah juga bisa memberi syafaat. Syafaat kepada orang yang harusnya masuk neraka enggak jadi masuk neraka atau sudah masuk neraka dikeluarkan dari apa? Neraka. Ada syafaat yang lain juga. Bisa jadi orang sudah masuk surga diberi syafaat sehingga levelnya lebih tinggi. Levelnya lebih tinggi. Tib. Di sini hadis ini menjelaskan tentang aljazail amal. Balasan sesuai dengan perbuatan kita di dunia. Namanya orang kalau memberi saksi berarti orang ingin menolong enggak? aksi-aksi atas kebaikan. Bukti bahwa ini orang baik, orang menolong enggak menolong. Sama orang yang ee makanya orang yang suka melaknat-laknat ini enggak bisa jadi enggak bisa menjadi saksi karena dia tidak ingin kebaikan. Kerjaannya ngumpat mendoakan keburukan bagi orang lain. Semoga mampus dia, semoga ciloko dia, ya. Semoga masuk neraka, semoga apaang sengsara. Ini semua sama dengan melaknat. Laknat mal'un, terlaknat. Ada orang yang lisannya begitu mudah doa-doa keburukan seperti itu. Orang ini tidak bisa jadi saksi. Bagaimana dia menjadi saksi? Dia sering mendoakan keburukan bagi orang lain. Dan bagaimana dia memberi syafaat sementara dia selalu menginginkan keburukan bagi orang lain. Yang namanya orang pemberi syafaat itu ingin kebaikan. Dia membantu menolong. Dia membantu dan menolong orang lain. Maka di memberi syafaat. memberi syafaat agar membantu orang lain. Kalau dia di dunia sukanya mengumpat, sukanya memberi keburukan, keburukan bagi orang lain, mendoakan keburukan bagi orang lain, dia tidak pantas pada hari kiamat kelak untuk menjadi saksi maupun memberi apa? Syafaat. Makanya seorang kalau ingin diberi anugerah oleh Allah jadi pemberi syafaat pada hari kiamat kelak, mungkin dia bisa memberi syafaat pada orang tuanya. Mungkin dia beri syafaat kepada anaknya, mungkin dia beri syafaat kepada kakak-kakak adiknya, mungkin dia beri syafaat kepada istrinya, mungkin dia beri syafaat kepada kawannya, bisa ya. Mekanisme itu ada. Tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Ya, yang diberi syafaat harus diridai oleh Allah Subhanahu wa taala sebagaimana pemberi syafaat juga harus diridai oleh Allah. Tapi di antara syaratnya orang yang memberi syafaat tidak boleh tukang laknat, tidak boleh suka mendoakan keburukan bagi orang lain sehingga dia masih punya kesempatan untuk memberi syafaat pada hari kiamat kelak. Innalanin para tukang laknat la yakununa yaumalqiamah. Pada hari kiamat kelak tidak akan menjadi syuhada para pemberi saksi walaufaa dan tidak akan bisa menjadi para pemberi syafaat. Hati-hati juga kalau suka bergaul dengan orang-orang seperti ini ya nanti akan terbiasa. Akan terbiasa. Jadi kalau saksi adalah ee bab khabar, memberi khabar. Saya bersaksi si fulan orang baik. Itu namanya pemberitaan. Ya. Enggak. Kalau ee syafaat men apa namanya? Ee mendoakan ya, meminta permohonan. Kalau saksi adalah pemberitaan. Kalau syafaat adalah permohonan kepada Allah. Permohonan kepada Allah ya. ee orang yang suka mencela ya ee suka mencela orang lain ya maka tidak akan bisa menjadi saksi. Dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Laisal mukmin ban laan." Seorang mukmin bukanlah tukang pencela dan juga bukan tukang pelaknat. Yang suka mencela berarti dia sering mengabarkan keburukan tentang orang. Orang ini begini berang saya mencela. dia tidak akan bisa menjadi saksi pada hari kiamat. Yang suka melaknat berarti mendoakan keburukan pada orang, maka pada hari kiamat dia tidak bisa mendoakan kebaikan. Memohon kebaikan untuk syafaat sebagai syafaat bagi orang lain. Aljaza min jinsil amal. Balas sesuai dengan apa? Perbuatan. Jadi dibalas dengan kebalikannya. Seperti orang yang sombong, yang merasa tinggi, merasa besar. Maka pada hari kiamat dibangkitkan dalam kondisi kecil itu dibalas dengan kebalikannya. Aljaza amal balas dengan perbuatan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yuhsyarul mutakabbiruna yaumalqiamah." Ya kaamsalari fiar rijal yaksyahumul min kulli makan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong pada hari kiamat dibangkitkan pada hari kiamat dalam kondisi kecil seperti semut tapi bentuknya manusia. Diliputi oleh kehinaan dari segala sisi. Jadi ketika di dunia merasa besar, merasa tinggi ya dibangkitkan kecil. Jadi aljas min amal itu balasan sesuai dengan lawannya. Sama ketika di dunia suka mencela, suka mengumpat, maka di hari kiamat tidak bisa menjadi saksi ataupun memberi apa? Syafaat. Karena orang yang suka mencela itu memberi kabar keburukan tentang orang lain, bagaimana dia menjadi saksi untuk memberi kabar kebaikan pada orang lain pada hari kiamat. Orang tukang laknat itu doakan keburukan bagi orang lain agar orang tersebut jauh dari rahmat Allah. Bagaimana hari kiamat dia mau menjadi orang yang berdoa kepada Allah agar orang ini diangkat derajatnya. Enggak bisa. Jadi aljaza min jinsil amal bab. Kita lanjutkan. Ee al Imam Bukhari berkata, "Qala haddasana Abdul Aziz bin Abdillah qala haddasana Sulaiman bin Bilal anil ala an abihi an Abi Hurairah qala qala Nabi sallallahu alaihi wasallam laiddiq yakuna laanan." Tidak pantas bagi asiddiq. Siddiq itu derajat yang tinggi yang selalu membenarkan ayat-ayat Allah, membenarkan perintah-perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya Abu Bakar diberi gelar dengan apa? Assiddiq. Assiddiq. Abu Bakar terkenal dengan Assiddiq ketika e ketika di kisah Al Isra wal Mikraj ketika Nabi mengabarkan bahwasanya beliau dalam waktu semalam berangkat menuju Masjidil Aqsa kemudian ke Sidratul Muntaha kemudian balik sebelum subuh berangkat setelah malam mungkin setelah isya balik sebelum apa? Subuh. Maka ketika itu sebagian orang yang ragu, murtad dan mereka kemudian jadikan ini sebagai bahan untuk mengejek Abu Bakar. Mereka datang kepada Abu Bakar, "Wahai Abu Bakar, temanmu kemarin bilang begini, begini, begini." Dia bilang begini gak masuk akal. Abu Bakar mengatakan, "Dia telah menyampaikan kepadaku yang lebih parah daripada ini. Yaitu menyampaikan bahwasanya tentang khabarus sama, berita dari langit dari Allah, siang dan malam terserah kapan saja dan selalu saya benarkan." lebih parah daripada ini bahwasanya dia menyampaikan kabar dari Tuhan pencipta alam semesta dan saya selalu benarkan. Maka sejak itu Abu Bakar digelar dengan apa? Assiddiq. Assiddiq. Di antara sebab Abu Bakar digelari asiddiq karena kata Nabi dalam satu hadis, "Ma aradul islam ala ahdin ya illa kana fihi ehulma kamaqal ya." tidaklah aku menawarkan Islam kepada seorang pun kecuali ada keraguan ya. Kecuali keraguan illa Abu Bakrin. Kecuali Abu Bakar ketika ditawarkan Islam oleh Nabi langsung membenarkan. Tidak ragu-ragu, tidak mikir-mikir dulu. Kenapa bisa demikian? Karena Abu Bakar temannya Nabi, teman dekatnya Nabi sebelum Nabi mempropagandakan bahwasanya mengiklankan dia seorang Nabi. Sehingga Abu Bakar tahu betul siapa Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tidak mungkin bohong. Dan ini sebenarnya diketahui oleh semua orang. Tetapi karena sahabat dekat beda dengan sahabat yang jauh. Maka ketika Rasulullah mengabarkan dia seorang nabi, Abu Bakar langsung tanpa ragu, tidak ada taradud, tidak ada keraguan langsung apa? Langsung mengatakan, "Engkau adalah seorang apa? Seorang nabi." Sehingga disebut dengan asiddiq. Dan kita tahu derajat siddiq tinggi ya. Makanya Allah mengatakan, "Ulaikalladzina an'amallahu alaihim minan nabiyin wasiddiqin wasyuhada washihin." Ini derajat di surga. Yang pertama anabiin, para nabi. Kemudian assiddiqin, kemudian syuhada yang mati syahid. Kemudian asaliihin, orang saleh. Jadi derajat siddiqiyah dia derajat kedua nomor satu para nabi, kedua siddiqiyah, yang ketiga para syahid, yang mati syahid, yang keempat para salihin. Dan derajat siddiq ini di diraih dengan selalu membenarkan, tidak ada keraguan dan pembenaran tersebut ee teraplikasi. Ya, dia membenarkan, ada aplikasinya itu dia mengamalkan amal saleh, meyakini. Maka ini menjadikan seorang untuk ee apa namanya? Belajar dan belajar tentang keimanan sehingga keyakinannya semakin bertambah-tambah. Makanya kita belajar tentang rukun iman, tentang dalil-dalil, tentang argumentasi sehingga kita semakin yakin dan kalau semakin yakin maka mencapai derajat asiddiq. Maka Rasulullah mengatakan, "Tidak pantas bagi seorang asiddiq any yakuna la'anan." suka melaknat. Suka melaknat ya gak gak siapa yang ee suka melaknat maka dia tidak akan mencapai derajat asiddiq karena ini derajat yang tinggi ya. Orang yang siddiq tentu hatinya lembut ya. Seperti Abu Bakar Asssiddiq radhiallahu anhu. Rahmat bagi kaum muslimin, sayang bagi kaum muslimin, berusaha kebaikan bagi kaum muslim, derajat siddiq. K dia yakin bahwasanya semua ini ada balasan pada hari kiamat kelak. bahwasanya manusia terbaik yang paling bermanfaat bagi orang lain sehingga ee dia punya kasih sayang kepada kaum muslim. Ada suka melaknat-melat tidak mungkin jadi siddiq. Hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata q hadana Muhammad bin Yusuf q hadana Sufyan an aas an ab Abi Dobyan an Hudzaifah qala maana qq alaihimah. Tidaklah suatu kaum saling saling melaknat di antara mereka kecuali memang berhak mereka diberi laknat. di berhak mereka ditimpa laknat. Kalau ada suatu kaum suka saling melaknat, laknat ini dibalas bolak-balik berse kamu mau apa kata-kata buruk, mampus kamu ya. Kamu juga gini hancur kamu. Maki-maki terus saling mereka ya laknat engkau ya kau terlaknat seperti itu. Maka mereka saling serang-serangan laknat. Maka kata Nabi, keduanya berhak untuk dilaknat. kaum tersebut berhak untuk di dilaknat. Ya, kenapa? Di antara sebabnya ya, karena laknat itu kalau seorang melaknat orang lain kemudian tidak benar maka dia mencari jalan. Kalau tidak kalau benar akan menimpa orang terlaknat, kalau tidak benar akan kembali kepada pelaknatnya. Nah, kalau sering melaknat tidak selalunya benar. Si A melaknat si B, si B melaknat. Pasti ada doa-doa yang melampaui batas yang tidak berhak si B mendapatkannya dan tidak berhak si A mendapatkannya. Ketika sering saling melaknat, laknatnya naik ke atas tidak dapat tempat, akhirnya balik mengenai orang yang dirinya sendiri. Maka orang yang suka saling melaknat suatu saat mau tidak mau dia akan terlaknat. Karena laknat tersebut tidak pantas kepada orang yang dilaknat. Kalau tidak pantas kepada orang dilaknat, maka kembali kepada dirinya. Kembali pada dirinya. Waliyadzubillah. Dan ini ee di antaranya juga menunjukkan mereka adalah orang yang buruk, saling gonta-ganti, saling serang-serangan dengan laknat. Maka orang-orang seperti ini pantas untuk dilaknat. Baik. Bab man laana abdahu faqohu. Bab orang yang melaknat budaknya lantas dia memerdekakannya. Lantas dia memerdekakannya. Al Imam Bukhari berkata, "Hana Ahmad bin Yaakub Qani Yazid bin Miqdam bin Surah abi jaddihi q akni Aisyatu." Aisyah mengabarkan kepadaku an abu bakrin baqiqihi. Bahwasanya Abu Bakar melaknat sebagian budaknya. Maka Rasulullah menegur Abu Bakar mungkin melaknat ini karena kesalahan besar. Yang menurut Abu Bakar, Abu Bakar tentu derajat siddiq. Yang menurut Abu Bakar, budaknya ini pantas untuk dilaknat karena melakukan kesalahan besar. Meskipun tidak dijelaskan. Kita tahu bagaimana lembutnya Abu Bakar. Namun Abu Bakar namanya manusia tidak maksum. Dia pernah melakukan kesalahan. Yang kesalahan itu sebenarnya tidak salah karena si budak ini memang berhak untuk dilaknat. Tetapi untuk derajat siddiq tidak boleh mela melaknat. Ada aturannya. Meskipun budak ini pantas untuk dilaknat karena melakukan kesalahan besar, tapi kalau ingin derajat siddiq maka hendaknya tidak melaknat. Maka Nabi menegur Abu Bakar karena memerdeka e karena melaknat salah seorang budaknya. Rasulullah berkata, "Ya Abu Bakrin, wahai Abu Bakar allaanin wasiddiqin kal warabbil Ka'bah." Ya, Abu Bakar, bagaimana bisa tukang laknat sekaligus apa? Siddiq. Bagaimana bisa demikian? Kalla warabbil Ka'bah. Ya, demi Allah ya ee tidak bisa bergabung ya. Tidak bisa bergabung tukang laknat sekaligus siddiq. Engkau adalah siddiq. Gimana bisa melaknat? Maksudnya Nabi ingin jelaskan kau tu siddiq. Abu Bakar makruf ya. Dia sejak di Makkah sudah diberi gelar dengan apa? Siddiq. Bagaimana siddiq kemudian melaknat? Kala tidak mungkin bisa bersatu warabbil Ka'bah. Demi penguasa Ka'bah. dua kali tiga kali Abuak maka Abu Bakar pun hari itu langsung memberikan budak yang dia laknat tersebut nabi sallallahu alaihi wasallam faq datang kepada Nabi. Dia lapor, "Ya Rasulullah, saya tidak akan mengulangi lagi. Saya tidak akan mengulangi lagi." Ini ee kesalahan yang pernah dilakukan oleh Abu Bakar ya. ee kemudian dia merasa bersalah ditegur oleh Nabi. Kemudian merekakan budak yang di yang dilakna tersebut. Ini sebagaimana pernah lalu kita sampaikan tentang Abdullah bin Umar. Abdullah bin Umar juga pernah demikian. Dia dia melaknat ee budaknya ya. Setelah itu dia merdekakan dan itu cuma sekali dalam seumur hidup. Makanya putranya Salim, Salim bin Abdullah bin Umar, Salim bin Abdillah bin Umar berkata, "Ma samu Abdallah lainan ahadan qod laisa insanan." Aku tidak pernah mendengar Abdullah bin Umar melaknat seorang pun kecuali budak yang satu pernah dilaknat. Itu sekali pernah melaknat Abdullah bin Umar, gak pernah pernah laknatnat yang lain. Kemudian setelah itu dia merdekakan budak budaknya yang dia laknat tersebut. Ini mirip seperti yang dilakukan Abu Bakar. Abu Bakar melaknat budaknya kemudian dia merdekakan. Tentu dia laknat budaknya karena ada kesalahan besar yang dilakukan oleh budaknya. Namun derajat asiddiq derajat yang tinggi. Ya, meskipun boleh dia lakukan tapi kalau ingin mencapai derajat siddiq dia tidak boleh melakukannya. Maka dia bertobat dan dia melang la aud aku tidak akan mengulangi lagi. Jadi ada sebagian darajat harus tinggi tidak bisa dicapai kecuali persyaratannya terpenuhi. Seperti ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan tentang orang-orang masuk surga tanpa azab tanpa hisab. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Humulladina la yastarquun." Orang-orang yang tidak pernah minta rukiah. Padahal minta rukiah itu boleh. Boleh minta rukiah boleh. Tetapi kalau untuk mencapai derajat masuk surga tanpa hisab, jangan lakukan itu karena ini persyaratan karena derajat tinggi. Ada hal yang mungkin boleh harus ditinggalkan supaya bisa mencapai derajat yang tinggi. Sama Abu Bakar mungkin boleh melaknat budak itu karena budak ini berhak untuk dilaknat tetapi karena dia ingin mencapai derajat siddiq tidak pantas seorang siddiq mela melaknat. Ini dalil bahwasanya seorang berusaha menjaga lisannya tidak sedikit-sedikit. melaknat, mengumpat. Janganlah kotori lisan kita dengan hal-hal yang ee tidak baik sehingga menjadikan derajat kita rendah. ya meskipun orang itu mungkin pantas ya tetapi tidak perlu tidak perlu tib berikutnya babut talaun bilaknatillah wqillah wabinar ini contoh bahwasanya laknat itu bukan cuma dengan kalimat laknat bab saling melaknat dengan laknatullah itu semoga Allah melaknatmu atau bighobillah semoga Allah murka kepadamu ini juga laknatinar semoga mampus masuk neraka ini juga namanya laknat karena laknat secara bahasa maknanya adalah atardu mir rahmatillah terusir dari rahmat Allah dan terusir dari rahmat Allah bisa dengan kalimat laknat bisa dengan lafal semoga masuk nerak bisa dengan lafal juga semoga Allah murka kep kepadamu ya Semua maknanya sama. Maka seperti saya katakan di awal, laknat tidak harus dengan kalimat apa? Laknat. Semua doa yang maknanya adalah memutuskan seorang dari rahmat Allah itu disebut juga dengan laknat. La tatalaanu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam saya bacakan. Haddasana Muslim qala haddasana Hisyam an Qatada anil Hasan an Samurah qala qa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu wasallam bersabda laatu bilaknatillah. Janganlah kalian saling melaknat dengan laknat Allah. Wala bighillah. Dan jangan dengan kemurkaan Allah. Wala binar. Dan juga jangan dengan api neraka. Itu jangan bilang semoga Allah murka kepadamu. Semoga Allah marah kepadamu. Semoga kau masuk neraka. Ya jangan. Sama atalaun tadi. Ee saling melaknat. Saling melaknat namanya. Seorang mukmin dengan mukmin yang lain harusnya saling mendoakan kebaikan. Seorang mukmin dengan sear mendalakkan kebaikan. Kalau dia dizalimi sama berusaha bersabar ya. Kalau dia berdoa pun dia mengatakan, "Ya Allah kalau dia harus terpaksa berdoa, diang Allah hukumlah dia sesuai dengan yang berhak dia dapatkan kalau memang harus mendoakan." Atau mengatakan Allah makfini syarah ya Allah jauh selamatkan lalu keburukannya. Ya, tidak perlu kemudian dendam, kemudian doa keburukan, berusaha masukkan dalam neraka. Ya Allah, murkalah kepadanya. Saya rasa tidak, tidak perlu ya. Seorang mukmin sama yang saling mengasihi, saling menyayangi kalau ada kesalahan. Kalau bisa maafkan bisa terbaik. Kalau tidak bisa maafkan berusaha menjauh darinya. Kalau tetap sulit menjauh darinya dan kezalimannya terus-menerus, boleh berdoa, "Ya Allah, hukumlah dia dengan yang pantas baginya." Sudah selesai. serahkan kepada Allah. Allah yang lebih tahu apa yang terbaik bagi baginya. Bab laknil lak lan laknil kafir. Babnya bab melaknat orang kafir. Al Imam Bukhari berkata rahimahullah qala hadasana Muhammad qa hadana Abdullah bin Muhammad qala hadasana Marwan bin Muawiyah qala hadasana Yazid an Abi Hazim an Abi Hurairah radhiallahu anhu qala. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu sahabat yang mulia beliau berkata, "Qila ya Rasulullah." Dikatakan kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, udullah alal musyrikin." Ya Allah, doakanlah kehancuran bagi orang-orang musyrikin. Qala Nabi berkata, "Inni lam ubat laanan walakin buitu rahmatan." Aku tidak diutus sebagai tukang laknat, akan tapi aku diutus sebagai rahmat. sebagai rahmat ya. Rasulullah mengingatkan bukan kebiasaan Nabi untuk melaknat ya. Bahkan kepada orang kafir pun Rasulull sahu alaihi wasallam tidak biasa untuk apa? Melaknat. Yang terbiasanya Rasulullah mendoakan kebaikan kepada mereka. Terkadang Allah kabulkan terkadang Allah tidak kabulkan. Dan Allah telah mengatakan tentang Nabi, wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin. Ya, tidaklah kami mengutus engkau kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta. Ya, oleh karenanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam sering mendoakan kebaikan bagi orang kafir ya ee agar mereka dapat hidayah ya kecuali hanya segelintir yang kemudian Rasul sahu alaihi wasallam doakan keburukan. Ya, bisa jadi dikabarkan kepada Nabi bahwasanya ee mereka tidak bakalan masuk Islam misalnya ya baru mungkin Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam doakan ya asalnya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak mendoakan keburukan bagi mereka ya. ee dalam satu hadis ya sebagian sahabat merasa berat karena diganggu oleh sebagian kaum musyrikin. Maka mereka datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian mereka berkata, "Udu alaihim." Ya Rasulullah doakan keburukan bagi mereka. Terlalu banyak mereka mau kami. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pun mengangkat tangannya karena disuruh Rasulullah doain mereka. Mereka terlalu banyak menzalimi kami. Maka Rasulullah angkat tangannya. Kemudian para sahabat juga ikut angkat tangan mendoakan dan mereka berkata, "Halakat mudar akan binasa orang-orang itu akan binasa." Nabi doakan mereka ya mereka menyangka Nabi akan mendoakan kecelakaan. Ternyata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendoakan hidayah. Sudah terlanjur angkat tangan. Berilah hidayah kepada kepada mereka. Bukan berarti Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak pernah mendoakan keburukan. Pernah. Ya. Ya. Seperti kisah ketika Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam sedang di Makkah. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam sedang sujud di Ka'bah. Tiba-tiba orang-orang kafir Quraisy lagi ngobrol. Mereka ketawa-ketawa ya lihat Nabi ya. Kemudian mereka bilang, "Siapa yang punya ide untuk taruh kotoran di pundak Muhammad?" Kemudian bangkitlah seorang bernama Uqbah bin Abi Muai. Uqbah bin Abi Muid. Kemudian dia pergi ke Salal Jazur milik fulan, yaitu kemarin si fulan baru nyembelih unta, maka ada kotorannya ditampung ya mungkin isi perutnya ya belum dibuang. Maka dia pergi, dia bawa Nabi sedang sujud. Maka dia pun taruh di pundak Nabi. Dia tunggu Nabi sujud dulu. Jadi kotor semua baju Nabi, pundak Nabi kotor. Nabi terus sujud. Akhirnya orang-orang ada yang kasih tahu Fatimah. Fatimah masih kecil jariah masih kecil. Maka dia datang dilaporin bapaknya diganggu. Maka dia pun datang dia bersihkan kotoran tersebut dari pundak bapaknya. Bapaknya sujud terus gak berhenti sampai bersih. Setelah itu dia balik hadap orang Quraisy. Dia perempuan kecil. Dia maki-maki mereka. Mereka terketawa ketiwi sampai apa namanya? Sempoyongan saking terbahak-bahak. Dalam hadis disbutkan sampai sempoyongan ke kanan ke kiri karena saking terbahak-bahak. Setelah dibersihkan Rasulullah selesai salat Rasulullah berdoa Allah dengan suara yang didengar oleh mereka. Allahumma alaika bi Quraisy. Ya Allah binakanlah binasakanlah Quraisy. Allahumma alaika bi Abi Jahal. Ya Allah binasakanlah Abu Jahal. Sebut satu-satu. Tujuh orang semua mereka ketakutan karena tujuh orang sebut situ. Mereka dengar Nabi doakan mereka. Mereka tahu doa apalagi dari orang saleh, orang amanah di depan Ka'bah dikabulkan. Makanya semuanya tewas dalam perang perang Badar. Semuanya tewas dalam perang Badar. Ini bisa jadi Allah wahyukan bahwasanya mereka tidak bakalan apa? Beriman. Ini sama seperti ee apa namanya? Nabi Nuh Alaih Salam. Ya, kita tahu beliau adalah orang yang sangat sabar. Bahkan beliau berdakwah sampai ya falabit fihim alfanatin aman. Bahkan beliau sampai 50 950 tahun berdakwah. Tapi di ujung akhirnya beliau berdoa. Berdoa agar kaumnya binasa. Ya, di antara sebab ee kenapa beliau berdoa ya sehingga kaumnya binasa disebut oleh para ulama karena Allah telah mewahyukan bahwasanya kaumnya tidak akan kaumnya tidak akan beriman lagi. Saya carikan ayatnya dalam surat Hud ayat 36 kata Allah, wa uhya ila Nuhin annahu la yummina minumika illa man qod aman fala tabtais bima kanu yaf'alun diwahyukan kepada Nabi Nuh bahwasanya tidak bakal lagi beriman yang beriman cuma yang sekarang beriman tidak lagi tidak ada bahkan lagi tambahan. Jadi Nuh tahu oh dakwah lagi sudah percuma. Karena Allah sudah kabarkan yang akan beriman cuma yang sekarang aja cuma 80 orang. Sisanya ini tidak bakalan beriman lagi. Allah mengatakan wa uhy nuhin annahu la yummina minumika illa manq aman. Tidak akan beriman dari kaummu kecuali yang sekarang sudah beriman. Ya sudah ketika dikabarkan demikian, apalagi Nuh Alaihi Salam melihat dampak. Maka setelah itu ternyata mereka kafir karena mereka juga umur panjang. Kemudian anaknya diajak untuk caci maki Nuh. Cucunya pun diajak turun-temurun. Nabi Nuh kan umurnya panjang. Jadi orang ini punya anak, punya cucu, punya buyut, punya cicit, semuanya diajak untuk maki-maki Nabi Nuh. Maka di situlah Nabi Nuh berdoa eh dalam doanya nuh Nabi Nuh berkata, "Ya Allah, jangan kau biarkan seorang pun dari orang kafir itu di atas muka bumi ini. Jangan kau biarkan mereka." Kenapa? Kalau kau biarkan mereka hidup, mereka akan menyesatkan hamba-hambamu. Wajir kafar. Dan mereka tidak punya anak kecuali kafir lagi, kafir lagi, kafir lagi. Hanya memperbanyak orang kafir. Maka saat itulah Nabi Nuh berdoa. Karena timbul pertanyaan Nabi Nuh kenapa 950 tahun sabar setelah itu berdoa di penghujung? Karena ada sebab. Sebabnya Allah mengatakan tidak bakal lagi beriman. Sebab kedua, Nuh melihat dampaknya lebih parah dibiarkan mereka hidup. Ternyata anaknya kafir, cucunya kafir, cicitnya kafir, cecetnya kafir, encitnya kafir. Udah mending mati aja. Makanya dia berdoa, "Rabbi la tadar alal ardhi minal kafir dayaro." Doakan. Itu pun di antara sebab kenapa Nabi Nuh tidak memberi syafaat pada hari kiamat. Dia mengatakan, "Saya berdoa atas kaumku." Itu pun padahal Nabi Nuh tidak salah. Artinya dia punya punya hujah argumentasi mendoakan mereka binasa tadi karena mereka tidak bakalan beriman lagi. Efek yang kedua kalau dibiarkan mereka hidup semakin berbanyak orang kafir dan Ruh tidak Nuh tidak suka melihat kesyirikan. Bagaimana mereka tidak menyembah Allah mereka menyembah berhala. Nuh tidak suka. Dia bukan karena kemaslahatan pribadi. Bukan. Wala yalidu illa fajirun kafaro. Mereka tidak melahir kecuali orang fajir maupun kafir. Apa yang diharapkan sudah matiin aja. Itu pun ketika hari kiamat kelak orang-orang datang minta syafaat kepada Nabi Nuh. Nabi Nuh minta uzur di antaranya saya mendoakan apa kaumku? Maka wallahuam. Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika mendoakan p kaum ya mungkin Allah sudah ee Allah sudah sebutkan bahwasanya mereka akan meninggal dalam kondisi kafir atau wahyu. Sehingga Nabi sudah doain aja sekaligus mereka binasa atau karena terlalu kebangetan ya. Karena ketika Nabi sedang dihina, yang menyaksikan tersebut putrinya yang masih paling bungsu. Bayangkan seorang ayah sedang di jadi dibully dibully oleh Abu Jahal. Kemudian anaknya lihat ayahnya sedang dibully dengan ditaruh kotoran. Beratlah seorang ayah melihat apa anaknya menyaksikan hal tersebut. Maka Nabi pun mendoakan. Tapi ini bukan hukum asal. Hukum asal Nabi mendoakan keburukan. Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam diusir di Thaif, Rasulullah malaikat gunung saya mengatakan, "Kalau kau mau ya Rasulullah, aku akan timpakan gunung kepada penduduk Mekah Thaif." Kata Rasul wasam, "Jangan siapa tahu semoga Allah mengeluarkan dari anak keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah tidak berbuat syirik sama sama sekali." Dan benar Abu Jahal kafir anaknya Ikrimah. Sahabat Ikrimah bin Abi Jahal. Alwalid bin Mughirah kafir anaknya ternyata Khalid ibnul Walid. Uqbah bin Abi Umuaid kafir ternyata anaknya juga sahabat. Ya. Jadi ee banyak seperti juga Umayyah bin Khalaf yang menyiksa Bilal. Ternyata anaknya Safan bin Umayyah. Akhirnya masuk Islam jadi siapa? Sahabat. Jadi para pejuang-pejuang. Ya, demikian. Oleh karenanya benar ada dalil Nabi mendoakan keburukan, tapi bukan hukum asal. Hukum asal Nabi mendoakan kebaikan bagi mereka. Adapun melaknat secara umum, maka boleh kita bilang laknatullah alal kadibin. Semoga falnatullahi alimin eatallahi alalibin. Kita jadikan laknat Allah bagi para pendusta. Maka kita boleh mengatakan para pendusta dilaknat oleh Allah. Ini boleh umum namanya laknat umum. Tapi kalau kamu pendusta dilaknat jangan. Cuma laknat tertentu. Kalau laknat umum boleh. Seperti Allah mengatakan, "Ala laknatullahi alalimin." Ketahuilah laknat Allah bagi orang zalim. Ada orang zalim, "Kamu mal'un, terlaknat karena kau zalim sama saya." Enggak boleh. Enggak boleh. Ya, dalilnya apa? Dalilnya ketika ada seorang yang tukang mabuk, ya, mabuk laporin kepada Nabi dicambuk. Setelah itu dilaporin lagi, dicambuk lagi. Ini sahabat ada tukang mabuk satu. Dia enggak bisa apa namanya menahan kecintaan terhadap khamar. Karena dahulu mereka cinta sama khamar luar biasa. sampai Allah kalau ingin ketika mengharamkan khamar empat tahapan tidak langsung haram karena gandrungnya terhadap khamar benar-benar luar biasa. Tapi ada sahabat yang tersisa tetap belum bisa meninggalkan khamar. Dilaporin dicambok. Kemudian setelah itu minum khamar lagi. Lapor lagi dicambuk lagi. Ya. Kem minum khamar lagi dicambuk lagi. Akhirnya ada yang melaknat. Allah melaknatmu. Betapa sering kau didatangkan untuk dicambuk. Maka Rasulullah menegur sahabat yang lain. La talalanuh jangan. Jangan lalu. Jangan kau laknat dia. Sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya. Kenapa? Rasulullah yang mengatakan ketika sudah person bisa jadi ada amal saleh yang dia lakukan yang menghalangi dia untuk terlaknat dan itu kok tidak tahu. Memang dia melakukan satu kesalahan yang menyebabkan dia terlaknat minum khamar. Tetapi dia mungkin punya amal saleh lain yang kalau dibanding dengan dosa tersebut mengalahkan dosa tersebut sehingga dia tidak berhak untuk di dilaknat. Maka ketika laknat tertentu Rasulullah tegur. Padahal masalah khamar dilaknat dari 10 sisi. Laanallahu al khamar wasyaribaha. Wasyaribah. Allah melaknat khamar yang minumnya, yang memeras anggurnya, yang menuangkannya, yang mengantarkannya. Nah, pokoknya yang menjualnya semua dilaknat. 10 grup khamer semua ter [Musik] terlaknat. Nah, dan orang ini minum khamar harusnya boleh dilaknat dong. Iya, secara umum boleh. Kita boleh mengatakan Allah melaknat peminum khamar. Boleh. Tapi kau itu jangan. Karena bisa jadi dia punya penghalang. Paham? Tapi kita boleh bilang terlaknat orang minum khamar. Boleh. Dalilnya banyak. Terlaknat pemakan riba. sawa. Pemakan riba terlaknat. Yang nasabahnya juga terlaknat. Yang kasih untung sama pemakan riba juga terlaknat. Karena gara-gara dia jadi nasabah, akhirnya ada kejadian riba. Kerja sama antara renten dirinya sama nasabahnya. Syahidaihi yang menjadi saksi. Sehingga terjadilah proses riba tersebut. pencatatnya, notarisnya terlaknat. Kata Nabi, "Semuanya sama. Tetapi ketika ada seorang notaris catat akad riba, terlaknat kamu." Enggak boleh. Enggak boleh. Kalau persan-persan enggak boleh. Kita boleh mengingatkan secara umum. Ingat, notaris riba terlaknat. Boleh. Saya terlaknat. Maksud kamu? Ya enggak. Saya cuma bilang umum. Jangan merasa. Merasa ya sudah salah sendiri. Saya gak saya cuma umum ya. Jadi kalau kita umum boleh karena Rasulullah lanallahu arasi wal murtasi. Allah melaknat yang menyogok dan yang minta disogok. Allahu Akbar. Ini sebagian orang ada mau haji, hajinya pelanggaran, dia nyogok dulu supaya bisa haji. Ah, ini repot kan kita. Jadi orang mau haji bukan seperti yang penting saya sampai di Arafah. Bukan. Prosesnya harus dilihat bukan yang penting saya sampai Arafah saya berdoa. Gak ya. Bukan puasa yang penting saya tidak makan tidak minum. Proses kamu berpuasa jugus dilihat. Bukan penting saya sampai di saya tidak makan tidak minum saya berpuasa. Bukan yang penting saya sampai di Arafah. Jangan sampai kau menzalimi orang. Lihat sebagian orang dia umrah dia tidak pulang untuk hajian sehingga provider visanya dilapor dan denda. Dendanya tinggi. Menzalimi orang atau tidak zalim. Dia bohong. Dia bilang saya mau umrah. Saya pulang. Ternyata dia enggak pulang. Yang loren visa kena denda saya lupa 100.000 R ataupun jumlah yang banyak. zalim atau tidak zalim. Kemudian dia merasa haji di Arafah, haji zalimi orang. Gimana? Haji dimulai dengan kebohongan, haji dimulai dengan ya macam-macamlah. Oleh karena men saya ee boleh kita mengatakan penyogok dan disogok terlaknat, boleh. Tapi jangan bilang kau, kau terlaknat. Kau kau haji terlaknat. Nyogok enggak boleh enggak boleh. saya tapi saya haji ya sudah enggak boleh karena kita hanya boleh bilang secara apa? Secara umum. Secara umum ini namanya laknat secara umum. Seperti Rasulullah mengatakan laanallahul nasimah ee apa nama wal e wamisah wal mutanammisah ya wal wasyimah wal mustausyimah. Ya, Rasulullah melaknat yang mentato, yang minta ditato yang ee apa namanya yang mencukur alis diminta untuk dicek alis. Wal wasilah mustausilah yang menyambung rambut dan diminta dicek rambut. Wal wal falijat almutfalijat yang menggikir gigi supaya rongga. Orang Arab dulu senang kalau ada sagar di antara giginya ada rongga dikit kelihatan indah. Kalau semakin tua giginya semakin apa? Rapat. Maka supaya kelihatan indah, dia kikir. Supaya kelihatan kalau dia senyum kelihatan lebih cantik. Ya, ini dilaknat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam karena ingin merubah ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Normal orang tua kemudian giginya memang normal. Dia malah kikir supaya kelihatan muda, kelihatan cantik, dilaknat. Tapi jangan bilang, "Eh, kau gigimu digituin." Mal'un terlaknat. Enggak boleh. Enggak boleh ngerubah-rubah ciptaan Allah. Tiib. Kita lanjutkan bab berikutnya. Babun namam. Babadu domba. Namam yaitu namima. Suka mengadu domba. Orangnya namanya namam. Hammazim masyaim binamim. Kata Allah subhanahu wa taala mencela orang kafir. Hammazim masyaim binamim. Seorang yang suka mengumpat dan jalan ke sana kemari untuk mengadu domba. Apa tuh namimah? Namimah itu naqlul kalam ala wajhil ifsad. Menukil perkataan dengan tujuan untuk merenggangkan, merusak hubungan antara dua orang yang saling hubungan baik. Ya, dia nukil si A dan si B punya hubungan baik. Dia sampai ke A, eh B ngomongin kamu begini. Dia ke B, A ngomongin kamu begini. Akhirnya ributlah antara A dan si B. Dan namimah ini sangat berbahaya. Makanya disebutkan dalam perkataan sebagian salaf yaitu dari Yahya bin Abi Katsir Alyamami rahimahullah. Beliau berkata, "Yufsidu namamu fi saatin ma yufsidusahiru fatin." Pengadu domba ini namam ini menimbulkan kerusakan dalam satu waktu yang tidak bisa dilakukan oleh penyihir selama setahun. Penyihir. Di antara hobi penyihir adalah merusak hubungan. Di antaranya hubungan suami istri. Makanya ketika Allah sebutkan tentang para penyihir, Allah mengatakan, para penyihir tersebut dengan sihir tadi memisahkan antara suami dan istri. Tibir tujuannya memisahkan suami istri. Di antaranya misalnya menyihir sang suami sehingga melihat istrinya jelek ya. Atau menyihir sang istri sehingga melihat suaminya apa? Jelek ya. atau menyir sang suami sehingga tidak bisa mendatangi istrinya. Enggak bisa. Kalau ma berhubungan enggak bisa itu terjadi. Ya, ada kawan saya mengalami hal tersebut. Dia sudah nikah enggak bisa diapa-apain istrinya akhirnya cerai ya karena disihir istrinya. Intinya banyak siir-sir yang menjadikan kalau ketemu pasangannya menjadi enggak s bawaannya emosi aja karena sihir. Tapi ini perceraian mungkin tidak langsung mungkin setahun, 2 tahun baru kemudian muncul apa? Perceraian. Artinya penyihir berusaha tapi lama. Tapi kalau namimah bisa sekejap satu datang eh istrimu gini hancur rumah tangga hancur langsung saat itu juga. Makanya namimah lebih dahsyat daripada sihir. Dalam sebagian sisi. Bisa namimah bisa merusak dalam sekejap apa yang tidak bisa dilakukan oleh penyihir selama setahun. Ini resisi. Yang kedua, kalau sihir paling cuma bisa antara satu orang dengan dua orang. Sihir kemampuannya terbatas. Jin itu kemampuannya terbatas. Mau jin tomang, jin ifrit, jin apa kayak itu cuma kemampuan terbatas. Dia paling bisa memisahkan si A dan si B. Tapi kalau namimah dia bisa grup dengan grup, suku dengan suku, supporter dengan supporter. Bisa enggak? Bisa. Bisa. Bisa. Provok. Provokasi, provokator dengan diksi-diksi yang provokatif. Kemudian terjadi perpecahan, bunuh-bunuhan. Bisa lebih daripada itu. Oleh karena namimah dosa besar. dosa besar. Al Imam Bukhari berkata Qana Muhammad Qana Abu Nuaim Q Sufyan an Mansur an Ibrahim an Hamam qala kunna ma Hudzaifah suatu hari kami bersama Hudzaifah faqil lahu. Maka dikatakan kepadanya inna rajulan yarfaul had Utsman. Wahai Hudzaifah ada seorang lapor kepada Utsman. Utsman itu amirul mukminin laporin yang lainnya. Maknya ngadu domba maksudnya biar biar Utsman marah kemudian yang dilaporin kemudian dihukum. Faqala Hudzaifah. Maka Hudzaifah mengatakan, "Samiu Nabi sallallahu alaihi wasallam yaakul." Aku mendengar Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "La yadul jannata qattang namimah tidak masuk surga." ini dia ngelapor kepada penguasa untuk menjatuhkan yang lain, merusak hubungan dengan yang lain. Ya, padahal tadi hubungannya baik antara penguasa dengan rakyat tapi diprovokasi oleh sebagian orang sehingga penguasa bisa terbawa untuk kemaslahatan dia, kepenginadi dia. Kata Utsman ini namimah laidul jannata qattadat. Tukang lapor seperti ini tidak akan masuk apa? Surga. Ini menunjukkan dosa besar. dosa besar karena terancam tidak masuk surga. Sebagian ulama menyebutkan beda antara Namam dengan Qattad. Seperti dalam dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebut kalau Namam, Namam itu dia hadir langsung ada pembicaraan dia hadir kemudian dia nukil kepada pihak yang lain dalam rangka untuk merusak hubungan mereka. Kalau kota tidak. Dia tidak hadir langsung dia dengar-dengar dari jauh dia tasam curi-curi berita, curi-curi pendengaran, cari-cari baru kemudian dia lapor kepada orang sehingga ribut di antara keduanya. Dan dia memang ingin merusak. Dia ingin merusak. Ingin merusak. Ini ada kesempatan rusak mereka berdua. Ada kesalahan si A salah ngomong tentang B, lapor ke B. Si B salah ngomong tentang A padahal lapor ke A. Padahal hukuman mereka baik. Oleh karenanya namimah meskipun jujur dosa besar. Meskipun jujur dosa besar. Adapun alislah bainat dzatil bain. Kalau dua orang yang bertengkar terus ada yang bohong untuk mengakurkan mereka berdua berpahala meskipun bohong. Saya ulangi. Jujur bikin ribut dosa. Bohong bikin damai berpahala. Rasulullah mengatakan lail illa falaf dosa apa bohong tidak halal kecuali tiga perkara di antaranya untuk mendamaikan dua orang yang bersengketa dan orang yang namam dia biasanya memang dia jujur saya tidak tambah-tambah saya tidak tambah-tambahin saya tidak kurang-kurangin tapi dia menyampaikan dengan diksi yang luar biasa yang tidak seperti aslinya saya lihat di oh sebelum dia ngomongin kamu tuh saya lihat wajahnya merah kayaknya dia menyimpan sesu ini kan semua terus dia dia ngomong kamu kamu kampret padahal biasa aja. Eh si kampret kampret itu karena terkeluar dari dendam yang luar ya namanya orang bikin gambaran jadi buat diksi yang orang tangkap tuh wah luar biasa. Jadi kadang ditambah-tambahin bukan kalimatnya tidak tetap sama tapi ada mukadimahnya ada pengantarnya ada sehingga menggambarkan suatu kejahatan luar biasa padahal biasa-biasa aja. Saya jujur saya enggak bohong. Kau boleh cek. Iya tapi mukadimahnya itu dari siapa? Dari dia ya. Ya. Sehingga akhirnya timbul kebencian luar luar biasa. Intinya dia menukil kalam, perkataan untuk mengadu domba. Ini tidak tidak boleh. Kalau dia sengaja untuk mengadu domba, maka inilah namam. Kalau dia tidak sengaja, ya khawatir dia juga berdosa. Memang bukan namam karena dia tidak ada niat. Ada orang dengar ini nukil ke sini, nukil. Dia sekedar cerita-cerita aja akhirnya marah. Oh, kau marah ya ini jangan. Makanya seorang kalau nukil berita juga hati-hati. Jangan sampai nukil berita kemudian timbul apa? Pertikaian yang berkepanjangan. Orang bisa salah, orang bisa namanya satu hari lagi jengkel ngungkapin sesuatu, besok dia sudah enggak jengkel lagi. Ya. Adapun kalau menukil kalam niatnya bukan untuk merusak ya, maka tidak jadi masalah ya demi kemaslahatan ya. atau menukil kalam untuk memuji untuk gak ada masalah untuk kebaikan maka tidak ada masalah. Kata Imam Nawawi, misalnya ada penguasa terus anak buahnya ternyata koruptor, dia boleh lapor. Ini nukil kalam tapi enggak apa karena kemaslahatan. Justru wajib untuk dilaporkan demi kemaslahatan umat. Ini makan uang rakyat koruptor lapor supaya ditindak kalau bisa ditindak. Tapi intinya demikian. Jadi kalau melaporkan keburukan dalam rangka kemaslahatan maka tidak jadi masalah. Ya. Tib hadis terakhir pada pertemuan kita kali ini. Al Imam Bukhari rahimahullah berkata, "Qala haddasana Muhammad qa haddasana Musaddad qala haddasana Bisyr bin Fadal qala haddasana Abdullah bin Utsman bin Khutim an Syahr bin Hausyab an Asma binti Yazid qalat qala Nabi sallallahu alaihi wasallam Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda," "Ala ukhbirukumhiarikum." "Mahukah kabarkan kepada kalian tentang orang terbaik di antara kalian?" Q bala. Tentu ya Rasulullah, siapa orang terbaik di antara kami? Q alladina ru zukirallah. Kalau dilihat ingat Allah orang kalau lihat dia lihat mereka yang lihat ingat Allahumikum mau kabarkan kalian tentang orang yang terburuk di antara kalian bala siapa yang orang paling buruk almuna binimah yang jalan ke sana kemari mengadu domba almufsiduna bainal ahibbah yang merusak hubungan di antara orang yang saling mengasihi albaguna alb alanata yang menginginkan kepayahan kesulitan bagi orang-orang yang tidak salah Ya, senang kalau ada orang ribut, senang dia bahagia, orang bertengkar saling caci maki. Itu yang dia senangi. Yang tadinya tidak demikian. Jadi di sini Rasulullah apa namanya? Komparasi antara dua kelompok orang. Sekelompok orang yang paling yang terbaik, sekelompok orang yang terburuk. Adapun yang terbaik yaitu yang mengingatkan kepada akhirat. Kalau kita lihat dia, kita ingat apa? Akhirat. Mungkin dari penampilannya, mungkin dari lafal kata-katanya, mungkin dari nasihatnya. mungkin dari kepribadiannya sehingga kalau dilihat ingat apa? Akhirat ya. Dan apa tujuan para anbiya, para nabi ketika berdakwah niatnya untuk mengingatkan apa? Akhirat ya. Bukan kalau kita lihat dia maka maka semakin cinta dunia. Banyak orang-orang youtuber yang kalau dilihat bikin semakin cinta apa? Dunia semakin lupa akhirat. Banyak atau tidak banyak? Ya, bukan ingat akhirat tapi malah melupakan apa? Akhirat. Mereka orang-orang yang buruk yang membuat orang untuk lupa kepada akhirat. Ya, orang yang terbaik adalah mengingatkan orang pada akhirat. Kemudian Rasulullah menyebutkan, "Adapun yang terburuk di antara kalian adalah orang-orang yang ee sukanya mengadu domba. Ingin keburukan bagi orang-orang yang baik. Mereka ribut tadinya tadinya bahagia jadi ribut bertengkar terus." Ya, sehingga di mereka happy ketika melihat orang-orang saling bertengkar, saling gontok-gontokkan, saling menjatuhkan, saling menyerang. Itu yang mereka cari. Karena mereka ingin pertikaian di antara orang-orang yang yang baik. Inilah namimah. Ini orang terburuk. Jadi pelaku namimah adalah orang yang terburuk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bab demikian saja kurang lebih maaf. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.