File TXT tidak ditemukan.
Transcript
4WCDEX-knzo • Syarah Kitab Ath-Thahawiyah #29: Lauhul Mahfudz & Pena - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2409_4WCDEX-knzo.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita
lanjutkan. Al Imam Thahawi membahas
tentang lauhul mahfud dan alqalam.
Beliau berkata, "Wukminu bila walqalami
wabijami ma fihi
qotqim. Kami beriman
terhadap lauhul mahfud." Allauhul mahfud
walqalam dan pena. Wabijamii ma fi
qatrukim. dan mengimani seluruh apa yang
tertulis
padanya. Bab kita ingatkan kembali
tentang maratibu al iman bit takdir.
Tingkatan iman kepada takdir ada empat
tingkatan. Pertama ilmu Allah. Kedua,
alkitabah. Ketiga, Almasyia'yah. Keempat
al-khalq. Adapun sebagaimana sering saya
sampaikan ini adalah filosofinya yaitu
sebelum Allah menciptakan Allah
merencanakan dan rencana tersebut Allah
tulis. Allah tulis dengan pena dan
ditulis di lauhil mahfuz. Ya Allah tulis
dengan pena dan ditulis dalam lauhil
mahfuz. Jadi tingkatan pertama kita
meyakini bahwasanya ilmu ilmu Allah itu
luas. Di antara ilmu Allah adalah ilmu
tentang semua yang akan terjadi. Ya,
semua yang akan
terjadi. Kemudian ilmu tersebut
sebagiannya yaitu yang akan terjadi
sampai hari kiamat
dicatat alkitabah dicatat di lauhil
mahfud. Ingat yang dicatat bukan semua
ilmu Allah ya. Karena ilmu Allah tidak
ada ujungnya yang dicatat bukan semua
ilmu
Allah, tapi hanya yang terkait dengan
takdir. Ranahnya yaitu ilmu sejak
diciptakannya pena hingga hari kiamat.
Ya, karena dalam
hadis eh awalu ma khalaqallahu alqalam
pertama kali Allah ciptakan pena. Faqala
ukttu. Allah berkata tulislah pena. Pena
berkata akt apa yang aku tulis. Kalau
kata Allah ukubah huain ila qiam saah.
Tulis apa yang terjadi sampai hari
kiamat. Berarti ranahnya jelas. Apa yang
ditulis kolam setelah pena diciptakan
dia menulis apa yang terjadi sampai hari
kiamat. Jadi ranahnya dari setelah
penciptaan kolam sampai pena sampai hari
kiamat. Berarti perhatikan semua yang
terjadi sebelum pena hingga ke belakang
hingga azali tidak
tercatat. Banyak yang kan pena tercipta
ada waktunya. Kapan kapan Allah tulis
takdir? Allah tulis takdir waktunya
50.000 tahun sebelum Allah ciptakan
langit dan bumi. Allah berfirman,
"Kataballahu maqadir
khalaiq eh qobla an yakq samawati wal
ard bsina alfanah." Allah mencatat
takdir seluruh makhluk 50.000 1000 tahun
sebelum menciptakan langit dan bumi.
Jadi waktunya jelas sebelum jadi langit
dan bumi diciptakan misalnya di suatu
zaman misalnya
ini
ee
waktu penciptaan langit dan
bumi entah tahun berapa ya apa sejuta
tahun lalu apa wallahuam ya. Tayib.
Takdir kapan? Takdir dimulai yaitu
50.000 tahun sebelumnya.
tahun
[Musik]
sebelumnya. Sini pencatatan
pena tib yang di
sini tidak terhingga dan seterusnya. Ini
tidak tercatat sebelumnya. Paham? Karena
pencatatan dimulai dari pena. Pena
diciptakan langsung nyatat. Sebelum pena
kan ada banyak kejadian.
Entah Allah bikin apa kita enggak tahu.
Dan sampai azali dan azili tidak ada
penghujungnya. Jadi yang dicatat lahil
mahfuz bukan semuanya paham tapi sejak
pencatatan pena. Kemudian yang dicatat
juga kan ini waktu penciptaan
sampai hari
kiamat. Ini hari
kiamat. Kiamat saya masuk
surga. Tib. Selanjutnya ini kan juga
selanjutnya ini adalah tidak terhingga.
tidak terhingga dan seterusnya. Abadi.
Ini juga bukan ranah pencatatan lauhil
mahfuz. Jadi lauhil mahfuz rananya cuma
sampai sini
aja.
Paham? Ini ranah
catatan di Lauhil
mahfud. Paham tidak? Paham ya? Jadi
sejak perah sampai hari kiamat. Makanya
saya katakan tadi ee ilmu sejak
diciptakannya pena hingga hari kiamat
sehingga semua yang terjadi sebelum pena
hingga ke belakang hingga azali tidak
tercatat dan semua yang terjadi sejak
hari kiamat setelah masuk surga neraka
sampai abadi juga tidak akan tercatat
karena lauhil mahfuz catatannya terbatas
sementara azali dan abadi tidak ada
penghujungnya azali tidak ada
penghujungnya abadi juga tidak ada
penghujungnya kalau pendat tidak akan
pernah berhenti karena dia mencatat
sesuatu yang tidak penghujungnya. Paham?
Paham tidak?
Paham? Tib. Kemudian martabat yang
ketiga, masyiah. Semua yang terjadi atas
kehendak Allah. Keempat, alkhalq. Semua
yang terjadi adalah Allah yang eksekusi,
Allah yang ciptakan. Tapi yang kita
fokus sekarang adalah alkitabah. Jadi
tidak semua ilmu Allah yang dicatat,
tapi ada ilmu khusus terkait dengan
makhluk yang diciptakan. Ya, terkait apa
yang akan terjadi ya. Karena Allah
mengatakan kataballahu maqadiral khalaq.
Allah menulis semua yang terkait dengan
takdir makhluk. Ya, takdir makhluk tidak
semua. Mungkin ada banyak terkait dengan
Allah pun Allah tidak tulisnya. Yang
Allah tulis terkait dengan takdir apa?
Makhluk. Karena Allah mengatakan
kataballahu maqadir khalaq. Ya, ini
mungkin saya tambahkan di sini juga yang
dicatat bukan semua ilmu Allah tapi yang
terkait dengan takdir. Yaitu takdir apa?
Mak makhluk.
Karena Allah mengatakan, Nabi mengatakan
maqadirul
khalaq. Jadi yang fokus adalah tentang
takdir
makhluk. Tiib. Kita
lanjutkan ee
berikutnya. Sampai sini
paham? Kita lanjut sekarang. Allauh.
Allauh secara bahasa yaitu ma yuktabu
fihi. Ma yuktabu fi itu sesuatu yang
tempat untuk ditulis. Ya, kalau apaanya
aluh ya kadang terbuat dari kayu atau
terbuat dari misalnya batu sesuatu yang
ditulis ya ma yuk fihi. Adapun syarah
syari yang ditulis padanya takdir.
Allauhul mahfuz itu terkait dengan
tempat ditulisnya apa?
Takdir. Itu namanya lauh almahfuz. Tib.
Adapun nama-nama aluhum mahfuz dalam
Al-Qur'an atau dalam hadis datang ada
beberapa nama. Pertama namanya lauh
Mahfud seperti firman Allah dalam surah
Alburuj. Bal hua quranun majid.
Perhatikan. Barua Quran
majid. Tapi Al-Qur'an adalah ee Quran
yang agung. Fi lauhin mahfud dalam
dengan kasrah. Fi lauhin mahfudzin yang
tercatat dalam lauh mahfud yang terjaga.
Sebagian qiraah fi lauhin mahfudun.
Kalau mahfudun berarti dia naat daripada
Quran. Quranun dari majid. Quran disifat
dengan majid dengan mahfudun. Quran
terjaga. Tapi sebagian sebagian membaca
dengan kasrah. Fi lauhin mahfuz. Jadi
mahfuz adalah sifat dari lauh. Yaitu
dicatat pada
lauh apa namanya? Tempat tulisan yang
terjaga. Jadi nama pertama adalah lauhil
mahfud.
Nama yang kedua dalam ee Al-Qur'an juga
disebut kitab. Allah berfirman dalam
surat Alhaj ayat 70, Alam tamam anallaha
yamu ma fisama wal ard inalika fi kitab
inalikaallah yasir. Tidakkah engkau tahu
bahwasanya Allah mengetahui semua yang
di langit dan di bumi? Itu semua telah
tercatat dalam kitab ya. Karena kitab
adalah semacam kitab ya. Lauhil mahfud
juga berupa tempat tulisan-tulisan maka
disebut juga apa?
kitab inalika alallah ini sangat mudah
bagi Allah untuk menciptakan suatu Allah
tulis dulu kemudian Allah eksekusi semua
yang terjadi tidak ada yang menyelisihi
tulisan mudah beda dengan manusia
manusia sering berencana ternyata salah
ternyata dia rubah rencananya terkadang
dia bikin rencana ternyata dia gagal
melaksanakan rencananya adapun Allah
kalau sudah bikin rencana Allah tulis
tidak akan gagal karena Allah dia adalah
maha kuasa maka kata Allah mengatakan
inalika alallahi yasir proses pencipta
itu sangat mudah. Catat dulu baru bikin
mudah. Tib. Kemudian nama yang
berikutnya disebut ummul kitab.
Yamhullahu ma yasya wabit. Dalam surat
Arraad ayat 39. Allah menghapus apa yang
Allah kehendaki dan Allah menetapkan apa
yang Allah kehendaki. Waainahu. Di
sisinya ada ummul kitab. Ini tentang
malaikat catatan malaikat. Ada yang
Allah hapus, ada yang Allah tetapkan.
Adapun yang di sisi Allah tidak akan
berubah yaitu ummul kitab induknya
kitab. Yait maksudnya lauhil apa?
mahfuz. Jadi di antara nama lah mahfud
adalah ummul kitab. Induknya kitab-kitab
atau kitab induk. Kemudian juga nama
lahil mahfud dalam Alquran disebut
azzikir. Dalam surat Alanbiya
wqabana baikri.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Sungguh
telah kami
catat e dalam azzabur mim ba'di zikri
setelah jadi setelah zikir." Zikir sini
maksudnya adalah lauhil mahfuz, yaitu
dicatat lauhil mahfuz dulu baru dicatat
di zabur. Lauhil mahfuz tercatat dulu
baru kemudian tercatat di apa? Zabur.
Azzikir disebut yang dimaksud dengan
zikir adalah apa? Luhil mahfuz. Dalam
hadis juga ada makna yang sama.
Allahuam yakunaiun
qoblahu fikir dahulu Allah sendirian
tidak ada yang sebelum Allah lalu Allah
menulis fzikr Allah menulis segala
sesuatu dalam zikir maksudnya dalam
lauhil mahfuz jadi lahil mahfuz disebut
juga dengan
azzikir sifat atau nama yang kelima
disebut imam mubin waaiin ahsainahu fi
imami mubin dalam surat Yasin ayat 12
segala sesuatu kami kumpulkan fi imamim
mubin maksudnya fi lauhil mahfud
Imam
mubin. Kemudian ee zubur disebut juga
zubur dalam surat alqamar. Waulluaiin
fa'aluhu fizzubur. Segala sesuatu yang
mereka lakukan sudah tercatat di zubur.
Zubur maksudnya lauhil mahfuz. Ini di
antara nama-nama lauhil mahfud dalam
Al-Qur'an ya ada enam nama. Kita ulangi.
Pertama lauhil mahfuz. Yang kedua kitab.
Yang ketiga ummul kitab. Yang keempat,
azzikir. Yang kelima, imam mubin. Yang
keenam,
azzubur. Tib berikutnya, apa sifat-sifat
lauhil mahfud? Sifat-sifat ini di
antaranya kita ambil nama-namanya. Kita
ambil dari nama-namanya,
ya. Tib. Apa di antara sifat-sifatil
mahfud? Ee perhatikan
sini. Di antara
sifat-sifatnya pertama dia mahfuz.
Terjaga. Terjaga. Mahfuzun maksudnya
terjaga. Terjaga dari apa? terjaga
dilihat dari
setan sehingga setan
ee tidak bisa mencuri berita dari lauhil
mahfud. Yang kedua terjaga dari
perubahan-perubahan. Dia tidak akan
berubah ya. Ya. Rufiatil aklam wa jafati
suhuf. Pena sudah diangkat dan lembaran
sudah kering. Tidak akan ada perubahan.
Jadi terjaga dari perubahan, terjaga
dari penambahan, terjaga dari
pengurangan.
Kemudian juga yang benar terjaga dari
lihat makhluk manaun. Tidak ada yang
bisa melihat lahil
mahfud. La malakun muqarabun wala nabiun
mursal. Malaikat tidak lihat, Nabi juga
tidak lihat. Kalau Nabi tahu pun dikasih
tahu lewat wahyu. Bukan Nabi suruh lihat
tengok tauhid apa? Mahfuz. Tidak. Jadi
Allah kasih tahu lewat wahyu. Jibril
yang kasih tahu. Tapi bukan Jibril atau
Nabi tengok.
Makanya disebutkan sudah kita bahas
qadar alqadar sirullahil maktum. Takdir
adalah rahsia Allah yang tersembunyi.
Disebutkan sebagian perangat ulama
dinukil oleh Ibnuqil Iid dalam syarah
Arbanawiyah
bahwasanya ee takdir itu tertulis
disimpan oleh Allah tidak ada yang tahu
malaikat maupun para nabi. Dia hanya
rahasia Allah. Jadi terjaga dari ada
yang menengok, menelaah
ya dan terjaga dari perubahan tayib. Ini
sifat pertama mahfuz. Yang kedua, mubin.
Mubin maksudnya penjelas atau jelas.
Karena fi'il abana bisa maknanya fi'il
lazim yaitu mubin. Maksudnya bayyinun,
jelas. Dan abana juga bisa maknanya
mubayyin, penjelas. Jadi lauhil mahfud
jelas karena sesuatu tercatat di situ
dengan jelas. Sesuatu tercatat di situ
dengan jelas tanpa ada yang luput dan
dengan detail. Dan detail.
dengan
detail. Makanya Allah berfirman
eh kitab mubin. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Di sisi Allah ada ilmul gaib.
Tidak ada yang mengetahuinya kecuali
Allah." Tidak ada yang mengetahu kecuali
apa? Allah. bar wal bah dan Allah tahu
apa yang di darat dan di laut. Fil barri
wal bahr. Rat begitu luas. Allah tahu
semua yang terjadi di darat.
Sekecilkecil butir pasir pun Allah tahu.
Sekecil-kecil serangga pun Allah tahu.
Karena semua ciptaan Allah. Allah
mengatakan al ya man khalaq. Bukankah
yang menciptakan tahu tentang
ciptaannya? Bukankah sang kreator tahu
tentang kreasinya?
Eh,
wqtin yamu. Tidak ada satu daun pun yang
jatuh kecuali Allah
tahu. Daun di dunia ada berapa
jumlahnya? Ada yang pernah hitung?
Jangankan daun, pohon. Pohon banyak
enggak? Satu pohon berapa daun? Ada yang
pernah hitung? Ada yang pernah sensus?
Saya enggak pernah. Daun satu jatuh
Allah tahu. Ya, daun satu jatuh Allah
tahu. W habbatin fiulumatil ardhi. Dan
tidak ada satu biji di kegelapan bumi.
Wal ratbin wala yabisin. Tidak ada suatu
yang basah, satu yang kering. Illa fi
kitabi mubin. Kecuali tercatat di lauhil
mahfud. Yaitu yang jelas. Tercatat
dengan apa?
Jelas. Ibnu Abbas mengatakan semua ee
tercatat ya, semua tercatat dengan
detail. Maka disebut dia kitab mubin
atau imam mubin ya.
Kitab disebut dengan imam. Dalam
Al-Qur'an Allah mengatakan, "Wa
insanu
fiqih ya apa e gimana gimana?" Eh dalam
surat
Al-Isra Allah menjemput imam mubin
dengan maksudnya adalah kitab. Jadi
kitab terkadang disebut dengan imam.
Gimana ayatnya?
Ya insan biimami
ya insan biimami coba saya lihat ayatnya
pastikan dalam surat alisra
ya unasin biimamihim mohon maaf
yaumadu unasin biimamihin
dan seterusnya. Allah mengatakan pada
hari tersebut
ya unasin setiap orang biimamihim yaitu
dengan
kitabnya. Kitab mereka masing-masing
ditafsirkan dengan kitab untuk melihat
apa yang ee mereka lakukan. Makanya
Allah meng setelah itu faman utiya
kitabahu
biyamini tib. Ee di antara juga sifat
lauhil mahfud adalah dia kitab induk ya.
Semua hal-hal yang dicatat Allah
kabarkan kepada malaikat untuk dicatat.
Maka itu sumbernya dari lauhil apa?
Mahfuz. Dari lauhil mahfuz. Kita tahu
takdir ada beberapa. Ada takdir ee yang
utama. Ada nama takdir sanawi, ada
takdir yaumi, ada takdir umri. ya,
takdir-takdir yang di bawah itu takdir
sanawi, takdir umri, kemudian takdir
yaumi. Ini semua sumbernya dari lauhil
mahfud. Itu takdir tsanawi, takdir
tahunan. Karena setiap ee setiap
lailatul qadar ee yufraqu kullu amrin
hakim. Maka dicatat apa yang terjadi
sampai tahun berikutnya. Itu sumbernya
dari lauhil mahfuz.
Kemudian takdir umri yang di mana
malaikat datang ke janin kemudian
mencatat juga se lauhil mahfud nanti ada
perubahan pun Allah susulkan tapi
semuanya itu dari sini berubah jadi ini
semua dari lauhil mahfud kemudian juga
takdiril yaumi yaumin hua fan setiap
hari Allah putuskan Allah bilang
malaikat bikin begini terjadi begini
begini Allah kasih tahu itu semua dari
lauhil mahfud jadi dia dikatakan dengan
ee ummul kitab kitab apa in induk
Kemudian sifat
berikutnya ee lauhil
mahfud di langit ya karena Allah
mengatakan waahu umul kitab. Di sisi
Allah ada ummul kitab. Sisi Allah
berarti dekat dengan Allah Subhanahu wa
taala bukan catatan. Yamhullahu ma yasya
wait. Allah menghapus apa yang dicatat
oleh malaikat. Malaikat punya catatan
tersendiri. Mereka punya pena
sendiri. Wait. Dan ada yang Allah
tetapkan. Allah rubah waahu di sisi
Allah maksudnya di langit ada lauhilah
apa mahfud. Sifat berikut yang kelima
ini datang dalam hadis tapi hadisnya
difapi datang dalam riwayat sebagian
sahabat kalau enggak salah Ibnu Abbas
dengan sanad yang sahih bahwasanya
lauhil mahfuz tercipta dari durah baidha
yaitu mutiara putih besar sampulnya
yaakuta hamra intan merah kemudian
tulisannya dari cahaya dalam disebutkan
bahwasanya besarnya seperti langit
antara langit dan bumi. Wallahuam ya.
Tapi ada hadis menjelaskan dengan detail
disebut juga oleh syarif Thaahawi atau
akidah Thahawiyah itu Ibnu Abil Iz
Hanafi ee bahwasanya sangat besar
catatan tersebut ya tapi hadisnya lemah.
Datang sebagan riwayat dari sebagian
sahabat. Tetapi sekarang kalau kita
lihat kenyataan semua tidak harus besar
ya. Enggak. Sekarang bergiga-giga bisa
dimasukkan dalam apa? Dalam ee USB kecil
ya. USB kecil diputar nyala. Iya. Enggak
diputar apa? Nyala.
Ya, artinya mudah ya. Tidak harus
mencatat seluruh kejadian sampai hari
kiamat. Harus dalam kitab yang besar.
Tapi kita imani. Kalau memang datang
dalam hadis yang sahih, kita imani. Ya
mungkin ustaz luasnya sebesar apa sih?
Catat semua catatan ya. Kita bilang
wallahuam. Seandainya pun kecil tidak
juga logis, tidak harus
besar karena data bisa disimpan dalam
tempat yang kecil.
Tapi ini adalah sifat-sifat lauhil
mahfuz. Tib
berikutnya ee firqah sesat tentang
lauhil
mahfuz atau nanti kita bahas terakhir
aja bab. Sekarang kita bahas berikutnya
tentang alqalam. ini sudah
[Musik]
Sekarang kita bahas tentang alqalam.
[Musik]
Alqalam itu
pena. Pena ya. Ee pena datang dalam
hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya.
Allah mengatakan kataballahu maqadir
khalaiq qakluq samawati wal ard bina
alfanah wana arsyuh alal ma Allah
mencatat takdir seluruh makhluk 50.000
tahun waktunya 50 tahun sebelum
penciptaan langit dan bumi. Dan ketika
itu arsy Allah sudah di ee sudah di atas
ars Allah sudah di atas
arsy. Tib ee datang dalam hadis
ya sifat-sifat alqalam
ya ee secara
[Musik]
bahasa bahasa yaitu yang digunakan alat
menulis. Alat apa? Menulis.
Kedua, secara syari yang dimaksud secara
syari secara
istilah yaitu pena yang digunakan untuk
menulis lauh
mahfuz untuk menulis lauhil
mahfuz. Menulis di Lauhil
mahfuz. Lauh mahfuz.
Tib ee Ibnu Abil Isah Lanafi
rahimahullah beliau menyebutkan
bahwasanya pena ada empat
ya karena ada empat
Pena ada empat macam. Ini disebut
oleh Ibnu Abil Isha Al-Hanafi
ya. Bentar.
Ee yang pertama beliau sebutkan pena
yang
pertama
adalah pena untuk menulis la menulis di
lauhil mahfud yang sedang kita bahas di
Lauh Mahfuz.
Ini pembahasan
kita. Pena yang kedua ee yang ini
mencakup seluruh makhluk. Ini mencakup
seluruh
makhluk. Mencakup seluruh makhluk. Ingat
ee apa namanya?
ee tugasnya adalah mencatat seluruh
makhluk, yaitu manusia, hewan, dan semua
makhluk ya ee malaikat, jin, semua yang
terjadi semuanya dicatat oleh lauhil
mahfuz. Ini pena yang
pertama. Yang
kedua, pena tentang ee penciptaan
Adam. Pena terkait penciptaan Adam.
Beliau men katakan ada asar atau dalil
saya belum sempat cek ya tentang dalil
bahwasanya Adam ketika diciptakan
kemudian Allah mencatat seluruh takdir
yang terkait dengan anak-anaknya ini
khusus khusus
manusia khusus Adam dan
keturunannya ini pena
sendiri ini
belakangan belakangan ya kalau yang
pertama pena yang menulis diil apa
mahfud. Kemudian pena yang
[Musik]
ketiga ee adalah pena yang ditulis oleh
malaikat untuk mencatat
janin. Pena pencatat takdir
janin yang setiap janin sudah e apa 120
hari.
Ee kemudian datang malaikat
mencatat takdirnya, tentang nasibnya,
tentang ajalnya, tentang rezekinya. Pena
yang keempat kata Ibnu Albis Al Hanafi
rahimahullahu taala adalah pena
yang
ee yang ada pada hamba sejak catat sejak
dia balig yaitu pena para malaikat
pencatat amal.
Enak malaikat pencatat
amal ini sejak kapan? Sejak balik sampai
meninggal. Sejak
balik hingga apa? Wa wafat. Ya. Kapan
tidak dicatat? Kalau lagi pingsan. Kalau
tidur tidak dicatat. Ya. Kalau gila juga
tidak dicatat.
Tapi selama masih waras dari balik
sampai wafat maka catat. Malaikat tidak
pernah berhenti
catat. Makanya mengatakan insanin
alzamnahu thiru fi unuk. Disebutkan
kalau begitu meninggal dikumpul oleh
malaikat. Ada yang mengatakan
digantungkan di kalungnya, di lehernya.
Nanti hari kiamat baru dibuka
lagi. Itu yang nulisnya juga pakai pena.
Allah menyebutkan mengisyaratkan tentang
P dalam Al-Qur'an ee dalil
ya dalil Allah berfirman, "Nun walqalami
wama yasturun."
Nun walqalami wama yasturun. Nun demi
pena walqalami. Demi pena. Di sini ada
yang menafsirkan pena maksudnya adalah
pena pencatat lauhil mahfuz. Ada yang
mengatakan pena secara umum manusia
menulis dengan pena. Allah sedang
menyebutkan nikmat yang mereka dapatkan.
Di antara nikmat yaitu mereka bisa
menulis dengan pena. Sekarang dengan
kecanggihan teknologi bisa dengan
mencatat, bisa dengan kita ngomong
tercatat sendiri. Tapi intinya diawali
dengan apa? Pena. Untuk menyimpan data,
untuk belajar, untuk menggambar, untuk
mengungkapkan banyak sekali. Dan ini
adalah kenikmatan dari Allah Subhanahu
wa taala. Ada yang mengatakan ada pena
yang dimaksud lauhil pena yang di lauhil
mahfuz.
Ee ini yang pertama
ya. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam pernah sebutkan dalam hadis
kata beliau tumma urija bi hattau ila
mustawan asma fihi shifal aqlam.
Aku waktu mikraj sampai naik di suatu
level mustawan. Sampai aku naik dari
suatu level di situ aku
mendengar gerak itu apa? Bunyi pena
menulis sarif itu
bunyinya bunyi apa bahasa apa bahasa
bahasa
Indonesianya? Suara
menulis. Ya, saya juga tahu kalau itu
enggak maksudnya ada istilah sendiri
enggak?
Goretan apa? Suara goretan apa? Pena.
Iya, goretan pena. Keren kan? Goretan
pena ya. Ee yaitu ketika menulis ya.
Kata para ulama ini bukan pena lauhil
mahfud. Karena pil mahfud sudah selesai,
sudah diangkat. Tapi ini pena yang
ditulis oleh malaikat. Bisa jadi
malaikat sedang mencatat sesuatu. Bisa
jadi malaikat mencatat apa yang Allah
perintahkan. Bisa jadi malaikat mencatat
apa yang Allah takdirkan ke depan.
Mereka tulis wallahuam.
Tapi ee pena tersebut Rasulullah dengar
ketika di
langit. Ee tapi itu bukan lauhil mahfud,
bukan pena lauhil mahfuz. Karena pena
lauhil mahfuz sudah sudah selesai.
Ya. Tayib. Di antara hal yang perlu
diketahui
bahwasanya pena diciptakan khusus oleh
Allah.
Pena adalah makhluk khusus.
Datang dalam riwayat dari Ibnu Abbas,
dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma,
beliau berkata, "Khalaqallahu arbaata
asya biyadihi." Ada empat makhluk yang
Allah ciptakan dengan tangannya, sisanya
dengan kun
fayakun. Empat tersebut. Yang pertama
adalah al-arsy. Allah ciptakan dengan
tangan. Yang kedua alqalam, pena. Yang
ketiga adalah jannat adn yaitu surga.
Yang keempat adalah adam. Waq liril khqi
kun fayakun. Kun fakana. Adapun makhluk
yang lain, Allah mengatakan kun fayakun.
Ini ee riwayat sahih
dari Ibnu Umar dan ini adalah hal yang
gaib ya. Maka bisa jadi hukumnya marfu
itu sampai kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Karena tidak mungkin Ibnu Umar
membicarakan tentang suatu yang gaib
kecuali dia punya dalil. Jadi kata Ibnu
Umar, khalaqallahu arbata asya biyadihi.
Empat perkara yang Allah ciptakan dengan
tangannya. Al-Arsy kemudian Alqalam
kemudian Jannata Aden yaitu surga
kemudian A Adam.
Adam tayib. Ee
berikutnya
khilaf tentang mana dulu pena atau arsy.
Ya, ini
sudah jadi pena adalah makhluk khusus
diciptakan dengan tangan apa?
Allah. Ada empat. Apa saja tadi yang
tangan Allah?
Arsy
terus
pena surga
dan kemudian Adam alaihi salam sisanya
kun
fayakun ti berikutnya tentang mana lebih
dahulu ee pena
ataukah arsy
[Musik]
Pena atau
arsy. Dua pendapat di kalangan para
ulama
khilaf. Pendapat pertama mengatakan pena
dan pendapat jumhur. Yang kedua
mengatakan ars ini lebih banyak.
Adapun pena mereka dengan hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Awalu ma
khalaqallah alqalam. Awalu ma
khalaqallah alqalam. Faqala lahu
[Musik]
uktub. Yang pertama jadi awalu di sini
awwalu awalu ma khalaqallahu alqalamu
dengan marfu. Ya, kalau kita terjemahkan
yang pertama Allah
ciptakan ciptakan adalah
pena. Adalah
pena. Lalu Allah
berkata
padanya, berkata kepadanya,
"Uktub. Tulislah."
Dia
dikatakan apa yang kut tulis? Kata Allah
uktubah. Tulislah apa yang terjadi
sampai hari kiamat. Adapun yang
mengatakan arsy, ya Allah mengatakan
dalam hadis, kataballahu
maqirqama alanah wana arsyuhu alal
ma
wana arsyuhu alal ma.
Jadi Nabi berkata, "Allah
mencatat
takdir, takdir seluruh
makhluk 50.000 1000
tahun
sebelum Allah menciptakan langit dan
[Musik]
bumi, langit dan
bumi dan arsnya sudah di atas air dan
[Musik]
arsnya sudah di atas
air. Jadi ar sudah ada. Jadi sebelum
pencatat ars sudah sudah ada sehingga
mereka mengatakan ars lebih dahulu. Ini
pembicaraan antara penan ars. Apakah ada
makhluk lagi sebelum arsy?
Wallahuam. Allah tidak pernah, Nabi
tidak pernah berkata ars lebih dahulu.
Tapi pendapat mana lebih kuat? Wallahu
alam bawab. Pendapat yang kedua ya
bahwasanya ars lebih dahulu daripada
pena. Adapun hadis awal ma
khalaqallahulqalam maka bisa ditafsirkan
dengan dua tafsiran. datang sebagian
riwayat dengan fathah. Fathah itu
berarti dia jadi ee isim zaman, ya. Jadi
maksudnya ketika awal ma khalaqallahul
qalama qalah lahu. Jadi sama-sama fathah
mansub kalau kita baca awal ma
khalaqallahul qalama q lahu uktub.
Ketika pertama kali Allah ciptakan pena,
Allah bilang sama dia tulislah.
Maksudnya bukan yang pertama kali
ciptakan, tapi ketika Allah menciptakan
apa? Pena. Maksudnya penulis itu
langsung Allah ciptakan P langsung Allah
suruh tulis. Gak ada pena nganggur dulu.
Jadi begitu Allah ciptakan Allah
langsung suruh nu nulis
ya. Dan ini lebih kuat ya. Atau Allah
berfirman awalu ma khalaqallah yang
pertama Allah ciptakan adalah pena.
Maksudnya yang terkait dengan apa yang
ditakdirkan. Apa yang ditakdirkan.
Tafsiran kedua kalaupun kita baca dengan
marfu awalu ma khalaqallahulqalam yang
pertama kali ucapkan lapen maksud yang
terkait dengan apa yang akan Allah tulis
takdirnya ya karena ars sudah sudah ada
yang benar ars lebih dahulu daripada
penamun ingat kita tidak sedang
berbicara makhluk pertama secara
mutlak kita tidak sedang
bicara
membahas makhluk pertama secara mutlak
Kita hanya membahas tentang mana lebih
dahulu arsy atau apa pe pena. Ars
pena. Tib ada kelompok sesat terkait
dengan ars dan
pena. Ini sudah
belum? Kalau sudah azan kasih
tahu. 1
menit.
Tib. Tib.
[Musik]
ee kelompok-kelompok
[Musik]
sesat
terkait lauh dan
pena TB. Ee ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa
taala. Di sini kita akan bahas ada
beberapa penyimpangan terkait dengan
lauhul mahfud dan al-qalam. Yang pertama
adalah ee keyakinan yang salah tentang
Nabi. Keyakinan
bahwa Nabi sallallahu alaihi
wasallam tahu isi lauhul mahfuz.
Ada makruf perkataan Albusiri tentang
qidah burdah yang dia memuji Nabi
sallallahu alaihi wasallam sering dibaca
di mana-mana. Di antara isinya adalah wa
in min
judikaunya win ulumika
ilmami. Dia berkata wa inna min
judika dunya
wataha wamin
ulumika ilm
lauhi wal qalami. Maknanya di antara
kedermawananmu, di antara kedermawananmu
ya
Rasulullah, kamu ya
Rasulullah adalah dunia dan akhirat.
Dunia dan akhirat itu kedermaan Nabi.
Wamin ulumika. Dan di antara
ilmumu,
ilmumu adalah ilmu lauhil mahfud. Ilmu
lauh dan
pena. Ini tentu dusta ya karena Nabi
sallallahu alaihi wasallam tidak tahu
ilmu gaib.
Makanya Aisyah
mengatakan, "Manq anna Muhammad
sallallahu alaihi wasallam yamu
maqadinqqallahi firah liallaha taala
yaakul eh kata Aisyah, siapa yang
mengatakan
bahwasanya kalau Nabi tahu apa yang
terjadi besok maka dia telah melakukan
dosa besar terhadap Allah Subhanahu wa
taala." Ya, karena Allah Subhanahu wa
taala mengatakan tidak ada yang tahu.
Katakanlah tidak ada langit dan di bumi
yang tahu hal gaib kecuali siapa? Allah.
Dan banyak dalil kita bahas, sering kita
bahas ya. Rasul sahu alaih wasallam aja
ketika Aisyah dituduh berzina dia tidak
tahu benar atau tidak. Sampai nunggu
sebulan sampai Allah kabarkan baru dia
tahu tidak berzina. Aisyah ketika
kalungnya hilang pun cari-cari enggak
dapat sampai subuh enggak ketemu.
Ternyata diinjakin oleh unta. Untanya
berdiri baru ketahuan. Untanya juga
enggak ngomong sama Nabi. Ada dua. Ini
terlalu banyak dalil. Rasulullah tidak
tahu. Ketika ada sahabat yang meninggal
maka Ummu Atiyah
berkata ee saya lupa siapa seorang
sahabiyah. Dia mengatakan selamat engkau
wahai fulan. Ee kemudian kata Rasul sahu
alaihi wasallam yudrik dari mana kau
tidak selamat? Sementara saya nabi, saya
tidak tahu apa yang terjadi pada padaku.
Jadi intinya Rasulullah tidak tahu ilmu
gaib. Makanya waktu terjadi gerhana
Rasulullah sahu alaihi wasallam segera
takut dikira hari kiamat. Terlalu banyak
dalil Rasulullah tidak tahu. Rasulullah
hanya tahu kalau Allah kasih tahu. Dan
Allah kasih tahu bukan lewat suruh Nabi
nengok lahil mahfud tapi melewati apa?
wahyu. Makanya ketika ada sebagian
mereka yang mensyarah hadis ini,
sebagian
ulama dia mengatakan wamin ulumika
ilmualqami. Di antara ilmu Muhammad
adalah Rasulullah sahu alaih wasallam
adalah ilmu lauhil mahfuz. Kenapa?
Ketika isra ketika Rasulullah Isra
Mikraj Allah membuat Nabi tengok lauhil
mahfuz. Ini enggak ada dalilnya. Ini
enggak ada
dalilnya. Kalau kalau Nabi tahu ilmu
lahil mahfuz berarti semua yang gaib.
Nabi tahu tidak tahu ya.
Wala alamul gaib. Katakanlah, "Aku tidak
tahu ilmu gaib dalam Alquran." Walamul
gaib. Aku tidak tahu ilmu gaib. Dalam
ayat yang
lain, kalau aku ilmb akan banyak
melakukan
kebajikan.
Ya, dan aku tidak akan
ditimburukan. Tapi rasul sahu al
wasallam ketika perang Uhud terluka. Dia
tidak tahu ilmu gaib. Jadi ini
kedustaan. Makanya menganggap Nabi tahu
ilmu gaib ini kesyirikan.
Kenapa para dukun musyrik dan kenapa
orang kalau pergi ke dukun dikatakan
musyrik? Karena meyakini dukun tersebut
tahu ilmu gaib. Ini di antara ee
kesalahan fatal. Tidak ada yang tahu isi
lahil mahfud kecuali Allah subhanahu wa
taala.
Yang kedua, tafsiran
falasifah para
[Musik]
filsuf pengikut ee siapa namanya?
Alutin
ee apa? Bahasa bahasa flotunis. Plotunis
ya.
Plotunis atau bahasa Arabnya
aflutin bukan flato ada plato ada
plotunis ya. Ini yang pertama kali
membuat ide namanya alfaidul ilahi atau
tawallud nadir tawallud atau alfaidul
ilahi tentang penciptaan.
Dan ini diikuti oleh
beberapa filsuf muslim. Diikuti
oleh saya nukil perkataan mereka semua
dalam kitab syaritia di antaranya oleh
Alfarabi. Al-Farabi kemudian Ibnu
Sina. Kemudian di antaranya Ibnu
Arabi dalam kitabnya Alfutuhat alfutum
makiyah. Jadi mereka mengatakan
bahwasanya alus terjat dari tercipat
dari alillatul ula kausa prima yaitu
merupakan suatu yang sangat simpel dan
dialah sumber segala alam semesta
disebut dengan
ee alillatul ula. Kemudian setelah itu
memunculkan silsilatul uqul akal
pertama, akal kedua, akal ketiga sampai
namanya al-aqal fa'al. Akal fa'al itu ya
itu istilah mereka suatu akal jauhari
yang maknawi yang mereka sebut dengan
al-qalam ya nanti mereka namakan lauhul
mahfud dengan annafsul kulliyah. Jadi
untuk bisa terjadi apa yang di alam
semesta ini silsilah makna-makna dari
alqal akal awal akal kemudi nanti ada
annufus alquulliyat baru kemudian
almayyanat semua silsilah yang gedabrus
tidak masuk akal ya kalau ada waktu kita
jelaskan tapi saya juga bosan
menjelaskannya karena sulit dan memang
tidak masukal tidak ada dalilnya berisik
tentang hal gaib tentang terjadi alam
semesta sehingga mereka mengatakan
bahwasanya pena itu alaqal faal dalam
sebagian perkataan mereka mengatakan
Jibril adalah alaql alfa'al
Aqal maksudnya akal. Jadi bukan sosok
seperti yang digambarkan Jibril bersayap
itu. Enggak. Itu cuma hanya
ungkapan-ungkapan
kiasan. Jibril bukan itu. Jibril alaqal
fa'al. Intinya pembahasan panjang.
Intinya ini adalah tentu kesesatan.
Mereka punya keyakinan terhadap filsafat
atau falsafah. Kemudian mereka
mencocokologi. Mereka ambil-ambil
istilah-istilah syari ditempelkan pada
keyakinan mereka tersebut. Ya. Baik.
Al-Farabi, Ibnu Sina, maupun Ibnu Arabi.
Dalam kitabnya Alfutuhat Almakiyah di
internet ada pembahasannya banyak
tungkilan-tukilan dari Ibnu Arabi. Dia
mengatakan lauhil mahfud adalah ee anfs
kulliyah
[Musik]
tib. Kemudian di akhir ya masih ada
waktu ya ee kita biar pembahasannya
selesai. Saya nukilkan dari penjelasan
menakjubkan
dari Aliz Ibnu Abdlis Alhanafi
rahimahullahu taala dalam kitabnya
syarah akidah thawiyah. Ya. Jadi ketika
beliau bahas intisari dia ingin
menjelaskan tentang apa fungsinya kita
belajar pena dan qolam pena dan lauhil
mahfud. Ada maksudnya kata beliau yaitu
sebagaimana perkataan atahawi. Lihat di
perkataan
atahawi. Kalau seluruh makhluk
seluruhnya bersatu padu terhadap suatu
yang sudah Allah catat akan terjadi,
ingin dirubah untuk tidak terjadi,
mereka tidak bakalan
mampu. Allah sudah bilang terjadi mereka
berubah tidak bakal
mampuin lam
yaktubullahu taala fi'alu kainan lam
yaqdir alai sebaliknya kalau mereka
bersatu padu berkumpul mendatangi yang
Allah catat catat tidak akan terjadi
mereka rubah untuk terjadi tidak bakalan
mampu jafalqamu bima huaqiamah pena
sudah kering tidak ada tulisan lag sudah
tintah sudah habis jadi tidak ada
terjadi apa perubahan ya ini seperti
dalam hadis Ibnu Abbas Rasulullah
mengenai fadil
Jagalah Allah, Allah akan jaga engkau.
Nabi
berkata, "Kalau mereka berkumpul untuk
berau manfaat dengan suatu manfaat yang
Allah tidak catat, mereka tidak akan
bisa diberat kepada
engkau." Kalau mereka berkumpul ingin
beri mudarat kepada engkau yang Allah
tidak catat jadi mudarat bagi engkau,
mereka tidak akan bisa beri mudarat
kepadamu. sudah diangkat dan lembaran
sudah kering. Jadi tidak ada lagi ee
perubahan ya. Setelah
itu di sini Ibnu Albizal berkata,
"Faidza alimal abdu anna minillah."
Kalau dia tahu semuanya sudah yang Allah
tentukan semua dari Allah Subhanahu wa
taala fal wajib ifraduhu subhanahu bil
khasyaah, maka harusnya mentidkan Allah
dalam khasyah. Tidak takut kecuali hanya
Allah. Watqwa, tidak bertakwa kecuali
hanya kepada Allah.
Jangan takut kepada orang, takutlah
kepadaku. Enggak perlu catat kena, kena
kalau enggak enggak. Tinggal kau
luruskan niatmu untuk apa? Hanya takut
kepada Allah Subhanahu wa taala. Waaya
farhabun. Takutlah kepadaku. Kata Allah.
Waaya fattaquun. Hanya kepada engkau
akulah
bertakwa. Ya
wamutiillahasulahi faulaika humul
faizun. Siapa yang ber taat kepada Allah
dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah,
bertakwa kepadanya, maka mereka itulah
orang yang ee
beruntung. Kata beliau, wabudda likulli
abdin yattaqi asya. Namanya manusia
pasti dia ada takut kepada suatu dia
pasti berusaha bertakwa kepada suatu
menghindarkan diri dari sesuatu fainnahu
laisu wahdah karena tidak hidup sendiri
ada makhluk-makhluk yang lain. Walau
kana malakan walau kana malikan mutahan.
Meskipun dia raja yang dipatuhi fala
budatqi as dia hindari, ada hal yang
ditakuti meskipun dia raja
ditaati. Yuri biha ryatahu yang kemudian
dia di situ memperhatikan eh rakyatnya.
Dia menjadikan rakyatnya sebagai eh
perhatian. Fain fahina idin faludda
insantaqi. Maka setiap manusia pasti ada
yang dia hindari. Faillam yattaqillah
itqal makhluk. Kalau dia tidak bertakwa
kepada Allah, dia pasti bertakwa kepada
manusia. Maksudnya kalau dia tidak takut
kepada Allah, dia pasti takut kepada
makhluk. Wal
khalq la yattafiqu hubbuhum kullum
wqdum. Dan manusia tidak semuanya
sepakat dalam cinta dan
benci. Balilladzi yuriduhu h yub h. Ini
yang disukai si fulan dibenci sama yang
lain. Fala
yumkinumim. Maka tidak mungkin membuat
mereka senang semuanya. Kama q Syafi
radhiallahu anhu sebaga perkataan Imam
Syafii keriduan manusia itu hal yang
tidak mungkin
didapatkan
biluka maka kalau gitu sibukkanlah
perkara yang bermanfaat bagimu.
Lazimilah jangan cari validasi netizen.
Tidak akan pernah selesai. wahu fala eh
tuani
ya khq la maqdur w makmur adapun
menjadikan manusia supaya suka sama kita
tidak bukanlah perkara yang dimampui
untuk dilakukan dan tidak diperintahkan
waardul kh maqdur adapun buat Allah rida
itu mampu kita
lakukan kemudian beliau berkata
ee wa aidan fal makhluk la yugni anhu
minallahi saian
Ya, makhluk ya tidak bisa memberi
sesuatu kalau sudah Allah
tetapkan. Kafah. Kalau seorang sudah
bertakwa kepada Allah maka Allah akan
mencukupi dari urusan manusia. Kama
kataba Aisyatu katabat aisyatu Muawiyah.
Aisyah pernah menulis surat kepada
Muawiyah. Waru marfuan warya maukufan.
Diriwayatkan secara marfu dan makuf.
Jadi Muawiyah kirim surat kepada Aisyah.
Wahai Aisyah, nak beri nasihat kepadaku,
tapi nasihat yang pendek, jangan
panjang." Ketika itu Muawiyah sebagai
khalifah atau gubernur kalau enggak
salah khalifah. Maka Aisyah nulis surat
nasihat yang pendek dan bermanfaat bagi
seorang khalifah atau sebagai seorang
amir. Man arallaha battinas radhiallahu
anhu. Siapa yang mencari keridaan Allah
dengan mengakibatkan kemurkaan manusia,
Allah rida
kepadanya. Dan Allah akan menjadikan
manusia rida kepadanya suatu saat.
Siapa yang mencari keridaan manusia
dengan kemurkaan
Allahu maka yang mengujinya suatu saat
akan
mencelanya
kafahu anhu. Siapa yang mencari keran
Allah maka Allah akan mencupkan diri
urusan manusia dan Allah akan rida
ee
[Musik]
kepadanya dan seterusnya ya.
Tib
terakhir wa alal abdi katahawi abdiam
anallaha
qqin minqi dan seorang hamba harus tahu
bahwasanya ee Allah ilmunya sudah
mendahului segala sesuatu dari
makhluknyaqika takdiran muhkaman
mubraman Allah telah mentakdirkan dengan
muhkam dengan kokoh tidak akan
dirubah-rubah fi naqidun tidak ada yang
bisa membatalkan takdir Allah muakibah
dan tidak ada yang bisa protes. Wala
muzil dan tidak ada yang bisa
menghilangkan wala mugayir tidak ada
yang bisa merubah wala naqis tidak ada
yang bisa mengurangi wala zaid tidak ada
yang bisa menambahi catatan Allah min
khalqihi famawati ardhi malaikat manusia
langit dan bumi tidak ada yang bisa di
langit dan tidak ada yang bisa
merubah-rubah maka seorang harus yakin
takdir telah
[Musik]
ee terjadi dan tidak akan dirubah-rubah.
Dan ini isyarat bantahan terhadap ee
tadi tokoh yang berikutnya saya lupa
yang ketiga yaitu
adalah ee Al-Qadariyah
gulaat itu qadariah
ekstrem yang mengatakan Allah tidak tahu
tentang Allah tidak tahu sebelum
terjadi. Allah tidak
tahu sebelum
terjadi dan mereka dihukumi kafir.
Ya, Tib demikian saja. Ee jadi intinya
kalau kita beriman takdir, ada yang
menimpa kita, sudah ini sudah takdir,
gak bisa kita hindari ya. Kita berusaha
ya semampu mungkin bertakwa kepada
Allah, serahkan urusan kepada Allah.
Semua di tangan Allah subhanahu wa
taala. Bab demikian wabillah taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.