Kind: captions Language: id Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu takiman lya'ni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu daila ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabih Para hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kembali kita mempelajari ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala dan kita menghadirkan dalam diri kita keutamaan mempelajari ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Ya, sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, majamaun baitinahuna kitaballahu bainahum illa nazalat alaihimakinah wat bihimul malaikah wih rahmah. Tidaklah suatu kaum mereka berkumpul di suatu masjid kemudian mereka membaca ayat-ayat Allah, mereka mempelajarinya ya ayat-ayat tersebut kecuali akan turun kepada mereka ketenangan. Kemudian ee akan turun kepada mereka rahmat ya. Malaikat akan memenuhi mereka. Wakaramallahu fah. Dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para malaikat. Dan kajian tafsir adalah termasuk kajian yang menurut saya yang jarang di ee gandrungi oleh kaum muslimin ya. Sehingga jarang ada kajian tafsir. Kalaupun ada maka orang-orang kurang semangat menghadirinya. Padahal sedang membaca ayat-ayat Allah, mempelajari ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Maka saya memotivasi diri saya pribadi dan juga para hadirin hadirat untuk tetap semangat mempelajari ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala agar kita Al-Qur'an bukan sebagai bacaan semata, tetapi juga kita berusaha memahami kandungan isinya. Tib kita masuk pada ayat yang ke-60 sebelumnya pada ayat 69 ya Allah berfirman ya Allahu khairun amma yusyrikun apakah Allah lebih baik ataukah yang mereka persekutukan yaitu apakah Allah lebih baik ataukah sembahan-sembahan mereka yang mereka sembah selain Allah subhanahu wa taala setelah itu ya baru kemudian Allah sebutkan dalil-dalil tentang hanya Allah yang berhak disembah maka ini pendalilan banyak Dalam Al-Qur'an Allah berdalil dengan rububiyah Allah bahwasanya Allah almutfarid yang esa dalam penciptaan alam semesta yang mengatur alam semesta, yang menguasa alam semesta. Kalau dia esa dalam penciptaan, pemilikan, dan pengaturan, maka dia juga esa dalam disembah. Ya, ini sering dalam Al-Qur'an banyak sekali. Istidlal berdalil dengan tauhid rububiyah untuk tauhid apa? Al-uluhiyah. Dan tauhid rubiyah secara global diakui oleh kaum musyrikin seperti Allah berfirman, manqumawati wal ardqulunallah. Kalau engkau bertanya kepada mereka, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi?" Kata mereka, "Allah subhanahu wa taala. Sungguh-sungguh mereka benar-benar akan berkata Allah tanpa ragu-ragu." Makanya datang dengan lam taukid dan nun taukid. La yaquulunallah. Sungguh-sungguh mereka kalau ditanya siapa menciptakan langit dan mereka mengatakan Allah. nazala minahil bahaallah. Kalau mereka ditanya siapakah yang menurunkan langit, menurunkan hujan dari langit kemudian menumbuhkan tanah yang tandus menjadi subur kembali, sungguh benar-benar mereka akan menjawab adalah Allah subhanahu wa taala. Dalam ayat yang lain, walain saaltahum man khalaqahum. Jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapa yang ciptakan mereka?" Laquulunallah. mereka berka diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini hal yang makruf dan saya sudah sering bahas dalam kajian tauhid. Di antaranya saya sebutkan dalil-dalilnya dalam syarah ee Alqauaidil arba Arba. Bahwasanya orang-orang musyrikin dahulu mereka mengakuki rubiyah Allah. Karena wajar orang-orang Quraisy mereka keturunan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Nenek moyang merekalah yang bangun meninggikan Ka'bah sehingga mereka juga beribadah. Namun mereka melakukan kesyirikan. Namun mereka melakukan kesyirikan. Maka di sini Allah ingatkan kepada mereka tentang rububiyah Allah agar mereka tidak berbuat syirik. Sebelumnya di ayat 59 Allah berfirman, "Allahu khairun amma yusyrikun." Allah yang lebih baik. Ataukah sembahan-sembahan yang kalian sembah? Hubal ya. Kemudian eh apa namanya? Eh manat ya. Latah al uzza ya. sembahan-sembahan mereka selain Allah Subhanahu wa taala atau yang mereka sembah berupa malaikat atau yang mereka sembah berupa jin ya mereka sembah ee pepohonan mereka sembah berhala-berhala ya atau nabi-nabi yang mereka sembah Allah yang lebih baik ataukah sembahan-sembahan selain Allah karena kita tahu ee dalam bahasan tauhid bahwasanya sesembahan orang musyrikin bukan cuma berhala berhala itu pun adalah simbol dari orangorang saleh lata uzzamanat hubal Ya. Kemudian ee mereka juga menembah para malaikat ya. Mereka juga menyembah para jin. Pembahasan ini pembahasan panjang lebar dalam e pembahasan tauhid tib. Maka kemudian Allah sebutkan dalil-dalil tentang rububiyah Allah dimulai dari ayat 60. Kata Allah subhanahu wa taala, "Amqati wazalumakumhailun." Ataukah siapa yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan bagi kalian dari langit air hujan? bihi dengan air hujan tersebut kami tumbuhkan hadq bahjah taman-taman kebun-kebun yang indahum antumituha yang kalian tidak mampu untuk menumbuhkan taman-taman yang indah kebun-kebun yang indah tersebut Allah adakah sesembahan selain Allah yang melakukan itu semua atau tafsir yang lain adakah sesembahan selain Allah yang berhak disembah selain Allah ya balhum kaumu yadilun tetapi mereka adalah orang-orang yang melakukan al-udul yaddilun yaitu menyimpang. Tib. Ibnu Katsir rahimahullahu taala ketika menafsirkan ayat ini beliau mengatakan amman atau siapakah maksudnya ini Allah menyampaikan siapakah yang lebih baik yang membuat ini semua atau yang kalian sembah. Ini datang dalam Al-Qur'an metode seperti ini dalam beberapa ayat seperti firman Allah Subhanahu wa taala [Musik] amanuiliam. Dalam surat Azzumar kata Allah aman hua apakah yang bangun malam kemudian salat malam sujud kemudian berdiri mengharap rahmat Allah takut dengan akhirat apakah sama dengan orang yang tidak demikian? Tapi Allah tidak menyebutkan perbandingan yang dibandingkan. Jadi Allah hanya mengatakan, "Apakah orang yang seperti ini sama dengan aman huq?" ataukah sama dengan orang seperti ini? Ya, maksudnya tidak sama dengan orang tidak melakukannya. Meskipun yang tidak melakukannya Allah tidak sebutkan, tapi sudah dipahami dalam konteks. Maksudnya Allah sedang membandingkan antara orang yang bangun malam, salat malam, sujud tidak sama dengan orang yang tidak melakukannya. Makanya di akhir ayat Allah berkata, "Qul hal yastawilladzina la ylamun." "Qul hal yastawilladzina ya'lamuna walladzina la ya'lamun." Apakah sama orang berilmu dengan orang tidak berilmu? Yaitu Allah ingin mengatakan orang berilmu kegiatannya seperti ini. Dia bangun malam, dia salat. Apakah sama orang jahil yang tidak melakukan ibadah seperti ini? Demikian juga seperti Allah Subhanahu wa taala, "Afaman hua qoimun ala kulli nafsin bima kasabat." Apakah Allah yang tegak mengurusi hamba-hambnya, menyaksikan apa yang dilakukan oleh hamba-hambnya sama dengan sesembahan yang tidak bisa melakukannya? Ini metode dibawakan oleh Ibnu Katsir sama dengan ayat ini, ayat-ayat dalam surat Annaml ini. Jadi nanti akan banyak ayat-ayat aman dan apakah apakah apakah maksudnya apakah sama yang kalian sembah dengan Allah yang melakukan ini? Jawabannya tentu tidak sama ya. Taruhlah kita praktikkan misalnya kepada wali yang menyembah wali. Apakah sama Allah yang menurunkan hujan menciptakan langit dengan wali yang tidak bisa cipta apa-apa? Afam yaklu kam laa yakluq? Apakah sama yang mencipta dengan tidak yang mencipta tentu berbeda. Itu maksudnya. Jadi Allah mengingatkan kepada mereka agar meninggalkan sesembahan-sesembahan selain Allah. Karena yang menciptakan alam semesta hanyalah siapa? Allah. maka dialah yang satu-satunya berhak diibadahi, diserahkan ibadah kepadanya. Bukan malaikat, bukan wali, bukan nabi, bukan orang saleh, apalagi sekedar batu, pohon, dan yang lainnya. Karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa, maka tidak berhak untuk disembah, tidak berhak untuk kita bertawakal kepadanya, tidak berhak untuk kita berdoa, menangis-nangis menyerahkan urusan kepadanya. Yang berhak untuk diibadahi hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Tib mulai kita sebutkan eh dalil-dalil rububiyah. Kata Allah dalam ayat 60, aman khalaq samawati. Di sini Allah menyebutkan penciptaan. Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Sudah jelas. Afam yaklu la yakluq. Afala tadakarun. Apakah sama yang mencipta dengan yang tidak mencipta? Tentu yang menciptalah yang diibadahi. Yang tidak mencipta tidak usah diibadahi. Dari tidak ada menjadi ada. Nabi diciptakan, Nabi Isa diciptakan, bukan menciptakan. Malaikat diciptakan apalagi wali ya tidak bisa cipta apa-apa, tidak berhak diibadahi. Ya, ini pertama Allah sebutkan dalil tentang penciptaan. Setelah itu Allah sebutkan tentang kenikmatan yang Allah jadikan di langit dan bumi. Allah bukan sekedar mencipta dan tidak ada menjadi ada, tapi Allah juga menjalankan ya ee kegiatan kehidupan dari langit dan bumi yang semua adalah untuk kenikmatan manusia. Kata Allah, "Wa anzala lakum minasama maan." Dan yang menurunkan bagi kalian dari langit hujan. Faambatna bihi. Dan dengan hujan tersebut kami tumbuhkan hadaiq. Hadaiq jamak dari hadiqah. Hadiqah itu maknanya menurut bahasa Arab yaitu taman yang yuhdiquuna bihi yang dikasih pagar. Biasanya taman disebut hadiqah jika di situ ada ee anggur-anggur. Karena anggur mudah dipetik. Kalau kurma tidak perlu dikasih apa? Pagar. Maka disebut hadiqah adalah kebun yang dipagarin. Biasanya di situ ada anggurnya. Entah ada kurmanya tapi yang jelas ada anggurnya sehingga pemandangan menjadi indah. Ada kebun, ada kurmanya, ada anggurnya sehingga pemiliknya memberi pagar ya sehingga disebut dengan hadiqah. Dan ini salah satu ee kenikmatan hadq hadaiqo data bahjah. Siapakah yang menumbuhkan kebun-kebun yang indah tersebut? Bahja artinya keindahan yang enak untuk dipandang, dilihat. Ya, mak lakum antumitu syajarah. yang kalian tidak mampu untuk menumbuhkan ee pohon-pohonnya. Kalian tidak mampu. Siapa yang bisa menumbuhkan ee itu tumbuhan? Makanya dalam hadis ee ketika tentang larangan membuat patung ya atau makhluk bernyawa, menggambar makhluk bernyawa. Allah subhanahu wa taala dalam hadis qudsi ee Allah mengatakan eh falyakluquratan awil yakluqu syairatan. Coba suruh mereka ciptakan semut atau coba suruh mereka ciptakan syaairah gandum. Tidak ada yang bisa ciptakan semut, tidak ada yang bisa ciptakan apa? Gandum. Ya Allah sebutkan ee dalam ya akhir-akhir surat alhajib matsalun fastami innadina taduna minunillahiakuban wujama. Telah dibuat perumpamaan bagi kalian maka dengarkanlah. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tidak bisa ciptakan meskipun hanya seekor lalat. Meskipun mereka bersatu padu, mereka bikin lalat, mereka tidak akan bisa menciptakannya. Lalat gak bisa. Siapa yang bisa bikin lalat? Ya, makanya di antara kebingungan orang ateis, mereka bisa menyebutkan secara mungkin mereka logika mereka bahwasanya namanya evolusi, perkembangan, perubahan. Tapi yang kasih pasang nyawa siapa? Kok dari tidak bernyawa bisa bernyawa? itu tidak masuk dalam teori evolusi. Kalau bentuk-bentuk berubah mungkin, tapi dari tidak bernyawa kemudian bisa bernyawa enggak mungkin. Pasti ada yang memberikan nyawa tersebut. Maka tidak ada yang bisa menciptakan lalat. Bahkan kata Allah dalam hadis qudsi, walakluqu syairatan. Coba suruh bikin bikin gandum. Enggak bisa ya. Bikin gandum. Siapa yang bisa bikin gandum? Gandum ditanam kemudian apa? Tumbuh. Siapa yang bisa bikin telur? Telur dieram kemudian keluar ayam. Ya, enggak ada yang bisa bikin. Ada bisa bikin telur buatan? Ada. Cuma bisa diceplok aja. Telur buatan Cina cuma digoreng. Tapi kalau dieram keluar keluar apa? Ayam enggak bisa. Enggak ada yang bisa bikin. Sampai sekarang enggak ada yang bisa bikin. Makanya Allah mengatakan, "Ma lakum ma kana lakum antumitu syaraha." Kalian tidak bisa menumbuhkannya. Makanya dalam surat eh apa dalam dalam Alquran mengatakan seorang lihatlah apa yang dia makan. Kita misalnya makan buah, makan sayur-sayuran. Kata Allah, "Kami yang turunkan hujan untuk membasahi benih tersebut. Kami yang membelah bumi sehingga keluar benihnya sehingga bisa tumbuh. Ya, kami tumbuhkan. Ini semua Allah yang bikin. Kemudian tinggal kita hadir, kita hadir di depan kita kemudian kita kita makan. Ya Allah juga berfirman dalam Alquran, maahun aantum naahun. Tidak kalian melihat apa yang kalian tanam, kalian tumbuhkan atau kami yang tumbuhkan. Kalau kami ingin, kami akan hancurkan, keringkan tumbuhan-tumbuhan tersebut. Kemudian Allah berfirman, "Renungkanlah tentang air yang kalian minum. Yang turunkan dari awan siapa? Kami atau kalian? Kalau kami berkehendak kami jadikan air tersebut asin. Kalau kalian kami berkena, kami jadikan air tersebut apa? Asin." Ini Allah sebutkan tentang rububiyahnya. bahwasanya ini semua Allah yang bikin. Makanya Allah setelah itu Allah mengatakan a ilahun ma Allah. Adakah Tuhan bersama Allah yang patut untuk disembah? Yang bisa melakukan ini semua. Adakah Tuhan bersama Allah? Ada tafsiran, dua tafsiran yang dua-duanya saling melazimi. Tafsiran pertama, adakah Tuhan bersama Allah yang ikut serta dalam proses ini? Adakah tidak ada? Nabi Isa ngatur hujan? Gak ada. Nabi Muhammad ngatur hujan enggak ada. Malaikat diperintah oleh Allah Subhanahu wa taala tidak melakukan kecuali atas perintah Allah. Ini Allah lakukan sendiri. Dia bersendirian dalam pengaturan ini semua. Yang memberikan nyawa, yang menghidupkan matikan cuma Allah subhanahu wa taala. La ilahun ma Allah. Adakah Tuhan yang ikut serta? Artinya kalau ada silakan disembah. Kalau ada yang ikut serta ciptakan langit dan bumi silakan di disembah. Tapi kalau tidak ada ya. Makanya di antara syirik dalam rububiyah kalau meyakini ada selain Allah yang ikut serta dalam mencipta, dalam memiliki atau dalam mengatur. Kalau meyakini bahwasanya ada jin yang ngatur ee gunung syirik ini. Ada yang mengatur meyakini bahwasanya ee Nyioro Kidul ikut mengatur pantai selatan. Syirik. Jadi yang ngatur semua Allah Subhanahu wa taala. Apalagi mengatakan kita harus memuliakan sang wali karena yang jaga kota kita ini wali. Wali yang sudah mati. Ini wali masih hidup aja tidak bisa jaga dirinya. Tidak bisa jaga dirinya. Makanya ketika dia sakit dia ke rumah sakit maunya sembuh ternyata mati. Dia saja tidak bisa jaga dirinya. Kemudian setelah mati dibilang dia menjaga negeri kita. Syirik atau bukan? Syirik ya akhi. Yang jaga Allah Subhanahu wa taala. Tapi ini tersebar di sebagian apa? Masyarakat. lagi. Kemudian muncul cerita-cerita khurafat-khurafat membuat orang berkeyakinan kepada sebagian wali ya bahwasanya ikut mengatur alam semesta. Tib kata Allah ailahuma Allah adakah Tuhan yang ikut serta dalam menciptakan langit dan bumi mengatur ini semua yang konsekuensinya kalau begitu adakah Tuhan yang berhak disembah sementara yang melakukan hanyalah Allah semata? Jawabannya tentu tidak. Tidak perlu dijawab. Ingkaran namanya pengingkaran. Bal humun yaddilun. Tapi mereka adalah kaum yang yadilun. Yadilun ini ada secara bahasa Arab bisa yaddilun an atau al-udul an atau al-udul bi. Kalau menggunakan al-udul bi maksudnya adalah ee menyamakan selain Allah dengan Allah itu mereka melakukan kesyirikan. Seperti Allah berfirman, "Alhamdulilladzi khalaqas samawati wal ard wa jaalulumati wur tummalladzina kafaru birabbihim yailun." Ada birabbihim yaddilun. Jadi, al-udul bi maksudnya menyamakan selain Allah dengan Allah, yaitu mensyirikan, mensekutukan Allah. Menyembah Allah juga menyembah selain Allah. Jadi makna balhum qumun ya'dilun ada dua tafsiran. Karena Allah tidakebutkan huruf ee apa namanya? Tak'diahnya. Ini bahasa Arab sih. Antum ngerti enggak? Enggak ngerti. Ya sudahlah. Qadarullah. Makanya tidak mungkin sempurna seorang memahami Al-Qur'an dan sunah kecuali kalau ngerti apa bahasa bahasa Arab. Tapi kita bilang adalah ada dua, ada bi, ada adalah an. Kalau adaabi maksudnya menyamakan. Tapi mereka adalah kaum yang menyamakan Allah dengan selain Allah. Itu dalam penyem penyembahan. Kaum musyrikin tidak pernah menyamakan Allah dengan selain Allah dalam urusan penciptaan. Mereka tidak pernah bilang hubal, Lata, Manat, Uzza menciptakan langit itu tidak ada dalam kamus mereka. Tapi Allah mengatakan mereka menyamakan menyekutukan Allah dalam periba peribadatan. Yaitu mereka menyembah Allah, mereka juga nyembah selain Allah. Mereka berdoa kepada Allah, mereka juga berdoa kepada selain Allah. Mereka bertawakal kepada Allah, mereka juga bertawakal kepada selain Allah yang tidak pantas untuk ditawakali. Kenapa? Karena sembahan mereka tidak ikut menciptakan langit dan bumi dan tidak ikut menumbuhkan tetumbuhan, tidak ikut menurunkan hujan. Bagaimana kemudian bisa diibadahi? Ini pendapat pertama. Yang kedua, balhumun yadilun. Maksudnya adilun anil haq, yaitu mereka berpaling dari kebenaran. Mereka tidak mau mendengar kebenaran. Mereka tidak mau mendengar dakwah tauhid dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka tetap ngayal dengan kesyirikan yang mereka lakukan dengan dalil turunan nenek moyang. Selesai. Ya, ini tradisi masa mau ditinggal. Kami sudah nyaman selama ini dengan tradisi kesyirikan. Ya, sulit memang terkadang meninggalkan tradisi setelah merasa kenyamanan dan nyaman janganlah diganggu-ganggu nyaman ya. Tib. Kemudian Allah sebutkan lagi ya, amman ja'al ardor. Siapa menjadikan bumi tenang ya bumi tidak bergerak, tidak bergoyang dia tenang. bisa di ditinggali dengan nyaman. Waja'ala khilalaha anhar. Kemudian Allah tidak jadikan bumi demikian. Tapi Allah jadikan di antaranya ada sungai-sungai. Subhanallah. Sungai dengan isinya berbagai macam sungai dibuat untuk apa? Kehidupan. Coba kalau antum ke Mesir lihat sungai Nil. Sungai Nil kalau enggak salah melewati sembilan negara atau kurang lebih dari sungai tersebut berbagai macam apa timbul perkotaan. Mereka ambil kehidupan dari apa sungai tersebut. Sungai sumber kehidupan untuk cocok tanam, untuk ee tumbuk apa namanya ikan-ikan dari sungai tersebut ya dan untuk kebutuhan-kebutuhan yang lainnya. Waja'ala khilalaha anharo waja'ala laha rawasiya. Dan Allah jadikan bagi dia rawasi itu ya suatu yang sawabit yang kokoh. Maksudnya gunung. Gunung Allah jadikan gunung buat bumi tersebut. Antamida bikum agar bumi tidak bisa bergoyang. Ini antum tanya ahli geologi. Coba tanya ahli geologi. Apa fungsi gunung di antaranya tidak membuat bumi bergetar? Ya, ahli geologi mereka lebih ngerti ya. Waja'ala bainal bahraini hajiza. Dan Allah menjadikan penghalang di antara dua bentuk albahar. Yaitu dua albahar maksudnya kumpulan air yang banyak. Maksudnya sungai dan laut. Sungai disebut laut bahar. Bahar itu bahasa Arab artinya air yang banyak atau sungai sumber air yang banyak. tawar namanya sungai. Sumber air banyak yang asin namanya apa? Laut. Allah jadikan penghalang di antara keduanya. Ini kalau kita baca buku tafsir zaman dahulu, mereka maksudkan Allah membuat sungai air sungai terhalang dari sungai air laut dengan berbagai macam cara. Di antaranya dengan daratan, dengan dataran. Ya, kalau penafsiran sekarang ditambah ee para mufassirin mutaakhirin mereka mengatakan di antaranya terkadang bertemu air payau dengan air laut tapi tidak bisa ber bersatu. Allah menjaga konsentrasi atau massa jenis masing-masing air sehingga terjaga tidak bersatu. Kenapa tidak disatukan? Karena ada kemaslahatan masing-masing. Di air di air payau atau di air tawar ada kemaslahatan yang Allah kehendaki. Di air laut ada kemaslahatan yang Allah kehendaki. Butuh air laut, butuh air tawar. Allah mengatakan, "Kami jadikan penghalang di antaranya." Ya, kalau kita baca Ibnu Katsir, tafsir ulama-ulama terdahulu, mereka mungkin belum mendapati fenomena alam di mana air tawar berdamping dengan air apa? Air asin. Sehingga mereka mengatakan maksudnya sungai-sungai yang dibatasi dengan ee dataran-dataran. Ya, nanti pada hari kiamat semua bersatu. Makanya Allah mengatakan ee waidal biharu fujirat. Ya. Ya. Ketika air laut kemudian meluap, kemudian bergabung antara air laut dengan apa? Air air sungai. Kemudian Allah mengatakan biharu sujirat setelah bergabung Allah bakar air laut tersebut menyala jadi api. Bagaimana caranya? Urusan Allah tinggal dibuka H2O-nya jadi apa? Oksigen, hidrogen terbakar. Wallahualam. Itu urusan apa? Allah Subhanahu wa taala. Tapi sekarang sebelum hari kiamat masing-masing pada tempatnya. Ini adalah nikmat-nikmat yang Allah berikan. Allah jadikan bumi seperti ini. Allah jadikan sungai-sungai. Allah jadikan lautan. Allah gunung-gunung. Ailahumma Allah. Adakah Tuhan yang melayanukan seperti ini bersama Allah? Kerja sama dengan Allah melakukan ini semua. Adakah Tuhan? Apakah Nabi Muhammad ikut serta menciptakan langit dan bumi mengatur alam semesta? Tidak. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam makhluk termulia di alam semesta tidak berhak untuk di disembah. Dia enggak bisa apa-apa. Makanya terluka ketika perang Uhud. Waktunya sakit-sakit. Ketika meninggal meninggal waktunya lapar-lapar. Waktunya buang hajat-buang hajat. Ya. Nabi sallallahu alaihi wasallam manusia terbaik tapi dia tidak mengatur alam semesta. Nabi Isa juga tidak. Dikejar-kejar kabur minta tolong sama Allah. Angkat. Coba kalau dia ngatur alam semesta. Mana mau kejar-kejar dia? Dia kabur, sembunyi, ketahuan enggak bisa. Enggak ada. Apalagi cuma wali-wali. Seperti waktu musim corona. Ada yang bilang kalau mau selamat dari corona, pasang foto wali ini di rumah aman. Itu wali saja waktu sakit dia ke rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Dia pengin sembuh aja enggak, enggak bisa. Dia saja ingin menyembuhkan dirinya tidak bisa. Akhirnya ke rumah sakit, akhirnya meninggal dunia. Sekarang sudah mati. Bilang fotonya bisa menyelamatkan dari apa? Corona. Khurafat tingkat tinggi. Khurafat. Subhanallah. Di tanah air kita luar biasa ya. Siapa yang mengatur ini semua? Dia yang berhak disembah. A ilahuma Allah. Adakah tuan selain Allah yang menyertai Allah dalam pengaturan alam semesta ini? bal aksaruhum la yalamun kebanyakan mereka tidak tahu tidak tahu konsekuensinya ya ini subhanallah kalau kita lihat ya jadi ini di antara dalil tentang apa namanya ee bagaimana adanya Tuhan di antaranya dengan dari tidak ada menjadi ada. Allah menciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi apa? Menjadi ada. Kemudian di antara adanya Tuhan yaitu namanya dalilul inayah. Kalau tadi di dalilul ijad yaitu proses tidak ada menjadi ada. Ini pembahasannya panjang lebar ya. Kemudian di antaranya dalil inayah. Bagaimana Allah menciptakan alam semesta ini dengan serasi. Ada hujan, ada sungai, ada lautan, ada dataran, ada gunung. Semua ini menunjukkan Allah perhatian kepada makhluk yang akan tinggal di situ, yaitu manu manusia. Kalau kita buka lagi zaman sekarang, ternyata di dalam tanah ada minyak bumi untuk kebutuhan ini. Ternyata ada logam buat kebutuhan ini. Kemudian Allah buka ilmu sedikit demi apa? Sedikit. Ini bukan kebetulan, tapi sudah dirancang oleh Allah untuk ilmunya dibuka sedikit demi ya, Pak. Sedikit habis energi ini, muncul energi ini. Sementara kalau kita baca misalnya oksigen, oksigen di atas muka bumi dengan kadar tertentu. Kalau berlebihan kita enggak bisa hidup. Mudah terjadi ledakan. Sementara di bagian planet lain ada oksigen tapi dengan kadar yang berbeda. Allah sudah atur semuanya. Ini namanya dalil inayah. itu bahwasanya tidak asal-asalan ketika membuat sesuatu. Kalau namanya orang ateis, Tuhannya kebetulan. Kebetulan begini, kebetulan. Kalau kebetulan enggak mungkin begini. Makanya sering bilang kalau orang ateis kita kasih bola, bola tersebut ternyata ada jahitan bendera Indonesia, bendera ini, bendera ini banyak rapi. Dalam satu bola ada 60 bendera negara-negara. Kita bilang ini terjadi kebetulan atau ada yang bikin? Dia pasti bilang ada yang bikin karena enggak mungkin rapi seperti ini. Ada bendera-bendera enggak mungkin rapi seperti ini. Ya, kita bilang kamu saja bola ini kamu bilang tidak mungkin terjadi kebetulan apalagi bola dunia. Dengan berbagai macam sistem yang ada dalam bola dunia tersebut. Seperti ini Allah sebutin siapa yang ciptakan langit dan bumi? Bukan ciptakan langit dan bumi. Siapa yang menurunkan hujan, siapa yang bikin sungai, siapa yang bikin laut, siapa yang menumbuhkan tumbuhan, siapa? Ini sistem semua. Bisakah kau tumbuhkan tumbuhannya? tumbuhan dengan berbagai macam modelnya sesuai dengan kebutuhan manusia untuk keindahan hewan-hewan dengan ini gak mungkin terjadi apa kebetulan apalagi Allah berkata hadaiqata bahjah Allah tumbuhkan tumbuhan yang indah untuk dipandang kalau Tuhan kebetulan aja terjadi tanpa Tuhan maka cukup yang penting bisa buat dimakan tapi ternyata Allah tidak ciptakan cuma buat dimakan saja tapi ada keindahan anggur dengan keindahannya kurma dengan apa keindahannya. Kalau kebetulan atau evolusi cuma plek pada titik tidak perlu indah. Makanya di antara bant orang-orang ateis ada keindahan dalam semesta. Berarti Tuhan itu ada. Dia ingin bikin apa? Kein keindahan. Makanya Allah mengatakan hadaiq data bahjah. Kebun-kebun taman-taman yang yang indah. Kalau kebetulan sama rawut paham tapi ini ada keindahan. Berarti ada yang rancang ada Tuhan di balik itu semua tib. Bal aksaruhum la ya'lamun. Jadi Allah sebutin ini semua bagaimana rububiyah Allah dijadikan bahwasanya ada yang menciptakan dan dia yang berhak untuk disembah semata-mata. Set Allah berfirman, "Amma yujibul muta." Setelah Allah bicara tentang alam semesta Allah ciptakan tidak ada menjadi ada. Setelah itu Allah ceritakan tentang tadbir, tentang bagaimana pengaturan alam semesta itu ada Tuhan. Allah sebutkan dalil yang kalian rasakan wahai kaum musyrikin. Bukankah ketika kalian dalam kondisi terdesak, kalian berdoa Allah kabulkan? Siapa yang kabulkan? Yang kabulkan cuma Allah. Makanya Allah menyebutkan dalam ayat ke-62, amma yujibul mutar idza daa. Dan siapakah yang memperkenankan mengabulkan doa? Orang yang dalam terdesak almutar id daa ketika dia berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Kita duduk kita menangis berdoa kepada Allah. Kemudian masalah kita diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Namanya al-mutar. Dalam kondisi apa? Terdesak. Dan ini diyakini oleh orang musyrikin Arab. Makanya Allah jadikan dalil. Jadi maksud saya rentetan dalam surah An-Naml ini dari ayat 60 sampai seterusnya ini Allah sedang berdalil tentang apa yang diyakini oleh orang musyrikin Arab agar mereka meninggalkan kesyirikan. yaitu hal-hal yang mereka sudah terima. Yang ciptakan langit bumi ya Allah mereka tahu. Yang menumbuhkan tumbuhan Allah yang buat sungai laut Allah yang turun tanam gunung pada bumi Allah ya mereka tahu itu semua. Ya kalau gitu ya sembah Allah semata dong. Nah di antaranya Allah menyebutkan tentang kondisi mereka. Amma yujibul mut idah. Bukankah kalau di antara kalian ada yang dalam kondisi terdesak dia minta kepada Allah? Dia tidak minta kepada selain Allah. Dan Allah sebutkan dalam banyak ayat dalam Al-Qur'an misalnya firman Allahu daah mukin kalau mereka dalam kondisi sedang berlabuh di atas lautan ombok besar maka mereka ikhlas hanya berdoa kepada Allah. Mereka tidak berdoa kepada Lata, Uza, Hubal dan yang lainnya. Falam najahum ilal barri. Ketika mereka diselamatkan daratan, idza hum yusyrikun, mereka syirik kembali. Subhanallah. Ketika orang-orang musyrikin Arab dalam kondisi terdesak, fitrah mereka bergerak. Mereka hanya minta kepada Allah semata. Allah semata. Tib. Alhamdulillah wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasalah. Kita lanjutkan masih pada ayat 62. Allah berfirman, amma yujibul mut daah. Dan siapakah yang perkenankan mengabulkan doa seorang dalam kondisi terdesak? Almutar yaitu dalam kondisi terdesak. Asyaukani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Qadir menyebutkan, "Kenapa orang terdesak mula dikabulkan? Karena dia ketika itu tawakalnya sempurna, hanya bersandar kepada Allah. Dia tidak bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa taala dan dia benar-benar menghinakan dirinya. Dan tiara sebab doa dikabulkan ketika tawakal bulat hanya kepada Allah dan seorang benar-benar merendahkan dirinya, maka saat itulah mudah dikabulkan doa. Tentunya ini hukum asal seorang dalam kondisi mendesak. Jangankan orang muslim, orang kafir pun dikabulkan doanya oleh Allah. Tapi kalau dalam kondisi mendesak, seorang berdoa tidak dikabulkan, tentu ada hal-hal penyebabnya. Bisa jadi yang terbaik bagi dia tidak dikabulkan atau Allah palingkan yang lainnya. Yang lebih parah daripada itu. Kita hanya husnudzan kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi hukum asalnya orang kalau dalam kondisi berdoa dalam kondisi terdesak, membulatkan tawakalnya hanya kepada Allah, tidak bergantung kepada makhluk siapapun dan dia menghinakan dirinya maka hukum asal doanya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala. Bukan cuma itu, Allah mengatakan waksifusua. Dan Allah menghilangkan ee keburukan. Yaitu ada keburukan yang tidak sampai pada derajat iftirar darurat. Jadi keburukan-keburukan yang lain banyak yang Allah angkat dari e seseorang dia berdoa kepada Allah. Apakah dia berdoa ataupun dia tidak berdoa, Allah hilangkan keburukan ee darinya. Ya, bukan cuma itu. Allah berkata, "Waja'alukum khulafaal ard." Dan Allah jadikan kalian sebagai khulafa. Khulafa jamak dari khalifah. Khalifah itu yang menempati bumi dan silih berganti. Satu generasi tidak dikatakan khalifah kecuali datang setelah kaum sebelumnya. Makanya Abu Bakar dikatakan khalifatu rasulillah, pengganti apa Rasulullah. Yaitu Allah jadikan kalian khaaif ganti mengganti satu generasi, generasi berikutnya, berikutnya, berikutnya untuk mengambil manfaat dari ee bumi ini. Ya Allah siapkan bumi untuk diambil manfaatnya dan Allah berikan kalian kemampuan untuk mengambil manfaat dari bumi tersebut. Ini semua kenikmatan kata Allah. A ilahum ma Allah. Adakah Tuhan yang bersama Allah yang memberikan nikmat ini semua? Dan konsekuensinya adakah Tuhan yang patut disembah? Sementara Tuhan tersebut tidak bisa melakukan ini semua. Qolil ma tadakarun. Amat sedikitlah kalian yang mengingatinya. Ini orang musyrikin mereka tidak mengambil konsekuensi rububiyah untuk uluhiyah. Seharusnya kalau mereka tahu tentang rububiyah hanya Allah yang mencipta, yang mengatur, memilih alam semesta. Harusnya hanya Allah yang disembah. Tapi ternyata mereka juga menyembah selain Allah. Kemudian Allah berfirman selanjutnya masih tentang rentetan kenikmatan yang Allah sebutkan. Amma yahdikum fiulumatil bar wal bahr. Siapa yang beri petunjuk kepada kalian dalam kegelapan daratan, albar yaitu daratan ya dalam kegelapan lautan. Siapa yang beri petunjuk kepada kalian? Ada yang mengatakan zulumatil bar, kegelapan daratan. Maksudnya adalah di padang pasir yang hilang semua petunjuk jalan. Tiba-tiba Allah kasih kalian ee petunjuk sehingga kalian bisa lolos dari padang pasir atau maksudnya dalam kegelapan. Ketika di dataran, di daratan atau di lautan, maka Allah ciptakan bintang dengan bentuknya, gerakannya yang ee apa namanya? Selalu teratur. Sehingga pergerakan bintang, pergerakan bulan ketika berjalan selalu teratur maka bisa diambil ilmu darinya. Bisa diambil ilmu ee darinya, ya. ee sehingga bisa diambil ilmu darinya menentukan adaada sinina wal hisab tahun bulan bisa diketahui dengan pergerakan bulan, pergerakan matahari misalnya kemudian bisa mengetahui arah. Wabinjmi hum yahtadun dengan bintang-bintang mereka dapat petunjuk. Allah juga atur angin. Ada angin timur, ada angin barat. Sehingga yang keteraturan tersebut membuat seorang bisa mempunya ilmu untuk menjalankan keperluannya, menjalankan kebutuhannya. Kalau tidak teratur matahari terkadang terlambat, terkadang kecepatan, repot. Berumbulan kadang muncul terkadang tidak muncul. Bintang-bintang berubah gerakannya setiap hari maka tidak ada ilmu di balik itu. Dan ini menunjukkan semuanya itu musakharat diatur oleh Allah. ketika diatur oleh Allah sehingga bisa diambil ilmu darinya. Oh, bintang ini berarti arahnya sini, bintang itu arahnya sini. Angin ini akan muncul pada bulan ini, angin ini timur muncul pada bulan ini. Sehingga bisa mereka bisa mengatur keperluan mereka dalam mengambil manfaat dari dari bumi. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Siapa yang beri petunjuk kepada kalian dalam kegelapan daratan dan dalam kegelapan lautan, yaitu mengatur angin yang menunjukkan arah dengan bintang-bintang, dialah Allah. Memang wali-wali yang ciptakan bintang-bintang itu enggak. Yang buat bintang-bintang teratur, arahnya di mana, letaknya di mana, siapa? Allah Subhanahu wa taala. Semua sudah didesain. Makanya di antara dalil bahwasanya Tuhan itu ada bukan kebetulan ciptaan Allah semua itu kalau bahasa kita apa ya? Ee diciptakan dengan desain yang detail. Desain yang detail. Seorang kalau ambil rambut aja dia akan dapati bahwasanya penyusun rambut ini sel-sel yang teratur dengan rapi dan matgut apa namanya benar-benar detail dan padat. Kalau terjadi kebetulan enggak seperti itu, berarti ini ada yang nyusun, ada yang nyusun. Ambil saja misalnya ee jantung dengan berbagai macam pernak-pernik dalamnya ini berarti atau mata ambil. Coba pernak-perniknya detail-detail ini berarti ada yang bikin. Kalau kebetulan enggak begitu. Kalau kebetulan enggak begitu. Seperti tadi Allah bikin bintang bentuknya begini, arahnya begini, kemudian angin kapan angin ini semua berarti ada pencipta. Ini semua nikmat. Kemudian kata Allah, wursil riyaha bus rahmati. Dan siapakah yang meniupkan angin sebagai kabar gembira akan datang hujan. Di sini Allah menamakan hujan dengan rahmat. Rahmat setelah ya angin dahulu baru kemudian turun apa? Hujan. Ini dalil bahwasanya tidak mengapa ramalan cuaca karena ini di antara ilmu yang bisa kita ketahui. Ini Allah mengatakan kalau ada angin berarti pertanda apa? Hujan. Orang dulu tahu, "Oh, angin seperti ini berarti hujan." Angin begini bukan hujan. Ini bukan un ilmu gaib, tapi suatu yang diterka karena ada ilmunya. Maka perakiraan cuaca hanya perakiraan. Tidak pasti. Tapi itu boleh karena di antara ilmu yang diberikan oleh Allah dengan perakiraan. Kalau ada hujan, ada angin berarti akan apa? Hujan seperti ini. Enggak jadi masalah. Ailahumma Allah. Allah ulangi lagi, adakah Tuhan bersama Allah yang ngatur itu semua ataukah Allah hanya sendirian? Sehingga apakah ada Tuhan yang pantas disembah? Kalau ada Tuhan yang ngatur gini, kita sembah dia juga. Kalau misalnya saya diciptakan oleh dua zat, Allah dan yang lainnya, saya juga sembah yang lain. Tetapi yang ciptakan kita hanya siapa? Allah. Seandainya yang mengatur benua Asia Allah dan ada zat lain, kita akan sembah zat tersebut karena dia punya peran dalam mengatur alam. Tapi ketika yang mengatur alam hanyalah Allah semata, maka dia yang berhak disembah. Kata Allah Taalau amma yusyrikun. Maha suci Allah dari sekutu-sekutu yang mereka persekutukan dengan Allah Subhanahu wa taala. Allah lanjutkan lagi. Amma yabdaul khqma yidu. Siapa yang memulai penciptaan? Ini dalil ijad. Dari tidak ada menjadi ada. Kemudian Allah masukkan di antaranya yiduhu dan Allah akan mengembalikannya. Orang-orang musyrikin mereka mengingkari hari kebangkitan. Tapi Allah selipkan di sini semua yang disebutkan sebelumnya mereka akui orang musyrikin kecuali hari kebangkitan. Makanya mereka menolak dakwah Nabi karena Nabi menyerukan ada hari kebangkitan. Tapi Allah paksakan di sini mereka mau tidak mau harus terima. Kalau Allah bisa begini, bisa begini, bisa menciptakan, bisa ini, mengembalikan sangat mudah. Wahua ahwanu alaih. Sangat mudah bagi Allah. Aman yabdaul khq. Siapa yang memulai penciptaan dan kemudian mengulangi lagi, maka disebut pengulangan. Kalau yang bisa menciptakan tidak ada menjadi ada, mengulangi lebih mudah atau tidak? Kalau kita manusia, bagi Allah semuanya mudah. Tapi bagi kita kalau kita pernah membuat sesuatu ngulangi lagi mudah atau tidak mudah? Allah mau menciptakan mulai mudah apalagi sekedar mengulangi tinggal kun fayakun. Ini bahasanya panjang bukan saatnya kita bahas. Warzukkum minama wal ard. Siapa yang beri rezeki kepada kalian di langit dan bumi. Aahum ma Allah. Adakah Tuhan bersama Allah? yang beri rezeki kepada kalian, yang turunkan hujan, yang menumbuhkan tumbuhan burhanakum inumodin. Datangkan dalil kalau kalian benar sehingga kalian berhak menyembah Nabi Isa, menyembah Nabi Muhammad, menyembah wali-wali, menyembah para malaikat, menyembah jin-jin, apakah mereka bersama Allah mengatur ini semua? Apakah mereka menurunkan hujan? Apakah mereka menurun tumbuhan? Qulatu burhanakum. Mana dalil kalian? Mana dalil kalian? Tib ini semua tadi kita bilang al-istidlal bir rububiyah alal uluhiyah. Allah sering dalam Al-Qur'an berdalil dengan rububiyah Allah. Allah Maha Esa dalam penciptaan, pemilikan, dan pengaturan. Kalau begitu hanya Dialah yang berhak untuk di disembah. Ini dalam Al-Qur'an banyak sekali. Karena rububiyah diakui oleh kaum musyrikin secara global. Tentu mereka ada penyimpangan, tapi secara umum mereka mengakui. Kalau kalian mengakui rububiyah, maka hanya Allah yang berhak untuk disembah. Di antara pendalilan menarik adalah pernyataan Thahir bin Asyur dalam tafsirnya. Dia mengatakan, "Alistidlalu masyubun bilimtinan." Ini istidlal. Tetapi pendalilan dengan rububiyah Allah disertai dengan imtinan, yaitu Allah berikan kenikmatan-kenikmatan. Tadi Allah sebutkan Allah yang turunkan hujan, Allah yang tumbuhkan tumbuhan, Allah yang kabulkan doa kalian, Allah yang menjadikan kalian ee apa namanya? mengatur, mengambil manfaat dari bumi ini. Dan konsekuensi dari zat yang berikan kita kenikmatan harusnya kita hanya beribadah kepada Dia dan harusnya kita semangat beribadah kepada Dia. Kita ini kalau punya bos kasih kita gaji R juta per bulan, kita disuruh kapan saja. Siap atau tidak siap? Ditelepon jam .00 malam. Siap. Meskipun ngantuk. Karena kita digaji 100 R juta tiap bulan. hanya materi dunia. Sementara Allah Subhanahu wa taala menjadikan kita kenikmatan banyak ya. Tubuh kita melihat kesehatan keluarga banyak sekali. Tiap hari pernapasan ya banyak sekali Allah berikan setiap saat Allah berikan. Allah sebutkan nikmat-nikmat seharusnya kalau engkau meyakini ini semua harusnya kau semangat beribadah. Makanya konsekuensi dari seorang mengetahui kenikmatan banyak Allah berikan pada dia, harusnya dia lebih semangat beribadah. Makanya Allah berfirman kepada Nabi Sulaimanalu al Dauda syukro. Wahai keluarga Daud yaitu Sulaiman, beramallah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang kami berikan kepada kepada kalian. Waqolun ibad syakur. Hanya sedikit dari hamba-hambaku yang bersyukur. Maka kita kalau ingat nikmat-nikmat ini kita harusnya semangat. Semakin banyak nikmat harusnya semakin banyak beribadah. Makanya Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, inna aainakal kautsar. Sungguh kami telah berikan kepada engkau alkautsar, yaitu sungai di surga. Makanya kalau gitu salat dan nyembelihlah sebagai bentuk Allah berikan kau kenikmatan. Seringlah salat, seringlah menyembelih. Maka Nabi orang yang paling kuat salatnya karena dia saling paling bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita bilang kita bersyukur. Bersyukur omong kosong kalau kita tidak beramal beramal saleh. Maka kalau kita malas ibadah, ingat betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Di antaranya kalau kita ingat nikmat Allah, kita berhenti dari maksiat. Makanya Nabi Yusuf alaihi salam ketika digoda oleh Imratul Aziz yang konon namanya Zulaikha ya Imratul Aziz istri pembesar wanita yang cantik jelita maka dia berkata, "Innahubbi ahsana maswaya." Bagaimana saya mau berzina sementara Rabbku telah berbuat baik kepadaku. Ada dua tafsiran. Rabbi maksudnya majikanku itu suamimu telah baik kepadaku. Bagaimana saya berkhianat? Tafsiran kedua, innahu rabbi itu Allah. Sesungguhnya Allah telah berbuat baik kepadaku. Bagaimana saya bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya orang kalau maksiat ingat, "Ya Allah, saya dikasih nikmat ini, dikasih pandangan yang sehat, dikasih pendengaran yang normal, saya diberi kesehatan, diberi banyak nikmat. Keluarga bisa kerja, bisa punya rumah, bisa banyak hal nikmat yang kalau mau hitung satu persatu belum kesehatan, keamanan, kenyamanan, ketentraman hati, kenapa saya bermaksiat kepada Allah?" Kalau kita tertarik pengin nonton film Korea, berhenti dulu. Jangan putar film Korea. Masa saya membalas kenikmatan dengan melihat yang tidak-tidak. Saya gunakan mata saya untuk melihat yang tidak-tidak. Sementara sebagian orang tidak bisa melihat. Ini makanya istidlal ini meskipun asalnya tentang rububiyah tapi masyubun bil imtinan. Allah sebutkan berbagai macam ee kenikmatan. Kemudian juga lihat bagaimana metode penilaian Allah. Allah memetode dalam hal ini tentang berbagai macam nikmat. Pertama, al-ijad menciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada. Kemudian Allah sebut tentang pengaturan disebut dalil inayah ya. Bagaimana Allah atur bumi seperti ini. Ada lautnya, ada sungainya, ada gunungnya, ada hujannya. Namanya dalil inayah. Nikmat tersendiri. Allah sebutkan juga di antara nikmat Allah menolong kalian dalam kondisi kalian dalam kondisi darurat. Allah kabulkan. Allah hilangkan kesusahan kalian. Di antara bentuk kenikmatan, Allah jadikan khulafa al ard. J kalian bisa punya kecerdasan pengaturan untuk mengambil manfaat dari bumi. Maka ini semua adalah nikmat yang mengharuskan kalian tidak menyembah kecuali Allah semata. Kemudian Allah berfirman setelah itu, kulla yalamu man fis samawati wal ardhil gaiba illallah w yasuruna ayana yubatun. Katakanlah wahai Muhammad, tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali hanya Allah. Ini dalil bahwasanya yang tahu gaib cuma Allah subhanahu wa taala. Ini disebut dengan al-istisna almunqati'u ini terputus. Ada namanya istisna pengecualian dalam bahasa Arab pada dua. Ada almuttasil, ada almunqati'. Nyambung, ada putus. Bedanya di mana? Bedanya seperti saya mengatakan yang nyambung begini. Nyambung itu maksudnya yang dikecualikan merupakan anggota dari hukum asal. Seperti saya mengatakan semua murid berdiri kecuali Khalid. Khalid juga murid. Dia duduk kecuali Khalid. Sesungguhnya dia sedang apa? Duduk. Ini namanya pengecualian yang nyambung. Karena Khalid bagian dari murid. Paham? Ini dalam bahasa Arab disebut al-istisna almuttasil. Al istisna pengecualian yang nyambung. Saya katakan semua murid berdiri kecuali siapa? Khalid. Berarti Khalid bagian daripada murid. Tapi dia tidak berdiri, dia du duduk. Kalau munqati' terputus, yang dikecualikan bukan anggota daripada anggota sebelumnya. Contoh saya mengatakan semua murid berdiri kecuali Pak Guru. Pak guru anggan murid enggak? Bukan. Ini namanya istisna munqati. Makanya khilaf di kalangan para ulama tentang iblis dari jin atau dari jin atau tidak. Allah berfirman, "Waquna lil malaikatiu liadamajadu iblis." Ketika kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kepada Adam, maka mereka semua sujud kecuali iblis." Nah, iblis ini muttasil. dia bagian daripada jin eh daripada malaikat atau dia munqati dia bukan bagian daripada malaikat. Dua tafsiran di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan iblis merupakan bagian dari malaikat. Ada yang mengatakan kalau ististanya muttasil bersambung. Ada yang mengatakan iblis bukan bagian dari malaikat. Kalau istisanya munqati terputus dia adalah jin. Yang pertama seperti semua murid berdiri kecuali siapa? Khalid. Yang kedua, semua murid berdiri kecuali Pak Guru. Makanya belajar bahasa Arab sudah barakallah fik. Sudah jago. Naam. Naam. Wafika barakallah. Kaifa haluk? Sudah keren. Ahsanallahu ilaik. Sudah keren. Lanjutin. Ya jangan cuma di situ aja ya. Tiib. Di sini yang benar istisna adalah munqot'. Yaitu ka ya fisamawati walard. Artinya tidak ada yang tahu yang gaib baik langit dan bumi illallah maksudnya kecuali Allah. Allah tidak termasuk dari sebelumnya. Kalau kita bahasakan la ya'lamu man fis samawati wal ardhil ghaiba walakinnallahu y'lam. Semua di langit dan bumi tidak tahu tentang hal yang gaib. Akan tapi Allah tahu. Ini dalil bahwasanya gaib yang tahu hanyalah Allah. Ghaib ada dua. Ada namanya alghaibul mutlq, ada namanya alghaibun nisbi. Ghaib nisbi dan ghaib mutlak. Ghaib mutlak itu perkara-perkara yang tahu hanya Allah subhanahu wa taala. Kapan hari kiamat yang tahu cuma siapa? Allah. Masa depan yang tahu cuma siapa? Allah. Ada gaib nisbi. Ghaib nisbi itu sebagian makhluk tahu. Sebagian laun makhluk tidak tidak tahu. Tidak tahu. Seperti istri kita di rumah tahu apa yang di rumah. Kita enggak tahu. Bagi kita gaib, bagi dia tidak gaib karena dia sedang di di rumah. Seperti Allah mengabarkan sebagian hal gaib masa depan kepada sebagian malaikat dan kepada sebagian rasul. Bagi mereka tidak gaib, bagi kita gaib. Karena kita tidak dikabarkan. Allah mengatakan, "Alimul gaibi fala yudhiru ala gaibihi ahada illa manirt rasulin." Allah tahu ilmu gaib dan Allah tidak mengabarkan kecuali kepada para rasul yang Allah ridai. Itu sebagian malaikat dan sebagian rasul sebagai bukti bahwasanya mereka para rasul. Tidak semua ilmu gaib Nabi tahu. Makanya Aisyah radhiallahu anha berdalil dengan ayatnya dalam hadis riwayat Muslim dia berkata, "Man qala anna Muhammadan sallallahu alaihi wasallam yuhbiru bima yakunu fiadin faqad aama Allah alallahi firah." Siapa yang mengatakan Muhammad mengabarkan apa yang terjadi besok, maka dia telah melakukan kedustaan besar terhadap Allah. Karena Allah berfirman, yamu famawati ardillallah. Katakanlah tidak ada di langit dan di bumi yang tahu tentang alghaib kecuali cuma siapa? Allah. Makanya ketika ada orang-orang memuji Nabi mengatakan wafina nabiyun yamu maqadin. Di tengah-tengah kita ada seorang nabi yang tahu hari esok. Maka nabi pun marah karena Nabi tidak tahu apa yang terjadi besok. Buktinya jangankan yang terjadi besok, istrinya waktu ketinggalan sehingga dituduh berzina dengan Safan bin Aal Asulami, Rasulullah tidak tahu. Kisah namanya hadisatul Ifiq. Orang-orang munafik nuduk Aisyah berzina dengan Safwan. Nabi tidak tahu. Padahal itu terjadi di zaman dia. Istrinya ketinggalan pulang telat sama Sufan bin Ahtal Asulami radhiallahu anhu. Dituduh Aisyah berzina. Nabi tidak tahu istrinya berzina atau tidak. Sampai turun ayat mengatakan Aisyah tidak berzina. Saking Nabi tidak tahu. Sampai Nabi datang kepada Aisyah. Kata Rasulullah, "Ya Aisyah, inti alamtiambin." Ya Aisyah, kalau memang kau berdosa, minta ampunlah. Allah akan ampuni engkau. Tapi kalau kau tidak berdosa, makaubarukillah Allah akan bebaskan kau dari tuduhan tersebut. Ketika mendengar pernyataan Nabi tersebut, Aisyah tadinya menangis berhenti, maka dia tidak menyangka suaminya masih kasih kemungkinan kalau memang kau berdosa. Dia maunya Nabi mengatakan, "Kau pasti tidak begitu wahai istriku." Tapi Nabi tidak mau mendahului Allah. Nabi tidak tahu hakikat. Makanya Nabi mengatakan kepada istrinya, Aisyah nangis berhari-hari tidak berhenti. Sampai akhirnya di penghujung setelah sebulan, Nabi datang kepada Aisyah. Aisyah lagi di rumah ayah dan ibunya. Nabi berkata, perkataan ini membuat Aisyah sedih sehingga dia berhenti menangis. Nabi berkata, "Masih dua kemungkinan. Ya Aisyah, kalau kau memang bebas, sayubarukillah, Allah akan bebaskan engkau dari tuduhan tersebut." Wa kunti alamti bidzambin. Tapi kalau kau dosa, istigfarlah. Ini yang buat Aisyah. Akhirnya Aisyah mengatakan, "Wahai ayahku, bantah itu Nabi. Bela aku. Wahai ibuku, bela aku." Kata kedua orang tuanya, "Bagaimana mau akhirnya turun? Ayat membela Aisyah bahwasanya Aisyah bersih. Ketika Aisyah bersih kata ayahnya, "Berdirilah kepada Nabi." Kata Aisyah, "Enggak." Karena yang bela dia bukan Nabi. Siapa? Allah. Artinya, Nabi tidak tahu ilmu gaib. Sebulan tuduhan Aisyah berzina atau tidak, dia tidak tahu. Dia tunggu wahyu dari Allah itu padahal terjadi di zaman dia. Ini kejadian pertama. Gara-gara kenapa Aisyah ketinggalan? Gara-gara kalungnya hilang, dia cari akhirnya ketinggalan rombongan. Perjalanan berikutnya Aisyah kalungnya hilang lagi. Kali ini Aisyah tidak cari sendiri. Dia kasih tahu Nabi, "Ya, Nabi kalung saya hilang ya." Karena kalau dia cari sendiri nanti ketinggalan lagi. R. Akhirnya Nabi suruh para sahabat cari kalung Aisyah. Begitu sayangnya Nabi kepada istrinya semua cari. Ada Abu Bakar, ada Umar, ada orang-orang para sahabat nyari. Sampai tiba waktu subuh ternyata kalungnya belum ketemu. Akhirnya sebagian orang bingung, "Ya Rasulullah, waktu subuh ada yang belum, ada yang junub, ada yang tidak berwudu. Gimana mau salat?" Akhirnya sebagian mereka salat tanpa wudu. Waktu itu ayat tayamum belum turun. Akhirnya turun ayat tayamum. Gara-gara Aisyah kalungnya hilang. Maka turunlah ayat tayamum. Sampai Aisyah dipuji. Maya biawali barokatika ya ala Abi Bakar. Ini bukan keberkahan engkau yang pertama. Wahai Aisyah, kau sering mendatangkan keberkahan gara-gara kalungmu hilang, ada syariat baru. Syariat apa? Tayamum. Sampai akhirnya selesai tiba selesai salat subuh ternyata kalung belum ketemu. Akhirnya ketika Nabi berjalan pergi ternyata kalungnya diinjakin unta. Untanya berdiri baru ketahuan. Untanya pun tidak bilang, "Ya Rasulullah, di bawa saya." Enggak. Maksud saya, Nabi tidak tahu situ ada wali-wali Allah, ada para sahabat yang dijamin masuk surga. Mereka tidak tahu. Jangankan bicara gaib, yang sekarang sedang terjadi pun mereka tidak tahu. Makanya kalau ada yang bilang, "Oh, saya tahu besok, saya tahu besok." Ente berdusta atas nama Allah. Cuma dua kemungkinan yang tahu besok. Nabi Allah kasih tahu atau dukun? Kemungkinan kau dukun karena nabi sudah enggak ada. Berarti kau dukun. Ada jin yang pura-pura kasih kabar-kabarin engkau sehingga kau menerka-nerka. Oleh karenanya ini dalil bahwasanya tidak ada yang ilmu gaib kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala. Adapun gaib nisbi ada gaib nisbi tadi sebagian makhluk tahu, sebagian makhluk tidak tahu. Tapi ada yang mutlak yang tidak tahu kecuali Allah subhanahu wa taala. Kata Allah subhanahu wa taala, wama yasy'uruna ayyana yubathun. Dan mereka tidak mengetahui bila mereka dibangkitkan. Mereka tidak tahu ilmu gaib dan mereka tidak tahu kapan tiba hari kiamat. Jibril pun tidak tahu. Ketika ditanya tentang hari kebangkitan, hari kiamat tidak tahu apalagi hari kebang kebangkitan. Enggak ada yang tahu. Yang tahu hanyalah Allah semata. Setelah itu Allah berfirman, ini ayat terakhir pada pertemuan kita. Balid ilmuhum fil akhirah. Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai ke sana. Bal hum fiak minha. Bahkan mereka ragu-ragu tentang hari akhirat. Dan mereka buta dari tentang akhirat. Di sini ada dua qiraah baloka dan bal adraka. Adapun balid daraka kata ahli tafsir diambil dari bal tadaroka, tadaroka ta tadaroka. Tetapi huruf ta dan huruf dal mah marroknya dekat tal ta dal sama atau tidak? Ta dal apa namanya ta dal ya dal. kita tuh dalnya kita salah sebenarnya. Dalusnya di tempat ta. Yang benar dalnya orang Jawa. Dalnya orang Jawa itu dal. Iya. Enggak dal. Orang Arab kalau bilang dal itu dal, bukan dal. Kalau kita tebal, kita ke belakang. Dal ya. Iya. Enggak. Orang Bandung dalnya di mana? Di ta atau di belakang? Hah? Bukan ta. Coba sebutkan ta. Coba sebutkan dal di tempatnya ta. Dal tipis kan? Itu dalnya orang Jawa itu orang Arab seperti itu. Kalau ngomong dal mudrik. Mudrik kalau kita mudrik agak ke belakang dalnya. Lidahnya agak ke belakang. Benar enggak? Saya tanya orang Bandung dalnya di mana? Di ta apa di belakang? Di belakang kan. Coba bilang dal. Dal dada. Bukan dada. Dada ya kan? Dada. Kalau dada ya. Nah dal yang benar itu makhrajnya sama dengan apa? Atau dekat dengan huruf apa? Ta. Karena dekat maka orang Arab menggabungkannya. Harusnya bal tadaroka digabungkan jadi balid daraka t-nya digabung ke dal karena makhrajnya dekat. Makanya belajar bahasa Arab. Qiraah yang kedua. Bal adraka. Bal adraka. Dua ini punya makna yang berbeda. Kalau balid daraka dari tadarak, maka ini dua tafsiran. Ada yang mengatakan balid daraka. Maksudnya ini ada ee apa namanya? ee beberapa tafsiran yang pertama bahwasanya ilmu mereka tentang hari akhirat baru sempurna ketika di hari akhirat. Mereka sekarang mengingkari orang musyrikin. Nanti ketika mereka mati kemudian dibangkitkan baru mereka percaya ilmu mereka baru oh benar. Baru mereka ee tahu bahwasanya akhirat itu ada ya. Ini makna pertama balid daraka maksudnya ilmu mereka baru sempurna ketika mereka dibangkitkan baru mereka yakin hari akhirat ada. Yang kedua maknanya adalah mereka tadaruk yaitu ilmu mereka sekarang maupun nenek moyang saling berwasiat, saling turun-temurun ilmu mereka untuk mengingkari hari akhirat yaitu Muhammad jangan kau heran kalau mereka hari akhirat karena mereka sudah turun-temurun seperti itu. Mereka ambil nenek moyang mereka, tradisi mereka mengingkari hari akhirat. Pendapat ketiga bahwasanya mereka saling tadaruk itu saling satu-menyatu ilmu mereka sehingga mereka saling berselisih. Seperti Allah berfirman, humalifun. Apa yang mereka sedang diskusikan? Jadi buah bibir di antara mereka anin nabailim tentang suatu berita yang besar. Ada yang mengartikan adalah hari kiamat. Ya alladzi hum fihi mukhtalifun. Yang mereka berselisih tentang hari kiamat tersebut. Ada yang bilang ada, ada yang bilang tidak ada. Jadi mereka berselisih. Ini tiga tafsiran dengan makna balidarak. Kalau dibaca balidarah. Qiraah yang lain bal adraka. Maka disebutkan maknanya adalah fana disebutar ya fania nadajuha ya. Maknanya bahwasanya ilmu mereka benar-benar hilang tentang hari akhirat. Adrak maknanya hilang. Maknanya benar-benar ilmu mereka tentang hari akhirat mereka buta. Mereka tidak mau peduli. Mereka tidak melihat dalil yang begitu banyak. Bahwasanya dalil yang begitu banyak menunjukkan Allah itu bisa menghidupkan kembali. Seperti Allah mengatakan turunnya hujan, bumi mati kemudian tandus kemudian tumbuh lagi. Kata Allah kadalika nusyur demikian pula hari kebangkitan mati hidup lagi. Ada contohnya. Tapi semua dalil tentang hari kebangkitan, dalil tentang hari kebangkitan banyak dalam Al-Qur'an ada pembahasan khusus ya. Tapi mereka benar-benar ilmu mereka buta sehingga mereka mengingkari hari kebangkitan. Kata Allah, "Balhum fi syakim minha." Sesungguhnya mereka ragu. Iya atau tidak mereka ragu. Mereka ragu. Bal hum minha amun. Kata Allah mereka benar-benar buta dari hari akhirat. Amun jadi ama kemudian amin itu fa'il dari wazan fa'il. Sigah mubalagah liismil fa'il. Amin. Maknanya amun maknanya. Jadi amun jamak dari amin. Amin maknanya orang buta. Yaitu mereka benar-benar buta. Yaitu buta mata maupun buta hati. Sehingga berbagai macam dalil yang Allah berikan akan ada adanya hari akhirat mereka tidak peduli, mereka tidak imani. Demikian juga mereka buta untuk tidak mengesakan Allah Subhanahu wa taala. Bab demikian saja mohon maaf segala kekurangan. Wabillah taufik hidayah. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.