Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihian. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Ee insyaallah pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan ee membawakan faedah-faedah dari ee keteladanan Nabi Yusuf Alaih Salam yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ya, karena kita tahu bahwasanya mereka para nabi dan para rasul adalah orang-orang pilihan. Allahu yastofi minal malaikati rusulan wainanas. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala telah memilih dari kalangan malaikat ada yang menjadi rasul-rasulnya. Dan Allah memilih dari kalangan manusia ada yang menjadi rasul-rasulnya. Oleh karenanya seluruh nabi dan seluruh rasul adalah pilihan manusia-manusia pilihan Allah Subhanahu wa taala. Allah Subhanahu wa taala juga berfirman, "Uikalladina hadallah fabihum muqtadi." Allah menyebutkan nama-nama para rasul. Setelah itu Allah berfirman, "Uikalladina hadallah." Mereka itulah orang-orang yang telah Allah beri petunjuk. Fabihum muqtadi. Maka wahai Muhammad, ikutilah petunjuk mereka. Ikutilah petunjuk mereka. Rasulullah sahu alaihi wasallam disuruh oleh Allah untuk mengikuti keteladanan para rasul. sebelum Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, oleh karenanya kalau Nabi diperintahkan oleh Allah untuk meneladani para rasul sebelumnya, bagaimana lagi dengan kita sebagai umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karenanya ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam berdakwah di fase Makkah, di situ banyak sekali ujian yang dihadapi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya dimusuhi oleh kerabatnya ya, kemudian para sahabatnya. banyak yang dibunuh, diintimidasi ya dan macam-macam. Maka Allah turunkan kisah-kisah para nabi untuk menyabarkan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga menyabarkan para sahabat. Allah berfirman, "Wa naquu alaika minusuli mautabitu bihi." Kami ceritakan kepada engkau wahai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kisah-kisah para rasul yang dengan kisah-kisah tersebut menjadikan hatimu kokoh, tegar dalam menghadapi ujian. Maka ketika Nabi sedang di Makkah, Allah turunkan kisah Nabi Nuh Alaih Salam. Kisah Nabi Nuh Alaih Salam yang ee menceritakan bagaimana kesabaran Nabi Nuh Alaih Salam yang berdakwah 950 tahun. Ternyata yang beriman hanya sedikit. Wama amana maahu illa qolil. Tidak ada yang beriman kecuali sekitar 80 orang. Kemudian di akhir kisah Nabi eh Nuh alaihi salam Allah berfirman, "Tilka minka minil gaibi nuihaik ma kuntaam anta wuka minq fbir inalqib lil muttaqin." Kata Allah, "Inilah dari berita-berita gaib tentang kisah Nabi Nuh yang terjadi di ribuan tahun yang lalu yang kami wahyukan kepada engkau wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Engkau dan kaummu tidak pernah tahu tentang kisah ini. Tapi kami kisahkan kepada engkau wahai Muhammad." Kemudian di akhir ayat kata Allah, "Fasbir." Kalau begitu bersabarlah. Lihatlah bagaimana Nuh bersabarnya luar biasa. Fasbir maka hendaknya engkau bersabar juga wahai Muhammad. Inalqibil muttaqin. Sesungguhnya kesudahan yang indah bagi orang-orang yang bertakwa. Di antara kisah-kisah Nabi yang Allah wahyukan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika Nabi masih di Makkah adalah kisah Nabi Yusuf Alaih Salam. Allah turunkan surah Yusuf dan surat Yusuf adalah surah Makkiah. Yaitu yang Allah turunkan ketika Nabi masih di Makkah. Sebagian ulama menyebutkan Allah turunkan kisah Nabi Yusuf Alaih Salam. Di antara tujuannya adalah sebagai pelipur rara bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Menghibur hati Nabi sallallahu alaihi wasallam ya yang dimusuhi oleh kerabatnya sendiri. Kita tahu Nabi sallallahu alaihi wasallam dari orang Quraisy ee dan beliau diutus di tengah-tengah orang Quraisy di Makkah. Kemudian di tengah-tengah orang Quraisy juga ada Bani Hasyim yaitu om-omnya sendiri. Tetapi Nabi sallallahu alaihi wasallam ternyata dimusuhi oleh sukunya sendiri dan dimusuhi oleh om-omnya sendiri. Di antara omnya adalah Abu Abu Lahab. Abu Lahab yang musuhi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tentu ini adalah hal yang sangat menyedihkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahkan Nabi begitu sedihnya Nabi sedih ketika kerabat-kerabat ini tidak masuk Islam. Sampai Allah mengatakan wala tahzan alaihim. Gak perlu kau bersedih atas mereka. Menunjukkan Nabi sangat sedih ketika kerabat-kerabatnya tidak masuk Islam. Karena beliau ingin sekali orang-orang Quraisy bisa masuk Islam ya karena itulah suku beliau ya. Tetapi ternyata mereka banyak yang tidak masuk Islam bahkan pamannya sendiri Abu Lahab memusuhinya. Nah, ketika itu Allah turunkan kisah Nabi Yusuf Alaih Salam yang Nabi Yusuf dimusuhi oleh kakak-kakaknya sendiri. Nabi Yusuf dimusuhi oleh apa? kakak-kakaknya sendiri yang berusaha untuk menjauhkan Yusuf Alaih Salam dari ayahnya Nabi Yakub Alaih Salam sebagai hiburan bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwasanya sebelum engkau ada nabi yang juga dimusuhi oleh dimusuhi oleh kerabatnya sendiri bahkan orang terdekatnya itu kakak-kakaknya sendiri yaitu Nabi Yusuf Alaih Salam. Jadi inilah kisah-kisah para nabi yang Allah kisahkan dalam Al-Qur'an. Setiap kisah-kisah tersebut pasti ada keteladanan. Dan Allah berfirman tadi, "Ulaikalladina hadallah." Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk. Fabiudah mqtadi. Dan ikutilah wahai Muhammad petunjuk mereka. Nah, kita pada kesempatan kali ini akan membahas tentang kisah Nabi Yusuf yang Allah turunkan satu surat sangat panjang tentang kisah seorang nabi. Surat Yusuf. Tidak ada kisah seorang nabi dalam Al-Qur'an yang diurunkan dengan ayat yang panjang 100 ayat lebih seperti kisah Nabi Yusuf. Dan kisah Nabi Yusuf tidak dipotong-potong. sepanggal di sini, sepenggal di sana. Dari A sampai Z langsung Allah turunkan satu surat surat Yusuf. Berbeda dengan kisah Nabi Ibrahim. Ee kemudian kisah Nabi Musa, kisah Nabi Luth, kisah Nabi Saleh, kisah Nabi Hud, ya kisah Nabi Syuaib. Allah sebutkan sepenggalnya di surat ini. Allah sebutkan lagi di surat yang lain. Allah pisah-pisahkan. Kisah Nabi Nuh juga demikian. Tapi kisah Nabi Yusuf alaihi salam tidak. dari awal sampai akhir diturunkan secara lengkap dan tidak diulang-ulang di surat-surat yang lain. Dan ini kisah terpanjang bagi kisah seorang nabi. Tidak lain karena begitu banyak faedah yang ee termaktub dalam kisah Nabi Yusuf Alaih Salam. Bahkan sebagian ulama menyebutkan sampai 1000 faedah lebih dari kisah Nabi Yusuf Alaih Salam. Tetapi tentunya kita tidak akan menyebutkan semua faedah-faedah tersebut. kita hanya ingin mencuplik faedah-faedah yang penting yang saya rasa bermanfaat dalam kehidupan kita ee sehari-hari. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Ee di antara teladan yang bisa kita ambil keteladanan dari kisah Nabi Yusuf Alaih Salam bahwasanya ee kisah ini, kisah Nabi Yusuf Alaih Salam menceritakan tentang ujian yang sangat berat yang dihadapi oleh Nabi Yusuf dan juga dihadapi oleh ayahnya Nabi Yaakub Alaih Salam. Ujian tersebut adalah terpisah dari orang yang dia cintai. Terpisah dari orang yang dia cintai. Ya, Nabi Yakub diuji dengan terpisah dari Nabi Yusuf Alaih Salam. Dan Nabi Yusuf diuji dari terpis diuji dari terpisah dari apa? Ayahnya dan dari ibunya, mungkin dari keluarganya ya. Dua-duanya adalah ee ujian ya. Dan ee Nabi Yakub Alaih Salam sangat cinta kepada Nabi Yusuf. Kita bisa bayangkan bagaimana besar cintanya Nabi Yakub kepada Nabi Yusuf. Karena Nabi Yusuf adalah anaknya, buah hatinya. Ya, yang dalam hadis, dalam hadis qudsi Allah menamakan anak dengan tsamaratul fuad, buah hati. Dalam satu hadis ketika Allah Subhanahu wa taala berkata kepada malaikat, "Halqattum walada abdi." Wahai para malaikatku, apakah kalian telah mencabut nyawa anak dari hambaku? Kata malaikat, "Naam, ya rab, benar, kami telah mencabut nyawanya." Allah bertanya lagi, "Halqattum fuadii?" "Apa kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?" Jadi, anak itu disebut dengan apa? Buah. Buah hati. Makanya Allah berfirman, "Almalu wal banuna zinatul hayati dunya." Sesungguhnya anak-anak dan harta adalah perhiasan kehidupan dunia. Terlebih lagi anak tersebut anak yang saleh. Seperti Nabi Yusuf alaihi salam, anak saleh, nurut. Terlebih lagi anak tersebut tampan. Artinya Nabi Yusuf sempurna sebagai seorang anak yang didambakan oleh orang tua ya. Saleh, tampan, ya. Baik, nurut sama orang tua. Tiba-tiba ini anak yang paling disayang oleh Nabi Yakub Alaih Salam. Tiba-tiba Allah menguji Nabi Yakub dengan harus berpisah dengan anak ini dengan waktu yang sangat lama di puncak saat dia sangat sayang kepada sang anak. Ya, terpisahlah dari anaknya tersebut, Nabi Yusuf Alaih Salam. Ada khilaf di kalangan para ulama. Kapan Nabi Yakub ketemu lagi dengan Nabi Yusuf Alaih Salam? Ada yang mengatakan 40 tahun kemudian baru ketemu. Ada yang mengatakan 80 tahun kemudian baru apa? Ketemu. Ada yang mengatakan belasan tahun. Intinya terpisah dengan waktu yang lama. Dua-duanya sedih. Nabi Yusuf Alaihi Salam bersedih mengingat ayahnya dan ayahnya juga bersedih mengingat Nabi Nabi Yusuf Alaih Salam. ya. Ee hanya saja mungkin kesedihan Nabi Yakub lebih berat karena Nabi Yusuf diuji dengan ujian-ujian yang lain sehingga mungkin hatinya tersibukkan dengan urusan-urusan yang lain. Kemudian dia juga masih muda ya beda dengan Nabi Yakub yang ee lebih tua ya ayahnya. Begitu sedihnya Nabi Yaakub alaihi salam sampai akhirnya dia buta. Kan Allah sebutkanum waqus wadahu minalua. Maka matanya pun buta menjadi putih seluruhnya. Minal huzni karena kesedihan. Dan dia meredam kesedihannya sampai akhirnya matanya pun buta. Ya. Ya. Ini menunjukkan ee ujian yang berat yang dihadapi oleh Nabi Yakub Alaih Salam. Sebagaimana dihadapi oleh Nabi Yusuf Alaih Salam. Yang ingin saya sampaikan di sini sebagian ahli tafsir mengatakan, "Lihatlah di zaman itu orang yang paling dicintai oleh Allah adalah Nabi Yakub." Di zaman itu orang yang paling dicintai oleh Allah siapa? Nabi Yakub. Tentunya Nabi Yusuf juga ya. Ini dua orang yang paling dicintai oleh Allah. Tetapi ternyata mereka berdua yang paling diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Ee maksud saya ingin menegaskan bahwasanya ee ketika seorang diuji dan diuji dan diuji jangan dia suuzon sama Allah Subhanahu wa taala. Lihatlah Nabi Yakub Alaih Salam orang yang paling dicintai oleh Allah tapi diberi ujian yang paling apa? yang paling berat dan itu suatu konsekuensi keimanan. Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam ditanya tentang asyaddun nasi balaan, siapa orang yang paling berat ujiannya, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Asyadu nasib balaan alanbiya yang paling berat ujiannya para nabi. Shihun kemudian orang-orang saleh amsal fal amsal kemudian yang selanjutnya dan selanjutnya." Yubtulu alaqri imanii seorang diuji berdasarkan kadar imannya. In fiani kalau diuji ternyata dia tegar, Allah tambah level ujiannya. Ketika diuji ternyata dia lemah, Allah turunkan level ujiannya. Tetapi hadis ini jelas bahwasanya semakin tinggi iman seorang maka dia akan semakin mengalami banyak ujian. Dan subhanallah kalau kita perhatikan tentang kisah-kisah para nabi justru mereka diuji pada perkara-perkara yang mereka cintai. Mereka diuji pada perkara-perkara yang mereka cintai. Ya, mulai dari Nabi Ibrahim, Nabi Nuh. Nuh istrinya kafir, anaknya apa? Kafir. Ya, dimusuhi, diejek-ejek perkara yang dia cintai. Kemudian Nabi Ibrahim Alaih Salam misalnya diuji dengan ayahnya yang kafir. Kemudian dimusihi oleh kerabatnya harus meninggalkan kampung halamannya. diuji dengan harus berpisah dari Ismail alaihi salam yang dia nanti-nantikan apa? Kelahirannya puluhan tahun. Begitu lahir anak satu-satunya semata wayang malah disuruh taruh di Makkah. Diuji lagi harus menyembelih siapa? Menyembelih Ismail. Diuji dengan harus berpisah dari istri yang dia cintai. Hajar. Jadi diuji pada perak-perkara yang dia dicintai. Lihatlah seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam diuji juga wafatnya istrinya yang sangat dia cintai. Khadijah radhiallahu taala anha. Kemudian paman yang sangat sayang pada dia pun meninggal. Sampai ketika wafat istrinya dan pamannya di tahun yang sama para ulama menamakan dengan Amul Huzni yaitu tahun kesedihan. Diuji harus meninggalkan kampung halamannya. Rasul sahu alaihi wasallam meninggalkan Makkah dengan penuh apa? Kesedihan. Diuji dengan ternyata kerabatnya memusuhi dia dan banyak ujian. Diuji dengan putra putra-putrinya yang meninggal semuanya kecuali Fatimah. Bayangkan Nabi anaknya ee tujuh, enam semua meninggal ya. enam semua meninggal. Jadi mereka ini diuji pada perkara-perkara yang mereka cinta. Termasuk di antaranya Nabi Yakub Alaih Salam diuji dengan harus berpisah dari anak yang sangat dia apa? cintai Nabi Yusuf Alaih Salam. Dan perpisahannya bukan sebentar bahkan perpisahannya sangat sangat lama. 40 tahun atau 80 tahun atau belasan tahun khilaf di kalangan para ulama sampai buta matanya begitu sedihnya ya. Dan ini sebagai hiburan bagi kita bahwasanya lihatlah orang yang paling dicintai oleh Allah di zaman itu Nabi Yakub dan juga Nabi Yusuf. Namun keduanya diuji dengan ujian yang paling paling berat. Maka jangan kita suudan sama Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita diuji kita husnudan ini dosa kita banyak kita diuji. Ya. J ini mungkin cara Allah menghapuskan apa dosa-dosa dan mengangkat apa derajat. Kalau kita sabar dosa kita dapat dua keuntungan. Pertama, dosa-dosa kita diampuni. Yang kedua, ee sangat cepat untuk mengangkat derajat kita kalau kita bersabar dengan ujian-ujian tersebut. Kita nih siapa? Nabi Yakub aja diuji, Nabi Yusuf kita saja diuji. Terus kita diuji, kita sudah kenapa sih saya diuji? Emang saya dosa apa? Banyak dosa. Emang dosa apa? Dosa banyak ya. Yang tidak berdosa saja diuji, apalagi yang banyak yang banyak dosa. Mau saya tetap husnuzan kepada Rabbul alamin. Sebagian orang diuji di ujung di akhir hayatnya. Kita dapati sebagian wanita salehah, lelaki saleh di ujung hayatnya dikasih sakit yang luar biasa. Tapi dia sabar. Dikasih sakit dan dikasih sabar oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak lain untuk apa? Mengangkat apa? Derajat. Bahkan sebagian ulama di penghujung hayat kena kanker. Sebagian ulama-ulama besar dikasih kanker oleh Allah di penghujung apa? Hayat. Ya, saya bilang tidak lain kecuali untuk apa? Meninggikan derajatnya. Sebagaimana para sahabat dibunuh ya. Ee Ali bin Abi Thalib ditikam, kemudian Umar ditikam, kemudian Rasulullah diracuni, kemudian Hasan diracun, Ali bin Husin di ee Husin bin Ali dibunuh. Artinya mereka dipenjuh diberi ujian yang sangat berat untuk semakin tinggi apa derajatnya. Jadi intinya kita tidak berharap diuji. Tetapi kalau Allah memberi ujian hendaknya kita husnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau Allah kasih kita ujian kalau kita bersandar kepada Allah insyaallah kita kuat menghadapi ujian tersebut. Jangan pernah suudon kepada Rabbul Alamin. Ya, kalau kita lagi enggak kuat ingat Nabi Yakub saja yang sangat dicintai Allah, diuji Nabi Yusuf aja. Apalagi kita yang banyak kekurangan bab ini keteladanan yang ee yang pertama. Ee keteladanan yang kedua yang apa namanya yang tersebutkan dalam kisah Nabi Yusuf Alaih Salam yaitu ketika ee Nabi Yusuf Alaih Salam bermimpi yang mimpi tersebut menunjukkan kemuliaan beliau. Dia berkata kepada ayahnya, dia ceritakan mimpinya kepada orang yang saleh, yaitu ayahnya seorang nabi. Ya abati initu ahada wasamaritumajidin ya bun. Yusuf berkata, "Wahai ayahanda, sesungguhnya aku melihat 11 bintang, rembulan, dan matahari sujud kepadaku." Intinya Nabi Yusuf bermimpi 11 bintang, rembulan dan matahari sujud. Entah cara sujudnya bagaimana enggak perlu dibahas. Tapi dia bermimpi. Dalam mimpinya 11 bintang, matahari, dan rembulan sujud kepadanya. Ini tentu mimpi yang menakjubkan. Karena bintang menunjukkan suatu yang besar. Apalagi matahari, rembulan menunjukkan hal-hal yang besar. Dan kemudian ternyata takwilnya di penghujung kisah Nabi Yusuf ternyata sebelah tersebut adalah saudara saudaranya rembulan dan matahari adalah ayah ibunya yang sujud kepada Nabi Yusuf sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Yusuf. Ketika diceritakan kepada Nabi Yaakub alaihi salam maka Nabi Yaakub mengatakan ya bunayya la taksus ryaka ala ikhwatik. Wahai putrak jangan kau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu. Ya fayakiduaka kaida. Karena kalau mereka tahu mimpimu, mereka akan berbuat makar untukmu. Innitana kan insani adu mubina. Karena setan itu sering merupakan musuh bagi manusia. Ya, artinya kakak-kakakmu akan dijerat oleh setan untuk membuat makar ee yang mendatangkan kemudratan bagimu. Nasihat Nabi Yakub alaihi salam kepada Nabi Yusuf. Ya. Pertama, Nabi Yusuf ketika dia bermimpi, dia tidak ceritakan mimpinya kepada semua orang. Karena itu mimpi tentang adalah kenikmatan yang dia rasakan. Tapi dia mimpi kepada orang pilihan. Orang pilihan tersebut siapa? Ayahnya. Orang saleh yang dia ceritakan. Kemudian ayahnya menekankan, "Jangan kau ceritakan kepada apa? kakak-kakakmu. Khawatir mereka akan hasad dan mereka akan bikin makar kepadamu. Ini dalil bahwasanya sebagaimana disebut oleh para ulama kalau kita mendapatkan nikmat tidak semua, tidak semua nikmat kita ceritakan kepada orang lain. Kalau kita pun harus cerita kepada orang yang kita pilih. Yang kira-kira sayang kepada kita, yang kira-kira perhatian sama kita, yang kira-kira tidak hasad kepada kita. Karena kalau setiap nikmat yang kita dapat, kita ceritakan, khawatir nanti ada yang hasad kepada kita. Ya. Eh dalam riwayat disebutkan Rasul sahu alaih wasallam mengatakan fainna nikmatin mahsud. Fa nikmatin mahsud. Sesungguhnya setiap orang yang mendapat kenikmatan dihasati oleh orang lain. Maka kalau ada yang kita dapat nikmat kita diam-diam tidak perlu kita cerita. Kalau kita pun harus mensyukurinya ya kita dengan kita tunjukkan dengan ibadah kita kepada Allah. Kalau kita ingin menyebut-nyebutnya maka kita sebut-sebut kepada di depan orang yang kita percayai. teman dekat misalnya di atau keluarga kita atau kakak kita atau adik kita ya dalam rangka agar kita ingat tentang nikmat-nikmat tersebut. Tapi jangan ceritakan kepada semua orang ya. Karena kalau kita ceritakan semua nikmat kita kepada semua orang ini ada ada dua bahaya. Bahaya pertama orang-orang hasad sama kita. Tidak semua tentunya tapi akan ada yang hasad. Fa nikmatin mahsud. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, setiap orang yang memiliki nikmat pasti ada yang menghasinya. Ya, jangan bilang saya orang saleh. Insyaallah enggak ada yang hasad sama. Nabi Yusuf aja saleh, sesaleh-salehnya pun dihasati. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sesaleh salehnya dihasati oleh ee orang-orang munafik yang di Abdullah bin Ubay bin Salul hasad sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, orang Yahudi hasad sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi, kita menutup celah, jangan kita buka pintu kecelakaan bagi kita. Caranya jangan kita ceritakan semua nikmat kita yang kita rasakan. Apalagi kita publish, apalagi kita posting. Mudarat yang pertama, ada orang-orang yang hasad sama kita. Mudarat yang kedua, sebagian orang menjadi menderita karena melihat kenikmatan yang kita apa? Dapatkan. Dia jadi sedih. Jadi contoh sederhana misalnya ada suami istri kemudian jalan-jalan entah ke mana. Ke luar negeri maksudnya ke Puncak Bogor ya. Ke luar negeri Jakarta ke Puncak Bogor kemudian habis itu foto sana foto sini. posting sana, posting sini, gandengan nikmat. Nikmat bisa bareng-bareng sama istri, sama suami. Kenikmatan yang jarang didapatkan zaman sekarang. Apalagi dengan kesibukan masing-masing, dengan jalan-jalan sama anak-anak kemudian posting. Ya, ini kenikmatan dua mudarat bisa menimpa. Bisa ada yang hasad ya, hasad kepada kita misalnya yang posting ibu-ibu hasad. Oh, Bu ini kok bisa gitu ya, Mas? Akhirnya hasad sama ibu itu akhirnya ya macam-macam. Kalau sudah hasad macam-macam ya berusaha memisahkan sang wanita dari suaminya atau berusaha menggoda suaminya kita enggak tahu ya. Yang kedua, mudarat yang kedua mudarat bagi orang lain. Orang lain jadi sedih ketika dia lihat ada temannya jalan-jalan, ternyata suaminya tidak mampu jalan-jalan sama dia karena enggak punya duit. Jadi sedih atau tidak sedih? Aduh. Gimana nih? Kita enggak bisa jalan-jalan. Jadi yang tadi sudah bahagia jadi apa? Jadi tidak bahagia. Contoh sederhana ada seorang datang sama kawan ngomong misalnya laki-laki lagi kumpul-kumpul itu satu orang datang cerita, "Wah, istri saya masyaallah istri saya istri sudah cantik, salehah, tiap malam salat malam. Kemudian kalau saya kasih duit dia bilang, "Enggak usah katanya." [Musik] [Tepuk tangan] misalnya pokoknya cerita top istrinya nomor satu. Teman-teman yang dengar jadi sedih semuanya padahal mereka hasilnya bahagia kan. Artinya istri mereka normal. Minta emas ya normal namanya. Perempuan pasti minta emas. Tapi ini laki-laki ini istrinya enggak normal. Terlalu apa? Terlalu tinggi ya. Ketika mereka lihat ada temannya, istrinya seperti itu semua jadi sedih. Pulang-pulang enggak sayang lagi sama istrinya. Pulang-pulang lagi jengkel sama istri, "Kamu nih minta-minta." Itu istri teman saya enggak pernah minta-minta. Dikasih duit malah nolak kamu. Nah, ini contoh mudarat bagi apa yang lain. Maka seorang inilah apa maksudnya? Lihat-lihat situasi dan kondisi. Kalau dia mau cerita kenikmatan, jangan cerita sama semua orang. Cerita kepada teman dekat yang amanah, yang sayang sama dia, yang mungkin dia bisa berbagi curhat kepadanya. Tidak semua orang kita cerita. Ada dua mudarat. Mudarat pertama ada yang has sama kita. Mudarat kedua apa namanya? Membuat orang lain menjadi apa? Sedih. Iya. Ya. Membuat orang lain jadi sedih. Ibu-ibu misalnya cerita sama teman suami saya masyaallah gini gini gini gini puji-puji habis. Akhirnya ada yang bilang, "Waduh, boleh juga itu kalau jadi suami saya." Akhirnya kamu wajah pas-pasan aja saya lebih cantik. Akhirnya dia berusaha merusak rumah tangga. Bisa saja, bisa saja. Ya, kalau tidak semua kenikmatan kita ceritakan ya. Makanya di antara nasihat Syekh Syri hafidahullahu taala, belia mengatakan, "Kalau ada yang bertanya sama kamu tentang nikmat, enggak usah jawab secara detail, jawab secara global aja. Rumahmu ada berapa?" "Ada ya?" "Ada berapa?" Pokoknya ada. Alhamdulillah. Enggak usah bilang rumah saya ada 10. Tiga di sini, tiga di Pondok Indah, dua di pondok Pinang, satu di pondok mana lagi? Orang hasad, enggak semua orang. Usaha saya sekian sekian sekian orang hasad. Kalau kita cerita nikmat yang kita miliki secara detail, dia akan hasad. Kalau kita bilang kita enggak punya, dia meremehkan. Ah, kasihan orang miskinnya. Mending kita jawab secara apa? Global saja. Jadi, kita hati-hati dalam menceritakan kenikmatan yang kita dapatkan. Kita enggak sembarang, kita pilih-pilih orang juga ya. Karena tadi dikhawatirkan ada yang hasad atau menjadikan orang lain bersedih gara-gara kita. Karena sunah sunahnya adalah kita memberi kebahagiaan kepada orang lain, bukan malah menjadikan apa orang lain. Tib. Di antara keteladanan yang lain yang ee kita bisa ambil dari kisah Nabi Yusuf Alaih Salam yaitu tentang bagaimana kisah ee Nabi Yusuf ketika dirayu oleh Imraatul Aziz. Imratul Aziz ini tentunya ee ada yang menyebut namanya Zulaikha atau ada yang menyebut namanya yang lain. Tapi tidak ada riwayat yang sahihah yang menunjukkan namanya Zulaikha. Tapi dalam Al-Qur'an disebut Imraatul Aziz. Ala-Aziz maksudnya orang yang mulia, mungkin suaminya menteri atau bendaharawan ya. Ee tapi dia adalah ee wanita ee apa namanya? ee bangsawan di kota di kota Mesir. Tentunya dia adalah wanita yang cantik jelita. Kemudian dia merayu Nabi Yusuf alaihi salam yang Allah sebut dalam Alquran wqtil abwaba waqat haak q maadallah. Maka sang wanita ini pun menutup pintu-pintu semuanya. Kemudian dia merias dirinya dia sudah cantik. Kemudian dia percantik dirinya. Kemudian dia merayu Nabi Nabi Yusuf Alaih Salam. Kemudian Nabi Yusuf Alaih Salam kata Allah walaqad hammat bih wa hamma biha. Sungguh sang wanita sudah kebelet pengin sekali e berzina dengan Nabi Yusuf Alaih Salam. Ya. Dan Nabi Yusuf juga ya lelaki. Sudah tergerak apa hasratnya wajar dia seorang lelaki. Maka Nabi Yusuf Alaih [Musik] Salam melakukan beberapa cara agar selamat dari godaan yang sangat berat ini. Ini godaan paling berat yang dihadapi oleh seorang lelaki pemuda seperti Nabi Yusuf Alaih Salam. Makanya Allah abadikan kisah ini dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran bagi kita di zaman sekarang yang banyak sekali godaan terkait dengan apa? Terkait wanita. Apalagi Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ma tarqtu ba'di fitnatan adar al rijal minanisa." Aku tidak meninggalkan fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki seperti fitnah apa? Fitnah wanita. Ya, terlebih lagi saking begitu beratnya godaan wanita, terutama zaman sekarang adanya medsos dengan adanya internet ya dengan adanya TikTok dan yang lain-lainnya maka ee hampir semua orang terkena kecipratan kecipratan sarana-sarana menuju zina. Dan ini telah disabdakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Rasulull sahu alaii wasallam, kataba libni Adam, kataballah libni Adam, hadahu minzina mudrikalika la mahala. Allah telah menetapkan kepada anak Adam, dia pasti kecipratan zina, pasti mengenainya dan dia tidak bisa menghindarinya. Dia pasti kecipratan sarana zina. Kemudian rasul sahu alaihi wasallam menjelaskan alinani taznian. Sesungguhnya dua mata berzina wazinahuma nadar. dua mata berzinaan zinanya dengan melihat yaitu melihat hal-hal yang menimbulkan syahwat yang ujung-ujungnya menuju pada perzinahan tapi melihat aurat w terbuka, melihat hal-hal yang membuat hasrat, rangsangan dan macam itu zina mata. Wal uzunani taznian wazinahuma iltima dan dua telinga berzina. Dan zinanya adalah dengan mendengar dengar lagu-lagu cinta-cinta inilah rayuanlah, sentuhanlah, lagu-lagu isinya gitu-gitu ya. ee isin tentang cinta cid dan segalanya ya. Ya, lagu-lagu itu yang laris. Lagu-lagu apa? Lagu-lagu cinta ya. Tentang kekasihlah apalah. E dengar-dengar musik yang menimbulkan apa? Syahwat ya. Menimbulkan fly dan macam-macam. Ini namanya zina telinga. Kemudian juga ee Rasulullah menyebutkan ee bahwasanya mulut berzina. Zinanya dengan rayuan ucapan ya. Sampai Rasulull Sallah Alaih Wasallam menyebutkan tangan berzina yaitu sentuhan. Ya. Sampai akhirnya kata Rasul sahu alaihi wasallam wal farju yukadibu yusdiqu dan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakan. Artinya kalau dia teruskan maka dia berzina jika dia tidak teruskan maka dia tidak berzina. Tapi intinya rasul was menjelaskan bahwasanya kita akan kecipratan semua sarana menuju apa? Zina. Siapa di antara kita yang bisa menundukkan pandangan? kita pasti melihat auratnya terbuka, melihat yang membuat hasrat apalagi zaman zaman sekarang ya mendengar hal-hal yang menimbulkan hasrat yang yang tentunya apa mengantarkan kepada zina sentuhan rayuan atau tulisan semuanya. Ini menunjukkan bahwasanya fitnah wanita adalah fitnah yang paling berbahaya. Rasulullah sendiri yang mengatakan aku tidak pernah meninggalkan fitnah bagi laki yang berbahaya seperti fitnah fitnah wanita. Nah, kemudian Allah menyebutkan tentang kisah Nabi Yusuf Alaih Salam yanguji dengan ujian yang sangat berat. Apa sih keteladanan yang diajarkan Nabi Yusuf agar kita bisa terhindar dari ee godaan wanita? Keteladanan yang paling top yang di yang itu yang di dilihat oleh Imraatul Aziz. Imratul Aziz ketika dia mengumpulkan para ibu-ibu di kota Mesir, setelah dikumpulkan semuanya kemudian dikasih makanan, kasih pisau untuk memotong makanan tersebut. Entah buah, entah kue, entah apa. Ketika mereka sedang asik ngobrol, tiba-tiba Nabi Yusuf disuruh jalan di depan mereka. Ketika mereka melihat Nabi Yusuf, mereka pun kaget. Saking terpesona dengan Nabi Yusuf alaihi salam, akhirnya mereka memotong aidahun. Mereka potong tangan-tangan apa mereka tanpa sadar. Karena saking terpesona terhadap siapa? Nabi Yusuf. Histeris. Saking tambannya, mereka tidak sadar ya. Mereka tidak sadar. Ada yang mengatakan ada yang langsung mati ketika itu. Ada yang mengatakan langsung haid ketika itu. Kalau kita baca buku tafsir macam-macam. Tapi intinya di antara yang Allah sebutkan mereka potong tangan-tangan mereka berdarah dan mereka tidak sa sadar. Kemudian setelah mereka ternyata berhasrat sama Nabi Yusuf semuanya, maka akhirnya Imratul Aziz dengan tidak malu-malu lagi. Hatta sitral hatta sitral haya dia robek tirai rasa malunya. Kemudian dia bongkar-bongkaran. Dia bilang, "Holat apa? Lumtunani lumtun." Inilah yang kalian lumtunani fih. Ini yang kalian cela-cela. Saya bilang ini Zulahah ngerayu-ngerayu Yusuf. Ngerayu-ngerayu Yusuf. Kalian saja baru lihat 5 menit sudah ko semua. Saya tiap hari ketemu dia bertahun-tahun. Ya, kalian baru 5 menit sudah ko jadi dia sudah bongkar-bongkaran. Inilah yang kalian cela aku tentang hal ini. Kemudian beliau [Musik] berkata, "I kalian celah-celah saya. Kalian sendiri tidak bisa menghadapinya. Sungguh aku sering merayunya." Fastam. Tapi dia berpegang teguh. Istiam. Dijelaskan oleh Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala. Maksudnya dia tidak kasih celah sedikit pun. Dia tidak kasih celah sedikit pun. Kalau kita ingin selamat dari fitnah wanita, jangan kasih celah sedikit pun. Yang buat kita tidak selamat ketika kita kasih apa? Celah. Baik fitnah laki-laki ma fitnah wanita. Wanita kasih celah sama laki-laki atau laki-laki kasih celah sama wanita. Kalau ingin selamat jangan kasih celah. Kalau kita sudah kasih celah, kita akan mudah terbawa. Pokoknya kalau ada cewek, asalamualaikum, rayu-rayu, blokir ya. Rayu-rayu ini enggak beres blokir. Jangan, jangan di-save ya. Itu namanya kita kasih celah. Apalagi kita cek apa foto ee profilnya ya. Oke juga. Jangan ya. Pokoknya jangan kasih celah. Jangan kasih celah. Ada akhwat kirim WA terus ada hihihi hihi. Udah blokir. Jangan kasasih cela. Masalahnya kalau kita enggak kita buka cela itu yang masalahnya. Kalau kita kasih enggak kasih cela, kita mudah meninggalkan semuanya. Mudah. Kapan kita susah meninggalkan maksiat? Ketika kita sudah mulai masuk. Ah, itu sudah susah. Ya, makanya apa kata penyair? Kulul hawadi mabdauha minanar wamunar min mustas syarar. Sesungguhnya seluruh malapetaka dimulai dari pandangan. Dan api yang besar dimulai dari percikan. Coba kalau kita dari awal tundukkan pandangan, enggak ada godaan sama sekali, enggak ada. Tinggal gini selesai. Tapi kalau kita gini dunduk tapi melihat sudah lihat 5 menit sudah terbias dalam hati kita selesai. Laki-laki lemah di situ. Laki-laki lemah. Lemah di situ. Akhirnya melihat-melihat, akhirnya tergoda tergoda. Akhirnya jelalatan. Lihat sana, lihat sini. Kemudian habis itu minta izin istri poligami dengan syarat ingin menjalankan syariat. Padahal maksiat yang dia lakukannya ya dia bukan jalan syarat tapi dia terlalu banyak maksiat oleh kariranya seorang apa waspada ya waspada maka itulah cara Nabi Yusuf alaihi salam istiam tidak kasih cela sama sama sekali kalau kita tidak kasih celah sama sekali kita mudah meninggal itu semua yang masalahnya kita buka celah kita buka relasi ketawa-ketawa keti kita telepon lama-lama dengan istri orang ini yang jadi masalah setan masuk ya akhirnya membuat tergoda ya apalagi baru bertengkar sama istri repot dan itu banyak kejadian masuk ke dalam ee medsos kemudian reuni qadarullah ketika dia masuk acara riuni dia baru bertengkar sama suaminya kemudian ketemu dengan temannya laki-laki yang juga bertengkar sama istrinya ini kayaknya pas ya Allah mentakdirkan demikian ada aja apa namanya ee hal-hal seperti itu. Makanya jangan pernah meremehkan ee apa namanya fitnah ini. Fitnah apa? Fitnah wanita. Jangan pernah meremehkan fitnah wanita karena ee ini fitnah paling besar bagi laki-laki. Ketika Rasulullah mengatakan fitnah paling berbahaya jangan kita jangan kita sepelekan. Jangan kita sepelekkan. Ini metode yang paling tepat. Teladan dari Nabi Yusuf. istiam. Jangan kasih celah sama sama sekali. Kemudian kedua, ketika kita tergoda atau mulai tergerak hasrat kita, maka metode berikutnya ee mengingat nikmat yang Allah berikan kepada kita. Ketika Nabi Yusuf tergoda atau mulai tergerak kasratnya, dia berkata, "Ya, innahu rbi ahsana matwaya innahu la yuflihzalimun." Sungguhnya rabku telah berbuat baik kepadaku. Sesungguhnya tidak beruntung orang-orang yang berbuat zalim. Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwasanya makna rabbi ada dua pendapat. Yang rabi maksudnya majikanku. Yang kedua, rabbi artinya Tuhanku. Artinya, Nabi Yusuf berkata, "Allah telah banyak berbuat baik kepadaku. Kenapa aku membalas kebaikannya dengan apa?" Dengan maksiat. Maka di antara hal yang membuat seorang berhenti dari maksiat ketika dia ingat nikmat-nikmat Allah. Pantaskah saya? Ya Allah, berikan saya begitu banyak maksiat, eh berikan begitu saya banyak kenikmatan. ya berikan kenikmatan harta, kenikmatan istri, kenikmatan keluarga, kenikmatan kesehatan, kenikmatan bisa ibadah, bisa umrah. Kemudian saya membalas kenikmatan tersebut dengan membangkang perintahnya. Ini di antara hal yang membuat seorang ingat nikmat-nikmat tersebut maka dia berhenti dari maksiat atau ee kecenderungan untuk bermaksiat. Dia ingat nikmat-nikmat tersebut. Ini metode Nabi Yusuf. Kemudian metode berikutnya, Nabi Yusuf kabur dari lokasi ee yang bisa menjerumuskan dalam maksiat. Maka beliau pun kabur ya wasqaba waq. Maka beliau pun kabur menuju pintu untuk keluar. Kemudian Imratul Aziz wanita tersebut menarik bajunya untuk mengembalikannya. Namun Nabi Yusuf terus kabur. Akhirnya tiba-tiba ketemu dengan suami sang wanita. Jadi kalau ingin selamat jauhi tempat lokasi maksiat. Jangan dekat-dekat. Jauh aja jauh menjauh begitu ini menjauh. Jangan dekat-dekat di situ. Karena kita enggak tahu kapan iman kita lagi turun. Mungkin 10 menit pertama kuat, menit ke-11 goyang, menit ke-12 terjungkal. Kita enggak tahu. Ketemu dengan perempuan 5 menit pertama enggak ada apa-apa. 10 menit kedua pertemuan berikutnya pertemuan ketujuh mulai goyang. Repot kalau sudah mulai apa? Goyang. Ya, makanya kita jauhkan diri dari lokasi ke masjid agar kita aman, tentram, nyaman ya, dan selamat dari godaan ya. Kemudian tentunya berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Nabi Yusuf [Musik] berdoa minahin. Nabi Yusuf berdoa, "Ya Allah, penjara lebih aku sukai daripada rayuan mereka." Ya, kalau kau tidak ee memalingkan godaan mereka kepadaku, tidak memalingkan godaan mereka dariku, asbu ilaihin aku akan condong kepada mereka dan aku akan bermaksiat. Tidak mungkin kita selamat dari maksiat kecuali Allah yang menyelamatkan kita. Maka angkat tangan berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala ya agar bisa ya selamat dari godaan-godaan wanita ya. Hati ini lemah ya. Hati ini lemah dan rayuan ee wanita berat untuk dihadapi oleh para lelaki. Rasulullah yang mengatakan paling berat. Maka jangan kita remehkan fitnah wanita. Demikian juga fitnah lelaki bagi wanita. Tib. Keteladanan berikutnya. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Nabi ee Yusuf Alaih Salam ee selalu berbuat ihsan dan orang yang berbuat ihsan akan dimudahkan urusannya oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ketika Nabi Yusuf akhirnya setelah dipenjara kemudian dia diangkat menjadi seorang menteri, kemudian kakak-kakaknya pun datang. Maka kemudian dia pun bongkar kartu. Dia bilang, "Sayalah Yusuf yang kalian pernah begini-begini." Iya. Kemudian Nabi Yusuf berkata, "Ya, innahu yattaqi waasbir fainnallaha la yudiu ajral muhsinin." Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar sungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat ihsan. Nah, seorang berusaha dalam kehidupan ini melakukan ihsan. Sebagaimana Nabi Yusuf alaihi salam, dia selalu ihsan. Ihsan maknanya dua. Yang pertama adalah ihsan dalam beribadah kepada Allah. Yang kedua, ihsan kepada makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa taala. Ihsan yang pertama sebagaimana yang ditafsirkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, anudallaha kaaka tarahu faam takun tarahu fainnahu yar. Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah. Jika kau tidak mampu, yakinlah Allah melihatmu. Itulah ihsan. Setiap kita melakukan ibadah, kita merasa Allah selalu melihat apa? Melihat kita. Allah selalu menilai kita. Dan kata Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala, Nabi Yusuf ihsan dalam segala musibah yang dia hadapi. Ketika dia dilempar dalam sumur, dia hadirkan ihsan bahwasanya Allah sedang melihat dia, maka dia mampu untuk ber bersabar. Dia tahu Allah tidak akan meninggalkannya. Ketika dia dijual jadi budak, dia pun ihsan. Ketika dia digoda oleh Imraatul Aziz, dia tahu Allah sedang melihatnya. Ya, selalu hadir dalam dirinya ihsan tersebut. Ya, dalam setiap kondisi yang dia lewati dia selalu menghadirkan ihsan. Siapa yang selalu merasa Allah mengawasinya, Allah melihatnya, maka dia akan mudah menghadapi permasalahan. Ini ihsan Nabi Yusuf ketika merasa Allah senantiasa melihatnya. Yang kedua, ihsan dia kepada orang-orang sekitarnya. Dan ini menakjubkan ihsannya Nabi Yusuf. Pertama, Nabi Yusuf Alaih Salam ketika dipenjara. Ketika dipenjara datang dua orang. Setelah lama Yusuf di penjara, tiba-tiba datang dua orang kepada Nabi Yusuf. Ya. Eh, kata Allah, "Walayan masuklah dua anak muda ketemu Nabi Yusuf dan dia berkata," ahaduhuma inni aram. Yang satu berkata Yusuf, "Saya bermimpi melihat saya memerah anggur." Yang satu mengatakan, "Ya Yusuf, saya melihat dalam mimpi saya, saya memegang roti di atas kepala saya. Tiba-tiba ada burung makan roti tersebut. Tafsirkanlah mimpi kami berdua." Kata mereka, "Inna naroka minal muhsinin." Kami melihat engkau termasuk orang yang baik, orang ihsan. Ternyata selama Yusuf di penjara, dia selalu berbuat ihsan, berbuat baik kepada penghuni penjara. Tentunya berbuat baik dengan kada penghuni penjara dengan apa? Ya mungkin kalau ada makanan mungkin dia bagi, tapi kemungkinannya kecil karena dia juga dapat jatah apa? Makanan. Kemungkinan dia berbuat baik dengan akhlak yang mulia, nasihat-nasihat, kata-kata yang lembut. Sampai disebutkan oleh para ahli tafsir, begitu masyhurnya Nabi Yusuf Alaih Salam sebagai orang yang muhsin, senantiasa berbuat baik. Sampai kalau ada orang-orang yang sudah habis masa tahanannya dan boleh keluar, mereka minta izin untuk diperpanjang tahanannya. Gak mau keluar. Kenapa? Pengin selalu dekat dengan Nabi Yusuf Alaih Salam. Karena mereka nyaman dengan Nabi Yusuf Alaih Salam. Zahirnya Nabi Yusuf berbuat baik kepada mereka bukan dengan materi. Mungkin dengan bantuan tenaga, mungkin dengan nasihat. Ya, oleh karenanya ee seorang berusaha berbuat ihsan kepada makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa taala dengan apapun yang kita bisa. Kita bisa berbuat ihsan dengan materi, bisa berbuat ihsan dengan ide, berbuat ihsan dengan kata-kata yang baik, berbuat ihsan kepada orang lain dengan tenaga. Ya, apa saja yang membantu orang lain maka itu disebut dengan ihsan. Ya, itu disebut dengan ihsan. Karena Nabi Yusuf Alaih Salam muhsin, akhirnya dua orang ini pun datang kemudian minta agar Nabi Yusuf menafsirkan mimpi mereka berdua. Karena ini orang-orang saleh selalu berbuat ihsan. Di antara ihsannya Nabi Yusuf Alaih Salam dan ini juga ee perkara yang menakjubkan. Jadi Nabi Yusuf Alaih Salam ee mudah memaafkan. Dia mudah memaafkan. Di antara bentuk ihsan kepada orang lain, kita maafkan orang lain. Dan banyak orang yang dia maafkan dalam kisah ini. Dia maafkan kakak-kakaknya, dia maafkan Imraatul Aziz yang merayunya yang buat dia kejeblos dalam penjara dan dia maafkan orang yang dia bantu. Lupa cerita tentang dirinya. Tiga orang yang dia maafkan dalam kisah ini dan dia selalu maafkan. Yang pertama yang dia maafkan Allah sebutkan dalam Al-Qur'an adalah tentang orang yang dia bantu dengan menafsirkan mimpinya. Jadi orang tadi ketika datang kepada Yusuf Alaih Salam, Yusuf tafsirkan mimpi kami. Yusuf berkata, "Adapun kamu yang satu akan ditangkap, kemudian dibunuh, kemudian disalib. Adapun yang satu, fayasqibahu khamro, kau akan jadi pelayan raja dan kau akan memenuangkan ee air minum kepada minuman kepada sang raja. Dan benar keputusan telah berlaku. Akhirnya yang satu dibunuh, yang satu akan menjadi pelayan raja. Maka Nabi Yusuf memberi pesan kepada orang ini. Waqilladzi minhumnibik. Dia berkata, "Wahai fulan, kau akan menjadi pelayan raja. Jangan lupa ceritakan tentang aku di sisi raja nanti." Tujuan Nabi Yusuf, dia usaha. Nabi Yusuf usaha, ikhtiar. Tujuan Nabi Yusuf ini kalau orang nanti cerita kepada raja, "Ya, raja ada Yusuf itu sebenarnya baik, dia gini-gini supaya Yusuf dibebaskan karena dipenjara enggak enak." Tetapi jadi Yusuf pesan nanti kau ceritain tentang saya rupanya orang ini lupaahuikhiin. Rupanya orang ini lupa cerita akibatnya Yusuf bertambah lagi masa tahanannya di penjara bertahun-tahun gara-gara orang ini lupa apa cerita. Seandainya dia cerita, Nabi Yusuf akan dibebaskan oleh sang raja. Tib. Orang ini salah atau tidak salah? Dia tidak lupa dengan pesan Nabi Yusuf. Nabi Yusuf sudah berbuat baik sama dia, sudah tafsirkan mimpinya, buat dia bahagia. Apa susahnya membalas budi Nabi Yusuf dengan cerita tentang Nabi Yusuf kepada sang raja? Tapi dia lupa. Akibat dia lupa kata Allah, falabit fisjidin. Akibatnya kata Allah, fa, maka Yusuf pun bertambah di penjaranya bertahun-tahun. Tib. Akhirnya di masa tambahan bertahun-tahun tersebut raja akhirnya mimpi. Mimpi ada tujuh sapi kurus. Inqaratun ija. Aku melihat raja mengatakan, "Aku melihat ada sapi betina, tujuh sapi betina kurus. Makan tujuh sapi betina gemuk. Kemudian aku melihat tujuh bulir gandum yang kering dan tujuh bulir gandum yang yang basah. Wahai para [Musik] pembesar-pembesarku, tafsirkanlah mimpiku jika kalian mampu. Mereka semua tidak mampu. Kata mereka, "Raja gak bisa mimpimu carutmarut." Itu seperti orang kalau petani atau orang yang bawa bawa makanan buat kuda, dia bawa rumputan. Rumputan kan ada dari batang daun ini macam-macam. Jadi itu namanya atgat, yaitu kumpulan rumput-rumput dari sumber rumput yang berbeda-beda, yang carut-marut. Akhirnya para pembesar-pembesar kerajaan mengatakan, "Ya Raja, kami enggak bisa tafsirkan mimpimu karena mimpimu carut-marut, tidak ada alur yang jelas." Kata mereka demikian. Wahnu bwil ahlamimin. Kami gak bisa. Tiba-tiba orang jadi pelayan raja baru ingat. Oh iya, ada ahli tafsir siapa? Yusuf. Setelah 7 tahun, ada yang bilang setelah 7 tahun baru dia ingat. Maka dia bilang eh apa namanya? Eh saya akan kabarkan mimpi sang raja. Utus saya kepada Yusuf. Di sini lihat bagaimana ihsannya Yusuf. Dia datang kepada Yusuf. Dia berkata, "Yusuqina aftina." Wahai Yusuf, tafsirkanlah mimpi raja. Mimpinya begini begini begini. Yusuf tidak mencela orang ini. Dia tidak berkata, "Kamu ke mana aja 7 tahun kamu sekarang baru perlu ke sini." Enggak subhanallah. Dia dia enggak cela sama sekali. Dia tidak cela sama sekali. Dia tidak mengatakan dia tidak dendam. Ya sudah, silakan jelas. Saya saya tidak mau tafsirkan. Dia enggak dendam sama sekali. Kemudian ketika Yusuf menafsirkan, ini menakjubkan. ketika dia menafsirkan. Jadi maksud saya ee ee Yusuf ketika itu saya tadi bicara tentang di antara berbuat ihsan dia memaafkan kan. Pertama Yusuf memaafkan orang ini. Paham intinya? Nanti kemudian Yusuf setelah menafsirkan kemudian raja Yusuf bilang, "Coba tanyakan kepada Imraatul Aziz tentang hakikat apa yang terjadi." Akhirnya raja tanya, "He ibu-ibu semua, sebenarnya apa yang terjadi dengan Yusuf?" Akhirnya qiz haqq ana dia ngaku ya raja sebenarnya saya yang rayu dia dia bongkar kartu tetapi Yusuf alaihi salam tidak bilang raja penjarakan dia gantian gak Yusuf maafkan apa maafkan wanita ini. Bayangkan gara-gara wanita ini dipenjara lebih dari 7 tahun. Ada yang bilang 14 tahun, ada yang bilang lebih. Tapi dia tidak dendam kepada Imraatul Aziz. Dia tidak dendam. Tidak. Dia cuma dia cuma coba tanya yang benar bagaimana. Subhanallah. lapangnya dada luar biasa. Kemudian orang ketiga yang dia maafkan adalah kakak-kakaknya. Ketika mereka ingin minta beli gandum setelah Yusuf menjadi menteri bendahara Mesir, mereka datang, mereka datang. Akhirnya mereka minta gandum. Mereka enggak punya barteran. Ya, yazizuana. Kakak-kakak yang 10 orang bilang yang dulu buka baju Yusuf masukkan ke sumur, jual jadi budak. Ini yang bikin Nabi Yusuf berpisah dari ayahnya sampai puluhan tahun. Kemudian mereka sekarang dalam kondisi mengemis. Mereka berkata, "Wahai sang bendaharawan Mesir, keluarga kami ditimpa dengan penderitaan dan kami mau perlu makanan, perlu gandum. Cuma berteran kami cuma sedikit. Tolong meskipun berteran kami cuma sedikit, penuhilah gandum tersebut." Yusuf akhirnya bongkar kartu. Yusuf mengatakan, jahilun. Apa kalian masih ingat apa yang kalian lakukan kepada Yusuf dan saudaranya ketika kalian masih jahil? Kamu Yusuf? Iya, saya Yusuf. Akhirnya mereka berkata eh inna e apa namanya? Eh laqarakallahu alain. Wahai Yusuf, Allah telah memuliakan engkau daripada kami dan kami bersalah. Apa kata Yusuf? Laikumul yauma yagfirullahu lakum. Tidak ada celaan bagi kalian sejak hari ini. Enggak ada. Aku enggak mencela kalian. Allah niscaya akan mengampuni apa kalian. Subhanallah. Yusuf tidak mencela sedikit pun. Tidak mencela sedikit pun. Jadi benar-benar di antara ihsan yang dia lakukan mudah memaafkan. Jadi ikhwan kita ini hidup ee ya namanya kita punya kekurangan, orang-orang juga punya kekurangan. Pasti ada orang salah sama kita pasti. Gak usah orang jauh-jauh. Orang dekat kita, mungkin istri kita, mungkin suami kita, mungkin anak kita jengkelin kita, mungkin pembantu kita, mungkin supir kita, mungkin tetangga kita, mungkin guru kita, mungkin murid kita, ada kemungkinan ada ya. Tapi kita hendaknya mengambil teladan dari Nabi Yusuf alaihi salam. Di antara bentuk berbuat ihsan adalah dengan mudah apa? Memaafkan. Kita mudah maafkan kita yang bahagia dan tentunya kita sudah bahas dalam bahasan tersini tentang masalah memaafkan. Ini bentuk ihsan. Yusuf memaafkan Imraatul Aziz. Yusuf memaafkan ee orang yang dia tafsirkan mimpinya dan Yusuf juga memaafkan saudara-saudaranya. Di antara bentuk ihsan Nabi Yusuf Alaihi Salam, beliau ketika diminta untuk menafsirkan mimpi tadi ee pelayan raja berkata, "Wahai Yusuf, raja bermimpi begini begini begini. bahwasanya raja melihat ada tujuh sapi kurus memakan tujuh sapi gemuk. Maksudnya apa? Maka lihat bagaimana Yusuf menafsirkan mimpi tersebut. Apa tafsir mimpi ini? Tafsir mimpi ini seder sederhana. Tafsir mimpi adalah berarti akan ada 7 tahun masa panen kemudian diikuti dengan 7 tahun masa paceklik. Itu saja tafsir mimpi. Apa maksudnya tujuh sapi gemuk? Maksudnya masa panen selama 7 tahun. Apa maksudnya tujuh sapi kurus? Maksudnya adalah masa panen eh masa pcekelik selama 7 tahun. Harusnya itu saja jawaban Nabi Yusuf nih jawabannya begini selesai. Tapi ternyata Yusuf berbuat ihsan. Dia tidak hanya menafsirkan, tapi dia langsung kasih solusi juga. Dia langsung kasih apa? Solusi. Dia berkata, mimun. Kata Yusuf, "Akan ada 7 tahun musim panen. Maka tanamlah sebanyak-banyaknya. Kemudian sisakan sebanyak-banyaknya. Makan sedikit saja. Mungkin makanan satu orang, buat dua orang, buat tiga orang. Sisakan sebanyak-banyaknya, makan sedikit saja. Ini solusinya. Kemudian akan datang 7 tahun musim paceklik yang kalian simpan di simpan di lumbung gandum tersebut akan kalian pakai ya. Tapi masih aja yang ada yang tersisa karena kalian simpannya apa? Banyak. Nah, ini solusi yang dijelaskan Nabi Yusuf. Jadi, Yusuf alaihi salam tidak hanya menafsirkan mimpi, tapi dia juga kasih solusi. Kemudian di antara ihsannya, selain mengasih solusi, Yusuf mengabarkan tentang hal yang lain. Kata Yusuf alaihi salam, "Tumma ba'diamun fias wafi yirun." Sungguhnya akan datang setahun setelah itu setelah 7 14 tahun 7 tahun musim kemarau eh musim panen 7 tahun musim kemarau akan datang 1 tahun di sana hujan sangat keras sangat deras dan akhirnya orang akan memanen anggur dan memerah anggur ini 1 tahun tma yati amun fi yunas kemudian setelah itu tahun ke-15 akan banyak hujan yang deras dan orang-orang akan memanen anggur ini tidak ada dalam mimpi tersebut paham Ini tambahan ilmu. Karena yang saya katakan tadi tafsiran mimpi cuma tujuh musim panen, tujuh musim apa? Baca klik Tuhan. 7 tahun. Tahun yang ke-15 ini di luar daripada mimpi. Tapi Yusuf kasih tambahan. Kasih tambahan. Ini menunjukkan dia ihsan dengan ilmu. Ihsan Nabi Yusuf dengan beri solusi dengan tambahan ilmu. Seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika para ulama mengatakan Nabi orang yang ihsan. Ya, di antara ihsannya adalah memberi ilmu yang dibutuhkan kepada meskipun tidak ditanyakan. Satu hari dalam hadis Abu Hurairah radhiallahu anhu sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, inarkabul [Musik] bahmilatawil bahr." Ya Rasulullah, kami berlayar di lautan dan kami bawa air tawar sedikit. Kalau kami gunakan air tawar ini untuk berwudu, kami kehausan. Jadi mereka ragu. Boleh. Maka mereka bertanya, "Bolehkah kami berwudu dengan air laut?" Karena mereka ragu tentang kesucian air laut karena saking asinnya. Jadi mereka bilang, "Kalau kami gunakan air tawar untuk berwudu ya Rasulullah, kami kehausan di tengah lautan. Bolehkah kami menggunakan air laut untuk berwudu?" Jadi, yang pertanyaannya tentang air apa? Air laut. Bolehkah untuk berwudu? Apa jawaban Nabi sallallahu alaihi wasallam? Ini hadis pertama dalam kitab Bulugul Maram. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, mauhu alu maitu. Kata Nabi, "Air laut itu suci dan mensucikan. Boleh untuk wudu, boleh untuk mandi junub. Apakah titik Rasulullah masih lanjutkan?" Alhillu maitatu juga ikan, bangkai ikannya juga halal. Padahal mereka gak tanya tentang bangkai apa? Ikan. Tetapi Rasulullah tahu mungkin mereka akan butuh di tengah jalan daripada mereka enggak bisa nanya nanti. Enggak bisa WA, enggak bisa SMS, enggak bisa telepon. Sudah Rasulullah kasih tahu sekarang bangkainya pun apa? Halal. Ini contohnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ihsan dengan apa? Ilmu. Tidak ditanyakan. Tapi kalau perlu tahu dikasih tahu. Yusuf alaihi salam demikian. Informasi bahwasanya pada tahun 15 akan ada hujan deras itu enggak di luar daripada konteks mimpi. Tapi beliau kasih tambahan apa? Ilmu. Karena beliau tahu ini akan membahagiakan mereka. Oh ternyata tahun ke-15 akan ada hujan, akan ada perah anggur. Setelah 7 tahun peciklik ternyata dielesaikan dengan musim yang sangat menyenangkan. Inilah ihsannya Nabi Yusuf Alaih Salam. Masih ada waktu? Masih. Ya, sabar [Musik] ya. Ada air minum. Tenang amat. Tib. Kita lanjutkan. Di antara di antara keteladanan Nabi Yusuf dan ini juga kita perlu dalam kondisi tertentu adalah menggunakan takrid atau almaarid atau tauriah. Tauriah adalah mengucapkan sesuatu yang benar, tidak ada dusta di situ. Tetapi maksudnya makna yang lain. Tetapi maksudnya makna yang yang lain yang disalahpahami oleh pendengar. Itu namanya tauriah atau maar atau takrid. Dalam suatu riwayat dari Imran bin Husin radhiallahu anhu, Rasul wasallam bersabda, "Inna fil maar maid lamanduhatun lamanduhatanilib. Inna fil maamuhatanilib." Maknanya sesungguhnya tauriah adalah solusi untuk terhindar daripada dusta. Tauriah itu seperti ini. Seperti yang pernah dilakukan oleh Abu Bakar radhiallahu anhu. Ketika Abu Bakar radhiallahu anhu berjalan bersama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika hijrah. Orang-orang bertanya, "Siapa ini di depanmu wahai Abu Bakar?" Mereka kenal Abu Bakar, mereka tidak kenal Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam karena Abu Bakar adalah pedagang sering ke mana-mana. Kata mereka, "Siapa depanmu wahai Abu Bakar?" Kata Abu Bakar, "Hadin il thq." Ini penunjuk jalan. Padahal maksud Abu Bakar penunjuk jalan menuju surga. Paham? Bukan penunjuk jalan menuju Madinah. Karena Rasulullah juga enggak tahu jalan. Paham ini? Ini namanya takrid. Ucapannya benar, tidak ada dusta, tapi sengaja diucapkan agar disalah pahami oleh pendengar supaya karena ini ada darurat. Kalau ada seperti Nabi Ibrahim Alaih Salam ketika ditanya, "Man fa'al bihatina?" "Ya Ibrahim?" "Siapa yang hancurkan tuhan-tuhan kami?" "Ya, Ibrahim Q faahu kabirum fasalum." Kata Nabi Ibrahim, "Yang bikin tuan yang gede kalau tanya sama tuhan-tuhan kecil kalau mereka bisa ngomong." Ini tidak ada dusta. Jadi, Nabi Ibrahim mengatakan yang menghancurkan patung-patung besar kalau patung-patung kecil bisa ngo ngomong. Paham? Tapi patung-patung kecil bisa ngomong atau tidak? Enggak bisa berarti bukan dong. Itu namanya dusta bersyarat. Seperti dulu ada kisah katanya di Sulawesi ada patung Syekh Yusuf. Kalau kamu panggil dia Syekh Yusuf, kalau dia dengar dia pasti noleh begini. Cuma kan dia enggak bisa dengar jadi enggak pernah noleh-noleh. Paham, Mas? Jadi itu maksudnya ee kata Nabi Ibrahim, "Yang melakukannya adalah patung-patung besar yang menghancurkan patung besar, menghancurkan patung-patung kecil. Tanyalah sama patung-patung kecil kalau mereka bisa ngomong." Seakan-akan Nabi Ibrahim berkata, "Yangelakukan patung besar dengan syarat patung kecil bisa apa?" Ngomong. Ini di antara tauriah. Di antaranya Nabi Ibrahim ketika ditanya, diajak untuk ikut acara kesyirikan, maka dia tidak mau keluar. Dia berkata, "Inni saqim." Aku sedang sakit. Aku sedang sakit. Kata para ulama, beliau tidak sakit tapi beliau sedang bertauriah. Inni saqim bisa artinya saya akan sakit. Namanya manusia suatu saat akan apa? Sakit. Karena dia menggunakan isim fa'il. Sakim itu menunjukkan ee tentang sekarang atau tentang akan datang. Atau dia mengatakan, "Saya sakit hati melihat kalian berbuat apa?" kesyirikan. Di antaranya juga ketika raja ingin mengambil istrinya Hajar, maka Ibrahim berkata, "Kalau mereka tanya kepada saya, siapa kamu?" Saya akan bilang, "Engkau adalah saudariku." Maksudnya saudari sesama muslim. Karena kalau Nabi Ibrahim bilang, "Ini istriku, dia akan dibunuh." Supaya dia selamat. Dia bilang, "Ini adalah hadzi ukhti." Ini adalah saudariku. Maksudnya saudari sesama muslim. Ini juga tauriah. Seperti yang dilakukan oleh Ummu Salamah. Ummu Salamah ketika anaknya Abu Thalha meninggal dunia, kemudian Abu Thalha datang, dia mau bilang anaknya meninggal. Kasihan Abu Thalha, kasihan khawatir, sedih. Maka Abu Thalha tanya, "Mana putra kita?" Kata ee Ummu Salamah, "Dia sekarang lebih tenang. Disangka lebih sehat, ternyata sudah mening meninggal." Perkataannya jujur atau dusta? Jujur. Tapi disalah pahami. Abu Thahah menyangka anaknya sudah sehat. Maka kemudian dia menggauli istrinya. Ternyata s kasih tahu anakmu sudah meninggal meninggal dunia. Contohnya namanya ma'ar. Ini juga dilakukan oleh Nabi Yusuf alaihi salam ketika saudara-saudaranya datang. Nabi Yusuf sengaja falamma jahazahumhazim jaq. Nabi Yusuf mengambil piala atau cawan yang terbuat dari emas dimasukkan ke apa namanya? pelana ee pelana adiknya Benyamin supaya Benyamin ditangkap supaya bisa tinggal sama Nabi Yusuf. Nabi Yusuf punya trik dia masukkan ke dalam dalam perbekalan adiknya Benyamin. Akhirnya diperiksa ternyata kedapatan piala tersebut atau cawan tersebut dalam tasnya atau dalam perbekalan adiknya Benyamin. Akhirnya Benyamin dituduh mencuri dan akhirnya harus ditahan. Tidak boleh pulang ke Palestina. ditahan di Yusuf. Ketika Benyamin ditahan, kakak-kakaknya kemudian ketakutan karena mereka sudah berjanji kepada kakak bapak mereka, "Kami tidak akan melepaskan Benyamin. Tidak mungkin Benyamin ditahan." Akhirnya mereka merayu Nabi Yusuf. Kata mereka, "Ya ayyuhal azizu inna lahu aban sikhan kabir." Kata mereka, "Wahai, mereka belum tahu siapa Yusuf." Kata mereka, "Wahai sang menteri, sungguhnya anak ini punya bapak yang sudah tua." Nabi Yusuf tahu yaitu Nabi aku bapaknya sendiri. nya kasihan bapaknya ini sangat sayang sama dia. Lepaskanlah Benyamin ahadana makahu ambillah kami 10 orang salah satu gantinya dia. Tapi jangan tahan dia. Ini kami 10 orang ambil satunya ganti dia. Apa kata Nabi Yusuf alaihi salam? Q maallah an illa ma wajadna mataah. Kata Nabi Yusuf, "Audzubillah. Kami tidak akan menangkap kecuali yang kami dapati barang kami ada di tasnya." Nabi Yusuf tidak berkata, "Kami tidak akan menahan kecuali yang mencuri." Nabi Yusuf tidak menggunakan kata mencuri. Paham? Karena adiknya tidak mencuri karena dia yang taruh barang di situ. Tapi dia mengatakan, "Kami tidak bakalan menahan kecuali orang yang kami dapati barang kami ada di tas. Ini Nabi Yusuf menggunakan tauriah. Nah, ini menggunakan tauriah. Sehingga dia menggunakan kata-kata yang jujur. Saudara-saudaranya menyangka Nabi Yusuf berkata, "Kami hanya nangkap pencuri." Tapi Nabi Yusuf tidak menggunakan kata pencuri. Dia mengatakan, "Kami hanya menangkap orang yang kami dapati." Oh, ganti kopi sekarang. Suruh nambah setengah jam. Berarti air putih tadi sudah mau selesai. Bab. Jadi kami tidak akan menangkap menahan kecuali orang yang kami dapati barang kami ada pada atas. Ini adalah tauriah yang dilakukan Nabi Yusuf alaihi salam. Nah, perkara tauriah ini terkadang kita perlu tidak boleh seorang sering melakukannya ya. Karena tercela seorang harusnya jujur ngomong tegas ngomong harus jelas. Rasul sahu alaihi wasallam terkadang mengulangi perkatanya tiga kali untuk kejelasan. Ya. Tetapi terkadang kita terpaksa harus tauriah daripada terjerumus dalam apa? dosa. Jadi boleh dilakukan dalam kondisi-kondisi terdesak ya. Ya. Tapi jangan sering ya. Jangan apa? Sering. Tapi ini salah satu teladan agar kita terhindar daripada ee dusta. Tib. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Ini saja yang bisa saya sampaikan ya. Intinya ee banyak sekali ketelanan dari Nabi Yusuf Alaih Salam dan ini sebagian yang bisa kita mungkin terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan di akhir ini saya sampaikan, lihatlah bagaimana Yusuf Alaih Salam ee sebagai contoh kaidah ya ee yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Asa an taqrahuaian wahua khairul lakum. Bisa jadi kau benci sesuatu ternyata baik bagimu. Lihat Nabi Yusuf Alaih Salam mengalami banyak penderitaan tapi ujungnya adalah kebahagiaan. Dia diuji dengan berbagai ujian. Pertama dimusuhi oleh kakak-kakaknya. Ujian pertama. Penderitaan yang kedua dimasukkan dalam sumur. Dibuka bajunya, dimasukkan dalam sumur. Kenapa dibuka bajunya? Karena bajunya mau dilimurin ee darah apa? Darah kambingnya dimasukkan dalam sumur. Yang ketiga, dijual oleh kakak-kakak jadi budak dijual. Yang keempat, dia harus jadi budak kerja lama di rumah orang. Yang kelima, kemudian dia dipenjara. Ya. Ya. Dituduh, ya. Ee kemudian akhirnya dipenjara. Jadi aib bagi dia dituduh ee mau berzina dengan istri majikan ya. Kemudian berpisah dari ayahnya puluhan tahun dan ini semua penderitaan. Namun ternyata penderitaan satu tambah penderitaan du sampai penderitaan enam sama dengan kebahagiaan. kebahagiaannya terakhir ternyata dia menjadi seorang pembesar kota Mesir dan akhirnya dia bawa ayahnya, ibunya dan keluarganya tinggal di kota Mesir bersama dia dipindahkan minal badwi dari kehidupan kampung kepada kehidupan yang lebih bahagia di kota kota Mesir. Jadi betapa sering ee kita gak bisa melogikakan ya hal-hal penderitaan tambah penderitaan tambah penderitaan sama dengan apa? kebahagiaan dan ee Yusuf alaihi salam menghadapi semuanya dengan apa? Kesabaran. Dan beliau berkata kepada kepada kakaknya, kakak-kakaknya ketika dia bongkar kartu, dia bilang, "Saya Yusuf." Kemudian Yusuf berkata, "Innahu may yattaqi waasbir." Siapa yang bertakwa dan bersabar maka pasti ada solusinya. Nah, kita dalam menghadapi kehidupan kita ini banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita dalam pekerjaan kita, dalam kehidupan rumah tangga kita, dalam mengurusi anak-anak kita, dalam bertetangga, dalam berteman. Banyak hal-hal yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Maka hendaknya kita bersabar menghadapi itu semua. Tetapi tidak cukup bersabar. Kita harus gabungkan antara takwa dengan apa? Sabar. Ada orang sabar tapi dia tidak bertakwa. Ada yang bertakwa doa-doa terus tapi tidak bersabar. Gabung keduanya. Dia bertakwa kepada Allah, tinggalkan maksiat dan dia bersabar. Innahuqiasbir. Siapa yang bertakwa dan bersabar gabungkan keduanya. Oleh karenanya kalau seorang bersabar Allah akan kasih solusi dengan cara Allah Subhanahu wa taala. Dan ini disampaikan oleh Alalusi dalam kitabnya Ruhul Ma'ani ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa taala, watam kalimatubikal husna ala bani israila bima sharu. Allah menetapkan kesudahan yang indah bagi Bani Israil setelah diintimidasi oleh Firaun berapa lama? Waktu yang sangat lama. Allah berikan kesudahan yang indah. Kata Allah, "Bim shau." Karena kesabaran mereka. Karena kesabaran mereka. Nah, kalau kita menghadapi permasalahan, kita bisa berusaha memecahkan permasalahan tersebut dengan tanpa sabar atau kita bisa menghadapi dengan kesa kesabaran. Kalau kita mau menghadapi tanpa kesabaran berarti Allah menyerahkan kita ngurusi sendiri. Tapi kalau kita dengan sabar yakinlah Allah yang ngurusi. Allah yang apa? Ngurusin. Ini Ibnu Taimiyah rahimahullah sudah menjelaskan hal ini. Kamu kalau dizalimi oleh orang ada dua cara. bisa kau hadapi. Ketika kau hadapi berarti kau hadapi caramu sendiri. Bisa berhasil, bisa enggak berhasil. Tapi kalau kamu bersabar, sabar saja. Insyaallah ada tiba-tiba solusi yang Allah berikan dengan cara Allah Subhanahu wa taala di luar daripada nalar. Lihatlah Bani Israil kapan mereka diselamatkan? Ketika mereka ber bersabar. Dalam dalam dalam kehidupan kita entah bertetangga, masalah ekonomi, masalah rumah tangga, bersabar aja. Kalau sabar pasti ada apa solusinya? diserahkan sama Allah Subhanahu wa taala. Meskipun kadang jengkel tahan sabar. Kalau kita enggak sabar sudah nanti kacau hasilnya. Kacau hasil. Lihat Nabi Yusuf alaihi salam bersabar puluhan tahun penghujungnya adalah keindahan. Bab demikian saja apa yang saya sampaikan. Ee subhanakallah wabihamdik ashadu alla ila anta asuai. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.