Pertemanan Abadi - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
iPkJsWZJ_E8 • 2025-03-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika
lahu wa ashadu anna muhammadan
abduhuasuluh da ridwan allahumma shli
alaihi waa alihi wa ashabihi wa
ikhwan hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa
taala di
antara indahnya Islam yaitu lengkap ya
alyaumu akmaltu itu lakum dinakum. Allah
turunkan agama yang lengkap. Dan ini
tidak kita tidak akan kita dapati dalam
agama-agama yang lain. Sampai begitu
lengkapnya masalah pertemanan pun diatur
dalam
Islam. Kemudian juga di antaranya
luasnya rahmat Allah Subhanahu wa taala.
Allah tidak menjadikan
pahala, ladang pahala sebagai modal kita
di akhirat hanya pada perkara-perkara
yang mungkin terasa berat atau terasa
sulit. Bahkan ladang pahala juga pada
perkara-perkara yang menyenangkan. Ya,
di antara ladang pahala tersebut adalah
dengan berteman dengan teman yang saleh
merupakan salah satu ladang pahala. Oleh
karenanya ketika sebagian ulama membahas
tentang hadis tujuh golongan yang Allah
naungi pada hari kiamat tatkala matahari
dalam jarak 1 mil, Allah menyebutkan
tujuh atau rasul sahu alaihi wasallam
menyebutkan tentang tujuh amalan-amalan
yang berat. Ya, tentu yang pertama
imamun adil. Imam yang adil ini sangat
berat.
Kemudian syabun nasya fi ibadatillah.
Anak muda yang tumbuh dalam ketaatan ini
pun belum tentu bisa kita jalanin.
Betapa banyak di antara kita yang dapat
hidayah
belakangan. Kemudian yang ketiga,
rajulani tahabba fillah ijtama alaihi wa
tafarqo alaihi. Dua orang yang
bersahabat karena Allah, bertemu karena
Allah, berpisah karena Allah. Yang
keempat, rajulun qolbuhu muallaqun bil
masajid. Seorang yang kalb itu jantung,
jantungnya seakan-akan digantung di
masjid, artinya dia selalu ingin balik
ke masjid, rindu ingin ke masjid. Dan
ini pun tidak gampang. Betapa banyak
orang melangkahkan kaki ke masjid dengan
berat ya, bukan dengan kerinduan, bukan
dengan semangat meskipun ke masjid. Yang
kelima, lebih susah lagi. Rajulun daatu
imratunu mansibin wa jamalin faqala ini
akullah. Seorang lelaki yang dirayu oleh
wanita cantik dan kaya raya. Saya rasa
kita enggak pernah mengalami itu ya.
Mungkin yang ngerayu cantik tapi jelek
atau kaya raya tapi jelek, cantik atau
miskin. Ya. Ee ini dirayu sudah cantik
kaya raya dan dia yang memulai ternyata
dia berkata inni akhauflah. Aku takut
kepada Allah. Yang keenam juga sulit
apalagi di zaman sekarang. E rajulun
tasodq biyaminihi faakfaha.
Hattau seorang yang berinfak dengan
tangan kanannya dia sembunyikan sampai
tangan kirinya tidak tahu apa yang
diinfakkan oleh kanan-kanannya itu dia
berusaha menyembunyikan amal
sebisa-bisanya sampai digambarkan
sebagian tubuhnya tidak tahu apa yang
dilakukan oleh sebagian tubuh yang lain.
Karena tangan kanan tangan kiri selalu
berdekatan. Apapun kegiatan tangan kanan
tangan kiri tahu. Tapi ketika sedekah
tangan kiri tidak tahu. Padahal dekat
sekali.
Ini juga sulit zaman sekarang di mana
orang suka publish amal salehnya.
Sedikit-sedikit. Hai guys, hai guys ya.
Umrah hai guys. Dakwah hai guys ya.
Jalan sama istri hai guys. Ini contoh
suami saleh. Hai guys. Semua amal saleh
di lagi berbagi sama orang tua publish
sehingga ini pun sulit. Yang terakhir
rajulun eh zakarallah khalian fafad
ainah. Seorang yang bersendirian diingat
Allah kemudian dia menangis. Ya,
mengingat keagungan Allah tentang hari
kiamat, tentang
dosa-dosanya. Sebah mengatakan di antara
tujuh amalan ini yang bonus tuh yang
nomor tiga. Rajulani tahabba fillah
jzama alaihi wa tafarqo alaihi. Berteman
karena Allah itu menyenangkan ya. Temu
karena Allah, saling mengingatkan,
saling bahu-bahu, saling membantu,
saling
menasehhati. Ini bonus artinya tidak
sebenarnya harusnya tidak sulit.
Harusnya tidak sulit ya meskipun ada
konsekuensekuensinya tapi ini
menyenangkan. Namun ternyata
disejajarkan dengan amalan-amalan yang
hebat. Hal ini kenapa? Karena saling
mencintai dalam Islam sangat
diperhatikan. Persatuan sangat di ee
perhatikan. Ya, makanya semua perkara
yang bisa menimbulkan perselisihan
semuanya diharamkan. Gibah, sukhriah,
merendahkan, mengejek, suuduzon ya ee
semua perkara ya. melambar di atas
lamaran orang lain, membeli atas
pembelian orang lain, bisik-bisik
bertiga, dua orang, yang satu tidak
diajak. Semua perkara yang menimbulkan
perselisihan semuanya
diharamkan. Dan semua yang menimbulkan
kasih sayang semuanya di dianjurkan.
Salam ya. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "La tadkulul jannata hatta
tminu winu hatta tahabu." Kalian tidak
akan masuk surga sampai kalian beriman
dan kalian tidak beriman sampai kalian
saling
mencintai. Mau ketunjukkan kepada kalian
suatu amalan jika kalian melakukannya
kalian akan masuk surga yaitu kalian
saling
mencintai. Afsus salam bainakum yaitu
tebarkan salam di antara e kalian. Ya,
berjabat tangan ketika ketemu
mengugurkan dosa-dosa. Dianjurkan untuk
salat berjamaah, saling bertemu satu
dengan yang lainnya. Padahal kalau salat
di rumah lebih khusyuk. Tapi kenapa
dianjurkan? Agar bersosial kita
berdampingan, berjat kaki satu dengan
kaki yang lain, saling melihat satu
dengan yang lain. Ya. Kemudian banyak
hal ya.
Sehingga saling mencintai karena Allah
adalah ibadah yang sangat agung. Ya,
sangat agung. Makanya ada yang
mengatakan ini bonus dari tujuh ini
yang apa? Membuat orang bisa semua bisa
masuk dalam yang nomor tiga ini. Saling
mencintai karena Allah untuk mendapat
naungan pada hari kiamat. kelak di hari
yang sangat dahsyat di mana matahari
diturunkan qadram mil dalam satu ukuran
1 mil tentu sangat ee panas. Nah, pada
kesempatan kali ini kita akan bahas
tentang
ee pertemanan
abadi yang Allah sebutkan pertemanan
tersebut di dunia kemudian berlanjut di
akhirat.
Dalam surah Azzukhruf kata Allah, "Alak
yaumid yaumaidin
ba'duhum ba'din aduunal
muttaqin." Al-akhillah jamak dari
khalil. Kholil yaitu orang-orang yang
bersahabat dekat. Dia lebih tinggi dari
sekedar sahib ya. Karena dari khullah
khulah itu tingkat kecintaan yang paling
paling tinggi ya.
ya, saling
mencintai. Maka orang-orang yang saling
mencintai, saling dekat di dunia, maka
pada hari hari kiamat kelak kecintaan
tersebut terputus. Bahkan mereka saling
bermusuhan kecuali kecintaan,
persahabatan, kedekatan yang ditumbuhkan
di antara orang-orang bertakwa. Illal
muttaqin. Ini benar. Makanya Allah
sebutkan betapa banyak orang-orang di
dunia mereka saling mencintai, kemudian
hari kiamat mereka bermusuhan.
inika ahlinar. Allah menyebut tentang
pertengkaran penghuni neraka. Padahal
mereka dulu bersahabat ketika di di
duniaum. Kata Ibrahim
kepada umatnya, kepada kaumnya, "Kalian
mengambil sembahan-sembahan selain Allah
Subhanahu wa taala." Ya, karena saling
mencintai di antara kalian hanya di
kehidupan dunia. Nanti hari kiamat kelak
kalian saling kufur di antara kalian,
saling mengingkarianu ba'dukum ba' dan
kalian saling melaknat di antara kalian.
Dan ini dalam Al-Qur'an banyak. Saya ada
tulisan khusus tentang takasumu ahlinar,
permusuhan,
perdebatan para penghuni neraka di buku
syarah rinci rukun iman bagian dua
khusus tentang perdebatan penghuni
neraka. Ini dalil
bahwasanya ee
persahabatan ee di dunia ada yang sangat
dekat, sangat kuat, tapi kemudian hancur
pada hari kiamat. Ya, bahkan mereka
saling bermusuhan. Alakhillau
yaumaidzin ba'duhum li baa'din aduunal
muttaqin. Maka para kekasih di saling
yang saling bersahabat, saling menjalin
hubungan kasih, maka akan saling
bermusuhan pada hari tersebut. Yaumaidin
maksudnya pada hari yang sangat dahsyat.
yang di mana Allah sebutkan pada ayat
sebelumnya ya. Eh, fawailu lilladzinaamu
min adabi yaumin alim. Celaka
orang-orang zalim pada hari yang di situ
ee azabnya
pedih. Jadi, yaumaidin izin kembali
kepada dua ayat sebelumnya itu hari yang
amat dahsyat yaitu di mana ada azab yang
sangat pedih.
Di saat ada ancaman azab yang sangat
pedih, ternyata banyak tali kasih di
dunia kemudian putus kemudian saling
bermusuhan di antara mereka. Yang
selamat illal
muttaqin, orang-orang yang
bertakwa.
Ya, makanya setelah itu Allah
mengatakan, "Ya ibadi la khufun
alaikumul yauma w antum tahzanun." Wahai
hamba-hambaku, maka pada hari ini kalian
tidak ada rasa khawatir dan tidak ada
sedih. buah dari pertemanan karena Allah
subhanahu wa
taala. Maka ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala ee
inilah pertemanan
abadi yang kita ingin kenal. Pertemanan
abadi ini pertemanan apa yang kita juga
ingin dapat pahala dan termasuk
orang-orang yang mendapat kemuliaan pada
hari kiamat-kiamat kelak. saya akan
bacakan beberapa dalil
ya tentang hal tersebut
ya
ee yang saya kasih apa namanya ee tadi
saya kasih singgung bahwasanya
pertemanan itu
mendatangkan kebahagiaan di
dunia ketika kita berteman apalagi di
atas sunah di atas agama betapa
kebahagiaan saling mengunjungi saling
mungkin satu grup Ya, saling bertemu
kita ketemu teman kita bahagia.
Terkadang kebahagiaan itu lebih daripada
ketemu saudara. Ya, itu kebahagiaan yang
Allah segerakan bagi orang yang berteman
karena
[Musik]
Allah.
Dan kita tahu bahwasanya permusuhan itu
sangat tidak mengenakkan.
permusuhan, saling mencari kesalahan,
saling menggunjing, saling tatabul
akhta, cari-cari kesalahan, tajasus,
tahasus, semua yang Rasulullah larang
dikerjakan paling tidak
menyenangkan. Makanya betapa kaum
ansar mereka menghargai benar-benar
namanya persatuan karena mereka
sebelumnya mereka bermusuhan sampai 120
tahun antara suku A dan suku Alkhazraj.
Allah
mengatakanum
ikhwana. Dan ingatlah ya atas nikmat
yang Allah berikan kepada kalian wahai
kaum Ansar, suku Ala, suku Khazraj,
yaitu nikmat persatuan, nikmat
persahabatan. Kuntum a'daan dulu kalian
saling bermusuhan padahal mereka
bersaudara. Satu darah, satu kembali
kepada seorangnya qoilah. Maka mereka
dikenang Banu Qailah. Namun mereka
bermusuhan sampai 120
tahun sampai terakhir perang buat. Maka
habis habisan
mereka. Kemudian dengan sebab Nabi
sallallahu alaihi wasallam mereka pun
ber bersatu. Bersatu. Sehingga Allah
mengatakan
fainlubikum. Kemudian Allah jadikan
kalian saling bersatu. Fasbahtum
binikmatihi ikhwana. Maka jadilah kalian
dengan nikmat Allah kalian jadi
bersaudara. Ayat ini mengingatkan kepada
kita bahwasanya persahabatan,
persaudaraan, saling menj itu nikmat.
Karena Allah mengatakan, "Faasbahtum
binikmatihi ikhwana." Dengan nikmat
Allah kalian jadi ber
bersaudara. Maka seorang harus
menghargai nikmat persahabatan, nikmat
persaudaraan harus dijaga. Karena ini
adalah kenikmatan yang kita rasakan
secara rohani di dunia. Belum manfaat
yang kita akan dapatkan di akhirat.
tadi ayat-ayat yang yang tadi saya
sebutkan belum dalil-dalil dari
Al-Qur'an dari sunah. Bagaimana
manfaat persahabatan karena Allah ya
luar biasa ibadah yang sangat agung. Di
antaranya ayat tadi ya ibadi ya. Ya.
Wahai hambaku, kalian tidak perlu takut
pada hari ini dan kalian tidak perlu
bersedih. Kenapa? Karena pertemanan
kalian terus
berlanjut ilal muttaqin kecuali orang
yang bertakwa. Kemudian juga misalnya
dalam ayat yang lain eh ketika penghuni
neraka berkata, "Fama lana min syafi'in
wala sodiqin hamim, tidak ada yang
memberi syafaat bagi kami dan juga tidak
ada teman dan juga kerabat." Ya. Ya.
Ini em seandainya ada teman mungkin bisa
memberi syafaat bagi kita untuk keluar
dari neraka
jahanam. Namun pemberi syafaat tidak
ada, teman sejati pun tidak ada.
Kawan dekat tidak ada. Kerabat juga
tidak bisa
menolong. Diambil mafhum khalafah dari
ayat ini. Seandainya ada teman
dekat yang diberi izin oleh Allah untuk
beri
syafaat, kemudian yang di neraka
diizinkan untuk diberi syafaat sesuai
dengan ketentuan syafaat sebagaimana
sering dibahas oleh para ustaz maka dia
bisa dapat syafaat.
Oleh karenanya diriwayatkan Ali bin Abi
Thalib
ketika membaca ayat ini, beliau berkata
radhiallahu anhu, "Alaikum bil
ikhwan." Alaikum bil ikhwan fainnahum
uddatud dunya wauddatul akhirah. Al tas
ahlinarana min syafiin wodin hamim. Ya
hendaknya kalian mencari teman ya karena
mereka adalah apa
namanya? Aset dunia maupun aset apa?
Akhirat ya.
Kemudian juga diriwayatkan Hasan Albasri
rahimahullah berkata, "Istairu minal
asdiq almukminin." Perbanyaklah
teman-teman dari kalangan kaum mukminin.
Faahum syafaatan yaumalqiamah. Karena
mereka punya hak untuk memberi syafaat
pada hari kiamat
kelak. Tentunya bukan berarti kita
berusaha di teman-teman saleh, kita
sendiri enggak saleh. Enggak ya. Karena
syafaat harus mengikuti aturan. Allah
kasih izin kepada Syafi' dan kemudian
almasyfu lahu. Dua-duanya harus diberi
izin. Dan Allah tidak beri izin syafaat
kecuali kepada Allah yang kepada orang
yang Allah
ridai. Datang dalam hadis Rasulullah
bersabda, perhatikan sini bagaimana
ternyata teman dekat itu manfaatnya
bukan cuma di dunia. Dunia dia tolong
kita. Kita saling curhat, saling
bahu-embahu. Di akhirat juga.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
hadis yang sahih, "Khalasa almukminuna
minanar
wainu." Ketika kaum mukminin selamat
dari neraka jahanam dan mereka sudah
aman, sudah melewat ee sudah melewat
sirat dan mereka sudah aman. Karena
sudah lewat sirat berarti sudah aman.
Walladzi nafsi
biyadihi. Demi zat yang jiwaku berada di
tangannya. Ma mujadalatu ahadikum
lhibihi filha yakunu lahu fid dunya
biasadda min mujadalatil mukminin
lbbihim fi ikhwanihim alladina
udkilunar.
tidaklah tuntutan atau diskusi salah
seorang dari kalian kepada kawannya
dalam rangka ingin ee mencari kebenaran
atau menuntut haknya di dunia tidak
lebih berat daripada kaum mukminin yang
minta kepada Allah ya agar bisa memberi
syafaat kepada teman-temannya yang sudah
masuk neraka. Artinya kita kalau di
dunia kita ada sidang terus harta kita
diambil tentu kita nuntut
sehebat-hebatnya. Iya enggak? kita
datangkan ini, kita datangkan ee saksi,
kita sewa lawyer agar hak kita bisa kita
ambil. Nabi gambarkan di dunia seperti
itu, kalian berusaha semaksimal mungkin
untuk mengambil hak kalian. Nah, ini
tidak lebih kencang daripada ketika
orang-orang mukminin sudah selamat
kemudian mereka minta kepada Allah,
minta dan minta dan minta agar beri
diberi izin memberi syafaat bagi
teman-temannya yang sudah masuk ner
neraka.
Maka mereka
berkata, "Yaquulun
rabbana ikhwanuna kanu yusuna maana." Ya
Allah, teman-teman kami dulu mereka
salat sama kami tapi di neraka. Ada
enggak orang salat masuk
neraka? Ini dalilnya di
antaranya sampai disebutkan bahwasanya
api neraka tidak makan bekas sujud. Ya,
berarti itu salat tapi masuk apa?
Neraka.
Ya, mungkin dia salat tapi dia mulutnya
kotor. Dia zalimi
orang mungkin. Kanu yusuna maana. Mereka
dulu salat bareng
kami. Waasumuna maana. Mereka juga puasa
bareng kami. Puasa bareng-bareng, buka
bersama. Tapi di neraka qadarullah.
Bahkan lebih parah daripada itu.
Wuhujuna maana. Mereka juga haji sama
kami satu travel.
Padahal sama-sama visa
percepatan satu travel. Subhanallah.
Yahujuna ma sama-sama
haji. Memang kalau haji pasti masuk
surga kan enggak ada yang
tahu. Bahkan di antara cerita yang
menyedihkan, ada seorang dia berhaji
sampai tiga kali. Subhanallah. Ini
namanya takdir ya. Berhaji tiga kali,
tiga kali haji, meninggal bunuh
diri. Ya maksudnya haji bukan jaminan
yang penting ma ba'dal haj. Setelah itu
bagaimana atau hajinya bagaimana
prosesnya?
Qadarullah.
Ya, ini buktinya ada yang salat bisa
masuk neraka. Mungkin bilang dosa
macam-macam. Puasa juga bisa masuk
neraka. Haji
ya bahkan dalam riwayat wujahiduna maana
berjihad bersama
kami. Faadkalumar. Lantas engkau
masukkan mereka dalam neraka jahanam.
Akhirnya Allah kasih izin. Kata Allah,
"Idhabu faakhriju man arum minhum."
Pergilah kalian keluarkan orang-orang
dari neraka yang kalian kenal.
Subhanallah.
Keluarin. Maksud
saya ee pertemanan karena Allah
Subhanahu wa taala itu bukan hanya
bermanfaat di dunia tapi juga bermanfaat
di mana? Di
akhirat. Makanya pahala yang Allah
siapkan bagi orang-orang yang bersahabat
karena
Allah besar. Di antaranya seperti dalam
hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam
Allah berfirman pada hari kiamat kelak
ainal mutahabuna
bijalali alyaumilluhum filli lailla
illi mana orang-orang yang saling
mencintai karena aku, karena
keagunganku. Allah cari mereka. Allah
ingin apa namanya? Ingin publish mereka.
Jadi Allah cari mereka. Mana mereka?
Hari ini aku akan menaungi mereka. di
bawah naunganku yang tidak ada naungan
kecuali naunganku akan dinaungi di hati
yang sangat
dahsyat. Dalam hadis juga kata Rasul
sahu alaihi wasallam Allah berkata,
"Wajabat
mahabbati lil mutahabbina fi wal
mutazawirina fiya wal mutabadilina fiya.
Wajib kecintaanku mengenai orang-orang
yang saling mencintai karena aku." Sebab
dicintai Allah adalah dengan mencintai
apa? Mencintai saudara karena Allah.
Makanya kalau ada orang bilang sama
kita, "Uhibbu fillah," kita bilang, "Ya,
semoga Allah mencintai engkau juga yang
telah mencintaiku karena karena dia."
Ahabakallah alladzi ahbabtani fih. Jadi
mencintai saudara karena Allah sebab
kita dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Maka Allah mengatakan, "Wajabat
mahabbati."
Maka cintaku mengenai orang yang
orang-orang yang saling mencintai karena
aku. Wal mutazwi yang saling mengunjungi
karena aku. Wal mutabadilina fi yang
saling berkorban karena aku. Saling
bantu satu dengan yang karena aku. Ini
pahalanya besar dicintai oleh Allah. Dan
kalau sudah dicintai oleh Allah orang
akan diberi taufik oleh Allah dan tidak
akan diazab. Gak mungkin Allah mengazab
orang yang ya dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala.
Kemudian di antara dalil akan agungnya
mencintai karena Allah subhanahu wa
taala dari Umar bin Khattab radhiallahu
anhu dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam rasuah alaihi wasallam
bersabda inna min ibadillahi launasan ma
hum bi anbiya w syuhada
ybitumulyauhada yaumalqiamah bimanihim
minallahi
taala di antara hamba-hamba Allah ada
sekelompok orang mereka bukan nab
Mereka bukan juga syuhada yang mati
syahid, tetapi para anbiya, para nabi,
dan para syuhada cemburu kepada mereka
pada hari kiamat karena kedudukan mereka
di sisi Allah. Di sini para ulama bahas
apa maknanya para nabi, para syuhada
cemburu kepada mereka. Intinya ada
tafsir, dua tafsiran yang kuat ya. Ada
yang menafsirkan yaitu yastahsinun.
Mereka menganggap luar biasa ini kok
dapat posisi yang bagus
ya. Gara-gara mereka saling mencintai
karena Allah. Artinya mereka mendapatkan
kedudukan yang mulia dari amal yang
tidak artinya amal saling mencin
mencintai. Ada yang mengatakan
yaqbituhum
maksudnya bukan berarti para nabi dibawa
gak mereka tetap tinggi tapi mereka
kepingin dapat seperti seorang terkadang
sudah punya mobil mewah tiba-tiba lihat
orang pakai sepeda. Ih enak juga pakai
sepeda gitu kira-kira gitulah. Bukan
berarti sepeda lebih bagus daripada mo
mobil tapi pengin juga punya sepeda
kayak gitu. Artinya intinya mereka
mendapat ganjaran yang hebat. Apakah
dianggap baik oleh para nabi dan para
syuhada atau para nabi dan syuhada
pengin punya juga seperti itu
menunjukkan mereka telah mendapat
ganjaran yang luar biasa.
Ya, makanya para sahabat
bertanya, "Man hum?" Ya Rasulullah
tuhbiruna manhum? Siapa mereka itu yang
dicemburui oleh para nabi dan para
syuhada?
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Hummun tahabbu
biruhillah aliri arhamin bainahum w
amwalinha." Mereka adalah kaum yang
saling mencintai karena Allah bukan
karena ada hubungan kerahiman dan juga
bukan karena harta yang mereka di antara
mereka.
Yaallahi inna wujuhahum lanur.
Ketahuilah bahwasanya wajah mereka
adalah cahaya. Wa innahum ala nurin. Dan
mereka juga berada di atas cahaya.
Ya, mereka tidak takut pada hari
tersebut ketika orang-orang ketakutan
yahzan hazinas. Dan mereka tidak sedih
ketika orang-orang sedang bersedih pada
hari tersebut. Kemudian Rasulullah
membacakan firman Allah, ala inyaallahi
la khufun alaihim w hum yahzanun.
Ketahuilah bahwasanya wali-wali Allah
tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan
tidak ada kesedihan bagi mereka. Hadis
disahihkan oleh Syekh Albani
rahimahullahu taala.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Muad
bin Jabal radhiallahu anhu, beliau
berkata, "Samiu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam yaakul aku mendengar
Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda." Q Allahu azza waalla Allah
subhanahu wa taala berfirman,
"Almutahabuna fi jalali lahum manabir
minur yagbitum
nabiyuna." Orang-orang saling mencintai
karena Allah subhanahu wa taala. Mereka
memiliki mimbar-mimbar yang terbuat dari
cahaya yang dicemburui oleh para nabi
dan para syuhada. Ini menunjukkan mereka
mendapatkan kedudukan yang yang agung.
Ya, sampai hadis yang masyhur ketika ada
seorang in rajolan zar ak lahu fi qtin
uk ada seorang berjalan
menuju eh temannya di negeri yang lain,
kampung yang lain. Yaallahuakan.
Maka Allah kirim malaikat nunggu dia,
tongkrongi dia lewat. Akhirnya dalam
bentuk manusia. Ketika dilihat orang
malaikat itu bertanya, "Aina turid? Ke
mana kau pergi?" Kata dia, "Uridu akil
qah, saya ingin jung saudaraku di
kampung
ini." Kemudian malaikat
bertanya, alaihi atau alaiha? Apakah kau
ke sana karena urusan duniawi itu ada
usaha atau ada ternak atau ada kebun
yang kau mau cek sama dia? Kata dia gak
ada. Il aabtuu fillah. Saya cuma jenguk
dia, tengok dia karena saya cinta dia
karena Allah. Maka malaikat berkata,
"Fainni rasulullah ilaik."
Sesungguhnya aku adalah utusan Allah
untuk
engkau.Allah ahabbaka ahbabtahuahu.
Allah telah mencintaimu karena kau telah
mencintainya karena siapa? Karena Allah
Subhanahu wa
taala. Tapi ini dalil-dalil tentang
mencintai karena Allah betapa agungnya.
Tib apa makna mencintai karena Allah?
Sungguhnya persahabatan relasi sebelum
Nabi datang sudah ada di antara para
sahabat ketika mereka di zaman
jahiliyah. Persahabatan banyak. Semua
karena duniawi. Karena sama-sama satu
suku, sama-sama kabilah, karena
sama-sama satu kerjaan, sama-sama satu
hobi. Makanya kita dapati bagaimana dulu
misalnya Abdurrahman bin Auf radhiallahu
anhu dulu bersahabat sama Umayyah bin
Khalaf. Mereka sahabat dekat, mungin
sama-sama pedagang.
Sampai ketika Umayyah bin Khalaf ketika
perang Badar, Abdurrahman bin Auf sudah
bawa beberapa baju-baju perang
gonimah
ya untuk dia dapat ya. Kemudian berkata
Umayyah bin Khalaf, "Wahai Abdurrahman
bin Auf, ngapain urusin dengan baju-baju
perang? Lebik kau tangkap saya. Kalau
kau tangkap saya, nanti tebusannya
banyak." Akhirnya Abdullah bin Auf buang
itu baju-baju perang musuh. Kemudian dia
ambil, dia tangkap Umayy karena mereka
saling mengenal. Dibawalah Umayyah bin
Khalaf bersama anaknya kalau tidak sama
Ali dibawa. Ini tawanan dua ini lumayan
kalau ditebus sama orang Makkah banyak
duit nih. Tahu-tahu Bilal lihat Bilal
nih yang dulu disiksa oleh Umayyah bin
Khalaf. Yang disiksa digeret di putar di
kota Makkah di bawah terik
matahari yang disuruh bilang syirik. Dia
bilang ahadun ahad. Allah maha esa.
Allah maha esa. Maka Bilal lihat kata
Bilal, Umayyah bin Khalaf rasul kufur.
Umayyah bin Khalaf gembong
kekufuran. Maajutu
inaja. Saya tidak akan selamat kalau dia
selamat. Maksudnya Bilal mengatakan saya
mati atau dia yang
mati. Kata Bilal ini tawanan saya. Kata
Bilal, "Saya selamat. Saya mati atau dia
yang ma?" "Dia yang mati." Maka dia
panggil, "Wahai kaum Anshar." Dia
panggil para sahabat. Ada gembong
kekufuran di sini. Akhirnya Abdullah bin
Auf bawa lari lari. Maksudnya jangan
dibunuh. Ini tawanan nanti tebusannya
banyak. Dibawa lari oleh
siapa? Abdullah bin Auf. Akhirnya
anaknya pertama korban tinggal Umayyah
bin Khalaf. Um bin Khalaf orangnya gemuk
susah dibawa larik. Akhirnya datanglah
para
sahabat. Abdurrahman ingin menyelamatkan
Umay bin Khalaf. Maka dia pun suruh Abd
Umayyah di bawah. Kemudian dia tutup.
Ternyata dia tikam dari bawah. Akhirnya
mati. Kata Abdurahman ya Bilal,
Bilal baju perang enggak dapat, amanan
juga enggak enggak dapat. Tapi saya cuma
inin sampaikan bahwasanya mereka dulu
bersahabat Abdullah bin Auf sama siapa?
Umayyah bin Khalaf. Sahabat kenapa?
Sama-sama pedagang. Sama disebutkan
dalam hadis ketika Saad bin Muad
radhiallahu anhu datang sebelum Nabi
berhijrah datang untuk melaksanakan
tawaf dari Madinah datang ke ke Makkah.
Siapa yang temani? Umayyah bin Khalaf.
Karena Saad bin Muad kalau datang ke
Madinah, dia biasanya ke Makkah biasanya
nongkrong di rumahnya Umayyah bin
Khattab. Persahabatan. Persahabatan
seperti ini sudah ada karena nasab,
karena hobi, karena kekerjaan. Tapi
ketika Rasulullah datang, Rasulullah
ajarkan yang baru sallallahu alaihi
wasallam. Ada namanya persahabatan baru
yang belum dikenal sebelumnya itu
persahabatan karena Allah, bukan karena
dunianya. Tadi kata Nabi sallallahu
alaihi
wasallam, bukan kala arham, bukan karena
kerahiman, bukan karena kabilah, bukan
karena pekerjaan. Wala ala
amwal apa saling yang yang mereka
yataahu yataatataunaha bukan karena
harta yang mereka saling beri satu
dengan yang lain tapi benar-benar karena
Allah subhanahu wa taala. Itu yang
disebut dengan cinta karena Allah bukan
karena apapun. Kita dekat dengan dia.
Kenapa dia bertakwa atau dia saleh? kita
senang sama
dia. Mungkin karena kesalehannya,
mungkin karena rajin ibadah, mungkin
karena kejujurannya, mungkin karena dia
donatur, sering menyumbang karena Allah.
Ini orang melakukan amal saleh. Kita
cinta sama sama dia. Bukan karena kita
pengin dapat duit dari dia. Bukan. Bukan
ada udang di balik batu benar-benar
murni karena dia cinta kepada Allah maka
pun saya mencintainya. Dan di antara doa
Nabi Allah hubbak wah hubba man
yuhibbuk. Jadikanlah aku mencintai orang
yang mencintaimu. Inilah pertemalan
karena Allah. Seperti dikatakan ada
Majnun Laila berkata amar
diarilidari. Aku melewati
kampung-kampungnya si Laila. Ini cinta
tidak kesampaian. Aku pun mencium
tembok-tembok di sana. Rumah-rumah orang
aku cium ya di kampungnya Laila. Bukan
karena cinta kepada tembok.
Tetapi karena mencintai siapa yang di
balik tembok? Jadi maksud hati memeluk
gunung apa daya tangan tak sampai. Masuk
hati mencium Laila tapi apa daya bibir
tak sampai. Itu berarti dia mencium
tembok tersebut bukan karena temboknya
tapi karena si Laila. Ini makna
almahabbah fi. Cinta karena sesuatu,
bukan karena zatnya, tapi di balik itu
karena sesuatu yang lain. Si Majnun
Laila cium tembok karena temboknya manis
atau
tidak? Bukan. Tapi karena di balik itu
ada yang manis. Siapa si? Si Laila. Maka
ketika kita menjalin
hubungan kalau ingin dapat pahala, ya
bukan berarti bersahabat karena duniawi
tidak boleh. Boleh. Kita punya teman
orang kafir, punya teman nonmuslim, kita
punya teman siapapun ya sama muslim, non
muslim, ada urusan dagang, boleh. Boleh.
Kita ada maslahat, enggak ada masalah.
Tapi tidak ada pahala di balik itu.
Tidak ada pahala di balik itu. Kalau mau
cari pahala, harus persahabatan khusus.
Saya teman dengan dia, saya dekat dengan
dia karena Allah Subhanahu wa
taala. Cek diri kita. Saya teman sama
dia. Kenapa? Ada enggak tendensi duniawi
di balik itu? Ada keinginan duniawi.
Kalau ada berarti bukan ini yang di
Makanya tidak semua orang bilang
uhibbuka fillah dia tulus. Belum tentu
buka fillah. Belum tentu karena Allah.
Allah yang maha tahu. Tapi kalau benar
kau mencintainya karena Allah pahalanya
besar. Dalilnya banyak tadi. Dalilnya
banyak. Maka kita mulai mengevaluasi
diri. Kita punya kenalan, ada yang
miskin, ada yang jauh lebih kaya dari
kita, ada yang sederajat, ada Tib kita
berteman dengan mereka. relasi teman ini
karena Allah atau bukan? Coba kita cek.
Kalau selama di balik itu ada keinginan
duniawi, berarti kita tidak tulus.
Berarti tidak ada pahala di balik di
balik itu. Ya. Yang lebih sedih ketika
kita seakan-akan menampakkan cinta
karena Allah, ternyata kita bohongin
dia. Ternyata kita cinta sama
duniawinya. Buktinya apa? Ketika
ekonominya jatuh, kita menjauh darinya.
Berarti kan cinta karena
dunia, dekat karena ada dunia. ketika
dunia hilang tidak dekat lagi. Ah, itu
namanya bukan cinta karena Allah
Subhanahu wa
taala.
Tayib.
Ee sampai kalau kita dengar cerita yang
menakjubkan, kisah yang masyhur tentang
siapa? Tentang persahabatan,
persaudaraan yang Rasulullah jalin
antara siapa? Saad bin Rabi' dengan
Abdurrahman bin Auf. Saya kasih gambar.
Abdurrahman bin Auf ini dia pedagang
besar dari Makkah. Ketika dia berhijrah,
semua hartanya ludes. Jadi miskin
mendadak semua ditinggal. Biasanya hidup
mungkin dengan kebutuhan yang selalu
tercukupi. Kemudian pindah ke Madinah
dalam kondisi gak punya apa-apa. Maka di
antara hikmah Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Nabi persaudarakan dia dengan
orang kaya namanya Saad bin Rabi'. Dan
dia termasuk orang yang paling kaya
supaya bisa membantu Abdurrahman bin
Auf. Karena sulit menjadi orang kaya
tiba-tiba miskin mendadak. Kemudian Sad
bin Rabi kemudian berkata, "Wahai
Abdurrahman, saya punya istri lebih dari
satu. Silakan kau lihat siapa yang kau
suka. Saya akan cerai. Kalau habis masa
idahnya, silakan kau nikahi."
Subhanallah. Dan saya punya harta
termasuk orang kaya di Madinah. Saya
akan bagi setengah. Setengah buatku,
setengah buat
engkau. Ini kalau tidak diriwayatkan
riwayat yang sahih, kita bilang cuma
dongeng belaka.
Tapi ini benar-benar riwayat yang sahih
bahwasanya dulu persoalan karena Allah
sampai pada derajat demikian ya. Sampai
derajat demikian
ya. Saya sudah lama tinggal di Madinah
15 tahun belum ada yang nawarin setengah
hartanya dan belum ada yang nawarin apa
istrinya apalagi Indonesia.
Jadi,
Subhanallah. Tapi dulu ada guru saya
yang apa namanya dia apa namanya? Dia
canda, dia bilang, "Mana orang-orang di
Madinah yang nawarin setengah hartanya
dan menawarkan istrinya yang cantik."
Mana? Teman-teman di kelas, "Iya, mana
Syekh? Mana? Kita mau ketemu orang
seperti
gitu." Kata guru saya sudah pergi
bersama orang-orang yang kalau ditawarin
tidak
terima. Kenapa? Ketika Abdullah bin Auf
ditawarin apa dia bilang
subhanallah, subhanallah rezeki dia
tidak disangka-sangka. Kalau kita
mungkin begitu, "Ya Allah, ya Allah
syukur ya Allah." Eh, mana mana mungkin
kalau kita Abdurrahman bin Auf tidak gak
katanya, "Barakallahu laka
e amwalik waahlik." Allah berkahi engkau
dulani alas. Tunjukkan kepadaku mana
pasar itu ditunjukkanlah pasar buqa.
Kemudian beliau kerja kemudian beliau
kaya. Ya, intinya subhanallah
persahabatan sampai
demikian. Sampai demi demikian
ya. Nah, inilah namanya persahabatan
karena Allah subhanahu wa taala yang
benar-benar murni kita bersahabat karena
Allah. Kita saya bilang kita punya teman
banyak tapi teman berlevel-level. Ada
yang sampai derajat khullah khalil,
teman dekat, ada yang mungkin sahib ya
ketemu sekali. Ada yang kita selalu
rindu ketemu dengan dia. Ada yang kita
kerja sama dalam urusan akhirat. Kalau
kita dapati teman yang seperti itu, maka
kita bertahan karena teman yang tulus
yang benar-benar karena Allah tidak
banyak. Betapa banyak yang berkhianat di
tengah perjalanan. Makanya di antara
perkataan yang
menarik sebagian ahli tafsir
ketika menafsirkan firman Allah
Subhanahu wa taala, perkataan penghuni
neraka. Fama lana min syafi'in wala
shoddiqin hamim. Kenapa tidak ada orang
yang memberi syafaat bagi kami dan tidak
ada ee sahabat yang dekat? Syafi'in
falana min Syafi'in datang dalam bentuk
jamak. Famana min syafiin. Maka tidak
ada para pemberi syafaat. Tapi ketika
sahabat cuma datang dalam bentuk
mufrad. Wala sodiqin hamim. Dan tidak
ada sahabat yang menolong.
Eh
dikatakan jumias syafi likatrati
syafiin. Kalau pemberi syafaat
banyakiddiqu
liqillatihi. Tetapi soddiq datang dalam
bentuk
mufrad atau tunggal karena sahabat yang
tulus cuma sedikit.
Karena sahabat
cuma
sedikit
fahu karena yang namanya teman
benar-benar ngurusin kamu apa yang
menyibukkanmu dia sibuk juga dia mikirin
kamu kau ada masalah dia benar mikirin
seperti masalahnya sendiri itu langkah
seperti itu. Sampai ada seorang yang
bijak ditanya, "Apa makna soddiq?" Dia
bilang, "Itu cuma nama, tidak ada
hakikatnya." Karena tidak ada. Maksud
saya kalau kita punya
teman, benar-benar kita jalin pertemanan
karena Allah, kita benar-benar seperti
saudara kita perhatian agar pahala
semakin apa? Semakin besar. Tentu tidak
semua teman seperti itu ya. Tidak sem
teman seperti itu. Karena teman kita gak
mampu berteman dengan seluruh orang
kemudian menunaikan hak mereka. Tidak
mampu. Kita punya keterbatasan. Tapi
teman tuh ada level-level. Teman-teman
yang kita dapati bekerja sama,
menasihati kita, sayang sama kita,
ingatkan kita pada akhirat. Pegang
erat-erat teman-teman yang salihin.
Siapa teman-teman tersebut yang setelah
kita mengenal dia kita semakin dekat
dengan Allah? Ini ciri-ciri teman yang
saleh. Makanya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam suruh selektif dalam
memilih teman. Kata Rasulull sahu alaihi
wasallam, "Almaru al khilihi." Seorang
tergantung agama, kawan dekatnya. Falyan
ahadukum yukil. Maka hendaknya salah
seorang dari kalian menyelektif
pilah-pilih siapa yang mau dijadikan
kawan kawan dekatnya. Nah, ciri kawan
yang berhak untuk kita jadikan kawan
karena Allah adalah yang kalau kita
dekat dengan dia, kita evaluasi diri
kita, ternyata kita lebih menjadi lebih
dekat dengan Allah Subhanahu wa taala.
Rasulullah juga bersabda, wshib illa
mukminan. Jangan kau
berteman kecuali dengan apa? Orang-orang
yang yang
beriman dan berteman dengan orang saleh
berkah.
Contoh ee kisah tentang tiga orang
cerita cerita masyhur, tiga orang yang
terjebak dalam apa? Dalam goa. Tahu
kisahnya kan?
[Musik]
Kisah tiga orang dari mimang kana
qoblakum dari generasi sebelumnya
mungkin dari Bani Israil berjalan
tiba-tiba kemudian turun hujan akhirnya
mereka masuk dalam goa. Allah takdirkan
ada batu yang jatuh kemudian menutup
pintu goa. Akhirnya mereka bertiga doa
dengan tawasul amal saleh mereka. Yang
satu bertawasul dengan berbakti kepada
orang tua. Kemudian berkata,
"Allahum." Ya Allah, kalau aku berbakti
kepada orang tua karena Engkau ya Allah,
maka berilah kami apa? Bukalah pintu
goa. Ternyata baru terbuka sedikit.
Mereka sudah bisa lihat langit tapi
belum bisa keluar. Sudah oksigen sudah
masuk. Ya, satu lagi berdoa. Ya Allah,
dulu saya punya sepupu perempuan yang
sangat saya cintai. Akhirnya saya ingin
dia dia tidak mau. Sampai akhirnya dia
butuh uang. Saya kumpulkan emas kemudian
saya kasih. Ketika saya mau
menggaulinya, tiba-tiba dia berkata,
"Ittaqillah ya Abdallah wala tafudal
khatam illa bihaqqihi." Wahai fulan,
bertakwalah kepada Allah. Jangan kau
melakukan hubungan kecuali dengan
haknya. Maka saya pun meninggalkan
dia. Dan ini sangat luar biasa beratnya
ya. Bagaimana seorang bertemu dengan
wanita yang dia idam-idamkan selama ini,
itu tersebut sudah pasrah dan dia sudah
tinggal berhubungan. Tahu-tahu dibilang,
"Bertakwalah kepada Allah." Enggak
bilang dari tadi sudah
begini. Orang sudah bilang kalau
laki-laki sudah hasratnya sudah
bergejolak, hilang sepertiga otaknya.
Bahkan yang benar hilang seluruh apa?
Otaknya tapi se laki-laki ini luar biasa
ya.
Mendengar ittaqillah maka saya pun
meninggalkan dia dan saya tinggalkan
emas tersebut. Allahum
intualik. Ya Allah kalau aku
melakukannya karena kau ya Allah buka
pintu gua terbuka belum selesai. Yang
ketiga amanah dikasih duit ee dia punya
anak buah kasih gaji belum dikasih gaji
anda punya pergi. Dalam riwayat salah
tiga tiga sa asa ya. Jadi sekitar cuma
10 kg beras gajinya itu sedikit. Maka
saya kelola, saya kelola dengan niat
hasilnya untuk dia. Akhirnya saya kelola
bertahun-tahun. Maka menjadi hasil yang
banyak. Ada kambing-kambing, ada
sapi-sapi, ada unta-unta. Akhirnya dia
datang setelah sekian tahun dia bilang,
"Ya Abdullah, ati haqqi. Wahai bos, mana
gajiku yang dulu?" Kata, kataku itu yang
kau lihat semua adalah milikmu.
Kambing-kambing, unta-unta, sapi-sapi.
Kata dia, "La tahzi, jangan kau ejek ya,
Bos. Saya tahu dulu gaji cuma sedikit."
Kata benar, "Itu milikmu." Maka dia pun
ambil seluruhnya. tidak meninggalkan
satu kambing pun rasa terima kasih
enggak ada. Semua
dibawa. Kalau mungkin kita di posisi
laki-laki tadi, eh saya bercanda aja
enak aja. Sini sini sini sini. Tapi gak
saya melakukannya karena Engkau ya Allah
bukalah pintu. Akhirnya pintu gua
terbuka. Ini Allah mentakdirkan tiga
orang semua saleh. Seandainya ada satu
kurang ajar keluar enggak dari gua?
Enggak bisa.
Alhamdulillah tiga-tiganya orang saleh,
berkah, teman teman baik mengantarkan
kita kepada kebaikan. Jadi kalau punya
teman baik, kita sudah evaluasi. Saya
berteman dengan dia 1 bulan, 2 bulan, 6
bulan, kok saya semakin dekat, semakin
ingat akhirat, semakin zuhud, semakin
tidak suka gibah, semakin tidak
merendahkan orang lain. Ini benar teman
saya
nih. Tapi kalau saya teman sama dia,
suka nyinyir orang, merendahkan orang
lain, mentang-mentang punya ilmu,
nyicir-nyinyir orang lain, merend aduh
ini enggak beres ini. Saya salah
berteman nih. Mundur bertahap.
Jangan. Nah, kalau teman kalau kita
salah dinasihati dengan penuh
penghormatan, dengan menghargai kita ini
teman baik, pegang erat. Karena sodq
seperti ini jarang. Tadi kata sebagian
hukama ismun la makna lahu hanya sekedar
nama tidak ada hakikatnya. Karena saking
sedikitnya teman yang
setia.
Ya, maka
seorang ya perbanyak
teman karena teman saling beri syafaat.
Dan ada teman-teman khusus benar-benar
kita pegang erat-erat yang kita bekerja
sama dengan dia untuk mencari akhirat.
Bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Berikut ini
aturan-aturan dalam berteman agar
pertemanan kita abadi dan agar
pertemanan kita diberkahi oleh Allah
subhanahu wa taala mendapat ganjaran
yang besar.
Yang pertama tentunya sudah kita
singgung berteman harus karena Allah
Subhanahu wa taala. Dan Nabi sallallahu
alaihi wasallam eh telah menyebutkan
iman alhubillah walq fillah. Di antara
tali keimanan yang paling kuat adalah
cinta karena Allah dan benci karena
Allah. Ini termasuk tali iman yang
sangat karena dia mencintai orang
tersebut bukan karena apa-apa, tapi
karena Allah Subhanahu wa taala. Harus
ikhlas dan kita sering evaluasi. Saya
teman di jalan sama dia, saya telepon
dia, saya kunjungi rumahnya. Apa sih
sebenarnya? Apa sebenarnya saya? Apa
yang saya cari dengan pertemanan dengan
dia? Apa yang saya
cari? Kalau dunia udah enggak usah.
Kalau akhirat lanjut. Akhirat. Berarti
kita harus ikhlas ketika berteman
ee karena Allah.
Rasul sahu al wasallam bersabda
ehatun manna fi waj bihin halawatul iman
tiga perkara siapa yang ada pada tiga
perkara pada diri seorang dia akan
merasakan manisnya iman di antaranya all
yuhibal mara la
yuhibbuhuillah illah dia tidak mencintai
seorang kecuali karena siapa karena
Allah maka dia akan merasakan manisnya
manisnya iman ini yang
pertama yang kedua bahwasanya nya
namanya pertemanan hendaknya saling
menasehati ya kala almukmin miratu akihi
bahwasanya seorang mukmin adalah cermin
bagi saudaranya. Nah, kapan kita bisa
tahu ada ada sesuatu di wajah kita kalau
kita bercermin. Kalau kita tidak
bercermin kita enggak tahu di sini ada
bekas nasi kek, di sini ada tompel kek,
di sini ada panu kek, kita enggak lihat.
Tapi kalau lihat cermin ketahuan bahkan
jelas panunya jelas.
Nah, saudara kita
itu bagi kita seperti cermin bagi kita
dan kita bagi saudara kita, kita seperti
cermin bagi dia. Nah, kita yang bisa
melihat kesalahan-kesalahannya dengan
jelas, dengan detail. Seorang sulit
untuk melihat kesalahannya karena
seorang biasanya memandang dirinya
dengan husnudan, memandang orang lain
dengan suudan. Seharusnya dibalik
mandang diri dengan suuzon, memandang
orang dengan husnudan. Tapi banyak orang
tidak seperti itu. Banyak orang husnuzan
dengan dirinya, seuzon dengan orang
lain. Nah, kalau cara menilai seperti
itu sulit mengetahui kesalahan. Tapi
orang lain lihat kita, dia bisa tahu.
Nah, saudara yang baik kalau dia sebagai
cermin, miratun liakhihi, maka hendaknya
dia nasihati. Bukan dia biarkan. Tapi
kalau kita lihat teman salah, ah
biarinlah nanti kalau saya tegur dia
marah nanti hubungan enggak baik. itu
bukan berteman karena Allah, tapi karena
duniawi. Harusnya kita datang dengan
kata-kata baik, kata-kata yang lembut
ya, dengan penuh penghormatan. "Wahai
Fulan, masyaallah saya senang bersahabat
dengan kamu dan masyaallah saya lihat
kau sempurna. Cuma ada satu sisi yang
kayaknya mengurangi kesempurnaanmu
misalnya atau mengurangi kemuliaanmu.
Apa itu? Kau
pelit misalnya, tapi kita kasih
kata-kata indah gitu loh. Kata-kata
indah.
Ya, fulan. Masyaallah, engkau salat
bagus, sedekah bagus, kau semua umrah
juga sering, haji, kau punya travel
lengkap semua. Istrimu dua, anakmu
lengkap. Cuma kau suka
gibah. Kalau kau enggak gibah kayaknya
kau sempurna. Saya lihat ini kau kurang
apa? Kurang pas. Mohon maaf mungkin saya
ini penilaian saya aja. Ah, saya gibah
semua syari kok. Enggak. Memang semua
gim ada sebagian yang tidak syari
berlebihan. Bukankah gibah hukum asalnya
haram? Ya. Dan dan sesuai kaidah.
aduratu tuqadaru
biqadariha gibah itu haram seperti makan
daging manusia kalau kelaparan, kalau
sudah berlebihan tidak boleh nasihati
aja dari hati ke hati ah ini teman yang
baik seperti ini bukan enggak enak
enggak enak nah supaya kita mudah
dinasehhati kita juga siap membuka hati
siap dinasihati sehingga orang nasihati
kita tuh nyaman tapi kalau kau itu kau
ya dia enggak mau nasihati setelah itu
setiap kita nasihati kita langsung
kamu siapa sih? Belajar di mana sih?
Wah, sudah kalau begitu
repot. Emang gelarmu apa? Sudah selesai
kalau begitu mengaji belum belum bisa
bahasa Arab lagi nasihati saya. Kalau
begitu
susah. Saya ini punya teman-teman enggak
bisa bahasa Arab banyak tapi saya minta
nasihat sama mereka. Benar dan saya
enggak main-main. Saya minta sama mereka
karena mereka punya sisi-sisi yang saya
tidak tahu. Pertama mungkin mereka lebih
tua. Mereka menjalani kehidupan lebih
banyak makan garam daripada saya.
Ya, mungkin malah kebanyakan garam ya.
Ya, ini kan ada sisi misalnya masalah
ini, Mas. Kenapa? Atau mengetahui
kondisi masyarakat. Ada dari kita mau
dakwah di suatu tempat, ada dari gimana
suku di sana? A kasih masukan enggak
apa-apa. Ustaz, kayaknya antum kemarin
gini kayaknya kalau ini enggak pas gak
ada masalah ya. Apalagi kita sama-sama
teman ya. Saya juga punya teman-teman
sebagai ustaz. Kita saling kalau saya
salah dia nasihati, kalau dia salah saya
nasihati. Enggak. Kita biasakan diri
untuk siap menerima apa nasihat. Karena
ciri orang beriman watawasau bilhaq
watwasau bis sabar. Saling memberi
wasiat dalam kebenaran, saling memberi
wasiat dalam kesabaran. Kalau kita
bicara konferensi meja bundar, jangan
meja sudut. Saya terus yang ngomong.
Nah, ini enggak bisa.
Jadi kita harus siap untuk menasihati.
Kalau ada kita nasihat, kalau siap juga
untuk
diasihati. Siapa saja nasihati kita. Mau
anak kita, mau istri kita, mau teman
kita, jadilah orang yang siap. Karena
kita ini penuh kekurangan. Kita ini
siapa? Kita ini
siapa? Ilmu cetek. Ya, hafalan
lupa-lupa. Alhamdulillah yang enggak
punya hafalan enggak ada yang
lupa. Ya. Ya. Apa yang mau kita bahasa
Arab juga terbatas. Saya sudah doktor
pun saya bahasa Arab juga terbatas. Mis
pintar orang Arab di sana ngomong
daripada saya.
Iya. Mereka baru lahir sudah bisa bahasa
Arab. Tib. Jadi kita ini siapa ya? Siap
kita terima nasihat dari siapapun ya.
Jadi kalau ada teman yang salah sebagai
konsekuensi seorang sahabat yang mukmin
harusnya kita apa? Nasihati. Jangan
dibiarkan. Tapi nasihat tadi harus ada
caranya. Nasihatnya ada caranya. Tidak
di depan umum berdua dengan penuh
penghormatan, kata-kata yang enak
didengar. Karena tujuan kita apa?
Nasihat. Bukan untuk lempar dalil. Bukan
kan? Supaya dia menjadi lebih baik. Iya.
Enggak.
Seperti kita cari kita kalau nasihati
anak kita kan kita bukan sekedar ngomel
tapi kita gimana dia mau terima. Saya
tadi pagi aja mau minumin obat buat anak
harus caranya kan. Sini, sini, sini,
sini. Sebentar ini
Abi enggak bisa dia langsung muntahi
nih. Bukan yang penting saya sudah
tegakkan hujah, sudah saya tuangin itu.
Bukan, bukan masalah gitu. Masalahnya
gimana dia dapat faedah dari nasihat
tersebut. Bukan sekedar ngomel
menyampaikan dalil qallah qala rasul.
Bukan itu. Ini teman kita nasihati ingin
dia lebih baik bersama bersama kita. Ada
caranya, ada cara
masuknya. Watul buyuta min abwabiha, ada
metodenya. Masuk dari mana ke mana. Tib
ini di antara yang harusnya
diperhatikan di antara
mukmin.
Kemudian di antara teman yang baik
adalah menjaga amanah. Menjaga amanah.
Kita tahu kalau kita berteman pasti ada
hal yang lebih. Kita tahu yang orang
lain tidak datang. Kita sering ketemu,
kita tahu tentang kondisi keluarganya,
kondisi istrinya, kondisi anaknya,
kondisi ekonominya, kekurangan dia. Dia
mungkin masih terlilit riba, mungkin dia
h utang belum lunas, mungkin dia masih
semakin kita dekat semakin kita tahu
aib-aibnya itu sudah otomatis. Dan tidak
ada manusia yang sempurna, pasti ada
aibnya. Maka kita
amanah, tidak boleh kita cerita ke
keluar. Demiki kalau dia ngomong sama
kita juga japri empat mata meskipun dia
tidak bilang ini amanah rahasia dalam
hadis rajul
hadul amanahu amanah kalau seorang
ngomong sama orang lain kemudian dia
berpaling maka itu amanah ada yang
mengatakan berpaling dia pergi ada yang
mengatakan dia tengok kanan tengok kiri
berarti ini rahasia tidak perlu dia
bilang rahasiakan meskipun dia enggak
bilang
rahasiakan jangan disebar
Ini ikhwan grup 10 orang sudah
diingatkan ini pembicaraan grup jangan
sampai keluar keluar. Subhanallah. Siapa
pengkhianat di antara 10
ini? Enggak benar teman seperti ini
pembicaraan pribadi kemudian dikeluar.
Beda antara majelis pribadi dengan
majelis umum. Seorang ketika pribadi
lebi lebih luas karena dia percaya sama
kamu. Ini namanya khianat. Berkhianat
itu melakukan hal yang buruk padahal dia
dipercayai. Namanya apa? Khianat. Ini
enggak teman enggak boleh
begitu. Teman kita tahu banyak
kekurangan teman bukan hal yang harus
kita ini amanah kita kita rahasiakan
kita rahasiakan. Maka ini hak harus
dipenuhi di antara teman. Berikutnya
perhatikan
bahwasanya namanya
pertemanan tidak ee tidak ada teman yang
sempurna ya. Teman kita kadang
salah selama namanya dia manusia pasti
apa salah. Ternyata dia kurang dekat
dengan kita pada suatu saat kita lagi
butuh dia tidak hadir enggak ada
masalah. Bukan berarti kita harus putus
pertemanan karena tidak ada teman yang
sempurna. Sebagaimana kita tidak
sempurna. Sebagaimana Syekh Albani
sering menyampaikan syair turiduhiban
laba fiil udu ya duhani. Apakah kau
ingin ada kayu gaharu yang tidak ada
asapnya? Ya, apakah kau ingin ada teman
yang tidak ada aibnya? Apakah ada kayu
gaharu yang harum tanpa ada asap? Pasti
ada efek
sampingnya. Ya, harum ada tapi ada
asapnya. Teman pun demikian. Kita kadang
kita lagi butuh teman, lagi butuh
pengorbanan, ternyata dia tidak
berkorban, ternyata dia
kabur. Ada yang masyaallah
terus-terusan dan itu banyak contohnya.
kita lagi butuh pertolongan
dia. Khalani dia tinggalkan saya. Ya,
kalau cuma sekali dua kali wajarlah.
Semua orang juga begitu. Tidak ada yang
sempurna. Ya, tidak ada yang
sempurna. Tib di antara yang perlu kita
perhatikan bahwasanya pertemanan tidak
mengharuskan kita selalu bertemu. Tidak
selalu. Kecuali ada maslahat akhirat.
Seperti pertemuan Nabi dengan Abu Bakar
selalu ada. Karena mereka ada hubungan
urusan dakwah. urusan dakwah
ketemu-ketemu enggak apa-apa selama
urusan dakwah ketemu. Kalau tidak maka
tidak harus selalu ketemu. Rasulullah
bersabda atau dalam riwayat zurhibban
tazdad hubban kunjungilah sesekali ya
maka akan semakin menambah saling cinta.
Karena kalau tiap hari kita nongkrong di
rumahnya pagi sore, pagi sore ya enggak
bisa. Pertama bahan bicara lama-lama
habis. Kalau sudah habis mulai bicarain
orang itu enggak? Iya bicarain orang.
Enggak adaf lagi, "Bas, saya sudah
habis, kamu sudah habis. Mana si fulan,
si fulan belum habis. Mana kondisinya
gimana?" Ini cerita ke mana-mana
akhirnya buang waktu. Kemudian yang
kedua, akhirnya teman kita tidak
menunaikan kewajibannya. Dia ada
kewajiban untuk ngelon istri enggak
dilakukan, untuk ngurusin anak-anak
enggak
dilakukan. Makanya di antara tafsir
sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
tentang dua orang, "Rajulani tahabba
fillah ijtama alaihi wa tafarqo alaihi."
Dua orang saling mencintai karena Allah.
Bertemu karena Allah, berpisah karena
Allah. Bertemu karena Allah, kita paham
bertemu karena urusan dakwah sosial,
bakti sosial, sama-sama ngaji, sama-sama
belajar bahasa Arab, sama-sama olahraga
supaya bisa sehat untuk bisa
beraktivitas. Banyak bertemu karena
Allah. Tib. Apa maknanya berpisah karena
Allah? Ada beberapa tafsir. Pertama,
bisa berpisah karena Allah karena dia
keluar dari jalur, "Saya tidak berteman
lagi. Selesai. Dia tukang maksiat. Saya
tidak pengin terpengaruh.
saya apa namanya ee blokir berteman
karena berpisah karena Allah. Ini salah
satu tafsiran. Di antara tafsirnya
berpisah karena Allah. Ketika berpisah
saya tetap mendoakannya. Tetap
mendoakannya karena dia teman saya. Saya
doakan dalam bidahril ghaib. Dia tidak
tahu saya doakan. Ini antara doa yang
mudah dikabulkan. Doa rajul liakhihi
bidahil ghaib. Dia mendoakan saudaranya
saudaranya tidak tahu. Maka malaikat
mendoakan dia. Wal biml. Itu di
antaranya saling berpisah karena Allah.
Di antara tafsirannya berpisah karena
Allah. Karena kalian memang harus
berpisah. Kenapa harus berpisah? Karena
masing-masing punya privasi yang harus
dikerjakan. Kamu kalau enggak berak
kalau bertemu terus kapan mau ngaji? Kan
enggak seorang butuh ngaji sendiri.
Kalau ketemu teman gimana mau ngaji?
Enggak mungkin duduk berdua ngaji enggak
enak. Maka harus berpisah. Kamu jangan
ngobrol sampai kemalaman nanti kamu
enggak bisa salat malam. Kamu kalau
ngobrol terus nanti gimana? Telepon
anak, hubungan dengan anak bagaimana mau
silaturahmi? Maka terkadang kita harus
berpisah karena Allah supaya kita bisa
menjalankan privasi privasi kita yang
juga bernilai ibadah. Sehingga kita
bersahabat bukan karena syahwat, bukan
karena hawa nafsu. Ada aturannya. Ada
aturannya. Ya, kita misalnya
kunjungi ee rumah ulama, kita unjungi
rumah dia bakda isya. Ya, jangan ngobrol
sampai jam 12.00. Kasihan. Ini Syekh mau
belajar, mau salat malam. Kita
ngertilah. setengah jam makan. Makan
sudah habis. SMP habis makan pulang.
Sudah selesai makan apa? Pulang. Jangan
lama-lama karena dia juga butuh belajar.
Kecuali dia tahan. Tunggu
dulu dia sudah lihat jam kita masih
terus C
gimana ini rai gedek enggak punya malu
kayak gini. Udah sudah ngerti jalan.
Bismillah. Saya ada masing-masing punya
tugas ya. Berpisah karena apa? Allah.
Sehingga semua ada ada kadarnya.
Tib. Di antara juga aturan dalam
p
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:18:35 UTC
Categories
Manage