Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu wa ashadu anna muhammadan abduhuasuluh da ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala di antara indahnya Islam yaitu lengkap ya alyaumu akmaltu itu lakum dinakum. Allah turunkan agama yang lengkap. Dan ini tidak kita tidak akan kita dapati dalam agama-agama yang lain. Sampai begitu lengkapnya masalah pertemanan pun diatur dalam Islam. Kemudian juga di antaranya luasnya rahmat Allah Subhanahu wa taala. Allah tidak menjadikan pahala, ladang pahala sebagai modal kita di akhirat hanya pada perkara-perkara yang mungkin terasa berat atau terasa sulit. Bahkan ladang pahala juga pada perkara-perkara yang menyenangkan. Ya, di antara ladang pahala tersebut adalah dengan berteman dengan teman yang saleh merupakan salah satu ladang pahala. Oleh karenanya ketika sebagian ulama membahas tentang hadis tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat tatkala matahari dalam jarak 1 mil, Allah menyebutkan tujuh atau rasul sahu alaihi wasallam menyebutkan tentang tujuh amalan-amalan yang berat. Ya, tentu yang pertama imamun adil. Imam yang adil ini sangat berat. Kemudian syabun nasya fi ibadatillah. Anak muda yang tumbuh dalam ketaatan ini pun belum tentu bisa kita jalanin. Betapa banyak di antara kita yang dapat hidayah belakangan. Kemudian yang ketiga, rajulani tahabba fillah ijtama alaihi wa tafarqo alaihi. Dua orang yang bersahabat karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah. Yang keempat, rajulun qolbuhu muallaqun bil masajid. Seorang yang kalb itu jantung, jantungnya seakan-akan digantung di masjid, artinya dia selalu ingin balik ke masjid, rindu ingin ke masjid. Dan ini pun tidak gampang. Betapa banyak orang melangkahkan kaki ke masjid dengan berat ya, bukan dengan kerinduan, bukan dengan semangat meskipun ke masjid. Yang kelima, lebih susah lagi. Rajulun daatu imratunu mansibin wa jamalin faqala ini akullah. Seorang lelaki yang dirayu oleh wanita cantik dan kaya raya. Saya rasa kita enggak pernah mengalami itu ya. Mungkin yang ngerayu cantik tapi jelek atau kaya raya tapi jelek, cantik atau miskin. Ya. Ee ini dirayu sudah cantik kaya raya dan dia yang memulai ternyata dia berkata inni akhauflah. Aku takut kepada Allah. Yang keenam juga sulit apalagi di zaman sekarang. E rajulun tasodq biyaminihi faakfaha. Hattau seorang yang berinfak dengan tangan kanannya dia sembunyikan sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh kanan-kanannya itu dia berusaha menyembunyikan amal sebisa-bisanya sampai digambarkan sebagian tubuhnya tidak tahu apa yang dilakukan oleh sebagian tubuh yang lain. Karena tangan kanan tangan kiri selalu berdekatan. Apapun kegiatan tangan kanan tangan kiri tahu. Tapi ketika sedekah tangan kiri tidak tahu. Padahal dekat sekali. Ini juga sulit zaman sekarang di mana orang suka publish amal salehnya. Sedikit-sedikit. Hai guys, hai guys ya. Umrah hai guys. Dakwah hai guys ya. Jalan sama istri hai guys. Ini contoh suami saleh. Hai guys. Semua amal saleh di lagi berbagi sama orang tua publish sehingga ini pun sulit. Yang terakhir rajulun eh zakarallah khalian fafad ainah. Seorang yang bersendirian diingat Allah kemudian dia menangis. Ya, mengingat keagungan Allah tentang hari kiamat, tentang dosa-dosanya. Sebah mengatakan di antara tujuh amalan ini yang bonus tuh yang nomor tiga. Rajulani tahabba fillah jzama alaihi wa tafarqo alaihi. Berteman karena Allah itu menyenangkan ya. Temu karena Allah, saling mengingatkan, saling bahu-bahu, saling membantu, saling menasehhati. Ini bonus artinya tidak sebenarnya harusnya tidak sulit. Harusnya tidak sulit ya meskipun ada konsekuensekuensinya tapi ini menyenangkan. Namun ternyata disejajarkan dengan amalan-amalan yang hebat. Hal ini kenapa? Karena saling mencintai dalam Islam sangat diperhatikan. Persatuan sangat di ee perhatikan. Ya, makanya semua perkara yang bisa menimbulkan perselisihan semuanya diharamkan. Gibah, sukhriah, merendahkan, mengejek, suuduzon ya ee semua perkara ya. melambar di atas lamaran orang lain, membeli atas pembelian orang lain, bisik-bisik bertiga, dua orang, yang satu tidak diajak. Semua perkara yang menimbulkan perselisihan semuanya diharamkan. Dan semua yang menimbulkan kasih sayang semuanya di dianjurkan. Salam ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La tadkulul jannata hatta tminu winu hatta tahabu." Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Mau ketunjukkan kepada kalian suatu amalan jika kalian melakukannya kalian akan masuk surga yaitu kalian saling mencintai. Afsus salam bainakum yaitu tebarkan salam di antara e kalian. Ya, berjabat tangan ketika ketemu mengugurkan dosa-dosa. Dianjurkan untuk salat berjamaah, saling bertemu satu dengan yang lainnya. Padahal kalau salat di rumah lebih khusyuk. Tapi kenapa dianjurkan? Agar bersosial kita berdampingan, berjat kaki satu dengan kaki yang lain, saling melihat satu dengan yang lain. Ya. Kemudian banyak hal ya. Sehingga saling mencintai karena Allah adalah ibadah yang sangat agung. Ya, sangat agung. Makanya ada yang mengatakan ini bonus dari tujuh ini yang apa? Membuat orang bisa semua bisa masuk dalam yang nomor tiga ini. Saling mencintai karena Allah untuk mendapat naungan pada hari kiamat. kelak di hari yang sangat dahsyat di mana matahari diturunkan qadram mil dalam satu ukuran 1 mil tentu sangat ee panas. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang ee pertemanan abadi yang Allah sebutkan pertemanan tersebut di dunia kemudian berlanjut di akhirat. Dalam surah Azzukhruf kata Allah, "Alak yaumid yaumaidin ba'duhum ba'din aduunal muttaqin." Al-akhillah jamak dari khalil. Kholil yaitu orang-orang yang bersahabat dekat. Dia lebih tinggi dari sekedar sahib ya. Karena dari khullah khulah itu tingkat kecintaan yang paling paling tinggi ya. ya, saling mencintai. Maka orang-orang yang saling mencintai, saling dekat di dunia, maka pada hari hari kiamat kelak kecintaan tersebut terputus. Bahkan mereka saling bermusuhan kecuali kecintaan, persahabatan, kedekatan yang ditumbuhkan di antara orang-orang bertakwa. Illal muttaqin. Ini benar. Makanya Allah sebutkan betapa banyak orang-orang di dunia mereka saling mencintai, kemudian hari kiamat mereka bermusuhan. inika ahlinar. Allah menyebut tentang pertengkaran penghuni neraka. Padahal mereka dulu bersahabat ketika di di duniaum. Kata Ibrahim kepada umatnya, kepada kaumnya, "Kalian mengambil sembahan-sembahan selain Allah Subhanahu wa taala." Ya, karena saling mencintai di antara kalian hanya di kehidupan dunia. Nanti hari kiamat kelak kalian saling kufur di antara kalian, saling mengingkarianu ba'dukum ba' dan kalian saling melaknat di antara kalian. Dan ini dalam Al-Qur'an banyak. Saya ada tulisan khusus tentang takasumu ahlinar, permusuhan, perdebatan para penghuni neraka di buku syarah rinci rukun iman bagian dua khusus tentang perdebatan penghuni neraka. Ini dalil bahwasanya ee persahabatan ee di dunia ada yang sangat dekat, sangat kuat, tapi kemudian hancur pada hari kiamat. Ya, bahkan mereka saling bermusuhan. Alakhillau yaumaidzin ba'duhum li baa'din aduunal muttaqin. Maka para kekasih di saling yang saling bersahabat, saling menjalin hubungan kasih, maka akan saling bermusuhan pada hari tersebut. Yaumaidin maksudnya pada hari yang sangat dahsyat. yang di mana Allah sebutkan pada ayat sebelumnya ya. Eh, fawailu lilladzinaamu min adabi yaumin alim. Celaka orang-orang zalim pada hari yang di situ ee azabnya pedih. Jadi, yaumaidin izin kembali kepada dua ayat sebelumnya itu hari yang amat dahsyat yaitu di mana ada azab yang sangat pedih. Di saat ada ancaman azab yang sangat pedih, ternyata banyak tali kasih di dunia kemudian putus kemudian saling bermusuhan di antara mereka. Yang selamat illal muttaqin, orang-orang yang bertakwa. Ya, makanya setelah itu Allah mengatakan, "Ya ibadi la khufun alaikumul yauma w antum tahzanun." Wahai hamba-hambaku, maka pada hari ini kalian tidak ada rasa khawatir dan tidak ada sedih. buah dari pertemanan karena Allah subhanahu wa taala. Maka ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala ee inilah pertemanan abadi yang kita ingin kenal. Pertemanan abadi ini pertemanan apa yang kita juga ingin dapat pahala dan termasuk orang-orang yang mendapat kemuliaan pada hari kiamat-kiamat kelak. saya akan bacakan beberapa dalil ya tentang hal tersebut ya ee yang saya kasih apa namanya ee tadi saya kasih singgung bahwasanya pertemanan itu mendatangkan kebahagiaan di dunia ketika kita berteman apalagi di atas sunah di atas agama betapa kebahagiaan saling mengunjungi saling mungkin satu grup Ya, saling bertemu kita ketemu teman kita bahagia. Terkadang kebahagiaan itu lebih daripada ketemu saudara. Ya, itu kebahagiaan yang Allah segerakan bagi orang yang berteman karena [Musik] Allah. Dan kita tahu bahwasanya permusuhan itu sangat tidak mengenakkan. permusuhan, saling mencari kesalahan, saling menggunjing, saling tatabul akhta, cari-cari kesalahan, tajasus, tahasus, semua yang Rasulullah larang dikerjakan paling tidak menyenangkan. Makanya betapa kaum ansar mereka menghargai benar-benar namanya persatuan karena mereka sebelumnya mereka bermusuhan sampai 120 tahun antara suku A dan suku Alkhazraj. Allah mengatakanum ikhwana. Dan ingatlah ya atas nikmat yang Allah berikan kepada kalian wahai kaum Ansar, suku Ala, suku Khazraj, yaitu nikmat persatuan, nikmat persahabatan. Kuntum a'daan dulu kalian saling bermusuhan padahal mereka bersaudara. Satu darah, satu kembali kepada seorangnya qoilah. Maka mereka dikenang Banu Qailah. Namun mereka bermusuhan sampai 120 tahun sampai terakhir perang buat. Maka habis habisan mereka. Kemudian dengan sebab Nabi sallallahu alaihi wasallam mereka pun ber bersatu. Bersatu. Sehingga Allah mengatakan fainlubikum. Kemudian Allah jadikan kalian saling bersatu. Fasbahtum binikmatihi ikhwana. Maka jadilah kalian dengan nikmat Allah kalian jadi bersaudara. Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwasanya persahabatan, persaudaraan, saling menj itu nikmat. Karena Allah mengatakan, "Faasbahtum binikmatihi ikhwana." Dengan nikmat Allah kalian jadi ber bersaudara. Maka seorang harus menghargai nikmat persahabatan, nikmat persaudaraan harus dijaga. Karena ini adalah kenikmatan yang kita rasakan secara rohani di dunia. Belum manfaat yang kita akan dapatkan di akhirat. tadi ayat-ayat yang yang tadi saya sebutkan belum dalil-dalil dari Al-Qur'an dari sunah. Bagaimana manfaat persahabatan karena Allah ya luar biasa ibadah yang sangat agung. Di antaranya ayat tadi ya ibadi ya. Ya. Wahai hambaku, kalian tidak perlu takut pada hari ini dan kalian tidak perlu bersedih. Kenapa? Karena pertemanan kalian terus berlanjut ilal muttaqin kecuali orang yang bertakwa. Kemudian juga misalnya dalam ayat yang lain eh ketika penghuni neraka berkata, "Fama lana min syafi'in wala sodiqin hamim, tidak ada yang memberi syafaat bagi kami dan juga tidak ada teman dan juga kerabat." Ya. Ya. Ini em seandainya ada teman mungkin bisa memberi syafaat bagi kita untuk keluar dari neraka jahanam. Namun pemberi syafaat tidak ada, teman sejati pun tidak ada. Kawan dekat tidak ada. Kerabat juga tidak bisa menolong. Diambil mafhum khalafah dari ayat ini. Seandainya ada teman dekat yang diberi izin oleh Allah untuk beri syafaat, kemudian yang di neraka diizinkan untuk diberi syafaat sesuai dengan ketentuan syafaat sebagaimana sering dibahas oleh para ustaz maka dia bisa dapat syafaat. Oleh karenanya diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ketika membaca ayat ini, beliau berkata radhiallahu anhu, "Alaikum bil ikhwan." Alaikum bil ikhwan fainnahum uddatud dunya wauddatul akhirah. Al tas ahlinarana min syafiin wodin hamim. Ya hendaknya kalian mencari teman ya karena mereka adalah apa namanya? Aset dunia maupun aset apa? Akhirat ya. Kemudian juga diriwayatkan Hasan Albasri rahimahullah berkata, "Istairu minal asdiq almukminin." Perbanyaklah teman-teman dari kalangan kaum mukminin. Faahum syafaatan yaumalqiamah. Karena mereka punya hak untuk memberi syafaat pada hari kiamat kelak. Tentunya bukan berarti kita berusaha di teman-teman saleh, kita sendiri enggak saleh. Enggak ya. Karena syafaat harus mengikuti aturan. Allah kasih izin kepada Syafi' dan kemudian almasyfu lahu. Dua-duanya harus diberi izin. Dan Allah tidak beri izin syafaat kecuali kepada Allah yang kepada orang yang Allah ridai. Datang dalam hadis Rasulullah bersabda, perhatikan sini bagaimana ternyata teman dekat itu manfaatnya bukan cuma di dunia. Dunia dia tolong kita. Kita saling curhat, saling bahu-embahu. Di akhirat juga. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, hadis yang sahih, "Khalasa almukminuna minanar wainu." Ketika kaum mukminin selamat dari neraka jahanam dan mereka sudah aman, sudah melewat ee sudah melewat sirat dan mereka sudah aman. Karena sudah lewat sirat berarti sudah aman. Walladzi nafsi biyadihi. Demi zat yang jiwaku berada di tangannya. Ma mujadalatu ahadikum lhibihi filha yakunu lahu fid dunya biasadda min mujadalatil mukminin lbbihim fi ikhwanihim alladina udkilunar. tidaklah tuntutan atau diskusi salah seorang dari kalian kepada kawannya dalam rangka ingin ee mencari kebenaran atau menuntut haknya di dunia tidak lebih berat daripada kaum mukminin yang minta kepada Allah ya agar bisa memberi syafaat kepada teman-temannya yang sudah masuk neraka. Artinya kita kalau di dunia kita ada sidang terus harta kita diambil tentu kita nuntut sehebat-hebatnya. Iya enggak? kita datangkan ini, kita datangkan ee saksi, kita sewa lawyer agar hak kita bisa kita ambil. Nabi gambarkan di dunia seperti itu, kalian berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil hak kalian. Nah, ini tidak lebih kencang daripada ketika orang-orang mukminin sudah selamat kemudian mereka minta kepada Allah, minta dan minta dan minta agar beri diberi izin memberi syafaat bagi teman-temannya yang sudah masuk ner neraka. Maka mereka berkata, "Yaquulun rabbana ikhwanuna kanu yusuna maana." Ya Allah, teman-teman kami dulu mereka salat sama kami tapi di neraka. Ada enggak orang salat masuk neraka? Ini dalilnya di antaranya sampai disebutkan bahwasanya api neraka tidak makan bekas sujud. Ya, berarti itu salat tapi masuk apa? Neraka. Ya, mungkin dia salat tapi dia mulutnya kotor. Dia zalimi orang mungkin. Kanu yusuna maana. Mereka dulu salat bareng kami. Waasumuna maana. Mereka juga puasa bareng kami. Puasa bareng-bareng, buka bersama. Tapi di neraka qadarullah. Bahkan lebih parah daripada itu. Wuhujuna maana. Mereka juga haji sama kami satu travel. Padahal sama-sama visa percepatan satu travel. Subhanallah. Yahujuna ma sama-sama haji. Memang kalau haji pasti masuk surga kan enggak ada yang tahu. Bahkan di antara cerita yang menyedihkan, ada seorang dia berhaji sampai tiga kali. Subhanallah. Ini namanya takdir ya. Berhaji tiga kali, tiga kali haji, meninggal bunuh diri. Ya maksudnya haji bukan jaminan yang penting ma ba'dal haj. Setelah itu bagaimana atau hajinya bagaimana prosesnya? Qadarullah. Ya, ini buktinya ada yang salat bisa masuk neraka. Mungkin bilang dosa macam-macam. Puasa juga bisa masuk neraka. Haji ya bahkan dalam riwayat wujahiduna maana berjihad bersama kami. Faadkalumar. Lantas engkau masukkan mereka dalam neraka jahanam. Akhirnya Allah kasih izin. Kata Allah, "Idhabu faakhriju man arum minhum." Pergilah kalian keluarkan orang-orang dari neraka yang kalian kenal. Subhanallah. Keluarin. Maksud saya ee pertemanan karena Allah Subhanahu wa taala itu bukan hanya bermanfaat di dunia tapi juga bermanfaat di mana? Di akhirat. Makanya pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bersahabat karena Allah besar. Di antaranya seperti dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam Allah berfirman pada hari kiamat kelak ainal mutahabuna bijalali alyaumilluhum filli lailla illi mana orang-orang yang saling mencintai karena aku, karena keagunganku. Allah cari mereka. Allah ingin apa namanya? Ingin publish mereka. Jadi Allah cari mereka. Mana mereka? Hari ini aku akan menaungi mereka. di bawah naunganku yang tidak ada naungan kecuali naunganku akan dinaungi di hati yang sangat dahsyat. Dalam hadis juga kata Rasul sahu alaihi wasallam Allah berkata, "Wajabat mahabbati lil mutahabbina fi wal mutazawirina fiya wal mutabadilina fiya. Wajib kecintaanku mengenai orang-orang yang saling mencintai karena aku." Sebab dicintai Allah adalah dengan mencintai apa? Mencintai saudara karena Allah. Makanya kalau ada orang bilang sama kita, "Uhibbu fillah," kita bilang, "Ya, semoga Allah mencintai engkau juga yang telah mencintaiku karena karena dia." Ahabakallah alladzi ahbabtani fih. Jadi mencintai saudara karena Allah sebab kita dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Maka Allah mengatakan, "Wajabat mahabbati." Maka cintaku mengenai orang yang orang-orang yang saling mencintai karena aku. Wal mutazwi yang saling mengunjungi karena aku. Wal mutabadilina fi yang saling berkorban karena aku. Saling bantu satu dengan yang karena aku. Ini pahalanya besar dicintai oleh Allah. Dan kalau sudah dicintai oleh Allah orang akan diberi taufik oleh Allah dan tidak akan diazab. Gak mungkin Allah mengazab orang yang ya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian di antara dalil akan agungnya mencintai karena Allah subhanahu wa taala dari Umar bin Khattab radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam rasuah alaihi wasallam bersabda inna min ibadillahi launasan ma hum bi anbiya w syuhada ybitumulyauhada yaumalqiamah bimanihim minallahi taala di antara hamba-hamba Allah ada sekelompok orang mereka bukan nab Mereka bukan juga syuhada yang mati syahid, tetapi para anbiya, para nabi, dan para syuhada cemburu kepada mereka pada hari kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah. Di sini para ulama bahas apa maknanya para nabi, para syuhada cemburu kepada mereka. Intinya ada tafsir, dua tafsiran yang kuat ya. Ada yang menafsirkan yaitu yastahsinun. Mereka menganggap luar biasa ini kok dapat posisi yang bagus ya. Gara-gara mereka saling mencintai karena Allah. Artinya mereka mendapatkan kedudukan yang mulia dari amal yang tidak artinya amal saling mencin mencintai. Ada yang mengatakan yaqbituhum maksudnya bukan berarti para nabi dibawa gak mereka tetap tinggi tapi mereka kepingin dapat seperti seorang terkadang sudah punya mobil mewah tiba-tiba lihat orang pakai sepeda. Ih enak juga pakai sepeda gitu kira-kira gitulah. Bukan berarti sepeda lebih bagus daripada mo mobil tapi pengin juga punya sepeda kayak gitu. Artinya intinya mereka mendapat ganjaran yang hebat. Apakah dianggap baik oleh para nabi dan para syuhada atau para nabi dan syuhada pengin punya juga seperti itu menunjukkan mereka telah mendapat ganjaran yang luar biasa. Ya, makanya para sahabat bertanya, "Man hum?" Ya Rasulullah tuhbiruna manhum? Siapa mereka itu yang dicemburui oleh para nabi dan para syuhada? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Hummun tahabbu biruhillah aliri arhamin bainahum w amwalinha." Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Allah bukan karena ada hubungan kerahiman dan juga bukan karena harta yang mereka di antara mereka. Yaallahi inna wujuhahum lanur. Ketahuilah bahwasanya wajah mereka adalah cahaya. Wa innahum ala nurin. Dan mereka juga berada di atas cahaya. Ya, mereka tidak takut pada hari tersebut ketika orang-orang ketakutan yahzan hazinas. Dan mereka tidak sedih ketika orang-orang sedang bersedih pada hari tersebut. Kemudian Rasulullah membacakan firman Allah, ala inyaallahi la khufun alaihim w hum yahzanun. Ketahuilah bahwasanya wali-wali Allah tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak ada kesedihan bagi mereka. Hadis disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala. Dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Muad bin Jabal radhiallahu anhu, beliau berkata, "Samiu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul aku mendengar Rasul sahu alaihi wasallam bersabda." Q Allahu azza waalla Allah subhanahu wa taala berfirman, "Almutahabuna fi jalali lahum manabir minur yagbitum nabiyuna." Orang-orang saling mencintai karena Allah subhanahu wa taala. Mereka memiliki mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya yang dicemburui oleh para nabi dan para syuhada. Ini menunjukkan mereka mendapatkan kedudukan yang yang agung. Ya, sampai hadis yang masyhur ketika ada seorang in rajolan zar ak lahu fi qtin uk ada seorang berjalan menuju eh temannya di negeri yang lain, kampung yang lain. Yaallahuakan. Maka Allah kirim malaikat nunggu dia, tongkrongi dia lewat. Akhirnya dalam bentuk manusia. Ketika dilihat orang malaikat itu bertanya, "Aina turid? Ke mana kau pergi?" Kata dia, "Uridu akil qah, saya ingin jung saudaraku di kampung ini." Kemudian malaikat bertanya, alaihi atau alaiha? Apakah kau ke sana karena urusan duniawi itu ada usaha atau ada ternak atau ada kebun yang kau mau cek sama dia? Kata dia gak ada. Il aabtuu fillah. Saya cuma jenguk dia, tengok dia karena saya cinta dia karena Allah. Maka malaikat berkata, "Fainni rasulullah ilaik." Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk engkau.Allah ahabbaka ahbabtahuahu. Allah telah mencintaimu karena kau telah mencintainya karena siapa? Karena Allah Subhanahu wa taala. Tapi ini dalil-dalil tentang mencintai karena Allah betapa agungnya. Tib apa makna mencintai karena Allah? Sungguhnya persahabatan relasi sebelum Nabi datang sudah ada di antara para sahabat ketika mereka di zaman jahiliyah. Persahabatan banyak. Semua karena duniawi. Karena sama-sama satu suku, sama-sama kabilah, karena sama-sama satu kerjaan, sama-sama satu hobi. Makanya kita dapati bagaimana dulu misalnya Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu dulu bersahabat sama Umayyah bin Khalaf. Mereka sahabat dekat, mungin sama-sama pedagang. Sampai ketika Umayyah bin Khalaf ketika perang Badar, Abdurrahman bin Auf sudah bawa beberapa baju-baju perang gonimah ya untuk dia dapat ya. Kemudian berkata Umayyah bin Khalaf, "Wahai Abdurrahman bin Auf, ngapain urusin dengan baju-baju perang? Lebik kau tangkap saya. Kalau kau tangkap saya, nanti tebusannya banyak." Akhirnya Abdullah bin Auf buang itu baju-baju perang musuh. Kemudian dia ambil, dia tangkap Umayy karena mereka saling mengenal. Dibawalah Umayyah bin Khalaf bersama anaknya kalau tidak sama Ali dibawa. Ini tawanan dua ini lumayan kalau ditebus sama orang Makkah banyak duit nih. Tahu-tahu Bilal lihat Bilal nih yang dulu disiksa oleh Umayyah bin Khalaf. Yang disiksa digeret di putar di kota Makkah di bawah terik matahari yang disuruh bilang syirik. Dia bilang ahadun ahad. Allah maha esa. Allah maha esa. Maka Bilal lihat kata Bilal, Umayyah bin Khalaf rasul kufur. Umayyah bin Khalaf gembong kekufuran. Maajutu inaja. Saya tidak akan selamat kalau dia selamat. Maksudnya Bilal mengatakan saya mati atau dia yang mati. Kata Bilal ini tawanan saya. Kata Bilal, "Saya selamat. Saya mati atau dia yang ma?" "Dia yang mati." Maka dia panggil, "Wahai kaum Anshar." Dia panggil para sahabat. Ada gembong kekufuran di sini. Akhirnya Abdullah bin Auf bawa lari lari. Maksudnya jangan dibunuh. Ini tawanan nanti tebusannya banyak. Dibawa lari oleh siapa? Abdullah bin Auf. Akhirnya anaknya pertama korban tinggal Umayyah bin Khalaf. Um bin Khalaf orangnya gemuk susah dibawa larik. Akhirnya datanglah para sahabat. Abdurrahman ingin menyelamatkan Umay bin Khalaf. Maka dia pun suruh Abd Umayyah di bawah. Kemudian dia tutup. Ternyata dia tikam dari bawah. Akhirnya mati. Kata Abdurahman ya Bilal, Bilal baju perang enggak dapat, amanan juga enggak enggak dapat. Tapi saya cuma inin sampaikan bahwasanya mereka dulu bersahabat Abdullah bin Auf sama siapa? Umayyah bin Khalaf. Sahabat kenapa? Sama-sama pedagang. Sama disebutkan dalam hadis ketika Saad bin Muad radhiallahu anhu datang sebelum Nabi berhijrah datang untuk melaksanakan tawaf dari Madinah datang ke ke Makkah. Siapa yang temani? Umayyah bin Khalaf. Karena Saad bin Muad kalau datang ke Madinah, dia biasanya ke Makkah biasanya nongkrong di rumahnya Umayyah bin Khattab. Persahabatan. Persahabatan seperti ini sudah ada karena nasab, karena hobi, karena kekerjaan. Tapi ketika Rasulullah datang, Rasulullah ajarkan yang baru sallallahu alaihi wasallam. Ada namanya persahabatan baru yang belum dikenal sebelumnya itu persahabatan karena Allah, bukan karena dunianya. Tadi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, bukan kala arham, bukan karena kerahiman, bukan karena kabilah, bukan karena pekerjaan. Wala ala amwal apa saling yang yang mereka yataahu yataatataunaha bukan karena harta yang mereka saling beri satu dengan yang lain tapi benar-benar karena Allah subhanahu wa taala. Itu yang disebut dengan cinta karena Allah bukan karena apapun. Kita dekat dengan dia. Kenapa dia bertakwa atau dia saleh? kita senang sama dia. Mungkin karena kesalehannya, mungkin karena rajin ibadah, mungkin karena kejujurannya, mungkin karena dia donatur, sering menyumbang karena Allah. Ini orang melakukan amal saleh. Kita cinta sama sama dia. Bukan karena kita pengin dapat duit dari dia. Bukan. Bukan ada udang di balik batu benar-benar murni karena dia cinta kepada Allah maka pun saya mencintainya. Dan di antara doa Nabi Allah hubbak wah hubba man yuhibbuk. Jadikanlah aku mencintai orang yang mencintaimu. Inilah pertemalan karena Allah. Seperti dikatakan ada Majnun Laila berkata amar diarilidari. Aku melewati kampung-kampungnya si Laila. Ini cinta tidak kesampaian. Aku pun mencium tembok-tembok di sana. Rumah-rumah orang aku cium ya di kampungnya Laila. Bukan karena cinta kepada tembok. Tetapi karena mencintai siapa yang di balik tembok? Jadi maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Masuk hati mencium Laila tapi apa daya bibir tak sampai. Itu berarti dia mencium tembok tersebut bukan karena temboknya tapi karena si Laila. Ini makna almahabbah fi. Cinta karena sesuatu, bukan karena zatnya, tapi di balik itu karena sesuatu yang lain. Si Majnun Laila cium tembok karena temboknya manis atau tidak? Bukan. Tapi karena di balik itu ada yang manis. Siapa si? Si Laila. Maka ketika kita menjalin hubungan kalau ingin dapat pahala, ya bukan berarti bersahabat karena duniawi tidak boleh. Boleh. Kita punya teman orang kafir, punya teman nonmuslim, kita punya teman siapapun ya sama muslim, non muslim, ada urusan dagang, boleh. Boleh. Kita ada maslahat, enggak ada masalah. Tapi tidak ada pahala di balik itu. Tidak ada pahala di balik itu. Kalau mau cari pahala, harus persahabatan khusus. Saya teman dengan dia, saya dekat dengan dia karena Allah Subhanahu wa taala. Cek diri kita. Saya teman sama dia. Kenapa? Ada enggak tendensi duniawi di balik itu? Ada keinginan duniawi. Kalau ada berarti bukan ini yang di Makanya tidak semua orang bilang uhibbuka fillah dia tulus. Belum tentu buka fillah. Belum tentu karena Allah. Allah yang maha tahu. Tapi kalau benar kau mencintainya karena Allah pahalanya besar. Dalilnya banyak tadi. Dalilnya banyak. Maka kita mulai mengevaluasi diri. Kita punya kenalan, ada yang miskin, ada yang jauh lebih kaya dari kita, ada yang sederajat, ada Tib kita berteman dengan mereka. relasi teman ini karena Allah atau bukan? Coba kita cek. Kalau selama di balik itu ada keinginan duniawi, berarti kita tidak tulus. Berarti tidak ada pahala di balik di balik itu. Ya. Yang lebih sedih ketika kita seakan-akan menampakkan cinta karena Allah, ternyata kita bohongin dia. Ternyata kita cinta sama duniawinya. Buktinya apa? Ketika ekonominya jatuh, kita menjauh darinya. Berarti kan cinta karena dunia, dekat karena ada dunia. ketika dunia hilang tidak dekat lagi. Ah, itu namanya bukan cinta karena Allah Subhanahu wa taala. Tayib. Ee sampai kalau kita dengar cerita yang menakjubkan, kisah yang masyhur tentang siapa? Tentang persahabatan, persaudaraan yang Rasulullah jalin antara siapa? Saad bin Rabi' dengan Abdurrahman bin Auf. Saya kasih gambar. Abdurrahman bin Auf ini dia pedagang besar dari Makkah. Ketika dia berhijrah, semua hartanya ludes. Jadi miskin mendadak semua ditinggal. Biasanya hidup mungkin dengan kebutuhan yang selalu tercukupi. Kemudian pindah ke Madinah dalam kondisi gak punya apa-apa. Maka di antara hikmah Nabi sallallahu alaihi wasallam, Nabi persaudarakan dia dengan orang kaya namanya Saad bin Rabi'. Dan dia termasuk orang yang paling kaya supaya bisa membantu Abdurrahman bin Auf. Karena sulit menjadi orang kaya tiba-tiba miskin mendadak. Kemudian Sad bin Rabi kemudian berkata, "Wahai Abdurrahman, saya punya istri lebih dari satu. Silakan kau lihat siapa yang kau suka. Saya akan cerai. Kalau habis masa idahnya, silakan kau nikahi." Subhanallah. Dan saya punya harta termasuk orang kaya di Madinah. Saya akan bagi setengah. Setengah buatku, setengah buat engkau. Ini kalau tidak diriwayatkan riwayat yang sahih, kita bilang cuma dongeng belaka. Tapi ini benar-benar riwayat yang sahih bahwasanya dulu persoalan karena Allah sampai pada derajat demikian ya. Sampai derajat demikian ya. Saya sudah lama tinggal di Madinah 15 tahun belum ada yang nawarin setengah hartanya dan belum ada yang nawarin apa istrinya apalagi Indonesia. Jadi, Subhanallah. Tapi dulu ada guru saya yang apa namanya dia apa namanya? Dia canda, dia bilang, "Mana orang-orang di Madinah yang nawarin setengah hartanya dan menawarkan istrinya yang cantik." Mana? Teman-teman di kelas, "Iya, mana Syekh? Mana? Kita mau ketemu orang seperti gitu." Kata guru saya sudah pergi bersama orang-orang yang kalau ditawarin tidak terima. Kenapa? Ketika Abdullah bin Auf ditawarin apa dia bilang subhanallah, subhanallah rezeki dia tidak disangka-sangka. Kalau kita mungkin begitu, "Ya Allah, ya Allah syukur ya Allah." Eh, mana mana mungkin kalau kita Abdurrahman bin Auf tidak gak katanya, "Barakallahu laka e amwalik waahlik." Allah berkahi engkau dulani alas. Tunjukkan kepadaku mana pasar itu ditunjukkanlah pasar buqa. Kemudian beliau kerja kemudian beliau kaya. Ya, intinya subhanallah persahabatan sampai demikian. Sampai demi demikian ya. Nah, inilah namanya persahabatan karena Allah subhanahu wa taala yang benar-benar murni kita bersahabat karena Allah. Kita saya bilang kita punya teman banyak tapi teman berlevel-level. Ada yang sampai derajat khullah khalil, teman dekat, ada yang mungkin sahib ya ketemu sekali. Ada yang kita selalu rindu ketemu dengan dia. Ada yang kita kerja sama dalam urusan akhirat. Kalau kita dapati teman yang seperti itu, maka kita bertahan karena teman yang tulus yang benar-benar karena Allah tidak banyak. Betapa banyak yang berkhianat di tengah perjalanan. Makanya di antara perkataan yang menarik sebagian ahli tafsir ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa taala, perkataan penghuni neraka. Fama lana min syafi'in wala shoddiqin hamim. Kenapa tidak ada orang yang memberi syafaat bagi kami dan tidak ada ee sahabat yang dekat? Syafi'in falana min Syafi'in datang dalam bentuk jamak. Famana min syafiin. Maka tidak ada para pemberi syafaat. Tapi ketika sahabat cuma datang dalam bentuk mufrad. Wala sodiqin hamim. Dan tidak ada sahabat yang menolong. Eh dikatakan jumias syafi likatrati syafiin. Kalau pemberi syafaat banyakiddiqu liqillatihi. Tetapi soddiq datang dalam bentuk mufrad atau tunggal karena sahabat yang tulus cuma sedikit. Karena sahabat cuma sedikit fahu karena yang namanya teman benar-benar ngurusin kamu apa yang menyibukkanmu dia sibuk juga dia mikirin kamu kau ada masalah dia benar mikirin seperti masalahnya sendiri itu langkah seperti itu. Sampai ada seorang yang bijak ditanya, "Apa makna soddiq?" Dia bilang, "Itu cuma nama, tidak ada hakikatnya." Karena tidak ada. Maksud saya kalau kita punya teman, benar-benar kita jalin pertemanan karena Allah, kita benar-benar seperti saudara kita perhatian agar pahala semakin apa? Semakin besar. Tentu tidak semua teman seperti itu ya. Tidak sem teman seperti itu. Karena teman kita gak mampu berteman dengan seluruh orang kemudian menunaikan hak mereka. Tidak mampu. Kita punya keterbatasan. Tapi teman tuh ada level-level. Teman-teman yang kita dapati bekerja sama, menasihati kita, sayang sama kita, ingatkan kita pada akhirat. Pegang erat-erat teman-teman yang salihin. Siapa teman-teman tersebut yang setelah kita mengenal dia kita semakin dekat dengan Allah? Ini ciri-ciri teman yang saleh. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam suruh selektif dalam memilih teman. Kata Rasulull sahu alaihi wasallam, "Almaru al khilihi." Seorang tergantung agama, kawan dekatnya. Falyan ahadukum yukil. Maka hendaknya salah seorang dari kalian menyelektif pilah-pilih siapa yang mau dijadikan kawan kawan dekatnya. Nah, ciri kawan yang berhak untuk kita jadikan kawan karena Allah adalah yang kalau kita dekat dengan dia, kita evaluasi diri kita, ternyata kita lebih menjadi lebih dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Rasulullah juga bersabda, wshib illa mukminan. Jangan kau berteman kecuali dengan apa? Orang-orang yang yang beriman dan berteman dengan orang saleh berkah. Contoh ee kisah tentang tiga orang cerita cerita masyhur, tiga orang yang terjebak dalam apa? Dalam goa. Tahu kisahnya kan? [Musik] Kisah tiga orang dari mimang kana qoblakum dari generasi sebelumnya mungkin dari Bani Israil berjalan tiba-tiba kemudian turun hujan akhirnya mereka masuk dalam goa. Allah takdirkan ada batu yang jatuh kemudian menutup pintu goa. Akhirnya mereka bertiga doa dengan tawasul amal saleh mereka. Yang satu bertawasul dengan berbakti kepada orang tua. Kemudian berkata, "Allahum." Ya Allah, kalau aku berbakti kepada orang tua karena Engkau ya Allah, maka berilah kami apa? Bukalah pintu goa. Ternyata baru terbuka sedikit. Mereka sudah bisa lihat langit tapi belum bisa keluar. Sudah oksigen sudah masuk. Ya, satu lagi berdoa. Ya Allah, dulu saya punya sepupu perempuan yang sangat saya cintai. Akhirnya saya ingin dia dia tidak mau. Sampai akhirnya dia butuh uang. Saya kumpulkan emas kemudian saya kasih. Ketika saya mau menggaulinya, tiba-tiba dia berkata, "Ittaqillah ya Abdallah wala tafudal khatam illa bihaqqihi." Wahai fulan, bertakwalah kepada Allah. Jangan kau melakukan hubungan kecuali dengan haknya. Maka saya pun meninggalkan dia. Dan ini sangat luar biasa beratnya ya. Bagaimana seorang bertemu dengan wanita yang dia idam-idamkan selama ini, itu tersebut sudah pasrah dan dia sudah tinggal berhubungan. Tahu-tahu dibilang, "Bertakwalah kepada Allah." Enggak bilang dari tadi sudah begini. Orang sudah bilang kalau laki-laki sudah hasratnya sudah bergejolak, hilang sepertiga otaknya. Bahkan yang benar hilang seluruh apa? Otaknya tapi se laki-laki ini luar biasa ya. Mendengar ittaqillah maka saya pun meninggalkan dia dan saya tinggalkan emas tersebut. Allahum intualik. Ya Allah kalau aku melakukannya karena kau ya Allah buka pintu gua terbuka belum selesai. Yang ketiga amanah dikasih duit ee dia punya anak buah kasih gaji belum dikasih gaji anda punya pergi. Dalam riwayat salah tiga tiga sa asa ya. Jadi sekitar cuma 10 kg beras gajinya itu sedikit. Maka saya kelola, saya kelola dengan niat hasilnya untuk dia. Akhirnya saya kelola bertahun-tahun. Maka menjadi hasil yang banyak. Ada kambing-kambing, ada sapi-sapi, ada unta-unta. Akhirnya dia datang setelah sekian tahun dia bilang, "Ya Abdullah, ati haqqi. Wahai bos, mana gajiku yang dulu?" Kata, kataku itu yang kau lihat semua adalah milikmu. Kambing-kambing, unta-unta, sapi-sapi. Kata dia, "La tahzi, jangan kau ejek ya, Bos. Saya tahu dulu gaji cuma sedikit." Kata benar, "Itu milikmu." Maka dia pun ambil seluruhnya. tidak meninggalkan satu kambing pun rasa terima kasih enggak ada. Semua dibawa. Kalau mungkin kita di posisi laki-laki tadi, eh saya bercanda aja enak aja. Sini sini sini sini. Tapi gak saya melakukannya karena Engkau ya Allah bukalah pintu. Akhirnya pintu gua terbuka. Ini Allah mentakdirkan tiga orang semua saleh. Seandainya ada satu kurang ajar keluar enggak dari gua? Enggak bisa. Alhamdulillah tiga-tiganya orang saleh, berkah, teman teman baik mengantarkan kita kepada kebaikan. Jadi kalau punya teman baik, kita sudah evaluasi. Saya berteman dengan dia 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan, kok saya semakin dekat, semakin ingat akhirat, semakin zuhud, semakin tidak suka gibah, semakin tidak merendahkan orang lain. Ini benar teman saya nih. Tapi kalau saya teman sama dia, suka nyinyir orang, merendahkan orang lain, mentang-mentang punya ilmu, nyicir-nyinyir orang lain, merend aduh ini enggak beres ini. Saya salah berteman nih. Mundur bertahap. Jangan. Nah, kalau teman kalau kita salah dinasihati dengan penuh penghormatan, dengan menghargai kita ini teman baik, pegang erat. Karena sodq seperti ini jarang. Tadi kata sebagian hukama ismun la makna lahu hanya sekedar nama tidak ada hakikatnya. Karena saking sedikitnya teman yang setia. Ya, maka seorang ya perbanyak teman karena teman saling beri syafaat. Dan ada teman-teman khusus benar-benar kita pegang erat-erat yang kita bekerja sama dengan dia untuk mencari akhirat. Bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Berikut ini aturan-aturan dalam berteman agar pertemanan kita abadi dan agar pertemanan kita diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala mendapat ganjaran yang besar. Yang pertama tentunya sudah kita singgung berteman harus karena Allah Subhanahu wa taala. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam eh telah menyebutkan iman alhubillah walq fillah. Di antara tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Ini termasuk tali iman yang sangat karena dia mencintai orang tersebut bukan karena apa-apa, tapi karena Allah Subhanahu wa taala. Harus ikhlas dan kita sering evaluasi. Saya teman di jalan sama dia, saya telepon dia, saya kunjungi rumahnya. Apa sih sebenarnya? Apa sebenarnya saya? Apa yang saya cari dengan pertemanan dengan dia? Apa yang saya cari? Kalau dunia udah enggak usah. Kalau akhirat lanjut. Akhirat. Berarti kita harus ikhlas ketika berteman ee karena Allah. Rasul sahu al wasallam bersabda ehatun manna fi waj bihin halawatul iman tiga perkara siapa yang ada pada tiga perkara pada diri seorang dia akan merasakan manisnya iman di antaranya all yuhibal mara la yuhibbuhuillah illah dia tidak mencintai seorang kecuali karena siapa karena Allah maka dia akan merasakan manisnya manisnya iman ini yang pertama yang kedua bahwasanya nya namanya pertemanan hendaknya saling menasehati ya kala almukmin miratu akihi bahwasanya seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Nah, kapan kita bisa tahu ada ada sesuatu di wajah kita kalau kita bercermin. Kalau kita tidak bercermin kita enggak tahu di sini ada bekas nasi kek, di sini ada tompel kek, di sini ada panu kek, kita enggak lihat. Tapi kalau lihat cermin ketahuan bahkan jelas panunya jelas. Nah, saudara kita itu bagi kita seperti cermin bagi kita dan kita bagi saudara kita, kita seperti cermin bagi dia. Nah, kita yang bisa melihat kesalahan-kesalahannya dengan jelas, dengan detail. Seorang sulit untuk melihat kesalahannya karena seorang biasanya memandang dirinya dengan husnudan, memandang orang lain dengan suudan. Seharusnya dibalik mandang diri dengan suuzon, memandang orang dengan husnudan. Tapi banyak orang tidak seperti itu. Banyak orang husnuzan dengan dirinya, seuzon dengan orang lain. Nah, kalau cara menilai seperti itu sulit mengetahui kesalahan. Tapi orang lain lihat kita, dia bisa tahu. Nah, saudara yang baik kalau dia sebagai cermin, miratun liakhihi, maka hendaknya dia nasihati. Bukan dia biarkan. Tapi kalau kita lihat teman salah, ah biarinlah nanti kalau saya tegur dia marah nanti hubungan enggak baik. itu bukan berteman karena Allah, tapi karena duniawi. Harusnya kita datang dengan kata-kata baik, kata-kata yang lembut ya, dengan penuh penghormatan. "Wahai Fulan, masyaallah saya senang bersahabat dengan kamu dan masyaallah saya lihat kau sempurna. Cuma ada satu sisi yang kayaknya mengurangi kesempurnaanmu misalnya atau mengurangi kemuliaanmu. Apa itu? Kau pelit misalnya, tapi kita kasih kata-kata indah gitu loh. Kata-kata indah. Ya, fulan. Masyaallah, engkau salat bagus, sedekah bagus, kau semua umrah juga sering, haji, kau punya travel lengkap semua. Istrimu dua, anakmu lengkap. Cuma kau suka gibah. Kalau kau enggak gibah kayaknya kau sempurna. Saya lihat ini kau kurang apa? Kurang pas. Mohon maaf mungkin saya ini penilaian saya aja. Ah, saya gibah semua syari kok. Enggak. Memang semua gim ada sebagian yang tidak syari berlebihan. Bukankah gibah hukum asalnya haram? Ya. Dan dan sesuai kaidah. aduratu tuqadaru biqadariha gibah itu haram seperti makan daging manusia kalau kelaparan, kalau sudah berlebihan tidak boleh nasihati aja dari hati ke hati ah ini teman yang baik seperti ini bukan enggak enak enggak enak nah supaya kita mudah dinasehhati kita juga siap membuka hati siap dinasihati sehingga orang nasihati kita tuh nyaman tapi kalau kau itu kau ya dia enggak mau nasihati setelah itu setiap kita nasihati kita langsung kamu siapa sih? Belajar di mana sih? Wah, sudah kalau begitu repot. Emang gelarmu apa? Sudah selesai kalau begitu mengaji belum belum bisa bahasa Arab lagi nasihati saya. Kalau begitu susah. Saya ini punya teman-teman enggak bisa bahasa Arab banyak tapi saya minta nasihat sama mereka. Benar dan saya enggak main-main. Saya minta sama mereka karena mereka punya sisi-sisi yang saya tidak tahu. Pertama mungkin mereka lebih tua. Mereka menjalani kehidupan lebih banyak makan garam daripada saya. Ya, mungkin malah kebanyakan garam ya. Ya, ini kan ada sisi misalnya masalah ini, Mas. Kenapa? Atau mengetahui kondisi masyarakat. Ada dari kita mau dakwah di suatu tempat, ada dari gimana suku di sana? A kasih masukan enggak apa-apa. Ustaz, kayaknya antum kemarin gini kayaknya kalau ini enggak pas gak ada masalah ya. Apalagi kita sama-sama teman ya. Saya juga punya teman-teman sebagai ustaz. Kita saling kalau saya salah dia nasihati, kalau dia salah saya nasihati. Enggak. Kita biasakan diri untuk siap menerima apa nasihat. Karena ciri orang beriman watawasau bilhaq watwasau bis sabar. Saling memberi wasiat dalam kebenaran, saling memberi wasiat dalam kesabaran. Kalau kita bicara konferensi meja bundar, jangan meja sudut. Saya terus yang ngomong. Nah, ini enggak bisa. Jadi kita harus siap untuk menasihati. Kalau ada kita nasihat, kalau siap juga untuk diasihati. Siapa saja nasihati kita. Mau anak kita, mau istri kita, mau teman kita, jadilah orang yang siap. Karena kita ini penuh kekurangan. Kita ini siapa? Kita ini siapa? Ilmu cetek. Ya, hafalan lupa-lupa. Alhamdulillah yang enggak punya hafalan enggak ada yang lupa. Ya. Ya. Apa yang mau kita bahasa Arab juga terbatas. Saya sudah doktor pun saya bahasa Arab juga terbatas. Mis pintar orang Arab di sana ngomong daripada saya. Iya. Mereka baru lahir sudah bisa bahasa Arab. Tib. Jadi kita ini siapa ya? Siap kita terima nasihat dari siapapun ya. Jadi kalau ada teman yang salah sebagai konsekuensi seorang sahabat yang mukmin harusnya kita apa? Nasihati. Jangan dibiarkan. Tapi nasihat tadi harus ada caranya. Nasihatnya ada caranya. Tidak di depan umum berdua dengan penuh penghormatan, kata-kata yang enak didengar. Karena tujuan kita apa? Nasihat. Bukan untuk lempar dalil. Bukan kan? Supaya dia menjadi lebih baik. Iya. Enggak. Seperti kita cari kita kalau nasihati anak kita kan kita bukan sekedar ngomel tapi kita gimana dia mau terima. Saya tadi pagi aja mau minumin obat buat anak harus caranya kan. Sini, sini, sini, sini. Sebentar ini Abi enggak bisa dia langsung muntahi nih. Bukan yang penting saya sudah tegakkan hujah, sudah saya tuangin itu. Bukan, bukan masalah gitu. Masalahnya gimana dia dapat faedah dari nasihat tersebut. Bukan sekedar ngomel menyampaikan dalil qallah qala rasul. Bukan itu. Ini teman kita nasihati ingin dia lebih baik bersama bersama kita. Ada caranya, ada cara masuknya. Watul buyuta min abwabiha, ada metodenya. Masuk dari mana ke mana. Tib ini di antara yang harusnya diperhatikan di antara mukmin. Kemudian di antara teman yang baik adalah menjaga amanah. Menjaga amanah. Kita tahu kalau kita berteman pasti ada hal yang lebih. Kita tahu yang orang lain tidak datang. Kita sering ketemu, kita tahu tentang kondisi keluarganya, kondisi istrinya, kondisi anaknya, kondisi ekonominya, kekurangan dia. Dia mungkin masih terlilit riba, mungkin dia h utang belum lunas, mungkin dia masih semakin kita dekat semakin kita tahu aib-aibnya itu sudah otomatis. Dan tidak ada manusia yang sempurna, pasti ada aibnya. Maka kita amanah, tidak boleh kita cerita ke keluar. Demiki kalau dia ngomong sama kita juga japri empat mata meskipun dia tidak bilang ini amanah rahasia dalam hadis rajul hadul amanahu amanah kalau seorang ngomong sama orang lain kemudian dia berpaling maka itu amanah ada yang mengatakan berpaling dia pergi ada yang mengatakan dia tengok kanan tengok kiri berarti ini rahasia tidak perlu dia bilang rahasiakan meskipun dia enggak bilang rahasiakan jangan disebar Ini ikhwan grup 10 orang sudah diingatkan ini pembicaraan grup jangan sampai keluar keluar. Subhanallah. Siapa pengkhianat di antara 10 ini? Enggak benar teman seperti ini pembicaraan pribadi kemudian dikeluar. Beda antara majelis pribadi dengan majelis umum. Seorang ketika pribadi lebi lebih luas karena dia percaya sama kamu. Ini namanya khianat. Berkhianat itu melakukan hal yang buruk padahal dia dipercayai. Namanya apa? Khianat. Ini enggak teman enggak boleh begitu. Teman kita tahu banyak kekurangan teman bukan hal yang harus kita ini amanah kita kita rahasiakan kita rahasiakan. Maka ini hak harus dipenuhi di antara teman. Berikutnya perhatikan bahwasanya namanya pertemanan tidak ee tidak ada teman yang sempurna ya. Teman kita kadang salah selama namanya dia manusia pasti apa salah. Ternyata dia kurang dekat dengan kita pada suatu saat kita lagi butuh dia tidak hadir enggak ada masalah. Bukan berarti kita harus putus pertemanan karena tidak ada teman yang sempurna. Sebagaimana kita tidak sempurna. Sebagaimana Syekh Albani sering menyampaikan syair turiduhiban laba fiil udu ya duhani. Apakah kau ingin ada kayu gaharu yang tidak ada asapnya? Ya, apakah kau ingin ada teman yang tidak ada aibnya? Apakah ada kayu gaharu yang harum tanpa ada asap? Pasti ada efek sampingnya. Ya, harum ada tapi ada asapnya. Teman pun demikian. Kita kadang kita lagi butuh teman, lagi butuh pengorbanan, ternyata dia tidak berkorban, ternyata dia kabur. Ada yang masyaallah terus-terusan dan itu banyak contohnya. kita lagi butuh pertolongan dia. Khalani dia tinggalkan saya. Ya, kalau cuma sekali dua kali wajarlah. Semua orang juga begitu. Tidak ada yang sempurna. Ya, tidak ada yang sempurna. Tib di antara yang perlu kita perhatikan bahwasanya pertemanan tidak mengharuskan kita selalu bertemu. Tidak selalu. Kecuali ada maslahat akhirat. Seperti pertemuan Nabi dengan Abu Bakar selalu ada. Karena mereka ada hubungan urusan dakwah. urusan dakwah ketemu-ketemu enggak apa-apa selama urusan dakwah ketemu. Kalau tidak maka tidak harus selalu ketemu. Rasulullah bersabda atau dalam riwayat zurhibban tazdad hubban kunjungilah sesekali ya maka akan semakin menambah saling cinta. Karena kalau tiap hari kita nongkrong di rumahnya pagi sore, pagi sore ya enggak bisa. Pertama bahan bicara lama-lama habis. Kalau sudah habis mulai bicarain orang itu enggak? Iya bicarain orang. Enggak adaf lagi, "Bas, saya sudah habis, kamu sudah habis. Mana si fulan, si fulan belum habis. Mana kondisinya gimana?" Ini cerita ke mana-mana akhirnya buang waktu. Kemudian yang kedua, akhirnya teman kita tidak menunaikan kewajibannya. Dia ada kewajiban untuk ngelon istri enggak dilakukan, untuk ngurusin anak-anak enggak dilakukan. Makanya di antara tafsir sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang dua orang, "Rajulani tahabba fillah ijtama alaihi wa tafarqo alaihi." Dua orang saling mencintai karena Allah. Bertemu karena Allah, berpisah karena Allah. Bertemu karena Allah, kita paham bertemu karena urusan dakwah sosial, bakti sosial, sama-sama ngaji, sama-sama belajar bahasa Arab, sama-sama olahraga supaya bisa sehat untuk bisa beraktivitas. Banyak bertemu karena Allah. Tib. Apa maknanya berpisah karena Allah? Ada beberapa tafsir. Pertama, bisa berpisah karena Allah karena dia keluar dari jalur, "Saya tidak berteman lagi. Selesai. Dia tukang maksiat. Saya tidak pengin terpengaruh. saya apa namanya ee blokir berteman karena berpisah karena Allah. Ini salah satu tafsiran. Di antara tafsirnya berpisah karena Allah. Ketika berpisah saya tetap mendoakannya. Tetap mendoakannya karena dia teman saya. Saya doakan dalam bidahril ghaib. Dia tidak tahu saya doakan. Ini antara doa yang mudah dikabulkan. Doa rajul liakhihi bidahil ghaib. Dia mendoakan saudaranya saudaranya tidak tahu. Maka malaikat mendoakan dia. Wal biml. Itu di antaranya saling berpisah karena Allah. Di antara tafsirannya berpisah karena Allah. Karena kalian memang harus berpisah. Kenapa harus berpisah? Karena masing-masing punya privasi yang harus dikerjakan. Kamu kalau enggak berak kalau bertemu terus kapan mau ngaji? Kan enggak seorang butuh ngaji sendiri. Kalau ketemu teman gimana mau ngaji? Enggak mungkin duduk berdua ngaji enggak enak. Maka harus berpisah. Kamu jangan ngobrol sampai kemalaman nanti kamu enggak bisa salat malam. Kamu kalau ngobrol terus nanti gimana? Telepon anak, hubungan dengan anak bagaimana mau silaturahmi? Maka terkadang kita harus berpisah karena Allah supaya kita bisa menjalankan privasi privasi kita yang juga bernilai ibadah. Sehingga kita bersahabat bukan karena syahwat, bukan karena hawa nafsu. Ada aturannya. Ada aturannya. Ya, kita misalnya kunjungi ee rumah ulama, kita unjungi rumah dia bakda isya. Ya, jangan ngobrol sampai jam 12.00. Kasihan. Ini Syekh mau belajar, mau salat malam. Kita ngertilah. setengah jam makan. Makan sudah habis. SMP habis makan pulang. Sudah selesai makan apa? Pulang. Jangan lama-lama karena dia juga butuh belajar. Kecuali dia tahan. Tunggu dulu dia sudah lihat jam kita masih terus C gimana ini rai gedek enggak punya malu kayak gini. Udah sudah ngerti jalan. Bismillah. Saya ada masing-masing punya tugas ya. Berpisah karena apa? Allah. Sehingga semua ada ada kadarnya. Tib. Di antara juga aturan dalam persahabatan karena Allah Subhanahu wa taala. Persahabatan tidak mengharuskan kita mengetahui seluruh rahasia dia. Jangan sampai ibu-ibu, kamu kan sahib, teman, masa kau masih ada yang kau sembunyikan. Tidak semua perkara kita harus tahu dan tidak boleh kita cari-cari tahu privasi orang. Kalau dia cerita, ya kita tanggapi. Saatnya kita kasih nasihat. Sampai Syekh Salh Alush, Alus Syekh hafidahullahu taala memberi contoh seperti seorang naik mobil berdua sama temannya, tiba-tiba temannya angkat telepon, ngangkat suara, mungkin teriak-teriak, marah-marah. Maka antum tidak perlu bilang, "Eh, siapa tuh? Siapa tuh? Enggak usah. Antum diam aja pura-pura enggak dengar. Kalau antum bilang, "Apa tuh? Apa tuh?" Nanti dia akhirnya ini istri saya brengsek. Oke, repot k urusan panjang lagi. Dia mengungkapkan keburukan istri kepada antum. Tapi kalau antum kalau dia mau cerita antum tanggapi. Saatnya kita tanggapi, "Oh, sabar, tenang." Kalau dia enggak cerita ya sudah biarin aja. Antum lagi telepon kawan qadarullah kawan antum tidak. Kawan antum bukan malaikat. Terjadi lagi telepon. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Gimana kabarnya? Tahu-tahu dengar antum dalam telepon, "Silakan masuk ke bioskop. Silakan." Oh, dia lagi di bioskop ini. Kya lagi di bioskop? Ya enggak usah. Perang-pura enggak tahu aja orang kasihan ya. Tidak, tidak ya kalau mau nasihati nanti. Tapi maksudnya tidak semua privasi kita harus apa? Kita harus tahu ya. Terkadang kita perlu tagful. Pura-pura enggak tahu karena ada kemaslahatan. Bab yang paling penting yang terakhir mungkin saya sampaikan adalah namanya pertemanan perlu pengorbanan. Almutabadilina fiya wajib cinta. mengenai orang-orang yang saling berkorban karena karena pertamaan seperti itu. Korban tidak mesti harta. Kalau si kaya punya teman miskin, dia harus ngerti saatnya dia bagi pada posisi membantu. Temannya punya kekurangan, dia tafakut, dia cari-cari tahu. Terkadang kita ee berkorban waktu. Apa kata Nabi Sallallahu Wasallam? Ahabu minifal masjid syahran. Aku jalan menemani saudaraku untuk keperluannya. Lebih aku sukai daripada iktikaf di masjid ini selama sebulan. Jadius ada pengorbanan. Pengorbanan tersebut bisa pengorban waktu, pengorbanan energi dan bisa juga pengorbanan apa? Harta. Ini konsekuensi dari persaudaraan ya. Kalau kita ternyata pelit sama kawan atau tidak berani berkorban waktu, ini kawan seperti apa ya? Saya punya kawan-kawan dulu di Madinah, di Indonesia juga banyak. Saya cerita di Madinah ya. Subhanallah. Ketika saya di sana, teman-teman orang-orang Arab luar biasa ya. Saya baru tahu ada orang. Jadi saya punya kawan orang Saudi, dia imam masjid. ee dia juga tidak kaya ya. Karena saya dulu saya ya kekurangan mahasiswa lah ya. Kadang saya telepon dia, saya membawa istri ke rumah sakit. Fulan bisa antar saya enggak? Siap. Subhanallah. Dia jemput saya ngantar ke rumah sakit. Terus dia tungguin pulang lagi. Dia juga punya istri, punya anak sampai dia yang tawarin, "Firanda nanti kau punya istri datang sebelum istri saya datang." Itu saya baru S2. Kau pasti punya butuh mobil. Saya ajarku naik mobil. Ajarkan cara naik mobil. Akhirnya saya belajar mobil pertama kali sama dia. Saya gak pernah bisa naik mobil setir kiri. Makanya sekarang saya kago kalau setir kanan. Sampai sekarang belum bisa, belum ahli. Karena saya bisa belajar mobil pakai apa? Setir setir kiri ya. seperti di Amerika ya, seperti Los Angeles. Jadi subhanallah saya luar biasa dia sisihkan waktu, nawarin waktu untuk ngajar ngajar saya. saya dia pakai mobil dia. Kemudian kita belajar teman-teman yang yang luar biasalah banyaklah hal-hal yang ee sampai dia pernah bilang ketika saya datangkan istri juga ada ngantri ngantri sewa rumah gratis tunggu tunggu jatah dia bisa bisa ngantri sampai 5 bulan setengah tahun tunggu kakak kelas keluar dulu baru saya tempati dia tanya Firanda sudah bawa istri sudah di mana sekarang tinggal numpang terus berapa hari tenang Ada rumah saudara kau tinggal di situ. Rumah orang Arab bagus kau tinggal di situ. Sampai kapan? Sampai kau dapat jatah. Tenang, ini punya saudara saya. Saya pikir gratis. Akhirnya saya tinggal situ sama istri sampai tunggu datang jatah dapat apartemen gratis. Akhirnya saya pindah setelah tinggal lama di situ. Saya pindah kemudian dari teman saya lagi bawa istri orang KFA. Saya bilang, "Fulan, kalau kau enggak punya rumah, kau hubungi si Fulan. Insyaallah gratis." Akhirnya Firanda kau bilang deh. Saya bilang, "Eh, akhi, itu ada teman baru datang. Bisa enggak rumah?" "Ah, Firanda saya bayar kemarin itu." Ternyata bayar. Luar biasa. Lagi-lagi susah dia datang ke rumah. Subhanallah. Datang ke rumah ngobrol di perpustakaan. Kemudian saya masuk ke toilet, ambil ee masuk ke belakang mungkin ambil teh. Enggak perk pulang. Dia telepon Firanda tadi saya baca buku bagus di jilid sekian Ibnu Taimiyah halaman sekian. Coba buka lihat. Saya buka ternyata duit dia taruh jilid sekian taruh sama sekian telepon-telepon dia enggak angkat pergi. Yang paling menarik saya sering cerita ini. Suatu hari saya butuh uang dan ini terakhir saya pinjam uang dari dia ya. Saya butuh uang 4.000 riyal. 4.000 riyal itu adalah jumlah yang besar ketika itu. Apalagi kita mahasiswa gaji cuma 850 riyal per bulan. Jadi kalau 4.000 berapa bulan ya? Sekitar 5 bulan. Akhirnya saya pinjam uang. Saya bilang, "Fulan, saya hanya bisa ganti nanti pas Ramadan." Kenapa Ramadan? Ramadan banyak uang zakat. Kita mahasiswa sering kasih uang zakat. Akhirnya benar pas bulan Ramadan saya punya uang saya cukup ganti. Ketika itu dia enggak ada. Dia lagi safar. Dia bilang, "Nanti saya kasih teman kau ambil dari dia." Di Masjid Nabawi saya dikasih. Kemudian pada bulan Ramadan saya telepon, "Fulan, saya punya uang ee saya mau ganti saya." Dia angkat, "Ada apa Firanda? Ini ada uang saya mau bayar hutang." Dia matikan HP. Saya telepon lagi, dia matikan HP. Saya telepon lagi, dia matikan HP. Tahu-tahu ada SMS datang dulu, belum ada WhatsApp. Dia bilang ee Firanda, di antara amal saleh yang dicintai oleh Allah adalah membahagiakan saudara. Di antara amal saleh yang dicintai oleh Allah adalah bagi saudara. Kira-kira apa dia yang bilang setelah itu? Hah? Dihalalkan. Kira-kira dia bilang saya halalkan kan. Ternyata bukan gitu dia ngomong. Dia bilang, "Ini hadiah dari saya. Kalau kau terima kau bahagiakan saya. Bukan kita bahagian dia, bukan. Jadi dia bukan bilang, "Ini hadiah buat ini adalah saya halalkan agar kau senang." Harusnya kan dia bilang gitu. Tapi ternyata tidak. Dia bilang, "Ini hadiah dari saya, tolong kau terima. Kalau kau terima hadiah dariku, kau telah menyenangkan saya." Subhanallah. Habis itu saya enggak bisa hutang lagi sama dia. Malu. Ini sekedar teman-teman aja. Teman-teman banyak dulu saya juga pernah mau pulang mau belikan hadiah buat istri belikan baju-baju. Saya enggak ada kendaraan di sana. Teman saya orang Libya sangat baik. Dia selalu ngantar siap ngantar. Seketika itu dia lagi safar. Dia bilang, "Firanda, kau tunggu aja keluar di Masjid Nabawi pintu sekian nanti ada nanti saya urusan gampang." Dia enggak bilang kalau dia safar. Saya pikir dia yang datang. Ternyata dia kirim adik kelas ini. Adik kelas termasuk juara Quran ketika di Dubai. Dia hafal Quran juara mau nyupirin saya. Subhanallah. Jadi ya itulah namanya pertemanan itu butuh apa? Pengor pengorbanan waktu atau uang. Ya, kalau teman-teman aja waktunya pengorbanan kita kabur ya itu namanya bukan berteman karena Allah. Wallahu taalaam bawa. Demikian saja atas sampaikan kurang lebih atas mohon maaf atas segala kekurangan. Wabillahi taufik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.