Transcript
YlcTcd6bwHQ • Kitab Riyadush Shalihin #1.39: Seimbang Dalam Ketaatan (Bagian-3)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2635_YlcTcd6bwHQ.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu
ala taufihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarika lahu lnih wa asadu
anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila
ridwanumma
sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi
wa ikhwani. Hadirin hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita
masih melanjutkan pembahasan tentang
sedang atau seimbang dalam beribadah.
Tidak boleh berlebih-lebihan ya tidak
juga bermalas-malasan dan juga tidak
berlebih-lebihan. Tapi seorang beribadah
dengan seimbang. Ya. Hadis berikutnya.
Wa anan Abi Abdillah Jabir bin Samurah
radhiallahu taala anhu. Dari sahabat
Jabir bin Samurah qala. Beliau berkata,
"Kuntu usoli maan Nabi sallallahu alaihi
wasallam asawat."
Bahwasanya aku telah salat bersama Nabi
dengan banyak salat ya,
itu salat fardu, salat ee sunah-sunah,
mungkin salat tarawih dan salat
macam-macam ya. Fakanat shatuhu qosdan.
Maka beliau menyimpulkan setelah sekian
lama salat bersama Nabi bahwasanya salat
Nabi itu sedang wutbatuhu qasdan dan
juga ee khotbah Nabi juga sedang yaitu
tidak panjang dan juga tidak pendek. Ini
yang disampaikan oleh ee Jabir bin
Samurah.
Dan Jabir bin Samurah radhiallahu taala
anhu dalam riwayat yang lain menyebutkan
bahwasanya dia sudah sering salat
bersama Nabi. Dalam sebagian riwayat
beliau berkata, "Solitu ma Nabi
sallallahu alaihi wasallam aksar min
alfai shatin." Saya pernah salat bersama
Nabi lebih dari 2000 salat.
Lebih dari 2000 salat itu banyak ya.
Salat fardu, salat sunah, mungkin salat
gerhana, salat macam-macam ya.
Sehingga ketika dia berbicara, dia
mengatakan, "Kuntu usoli ma nabi
shawat." Aku salat bersama Nabi dengan
salat-salat. Itu umum salatnya fardu,
salat sunah dan jumlahnya ternyata
sangat banyak ya. Sehingga bukan cuma
salat sekali atau dua kali kemudian
mengambil kesimpulan. Karena kalau
mungkin salat sekali dua kali Rasulullah
tidak panjang mungkin ee ini kondisi
tertentu, kondisi lain mungkin
Rasulullah rubah. Tetapi dia sedang
berbicara tentang kesimpulan yang dia
sudah alami lama bersama Nabi. Karena
dia sudah salat bersama Nabi lebih dari
2000 salat. Kemudian juga beliau
berkata, "Jalastu Nabi sallallahu alaihi
wasallam aksar min miat marah. Aku
pernah bermajelis bersama Nabi lebih
dari 100 kali." Ya itu
pengajian-pengajian Nabi. Aku sudah
hadir lebih dari 100 kali. Ya,
ini menunjukkan ee beliau sudah ee
banyak bermuamalah bersama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
beliau menyimpulkan bahwasanya kanat
shatuh qasdan waat khutbatuhu qasdan.
Ternyata salat Nabi itu sedang, tidak
panjang dan juga tidak pendek ya tidak
terlalu panjang sehingga merepotkan para
makmum dan juga tidak pendek akhirnya
mengurangi sunah ya. tetap sempurna tapi
dengan ee sedang.
Demikian juga khotbah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Khotbah Nabi juga tidak
panjang dan juga khotbah Nabi juga tidak
terlalu pen pendek. Artinya bisa
menyampaikan tujuan tujuan tercapai tapi
tidak perlu panjang panjang-panjang.
Ini adalah sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya.
Makanya di antara ee hadis Rasulullah
wasallam pernah bersabda
tentang eh khotbah misalnya khotbah
Jumat ya kata Rasul sahu alaihi wasallam
inuli
waqbatihiatun
min fiqhi. Sesungguhnya kalau ketika
khotbah salatnya panjang, khotbahnya
pendek itu menunjukkan
fakihnya atau ilmunya orang tersebut.
Maka kalau seorang dia khatib, dia ahli,
dia pintar, dia pasti khotbahnya tidak
panjang-panjang, tetapi padat, ringkas
padat, mencapai tujuan dan dia
panjangkan dalam salat salatnya. Tentu
tidak panjang sekali, tapi maksudnya
jangan sampai terbalik salatnya pendek.
Innaakal kautsar sama qulhuallah ahad,
khotbahnya satu 1 jam. Ini kebalik.
kembali khotbahnya pendek ya kemudian ee
salatnya panjang dan kalau khotbah
pendek maka jemaah bisa lebih fokus.
Jemaah bisa lebih ee fokus. Kalau jemaah
tidak fokus terlalu panjang bingung ya
akhirnya datang sakinah, ketenangan.
Akhirnya ti tidur. Akhirnya tidur.
Makanya kalau kita khotbah berusaha
jemaah sebelum mau tidur sudah selesai
khotbahnya. Jadi sudah baru mau tidur
sudah selesai khotbahnya. Karena
kemampuan manusia untuk fokus semakin
berkurang. Sekarang lihatlah sekarang
kajian yang dinonton kebanyakan kajian
pendek. Suruh kajian panjang sudah
enggak kuat untuk apa? Fokus. Mendengar
1 jam 2 jam orang sudah mulai berkurang
secara umum ya. Dulu urusan apapun
urusan agama, urusan dunia. Karena
kemampuan orang untuk fokus makin
berkurang. Apalagi di sana banyak
alternatif kajian yang pendek sehingga
mereka lebih senang yang pendek-pendek
tidak terlalu berpikir keras langsung
pada tujuannya. Dan kita tahu ketika
khotbah tujuan kita adalah menyampaikan
risalah pesan kepada jemaah agar mereka
paham. Oleh karena kalau panjang mereka
enggak akan bisa meliputi semua apa yang
disampaikan. Maka kalau orang itu alim
dia nyampaikannya ringkas pada teratur,
tersusun salatnya panjang. Tapi kalau
enggak alim pasti ngalur ngidul ya.
Nguton ngelan apa ngetan ngulon sama
ngalur apa?
Ngidul ya. Panjang kali lebar. Sana
ngomong, sana ngomong, sini ngomong. Ini
ngomong apa maksudnya ya? Akhirnya para
jemaah lama-lama pun ngantuk. Ya. Ya.
Akhirnya tertidur ya. Tertidur. Apalagi
khotbah Jumat ya. Khotbah Jumat tuh lagi
capek-capek, lagi lapar-lapar dengar
khotbah ruangan beracai.
Nikmat banget-tah tidur. Oleh karenanya
seorang khatib berusaha untuk meringkas
khotbah dan ini kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam inatiun
minihi. Bahwasanya panjangnya salat dan
pendeknya khotbah menunjukkan kefakihan
atau kecerdasan atau keilmuan sang
khatib tersebut. ya.
Dan juga kita harus perhatian tentang
masalah ee bosan atau tidak ya. Bosan
atau tidak ya. Kalau terlalu panjang
orang bosan mendengarnya mungkin dia
fokus 10 menit berikutnya sudah mulai
bosan. Mulai bosan, mulai akhirnya
lemah. Oleh karenanya ee
seorang ketika menyampaikan
ee materi dia harus memperhatikan itu
semua ya.
Datang dalam hadis ya ee
bahwasanya seimbang baik dalam salat,
baik dalam khutbah juga dalam pengajian
ya. Dalam pengajian
berkata Sqiq bin Salamah al-Asadi kunna
julusan babi Abdillah bin Mas'ud.
Kami duduk di pintu rumah Abdullah bin
Mas'ud danu. Kami tunggu dia keluar
untuk kami nuntut ilmu darinya. Famarina
Yazid bin Muawiyah Annaki.
Ya. Maka lewatlah
lewati kami seorang bernama Yazid bin
Muawiyah Annakimu.
Tolong kasih tahu Ibnu Masud radhiallahu
anhu bahwasanya kami sedang menunggunya.
Abdullah. Maka Yazid bin Muawiyah
Annakhai masuk beritahu Abdullah bin
Mas'ud bahwasanya orang sudah nunggu.
Tidak lama. Kemudian Abdullah bin Masud
pun keluar.
Kemudian
Ibnu Mas'ud berkata, "Inni ukhbaru bim
bimakanikum fama yamnauni an akikum
illahiyatu
amakum atau umakum."
Kata dia, "Saya sudah dikabarkan tentang
keberadaan kalian." Ya. "Dan tidaklah
mencegahku untuk keluar menemui kalian,
kecuali saya khawatir aku membosankan
kalian."
Inna rasul sahu al wasallam yatakwaluna
bil maid ayyami makatamah.
Rasul sahu al wasallam terkadang eh
meliburkan pengajian itu beberapa
menyela-nyela pengajian ya karena
khawatir kami bosan ya.
kar kami- kami bosan. Ya, ini juga perlu
diperhatikan. Bukan semangat-semangat
masjid pengajian pagi siang malam, pagi
siang malam audiensnya itu-itu aja ya
bosan ya pagi, siang, malam ya enggak
juga ya. Karena tujuan kita pengajian
itu agar orang bisa menyerap dan bisa
mengamalkan. Kalau ternyata pengajian
terlalu banyak juga membosankan. Kecuali
di pondok. Kalau di pondok tiap hari
pengajian memang sehari lima kali karena
memang disiapkan untuk jadi seorang dai
atau daurah-daurah tertentu sampai 2
hari 3 hari. Oke itu adalah
kondisi-kondisi tertentu. Tapi kalau
keseharian tidak demikian.
Dalam riwayat dalam Imam Bukhari
Abdullah yudakirunas khamis.
Bahwasanya Abdullah bin Masud
menyampaikan pengajian setiap hari
Kamis.
Ada yang berkata, "Ya Abdurahman
kata mereka, kata seorang, "Wahai Ibnu
Mas'ud, kami aku berharap seandainya
engkau memberi pengajian kepada kami
setiap hari." Ya, tadi Ibnu Masud
mengatakan Rasul sahu alaih wasallam
dulu menyela-nyela hari tidak setiap
hari khawatir ada kebo kebosanan. Ya,
jadi dalam pengajian pun harus ada
bersikap sedang ya.
Annawi berkata hadis.
Dalam hadis ini menunjukkan seorang
sedang dalam menyampaikan pengajian
supaya hati tidak bosan. Kalau hati
sudah bosan, maka tujuan agar hati itu
mendapat wujangan malah tidak tercapai.
Kita kalau panj orang sudah bosan jangan
dipaksa dengan ayo bangun bangun bangun.
pada bangun-bangun. Saya sudah capek
jauh-jauh. Enak aja kalian tidur ya.
Yakin [tertawa]
kita harus melihat situasi apa kondisi
ya. Jangan dipaksa ya. Jangan dipaksa
ya. Kadang daurah bikin
pengajian-pengajian
audiens sudah hang enggak bisa dipaksa.
Sudah hang pengajian berat ya sudah
jangan dipaksa. Kalau dipaksa nanti
mereka tidak paham. Karena tujuan
pengajian adalah agar hati bisa
mengambil pelajaran. Ya, demikian juga
kata alkhattabi rahimahullah
almuradahuqatim
wuhal
malal. Maksudnya adalah Nabi sallallahu
alaihi wasallam memperhatikan
waktu-waktu dalam memberi pelajaran,
dalam memberi wejangan. Tidak
dilakukannya setiap hari khawatir ada
kebosanan.
Demikian Ibnu Hajar berkata rahimahullah
fihi rif Nabi sallallahu alaihi wasallam
biasabihi wusn tawil wusnut tawuli
wusnut
tawuliimihim
wafhimihim. Di sini menunjukkan
lembutnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam kepada para sahabatnya dan
bagaimana Rasul sahu alaihi wasallam
begitu baik dalam ee menyambung ee
kepada para sahabat dalam pengajian dan
dalam memahamkan mereka. Liudu
binasyatin
lainarin
w malal. Agar para sahabat ketika
mengambil ilmu dari Nabi dalam kondisi
semangat bukan karena bosan atau
jengkel. Aduh capek bosannya ya.
Dan agar Nabi dicontohi dalam hal ini.
Karena pengajian dengan urut lebih
ringan ya, lebih mudah dan lebih kokoh
daripada mengambil pengajian dengan
paksa, dengan maksakan diri dengan
susah. Itu ee itu merepotkan. Jadi ini
kita bicara secara umum. Adapun kalau
seorang di pondok ya dia harus harus
memaksakan diri karena dia memang
disiapkan untuk menjadi dai misalnya dia
harus belajar ya setengah mati seperti
kata al Imam Syafi'i rahimahullahu taala
biqodrildiasul
maali
thabalali
kata Imam Syafi'i dengan sesuai dengan
kadar capek kadar letih, maka akan
dicapai ketinggian dan kemuliaan. Siapa
yang ingin mencapai tingkat yang tinggi,
maka dia harus begadang. Dulu kalau
begadang itu nuntut ilmu, sekarang
begadang nonton bola. Ya, jadi men saya
Imam Syafi'i ini beda. Kalau ketika
orang sudah bersemangat untuk memang
jadi seorang alim, ya dia harus
benar-benar ber. Tapi kalau untuk orang
awam, maka lihat situasi dan kondisi.
Bukannya pengajian pagi sore, pagi sore,
pagi sore gak juga ya. Karena tujuan
kita ilmu itu sampai dan bisa di
diamalkan. Dan ini menunjukkan
al-iiktisad ee sedang dalam salat,
kemudian juga dalam khutbah dan juga
dalam taklim dalam pengajian.
Makanya saya ada masjid, "Ustaz, ini
pengajian dari pagi, siang, sore,
malam." Saya bilang, "Apa enggak capek
jemah?"
"Pagi, siang, sore, malam. Pagi, siang,
sore, malam." Jemah capek. Kasihan.
Nanti akhirnya yang hadir juga sedikit,
yang hadir juga malas-malasan, kasihan
jemaah ya diatur ya. Kalau enggak
ustaznya banyak cari masjid-masjid lain
yang mungkin masih kosong agar dakwah
juga bisa tersebar. Ada semuanya
langsung dirop di masjid yang satu itu
karena jemaahnya ramai akhirnya ada yang
sepi, ada yang karena tidak pas waktunya
jemaah dipaksa untuk apa? Untuk hadir ya
kalau enggak mungkin kalau beda audiens
oke. Kalau beda audiens sesuai dengan
waktunya. Tapi kalau audiensnya sama
terus-terusan, maka ini memberatkan bagi
audiens. Memberatkan
dan akhirnya keluar dari keseimbangan.
Disebutkan dalam riwayat bahkan dalam
salat tarawih pun di situ dalam riwayat
Imam Ahmad ditanya
berapa kita baca kalau ee apa namanya?
Kalau salat tarawih satu rakaat. Kata
Imam Ahmad qadr asar ayat. asr ayat
yaitu 10 ayat satu rakaat satu rakaat
atau a nahualik atau yang semisalnya.
Ah ini ternyata saya lihat misalnya
surat Albaqarah pada Al-Qur'an halaman
ketiga satu halaman 11 ayat. Jadi
kira-kira satu rakaat itu satu ha itu
ringan bagi jemaah. Ini Imam Ahmad yang
bicara di zaman dia ya di abad ketiga
beliau wafir 200 sekian.
Waktu itu masih orang-orang masih
semangat ibadah pun Imam Ahmad
memperhatikan masyarakat. Beda. Kalau
kamu salat sendiri, kamu salat sendiri
boleh satu rakaat, 3 juz terserah. Ya.
Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika salat sendiri beliau
panjang satu rakaat beliau baca
Albaqarah kemudian Annisa kemudian Ali
Imran. Bayangkan berapa juz itu luar
biasa satu rakaat ya.
Ya
panjang ya. Tapi kalau salat jadi makmum
maka ringan ya.
Makanya di zaman Umar bin Khattab, Ubay
bin Ka'ab radhiallahu anhu mengimami
jemaah dengan 20 rakaat. Dengan 20
rakaat. Kemudian di zaman Imam Malik ee
di zaman Imam Malik sampai 40 rakaat.
Sampai 40 rakaat ya. Tetapi tidak
panjang-panjang sehingga jemaah ada
semangat karena satu halaman okelah
sudah rukuk lagi sudah tenang gitu ya.
Ini ee nasihat dari Imam Ahmad melihat
kondisi jam itu zaman dulu apalagi zaman
zaman sekarang. Tidak juga
amin enggak juga ya doin doin enggak
juga ya.
Saya juga susah ngikutin juga.
Alhamdulillah Ramadan dari Malik susah
juga [tertawa]
bisa enggak cepat. Saya padahal ngomong
cepat suruh ngikutin al-Fatihah dengan
secepat itu juga enggak gampang ya.
Gimana imam mau dengar? Gimana makmum
mau menghayati? Bagaimana bisa meresapi?
Ya susahlah ya. Terus bangga 23 rakaat 7
menit. Allahu Akbar. Pecahkan rekor
dunia
[tertawa]
ini terlalu cepat juga ya. Saya saya
pernah ketemu orang di pesawat di bilang
orang Indonesia ya. Iya. Dia tunjukkan
saya itu klip video 23 rakaat 8 menit
kalau enggak salah. Dia bilang tunjukkan
saya pengin ke tempat itu. Mau apa? Mau
nasehati. Katanya luar biasa saking
semangatnya. Makudnya juga terlalu cepat
ya. Terlalu cepat sehingga apa tujuan
salat? Tujuan salat kita mentadaburi
ayat yang dibaca imam baca ya kata Allah
quranitu
laakum turhamun jika dibacakan maka
simaklah. Gimana mau nyimak kalau
secepat itu? Sifat itu ya. Jadi
sedang-sedang tidak terlalu cepat tidak
juga terlalu lambat ya. Ini kalau kita
bicara karena memperhatikan kondisi
audiens. Tapi kalau mau salat di rumah
sendiri silakan panjang-panjang senyaman
nyamannya, senikmat nikmatnya.
Jadi ee tengah dalam salat, tengah dalam
khotbah, sikap tengah dalam penga
pengajian, semuanya bersikap tengah.
Jangan berlebih-lebihan karena banyak
hal yang harus diperhatikan. Ya, makanya
ketika ee Muad bin Jabal salat terlalu
lama ketika salat Isya baca surat
Albaqarah, Nabi tegur, "Afatanun anta ya
Muad, bikin fitnah wahai Muad, terlalu
panjang ya. Aina anta min sabbih a'la
ya. Kenapa kau tidak baca surat
sabismaal a'la wallaili yagsya?" Ya, e
Rasulullah sebutkan.
Rasulullah sebutkan contoh-contoh surat
yang pantas untuk dibaca pada salat
Isya. mengingat bagaimana kondisi
makmum. mengingat bagaimana kondisi
makmum.
Tib hadis berikutnya, an Abi Juhaifah
Wahab bin Abdillah qala
dari Abu Juhaifah radhiallahu anhu,
beliau berkata, "Akan Nabiu sallallahu
alaihi wasallam baina Salmana wa Abid
Darda." Bahwasanya Nabi sallallahu
alaihi wasallam mempersaudarakan antara
Salman al-Farisi dan Abu Darda. Abu
Darda namanya Uwaimir al-Anshari.
Uwaimir al-Anshari. Dan ini adalah di
antara strategi Nabi untuk memberi ee
kelapangan bagi para muhajirin. Karena
Muhajirin yang berhijrah Kota Madinah
rata-rata miskin. Mereka enggak punya
apa-apa. Mereka enggak mungkin enggak
punya sanak saudara di Kota Madinah.
Mereka juga tidak bisa bekerja karena
mungkin di kampungnya kerjanya beda.
Seperti orang-orang Muhajirin yang
datang dari Makkah. Mereka rata-rata
pedagang. Mereka bukan pekebun.
Rata-rata mereka pedagang. Makanya
mereka perdagangan barang dagangan
mereka ke Yaman, ke Syam. Ketika mereka
datang ke Madinah ketemu dengan para
pekebun ya. Jadi belum tentu mereka
pertama enggak punya kebun. Mereka juga
tidak biasa berkebun. Oleh karenanya di
antara cara Nabi meringankan beban
mereka maka Nabi memperserahkan si fulan
dengan si fulan, si fulan dengan si
fulan, ya. Agar yang dari kaum Anshar
memperhatikan kaum muha Muhajirin.
Seperti kita tahu Rasulullah
mersaudarakan antara Saad bin Rabi' dan
Abdurrahman bin bin Auf. Usad bin Rabi
al-Anshari salah seorang dari yang
paling kaya termasuk orang kaya di Kota
Madinah dipersaudarakan dengan
Abdurrahman bin Auf yang kita tahu kisah
masyhurnya di mana akhirnya Saad bin Abi
Saad bin ee Rabi menawarkan setengah
hartanya kepada Salman al-Farisi.
Saya akan kasih kau setengah hartaku.
Yaitu bagi dua. Ya. Demikian juga dia
bilang, "Saya punya istri lebih dari
satu. Kau lihat mana yang kau suka, saya
ceraikan. Kalau habis habis masa idahnya
tinggal kau am ambil." Ya, kalau kita
gimana mau nawarin cuma satu-satunya
[tertawa]
ya maksud saya ini luar biasa sampai
bukan berkorban harta saja sampai
berkorban apa istrya dengan persetujuan
istrinya ya artinya ini luar biasa tapi
Abdullah bin Auf akhirnya menolak dia
mengatakan dulani alas suuk tunjukkanlah
kepadaku mana pasar maka dia pun menjaga
harga dirinya tidak mengambil kesempatan
dalam kesempitan ya
mungkin kalau kita di posisi beliau kita
bilang masyaallah rezeki apaagi dari
Allah ini masyaallah luar biasa. Ada
yang mengatakan apa rezeki anak saleh?
Emang kamu saleh? Katanya [tertawa]
kalau kita kan gitu. Wih lag
susah-susahnya ditawarin istri gratis
masyaallah rezeki anak saleh. Dapat
setengah harta rezeki anak saleh. Ini
yang saleh beneran tidak terima.
[tertawa]
Yang saleh beneran tidak tidak terima.
Dia punya kemampuan. Dia bilang,
"Tunjukkan saya di mana pasar. Saya akan
jualan." Ternyata benar dia punya
penghasilin kemudian nikah dengan wanita
Anshariah. Dan ini ee luar biasa sifat
Abdurrahman bin Auf radhiallahu taala
anhu. K jadi sudagar kaya raya bukan
lagi miskin menjadi sangat kaya sangat
kaya raya. Nah, di antaranya Rasulullah
mempersaudakan adalah Salman al Salman
al-Ifisi dari Muhajirin. Tapi Muhajirin
bukan dari dari Mekah tapi dari Per
Persia. Tapi dia termasuk Muhajirin yang
berhijrah ke kota Madinah.
Dipersaudarakan dengan Abu Darda yaitu
Uwaimir al-Anshari radhiallahu taala
anhu. Maksudnya apa? Karena orang
muhajiri ini kalau muhajirin jamak,
kalau mufrad sendiri namanya muhajiri.
Sang muhajiri ini kasihan dia enggak
punya teman, dia punya anak saudara
sehingga harus ada orang yang khusus
memperhatikannya. Siapa ingin ngobrol,
ingin mungkin berkeluh kesah atau suka
duka, masalah ekonominya harus ada yang
memperhatikan secara kalau Rasulullah
bilang secara umum mungkin nanti kurang
perhatian. Tapi kalau kamu sama ini,
kamu sama ini, itu kan ada perhatian
khusus. sehingga target untuk
diperhatikan tercapai. Ini metode Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Saking
kuatnya tali persaudaraan sampai di
awal-awal itu berlaku hukum waris. Siapa
yang mati di antara mereka akan mewarisi
yang lainnya. Tapi kemudian dimansuhkan
ulham dengan ayat bahwasanya yang
mewarisi cuma adalah yang kerabat ya.
Sebagai dalam Al-Qur'an dan hadis.
Adapun yang dipersaudarakan secara ee
secara ukhuwah tali ukhuwah tadi tidak.
karena tidak sampai pada derajat nasab
ya. Akhirnya mereka dipersaudarakan.
Awalnya ada hukum waris kemudian
dibatalkan. Tapi tetap mereka saling
bersaudara dengan persaudaraan khusus.
Di antara orang-orang yang
dipersaudarakan secara khusus adalah
Salman al-Farisi itu dari Persia dengan
Uwaimir al-Anshari yaitu Abu Adarda.
Sehingga ketika mereka bers khusus ada
kedekatan khusus maka ada saling
kunjungan ya karena mereka khusus. Suatu
hari Abu Darda e faz Salman Aba Darda.
Salman alfarisi menziarahi rumah Abu
Darda.
Far Um Darda mutabadilatan. Maka Salman
melihat Ummu Darda pakaiannya pakaian
yang tidak rapi. Itu pakaian kerja.
Padahal kebiasaan
dahulu sahabiat kalau suaminya di rumah
mereka pakai pakaian yang siap menyambut
kedatangan apa? Suami. Itu pakaian yang
baik. Tapi ini pakaian mungkin
compang-camping, pakaian ee mungkin
enggak enggak rapi atau agak kotor-kotor
ya seperti pakai pekerjaan pakaian orang
dapur ya. Maka Salman heran ya padahal
suaminya sedang tidak bersafar.
Karena dahulu para wanita sahabiat
mereka berias untuk apa? Sua suami ini
suaminya lagi tidak safar kenapa
pakainya seperti ini? Ya. Ya. Tidak
sebagi seperti sebagian wanita kalau
suaminya bersafar baru pakaiannya rapi.
Kalau suaminya pulang pakainya compang
camping. Ya ini kebalik
kebalik.
Kalau sama tidur sama suami muka
amburadul
ya. Tapi kalau mau keluar rumah berhias
setengah jam di depan cermin. Bukan buat
suami, buat orangor lain. Ini kasihan
suaminya.
Kasihan apa? suaminya yang menikmati
kecantikan istrinya, orang lain.
Seharusnya wanita kalau keluar cuek aja,
kalau sama suami baru perhatian.
Harusnya demikian. Makanya ketika Salman
Al-Farisi melihat kondisi ee Ummu Darda,
yaitu Hadrah ee itu Khairah binu Abi
Hadrat ya namanya. Ini Abu Darda punya
istri dua. Dua-duanya dikenal dengan
Ummu Darda. Ini Ummu Darda alkubra.
Kemudian ada Ummu Darda Asyugra.
Ngerti atau tidak, Bapak-bapak?
Jadi gak apa-apa punya istri kuniahnya
sama ya, dua. Ummu Darda, tapi satu
dikenal Ummu Darda Alkubra, satu Ummu
Darda Asuk yaitu senior dan apa? Junior.
Jangan mengkhayal. Udahlah [tertawa]
terima yang ada bersyukur ya. Jangan
macam-macam ya. Tib.
Jadi
ternyata pakaian dia tidak rapi. Maka
Salman Alfarisi
bertanya masya nuki dia pertanyaan
sopan. Ada apa gerangan? Mestinya tidak
biasa. Tidak bilang kenapa bajumu begini
cukup. Masyaallah. Karena dia punya hak
untuk tahu karena dia saudara dengan
disaudarakan dengan siapa? Abu Abu
Darda. Bukan bukan berarti dia kepo
urusan orang. Enggak. Dia memang berhak
karena dia apa? Ee saudara dipersaudakan
secara khusus. yang harus saling
perhati. Sebagaimana Abu Dada perhatian
sama dia, dia juga perhatian sama Abu
Abu Darda. Itu tujuan persaudaraan ya.
Ini bukan umum. Kalau umum mungkin
ngapain urusan orang kita kepo enggak.
Tapi dia pengin tahu karena dia memang
sudah dipersaudarakan secara khusus
hingga ada ee apa ada syarat dan
ketentuan berlaku. Gampangannya syarat
berlaku ketika dipersaudarakan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka dia
tanya, "Masya nuki ada apa gerangan?"
Qalat akhuka Abu Darda laisa lahu
hajatun fid dunya. Maka istri yaitu Ummu
Darda berkata, "Saudaramu
yaitu Abu Darda
tidak punya keperluan terhadap dunia."
Subhanallah. Perkataan yang sangat
lembut. Dia tidak ngeluh-ngeluh. Ya, ini
keluhan sangat keluhan dengan isyarat.
Dia tidak bilang, "Suamiku enggak butuh
wanita." Enggak. Ini maksudnya demikian.
Sebenarnya maksudnya kandungannya
suamiku tidak butuh dengan apa? Wanita.
Tapi sebenarnya bagaimana pemudaarda
mengucapkan kata yang halus. Akuka dia
tidak bilang suamiku dia bilang
saudaramu. Yaitu yang telah dipers oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Laisa
hajat dunia tidak butuh dengan dunia.
Maksudnya saudaramu sangat hebat dalam
ibadah.
Ibadah melulu maksudnya.
Ya. Jadi dalam kalimat tersebut ada
nilai pujian tapi ada sindiran.
Bayangkan orang bilang dia tidak butuh
dunia. Pujian atau pujian atau celaan?
Pujianlah. Ini tidak butuh dunia dia.
Masyaallah. Sebenarnya kan kalimatnya
pujian ya. Enggak. Si fulan tidak butuh
dunia. Artinya dia ibadah rajin ibadah
tidak mikir dunia. Tetapi di balik
pujian tersebut ada sin sindiran. Mau
saya pemuda dak milih kata-kata yang pas
dan itu nanti kita sebutkan lagi dalam
istri yang lain, istri sahabat, istrinya
ee Abdullah bin Amr bin Ash. Mereka
kalau
menyindir suaminya dengan kata-kata yang
tidak menyakitkan.
Tidak menyakitkan. Tidak juga
ceplas-ceplos. Alah si Abu Darda.
Enggak. Iya enggak.
Itu kalau kita mungkin gitu enggak. Dia
tidak kata-kata kasar. Bahkan dia
bilang, "Saudaramu tidak butuh apa?"
Dunia. Ya, ini sepertinya pujian. Tapi
Abu Salman ngerti ini sin sindiran. Luar
biasa. Maksudnya bagaimana para wanita
dahulu menjaga apa? Kata-kata. Berarti
adab yang tinggi di kalangan mereka.
Sopan santun ada di kalangan mere
mereka. Dan para ulama mengatakan adab
itu menunjukkan akal seseorang. Makanya
Allah ketika menegur orang- Arab Badui,
Rasulullah sudah masuk rumah, waktunya
istirahat. Mereka bilang, "Ya Muhammad,
ukhruj ilaina." Wahai Muhammad, keluar
dong temui kami. Keluar dong temui kami.
Padahal Rasulullah sudah masuk.
Rasulullah sudah tadi ketemu dengan
tamu-tamu. Saatnya istirahat mereka
nunggu dulu. Tapi mereka bilang,
"Rasulah waktu istirahat keluar-keluar
temuin kami. Tunggu temuin kami." Maka
Allah mengatakan, "Innalladina yunaduna
kami hujurati aksarumilunahumtajaum
wallahu gfurahim." Kata Allah,
"Sesungguhnya orang-orang menyeru-nyeruh
engkau di dari luar rumah, kebanyakan
mereka tidak berakal.
Seandainya mereka bersabar sampai kau
keluar, lebih baik bagi mereka." Allah
mengatakan kebanyakan mereka tidak
berakal. Harusnya kan orang ngerti
bahwasanya ini waktunya istirahat.
Menunjukkan adab itu menunjukkan
kecerdasan sese seseorang. Dia peka, dia
ngerti kondisi, dia tahu bagaimana cara
masuk, bagaimana cara berbicara,
bagaimana menghadapi permasalahan. Itu
namanya orang cerdas.
Orang cerdas ya. Cerdas bukan berarti
ngitung matematika pintar semua. Bukan
itu ya. Ada orang cerdas gitu tapi
bahlul dalam urusan apa? Dalam urusan
adab dan sopan santun. Ya. Maka lihatlah
bagaimana Ummu Darda ketika menyampaikan
dengan kata-kata yang santun. Kata dia,
"Akhuka Abu Darda." Saudara Abu Darda.
Laisalahu hajatun ilad dunya. Tidak
butuh dunia. Tapi Salman ngerti.
Maksudnya dia tidak butuh saya. Ngapain
saya berhias-hias kalau toh tidak
didatangi? Gampangannya demikian ya.
Dan itu bagus seperti kosopanan itu
harus kita jaga. Misalnya mohon maaf
kita ke mana? Mau ke belakang ke
belakang mana? Ya udahlah mau ke
belakang sudah ngerti jangan ke belakang
mana ya ke belakang ngerti bahasa yang
yang halus ya.
min
ketika Allah berbicaraum
itu apa? Tempat rendah. Ketika sal dari
kalian datang dari tempat maksudnya
habis buang air besar tapi Allah tidak
pakai bahasa kasar jika kalian habis bab
enggak. Allah mengatakan dan salah
seorang datang dari tempat yang rendah.
Maksudnya setelah buang hajat. Kemudian
jimak Allah mengatakan Allah mastumunisa
atau kalian menyentuh
tidak tidak menggunakan kata jimak.
Maksudnya demikian, sopan santun, adab
itu perlu dalam berbicara. Dalam
berbicara. Ajarin sama anak-anak. Eh,
ngomong jangan kasar-kasar gitu, jangan
vulgar gitu bicara. Dan itu kalau orang
ngerti begitu, dia akan secara tidak
langsung belajar keso kesopanan. Dia
akan peka, dia ngerti, "Oh, ini tidak
pas." Jadi hal kecil. Tapi kalau ee
ngomongnya
kasar langsung vulgar itu nanti
kelihatan berdampak pada adab
kesehariannya.
Berdampak pada adab kesarian. Ini sunah.
ee
sunah dari ajaran dari Allah Subhanahu
wa taala dan sunah dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan demikian juga para
sahabi. Maksudnya ini bagaimana Ummu
Darda jawabnya demikian. Nanti akan
datang saya katakan tadi akan datang
dari istrinya Abdullah bin Abdul As juga
kata-kata yang dengan kiasan Tib.
Faja Abu Darda. Maka Salman nungguin Abu
Darda. Dia mau menyelesaikan
permasalahan. Karena kawan ini punya
masa masalah keluarga dan sebagai
saudara dia berusaha ikut campur.
Menurut dia bisa dan dia tahu Abu Dard
tidak akan menolak. Ya tentunya untuk
kita untuk kepo untuk nimbrung kita
harus juga tahu situasi dan kondisi.
Apakah orang ini memang nerima kalau
kita kepoin, kalau kita nimbrung, kalau
kita ikut campur? Ada orang enggak mau
terima. Kalau enggak terima, ya jangan.
Jangan kita kepo. Wong dia saja. Ngapain
kau urusan saya? Dia marah-marah. Sudah
kan tujuan nasihatnya agar bisa
bermanfaat. Tapi Salman ngerti
bahwasanya Abu Darda memang mau di
diurusin dan dia punya hak untuk
ngurusin e nimbrun dalam urusan rumah
tangga Abu Darda. Maka datang Abu Darda
fasalah thaman. Dan Abu Darda memuliakan
tamu. Ada pengunjung. Dia bikinkan
makanan buat Salman.
Faq lahu qul. Kata Abu Darda, "Wahai
Salman, silakan makan. Fainniim." Adapun
saya puasa. Bayangkan siang hari puasa,
gimana mau datangi istri? Siang hari
puasa, malam salat malam. Bada isya
sudah salat, malam sampai subuh. Kapan
datangi istri?
Fain shim. Jadi Abu Darda ingin cek
langsung problemnya apa. Dan subhanallah
dia tidak langsung perhatikan sini. Eh,
Salman ingin cek langsung. Lihat Salman
tidak langsung nasihati. Kamu ngapain
sih suami kok pulang enggak perhatian
sama istri? Enggak. Dia pengin cek
langsung. Makanya dia sengaja mau tidur
di rumahnya Abu Darda. Tidak buru-buru.
Tidak buru-buru. Ya, sekarang dia sudah
mendengar info isyarat dari istrinya Abu
Darda. Dia pengin lihat langsung
bagaimana ril yang nyata bagaimana
kondisi Abu Darda.
Maka ternyata benar ketika siang hari
Abu Darda puasa. Abu Darda siapkan
makanan kepada tamu dan dia mengatakan,
"Silakan kau makan. Adapun saya sedang
puasa minta uzur tidak pengin batal."
Apa kata Salman? Sengaja
saya tidak bakalan makan sampai kau juga
berbuka.
Terpaksa faakala ini boleh membuka puasa
karena tamu
ya. Akhirnya dia buka puasa
falama lail. Ternyata Salman tidur di
situ pengin ngecek langsung ini siang
jelas gimana mau datangi istri siang
tiap hari puasa. Falamil tatkala malam
hari Abu Darda yakum baru awal malam Abu
Darda sudah bangun salat malam. Faqala
lahu. Salman berkata nam tidur-tidur
jangan dulu tidur dulu. Fanama tidur
lagiahabaakum.
Ketika dia terbangun lagi tengah malam
pengin salat lagi.
Kata Salman Alfarisi, "Nam, belum tidur
lagi.
Falamaana min akhir lail." Tatkala sudah
sepertiga malam terakhir sudah waktu
sahur di akhir malam.
Q Salman. Salman malah bilang, "Kum,
sekarang waktunya baru salat." Kumilan
sekarang baru salat. Fas jamian. Mereka
pun berdua salat bersama. Boleh
kadang-kadang salat malam berjamaah
boleh. Kalau ada tamu pengin
bareng-bareng boleh-boleh saja.
Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam pernah salat malam bareng
bersama sebagian sahabat. Di antaranya
bersama Hudzaifah kalau enggak salah
bersama Anas atau Ibnu Abbas. Ya,
beberapa kali Rasul sahu alaihi wasallam
salat ee malam bersama sebagian sahabat.
datang riwayat Allah kesahihannya dengan
istrinya yaitu Saudah misalnya. Kemudian
setelah itu faqala lahu Salman ini
sebelum subuh sebelum salat subuh
setelah salat malam Salman saatnya
sekarang dia nasihati karena bukti sudah
terkumpulkan
bukti sudah terkumpulkan dia sendiri dia
sudah lihat kenyataannya. Maka dia
berkata, "Inna lirabbika alaika haqqon."
Wahai Abu Darda, sesungguhnya Rabbmu
punya hak. Wa infsika alika haqq. Dan
badanmu juga punya hak. Waliahlika alika
haqqan. Dan istrimu juga punya hak.
Dan berikanlah hak pada masing-masing
pemiliknya.
Dinasihati faatan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ternyata Abu Darda mendengar
tapi dia harus cross check
apa dia salah atau Salman yang salah.
Karena dia melakukan tersebut tidak niat
menzalimi istrinya. Dia melakukan
tersebut ibadah yang banyak itu yang dia
pahami. Maka dia pun datang kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Fakara Nabi
sallallahu alaihi wasallam sebutkan dia
salat subuh bersama Nabi langsung
fakaralika lahu. Kemudian diceritakan
tentang kejadian dia Salman bilang
begini mereka suasa suruh berbuka, salat
malam suruh tidur. Ya. Maka Nabi
sallallahu alaihi wasallam berkata shodq
Salman. Salman benar. Salman benar. Maka
ini takrir dari Nabi. Itu pembenaran
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ya.
pembenaran dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Perhatikan di sini,
Abu Darda sangat semangat beribadah.
Sangat semangat beribadah dan dia
merasakan kelezatan dalam ibadah
tersebut sampai lebih lezat ibadah
daripada bersama istrinya. Luar biasa.
Lebih lezat beribadah daripada bersama
istrinya. Artinya apa sih dunia yang
paling menyenangkan? Dunia paling
menyenangkan bersenang-senang sama istri
ya. Tetapi bagi dia ada kelezatan yang
lebih indah yaitu puasa. dan salat salat
malam sehingga istrinya jadi korban.
Istrinya jadi korban. Maka Salman
menasihati bahwasanya Islam yang benar
bukan begitu. Islam yang benar itu
seimbang. Bahwasanya masing-masing punya
hak harus ditunaikan. Kapan kita
berlebihan dalam porsi sebagian hak,
maka porsi yang lain akan jadi tumbal.
Maksudnya semuanya ada proporsional
kalau istilah kita ya. Masing-masing ada
porsinya. Kapan kau berlebihan dalam
salat malam, istrimu jadi tumbal. Kapan
kau berlebih dalam salat puasa sunah
istrimu jadi tumbal? Ada hak yang lain.
Demikian juga hak badanmu juga jadi
tumbal. Maka Salman Al-Farisi bagaimana?
Dia ngecek dulu. Dia cross check dan dia
sudah setelah dilihat situasi kondisi
ternyata benar seperti yang diisyaratkan
oleh Ummu Darda, maka dia pun
menasihati. Caranya nasihati dia buka
dengan hak Allah, hak jasad, baru hak
istri terakhir. Jadi sangat halus ya.
Jadi kalau dia bilang, "Sesungguhnya
istrimu punya hak, ah ini berarti ada."
Oh. Kok tahu-tahu ngomong apa? Hak
istri. Tapi Salman sangat halus. Lihat
dia bilang, "Inna lirabbika alaika
haqqon." Allah punya hak. Walijasadika
alaika haqqon. Badanmu juga punya hak
untuk istirahat. Dalam riwayat yang
lain, walizaurika alaika haqqon. Tamumu
juga punya hak. Ya. Kemudian baru
istrinya. Waliah alaika haqqon. Istrimu
juga punya hak. Faquladzi haqqin haqqo.
Maka berikanlah masing-masing haknya.
Nah, dan ini dalil bahwasanya Islam
adalah agama yang menggabungkan antara
kebutuhan rohani dan kebutuhan jasad.
Ya, saya pernah ketemu dengan sebagian
penganut agama lain. Saya tidak pengin
sebutkan. Tapi saya waktu saya diundang
makan sama dia. Kemudian dia buka dua
buffet ya. Yang satu buffet haram, yang
satu buffet halal. Dia bilang, "Ustaz,
jangan situ ustaz. Itu bagian haram.
Sini bagian halal." Tayib. Saya makan
sama dia. Saya ngobrol kemudian mulai
kita bicara. Saya bilang, "Bisakah kamu
menjalankan agamamu 100% murni?" Kata
dia enggak bisa. Kalau ingin menjalankan
agama kita, ya harus benar-benar
meninggalkan dunia yaitu bertapa dengan
sekian lama. Kemudian
kita dalam Islam siapapun bisa
menjalankan agama dengan sempurna.
Apakah dia raja, apakah dia sebagai
pekerja, apakah sebagai pegawai, dia
bisa menjadi pelaksana Islam yang sem
sempurna. Karena Islam ketika
mengajarkan dengan proporsional, itulah
keindahan apa? Islam. Bukan hanya
memperhatikan rohani, kemudian jasad
tidak diperhatikan atau sebaliknya hanya
materialistis kemudian rohani tidak
diperhatikan. Tetapi semuanya
diperhatikan masing-masing punya hak.
Dan ketika kita menjalankan hak jasad,
hak istri pun karena Allah Subhanahu wa
taala. Ternyata Allah meletakkan pahala
pada aktivitas duniawi kita. Seorang
presiden kalau menjalankan tugas sebagai
presiden yang adil, dia dapat pahala
banyak. Seorang menteri pun demikian.
Seorang kepala rumah tangga, seb seorang
istri ketika ngurus ee rumahnya, ngurus
anak-anaknya, ngurus suaminya, dia dapat
pahala. Sehingga pahala bukan cuma puasa
sunah, bukan cuma salat malam, cuma
bukan cuma baca Quran. Dan ini indahnya
Islam sehingga Islam sempurna bisa
dikerjakan oleh siapapun. Bahkan seorang
budak dia bisa menjalankan Islam secara
sempurna ketika dia bertugas sebagai
budak dengan budak yang yang baik. Oleh
karenanya bisa jadi antara majikan
dengan pembantu-pembantunya lebih afdal
di sisi Allah daripada majikannya. Bisa
atau tidak? Bisa saja. Bisa saja. Ya.
Oleh karenanya inilah keindahan Islam.
sehingga Salman menjelaskan bahwasanya
siapa yang berlebihan dalam satu ee
porsi ibadah akan menumbalkan yang yang
lain. Dan ini juga dalil bahwasanya
ibadah bukan ikut perasaan kayaknya saya
nyaman nih kalau salat malam terus dari
awal nyaman. Bukan masalah nyaman. Kau
punya kewajiban yang lain. Ada orang
saya pengin dakwah gak pulang-pulang
nyaman. Ya masalah nyaman ya istrimu kau
tinggalkan.
Saya pernah ada seorang wanita ngeluh
sama saya tentang suaminya.
Dia bilang, "Ustadz, suami saya ini
sampai berbulan-bulan ninggalkan saya."
katanya berdakwah.
Saya bilang, "Ibu nasihati, Mas. Saya
juga butuh senyuman. Saya juga butuh
kemesraanmu. Saya juga butuh pelukanmu."
Kata istrinya pada saya, "Saya sudah
nasihati, Ustaz." Terus kata dia, "Kamu
harus sabar. Dulu Nabi Ibrahim
meninggalkan Hajar 27 tahun." Oh,
[tertawa]
kalau gitu repot ini baru 3 bulan, 4
bulan sudah protes. Nabi Ibrahim berapa
tahun? 27 tahun. dari mana perkata saya
juga enggak tahu itu. Saya bilang, "Ya
Allah, Nabi Ibrahim khusus. Allah
perintah secara apa?" Khusus karena ada
tujuan kamu. Kamu yang perintahkan kamu
siapa? Suruh
kasihan ya. Jadi ibadah bukan kita
nyaman. Saya nyaman, jauh dari rumah,
jauh dari istri, sibuk baca Quran enggak
ya? Kau punya kewajiban kalau enggak
jangan kawin.
Kalau kau kawin ya ada peraturan, ada
ngurus anak, ada ngurus is istri.
Ada juga gitu. Dia pergi berdakwah
kemudian dia matikan HP.
tawakal nanti istri ada yang ngurus.
Ternyata benar istrinya ada yang ngurus.
Istrinya sakit, tetangganya yang
ngurusin semua. Ini nyata ini saya
bicara nyata. Yang ngurusin adalah teta
tetangganya. Kan enggak benar seperti
itu.
Maka seorang harus tahu ketika dia
seorang sebagai seorang muslim yang
sejati masing-masing ada porsinya. Ada
anak diurus, istri diurus, kerabat
silaturahmi, gimana caranya? Bukan
kemudian mau jadi wali masuk dalam
gelap-gelapan rumah kemudian dalam goa
gak boleh pakai lampu 4 bulan. Ini wali
apa ini? Wali wali murid mungkin
[tertawa]
ya.
Kapan salat berjamaah? Kapan salat
Jumat? Kalau masuk dalam goa 40 hari 4
bulan, ya. Menghalalkan yang haram.
Tidak boleh makan kecuali yang
putih-putih saja ya. Nasi putih air
putih.
Tempe putih enggak boleh digoreng.
Sejak kapan gorengan haram ya, akhi?
[tertawa]
Jadi maksudnya ini semua bukan dari
Islam. Islam enggak jalan kita. Lihat
Islam itu profesional. Makanya kalau ada
aneh-aneh sufi-sufi an eh ente mau bikin
Islam baru.
Apa Islam seperti ini? Apa Nabi ngajarin
kau begini?
Lihat para sahabat gimana mereka bisa
buka dunia? Bagaimana bisa berjuang?
Bagaimana bisa menguasai dunia bukan
dengan sembunyi di goa 4 bulan tidak
keluar-keluar.
bertapa di mana gak. Mereka berjihad,
punya anak istri, mereka bekerja, mereka
berjalan sebagai seorang manusia yang
punya tugas berat. Baru kemudian Islam
jaya. Ya, Islam jaya. Kita sudah
singgung pada pertemuan lalu ketika ada
yang mengatakan, "Saya tidak mau nikah."
Rasulullah tegur. Kata Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam, "Saya paling bertakwa
kepada Allah." Wa ana atawajunisa.
Sementara saya nikahi para wanita. Bukan
satu, saya nikahi para wanita. Saya
lebih bertakwa kepada Allah. Bukan
berarti kalau mau bertakwa harus tidak
punya is istri. Ingat jomblo ya.
Tib. Jadi ee
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
sodqah Salman. Benar Salman.
Maka seorang harus seimbang. Jangan
berlebihan pada satu porsi sehingga
menumbalkan porsi yang porsi yang lain.
Tib kita lanjutkan
hadis terakhir pada hadis yang panjang.
Wa anan Abi Muhammad Abdillah bin Amr
bin Ash. Dari sahabat Abdullah bin Amr
bin Ash radhiallahu anhuma.
Jadi ada sahabat namanya Abdullah
banyak. Ada yang suka meriwayatkan hadis
adalah Abdullah bin Mas'ud. Ini yang
senior Abdullah bin Mas'ud, Abu
Abdurrahman. Kemudian adalah Abdullah
bin Umar.
Abdullah bin Umar anaknya Umar bin
Khattab. Makanya Abdullah bin Umar
radhiallahu anhuma. Kita bilang bukan
radhiallahu anhu, radhiallahu anhuma.
Yaitu dua. Semoga Allah meridai dan
meredai bapaknya. Kemudian adalah
Abdullah bin Abbas ini juga radhiallahu
taala anhuhuma. Karena Ibnu Abbas juga
sahabat, bapaknya juga Alabbas juga ee
sahabat ya.
satunya Abdullah bin Amr bin Ash. Ini
Abdullah bin Amr bin bin Ash radhiallahu
anhuma. Ada yang lain tapi tidak
meriwayatkan banyak e hadis seperti
Abdullah bin Jafar anaknya Jafar ee at
Thayaryar Jafar bin Abi Thalib ya. Ee
tapi yang terkenal empat ini yang sering
mati hadis Abdullah bin Mas'ud, Abdullah
bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah
bin Amr bin Ash. Bahkan Abdullah ibn Ash
ini riwayatnya sangat banyak. Sampai
datang dalam sebagian riwayat kata
ee
Abu Hurairah radhiallahu taala anhu ya
beliau berkata, "Ma kana ahadun makana
ahadun aksar hadisan Rasul sahu al
wasallam minni illa Abdullah bin Amr bin
Ash waana yaktub wala aktub kata Abu
Hurairah, "Tidak ada seorang pun yang
lebih banyak hadisnya daripada aku
kecuali Abdullah bin Amr bin Ash
radhiallahu anhuma." Kenapa? Karena dia
nulis, aku enggak nulis. Jadi Abu
Hurairah mengandalkan hafalannya karena
Nabi pernah mendoakan dia supaya dia
tidak lupa. Tetapi Abdullah bin As dia
tulis sehingga dia juga banyak minal
mukirin termasuk orang yang banyak
meriwayatkan hadis. Kemudian di antara
keutamaan Abdullah bin Amr bin Ash dia
masuk Islam sebelum bapaknya.
Bapaknya Amar bin Asuk Islam belakangan
ya. Entah tahun keet7uh atau tahun
ke-8an pokoknya belakangan Hijriah.
anaknya masuk Islam terlebih terlebih
dahulu ya.
Anaknya masuk Islam terlebih dahulu ya.
Maka
Abdullah bin Amr bin Ash Abu Muhammad
berkata,
ukhbiran Nabiu sallallahu alaihi
wasallam anni. Kata dia dikabarkan
kepada Nabi sampai kabar kepada Nabi itu
Nabi dikabarkan bahwasanya aku berkata
wallahian
wumila mau. Saya pernah bersumpah demi
Allah aku akan senantiasa puasa setiap
hari dan aku akan salat malam setiap
malam selama hidupku saking ibadahnya
luar biasa. Pokoknya puasa tiap hari,
salat malam tiap tiap hari.
Maka ini sampai kepada Nabi dan Nabi
tidak cuek. Nabi kalau ada berita dia
dia nasihun amin adalah seorang nasih
ingin yang terbaik bagi umatnya, bagi
para sahabatnya. Sudah pernah sampai
kita kabarkan pengajian sebelumnya
ketika ada yang mengatakan, "Aku tidak
akan nikahi wanita. Aku akan salat malam
tidak tidur. Aku akan puasa setiap
hari." Rasulullah tegur tegur mereka itu
Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Mad'un
dan kalau tidak salah Abdullah bin Amr
bin Ash saya lupa tiga orang yang
ditegur oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ya. Di antaranya ini sampai
kepada Nabi berita, "Aku pernah berkata
demikian ya dinukil kepada Nabi." Maka
Nabi pun berkata kepadaku, "Antalladzi
qultaalik." Kau telah mengatakan
demikian. Demikian ya.
lahu
bi an rasulullah benar aku telah
mengucapkannya ngaku kabar sampai
rasulahu tadi mengatakan demikian kata
dia kata abdah bin ab benarqaka
kata nabi kau tidak bakalan mampu
melakukannya
mana puasa tiap hari salat malam tiap
malam
fasum wa aftir maka berpuasalah dan
berbuka wam wakum jangan salat malam
dari awal sampai subuh
Tapi tidurlah dan bangunlah.
Kemudian Rasulullah kasih solusi yang
mudah. Subhanallah. Ini ini saran dari
Nabi. Kalau saran dari Nabi terbaik atau
tidak terbaik? Nabi mengatakan yang
sangat mudah. Akhirnya nanti Abdullah
Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu
anhuma menyesal karena tidak mengambil
saran Nabi. Kata Nabi, "Wasum minasyahri
ayyam." Berpuasalah sebulan 3 hari aja.
Faal hasan biasri amsaliha. Sesungguhnya
pahala dilipat-gandakan 10 kali lipat.
Kalau kau puasa 3 hari dalam sebulan
seperti satu bu 1 bulan. Karena 3 * 10
30. 1 bulan berapa hari? 30 hari.
Kemudian kata Abdullah bin Amr bin As eh
kemudian kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Wzalika mluamid dah." Dan
kalau kau tiap hari, tiap bulan puasa 3
hari, tiap bulan 3 hari, tiap 3 hari
maka kau seperti puasa setahun penuh.
Kalau tiap berarti selama-lamanya kau
puasa. Akan-akan tiap hari kau puasa.
Karena alan
karena satu kebaikan dibalas 10 kali
lipat.
Kata Abdullah bin Amr bin As ya
Rasulullah aku lebih mampu daripada ini.
Cuma 3 hari sebulan. Kata Rasul sahu al
wasallam, fasum
yauman wair yaumain. Kalau kau memang
semangat kata Rasulullah puasa sehari
berbuka du hari. Ini juga boleh.
Jadi ada di antara puasa 3 hari sebulan
lebih tinggi lagi puasa sehari buka dua
2 hari. Ini jarang orang lakukan.
Biasanya orang 3 bulan 3 hari sebulan
atau puasa Daud ya. Di antara puasa Daud
dan puasa 3 hari sebulan ada puasa
sehari berbuka dua du hari. Kata Nabi,
"Silakan kau berpuasa sehari berbuka du
hari." Qullu afdalik.
Kata beliau, "Aku lebih mampu daripada
Rasulullah." Cuma kata Rasul sahu alaih
wasallam, fasum yauman afteruman. Kalau
gitu puasa sehari, berbuka sehari.
Falika siamu Daud. Inilah puasa Nabi
Daud alaihi salam. Wahualdalusam. Ini
puasa yang paling terbaik. A'dalusam
maksudnya puasa yang terbaik. Wafi
riwayatin dengan lafal afdal. Wahua
afdolus siam. Ini puasa yang paling
afdal.
Faqulu aku berkata. Fa inni utiqu afd
minalik. Saya mampu lebih daripada
Rasulullah. Lebih dari puasa sehari
berbuka. Sayaap mampu tiap hari pua
puasa. Faqata kata Rasulull sallahu
alaihi wasallam, "La afdal tidak ada
yang lebih baik daripada ini. Ini puasa
terbaik ini sehari puasa, sehari
berbuka."
Kemudian kata setelah itu
Abdullah bin Amr bin Asa.
Ternyata puasa setiap hari reot.
Dia berkata,
Rasul wasam ahli. Seandainya waktu itu
saya terima tawaran Nabi puasa 3 hari
setiap bulan. Se saya terima waktu itu
lebih saya sukai daripada keluargaku dan
hartaku seluruhnya. Cuma qadarullah dia
tidak terima waktu itu. Coba kalau dia
terima, iya Rasulullah kan sudah.
Rasulullah tidak menawarkan kecuali yang
terbaik. sudah ringan pahalanya ba
sekarang dia susah. Dalam riwayat yang
lain Rasulullah berkata, "Alam ukhbar
annaka tasumun nahar wa taquumul lail."
Bukankah benarkah aku telah dikabarin
kau puasa sunah? Puasa tiap hari dan
malam kau malam suntuk salat. Qultu bala
ya Rasulullah. Benar. Kata Abdullah bin
Abdul As benar ya Rasulullah. Q fala
taf'al kata nabi jangan kau lakukan sum
aftir. Berpuasalah dan berbukalah wam
wakum. Tidurlah dan salat malamlah.
Faasadika alaika haqqon. Sesungguhnya
jasadmu punya hak. Subhanallah. Sama
seperti perkataan siapa? Salman. Yang
butuh istirahat. Jangan dari bada isya
langsung salat malam sampai subuh. Wa
ininaika alaika haqqan. Sesungguhnya
matamu juga punya hak. Ya akhi. Ini yang
mata kasih Allah bukan kau bikin
sendiri. Yang kasih siapa? Allah. Harus
dijaga. Dia punya hak untuk istirahat.
Dia punya hak untuk istirahat. Wa inna
lizaujika alaika haqqon. Istrimu juga
punya hak untuk kau meserai, untuk kau
gauli, untuk kau obrolin. Ya. Ya.
Kalau sekarang jomblo enggak punya hak,
enggak ada masalah. Istrinya enggak ada.
Wa inna liurika alaika haqqon. Dan
tamumu juga punya hak.
Wa inna biasbika fihaam.
Sungguhnya cukup bagimu. Perhati kata
Nabi, cukup bagimu untuk puasa sebulan 3
hari.
Setiap kebaikan dilipat gandakan 10
kali.
Dan itu sama seperti puasa setahun penuh
atau puasa seumur hidup.
Fasyadatuadu kata Amar Abdullah bin
Abbas, "Saya memaksakan diriku." Saya
bilang, "Saya lebih kuat, saya lebih
kuat, saya lebih kuat." Akhirnya saya
pengin puasa tiap hari
alai akhirnya aku pun berat sendiri, aku
pun susah sendiri. Ya Rasulullah, inni
ajidatan. Ketika Rasulullah tawarkan 3
hari, kata dia, "Ya Rasulullah, saya
punya kekuatan." Kata Rasul wasallam,
"Sum siama nabiillahi dauda w tazid
alaihi." Puasalah seperti Nabi Daud,
jangan kau tambah lagi. Yaitu sehari
berbuka, sehari puasa. Wasamu Daud. Kata
Abdullah bin Abdul Ash. Apa itu puasa
Daud? Kata Nabi, "Nisfud dah." Itu
setengah tahun. Karena sehari berbuka,
sehari berpu puasa. Fakana Abdullah yaqu
ba'da ma kabir. Maka Abdullah bin Amr
bin Aselah tua dia berkata, "Ya laitani
qobiltu ruks rasulah sallallahu alaihi
wasallam." Seandainya dulu saya terima
tawaran Nabi sallallahu alaihi wasallam,
dia menyesal dan memang saya paksakan
diri, akhirnya saya capek sendiri, susah
dan dia pengin komitmen akhirnya susah
sendiri. Ketika dia sudah tua, dia puasa
Daud sudah susah.
Karena dia dia akhirnya puasa Daud dan
sudah susah. Wafi riwayatin dalam
riwayat yang lain, alam ukhbar
annakumudah waqraul qurana lailah.
Ternyata bukan cuma bukan cuma puasa
aja, baca Quran juga luar biasa.
[tertawa]
Kata Nabi, "Bukankah telah sampai kabar
kepadaku? Ternyata kau puasa setiap hari
dan ternyata sehari semalam kau
khatamkan Quran dalam semalam."
Kata dia, "Bala ya Rasulullah." Benar ya
Rasulullah.
Walam urid balzalika khair. Saya
melakukannya saya tidak berharap kecuali
kebaikan. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Fasum nabiah Daud."
Berpuasalah seperti puasanya Nabi Daud.
Fainnahuana a'badanas. Nabi Daud adalah
orang yang paling rajin beribadah kepada
Allah Subhanahu wa taala. Rasulullah
berkata lagi, "Waqrail qurana fi syahr."
Tak khatamkan Quran setiap bulan. Ini di
antara dalil bahwasanya kita boleh
setiap hari satu juz. Kalau kita mau
bagi sebulan 30 hari silakan ya sehari
sejuz boleh ya. Semampu kita. Rasulullah
tawarkan. Ini tawaran paling baik yang
mungkin bisa dilakukan oleh setiap kita
sehari satu juz ya. Kecuali kecuali
hari-hari tertentu seperti Ramadan kita
boleh banyak. Tapi kalau selain Ramadan
kita ber sehari satu satu juz. Karena
kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Waqroil qurana fi kulli syahr."
Khatamkan Quran setiap buulan. Qulu ya
nabi Allah inni inni utiqu afdalik. Ya
Rasulullah aku lebih mampu daripada ini.
Q faq isrin. Kalau gitu khatamkan Quran
setiap 20 hari.
Setiap 20 hari.
U ya nabiallah inik
kata dia, "Ya Rasul, saya lebih mampu
daripada ini." Rasul mengatakan, "Faqra,
bacalah setiap 10 hari khatam Quran."
Berarti satu hari tüz
ya Nabi Allah inni utolik. Saya mampu
lebih daripada ini. Subhanallah.
Kalau kita mungkin Nabi bilang sebulan
khatam Quran bisa 2 bulan enggak ya
Rasulullah? [tertawa]
Kalau kita yang penting pahalanya sama
ya Rasulullah ya. Subhanallah. Ini dia
gak Rasulullah bilang sekian mau lagi
mau lagi mau lagi mau lagi. Luar biasa
semangat ibadahnya luar biasa. Ini
Abdullah bin Abbas ya.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam faqrau
fiin wid paling terakhir tu hari khatam.
Jangan lebih daripada itu.
Aku ternyata maksakan diriku akhirnya
aku susah sendiri. Kata siapa? Abdullah
bin Amrul.
Waq Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah berkata innaka
umur. Ya kau tidak tahu bisa jadi umurmu
panjang. Harusnya kalau kau sudah umurmu
panjang sudah tua susah nanti. Susah
nanti. Maka Rasulullah ingin kalau
seorang bisa komitmen dari muda sampai
tua dengan ibadah yang terus itu lebih
Allah suka sukai dan ternyata umurnya
panjang.
Q fasirtualladzi q lin nabi sallallahu
alaihi wasallam. Maka jadilah aku
berumur panjang sebagaimana yang Nabi
ucapkan. Falamma kabirtu waduqil
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Setelah
saya tua saya berangan-angan seandainya
dulu saya menerima tawaran Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dalam
riwayat yang lain kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Wa inna liwaladika
alaika haqqan." Sesungguhnya
anakmu juga punya hak. Jadi yang hak
perhatikan banyak. Kata Nabi tadi,
"Jasad punya hak, mata punya hak, tamu
punya hak, istri punya hak, anak juga
punya punya hak." Banyak hak harus
diperhatikan.
Wafi riwayatin laama manal abad salasan.
Tidak ada puasa bagi orang yang puasa
setiap hari.
Puasa setiap hari ini maksudnya kalau
terus-terusan. Tapi kalau ada hari-hari
tertentu seperti Ramadan tiap hari,
seperti puasa 6 hari Syawal boleh tiap
hari, puasa 9 hari Zulhijah juga boleh
tiap hari. ini puasa misalnya t hari ee
Asyura
9 dan 10 boleh 2 hari berturut-turut.
Itu namanya puasa yang ada sebabnya.
Seperti puasa kafarah 2 bulan
berturut-turut juga boh ya. Ya. Seperti
puasa kafarah sumpah, puasa 3 hari juga
boleh. Tapi secara umum tidak boleh
puasa tiap hari kalau tidak ada se
sebab.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Tidak
ada puasa bagi orang yang puasa setiap
hari selama-lamanya. Enggak ada." Wafi
riwayatin bahkan tiga kali Nabi ulangi
wafi riwayatin kata dalam riwayat yang
lain Rasulullah bersabda ahabusamiallahi
taalaamu Daud puasa yang paling dicintai
oleh Allah puasanya Nabi Daudahi
taala Daud puasa yang paling dicintai
Allah salat yang paling dicintai Allah
salatnya Daud bagaimana salatnya malam
Nabi Daud alaihi salam kanafil dia tidur
dulu setengah malamu
kemudian beliau salat sepertiga malamus
kemudian dia tidur lagi seper 1/6 malam.
Jadi beliau bagi malam jadi tiga. Seper
setengah malam buat tidur, sepertiga
malam buat apa? Salat. 1/6 malamnya lagi
buat ti tidur. Ini boleh. Ini cara Nabi
Daud. Nabi Daud begitu. Jadi tidur salat
tidur lagi. Kalau Nabi tidak. Nabi
sallallahu alaihi wasallam tidur nanti
baru di akhir malam salat sampai su
subuh. Tapi Rasulullah berbaring ketika
azan subuh. Boleh dua-duanya boleh ya.
Boleh. Sesuai kemudahan. Manfaatnya
kalau model Nabi Daud bangun salat tidur
lagi subuh segar. Subuh segar ya. Ya.
Karena sudah sempat istirahat. Tapi
kalau lanjut tengah malam akhir sampai
subuh biasanya agak ngantuk-ngantuk ya.
Agak ngantuk-ngantuk. Masing-masing
punya jalan secara sendiri-sendiri ya.
Secara sendiri-sendiri bebas saja.
Kalau sebagian kita setengah malam
tidur, sepertiga malam tidur, seperenam
tidur lagi. [tertawa]
Bangun tengah malam, lihat jam, ah tidur
lagi. Masih panjang. Ah, sudah setengah
malam lewat sepertiga malam bangun lagi.
Oh, masih panjang tidur lagi. Baru
sampai azan subuh baru bangun dengan
semangat.
Kemudian wana yumu yauman yauman. Dan
Nabi Daud puasa sehari dan berbuka
sehari. Wala yafirru id laqo. Dan dia
tidak kabur ketika bertemu dengan musuh.
Wafi riwayat riwayat yang lain. Kita
habiskan hadisnya.
Qala kata Abdullah bin Amr bin Ash
angkahani abi ayahku yaitu Amr bin Ash
menikahkan aku dengan imraatan hasab
dengan seorang wanita yang punya
kedudukan. Ada yang mengatakan wanita
Quraisy. Wanita Quraisyah. Imratun
Quraisyah itu punya eh nasab yang
tinggi. Wakana yataahadu
kannatahu. Dan bapakku sering
ngecek-ngecek mantunya. Tanya-tanya dia
nikahkan sama Abdullah bin As. Dia
ngecek-ngecek mantunya.
Fayas'alu an ba'liha. Maka dia tanya
kepada pemantunya tersebut tentang
suaminya. Mesti tentang aku maksudnya.
Jadi Abd mengatakan, "Ayahku menikah aku
dengan seorang wanita dari Quraisy.
Ayahku sering ngecek-ngecek tentang
wanita tersebut. Nanya wanita tersebut
tentang suaminya." Maksudnya suaminya
siapa? Ya saya maksudnya. Jadi tanya
tentang anaknya.
Fataqul lahu. Perhatikan sini bagaimana
kata-kata lembut dari istrinya Abdullah
bin Abdul Ash. Bahwasanya ternyata
Abdullah bin As saking rajin ibadah dia
seperti Abu Darda. Ternyata tidak juga
mendekati apa istrinya. Apa kata
istrinya? nikmulu
minulin lam yat lana firan walam
yufattis lanafan
atainahu
kata dia, "Sebaik-baik lelaki suamiku."
Dia tidak bilang suamiku. Dia bilang,
"Sebaik-baik laki adalah seorang lelaki
yang tidak pernah meletakkan kasur
buatku [tertawa]
dan tidak pernah membuka tiraiku."
Tapi dia bilang, "Sebaik-baik apa?"
Arnya rajin ibadah. rajin ibadah sampai
tidak sempat meletakkan apa tempat tidur
buatku dan tidak sempat membuka tiraya
apa kamarku. Gampangnya demikian sejak
sejak sejak kami mendatanginya seperti
itu. Dan subhanallah dia tidak pernah
ngeluh ini perempuan.
Dia kapan ngeluh? Ketika ditanya oleh
mertuanya dan dijawab dengan baik,
"Sebaik-baik lelaki anakmu rajin ibadah.
Saking rajin ibadah tidak sempat buka
tirai kamar." [tertawa]
Subhanallahnya kata-katanya itu baik.
gitu loh. Kata anakmu, anakmu katanya
[tertawa]
nasib nasib apa sehat suami seperti
anakmu ini. Waduh parah anakmu ini.
Falam thaalika alaih. Dan ternyata masih
berlanjut. Ternyata lama Abdullah bin As
seperti itu. Apalagi mengatakan sejak
kami berumah tangga gak pernah.
Akaralika Nabi. Akhirnya ayahku yaitu
Amr bin As radhiallahu anhu melaporkan
kepada Nabi. Jadi Abdullah namanya
Abdullah bin Amr bin Ash bin Wail.
Abdullah sahabat. Amr sahabat. Al-As
kafir. Ya. Jadi kakek mereka kafir.
Tib. Maka berkata
e kata Abdullah tentang ayahnya karena
sudah lama seperti itu akhirnya dilapor
kepada Nabi. Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Ilqani bihi,
temukan aku dengan anakmu."
Aku pun datang dipanggil
aku pun menemui Nabi setelah itu. Faqala
kaifasum. Rasulah tanya dulu, "Bagaimana
kau puasa?"
"Tiap hari, ya Rasulullah, tiap hari.
Q kaifaim. Bagaimana kau baca Quran?
Khatam Quran laila tiap malam. Luar
biasa. Kapan dekatnya istri? Kalau
begini coba bagaimana puasa tiap hari?
Tiap hari salat malam. Mungkin sambil
salat malam dia khatamkan Quran. Luar
biasa.
Wakar nahwaq wana yaqra ala ba ahli.
Akhirnya setelah dia tua dia menyesal.
Seandainya dulu dia menerima tawaran
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Akhirnya setelah dia tua dia bacakan
untuk istrinya sepertuj Quran
setiap apa? Setiap hari. Alladzi
yaqrauhu
minhariakuna akaiil. Dan ini caranya
Abdullah bin Abdul Ash. Dia bacakan
murajaah sama istrinya. Dikatakan yaq
ahli dia bacakan kepada sebagian
istrinya. Mungkin dia punya istri lebih
dari satu. Dia bacakan sebagian istrinya
sepertuj qur Quran. Sepertujuh Quran
berapa juz tuh? bagi aja punya
sepertujuh Quran sehingga dalam 7 hari
Quran setelah khatam. Dia baca
sepertujuh Quran ya dibacakan kepada
istrinya agar memudahkan dia ketika
salat ma malam.
Waidza arada anyataqwa. Kalau dia pengin
kuat puasa afar ayyaman wa ahsa. Maka
dia tidak puasa berhari-hari. Kemudian
dia hitung berapa hari dia libur puasa.
Was mlahunna. Kemudian dia pun ee
berpuasa berturut-turut sesuai dengan
hari yang dia tinggalkan. Karohian
alai Nabi sallallahu alai was dia tidak
pengin merubah komitmen dia. Karena
ketika Nabi meninggal, ketika dia
berhidup bersama Nabi, dia puasanya
puasa Daud. Ya. Maka dan dia dalam baca
Quran ee 7 hari ha khatam dan dia
komitmen dan dia merasa berat tapi dia
komitmen.
Maka kalau dia tidak mampu puasa sehari
sehari puasa sehari berbuka maka
bagaimana cara Abdullah bin Abdul As?
Dia caranya dia libur seminggu, dia
puasa seminggu. Libur seminggu misalnya
atau dia libur 5 hari dia puasa 5 hari.
Sehingga tetap dikatakan puasa Daud.
Oleh karena para ulama mengatakan, Ibnu
Hajar mengatakan kalau seorang tidak
mampu atau dia biasa puasa Daud dan dia
komitmen misalnya ternyata ada libur
seminggu maka dia nanti di susul
belakangan libur seminggu kemudian kalau
sudah ada waktu kesempatan dia puasa
juga seminggu berturut-turut enggak
mengapa dan ini masih dihitung sebagai
puasa daun. Jadi kalau tidak mampu puasa
sehari berbuka sehari maka boleh digilir
langsung rentetan se rentetan libur
rentetan puasa. Makanya kalau dia libur,
dia hitung berapa hari kemudian dia akan
puasa ee sebagai ee apa untuk menambal
kekurangannya.
Kata Imam Nawawi rahimahullahu taala,
riwayat shahiatun. Semua riwayat yang
disebutkan dia adalah shahi
kebanyakanahihahin sahih Bukhari Muslim
ahadima dan sedikit dari salah satu dari
keduanya. Ini saja ikhwan dan akhir yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala ya.
Kisah dua sahabat yang sangat rajin
beribadah luar biasa. Siapa tadi? Abu
Darda dan Abdullah bin Abdul Ass. Namun
ternyata mereka keliru ya. Tapi lihat
bagaimana komitmen Abdullah bin Abdul
Ash. Ketika dia komitmen, dia bilang,
"Saya kuat." Sampai dia tua dia tetap
puasa da Daud. Dan sampai dia tua, dia
tetap khatam Quran dalam waktu tuuh 7
hari. Tapi dia menyesal seandainya dia
terima dulu rukhsah dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dia tidak pengin
merubah kebiasaan dia. Karena terakhir
dia ketemu Nabi, kebiasaannya seperti
ini. Maka dia berusaha bertahan.
Demikian. Wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.