Transcript
YlcTcd6bwHQ • Kitab Riyadush Shalihin #1.39: Seimbang Dalam Ketaatan (Bagian-3)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2635_YlcTcd6bwHQ.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lnih wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita masih melanjutkan pembahasan tentang sedang atau seimbang dalam beribadah. Tidak boleh berlebih-lebihan ya tidak juga bermalas-malasan dan juga tidak berlebih-lebihan. Tapi seorang beribadah dengan seimbang. Ya. Hadis berikutnya. Wa anan Abi Abdillah Jabir bin Samurah radhiallahu taala anhu. Dari sahabat Jabir bin Samurah qala. Beliau berkata, "Kuntu usoli maan Nabi sallallahu alaihi wasallam asawat." Bahwasanya aku telah salat bersama Nabi dengan banyak salat ya, itu salat fardu, salat ee sunah-sunah, mungkin salat tarawih dan salat macam-macam ya. Fakanat shatuhu qosdan. Maka beliau menyimpulkan setelah sekian lama salat bersama Nabi bahwasanya salat Nabi itu sedang wutbatuhu qasdan dan juga ee khotbah Nabi juga sedang yaitu tidak panjang dan juga tidak pendek. Ini yang disampaikan oleh ee Jabir bin Samurah. Dan Jabir bin Samurah radhiallahu taala anhu dalam riwayat yang lain menyebutkan bahwasanya dia sudah sering salat bersama Nabi. Dalam sebagian riwayat beliau berkata, "Solitu ma Nabi sallallahu alaihi wasallam aksar min alfai shatin." Saya pernah salat bersama Nabi lebih dari 2000 salat. Lebih dari 2000 salat itu banyak ya. Salat fardu, salat sunah, mungkin salat gerhana, salat macam-macam ya. Sehingga ketika dia berbicara, dia mengatakan, "Kuntu usoli ma nabi shawat." Aku salat bersama Nabi dengan salat-salat. Itu umum salatnya fardu, salat sunah dan jumlahnya ternyata sangat banyak ya. Sehingga bukan cuma salat sekali atau dua kali kemudian mengambil kesimpulan. Karena kalau mungkin salat sekali dua kali Rasulullah tidak panjang mungkin ee ini kondisi tertentu, kondisi lain mungkin Rasulullah rubah. Tetapi dia sedang berbicara tentang kesimpulan yang dia sudah alami lama bersama Nabi. Karena dia sudah salat bersama Nabi lebih dari 2000 salat. Kemudian juga beliau berkata, "Jalastu Nabi sallallahu alaihi wasallam aksar min miat marah. Aku pernah bermajelis bersama Nabi lebih dari 100 kali." Ya itu pengajian-pengajian Nabi. Aku sudah hadir lebih dari 100 kali. Ya, ini menunjukkan ee beliau sudah ee banyak bermuamalah bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian beliau menyimpulkan bahwasanya kanat shatuh qasdan waat khutbatuhu qasdan. Ternyata salat Nabi itu sedang, tidak panjang dan juga tidak pendek ya tidak terlalu panjang sehingga merepotkan para makmum dan juga tidak pendek akhirnya mengurangi sunah ya. tetap sempurna tapi dengan ee sedang. Demikian juga khotbah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Khotbah Nabi juga tidak panjang dan juga khotbah Nabi juga tidak terlalu pen pendek. Artinya bisa menyampaikan tujuan tujuan tercapai tapi tidak perlu panjang panjang-panjang. Ini adalah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Makanya di antara ee hadis Rasulullah wasallam pernah bersabda tentang eh khotbah misalnya khotbah Jumat ya kata Rasul sahu alaihi wasallam inuli waqbatihiatun min fiqhi. Sesungguhnya kalau ketika khotbah salatnya panjang, khotbahnya pendek itu menunjukkan fakihnya atau ilmunya orang tersebut. Maka kalau seorang dia khatib, dia ahli, dia pintar, dia pasti khotbahnya tidak panjang-panjang, tetapi padat, ringkas padat, mencapai tujuan dan dia panjangkan dalam salat salatnya. Tentu tidak panjang sekali, tapi maksudnya jangan sampai terbalik salatnya pendek. Innaakal kautsar sama qulhuallah ahad, khotbahnya satu 1 jam. Ini kebalik. kembali khotbahnya pendek ya kemudian ee salatnya panjang dan kalau khotbah pendek maka jemaah bisa lebih fokus. Jemaah bisa lebih ee fokus. Kalau jemaah tidak fokus terlalu panjang bingung ya akhirnya datang sakinah, ketenangan. Akhirnya ti tidur. Akhirnya tidur. Makanya kalau kita khotbah berusaha jemaah sebelum mau tidur sudah selesai khotbahnya. Jadi sudah baru mau tidur sudah selesai khotbahnya. Karena kemampuan manusia untuk fokus semakin berkurang. Sekarang lihatlah sekarang kajian yang dinonton kebanyakan kajian pendek. Suruh kajian panjang sudah enggak kuat untuk apa? Fokus. Mendengar 1 jam 2 jam orang sudah mulai berkurang secara umum ya. Dulu urusan apapun urusan agama, urusan dunia. Karena kemampuan orang untuk fokus makin berkurang. Apalagi di sana banyak alternatif kajian yang pendek sehingga mereka lebih senang yang pendek-pendek tidak terlalu berpikir keras langsung pada tujuannya. Dan kita tahu ketika khotbah tujuan kita adalah menyampaikan risalah pesan kepada jemaah agar mereka paham. Oleh karena kalau panjang mereka enggak akan bisa meliputi semua apa yang disampaikan. Maka kalau orang itu alim dia nyampaikannya ringkas pada teratur, tersusun salatnya panjang. Tapi kalau enggak alim pasti ngalur ngidul ya. Nguton ngelan apa ngetan ngulon sama ngalur apa? Ngidul ya. Panjang kali lebar. Sana ngomong, sana ngomong, sini ngomong. Ini ngomong apa maksudnya ya? Akhirnya para jemaah lama-lama pun ngantuk. Ya. Ya. Akhirnya tertidur ya. Tertidur. Apalagi khotbah Jumat ya. Khotbah Jumat tuh lagi capek-capek, lagi lapar-lapar dengar khotbah ruangan beracai. Nikmat banget-tah tidur. Oleh karenanya seorang khatib berusaha untuk meringkas khotbah dan ini kata Nabi sallallahu alaihi wasallam inatiun minihi. Bahwasanya panjangnya salat dan pendeknya khotbah menunjukkan kefakihan atau kecerdasan atau keilmuan sang khatib tersebut. ya. Dan juga kita harus perhatian tentang masalah ee bosan atau tidak ya. Bosan atau tidak ya. Kalau terlalu panjang orang bosan mendengarnya mungkin dia fokus 10 menit berikutnya sudah mulai bosan. Mulai bosan, mulai akhirnya lemah. Oleh karenanya ee seorang ketika menyampaikan ee materi dia harus memperhatikan itu semua ya. Datang dalam hadis ya ee bahwasanya seimbang baik dalam salat, baik dalam khutbah juga dalam pengajian ya. Dalam pengajian berkata Sqiq bin Salamah al-Asadi kunna julusan babi Abdillah bin Mas'ud. Kami duduk di pintu rumah Abdullah bin Mas'ud danu. Kami tunggu dia keluar untuk kami nuntut ilmu darinya. Famarina Yazid bin Muawiyah Annaki. Ya. Maka lewatlah lewati kami seorang bernama Yazid bin Muawiyah Annakimu. Tolong kasih tahu Ibnu Masud radhiallahu anhu bahwasanya kami sedang menunggunya. Abdullah. Maka Yazid bin Muawiyah Annakhai masuk beritahu Abdullah bin Mas'ud bahwasanya orang sudah nunggu. Tidak lama. Kemudian Abdullah bin Masud pun keluar. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Inni ukhbaru bim bimakanikum fama yamnauni an akikum illahiyatu amakum atau umakum." Kata dia, "Saya sudah dikabarkan tentang keberadaan kalian." Ya. "Dan tidaklah mencegahku untuk keluar menemui kalian, kecuali saya khawatir aku membosankan kalian." Inna rasul sahu al wasallam yatakwaluna bil maid ayyami makatamah. Rasul sahu al wasallam terkadang eh meliburkan pengajian itu beberapa menyela-nyela pengajian ya karena khawatir kami bosan ya. kar kami- kami bosan. Ya, ini juga perlu diperhatikan. Bukan semangat-semangat masjid pengajian pagi siang malam, pagi siang malam audiensnya itu-itu aja ya bosan ya pagi, siang, malam ya enggak juga ya. Karena tujuan kita pengajian itu agar orang bisa menyerap dan bisa mengamalkan. Kalau ternyata pengajian terlalu banyak juga membosankan. Kecuali di pondok. Kalau di pondok tiap hari pengajian memang sehari lima kali karena memang disiapkan untuk jadi seorang dai atau daurah-daurah tertentu sampai 2 hari 3 hari. Oke itu adalah kondisi-kondisi tertentu. Tapi kalau keseharian tidak demikian. Dalam riwayat dalam Imam Bukhari Abdullah yudakirunas khamis. Bahwasanya Abdullah bin Masud menyampaikan pengajian setiap hari Kamis. Ada yang berkata, "Ya Abdurahman kata mereka, kata seorang, "Wahai Ibnu Mas'ud, kami aku berharap seandainya engkau memberi pengajian kepada kami setiap hari." Ya, tadi Ibnu Masud mengatakan Rasul sahu alaih wasallam dulu menyela-nyela hari tidak setiap hari khawatir ada kebo kebosanan. Ya, jadi dalam pengajian pun harus ada bersikap sedang ya. Annawi berkata hadis. Dalam hadis ini menunjukkan seorang sedang dalam menyampaikan pengajian supaya hati tidak bosan. Kalau hati sudah bosan, maka tujuan agar hati itu mendapat wujangan malah tidak tercapai. Kita kalau panj orang sudah bosan jangan dipaksa dengan ayo bangun bangun bangun. pada bangun-bangun. Saya sudah capek jauh-jauh. Enak aja kalian tidur ya. Yakin [tertawa] kita harus melihat situasi apa kondisi ya. Jangan dipaksa ya. Jangan dipaksa ya. Kadang daurah bikin pengajian-pengajian audiens sudah hang enggak bisa dipaksa. Sudah hang pengajian berat ya sudah jangan dipaksa. Kalau dipaksa nanti mereka tidak paham. Karena tujuan pengajian adalah agar hati bisa mengambil pelajaran. Ya, demikian juga kata alkhattabi rahimahullah almuradahuqatim wuhal malal. Maksudnya adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam memperhatikan waktu-waktu dalam memberi pelajaran, dalam memberi wejangan. Tidak dilakukannya setiap hari khawatir ada kebosanan. Demikian Ibnu Hajar berkata rahimahullah fihi rif Nabi sallallahu alaihi wasallam biasabihi wusn tawil wusnut tawuli wusnut tawuliimihim wafhimihim. Di sini menunjukkan lembutnya Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabatnya dan bagaimana Rasul sahu alaihi wasallam begitu baik dalam ee menyambung ee kepada para sahabat dalam pengajian dan dalam memahamkan mereka. Liudu binasyatin lainarin w malal. Agar para sahabat ketika mengambil ilmu dari Nabi dalam kondisi semangat bukan karena bosan atau jengkel. Aduh capek bosannya ya. Dan agar Nabi dicontohi dalam hal ini. Karena pengajian dengan urut lebih ringan ya, lebih mudah dan lebih kokoh daripada mengambil pengajian dengan paksa, dengan maksakan diri dengan susah. Itu ee itu merepotkan. Jadi ini kita bicara secara umum. Adapun kalau seorang di pondok ya dia harus harus memaksakan diri karena dia memang disiapkan untuk menjadi dai misalnya dia harus belajar ya setengah mati seperti kata al Imam Syafi'i rahimahullahu taala biqodrildiasul maali thabalali kata Imam Syafi'i dengan sesuai dengan kadar capek kadar letih, maka akan dicapai ketinggian dan kemuliaan. Siapa yang ingin mencapai tingkat yang tinggi, maka dia harus begadang. Dulu kalau begadang itu nuntut ilmu, sekarang begadang nonton bola. Ya, jadi men saya Imam Syafi'i ini beda. Kalau ketika orang sudah bersemangat untuk memang jadi seorang alim, ya dia harus benar-benar ber. Tapi kalau untuk orang awam, maka lihat situasi dan kondisi. Bukannya pengajian pagi sore, pagi sore, pagi sore gak juga ya. Karena tujuan kita ilmu itu sampai dan bisa di diamalkan. Dan ini menunjukkan al-iiktisad ee sedang dalam salat, kemudian juga dalam khutbah dan juga dalam taklim dalam pengajian. Makanya saya ada masjid, "Ustaz, ini pengajian dari pagi, siang, sore, malam." Saya bilang, "Apa enggak capek jemah?" "Pagi, siang, sore, malam. Pagi, siang, sore, malam." Jemah capek. Kasihan. Nanti akhirnya yang hadir juga sedikit, yang hadir juga malas-malasan, kasihan jemaah ya diatur ya. Kalau enggak ustaznya banyak cari masjid-masjid lain yang mungkin masih kosong agar dakwah juga bisa tersebar. Ada semuanya langsung dirop di masjid yang satu itu karena jemaahnya ramai akhirnya ada yang sepi, ada yang karena tidak pas waktunya jemaah dipaksa untuk apa? Untuk hadir ya kalau enggak mungkin kalau beda audiens oke. Kalau beda audiens sesuai dengan waktunya. Tapi kalau audiensnya sama terus-terusan, maka ini memberatkan bagi audiens. Memberatkan dan akhirnya keluar dari keseimbangan. Disebutkan dalam riwayat bahkan dalam salat tarawih pun di situ dalam riwayat Imam Ahmad ditanya berapa kita baca kalau ee apa namanya? Kalau salat tarawih satu rakaat. Kata Imam Ahmad qadr asar ayat. asr ayat yaitu 10 ayat satu rakaat satu rakaat atau a nahualik atau yang semisalnya. Ah ini ternyata saya lihat misalnya surat Albaqarah pada Al-Qur'an halaman ketiga satu halaman 11 ayat. Jadi kira-kira satu rakaat itu satu ha itu ringan bagi jemaah. Ini Imam Ahmad yang bicara di zaman dia ya di abad ketiga beliau wafir 200 sekian. Waktu itu masih orang-orang masih semangat ibadah pun Imam Ahmad memperhatikan masyarakat. Beda. Kalau kamu salat sendiri, kamu salat sendiri boleh satu rakaat, 3 juz terserah. Ya. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika salat sendiri beliau panjang satu rakaat beliau baca Albaqarah kemudian Annisa kemudian Ali Imran. Bayangkan berapa juz itu luar biasa satu rakaat ya. Ya panjang ya. Tapi kalau salat jadi makmum maka ringan ya. Makanya di zaman Umar bin Khattab, Ubay bin Ka'ab radhiallahu anhu mengimami jemaah dengan 20 rakaat. Dengan 20 rakaat. Kemudian di zaman Imam Malik ee di zaman Imam Malik sampai 40 rakaat. Sampai 40 rakaat ya. Tetapi tidak panjang-panjang sehingga jemaah ada semangat karena satu halaman okelah sudah rukuk lagi sudah tenang gitu ya. Ini ee nasihat dari Imam Ahmad melihat kondisi jam itu zaman dulu apalagi zaman zaman sekarang. Tidak juga amin enggak juga ya doin doin enggak juga ya. Saya juga susah ngikutin juga. Alhamdulillah Ramadan dari Malik susah juga [tertawa] bisa enggak cepat. Saya padahal ngomong cepat suruh ngikutin al-Fatihah dengan secepat itu juga enggak gampang ya. Gimana imam mau dengar? Gimana makmum mau menghayati? Bagaimana bisa meresapi? Ya susahlah ya. Terus bangga 23 rakaat 7 menit. Allahu Akbar. Pecahkan rekor dunia [tertawa] ini terlalu cepat juga ya. Saya saya pernah ketemu orang di pesawat di bilang orang Indonesia ya. Iya. Dia tunjukkan saya itu klip video 23 rakaat 8 menit kalau enggak salah. Dia bilang tunjukkan saya pengin ke tempat itu. Mau apa? Mau nasehati. Katanya luar biasa saking semangatnya. Makudnya juga terlalu cepat ya. Terlalu cepat sehingga apa tujuan salat? Tujuan salat kita mentadaburi ayat yang dibaca imam baca ya kata Allah quranitu laakum turhamun jika dibacakan maka simaklah. Gimana mau nyimak kalau secepat itu? Sifat itu ya. Jadi sedang-sedang tidak terlalu cepat tidak juga terlalu lambat ya. Ini kalau kita bicara karena memperhatikan kondisi audiens. Tapi kalau mau salat di rumah sendiri silakan panjang-panjang senyaman nyamannya, senikmat nikmatnya. Jadi ee tengah dalam salat, tengah dalam khotbah, sikap tengah dalam penga pengajian, semuanya bersikap tengah. Jangan berlebih-lebihan karena banyak hal yang harus diperhatikan. Ya, makanya ketika ee Muad bin Jabal salat terlalu lama ketika salat Isya baca surat Albaqarah, Nabi tegur, "Afatanun anta ya Muad, bikin fitnah wahai Muad, terlalu panjang ya. Aina anta min sabbih a'la ya. Kenapa kau tidak baca surat sabismaal a'la wallaili yagsya?" Ya, e Rasulullah sebutkan. Rasulullah sebutkan contoh-contoh surat yang pantas untuk dibaca pada salat Isya. mengingat bagaimana kondisi makmum. mengingat bagaimana kondisi makmum. Tib hadis berikutnya, an Abi Juhaifah Wahab bin Abdillah qala dari Abu Juhaifah radhiallahu anhu, beliau berkata, "Akan Nabiu sallallahu alaihi wasallam baina Salmana wa Abid Darda." Bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mempersaudarakan antara Salman al-Farisi dan Abu Darda. Abu Darda namanya Uwaimir al-Anshari. Uwaimir al-Anshari. Dan ini adalah di antara strategi Nabi untuk memberi ee kelapangan bagi para muhajirin. Karena Muhajirin yang berhijrah Kota Madinah rata-rata miskin. Mereka enggak punya apa-apa. Mereka enggak mungkin enggak punya sanak saudara di Kota Madinah. Mereka juga tidak bisa bekerja karena mungkin di kampungnya kerjanya beda. Seperti orang-orang Muhajirin yang datang dari Makkah. Mereka rata-rata pedagang. Mereka bukan pekebun. Rata-rata mereka pedagang. Makanya mereka perdagangan barang dagangan mereka ke Yaman, ke Syam. Ketika mereka datang ke Madinah ketemu dengan para pekebun ya. Jadi belum tentu mereka pertama enggak punya kebun. Mereka juga tidak biasa berkebun. Oleh karenanya di antara cara Nabi meringankan beban mereka maka Nabi memperserahkan si fulan dengan si fulan, si fulan dengan si fulan, ya. Agar yang dari kaum Anshar memperhatikan kaum muha Muhajirin. Seperti kita tahu Rasulullah mersaudarakan antara Saad bin Rabi' dan Abdurrahman bin bin Auf. Usad bin Rabi al-Anshari salah seorang dari yang paling kaya termasuk orang kaya di Kota Madinah dipersaudarakan dengan Abdurrahman bin Auf yang kita tahu kisah masyhurnya di mana akhirnya Saad bin Abi Saad bin ee Rabi menawarkan setengah hartanya kepada Salman al-Farisi. Saya akan kasih kau setengah hartaku. Yaitu bagi dua. Ya. Demikian juga dia bilang, "Saya punya istri lebih dari satu. Kau lihat mana yang kau suka, saya ceraikan. Kalau habis habis masa idahnya tinggal kau am ambil." Ya, kalau kita gimana mau nawarin cuma satu-satunya [tertawa] ya maksud saya ini luar biasa sampai bukan berkorban harta saja sampai berkorban apa istrya dengan persetujuan istrinya ya artinya ini luar biasa tapi Abdullah bin Auf akhirnya menolak dia mengatakan dulani alas suuk tunjukkanlah kepadaku mana pasar maka dia pun menjaga harga dirinya tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan ya mungkin kalau kita di posisi beliau kita bilang masyaallah rezeki apaagi dari Allah ini masyaallah luar biasa. Ada yang mengatakan apa rezeki anak saleh? Emang kamu saleh? Katanya [tertawa] kalau kita kan gitu. Wih lag susah-susahnya ditawarin istri gratis masyaallah rezeki anak saleh. Dapat setengah harta rezeki anak saleh. Ini yang saleh beneran tidak terima. [tertawa] Yang saleh beneran tidak tidak terima. Dia punya kemampuan. Dia bilang, "Tunjukkan saya di mana pasar. Saya akan jualan." Ternyata benar dia punya penghasilin kemudian nikah dengan wanita Anshariah. Dan ini ee luar biasa sifat Abdurrahman bin Auf radhiallahu taala anhu. K jadi sudagar kaya raya bukan lagi miskin menjadi sangat kaya sangat kaya raya. Nah, di antaranya Rasulullah mempersaudakan adalah Salman al Salman al-Ifisi dari Muhajirin. Tapi Muhajirin bukan dari dari Mekah tapi dari Per Persia. Tapi dia termasuk Muhajirin yang berhijrah ke kota Madinah. Dipersaudarakan dengan Abu Darda yaitu Uwaimir al-Anshari radhiallahu taala anhu. Maksudnya apa? Karena orang muhajiri ini kalau muhajirin jamak, kalau mufrad sendiri namanya muhajiri. Sang muhajiri ini kasihan dia enggak punya teman, dia punya anak saudara sehingga harus ada orang yang khusus memperhatikannya. Siapa ingin ngobrol, ingin mungkin berkeluh kesah atau suka duka, masalah ekonominya harus ada yang memperhatikan secara kalau Rasulullah bilang secara umum mungkin nanti kurang perhatian. Tapi kalau kamu sama ini, kamu sama ini, itu kan ada perhatian khusus. sehingga target untuk diperhatikan tercapai. Ini metode Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saking kuatnya tali persaudaraan sampai di awal-awal itu berlaku hukum waris. Siapa yang mati di antara mereka akan mewarisi yang lainnya. Tapi kemudian dimansuhkan ulham dengan ayat bahwasanya yang mewarisi cuma adalah yang kerabat ya. Sebagai dalam Al-Qur'an dan hadis. Adapun yang dipersaudarakan secara ee secara ukhuwah tali ukhuwah tadi tidak. karena tidak sampai pada derajat nasab ya. Akhirnya mereka dipersaudarakan. Awalnya ada hukum waris kemudian dibatalkan. Tapi tetap mereka saling bersaudara dengan persaudaraan khusus. Di antara orang-orang yang dipersaudarakan secara khusus adalah Salman al-Farisi itu dari Persia dengan Uwaimir al-Anshari yaitu Abu Adarda. Sehingga ketika mereka bers khusus ada kedekatan khusus maka ada saling kunjungan ya karena mereka khusus. Suatu hari Abu Darda e faz Salman Aba Darda. Salman alfarisi menziarahi rumah Abu Darda. Far Um Darda mutabadilatan. Maka Salman melihat Ummu Darda pakaiannya pakaian yang tidak rapi. Itu pakaian kerja. Padahal kebiasaan dahulu sahabiat kalau suaminya di rumah mereka pakai pakaian yang siap menyambut kedatangan apa? Suami. Itu pakaian yang baik. Tapi ini pakaian mungkin compang-camping, pakaian ee mungkin enggak enggak rapi atau agak kotor-kotor ya seperti pakai pekerjaan pakaian orang dapur ya. Maka Salman heran ya padahal suaminya sedang tidak bersafar. Karena dahulu para wanita sahabiat mereka berias untuk apa? Sua suami ini suaminya lagi tidak safar kenapa pakainya seperti ini? Ya. Ya. Tidak sebagi seperti sebagian wanita kalau suaminya bersafar baru pakaiannya rapi. Kalau suaminya pulang pakainya compang camping. Ya ini kebalik kebalik. Kalau sama tidur sama suami muka amburadul ya. Tapi kalau mau keluar rumah berhias setengah jam di depan cermin. Bukan buat suami, buat orangor lain. Ini kasihan suaminya. Kasihan apa? suaminya yang menikmati kecantikan istrinya, orang lain. Seharusnya wanita kalau keluar cuek aja, kalau sama suami baru perhatian. Harusnya demikian. Makanya ketika Salman Al-Farisi melihat kondisi ee Ummu Darda, yaitu Hadrah ee itu Khairah binu Abi Hadrat ya namanya. Ini Abu Darda punya istri dua. Dua-duanya dikenal dengan Ummu Darda. Ini Ummu Darda alkubra. Kemudian ada Ummu Darda Asyugra. Ngerti atau tidak, Bapak-bapak? Jadi gak apa-apa punya istri kuniahnya sama ya, dua. Ummu Darda, tapi satu dikenal Ummu Darda Alkubra, satu Ummu Darda Asuk yaitu senior dan apa? Junior. Jangan mengkhayal. Udahlah [tertawa] terima yang ada bersyukur ya. Jangan macam-macam ya. Tib. Jadi ternyata pakaian dia tidak rapi. Maka Salman Alfarisi bertanya masya nuki dia pertanyaan sopan. Ada apa gerangan? Mestinya tidak biasa. Tidak bilang kenapa bajumu begini cukup. Masyaallah. Karena dia punya hak untuk tahu karena dia saudara dengan disaudarakan dengan siapa? Abu Abu Darda. Bukan bukan berarti dia kepo urusan orang. Enggak. Dia memang berhak karena dia apa? Ee saudara dipersaudakan secara khusus. yang harus saling perhati. Sebagaimana Abu Dada perhatian sama dia, dia juga perhatian sama Abu Abu Darda. Itu tujuan persaudaraan ya. Ini bukan umum. Kalau umum mungkin ngapain urusan orang kita kepo enggak. Tapi dia pengin tahu karena dia memang sudah dipersaudarakan secara khusus hingga ada ee apa ada syarat dan ketentuan berlaku. Gampangannya syarat berlaku ketika dipersaudarakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka dia tanya, "Masya nuki ada apa gerangan?" Qalat akhuka Abu Darda laisa lahu hajatun fid dunya. Maka istri yaitu Ummu Darda berkata, "Saudaramu yaitu Abu Darda tidak punya keperluan terhadap dunia." Subhanallah. Perkataan yang sangat lembut. Dia tidak ngeluh-ngeluh. Ya, ini keluhan sangat keluhan dengan isyarat. Dia tidak bilang, "Suamiku enggak butuh wanita." Enggak. Ini maksudnya demikian. Sebenarnya maksudnya kandungannya suamiku tidak butuh dengan apa? Wanita. Tapi sebenarnya bagaimana pemudaarda mengucapkan kata yang halus. Akuka dia tidak bilang suamiku dia bilang saudaramu. Yaitu yang telah dipers oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Laisa hajat dunia tidak butuh dengan dunia. Maksudnya saudaramu sangat hebat dalam ibadah. Ibadah melulu maksudnya. Ya. Jadi dalam kalimat tersebut ada nilai pujian tapi ada sindiran. Bayangkan orang bilang dia tidak butuh dunia. Pujian atau pujian atau celaan? Pujianlah. Ini tidak butuh dunia dia. Masyaallah. Sebenarnya kan kalimatnya pujian ya. Enggak. Si fulan tidak butuh dunia. Artinya dia ibadah rajin ibadah tidak mikir dunia. Tetapi di balik pujian tersebut ada sin sindiran. Mau saya pemuda dak milih kata-kata yang pas dan itu nanti kita sebutkan lagi dalam istri yang lain, istri sahabat, istrinya ee Abdullah bin Amr bin Ash. Mereka kalau menyindir suaminya dengan kata-kata yang tidak menyakitkan. Tidak menyakitkan. Tidak juga ceplas-ceplos. Alah si Abu Darda. Enggak. Iya enggak. Itu kalau kita mungkin gitu enggak. Dia tidak kata-kata kasar. Bahkan dia bilang, "Saudaramu tidak butuh apa?" Dunia. Ya, ini sepertinya pujian. Tapi Abu Salman ngerti ini sin sindiran. Luar biasa. Maksudnya bagaimana para wanita dahulu menjaga apa? Kata-kata. Berarti adab yang tinggi di kalangan mereka. Sopan santun ada di kalangan mere mereka. Dan para ulama mengatakan adab itu menunjukkan akal seseorang. Makanya Allah ketika menegur orang- Arab Badui, Rasulullah sudah masuk rumah, waktunya istirahat. Mereka bilang, "Ya Muhammad, ukhruj ilaina." Wahai Muhammad, keluar dong temui kami. Keluar dong temui kami. Padahal Rasulullah sudah masuk. Rasulullah sudah tadi ketemu dengan tamu-tamu. Saatnya istirahat mereka nunggu dulu. Tapi mereka bilang, "Rasulah waktu istirahat keluar-keluar temuin kami. Tunggu temuin kami." Maka Allah mengatakan, "Innalladina yunaduna kami hujurati aksarumilunahumtajaum wallahu gfurahim." Kata Allah, "Sesungguhnya orang-orang menyeru-nyeruh engkau di dari luar rumah, kebanyakan mereka tidak berakal. Seandainya mereka bersabar sampai kau keluar, lebih baik bagi mereka." Allah mengatakan kebanyakan mereka tidak berakal. Harusnya kan orang ngerti bahwasanya ini waktunya istirahat. Menunjukkan adab itu menunjukkan kecerdasan sese seseorang. Dia peka, dia ngerti kondisi, dia tahu bagaimana cara masuk, bagaimana cara berbicara, bagaimana menghadapi permasalahan. Itu namanya orang cerdas. Orang cerdas ya. Cerdas bukan berarti ngitung matematika pintar semua. Bukan itu ya. Ada orang cerdas gitu tapi bahlul dalam urusan apa? Dalam urusan adab dan sopan santun. Ya. Maka lihatlah bagaimana Ummu Darda ketika menyampaikan dengan kata-kata yang santun. Kata dia, "Akhuka Abu Darda." Saudara Abu Darda. Laisalahu hajatun ilad dunya. Tidak butuh dunia. Tapi Salman ngerti. Maksudnya dia tidak butuh saya. Ngapain saya berhias-hias kalau toh tidak didatangi? Gampangannya demikian ya. Dan itu bagus seperti kosopanan itu harus kita jaga. Misalnya mohon maaf kita ke mana? Mau ke belakang ke belakang mana? Ya udahlah mau ke belakang sudah ngerti jangan ke belakang mana ya ke belakang ngerti bahasa yang yang halus ya. min ketika Allah berbicaraum itu apa? Tempat rendah. Ketika sal dari kalian datang dari tempat maksudnya habis buang air besar tapi Allah tidak pakai bahasa kasar jika kalian habis bab enggak. Allah mengatakan dan salah seorang datang dari tempat yang rendah. Maksudnya setelah buang hajat. Kemudian jimak Allah mengatakan Allah mastumunisa atau kalian menyentuh tidak tidak menggunakan kata jimak. Maksudnya demikian, sopan santun, adab itu perlu dalam berbicara. Dalam berbicara. Ajarin sama anak-anak. Eh, ngomong jangan kasar-kasar gitu, jangan vulgar gitu bicara. Dan itu kalau orang ngerti begitu, dia akan secara tidak langsung belajar keso kesopanan. Dia akan peka, dia ngerti, "Oh, ini tidak pas." Jadi hal kecil. Tapi kalau ee ngomongnya kasar langsung vulgar itu nanti kelihatan berdampak pada adab kesehariannya. Berdampak pada adab kesarian. Ini sunah. ee sunah dari ajaran dari Allah Subhanahu wa taala dan sunah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan demikian juga para sahabi. Maksudnya ini bagaimana Ummu Darda jawabnya demikian. Nanti akan datang saya katakan tadi akan datang dari istrinya Abdullah bin Abdul As juga kata-kata yang dengan kiasan Tib. Faja Abu Darda. Maka Salman nungguin Abu Darda. Dia mau menyelesaikan permasalahan. Karena kawan ini punya masa masalah keluarga dan sebagai saudara dia berusaha ikut campur. Menurut dia bisa dan dia tahu Abu Dard tidak akan menolak. Ya tentunya untuk kita untuk kepo untuk nimbrung kita harus juga tahu situasi dan kondisi. Apakah orang ini memang nerima kalau kita kepoin, kalau kita nimbrung, kalau kita ikut campur? Ada orang enggak mau terima. Kalau enggak terima, ya jangan. Jangan kita kepo. Wong dia saja. Ngapain kau urusan saya? Dia marah-marah. Sudah kan tujuan nasihatnya agar bisa bermanfaat. Tapi Salman ngerti bahwasanya Abu Darda memang mau di diurusin dan dia punya hak untuk ngurusin e nimbrun dalam urusan rumah tangga Abu Darda. Maka datang Abu Darda fasalah thaman. Dan Abu Darda memuliakan tamu. Ada pengunjung. Dia bikinkan makanan buat Salman. Faq lahu qul. Kata Abu Darda, "Wahai Salman, silakan makan. Fainniim." Adapun saya puasa. Bayangkan siang hari puasa, gimana mau datangi istri? Siang hari puasa, malam salat malam. Bada isya sudah salat, malam sampai subuh. Kapan datangi istri? Fain shim. Jadi Abu Darda ingin cek langsung problemnya apa. Dan subhanallah dia tidak langsung perhatikan sini. Eh, Salman ingin cek langsung. Lihat Salman tidak langsung nasihati. Kamu ngapain sih suami kok pulang enggak perhatian sama istri? Enggak. Dia pengin cek langsung. Makanya dia sengaja mau tidur di rumahnya Abu Darda. Tidak buru-buru. Tidak buru-buru. Ya, sekarang dia sudah mendengar info isyarat dari istrinya Abu Darda. Dia pengin lihat langsung bagaimana ril yang nyata bagaimana kondisi Abu Darda. Maka ternyata benar ketika siang hari Abu Darda puasa. Abu Darda siapkan makanan kepada tamu dan dia mengatakan, "Silakan kau makan. Adapun saya sedang puasa minta uzur tidak pengin batal." Apa kata Salman? Sengaja saya tidak bakalan makan sampai kau juga berbuka. Terpaksa faakala ini boleh membuka puasa karena tamu ya. Akhirnya dia buka puasa falama lail. Ternyata Salman tidur di situ pengin ngecek langsung ini siang jelas gimana mau datangi istri siang tiap hari puasa. Falamil tatkala malam hari Abu Darda yakum baru awal malam Abu Darda sudah bangun salat malam. Faqala lahu. Salman berkata nam tidur-tidur jangan dulu tidur dulu. Fanama tidur lagiahabaakum. Ketika dia terbangun lagi tengah malam pengin salat lagi. Kata Salman Alfarisi, "Nam, belum tidur lagi. Falamaana min akhir lail." Tatkala sudah sepertiga malam terakhir sudah waktu sahur di akhir malam. Q Salman. Salman malah bilang, "Kum, sekarang waktunya baru salat." Kumilan sekarang baru salat. Fas jamian. Mereka pun berdua salat bersama. Boleh kadang-kadang salat malam berjamaah boleh. Kalau ada tamu pengin bareng-bareng boleh-boleh saja. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah salat malam bareng bersama sebagian sahabat. Di antaranya bersama Hudzaifah kalau enggak salah bersama Anas atau Ibnu Abbas. Ya, beberapa kali Rasul sahu alaihi wasallam salat ee malam bersama sebagian sahabat. datang riwayat Allah kesahihannya dengan istrinya yaitu Saudah misalnya. Kemudian setelah itu faqala lahu Salman ini sebelum subuh sebelum salat subuh setelah salat malam Salman saatnya sekarang dia nasihati karena bukti sudah terkumpulkan bukti sudah terkumpulkan dia sendiri dia sudah lihat kenyataannya. Maka dia berkata, "Inna lirabbika alaika haqqon." Wahai Abu Darda, sesungguhnya Rabbmu punya hak. Wa infsika alika haqq. Dan badanmu juga punya hak. Waliahlika alika haqqan. Dan istrimu juga punya hak. Dan berikanlah hak pada masing-masing pemiliknya. Dinasihati faatan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ternyata Abu Darda mendengar tapi dia harus cross check apa dia salah atau Salman yang salah. Karena dia melakukan tersebut tidak niat menzalimi istrinya. Dia melakukan tersebut ibadah yang banyak itu yang dia pahami. Maka dia pun datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Fakara Nabi sallallahu alaihi wasallam sebutkan dia salat subuh bersama Nabi langsung fakaralika lahu. Kemudian diceritakan tentang kejadian dia Salman bilang begini mereka suasa suruh berbuka, salat malam suruh tidur. Ya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata shodq Salman. Salman benar. Salman benar. Maka ini takrir dari Nabi. Itu pembenaran dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. pembenaran dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Perhatikan di sini, Abu Darda sangat semangat beribadah. Sangat semangat beribadah dan dia merasakan kelezatan dalam ibadah tersebut sampai lebih lezat ibadah daripada bersama istrinya. Luar biasa. Lebih lezat beribadah daripada bersama istrinya. Artinya apa sih dunia yang paling menyenangkan? Dunia paling menyenangkan bersenang-senang sama istri ya. Tetapi bagi dia ada kelezatan yang lebih indah yaitu puasa. dan salat salat malam sehingga istrinya jadi korban. Istrinya jadi korban. Maka Salman menasihati bahwasanya Islam yang benar bukan begitu. Islam yang benar itu seimbang. Bahwasanya masing-masing punya hak harus ditunaikan. Kapan kita berlebihan dalam porsi sebagian hak, maka porsi yang lain akan jadi tumbal. Maksudnya semuanya ada proporsional kalau istilah kita ya. Masing-masing ada porsinya. Kapan kau berlebihan dalam salat malam, istrimu jadi tumbal. Kapan kau berlebih dalam salat puasa sunah istrimu jadi tumbal? Ada hak yang lain. Demikian juga hak badanmu juga jadi tumbal. Maka Salman Al-Farisi bagaimana? Dia ngecek dulu. Dia cross check dan dia sudah setelah dilihat situasi kondisi ternyata benar seperti yang diisyaratkan oleh Ummu Darda, maka dia pun menasihati. Caranya nasihati dia buka dengan hak Allah, hak jasad, baru hak istri terakhir. Jadi sangat halus ya. Jadi kalau dia bilang, "Sesungguhnya istrimu punya hak, ah ini berarti ada." Oh. Kok tahu-tahu ngomong apa? Hak istri. Tapi Salman sangat halus. Lihat dia bilang, "Inna lirabbika alaika haqqon." Allah punya hak. Walijasadika alaika haqqon. Badanmu juga punya hak untuk istirahat. Dalam riwayat yang lain, walizaurika alaika haqqon. Tamumu juga punya hak. Ya. Kemudian baru istrinya. Waliah alaika haqqon. Istrimu juga punya hak. Faquladzi haqqin haqqo. Maka berikanlah masing-masing haknya. Nah, dan ini dalil bahwasanya Islam adalah agama yang menggabungkan antara kebutuhan rohani dan kebutuhan jasad. Ya, saya pernah ketemu dengan sebagian penganut agama lain. Saya tidak pengin sebutkan. Tapi saya waktu saya diundang makan sama dia. Kemudian dia buka dua buffet ya. Yang satu buffet haram, yang satu buffet halal. Dia bilang, "Ustaz, jangan situ ustaz. Itu bagian haram. Sini bagian halal." Tayib. Saya makan sama dia. Saya ngobrol kemudian mulai kita bicara. Saya bilang, "Bisakah kamu menjalankan agamamu 100% murni?" Kata dia enggak bisa. Kalau ingin menjalankan agama kita, ya harus benar-benar meninggalkan dunia yaitu bertapa dengan sekian lama. Kemudian kita dalam Islam siapapun bisa menjalankan agama dengan sempurna. Apakah dia raja, apakah dia sebagai pekerja, apakah sebagai pegawai, dia bisa menjadi pelaksana Islam yang sem sempurna. Karena Islam ketika mengajarkan dengan proporsional, itulah keindahan apa? Islam. Bukan hanya memperhatikan rohani, kemudian jasad tidak diperhatikan atau sebaliknya hanya materialistis kemudian rohani tidak diperhatikan. Tetapi semuanya diperhatikan masing-masing punya hak. Dan ketika kita menjalankan hak jasad, hak istri pun karena Allah Subhanahu wa taala. Ternyata Allah meletakkan pahala pada aktivitas duniawi kita. Seorang presiden kalau menjalankan tugas sebagai presiden yang adil, dia dapat pahala banyak. Seorang menteri pun demikian. Seorang kepala rumah tangga, seb seorang istri ketika ngurus ee rumahnya, ngurus anak-anaknya, ngurus suaminya, dia dapat pahala. Sehingga pahala bukan cuma puasa sunah, bukan cuma salat malam, cuma bukan cuma baca Quran. Dan ini indahnya Islam sehingga Islam sempurna bisa dikerjakan oleh siapapun. Bahkan seorang budak dia bisa menjalankan Islam secara sempurna ketika dia bertugas sebagai budak dengan budak yang yang baik. Oleh karenanya bisa jadi antara majikan dengan pembantu-pembantunya lebih afdal di sisi Allah daripada majikannya. Bisa atau tidak? Bisa saja. Bisa saja. Ya. Oleh karenanya inilah keindahan Islam. sehingga Salman menjelaskan bahwasanya siapa yang berlebihan dalam satu ee porsi ibadah akan menumbalkan yang yang lain. Dan ini juga dalil bahwasanya ibadah bukan ikut perasaan kayaknya saya nyaman nih kalau salat malam terus dari awal nyaman. Bukan masalah nyaman. Kau punya kewajiban yang lain. Ada orang saya pengin dakwah gak pulang-pulang nyaman. Ya masalah nyaman ya istrimu kau tinggalkan. Saya pernah ada seorang wanita ngeluh sama saya tentang suaminya. Dia bilang, "Ustadz, suami saya ini sampai berbulan-bulan ninggalkan saya." katanya berdakwah. Saya bilang, "Ibu nasihati, Mas. Saya juga butuh senyuman. Saya juga butuh kemesraanmu. Saya juga butuh pelukanmu." Kata istrinya pada saya, "Saya sudah nasihati, Ustaz." Terus kata dia, "Kamu harus sabar. Dulu Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar 27 tahun." Oh, [tertawa] kalau gitu repot ini baru 3 bulan, 4 bulan sudah protes. Nabi Ibrahim berapa tahun? 27 tahun. dari mana perkata saya juga enggak tahu itu. Saya bilang, "Ya Allah, Nabi Ibrahim khusus. Allah perintah secara apa?" Khusus karena ada tujuan kamu. Kamu yang perintahkan kamu siapa? Suruh kasihan ya. Jadi ibadah bukan kita nyaman. Saya nyaman, jauh dari rumah, jauh dari istri, sibuk baca Quran enggak ya? Kau punya kewajiban kalau enggak jangan kawin. Kalau kau kawin ya ada peraturan, ada ngurus anak, ada ngurus is istri. Ada juga gitu. Dia pergi berdakwah kemudian dia matikan HP. tawakal nanti istri ada yang ngurus. Ternyata benar istrinya ada yang ngurus. Istrinya sakit, tetangganya yang ngurusin semua. Ini nyata ini saya bicara nyata. Yang ngurusin adalah teta tetangganya. Kan enggak benar seperti itu. Maka seorang harus tahu ketika dia seorang sebagai seorang muslim yang sejati masing-masing ada porsinya. Ada anak diurus, istri diurus, kerabat silaturahmi, gimana caranya? Bukan kemudian mau jadi wali masuk dalam gelap-gelapan rumah kemudian dalam goa gak boleh pakai lampu 4 bulan. Ini wali apa ini? Wali wali murid mungkin [tertawa] ya. Kapan salat berjamaah? Kapan salat Jumat? Kalau masuk dalam goa 40 hari 4 bulan, ya. Menghalalkan yang haram. Tidak boleh makan kecuali yang putih-putih saja ya. Nasi putih air putih. Tempe putih enggak boleh digoreng. Sejak kapan gorengan haram ya, akhi? [tertawa] Jadi maksudnya ini semua bukan dari Islam. Islam enggak jalan kita. Lihat Islam itu profesional. Makanya kalau ada aneh-aneh sufi-sufi an eh ente mau bikin Islam baru. Apa Islam seperti ini? Apa Nabi ngajarin kau begini? Lihat para sahabat gimana mereka bisa buka dunia? Bagaimana bisa berjuang? Bagaimana bisa menguasai dunia bukan dengan sembunyi di goa 4 bulan tidak keluar-keluar. bertapa di mana gak. Mereka berjihad, punya anak istri, mereka bekerja, mereka berjalan sebagai seorang manusia yang punya tugas berat. Baru kemudian Islam jaya. Ya, Islam jaya. Kita sudah singgung pada pertemuan lalu ketika ada yang mengatakan, "Saya tidak mau nikah." Rasulullah tegur. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Saya paling bertakwa kepada Allah." Wa ana atawajunisa. Sementara saya nikahi para wanita. Bukan satu, saya nikahi para wanita. Saya lebih bertakwa kepada Allah. Bukan berarti kalau mau bertakwa harus tidak punya is istri. Ingat jomblo ya. Tib. Jadi ee kata Nabi sallallahu alaihi wasallam sodqah Salman. Benar Salman. Maka seorang harus seimbang. Jangan berlebihan pada satu porsi sehingga menumbalkan porsi yang porsi yang lain. Tib kita lanjutkan hadis terakhir pada hadis yang panjang. Wa anan Abi Muhammad Abdillah bin Amr bin Ash. Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma. Jadi ada sahabat namanya Abdullah banyak. Ada yang suka meriwayatkan hadis adalah Abdullah bin Mas'ud. Ini yang senior Abdullah bin Mas'ud, Abu Abdurrahman. Kemudian adalah Abdullah bin Umar. Abdullah bin Umar anaknya Umar bin Khattab. Makanya Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. Kita bilang bukan radhiallahu anhu, radhiallahu anhuma. Yaitu dua. Semoga Allah meridai dan meredai bapaknya. Kemudian adalah Abdullah bin Abbas ini juga radhiallahu taala anhuhuma. Karena Ibnu Abbas juga sahabat, bapaknya juga Alabbas juga ee sahabat ya. satunya Abdullah bin Amr bin Ash. Ini Abdullah bin Amr bin bin Ash radhiallahu anhuma. Ada yang lain tapi tidak meriwayatkan banyak e hadis seperti Abdullah bin Jafar anaknya Jafar ee at Thayaryar Jafar bin Abi Thalib ya. Ee tapi yang terkenal empat ini yang sering mati hadis Abdullah bin Mas'ud, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr bin Ash. Bahkan Abdullah ibn Ash ini riwayatnya sangat banyak. Sampai datang dalam sebagian riwayat kata ee Abu Hurairah radhiallahu taala anhu ya beliau berkata, "Ma kana ahadun makana ahadun aksar hadisan Rasul sahu al wasallam minni illa Abdullah bin Amr bin Ash waana yaktub wala aktub kata Abu Hurairah, "Tidak ada seorang pun yang lebih banyak hadisnya daripada aku kecuali Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma." Kenapa? Karena dia nulis, aku enggak nulis. Jadi Abu Hurairah mengandalkan hafalannya karena Nabi pernah mendoakan dia supaya dia tidak lupa. Tetapi Abdullah bin As dia tulis sehingga dia juga banyak minal mukirin termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadis. Kemudian di antara keutamaan Abdullah bin Amr bin Ash dia masuk Islam sebelum bapaknya. Bapaknya Amar bin Asuk Islam belakangan ya. Entah tahun keet7uh atau tahun ke-8an pokoknya belakangan Hijriah. anaknya masuk Islam terlebih terlebih dahulu ya. Anaknya masuk Islam terlebih dahulu ya. Maka Abdullah bin Amr bin Ash Abu Muhammad berkata, ukhbiran Nabiu sallallahu alaihi wasallam anni. Kata dia dikabarkan kepada Nabi sampai kabar kepada Nabi itu Nabi dikabarkan bahwasanya aku berkata wallahian wumila mau. Saya pernah bersumpah demi Allah aku akan senantiasa puasa setiap hari dan aku akan salat malam setiap malam selama hidupku saking ibadahnya luar biasa. Pokoknya puasa tiap hari, salat malam tiap tiap hari. Maka ini sampai kepada Nabi dan Nabi tidak cuek. Nabi kalau ada berita dia dia nasihun amin adalah seorang nasih ingin yang terbaik bagi umatnya, bagi para sahabatnya. Sudah pernah sampai kita kabarkan pengajian sebelumnya ketika ada yang mengatakan, "Aku tidak akan nikahi wanita. Aku akan salat malam tidak tidur. Aku akan puasa setiap hari." Rasulullah tegur tegur mereka itu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Mad'un dan kalau tidak salah Abdullah bin Amr bin Ash saya lupa tiga orang yang ditegur oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Di antaranya ini sampai kepada Nabi berita, "Aku pernah berkata demikian ya dinukil kepada Nabi." Maka Nabi pun berkata kepadaku, "Antalladzi qultaalik." Kau telah mengatakan demikian. Demikian ya. lahu bi an rasulullah benar aku telah mengucapkannya ngaku kabar sampai rasulahu tadi mengatakan demikian kata dia kata abdah bin ab benarqaka kata nabi kau tidak bakalan mampu melakukannya mana puasa tiap hari salat malam tiap malam fasum wa aftir maka berpuasalah dan berbuka wam wakum jangan salat malam dari awal sampai subuh Tapi tidurlah dan bangunlah. Kemudian Rasulullah kasih solusi yang mudah. Subhanallah. Ini ini saran dari Nabi. Kalau saran dari Nabi terbaik atau tidak terbaik? Nabi mengatakan yang sangat mudah. Akhirnya nanti Abdullah Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma menyesal karena tidak mengambil saran Nabi. Kata Nabi, "Wasum minasyahri ayyam." Berpuasalah sebulan 3 hari aja. Faal hasan biasri amsaliha. Sesungguhnya pahala dilipat-gandakan 10 kali lipat. Kalau kau puasa 3 hari dalam sebulan seperti satu bu 1 bulan. Karena 3 * 10 30. 1 bulan berapa hari? 30 hari. Kemudian kata Abdullah bin Amr bin As eh kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Wzalika mluamid dah." Dan kalau kau tiap hari, tiap bulan puasa 3 hari, tiap bulan 3 hari, tiap 3 hari maka kau seperti puasa setahun penuh. Kalau tiap berarti selama-lamanya kau puasa. Akan-akan tiap hari kau puasa. Karena alan karena satu kebaikan dibalas 10 kali lipat. Kata Abdullah bin Amr bin As ya Rasulullah aku lebih mampu daripada ini. Cuma 3 hari sebulan. Kata Rasul sahu al wasallam, fasum yauman wair yaumain. Kalau kau memang semangat kata Rasulullah puasa sehari berbuka du hari. Ini juga boleh. Jadi ada di antara puasa 3 hari sebulan lebih tinggi lagi puasa sehari buka dua 2 hari. Ini jarang orang lakukan. Biasanya orang 3 bulan 3 hari sebulan atau puasa Daud ya. Di antara puasa Daud dan puasa 3 hari sebulan ada puasa sehari berbuka dua du hari. Kata Nabi, "Silakan kau berpuasa sehari berbuka du hari." Qullu afdalik. Kata beliau, "Aku lebih mampu daripada Rasulullah." Cuma kata Rasul sahu alaih wasallam, fasum yauman afteruman. Kalau gitu puasa sehari, berbuka sehari. Falika siamu Daud. Inilah puasa Nabi Daud alaihi salam. Wahualdalusam. Ini puasa yang paling terbaik. A'dalusam maksudnya puasa yang terbaik. Wafi riwayatin dengan lafal afdal. Wahua afdolus siam. Ini puasa yang paling afdal. Faqulu aku berkata. Fa inni utiqu afd minalik. Saya mampu lebih daripada Rasulullah. Lebih dari puasa sehari berbuka. Sayaap mampu tiap hari pua puasa. Faqata kata Rasulull sallahu alaihi wasallam, "La afdal tidak ada yang lebih baik daripada ini. Ini puasa terbaik ini sehari puasa, sehari berbuka." Kemudian kata setelah itu Abdullah bin Amr bin Asa. Ternyata puasa setiap hari reot. Dia berkata, Rasul wasam ahli. Seandainya waktu itu saya terima tawaran Nabi puasa 3 hari setiap bulan. Se saya terima waktu itu lebih saya sukai daripada keluargaku dan hartaku seluruhnya. Cuma qadarullah dia tidak terima waktu itu. Coba kalau dia terima, iya Rasulullah kan sudah. Rasulullah tidak menawarkan kecuali yang terbaik. sudah ringan pahalanya ba sekarang dia susah. Dalam riwayat yang lain Rasulullah berkata, "Alam ukhbar annaka tasumun nahar wa taquumul lail." Bukankah benarkah aku telah dikabarin kau puasa sunah? Puasa tiap hari dan malam kau malam suntuk salat. Qultu bala ya Rasulullah. Benar. Kata Abdullah bin Abdul As benar ya Rasulullah. Q fala taf'al kata nabi jangan kau lakukan sum aftir. Berpuasalah dan berbukalah wam wakum. Tidurlah dan salat malamlah. Faasadika alaika haqqon. Sesungguhnya jasadmu punya hak. Subhanallah. Sama seperti perkataan siapa? Salman. Yang butuh istirahat. Jangan dari bada isya langsung salat malam sampai subuh. Wa ininaika alaika haqqan. Sesungguhnya matamu juga punya hak. Ya akhi. Ini yang mata kasih Allah bukan kau bikin sendiri. Yang kasih siapa? Allah. Harus dijaga. Dia punya hak untuk istirahat. Dia punya hak untuk istirahat. Wa inna lizaujika alaika haqqon. Istrimu juga punya hak untuk kau meserai, untuk kau gauli, untuk kau obrolin. Ya. Ya. Kalau sekarang jomblo enggak punya hak, enggak ada masalah. Istrinya enggak ada. Wa inna liurika alaika haqqon. Dan tamumu juga punya hak. Wa inna biasbika fihaam. Sungguhnya cukup bagimu. Perhati kata Nabi, cukup bagimu untuk puasa sebulan 3 hari. Setiap kebaikan dilipat gandakan 10 kali. Dan itu sama seperti puasa setahun penuh atau puasa seumur hidup. Fasyadatuadu kata Amar Abdullah bin Abbas, "Saya memaksakan diriku." Saya bilang, "Saya lebih kuat, saya lebih kuat, saya lebih kuat." Akhirnya saya pengin puasa tiap hari alai akhirnya aku pun berat sendiri, aku pun susah sendiri. Ya Rasulullah, inni ajidatan. Ketika Rasulullah tawarkan 3 hari, kata dia, "Ya Rasulullah, saya punya kekuatan." Kata Rasul wasallam, "Sum siama nabiillahi dauda w tazid alaihi." Puasalah seperti Nabi Daud, jangan kau tambah lagi. Yaitu sehari berbuka, sehari puasa. Wasamu Daud. Kata Abdullah bin Abdul Ash. Apa itu puasa Daud? Kata Nabi, "Nisfud dah." Itu setengah tahun. Karena sehari berbuka, sehari berpu puasa. Fakana Abdullah yaqu ba'da ma kabir. Maka Abdullah bin Amr bin Aselah tua dia berkata, "Ya laitani qobiltu ruks rasulah sallallahu alaihi wasallam." Seandainya dulu saya terima tawaran Nabi sallallahu alaihi wasallam, dia menyesal dan memang saya paksakan diri, akhirnya saya capek sendiri, susah dan dia pengin komitmen akhirnya susah sendiri. Ketika dia sudah tua, dia puasa Daud sudah susah. Karena dia dia akhirnya puasa Daud dan sudah susah. Wafi riwayatin dalam riwayat yang lain, alam ukhbar annakumudah waqraul qurana lailah. Ternyata bukan cuma bukan cuma puasa aja, baca Quran juga luar biasa. [tertawa] Kata Nabi, "Bukankah telah sampai kabar kepadaku? Ternyata kau puasa setiap hari dan ternyata sehari semalam kau khatamkan Quran dalam semalam." Kata dia, "Bala ya Rasulullah." Benar ya Rasulullah. Walam urid balzalika khair. Saya melakukannya saya tidak berharap kecuali kebaikan. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Fasum nabiah Daud." Berpuasalah seperti puasanya Nabi Daud. Fainnahuana a'badanas. Nabi Daud adalah orang yang paling rajin beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Rasulullah berkata lagi, "Waqrail qurana fi syahr." Tak khatamkan Quran setiap bulan. Ini di antara dalil bahwasanya kita boleh setiap hari satu juz. Kalau kita mau bagi sebulan 30 hari silakan ya sehari sejuz boleh ya. Semampu kita. Rasulullah tawarkan. Ini tawaran paling baik yang mungkin bisa dilakukan oleh setiap kita sehari satu juz ya. Kecuali kecuali hari-hari tertentu seperti Ramadan kita boleh banyak. Tapi kalau selain Ramadan kita ber sehari satu satu juz. Karena kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Waqroil qurana fi kulli syahr." Khatamkan Quran setiap buulan. Qulu ya nabi Allah inni inni utiqu afdalik. Ya Rasulullah aku lebih mampu daripada ini. Q faq isrin. Kalau gitu khatamkan Quran setiap 20 hari. Setiap 20 hari. U ya nabiallah inik kata dia, "Ya Rasul, saya lebih mampu daripada ini." Rasul mengatakan, "Faqra, bacalah setiap 10 hari khatam Quran." Berarti satu hari tüz ya Nabi Allah inni utolik. Saya mampu lebih daripada ini. Subhanallah. Kalau kita mungkin Nabi bilang sebulan khatam Quran bisa 2 bulan enggak ya Rasulullah? [tertawa] Kalau kita yang penting pahalanya sama ya Rasulullah ya. Subhanallah. Ini dia gak Rasulullah bilang sekian mau lagi mau lagi mau lagi mau lagi. Luar biasa semangat ibadahnya luar biasa. Ini Abdullah bin Abbas ya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam faqrau fiin wid paling terakhir tu hari khatam. Jangan lebih daripada itu. Aku ternyata maksakan diriku akhirnya aku susah sendiri. Kata siapa? Abdullah bin Amrul. Waq Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah berkata innaka umur. Ya kau tidak tahu bisa jadi umurmu panjang. Harusnya kalau kau sudah umurmu panjang sudah tua susah nanti. Susah nanti. Maka Rasulullah ingin kalau seorang bisa komitmen dari muda sampai tua dengan ibadah yang terus itu lebih Allah suka sukai dan ternyata umurnya panjang. Q fasirtualladzi q lin nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka jadilah aku berumur panjang sebagaimana yang Nabi ucapkan. Falamma kabirtu waduqil Nabi sallallahu alaihi wasallam. Setelah saya tua saya berangan-angan seandainya dulu saya menerima tawaran Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dalam riwayat yang lain kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wa inna liwaladika alaika haqqan." Sesungguhnya anakmu juga punya hak. Jadi yang hak perhatikan banyak. Kata Nabi tadi, "Jasad punya hak, mata punya hak, tamu punya hak, istri punya hak, anak juga punya punya hak." Banyak hak harus diperhatikan. Wafi riwayatin laama manal abad salasan. Tidak ada puasa bagi orang yang puasa setiap hari. Puasa setiap hari ini maksudnya kalau terus-terusan. Tapi kalau ada hari-hari tertentu seperti Ramadan tiap hari, seperti puasa 6 hari Syawal boleh tiap hari, puasa 9 hari Zulhijah juga boleh tiap hari. ini puasa misalnya t hari ee Asyura 9 dan 10 boleh 2 hari berturut-turut. Itu namanya puasa yang ada sebabnya. Seperti puasa kafarah 2 bulan berturut-turut juga boh ya. Ya. Seperti puasa kafarah sumpah, puasa 3 hari juga boleh. Tapi secara umum tidak boleh puasa tiap hari kalau tidak ada se sebab. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Tidak ada puasa bagi orang yang puasa setiap hari selama-lamanya. Enggak ada." Wafi riwayatin bahkan tiga kali Nabi ulangi wafi riwayatin kata dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda ahabusamiallahi taalaamu Daud puasa yang paling dicintai oleh Allah puasanya Nabi Daudahi taala Daud puasa yang paling dicintai Allah salat yang paling dicintai Allah salatnya Daud bagaimana salatnya malam Nabi Daud alaihi salam kanafil dia tidur dulu setengah malamu kemudian beliau salat sepertiga malamus kemudian dia tidur lagi seper 1/6 malam. Jadi beliau bagi malam jadi tiga. Seper setengah malam buat tidur, sepertiga malam buat apa? Salat. 1/6 malamnya lagi buat ti tidur. Ini boleh. Ini cara Nabi Daud. Nabi Daud begitu. Jadi tidur salat tidur lagi. Kalau Nabi tidak. Nabi sallallahu alaihi wasallam tidur nanti baru di akhir malam salat sampai su subuh. Tapi Rasulullah berbaring ketika azan subuh. Boleh dua-duanya boleh ya. Boleh. Sesuai kemudahan. Manfaatnya kalau model Nabi Daud bangun salat tidur lagi subuh segar. Subuh segar ya. Ya. Karena sudah sempat istirahat. Tapi kalau lanjut tengah malam akhir sampai subuh biasanya agak ngantuk-ngantuk ya. Agak ngantuk-ngantuk. Masing-masing punya jalan secara sendiri-sendiri ya. Secara sendiri-sendiri bebas saja. Kalau sebagian kita setengah malam tidur, sepertiga malam tidur, seperenam tidur lagi. [tertawa] Bangun tengah malam, lihat jam, ah tidur lagi. Masih panjang. Ah, sudah setengah malam lewat sepertiga malam bangun lagi. Oh, masih panjang tidur lagi. Baru sampai azan subuh baru bangun dengan semangat. Kemudian wana yumu yauman yauman. Dan Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari. Wala yafirru id laqo. Dan dia tidak kabur ketika bertemu dengan musuh. Wafi riwayat riwayat yang lain. Kita habiskan hadisnya. Qala kata Abdullah bin Amr bin Ash angkahani abi ayahku yaitu Amr bin Ash menikahkan aku dengan imraatan hasab dengan seorang wanita yang punya kedudukan. Ada yang mengatakan wanita Quraisy. Wanita Quraisyah. Imratun Quraisyah itu punya eh nasab yang tinggi. Wakana yataahadu kannatahu. Dan bapakku sering ngecek-ngecek mantunya. Tanya-tanya dia nikahkan sama Abdullah bin As. Dia ngecek-ngecek mantunya. Fayas'alu an ba'liha. Maka dia tanya kepada pemantunya tersebut tentang suaminya. Mesti tentang aku maksudnya. Jadi Abd mengatakan, "Ayahku menikah aku dengan seorang wanita dari Quraisy. Ayahku sering ngecek-ngecek tentang wanita tersebut. Nanya wanita tersebut tentang suaminya." Maksudnya suaminya siapa? Ya saya maksudnya. Jadi tanya tentang anaknya. Fataqul lahu. Perhatikan sini bagaimana kata-kata lembut dari istrinya Abdullah bin Abdul Ash. Bahwasanya ternyata Abdullah bin As saking rajin ibadah dia seperti Abu Darda. Ternyata tidak juga mendekati apa istrinya. Apa kata istrinya? nikmulu minulin lam yat lana firan walam yufattis lanafan atainahu kata dia, "Sebaik-baik lelaki suamiku." Dia tidak bilang suamiku. Dia bilang, "Sebaik-baik laki adalah seorang lelaki yang tidak pernah meletakkan kasur buatku [tertawa] dan tidak pernah membuka tiraiku." Tapi dia bilang, "Sebaik-baik apa?" Arnya rajin ibadah. rajin ibadah sampai tidak sempat meletakkan apa tempat tidur buatku dan tidak sempat membuka tiraya apa kamarku. Gampangnya demikian sejak sejak sejak kami mendatanginya seperti itu. Dan subhanallah dia tidak pernah ngeluh ini perempuan. Dia kapan ngeluh? Ketika ditanya oleh mertuanya dan dijawab dengan baik, "Sebaik-baik lelaki anakmu rajin ibadah. Saking rajin ibadah tidak sempat buka tirai kamar." [tertawa] Subhanallahnya kata-katanya itu baik. gitu loh. Kata anakmu, anakmu katanya [tertawa] nasib nasib apa sehat suami seperti anakmu ini. Waduh parah anakmu ini. Falam thaalika alaih. Dan ternyata masih berlanjut. Ternyata lama Abdullah bin As seperti itu. Apalagi mengatakan sejak kami berumah tangga gak pernah. Akaralika Nabi. Akhirnya ayahku yaitu Amr bin As radhiallahu anhu melaporkan kepada Nabi. Jadi Abdullah namanya Abdullah bin Amr bin Ash bin Wail. Abdullah sahabat. Amr sahabat. Al-As kafir. Ya. Jadi kakek mereka kafir. Tib. Maka berkata e kata Abdullah tentang ayahnya karena sudah lama seperti itu akhirnya dilapor kepada Nabi. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ilqani bihi, temukan aku dengan anakmu." Aku pun datang dipanggil aku pun menemui Nabi setelah itu. Faqala kaifasum. Rasulah tanya dulu, "Bagaimana kau puasa?" "Tiap hari, ya Rasulullah, tiap hari. Q kaifaim. Bagaimana kau baca Quran? Khatam Quran laila tiap malam. Luar biasa. Kapan dekatnya istri? Kalau begini coba bagaimana puasa tiap hari? Tiap hari salat malam. Mungkin sambil salat malam dia khatamkan Quran. Luar biasa. Wakar nahwaq wana yaqra ala ba ahli. Akhirnya setelah dia tua dia menyesal. Seandainya dulu dia menerima tawaran Nabi sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya setelah dia tua dia bacakan untuk istrinya sepertuj Quran setiap apa? Setiap hari. Alladzi yaqrauhu minhariakuna akaiil. Dan ini caranya Abdullah bin Abdul Ash. Dia bacakan murajaah sama istrinya. Dikatakan yaq ahli dia bacakan kepada sebagian istrinya. Mungkin dia punya istri lebih dari satu. Dia bacakan sebagian istrinya sepertuj qur Quran. Sepertujuh Quran berapa juz tuh? bagi aja punya sepertujuh Quran sehingga dalam 7 hari Quran setelah khatam. Dia baca sepertujuh Quran ya dibacakan kepada istrinya agar memudahkan dia ketika salat ma malam. Waidza arada anyataqwa. Kalau dia pengin kuat puasa afar ayyaman wa ahsa. Maka dia tidak puasa berhari-hari. Kemudian dia hitung berapa hari dia libur puasa. Was mlahunna. Kemudian dia pun ee berpuasa berturut-turut sesuai dengan hari yang dia tinggalkan. Karohian alai Nabi sallallahu alai was dia tidak pengin merubah komitmen dia. Karena ketika Nabi meninggal, ketika dia berhidup bersama Nabi, dia puasanya puasa Daud. Ya. Maka dan dia dalam baca Quran ee 7 hari ha khatam dan dia komitmen dan dia merasa berat tapi dia komitmen. Maka kalau dia tidak mampu puasa sehari sehari puasa sehari berbuka maka bagaimana cara Abdullah bin Abdul As? Dia caranya dia libur seminggu, dia puasa seminggu. Libur seminggu misalnya atau dia libur 5 hari dia puasa 5 hari. Sehingga tetap dikatakan puasa Daud. Oleh karena para ulama mengatakan, Ibnu Hajar mengatakan kalau seorang tidak mampu atau dia biasa puasa Daud dan dia komitmen misalnya ternyata ada libur seminggu maka dia nanti di susul belakangan libur seminggu kemudian kalau sudah ada waktu kesempatan dia puasa juga seminggu berturut-turut enggak mengapa dan ini masih dihitung sebagai puasa daun. Jadi kalau tidak mampu puasa sehari berbuka sehari maka boleh digilir langsung rentetan se rentetan libur rentetan puasa. Makanya kalau dia libur, dia hitung berapa hari kemudian dia akan puasa ee sebagai ee apa untuk menambal kekurangannya. Kata Imam Nawawi rahimahullahu taala, riwayat shahiatun. Semua riwayat yang disebutkan dia adalah shahi kebanyakanahihahin sahih Bukhari Muslim ahadima dan sedikit dari salah satu dari keduanya. Ini saja ikhwan dan akhir yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala ya. Kisah dua sahabat yang sangat rajin beribadah luar biasa. Siapa tadi? Abu Darda dan Abdullah bin Abdul Ass. Namun ternyata mereka keliru ya. Tapi lihat bagaimana komitmen Abdullah bin Abdul Ash. Ketika dia komitmen, dia bilang, "Saya kuat." Sampai dia tua dia tetap puasa da Daud. Dan sampai dia tua, dia tetap khatam Quran dalam waktu tuuh 7 hari. Tapi dia menyesal seandainya dia terima dulu rukhsah dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia tidak pengin merubah kebiasaan dia. Karena terakhir dia ketemu Nabi, kebiasaannya seperti ini. Maka dia berusaha bertahan. Demikian. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.