Bekal Seorang Mukmin - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
7S0RCWP5MJ4 • 2025-11-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukr ala taufihi asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasuluh da
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Pada kesempatan pagi hari ini kita
membahas topik dengan judul bekal
seorang mukmin. Ya, ini pembahasan
mengingatkan kita akan namanya
perjalanan. Namanya perjalanan butuh
dengan bekal. Dan dalam
kehidupan ini kita punya dua perjalanan
yang panjang. Yang pertama perjalanan di
dunia
mengarungi kehidupan dunia sampai
selesai.
Kemudian kita lanjutkan lagi perjalanan
berikutnya, perjalanan di akhirat yang
jauh lebih panjang. Yang jauh lebih
panjang.
Dan dua perjalanan ini diisyaratkan di
antaranya dalam firman Allah Subhanahu
wa taala, watazawadu fainna khairad
taqwa wattaquuni ya ulil albab.
Ketika Allah berbicara tentang haji,
Allah berfirman, "Watazawadu."
Berbekallah.
Ya, karena orang haji harus punya bekal.
Kalau enggak punya bekal, dia enggak
bisa haji. Hanya merepotkan orang lain.
Ya. Kemudian Allah mengatakan, "Fain
khairati takqwa." Sebaik-baik bekal
ketakwaan. Sebagian ahli tafsir
disebutnya Alqurtubi rahimahullah.
Adapun firman Allah eh fahair takqwa.
Sebaik-baik bekatlah ketakwaan. Isyarat
pada perjalanan setelah
kematian, yaitu perjalanan di hari
akhirat.
Sehingga haji butuh bekal
dan kehidupan setelah kematian juga
butuh bekal dan sebaik-baik bekal adalah
takwa.
Ee demikian juga seperti dalam
hadis Rasulull sahu alaihi wasallam
mengisyaratkan tentang
dua perjalanan tersebut. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kun fid
dunya kaannaka goribun a abirusil."
Jadilah kau di dunia seperti orang asing
atau hanya orang yang numpang lewat. Ya,
orang yang numpang lewat. Berarti dunia
harus dilewati tetapi hanya sebentar
seperti orang yang numpang lewat karena
akan melanjutkan perjalanan yang lebih
panjang yaitu perjalanan setelah
kematian.
Demikian juga ketika Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam didatangi
oleh Ibnu Mas'ud dan Rasulullah tidur
dalam di atas tikar yang tipis yang
terbuat dari daun kurma yang dipilin ya.
Maka terlihat bekas di
lambung Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka Ibnu Masud mengatakan, "Ala
natakan,
ya Rasulullah, tidakkah kami siapkan
bagi engkau kasur yang huk?" Ya kata
rasul sahu alai wasallam walid dunya apa
urusanku dengan dunia inama matali
dunya istta
syajaratinha
fatarakaha urusanku dengan dunia
sesungguhnya perumpamaanku dengan dunia
seperti seorang pengembara
yang sedang bersafar kemudian mampir
sebentar di bawah sebuah pohon tidur
sebentar kemudian dia pergi meninggalkan
pohon tersebut yaitu Rasulullah
menyebutkan Kan
dunia ibarat seperti tempat istirahat
sebentar di bawah sebuah pohon yang
tidak perlu terlalu nyaman karena cuma
sebentar. Masih ada perjalanan yang
panjang setelah setelah itu. Tentunya
hanya orang yang bodoh yang menemu
perjalanan tanpa bekal,
dia tidak akan bisa sampai pada tujuan.
Oleh karenanya
pada pembahasan kali ini kita akan bahas
tentang bekal seorang mukmin dalam dua
perjalanannya. Tentunya pembahasan ini
sangat panjang. Makanya Ibnu Qayyim
menulis buku judulnya Zadul Ma'ad fi
Khairi eh fi hadi khairil ibad.
Perjalanan
hari kebangkitan.
Zadul maad. Zat artinya bekal yaitu
bekal perjalanan hari kebangkitan.
Ternyata buku Zadul Ma'ad yang
berjilid-jilid tersebut isinya semua
sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam
ya. Dari sirah Nabi, sunah Nabi ya dari
perkara-perkara sepele sampai
perkara-perkara besar. Intinya Ibnu Kaim
ingin mengatakan bekal terbaik adalah
menempuh meniti sunah Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.
Oleh karenanya kalau kita bilang bekal,
semua ajaran Islam adalah bekal. Tapi
pada kesempatan kali ini saya ingin
menyampaikan poin-poin penting yang
menurut saya perlu kita tinjau kembali,
perlu kita renungkan kembali
agar perjalanan kita mungkin lebih baik.
Safar kita di dunia dan safar kita di
akhirat semoga menjadi lebih lebih baik
ya.
Adapun perjalanan pertama ya safar di
dunia, perjalanan dunia ya yang kita
tidak tahu mungkin sudah sebentar lagi
selesai ya.
Entah sudah tinggal berapa lama lagi
perjalanan kita
ya.
Ibu-ibu yang usianya sudah 60 coba
angkat tangan.
Ah, udah entar lagi itu biasanya
Bapak-bapak yang sudah di atas 60
ada entar ya. Biasanya entar lagi
biasanya.
Tapi kita enggak tahu kadang-kadang yang
rambutnya masih hitam semua diluan
sampai kita enggak ada yang tahu. Tapi
perjalanan kita akan sampai pada titik
yang sama, sampai pada tujuan kita semua
ngantri dalam rel kematian
dan tidak ada yang keluar dari rel
tersebut. Hanya saja kita tidak tahu
siapa yang depan, siapa yang belakang.
Tetapi
qul innal mautalladzi tafirruna minhu
finnahu mulaqikum.
Katakanlah bahwasanya kematian yang
kalian lari darinya pasti menemui kalian
dari depan.
Jadi kematian mengejar kita. Kata Allah,
"Ainama takunu yudrikumul maut." Di
manapun kalian pergi, kematian mengejar.
Bukan cuma mengejar, dari depan dia
nungguin ya. Dia sudah kejar dari
belakang, kita sudah kabur tahu-tahu
datang dari depan. Ya, qul innal
mautadzi tafiruna minhu fnahu mulaqum.
Sesungguhnya kematian yang kalian kabur
darinya, dia akan menemui kalian dari
depan. Terus mau ke mana? Mau kabur
dikejar dari belakang, kabur tahu-tahu
datang dari dari depan.
Jadi masalah safar tersebut bisa saja
berhenti kapan kapan-kapan.
Saya kemarin baru ketemu kawan
termasuk hobi olahraga. Ustaz baru
kemarin kawan usia 52 apa 50 sekian
meninggal dunia. Padahal olahraga lari
sepekan dua kali atau tiga kali.
Meninggal pas lari.
Ya kalau sebagian kita kan cuma lari
dari kenyataan.
Ini lari beneran dia lari beneran terus
meninggal. Banyak orang olahraga pengin
lari dari kematian malah meninggal
dunia.
Oleh karenanya
sementara ada sebagian orang yang tidak
olahraga umur panjang ya bukan berarti
saya bilang jangan olahraga ya. Maksud
saya apapun yang kita lakukan usaha itu
namanya ikhtiar tapi ajal di tangan
Allah subhanahu wa taala.
Maka
safar yang di dunia ini yang sedikit ini
ya 60 70 tahun
harus kita perhatikan karena dia adalah
penentu untuk safar berikutnya
dan bekal untuk safar berikutnya kita
kumpulkan dalam kehidupan ini. Safar
bekal untuk safar yang panjang
kita hanya bisa kumpulkan di dunia ini.
maka kita harus serius ya.
Di antara hal yang mungkin perlu ee
kita renungkan kembali tentang kenapa
kita diciptakan
kita ketap diciptakan kita diciptakan
untuk apa, ikhwan dan akhwat? Untuk
beribadah kepada siapa? Allah. Untuk
beribadah kepada Allah. Salah satu
tujuan untuk beribadah kepada Allah.
Salah satu tujuan di antara bentuk
ibadah yang paling agung adalah
mengenali Allah. Mengenali Allah.
Makanya Allah berfirman,
"Ya, wama khalaqtul jinna wal insa illa
liyab'budun." "Tidaklah kuciptakan jin
dan manusia kecuali untuk beribadah
kepadaku." Kata Allah Subhanahu wa
taala. Ada seseorang merenungkan, dia
bilang, "Tidaklah
Allah ciptakan apapun
kecuali ada tujuannya." Allah enggak ada
ciptakan sesuatu batila. Rbana ma
khalaqta h bat. Ya Allah tidak ada kau
ciptakan ini sia-sia. Kau ciptakan
langit ada tujuannya.
Engkau ciptakan matahari ada tujuannya.
Engkau menciptakan rembulan ada
tujuannya.
Engkau menciptakan oksigen ada
tujuannya. Engkau menciptakan tanah ada
tujuannya. Engkau menciptakan sebagian
ee misalnya logam-logam ada tujuannya,
semua ada tujuannya, ada fungsinya ya.
Matahari ada tujuannya, remulan
tujuannya, maka kita juga diciptakan ada
tujuannya.
Kita juga diciptakan tujuannya.
Tujuannya adalah untuk beribadah kepada
Allah. Nah, maka ini yang perlu mungkin
kita renungkan kembali. Sudahkah saya
hidup di atas muka bumi ini
mewujudkan tujuan tersebut?
Seharusnya seluruh aktivitas kita adalah
untuk ibadah kepada Allah.
Seharusnya kita sebagaimana firman
Allah, qul inna shati wausuki wahya
matillahi rabbil alamin. Katakanlah
sesungguhnya hidupku, matiku, hidupku,
matiku hanyalah untuk siapa? Allah.
Salatku, sembelihanku, hidupku dan
matiku hanya untuk Allah. Seharusnya
setiap aktivitas kita bernilai ibadah.
Seharusnya demikian.
Seharusnya setiap waktu yang kita lewati
harusnya ibadah kepada Allah. Harusnya
ibadah kepada Allah. Nah, kita renungkan
kembali.
Ternyata banyak sekali waktu-waktu kita
yang terbuang yang tidak bernilai
ibadah.
Maka mulai dari sekarang coba kita
ingat-ingat kembali ayat ini. Saya
diciptakan buat apa? Untuk ibadah kepada
Allah. Maka berusaha seluruh aktivitas
adalah untuk cari pahala.
sampai misalnya minum kopi, saya minum
kopi, saya suka kopi, tapi saya pengin
dapat pahala dengan kopi ini supaya apa?
Supaya ngisi kajian tidak ngantuk.
Kalau saya niatkan gitu dapat pahala ya.
Atau seorang misalnya minum kopi
berlezat-lezat, ah saya minum kopi
lezat-lezat, ini halal supaya saya tidak
minum yang pahit, yang khamar. Dapat
pahala
semua tergantung apa? Ni niat. Innamal
a'malu bin niat.
Saya olahraga supaya apa? Supaya kuat
untuk ibadah, supaya sehat, bisa bangun
salat malam, bisa beraktivitas ngurus
anak istri, bisa berbakti kepada orang
tua, olahraga, berkeringat karena Allah,
dapat pahala. Ini kita bicara perkara
peraduniawi.
Mulailah kita renungkan
bahwasanya
kita berusaha segala aktivitas kita
karena karena Allah. Ini bekal kehidupan
kita dalam perjalan dunia. Usahakan
setiap aktivitas kita bernilai pahala.
Sampai perkara-perkara yang menunjukkan
seakan-akan jauh daripada ibadah seperti
kemesraan suami istri juga bernilai
pahala. Seperti firman Allah Subhanahu
wa taala, "Nisaukum harul lakum fau
harsakum anasum." Sesungguhnya istri
kalian adalah sawah ladang kalian, maka
datangilah sawah ladang kalian
sebagaimana yang kalian sukai. terserah
bagaimana caranya, kapan kalian ingin
datangi. Kemudian kata Allah, setelah
itu, "Waqaddimu lianfusikum dan
persembahkanlah buat diri kalian amal
saleh."
Bayangkan setelah Allah sebutkan tentang
ayat anjuran untuk mendatangi istri,
setelah itu Allah sebutkan waqadimu
lianfusikum. Persembahkanlah untuk diri
kalian amal saleh. Maka para ulama
membahas dalam buku tafsir apa amal
saleh yang bisa diraih di balik
berhubungan dengan istri.
Maka mereka sebutkan, "Seorang akan
mendapatkan pahala ketika berhubungan
intim dengan istri. Jika misalnya
niatnya untuk mendapatkan anak yang
saleh, dapat pahala." Misalnya agar dia
menyalurkan hasratnya di cara yang benar
untuk menghindarkan diri dari zina, maka
dapat pahala. Misalnya untuk agar bisa
mesra, mengambil hati istri,
menyenangkan istri, maka dia dapat
pahala. Banyak bisa didapatkan. Sehingga
kegiatan tersebut yang seakan-akan jauh
dari nilai pahala, ternyata di balik itu
juga ada pahala. Makanya Rasul wasam
mengatakan ahadikumqah
engkau menggauli istrimu kau dapat
pahala. Sampai sahabat bertanya, "Ya
Rasulullah
ahaduna syahwatahu filali walahu ajrun."
Ya Rasulullah, apakah seorang meletakkan
syahwatnya
di saluran yang benar di istrinya
kemudian dia dapat pahala? Kata Rasul
sahu al wasallam, "Aroitum lahu harami
alaihirun." Bagaimana menurut kalian
kalau dia meletakkan air maninya,
syahwatnya di tempat yang haram, dia
berzina? Bukankah dapat dosa? Kata
sahabat, tentu. Nah, kalau gitu kalau
dia letakkan pada istrinya dapat pahala.
Ini contoh. Maksud saya aktivitas
ini cuma butuh
waktu 1 detik aja untuk renung karena
Engkau ya Allah.
Sebentar. Tapi efeknya luar biasa. Kita
selalu ingat Al Allah. Kita ketemu
kawan, niatkan karena Allah. Ada orang
datang mau ngobrol sama kita, niatkan
karena Allah. Kita mau belanja sesuatu
niatkan karena Allah. Membelikan hadiah
buat istri niatnya karena Allah. Belikan
hadiah buat anak-anak niatnya karena
Allah. Ajak anak-anak jalan-jalan,
niatnya karena Allah.
Supaya anak-anak semangat lagi belajar.
liburan ajak jalan-jalan supaya semangat
lagi belajar. Anak-anak butuh
refreshing. Bukan cuma ibu-ibu aja yang
ke mall. Anak-anak juga butuh
refreshing. Buat semangat untuk belajar
lagi. Jangan sampai sudah di pondok
suruh ngfal. Pulang suruh ngapal lagi.
Waduh bisa stres anak-anak.
Nah, ini contoh
agar bekal kita banyak dengan meniatkan
segala aktivitas kita karena Allah.
Ibu-ibu banyak bisa ibu-ibu lakukan.
Masak niatkan karena Allah. Ngelayani
suami niatnya karena Allah. Bikinkan
kopi buat suami niatnya karena Allah.
Cucikan pakaian suami niatnya karena
Allah. Ngantar makanan suapin suami
niatnya karena Allah. Sikat gigikan
suami niatnya karena Allah. [tertawa]
Kalau suami suka, biarin aja.
Ada suami yang suka aja gak apa-apa ya.
Ada suami yang suka dilayani
ya,
yang suka kaos kakinya dibuka sama
istrinya. Ada yang seperti kalau ada
masalah ya.
Aisyah radhiallahu anha dulu apa?
Menyisir rambut Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Menyemprot apa? Beri menyemprot apa?
Beri banyak wangi kepada tubuh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Aisyah yang
ngisi rambut.
Ini bapak-bapak kasihan rambutnya
panjang. Dia nyisir sendiri. Kasihan.
Istri ke mana, Pak? [tertawa]
Lagi masak ya.
Punya parfum banyak semprot sendiri.
Kasihan.
Harusnya ada istri yang semprotin kan
bagus. Kalau istri yang pakaiin, istri
dapat pahala enggak? Dapat pahala.
Maksud saya sebenarnya banyak hal yang
bisa kita lakukan.
Begitulah agungnya niat.
Begitulah agungnya niat. Nabi berkata,
"Innamal a'malu bin niat." Amalan
tergantung niat.
La ajra illa an hisbah. Kata Nabi,
"Tidak ada pahala kecuali jika ihtisab."
Diniatkan karena Allah subhanahu wa
taala. Bab ini di antara hal yang perlu
kita renungkan kembali sehingga
aktivitas kita semuanya bernilai pahala.
Bapak-bapak yang kerja kalau keluar
rumah pagi-pagi ingin ke kantor, ingin
jualan, ingin market, marketing, ingin
sales. Niatkan saya karena Allah.
Sehingga semua kegiatan kita
keluar dari rumah di botrik matahari
kemudian terkena banyak asap kendaraan
ya, capek menahan rasa kantuk. Ini
pahalanya besar.
Niat karena Allah agar tidak ada waktu
yang terbuang-buang.
Saya tanya sama ibu-ibu, bisakah nonton
film Korea karena Allah? Saya tanya aja,
tanya aja bisa enggak?
Siapa tahu bisa.
Kalau bisa dapat pahala.
Saya tanya dulu, bisa enggak nonton film
Korea karena Allah?
Bisa enggak?
Inilah fungsinya.
Di antara fungsi kalau kita sering niat
karena Allah, kita akan mengontrol
aktivitas kita.
Kalau ini enggak bisa kita larikan
karena Allah, berarti enggak benar.
Berarti enggak benar.
Paham? Saya tanya sama Bapak, bisakah
beli jam harganya R1 miliar karena
Allah?
Coba renungan aja. Bisa enggak
kira-kira?
Susah kan? Susah. Susah.
Sehingga ketika ini karena kalau kita
selalu mengontrol hati kita karena
Allah, banyak hal yang bisa kita filter.
Yang kita filter
ya
susah ya. Oleh karenanya dengan karena
Allah ya hidup lebih berkah,
aktivitas lebih terkontrol, lebih jauh
dari kema kemaksiatan.
Jauh dari kemaksiatan.
Maka sering-seringlah kita berniat
karena dalam perkara sederhana ya.
Ketemu kawan, ajak kawan main di rumah,
olahraga, ngobrol, nyenangkan hati
orang. Ketemu tetangga, salaman, senyum,
kirim kue ke teman, ee ucapin salam
kepada orang miskin. Orang miskin kalau
ada orang kaya salam, dia senang enggak?
Senang. Dia merasa dihargai.
Ada tukang sampah kita. Asalamualaikum,
Pak. Senang enggak tukang sampah? Serus
senang. Tapi kalau antum jalan begini
dia tersinggung.
Dia tersinggung manusiawi.
N dia kerja buat kita
sehingga segala aktivitas berpahala.
Sehingga kita tidak lari daripada tujuan
kita diciptakan. Wama khalaqtul jinna
wal insa illa liya'budun. Antum kira
kita diciptakan begitu? Saya enggak ada
tujuannya dan kita akan dihisab. Allah
mengatakan
abakum
turjaun. Apakah kalian menyangka kami
ciptakan kalian cuma main-main doang?
Abat hanya sekedar senda gurau
bermain-main. Waakum ilun. Kemudian
kalian tidak dikembalikan kepada kami.
Tentu jawabannya tidak benar. Kalian
diciptakan karena ada tujuan. Kalian
akan dikembalikan dan akan dihisab oleh
Allah subhanahu wa taala. Allah
berfirman juga insan
alam yakutumnaqatan
fasawa dan seterusnya.
Apakah manusia menyangka dia diciptakan
begitu saja tanpa ada tujuan?
Tidak diperintahkan, tidak dilarang?
Semua ada tujuannya. Semua ada
tujuannya. Maka pastikan aktivitas kita
semuanya untuk ibadah. Kalau kita pun
terjatuh dalam kesalahan, dosa, apa
ibadah di balik dosa? Bertobat dan
istigfar.
Kalau kita dapat nikmat, apa ibadah di
balik nikmat? Bersyu bersyukur.
Kalau kita diuji terkena musibah, apa
ibadah di balik musibah? Bersabar.
Sehingga seorang berputar pada ibadah
kepada Allah. Semua aktivitasnya adalah
i ibadah. Makannya ibadah, minumnya
ibadah, tidurnya ibadah. Apa kata Muad
bin Jabal? Inni laahtasibu
naumati kama ahbuati. Aku berharap dapat
pahala dari tidurku sebagaimana aku
berharap dapat pahala dari salat
malamku.
Kenapa? Muad bin Jabal kalau mau tidur
niatnya untuk bangun salat malam.
Pernahkah kita mau tidur niat bangun
salat malam? Ya, pernah beberapa kali.
Atau kita pas mau tidur nonton YouTube,
Facebook sampai ketiduran. Mana mau niat
pas nonton Facebook nonton ijazah.
Asli atau palsu? Asis enggak [tertawa]
sampai ketiduran.
Terus enggak sempat niat. Enggak sempat
niat. Kenapa? Karena sebelum tidur
murajaah. murajaah Facebook, murajaah
YouTube.
Tapi kalau sebelum tidur baca doa,
sebelum tidur ngaji, dia pasti ada niat.
Sehingga tidur dia 5 jam, 6 jam semuanya
berpahala.
Sehingga tidak ada satu detik pun yang
lepas dari kita kecuali bernilai pahala.
Kelihatannya sepele tapi ini bekal luar
biasa.
Ini kelihatannya sepele tapi ini
signifikan dalam hisab nanti pada hari
kiamat kelak.
Enggak sering-sering kita ingat karena
Al Allah. Ibu-ibu saya tadi sudah ajarin
kan. Jadi kalau suami pulang
sambut dari apa? Dari e
apa begitu suami pulang bilang gimana
biasanya?
Gimana kalau suami datang?
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Wi Abi. Masyaallah.
Gitulah gitu.
Bawa apa katanya? [tertawa]
Kalau tahu bahasa Arab ahlan wasahlan.
Masyaallah kan keren.
Sayang guru bahasa Arab.
Kalau suami tuh senang jadi rindu pengin
pulang terus disambut sama is istri.
Sambut sama istri
niatnya. karena Allah subhanahu wa
taala. Jadi istri suami begitu sampai
dia masuk dalam apa? Baiti jannati.
Bahagia pengin pulang terus.
Ee mudah-mudahan kita semua bisa
beraktivitas semuanya karena Allah
subhanahu wa taala. Ini teori sampaikan.
Tapi butuh perjuangan sampai kalau kita
sudah terbiasa jadilah sajiah. Saj sudah
perangai. Perangai seorang apapun dia
mau bikin karena Allah. Jangankan kita
mau bikin, kita mikir aja kalau bukan
karena Allah kita enggak mau.
Karena berpikir karena Allah dapat
pahala. Saya renungkan gimana dakwah,
gimana berbakti sama orang tua, gimana
sih nyenangin istri saya? Gimana ngurus
anak karena Allah dapat pahala.
Jangankan kita, kita mikir itu dapat
pahala. Kalau mikir karena enggak benar
dapat dosa. Allah mencela Alwalid ibn
Mughirah yang berpikir buruk. Kata
Allah, innahu fakar qadar faqutila
kaifaqdar tumma qutila kaifa qaddarma
tumma abasa wa basarma adabar wasakbar
faqala in illa sihr yar in illa quul
basar sauslihi saqar wamaqar laqi wah
lil basyar alaiar
kata Allah subhanahu wa taala sungguhnya
si walid bin Mughirah berpikir dan
menebak-nebak menerka-nerka apa yang
harus dia ucapkan tentang Al-Qur'an jadi
dia mikir saya ngomong apa tentang
Al-Qur'an supaya orang menjauh dari
Muhammad. Dia mikir, dia bilang
Al-Qur'an syair bukan.
Dia bilang Al-Qur'an ini
adalah dongeng. Bukan. Dia mikir, dia
mikir keras. Allah sebutkan innahu
faqara waqaddar. Dia mikir dan dia
menerka-nerka.
Celaka dia. Bagaimana dia mencoba
mencoba-coba memikirkan apa yang buruk
tentang Al-Qur'an.
Akhirnya dia punya kesimpulan, inza illa
sihr yar. Al-Qur'an ini hanyalah sihir
yang dipelajari. Makanya orang kalau
dengar tersihir. Inul basar. Alquran
hanyalah perkataan manu manusia. Allah
mengatakan uslihi sakar. Aku akan
masukkan dia dalam neraka sakar. Jadi
dia berpikir tadi dapat do dosa. Makanya
sebagian ulama membahas apa hukum banyak
mikir tentang catur.
Ini benar ini saya bahas l ulama ya ada
yang mengatakan begini tapi ada yang
mengharamkan catur. Gara-gara apa? Dia
mikir yang tidak ada faedahnya.
Dia menggunakan potensi dia mikir
berjam-jam.
Maka orang yang cerdas memikirkan hari
akhiratnya, dia berusaha mikir pun
karena Al Allah.
Bagaimana mikir karena Allah? Mikir
dagang gak apa-apa. Mikir dagang supaya
berhasil gak apa-apa. Tapi niatkan
karena Allah. Saya pengin sukses. Mikir
gimana anak-anak kerja apa, anak-anak
bisnis apa. Mikir buat apa karena Allah?
Tapi harus ingat karena Allah. Jadi
jangan antum sangka aktivitas cuma lisan
dan perbuatan. Pikiran antum juga
aktivitas.
pikiran juga itu apa? Aktivitas.
Maka niatkan karena Allah.
Yang usia 60 tahun kan banyak berpikir
biasanya. Iya enggak? Atau yang muda
yang banyak pikir kita banyak hidup kita
di antaranya berpikir.
Nah, kalau berpikir karena Allah dapat
pahala. Bukankah Allah memuji
orang-orang berpikir tentang keagungan
Allah? inqama
alabah
subhanaka.
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan
bumi dan pergantian siang dan malam ada
tanda-tanda kebesaran Allah bagi
orang-orang yang cerdas. yaitu
orang-orang senantiasa berzikir kepada
Allah dalam kondisi berdiri, dalam
kondisi duduk, dalam kondisi berbaring.
Kemudian mereka merenungkan tentang
penciptaan langit dan bumi. Mereka
berkata, "Ya Allah, tidak mungkin kau
ciptakan ini semua sia-sia tanpa tujuan.
Faqinaabanar, maka selamatkanlah dari
neraka jahanam." Lihatlah bagaimana
mereka dipuji oleh Allah karena berpikir
yang benar.
Berpikir yang benar. Antum tadabbur
afala tadadabbarun Quran baca Quran ini
ayat maksudnya apa? Ini maksudnya apa?
Dapat pahala.
Jadi usahakan semua aktivitas
karena Allah. Jangan sampai senyum antum
keluar tanpa tanpa tidak tanpa pahala.
Jangan. Usahakan senyuman antum semua
juga dapat apa pahala. Senyum sama istri
dapat pahala.
Ah kalau istri orang bermasalah.
[tertawa]
Kalau istri sendiri dapat pahala. Senyum
sama kawan, senyum sama teman, senyum
sama murid, senyum sama guru, senyum
sama tetangga.
Tiib.
Ini yang pertama.
Berikutnya, bekal berikutnya,
ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Dan jangan remehkan
nuntut ilmu yang serius. Saya tahu
Bapak-bapak, Ibu semua rajin nuntut
ilmu, tapi mungkin kurang serius.
Serius itu bukan bukan berarti harus
antum jadi ustaz. Enggak ya. Nanti
ustaznya kebanyakan juga ya. [tertawa]
Mau saya ya karena ya jadi ustaz dengan
ilmu yang berkapasitas
cukup tidak tidak mudah ya tidak mudah
ya perjuangan. Tapi maksudnya untuk diri
sendiri paling tidak untuk keluarga ya.
Saya tidak suruh antum harus hafal
sekian-sekian tapi nuntut ilmu yang
serius dicatat, dimurajaah
ya.
Kalau ada ujian ikuti ya dalam banyak
sekarang kajian saya ada ujiannya ada
apa ujian. Jadi lain untuk supaya
teman-teman semangat apalagi ujian
kajian-kajian kitab yang berlanjut maka
dengan ada ujian sedikit saja
pengaruhnya luar biasa. Seorang sudah
ngaji sejam terus minggu depan dia
murajah 5 menit aja langsung nyantol 5
menit aja. Dia butuh coba 5 menit
daripada isi lagi isi lagi isi lagi
enggak pernah berajah hilang.
hardisknya enggak cukup
diisi lagi kedelet yang sebelumnya.
Ini saja baru mau diisi sudah kedelet
sebelum terisi.
Apalagi sudah padat diisi diisi. Makanya
murajaah itu perlu alilmu bil murajaah.
Ilmu dengan mura murajaah.
Dan yang membantu kita murajaah kita
mencatat. Misalnya mencatat itu
mempengaruhi daya tangkap kita. Daya
tangkap tangkap kita.
Oleh karenanya di antara doa yang
pertama Rasulullah baca ketika salat
subuh adalah minta ilmu yang bermanfaat.
Dalam hadis Ummu Salamah
radhiallahu taala anha ya.
Apa kata
Ummu Salamah? kana yaakulu sh subha
yusallimu adalah Nabi sallallahu alaihi
wasallam membaca setelah salat subuh
ketika salam berarti setelah salam
Allahumma inni asaluka ilman nafian ya
Allah aku mohon kepada engkau ilmu yang
bermanfaat
wariz thiban rezeki yang halal
yang baik wa amalan mutaqabbalan dan
amal yang ber yang yang diterima ini
kalau kita boleh bilang hadis ini, ini
adalah
ee modal kehidupan dunia. Makanya
diminta di awal kali kita mau aktivitas,
ilmu bermanfaat supaya dapat rezeki yang
halal, supaya amalnya diterima. Isyarat
bahwasanya ada ilmu yang tidak
bermanfaat. Benar enggak? Ketika kita
minta ilmu bermanfaat, berarti ada ilmu
yang tidak bermanfaat. Ketika kita minta
rezeki yang halal, berarti ada rezeki
yang haram. Ketika kita minta ilmu amal
yang diterima, berarti ada amal yang
tidak diterima. Dan semuanya rezeki yang
halal untuk mengetahuinya daripada
rezeki yang haram. Demikian juga amal
yang diterima. Bagaimana cirinya supaya
kita terhindar dari amal yang tertolak?
Cuma dengan ilmu.
Maka seorang serius ketika baca doa ini,
Allah minasaluka ilman nafian thiban
mutaqabbalan.
Karenanya kalau kita baca tentang ilmu,
J maksudnya seorang yang berjalan di
atas kehidupan ini selalu butuh ilmu.
Berusahalah kita tidak terlepas dari
majelis ilmu. Tidak harus setiap hari
gak kita masing-masing punya kesibukan.
Paling tidak seminggu sekali kita selalu
hadir dalam majelis apa? Ilmu. Seminggu
dua kali, seminggu tiga kali bagus ya.
Tapi jangan sampai berminggu-minggu
tidak penga pengajian.
Ikatkan diri kita pada ilmu tertentu.
Main sibuk ngaji kitab tauhid boleh,
ngaji fikih boleh, ngaji akhlak boleh,
ngaji adab boleh, ngaji sirah boleh,
ngaji sejarah boleh, yang penting ada
ilmu dia geluti
dan dia seriusin, dia baca. Apa kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam? Addunya
mal'unatun walunun ma fiha. Dunia ini
semua terlaknat. Kenapa dunia ini
melalaikan orang dari Allah? Membuat
orang lupa dengan akhirat. Makanya Nabi
mengatakan hukum asal dunia terlaknat.
Adunya malunatun maha. Dunia terlaknat
dan seluruh isi dunia terlaknat kecuali
apa? Illa zikrallah. Kecuali mengingat
Allah wawala dan apa yang dicintai oleh
Allah. Wa aliman wa mutaaliman dan orang
alim dan orang yang belajar.
Orang yang alim, orang yang bela
belajar. Karena orang yang belajar
mau tidak mau dia ingat agama Allah.
Kalau dia ingat agama Allah berarti dia
ingat Allah Subhanahu wa taala. Agar
kita terlepas daripada laknat, kita
belajar.
Ilmu inilah yang membimbing kita agar
kita bisa selamat dengan izin Allah.
Agar kita bisa tahu mana rezeki yang
haram, mana rezeki yang halal. Agar kita
mana ilmu diterima, amal diterima, amal
tidak diterima. Maka jangan lupa nuntut
ilmu. Nuntut ilmu.
Ya, oleh karenanya ikhwan serius nuntut
ilmu ya.
Cari pengajian yang serius ya. Yang ada
belajarnya. ada murajaahnya
kalau bisa ada ujiannya.
Kajian-kajian seperti ini, kajian
tematik boleh sesekali buat semangat ya,
tapi bukan terus-terusan tematik.
Ada orang ngaji mungkin dia ngaji
setahun, satu ngaji 10 tahun, tapi yang
10 tahun tematik melulu. Kira-kira mana
yang lebih berbobat ilmunya? Yang
teratur apa yang tematik melulu? Yang
teratur? Jelas. Tematik itu perlu untuk
membenahi pola pikir secara untuk
semangat. dia manfaatnya banyak tematik
ini. Tematik di antaranya membuat
semangat, yang kedua membenahi pola
pikir bahwasanya dalam beragama harusnya
begini-begini. Ini bisa diraih dengan
apa? Kajian tematik atau ada isu-isu
tertentu, maka perlu kajian tematik
tertentu untuk menghadapi isu terut.
Tapi kalau untuk menyusun suatu rangka
ilmu yang kokoh, enggak. Enggak.
Maka seorang berusaha belajar ilmu yang
tersusun dengan rangka yang kokoh supaya
dia lebih
lebih kuat bekalnya. Lebih kuat
bekalnya. Saya tidak menyuruh Bapak dan
Ibu jadi ustaz dan ustazah. Enggak. Tapi
paling tidak ilmu itu ada kerangkanya.
Ya. Maka saya bilang beberapa pengajian
saya sekarang sudah ada apa? Ujian. Ada
ujiannya. Ada ujiannya.
ada di kajian tafsir ada ujiannya,
kajian fikih ada ujiannya, kajian akidah
ada ujiannya. Tidak lain saya untuk
membantu
para peserta pengajian agar mereka bisa
tersusun apa namanya rangka ee pola
ilmunya. Pola ilmunya.
Maka ketika kita berdoa, "Allah minas
ilman nafi'an." Ya Allah aku mohon
kepada Engkau ilmu manfaat. Ternyata ini
menunjukkan ilmu itu banyak tapi banyak
yang tidak bermanfaat. Wawasan banyak
tapi wawasan banyak yang tidak
bermanfaat.
Internet banyak sekali wawasan. Banyak
sekali wawasan-wawasan instan. Instan
ya. Terkadang kita perlu. Kebanyakannya
kita enggak perlu.
Tidak perlu orang bukan yang berarti dia
banyak wawasan. Sekarangsekar seorang di
di di apa namanya? Mendapati ledakan
wawasan ledakan maklumat.
terlalu luas sehingga dia copot sana
copot sini dia punya wawasan luas tapi
dia tidak punya keahlian dia tidak punya
keahlian ini musibah sekarang
atau dia ngambil produk-produk jadi dia
tidak tahu latar belakangnya seperti
apa. Insan-insan seperti ini sebagian
kita perlu tapi kebanyakan kita tidak
per tidak perlu sehingga dianggap tidak
bermanfaat. Hanya menghabisi pikiran
kita, hanya mengisi hardisk otak kita,
tapi tidak ada faedahnya.
Tidak ada faedahnya.
Maka seorang di tengah ledakan
maklumat, ledakan ilmu, hendaknya dia
berusaha untuk memfilter. Di antaranya
dengan doa ini, Allahum Allah min
asaluka ilman nafi'an.
Di antara doa Nabi, Allah manfa bima
alamtani waimni yanfauni wazidni ilma.
Ya Allah jadikan ilmu yang kau ajarkan
kepadaku bermanfaat.
Ya waimni yanfauni. Dan ajarkanlah aku
ilmu yang bermanfaat. yang tidak
bermanfaat enggak usah diajarin.
Wazidni ilma dan tambahkanlah bagiku
ilmu.
Bab seorang tahu misalnya ilmu tentang
seorang pemain bola lahirnya di mana,
istrinya berapa, pacarnya berapa,
anaknya berapa, sakitnya apa? Bermanfaat
enggak?
Misalnya, misalnya
seorang tahu seorang artis misalnya
bagaimana lahirnya, bagaimana nasibnya,
gimana sekarang kayak apa, istrinya
bagaimana, anaknya bagaimana, itu bukan
bukan terlarang, tapi enggak ada
faedahnya. Karena setiap kita mengilmui
sesuatu, ada ilmu lain yang jadi tumbal
yang harusnya lebih manfaat kalau kita
pelajari.
Maka agar kita punya bekal yang baik
dalam hidup ini, berusaha belajar yang
bermanfaat. Baik ilmu akhirat maupun
ilmu dunia. Ilmu dunia bermanfaat.
Pelajari anak-anak diajarin cara dagang
bermanfaat, cara bagaimana berakhlak
terhadap orang, psikologinya bagaimana,
bagaimana menjaga pelanggan. Ya,
diajarin gak apa-apa
diajarin bermanfaat.
Tapi dia terlalu banyak baca, terlalu
banyak ini, banyak ilmu tidak bermanfaat
menumbalkan ilmu yang ber bermanfaat.
Sayang.
Dan
ini akan repot bagi dia di akhirat
karena kan ditanya tentang apa yang dia
pelajari, apa yang telah diamalkan.
Oleh karenanya jangan sampai lepas dari
nuntut ilmu. Begitu agungnya ilmu sampai
Rasulullah bersabda, "Wa inal malaikata
ajhabil
ilmi bima yasna. Sesungguhnya para
malaikat meletakkan sayapnya karena suka
dan rida dengan perbuatan orang yang
nuntut ilmu." Sebagi ulama berpendapat
maksudnya malaikat meletakkan sayap itu,
malaikat turun. Kalau ada orang belajar
nuntut ilmu, malaikat turun untuk
menghormatinya.
Sebagan berkata malaikat menaruh
sayapnya supaya diinjak oleh penuntut
ilmu karena senang dengan penuntut ilmu.
Sampaian pendapat demikian.
Sampai datang sebag riwayat ada orang
ngejek, "Mana malaikat?Malaikat."
Eh, hati-hati jangan sampai keinjak dia
ngejek. Akhirnya kakinya lumpuh.
Sehingga sebagian ulama menafsirkan,
maksudnya benar-benar malaikat ya hal
gaib kita enggak tahu. Tapi karena dia
rida, dia letakkan sayapnya sehingga
dipijaki oleh penuntut il ilmu. Luar
biasa.
Majelis ilmu itu luar biasa.
Ilmu yang benar,
gurunya yang benar, berarnya nunut. Ya,
jangan sampai menuntut ilmu malah
pikiran duniawi.
Nuntut ilmu malah ajang pamer ini pamer
anu.
Nuntut ilmu tapi bicaranya artis-artis
melulu. Ya jangan. Nuntut ilmu tapi
carinya popularitas. Jangan salah. Itu
nuntut ilmu yang salah.
Menut ilmu itu kita semakin takwa sama
Allah,
semakin rajin salat malam, semakin
khusyuk ketika salat,
semakin
jauh dari syubhat dan haram seperti itu.
Jadi, jangan lupa nuntut il ilmu
ya.
Majelis-majelis berkah. Allah berikan
sakinah, ketentraman, mawaddah,
rahmat Allah turunkan kepada orang
penuntut yang masuk dalam majelismajelis
ilmu tayib.
Ini ee dengan ilmu tersebut maka kita
insyaallah dimudahkan tahu mana rezeki
yang halal, mana rezeki yang haram.
Sehingga tatkala kita mencari rezeki,
kita waspada,
ini haram, tinggalkan syubhat,
tinggalkan.
Ya, tinggal ambil yang halal. Yang halal
alhamdulillah masih ada. Rezeki orang
seseorang telah tercatat. Mau dia ambil
dengan cara haram atau halal jumlahnya
sama, hasilnya sama terakhirnya maka gak
usah ragu-ragu untuk ninggalkan yang
haram. Ya. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, inna Jibril nafas fi anna
nafsan
lan tamuta hatta tastakmil rizqoha.
Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan
kepadaku bahwasanya seorang tidak akan
meninggal dunia sampai rezekinya
sempurna.
Ya, rezekinya sempurna, enggak dikurangi
sedikit pun. Ya, faajmilu fitab. Kalau
gitu carilah rezeki dengan cara yang
baik. Cara yang baik. Jangan terlalu
ngoyo. Bukannya tidak berusaha cari-cari
kata Nabi. Tapi jangan terlalu ngo ngoyo
ya sampai lembur 5 jam.
Kasihan. Kapan ketemu anak istri kalau
lembur sehari 5 jam? Kemudian kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Khuzu
mahalla, ambil yang halal wadau ma
harum." Tinggalkan yang haram. Sudah
selesai.
Ada untung banyak yang haram, tinggalin
nanti Allah ganti dengan cara yang
halal. Gak usah ragu-ragu. Sudah ini
bukan rezeki saya. Rezeki saya sudah
tercatat. Rezeki saya bukan di tanganmu.
Rezeki saya di tangan Allah Subhanahu wa
taala. Ya,
ada orang bertanya kepada Imam Ahmad.
Kata Imam Ahmad, "Supaya kau terjadi
fitnah, menikahlah."
Ini kata Imam Ahmad, "Nikah gimana
ngurus anak-anak? Apakah rezekinya di
tanganmu?" Rezekinya bukan di tanganmu.
Rezeki anak-anak di tangan siapa? Allah.
Nikah-nikah aja supaya terhindar dari
fit fitnah wanita, fitnah lawan jenis
ya.
Tib dengan nuntut ilmu kita tahu juga
mana amal diterima, mana amal tidak
diterima. Ini dalil bahwasanya ada amal
diterima, ada amal tidak diterima.
Amal tidak terima seperti orang-orang
Nasra waladalin. Melakukan amal sendiri,
bikin bidah. Warahbaniah ibtadauha.
Mereka bikin bidah rahbaniah.
Pastor-pastor mereka tidak mau kawin,
tidak punya anak. Hidup susah tapi amal
mereka tidak diterima. Sudah
berleti-letih tidak diterima.
Orang-orang Khawarij yang ibadahnya luar
biasa tidak diterima oleh Allah
Subhanahu wa taala. C orang Syiah yang
merangkak menuju kuburan Husein sampai
setengah mati tidak diterima oleh Allah
Subhanahu wa taala. Semua bidah.
Yang zikir joget-joget, loncat-loncat,
terjungkal-terjungkal. Mana zikir? Dari
mana ajaran seperti itu? Di mana ajaran
seperti itu?
Berarti ada amal diterima, ada amal
tidak di diterima. Keseorang belajar
agar tahu mana amal yang di diterima
sesuai dengan sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Bekal hidup.
Untuk amal saleh jangan pernah
spekulasi.
Kalau dagang boleh spekulasi,
tapi kalau amal saleh jangan spekulasi.
Yang jelas-jelas sudah banyak ini. Ini
adalah pedoman hidup. Kalau beramal
saleh yang jelas-jelas aja, yang tidak
jelas ya sudah kamu aja. Saya enggak.
Saya pengin yang jelas jelas-jelas saja.
Masih banyak ibadah yang jelas. Tayib.
Di antara bekal hidup,
ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala,
hubungan dengan kerabat harus baik.
Kerabat kita siapa sih?
Rahim-rahim kita. Ya, harus baik.
Dan ini di antara perkara yang sangat
urgen disampaikan oleh Nabi penyambung
silaturahmi. Dalam Al-Qur'an banyak
sekali perhatian terhadap kerabat. Waala
qurba haqqohu. Berikanlah hak kerabat
waal hubilba
dan dia mengeluarkan harta yang dia
cintai kepada karib kerabat. Ya
wabudullaha wala tusriku bhi syai wabil
walidini ihsana
wil qurba wal yatama. Berbuat baiklah
kepada kedua orang tua dan kepada karib
kerabat. Bahkan Allah sebutkan kerabat
sebelum lebih dulu disebutkan daripada
fakir miskin, daripada anak yatim,
daripada ibnu sabil, kerabat.
Kita ini hidup di dunia ini bukan
bersendirian muncul tapi ada
sebab-sebabnya. Ada orang tua kita.
Orang tua ini punya kakak, punya adik.
Kita juga punya kakak, punya adik. Kita
juga punya ponakan. Pastikan hubungan
kita kekerabatan baik.
Di antara ibadah yang sangat agung
adalah menyambung silatu silaturahmi.
Allah sebutkan di antara sebab masuk
surga adalah silatu silaturahmi. Kata
Allah, walladzina yasiluna ma amarallahu
bihi ayusal. Dan orang-orang menyambut
silaturahmi yang diperintahkan untuk
disambungnya. Setelah itu Allah sebutkan
di akhir ayat,
jannatu adin yadulunaha waman shaha min
abahim azwajimati. Mereka mau surga
dengan orang-orang saleh dari orang tua
mereka, istri mereka, anak mereka masuk
surga gara-gara di antaranya gara-gara
silatu silaturahmi. Nabi pertama kali
masuk kota Madinah. Apa kata Abdullah
bin Salam? Awalu kalamin samuhu ya
ayyuhanas afsusam
wasilul arham. Wahai manusia sekalian,
tebarkanlah salam, bagi-bagi makanan,
sambung silaturahmi. Sambung
silaturahmi.
Ketika Abu Sufyan ditanya waktu itu
masih jadi musuhnya Nabi, "Wamad
yamurukum?" Kata Heroklius, "Apa sih
yang diperintah Muhammad kepada kalian?"
Kata Abu Sufyan, "Qala audullaha tusriku
bihian."
Muhammad berkata, "Sembahlah Allah dan
jangan syirik."
Wana yauna bisati
wal afafi wasilah. Rasulullah Muhammad
menyuruh kami untuk
salat, untuk berakhlak mulia, dan untuk
menyambung silaturahmi.
Pastikan dalam hidup ini tidak masalah
sama kakak- adik. Pastikan kalau ada
masalah segera selesaikan sebelum
meninggal dunia.
Pastikan tidak ada masalah sama
om, tante, ponakan, apalagi sama
orangorang tua. Hidup ini bukan untuk
mempertahankan ego. Kita ada masalah
sama orang mengalah ajaalah. Kalau kita
sudah mengalah tetap dipermasalahkan, ya
sudah. Kita hanya mengadu kepada Allah
Subhanahu wa taala. Jangan bilang, "Saya
kakak, kamu adik, kamu harus ngalah."
Yaak, enggak ada begitu.
Kita ini kakak adik, sudah kita ngalah
aja supaya kita bisa ketemu nyaman.
Jangan sampai punya masalah sama
keluarga.
Namanya kecemburan itu ada.
Makanya di antara hal yang membantu kita
untuk bisa menjaga silaturahmi kalau
antum punya uang jangan pelit sama
kerabat. Jangan pelit. Kalau antum kasih
duit sama kerabat itu namanya bersedekah
pada tempatnya. Itu yang memang Allah
perintahkan.
Lebih dahulu daripada antum kasih anak
yatim. Kerabat lebih dahulu, apalagi
janda belakangan itu. Yang penting
kerabat dulu. Ini janda dulu dikasih,
kerabat tidak dikasih. Ah, yang benar
ini modus. Ini
kerabat.
Kerabat
baru anak yatim, janda, fakir miskin.
Itu belakangan yang pertama kerabat.
Kerabat kita tidak semua kaya. Banyak
yang miskin. Iya. Enggak. Banyak yang
susah. Yang mungkin malu minta sama
kita.
Kalau ada yang minta sama kita,
alhamdulillah saatnya kita kasih.
Berarti ini lagi butuh. Kita bersyukur
Allah buka jalan kita kasih bantu k
kerabat ya akhir. Subhanallah.
Jangan punya masalah sama kerabat. Gak
perlu ego-ego sekarang itu kamu adik
harus minta maaf sama saya. Enggak ada
dia adik kita minta maaf meskipun kita
yang benar. Sudah dek sudah jalan duluah
ajak makan. Namanya kakak adik ngapain
ribut?
Sedih kata lihat kakak adik ribut.
Kerabat ribut. Ini masalah besar di
antara konsentrasi dakwah Nabi adalah
menyambung silatu silaturahmi.
Sabar-sabar. Silaturahmi butuh sabar.
butuh sabar, butuh
korban perasaan, butuh korban duit.
Bukan korban perasaan doang, butuh
korban apa? Duit. Ya,
ini salah satu bekal utama dalam
kehidupan.
Mungkin karena waktu sudah sempit, di
antara
bekal hidup yang harus kita usahakan,
jangan pernah zalimi orang sebisa
mungkin jangan pernah zalimi orang.
Menzalimi orang maknanya adalah
mengganggunya
atau mengambil haknya. Itu namanya
zalimi orang.
Hati-hati dengan kezaliman apapun.
Contoh ini sedang ada kezaliman.
Di perumahan ada jalan umum kita parkir
di luar. Zalimi orang tidak
terganggulah orang terganggu.
Ini bukan jalan kamu. Ini jalan
fasilitas umum. Kalau f umum tidak boleh
jadi milik pribadi, jangan gunakan untuk
pribadi. Masukin kalau enggak ada ya,
kalau enggak ada garasi parkir di luar
sana, di luar kompleks.
Adapun masuk kemudian
mengganggu fasilitas um tidak boleh.
Sebagian orang
saya kan ketemu orang, "Ustaz ini sudah
ngaji tapi dikasih tahu enggak mauak
dengar. Subhanallah. sudah ngaji tapi
dia kok enggak peka masalah ini.
Sekarang dia bikin bikin dia beli tanah
misalnya namanya tanah ya ya biasanya
mundur dikit kan supaya dia bisa parkir
ada tamu dia ngepasin sampai full
padahal rumah-rumah yang lain mundur dia
sendiri mau sampai fu full full
subhanallah ini ingin mengganggu
sudah ngaji tapi ngajinya kayaknya kok
enggak ada dampaknya enggak boleh mundur
dikit supaya kalau ada yang datang motor
atau mobil ya dan sama-sama tahulah
tidak berarti kalau punya tanah kemudian
di fullkan misalnya ya,
ada orang nekat saya lihat sendiri bikin
rumah dia bikin rumah
tanah dia dia fullkan paham dia fullkan
tempat sendalnya maju kan tempat pijakan
ya akhirnya kan masuk ke jalan umum ini
dosa gak boleh ini jalan umum membuat
orang sempit ada lebih canggih daripada
ini ikhwan juga in
dia bikin rumah ada padat full terus dia
tinggikan di atasnya dia beginiin
masyaallah
jadi Dia masuk ke dia. Jadi tanah dia
200 m itu bagian bawah. Bagian atas 250
m. Ini orang pintar banget kata situ.
Jadi enggak boleh kalau tanah itu
pemilikan sampai ke atas ke langit.
Enggak boleh. Enggak boleh. Ini haram
hukumnya dan dibahas dalam buku-buku
fikih. Enggak boleh. Yaihi. Zalim an
nanti zalim bertahun-tahun.
Zalim nih
nant jangan agak sepele. Ini zalim.
Antum punya mobil juga terus pakai solar
terus antum nyalain terus kan asapnya
masuk ke rumah tetangga. Zalim atau
tidak
zalim? Nanti merokok orang batu-batu
sebelah zalim atau tidak zalim? Istri
nanti zalimi tiap hari cium bau asbak
tiap hari kan kasihan. Kasihan zalim
anak-anak
jangan zalim hidup jangan zalim sebisa
mungkin tidak zalim.
Zalim itu pertama adalah mengganggu
orang lain. Itu namanya zalim.
Makanya di antara haramnya rokok laar
wala dirar. Rokok itu mengganggu
mengganggu orang lain. Mengganggu di
sini mengganggu orang lain.
Tapi meskipun ada manfaatnya katanya
rokok ada manfaatnya.
Di antara manfaatnya [tertawa]
pencuri tidak jadi masuk karena
batuk-batuk mulu katanya. Enggak jadiak
jadi. Jadi enggak perlu pasang anjing di
luar. Pokoknya ada batuk-batuk enggak
jadi masuk. Manfaat menghalangi pencuri
masuk ke dalam ru rumah.
[tertawa]
Manfaatnya menambah
apa masukan para dokter? Karena banyak
pasien yang apa? Yang kena penyakit
paru-paru
istilahnya.
Jangan zalimi orang. Sebisa mungkin
jangan zalimi orang. Kalau putar sesuatu
jangan keras-keras ganggu orang enggak
bisa tidur. Saya di kompleks luar biasa
ya Allah bikin konser. Duk tak duk dak
duk dak. Ya Allah, sore-sore sudah
latihan duk tak duk tak duk tak malam
sampai aduh waduh ini orang subhanallah
dia pikir kita suka suara dia
terlalu husnudan [tertawa]
tidak pada tempatnya
kita dengar pening lihat dengar dia tapi
kita enggak bisa ngelarang mau diapain
ini zalim orang bisa enggak bisa tidur
Siap.
Jangan sampai zalimi orang orang lain di
rumah hati-hati kalau tetangga siram air
jangan sampai jadi becak di halaman
orang orang lain. Sampah jangan
tertinggal di luar sehingga masuk
aromanya masuk ke dalam orang lain.
Usahakan jangan zalimi oranglah.
Jangan zalimi orang. Sebisa mungkin ya.
Sebisa mungkin
anak kita hati-hati kalau main di luar
ngerusakin mobil orang. Hati-hati.
Jangan bilang anak-anak gak ada dosanya,
Pak. Iya, anaknya enggak dosa. Ente yang
tanggung jawab. [tertawa]
Ini anak siapa ini?
Anak kita keluar ambil batu kemudian
geret mobil orang kan rusak kan. Orang
Indonesia kan sayang sekali sama
mobilnya. Iya. Enggak.
Kalau di Saudi enggak terlalu. Nobek
biasa aja. Tu Indonesia kalau digeret
gitu hatinya yang tergoret.
Ini anak keluar bawa batu keret ya. Kita
tahu anak kita yang bikin. Jangan
pura-pura enggak tahu.
Jangan sampai kita zalimi orang ya. Kita
anak ini tidak berdosa, tapi kita yang
tanggung jawab. Ya. Ya. Minta
pengertian. Pokoknya jangan ada masalah
sama orang dan itu mustahil kita enggak
punya masalah. Tapi berusaha jangan saya
punya masalah sama orang. Lihatlah
bagaimana Umar bin Khattab ketika
ditikam.
Ditikam. Siapa yang tikam saya? Kata dia
majusi. Kata Umar, "Alhamdulillah tidak
menjadikan kematian saya di tangan
seorang muslim." Umar gak pengin punya
masalah sama orang muslim di akhirat.
Saya kalau punya masalah sama orang
muslim belum tentu nanti yang menang.
Kalau sekarang kita punya duit, kita
bisa sewa pengacara, bisa sewa hakimnya,
bisa kita sogok. Ya, bisa atau tidak?
Bisa banget. Yang penting ada duit.
Tapi kalau di akhirat repot berusaha.
Ini pertama jangan ganggu orang. Kedua,
di antara bentuk zalim adalah tidak
menunaikan hak orang. Hati-hati ini,
Ibu-ibu. Jangan sampai hak suami tidak
ditunaikan.
Hak suami apa aja, Ibu-ibu? Jangan
pura-pura enggak tahu. Coba hak suami
apa? Ini sudah belajar belum, Ibu-ibu?
Coba apa hak suami? Ibu-ibu coba
sebutin, Ibu-ibu.
Kasih makan. Itu bukan hak suami kalau
kasih makan. Itu hak istri. Ini hak
suami.
Apa hak suami? Ibu-ibu coba sebutin.
Coba ayo.
Nyediain kopi. Ah, itu hak ya. Hak juga
kecil. Itu hak yang besar-besar. Apa?
Hak suami
nyuci baju, gorengkan nasi goreng,
bikinin kopi. Itu ya yang besar-besar.
Saya enggak pengin hak kecil-kecil. Hak
besar-besar apa haknya coba?
Ayo, Ibu-ibu, jangan pura-pura enggak
tahu.
Ini benar, Ibu. Jangan sampai salah
bekal, ya.
Apa hak Bapak-bapak, Ibu-ibu?
Kalau keluar rumah minta izin sama
suami. Jangan sampai keluar rumah asar
pergi aja tidak minta izin apa? Suami.
Harus ingat, kalau ada tamu mau masuk
harus izin suami. Perhatikan.
Gak boleh terima tamu, terima
keluarga, kerabat masuk semua ke rumah.
Minta izin sama suami. Rumah-rumah suami
sekarang apalagi muda bisa akses tinggal
telepon, tinggal WA.
Ini suami pulang, wih ada sendal 30.
Siapa aja ini? Ternyata ponakan istri
semuanya. Ya Allah, habis beras gua
habis nih. [tertawa]
Gak apa-apa suami jangan pelit. Cuma
kasih tahu suami itu butuh penghorma
penghormatan.
Tahu-tahu kumpul itu. Oh, Om berapa
lama? Sebulan Om mau tinggal sini.
Masyaallah [tertawa] ini roti belum
laku-laku dari kemarin.
Jadi jangan terima tamu kecuali dengan
izin apa? Suami. Bahkan para ulama
mengatakan bahkan kakak adiknya enggak
boleh masuk rumah kecuali izin apa?
Suami. Kecuali rumah itu ibu yang
bangun,
ibu yang beli. Ya, kalau suami yang
bangun enggak boleh.
Harus minta izin apa? Suami. Ini hak
suami jangan dilalaikan.
Apalagi ibu dihantar hak suami kalau
minta jatah enggak boleh ditunda. Nah,
itu yang saya tunggu-tunggu dari tadi
enggak dibilang. Ah, ibu ini pura-pura
lupa, pura-pura enggak tahu. [tertawa]
Padahal itu hak yang paling ditekankan
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Daat.
Kalau ada seorang laki-laki
kalau seorang laki-laki ngajak istrinya
untuk berhubungan kemudian istrinya
tidak mau tanpa ada alasan syari maka
suaminya ngambek tidur ngambek maka
malaikat melaknat wanita ini.
Subhanallah. Ibu senang dilaknat sampai
pagi hari. Kalau coba kalau suami ngajak
jam 8.00 malam terus ibu enggak mau
sampai subuh. Jam 08.00 sampai subuh
berapa jam coba? Hitung 9 10 11 12 1 2 3
4 8 jam seteng ibu dilaknat malaikat
terus besok mau jadi panitia pengajian.
Hah?
Kacau.
Gimana ma panitia pengajian? Dilaknat
malaikat 8 jam.
Mending kalau suaminya ngajak jam .00
kan cuma tinggal 3.5 jam. Ini jam 08.00
sudah ngajak terus semuanya ngambek. Dia
ambil guling kemudian dia peras dia
genggam guling tersebut tidak ada
faedahnya 8 seteng jam laknat besok jadi
panitia pengajian
ingat ini hak suami
di antara hak yang sangat urgen sampai
nabi berkata wain kanat alaqatab
meskipun dia sudah berada di atas pelana
unta
kalau suaminya sudah kepingin atau
istrinya sudah di atas pelana unta
suaminya kepingin harus turun
alatan dalam riwayat meskipun dia lagi
masak lagi bakar lagi bakar roti
suaminya kepingin dia harus sambut
panggilan suami meskipun rotinya hangus
kata para ulama enggak ada masalah roti
hangus berapa ribu sih tapi kalau sudah
ada suami yang hangus
[tertawa]
ibu-ibu,
di antara bentuk zalim adalah tidak
menunaikan hak orang makanya ibu harus
tahu hak suami Ada hak anak. Ada anak
punya hak disayang, tidak dipukulin
melulu, sabar dengan kenakalannya.
Anak-anak ada yang ada yang masyaallah
iseng luar biasa. Anak-anak itu ada yang
diam-diam tenang
ya. Kadang-kadang tenang-tenang terus
bloon tahu toh. Ada yang masyaallah
ribut sana ribut sini, loncat sana sana
banting sana banting sini ganggu
adiknya, ganggu kakaknya. Ada yang
begitu ya. Kita harus tahu ini anak-anak
ya. Harus jangan bilang diomongin enggak
ngerti. Ini namanya juga anak-anak
ini masih kecil masih 2 tahun 3 tahun ya
gimana kapan dia dibohongin sabar.
Memandikan aja susah. Masuk kamar mandi
ambil barang-barang masukin ke toilet
handoknya lempar ke aduh nangis ibunya.
Lihat anak sabar. Dia punya hak untuk
disabarin.
Gak boleh main hantam. Pak pak biru
semua badan merah semua.
Kasihan.
Ini ibu salah didikan, bukan anak salah
didikan. Ibu salah didikan.
Ingat hak suami, hak anak. Hak anak
harus diajarin. Bukan cuma kasih HP aja,
kasih duit diajarin. Jurajah, ajar
salat, dinasihatin, ngobrol bersama,
dekat hati sama si anak di dipeluk.
Kalau nangis didekap. Itu hak anak.
Hak orang tua juga jangan ditinggalkan.
Tib-bapak apa hak istri?
Hah?
Kasih makan. Ya, benar. Tadi sudah benar
kasih makan. Sudah gemuk selesai tugas.
[tertawa]
Dalam hidup ini jangan sampai zalim.
Jangan menyakiti orang lain. Jangan
jangan tidak menunaikan hak orang lain.
Dan itu bukan cuma suami istri aja.
Ingat, teman kita punya hak, tetangga
kita punya hak, teman kongsi dagang kita
punya hak, guru kita punya hak, murid
kita punya hak. Kalau kita ngajar di
pondok pesantren, murid punya hak, wali
murid punya hak. Jangan sampai hak
mereka tidak kita tunaikan. Kalau hak
kita tidak ditunaikan, masih mending
kita akan ambil di hari kiamat kelak.
Tapi kalau ternyata hak orang tidak kita
tunaikan, kita akan binasa pada hari
kiamat kelak. Renungkan sekali-sekali
hak apa saja yang sedang karena kita
semua manusia kita punya hak dan juga
ada hak orang sama kita. Semua orang
seperti itu.
Pastikan hak orang kita tunaikan.
Pastikan kita tidak ganggu orang lain.
Ini modal paling besar hari kiamat
kelak. Karena kezaliman kata Nabi,
adzulmu dulumatun yaumalqiamah.
Kezaliman adalah kegelapan yang
bertubi-tubi pada hari kiamat. kelak
kita akan binasa, kita akan sengsara,
kita akan susah kalau kita zalimi orang.
Kita zalimi orang bab demikian saja
Bapak Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu
wa taala. Sedikit yang saya sampaikan
tentunya bekal dalam perjalanan ini
maupun perjalanan akhirat sangat banyak.
Ini sekedar sedikit saja yang mungkin
perlu kita renovasi kembali.
Ada kesalahan-kesalahan kita perbaiki,
kita evaluasi kembali agar kita bisa
lebi
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:18:06 UTC
Categories
Manage