Bekal Seorang Mukmin - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
7S0RCWP5MJ4 • 2025-11-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr ala taufihi asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasuluh da ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan pagi hari ini kita membahas topik dengan judul bekal seorang mukmin. Ya, ini pembahasan mengingatkan kita akan namanya perjalanan. Namanya perjalanan butuh dengan bekal. Dan dalam kehidupan ini kita punya dua perjalanan yang panjang. Yang pertama perjalanan di dunia mengarungi kehidupan dunia sampai selesai. Kemudian kita lanjutkan lagi perjalanan berikutnya, perjalanan di akhirat yang jauh lebih panjang. Yang jauh lebih panjang. Dan dua perjalanan ini diisyaratkan di antaranya dalam firman Allah Subhanahu wa taala, watazawadu fainna khairad taqwa wattaquuni ya ulil albab. Ketika Allah berbicara tentang haji, Allah berfirman, "Watazawadu." Berbekallah. Ya, karena orang haji harus punya bekal. Kalau enggak punya bekal, dia enggak bisa haji. Hanya merepotkan orang lain. Ya. Kemudian Allah mengatakan, "Fain khairati takqwa." Sebaik-baik bekal ketakwaan. Sebagian ahli tafsir disebutnya Alqurtubi rahimahullah. Adapun firman Allah eh fahair takqwa. Sebaik-baik bekatlah ketakwaan. Isyarat pada perjalanan setelah kematian, yaitu perjalanan di hari akhirat. Sehingga haji butuh bekal dan kehidupan setelah kematian juga butuh bekal dan sebaik-baik bekal adalah takwa. Ee demikian juga seperti dalam hadis Rasulull sahu alaihi wasallam mengisyaratkan tentang dua perjalanan tersebut. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kun fid dunya kaannaka goribun a abirusil." Jadilah kau di dunia seperti orang asing atau hanya orang yang numpang lewat. Ya, orang yang numpang lewat. Berarti dunia harus dilewati tetapi hanya sebentar seperti orang yang numpang lewat karena akan melanjutkan perjalanan yang lebih panjang yaitu perjalanan setelah kematian. Demikian juga ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam didatangi oleh Ibnu Mas'ud dan Rasulullah tidur dalam di atas tikar yang tipis yang terbuat dari daun kurma yang dipilin ya. Maka terlihat bekas di lambung Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Ibnu Masud mengatakan, "Ala natakan, ya Rasulullah, tidakkah kami siapkan bagi engkau kasur yang huk?" Ya kata rasul sahu alai wasallam walid dunya apa urusanku dengan dunia inama matali dunya istta syajaratinha fatarakaha urusanku dengan dunia sesungguhnya perumpamaanku dengan dunia seperti seorang pengembara yang sedang bersafar kemudian mampir sebentar di bawah sebuah pohon tidur sebentar kemudian dia pergi meninggalkan pohon tersebut yaitu Rasulullah menyebutkan Kan dunia ibarat seperti tempat istirahat sebentar di bawah sebuah pohon yang tidak perlu terlalu nyaman karena cuma sebentar. Masih ada perjalanan yang panjang setelah setelah itu. Tentunya hanya orang yang bodoh yang menemu perjalanan tanpa bekal, dia tidak akan bisa sampai pada tujuan. Oleh karenanya pada pembahasan kali ini kita akan bahas tentang bekal seorang mukmin dalam dua perjalanannya. Tentunya pembahasan ini sangat panjang. Makanya Ibnu Qayyim menulis buku judulnya Zadul Ma'ad fi Khairi eh fi hadi khairil ibad. Perjalanan hari kebangkitan. Zadul maad. Zat artinya bekal yaitu bekal perjalanan hari kebangkitan. Ternyata buku Zadul Ma'ad yang berjilid-jilid tersebut isinya semua sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Dari sirah Nabi, sunah Nabi ya dari perkara-perkara sepele sampai perkara-perkara besar. Intinya Ibnu Kaim ingin mengatakan bekal terbaik adalah menempuh meniti sunah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya kalau kita bilang bekal, semua ajaran Islam adalah bekal. Tapi pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan poin-poin penting yang menurut saya perlu kita tinjau kembali, perlu kita renungkan kembali agar perjalanan kita mungkin lebih baik. Safar kita di dunia dan safar kita di akhirat semoga menjadi lebih lebih baik ya. Adapun perjalanan pertama ya safar di dunia, perjalanan dunia ya yang kita tidak tahu mungkin sudah sebentar lagi selesai ya. Entah sudah tinggal berapa lama lagi perjalanan kita ya. Ibu-ibu yang usianya sudah 60 coba angkat tangan. Ah, udah entar lagi itu biasanya Bapak-bapak yang sudah di atas 60 ada entar ya. Biasanya entar lagi biasanya. Tapi kita enggak tahu kadang-kadang yang rambutnya masih hitam semua diluan sampai kita enggak ada yang tahu. Tapi perjalanan kita akan sampai pada titik yang sama, sampai pada tujuan kita semua ngantri dalam rel kematian dan tidak ada yang keluar dari rel tersebut. Hanya saja kita tidak tahu siapa yang depan, siapa yang belakang. Tetapi qul innal mautalladzi tafirruna minhu finnahu mulaqikum. Katakanlah bahwasanya kematian yang kalian lari darinya pasti menemui kalian dari depan. Jadi kematian mengejar kita. Kata Allah, "Ainama takunu yudrikumul maut." Di manapun kalian pergi, kematian mengejar. Bukan cuma mengejar, dari depan dia nungguin ya. Dia sudah kejar dari belakang, kita sudah kabur tahu-tahu datang dari depan. Ya, qul innal mautadzi tafiruna minhu fnahu mulaqum. Sesungguhnya kematian yang kalian kabur darinya, dia akan menemui kalian dari depan. Terus mau ke mana? Mau kabur dikejar dari belakang, kabur tahu-tahu datang dari dari depan. Jadi masalah safar tersebut bisa saja berhenti kapan kapan-kapan. Saya kemarin baru ketemu kawan termasuk hobi olahraga. Ustaz baru kemarin kawan usia 52 apa 50 sekian meninggal dunia. Padahal olahraga lari sepekan dua kali atau tiga kali. Meninggal pas lari. Ya kalau sebagian kita kan cuma lari dari kenyataan. Ini lari beneran dia lari beneran terus meninggal. Banyak orang olahraga pengin lari dari kematian malah meninggal dunia. Oleh karenanya sementara ada sebagian orang yang tidak olahraga umur panjang ya bukan berarti saya bilang jangan olahraga ya. Maksud saya apapun yang kita lakukan usaha itu namanya ikhtiar tapi ajal di tangan Allah subhanahu wa taala. Maka safar yang di dunia ini yang sedikit ini ya 60 70 tahun harus kita perhatikan karena dia adalah penentu untuk safar berikutnya dan bekal untuk safar berikutnya kita kumpulkan dalam kehidupan ini. Safar bekal untuk safar yang panjang kita hanya bisa kumpulkan di dunia ini. maka kita harus serius ya. Di antara hal yang mungkin perlu ee kita renungkan kembali tentang kenapa kita diciptakan kita ketap diciptakan kita diciptakan untuk apa, ikhwan dan akhwat? Untuk beribadah kepada siapa? Allah. Untuk beribadah kepada Allah. Salah satu tujuan untuk beribadah kepada Allah. Salah satu tujuan di antara bentuk ibadah yang paling agung adalah mengenali Allah. Mengenali Allah. Makanya Allah berfirman, "Ya, wama khalaqtul jinna wal insa illa liyab'budun." "Tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." Kata Allah Subhanahu wa taala. Ada seseorang merenungkan, dia bilang, "Tidaklah Allah ciptakan apapun kecuali ada tujuannya." Allah enggak ada ciptakan sesuatu batila. Rbana ma khalaqta h bat. Ya Allah tidak ada kau ciptakan ini sia-sia. Kau ciptakan langit ada tujuannya. Engkau ciptakan matahari ada tujuannya. Engkau menciptakan rembulan ada tujuannya. Engkau menciptakan oksigen ada tujuannya. Engkau menciptakan tanah ada tujuannya. Engkau menciptakan sebagian ee misalnya logam-logam ada tujuannya, semua ada tujuannya, ada fungsinya ya. Matahari ada tujuannya, remulan tujuannya, maka kita juga diciptakan ada tujuannya. Kita juga diciptakan tujuannya. Tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah. Nah, maka ini yang perlu mungkin kita renungkan kembali. Sudahkah saya hidup di atas muka bumi ini mewujudkan tujuan tersebut? Seharusnya seluruh aktivitas kita adalah untuk ibadah kepada Allah. Seharusnya kita sebagaimana firman Allah, qul inna shati wausuki wahya matillahi rabbil alamin. Katakanlah sesungguhnya hidupku, matiku, hidupku, matiku hanyalah untuk siapa? Allah. Salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah. Seharusnya setiap aktivitas kita bernilai ibadah. Seharusnya demikian. Seharusnya setiap waktu yang kita lewati harusnya ibadah kepada Allah. Harusnya ibadah kepada Allah. Nah, kita renungkan kembali. Ternyata banyak sekali waktu-waktu kita yang terbuang yang tidak bernilai ibadah. Maka mulai dari sekarang coba kita ingat-ingat kembali ayat ini. Saya diciptakan buat apa? Untuk ibadah kepada Allah. Maka berusaha seluruh aktivitas adalah untuk cari pahala. sampai misalnya minum kopi, saya minum kopi, saya suka kopi, tapi saya pengin dapat pahala dengan kopi ini supaya apa? Supaya ngisi kajian tidak ngantuk. Kalau saya niatkan gitu dapat pahala ya. Atau seorang misalnya minum kopi berlezat-lezat, ah saya minum kopi lezat-lezat, ini halal supaya saya tidak minum yang pahit, yang khamar. Dapat pahala semua tergantung apa? Ni niat. Innamal a'malu bin niat. Saya olahraga supaya apa? Supaya kuat untuk ibadah, supaya sehat, bisa bangun salat malam, bisa beraktivitas ngurus anak istri, bisa berbakti kepada orang tua, olahraga, berkeringat karena Allah, dapat pahala. Ini kita bicara perkara peraduniawi. Mulailah kita renungkan bahwasanya kita berusaha segala aktivitas kita karena karena Allah. Ini bekal kehidupan kita dalam perjalan dunia. Usahakan setiap aktivitas kita bernilai pahala. Sampai perkara-perkara yang menunjukkan seakan-akan jauh daripada ibadah seperti kemesraan suami istri juga bernilai pahala. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala, "Nisaukum harul lakum fau harsakum anasum." Sesungguhnya istri kalian adalah sawah ladang kalian, maka datangilah sawah ladang kalian sebagaimana yang kalian sukai. terserah bagaimana caranya, kapan kalian ingin datangi. Kemudian kata Allah, setelah itu, "Waqaddimu lianfusikum dan persembahkanlah buat diri kalian amal saleh." Bayangkan setelah Allah sebutkan tentang ayat anjuran untuk mendatangi istri, setelah itu Allah sebutkan waqadimu lianfusikum. Persembahkanlah untuk diri kalian amal saleh. Maka para ulama membahas dalam buku tafsir apa amal saleh yang bisa diraih di balik berhubungan dengan istri. Maka mereka sebutkan, "Seorang akan mendapatkan pahala ketika berhubungan intim dengan istri. Jika misalnya niatnya untuk mendapatkan anak yang saleh, dapat pahala." Misalnya agar dia menyalurkan hasratnya di cara yang benar untuk menghindarkan diri dari zina, maka dapat pahala. Misalnya untuk agar bisa mesra, mengambil hati istri, menyenangkan istri, maka dia dapat pahala. Banyak bisa didapatkan. Sehingga kegiatan tersebut yang seakan-akan jauh dari nilai pahala, ternyata di balik itu juga ada pahala. Makanya Rasul wasam mengatakan ahadikumqah engkau menggauli istrimu kau dapat pahala. Sampai sahabat bertanya, "Ya Rasulullah ahaduna syahwatahu filali walahu ajrun." Ya Rasulullah, apakah seorang meletakkan syahwatnya di saluran yang benar di istrinya kemudian dia dapat pahala? Kata Rasul sahu al wasallam, "Aroitum lahu harami alaihirun." Bagaimana menurut kalian kalau dia meletakkan air maninya, syahwatnya di tempat yang haram, dia berzina? Bukankah dapat dosa? Kata sahabat, tentu. Nah, kalau gitu kalau dia letakkan pada istrinya dapat pahala. Ini contoh. Maksud saya aktivitas ini cuma butuh waktu 1 detik aja untuk renung karena Engkau ya Allah. Sebentar. Tapi efeknya luar biasa. Kita selalu ingat Al Allah. Kita ketemu kawan, niatkan karena Allah. Ada orang datang mau ngobrol sama kita, niatkan karena Allah. Kita mau belanja sesuatu niatkan karena Allah. Membelikan hadiah buat istri niatnya karena Allah. Belikan hadiah buat anak-anak niatnya karena Allah. Ajak anak-anak jalan-jalan, niatnya karena Allah. Supaya anak-anak semangat lagi belajar. liburan ajak jalan-jalan supaya semangat lagi belajar. Anak-anak butuh refreshing. Bukan cuma ibu-ibu aja yang ke mall. Anak-anak juga butuh refreshing. Buat semangat untuk belajar lagi. Jangan sampai sudah di pondok suruh ngfal. Pulang suruh ngapal lagi. Waduh bisa stres anak-anak. Nah, ini contoh agar bekal kita banyak dengan meniatkan segala aktivitas kita karena Allah. Ibu-ibu banyak bisa ibu-ibu lakukan. Masak niatkan karena Allah. Ngelayani suami niatnya karena Allah. Bikinkan kopi buat suami niatnya karena Allah. Cucikan pakaian suami niatnya karena Allah. Ngantar makanan suapin suami niatnya karena Allah. Sikat gigikan suami niatnya karena Allah. [tertawa] Kalau suami suka, biarin aja. Ada suami yang suka aja gak apa-apa ya. Ada suami yang suka dilayani ya, yang suka kaos kakinya dibuka sama istrinya. Ada yang seperti kalau ada masalah ya. Aisyah radhiallahu anha dulu apa? Menyisir rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam. Menyemprot apa? Beri menyemprot apa? Beri banyak wangi kepada tubuh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Aisyah yang ngisi rambut. Ini bapak-bapak kasihan rambutnya panjang. Dia nyisir sendiri. Kasihan. Istri ke mana, Pak? [tertawa] Lagi masak ya. Punya parfum banyak semprot sendiri. Kasihan. Harusnya ada istri yang semprotin kan bagus. Kalau istri yang pakaiin, istri dapat pahala enggak? Dapat pahala. Maksud saya sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan. Begitulah agungnya niat. Begitulah agungnya niat. Nabi berkata, "Innamal a'malu bin niat." Amalan tergantung niat. La ajra illa an hisbah. Kata Nabi, "Tidak ada pahala kecuali jika ihtisab." Diniatkan karena Allah subhanahu wa taala. Bab ini di antara hal yang perlu kita renungkan kembali sehingga aktivitas kita semuanya bernilai pahala. Bapak-bapak yang kerja kalau keluar rumah pagi-pagi ingin ke kantor, ingin jualan, ingin market, marketing, ingin sales. Niatkan saya karena Allah. Sehingga semua kegiatan kita keluar dari rumah di botrik matahari kemudian terkena banyak asap kendaraan ya, capek menahan rasa kantuk. Ini pahalanya besar. Niat karena Allah agar tidak ada waktu yang terbuang-buang. Saya tanya sama ibu-ibu, bisakah nonton film Korea karena Allah? Saya tanya aja, tanya aja bisa enggak? Siapa tahu bisa. Kalau bisa dapat pahala. Saya tanya dulu, bisa enggak nonton film Korea karena Allah? Bisa enggak? Inilah fungsinya. Di antara fungsi kalau kita sering niat karena Allah, kita akan mengontrol aktivitas kita. Kalau ini enggak bisa kita larikan karena Allah, berarti enggak benar. Berarti enggak benar. Paham? Saya tanya sama Bapak, bisakah beli jam harganya R1 miliar karena Allah? Coba renungan aja. Bisa enggak kira-kira? Susah kan? Susah. Susah. Sehingga ketika ini karena kalau kita selalu mengontrol hati kita karena Allah, banyak hal yang bisa kita filter. Yang kita filter ya susah ya. Oleh karenanya dengan karena Allah ya hidup lebih berkah, aktivitas lebih terkontrol, lebih jauh dari kema kemaksiatan. Jauh dari kemaksiatan. Maka sering-seringlah kita berniat karena dalam perkara sederhana ya. Ketemu kawan, ajak kawan main di rumah, olahraga, ngobrol, nyenangkan hati orang. Ketemu tetangga, salaman, senyum, kirim kue ke teman, ee ucapin salam kepada orang miskin. Orang miskin kalau ada orang kaya salam, dia senang enggak? Senang. Dia merasa dihargai. Ada tukang sampah kita. Asalamualaikum, Pak. Senang enggak tukang sampah? Serus senang. Tapi kalau antum jalan begini dia tersinggung. Dia tersinggung manusiawi. N dia kerja buat kita sehingga segala aktivitas berpahala. Sehingga kita tidak lari daripada tujuan kita diciptakan. Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun. Antum kira kita diciptakan begitu? Saya enggak ada tujuannya dan kita akan dihisab. Allah mengatakan abakum turjaun. Apakah kalian menyangka kami ciptakan kalian cuma main-main doang? Abat hanya sekedar senda gurau bermain-main. Waakum ilun. Kemudian kalian tidak dikembalikan kepada kami. Tentu jawabannya tidak benar. Kalian diciptakan karena ada tujuan. Kalian akan dikembalikan dan akan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman juga insan alam yakutumnaqatan fasawa dan seterusnya. Apakah manusia menyangka dia diciptakan begitu saja tanpa ada tujuan? Tidak diperintahkan, tidak dilarang? Semua ada tujuannya. Semua ada tujuannya. Maka pastikan aktivitas kita semuanya untuk ibadah. Kalau kita pun terjatuh dalam kesalahan, dosa, apa ibadah di balik dosa? Bertobat dan istigfar. Kalau kita dapat nikmat, apa ibadah di balik nikmat? Bersyu bersyukur. Kalau kita diuji terkena musibah, apa ibadah di balik musibah? Bersabar. Sehingga seorang berputar pada ibadah kepada Allah. Semua aktivitasnya adalah i ibadah. Makannya ibadah, minumnya ibadah, tidurnya ibadah. Apa kata Muad bin Jabal? Inni laahtasibu naumati kama ahbuati. Aku berharap dapat pahala dari tidurku sebagaimana aku berharap dapat pahala dari salat malamku. Kenapa? Muad bin Jabal kalau mau tidur niatnya untuk bangun salat malam. Pernahkah kita mau tidur niat bangun salat malam? Ya, pernah beberapa kali. Atau kita pas mau tidur nonton YouTube, Facebook sampai ketiduran. Mana mau niat pas nonton Facebook nonton ijazah. Asli atau palsu? Asis enggak [tertawa] sampai ketiduran. Terus enggak sempat niat. Enggak sempat niat. Kenapa? Karena sebelum tidur murajaah. murajaah Facebook, murajaah YouTube. Tapi kalau sebelum tidur baca doa, sebelum tidur ngaji, dia pasti ada niat. Sehingga tidur dia 5 jam, 6 jam semuanya berpahala. Sehingga tidak ada satu detik pun yang lepas dari kita kecuali bernilai pahala. Kelihatannya sepele tapi ini bekal luar biasa. Ini kelihatannya sepele tapi ini signifikan dalam hisab nanti pada hari kiamat kelak. Enggak sering-sering kita ingat karena Al Allah. Ibu-ibu saya tadi sudah ajarin kan. Jadi kalau suami pulang sambut dari apa? Dari e apa begitu suami pulang bilang gimana biasanya? Gimana kalau suami datang? Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Wi Abi. Masyaallah. Gitulah gitu. Bawa apa katanya? [tertawa] Kalau tahu bahasa Arab ahlan wasahlan. Masyaallah kan keren. Sayang guru bahasa Arab. Kalau suami tuh senang jadi rindu pengin pulang terus disambut sama is istri. Sambut sama istri niatnya. karena Allah subhanahu wa taala. Jadi istri suami begitu sampai dia masuk dalam apa? Baiti jannati. Bahagia pengin pulang terus. Ee mudah-mudahan kita semua bisa beraktivitas semuanya karena Allah subhanahu wa taala. Ini teori sampaikan. Tapi butuh perjuangan sampai kalau kita sudah terbiasa jadilah sajiah. Saj sudah perangai. Perangai seorang apapun dia mau bikin karena Allah. Jangankan kita mau bikin, kita mikir aja kalau bukan karena Allah kita enggak mau. Karena berpikir karena Allah dapat pahala. Saya renungkan gimana dakwah, gimana berbakti sama orang tua, gimana sih nyenangin istri saya? Gimana ngurus anak karena Allah dapat pahala. Jangankan kita, kita mikir itu dapat pahala. Kalau mikir karena enggak benar dapat dosa. Allah mencela Alwalid ibn Mughirah yang berpikir buruk. Kata Allah, innahu fakar qadar faqutila kaifaqdar tumma qutila kaifa qaddarma tumma abasa wa basarma adabar wasakbar faqala in illa sihr yar in illa quul basar sauslihi saqar wamaqar laqi wah lil basyar alaiar kata Allah subhanahu wa taala sungguhnya si walid bin Mughirah berpikir dan menebak-nebak menerka-nerka apa yang harus dia ucapkan tentang Al-Qur'an jadi dia mikir saya ngomong apa tentang Al-Qur'an supaya orang menjauh dari Muhammad. Dia mikir, dia bilang Al-Qur'an syair bukan. Dia bilang Al-Qur'an ini adalah dongeng. Bukan. Dia mikir, dia mikir keras. Allah sebutkan innahu faqara waqaddar. Dia mikir dan dia menerka-nerka. Celaka dia. Bagaimana dia mencoba mencoba-coba memikirkan apa yang buruk tentang Al-Qur'an. Akhirnya dia punya kesimpulan, inza illa sihr yar. Al-Qur'an ini hanyalah sihir yang dipelajari. Makanya orang kalau dengar tersihir. Inul basar. Alquran hanyalah perkataan manu manusia. Allah mengatakan uslihi sakar. Aku akan masukkan dia dalam neraka sakar. Jadi dia berpikir tadi dapat do dosa. Makanya sebagian ulama membahas apa hukum banyak mikir tentang catur. Ini benar ini saya bahas l ulama ya ada yang mengatakan begini tapi ada yang mengharamkan catur. Gara-gara apa? Dia mikir yang tidak ada faedahnya. Dia menggunakan potensi dia mikir berjam-jam. Maka orang yang cerdas memikirkan hari akhiratnya, dia berusaha mikir pun karena Al Allah. Bagaimana mikir karena Allah? Mikir dagang gak apa-apa. Mikir dagang supaya berhasil gak apa-apa. Tapi niatkan karena Allah. Saya pengin sukses. Mikir gimana anak-anak kerja apa, anak-anak bisnis apa. Mikir buat apa karena Allah? Tapi harus ingat karena Allah. Jadi jangan antum sangka aktivitas cuma lisan dan perbuatan. Pikiran antum juga aktivitas. pikiran juga itu apa? Aktivitas. Maka niatkan karena Allah. Yang usia 60 tahun kan banyak berpikir biasanya. Iya enggak? Atau yang muda yang banyak pikir kita banyak hidup kita di antaranya berpikir. Nah, kalau berpikir karena Allah dapat pahala. Bukankah Allah memuji orang-orang berpikir tentang keagungan Allah? inqama alabah subhanaka. Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang cerdas. yaitu orang-orang senantiasa berzikir kepada Allah dalam kondisi berdiri, dalam kondisi duduk, dalam kondisi berbaring. Kemudian mereka merenungkan tentang penciptaan langit dan bumi. Mereka berkata, "Ya Allah, tidak mungkin kau ciptakan ini semua sia-sia tanpa tujuan. Faqinaabanar, maka selamatkanlah dari neraka jahanam." Lihatlah bagaimana mereka dipuji oleh Allah karena berpikir yang benar. Berpikir yang benar. Antum tadabbur afala tadadabbarun Quran baca Quran ini ayat maksudnya apa? Ini maksudnya apa? Dapat pahala. Jadi usahakan semua aktivitas karena Allah. Jangan sampai senyum antum keluar tanpa tanpa tidak tanpa pahala. Jangan. Usahakan senyuman antum semua juga dapat apa pahala. Senyum sama istri dapat pahala. Ah kalau istri orang bermasalah. [tertawa] Kalau istri sendiri dapat pahala. Senyum sama kawan, senyum sama teman, senyum sama murid, senyum sama guru, senyum sama tetangga. Tiib. Ini yang pertama. Berikutnya, bekal berikutnya, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Dan jangan remehkan nuntut ilmu yang serius. Saya tahu Bapak-bapak, Ibu semua rajin nuntut ilmu, tapi mungkin kurang serius. Serius itu bukan bukan berarti harus antum jadi ustaz. Enggak ya. Nanti ustaznya kebanyakan juga ya. [tertawa] Mau saya ya karena ya jadi ustaz dengan ilmu yang berkapasitas cukup tidak tidak mudah ya tidak mudah ya perjuangan. Tapi maksudnya untuk diri sendiri paling tidak untuk keluarga ya. Saya tidak suruh antum harus hafal sekian-sekian tapi nuntut ilmu yang serius dicatat, dimurajaah ya. Kalau ada ujian ikuti ya dalam banyak sekarang kajian saya ada ujiannya ada apa ujian. Jadi lain untuk supaya teman-teman semangat apalagi ujian kajian-kajian kitab yang berlanjut maka dengan ada ujian sedikit saja pengaruhnya luar biasa. Seorang sudah ngaji sejam terus minggu depan dia murajah 5 menit aja langsung nyantol 5 menit aja. Dia butuh coba 5 menit daripada isi lagi isi lagi isi lagi enggak pernah berajah hilang. hardisknya enggak cukup diisi lagi kedelet yang sebelumnya. Ini saja baru mau diisi sudah kedelet sebelum terisi. Apalagi sudah padat diisi diisi. Makanya murajaah itu perlu alilmu bil murajaah. Ilmu dengan mura murajaah. Dan yang membantu kita murajaah kita mencatat. Misalnya mencatat itu mempengaruhi daya tangkap kita. Daya tangkap tangkap kita. Oleh karenanya di antara doa yang pertama Rasulullah baca ketika salat subuh adalah minta ilmu yang bermanfaat. Dalam hadis Ummu Salamah radhiallahu taala anha ya. Apa kata Ummu Salamah? kana yaakulu sh subha yusallimu adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam membaca setelah salat subuh ketika salam berarti setelah salam Allahumma inni asaluka ilman nafian ya Allah aku mohon kepada engkau ilmu yang bermanfaat wariz thiban rezeki yang halal yang baik wa amalan mutaqabbalan dan amal yang ber yang yang diterima ini kalau kita boleh bilang hadis ini, ini adalah ee modal kehidupan dunia. Makanya diminta di awal kali kita mau aktivitas, ilmu bermanfaat supaya dapat rezeki yang halal, supaya amalnya diterima. Isyarat bahwasanya ada ilmu yang tidak bermanfaat. Benar enggak? Ketika kita minta ilmu bermanfaat, berarti ada ilmu yang tidak bermanfaat. Ketika kita minta rezeki yang halal, berarti ada rezeki yang haram. Ketika kita minta ilmu amal yang diterima, berarti ada amal yang tidak diterima. Dan semuanya rezeki yang halal untuk mengetahuinya daripada rezeki yang haram. Demikian juga amal yang diterima. Bagaimana cirinya supaya kita terhindar dari amal yang tertolak? Cuma dengan ilmu. Maka seorang serius ketika baca doa ini, Allah minasaluka ilman nafian thiban mutaqabbalan. Karenanya kalau kita baca tentang ilmu, J maksudnya seorang yang berjalan di atas kehidupan ini selalu butuh ilmu. Berusahalah kita tidak terlepas dari majelis ilmu. Tidak harus setiap hari gak kita masing-masing punya kesibukan. Paling tidak seminggu sekali kita selalu hadir dalam majelis apa? Ilmu. Seminggu dua kali, seminggu tiga kali bagus ya. Tapi jangan sampai berminggu-minggu tidak penga pengajian. Ikatkan diri kita pada ilmu tertentu. Main sibuk ngaji kitab tauhid boleh, ngaji fikih boleh, ngaji akhlak boleh, ngaji adab boleh, ngaji sirah boleh, ngaji sejarah boleh, yang penting ada ilmu dia geluti dan dia seriusin, dia baca. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Addunya mal'unatun walunun ma fiha. Dunia ini semua terlaknat. Kenapa dunia ini melalaikan orang dari Allah? Membuat orang lupa dengan akhirat. Makanya Nabi mengatakan hukum asal dunia terlaknat. Adunya malunatun maha. Dunia terlaknat dan seluruh isi dunia terlaknat kecuali apa? Illa zikrallah. Kecuali mengingat Allah wawala dan apa yang dicintai oleh Allah. Wa aliman wa mutaaliman dan orang alim dan orang yang belajar. Orang yang alim, orang yang bela belajar. Karena orang yang belajar mau tidak mau dia ingat agama Allah. Kalau dia ingat agama Allah berarti dia ingat Allah Subhanahu wa taala. Agar kita terlepas daripada laknat, kita belajar. Ilmu inilah yang membimbing kita agar kita bisa selamat dengan izin Allah. Agar kita bisa tahu mana rezeki yang haram, mana rezeki yang halal. Agar kita mana ilmu diterima, amal diterima, amal tidak diterima. Maka jangan lupa nuntut ilmu. Nuntut ilmu. Ya, oleh karenanya ikhwan serius nuntut ilmu ya. Cari pengajian yang serius ya. Yang ada belajarnya. ada murajaahnya kalau bisa ada ujiannya. Kajian-kajian seperti ini, kajian tematik boleh sesekali buat semangat ya, tapi bukan terus-terusan tematik. Ada orang ngaji mungkin dia ngaji setahun, satu ngaji 10 tahun, tapi yang 10 tahun tematik melulu. Kira-kira mana yang lebih berbobat ilmunya? Yang teratur apa yang tematik melulu? Yang teratur? Jelas. Tematik itu perlu untuk membenahi pola pikir secara untuk semangat. dia manfaatnya banyak tematik ini. Tematik di antaranya membuat semangat, yang kedua membenahi pola pikir bahwasanya dalam beragama harusnya begini-begini. Ini bisa diraih dengan apa? Kajian tematik atau ada isu-isu tertentu, maka perlu kajian tematik tertentu untuk menghadapi isu terut. Tapi kalau untuk menyusun suatu rangka ilmu yang kokoh, enggak. Enggak. Maka seorang berusaha belajar ilmu yang tersusun dengan rangka yang kokoh supaya dia lebih lebih kuat bekalnya. Lebih kuat bekalnya. Saya tidak menyuruh Bapak dan Ibu jadi ustaz dan ustazah. Enggak. Tapi paling tidak ilmu itu ada kerangkanya. Ya. Maka saya bilang beberapa pengajian saya sekarang sudah ada apa? Ujian. Ada ujiannya. Ada ujiannya. ada di kajian tafsir ada ujiannya, kajian fikih ada ujiannya, kajian akidah ada ujiannya. Tidak lain saya untuk membantu para peserta pengajian agar mereka bisa tersusun apa namanya rangka ee pola ilmunya. Pola ilmunya. Maka ketika kita berdoa, "Allah minas ilman nafi'an." Ya Allah aku mohon kepada Engkau ilmu manfaat. Ternyata ini menunjukkan ilmu itu banyak tapi banyak yang tidak bermanfaat. Wawasan banyak tapi wawasan banyak yang tidak bermanfaat. Internet banyak sekali wawasan. Banyak sekali wawasan-wawasan instan. Instan ya. Terkadang kita perlu. Kebanyakannya kita enggak perlu. Tidak perlu orang bukan yang berarti dia banyak wawasan. Sekarangsekar seorang di di di apa namanya? Mendapati ledakan wawasan ledakan maklumat. terlalu luas sehingga dia copot sana copot sini dia punya wawasan luas tapi dia tidak punya keahlian dia tidak punya keahlian ini musibah sekarang atau dia ngambil produk-produk jadi dia tidak tahu latar belakangnya seperti apa. Insan-insan seperti ini sebagian kita perlu tapi kebanyakan kita tidak per tidak perlu sehingga dianggap tidak bermanfaat. Hanya menghabisi pikiran kita, hanya mengisi hardisk otak kita, tapi tidak ada faedahnya. Tidak ada faedahnya. Maka seorang di tengah ledakan maklumat, ledakan ilmu, hendaknya dia berusaha untuk memfilter. Di antaranya dengan doa ini, Allahum Allah min asaluka ilman nafi'an. Di antara doa Nabi, Allah manfa bima alamtani waimni yanfauni wazidni ilma. Ya Allah jadikan ilmu yang kau ajarkan kepadaku bermanfaat. Ya waimni yanfauni. Dan ajarkanlah aku ilmu yang bermanfaat. yang tidak bermanfaat enggak usah diajarin. Wazidni ilma dan tambahkanlah bagiku ilmu. Bab seorang tahu misalnya ilmu tentang seorang pemain bola lahirnya di mana, istrinya berapa, pacarnya berapa, anaknya berapa, sakitnya apa? Bermanfaat enggak? Misalnya, misalnya seorang tahu seorang artis misalnya bagaimana lahirnya, bagaimana nasibnya, gimana sekarang kayak apa, istrinya bagaimana, anaknya bagaimana, itu bukan bukan terlarang, tapi enggak ada faedahnya. Karena setiap kita mengilmui sesuatu, ada ilmu lain yang jadi tumbal yang harusnya lebih manfaat kalau kita pelajari. Maka agar kita punya bekal yang baik dalam hidup ini, berusaha belajar yang bermanfaat. Baik ilmu akhirat maupun ilmu dunia. Ilmu dunia bermanfaat. Pelajari anak-anak diajarin cara dagang bermanfaat, cara bagaimana berakhlak terhadap orang, psikologinya bagaimana, bagaimana menjaga pelanggan. Ya, diajarin gak apa-apa diajarin bermanfaat. Tapi dia terlalu banyak baca, terlalu banyak ini, banyak ilmu tidak bermanfaat menumbalkan ilmu yang ber bermanfaat. Sayang. Dan ini akan repot bagi dia di akhirat karena kan ditanya tentang apa yang dia pelajari, apa yang telah diamalkan. Oleh karenanya jangan sampai lepas dari nuntut ilmu. Begitu agungnya ilmu sampai Rasulullah bersabda, "Wa inal malaikata ajhabil ilmi bima yasna. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya karena suka dan rida dengan perbuatan orang yang nuntut ilmu." Sebagi ulama berpendapat maksudnya malaikat meletakkan sayap itu, malaikat turun. Kalau ada orang belajar nuntut ilmu, malaikat turun untuk menghormatinya. Sebagan berkata malaikat menaruh sayapnya supaya diinjak oleh penuntut ilmu karena senang dengan penuntut ilmu. Sampaian pendapat demikian. Sampai datang sebag riwayat ada orang ngejek, "Mana malaikat?Malaikat." Eh, hati-hati jangan sampai keinjak dia ngejek. Akhirnya kakinya lumpuh. Sehingga sebagian ulama menafsirkan, maksudnya benar-benar malaikat ya hal gaib kita enggak tahu. Tapi karena dia rida, dia letakkan sayapnya sehingga dipijaki oleh penuntut il ilmu. Luar biasa. Majelis ilmu itu luar biasa. Ilmu yang benar, gurunya yang benar, berarnya nunut. Ya, jangan sampai menuntut ilmu malah pikiran duniawi. Nuntut ilmu malah ajang pamer ini pamer anu. Nuntut ilmu tapi bicaranya artis-artis melulu. Ya jangan. Nuntut ilmu tapi carinya popularitas. Jangan salah. Itu nuntut ilmu yang salah. Menut ilmu itu kita semakin takwa sama Allah, semakin rajin salat malam, semakin khusyuk ketika salat, semakin jauh dari syubhat dan haram seperti itu. Jadi, jangan lupa nuntut il ilmu ya. Majelis-majelis berkah. Allah berikan sakinah, ketentraman, mawaddah, rahmat Allah turunkan kepada orang penuntut yang masuk dalam majelismajelis ilmu tayib. Ini ee dengan ilmu tersebut maka kita insyaallah dimudahkan tahu mana rezeki yang halal, mana rezeki yang haram. Sehingga tatkala kita mencari rezeki, kita waspada, ini haram, tinggalkan syubhat, tinggalkan. Ya, tinggal ambil yang halal. Yang halal alhamdulillah masih ada. Rezeki orang seseorang telah tercatat. Mau dia ambil dengan cara haram atau halal jumlahnya sama, hasilnya sama terakhirnya maka gak usah ragu-ragu untuk ninggalkan yang haram. Ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, inna Jibril nafas fi anna nafsan lan tamuta hatta tastakmil rizqoha. Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku bahwasanya seorang tidak akan meninggal dunia sampai rezekinya sempurna. Ya, rezekinya sempurna, enggak dikurangi sedikit pun. Ya, faajmilu fitab. Kalau gitu carilah rezeki dengan cara yang baik. Cara yang baik. Jangan terlalu ngoyo. Bukannya tidak berusaha cari-cari kata Nabi. Tapi jangan terlalu ngo ngoyo ya sampai lembur 5 jam. Kasihan. Kapan ketemu anak istri kalau lembur sehari 5 jam? Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Khuzu mahalla, ambil yang halal wadau ma harum." Tinggalkan yang haram. Sudah selesai. Ada untung banyak yang haram, tinggalin nanti Allah ganti dengan cara yang halal. Gak usah ragu-ragu. Sudah ini bukan rezeki saya. Rezeki saya sudah tercatat. Rezeki saya bukan di tanganmu. Rezeki saya di tangan Allah Subhanahu wa taala. Ya, ada orang bertanya kepada Imam Ahmad. Kata Imam Ahmad, "Supaya kau terjadi fitnah, menikahlah." Ini kata Imam Ahmad, "Nikah gimana ngurus anak-anak? Apakah rezekinya di tanganmu?" Rezekinya bukan di tanganmu. Rezeki anak-anak di tangan siapa? Allah. Nikah-nikah aja supaya terhindar dari fit fitnah wanita, fitnah lawan jenis ya. Tib dengan nuntut ilmu kita tahu juga mana amal diterima, mana amal tidak diterima. Ini dalil bahwasanya ada amal diterima, ada amal tidak diterima. Amal tidak terima seperti orang-orang Nasra waladalin. Melakukan amal sendiri, bikin bidah. Warahbaniah ibtadauha. Mereka bikin bidah rahbaniah. Pastor-pastor mereka tidak mau kawin, tidak punya anak. Hidup susah tapi amal mereka tidak diterima. Sudah berleti-letih tidak diterima. Orang-orang Khawarij yang ibadahnya luar biasa tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. C orang Syiah yang merangkak menuju kuburan Husein sampai setengah mati tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Semua bidah. Yang zikir joget-joget, loncat-loncat, terjungkal-terjungkal. Mana zikir? Dari mana ajaran seperti itu? Di mana ajaran seperti itu? Berarti ada amal diterima, ada amal tidak di diterima. Keseorang belajar agar tahu mana amal yang di diterima sesuai dengan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bekal hidup. Untuk amal saleh jangan pernah spekulasi. Kalau dagang boleh spekulasi, tapi kalau amal saleh jangan spekulasi. Yang jelas-jelas sudah banyak ini. Ini adalah pedoman hidup. Kalau beramal saleh yang jelas-jelas aja, yang tidak jelas ya sudah kamu aja. Saya enggak. Saya pengin yang jelas jelas-jelas saja. Masih banyak ibadah yang jelas. Tayib. Di antara bekal hidup, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, hubungan dengan kerabat harus baik. Kerabat kita siapa sih? Rahim-rahim kita. Ya, harus baik. Dan ini di antara perkara yang sangat urgen disampaikan oleh Nabi penyambung silaturahmi. Dalam Al-Qur'an banyak sekali perhatian terhadap kerabat. Waala qurba haqqohu. Berikanlah hak kerabat waal hubilba dan dia mengeluarkan harta yang dia cintai kepada karib kerabat. Ya wabudullaha wala tusriku bhi syai wabil walidini ihsana wil qurba wal yatama. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua dan kepada karib kerabat. Bahkan Allah sebutkan kerabat sebelum lebih dulu disebutkan daripada fakir miskin, daripada anak yatim, daripada ibnu sabil, kerabat. Kita ini hidup di dunia ini bukan bersendirian muncul tapi ada sebab-sebabnya. Ada orang tua kita. Orang tua ini punya kakak, punya adik. Kita juga punya kakak, punya adik. Kita juga punya ponakan. Pastikan hubungan kita kekerabatan baik. Di antara ibadah yang sangat agung adalah menyambung silatu silaturahmi. Allah sebutkan di antara sebab masuk surga adalah silatu silaturahmi. Kata Allah, walladzina yasiluna ma amarallahu bihi ayusal. Dan orang-orang menyambut silaturahmi yang diperintahkan untuk disambungnya. Setelah itu Allah sebutkan di akhir ayat, jannatu adin yadulunaha waman shaha min abahim azwajimati. Mereka mau surga dengan orang-orang saleh dari orang tua mereka, istri mereka, anak mereka masuk surga gara-gara di antaranya gara-gara silatu silaturahmi. Nabi pertama kali masuk kota Madinah. Apa kata Abdullah bin Salam? Awalu kalamin samuhu ya ayyuhanas afsusam wasilul arham. Wahai manusia sekalian, tebarkanlah salam, bagi-bagi makanan, sambung silaturahmi. Sambung silaturahmi. Ketika Abu Sufyan ditanya waktu itu masih jadi musuhnya Nabi, "Wamad yamurukum?" Kata Heroklius, "Apa sih yang diperintah Muhammad kepada kalian?" Kata Abu Sufyan, "Qala audullaha tusriku bihian." Muhammad berkata, "Sembahlah Allah dan jangan syirik." Wana yauna bisati wal afafi wasilah. Rasulullah Muhammad menyuruh kami untuk salat, untuk berakhlak mulia, dan untuk menyambung silaturahmi. Pastikan dalam hidup ini tidak masalah sama kakak- adik. Pastikan kalau ada masalah segera selesaikan sebelum meninggal dunia. Pastikan tidak ada masalah sama om, tante, ponakan, apalagi sama orangorang tua. Hidup ini bukan untuk mempertahankan ego. Kita ada masalah sama orang mengalah ajaalah. Kalau kita sudah mengalah tetap dipermasalahkan, ya sudah. Kita hanya mengadu kepada Allah Subhanahu wa taala. Jangan bilang, "Saya kakak, kamu adik, kamu harus ngalah." Yaak, enggak ada begitu. Kita ini kakak adik, sudah kita ngalah aja supaya kita bisa ketemu nyaman. Jangan sampai punya masalah sama keluarga. Namanya kecemburan itu ada. Makanya di antara hal yang membantu kita untuk bisa menjaga silaturahmi kalau antum punya uang jangan pelit sama kerabat. Jangan pelit. Kalau antum kasih duit sama kerabat itu namanya bersedekah pada tempatnya. Itu yang memang Allah perintahkan. Lebih dahulu daripada antum kasih anak yatim. Kerabat lebih dahulu, apalagi janda belakangan itu. Yang penting kerabat dulu. Ini janda dulu dikasih, kerabat tidak dikasih. Ah, yang benar ini modus. Ini kerabat. Kerabat baru anak yatim, janda, fakir miskin. Itu belakangan yang pertama kerabat. Kerabat kita tidak semua kaya. Banyak yang miskin. Iya. Enggak. Banyak yang susah. Yang mungkin malu minta sama kita. Kalau ada yang minta sama kita, alhamdulillah saatnya kita kasih. Berarti ini lagi butuh. Kita bersyukur Allah buka jalan kita kasih bantu k kerabat ya akhir. Subhanallah. Jangan punya masalah sama kerabat. Gak perlu ego-ego sekarang itu kamu adik harus minta maaf sama saya. Enggak ada dia adik kita minta maaf meskipun kita yang benar. Sudah dek sudah jalan duluah ajak makan. Namanya kakak adik ngapain ribut? Sedih kata lihat kakak adik ribut. Kerabat ribut. Ini masalah besar di antara konsentrasi dakwah Nabi adalah menyambung silatu silaturahmi. Sabar-sabar. Silaturahmi butuh sabar. butuh sabar, butuh korban perasaan, butuh korban duit. Bukan korban perasaan doang, butuh korban apa? Duit. Ya, ini salah satu bekal utama dalam kehidupan. Mungkin karena waktu sudah sempit, di antara bekal hidup yang harus kita usahakan, jangan pernah zalimi orang sebisa mungkin jangan pernah zalimi orang. Menzalimi orang maknanya adalah mengganggunya atau mengambil haknya. Itu namanya zalimi orang. Hati-hati dengan kezaliman apapun. Contoh ini sedang ada kezaliman. Di perumahan ada jalan umum kita parkir di luar. Zalimi orang tidak terganggulah orang terganggu. Ini bukan jalan kamu. Ini jalan fasilitas umum. Kalau f umum tidak boleh jadi milik pribadi, jangan gunakan untuk pribadi. Masukin kalau enggak ada ya, kalau enggak ada garasi parkir di luar sana, di luar kompleks. Adapun masuk kemudian mengganggu fasilitas um tidak boleh. Sebagian orang saya kan ketemu orang, "Ustaz ini sudah ngaji tapi dikasih tahu enggak mauak dengar. Subhanallah. sudah ngaji tapi dia kok enggak peka masalah ini. Sekarang dia bikin bikin dia beli tanah misalnya namanya tanah ya ya biasanya mundur dikit kan supaya dia bisa parkir ada tamu dia ngepasin sampai full padahal rumah-rumah yang lain mundur dia sendiri mau sampai fu full full subhanallah ini ingin mengganggu sudah ngaji tapi ngajinya kayaknya kok enggak ada dampaknya enggak boleh mundur dikit supaya kalau ada yang datang motor atau mobil ya dan sama-sama tahulah tidak berarti kalau punya tanah kemudian di fullkan misalnya ya, ada orang nekat saya lihat sendiri bikin rumah dia bikin rumah tanah dia dia fullkan paham dia fullkan tempat sendalnya maju kan tempat pijakan ya akhirnya kan masuk ke jalan umum ini dosa gak boleh ini jalan umum membuat orang sempit ada lebih canggih daripada ini ikhwan juga in dia bikin rumah ada padat full terus dia tinggikan di atasnya dia beginiin masyaallah jadi Dia masuk ke dia. Jadi tanah dia 200 m itu bagian bawah. Bagian atas 250 m. Ini orang pintar banget kata situ. Jadi enggak boleh kalau tanah itu pemilikan sampai ke atas ke langit. Enggak boleh. Enggak boleh. Ini haram hukumnya dan dibahas dalam buku-buku fikih. Enggak boleh. Yaihi. Zalim an nanti zalim bertahun-tahun. Zalim nih nant jangan agak sepele. Ini zalim. Antum punya mobil juga terus pakai solar terus antum nyalain terus kan asapnya masuk ke rumah tetangga. Zalim atau tidak zalim? Nanti merokok orang batu-batu sebelah zalim atau tidak zalim? Istri nanti zalimi tiap hari cium bau asbak tiap hari kan kasihan. Kasihan zalim anak-anak jangan zalim hidup jangan zalim sebisa mungkin tidak zalim. Zalim itu pertama adalah mengganggu orang lain. Itu namanya zalim. Makanya di antara haramnya rokok laar wala dirar. Rokok itu mengganggu mengganggu orang lain. Mengganggu di sini mengganggu orang lain. Tapi meskipun ada manfaatnya katanya rokok ada manfaatnya. Di antara manfaatnya [tertawa] pencuri tidak jadi masuk karena batuk-batuk mulu katanya. Enggak jadiak jadi. Jadi enggak perlu pasang anjing di luar. Pokoknya ada batuk-batuk enggak jadi masuk. Manfaat menghalangi pencuri masuk ke dalam ru rumah. [tertawa] Manfaatnya menambah apa masukan para dokter? Karena banyak pasien yang apa? Yang kena penyakit paru-paru istilahnya. Jangan zalimi orang. Sebisa mungkin jangan zalimi orang. Kalau putar sesuatu jangan keras-keras ganggu orang enggak bisa tidur. Saya di kompleks luar biasa ya Allah bikin konser. Duk tak duk dak duk dak. Ya Allah, sore-sore sudah latihan duk tak duk tak duk tak malam sampai aduh waduh ini orang subhanallah dia pikir kita suka suara dia terlalu husnudan [tertawa] tidak pada tempatnya kita dengar pening lihat dengar dia tapi kita enggak bisa ngelarang mau diapain ini zalim orang bisa enggak bisa tidur Siap. Jangan sampai zalimi orang orang lain di rumah hati-hati kalau tetangga siram air jangan sampai jadi becak di halaman orang orang lain. Sampah jangan tertinggal di luar sehingga masuk aromanya masuk ke dalam orang lain. Usahakan jangan zalimi oranglah. Jangan zalimi orang. Sebisa mungkin ya. Sebisa mungkin anak kita hati-hati kalau main di luar ngerusakin mobil orang. Hati-hati. Jangan bilang anak-anak gak ada dosanya, Pak. Iya, anaknya enggak dosa. Ente yang tanggung jawab. [tertawa] Ini anak siapa ini? Anak kita keluar ambil batu kemudian geret mobil orang kan rusak kan. Orang Indonesia kan sayang sekali sama mobilnya. Iya. Enggak. Kalau di Saudi enggak terlalu. Nobek biasa aja. Tu Indonesia kalau digeret gitu hatinya yang tergoret. Ini anak keluar bawa batu keret ya. Kita tahu anak kita yang bikin. Jangan pura-pura enggak tahu. Jangan sampai kita zalimi orang ya. Kita anak ini tidak berdosa, tapi kita yang tanggung jawab. Ya. Ya. Minta pengertian. Pokoknya jangan ada masalah sama orang dan itu mustahil kita enggak punya masalah. Tapi berusaha jangan saya punya masalah sama orang. Lihatlah bagaimana Umar bin Khattab ketika ditikam. Ditikam. Siapa yang tikam saya? Kata dia majusi. Kata Umar, "Alhamdulillah tidak menjadikan kematian saya di tangan seorang muslim." Umar gak pengin punya masalah sama orang muslim di akhirat. Saya kalau punya masalah sama orang muslim belum tentu nanti yang menang. Kalau sekarang kita punya duit, kita bisa sewa pengacara, bisa sewa hakimnya, bisa kita sogok. Ya, bisa atau tidak? Bisa banget. Yang penting ada duit. Tapi kalau di akhirat repot berusaha. Ini pertama jangan ganggu orang. Kedua, di antara bentuk zalim adalah tidak menunaikan hak orang. Hati-hati ini, Ibu-ibu. Jangan sampai hak suami tidak ditunaikan. Hak suami apa aja, Ibu-ibu? Jangan pura-pura enggak tahu. Coba hak suami apa? Ini sudah belajar belum, Ibu-ibu? Coba apa hak suami? Ibu-ibu coba sebutin, Ibu-ibu. Kasih makan. Itu bukan hak suami kalau kasih makan. Itu hak istri. Ini hak suami. Apa hak suami? Ibu-ibu coba sebutin. Coba ayo. Nyediain kopi. Ah, itu hak ya. Hak juga kecil. Itu hak yang besar-besar. Apa? Hak suami nyuci baju, gorengkan nasi goreng, bikinin kopi. Itu ya yang besar-besar. Saya enggak pengin hak kecil-kecil. Hak besar-besar apa haknya coba? Ayo, Ibu-ibu, jangan pura-pura enggak tahu. Ini benar, Ibu. Jangan sampai salah bekal, ya. Apa hak Bapak-bapak, Ibu-ibu? Kalau keluar rumah minta izin sama suami. Jangan sampai keluar rumah asar pergi aja tidak minta izin apa? Suami. Harus ingat, kalau ada tamu mau masuk harus izin suami. Perhatikan. Gak boleh terima tamu, terima keluarga, kerabat masuk semua ke rumah. Minta izin sama suami. Rumah-rumah suami sekarang apalagi muda bisa akses tinggal telepon, tinggal WA. Ini suami pulang, wih ada sendal 30. Siapa aja ini? Ternyata ponakan istri semuanya. Ya Allah, habis beras gua habis nih. [tertawa] Gak apa-apa suami jangan pelit. Cuma kasih tahu suami itu butuh penghorma penghormatan. Tahu-tahu kumpul itu. Oh, Om berapa lama? Sebulan Om mau tinggal sini. Masyaallah [tertawa] ini roti belum laku-laku dari kemarin. Jadi jangan terima tamu kecuali dengan izin apa? Suami. Bahkan para ulama mengatakan bahkan kakak adiknya enggak boleh masuk rumah kecuali izin apa? Suami. Kecuali rumah itu ibu yang bangun, ibu yang beli. Ya, kalau suami yang bangun enggak boleh. Harus minta izin apa? Suami. Ini hak suami jangan dilalaikan. Apalagi ibu dihantar hak suami kalau minta jatah enggak boleh ditunda. Nah, itu yang saya tunggu-tunggu dari tadi enggak dibilang. Ah, ibu ini pura-pura lupa, pura-pura enggak tahu. [tertawa] Padahal itu hak yang paling ditekankan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Daat. Kalau ada seorang laki-laki kalau seorang laki-laki ngajak istrinya untuk berhubungan kemudian istrinya tidak mau tanpa ada alasan syari maka suaminya ngambek tidur ngambek maka malaikat melaknat wanita ini. Subhanallah. Ibu senang dilaknat sampai pagi hari. Kalau coba kalau suami ngajak jam 8.00 malam terus ibu enggak mau sampai subuh. Jam 08.00 sampai subuh berapa jam coba? Hitung 9 10 11 12 1 2 3 4 8 jam seteng ibu dilaknat malaikat terus besok mau jadi panitia pengajian. Hah? Kacau. Gimana ma panitia pengajian? Dilaknat malaikat 8 jam. Mending kalau suaminya ngajak jam .00 kan cuma tinggal 3.5 jam. Ini jam 08.00 sudah ngajak terus semuanya ngambek. Dia ambil guling kemudian dia peras dia genggam guling tersebut tidak ada faedahnya 8 seteng jam laknat besok jadi panitia pengajian ingat ini hak suami di antara hak yang sangat urgen sampai nabi berkata wain kanat alaqatab meskipun dia sudah berada di atas pelana unta kalau suaminya sudah kepingin atau istrinya sudah di atas pelana unta suaminya kepingin harus turun alatan dalam riwayat meskipun dia lagi masak lagi bakar lagi bakar roti suaminya kepingin dia harus sambut panggilan suami meskipun rotinya hangus kata para ulama enggak ada masalah roti hangus berapa ribu sih tapi kalau sudah ada suami yang hangus [tertawa] ibu-ibu, di antara bentuk zalim adalah tidak menunaikan hak orang makanya ibu harus tahu hak suami Ada hak anak. Ada anak punya hak disayang, tidak dipukulin melulu, sabar dengan kenakalannya. Anak-anak ada yang ada yang masyaallah iseng luar biasa. Anak-anak itu ada yang diam-diam tenang ya. Kadang-kadang tenang-tenang terus bloon tahu toh. Ada yang masyaallah ribut sana ribut sini, loncat sana sana banting sana banting sini ganggu adiknya, ganggu kakaknya. Ada yang begitu ya. Kita harus tahu ini anak-anak ya. Harus jangan bilang diomongin enggak ngerti. Ini namanya juga anak-anak ini masih kecil masih 2 tahun 3 tahun ya gimana kapan dia dibohongin sabar. Memandikan aja susah. Masuk kamar mandi ambil barang-barang masukin ke toilet handoknya lempar ke aduh nangis ibunya. Lihat anak sabar. Dia punya hak untuk disabarin. Gak boleh main hantam. Pak pak biru semua badan merah semua. Kasihan. Ini ibu salah didikan, bukan anak salah didikan. Ibu salah didikan. Ingat hak suami, hak anak. Hak anak harus diajarin. Bukan cuma kasih HP aja, kasih duit diajarin. Jurajah, ajar salat, dinasihatin, ngobrol bersama, dekat hati sama si anak di dipeluk. Kalau nangis didekap. Itu hak anak. Hak orang tua juga jangan ditinggalkan. Tib-bapak apa hak istri? Hah? Kasih makan. Ya, benar. Tadi sudah benar kasih makan. Sudah gemuk selesai tugas. [tertawa] Dalam hidup ini jangan sampai zalim. Jangan menyakiti orang lain. Jangan jangan tidak menunaikan hak orang lain. Dan itu bukan cuma suami istri aja. Ingat, teman kita punya hak, tetangga kita punya hak, teman kongsi dagang kita punya hak, guru kita punya hak, murid kita punya hak. Kalau kita ngajar di pondok pesantren, murid punya hak, wali murid punya hak. Jangan sampai hak mereka tidak kita tunaikan. Kalau hak kita tidak ditunaikan, masih mending kita akan ambil di hari kiamat kelak. Tapi kalau ternyata hak orang tidak kita tunaikan, kita akan binasa pada hari kiamat kelak. Renungkan sekali-sekali hak apa saja yang sedang karena kita semua manusia kita punya hak dan juga ada hak orang sama kita. Semua orang seperti itu. Pastikan hak orang kita tunaikan. Pastikan kita tidak ganggu orang lain. Ini modal paling besar hari kiamat kelak. Karena kezaliman kata Nabi, adzulmu dulumatun yaumalqiamah. Kezaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada hari kiamat. kelak kita akan binasa, kita akan sengsara, kita akan susah kalau kita zalimi orang. Kita zalimi orang bab demikian saja Bapak Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Sedikit yang saya sampaikan tentunya bekal dalam perjalanan ini maupun perjalanan akhirat sangat banyak. Ini sekedar sedikit saja yang mungkin perlu kita renovasi kembali. Ada kesalahan-kesalahan kita perbaiki, kita evaluasi kembali agar kita bisa lebi
Resume
Requeue
Categories