Transcript
9lyk0cu7Wfw • Kitab Al-Adab Al-Mufrad #60: Menyayangi Anak Kecil Itu Berpahala - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2626_9lyk0cu7Wfw.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqih wtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada pertemuan lalu telah kita bahas tentang bab-bab mengenai menghormati orang tua. Dan pada bab-bab berikutnya sebaliknya terkait dengan merahmati anak kecil ya. Menyayangi anak kecil ya. Memperhatikan anak kecil. Bahwasanya sikap kita menyayangi anak kecil, mencium anak kecil, memeluk anak kecil, ya bercanda dengan anak kecil, semuanya itu berpahala. Semuanya merupakan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita sebagaimana kita mencari pahala dengan baca Al-Qur'an, dengan puasa sunah, dengan salat malam, kita juga berusaha mencari pahala dengan berinteraksi dengan anak-anak. Berinteraksi dengan anak-anak dengan interaksi yang baik yang sesuai dengan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau menghormati orang tua berpahala, maka menyaingi anak-anak juga berpahala. Bab berikutnya, babun yamratu asgar eh man hadar minal wildan. Bab eh bahwasanya atau y tsamarata asgaru man hadar minal wilddan. Maknanya adalah anak yang paling kecil dari anak-anak yang ada dialah yang dikasih buah. Dialah yang dikasih buah. Maksudnya kalau ada anak-anak lagi kumpul terus ada buah yang mau dikasih, maka cari yang paling kecil itu yang dikasih. Kasih terlebih dahulu. Kasih terlebih dahulu sebagai bentuk perhatian terhadap yang paling kecil. Tib kita bacakan hadisnya. Imam Bukhari berkata, "Qasana Musa qal hadana Abdul Aziz an Suhail bin Abi SH an abihi an Abi Hurairat qala kana Rasulullah sahu alaihi wasallam idza utiya bizzahu qala Allahumma bariklana fi madinatina wuddina wasina barokatan ma barokatin tumma nawaha tumma nawalahu as yalihi minal wildan adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam jika dihadirkan kurma yang sudah mulai matang ya sudah mulai berwarna merah atau berwarna kuning ya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam berdoa, "Ya Allah, Allahumma bariklana fi Madinatina. Ya Allah, berkahilah kota kami, itu kota Madinah. Waudina, berkahilah mud mud itu alat alat apa namanya? Untuk ukur ya. Kita tahu ada dua. Ada namanya wazan. Wazan itu timbangan. Kalau kail namanya volume, ya. Kalau timbangan kita bilang 1 kilo, 2 kilo, 3 kilo. Kalau volume kita bilang seliter, du 2 liter dan seterusnya. Nahmud adalah alat ukur tapi terkait dengan volume ya. Volume ya kalau ada mood mood itu amdatu ee arbaatu ee apa namanya? Ee sh arba arbatu amdad. Jadi mut segini ya. Mut segini ya. Kemudian nanti sampai empat jadinya apa? Sh. Jadinya sh ya. Jadi kalau mood itu seukuran dua telapak tangan. Kalau kita ambil beras kita tuangkan namanya satu satu mut wasina. Adapun sha empat kali empat kali mood. Empat kali mut dan satu so itulah ukuran bayar zakat. Ukuran bayar zakat. Jadi sebenarnya ukuran zakat itu ukuran volume asalnya. Kemudian dikonversikan agar kita mudah membayar dikonversikan dalam bentuk wazan, dalam bentuk timbangan. Sehingga timbullah khilaf berapa sih sebenarnya kita bayar zakat berapa kilo? Karena asalnya dia bukan kilo, asalnya dia berupa volume ya volume. Jadi dicarilah sok nabawi dulu seperti apa, kemudian dimasukkan kurma baru habis itu ditimbang. Ya, itu baru bisa dikonversikan dalam bentuk timbangan. Sehingga berapa bayar zakat? Ada khilaf. Ada yang bilang 2,4 kilo, ada yang bilang 2,5 kilo, ada sampai 2,4 sampai 2,7 ada khilaf ya. Tetapi intinya asalnya mut apa sh itu adalah ukuran volume bukan ukuran timbangan ya. Jadi Rasulullah dan dulu penduduk Madinah menggunakan mood. Kalau menggunakan mood atau sh ketika jual beli mereka jual beli dengan kurma dengan menggunakan SA yaitu ukuran tertentu ukuran volume ya. Ukuran volume seperti kalau kita 1 lit, 2 lit, 3 lit ya. Tapi itu ukuran tertentu. Nabi mengatakan, "Ya Allah, berkahilah ee berkahilah bagi kami di kota kami, kota Madinah dan mood kami dan sok kami, yaitu ukuran-ukuran jual beli. Alat yang digunakan untuk menimbang untuk jual beli barokah ma barokah." Yaitu dua keberkahan. Berkah di atas keberkahan. Nawalahu asgar yalihi minal. Kemudian Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam kasih buah yang baru matang itu ke yang paling kecil dari anak-anak yang hadir. Misalnya ada 10 orang anak yang hadir, Nabi cari yang paling kecil Nabi kasih sallallahu alaihi wasallam. Jadi ini sunah sunah kita memperhatikan yang paling kecil daripada yang hadir ya. Ee sebelumnya kita bahas dulu bahwasanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendoakan keberkahan bagi Madinah dan Madinah kita tahu adalah salah satu dari kota haram. Bahwasanya tanah haram cuma ada dua yaitu Makkah dan Madinah. Adapun perkataan sebagian orang bahwasanya Masjidil Aqsa thasitul Haramain yaitu haram yang ketiga. Maka ini tidak pas. Benar. Al-Aqsa adalah masjid yang salah satu dari tiga masjid yang dibolehkan Syaddur Rihal untuk bersafar dalam rangka untuk beribadah di situ karena mencari keberkahan. Cuma tiga masjid semuanya tiga yang tiga masjid yang dibangun oleh para nabi. Masjidil Haram dibangun oleh Masjid Nabi Ibrahim Alaih Salam. Kemudian Masjid e Al-Aqsa dibangun oleh Nabi Daud atau Nabi Sulaiman disebutkan oleh Nabi Sulaiman alaihialam. Jadi kalau ada anak-anak kita lagi bagi-bagi cari yang paling kecil. Misalnya ada teman-temannya lagi ngumpul, lagi main-main, kita bawa sesuatu, permen atau makanan. Ketika semuanya minta, "Om, Om, minta Om, eh mana yang paling kecil?" Nah, jadi kita perhatian sama si kecil dan kakak-kakak juga ngerti bahwasanya anak kecil harus didahulukan. Kita tanamkan sejak kecil bahwasanya anak kecil harus yang paling di disayang. Sehingga disayang dia nangis, jangan sampai nangis. Wajar kalau dia apa cengeng. Oh, paling kecil. Paling paling kecil ya. Dan ini juga ee memasukkan rasa senang kepada anak-anak sehingga anak-anak bahagia. Ketika ketika di di Nabi kan ada orang besar, ada anak kecil, ternyata anak kecil yang keliluan di dikasih oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, ini adalah sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mungkin ee mungkin kurang kita perhatikan. Jadi sekarang kalau ada apa-apa ada bagi-bagi, utamakan yang paling kecil terlebih dahulu sehingga tertanam dalam diri mereka ee pentingnya memperhatikan ee anak-anak tayib. Jadi sudah kita sampaikan tadi bahwasanya tanah suci ada berapa? Dua. Makkah dan Madinah. Adapun Masjidil Aqsa bukan tanah suci meskipun utama salat di sana. E kalau Masjidil Haram 100.000 kali lipat, kalau Masjid Nabawi 1000 kali lipat, kalau tidak salah Masjid Aqsa 500 kali lipat. Ya, jadi ibadah di sana afdal ya. Meskipun lebih afdal ibadah di Masjid Nabawi ya. Ee meskipun para ulama khilaf tentang salat di Masjidil Aqsa sekarang, ada yang melarang dan ada yang membolehkan. ya yang membolehkan membawakan kepada anjuran untuk salat di sana ya bahwasanya dia adalah masjid kaum muslimin hukum asalnya maka kita berusaha untuk menjaga syiar bahwasanya kita berhak untuk salat di sana yang mengatakan tidak boleh karena menganggap bahwasanya Masjidil Aqsa sekarang di bawah kekuasaan orang Yahudi. Kalau kita ke sana ada beberapa mudarat. Yang pertama seakan-akan kita mengakui orang Yahudilah yang menguasainya sehingga kita minta izin sama mereka. Dan ini yang paling tidak disukai oleh orang Arab harus minta izin kepada Yahudi untuk ke Masjidil Aqsa. Seakan-akan kita mengakui mereka penguasa Masjidil Aqsa. Yang kedua, kita beri untung sama mereka. Katanya kalau beli minuman tertentu gak boleh karena bantu belikan pistol apa belikan senj apa peluru apalagi bayar visa kepada mereka. Mana lebih mahal visa atau minuman kaleng? Lebih mahal mana? Visa. Sehingga dari situ sebagian ulama melarang untuk ke sana. ee karena kondisi yang seperti itu ya. Belum mereka melakukan seenaknya. Kadang kita dihina sebagian orang dihina diperiksa disuruh ini suruh anu di macam-macam oleh mereka sehingga se ulama melarang. Intinya ada dua pendapat untuk ke Masjid Aqsa saat ini ya. J kita semua rindu pengin ke sana. Tetapi ee kalau saya lebih condong pada dak ya. Saya lebih condong kepada dak wallah alam kalau nanti ya. Tapi intinya ikhwan, ee tanah suci cuma dua ya. Adapun Karbala maka bukan tanah suci sama sekali ya. Kata mereka bahwasanya Husein ketika dikubur di sana ya, maka ya ada khilaf Husein kubur di mana ya. Ada beberapa pendapat. Ada yang mengatakan Husein dikubur di Karbala. Ada yang mengatakan Husein dikubur di Mesir. Di Mesir. Kepalanya di Mesir. Ada lagi di mana? Ada lagi di mana? Sampai ada beberapa tempat di kuburan Husein. Entah Husein, padahal Husein kepalanya cuma satu. Ya kok bisa ke mana-mana ya? Kata mereka, "Husin dikubur di sana sehingga keberkahan Husin menjadikan Karbala menjadi berkah." Ya, mengalahkan Makkah dan Madinah semua khurafat. Tidak ada ee dalilnya. Tidak ada dalilnya. Hanya orang-orang Syiah yang ingin menggaungkan Husein lebih daripada yang seharusnya. Baik. Bab berikutnya bab rahmati sagir. Menyayangi anak kecil. Menyayangi anak kecil. Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Abdul Aziz bin Abdillah qala haddasani Ibnu Abi Zinad an Abdurrahman bin Harit an Amr bin Syuaib an abihi an jaddihi anna Rasul sahu alaihi wasallam q." Rasul sahu alaihi wasallam bersabda laisa minna manam lam yarham shirana waf haqqo kabirina. Bukan dari golongan kami ee orang yang tidak menyayangi anak kecil di antara kami dan tidak mengenali hak orang tua di antara kami. Jadi, seorang menggabungkan dua hal. Dia hormat kepada orang yang lebih tua dan dia sayang kepada yang lebih lebih kecil. Ya. Dan sayang kepada anak-anak adalah ibadah. Mencium anak-anak ibadah, memeluk anak-anak adalah ibadah. Gendong anak-anak adalah ibadah. Yang kita niatkan karena ibadah. Dalam satu hadis ya ee sudah lewat ada sekelompok orang Arab Badui datang menemui Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian mereka bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Atuqabilunbyanakum?" Kalian mencium anak-anak kalian? Faqalu naam. Ya. Maka sahabat mengatakan, "Iya kami minum cium anak-anak kami." Maka orang-orang Arab Badu tadi mengatakan, "Lakinna wallahi ma nuqabbil." Adapun kami, demi Allah kami tidak mencium. yaitu seakan-akan mencium anak-anak itu menunjukkan kekurangan, menunjukkan kejantanan, jagoan tuh tidak mencium anak-anak, tidak memajakan anak-anak. Seakan-akan itu tanda apa? Keberanian, tanda kejantanan, tanda kehebatan. Ya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Ya eh wa amliku inallahu naza minkumahmah minqbikahmah." Yaitu siapa yang bisa? Siapa yang bisa mencegah kalau ternyata Allah mencabut rasa rahmat dari hati kalian? Kok bisa sampai tidak mencium anak? Anak-anak manusia kita ini punya fitrah lihat anak-anak senang ya. Itu berarti Allah kasih rahmat kepada kita. Tapi kalau semua anak-anak sudah benci, tidak mencium ini gimana? Mungkin rahmat sudah dicabut dari hati seseorang. Sudah dicabut hati dari seseorang. Jadi dalil bahwasanya ee apa namanya? Mencium anak-anak, sayang sama anak-anak adalah ibadah. Makanya saya sudah sering sampaikan ketika Fudhail bin Iyad Abu Ali seorang ulama ya ketika anaknya Ali, anaknya orang yang saleh meninggal dan dia sangat sayang kepada anaknya. Kemudian Abu Ali yaitu Fudhail bin Iyad ketika anaknya meninggal dia tertawa. Dia tidak menangis. Artinya luar biasa dia tawakal kepada Allah ketika terkena musibah sampai anaknya meninggal dia tidak menangis dan yang meninggal ini anak yang sangat saleh. Sementara Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika anaknya meninggal dia menangis. Ketika Ibrahim anak Nabi sallallahu alaihi wasallam yang terakhir laki-laki Ibrahim dari Mari al-Qibtiyah. Kemudian umur sebelum 2 tahun Rasulullah gendong. Kemudian dia mengeluarkan nafas terakhir di pangkuan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dia meninggal dan Rasul sahu alaihi wasallam pun menangis. Rasulullah mengatakan, "Innalqba la yahzan wa innal aina latadma wala naquulu illa bima yurdibbana. Sungguhnya hati bersedih. Sungguhnya mata ini mengeluarkan air mata dan kami tidak mengucapkan kata-kata kecuali yang mendatangkan keridaan Rabb kami. Wa inna bqika ya Ibrahim lamahzunun. Sungguh kami dengan kepergianmu wahai putraku Ibrahim sangat sedih. Ada yang bertanya kepada Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala. Apakah Fudhail bin Iyaddal daripada Nabi? Maksudnya Fudhail bin Ayid anaknya saleh meninggal dia tidak menangis. Bahkan dia tertawa. Adapun Nabi anaknya meninggal dia mena menangis. Seangan Fudil bin Niad lebih afdal daripada Nabi. Maka Ibnu Taimiyah menjawab dengan jawaban yang indah dinukil oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala bahwasanya fudil bahwasanya kita seorang hamba di dibebani oleh Allah dengan berbagai macam ibadah. Di antaranya ibadah rida kepada keputusan Allah. Di antaranya ibadah rahmat kepada anak. Ya. Dan ibadah-ibadah yang lainnya. Fudhail bin Iyad menggabungkan seterusnya sehingga rida mendominasi ibadah yang lain sehingga dia pun tertawa ketika anaknya meninggal mungkin dia pikir dia merenungkan bagaimana pahala yang besar ketika orang yang dia kasih ternyata meninggal dunia atau dia berpikir bagaimana anaknya mungkin diambil oleh Allah lebih baik daripada di dunia sehingga dia akhirnya tertawa. Adapun Nabi sallallahu alaihi wasallam rida kepada utusan Allah, tapi dia juga menunjukkan ibadah kepada sang anak. Bahwasanya rahmat kepada anak adalah iba ibadah. Ya, rahmat kepada anak, menangisi kepergian seorang anak juga adalah iba ibadah. Maka Nabi tetap lebih afdal. Nabi tetap lebih afdal. Makanya ketika ee alaqra bin Habit ya orang-orang tadi orang Badui, kami tidak mencium anak-anak. Rasulullah mengatakan, "Apakah? Siapa yang bisa menjamin kalau Allah telah mencabut rahmat dari hati hati kalian? Sesungguhnya mencium anak-anak adalah apa? Ibadah. Memeluk anak-anak ibadah. Ketika anak-anak sedih, kita ikut sedih juga adalah iba ibadah. Ketika anak meninggal kita menangis juga ibadah. Tentunya dengan aturan-aturan yang berlaku. Ya. Maka ini yang perlu kita tanamkan. Terutama kalau kita masih punya anak-anak kecil bahwasanya sayang sama anak, lembut sama anak, itu semua ibadah. Apalagi orang yang Allah uji dengan anaknya nakal. Wah, ini lempar sana lempar sini ya. Sampai kadang kadang-kadang ibunya nangis ya, enggak bisa dikasih tahu anaknya ya. Tendang sana, tendang sini, lemparempar sini. Dilarang malah melakukan disuruh malah tidak melakukan. [tertawa] Anak-anak ya dia iseng-iseng aja. Senang lihat ibunya teriak-teriak. Semakin teriak dia semakin bahagia. [tertawa] Ada enggak anak? Ada. Seperti itu dikejar dia malah lari. Engak senang. Senang. Gak tahu anaknya siapa, [tertawa] tapi ada anak seperti itu. Ada ya. Ada intinya. L. Oleh karenanya ketika kita ingat hadis-hadis tentang sayang kepada anak adalah ibadah, maka hiburan bagi kita anak-anak seperti sayang, sabar menghadapi mereka ya itu adalah semua bernilai pahala. Ya. Di sini Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Laisa minna manam yarhamirana haqqo kabirina." bukan dari golongan kami orang yang tidak sayang kepada anak-anak. Ya, menunjukkan bahwasanya sayang kepada anak-anak hukumnya wa wajib. Hukumnya wajib. Saya kadang misalnya naik pesawat terus ada seorang ibu anaknya nangis sepanjang perjalanan sebagian orang lihat-lihat marah mukanya jengkel. Saya bilang mereka enggak ngerti, enggak pernah punya anak. Saya juga pernah mengalami seperti itu. Sehingga kalau kita pernah punya anak, lihat anak nangis sepanjang perjalanan, kita kasih uzur. Namanya juga apa? Anak-anak. Tapi yang jomblo mungkin marah-marah. jomblo karena enggak pernah punya anak atau punya anak tapi enggak pernah diurusin. Kalau pernah ngurus anak tahu anak-anak terkadang tidak bisa dikontrol. Mau dikasih tahu enggak bisa ya. Dia nangis mau diapain? Nangis teriak-teriak sampai seharian sampai perjalan terus ya. Sampai berjalan terus ya. Ya. Kita terganggu tapi kita tahu ini namanya anak-anak ya. Ya mau diapain? Mau dikasih tahu enggak bisa ya. Ya. Kita harus sayang sama anak-anak. Laaisa minna manam yarham yarham shirana. Bukan dari golongan kami yang tidak sayang kepada anak kecil di antara kami. Ini dalil bahwasanya menyayangi anak-anak hukumnya wajib. Karena metode Nabi kalau berkata laisa minna bukan dari golongan kami atau la yukmin tidaklah beriman. Ya, ini semua menunjukkan perkara tersebut wajib dilakukan. Jika tidak dilakukan maka dosa seperti sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam eh laisa minna manabal hududa wasal juyuba wasqal juyub w jahiliyah bukan dari golongan kami seorang kalau terkena musibah lantas memukul-mukul pipinya merobek-robek bajunya dan menyedu dengan seruan jahiliah Rasulullah mengatakan laisa bukan dari golong kami. Berarti ee perbuatan tersebut tidak memukul-mukul wajah, tidak merobek-robek baju ketika terkena musibah hukumnya wa wajib. Dan siapa yang melanggar bukan dari kami. Menunjukkan perbuatan melanggar yaitu dengan merobek-robek baju, memukul-mukul, menampar-nampar pipi, menyeruh dengan seorang jahiliah adalah dosa besar. Dosa besar atau berdosa. Seperti jadi sayang kepada anak kata Rasul laisa minna. Bukan dari golongan kami, bukan dari golongan kami yang tidak sayang kepada anak-anak. Berarti tidak sayang kepada anak doa. Berarti sayang kepada anak hukumnya wa wajib. Hukumnya wajib. Dan ini metode Nabi dalam mengingatkan suatu dosa yang Rasulullah tidak suka. Rasulullah mengatakan laisa minna. Bukan dari golongan, bukan dari kami. Bukan dari kami. Tib. Setelah itu Imam Bukhari membawakan hadis-hadis yang terkait dengan praktik bagaimana aplikasi kita sayang sama anak. Tadi di antaranya sudah disebutkan kalau ada bagi-bagi cari kasih yang paling apa? Kecil ya. Aplikasi yang lain. Bab muanaqatisi. Bab muanaqatisabi yaitu bab memeluk anak kecil. Memeluk anak kecil itu makeluknya ya. Muanaqah dari alunuk. Unuk itu artinya leher. Yaitu muanaqah itu leher ketemu leher. Itu dekat. Leher ketemu leher namanya muanaqah. Ketika orang memeluk maka lehernya dekat dengan leher satunya disebut muanaqah. Al Imam Bukhari berkata, "Qasana Abdullah bin Saleh q hadana Muawiyah bin Sh Rasyid bin Sa'ad an Ya'alla bin Murrah annahu qala dari Ya'la bin Murrah dia berkata radhiallahu anhu khajna ma Nabi sallallahu alaihi wasallam kami keluar bersama Rasul sahu alaihi wasallam wina ila thaam dan kami diundang untuk makan makanan faidza Husainun yalabu fi thq tiba-tiba Husein radhiallahu anhu sedang main di jalan kami sedang keluar jalan bareng-bareng menuhi undangan makan bersama Nabi tiba-tiba ada Husain di depan fas Nabi sallallahu alaihi wasallam amamalum maka Rasul sahu alaihi wasallam pun berjalan ke depan cepat ya melewati jemah kemudian ke depan bas yadaihi kemudian rasul sahu alaihi wasallam menjelurkan kedua tangannya membuka kedua tangannya faala yamuru marratan hahuna waatan hahuna kemudian husein melewat sini dia kabur sebelah sini rasulullah tahan kayaknya Rasulullah sedang main-main nah lewat sini aja enggak bisa lewat sini enggak bisa jadi main-main sama cucunya nya anak-anak paling senang begitu kan. Ayo ayo ayoang [tertawa] dia kabur sana kita hadangi sampai akhirnya kita peluk dia ya. Ya anak-anak senang seperti itu. Kalau istri enggak suka begitu kalau anak-anak suka [tertawa] ayo mau ke mana? Akhirnya kita kita peluk ya. Yudohiquuhu hatta akahu. Rasulullah membuat dia tertawa lari-lari sampai akhirnya Rasulullah memeluknya. memegang kepala Husein. Sau tangannya di dagu Husin, satunya di kepala Husin. Ya Rasulullah pegang kepalanya kemudian Rasulullahu. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam memeluknya faqabbalahu. Rasulullah kemudian menciumnya. Qala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam setelah itu berkata husainun minni wa ana minhu. Husain dariku dan aku darinya. Ahaballahu man ahabal husin Hasan wal Husain. Allah semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husein. Siboni minal asbat. Duanya adalah cucu dari cucu-cucuku. Ya, sibet itu cucu dari perempuan jalur karena dari Fatimah. Kalau Hafiz dari anak kita laki-laki. Bahasa Arab sibet itu kita punya anak perempuan punya anak namanya sibet. Kalau kita punya anak laki-laki punya anak, cucu dari jalur anak kita laki-laki namanya Hafid. Tiib. Ini dalil tentang bagaimana perhatian Nabi kepada anak-anak kecil ya. Berlemah lembut sama anak kecil, memeluknya ya, menciumnya ya. Ini salah satu aplikasi rahmat kasih sayang kepada anak-anak mencandainya. Dan ini adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Jika seorang menghadirkan dalam dirinya kasih sayang kepada anak-anak, maka dia mendapatkan pahala dengan memberikan waktu kepada anak-anak, mencandainya, memeluknya, ee menggendongnya dan semisalnya. Sini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berjalan dengan para sahabat dan Rasulull sahu alaihi wasallam dijamu dan Rasulullah dengan para sahabat dan Rasul sahu alaih wasallam kalau jalan sahabat dia bukan paling depan. Dia jalan di kerumunan tapi tidak paling depan sehingga diketahui dia ada yang kawal atau tidak. Rasulullah jalan biasa ya. Sehingga ketika Rasulullah ke depan, Rasulullah mempercepat sehingga melambungi ee melampaui sahabat-sahabat yang lain. Baru kemudian dia segera menuju ke ee Al-Husin yang sedang main di jalan. Ya, menunjukkan Rasul sahu alaihi wasallam ketika berjalan juga lihat awas lihat ke depan ya tidak ee perhatian kepada perhatikan apa yang sedang di depannya ya. Maka kemudian Rasulullah sahu alaihi wasallam pun mencandai Al-Husin sambil menghadangnya ya sehingga enggak bisa lari bisa lewat sana lagi. Rasulullah hadang lagi. Seakan-akan kau enggak bisa lewat sini, enggak bisa lewat sini. Sampai Husein tertawa-tertawa akhirnya Rasulullah pun menang menangkapnya. Kemudian Rasulull sahu alaihi wasallam memegang kepalanya. Rasul sahu alaihi wasallam memeluknya. Rasul sahu alaihi wasallam pun menciumnya. Setelah itu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun menjelaskan tentang keutamaan al-Husain. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ahabballahu man ahabal Hasan wal Husain." Semoga Allah mencintai orang yang cinta kepada Hasan dan Husein. Dalil bahwasanya mencintai Hasan dan Husin adalah ibadah. Salah satu sebab kita dicintai oleh Allah adalah mencintai Hasan dan Husein. Ya. Apalagi Rasulullah pernah bersabda, "Hasan Husein sayyida syababi ahlil jannah." Hasan dan Husein adalah dua pemimpin para pemuda di surga. Menunjukkan mereka berdua pasti masuk surga. Ya. Apalagi Rasulullah mengatakan, "Husain minni wa ana minhu." Husain dariku dan aku darinya. Ahaballahu man ahabal Hasan wal Husin. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husein. Kemudi Rasul mengatakan, "Sibtoni minal asbat." Keduanya adalah cucu-cucuku. Ya. Maka di antara akidah ahlusunah atau yang diajarkan ahlusunah adalah mencintai Hasan dan Husein. Tetapi tentunya ya seorang ketika mencintai Husein ya atau Hasan tidak boleh berlebih-lebihan. Gulu berlebih-lebihan tentunya tidak tidak boleh. Allah mengatakan la taglu fi dinikum ya ahlal kitabi la taglu fi dinikum. Wahai ahlul kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian. Rasul wasallam bersabda, walu fama ahlakaumu. Hati-hatilah kalian dari sikap berlebih-lebihan. Sesungguhnya yang telah membinasakan kalian adalah ee telah membinasakan umat terdahulu adalah sikap berlebih-lebihan. Ya, ketika kita mencari Hasan dan Husein, tidak boleh kita angkat derajatnya lebih daripada derajat yang seharusnya. Sebagian orang ketika ada problem dia mengatakan, "Ya Husein, ya Husein almadad, ya Husein almad. Wahai Husein, berikan pertolonganmu. Wahai Husein, berikan pertolonganmu." Ya, labbaika ya Husein. Labbaika ya Husein. Macam-macam orang ya. Ini berlebihan kepada Al-Husin. Husein aja enggak bisa tolong dirinya. Gimana kita enggak tolong sama dia? Dia bisa tolong dirinya enggak ketika dibunuh oleh pasukannya Ubaidillah bin Ziyad? Gak bisa. Di Karbala dia enggak bisa tolong dirinya. Dia tidak bisa tolong dirinya. Dia tidak bisa menolong keluarganya. Sehingga banyak Ahlul Bait yang meninggal ketika itu. Dia enggak bisa menolong dirinya, enggak bisa menolong keluarganya. Ya, gimana kemudian setelah dia mati kita malah minta, "Ya, ya Alus, ya Husein almadad." Wahai Husein, berilah pertolongan, berilah pertolongan. Dia sendiri masih hidup, enggak bisa tolong diri dirinya. Ya, ini e tentunya sikap berlebih-lebihan ya. ee kita cinta kepada keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam pada Husan, Hasan dan Husein, tetapi kita tidak boleh ee berlebih-lebihan kepada mereka. Kepada mereka. Di antara hadis-hadis yang juga menguatkan makna hadis ini datang dari hadis Usama bin Zaid. Usama bin Zaid radhiallahu taala anhuma. Beliau berkata, "Kana rasul wasamuduni alaihiqidul hasanail akadumuhuma." Kata Usamah, Rasulullah sahu alaih wasallam mengambilku lalu mendudukkan aku di salah satu pahanya. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam mengambil Hasan cucunya. Cucunya Rasulullah taruh juga di pahanya yang lain. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam pun memeluk mereka berdua yaitu Usamah dan eh Hasan. Ya. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam berdoa Allahummarhamhuma fainni arhamuhuma. Ya Allah rahmatilah mereka berdua sungguhnya aku merahmati mereka berdua. Yaitu aku sayang kepada mereka berdua, sayangilah mereka berdua. Ya, ini dalil bahwasanya ee disunahkan memeluk anak-anak dan doakan mereka. Ya, kita ketika sayang kepada anak kita doakan doakan mereka. Berdoa, "Ya Allah, sayanglah anakku ini. Ya Allah, berilah taufik kepada anakku. Ya Allah, jagalah dia dari segala fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Ya, ya Allah berikanlah anugerah istikamah kepada anakku. Ya Allah, jadikanlah dia orang saleh." Misalnya kita doain anak-anak sambil memeluknya. Demikian juga dalam hadis Abu Hurairah riwayat riwayat Imam Ahmad. Kata Abu Hurairah radhiallahu anhu, "Kharaj al rasul sahu al wasamul Hasan wal Husain H alati atiq w altiqihi." Suatu hari Rasul sahu alaih wasallam keluar menemui kami dan Hasan dan Husein bersama Nabi. Satu diletakkan di pundak yang satu, satu di pundak yang satu. Yasan Husein dua-duanya di atas pundak Nabi. Nabi sambil gendong mereka berdua. Wahua yalaltumu marratumu maratan. Terkadang Nabi mencium yang satunya, terkadang ganti-gantian mencium yang satunya. Htantaha ilaina. Sampai Rasulullah tiba di pada kami. Sambil berjalan Rasulullah gendong sampai Rasulullah mencium satu-satu cucunya tersebut. Kadang yang kanan, kadang yang kiri. Faqala lahu rajulun. Maka ada yang berkata, "Ya Rasulullah, innaka tuhibbuhuma. Sesungguhnya engkau mencintai kedua cucumu ini." Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rallahu alaihi wasallam bersabda, "Man ahabbahuma faqad ahabbani." Siapa yang mencintai keduanya, Hasan dan Husein, berarti dia mencintaiku. Waman abghuma faqad abghadi. Siapa yang membenci mereka berdua berarti membenciku. Ini menunjukkan bagaimana Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bercanda dengan anak-anak sampai menggendong kedua cucunya sambil mencium mereka satu demi satu ee bahkan ketika mau bertemu dengan para sahabat. Dalil tentang ee sayang pada anak-anak, menggendong anak-anak, memeluk anak-anak, dan mencium anak-anak. Dan ini juga menunjukkan keutamaan Hasan dan Husein. Babasi juga cinta kepada anak atau sayang kepada anak. Babu qublir rajuli aljariata asagirata. Babel mencium anak kecil, anak kecil perempuan, anak perempuan yang masih kecil. Bagaimana hukumnya? Intinya tidak mengapa. Selama anak tersebut belum bukan merupakan anak yang sudah gede yang mungkin bisa timbul hasrat. Ya sudah mungkin kalau sudah 7 tahun, 8 tahun bisa jadi ada hasrat. Tapi kalau masih kecil 2 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun insyaallah gak ada ya. Itu dibolehkan seorang lelaki mencium ee anak perempuan yang masih kecil. Al Imam Bukhari berkata qana asbq akbar ibnu wahbin q akbani makramah ibnu buukair an abihi annahua abdallah ibn jaafar yuqilu zainaba binta Umar ibni Abi Salamah. Dia melihat Abdullah bin Jafar. Siapa Abdullah bin Jafar? Abdullah bin Jafar yaitu Jafar bin Abi Thalib. Ayahnya Jafar bin Abi Thalib yang meninggal ketika perang Muktah ketika Rasul sahu alaihi wasallam mengirim pasukan ee 3.000 pasukan ke ee Syam, ke daerah Muktah untuk melawan Romawi. Berangkatlah mereka 3.000. Kem Rasul sahu alaihi wasallam menunjuk tiga pemimpin. Makanya disebutyul umara. Rasulullah tidak pernah ketika kirim pasukan langsung tunjuk tiga pemimpin karena kemungkinan musuh berat dan kemungkinan satu meninggal akan diganti dengan yang lain. Maka rasulam mengatakan pemimpin pertama Zaid bin Haritah fain qutila Zaid. Kalau Zaid meninggal dunia fafar Jafar yang jadi pemimpin. Dan qutila Jafar fa Abdullah bin Rawaha. Kalau Jafar juga meninggal, maka Abdullah bin Rawahah dan akhirnya Zaid meninggal dunia kemudian dipegang oleh Jafar dan akhirnya Jafar radhiallahu anhu berperang dan dia tidak bergeming mundur sama sekali dan akhirnya dia meninggal juga. Dia pegang bendera kemudian tangannya terpotong sebelah kanan dia pegang tangan kiri akhirnya kedua tangannya terpotong sehingga akhirnya dia pun terbunuh dan ditemukan sekitar 80 luka di bagian tubuhnya semua di bagian depan. Semuanya di bagian depan menunjukkan dia tidak pernah balik mundur meskipun selangkah pun. gak pernah ya tegar menghadapi musuh sehingga tubuhnya penuh dengan bekas tombak, bekas panah, bekas pedang ya lengkap sampai puluhan menunjukkan meskipun beliau sudah kena beliau masih terus bertempur. Dan itulah para sahabat. Saya sering bilang sahabat luar biasa ya. Kata Khalid bin Walid, "Saya berperang sampai patah sembilan pedang di tanganku." Bayangkan sembilan pedang apa patah? Kita tangan kita yang patah, pedangnya enggak patah-patah. Luar biasa jagoannya orang-orang dulu ya. Sembilan pedang patah ganti lagi pedang patah ganti. Luar biasa berarti hantamannya sangat apa? Kuat sampai pedang itu patah kata. Dan pedang bukan pedang sembarang juga orang dulu ya. Ya. Khalid sampai sembilan pedang patah. Luar biasa. Kemudian lihat ini bagaimana luka sampai sekian puluh luka semua di depan. Luar biasa. Sampai ada sahabat dalam perang Uhud ketika dia berperang kemudian tangannya putus satu. Maka dia tetap berperang, tangannya kegantung-gantung karena sudah enggak bisa digunakan karena putus. Akhirnya merasa sakit. Akhirnya dia injak tangannya supaya lepas dari kayak karet. Lepas sret baru dia perang lagi. Subhanallah. Kata Zahabi, "Inilah jagoan yang sebenarnya." Maksudnya mereka perang sampai kayak begitu. Luar biasa ya. Hebat. Jafar meninggal dunia, tangannya putus. Maka Rasulullah menyatakan bahwasanya dia masuk surga dan Allah gantikan dengan dua sayap. Makanya Jafar dikenal dengan Jafar at-Tayyar. Yaitu Jafar yang terbang. Karena Allah gantikan dua tangannya yang putus di jalan Allah Subhanahu wa taala dalam jihad dengan dua pedang yang dia berterbangan dengan pedang dengan dua sayap tersebut. Allah gantikan kedua tangannya dengan dua sayap. Ya, anaknya namanya Abdullah bin Jafar. Anaknya namanya Abdullah bin Jafar. Karena Abdullah bin Jaafar ini mencium Zainab bin Umar bin Abi Salamah. Abu Salamah punya istri namanya Ummu Salamah. Ketika Abu Salamah meninggal punya anak-anak yang dibawa oleh Ummu Salamah dan mereka adalah raaibun Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu Nabi rawat mereka di rumah Ummu Salamah. Di antara anak-anaknya ada namanya Umar. Namanya Umar. Masih kecil-kecil ya. Kemudian Umar ini nanti punya anak namanya Zainab dan Abdullah bin Jaafar mencium apa? Zainab. Maksudnya Zainab putranya putrinya Umar. Umar ini putranya siapa? Abu Salamah. Yaitu ee Umar ini uminya namanya Ummu Salamah. Bapaknya namanya siapa? Abu Abu Salamah. Kemudian ketika Ab Salamah meninggal maka Nabi menikahi Ummu Salamah dan dia merawat beberapa anak Ummu Salamah. Di antaranya siapa? Umar. Di antaranya Umar. Ya, wahiya ibnatu sanatain au nahwihi. Ibnatu sanatain au nahwihi. Ya. Dan si Zainab ini yang dicium oleh Abdullah bin Jafar umurnya sekitar 2 tahun atau semisalnya masih kecil 2 tahun ya. Maka ini menunjukkan tidak mengapa mencium anak yang masih kecil ya. Makanya Abdullah bin ee Abdullah bin Umar kalau ketemu Abdullah bin Jafar, Abdullah bin Umar, Abdullah anaknya Umar bin Khattab, Abdullah bin Jafar, Abdullah anaknya siapa? Jafar bin Abi Thalib. Ya, dalam Sahih Muslim kalau Abdullah bin Umar ketemu Abdullah bin Jafar, dia berkata, "Ya bna dzil Janahain, wahai putra dari sang pemilik dua sayap." Ya, karena Jafar dikenal dengan Zul Janahain, sang pemilik dua sayap. Karena ketika mati syahid ya, maka ee Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwasanya Abdullah bin Jaafar e atau Jafar bin Abi Thalib Allah gantikan kedua tangannya yang putus dengan dua sayap yang dia berterbangan dengan kedua sayap tersebut di surga. Dalam hadis juga Abdullah bin Jafar berkata, Abdullah bin Jafar anaknya Jafar kana Nabi sallallahu alaihi wasallam qodima minfarin talaqah bisigari ahli baitihi adalah Nabi kalau pulang dari safar masuk kota Madinah maka disambut oleh para sahabat sambil bawa anak-anaknya mungkin untuk didoain atau diapain sambut Nabi dengan bawa anak-anaknya. Faqadimtu marratan fi awali man talaqo bihim Nabi shallallahu alaihi wasallam. Maka aku suatu hari ya dan Abdullah masih kecil, masih kecil maka aku ramai-ramai sama anak-anak datang menyambut Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika Nabi baru datang dari safar. Faakani wa ardafani. Ya. Kemudian ternyata Rasulullah ambil aku. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam menggendongku apa memboncengku. K tahu Jafar bin Abi Thalib sepupunya Nabi ya. Enggak kan pamannya Nabi siapa? Abu Abu Thalib. Abu Thalib punya anak banyak. Di antaranya Thalib, di antaranya Aqil, di antaranya Jafar ee di antaranya Ali. Ya, ini semua anak-anak Abu Thalib. Sehingga Ali, Jafar, Aqil, Thalib semuanya sepupu Nabi. Di antaranya Ummu Hani, sepupu perempuan. Thalib mati dalam kondisi kafir. Adapun sisanya dalam kondisi muslim, bapak mereka Abu Thalib meninggal dalam kondisi kafir. Ya, sehingga Rasulullah sangat dekat dengan mereka. Karena Rasulullah ketika usia 8 tahun, siapa yang merawat Nabi? Abu Thalib. Abu Thalib yang merawat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Dan Abu Thalib sangat sayang kepada Nabi lebih daripada anak-anaknya. Sehingga kedekatan Nabi dengan sepupunya sangat dekat karena dia dulu dirawat oleh Abu Thalib. Makanya Rasulullah dekat sekali dengan Jafar. Jafar meninggal dunia. Ada ponakannya Nabi ya, gampangannya ya, anaknya Jafar. Makanya ketika Rasulullah pulang dari safar ada Abdullah masih kecil. Abdullah bin Jafar Rasul wasam ambil Rasul sahu alaih wasallam kemudian memboncengnya utiya aid bin ak min ahli baitihi waardafahu kemudian Rasul sahu alaihi wasallam pun didatang didatangkan ada ee keluarganya yang lain Rasulullah gonceng lagi. Ini semua ahlul bait. Jafar ahlul bait ya keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Bani Hasyim. Faquunna salat ma Nabi sallallahu alaihi wasallam wkhalal Madinah. Ya. Maka kami bertiga masuk kota Madinah. Rasul sambil gonceng dua dua orang. Dalam hadis ini disebutkan bahwasanya Abdullah bin Jaafar. Jadi Abdullah bin Jafar sahabat junior. Sahabat apa? Junior. Dia ketemu Nabi masih kecil. Ini dalil bahwasanya Abdul ee mencium anak perempuan yang masih kecil tidak jadi masalah yang belum bisa menimbulkan syahwat. Tapi kalau sudah 8 tahun 9 tahun gak hendaknya jangan ya. Karena sudah kelihatan besar fisiknya sudah bisa minum saya. Tapi kalau masih kecil setahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun okelah masih namanya. Tapi kalau sudah mulai menimbulkan syahwat maka tidak boleh diciumnya kita jaga. Tapi kalau masih kecil enggak ada masalah. Sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang kepada anak-anak. Ya, sebagai bentuk rahmat kasih sayang kepada anak-anak. Senang dicium berarti di om ini sayang ya, tante sayang. kita mencium anak-anak sehingga mereka merasakan kasih sayang terbut. Kemudian Imam Bukhari membawakan asar q hadana Musa Q akbar Rubay atau Rabi bin Abdillah bin Khuttaf an Hafsil Hasan itu Hasan Albasri rahimahullah taala beliau berkata, ahadin min ahlika ahlakaan fa'al. Jika kau mampu tidak melihat rambut kerabatmu ya kecuali istrimu atau anak kecil maka lakukanlah. Ya. Ini Hasan Al Bashri menjelaskan bahwasanya meskipun kita sama kerabat sama kita berusaha juga tetap menjaga menjaga diri menjaga menjaga diri. Maksudnya kalau ketemu misalnya dengan apa namanya ee tante atau dengan bibi itu kerabat semua ya. Tapi kalau bisa tetap berhijab lebih baik. Lebih baik ya. Kecuali kalau istri bebas. Tapi kata Hasan Al Basri kalau bisa kau tidak bukannya haram boleh tentunya. Tentunya kita bertemu dengan melihat rambut tante, rambut ee bibi atau rambut kakak, rambut adik, semua enggak ada masalah ya. Rambut misalnya istrinya bapak ya, semuanya adalah mahram ya. Dan tidak mengapa kita melihat yang bisa terbuka. Tapi Hasan punya fikih sendiri. Dia bilang, "Kalau bisa tidak melihat lebih baik." Tapi bukannya haram. Kecuali istrimu dan anak kecil. Anak kecil enggak ada masalah. Anak kecil tidak jadi masalah. Ya, oleh karenanya ini menguatkan bahwasanya anak kecil dicium juga tidak jadi masalah karena tidak menimbulkan apa? Syah syahwat. Tidak menimbulkan syahwat. Tapi kalau sudah besar ya ini repot ya. Dan ini menunjukkan bahwasanya para wanita dahulu kalau mereka ee bertemu ya mereka juga meskipun ee sesama mungkin kerabat mereka tetap dengan adab dengan pakaian kesopanan. Pakaian kesopanan ya Tib. Berikutnya babu mashi rasisi. Bab mengusap kepala anak kecil. Ini di antara aplikasi ibadah dengan kasih sayang kepada anak adalah mengusap kepalanya. Mengusap kepalanya. Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana Abu Nuaim qala haddasana Yahya bin Abil Haitam al-Atthar qala haddasani Yusuf bin Abdillah bin Salam. Qala sammani Rasulull sallallahu alaihi wasallam Yusuf." Yusuf bin Abdullah bin Salam berkata, "Sammani Rasulull sallahu alaihi wasallam Yusuf." Allah Rasulullah menamakan aku dengan Yusuf wa aqadani ala hijrihi dan dia mendudukkan aku di pangkuannya waa r dan dia mengusap kepalaku ini ee sahabat kecil juga junior Yusuf ya ee bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam kasih nama dia ya ini dalil bahwasanya boleh kita minta kepada kiai atau kepada orang saleh untuk memberi nama anak kita ya Rasulullah menamakan ee anak-anak yang dibawa ke beliau Ya kata Rasulullah ee kata Yusuf samani rasul sahu alaihi wasallam Yusuf Rasulullah menamakan dengan Yusuf kemudian dia meletak mendudukkanku di pangkuannya wa aqadani ala hijrihi wi. Kemudian dia mengusap kepalaku dan ini dalil bahwasanya di antara bentuk rahmat adalah mengusap kepala ee anak-anak ya terutama anak yatim. Terutama anak yatim datang dalil khusus tentang mengusap kepala anak yatim. Karena mungkin anak yatim jarang ada yang mengusap kepalanya ya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam ketika datang seorang yasku qaswata qolbihi mengeluhkan tentang kerasnya hatinya kepada Nabi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "In arqbi kalau kau ingin hatimu lembut faim thaam bagilah makanan wamsah ala rasil yatim atau wamsah rasal yatim." Kemudian usaplah kepala anak yatim. Ya, usaplah kepala anak yatim. Secara umum anak-anak kita usap kepalanya. Kalau anak datang salam sama kita, kita berusaha usap apa kepalanya. Dia senanglah diusap menunjukkan kasih sayang. Ya. Ya. Terutama anak ya yatim. Tapi kalau anak yatim jangan diusap aja. Kasih duit juga Om. Usap-usap mulu. Sudah 10 orang usap sayang. Kasih duit juga. Ya kalau anak ada bapaknya usap aja. [tertawa] Mau saya anak-anak senang diusap apa? Kepalanya senang diusap kepanya. Diusap diusap punggungnya diusap senang. Anak-anak menunjukkan dia merasakan kasih kasih sayang. Itulah anak-anak ya. Kalau kita digini kita jengkel menghina ya. Kalau anak-anak senang ya digitukan ti hadis berikutnya. Qa hadana Muhammad bin Salam. Qala haddasana Muhammad bin Khazim. Qala haddasana Hisyam bin Urwah an abihi an Aisyah. Dari Urwah dari Aisyah radhiallahu taala. anha ummul mukminin dari Aisyah qat Aisyah bercerita al abu bil banati Nabi sallallahu alaihi wasallam aku bermain-main dengan boneka-boneka perempuan albanat maksudnya ini boneka-boneka yang dibuat dari kutun dari kain dari kapas dibuat boneka-boneka sederhana ya aku main-main jadi Aisyah punya boneka-bonekaan boneka akhwat kecil-kecil ya wana sawahibu yalabna Mai. Dan saya punya teman-teman perempuan yang juga main sama saya. Karena Aisyah masih kecil ketika nikah sama Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Dan ketika usia 9 tahun Rasulullah baru tinggal sama Aisyah. 9 tahun masih senang main-main apa? Main boneka-boneka. Rasulullah biarin. Rasulullah tidak bilang kau sudah jadi istri, masa main boneka enggak. Biarin. Kadang ada seorang yang punya istri masih muda, masih kekanak-kanakan. Ya wajar ya. Jangan paksa dia cepat tua ya. [tertawa] Biar dia kita misalnya sudah tua istri kita masih muda kemudian kita paksa dia tua seperti kita. Jangan kita yang jadi muda seperti dia. Lihat ini. Makanya Rasulullah biarin aja dia main. Padahal Aisyah ini statusnya istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan dia punya teman-teman ikut main di rumah Aisyah radhiallahu taala anha. Fakana Rasulullah sahu alaih wasallam yanqna minhu. Adapun Rasulullah kalau masuk rumah mereka semua malu. Kemudian mereka pergi malu sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah suruh main-main sama Aisyah. Rasulullah suruh masukin mereka untuk main sama Aisyah. Rasulullah kasih kesempatan main sama siapa? Aisyah. Ya. Ya. Buat Rasulullah. Aisyah masih kekanak-kanakan 9 tahun, 10 tahun masih hobi main boneka-boneka. Maka Rasulullah justru panggil anak-anak yang seumuran dengan Aisyah untuk main sama siapa? Aisyah radhiallahu taala anha. Ini dalil bahwasanya boleh anak-anak bermain dengan boneka-bonekaan. Ya, cuma khilaf di kalangan para ulama, bolehkah boneka tersebut dalam bentuk seperti manusia ataukah boneka-boneka yang bentuknya ee sederhana? Ya, ada dua pendapat. Ada yang mengatakan hanya boleh boneka biasa-biasa saja, tidak boleh seperti bentuk manusia. Karena hukum asal kita larang untuk membuat patung. Ya, ada yang mengatakan boleh. Ini di antara yang dihalalkan rukhsah selama boneka tersebut tidak dimuliakan seperti dipajang di etalase, dipajang ya. Ini enggak boleh maksudnya kalau main kemudian masukin lagi. Jadi ada dua pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan tetap enggak boleh. Harus boneka yang tidak yang yang intinya tidak seperti manusia beneran ya. Cuma mungkin ini cuma begini ya. Yang penting enggak ada pakai jilbab boneka-bonekaan ya. Ada yang mengatakan boleh. Ini termasuk rukhsah keringanan. tetapi dengan syarat tidak boleh dimuliakan. Karena ini asalnya tidak boleh kita membuat ee apa namanya? patung atau yang semisalnya ya. Dan ini bagus buat anak-anak sehingga mereka dengan begitu jadi punya sifat keibuan ya senang sama anak-anak kecil ya. Dia ngerawat anaknya lagi mungkin ini boneka lagi sekolah, boneka lagi apa seperti itu ya. Dan sekarang kita repot. Sekarang orang-orang kafir bikin boneka-boneka yang semuanya boneka tidak punya malu. Ben kecil pakai rok pendek, rok mini, kelihatan macam-macamnya. Yes. Boneka kecil pacaran-pacaran sama boneka kecil. [tertawa] Anak-anak jadi ngelihat itu sejak kecil bahwas ini pakaian oke-oke aja gitu loh. Itu masalahnya perlu ada solusi alternatif mungkin boneka islami ya dengan batasan-batasan ada khilaf tapi maksud saya. Tapi kalau ada yang bisa bikin boneka islami terus kemudian ngajarin anak-anak untuk ini boneka keluarga ada mungkin ada abinya ada apanya ada. Jadi anak-anak terdidik sejak kecil main-main yang syari maksudnya main-main yang syari ya. Makanya Aisyah punya di antara dalil bahwasanya ada yang mengatakan boneka tersebut tidak jelas. Ketika Rasulullah tanya, "Ini apa?" Aisyah mengatakan ini kuda. Berarti tidak jelas. Rasul tanya, "Ini apa ini?" "I ini kuda." Ya, dia bikin sederhana. Terus apa itu? Disampingkan ini dua sayap. Kata Rasulullah, "Apakah kuda ada sayapnya?" Kata Aisyah, "Engkau enggak tahukah Nabi Sulaiman kudanya bersayap?" [tertawa] Rasulullah tertawa. "Mau saya berarti tidak jelas." Berarti apa? Tidak tidak jelas. Tapi Seb mengatakan boleh karena ini termasuk apa? Ruksah keringanan ya. Sekarang orang main dengan boneka-boneka yang terbuka yang ini kemudian ditonjolkan keseksiannya dan macam-macamnya. Ini ee secara tidak langsung menghilangkan rasa malu dari anak-anak karena bajunya begitu-begitu. Enggak ada baju jilbaban, bajunya rok pendek lagi ketemu orang rok pendek. Sehingga anak-anak inilah yang hidup modern seperti ini, yang bagus seperti ini, sejak kecil mereka tahu dididik oleh boneka-boneka tersebut untuk tidak punya rasa rasa malu. Dan itu tanpa kita sadari merusak akhlak anak-anak. Apalagi anak-anak masih kecil sangat mudah diisi apa saja. Maka orang waspada jangan sembarang kasih mainan buat apa? Anak-anak. Ya, jangan sembarang kasih mainan buat anak-anak. Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam membiarkan Aisyah main. Bahkan Rasulullah panggil teman-temannya untuk main sama Aisyah. Aisyah sebagai masih kecil, masih suka main-main. Ya, Rasulullah tidak ee Rasulullah artinya tidak ini lagi dia sudah punya suami enggak boleh main lagi. Enggak. Bahkan Rasul sahu alaihi wasallam panggil temannya untuk main sama Aisyah radhiallahu taala anha. Ya, di antara cerita menarik disampaikan oleh Syekh Abdur Razq hafidahullahu taala, dia mendengar cerita dari putrinya Syekh Abdurrahman bin Nasir Ass'di, penulis penulis e kitab ee Taisir Karimirrahman. Gurunya Syekh Utsimin. Syekh Utsimin punya guru namanya Syekh S'di. Syekh Sidi orang alim ulama di di zamannya di Unaizah. Ketika Syekh Sidi meninggal dunia, imamnya diganti oleh Syekh Utsmimin. Jadi Syekh Utsimin jadi imam pengganti gurunya. Ya, gurunya ini terkenal sangat berakhlak mulia ya. Sampai dikatakan hampir tidak ada satu rumah pun di situ kecuali dia sudah apa kunjungi dia sama masyarakat. Baik. Karena rumah dulu sedikit enggak banyak ya. disebutkan ya, suatu hari Syekh S'di keluar dari rumah, tiba-tiba putrinya masih kecil lagi main sama teman-teman putrinya. Mereka sedang main-mainan, yaitu ada boneka-bonekaan ya. Kemudian mereka bikin seperti ada ee mukhattaat itu areal. Bikin areal seakan-akan tuh kamar, kemudian ada barang-barang seperti ini. Ini ini kopi, ini teh ya, ada mejanya. Jadi mereka bikin mainan ada rumah lah, ada rumah, ada anak-anak. Mereka lagi main putrinya sama teman-teman perempuannya. Ketika putrinya dan teman-temannya pernya sedang main, ya mungkin main di dekat di rumahnya atau di luar rumah, ketika Syekh ingin keluar dari rumah, tiba-tiba dipanggil sama anak kecil, putri kecil situ yang temannya temannya temannya putrinya. Dia mengatakan, "Kenapa enggak ziarah ke sini? Ayo bertamu, bertamu, [tertawa] bertamu di rumah-rumahan. Kata saya, "Mungkin saya sibuk." Saya bilang, "Besok insyaallah saya bertamu." Subhanallah. Kemudian tatkala Syekh keluar, kemudian dia balik ke rumah ya ee kemudian dia sampai di pintu, ya. Dia ketuk pintu di pintu rumah mainan tadi. Asalamualaikum. kan bertamu. Dia panggil nama anak perempuan tadi. Hang anak perempuan tadi bilang buka pintu silakan masuk ya. Kemudian Syekh masuk kemudian ngobrol sama mereka sebentar ya. Seakan-akan ada dituangkan kopi. Padahal mah enggak ada, cuma mainan ngobrolng ngobrol ngobrol ngobrol. Kemudian Syekh ketika ingin bangkit pergi putrinya bilang saya belum kau bertamu ke rumahku. Nah. Kata putrinya, kata Syekh, "Besok insyaallah [tertawa] besok kamu yang saya bertama rumahmu." Tatkala besok dia datang ke rumah, teman lagi main-main lagi. Dia ketuk pintu lagi. Assalamualaikum. Dia panggil nama putrinya. Kemudian putrinya buka pintu. Seakan-akan ada pintu, ada kamar masuk tafadol Allah masuk. Ayo masuk bikin rumah-rumahan, kamar-kamaran. Kemudian syekh duduk sama mereka. Kemudian bercanda dengan mereka, ngobrol sama mereka. Ya. Ya, mungkin 4 menit, 5 menit, 10 menit enggak lama ya. Dan putrinya menceritakan kisah ini. Bapak ini bapaknya ini bukan orang sembarang, orang sangat alim yang sibuknya luar luar biasa. Ya, sampai disebutkan Syekh SD pernah melewati orang-orang Arab lagi ngobrol-ngobrol jagongan. Dia bilang, "Kalau kalian bisa jual waktu kalian, saya pengin beli." Kenapa? Dia kekurangan apa? Kekurangan waktu. Tapi meskipun sesibuk-sibuknya punya waktu buat apa? Anak-anak. Sampai dia merendah pura-pura bertamu. Asalamualaikum ngobrol kasih kopi padahal kopinya enggak ada. [tertawa] Ya maksudnya luar biasa kalau akhlak mereka ya. Kalau kita lagi sibuk sibuk kamu minta minta minta ini. Minta ini terus Abi lagi sibuk hutang banyak ini. Tagi orang [tertawa] kamu lagi ke mall ke mall aja kerjanya. Sana ke kuburan ngapain ke mall? Repot. Istri dimarahin, anak dimarahin. Aduh. Padahal anak-anak cuma butuh sedikit cium peluk ngobrol sebentar selesai. Ini enggak bung setengah jam juga enggak. Mereka bosan juga ngobrol sama kita setengah jam. Sebentar aja sudah selesai. Oh, ayo pergi dulu ya. Ya sudah. Dia cuma butuh sebentar ya. Kalau kita bilang ulama sekelas mereka yang super sibuk aja bisa menyisihkan waktu untuk putrinya dan teman-teman putrinya dan ini diingat sama putrinya sehingga dia cerita. Setelah dia besar, setelah dia tua, dia cerita bagaimana dulu ayah kami perhatian sama kami. Ya, demikian saja insyaallah kita lanjut kesempatan yang lain. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.