Transcript
9lyk0cu7Wfw • Kitab Al-Adab Al-Mufrad #60: Menyayangi Anak Kecil Itu Berpahala - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2626_9lyk0cu7Wfw.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqih wtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Pada pertemuan lalu telah kita
bahas tentang bab-bab mengenai
menghormati orang tua. Dan pada bab-bab
berikutnya sebaliknya terkait dengan
merahmati anak kecil ya. Menyayangi anak
kecil ya. Memperhatikan anak kecil.
Bahwasanya sikap kita menyayangi anak
kecil, mencium anak kecil, memeluk anak
kecil, ya bercanda dengan anak kecil,
semuanya itu berpahala. Semuanya
merupakan sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan kita sebagaimana kita
mencari pahala dengan baca Al-Qur'an,
dengan puasa sunah, dengan salat malam,
kita juga berusaha mencari pahala dengan
berinteraksi dengan anak-anak.
Berinteraksi dengan anak-anak dengan
interaksi yang baik yang sesuai dengan
sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kalau menghormati orang tua berpahala,
maka menyaingi anak-anak juga berpahala.
Bab berikutnya,
babun yamratu
asgar
eh
man hadar minal wildan. Bab
eh
bahwasanya
atau y tsamarata asgaru man hadar minal
wilddan. Maknanya adalah anak yang
paling kecil dari anak-anak yang ada
dialah yang dikasih buah. Dialah yang
dikasih buah. Maksudnya kalau ada
anak-anak lagi kumpul terus ada buah
yang mau dikasih, maka cari yang paling
kecil itu yang dikasih. Kasih terlebih
dahulu. Kasih terlebih dahulu
sebagai bentuk perhatian terhadap yang
paling kecil. Tib kita bacakan hadisnya.
Imam Bukhari berkata, "Qasana Musa qal
hadana Abdul Aziz an Suhail bin Abi SH
an abihi an Abi Hurairat qala kana
Rasulullah sahu alaihi wasallam idza
utiya bizzahu qala Allahumma bariklana
fi madinatina wuddina wasina barokatan
ma barokatin
tumma nawaha tumma nawalahu as yalihi
minal wildan adalah Nabi sallallahu
alaihi wasallam jika dihadirkan kurma
yang sudah mulai matang ya sudah mulai
berwarna merah atau berwarna kuning ya.
Maka Rasul sahu alaihi wasallam berdoa,
"Ya Allah, Allahumma bariklana fi
Madinatina. Ya Allah, berkahilah kota
kami, itu kota Madinah. Waudina,
berkahilah mud mud itu alat alat apa
namanya? Untuk ukur ya. Kita tahu ada
dua. Ada namanya wazan. Wazan itu
timbangan.
Kalau kail namanya volume, ya. Kalau
timbangan kita bilang 1 kilo, 2 kilo, 3
kilo. Kalau volume kita bilang seliter,
du 2 liter dan seterusnya. Nahmud adalah
alat ukur tapi terkait dengan volume
ya. Volume ya kalau ada mood mood itu
amdatu ee arbaatu ee apa namanya? Ee sh
arba arbatu amdad. Jadi mut segini ya.
Mut segini ya. Kemudian nanti sampai
empat jadinya apa? Sh. Jadinya sh ya.
Jadi kalau mood itu seukuran dua telapak
tangan. Kalau kita ambil beras kita
tuangkan namanya satu satu mut wasina.
Adapun sha empat kali empat kali mood.
Empat kali mut dan satu so itulah ukuran
bayar zakat. Ukuran bayar zakat. Jadi
sebenarnya ukuran zakat itu ukuran
volume asalnya. Kemudian dikonversikan
agar kita mudah membayar dikonversikan
dalam bentuk wazan, dalam bentuk
timbangan. Sehingga timbullah khilaf
berapa sih sebenarnya kita bayar zakat
berapa kilo? Karena asalnya dia bukan
kilo, asalnya dia berupa volume ya
volume. Jadi dicarilah sok nabawi dulu
seperti apa, kemudian dimasukkan kurma
baru habis itu ditimbang. Ya, itu baru
bisa dikonversikan dalam bentuk
timbangan. Sehingga berapa bayar zakat?
Ada khilaf. Ada yang bilang 2,4 kilo,
ada yang bilang 2,5 kilo, ada sampai 2,4
sampai 2,7 ada khilaf ya. Tetapi intinya
asalnya mut apa sh itu adalah ukuran
volume bukan ukuran timbangan ya. Jadi
Rasulullah dan dulu penduduk Madinah
menggunakan mood. Kalau menggunakan mood
atau sh ketika jual beli mereka jual
beli dengan kurma dengan menggunakan SA
yaitu ukuran tertentu ukuran volume ya.
Ukuran volume seperti kalau kita 1 lit,
2 lit, 3 lit ya. Tapi itu ukuran
tertentu. Nabi mengatakan, "Ya Allah,
berkahilah
ee
berkahilah
bagi kami di kota kami, kota Madinah dan
mood kami dan sok kami, yaitu
ukuran-ukuran jual beli. Alat yang
digunakan untuk menimbang untuk jual
beli barokah ma barokah." Yaitu dua
keberkahan. Berkah di atas keberkahan.
Nawalahu asgar yalihi minal. Kemudian
Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam kasih
buah yang baru matang itu ke yang paling
kecil dari anak-anak yang hadir.
Misalnya ada 10 orang anak yang hadir,
Nabi cari yang paling kecil Nabi kasih
sallallahu alaihi wasallam. Jadi ini
sunah sunah kita memperhatikan yang
paling kecil daripada yang hadir ya.
Ee
sebelumnya kita bahas dulu bahwasanya
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendoakan
keberkahan bagi Madinah dan Madinah kita
tahu adalah salah satu dari kota haram.
Bahwasanya tanah haram cuma ada dua
yaitu Makkah dan Madinah. Adapun
perkataan sebagian orang bahwasanya
Masjidil Aqsa thasitul Haramain yaitu
haram yang ketiga. Maka ini tidak pas.
Benar.
Al-Aqsa adalah masjid yang salah satu
dari tiga masjid yang dibolehkan Syaddur
Rihal untuk bersafar dalam rangka untuk
beribadah di situ karena mencari
keberkahan. Cuma tiga masjid semuanya
tiga yang tiga masjid yang dibangun oleh
para nabi. Masjidil Haram dibangun oleh
Masjid Nabi Ibrahim Alaih Salam.
Kemudian Masjid e Al-Aqsa dibangun oleh
Nabi Daud atau Nabi Sulaiman disebutkan
oleh Nabi Sulaiman alaihialam. Jadi
kalau ada anak-anak kita lagi bagi-bagi
cari yang paling kecil. Misalnya ada
teman-temannya lagi ngumpul, lagi
main-main, kita bawa sesuatu, permen
atau makanan. Ketika semuanya minta,
"Om, Om, minta Om, eh mana yang paling
kecil?" Nah, jadi kita perhatian sama si
kecil dan kakak-kakak juga ngerti
bahwasanya anak kecil harus didahulukan.
Kita tanamkan sejak kecil bahwasanya
anak kecil harus yang paling di
disayang. Sehingga disayang dia nangis,
jangan sampai nangis. Wajar kalau dia
apa cengeng. Oh, paling kecil. Paling
paling kecil ya.
Dan ini juga ee
memasukkan rasa senang kepada anak-anak
sehingga anak-anak bahagia. Ketika
ketika di di Nabi kan ada orang besar,
ada anak kecil, ternyata anak kecil yang
keliluan di dikasih oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya,
ini adalah sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang mungkin ee mungkin kurang
kita perhatikan. Jadi sekarang kalau ada
apa-apa ada bagi-bagi, utamakan yang
paling kecil terlebih dahulu sehingga
tertanam dalam diri mereka ee pentingnya
memperhatikan ee anak-anak
tayib.
Jadi sudah kita sampaikan tadi
bahwasanya tanah suci ada berapa? Dua.
Makkah dan Madinah. Adapun Masjidil Aqsa
bukan tanah suci meskipun utama salat di
sana. E kalau Masjidil Haram 100.000
kali lipat, kalau Masjid Nabawi 1000
kali lipat, kalau tidak salah Masjid
Aqsa 500 kali lipat. Ya, jadi ibadah di
sana afdal ya. Meskipun lebih afdal
ibadah di Masjid Nabawi ya. Ee
meskipun para ulama khilaf tentang salat
di Masjidil Aqsa sekarang, ada yang
melarang dan ada yang membolehkan. ya
yang membolehkan membawakan kepada
anjuran untuk salat di sana ya
bahwasanya dia adalah masjid kaum
muslimin hukum asalnya maka kita
berusaha untuk menjaga syiar bahwasanya
kita berhak untuk salat di sana yang
mengatakan tidak boleh karena menganggap
bahwasanya Masjidil Aqsa sekarang di
bawah kekuasaan orang Yahudi. Kalau kita
ke sana ada beberapa mudarat. Yang
pertama seakan-akan kita mengakui orang
Yahudilah yang menguasainya sehingga
kita minta izin sama mereka. Dan ini
yang paling tidak disukai oleh orang
Arab harus minta izin kepada Yahudi
untuk ke Masjidil Aqsa. Seakan-akan kita
mengakui mereka penguasa Masjidil Aqsa.
Yang kedua, kita beri untung sama
mereka. Katanya kalau beli minuman
tertentu gak boleh karena bantu belikan
pistol apa belikan senj apa peluru
apalagi bayar visa kepada mereka. Mana
lebih mahal visa atau minuman kaleng?
Lebih mahal mana? Visa. Sehingga dari
situ sebagian ulama melarang untuk ke
sana.
ee karena kondisi yang seperti itu ya.
Belum mereka melakukan seenaknya. Kadang
kita dihina sebagian orang dihina
diperiksa disuruh ini suruh anu di
macam-macam oleh mereka sehingga se
ulama melarang. Intinya ada dua pendapat
untuk ke Masjid Aqsa
saat ini ya. J kita semua rindu pengin
ke sana. Tetapi
ee kalau saya lebih condong pada dak ya.
Saya lebih condong kepada dak wallah
alam kalau nanti ya. Tapi intinya
ikhwan, ee tanah suci cuma dua ya.
Adapun Karbala maka bukan tanah suci
sama sekali ya. Kata mereka bahwasanya
Husein ketika dikubur di sana ya,
maka
ya ada khilaf Husein kubur di mana ya.
Ada beberapa pendapat. Ada yang
mengatakan Husein dikubur di Karbala.
Ada yang mengatakan Husein dikubur di
Mesir. Di Mesir. Kepalanya di Mesir. Ada
lagi di mana? Ada lagi di mana? Sampai
ada beberapa tempat di kuburan Husein.
Entah Husein, padahal Husein kepalanya
cuma satu. Ya kok bisa ke mana-mana ya?
Kata mereka, "Husin dikubur di sana
sehingga keberkahan Husin menjadikan
Karbala menjadi berkah." Ya,
mengalahkan Makkah dan Madinah semua
khurafat. Tidak ada ee dalilnya. Tidak
ada dalilnya. Hanya orang-orang Syiah
yang ingin menggaungkan Husein lebih
daripada yang seharusnya.
Baik. Bab berikutnya bab rahmati sagir.
Menyayangi anak kecil. Menyayangi anak
kecil. Al Imam Bukhari berkata, "Qala
hadasana Abdul Aziz bin Abdillah qala
haddasani Ibnu Abi Zinad an Abdurrahman
bin Harit an Amr bin Syuaib an abihi
an jaddihi anna Rasul sahu alaihi
wasallam q."
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda
laisa minna manam lam yarham shirana
waf haqqo kabirina.
Bukan dari golongan kami ee
orang yang tidak menyayangi anak kecil
di antara kami dan tidak mengenali hak
orang tua di antara kami. Jadi, seorang
menggabungkan dua hal. Dia hormat kepada
orang yang lebih tua dan dia sayang
kepada yang lebih lebih kecil. Ya. Dan
sayang kepada anak-anak adalah ibadah.
Mencium anak-anak ibadah, memeluk
anak-anak adalah ibadah. Gendong
anak-anak adalah ibadah. Yang kita
niatkan karena ibadah.
Dalam satu hadis ya ee sudah lewat ada
sekelompok orang Arab Badui datang
menemui Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Kemudian mereka bertanya kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Atuqabilunbyanakum?"
Kalian mencium anak-anak kalian? Faqalu
naam. Ya. Maka sahabat mengatakan, "Iya
kami minum cium anak-anak kami." Maka
orang-orang Arab Badu tadi mengatakan,
"Lakinna wallahi ma nuqabbil." Adapun
kami, demi Allah kami tidak mencium.
yaitu seakan-akan mencium anak-anak itu
menunjukkan kekurangan, menunjukkan
kejantanan, jagoan tuh tidak mencium
anak-anak, tidak memajakan anak-anak.
Seakan-akan itu tanda apa? Keberanian,
tanda kejantanan, tanda kehebatan. Ya.
Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"Ya eh
wa amliku inallahu naza minkumahmah
minqbikahmah." Yaitu siapa yang bisa?
Siapa yang bisa mencegah kalau ternyata
Allah mencabut rasa rahmat dari hati
kalian? Kok bisa sampai tidak mencium
anak? Anak-anak manusia kita ini punya
fitrah lihat anak-anak senang ya. Itu
berarti Allah kasih rahmat kepada kita.
Tapi kalau semua anak-anak sudah benci,
tidak mencium ini gimana? Mungkin rahmat
sudah dicabut dari hati seseorang. Sudah
dicabut hati dari seseorang.
Jadi dalil bahwasanya ee apa namanya?
Mencium anak-anak, sayang sama anak-anak
adalah ibadah. Makanya saya sudah sering
sampaikan ketika
Fudhail bin Iyad Abu Ali seorang ulama
ya ketika anaknya Ali, anaknya orang
yang saleh
meninggal dan dia sangat sayang kepada
anaknya. Kemudian Abu Ali yaitu Fudhail
bin Iyad ketika anaknya meninggal dia
tertawa. Dia tidak menangis.
Artinya luar biasa dia tawakal kepada
Allah ketika terkena musibah sampai
anaknya meninggal dia tidak menangis dan
yang meninggal ini anak yang sangat
saleh.
Sementara Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika anaknya meninggal dia
menangis.
Ketika Ibrahim anak Nabi sallallahu
alaihi wasallam yang terakhir laki-laki
Ibrahim dari Mari al-Qibtiyah.
Kemudian umur sebelum 2 tahun Rasulullah
gendong. Kemudian dia mengeluarkan nafas
terakhir di pangkuan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian dia meninggal
dan Rasul sahu alaihi wasallam pun
menangis. Rasulullah mengatakan,
"Innalqba la yahzan wa innal aina
latadma wala naquulu illa bima
yurdibbana. Sungguhnya hati bersedih.
Sungguhnya mata ini mengeluarkan air
mata dan kami tidak mengucapkan
kata-kata kecuali yang mendatangkan
keridaan Rabb kami. Wa inna bqika ya
Ibrahim lamahzunun. Sungguh kami dengan
kepergianmu wahai putraku Ibrahim sangat
sedih. Ada yang bertanya
kepada Ibnu Taimiyah rahimahullahu
taala. Apakah Fudhail bin Iyaddal
daripada Nabi? Maksudnya Fudhail bin
Ayid anaknya saleh meninggal dia tidak
menangis. Bahkan dia tertawa. Adapun
Nabi anaknya meninggal dia mena
menangis. Seangan Fudil bin Niad lebih
afdal daripada Nabi. Maka Ibnu Taimiyah
menjawab dengan jawaban yang indah
dinukil oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu
taala bahwasanya fudil bahwasanya kita
seorang hamba di
dibebani oleh Allah dengan berbagai
macam ibadah. Di antaranya ibadah rida
kepada keputusan Allah. Di antaranya
ibadah rahmat kepada anak. Ya. Dan
ibadah-ibadah yang lainnya. Fudhail bin
Iyad menggabungkan seterusnya sehingga
rida mendominasi ibadah yang lain
sehingga dia pun tertawa ketika anaknya
meninggal mungkin dia pikir dia
merenungkan bagaimana pahala yang besar
ketika orang yang dia kasih ternyata
meninggal dunia atau dia berpikir
bagaimana anaknya mungkin diambil oleh
Allah lebih baik daripada di dunia
sehingga dia akhirnya tertawa. Adapun
Nabi sallallahu alaihi wasallam rida
kepada utusan Allah, tapi dia juga
menunjukkan ibadah kepada sang anak.
Bahwasanya rahmat kepada anak adalah iba
ibadah. Ya, rahmat kepada anak,
menangisi kepergian seorang anak juga
adalah iba ibadah. Maka Nabi tetap lebih
afdal. Nabi tetap lebih afdal. Makanya
ketika ee alaqra bin Habit ya
orang-orang tadi orang Badui, kami tidak
mencium anak-anak. Rasulullah
mengatakan, "Apakah? Siapa yang bisa
menjamin kalau Allah telah mencabut
rahmat dari hati hati kalian?
Sesungguhnya mencium anak-anak adalah
apa? Ibadah. Memeluk anak-anak ibadah.
Ketika anak-anak sedih, kita ikut sedih
juga adalah iba ibadah. Ketika anak
meninggal kita menangis juga ibadah.
Tentunya dengan aturan-aturan yang
berlaku. Ya. Maka ini yang perlu kita
tanamkan. Terutama kalau kita masih
punya anak-anak kecil bahwasanya sayang
sama anak, lembut sama anak, itu semua
ibadah. Apalagi orang yang Allah uji
dengan anaknya nakal. Wah, ini lempar
sana lempar sini ya.
Sampai kadang kadang-kadang ibunya
nangis ya, enggak bisa dikasih tahu
anaknya ya. Tendang sana, tendang sini,
lemparempar sini. Dilarang malah
melakukan
disuruh malah tidak melakukan. [tertawa]
Anak-anak ya dia iseng-iseng aja. Senang
lihat ibunya teriak-teriak. Semakin
teriak dia semakin bahagia. [tertawa]
Ada enggak anak? Ada. Seperti itu
dikejar dia malah lari. Engak senang.
Senang.
Gak tahu anaknya siapa, [tertawa]
tapi ada anak seperti itu. Ada ya. Ada
intinya. L.
Oleh karenanya ketika kita ingat
hadis-hadis tentang sayang kepada anak
adalah ibadah, maka hiburan bagi kita
anak-anak seperti sayang, sabar
menghadapi mereka ya itu adalah semua
bernilai pahala. Ya. Di sini Rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan,
"Laisa minna manam yarhamirana
haqqo kabirina."
bukan dari golongan kami orang yang
tidak sayang kepada anak-anak. Ya,
menunjukkan bahwasanya sayang kepada
anak-anak hukumnya wa wajib. Hukumnya
wajib.
Saya kadang misalnya naik pesawat terus
ada seorang ibu anaknya nangis sepanjang
perjalanan sebagian orang lihat-lihat
marah mukanya jengkel. Saya bilang
mereka enggak ngerti, enggak pernah
punya anak. Saya juga pernah mengalami
seperti itu. Sehingga kalau kita pernah
punya anak, lihat anak nangis sepanjang
perjalanan, kita kasih uzur. Namanya
juga apa? Anak-anak. Tapi yang jomblo
mungkin marah-marah. jomblo karena
enggak pernah punya anak
atau punya anak tapi enggak pernah
diurusin.
Kalau pernah ngurus anak tahu anak-anak
terkadang tidak bisa dikontrol. Mau
dikasih tahu enggak bisa ya. Dia nangis
mau diapain? Nangis teriak-teriak sampai
seharian sampai perjalan terus ya.
Sampai berjalan terus ya. Ya. Kita
terganggu tapi kita tahu ini namanya
anak-anak ya.
Ya mau diapain? Mau dikasih tahu enggak
bisa ya. Ya. Kita harus sayang sama
anak-anak. Laaisa minna manam yarham
yarham shirana. Bukan dari golongan kami
yang tidak sayang kepada anak kecil di
antara kami. Ini dalil bahwasanya
menyayangi anak-anak hukumnya wajib.
Karena metode Nabi kalau berkata laisa
minna bukan dari golongan kami atau la
yukmin tidaklah beriman. Ya, ini semua
menunjukkan
perkara tersebut wajib dilakukan. Jika
tidak dilakukan maka dosa seperti sabda
Nabi sallallahu alaihi wasallam eh laisa
minna manabal hududa wasal juyuba wasqal
juyub w jahiliyah bukan dari golongan
kami seorang kalau terkena musibah
lantas memukul-mukul pipinya
merobek-robek bajunya dan menyedu dengan
seruan jahiliah Rasulullah mengatakan
laisa bukan dari golong kami. Berarti ee
perbuatan tersebut tidak memukul-mukul
wajah, tidak merobek-robek baju ketika
terkena musibah hukumnya wa wajib.
Dan siapa yang melanggar bukan dari
kami. Menunjukkan perbuatan melanggar
yaitu dengan merobek-robek baju,
memukul-mukul, menampar-nampar pipi,
menyeruh dengan seorang jahiliah adalah
dosa besar. Dosa besar atau berdosa.
Seperti jadi sayang kepada anak kata
Rasul laisa minna. Bukan dari golongan
kami, bukan dari golongan kami yang
tidak sayang kepada anak-anak.
Berarti tidak sayang kepada anak doa.
Berarti sayang kepada anak hukumnya wa
wajib. Hukumnya wajib. Dan ini metode
Nabi dalam mengingatkan suatu dosa yang
Rasulullah tidak suka. Rasulullah
mengatakan laisa minna. Bukan dari
golongan, bukan dari kami. Bukan dari
kami.
Tib. Setelah itu Imam Bukhari membawakan
hadis-hadis yang terkait dengan praktik
bagaimana aplikasi kita sayang sama
anak. Tadi di antaranya sudah disebutkan
kalau
ada bagi-bagi cari kasih yang paling
apa? Kecil ya.
Aplikasi yang lain. Bab
muanaqatisi.
Bab muanaqatisabi yaitu bab memeluk anak
kecil. Memeluk anak kecil itu makeluknya
ya.
Muanaqah dari alunuk. Unuk itu artinya
leher. Yaitu muanaqah itu leher ketemu
leher. Itu dekat. Leher ketemu leher
namanya muanaqah. Ketika orang memeluk
maka lehernya dekat dengan leher satunya
disebut muanaqah.
Al Imam Bukhari berkata, "Qasana
Abdullah bin Saleh q hadana Muawiyah bin
Sh Rasyid bin Sa'ad an Ya'alla bin
Murrah annahu qala dari Ya'la bin Murrah
dia berkata radhiallahu anhu khajna ma
Nabi sallallahu alaihi wasallam kami
keluar bersama Rasul sahu alaihi
wasallam wina ila thaam dan kami
diundang untuk makan makanan faidza
Husainun yalabu fi thq tiba-tiba
Husein radhiallahu anhu sedang main di
jalan kami sedang keluar jalan
bareng-bareng menuhi undangan makan
bersama Nabi tiba-tiba ada Husain di
depan fas Nabi sallallahu alaihi
wasallam amamalum maka Rasul sahu alaihi
wasallam pun berjalan
ke depan cepat ya melewati jemah
kemudian ke depan
bas yadaihi kemudian rasul sahu alaihi
wasallam menjelurkan kedua tangannya
membuka kedua tangannya faala yamuru
marratan hahuna waatan hahuna kemudian
husein melewat sini dia kabur sebelah
sini rasulullah tahan kayaknya
Rasulullah sedang main-main nah lewat
sini aja enggak bisa lewat sini enggak
bisa jadi main-main sama cucunya nya
anak-anak paling senang begitu kan. Ayo
ayo ayoang [tertawa]
dia kabur sana kita hadangi sampai
akhirnya kita peluk dia ya. Ya anak-anak
senang seperti itu. Kalau istri enggak
suka begitu kalau anak-anak suka
[tertawa]
ayo mau ke mana?
Akhirnya kita kita peluk ya.
Yudohiquuhu hatta akahu. Rasulullah
membuat dia tertawa lari-lari sampai
akhirnya Rasulullah memeluknya.
memegang kepala Husein. Sau tangannya di
dagu Husin, satunya di kepala Husin. Ya
Rasulullah pegang kepalanya kemudian
Rasulullahu.
Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam
memeluknya faqabbalahu. Rasulullah
kemudian menciumnya.
Qala Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Rasul sahu alaihi wasallam setelah itu
berkata husainun minni wa ana minhu.
Husain dariku dan aku darinya.
Ahaballahu man ahabal husin Hasan wal
Husain. Allah semoga Allah mencintai
orang yang mencintai Hasan dan Husein.
Siboni minal asbat. Duanya adalah cucu
dari cucu-cucuku. Ya, sibet itu cucu
dari perempuan jalur karena dari
Fatimah. Kalau Hafiz dari anak kita
laki-laki. Bahasa Arab sibet itu kita
punya anak perempuan punya anak namanya
sibet. Kalau kita punya anak laki-laki
punya anak, cucu dari jalur anak kita
laki-laki namanya Hafid. Tiib. Ini dalil
tentang bagaimana perhatian Nabi kepada
anak-anak kecil ya. Berlemah lembut sama
anak kecil, memeluknya ya, menciumnya
ya. Ini salah satu aplikasi rahmat kasih
sayang kepada anak-anak mencandainya.
Dan ini adalah ibadah kepada Allah
Subhanahu wa taala. Jika seorang
menghadirkan dalam dirinya
kasih sayang kepada anak-anak, maka dia
mendapatkan pahala
dengan memberikan waktu kepada
anak-anak, mencandainya, memeluknya,
ee menggendongnya dan semisalnya. Sini
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
berjalan dengan para sahabat dan
Rasulull sahu alaihi wasallam dijamu dan
Rasulullah dengan para sahabat dan Rasul
sahu alaih wasallam kalau jalan sahabat
dia bukan paling depan. Dia jalan di
kerumunan tapi tidak paling depan
sehingga diketahui dia ada yang kawal
atau tidak. Rasulullah jalan biasa ya.
Sehingga ketika Rasulullah ke depan,
Rasulullah mempercepat sehingga
melambungi ee melampaui sahabat-sahabat
yang lain. Baru kemudian dia segera
menuju ke ee Al-Husin yang sedang main
di jalan. Ya, menunjukkan Rasul sahu
alaihi wasallam ketika berjalan juga
lihat awas lihat ke depan ya tidak ee
perhatian kepada perhatikan apa yang
sedang di depannya ya. Maka kemudian
Rasulullah sahu alaihi wasallam pun
mencandai Al-Husin sambil menghadangnya
ya sehingga enggak bisa lari bisa lewat
sana lagi. Rasulullah hadang lagi.
Seakan-akan kau enggak bisa lewat sini,
enggak bisa lewat sini. Sampai Husein
tertawa-tertawa akhirnya Rasulullah pun
menang menangkapnya. Kemudian Rasulull
sahu alaihi wasallam memegang kepalanya.
Rasul sahu alaihi wasallam memeluknya.
Rasul sahu alaihi wasallam pun
menciumnya.
Setelah itu Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam pun menjelaskan tentang
keutamaan al-Husain. Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Ahabballahu man
ahabal Hasan wal Husain." Semoga Allah
mencintai orang yang cinta kepada Hasan
dan Husein. Dalil bahwasanya mencintai
Hasan dan Husin adalah ibadah. Salah
satu sebab kita dicintai oleh Allah
adalah mencintai Hasan dan Husein. Ya.
Apalagi Rasulullah pernah bersabda,
"Hasan Husein sayyida syababi ahlil
jannah." Hasan dan Husein adalah dua
pemimpin para pemuda di surga.
Menunjukkan mereka berdua pasti masuk
surga. Ya.
Apalagi Rasulullah mengatakan, "Husain
minni wa ana minhu." Husain dariku dan
aku darinya. Ahaballahu man ahabal Hasan
wal Husin. Semoga Allah mencintai orang
yang mencintai Hasan dan Husein. Kemudi
Rasul mengatakan, "Sibtoni minal asbat."
Keduanya adalah cucu-cucuku. Ya.
Maka di antara akidah ahlusunah atau
yang diajarkan ahlusunah adalah
mencintai Hasan dan Husein.
Tetapi tentunya ya
seorang ketika mencintai
Husein ya atau Hasan tidak boleh
berlebih-lebihan.
Gulu berlebih-lebihan tentunya tidak
tidak boleh. Allah mengatakan la taglu
fi dinikum ya ahlal kitabi la taglu fi
dinikum. Wahai ahlul kitab, janganlah
kalian berlebih-lebihan dalam agama
kalian. Rasul wasallam bersabda, walu
fama ahlakaumu.
Hati-hatilah kalian dari sikap
berlebih-lebihan. Sesungguhnya yang
telah membinasakan kalian adalah ee
telah membinasakan umat terdahulu adalah
sikap berlebih-lebihan. Ya, ketika kita
mencari Hasan dan Husein, tidak boleh
kita angkat derajatnya lebih daripada
derajat yang seharusnya. Sebagian orang
ketika
ada problem dia mengatakan, "Ya Husein,
ya Husein almadad, ya Husein almad.
Wahai Husein, berikan pertolonganmu.
Wahai Husein, berikan pertolonganmu."
Ya, labbaika ya Husein. Labbaika ya
Husein. Macam-macam orang ya. Ini
berlebihan kepada Al-Husin. Husein aja
enggak bisa tolong dirinya. Gimana kita
enggak tolong sama dia? Dia bisa tolong
dirinya enggak ketika dibunuh oleh
pasukannya Ubaidillah bin Ziyad? Gak
bisa. Di Karbala dia enggak bisa tolong
dirinya. Dia tidak bisa tolong dirinya.
Dia tidak bisa menolong keluarganya.
Sehingga banyak Ahlul Bait yang
meninggal ketika itu. Dia enggak bisa
menolong dirinya, enggak bisa menolong
keluarganya. Ya, gimana kemudian setelah
dia mati kita malah minta, "Ya, ya Alus,
ya Husein almadad." Wahai Husein,
berilah pertolongan, berilah
pertolongan. Dia sendiri masih hidup,
enggak bisa tolong diri dirinya. Ya, ini
e tentunya sikap berlebih-lebihan ya. ee
kita cinta kepada keluarga Nabi
sallallahu alaihi wasallam pada Husan,
Hasan dan Husein, tetapi kita tidak
boleh ee berlebih-lebihan kepada mereka.
Kepada mereka.
Di antara hadis-hadis yang juga
menguatkan makna hadis ini datang dari
hadis Usama bin Zaid. Usama bin Zaid
radhiallahu taala anhuma. Beliau
berkata, "Kana rasul wasamuduni
alaihiqidul
hasanail akadumuhuma."
Kata
Usamah,
Rasulullah sahu alaih wasallam
mengambilku lalu mendudukkan aku di
salah satu pahanya. Kemudian Rasul sahu
alaihi wasallam mengambil Hasan cucunya.
Cucunya Rasulullah taruh juga di pahanya
yang lain. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam pun memeluk mereka berdua yaitu
Usamah dan eh Hasan. Ya. Kemudian Rasul
sahu alaihi wasallam berdoa
Allahummarhamhuma fainni arhamuhuma. Ya
Allah rahmatilah mereka berdua
sungguhnya aku merahmati mereka berdua.
Yaitu aku sayang kepada mereka berdua,
sayangilah mereka berdua. Ya, ini dalil
bahwasanya ee disunahkan memeluk
anak-anak dan doakan mereka. Ya, kita
ketika sayang kepada anak kita doakan
doakan mereka. Berdoa, "Ya Allah,
sayanglah anakku ini. Ya Allah, berilah
taufik kepada anakku. Ya Allah, jagalah
dia dari segala fitnah yang nampak
maupun yang tersembunyi. Ya, ya Allah
berikanlah anugerah istikamah kepada
anakku. Ya Allah, jadikanlah dia orang
saleh." Misalnya kita doain anak-anak
sambil memeluknya.
Demikian juga dalam hadis Abu Hurairah
riwayat riwayat Imam Ahmad. Kata Abu
Hurairah radhiallahu anhu, "Kharaj al
rasul sahu al wasamul Hasan wal Husain H
alati atiq w altiqihi." Suatu hari Rasul
sahu alaih wasallam keluar menemui kami
dan Hasan dan Husein bersama Nabi. Satu
diletakkan di pundak yang satu, satu di
pundak yang satu. Yasan Husein
dua-duanya di atas pundak Nabi. Nabi
sambil gendong mereka berdua. Wahua
yalaltumu marratumu maratan. Terkadang
Nabi mencium yang satunya, terkadang
ganti-gantian mencium yang satunya.
Htantaha ilaina.
Sampai Rasulullah tiba di pada kami.
Sambil berjalan Rasulullah gendong
sampai Rasulullah mencium satu-satu
cucunya tersebut. Kadang yang kanan,
kadang yang kiri. Faqala lahu rajulun.
Maka ada yang berkata, "Ya Rasulullah,
innaka tuhibbuhuma. Sesungguhnya engkau
mencintai kedua cucumu ini." Faqala Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rallahu
alaihi wasallam bersabda, "Man
ahabbahuma faqad ahabbani." Siapa yang
mencintai keduanya, Hasan dan Husein,
berarti dia mencintaiku. Waman abghuma
faqad abghadi. Siapa yang membenci
mereka berdua berarti membenciku.
Ini menunjukkan bagaimana Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam bercanda dengan
anak-anak sampai menggendong kedua
cucunya sambil mencium mereka satu demi
satu ee bahkan ketika mau bertemu dengan
para sahabat. Dalil tentang ee sayang
pada anak-anak, menggendong anak-anak,
memeluk anak-anak, dan mencium
anak-anak. Dan ini juga menunjukkan
keutamaan Hasan dan Husein.
Babasi
juga cinta kepada anak atau sayang
kepada anak. Babu qublir rajuli
aljariata asagirata. Babel
mencium anak kecil, anak kecil
perempuan, anak perempuan yang masih
kecil. Bagaimana hukumnya?
Intinya tidak mengapa.
Selama anak tersebut belum bukan
merupakan anak yang sudah gede yang
mungkin bisa timbul hasrat. Ya sudah
mungkin kalau sudah 7 tahun, 8 tahun
bisa jadi ada hasrat. Tapi kalau masih
kecil 2 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun
insyaallah gak ada ya. Itu dibolehkan
seorang lelaki mencium ee anak perempuan
yang masih kecil. Al Imam Bukhari
berkata qana asbq akbar ibnu wahbin q
akbani makramah ibnu buukair an abihi
annahua abdallah ibn jaafar yuqilu
zainaba binta Umar ibni Abi Salamah.
Dia melihat Abdullah bin Jafar. Siapa
Abdullah bin Jafar? Abdullah bin Jafar
yaitu Jafar bin Abi Thalib.
Ayahnya Jafar bin Abi Thalib yang
meninggal ketika perang Muktah ketika
Rasul sahu alaihi wasallam mengirim
pasukan
ee 3.000 pasukan
ke ee Syam, ke daerah Muktah untuk
melawan Romawi. Berangkatlah mereka
3.000. Kem Rasul sahu alaihi wasallam
menunjuk tiga pemimpin. Makanya
disebutyul umara. Rasulullah tidak
pernah ketika kirim pasukan langsung
tunjuk tiga pemimpin
karena kemungkinan musuh berat dan
kemungkinan satu meninggal akan diganti
dengan yang lain. Maka rasulam
mengatakan pemimpin pertama Zaid bin
Haritah fain qutila Zaid. Kalau Zaid
meninggal dunia fafar Jafar yang jadi
pemimpin. Dan qutila Jafar fa Abdullah
bin Rawaha. Kalau Jafar juga meninggal,
maka Abdullah bin Rawahah dan akhirnya
Zaid meninggal dunia kemudian dipegang
oleh Jafar dan akhirnya Jafar
radhiallahu anhu berperang dan dia tidak
bergeming mundur sama sekali dan
akhirnya dia meninggal juga. Dia pegang
bendera kemudian tangannya terpotong
sebelah kanan dia pegang tangan kiri
akhirnya kedua tangannya terpotong
sehingga akhirnya dia pun terbunuh dan
ditemukan sekitar 80 luka di bagian
tubuhnya semua di bagian depan. Semuanya
di bagian depan menunjukkan dia tidak
pernah balik mundur meskipun selangkah
pun. gak pernah ya tegar menghadapi
musuh sehingga tubuhnya penuh dengan
bekas tombak, bekas panah, bekas pedang
ya lengkap sampai puluhan menunjukkan
meskipun beliau sudah kena beliau masih
terus bertempur.
Dan itulah para sahabat. Saya sering
bilang sahabat luar biasa ya. Kata
Khalid bin Walid, "Saya berperang sampai
patah sembilan pedang di tanganku."
Bayangkan sembilan pedang apa patah?
Kita tangan kita yang patah, pedangnya
enggak patah-patah.
Luar biasa jagoannya orang-orang dulu
ya. Sembilan pedang patah ganti lagi
pedang patah ganti. Luar biasa berarti
hantamannya sangat apa? Kuat sampai
pedang itu patah kata. Dan pedang bukan
pedang sembarang juga orang dulu ya. Ya.
Khalid sampai sembilan pedang patah.
Luar biasa.
Kemudian lihat ini bagaimana luka sampai
sekian puluh luka semua di depan. Luar
biasa.
Sampai ada sahabat dalam perang Uhud
ketika dia berperang kemudian tangannya
putus satu. Maka dia tetap berperang,
tangannya kegantung-gantung karena sudah
enggak bisa digunakan karena putus.
Akhirnya merasa sakit. Akhirnya dia
injak tangannya supaya lepas dari kayak
karet. Lepas sret baru dia perang lagi.
Subhanallah. Kata Zahabi, "Inilah jagoan
yang sebenarnya."
Maksudnya mereka perang sampai kayak
begitu. Luar biasa ya. Hebat.
Jafar meninggal dunia, tangannya putus.
Maka Rasulullah menyatakan bahwasanya
dia masuk surga dan Allah gantikan
dengan dua sayap. Makanya Jafar dikenal
dengan Jafar at-Tayyar. Yaitu Jafar yang
terbang. Karena Allah gantikan dua
tangannya yang putus di jalan Allah
Subhanahu wa taala dalam jihad dengan
dua pedang yang dia berterbangan dengan
pedang dengan dua sayap tersebut. Allah
gantikan kedua tangannya dengan dua
sayap. Ya, anaknya namanya Abdullah bin
Jafar. Anaknya namanya Abdullah bin
Jafar. Karena Abdullah bin Jaafar ini
mencium Zainab bin Umar
bin Abi Salamah. Abu Salamah punya istri
namanya Ummu Salamah.
Ketika Abu Salamah meninggal punya
anak-anak yang dibawa oleh Ummu Salamah
dan mereka adalah raaibun Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Itu Nabi
rawat mereka di rumah Ummu Salamah. Di
antara anak-anaknya ada namanya Umar.
Namanya Umar. Masih kecil-kecil ya.
Kemudian Umar ini nanti punya anak
namanya Zainab
dan Abdullah bin Jaafar mencium apa?
Zainab. Maksudnya Zainab putranya
putrinya Umar. Umar ini putranya siapa?
Abu Salamah. Yaitu ee Umar ini
uminya namanya Ummu Salamah. Bapaknya
namanya siapa? Abu Abu Salamah. Kemudian
ketika Ab Salamah meninggal maka Nabi
menikahi Ummu Salamah dan dia merawat
beberapa anak Ummu Salamah. Di antaranya
siapa? Umar. Di antaranya Umar. Ya,
wahiya ibnatu sanatain au nahwihi.
Ibnatu sanatain au nahwihi. Ya. Dan si
Zainab ini yang dicium oleh Abdullah bin
Jafar umurnya sekitar 2 tahun atau
semisalnya masih kecil 2 tahun ya. Maka
ini menunjukkan tidak mengapa mencium
anak yang masih kecil ya.
Makanya Abdullah bin ee Abdullah bin
Umar kalau ketemu Abdullah bin Jafar,
Abdullah bin Umar, Abdullah anaknya Umar
bin Khattab, Abdullah bin Jafar,
Abdullah anaknya siapa? Jafar bin Abi
Thalib. Ya, dalam Sahih Muslim kalau
Abdullah bin Umar ketemu Abdullah bin
Jafar, dia berkata, "Ya bna dzil
Janahain,
wahai putra dari sang pemilik dua
sayap."
Ya, karena Jafar dikenal dengan Zul
Janahain, sang pemilik dua sayap. Karena
ketika mati syahid ya, maka ee
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyatakan
bahwasanya
Abdullah bin Jaafar e atau Jafar bin Abi
Thalib Allah gantikan kedua tangannya
yang putus dengan dua sayap yang dia
berterbangan dengan kedua sayap tersebut
di surga.
Dalam hadis juga Abdullah bin Jafar
berkata, Abdullah bin Jafar anaknya
Jafar kana Nabi sallallahu alaihi
wasallam qodima minfarin talaqah
bisigari ahli baitihi adalah Nabi kalau
pulang dari safar masuk kota Madinah
maka disambut oleh para sahabat sambil
bawa anak-anaknya mungkin untuk didoain
atau diapain sambut Nabi dengan bawa
anak-anaknya.
Faqadimtu marratan fi awali man talaqo
bihim Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Maka aku suatu hari ya dan Abdullah
masih kecil, masih kecil maka aku
ramai-ramai sama anak-anak datang
menyambut Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika Nabi baru datang dari
safar. Faakani wa ardafani.
Ya. Kemudian ternyata Rasulullah ambil
aku.
Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam
menggendongku apa memboncengku. K tahu
Jafar bin Abi Thalib sepupunya Nabi ya.
Enggak kan pamannya Nabi siapa? Abu Abu
Thalib. Abu Thalib punya anak banyak. Di
antaranya Thalib, di antaranya Aqil, di
antaranya Jafar ee di antaranya Ali. Ya,
ini semua anak-anak Abu Thalib. Sehingga
Ali, Jafar, Aqil, Thalib semuanya sepupu
Nabi. Di antaranya Ummu Hani, sepupu
perempuan.
Thalib mati dalam kondisi kafir. Adapun
sisanya dalam kondisi muslim, bapak
mereka Abu Thalib meninggal dalam
kondisi kafir. Ya, sehingga Rasulullah
sangat dekat dengan mereka. Karena
Rasulullah ketika usia 8 tahun, siapa
yang merawat Nabi? Abu Thalib. Abu
Thalib yang merawat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya. Dan Abu Thalib
sangat sayang kepada Nabi lebih daripada
anak-anaknya. Sehingga kedekatan Nabi
dengan sepupunya sangat dekat karena dia
dulu dirawat oleh Abu Thalib.
Makanya Rasulullah dekat sekali dengan
Jafar. Jafar meninggal dunia. Ada
ponakannya Nabi ya, gampangannya ya,
anaknya Jafar. Makanya ketika Rasulullah
pulang dari safar ada Abdullah masih
kecil. Abdullah bin Jafar Rasul wasam
ambil Rasul sahu alaih wasallam kemudian
memboncengnya
utiya aid bin ak min ahli baitihi
waardafahu
kemudian Rasul sahu alaihi wasallam pun
didatang didatangkan ada ee keluarganya
yang lain Rasulullah gonceng lagi. Ini
semua ahlul bait. Jafar ahlul bait ya
keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam
dari Bani Hasyim. Faquunna salat ma Nabi
sallallahu alaihi wasallam wkhalal
Madinah. Ya.
Maka kami bertiga masuk kota Madinah.
Rasul sambil gonceng dua dua orang.
Dalam hadis ini disebutkan bahwasanya
Abdullah bin Jaafar. Jadi Abdullah bin
Jafar sahabat junior. Sahabat apa?
Junior. Dia ketemu Nabi masih kecil. Ini
dalil bahwasanya Abdul ee mencium anak
perempuan yang masih kecil tidak jadi
masalah yang belum bisa menimbulkan
syahwat. Tapi kalau sudah 8 tahun 9
tahun gak hendaknya jangan ya. Karena
sudah kelihatan besar fisiknya sudah
bisa minum saya. Tapi kalau masih kecil
setahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5
tahun okelah masih namanya. Tapi kalau
sudah mulai menimbulkan syahwat maka
tidak boleh diciumnya kita jaga. Tapi
kalau masih kecil enggak ada masalah.
Sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang
kepada anak-anak. Ya, sebagai bentuk
rahmat kasih sayang kepada anak-anak.
Senang dicium berarti di om ini sayang
ya, tante sayang. kita mencium anak-anak
sehingga mereka merasakan kasih sayang
terbut.
Kemudian Imam Bukhari membawakan asar q
hadana Musa Q akbar Rubay atau Rabi bin
Abdillah bin Khuttaf an Hafsil Hasan itu
Hasan Albasri
rahimahullah taala beliau berkata,
ahadin min ahlika
ahlakaan
fa'al. Jika kau mampu tidak melihat
rambut kerabatmu ya kecuali istrimu atau
anak kecil maka lakukanlah.
Ya. Ini Hasan Al Bashri menjelaskan
bahwasanya meskipun kita sama kerabat
sama
kita berusaha juga tetap menjaga menjaga
diri menjaga menjaga diri. Maksudnya
kalau ketemu misalnya dengan
apa namanya ee tante atau dengan bibi
itu kerabat semua ya. Tapi kalau bisa
tetap berhijab lebih baik. Lebih baik
ya. Kecuali kalau istri bebas. Tapi kata
Hasan Al Basri kalau bisa kau tidak
bukannya haram boleh tentunya. Tentunya
kita bertemu dengan melihat rambut
tante, rambut ee bibi atau rambut kakak,
rambut adik, semua enggak ada masalah
ya. Rambut misalnya istrinya bapak ya,
semuanya adalah mahram ya. Dan tidak
mengapa kita melihat yang bisa terbuka.
Tapi Hasan punya fikih sendiri. Dia
bilang, "Kalau bisa tidak melihat lebih
baik." Tapi bukannya haram. Kecuali
istrimu dan anak kecil. Anak kecil
enggak ada masalah. Anak kecil tidak
jadi masalah. Ya, oleh karenanya ini
menguatkan bahwasanya anak kecil dicium
juga tidak jadi masalah karena tidak
menimbulkan apa? Syah syahwat. Tidak
menimbulkan syahwat. Tapi kalau sudah
besar ya ini repot ya.
Dan ini menunjukkan bahwasanya para
wanita dahulu kalau mereka ee
bertemu ya
mereka juga meskipun ee sesama mungkin
kerabat mereka tetap dengan adab dengan
pakaian kesopanan. Pakaian kesopanan ya
Tib. Berikutnya babu mashi rasisi. Bab
mengusap kepala anak kecil. Ini di
antara aplikasi ibadah dengan kasih
sayang kepada anak adalah mengusap
kepalanya. Mengusap kepalanya.
Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana
Abu Nuaim qala haddasana Yahya bin Abil
Haitam al-Atthar qala haddasani Yusuf
bin Abdillah bin Salam. Qala sammani
Rasulull sallallahu alaihi wasallam
Yusuf."
Yusuf bin Abdullah bin Salam berkata,
"Sammani Rasulull sallahu alaihi
wasallam Yusuf." Allah Rasulullah
menamakan aku dengan Yusuf wa aqadani
ala hijrihi dan dia mendudukkan aku di
pangkuannya waa r dan dia mengusap
kepalaku
ini ee sahabat kecil juga junior Yusuf
ya ee bahwasanya Rasul sahu alaihi
wasallam kasih nama dia ya ini dalil
bahwasanya boleh kita minta kepada kiai
atau kepada orang saleh untuk memberi
nama anak kita ya Rasulullah menamakan
ee anak-anak yang dibawa ke beliau Ya
kata Rasulullah ee kata Yusuf samani
rasul sahu alaihi wasallam Yusuf
Rasulullah menamakan dengan Yusuf
kemudian dia meletak mendudukkanku di
pangkuannya wa aqadani ala hijrihi wi.
Kemudian dia mengusap kepalaku dan ini
dalil bahwasanya di antara bentuk rahmat
adalah mengusap kepala ee anak-anak ya
terutama anak yatim. Terutama anak yatim
datang dalil khusus tentang mengusap
kepala anak yatim. Karena mungkin anak
yatim jarang ada yang mengusap kepalanya
ya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam
ketika datang seorang yasku qaswata
qolbihi mengeluhkan tentang kerasnya
hatinya kepada Nabi. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"In arqbi kalau kau ingin hatimu lembut
faim thaam bagilah makanan wamsah ala
rasil yatim atau wamsah rasal yatim."
Kemudian usaplah kepala anak yatim. Ya,
usaplah kepala anak yatim. Secara umum
anak-anak kita usap kepalanya. Kalau
anak datang salam sama kita, kita
berusaha usap apa kepalanya. Dia
senanglah diusap menunjukkan kasih
sayang. Ya. Ya. Terutama anak ya yatim.
Tapi kalau anak yatim jangan diusap aja.
Kasih duit juga Om. Usap-usap mulu.
Sudah 10 orang usap sayang. Kasih duit
juga. Ya kalau anak ada bapaknya usap
aja. [tertawa]
Mau saya anak-anak senang diusap apa?
Kepalanya senang diusap kepanya. Diusap
diusap punggungnya diusap senang.
Anak-anak menunjukkan dia merasakan
kasih kasih sayang. Itulah anak-anak ya.
Kalau kita digini kita jengkel menghina
ya. Kalau anak-anak senang ya digitukan
ti hadis berikutnya. Qa hadana Muhammad
bin Salam. Qala haddasana Muhammad bin
Khazim.
Qala haddasana Hisyam bin Urwah an abihi
an Aisyah. Dari Urwah dari Aisyah
radhiallahu taala.
anha ummul mukminin dari Aisyah qat
Aisyah bercerita al abu bil banati Nabi
sallallahu alaihi wasallam aku
bermain-main dengan boneka-boneka
perempuan albanat maksudnya ini
boneka-boneka yang dibuat dari kutun
dari kain dari kapas dibuat
boneka-boneka sederhana ya aku main-main
jadi Aisyah punya boneka-bonekaan boneka
akhwat kecil-kecil ya wana sawahibu
yalabna Mai. Dan saya punya teman-teman
perempuan yang juga main sama saya.
Karena Aisyah masih kecil ketika nikah
sama Nabi sallallahu alaihi wasallam ya.
Dan ketika usia 9 tahun Rasulullah baru
tinggal sama Aisyah. 9 tahun masih
senang main-main apa? Main
boneka-boneka. Rasulullah biarin.
Rasulullah tidak bilang kau sudah jadi
istri, masa main boneka enggak. Biarin.
Kadang ada seorang yang punya istri
masih muda, masih kekanak-kanakan. Ya
wajar ya. Jangan paksa dia cepat tua ya.
[tertawa] Biar dia kita misalnya sudah
tua istri kita masih muda kemudian kita
paksa dia tua seperti kita. Jangan kita
yang jadi muda seperti dia.
Lihat ini. Makanya Rasulullah biarin aja
dia main. Padahal Aisyah ini statusnya
istri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan dia punya teman-teman ikut main di
rumah Aisyah radhiallahu taala anha.
Fakana Rasulullah sahu alaih wasallam
yanqna minhu. Adapun Rasulullah kalau
masuk rumah mereka semua malu. Kemudian
mereka pergi malu sama Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Rasulullah suruh main-main sama Aisyah.
Rasulullah suruh masukin mereka untuk
main sama Aisyah. Rasulullah kasih
kesempatan main sama siapa? Aisyah. Ya.
Ya. Buat Rasulullah. Aisyah masih
kekanak-kanakan 9 tahun, 10 tahun masih
hobi main boneka-boneka. Maka Rasulullah
justru panggil anak-anak yang seumuran
dengan Aisyah untuk main sama siapa?
Aisyah radhiallahu taala anha.
Ini dalil bahwasanya
boleh anak-anak bermain dengan
boneka-bonekaan. Ya, cuma khilaf di
kalangan para ulama, bolehkah boneka
tersebut dalam bentuk seperti manusia
ataukah boneka-boneka yang bentuknya ee
sederhana? Ya, ada dua pendapat. Ada
yang mengatakan hanya boleh boneka
biasa-biasa saja, tidak boleh seperti
bentuk manusia. Karena hukum asal kita
larang untuk membuat patung. Ya, ada
yang mengatakan boleh. Ini di antara
yang dihalalkan rukhsah selama boneka
tersebut tidak dimuliakan seperti
dipajang di etalase, dipajang ya. Ini
enggak boleh maksudnya kalau main
kemudian masukin lagi. Jadi ada dua
pendapat di kalangan para ulama. Ada
yang mengatakan tetap enggak boleh.
Harus boneka yang tidak yang yang
intinya tidak seperti manusia beneran
ya. Cuma mungkin ini cuma begini ya.
Yang penting enggak ada pakai jilbab
boneka-bonekaan ya. Ada yang mengatakan
boleh. Ini termasuk rukhsah keringanan.
tetapi dengan syarat tidak boleh
dimuliakan. Karena ini asalnya tidak
boleh kita membuat ee apa namanya?
patung atau yang semisalnya ya.
Dan ini bagus buat anak-anak sehingga
mereka dengan begitu jadi punya sifat
keibuan ya senang sama anak-anak kecil
ya. Dia ngerawat anaknya lagi mungkin
ini boneka lagi sekolah, boneka lagi apa
seperti itu ya.
Dan sekarang kita repot. Sekarang
orang-orang kafir bikin boneka-boneka
yang semuanya boneka tidak punya malu.
Ben kecil pakai rok pendek, rok mini,
kelihatan macam-macamnya. Yes. Boneka
kecil pacaran-pacaran sama boneka kecil.
[tertawa]
Anak-anak jadi ngelihat itu sejak kecil
bahwas ini pakaian oke-oke aja gitu loh.
Itu masalahnya perlu ada solusi
alternatif mungkin boneka islami ya
dengan batasan-batasan ada khilaf tapi
maksud saya. Tapi kalau ada yang bisa
bikin boneka islami terus kemudian
ngajarin anak-anak untuk ini boneka
keluarga ada mungkin ada abinya ada
apanya ada. Jadi anak-anak terdidik
sejak kecil main-main yang syari
maksudnya main-main yang syari ya.
Makanya Aisyah punya di antara dalil
bahwasanya ada yang mengatakan boneka
tersebut tidak jelas. Ketika Rasulullah
tanya, "Ini apa?" Aisyah mengatakan ini
kuda. Berarti tidak jelas. Rasul tanya,
"Ini apa ini?" "I ini kuda." Ya, dia
bikin sederhana. Terus apa itu?
Disampingkan ini dua sayap. Kata
Rasulullah, "Apakah kuda ada sayapnya?"
Kata Aisyah, "Engkau enggak tahukah Nabi
Sulaiman kudanya bersayap?" [tertawa]
Rasulullah tertawa. "Mau saya berarti
tidak jelas." Berarti apa? Tidak tidak
jelas. Tapi Seb mengatakan boleh karena
ini termasuk apa? Ruksah keringanan ya.
Sekarang orang main dengan boneka-boneka
yang terbuka yang ini kemudian
ditonjolkan keseksiannya dan
macam-macamnya. Ini ee
secara tidak langsung menghilangkan rasa
malu dari anak-anak karena bajunya
begitu-begitu. Enggak ada baju jilbaban,
bajunya rok pendek lagi ketemu orang rok
pendek. Sehingga anak-anak inilah yang
hidup modern seperti ini, yang bagus
seperti ini, sejak kecil mereka tahu
dididik oleh boneka-boneka tersebut
untuk tidak punya rasa rasa malu. Dan
itu tanpa kita sadari merusak akhlak
anak-anak. Apalagi anak-anak masih kecil
sangat mudah diisi apa saja. Maka orang
waspada jangan sembarang kasih mainan
buat apa? Anak-anak. Ya, jangan
sembarang kasih mainan buat anak-anak.
Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
membiarkan Aisyah main. Bahkan
Rasulullah panggil teman-temannya untuk
main sama Aisyah. Aisyah sebagai masih
kecil, masih suka main-main. Ya,
Rasulullah tidak ee Rasulullah artinya
tidak ini lagi dia sudah punya suami
enggak boleh main lagi. Enggak. Bahkan
Rasul sahu alaihi wasallam panggil
temannya untuk main sama Aisyah
radhiallahu taala anha. Ya,
di antara cerita menarik disampaikan
oleh Syekh Abdur Razq hafidahullahu
taala, dia mendengar cerita dari
putrinya Syekh Abdurrahman bin Nasir
Ass'di, penulis penulis e kitab ee
Taisir Karimirrahman. Gurunya Syekh
Utsimin. Syekh Utsimin punya guru
namanya Syekh S'di. Syekh Sidi orang
alim ulama di di zamannya di Unaizah.
Ketika Syekh Sidi meninggal dunia,
imamnya diganti oleh Syekh Utsmimin.
Jadi Syekh Utsimin jadi imam pengganti
gurunya. Ya, gurunya ini terkenal sangat
berakhlak mulia ya. Sampai dikatakan
hampir tidak ada satu rumah pun di situ
kecuali dia sudah apa kunjungi dia sama
masyarakat. Baik. Karena rumah dulu
sedikit enggak banyak ya.
disebutkan ya,
suatu hari Syekh S'di keluar dari rumah,
tiba-tiba putrinya masih kecil lagi main
sama teman-teman putrinya. Mereka sedang
main-mainan, yaitu ada boneka-bonekaan
ya. Kemudian mereka bikin seperti ada ee
mukhattaat itu areal. Bikin areal
seakan-akan tuh kamar, kemudian ada
barang-barang seperti ini. Ini ini kopi,
ini teh ya, ada mejanya. Jadi mereka
bikin mainan ada rumah lah, ada rumah,
ada anak-anak. Mereka lagi main putrinya
sama teman-teman perempuannya.
Ketika putrinya dan teman-temannya
pernya sedang main,
ya mungkin main di dekat di rumahnya
atau di luar rumah, ketika Syekh ingin
keluar dari rumah, tiba-tiba dipanggil
sama anak kecil, putri kecil situ yang
temannya temannya temannya putrinya. Dia
mengatakan,
"Kenapa enggak ziarah ke sini?
Ayo bertamu, bertamu, [tertawa] bertamu
di rumah-rumahan.
Kata saya, "Mungkin saya sibuk." Saya
bilang, "Besok insyaallah saya bertamu."
Subhanallah.
Kemudian tatkala Syekh keluar, kemudian
dia balik ke rumah ya
ee kemudian dia sampai di pintu, ya.
Dia ketuk pintu di pintu rumah mainan
tadi. Asalamualaikum.
kan bertamu.
Dia panggil nama anak perempuan tadi.
Hang anak perempuan tadi bilang buka
pintu silakan masuk ya. Kemudian Syekh
masuk kemudian ngobrol sama mereka
sebentar ya. Seakan-akan ada dituangkan
kopi. Padahal mah enggak ada, cuma
mainan
ngobrolng ngobrol ngobrol ngobrol.
Kemudian Syekh ketika ingin bangkit
pergi putrinya bilang
saya belum kau bertamu ke rumahku. Nah.
Kata putrinya, kata Syekh, "Besok
insyaallah [tertawa]
besok kamu yang saya bertama rumahmu."
Tatkala besok dia datang ke rumah, teman
lagi main-main lagi. Dia ketuk pintu
lagi. Assalamualaikum. Dia panggil nama
putrinya.
Kemudian putrinya buka pintu.
Seakan-akan ada pintu, ada kamar masuk
tafadol Allah masuk. Ayo masuk bikin
rumah-rumahan, kamar-kamaran. Kemudian
syekh duduk sama mereka. Kemudian
bercanda dengan mereka, ngobrol sama
mereka. Ya. Ya, mungkin 4 menit, 5
menit, 10 menit enggak lama ya. Dan
putrinya menceritakan kisah ini. Bapak
ini bapaknya ini bukan orang sembarang,
orang sangat alim yang sibuknya luar
luar biasa.
Ya, sampai disebutkan Syekh SD pernah
melewati orang-orang Arab lagi
ngobrol-ngobrol jagongan. Dia bilang,
"Kalau kalian bisa jual waktu kalian,
saya pengin beli." Kenapa? Dia
kekurangan apa? Kekurangan waktu. Tapi
meskipun sesibuk-sibuknya punya waktu
buat apa? Anak-anak. Sampai dia merendah
pura-pura bertamu. Asalamualaikum
ngobrol kasih kopi padahal kopinya
enggak ada. [tertawa]
Ya maksudnya luar biasa kalau akhlak
mereka ya.
Kalau kita lagi sibuk sibuk
kamu minta minta minta ini. Minta ini
terus Abi lagi sibuk hutang banyak ini.
Tagi orang [tertawa]
kamu lagi ke mall ke mall aja kerjanya.
Sana ke kuburan ngapain ke mall? Repot.
Istri dimarahin, anak dimarahin. Aduh.
Padahal anak-anak cuma butuh sedikit
cium peluk ngobrol sebentar selesai. Ini
enggak bung setengah jam juga enggak.
Mereka bosan juga ngobrol sama kita
setengah jam. Sebentar aja sudah
selesai. Oh, ayo pergi dulu ya. Ya
sudah. Dia cuma butuh sebentar ya. Kalau
kita bilang ulama sekelas mereka yang
super sibuk aja bisa menyisihkan waktu
untuk putrinya dan teman-teman putrinya
dan ini diingat sama putrinya sehingga
dia cerita. Setelah dia besar, setelah
dia tua, dia cerita bagaimana dulu ayah
kami perhatian sama kami. Ya, demikian
saja insyaallah kita lanjut kesempatan
yang lain. Wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.