Tafsir Surat Al Qashas #13 Ayat 83-88 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
9kTjr-0Beww • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarika lahu takiman lyni wa
ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Insyaallah ini pertemuan
terakhir dari surah Al-Qasas.
Bagian paragraf terakhir dari surah
Al-Qasas. Kita masuk pada ayat 83.
Allah berfirman, "Tilkadarul akhiratu
najalu lilladina la yuriduna fil ardhi
wala fasadan wal aqibatu lil muttaqin.
Negeri akhirat itu maksudnya surga kami
jadikan hanya untuk orang-orang yang
tidak ingin ketinggian di atas muka
bumi, yaitu tidak sombong, tidak angkuh,
dan tidak juga ingin melakukan kerusakan
di atas muka bumi." Wal aqibatu lil
muttaqin. Dan kesudahan yang indah.
adalah untuk orang-orang yang bertakwa.
Tatkala pada pertemuan lalu ya
sebagaimana kita jelaskan Allah telah
menceritakan tentang kisah Qarun yang
Qarun bagu ya e apa ya apa ee
bag berbuat zalim sombong keangkuhan
lengkap pada Qarun kemudian kekayaannya
menjadikan dia tinggi merasa tinggi.
Akhirnya Allah pun benamkan dia di dalam
tanah dan ujungnya dia akan masuk neraka
jahanam.
Kata Allah, "Inna qaruna kanana min
kaumi Musa fabago alaihim." Yaitu dia
telah berbuat kezaliman, kesombongan
kepada kaum Nabi Musa. Dan sebelumnya
telah kita jelaskan juga pada awal-awal
di surat Al-Qasas tentang Firaun
yang angkuh dan sombong ya, merasa
dirinya Tuhan.
Setelah itu Allah sebutkan ayat ini.
Allah mengatakan bahwasanya tilkadarul
akhirah. Bahwasanya surga itu ya disebut
dar yaitu tempat tinggal. Tempat tinggal
yang sungguhnya
ee
apa namanya? Berbeda dengan dunia. Dunia
hanyalah
tempat lewat ya, bukan tempat tempat
tinggal.
Seperti perkataan mukmin ahli Firaun ya.
Innama hadil hayatud dunya mata wa innal
akhirata hiya darul qarar. Sesungguhnya
kehidupan dunia ini hanyalah mata yaitu
kesenangan yang sementara.
Adapun wa innad wa innal akhirat. Adapun
akhirat hiya darul qarar. Dialah rumah
yang sesungguhnya tempat tinggal. Darart
itu artinya kampung. Kampung tempat
tinggal yang sesungguhnya.
Adapun neraka disebut darul bawar. Ya
seperti firman Allah Subhanahu wa taala.
Alam taradina baddalu nikmatallahi
kufron wahalluahum
daral bawar. Allah menamakan
neraka dengan darul bawar yaitu untuk
menghina aja yaitu kampung ee
kehancuran. Ya, disebut dar untuk
menghina. Sesungguhnya tempat tinggal
yang sesungguhnya adalah surga. Neraka
bukan tempat apa? Tempat tinggal. Tempat
siksaan
ya. Penjara yang menyiksa.
Oleh karenanya dinamakan
ee
akhirat dengan dar agar kita ingat
dialah dar atau tempat tinggal yang
sesungguhnya. Kemudian disebut dengan
akhirat yang menunjukkan adalah tempat
tinggal yang abadi.
Karena disebut akhirat artinya yang
akhir paling terakhir. Ini tempat
destinasi terakhir kalau bahasa kita.
Destinasi yang terakhir. Setelah ini
enggak ada lagi destinasi. kita telah
kalau orang kita dalam kehidupan ini
banyak destinasi destinasi janin
kemudian destinasi di alam sekarang alam
nyata dalam dunia ini. Kemudian
destinasi berikutnya adalah alam
barzakh. Destinasi berikutnya adalah
padang mahsyar. Destinasi berikutnya
surga atau neraka.
Dan disebut darul akhirah maksudnya
destinasi terakhir menunjukkan
keabadian. Karena tidak ada lagi
destinasi berikutnya. Inilah tempat
tinggal yang sesungguhnya. Maksudnya
adalah surga dalam ayatnya, tilka,
yaitulah surga yang kalian telah
mengerti sifat-sifatnya yang penuh
dengan keindahan, tidak ada kesedihan
sama sekali, tidak ada gundah-gulana,
tidak ada kekhawatiran. Berbeda dengan
kehidupan dunia. Kehidupan dunia
betapaap pun mewahnya, betapun indahnya,
pasti terkontaminasi dengan kesedihan
dan kekhawatiran. Makanya orang mau
surga dikatakan, "Udkulul jann la
khaufun alaikum w antum tahzanun."
Masuklah kalian surga tanpa ada
kekhawatiran, tanpa ada kesedihan. Yang
membuat hidup ini tidak bahagia dua hal,
khawatir atau se sedih. Sedih tentang
masa lalu yang sudah lewat, khawatir
tentang masa depan.
Itu semua tidak ada di surga. Surga
semua hanyalah kebahagiaan.
Makanya Allah mengatakan tilka. Itulah
surga. Ada isyarat lil baid yang
menunjukkan itulah. Kalau bahasa kita
apa? Itulah. Bukan inilah. Allah bilang
apa? Itulah yang menunjukkan suruh yang
kalian ketahui kedudukannya tinggi.
Untuk siapa? Naj'alu lilladina la
yuriduna uluan fil ardhi wala fasada.
yang kami berikan kepada orang-orang
yang tidak ingin ketinggian di atas muka
bumi dan juga tidak ingin kerusakan di
atas muka bumi. Yaitu orang-orang yang
ikhlas, yang tawadu, tidak pengin
sombong, tidak pengin merasa tinggi sama
yang lain.
Sampai Ibnu Katsir, saya
sebutkan ee riwayatnya.
Riwayat ini mengingatkan kita untuk
waspada dalam
mengontrol hati kita.
ee beliau menyebutkan
waqala Ibnu Jarir qala haddasana Ibnu
Waqi q hadana Abi an Asat an Samman
an Abi Salam ala'raj an Ali qala dari
Ali radhiallahu anhu berkata inajula
ljibu
Ada seorang yang ingin sendalnya lebih
bagus daripada sendal temannya.
Berarti dia ingin unggul. Iya enggak?
Dia pengin sendalnya lebih bagus
daripada sendal temannya. Fadkulu fiihi.
Maka dia termasuk dalam ayat ini.
Tilkadul akhirati tilkadarul akhiratu
najaluadina yurin ulard wada.
Ya,
surga itu hanya untuk orang-orang kami
jadikan bagi orang yang tidak ingin
unggul di atas muka bumi tinggi
dan juga tidak ingin kerusakan. Kata
Ibnu Katsir mengomentari
perkataan Ali radhiallahu anhu, h
mahmulun alama id ar bidalikal fakhar
watul al girihi. Ini maksudnya seorang
ingin sendalnya lebih bagus daripada
yang lain. Kalau maksudnya untuk
bangga-banggaan, untuk pamer-pameran,
untuk merasa hebat, ah itu masuk ayat
ini bahwasanya surga tidak bukan untuk
orang seperti ini. Ini waspada yang
punya duit, yang enggak punya duit ya
sudahlah tawadu, terpaksa. Yang punya
duit ini yang pengin beli mobil, mobil
saya lebih bagus dari mobil dia. Ah, ini
pilih tas. Tas saya lebih mahal daripada
dia untuk bangga-banggaan.
Jika kata Ibnu Katsir, perhatikan
bedanya
eh kamba sahih Nabi sallallahu alaihi
wasallam inahu uh ilai karena dalam
hadis Rasulullah mengatakan diwahyukan
kepadaku an tawad hendaknya kalian
saling tawad
hendaknya kalian tawadta
ahadun alad agar kalian tidak merasa
bangga satu di atas yang lainnya
ahadun ahad dan tidak zalim satu dengan
yang lainnya nya.
Adapun seorang pengin sendalnya bagus,
pengin selama itu tidak israf, tidak
jadi masalah. Tapi bukan maksudnya saya
ingin nungguli dia, saya ingin ngalahin
dia. Itu kalau sudah seperti itu, itu
terlarang.
Berarti tidak tawadu. Padahal surga tadi
hanya untuk orang yang tawadu, yang
tidak ingin unggul dari yang lainnya.
Surga untuk orang yang tawadu, yang
ingin unggul, yang sombong.
Neraka jahanam. Ya, kata Allah tentang
neraka jahanam. Fabiswal mutakabbirin.
Seburuk-buruk tempat untuk orang-orang
yang sombong. Makanya yang yang ibu-ibu
Jakarta ini yang punya duit dia kalau
enggak punya duit ya sudahlah.
Tawadu terpaksa.
J kalau yang punya duit pengin beli jam
lebih mahal daripada jam temannya.
Pengin sendal lebih mahal daripada
sendal temannya. Ada yang model baru,
ada yang tujuannya bukan karena indahnya
aja, tapi karena ingin pamer, ingin,
"Ah, apa dia punya saya lebih bagus."
Ah, ini berarti tidak tawadu. Berarti
fakhar. Membangga-banggakan di atas yang
lainnya. Sombong-sombongan,
bangga-banggaan untuk merendahkan yang
lainnya, untuk merasa lebih tinggi. Maka
ini tidak masuk dalam orang-orang yang
disiapkan surga bagi mereka.
Karena siap disiapkan bagi mereka tidak
ingin tinggi di hadapan yang lainnya.
tidak ingin merasa dihormati sama semua
orang lain, tidak pengin dijadi pusat
perhatian orang lain karena dia merasa
tinggi. Enggak.
Subhanallah. Sampai kalau kita baca
perkataan Ibnu Rajab al-Hambali dalam
risalahnya, risalah yang mengerikan bagi
para ustaz, bagi para ulama yang
judulnya tentang syarah hadisbani
jaan ursila fiamin
biafsadaha minsil mari alal malifinihi.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Tidaklah dua ekor serigala lapar
dilepaskan pada kumpulan kambing. Kalau
serigala dilepaskan ke kumpulan kambing,
rusak enggak kambing-kambing tersebut?
Rusak. Satu serigala bikin masalah
enggak? Bikin masalah. Pasti ada yang
dimakan. Gimana lagi kalau serigalanya
lagi lapar? Enggak lapar aja iseng
pengin makan. [tertawa]
Apalagi seriganya lagi apa? Lagi lapar.
Apalagi dua ekor dia akan kerja sama.
Satu musini dia akan kerja sama." Kata
Nabi, serig dua ekor serigal lepaskan ke
kandang kambing pasti merusak. Tapi
kerusukan itu masih kalah dengan
rusaknya agama seorang gara-gara
semangat untuk mencari harta dan
kedudukan.
Agamanya lebih cepat rusak. Sampai
disebutkan tentang orang yangut ilmu
karena mencari harta. Ya man thaolabal
ilma man tholaba ilma mimma yubttag bihi
wajhullah la yataallamahu la yataamuhu
illa liusiba ard minad dunya lam yajid
arfal jannah. Rasulullah bersabda,
"Siapa yang cari ilmu seharusnya untuk
mencari wajah Allah kemudian dia
mencarinya untuk mendapatkan kepentingan
duniawi, dia tidak akan meraih mencium
bau surga." Kemudian disebutkan dua
contoh. Contoh pertama yaitu dia
agamanya dia belajar untuk cari dunia.
dia jual beli agama cari dunia cari
duit.
Memang dia agama untuk cari duit ya.
Yang kedua, mungkin dia enggak cari duit
tapi dia ingin jadi jadi ingin
dimuliakan. Ingin tahu bahwasanya dia
paling berilmu. Ingin tahu dia paling
banyak hafalan, ingin orang tahu agar
dia paling banyak gurunya. Ingin dia
duduk sama para raja-raja, kepada para
umara, pangeran-pangeran, kepada
orang-orang kaya agar semua hormat sama
dia sehingga dia selalu tampil bersama
orang-orang hebat. Maka dia pun
dihormati
dunia dua, duit atau kehor kehormatan.
Dan dia sebutkan ini untuk para ulama
bahwasanya
para ulama saja kalau tidak pas tidak
periksa niat hati-hati tidak selamat ya.
Mungkin terjebak dengan dunia, dengan
agamanya dia dengan ilmunya dia cari
dunia atau dengan ilmunya dia cari
kedudukan.
Cari kedudukan itu. Ibnu Rajab sebutkan
setelah menjelaskan ayat ini. Tilkadarul
akhiratu najalu lilladina
ard fasada. Surga itu tidak kami jadikan
bagi orang-orang
eh surga itu hanya kami jadikan bagi
orang-orang yang tidak ingin ketinggian
di atas muka bumi. Kesombongan,
keangkuan, ingin merasa unggul daripada
yang lainnya. Itu bukan ciri-ciri
penghuni surga. Pengu surga tawadu
orang yang tawadu kata Allah wa
ibadurahmanilladzina yamsyuna alal ardhi
hauna dan hamba-hamba arrahman yang
berjalan di atas muka bumi dengan tawadu
tidak tantang-tenteng tidak
mentang-mentang tidak merasa
sampai tadi saya sebutkan riwayat tadi
dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu
yang disebutkan oleh Ibnu Katsir seorang
pengin punya sendal lebih bagus daripada
temannya ini. Biasa enggak kita seperti
itu? biasa tib ada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama dia suka karena dia
suka karena indah gak apa-apa selama
tidak israf. Yang kedua dia ingin ah
cuma begitu aja gue lebih bisa lebih
gila daripada dia. Ah ini repot
repot. Ah cuma segitu aja lah. Hm. Gue
cuma mobil listrik aja gue mobil aki
tahu enggak? [tertawa]
listrik
mobil murahan alah gitu. Jadi, jadi ada
kesombongan, keangkuhan. Kalau sudah
begitu berarti tidak tawadu, tidak
tawadu. Maka hati-hati seorang kalau
ingin masuk surga harus tawadu. Ini
bukan orang awam saja, ulama juga
hati-hati. Para orang berilmu hati-hati.
Tadi pengin ketemu pejabat-pejabat,
pengin kalau ketemu pejabat-pejabat
kasih tahu orang, "Saya ketemu pejabat
ini, saya ketemu pejabat itu, saya
ketemu orang hebat." Supaya apa? Supaya
orang masyaallah dia upgrade, dia pansos
sehingga orang wow wow wow wow wow.
Ah, itu semakin di mata orang semakin
tinggi, di mata Allah semakin apa? Hina.
Ini kita bukan dalam rangka menuduh,
tapi mengecek diri pribadi, Pak,
masing-masing. Hati-hati. Hati-hati.
Jangan sampai kita merasa lebih hebat
daripada yang yang lainnya. Karena kita
tidak termasuk yang disiapkan surga oleh
Allah Subhanahu wa taala. Di sini Allah
mengatakan la yuridun. yang tidak ingin.
Jadi bukan jangankan kesombongan, dia
tidak ingin sombong. Lebih-lebih hebat
lagi ada orang dia bukannya tidak ingin
sombong, tapi dia tidak bisa melakukan
kesombongan karena tidak berkesempatan.
Duit enggak ada, mau sombong gimana?
Tidak ada sarana untuk sombong. Tapi dia
tidak sombong karena memang tidak ada
kesempatan.
Tapi mereka ini meskipun ada kesempatan
mereka tidak mau karena mereka la
yuridun tidak ingin. Jangankan melakukan
ingin aja enggak.
Ingin aja enggak.
Mari dikatakan siapa yang ingin
ya dikenal oleh Allah jangan suka
dikenal oleh manusia.
terkenal nanti Allah bahwa dia terkenal
dia urusan Allah tapi dia tidak ingin
tidak ingin tinggi tidak ingin angkut
tidak ingin mengangkat dirinya
karena surga hanya untuk orang-orang
yang tawadu. La yuriduna uluan fil ard
tidak ingin ketinggian di atas muka
bumi. Wala fasadan yang kedua maknanya
dan juga tidak ingin kerusakan
yaitu tidak pengin salah satunya tidak
harus dua-duanya salah satunya
dua-duanya tidak ingin dia.
Wala fasadan. Makanya diulangi dengan la
wala tidak juga kerusakan. Artinya dia
tidak pengin sombong dan juga tidak
ingin melakukan kerusakan. Bukan
berarti. Jadi maksudnya orang yang masuk
surga harus selamat dari dua-duanya.
Kalau terjerumus pada salah satunya maka
tidak berhak untuk masuk surga. Ada
fasadan di sini. Ada yang mengatakan
adalah
perbuatan zalim. Ada yang mengatakan
maksiat. Melakukan apa? Maksiat. Karena
maksiat disebut fasad. Karena maksiat
mengakibatkan kerusakan.
Maksiat itu kerusakan maknawi, abstrak,
tetapi dia mengakibatkan kerusakan
konkret yang real.
Makanya Allah berfirman," zaharal fasadu
fil barri wal bahri bima kasabat
aidinas. Telah nampak kerusakan yang
real, yang konkret di daratan lautan
akibat perbuatan maksiat manu manusia.
Seperti Allah mengatakan orang-orang
munafik melakukan kerusakan secara
abstrak maknawi. Kata Allah lahum
tufsidu ardi qu innama nahnu muslihun.
Jika dikatakan kepada orang munafik
jangan melakukan kerusakan kerusakan apa
yang mereka lakukan yaitu kemunafikan.
J seorang berusaha
tidak ingin menzalimi orang lain, tidak
ingin melakukan kerusakan, tidak ingin
maksiat, terjatuh dia minta ampun kepada
Allah Subhanahu wa taala.
Wal aqibatu lil muttaqin. Ya.
Dan kesudahan yang indah bagi
orang-orang yang yang bertakwa.
Maka di sini Allah ingatkan orang-orang
yang sombong, yang pengin ketinggian,
yang pengin keangkuhan, yang pengin
kerusakan, ya. Maka dihukum oleh Allah
dengan dihalangi dari pahala akhirat itu
dihalangi dari masuk surga. Dihalangi
dari masuk surga. Baik, kita lanjutkan.
Setelah itu Allah berfirman,
"Man jaa bil hasanati falahu khairum
minha."
Siapa yang datang membawa kebaikan pada
hari kiamat kelak falahu khairun minha,
maka dia akan mendapatkan balasan yang
lebih baik daripada kebaikan yang dia
lakukan.
Waman jaa bisayiati fala yujalladina
amilus sayiati illa mau ymalun. Dan siap
dan siapa yang pada hari kiamat kelak
membawa ee keburukan ya, maka tidak
dibalas orang-orang yang melakukan
keburukan kecuali apa yang mereka
kerjakan. Di sini ada Allah sebutkan
tentang kaidah jaza di hari kiamat.
Bagaimana terkait dengan pembalasan?
Pembalasan ada aturannya. Kalau kebaikan
dilipat gandakan dibalasnya. Kalau
keburukan setim setimpal.
setimpal. Maka di sini Allah mengatakan,
"Man jaa bil hasanati falahu khairun
minha." Siapa yang pada hari kiamat bawa
satu kebaikan, bagi dia yang lebih baik
daripada kebaikan tersebut. Dan lebih
baik di sini dua perkara. Pertama secara
kuantitas, yang kedua secara kualitas.
Secara kuantitas dia akan lipat gandakan
10 kali lipat minimal. minimal 10 kali
lipat atau
700 kali lipat atau lebih daripada itu
atau lebih daripada itu.
Dalam hadis kata
Allah dalam hadis qudsi kullu amali bini
adam lahu al hasanatu biasri amsaliha
seluruh amalan anak Adam adalah untuk
dia, bukan untuk Allah. Ya in ahsantum
ahsantum lifusikum. Kalau kalian berbuat
baik untuk diri kalian, Allah tidak ada
keuntungnya dengan kalian berbuat amal
saleh. Seluruh amal anak Adam untuk dia.
Alhasanatu biasri amsaliha. Satu
kebaikan dilipat gandakan berapa kali?
10 kali lipat. Ini minimal ila sabiin
sampai 700 kali lipat. Bahkan lebih
daripada itu. 700 kali lipat.
Bahkan lebih daripada itu. Bahkan lebih
daripada itu. Ya.
Sampai kalau tidak salah Ibnu Hajar
rahim dalam Fathul Bari menyebutkan
hukum asal seluruh amal saleh dilipat
gandakan 10 kali lipat. Hukum asal amal
apa saja? Senyum ee kata-kata yang baik
sedekah apa saja baca Quran satu huruf
10 kali lipat. Alif lam mim berarti 30
kebaikan. Alif 1, lam 1, mim 1 * 3 * 10
berarti 30 semuanya kecuali
sedekah fisabilillah.
Kecuali sedekah fisabilillah maka
minimal 700 kali lipat.
Kalau sedekah terkait fisabilillah 700
kali lipat. Allah berfirman dalam surah
Albaqarah 261. Mataladina yunfiquuna
amwalan fibilillahi habbatin ambatil
hab.
Perumpamaan orang-orang yang berinfak di
jalan Allah ya ikhlas karena Allah di
jalan Allah itu fisabil dalam jihadin
seperti satu biji yang menumbuhkan tu
bulir.
Setiap bulir ada 700
biji. Satu benih menunjukkan 7 bulir
satu bulir 100 berarti 700 kali lipat.
Wallahu lima yasya. Allah melipat
gandakan yang siapa yang Allah
kehendaki. Sehingga seb mengatakan
seluruh hukum asal seluruh amal saleh 10
kali lipat kecuali apa? Sedekah
fisabilillah.
Makanya saya berharap di antara sedekah
fisabil yang saya harap di antaranya
sedekah untuk dakwah. Saya berharap
teman-teman yang punya semangat sedekah
untuk dakwah mudah-mudahan mereka
mendapatkan lipat ganda 700 kali lipat.
Karena di antara jihad fisabilillah
adalah jihad dengan pedang maupun jihad
dengan lisan.
Jihad dengan pedang itu angkat senjata
perang fisik.
Dan ada jihad yang lain itu jihad dengan
apa? Ilmu. Dakwah, membantah syubhat,
membantah ateis, membantahta orang-orang
kafir, menyebarkan Islam ya menyebarkan
tauhid ya. Bahkan kata para ulama dari
satu sisi jihad dengan lisan lebih afdal
daripada jihad dengan pedang. Karena
jihad pedang dengan pedang belum tentu
bisa dikerjakan setiap saat. Dan jihad
dengan pedang itu dilaksanakan
ketika jihad dengan lisan tidak bisa.
Kalau jihad dengan dengan lisan bisa,
tidak perlu angkat pedang. Sehingga
jihad dengan pedang itu adalah sarana,
jihad dengan lisan adalah tujuan.
Intinya
kalau seorang bersedekah di jalan Allah
Subhanahu wa taala, maka ee dilipat
gandakan minimal berapa kali lipat? 700
kali lipat. Tib. Ada satu kebaikan
yang ee
ada satu kebaikan
yang wallahuam dilipatkan atau tidak.
Kebaikan tersebut adalah meninggalkan
maksiat.
Kata Nabi dalam hadis, "Man hamma
bihasanatin
eh faamilaha kutiba lahu ya asr hasanat.
Dalam hadis ya saya bacakan hadisnya
manama biasanatin falam yalhabat lahu
hasanah ini satu kebaikan tapi tidak
dilepat gandakan berdasarkan hadis yaitu
niat baik tapi tidak dikerjakan Kan niat
baik tapi tidak dikerjakan. Maka ini
pahalanya satu.
Waman hama biasatin faamilaha. Kalau dia
ingin kebaikan kemudian dikerjakan
kutibatlahu asron maka dicatat 10 kali
lipat sampai 7 kali lipat. Kebaikan
kedua yang zahirnya tidak dilipatkan
juga. Wahaman hamma bisayiatin falam
ymalha.
Barang siapa yang melakukan ee
keburukan ya
falam yalhad e niat melakukan keburukan,
maksiat kemudian dia tidak kerjakan, dia
tinggalkan karena Allah katabahallahu
lahuahu hasanah kamilah. Maka Allah
catat sebagai satu kebaikan. Jadi zahir
hadis ini Rasulullah apa namanya? ee
mendetailkan, merinci. Siapa yang niat
baik tidak dikerjakan dapat satu pahala.
Kalau dikerjakan berapa? Minimal 10 kali
lipat sampai 700 kali lipat. Lebih
daripada itu. Siapa yang niat buruk
tidak dikerjakan, ditinggalkan karena
Allah, dapat berapa kebaikan? Satu
kebaikan. Kalau dia kerjakan, satu
keburukan. Di sini ada dua kebaikan. Ee
dua model kebaikan yang tidak dilipat
gandakan. yaitu niat baik yang tidak
dikerjakan, tidak dieksekusi dan juga
maksiat yang ditinggalkan karena Allah.
Itu juga kebaikan tapi tidak dilipat
gandakan. Wallahuam bisawab.
Namun secara umum kalau amal yang
dikerjakan dilipat gandakan minimal 10
kali lipat. Paham ikhwan dan akhwat?
Paham ya? Insyaallah.
Tib. Allah berfirman setelah itu. Jadi
khairun minha. Siapa yang melakukan
datang pada hari kiamat satu kebaikan,
Allah akan ganti dengan lebih baik
darinya. Lebih baik darinya dari sisi
kuantitas. Karena tadi satu dihitung
berapa? 10 atau dihitung 700 atau lebih
daripada itu. Dari kualitas
dari kualitas ganjarannya jauh berbeda
dari kebaikan dilakukan. Apa sih kita
kebaikan lakukan cuma sedikit dibanding
diganjar diganjar dengan ganjaran yang
luar biasa. Coba kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam,
rakatal fajri khair minunya w fi fiha.
Dua rakaat yang lakukan sebelum subuh
ganjarannya lebih baik pada dunia dan
sisinya. Apa? Kualitas sangat jauh.
Kualitas sangat sangat jauh.
Jadi kualitasnya sangat kualitas dari
dua dari sisi dua. Pertama dari sisi ee
kualitas pahala luar biasa. Kedua, dari
keabadiannya. Karena seorang beramal
saleh kan terbatas. Kita beramal saleh.
Kalau kita amal saleh paling 20, 60
tahun, 70 tahun selesai. Ternyata
balasannya abadi. Dan keabadian suatu
kenikmatan adalah kualitas.
Jadi kualitas dari dua sisi. Paham
ibu-ibu? Dari sisi pahalanya luar biasa,
sempurna. Yang kedua dari
tidak ada expired-nya abadi
selama-lamanya.
Paham tidak, Ibu-ibu? Paham, ya? Jadi,
saya ulangi kuantitas dan kualitas.
Kuantitas dari sisi dilipat gandakan
pekerja satu dihitung 10 ya. Melakukan
satu kegiatan seperti 10 kegiatan atau
700 kegiatan sehingga sedekahnya
pahalanya jadi banyak. Yang kedua
ternyata kualitas pahalanya jauh lebih
daripada kenikmatan dunia. Yang kedua,
kualitasnya juga ternyata abadi. Abadi.
Sementara kita beramal saleh cuma
sebentar. Maka di sini Allah mengatakan,
"Falahu khairun minha." Maka siapa yang
melakukan datang hari kiamat bawa satu
kebaikan, dia akan mendapatkan ganjaran
yang lebih lebih baik.
Bagaimana dengan maksiat? Waman jaa
bisayiati falajzaina
illa mau yalun. Adapun siapa yang
melakukan keburukan maka tidak
dibalaslah orang para para pelaku
maksiat kecuali seperti yang mereka
kerjakan setimpal. Ini kalau kita mau
takdirkan kita bilang illa mlu ma kanu
yammalun tapi mlunya sepertinya
dihilangkan menunjukkan benar-benar
persis seperti yang mereka kerjakan
setimpal jazaan wifaqo balasan yang
setimpal
tidak ditambah ya satu dihitung satu
tidak dihitung dua atau ti tiga tidak
dihitung 10
makanya dari sinilah
seorang mukmin lebih baik hidup daripada
mati
kenapa kalau kalau mukmin baik ya secara
umum Ya, mukmin baik ya kalau dia
berbuat dia tidak ada orang yang maksum.
Dia pasti bercampur maksiat dengan apa?
Ketaatan tapi maksiatnya 1 2 t
keabaikannya lebih banyak. Kalau
dihitung-hitung kan
coba misalnya ini saya bukan ngajarin
buat maksiat enggak ya. Maksudnya kalau
kita umur panjang kita umur setahun
taruhlah kita melakukan kebaikan
taruhlah 50-f 50% toh lebih banyak apa
dihitungnya 50 kali kali 100* 10 jadi
500 dibanding berapa? Li 50 ya. Kalau
ditimbang hari kiamat lebih banyak
apalagi kalau maksiatnya jarang-jarang
terus terus ketaatannya lebih ba
banyak tentu berarti umur panjang lebih
bagus atau cepat mati Allah yang lebih
tahu. Tapi secara umum seorang jangan
pengin mati. Kata Nabi.
Jangan seorang pengin mati. Kalau dia
memang pengin mati dia berdoa Allahumma
ahy inatilatu khairon li. Ya Allah
hidupkanlah aku jika itu baik bagiku.
Watwa intil wafatuir dan wafatkan aku
jika itu yang lebih baik. Ternyata
kuantitas-kualitas maksiat lebih banyak
daripada
ketaatan. Ternyata nonton film Korea 2
jam, baca Quran cuma 1 menit. Nah, ini
repot. Mungkin mati lebih baik.
[tertawa]
Tapi kalau secara umum panjang itu kalau
perhitungan jadi lebih baik umur panjang
bagi orang beriman yang secara umum.
Orang beriman secara umum ada tidak.
Siapa yang tidak siapa yang tidak
maksiat? Semua orang maksiat. Tapi kan
sekali-sekali ketaatan lebih banyak.
Nanti kalau dihitungin 10 kali lipat
perbandingnya 10 10 atau 700700 sehingga
lebih berat timbang kebaikan daripada
timbangan kemaksiatan. Harusnya
demikian.
Misa orang berusaha untuk sehat dengan
niat seperti itu supaya menambah apa?
Amal saleh. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam eh khairun nas sebaik-baik
manusia. Man thola umur wun amaluh yang
panjang umurnya dan baik amalnya.
Wasyarunas orang yang paling buruk. Mana
tha umur umurnya panjang. amal tapi
amalnya buruk hanya tambah beban di
akhirat sudah tua masih nonton Korea
terus
Korea sudah habis India terus
India sudah habis Hollywood terus
kalau tua masyaallah rajin ibadah
mending hidup jangan minta mati
saya sudah sampaikan berapa kali saya
baru kunjungi seorang nenek usia 86
tahun
setiap hari baca tiga juz itu setiap 10
hari khatam Quran 86 tahun tidak pikun
sama sekali ngobrol sana sini masyaallah
ibu-ibu umur berapa sekarang 60 berapa
juz
2 juz 2 juz 10 2 juz berarti 15 hari apa
hatta mas setelah itu libur setahun oh
ternyata itu pas Ramadan
2 juz sehari
Jadi inilah ee apa apa namanya aturan
atau mekanisme pembalasan di hari kiamat
kelak. Secara umum menguntungkan seorang
muslim, seorang mukmin karena satu
kebaikan dilipat gandakan 10 atau 700
atau lebih secara umum ya. Adapun
kemaksiatan cuma dihitung sa.
Kemudian Allah kemudian Allah berfirman,
"Innalladzi far alikal quruka
maad." Sesungguhnya Allah yang telah
mewajibkan mewajibkanmu wahai Muhammad
untuk melaksanakan hukum-hukum Quran
laruka maad akan mengembalikan engkau ke
hari kiamat.
Maksudnya Allah mengatakan, "Sekarang
engkau, aku wajibkan wahai Rasulullah
untuk mentabligh, menyampaikan
Al-Qur'an,
untuk membacakan Al-Qur'an, untuk
mengajarkan Al-Qur'an, untuk menjalankan
isi Al-Qur'an. Banyak tugas yang
dibebankan kepada Nabi.
Apa cuma begitu? Selesai." Tidak. Kata
Allah, "Laruka maad," kau akan aku
kembalikan ke surga. Artinya, apa yang
kau bebani kepada engkau yang aku
tugaskan ini semua ada hasilnya. Nanti
di hari kiamat kau akan masuk surga.
Ini makna yang lebih tepat. Ada khilaf
dengan para ulama. Ada yang mengatakan
raduka maad. Aku akan kembali, kami akan
kembalikan engkau ke hari kebangkitan.
Ada tafsiran ke surga. Kita tahu kalau
Nabi dibangkitkan hari kebangkitan,
maksudnya ke mana? Ke sur surga.
Pendapat kedua ini pendapat minoritas
bahwasanya kami akan kembalikan engkau
ke Makkah. itu isyarat kau akan terusir
berhijrah.
Namun meskipun sudah berhijrah diusir
oleh penduduk Makkah, suatu saat kau
akan kembali ke Makkah menaklukkan kota
Makkah. Itu ketika Persia Fatu Makkah
Rasulullah diusir. Setelah itu pada 8
tahun kemudian 8 Hijriah Rasulullah
menaklukkan kota Makkah. Kata sebagian
ulama, inilah isyarat dari ayat ini.
Karena ayat ini Makkiah surah Al-Qasas
turun di Makkah sehingga isyarat kau
akan diusir dari Makkah. Namun kau akan
kembali menaklukkan kota Makkah. Namun
pendapat ini wallahuam agak kurang kuat
ya. Karena surat Makkiah di Makkah beda
kalau surat ini madaniyah. Rasulullah
sudah terusir kemudian Allah kasih janji
kok akan kembali suatu saat. Tapi ini
kondisinya turun ini surat ini turun
Nabi masih di Makkah. Oleh karenanya
pendapat pertama yang lebih benar
bahwasanya laraduka il maad innalladzi
far alikal quranauka
maad. Sesungguhnya yang mewajibkan
engkau untuk membaca Al-Qur'an ee
menafsirkan Al-Qur'an, mengajarkan
Al-Qur'an, mengamalkan isi Al-Qur'an
akan mengembalikan engkau ke surga. Maat
artinya tempat kembali itu akan
dikembalikan ke surga sebagai
hiburan kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Susah pah yang kau jalan ini
semua tidak sia-sia.
Akan ada hasilnya itu di hari kebang
kebangkitan.
qul rbi al'lamu man jaa bil huda waman
hua fialin mubin. Katakanlah kepada
mereka orang-orang musyrikin Arab,
ya.
Sungguhnya Rabbku lebih tahu tentang
siapa yang
membawa kebenaran dan siapa yang
tenggelam dalam kesesatan yang nyata.
Dalam kesatan yang yang nyata.
di sini ee ini adalah tanazul dari Nabi
itu Rasulullah mengalah. Maksudnya
karena orang-orang kafir itu ngeyel,
tidak mau beriman kepada Nabi. Ya sudah
dikasih dalil gak mau dengar,
dikasih argumentasi malah membantah.
Kalau berhadapan dengan orang ngeyel, ya
sudah katakan aja. Rabbi a'lamu man jaa
bilhuda Allah yang lebih tahu. Sudah
kalau kalian merasa kalian benar-benar
terus wahai Abu Jahal CS, ya sudahlah
wahai Muhammad katakanlah kepada mereka,
Rabbi a'lamu biman jaa bilhaq. Allah
yang lebih tahu. Aamu man jaa bilhaq.
Siapa yang datang membawa kebenaran?
Waman hua fi dolalim mubin. Dan siapa
yang tersesat dalam kesesatan yang
nyata. Ya. Dan ini seperti ee dalam
surat Saba Rasulullah berdiskusi ketika
orang-orang kafir Quraisy ngeyel maka
Rasulullah mengatakan wa inna a iyakum
la hudan mubin. Sesungguhnya kami atau
kalian berada di atas kesesatan maupun
di atas kebenaran atau kesatan yang
nyata. itu Rasulullah kasih hanya
mengatakan, "Ya sudahlah ya kita ini
kita ini kalau bukan di atas kesesatan,
di atas kebenaran, di atas apa?"
Kesesatan. Antara kita ada yang benar,
ada yang salah. Padahal Rasulullah tahu
dia pasti be benar dan mereka pasti sa
salah. Tapi karena mereka ngel, sudahlah
sudahlah okelah. Di antara kita ada yang
benar, ada yang salah. Ini namanya
kata-kata dalam diskusi tanazul sudahlah
ngalah dalam berbicara karena mereka
terlalu nge ngeyel supaya selesai
pembahasan.
Dibilang syirik enggak mau, dibilang
sesat enggak mau. Ya udahlah cuma dua.
Kita benar atau kita salah. Kamu benar
atau kamu sa salah. Nanti lihat aja sama
ngeyel-ngeyel quabbi alamu man jaa
bilhaq. Sudahlah Allah yang lebih tahu
siapa yang benar. Waman hua fiali
mubinan. Siapa yang dalam kesesatan yang
nyata. Eh di sini Allah tidak mengatakan
waman jaa bi dolali mubin, tapi waman
jaa waman fi.
Allah tidak mengatakan Allah tahu mana
yang membawa kebenaran dan mana yang
membawa
kesesatan. Tidak. Tapi Allah mengatakan
Allah lebih tahu mana yang membawa
kebenaran dan yang dalam kesesatan.
Karena Allah mengatakan f itu dalam
tenggelam dalam kesesatan yang nyata.
Karena mereka sungguh-sungguh
benar-benar sesat. Seakan-akan kesatan
meliputi mereka. Seakan-akan mereka
tenggelam dalam kesesatan. Ya,
ini diucapkan karena ee mereka ngeyel
ya.
Mereka tenggelam dalam kesesatan.
Seperti firman Allah Subhanahu wa taala.
Seperti orang yang dalam kegelapan tidak
bisa keluar dari kegelapan. Seperti
orang dalam kesesatan yang nyata gak
bisa keluar dari kesesatan.
Allah tahu mana yang benar, mana yang
sesat.
Tib. Setelah itu
Allah berfirman,
wtaju an yulqo ilaikal kitabu illa
rahmatanik. Subhanallah. Kata Allah,
"Engkau sama sekali tidak pernah
berharap agar Al-Qur'an turun kepadamu,
tetapi ia diturunkan karena rahmat yang
besar dari Tuhanmu. Rahmabik
fala takunannair lil kafirin." Maka
janganlah sekali-sekali menjadi penolong
bagi orang-orang kafir.
Di sini Allah jelaskan Rasulullah
sebenarnya tidak dia tidak terbayang
bakalan jadi seorang nabi. Bahkan Allah
mengatakan, "Wa tarju kau tidak pernah
sama sekali berharap yulq ilaikal kitab
akan diturunkan Al-Quran kepadamu." Dia
enggak tahu. Rasulullah waktu ke Gua
Hirah hanya sekedar pengin dekat sama
pencipta. Dia penasaran, pengin dekat
sama Allah. Dia ke sana pengin
berkhalwat. Ada kerinduan untuk
berkhalwat. Karena banyak hal yang aneh
di antaranya sebab yang beliau rasakan
masih kecil dadanya dibelah. Dia pernah
lihat
kemudian dia pernah lewat batu. Batu
ucapkan salam. Assalamualaikum ya
Muhammad.
Ini apa ya?
Banyak kejadian aneh. Kemudian dia mimpi
beberapa sampai ada yang bilang 6 bulan
setiap dia mimpi pasti terjadi pasti
terjadi lah. Ini apa yang dia jadi ada
apa? Banyak teka-tekih yang dia rasakan.
Tahu-tahu dia pengin rindu ketemu dengan
dekat dengan Allah cuma enggak tahu
caranya bagaimana.
Ya akhirnya dia pergi ke Gua Hira. Eh
tahu-tahu datang Al Jibril bawa Alqur
Quran. Emang dia bilang ini yang saya
cari. Enggak. Dia kaget. Rasulullah
kaget sampai dipeluk. Takut dilepas
dipeluk sampai iqra enggak bisa baca.
Akhirnya turun ketakutan.
Makanya Allah mengatakan wjuqal
kitab. Kau tidak pernah berkeinginan apa
untuk jadi seorang rasul. Enggak ada
kepingin enggak terbetik Alquran turun
kepadamu.
Rahmatanik. Tapi Allah ingin kasih
sayang yang besar, ingin memberikan
kasih sayang kepada engkau. Rahmat yang
besar untukmu wahai Muhammad kata engkau
diangkat menjadi seorang seorang rasul.
Ini bantahan kepada orang-orang filsuf,
filsafat yang mengatakan bahwasanya
kenabian adalah amrun muktasab. Kenabian
adalah perkara yang bisa diusahakan. Oh,
jadi nabi bisa
pergi ke goa ngelamun
datang setan.
Ya gak gak bisa. Nabi saja tidak. Nabi
tidak berniat jadi nabi. Tahu-tahu
diangkat menjadi seorang apa? Nabi.
Rata-rata nabi seperti itu. Nabi Musa
tahu-tahu diutus jadi seorang rasul.
Harun alaihi salam tidak mau jadi rasul.
Tahu-tahu Nabi Musa minta, "Ya Allah,
jadikan Harun sebagai seorang rasul."
Enggak ada. Nabi-nabi dulu proses jadi
nabi itu enggak ada. Nabi Isa
kecil-kecil tahu-tahu sudah diberi
wahyu. Emang Nabi Isa waktu kecil pengin
jadi nabi? Enggak. Tahu-tahu kecil dia
sudah bisa ngomong.
Jadi di antara keyakinan sesat
orang-orang filsuf mengatakan bahwasanya
kenabian bisa diusahakan. Seorang harus
mengumpulkan tiga kekuatan. Quatun nafs,
quatut takir,
dan quatut takhyil. Siapa yang
mengumpulkan tiga ini, quatun nafs,
quatut tahyil, quatir, dia bisa menjadi
seorang nabi tentang dan apa namanya
dengan khayalan dan ee igowuan mereka
kalau mau jadi nabi. Ya, tinggal latihan
latihan latihan tunggu ada suara qu
faanzir bangkit beri peringatan enggak
akan datang yang ada se setan.
Nabi saja tidak pernah berharap jadi
nabi. Tahu-tahu Allah karena kasih
sayangnya kepada nabi, Allah jadikan dia
seorang rasul. Fala takunannair lil
kafirin. Maka jangan sekali-sekali
engkau menolong orang-orang kafir. Ya,
ya Allah sangat sayang kepadamu.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
yaitu jangan engkau menolong mereka
orang kafir sama sekali sedekat apapun
kedekatanmu dengan orang kafir tersebut.
Karena orang kafir tersebut ketika di
Makkah kafir Quraisy, suku Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ada pamannya
Abu Lahab, orang dekat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Sesungguhnya kau jadi
seorang rasulah rahmat dari Allah
Subhanahu wa taala. Kemudian kata Allah,
wala yasuddunnaka
an ayatillahi ba'da id unzilat ilaik.
Dan janganlah sekali-sekali mereka dapat
menghalami menghalangi engkau dari
menyampaikan ayat-ayat Allah sesudah
ayat-ayat tersebut diturunkan kepadamu.
Wadbik, tetaplah berdakwah kepada
Rabbmu, di atas jalan Rabbmu. Wala
takunanna minal musyrikin. Dan jangan
sekali-sekali kau termasuk orang-orang
yang musyrikin.
Allah berfirman lagi, wala tad ma allaha
ilahan akhar. Dan jangan sekali-sekali
kau berdoa kepada Allah dan juga kepada
selain Allah. Ini semua perkara yang
Allah sebutkan kepada Nabi itu bukan
berarti Nabi mungkin melakukannya.
Enggak. Seperti Rasulullah, Allah
berfirman kepada seluruh rasul. Walaq
uhiya ilaika waalladina minqlik lain
asrtabna amaluka w takun minir. Sungguh
telah diwahyukan kepada engkau wahai
Muhammad dan diwahyukan kepada seluruh
rasul. Kalau kau melakukan syirik, maka
amalanmu akan terjatuhkan,
akan gugur. Tentu para nabi tidak
melakukan syirik, tapi ini untuk
menjelaskan tentang bahayanya syirik.
Ketika Nabi Allah mengatakan, "Wahai
Rasulullah, jangan kau syirik." Apakah
Rasulullah mungkin melakukan syirik?
Secara kenyataan enggak. Rasulullah jauh
dari syirik. Cuma untuk menunjukkan
bahayanya si syirik. Artinya syirik ini
dosa sangat besar. Jangankan orang biasa
melakukan bahkan nabi, kalau nabi yang
manusia termulia di alam semesta, Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
melakukan syirik, dia pun akan gugur
amalannya. Apalagi selain Rasulullah.
Maka Allah ingin menunjukkan dahsyatnya
bahayanya syirik. Sampai Allah
mengatakan lain asrqta. Kalau kau
berbuat syirik wahai Rasulullah lahbatna
amaluk sungguh amalanmu akan gugur. W
tak minalin. Kau benar-benar akan masuk
neraka. Padahal Nabi tidak bakalan
syirik. Sama seperti dalam ayat ini
Allah mengatakan fala takunanna wala
takunanna minal musyrikin. Jangan
termasuk orang-orang musyrik. Kemudian
juga fala takunanir lil kafirin. Jangan
sekali-sekali menjadi penolong orang
kafir. Dan Rasulullah tidak pernah
menolong orang kafir untuk menukung
mendukung kekafiran mereka. Enggak
pernah. Bukan menolong orang kafir
sebagai humanisme atau sosial, enggak.
Tapi tidak pernah mendukung kekafiran
mereka. Kemudian Allah mengatakan wala
takunana minal musyrikin. Jangan
termasuk orang musyrik. Allah juga
mengatakan wadum Allah ak. Jangan pernah
berdoa kepada selain Allah. Ini semua
Allah bilang bukan berarti Nabi mungkin
melakukannya. Enggak. Nabi saja sebelum
jadi Nabi tidak pernah menyembah
berhala. Disebut dari golongan al-ahnaf.
Al-Ahnaf itu orang-orang yang hidup di
zaman jahiliah tidak pernah menyembah
berhala. Di antaranya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, di antaranya
Waraqah bin Naufal, di antaranya Abu
Bakar Assiddiq, di antaranya beberapa
sahabat tidak pernah menyembah berhala
padahal belum Nabi belum diangkat
menjadi seorang nabi. Tetapi ini untuk
menekankan akan bahayanya si syirik.
Dan Allah mengatakan wadu ila rabbik.
Yaitu komitmen dan continue dalam
berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa
taala. Dan jangan pernah berdoa kepada
selain Allah Subhanahu wa taala. Ya. Dan
inilah kita pai makna syirik. Makna
syirik itu wala tadum allaha ilahan
akar. Jangan kau berdoa bersama Allah
Tuhan yang lain. Yaitu syirik itu kau
berdoa kepada Allah juga berdoa kepada
selain Allah. Itu namanya mensekutukan
Allah. Allah kita menduakan. Menduakan
maksudnya kita nyembah Allah juga
nyembah selain Allah. Kita berdoa kepada
Allah juga berdoa kepada selain Allah.
Kita nyembelih untuk Allah, kita
nyembelih juga untuk jin. Itu namanya
syirik.
Syirik itu menduakan Allah subhanahu wa
taala. Wam yadu maha ilahan ak la burna
lahu bihi fainnama hisabuabbih.
Ya. Siapa yang berdoa kepada selain
Allah bersama Allah itu namanya syirik.
Maka Allah berkata kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, wad allahah
ak. Jangan kau beribadah kepada Allah
dan juga kepada selain Allah. Jangan kau
berdoa kepada Allah dan juga kepada
selain Allah. Ini penting karena banyak
orang menyangka namanya syirik itu kalau
pindah agama.
Tapi kalau dia minta ke kuburan, wong
saya apa saya musyrik? Wong saya salat
kok. Wong saya juga berdoa kepada Allah
kok. Ya itulah namanya syirik. Kau
berdoa kepada Allah berdoa aja kepada
selain Allah. Kalau kau tidak berdoa
sama sekali kepada Allah, hanya kepada
selain Allah, asalnya bukan syirik.
Syirik itu mensekutukan secara bahasa.
Kau berdoa kepada selain Allah juga, kau
berdoa kepada Allah dan juga kepada
selain Allah. Ibadah kepada Allah juga
kepada selain Allah. Itu namama syirik.
Kamu jangan nyembelih buat jin. Emang
saya nyiroroqokidul? Emang saya syirik
nyembelih buat nyirok kidul? Ya syirik.
Wong saya muslim ya. Saya juga kalau
Idul Ahdah nyembelih untuk Allah ya
itulah namanya syirik. Nyembelih kepada
Allah dan juga ngenyembelih kepada
selain Allah.
Tauhid itu hanya beribadah kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kemudian kata Allah,
"La ilahaillahu." Tidak ada yang berhak
disembah kecuali Allah subhanahu wa
taala. Kemudian Allah berfirman, "Kullu
saiin haliqun illa wajhah." Semua
perkara akan binasa kecuali wajahnya.
Wajahnya maksudnya kecuali zat zatnya.
Konsekuensi atau tafsir kelaziman dari
wajah berarti zat. Ya. Dan ini seperti
firman Allah Subhanahu wa taala dalam
surah eh Arrahman. Kullu man alaiha wabq
wajubikaul
jalil wal ikram. Semua yang di atas bumi
akan binasa, akan sirna. Wq wajhubika.
Yang tersisa adalah wajah wajah Rabbmu.
Pemilik ee kemuliaan dan keagungan.
Maksudnya yang tersisa hanyalah wajah
Allah. Maksudnya Allah. Maksudnya apa?
Allah. Kenapa disebut wajah untuk zat?
Karena Allah berwajah. Karena Allah
berwajah. Seperti saya mengatakan, "Kok
belum kelihatan batang hidungnya?"
Maksudnya batang hidungnya datang aja
apa dengan badannya sekalian? Cuma kita
bilang batang hidung perwakilan dari
seluruh tu tubuh karena dia punya batang
hidung. Paham?
Paham tidak?
Saya menggunakan kata batang hidung.
Maksudnya seluruh tubuhnya ini adalah
apa? Apa? Majas apa? Part prototo atau
apa? Saya enggak tahu bahasa ya.
maksudnya bahasa bahasa Indonesia dulu
belajar waktu masuk SD lupa. Ya, ini
maksudnya menunjukkan menyebutkan
sebagian untuk menunjukkan keselu
keseluruhan. Kenapa? Karena bagian itu
dia miliki. Makanya kalau saya bilang
belum kelihatan batang hidungnya,
maksudnya dia belum daang. Bukan
wajahnya datang, enggak ada batang
hidungnya. Enggak. Tapi sebut batang
hidungnya sebagai perwakilan dia karena
dia punya batang hi hidung. Ketika saya
bilang, kata Allah berfirman semua
binasa kecuali wajah Allah. Maksudnya
kecuali Al. Namun kenapa disebut wajah
saja? Karena Allah punya wa wajah. Dan
puncak kelezatan di hari kiamat kelak di
surga adalah memandang wajah Allah.
Tentunya kita tidak tahu zat Allah
seperti apa, maka kita pun tidak tahu
wajah Allah seperti apa. Kita enggak
tahu.
Maka kata Allah, "Semuanya binasa
kecuali wajahnya." Ya, makanya
disebutkan dalam kitab Majizul Quran ee
ee Ma'mad bin Mutsanna dalam kitabnya
Majizul Quran dia mengatakan illa hu
illa wajhah ditafsirkan dengan illa hua
yang dinuki oleh Imam Bukhari dalam
dalam ee dalam sahihnya ya illa hua.
Jadi semua binasa kecuali wajahnya.
Sebagian tafsir yang dimaksud dengan
seluruhnya sirna kecuali wajah Allah
Subhanahu wa taala. Maksudnya seluruh
amalan saleh akan tidak ada nilainya
kecuali ma urida bihi wajhullah. Ini
disebutkan juga oleh Ibnu oleh Alhafiz
oleh Al Imam Bukhari dalam dalam apa
sahihnya dalam kitab tafsir. Ketika dia
sampai pada tafsir surah al-Qasas dia
menafsirkan waqila illa ma urrida bihi
wajhullah. Semua amalan akan sirna
kecuali yang dicari wajah Allah itu
kecuali yang ikhlas. Yakinlah kita
beramal sebanyak-banyaknya kalau enggak
ikhlas akan sirna. Tidak ada sisanya di
akhirat.
Sumbang tapi sedekah tapi pamer, haji
tapi pamer, umrah tapi ingin di
diketahui oleh orang ya
punya ilmu, pamer punya ilmu. Ya, akhlak
mulia pengin diperlihatkan bahwasanya
akhlak mulia semuanya. Dia hanya mencari
alulu fil ard, pengakuan,
penghormatan, maka itu akan sirna. Yang
tidak sirna cuma satu, yang ikhlas.
wajullah yang seorang berharap wajah
Allah itu yang tidak sirna
illa wajha semua selain amal semua amal
akan sirna kecuali yang ikhlas karena
Allah subhanahu wa taala ya
seperti perkataan kata nabi asu
kalimatin qyair kalimatulabit alin ma
kallahu bail ketahuilah segala selain
Allah maka akan sirna Ya, maksudnya yang
yang kekal hanyalah Allah. Dialah hual
awalu wal akhir. Dialah yang pertama dan
dia yang paling tera terakhir.
Ya, dia yang qadim, dia abadi. Kalau
bahasa lainnya dia qadim, dia azali dan
dia yang abadi. Adapun selain Allah maka
akan sir sirna. Dan ingat tadi tafsiran
kedua, selain semua amal saleh kalau
tidak karena Allah maka akan sir sirna.
Maka ini peringatan bagi kita untuk
ikhlas.
Kita ini umur sudah gak banyak ya, sudah
40 ke atas, 50 ke atas. Apalagi ibu-ibu
ada yang sudah mau meninggal ya.
[tertawa]
Yang sudah 60 sudah udahlah amal saleh
yang baik-baik aja. Jangan riak-riak,
jangan pamer-pamer. Enggak tahu kapan
dicabut nyawanya oleh siapa. Allah
Subhanahu wa taala. Yang sedikit-sedikit
ini kita jaga ya. Dia sedikit-sedikit
pengin publish, bikin-bikin status ya.
Bikin status sedekah, bikin status ya.
Bagi makanan fakir miskin bikin apa?
Status. Puasa Senin Kamis bikin apa?
Status. Ya. Lagi pijit suami bikin
status. Apa semuanya? Amal saleh. Lagi
berbakti sama orang tua bikin apa?
Status. Ngapain gitu-gitu mau diakui
sama orang? Yang like juga sedikit
enggak banyak.
[tertawa]
Sudah capek-capek sudah mau sudah tua
amal sudah habis. Kullu syain haliun
illa waja. Semua amal kalau tidak karena
Allah maka akan sir sirna. Ingat itu
kata Allah terakhir, "Lahul hukmu wa
ilaihi turjaun." Segala hukum kembali
kepadanya. Dua hukum sini maksudnya
pertama hukum syari maksudnya syariat
semuanya yang harus dari Allah. Enggak
boleh kita berhukum selain Allah. Yang
kedua lahuluh hukmu itu semua
keputusan-keputusan Allah. Di alam
semesta ini tidak ada yang berlaku
kecuali keputusan Allah. La muaqiba
hukmih kata Allah. Tidak ada yang bisa
protes terhadap keputusan Allah. Semua
terjadi atas kehendak Allah subhanahu wa
taala. Lahul hukmu di dunia. Apalagi di
akhirat. Waai turjaun. Dan kepada
Allahlah kalian akan dikembalikan.
Apalagi di akhirat semua terdiam. Semua
raja, semua pemimpin, semua presiden
tidak ada yang berani angkat kepalanya.
Kata Allah, "Anal malik aina muluk ard."
"Aku adalah raja." Mana raja-raja dunia?
Semuanya atribut semua dilepas, enggak
ada. Semuanya bangkit dalam kondisi
tidak berpakaian,
dalam kondisi hina dan dina. Ya,
semua. Ainal aina muluk ard? Mana
raja-raja? Enggak ada.
Anal malik ana dayjan. Aku adalah maha
raja dan aku yang akan memberi
pembalasan. Maka semua perkara
dikembalikan kepada begitu kita di
akhirat selesai. Yang bangkitkan Allah,
yang menyidang juga Allah,
yang menghisab juga siapa? Allah yang
menimbang juga Allah yang masukkan surga
neraka juga Allah yang menyiksa. Allah
yang beri nikmat semuanya Allah semuanya
kembali kepada Allah. Ya, di dunia kita
serahkan urusan kepada Allah, apalagi di
akhirat perkaranya semua kembali kepada
Allah. Kata Allah Subhanahu wa taala,
inna inna ilaina iyabahum. Sesungguhnya
kepada Allah kita akan kembali. Tma inna
alaina hisabahum. Dan atas kamilah hisab
mereka. Ya, inna ilaina. Mereka semua
akan kembali kepada kami, maksudnya
kepada Allah dan kami akan menghisab
mereka. Wallahu taalaam bawab.
Alhamdulillah kita selesai dari surah
Alqasas ya.
Tinggal ibu-ibu hafal suratnya ibu-ibu
[tertawa]
tinggal enggak tahu berikutnya mau surat
lagi apa ganti
apa sudah berhenti pengajian
ya nanti kita diskusilah ya. Demikian
wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:14:26 UTC
Categories
Manage