Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu takiman lyni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah ini pertemuan terakhir dari surah Al-Qasas. Bagian paragraf terakhir dari surah Al-Qasas. Kita masuk pada ayat 83. Allah berfirman, "Tilkadarul akhiratu najalu lilladina la yuriduna fil ardhi wala fasadan wal aqibatu lil muttaqin. Negeri akhirat itu maksudnya surga kami jadikan hanya untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian di atas muka bumi, yaitu tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak juga ingin melakukan kerusakan di atas muka bumi." Wal aqibatu lil muttaqin. Dan kesudahan yang indah. adalah untuk orang-orang yang bertakwa. Tatkala pada pertemuan lalu ya sebagaimana kita jelaskan Allah telah menceritakan tentang kisah Qarun yang Qarun bagu ya e apa ya apa ee bag berbuat zalim sombong keangkuhan lengkap pada Qarun kemudian kekayaannya menjadikan dia tinggi merasa tinggi. Akhirnya Allah pun benamkan dia di dalam tanah dan ujungnya dia akan masuk neraka jahanam. Kata Allah, "Inna qaruna kanana min kaumi Musa fabago alaihim." Yaitu dia telah berbuat kezaliman, kesombongan kepada kaum Nabi Musa. Dan sebelumnya telah kita jelaskan juga pada awal-awal di surat Al-Qasas tentang Firaun yang angkuh dan sombong ya, merasa dirinya Tuhan. Setelah itu Allah sebutkan ayat ini. Allah mengatakan bahwasanya tilkadarul akhirah. Bahwasanya surga itu ya disebut dar yaitu tempat tinggal. Tempat tinggal yang sungguhnya ee apa namanya? Berbeda dengan dunia. Dunia hanyalah tempat lewat ya, bukan tempat tempat tinggal. Seperti perkataan mukmin ahli Firaun ya. Innama hadil hayatud dunya mata wa innal akhirata hiya darul qarar. Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah mata yaitu kesenangan yang sementara. Adapun wa innad wa innal akhirat. Adapun akhirat hiya darul qarar. Dialah rumah yang sesungguhnya tempat tinggal. Darart itu artinya kampung. Kampung tempat tinggal yang sesungguhnya. Adapun neraka disebut darul bawar. Ya seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Alam taradina baddalu nikmatallahi kufron wahalluahum daral bawar. Allah menamakan neraka dengan darul bawar yaitu untuk menghina aja yaitu kampung ee kehancuran. Ya, disebut dar untuk menghina. Sesungguhnya tempat tinggal yang sesungguhnya adalah surga. Neraka bukan tempat apa? Tempat tinggal. Tempat siksaan ya. Penjara yang menyiksa. Oleh karenanya dinamakan ee akhirat dengan dar agar kita ingat dialah dar atau tempat tinggal yang sesungguhnya. Kemudian disebut dengan akhirat yang menunjukkan adalah tempat tinggal yang abadi. Karena disebut akhirat artinya yang akhir paling terakhir. Ini tempat destinasi terakhir kalau bahasa kita. Destinasi yang terakhir. Setelah ini enggak ada lagi destinasi. kita telah kalau orang kita dalam kehidupan ini banyak destinasi destinasi janin kemudian destinasi di alam sekarang alam nyata dalam dunia ini. Kemudian destinasi berikutnya adalah alam barzakh. Destinasi berikutnya adalah padang mahsyar. Destinasi berikutnya surga atau neraka. Dan disebut darul akhirah maksudnya destinasi terakhir menunjukkan keabadian. Karena tidak ada lagi destinasi berikutnya. Inilah tempat tinggal yang sesungguhnya. Maksudnya adalah surga dalam ayatnya, tilka, yaitulah surga yang kalian telah mengerti sifat-sifatnya yang penuh dengan keindahan, tidak ada kesedihan sama sekali, tidak ada gundah-gulana, tidak ada kekhawatiran. Berbeda dengan kehidupan dunia. Kehidupan dunia betapaap pun mewahnya, betapun indahnya, pasti terkontaminasi dengan kesedihan dan kekhawatiran. Makanya orang mau surga dikatakan, "Udkulul jann la khaufun alaikum w antum tahzanun." Masuklah kalian surga tanpa ada kekhawatiran, tanpa ada kesedihan. Yang membuat hidup ini tidak bahagia dua hal, khawatir atau se sedih. Sedih tentang masa lalu yang sudah lewat, khawatir tentang masa depan. Itu semua tidak ada di surga. Surga semua hanyalah kebahagiaan. Makanya Allah mengatakan tilka. Itulah surga. Ada isyarat lil baid yang menunjukkan itulah. Kalau bahasa kita apa? Itulah. Bukan inilah. Allah bilang apa? Itulah yang menunjukkan suruh yang kalian ketahui kedudukannya tinggi. Untuk siapa? Naj'alu lilladina la yuriduna uluan fil ardhi wala fasada. yang kami berikan kepada orang-orang yang tidak ingin ketinggian di atas muka bumi dan juga tidak ingin kerusakan di atas muka bumi. Yaitu orang-orang yang ikhlas, yang tawadu, tidak pengin sombong, tidak pengin merasa tinggi sama yang lain. Sampai Ibnu Katsir, saya sebutkan ee riwayatnya. Riwayat ini mengingatkan kita untuk waspada dalam mengontrol hati kita. ee beliau menyebutkan waqala Ibnu Jarir qala haddasana Ibnu Waqi q hadana Abi an Asat an Samman an Abi Salam ala'raj an Ali qala dari Ali radhiallahu anhu berkata inajula ljibu Ada seorang yang ingin sendalnya lebih bagus daripada sendal temannya. Berarti dia ingin unggul. Iya enggak? Dia pengin sendalnya lebih bagus daripada sendal temannya. Fadkulu fiihi. Maka dia termasuk dalam ayat ini. Tilkadul akhirati tilkadarul akhiratu najaluadina yurin ulard wada. Ya, surga itu hanya untuk orang-orang kami jadikan bagi orang yang tidak ingin unggul di atas muka bumi tinggi dan juga tidak ingin kerusakan. Kata Ibnu Katsir mengomentari perkataan Ali radhiallahu anhu, h mahmulun alama id ar bidalikal fakhar watul al girihi. Ini maksudnya seorang ingin sendalnya lebih bagus daripada yang lain. Kalau maksudnya untuk bangga-banggaan, untuk pamer-pameran, untuk merasa hebat, ah itu masuk ayat ini bahwasanya surga tidak bukan untuk orang seperti ini. Ini waspada yang punya duit, yang enggak punya duit ya sudahlah tawadu, terpaksa. Yang punya duit ini yang pengin beli mobil, mobil saya lebih bagus dari mobil dia. Ah, ini pilih tas. Tas saya lebih mahal daripada dia untuk bangga-banggaan. Jika kata Ibnu Katsir, perhatikan bedanya eh kamba sahih Nabi sallallahu alaihi wasallam inahu uh ilai karena dalam hadis Rasulullah mengatakan diwahyukan kepadaku an tawad hendaknya kalian saling tawad hendaknya kalian tawadta ahadun alad agar kalian tidak merasa bangga satu di atas yang lainnya ahadun ahad dan tidak zalim satu dengan yang lainnya nya. Adapun seorang pengin sendalnya bagus, pengin selama itu tidak israf, tidak jadi masalah. Tapi bukan maksudnya saya ingin nungguli dia, saya ingin ngalahin dia. Itu kalau sudah seperti itu, itu terlarang. Berarti tidak tawadu. Padahal surga tadi hanya untuk orang yang tawadu, yang tidak ingin unggul dari yang lainnya. Surga untuk orang yang tawadu, yang ingin unggul, yang sombong. Neraka jahanam. Ya, kata Allah tentang neraka jahanam. Fabiswal mutakabbirin. Seburuk-buruk tempat untuk orang-orang yang sombong. Makanya yang yang ibu-ibu Jakarta ini yang punya duit dia kalau enggak punya duit ya sudahlah. Tawadu terpaksa. J kalau yang punya duit pengin beli jam lebih mahal daripada jam temannya. Pengin sendal lebih mahal daripada sendal temannya. Ada yang model baru, ada yang tujuannya bukan karena indahnya aja, tapi karena ingin pamer, ingin, "Ah, apa dia punya saya lebih bagus." Ah, ini berarti tidak tawadu. Berarti fakhar. Membangga-banggakan di atas yang lainnya. Sombong-sombongan, bangga-banggaan untuk merendahkan yang lainnya, untuk merasa lebih tinggi. Maka ini tidak masuk dalam orang-orang yang disiapkan surga bagi mereka. Karena siap disiapkan bagi mereka tidak ingin tinggi di hadapan yang lainnya. tidak ingin merasa dihormati sama semua orang lain, tidak pengin dijadi pusat perhatian orang lain karena dia merasa tinggi. Enggak. Subhanallah. Sampai kalau kita baca perkataan Ibnu Rajab al-Hambali dalam risalahnya, risalah yang mengerikan bagi para ustaz, bagi para ulama yang judulnya tentang syarah hadisbani jaan ursila fiamin biafsadaha minsil mari alal malifinihi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tidaklah dua ekor serigala lapar dilepaskan pada kumpulan kambing. Kalau serigala dilepaskan ke kumpulan kambing, rusak enggak kambing-kambing tersebut? Rusak. Satu serigala bikin masalah enggak? Bikin masalah. Pasti ada yang dimakan. Gimana lagi kalau serigalanya lagi lapar? Enggak lapar aja iseng pengin makan. [tertawa] Apalagi seriganya lagi apa? Lagi lapar. Apalagi dua ekor dia akan kerja sama. Satu musini dia akan kerja sama." Kata Nabi, serig dua ekor serigal lepaskan ke kandang kambing pasti merusak. Tapi kerusukan itu masih kalah dengan rusaknya agama seorang gara-gara semangat untuk mencari harta dan kedudukan. Agamanya lebih cepat rusak. Sampai disebutkan tentang orang yangut ilmu karena mencari harta. Ya man thaolabal ilma man tholaba ilma mimma yubttag bihi wajhullah la yataallamahu la yataamuhu illa liusiba ard minad dunya lam yajid arfal jannah. Rasulullah bersabda, "Siapa yang cari ilmu seharusnya untuk mencari wajah Allah kemudian dia mencarinya untuk mendapatkan kepentingan duniawi, dia tidak akan meraih mencium bau surga." Kemudian disebutkan dua contoh. Contoh pertama yaitu dia agamanya dia belajar untuk cari dunia. dia jual beli agama cari dunia cari duit. Memang dia agama untuk cari duit ya. Yang kedua, mungkin dia enggak cari duit tapi dia ingin jadi jadi ingin dimuliakan. Ingin tahu bahwasanya dia paling berilmu. Ingin tahu dia paling banyak hafalan, ingin orang tahu agar dia paling banyak gurunya. Ingin dia duduk sama para raja-raja, kepada para umara, pangeran-pangeran, kepada orang-orang kaya agar semua hormat sama dia sehingga dia selalu tampil bersama orang-orang hebat. Maka dia pun dihormati dunia dua, duit atau kehor kehormatan. Dan dia sebutkan ini untuk para ulama bahwasanya para ulama saja kalau tidak pas tidak periksa niat hati-hati tidak selamat ya. Mungkin terjebak dengan dunia, dengan agamanya dia dengan ilmunya dia cari dunia atau dengan ilmunya dia cari kedudukan. Cari kedudukan itu. Ibnu Rajab sebutkan setelah menjelaskan ayat ini. Tilkadarul akhiratu najalu lilladina ard fasada. Surga itu tidak kami jadikan bagi orang-orang eh surga itu hanya kami jadikan bagi orang-orang yang tidak ingin ketinggian di atas muka bumi. Kesombongan, keangkuan, ingin merasa unggul daripada yang lainnya. Itu bukan ciri-ciri penghuni surga. Pengu surga tawadu orang yang tawadu kata Allah wa ibadurahmanilladzina yamsyuna alal ardhi hauna dan hamba-hamba arrahman yang berjalan di atas muka bumi dengan tawadu tidak tantang-tenteng tidak mentang-mentang tidak merasa sampai tadi saya sebutkan riwayat tadi dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu yang disebutkan oleh Ibnu Katsir seorang pengin punya sendal lebih bagus daripada temannya ini. Biasa enggak kita seperti itu? biasa tib ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama dia suka karena dia suka karena indah gak apa-apa selama tidak israf. Yang kedua dia ingin ah cuma begitu aja gue lebih bisa lebih gila daripada dia. Ah ini repot repot. Ah cuma segitu aja lah. Hm. Gue cuma mobil listrik aja gue mobil aki tahu enggak? [tertawa] listrik mobil murahan alah gitu. Jadi, jadi ada kesombongan, keangkuhan. Kalau sudah begitu berarti tidak tawadu, tidak tawadu. Maka hati-hati seorang kalau ingin masuk surga harus tawadu. Ini bukan orang awam saja, ulama juga hati-hati. Para orang berilmu hati-hati. Tadi pengin ketemu pejabat-pejabat, pengin kalau ketemu pejabat-pejabat kasih tahu orang, "Saya ketemu pejabat ini, saya ketemu pejabat itu, saya ketemu orang hebat." Supaya apa? Supaya orang masyaallah dia upgrade, dia pansos sehingga orang wow wow wow wow wow. Ah, itu semakin di mata orang semakin tinggi, di mata Allah semakin apa? Hina. Ini kita bukan dalam rangka menuduh, tapi mengecek diri pribadi, Pak, masing-masing. Hati-hati. Hati-hati. Jangan sampai kita merasa lebih hebat daripada yang yang lainnya. Karena kita tidak termasuk yang disiapkan surga oleh Allah Subhanahu wa taala. Di sini Allah mengatakan la yuridun. yang tidak ingin. Jadi bukan jangankan kesombongan, dia tidak ingin sombong. Lebih-lebih hebat lagi ada orang dia bukannya tidak ingin sombong, tapi dia tidak bisa melakukan kesombongan karena tidak berkesempatan. Duit enggak ada, mau sombong gimana? Tidak ada sarana untuk sombong. Tapi dia tidak sombong karena memang tidak ada kesempatan. Tapi mereka ini meskipun ada kesempatan mereka tidak mau karena mereka la yuridun tidak ingin. Jangankan melakukan ingin aja enggak. Ingin aja enggak. Mari dikatakan siapa yang ingin ya dikenal oleh Allah jangan suka dikenal oleh manusia. terkenal nanti Allah bahwa dia terkenal dia urusan Allah tapi dia tidak ingin tidak ingin tinggi tidak ingin angkut tidak ingin mengangkat dirinya karena surga hanya untuk orang-orang yang tawadu. La yuriduna uluan fil ard tidak ingin ketinggian di atas muka bumi. Wala fasadan yang kedua maknanya dan juga tidak ingin kerusakan yaitu tidak pengin salah satunya tidak harus dua-duanya salah satunya dua-duanya tidak ingin dia. Wala fasadan. Makanya diulangi dengan la wala tidak juga kerusakan. Artinya dia tidak pengin sombong dan juga tidak ingin melakukan kerusakan. Bukan berarti. Jadi maksudnya orang yang masuk surga harus selamat dari dua-duanya. Kalau terjerumus pada salah satunya maka tidak berhak untuk masuk surga. Ada fasadan di sini. Ada yang mengatakan adalah perbuatan zalim. Ada yang mengatakan maksiat. Melakukan apa? Maksiat. Karena maksiat disebut fasad. Karena maksiat mengakibatkan kerusakan. Maksiat itu kerusakan maknawi, abstrak, tetapi dia mengakibatkan kerusakan konkret yang real. Makanya Allah berfirman," zaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidinas. Telah nampak kerusakan yang real, yang konkret di daratan lautan akibat perbuatan maksiat manu manusia. Seperti Allah mengatakan orang-orang munafik melakukan kerusakan secara abstrak maknawi. Kata Allah lahum tufsidu ardi qu innama nahnu muslihun. Jika dikatakan kepada orang munafik jangan melakukan kerusakan kerusakan apa yang mereka lakukan yaitu kemunafikan. J seorang berusaha tidak ingin menzalimi orang lain, tidak ingin melakukan kerusakan, tidak ingin maksiat, terjatuh dia minta ampun kepada Allah Subhanahu wa taala. Wal aqibatu lil muttaqin. Ya. Dan kesudahan yang indah bagi orang-orang yang yang bertakwa. Maka di sini Allah ingatkan orang-orang yang sombong, yang pengin ketinggian, yang pengin keangkuhan, yang pengin kerusakan, ya. Maka dihukum oleh Allah dengan dihalangi dari pahala akhirat itu dihalangi dari masuk surga. Dihalangi dari masuk surga. Baik, kita lanjutkan. Setelah itu Allah berfirman, "Man jaa bil hasanati falahu khairum minha." Siapa yang datang membawa kebaikan pada hari kiamat kelak falahu khairun minha, maka dia akan mendapatkan balasan yang lebih baik daripada kebaikan yang dia lakukan. Waman jaa bisayiati fala yujalladina amilus sayiati illa mau ymalun. Dan siap dan siapa yang pada hari kiamat kelak membawa ee keburukan ya, maka tidak dibalas orang-orang yang melakukan keburukan kecuali apa yang mereka kerjakan. Di sini ada Allah sebutkan tentang kaidah jaza di hari kiamat. Bagaimana terkait dengan pembalasan? Pembalasan ada aturannya. Kalau kebaikan dilipat gandakan dibalasnya. Kalau keburukan setim setimpal. setimpal. Maka di sini Allah mengatakan, "Man jaa bil hasanati falahu khairun minha." Siapa yang pada hari kiamat bawa satu kebaikan, bagi dia yang lebih baik daripada kebaikan tersebut. Dan lebih baik di sini dua perkara. Pertama secara kuantitas, yang kedua secara kualitas. Secara kuantitas dia akan lipat gandakan 10 kali lipat minimal. minimal 10 kali lipat atau 700 kali lipat atau lebih daripada itu atau lebih daripada itu. Dalam hadis kata Allah dalam hadis qudsi kullu amali bini adam lahu al hasanatu biasri amsaliha seluruh amalan anak Adam adalah untuk dia, bukan untuk Allah. Ya in ahsantum ahsantum lifusikum. Kalau kalian berbuat baik untuk diri kalian, Allah tidak ada keuntungnya dengan kalian berbuat amal saleh. Seluruh amal anak Adam untuk dia. Alhasanatu biasri amsaliha. Satu kebaikan dilipat gandakan berapa kali? 10 kali lipat. Ini minimal ila sabiin sampai 700 kali lipat. Bahkan lebih daripada itu. 700 kali lipat. Bahkan lebih daripada itu. Bahkan lebih daripada itu. Ya. Sampai kalau tidak salah Ibnu Hajar rahim dalam Fathul Bari menyebutkan hukum asal seluruh amal saleh dilipat gandakan 10 kali lipat. Hukum asal amal apa saja? Senyum ee kata-kata yang baik sedekah apa saja baca Quran satu huruf 10 kali lipat. Alif lam mim berarti 30 kebaikan. Alif 1, lam 1, mim 1 * 3 * 10 berarti 30 semuanya kecuali sedekah fisabilillah. Kecuali sedekah fisabilillah maka minimal 700 kali lipat. Kalau sedekah terkait fisabilillah 700 kali lipat. Allah berfirman dalam surah Albaqarah 261. Mataladina yunfiquuna amwalan fibilillahi habbatin ambatil hab. Perumpamaan orang-orang yang berinfak di jalan Allah ya ikhlas karena Allah di jalan Allah itu fisabil dalam jihadin seperti satu biji yang menumbuhkan tu bulir. Setiap bulir ada 700 biji. Satu benih menunjukkan 7 bulir satu bulir 100 berarti 700 kali lipat. Wallahu lima yasya. Allah melipat gandakan yang siapa yang Allah kehendaki. Sehingga seb mengatakan seluruh hukum asal seluruh amal saleh 10 kali lipat kecuali apa? Sedekah fisabilillah. Makanya saya berharap di antara sedekah fisabil yang saya harap di antaranya sedekah untuk dakwah. Saya berharap teman-teman yang punya semangat sedekah untuk dakwah mudah-mudahan mereka mendapatkan lipat ganda 700 kali lipat. Karena di antara jihad fisabilillah adalah jihad dengan pedang maupun jihad dengan lisan. Jihad dengan pedang itu angkat senjata perang fisik. Dan ada jihad yang lain itu jihad dengan apa? Ilmu. Dakwah, membantah syubhat, membantah ateis, membantahta orang-orang kafir, menyebarkan Islam ya menyebarkan tauhid ya. Bahkan kata para ulama dari satu sisi jihad dengan lisan lebih afdal daripada jihad dengan pedang. Karena jihad pedang dengan pedang belum tentu bisa dikerjakan setiap saat. Dan jihad dengan pedang itu dilaksanakan ketika jihad dengan lisan tidak bisa. Kalau jihad dengan dengan lisan bisa, tidak perlu angkat pedang. Sehingga jihad dengan pedang itu adalah sarana, jihad dengan lisan adalah tujuan. Intinya kalau seorang bersedekah di jalan Allah Subhanahu wa taala, maka ee dilipat gandakan minimal berapa kali lipat? 700 kali lipat. Tib. Ada satu kebaikan yang ee ada satu kebaikan yang wallahuam dilipatkan atau tidak. Kebaikan tersebut adalah meninggalkan maksiat. Kata Nabi dalam hadis, "Man hamma bihasanatin eh faamilaha kutiba lahu ya asr hasanat. Dalam hadis ya saya bacakan hadisnya manama biasanatin falam yalhabat lahu hasanah ini satu kebaikan tapi tidak dilepat gandakan berdasarkan hadis yaitu niat baik tapi tidak dikerjakan Kan niat baik tapi tidak dikerjakan. Maka ini pahalanya satu. Waman hama biasatin faamilaha. Kalau dia ingin kebaikan kemudian dikerjakan kutibatlahu asron maka dicatat 10 kali lipat sampai 7 kali lipat. Kebaikan kedua yang zahirnya tidak dilipatkan juga. Wahaman hamma bisayiatin falam ymalha. Barang siapa yang melakukan ee keburukan ya falam yalhad e niat melakukan keburukan, maksiat kemudian dia tidak kerjakan, dia tinggalkan karena Allah katabahallahu lahuahu hasanah kamilah. Maka Allah catat sebagai satu kebaikan. Jadi zahir hadis ini Rasulullah apa namanya? ee mendetailkan, merinci. Siapa yang niat baik tidak dikerjakan dapat satu pahala. Kalau dikerjakan berapa? Minimal 10 kali lipat sampai 700 kali lipat. Lebih daripada itu. Siapa yang niat buruk tidak dikerjakan, ditinggalkan karena Allah, dapat berapa kebaikan? Satu kebaikan. Kalau dia kerjakan, satu keburukan. Di sini ada dua kebaikan. Ee dua model kebaikan yang tidak dilipat gandakan. yaitu niat baik yang tidak dikerjakan, tidak dieksekusi dan juga maksiat yang ditinggalkan karena Allah. Itu juga kebaikan tapi tidak dilipat gandakan. Wallahuam bisawab. Namun secara umum kalau amal yang dikerjakan dilipat gandakan minimal 10 kali lipat. Paham ikhwan dan akhwat? Paham ya? Insyaallah. Tib. Allah berfirman setelah itu. Jadi khairun minha. Siapa yang melakukan datang pada hari kiamat satu kebaikan, Allah akan ganti dengan lebih baik darinya. Lebih baik darinya dari sisi kuantitas. Karena tadi satu dihitung berapa? 10 atau dihitung 700 atau lebih daripada itu. Dari kualitas dari kualitas ganjarannya jauh berbeda dari kebaikan dilakukan. Apa sih kita kebaikan lakukan cuma sedikit dibanding diganjar diganjar dengan ganjaran yang luar biasa. Coba kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, rakatal fajri khair minunya w fi fiha. Dua rakaat yang lakukan sebelum subuh ganjarannya lebih baik pada dunia dan sisinya. Apa? Kualitas sangat jauh. Kualitas sangat sangat jauh. Jadi kualitasnya sangat kualitas dari dua dari sisi dua. Pertama dari sisi ee kualitas pahala luar biasa. Kedua, dari keabadiannya. Karena seorang beramal saleh kan terbatas. Kita beramal saleh. Kalau kita amal saleh paling 20, 60 tahun, 70 tahun selesai. Ternyata balasannya abadi. Dan keabadian suatu kenikmatan adalah kualitas. Jadi kualitas dari dua sisi. Paham ibu-ibu? Dari sisi pahalanya luar biasa, sempurna. Yang kedua dari tidak ada expired-nya abadi selama-lamanya. Paham tidak, Ibu-ibu? Paham, ya? Jadi, saya ulangi kuantitas dan kualitas. Kuantitas dari sisi dilipat gandakan pekerja satu dihitung 10 ya. Melakukan satu kegiatan seperti 10 kegiatan atau 700 kegiatan sehingga sedekahnya pahalanya jadi banyak. Yang kedua ternyata kualitas pahalanya jauh lebih daripada kenikmatan dunia. Yang kedua, kualitasnya juga ternyata abadi. Abadi. Sementara kita beramal saleh cuma sebentar. Maka di sini Allah mengatakan, "Falahu khairun minha." Maka siapa yang melakukan datang hari kiamat bawa satu kebaikan, dia akan mendapatkan ganjaran yang lebih lebih baik. Bagaimana dengan maksiat? Waman jaa bisayiati falajzaina illa mau yalun. Adapun siapa yang melakukan keburukan maka tidak dibalaslah orang para para pelaku maksiat kecuali seperti yang mereka kerjakan setimpal. Ini kalau kita mau takdirkan kita bilang illa mlu ma kanu yammalun tapi mlunya sepertinya dihilangkan menunjukkan benar-benar persis seperti yang mereka kerjakan setimpal jazaan wifaqo balasan yang setimpal tidak ditambah ya satu dihitung satu tidak dihitung dua atau ti tiga tidak dihitung 10 makanya dari sinilah seorang mukmin lebih baik hidup daripada mati kenapa kalau kalau mukmin baik ya secara umum Ya, mukmin baik ya kalau dia berbuat dia tidak ada orang yang maksum. Dia pasti bercampur maksiat dengan apa? Ketaatan tapi maksiatnya 1 2 t keabaikannya lebih banyak. Kalau dihitung-hitung kan coba misalnya ini saya bukan ngajarin buat maksiat enggak ya. Maksudnya kalau kita umur panjang kita umur setahun taruhlah kita melakukan kebaikan taruhlah 50-f 50% toh lebih banyak apa dihitungnya 50 kali kali 100* 10 jadi 500 dibanding berapa? Li 50 ya. Kalau ditimbang hari kiamat lebih banyak apalagi kalau maksiatnya jarang-jarang terus terus ketaatannya lebih ba banyak tentu berarti umur panjang lebih bagus atau cepat mati Allah yang lebih tahu. Tapi secara umum seorang jangan pengin mati. Kata Nabi. Jangan seorang pengin mati. Kalau dia memang pengin mati dia berdoa Allahumma ahy inatilatu khairon li. Ya Allah hidupkanlah aku jika itu baik bagiku. Watwa intil wafatuir dan wafatkan aku jika itu yang lebih baik. Ternyata kuantitas-kualitas maksiat lebih banyak daripada ketaatan. Ternyata nonton film Korea 2 jam, baca Quran cuma 1 menit. Nah, ini repot. Mungkin mati lebih baik. [tertawa] Tapi kalau secara umum panjang itu kalau perhitungan jadi lebih baik umur panjang bagi orang beriman yang secara umum. Orang beriman secara umum ada tidak. Siapa yang tidak siapa yang tidak maksiat? Semua orang maksiat. Tapi kan sekali-sekali ketaatan lebih banyak. Nanti kalau dihitungin 10 kali lipat perbandingnya 10 10 atau 700700 sehingga lebih berat timbang kebaikan daripada timbangan kemaksiatan. Harusnya demikian. Misa orang berusaha untuk sehat dengan niat seperti itu supaya menambah apa? Amal saleh. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam eh khairun nas sebaik-baik manusia. Man thola umur wun amaluh yang panjang umurnya dan baik amalnya. Wasyarunas orang yang paling buruk. Mana tha umur umurnya panjang. amal tapi amalnya buruk hanya tambah beban di akhirat sudah tua masih nonton Korea terus Korea sudah habis India terus India sudah habis Hollywood terus kalau tua masyaallah rajin ibadah mending hidup jangan minta mati saya sudah sampaikan berapa kali saya baru kunjungi seorang nenek usia 86 tahun setiap hari baca tiga juz itu setiap 10 hari khatam Quran 86 tahun tidak pikun sama sekali ngobrol sana sini masyaallah ibu-ibu umur berapa sekarang 60 berapa juz 2 juz 2 juz 10 2 juz berarti 15 hari apa hatta mas setelah itu libur setahun oh ternyata itu pas Ramadan 2 juz sehari Jadi inilah ee apa apa namanya aturan atau mekanisme pembalasan di hari kiamat kelak. Secara umum menguntungkan seorang muslim, seorang mukmin karena satu kebaikan dilipat gandakan 10 atau 700 atau lebih secara umum ya. Adapun kemaksiatan cuma dihitung sa. Kemudian Allah kemudian Allah berfirman, "Innalladzi far alikal quruka maad." Sesungguhnya Allah yang telah mewajibkan mewajibkanmu wahai Muhammad untuk melaksanakan hukum-hukum Quran laruka maad akan mengembalikan engkau ke hari kiamat. Maksudnya Allah mengatakan, "Sekarang engkau, aku wajibkan wahai Rasulullah untuk mentabligh, menyampaikan Al-Qur'an, untuk membacakan Al-Qur'an, untuk mengajarkan Al-Qur'an, untuk menjalankan isi Al-Qur'an. Banyak tugas yang dibebankan kepada Nabi. Apa cuma begitu? Selesai." Tidak. Kata Allah, "Laruka maad," kau akan aku kembalikan ke surga. Artinya, apa yang kau bebani kepada engkau yang aku tugaskan ini semua ada hasilnya. Nanti di hari kiamat kau akan masuk surga. Ini makna yang lebih tepat. Ada khilaf dengan para ulama. Ada yang mengatakan raduka maad. Aku akan kembali, kami akan kembalikan engkau ke hari kebangkitan. Ada tafsiran ke surga. Kita tahu kalau Nabi dibangkitkan hari kebangkitan, maksudnya ke mana? Ke sur surga. Pendapat kedua ini pendapat minoritas bahwasanya kami akan kembalikan engkau ke Makkah. itu isyarat kau akan terusir berhijrah. Namun meskipun sudah berhijrah diusir oleh penduduk Makkah, suatu saat kau akan kembali ke Makkah menaklukkan kota Makkah. Itu ketika Persia Fatu Makkah Rasulullah diusir. Setelah itu pada 8 tahun kemudian 8 Hijriah Rasulullah menaklukkan kota Makkah. Kata sebagian ulama, inilah isyarat dari ayat ini. Karena ayat ini Makkiah surah Al-Qasas turun di Makkah sehingga isyarat kau akan diusir dari Makkah. Namun kau akan kembali menaklukkan kota Makkah. Namun pendapat ini wallahuam agak kurang kuat ya. Karena surat Makkiah di Makkah beda kalau surat ini madaniyah. Rasulullah sudah terusir kemudian Allah kasih janji kok akan kembali suatu saat. Tapi ini kondisinya turun ini surat ini turun Nabi masih di Makkah. Oleh karenanya pendapat pertama yang lebih benar bahwasanya laraduka il maad innalladzi far alikal quranauka maad. Sesungguhnya yang mewajibkan engkau untuk membaca Al-Qur'an ee menafsirkan Al-Qur'an, mengajarkan Al-Qur'an, mengamalkan isi Al-Qur'an akan mengembalikan engkau ke surga. Maat artinya tempat kembali itu akan dikembalikan ke surga sebagai hiburan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Susah pah yang kau jalan ini semua tidak sia-sia. Akan ada hasilnya itu di hari kebang kebangkitan. qul rbi al'lamu man jaa bil huda waman hua fialin mubin. Katakanlah kepada mereka orang-orang musyrikin Arab, ya. Sungguhnya Rabbku lebih tahu tentang siapa yang membawa kebenaran dan siapa yang tenggelam dalam kesesatan yang nyata. Dalam kesatan yang yang nyata. di sini ee ini adalah tanazul dari Nabi itu Rasulullah mengalah. Maksudnya karena orang-orang kafir itu ngeyel, tidak mau beriman kepada Nabi. Ya sudah dikasih dalil gak mau dengar, dikasih argumentasi malah membantah. Kalau berhadapan dengan orang ngeyel, ya sudah katakan aja. Rabbi a'lamu man jaa bilhuda Allah yang lebih tahu. Sudah kalau kalian merasa kalian benar-benar terus wahai Abu Jahal CS, ya sudahlah wahai Muhammad katakanlah kepada mereka, Rabbi a'lamu biman jaa bilhaq. Allah yang lebih tahu. Aamu man jaa bilhaq. Siapa yang datang membawa kebenaran? Waman hua fi dolalim mubin. Dan siapa yang tersesat dalam kesesatan yang nyata. Ya. Dan ini seperti ee dalam surat Saba Rasulullah berdiskusi ketika orang-orang kafir Quraisy ngeyel maka Rasulullah mengatakan wa inna a iyakum la hudan mubin. Sesungguhnya kami atau kalian berada di atas kesesatan maupun di atas kebenaran atau kesatan yang nyata. itu Rasulullah kasih hanya mengatakan, "Ya sudahlah ya kita ini kita ini kalau bukan di atas kesesatan, di atas kebenaran, di atas apa?" Kesesatan. Antara kita ada yang benar, ada yang salah. Padahal Rasulullah tahu dia pasti be benar dan mereka pasti sa salah. Tapi karena mereka ngel, sudahlah sudahlah okelah. Di antara kita ada yang benar, ada yang salah. Ini namanya kata-kata dalam diskusi tanazul sudahlah ngalah dalam berbicara karena mereka terlalu nge ngeyel supaya selesai pembahasan. Dibilang syirik enggak mau, dibilang sesat enggak mau. Ya udahlah cuma dua. Kita benar atau kita salah. Kamu benar atau kamu sa salah. Nanti lihat aja sama ngeyel-ngeyel quabbi alamu man jaa bilhaq. Sudahlah Allah yang lebih tahu siapa yang benar. Waman hua fiali mubinan. Siapa yang dalam kesesatan yang nyata. Eh di sini Allah tidak mengatakan waman jaa bi dolali mubin, tapi waman jaa waman fi. Allah tidak mengatakan Allah tahu mana yang membawa kebenaran dan mana yang membawa kesesatan. Tidak. Tapi Allah mengatakan Allah lebih tahu mana yang membawa kebenaran dan yang dalam kesesatan. Karena Allah mengatakan f itu dalam tenggelam dalam kesesatan yang nyata. Karena mereka sungguh-sungguh benar-benar sesat. Seakan-akan kesatan meliputi mereka. Seakan-akan mereka tenggelam dalam kesesatan. Ya, ini diucapkan karena ee mereka ngeyel ya. Mereka tenggelam dalam kesesatan. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Seperti orang yang dalam kegelapan tidak bisa keluar dari kegelapan. Seperti orang dalam kesesatan yang nyata gak bisa keluar dari kesesatan. Allah tahu mana yang benar, mana yang sesat. Tib. Setelah itu Allah berfirman, wtaju an yulqo ilaikal kitabu illa rahmatanik. Subhanallah. Kata Allah, "Engkau sama sekali tidak pernah berharap agar Al-Qur'an turun kepadamu, tetapi ia diturunkan karena rahmat yang besar dari Tuhanmu. Rahmabik fala takunannair lil kafirin." Maka janganlah sekali-sekali menjadi penolong bagi orang-orang kafir. Di sini Allah jelaskan Rasulullah sebenarnya tidak dia tidak terbayang bakalan jadi seorang nabi. Bahkan Allah mengatakan, "Wa tarju kau tidak pernah sama sekali berharap yulq ilaikal kitab akan diturunkan Al-Quran kepadamu." Dia enggak tahu. Rasulullah waktu ke Gua Hirah hanya sekedar pengin dekat sama pencipta. Dia penasaran, pengin dekat sama Allah. Dia ke sana pengin berkhalwat. Ada kerinduan untuk berkhalwat. Karena banyak hal yang aneh di antaranya sebab yang beliau rasakan masih kecil dadanya dibelah. Dia pernah lihat kemudian dia pernah lewat batu. Batu ucapkan salam. Assalamualaikum ya Muhammad. Ini apa ya? Banyak kejadian aneh. Kemudian dia mimpi beberapa sampai ada yang bilang 6 bulan setiap dia mimpi pasti terjadi pasti terjadi lah. Ini apa yang dia jadi ada apa? Banyak teka-tekih yang dia rasakan. Tahu-tahu dia pengin rindu ketemu dengan dekat dengan Allah cuma enggak tahu caranya bagaimana. Ya akhirnya dia pergi ke Gua Hira. Eh tahu-tahu datang Al Jibril bawa Alqur Quran. Emang dia bilang ini yang saya cari. Enggak. Dia kaget. Rasulullah kaget sampai dipeluk. Takut dilepas dipeluk sampai iqra enggak bisa baca. Akhirnya turun ketakutan. Makanya Allah mengatakan wjuqal kitab. Kau tidak pernah berkeinginan apa untuk jadi seorang rasul. Enggak ada kepingin enggak terbetik Alquran turun kepadamu. Rahmatanik. Tapi Allah ingin kasih sayang yang besar, ingin memberikan kasih sayang kepada engkau. Rahmat yang besar untukmu wahai Muhammad kata engkau diangkat menjadi seorang seorang rasul. Ini bantahan kepada orang-orang filsuf, filsafat yang mengatakan bahwasanya kenabian adalah amrun muktasab. Kenabian adalah perkara yang bisa diusahakan. Oh, jadi nabi bisa pergi ke goa ngelamun datang setan. Ya gak gak bisa. Nabi saja tidak. Nabi tidak berniat jadi nabi. Tahu-tahu diangkat menjadi seorang apa? Nabi. Rata-rata nabi seperti itu. Nabi Musa tahu-tahu diutus jadi seorang rasul. Harun alaihi salam tidak mau jadi rasul. Tahu-tahu Nabi Musa minta, "Ya Allah, jadikan Harun sebagai seorang rasul." Enggak ada. Nabi-nabi dulu proses jadi nabi itu enggak ada. Nabi Isa kecil-kecil tahu-tahu sudah diberi wahyu. Emang Nabi Isa waktu kecil pengin jadi nabi? Enggak. Tahu-tahu kecil dia sudah bisa ngomong. Jadi di antara keyakinan sesat orang-orang filsuf mengatakan bahwasanya kenabian bisa diusahakan. Seorang harus mengumpulkan tiga kekuatan. Quatun nafs, quatut takir, dan quatut takhyil. Siapa yang mengumpulkan tiga ini, quatun nafs, quatut tahyil, quatir, dia bisa menjadi seorang nabi tentang dan apa namanya dengan khayalan dan ee igowuan mereka kalau mau jadi nabi. Ya, tinggal latihan latihan latihan tunggu ada suara qu faanzir bangkit beri peringatan enggak akan datang yang ada se setan. Nabi saja tidak pernah berharap jadi nabi. Tahu-tahu Allah karena kasih sayangnya kepada nabi, Allah jadikan dia seorang rasul. Fala takunannair lil kafirin. Maka jangan sekali-sekali engkau menolong orang-orang kafir. Ya, ya Allah sangat sayang kepadamu. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, yaitu jangan engkau menolong mereka orang kafir sama sekali sedekat apapun kedekatanmu dengan orang kafir tersebut. Karena orang kafir tersebut ketika di Makkah kafir Quraisy, suku Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada pamannya Abu Lahab, orang dekat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya kau jadi seorang rasulah rahmat dari Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kata Allah, wala yasuddunnaka an ayatillahi ba'da id unzilat ilaik. Dan janganlah sekali-sekali mereka dapat menghalami menghalangi engkau dari menyampaikan ayat-ayat Allah sesudah ayat-ayat tersebut diturunkan kepadamu. Wadbik, tetaplah berdakwah kepada Rabbmu, di atas jalan Rabbmu. Wala takunanna minal musyrikin. Dan jangan sekali-sekali kau termasuk orang-orang yang musyrikin. Allah berfirman lagi, wala tad ma allaha ilahan akhar. Dan jangan sekali-sekali kau berdoa kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Ini semua perkara yang Allah sebutkan kepada Nabi itu bukan berarti Nabi mungkin melakukannya. Enggak. Seperti Rasulullah, Allah berfirman kepada seluruh rasul. Walaq uhiya ilaika waalladina minqlik lain asrtabna amaluka w takun minir. Sungguh telah diwahyukan kepada engkau wahai Muhammad dan diwahyukan kepada seluruh rasul. Kalau kau melakukan syirik, maka amalanmu akan terjatuhkan, akan gugur. Tentu para nabi tidak melakukan syirik, tapi ini untuk menjelaskan tentang bahayanya syirik. Ketika Nabi Allah mengatakan, "Wahai Rasulullah, jangan kau syirik." Apakah Rasulullah mungkin melakukan syirik? Secara kenyataan enggak. Rasulullah jauh dari syirik. Cuma untuk menunjukkan bahayanya si syirik. Artinya syirik ini dosa sangat besar. Jangankan orang biasa melakukan bahkan nabi, kalau nabi yang manusia termulia di alam semesta, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam melakukan syirik, dia pun akan gugur amalannya. Apalagi selain Rasulullah. Maka Allah ingin menunjukkan dahsyatnya bahayanya syirik. Sampai Allah mengatakan lain asrqta. Kalau kau berbuat syirik wahai Rasulullah lahbatna amaluk sungguh amalanmu akan gugur. W tak minalin. Kau benar-benar akan masuk neraka. Padahal Nabi tidak bakalan syirik. Sama seperti dalam ayat ini Allah mengatakan fala takunanna wala takunanna minal musyrikin. Jangan termasuk orang-orang musyrik. Kemudian juga fala takunanir lil kafirin. Jangan sekali-sekali menjadi penolong orang kafir. Dan Rasulullah tidak pernah menolong orang kafir untuk menukung mendukung kekafiran mereka. Enggak pernah. Bukan menolong orang kafir sebagai humanisme atau sosial, enggak. Tapi tidak pernah mendukung kekafiran mereka. Kemudian Allah mengatakan wala takunana minal musyrikin. Jangan termasuk orang musyrik. Allah juga mengatakan wadum Allah ak. Jangan pernah berdoa kepada selain Allah. Ini semua Allah bilang bukan berarti Nabi mungkin melakukannya. Enggak. Nabi saja sebelum jadi Nabi tidak pernah menyembah berhala. Disebut dari golongan al-ahnaf. Al-Ahnaf itu orang-orang yang hidup di zaman jahiliah tidak pernah menyembah berhala. Di antaranya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, di antaranya Waraqah bin Naufal, di antaranya Abu Bakar Assiddiq, di antaranya beberapa sahabat tidak pernah menyembah berhala padahal belum Nabi belum diangkat menjadi seorang nabi. Tetapi ini untuk menekankan akan bahayanya si syirik. Dan Allah mengatakan wadu ila rabbik. Yaitu komitmen dan continue dalam berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa taala. Dan jangan pernah berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa taala. Ya. Dan inilah kita pai makna syirik. Makna syirik itu wala tadum allaha ilahan akar. Jangan kau berdoa bersama Allah Tuhan yang lain. Yaitu syirik itu kau berdoa kepada Allah juga berdoa kepada selain Allah. Itu namanya mensekutukan Allah. Allah kita menduakan. Menduakan maksudnya kita nyembah Allah juga nyembah selain Allah. Kita berdoa kepada Allah juga berdoa kepada selain Allah. Kita nyembelih untuk Allah, kita nyembelih juga untuk jin. Itu namanya syirik. Syirik itu menduakan Allah subhanahu wa taala. Wam yadu maha ilahan ak la burna lahu bihi fainnama hisabuabbih. Ya. Siapa yang berdoa kepada selain Allah bersama Allah itu namanya syirik. Maka Allah berkata kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, wad allahah ak. Jangan kau beribadah kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Jangan kau berdoa kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Ini penting karena banyak orang menyangka namanya syirik itu kalau pindah agama. Tapi kalau dia minta ke kuburan, wong saya apa saya musyrik? Wong saya salat kok. Wong saya juga berdoa kepada Allah kok. Ya itulah namanya syirik. Kau berdoa kepada Allah berdoa aja kepada selain Allah. Kalau kau tidak berdoa sama sekali kepada Allah, hanya kepada selain Allah, asalnya bukan syirik. Syirik itu mensekutukan secara bahasa. Kau berdoa kepada selain Allah juga, kau berdoa kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Ibadah kepada Allah juga kepada selain Allah. Itu namama syirik. Kamu jangan nyembelih buat jin. Emang saya nyiroroqokidul? Emang saya syirik nyembelih buat nyirok kidul? Ya syirik. Wong saya muslim ya. Saya juga kalau Idul Ahdah nyembelih untuk Allah ya itulah namanya syirik. Nyembelih kepada Allah dan juga ngenyembelih kepada selain Allah. Tauhid itu hanya beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kata Allah, "La ilahaillahu." Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa taala. Kemudian Allah berfirman, "Kullu saiin haliqun illa wajhah." Semua perkara akan binasa kecuali wajahnya. Wajahnya maksudnya kecuali zat zatnya. Konsekuensi atau tafsir kelaziman dari wajah berarti zat. Ya. Dan ini seperti firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah eh Arrahman. Kullu man alaiha wabq wajubikaul jalil wal ikram. Semua yang di atas bumi akan binasa, akan sirna. Wq wajhubika. Yang tersisa adalah wajah wajah Rabbmu. Pemilik ee kemuliaan dan keagungan. Maksudnya yang tersisa hanyalah wajah Allah. Maksudnya Allah. Maksudnya apa? Allah. Kenapa disebut wajah untuk zat? Karena Allah berwajah. Karena Allah berwajah. Seperti saya mengatakan, "Kok belum kelihatan batang hidungnya?" Maksudnya batang hidungnya datang aja apa dengan badannya sekalian? Cuma kita bilang batang hidung perwakilan dari seluruh tu tubuh karena dia punya batang hidung. Paham? Paham tidak? Saya menggunakan kata batang hidung. Maksudnya seluruh tubuhnya ini adalah apa? Apa? Majas apa? Part prototo atau apa? Saya enggak tahu bahasa ya. maksudnya bahasa bahasa Indonesia dulu belajar waktu masuk SD lupa. Ya, ini maksudnya menunjukkan menyebutkan sebagian untuk menunjukkan keselu keseluruhan. Kenapa? Karena bagian itu dia miliki. Makanya kalau saya bilang belum kelihatan batang hidungnya, maksudnya dia belum daang. Bukan wajahnya datang, enggak ada batang hidungnya. Enggak. Tapi sebut batang hidungnya sebagai perwakilan dia karena dia punya batang hi hidung. Ketika saya bilang, kata Allah berfirman semua binasa kecuali wajah Allah. Maksudnya kecuali Al. Namun kenapa disebut wajah saja? Karena Allah punya wa wajah. Dan puncak kelezatan di hari kiamat kelak di surga adalah memandang wajah Allah. Tentunya kita tidak tahu zat Allah seperti apa, maka kita pun tidak tahu wajah Allah seperti apa. Kita enggak tahu. Maka kata Allah, "Semuanya binasa kecuali wajahnya." Ya, makanya disebutkan dalam kitab Majizul Quran ee ee Ma'mad bin Mutsanna dalam kitabnya Majizul Quran dia mengatakan illa hu illa wajhah ditafsirkan dengan illa hua yang dinuki oleh Imam Bukhari dalam dalam ee dalam sahihnya ya illa hua. Jadi semua binasa kecuali wajahnya. Sebagian tafsir yang dimaksud dengan seluruhnya sirna kecuali wajah Allah Subhanahu wa taala. Maksudnya seluruh amalan saleh akan tidak ada nilainya kecuali ma urida bihi wajhullah. Ini disebutkan juga oleh Ibnu oleh Alhafiz oleh Al Imam Bukhari dalam dalam apa sahihnya dalam kitab tafsir. Ketika dia sampai pada tafsir surah al-Qasas dia menafsirkan waqila illa ma urrida bihi wajhullah. Semua amalan akan sirna kecuali yang dicari wajah Allah itu kecuali yang ikhlas. Yakinlah kita beramal sebanyak-banyaknya kalau enggak ikhlas akan sirna. Tidak ada sisanya di akhirat. Sumbang tapi sedekah tapi pamer, haji tapi pamer, umrah tapi ingin di diketahui oleh orang ya punya ilmu, pamer punya ilmu. Ya, akhlak mulia pengin diperlihatkan bahwasanya akhlak mulia semuanya. Dia hanya mencari alulu fil ard, pengakuan, penghormatan, maka itu akan sirna. Yang tidak sirna cuma satu, yang ikhlas. wajullah yang seorang berharap wajah Allah itu yang tidak sirna illa wajha semua selain amal semua amal akan sirna kecuali yang ikhlas karena Allah subhanahu wa taala ya seperti perkataan kata nabi asu kalimatin qyair kalimatulabit alin ma kallahu bail ketahuilah segala selain Allah maka akan sirna Ya, maksudnya yang yang kekal hanyalah Allah. Dialah hual awalu wal akhir. Dialah yang pertama dan dia yang paling tera terakhir. Ya, dia yang qadim, dia abadi. Kalau bahasa lainnya dia qadim, dia azali dan dia yang abadi. Adapun selain Allah maka akan sir sirna. Dan ingat tadi tafsiran kedua, selain semua amal saleh kalau tidak karena Allah maka akan sir sirna. Maka ini peringatan bagi kita untuk ikhlas. Kita ini umur sudah gak banyak ya, sudah 40 ke atas, 50 ke atas. Apalagi ibu-ibu ada yang sudah mau meninggal ya. [tertawa] Yang sudah 60 sudah udahlah amal saleh yang baik-baik aja. Jangan riak-riak, jangan pamer-pamer. Enggak tahu kapan dicabut nyawanya oleh siapa. Allah Subhanahu wa taala. Yang sedikit-sedikit ini kita jaga ya. Dia sedikit-sedikit pengin publish, bikin-bikin status ya. Bikin status sedekah, bikin status ya. Bagi makanan fakir miskin bikin apa? Status. Puasa Senin Kamis bikin apa? Status. Ya. Lagi pijit suami bikin status. Apa semuanya? Amal saleh. Lagi berbakti sama orang tua bikin apa? Status. Ngapain gitu-gitu mau diakui sama orang? Yang like juga sedikit enggak banyak. [tertawa] Sudah capek-capek sudah mau sudah tua amal sudah habis. Kullu syain haliun illa waja. Semua amal kalau tidak karena Allah maka akan sir sirna. Ingat itu kata Allah terakhir, "Lahul hukmu wa ilaihi turjaun." Segala hukum kembali kepadanya. Dua hukum sini maksudnya pertama hukum syari maksudnya syariat semuanya yang harus dari Allah. Enggak boleh kita berhukum selain Allah. Yang kedua lahuluh hukmu itu semua keputusan-keputusan Allah. Di alam semesta ini tidak ada yang berlaku kecuali keputusan Allah. La muaqiba hukmih kata Allah. Tidak ada yang bisa protes terhadap keputusan Allah. Semua terjadi atas kehendak Allah subhanahu wa taala. Lahul hukmu di dunia. Apalagi di akhirat. Waai turjaun. Dan kepada Allahlah kalian akan dikembalikan. Apalagi di akhirat semua terdiam. Semua raja, semua pemimpin, semua presiden tidak ada yang berani angkat kepalanya. Kata Allah, "Anal malik aina muluk ard." "Aku adalah raja." Mana raja-raja dunia? Semuanya atribut semua dilepas, enggak ada. Semuanya bangkit dalam kondisi tidak berpakaian, dalam kondisi hina dan dina. Ya, semua. Ainal aina muluk ard? Mana raja-raja? Enggak ada. Anal malik ana dayjan. Aku adalah maha raja dan aku yang akan memberi pembalasan. Maka semua perkara dikembalikan kepada begitu kita di akhirat selesai. Yang bangkitkan Allah, yang menyidang juga Allah, yang menghisab juga siapa? Allah yang menimbang juga Allah yang masukkan surga neraka juga Allah yang menyiksa. Allah yang beri nikmat semuanya Allah semuanya kembali kepada Allah. Ya, di dunia kita serahkan urusan kepada Allah, apalagi di akhirat perkaranya semua kembali kepada Allah. Kata Allah Subhanahu wa taala, inna inna ilaina iyabahum. Sesungguhnya kepada Allah kita akan kembali. Tma inna alaina hisabahum. Dan atas kamilah hisab mereka. Ya, inna ilaina. Mereka semua akan kembali kepada kami, maksudnya kepada Allah dan kami akan menghisab mereka. Wallahu taalaam bawab. Alhamdulillah kita selesai dari surah Alqasas ya. Tinggal ibu-ibu hafal suratnya ibu-ibu [tertawa] tinggal enggak tahu berikutnya mau surat lagi apa ganti apa sudah berhenti pengajian ya nanti kita diskusilah ya. Demikian wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.