Transcript
TLCO-vCMV_o • Syarah Doa-Doa Pilihan #22: Doa Sebelum Salam (Bagian-3) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2624_TLCO-vCMV_o.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita masih membahas
tentang doa-doa sebelum salam.
Dan saya berharap kita berusaha
menghafal doa-doa tersebut dan kita
biasakan membacakannya.
Membaca doa tersebut sebelum salam.
Terutama ketika kita salat sendiri ya.
Karena kalau kita jadi imam mungkin
kepanjangan, kalau jadi makmum mungkin
kepanjangan. Tapi kalau kita lagi salat
sendiri, baik salat sunah maupun salat
fardu, hendaknya kita baca doa-doa
tersebut. tersebut banyak ya mungkin ada
10-an ya atau lebih daripada lima. Kita
bisa variasi atau kita mau baca semuanya
juga boleh dan doa-doanya adalah sangat
indah dan kita tahu doa yang terbaik
adalah doa yang dipanjatkan
dalam salat ya karena seorang sedang
connecting dengan Allah subhanahu wa
taala. Terlebih lagi doa tersebut
dipanjatkan di penghujung di penghujung
salat ya sebelum dia ee memutuskan
connecting dengan Allah Subhanahu wa
taala yaitu sebelum sebelum salam.
Seakan-akan seluruh salat yang dia
lakukan adalah pengantar untuk di
penghujung dia meminta kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Dan pada kesempatan kali ini kita akan
bacakan atau kita akan sampaikan doa
yang cukup panjang
yang diriwayatkan dari Ammar bin Yasir
radhiallahu taala anhu. Saya bacakan
ee dari Said bin Malik. Dia berkata, "Sa
bina Ammar ibnu Yasir shatan faajuaza
fiha."
Amar bin Yasir mengimami kami. Amar bin
Yasir sahabat yang mulia ya
ee radhiallahu taala anhuma.
Dia salat mengimami kami. Faujaza fiha.
Kemudian dia salatnya ringkas atau cepat
menurut jemah cepat.
Faq lahu baul laqafta.
Sebagian orang mengatakan, "Wahai Amar,
kau telah meringankan salat itu salatmu
singkat. salatmu singkat
dalam riwayat fakaanahum ankaruha
seakan-akan mereka mengingkari kok Amar
salatnya cepat
ini kenapa karena mereka biasa salat
panjang-panjang
kalau kita balik yang panjang kita
ingkari kenapa lama
ini dulu mereka salat di zaman tabiin
biasanya lama ketika Amr bin Yasir
salatnya agak cepat mereka protes kata
mereka kenapa engkau salat cepat
Maka Amar berkata, "Alamamukjud,
bukankah aku telah menyempurnakan rukuk
dan sujud itu? Apakah ada yang salah?
Rukukku kurang terlalu cepat, sujudku
mungkin kurang sempurna." Q bala kata
mereka,
"Tentu sempurna ya Ammar. Tidak ada yang
kurang tapi menurut mereka masih cepat."
Maka beliau berkata, "Amma anni dautu
fiha biduain kan Nabi sallallahu alaihi
wasallam yadu bihi."
Kalian menganggap cepat. Padahal dalam
salat tersebut saya baca doa ini, doanya
cukup panjang. Jadi salat yang aku
lakukan yang kalian anggap cepat
tersebut, aku pun sempat membaca doa
nabi yang panjang. Ya,
dalam riwayat yang lain eh
dalam ama alalika faqadutu fiha
bidawatin samuhunna min rasulillahi
sallallahu alaihi wasallam. Saya pun
dalam salat tersebut saya sudah membaca
doa-doa yang saya pernah dengar. dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya
bacakan dalam salat saya yang kalian
anggap cepat tersebut.
Wahua abi. Ketika
eh
Amar pergi maka ada seorang
mengikutinya.
Fasahan doa. Maka dia bertanya, "Doa apa
yang kau baca dalam salat tadi?"
Maka Amar pun mengabarkan doa yang dia
baca. Doanya sebagaimana yang kita
tuliskan. Allahumma
biilmikal gaib. Ya Allah dengan ilmumu
terhadap yang gaib. Wa qudratika alal
khalq dan kekuasaanmu terhadap
makhlukmu.
Ahyini ma alimtal hayata khairon li.
Hidupkanlah aku jika engkau tahu hidupku
lebih baik bagiku. Watwa idimal
wafatahair
wafatkanlah aku jika engkau mengetahui
bahwa wafat lebih baik bagiku.
Allahum inyahadah.
Ya Allah, aku mohon kepada Engkau untuk
takut kepadamu dalam kondisi
bersendirian atau di hadapan orang lain.
Dan aku mohon bisa mengucapkan kalimat
yang benar dalam kondisi marah maupun
dalam kondisi senang. Asalukalqda
walqar. Aku mohon kondisi tengah dalam
kondisi kaya maupun dalam kondisi
miskin.
Aku mohon kepada engkau kenikmatan yang
tidak akan sirna.
Dan aku mohon kepada engkau kebahagiaan
yang tiada terputus.
Aku mohon bisa rid atas takdirmu,
setelah takdirmu, keputusanmu.
Aku mohon kehidupan yang dingin setelah
wafat.
Aku mohon kelezatan memandang wajahmuqik
dan kerinduan untuk bertemu denganmuir
mudir tanpa dalam kondisi mudarat yang
memberikan mudarat kepadaku. Wala
fitnatin mudillah bukan pula pada
kondisi fitnah yang menyesatkan.
Allahumina bizil iman. Ya Allah hiasilah
kami dengan hiasan keimanan walna
hudatan muhtadin. Dan jadikanlah kami
orang-orang yang bisa memberi petunjuk
dan juga berjalan di atas petunjuk.
Doanya panjang. Coba Ibu hafal.
Allah
dan seterusnya. Jadi berusaha dihafal.
Ada empat apa namanya? Empat baris.
Insyaallah dihafal-hafal nanti kalau
dibaca dalam salat sungguh indah.
Tentunya Ammar bin Yasir berkata, "Dia
baca doa ini ketika sedang salat."
Sebagian ulama memandang cuma dua
kemungkinan. Dia baca ketika sujud atau
ketika sebelum sa salam. Jadi boleh kita
baca ketika sujud dengan doa ini dan
boleh kita juga baca ketika mau sa
salam. Karena Amar bin Yasir
ee mengimami para jemaah dan baca doa
ini dan dia dan dia tidak baca dalam
kondisi qunut karena mereka tidak dengar
doa ini. Dia sedang baca sendirian ya.
Sehingga cuma dua kemungkinan, dia baca
ketika sujud atau dia baca sebelum
salam.
Tib. Dan ini hadis ini menunjukkan
bagaimana para salaf dahulu mereka tidak
suka salat cepat-cepat. Dan Amr bin
Yasir mungkin sesekali itu salat agak
cepat, biasanya juga agak lama ya. Namun
dia tetap menjaga kesempurnaan salatnya.
Maka dia mengatakan, "Alam utimar ruku
was sujud." Bukankah aku telah
menyempurnakan ruku dan sujudku? Kata
mereka, "Bala tentu itu pun yang kalian
bilang cepat. Toh aku sempat membaca doa
yang aku dengar langsung dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Dan
sebagaimana kita pernah sampaikan kisah
para sahabat ketika salat malam di musim
di bulan Ramadan salat tarawih. Maka
Nabi sallallahu alaihi wasallam salat
dengan bacaan yang panjang sampai lewat
setengah malam. Hatta dahahaba syatrul
lail sampai telah pergi setengah malam.
Setelah itu Rasul sahu alaihi wasallam
menyelesaikan salatnya. Maka sebagian
sahabat minta dilanjutkan. Kata sebagian
sahabat,
"Ya Rasulullah, bagaimana kalau kau
lanjutkan lagi sampai sahur, sampai
subuh?" Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Sudah cukup ya." Kata Rasul
wasallam, "Man imam
kutibahu qiamulilah." Siapa yang salat
sama imam, salat tarawih sampai selesai,
dicatat baginya pahala salat semalam
suntuk. Tetapi menjadi perhatian kita
para sahabat minta tambah salat.
Ibarat kalau kita imam sudah salat
sampai jam . selesai, kita bilang
alhamdulillah akhirnya selesai. Tapi
para sahabat subhanallah Nabi sallallahu
alaihi wasallam sudah selesai mereka
masih minta tambahan. Seperti dalam
kisah ini, Ammar bin Yasir salat
radhiallahu anhu radhiallahu anhuma
salat dengan salat yang mungkin ya
sesekali dianggap singkat. Maka mereka
protes, "Kenapa salat singkat?" Maka
Amar mengatakan, "Saya singkat pun saya
sudah menyempurnakan rukuk dan sujud dan
saya pun sempat membaca doa yang Nabi
ajarkan ini. Saya dengar langsung dari
Nabi dan dibaca dalam salat." Tib kita
jelaskan. Pertama
di sini Nabi doa tersebut dibuka dengan
tawasul ya. Allahumma Allahumma
biilmilkal ghaib. Ini tawasul. Ya Allah
aku bertawasul
dengan ilmumu terhadap yang gaib. Jadi
aku bertawasul dengan ilmumu terhadap
yang gaib. Ya Allah, aku bertawasul
dengan ilmumu terhadap yang gaib. Kita
tahu ee karena yang tahu gaib cuma
siapa? Allah Subhanahu wa taala.
Sehingga kita bertawasul dengan
yang merupakan kekhususan Allah. Ya,
yalamu man fis samawati wal ardhi gaiba
illallah. Katakanlah, tidak ada di
langit dan di bumi yang tahu tentang
gaib kecuali Allah subhanahu wa taala.
Nabi pun tidak tahu hal yang yang gaib.
Wau kuntu alam gaibaartu minalhair.
Katakanlah wahai Muhammad kalau aku tahu
gaib tentu aku akan banyak melakukan
kebajikan wani dan aku tidak ditimpa
dengan kemudaratan. In ana illa basyiru
waadir liqu yminun. Aku hanyalah pemberi
peringatan, pemberi kabar gembira kepada
orang yang beriman. Nabi tidak tahu ilmu
gaib sebagaimana sering kita kita bahas.
Kalung istrinya saja hilang, dia tidak
tahu di mana. Ya. Ketika Aisyah dituduh
berzina pun dia tidak tahu benar atau
tidak. Sampai turun firman Allah dalam
surah Annur setelah sebulan baru Allah
kasih tahu bahwasanya Aisyah tidak
berzina. Intinya Nabi sallallahu alaihi
wasallam tidak tahu ilmu gaib kecuali
kalau Allah kasih tahu. Allah kasih tahu
sebagian ilmu gaib kepada para nabi
sebagai bukti bahwasanya mereka adalah
utusan Allah. Tapi secara umum nabi
tidak tahu ilmu gaib. Oleh karenanya
kita bertawasul dengan kekhususan Allah,
kita mengatakan Allahumma biilmil ghaib.
Ya Allah biilmikal ghaib.
Biilmika
alghaib.
Ya Allah biilmikal gaiba. dengan ilmumu
terhadap yang gaib aku bertawasul.
Kita tahu di antara di antara adab dalam
berdoa adalah bertawasul dengan
nama-nama dan sifat-sifat Allah. Ini
bertawasul dengan nama atau dengan
sifat?
Dengan apa? Nama atau sifat? Sifat.
Sifat Allah. Yaitu bertawasul dengan
sifat Allah. Sifat Allah di antaranya
mengetahui ilmu gaib.
Wa qudratika alal khalq. Wa qudratika
alal khalqi.
Dan kekuasaanmu terhadap makhluk. Yaitu
seluruh makhluk tidak ada yang keluar
dari kekuasaanmu.
Tidak ada yang makhluk yang bisa
bertindak tanpa persetujuanmu.
Tidak ada yang terjadi tanpa seizinmu.
Semua perkara yang terjadi baik atau
buruk semuanya dengan izin Allah
Subhanahu wa taala. Semuanya dengan
kehendak Allah Subhanahu wa taala. Tidak
ada yang keluar dari kehendak Allah
Subhanahu wa taala. Engkau menguasai
seluruh makhlukmu.
Ya, makanya ketika Nabi Hud alaihi salam
diancam
oleh kaumnya, kaum Ad. Dan kaum Adalah
kaum yang sangat kuat, terkenal
kekuatannya. Para ulama khilaf berapa
tinggi dari kaum Ad. Tapi ee wazadakum
fil khalqi bastah. Allah tambah tubuh
mereka lebih besar daripada kaum Nabi
Nuh. Kita tahu kaum Ad keturunan Nabi
Nuh ya.
Waduru jaalakum khulafaa min ba'di kaumi
Nuhin waadakum fil khqi bast. Dan
ingatlah wahai kaum Ad ya ketika kami
menjadikan kalian sebagai pengganti
penerus dari kaum Nabi Nuh. Bedanya
wazadakum fil khqil bas. Bedanya Allah
tambah besarnya tubuh kalian dibanding
kaum Nuh. Para ulama khilaf berapa
tinggi kaum Ad tapi mereka besar.
disebut oleh tafsir kalau kaum Ad pengin
ganggu kampung lain cuma kirim satu
orang aja tuh hancurin enggak usah
banyak-banyak karena sangat kuat tetapi
ketika mereka mengancam Nabi Hud ya inna
illa bau alihat
menurut kami telah menimpa kepada engkau
wahai Hud kau kualat ya
dari sebab dari sebagian Tuhan
Tuhan-tuhan kami, yaitu gara-gara kau
tidak mengikuti ajaran kami, maka kau
kualat terkena keburukan dari sebagian
tuhan-tuhan kami. Maka di situ mereka
ngancam. Maka Nabi Hud berkata, "Qini
usidullahu
anni mimruna minunih jamianirun
inni tawakaltuahikum
minatin huaha
inqim."
Kata Nabi Nuh,
"Saya berlepas diri
dari seluruh yang kalian sembah. Dari
tuhan-tuhan kalian, dari berhala-berhala
kalian, dari dewa-dewa kalian. Saya
berlepas diri." Kemudian kata Nabi Hud,
"Faqiduni jamian." Kalian seluruhnya
bikinlah makar keburukan kepadaku.
Seluruhnya tma la tunzirun. Gak usah,
gak usah tunda-tunda. Kalian
jago-jagoan, pengin bikin buruk kepada
saya, silakan. Bersatu padulah kalian
jamian seluruhnya bikin makar buat
keburukan kepadaku. Ajak tuhan-tuhan
kalian la tunzirun. Dan jangan
tunda-tunda. Apa kata Nabi Hud? Inni
tawakaltu alallahi waabbikum. Aku
bertawakal kepada Allah rabbu dan rab
kalian. Ma minabbatin hua akid bintiha.
Tidak ada satu makhluk pun, hewan pun,
manusia pun yang melata, berjalan atas
muka bumi kecuali Allah memegang
ubun-ubunnya.
Yaitu Nabi Hud mengatakan semuanya
kalian di bawah kekuasaan siapa? Allah.
Dan ini di kalau orang bertanya apa
mukjizat Nabi Hud? Para ulama
menjelaskan mukjizat Nabi Hud di sinilah
bukan mukjizat Nabi Hud bukan seperti
Nabi Musa tongkat jadi ular atau
unta seperti untanya Nabi Saleh. Gak.
Mukjizatnya adalah dia sendirian. Dia
menantang kaumnya yang jagoan semuanya
tapi mereka tidak bisa menyakitinya.
Padahal kalau lihat secara kasat mata
Hud bakalan mati. Tetapi Hud bertawakal,
dia berkata, "Main dainatiha,
tidak ada satu makhluk pun kecuali Allah
yang memegang apa? Ubun-ubunnya di bawah
kekuasaan Allah. Aku bertawakal kepada
Allah." Maka dia pun selamat. Inilah
mukjizat Nabi Nabi Hud. Maksud saya
ketika kita bertawasul wa qudratika alal
khalq dan aku bertawasul dengan
sifatmu yaitu engkau berkuasa atas
seluruh makhluk semua di bawah kekuasaan
Allah.
Allah yang mengatur langit dan bumi.
Wasi kursius samawati wal ard w yaudu
hifzuhuma. Allah tidak memberatkan
baginya untuk menjaga langit dan bumi.
Langit dan bumi siapa yang jaga? Allah
subhanahu wa taala.
Dalam setiap hari Allah dalam urusan
ngurus ini, ngurus anak, atur sana, atur
sini. Allah Subhanahu wa taala dan tidak
sulit baginya untuk mengatur segalanya.
Tidak ada yang keluar dari kekuasaan
Allah Subhanahu wa taala. Dan ini
tawasul dengan maha kuasa Allah atas
seluruh makhluknya. Wa qudratika alal
khalq. Kemudian ini setelah tawasul
sama, ini tawasul juga sama bertawasul
dengan sifatsifat ilmu dan sifat apa?
Qud qudrah ilmu dan sifat apa? Kdrah.
Kita boleh berdoa dengan tawasul dengan
sifat Allah. Setelah itu baru
permintaan. Ini permintaan.
Ini permintaan.
Permohonan
apa? Permohonan. Ahy maimir
ya Allah hidupkanlah aku jika Engkau
tahu hidup lebih baik bagiku.
alimtal wafir wafatkanlah aku jika
engkau tahu wafat lebih baik bagiku. Dan
ini terkait dengan apa yang
ditawasulkan. Coba perhatikan. Bukankah
masalah kita baik hidup atau lebih baik
mati ini hal gaib? Gaib atau tidak?
Ibu-ibu tahu mana yang lebih baik? Hidup
atau mati?
Enggak tahu. Yang tahu cuma siapa?
Allah. Maka ini terkait dengan hal gaib.
Kemudian yang bisa mematikan dan
menghidupkan juga siapa? Allah. Karena
kita dibawa kekuasaan Allah Subhanahu wa
taala. Maksud saya tawasulnya pas dengan
permohonannya.
Nabi bertawasul dengan sifat ilmu gaib
Allah dan bertawasul dengan kudrah
Allah. Permintaannya, "Kalau kau tahu,
aku lebih baik hidup, hidupkan aku.
Kalau engkau tahu aku lebih baik mati,
baik matikan. Matikan aku."
Ya, yang tahu lebih baik itu ilmu gaib.
Yang tahu cuma siapa? Allah. Yang bisa
menghidupkan dan mematikan juga siapa?
Allah. Karena itu kudrah Allah Subhanahu
wa taala. Maka dari sini kita tahu
munasabah keterkaitan antara tawasulnya
Nabi dengan sifat ilmu dan sifat qudrah
dengan permohonan yang dimohon. Secara
umum seorang tidak boleh minta mati
gara-gara mudarat yang sedang dia alami.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La
yatamanna ahadukum alutrin nazala bihi."
Janganlah salah seorang dari kalian
minta mati gara-gara kemudaratan yang
dia alami. Sakit atau karena kesedihan
yang luar biasa. Kemudian dia bilang,
"Ya Allah, matikan aku." Kata
Rasulullah, "Jangan sekali-sekali minta
mati." Kenapa dia tidak tahu? Bisa jadi
kehidupannya itu akan menambah
kedudukannya di akhirat. mukmin dan
seorang mukmin secara umum secara umum
hukum asal kalau dia orang baik-baik
saja tidak usah saleh-saleh banget dia
sedang-sedang saja maka semakin
bertambah umurnya semakin baik di sisi
Allah kenapa karena dalam aturan
hitungan Allah seorang mukmin kalau
melakukan kebaikan sekali dihitung
berapa dihitung berapa 10 minimal
kemudian bisa jadi 700 kali lipat bisa
lebih daripada itu. Tapi kalau dia
maksiat hitung berapa? Hitung satu.
Taruhlah setiap hari dia maksiat sekali
sama dia maksiat sekali sama berbuat
baik sekali. Hitungannya tetap lebih
banyak apa? Kebaikan. Saya tidak suruh
ngajarin maksiat ya. Enggak maksudnya
hitung-it
biar seimbang. Enggak. Gak. Mau saya
secara perhitungan orang kalau hidup dia
tetap menguntungkan. Taruh dia maksiat
lima kali dia berbuat baik sekali tetap
masih untung dia berbuat baik. Karena
berbuat baik dilipat gandakan 10 minimal
bisa jadi 700 kali. Jadi secara
perhitungan lebih baik dia hidup. Kalau
dia biasa-biasa kecuali tukang maksiat,
tukang zina, itu lain lagi. Mending dia
mati. Mending dia mati. Tapi kalau dia
biasa-biasa saja, apalagi orang saleh,
maka jangan dia minta mati. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, jangan
seorang mukmin jangan minta mati. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, kirunas
orang yang terbaik. Man tha umur wun
amaluhu. Orang yang terbaik adalah orang
yang panjang umurnya dan baik amalnya.
Wasyarunas. Dan orang terbaik, yang
terburuk adalah man umruhu wasa amaluhu.
Orang yang panjang umur tapi amalnya
buruk itu orang terburuk ya. Tapi kalau
baik maka lebih baik hidup daripada
mati. Maka jangan seorang minta mati.
Kata Nabi, "Kalau memang kau harus minta
mati maka doalah dengan doa Allahumma
ahyini inatil hayatu khairon liwa intil
wafatuir."
Kalau memang kau ragu mati atau tidak,
maka berilah serahkanlah keputusan
kepada Allah dengan doa, "Ya Allah,
hidupkanlah aku jika baik bagiku
kehidupan tersebut dan wafatkanlah aku
jika wafat lebih baik bagiku." Para
ulama mengatakan, "Tidak boleh minta
mati kecuali dalam satu kondisi dia atau
dua kondisi. Pertama, dia ingin mati
syahid. Yang kedua, dia ingin selamat
daripada fitnah yang bisa
menggoncang imannya. Nah, ini boleh
seperti para sahabat yang ingin mati
syahid masuk dalam pertempuran ingin
mati supaya mati syahid dalam apa
pertemuan boleh dia minta mati supaya
matinya mati mulia yaitu mati syahid ya
dan ini dilakukan oleh para sahabat
ketika mereka tahu jihad mereka
siap-siap berperang habis-habisan tapi
mereka ingin mati mati syahid ini tidak
mengapa supaya dapat mati syahid ya
seperti juga sebagian sahabat ketika
kena taun taun itu luka wabah yang
kemudian sampai bentol-bentol kemudian
kelan keluar darah lebih jauh lebih
dahsyat daripada corona. Maka sebagian
sahabat minta ingin meninggal karena
mereka tahu orang yang mati taun mati
sya syahid sehingga mereka ingin mati
syahid. Mereka minta mati dengan
penyakit tersebut bukan karena tidak
kuat atau menolak keputusan Allah. Yang
Rasulullah larang itu orang ingin mati
karena tidak kuat dengan keputusan
Allah. Maka rasulam mengatakan,
"Laamanana
ahadun ahadunil mautrin nazala bihi."
Janganlah sekali-sekali salah seorang
dari kalian minta mati gara-gara
kemudaratan yang menimpanya. Dia sakit,
dia enggak kuat. Ya Allah matikan saya
enggak kuat, ya Allah. Ini enggak boleh.
Miskin setengah miskin, "Ya Allah,
hutang saya banyak, ya Allah, mending
saya mati. Malu ketemu orang." Nah, ini
enggak boleh.
Ya Allah, pinjol-pinjol pengin mati,
Allah gak boleh. Malu ketemu. Ini enggak
boleh. Ini namanya dia kena ujian. Dia
harus sabar.
Dia tidak boleh minta mati. Sabar.
Ada orang ee suaminya mati. Ya Allah,
saya pengin mati bersama suami saya.
Pada kalau istrinya yang mati, suaminya
enggak begitu. Padahal [tertawa]
tapi sebagai wanita luar biasa sayang
sama suaminya ya. Suaminya mati, dia
pengin juga ma mati.
Oleh karenanya seperti itu tidak boleh
karena menunjukkan dia tidak menerima
takdir Allah Subhanahu wa taala.
Menunjukkan dia tidak sabar. Tapi boleh
kita minta mati juga karena takut
fitnah. Seperti takut agama kita berubah
di depan banyak fitnah. Ya Allah
daripada saya terkena fitnah bisa
merubah agama saya, mending saya
meninggal meninggal dunia. Itu boleh
dilakukan juga oleh sebagian sebagian
orang. Ya,
seperti
Maryam ketika diuji
maka dia mengatakan, "Ya laitani mittu
qobla wauntu nas mansiah." Seandainya
saya meninggal sebelum ini dan saya
menjadi orang terlupakan ya karena berat
ujian yang dihadapi. Dia takut fitnah
luar biasa ya. karena dia wanita yang
salehah. Tahu-tahu hamil tidak punya
suami. Tahu-tahu hamil punya tidak punya
suami. Tapi intinya ikhwan dan akhwat
kalau kita dalam kondisi sangat berat,
kita takut bisakah kita menjalini
kehidupan ini, maka jangan minta mati.
Kalau memang paling parah kita doa
dengan doa ini, Allahumma ahyini inti
alyatuir liwaani
alim wafir ya Allah hidupkanlah aku
kalau memang hidup baik bagiku dan
wafatkanlah aku jika memang wafat itu
baik baik bagiku.
Enggak
tahu seorang ternyata setelah itu dia
hidup panjang eh hidup umur panjang
kemudian dia beramal saleh gak tahu
ternyata setelah itu dia sembuh kemudian
melakukan banyak amal saleh sampai Saad
bin A B Waqqas. Saad bin Waqqas ketika
di Makkah hijr waktu fatu Makkah dia
sakit dan dia menyangka dia bakalan mati
maka dia berwasiat untuk bersedekah
dengan setengah hartanya atau dua per3a
hartanya dia pikir dia punya anak itu
cuma perempuan satu orang kalau enggak
salah saya punya anak pokoknya sedikit
anaknya satu atau berapa orang kemudian
dia bilang saya Rasulullah saya ingin
berwasiat dengan dua per3a hartak
Rasulullah kebanyakan setengah kata kata
Rasulullah kebanyakan kata di wasus
sepertiga kata Rasulullah
Dan sepertiga itu pun sudah banyak.
Kalau bisa wasiat kurang dari sepertiga.
Tapi kalau mau maksimal maka maksimal
cuma sepertiga. Kenapa? Dia menyangka
dia bakalan meninggal.
Dan dia sedih saat bin Abi Waqqas
terkena penyakit. Ternyata setelah itu
dia hidup. Ternyata dia punya anak
banyak. Ternyata dia ikut peperangan,
peperangan, peperangan sampai dia
mengalahkan Persia di zaman Umar bin
Khattab di Ma'raqattil Qadisiyah.
Ternyata orang yang sangat hebat. sangka
mati ternyata umur panjang. Oleh karena
jangan kita minta mati ya meskipun
hutang belum lunas jangan minta mati.
Masih kesempatan berdoa, beribadah,
masih bisa baca Quran, sudah mati enggak
bisa apa-apa. Mati enggak bisa apa-apa.
Maka seorang kalaupun sudah sangat
parah, bingung hidup atau mati, maka
serahkanlah keputusan kepada Allah
dengan berdoa. Ya Allah, kalau memang
mati baik bagiku, matikan aku. Kalau
memang hidup baik bagiku, hidupkan aku.
Karena kalau kita meninggal, kita sudah
tidak lagi bisa beramal beramal saleh.
Sekarang masih hidup satu tasbih,
bermanfaat, subhanallah, bermanfaat,
alhamdulillah ada hasilnya di akhirat
untuk kehidupan berikutnya
bab doa berikutnya.
Allahumma inni asaluka khaka gaib
syahadah. khasyah. Ada yang mengatakan
khasyiah itu maknanya adalah
khasyiah adalah rasa takut
disertai ilmu. Khasiah yaitu takut
sertai ilmu tentang yang ditakuti.
Yaitu kita bilang, "Saya minta takut
kepada Engkau ya Allah karena saya tahu
bagaimana kemahakuasaan Engkau ya Allah.
Bagaimana Engkau Maha Penyayang tapi
Engkau juga syadidul iqab. Hukumanmu
sangat dahsyat. Surgamu sangat indah,
tapi nerakamu sangat mengerikan." Ya,
bagaimana keagungan Allah Subhanahu wa
taala? Luar biasa. Sehingga minta kepada
Allah agar takut kepada Allah subhanahu
wa taala. Dan takut kepada Allah ibadah.
Innalladzina hum min khasyati rbihim
musyfiquun. Sesungguhnya orang-orang
yang takut kepada Rabbnya. Walladina
biayibihim yminun walladina hum
birabbihim la yusrikun. Dan orang-orang
yang takut kepada Allah dan orang-orang
yang beriman kepada Allah dan orang yang
tidak berbuat syirik kepada Allah. Ini
ciri-ciri penghuni surga. Di antaranya
takut kepada Allah subhanahu wa taala.
Seperti penghuni surga ketika saling
bertanya di antara mereka.
Q inna kunna qi ahlina musfiin. Kami
dahulu di tengah-tengah keluarga kami,
kami takut kepada Allah Subhanahu wa
taala. Dan kita minta takut kepada Allah
fil gaibi wasyahadah ketika bersendirian
atau ketika di hadapan orang lain. Nah,
ini yang perlu di zaman sekarang.
Bagaimana rasa takut dalam kesendirian?
Karena manusia ketika sendiri setan
menggodanya sehingga rasa takutnya pun
hilang karena tidak ada yang melihatnya,
tidak ada yang perlu dia maluin sehingga
rasa takutnya hilang dari Allah
subhanahu wa taala. Makanya Allah memuji
orang-orang yang takut kepada Allah
dalam kesendirian.
Allah berfirman ya
tentang innalladina yaksyaunbahum bil
gaibi lahum magfiratun wa ajrun kabir
kata Allah subhanahu wa taala eh surat
almuluk innalladina yaksyaahum bil ghaib
suungguhnya orang-orang yang takut
kepada rab mereka dalam kesendirian
apa pahalanya lahum magfiratun bagi
merekaan Allah wa ajrun kabir dan pahala
yang besar
Kenapa? Karena ternyata inilah
keikhlasan, inilah ketakutan yang
sungguhnya. Meskipun enggak ada yang
lihat, tetapi dia takut kepada Allah.
Ketahuilah bahwasanya ujian besar bagi
seorang jika terkumpulkan dua perkara,
yaitu tidak ada yang lihat. Yang kedua,
mudah untuk diakses maksiat tersebut.
Kapan terkumpul pada seorang dua
sebab ini tidak ada yang lihat dan mudah
mengakses maksiat tersebut maka
sesungguhnya dia sedang di diuji oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Yaina amanakumukum.
Kata Allah kepada para sahabat, "Wahai
orang-orang yang beriman, sungguh kami
akan menguji kalian
ketika kalian sedang umrah, tidak boleh
berburu dengan hewan buruan
yang kalian mudah menangkap dan kalian
mudah panah."
Buat apa liamallahuak bilaib? Agar Allah
tahu siapa di antara kalian yang takut
kepada Allah ketika sedang tidak ada
yang lihat. Jadi para sahabat ketika
umrah
mereka kelaparan dan dalam umrah ya aina
amanu laqtida waum. Kalau kalian sedang
berumrah maka kalian tidak boleh
berburuk. Tiba-tiba hewan-hewan tersebut
di depan mereka yang liar-liar tahu-tahu
jinat siap menyerahkan diri. Waduh ini
lagi lapar. menyerahkan diri. Ah, mereka
sadar bahwasanya mereka sedang diuji.
Ternyata para sahabat lulus ujian.
Mereka tidak ada yang berani menangkap
satu ekor hewan pun meskipun dalam
kondisi lapar. Karena mereka takut
kepada Allah meskipun tidak ada yang
melihat.
Ini para sahabat. Oleh karenanya Rasul
sahu al wasallam menyebutkan tentang
orang-orang yang hebat ketika di
antaranya seorang lelaki rajulun
inah seorang lelaki yang diuji oleh
wanita yang cantik jilid dan kaya raya
diajak berzina tidak ada yang tahu maka
dia berkata inni akhafulah saya takut
kepada Allah subhanahu wa taala rasulah
Allah juga sebutkan tentang kisah Nabi
Yusuf alaihi salam yang dirayu oleh
Zulaikha atau Imratul Aziz yang cantik
jelita wqatil abwab semua pintu itu
sudah ditutup, tidak ada yang lihat tapi
dia takut kepada Allah Subhanahu wa
taala. Maka seorang berusaha takut
kepada Allah ketika dia sedang
bersendirian kemudian datang godaan
menggoda maka dia bilang
azubillahiminasyaitanirrajim.
Innalladinaqau idahum thifum minitakaru
faubsirun. Kata Allah subhanahu wa taala
ciri-ciri orang bertakwa. Sesungguhnya
orang-orang bertakwa jika datang
bisikan-bisikan setan, maka mereka pun
ingat lagi sendirian. Tiba-tiba datang
setan ini ini ini. Ah, mulai dia rasa
syahwatnya mulai bergejolak. Dia mulai
pikirannya enggak macam-macam. Segera
dia bilang,
"Azubillahiminasyaitanirrajim."
Ya, orang misalnya pergi ke luar negeri,
masuk hotel, jauh dari istri, jauh dari
anak-anak. Tahu-tahu ada cewek yang
ketuk pintu. Ah, ini
godaan.
Godaan ya. Makanya ngeri ketika
bersendirian tidak ada yang tahu. Maka
seorang berlindung kepada Allah
Subhanahu wa taala. Sesungguhnya dia
sedang digoda oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dia sedang digoda oleh Allah
subhanahu wa taala.
Dan siapa yang bisa berhasil takut
kepada Allah tatkala bersendirian?
dapat ampunan dan juga ganjaran yang
besar.
Ya
kata Allah jannatu lilutta baid huna
awabin
manah bilqin
mun kata Allah. Maka di hari kiamat
kelak surga didekatkan,
didekatkan kepada orang-orang beriman.
Siapa yang surga didekatkan kepada
siapa? Kata Allah, "Man khasyar rahmana
bil ghaib." Yaitu orang yang takut
kepada Allah tatkala bersendirian. Di
antara ganjarannya ketika mereka di
akhirat, surga didekatkan kepada orang
ini. Kenapa? Waktu dia di dunia dia
takut kepada Allah tatkala bersendirian.
Ini saya bilang doa ini sangat penting
di zaman sekarang. Baik laki-laki maupun
ibu-ibu maupun akhwat. Kalau lagi
sendirian tahu-tahu nonton Korea,
lagi sendirian tahu-tahu nonton yang
enggak-enggak. Ya
hati-hati ya. Lagi sendirian tahu-tahu
murajaah lagu,
dengar lagu-lagu lama ya.
Saya pernah ya semua orang bisa
terjatuh. Cuma saya pernah jalan sama
kawan safari dakwah dari kota ke kota ke
kota. Suatu hari kita mampir dia
menjauh, "Ke mana kawan saya ini?"
Ternyata saya cari-cari ternyata dia
lagi melepaskan nyanyian satu lagu
selesai. Alhamdulillah bukan satu album
cuma satu lagu.
Mumpung ustaz enggak ada mau lepasin.
Jadi maksudnya semua orang bisa terjatuh
maka ingat setan menggoda. Kalau setan
menggoda dan kita mulai tertarik segera
bilang azubillahim minasyaitanirrajim.
Allah berfirman waliman khafa maqabbihi
jannatan. Bagi orang yang takut kepada
Allah dia dapat dua surga. Kata para
salaf, atas seb ulama ini dia ketika
hendak bermaksiat tidak ada orang dia
ingat Allah maka dia tidak jadi
melakukannya. Bagi dia dua surga. Kalau
takut di hadapan banyak orang ya mungkin
orang biasa.
Tapi yang menakjubkan, takut kepada
Allah tatkala sedang bersendirian.
Kemudian wasaluka kalimatal haqqi fil
warid.
Aku mohon kalimat yang benar ketika
algab rid. Berkata yang benar ketika
marah dan rida. Ini ada dua tafsiran.
Yang pertama ketika
aku marah
dan aku senang.
Yang kedua,
ketika orang-orang marah
dan orang-orang senang.
Ini dua tafsiran. Maksudnya seorang
ketika
dia
sedang senang atau sedang marah, dia
tetap mengontrol lisannya. Betapa banyak
orang dia cerdas, orang yang berwibawa.
Ketika dia marah, dia ngomong seenaknya.
Maka seorang kalau sedang marah,
hati-hati jangan ngomong, jangan
komentar, jangan ngetik, jangan
bertindak.
Rasul sahu alaih wasallam mengatakan,
"qiba ahadukum falyaskut." Kalau seorang
sedang marah diam, kenapa dia tidak
mampu untuk mengontrol pembicaraannya?
meskipun dia orang pintar, orang
beribawa, kalau dia sudah marah, dia
komentar, kelihatan orang ini jadi kayak
orang bahlul karena dia keluar daripada
asalnya. Dia tidak bisa mengontrol
pembicaranya sehingga dia ngomongnya
ngawur, bicaranya enggak benar. Ya,
makanya hakim kalau memutuskan hukuman
dalam kondisi marah-marah tidak diterima
karena biasanya dia emosi.
Misalnya lagi hukum kasih hukuman,
tahu-tahu terdakwa bilang hakim ente
tidak adil, ente memang penjilat ente.
Ya sudah langsung di kamu saya hukum 100
tahun. Mungkin saking dia jengkelnya.
Maka tidak boleh. Maka seorang kalau
marah diam.
Kalaupun dia harus berbicara, dia
berusaha tetap mengucapkan kata-kata
yang hak. Jadi dia harus mengontrol
dirinya dan ini susah. Maka kita minta
kepada Allah, tidak mudah seorang dalam
kondisi marah bisa berkata-kata yang hak
terhadap istrinya, terhadap anaknya,
terhadap tetangganya, terhadap kawannya,
terhadap lawannya. Orang kalau emosi dia
berbuat curang ketika sedang
berjidal, berdebat, bersengketa, maka
dia berbuat curang. Bagaimana bisa
mengucapkan kata-kata yang enggak benar
yang penting musuhnya kalah. Ini
manusiawi.
Oleh karena minta kepada Allah meskipun
sedang emosi tetap bisa berkata-kata
yang benar. Ya.
Dan juga ketika sedang senang juga bisa
menilai dengan benar ya. Jangan menilai
berlebih-lebihan meskipun kita sedang
senang ya. harus tetap mengucapkan
kata-kata yang benar. Misalnya teman
kita kasih kita hadiah, kita terima,
ternyata teman kita yang kasih ini
bermasalah. Ada yang tanya,
"Eh, Fulan, gimana dengan kawanmu?
Masalahnya kita baru dapat hadiah, kita,
oh baik, baik, baik." Padahal kita tahu
dia enggak baik. Ya, maka meskipun kita
senang diberi hadiah sama dia, tetap
kita mengucapkan kata-kata yang hak.
Karena setiap perkataan kita akan
dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
Subhanahu wa taala. ini terkait dengan
kita. Jadi ketika marah, ketika senang
harus bisa mengucapkan kata yang baik.
Kalau tidak bisa maka hendaknya diam.
Hendaknya diam. Penafsiran kedua terkait
dengan orang-orang. Betapa banyak orang
orang-orang
ketika dia takut dijauhi oleh masyarakat
maka dia pun demi karena demi followers
atau demi audiens maka dia tidak berani
mengucapkan kata-kata yang hak. Gak
berani atau bila perlu dia rubah. Apa
hukum musik? Dia tahu hukum musik haram,
tapi bilang ee musik ya ada khilaf.
Ada ada yang bilang, ada yang bilang
boleh, ada yang bilang enggak boleh.
Terus, Ustaz, ya begitu memang ada
khilaf. Dia enggak berani bilang haram.
Takut dia enggak berani bilang apa?
Haram. Padahal dia tahu hukumnya haram.
Ini namanya dia takut sehingga dia tidak
berani mengucapkan yang hak.
Dan banyak orang seperti ini tidak ber
saya pernah nonton klip ada
seorang
orang dikatakan alim lah ditanya tentang
hukum Kpop. Dia enggak berani jawab.
Enggak berani jawab. Gimana orang finta
e Kpop? Ya ya ya enggak enggak ada
jawaban. Enggak ada jawaban. Kenapa
takut masalah?
Ini yang kaki kita terjebak seperti ini.
Enggak bisa enggak berani bilang apa?
Haram. Padahal semua orang tahu itu
haram. Gimana kipas perempuan buka aurat
nyanyi-nyanyi musik-musik. Siapa yang
bilang halal? Gak ada yang bilang halal.
Yang bilang musik halal pun bilang itu
haram karena terbuka apa? Aurat. Tapi
enggak berani bilang hukumnya apa?
Haram. Karena tampil di depan masa. Ya
sudah. Ini enggak berani mengucapkan
kata-kata yang hak karena takut
orang-orang ma marah.
Takut orang marah.
Seperti ada juga saya lihat juga seorang
dai karena dia sedang dipermasalahkan
gara-gara dia mengucapkan kata-kata yang
salah maka dia ingin mengambil hati
orang-orang nonmuslim. Maka dia ceramah
di hadapan nonmuslim kemudian dia
mengatakan, "Wah, dulu juga seakan-akan
bahwasanya mereka di atas kebenaran
juga." Enggak boleh seperti ini. Enggak
boleh. Gak boleh kita mengesankan mereka
kita benar, mereka juga benar. Gak
boleh. Itu namanya liberal. Padahal kita
tahu mereka tidak di atas kebenaran. Ya,
kalau enggak gak usah bahas masalah itu
bahasa yang lain. Adapun mengesankan
bahwasanya mereka juga benar ini takut
takut mengucapkan kata-kata yang yang
hak.
Ya, tetap Islam tauhid selain Islam
adalah musyrik, enggak berani.
Ini mengerikan. Oleh karenanya terkadang
seorang takut mengucapkan yang hak
karena takut
manusia. Takut manusia ya.
Maka seorang berusaha tetap bisa
mengucapkan kata-kata yang hak meskipun
orang-orang marah.
Dalam riwayat yang lain ada doanya
walimatal iklasi firda wal ghadab. Jadi
ini dalam riwayat ini, asaluka kalimatal
haq, perkataan hak.
Dalam riwayat yang lain
yaitu kalimat al-ikhlas,
yaitu keikhlasan
dalam kondisi maupun marah maupun dalam
kondisi rida. Hati-hati seorang tetap
mencari, tetap ikhlas kepada Allah
Subhanahu wa taala dalam berbuat. Apakah
orang-orang sedang marah atau orang
sedang senang, dia tetap connectingi
dengan Allah. Saya mencari perhatian
Allah. Saya ikhlas karena Allah
subhanahu wa taala. Jangan sampai dia
akhirnya berubah mencari keridaan
manusia. Ya. Kemudian was'aluka alqasda
fil faqr. Aku mohon kondisi tengah dalam
keyakinan, dalam kekayaan, maupun
kemiskinan. Di sini minta kondisi
tengah. Apa maksudnya kondisi tengah?
Dua tafsiran.
Tafsiran pertama mengatakan yaitu minta
alkafaf.
Alkaf itu yang penting cukup.
Cukup tidak kekurangan dan tidak
berlebihan. Tidak kurang
dan tidak berlebihan.
Kalau berlebihan maka segera
disedekahkan.
Ya.
Dan ini di antara doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Allahumma ij'al rizq
ali Muhammadin kutan. Ya Allah
jadikanlah rezeki keluarga Muhammad
kutan. Yaitu kutan maksudnya kafafan
secukupnya. Secukupnya.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam kalau
datang rezeki lebih maka dia segera
bersedekah. Dia mengatakan seandainya
saya punya emas sebesar gunung Uhud
tidak akan lewat 3 hari kecuali sudah
saya habiskan. Saya sedekahkan ke depan,
ke kanan, ke belakang. kecuali illain
arsuduhu lidin, kecuali saya sisakan
sedikit untuk bayar hutangku. Adapun
sisanya akan saya habiskan.
Maka hidup yang nyaman, yang kafaf itu
kalau enggak sampai kekurangan tapi juga
tidak berlebihan. Kenapa? Kalau
kekurangan kita susah, kalau berlebihan
hisabnya susah.
Tentunya kita semua ingin berlebihan
tapi tidak baik bagi kita. Kalau
berlebihan kita hisabnya su susah. Kalau
antum punya uang di ATM 100 miliar kan
bingung kan? Bingung enggak? Bingung kok
bisa 100 miliar? Uang banyak juga
bingung mau diapain. Ini kalau Allah
saya mati kemudian saya dihisab gimana?
Mending kalau saya sudah bangun ini,
bangun anu, seandainya uang saya 100
miliar kemudian saya meninggal,
bagaimana saya berhadapan dengan Allah?"
Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam
ketika akan meninggal, Rasul sahu alaihi
wasallam bertanya kepada Aisyah, "Masih
ada sisa lempengan emas?" Kata Aisyah,
"Masih ada." Rasulullah bolak-balikkan
di tangannya. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Bagaimana kondisiku jika aku
bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala
sementara ini masih ada di tanganku?"
Rasulullah tidak mau dihisab
susah-susah. Ya. Sampai Rasulull sahu
alaihi wasallam pernah salat, habis
salat Rasulullah sallahu al wasallam
masuk ke rumah. Kenapa? Ada sebagian
harta belum dia bagikan, zakat belum dia
selesaikan. Dia enggak khawatir
tiba-tiba meninggal ternyata masih ada
urusan belum selesai. Takut hisab.
Oleh karenanya
yang paling indah adalah kafaf.
tidak kurang dan juga tidak berlebihan
sehingga hisabnya mudah ya.
Tapi susah kita kalau punya uang ya
sudah
kalau punya kita akan simpan-simpan aset
banyak-banyaknya ya begitu mati hisabnya
kita kita bingung ya. Berikutnya
makna yang kedua, tafsiran kedua
yaitu jangan kalau kalau kaya
jangan sampai melampaui batas.
Kalau miskin
jangan sampai terhina.
Itu maksudnya seb menafsirkan asaluka
alqasil gina wal faqar. Ya Allah aku
mohon kepada Engkau sikap tengah dalam
kekayaan maupun dalam kemiskinan.
Maksudnya jika engkau berikan aku
kekayaan, aku tidak melampaui batas.
Karena begitu susah orang mengontrol
dirinya ketika dia punya uang banyak,
ketika punya jabatan tinggi. Kata kata
Allah Subhanahu wa taala, "Innal insana
arustagna." Sesungguhnya manusia akan
melampaui batas ketika dia memandang
dirinya sudah kaya. Maka dia sombong,
angku, arogan ee beli sana, beli ini,
dia tidak peduli ya ee foya-foya,
hambur-hamburkan uang ya. Sehingga
akhirnya dia lupa diri, melampaui batas.
Jadi itu semuanya akan memudaratkan dia
pada hari kiamat kelak. Tapi kalau dia
punya uang maka dia bisa gunakan untuk
kebaikannya di akhirat. Ya. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam kepada Amar
bin Ash, nikma alus shirulh.
Sebaik-baik harta yang baik jika
dimiliki oleh orang yang saleh. Karena
orang saleh pasti menggunakan hal
tersebut untuk akhiratnya. Kata para
penasihat dari kaum Nabi Musa kepada
Qarun, "Ya wabakallahual
akhirah." Gunakanlah potensi yang Allah
telah berikan kepada engkau wahai Qarun
untuk mencapai untuk mencari akhirat.
Tapi susah. Orang kalau punya harta
banyak biasanya melampaui batas.
Merasa tidak cukup. Rumah sudah luas,
luaskan lagi.
Mobil sudah mewah, mewahkan lagi.
Jam sudah mahal mahalkan lagi. Kalau
punya duit ya begitu. Apalagi lihat
tetangga sudah beli. Wah udah ya. Ada
model baru, model lama buang beli yang
baru. Karena duit banyak. Ini duit buat
apa?
sehingga melampaui batas. Dia tidak tahu
bahwa setiap apa yang dia belanjakan
akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa
taala. Maka ini maksudnya alqasda fil
gina yaitu bersikap tengah ketika sedang
kaya agar tidak melampaui batas. Tidak
juga pelit ya. Tidak juga pelit tapi
tengah-tengah. Kemudian wal faqar. Bisa
jadi seorang dalam kondisi miskin dia
juga bisa tengah tidak sampai
ngemis-ngemis, tidak sampai menghinakan
dirinya. Tetap Allah jaga harga dirinya
meskipun dia miskin. Tidak minta-minta,
tidak nangis-nangis depan orang, tidak
ngemis-ngemis, tidak melas-melas,
enggak. Meskipun dia susah, tetap dia
bisa tegar, tetap dia berusaha sehingga
dia tetap bisa terjaga harga dirinya
meskipun dalam kondisi susah.
Ya, ada orang seperti itu. Hidup susah
tapi tidak pernah minta-minta, tidak
pernah memberi isyarat-isyarat ya
sehingga tetap bisa menjaga diri. Ini
alqasda alqasda fil faqr. Minta agar
memiliki sikap tengah, kondisi tengah
dalam ketika kaya maupun ketika miskin.
Ketika miskin makanya Rasul sahu alaihi
wasallam berdoa, "Allahum naudubika
fitnatil gina win fitnatil faqar." Ya
Allah, aku berlindung kepada Engkau dari
fitnah kekayaan dan fitnah kemiskinan.
Karena kekayaan bisa bikin fitnah, orang
lupa diri, miskin juga bisa bikin fitnah
sehingga orang mencari cara dengan harta
dengan cara yang haram atau minta-minta
ngemis-ngemis. Maka kita berlindung dari
fitnah keduanya.
Tib. Ibu sudah hafal, Ibu-ibu?
Allah asaluka.
Coba ibu-ibu ulangi
ini dia dibaca ya. Kalau enggak bisa
semuanya baca sepotong-sepotong enggak
apa-apa gak harus semuanya. Tapi kalau
bisa lengkap semuanya lebih baik.
Maksudnya ketika tasyahud kita baca
ulangi. Allahumma inni
as'aluka
khasyataka
fil ghaibi wasyahadah. Fil ghaibi
wasyahadah. Ulang. Allahumma inni
Allahumma inni
as'aluka khasyataka
fil ghaibi wasyahadah
wa as'aluka
kalimatal haqqiqi
fil ghadabi warid
as'aluka
kalimatal haqqi fil gabi warid
wa as'alukal qasda qasda itu tengah wa
asaluka alqasda fil gina
Gina maksudnya kaya, alfakar maksudnya
miskin. Makanya belajar bahasa Arab,
ibu-ibu.
Tapi kita lanjut berikutnya paragraf
yang ketiga.
Allahumma inni wa asaluka naiman la
yanfat. Aku mohon kenikmatan yang tidak
sirna. Kenikmatan tidak sirna maksudnya
apa? Sur surga.
Semua kenikmatan yang bukan di surga
semuanya akan sir sirna. Makanya seluruh
nikmat dunia disebut dengan mata. Mata
maksudnya adalah kenikmatan yang bisa
expire. Semua rumah bisa expire, motor
bisa expire. Akan sirna suatu saat mobil
bisa expire. Kalaupun rumah mobil tahan
lama, kita yang akan expire. Enggak bisa
kita manfaatkan selalu. Dan kita semakin
tua semakin sulit menikmati dunia. Udah
tua makan juga susah, jalan juga susah,
nonton juga matanya susah, ya. Mau
jalan-jalan juga susah, mau ke kamar
mandi susah, ya. Menyusahkan orang
susah, ya. Oleh karenanya kalau bukan
nikmat yang expire, kita yang expire.
Dan semua kenikmatan dunia mataun qalil
hanyalah kesenangan yang sedikit. Dan
seindah-indahnya kesenangan dunia adalah
istri yang salehah. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Adunya mata." Dunia
itu seluruhnya adalah kesenangan yang
bisa expire. Wakhairu mata dunia. Dan
sebaik-baik kesenangan dunia bisa expire
adalah almaratus shhah istri yang
salehah. Istri salehah bisa expire
enggak? Jelas sangat bisa.
Bisa expire sama suami saleh juga bisa
expire. Oleh karena semua kenikmatan
akan sirna kecuali kenikmatan akhirat.
Makanya ketika Labid bin Rabiah
mengucapkan syairnya di hadapan Utsman
bin Mas'un, dia berkata, "Wluin mahalahu
bailu." Semua selain Allah akan sirna. W
naimin la mahal zailu. Kata dia ketika
dia berkata, "Seluruh selain Allah akan
sirna." Kata Utsman bin Maz'un, "Sodqta
waktu Labit masih kafir. Dia belum masuk
Islam." Kemudian dia mengucapkan syair
yang kedua. Wau naimin la mahal zail.
Seluruh kenikmatan tidak mungkin kecuali
pasti akan sirna. Kata Utsman bin Mazun,
"Kadabta, kau dusta." Nikmat surga tidak
akan sirna.
Nikmat surga tidak akan apa? Sirna. Maka
ketika kita berdoa asaluka naiman lafat
maakum yanfat wallahi baq. Apa yang di
sisi kalian akan sirna, yang di sisi
Allah akan selalu abadi. Jadi yang
dimaksud adalah minta kenikmatan surga.
Jadi doa kita jangan minta dunia terus.
Bukannya enggak boleh, boleh, tapi
jangan selalu minta dun dunia. Kita ini
masih banyak kita minta di surga, di
alam barzakh pengin dapat taman surga
raudatil jannah. Ingin alam barzakh kita
terang. Ingin kita happy di alam
barzakh.
Kita ingin dibangkitkan dalam mulia,
bisa hisab yang ringan. Bisa masuk surga
tanpa hisab, bisa lewat sirat dengan
cepat. Kita minta kepada Allah.
Jangan minta terus. Ya Allah, bangunkan
rumah. Bangunkan rumah, bangunkan rumah
terus. Subhanallah. Sudah bangun rumah.
Ya Allah besarin rumahku, besarin
rumahku.
Dunia terus. Ketika tawaf 70% minta
dunia, 30% minta akhirat. Kalau enggak
100% minta dunia.
Ya, dunia ente minta enggak minta
insyaallah ada. Tapi minta gak apa-apa.
Kita disuruh minta dunia dan akhirat
tapi porsi akhirat harus lebih banyak.
Karena kita ngapain minta dunia
banyak-banyak? Dunia cuma sebentar kita
tinggalin. Jangan lupa minta akhirat
yang banyak-banyak. minta dunia silakan
yang kita perlukan agar kita bisa
mendapatkan akhirat yang banyak-banyak.
Tapi seringlah doa minta apa? Akhirat.
Kemudian asaluka qur ainin laqati. Ya
Allah aku mohon kebahagiaan. Qurat ain
kebahagiaan yang tidak terputus. Qurat
ain. Quratul ain. Ada yang bilang qur
itu dari kata qarun. Qarun itu kata eh
Ibnu Faris dalam kitabnya Mujam Baqisi
Lha,
huruf qo dan ra kembali kepada dua
makna. Yang pertama maknanya dingin,
yang kedua maknanya tamakun, yaitu dari
qarar atau qarun.
Qarun maknanya bardun, yaitu dingin.
Kenapa disebut qurat ain? Kata Abu
Hayyan ya dalam kitabnya Albahrul Muhit,
dia mengatakan bahwasanya
kalau orang menangis, orang sedih dia
menangis maka air matanya hangat kata
orang Arab. Tapi kalau dia senang, dia
gembira air matanya dingin. Sehingga
maksudnya quratul ain yaitu semoga
engkau mendapat air mata yang dingin itu
engkau bahagia. Mak ini ungkapan
ungkapan tentang kebahagiaan.
Saya juga lupa kalau nangis sedih, panas
atau dingin, saya lupa. Tapi maksud saya
kata mereka demikian, mereka istilahkan
kalau menangis karena sedih itu air mata
hangat. Kalau menangis karena gembira
air mata apa? Dingin. Sehingga kemudian
dijadikan istilah quratu ain, yaitu
suatu yang menyejukkan pandangan mata.
Yaitu yang menyenangkan, membahagiakan.
Maknanya itu yang membahagiakan. Apa
yang dimaksud dengan kebahagiaan yang
tidak putus ini? Apa maksudnya?
Ada yang mengatakan pertama maksudnya
maksudnya apa?
Pendapat pertama maksudnya adalah nikmat
surga.
Karena nikmat surga yang tidak terputus.
Atan giri majzut. Nikmat yang tidak
tidak ada habis-habisnya, tidak pernah
terputus. Ukul daim. Bahwasanya
buah-buahan tidak pernah terputus. Nah,
ini pendapat pertama. Mereka mengatakan
yang dimaksud dengan qurqati kebagian
tidak terputus. Maksudnya nikmat surga.
Tapi ini masalahnya kalau diartikan
dengan nikmat surga sudah ada sebelumnya
naiman la yanfat.
Sehingga kalau ditafsirkan nikmat surga
kurang pas karena sudah diminta pada
permintaan sebelumnya. Paham? Sudah
diminta pada kita mengatakan asaluka
naiman la yanfad. Aku mohon kepada
engkau kenikmatan yang tidak terputus.
Maksudnya nikmat sur surga. Kalau gitu
penafsiran nikmat surga mungkin kurang
kurang pas. Ada yang mengatakan
maksudnya adalah istri salehah
dan anak saleh
yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an doa
orang-orang beriman. Rabbana hablana min
azwajina wurriyatina qurata a'yun wajal
muttaqina im. Ya Allah anugerahkan,
jadikanlah istri-istri kami dan
anak-anak kami qurata a'yun, yaitu
penyejuk pandangan mata kita kami, yaitu
kebahagiaan kami. Dan sudah saya katakan
bahwa sebaik-baik kenikmatan adalah
istri salehah dan anak saleh.
Ini tetapi masalahnya ini kenikmatan
terputus. Ini masalahnya terputus.
Terputus. Istri saleh tidak
selama-lamanya. Anak saleh tidak
selama-lamanya.
Ya. Tetapi kecuali diartikan bahwasanya
mereka akan menemani di akhirat. Jadi
dunia mereka saleh dan salehah menemani
juga di akhirat sehingga tidak terputus.
Karena seorang saleh akan dikumpulkan
dengan pasangan yang juga salehah. Akan
dimulai anak-anak juga yang saleh
sehingga kebahagiaan yang tidak terputus
di dunia maupun di akhirat. Dan
sesungguhnya kebahagiaan paling paling
menyenangkan adalah istri salehah dengan
anak yang saleh. Siapa yang dalam
kehidupannya mendapatkan salehah dan
anak saleh, maka dia orang paling
bahagia.
Orang paling bahagia anak saleh luar
biasa. Nurut, rajin salat, dikasih tahu
nurut, membantu kedua orang tua, tidak
nakal, menyenangkan kedua orang tua.
Sama istri saleh disuruh nurut.
Jangan ke mall, dia tidak ke mall.
Masyaallah. Luar biasa. Bahagia enggak,
Bapak-bapak?
Bahagia
bahagia.
Kalau ditanya, "Umi mau ke mana?" Mau ke
mall. Dari rumah aja ya? Ya, terserah
Abilah. Masyaallah, bahagia sekali tuh.
Ya sudah di rumah aja ya. Ya, bahagia.
Tapi kalau bilang, "Sudah terserah Abi
aja, terserah ya." Itu enggak enak
dengarnya. Oleh karenanya
berdoalah agar punya istri salehah.
Karena istri saleh itu adalah nikmat
yang terbaik. Tidak ada yang melebihi
nikmat istri salehah.
Sama ibu-ibu juga suami saleh juga
nikmat yang terindah. Tib. Yang
berikutnya ada pendapat yang mengatakan
maksudnya adalah salat.
Salat adalah kenikmatan yang tidak
terputus. Makanya rasul sahu al wasallam
mengatakan
fat Allah menjadikan kebahagiaanku pada
salat. Kalau salat Rasulullah bahagia
dan kebahagiaan tersebut
berkesinambungan karena setelah salat
kebahagiaan masih nempel. Salatnya sudah
selesai tapi salatnya masih nempel. Jadi
meski
salat sudah selesai,
kebahagiaan masih berlanjut.
Rasulullah mengatakan
Allah menjadikan kebahagiaanku pada
salat. Rasulullah berkata, "Ya Bilal,
ariat, wahai Bilal, istirahatkan kami
dengan salat." Ya Rasulullah, ini
istirahat dengan dengan salat. Maka
wallahuam. Tapi intinya kita minta
kebahagiaan yang tidak terputus.
Masih panjang ya.
Lanjut apa? Sudah.
Lanjut.
Masih panjang ini.
Hah? Bagi dua aja ya.
Nanti ibu-ibu enggak hafal-hafal. Sudah
yang dulu hafal dulu ya. Sampai sini aja
Ibu-ibu ya. Yang penting ibu-ibu hafal.
Coba diulangi Ibu-ibu dari awal kita
baca bareng-bareng nih. Ayo
bareng-bareng nih.
Apa nanti maksudnya kalau sudah dihafal
dipraktikkan sebelum salat, sebelum
salam di
dibaca atau ketika sujud juga boleh.
ketika sujud Allahumma
biilmil ghaib biilmikal ghaib
wa qudratika
alal khalq
apa artinya ya Allah bertawasul dengan
ilmumu tentang yang gaib dan kekuasaanmu
terhadap para makhluk ahyini ma alimtal
hayata khairon l ahyini
ahyini
ma alimtal hayata
wafatair
li coba satu itu saja dulu hafal
Allahumma
biilmikal gaib
wa qudratika
alal khalqi
ahyini
ma alimtal hayata
khairon li
kirli
wat tawaffani
watfan
alimtal wafata
wafata
kiron li
kiron
yang kedua
Allahumma
inni as'aluka
khasyataka
fil ghaibi wasyahadah
wa as'aluka
kalimatal haqqi
fil ghadabi war rid gabi warid
faas'aluka
alqasda
wal faqarina
yang terakhir wa asaluka asaluka
naiman la yanfat naf
wa asaluka
qurata ainin ainin
laqatil
masyaallah sudah hafal jangan lupa
dibaca demikian saja kajian kita
subhanakallah wabihamdik asadu
alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh