Transcript
TLCO-vCMV_o • Syarah Doa-Doa Pilihan #22: Doa Sebelum Salam (Bagian-3) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2624_TLCO-vCMV_o.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih membahas tentang doa-doa sebelum salam. Dan saya berharap kita berusaha menghafal doa-doa tersebut dan kita biasakan membacakannya. Membaca doa tersebut sebelum salam. Terutama ketika kita salat sendiri ya. Karena kalau kita jadi imam mungkin kepanjangan, kalau jadi makmum mungkin kepanjangan. Tapi kalau kita lagi salat sendiri, baik salat sunah maupun salat fardu, hendaknya kita baca doa-doa tersebut. tersebut banyak ya mungkin ada 10-an ya atau lebih daripada lima. Kita bisa variasi atau kita mau baca semuanya juga boleh dan doa-doanya adalah sangat indah dan kita tahu doa yang terbaik adalah doa yang dipanjatkan dalam salat ya karena seorang sedang connecting dengan Allah subhanahu wa taala. Terlebih lagi doa tersebut dipanjatkan di penghujung di penghujung salat ya sebelum dia ee memutuskan connecting dengan Allah Subhanahu wa taala yaitu sebelum sebelum salam. Seakan-akan seluruh salat yang dia lakukan adalah pengantar untuk di penghujung dia meminta kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan pada kesempatan kali ini kita akan bacakan atau kita akan sampaikan doa yang cukup panjang yang diriwayatkan dari Ammar bin Yasir radhiallahu taala anhu. Saya bacakan ee dari Said bin Malik. Dia berkata, "Sa bina Ammar ibnu Yasir shatan faajuaza fiha." Amar bin Yasir mengimami kami. Amar bin Yasir sahabat yang mulia ya ee radhiallahu taala anhuma. Dia salat mengimami kami. Faujaza fiha. Kemudian dia salatnya ringkas atau cepat menurut jemah cepat. Faq lahu baul laqafta. Sebagian orang mengatakan, "Wahai Amar, kau telah meringankan salat itu salatmu singkat. salatmu singkat dalam riwayat fakaanahum ankaruha seakan-akan mereka mengingkari kok Amar salatnya cepat ini kenapa karena mereka biasa salat panjang-panjang kalau kita balik yang panjang kita ingkari kenapa lama ini dulu mereka salat di zaman tabiin biasanya lama ketika Amr bin Yasir salatnya agak cepat mereka protes kata mereka kenapa engkau salat cepat Maka Amar berkata, "Alamamukjud, bukankah aku telah menyempurnakan rukuk dan sujud itu? Apakah ada yang salah? Rukukku kurang terlalu cepat, sujudku mungkin kurang sempurna." Q bala kata mereka, "Tentu sempurna ya Ammar. Tidak ada yang kurang tapi menurut mereka masih cepat." Maka beliau berkata, "Amma anni dautu fiha biduain kan Nabi sallallahu alaihi wasallam yadu bihi." Kalian menganggap cepat. Padahal dalam salat tersebut saya baca doa ini, doanya cukup panjang. Jadi salat yang aku lakukan yang kalian anggap cepat tersebut, aku pun sempat membaca doa nabi yang panjang. Ya, dalam riwayat yang lain eh dalam ama alalika faqadutu fiha bidawatin samuhunna min rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Saya pun dalam salat tersebut saya sudah membaca doa-doa yang saya pernah dengar. dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya bacakan dalam salat saya yang kalian anggap cepat tersebut. Wahua abi. Ketika eh Amar pergi maka ada seorang mengikutinya. Fasahan doa. Maka dia bertanya, "Doa apa yang kau baca dalam salat tadi?" Maka Amar pun mengabarkan doa yang dia baca. Doanya sebagaimana yang kita tuliskan. Allahumma biilmikal gaib. Ya Allah dengan ilmumu terhadap yang gaib. Wa qudratika alal khalq dan kekuasaanmu terhadap makhlukmu. Ahyini ma alimtal hayata khairon li. Hidupkanlah aku jika engkau tahu hidupku lebih baik bagiku. Watwa idimal wafatahair wafatkanlah aku jika engkau mengetahui bahwa wafat lebih baik bagiku. Allahum inyahadah. Ya Allah, aku mohon kepada Engkau untuk takut kepadamu dalam kondisi bersendirian atau di hadapan orang lain. Dan aku mohon bisa mengucapkan kalimat yang benar dalam kondisi marah maupun dalam kondisi senang. Asalukalqda walqar. Aku mohon kondisi tengah dalam kondisi kaya maupun dalam kondisi miskin. Aku mohon kepada engkau kenikmatan yang tidak akan sirna. Dan aku mohon kepada engkau kebahagiaan yang tiada terputus. Aku mohon bisa rid atas takdirmu, setelah takdirmu, keputusanmu. Aku mohon kehidupan yang dingin setelah wafat. Aku mohon kelezatan memandang wajahmuqik dan kerinduan untuk bertemu denganmuir mudir tanpa dalam kondisi mudarat yang memberikan mudarat kepadaku. Wala fitnatin mudillah bukan pula pada kondisi fitnah yang menyesatkan. Allahumina bizil iman. Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan keimanan walna hudatan muhtadin. Dan jadikanlah kami orang-orang yang bisa memberi petunjuk dan juga berjalan di atas petunjuk. Doanya panjang. Coba Ibu hafal. Allah dan seterusnya. Jadi berusaha dihafal. Ada empat apa namanya? Empat baris. Insyaallah dihafal-hafal nanti kalau dibaca dalam salat sungguh indah. Tentunya Ammar bin Yasir berkata, "Dia baca doa ini ketika sedang salat." Sebagian ulama memandang cuma dua kemungkinan. Dia baca ketika sujud atau ketika sebelum sa salam. Jadi boleh kita baca ketika sujud dengan doa ini dan boleh kita juga baca ketika mau sa salam. Karena Amar bin Yasir ee mengimami para jemaah dan baca doa ini dan dia dan dia tidak baca dalam kondisi qunut karena mereka tidak dengar doa ini. Dia sedang baca sendirian ya. Sehingga cuma dua kemungkinan, dia baca ketika sujud atau dia baca sebelum salam. Tib. Dan ini hadis ini menunjukkan bagaimana para salaf dahulu mereka tidak suka salat cepat-cepat. Dan Amr bin Yasir mungkin sesekali itu salat agak cepat, biasanya juga agak lama ya. Namun dia tetap menjaga kesempurnaan salatnya. Maka dia mengatakan, "Alam utimar ruku was sujud." Bukankah aku telah menyempurnakan ruku dan sujudku? Kata mereka, "Bala tentu itu pun yang kalian bilang cepat. Toh aku sempat membaca doa yang aku dengar langsung dari Nabi sallallahu alaihi wasallam." Dan sebagaimana kita pernah sampaikan kisah para sahabat ketika salat malam di musim di bulan Ramadan salat tarawih. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam salat dengan bacaan yang panjang sampai lewat setengah malam. Hatta dahahaba syatrul lail sampai telah pergi setengah malam. Setelah itu Rasul sahu alaihi wasallam menyelesaikan salatnya. Maka sebagian sahabat minta dilanjutkan. Kata sebagian sahabat, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau kau lanjutkan lagi sampai sahur, sampai subuh?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sudah cukup ya." Kata Rasul wasallam, "Man imam kutibahu qiamulilah." Siapa yang salat sama imam, salat tarawih sampai selesai, dicatat baginya pahala salat semalam suntuk. Tetapi menjadi perhatian kita para sahabat minta tambah salat. Ibarat kalau kita imam sudah salat sampai jam . selesai, kita bilang alhamdulillah akhirnya selesai. Tapi para sahabat subhanallah Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah selesai mereka masih minta tambahan. Seperti dalam kisah ini, Ammar bin Yasir salat radhiallahu anhu radhiallahu anhuma salat dengan salat yang mungkin ya sesekali dianggap singkat. Maka mereka protes, "Kenapa salat singkat?" Maka Amar mengatakan, "Saya singkat pun saya sudah menyempurnakan rukuk dan sujud dan saya pun sempat membaca doa yang Nabi ajarkan ini. Saya dengar langsung dari Nabi dan dibaca dalam salat." Tib kita jelaskan. Pertama di sini Nabi doa tersebut dibuka dengan tawasul ya. Allahumma Allahumma biilmilkal ghaib. Ini tawasul. Ya Allah aku bertawasul dengan ilmumu terhadap yang gaib. Jadi aku bertawasul dengan ilmumu terhadap yang gaib. Ya Allah, aku bertawasul dengan ilmumu terhadap yang gaib. Kita tahu ee karena yang tahu gaib cuma siapa? Allah Subhanahu wa taala. Sehingga kita bertawasul dengan yang merupakan kekhususan Allah. Ya, yalamu man fis samawati wal ardhi gaiba illallah. Katakanlah, tidak ada di langit dan di bumi yang tahu tentang gaib kecuali Allah subhanahu wa taala. Nabi pun tidak tahu hal yang yang gaib. Wau kuntu alam gaibaartu minalhair. Katakanlah wahai Muhammad kalau aku tahu gaib tentu aku akan banyak melakukan kebajikan wani dan aku tidak ditimpa dengan kemudaratan. In ana illa basyiru waadir liqu yminun. Aku hanyalah pemberi peringatan, pemberi kabar gembira kepada orang yang beriman. Nabi tidak tahu ilmu gaib sebagaimana sering kita kita bahas. Kalung istrinya saja hilang, dia tidak tahu di mana. Ya. Ketika Aisyah dituduh berzina pun dia tidak tahu benar atau tidak. Sampai turun firman Allah dalam surah Annur setelah sebulan baru Allah kasih tahu bahwasanya Aisyah tidak berzina. Intinya Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak tahu ilmu gaib kecuali kalau Allah kasih tahu. Allah kasih tahu sebagian ilmu gaib kepada para nabi sebagai bukti bahwasanya mereka adalah utusan Allah. Tapi secara umum nabi tidak tahu ilmu gaib. Oleh karenanya kita bertawasul dengan kekhususan Allah, kita mengatakan Allahumma biilmil ghaib. Ya Allah biilmikal ghaib. Biilmika alghaib. Ya Allah biilmikal gaiba. dengan ilmumu terhadap yang gaib aku bertawasul. Kita tahu di antara di antara adab dalam berdoa adalah bertawasul dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah. Ini bertawasul dengan nama atau dengan sifat? Dengan apa? Nama atau sifat? Sifat. Sifat Allah. Yaitu bertawasul dengan sifat Allah. Sifat Allah di antaranya mengetahui ilmu gaib. Wa qudratika alal khalq. Wa qudratika alal khalqi. Dan kekuasaanmu terhadap makhluk. Yaitu seluruh makhluk tidak ada yang keluar dari kekuasaanmu. Tidak ada yang makhluk yang bisa bertindak tanpa persetujuanmu. Tidak ada yang terjadi tanpa seizinmu. Semua perkara yang terjadi baik atau buruk semuanya dengan izin Allah Subhanahu wa taala. Semuanya dengan kehendak Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada yang keluar dari kehendak Allah Subhanahu wa taala. Engkau menguasai seluruh makhlukmu. Ya, makanya ketika Nabi Hud alaihi salam diancam oleh kaumnya, kaum Ad. Dan kaum Adalah kaum yang sangat kuat, terkenal kekuatannya. Para ulama khilaf berapa tinggi dari kaum Ad. Tapi ee wazadakum fil khalqi bastah. Allah tambah tubuh mereka lebih besar daripada kaum Nabi Nuh. Kita tahu kaum Ad keturunan Nabi Nuh ya. Waduru jaalakum khulafaa min ba'di kaumi Nuhin waadakum fil khqi bast. Dan ingatlah wahai kaum Ad ya ketika kami menjadikan kalian sebagai pengganti penerus dari kaum Nabi Nuh. Bedanya wazadakum fil khqil bas. Bedanya Allah tambah besarnya tubuh kalian dibanding kaum Nuh. Para ulama khilaf berapa tinggi kaum Ad tapi mereka besar. disebut oleh tafsir kalau kaum Ad pengin ganggu kampung lain cuma kirim satu orang aja tuh hancurin enggak usah banyak-banyak karena sangat kuat tetapi ketika mereka mengancam Nabi Hud ya inna illa bau alihat menurut kami telah menimpa kepada engkau wahai Hud kau kualat ya dari sebab dari sebagian Tuhan Tuhan-tuhan kami, yaitu gara-gara kau tidak mengikuti ajaran kami, maka kau kualat terkena keburukan dari sebagian tuhan-tuhan kami. Maka di situ mereka ngancam. Maka Nabi Hud berkata, "Qini usidullahu anni mimruna minunih jamianirun inni tawakaltuahikum minatin huaha inqim." Kata Nabi Nuh, "Saya berlepas diri dari seluruh yang kalian sembah. Dari tuhan-tuhan kalian, dari berhala-berhala kalian, dari dewa-dewa kalian. Saya berlepas diri." Kemudian kata Nabi Hud, "Faqiduni jamian." Kalian seluruhnya bikinlah makar keburukan kepadaku. Seluruhnya tma la tunzirun. Gak usah, gak usah tunda-tunda. Kalian jago-jagoan, pengin bikin buruk kepada saya, silakan. Bersatu padulah kalian jamian seluruhnya bikin makar buat keburukan kepadaku. Ajak tuhan-tuhan kalian la tunzirun. Dan jangan tunda-tunda. Apa kata Nabi Hud? Inni tawakaltu alallahi waabbikum. Aku bertawakal kepada Allah rabbu dan rab kalian. Ma minabbatin hua akid bintiha. Tidak ada satu makhluk pun, hewan pun, manusia pun yang melata, berjalan atas muka bumi kecuali Allah memegang ubun-ubunnya. Yaitu Nabi Hud mengatakan semuanya kalian di bawah kekuasaan siapa? Allah. Dan ini di kalau orang bertanya apa mukjizat Nabi Hud? Para ulama menjelaskan mukjizat Nabi Hud di sinilah bukan mukjizat Nabi Hud bukan seperti Nabi Musa tongkat jadi ular atau unta seperti untanya Nabi Saleh. Gak. Mukjizatnya adalah dia sendirian. Dia menantang kaumnya yang jagoan semuanya tapi mereka tidak bisa menyakitinya. Padahal kalau lihat secara kasat mata Hud bakalan mati. Tetapi Hud bertawakal, dia berkata, "Main dainatiha, tidak ada satu makhluk pun kecuali Allah yang memegang apa? Ubun-ubunnya di bawah kekuasaan Allah. Aku bertawakal kepada Allah." Maka dia pun selamat. Inilah mukjizat Nabi Nabi Hud. Maksud saya ketika kita bertawasul wa qudratika alal khalq dan aku bertawasul dengan sifatmu yaitu engkau berkuasa atas seluruh makhluk semua di bawah kekuasaan Allah. Allah yang mengatur langit dan bumi. Wasi kursius samawati wal ard w yaudu hifzuhuma. Allah tidak memberatkan baginya untuk menjaga langit dan bumi. Langit dan bumi siapa yang jaga? Allah subhanahu wa taala. Dalam setiap hari Allah dalam urusan ngurus ini, ngurus anak, atur sana, atur sini. Allah Subhanahu wa taala dan tidak sulit baginya untuk mengatur segalanya. Tidak ada yang keluar dari kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Dan ini tawasul dengan maha kuasa Allah atas seluruh makhluknya. Wa qudratika alal khalq. Kemudian ini setelah tawasul sama, ini tawasul juga sama bertawasul dengan sifatsifat ilmu dan sifat apa? Qud qudrah ilmu dan sifat apa? Kdrah. Kita boleh berdoa dengan tawasul dengan sifat Allah. Setelah itu baru permintaan. Ini permintaan. Ini permintaan. Permohonan apa? Permohonan. Ahy maimir ya Allah hidupkanlah aku jika Engkau tahu hidup lebih baik bagiku. alimtal wafir wafatkanlah aku jika engkau tahu wafat lebih baik bagiku. Dan ini terkait dengan apa yang ditawasulkan. Coba perhatikan. Bukankah masalah kita baik hidup atau lebih baik mati ini hal gaib? Gaib atau tidak? Ibu-ibu tahu mana yang lebih baik? Hidup atau mati? Enggak tahu. Yang tahu cuma siapa? Allah. Maka ini terkait dengan hal gaib. Kemudian yang bisa mematikan dan menghidupkan juga siapa? Allah. Karena kita dibawa kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Maksud saya tawasulnya pas dengan permohonannya. Nabi bertawasul dengan sifat ilmu gaib Allah dan bertawasul dengan kudrah Allah. Permintaannya, "Kalau kau tahu, aku lebih baik hidup, hidupkan aku. Kalau engkau tahu aku lebih baik mati, baik matikan. Matikan aku." Ya, yang tahu lebih baik itu ilmu gaib. Yang tahu cuma siapa? Allah. Yang bisa menghidupkan dan mematikan juga siapa? Allah. Karena itu kudrah Allah Subhanahu wa taala. Maka dari sini kita tahu munasabah keterkaitan antara tawasulnya Nabi dengan sifat ilmu dan sifat qudrah dengan permohonan yang dimohon. Secara umum seorang tidak boleh minta mati gara-gara mudarat yang sedang dia alami. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La yatamanna ahadukum alutrin nazala bihi." Janganlah salah seorang dari kalian minta mati gara-gara kemudaratan yang dia alami. Sakit atau karena kesedihan yang luar biasa. Kemudian dia bilang, "Ya Allah, matikan aku." Kata Rasulullah, "Jangan sekali-sekali minta mati." Kenapa dia tidak tahu? Bisa jadi kehidupannya itu akan menambah kedudukannya di akhirat. mukmin dan seorang mukmin secara umum secara umum hukum asal kalau dia orang baik-baik saja tidak usah saleh-saleh banget dia sedang-sedang saja maka semakin bertambah umurnya semakin baik di sisi Allah kenapa karena dalam aturan hitungan Allah seorang mukmin kalau melakukan kebaikan sekali dihitung berapa dihitung berapa 10 minimal kemudian bisa jadi 700 kali lipat bisa lebih daripada itu. Tapi kalau dia maksiat hitung berapa? Hitung satu. Taruhlah setiap hari dia maksiat sekali sama dia maksiat sekali sama berbuat baik sekali. Hitungannya tetap lebih banyak apa? Kebaikan. Saya tidak suruh ngajarin maksiat ya. Enggak maksudnya hitung-it biar seimbang. Enggak. Gak. Mau saya secara perhitungan orang kalau hidup dia tetap menguntungkan. Taruh dia maksiat lima kali dia berbuat baik sekali tetap masih untung dia berbuat baik. Karena berbuat baik dilipat gandakan 10 minimal bisa jadi 700 kali. Jadi secara perhitungan lebih baik dia hidup. Kalau dia biasa-biasa kecuali tukang maksiat, tukang zina, itu lain lagi. Mending dia mati. Mending dia mati. Tapi kalau dia biasa-biasa saja, apalagi orang saleh, maka jangan dia minta mati. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, jangan seorang mukmin jangan minta mati. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, kirunas orang yang terbaik. Man tha umur wun amaluhu. Orang yang terbaik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Wasyarunas. Dan orang terbaik, yang terburuk adalah man umruhu wasa amaluhu. Orang yang panjang umur tapi amalnya buruk itu orang terburuk ya. Tapi kalau baik maka lebih baik hidup daripada mati. Maka jangan seorang minta mati. Kata Nabi, "Kalau memang kau harus minta mati maka doalah dengan doa Allahumma ahyini inatil hayatu khairon liwa intil wafatuir." Kalau memang kau ragu mati atau tidak, maka berilah serahkanlah keputusan kepada Allah dengan doa, "Ya Allah, hidupkanlah aku jika baik bagiku kehidupan tersebut dan wafatkanlah aku jika wafat lebih baik bagiku." Para ulama mengatakan, "Tidak boleh minta mati kecuali dalam satu kondisi dia atau dua kondisi. Pertama, dia ingin mati syahid. Yang kedua, dia ingin selamat daripada fitnah yang bisa menggoncang imannya. Nah, ini boleh seperti para sahabat yang ingin mati syahid masuk dalam pertempuran ingin mati supaya mati syahid dalam apa pertemuan boleh dia minta mati supaya matinya mati mulia yaitu mati syahid ya dan ini dilakukan oleh para sahabat ketika mereka tahu jihad mereka siap-siap berperang habis-habisan tapi mereka ingin mati mati syahid ini tidak mengapa supaya dapat mati syahid ya seperti juga sebagian sahabat ketika kena taun taun itu luka wabah yang kemudian sampai bentol-bentol kemudian kelan keluar darah lebih jauh lebih dahsyat daripada corona. Maka sebagian sahabat minta ingin meninggal karena mereka tahu orang yang mati taun mati sya syahid sehingga mereka ingin mati syahid. Mereka minta mati dengan penyakit tersebut bukan karena tidak kuat atau menolak keputusan Allah. Yang Rasulullah larang itu orang ingin mati karena tidak kuat dengan keputusan Allah. Maka rasulam mengatakan, "Laamanana ahadun ahadunil mautrin nazala bihi." Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minta mati gara-gara kemudaratan yang menimpanya. Dia sakit, dia enggak kuat. Ya Allah matikan saya enggak kuat, ya Allah. Ini enggak boleh. Miskin setengah miskin, "Ya Allah, hutang saya banyak, ya Allah, mending saya mati. Malu ketemu orang." Nah, ini enggak boleh. Ya Allah, pinjol-pinjol pengin mati, Allah gak boleh. Malu ketemu. Ini enggak boleh. Ini namanya dia kena ujian. Dia harus sabar. Dia tidak boleh minta mati. Sabar. Ada orang ee suaminya mati. Ya Allah, saya pengin mati bersama suami saya. Pada kalau istrinya yang mati, suaminya enggak begitu. Padahal [tertawa] tapi sebagai wanita luar biasa sayang sama suaminya ya. Suaminya mati, dia pengin juga ma mati. Oleh karenanya seperti itu tidak boleh karena menunjukkan dia tidak menerima takdir Allah Subhanahu wa taala. Menunjukkan dia tidak sabar. Tapi boleh kita minta mati juga karena takut fitnah. Seperti takut agama kita berubah di depan banyak fitnah. Ya Allah daripada saya terkena fitnah bisa merubah agama saya, mending saya meninggal meninggal dunia. Itu boleh dilakukan juga oleh sebagian sebagian orang. Ya, seperti Maryam ketika diuji maka dia mengatakan, "Ya laitani mittu qobla wauntu nas mansiah." Seandainya saya meninggal sebelum ini dan saya menjadi orang terlupakan ya karena berat ujian yang dihadapi. Dia takut fitnah luar biasa ya. karena dia wanita yang salehah. Tahu-tahu hamil tidak punya suami. Tahu-tahu hamil punya tidak punya suami. Tapi intinya ikhwan dan akhwat kalau kita dalam kondisi sangat berat, kita takut bisakah kita menjalini kehidupan ini, maka jangan minta mati. Kalau memang paling parah kita doa dengan doa ini, Allahumma ahyini inti alyatuir liwaani alim wafir ya Allah hidupkanlah aku kalau memang hidup baik bagiku dan wafatkanlah aku jika memang wafat itu baik baik bagiku. Enggak tahu seorang ternyata setelah itu dia hidup panjang eh hidup umur panjang kemudian dia beramal saleh gak tahu ternyata setelah itu dia sembuh kemudian melakukan banyak amal saleh sampai Saad bin A B Waqqas. Saad bin Waqqas ketika di Makkah hijr waktu fatu Makkah dia sakit dan dia menyangka dia bakalan mati maka dia berwasiat untuk bersedekah dengan setengah hartanya atau dua per3a hartanya dia pikir dia punya anak itu cuma perempuan satu orang kalau enggak salah saya punya anak pokoknya sedikit anaknya satu atau berapa orang kemudian dia bilang saya Rasulullah saya ingin berwasiat dengan dua per3a hartak Rasulullah kebanyakan setengah kata kata Rasulullah kebanyakan kata di wasus sepertiga kata Rasulullah Dan sepertiga itu pun sudah banyak. Kalau bisa wasiat kurang dari sepertiga. Tapi kalau mau maksimal maka maksimal cuma sepertiga. Kenapa? Dia menyangka dia bakalan meninggal. Dan dia sedih saat bin Abi Waqqas terkena penyakit. Ternyata setelah itu dia hidup. Ternyata dia punya anak banyak. Ternyata dia ikut peperangan, peperangan, peperangan sampai dia mengalahkan Persia di zaman Umar bin Khattab di Ma'raqattil Qadisiyah. Ternyata orang yang sangat hebat. sangka mati ternyata umur panjang. Oleh karena jangan kita minta mati ya meskipun hutang belum lunas jangan minta mati. Masih kesempatan berdoa, beribadah, masih bisa baca Quran, sudah mati enggak bisa apa-apa. Mati enggak bisa apa-apa. Maka seorang kalaupun sudah sangat parah, bingung hidup atau mati, maka serahkanlah keputusan kepada Allah dengan berdoa. Ya Allah, kalau memang mati baik bagiku, matikan aku. Kalau memang hidup baik bagiku, hidupkan aku. Karena kalau kita meninggal, kita sudah tidak lagi bisa beramal beramal saleh. Sekarang masih hidup satu tasbih, bermanfaat, subhanallah, bermanfaat, alhamdulillah ada hasilnya di akhirat untuk kehidupan berikutnya bab doa berikutnya. Allahumma inni asaluka khaka gaib syahadah. khasyah. Ada yang mengatakan khasyiah itu maknanya adalah khasyiah adalah rasa takut disertai ilmu. Khasiah yaitu takut sertai ilmu tentang yang ditakuti. Yaitu kita bilang, "Saya minta takut kepada Engkau ya Allah karena saya tahu bagaimana kemahakuasaan Engkau ya Allah. Bagaimana Engkau Maha Penyayang tapi Engkau juga syadidul iqab. Hukumanmu sangat dahsyat. Surgamu sangat indah, tapi nerakamu sangat mengerikan." Ya, bagaimana keagungan Allah Subhanahu wa taala? Luar biasa. Sehingga minta kepada Allah agar takut kepada Allah subhanahu wa taala. Dan takut kepada Allah ibadah. Innalladzina hum min khasyati rbihim musyfiquun. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya. Walladina biayibihim yminun walladina hum birabbihim la yusrikun. Dan orang-orang yang takut kepada Allah dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah. Ini ciri-ciri penghuni surga. Di antaranya takut kepada Allah subhanahu wa taala. Seperti penghuni surga ketika saling bertanya di antara mereka. Q inna kunna qi ahlina musfiin. Kami dahulu di tengah-tengah keluarga kami, kami takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan kita minta takut kepada Allah fil gaibi wasyahadah ketika bersendirian atau ketika di hadapan orang lain. Nah, ini yang perlu di zaman sekarang. Bagaimana rasa takut dalam kesendirian? Karena manusia ketika sendiri setan menggodanya sehingga rasa takutnya pun hilang karena tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang perlu dia maluin sehingga rasa takutnya hilang dari Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah memuji orang-orang yang takut kepada Allah dalam kesendirian. Allah berfirman ya tentang innalladina yaksyaunbahum bil gaibi lahum magfiratun wa ajrun kabir kata Allah subhanahu wa taala eh surat almuluk innalladina yaksyaahum bil ghaib suungguhnya orang-orang yang takut kepada rab mereka dalam kesendirian apa pahalanya lahum magfiratun bagi merekaan Allah wa ajrun kabir dan pahala yang besar Kenapa? Karena ternyata inilah keikhlasan, inilah ketakutan yang sungguhnya. Meskipun enggak ada yang lihat, tetapi dia takut kepada Allah. Ketahuilah bahwasanya ujian besar bagi seorang jika terkumpulkan dua perkara, yaitu tidak ada yang lihat. Yang kedua, mudah untuk diakses maksiat tersebut. Kapan terkumpul pada seorang dua sebab ini tidak ada yang lihat dan mudah mengakses maksiat tersebut maka sesungguhnya dia sedang di diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Yaina amanakumukum. Kata Allah kepada para sahabat, "Wahai orang-orang yang beriman, sungguh kami akan menguji kalian ketika kalian sedang umrah, tidak boleh berburu dengan hewan buruan yang kalian mudah menangkap dan kalian mudah panah." Buat apa liamallahuak bilaib? Agar Allah tahu siapa di antara kalian yang takut kepada Allah ketika sedang tidak ada yang lihat. Jadi para sahabat ketika umrah mereka kelaparan dan dalam umrah ya aina amanu laqtida waum. Kalau kalian sedang berumrah maka kalian tidak boleh berburuk. Tiba-tiba hewan-hewan tersebut di depan mereka yang liar-liar tahu-tahu jinat siap menyerahkan diri. Waduh ini lagi lapar. menyerahkan diri. Ah, mereka sadar bahwasanya mereka sedang diuji. Ternyata para sahabat lulus ujian. Mereka tidak ada yang berani menangkap satu ekor hewan pun meskipun dalam kondisi lapar. Karena mereka takut kepada Allah meskipun tidak ada yang melihat. Ini para sahabat. Oleh karenanya Rasul sahu al wasallam menyebutkan tentang orang-orang yang hebat ketika di antaranya seorang lelaki rajulun inah seorang lelaki yang diuji oleh wanita yang cantik jilid dan kaya raya diajak berzina tidak ada yang tahu maka dia berkata inni akhafulah saya takut kepada Allah subhanahu wa taala rasulah Allah juga sebutkan tentang kisah Nabi Yusuf alaihi salam yang dirayu oleh Zulaikha atau Imratul Aziz yang cantik jelita wqatil abwab semua pintu itu sudah ditutup, tidak ada yang lihat tapi dia takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang berusaha takut kepada Allah ketika dia sedang bersendirian kemudian datang godaan menggoda maka dia bilang azubillahiminasyaitanirrajim. Innalladinaqau idahum thifum minitakaru faubsirun. Kata Allah subhanahu wa taala ciri-ciri orang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang bertakwa jika datang bisikan-bisikan setan, maka mereka pun ingat lagi sendirian. Tiba-tiba datang setan ini ini ini. Ah, mulai dia rasa syahwatnya mulai bergejolak. Dia mulai pikirannya enggak macam-macam. Segera dia bilang, "Azubillahiminasyaitanirrajim." Ya, orang misalnya pergi ke luar negeri, masuk hotel, jauh dari istri, jauh dari anak-anak. Tahu-tahu ada cewek yang ketuk pintu. Ah, ini godaan. Godaan ya. Makanya ngeri ketika bersendirian tidak ada yang tahu. Maka seorang berlindung kepada Allah Subhanahu wa taala. Sesungguhnya dia sedang digoda oleh Allah Subhanahu wa taala. Dia sedang digoda oleh Allah subhanahu wa taala. Dan siapa yang bisa berhasil takut kepada Allah tatkala bersendirian? dapat ampunan dan juga ganjaran yang besar. Ya kata Allah jannatu lilutta baid huna awabin manah bilqin mun kata Allah. Maka di hari kiamat kelak surga didekatkan, didekatkan kepada orang-orang beriman. Siapa yang surga didekatkan kepada siapa? Kata Allah, "Man khasyar rahmana bil ghaib." Yaitu orang yang takut kepada Allah tatkala bersendirian. Di antara ganjarannya ketika mereka di akhirat, surga didekatkan kepada orang ini. Kenapa? Waktu dia di dunia dia takut kepada Allah tatkala bersendirian. Ini saya bilang doa ini sangat penting di zaman sekarang. Baik laki-laki maupun ibu-ibu maupun akhwat. Kalau lagi sendirian tahu-tahu nonton Korea, lagi sendirian tahu-tahu nonton yang enggak-enggak. Ya hati-hati ya. Lagi sendirian tahu-tahu murajaah lagu, dengar lagu-lagu lama ya. Saya pernah ya semua orang bisa terjatuh. Cuma saya pernah jalan sama kawan safari dakwah dari kota ke kota ke kota. Suatu hari kita mampir dia menjauh, "Ke mana kawan saya ini?" Ternyata saya cari-cari ternyata dia lagi melepaskan nyanyian satu lagu selesai. Alhamdulillah bukan satu album cuma satu lagu. Mumpung ustaz enggak ada mau lepasin. Jadi maksudnya semua orang bisa terjatuh maka ingat setan menggoda. Kalau setan menggoda dan kita mulai tertarik segera bilang azubillahim minasyaitanirrajim. Allah berfirman waliman khafa maqabbihi jannatan. Bagi orang yang takut kepada Allah dia dapat dua surga. Kata para salaf, atas seb ulama ini dia ketika hendak bermaksiat tidak ada orang dia ingat Allah maka dia tidak jadi melakukannya. Bagi dia dua surga. Kalau takut di hadapan banyak orang ya mungkin orang biasa. Tapi yang menakjubkan, takut kepada Allah tatkala sedang bersendirian. Kemudian wasaluka kalimatal haqqi fil warid. Aku mohon kalimat yang benar ketika algab rid. Berkata yang benar ketika marah dan rida. Ini ada dua tafsiran. Yang pertama ketika aku marah dan aku senang. Yang kedua, ketika orang-orang marah dan orang-orang senang. Ini dua tafsiran. Maksudnya seorang ketika dia sedang senang atau sedang marah, dia tetap mengontrol lisannya. Betapa banyak orang dia cerdas, orang yang berwibawa. Ketika dia marah, dia ngomong seenaknya. Maka seorang kalau sedang marah, hati-hati jangan ngomong, jangan komentar, jangan ngetik, jangan bertindak. Rasul sahu alaih wasallam mengatakan, "qiba ahadukum falyaskut." Kalau seorang sedang marah diam, kenapa dia tidak mampu untuk mengontrol pembicaraannya? meskipun dia orang pintar, orang beribawa, kalau dia sudah marah, dia komentar, kelihatan orang ini jadi kayak orang bahlul karena dia keluar daripada asalnya. Dia tidak bisa mengontrol pembicaranya sehingga dia ngomongnya ngawur, bicaranya enggak benar. Ya, makanya hakim kalau memutuskan hukuman dalam kondisi marah-marah tidak diterima karena biasanya dia emosi. Misalnya lagi hukum kasih hukuman, tahu-tahu terdakwa bilang hakim ente tidak adil, ente memang penjilat ente. Ya sudah langsung di kamu saya hukum 100 tahun. Mungkin saking dia jengkelnya. Maka tidak boleh. Maka seorang kalau marah diam. Kalaupun dia harus berbicara, dia berusaha tetap mengucapkan kata-kata yang hak. Jadi dia harus mengontrol dirinya dan ini susah. Maka kita minta kepada Allah, tidak mudah seorang dalam kondisi marah bisa berkata-kata yang hak terhadap istrinya, terhadap anaknya, terhadap tetangganya, terhadap kawannya, terhadap lawannya. Orang kalau emosi dia berbuat curang ketika sedang berjidal, berdebat, bersengketa, maka dia berbuat curang. Bagaimana bisa mengucapkan kata-kata yang enggak benar yang penting musuhnya kalah. Ini manusiawi. Oleh karena minta kepada Allah meskipun sedang emosi tetap bisa berkata-kata yang benar. Ya. Dan juga ketika sedang senang juga bisa menilai dengan benar ya. Jangan menilai berlebih-lebihan meskipun kita sedang senang ya. harus tetap mengucapkan kata-kata yang benar. Misalnya teman kita kasih kita hadiah, kita terima, ternyata teman kita yang kasih ini bermasalah. Ada yang tanya, "Eh, Fulan, gimana dengan kawanmu? Masalahnya kita baru dapat hadiah, kita, oh baik, baik, baik." Padahal kita tahu dia enggak baik. Ya, maka meskipun kita senang diberi hadiah sama dia, tetap kita mengucapkan kata-kata yang hak. Karena setiap perkataan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa taala. ini terkait dengan kita. Jadi ketika marah, ketika senang harus bisa mengucapkan kata yang baik. Kalau tidak bisa maka hendaknya diam. Hendaknya diam. Penafsiran kedua terkait dengan orang-orang. Betapa banyak orang orang-orang ketika dia takut dijauhi oleh masyarakat maka dia pun demi karena demi followers atau demi audiens maka dia tidak berani mengucapkan kata-kata yang hak. Gak berani atau bila perlu dia rubah. Apa hukum musik? Dia tahu hukum musik haram, tapi bilang ee musik ya ada khilaf. Ada ada yang bilang, ada yang bilang boleh, ada yang bilang enggak boleh. Terus, Ustaz, ya begitu memang ada khilaf. Dia enggak berani bilang haram. Takut dia enggak berani bilang apa? Haram. Padahal dia tahu hukumnya haram. Ini namanya dia takut sehingga dia tidak berani mengucapkan yang hak. Dan banyak orang seperti ini tidak ber saya pernah nonton klip ada seorang orang dikatakan alim lah ditanya tentang hukum Kpop. Dia enggak berani jawab. Enggak berani jawab. Gimana orang finta e Kpop? Ya ya ya enggak enggak ada jawaban. Enggak ada jawaban. Kenapa takut masalah? Ini yang kaki kita terjebak seperti ini. Enggak bisa enggak berani bilang apa? Haram. Padahal semua orang tahu itu haram. Gimana kipas perempuan buka aurat nyanyi-nyanyi musik-musik. Siapa yang bilang halal? Gak ada yang bilang halal. Yang bilang musik halal pun bilang itu haram karena terbuka apa? Aurat. Tapi enggak berani bilang hukumnya apa? Haram. Karena tampil di depan masa. Ya sudah. Ini enggak berani mengucapkan kata-kata yang hak karena takut orang-orang ma marah. Takut orang marah. Seperti ada juga saya lihat juga seorang dai karena dia sedang dipermasalahkan gara-gara dia mengucapkan kata-kata yang salah maka dia ingin mengambil hati orang-orang nonmuslim. Maka dia ceramah di hadapan nonmuslim kemudian dia mengatakan, "Wah, dulu juga seakan-akan bahwasanya mereka di atas kebenaran juga." Enggak boleh seperti ini. Enggak boleh. Gak boleh kita mengesankan mereka kita benar, mereka juga benar. Gak boleh. Itu namanya liberal. Padahal kita tahu mereka tidak di atas kebenaran. Ya, kalau enggak gak usah bahas masalah itu bahasa yang lain. Adapun mengesankan bahwasanya mereka juga benar ini takut takut mengucapkan kata-kata yang yang hak. Ya, tetap Islam tauhid selain Islam adalah musyrik, enggak berani. Ini mengerikan. Oleh karenanya terkadang seorang takut mengucapkan yang hak karena takut manusia. Takut manusia ya. Maka seorang berusaha tetap bisa mengucapkan kata-kata yang hak meskipun orang-orang marah. Dalam riwayat yang lain ada doanya walimatal iklasi firda wal ghadab. Jadi ini dalam riwayat ini, asaluka kalimatal haq, perkataan hak. Dalam riwayat yang lain yaitu kalimat al-ikhlas, yaitu keikhlasan dalam kondisi maupun marah maupun dalam kondisi rida. Hati-hati seorang tetap mencari, tetap ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala dalam berbuat. Apakah orang-orang sedang marah atau orang sedang senang, dia tetap connectingi dengan Allah. Saya mencari perhatian Allah. Saya ikhlas karena Allah subhanahu wa taala. Jangan sampai dia akhirnya berubah mencari keridaan manusia. Ya. Kemudian was'aluka alqasda fil faqr. Aku mohon kondisi tengah dalam keyakinan, dalam kekayaan, maupun kemiskinan. Di sini minta kondisi tengah. Apa maksudnya kondisi tengah? Dua tafsiran. Tafsiran pertama mengatakan yaitu minta alkafaf. Alkaf itu yang penting cukup. Cukup tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Tidak kurang dan tidak berlebihan. Kalau berlebihan maka segera disedekahkan. Ya. Dan ini di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allahumma ij'al rizq ali Muhammadin kutan. Ya Allah jadikanlah rezeki keluarga Muhammad kutan. Yaitu kutan maksudnya kafafan secukupnya. Secukupnya. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam kalau datang rezeki lebih maka dia segera bersedekah. Dia mengatakan seandainya saya punya emas sebesar gunung Uhud tidak akan lewat 3 hari kecuali sudah saya habiskan. Saya sedekahkan ke depan, ke kanan, ke belakang. kecuali illain arsuduhu lidin, kecuali saya sisakan sedikit untuk bayar hutangku. Adapun sisanya akan saya habiskan. Maka hidup yang nyaman, yang kafaf itu kalau enggak sampai kekurangan tapi juga tidak berlebihan. Kenapa? Kalau kekurangan kita susah, kalau berlebihan hisabnya susah. Tentunya kita semua ingin berlebihan tapi tidak baik bagi kita. Kalau berlebihan kita hisabnya su susah. Kalau antum punya uang di ATM 100 miliar kan bingung kan? Bingung enggak? Bingung kok bisa 100 miliar? Uang banyak juga bingung mau diapain. Ini kalau Allah saya mati kemudian saya dihisab gimana? Mending kalau saya sudah bangun ini, bangun anu, seandainya uang saya 100 miliar kemudian saya meninggal, bagaimana saya berhadapan dengan Allah?" Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika akan meninggal, Rasul sahu alaihi wasallam bertanya kepada Aisyah, "Masih ada sisa lempengan emas?" Kata Aisyah, "Masih ada." Rasulullah bolak-balikkan di tangannya. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Bagaimana kondisiku jika aku bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala sementara ini masih ada di tanganku?" Rasulullah tidak mau dihisab susah-susah. Ya. Sampai Rasulull sahu alaihi wasallam pernah salat, habis salat Rasulullah sallahu al wasallam masuk ke rumah. Kenapa? Ada sebagian harta belum dia bagikan, zakat belum dia selesaikan. Dia enggak khawatir tiba-tiba meninggal ternyata masih ada urusan belum selesai. Takut hisab. Oleh karenanya yang paling indah adalah kafaf. tidak kurang dan juga tidak berlebihan sehingga hisabnya mudah ya. Tapi susah kita kalau punya uang ya sudah kalau punya kita akan simpan-simpan aset banyak-banyaknya ya begitu mati hisabnya kita kita bingung ya. Berikutnya makna yang kedua, tafsiran kedua yaitu jangan kalau kalau kaya jangan sampai melampaui batas. Kalau miskin jangan sampai terhina. Itu maksudnya seb menafsirkan asaluka alqasil gina wal faqar. Ya Allah aku mohon kepada Engkau sikap tengah dalam kekayaan maupun dalam kemiskinan. Maksudnya jika engkau berikan aku kekayaan, aku tidak melampaui batas. Karena begitu susah orang mengontrol dirinya ketika dia punya uang banyak, ketika punya jabatan tinggi. Kata kata Allah Subhanahu wa taala, "Innal insana arustagna." Sesungguhnya manusia akan melampaui batas ketika dia memandang dirinya sudah kaya. Maka dia sombong, angku, arogan ee beli sana, beli ini, dia tidak peduli ya ee foya-foya, hambur-hamburkan uang ya. Sehingga akhirnya dia lupa diri, melampaui batas. Jadi itu semuanya akan memudaratkan dia pada hari kiamat kelak. Tapi kalau dia punya uang maka dia bisa gunakan untuk kebaikannya di akhirat. Ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Amar bin Ash, nikma alus shirulh. Sebaik-baik harta yang baik jika dimiliki oleh orang yang saleh. Karena orang saleh pasti menggunakan hal tersebut untuk akhiratnya. Kata para penasihat dari kaum Nabi Musa kepada Qarun, "Ya wabakallahual akhirah." Gunakanlah potensi yang Allah telah berikan kepada engkau wahai Qarun untuk mencapai untuk mencari akhirat. Tapi susah. Orang kalau punya harta banyak biasanya melampaui batas. Merasa tidak cukup. Rumah sudah luas, luaskan lagi. Mobil sudah mewah, mewahkan lagi. Jam sudah mahal mahalkan lagi. Kalau punya duit ya begitu. Apalagi lihat tetangga sudah beli. Wah udah ya. Ada model baru, model lama buang beli yang baru. Karena duit banyak. Ini duit buat apa? sehingga melampaui batas. Dia tidak tahu bahwa setiap apa yang dia belanjakan akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka ini maksudnya alqasda fil gina yaitu bersikap tengah ketika sedang kaya agar tidak melampaui batas. Tidak juga pelit ya. Tidak juga pelit tapi tengah-tengah. Kemudian wal faqar. Bisa jadi seorang dalam kondisi miskin dia juga bisa tengah tidak sampai ngemis-ngemis, tidak sampai menghinakan dirinya. Tetap Allah jaga harga dirinya meskipun dia miskin. Tidak minta-minta, tidak nangis-nangis depan orang, tidak ngemis-ngemis, tidak melas-melas, enggak. Meskipun dia susah, tetap dia bisa tegar, tetap dia berusaha sehingga dia tetap bisa terjaga harga dirinya meskipun dalam kondisi susah. Ya, ada orang seperti itu. Hidup susah tapi tidak pernah minta-minta, tidak pernah memberi isyarat-isyarat ya sehingga tetap bisa menjaga diri. Ini alqasda alqasda fil faqr. Minta agar memiliki sikap tengah, kondisi tengah dalam ketika kaya maupun ketika miskin. Ketika miskin makanya Rasul sahu alaihi wasallam berdoa, "Allahum naudubika fitnatil gina win fitnatil faqar." Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari fitnah kekayaan dan fitnah kemiskinan. Karena kekayaan bisa bikin fitnah, orang lupa diri, miskin juga bisa bikin fitnah sehingga orang mencari cara dengan harta dengan cara yang haram atau minta-minta ngemis-ngemis. Maka kita berlindung dari fitnah keduanya. Tib. Ibu sudah hafal, Ibu-ibu? Allah asaluka. Coba ibu-ibu ulangi ini dia dibaca ya. Kalau enggak bisa semuanya baca sepotong-sepotong enggak apa-apa gak harus semuanya. Tapi kalau bisa lengkap semuanya lebih baik. Maksudnya ketika tasyahud kita baca ulangi. Allahumma inni as'aluka khasyataka fil ghaibi wasyahadah. Fil ghaibi wasyahadah. Ulang. Allahumma inni Allahumma inni as'aluka khasyataka fil ghaibi wasyahadah wa as'aluka kalimatal haqqiqi fil ghadabi warid as'aluka kalimatal haqqi fil gabi warid wa as'alukal qasda qasda itu tengah wa asaluka alqasda fil gina Gina maksudnya kaya, alfakar maksudnya miskin. Makanya belajar bahasa Arab, ibu-ibu. Tapi kita lanjut berikutnya paragraf yang ketiga. Allahumma inni wa asaluka naiman la yanfat. Aku mohon kenikmatan yang tidak sirna. Kenikmatan tidak sirna maksudnya apa? Sur surga. Semua kenikmatan yang bukan di surga semuanya akan sir sirna. Makanya seluruh nikmat dunia disebut dengan mata. Mata maksudnya adalah kenikmatan yang bisa expire. Semua rumah bisa expire, motor bisa expire. Akan sirna suatu saat mobil bisa expire. Kalaupun rumah mobil tahan lama, kita yang akan expire. Enggak bisa kita manfaatkan selalu. Dan kita semakin tua semakin sulit menikmati dunia. Udah tua makan juga susah, jalan juga susah, nonton juga matanya susah, ya. Mau jalan-jalan juga susah, mau ke kamar mandi susah, ya. Menyusahkan orang susah, ya. Oleh karenanya kalau bukan nikmat yang expire, kita yang expire. Dan semua kenikmatan dunia mataun qalil hanyalah kesenangan yang sedikit. Dan seindah-indahnya kesenangan dunia adalah istri yang salehah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Adunya mata." Dunia itu seluruhnya adalah kesenangan yang bisa expire. Wakhairu mata dunia. Dan sebaik-baik kesenangan dunia bisa expire adalah almaratus shhah istri yang salehah. Istri salehah bisa expire enggak? Jelas sangat bisa. Bisa expire sama suami saleh juga bisa expire. Oleh karena semua kenikmatan akan sirna kecuali kenikmatan akhirat. Makanya ketika Labid bin Rabiah mengucapkan syairnya di hadapan Utsman bin Mas'un, dia berkata, "Wluin mahalahu bailu." Semua selain Allah akan sirna. W naimin la mahal zailu. Kata dia ketika dia berkata, "Seluruh selain Allah akan sirna." Kata Utsman bin Maz'un, "Sodqta waktu Labit masih kafir. Dia belum masuk Islam." Kemudian dia mengucapkan syair yang kedua. Wau naimin la mahal zail. Seluruh kenikmatan tidak mungkin kecuali pasti akan sirna. Kata Utsman bin Mazun, "Kadabta, kau dusta." Nikmat surga tidak akan sirna. Nikmat surga tidak akan apa? Sirna. Maka ketika kita berdoa asaluka naiman lafat maakum yanfat wallahi baq. Apa yang di sisi kalian akan sirna, yang di sisi Allah akan selalu abadi. Jadi yang dimaksud adalah minta kenikmatan surga. Jadi doa kita jangan minta dunia terus. Bukannya enggak boleh, boleh, tapi jangan selalu minta dun dunia. Kita ini masih banyak kita minta di surga, di alam barzakh pengin dapat taman surga raudatil jannah. Ingin alam barzakh kita terang. Ingin kita happy di alam barzakh. Kita ingin dibangkitkan dalam mulia, bisa hisab yang ringan. Bisa masuk surga tanpa hisab, bisa lewat sirat dengan cepat. Kita minta kepada Allah. Jangan minta terus. Ya Allah, bangunkan rumah. Bangunkan rumah, bangunkan rumah terus. Subhanallah. Sudah bangun rumah. Ya Allah besarin rumahku, besarin rumahku. Dunia terus. Ketika tawaf 70% minta dunia, 30% minta akhirat. Kalau enggak 100% minta dunia. Ya, dunia ente minta enggak minta insyaallah ada. Tapi minta gak apa-apa. Kita disuruh minta dunia dan akhirat tapi porsi akhirat harus lebih banyak. Karena kita ngapain minta dunia banyak-banyak? Dunia cuma sebentar kita tinggalin. Jangan lupa minta akhirat yang banyak-banyak. minta dunia silakan yang kita perlukan agar kita bisa mendapatkan akhirat yang banyak-banyak. Tapi seringlah doa minta apa? Akhirat. Kemudian asaluka qur ainin laqati. Ya Allah aku mohon kebahagiaan. Qurat ain kebahagiaan yang tidak terputus. Qurat ain. Quratul ain. Ada yang bilang qur itu dari kata qarun. Qarun itu kata eh Ibnu Faris dalam kitabnya Mujam Baqisi Lha, huruf qo dan ra kembali kepada dua makna. Yang pertama maknanya dingin, yang kedua maknanya tamakun, yaitu dari qarar atau qarun. Qarun maknanya bardun, yaitu dingin. Kenapa disebut qurat ain? Kata Abu Hayyan ya dalam kitabnya Albahrul Muhit, dia mengatakan bahwasanya kalau orang menangis, orang sedih dia menangis maka air matanya hangat kata orang Arab. Tapi kalau dia senang, dia gembira air matanya dingin. Sehingga maksudnya quratul ain yaitu semoga engkau mendapat air mata yang dingin itu engkau bahagia. Mak ini ungkapan ungkapan tentang kebahagiaan. Saya juga lupa kalau nangis sedih, panas atau dingin, saya lupa. Tapi maksud saya kata mereka demikian, mereka istilahkan kalau menangis karena sedih itu air mata hangat. Kalau menangis karena gembira air mata apa? Dingin. Sehingga kemudian dijadikan istilah quratu ain, yaitu suatu yang menyejukkan pandangan mata. Yaitu yang menyenangkan, membahagiakan. Maknanya itu yang membahagiakan. Apa yang dimaksud dengan kebahagiaan yang tidak putus ini? Apa maksudnya? Ada yang mengatakan pertama maksudnya maksudnya apa? Pendapat pertama maksudnya adalah nikmat surga. Karena nikmat surga yang tidak terputus. Atan giri majzut. Nikmat yang tidak tidak ada habis-habisnya, tidak pernah terputus. Ukul daim. Bahwasanya buah-buahan tidak pernah terputus. Nah, ini pendapat pertama. Mereka mengatakan yang dimaksud dengan qurqati kebagian tidak terputus. Maksudnya nikmat surga. Tapi ini masalahnya kalau diartikan dengan nikmat surga sudah ada sebelumnya naiman la yanfat. Sehingga kalau ditafsirkan nikmat surga kurang pas karena sudah diminta pada permintaan sebelumnya. Paham? Sudah diminta pada kita mengatakan asaluka naiman la yanfad. Aku mohon kepada engkau kenikmatan yang tidak terputus. Maksudnya nikmat sur surga. Kalau gitu penafsiran nikmat surga mungkin kurang kurang pas. Ada yang mengatakan maksudnya adalah istri salehah dan anak saleh yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an doa orang-orang beriman. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurata a'yun wajal muttaqina im. Ya Allah anugerahkan, jadikanlah istri-istri kami dan anak-anak kami qurata a'yun, yaitu penyejuk pandangan mata kita kami, yaitu kebahagiaan kami. Dan sudah saya katakan bahwa sebaik-baik kenikmatan adalah istri salehah dan anak saleh. Ini tetapi masalahnya ini kenikmatan terputus. Ini masalahnya terputus. Terputus. Istri saleh tidak selama-lamanya. Anak saleh tidak selama-lamanya. Ya. Tetapi kecuali diartikan bahwasanya mereka akan menemani di akhirat. Jadi dunia mereka saleh dan salehah menemani juga di akhirat sehingga tidak terputus. Karena seorang saleh akan dikumpulkan dengan pasangan yang juga salehah. Akan dimulai anak-anak juga yang saleh sehingga kebahagiaan yang tidak terputus di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kebahagiaan paling paling menyenangkan adalah istri salehah dengan anak yang saleh. Siapa yang dalam kehidupannya mendapatkan salehah dan anak saleh, maka dia orang paling bahagia. Orang paling bahagia anak saleh luar biasa. Nurut, rajin salat, dikasih tahu nurut, membantu kedua orang tua, tidak nakal, menyenangkan kedua orang tua. Sama istri saleh disuruh nurut. Jangan ke mall, dia tidak ke mall. Masyaallah. Luar biasa. Bahagia enggak, Bapak-bapak? Bahagia bahagia. Kalau ditanya, "Umi mau ke mana?" Mau ke mall. Dari rumah aja ya? Ya, terserah Abilah. Masyaallah, bahagia sekali tuh. Ya sudah di rumah aja ya. Ya, bahagia. Tapi kalau bilang, "Sudah terserah Abi aja, terserah ya." Itu enggak enak dengarnya. Oleh karenanya berdoalah agar punya istri salehah. Karena istri saleh itu adalah nikmat yang terbaik. Tidak ada yang melebihi nikmat istri salehah. Sama ibu-ibu juga suami saleh juga nikmat yang terindah. Tib. Yang berikutnya ada pendapat yang mengatakan maksudnya adalah salat. Salat adalah kenikmatan yang tidak terputus. Makanya rasul sahu al wasallam mengatakan fat Allah menjadikan kebahagiaanku pada salat. Kalau salat Rasulullah bahagia dan kebahagiaan tersebut berkesinambungan karena setelah salat kebahagiaan masih nempel. Salatnya sudah selesai tapi salatnya masih nempel. Jadi meski salat sudah selesai, kebahagiaan masih berlanjut. Rasulullah mengatakan Allah menjadikan kebahagiaanku pada salat. Rasulullah berkata, "Ya Bilal, ariat, wahai Bilal, istirahatkan kami dengan salat." Ya Rasulullah, ini istirahat dengan dengan salat. Maka wallahuam. Tapi intinya kita minta kebahagiaan yang tidak terputus. Masih panjang ya. Lanjut apa? Sudah. Lanjut. Masih panjang ini. Hah? Bagi dua aja ya. Nanti ibu-ibu enggak hafal-hafal. Sudah yang dulu hafal dulu ya. Sampai sini aja Ibu-ibu ya. Yang penting ibu-ibu hafal. Coba diulangi Ibu-ibu dari awal kita baca bareng-bareng nih. Ayo bareng-bareng nih. Apa nanti maksudnya kalau sudah dihafal dipraktikkan sebelum salat, sebelum salam di dibaca atau ketika sujud juga boleh. ketika sujud Allahumma biilmil ghaib biilmikal ghaib wa qudratika alal khalq apa artinya ya Allah bertawasul dengan ilmumu tentang yang gaib dan kekuasaanmu terhadap para makhluk ahyini ma alimtal hayata khairon l ahyini ahyini ma alimtal hayata wafatair li coba satu itu saja dulu hafal Allahumma biilmikal gaib wa qudratika alal khalqi ahyini ma alimtal hayata khairon li kirli wat tawaffani watfan alimtal wafata wafata kiron li kiron yang kedua Allahumma inni as'aluka khasyataka fil ghaibi wasyahadah wa as'aluka kalimatal haqqi fil ghadabi war rid gabi warid faas'aluka alqasda wal faqarina yang terakhir wa asaluka asaluka naiman la yanfat naf wa asaluka qurata ainin ainin laqatil masyaallah sudah hafal jangan lupa dibaca demikian saja kajian kita subhanakallah wabihamdik asadu alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh