Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufikian. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan. Allahumma shli alaihi waa alihi. wa ashabihi wa ikhwani. Para ikhwan, para akhwat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kisah para pemuda dan para pemudi Al-Qur'an yang akan banyak faedah yang bisa kita ambil. Karena setiap kisah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an pasti ada pelajaran. Faqsusilqas lahum yatafakarun. Sampaikanlah kisah-kisah agar mereka bisa berpikir, yaitu ada ibrah, ada pelajaran dan bisa jadi problem yang pernah dihadapi oleh mereka mirip-mirip dengan problem yang kita sedang hadapi. Sehingga solusinya mungkin juga mirip dengan solusi yang bisa kita coba ya. Namun sebelum saya menyampaikan tentang kisah para pemuda dan-pemudi tersebut, saya ingin mengingatkan tentang keistimewaan masa muda. Ya, ee sebelumnya saya akan bacakan ringkasan dari perkataan Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfatul Maud tentang marhala-marhala ee manusia dari kecil sampai dia tua. Ya, Allah berfirman dalam surah Ar-Rum ayat 54. Allahzi khalaqakum minfin tumma ja'ala min ba'difin quah tumma ja'ala min ba'di quwatinfan wasaibah. Kata Allah subhanahu wa taala, "Allahlah yang telah menciptakan kalian dari kelemahan, yaitu dari stetes air mani yang tidak ada nilainya, yang mungkin kalau disiram air langsung hilang ya. Kemudian keluar dari tempat yang mungkin hina. Kemudian kemudian menjadi manusia dengan penuh kelemahan dari merangka dan seterusnya. bafinah. Setelah lemah Allah jadikan kekuatan. Para ulama menafsirkan maksudnya masa muda. Kekuatan dimaksud adalah masa muda. Dari lemah kemudian menuju ee muda sampai di puncak muda, puncak kekuatan kemudian melemah lagi. Tumma ja'ala min ba'di quatinfan waibah. kemudian melemah dan jadi tua. Ya, inilah secara ringkas marhala manusia dilemah menjadi puncak kemudian puncak kekuatan kemudian melemah lagi. Setelah itu Ibnu Qayyim menjelaskan tentang ee marhala-marhala tersebut. Beliau sebutkan ya manusia pertama nutfah. Tumma alaqah. Nutfah tadi air mani yang bercampur dengan eh dengan sel ovum ya. Amsyaj kata Allah campuran ya. Nutfah campuran. Kemudian alaqah kemudian menjadi segumpal darah. Kemudian tumma mudghah dari segumpal darah menjadi segumpal daging. Ini marhala semua kita lewati. Setelah itu janin selama masih dalam perut namanya apa? Janin. Ketika dia keluar dalam bahasa Arab namanya walid. Yaitu anak yang terlahir ya. Kemudian ee sampai 7 hari. Ketika sudah mencapai 7 hari disebut dengan sodq. Ya, ini bahasa Arab. Kemudian selama dia masih disusui, bahasa Arab namanya radi, yaitu anak susuan. Kalau dia sudah lepas dari susuan, mungkin umur 2 tahun bahasa Arab namanya Fatim. Ini istilah itu anak yang lepas dari susuannya. Bahasa Arab tuh kaya sehingga masing-masing marhala ada namanya. Faid dabba daraja fahua darij. Kalau dia mulai merangkak dalam bahasa Arab namanya darij. Kalau dia mulai tinggi sampai tingginya lima jengkal khamsata asbar maka disebut bahasa Arab namanya khumasi. Khumasi itu anak seukuran lima apa? Lima jengkal. Kalau mulai giginya berjatuhan namanya mazgur. Waqadsagar namanya mazgur. Ee kalau giginya mulai tumbuh setelah tadinya jatuh namanya mustagir. Mustahir ya enggak usah dihafal. ini sekedar pemberitahuan aja. Kemudian kalau sudah sampai 7 tahun disebut dengan atau lebih atau sekitarnya namanya mumayyiz. Mumayyiz itu artinya mulai mengerti, membedakan. Sudah di dikasih tahu mana benar, mana salah sekitar usia 7 tahun. Kalau sudah sampai 10 tahun, bahasa Arab namanya mutar wi. Mutari ya seperti bahasa Arab taru fi yaitu aku tumbuh berkembang. Itu usia 10 tahun namanya mutarari. Ya, seperti kata Rasul sahu al wasallam, muru auladakum bati wumin. Perintahkan anak-anakmu untuk salat ketika usia berapa? 7 tahun. Itu ketika mumayiz sudah mulai ngerti suruh salat. Wadbuhum wahum asarin. Kalau mereka tidak mau salat 10 tahun maka pukullah. Wafarquum bainal. Dan pisahkan laki dan perempuan ketika usia 10 tahun karena sudah mutar. Kalau sudah mulai menuju dewasa, mulai balig namanya yafi. Bahasa Arab namanya yafi' atau murah atau munahiz lil hulum. Ini terkadang disebut dalam buku-buku fikih. Ada istilah yaf, ada murah, ana munahiz. Oh, ngerti bahwasanya menjelang balig. Kemudian kalau sudah balig maka disebut balig berarti sudah ba balig. Kemudian kalau dia sudah semakin kuat ya namanya hazawar dan itu sebut disebut dalam bahasa Arab seluruhnya dengan gulam. Gulam selama kumisnya belum lebat. Ketika kumisnya mulai tumbuh banyak dan mulai muncul izar apa namanya cambangnya ya. Maka disebut baqil. Dan ketika jenggotnya mulai tumbuh disebut dengan anak muda Fatan. Fatan ya. Umur berapa? Umur mungkin 20-an ya atau menjelang 20-an belasan ya namanya fatan. Kalau laki-laki disebut Syab, perempuan disebut syabbah. Faamatyatuhu. Kalau lihaya semakin banyak maka dia tetap muda ilal arbain sampai umur 40 tahun. Jadi anak muda mungkin 18 ya itu 17 sampai umur berapa? 40 tahun. Kemudian menjadi bapak-bapak sampai 60 tahun. Namanya marhalah alkuh. Bapak-bapak 40 sampai berapa? 60 tahun. Kemudian setelah itu masuk marhalah kakek-kakek, akik-akik. Umur berapa? 60 ke atas. Kalau rambutnya mulai putih ya disebut dengan syaba ya. Sampai akhirnya semakin parah disebut dengan syamit ya. Kalau ternyata putihnya lebih banyak daripada hitamnya namanya agsam. Kalau rambutnya putih semua enggak ada hitamnya namanya mutaqawis. Ya. Kemudian kalau kelemahannya, kekuatannya semakin jatuh, namanya harim itu semakin tua, mulai renta, mulai lemah. Fa tagat ahwaluhu wah naqsuhu. Kalau sudah mulai berubah drastis kondisinya, mulai nampak kekurangannya, sering lupa, sudah enggak bisa jalan sendiri, sudah mulai susah, namanya ardalil umur, yaitu umur yang paling rendah. Yang di sini Nabi pernah berdoa dalam di antaranya ketika tasyahud sebelum salam. Allahumma inni azubika an uril umur. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau untuk dikembalikan ke umur yang paling hina. Yaitu jadi seperti anak-anak lagi. Enggak bisa ngurus diri sendiri suka lupa. Kemudian ee sensi ya baper ya seperti anak-anak ya suka marah ngomong sedikit lupa dan seterusnya. Kalau sudah kondisi seperti itu, fal mautu aqrabu ilaihi minal yadi ilal, maka kematian sudah dekat dekat dengan dia daripada dekatnya tangan kepada mulutnya. Nah, ini disebut dengan marahil, tahapan-tahapan kehidupan. Di antara hadirin ya sudah banyak tahapan dilewati tadi kan. Di antara hadirin ada yang sekarang di marhalah anak muda sekitar 187 tahun sampai 40. Coba yang pemuda angkat tangan. Oh, banyak ya. Mudah yang sok muda. [tertawa] Baik. Sekarang yang marhala Bapak-bapak 40 sampai 60. 40 sampai 60. Ini namanya pemuda senior kalau kita apa namanya apa? Menghormati. Jangan. Karena orang sebang tidak mau dibilang tua, enggak dibilang apa masih muda apa? Pemuda senior. Tiib yang akik-akik 60 ke atas. Masyaallah. Sudah akik-akik akik-akik harus ngerti ya. Subhanallah. Tapi ada yang hadir ini pemuda super senior ya. Pemuda menjelang magrib katanya. Sebentar lagi terbena mata matahari. Tib. Marhalah ini ya. Marhalah muda ya. Umur 17 sampai umur 40. Ini marhalah yang spesial sampai dia akan ditanya oleh Allah secara spesifik di hari kiamat kelak. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La tazulu atau lanula qodama abdinta yusala arba." Pada hari kiamat kelak dua kaki seorang hamba tidak akan bergeser. Itu tidak akan bergeser untuk berlanjut untuk lanjut menuju surga atau lanjut menuju neraka. Hatta yusala anar. Sampai ditanya tentang empat empat perkara. Di antaranya an umrihi fima afna. Tentang umurnya ke mana dia habiskan. Yang kedua wa syababihi fima ablah. Masa mudanya ke mana dia gunakan. Waalihi tentang hartanya minq hartanya dari mana dia dapatkan dan ke mana dia habiskan. Kemudian ilmi amila minhu. Tentang ilmunya apa yang sudah dia kerjakan. Empat pertanyaan. Pertama tentang apa? Umur. Yang kedua tentang apa? Masa muda. Yang ketiga tentang harta. Yang keempat tentang apa? Ilmu yang sudah diamalkan. Nah, kalau kita perhatikan sebenarnya masa muda bagian daripada umur. Tetapi disebutkan ditanya secara spesifik karena dia umur istimewa. Di situlah umur yang seorang harusnya ee aktif giat ya. Kata sebagian ulama seperti Mula Ali Alqari, dia mengatakan karena kalau masa kecil banyak Allah kasih uzur dan kalau sudah akik-akik juga banyak Allah kasih apa? Uzur. Tapi masa muda ini masa yang giat ya. Maka akan ditanya secara spesifik dan biasanya masa muda menentukan ke depannya akik-akiknya seperti apa sampai umur 40 ini. Makanya kalau sudah 40 ya seorang harusnya lebih fokus ke akhirat. Harusnya demikian ya. Oleh karenanya akan ditanya oleh Nabi, oleh Allah Subhanahu wa taala pada hari kiamat secara spesifik. Dan kalau kita lihat tentang sejarah orang-orang terdahulu, ternyata masa muda ini masa yang benar-benar produktivitas, masa yang benar-benar seorang bisa melakukan yang terbaik di di masa usia tersebut. Kita lihat aja seperti di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam yang bergerak rata-rata anak muda. Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika berdakwah usia beliau 40 tahun. Yang beriman rata-rata di bawah 40 tahun. Yang akik-akik rata-rata tidak beriman. Oleh karenanya ketika Allah berfirman tentang Ashabul Kahfi, Allah berkata, "Innahum fityatun." Ashabul Kahfi mereka adalah para pemuda. Kemudian Ibnu Katsir mengatakan, "Demikianlah di zaman Nabi rata-rata yang beriman adalah anak-anak muda. Karena yang sudah akik-akik sudah susah untuk berubah, sudah pakem untuk merubah kebiasaannya sudah susah. Berbeda dengan anak muda. Mereka ingin suatu yang baru. Mereka tertantang dengan suatu yang baru. Ya, tergantung mereka baru yang baik atau baru yang buruk. Tapi mereka masa-masa di mana mereka tertantang untuk melakukan mengenal suatu kepo suatu yang baru. Oleh karenanya di zaman Nabi yang beriman rata-rata anak muda. Arqam bin Arqam masih belum mungkin mungkin 20 tahun ya. Kemudian sahabat-sahabat lain yang masih 20-an rata-rata. Umar bin Khattab masuk Islam 20 sekian ya. Ya, banyak yang masih rata-rata di bawah 40 tahun. Dan demikian juga ketika Nabi memberi tugas juga Nabi beri tugas banyak juga di antaranya untuk anak-anak muda. Seperti contoh Nabi pernah mengirim Usamah bin Zaid untuk melawan atau berperang menuju ke Syam, ke satu daerah di eraha daerah Palestina ketika Nabi akan meninggal dunia. Ketika itu Usama bin Zaid umurnya mungkin baru 18, belum sampai 20 tahun. Kemudian anak buahnya di antaranya ada Umar bin Khattab. Di antaranya ada Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Ya, tapi Rasulullah memilih dia untuk menjadi apa? Pemimpin pasukan perang. Demikian juga ketika Rasulull sahu alaihi wasallam menguasai kota Makkah, Rasul sahu alaihi wasallam jadikan gubernur mereka adalah Atab bin Asid. Dan dia adalah seorang sahabat juga umur 20-an lebih masih muda. Ya. Jadi mau saya ee generasi muda ee kalau dahulu generasi yang aktif. Makanya kalau kita baca dalam buku fikih, berapa lama kewajiban seorang orang tua menafkahi anaknya? Disebutkan sampai balik. Berarti kalau sudah balik harusnya dia berusaha cari nafkah sendiri. Sudah waktunya dia bisa bertumbuh pada dirinya sendiri, tidak lagi bertumbuh kepada kedua orang tuanya. Makanya kita sebenarnya orang tua kita ini terlalu baik. kita masih sudah balik sudah baliknya sudah kebablasan juga masih di masih diayomi ya padahal kalau dalam buku fikih sudah balik sudah selesai agar kita berterima kasih sama orang tua kita orang tua terlalu baik kita kuliah masih dibiayai harusnya lulus SMA selesai kita justru setelah lulus SMA biaya semakin banyak kemudian harus dibiayai kuliah nanti ketika mau nikah juga yang bayar mahar orang tua ya, sehingga orang tua kita terlalu terlalu baik. Sebenarnya kalau sudah balik harusnya seorang sudah giat, sudah bisa aktivitas ee sendiri ya. Kemudian juga kalau kita lihat dalam urusan orang-orang luar juga seperti kita bicara tentang the great Alexander atau Alexander Agung ketika dia menguasai dunia umurnya 20-an sampai 30-an. Dia meninggal usia muda untuk 30-an kalau enggak salah umur 20-an. Dia sudah kemudian menaklukkan banyak tempat di dunia sampai dia membangun membuka kota-kota yang dinamakan dengan Alexandria. Sekitar ada 20 kota. Di antara yang tersisa adalah di Mesir dikenal Iskandariah dan satu mungkin masih di Yunani. Tapi ketika itu usia dia usia 20-an tahun. Nah, ini yang harus kita mulai rubah mungkin cara berpikir. Kita sekarang hidup di zaman yang umur 20-an masih belum enggak dianggap. Masih enggak dianggap. Sehingga mental kita ketika umur 20 tahun masih manja. Enggak tahu gen Z sekarang enggak tahu gimana. Kalau gen milenial kayaknya seperti 20 masih apa manja. Sebelumnya mungkin gen aluminium mungkin enggak. Apalagi gen besi tua. Besi tua dulu masih muda sudah balik sudah kerja. Tapi gen milenial yang kita ini dulu 20 masih kuliah masih minta uang sama mama. Iya enggak? Masih minta kiriman sama bapak. Kalau Bapak enggak kirim kayaknya Bapak berdosa karena kita dimanjakan. Padahal sebenarnya usia muda itu usia yang yang aktif yang seorang berpikir. Jadi kita jangan meremehkan. Suruh mereka bekerja maksudnya suruh mereka untuk aktif berpikir untuk punya ide kreativitas. Karena dahulu orang-orang usia begitu orang-orang yang produktivitas. Bukan seperti mungkin zaman sekarang yang mungkin masih manja, masih minta kiriman dari mama dan papa. Ya, ini harus mungkin kita mulai tanamkan pada anak-anak bahwasanya ketika usia 20-an mereka sudah harus bisa megang pertanggungjawaban dan selanjutnya. Saya ditakdirkan beberapa waktu ini dalam waktu dekat belum ada sebulan saya ketemu duang du dengan dua pengusaha yang kebetulan usia mereka ini masalah dunia kebetulan usia mereka dan dua-duanya sudah ngaji. Usia mereka dua-duanya 29 tapi mereka sudah punya perusahaan beberapa dan sudah miliarder. Masyaallah usia 29 ya. Karena kerja dari awal mereka usi 20-an sudah mulai apa? Bisnis ya. Jadi ternyata mereka punya potensi yang luar biasa untuk urusan apa? Ee duniawi. Untuk urusan duniawi. Demikian juga ya kalau kita baca sejarah para ulama dahulu, mereka masih muda, mereka sudah sampai dapat kursi untuk berfatwa. Imam Syafi'i masih muda ketika berfatwa. Karena mereka potensi mereka kerahkan ketika di masa masa muda. Intinya kita ini masih terlalu banyak waktu muda yang kita manjakan untuk berleha-leha, bersenang-senang, buang-buang umur, untuk nonton mesos terus ya. Yang berita mesos enggak pernah ada ujungnya. Masalah ijazah satu belum selesai muncul ijazah dua belum selesai juga. Banyak hal yang kita nonton berseri-seri enggak habis-habis ya. sehingga untuk berproduktivitas potensi kita habis untuk kepo yang tidak ada atau kurang manfaat ya. Maka ini harus kita mungkin mulai berubah cara pikir kita terhadap anak-anak kita. Kita tanamkan, kau punya potensi, kau mampu. Jangan kita terlalu manjakan. Karena generasi dahulu ketika muda mereka hebat-hebat. Mereka hebat-hebat. Ya, bayangkan Usamah bin Zaid umur 18 kalau tidak salah Rasulullah kirim untuk perang menuju Palestina bawa pasukan di antara pasukannya ada Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Ada orang-orang hebat di belakang dia dan dia jalan. Sampai ketika Rasul sahu alaihi wasallam meninggal dunia ketika Usama sudah sampai di daerah Jurf beberapa kilo dari kota Madinah, Rasulullah meninggal dunia. Akhirnya pasukan berhenti. Mau lanjut atau tidak? Khilaf di kalangan para sahabat. Rasulullah meninggal itu pasukan suruh mundur jangan berangkat lagi. Abu Bakar yang mengatakan tidak saya gak mungkin menghentikan pasukan yang sudah dilepas oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya sahabat datang ya Abu Bakar jangan nanti begini begini. Kita sendiri butuh stabilitas kita kurang kuat. Kita harus kata Abu Bakar dengan imannya gak mungkin saya hentikan pasukan yang sudah dikirim oleh Nabi. Akhirnya padahal ketika itu banyak orang-orang murtad. Arab-arab yang baru masuk Islam pada murtad dan Madinah butuh penjagaan yang luar biasa ya. Tapi Abu Bakar dengan imannya di bilang, "Gak mungkin tetap jalan Usama." Akhirnya Usama berjalan dengan pasukannya menuju Syam. Ternyata ada hikmahnya. Hikmahnya orang-orang takut, "Oh, ternyata Madinah masih kuat, buktinya pasukan jalan terus sehingga orang yang mau murtad enggak jadi, yang memberontak enggak jadi." Hikmah ilahiah dari Allah Subhanahu wa taala yang dipahami oleh Abu Bakar Asssiddiq radhiallahu taala anhu. Tib. Ee itu tentang masa muda ya. Dan alhamdulillah yang hadir rata-rata masih apa? masih masih muda. Cuma tadi ada ada tiga muda beneran, muda senior, muda super senior. [tertawa] Ee kita sekarang akan bercerita tentang kisah para pemuda dalam Al-Qur'an dan para pemudi antaranya para pemuda yang Allah sebut dalam Al-Qur'an di antaranya dari kalangan para nabi seperti Ibrahim Alaih Salam Allah mengatakan eh qu samina fatan yadkuruhum yuqalu lahu Ibrahim. Kata kaumnya Nabi Ibrahim, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela-cela tuhan-tuhan kita namanya Ibrahim." Berarti Ibrahim masih mu masih muda itu 20-an sampai 40 sekitar itu muda. Di antaranya Nabi Yusuf alaihi salam Allah sebutkan kisahnya dan dia juga masih muda dengan fitnah-fitnah yang dia ujian-ujian yang beliau hadapi. Di antara anak-anak muda yang Allah sebutkan ini yang yang kedua. Yang ketiga adalah Ashabul Kahfi. Kita apa namanya? Data dulu. Yang ketiga, Ashabul Kahfi. Allah mengatakan, "Innahum fityatun amanu birabbihim wnahum huda." Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan petunjuk bagi mereka. Para pemuda yang berikutnya atau pemuda berikutnya adalah pembantu Nabi Musa Alaih Salam. Allah berfirman, "Waidq Musa lifatahu la abrahta abl jama bah." Ketika Musa berkata kepada Fatahu, yaitu pemuda yang membantunya, itu juga adalah Nabi. Yusya bin Nun ketika sebelum menjadi nabi, dia adalah muridnya Nabi Musa Alaih Salam. Dan dia berkhidmat kepada Nabi Musa Alaih Salam ketika Nabi Musa meninggal, maka yang dia. Yang diangkat jadi nabi oleh Allah Subhanahu wa taala itu Yusya bin Nun. Kalau versi Bible namanya Yosua. Apa? Yosua. Ya, itu juga ee Allah sebutkan tentang ee mudanya. Di antara kisah anak muda juga yang hebat yang Allah isyaratkan dalam yang ke berapa sekarang? Yang kelima yang Allah isyaratkan dalam surah Alburuj, kisah Ashabul ukhdud. Karena di antara penyebab orang-orang beriman dibakar hidup-hidup diparit laki-laki perempuan gara-gara seorang pemuda yang berdakwah. seorang muda yang berdakwah sehingga akhirnya mereka pada beriman akhirnya dibakar oleh para para raja dibakar hidup-hidup oleh oleh mereka. Di antara juga yang Allah sebut tentang anak muda adalah kaum Firaun yang beriman kepada Nabi Musa. Dalam surat Yunus kata Allah Subhanahu wa taala ini yang ke berapa? Yang keenam ya. Fama amana li Musa illaatun min qumihi ala khaufim min firauna waaiimyaftinahum. Tidaklah beriman kepada Musa kecuali anak-anak muda dari kalangan kaumnya Firaun. Sebagai ini tafsir disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala dalam surat Yunus. Sehingga yang beriman dengan Nabi Musa, ada kaum Firaun yang beriman namun mereka sembunyikan imannya. Mereka takut. Ala khauf min firaun waiim. Mereka takut terhadap Firaun dan pembesar-pembesarnya. Ayaftinahum akan membuat mereka murtad kembali. Tapi mereka anak-anak muda di antaranya zuriyah. ditafsirkan dengan anak-anak muda yang beriman. Ini para pemuda-pemuda yang yang mungkin saya ingat sekarang mungkin ada lain lagi tapi di antaranya yang saya ingat Allah sebutkan dalam ee Al-Qur'an dengan sebutan anak muda atau tadi isyarat dalam surah Alburuj. Adapun para pemudi Allah sebutkan di antaranya Maryam. Bagaimana takwanya, bagaimana ahli ibadahnya, bagaimana ujian yang dihadapi. Maryam. Kemudian di antaranya adalah dua pemudi Allah sebutkan dalam surah Al-Qasas yang salah satunya akhirnya menjadi istrinya Nabi Musa Alaih Salam. Ya, akhirnya menjadi istri Nabi Musa Alaih Salam. Ya. Maka ini di antara ee pemuda-pemudi yang mungkin kita berusaha mengambil pelajaran dari kisah mereka. Maksud saya di sini bukan ingin menyampaikan kisah mereka secara panjang lebar. Karena setiap pemuda-pemudi tersebut kalau kita bahas butuh pengajian tersendiri tapi hanya sekedar isyarat bagaimana peran mereka dan apa ujian yang mereka hadapi. Bab kita muliai dari pemuda pertama siapa tadi? Nabi Ibrahim Alaih Salam. Nabi Ibrahim Alaih Salam kalau kita baca kisahnya secara singkat ringkas, beliau seorang pemuda beriman menyelisihi kaumnya bahkan bapaknya pun menentangnya. Bahkan dia mendakwahi bapaknya dengan lemah lembut. Dia mengatakan, "Ya abati inni qod jaani minal ilmiamtikaab ahdikatan sawya." Wahai ayahanda. Dia panggil ayah dengan perkataan yang sangat lembut yaitu abati. Abati itu apa ya? Wahai ayahanda. Ee jadi panggilan yang menunjukkan penuh penghormatan. Sungguh telah datang kepadaku ilmu yang kebetulan kau tidak punya. Dia tidak bilang, "Saya lebih alim daripada engkau secara bapak bodoh saya pintar." Enggak. Dia bilang, "Saya punya ilmu yang kebetulan kau tidak punya. Maka dengarkanlah. Ikutilah aku. Ahika sirat sawiya. Saya siap menjadi pembimbingmu kepada jalan yang lurus. Ya abati laudi setan. Jangan kau sembah apa? Setan. Initana asah. Sesungguhnya setan pembangkang kepada Allah yang maha penyayang. Ya abati inni akamakabum minarahman fatakuna waliya. Aku khawatir tidaklah aku sampai ini kecuali satu tujuan. Aku khawatir engkau terkena azab dari Allah yang maha penyayang. Allah sangat maha penyayang. Tetapi kalau engkau terjerumus dalam kesyirikan maka Allah akan berikan azab dan engkau menjadi pengikut setan. Ayahnya ketika dinasihati maka dia pun marah. Dia mengatakan antai ya Ibrahim. Engkau benci dengan tuhan-tuhanku wahai Ibrahim. Jadi ayahnya tukang bikin patung ya. Jadi ayahnya punya pabrik Tuhan. Kau benci dengan tuhan-tuhanku? Ya mungkin ayahnya jualan Tuhan. Wallahuam bisawab. Tuhan dijual mungkin. Ya laillam tantahi lajumanna. Kalau kau tidak berhenti ceramah wahai Ibrahim saya akan rajab engkau. Ya lempar batu sampai mati. Wahjurni tinggalkan aku. Nabi Ibrahim diusir oleh bapaknya dan dia orang ayahnya paling sangat dia cintai. Maka dia mengatakan, "Salamun alaik. Semoga keselamatan engkau dapatkan." Dia masih doain ayahnyafirulakbi. Aku akan mohon ampunan dari Allah untukmu. Ternyata nanti dilarang. Tapi ketika itu saking sayang sama ayahnya, dia bilang, "Saya akan mohon ampunan buat buat engkau." Innahuana bihafi Allah sangat perhatian sama saya. Waazilukum minunillah. Dan aku akan meninggal saya akan ya sudah saya nurut, saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian sembah selain selain Allah. Jadi lihat bagaimana Ibrahim Alaih Salam menghadapi problem. Ternyata ayahnya menentang apa dakwahnya. Tetapi bagaimana dia menghadapi ayahnya dengan penuh lemah lembut, tidak angkat suara, tidak menghinakan ayahnya dan ayahnya balas memberi ancaman baginya dan dia balas dengan kebaikan. Ayahnya bilang, "Saya akan rajab engkau." Dia bilang, "Salamun alaik. Semoga keselamatan bagimu. Bahkan aku akan mohon ampunan bagimu. Dan ini bagaimana sikap Ibrahim Alaih Salam yang luar biasa yang mungkin dihadapi oleh sebagian kita ketika mungkin bukan ayah tapi kerabatnya atau temannya hendaknya dia tetap sabar dalam menghadapi mereka dengan kata-kata yang lembut menyampaikan hujah. Hujah tetap disampaikan dengan cara yang baik dengan mendoakan mereka. Kalau memang selama mereka muslim kita doakan ya. Dan itu yang bisa kita lakukan. Maka hidayah tidak mesti kita paksakan. Tugas kita hanya men menyampaikan kamu harus ini, kamu harus gini, gak sampaikan aja. Sampaikan hidayah di tangan Allah. Ibrahim pun tidak berhasil menjadikan ayahnya dapat hidayah. Padahal orang yang sangat dia cintai. Tetapi begini sikap Ibrahim Alaih Salam dia masih muda, ayahnya sudah tua. Dia sampaikan dengan kata-kata yang penuh hikmat, penuh bijak, penuh penghormatan, tidak sok pintar. Kemudian ketika dimaki-maki, dia tetap membalas dengan kebaikan. Akhirnya dia pun pergi. Tetapi Ibrahim Alaih Salam ya pemuda yang sangat pemberani sampai dia bikin heboh di negerinya. Apa kehebohannya? Dia hancurkan apa? Patung-patung. Nekat Ibrahim Alaih Salam ini pemuda nekad. Tapi tentu dia mungkin melakukannya dengan wahyu dari Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana kisahnya, akhirnya ketika Ibrahim diajak untuk keluar, pada suatu saat keluar untuk acara ee hari raya mereka atau acara perayaan keagamaan mereka di luar kota, Ibrahim alasan fadratan fin nujum faqala inni saqim kata dia, saya sakit. Padahal dia tidak sakit. Kata para ulama, dia mengatakan, "Saya sakit hati lihat kalian syirik. Saya sakit hati lihat kalian apa? Syirik." Dan ini anugerah. Jika seorang tidak suka dengan maksiat, itu anugerah. Ya itu nikmat yang luar luar biasa. Karena banyak di antara kita senang dengan maksiat. Kita tahu haram tapi kita juga senang. Tapi benci dengan maksiat itu anugerah. Makanya Allah memuji. Allah mengatakan waqikumulfan e apa namanya? Tapi Allah yang menjadikan kalian suka dengan keimanan. Dan Allah hiasi iman tersebut dalam hati kalian. Allah menjadikan kalian benci dengan kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Maka seorang kalau tidak suka dengan maksiat itu anugerah. Maka Ibrahim mengatakan, "Inniqim." Aku sakit. Maksudnya aku sakit lihat kalian syirik. Mereka sangka Ibrahim sakit fisik tidak jadi ikut acara. Ketika mereka pergi, maka mulai dia beraksi ya. Maka dia hancurkan juz dan semua dihancurkan kecuali yang besar. Ya, sebagaimana kisah yang yang makruf, akhirnya ketika mereka balik, Tuhan-tuhan mereka sudah hancur. Ya, bahkan Ibrahim melihat tuhan-tuhannya, patung-patung tersebut dikasih sajen. Kata Ibrahim, "Ala takulun. Ala takulun." Tidak kalian makan wahai Tuhan-tuhan? Eh, makan,makan. Eh, Tuhan enggak bisa makanlah ya. Tuhan enggak bisa enggak bisa makan. Maka dihancurkan oleh Ibrahim kecuali yang besar. Di situlah kemudian ketika mereka pulang, mereka gaget. Tuhan-tuhan mereka sudah habis hancur kecuali yang besar. Mereka berkata, "Man fa'ala had bialihatina innahu laminadzalimin." Siapa yang berani melakukan hal ini sama tuhan-tuhan kita? Sesungguhnya orang zalim. Mereka berkata, "Qalu samna fatan." Kata mereka, "Kami pernah sebelumnya dengar ada seorang pemuda yang makai yang mencela tuhan-tuhan kita." Yuqalu lahu Ibrahim. Namanya siapa? Ibrahim. Mereka berkata, "Datangkan dia di hadapan seluruh manusia agar mereka tahu bagaimana bejatnya Ibrahim." Jadi mereka datang datangkan Ibrahim untuk mempermalukan Ibrahim. Justru itu Ibrahim yang Ibrahim cari pengin diskusi di depan apa? Di depan masyarakat agar mereka kalah hujah agar kesempatan ini untuk mendapatkan panggung untuk menegakkan tauhid dan menjatuhkan kesyirikan. Akhirnya terjadi dialog. Akhirnya mereka tidak bisa berkutik. Akhirnya mereka main otot kata mereka bakar Ibra Ibrahim. Nah, ini mungkin terjadi seperti ini. Seorang berdakwah, keluarganya musuhi, orang kampungnya musuhi dan dia semaksimal mungkin menyakkan hujah akhirnya dia pun diusir. Kalau kita terusir satu kampung, Ibrahim juga pernah di diusir. Maka ini hiburan ya. Terkadang kita cinta sama negeri, cinta sama keluarga, tapi ketika tidak ada pilihan kecuali harus pergi pergi hijrah. Inni inni muhajirun ila rabbi. Aku berhijrah menuju Rabbku. Ya, bagaimana lagi? Mereka mencoba bakar Ibrahim akhirnya tidak berhasil membakar Ibrahim. Ibrahim harus alaihi salam keluar dari negerinya. Kemudian dia berdoa, "Rabbi habli minaliihin." Ya Allah, anugerahkanlah aku anak yang saleh. Kata para ulama, ketika Ibrahim pergi, akhirnya dia diberi teman-teman dekat yang menemaninya istrinya, kemudian anak-anaknya, kemud Sarah, Hajar, kemudian Ismail, kemudian setelah itu apa? Ee Ishak dan seterusnya. Dibuatlah keluarga yang buat dia bahagia. Sebagaimana kaidah manarillah aahullahu khair minhu. Siapa yang meninggalkan suatu karena Allah, Allah ganti dengan yang lebih baik. Jadi menunjukkan bagaimana Ibrahim bisa pemuda tapi bisa bikin heboh satu negeri dan dia sabar dan dia tidak ngamuk-ngamuk dan dia menjawab mereka dengan hujah. Makanya disebut inna Ibrahima lalimun awahun munib. Sesungguhnya Ibrahim adalah halim. Halim adalah sikap yang tidak cepat marah, tidak cepat emosi. Ketika dia ingin dibakar oleh kaumnya, dia tidak bilang, "Ya Allah, hancurkanlah kaumku. Ya Allah, bakarlah mereka sebagaimana mereka ingin bakar saya." Tidak. Padahal dia masih muda. Padahal namanya anak muda biasanya kalau disinggung dia pengin balas. Dipukul sekali pengin balas tiga kali, kalau bisa 10 kali. Ya, Ibrahim seal dia muda dan dia halim. Dan ini menunjukkan kecerdasan dan sikap bijak pemuda yang bernama Ibrahim Alaih Salam tersebut. Maka ini pelajaran bagi kita. Justru kita menghadapi segala sesuatu dengan tenang, dengan tetap bijak, dengan tetap berhujah, tidak harus ngomel-ngomel, ngamuk-ngamuk. Tidak seperti di medsos, debat sedikit, oh neraka. Eh, jangan nanti dibal. Akhirnya maki-makian, maki-makian. sesat. Dasar bahlul sesat. Memang sesat. Sebelum kau juga sesat. Nenek moyangmu juga sesat. Akhirnya apa buat seperti itu? Ya gak ada faedahnya. Orang sudah antipati terlebih dahulu karena sudah kata-kata yang menunjukkan emosi. Tidak ada yang lebih cinta kepada tauhid seperti Ibrahim. Ibrahim paling cinta kepada tauhid. Dan tidak ada yang paling benci kepada kesyirikan seperti Ibrahim. Bapaknya syirik, keluarganya syirik, tapi dia tetap bisa mengontrol apa dirinya? dia bisa mengontrol dirinya. Ini di antara pelajaran yang mungkin kita hadapi di zaman sekarang. Kalau ada keluarga dekat yang tidak setuju, kita tetap tenang. Hujah tetap disampaikan tapi tenang. Jangan emosi, jangan maki-maki, jangan mengangkat suara, tetap tenang. Diskusi, tidak mau terima hidayah di tangan siapa? Allah. Jangan kita debat seakan-akan kalau enggak terus enggak berhenti. Ya, semampu kita. Semampu kita. Ibrahim pergi pergi dia enggak balik lagi balik lagi kemudian gak ya sudahudah itu maksimal yang bisa dia lakukan itu yang bisa di dilakukan ini Ibrahim Alaih Salam Tib pemuda yang kedua siapa? Yusuf Alaih Salam. Yusuf Alaih Salam punya problem lain lagi. Tentu problem dimusuhi oleh kakak-kakaknya, dihasati oleh kakak-kakaknya dan dia selalu sabar ya berpisah dari orang tuanya, dijual jadi budak. Tapi problem yang paling berat adalah diajak berzina oleh siapa? Zulaikha atau Imraatul Aziz yang konon namanya Zulaikha meskipun tidak ada riwayat yang sahihah tapi tarulah kita sebut dia Imratul Aziz atau kita sebut dengan Zulaikhah. Dan ini ujian yang sangat berat tentang wanita itu ujian kepada seorang pemuda terkait dengan wanita digoda oleh wanita cantik dan kaya raya. Makanya Rasulullah sebutkan di antara tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak adalah yang kelima kata Nabi, rajulun daumatun wa jamalin faqala inni akullah. Seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita cantik dan kaya raya kemudian dia berkata, "Aku takut kepada Allah." Mungkin dari tujuh yang paling berat ini mungkin paling berat karena lelaki kalau digoda wanita yang tidak cantik aja tergoda, apalagi yang cantik. digoda laki perempuan kaya raya tidak cantik itu tergoda apalagi cantik dan kaya kaya raya tapi mungkin antum gak pernah digoda seperti itu. Enggak siapa juga yang menggoda antum cantik kaya raya kemungkinan kemungkinan besar enggak pernah ya. Tapi seandainya ada wanita seperti itu luar biasa ujiannya berat. Lebih berat daripada ini kisah yang tentang e lelaki yang masuk ke goa kemudian dia saya bayangkan ini lelaki luar biasa. Ketika tiga orang masuk goa kemudian karena ada hujan dia berenang t-tahu ada batu yang menutup goa tersebut. Akhirnya mereka bertiga berdoa menyebutkan amal saleh, bertawasul amal saleh agar Allah membuka batu tersebut agar mereka bisa keluar dari goa. Di antaranya seorang lelaki berkata, "Ya Allah, Allahumma innahuat li ibnatu ammi. I ibnatu amin liunggu saya dulu punya sepupu ya." Ya Allah. Perempuan yang paling dia dia doa sambil detail. Allah tahu. Tapi memang waktu berdoa kita butuh detailkan untuk menunjukkan bagaimana kebutuhan kita dan yang lainnya. Dia bilang, "Ya Allah, saya dulu punya sepupu perempuan yang paling saya cintai. Kalau ada laki-laki mencintai wanita paling hebat, itulah saya terhadap dia. Dan saya ngajak dia, ngajak dia, dia enggak pernah mau." Ini perempuan dia gila-gila sama apa? Bucin apa budak cinta sama perempuan ini. Subhanallah qadarullah. ternyata punya keperluan sehingga dia butuh pinjam uang sama saya minta uang butuh bantuan maka saya kasih bantuan dia butuh waktu itu adalah 100 dinar 100 dinar kalau dikonfer sekarang 425 gram emas dalam sebagian riwayat 120 dinar itu 1/2 kilo lebih maka saya kasih dengan syarat dia serahkan kegadisannya kepadaku. Karena wanita tersebut butuh maka dia serahkan. Nah, ketika saya sudah duduk di atas dia sebagaimana seorang lelaki terhadap istrinya, artinya sudah berhasrat, sudah semua. Tiba-tiba ketika saya melakukan zina, dia berkata, "Ya Abdallah, ittaqillah." Wahai Abdullah, bertakwalah. Jangan kau melakukan kecuali dengan haknya. Akhirnya saya pun meninggalkan wanita tersebut. Allahumma inana fa'altualik, intu faaltualik ibti wajhik fafuj nahnahnu fih. Ya Allah, jika aku meninggalkan zina tersebut karena mencari wajahmu karena ikhlas, bukalah pintu pintu goa. Akhirnya pintu gua terbuka. Yang menakjubkan ini dia sudah hasrat. Beda kalau awal masih hasrat ini sudah selesai, sudah tinggal berhubungan. Sudah istilahnya kalau bahasa kita sudah hasrat, sudah di puncak. Orang bilang laki-laki kalau sudah berhasrat 2/3 akalnya sudah hilang. Mungkin hilang semuanya akalnya. Tapi dia luar biasa. Ketika dia bilang ittaqillah, semua hasrat dia tinggalkan. Dan itu sangat berat. Apalagi bukan wanita sembarang. Ini wanita yang dia puja-puja selama ini. Bukan wanita jalanan. Enggak. Ini wanita yang dia cintai, yang dia puja-puja. Kesempatan ini sekali ternyata dia tinggalkan karena Allah. Jadi problem yang dihadapi oleh anak-anak muda sekarang di antaranya godaan wanita. Dan ternyata godaan wanita itu bukan hanya menimpa orang-orang yang mungkin awam tidak ngaji, juga menimpa orang-orang saleh. Di antaranya Yusuf. Yusuf saleh atau enggak? Super saleh. Ternyata dia diuji dengan fitnah wanita. Fitnah wanita tidak memandang. Sudah ngaji ikhwan senior, ikhwan junior, ikhwan kibar. [tertawa] Enggak yuk Nabi. Enggak. Bukan Nabi didatangi fitnah wanita. Lihatlah kisah Jurisy. Juraisy orang saleh, ahli ibadah. Di zaman Bani Israil ketika ada sebagian orang hasad sama dia karena dia terkenal ahli ibadah, maka ingin digoda. Datang seorang wanita yang terkenal sangat cantik di zaman tersebut, wanita pezina. Pokoknya wanita pezina paling cantik zaman itu, inilah wanita ini. Maka dia datang kepada para lelaki yang hasad. Dia berkata, "La aftinannahu lakum inum." Kalau kalian mau, saya akan fitnah si Juraisy sesuai dengan keinginan kalian. Maka datanglah wanita tercantik di zaman itu mendatangi Jurij menuju Jurij panggil Jurij. Jura subhanallah. Berat berat. Dalam riwayat kata yang menyelamatkan Jat di antaranya setelah iman, setelah Allah Subhanahu wa taala walam yaltafit ilaiha. Dia tidak tengok sama sekali. Kalau dia tengok wah bahaya. Sekali tengok selesai. Tapi yang mulia selamat, dia bersikuku, tidak tengok sama sekali. Itu yang bikin dia selamat. Ya, Tayib. Nabi Yusuf alaihi salam. Ya, kita ada perkataan kita tidak heran orang terfitnah kemudian terjatuh. Yang kita heran sebab fitnah begitu besar kok bisa selamat? Nah, ini yang kita heran. Kok Yusuf Alaih Salam bisa selamat? Padahal ketua kita lihat sumber-sumber fitnah luar biasa. Wanitanya cantik, sudah berhias dalam kamar, pintu sudah dikunci, enggak bakalan ketahuan. Ya, ini sudah kena lama juga. Yusuf kerja di rumahnya ya kan. Yusuf kerja di rumah ini perempuan ini. Ya. Kemudian akhirnya Yusuf bisa selamat alaihi salam tentu dengan pertolongan Allah Subhanahu wa taala. Tentu sebab-sebabnya banyak. Saya sudah ceramah dalam satu kajian khusus tapi yang in sampaikan satu sebab utama yang diakui oleh Zulaikha. Ketika dia panggil wanita-wanita yang pengin tahu Yusuf dipanggil, kemudian dia bilang, "Ukhruj ya Yusuf jalan keluar di depan ibu-ibu tersebut ya di depan mereka. Falamu akbarna waqidunillahi inak karim." Ketika ibu-ibu melihat Yusuf, maka mereka kaget, histeris sampai mereka potong-potong tangan mereka, mereka tidak sadar saking tampannya. Saking tamannya. Makanya ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam melihat Yusuf di Isra Mikraj, Nabi melihat lelaki yang sangat tampan. Kata Nabi, "Laq satral jamal." Yusuf diberikan setengah ketampanan. Kata Ibnu Qayyim atau ulama yang lain, maksudnya ketampanan dibagi-bagi. Setengahnya buat siapa? Yusuf. Kita gak tahu seperetriliun, seperapa. Setengahnya buat siapa? Yusuf. Buktinya, buktinya para wanita ketika melihat sampai motong-motong gak sadar siapa? W lelaki wanita litaki kemudian dia potong enggak sadar enggak ada. Berarti saking tampannya luar biasa. Tapi mereka mengatakan ini malaikat bukan manusia. Kalau kita baca buku tafsir maka ada yang bilang sampai yang ada yang pingsan, ada yang sampai haid, ada yang tiba-tiba haid. Saking merubah hormon mereka saking apa namanya? Saking tampai salam. Mungkin terjadi mungkin ya. Wallahualam ya. Tapi intinya yang bikin Yusuf selamat apa? Dia muda, dia hasrat juga bergejolak. Wq ham bih wam biha. Sang wanita sudah sangat ingin sama Yusuf dan Yusuf sudah gejolak. Dia laki-laki dan itu diuji. Apa kata wanita? Akhirnya Zleikha buka kartu. Dia tidak malu-malu lagi. Dia sampaikan kepada ibu-ibu semua. Kata dia, Qatikadzi lumtunani fih. Ya, ini yang kalian cela-cela. Saya bilang apa? Zulaha naksir pembantunya, naksir budaknya. Maksudnya kalian baru 5 menit sudah ko saya bertahun-tahun sama Yusuf. Wajar dong. Kata dia, "Walaqoduhu nafsihi fastaom." Saya sudah rayu-rayu dia, tapi dia istiam. Yaitu dia bersikuku, tidak kasih kesempatan sedikit pun. Ini di antara cara selamat dari fitnah wanita. Jangan kasih kesempatan. Kalau kasih kesempatan dikit, dikit, dikit terbuka. Akhi sudah mulai lanjut lanjut selesai boleh dong kirim foto. Mulai foto. [tertawa] Udah lepas kalau udah gitu udah nanti banyak setan datang kasih dalil. Boleh kok, boleh kok, boleh kok. Tanya ustaz boleh tanya ustaz yang bolehkan. Akhirnya sudah jadi yang terjadi. Dan ingat fitnah ini bukan melanda orang-orang apa aja. Justru terkadang mengenai orang-orang yang yang yang sudah ngaji, Juraj, Yusuf Alaih Salam. Maka seorang waspada. Setan mengambil kesempatan kapan saja menggoda lelaki. Dan kita katakan fitnah terbesar bagi lelaki adalah wani wanita. Ya, wanita ini kalau laki-lakinya normal ya. Kalau enggak normal ya goda-goda cuek aja [tertawa] karena gen pelangi ya enggak normal. Tapi kalau kalau normal pasti tergoda l ya. Pasti tergoda. Wanita itu jangankan kukunya, kadang dia WA-nya hi wek wek wek. Sudah bisa merubah hati. Bisa merubah hati. Oh apalagi lihat kukunya. Belum yang lainnya. Oleh karenanya, Subhanallah kalau kita kasih kesempatan akan terjadi situlah titik lemah manu manusia pemuda apalagi. Maka hati-hati ingat kalau ingin berkah ikuti jalur yang berkah. Jangan ikut jalur yang tidak berkah. Ujung-ujungnya buruk. Ujung-ujungnya bu buruk. Ya, cari berkah, benar cari. Kemudian ikut aturan syari kalau mau taaruf yang syari kemudian baru bismillah. Adapun cara-cara yang tidak syari khawatirnya ujungnya tidak berkah. Maka seorang berusaha menjaga diri dari fitnah wanita. Ini ujian kita semua. Kalau fitnah wanita tidak mengenal pemuda saja. Pemuda senior juga bisa teruji. Pemuda aki-aki juga menjelang magrib juga bisa teruji. Nah, ini yang pernah dialami oleh Nabi Yusuf dan kita bisa contohi bagaimana trik dia dalam selamat. Di antaranya tidak kasih apa cela, ya. Jadi antum ada apa-apa ada yang coba-coba ganggu blokir blokir ya. Terlanjur kirim foto hapus. Jangan save baru blokir. Jangan. [tertawa] Jangan bilang ini pangan pribadi enggak. Pokoknya blokir. Jangan kasih celah. Mumpung iman antum masih kuat. Nanti kalau pas lagi blokir iman lagi lemah mulai murajaah itu repot. Jangan blokir kita lemah ya. Tib yang pemuda berikutnya siapa? Ashabul Kahfi. Ashabul Kahfi mirip dia. Mereka adalah singkatnya mereka adalah kumpulan anak-anak bangsawan. Mereka di atas fitrah tidak suka dengan kesyirikan. Sebutkan suatu hari mereka menghadiri acara perayaan kesyirikan mereka di suatu areal besar. Mulai satu orang enggak nyaman dengan kesyirikan. Dia bersandar di sebuah pohon. Datang lagi satu, datang lagi satu. Datang lagi. Mereka tujuh orang. Mereka diam-diaman. Akhirnya mereka buka kartu. Kenapa sini? Ternyata mereka sama. Sama-sama tidak suka dengan perbuatan apa? Kesyirikan. Nah, masalahnya mereka anak bangsawan. Masalahnya mereka menyelisihi seluruh satu kampung cuma tujuh orang ya. Sabatun kalbuhum. Yang benar mereka berjumlah berapa? Tujuh orang. Yang delapan adalah anjing anjing mereka. Di sinilah ee kemudian mereka akhirnya dipanggil ketahuan karena mereka menyelisihi kaum yang lain. Akhirnya mereka dipanggil, mereka disuruh sampaikan. Di situlah Allah menyatakan Allah kuatkan hati mereka. Kata Allahquunusamawati wal ardhi naduni ilaha laqna. Ya. Ketika kami ikat hati mereka, kokohkan hati mereka. Tatkala mereka berdiri di hadapan para raja, di atas bapak-bapak mereka, om-omsawan-bangsawan ketika mereka disuruh untuk sesuai dengan agama kaum mereka, Allah kaukakan mereka. Mereka tetap bicara dengan tegas, dengan tegar. Mereka berkata, idu faqubunabus samawati wal. Tuhan kami adalah pencipta langit dan bumi. Kami tidak bakalan berdoa kepada selain Allah. Kami hanya berdoa kepada Allah. Kami enggak mulai syirik. Laq qulna wqlna qulnaat laqna. Kalau kami beribadah kepada Allah berarti kami sesat. Akhirnya mereka dikasih kesempatan untuk murtad. Akhirnya mereka kabur. Kata mereka kabur. Awal fityatu ilal kahfi faqabbanaadunka rahmah wana min amrina rada. Ketika mereka tahu mereka dalam kondisi bahaya, yang pertama mereka lakukan mereka berdoa. Kata Allah, idal fityatu ilal kahfi. Ketika sekelompok pemuda menuju ke sebuah goa, mereka berdoa, "Rabbana atina minadunka rahmah." Ya Allah berikanlah rahmat dari sisimu. Yang paling penting kita dirahmati oleh Allah. Wahyi lana min amrina rasyada. Dan persiapkanlah kami dengan jalan yang baik karena di depan masalah besar. Mereka cuma tujuh orang. Bapak-bapak mereka para pembesar-pembesar ya mereka jadi buronan dicari. Ya, akhirnya Allah mengatakan faal kahfiakumukum rahmatihum amrikumq. Kata Allah, "Segeralah pergilah kalian menuju goa. Allah akan tebarkan rahmat Allah kepada kalian dan Allah akan siapkan kondisi buat buat kalian." Akhirnya mereka pun berjalan menuju goa. Akhirnya Allah selamatkan mereka. Tidurlah mereka. Ternyata tidurnya berapa? 309 tahun. Ya, kelamaan tidurnya. Bangun-bangun loh, kita tidur berapa lama ini? Sehari atau setengah hari? Zahirnya mereka bangun dalam kondisi normal. Tidak seperti dalam cerita rambutnya panjang, kukunya panjang. Kalau kukunya panjang, mereka tahu sudah berbulan-bulan tidur. Tapi mereka khilaf. Pendapat cuma dua. Kita tidur sehari atau setengah hari. Dan zahirnya bahwasanya anjingnya pun aman. Anjingnya pun tidak berubah. Kalau 300 tahun harusnya anjingnya sudah jadi tulang belulang. Berarti anjingnya kecipratan berkah. Karena Allah ee tuangkan rahmat dalam goa tersebut. Akhirnya mereka kelaparan. Sudah 309 tahun tidur gimana? Kita tidur 2 jam sudah lapar. [tertawa] Mereka lapar. Akhirnya mereka bilang, "Ayo belanja. Masih ada duit?" Enggak ada. "Dah. Ayo belanja-belanja cari makanan yang enak." Kan mereka anak-anak bangsawan, biasa makan enak. Ada duit. Makanya dalil boleh makan enak ya selama halal dan tidak berlebihan. Oke. Mereka cari ketika dia keluar dari goa semua sudah berubah. Sudah berubah. Politik berubah ekonomi berubah bangunan berubah. Yang tadi enggak ada ini di mana ini? Menuju pasar. ketika bayar lah ternyata uang zaman dulu, uang zaman 300 tahun lalu di zaman raja yang zalim ketika itu yang di yang dipahat adalah mungkin gambar sang raja. Akhirnya ketahuanlah kisah mereka ini dulu ada kisah anak-anak bangsawan yang pergi ke goa kemudian menghilang. Oh, ternyata kalian ini. Akhirnya mereka kembali lagi. Akhirnya mereka Allah wafatkan dalam goa tersebut. Yang kita ambil pelajaran di sini bahwasanya sebenarnya Allah mengatakan para pemuda ketika itu yang tujuh orang dia tahu kondisi, tahu bagaimana kondisi di sekitarnya. Kita juga bukan bukan anak muda yang tidak tahu apa-apa. Kita juga sudah kondisi dan kita memeta kondisi secukupnya. Ya, kita ngerti dan tetap tegar meskipun menyelisihi mayoritas. Di antara penyakit adalah sulit menyelisihi mayoritas. Orang suka terbawa kepada mayo mayoritas. Tapi kalau kita tahu itu kebenaran, harusnya kita tetap bertahan meskipun mayoritas menyelisihi. Bahkan Allah berfirman, waardilah. Kalau kalian mengikuti mayoritas manusia akan menyesatkan kalian dari jalan yang yang benar. Kebenaran bisa mayoritas bisa minoritas. Tidak harus minoritas yang selalu benar dan tidak harus juga mayoritas yang selalu benar. Tetapi kalau kebetulan kebenaran berada pada minoritas, seorang harus ber bersabar. Kalau ternyata tidak mampu menghadapi kondisi, maka hendaknya dia berhijrah. Ini di antara ee isyarat tentang hijrah. Makanya Rasulullah mengatakan, "Lebih baik seseorang di zaman fitnah pergi ke puncak gunung ngurusi kambing-kambingnya. Yafirru bidinihi." Dia bawa lari agamanya supaya selamat dari fitnah. Ini Rasulullah akan katakan akan ada suatu zaman seorang ngurusin kambing-kambing yang lebih afdal daripada dia terjun ke masyarakat yang akhirnya dia terbawa kepada fit fitnah. Ashabul Kahfi kalau mereka bertahan bersama masyarakat mereka tidak bakalan selamat. Ya inahumharu alikum yarjumukumidukumflihu abada. Mereka saling ingatkan, "Hati-hati kau keluar beli makanan tadi. Hati-hati kalau ketahuan kita, kita akan dirajam sampai mati atau dipaksa murtad." Jadi mereka tahu mereka tidak bakalan tidak ada jalan lain kecuali apa? Harus sembunyi. Harus sembunyi. Saya masih ingat ada cerita dahulu di zaman ketika Sofiat masih memusuhi kaum muslimin. Sebagian saudara-saudara kita yang tinggal di Soat. Kalau mereka mau ke tempat ngaji Quran ditutup supaya kalau ketahuan tidak tahu di mana tempat belajar Quran. Jadi menuju tempat belajar Quran harus tutup dulu diantar sama yang tahu. Nanti sampai pada tempatnya baru diajarin Quran. Nanti kembali lagi keluar ke masyarakat ditutup lagi tidak ketahuan. Jadi mereka belajar Quran diam-diam yang dia pun tidak tahu di mana tempatnya. Semuanya untuk menjaga. Jangan sampai kalau ketahuan akhirnya tempat markas keta ketahuan. Sampai begitu dulu orang belajar Quran diam-diam ya kemudian sembunyi ya seperti itu ya. Oleh karenanya ketika mereka tahu mereka tidak bakalan selamat, kalau mereka tahu mereka akan dibunuh, akhirnya mereka terpaksa harus berhijrah di tempat yang sudah Allah arahkan yaitu ke dalam sebuah goa. Mereka tinggal pasrah sampai berapa lama mereka bisa digao yang penting jalan dulu, mulai dulu ke depannya serahkan kepada Allah. Ternyata Allah punya cara. Allah buat mereka tidur 3099 tahun. Ini menunjukkan kalau seorang sudah tawakal dan dia berusaha nanti ke depannya urusan Tuhan. Yang penting dia berusaha dulu. Saya berusaha, saya enggak bisa di situ. Saya kalau di situ saya bisa terikut. Kenapa? Kompleks semua tukang main judi. Kalau saya situ saya bakalan main judi. Main judi offline atau online? Mending saya pergi. Enggak kuat. Maka disyariatkan dia hijrah menuju tempat yang dia bisa selamat dari fitnah-fitnah tersebut. Dan ini menggambarkan kepada kita bahwasanya sebagian kita punya problem terg terkait dengan komunitasnya, terkait dengan lingkungannya. Maka dia berusaha berhijrah meninggalkan lingkungan tersebut, komunitas tersebut karena Allah subhanahu wa taala maka Allah akan berikan rahmat kepada dia. Tentunya namanya hijrah tidak mudah, perlu perjuangan. Ashabul Kahfi disebutkan mereka diancam, "Kalau kau tetap beriman, semua kekayaan lepaskan karena mereka anak bangsawan. baju-baju mereka. Bahkan yang baju-baju mewah mereka lepaskan berkorban. Sebagaimana Musa bin Umair ketika beriman, semua kekayaan diambil dari oleh orang tuanya, diboikot oleh orang tuanya sehingga akhirnya miskin pakai pakaian muraqaat, pakaian yang potongan-potongan dicabut di dijahit-jahit untuk disambung-sambung sampai kulit yang tadinya halus seperti sisik ular. Musa bin Umair ada risiko namanya hijrah. Hijrah tuh bukan enak-enak. Hijrah sudah kaya, terus hijrah kaya lagi. Sebelum hijrah terkenal, habis hijrah terkenal lagi. Enggak harus begitu. C hijrah tidak tulus kepada Allah. Masih pengin terkenal, masih ingin duniawi. Ya gak hijrah serius ya serius. Kita meninggalkan maksiat karena Allah subhanahu wa taala, maka Allah akan berikan jalan. Hijrah dulu yang penting karena Allah. Kalau gak karena Allah terkadang susah. Ya. Ya. Oleh karena seorang yang penting dia pasrah, setelah itu Allah akan berikan jalan kepada dia. Ada ayat yang buat semangat teman-teman untuk berhijrah. Lihat surat An-Nisa ayat 100. Ya, An-Nisa surat 100. Allah berfirman, "Waman yuhajir fiabilillah." Siapa yang berhijrah di jalan Allah. Ini niat bahwasanya hijrah harus karena Al. dan harus berkorban. Dan para sahabat ketika berhijrah mereka juga berkorban. Usaha mereka tinggalkan, rumah mereka tinggalkan, tanah halaman mereka tinggalkan, bahkan sebagian keluarga mereka tinggalkan. Kata yajid fil ardhi muragaman kat wasah. Maka dia akan mendapati di dunia itu tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Di sini Allah menjanjikan orang hijrah karena Allah akan ada rezeki, tapi harus karena Allah. Ya, ini yajid fil ardhi muragaman kir wasah. Maka seorang percaya kalau dia berhijrah karena Allah. Jangan dia hijrah tidak karena Allah. Dia masih pengin terkenal, dia masih pengin populer, dia masih pengin hijrah tapi tetap dengan duniawinya. Ya, ya ini gak gak benar. Hijrah tidak totalitas. Hijrah totalitas dan itu butuh pengorbanan dan pasti ada jalan keluar sebagaimana kisah Ashabul Kahfi. Wallahuam bab. Yang berikutnyaembantu pembantu Nabi Musa. Ini di antara contoh bagaimana anak muda yang berkhidmat dalam dakwah. Di antaranya berkhidmat kepada ee seorang nabi yang dia sangat sabar apapun diperintahkan oleh Nabi Musa maka dia nurut. Allah berkata, "Waidq Musaahu lahu ablubba." Ketika Musa berkata kepada pembantunya itu Yus bin Nun yang masih muda, "Saya akan terus berjalan untuk mencari Nabi Khadir." Sampai saya ketemu dengan tempat pertemuan dua lautan. Di situ ada Nabi Khadir. "Kalau saya tidak ketemu, au amahu atau saya akan berjalan meskipun puluhan tahun." dan pembantunya siap menemani, siap berkhidmat kepada Nabi Musa. Dia yang bawa makanannya, dia yang ini semua. Ya, maka ini isyarat bahwasanya seorang pemuda kalau bisa punya sumbangsi dalam dakwah hendaknya dia lakukan. Ya. Dan contoh banyak tadi para sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam ee berkhidmat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Ya, yang penting untuk apa? Untuk dakwah. kita ketika masuk dalam real dakwah, kita sedang mengumpulkan pahala untuk kehidupan kita di kemudian hari. Di antara modal yang paling cepat agar kita bisa hidup nikmat di alam berikutnya di antaranya dengan dakwah. Apakah sebagai donaturnya, apakah sebagai panitianya, apakah sebagai dainya? Sementara dalam real dakwah, maka itu salah satu mesin pencetak pahala paling cepat adalah da dakwah. Dakwah. Makanya sebagian ulama ketika berbicara tentang donasi, tentang ee amal saleh, kata Allah, "Man jaa bil hasanati falahu as amsaliha." Siapa yang melakukan satu kebaikan dapat 10 kali lipat. Ya, dapat 10 kali lipat. Dalam hadis juga Rasulullah bersabda bahwasanya siapa yang melakukan kebaikan Allah catat 10 kali lipatin sampai 700 kali lipatin atau lebih daripada itu. Jadi semua amal saleh minimal 10 kali lipat. Kalau kita baca alif lam mim tiga huruf berarti berapa pahala? 30. 3 * 10. Sebagian ulama mengatakan kecuali donasi untuk dakwah. Kalau donasi untuk fisabilillah, untuk jihad fisabilillah maka minimal 700 kali lipat. Saya ulangi, ulama mengatakan kecuali donasi untuk fisabilillah. Maka minimal 700 kali lipat. Dalilnya mataladinafiquillah habbatinat fiumbulatin habah wallahu alim. Perumpamaan orang yang berinfak di jalan Allah seperti biji yang ditanam kemudian menumbuhkan tujuh bulir dari 7uh bulir kemudian 7 100 masing masing-masing bulir 100 menjadi 700 kali lipat. Ini infak fia sabilillah. Kenapa saking pentingnya jihad fisabilillah? Nah, sebagian ulama mengatakan termasuk jihad adalah dakwah. Jihad dengan pedang dengan angkat senjata dan jihad dengan lisan yaitu dengan ber berdakwah. Karena tujuan dakwah apa? Tujuan dakwah tersebar Islam. Tujuan jihad apa agar tersebar Islam? Bisa dengan lisan, bisa dengan apa? Pedang. Dan yang paling utama lisan. Kapan disyariatkan jihad dengan pedang? Ketika lisan tidak bisa. Ketika lisan dihalangi baru harus pakai pedang. Kalau lisan bisa berjalan, tidak perlu pedang. Oleh karenanya tidak semua nabi berjihad. Tidak semua nabi berjihad, tetapi semua nabi berdakwah. Ada nabi yang mungkin untuk berjihad seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, seperti Nabi Yusya'ya bin Nun. Nabi-nabi enggak bisa berjihad, hanya dakwah-dakwah doang karena tidak punya kekuatan untuk ber Nabi Musa tidak bisa jihad kepada Firaun. Ya sudah dakwah-dakwah enggak bisa pergi. Tapi itah itulah jihad. Makanya saya sangat berharap dengan dalil ini bahwasanya siapa yang berinfak di jalan Allah dilipat gandakan minimal berapa? 700 kali kali lipat. Dan ini isyarat bahwasanya amal terkait dengan dakwah adalah amal yang paling termasuk amal paling utama. Makanya Allah pilihkan pilihkan amal terbaik bagi para nabi. Apa yang Allah pilihkan bagi para nabi dan para rasul adalah tentang da dakwah. Maka antum, apapun kegiatan antum ya, mau jadi direktur, mau jadi sales, mau jadi apapun, mau jadi marketing, kalau bisa ada sumbangsi untuk apa? Dakwah. Apakah men-share, minimal men-share ya kalau ada donasi-donasi semangat ya menyebarkan semampu kita. Semampu, semampu kita. Lihat Yusya bin Nun ya. Dia ini muridnya Nabi Musa Alaihi Salam. Dia berkhidmat kepada Nabi Musa menemani perjalanan gurunya ee dalam rangka semuanya untuk kepentingan apa? kepentingan dakwah ya. Wallahuam bisawab. Berikutnya masih berapa laki-laki lagi? Siapa lagi? Tib kita selesaikan yang laki-laki. Ashabul ukhdud kisahnya makruf. Kata Allah, "Qutila ashabul ukhdud anaritil waquud idhum alaihiqu." Celakalah orang-orang yang menggali parit, yaitu para raja dan bangsawan. Ketika mereka menggali parit dan mereka membakar kaum mukminin, kaum mukminat hidup-hidup mereka bakar ya. Dan mereka nongkrong di panggil di pinggir parit. Kemudian mereka menyaksikan dengan gembira dan senang melihat kaum mukminin dibantai, dibunuh hidup-hidup. Tib apa sebab mereka dibantai? Disebutkan dalam buku tafsir gara-gara seorang pemuda. Ada seorang pemuda yang kemudian dia belajar antara dukun dan rahib. Kisahnya makruf. Akhirnya dia belajari rahib. Akhirnya dia menjadi orang beriman. Akhirnya dia diberi karamah oleh Allah subhanahu wa taala. Akhirnya dia bisa menyembuhkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan ketika itu. Akhirnya ada teman raja yang buta datang sembuh. Disembuhkan oleh pemuda itu. Akhirnya orang buta ini ketemu raja. Dia bilang, "Kau bisa melihat siapa yang menyembuhkan?" Kata dia. Akhirnya dia ngaku yang menyembuhkan adalah ee si gulam. Gulam tersebut, anak muda tersebut ternyata beriman kepada Allah. Akhirnya orang buta tadi di dibunuh ya kalau enggak salah di Gergaji, saya lupa riwayatnya. Di Gergaji. Dan akhirnya anak muda ini berusaha untuk dibunuh. Akhirnya di dikirim orang untuk dibawa ke tengah lautan supaya ditenggelamkan. Ternyata dia tidak tenggelam. Yang mau menenggelamkan malah tenggelam. Dia balik lagi. Saya masih hidup raja. Akhirnya raja kirim orang lagi. Dibawa ke gunung supaya sampai gunung dibuang dibuang. Ternyata mereka yang mati dia tidak mati. Dia balik lagi. K. Dia bilang, "Wahai, wahai raja, saya tidak bakalan mati. Kalau kau pengin saya mati, kumpulkan orang semua terus kau ambil panah. Panah di sini. Tapi ketika kau panah, kau bilang bismillahi rabbil ghulam. Demi Rabbnya sang pemuda ini." Begitu cara kau mati? Iya, begitu cara saya mati. Dikumpulkanlah rakyatnya supaya dia pengin orang ini mati. Karena orang semua beriman kepada sang raja. Raja tidak ingin, raja tidak ingin mereka beriman hanya kepada Allah. Karena akhirnya dia pengin orang ini mati. Dikumpulkan oleh rakyat ketika itu. Maka diambillah panah. Kemudian sang pemanah berkata dengan suara yang lantang, "Bismillahi rabbil ghulam. Demi Allah, Tuhannya sang pe pemuda." Maka masuklah di sininya. Kemudian dia pegang darahnya. Kemudian dia meninggal dunia. Ketika rakyat melihat pemuda ini mati gara-gara bismillahi rabbil gulam, akhirnya mereka semua beriman. Akhirnya raja tambah jengkel. Wah, ini parah. Ternyata tambah beriman. Akhirnya digalil paret dan mereka dibakar hidup-hidup. Itulah kisah tentang Ashabul Ukhdud. Dan akhirnya ternyata mereka semua masuk surga. Kematian yang dilihat kelihatannya buruk. Ternyata itu perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan indah di surga. Ya. Dan anak muda ini hebat. Dia mengorbankan dirinya demi dakwah. Mengorban dirinya demi dakwah sehingga dia rela mati. Yang penting orang semua beriman. Itu kisah secara singkat anak dia anak muda. Anak muda. Yang terakhir adalah tentang eh kaum Firaun. Kata Allah, "Fama amana liusaari illaatun minihi alfi min firunahum." Surat Yunus. Ya, sebentar saya carikan ayatnya. Surat Yunus ayat 83. Kata Allah, "Fama amana Musa". Tidak beriman kepada Musa illaatun minihi. Kecuali sekelompok pemuda sedikit dari kaum Firaun. Kaum situ yang benar adalah Firaun. Sebagaimana tafsir Ibnu Katsir, khaufi min firaun waiim. Dalam kondisi takut kepada Firaun dan pembesar-pembesarnya. Ayatinahum. Mereka takut dikembalikan kepada agamanya Firaun. Wa inna firauna laalin fil ardhi wa innahu laminal musrifin. Sesungguhnya Firaun angkuh dan sombong dan berlebihan di atas muka bumi. Anak muda tersebut disebutkan oleh para ulama cuma sedikit disebut dalam tafsir Ibnu Katsir. Di antaranya adalah mukmin ahli Firaun yang Allah sebutkan kisahnya panjang lebar dalam surat Ghafir. Itu anak muda. Waqala rajulum min ali Firaun yaktumu imanahuqunjulan. Berkata seorang lelaki mukmin dari keluarga Firaun yang menyembunyikan imannya. Dia enggak berani terang-terangan. Ini anak muda. Makanya dia berkata, dia nasihati kaumnya. Kamu kenapa begini? Dia nasihati. Dialog panjang dalam surah Gafir. Kalau kita mau cerita khusus panjang ini kisahnya panjang. Dia tadi dia berkata, "Ya qui inama hadil hayatud dunya mata." Wahai kaumku. Kehidupan ini cuma sementara. Waar akal akhir darul qarar. Dan akhirat adalah kehidupan yang abadi. Tib. Di antaranya yang beriman kata ee Ibnu Abbas ya, Imraatu Firaun, istrinya Firaun. Siapa? A Asia. Di antaranya namanya Khazin Firaun, penjaga ee Firaun. Penjaga apa? Harta Firaun. Dan wamraatu khazinihi dan istrinya. Ini empat orang yang beriman dari suku Qitbi. E Qitbi apa? Qibti. Dari suku Qibti. Sukunya Firaun. Suku Aqbat. Yaitu mukmin. Seorang lelaki. Istrinya Firaun, penjaga gudangnya Firaun dan istrinya penjaga hartanya F Firaun. Ini yangapi. Sembunyikan iman iman mereka. Akhirnya di antara ada yang ketahuan adalah Asiah yang akhirnya dibunuh oleh Firaun. Tib. Mungkin ini saja ikhwan dan akhwat ya. Masih ada kisah pemudi-pemudi, mungkin kesempatan yang lain ya, karena waktu sudah malam ya. Ee anak muda jangan telat pulangnya ya. [tertawa] Mungkin sampai sini saja kalau ada yang bertanya saya persilakan. Wallahu taala alam bawab. Jazakallah ustaz atas materinya. Masyaallah. Kalau Nabi Isa juga termasuk pemuda enggak, Ustaz? Dari kecil i pemuda muda meninggal dalam kondisi muda umur 33-an Nabi Isa kalau tidak salah meninggal umur 33 tahun ya. Masyaallah. Masyaallah. Baik. Yahya juga muda ya. Iya. Mas, demikian saya mohon maaf kepada para hadirin hadirat. Ini saya bisa saya sampaikan. Insyaallah kita bersua di kesempatan yang lain. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khair brothers and sisters. Hati-hati di jalan. Mohon maaf bila ada kesalahan dari kita. Kita tutup dengan doa kafatul majelis.