Transcript
jpZ05KK-Gck • Riyadush Shalihin 1.40: Seimbang Dalam Ketaatan (Bag-4)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2677_jpZ05KK-Gck.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi alaniukrtin
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita
lanjutkan masih bab tentang sedang dalam
beribadah tidak boleh berlebih-lebihan
dan tentunya sebaliknya juga jangan
bermalas-malasan, tetapi hendaknya
sedang dalam beribadah.
Ee hadis berikutnya, wan Abi Rabi'i
Handzalah ibn Rabi al-Uyidi
alkatib.
Ee jadi beliau namanya adalah Handzalah
digelari dengan al-Katib. Alkatib
maksudnya beliau adalah salah seorang
dari penulis wahyu. Jadi Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam memilih sejumlah sahabat
tugasnya adalah menulis wahyu. Kalau
Al-Qur'an turun maka mereka tulis ya.
Mereka orang spesial. Di antaranya
adalah Handzalah
Ibnu Rabi' ahadi kuti Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Qala
kata beliau, "Laqiani Abu Bakrin." Abu
Bakar bertemu denganku.
Hanzah, bagaimana kondisimu wahai
Hanzalah? Dan ini biasa kalau sahabat
bertemu dengan sahabat di antara bentuk
perhatian bertanya bagaimana kondisimu,
bagaimana kegiatanmu? Bertanya tentang
kondisinya,
cari-cari tahu tentang kondisinya,
kegiatannya ya. Siapa tahu ada yang bisa
dia bantu, siapa tahu dia bisa ee
memberi ide. Ya, ini menunjukkan
perhatian sesama saudara. Gimana kabar,
gimana keluarga? Biasa ini adalah
perkara yang dilakukan oleh para para
sahabat. Ya. Maka Abu Bakar bertanya,
"Kaifa anta ya Hanzalah?" "Bagaimana
engkau? Bagaimana kondisimu ya
Hanzalah?" Ternyata Hanzalah berkata,
"Qullu." Aku menjawab, "Nafqa Hanzalah."
Sesungguhnya Hanzalah telah melakukan
kemunafikan. Ya, di sini Handalah ee
tidak bercerita tentang kegiatan
zahirnya, tetapi dia bercerita tentang
dirinya, tentang kondisi agamanya. Dia
khawatir tentang dirinya dan dia
berkata, "Nafqa Hanzalah." Hanzalah
telah munafik. Dia tidak berkata,
"Nafaktu, aku telah munafik." Tapi dia
menggunakan kata ganti orang ketiga. Dia
mengatakan, "Hanzalah yang kau tanyakan
padahal dirinya sendiri yaitu munafik."
Maka Abu Bakar kaget. Kata Abu Bakar,
"Subhanallah, ma taqul." Maha suci
Allah. Apa yang kau lakukan? Apa yang
kau katakan? Itu Abu Bakar tahu dia
bukanlah orang buruk. Dia penulis wahyu,
dia seorang sahabat. Ya. Ee apa namanya?
Sampai kalau kita baca biografinya
ee Hanzalah meninggalkan suatu kota. Dia
tinggal suu kota kemudian dia pergi
meninggalkan. Dia bilang, "Saya tidak
mau tinggal di sini karena ada orang
mencela Utsman. Ada orang mencela Utsman
bin Affan. Saya enggak mau tinggal." Dia
pindah-pindah kota gara-gara mendengar
ada orang yang mencela Utsman bin Affan.
Ya, demikian juga dia menjauh dari
fitnah. Ketika terjadi persengketan
antara Ali dan Muawiyah, maka dia
disuruh ikut pasukan Ali. Tidak mau. Dia
tidak mau karena dianggap adalah fitnah.
Intinya dia mengatakan, "Saya sudah
munafik." Maka Abu Bakar heran Abu Bakar
mengatakan subhanallah itu maha suci
Allah. Ma tak apa yang kau katakan ini?
Ya, maksudnya hal yang jauh dari yang
disangka. Qlu. Maka Hanzalah menjelaskan
sisi kenapa dia anggap dirinya munafik.
Biasanya orang kalau bilang munafik
bilang orang lain ya. Jarang orang
bilang dirinya sendiri apa? Munafik. Iya
enggak? Kamu munafik. Dasar munafik.
Tapi bilang dirinya sendiri munafik
hampir enggak ada ya. Tapi ini bagaimana
sahabat mereka menilai diri mereka
sendiri. Mereka tidak merasa tinggi.
Mereka tidak merasa hebat. Mereka tidak
merasa wali. Mereka tidak merasa macam
mereka orang yang tawadu. Semuanya
tawadu. Merasa diri penuh dengan apa?
Kekurangan. Ya. Lihatlah bagaimana Umar
bin Khattab radhiallahu anhu ketika akan
meninggal dunia. Lantas ada seorang
pemuda memujinya dengan pujian-pujian.
Engkau yang begini, engkau yang begini,
engkau yang begini. Kata dia mengatakan
kafafan la alaiya. Saya hanya berharap
impas tidak membela aku dan juga tidak
menjatuh menjatuhkan aku. Saya berharap
itu semua impas ya. Padahal pujian
segudang pujian Nabi kepada Umar.
Rasulullah mengatakan, "Umar fil
jannah." Umar di surga. Rasul sahu
alaihi wasallam bilang, "Rasulullah
masuk surga." Rasulullah lihat istananya
Umar. Terus Rasulullah ada seorang gadis
di situ. Rasulullah pengin masuk tapi
Rasul sahu alaihi wasallam takut Umar
cemburu nanti. Kata Umar, "Aaika agora."
Kata Umar, "Apa saya cemburu sama kamu?
Masuk aja, Nabi enggak ada masalah."
Padahal Umar sudah dikabarkan dia punya
istana di mana? Di surga. Rasulullah
juga berkata, "Lau kana nabiyan ba'di
lakana Umar." Kalau ada nabi setelahku,
tentu Umar yang menjadi nabi. Ya. Dan
sekudang ya pujian Nabi. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Ya
masalakta tidaklah kau fajanak
eh maakta fajan illa salaka setan fajan
girir fajjik." "Tidaklah kau melewati
suatu jalan kecuali setan cari jalan
yang lain." Karena setan takut sama
Umar. Itu pun ketika datang
pujian-pujian kepada Umar, Umar tetap
tidak sombong, tidak bangga. Bahkan yang
menakjubkan, Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyebutkan sebagian nama
munafik kepada ee Hudzaifah ibnul Yaman.
Rasulullah sebut kepada Hudzaifah, "Ada
orang-orang munafik, si fulan, si fulan,
si fulan, si fulan." Kemudian Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam meninggal dan
ini yang tahu hanya Hudzaifah. Nah,
kalau ada orang meninggal setelah
Rasulullah meninggal ada orang yang
meninggal di tengah-tengah mereka. Maka
Umar selalu lihat Hudzaifah mau salatin
enggak? Kalau Hudzaifah mau salatin
berarti bukan munafik. Kalau Hudzaifah
radhiallahu anhu tidak mau salatin
berarti bukan muna munafik. Selalu
demikian sampai Umar Umar datang kepada
Hudzaifah. Kemudian Umar bertanya,
"Wahai Hudzaifah, apakah aku termasuk
nama-nama munafik yang Rasulullah
sebutkan?"
Kata Hudzaifah, "Tentu tidak." Ya, dan
aku tidak akan membuka kepada selain
selain engkau. Artinya Umar yang begitu
pujian luar biasa gudang pujian dari
Nabi ya. Dan berapa kali dia punya ide?
Kalau ada yang menyebutkan delapan kali
dia punya ide, Allah turunkan ayat
sesuai dengan idenya. Sesuai dengan apa?
Idenya. Itu pun dia tidak merasa PD dan
dia masih khawatir dia termasuk orang
munafik. Nah, ini berbeda dengan
sebagian orang di zaman kita merasa kita
pasti masuk surga. Dia bilang gitu, kita
pasti masuk surga. Saya pernah dengar
ceramah orang bilang gitu. Kita pasti
mau surga. Kelompok kita pasti masuk
surga. Ada juga yang bilang kalau ada
yang kelompok lain mau surga karena
kita. Subhanallah
pede sekali ya. Tenang, saya akan
keluarkan kau dari neraka. Tenang, semua
saya tidak masuk surga kecuali muridnya
semuanya masuk surga dulu. Subhanallah.
Dia sudah jamin surga sama
murid-muridnya. Makanya muridnya taklid
buta. Karena dia bilang, "Nanti kalau di
surga saya tidak akan masuk surga.
Kecuali muridku dulu semuanya masuk
surga baru saya saya masuk surga." Yang
bilang, "Kau masuk surga siapa?
Siapa yang jamin kau mau surga? Umar aja
tidak sombong, tidak ada merasa tinggi
sama sekali. Tawadu luar biasa sampai
takut dirinya termasuk orang-orang apa?
Munafik. Padahal siapa Umar?
Perjuangannya, jihadnya semuanya lengkap
pada Umar bin Khattab. Namun sebagian
orang zaman sekarang baru gak tahu
kenapa bisa terpedaya seperti itu.
Merasa dirinya pasti masuk surga.
Kelompoknya pasti masuk surga.
Tenang aja nanti kalau di surga semua
muridku masuk dulu baru saya belakangan.
Begitu muridnya masuk semua, pintu surga
ditutup. H
tobat lu ya. Maksudnya kadang-kadang
orang gimana lihat para sahabat lihat
ini Hanzalah. Hanzalah
penulis wahyu. Al-Qur'an turun dia tulis
Rasulullah yang pilih dia sebagai
penulis wahyu. Tetapi dia tidak merasa
tinggi, tidak merasa sombong. Kita ini
siapa? kita ini siap para sahabatnya
seperti itu. Maka dia berkata, "Nafqa
hanzalah." Hanzalah munafik. Dia tidak
menuduh orang lain. Dia mensifati
dirinya sen sendiri. Maka Abu Bakar
heran. Abu Bakar bertanya, "Kok bisa
demikian? Maha suci Allah. Ma takl apa
yang kau katakan ini?" Qullu. Maka
Hanzolah menjelaskan kenapa dia khawatir
dirinya telah munafik. Dia berkata,
"Nakunu rasulillah yudzakkiruna bil
jannati wari kaana rya ain."
Ya, kita kalau di sisi Nabi sallallahu
alaihi wasallam, lantas Rasul sahu
alaihi wasallam mengingatkan kita kepada
surga, kepada neraka, tentang neraka,
maka seakan-akan kita melihat langsung
ya surga dan neraka tersebut. Ya,
makanya dalam hadis, siapa yang ingin
melihat neraka atau hari kiamat
sebagaimana
ee seakan-akan melihat langsung baca
ayat-ayat tentang hari kiamat. Ama
fatarat dan seterusnya ketika langit
terbelah, ketika bintang-bintang
berjatuhan, idyamsu quwirat, ketika
matahari di dipadamkan sinarnya. Ini
ayat-ayat seperti ini membuat kita ee
seakan-akan melihat hari kiamat. Dan
ayat-ayat tentang neraka juga banyak ya.
Kalau kita baca bagaimana orang-orang
disiksa di neraka juga tentang surga J.
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam sering
mengingatkan mereka tentang surga dan
neraka karena untuk mengingatkan
bahwasanya hidup dunia cuma sebentar.
Hidup dunia cuma sebentar 60 70 tahun
kurang lebih setelah itu kita masuk ke
alam akhirat di alam barzakh mungkin
berapa tahun, ribuan tahun kurang lebih.
Setelah itu kita akan masuk di alam
akhirat di hari kebangkitan abadi
selama-lamanya. Fariquun fil jannah wa
fariquun fir. Sebagian di surga dan
sebagian di neraka. Maka di antara
dakwah yang sering disampaikan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam adalah
mengingatkan tentang surga dan neraka
agar orang termotivasi dan tidak
terpedaya dengan kehidupan dunia hanya
sebentar ini. Agar kehidupan dunia ini
dia jadikan sebagai modal dasar ya untuk
bercocok
tanam sebanyak-banyaknya agar dia me
panen nanti di hari akhirat. Maka kata
Hanzalah, kalau kita sedang di sisi
Nabi, Rasul Sallahu Alaih Wasallam
ingatkan kita tentang surga, tentang
neraka, seakan-akan kita lihat langsung
surga dan neraka tersebut. Faid khjna
mini rasulillah. Tapi kalau kita sudah
pulang, kita meninggalkan Nabi, azwaja
wal aulada watasna
maksudnya ada yang mengatakan yaitu ee
maknanya adalah berinteraksi. Kita
berinteraksi dengan istri, bercanda
bermain-main dengan istri. dengan
anak-anak
dan juga kita dan kita sibuk dengan
urusan kerjaan yaat maksudnya pekerjaan
nasina kir maka kita banyak lupa tentang
akhirat
ya inilah yang dianggap oleh hanzalah
sebagai bentuk kemunafikan di depan nabi
lain hatinya ketika pulang ke rumah lain
apa hatinya sehingga dia menggap ini
kemunafikan dan secara makna umum
munafik itu artinya beda antara
lahir dan batin. Lahir dan batin. Beda
antara lahir dan batin. Ini makna umum.
Makna umum. Makna munafik. Beda antara
lahir dan batin. Dan Hanzalah menganggap
perubahan hatinya di hadapan Nabi
berbeda ketika di rumah berbeda. Ini
menunjukkan perbedaan. Perbedaan ini
menunjukkan isyarat akan kemunafikan.
Maka dia berkata, "Kalau di depan Nabi
kita benar-benar seperti lihat surga dan
neraka, tapi kalau sudah pulang ketemu
istri, ketemu anak, interaksi dengan
mereka, bercanda dengan mereka, main
dengan mereka, urusan kerjaan, urusan
dunia, urusan sawah ladang, urusan
perkebunan, urusan dagang, maka nasina
katsiran." Banyak urusan akhirat yang
kita lupakan. Qala Abu Bakar Assiddiq
radhiallahu anhu. Abu Bakar radhiallahu
anhu kemudian berkata, "Fawallahi inna
lanalq mlza." Demi Allah kita juga
seperti itu. Kita juga melakukan seperti
itu. Abu Bakar juga merasa, "Waduh,
bahaya. Saya juga ternyata begitu ya."
Rata-rata sahabat begitu karena mereka
bekerja, mereka punya istri, mereka
punya anak, mereka tidak selalu bersama
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka
ngaji sama Nabi, mereka juga pulang
ngurus istri, ngurus anak, ngurus
kerjaan, ya urus tanggung jawab sebagai
kepala rumah tangga. Sehingga Abu Bakar
berkata, "Demi Allah, saya juga seperti
itu. Bukan saya, kami sahabat yang lain
juga demikian."
Abu Bakr hatta ala rasulillah. Kata
Hanzolah, "Akhirnya aku dan Abu Bakar
pun pergi menuju Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam sampai kami ketemu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Faqulu, maka aku berkata kepada Nabi,
nafaqo Hanzalah ya Rasulullah.
Sesungguhnya Hanzalah telah munafik ya
Rasulullah."
Q Rasul wasam kenapa bisa kau merasa
dirimu munafik
ya Rasulullahuakair
ketika kami sedang di sisi engkau ya
Rasulullah engkau mengingatkan kami
terhadap neraka, mengingatkan kami
terhadap surga seakan-kakan kami melihat
surga dan neraka dengan mata kami.
Faidza kharajna minika. Tapi kalau kami
meninggalkan engkauasnal
azwaja wal aulada waiat nasina kirsiran.
Tapi kalau kami sudah pulang ketemu
istri, ketemu anak, ketemu kerjaan, kami
lupa banyak yang kau sampaikan kepada
kami. Faqala rasul sahu alaihi wasallam,
walladzi nafsi biyadihi. Maka Rasulullah
menimpali. Rasulullah berkata, "Walladzi
nafsi biyadihi. Demi zat yang jiwaku
berada di tangannya. La tadumuna al
takununa. Kalau kalian seandainya
seperti setelah pulang pun masih hati
kalian seperti ketika bersamaku.
Ketika kalian bersamaku, hati kalian
iman sangat tinggi. Karena mendengar
sabda Nabi, melihat bagaimana sosok
Nabi, bagaimana nuansa akhirat, terus
kalian pulang, kalian tetap begitu
suasana imannya. Wafidzikr. Dan kalian
tetap mengingat Allah Subhanahu wa
taala.
Maka malaikat akan datang berjabat
tangan dengan kalian. Ala furusikum
sampai kalian meskipun di tempat tidur
kalian wafi turukikum dan juga di
jalan-jalan kalian walakin yaatu saatan
wasa tetapi wahai
ada waktunya begini ada waktunya begitu
sampai rasulah ulang tiga kali sal marat
akan tetapi ya hanalah ada waktunya
begini ada waktunya begitu ada waktunya
begini waktunya begitu rawahu muslim
hadis riwayat muslim itu rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan
ee kalau kalian terus begitu tentu
kalian juga akan susah karena malaikat
akan datang ketemu kalian di tempat
tidur kalian, di jalan-jalan kalian.
Sementara kita manusia punya kebutuhan
untuk urusan anak istri, untuk
pekerjaan. Maka Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam mengatakan
yang yang yang ya yang yang apa namanya
yang terjadi pada dirimu wahai Handalah
dan juga pada Abu Bakar bukanlah sesuatu
kekurangan karena memang ada waktu untuk
ibadah dan ada waktu untuk anak dan is
istri ya. Maka Rasulullah mengatakan,
"Kalau seandainya kau terus begitu,
malaikat akan datang. Kalau kau tidak
pernah bermaksiat, tidak pernah mikirin
dunia, selalu mikir akhirat, malaikat
seperti malaikat nanti." Malaikat yang
tidak pernahelupakan tentang apa?
Akhirat. Malaikat yang tidak pernah
memikir tentang dunia. Malaikat semua
pikirannya adalah perintah Allah
Subhanahu wa taala. La yunallaha ma
amarf'aluna ma ymarun. Segera selalu
menjalankan perintah Allah. Ya, tidak
pernah membangkang terhadap perintah
Allah. Tapi ternyata kita ada alam
secara umum. Ada manusia di antara dua
alam. Alam malaikat yang senantiasa
tidak ada kegiatannya kecuali mengingat
Allah. Yusabbihunal laila nahar la
yafturun. Senantiasa bertasbih kepada
Allah. Bertasbih, salat ya malam, siang
dan malam tidak pernah capek. Malaikat
la yasamun, tidak pernah bosan, tidak
pernah letih. itu malaikat memang mereka
diciptakan seperti itu. Alam berikutnya
alam setan yang tidak ada kegiatannya
kecuali ma maksiat. Apa yang dipikir
seluah? Gimana bermaksiat hari ini?
Bagaimana menggoda manusia? Gimana
caranya? Datang dari depan, dari
belakang, dari kanan, dari samping goda
manusia. Bisik-bisikin dengan berbagai
macam cara digoda manusia. Manusia di
antara keduanya ya tidak seperti
malaikat, tidak juga seperti setan ya.
Ada waktunya dia untuk mengingat Allah,
ada waktunya dia untuk uruskan apa du
dunianya ya. Itulah manusia. Dan di
situlah dia kemudian diuji oleh Allah
Subhanahu wa taala. Ya, oleh karena Nabi
tidak menyalahkan Hanzalah, na berkata,
"Tidak mengapa demikian." Walakin ya
Hanzalah saatan saatan ada waktunya. Ada
waktunya. Ada waktunya kita baca Quran,
ada waktunya kita ngaji. Ada waktunya
kita silaturahmi. Ada waktunya kita
bercumbu bermesra dengan istri. Ada
waktunya kita main-main sama anak-anak.
Demikianlah seorang muslim dan itu yang
dipraktikkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ya. Maka muslim yang baik
adalah memberikan masing-masing haknya.
Ya. Ya. Memberikan masing-masing haknya.
Islam tidak mengajarkan rahbaniah.
Seorang kemudian tidak menikah, tidak
punya anak, kemudian sibuk beribadah
terus gak ada dalam Islam. Dalam Islam
tidak demikian. Makanya sering sampaikan
agama yang kalau dikerjakan dengan
sempurna ya tapi logis adalah agama
Islam. Adapun mungkin agama lain kalau
pengin sempurna dalam agama tersebut
harus meninggalkan dunia. Islam tidak.
Seorang pejabat bisa menjadi agamis yang
sempurna padahal kondisinya sebagai
seorang pejabat. Ya. Dan ada seorang
yang mungkin pedagang bahkan bisa
menjadi meraih kesempurnaan dengan
kondisi sebagai seorang pedagang.
Sebagaimana ada seorang ustaz bisa
mencapai kesempurnaan kondisi sebagai
ustaz ya. Ada seorang bisa mencapai
kesempurnaan dengan kondisi sebagai
istri. Islam luar biasa. Jadi di
tengah-tengah kerjaan duniawinya dia
tetap mengingat Allah Subhanahu wa
taala. Tapi bukan maksud Nabi ingat
akhirat terus tidak urusan dunia.
Enggak. Karena di balik urusan dunia
juga ada pahala yang Allah berikan. Ya.
Tib.
Ee kemunafikan secara umum ada dua.
Annifaq kata para ulama ada dua. Yang
pertama disebut dengan nifaq altiqadi
yaitu nifak kemunafikan terkait
keyakinan. Dan ini adalah disebut dengan
nifak akbar. Kemunafikan akbar. Dan ini
kufur mengeluarkan seorang dari Islam.
Yang kedua disebut nifaq amali yaitu
kemunafikan terkait dengan amal. Dan di
sini disebut juga nifak asghar.
Kemunafikan asghar munafik kecil yang
tidak mengeluarkan seorang dari Islam.
Adapun kemunafikan besar yaitu seorang
benci dengan Islam, hatinya kufur tapi
dia KTP-nya Islam. Ini namanya nifak
akbar seperti yang ada di zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah
sebutkan orang-orang munafik Rasulullah
Allah turunkan ayat-ayat membongkar ee
sifat-sifat mereka terutama ketika dalam
perang Tabuk dalam surat ee apa namanya
ee surah Taubah at-Taubah. Allah banyak
mengungkap sifat-sifat orang munafik
yang tinggal di zaman Nabi sallallahu
alaihi wasallam ketika perang Uhud.
Ketika perang Uhud Rasul sahu alaihi
wasallam keluar dengan 1000 pasukan
untuk melawan pasukan Quraisy sebanyak
3.000 pasukan. Ternyata ketika mau
perang 300 mundur dipimpin oleh Abdullah
bin Abdullah bin Ubay bin Salul. Jadi
1000 mundur berapa? 300. Bayangkan 30%
mundur dan 300 itu banyak
mereka mundur. Jadi di zaman Nabi sudah
ada orang muna munafik, tapi KTP mereka
Islam cuma mereka mundur. Ya kata Allah,
"Fama lakum fil munafiina fiini wallahu
arkas bima kasabu." Makanya ketika
mereka mundur 300, 700 bingung sahabat
ini gimana nih musuh 3.000 datang 300
membelot. Maka berpecahlah para sahabat
menjadi dua kelompok. Sebagian
mengatakan, "Ya Rasulullah, kita bunuh
dulu 300 baru lawan 3.000."
Nah, repot juga.
Akhirnya Allah turunkan ayat. Kata
Allah, "Biarkan mereka gak usah sibuk
dengan orang apa?" Munafik. Maksud saya
di zaman Nabi saja munafik banyak 300
ya. Dan munafikun akan terus ada sampai
ya hari kiamat. Sampai hari kiamat
tentunya KTP mereka Islam. Tetapi
ciri-ciri munafikun, munafikadi mudah.
Dia tidak suka dengan syariat apa?
Islam. Kata pen Islam dia benci dengan
syariat Islam. Dia enggak suka kalau
Islam jaya. Dia enggak suka. Dia enggak
suka Islam jaya. Dia enggak suka kalau
Islam yang mendominasi. Dia enggak suka.
Dia enggak suka kalau tauhid
ditinggikan. Dia enggak suka. Dia enggak
suka kalau ada wanita menjalankan
syariat is Islam. Dia enggak suka
sunah-sunah Nabi tegak. Dia enggak suka.
Dia mau agama-agama model pikiran dia.
Dia mau agama yang nyaman buat kepala
dia. Ya, intinya dia enggak suka syariat
Islam. Tapi KTP-nya is Islam. Dia enggak
suka syariat Islam. Ya, dia enggak suka
Islam. Oh, ini ciri-ciri orang munafik
ya. Ya, terutama zaman kita orang
liberal ya. Banyak orang munafik, orang
liberal yang anggap semua agama benar
ya. Semua agama masuk surga.
Semua agama benar semua, semua agama
masuk surga. Kemudian ngapain Nabi
diutus? Ya, Pak Kalau semua ag benar
semua masur ngapain? Ngapain Nabi
diutus? Ngapain Nabi dakwahi orang-orang
Nasra di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Kirim surat kepada Heroklius,
kepada Almukaukis, kirim surat kepada
Kisra, raja Persia. Nabi kirimin surat
semua suruh masuk Islam. Dan Rasulullah
kirim surat dengan tegas kepada
Heroklius, raja Romawi. Padahal Raja
Romawi itu orang Nasrani yang sangat
taat. Sangat taat sampai dia
nunggu-nunggu kapan datangnya
Rasulullah. Dia nunggu-nunggu. Makanya
saya punya ceramah, antum bisa dengar
tentang nasib tragis. Apa kisah tragis
Heroklius. bagaimana dia seorang raja
sekaligus orang yang alim, mungkin
dikatakan juga pendeta dan dia punya
ilmu tentang syariat sampai dia banyak
beribadah dia menantikan kedatangan
Nabi.
Ya, tapi ternyata ketika dia tawarkan
kepada rakyatnya agar masuk Islam,
ternyata rakyatnya tidak tidak mau
sehingga dia memilih kerajaannya
daripada masuk is Islam. Apa isi surat
Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada
Herlius? Kata Rasul sahu al wasallam,
"Salamun ala manaba al huda ila
Hercelimur, kepada Heraklius
pembesar Romawi dari Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Salamun alitabal huda
keselamatan bagi orang yang mengikut
petunjuk." Kemudian kata Rasul sahu
alaihi wasallam,
"Aslim taslam, masuklah kau Islam.
Jangan Nasrani terus masuklah kau dalam
apa? Islam. Taslam. Kalau kau mau Islam,
kau akan selamat.
Allah akan berikan kau pahala dua kali
lipat. Pahala selama kau Nasrani ya dan
pahala kalau kau masuk Islam. Kemudian
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
kalau kau tidak mau masuk Islam alikaul
arin. Kalau kau tidak mau Islam kau akan
menanggung dosa rakyatmu. Coba bayangkan
ini tegas atau tidak
tegas?
Ya. Kalau kau tidak masuk Islam kau akan
menanggung dosa rakyatmu. Tegas.
Ya, kalau ternyata Herokles juga masuk
surga, ngapain Nabi kurang kerjaan
nulis-nulis surat sama Heroklius?
Ngancam-ngancam ngapain?
Sekarang muncul sebagian orang semua
agama masuk surga.
Ya, akhi. Ini kebodohan orang Islam.
Agama lain aja enggak mau ngomong
begitu. Paham? Agama lain ada yang
ngomong gitu. Emang orang Nasra bilang
kita juga masuk surga? Enggak. Mereka
bilang kalau masuk surga harus beriman
kepada juru selamat. Iya enggak? Emang
orang Nasrani bilang kita juga mau surga
lah. Kenapa kita bodoh-bodohnya bilang
mereka juga mau surga? Mereka a tidak
mau mereka a tidak mengaku kita masuk
surga. Antum bodoh-bodohanya bilang kita
semua masuk surga. Kenapa kita bahlul
banget? Begitu maksudnya.
Ternyata pemikiran seperti cuma dari
kita aja. Orang Buddha juga enggak
begitu. Orang Hindu juga begitu.
Buktinya apa? Kalau ada orang masuk
Islam memang diintimidasi atau tidak?
Ada orang masuk Islam diintimidasi
enggak? Intimidasi. Sebagian
diintimidasi. Kenapa diintimidasi?
Karena dia tidak suka kalau ada yang
pindah agama ke agama is Islam. Ya,
berarti masing-masing agama itu ada
eksklusivisme. Itu sudah dari awal
seperti itu. Islam menganggap dia yang
paling benar. Nasrani menganggap dia
paling benar. Apalagi Yahudi mana ada
menganggap kita masuk surga. Kita ini
seperti monyet-monyet dan babi-bi.
Padahal mereka yang seperti
monyet-monyet dan babi-babi.
Kita ini dianggap seperti orang yang ya
bukan manusia. Allah ciptakan kita untuk
melayani mereka. Sebenarnya kita ini
hewan menurut mereka. Cuma Allah
ciptakan kita dalam bentuk manusia
supaya bisa disuruh-suruh. Kalau bentuk
hewan kan susah disuruh-suruh.
Itu keyakinan mereka dalam protokolat
mereka tulis itu. Ya Tib semua agama
tidak merasa kita masuk surga. Terus
kita bodoh-bodohnya menganggap mereka
semua masuk surga. Ini yang mengat dalam
Al-Qur'an banyak sekali. Laqada
kafaralladina qalu innallaha hual masih
ibnu Maryam. Sungguh telah kafir
mengatakan Allah adalah Isa. Waq
kafaradina q inallah. Sungguh telah
kafir yang mengatakan Allah satu dari
yang tiga.
Innalladina kafaru min ahlil kitab
musyrikin. Sesungguhnya orang kafir ahl
kitab dan musyrikin. Nabi diutus dakwahi
mereka ya. dakwahi mereka. Ya. Dalam
hadis kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "La yasma bi ahadun min hadil
umma yahudiyun wala nasraniun tumma
tumma yamutu walam ymin billadzi ursiltu
bihi illa min ahlinar." "Tidak ada dari
umat ini yang mendengar tentang aku,
Yahudi maupun Nasrani dia sudah dengar
tentang aku. Kemudian dia meninggal dan
tidak beriman dengan apa yang aku bawa
kecuali penghuni neraka." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
datang orang belakangan semua masuk. Ini
hadis-hadis mau dikemanakan.
Innaddinaallahil Islam. Agama yang
paling benar adalah Islam. Kata mereka
Islam maksudnya semua agama. Coba
bayangkan terus Nabi buat apa diutus?
Nabi buat apa kemudian lawan Romawi
lawan Persia? Nabi buat apa tulis-tulis
surat kepada raja-raja? Ngapain? Kalau
semua agama surga berarti Nabi kurang
kerjaan.
K datang semua
semua masuk surga. Yang penting akhlak
baik. Yang penting akhlak baik. Nasrani
tidak pernah Allah cela tentang
akhlaknya buruk. Yang Allah cela tentang
keyakinan mereka terhadap apa? Nabi Isa
Alaih Salam. Kalau Yahudi memang
akhlaknya buruk. Tapi tetap mereka di
neraka. Karena akhlak yang terbaik
adalah akhlak kepada Allah. Bukan hanya
kepada manusia. Allah yangciptakan kamu.
Allah yang ciptakan langit dan bumi.
Allah yang memberikan segala fasilitas.
Kemudian kau beribadah kepada Allah dan
kepada selain Allah. Itu namanya
berakhlak sama Allah. Enggak itu namanya
kurang ajar sama Allah.
Jangan pikir akhlak sama manusia aja,
akhlak kepada Allah. Dan itu tujuan kita
diciptakan. W khalaqtul jinna wal insa
illa liya budun. Tidak ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk beribadah
semata-mata kepadaku. Sudah Allah
ciptakan semua kemudian nyembah Nabi. Ya
enggak benarlah. Ini kita bicara versi
Islam. Kemudian kita bilang yang penting
akhlaknya baik. Mana akhlak yang paling
utama? Akhlakmu kepada Allah. Makanya
ketika Rasulullah ditanya
tentang dosa paling besar, kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Anta ja'ala
lillahi niddan wahua khalaqak." Dosa
paling besar syirik, yaitu engkau
mengambil tandingan bagi Allah padahal
yangciptakan kamu hanya Allah.
Gimana kau nyembah selain Allah? Bersama
Allah sementara yang ciptakan kamu
hanyalah siapa? Allah. Kalau yang
ciptakan kamu Allah dan Nabi Isa juga
ciptakan kamu, silakan sembah
dua-duanya.
Tetapi kalauciptakan kamu hanya Allah,
siapa yang disembah?
Allah.
Maka akhlak yang paling utama akhlak
kepada Allah.
Yang bilang yang penting akhlak mulia,
akhlak mulia. Sampai ada yang mengatakan
agama hanyalah sarana, tujuan adalah
akhlak.
Tiib. Kalau ada orang ateis akhlaknya
baik, masuk surga atau masuk neraka?
Itu versi antum.
Kalau versi mereka mungkin ada surga
ateis juga. Jadi kita capek dengar orang
seperti gini ya. Dulu pernah muncul
kemudian hilang, sekarang muncul lagi.
Tapi kita harus mengingatkan kepada kaum
muslimin ini salah satu bentuk
kemunafikan. Dia tidak suka dengan versi
Islam yang seharusnya. Dia bikin versi
Islam sendiri. KTP-nya Islam tapi dia
benci dengan apa? Islam. Gak ada bicara
tauhid. Ngapain bicara tauhid? Terus
nabi diutus buat apa? Bicara apa? Nabi
kehidupannya bicara tau tauhid. Bicara
paling utama bicara tauhid agar ibadah
semua hanya kepada Allah.
Seperti ketika Ribi' bin Amir diutus
dipanggil orang Romawi atau Persia
Romawi. Kalian mau dikasih harta pulang
kalian buat apa kemari? Kata Nabi,
"Innallaha", kata dia, "Innallah taatana
liikhrojinas min ibadatil ibad
ibadatibil ibad."
Kata Rib'i bin Amir, "Kami diutus oleh
Allah untuk mengeluarkan manusia dari
peribadatan kepada hamba kepada
peribadatan kepada pencipta hamba." Itu
itulah Islam yang sesungguhnya.
Ya, kalau orang bilang semua agama
benar, semua ya ini merendahkan kita.
Orang-orang mereka aja tidak mau begitu,
enggak mau dibilang Islam masuk surga
sama mereka.
Bahkan di antara mereka ada yang
mengejek kita. Kita dengar ejekan ini
bicara tentang akidah, tentang toleransi
bab yang lain. Toleransi kita toleransi
sesama penduduk negeri, sesama saling
bertetangga, Rasulullah juga
bertoleransi. Tapi masalah keyakinan
jangan bilang semua orang masuk surga.
Ini bab yang berbeda ya. Jangan bab yang
berbeda. Toleransi itu maknanya
masing-masing menjalankan keyakinannya.
yang lain silakan kita hargai. Bukan
kita gabung dengan mereka sama-sama
ibadah di ibadah mereka. Itu namanya
bukan toleransi. Itu namanya
apa? Campur. Campur apa? Campur sari. Ya
lah. Iya. Gado-gado. Toleransi itu saya
punya saya beda, kamu beda. Tapi
menghargai. Itu kan toleransi. Tapi
kalau campur baru campur baur itu bukan
toleransi lagi. Itu namanya tidak punya
pendirian. Gimana seperti itu?
Saya dulu biasa. Saya dulu waktu masih
sekolah saya satu bangku sama wanita
Nasrani. Kita sering ngobrol tapi kita
beda keyakinan. Saya sering ngobrol
diskusi debat enggak ada masalah. Ini
toleransi jalan beda keyakinan beda
toleransi beda.
Saya tanya sama antum jujur apakah
mereka merasa kita masuk surga?
Enggak. Mereka enggak merasa kita masuk
surga.
Terus ngapain kita bodoh-bodohnya
mengatakan, "Oh, semuanya surga."
Mereka aja bilang, "Kak aja di neraka."
Kita enggak pasti.
Tib. Jadi hati-hati namanya nifaq
iktiqadi. Nifak iktikadi tidak suka
dengan Islam, tapi KTP-nya apa? Is
Islam. Dia mau Islam versi dia.
Dia mau Islam versi dia. Islam yang
homoseksual halal.
Islam yang zina halal yang penting suka
sama suka yang penting bukan istri
orang. Saya pernah bantah kajian khusus
ada salah satu dari mereka mengatakan
zina enggak ada masalah yang penting
bukan istri orang.
N kalau gitu ya sudah tinggal ke
lonte-lonte sana semua tuh bukan zina
kalau begitu. Aduh homoseksual halal
mana homoseksual halal.
Gimana enggak sedih? Seorang istri
cemburu. Kenapa suaminya jalan dengan
suami orang lain?
Aduh, gimana
mereka merubah Islam terserah mereka.
Bukan cuma laki-laki yang bisa
menceraikan, perempuan juga boleh
mencerai. Kalau perempuan boleh
mencerai, kita dicerai sehari tiga kali.
Terus kalau sudah dicerai laki-laki juga
harus ada masa idah. Masa idahnya teras
20 hari bahlul. Subhan gimana seperti
ini Islam? Kayak apa model begini mau
dirubah-rubah Islam? Jangan bilang aja
kau bikin agama baru. Jangan bilang
Islam bikin aja agama baru aman. Enggak
ada yang cela kau. Tapi kalau kau bilang
Islam harusnya begini, dirubah hukumnya
harus begini lah. Ini Islam model apa
seperti ini?
Kalau homoseksual boleh semua orang homo
habis punah
manusia punah ganti monyet-monyet.
Ada yang punya anak keturunan. Kalau
semua homo mana anak keturunan?
Kita kadang-kadang aduh tapi ada aja
yang membela. Ada aja yang mem membela
merubah-rubah hukum hukum Islam. Sudah
bikin agama aja sendiri sudah aman.
Agama liberal selesai.
Mereka namakan Islam progresif. Islam
progresif a menuju lebih baik.
Islam-Islam dahulu semua ngacau semua.
Enggak bisa mereka mengejek sampai
mereka mengejek Imam Syafi'i di dalam
kitab mereka. Intinya hati-hati dengan
pemikiran seperti ini ya.
bedakan antara meyakini Islam adalah
agama tauhid yang benar dan itu
eksklusivisme enggak ada masalah. Beda
dengan masalah toleransi. Toleransi kita
toleransi kita sama warga negara saling
menghargai, saling menghormati silakan.
Tapi jangan bilang dia mau surga. Dia
saja tidak, dia saja bilang kita masuk
neraka. Ngapain kita bilang dia masuk
surga?
Itu namanya eksklusifisme. Kalau
nganggap semuanya benar namanya apa?
inklusofisme atau kemudian apa?
Pluralisme.
Tib. Adapun munafik yang kedua namanya
nifak asghar yaitu kemunafikan kecil ini
tidak mengeluarkan orang dari Islam. Itu
nifak amali terkait dengan amal yang
Rasul sahu alaihi wasallam sebutkan
dalam hadis-hadisnya tentang ciri-ciri
mereka. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Ayatul munafik tanda-tanda
orang munafik. A hadd kadzaba." Kalau
dia ngomong dia dusta.
Kalau dia berjanji dia menyelisihi.
Kalau dikasih amanah dia berkhianat.
Dalam hadis yang lain rasul wasam
mengatakan wahada.
Kalau dia sudah bikin perjanjian damai
kemudian dia berkhianat yaitu dia
membatalkan. Waidza ee
waid khasama fajaro. Kalau dia sedang
bertikai maka dia curang, licik.
Ini ciri orang munafik. Lima digabungkan
dengan dua hadis. Ada lima ciri orang
munafik. Haddasa kadaba. Kalau ngomong
selalu berdusta. Waidza waada aklafa.
Kalau dia bicara selalu
janji selalu menyelisihi.
Kata seorang wanita, "Suami gue banget
ini.
Kalau ngomong selalu dusta. Kalau janji
selalu men menyelisihi." Insyaallah
mudah-mudahan enggaklah.
Wa hadasa kadaba kalau ngomong selalu
dusta. Waada aklafa. Kalau janji selalu
menyelisihi waid tumina. Kalau dikasih
amanah berkhianat. Wa ahada. Kalau sudah
bikin perjanjian dia batalkan
perjanjian. Dia membatalkan dengan apa
namanya? E sendirian tanpa ada
kesepakatan. Yang terakhir waid khasama
fajara. Kalau bertikai dia curang fajir.
Dia bikin saksi palsulah. bikin tuduhan
palsulah, curang, pokoknya curang.
Gimana supaya menang dalam pertikaian
tersebut? Ini ciri orang munafik
ini.
Ee kalau seorang melakukannya maka dia
tidak kafir karena tidak terkait dengan
apa? akidah. Cuma kalau dia terlalu
banyak dia bisa ternyata dia munafik
asli. Makanya Rasul meng tanda-tandanya
ya tanda-tandanya ya. Tapi siapa yang
melakukannya? Tidak dikatakan dia kafir.
Cuma dia terjerumus dalam dosa besar ya.
Karena dia kalau ngomong dusta, kalau
berjanji menyelisi, kalau bersengketa
dia fajir dan seterusnya. Tapi ini bukan
nifak iktiqadi. Nah, seorang mukmin
berusaha menghindarikan ini semua. Ini
ciri-ciri orang munafik. Seorang mukmin
terkadang berdusta tapi bukan selalu
berdosa. Seorang mukmin yang sungguhnya
terkadang menyelisihi janji tapi bukan
selalu menyelisihi
ya.
Ya, kalau dia menyanyi-nyanyi segera
segera bertobat. Kalau dusta segera
bertobat. Tapi kalau sudah selalu selalu
selalu ini bahaya. Ini ciri-ciri orang
orang munafik.
Tiib. Kita lanjutkan
hadis terakhir dalam bab ini ya.
Ee kita kembali kepada Hanzalah. Maka
Hanzalah diingatkan oleh Nabi, "Walakin
ya Hanzalah saatan saatan wahai Hanzalah
ada waktunya ada waktunya. Ada waktunya
untuk ngaji, ada waktunya untuk salat
malam, ada waktunya untuk puasa, ada
waktunya untuk bercengkerama dengan
istri, ada waktunya untuk main-main sama
anak-anak, ada waktunya untuk ngurus
kerjaan, ada waktunya. Yang jadi masalah
jangan sampai urusan dunia mendominasi.
Itu yang jadi masalah. sehingga terlalu
sibuk dengan istri, terlalu sibuk dengan
anak, terlalu sibuk-sibuk dengan
kerjaan, sehingga lupa mengingat Allah.
Itu yang Allah mengatakan, "Ya
ayyuhalladina amanuikum amwalukum
wadukumikrillahika
faulaika humul khirun." "Wahai orang
yang beriman, janganlah kalian
terlalaikan, tersibukkan dengan harta
kalian, anak-anak kalian dari mengingat
Allah." Siapa yang melakukan demikian?
Sibuk dengan dunia, dengan harta, dengan
anak-anak sampai lupa ingat Allah.
Faulaika humul khasirun. Mereka
sungguh-sungguh orang yang merugi. Maka
kita dalam kehidupan ini ketika
menjalani kehidupan dunia, ngurus istri,
ngurus anak, tetap kita ingat Allah.
Tetap kita ingat Allah. Saya menjalan
cari nafkah karena Allah untuk istri
saya ngurus anak karena Allah. Saya
didik dia karena Allah. Makanya ketika
penghuni surga
ee saling berbicara di antara mereka ya
eh kata Allah Subhanahu wa taala waqbala
baum ala ba'in yatasaalun para penghuni
surga saling berhadap-hadapan dan mereka
saling bertanya di surga kelak
in kunna qlu fi ahlina musfiinallahu
alqabum
kami dahulu ketika di dunia di
tengah-tengah keluarga kami takut kepada
Allah subhanahu wa Taala. Inna ahlina.
Kami dahulu ketika di dunia, di
tengah-tengah keluarga kami, kami takut
kepada Allah. Seb mengatakan maksudnya
apa? Dia ketika ngurus dunia, ngurus
istri, ngurus anak, tetap punya takwa.
Contoh takwa istrinya bilang, "Mas,
nonton dong film Korea bareng." Gak,
saya takut kepada Allah. Seperti itu.
Misalnya, Mas, kita pergi ke bioskop
bareng. Aduh, janganlah. Mending kita
jalan-jalan ke lihat taman yang indah.
Adapun ke bioskop lihat maksiat
enggakah. Ini maksudnya dalam
interaksinya ke dengan istrinya, dengan
anaknya tetap dia ingat apa? Allah.
Sehingga tetap dapat pahala. Ya.
Istrinya bilang, "Mas, belikan saya dong
tas branded." Berapa harganya? R00 juta.
Dasasmo. Bilang
700. Kita bikin rumah lagi
juta buat kawin lagi juga bisa. R00
juta. Bercanda ya.
00 juta tanya sayang, bukannya Abi
enggak punya uang? Abi bisa ngutang.
Tetapi kalau kau ditanya oleh Allah,
"Kenapa beli tas seharga itu?" Kok bisa
jawab? Enggak. Karena kita semua yang
kita beli akan dihisab oleh Allah. Allah
akan berhentikan kita tentang seluruh
harta kita. Min ainasabahu wa f anfaqah.
Dari mana dia dapatkan, ke mana dia
belanjakan. Kalau kau bisa jawab duit
yang R00 juta bukan sedikit 700 juta
buat beli tas.
Bisa jawab enggak kalau tanya Allah?
Bisa. Bisa, Mas. Kamu bisa, saya enggak
bisa. Abi enggak bisa. Ah, ini namanya
kita ketika bermuamalah dengan istri,
dengan anak tetap takut kepada siapa?
Allah.
Jadi, jangan sampai anak-anak kita,
istri-istri kita, harta kita melalaikan
kita. Itu yang Allah cela.
Tapi walakin ya handalah saah saah ada
ada waktu kita fokus ibadah tidak ingat
anak istri ada fokus kita lagi baca
Quran kita ada ada fokus kita bangun
malam sudah cuek dengan istri pikir
akhirat ada ada kita fokus ngurus anak
istri tanpa lupa kepada Allah subhanahu
wa taala dengan demikian hidup kita
berkah dengan demikian segala aktivitas
kita berpahala di sisi Allah subhanahu
wa taala Allah tidak ingin dan
Rasulullah tidak ingin kita hidup cuma
di masjid mulu enggak ada kegiatan kita
kalau masjid terus gimana mau mau maju
Islam gimana mau berjaya Islam harus ada
yang belajar ini belajar ini, belajar
agama belajar dunia harus jadi insinyur
yang hebat harus jadi
orang-orang hebat dunia juga harus hebat
makanya Allah mengatakanum
min quah win ribatil khail siapkanlah
kekuatan yang terbaik dari kalian Islam
harus kuat ilmu dunia maupun ilmu agama
tib hadis terakhir dalam bab inib
wain ibni abbasin radhiallahu
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma,
beliau berkata Nabiallahu alaihi
wasallam yakubu ketika Nabi sedang
berkhotbah
huaulin qoimin. Tiba-tiba Rasulullah
melihat ada seorang sedang berdiri.
Berdiri yang lain duduk dia berdiri.
Fasa anhu. Rasulullah tanya siapa orang
itu? Kenapa berdiri? Faqalu Abu Israil.
Orang ini namanya Abu Israil.
Nadar an yaakuma fisyams. Dia bernazar
untuk berdiri di bawah terik matahari.
Beribadah dengan berdiri di bawah terik
matahari. Wala yaqud. Dan dia bernazar
untuk tidak duduk. Wala yastadil. Dan
dia bernazar untuk tidak bernaung di
bawah naungan. Witatallam dan dia
bernazar untuk tidak berbicara. Waasum
dan dia bernazar untuk berpuasa. Jadi
dia bernazar banyak. Pertama
berdiri di bawah terik matahari. Tidak
duduk tidak bernaung. Tidak bicara. Yang
kelima, berpuasa. Nazarnya ada berapa?
Lima.
Bernazar akan berdiri di bawah matrik
matahari, kemudian tidak akan duduk,
tidak bernaung, tidak bicara dan berpu
puasa. Faqala Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam
berkata, "Muruhu perintahkan dia
falyatakallam." Suruh batalkan nazarnya,
suruh bicara walatil waladil. Suruh dia
bernaung.
Walutimumahu
dan hendaknya dia melanjutkan puasanya.
Rawahul Bukhari. Hadis riwayat Bukhari.
Di sini dia bernazar dengan banyak
perkara tetapi yang syari cuma satu
yaitu bernazar untuk pua puasa. Adapun
lainnya nazar yang tidak benar. Nazar
akanlah sesuatu yang dilakukan oleh
seorang untuk mendekatkan diri kepada
Allah. Mewajibkan suatu perkara yang
tidak wajib baginya untuk mendekatkan
diri kepada Allah subhanahu wa taala.
Puasanya tidak wajib tapi dibilang saya
mau puasa karena Allah. Ini enggak ada
masalah ya, tetapi saya akan berdiri di
bawah trik matahari karena Allah. Ini
enggak ada. Enggak boleh. Ini bukan
ibadah. Rasulullah suruh batalin. Saya
bernazar untuk dekatkan diri kepada
Allah. Saya tidak mau bicara.
Enggak boleh. Enggak boleh. Maka
Rasulullah bilang, "Batalkan semuanya
kecuali satu ber berpuasa." Sebagian
ulama menafsirkan orang ini Abu Israil
dia bernazar untuk tetap berdiri bawah
matahari tidak tidak duduk, tidak
bernaung, tidak bicara. ketika mendengar
khotbah Nabi karena dia ingin
mengagungkan khotbah Nabi, maka dia
ingin cara dia dengar khotbah Nabi
dengan cara seperti itu. Niatnya baik,
tapi Rasulullah tegur itu salah semua.
Yang benar hanya boleh berpuasa.
Ya, maka ini dalil bahwasanya ibadah ya
tidak boleh berlebih-lebihan, harus ikut
aturan ya. Bernazar sesuai dengan
aturan. Tidak boleh bernazar hal-hal
yang membuat seorang di luar
kemampuannya ya panas terik matahari.
Allah tidak pengin kita merepotkan diri
kita ya. Hukum asal wama ja'alallahu
alaikum fiddini min haraj. Ya Allah
tidak menjadikan agama kalian sulit.
Yuriullahu bikumul yusro wikum usr.
Allah minginkan kalian mudah. Allah
tidak mengin kalian apa? Kesul
kesulitan. Ya, hukum asalnya mair Nabi
sallallahu alaihi wasallam baina amar
aisuma malam yakun haraman atau malam
yakunmun. Ya, kata kata kata Aisyah,
"Tidaklah Nabi diberi diberi diberi
pilihan dengan dua pilihan kecuali Nabi
selalu memilih yang paling ringan di
antara keduanya selama tidak haram atau
selama bukan dosa." Ya, makanya ee tidak
ada dalam syariat suruh kita untuk
bersusah-susah. Tetapi kalau ada ibadah
kemudian ada kesulitan ya kita jalani.
Seperti umrah letih ya kita jalani. Haji
letih kita jalani. Tapi bukan cari-cari
susah untuk umrah dan haji ya. Ya saya
penginlah umrah jalan kaki ee dari
bandara Jeddah sampai ke ke mana? Ke
Masjidil Haram. Ya enggaklah. Naik
mobillah ya. Naik mobil
Tib. Maka ee
ini dalil bahwasanya ibadah ee jangan
berlebih-lebihan.
Kemudian ibadah hendaknya
sedang ya dan mengingat tentang berbagai
macam sisi dan aspek. bahwasanya hidup
kita ini bukan untuk ibadah mahdah saja,
tapi ada ibadah-ibadah bentuk lain.
Ibadah ngurus istri, ibadah ngurus anak,
ibadah kerja agar kita bisa berinfak
untuk berjihad fisabilillah. Maka
seorang jangan berlebih-lebih dalam
ibadah. Akhirnya nanti dia terputus
ibadahnya, tidak mampu untuk beribadah.
Ya, saking semangat akhirnya
tengah-tengah jalan terjungkal ya
akhirnya tumbang seperti sebagian orang
seperti itu. Semangat ibadah
berlebih-lebihan akhirnya tumbang
akhirnya terputus tidak lanjutkan lagi.
Tidak lanjutkan lagi.
Bab kita lanjut bab berikutnya babun fil
muhadati alal amal. Bab tentang menjaga
amal. Menjaga amal. Bab ini ee dibawakan
oleh Imam Nawawi rahimahullah ee sangat
pas, sangat cocok dengan bab sebelumnya.
Kalau bab sebelumnya tentang al-iiktisad
fil amal, yaitu seorang berusaha
sederhana atau seimbang dalam beramal,
tidak berlebih-lebihan dan juga tidak
malas-malasan.
Dengan cara seperti itu kau bisa
continue karena kalau berlebihan tidak
bisa continue. Tapi kalau bisa diatur ya
sesuai dengan kemampuan kita maka kita
bisa continue. Kapan kita merasa punya
kemampuan lebih kita mulai naik level.
Kalau enggak kita continue aja ya karena
ee ibadah yang sedang itu yang mungkin
untuk dijaga. Tapi kalau terlalu
berlebih-lebihan maka tidak kuat untuk
menjaganya.
Maka bab berikutnya, bab ini bab fil
muhafadati alal amal. Yaitu bab kalau
seorang sudah beramal saleh hendaknya
dia jaga sampai dia meninggal dunia. Dia
jaga sampai dia meninggal dunia. Allah
sudah bukakan dia pintu kebaikan, maka
dia langgengi.
Dia langgengi, dia continue sampai maut
menjemputnya. Sebisa mungkin orang
seperti kalau dia sudah mulai salat
malam dia lanjutkan terus lagi dengar
ceramah salat malam, saya pengin salat
malam 3 jam malam ini. Besok sudah
enggak. Libur sampai tahun depan.
Kalau saya mulai 15 menit, 15 menit
setengah jam tapi kontinue sampai setiap
hari. Ini yang lebih afdal ya. Dengar
ceramah tang sedekah langsung sumbang R
miliar.
Besok uang sudah enggak ada.
Semampunya semampunya. Tapi continue
continue ya. Jadi ee berusaha untuk
menjaga amal. Kalau kita sudah mulai
mulai berinfak kepada anak yatim,
berusaha continue terus sebisa
semaksimal mungkin yang kita bisa ya.
Tapi kita harus menjaga jangan
berlebihan sedang supaya kita bisa
koninue seperti itu. Ya, kalau sudah
melakukan suatu amalan kita berusaha
menjaganya. Tib. Kemudian Allah Al Imam
Nawai rahimahullah membawakan ayat-ayat
terkait dengan bab ini. Kita sebutkan
beberapa ayat.
Ada 1 2 3 4. Ayat pertama dalam surat
Alhadid Allah berfirman, "Alamamina
amanuikrillah
nazala minal."
Bukankah tiba saatnya bagi orang-orang
beriman untuk khusyuk hati mereka
mengingat Allah? W nazala minal haqen
yang turun bagi mereka yaitu Al-Qur'an.
Jadi Allah mengatakan mengajak orang
beriman untuk khusyuk kepada Allah.
dengan mengingat Allah agar hati mereka
khusyuk dengan mengingat Allah dan
membaca Alqur'an.
Kemudian Allah mengingatkan wala yakunu
kalladina utul kitaba minqobl. Jangan,
janganlah orang beriman seperti ahlul
kitab yang sebelumnya yang tidak bisa
menjaga amal. Faq alaihimul amadu faqat
qulubuhum. Setelah waktu berlalu lama
akhirnya hati mereka menjadi keras.
Fahi kal hijaria asadu qaswah.
Ya, setelah itu hati mereka menjadi
keras. Itu Bani Israil. Maka hati mereka
setelah itu menjadi keras. Tadinya baik
kemudian menjadi keras. Bahkan seperti
batu atau bahkan lebih keras daripada
batu. Ya. Jadi ee ini Allah mencela
orang-orang ahlul kitab yang tidak bisa
menjaga amal mereka. Ya. Ketika datang
Nabi memberi mereka ee wejangan-wejangan
maka hati mereka baik. Setelah itu
berlalu waktu lama. Mungkin mereka tidak
murajaah, tidak belajar lagi apa yang
disebut oleh para nabi. Jadilah keras
hati mereka. Fa alaihimul amad. Karena
waktu yang lama akhirnya hati mereka
menjadi keras. Ini isyarat bahwasanya
seorang berusaha senantiasa
mengkhusyukkan hatinya. Bahwasannya
kalau kita sudah beramal saleh, kita
jaga. Kalau kita sudah mendapatkan
kekhusyukan, kita berusaha jaga. Ya,
untuk menjaga kekhusyukan, untuk menjaga
ketentraman hati butuh murajaah, butuh
mengulang-ulang, butuh melakukan
sebab-sebab yang menjadikan hati kita
baik, menjadikan iman kita kokoh.
Makanya Nabi mengatakan, "Innal iman
lakqu fi qulubi ahadikum
ya atau fi qulubikum ya." Sesungguhnya
iman itu akan usang. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Fasalullah yujadida imanakum." Kalau
gitu mintalah kepada Allah agar Allah
memperbaharu iman kalian. Iman kita ini
kalau dibiarkan dia
lusuh ya. Maka perlu kita perbaiki,
perlu kita perbaharui. Baca Quran ya,
zikir perlu kita perba ikut pengajian ya
agar kita iman kita terjaga. Allah
mencela ahlul kitab yang ketika mereka
bertemu dengan para nabi diberikan
wejangan iman mereka baik setelah
berlalu waktu yang lama hati mereka
menjadi keras. Maka jangan sampai
seperti seperti itu. Jangan biarkan hati
kita keras. Kapan kita merasa hati kita
sudah enggak enak, kembali segera kepada
Allah dengan mengatkan diri kepadanya.
Dan saya bilang sekarang zaman sekarang
hati sangat mudah keras dengan tontonan.
Hati sekarang paling mudah keras dengan
apa? Tontonan. Tontonan maksiat
memberikan nuktah sauda noda hitam dalam
hati kita. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam
alduamban
sauda. Kalau seorang hamba melakukan
maksiat, maka diberikan titik hitam,
noda hitam dalam hatinya. Semakin banyak
maksiat, semakin banyak noda hitam.
Kalau sudah hitam hati kita, sudah hati
kita keras, kita mau ibadah malas, baca
Quran malas.
Tapi kalau nonton film Korea semangat.
Mau taat sama suami malas, melayani
suami malas, tapi kalau ke mall luar
biasa.
Hati bahaya praktikan.
Untuk maksiat hati menggebu-gebu. Untuk
ibadah hati sudah malas. Ini ada tanda
bahwasanya hati kita bermasalah. Segera
perbaiki.
Segera perbaiki. Mungkin gara-gara
omongan kita yang ngawur atau tontonan
kita yang ngawur, pandangan mata yang
kita umbar, maka jangan biarkan seperti
jangan seperti kita perbaiki kembali
ikut pengajian. majelis ilmu ya agar
hati kita terjaga. Karena hati ini
dibiarin aja dia jadi lusuh apalagi
dinodai.
Hati dibiarin aja lusuh tidak diingatkan
goflah jadi lusuh apalagi dinudai dengan
maksiat maka perlu kita bersihkan. Allah
cela ahlul kitab yang tadinya hati
mereka baik. Kata Allah tumma qosat
qulubuhum. Kemudian hati mereka menjadi
keras.
Kemudian ayat berikutnya
Allah berfirman,
Maryam injilah.
Allah jelaskan setelah Allah kirim para
nabi, Allah utus Nabi Isa Nabi Isa bin
Maryam. Allah berikan Injil. Ya, Nabi
Isa sebagaimana nabi yang lain. Dia
bukan Tuhan. Makanya Allah berikan kitab
suci kepada dia. Kalau dia Tuhan,
ngapain dia bawa kitab suci? Dia ngomong
langsung. Benar enggak? Saya tanya sama
antum. Kalau Nabi bawa kitab suci, kalau
Tuhan ngapain bawa kitab suci? Langsung
ngomong langsung. Kalau Nabi Isa Tuhan
ngapain bawa kitab suci? Langsung
ngomong langsung. Dia nabi sebagaimana
nabi-nabi yang yang lainnya dulunya
tidak ada. Kemudian ada manusia
meninggal juga sebagai makan dan minum
sebagaimana manusia yang yang lainnya.
Dia bukan anak tu Tuhan. Makanya ketika
diskusi Nabi dengan orang-orang ee
Nasra Najran, maka di antara diskusi
bahwasanya kalau Nabi Isa adalah anak
Tuhan harusnya harusnya anak seperti
bapaknya. Harusnya anak seperti
bapaknya. Ternyata Nabi Isa makan
makanan. Kanana yaaniam. Dia dan ibunya
makan makanan. Berarti dia bukan tu
Tuhan. Berarti dia butuh makanan.
Berarti dia bukan bukan anaknya Tuhan.
Kalau anaknya Tuhan harusnya mirip
dengan apa? Bapaknya.
Kemudian di sini Allah sebutkan yang
intinya warahbiyah
ibtadauha. Mereka melakukan rahbaniah.
Rabbaniah itu tidak mau nikah.
Rahbaniah dilakukan oleh pendeta-pendeta
dulu, pasor-pasor. Niat mereka
kata Allah, maabana alaihim. Kami tidak
mewajibkan kepada mereka. Tapi mereka
bikin sendiri.
Tujuan mereka untuk mencari keridaan
Allah. Jadi mereka ingin mencari keran
Allah dengan melakukan rahbaniah ya.
Tidak mau nikah, tidak mau yaqatiha.
Ternyata mereka pun tidak menjaganya.
Maksudnya Allah mencela mereka ini,
Allah tidak wajibkan untuk rahbaniah.
Ternyata mereka melakukan rahbaniah. Itu
pun mereka sudah bernazar untuk
melakukan rohbaniah. Tidak bakalan kawin
karena Allah. Itu pun mereka melang
melanggar. Itu pun mereka melanggar. Ini
pendapat. Ada pendapat mengatakan
rahbaniah adalah dulu syariat bagi
mereka. Syariat bagi mereka. Ternyata
mereka tidak menjaga.
E bahkan mereka kemudian Allah cela
sebagian mereka
apa? Amwalan bil batilillah
wallina yaknizun fidah.
Ya inna minal ahbari waruhbaniuna
amwalan bil batil. Sesungguhnya banyak
dari pendeta dari ee dari ruhban ahli
ibadah dari umat-umat terdahulu mereka
banyak memakan harta manusia dengan
kebatilan. Mereka minta sedekah,
sedekah, sedekah dari umatnya. Ternyata
mereka timbun untuk kepentingan pri
pribadi. Allah sebutkan ini ciri-ciri
mereka. Jadi bukannya mereka rahbaniah
meninggalkan dunia karena Allah ternyata
marah mereka menumpuk apa? Dunia dengan
berlabel tidak nikah tidak. Ternyata
mereka ngumpulin duit untuk kepentingan
pribadi. Ini Allah cela mereka. Allah
cela cela mereka. Nah rahbaniah ini apa
dulu? Syariat atau bukan? Ada pendapat.
Ada yang mengatakan bukan syariat bagi
mereka. Mereka bikin bidah sendiri
ternyata mereka juga melanggar. Ada yang
mengatakan syariat bagi mereka namun
mereka tidak menjaganya. Intinya Imam
Nawai rahimahullah ingin menyampaikan
bahwasanya Allah cela mereka karena
mereka tidak komitmen. Tidak apa?
Komitmen dengan apa yang mereka
ada-adakan.
Ya, mereka tidak komitmen bahkan mereka
berubah dari katanya meninggalkan dunia
karena Allah malah ngumpulin apa? Dunia.
Ngumpulin dunia.
Maka kita jangan seperti mereka yang
Allah cela.
Ee seorang ulama kemudian
ngumpul-ngumpulin dunia untuk
kepentingan apa? Pribadi. Ngumpulin
sedekah ternyata untuk diri sendiri.
Ini adalah sikap orang-orang terdahulu
ya. Kalau uang umat buat umat bukan
bukan bukan buat pribadi ya. Saya kan
juga bagian dari umat, Ustaz. Iya. Tapi
tapi ini maksudnya bukan kamu aja buat
seluruh umat.
Ada kejadian masjid ini nyata ini masjid
setiap habis jumatan dihitung laporan
selalu R2 juta.
Bertahun-tahun. Akhirnya ada kawan dia
termotivasi untuk menjadi takmir di
masjid tersebut. Setelah dia pegang
ternyata tiap minggu jumatan R8 juta.
Jadi selam ini 6 juta ke mana?
Subhanallah. Maksudnya nekad makan uang
umat itu ana heran. Tapi itu terjadi.
Ini adalah kebiasaan orang-orang
terdahulu.
Apa enggak mikir uang umat nanti kau
ditanya oleh Allah hari kiamat gimana,
hisab bagaimana. Ya ini terjadi ya. Ada
yang bilang, "Ustadz, ini ada sumbangan
ke Palestina." Iya, sumbangan Palestina
resmi. Tetapi dia minta potongan 12,5%.
Banyak kali
kalau dia terima R1 miliar, dia terima
R15 juta. Bahlul kata ini orang masa
enggak tega ini uang untuk
saudara-saudara kita. Kemudian dia
potong potong terlalu banyak. Kalau R10
juta okelah buat administrasi
ini. Sampai R5 juta dia mau potong.
Terus yang dikirim cuma sisanya. Ini
gimana maksudnya? apa tega seperti itu
gitu loh.
Tapi ini terjadi kalau umat umat ya
buang umat kita buat buat umat ya buat
kemaslahatan umat bukan kemasatan pri
pribadi. Kita bagian dari umat tapi kita
harus memikirkan maslahat umum.
Intinya dalam ayat ini Allah mencela
mereka yang tidak komitmen dengan apa
yang mereka kerjakan. Kemudian juga
Allah berfirman, waq taala,
"Janganlah kau seperti wanita yang
setelah memintal dengan kuat kemudian
dia ceraiberikan benang-benangnya."
Jadi, seakan-akan Allah mengatakan,
"Kalau kau sudah beribadah jangan kau
hancurkan. Kalau kau sudah bina, jangan
kau hancurkan. Apa yang kau sudah
usahakan, jaga. Jangan kau hancurkan."
Seperti wanita yang sudah menjahit
dengan kuat kemudian dicerai hasil
jahitannya. Ini adalah hal yang
menyedihkan. Sudah dibangun dihancurkan.
Dibangun di dihancurkan jangan. Ayat
terakhir waqala taala wabutaka
yaakin. Beribadahlah kepada Rabbmu
sampai datang kematian. Yakin maksudnya
kematian. Seb dalam ayat yang
lain,akakum fiq
lam nak minal musinam
miskin nak maqidin w nukiddin hatta
atanal yaqin. Ketika penghuni surga
bertanya kepada penghuni neraka sakar,
"Apa yang menyebabkan kalian masuk
neraka sakar?" Mereka menjawab, "Lam
nakum minal musallin." Kami dulu tidak
salat. Kami dulu tidak beri makan kepada
fakir miskin. Kami dulu mengejek agama
Islam. Wa kunna nukadbu biumiddin. Kami
dulu mendustakan hari kebangkitan.
Hattaal yakin sampai datang keyakinan
kepada kami. Maksudnya kemati kematian.
Kenapa kematian disebut dengan yakin?
Karena orang kalau sudah mati dia yakin.
Semua yang tadi dia dengar-dengar cerita
ternyata yakin melihat malaikat maut,
yakin melihat munkar dan Nakir, yakin
dengan alam barzakh. Sehingga yakin.
Yakin.
Seperti juga dalam hadis Rasulullah
mengatakan tentang Utsman bin Ma'zun
bahwasanya telah datang yakin kepadanya.
Dia telah meninggal dunia. Maka ayat ini
maknanya sembahlah Allah sampai kau
datang kepadamu yakin maksudnya sampai
ma mati mati. Jadi jangan berhenti.
Continue sampai meninggal dunia. Kita
enggak tahu kapan meninggal dunia
berarti jaga amalan. Jangan terlalu
kencang sehingga tumbang di tengah jalan
tapi seimbang yang kau bisa jaga sampai
kau meninggal meninggal dunia. Adapun
ahlul bidah, ahli tasawuf yang ekstrem
mengatakan yakin maksudnya keyakinan.
Siapa yang beribadah sudah yakin sudah
enggak usah ibadah lagi. Katanya mereka
bilang, "Kamu kan masih makrifat, saya
sudah ya yakin. Kau masih syariat, saya
sudah makrifat." Orang sudah sampai
makrifat sudah yakin, enggak usah ibadah
lagi. Ini ngacau. Bayangkan ayat suruh
dia beribadah sampai mati, dia malah
artikan berhenti ibadah. Dengan makna
yakin diartikan dengan apa? Keyakinan.
Keyakinan.
Mana yang lebih yakin kau atau Nabi
Muhammad? Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam super yakin. Dia pun
sampai sakit-sakitan tetap berusaha
salat di masjid. Sampai mandi pingsan
pengin salat di masjid.
Mana lebih yakin kau atau Nabi
sallallahu alaihi wasallam?
Nanti kata mereka enggak. Nabi hanya
mencontohkan. Sebenarnya Nabi enggak
salat enggak apa-apa. Jadi mereka takwil
terus. ya. Jadi yang benar ayat ini
maksudnya