Transcript
jpZ05KK-Gck • Riyadush Shalihin 1.40: Seimbang Dalam Ketaatan (Bag-4)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2677_jpZ05KK-Gck.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi alaniukrtin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan masih bab tentang sedang dalam beribadah tidak boleh berlebih-lebihan dan tentunya sebaliknya juga jangan bermalas-malasan, tetapi hendaknya sedang dalam beribadah. Ee hadis berikutnya, wan Abi Rabi'i Handzalah ibn Rabi al-Uyidi alkatib. Ee jadi beliau namanya adalah Handzalah digelari dengan al-Katib. Alkatib maksudnya beliau adalah salah seorang dari penulis wahyu. Jadi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam memilih sejumlah sahabat tugasnya adalah menulis wahyu. Kalau Al-Qur'an turun maka mereka tulis ya. Mereka orang spesial. Di antaranya adalah Handzalah Ibnu Rabi' ahadi kuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Qala kata beliau, "Laqiani Abu Bakrin." Abu Bakar bertemu denganku. Hanzah, bagaimana kondisimu wahai Hanzalah? Dan ini biasa kalau sahabat bertemu dengan sahabat di antara bentuk perhatian bertanya bagaimana kondisimu, bagaimana kegiatanmu? Bertanya tentang kondisinya, cari-cari tahu tentang kondisinya, kegiatannya ya. Siapa tahu ada yang bisa dia bantu, siapa tahu dia bisa ee memberi ide. Ya, ini menunjukkan perhatian sesama saudara. Gimana kabar, gimana keluarga? Biasa ini adalah perkara yang dilakukan oleh para para sahabat. Ya. Maka Abu Bakar bertanya, "Kaifa anta ya Hanzalah?" "Bagaimana engkau? Bagaimana kondisimu ya Hanzalah?" Ternyata Hanzalah berkata, "Qullu." Aku menjawab, "Nafqa Hanzalah." Sesungguhnya Hanzalah telah melakukan kemunafikan. Ya, di sini Handalah ee tidak bercerita tentang kegiatan zahirnya, tetapi dia bercerita tentang dirinya, tentang kondisi agamanya. Dia khawatir tentang dirinya dan dia berkata, "Nafqa Hanzalah." Hanzalah telah munafik. Dia tidak berkata, "Nafaktu, aku telah munafik." Tapi dia menggunakan kata ganti orang ketiga. Dia mengatakan, "Hanzalah yang kau tanyakan padahal dirinya sendiri yaitu munafik." Maka Abu Bakar kaget. Kata Abu Bakar, "Subhanallah, ma taqul." Maha suci Allah. Apa yang kau lakukan? Apa yang kau katakan? Itu Abu Bakar tahu dia bukanlah orang buruk. Dia penulis wahyu, dia seorang sahabat. Ya. Ee apa namanya? Sampai kalau kita baca biografinya ee Hanzalah meninggalkan suatu kota. Dia tinggal suu kota kemudian dia pergi meninggalkan. Dia bilang, "Saya tidak mau tinggal di sini karena ada orang mencela Utsman. Ada orang mencela Utsman bin Affan. Saya enggak mau tinggal." Dia pindah-pindah kota gara-gara mendengar ada orang yang mencela Utsman bin Affan. Ya, demikian juga dia menjauh dari fitnah. Ketika terjadi persengketan antara Ali dan Muawiyah, maka dia disuruh ikut pasukan Ali. Tidak mau. Dia tidak mau karena dianggap adalah fitnah. Intinya dia mengatakan, "Saya sudah munafik." Maka Abu Bakar heran Abu Bakar mengatakan subhanallah itu maha suci Allah. Ma tak apa yang kau katakan ini? Ya, maksudnya hal yang jauh dari yang disangka. Qlu. Maka Hanzalah menjelaskan sisi kenapa dia anggap dirinya munafik. Biasanya orang kalau bilang munafik bilang orang lain ya. Jarang orang bilang dirinya sendiri apa? Munafik. Iya enggak? Kamu munafik. Dasar munafik. Tapi bilang dirinya sendiri munafik hampir enggak ada ya. Tapi ini bagaimana sahabat mereka menilai diri mereka sendiri. Mereka tidak merasa tinggi. Mereka tidak merasa hebat. Mereka tidak merasa wali. Mereka tidak merasa macam mereka orang yang tawadu. Semuanya tawadu. Merasa diri penuh dengan apa? Kekurangan. Ya. Lihatlah bagaimana Umar bin Khattab radhiallahu anhu ketika akan meninggal dunia. Lantas ada seorang pemuda memujinya dengan pujian-pujian. Engkau yang begini, engkau yang begini, engkau yang begini. Kata dia mengatakan kafafan la alaiya. Saya hanya berharap impas tidak membela aku dan juga tidak menjatuh menjatuhkan aku. Saya berharap itu semua impas ya. Padahal pujian segudang pujian Nabi kepada Umar. Rasulullah mengatakan, "Umar fil jannah." Umar di surga. Rasul sahu alaihi wasallam bilang, "Rasulullah masuk surga." Rasulullah lihat istananya Umar. Terus Rasulullah ada seorang gadis di situ. Rasulullah pengin masuk tapi Rasul sahu alaihi wasallam takut Umar cemburu nanti. Kata Umar, "Aaika agora." Kata Umar, "Apa saya cemburu sama kamu? Masuk aja, Nabi enggak ada masalah." Padahal Umar sudah dikabarkan dia punya istana di mana? Di surga. Rasulullah juga berkata, "Lau kana nabiyan ba'di lakana Umar." Kalau ada nabi setelahku, tentu Umar yang menjadi nabi. Ya. Dan sekudang ya pujian Nabi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya masalakta tidaklah kau fajanak eh maakta fajan illa salaka setan fajan girir fajjik." "Tidaklah kau melewati suatu jalan kecuali setan cari jalan yang lain." Karena setan takut sama Umar. Itu pun ketika datang pujian-pujian kepada Umar, Umar tetap tidak sombong, tidak bangga. Bahkan yang menakjubkan, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan sebagian nama munafik kepada ee Hudzaifah ibnul Yaman. Rasulullah sebut kepada Hudzaifah, "Ada orang-orang munafik, si fulan, si fulan, si fulan, si fulan." Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam meninggal dan ini yang tahu hanya Hudzaifah. Nah, kalau ada orang meninggal setelah Rasulullah meninggal ada orang yang meninggal di tengah-tengah mereka. Maka Umar selalu lihat Hudzaifah mau salatin enggak? Kalau Hudzaifah mau salatin berarti bukan munafik. Kalau Hudzaifah radhiallahu anhu tidak mau salatin berarti bukan muna munafik. Selalu demikian sampai Umar Umar datang kepada Hudzaifah. Kemudian Umar bertanya, "Wahai Hudzaifah, apakah aku termasuk nama-nama munafik yang Rasulullah sebutkan?" Kata Hudzaifah, "Tentu tidak." Ya, dan aku tidak akan membuka kepada selain selain engkau. Artinya Umar yang begitu pujian luar biasa gudang pujian dari Nabi ya. Dan berapa kali dia punya ide? Kalau ada yang menyebutkan delapan kali dia punya ide, Allah turunkan ayat sesuai dengan idenya. Sesuai dengan apa? Idenya. Itu pun dia tidak merasa PD dan dia masih khawatir dia termasuk orang munafik. Nah, ini berbeda dengan sebagian orang di zaman kita merasa kita pasti masuk surga. Dia bilang gitu, kita pasti masuk surga. Saya pernah dengar ceramah orang bilang gitu. Kita pasti mau surga. Kelompok kita pasti masuk surga. Ada juga yang bilang kalau ada yang kelompok lain mau surga karena kita. Subhanallah pede sekali ya. Tenang, saya akan keluarkan kau dari neraka. Tenang, semua saya tidak masuk surga kecuali muridnya semuanya masuk surga dulu. Subhanallah. Dia sudah jamin surga sama murid-muridnya. Makanya muridnya taklid buta. Karena dia bilang, "Nanti kalau di surga saya tidak akan masuk surga. Kecuali muridku dulu semuanya masuk surga baru saya saya masuk surga." Yang bilang, "Kau masuk surga siapa? Siapa yang jamin kau mau surga? Umar aja tidak sombong, tidak ada merasa tinggi sama sekali. Tawadu luar biasa sampai takut dirinya termasuk orang-orang apa? Munafik. Padahal siapa Umar? Perjuangannya, jihadnya semuanya lengkap pada Umar bin Khattab. Namun sebagian orang zaman sekarang baru gak tahu kenapa bisa terpedaya seperti itu. Merasa dirinya pasti masuk surga. Kelompoknya pasti masuk surga. Tenang aja nanti kalau di surga semua muridku masuk dulu baru saya belakangan. Begitu muridnya masuk semua, pintu surga ditutup. H tobat lu ya. Maksudnya kadang-kadang orang gimana lihat para sahabat lihat ini Hanzalah. Hanzalah penulis wahyu. Al-Qur'an turun dia tulis Rasulullah yang pilih dia sebagai penulis wahyu. Tetapi dia tidak merasa tinggi, tidak merasa sombong. Kita ini siapa? kita ini siap para sahabatnya seperti itu. Maka dia berkata, "Nafqa hanzalah." Hanzalah munafik. Dia tidak menuduh orang lain. Dia mensifati dirinya sen sendiri. Maka Abu Bakar heran. Abu Bakar bertanya, "Kok bisa demikian? Maha suci Allah. Ma takl apa yang kau katakan ini?" Qullu. Maka Hanzolah menjelaskan kenapa dia khawatir dirinya telah munafik. Dia berkata, "Nakunu rasulillah yudzakkiruna bil jannati wari kaana rya ain." Ya, kita kalau di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam, lantas Rasul sahu alaihi wasallam mengingatkan kita kepada surga, kepada neraka, tentang neraka, maka seakan-akan kita melihat langsung ya surga dan neraka tersebut. Ya, makanya dalam hadis, siapa yang ingin melihat neraka atau hari kiamat sebagaimana ee seakan-akan melihat langsung baca ayat-ayat tentang hari kiamat. Ama fatarat dan seterusnya ketika langit terbelah, ketika bintang-bintang berjatuhan, idyamsu quwirat, ketika matahari di dipadamkan sinarnya. Ini ayat-ayat seperti ini membuat kita ee seakan-akan melihat hari kiamat. Dan ayat-ayat tentang neraka juga banyak ya. Kalau kita baca bagaimana orang-orang disiksa di neraka juga tentang surga J. Rasul Sallahu Alaihi Wasallam sering mengingatkan mereka tentang surga dan neraka karena untuk mengingatkan bahwasanya hidup dunia cuma sebentar. Hidup dunia cuma sebentar 60 70 tahun kurang lebih setelah itu kita masuk ke alam akhirat di alam barzakh mungkin berapa tahun, ribuan tahun kurang lebih. Setelah itu kita akan masuk di alam akhirat di hari kebangkitan abadi selama-lamanya. Fariquun fil jannah wa fariquun fir. Sebagian di surga dan sebagian di neraka. Maka di antara dakwah yang sering disampaikan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah mengingatkan tentang surga dan neraka agar orang termotivasi dan tidak terpedaya dengan kehidupan dunia hanya sebentar ini. Agar kehidupan dunia ini dia jadikan sebagai modal dasar ya untuk bercocok tanam sebanyak-banyaknya agar dia me panen nanti di hari akhirat. Maka kata Hanzalah, kalau kita sedang di sisi Nabi, Rasul Sallahu Alaih Wasallam ingatkan kita tentang surga, tentang neraka, seakan-akan kita lihat langsung surga dan neraka tersebut. Faid khjna mini rasulillah. Tapi kalau kita sudah pulang, kita meninggalkan Nabi, azwaja wal aulada watasna maksudnya ada yang mengatakan yaitu ee maknanya adalah berinteraksi. Kita berinteraksi dengan istri, bercanda bermain-main dengan istri. dengan anak-anak dan juga kita dan kita sibuk dengan urusan kerjaan yaat maksudnya pekerjaan nasina kir maka kita banyak lupa tentang akhirat ya inilah yang dianggap oleh hanzalah sebagai bentuk kemunafikan di depan nabi lain hatinya ketika pulang ke rumah lain apa hatinya sehingga dia menggap ini kemunafikan dan secara makna umum munafik itu artinya beda antara lahir dan batin. Lahir dan batin. Beda antara lahir dan batin. Ini makna umum. Makna umum. Makna munafik. Beda antara lahir dan batin. Dan Hanzalah menganggap perubahan hatinya di hadapan Nabi berbeda ketika di rumah berbeda. Ini menunjukkan perbedaan. Perbedaan ini menunjukkan isyarat akan kemunafikan. Maka dia berkata, "Kalau di depan Nabi kita benar-benar seperti lihat surga dan neraka, tapi kalau sudah pulang ketemu istri, ketemu anak, interaksi dengan mereka, bercanda dengan mereka, main dengan mereka, urusan kerjaan, urusan dunia, urusan sawah ladang, urusan perkebunan, urusan dagang, maka nasina katsiran." Banyak urusan akhirat yang kita lupakan. Qala Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu. Abu Bakar radhiallahu anhu kemudian berkata, "Fawallahi inna lanalq mlza." Demi Allah kita juga seperti itu. Kita juga melakukan seperti itu. Abu Bakar juga merasa, "Waduh, bahaya. Saya juga ternyata begitu ya." Rata-rata sahabat begitu karena mereka bekerja, mereka punya istri, mereka punya anak, mereka tidak selalu bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka ngaji sama Nabi, mereka juga pulang ngurus istri, ngurus anak, ngurus kerjaan, ya urus tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Sehingga Abu Bakar berkata, "Demi Allah, saya juga seperti itu. Bukan saya, kami sahabat yang lain juga demikian." Abu Bakr hatta ala rasulillah. Kata Hanzolah, "Akhirnya aku dan Abu Bakar pun pergi menuju Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sampai kami ketemu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Faqulu, maka aku berkata kepada Nabi, nafaqo Hanzalah ya Rasulullah. Sesungguhnya Hanzalah telah munafik ya Rasulullah." Q Rasul wasam kenapa bisa kau merasa dirimu munafik ya Rasulullahuakair ketika kami sedang di sisi engkau ya Rasulullah engkau mengingatkan kami terhadap neraka, mengingatkan kami terhadap surga seakan-kakan kami melihat surga dan neraka dengan mata kami. Faidza kharajna minika. Tapi kalau kami meninggalkan engkauasnal azwaja wal aulada waiat nasina kirsiran. Tapi kalau kami sudah pulang ketemu istri, ketemu anak, ketemu kerjaan, kami lupa banyak yang kau sampaikan kepada kami. Faqala rasul sahu alaihi wasallam, walladzi nafsi biyadihi. Maka Rasulullah menimpali. Rasulullah berkata, "Walladzi nafsi biyadihi. Demi zat yang jiwaku berada di tangannya. La tadumuna al takununa. Kalau kalian seandainya seperti setelah pulang pun masih hati kalian seperti ketika bersamaku. Ketika kalian bersamaku, hati kalian iman sangat tinggi. Karena mendengar sabda Nabi, melihat bagaimana sosok Nabi, bagaimana nuansa akhirat, terus kalian pulang, kalian tetap begitu suasana imannya. Wafidzikr. Dan kalian tetap mengingat Allah Subhanahu wa taala. Maka malaikat akan datang berjabat tangan dengan kalian. Ala furusikum sampai kalian meskipun di tempat tidur kalian wafi turukikum dan juga di jalan-jalan kalian walakin yaatu saatan wasa tetapi wahai ada waktunya begini ada waktunya begitu sampai rasulah ulang tiga kali sal marat akan tetapi ya hanalah ada waktunya begini ada waktunya begitu ada waktunya begini waktunya begitu rawahu muslim hadis riwayat muslim itu rasul sahu alaihi wasallam mengatakan ee kalau kalian terus begitu tentu kalian juga akan susah karena malaikat akan datang ketemu kalian di tempat tidur kalian, di jalan-jalan kalian. Sementara kita manusia punya kebutuhan untuk urusan anak istri, untuk pekerjaan. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan yang yang yang ya yang yang apa namanya yang terjadi pada dirimu wahai Handalah dan juga pada Abu Bakar bukanlah sesuatu kekurangan karena memang ada waktu untuk ibadah dan ada waktu untuk anak dan is istri ya. Maka Rasulullah mengatakan, "Kalau seandainya kau terus begitu, malaikat akan datang. Kalau kau tidak pernah bermaksiat, tidak pernah mikirin dunia, selalu mikir akhirat, malaikat seperti malaikat nanti." Malaikat yang tidak pernahelupakan tentang apa? Akhirat. Malaikat yang tidak pernah memikir tentang dunia. Malaikat semua pikirannya adalah perintah Allah Subhanahu wa taala. La yunallaha ma amarf'aluna ma ymarun. Segera selalu menjalankan perintah Allah. Ya, tidak pernah membangkang terhadap perintah Allah. Tapi ternyata kita ada alam secara umum. Ada manusia di antara dua alam. Alam malaikat yang senantiasa tidak ada kegiatannya kecuali mengingat Allah. Yusabbihunal laila nahar la yafturun. Senantiasa bertasbih kepada Allah. Bertasbih, salat ya malam, siang dan malam tidak pernah capek. Malaikat la yasamun, tidak pernah bosan, tidak pernah letih. itu malaikat memang mereka diciptakan seperti itu. Alam berikutnya alam setan yang tidak ada kegiatannya kecuali ma maksiat. Apa yang dipikir seluah? Gimana bermaksiat hari ini? Bagaimana menggoda manusia? Gimana caranya? Datang dari depan, dari belakang, dari kanan, dari samping goda manusia. Bisik-bisikin dengan berbagai macam cara digoda manusia. Manusia di antara keduanya ya tidak seperti malaikat, tidak juga seperti setan ya. Ada waktunya dia untuk mengingat Allah, ada waktunya dia untuk uruskan apa du dunianya ya. Itulah manusia. Dan di situlah dia kemudian diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, oleh karena Nabi tidak menyalahkan Hanzalah, na berkata, "Tidak mengapa demikian." Walakin ya Hanzalah saatan saatan ada waktunya. Ada waktunya. Ada waktunya kita baca Quran, ada waktunya kita ngaji. Ada waktunya kita silaturahmi. Ada waktunya kita bercumbu bermesra dengan istri. Ada waktunya kita main-main sama anak-anak. Demikianlah seorang muslim dan itu yang dipraktikkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Maka muslim yang baik adalah memberikan masing-masing haknya. Ya. Ya. Memberikan masing-masing haknya. Islam tidak mengajarkan rahbaniah. Seorang kemudian tidak menikah, tidak punya anak, kemudian sibuk beribadah terus gak ada dalam Islam. Dalam Islam tidak demikian. Makanya sering sampaikan agama yang kalau dikerjakan dengan sempurna ya tapi logis adalah agama Islam. Adapun mungkin agama lain kalau pengin sempurna dalam agama tersebut harus meninggalkan dunia. Islam tidak. Seorang pejabat bisa menjadi agamis yang sempurna padahal kondisinya sebagai seorang pejabat. Ya. Dan ada seorang yang mungkin pedagang bahkan bisa menjadi meraih kesempurnaan dengan kondisi sebagai seorang pedagang. Sebagaimana ada seorang ustaz bisa mencapai kesempurnaan kondisi sebagai ustaz ya. Ada seorang bisa mencapai kesempurnaan dengan kondisi sebagai istri. Islam luar biasa. Jadi di tengah-tengah kerjaan duniawinya dia tetap mengingat Allah Subhanahu wa taala. Tapi bukan maksud Nabi ingat akhirat terus tidak urusan dunia. Enggak. Karena di balik urusan dunia juga ada pahala yang Allah berikan. Ya. Tib. Ee kemunafikan secara umum ada dua. Annifaq kata para ulama ada dua. Yang pertama disebut dengan nifaq altiqadi yaitu nifak kemunafikan terkait keyakinan. Dan ini adalah disebut dengan nifak akbar. Kemunafikan akbar. Dan ini kufur mengeluarkan seorang dari Islam. Yang kedua disebut nifaq amali yaitu kemunafikan terkait dengan amal. Dan di sini disebut juga nifak asghar. Kemunafikan asghar munafik kecil yang tidak mengeluarkan seorang dari Islam. Adapun kemunafikan besar yaitu seorang benci dengan Islam, hatinya kufur tapi dia KTP-nya Islam. Ini namanya nifak akbar seperti yang ada di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sebutkan orang-orang munafik Rasulullah Allah turunkan ayat-ayat membongkar ee sifat-sifat mereka terutama ketika dalam perang Tabuk dalam surat ee apa namanya ee surah Taubah at-Taubah. Allah banyak mengungkap sifat-sifat orang munafik yang tinggal di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika perang Uhud. Ketika perang Uhud Rasul sahu alaihi wasallam keluar dengan 1000 pasukan untuk melawan pasukan Quraisy sebanyak 3.000 pasukan. Ternyata ketika mau perang 300 mundur dipimpin oleh Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul. Jadi 1000 mundur berapa? 300. Bayangkan 30% mundur dan 300 itu banyak mereka mundur. Jadi di zaman Nabi sudah ada orang muna munafik, tapi KTP mereka Islam cuma mereka mundur. Ya kata Allah, "Fama lakum fil munafiina fiini wallahu arkas bima kasabu." Makanya ketika mereka mundur 300, 700 bingung sahabat ini gimana nih musuh 3.000 datang 300 membelot. Maka berpecahlah para sahabat menjadi dua kelompok. Sebagian mengatakan, "Ya Rasulullah, kita bunuh dulu 300 baru lawan 3.000." Nah, repot juga. Akhirnya Allah turunkan ayat. Kata Allah, "Biarkan mereka gak usah sibuk dengan orang apa?" Munafik. Maksud saya di zaman Nabi saja munafik banyak 300 ya. Dan munafikun akan terus ada sampai ya hari kiamat. Sampai hari kiamat tentunya KTP mereka Islam. Tetapi ciri-ciri munafikun, munafikadi mudah. Dia tidak suka dengan syariat apa? Islam. Kata pen Islam dia benci dengan syariat Islam. Dia enggak suka kalau Islam jaya. Dia enggak suka. Dia enggak suka Islam jaya. Dia enggak suka kalau Islam yang mendominasi. Dia enggak suka. Dia enggak suka kalau tauhid ditinggikan. Dia enggak suka. Dia enggak suka kalau ada wanita menjalankan syariat is Islam. Dia enggak suka sunah-sunah Nabi tegak. Dia enggak suka. Dia mau agama-agama model pikiran dia. Dia mau agama yang nyaman buat kepala dia. Ya, intinya dia enggak suka syariat Islam. Tapi KTP-nya is Islam. Dia enggak suka syariat Islam. Ya, dia enggak suka Islam. Oh, ini ciri-ciri orang munafik ya. Ya, terutama zaman kita orang liberal ya. Banyak orang munafik, orang liberal yang anggap semua agama benar ya. Semua agama masuk surga. Semua agama benar semua, semua agama masuk surga. Kemudian ngapain Nabi diutus? Ya, Pak Kalau semua ag benar semua masur ngapain? Ngapain Nabi diutus? Ngapain Nabi dakwahi orang-orang Nasra di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam? Kirim surat kepada Heroklius, kepada Almukaukis, kirim surat kepada Kisra, raja Persia. Nabi kirimin surat semua suruh masuk Islam. Dan Rasulullah kirim surat dengan tegas kepada Heroklius, raja Romawi. Padahal Raja Romawi itu orang Nasrani yang sangat taat. Sangat taat sampai dia nunggu-nunggu kapan datangnya Rasulullah. Dia nunggu-nunggu. Makanya saya punya ceramah, antum bisa dengar tentang nasib tragis. Apa kisah tragis Heroklius. bagaimana dia seorang raja sekaligus orang yang alim, mungkin dikatakan juga pendeta dan dia punya ilmu tentang syariat sampai dia banyak beribadah dia menantikan kedatangan Nabi. Ya, tapi ternyata ketika dia tawarkan kepada rakyatnya agar masuk Islam, ternyata rakyatnya tidak tidak mau sehingga dia memilih kerajaannya daripada masuk is Islam. Apa isi surat Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Herlius? Kata Rasul sahu al wasallam, "Salamun ala manaba al huda ila Hercelimur, kepada Heraklius pembesar Romawi dari Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Salamun alitabal huda keselamatan bagi orang yang mengikut petunjuk." Kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Aslim taslam, masuklah kau Islam. Jangan Nasrani terus masuklah kau dalam apa? Islam. Taslam. Kalau kau mau Islam, kau akan selamat. Allah akan berikan kau pahala dua kali lipat. Pahala selama kau Nasrani ya dan pahala kalau kau masuk Islam. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau kau tidak mau masuk Islam alikaul arin. Kalau kau tidak mau Islam kau akan menanggung dosa rakyatmu. Coba bayangkan ini tegas atau tidak tegas? Ya. Kalau kau tidak masuk Islam kau akan menanggung dosa rakyatmu. Tegas. Ya, kalau ternyata Herokles juga masuk surga, ngapain Nabi kurang kerjaan nulis-nulis surat sama Heroklius? Ngancam-ngancam ngapain? Sekarang muncul sebagian orang semua agama masuk surga. Ya, akhi. Ini kebodohan orang Islam. Agama lain aja enggak mau ngomong begitu. Paham? Agama lain ada yang ngomong gitu. Emang orang Nasra bilang kita juga masuk surga? Enggak. Mereka bilang kalau masuk surga harus beriman kepada juru selamat. Iya enggak? Emang orang Nasrani bilang kita juga mau surga lah. Kenapa kita bodoh-bodohnya bilang mereka juga mau surga? Mereka a tidak mau mereka a tidak mengaku kita masuk surga. Antum bodoh-bodohanya bilang kita semua masuk surga. Kenapa kita bahlul banget? Begitu maksudnya. Ternyata pemikiran seperti cuma dari kita aja. Orang Buddha juga enggak begitu. Orang Hindu juga begitu. Buktinya apa? Kalau ada orang masuk Islam memang diintimidasi atau tidak? Ada orang masuk Islam diintimidasi enggak? Intimidasi. Sebagian diintimidasi. Kenapa diintimidasi? Karena dia tidak suka kalau ada yang pindah agama ke agama is Islam. Ya, berarti masing-masing agama itu ada eksklusivisme. Itu sudah dari awal seperti itu. Islam menganggap dia yang paling benar. Nasrani menganggap dia paling benar. Apalagi Yahudi mana ada menganggap kita masuk surga. Kita ini seperti monyet-monyet dan babi-bi. Padahal mereka yang seperti monyet-monyet dan babi-babi. Kita ini dianggap seperti orang yang ya bukan manusia. Allah ciptakan kita untuk melayani mereka. Sebenarnya kita ini hewan menurut mereka. Cuma Allah ciptakan kita dalam bentuk manusia supaya bisa disuruh-suruh. Kalau bentuk hewan kan susah disuruh-suruh. Itu keyakinan mereka dalam protokolat mereka tulis itu. Ya Tib semua agama tidak merasa kita masuk surga. Terus kita bodoh-bodohnya menganggap mereka semua masuk surga. Ini yang mengat dalam Al-Qur'an banyak sekali. Laqada kafaralladina qalu innallaha hual masih ibnu Maryam. Sungguh telah kafir mengatakan Allah adalah Isa. Waq kafaradina q inallah. Sungguh telah kafir yang mengatakan Allah satu dari yang tiga. Innalladina kafaru min ahlil kitab musyrikin. Sesungguhnya orang kafir ahl kitab dan musyrikin. Nabi diutus dakwahi mereka ya. dakwahi mereka. Ya. Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La yasma bi ahadun min hadil umma yahudiyun wala nasraniun tumma tumma yamutu walam ymin billadzi ursiltu bihi illa min ahlinar." "Tidak ada dari umat ini yang mendengar tentang aku, Yahudi maupun Nasrani dia sudah dengar tentang aku. Kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan apa yang aku bawa kecuali penghuni neraka." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian datang orang belakangan semua masuk. Ini hadis-hadis mau dikemanakan. Innaddinaallahil Islam. Agama yang paling benar adalah Islam. Kata mereka Islam maksudnya semua agama. Coba bayangkan terus Nabi buat apa diutus? Nabi buat apa kemudian lawan Romawi lawan Persia? Nabi buat apa tulis-tulis surat kepada raja-raja? Ngapain? Kalau semua agama surga berarti Nabi kurang kerjaan. K datang semua semua masuk surga. Yang penting akhlak baik. Yang penting akhlak baik. Nasrani tidak pernah Allah cela tentang akhlaknya buruk. Yang Allah cela tentang keyakinan mereka terhadap apa? Nabi Isa Alaih Salam. Kalau Yahudi memang akhlaknya buruk. Tapi tetap mereka di neraka. Karena akhlak yang terbaik adalah akhlak kepada Allah. Bukan hanya kepada manusia. Allah yangciptakan kamu. Allah yang ciptakan langit dan bumi. Allah yang memberikan segala fasilitas. Kemudian kau beribadah kepada Allah dan kepada selain Allah. Itu namanya berakhlak sama Allah. Enggak itu namanya kurang ajar sama Allah. Jangan pikir akhlak sama manusia aja, akhlak kepada Allah. Dan itu tujuan kita diciptakan. W khalaqtul jinna wal insa illa liya budun. Tidak ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah semata-mata kepadaku. Sudah Allah ciptakan semua kemudian nyembah Nabi. Ya enggak benarlah. Ini kita bicara versi Islam. Kemudian kita bilang yang penting akhlaknya baik. Mana akhlak yang paling utama? Akhlakmu kepada Allah. Makanya ketika Rasulullah ditanya tentang dosa paling besar, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Anta ja'ala lillahi niddan wahua khalaqak." Dosa paling besar syirik, yaitu engkau mengambil tandingan bagi Allah padahal yangciptakan kamu hanya Allah. Gimana kau nyembah selain Allah? Bersama Allah sementara yang ciptakan kamu hanyalah siapa? Allah. Kalau yang ciptakan kamu Allah dan Nabi Isa juga ciptakan kamu, silakan sembah dua-duanya. Tetapi kalauciptakan kamu hanya Allah, siapa yang disembah? Allah. Maka akhlak yang paling utama akhlak kepada Allah. Yang bilang yang penting akhlak mulia, akhlak mulia. Sampai ada yang mengatakan agama hanyalah sarana, tujuan adalah akhlak. Tiib. Kalau ada orang ateis akhlaknya baik, masuk surga atau masuk neraka? Itu versi antum. Kalau versi mereka mungkin ada surga ateis juga. Jadi kita capek dengar orang seperti gini ya. Dulu pernah muncul kemudian hilang, sekarang muncul lagi. Tapi kita harus mengingatkan kepada kaum muslimin ini salah satu bentuk kemunafikan. Dia tidak suka dengan versi Islam yang seharusnya. Dia bikin versi Islam sendiri. KTP-nya Islam tapi dia benci dengan apa? Islam. Gak ada bicara tauhid. Ngapain bicara tauhid? Terus nabi diutus buat apa? Bicara apa? Nabi kehidupannya bicara tau tauhid. Bicara paling utama bicara tauhid agar ibadah semua hanya kepada Allah. Seperti ketika Ribi' bin Amir diutus dipanggil orang Romawi atau Persia Romawi. Kalian mau dikasih harta pulang kalian buat apa kemari? Kata Nabi, "Innallaha", kata dia, "Innallah taatana liikhrojinas min ibadatil ibad ibadatibil ibad." Kata Rib'i bin Amir, "Kami diutus oleh Allah untuk mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada hamba kepada peribadatan kepada pencipta hamba." Itu itulah Islam yang sesungguhnya. Ya, kalau orang bilang semua agama benar, semua ya ini merendahkan kita. Orang-orang mereka aja tidak mau begitu, enggak mau dibilang Islam masuk surga sama mereka. Bahkan di antara mereka ada yang mengejek kita. Kita dengar ejekan ini bicara tentang akidah, tentang toleransi bab yang lain. Toleransi kita toleransi sesama penduduk negeri, sesama saling bertetangga, Rasulullah juga bertoleransi. Tapi masalah keyakinan jangan bilang semua orang masuk surga. Ini bab yang berbeda ya. Jangan bab yang berbeda. Toleransi itu maknanya masing-masing menjalankan keyakinannya. yang lain silakan kita hargai. Bukan kita gabung dengan mereka sama-sama ibadah di ibadah mereka. Itu namanya bukan toleransi. Itu namanya apa? Campur. Campur apa? Campur sari. Ya lah. Iya. Gado-gado. Toleransi itu saya punya saya beda, kamu beda. Tapi menghargai. Itu kan toleransi. Tapi kalau campur baru campur baur itu bukan toleransi lagi. Itu namanya tidak punya pendirian. Gimana seperti itu? Saya dulu biasa. Saya dulu waktu masih sekolah saya satu bangku sama wanita Nasrani. Kita sering ngobrol tapi kita beda keyakinan. Saya sering ngobrol diskusi debat enggak ada masalah. Ini toleransi jalan beda keyakinan beda toleransi beda. Saya tanya sama antum jujur apakah mereka merasa kita masuk surga? Enggak. Mereka enggak merasa kita masuk surga. Terus ngapain kita bodoh-bodohnya mengatakan, "Oh, semuanya surga." Mereka aja bilang, "Kak aja di neraka." Kita enggak pasti. Tib. Jadi hati-hati namanya nifaq iktiqadi. Nifak iktikadi tidak suka dengan Islam, tapi KTP-nya apa? Is Islam. Dia mau Islam versi dia. Dia mau Islam versi dia. Islam yang homoseksual halal. Islam yang zina halal yang penting suka sama suka yang penting bukan istri orang. Saya pernah bantah kajian khusus ada salah satu dari mereka mengatakan zina enggak ada masalah yang penting bukan istri orang. N kalau gitu ya sudah tinggal ke lonte-lonte sana semua tuh bukan zina kalau begitu. Aduh homoseksual halal mana homoseksual halal. Gimana enggak sedih? Seorang istri cemburu. Kenapa suaminya jalan dengan suami orang lain? Aduh, gimana mereka merubah Islam terserah mereka. Bukan cuma laki-laki yang bisa menceraikan, perempuan juga boleh mencerai. Kalau perempuan boleh mencerai, kita dicerai sehari tiga kali. Terus kalau sudah dicerai laki-laki juga harus ada masa idah. Masa idahnya teras 20 hari bahlul. Subhan gimana seperti ini Islam? Kayak apa model begini mau dirubah-rubah Islam? Jangan bilang aja kau bikin agama baru. Jangan bilang Islam bikin aja agama baru aman. Enggak ada yang cela kau. Tapi kalau kau bilang Islam harusnya begini, dirubah hukumnya harus begini lah. Ini Islam model apa seperti ini? Kalau homoseksual boleh semua orang homo habis punah manusia punah ganti monyet-monyet. Ada yang punya anak keturunan. Kalau semua homo mana anak keturunan? Kita kadang-kadang aduh tapi ada aja yang membela. Ada aja yang mem membela merubah-rubah hukum hukum Islam. Sudah bikin agama aja sendiri sudah aman. Agama liberal selesai. Mereka namakan Islam progresif. Islam progresif a menuju lebih baik. Islam-Islam dahulu semua ngacau semua. Enggak bisa mereka mengejek sampai mereka mengejek Imam Syafi'i di dalam kitab mereka. Intinya hati-hati dengan pemikiran seperti ini ya. bedakan antara meyakini Islam adalah agama tauhid yang benar dan itu eksklusivisme enggak ada masalah. Beda dengan masalah toleransi. Toleransi kita toleransi kita sama warga negara saling menghargai, saling menghormati silakan. Tapi jangan bilang dia mau surga. Dia saja tidak, dia saja bilang kita masuk neraka. Ngapain kita bilang dia masuk surga? Itu namanya eksklusifisme. Kalau nganggap semuanya benar namanya apa? inklusofisme atau kemudian apa? Pluralisme. Tib. Adapun munafik yang kedua namanya nifak asghar yaitu kemunafikan kecil ini tidak mengeluarkan orang dari Islam. Itu nifak amali terkait dengan amal yang Rasul sahu alaihi wasallam sebutkan dalam hadis-hadisnya tentang ciri-ciri mereka. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ayatul munafik tanda-tanda orang munafik. A hadd kadzaba." Kalau dia ngomong dia dusta. Kalau dia berjanji dia menyelisihi. Kalau dikasih amanah dia berkhianat. Dalam hadis yang lain rasul wasam mengatakan wahada. Kalau dia sudah bikin perjanjian damai kemudian dia berkhianat yaitu dia membatalkan. Waidza ee waid khasama fajaro. Kalau dia sedang bertikai maka dia curang, licik. Ini ciri orang munafik. Lima digabungkan dengan dua hadis. Ada lima ciri orang munafik. Haddasa kadaba. Kalau ngomong selalu berdusta. Waidza waada aklafa. Kalau dia bicara selalu janji selalu menyelisihi. Kata seorang wanita, "Suami gue banget ini. Kalau ngomong selalu dusta. Kalau janji selalu men menyelisihi." Insyaallah mudah-mudahan enggaklah. Wa hadasa kadaba kalau ngomong selalu dusta. Waada aklafa. Kalau janji selalu menyelisihi waid tumina. Kalau dikasih amanah berkhianat. Wa ahada. Kalau sudah bikin perjanjian dia batalkan perjanjian. Dia membatalkan dengan apa namanya? E sendirian tanpa ada kesepakatan. Yang terakhir waid khasama fajara. Kalau bertikai dia curang fajir. Dia bikin saksi palsulah. bikin tuduhan palsulah, curang, pokoknya curang. Gimana supaya menang dalam pertikaian tersebut? Ini ciri orang munafik ini. Ee kalau seorang melakukannya maka dia tidak kafir karena tidak terkait dengan apa? akidah. Cuma kalau dia terlalu banyak dia bisa ternyata dia munafik asli. Makanya Rasul meng tanda-tandanya ya tanda-tandanya ya. Tapi siapa yang melakukannya? Tidak dikatakan dia kafir. Cuma dia terjerumus dalam dosa besar ya. Karena dia kalau ngomong dusta, kalau berjanji menyelisi, kalau bersengketa dia fajir dan seterusnya. Tapi ini bukan nifak iktiqadi. Nah, seorang mukmin berusaha menghindarikan ini semua. Ini ciri-ciri orang munafik. Seorang mukmin terkadang berdusta tapi bukan selalu berdosa. Seorang mukmin yang sungguhnya terkadang menyelisihi janji tapi bukan selalu menyelisihi ya. Ya, kalau dia menyanyi-nyanyi segera segera bertobat. Kalau dusta segera bertobat. Tapi kalau sudah selalu selalu selalu ini bahaya. Ini ciri-ciri orang orang munafik. Tiib. Kita lanjutkan hadis terakhir dalam bab ini ya. Ee kita kembali kepada Hanzalah. Maka Hanzalah diingatkan oleh Nabi, "Walakin ya Hanzalah saatan saatan wahai Hanzalah ada waktunya ada waktunya. Ada waktunya untuk ngaji, ada waktunya untuk salat malam, ada waktunya untuk puasa, ada waktunya untuk bercengkerama dengan istri, ada waktunya untuk main-main sama anak-anak, ada waktunya untuk ngurus kerjaan, ada waktunya. Yang jadi masalah jangan sampai urusan dunia mendominasi. Itu yang jadi masalah. sehingga terlalu sibuk dengan istri, terlalu sibuk dengan anak, terlalu sibuk-sibuk dengan kerjaan, sehingga lupa mengingat Allah. Itu yang Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladina amanuikum amwalukum wadukumikrillahika faulaika humul khirun." "Wahai orang yang beriman, janganlah kalian terlalaikan, tersibukkan dengan harta kalian, anak-anak kalian dari mengingat Allah." Siapa yang melakukan demikian? Sibuk dengan dunia, dengan harta, dengan anak-anak sampai lupa ingat Allah. Faulaika humul khasirun. Mereka sungguh-sungguh orang yang merugi. Maka kita dalam kehidupan ini ketika menjalani kehidupan dunia, ngurus istri, ngurus anak, tetap kita ingat Allah. Tetap kita ingat Allah. Saya menjalan cari nafkah karena Allah untuk istri saya ngurus anak karena Allah. Saya didik dia karena Allah. Makanya ketika penghuni surga ee saling berbicara di antara mereka ya eh kata Allah Subhanahu wa taala waqbala baum ala ba'in yatasaalun para penghuni surga saling berhadap-hadapan dan mereka saling bertanya di surga kelak in kunna qlu fi ahlina musfiinallahu alqabum kami dahulu ketika di dunia di tengah-tengah keluarga kami takut kepada Allah subhanahu wa Taala. Inna ahlina. Kami dahulu ketika di dunia, di tengah-tengah keluarga kami, kami takut kepada Allah. Seb mengatakan maksudnya apa? Dia ketika ngurus dunia, ngurus istri, ngurus anak, tetap punya takwa. Contoh takwa istrinya bilang, "Mas, nonton dong film Korea bareng." Gak, saya takut kepada Allah. Seperti itu. Misalnya, Mas, kita pergi ke bioskop bareng. Aduh, janganlah. Mending kita jalan-jalan ke lihat taman yang indah. Adapun ke bioskop lihat maksiat enggakah. Ini maksudnya dalam interaksinya ke dengan istrinya, dengan anaknya tetap dia ingat apa? Allah. Sehingga tetap dapat pahala. Ya. Istrinya bilang, "Mas, belikan saya dong tas branded." Berapa harganya? R00 juta. Dasasmo. Bilang 700. Kita bikin rumah lagi juta buat kawin lagi juga bisa. R00 juta. Bercanda ya. 00 juta tanya sayang, bukannya Abi enggak punya uang? Abi bisa ngutang. Tetapi kalau kau ditanya oleh Allah, "Kenapa beli tas seharga itu?" Kok bisa jawab? Enggak. Karena kita semua yang kita beli akan dihisab oleh Allah. Allah akan berhentikan kita tentang seluruh harta kita. Min ainasabahu wa f anfaqah. Dari mana dia dapatkan, ke mana dia belanjakan. Kalau kau bisa jawab duit yang R00 juta bukan sedikit 700 juta buat beli tas. Bisa jawab enggak kalau tanya Allah? Bisa. Bisa, Mas. Kamu bisa, saya enggak bisa. Abi enggak bisa. Ah, ini namanya kita ketika bermuamalah dengan istri, dengan anak tetap takut kepada siapa? Allah. Jadi, jangan sampai anak-anak kita, istri-istri kita, harta kita melalaikan kita. Itu yang Allah cela. Tapi walakin ya handalah saah saah ada ada waktu kita fokus ibadah tidak ingat anak istri ada fokus kita lagi baca Quran kita ada ada fokus kita bangun malam sudah cuek dengan istri pikir akhirat ada ada kita fokus ngurus anak istri tanpa lupa kepada Allah subhanahu wa taala dengan demikian hidup kita berkah dengan demikian segala aktivitas kita berpahala di sisi Allah subhanahu wa taala Allah tidak ingin dan Rasulullah tidak ingin kita hidup cuma di masjid mulu enggak ada kegiatan kita kalau masjid terus gimana mau mau maju Islam gimana mau berjaya Islam harus ada yang belajar ini belajar ini, belajar agama belajar dunia harus jadi insinyur yang hebat harus jadi orang-orang hebat dunia juga harus hebat makanya Allah mengatakanum min quah win ribatil khail siapkanlah kekuatan yang terbaik dari kalian Islam harus kuat ilmu dunia maupun ilmu agama tib hadis terakhir dalam bab inib wain ibni abbasin radhiallahu Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, beliau berkata Nabiallahu alaihi wasallam yakubu ketika Nabi sedang berkhotbah huaulin qoimin. Tiba-tiba Rasulullah melihat ada seorang sedang berdiri. Berdiri yang lain duduk dia berdiri. Fasa anhu. Rasulullah tanya siapa orang itu? Kenapa berdiri? Faqalu Abu Israil. Orang ini namanya Abu Israil. Nadar an yaakuma fisyams. Dia bernazar untuk berdiri di bawah terik matahari. Beribadah dengan berdiri di bawah terik matahari. Wala yaqud. Dan dia bernazar untuk tidak duduk. Wala yastadil. Dan dia bernazar untuk tidak bernaung di bawah naungan. Witatallam dan dia bernazar untuk tidak berbicara. Waasum dan dia bernazar untuk berpuasa. Jadi dia bernazar banyak. Pertama berdiri di bawah terik matahari. Tidak duduk tidak bernaung. Tidak bicara. Yang kelima, berpuasa. Nazarnya ada berapa? Lima. Bernazar akan berdiri di bawah matrik matahari, kemudian tidak akan duduk, tidak bernaung, tidak bicara dan berpu puasa. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Muruhu perintahkan dia falyatakallam." Suruh batalkan nazarnya, suruh bicara walatil waladil. Suruh dia bernaung. Walutimumahu dan hendaknya dia melanjutkan puasanya. Rawahul Bukhari. Hadis riwayat Bukhari. Di sini dia bernazar dengan banyak perkara tetapi yang syari cuma satu yaitu bernazar untuk pua puasa. Adapun lainnya nazar yang tidak benar. Nazar akanlah sesuatu yang dilakukan oleh seorang untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mewajibkan suatu perkara yang tidak wajib baginya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala. Puasanya tidak wajib tapi dibilang saya mau puasa karena Allah. Ini enggak ada masalah ya, tetapi saya akan berdiri di bawah trik matahari karena Allah. Ini enggak ada. Enggak boleh. Ini bukan ibadah. Rasulullah suruh batalin. Saya bernazar untuk dekatkan diri kepada Allah. Saya tidak mau bicara. Enggak boleh. Enggak boleh. Maka Rasulullah bilang, "Batalkan semuanya kecuali satu ber berpuasa." Sebagian ulama menafsirkan orang ini Abu Israil dia bernazar untuk tetap berdiri bawah matahari tidak tidak duduk, tidak bernaung, tidak bicara. ketika mendengar khotbah Nabi karena dia ingin mengagungkan khotbah Nabi, maka dia ingin cara dia dengar khotbah Nabi dengan cara seperti itu. Niatnya baik, tapi Rasulullah tegur itu salah semua. Yang benar hanya boleh berpuasa. Ya, maka ini dalil bahwasanya ibadah ya tidak boleh berlebih-lebihan, harus ikut aturan ya. Bernazar sesuai dengan aturan. Tidak boleh bernazar hal-hal yang membuat seorang di luar kemampuannya ya panas terik matahari. Allah tidak pengin kita merepotkan diri kita ya. Hukum asal wama ja'alallahu alaikum fiddini min haraj. Ya Allah tidak menjadikan agama kalian sulit. Yuriullahu bikumul yusro wikum usr. Allah minginkan kalian mudah. Allah tidak mengin kalian apa? Kesul kesulitan. Ya, hukum asalnya mair Nabi sallallahu alaihi wasallam baina amar aisuma malam yakun haraman atau malam yakunmun. Ya, kata kata kata Aisyah, "Tidaklah Nabi diberi diberi diberi pilihan dengan dua pilihan kecuali Nabi selalu memilih yang paling ringan di antara keduanya selama tidak haram atau selama bukan dosa." Ya, makanya ee tidak ada dalam syariat suruh kita untuk bersusah-susah. Tetapi kalau ada ibadah kemudian ada kesulitan ya kita jalani. Seperti umrah letih ya kita jalani. Haji letih kita jalani. Tapi bukan cari-cari susah untuk umrah dan haji ya. Ya saya penginlah umrah jalan kaki ee dari bandara Jeddah sampai ke ke mana? Ke Masjidil Haram. Ya enggaklah. Naik mobillah ya. Naik mobil Tib. Maka ee ini dalil bahwasanya ibadah ee jangan berlebih-lebihan. Kemudian ibadah hendaknya sedang ya dan mengingat tentang berbagai macam sisi dan aspek. bahwasanya hidup kita ini bukan untuk ibadah mahdah saja, tapi ada ibadah-ibadah bentuk lain. Ibadah ngurus istri, ibadah ngurus anak, ibadah kerja agar kita bisa berinfak untuk berjihad fisabilillah. Maka seorang jangan berlebih-lebih dalam ibadah. Akhirnya nanti dia terputus ibadahnya, tidak mampu untuk beribadah. Ya, saking semangat akhirnya tengah-tengah jalan terjungkal ya akhirnya tumbang seperti sebagian orang seperti itu. Semangat ibadah berlebih-lebihan akhirnya tumbang akhirnya terputus tidak lanjutkan lagi. Tidak lanjutkan lagi. Bab kita lanjut bab berikutnya babun fil muhadati alal amal. Bab tentang menjaga amal. Menjaga amal. Bab ini ee dibawakan oleh Imam Nawawi rahimahullah ee sangat pas, sangat cocok dengan bab sebelumnya. Kalau bab sebelumnya tentang al-iiktisad fil amal, yaitu seorang berusaha sederhana atau seimbang dalam beramal, tidak berlebih-lebihan dan juga tidak malas-malasan. Dengan cara seperti itu kau bisa continue karena kalau berlebihan tidak bisa continue. Tapi kalau bisa diatur ya sesuai dengan kemampuan kita maka kita bisa continue. Kapan kita merasa punya kemampuan lebih kita mulai naik level. Kalau enggak kita continue aja ya karena ee ibadah yang sedang itu yang mungkin untuk dijaga. Tapi kalau terlalu berlebih-lebihan maka tidak kuat untuk menjaganya. Maka bab berikutnya, bab ini bab fil muhafadati alal amal. Yaitu bab kalau seorang sudah beramal saleh hendaknya dia jaga sampai dia meninggal dunia. Dia jaga sampai dia meninggal dunia. Allah sudah bukakan dia pintu kebaikan, maka dia langgengi. Dia langgengi, dia continue sampai maut menjemputnya. Sebisa mungkin orang seperti kalau dia sudah mulai salat malam dia lanjutkan terus lagi dengar ceramah salat malam, saya pengin salat malam 3 jam malam ini. Besok sudah enggak. Libur sampai tahun depan. Kalau saya mulai 15 menit, 15 menit setengah jam tapi kontinue sampai setiap hari. Ini yang lebih afdal ya. Dengar ceramah tang sedekah langsung sumbang R miliar. Besok uang sudah enggak ada. Semampunya semampunya. Tapi continue continue ya. Jadi ee berusaha untuk menjaga amal. Kalau kita sudah mulai mulai berinfak kepada anak yatim, berusaha continue terus sebisa semaksimal mungkin yang kita bisa ya. Tapi kita harus menjaga jangan berlebihan sedang supaya kita bisa koninue seperti itu. Ya, kalau sudah melakukan suatu amalan kita berusaha menjaganya. Tib. Kemudian Allah Al Imam Nawai rahimahullah membawakan ayat-ayat terkait dengan bab ini. Kita sebutkan beberapa ayat. Ada 1 2 3 4. Ayat pertama dalam surat Alhadid Allah berfirman, "Alamamina amanuikrillah nazala minal." Bukankah tiba saatnya bagi orang-orang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah? W nazala minal haqen yang turun bagi mereka yaitu Al-Qur'an. Jadi Allah mengatakan mengajak orang beriman untuk khusyuk kepada Allah. dengan mengingat Allah agar hati mereka khusyuk dengan mengingat Allah dan membaca Alqur'an. Kemudian Allah mengingatkan wala yakunu kalladina utul kitaba minqobl. Jangan, janganlah orang beriman seperti ahlul kitab yang sebelumnya yang tidak bisa menjaga amal. Faq alaihimul amadu faqat qulubuhum. Setelah waktu berlalu lama akhirnya hati mereka menjadi keras. Fahi kal hijaria asadu qaswah. Ya, setelah itu hati mereka menjadi keras. Itu Bani Israil. Maka hati mereka setelah itu menjadi keras. Tadinya baik kemudian menjadi keras. Bahkan seperti batu atau bahkan lebih keras daripada batu. Ya. Jadi ee ini Allah mencela orang-orang ahlul kitab yang tidak bisa menjaga amal mereka. Ya. Ketika datang Nabi memberi mereka ee wejangan-wejangan maka hati mereka baik. Setelah itu berlalu waktu lama. Mungkin mereka tidak murajaah, tidak belajar lagi apa yang disebut oleh para nabi. Jadilah keras hati mereka. Fa alaihimul amad. Karena waktu yang lama akhirnya hati mereka menjadi keras. Ini isyarat bahwasanya seorang berusaha senantiasa mengkhusyukkan hatinya. Bahwasannya kalau kita sudah beramal saleh, kita jaga. Kalau kita sudah mendapatkan kekhusyukan, kita berusaha jaga. Ya, untuk menjaga kekhusyukan, untuk menjaga ketentraman hati butuh murajaah, butuh mengulang-ulang, butuh melakukan sebab-sebab yang menjadikan hati kita baik, menjadikan iman kita kokoh. Makanya Nabi mengatakan, "Innal iman lakqu fi qulubi ahadikum ya atau fi qulubikum ya." Sesungguhnya iman itu akan usang. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fasalullah yujadida imanakum." Kalau gitu mintalah kepada Allah agar Allah memperbaharu iman kalian. Iman kita ini kalau dibiarkan dia lusuh ya. Maka perlu kita perbaiki, perlu kita perbaharui. Baca Quran ya, zikir perlu kita perba ikut pengajian ya agar kita iman kita terjaga. Allah mencela ahlul kitab yang ketika mereka bertemu dengan para nabi diberikan wejangan iman mereka baik setelah berlalu waktu yang lama hati mereka menjadi keras. Maka jangan sampai seperti seperti itu. Jangan biarkan hati kita keras. Kapan kita merasa hati kita sudah enggak enak, kembali segera kepada Allah dengan mengatkan diri kepadanya. Dan saya bilang sekarang zaman sekarang hati sangat mudah keras dengan tontonan. Hati sekarang paling mudah keras dengan apa? Tontonan. Tontonan maksiat memberikan nuktah sauda noda hitam dalam hati kita. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam alduamban sauda. Kalau seorang hamba melakukan maksiat, maka diberikan titik hitam, noda hitam dalam hatinya. Semakin banyak maksiat, semakin banyak noda hitam. Kalau sudah hitam hati kita, sudah hati kita keras, kita mau ibadah malas, baca Quran malas. Tapi kalau nonton film Korea semangat. Mau taat sama suami malas, melayani suami malas, tapi kalau ke mall luar biasa. Hati bahaya praktikan. Untuk maksiat hati menggebu-gebu. Untuk ibadah hati sudah malas. Ini ada tanda bahwasanya hati kita bermasalah. Segera perbaiki. Segera perbaiki. Mungkin gara-gara omongan kita yang ngawur atau tontonan kita yang ngawur, pandangan mata yang kita umbar, maka jangan biarkan seperti jangan seperti kita perbaiki kembali ikut pengajian. majelis ilmu ya agar hati kita terjaga. Karena hati ini dibiarin aja dia jadi lusuh apalagi dinodai. Hati dibiarin aja lusuh tidak diingatkan goflah jadi lusuh apalagi dinudai dengan maksiat maka perlu kita bersihkan. Allah cela ahlul kitab yang tadinya hati mereka baik. Kata Allah tumma qosat qulubuhum. Kemudian hati mereka menjadi keras. Kemudian ayat berikutnya Allah berfirman, Maryam injilah. Allah jelaskan setelah Allah kirim para nabi, Allah utus Nabi Isa Nabi Isa bin Maryam. Allah berikan Injil. Ya, Nabi Isa sebagaimana nabi yang lain. Dia bukan Tuhan. Makanya Allah berikan kitab suci kepada dia. Kalau dia Tuhan, ngapain dia bawa kitab suci? Dia ngomong langsung. Benar enggak? Saya tanya sama antum. Kalau Nabi bawa kitab suci, kalau Tuhan ngapain bawa kitab suci? Langsung ngomong langsung. Kalau Nabi Isa Tuhan ngapain bawa kitab suci? Langsung ngomong langsung. Dia nabi sebagaimana nabi-nabi yang yang lainnya dulunya tidak ada. Kemudian ada manusia meninggal juga sebagai makan dan minum sebagaimana manusia yang yang lainnya. Dia bukan anak tu Tuhan. Makanya ketika diskusi Nabi dengan orang-orang ee Nasra Najran, maka di antara diskusi bahwasanya kalau Nabi Isa adalah anak Tuhan harusnya harusnya anak seperti bapaknya. Harusnya anak seperti bapaknya. Ternyata Nabi Isa makan makanan. Kanana yaaniam. Dia dan ibunya makan makanan. Berarti dia bukan tu Tuhan. Berarti dia butuh makanan. Berarti dia bukan bukan anaknya Tuhan. Kalau anaknya Tuhan harusnya mirip dengan apa? Bapaknya. Kemudian di sini Allah sebutkan yang intinya warahbiyah ibtadauha. Mereka melakukan rahbaniah. Rabbaniah itu tidak mau nikah. Rahbaniah dilakukan oleh pendeta-pendeta dulu, pasor-pasor. Niat mereka kata Allah, maabana alaihim. Kami tidak mewajibkan kepada mereka. Tapi mereka bikin sendiri. Tujuan mereka untuk mencari keridaan Allah. Jadi mereka ingin mencari keran Allah dengan melakukan rahbaniah ya. Tidak mau nikah, tidak mau yaqatiha. Ternyata mereka pun tidak menjaganya. Maksudnya Allah mencela mereka ini, Allah tidak wajibkan untuk rahbaniah. Ternyata mereka melakukan rahbaniah. Itu pun mereka sudah bernazar untuk melakukan rohbaniah. Tidak bakalan kawin karena Allah. Itu pun mereka melang melanggar. Itu pun mereka melanggar. Ini pendapat. Ada pendapat mengatakan rahbaniah adalah dulu syariat bagi mereka. Syariat bagi mereka. Ternyata mereka tidak menjaga. E bahkan mereka kemudian Allah cela sebagian mereka apa? Amwalan bil batilillah wallina yaknizun fidah. Ya inna minal ahbari waruhbaniuna amwalan bil batil. Sesungguhnya banyak dari pendeta dari ee dari ruhban ahli ibadah dari umat-umat terdahulu mereka banyak memakan harta manusia dengan kebatilan. Mereka minta sedekah, sedekah, sedekah dari umatnya. Ternyata mereka timbun untuk kepentingan pri pribadi. Allah sebutkan ini ciri-ciri mereka. Jadi bukannya mereka rahbaniah meninggalkan dunia karena Allah ternyata marah mereka menumpuk apa? Dunia dengan berlabel tidak nikah tidak. Ternyata mereka ngumpulin duit untuk kepentingan pribadi. Ini Allah cela mereka. Allah cela cela mereka. Nah rahbaniah ini apa dulu? Syariat atau bukan? Ada pendapat. Ada yang mengatakan bukan syariat bagi mereka. Mereka bikin bidah sendiri ternyata mereka juga melanggar. Ada yang mengatakan syariat bagi mereka namun mereka tidak menjaganya. Intinya Imam Nawai rahimahullah ingin menyampaikan bahwasanya Allah cela mereka karena mereka tidak komitmen. Tidak apa? Komitmen dengan apa yang mereka ada-adakan. Ya, mereka tidak komitmen bahkan mereka berubah dari katanya meninggalkan dunia karena Allah malah ngumpulin apa? Dunia. Ngumpulin dunia. Maka kita jangan seperti mereka yang Allah cela. Ee seorang ulama kemudian ngumpul-ngumpulin dunia untuk kepentingan apa? Pribadi. Ngumpulin sedekah ternyata untuk diri sendiri. Ini adalah sikap orang-orang terdahulu ya. Kalau uang umat buat umat bukan bukan bukan buat pribadi ya. Saya kan juga bagian dari umat, Ustaz. Iya. Tapi tapi ini maksudnya bukan kamu aja buat seluruh umat. Ada kejadian masjid ini nyata ini masjid setiap habis jumatan dihitung laporan selalu R2 juta. Bertahun-tahun. Akhirnya ada kawan dia termotivasi untuk menjadi takmir di masjid tersebut. Setelah dia pegang ternyata tiap minggu jumatan R8 juta. Jadi selam ini 6 juta ke mana? Subhanallah. Maksudnya nekad makan uang umat itu ana heran. Tapi itu terjadi. Ini adalah kebiasaan orang-orang terdahulu. Apa enggak mikir uang umat nanti kau ditanya oleh Allah hari kiamat gimana, hisab bagaimana. Ya ini terjadi ya. Ada yang bilang, "Ustadz, ini ada sumbangan ke Palestina." Iya, sumbangan Palestina resmi. Tetapi dia minta potongan 12,5%. Banyak kali kalau dia terima R1 miliar, dia terima R15 juta. Bahlul kata ini orang masa enggak tega ini uang untuk saudara-saudara kita. Kemudian dia potong potong terlalu banyak. Kalau R10 juta okelah buat administrasi ini. Sampai R5 juta dia mau potong. Terus yang dikirim cuma sisanya. Ini gimana maksudnya? apa tega seperti itu gitu loh. Tapi ini terjadi kalau umat umat ya buang umat kita buat buat umat ya buat kemaslahatan umat bukan kemasatan pri pribadi. Kita bagian dari umat tapi kita harus memikirkan maslahat umum. Intinya dalam ayat ini Allah mencela mereka yang tidak komitmen dengan apa yang mereka kerjakan. Kemudian juga Allah berfirman, waq taala, "Janganlah kau seperti wanita yang setelah memintal dengan kuat kemudian dia ceraiberikan benang-benangnya." Jadi, seakan-akan Allah mengatakan, "Kalau kau sudah beribadah jangan kau hancurkan. Kalau kau sudah bina, jangan kau hancurkan. Apa yang kau sudah usahakan, jaga. Jangan kau hancurkan." Seperti wanita yang sudah menjahit dengan kuat kemudian dicerai hasil jahitannya. Ini adalah hal yang menyedihkan. Sudah dibangun dihancurkan. Dibangun di dihancurkan jangan. Ayat terakhir waqala taala wabutaka yaakin. Beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kematian. Yakin maksudnya kematian. Seb dalam ayat yang lain,akakum fiq lam nak minal musinam miskin nak maqidin w nukiddin hatta atanal yaqin. Ketika penghuni surga bertanya kepada penghuni neraka sakar, "Apa yang menyebabkan kalian masuk neraka sakar?" Mereka menjawab, "Lam nakum minal musallin." Kami dulu tidak salat. Kami dulu tidak beri makan kepada fakir miskin. Kami dulu mengejek agama Islam. Wa kunna nukadbu biumiddin. Kami dulu mendustakan hari kebangkitan. Hattaal yakin sampai datang keyakinan kepada kami. Maksudnya kemati kematian. Kenapa kematian disebut dengan yakin? Karena orang kalau sudah mati dia yakin. Semua yang tadi dia dengar-dengar cerita ternyata yakin melihat malaikat maut, yakin melihat munkar dan Nakir, yakin dengan alam barzakh. Sehingga yakin. Yakin. Seperti juga dalam hadis Rasulullah mengatakan tentang Utsman bin Ma'zun bahwasanya telah datang yakin kepadanya. Dia telah meninggal dunia. Maka ayat ini maknanya sembahlah Allah sampai kau datang kepadamu yakin maksudnya sampai ma mati mati. Jadi jangan berhenti. Continue sampai meninggal dunia. Kita enggak tahu kapan meninggal dunia berarti jaga amalan. Jangan terlalu kencang sehingga tumbang di tengah jalan tapi seimbang yang kau bisa jaga sampai kau meninggal meninggal dunia. Adapun ahlul bidah, ahli tasawuf yang ekstrem mengatakan yakin maksudnya keyakinan. Siapa yang beribadah sudah yakin sudah enggak usah ibadah lagi. Katanya mereka bilang, "Kamu kan masih makrifat, saya sudah ya yakin. Kau masih syariat, saya sudah makrifat." Orang sudah sampai makrifat sudah yakin, enggak usah ibadah lagi. Ini ngacau. Bayangkan ayat suruh dia beribadah sampai mati, dia malah artikan berhenti ibadah. Dengan makna yakin diartikan dengan apa? Keyakinan. Keyakinan. Mana yang lebih yakin kau atau Nabi Muhammad? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam super yakin. Dia pun sampai sakit-sakitan tetap berusaha salat di masjid. Sampai mandi pingsan pengin salat di masjid. Mana lebih yakin kau atau Nabi sallallahu alaihi wasallam? Nanti kata mereka enggak. Nabi hanya mencontohkan. Sebenarnya Nabi enggak salat enggak apa-apa. Jadi mereka takwil terus. ya. Jadi yang benar ayat ini maksudnya