Syarah Doa-Doa Pilihan #23: Doa sebelum Salam (Bagian-4) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
Ck6Cxz-79b4 • 2026-01-20
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala
taufiqihi asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman.
Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita
masih membahas tentang doa-doa
ee sebelum salam dan saya selalu
mengingatkan diri saya dan juga hadirin
hadirat untuk senantiasa semangat berdoa
kepada Allah subhanahu wa taala. Siapa
yang diil diilhamkan untuk suka berdoa,
maka dia adalah orang yang ee beruntung
ya. Karena siapa yang berdoa maka doanya
pasti dikabulkan dengan salah satu dari
empat pengkabulan. Datang dalam sebagian
riwayat tiga pengkabulan. Ada tambahan
satu riwayat pengkabulan yang keempat.
Yang pertama dikabulkan
di dunia ya entah cepat atau lambat
dikabulkan sesuai dengan hikmah yang
Allah kehendaki. Tentunya ini semua yang
kita harapkan dikabulkan di dunia ya.
Yang kedua dikabulkan di akhirat ya.
Tidak dikabulkan dunia tapi dikabulkan
di akhirat. Meskipun dikabulkan akhirat
tentu lebih baik karena diganti dengan
pahala surga. Namun kita manusia
penginnya dikabulkan di mana? Dunia apa
di akhirat?
Tapi kalau Allah pilih di akhirat,
maunya kita di dunia. Padahal dikabulkan
di akhirat lebih baik. Makanya Nabi
mengatakan, "Likulli
ummatin likulli nabin dakwatun
mustajabah." Setiap nabi ada doa
dikabulkan. Wauwati. Adapun aku ada doa
yang harusnya dikabulkan dunia, aku
tunda di akhirat untuk memberi syafaat
bagi umatku.
Kemudian yang ketiga adalah dipalingkan
darinya keburukan. Semisal yang dia
minta ya mungkin dia minta karunia
berupa harta tidak diberikan tapi
dipalingkan dari kerugian
seperti sejumlah harta yang dia minta
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini
tentu terkadang kita tidak sadari.
Ternyata gara-gara kita sering berdoa
Allah sering palingkan dari banyak
keburukan.
Yang keempat datang dalam satu riwayat
ee
an yugfar lahu diampuni dosa-dosanya.
Diampuni dosa-dosanya.
Dan ini dikuatkan dengan hadis Nabi,
hadis qudsi. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Ya bna Adam, innaka madautani
warjautani
gofartu laka ala maana minka wala
ubali." Wahai anak Adam, selama kau
berdoa kepadaku dan berharap kepadaku,
aku akan mengampuni dosa-dosamu dan aku
tidak peduli. Dan aku tidak peduli. Dari
sini bisa kita simpulkan bahwasanya doa
pasti dikabulkan. Selama tidak dalam doa
tersebut minta dosa atau untuk dalam
rangka memutuskan silaturahmi, maka
pasti dikabulkan dengan salah satu dari
empat pengkabulan.
Oleh karenanya ketika seorang sahabat
mendengar ini berkata, "Ya Rasulullah,
an nuksir." Kalau gitu kita banyak
berdoa ya Rasulullah. Kata Rasul
wasallam, "Allahu aksar kau banyak doa
Allah lebih mengkabulkan dan mudah bagi
Allah. Tidak ada susahnya bagi Allah
untuk mengkabulkan permohonan
hamba-hambnya." Oleh karenanya orang
yang beruntung adalah orang yang sering
berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala
dalam segala ee kegiatannya, dalam
segala aktivitasnya. senantiasa ingat
Allah dan dia selalu berdoa kepada
Allah. Dan saya sering sampaikan juga di
antara bukti seorang bertawakal kepada
Allah, dia sering berdoa kepada Allah.
Kenapa? Karena tawakal adalah
menyerahkan urusan kepada Allah
Subhanahu wa taala. Dan salah satu sifat
penghuni surga mau surga tanpa azab dan
tanpa hisab adalah mereka bertawakal
kepada Allah subhanahu wa taala. Pada
pertemuan lalu telah kita sampaikan
tentang salah satu hadis terkait dengan
doa sebelum salam yaitu Allahumma inni
Allahumma biilkal gaib wratika alal khq
eh ahyini inatil
ahyini inimta ahyini ma alimtalyatair li
wawaani alimtal wafatair
allahumma inni asaluka gaibi wasyahadah
naf
Allah in asaluka
ward
wajhqillah
allah
hudan muhtadin. Sudah hafal belum,
Ibu-ibu? Sudah, ya. Alhamdulillah.
Sekali-sekali kita berdoa sebelum salam,
kita doa dengan doa yang panjang
tersebut. Doa indah, isinya indah semua.
Ya, pada pertemuan lalu telah kita
sampai pada potongan doa ini, yaitu kita
sudah bahas tentang
eh Allah
asaluka naimanq.
Sekarang kita masuk pada potongan
berikutnya.
Nabi berdoa, "As'aluk rid baalq." Ya
Allah, aku mohon keridaan setelah
takdir. Ini doa sangat sering kita
butuhkan dalam hidup ini. Karena betapa
sering keputusan Allah tidak sesuai
dengan hawa nafsu kita. Betapa sering
keputusan Allah tidak sesuai dengan ee
yang kita harapkan. Padahal setiap
keputusan Allah kalau kita terima dengan
baik pasti yang terbaik. Maka kita mohon
kepada Allah dengan berdo as'alukar rid
ba'dal qada. Ya Allah, aku mohon untuk
bisa rida setelah keputusanMu. Setelah
keputusan.
Dan derajat rida lebih tinggi daripada
derajat ee sabar. Kalau sabar itu secara
bahasa Arab artinya alhabsu, menahan.
Menahan diri dari kejengkelan, dari
protes.
Oleh karenanya sabar itu ibadah terkait
dengan hati, dengan lisan, dan dengan
aljawarih, anggota tubuh. Yaitu hati
menahni diri. Jangan sampai dia protes,
"Ya Allah, kenapa kau ginikan aku?"
Meskipun dalam hatinya dia jangan sampai
seperti itu. Kemudian dengan lisan,
jangan sampai dia mengucapkan kata-kata
yang menunjukkan protes. Baik dia protes
secara langsung, "Ya Allah, kenapa kau
ginikan aku?" Atau dia mengatakan, "Ya
Allah, kenapa kau ambil putraku? Ya
Allah, kenapa bisa begini?" Ini namanya
protes dengan lisan. Itu berarti tidak
sabar, namanya jaza.
Atau dia protes dengan perbuatannya,
dengan robek-robek bajunya, ee
tampar-tampar pipinya, banting pintu,
banting eh apa yang di sekitarnya. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laisa
minna manal hududa wasqal juyuba w
jahiliyah." Ya, bukan dari golongan kami
seorang tatkala terkena musibah dia
ee memukul-mukul pipinya, dia
robek-robek kerah bajunya dan dia
menyeru dengan seruan jahiliah. Maka itu
sabar alhabsu menahan jangan sampai dia
melakukan hal tersebut. Karena kalau dia
melakukan hal tersebut berarti dia sudah
tidak sabar. Ini derajat yang wajib.
Sabar. Ada derajat di atas daripada
sabar yaitu rida.
Rida itu dia tidak grundel sama sekali.
Dia tahu apa yang Allah tetapkan itu
yang terbaik baginya. Dia tahu
bahwasanya Allah yang tetapkan baginya
adalah untuk mengangkat derajatnya.
Apakah mengangkat derajatnya dengan
menghapuskan dosa-dosanya atau
memberikan pahala yang banyak bagi dia.
Dia sadar bahwasanya dia banyak dosa.
Dia sadar bahwasanya dengan ee ujian ini
akan menghapuskan dosa-dosanya. Dalam
hadis,
idza man yurridillahu bihi khairan yusib
minhu. Siapa yang Allah ingin kebaikan
baginya, Allah berikan musibah baginya.
Rasulullah bersabda, id ahadallahuan
ibtalahum. Jika Allah mencintai suatu
kaum, Allah uji mereka. Rasul wasallam
bersabda, yazalul bilmin wal mukminah fi
nafsihi waadiialqah.
Senantiasa ujian menimpa seorang mukmin
atau seorang mukminah. pada dirinya,
pada anaknya, pada hartanya. Terus
musibah sili berganti sampai dia bertemu
dengan Allah dan dia tidak punya dosa
sama sama sekali. Maka ketika Allah
memberikan ujian pada seorang hamba
memutuskan ujian apapun terkait dengan
dirinya, terkait dengan istrinya,
terkait dengan suaminya, terkait dengan
anak-anaknya, terkait dengan
dagangannya, terkait dengan keluarganya
yang dia tidak sukai ya, tidak sukai
dengan cita-citanya.
Kemudian dia rida, dia tahu bahwasanya
apa yang Allah tetapkan itu yang terbaik
bagi dia. Apakah dan ujian tersebut akan
mengangkat derajatnya? Apakah dengan
mengurangi dosa-dosanya? Karena kalau
orang dosanya
dihapuskan, terangkat derajat atau tidak
terangkat derajatnya? Atau memang dia
dosanya sedikit, tapi Allah kasih pahala
yang sangat sangat banyak. Maka dengan
demikian dia rida sehingga dia tidak
menganggap bahwasanya lebih baik saya
tidak terkena musibah. Dia tahu
bahwasanya musibah ini mengenai dia
lebih baik daripada seandainya dia tidak
terkena musibah. Caranya dia mulai
memikirkan tentang merenungkan tentang
hikmah-hikmah di balik musibah. Bisa
jadi musibah ini minimal mengurangi
dosanya, mengangkat derajatnya, atau
bisa jadi memalingkan dia dari musibah
yang lebih besar yang dia tidak tahu.
Ya, yang dia tidak tahu, ya. Atau dengan
di balik musibah ini Allah datangkan
maslahat yang dia tidak tahu kecuali
bela belakangan. Ya. Dan itu banyak
terjadi dalam kehidupan kita. Yang
penting kita perlu berpikir sebentar,
berpikir sejenak bahwasanya
musibah-musibah yang kita lewati
ternyata semuanya endingnya ada
hikmahnya. Ada hikmahnya.
Maka jika seorang merenungkan sebagian
musibah yang dia alami dan dia
merenungkan hikmahnya di balik itu, maka
dia akan rida dengan setiap musibah yang
Allah berikan kepadanya. Meskipun
musibah datang berikutnya, dia enggak
ngerti ada apa di balik ini, tetapi dia
sudah kiaskan dengan musibah-musibah
sebelumnya. Toh musibah-musibah
sebelumnya ternyata baik bagiku, maka
apa yang musibah datang berikutnya,
kita pun berusaha berusaha rida.
berusaha rida. Tentunya kita tidak minta
dikasih musibah ya. Kita tidak jangan
berdoa, "Ya Allah berikanlah musibah
kepadaku." Jangan.
Dan Rasulullah larang. Rasulullah
mengatakan la tatamannau liqoal adu
was wasalullahalfiah.
Janganlah kalian minta bertemu dengan
musuh untuk perang, tetapi mintalah
keselamatan. Waidza laqitumuhum. Tapi
kalau kalian ternyata harus bertemu
dengan musuh, fasbiru. Maka ber
bersabarlah. Maka bersabarlah. Jangan
minta musibah. Ada seorang di dijenguk
oleh Nabi, tubuhnya kurus, kering, sakit
parah. Maka Rasulullah bertanya,
"Jangan-jangan kau pernah doa sesuatu."
Kata dia, "Benar ya, ya benar ya Allah.
Saya pernah ya benar ya Rasulullah. Saya
pernah berdoa, "Ya Allah, apapun dosaku
jangan kau timpakan di akhirat.
Timpakanlah di dunia." Dia pengin
disegerakan apa? Azab. Dia enggak kuat.
Kata Rasulullah, "Berdoalah minta
keselamatan, minta ampunan. Ngapain
minta diazab?"
Dia berdoa, "Ya Allah, kalau saya punya
dosa, jangan siksa saya di akhirat.
Siksalah saya di dunia." Dia enggak
kuat. Akhirnya Allah kasih sakit yang
dia tidak kuat menghadapinya. Pernah ada
seorang disebutkan seorang yang terkenal
sangat sabar. Maka dia berkata, "Ya
Allah, aku selalu rida dengan keputusan.
Silakan uji saya." Dia bilang begitu.
Sebutkan dalam tentang seorang sufi
terkenal. Dia mengatakan, "Ya Allah,
saya selalu rida dengan keputusanmu.
Silakan faktabirni. Pujilah aku. Maka
Allah buat dia tidak bisa kencing selama
14 hari. Maka dia menggeliat-menggeliat.
Maka dia datang kepada anak-anak kecil.
Dia bilang, "Tolong doakan pamanmu yang
bodoh ini. Tolong doakan." Sampai
akhirnya dia sembuhkan. Baru dia
mengata, "Aku bertobat kepada Engkau, ya
Allah." Seorang jangan minta susah.
Seorang minta keselamatan. Tapi kalau
dia diuji, dia tahu bahwasanya itu yang
ter yang terbaik. Cuma kita tuh maunya
pilihan kita, bukan pilihan siapa? Allah
Subhanahu wa taala.
Maka di antara cara agar kita bisa sabar
dan rida, kita berdoa minta kepada
Allah. Karena yang buat hati kita bisa
rida siapa? Allah. Maka kita berdoa,
"As'aluk rid ba'dalq." Ini doa sangat
penting. Maka saya bilang tadi saya,
saya motivasi diri saya, motivasi
ibu-ibu, bapak-bapak untuk hafal doa ini
dan kita bisa baca ketika kita salat
sunah, mungkin salat fardu, mungkin
keburu imam, asalamualaikum,
assalamualaikum. Ya, tapi kalau kita
salat sunah, salat sendiri, kita bisa
baca dengan tenang, dengan menghayati.
Ini salah satu doa dibaca sebelum salam.
Ya, asaluka ari ba'dal qada. Ya, ya
Allah, aku mohon kepada Engkau agar rida
dengan segala keputusan
ya. Karena dan kenapa disebut ba'dal
qada? Perhatikan sini. Kenapa kata ba'da
setelah? Perhatikan setelah. Karena
sebagian orang kadang menyangka dia bisa
rida. Dilihat orang, "Ah, kalau saya
insyaallah saya bisa sabar."
Tapi ketika benar-benar terjadi dia
enggak kuat. Ketika benar terjadi, dia
tidak kuat. Ya, maka kita ingin kita
benar-benar rida setelah kejadian bukan
sebelum kejadian. Kalau alazmam alar
ridikad untuk rida semua orang bisa.
Insyaallah saya kuat, insyaallah saya
rida.
Tapi yang menjadi perhatian adalah
setelah terjadi kejadian, apakah kau
rida? Ini yang sangat-sangat penting.
Dan yang kita ingin adalah langsung bisa
rida. Terkadang orang rida belakangan.
Pertama dia tidak rida, dia ngamuk,
lama-lama dia rida. Kita ingin kalau
bisa rida langsung itu yang terbaik. Itu
derajat yang tinggi lebih tinggi
daripada sekedar sabar. Sabar saja
pahalanya luar biasa. Apalagi dengan
rida terhadap keputusan Allah Subhanahu
wa taala. Oleh karenanya jangan lupa
berdoa asalukar rid ba'dal qada. Aku
mohon rida ya Allah setelah keputusanmu.
Setelah keputusan.
Kemudian doa berikutnya. As'aluka ba'dal
ais ba'dal mamat. Ya Allah aku mohon
kehidupan yang dingin setelah kematian.
Karena setelah kita meninggal kita akan
masuk di alam barzakh.
Ada dua kemungkinan saja. ya, yaitu
dapat nikmat kubur atau dapat azab azab
kubur. Ya, makanya ketika ada seorang
yang meninggal Rasulull Sallahu Alaihi
Wasallam
ee tidak mau salatkan
karena orang ini punya hutang 2 dinar
kalau tidak salah. Rasulullah tidak mau
salat. Akhirnya sahabat mengatakan, "Ya
Rasulullah, saya tanggung hutangnya."
Karena hutang masalah. Ya, hutang
masalah
tidak bayar hutang. Apalagi seorang
punya kemampuan bayar hutang dia tidak
segera bayar. Rasul wasam bersabda gani
zulmun nunda-nunda bayar hutang padahal
mampu adalah kezaliman. Semakin dia
tunda, argo dosa berjalan terus, argo
zalim berjalan terus. Maka akhirnya
dibilang, "Ya Rasulullah, saya tanggung
utangnya." Akhirnya Rasulullah salatkan.
Kemudian setelah berapa berapa hari,
Rasulullah ketemu lagi. Bagaimana dengan
hutangnya? Oh, ya. Ternyata sahabat ini
lupa. Akhirnya dia bayarkan. Kata Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam, "Alan
barat jildatuhu" atau kalimat semisal
ini kata Rasulullah, "Sekarang baru
dingin kulitnya. Sekarang baru dingin
kulitnya si fulan di alam barzakh.
Oleh karenanya kita ingin kehidupan yang
sejuk setelah kehidupan dunia ini ya.
Karena kehidupan yang sesungguhnya
kehidupan akhirat bukan kehidupan
dunia." Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan Allahumma la aisya illa
aisyul akhirah. Ya Allah tidak ada
kehidupan yang suungguhnya kecuali
kehidupan apa? akhirat ini dia cuma
sementara ya.
Ee
Allah Subhanahu wa taala ee berfirman,
"Wa innadal akhirat lahial hayawan."
Ya, sungguhnya kehidupan akhirat itulah
kehidupan yang sesungguhnya. Adapun
kehidupan dunia, laibun walahwun
wainatun wa tafakurun bainakum takatur
amwali wal aulad. Kehidupan dunia hanya
permainan senda gurau. Wazinah, hanya
berhias-berhias. Ya, kata para ulama
Allah sebutkan dalam surat Al-Hadid.
dunia. Dunia itu hanya permainan.
Anak-anak kecil kehidupannya main-main.
Walahun kalau sudah gede dikit senda
guro bikin kegiatan yang tidak ada
manfaatnya.
Lahun tuh tidak manfaat. Inilah anulah
inilah. Wazinah. Kalau sudah mulai
dewasa zina mulai sibuk dengan
penampilan.
Jam baguslah, tas baguslah, ini
baguslah, jilbab baguslah, semuanya.
dengan penampilan.
Kalau dia punya duit lagi, watfakurum
bainakum. Bangga-banggaan.
Bangga-banggaan. Saya punya ini, saya
punya rumah bagus, saya punya kalau
sudah lebih lagi, sudah punya duit
banyak lagi watakaturun banyak-banyakan.
Saya punya rumah sekian, saya punya
kalau zaman dulu saya punya unta sekian,
saya punya sapi sekian, kalau zaman
sekarang saya punya rumah sekian, punya
moge sekian, saya punya istri sekian,
saya punya anak sekian. Bangga-banggaan
banyak-banyakan.
Kata Allah
seperti hujan yang turun menumbuhkan
rumput yang kering tiba-tiba tumpuk rump
rumput yang hijau. Namun hijaunya tidak
lama tiba-tiba menguning kemudian
hancur.
Oleh karenanya kehidupan sesungguhnya
adalah kehidupan akhirat. Ketika Nabi
melihat para sahabat sedang menggali
khandak
mereka dalam kondisi lapar sampai mereka
ngikut mengikat perut mereka dengan batu
karena kelaparan.
Rasulullah mengatakan, "Allahumma la
aisya illa aisul akhirah warhamil ansar
wal muhajirah." Ya Allah, tidak ada
kehidupan yang sesungguhnya kecuali
kehidupan akhirat. Rahmatilah kaum ansar
dan kaum Muhajirin. Maka kita berdoa,
"Ya Allah, kalau saya begitu masuk di
alam barzakh, saya dapat kehidupan yang
sejuk, bukan kehidupan yang panas."
Sudah dikubur, dalam tanah, dibawa terik
matahari
di dalam, dibawa juga dibakar.
tidak menyenangkan. Kita ingin kehidupan
berikutnya kita sukses. Jangan sukses
aja di hidupan dunia.
Kehidupan dunia
sukses tapi kehidupan akhirat binasa.
Apa faedahnya? Cuma senang-senang 60 70
tahun kemudian di alam barzakh mungkin
ribuan tahun menderita.
Jangan sampai demikian ya. Jangan sampai
demikian. Oleh karenanya di antara doa
yang mengingatkan kita tentang hakikat
kehidupan, kita berdoa, "As'aluka bardal
aisyi ba'dal mamat." Ya Allah mohon
kehidupan yang dingin setelah kema
kematian.
Kalau kita diampuni oleh Allah, maka
kita akan hidup dengan kehidupan yang
nyaman, tempat peristirahatan yang
nyaman. Tapi kalau kita tidak diampuni
oleh Allah, maka tempat peristirahatan
bukan tempat peristirahatan, tapi tempat
siksaan.
Tib. Lafal doa berikutnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam berdoa,
"As'alukaan
ila wajhik." Ya Allah, aku mohon
kelezatan memandang wajahmu, yaitu di
surga.
Di surga. Hal ini karena memandang Allah
tidak mungkin di dunia. Rasul sahu al
wasallam bersabda, "Taalamu annakum lan
tarbakum hatta tamutu." Ketahuilah
kalian tidak bakalan bisa melihat Allah
sampai kalian meninggal meninggal dunia.
Kenapa? Karena kita tidak diberikan oleh
Allah ee panca indra yang kuat untuk
melihat Allah Subhanahu wa taala. Dunia
ini pandangan kita terbatas. Kita enggak
bisa melihat jin, kita enggak bisa lihat
malaikat.
Banyak hal tidak bisa kita lihat.
Demikian juga terlalu terang kita enggak
bisa lihat matahari kita enggak bisa
lihat orang kalau lagi ngelas besi kita
enggak bisa lihat bahkan mata kita bisa
mendapat mudarat karena melihat memaksa
melihat yang terlalu terang mata kita
enggak kuat banyak yang tidak bisa
dilihat tetapi ketika kita meninggal
dunia sudah ada perubahan kata Allah
fabasharukal yauma hadid ketika kau
meninggal matamu menjadi tajam bisa
lihat malaikat munkar nakir
bisa melihat macam-macam
apalagi ketika ke hari kebangkitan maka
bisa melihat banyak hal baik penghuni
surga maupun penghuni neraka sehingga
penghuni neraka bisa melihat iblis
ternyata
satu grup sama iblis
penghuni surga juga bisa melihat dengan
pandangan yang luar biasa di antaranya
mereka mampu untuk melihat Allah
Subhanahu wa taala
oleh karenanya Nabi Musa alaihi salam
ketika ingin melihat Allah Dia tidak
mampu. Dia mengatakan, "Rabbi arini
anzur ilaik." Ya Allah, perlihatkanlah
dirimu. Aku ingin melihatmu. Kenapa?
Kata para ulama, Nabi Musa rindu karena
baru mendengar firman Allah, dia sudah
merasa bahagia. Dia begitu rindu untuk
melihat Allah. Maka dia minta, "Arini
anzur ilaik, aku ingin lihat engkau."
Allah mengatakan, "Lan taroni, kau tidak
bisa melihat aku."
Lihatlah kepada gunung. Kalau gunung
masih kokoh, kok akan bisa lihat aku.
Ketika Allah mulai tajali menampakkan
dirinya di gunung, Musa gunung ternyata
hancur. Musa kemudian pingsan. Ada yang
bilang mati kemudian Allah hidupkan
kembali.
Jadi kita tidak mampu untuk melihat
Allah Subhanahu wa taala. Namun pada
hari kiamat kelak ketika di surga maka
seorang masuk surga akan bisa melihat
Allah Subhanahu wa taala. Maka ketika
penghuni surga sedang menikmati
kenikmatan dan kelezatan yang ada di
surga, maka Allah berkata, "Hal
azidukum? Maukah aku tambahkan nikmat
bagi kalian?" Kata mereka, "Apalagi ya
Allah, alam tubit wujuhana yaunajina
minanar." Apalagi yang kami minta, "Ya
Allah, sudah kau buat wajah kami
berseri-seri," yaitu dengan berbagai
macam kenikmatan ini, apalagi yang mau
kami minta?" Setiap penghuni surga
merasa mereka di puncak kenikmatan.
Mereka tidak pernah meminta untuk pindah
karena mereka sudah di puncak
kenyamanan.
Ya, semuanya keindahan di surga. Kata
mereka, "Alam tubit wujuhana." Engkau
telah membuat wajah kami berseri-seri,
Allah enggak minta apa lagi. Watunajina
minanar. Bukan engkau telah eh
menyelamatkan kami dari neraka, ya
Allah. Maka kata Nabi, "Fayaksiful
hijab." Maka Allah pun
membuka tirai hijabnya. Maka mereka pun
melihat Allah Subhanahu wa taala. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
ahabai minaii.
Maka tidak ada kenikmatan yang paling
mereka sukai
seperti kenikmatan memandang wajah Allah
Subhanahu wa taala.
Maka itulah yang disebut dengan ziadah.
Allah berfirman, "Lilladzina ahsanul
husna wa ziyadah." Bagi orang-orang yang
berbuat ihsan di dunia mendapat husna,
yaitu mendapat surga. waziadah dan
tambahan.
Selain dari nikmat-nikmat surga, ada
tambahan nikmat yang tidak tidak setara
dengan nikmat surga yaitu nikmat
memandang wajah Allah Subhanahu wa
taala. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam berdoa dalam doanya, "As'aluka
ladzat nadri ila wajhik." Aku mohon
kepada engkau untuk bisa merasakan
kelezatan memandang wajahmu, yaitu minta
masuk surga. Karena kelezatan memandang
wajah Allah cuma dirasakan oleh para
penghuni penghuni surga. Para penghuni
surga
tentunya sebagian ahlul bidah menolak
seperti Muktazilah kata mereka gak ada
namanya Allah terlihat. Allah tidak
terlihat di dunia juga tidak terlihat di
akhirat. Kata mereka enggak ada Allah
terlihat tidak masuk akal. Kalau Allah
terlihat berarti Allah begini begini
begini begini. Sama Asyairah juga
mengatakan Allah terlihat di dunia di
Allah terlihat di surga tapi bukan di
depan mata. Enggak tahu gimana caranya.
Kalau ahlusunah jelas Allah melihat
tinggal lihat ke atas lihat Allah kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam inakum
satunakum
yaumalqiamatian
kalian benar-benar akan melihat Allah
pada hari kiamat kelak sebagaimana
kalian melihat rembulan langsung dengan
mata kalian berhadap-hadapan
ryati kalian tidak akan berdesak-desakan
karena fokus yang dilihat bukan di depan
Kalau di depan mungkin desak-desakan,
ada yang tinggi, ada yang pendek. Tapi
kalau yang dilihat di atas, maka tidak
perlu berdesak-desakan. Kemudian kata
Nabi Sallallahuamal,
kalau kalian mampu untuk tidak terlambat
salat subuh dan tidak terlambat salat
asar, maka lakukanlah. Maka lakukanlah.
Di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengkaitkan tentang melihat Allah dengan
salat subuh dan salat asar. Maka di
antara sebab seorang bisa melihat Allah
pada hari kiamat kelak adalah
menjalankan salat subuh dengan baik dan
menjalankan salat asar dengan dengan
baik. Maka kita pun berdoa kepada Allah
nasaluka
wajhik. Ya Allah kita mohon kepada
Engkau agar bisa melihat wajahmu dengan
penuh kelezatan. Ini yang disebut oleh
Abu Hasan al-Asyari dalam kitabnya ee
al-ibanah bahwasanya puncak kelezatan
adalah memandang wajah Allah di surga.
Kemudian doa Nabi sallallahu alaihi
wasallam
wasuqo ila luqoik yaitu kerinduan untuk
bertemu dengan engkau. Kerinduan.
Bagaimana kita bisa rindu bertemu dengan
Allah kalau kita memupuk cinta kepada
Allah. Maka ketika kita berdoa, "Ya
Allah, aku minta agar rindu bertemu
dengan Engkau." Itu include sebenarnya
include kita minta minta
agar
bisa mencintai Allah.
Karena kalau kita tidak mencintai Allah,
kita tidak rindu untuk bertemu bertemu
dengannya. Dan ini butuh penghayatan
yang dalam. Karena ibadah hati ada tiga.
Ada raja, ada khauf, ada almahabbah,
ada takut, ada berharap, dan ada cinta.
Seorang berharap lanjutkan lagi. Bukan
sekedar berharap tapi cinta kepada Allah
Subhanahu wa taala. Dan ini perlu
mempelajari Asmaul Husna, perlu
berlezat-lezat dalam ibadah, merasakan
kelezatan salat malam, perlu
berlezat-lezat ketika baca Al-Qur'an,
baca tafsir sehingga kita rindu ini
subhanallah bagaimana firmannya yang
luar biasa. Perlu menungkan tentang
nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada
kita sehingga kita bersyukur kepada
Allah dan berlanjut bukan cuma syukur,
berlanjut pada mencintai Allah subhanahu
wa taala.
Maka seorang berusaha dalam kehidupannya
bukan cuma sekedar berharap kepada
karunia Allah dan takut dengan siksaan
Allah, tapi tambah lagi satu itu cinta
kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
lakukan sebab-sebab yang buat kita bisa
cinta kepada Allah subhanahu wa taala.
Allah pun mencintai mencintai kita. Ya,
kalau ada pilihan maka kita pilih karena
Allah suka begini saya tinggalkan yang
lain karena Allah subhanahu wa taala.
Sering kita karena Allah karena Allah
karena Allah. Maka ketika kita
mengatakan wasuq ila liqik, ya Allah
mohon agar rindu untuk bertemu dengan
engkau. Ya
makanya ketika seorang meninggal dunia
apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Man kari liqa Allah, kariu
liqaahu. Siapa yang benci untuk bertemu
dengan Allah, Allah pun benci bertemu
dengan dia. Waman ahabal liqa Allah
ahaballahu liqaahu. Siapa yang suka
untuk bertemu dengan Allah, Allah pun
suka bertemu dengan dia. Dan ini
bisa muncul ketika seorang akan
meninggal dunia.
Ada di antara manusia akan meninggal
dunia. Dia tidak pengin mati dan dia
benci ketemu dengan Allah. Maka Allah
pun benci bertemu dengan dia. Dan ada di
antara orang-orang salihin dan salihat
ketika akan meninggal dunia, dia rindu
bertemu dengan Allah, ingin bertemu
dengan Allah. Allah pun ingin bertemu
dengan dengan dia. Allah ingin bertemu
dengan dengan dia. Maka seorang karena
cinta kepada Allah, dia akan rindu
bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala.
Maka berusaha ketika kita beribadah
ada bukan sekedar khauf dan rajak, tapi
berusaha untuk mencintai Allah subhanahu
wa taala. Kalau bagaimana Allah begitu
baik sama kita, begitu membimbing kita
ee dan banyak hal kita renungkan agar ee
kita tahu bahwasanya Allah lebih sayang
kepada kita daripada ibu kita kepada
kita. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, fi ghairiroa mudirrah wala
fitnatin mudhillah. Tanpa kondisi
mudarat yang memberikan kemudaratan
kepadaku, bukan pula fitnah yang
menyesatkan. Kenapa? Karena ada orang
yang minta mati. Ya, jangan sampai kita
minta mati, minta ketemu Allah karena
kita tidak kuat dengan penderitaan
atau kita pengin mati karena kita
terkena fitnah. Ya Allah, matikan saya
aja. Nabi maksudnya, ya, ya Allah, saya
pengin rindu ketemu kamu bukan karena
saya lagi kondisi sempit.
Saya ingin rindu ketemu Engkau, ya
Allah. Bukan saya dalam kondisi terkena
fitnah, tapi setiap saat ingin rindu
ketemu dengan dengan engkau. Setiap saat
ingin rindu bertemu dengan dengan
engkau.
Maka karena sebagian orang ketika dia
terkena penderitaan, "Ya Allah, matikan
aku,
biarkan saya bertemu dengan engkau."
Nabi mengatakan, "Saya tidak pengin
demikian. Saya tidak pengin hanya ingin
rindu bertemu dengan engkau ketika dalam
kondisi kemudaratan, tetapi kapanp
kondisi lapang, kondisi nyaman pun tetap
ingin bertemu dengan Allah subhanahu wa
taala. Ini makna asaluki
wajik liqik
wtin mudil. Yaitu Allah, "Aku mohon
untuk mendapatkan kelezatan memandang
wajahmu dan rindu bertemu denganmu bukan
dalam kondisi sedang menderita atau
dalam kondisi sedang terkena fitnah."
Itu makna dari ee doa ini.
Kemudian di akhir doa ini eh Allahumma
zayyina bizinatil iman. Ya Allah
hiasilah kami dengan hiasan keimanan.
W'alna hudatan muhtadin. Dan jadikanlah
kami
hudatan, yaitu orang-orang yang memberi
petunjuk. Muhtadin, orang-orang yang
mendapat petunjuk.
Yaitu kita tahu bahwasanya
yang memberikan kita keimanan Allah
Subhanahu wa taala. Makanya kita
mengatakan Allahumma zayyina. Hiasilah
kami dengan perhiasan keimanan.
Kalau perhiasan fisik kita sudah
ngertilah ya. Pakai ini, pakai anu, gaya
begini, gaya begini.
yang kita ingin bukan cuma
hiasan fisik, yang kita ingin adalah
hiasan iman dalam hati. Ini yang lebih
penting ya.
Ini lebih penting. Bagaimana memiliki
hati yang beriman, hati yang rida, hati
yang sabar, hati yang takwa, hati yang
malu, hati yang penuh dengan ketakwaan.
Ini yang lebih penting. Hati kita
dihiasi dengan keimanan.
Makanya Allah mengatakan eh wakinallah
habikumul imana wahu
fiubikumikumulfqyanika
humidun.
Kata Allah subhanahu wa taala, "Akan
tapi Allah hababaikum iman." Allah yang
menjadikan hati kalian suka dengan
keimananikum.
Dan Allah jadikan iman tersebut terhias
dalam hati kalian. Wakaraha ilaikumul
kufro. Dan Allah menjadikan kalian benci
dengan kekufuran. Wal fusuqo buat kalian
benci dengan kefasikan. Wal isyan buat
kalian benci dengan kemaksiatan yang
mengatur hati kita. Yang buat kita suka
dengan kajian, kita suka dengan lantunan
Al-Qur'an, kita suka dengan bersedekah,
suka dengan keimanan, Allah yang bikin.
Yang buat kita benci dengan kekufuran,
kemaksiatan, kesyirikan. Kita enggak
suka dengan maksiat Allah Subhanahu wa
taala. Hati ini susah untuk kita
kontrol. Betapa sering di antara kita
cinta dengan kemaksiatan. Bukan cuma
sekedar cinta, kecanduan dengan
kemaksiatan. Betapa sering di antara
kita hatinya tidak benci kepada
kekufuran. Kekufuran oke-oke saja, tidak
ada girah agamanya sama sekali.
Mau orang kufur, mau orang syirik, mau
biarin aja. Enggak enggak ada rasa girah
sama sekali.
Ini berarti tidak benci kepada
kekufuran. Kita ingin hati kita itu
cinta dengan keimanan, benci dengan
kekufuran, kemaksiatan, dan kefasikan.
Mintanya kepada siapa? Minta kepada
Allah. Karena Allah yang bikin hati
seperti itu. Rindu dengan hidayah, benci
dengan kesesatan.
Ada orang yang mungkin Allah
dimaki-maki, dia santai-santai aja,
enggak ada masalah. Ada di ibadahi
selain Allah, dia santai-santai aja
enggak ada masalah. Ada orang maksiat
zina, dia sati aja. Enggak enggak enggak
rasa girah, enggak ada cemburu, enggak
ada apa, biasa-biasa aja. Kenapa? Karena
hatinya seperti itu. Hatinya seperti
itu.
Maka kita Allahumma zayina bizinatil
iman. Ya Allah, hiasilah hati kami
dengan hiasan keimanan. Dan Rasulullah
bersabda, "Innal imana laaklaqu fi
qulubikum
kama yaklaqu.
Maka Rasulullah berkata, "Sesungguhnya
iman itu menjadi usang pada dalam hati
kalian." Iman ini kalau tidak kita
siram, tidak kita bacain Quran, tidak
kita ngaji, tidak, dia akan usang dengan
sendirinya.
Sebagaimana baju kalau dibiarkan
meskipun enggak dipakai, lama-lama
menjadi usang. Maka kata Nabi,
"Fas'alullaha
an yujaddida imanakum." Maka mintalah
kepada Allah agar Allah memperbarui iman
kita.
Maka itu di antara doa kita Allahumma
jaddidli imani. Allahumma jaddidli
imani. Ya Allah perbaharuilah imanku.
Wazayyinhu fi qolbi. Ya Allah hiasilah
iman ke dalam hatiku. Wakarh ilaiya
alkufra fusuq wal isan. Ya Allah buatlah
aku benci dengan kekufuran dan
kemaksiatan dan kefasikan. Orang kalau
hatinya sudah bersih maka dia sensitif.
Dia enggak suka kekufuran,
dia enggak suka kemaksiatan,
dia enggak suka dengan kefasikan, dia
senang dengan ayat-ayat, dia senang
dengan ketakwaan. Tapi kalau hatinya
sudah
kotor, maka susah seperti itu. Malah
cenderung dengan kemaksiatan.
Oleh karenanya, Ibu-ibu yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala, berdoa dengan
doa ini agar ibu-ibu tidak suka nonton
film Korea. Ya, agar ibu tidak suka
nonton film India, ya.
Agar ibu merasa risih kalau mendengar
musik-musik,
merasa enggak nyaman. Itu berarti hati
kita masih baik. Kita enggak nyaman
dengan maksiat. Tapi kalau dengan musik
kepalanya ikut goyang, waduh
nonton-nonton menikmati nonton semua
hati kita bermasalah. Hati kita ber
bermasalah.
Allahum zaina bizatil iman. Ya Allah
hiasilah kami dengan hias hiasan
keimanan. Ini juga nasihat kepada kita
jangan terlalu fokus cuma hiasan fisik
ya, tetapi hati tidak dihiasi dengan
ketakwaan. Yang penting itu hati ya.
Fisik nomor dua ya. Innallaha la yanzuru
ila suarikum wala ila ajsamikum wakin
yanur ila qulubikum wa amalikum. Allah
tidak menengok kepada rupa kalian, paras
kalian, fisik kalian, tapi Allah melihat
kepada hati kalian, amalan kalian.
Kalau hati kita bagus, kita perhatian
dengan fisik. Tapi kalau fisik kita
bagus, ini hati kotor, ini musibah. Doa
yang terakhir. Waja'alna hudatan
muhtadin. Ya Allah, jadikanlah aku
hudat.
Hudatan yaitu pemberi petunjuk.
jamak dari hadi.
Muhtadin.
Muhtadin yang dapat petunjuk.
Kita ingin dapat dua-duanya. Kenapa,
Ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa
taala? Ada orang pandai memberi
petunjuk, tapi dia sendiri tidak dapat
petunjuk. Ada orang pandai memberi
petunjuk, tapi dia sendiri tidak dapat
petunjuk.
Ini adalah orang-orang yang dimurkai
oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya,
makanya Allah mengatakan, "Ya
ayyuhalladzina amanu lima taquuluna ma
taf'alun kabur maqotanallahi antaqulu ma
taf'alun." "Wha orang-orang beriman,
kenapa kalian mengucapkan kata-kata yang
kalian sendiri tidak kerjakan? Itu
pandai ceramah tapi kalian tidak
mengerjakan." Kabur maqatanallahi.
Besar kemarahan Allah bagi kalian.
Kalian mengucapkan apa yang kalian tidak
kerjakan.
Allah juga berfirman,
apa kalian menyeru orang-orang untuk
berbuat kebajikan sementara kalian
lupakan diri kalian sendiri? Sementara
kalian baca Alkitab, Afalailun? Tidakkah
kalian berpikir? Tidak kalian berakal?
Justru yang paling utama kalian
selamatkan diri kalian bukan orang lain.
Gimana kalian menerangi orang lain sebar
kalian sendiri rusak seperti lilin yang
terbakar menerangi dia sendiri terbakar.
Kata seorang penyairanlahu
alika faalu. Apakah engkau melarang dari
suatu perangai sementara kau sendiri
mengerjakannya?
Sungguh adalah celaan yang besar jika
kau melakukannya. Enggak enggak logis.
Maka jangan kita mengatakan, "Ya Allah,
jadikanlah aku pemberi petunjuk
sementara kita sendiri tidak mendapat pe
petunjuk."
Ini problem, ini musibah ya. Kalau share
jago, nasihat jago, tapi dia sendiri
paling pertama melanggar. Ya. Ya.
La tajzaanna sunatin antirtaha fawalu
radin sunatin
eh
man yasiruha.
Ya. Jangan kau
membenci suatu kelakuan yang kau sendiri
melakukannya. Orang yang paling rida
kepada satu kelakuan adalah yang
melakukannya.
Oleh karenanya kita hidup di zaman
sekarang ledakan ilmu, ilmu dunia, ilmu
agama, maka sayaatkan diri saya pribadi
juga para hadirin hadirat kita ngaji ini
untuk kita amalkan. Jangan kita ngaji
hanya sekedar kumpul-kumpul, hanya bikin
ringkasan, hanya untuk share
bangga-banggaan, share
ringkasan-ringkasan ringkasannya padahal
bikinnya pakai AI.
Saya kemarin dikirim ada ustaz ceramah,
dia kirim ringkasan untuk ceramah saya
buat ceramah lagi. Bagus sekali di saya
bikin pakai AI, Ustaz. Oh, kirain kamu
yang bikin. Ternyata saya aja enggak
sangka kalau bisa dibikin rapi seperti
itu. Ada gambarnya, ada ininya. Maksud
saya kita tuh ngaji niatnya untuk
diamalkan
sehingga kita si petunjuk. Dapat
petunjuk. Kemudian muhtadin, "Ya Allah,
saya juga pengin dapat petunjuk." Jadi,
karena ada orang dia cuma dapat
petunjuk, tapi dia tidak menunjukin
orang lain. Ini juga kita tidak pengin.
Di rumah dia sendiri yang baik, tapi dia
tidak bisa mengajak istrinya, tidak bisa
mengajak suaminya, tidak bisa mengajak
anaknya, tidak bisa mengajak orang
sekitarnya. Ini juga tercela ya. Kita
pengin dua-dua. Kita dapat petunjuk dan
kita juga ngajak orang lain agar
mendapatkan hida hidayah. Maka di antara
doa waja'alna hudatan muhtadin. Ya Allah
jadikanlah aku beri petunjuk dan aku
juga mendapat petunjuk. Dan aku juga
mendapat petunjuk. Ini doa
sangat penting.
Coba diulangi ibu-ibu dari awal sampai
akhir.
Allahumma
biilmikal ghaib wa qudratika ala al
khalq.
Ahy ma alimtal hayatair li wa tawaani
alimtal wafir Allahumma inni asaluka
wasyahadah. Ya Allah aku mohon kepada
Engkau untuk takut kepadamu
dalam ee
ketika bersendirian atau di hadapan
orang lain. Ya.
Kemudian asaluka kalimatal haqqi fil
gabi warid. Dan aku mohon bisa
mengucapkan perkataan yang benar dalam
kondisi marah atau dalam kondisi senang.
Dalam riwayat yang lain, kalimatal
ikhlas untuk bisa ikhlas. Ya.
Kemudian eh
asaluka alqasda fil faqri wal gina. Aku
mohon kepada Engkau ya Allah agar bisa
sikap tengah dalam kemiskinan ataupun
dalam kekayaan. Ada yang mengatakan
pengin tengah-tengah tidak kaya dan juga
tidak miskin. Tapi cukup ada yang
mengatakan ketika miskin tetap bisa
bertahan, tidak menghinakan diri, tidak
ngemis-ngemis, ketika kaya juga tetap
bertahan, tidak sombong, tidak angkut,
tetap tawadu. Itu di antara maknaalukal
qas qasda fil faqri wal gina.
Kemudian asaluka naiman la yanfat. Ya,
aku mohon kepada engkau kenikmatan yang
tiada putusnya itu kenikmatan di sur
surga. Waqinin
dan kesejukan pandangan yang tidak
terputus. Apakah dalam salat, dalam
ibadah, apakah istri salehah ataukah
maksudnya kenikmatan akhirat? Baru ee
tadi yang kita baca baru doa ini.
As'aluka rid ba'dal qada itu aku mohon
keridaan
setelah engkau memutuskan.
Dan aku mohon kehidupan yang sejuk atau
dingin setelah kematian.
Aku mohon kelezatan memandang wajahmu
dan kerinduan untuk bertemu denganmu
bukan dalam kondisi mudarat dalam
kondisi fitnah.
Kemudian Allahummaina bizatil iman. Ya
Allah hiasilah hatiku dengan keimanan
waja'alna hudatan muhtadin. Jadilah
jadikanlah kami pemberi petunjuk dan
juga dapat petunjuk. Maka sekali-sekali
dalam hidup ini kita doa sebelum salam.
Sekali dua kali lama-lama kita hafal
jadi kebiasaan untuk membaca doa
tersebut. Doa yang sangat indah untuk
kepentingan dunia maupun kepentingan
akhirat.
Bab kita lanjutkan doa berikutnya.
Doa berikutnya yang juga masih dalam
doa sebelum salam. Ya,
ada orang berdoa di hadapan Nabi
kemudian Nabi membenarkannya. Dia
mengatakan begini ya.
Allahumma
inni
as'aluka. Ibu-ibu ada bukunya kan?
As'aluka ya Allah
biannaka al wahidul ahad. Al wahidul
ahad.
Asomad alladzi lam yalid walam yulad.
Asomad alladzi lam yalid
walam yulad
walam yakun lahu kufuwan ahad.
An tagfir li dunubi. An tagfir li
dunubi.
Innaka antal gofurur rahim. Innaka anta
alghofurur rahim. Ini juga doa sebelum
salam. Saya artikan, "Ya Allah, inni
as'al. Sesungguhnya aku mohon kepada
Engkau ya Allah dengan nama Ya Allah.
Wahai Allah biannakal wahidul ahad.
Bahwasanya dengan sungguhnya Engkau
adalah Maha Esa. Alwahidul ahad maknanya
sama. Engkau Maha Esa.
Jadi dia bertawasul dengan nama-nama
Allah. Assomad.
Asomadu yang semua membutuhkan
kepadanya. Alladzi lam yalid walam
yulad. Yang tidak melahirkan
dan tidak dilahirkan. tidak dilahirkan.
Walam yakullahu kufuwan ahad. Tidak ada
yang setara dengannya. Tidak ada yang
setara dengannya.
Anagfirul dzunubi.
Agar engkau
ampuni dosa-dosaku.
Innaka antal gfurahim. Sesungguhnya
Engkau Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Lagi maha penyayang.
Insyaallah ini doa mudah ya karena sisa
surah al-Ikhlas ya. Allahumma inni
as'aluka
ya Allah biannaka al wahidul ahad asomad
alladzi lam yalid walam yulad walam
yakun lahu kufuwan ahad anagfirunubi
innaka antal gofurur rahim.
Ya Allah, aku mohon kepada Engkau,
Ya Allah, bahwasanya Engkau adalah yang
maha esa yang semuanya bergantung
kepadamu, asamad alladzi lam yalid walam
yulad yang tidak melahirkan dan juga
tidak dilahirkan.
Walam yakun lahu kufuwan ahad. Dan tidak
suatu setara denganmu antagfiroli agar
engkau mengampuni dosa-dosaku. Karena
sesungguhnya innaka antal gfurrahim.
Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi
maha penyayang. Adapun hadis ini disebab
diriwayatkan
dari Handzalah bin Ali. Dia berkata,
"Anna Mihjan bin Adra haddasahu
anna Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam dakal masjid." Suatu hari Rasul
sahu alaihi wasallam masuk masjid.
Faid rajulun qodq shatahu wahua
yatasyhad. Tiba-tiba ada orang selesai
salat dan di waktu itu dia bertasyahud.
Itu tasyahud akhir. Yau tasyahud akhir
menjelang selesai salat. Kemudian dia
berdoa dengan doa ini. Rasulullah dengar
dia berdoa, "Allahumma inni as'aluka ya
Allah biannakal wahidul ahad asamad
alladzi lam yalid walam yulad walam
yakun lahu kufuwan ahad anagfir dunubi
innaka antal gfur rahim faqala rasul
sahu alaii wasallam qod gu gfiro lahu
sungguh dia telah diampuni
salasan sampai tiga kali kata rasul sahu
alaihi wasallam q gu gufir lahu q gu
gufir lahu q gu gufir lah sungguh dia
telah diampuni sungguh telah diampun
sungguh dia telah di diampuni.
Maka ini dalil bahwasanya doa tersebut
diucapkan
menjelang salam. Dan doa ini bukan dalam
hadis ini yang baca sahabat tapi Nabi
membenarkan. Dan ini namanya sunah
takririyah.
Ada sunah yang Rasulull sahu alaihi
wasallam fi'liah Rasulullah kerjakan
kemudian diikuti. Ada sunah namanya
sunah quiah. Sunah qulh itu Rasulullah
ngomong sabda Nabi dan namanya sunah
takririah. Sunah takriyah itu Rasulullah
lihat orang bilang atau Rasulullah lihat
orang kerjakan, Rasulullah membenarkan.
Ya, seperti ee ada amalan tertentu Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam tidak melarang
berarti disebut dengan sunah takriah.
Rasulullah mentakrir yaitu membiarkan.
Contohnya dalam hadis ini ada sahabat
yang ketika dia salat ketika tasyahud
akhir dia doa dengan doa ini. Allahumma
inni as'aluka ya Allah biannaka al
wahidul ahad. Asomad alladzi lam yalid
walam yulad lam yakul lahu kufuwan ahad
an tagfirunubi innaka antal gfur rahim.
Maka orang ini dia yang bikin doa dan
Nabi membenarkan. Ini dalil bahwasanya
kita boleh berdoa dengan doa yang kita
sukai. Kita boleh berdoa dengan doa yang
kita sukai. Tentunya yang paling terbaik
adalah doa yang diajarkan langsung oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya,
makanya dalam hadis kata Rasul sahu
alaihi wasallamar
minya
hendaknya dia memilih doa yang dia
sukai. Ketika tasyahud akhir, seorang
boleh bermunajat kepada Allah tasyahud
akhir dalam doanya minta apa saja. Dan
jangan lupa ketika dia berdoa, dia
bertawasul dengan nama-nama Allah yang
indah. Seperti tadi, Allahumma
biilmilkal gaib wa qudratika alal khalq.
Ya Allah, dengan ilmumu kau mengetahui
yang gaib dan kemampuanmu, maha kuasamu
terhadap makhlukmu. Ini kita muji Allah
baru kita minta.
Tib di sini,
di sini sahabat ini bertawasul dengan
keesaan Allah yang Allah sebutkan dalam
surah Al-Ikhlas.
Dan boleh dikatakan surah Al-Ikhlas
seperti saya sering sampaikan adalah
syarat Tuhan. Karena sebab nuzul surat
ini ketika ada seorang berkata, "Ya
Rasulullah, ya Muhammad siflana." Wahai
Muhammad, terangkanlah ciri-ciri Tuhanmu
yang kau ibadahi tersebut." Maka
turunlah surah Al-Ikhlas. Bahwasanya
Tuhan yang sesungguhnya itu yang
memenuhi persyaratan ini. Empat syarat.
Pertama, dia esa. Kedua, dia tidak
melahirkan. Ketiga, dia tidak
dilahirkan. Yang keempat, tidak ada yang
sarah dengan dengan dia. Semua Tuhan
harus diverifikasi
dengan empat syarat ini. Kalau tidak
sesuai, maka dia bukan tu Tuhan.
Dia esa.
Kemudian dia apa?
Somad. E lupa. Asomad. Asomad adalah
semua bergantung kepadanya dan dia tidak
bergantung kepada yang yang lain.
Qulallahu ahad. Allahusad. Kemudian yang
ketiga, lam yalid walam yulad. Tidak
melahirkan dan juga tidak dilahirkan.
Yang keempat adalah tidak suatuun yang
setara dengan dengan dia. Tib.
Agar kita murajaah tentang syarat Tuhan.
Apa
syarat Tuhan yang pertama? Apa, Ibu-ibu?
Esa.
Yang kedua, Asomad.
Asomad itu tidak butuh kepada yang lain.
Dan saking sempurnanya dan karena
sempurnanya
selainnya butuh kepadanya.
Yang ketiga apa, Ibu?
Tidak melahirkan
dan tidak dilahirkan.
K yang keempat
tidak ada yang serupa dengan dia,
yang setara dengan
baik. Allah Maha Esa. Alwahid atau
al-ahad yaitu esa secara zatnya dia
tunggal.
Makanya Allahu witrun yuhibbul witr.
Allah adalah tunggal.
ganjil dan Allah suka dengan bilangan
ganjil karena ganjil yang pertama adalah
satu dan Allah Maha Esa. Kemudian dalam
zatnya, kemudian sifat-sifatnya
dan dalam perbuatan-perbuatannya,
af'alnya.
Zatnya jelas dia esa, tidak berbilang
sifat-sifatnya. Maksudnya Allah maha
berilmu. Tidak ada yang ilmunya seperti
ilmu Allah. Allah maha kuasa tidak ada
yang kuasanya seperti kuasaan Allah.
Allah maha melihat tidak ada
penglihatnya seperti penglihatan Allah.
Ini namanya esa dalam sifat-sifatnya.
Dalam perbuatan-perbuatannya di
antaranya misalnya mencipta,
memiliki,
mengatur, dan apa? Mengatur. Ya
Allah sendiri dalam mencipta tidak
dibantu sama zat yang lain dalam
mencipta. Allah memiliki menguasai juga
tidak ada yang bersama Allah dan Allah
mengatur juga tidak ada yang bersama
Allah. Allah sendirian mengatur alam
semesta ini. Gak pernah minta tolong
sama zat yang lain. La takuduhu sinatu
wala naum.
Allah tidak ngantuk dan juga tidak
tidur. Karena kalau Allah ngantuk atau
tidur tidak bisa ngurusin alam, maka
mungkin langit tabrakan, bintang
tabrakan, matahari jatuh dan selainnya.
Wala yauduhu hifzuhuma. Kata Allah,
"Tidaklah repot bagi Allah untuk menjaga
langit dan bumi. Langit dan bumi beserta
isinya Allah yang yang ngatur." Ini
namanya esa. Itu namanya esa. Adapun
kalau Tuhan ganda, Tuhan berbilang, ya
ini maka semua adalah syirik. Ini tidak
pantas bagi untuk dijadikan Tuhan. Di
mana Tuhan ternyata bersekutu. Ya, ada
satu orang saya ketemu orang masuk
Islam, dia bilang saya waktu iktikaf.
Saya tanya, "Kenapa kau masuk Islam?"
Saya pengin tahu. Saya sempat mikir,
"Ustadz, kalau Tuhan tiga atau lebih
setiap keputusan harus diskusi dulu.
Repot.
repot. Maka saya pun masuk Islam. Ya.
Kemudian Asamad tidak butuh kepada yang
lain dan karena sempurnanya selainnya
butuh kepadanya. Ini Tuhan seperti
namanya Tuhan. Semua butuh kepadanya
tidak butuh kepada selainnya. Makanya
kalau ada Tuhan butuh dipahat untuk jadi
Tuhan ya ini enggak enggak benar. Itu
bukan Tuhan ya. Ada Tuhan butuh dikasih
makan seperti kata Ibrahim kepada
berhala-berhala. Dia lihat banyak sajan
kata Ibrahim ala takulun. Kenapa kalian
tidak makan? Kenapa kalian tidak tidak
makan? Sebagian orang dia kasih makan
Tuhannya. Ya, kalau Tuhannya enggak
makan, dia sedih enggak dimakan.
Tapi kalau jadi layu rusak ini dimakan.
Terkadang datang burung-burung yang
makan. I atau tidak? Ya gimana? Tuhan
butuh makan. Ini gimana? Tuhan butuh
sesuatu. Kalau Tuhan tidak dikasih makan
dia marah. Ini bukan tu Tuhan. Berarti
dia seperti kita makhluk membutuhkan
bantuan. Ya, makanya di antara bantahan
Allah kepada kaum Nasra yang menyatakan
Nabi Isa adalah Tuhan, maka Allah
mengatakan dengan jawaban yang sangat
mudah tentang Nabi Isa dan ibunya. Kana
yaakulani thaam. Bahwasanya Nabi Isa dan
ibundanya sama-sama makan maka makanan.
Kalau dia Tuhan ngapain dia ma makan?
Jelas ini sifat manusia mau dibilang
apapun tetap dia manu manusia. Buktinya
dia makan makanan.
Ya, Nabi Nabi Isa juga tidur, butuh
tidur. Nabi Isa juga ketakutan
dikejar-kejar Romawi. Nabi Isa harus
sembunyi. Ya,
dan ini semua bukan sifat Tuhan, ya.
Kemudian di antara sifat Tuhan, syarat
berikutnya tidak melahirkan dan tidak
dilahirkan. Karena jika dia melahirkan
berarti yang dilahirkan sama dengan
dengan dia. Kalau dia dilahirkan berarti
dulu tidak ada kemudian menjadi ada.
Kalau dilahirkan berarti dulu tidak ada
menjadi ada. Kalau dia melahirkan
berarti dia akan munculkan suatu yang
mirip dengan dia. Makanya ketika terjadi
diskusi antara Rasulullah dengan Nasra
Najran maka ee di antara bantahan
Rasulullah secara logika bahwasanya
kalau Isa adalah anak Allah harusnya
anak mirip dengan bapaknya. Harusnya
anak mirip dengan bapaknya. Tetapi
kenapa anaknya makan makanan sementara
bapaknya tidak makan?
Allah tidak makan dan Allah memberi
makanan. Ketika anaknya ternyata
sifatnya berbeda dari bapaknya, beda
jauh. Makan, tidur, takut ya, dan
lain-lain buang hajat, maka ini bukan
bapaknya. Berarti ini bukan anak dari
Allah.
Kalau secara logika anak mestinya mirip
dengan bapak. Oleh karenanya menurut
Allah menyatakan Allah punya anak adalah
penghinaan bagi Allah. penghinaan bagi
Allah dan Allah sangat murka. Karena
berarti kalau Allah punya anak berarti
menghilangkan keesaan Allah, membatalkan
sifat utama Tuhan. Apa sifat utama
Tuhan? Adalah keesaan. Kalau punya anak
berarti Allah sudah tidak esa dan ada
yang semirip dengan dia.
Makanya qul in kanana lirahmani waladun
faana awalul abidin. Allah perintahkan
kepada Muhammad untuk berkata,
"Seandainya Allah punya anak, maka saya
akan pertama yang nyembah anak
tersebut." Tapi Allah tidak punya anak.
Karena kalau benar Allah punya anak,
maka anak tersebut akan mirip dengan
siapa? Allah. Tapi Allah tidak punya
punya anak.
Yailhamdulillahlilhamdulillahilladzi
lam yattakid waladan walam yakun walam
yakun lahu syarikun fil mulk walam yakun
lahu waliyun minadul wakabbirhu takbir.
Kata Allah, "Pujilah Allah." Allah ingin
dipuji dengan keesaannya.
Wlilhamdulillahilladzi lam yattak
waladan. Katakanlah, "Segala puji bagi
Allah yang tidak punya anak. Walam yakun
lahu syarikun fil mulk. Tidak punya
partner dalam mengatur alam semesta.
Walam yakun lahu waliyun minul. Dan
tidak ada yang menolong Allah dalam
urusannya. Wakabirhu takbir. Dan
agungkanlah dengan sebesar-besarnya.
Makanya ketika ada Allah memuji dirinya
karena keesaannya. Qul huallahu ahad.
Allah maha esa. Kemudian ada yang
mengatakan Allah punya anak itu Allah
berbilang maka Allah murka. Waqahmanu
walada. Mereka mengatakan Allah punya
anak laq juman idda. Sungguh kalian
telah mengatakan perkataan yang sangat
mungkar. Takadusamawatu
minhuans arduirul jibalu had. Hampir
langit terbelah, bumi hancur, gunung
hancur. Gara-gara apa? Andaahmani
walada. Mereka mengatakan Allah punya
anak. Wambagi lirahmani walada. Tidak
pantas Allah punya anak. In famawati wal
ardhi illaah abda. Semua di langit dan
di bumi, malaikat, nabi-nabi termasuk
Nabi Isa semua datang bertemu Allah
sebagai hamba, bukan sebagai anak.
Gimana K bilang Allah punya anak?
Makanya siapa yang mengat Allah punya
anak, Allah menganggap telah mencacinya.
Kata Allah, kadini bini Adam walam yakun
lahu dalik wasatamani bn Adam walam
yakun lahu dalik. Anak Adam telah
mendustakan aku dan tidak pantas baginya
untuk berdusta atas namaku dan anak Adam
telah mencaciku. Satamani telah
mencaciku dan tidak pantas baginya untuk
mencaciku. Adapun dia mendustakan aku,
dia mengatakan aku tidak bisa
menghidupkan lagi orang yang sudah mati.
Amatmuhu iyaya. Adapun caciannya
kepadaku, anna liya waladan. Dia
berkata, "Aku punya anak." Jadi
menganggap Allah punya anak itu cacian
menurut Allah subhanahu wa taala. Karena
mencoreng keesaan Allah, mencoreng
syarat Tuhan. Syarat Tuhan gugur.
Syarat Tuhan gugur.
Oleh karenanya
tidak boleh bagi seorang muslim untuk
ikut serta dalam ee perayaan kelahiran
anak Tuhan. Enggak boleh, enggak boleh,
enggak boleh. Kita toleransi. Dan
toleransi itu tentu sangat dianjurkan
sebagaimana diajarkan oleh para salaf
dahulu. Ya, sejak dahulu mereka ada
toleransi, tapi ikut serta dalam
bersenang-senang
dalam kesyirikan tentu tidak boleh.
Tidak boleh ya. Gak boleh. Karena ketika
mereka merayakan, mereka sedang
merayakan lahirnya Nabi Isa sebagai nabi
atau sebagai anak Tuhan?
Saya tanya sama antum.
Ketika Nasra sedang merayakan kelahiran
Nabi Isa pada tanggal 25 Desember,
sedang merayakan kelahiran Nabi Isa
sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan.
Kalau sebagai nabi seperti maulid Nabi,
cuma Maulid Nabi Muhammad mereka maulid
Nabi Isa. Tapi mereka sedang merayakan
bukan kelahiran Nabi Isa sebagai nabi,
tapi sebagai anak Tuhan. Terus kita
bilang selamat, maka tidak pas. Maka
tidak tidak 
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:20:17 UTC
Categories
Manage