Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala taufiqihi asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih membahas tentang doa-doa ee sebelum salam dan saya selalu mengingatkan diri saya dan juga hadirin hadirat untuk senantiasa semangat berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Siapa yang diil diilhamkan untuk suka berdoa, maka dia adalah orang yang ee beruntung ya. Karena siapa yang berdoa maka doanya pasti dikabulkan dengan salah satu dari empat pengkabulan. Datang dalam sebagian riwayat tiga pengkabulan. Ada tambahan satu riwayat pengkabulan yang keempat. Yang pertama dikabulkan di dunia ya entah cepat atau lambat dikabulkan sesuai dengan hikmah yang Allah kehendaki. Tentunya ini semua yang kita harapkan dikabulkan di dunia ya. Yang kedua dikabulkan di akhirat ya. Tidak dikabulkan dunia tapi dikabulkan di akhirat. Meskipun dikabulkan akhirat tentu lebih baik karena diganti dengan pahala surga. Namun kita manusia penginnya dikabulkan di mana? Dunia apa di akhirat? Tapi kalau Allah pilih di akhirat, maunya kita di dunia. Padahal dikabulkan di akhirat lebih baik. Makanya Nabi mengatakan, "Likulli ummatin likulli nabin dakwatun mustajabah." Setiap nabi ada doa dikabulkan. Wauwati. Adapun aku ada doa yang harusnya dikabulkan dunia, aku tunda di akhirat untuk memberi syafaat bagi umatku. Kemudian yang ketiga adalah dipalingkan darinya keburukan. Semisal yang dia minta ya mungkin dia minta karunia berupa harta tidak diberikan tapi dipalingkan dari kerugian seperti sejumlah harta yang dia minta kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini tentu terkadang kita tidak sadari. Ternyata gara-gara kita sering berdoa Allah sering palingkan dari banyak keburukan. Yang keempat datang dalam satu riwayat ee an yugfar lahu diampuni dosa-dosanya. Diampuni dosa-dosanya. Dan ini dikuatkan dengan hadis Nabi, hadis qudsi. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya bna Adam, innaka madautani warjautani gofartu laka ala maana minka wala ubali." Wahai anak Adam, selama kau berdoa kepadaku dan berharap kepadaku, aku akan mengampuni dosa-dosamu dan aku tidak peduli. Dan aku tidak peduli. Dari sini bisa kita simpulkan bahwasanya doa pasti dikabulkan. Selama tidak dalam doa tersebut minta dosa atau untuk dalam rangka memutuskan silaturahmi, maka pasti dikabulkan dengan salah satu dari empat pengkabulan. Oleh karenanya ketika seorang sahabat mendengar ini berkata, "Ya Rasulullah, an nuksir." Kalau gitu kita banyak berdoa ya Rasulullah. Kata Rasul wasallam, "Allahu aksar kau banyak doa Allah lebih mengkabulkan dan mudah bagi Allah. Tidak ada susahnya bagi Allah untuk mengkabulkan permohonan hamba-hambnya." Oleh karenanya orang yang beruntung adalah orang yang sering berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala dalam segala ee kegiatannya, dalam segala aktivitasnya. senantiasa ingat Allah dan dia selalu berdoa kepada Allah. Dan saya sering sampaikan juga di antara bukti seorang bertawakal kepada Allah, dia sering berdoa kepada Allah. Kenapa? Karena tawakal adalah menyerahkan urusan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan salah satu sifat penghuni surga mau surga tanpa azab dan tanpa hisab adalah mereka bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala. Pada pertemuan lalu telah kita sampaikan tentang salah satu hadis terkait dengan doa sebelum salam yaitu Allahumma inni Allahumma biilkal gaib wratika alal khq eh ahyini inatil ahyini inimta ahyini ma alimtalyatair li wawaani alimtal wafatair allahumma inni asaluka gaibi wasyahadah naf Allah in asaluka ward wajhqillah allah hudan muhtadin. Sudah hafal belum, Ibu-ibu? Sudah, ya. Alhamdulillah. Sekali-sekali kita berdoa sebelum salam, kita doa dengan doa yang panjang tersebut. Doa indah, isinya indah semua. Ya, pada pertemuan lalu telah kita sampai pada potongan doa ini, yaitu kita sudah bahas tentang eh Allah asaluka naimanq. Sekarang kita masuk pada potongan berikutnya. Nabi berdoa, "As'aluk rid baalq." Ya Allah, aku mohon keridaan setelah takdir. Ini doa sangat sering kita butuhkan dalam hidup ini. Karena betapa sering keputusan Allah tidak sesuai dengan hawa nafsu kita. Betapa sering keputusan Allah tidak sesuai dengan ee yang kita harapkan. Padahal setiap keputusan Allah kalau kita terima dengan baik pasti yang terbaik. Maka kita mohon kepada Allah dengan berdo as'alukar rid ba'dal qada. Ya Allah, aku mohon untuk bisa rida setelah keputusanMu. Setelah keputusan. Dan derajat rida lebih tinggi daripada derajat ee sabar. Kalau sabar itu secara bahasa Arab artinya alhabsu, menahan. Menahan diri dari kejengkelan, dari protes. Oleh karenanya sabar itu ibadah terkait dengan hati, dengan lisan, dan dengan aljawarih, anggota tubuh. Yaitu hati menahni diri. Jangan sampai dia protes, "Ya Allah, kenapa kau ginikan aku?" Meskipun dalam hatinya dia jangan sampai seperti itu. Kemudian dengan lisan, jangan sampai dia mengucapkan kata-kata yang menunjukkan protes. Baik dia protes secara langsung, "Ya Allah, kenapa kau ginikan aku?" Atau dia mengatakan, "Ya Allah, kenapa kau ambil putraku? Ya Allah, kenapa bisa begini?" Ini namanya protes dengan lisan. Itu berarti tidak sabar, namanya jaza. Atau dia protes dengan perbuatannya, dengan robek-robek bajunya, ee tampar-tampar pipinya, banting pintu, banting eh apa yang di sekitarnya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laisa minna manal hududa wasqal juyuba w jahiliyah." Ya, bukan dari golongan kami seorang tatkala terkena musibah dia ee memukul-mukul pipinya, dia robek-robek kerah bajunya dan dia menyeru dengan seruan jahiliah. Maka itu sabar alhabsu menahan jangan sampai dia melakukan hal tersebut. Karena kalau dia melakukan hal tersebut berarti dia sudah tidak sabar. Ini derajat yang wajib. Sabar. Ada derajat di atas daripada sabar yaitu rida. Rida itu dia tidak grundel sama sekali. Dia tahu apa yang Allah tetapkan itu yang terbaik baginya. Dia tahu bahwasanya Allah yang tetapkan baginya adalah untuk mengangkat derajatnya. Apakah mengangkat derajatnya dengan menghapuskan dosa-dosanya atau memberikan pahala yang banyak bagi dia. Dia sadar bahwasanya dia banyak dosa. Dia sadar bahwasanya dengan ee ujian ini akan menghapuskan dosa-dosanya. Dalam hadis, idza man yurridillahu bihi khairan yusib minhu. Siapa yang Allah ingin kebaikan baginya, Allah berikan musibah baginya. Rasulullah bersabda, id ahadallahuan ibtalahum. Jika Allah mencintai suatu kaum, Allah uji mereka. Rasul wasallam bersabda, yazalul bilmin wal mukminah fi nafsihi waadiialqah. Senantiasa ujian menimpa seorang mukmin atau seorang mukminah. pada dirinya, pada anaknya, pada hartanya. Terus musibah sili berganti sampai dia bertemu dengan Allah dan dia tidak punya dosa sama sama sekali. Maka ketika Allah memberikan ujian pada seorang hamba memutuskan ujian apapun terkait dengan dirinya, terkait dengan istrinya, terkait dengan suaminya, terkait dengan anak-anaknya, terkait dengan dagangannya, terkait dengan keluarganya yang dia tidak sukai ya, tidak sukai dengan cita-citanya. Kemudian dia rida, dia tahu bahwasanya apa yang Allah tetapkan itu yang terbaik bagi dia. Apakah dan ujian tersebut akan mengangkat derajatnya? Apakah dengan mengurangi dosa-dosanya? Karena kalau orang dosanya dihapuskan, terangkat derajat atau tidak terangkat derajatnya? Atau memang dia dosanya sedikit, tapi Allah kasih pahala yang sangat sangat banyak. Maka dengan demikian dia rida sehingga dia tidak menganggap bahwasanya lebih baik saya tidak terkena musibah. Dia tahu bahwasanya musibah ini mengenai dia lebih baik daripada seandainya dia tidak terkena musibah. Caranya dia mulai memikirkan tentang merenungkan tentang hikmah-hikmah di balik musibah. Bisa jadi musibah ini minimal mengurangi dosanya, mengangkat derajatnya, atau bisa jadi memalingkan dia dari musibah yang lebih besar yang dia tidak tahu. Ya, yang dia tidak tahu, ya. Atau dengan di balik musibah ini Allah datangkan maslahat yang dia tidak tahu kecuali bela belakangan. Ya. Dan itu banyak terjadi dalam kehidupan kita. Yang penting kita perlu berpikir sebentar, berpikir sejenak bahwasanya musibah-musibah yang kita lewati ternyata semuanya endingnya ada hikmahnya. Ada hikmahnya. Maka jika seorang merenungkan sebagian musibah yang dia alami dan dia merenungkan hikmahnya di balik itu, maka dia akan rida dengan setiap musibah yang Allah berikan kepadanya. Meskipun musibah datang berikutnya, dia enggak ngerti ada apa di balik ini, tetapi dia sudah kiaskan dengan musibah-musibah sebelumnya. Toh musibah-musibah sebelumnya ternyata baik bagiku, maka apa yang musibah datang berikutnya, kita pun berusaha berusaha rida. berusaha rida. Tentunya kita tidak minta dikasih musibah ya. Kita tidak jangan berdoa, "Ya Allah berikanlah musibah kepadaku." Jangan. Dan Rasulullah larang. Rasulullah mengatakan la tatamannau liqoal adu was wasalullahalfiah. Janganlah kalian minta bertemu dengan musuh untuk perang, tetapi mintalah keselamatan. Waidza laqitumuhum. Tapi kalau kalian ternyata harus bertemu dengan musuh, fasbiru. Maka ber bersabarlah. Maka bersabarlah. Jangan minta musibah. Ada seorang di dijenguk oleh Nabi, tubuhnya kurus, kering, sakit parah. Maka Rasulullah bertanya, "Jangan-jangan kau pernah doa sesuatu." Kata dia, "Benar ya, ya benar ya Allah. Saya pernah ya benar ya Rasulullah. Saya pernah berdoa, "Ya Allah, apapun dosaku jangan kau timpakan di akhirat. Timpakanlah di dunia." Dia pengin disegerakan apa? Azab. Dia enggak kuat. Kata Rasulullah, "Berdoalah minta keselamatan, minta ampunan. Ngapain minta diazab?" Dia berdoa, "Ya Allah, kalau saya punya dosa, jangan siksa saya di akhirat. Siksalah saya di dunia." Dia enggak kuat. Akhirnya Allah kasih sakit yang dia tidak kuat menghadapinya. Pernah ada seorang disebutkan seorang yang terkenal sangat sabar. Maka dia berkata, "Ya Allah, aku selalu rida dengan keputusan. Silakan uji saya." Dia bilang begitu. Sebutkan dalam tentang seorang sufi terkenal. Dia mengatakan, "Ya Allah, saya selalu rida dengan keputusanmu. Silakan faktabirni. Pujilah aku. Maka Allah buat dia tidak bisa kencing selama 14 hari. Maka dia menggeliat-menggeliat. Maka dia datang kepada anak-anak kecil. Dia bilang, "Tolong doakan pamanmu yang bodoh ini. Tolong doakan." Sampai akhirnya dia sembuhkan. Baru dia mengata, "Aku bertobat kepada Engkau, ya Allah." Seorang jangan minta susah. Seorang minta keselamatan. Tapi kalau dia diuji, dia tahu bahwasanya itu yang ter yang terbaik. Cuma kita tuh maunya pilihan kita, bukan pilihan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Maka di antara cara agar kita bisa sabar dan rida, kita berdoa minta kepada Allah. Karena yang buat hati kita bisa rida siapa? Allah. Maka kita berdoa, "As'aluk rid ba'dalq." Ini doa sangat penting. Maka saya bilang tadi saya, saya motivasi diri saya, motivasi ibu-ibu, bapak-bapak untuk hafal doa ini dan kita bisa baca ketika kita salat sunah, mungkin salat fardu, mungkin keburu imam, asalamualaikum, assalamualaikum. Ya, tapi kalau kita salat sunah, salat sendiri, kita bisa baca dengan tenang, dengan menghayati. Ini salah satu doa dibaca sebelum salam. Ya, asaluka ari ba'dal qada. Ya, ya Allah, aku mohon kepada Engkau agar rida dengan segala keputusan ya. Karena dan kenapa disebut ba'dal qada? Perhatikan sini. Kenapa kata ba'da setelah? Perhatikan setelah. Karena sebagian orang kadang menyangka dia bisa rida. Dilihat orang, "Ah, kalau saya insyaallah saya bisa sabar." Tapi ketika benar-benar terjadi dia enggak kuat. Ketika benar terjadi, dia tidak kuat. Ya, maka kita ingin kita benar-benar rida setelah kejadian bukan sebelum kejadian. Kalau alazmam alar ridikad untuk rida semua orang bisa. Insyaallah saya kuat, insyaallah saya rida. Tapi yang menjadi perhatian adalah setelah terjadi kejadian, apakah kau rida? Ini yang sangat-sangat penting. Dan yang kita ingin adalah langsung bisa rida. Terkadang orang rida belakangan. Pertama dia tidak rida, dia ngamuk, lama-lama dia rida. Kita ingin kalau bisa rida langsung itu yang terbaik. Itu derajat yang tinggi lebih tinggi daripada sekedar sabar. Sabar saja pahalanya luar biasa. Apalagi dengan rida terhadap keputusan Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya jangan lupa berdoa asalukar rid ba'dal qada. Aku mohon rida ya Allah setelah keputusanmu. Setelah keputusan. Kemudian doa berikutnya. As'aluka ba'dal ais ba'dal mamat. Ya Allah aku mohon kehidupan yang dingin setelah kematian. Karena setelah kita meninggal kita akan masuk di alam barzakh. Ada dua kemungkinan saja. ya, yaitu dapat nikmat kubur atau dapat azab azab kubur. Ya, makanya ketika ada seorang yang meninggal Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam ee tidak mau salatkan karena orang ini punya hutang 2 dinar kalau tidak salah. Rasulullah tidak mau salat. Akhirnya sahabat mengatakan, "Ya Rasulullah, saya tanggung hutangnya." Karena hutang masalah. Ya, hutang masalah tidak bayar hutang. Apalagi seorang punya kemampuan bayar hutang dia tidak segera bayar. Rasul wasam bersabda gani zulmun nunda-nunda bayar hutang padahal mampu adalah kezaliman. Semakin dia tunda, argo dosa berjalan terus, argo zalim berjalan terus. Maka akhirnya dibilang, "Ya Rasulullah, saya tanggung utangnya." Akhirnya Rasulullah salatkan. Kemudian setelah berapa berapa hari, Rasulullah ketemu lagi. Bagaimana dengan hutangnya? Oh, ya. Ternyata sahabat ini lupa. Akhirnya dia bayarkan. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Alan barat jildatuhu" atau kalimat semisal ini kata Rasulullah, "Sekarang baru dingin kulitnya. Sekarang baru dingin kulitnya si fulan di alam barzakh. Oleh karenanya kita ingin kehidupan yang sejuk setelah kehidupan dunia ini ya. Karena kehidupan yang sesungguhnya kehidupan akhirat bukan kehidupan dunia." Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan Allahumma la aisya illa aisyul akhirah. Ya Allah tidak ada kehidupan yang suungguhnya kecuali kehidupan apa? akhirat ini dia cuma sementara ya. Ee Allah Subhanahu wa taala ee berfirman, "Wa innadal akhirat lahial hayawan." Ya, sungguhnya kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sesungguhnya. Adapun kehidupan dunia, laibun walahwun wainatun wa tafakurun bainakum takatur amwali wal aulad. Kehidupan dunia hanya permainan senda gurau. Wazinah, hanya berhias-berhias. Ya, kata para ulama Allah sebutkan dalam surat Al-Hadid. dunia. Dunia itu hanya permainan. Anak-anak kecil kehidupannya main-main. Walahun kalau sudah gede dikit senda guro bikin kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Lahun tuh tidak manfaat. Inilah anulah inilah. Wazinah. Kalau sudah mulai dewasa zina mulai sibuk dengan penampilan. Jam baguslah, tas baguslah, ini baguslah, jilbab baguslah, semuanya. dengan penampilan. Kalau dia punya duit lagi, watfakurum bainakum. Bangga-banggaan. Bangga-banggaan. Saya punya ini, saya punya rumah bagus, saya punya kalau sudah lebih lagi, sudah punya duit banyak lagi watakaturun banyak-banyakan. Saya punya rumah sekian, saya punya kalau zaman dulu saya punya unta sekian, saya punya sapi sekian, kalau zaman sekarang saya punya rumah sekian, punya moge sekian, saya punya istri sekian, saya punya anak sekian. Bangga-banggaan banyak-banyakan. Kata Allah seperti hujan yang turun menumbuhkan rumput yang kering tiba-tiba tumpuk rump rumput yang hijau. Namun hijaunya tidak lama tiba-tiba menguning kemudian hancur. Oleh karenanya kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan akhirat. Ketika Nabi melihat para sahabat sedang menggali khandak mereka dalam kondisi lapar sampai mereka ngikut mengikat perut mereka dengan batu karena kelaparan. Rasulullah mengatakan, "Allahumma la aisya illa aisul akhirah warhamil ansar wal muhajirah." Ya Allah, tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat. Rahmatilah kaum ansar dan kaum Muhajirin. Maka kita berdoa, "Ya Allah, kalau saya begitu masuk di alam barzakh, saya dapat kehidupan yang sejuk, bukan kehidupan yang panas." Sudah dikubur, dalam tanah, dibawa terik matahari di dalam, dibawa juga dibakar. tidak menyenangkan. Kita ingin kehidupan berikutnya kita sukses. Jangan sukses aja di hidupan dunia. Kehidupan dunia sukses tapi kehidupan akhirat binasa. Apa faedahnya? Cuma senang-senang 60 70 tahun kemudian di alam barzakh mungkin ribuan tahun menderita. Jangan sampai demikian ya. Jangan sampai demikian. Oleh karenanya di antara doa yang mengingatkan kita tentang hakikat kehidupan, kita berdoa, "As'aluka bardal aisyi ba'dal mamat." Ya Allah mohon kehidupan yang dingin setelah kema kematian. Kalau kita diampuni oleh Allah, maka kita akan hidup dengan kehidupan yang nyaman, tempat peristirahatan yang nyaman. Tapi kalau kita tidak diampuni oleh Allah, maka tempat peristirahatan bukan tempat peristirahatan, tapi tempat siksaan. Tib. Lafal doa berikutnya Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa, "As'alukaan ila wajhik." Ya Allah, aku mohon kelezatan memandang wajahmu, yaitu di surga. Di surga. Hal ini karena memandang Allah tidak mungkin di dunia. Rasul sahu al wasallam bersabda, "Taalamu annakum lan tarbakum hatta tamutu." Ketahuilah kalian tidak bakalan bisa melihat Allah sampai kalian meninggal meninggal dunia. Kenapa? Karena kita tidak diberikan oleh Allah ee panca indra yang kuat untuk melihat Allah Subhanahu wa taala. Dunia ini pandangan kita terbatas. Kita enggak bisa melihat jin, kita enggak bisa lihat malaikat. Banyak hal tidak bisa kita lihat. Demikian juga terlalu terang kita enggak bisa lihat matahari kita enggak bisa lihat orang kalau lagi ngelas besi kita enggak bisa lihat bahkan mata kita bisa mendapat mudarat karena melihat memaksa melihat yang terlalu terang mata kita enggak kuat banyak yang tidak bisa dilihat tetapi ketika kita meninggal dunia sudah ada perubahan kata Allah fabasharukal yauma hadid ketika kau meninggal matamu menjadi tajam bisa lihat malaikat munkar nakir bisa melihat macam-macam apalagi ketika ke hari kebangkitan maka bisa melihat banyak hal baik penghuni surga maupun penghuni neraka sehingga penghuni neraka bisa melihat iblis ternyata satu grup sama iblis penghuni surga juga bisa melihat dengan pandangan yang luar biasa di antaranya mereka mampu untuk melihat Allah Subhanahu wa taala oleh karenanya Nabi Musa alaihi salam ketika ingin melihat Allah Dia tidak mampu. Dia mengatakan, "Rabbi arini anzur ilaik." Ya Allah, perlihatkanlah dirimu. Aku ingin melihatmu. Kenapa? Kata para ulama, Nabi Musa rindu karena baru mendengar firman Allah, dia sudah merasa bahagia. Dia begitu rindu untuk melihat Allah. Maka dia minta, "Arini anzur ilaik, aku ingin lihat engkau." Allah mengatakan, "Lan taroni, kau tidak bisa melihat aku." Lihatlah kepada gunung. Kalau gunung masih kokoh, kok akan bisa lihat aku. Ketika Allah mulai tajali menampakkan dirinya di gunung, Musa gunung ternyata hancur. Musa kemudian pingsan. Ada yang bilang mati kemudian Allah hidupkan kembali. Jadi kita tidak mampu untuk melihat Allah Subhanahu wa taala. Namun pada hari kiamat kelak ketika di surga maka seorang masuk surga akan bisa melihat Allah Subhanahu wa taala. Maka ketika penghuni surga sedang menikmati kenikmatan dan kelezatan yang ada di surga, maka Allah berkata, "Hal azidukum? Maukah aku tambahkan nikmat bagi kalian?" Kata mereka, "Apalagi ya Allah, alam tubit wujuhana yaunajina minanar." Apalagi yang kami minta, "Ya Allah, sudah kau buat wajah kami berseri-seri," yaitu dengan berbagai macam kenikmatan ini, apalagi yang mau kami minta?" Setiap penghuni surga merasa mereka di puncak kenikmatan. Mereka tidak pernah meminta untuk pindah karena mereka sudah di puncak kenyamanan. Ya, semuanya keindahan di surga. Kata mereka, "Alam tubit wujuhana." Engkau telah membuat wajah kami berseri-seri, Allah enggak minta apa lagi. Watunajina minanar. Bukan engkau telah eh menyelamatkan kami dari neraka, ya Allah. Maka kata Nabi, "Fayaksiful hijab." Maka Allah pun membuka tirai hijabnya. Maka mereka pun melihat Allah Subhanahu wa taala. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ahabai minaii. Maka tidak ada kenikmatan yang paling mereka sukai seperti kenikmatan memandang wajah Allah Subhanahu wa taala. Maka itulah yang disebut dengan ziadah. Allah berfirman, "Lilladzina ahsanul husna wa ziyadah." Bagi orang-orang yang berbuat ihsan di dunia mendapat husna, yaitu mendapat surga. waziadah dan tambahan. Selain dari nikmat-nikmat surga, ada tambahan nikmat yang tidak tidak setara dengan nikmat surga yaitu nikmat memandang wajah Allah Subhanahu wa taala. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa dalam doanya, "As'aluka ladzat nadri ila wajhik." Aku mohon kepada engkau untuk bisa merasakan kelezatan memandang wajahmu, yaitu minta masuk surga. Karena kelezatan memandang wajah Allah cuma dirasakan oleh para penghuni penghuni surga. Para penghuni surga tentunya sebagian ahlul bidah menolak seperti Muktazilah kata mereka gak ada namanya Allah terlihat. Allah tidak terlihat di dunia juga tidak terlihat di akhirat. Kata mereka enggak ada Allah terlihat tidak masuk akal. Kalau Allah terlihat berarti Allah begini begini begini begini. Sama Asyairah juga mengatakan Allah terlihat di dunia di Allah terlihat di surga tapi bukan di depan mata. Enggak tahu gimana caranya. Kalau ahlusunah jelas Allah melihat tinggal lihat ke atas lihat Allah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam inakum satunakum yaumalqiamatian kalian benar-benar akan melihat Allah pada hari kiamat kelak sebagaimana kalian melihat rembulan langsung dengan mata kalian berhadap-hadapan ryati kalian tidak akan berdesak-desakan karena fokus yang dilihat bukan di depan Kalau di depan mungkin desak-desakan, ada yang tinggi, ada yang pendek. Tapi kalau yang dilihat di atas, maka tidak perlu berdesak-desakan. Kemudian kata Nabi Sallallahuamal, kalau kalian mampu untuk tidak terlambat salat subuh dan tidak terlambat salat asar, maka lakukanlah. Maka lakukanlah. Di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam mengkaitkan tentang melihat Allah dengan salat subuh dan salat asar. Maka di antara sebab seorang bisa melihat Allah pada hari kiamat kelak adalah menjalankan salat subuh dengan baik dan menjalankan salat asar dengan dengan baik. Maka kita pun berdoa kepada Allah nasaluka wajhik. Ya Allah kita mohon kepada Engkau agar bisa melihat wajahmu dengan penuh kelezatan. Ini yang disebut oleh Abu Hasan al-Asyari dalam kitabnya ee al-ibanah bahwasanya puncak kelezatan adalah memandang wajah Allah di surga. Kemudian doa Nabi sallallahu alaihi wasallam wasuqo ila luqoik yaitu kerinduan untuk bertemu dengan engkau. Kerinduan. Bagaimana kita bisa rindu bertemu dengan Allah kalau kita memupuk cinta kepada Allah. Maka ketika kita berdoa, "Ya Allah, aku minta agar rindu bertemu dengan Engkau." Itu include sebenarnya include kita minta minta agar bisa mencintai Allah. Karena kalau kita tidak mencintai Allah, kita tidak rindu untuk bertemu bertemu dengannya. Dan ini butuh penghayatan yang dalam. Karena ibadah hati ada tiga. Ada raja, ada khauf, ada almahabbah, ada takut, ada berharap, dan ada cinta. Seorang berharap lanjutkan lagi. Bukan sekedar berharap tapi cinta kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan ini perlu mempelajari Asmaul Husna, perlu berlezat-lezat dalam ibadah, merasakan kelezatan salat malam, perlu berlezat-lezat ketika baca Al-Qur'an, baca tafsir sehingga kita rindu ini subhanallah bagaimana firmannya yang luar biasa. Perlu menungkan tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita sehingga kita bersyukur kepada Allah dan berlanjut bukan cuma syukur, berlanjut pada mencintai Allah subhanahu wa taala. Maka seorang berusaha dalam kehidupannya bukan cuma sekedar berharap kepada karunia Allah dan takut dengan siksaan Allah, tapi tambah lagi satu itu cinta kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka lakukan sebab-sebab yang buat kita bisa cinta kepada Allah subhanahu wa taala. Allah pun mencintai mencintai kita. Ya, kalau ada pilihan maka kita pilih karena Allah suka begini saya tinggalkan yang lain karena Allah subhanahu wa taala. Sering kita karena Allah karena Allah karena Allah. Maka ketika kita mengatakan wasuq ila liqik, ya Allah mohon agar rindu untuk bertemu dengan engkau. Ya makanya ketika seorang meninggal dunia apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Man kari liqa Allah, kariu liqaahu. Siapa yang benci untuk bertemu dengan Allah, Allah pun benci bertemu dengan dia. Waman ahabal liqa Allah ahaballahu liqaahu. Siapa yang suka untuk bertemu dengan Allah, Allah pun suka bertemu dengan dia. Dan ini bisa muncul ketika seorang akan meninggal dunia. Ada di antara manusia akan meninggal dunia. Dia tidak pengin mati dan dia benci ketemu dengan Allah. Maka Allah pun benci bertemu dengan dia. Dan ada di antara orang-orang salihin dan salihat ketika akan meninggal dunia, dia rindu bertemu dengan Allah, ingin bertemu dengan Allah. Allah pun ingin bertemu dengan dengan dia. Allah ingin bertemu dengan dengan dia. Maka seorang karena cinta kepada Allah, dia akan rindu bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala. Maka berusaha ketika kita beribadah ada bukan sekedar khauf dan rajak, tapi berusaha untuk mencintai Allah subhanahu wa taala. Kalau bagaimana Allah begitu baik sama kita, begitu membimbing kita ee dan banyak hal kita renungkan agar ee kita tahu bahwasanya Allah lebih sayang kepada kita daripada ibu kita kepada kita. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, fi ghairiroa mudirrah wala fitnatin mudhillah. Tanpa kondisi mudarat yang memberikan kemudaratan kepadaku, bukan pula fitnah yang menyesatkan. Kenapa? Karena ada orang yang minta mati. Ya, jangan sampai kita minta mati, minta ketemu Allah karena kita tidak kuat dengan penderitaan atau kita pengin mati karena kita terkena fitnah. Ya Allah, matikan saya aja. Nabi maksudnya, ya, ya Allah, saya pengin rindu ketemu kamu bukan karena saya lagi kondisi sempit. Saya ingin rindu ketemu Engkau, ya Allah. Bukan saya dalam kondisi terkena fitnah, tapi setiap saat ingin rindu ketemu dengan dengan engkau. Setiap saat ingin rindu bertemu dengan dengan engkau. Maka karena sebagian orang ketika dia terkena penderitaan, "Ya Allah, matikan aku, biarkan saya bertemu dengan engkau." Nabi mengatakan, "Saya tidak pengin demikian. Saya tidak pengin hanya ingin rindu bertemu dengan engkau ketika dalam kondisi kemudaratan, tetapi kapanp kondisi lapang, kondisi nyaman pun tetap ingin bertemu dengan Allah subhanahu wa taala. Ini makna asaluki wajik liqik wtin mudil. Yaitu Allah, "Aku mohon untuk mendapatkan kelezatan memandang wajahmu dan rindu bertemu denganmu bukan dalam kondisi sedang menderita atau dalam kondisi sedang terkena fitnah." Itu makna dari ee doa ini. Kemudian di akhir doa ini eh Allahumma zayyina bizinatil iman. Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan keimanan. W'alna hudatan muhtadin. Dan jadikanlah kami hudatan, yaitu orang-orang yang memberi petunjuk. Muhtadin, orang-orang yang mendapat petunjuk. Yaitu kita tahu bahwasanya yang memberikan kita keimanan Allah Subhanahu wa taala. Makanya kita mengatakan Allahumma zayyina. Hiasilah kami dengan perhiasan keimanan. Kalau perhiasan fisik kita sudah ngertilah ya. Pakai ini, pakai anu, gaya begini, gaya begini. yang kita ingin bukan cuma hiasan fisik, yang kita ingin adalah hiasan iman dalam hati. Ini yang lebih penting ya. Ini lebih penting. Bagaimana memiliki hati yang beriman, hati yang rida, hati yang sabar, hati yang takwa, hati yang malu, hati yang penuh dengan ketakwaan. Ini yang lebih penting. Hati kita dihiasi dengan keimanan. Makanya Allah mengatakan eh wakinallah habikumul imana wahu fiubikumikumulfqyanika humidun. Kata Allah subhanahu wa taala, "Akan tapi Allah hababaikum iman." Allah yang menjadikan hati kalian suka dengan keimananikum. Dan Allah jadikan iman tersebut terhias dalam hati kalian. Wakaraha ilaikumul kufro. Dan Allah menjadikan kalian benci dengan kekufuran. Wal fusuqo buat kalian benci dengan kefasikan. Wal isyan buat kalian benci dengan kemaksiatan yang mengatur hati kita. Yang buat kita suka dengan kajian, kita suka dengan lantunan Al-Qur'an, kita suka dengan bersedekah, suka dengan keimanan, Allah yang bikin. Yang buat kita benci dengan kekufuran, kemaksiatan, kesyirikan. Kita enggak suka dengan maksiat Allah Subhanahu wa taala. Hati ini susah untuk kita kontrol. Betapa sering di antara kita cinta dengan kemaksiatan. Bukan cuma sekedar cinta, kecanduan dengan kemaksiatan. Betapa sering di antara kita hatinya tidak benci kepada kekufuran. Kekufuran oke-oke saja, tidak ada girah agamanya sama sekali. Mau orang kufur, mau orang syirik, mau biarin aja. Enggak enggak ada rasa girah sama sekali. Ini berarti tidak benci kepada kekufuran. Kita ingin hati kita itu cinta dengan keimanan, benci dengan kekufuran, kemaksiatan, dan kefasikan. Mintanya kepada siapa? Minta kepada Allah. Karena Allah yang bikin hati seperti itu. Rindu dengan hidayah, benci dengan kesesatan. Ada orang yang mungkin Allah dimaki-maki, dia santai-santai aja, enggak ada masalah. Ada di ibadahi selain Allah, dia santai-santai aja enggak ada masalah. Ada orang maksiat zina, dia sati aja. Enggak enggak enggak rasa girah, enggak ada cemburu, enggak ada apa, biasa-biasa aja. Kenapa? Karena hatinya seperti itu. Hatinya seperti itu. Maka kita Allahumma zayina bizinatil iman. Ya Allah, hiasilah hati kami dengan hiasan keimanan. Dan Rasulullah bersabda, "Innal imana laaklaqu fi qulubikum kama yaklaqu. Maka Rasulullah berkata, "Sesungguhnya iman itu menjadi usang pada dalam hati kalian." Iman ini kalau tidak kita siram, tidak kita bacain Quran, tidak kita ngaji, tidak, dia akan usang dengan sendirinya. Sebagaimana baju kalau dibiarkan meskipun enggak dipakai, lama-lama menjadi usang. Maka kata Nabi, "Fas'alullaha an yujaddida imanakum." Maka mintalah kepada Allah agar Allah memperbarui iman kita. Maka itu di antara doa kita Allahumma jaddidli imani. Allahumma jaddidli imani. Ya Allah perbaharuilah imanku. Wazayyinhu fi qolbi. Ya Allah hiasilah iman ke dalam hatiku. Wakarh ilaiya alkufra fusuq wal isan. Ya Allah buatlah aku benci dengan kekufuran dan kemaksiatan dan kefasikan. Orang kalau hatinya sudah bersih maka dia sensitif. Dia enggak suka kekufuran, dia enggak suka kemaksiatan, dia enggak suka dengan kefasikan, dia senang dengan ayat-ayat, dia senang dengan ketakwaan. Tapi kalau hatinya sudah kotor, maka susah seperti itu. Malah cenderung dengan kemaksiatan. Oleh karenanya, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, berdoa dengan doa ini agar ibu-ibu tidak suka nonton film Korea. Ya, agar ibu tidak suka nonton film India, ya. Agar ibu merasa risih kalau mendengar musik-musik, merasa enggak nyaman. Itu berarti hati kita masih baik. Kita enggak nyaman dengan maksiat. Tapi kalau dengan musik kepalanya ikut goyang, waduh nonton-nonton menikmati nonton semua hati kita bermasalah. Hati kita ber bermasalah. Allahum zaina bizatil iman. Ya Allah hiasilah kami dengan hias hiasan keimanan. Ini juga nasihat kepada kita jangan terlalu fokus cuma hiasan fisik ya, tetapi hati tidak dihiasi dengan ketakwaan. Yang penting itu hati ya. Fisik nomor dua ya. Innallaha la yanzuru ila suarikum wala ila ajsamikum wakin yanur ila qulubikum wa amalikum. Allah tidak menengok kepada rupa kalian, paras kalian, fisik kalian, tapi Allah melihat kepada hati kalian, amalan kalian. Kalau hati kita bagus, kita perhatian dengan fisik. Tapi kalau fisik kita bagus, ini hati kotor, ini musibah. Doa yang terakhir. Waja'alna hudatan muhtadin. Ya Allah, jadikanlah aku hudat. Hudatan yaitu pemberi petunjuk. jamak dari hadi. Muhtadin. Muhtadin yang dapat petunjuk. Kita ingin dapat dua-duanya. Kenapa, Ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala? Ada orang pandai memberi petunjuk, tapi dia sendiri tidak dapat petunjuk. Ada orang pandai memberi petunjuk, tapi dia sendiri tidak dapat petunjuk. Ini adalah orang-orang yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, makanya Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu lima taquuluna ma taf'alun kabur maqotanallahi antaqulu ma taf'alun." "Wha orang-orang beriman, kenapa kalian mengucapkan kata-kata yang kalian sendiri tidak kerjakan? Itu pandai ceramah tapi kalian tidak mengerjakan." Kabur maqatanallahi. Besar kemarahan Allah bagi kalian. Kalian mengucapkan apa yang kalian tidak kerjakan. Allah juga berfirman, apa kalian menyeru orang-orang untuk berbuat kebajikan sementara kalian lupakan diri kalian sendiri? Sementara kalian baca Alkitab, Afalailun? Tidakkah kalian berpikir? Tidak kalian berakal? Justru yang paling utama kalian selamatkan diri kalian bukan orang lain. Gimana kalian menerangi orang lain sebar kalian sendiri rusak seperti lilin yang terbakar menerangi dia sendiri terbakar. Kata seorang penyairanlahu alika faalu. Apakah engkau melarang dari suatu perangai sementara kau sendiri mengerjakannya? Sungguh adalah celaan yang besar jika kau melakukannya. Enggak enggak logis. Maka jangan kita mengatakan, "Ya Allah, jadikanlah aku pemberi petunjuk sementara kita sendiri tidak mendapat pe petunjuk." Ini problem, ini musibah ya. Kalau share jago, nasihat jago, tapi dia sendiri paling pertama melanggar. Ya. Ya. La tajzaanna sunatin antirtaha fawalu radin sunatin eh man yasiruha. Ya. Jangan kau membenci suatu kelakuan yang kau sendiri melakukannya. Orang yang paling rida kepada satu kelakuan adalah yang melakukannya. Oleh karenanya kita hidup di zaman sekarang ledakan ilmu, ilmu dunia, ilmu agama, maka sayaatkan diri saya pribadi juga para hadirin hadirat kita ngaji ini untuk kita amalkan. Jangan kita ngaji hanya sekedar kumpul-kumpul, hanya bikin ringkasan, hanya untuk share bangga-banggaan, share ringkasan-ringkasan ringkasannya padahal bikinnya pakai AI. Saya kemarin dikirim ada ustaz ceramah, dia kirim ringkasan untuk ceramah saya buat ceramah lagi. Bagus sekali di saya bikin pakai AI, Ustaz. Oh, kirain kamu yang bikin. Ternyata saya aja enggak sangka kalau bisa dibikin rapi seperti itu. Ada gambarnya, ada ininya. Maksud saya kita tuh ngaji niatnya untuk diamalkan sehingga kita si petunjuk. Dapat petunjuk. Kemudian muhtadin, "Ya Allah, saya juga pengin dapat petunjuk." Jadi, karena ada orang dia cuma dapat petunjuk, tapi dia tidak menunjukin orang lain. Ini juga kita tidak pengin. Di rumah dia sendiri yang baik, tapi dia tidak bisa mengajak istrinya, tidak bisa mengajak suaminya, tidak bisa mengajak anaknya, tidak bisa mengajak orang sekitarnya. Ini juga tercela ya. Kita pengin dua-dua. Kita dapat petunjuk dan kita juga ngajak orang lain agar mendapatkan hida hidayah. Maka di antara doa waja'alna hudatan muhtadin. Ya Allah jadikanlah aku beri petunjuk dan aku juga mendapat petunjuk. Dan aku juga mendapat petunjuk. Ini doa sangat penting. Coba diulangi ibu-ibu dari awal sampai akhir. Allahumma biilmikal ghaib wa qudratika ala al khalq. Ahy ma alimtal hayatair li wa tawaani alimtal wafir Allahumma inni asaluka wasyahadah. Ya Allah aku mohon kepada Engkau untuk takut kepadamu dalam ee ketika bersendirian atau di hadapan orang lain. Ya. Kemudian asaluka kalimatal haqqi fil gabi warid. Dan aku mohon bisa mengucapkan perkataan yang benar dalam kondisi marah atau dalam kondisi senang. Dalam riwayat yang lain, kalimatal ikhlas untuk bisa ikhlas. Ya. Kemudian eh asaluka alqasda fil faqri wal gina. Aku mohon kepada Engkau ya Allah agar bisa sikap tengah dalam kemiskinan ataupun dalam kekayaan. Ada yang mengatakan pengin tengah-tengah tidak kaya dan juga tidak miskin. Tapi cukup ada yang mengatakan ketika miskin tetap bisa bertahan, tidak menghinakan diri, tidak ngemis-ngemis, ketika kaya juga tetap bertahan, tidak sombong, tidak angkut, tetap tawadu. Itu di antara maknaalukal qas qasda fil faqri wal gina. Kemudian asaluka naiman la yanfat. Ya, aku mohon kepada engkau kenikmatan yang tiada putusnya itu kenikmatan di sur surga. Waqinin dan kesejukan pandangan yang tidak terputus. Apakah dalam salat, dalam ibadah, apakah istri salehah ataukah maksudnya kenikmatan akhirat? Baru ee tadi yang kita baca baru doa ini. As'aluka rid ba'dal qada itu aku mohon keridaan setelah engkau memutuskan. Dan aku mohon kehidupan yang sejuk atau dingin setelah kematian. Aku mohon kelezatan memandang wajahmu dan kerinduan untuk bertemu denganmu bukan dalam kondisi mudarat dalam kondisi fitnah. Kemudian Allahummaina bizatil iman. Ya Allah hiasilah hatiku dengan keimanan waja'alna hudatan muhtadin. Jadilah jadikanlah kami pemberi petunjuk dan juga dapat petunjuk. Maka sekali-sekali dalam hidup ini kita doa sebelum salam. Sekali dua kali lama-lama kita hafal jadi kebiasaan untuk membaca doa tersebut. Doa yang sangat indah untuk kepentingan dunia maupun kepentingan akhirat. Bab kita lanjutkan doa berikutnya. Doa berikutnya yang juga masih dalam doa sebelum salam. Ya, ada orang berdoa di hadapan Nabi kemudian Nabi membenarkannya. Dia mengatakan begini ya. Allahumma inni as'aluka. Ibu-ibu ada bukunya kan? As'aluka ya Allah biannaka al wahidul ahad. Al wahidul ahad. Asomad alladzi lam yalid walam yulad. Asomad alladzi lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. An tagfir li dunubi. An tagfir li dunubi. Innaka antal gofurur rahim. Innaka anta alghofurur rahim. Ini juga doa sebelum salam. Saya artikan, "Ya Allah, inni as'al. Sesungguhnya aku mohon kepada Engkau ya Allah dengan nama Ya Allah. Wahai Allah biannakal wahidul ahad. Bahwasanya dengan sungguhnya Engkau adalah Maha Esa. Alwahidul ahad maknanya sama. Engkau Maha Esa. Jadi dia bertawasul dengan nama-nama Allah. Assomad. Asomadu yang semua membutuhkan kepadanya. Alladzi lam yalid walam yulad. Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. tidak dilahirkan. Walam yakullahu kufuwan ahad. Tidak ada yang setara dengannya. Tidak ada yang setara dengannya. Anagfirul dzunubi. Agar engkau ampuni dosa-dosaku. Innaka antal gfurahim. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Lagi maha penyayang. Insyaallah ini doa mudah ya karena sisa surah al-Ikhlas ya. Allahumma inni as'aluka ya Allah biannaka al wahidul ahad asomad alladzi lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad anagfirunubi innaka antal gofurur rahim. Ya Allah, aku mohon kepada Engkau, Ya Allah, bahwasanya Engkau adalah yang maha esa yang semuanya bergantung kepadamu, asamad alladzi lam yalid walam yulad yang tidak melahirkan dan juga tidak dilahirkan. Walam yakun lahu kufuwan ahad. Dan tidak suatu setara denganmu antagfiroli agar engkau mengampuni dosa-dosaku. Karena sesungguhnya innaka antal gfurrahim. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang. Adapun hadis ini disebab diriwayatkan dari Handzalah bin Ali. Dia berkata, "Anna Mihjan bin Adra haddasahu anna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dakal masjid." Suatu hari Rasul sahu alaihi wasallam masuk masjid. Faid rajulun qodq shatahu wahua yatasyhad. Tiba-tiba ada orang selesai salat dan di waktu itu dia bertasyahud. Itu tasyahud akhir. Yau tasyahud akhir menjelang selesai salat. Kemudian dia berdoa dengan doa ini. Rasulullah dengar dia berdoa, "Allahumma inni as'aluka ya Allah biannakal wahidul ahad asamad alladzi lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad anagfir dunubi innaka antal gfur rahim faqala rasul sahu alaii wasallam qod gu gfiro lahu sungguh dia telah diampuni salasan sampai tiga kali kata rasul sahu alaihi wasallam q gu gufir lahu q gu gufir lahu q gu gufir lah sungguh dia telah diampuni sungguh telah diampun sungguh dia telah di diampuni. Maka ini dalil bahwasanya doa tersebut diucapkan menjelang salam. Dan doa ini bukan dalam hadis ini yang baca sahabat tapi Nabi membenarkan. Dan ini namanya sunah takririyah. Ada sunah yang Rasulull sahu alaihi wasallam fi'liah Rasulullah kerjakan kemudian diikuti. Ada sunah namanya sunah quiah. Sunah qulh itu Rasulullah ngomong sabda Nabi dan namanya sunah takririah. Sunah takriyah itu Rasulullah lihat orang bilang atau Rasulullah lihat orang kerjakan, Rasulullah membenarkan. Ya, seperti ee ada amalan tertentu Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak melarang berarti disebut dengan sunah takriah. Rasulullah mentakrir yaitu membiarkan. Contohnya dalam hadis ini ada sahabat yang ketika dia salat ketika tasyahud akhir dia doa dengan doa ini. Allahumma inni as'aluka ya Allah biannaka al wahidul ahad. Asomad alladzi lam yalid walam yulad lam yakul lahu kufuwan ahad an tagfirunubi innaka antal gfur rahim. Maka orang ini dia yang bikin doa dan Nabi membenarkan. Ini dalil bahwasanya kita boleh berdoa dengan doa yang kita sukai. Kita boleh berdoa dengan doa yang kita sukai. Tentunya yang paling terbaik adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, makanya dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallamar minya hendaknya dia memilih doa yang dia sukai. Ketika tasyahud akhir, seorang boleh bermunajat kepada Allah tasyahud akhir dalam doanya minta apa saja. Dan jangan lupa ketika dia berdoa, dia bertawasul dengan nama-nama Allah yang indah. Seperti tadi, Allahumma biilmilkal gaib wa qudratika alal khalq. Ya Allah, dengan ilmumu kau mengetahui yang gaib dan kemampuanmu, maha kuasamu terhadap makhlukmu. Ini kita muji Allah baru kita minta. Tib di sini, di sini sahabat ini bertawasul dengan keesaan Allah yang Allah sebutkan dalam surah Al-Ikhlas. Dan boleh dikatakan surah Al-Ikhlas seperti saya sering sampaikan adalah syarat Tuhan. Karena sebab nuzul surat ini ketika ada seorang berkata, "Ya Rasulullah, ya Muhammad siflana." Wahai Muhammad, terangkanlah ciri-ciri Tuhanmu yang kau ibadahi tersebut." Maka turunlah surah Al-Ikhlas. Bahwasanya Tuhan yang sesungguhnya itu yang memenuhi persyaratan ini. Empat syarat. Pertama, dia esa. Kedua, dia tidak melahirkan. Ketiga, dia tidak dilahirkan. Yang keempat, tidak ada yang sarah dengan dengan dia. Semua Tuhan harus diverifikasi dengan empat syarat ini. Kalau tidak sesuai, maka dia bukan tu Tuhan. Dia esa. Kemudian dia apa? Somad. E lupa. Asomad. Asomad adalah semua bergantung kepadanya dan dia tidak bergantung kepada yang yang lain. Qulallahu ahad. Allahusad. Kemudian yang ketiga, lam yalid walam yulad. Tidak melahirkan dan juga tidak dilahirkan. Yang keempat adalah tidak suatuun yang setara dengan dengan dia. Tib. Agar kita murajaah tentang syarat Tuhan. Apa syarat Tuhan yang pertama? Apa, Ibu-ibu? Esa. Yang kedua, Asomad. Asomad itu tidak butuh kepada yang lain. Dan saking sempurnanya dan karena sempurnanya selainnya butuh kepadanya. Yang ketiga apa, Ibu? Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. K yang keempat tidak ada yang serupa dengan dia, yang setara dengan baik. Allah Maha Esa. Alwahid atau al-ahad yaitu esa secara zatnya dia tunggal. Makanya Allahu witrun yuhibbul witr. Allah adalah tunggal. ganjil dan Allah suka dengan bilangan ganjil karena ganjil yang pertama adalah satu dan Allah Maha Esa. Kemudian dalam zatnya, kemudian sifat-sifatnya dan dalam perbuatan-perbuatannya, af'alnya. Zatnya jelas dia esa, tidak berbilang sifat-sifatnya. Maksudnya Allah maha berilmu. Tidak ada yang ilmunya seperti ilmu Allah. Allah maha kuasa tidak ada yang kuasanya seperti kuasaan Allah. Allah maha melihat tidak ada penglihatnya seperti penglihatan Allah. Ini namanya esa dalam sifat-sifatnya. Dalam perbuatan-perbuatannya di antaranya misalnya mencipta, memiliki, mengatur, dan apa? Mengatur. Ya Allah sendiri dalam mencipta tidak dibantu sama zat yang lain dalam mencipta. Allah memiliki menguasai juga tidak ada yang bersama Allah dan Allah mengatur juga tidak ada yang bersama Allah. Allah sendirian mengatur alam semesta ini. Gak pernah minta tolong sama zat yang lain. La takuduhu sinatu wala naum. Allah tidak ngantuk dan juga tidak tidur. Karena kalau Allah ngantuk atau tidur tidak bisa ngurusin alam, maka mungkin langit tabrakan, bintang tabrakan, matahari jatuh dan selainnya. Wala yauduhu hifzuhuma. Kata Allah, "Tidaklah repot bagi Allah untuk menjaga langit dan bumi. Langit dan bumi beserta isinya Allah yang yang ngatur." Ini namanya esa. Itu namanya esa. Adapun kalau Tuhan ganda, Tuhan berbilang, ya ini maka semua adalah syirik. Ini tidak pantas bagi untuk dijadikan Tuhan. Di mana Tuhan ternyata bersekutu. Ya, ada satu orang saya ketemu orang masuk Islam, dia bilang saya waktu iktikaf. Saya tanya, "Kenapa kau masuk Islam?" Saya pengin tahu. Saya sempat mikir, "Ustadz, kalau Tuhan tiga atau lebih setiap keputusan harus diskusi dulu. Repot. repot. Maka saya pun masuk Islam. Ya. Kemudian Asamad tidak butuh kepada yang lain dan karena sempurnanya selainnya butuh kepadanya. Ini Tuhan seperti namanya Tuhan. Semua butuh kepadanya tidak butuh kepada selainnya. Makanya kalau ada Tuhan butuh dipahat untuk jadi Tuhan ya ini enggak enggak benar. Itu bukan Tuhan ya. Ada Tuhan butuh dikasih makan seperti kata Ibrahim kepada berhala-berhala. Dia lihat banyak sajan kata Ibrahim ala takulun. Kenapa kalian tidak makan? Kenapa kalian tidak tidak makan? Sebagian orang dia kasih makan Tuhannya. Ya, kalau Tuhannya enggak makan, dia sedih enggak dimakan. Tapi kalau jadi layu rusak ini dimakan. Terkadang datang burung-burung yang makan. I atau tidak? Ya gimana? Tuhan butuh makan. Ini gimana? Tuhan butuh sesuatu. Kalau Tuhan tidak dikasih makan dia marah. Ini bukan tu Tuhan. Berarti dia seperti kita makhluk membutuhkan bantuan. Ya, makanya di antara bantahan Allah kepada kaum Nasra yang menyatakan Nabi Isa adalah Tuhan, maka Allah mengatakan dengan jawaban yang sangat mudah tentang Nabi Isa dan ibunya. Kana yaakulani thaam. Bahwasanya Nabi Isa dan ibundanya sama-sama makan maka makanan. Kalau dia Tuhan ngapain dia ma makan? Jelas ini sifat manusia mau dibilang apapun tetap dia manu manusia. Buktinya dia makan makanan. Ya, Nabi Nabi Isa juga tidur, butuh tidur. Nabi Isa juga ketakutan dikejar-kejar Romawi. Nabi Isa harus sembunyi. Ya, dan ini semua bukan sifat Tuhan, ya. Kemudian di antara sifat Tuhan, syarat berikutnya tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Karena jika dia melahirkan berarti yang dilahirkan sama dengan dengan dia. Kalau dia dilahirkan berarti dulu tidak ada kemudian menjadi ada. Kalau dilahirkan berarti dulu tidak ada menjadi ada. Kalau dia melahirkan berarti dia akan munculkan suatu yang mirip dengan dia. Makanya ketika terjadi diskusi antara Rasulullah dengan Nasra Najran maka ee di antara bantahan Rasulullah secara logika bahwasanya kalau Isa adalah anak Allah harusnya anak mirip dengan bapaknya. Harusnya anak mirip dengan bapaknya. Tetapi kenapa anaknya makan makanan sementara bapaknya tidak makan? Allah tidak makan dan Allah memberi makanan. Ketika anaknya ternyata sifatnya berbeda dari bapaknya, beda jauh. Makan, tidur, takut ya, dan lain-lain buang hajat, maka ini bukan bapaknya. Berarti ini bukan anak dari Allah. Kalau secara logika anak mestinya mirip dengan bapak. Oleh karenanya menurut Allah menyatakan Allah punya anak adalah penghinaan bagi Allah. penghinaan bagi Allah dan Allah sangat murka. Karena berarti kalau Allah punya anak berarti menghilangkan keesaan Allah, membatalkan sifat utama Tuhan. Apa sifat utama Tuhan? Adalah keesaan. Kalau punya anak berarti Allah sudah tidak esa dan ada yang semirip dengan dia. Makanya qul in kanana lirahmani waladun faana awalul abidin. Allah perintahkan kepada Muhammad untuk berkata, "Seandainya Allah punya anak, maka saya akan pertama yang nyembah anak tersebut." Tapi Allah tidak punya anak. Karena kalau benar Allah punya anak, maka anak tersebut akan mirip dengan siapa? Allah. Tapi Allah tidak punya punya anak. Yailhamdulillahlilhamdulillahilladzi lam yattakid waladan walam yakun walam yakun lahu syarikun fil mulk walam yakun lahu waliyun minadul wakabbirhu takbir. Kata Allah, "Pujilah Allah." Allah ingin dipuji dengan keesaannya. Wlilhamdulillahilladzi lam yattak waladan. Katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak punya anak. Walam yakun lahu syarikun fil mulk. Tidak punya partner dalam mengatur alam semesta. Walam yakun lahu waliyun minul. Dan tidak ada yang menolong Allah dalam urusannya. Wakabirhu takbir. Dan agungkanlah dengan sebesar-besarnya. Makanya ketika ada Allah memuji dirinya karena keesaannya. Qul huallahu ahad. Allah maha esa. Kemudian ada yang mengatakan Allah punya anak itu Allah berbilang maka Allah murka. Waqahmanu walada. Mereka mengatakan Allah punya anak laq juman idda. Sungguh kalian telah mengatakan perkataan yang sangat mungkar. Takadusamawatu minhuans arduirul jibalu had. Hampir langit terbelah, bumi hancur, gunung hancur. Gara-gara apa? Andaahmani walada. Mereka mengatakan Allah punya anak. Wambagi lirahmani walada. Tidak pantas Allah punya anak. In famawati wal ardhi illaah abda. Semua di langit dan di bumi, malaikat, nabi-nabi termasuk Nabi Isa semua datang bertemu Allah sebagai hamba, bukan sebagai anak. Gimana K bilang Allah punya anak? Makanya siapa yang mengat Allah punya anak, Allah menganggap telah mencacinya. Kata Allah, kadini bini Adam walam yakun lahu dalik wasatamani bn Adam walam yakun lahu dalik. Anak Adam telah mendustakan aku dan tidak pantas baginya untuk berdusta atas namaku dan anak Adam telah mencaciku. Satamani telah mencaciku dan tidak pantas baginya untuk mencaciku. Adapun dia mendustakan aku, dia mengatakan aku tidak bisa menghidupkan lagi orang yang sudah mati. Amatmuhu iyaya. Adapun caciannya kepadaku, anna liya waladan. Dia berkata, "Aku punya anak." Jadi menganggap Allah punya anak itu cacian menurut Allah subhanahu wa taala. Karena mencoreng keesaan Allah, mencoreng syarat Tuhan. Syarat Tuhan gugur. Syarat Tuhan gugur. Oleh karenanya tidak boleh bagi seorang muslim untuk ikut serta dalam ee perayaan kelahiran anak Tuhan. Enggak boleh, enggak boleh, enggak boleh. Kita toleransi. Dan toleransi itu tentu sangat dianjurkan sebagaimana diajarkan oleh para salaf dahulu. Ya, sejak dahulu mereka ada toleransi, tapi ikut serta dalam bersenang-senang dalam kesyirikan tentu tidak boleh. Tidak boleh ya. Gak boleh. Karena ketika mereka merayakan, mereka sedang merayakan lahirnya Nabi Isa sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan? Saya tanya sama antum. Ketika Nasra sedang merayakan kelahiran Nabi Isa pada tanggal 25 Desember, sedang merayakan kelahiran Nabi Isa sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan. Kalau sebagai nabi seperti maulid Nabi, cuma Maulid Nabi Muhammad mereka maulid Nabi Isa. Tapi mereka sedang merayakan bukan kelahiran Nabi Isa sebagai nabi, tapi sebagai anak Tuhan. Terus kita bilang selamat, maka tidak pas. Maka tidak tidak pas. Oleh karenanya perkataan para ulama sangat keras dalam hal ini. Ya, jangan bilang kita masing-masing sudah keyakinan kita. Enggak bisa karena kamu sedang memberi selamat sama dia. Berarti kamu beri selamat atas apa yang dia yakini, yang dia lakukan. Mungkin orang bilang, "Kan maulid nabi boleh. Bagi mereka yang boleh kan? Kan saya maulid Nabi Isa boleh." Itu kan kau. Tapi sekarang masalahnya kau mi selamat. Beda kalau mereka memberi selamat sama engkau. Engkau bilang, "Saya merayakan hari kelahiran Nabi Isa seperti Maulid Nabi Isa. Tapi kau sedang memberi selamat kepada orang yang sedang merayakan Nabi Isa lahir sebagai anak Tuhan. Berarti yang kau selamatin keyakinan mereka atau keyakinan kamu? Keyakinan mereka. Keyakinan mereka. Maka mereka akan semakin PD untuk berbuat kesyirikan. Padahal di antara kewajiban kaum muslimin adalah menasihati mereka agar mereka tidak terus-menerus dalam kesyirikan. Makanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kirim surat kepada raja-raja Romawi, raja Persia, raja di antara raja Nasrani. Rasulullah kirim kepada Raja Najasyi agar masuk Islam. Akhirnya dia masuk Islam. Rasulullah kirim surat kepada Heroklius, raja Romawi, namunnya tidak masuk Islam. Rasulullah kirim kepada almukais sama penguasa apa? Penguasa Romawi yang menguasai Mesir juga beragama Nasrani. Maka, maka Rasulullah menegaskan, "Ya aslim taslam wahai Herqlius masuk Islamlah engkau makau akan selamat." Yikallahu ajratain. Allah akan berikan kau pahala dua kali lipat kalau kau masuk Islam. Fain tawallait. Tapi kalau kau berpaling fama alikmul arisin, kau akan menanggung dosa rakyatmu. Bayangkan ancaman luar biasa. Kalau kau tidak masuk Islam, tetap bertahan dengan kesyirikanmu, kau akan menanggung dosa rakyatmu. Kemudian Rasulullah bawakan firman Allah, qul ya ahlal kitabi taala ila kalimatin sawain baina wainakum all na'buda illallah. Wahai ahlul kitab, marilah kita menuju satu perkataan yang sama antara kami dengan kalian. Kesepakatan yang sama yaitu apa? Kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. Wala nusyrika bihi. Dan kita tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu pun. Dengan nabi, dengan malaikat, dengan manusia gak ada. agar kita tidak mengambil sebagian kita tuhan-tuhan selain Allah Subhanahu wa taala. Jelas. Tapi ternyata Heroklius lebih mengutamakan singgahsananya daripada Islam. Oleh karenanya ee toleransi ee kita lakukan dan toleransi itu justru menunjukkan masing-masing berada di atas keyakinannya. Bukan malah campur aduk. Bukan malah campur campur aduk. hidup cuma sekali, jangan berspekulasi dalam kehidupan ini. Ya, maka seorang berusaha berada di tauhid, meninggal di atas apa? Tauhid, punya girah terhadap tauhid dan punya girah terhadap ya kebencian terhadap namanya kesyirikan, kekufuran, kemaksiatan, dan macam-macamnya ya. dan macam-macamnya tetap toleransi tanpa harus ee menumbalkan akidah yang kita miliki. Wallahu taala alam bisawab. Maka di antara doa yang dianjurkan sebelum salam adalah bertawasul dengan keesaan Allah. Maka seorang berkata, "Allahumma inni as'aluka ya Allah biannaka al wahidul ahad asomad alladzi lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. inaka antalim kata nabiu gufirahu dia diampuni. Diaampuni, diampuni karena dia bertawasul dengan keesaan Allah subhanahu wa taala. Demikian saja kajian kita. Subhanakallah bihamdika asadualamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.