Transcript
ixzm9txg0_Q • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #13 Ayat 67-72 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2617_ixzm9txg0_Q.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan bahasan kita dari surah Az-Zumar kita sampai pada ayat ke-67. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Wama qadarullaha haqq qadrih wal ardu jamian qdatu yaumalqiamah wasamawatu matwiatun biyaminih subhanahu wa taala amma yusyrikun." Dan mereka yaitu kaum musyrikin tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggamannya pada hari kiamat kelak. Kemudian langit dilipat atau digulung dengan tangan kanannya. Maha suci Allah atau maha suci ya Tuhan dan maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan. Pada ayat ini Allah Subhanahu wa taala sebelumnya menyebutkan tentang kekuasaan Allah ya terkait dengan kehidupan dunia ya seperti Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Allahu khaliquai pada ayat 62. Allah pencipta segala sesuatu wahua ala kulli wakil." Dialah pemelihara segala sesuatu. Lahuma qolidus samawati wal ard. Dialah yang memegang kunci-kunci perbendaran langit dan bumi. Ya, ini tentang kekuasaan Allah di alam dunia. Dan ternyata kekuasaan Allah bukan cuma di alam dunia. Yang lebih dahsyat adalah ketika pada hari kiamat kelak. Kalau di alam dunia mungkin masih ada yang sombong, masih ada yang angkuh, masih ada orang-orang zalim atau raja yang sombong dan congkak, tetapi di alam akhirat lebih dahsyat. Ya, makanya Allah subhanahu wa taala menggenggam bumi. Allah berkata, "Aina mulukl ard? Analik anad dayyan?" Aku adalah maharaja. Mana raja-raja bumi? Raja-raja dunia tidak ada yang berani mengangkat kepalanya sedikit pun. Tidak ada yang berani pamer sesuatu pun. Ya, karena semua atribut dilepaskan ketika hari kebangkitan. Semua dibangkitkan dengan hufatan, uratan, gurlan buhman. Tidak alas kaki, tidak berpakaian, tidak bawa harta apapun dan belum disunat. Maka kekuasaan Allah pada hari kiamat kelak lebih dahsyat lagi. Makanya Allah mengatakan, "Wal amru yaumaidin lillah yaum la tamliku nafsu linafsin wal amru yaumaidillah." Dan segala urusan semuanya adalah dimiliki oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya ketika kita membahas tentang tauhid rububiyah, apa taut rububiyah? Taid rububiyah itu meyakini hanya Allah yang mencipta, hanya Allah yang memiliki, dan hanya Allah yang menguasai. Dan ini tidak ee ee dan di antaranya hanya Allah hanya Allah yang memiliki, Allah mencipta dan Allah mengatur. Ya, Allah yang mencipta, Allah yang memiliki dan Allah yang mengatur. Dan di antara tadbir adalah pengaturan pada hari kiamat kelak. Dan pengaturan pada hari kiamat kelak benar-benar sempurna, benar-benar hanya Allah yang mengatur. Berbeda kalau di dunia masih ada yang sombong, masih ada yang angkuh, masih ada yang sok ngatur, masih ada yang mau rubah sana rubah sini. Merasa bisa ini, merasa bisa anu, itu di dunia masih banyak makhluk yang seperti tapi ketika di akhirat wal amru yaumaid lillah perkaranya sangat dahsyat. Semua perkara milik Allah subhanahu wa taala. Maka Allah menekankan lagi tentang perbuatan orang-orang musyrikin yang mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya. Allah ingatkan, "Bagaimana kalian bisa menyembah kepada selain Allah?" Bukan hanya urusan dunia Allah kuasai, bahkan ketika hari kiamat lebih dahsyat lagi. Makanya Allah berfirman, w qadarullaha haqq qadrih wal ardu jamian qdatu yaumalqiamah. Mereka tidak mukan Allah sebagaimana mestinya. Sementara pada hari kiamat bahwasanya bumi dalam genggaman Allah subhanahu wa taala. Seluruh bumi dalam genggaman Allah yaitu bumi yang tujuh tujuh lapis dalam genggaman Allah. Wasamawatu matwiyatun biyamini. Dan langit dilipat dengan tangan karena Allah Subhanahu wa taala. Ya, Ibnu Umar berkata, Rasulullah bersabda, "Innallahaqbidumalqiamat, pada hari kiamat kelak Allah menggenggam bumiamawatuhi dan langit-langit di tangan kanannya dilipat." Ya, seperti Allah, yailbub, hari di mana kami melipat langit seperti lipatan lembaran-lembaran buku. Ya, itu apa namanya? Matwiyat itu artinya bahasa Indonesia artinya terlipat. Itu seakan-akan langit ujungnya mana, ujungnya mana kemudian dilipat seperti kita melipat lembar buku atau melipat baju. Ya, Allah lipat menunjukkan bagaimana maha dahsyatnya Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana maha besarnya Allah langit kecil, bumi kecil dalam genggaman Allah subhanahu wa taala. Maka pada hari kiamat setelah Allah menggenggam bumi, Allah melipat langit. Tumma yaakul, Allah berkata, "Ain analik?" Aku adalah Maharaja. Makanya kalau kita baca setiap hari dalam Alfatihah kita bilang Maliki yaumiddin. Penguasa hari pembalasan. Karena pada hari tersebut enggak ada raja, enggak ada penguasa. Kalau sekarang masih banyak yang congkak sok jadi inilah, inilah jagoanlah, apalah. Pemegang kekuasaan, pemegang kendali, sombong orang banyak. Hari kiamat gak ada yang begitu. Enggak ada yang begitu. Makanya Allah mengatakan, "Anal malik aina muluk ardhi?" Anaha saya maha raja. Mana raja-raja dunia? Ana dayan saya yang akan memberi pembalasan. Dalam hadis Abu Hurairah tadi Allah memegang kata Nabi, "Yaqbidullahul ardamawat biyamini." Allah menggambung dengan tangan. Allah menggangg bumi dan Allah melipat langit dengan tangan kanannya. Kemudian Allah berkata, "Anal malik aina mul saya raja mana raja-raja dunia. Datang dalam suatu hadis ya riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu qala jaa habrun ilan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Ibnu Mas'ud, datang seorang Habrun yaitu ulama Yahudi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dia berkata, "Ya Muhammad ya Abal Qasim." Wahai Muhammad atau wahai Abul Qasim. Abul qasim kuniahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Inallah taala yumsikus samawati yaumalqiamati al isbi. Sesungguhnya Allah memegang langit langit seluruhnya pada hari kiamat di atas satu jarinya. Wal ardina ala isbi. Dan seluruh bumi di satu jari. Wal jibalu wasajar al isbi. Allah menggenggam gunung pohon-pohon. di satu jarinya. Demikian juga air dan tanah di satu jarinya dan sisa makhluk yang lain di salah satu jarinya. Kemudian Allah menggoyang semuanya. Allah menggoyang semuanya ya. Fak analik dan Allah berkata, "Aku adalah raja." Analik aku adalah raja. Fadahika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam taajuban mimqal habar tasdiqan lahu. Maka Nabi pun tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh pendeta Yahudi tersebut sebagai bentuk membenarkannya itu. Hal ini sudah ada di Taurat, sudah ada di berita-berita sebelumnya bahwasanya pada hari kiamat kelak Allah akan menggenggam langit, menggenggam bumi, menggenggam seluruh makhluk. Allah goncang mereka sudah ada. Makanya ketika pendeta Yahudi, alim Yahudi tadi membacakan, maka Rasulullah membenarkan. Kemudian Rasulullah menyebutkan ayat yang semakna dengan itu, yaitu ayat yang sedang kita bahas. Wma qoa. Kemudian Rasul sahu alaih wasallam membaca firman Allah, w qadarullaha haqq qrih wal ardu jamian qdatu yaumalqiamati wasamawatu matwiyatun biyamini subhanahu wa taala yusrikun. Mereka tidak mukan Allah sebagaimana mestinya. Dan bumi seluruhnya dalam genggaman Allah. Dan langitlit seluruhnya dilipat oleh Allah dengan tangan kanannya. Maha suci Allah atas apa yang mereka sekutukan. Ini menunjukkan maha besarnya Allah dan ini menunjukkan kita tidak bahwasanya tangan Allah tidak seperti tangan makhluk. Ya Allah maha besar. Ya Allah menggambarkan bagaimana dahsyatnya tangannya. Maka tangan Allah bisa menggenggam langit dan bisa menggenggam bumi dan bisa melipat melipat langit. Adapun kaifiahnya tidak ada yang tahu. Karena pembahas tentang bagaimananya sifat Allah dibangun di atas bagaimana zat Allah. Kaidah mengatakan, "Alkalamu fi kaifiyati sifat farunil kalami fi kaifiyat." Pembahasan tentang bagaimananya sifat sesuatu dibangun di atas pembahasan tentang bagaimana suatu zat. Kalau kita tahu zat Allah, kita bakalan tahu bagaimana kaifiat tangannya. Kalau kita enggak tahu zat Allah seperti apa, kita enggak bakalan tahu bagaimana kaifiat tangannya. Ya, ini kaidah. Makanya ketika Imam Malik ditanya, "Kaifastawa?" Ya, bagaimana Allah beristiwa? Maka Imam Malik berkata, "Al al istiwau maklum di atas." Istiwa maknanya di atas sudah kita sudah paham. Wal kaifu majhul bagaimana kita enggak tahu. Karena untuk tahu bagaimana Allah berist di atas arsy, harus tahu Allah seperti apa dulu, ars bagian atasnya seperti apa baru kita baru bisa kita bayangkan. Kalau zat Allah kita tidak tahu dan bagian atas ar seperti apa kita enggak tahu, bagaimana kita bisa membayangkan Allah kaifiah istiwanya? Adapun kalau istiwa makhluk kita paham ya. Ya litastawu ala zuhurihi agar kalian bisa beristiwa di atas di atas tunggangan kalian. Kita tahu seorang beristiwa di atas unta. Bagaimana kita bisa bayangkan? Karena kita tahu manusia seperti apa, unta pun seperti apa. Allah menyebutkan ee faidastawaita anta w maaka alal fulqi. Jika engkau wahai Nuh beristiwa di atas kapal. Kita tahu istiwa Nuh di atas kapal karena kita tahu Nuh Alaih Salam manusia seperti kita dan kapalnya terbuat dari papan sederhana. Kita tahu istiwanya seperti apa. Tetapi kalau kita bilang arrahmanu alal arsyistawa, Allah beristiwa di atas arsy, k kita enggak bakalan tahu. Karena zat Allah kita enggak tahu seperti apa dan bagian atas ars juga kita tidak tahu seperti apa. Makanya kalau Allah menyebutkan sifat-sifatnya kita enggak usah bayangkan karena pasti sa salah. Seorang tidak bisa bayangkan kecuali dia menggunakan database yang ada di benaknya dan database yang ada di benaknya selalu tentang makhluk. Ya, seperti saya kalau bilang sederhanya, saya bilang Allah mengatakan eh hatta fuzlubihim ketika rasa takut dicabut dari jantung malaikat. Tib malaikat punya jantung kata Allah. Coba antum bayangkan jantung malaikat seperti apa? Pasti antum bayanginnya jantung manusia ya. Ada denyutnya, ada arterinya, ada venanya, ada macam-macam ya. Ada kolesterolnya, ada ya. Padahal malaikat tidak makan tidak minum ya. Padahal malaikat tidak makan, tidak tidak minum. Ya, bahkan dikatakan malaikat termasuk mus yaitu makhluk yang tidak berongga. Makhluk yang tidak berongga. Oleh karenanya ketika kita dibilang jantung malaikat, ketika kita mencoba membayangkan pasti kita menggunakan data yang ada. Data yang ada adalah jantung manusia, jantung jantung pisang, jantung monyet, jantung. Sehingga kita bisa membayangkan. Suruh bayangkan enggak mampu. Kenapa? Datanya enggak ada untuk kita bayangkan. Paham? Sekarang enggak usah saya suruh bayangkan bidadari. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, minusni bidadari saking beningnya terlihat sumsum betisnya di balik di balik dagingnya. Sumsum sumsum kakinya di terlihat di balik daging betisnya. Coba antum bayangkan gendruwo apa mak lampir ya. Padahal kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Min minal husni." Karena saking can cantiknya kita enggak mampu bayangkan otak kita terbatas. Kenapa? kota kita ini cara membayangkan adalah dengan analogi menggunakan data ya enggak data baru kita analogikan tapi kalau datanya sudah enggak ada, gimana mau analogi? Sehingga gak mungkin kita bisa bayangkan tentang indahnya bidadari. Karena kalau kita mencoba mulai membayangkan, kita pasti gunakan kaki manusia, betis manusia, sumsum manusia. Pasti jelek keluarnya. Wah, ngapain masuk surga kalau bidadarinya kayak gendero ya? Ya, oleh karenanya ketika Allah mengatakan Allah punya tangan, tangannya menggenggam bumi, kita enggak bisa sudah, enggak usah dibayangin. Pokoknya tangan yang sangat apa? Dah dahsyat. Karena untuk bisa bayangkan tangan Allah, harus tahu Allah seperti apa dulu. Sebagian orang mengatakan Allah tidak punya tangan karena mereka bayangin dulu, "Oh, tangan seperti tangan mana salah." Kau jangan bayangkan. Kalau kau bayangkan seperti itu, maka memang salah kita bilang Allah punya tangan, Allah punya wajah. Ya bagaimana? Wallahualam. Enggak ada yang tahu. Kalau mau tahu wajah Allah, nanti hari kiamat masuk surga lihat bagaimana wajah Allah yang merupakan puncak keindahan, puncak kelezatan yang Rasulullah mengatakan, "As'alukaan nadar ila wajhik." Aku memanda, aku memohon kepada engkau kelezatan memandang wajahmu. Kalau sekarang kita enggak akan bisa bayangkan karena kita enggak tahu zat Allah. Saya ulangi kaidah mengatakan, "Alkalamu fi kaifiyati sifat farunil kalami fi kaifatizat." Pembahasan tentang bagaimananya sifat sesuatu dibangun di atas pembahasan tentang bagaimananya zat sesuatu. Kalau kita tahu zatnya, kita tahu bagaimana kaifiat sifatnya. Kalau kita enggak tahu zatnya bagaimana, kita enggak bakalan tahu bagaimana kaifiatnya. Paham? Paham tidak? ya. Jadi ayat ini menunjukkan tentang salah satu sifat Allah itu tangan Allah yang sangat sangat agung. Bahwanya tangan tersebut untuk menggenggam bumi satu genggaman dan juga untuk melipat langit-langit sesuai dengan kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Dan dari situlah kemudian bumi diganti dengan bumi yang lain, langit diganti dengan langit yang lain. Kata Allah, ya tubaddalul ardu giriral ardhi wasamawat. Pada hari tersebut bumi diganti dengan bumi yang lain dan langit diganti dengan langit yang yang lain. Cuma khilaf di kalangan para ulama. Apa maksudnya bumi diganti dengan bumi yang lain? Apakah bumi yang pertama dihancurkan, diganti dengan bumi yang baru atau bumi yang lama dimodifikasi? Ada dua pendapat. Bumi yang sekarang ini yang kita pijak ini dimodifikasi. Wallah. Pendapat yang lebih kuat yang kedua, bahwasanya bumi yang kita pijaki sekarang ini akan dihancurkan, dirubah-rubah, digoncangkan, dikeluarkan isi perutnya, dimodif oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya bumi akan menjadi saksi atas perbuatan manu manusia. Bumi yang pernah dia pijak akan menjadi saksi atas perbuatannya. Sehingga bumi padang mahsyar adalah bumi ini juga cuma dimodif modifikasi oleh Allah subhanahu wa taala. Digoncangkan. Zulzilatil ardu zilzalaha wa akjatil arduqalaha. Kemudian dikeluarkan isinya. Kemudian nanti di dirubah oleh Allah subhanahu wa taala. Ini pendapat yang lebih kuat. Wallahu taala alam bisawab. Dan ini juga menunjukkan maha kuasa Allah. Kita di dunia ini kalau mauhancurin sesuatu enggak gampang. Jangan mau hancurin gunung gimana? Susah. Mau hancurin gunung pakai apa ya? Yang paling hancur cuma sedikit. Yang hancur cuma sedikit. Mau nuklir pun paling cuma bagian atas bumi. Tapi mau hancurin bumi mau goncangin siapa yang bisa? Menunjukkan Allah maha maha kuat. Bumi kecil dalam genggamannya digoncang, dihancurkan di manusia lemah. Dia membikin senjata apapun ingin hancurin bumi, enggak hancurin gunung setengah mati dia. Nuklir pun paling hanya meledak kemudian hanya bagian atas ya. Maka manusia sangat sangat lemah. Tapi bumi yang sangat kokoh ini, gunung yang sangat kokoh, Allah menghancurkan sangat mudah. Makanya ketika Allah melarang orang sombong, Allah mengatakan, "W tamsi fil ard maroha." "Janganlah kau berjalan dengan sombong." Itu gestur tubuh menunjuk kesombongan. Kata Allah, "Inakaq ardal jib." "Kau tidak bisa melubangi bumi dan kau tidak bisa tingginya seperti gunung." Artinya kalau kita jalan sesombong-sombongnya orang ketika dia jalan kemudian ada lubang enggak di buminya? Hah? Cegreng lubang cegeng. Nah, itu kalau begitu boleh sombonglah. Karena jalan bumi goyang kemudian bolong-bolong. Ahah. Itu kau boleh sombong ini. Kau begini-begini pun kau yang bolong, bukan bumi yang bolong. Oleh karenanya enggak usah sombong. Kita ini lemah. Kita ini lemah. Enggak bisa ngapa-ngapain. Makanya Al-Qurtubi mengatakan, "Kalau kau ingin tahu keagungan Allah, berlabulah di lautan. Biar kau tahu kau itu enggak bisa apa-apa." Sudah ombak, sudah bingung. Ya, saya tanya beberapa pelaut yang punya kapal-kapal besar bilang kalau di tengah lautan apalagi pas ketemu pusaran air sudah bingung mau pakai mesin pakai apa, sudah pasrah. Beda kalau pesawat. Pesawat memang kita juga enggak berkuasa apa-apa, tapi sebentar disk langsung langsung meledak atau jatuh. Tapi kalau di lautan untuk ya banyak waktu yang lama untuk kemudian mengalami ujian-ujian. Sehingga ee Imam Al-Qurtub mengatakan, "Siapa yang ingin tahu tentang keagungan Allah, bagaimana dia bukan siapa-siapa. Dia ini hanya satu dari makhluk yang tidak bisa apa-apa. Cobalah falyarkabil bahro." Cobalah berlabuh di lautan, masuk tengah samudra. Hah? Ketemu pusaran air mampus enggak bisa apa-apa. Mau fitness tiap hari enggak bisa apa-apa. Mau juara binaraga enggak bisa apa-apa. Mau juara gulat enggak bisa apa-apa. laun enggak bisa apa-apa. Kita ini manusia lemah. Dicium corona mati, selesai dicium nyamuk crut kena DBD mampus. Ya, oleh karenanya lihat Allah Subhanahu wa taala masa maha agung pada hari kiamat kelak langit dan bumi langit Allah lipat. Langitnya ujungnya mana? Kita enggak tahu langitnya ujungnya mana. Kita enggak pernah lihat ujung langit dan ujung langit. ujung kanan, ujung kiri, ujung depan, belakang, kita enggak tahu. Tapi Allah lipat pada hari kiamat kelak. Kemudian bumi Allah genggam pada hari kiamat. Kiamat kelak Allah goncang pada hari kiamat kelak Allah keluarkan isi perut bumi. Allah terbangkan gunung-gunung. Allah hancurkan meledak seperti debu-debu yang berterbangan. Ya, Allah jadikan lautan meledak. Lautan air jadi lautan api. Subhanallah ya. Maha kuasa Allah Subhanahu wa taala. Insyaallah bikin yang baru gampang bikin padang mahsyar disiapkan surga, siapkan neraka. Mudah bagi Allah subhanahu wa taala. Maka di akhir ayat kata Allah subhanahu wa taala amma yusyrikun. Maha suci Allah dan maha tinggi atas sekutu yang mereka lakukan, kesyirikan yang mereka sekutukan. Ya akhi mau ente sembah bisa apa yang antum sembah? Sembah Nabi Isa. Nabi Isa bisa apa? Dia lapar. Kata Allah Subhanahu wa taala, yaaniam. Nabi Isa dan ibunya makan makanan. Apa Tuhan makan makanan? Ada Tuhan lapar. Apakah ada Tuhan lapar? Tuhan gimana? Malaikat saja tidak pernah lapar. Mana lebih hebat? Malaikat atau Nabi Isa? Malaikat tidak lapar. Nabi Isa dikejar-kejar sama Romawi enggak bisa apa-apa. Iya enggak? Sampai dia ketakutan, sampai dia berdoa. Ya, dia manusia. Dia manusia, dia lapar, dia tidur. Ya, dibangunkan sama murid-muridnya, dia tidur. Ya, kalau Tuhan tidur repot. Matahari terlambat terbit, waduh repot. Matahari terlambat terbenam, enggak buka-buka puasa. Mengutus alam semesta. Siapa yang mau kamu sembah? Ya sembah tidak bisa apa-apa. Makanya orang gimana maha suci Allah. Bagaimana mereka nyembah nabi? Mereka menyembah jin. Motong untuk jin nyembelih untuk nyiroro kidul ya akhi siapa yang sembah jin bisa apa ya? Pyembah mayat-mayat. Mayat bisa apa? Allah nabi suruh doain mayat malah minta-minta ke mayat. Gimana sih? Makanya maha suci Allah atas kean yang mereka lakukan. Gimana kemudian menyembah hewan, menyembah sapi, menyembah pohon? Dan mulailah timbul macam-macam filosofi yang buat orang akhirnya menyembah hewan, menyembah pohon. Filosofi yang aneh-aneh sebenarnya mengatakan sapi kita sembah. Kenapa? Karena sapi adalah hewan yang sangat ikhlas. Lebih ikhlas daripada ibu sendiri. Kalau ibu nyusui anaknya masih berharap pamrih di kemudian hari. Kalau sapi kasih susu ikhlas non pambre bukan non pambre karena dia bahlul bukan. Kalau bikin filosofi kayak gini akhirnya orang melegalkan menyembah sapi. Ini filosofi bagaimana? Sekarang ada boleh muncul buku baru saya ceritain kawan tentang filosofi terhadap pohon sehingga akhirnya orang kasih sajan di pohon. Ada saya lupa filosofinya kayak apa. Bahwasnya pohon tuh ini setiap makhluk ada auranya bahwasanya gini ah macam-macamlah. Akhirnya melegalkan nyembah pohon dan itu ada aja. Sebagaimana filosofi nyembah mayat. Kalau mayat kalau sudah mati semakin kerungnya sisi Allah semakin mampu semakin dekat dengan Allah. Kita ini siapa? Kalau kita minta langsung sama Allah, Allah tidak kenal kita. Caranya bagaimana? yang lewat lewat orang lewat orang wali yang Allah kenal. Makanya kita dekat sama wali baru wali sampaikan kepada Allah. Filosofi melegalkan orang minta kepada maat. Bantnya bagaimana? Ya Abdul Qadir Jailani ya Habib fulan, ya Habib Fulan, Abdul Qadir Jailani. Ya Tib kau bilang Allah tidak kenal kau. Harus lewat siapa? Abdul Qadir Jailani. Terus si Abdul Qadir Jailani emang kenal kau? Emang kau dikenal Abdul Qadir Jailani? Siapamu kamu? Kamu itu siapanya Abdul Qadir Jailani rahimahullah. Akhirnya dengan filosofi-filosofi seperti ini terjadilah kesyirikan. Maka di antara bantahan, lihat yang kamu sembah itu siapa? Yang kamu minta-mintain itu siapa? Yang kamu bertawakal kepadanya siapa? Yang harus bertawakal kepada Allah penguasa alam semesta. dunia dan akhirat itu yang hendaknya kita tawakal kepadanya, yang kita takut kepadanya. Ini gimana kemudian tawakal kepada nabi, tawakal kepada malaikat, tawakal kepada mayat, tawakal kepada jin? Ya, ini semua adalah kesyirikan. Maka benar firman Allah Subhanahu wa taala amma yusyrikun. Maha suci Allah dan maha tinggi atas apa yang mereka persekutukan. Setelah itu Allah berfirman wfqamawati ardhi illa Allah tumma nufi uk faid hum qiamuurun dan ditiupkanlah sangkakala. Sangkakala yaitu semacam tulang yang ada bolongannya kemudian bisa menimbulkan suara yang besar. Ya, mungkin sekarang masih digunakan oleh orang Yahudi ya kalau mereka mengumumkan untuk apa namanya untuk ibadah atau perkumpulan mereka meniup sesuatu. Orang jahid menggunakan itu buuk semacam tanduk atau yang bisa membuat suara menjadi besar. Kalau nasrah pakai apa? Pakai pukulan ya. Dulu pakai kayu dipukul. Sekarang pakai apa? Ee lonceng. Ya, maka Islam menggunakan azan kalau mengumpulkan malaikat Israfil meniup di sangkakala wfi fisur sur itu tadi tulang yang berongga yang bisa mengur tapi seperti apa Allah yang hanya Allah yang tahu betapa besarnya sangkakala tersebut sebesar apa yang tahu hanya Allah ketika dia tiupkan fasq man fisamawati fil ardhi maka matilah semua yang di langit dan di bumiy kecuali yang Allah kehendaki. Ada khilaf dengan para ulama. Apa yang dimaksud dengan illa masyaallah? Kecuali Allah kehendaki yang mengatakan maksudnya Allah sendiri yang yang tidak mati. Ada yang mengatakan ya maksudnya ada tiga malaikat utama tidak mati. Malaikat Israfil, malaikat Jibril, malaikat Mikail. Ya kata mereka kalau malaikat lagi tiup terus dia mati juga gimana? Ya gampang mau dihidupkan lagi kan bisa aja artinya. Tapi mereka bilang tiga. Ada yang mengatakan yang tidak mati para syuhada karena mereka tidak mati lagi. Mereka sudah hidup di alam bar barzakh. Ada yang mengatakan yang tidak mati maksudnya Allah ciptakan di surga seperti bidadari-bedadari al-wildan yang memang Allah sudah anak-anak kecil, pelayan-pelayan yang Allah mang siapkan mereka bukan untuk mati. Tapi semua ini tidak ada dalilnya. Ini sekedar pendapat para ulama. Kita bilang wallahuam. Yang jelas tidak semuanya mati karena Allah mengecualikan sebagian. Dan kita tahu biasanya yang dikecualikan sedikit daripada yang mustasna minhu kata Allah fri maka ditiupkanlah di sangkakala tiupan pertama fasq famawati fil ard maka matilah semua yang di langit dan di bumi langit para malaikat yang lain semuanya pada mati di bumi penghuni bumi illa manyaallah kecuali yang Allah kehendaki tidak mati tumma nufikho fi ukhro kemudian ditiupkan-tiupkan yang kedua faidza hum qiamu yandzurun pun tiba-tiba mereka ya berdiri memandang yangun berarti ada dua tiup sangkakala tentunya ada khilaf ada yang mengatan tiga tiupan sangkakala ada yang mengant pertama e faz' kemudian tiupan sa'ak kemudian tiupan ee baat ya ada yang mengatakan tiga eh wum yunfaku fur fa fama dalam sebagian ayat ditiupkan lah hari ditiupkanlah sangkakala maka orang pun ketakutan. Kemudian tiupan yang kedua iniq maka ditiup sangkala maka orang-orang pun pada mati. Ini tiupan pertama, tiupan kedua tiupan ketiga baru nufumun ditiupkan yang ketiga kali maka bangkit. Ini pendapat seb ulama tiupan ada tiga. Nafkhatus e faz', nafkhatus sa'q, nafkatul ba'at. Tiupan pertama menimbulkan ketakutan luar biasa. Tiupan kedua menyusul menimbulkan kematian. Tiupan ketiga kebangkitan. Pendapat yang kedua mengatakan tiupan cuma dua. Afthatul faza dan nafkhatul asq itu satu kesatuan. Jadi ketika pertama kali malaikat Israfil meniup tiupan pertama timbul ketakutan luar biasa yang disusuli dengan kema kematian. Jadi langsung mati tapi ketakutan luar biasa dan ujungnya akhirnya ma mati. Dan Allah sudah sebutkan bahwasanya ada ada orang-orang yang pernah meninggal dengan suara yang keras ya. Ya kaum-kaum sebelumnya ya Allah tiupkan Allah ada suara yang gemuruh yang keras membuat mereka mati. Kita sekarang aja kalau dengar guntur yang keras masuk enggak ke hati? Masuk. Dengar sound hor masuk enggak ke hati? Masuk. Saya pernah dengar saya lagi jalan ke Iya. Pas lewat sonhar hati goncang. Kalau ada suara kaget guntur keras kita kan mati apa? Pengaruh jantung itu. Dan ada orang yangorang terdahulu yang pernah mati gara-gara tiupan yang tiupan yang keras ya. shaun wahidah ya ya maka ditiupkan suara yang keras ya kemudian mereka pun mati ya di antaranya kaum apa kaum kaum tsamud ya oleh karenanya maka di hari kiamat tiupan yang menakutkan kemudian mematikan juga ada tiupan sangka sangkakala dalam hadis disbutkan cuma dua maksudnya antara sangkakala yang mati dengan sangkakala yang membangkitkan kata nabi baina naf Di antara dua tiupan tersebut ada 40. Abu Hurairah yang berkan hadis ditanya, "Apakah 40 tahun?" Kata beliau, "Aba itu saya tidak pasti." "Apakah 40 bulan aba itu? Saya juga gak tahu. Apakah 40 hari?" Saya enggak tahu. Yang penting antara tiupan sangkakala yang mematikan dengan membangkitkan ada berapa hari? Ada 40. Jedanya ada 40. Entah 40 tahun, 40 bulan, 40 hari. Wallahualam. Di masa itu disebutkan turunlah Allah turunkan hujan kamaniir rijal. Hujan tersebut seperti air mani. Kemudian masuk ke bumi mencari sisa-sisa tubuh manusia yaitu ajabuzanab. Yaitu tulang ekor yang tersisa yang dia tidak hancur. Ada bagian kecil di tulang ecorisa yang tidak tidak hancur. Kemudian terkena kemudian tumbuh fayan butun. Maka tumbuhlah manusia. Kemudian setelah jasadnya tumbuh kemudian ditiupkan sangkakala maka rohnya dikembalikan. Maka hiduplah mereka kembali. Itulah tiupan yang ke kedua. Kata Allah tumma nufi fi ukhro. Kemudian tiupkan yang kedua. Faid hum qiamu yandurun. Tiba-tiba mereka berdiri. Berdiri. Yanzurun. Yanzurun. Ada dua tafsiran. Pertama dari yanzurun artinya memandang mereka. Kemudian mereka bisa memandang menunjukkan mereka sempurna. Bahkan hidup mereka sangat sempurna ketika itu. Tidak seperti kehidupan di dunia. Sangat sempurna. Sempurna untuk merasakan kenikmatan surga bagi orang bertakwa dan sempurna untuk melaksanakan merasakan siksaan neraka bagi orang yang tidak bertakwa. Makanya mereka kuat pada hari kiamat. Matahari jarak 1 mil enggak mati-mati. Kalau kita sekarang matahari 1 mil langsung mampus. Jadi Allah buat modifikasi tubuh yang baru, yang kuat ya, yang kuat dan sempurna pada hari tersebut. Makanya disebut faid hum qiyamu yanzurun. Mereka tiba-tiba berdiri dan bisa memandang. Artinya hidup mereka sempurna. Bukan cuma berdiri bisu, berdiri bahkan bisa memandang. Sebagian ahli tafsir mengatakan, "Faidza hum qiamu yanzurun." Yanzurun maksudnya adalah yantirun. Dan mereka berdiri menanti kedatangan Allah untuk memulai persidangan. Faid hum qiamun ketika berbicara tentang si semuanya pada dimatikan kecuali yang Allah kehendaki. Nabi pun tidak jelaskan. Bahkan Nabi pernah cerita ya Nabi saya bacakan hadisnya dari Abu Hurairah radhiallahu anhu rajulani rajul minal muslimin rajul minal yahud. Ada dua orang sedang saling mencaci. Satu seorang muslim satu Yahudi. Faqal Muslim. Maka yang muslim berkata walladzifa Muhammadan alal alamin. Demi Allah yang memilih Muhammad di atas seluruh alam semesta. Yahudi balas walladfa Musa alal alamin. Demi Allah yang telah memilih Musa di atas seluruh alam. Jadi bangga-banggaan yang muslim bilang Muhammad Allah demi Allah yang telah memilih Muhammad di atas seluruh alam. Yahudi bilang demi Allah yang memilih Musa di atas seluruh alam. Akhirnya muslim Yahudi. Maka muslim tadi dia marah, dia pun tampar si Yahudiabal Yahudi Nabi wasam. Yahudi pun lapar kepada Nabi zaman dulu. Subhanallah ya. Ya Rasulullah menguasai kota Madinah. Rasulullah Rasulullah adil. Adil. Sehingga orang-orang Yahudi pun merasakan keadilan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau tidak ada ada ketidakadilan mereka lapor kepada Nabi. K. Dia ditampar oleh muslim. Dia lapor sama Nabi. Kalau orang muslim lapor ke Benyamin Tanahu diapain? Ini lapor ke Nabi. Yahudi lapor ke Nabi. Ya. Faakhbarahu bimaana min amrihi wa amril muslim. Maka dia pun cerita apa yang terjadi tadi dengan seorang muslim. Fadaan Nabi sallallahu alaihi wasallam al muslim. Maka Rasulullah panggil si muslim tersebut. Maka Rasulullah tanya, "Kenapa kau tampar dia?" Maka dia pun kabarkan, "Saya bilang, "Demi Allah yang mengutus Muhammad di atas alam semesta." Dia bilang, "Demi Allah yang mengutus Musa di atas seluruh alam semesta." Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "La tukhayiruni ala Musa." Jangan kau mendahulukan aku di atas Musa. Kata para ulama, kalau kau mendahulukan di atas Musa dalam rangka merendahkan Musa gak boleh. Tapi kalau Nabi Nabi Muhammad adalah nabi yang terbaik, lebih baik asraful mursalin, rasul yang terbaik. Benar. Dan ini terlalu banyak. Tapi kalau kau dalam rangka merendahkan Musa enggak boleh. Rasulullah menyebut kata Rasulullahir al Musa, jangan kau mengatakan melebihkan aku dari Musa. Faasa yasak yaumalqiamah maahum. Ketika hari kiamat kelak ditiupkan sangkakala semua orang pada mati dan aku termasuk mati bersama seluruh manusia. Dan aku yang pertama kali sadar dari kematian tersebut. Faidza Musa batisun jibal arsyi. Tiba-tiba ketika saya bangun, saya lihat Musa sudah pegang salah satu tiang arsy. Fala adri akana fimanqo. Saya tidak tahu dia fafaqo qobli. Dia termasuk yang dimatikan oleh Allah kemudian siuman sebelum aku. Karena ketika saya bangun dia sudah berdiri. Ini siapa di luar? Saya atau dia ini ya? Apakah dia termasuk yang mati kemudian ciuman sebelumku? atau dia termasuk yang dikecualikan. Kenapa? Ada yang mengatakan dia bisa jadi Musa alaihi salam termasuk yang dikecualikan tidak ikut mati karena dia pernah dimatikan oleh Allah ketika di dunia. Ketika Musa berkata, "Rabbi arini anzur ilaik." Ya Allah tunjukkanlah dirimu. Aku ingin lihat ya kau tidak bisa lihat aku. Lihatlah ke gunung kalau dia masih kokoh tempatnya kau akan melihatku. Ketika Allah mulai menampakkan dirinya pada gunung, gunung pun meledak, hancur. Musa pun mati. Ada yang mengatakan Musa sudah mati. Fajuziya. Maka Musa dimatikan cukup mati yang pertama. Maka ketika tiupan sangkakala dia tidak ikut ma mati. Maksudnya Nabi pun tidak tahu apakah Musa termasuk yang dikecualikan atau ti tidak. Ini tadi saya lupa saya sampaikan ya. Tapi intinya setiap setelah tiupan sangkakala kedua, maka manusia semuanya bangkit menanti kedatangan Allah Subhanahu wa taala. Situlah ya ee mereka menanti dengan penantian yang lama. Ya Allah berfirman, wa asqtil ardu binibbiha waudal kitabu win nabiyinauhada wainahum bilhaqi wahum la yudlamun. Maka ketika itu berteranglah bumi dengan cahaya Rabbmu. Yaitu bumi maksudnya di padang pasir. Bumi sini maksudnya padang pasir. Ya, makanya dalam hadis ee yuhsyarsyarunas ala ardin baid ya kursatin naqi laisa fiha ma'lamun liahad. Manusia akan dikumpulkan pada suatu bumi ardin baidah yang putih ke kursatin naqi seperti roti yang bersih ya. Ada roti gandum yang tidak bersih. Masih ada sisa bijinya masih ada kulitnya campur. Ini sudah bersih roti gandum yang bersih. Yang warnanya agak putih kemerah-merahan ya. Kecoklat-coklatan ya. Laaisa fiha ma'lamun liahad. Tidak ada satu tanda pun milik seorang pun. Tidak ada pelang. Tidak ada rumah, tidak ada pohon, tidak ada patok. Bumi datar semuanya gak bisa gak gak ada sumur, gak ada goa mau sembunyi enggak ada. Semua datar. Di sini Allah sebut dengan alard wa asraqatil ardu. Bumi ketika itu terang-berang. Maksudnya bumi padang mah M mahsyar bukan bumi ini. Bumi padang mahsyar. Tadi saya sampaikan ada khilaf. Apakah bumi padang mahsyar adalah bumi baru atau bumi yang sekarang dimodifikasi binuri rabbiha dengan cahaya Rabb-nya. Nah, cahaya Rabbnya ini banyak ulama menafsirkan maksudnya cahaya Allah karena Allah punya hijab. Hijabuhun nur. Cahaya hijab Allah adalah caha cahaya. Makanya dalam hadis ketika Rasulullah Isra Mikraj Abu Dzar bertanya, "Hal roita rabbak?" Apa kau melihat Allah? Kata Nabi, "Nurun anna arahu." Ada cahaya yang menghalangi. Bagaimana saya bisa melihat Allah? Itu ada hijabnya Allah. Roaitul hijab. Ada hijab sehingga aku tidak bisa melihat Allah. Dan hijab Allah adalah apa? Nur. Ada yang mengatakan nuru rabbiha maksudnya cahaya Allah ketika itu. Karena semua ya ee tidak ada cahaya ketika itu bumi dalam kondisi gelap. Maka Allah datang dengan cahayanya. Ada yang mengatakan maksudnya Allah menciptakan cahaya di zaman tersebut di waktu itu dengan cahaya yang spesial yang akhirnya menerangi seluruh bumi. Wallahuam bisawab. Wudi alkitab. Maka diletakkanlah Alkitab yaitu catatan amal seluruh manusia ya yang kitab tersebut mencatat segalanya ya. Mencatat segalanya ya. Sampai dalam Al-Qur'an disebutkan mereka orang pendosa berkataal kitabian ya musina mimqu wailatana. Kau lihat bagaimana para pendosa mereka takut ketika melihat isi kitab mereka yaitu kitab catatan amal mereka dan mereka berkata, "Celaka kita." Kitab apa ini? Tidak ada yang terluput sama sekali. Amal kecil, amal besar semuanya tercatat. Dan mereka mendapati seluruh yang mereka pernah lakukan semuanya hadir, semuanya terlihatkan. Dan ini semuanya baik amalan lisan, amalan badan, semua mata, pendengaran, apa yang pernah kita lihat, apa yang pernah kita dengar, apa yang pernah kita ucapkan, apa yang pernah kita tuliskan, apa pernah kita torehkan, semuanya tercatat. Tidak ada yang luput meskipun sekecil apapun. Makanya Rasulullah mengatakan minalaian walau ak jangan kau remehkan kebaikan sedikit pun meskipun hanya sekedar tersenyum ketika ketemu saudara. Senyuman itu akan muncul di catatan amal nanti akan muncul wudi al kitab. Maka kitab diletakkan ini mulai persidangan mulai hisab. Waji bin nabiyina wasyuhada. Dan dihadirkanlah para nabi dan para syuhada, saksi-saksi nabi akan ditanya. Ya. Ya. Dan para umat juga akan ditanya, "Mad ajabtumul mursalin?" Apa yang kalian jawab ketika disuruh oleh para nabi? Ya. Dan para rasul juga. Falanasalanina ursila ilaihim wasal mursalin. Kata Allah, "Sungguh kami akan bertanya kepada para umat dan kami juga akan bertanya kepada para rasul. Apa yang sudah kalian dakwahkan? Sudahkah kalian sampaikan?" Maka di hari kiamat kelak Nuh ditanya, "Sudahkah kau sampaikan?" Maka Nuh mengatakan, "Sudah, ya Rabb." Umatnya bilang, "Enggak, ya Allah. Tidak datang kepada kami seorang rasul. Umatnya takut mereka berdosa." Allah tanya, "Apa saksimu?" Ada Muhammad dan umatnya. bahwasanya Nabi Nuh telah men menyampaikan. Jadi para nabi ditanya, umatnya juga ditanya. Wi bin nabiin wasuhada. Dan saksi saksi didatangkan. Di antara saksi tadi umat Muhammad. Kadalika ja'alnakum umat was. Kami jadikan kalian umat yang tengah. Di antaranya fungsi umat Muhammad sebagai saksi untuk membela nabi-nabi sebelumnya. Karena ketika umat-umat nabi sebelumnya ditanya mereka mengingkari. Maka ada saksi yang membela para nabi yaitu Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan para umat umatnya. Kemudian di ada yang mengatakan syuhada sini semua saksi yang bisa hadir dalam persidangan tersebut seperti malaikat yang mencatat akan dihadirkan saksi. Kitab saksi tangan-tangan, kulit-kulit akan menjadi saksi. Bumi yang dipijak juga akan menjadi saksi. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Yaumaidin tuhadditsu akhbaroha. aaha. Maka pada hari tersebut, yaitu pada hari kiamat kelak tuhaditsu akhbaroha, maka bumi akan menyampaikan kabar-kabarnya. Di antara tafsir mengatakan bumi akan menyampaikan apa yang pernah terjadi di atasnya, perbuatan buruk maupun perbuatan baik. Makanya ketika para ulama menafsirkan, kenapa Nabi ketika Idul Fitri beliau pergi lewat satu jalan, pulang lewat jalan yang lain, katanya untuk memperbanyak saksi. Untuk perbanyak apa? Saksi. Ya, kalau kita mau bermaksiat, yakinlah saksi ada di sekitar kita. Malaikat akan menjadi saksi. Bumi akan menjadi saksi meskipun kita matiin lampu. Kemudian tangan, kaki kita juga menjadi apa? Saksi. Kulit menjadi saksi. Kulit menjadi saksi. waji binabbi syuhada. Dan ini persidangan luar biasa seperti bukan persidangan seperti di dunia ya. Ada lawyer bisa kita bayar, hakim bisa kita sogok, enggak. Ini yang langsung jadi hakim siapa? Allah Subhanahu wa taala yang tahu segala sesuatu. Wa bainahum bilhaq kata Allah. Dan akan diputuskan di antara mereka dengan kebenaran. Tidak ada kezaliman. Wahum la yudlamun. Dan mereka tidak dizalimi sama sama sekali. Di sini perhatikan Allah Subhanahu wa taala ketika bicara tentang hari kiamat, Allah menggunakan fi'il madhi semuanya w nufikha dan ditiupkan. Dan kita tahu fi'il madhi kalau bahasa itu menunjukkan past tense masa lalu. Padahal ini semua belum terjadi. Tetapi Allah menggunakan fi'il madhi. W nufikha fasoiqo nufikha fi f ukhra wa as asqatil ard. Ini semua fi'il madhi. Dan ini metode orang Arab ketika menggambarkan mengungkapkan masa depan dengan fi'il madhi, dengan past tense untuk menunjukkan itu pasti terjadi. Itu pasti terjadi. Itu metode mereka. Jadi seakan-akan sudah terjadi padahal baru akan terjadi. Sekedar faedah secara bahasa Arab. Wahum la yudlamun. Dan mereka akan tidak akan dirugikan sedikit pun. Allah akan adil seadil-adilnya. Saksi dihadirkan, para nabi akan ditanya, kitab dihadirkan, malaikat dihadirkan. Persidangan yang sangat dahsyat. Kata Allah, wfiat kullu nafsin ma amilat wahuau bima yaf'alun. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa balasan yang telah dikerjakan dan dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. yaitu setiap jiwa tidak dikurangi sedikit pun akan diberi balasan dengan penuh sempurna. Dengan penuh sempurna. Makanya Allah mengatakan wufiyat ya taufiah itu maksudnya adalah sempurna. Kalau dia timbang beras misalnya jual 10 kilo, benar-benar 10 kuli sempurna tidak dikurangi 1 ons pun, tidak dikurangi 1 gram pun. Wauat kul nafsin. Setiap jiwa akan disempurnakan balasannya ma amilat sesuai dengan apa yang pernah dia kerjakan. Dan Allah mengatakan wahua bimafalun. Allah lebih Allah tahu apa yang mereka kerjakan. Jadi tidak bakalan salah karena Allah tahu semua yang mereka kerjakan. Allah berfirman, yaminatalun. Allah mengetahui pengkhianatan lirikan mata dan bahkan Allah mengetahui isi hati manusia. Allah tahu semua. Allah maha adil. Beda kalau yang menghakim enggak tahu. Yang hakim enggak tahu ya mungkin tidak tidak adil. Ada yang kurang. Dia tidak tahu cara mikro. Dia tidak tahu ada perkara sisi yang luput darinya. Sisisi lain yang dia tidak akhirnya tidak ngerti. Akhirnya dia salah menghukumi. Berbeda dengan Allah. Wahua a'lamu bima yaf'alun. Dan dia mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. Sehingga kemungkinan untuk salah tidak ada. pasti adil. Makanya Allah mengatakan, "Wahum la yudlamun." Mereka tidak dizalimi sedikit pun. Tidak ada kezaliman sedikit pun. Setelah Allah menyebutkan tentang kondisi hari kiamat, baru setelah itu Allah menyebutkan tentang dua model manusia. Sekelompok masuk neraka, sekelompok masuk surga. Allah berfirman, "Wasiqalladina kafaru ila jahanama zumar. Maka digiringlah orang-orang kafir menuju neraka jahanam berkelompok-kelompok. Digiring maksudnya digiring ya dengan dipermalukan tentunya. Mereka tidak mau tapi dipaksa. Kata Allah, "Yauma yuda ilaari jahanama daa." Mereka didorong dengan dorongan yang keras. Mereka enggak mau menuju neraka. Enggak mau. Tapi dorong. Didorong. Didorong dengan paksa, dengan penuh kehinaan. Siapa? Alladzina kafaru. Orang-orang kafir. Inilah sebab mereka dibawa ke neraka karena mereka kafir. Ila jahanam. Kepada neraka jahanam. Zumarah berkelompok-kelompok. Inilah disebut dengan surah Az-Zumar. Karena ada kata apa? Zumar. Menunjukkan Allah maha adil. Orang kafir pun tidak satu derajat. Mereka berkelompok-kelompok. Bisa jadi karena satu apa namanya? ee profesi yang sama ya. Seperti Allah mengatakan, "Uhsyurulladzinaamu azwajahum." Kumpulkanlah orang-orang zalim dengan yang semisalnya. Koruptor dengan koruptor, kafir dengan kafirin, Nasra dengan Nasra, Yahudi dengan Yahudi, ya pezina dengan pezina, pencuri dengan pencuri. Atau maksudnya zumar maksudnya bertingkat-tingkat, level-level ya. Karena sebagaimana surga darajat bertingkat-tingkat, neraka juga darakat bertingkat-tingkat ke bawah. Sehingga Allah maha adil. Allah mengatakan, "Waliulin darajat mim amilu." Masing-masing mendapatkan derajat sesuai dengan amal perbuatannya. Maka mereka dikumpulkan berkelompok-kelompok. Hatta iduha. Ketika mereka tiba di neraka jahanam. Futihat abuabuha. Maka dibukalah pintu-pintu neraka. menunjukkan neraka ada pintunya ya. Pintu neraka ada berapa? Tujuh. Laha saatu abwabin likulli minhum juz maksum. Kata Allah, "Neraka punya tujuh pintu. Masing-masing pintu sudah ada jatahnya. Siapa yang masuk pintu ini? Saya masuk pintu ini. Saya masuk pintu ini." Mungkin kalau orang neraka, orang paling jahat bebas pintu mana saja. Kalau orang saleh bebas masuk pintu surga mana saja. Orang jahat masuk pintu mana saja. atauintu keluar masuk semua pintu. Intinya ada tujuh pintu. Likulli babin minhum juzun maksum. Dan masing-masing pintu sudah ada jatah yang lewat sini siapa? Lewat sini siapa sudah ada. Waqala lahum khazanatuha. Ya. Ketika di pintu buka pintu wah neraka sudah meraung-raung. Ya. Ya. Kata Allah takadu tamayyazu minal git. Maka hampir neraka itu lepas apinya karena ingin mengambil mereka. I dibuka api api kelihatan nyala-nyala ngeri dan meraung-raung ya. Ee kemudian malaikat bertanya, "Waq lahum khazanatuha." Khazanatuha maksudnya penjaga pin pintu. Asalnya khazin. Khazin penjaga harta asalnya tapi jadi sudah jadi umum. dikatakan penjaga, maka penjaga pintu-pintu neraka atau penjaga neraka berkata, "Alamtikumikum, bukankah telah datang kepada kalian para rasul dari kalian yang bacakan kepada kalian ayat-ayat kalianum dan telah meningkatkan kalian tentang hari ini akan ada namanya hari ini hari pertemuan dengan Allah, hari hisab, hari kiamat qolu bala kata mereka benar tentu Akan tapi telah tetap keputusan Allah Subhanahu wa taala bahwasanya azab akan menimpa orang-orang kafir. Dikatakan kepada mereka, "Masuklah kalian kepada neraka lewat pintu-pintunya. Khidina fiha kekal di dalamnya. Fabi matwal mutakabbirin. Maka sungguh buruk tempat kembali bagi orang-orang tempat tinggal orang-orang yang sombong. Tap jadilah mereka digiring mereka tidak mau dipaksa. Ya, ketakutan yang luar biasa. Bayangkan ya. Ketakutan luar biasa. Sampai di tengah mereka ditanya sama malaikat, "Bukankah Rasul telah datang?" Mereka gak bisa mengingkari. Jadi ini kata para ulama ini adalah azab rohani sebelum azab jasadi. Jadi mereka dipermalukan. Sudah datang rasul enggak? Sudah. Mereka dibacain enggak? Sudah ngeri. Dan mereka ingat semua apa yang telah Makanya ditanya tentang waktu di dunia ditanya dan mereka ingat. Jadi orang ketika di akhirat ingat masa lalunya semua. Ingat masa lalunya. Ya. Tetapi kata para ulama, kalau orang-orang penghuni surga sudah masuk surga yang dia ingat masa lalu yang indah-indah saja, tapi masa lalu yang buruk yang membuat dia sedih tidak akan ingat. Gak ingat waktu ditolak? Enggak. Enggak. Jadi ingat-ingat masa lalu yang buat mereka tambah bahagia, mereka ingat. Makanya dalam Alquran mereka saling ngobrol penghuni surga saling tanya-tanya maka mereka bilang kami dulu di dunia di tengah keluarga kami rasa takut maka karena kami takut kepada hari akhirat Allah selamatkan kami dari azab neraka jahanam inna kunna minqoblu nadu kami dahulu berdoa beribadah kepada Allah innahual barurah rahim sungguhnya Allah maha baik maha penyayang di sini menunjukkan mereka ingat masa masa lalu. Kemudian dalam ayat yang lain dalam surat Safat, qala qilum minhum eh qil in innahu liqarin. Ya dulu saya punya teman dia ingat yaqu innaka laminal musoddiqin. Dulu ada temanku teman dekatku dia ingin menyesatkan aku. Yaaklu inak minal musikin. Apakah kau benarin bahwasanya akan ada hari kebangkitan? Kalau kita sudah mati jadi tulang-berulang, kita akan dibangkitkan lagi, diberi pembalasan. hal antum mutun jah min kata dia sama teman-temannya di surga eh mau lihat kawan saya yang dulu enggak yang pernah bikin syubhat bilang Tuhan tidak akan bisa membangkitkan coba lihat lihat sini eh ternyata lagi di neraka kebakaran kemudian dia ngomong sama orang tersebut inta Kau dulu hampir saja membuat saya ragu dengan hari kebangkitan. Kalau bukan karena nikmat Allah, saya tentu sama dengan kau di situ. Jadi masa lalu diingat. Tapi penghuni surga kata Thab bin Asur dalam tafsirnya yang diingat masa-masa yang indah. Paham? Seperti ada penghuni surga an rajulan istanaahu fara. Ada seorang penghuni surga rajulan min ahl jannah. Ada seorang penghuni surga minta izin kepada Allah untuk bisa bercocok tanam. Ya Allah, saya pengin cocok tanam. Minta izin. Kata Allah, lasta fi'ta. Bukankah kau minta apa saja pasti dikasih? Kata dia, "Bala ya." Terus kenapa minta cucuk tanam? Dia saya bilang, dia bilang, "Saya tahu saya minta pasti dikasih." Walakini uhibbu an azra. Tapi saya lagi pengin cocok tanam. Berarti dia ingat masa lalu enggak? Nostalgia ketika lagi tanam. Dia pengin ulang di akhirat kata Allah, "Silakan." Fabadaro. Maka dia pun tanam bijinya. Fabad nabatuhu wastiwau wastiaduhu jibal. Maka dia taruh biji belum dia kedip sudah tumbuh langsung panen sebesar sebesar gunung. Karena di surga enggak ada ngantri. Ngantri cuma di dunia. Jadi kenapa dia minta untuk apa? Minta untuk bersanam. Berarti dia ingat masa lalu enggak? Masa lalu yang indah. Makanya kalau antum di surga, mudah-mudahan kita masuk surga ya. Amin. Terus ternyata di surga ada yang minta cilok. Ah, ini ini orang Jakarta Timur kayaknya. Apa? Seblak apa namanya? Hah? Seblak. Saya enggak pernah makan tlak. Sering lihat judul-judulnya. Seblak, cilok, ci apa lagi? Macam-macam namanya. Hah? Cilok, cilong, cilok, ci apa macam. Seblek sampai sekarang saya belum tahu seblek itu apa. Apa? Seblak. Seblak. Jadi menunjukkan mereka ingat masa lalu. Mereka ingat masa lalu. Makanya malaikat tanya, "Alam yatikum rusulum minkum yatluna alaikum ayatiibikum." Bukankah dulu Rasul pernah datang nyampaikan iya? Iya. Dia ingat. Dia ingat. Tapi ingat yang mengerikan membuat mereka semakin apa? Menyesal. Itulah siksaan batin yang dialami oleh orang-orang penghuni neraka. Mereka sebelum disiksa fisik sudah ketakutan luar biasa. Bukankah? Bukankah? Bukankah? Sehingga mereka enggak bisa jawab apa-apa. Dan inilah benar yang disebutkan dalam Islam bahwasanya inilah namanya pembalasan. Pembalasan itu seorang dibalas dan dia ingat masa lalunya. Kenapa dia diginikan sekarang? Adapun kaidah misalnya yang diyakini oleh sebagian orang tentang reinkarnasi itu tidak tidak metode pembalasan tidak logis. Seperti saya katakan, ada orang sekarang meyakini dia adalah kehidupan yang ketujuh sehingga dia sekarang jadi orang kaya. Kena dari mana kau tahu kau kaya? Ya, karena mungkin dulu kehidupan sebelumnya saya dari mana kau ingat enggak? Enggak ingat ya. Kalau enggak ingat apa itu namanya? Pembalasan. Pembalasan tuh kalau saya ingat sekarang saya kaya karena dulu saya baik. Sekarang saya hidupan berikutnya. Itu namanya pembalasan. Tapi orang sekarang yang tanya semua orang apa dia ingat masa lalunya? Kalau dia meyakini dia ini kehidupan yang kesekian kali, apakah dia pernah ingat kehidupan sebelumnya? dia enggak pernah ingat berarti memang tidak ada. Berarti reinkarnasi itu hanya khayalan. Dan kalau dikatakan reinkarnasi adalah salah satu bentuk pembalasan, maka pembalasan yang apa gimana namanya dibalas tuh? Kalau dia ingat masa lalu sekarang dapat apa, itu baru namanya pem pembalasan. Adapun masa lalu tidak ingat kemudian tahu-tahu dia jadi kaya ya itu bukan balasan. Yang benar masa lalu hidup sebelumnya itu gak ada. Enggak ada. Ya, paham maksud saya. Maka di sini maka malaikat bertanya, mereka ingat. Qolu bala. Iya. Iya. Ya sudah, saatnya kalian diazab. Walakin haqqat kalimatul adzabi alal kafirin. Maka kekafiran mereka yang buat mereka masuk dalam neraka jahanam. Qil dukulu abwaba jahanam. Dikatakan kepada mereka, "Ayo tafadol masuk ke neraka jahanam. Api yang menyala-nyala mengerikan. Kata Allah Subhanahu wa taala, fabi kholidina fiha kekal di dalamnya. Sudah dibakar dan kekal mengerikan. Siksaan yang mengerikan dan kekal. Seandainya tidak kekal masih bisa disabarin. Makanya ketika kekal percuma sabar. Kata para penghuni neraka. Sawaun alaina ajazna amarna maana mim mahis. Sama saja. Mau sabar, mau teriak-teriak, enggak ada solusi. Kalau di dunia kita sabar, ada solusi. Sabar-sabar akan ada solusi. Entah kita meninggal, entah selesai ujian tersebut, tapi ada solusi. Sabar, sabar sampai ada solusi. Lama-lama juga kalau sabar, lama-lama ringan. Pertama berat, lama-lama ringan. Itu n sabar. Terkena musibah, pertama berat, lama-lama ringan. Biasa lama-lama hilang atau enggak mati. Ya, tapi kalau di akhirat di neraka gak ada lama-lama ringan terus bahkan semakin pedih. Walan nazidakum illa adzaba. Kami tidak berikan tambahan kecuali semakin apa? Semakin pedih. Ngeri. Lihat teman juga kena musibah bukannya meringankan tambah sambah maki-maki di antara mereka. Kalau di dunia ada orang sakit, kita sakit, oh ada teman. Jadi apa? Lebih sabar. Oh, bukan saya aja ternyata banyak teman. Kalau di neraka teman semua tambah bikin jengel. Kau juga ya kau juga. Fainnahum yaumaidin fil adabi mustariquun. Mereka pada hari kiamat tersebut sama-sama diazab dan tidak akan mengurangi penderitaan mereka. Jadi yang lebih mengerikan selain mereka diazab ternyata mereka diazab dengan ke kekal. Ini yang sudah selesai. Fabi matal mutakabbirin. Maka sungguh buruk tempat tinggal orang-orang yang sombong. Neraka itu tempat tinggal orang yang sombong. Menunjukkan bahwasanya orang sombong tidak berhak masuk surga. Ya. Masuk surga hanya orang tawa tawadu. Maka jangan sekali-sekali kita punya kesombongan. Tidak masuk surga orang dalam hatinya ada kesombongan. Cek-cek hati kita. Sombong karena pintar, sombong karena ilmu, sombong karena jabatan, sombong karena punya karya. Hati-hati sombong. Sombong karena nasab ya. Sombong karena cantik. Sombong karena ganteng. Sombong karena badannya kekar ya. Banyak hal yang bisa bikin orang apa? Sombong. Hati-hati. Batharul haqamtunas. Sombong itu menolak kebenaran. dan merendahkan manu manusia. Kapan timbul dalam kita merendahkan manusia? Maka kita bilang auzubillahim minasyaitanirrajim. Auzubika minal kibr. Ya Allah kemu dari dari rasa sombong. Karena orang sombong tidak pantas masuk surga. Yang pantas dia masuk neraka. Fabi matswal mutakabbirin. Maka neraka jahanam seburuk-buruk tempat tinggalnya orang-orang yang sombong. Dan pimpinan kesombongan adalah iblis. Iblis yang tinggal di neraka. Kemudian mengajak orang-orang sombong yang yang lain. Kapan hati kita terbetik ingin sombong, kita lawan. Kita ini siapa? Kita ini bukan siapa-siapa. Masih banyak orang hebat daripada kita. Kita kehebatan pun Allah yang ka kasih. Allah bisa cabut kapan saja. Kita ini bukan siapa-siapa. Siapa yang mau sombong? Jalan aja. Kata Allah, "Lan takriqal ard." Tidak ada bumi yang bolong kalau kau jalan. Paham? Tinggimu juga tidak setinggi apa? Setinggi gunung kok. Panjangmu paling cuma 1,6 * 1/ m. Kalau kau mati juga enggak ada masalah di dunia ini. Kalau kau hidup mungkin bikin masalah. Terus apa yang mau kau sombongkan? Ya demikian saja kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan pertemuan terakhir tentang tafsir Azzumar pada kesempatan yang lain. Demikian wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.