Transcript
ixzm9txg0_Q • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #13 Ayat 67-72 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2617_ixzm9txg0_Q.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi
wa ala alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan
bahasan kita
dari surah Az-Zumar kita sampai pada
ayat ke-67. Allah Subhanahu wa taala
berfirman, "Wama qadarullaha haqq qadrih
wal ardu jamian qdatu yaumalqiamah
wasamawatu matwiatun biyaminih subhanahu
wa taala amma yusyrikun."
Dan mereka yaitu kaum musyrikin tidak
mengagungkan Allah dengan pengagungan
yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya
dalam genggamannya pada hari kiamat
kelak.
Kemudian langit dilipat atau digulung
dengan tangan kanannya. Maha suci Allah
atau maha suci ya Tuhan dan maha tinggi
dari apa yang mereka persekutukan.
Pada ayat ini Allah Subhanahu wa taala
sebelumnya
menyebutkan tentang kekuasaan Allah ya
terkait dengan kehidupan dunia ya
seperti Allah Subhanahu wa taala
berfirman, "Allahu khaliquai pada ayat
62. Allah pencipta segala sesuatu wahua
ala kulli wakil." Dialah pemelihara
segala sesuatu. Lahuma qolidus samawati
wal ard. Dialah yang memegang
kunci-kunci perbendaran langit dan bumi.
Ya, ini tentang kekuasaan Allah di alam
dunia.
Dan ternyata kekuasaan Allah bukan cuma
di alam dunia. Yang lebih dahsyat adalah
ketika pada hari kiamat kelak. Kalau di
alam dunia mungkin masih ada yang
sombong, masih ada yang angkuh, masih
ada orang-orang zalim atau raja yang
sombong dan congkak, tetapi di alam
akhirat lebih dahsyat. Ya, makanya Allah
subhanahu wa taala menggenggam bumi.
Allah berkata, "Aina mulukl ard? Analik
anad dayyan?" Aku adalah maharaja. Mana
raja-raja bumi? Raja-raja dunia tidak
ada yang berani mengangkat kepalanya
sedikit pun. Tidak ada yang berani pamer
sesuatu pun. Ya, karena semua atribut
dilepaskan ketika hari kebangkitan.
Semua dibangkitkan
dengan hufatan, uratan, gurlan buhman.
Tidak alas kaki,
tidak berpakaian,
tidak bawa harta apapun dan belum
disunat.
Maka kekuasaan Allah pada hari kiamat
kelak lebih dahsyat lagi. Makanya Allah
mengatakan, "Wal amru yaumaidin lillah
yaum la tamliku nafsu linafsin wal amru
yaumaidillah." Dan segala urusan
semuanya adalah dimiliki oleh Allah
subhanahu wa taala. Makanya ketika kita
membahas tentang tauhid rububiyah, apa
taut rububiyah? Taid rububiyah itu
meyakini hanya Allah yang mencipta,
hanya Allah yang memiliki, dan hanya
Allah yang menguasai.
Dan ini tidak ee ee dan di antaranya
hanya Allah hanya Allah yang memiliki,
Allah mencipta dan Allah mengatur. Ya,
Allah yang mencipta, Allah yang memiliki
dan Allah yang mengatur. Dan di antara
tadbir adalah pengaturan pada hari
kiamat kelak. Dan pengaturan pada hari
kiamat kelak benar-benar sempurna,
benar-benar hanya Allah yang mengatur.
Berbeda kalau di dunia masih ada yang
sombong, masih ada yang angkuh, masih
ada yang sok ngatur, masih ada yang mau
rubah sana rubah sini.
Merasa bisa ini, merasa bisa anu, itu di
dunia masih banyak makhluk yang seperti
tapi ketika di akhirat wal amru yaumaid
lillah perkaranya sangat dahsyat. Semua
perkara milik Allah subhanahu wa taala.
Maka Allah menekankan lagi tentang
perbuatan orang-orang musyrikin yang
mereka tidak mengagungkan Allah
sebagaimana mestinya. Allah ingatkan,
"Bagaimana kalian bisa menyembah kepada
selain Allah?"
Bukan hanya urusan dunia Allah kuasai,
bahkan ketika hari kiamat lebih dahsyat
lagi. Makanya Allah berfirman, w
qadarullaha haqq qadrih wal ardu jamian
qdatu yaumalqiamah. Mereka tidak mukan
Allah sebagaimana mestinya. Sementara
pada hari kiamat
bahwasanya bumi dalam genggaman Allah
subhanahu wa taala. Seluruh bumi dalam
genggaman Allah yaitu bumi yang tujuh
tujuh lapis dalam genggaman Allah.
Wasamawatu matwiyatun biyamini.
Dan langit dilipat dengan tangan karena
Allah Subhanahu wa taala. Ya, Ibnu Umar
berkata, Rasulullah bersabda,
"Innallahaqbidumalqiamat,
pada hari kiamat kelak Allah menggenggam
bumiamawatuhi
dan langit-langit di tangan kanannya
dilipat." Ya, seperti Allah, yailbub,
hari di mana kami melipat langit seperti
lipatan lembaran-lembaran buku. Ya, itu
apa namanya? Matwiyat itu artinya bahasa
Indonesia artinya terlipat. Itu
seakan-akan langit ujungnya mana,
ujungnya mana kemudian dilipat seperti
kita melipat lembar buku atau melipat
baju. Ya, Allah lipat menunjukkan
bagaimana maha dahsyatnya Allah
Subhanahu wa taala. Bagaimana maha
besarnya Allah langit kecil, bumi kecil
dalam genggaman Allah subhanahu wa
taala. Maka pada hari kiamat setelah
Allah menggenggam bumi, Allah melipat
langit. Tumma yaakul, Allah berkata,
"Ain analik?" Aku adalah Maharaja.
Makanya kalau kita baca setiap hari
dalam Alfatihah kita bilang Maliki
yaumiddin. Penguasa hari pembalasan.
Karena pada hari tersebut enggak ada
raja, enggak ada penguasa. Kalau
sekarang masih banyak yang congkak sok
jadi inilah,
inilah jagoanlah, apalah. Pemegang
kekuasaan, pemegang kendali, sombong
orang banyak. Hari kiamat gak ada yang
begitu. Enggak ada yang begitu. Makanya
Allah mengatakan, "Anal malik aina muluk
ardhi?" Anaha saya maha raja. Mana
raja-raja dunia? Ana dayan saya yang
akan memberi pembalasan.
Dalam hadis Abu Hurairah tadi Allah
memegang kata Nabi, "Yaqbidullahul
ardamawat biyamini." Allah menggambung
dengan tangan. Allah menggangg bumi dan
Allah melipat langit dengan tangan
kanannya. Kemudian Allah berkata, "Anal
malik aina mul saya raja mana raja-raja
dunia.
Datang dalam suatu hadis ya
riwayat Bukhari dan Muslim
dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu qala
jaa habrun ilan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kata Ibnu Mas'ud, datang
seorang Habrun yaitu ulama Yahudi kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian dia berkata,
"Ya Muhammad ya Abal Qasim." Wahai
Muhammad atau wahai Abul Qasim. Abul
qasim kuniahnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Inallah taala yumsikus
samawati yaumalqiamati al isbi.
Sesungguhnya Allah memegang
langit langit seluruhnya pada hari
kiamat di atas satu jarinya. Wal ardina
ala isbi. Dan seluruh bumi di satu jari.
Wal jibalu wasajar al isbi. Allah
menggenggam gunung pohon-pohon. di satu
jarinya.
Demikian juga air dan tanah di satu
jarinya
dan sisa makhluk yang lain di salah satu
jarinya.
Kemudian Allah menggoyang semuanya.
Allah menggoyang semuanya ya. Fak analik
dan Allah berkata, "Aku adalah raja."
Analik aku adalah raja. Fadahika
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
taajuban mimqal habar tasdiqan lahu.
Maka Nabi pun tersenyum dengan apa yang
dikatakan oleh pendeta Yahudi tersebut
sebagai bentuk membenarkannya itu. Hal
ini sudah ada di Taurat, sudah ada di
berita-berita sebelumnya bahwasanya pada
hari kiamat kelak Allah akan menggenggam
langit, menggenggam bumi, menggenggam
seluruh makhluk. Allah goncang mereka
sudah ada. Makanya ketika pendeta
Yahudi, alim Yahudi tadi membacakan,
maka Rasulullah membenarkan. Kemudian
Rasulullah menyebutkan ayat yang semakna
dengan itu, yaitu ayat yang sedang kita
bahas. Wma qoa. Kemudian Rasul sahu
alaih wasallam membaca firman Allah, w
qadarullaha haqq qrih wal ardu jamian
qdatu yaumalqiamati wasamawatu
matwiyatun biyamini subhanahu wa taala
yusrikun. Mereka tidak mukan Allah
sebagaimana mestinya. Dan bumi
seluruhnya dalam genggaman Allah. Dan
langitlit seluruhnya dilipat oleh Allah
dengan tangan kanannya. Maha suci Allah
atas apa yang mereka sekutukan.
Ini menunjukkan maha besarnya Allah dan
ini menunjukkan kita tidak bahwasanya
tangan Allah tidak seperti tangan
makhluk. Ya Allah maha besar. Ya
Allah menggambarkan bagaimana dahsyatnya
tangannya. Maka tangan Allah bisa
menggenggam langit dan bisa menggenggam
bumi dan bisa melipat melipat langit.
Adapun kaifiahnya tidak ada yang tahu.
Karena pembahas tentang bagaimananya
sifat Allah dibangun di atas bagaimana
zat Allah. Kaidah mengatakan, "Alkalamu
fi kaifiyati sifat farunil kalami fi
kaifiyat." Pembahasan tentang
bagaimananya sifat sesuatu dibangun di
atas pembahasan tentang bagaimana suatu
zat. Kalau kita tahu zat Allah, kita
bakalan tahu bagaimana kaifiat
tangannya. Kalau kita enggak tahu zat
Allah seperti apa, kita enggak bakalan
tahu bagaimana kaifiat tangannya. Ya,
ini kaidah. Makanya ketika Imam Malik
ditanya, "Kaifastawa?" Ya, bagaimana
Allah beristiwa? Maka Imam Malik
berkata, "Al al istiwau maklum di atas."
Istiwa maknanya di atas sudah kita sudah
paham. Wal kaifu majhul bagaimana kita
enggak tahu. Karena untuk tahu bagaimana
Allah berist di atas arsy, harus tahu
Allah seperti apa dulu, ars bagian
atasnya seperti apa baru kita baru bisa
kita bayangkan. Kalau zat Allah kita
tidak tahu dan bagian atas ar seperti
apa kita enggak tahu, bagaimana kita
bisa membayangkan Allah kaifiah
istiwanya? Adapun kalau istiwa makhluk
kita paham ya. Ya litastawu ala zuhurihi
agar kalian bisa beristiwa di atas di
atas tunggangan kalian. Kita tahu
seorang beristiwa di atas unta.
Bagaimana kita bisa bayangkan? Karena
kita tahu manusia seperti apa, unta pun
seperti apa. Allah menyebutkan ee
faidastawaita anta w maaka alal fulqi.
Jika engkau wahai Nuh beristiwa di atas
kapal. Kita tahu istiwa Nuh di atas
kapal karena kita tahu Nuh Alaih Salam
manusia seperti kita dan kapalnya
terbuat dari papan sederhana. Kita tahu
istiwanya seperti apa. Tetapi kalau kita
bilang arrahmanu alal arsyistawa, Allah
beristiwa di atas arsy, k kita enggak
bakalan tahu. Karena zat Allah kita
enggak tahu seperti apa dan bagian atas
ars juga kita tidak tahu seperti apa.
Makanya kalau Allah menyebutkan
sifat-sifatnya kita enggak usah
bayangkan karena pasti sa salah. Seorang
tidak bisa bayangkan kecuali dia
menggunakan database yang ada di
benaknya dan database yang ada di
benaknya selalu tentang makhluk. Ya,
seperti saya kalau bilang sederhanya,
saya bilang Allah mengatakan eh hatta
fuzlubihim ketika rasa takut dicabut
dari jantung malaikat. Tib malaikat
punya jantung kata Allah. Coba antum
bayangkan jantung malaikat seperti apa?
Pasti antum bayanginnya jantung manusia
ya. Ada denyutnya, ada arterinya, ada
venanya, ada macam-macam ya. Ada
kolesterolnya, ada ya. Padahal malaikat
tidak makan tidak minum ya. Padahal
malaikat tidak makan, tidak tidak minum.
Ya,
bahkan dikatakan malaikat termasuk mus
yaitu makhluk yang tidak berongga.
Makhluk yang tidak berongga. Oleh
karenanya ketika kita dibilang jantung
malaikat, ketika kita mencoba
membayangkan pasti kita menggunakan data
yang ada. Data yang ada adalah jantung
manusia, jantung jantung pisang, jantung
monyet, jantung. Sehingga kita bisa
membayangkan. Suruh bayangkan enggak
mampu. Kenapa? Datanya enggak ada untuk
kita bayangkan.
Paham?
Sekarang enggak usah saya suruh
bayangkan bidadari. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam,
minusni bidadari saking beningnya
terlihat sumsum betisnya di balik di
balik dagingnya. Sumsum sumsum kakinya
di terlihat di balik daging betisnya.
Coba antum bayangkan
gendruwo apa mak lampir ya. Padahal kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Min
minal husni." Karena saking can
cantiknya kita enggak mampu bayangkan
otak kita terbatas. Kenapa? kota kita
ini cara membayangkan adalah dengan
analogi menggunakan data ya enggak data
baru kita analogikan tapi kalau datanya
sudah enggak ada, gimana mau analogi?
Sehingga gak mungkin kita bisa bayangkan
tentang indahnya bidadari. Karena kalau
kita mencoba mulai membayangkan, kita
pasti gunakan kaki manusia, betis
manusia, sumsum manusia. Pasti jelek
keluarnya.
Wah, ngapain masuk surga kalau
bidadarinya kayak gendero ya?
Ya, oleh karenanya ketika Allah
mengatakan
Allah punya tangan, tangannya
menggenggam bumi, kita enggak bisa
sudah, enggak usah dibayangin. Pokoknya
tangan yang sangat apa? Dah dahsyat.
Karena untuk bisa bayangkan tangan
Allah, harus tahu Allah seperti apa
dulu.
Sebagian orang mengatakan Allah tidak
punya tangan karena mereka bayangin
dulu, "Oh, tangan seperti tangan mana
salah." Kau jangan bayangkan. Kalau kau
bayangkan seperti itu, maka memang salah
kita bilang Allah punya tangan, Allah
punya wajah. Ya bagaimana? Wallahualam.
Enggak ada yang tahu. Kalau mau tahu
wajah Allah, nanti hari kiamat masuk
surga lihat bagaimana wajah Allah yang
merupakan puncak keindahan, puncak
kelezatan yang Rasulullah mengatakan,
"As'alukaan nadar ila wajhik." Aku
memanda, aku memohon kepada engkau
kelezatan memandang wajahmu. Kalau
sekarang kita enggak akan bisa bayangkan
karena kita enggak tahu zat Allah. Saya
ulangi kaidah mengatakan, "Alkalamu fi
kaifiyati sifat farunil kalami fi
kaifatizat." Pembahasan tentang
bagaimananya sifat sesuatu dibangun di
atas pembahasan tentang bagaimananya zat
sesuatu. Kalau kita tahu zatnya, kita
tahu bagaimana kaifiat sifatnya. Kalau
kita enggak tahu zatnya bagaimana, kita
enggak bakalan tahu bagaimana
kaifiatnya. Paham? Paham tidak?
ya.
Jadi ayat ini menunjukkan tentang salah
satu sifat Allah itu tangan Allah yang
sangat sangat agung. Bahwanya tangan
tersebut untuk menggenggam bumi satu
genggaman dan juga untuk melipat
langit-langit sesuai dengan kekuasaan
Allah Subhanahu wa taala. Dan dari
situlah kemudian bumi diganti dengan
bumi yang lain, langit diganti dengan
langit yang lain. Kata Allah, ya
tubaddalul ardu giriral ardhi wasamawat.
Pada hari tersebut bumi diganti dengan
bumi yang lain dan langit diganti dengan
langit yang yang lain. Cuma khilaf di
kalangan para ulama. Apa maksudnya bumi
diganti dengan bumi yang lain? Apakah
bumi yang pertama dihancurkan, diganti
dengan bumi yang baru atau bumi yang
lama dimodifikasi? Ada dua pendapat.
Bumi yang sekarang ini yang kita pijak
ini dimodifikasi. Wallah. Pendapat yang
lebih kuat yang kedua, bahwasanya bumi
yang kita pijaki sekarang ini akan
dihancurkan, dirubah-rubah,
digoncangkan, dikeluarkan isi perutnya,
dimodif oleh Allah subhanahu wa taala.
Makanya bumi akan menjadi saksi atas
perbuatan manu manusia. Bumi yang pernah
dia pijak akan menjadi saksi atas
perbuatannya. Sehingga bumi padang
mahsyar adalah bumi ini juga cuma
dimodif modifikasi oleh Allah subhanahu
wa taala. Digoncangkan.
Zulzilatil ardu zilzalaha wa akjatil
arduqalaha. Kemudian dikeluarkan isinya.
Kemudian nanti di dirubah oleh Allah
subhanahu wa taala. Ini pendapat yang
lebih kuat. Wallahu taala alam bisawab.
Dan ini juga menunjukkan maha kuasa
Allah. Kita di dunia ini kalau
mauhancurin sesuatu enggak gampang.
Jangan mau hancurin gunung gimana?
Susah.
Mau hancurin gunung pakai apa ya? Yang
paling hancur cuma sedikit. Yang hancur
cuma sedikit. Mau nuklir pun paling cuma
bagian atas bumi.
Tapi mau hancurin bumi mau goncangin
siapa yang bisa?
Menunjukkan Allah maha maha kuat. Bumi
kecil dalam genggamannya digoncang,
dihancurkan di
manusia lemah. Dia membikin senjata
apapun ingin hancurin bumi, enggak
hancurin gunung setengah mati dia.
Nuklir pun paling hanya meledak kemudian
hanya bagian atas ya. Maka manusia
sangat sangat lemah.
Tapi bumi yang sangat kokoh ini, gunung
yang sangat kokoh, Allah menghancurkan
sangat mudah. Makanya ketika Allah
melarang orang sombong, Allah
mengatakan, "W tamsi fil ard maroha."
"Janganlah kau berjalan dengan sombong."
Itu gestur tubuh menunjuk kesombongan.
Kata Allah, "Inakaq ardal
jib." "Kau tidak bisa melubangi bumi dan
kau tidak bisa tingginya seperti
gunung." Artinya kalau kita jalan
sesombong-sombongnya orang ketika dia
jalan kemudian ada lubang enggak di
buminya? Hah? Cegreng lubang cegeng.
Nah, itu kalau begitu boleh sombonglah.
Karena jalan bumi goyang kemudian
bolong-bolong. Ahah. Itu kau boleh
sombong ini. Kau begini-begini pun kau
yang bolong, bukan bumi yang bolong.
Oleh karenanya enggak usah sombong. Kita
ini lemah. Kita ini lemah. Enggak bisa
ngapa-ngapain.
Makanya Al-Qurtubi mengatakan, "Kalau
kau ingin tahu keagungan Allah,
berlabulah di lautan. Biar kau tahu kau
itu enggak bisa apa-apa."
Sudah ombak, sudah bingung. Ya, saya
tanya beberapa pelaut yang punya
kapal-kapal besar bilang kalau di tengah
lautan apalagi pas ketemu pusaran air
sudah bingung mau pakai mesin pakai apa,
sudah pasrah.
Beda kalau pesawat. Pesawat memang kita
juga enggak berkuasa apa-apa, tapi
sebentar disk langsung langsung meledak
atau jatuh. Tapi kalau di lautan untuk
ya banyak waktu yang lama untuk kemudian
mengalami ujian-ujian. Sehingga ee Imam
Al-Qurtub mengatakan, "Siapa yang ingin
tahu tentang keagungan Allah, bagaimana
dia bukan siapa-siapa. Dia ini hanya
satu dari makhluk yang tidak bisa
apa-apa. Cobalah falyarkabil bahro."
Cobalah berlabuh di lautan, masuk tengah
samudra. Hah? Ketemu pusaran air mampus
enggak bisa apa-apa. Mau fitness tiap
hari enggak bisa apa-apa. Mau juara
binaraga enggak bisa apa-apa. Mau juara
gulat enggak bisa apa-apa. laun enggak
bisa apa-apa. Kita ini manusia lemah.
Dicium corona mati, selesai dicium
nyamuk crut
kena DBD mampus. Ya, oleh karenanya
lihat Allah Subhanahu wa taala masa maha
agung pada hari kiamat kelak langit dan
bumi langit Allah lipat. Langitnya
ujungnya mana? Kita enggak tahu
langitnya ujungnya mana. Kita enggak
pernah lihat ujung langit dan ujung
langit. ujung kanan, ujung kiri, ujung
depan, belakang, kita enggak tahu. Tapi
Allah lipat pada hari kiamat kelak.
Kemudian bumi Allah genggam pada hari
kiamat. Kiamat kelak Allah goncang pada
hari kiamat kelak Allah keluarkan isi
perut bumi. Allah terbangkan
gunung-gunung. Allah hancurkan meledak
seperti debu-debu yang berterbangan.
Ya, Allah jadikan lautan meledak. Lautan
air jadi lautan api. Subhanallah ya.
Maha kuasa Allah Subhanahu wa taala.
Insyaallah bikin yang baru gampang bikin
padang mahsyar disiapkan surga, siapkan
neraka. Mudah bagi Allah subhanahu wa
taala. Maka di akhir ayat kata Allah
subhanahu wa taala amma yusyrikun. Maha
suci Allah dan maha tinggi atas sekutu
yang mereka lakukan, kesyirikan yang
mereka sekutukan. Ya akhi mau ente
sembah bisa apa yang antum sembah?
Sembah Nabi Isa. Nabi Isa bisa apa? Dia
lapar. Kata Allah Subhanahu wa taala,
yaaniam. Nabi Isa dan ibunya makan
makanan. Apa Tuhan makan makanan? Ada
Tuhan lapar.
Apakah ada Tuhan lapar? Tuhan gimana?
Malaikat saja tidak pernah lapar. Mana
lebih hebat? Malaikat atau Nabi Isa?
Malaikat tidak lapar.
Nabi Isa dikejar-kejar sama Romawi
enggak bisa apa-apa. Iya enggak?
Sampai dia ketakutan, sampai dia berdoa.
Ya, dia manusia. Dia manusia, dia lapar,
dia tidur. Ya, dibangunkan sama
murid-muridnya, dia tidur. Ya, kalau
Tuhan tidur repot.
Matahari terlambat terbit, waduh repot.
Matahari terlambat terbenam, enggak
buka-buka puasa.
Mengutus alam semesta. Siapa yang mau
kamu sembah? Ya sembah tidak bisa
apa-apa. Makanya orang gimana maha suci
Allah. Bagaimana mereka nyembah nabi?
Mereka menyembah jin.
Motong untuk jin nyembelih untuk nyiroro
kidul ya akhi siapa yang sembah jin bisa
apa
ya? Pyembah mayat-mayat. Mayat bisa apa?
Allah nabi suruh doain mayat malah
minta-minta ke mayat. Gimana sih?
Makanya maha suci Allah atas kean yang
mereka lakukan.
Gimana kemudian menyembah hewan,
menyembah sapi, menyembah pohon?
Dan mulailah timbul macam-macam
filosofi yang buat orang akhirnya
menyembah hewan, menyembah pohon.
Filosofi yang aneh-aneh sebenarnya
mengatakan sapi kita sembah. Kenapa?
Karena sapi adalah hewan yang sangat
ikhlas. Lebih ikhlas daripada ibu
sendiri. Kalau ibu nyusui anaknya masih
berharap pamrih di kemudian hari. Kalau
sapi kasih susu ikhlas
non pambre
bukan non pambre karena dia bahlul
bukan.
Kalau bikin filosofi kayak gini akhirnya
orang melegalkan menyembah sapi. Ini
filosofi bagaimana?
Sekarang ada boleh muncul buku baru saya
ceritain kawan tentang filosofi terhadap
pohon sehingga akhirnya orang kasih
sajan di pohon. Ada saya lupa
filosofinya kayak apa. Bahwasnya pohon
tuh ini setiap makhluk ada auranya
bahwasanya gini ah macam-macamlah.
Akhirnya melegalkan nyembah pohon dan
itu ada aja.
Sebagaimana filosofi nyembah mayat.
Kalau mayat kalau sudah mati semakin
kerungnya sisi Allah semakin mampu
semakin dekat dengan Allah. Kita ini
siapa? Kalau kita minta langsung sama
Allah, Allah tidak kenal kita. Caranya
bagaimana? yang lewat
lewat orang lewat orang wali yang Allah
kenal.
Makanya kita dekat sama wali baru wali
sampaikan kepada Allah. Filosofi
melegalkan orang minta kepada maat.
Bantnya bagaimana? Ya Abdul Qadir
Jailani ya Habib fulan, ya Habib Fulan,
Abdul Qadir Jailani. Ya Tib kau bilang
Allah tidak kenal kau. Harus lewat
siapa? Abdul Qadir Jailani. Terus si
Abdul Qadir Jailani emang kenal kau?
Emang kau dikenal Abdul Qadir Jailani?
Siapamu kamu? Kamu itu siapanya Abdul
Qadir Jailani rahimahullah.
Akhirnya dengan filosofi-filosofi
seperti ini terjadilah kesyirikan. Maka
di antara bantahan, lihat yang kamu
sembah itu siapa? Yang kamu
minta-mintain itu siapa? Yang kamu
bertawakal kepadanya siapa? Yang harus
bertawakal kepada Allah penguasa alam
semesta. dunia dan akhirat itu yang
hendaknya kita tawakal kepadanya, yang
kita takut kepadanya. Ini gimana
kemudian tawakal kepada nabi, tawakal
kepada malaikat, tawakal kepada mayat,
tawakal kepada jin? Ya, ini semua adalah
kesyirikan. Maka benar firman Allah
Subhanahu wa taala amma yusyrikun. Maha
suci Allah
dan maha tinggi atas
apa yang mereka persekutukan.
Setelah itu Allah berfirman
wfqamawati
ardhi illa Allah tumma nufi uk faid hum
qiamuurun
dan ditiupkanlah sangkakala. Sangkakala
yaitu semacam tulang yang ada
bolongannya kemudian bisa menimbulkan
suara yang besar. Ya, mungkin sekarang
masih digunakan oleh orang Yahudi ya
kalau mereka mengumumkan untuk apa
namanya untuk ibadah atau perkumpulan
mereka meniup sesuatu.
Orang jahid menggunakan itu buuk
semacam tanduk atau yang bisa membuat
suara menjadi besar. Kalau nasrah pakai
apa? Pakai pukulan ya. Dulu pakai kayu
dipukul. Sekarang pakai apa? Ee lonceng.
Ya, maka Islam menggunakan azan kalau
mengumpulkan
malaikat Israfil meniup di sangkakala
wfi fisur sur itu tadi tulang yang
berongga yang bisa mengur tapi seperti
apa Allah yang hanya Allah yang tahu
betapa besarnya sangkakala tersebut
sebesar apa yang tahu hanya Allah ketika
dia tiupkan fasq man fisamawati fil
ardhi maka matilah semua yang di langit
dan di bumiy
kecuali yang Allah kehendaki.
Ada khilaf dengan para ulama. Apa yang
dimaksud dengan illa masyaallah? Kecuali
Allah kehendaki yang mengatakan
maksudnya Allah sendiri yang yang tidak
mati. Ada yang mengatakan ya maksudnya
ada tiga malaikat utama tidak mati.
Malaikat Israfil, malaikat Jibril,
malaikat Mikail.
Ya
kata mereka kalau malaikat lagi tiup
terus dia mati juga gimana?
Ya gampang mau dihidupkan lagi kan bisa
aja artinya. Tapi mereka bilang tiga.
Ada yang mengatakan yang tidak mati para
syuhada karena mereka tidak mati lagi.
Mereka sudah hidup di alam bar barzakh.
Ada yang mengatakan yang tidak mati
maksudnya Allah ciptakan di surga
seperti bidadari-bedadari al-wildan yang
memang Allah sudah anak-anak kecil,
pelayan-pelayan yang Allah mang siapkan
mereka bukan untuk mati.
Tapi semua ini tidak ada dalilnya. Ini
sekedar pendapat para ulama. Kita bilang
wallahuam.
Yang jelas tidak semuanya mati karena
Allah mengecualikan sebagian. Dan kita
tahu biasanya yang dikecualikan sedikit
daripada yang mustasna minhu kata Allah
fri maka ditiupkanlah di sangkakala
tiupan pertama fasq famawati fil ard
maka
matilah semua yang di langit dan di bumi
langit para malaikat yang lain semuanya
pada mati di bumi penghuni bumi illa
manyaallah kecuali yang Allah kehendaki
tidak mati
tumma nufikho fi ukhro kemudian
ditiupkan-tiupkan yang kedua faidza hum
qiamu yandzurun pun tiba-tiba mereka ya
berdiri
memandang yangun
berarti ada dua tiup sangkakala tentunya
ada khilaf ada yang mengatan tiga tiupan
sangkakala ada yang mengant pertama e
faz' kemudian tiupan sa'ak kemudian
tiupan ee baat ya ada yang mengatakan
tiga
eh wum yunfaku fur fa fama dalam
sebagian ayat ditiupkan lah hari
ditiupkanlah sangkakala maka orang pun
ketakutan.
Kemudian tiupan yang kedua iniq
maka ditiup sangkala maka orang-orang
pun pada mati. Ini tiupan pertama,
tiupan kedua tiupan ketiga baru nufumun
ditiupkan yang ketiga kali maka bangkit.
Ini pendapat seb ulama tiupan ada tiga.
Nafkhatus e faz', nafkhatus sa'q,
nafkatul ba'at. Tiupan pertama
menimbulkan ketakutan luar biasa. Tiupan
kedua menyusul menimbulkan kematian.
Tiupan ketiga kebangkitan. Pendapat yang
kedua mengatakan tiupan cuma dua.
Afthatul faza dan nafkhatul asq itu satu
kesatuan. Jadi ketika pertama kali
malaikat Israfil meniup tiupan pertama
timbul ketakutan luar biasa yang
disusuli dengan kema kematian. Jadi
langsung mati tapi ketakutan luar biasa
dan ujungnya akhirnya ma mati. Dan Allah
sudah sebutkan bahwasanya ada ada
orang-orang yang pernah meninggal dengan
suara yang keras ya. Ya kaum-kaum
sebelumnya ya
Allah tiupkan Allah ada suara yang
gemuruh yang keras membuat mereka mati.
Kita sekarang aja kalau dengar guntur
yang keras masuk enggak ke hati? Masuk.
Dengar sound hor masuk enggak ke hati?
Masuk. Saya pernah dengar
saya lagi jalan ke
Iya. Pas lewat
sonhar hati goncang.
Kalau ada suara kaget guntur keras kita
kan mati apa? Pengaruh jantung itu. Dan
ada orang yangorang terdahulu yang
pernah mati gara-gara tiupan yang tiupan
yang keras
ya.
shaun wahidah ya ya maka ditiupkan suara
yang keras ya kemudian mereka pun mati
ya di antaranya kaum apa kaum kaum
tsamud ya oleh karenanya maka di hari
kiamat tiupan yang menakutkan kemudian
mematikan juga ada tiupan sangka
sangkakala
dalam hadis disbutkan cuma dua maksudnya
antara sangkakala yang mati dengan
sangkakala yang membangkitkan kata nabi
baina naf
Di antara dua tiupan tersebut ada 40.
Abu Hurairah yang berkan hadis ditanya,
"Apakah 40 tahun?" Kata beliau, "Aba itu
saya tidak pasti." "Apakah 40 bulan aba
itu? Saya juga gak tahu. Apakah 40
hari?" Saya enggak tahu. Yang penting
antara tiupan sangkakala yang mematikan
dengan membangkitkan ada berapa hari?
Ada 40. Jedanya ada 40. Entah 40 tahun,
40 bulan, 40 hari. Wallahualam.
Di masa itu disebutkan turunlah Allah
turunkan hujan kamaniir rijal. Hujan
tersebut seperti air mani. Kemudian
masuk ke bumi mencari sisa-sisa tubuh
manusia yaitu ajabuzanab. Yaitu tulang
ekor yang tersisa yang dia tidak hancur.
Ada bagian kecil di tulang ecorisa yang
tidak tidak hancur. Kemudian terkena
kemudian tumbuh fayan butun. Maka
tumbuhlah manusia. Kemudian setelah
jasadnya tumbuh kemudian ditiupkan
sangkakala maka rohnya dikembalikan.
Maka hiduplah mereka kembali.
Itulah tiupan yang ke kedua. Kata Allah
tumma nufi fi ukhro. Kemudian tiupkan
yang kedua. Faid hum qiamu yandurun.
Tiba-tiba mereka berdiri. Berdiri.
Yanzurun. Yanzurun. Ada dua tafsiran.
Pertama dari yanzurun artinya memandang
mereka. Kemudian mereka bisa memandang
menunjukkan mereka sempurna. Bahkan
hidup mereka sangat sempurna ketika itu.
Tidak seperti kehidupan di dunia.
Sangat sempurna. Sempurna untuk
merasakan kenikmatan surga bagi orang
bertakwa dan sempurna untuk melaksanakan
merasakan siksaan neraka bagi orang yang
tidak bertakwa. Makanya mereka kuat pada
hari kiamat. Matahari jarak 1 mil enggak
mati-mati.
Kalau kita sekarang matahari 1 mil
langsung mampus.
Jadi Allah buat modifikasi tubuh yang
baru, yang kuat ya, yang kuat dan
sempurna pada hari tersebut. Makanya
disebut faid hum qiyamu yanzurun. Mereka
tiba-tiba berdiri dan bisa memandang.
Artinya hidup mereka sempurna. Bukan
cuma berdiri bisu, berdiri bahkan bisa
memandang. Sebagian ahli tafsir
mengatakan, "Faidza hum qiamu yanzurun."
Yanzurun maksudnya adalah yantirun. Dan
mereka berdiri menanti kedatangan Allah
untuk memulai persidangan.
Faid hum qiamun
ketika berbicara tentang
si semuanya pada dimatikan kecuali yang
Allah kehendaki.
Nabi pun tidak jelaskan. Bahkan Nabi
pernah cerita ya Nabi saya bacakan
hadisnya dari Abu Hurairah radhiallahu
anhu rajulani rajul minal muslimin rajul
minal yahud. Ada dua orang sedang saling
mencaci. Satu seorang muslim satu
Yahudi. Faqal Muslim. Maka yang muslim
berkata walladzifa Muhammadan alal
alamin. Demi Allah yang memilih Muhammad
di atas seluruh alam semesta. Yahudi
balas walladfa Musa alal alamin. Demi
Allah yang telah memilih Musa di atas
seluruh alam. Jadi bangga-banggaan yang
muslim bilang Muhammad Allah demi Allah
yang telah memilih Muhammad di atas
seluruh alam. Yahudi bilang demi Allah
yang memilih Musa di atas seluruh alam.
Akhirnya
muslim
Yahudi. Maka muslim tadi dia marah, dia
pun tampar si Yahudiabal
Yahudi Nabi wasam. Yahudi pun lapar
kepada Nabi zaman dulu. Subhanallah ya.
Ya Rasulullah menguasai kota Madinah.
Rasulullah Rasulullah adil. Adil.
Sehingga orang-orang Yahudi pun
merasakan keadilan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kalau tidak ada ada
ketidakadilan mereka lapor kepada Nabi.
K. Dia ditampar oleh muslim. Dia lapor
sama Nabi.
Kalau orang muslim lapor ke Benyamin
Tanahu diapain?
Ini lapor ke Nabi. Yahudi lapor ke Nabi.
Ya. Faakhbarahu bimaana min amrihi wa
amril muslim. Maka dia pun cerita apa
yang terjadi tadi dengan seorang muslim.
Fadaan Nabi sallallahu alaihi wasallam
al muslim. Maka Rasulullah panggil si
muslim tersebut.
Maka Rasulullah tanya, "Kenapa kau
tampar dia?" Maka dia pun kabarkan,
"Saya bilang, "Demi Allah yang mengutus
Muhammad di atas alam semesta." Dia
bilang, "Demi Allah yang mengutus Musa
di atas seluruh alam semesta."
Maka Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"La tukhayiruni ala Musa." Jangan kau
mendahulukan aku di atas Musa. Kata para
ulama, kalau kau mendahulukan di atas
Musa dalam rangka merendahkan Musa gak
boleh. Tapi kalau Nabi Nabi Muhammad
adalah nabi yang terbaik, lebih baik
asraful mursalin, rasul yang terbaik.
Benar. Dan ini terlalu banyak. Tapi
kalau kau dalam rangka merendahkan Musa
enggak boleh.
Rasulullah menyebut kata Rasulullahir al
Musa, jangan kau mengatakan melebihkan
aku dari Musa. Faasa yasak yaumalqiamah
maahum. Ketika hari kiamat kelak
ditiupkan sangkakala semua orang pada
mati dan aku termasuk mati bersama
seluruh manusia.
Dan aku yang pertama kali sadar dari
kematian tersebut. Faidza Musa batisun
jibal arsyi. Tiba-tiba ketika saya
bangun, saya lihat Musa sudah pegang
salah satu tiang arsy. Fala adri akana
fimanqo. Saya tidak tahu dia fafaqo
qobli. Dia termasuk yang dimatikan oleh
Allah kemudian siuman sebelum aku.
Karena ketika saya bangun dia sudah
berdiri.
Ini siapa di luar? Saya atau dia ini ya?
Apakah dia termasuk yang mati kemudian
ciuman sebelumku?
atau dia termasuk yang dikecualikan.
Kenapa? Ada yang mengatakan dia bisa
jadi Musa alaihi salam termasuk yang
dikecualikan tidak ikut mati karena dia
pernah dimatikan oleh Allah ketika di
dunia. Ketika Musa berkata, "Rabbi arini
anzur ilaik." Ya Allah tunjukkanlah
dirimu. Aku ingin lihat
ya kau tidak bisa lihat aku.
Lihatlah ke gunung kalau dia masih kokoh
tempatnya kau akan melihatku.
Ketika Allah mulai menampakkan dirinya
pada gunung, gunung pun meledak, hancur.
Musa pun mati. Ada yang mengatakan Musa
sudah mati. Fajuziya. Maka Musa
dimatikan cukup mati yang pertama. Maka
ketika tiupan sangkakala dia tidak ikut
ma mati. Maksudnya Nabi pun tidak tahu
apakah Musa termasuk yang dikecualikan
atau ti tidak. Ini tadi saya lupa saya
sampaikan ya.
Tapi intinya setiap setelah tiupan
sangkakala kedua, maka manusia semuanya
bangkit menanti kedatangan Allah
Subhanahu wa taala. Situlah ya ee mereka
menanti dengan penantian yang lama. Ya
Allah berfirman, wa asqtil ardu
binibbiha
waudal kitabu win nabiyinauhada wainahum
bilhaqi wahum la yudlamun.
Maka ketika itu
berteranglah bumi dengan cahaya Rabbmu.
Yaitu bumi maksudnya di padang pasir.
Bumi sini maksudnya padang pasir. Ya,
makanya dalam hadis ee
yuhsyarsyarunas
ala ardin baid ya kursatin naqi laisa
fiha ma'lamun liahad.
Manusia akan dikumpulkan pada suatu bumi
ardin baidah yang putih ke kursatin naqi
seperti roti yang bersih ya. Ada roti
gandum yang tidak bersih. Masih ada sisa
bijinya masih ada kulitnya campur. Ini
sudah bersih
roti gandum yang bersih. Yang warnanya
agak putih kemerah-merahan ya.
Kecoklat-coklatan
ya. Laaisa fiha ma'lamun liahad.
Tidak ada satu tanda pun milik seorang
pun. Tidak ada pelang. Tidak ada rumah,
tidak ada pohon, tidak ada patok. Bumi
datar semuanya
gak bisa gak gak ada sumur, gak ada goa
mau sembunyi enggak ada.
Semua datar. Di sini Allah sebut dengan
alard wa asraqatil ardu. Bumi ketika itu
terang-berang. Maksudnya bumi padang mah
M mahsyar bukan bumi ini. Bumi padang
mahsyar. Tadi saya sampaikan ada khilaf.
Apakah bumi padang mahsyar adalah bumi
baru atau bumi yang sekarang
dimodifikasi
binuri rabbiha dengan cahaya Rabb-nya.
Nah, cahaya Rabbnya ini banyak ulama
menafsirkan maksudnya cahaya Allah
karena Allah punya hijab. Hijabuhun nur.
Cahaya hijab Allah adalah caha cahaya.
Makanya dalam hadis ketika Rasulullah
Isra Mikraj Abu Dzar bertanya,
"Hal roita rabbak?" Apa kau melihat
Allah? Kata Nabi, "Nurun anna arahu."
Ada cahaya yang menghalangi. Bagaimana
saya bisa melihat Allah? Itu ada
hijabnya Allah. Roaitul hijab. Ada hijab
sehingga aku tidak bisa melihat Allah.
Dan hijab Allah adalah apa? Nur. Ada
yang mengatakan nuru rabbiha maksudnya
cahaya Allah ketika itu. Karena semua ya
ee
tidak ada cahaya ketika itu bumi dalam
kondisi gelap. Maka Allah datang dengan
cahayanya. Ada yang mengatakan maksudnya
Allah menciptakan cahaya di zaman
tersebut di waktu itu dengan cahaya yang
spesial yang akhirnya menerangi seluruh
bumi. Wallahuam bisawab.
Wudi alkitab. Maka diletakkanlah Alkitab
yaitu catatan amal seluruh manusia ya
yang kitab tersebut mencatat segalanya
ya. Mencatat segalanya ya.
Sampai dalam Al-Qur'an disebutkan
mereka orang pendosa berkataal kitabian
ya
musina mimqu
wailatana. Kau lihat bagaimana para
pendosa mereka takut ketika melihat isi
kitab mereka yaitu kitab catatan amal
mereka dan mereka berkata, "Celaka
kita." Kitab apa ini? Tidak ada yang
terluput sama sekali. Amal kecil, amal
besar semuanya tercatat.
Dan mereka mendapati seluruh yang mereka
pernah lakukan semuanya hadir, semuanya
terlihatkan.
Dan ini semuanya baik amalan lisan,
amalan badan, semua mata, pendengaran,
apa yang pernah kita lihat, apa yang
pernah kita dengar, apa yang pernah kita
ucapkan, apa yang pernah kita tuliskan,
apa pernah kita torehkan, semuanya
tercatat. Tidak ada yang luput meskipun
sekecil apapun.
Makanya Rasulullah mengatakan minalaian
walau ak jangan kau remehkan kebaikan
sedikit pun meskipun hanya sekedar
tersenyum ketika ketemu saudara.
Senyuman itu akan muncul di catatan amal
nanti akan muncul
wudi al kitab. Maka kitab diletakkan ini
mulai persidangan
mulai hisab.
Waji bin nabiyina wasyuhada. Dan
dihadirkanlah para nabi dan para
syuhada, saksi-saksi
nabi akan ditanya. Ya.
Ya.
Dan para umat juga akan ditanya, "Mad
ajabtumul mursalin?" Apa yang kalian
jawab ketika disuruh oleh para nabi? Ya.
Dan para rasul juga.
Falanasalanina ursila ilaihim wasal
mursalin. Kata Allah, "Sungguh kami akan
bertanya kepada para umat dan kami juga
akan bertanya kepada para rasul. Apa
yang sudah kalian dakwahkan? Sudahkah
kalian sampaikan?" Maka di hari kiamat
kelak Nuh ditanya, "Sudahkah kau
sampaikan?" Maka Nuh mengatakan, "Sudah,
ya Rabb." Umatnya bilang, "Enggak, ya
Allah. Tidak datang kepada kami seorang
rasul. Umatnya takut mereka berdosa."
Allah tanya, "Apa saksimu?" Ada Muhammad
dan umatnya.
bahwasanya Nabi Nuh telah men
menyampaikan. Jadi para nabi ditanya,
umatnya juga ditanya. Wi bin nabiin
wasuhada. Dan saksi saksi didatangkan.
Di antara saksi tadi umat Muhammad.
Kadalika ja'alnakum umat was. Kami
jadikan kalian umat yang tengah. Di
antaranya fungsi umat Muhammad sebagai
saksi untuk membela nabi-nabi
sebelumnya. Karena ketika umat-umat nabi
sebelumnya ditanya mereka mengingkari.
Maka ada saksi yang membela para nabi
yaitu Muhammad sallallahu alaihi
wasallam dan para umat umatnya.
Kemudian di ada yang mengatakan syuhada
sini semua saksi yang bisa hadir dalam
persidangan tersebut seperti malaikat
yang mencatat akan dihadirkan
saksi. Kitab saksi
tangan-tangan, kulit-kulit akan menjadi
saksi.
Bumi yang dipijak juga akan menjadi
saksi. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Yaumaidin tuhadditsu akhbaroha.
aaha. Maka pada hari tersebut, yaitu
pada hari kiamat kelak tuhaditsu
akhbaroha, maka bumi akan menyampaikan
kabar-kabarnya. Di antara tafsir
mengatakan bumi akan menyampaikan apa
yang pernah terjadi di atasnya,
perbuatan buruk maupun perbuatan baik.
Makanya ketika para ulama menafsirkan,
kenapa Nabi ketika
Idul Fitri beliau pergi lewat satu
jalan, pulang lewat jalan yang lain,
katanya untuk memperbanyak saksi.
Untuk perbanyak apa? Saksi. Ya,
kalau kita mau bermaksiat, yakinlah
saksi ada di sekitar kita. Malaikat akan
menjadi saksi.
Bumi akan menjadi saksi meskipun kita
matiin lampu.
Kemudian tangan, kaki kita juga menjadi
apa? Saksi. Kulit menjadi saksi.
Kulit menjadi saksi.
waji binabbi syuhada. Dan ini
persidangan luar biasa seperti bukan
persidangan seperti di dunia ya. Ada
lawyer bisa kita bayar, hakim bisa kita
sogok, enggak. Ini yang langsung
jadi hakim siapa? Allah Subhanahu wa
taala yang tahu segala sesuatu. Wa
bainahum bilhaq kata Allah. Dan akan
diputuskan di antara mereka dengan
kebenaran. Tidak ada kezaliman. Wahum la
yudlamun. Dan mereka tidak dizalimi sama
sama sekali.
Di sini perhatikan Allah Subhanahu wa
taala ketika bicara tentang hari kiamat,
Allah menggunakan fi'il madhi semuanya w
nufikha dan ditiupkan. Dan kita tahu
fi'il madhi kalau bahasa itu menunjukkan
past tense masa lalu. Padahal ini semua
belum terjadi.
Tetapi Allah menggunakan fi'il madhi. W
nufikha fasoiqo
nufikha fi f ukhra wa as asqatil ard.
Ini semua fi'il madhi. Dan ini metode
orang Arab ketika
menggambarkan mengungkapkan masa depan
dengan fi'il madhi, dengan past tense
untuk menunjukkan itu pasti terjadi. Itu
pasti terjadi. Itu metode mereka. Jadi
seakan-akan sudah terjadi padahal baru
akan terjadi.
Sekedar faedah secara bahasa Arab.
Wahum la yudlamun. Dan mereka akan tidak
akan dirugikan sedikit pun. Allah akan
adil seadil-adilnya.
Saksi dihadirkan, para nabi akan
ditanya, kitab dihadirkan, malaikat
dihadirkan.
Persidangan yang sangat dahsyat.
Kata Allah, wfiat kullu nafsin ma amilat
wahuau bima yaf'alun. Dan disempurnakan
bagi tiap-tiap jiwa balasan yang telah
dikerjakan dan dia lebih mengetahui apa
yang mereka kerjakan. yaitu setiap jiwa
tidak dikurangi sedikit pun akan diberi
balasan dengan penuh sempurna. Dengan
penuh sempurna. Makanya Allah mengatakan
wufiyat ya taufiah itu maksudnya adalah
sempurna. Kalau dia timbang
beras misalnya jual 10 kilo, benar-benar
10 kuli sempurna tidak dikurangi 1 ons
pun, tidak dikurangi 1 gram pun.
Wauat kul nafsin. Setiap jiwa akan
disempurnakan balasannya
ma amilat sesuai dengan apa yang pernah
dia kerjakan. Dan Allah mengatakan wahua
bimafalun. Allah lebih Allah tahu apa
yang mereka kerjakan. Jadi tidak bakalan
salah karena Allah tahu semua yang
mereka kerjakan. Allah berfirman,
yaminatalun.
Allah mengetahui pengkhianatan lirikan
mata dan bahkan Allah mengetahui isi
hati manusia. Allah tahu semua. Allah
maha adil. Beda kalau yang menghakim
enggak tahu. Yang hakim enggak tahu ya
mungkin tidak tidak adil. Ada yang
kurang. Dia tidak tahu cara mikro. Dia
tidak tahu ada perkara sisi yang luput
darinya. Sisisi lain yang dia tidak
akhirnya tidak ngerti. Akhirnya dia
salah menghukumi. Berbeda dengan Allah.
Wahua a'lamu bima yaf'alun. Dan dia
mengetahui segala apa yang mereka
kerjakan. Sehingga kemungkinan untuk
salah tidak ada.
pasti adil. Makanya Allah mengatakan,
"Wahum la yudlamun." Mereka tidak
dizalimi sedikit pun. Tidak ada
kezaliman sedikit pun.
Setelah Allah menyebutkan tentang
kondisi hari kiamat, baru setelah itu
Allah menyebutkan tentang dua model
manusia.
Sekelompok masuk neraka, sekelompok
masuk surga.
Allah berfirman,
"Wasiqalladina kafaru ila jahanama
zumar. Maka digiringlah orang-orang
kafir menuju neraka jahanam
berkelompok-kelompok.
Digiring maksudnya digiring ya
dengan dipermalukan tentunya. Mereka
tidak mau tapi dipaksa. Kata Allah,
"Yauma yuda ilaari jahanama daa." Mereka
didorong dengan dorongan yang keras.
Mereka enggak mau menuju neraka. Enggak
mau. Tapi dorong. Didorong. Didorong
dengan paksa, dengan penuh kehinaan.
Siapa? Alladzina kafaru. Orang-orang
kafir. Inilah sebab mereka dibawa ke
neraka karena mereka kafir.
Ila jahanam. Kepada neraka jahanam.
Zumarah berkelompok-kelompok. Inilah
disebut dengan surah Az-Zumar. Karena
ada kata apa? Zumar.
Menunjukkan Allah maha adil. Orang kafir
pun tidak satu derajat. Mereka
berkelompok-kelompok.
Bisa jadi karena satu apa namanya? ee
profesi yang sama ya. Seperti Allah
mengatakan, "Uhsyurulladzinaamu
azwajahum."
Kumpulkanlah orang-orang zalim dengan
yang semisalnya.
Koruptor dengan koruptor, kafir dengan
kafirin, Nasra dengan Nasra, Yahudi
dengan Yahudi, ya pezina dengan pezina,
pencuri dengan pencuri.
Atau maksudnya zumar maksudnya
bertingkat-tingkat, level-level
ya. Karena sebagaimana surga darajat
bertingkat-tingkat, neraka juga darakat
bertingkat-tingkat ke bawah. Sehingga
Allah maha adil. Allah mengatakan,
"Waliulin darajat mim amilu."
Masing-masing mendapatkan derajat sesuai
dengan amal perbuatannya.
Maka mereka dikumpulkan
berkelompok-kelompok.
Hatta iduha. Ketika mereka tiba di
neraka jahanam. Futihat abuabuha. Maka
dibukalah pintu-pintu neraka.
menunjukkan neraka ada pintunya ya.
Pintu neraka ada berapa? Tujuh. Laha
saatu abwabin likulli minhum juz maksum.
Kata Allah, "Neraka punya tujuh pintu.
Masing-masing pintu sudah ada jatahnya.
Siapa yang masuk pintu ini? Saya masuk
pintu ini. Saya masuk pintu ini."
Mungkin kalau orang neraka, orang paling
jahat bebas pintu mana saja.
Kalau orang saleh bebas masuk pintu
surga mana saja. Orang jahat masuk pintu
mana saja. atauintu keluar masuk semua
pintu. Intinya ada tujuh pintu. Likulli
babin minhum juzun maksum. Dan
masing-masing pintu sudah ada jatah yang
lewat sini siapa? Lewat sini siapa sudah
ada.
Waqala lahum khazanatuha. Ya. Ketika di
pintu buka pintu wah neraka sudah
meraung-raung. Ya.
Ya. Kata Allah takadu tamayyazu minal
git. Maka hampir neraka itu lepas apinya
karena ingin mengambil mereka.
I dibuka api api kelihatan nyala-nyala
ngeri dan meraung-raung ya.
Ee
kemudian malaikat bertanya, "Waq lahum
khazanatuha." Khazanatuha maksudnya
penjaga pin pintu.
Asalnya khazin. Khazin penjaga harta
asalnya tapi jadi sudah jadi umum.
dikatakan penjaga, maka penjaga
pintu-pintu neraka atau penjaga neraka
berkata, "Alamtikumikum,
bukankah telah datang kepada kalian para
rasul dari kalian yang bacakan kepada
kalian ayat-ayat kalianum
dan telah meningkatkan kalian tentang
hari ini akan ada namanya hari ini hari
pertemuan dengan Allah, hari hisab, hari
kiamat qolu bala kata mereka benar tentu
Akan tapi telah tetap keputusan Allah
Subhanahu wa taala bahwasanya azab akan
menimpa orang-orang kafir.
Dikatakan kepada mereka, "Masuklah
kalian kepada neraka lewat
pintu-pintunya. Khidina fiha kekal di
dalamnya. Fabi matwal mutakabbirin. Maka
sungguh buruk tempat kembali bagi
orang-orang tempat tinggal orang-orang
yang sombong.
Tap jadilah mereka digiring mereka tidak
mau dipaksa. Ya, ketakutan yang luar
biasa. Bayangkan ya.
Ketakutan luar biasa. Sampai di tengah
mereka ditanya sama malaikat, "Bukankah
Rasul telah datang?" Mereka gak bisa
mengingkari. Jadi ini kata para ulama
ini adalah azab rohani sebelum azab
jasadi.
Jadi mereka dipermalukan.
Sudah datang rasul enggak? Sudah. Mereka
dibacain enggak? Sudah ngeri. Dan mereka
ingat semua
apa yang telah Makanya ditanya tentang
waktu di dunia ditanya dan mereka ingat.
Jadi orang ketika di akhirat ingat masa
lalunya semua.
Ingat masa lalunya.
Ya.
Tetapi kata para ulama, kalau
orang-orang penghuni surga sudah masuk
surga yang dia ingat masa lalu yang
indah-indah saja, tapi masa lalu yang
buruk yang membuat dia sedih tidak akan
ingat. Gak ingat waktu ditolak? Enggak.
Enggak. Jadi ingat-ingat masa lalu yang
buat mereka tambah bahagia, mereka
ingat.
Makanya dalam Alquran
mereka saling ngobrol penghuni surga
saling tanya-tanya
maka mereka bilang kami dulu di dunia di
tengah keluarga kami rasa takut
maka karena kami takut kepada hari
akhirat Allah selamatkan kami dari azab
neraka jahanam inna kunna
minqoblu nadu kami dahulu berdoa
beribadah kepada Allah innahual barurah
rahim sungguhnya Allah maha baik maha
penyayang di sini menunjukkan mereka
ingat masa masa lalu.
Kemudian dalam ayat yang lain dalam
surat Safat, qala qilum minhum eh qil in
innahu
liqarin. Ya
dulu saya punya teman dia ingat
yaqu innaka laminal musoddiqin. Dulu ada
temanku teman dekatku dia ingin
menyesatkan aku. Yaaklu inak minal
musikin. Apakah kau benarin bahwasanya
akan ada hari kebangkitan?
Kalau kita sudah mati jadi
tulang-berulang, kita akan dibangkitkan
lagi, diberi pembalasan.
hal antum mutun
jah
min kata dia sama teman-temannya di
surga eh mau lihat kawan saya yang dulu
enggak yang pernah bikin syubhat
bilang Tuhan tidak akan bisa
membangkitkan coba lihat lihat sini eh
ternyata lagi di neraka kebakaran
kemudian dia ngomong sama orang tersebut
inta
Kau dulu hampir saja membuat saya ragu
dengan hari kebangkitan.
Kalau bukan karena nikmat Allah, saya
tentu sama dengan kau di situ. Jadi masa
lalu diingat.
Tapi penghuni surga kata Thab bin Asur
dalam tafsirnya yang diingat masa-masa
yang indah.
Paham? Seperti ada penghuni surga an
rajulan istanaahu fara. Ada seorang
penghuni surga rajulan min ahl jannah.
Ada seorang penghuni surga minta izin
kepada Allah untuk bisa bercocok tanam.
Ya Allah, saya pengin cocok tanam. Minta
izin. Kata Allah, lasta fi'ta. Bukankah
kau minta apa saja pasti dikasih? Kata
dia, "Bala ya." Terus kenapa minta cucuk
tanam? Dia saya bilang, dia bilang,
"Saya tahu saya minta pasti dikasih."
Walakini uhibbu an azra. Tapi saya lagi
pengin cocok tanam. Berarti dia ingat
masa lalu enggak? Nostalgia ketika lagi
tanam. Dia pengin ulang di akhirat kata
Allah, "Silakan."
Fabadaro. Maka dia pun tanam bijinya.
Fabad
nabatuhu
wastiwau wastiaduhu
jibal. Maka dia taruh biji belum dia
kedip sudah tumbuh langsung panen
sebesar sebesar gunung. Karena di surga
enggak ada ngantri. Ngantri cuma di
dunia.
Jadi kenapa dia minta untuk apa? Minta
untuk bersanam. Berarti dia ingat masa
lalu enggak? Masa lalu yang indah.
Makanya kalau antum di surga,
mudah-mudahan kita masuk surga ya. Amin.
Terus ternyata di surga ada yang minta
cilok. Ah, ini
ini orang Jakarta Timur kayaknya.
Apa? Seblak apa namanya?
Hah?
Seblak. Saya enggak pernah makan tlak.
Sering lihat judul-judulnya. Seblak,
cilok, ci apa lagi? Macam-macam namanya.
Hah?
Cilok, cilong, cilok, ci apa macam.
Seblek sampai sekarang saya belum tahu
seblek itu apa.
Apa? Seblak. Seblak.
Jadi menunjukkan mereka ingat masa lalu.
Mereka ingat masa lalu. Makanya malaikat
tanya, "Alam yatikum rusulum minkum
yatluna alaikum ayatiibikum." Bukankah
dulu Rasul pernah datang nyampaikan iya?
Iya. Dia ingat. Dia ingat. Tapi ingat
yang mengerikan membuat mereka semakin
apa? Menyesal. Itulah siksaan batin yang
dialami oleh orang-orang penghuni
neraka. Mereka sebelum disiksa fisik
sudah ketakutan luar biasa. Bukankah?
Bukankah? Bukankah? Sehingga mereka
enggak bisa jawab apa-apa.
Dan inilah benar yang disebutkan dalam
Islam bahwasanya inilah namanya
pembalasan. Pembalasan itu seorang
dibalas dan dia ingat masa lalunya.
Kenapa dia diginikan sekarang? Adapun
kaidah misalnya yang diyakini oleh
sebagian orang tentang reinkarnasi itu
tidak tidak metode pembalasan tidak
logis.
Seperti saya katakan, ada orang sekarang
meyakini dia adalah kehidupan yang
ketujuh sehingga dia sekarang jadi orang
kaya. Kena dari mana kau tahu kau kaya?
Ya, karena mungkin dulu kehidupan
sebelumnya saya dari mana kau ingat
enggak? Enggak ingat ya. Kalau enggak
ingat apa itu namanya? Pembalasan.
Pembalasan tuh kalau saya ingat sekarang
saya kaya karena dulu saya baik.
Sekarang saya hidupan berikutnya. Itu
namanya pembalasan. Tapi orang sekarang
yang tanya semua orang apa dia ingat
masa lalunya?
Kalau dia meyakini dia ini kehidupan
yang kesekian kali, apakah dia pernah
ingat kehidupan sebelumnya?
dia enggak pernah ingat berarti memang
tidak ada. Berarti reinkarnasi itu hanya
khayalan. Dan kalau dikatakan
reinkarnasi adalah salah satu bentuk
pembalasan, maka pembalasan yang apa
gimana namanya dibalas tuh? Kalau dia
ingat masa lalu sekarang dapat apa, itu
baru namanya pem pembalasan. Adapun masa
lalu tidak ingat kemudian tahu-tahu dia
jadi kaya ya itu bukan balasan. Yang
benar masa lalu hidup sebelumnya itu gak
ada. Enggak ada. Ya, paham maksud saya.
Maka di sini maka malaikat bertanya,
mereka ingat. Qolu bala. Iya. Iya. Ya
sudah, saatnya kalian diazab. Walakin
haqqat kalimatul adzabi alal kafirin.
Maka kekafiran mereka yang buat mereka
masuk dalam neraka jahanam. Qil dukulu
abwaba jahanam. Dikatakan kepada mereka,
"Ayo tafadol masuk ke neraka jahanam.
Api yang menyala-nyala mengerikan.
Kata Allah Subhanahu wa taala, fabi
kholidina fiha kekal di dalamnya. Sudah
dibakar dan kekal mengerikan.
Siksaan yang mengerikan dan kekal.
Seandainya tidak kekal masih bisa
disabarin.
Makanya ketika kekal percuma sabar. Kata
para penghuni neraka. Sawaun alaina
ajazna amarna maana mim mahis. Sama
saja. Mau sabar, mau teriak-teriak,
enggak ada solusi.
Kalau di dunia kita sabar, ada solusi.
Sabar-sabar akan ada solusi. Entah kita
meninggal, entah selesai ujian tersebut,
tapi ada solusi. Sabar, sabar sampai ada
solusi. Lama-lama juga kalau sabar,
lama-lama ringan. Pertama berat,
lama-lama ringan. Itu n sabar. Terkena
musibah, pertama berat, lama-lama
ringan. Biasa lama-lama hilang atau
enggak mati. Ya, tapi kalau di akhirat
di neraka gak ada lama-lama ringan
terus
bahkan semakin pedih.
Walan nazidakum illa adzaba. Kami tidak
berikan tambahan kecuali semakin apa?
Semakin pedih. Ngeri.
Lihat teman juga kena musibah bukannya
meringankan tambah sambah maki-maki di
antara mereka.
Kalau di dunia ada orang sakit, kita
sakit, oh ada teman. Jadi apa? Lebih
sabar. Oh, bukan saya aja ternyata
banyak teman. Kalau di neraka teman
semua tambah bikin jengel. Kau juga ya
kau juga.
Fainnahum yaumaidin fil adabi
mustariquun. Mereka pada hari kiamat
tersebut sama-sama diazab dan tidak akan
mengurangi
penderitaan mereka.
Jadi yang lebih mengerikan selain mereka
diazab ternyata mereka diazab dengan ke
kekal. Ini yang sudah selesai.
Fabi matal mutakabbirin. Maka sungguh
buruk tempat tinggal orang-orang yang
sombong.
Neraka itu tempat tinggal orang yang
sombong. Menunjukkan bahwasanya orang
sombong tidak berhak masuk surga. Ya.
Masuk surga hanya orang tawa tawadu.
Maka jangan sekali-sekali kita punya
kesombongan.
Tidak masuk surga orang dalam hatinya
ada kesombongan. Cek-cek hati kita.
Sombong karena pintar, sombong karena
ilmu, sombong karena jabatan,
sombong karena punya karya. Hati-hati
sombong. Sombong karena nasab ya.
Sombong karena cantik. Sombong karena
ganteng. Sombong karena badannya kekar
ya. Banyak hal yang bisa bikin orang
apa? Sombong. Hati-hati.
Batharul haqamtunas. Sombong itu menolak
kebenaran. dan merendahkan manu manusia.
Kapan timbul dalam kita merendahkan
manusia? Maka kita bilang auzubillahim
minasyaitanirrajim.
Auzubika minal kibr. Ya Allah kemu dari
dari rasa sombong. Karena orang sombong
tidak pantas masuk surga.
Yang pantas dia masuk neraka. Fabi
matswal mutakabbirin. Maka neraka
jahanam seburuk-buruk tempat tinggalnya
orang-orang yang sombong. Dan pimpinan
kesombongan adalah iblis.
Iblis yang tinggal di neraka. Kemudian
mengajak orang-orang sombong yang yang
lain. Kapan hati kita terbetik ingin
sombong, kita lawan. Kita ini siapa?
Kita ini bukan siapa-siapa. Masih banyak
orang hebat daripada kita. Kita
kehebatan pun Allah yang ka kasih. Allah
bisa cabut kapan saja. Kita ini bukan
siapa-siapa. Siapa yang mau sombong?
Jalan aja. Kata Allah, "Lan takriqal
ard." Tidak ada bumi yang bolong kalau
kau jalan. Paham? Tinggimu juga tidak
setinggi apa? Setinggi gunung kok.
Panjangmu paling cuma 1,6 * 1/ m.
Kalau kau mati juga enggak ada masalah
di dunia ini. Kalau kau hidup mungkin
bikin masalah.
Terus apa yang mau kau sombongkan? Ya
demikian saja kajian kita. Insyaallah
kita lanjutkan pertemuan terakhir
tentang tafsir Azzumar pada kesempatan
yang lain. Demikian wabillah taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.