File TXT tidak ditemukan.
Transcript
f-gNgq9lbYo • Kitab Riyadush Shalihin 2.93: Kewajiban Penguasa Untuk Berbuat Baik Kepada Rakyatnya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2608_f-gNgq9lbYo.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufiki wtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan ee masih tentang kewajiban penguasa untuk berbuat baik kepada rakyatnya. Wa Abi Hurait radhiallahu anhu qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Kanat banu israil tasusuhumul anbiya." Dahulu bani israil yang mengatur mereka adalah para nabi. Ya. Kullama nabiyun khalafahu nabiyun. Setiap ada nabi yang meninggal maka diganti nabi berikutnya. Wa innahu la nabiya ba'di. Dan sesungguhnya tidak ada nabi setelahku. Wasakunu ba'di khulafa fayakun. Akan datang setelahku para khalifah dan mereka akan banyak. Qua Rasulullah. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, fama tamuruna? Apa yang kau perintahkan kepada kami terkait dengan para khulafa, para khalifah tersebut?" Qala rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Aufu bibaiatil awal fal awal." Penuhilah baiat yang pertama dan yang selanjutnya. Tumma umum haqqahum. Kemudian berikanlah kepada para khalifah tersebut hak mereka. Wasalulullah lakum. Adapun hak kalian mintalah kepada Allah. Fainnallaha sailuhum ammahum. Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada para khalifah tersebut atas apa yang Allah amanahkan kepada mereka. muttafaqun alaih. Hadis ini menjelaskan bahwasanya ya Bani Israil dahulu yang memimpin mereka adalah para nabi. Dan kita ketahui nabi yang dikenal pertama sebagai nabi sekaligus sebagai penguasa adalah Nabi Daud Alaih Salam. Setelah itu kemudian Nabi Sulaiman, nabi dan juga sekaligus raja ya. Dan setelah itu kemudian nabi-nabi yang lain juga yang ngatur mereka adalah para nabi ya. Dan setiap ada nabi meninggal maka diganti dengan nabi yang lain. Oleh karenanya nabi di kalangan Bani Israel sangat banyak. Bahkan dalam satu waktu bisa ada beberapa nabi dalam satu waktu. Contohnya seperti di zaman Nabi Isa ada Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Nabi Nabi Yahya, Nabi Zakaria, Nabi Isa dalam satu waktu. Jadi mereka banyak nabi dan kalau yang ngatur nabi urusannya gampang ya. Karena nabi langsung dapat wahyu dari Allah Subhanahu wa taala. Mereka maksum. Mereka tidak akan melakukan ee pelanggaran karena langsung dibimbing oleh Allah Subhanahu wa taala. Tetapi Rasulullah mengingatkan, "Saya adalah nabi terakhir. Setelah saya tidak ada lagi nabi lagi. Yang ada setelahku adalah khulafa para khalifah. fayaksurun dan mereka akan banyak dan namanya kalau khalifah bukan seorang nabi tentu sangat mungkin mereka dikuasai oleh hawa nafsu sangat mungkin mereka akan berbuat zalim ya berbeda dengan nabi-nabi di kalangan Bani Israil karena mereka para nabi yang memimpin jadi perkaranya langsung wahyu dari Allah Subhanahu wa taala. Adapun para khulafa, para khalifah khulafa jamak dari khalifah ya. Adapun para khalifah mereka tidak dapat wahyu dari Allah. Maka di sinilah para sahabat bertanya, "Fama tammuruna?" Kalau begitu, apa yang kau perintahkan kepada kami? Menyikapi para khalifah-khalifah tersebut yang mungkin mereka saling rebut-rebutan kuasaan, saling bunuh-bunuhan, saling memberontak di antara mereka dan itu banyak terjadi ya. Dalam satu negeri ada dua dualisme kepemimpinan ya, ribut antara kakak dan adik misalnya ya. Dan itu terjadi dan banyak terjadi ya. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ufu bibaiatil awal." Maka penuhilah yaitu baiat yang khalifah yang pertama. Fal awal baru yang kemudian yang berikutnya. Jadi kalau sudah ada khalifah yang datang sudah kalian sepakati kemudian datang khalifah berikutnya maka jangan didengar. Bahkan dalam hadis yang lain kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ya maka bunuhlah alakhar kainan manana. bunuhlah yang datang kedua, apapun siapapun dia. Ya, karena di sini syariat memandang untuk menjaga maslahat yang besar yaitu persatuan kaum muslimin di atas khalifah yang pertama. Kalau muncul khalifah kedua ingin mengganggu khalifah yang pertama, maka hendaknya khalifah yang kedua yang dibunuh. Benar itu kemudaratan, tapi kemudaratan ini harus ditempuh untuk menolak kemudaratan yang lebih besar. Ini dalam kaidah usul fikiah namanya irtikabu akidarain. Menempuh mudarat yang lebih ringan dalam rangka menolak kemudaratan yang lebih besar. Maka rasul mewasiatkan, "Penuhilah baiat yang pertama." Ya, baru yang kemudian beri berikutnya. Tumma auhum haqqahum. Kemudian berikanlah kepada mereka hak mereka. Yaitu kau sebagai rakyat, kalian sebagai rakyat taat kepada ee aturan penguasa. Mereka punya hak untuk ditaati. Selama mereka memerintah kepada kebaikan harus ditaati. Ya. Ee selama mereka mengajak kepada kebaikan maka wajib untuk taat. Berbeda kalau mereka menyeruh kepada keburukan maka la thaata limakluqin fi maksiatil khaliq. Tidak boleh taat kepada manusia dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Kemudian kata Nabi, "Wasalullahalladzi lakum." Adapun kalau hak kalian tidak dikasih, penguasa zalim, ya mungkin tidak memberikan hak kalian, maka minta kepada Allah. Ya, Rasulullah tidak nyuruh berontak kemudian apa namanya? Bunuh sang khalifah. Enggak. Rasulullah bilang, "Was'allahalladzi lakum." Mintalah kepada Allah hak kalian. Kenapa? Fainnallaha sailum. Allah akan bertanya kepada mereka amarahum atas rakyat mereka. Di sini Rasulullah sahu alaihi wasallam mengajarkan bahwasanya aturan yang berlaku demi kemaslahatan ya maka taat kepada penguasa tidak boleh memberontak kepada mereka. Dan ini sudah dijelaskan dalam akidah ahlusunah wal jamaah bahwasanya penguasa selama masih muslim maka tidak boleh memberontak. Kalau mereka kafir, murtad dengan kemurtadan yang jelas, misalnya pindah agama atau mencaci Al-Qur'an, mencaci Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan kekufuran yang nyata. Ya illa antaru fihim kufran bawahan aakum fihi burhan minallah. Kecuali kalau kalian melihat mereka melakukan kufuran yang nyata. Yang jeljas kau punya dalil, yang jelas tidak ada yang khilaf tentang kekufurannya, maka saat itulah boleh angkat angkat senjata. Itu pun dengan syarat jika kau mampu melawan, jika kau mampu untuk merubah. Jika tidak mampu maka tidak boleh. Jadi akidah ahlusunah wal jamaah disebutkan dalam buku-buku akidah selama penguasa masih muslim meskipun dia zalim, meskipun dia pelaku dosa besar, meskipun dia pelaku maksiat yang ada hanya memberi nasihat semaksimal mungkin tapi tidak boleh angkat senjata memberontak. Dan ini membedakan antara akidah ahlusunah dengan khawarij dan muktazilah. Kalau khawarij mengatakan penguasa pelaku dosa besar kafir maka harus dibunuh. Demikian juga Muktazilah mengatakan penguasa pelaku dosa besar wajib dilengserkan dan itu adalah kewajiban. Adapun dengan cara apapun adapun ahlusunah wal jamaah enggak. Bahwasannya selama mereka masih muslim berusaha menestasi dengan cara yang baik dengan semaksimal mungkin tidak boleh memberontak kecuali kalau kafir. Kalau sudah kafir apakah wajib berontak? Lihat lagi. Karena amar makruf nahi mungkar dibangun di atas maslahat. Kalau memiliki kekuatan untuk melengserkan pemimpin kafir, maka lakukan. Jika tidak, maka hendaknya bersabar. Rasulullah mengatakan, "Kalau kalian tidak diberikan hak kalian, mintalah kepada Allah Subhanahu wa taala." Ini ujian ujian hidup dapat penguasa zalim, hak rakyat ditahan. Maka Rasulullah tidak suruh angkat senjata, perangi, bunuh, singkirkan, lengserkan dengan paksa, enggak. Tapi mintalah kepada Allah. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Para penguasa akan dimintai pertanggungjawaban. Ya, TB. Ini ee peringatan kepada para penguasa ya yang tidak memberikan hak rakyat maka mereka akan diberdirikan di hadapan Allah subhanahu wa taala dan Allah akan menghisab mereka meminta pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan. Dan semakin banyak rakyat maka semakin besar tanggung jawab di akhirat kelak. Ya tentu tidak sama kerajaan yang atau negara yang rakyatnya cuma mungkin 20 juta, 30 juta. Tidak sama dengan seperti kita. Berapa juta? juta. Yang ada KTP-nya. Yang enggak ada KTP-nya [tertawa] tentunya ee perkara besar ya. Perkara besar. Tidak tidak tidak mudah menjadi seorang penguasa ke tanggung jawabnya sangat sangat besar. Tapi kalau seorang penguasa sudah berusaha semaksimal mungkin. Kaidahnya fattaqulahaum. Bertakwalah semampu kalian. Maka yang di luar kemampuan dia, Allah tidak akan bebani. La yukahu nafsan. Allah tidak meluar kemampuan. Tapi jika dia malas-malasan, tidak bersungguh-sungguh, maka dia akan binasa pada hari kiamat kelak. Hadis berikutnya. Wa an aid bin Amr radhiallahu anhu annahu dakala ala Ubaidillah bin Ziyad. Faqala lahu ayu bunayya. A bin Amir. Ait bin Amr radhiallahu anhu dia masuk menemui Ubaidillah bin Ziyad. yaitu seorang penguasa. Kemudian dia berkata, "Wahai putraku," yaitu panggilan penuh kasih sayang. Ini lebih tua ini penguasanya masih muda. Maka dia panggil, "Ya bunayya wahai putrak." Inni samu Rasulullah sahu alaihi wasallam yaakul aku mendengar rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Inna syaria alutamah." Sesungguhnya seburuk-buruk penggembala ya adalah alhutamah, yaitu yang menggiring gembala dengan kasar. penggembala kambing atau unta dengan kasar didorong dengan kasar dicambuk dengan kasar kemudian dibawa ke tempat air minum dengan kasar ya sedikit-sedikit dihajar sikit dipukul ini adalah seburuk-buruk penggembala ya dia ingin menyampaikan waspadalah kalau menggembalakan unta dengan kasar adalah buruk di sisi Allah apalagi mengurusi manu manusia mengurusi manusia maka kalau ada penguasa yang merepotkan kan rakyatnya, memberatkan rakyatnya urusan ini, urusan ini, bayar ini, bayar anu sehingga rakyat merasa berat ya merasa berat seperti misalnya ee pajak yang berlebihan sehingga akhirnya menjadikan usaha pada rusak, usaha pada buyar sehingga banyak pengangguran. Nah, ini merepotkan rakyat ya. dibebani ini, dibebani itu, harus bayar ini, harus bayar itu. Urusan-urusan tidak bisa lancar, urusan susah di disengaja direpotkan oleh penguasa ya. Maka dia adalah orang terburuk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ya, maka seorang ee berusaha tidak merepotkan rakyat, tapi berusaha melakukan terbaik untuk rakyat. Jangan kasar dengan rakyat, jangan kasar dengan kata-kata. Jangan kasar dengan perbuatan. Ya, jangan bersikap tangan besi, ya. semua dengan kadar dan ukurannya. Bukan berarti tidak boleh bersikap tegas, boleh tetapi jangan sampai kesannya menyusahkan rakyat secara umum. Ya, kalau ada perkasus ya permasalahan harus dikerasi, ditegasi, yaitu hak penguasa ya. Faaka an takuna minhum. Kemudian kata sahabat ini, kata S mengatakan, "Seburuk-buruk penggembala adalah yang kasar dalam menggiring untanya." Kemudian dia berkata, "Hati-hati, jangan sampai kau termasuk dari mereka. Jangan sampai kau termasuk dari mereka, yaitu dalam membimbing rakyat, dalam mengurusi rakyat. Maka jangan jangan kasar, ya. Jangan merepotkan merepotkan mereka ya. Tib hadis berikutnya. Wan Abi Maryam al-Azdi annahu qala li Muawiyah. Dari Abu Maryam al-Azdi radhiallahu anhu. Dia menasihati Muawiyah. Muawiyah sebagai penguasa ketika itu. Dia berkata kepada Muawiyah radhiallahu anhu. Samu Rasulullah sahu alaih wasallam yaakul. Aku mendengar Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Man wallahullahu saian min umuril muslimin." Siapa yang Allah berikan dia ke kekuasaan untuk mengurusi suatu urusan kaum muslimin. Ya. Jadi tidak harus penguasa tinggi, tidak harus. pokoknya dia ngurusi urusan kaum muslimin, instansi tertentu ya ee apa namanya lembaga pemerintah tertentu, pokoknya urusan kaum muslimin dia urusin. Tidak harus penguasa paling besar seperti presiden, tidak harus gubernur, tidak harus ee bupati, tidak ya. Pokoknya urusan terkait urusan kaum muslimin. Man wallahullahu saian min umril muslimin. Siapa yang diberi kekuasaan oleh Allah sesuatu urusan urusan kaum muslimin. Fahtajaba duna hajatihim wahallatihim. Kemudian dia ihtijab yaitu dia tidak mau ketemu langsung, dia tidak mau ngurusin, dia menghindar. Fahtaj maksudnya dia berhijab. Maksudnya dia menghindar ya sehingga tidak mengurusin kebutuhan keperluan kaum muslimin wa faqrihim dan keperluan mereka. hajati maka Allah juga akan menghindar dari keperluannya dan kebutuhannya kepada Allah yaumalqiamah pada hari kiamat kelakala Muawiyatuan ala hawajinas. Kemudian Muawiyah mendengar nasihat dari sahabat Abu Maryam alazdi ini. Maka kemudian dia mengangkat seorang seseorang menjadi pejabat untuk ngurusin keperluan manusia untuk mengenal kebutuhan masyarakat ya. Karena dia takut ya, karena mungkin dia tidak mampu, dia tidak mampu untuk selalu muncul, maka dia kirim wakil yang selalu me apa namanya? Langsung terjun ke masyarakat untuk mengenali kebutuhan kebutuhan mereka. Bukan menghindar. Ada keperluan menghindar. Kalau kau tidak mampu ada wakilmu, ada wakilmu. Maka ini dalil tentang bahwasanya tidak semua orang bisa jadi penguasa. Kalau penguasa tidak mampu untuk mengenali kebutuhan masyarakat bahkan berusaha menghindar ya, maka dia akan dijauhi oleh Allah pada hari kiamat kelak. Di hari kiamat dia butuh kasih sayang Allah, dia butuh pengampunan Allah, ya dia butuh dimaafkan oleh Allah, ya Allah akan menghindar. Karena selama ini di dunia dia menghindar dari kebutuhan masyarakat. Dia tidak mau tahu, ya. Tidak tidak mau tahu ya. seperti ada suatu tempat kemudian ngurusin begitu banyak kemudian setiap ada yang datang menghindar menghidar menghindar kemudian alasan ya kami cuma berapa orang gimana ngurusin ribuan orang ya bukan begitu jawabannya ya ya kalau kau gak bisa enggak usah harus bikin sistem gimana bisa mengenali kebutuhan masyarakat dan bertakwa semampunya bukan berarti semuanya harus kau bisa kerjakan tapi tunjukkan kau berusaha dan kau punya kemampuan terbatas sehingga masyarakat bisa memahami. Adapunah kami cuma berapa orang? Kami rusan ribuan orang. Itu terjadi sebagian daerah seperti itu ya dengan omongannya dengan ingin berlepas diri dengan gampangnya. Kami cuma orangara yang ngurusin berapa ribu orang ya. Kalau enggak bisa, enggak usah jadi pemimpin. J kau tamak jadi pemimpin. Bayar sana, bayar sini ya. Sogok sana, sogok sini, kemudian menuju neraka jahanam. Buat apa? Kalau tidak mampu, enggak usah. Kalau mau jadi pemimpin harus siap. Siap mengurusi masyarakat. tugasmu mengurusi masyarakat amal saleh yang terbaik menjadi penguasa ngurusi masyarakat kalau enggak mampu mundur. T saya sudah sampaikan bagaimana Rasul sahu alaihi wasallam menasihati Abu Dzar ya Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Inni uhibbuka fillah wa inni araka diifan ya saya mencintai engkau karena Allah wahai Abu Dzar dan aku melihat engkau adalah orang yang lemah ya fala tawallayanna alatnain." Jangan kau jadi memimpin terhadap dua orang. Ya, jangan sampai menjadi pemimpin. Karena meskipun Abu Dzar al-Ghifari adalah seorang yang taat bertakwa kepada Allah, tapi masalah kepemimpinan butuh keahlian tersendiri. Kalau tidak punya keahlian, tidak punya kemampuan ngurus rakyat, gak usah. Ya gak usah. Maka ini peringatan keras kepada para penguasa dan gak tidak mesti harus penguasa besar ya. urusan-urusan rakyat ya, urusan urusan rakyatlah, urusan SIM, urusan surat-surat, urusan agraria, urusan apa saja ya kalau menghindar-menghindar ini bukan menghindar malah merepotkan. Suruh bayar, suruh sogok ah binasa. Binasa mending mundur dari sekarang. Uang yang didapati dari sogoan-sogan tersebut cepat habis uang selesai, habis selesai itu sisa hisab. Sisa hisab ya. Makanya ee seorang harus menghadirkan di dalam benaknya kalau dia diberi beban untuk ngurusi rakyat itu adalah amal saleh. Maka dia berusaha semaksimal mungkin. Kalau tidak mampu Allah akan beri. Maksudnya kalau dia sudah semaksimal mungkin tidak bisa menyelesaikan uzur di hadapan Allah. Fattaqulah atau bertakwalah semampum la yuklahu nafsan Allah tidak men luar kemampuanmu. Adapun kau berusaha menghindar, cari alasan duduk manis, tidak berusaha mengetahui urusan orang atau mengangkat penjilat, ya penjilat ini cuma oh aman bos semua aman. Gimana aman? Orang kelaparan aman dari mana? Lapor selalu, "Bos. Baik, Bos. Baik, Bos. Baik, Bos. Ini repot seperti ini. Ini tidak tidak akan memberikan uzur kepada sang penguasa pada hari kiamat kelak. Lihat Muawiyah radhiallahu taala anhu mendengar nasihat dari sahabat tersebut, Abu Maryam al-Azdi radhiallahu anhu karena dia mengatakan, "Samiu Rasulullah." Aku mendengar Rasulull sallallahu alaihi wasallam bersabda. Maka dia segera mengambil pejabat untuk mengenali kebutuhan ee rakyat. Maka siapa yang menyusahkan rakyat, dia akan disusahkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang tidak mengurusi kebutuhan rakyat, dia tidak akan diurusin pada hari kiamat kelak oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan siapa yang tidak diuruskan oleh Allah subhanahu wa taala, maka dia akan binasa pada hari kiamat kelak. Bab kita masuk pada bab berikutnya. Babu al-wali al-adil. Bab penguasa yang adil ya. Penguasa yang yang adil ya. Al Imam Nawawi rahimahullah membawakan firman Allah. Qallahu taala innallaha ymuru bil adli wal ihsan. Ini sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil dan berbuat baik. Ya, berbuat baik adil kepada ee bawahan dan berbuat baik kepada bawahan. Ya, di antaranya kepada rakyat. Berbuat adil kepada rakyat dan berbuat baik kepada rakyat. Ya, waqsitu innallaha yuhibbul muqsitin. Demikian juga Allah berfirman berbuat adilah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang berbuat adil. Sesungguhnya orang Allah mencintai orang yang berbuat adil. Kemudian al Imam Nawi rahimahullah membawakan hadis. Hadis pertama hadis yang masyhur tentang tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak. Wahai Hurait radhiallahu anhu dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu an Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau berkata sabaatun yudillumullah fiillihi yaumailla illuh. Tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak di bawah naungan Allah yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah subhanahu wa taala. Maksudnya yaitu di bawah terik matahari yang jaraknya 1 mil. Dan naungan tersebut maksudnya adalah fidilli arsyillah. Dalam sebagian riwayat disebutkan itu naungan arsy Allah subhanahu wa taala. Dan tidak ada naungan kecuali naungan Allah subhanahu wa taala. Siapa tujuh golongan tersebut? Pertama imamun adil. Imam yang adil. Yang kedua, nasya fi ibadatillah. Anak muda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah. Warulunbu mu fil masajid. Seorang yang hatinya digantung atau jantungnya digantung di masjid-masjid. Yang keempat, warulani tahabba fillah alaihi wa tafarq alaihi. Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul karena Allah. Mereka berpisah karena Allah. Seorang laki yang dirayu oleh seorang wanita yang punya kedudukan entah harta entah ee kedudukan wajamalin dan cantik jelita untuk diajak berzina. Faqala inni akhafulah. Dia berkata, "Aku takut kepada Allah." Yang keenam, badaqatin faakha. Seorang bersedekah kemudian dengan suatu sedekah lantas dia sembunyikan sedekah tersebut. Hattafiam sampai yang tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Dan yang ketujuh, warulunakarallah khalian fafad ainah. Dan seorang yang mengingat Allah subhanahu wa taala sendirian kemudian dia pun menangis. Dua matanya mengeluarkan air mata muttafaqun alaih. Kalau kita lihat tujuh golongan ini semuanya orang-orang hebat ya dan amalan mereka berat ya. Imam yang adil sangat berat. Gimana imam adil? Enggak gampang. ujian ee kesempatan ya ee besar untuk berbuat zalim, untuk memperkaya diri sendiri, memperkaya keluarga sendiri, untuk ee tidak adil. Kemungkinan tidak adil sangat besar ya dan sangat sulit. Yang kedua kita lihat syabun nasya fi ibadatillah. Anak muda yang tumbuh dalam ketatan kepada Allah ini juga susah. Namanya anak muda pengin coba-coba kepo kapan lagi katanya kesempatan masih muda nakal ya kalau sudah tua kita pensiun kita ee insaf padahal sebelum sampai tua sudah meninggal dulu tapi ada anak muda yang tumbuh dalam ketaatan ini luar biasa ya makanya dalam disebutkan apa namanya ajaballah min syabin laisa lahu shwah laisat lahu shwah Allah takjub dengan anak muda yang tidak punya ee kenakalan an dari muda sudah baik ya. Seperti sirah para ulama ya, bagaimana mereka sejak muda bertakwa kepada Allah kemudian memang sudah rajin ibadah ya dan ini susah apalagi zaman sekarang anak muda yang taat kepada Allah ya. Yang ketiga ee susah juga rajulun qolbu muallaqun fil masajid. Seorang yang hatinya nyantol di masjid. Ya, ini maksudnya dia keluar masjid tapi hatinya nyantol di masjid. Artinya dia selalu rindu ke ke masjid. Rindu ke masjid, nyaman di masjid. Ya, kalau dia keluar, dia nunggu kapan dikumandangkan azan agar dia bisa semangat ke masjid. Dia ke masjid dengan penuh semangat ya dari hatinya ya. Bukan dia senang kalau hujan. Alhamdulillah hujan jadi uzur salat di rumah. Bukan. Dia senang ke ke masjid. Senang ke ke masjid ya. Sehingga kalau ada panggilan maka dia semangat ke masjid karena dia memang rindu ke masjid. Ini juga enggak enggak gampang ya. Enggak gampang ya. Yang keempat, dua orang saling mencintai karena Allah, berpisah karena Allah dan bertemu karena Allah. Bahwasanya persahabatan mereka bukan karena duniawi sama sekali, tapi karena Allah subhanahu wa taala. Ini juga komitmen terhadap persahabatan. Karena Allah juga tidak mudah. Ada hak-haknya, aturan-aturannya. Yang kelima lebih susah lagi. Seorang dirayu wanita cantik, jelita dan kaya raya. Dan dia berkata, "Aku takut kepada Allah." Antum mungkin enggak pernah ya seperti ini. Yang ada jelek yang merayu, miskin yang merayu. Ya, adapun cantik kaya, ngapain rayu antum? Rugi katanya. Jadi ini luar biasa. Orang ini diuji dengan ujian yang luar biasa. Karena kita tahu namanya wanita yang dicari oleh lelaki ya kalau cantik sekaligus karaya itu yang kita inginkan. Ya ini dirayu ya. Dia yang mulai lagi kirim WA. Kaifa haluk akhi. itu ada. Tapi kemudian dia mengatakan inni akhafulah aku takut kepada Allah. Ini berat. Yang keenam juga berat. Seorang bersedekah dia sembunyikan sedekahnya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disayang tangan kanannya. Ya karena namanya orang sedekah orang beramal saleh tap pengin diakui minta validasi. Maka dia cerita, "Saya sudah begini, saya sudah bangun ini, saya sudah sumbang ini, saya sudah biasa cerita, tidak ada lain, tidak ada niatnya untuk diakui agar diketahui bahwasanya saya juga sudah ee berbuat untuk Islam." Ya, adapun orang ini benar-benar dia sembunyikan sampai tangan kirinya tidak tahu. Padahal tangan kiri, tangan kanan adalah dua pasangan yang selalu bersama. Kegiatan tangan kanan biasanya dibantu oleh tangan kiri. Tapi ketika dia berbuat baik sampai sebagian anggota tubuhnya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya. menunjukkan dia benar-benar menyembunyikan amal amal salehnya. Ya, oleh seorang berusaha tidak mempublish amal salehnya sebisa mungkin tidaklah dia publish kecuali kalau benar-benar ada maslahat yang jelas. Adapun kebiasaan sedikit-sedikit publish, sedikit-sedikit cerita, sedikit-sedikit semua dicerita. Berbakti sama orang tua diceritain, sayang sama istri diceritain, sayang anak diceritain. Ya, berbuat baik sama tetangga diceritain, lagi umrah cerita, lagi haji cerita, semua diceritain. Yang tidak diceritain pas ngomelin istri aja. Semua dia ceritain. Lagi jalan-jalan naik motor barang, lagi mesraan sama istri, diceritain, dipublish. Ini kan amal saleh, sayang sama istri. Iya. Amal saleh tapi tidak semua harus diceritain. Ya. Berusaha amal kita sembunyikan, lebih aman ya. Lebih aman pahalanya juga lebih lebih besar. Sampai-sampai dia sembunyikan sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diisapatkan oleh tangan tangan kanannya. Ya. Kemudian yang terakhir, seorang yang tatkala bersendirian ingat Allah maka dia pun menangis. Ya, ini semua amalan yang berat ya. Siapa yang paling berat? adalah yang pertama imamun adil. Ini yang paling berat daripada seluruhnya. Oleh karenanya Nabi sebutkan dia yang pertama. Bahkan dalam sebagian perkata Ibnu Taimiyah, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwasanya imam yang adil adalah afdalul mujahidina fi zamanihi. Sebaik-baik mujahid di zamannya adalah pemimpin yang adil. Ya. Kenapa? Karena kalau dia adil yang merasakan keadilannya jutaan orang. Jutaan orang. Tapi kalau dia zalim, yang merasakan kezaliman juga jutaan orang. Maka seorang yang menjadi penguasa, dia di antara dua ya hal yang sangat besar. Sangat mudah meraih surga yang tinggi atau sebaliknya sangat mudah masuk terjerumus dalam neraka yang dalam. Karena kebaikan dia maupun kezaliman dia terkait dengan banyak orang. Terkait dengan banyak orang. Dia kalau mengeluarkan satu keputusan yang baik maka bermanfaat bagi jutaan manusia. Tapi kalau ternyata dia berbuat zalim, maka zalim juga kepada jutaan manusia. Dan Imam Adil ini mencakup segala kekuasaan. dijelaskan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu taala ya, apakah raja, apakah presiden, apakah bupati, apakah gubernur, ya demikian juga pengambil keputusan ya DPR atau MPR atau misalnya ee yang yang penting dia punya anak buah maka dia dikatakan seorang pemimpin. Bahkan seorang di rumahnya dia adalah pemimpin. Dia harus adil kepada anggota keluarga ya. kepada anggota keluarga ya, menteri misalnya yang mengambil keputusan keputusan tersebut terkait dengan kemaslahatan umat ya, maka ngeri kalau dia tidak bersungguh-sungguh dia asal-asalan buat keputusan ya kemudian akhirnya menzalimi banyak orang maka dia akan binasa pada hari kiamat kelak. Ngeri. Makanya apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? in rijalanillahiil haqq falahumunar yaumalqiamah. Sungguh sekelompok orang mengelola harta Allah, yaitu baitul mal, yaitu harta kaum muslimin tanpa hak, maka bagi mereka neraka pada hari kiamat kelak. Itu para Allah menjelaskan dia mengelola harta negara untuk kepentingan pribadinya, kepentingan keluarganya, kepentingan kelompoknya, kepentingan partainya. dia tidak adil ya, maka dia akan masuk neraka pada hari kiamat kelak. Tib. Maka seorang yang diberi kesempatan untuk menjadi penguasa atau jadi pejabat hendaknya dia memanfaatkan kekuasaan tersebut untuk berbuat adil sehingga dia menjadi orang terbaik di zamannya. Ya, jika tidak mampu mending dia mengundurkan diri. Kalau dia tidak mampu, mending dia mengundurkan diri daripada dia nanti repot dihisab pada hari kiamat kelak. Hadis berikutnya. Wa an Abdillah bin Amr bin Ash radhiallahu anhu qala atau radhiallahu anhuma. Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma. Karena Abdullah seorang sahabat dan bapaknya Amr bin Ash juga sahabat. Ya, adapun kakek mereka Alas bin Wail kafir. Olehnya kita mengatakan Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma semoga Allah meridai keduanya. Qala beliau berkata, qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Inal muqsitinaallahi ala manabiro minur." Sesungguhnya orang-orang yang adil pada hari kiamat kelak di sisi Allah di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Siapa mereka? Alladina yailun fi hukmihim. Yaitu orang-orang yang adil dalam hukum mereka. wa ahlihim dan juga keluarga mereka walu dan apa-apa yang di bawah naungan mereka, di bawah kekuasaan mereka. Di sini ee di antara dalil akan agungnya orang-orang penguasa yang adil dan penguasa tersebut ternyata tidak hanya terkait dengan penguasa negara atau penguasa provinsi, penguasa wilayah kabupaten, enggak. Bahkan yang di bawa juga yang penguasa-penguasa kecil bahwasanya kalau mereka adil maka mereka akan dimuliakan. Pertama Allah mengatakan innal muqsitina indallah. Mereka di sisi Allah itu dekat dengan Allah subhanahu wa taala itu minal muqarabin. Mereka termasuk yang didekatkan kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian ala manabir. Dan mereka di atas mimbar-mimbar yang agung. Min nur. Mimbar tersebut terbuat dari cahaya. Siapa mereka? Alladzina yailun. Orang-orang yang adil fi hukmihim dalam hukum mereka wa ahlihim dalam keluarga mereka wawalu dan apa yang di bawah kekuasaan mereka. Contoh selain penguasa misalnya hakim mereka adil dalam ee masalah hukum. Bahkan kalau kita baca misalnya tentang adab al-qudat, adab para qadi, maka harus adil terhadap orang-orang yang bersengketa. Ya, misalnya kalau manggil harus sama, ya. Jangan satunya ya Abu Fulan yang satunya. Heh kau ngapain? Enggak boleh. Kalau satunya dipanggil Abu, satunya juga Abu. Satunya dipanggil Pak, satunya panggil Pak. Gimana kabarnya, Pak? Eh, kau bagaimana? Ya, ini enggak boleh. Enggak adil dia. Enggak adil. Atau ketika dia berhukum, dia memandang satu dengan pandangan serius. Yang satu dia santai-santai sambil senyum. Enggak. Itu enggak adil. Dia enggak adil. Enggak usah jadi qadi. Enggak usah jadi qadi. Di luar lain beda, di dalam. Ya, makanya jadi qadi enggak gampang ya. Satu tanya dengan detail, satu cuma tanya sekedarnya. Ya. Ya. Gimana muadil sudah dibayar di belakang susah. Gimana muadil ini saudaranya gimana muadil ini iparnya? Repot. Maka kalau dia bisa adil tanpa sungkan-sungkan meskipun keluarganya, kerabatnya, temannya ya, maka dalam berbicara dia harus adil. Dalam memandang juga harus adil. Ya, makanya dikatakan fi lahzihi w lafzihi. Seorang qadi dia harus adil dalam pandangannya, dalam ucapannya. Jadi kalau satu dipandang dengan senyum, satu juga disenyumin. Kalau satu dengan tegas, satu pun ditegasin. Kalau tak tidak demikian, maka dia tidak adil kepada yang bersengketa. Ya, jangan keperkatan, pandangan pun dia harus harus adil. Ya, kalau satu dia dengar, yang lain harus juga didengar secara detail. Ya, dia dengar satunya, satunya juga dengar. Jangan satunya dia dengar, satunya dia tidak de dengar. Ya, maka menjadi qadi harus harus adil. Harus adil. Ya, satu anak pejabat maka dia gampangkan. Yang satu rakyat biasa maka dia habisi. Maka ini hakim seperti ini adalah finar di neraka jahanam. Ya, makanya ee kalau bisa hakim dikasih gaji yang besar, tapi kalau korupsi dipenggal itu bagus. H kasih gaji besar korupsi dipenggal bagus ya. Tapi jangan kasih gaji kecil. Karena kasih gaji kecil dia akan mudah di diganggu, akan mudah di sogok. Tapi kalau gajinya besar tapi dia adil ya dia punya ee haibah, punya karismatik, maka ini sangat penting bagi bangsa dan negara. Ya, kasih gaji besar tapi kalau melanggar hukumnya berat. Kemudian ee wa ahlihim. Demikian juga yang adil terhadap keluarganya ya. Kalau dalam keluarga adil kepada siapa? Kepada istri ataupun kepada kepada anak ya. Maka kalau punya istri 2 3 4 maka harus apa? Harus adil. Ya, kalau satu ya sudahlah. Adil terus ya. Tapi kalau dua, tiga atau empat maka harus adil. Dan terutama jatah nginap. Jatah nginap mabit harus a adil. Ya, ada aturan-aturan dalam ee beristri lebih dari satu. Ya, kalau tidak adil maka dia akan binasa pada hari kiamat kelak. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, manat lahumataniala ihdahuma jaa yaumalqiamati yquumail. Siapa yang punya istri dua dan dia condong kepada salah satunya, maka dia akan datang pada hari kiamat badannya miring. Dan ini menunjukkan dosa besar. Dosa dosa besar ya. Ee maka untuk perkara-perkara yang zahir maka dia harus adil ya mabit ya dia harus adil semampunya terutama perkara-perkara yang wajib ya. Adapun rasa cinta maka tidak bisa diatur hatinya. Rasul sahu alaihi wasallam dikenal lebih cinta kepada Aisyah daripada yang yang lainnya. Dan itu makruf di kalangan para sahabat. Tetapi ketika Rasulullah sahu alaihi wasallam sakit Rasulullah berusaha adil. Ketika Rasul sahu alaihi wasallam sakit parah, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tetap menggilir jatah nginap. Maka hari ini dia ke istri yang satu, besok dia pindah ke istri berikutnya. Padahal dia dalam kondisi sangat sakit. Sampai dia bertanya, "Aina ana godan besok saya di mana?" "Oh, di rumah si fulan." Dipindah lagi. Tanya lagi, "Besok saya di mana?" Dan dalam kondisi sakit parah, beliau tetap berusaha apa? A adil. Sampai istri-istri lain ngerti. Ya udahlah, repot-repot taruh aja rumah Aisyah. Semua sepakat karena sayang kepada Nabi sehingga mereka rida untuk Nabi dirawat rumahnya siapa? Aisyah. Enggak apa-apa kalau yang lain semuanya. Rasulullah tidak minta. Saya pengin di rumah Aisyah enggak. Tapi sisi Nabi yang lain mengerti. Ya. Diriwayatkan Nabi berkata, "Allahumma hadza qosmi fima amlik fala talumni fima tamlik wala amlik." Ya Allah inilah pembagianku yang aku mampu. Masalah mabit, masalah ee nafkah ya. Adapun masalah cinta, maka jangan kau cela aku pada perkara yang kau kuasai dan aku tidak kuasai. Itu masalah cinta. Maka seorang tidak bisa membagi cintanya kepada istri empatnya 25% 25% 25% 20% enggak bisa. Itu di luar kemampuannya. Bisa jadi 10 10 sisanya 70. [tertawa] Tapi dia tidak boleh kalau dia cintanya berbeda kemudian dia tidak adil. Ya, kalau tidak mampu enggak usah poli poligami. Kalau tidak mampu maka tidak usah poli poligami. Ya, dari situ makanya sebag ulama mengatakan hukum poligami hukumnya adalah makruh karena dikhawatirkan dia mempaparkan dirinya pada ketidakadilan. Ketika dia sudah tidak adil maka dia akan terjerumus dalam dosa besar. Dan bayangkan ketidakadilan tersebut bisa berlanjur, bisa berlangsung setahun, 2 tahun, 10 tahun, 30 tahun. Tiap hari dia berdosa. Tiap hari dia berdosa. Maka waspada. Yang kedua, kalau terhadap keluarga adalah adil kepada anak-anak. Anak-anak dalam hal pemberian, maka kebutuhan hidup mereka seperti sekolah berbeda. Kebutuhan anak TK dengan anak SMA gak jadi masalah, enggak perlu adil. Karena ini masalah kebutuhan. Yang satu butuh kendaraan, satu enggak perlu. ya, kita siapkan kendaraan untuk dia bisa sekolah. Ini bukan bukan hal yang perlu kita bersikap adil karena kita wajib menafkahi anak-anak sesuai dengan kebutuhan mereka. Ya. Tetapi kalau hadiah hadiah kepada anak-anak maka harus sama semua. Kalau satu dikasih rumah, yang lain harus dikasih rumah. Ya, kalau bisa kita belikan dalam satu waktu, ya. Satu dikasih tanah, satu dikasih tanah. Karena saya pernah menghadapi kasus ada seorang yang marah kepada ayahnya. Jadi adik dia paling bungsu. Waktu ayahnya masih hidup, ayahnya belikan rumah buat kakaknya. Rumah bagus, mewah, atas nama kakaknya. Ya mungkin ayahnya niat baik nanti akan belikan juga buat adiknya. Tapi keburu mati. Keburu mati sehingga si adik ini enggak punya apa-apa. Maka dia bilang, "Ayah, kurang ajar." Dia [tertawa] makai-makai, dia bilang, "Dia ngeluh sama saya, ayah payah." Ayah saya mau diparahin sudah mati. Tapi maksudnya ini contoh ayahnya mungkin enggak mikir tapi ternyata ee sikap dia memberi hadiah membuat ketidakadilan. Harusnya dia enggak usah kasih nama kakaknya sudah kasih nama ayah sehingga kalau ayahnya mati jadi warisan semuanya. Adapun kalau dia mau ganti nama jadi milik semua harus dikasih. Semua harus di dikasih. Jika tidak enggak usah. Jadi milik ayah. Kalau ayah mati masuk dalam apa warisan. Enggak ada milik kakak satu, kakak nomor dua. Enggak ada. Ya, ini perlu diperhatikan ya. Demikian juga kalau kasih tanah, kasih tanah yang kira-kira nominalnya sama. Kalau kasih hadiah kalau gimana kamu ridi? Saya pernah juga ada P kasus kakak adik yang kakak dikasih tanah ya mungkin 500 m² tapi di pinggir jalan bisa buat dagang. Yang satunya mungkin kasih 1000 tapi di ujung dunia. Marah-marah ini yang adiknya. Ah, mama tidak adil sama saya. Mama durhaka sama saya. Ini baru dosa baru durhaka kepada anak itu. Saya baru dengar ketika itu. Kenapa adiknya dikasih tanah jauh? Dan itu benar gak gak boleh. Gak boleh ya. Kecuali gimana kau mau begini tapi kalau enggak ya kalau enggak ya jangan kasih hadiah jadi warisan nanti milik bersama. Ya. Maka adil kepada anak-anak penting. Adil kepada anak-anak penting. Makanya dalam memberi hadiah kasih sayang, kata-kata lembut, ciuman harus sama kepada anak-anak. Harus sama kepada anak-anak. Kalau kita senyum satu, yang satu juga senenyumin. Kalau kita telepon satu, satunya juga kita telepon. Jangan sampai kita pilih kasih. Pilih kasih. Terkadang orang tua pilih kasih. Satunya dia sayang, satunya dia enggak sayang. Kenapa enggak sayang? Karena mirip bapakmu, mukamu. [tertawa] Bapaknya masalah. Makanya ingat bapaknya terus dia jengkel. Ya, oleh karenanya harus adil. Kalau punya anak ya harus adil sehingga anak tidak merasa tersisihkan, diabaikan. Ya, ini penting. Ini penting terutama dalam masalah kasayang dan masalah hadiah. Kemudian yang terakhir, wama walu termasuk apa yang di bawah naungan kita. Contoh sederhana, guru. Kita jadi guru dibayar untuk ngurusin anak-anak. Kenapa? Hadiah kepada guru dilarang takut guru tidak tidak adil. Kalau orang tuanya kasih dia pasti manusia lemah dikasih diri pasti sayang sama anaknya. nya ya masih sayang kepada anaknya sehingga apa namanya ada kecenderungan untuk pilih kasih. Kenapa? Karena dia sudah dapat duit duit dari wali murid ya. Oleh karenanya kalau mau kasih hadiah lewat tidak perlu diketahui siapa atau lewat kepala sekolah sehingga tidak diketahui siapa yang memberi sehingga keadilan tetap tetap terjaga. Ya. Adapun kemudian seorang guru kemudian dia perhatian sama sebagian murid saja yang lain tidak diperhatikan. Ini enggak adil. Kalau ada siapa yang bisa jawab semua angkat tangan selalu ini yang disuruh ya kamu yang jawab, kamu yang jawab, kamu yang jawab terus ini enggak boleh. Ini enggak adil ini enggak adil. Kamu guru harus adil. Tib demikian saja ya. Tib demikian saja. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.