File TXT tidak ditemukan.
Transcript
f-gNgq9lbYo • Kitab Riyadush Shalihin 2.93: Kewajiban Penguasa Untuk Berbuat Baik Kepada Rakyatnya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2608_f-gNgq9lbYo.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu
ala taufiki wtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan
ee masih tentang kewajiban penguasa
untuk berbuat baik kepada rakyatnya.
Wa Abi Hurait radhiallahu anhu qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Kanat banu israil tasusuhumul anbiya."
Dahulu bani israil yang mengatur mereka
adalah para nabi. Ya. Kullama nabiyun
khalafahu nabiyun. Setiap ada nabi yang
meninggal maka diganti nabi berikutnya.
Wa innahu la nabiya ba'di. Dan
sesungguhnya tidak ada nabi setelahku.
Wasakunu ba'di khulafa fayakun. Akan
datang setelahku para khalifah dan
mereka akan banyak. Qua Rasulullah. Para
sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah,
fama tamuruna? Apa yang kau perintahkan
kepada kami terkait dengan para khulafa,
para khalifah tersebut?"
Qala rasul sahu alaih wasallam bersabda,
"Aufu bibaiatil awal fal awal."
Penuhilah baiat yang pertama dan yang
selanjutnya.
Tumma umum haqqahum. Kemudian berikanlah
kepada para khalifah tersebut hak
mereka. Wasalulullah lakum. Adapun hak
kalian mintalah kepada Allah.
Fainnallaha sailuhum ammahum.
Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada
para khalifah tersebut atas apa yang
Allah amanahkan kepada mereka.
muttafaqun alaih.
Hadis ini menjelaskan bahwasanya ya Bani
Israil dahulu yang memimpin mereka
adalah para nabi. Dan kita ketahui nabi
yang dikenal pertama sebagai nabi
sekaligus sebagai penguasa adalah Nabi
Daud Alaih Salam. Setelah itu kemudian
Nabi Sulaiman, nabi dan juga sekaligus
raja ya.
Dan setelah itu kemudian nabi-nabi yang
lain juga yang ngatur mereka adalah para
nabi ya. Dan setiap ada nabi meninggal
maka
diganti dengan nabi yang lain. Oleh
karenanya nabi di kalangan Bani Israel
sangat banyak. Bahkan dalam satu waktu
bisa ada beberapa nabi dalam satu waktu.
Contohnya seperti di zaman Nabi Isa ada
Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Nabi Nabi
Yahya, Nabi Zakaria, Nabi Isa dalam satu
waktu. Jadi mereka banyak nabi dan kalau
yang ngatur nabi urusannya gampang ya.
Karena nabi langsung dapat wahyu dari
Allah Subhanahu wa taala. Mereka maksum.
Mereka tidak akan melakukan ee
pelanggaran karena langsung dibimbing
oleh Allah Subhanahu wa taala. Tetapi
Rasulullah mengingatkan,
"Saya adalah nabi terakhir.
Setelah saya tidak ada lagi nabi lagi.
Yang ada setelahku adalah khulafa para
khalifah. fayaksurun dan mereka akan
banyak dan namanya kalau khalifah bukan
seorang nabi tentu sangat mungkin mereka
dikuasai oleh hawa nafsu sangat mungkin
mereka akan berbuat zalim ya berbeda
dengan nabi-nabi di kalangan Bani Israil
karena mereka para nabi yang memimpin
jadi perkaranya langsung wahyu dari
Allah Subhanahu wa taala. Adapun para
khulafa, para khalifah khulafa jamak
dari khalifah ya. Adapun para khalifah
mereka tidak dapat wahyu dari Allah.
Maka di sinilah para sahabat bertanya,
"Fama tammuruna?" Kalau begitu, apa yang
kau perintahkan kepada kami?
Menyikapi para khalifah-khalifah
tersebut yang mungkin mereka saling
rebut-rebutan kuasaan, saling
bunuh-bunuhan, saling memberontak di
antara mereka dan itu banyak terjadi
ya. Dalam satu negeri ada dua dualisme
kepemimpinan ya, ribut antara kakak dan
adik misalnya ya. Dan itu terjadi dan
banyak terjadi ya. Maka kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Ufu
bibaiatil awal." Maka penuhilah
yaitu baiat yang khalifah yang pertama.
Fal awal baru yang kemudian yang
berikutnya. Jadi kalau sudah ada
khalifah yang datang sudah kalian
sepakati kemudian datang khalifah
berikutnya maka jangan didengar. Bahkan
dalam hadis yang lain kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Ya maka
bunuhlah alakhar kainan manana. bunuhlah
yang datang kedua, apapun siapapun dia.
Ya, karena di sini syariat memandang
untuk menjaga maslahat yang besar yaitu
persatuan kaum muslimin di atas khalifah
yang pertama. Kalau muncul khalifah
kedua ingin mengganggu khalifah yang
pertama, maka hendaknya khalifah yang
kedua yang dibunuh.
Benar itu kemudaratan, tapi kemudaratan
ini harus ditempuh untuk menolak
kemudaratan yang lebih besar. Ini dalam
kaidah usul fikiah namanya irtikabu
akidarain. Menempuh mudarat yang lebih
ringan dalam rangka menolak kemudaratan
yang lebih besar. Maka rasul
mewasiatkan, "Penuhilah baiat yang
pertama." Ya, baru yang kemudian beri
berikutnya.
Tumma
auhum haqqahum. Kemudian berikanlah
kepada mereka hak mereka. Yaitu kau
sebagai rakyat, kalian sebagai rakyat
taat kepada
ee aturan penguasa. Mereka punya hak
untuk ditaati. Selama mereka memerintah
kepada kebaikan harus ditaati. Ya. Ee
selama mereka mengajak kepada kebaikan
maka wajib untuk taat. Berbeda kalau
mereka menyeruh kepada keburukan maka la
thaata limakluqin fi maksiatil khaliq.
Tidak boleh taat kepada manusia dalam
rangka bermaksiat kepada Allah. Kemudian
kata Nabi, "Wasalullahalladzi lakum."
Adapun kalau hak kalian tidak dikasih,
penguasa zalim, ya mungkin tidak
memberikan hak kalian, maka minta kepada
Allah. Ya, Rasulullah tidak nyuruh
berontak kemudian apa namanya? Bunuh
sang khalifah. Enggak. Rasulullah
bilang, "Was'allahalladzi lakum."
Mintalah kepada Allah hak kalian.
Kenapa? Fainnallaha sailum. Allah akan
bertanya kepada mereka amarahum atas
rakyat mereka. Di sini Rasulullah sahu
alaihi wasallam mengajarkan
bahwasanya
aturan yang berlaku demi kemaslahatan ya
maka taat kepada penguasa tidak boleh
memberontak kepada mereka. Dan ini sudah
dijelaskan dalam akidah ahlusunah wal
jamaah bahwasanya penguasa selama masih
muslim maka tidak boleh memberontak.
Kalau mereka kafir, murtad dengan
kemurtadan yang jelas, misalnya pindah
agama atau mencaci Al-Qur'an, mencaci
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dengan kekufuran yang nyata. Ya illa
antaru fihim kufran bawahan aakum fihi
burhan minallah. Kecuali kalau kalian
melihat mereka melakukan kufuran yang
nyata. Yang jeljas kau punya dalil, yang
jelas tidak ada yang khilaf tentang
kekufurannya, maka saat itulah boleh
angkat angkat senjata. Itu pun dengan
syarat jika kau mampu melawan, jika kau
mampu untuk merubah. Jika tidak mampu
maka tidak boleh. Jadi akidah ahlusunah
wal jamaah disebutkan dalam buku-buku
akidah selama penguasa masih muslim
meskipun dia zalim, meskipun dia pelaku
dosa besar, meskipun dia pelaku maksiat
yang ada hanya memberi nasihat
semaksimal mungkin tapi tidak boleh
angkat senjata memberontak. Dan ini
membedakan antara akidah ahlusunah
dengan khawarij dan muktazilah. Kalau
khawarij mengatakan penguasa pelaku dosa
besar kafir maka harus dibunuh. Demikian
juga Muktazilah mengatakan penguasa
pelaku dosa besar wajib dilengserkan dan
itu adalah kewajiban. Adapun dengan cara
apapun adapun ahlusunah wal jamaah
enggak. Bahwasannya selama mereka masih
muslim berusaha menestasi dengan cara
yang baik dengan semaksimal mungkin
tidak boleh memberontak kecuali kalau
kafir. Kalau sudah kafir apakah wajib
berontak? Lihat lagi. Karena amar makruf
nahi mungkar dibangun di atas maslahat.
Kalau memiliki kekuatan untuk
melengserkan pemimpin kafir, maka
lakukan. Jika tidak, maka hendaknya
bersabar. Rasulullah mengatakan, "Kalau
kalian tidak diberikan hak kalian,
mintalah kepada Allah Subhanahu wa
taala." Ini ujian ujian hidup dapat
penguasa zalim, hak rakyat ditahan. Maka
Rasulullah tidak suruh angkat senjata,
perangi, bunuh, singkirkan, lengserkan
dengan paksa, enggak. Tapi mintalah
kepada Allah. Mereka akan dimintai
pertanggungjawaban. Para penguasa akan
dimintai pertanggungjawaban. Ya,
TB. Ini ee peringatan kepada para
penguasa ya yang tidak memberikan hak
rakyat maka mereka akan diberdirikan di
hadapan Allah subhanahu wa taala dan
Allah akan menghisab mereka meminta
pertanggungjawaban atas apa yang mereka
lakukan. Dan semakin banyak rakyat maka
semakin besar tanggung jawab di akhirat
kelak. Ya tentu tidak sama kerajaan yang
atau negara yang rakyatnya cuma mungkin
20 juta, 30 juta. Tidak sama dengan
seperti kita. Berapa juta?
juta. Yang ada KTP-nya. Yang enggak ada
KTP-nya [tertawa]
tentunya ee
perkara besar ya. Perkara besar. Tidak
tidak tidak mudah menjadi seorang
penguasa ke tanggung jawabnya sangat
sangat besar. Tapi kalau seorang
penguasa sudah berusaha semaksimal
mungkin. Kaidahnya fattaqulahaum.
Bertakwalah semampu kalian. Maka yang di
luar kemampuan dia, Allah tidak akan
bebani. La yukahu nafsan. Allah tidak
meluar kemampuan. Tapi jika dia
malas-malasan, tidak bersungguh-sungguh,
maka dia akan binasa pada hari kiamat
kelak. Hadis berikutnya. Wa an aid bin
Amr radhiallahu anhu annahu dakala ala
Ubaidillah bin Ziyad. Faqala lahu ayu
bunayya.
A bin Amir. Ait bin Amr radhiallahu anhu
dia masuk menemui Ubaidillah bin Ziyad.
yaitu seorang penguasa. Kemudian dia
berkata, "Wahai putraku," yaitu
panggilan penuh kasih sayang. Ini lebih
tua ini penguasanya masih muda. Maka dia
panggil, "Ya bunayya wahai putrak."
Inni samu Rasulullah sahu alaihi
wasallam yaakul aku mendengar rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "Inna syaria
alutamah."
Sesungguhnya seburuk-buruk penggembala
ya adalah alhutamah, yaitu yang
menggiring gembala dengan kasar.
penggembala kambing atau unta dengan
kasar didorong dengan kasar dicambuk
dengan kasar kemudian dibawa ke tempat
air minum dengan kasar ya
sedikit-sedikit dihajar sikit dipukul
ini adalah seburuk-buruk penggembala ya
dia ingin menyampaikan waspadalah
kalau menggembalakan unta dengan kasar
adalah buruk di sisi Allah apalagi
mengurusi manu manusia mengurusi manusia
maka kalau ada penguasa yang merepotkan
kan rakyatnya, memberatkan rakyatnya
urusan ini, urusan ini, bayar ini, bayar
anu sehingga rakyat merasa berat ya
merasa berat seperti misalnya ee pajak
yang berlebihan sehingga akhirnya
menjadikan usaha pada rusak, usaha pada
buyar sehingga banyak pengangguran. Nah,
ini merepotkan rakyat ya. dibebani ini,
dibebani itu, harus bayar ini, harus
bayar itu. Urusan-urusan tidak bisa
lancar, urusan susah di disengaja
direpotkan oleh penguasa ya. Maka dia
adalah orang terburuk di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Ya, maka seorang ee
berusaha tidak merepotkan rakyat, tapi
berusaha melakukan terbaik untuk rakyat.
Jangan kasar dengan rakyat, jangan kasar
dengan kata-kata. Jangan kasar dengan
perbuatan. Ya, jangan bersikap tangan
besi, ya.
semua dengan kadar dan ukurannya. Bukan
berarti tidak boleh bersikap tegas,
boleh tetapi jangan sampai kesannya
menyusahkan rakyat secara umum. Ya,
kalau ada perkasus ya permasalahan harus
dikerasi, ditegasi, yaitu hak penguasa
ya. Faaka an takuna minhum. Kemudian
kata sahabat ini, kata S mengatakan,
"Seburuk-buruk penggembala adalah yang
kasar dalam menggiring untanya."
Kemudian dia berkata, "Hati-hati,
jangan sampai kau termasuk dari mereka.
Jangan sampai kau termasuk dari mereka,
yaitu dalam membimbing rakyat, dalam
mengurusi rakyat. Maka jangan jangan
kasar, ya. Jangan merepotkan merepotkan
mereka ya.
Tib hadis berikutnya.
Wan Abi Maryam al-Azdi annahu qala li
Muawiyah. Dari Abu Maryam al-Azdi
radhiallahu anhu. Dia menasihati
Muawiyah. Muawiyah sebagai penguasa
ketika itu. Dia berkata kepada Muawiyah
radhiallahu anhu. Samu Rasulullah sahu
alaih wasallam yaakul. Aku mendengar
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Man wallahullahu saian min umuril
muslimin."
Siapa yang Allah berikan dia ke
kekuasaan untuk mengurusi suatu urusan
kaum muslimin. Ya. Jadi tidak harus
penguasa tinggi, tidak harus. pokoknya
dia ngurusi urusan kaum muslimin,
instansi tertentu ya ee apa namanya
lembaga pemerintah tertentu, pokoknya
urusan kaum muslimin dia urusin. Tidak
harus penguasa paling besar seperti
presiden, tidak harus gubernur, tidak
harus ee bupati, tidak ya. Pokoknya
urusan terkait urusan kaum muslimin. Man
wallahullahu saian min umril muslimin.
Siapa yang diberi
kekuasaan oleh Allah sesuatu urusan
urusan kaum muslimin. Fahtajaba duna
hajatihim wahallatihim. Kemudian dia
ihtijab yaitu dia tidak mau ketemu
langsung, dia tidak mau ngurusin, dia
menghindar. Fahtaj maksudnya dia
berhijab. Maksudnya dia menghindar
ya sehingga tidak mengurusin kebutuhan
keperluan kaum muslimin wa faqrihim dan
keperluan mereka.
hajati maka Allah juga akan menghindar
dari keperluannya
dan kebutuhannya kepada Allah
yaumalqiamah pada hari kiamat kelakala
Muawiyatuan ala hawajinas. Kemudian
Muawiyah mendengar nasihat dari sahabat
Abu Maryam alazdi ini. Maka kemudian dia
mengangkat seorang seseorang menjadi
pejabat untuk ngurusin keperluan manusia
untuk mengenal kebutuhan masyarakat ya.
Karena dia takut ya, karena mungkin dia
tidak mampu, dia tidak mampu untuk
selalu muncul, maka dia kirim wakil yang
selalu me apa namanya? Langsung terjun
ke masyarakat untuk mengenali kebutuhan
kebutuhan mereka. Bukan menghindar. Ada
keperluan menghindar. Kalau kau tidak
mampu ada wakilmu, ada wakilmu. Maka ini
dalil tentang bahwasanya tidak semua
orang bisa jadi penguasa. Kalau penguasa
tidak mampu untuk mengenali kebutuhan
masyarakat bahkan berusaha menghindar
ya, maka
dia akan dijauhi oleh Allah pada hari
kiamat kelak. Di hari kiamat dia butuh
kasih sayang Allah, dia butuh
pengampunan Allah, ya dia butuh
dimaafkan oleh Allah, ya Allah akan
menghindar. Karena selama ini di dunia
dia menghindar dari kebutuhan
masyarakat. Dia tidak mau tahu, ya.
Tidak tidak mau tahu ya.
seperti ada suatu tempat kemudian
ngurusin begitu banyak kemudian setiap
ada yang datang menghindar menghidar
menghindar kemudian alasan ya kami cuma
berapa orang gimana ngurusin ribuan
orang ya bukan begitu jawabannya ya ya
kalau kau gak bisa enggak usah harus
bikin sistem gimana bisa mengenali
kebutuhan masyarakat dan bertakwa
semampunya bukan berarti semuanya harus
kau bisa kerjakan tapi tunjukkan kau
berusaha dan kau punya kemampuan
terbatas sehingga masyarakat bisa
memahami. Adapunah kami cuma berapa
orang? Kami rusan ribuan orang.
Itu terjadi sebagian daerah seperti itu
ya dengan omongannya dengan ingin
berlepas diri dengan gampangnya. Kami
cuma orangara yang ngurusin berapa ribu
orang ya. Kalau enggak bisa, enggak usah
jadi pemimpin. J kau tamak jadi
pemimpin. Bayar sana, bayar sini ya.
Sogok sana, sogok sini, kemudian menuju
neraka jahanam. Buat apa? Kalau tidak
mampu, enggak usah.
Kalau mau jadi pemimpin harus siap. Siap
mengurusi masyarakat. tugasmu mengurusi
masyarakat amal saleh yang terbaik
menjadi penguasa
ngurusi masyarakat kalau enggak mampu
mundur.
T saya sudah sampaikan bagaimana Rasul
sahu alaihi wasallam menasihati Abu Dzar
ya Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"Inni uhibbuka fillah wa inni araka
diifan ya saya mencintai engkau karena
Allah wahai Abu Dzar dan aku melihat
engkau adalah orang yang lemah ya fala
tawallayanna alatnain." Jangan kau jadi
memimpin terhadap dua orang. Ya,
jangan sampai menjadi pemimpin. Karena
meskipun Abu Dzar al-Ghifari adalah
seorang yang taat bertakwa kepada Allah,
tapi masalah kepemimpinan butuh keahlian
tersendiri.
Kalau tidak punya keahlian, tidak punya
kemampuan ngurus rakyat, gak usah. Ya
gak usah. Maka ini peringatan keras
kepada para penguasa
dan gak tidak mesti harus penguasa besar
ya. urusan-urusan rakyat ya, urusan
urusan rakyatlah, urusan SIM, urusan
surat-surat, urusan agraria, urusan apa
saja ya kalau menghindar-menghindar ini
bukan menghindar malah merepotkan. Suruh
bayar, suruh sogok ah binasa.
Binasa mending mundur dari sekarang.
Uang yang didapati dari sogoan-sogan
tersebut cepat habis uang selesai, habis
selesai itu sisa hisab. Sisa hisab ya.
Makanya
ee seorang harus menghadirkan di dalam
benaknya kalau dia diberi beban untuk
ngurusi rakyat itu adalah amal saleh.
Maka dia berusaha semaksimal mungkin.
Kalau tidak mampu Allah akan beri.
Maksudnya kalau dia sudah semaksimal
mungkin tidak bisa menyelesaikan uzur di
hadapan Allah.
Fattaqulah atau bertakwalah semampum la
yuklahu nafsan Allah tidak men luar
kemampuanmu. Adapun kau berusaha
menghindar, cari alasan duduk manis,
tidak berusaha mengetahui urusan orang
atau mengangkat penjilat, ya penjilat
ini cuma oh aman bos semua aman. Gimana
aman? Orang kelaparan aman dari mana?
Lapor selalu, "Bos. Baik, Bos. Baik,
Bos. Baik, Bos.
Ini repot seperti ini. Ini tidak tidak
akan memberikan uzur kepada sang
penguasa pada hari kiamat kelak.
Lihat Muawiyah radhiallahu taala anhu
mendengar nasihat dari sahabat tersebut,
Abu Maryam al-Azdi radhiallahu anhu
karena dia mengatakan, "Samiu
Rasulullah." Aku mendengar Rasulull
sallallahu alaihi wasallam bersabda.
Maka dia segera mengambil pejabat untuk
mengenali kebutuhan ee rakyat.
Maka siapa yang menyusahkan rakyat, dia
akan disusahkan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Siapa yang tidak mengurusi
kebutuhan rakyat, dia tidak akan
diurusin pada hari kiamat kelak oleh
Allah Subhanahu wa taala. Dan siapa yang
tidak diuruskan oleh Allah subhanahu wa
taala, maka dia akan binasa pada hari
kiamat kelak.
Bab kita masuk pada bab berikutnya. Babu
al-wali al-adil. Bab penguasa yang adil
ya. Penguasa yang yang adil ya.
Al Imam Nawawi rahimahullah membawakan
firman Allah. Qallahu taala innallaha
ymuru bil adli wal ihsan. Ini sudah kita
bahas pada pertemuan sebelumnya.
Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk
berbuat adil dan berbuat baik. Ya,
berbuat baik
adil kepada
ee bawahan dan berbuat baik kepada
bawahan. Ya, di antaranya kepada rakyat.
Berbuat adil kepada rakyat dan berbuat
baik kepada rakyat. Ya, waqsitu
innallaha yuhibbul muqsitin. Demikian
juga Allah berfirman berbuat adilah.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
berbuat adil. Sesungguhnya orang Allah
mencintai orang yang berbuat adil.
Kemudian al Imam Nawi rahimahullah
membawakan hadis. Hadis pertama hadis
yang masyhur tentang tujuh golongan yang
Allah naungi pada hari kiamat kelak.
Wahai Hurait radhiallahu anhu dari
sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu an
Nabi sallallahu alaihi wasallam dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau
berkata sabaatun yudillumullah fiillihi
yaumailla illuh. Tujuh golongan yang
Allah naungi pada hari kiamat kelak di
bawah naungan Allah yang tidak ada
naungan kecuali naungan Allah subhanahu
wa taala. Maksudnya yaitu di bawah terik
matahari yang jaraknya 1 mil. Dan
naungan tersebut maksudnya adalah
fidilli arsyillah. Dalam sebagian
riwayat disebutkan itu naungan arsy
Allah subhanahu wa taala. Dan tidak ada
naungan kecuali naungan Allah subhanahu
wa taala.
Siapa tujuh golongan tersebut? Pertama
imamun adil. Imam yang adil. Yang kedua,
nasya fi ibadatillah. Anak muda yang
tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.
Warulunbu mu fil masajid. Seorang yang
hatinya digantung atau jantungnya
digantung di masjid-masjid. Yang
keempat, warulani tahabba fillah alaihi
wa tafarq alaihi. Dua orang yang saling
mencintai karena Allah. Mereka berkumpul
karena Allah. Mereka berpisah karena
Allah.
Seorang laki yang dirayu oleh seorang
wanita yang punya kedudukan entah harta
entah ee kedudukan wajamalin dan cantik
jelita untuk diajak berzina. Faqala inni
akhafulah. Dia berkata, "Aku takut
kepada Allah." Yang keenam, badaqatin
faakha. Seorang bersedekah kemudian
dengan suatu sedekah lantas dia
sembunyikan sedekah tersebut. Hattafiam
sampai yang tangan kirinya tidak tahu
apa yang diinfakkan oleh tangan
kanannya. Dan yang ketujuh,
warulunakarallah
khalian fafad ainah. Dan seorang yang
mengingat Allah subhanahu wa taala
sendirian kemudian dia pun menangis. Dua
matanya mengeluarkan air mata muttafaqun
alaih. Kalau kita lihat tujuh golongan
ini semuanya orang-orang hebat ya dan
amalan mereka berat ya. Imam yang adil
sangat berat. Gimana imam adil? Enggak
gampang. ujian ee
kesempatan ya ee besar untuk berbuat
zalim, untuk memperkaya diri sendiri,
memperkaya keluarga sendiri, untuk ee
tidak adil. Kemungkinan tidak adil
sangat besar ya dan sangat sulit. Yang
kedua kita lihat syabun nasya fi
ibadatillah. Anak muda yang tumbuh dalam
ketatan kepada Allah ini juga susah.
Namanya anak muda pengin coba-coba kepo
kapan lagi katanya kesempatan masih muda
nakal ya kalau sudah tua kita pensiun
kita ee insaf
padahal sebelum sampai tua sudah
meninggal dulu tapi ada anak muda yang
tumbuh dalam ketaatan ini luar biasa ya
makanya dalam disebutkan apa namanya
ajaballah min syabin laisa lahu shwah
laisat lahu shwah Allah takjub dengan
anak muda yang tidak punya ee kenakalan
an dari muda sudah baik ya. Seperti
sirah para ulama ya, bagaimana mereka
sejak muda bertakwa kepada Allah
kemudian memang sudah rajin ibadah ya
dan ini susah apalagi zaman sekarang
anak muda yang taat kepada Allah ya.
Yang ketiga
ee susah juga rajulun qolbu muallaqun
fil masajid. Seorang yang hatinya
nyantol di masjid. Ya, ini maksudnya dia
keluar masjid tapi hatinya nyantol di
masjid. Artinya dia selalu rindu ke ke
masjid. Rindu ke masjid, nyaman di
masjid. Ya, kalau dia keluar, dia nunggu
kapan dikumandangkan azan agar dia bisa
semangat ke masjid. Dia ke masjid dengan
penuh semangat ya dari hatinya ya. Bukan
dia senang kalau hujan. Alhamdulillah
hujan jadi uzur salat di rumah. Bukan.
Dia senang ke ke masjid. Senang ke ke
masjid ya. Sehingga kalau ada panggilan
maka dia semangat ke masjid karena dia
memang rindu ke masjid. Ini juga enggak
enggak gampang ya. Enggak gampang ya.
Yang keempat, dua orang saling mencintai
karena Allah, berpisah karena Allah dan
bertemu karena Allah. Bahwasanya
persahabatan mereka bukan karena duniawi
sama sekali, tapi karena Allah subhanahu
wa taala. Ini juga komitmen terhadap
persahabatan. Karena Allah juga tidak
mudah. Ada hak-haknya, aturan-aturannya.
Yang kelima lebih susah lagi. Seorang
dirayu wanita cantik, jelita dan kaya
raya. Dan dia berkata, "Aku takut kepada
Allah." Antum mungkin enggak pernah ya
seperti ini. Yang ada jelek yang merayu,
miskin yang merayu. Ya, adapun cantik
kaya, ngapain rayu antum? Rugi katanya.
Jadi ini luar biasa. Orang ini diuji
dengan ujian yang luar biasa. Karena
kita tahu namanya wanita yang dicari
oleh lelaki ya kalau cantik sekaligus
karaya itu yang kita inginkan. Ya ini
dirayu ya. Dia yang mulai lagi kirim WA.
Kaifa haluk akhi. itu ada.
Tapi kemudian dia mengatakan inni
akhafulah aku takut kepada Allah. Ini
berat. Yang keenam juga berat. Seorang
bersedekah dia sembunyikan sedekahnya
sampai tangan kirinya tidak tahu apa
yang disayang tangan kanannya. Ya karena
namanya orang sedekah orang beramal
saleh tap pengin diakui minta validasi.
Maka dia cerita, "Saya sudah begini,
saya sudah bangun ini, saya sudah
sumbang ini, saya sudah biasa cerita,
tidak ada lain, tidak ada niatnya untuk
diakui agar diketahui bahwasanya saya
juga sudah ee berbuat untuk Islam." Ya,
adapun orang ini benar-benar dia
sembunyikan sampai tangan kirinya tidak
tahu. Padahal tangan kiri, tangan kanan
adalah dua pasangan yang selalu bersama.
Kegiatan tangan kanan biasanya dibantu
oleh tangan kiri. Tapi ketika dia
berbuat baik sampai sebagian anggota
tubuhnya tidak tahu apa yang dilakukan
oleh tangan kanannya. menunjukkan dia
benar-benar menyembunyikan amal amal
salehnya. Ya, oleh seorang berusaha
tidak mempublish amal salehnya sebisa
mungkin tidaklah dia publish kecuali
kalau benar-benar ada maslahat yang
jelas. Adapun kebiasaan sedikit-sedikit
publish, sedikit-sedikit cerita,
sedikit-sedikit semua dicerita. Berbakti
sama orang tua diceritain, sayang sama
istri diceritain, sayang anak
diceritain. Ya, berbuat baik sama
tetangga diceritain, lagi umrah cerita,
lagi haji cerita, semua diceritain.
Yang tidak diceritain pas ngomelin istri
aja.
Semua dia ceritain. Lagi jalan-jalan
naik motor barang, lagi mesraan sama
istri, diceritain, dipublish. Ini kan
amal saleh, sayang sama istri. Iya. Amal
saleh tapi tidak semua harus diceritain.
Ya. Berusaha amal kita sembunyikan,
lebih aman ya. Lebih aman pahalanya juga
lebih lebih besar.
Sampai-sampai dia sembunyikan sampai
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diisapatkan oleh tangan tangan kanannya.
Ya.
Kemudian yang terakhir, seorang yang
tatkala bersendirian ingat Allah maka
dia pun menangis. Ya, ini semua amalan
yang berat ya. Siapa yang paling berat?
adalah yang pertama imamun adil. Ini
yang paling berat daripada seluruhnya.
Oleh karenanya Nabi sebutkan dia yang
pertama. Bahkan dalam sebagian perkata
Ibnu Taimiyah, Ibnu Taimiyah mengatakan
bahwasanya imam yang adil adalah afdalul
mujahidina fi zamanihi.
Sebaik-baik mujahid di zamannya adalah
pemimpin yang adil. Ya. Kenapa? Karena
kalau dia adil yang merasakan
keadilannya jutaan orang. Jutaan orang.
Tapi kalau dia zalim, yang merasakan
kezaliman juga jutaan orang. Maka
seorang yang menjadi penguasa, dia di
antara dua ya hal yang sangat besar.
Sangat mudah meraih surga yang tinggi
atau sebaliknya sangat mudah masuk
terjerumus dalam neraka yang dalam.
Karena kebaikan dia maupun kezaliman dia
terkait dengan banyak orang. Terkait
dengan banyak orang. Dia kalau
mengeluarkan satu keputusan yang baik
maka bermanfaat bagi jutaan manusia.
Tapi kalau ternyata dia berbuat zalim,
maka zalim juga kepada jutaan manusia.
Dan Imam Adil ini
mencakup segala kekuasaan. dijelaskan
oleh Ibnu Hajar rahimahullahu taala ya,
apakah raja, apakah presiden, apakah
bupati, apakah gubernur, ya demikian
juga pengambil keputusan ya DPR atau MPR
atau misalnya ee
yang yang penting dia punya anak buah
maka dia dikatakan seorang pemimpin.
Bahkan seorang di rumahnya dia adalah
pemimpin. Dia harus adil kepada anggota
keluarga ya. kepada anggota keluarga ya,
menteri misalnya yang mengambil
keputusan keputusan tersebut terkait
dengan kemaslahatan umat ya, maka ngeri
kalau dia tidak bersungguh-sungguh dia
asal-asalan buat keputusan
ya kemudian akhirnya menzalimi banyak
orang maka dia akan binasa pada hari
kiamat kelak. Ngeri.
Makanya apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? in rijalanillahiil
haqq falahumunar yaumalqiamah.
Sungguh sekelompok orang mengelola
harta Allah, yaitu baitul mal, yaitu
harta kaum muslimin tanpa hak, maka bagi
mereka neraka pada hari kiamat kelak.
Itu para Allah menjelaskan dia mengelola
harta negara untuk kepentingan
pribadinya, kepentingan keluarganya,
kepentingan kelompoknya, kepentingan
partainya. dia tidak adil ya,
maka dia akan masuk neraka pada hari
kiamat kelak.
Tib. Maka seorang yang diberi kesempatan
untuk menjadi penguasa atau jadi pejabat
hendaknya dia memanfaatkan
kekuasaan tersebut untuk berbuat adil
sehingga dia menjadi orang terbaik di
zamannya. Ya, jika tidak mampu mending
dia mengundurkan diri. Kalau dia tidak
mampu, mending dia mengundurkan diri
daripada dia nanti repot dihisab pada
hari kiamat kelak.
Hadis berikutnya. Wa an Abdillah bin Amr
bin Ash radhiallahu anhu qala atau
radhiallahu anhuma. Dari Abdullah bin
Amr bin Ash radhiallahu anhuma. Karena
Abdullah seorang sahabat dan bapaknya
Amr bin Ash juga sahabat. Ya, adapun
kakek mereka Alas bin Wail kafir.
Olehnya kita mengatakan Abdullah bin Amr
bin Ash radhiallahu anhuma semoga Allah
meridai keduanya. Qala beliau berkata,
qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "Inal muqsitinaallahi ala
manabiro minur." Sesungguhnya
orang-orang yang adil pada hari kiamat
kelak di sisi Allah di atas
mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya.
Siapa mereka? Alladina yailun fi
hukmihim. Yaitu orang-orang yang adil
dalam hukum mereka. wa ahlihim dan juga
keluarga mereka walu dan apa-apa yang di
bawah naungan mereka, di bawah kekuasaan
mereka.
Di sini ee di antara dalil akan agungnya
orang-orang penguasa yang adil dan
penguasa tersebut ternyata tidak hanya
terkait dengan penguasa negara atau
penguasa provinsi, penguasa wilayah
kabupaten, enggak. Bahkan yang di bawa
juga yang penguasa-penguasa kecil
bahwasanya kalau mereka adil maka mereka
akan dimuliakan. Pertama Allah
mengatakan innal muqsitina indallah.
Mereka di sisi Allah itu dekat dengan
Allah subhanahu wa taala itu minal
muqarabin. Mereka termasuk yang
didekatkan kepada Allah subhanahu wa
taala. Kemudian ala manabir. Dan mereka
di atas mimbar-mimbar yang agung. Min
nur. Mimbar tersebut terbuat dari
cahaya. Siapa mereka? Alladzina yailun.
Orang-orang yang adil fi hukmihim dalam
hukum mereka wa ahlihim dalam keluarga
mereka wawalu dan apa yang di bawah
kekuasaan mereka. Contoh selain penguasa
misalnya hakim
mereka adil dalam ee masalah hukum.
Bahkan kalau kita baca misalnya tentang
adab al-qudat, adab para qadi, maka
harus adil terhadap orang-orang yang
bersengketa. Ya, misalnya kalau manggil
harus sama, ya.
Jangan satunya ya Abu Fulan yang
satunya. Heh kau ngapain? Enggak boleh.
Kalau satunya dipanggil Abu, satunya
juga Abu. Satunya dipanggil Pak, satunya
panggil Pak. Gimana kabarnya, Pak? Eh,
kau bagaimana? Ya, ini enggak boleh.
Enggak adil dia. Enggak adil.
Atau ketika dia berhukum, dia memandang
satu dengan pandangan serius. Yang satu
dia santai-santai sambil senyum. Enggak.
Itu enggak adil. Dia enggak adil. Enggak
usah jadi qadi. Enggak usah jadi qadi.
Di luar lain beda, di dalam. Ya, makanya
jadi qadi enggak gampang ya.
Satu tanya dengan detail, satu cuma
tanya sekedarnya. Ya. Ya. Gimana muadil
sudah dibayar di belakang susah. Gimana
muadil ini saudaranya gimana muadil ini
iparnya?
Repot.
Maka kalau dia bisa adil
tanpa sungkan-sungkan meskipun
keluarganya, kerabatnya, temannya ya,
maka dalam berbicara dia harus adil.
Dalam memandang juga harus adil. Ya,
makanya dikatakan fi lahzihi w lafzihi.
Seorang qadi dia harus adil dalam
pandangannya, dalam ucapannya.
Jadi kalau satu dipandang dengan senyum,
satu juga disenyumin. Kalau satu dengan
tegas, satu pun ditegasin.
Kalau tak tidak demikian, maka dia tidak
adil kepada yang bersengketa.
Ya, jangan keperkatan, pandangan pun dia
harus harus adil. Ya, kalau satu dia
dengar, yang lain harus juga didengar
secara detail. Ya, dia dengar satunya,
satunya juga dengar. Jangan satunya dia
dengar, satunya dia tidak de dengar. Ya,
maka menjadi qadi harus harus adil.
Harus adil. Ya, satu anak pejabat maka
dia gampangkan. Yang satu rakyat biasa
maka dia habisi. Maka ini hakim seperti
ini adalah finar di neraka jahanam.
Ya, makanya
ee kalau bisa hakim dikasih gaji yang
besar, tapi kalau korupsi dipenggal itu
bagus.
H kasih gaji besar korupsi dipenggal
bagus ya.
Tapi jangan kasih gaji kecil. Karena
kasih gaji kecil dia akan mudah di
diganggu, akan mudah di sogok. Tapi
kalau gajinya besar tapi dia adil ya dia
punya ee haibah, punya karismatik, maka
ini sangat penting bagi bangsa dan
negara. Ya, kasih gaji besar tapi kalau
melanggar hukumnya berat.
Kemudian
ee wa ahlihim. Demikian juga yang adil
terhadap keluarganya ya. Kalau dalam
keluarga adil kepada siapa? Kepada istri
ataupun kepada kepada anak ya. Maka
kalau punya istri 2 3 4 maka harus apa?
Harus adil. Ya, kalau satu ya sudahlah.
Adil terus ya. Tapi kalau dua, tiga atau
empat maka harus adil. Dan terutama
jatah nginap. Jatah nginap mabit harus a
adil. Ya, ada aturan-aturan dalam ee
beristri lebih dari satu. Ya, kalau
tidak adil maka dia akan binasa pada
hari kiamat kelak. Sebagaimana sabda
Nabi sallallahu alaihi wasallam, manat
lahumataniala ihdahuma jaa yaumalqiamati
yquumail. Siapa yang punya istri dua dan
dia condong kepada salah satunya, maka
dia akan datang pada hari kiamat
badannya miring. Dan ini menunjukkan
dosa besar. Dosa dosa besar ya.
Ee
maka untuk perkara-perkara yang zahir
maka dia harus adil ya mabit ya dia
harus adil semampunya terutama
perkara-perkara yang wajib ya. Adapun
rasa cinta maka tidak bisa diatur
hatinya. Rasul sahu alaihi wasallam
dikenal lebih cinta kepada Aisyah
daripada yang yang lainnya. Dan itu
makruf di kalangan para sahabat. Tetapi
ketika Rasulullah sahu alaihi wasallam
sakit Rasulullah berusaha adil. Ketika
Rasul sahu alaihi wasallam sakit parah,
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tetap
menggilir jatah nginap. Maka hari ini
dia ke istri yang satu, besok dia pindah
ke istri berikutnya. Padahal dia dalam
kondisi sangat sakit. Sampai dia
bertanya, "Aina ana godan besok saya di
mana?" "Oh, di rumah si fulan." Dipindah
lagi. Tanya lagi, "Besok saya di mana?"
Dan dalam kondisi sakit parah, beliau
tetap berusaha apa? A adil. Sampai
istri-istri lain ngerti. Ya udahlah,
repot-repot taruh aja rumah Aisyah.
Semua sepakat karena sayang kepada Nabi
sehingga mereka rida untuk Nabi dirawat
rumahnya siapa? Aisyah. Enggak apa-apa
kalau yang lain semuanya. Rasulullah
tidak minta. Saya pengin di rumah Aisyah
enggak. Tapi sisi Nabi yang lain
mengerti. Ya. Diriwayatkan Nabi berkata,
"Allahumma hadza qosmi fima amlik fala
talumni fima tamlik wala amlik." Ya
Allah inilah pembagianku yang aku mampu.
Masalah mabit, masalah
ee nafkah ya. Adapun masalah cinta, maka
jangan kau cela aku pada perkara yang
kau kuasai dan aku tidak kuasai. Itu
masalah cinta. Maka seorang tidak bisa
membagi cintanya kepada istri empatnya
25% 25% 25% 20% enggak bisa.
Itu di luar kemampuannya. Bisa jadi 10
10 sisanya 70. [tertawa]
Tapi dia tidak boleh kalau dia cintanya
berbeda kemudian dia tidak adil. Ya,
kalau tidak mampu enggak usah poli
poligami. Kalau tidak mampu maka tidak
usah poli poligami. Ya,
dari situ makanya sebag ulama mengatakan
hukum poligami hukumnya adalah makruh
karena dikhawatirkan dia mempaparkan
dirinya pada ketidakadilan.
Ketika dia sudah tidak adil maka dia
akan terjerumus dalam dosa besar. Dan
bayangkan ketidakadilan tersebut bisa
berlanjur, bisa berlangsung setahun, 2
tahun, 10 tahun, 30 tahun. Tiap hari dia
berdosa. Tiap hari dia berdosa.
Maka waspada.
Yang kedua, kalau terhadap keluarga
adalah adil kepada anak-anak. Anak-anak
dalam hal pemberian, maka kebutuhan
hidup mereka seperti sekolah berbeda.
Kebutuhan anak TK dengan anak SMA gak
jadi masalah, enggak perlu adil. Karena
ini masalah kebutuhan. Yang satu butuh
kendaraan, satu enggak perlu. ya, kita
siapkan kendaraan untuk dia bisa
sekolah. Ini bukan bukan hal yang perlu
kita bersikap adil karena kita wajib
menafkahi anak-anak sesuai dengan
kebutuhan mereka. Ya. Tetapi kalau
hadiah
hadiah kepada anak-anak maka harus sama
semua. Kalau satu dikasih rumah, yang
lain harus dikasih rumah. Ya, kalau bisa
kita belikan dalam satu waktu, ya. Satu
dikasih tanah, satu dikasih tanah.
Karena saya pernah menghadapi kasus ada
seorang yang marah kepada ayahnya. Jadi
adik dia paling bungsu.
Waktu ayahnya masih hidup, ayahnya
belikan rumah buat kakaknya. Rumah
bagus, mewah, atas nama kakaknya. Ya
mungkin ayahnya niat baik nanti akan
belikan juga buat adiknya. Tapi keburu
mati. Keburu mati sehingga si adik ini
enggak punya apa-apa. Maka dia bilang,
"Ayah, kurang ajar." Dia [tertawa]
makai-makai, dia bilang, "Dia ngeluh
sama saya, ayah payah." Ayah saya mau
diparahin sudah mati.
Tapi maksudnya ini contoh ayahnya
mungkin enggak mikir tapi ternyata ee
sikap dia memberi hadiah membuat
ketidakadilan. Harusnya dia enggak usah
kasih nama kakaknya sudah kasih nama
ayah sehingga kalau ayahnya mati jadi
warisan semuanya. Adapun kalau dia mau
ganti nama jadi milik semua harus
dikasih. Semua harus di dikasih. Jika
tidak enggak usah. Jadi milik ayah.
Kalau ayah mati masuk dalam apa warisan.
Enggak ada milik kakak satu, kakak nomor
dua. Enggak ada. Ya, ini perlu
diperhatikan
ya. Demikian juga kalau kasih tanah,
kasih tanah yang kira-kira nominalnya
sama. Kalau kasih hadiah kalau gimana
kamu ridi? Saya pernah juga ada P kasus
kakak adik yang kakak dikasih tanah ya
mungkin 500 m² tapi di pinggir jalan
bisa buat dagang. Yang satunya mungkin
kasih 1000 tapi di ujung dunia.
Marah-marah ini yang adiknya. Ah, mama
tidak adil sama saya. Mama durhaka sama
saya. Ini baru dosa baru durhaka kepada
anak itu. Saya baru dengar ketika itu.
Kenapa adiknya dikasih tanah jauh?
Dan itu benar gak gak boleh. Gak boleh
ya. Kecuali gimana kau mau begini tapi
kalau enggak ya kalau enggak ya jangan
kasih hadiah jadi warisan nanti milik
bersama. Ya. Maka adil kepada anak-anak
penting. Adil kepada anak-anak penting.
Makanya dalam memberi hadiah kasih
sayang, kata-kata lembut, ciuman harus
sama kepada anak-anak. Harus sama kepada
anak-anak. Kalau kita senyum satu, yang
satu juga senenyumin. Kalau kita telepon
satu, satunya juga kita telepon. Jangan
sampai kita pilih kasih. Pilih kasih.
Terkadang orang tua pilih kasih. Satunya
dia sayang, satunya dia enggak sayang.
Kenapa enggak sayang? Karena mirip
bapakmu, mukamu. [tertawa]
Bapaknya masalah. Makanya ingat bapaknya
terus dia jengkel. Ya, oleh karenanya
harus adil. Kalau punya anak ya harus
adil sehingga anak tidak merasa
tersisihkan, diabaikan. Ya, ini penting.
Ini penting terutama dalam masalah
kasayang dan masalah hadiah.
Kemudian yang terakhir, wama walu
termasuk apa yang di bawah naungan kita.
Contoh sederhana, guru. Kita jadi guru
dibayar untuk ngurusin anak-anak.
Kenapa? Hadiah kepada guru dilarang
takut guru tidak tidak adil. Kalau orang
tuanya kasih dia pasti manusia lemah
dikasih diri pasti sayang sama anaknya.
nya ya masih sayang kepada anaknya
sehingga apa namanya ada kecenderungan
untuk pilih kasih. Kenapa? Karena dia
sudah dapat duit duit dari wali murid
ya. Oleh karenanya kalau mau kasih
hadiah lewat tidak perlu diketahui siapa
atau lewat kepala sekolah sehingga tidak
diketahui siapa yang memberi sehingga
keadilan tetap tetap terjaga. Ya. Adapun
kemudian seorang guru kemudian dia
perhatian sama sebagian murid saja yang
lain tidak diperhatikan. Ini enggak
adil. Kalau ada siapa yang bisa jawab
semua angkat tangan selalu ini yang
disuruh ya kamu yang jawab, kamu yang
jawab, kamu yang jawab terus ini enggak
boleh. Ini enggak adil ini enggak adil.
Kamu guru harus adil.
Tib demikian saja ya. Tib demikian saja.
Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.