Transcript
850pIZsst90 • Serba-Serbi Sholat #2: Wudhu, Berhadas, dan Tayamum
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2609_850pIZsst90.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasbihi walah. Ee Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan bahasan kita tentang serba sepi salat. Pada pertemuan lalu telah kita bahas tentang mukadimah terkait salat. Sekarang kita masuk dalam fikih salat. Dan fikih salat ini luas ya. Maka pembahasan kita akan tahu bagian-bagian dari salat yang akan kita bahas ya. Yang pertama terkait dengan syarat-syarat salat. Kemudian ada namanya rukun-rukun salat. Ada namanya wajib-wajib salat. Ada namanya sunah-sunah salat. Sunah-sunah salat. Dan ada juga misalnya makruh-makruh dan pembatal-pembatal salat. Pembatal-pembatal salat. Ee adapun syarat salat ya syarat salat maka terbagi menjadi dua. Pertama adalah syarat wajib salat. Apa yang dimaksud dengan syarat wajib salat? Syarat-syarat wajib salat maksudnya siapa yang jika terpenuhi syarat ini maka dia terkena kewajiban salat. Kalau tidak terpenuhi syarat ini, maka dia tidak terkena kewajiban salat. seperti balig, dia harus balik. Kalau dia belum balik, maka tidak wajib salat. Tapi dia memang sudah mulai dilatih untuk salat sejak umur 7 tahun. Karena umur 7 tahun adalah umur mumayiz, yaitu seorang anak sudah bisa mengerti, sudah bisa dikasih tahu. Itu umur 7 tahun. Rasul sahu alaih wasallam mengatakan, "Muru auladakumati wahum sabin." Perintahkanlah anak-anak kalian salat ketika usia 7 tahun. wahum asin. Kalau mereka sampai 10 tahun tidak mau salat, maka pukullah. Pukullah ya. Tapi mereka belum wajib. Cuma ini dalam rangka untuk latihan agar mereka ketika datang kewajiban mereka untuk wajib salat, biasanya anak laki-laki usia 15-an kurang lebih ya, maka dia sudah terbiasa untuk salat. Tapi latihannya sejak umur berapa tahun? 7 tahun. Kemudian pada umur 10 tahun lebih ketat lagi ee sehingga diperintahkan untuk dipukul itu pukul mendidik bukan pukul ee apa namanya ngamuk tapi mendidik agar mereka terbiasa salat. Ee jadi kalau usia 7 tahun atau 10 tahun orang tuanya yang wajib mendidik. Orang tuanya yang diperintahkan untuk wajib mendidik. Kalau anaknya enggak salat dia tidak berdosa karena dia belum belum balig. Ya. Kemudian berakal. Kalau gila jangan disuruh salat ya. Dis orang gila jangan disuruh apa? Salat ya. Karena ketika dia gila ee maka dia tidak terkena kewajiban. Ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Rufi al qalam anat bahwasanya pena diangkat dari tiga orang. Di antaranya ee anobi hatta yahtalim dari anak kecil sampai dia balik." E kemudian ee dari orang gila sampai hatta sampai dia sadar ya. Ya, maka ini dari orang tidur sampai dia atau yufik sampai dia terjaga. Tib. Adapun masalah balig secara umum ee baliknya ee anak perempuan adalah dengan apa? Haid. Dengan apa? Haid. Adapun baliknya anak laki-laki maka dengan salah satu dari tiga ee sebab. Yang pertama dia mimpi basah. Yang kedua atau dia mimpi basah atau sudah tumbuh rambut atau bulu kemaluan di sekitar kemaluannya. Yang ketiga, atau dia sudah berusia 15 tahun Hijriah. Kalau salah satu dari tiga ini sudah dialami oleh seorang anak, maka dia sudah balik. Ya, meskipun dia belum mimpi basah, tapi dia sudah usia 15, maka dia sudah balik. Ya, meskipun dia belum basah tapi sudah tumbuh rambut kemaluan di di kemaluannya maka maka dia sudah balig ya. Oleh karena disebut dalam satu peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika berperang Nabi kemudian mengalahkan musuh. Nabi mengecek orang-orang yang lebih dari yang dilihat yang dilihat apakah bulu kemaluan sudah tumbuh maka mereka berhak dibunuh karena mereka menyerang. Adapun yang bulu kemaluannya belum tumbuh maka dimaafkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam karena dianggap belum apa? Belum balik. Paham ya? masuk ujian ini jangan lupa ya. Jadi ini sederhananya untuk mengetahui balig adalah dengan demikian ya Tib ee ini yang terpenuhi syarat ini balig berakal atau Islam ya maka mereka itulah yang wajib untuk salat. Kalau tidak demikian maka tidak wajib salat. Kemudian kita bahas yang secara khusus adalah syarat-syarat sah salat. syarat-syarah sah salat. Sekarang saya kasih garis besar, sederhana. Syarat-sah salat di sini saya sebutkan lima. Suci dari hadas. Hadas itu kondisi yang menghalangi seorang untuk ibadah khusus seperti dilarang untuk salat, dilarang ee misalnya untuk tawaf menurut sebagian ulama dan seperti itu ya. Ee dan hadas itu ada hadas besar, ada hadas apa? Kecil. Nanti kita bahas insyaallah. Yang kedua, suci dari khabas atau najis. Ketika salat maka tidak boleh ada najis. Tubuh tidak boleh ada najis. Tubuh tidak boleh ada najis. Kemudian pakaian juga tidak boleh ada najis. Kemudian tempat salat juga tidak boleh ada najis. Ya, kalau hadas tadi hadas besar, hadas kecil. Tayib. Yang ketiga sudah maksud waktu salat. Jangan sampai seorang salat zuhur jam 11.00 pagi belum waktu salat zuhur. Maka siapa yang salat sebelum masuk waktu maka salatnya tidak tidak sah karena syaratnya tidak terpenuhi. Syaratnya tidak terpenuhi. Kemudian salat harus menghadap kiblat. Kalau dia tidak menghadap kiblat maka salatnya pun tidak tidak sah. Ini secara umum. Tentu ada penjelasan nanti secara rinci. Kemudian yang kelima, menutup aurat. Kalau seorang salat dalam kondisi aur yang terbuka, maka salatnya tidak sah karena syaratnya tidak terpenuhi. Setelah ada syarat salat, ada pembahasan namanya rukun-rukun salat. Rukun-rukun salat secara umum terkait dengan kegiatan gerakan salat seperti niat, kemudian takbiratul ihram, kemudian baca al-Fatihah, kemudian rukuk, kemudian i'tidal, kemudian apa? Sujud, kemudian duduk di antara dua sujud. Ini namanya rukun salat. Itu namanya rukun rukun salat ya. Adapun kewajiban salat ee terkait biasanya dengan zikirnya seperti subhana rabbiyal a'la subhanalladzim dalam sujud maupun rukuk. Tapi rukuknya, sujudnya itu rukun salat. Bacaannya wajib sa salat. Apa bedanya? Perhatikan sini. Apa bedanya antara syarat dengan rukun? Secara sederhana kalau syarat ini harus diadakan sebelum salat. ini sebelum salat yaitu harus harus tersiapkan atau terpenuhi tersiapkan sebelum melaksanakan salat dan selalu selalu ada dan selalu terkumpul bersamaan ee harus tersiapkan sebelum melaksanakan salat yaitu ee dan semuanya tersiapkan semuanya hingga akhir salat. Hingga akhir salat. Maksudnya orang kalau sedang salat, tahu-tahu di tengah jalan dia ternyata terbuka aurat, salatnya tidak sah. Seorang sedang salat di tengah-tengah sedang salat, ternyata dia tidak menghadap kiblat, maka salatnya tidak tidak sah. Jadi syarat ini pertama dia harus disiapkan sebelum waktu sebelum melakukan salat. Tib kita perhatikan sini syarat-syarat sah salat dia harus tersiapkan sebelum melaksanakan salat dan semuanya harus tersiapkan dari awal sampai akhir apa? Salat. Ya, makanya kalau seorang di tengah salat tidak menghadap kiblat salatnya dia sengaja tidak hadap kiblat salatnya batal. Atau di tengah salat ternyata dia berhadas dia buang angin maka salatnya batal. Jadi awal sampai akhir harus ada terus. Beda dengan rukun. Kalau rukun dia berpindah-pindah. Dia baru muncul ketika melaksanakan salat. Dia baru dilakukan baru ada ketika melaksanakan salat. Ketika dilaksanakan salat bukan sebelumnya. Kemudian dia berpindah dari satu rukun ke berikutnya. Berpindah dari satu rukun ke yang lainnya. ke yang lainnya. Tiba. Seperti kalau kita kan ee niat Allahu Akbar takbiratul ihram. Saya takbiratul ihram berpindah kepada baca alfa alfatihah. Setelah baca al-Fatihah kemudian rukun berikutnya adalah rukuk. Setelah rukuk rukun berikutnya iktidal. Setelah iktidal rukun berikutnya adalah apa? Sujud. Jadi berpindah satu rukun ke rukun berikutnya. Ini namanya rukun. Dan suatu ibadah harus dipenuhi syarat dan rukun. Kapan ada satu syarat tidak dipenuhi, maka ibadahnya tidak sah. Dan kapan ada rukun tidak dipenuhi, maka ibadahnya tidak tidak sah. Jadi ibadah itu sah. Perhatikan sini. Ibadah sah jika syarat terpenuhi. Kemudian rukun-rukun terpenuhi. Jika ada satu syarat atau satu rukun tidak terpenuhi, maka ibadah tersebut tidak sah. Jika ada satu saja syarat atau rukun yang tertinggal, maka tidak sah. Sah suatu ibadah. Nah, ini kita ini kaidah ibadah apapun dia umum. Ibadah apapun mencakup misalnya salat, kemudian haji, misalnya puasa dan lain-lain ya dan lain-lain. Maka ketika kita bahas fikih selalu kita bilang apa syaratnya, apa rukunnya. Sehingga kita punya ilmu, kita punya oh. Kita tahu kalau syarat tidak terpenuhi ibadah tidak sah. Kalau rukun tidak terpenuhi maka tidak sah. Yang lainnya mungkin hanya sekedar wajib atau hanya sekedar sunah. Seandainya tidak dikerjakan pun sunah, tetap ibadah itu apa? Sah. Jadi seorang berusaha mengenal apa itu syarat-syarat suatu ibadah dan apa itu rukun-rukun suatu ibadah. Ya, cuma bedanya kalau syarat biasanya sebelum ibadah. Kalau rukun ketika menjalankan apa? Ibadah. Ya, kita bisa bayangkan tadi terkait syarat salat dan rukun salat. Sampai sini paham insyaallah. Baik, kita kembali. Nah, ee ketika kita membahas ee ee nanti sunah-sunah salat ada sendiri insyaallah waktunya, pembatal salat juga ada waktunya insyaallah. Tapi kita harus tahu semua ya apa itu sunah yang mana yang bisa kalau tinggalkan enggak apa-apa. Ada pembatal langsung kita hindari. Kalau kita lakukan maka akan batal salat. Nah, sekarang kita bahas tentang syarat-syarat sah salat. Syarat-sath salat yang pertama adalah suci dari apa? Hadas. Suci dari hadas. Hadas besar dan juga hadas kecil. Ya. Kemudian suci dari najis. Makanya kalau kita baca masalah fikih selalu pembahasan pertama kitabut thaaharah. Selalu kitabut thaaharah. Yaitu kitab tentang bersu bersuci. Dan kalau kitabut taaharah pertama tentang air. Karena bersuci asalnya dengan menggunakan apa? air. Ini secara silabus atau silsilah buku-buku fikih ya. Kata mereka, "Karena kita diciptakan untuk ibadah." Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun. Kita diciptakan untuk ibadah dan ibadah yang paling agung adalah salat. Dan kalau pembahasan salat pertama pasti masalah thaharah. Kalau sudah thaharah pasti masalah air. Setelah sudah kemudian ibadah habis salat kemudian bahas ee apa namanya? Ee haji, puasa. Setelah itu baru pembahasan fikih berikutnya tentang muamalah. Tentang muamalah interaksi seorang dengan manusia yang lain. Situlah dibahas misalnya nikah misalnya ee jual beli. Nah, itu namanya bab mua muamalat. Setelah bab ibadat, ibadat dulu baru mua muamalat. Nanti habis muamalat baru kemudian misalnya bab tentang ee jinayat, masalah kezaliman. Karena namanya interaksi terkadang terjadi kezaliman. ada pencurian, ada pembunuhan, ada ee macam-macam ya. Ini juga dibahas ya di bagian masalah ee kriminal ya nanti masalah hukum-hukum H. Tapi intinya selalu dalam buku-buku fikih yang dibahas selalu diluan adalah kitab apa? Ibadat. Dan kalau masalah ibadat selalu dibahas pertama adalah thaharah. Ya, tharah. Tayib. Tentunya kita fokus kepada salat. Ini sekedar gambaran tentang pembahasan ee salat. Sekarang saya akan ee bahas terlebih dahulu tentang hadas dan cara pertemuan kita kali ini kita akan fokuskan tentang hadas dan cara bersuci dari hadas. Karena kalau orang berhadas tidak boleh salat. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "La yaqbalu shata ahadikum id ahdata hatta yatawad." Ya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La yaqbalu Allah shatta ahadikum idza ahdata hatta yatawad." Allah tidak menerima, tidak menerima salat kalian jika dia berhadas sampai bersuci hingga dia bersuci atau i hingga dia berwudu. Berwudu ini kalau hadas kecil tay. Sekarang kita hadas. Hadas terbagi menjadi dua. Ada hadas besar, ada hadas apa? Ke kecil. Kecil. Apa itu hadas? Hadas tadi, hadas adalah kondisi yang menghalangi seorang dari melakukan ibadah tertentu. Hadas adalah kondisi tubuh atau kondisi seseorang. yang menghalanginya dari ibadah tertentu. Di antaranya salat tertentu seperti salat. Demikian juga ada yang mengatakan tawaf dan lain-lain namanya hadas ya. Hadas. Hadas besar ya. secara umum ya. Di antaranya adalah khusus wanita apa, Ibu-ibu? Haid dan nifas. Ini hadas besar. secara umum wanita dan lelaki. hadas besar di antara adalah ee keluar ee air mani ya, baik laki maupun perempuan ya ee sengaja maupun tidak sengaja ya sengaja maupun tidak sengaja. Kemudian melalui cara yang halal atau yang haram. melalui cara halal atau haram. Pokoknya kapan air maninya keluar maka dia telah berhadas besar. Ini yang pertama. Hadas besar. Yang kedua, di antara hadas besar adalah melakukan jimak. Melakukan jimak. Kenapa kita khususkan melakukan jimak? Karena melakukan jimak tidak mesti ejakulasi. meskipun melakukan jimak, meski tidak ejakulasi. Kapan telah terjadi jimak? Maka seorang telah berhadas besar. Ya. Dan namanya jimak sebagaimana kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, altaqal khitanani faqad wajabal guslu waillam yunzil. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Jika dua tempat sunat sudah saling bertemu, maka telah wajib mandi meskipun tidak terjadi ejakulasi." di tempat sunat laki-laki. Maksudnya di bagian ee kepala zakarnya. Kemudian bagian wanita di bagian ee sekitar klitarisnya. Jika telah terjadi pertemuan yaitu sederhananya jika telah terjadi penetrasi maka sudah wajib untuk mandi junub. Meskipun belum terjadi ejakulasi ya. Meskipun belum terjadi eja ejakulasi maka ini hadas besar. Adapun keluar air mani dengan sengaja maupun tidak sengaja, tidak sengaja mesti misalnya mimpi basah ya. Jadi bahasa seorang bermimpi kemudian ee dia misalnya tidak sengaja misalnya mim mimpi ya melalui cara halal ya dengan hubungan dengan istrinya tidak haram seperti berzina maka jika telah ee keluar air mani maka dia telah melakukan mengalami hadas besar. Hadas kecil ya di antaranya apa? buang buang angin. Buang angin ada dua dalam bahasa Arab namanya fusa dan namanya durat ya. Fusa yaitu buang angin tanpa suara. Adapun durat maksudnya ee buang angin ee non silent. Kalau fusa adalah yang apa? Silent ya. Buang angin. Dan bahasa Arab dibedakan fusa dan zarat ya. Kemudian buang air kecil. Buang air kecil. Kemudian juga BAB ya. Ini semua ee adalah ee hadas kecil. Di antaranya juga misalnya keluar mazi ya, keluar mazi namanya kemudian keluar wadi. Ya, ini istilah madzi adalah air ee yang keluar karena merasakan kelezatan tapi sebelum mani tanpa ejakulasi. yaitu ee air yang keluar ketika merasakan syahwat yang keluar dari kemaluan. Kemaluan ketika syahwat tanpa ejakulasi. Kalau wadi adalah air yang biasanya keluar setelah kencing. Air yang keluar dari kemaluan kemaluan setelah kencing, setelah buang air kecil. Keluar wadi, keluar mazi, keluar wadi. Di antaranya juga hadas kecil adalah ee keluar namanya kalau wanita keputihan. apa namanya? Kebu keluar apa? Keputihan. Keluar kepu keputihan. Ya. Semua air buang air air kecil adalah najis. Air apa? Kotoran air buang air besar juga najis. Madzi juga najis. Wadi juga najis. Ee kemudian keputihan khilaf najis atau tidak? Keputihan ada khilaf najis atau atau tidak? Yang tidak najis cuma buang angin. Angin najis atau tidak? Tidak. Ya, kalau kena tangan ternajisi enggak? Enggak ya. Tidak najis ya. Cuma batal wudu. Inilah namanya hadas kecil. Ini hadas besar. Bedanya kalau hadas besar adalah dengan mandi. Menghilangkannya dengan mandi. Hadas kecil dengan wudu. Dihilangkan dengan wudu. Kalau hadas besar dihilangkan dengan mandi besar. Diangkat atau dihilangkan dengan mandi besar. Tayib. Sampai sini paham? Saya ulangi. Syarat pertama salat bersih dari ha hadas. Hadas itu ada dua. Hadas besar, ada hadas kecil. Hadas besar itu tadi khusus wanita, haid dan nifas. Adapun wanita lelaki ada keluar air mani atau jimak. Ini dua-duanya adalah hadas besar. Cara menghilangkan hadas besar dengan mandi besar. Hadas kecil seperti kita sebutkan tadi, buang angin, buang air kecil, buang air besar. Keluar madzi, keluar wadi, keluar keputihan. Ya, maka ini semua menyebabkan hadas kecil. Hadas kecil. Tidak wajib mandi, tapi harus dengan wu wudu. Yang keluar ini semua secara umum adalah najis kecuali buang angin. Ya, Tayib. Ada yang bertanya ya? Ee gak, gak membatalkan wudu dia bukan hadas. Dia cuma muntahnya memang ada khilaf najis atau tidak ituembahasan najis. Tapi muntah tidak membatalkan apa? Wudu. Ludah juga tidak membatalkan apa? Wudu. Ada lagi yang bertanya? Iya. Kalau wadi najis, maka kalau kena kain harus dicu cuci. Madzi. Madzi juga najis. Kalau kena kain harus juga dicuci. Cuma ada khilaf apakah madzi termasuk najis yang ringan atau najis yang tengah. Najis ringan atau najis tengah. najis besar ee cuma apa namanya ee anjing kotoran anjingah ada yang mengatakan babi juga. Tapi kalau secara umum najis menajis yang mutawasit yang tengah. Nah, apakah madzi adalah najis ringan atau najis tengah? Di antara yang disepakati oleh para ulama najis yang ringan adalah air kencing anak bayi yang masih menyusui. Anak bayi yang masih menyusui. Kalau misalnya kita gendong anak bayi laki-laki, anak bayi laki-laki kemudian dia kencing, maka tidak perlu kita cuci baju kita. Kita cuma ambil air kemudian kita percikan di areal kencing dia. Misalnya dia kencing segini lagi gendong terus kencing segini, kita cuma ambil air percik aja gini enggak perlu di karena najisnya dia najis yang ringan. Rasulullah pernah gendong anak terus anak tersebut kencing. Rasulullah biarin Rasulullah ambil air cuma beginiin aja. Nah, itu namanya kalau kalau najis yang tengah harus dicuci, harus dicuci. Dicuci sehingga hilang apa bekas-bekasnya. Kalau najis berat seperti air liur anjing harus dicuci tujuh kali. Salah satunya pakai ta tanah ya. Nah, madzi. Madzi termasuk madzi yaitu air yang keluar ketika seorang berhasrat laki maupun perempuan. Kemudian keluar cairan tersebut mengenai celananya, mengenai kolornya misalnya. Nah, ini ini najis tengah atau najis ringan? Khilaf di kalangan para ulama. Kalau dia najis ringan mudah, tidak perlu dicuci. Cuma kita kasih percikan air sudah dianggap apa? Hilang. Kalau dia najis tengah, maka harus di dicuci. Adapun wadi air kencing, maka dia najis yang tengah harus dicu dicuci. Terakhir ada lagi bertanya ya. Mani bukan najis. Mani bukan najis. Mani bukan najis. Karena kita tercipta dari air mani dan kita bukan tercipta dari najis. Silakan. Iya. Heeh. Oke, intinya ee orang-orang yang punya halangan atau punya uzur disampaikan fattaqulaha matatum. Bertakwalah semampum apakah autis kalau dia tidak mampu cuma baca tertentu itu yang di kita wajibkan. Dia tidak mungkin kita paksa dia hafal alfatih sebenarnya tidak mampu. Cer dia cuma bisa alhamdulillah Allahu Akbar itu aja yang dia baca enggak ada masalah. sama orang autis atau orang terbelakang enggak ngerti ee maka tidak wajib kita menyuruh dia. Kalau tidak mampu kita hanya suruh dia yang mampu yang dia laku lakukan secara umum demikian. Tib kita lanjut ya. Maksudnya apa? Ya, dibersihkan. Iya. Ee iya nanti insyaallah kita bahas ya masalah orang yang keluar najis terus-terusan itu lain cerita. Silakan, Bu. Wanita. Kenapa? Keputihan tadi. Keputihan ini panjang lebar ya. Nanti ada pembahasan keputihan khusus bab keputihan. Tapi secara sederhana, secara sederhana ada dua. Jadi kebetulan keluar dari saluran apa namanya produksi atau ada ya kalau kencing keluar dari keluaran kencing ya. Kan dalam tubuh kan ada dua saluran ya. Kalau keputihan dari saluran rahim ya kemudian keluar keputihan maka keputihan ini ada khilaf apakah dia najis atau tidak. Sebagian mandang dia bukan najis dia hukumnya seperti mani maka dia tidak najis. Sebagian mengatakan najis. Kalau najis harus dibersihkan. Nah, kalau ternyata seorang wanita keputihan terus-menerus tidak berhenti, maka dia hukumnya seperti istihadah, seperti darah istihadah. Nanti darah istihadah apalagi pembahasan panjang lagi ya. Oh, dicuci, dicuci, dicuci. Kalau kita mau salat kita cuci tadi sesuai dengan khilaf. Apakah dia suci ataukah dia na najis? Saya sendiri cenderung dia suci karena dia bukan keluar dari saluran apa? kencing ya tadi kalau dia kalau dia suci tidak perlu dicuci kalau dia najis maka dia harus dicuci apakah dia suci dan najis ada perselisihan di kalangan para ulama meskipun saya lebih cenderung bahwasanya dia su suci bukan najis ti pertanyaan kita tutup nanti kita enggak maju-maju saya masih sengaja biar apa n pelan sedikit-sedikit aja biar jadi ngah ya biar pelan-pelan biar bisa kita ikutin bab kita lanjut sekarang terkait cara menghilangkan hadas. Ya, tadi sudah kita singgung hadas besar hilangnya dengan apa? Mandi besar. Kalau hadas kecil dengan berwudu. Maka ini pembahas tentang cara bertaharah. Baik. Cara bertaharah ini taharah yang asli. Taharah asli mandi. Eh wudu wudu wudu wudu untuk hadas kecil. Terus mandi untuk hadas apa? Besar. Kemudian thaaharah alternatif, thaharah pengganti ya, bukan asli, yaitu tayamum. Ya, namanya apa? Tayam. Tayamum. Tayamum ini untuk hadas besar dan hadas kecil. Hadas besar dan hadas kecil. ya. Ee kapan tayamum jika tidak bisa menggunakan air? Jika uzur tidak bisa menggunakan air, tidak bisa menggunakan air untuk wudu, maka dia tayamum. tidak bisa gunakan air untuk mandi, maka dia tayam tayam. Kok B tidak bisa gunakan air? Banyak sebab tidak bisa gunakan air. Pertama, airnya tidak ada. Kedua, dia sakit. Ketiga, mungkin bahaya kalau dia ambil air di luar, ternyata ada lagi bunuh-bunuhan. Maka intinya dia tidak bisa menggunakan air. Kalau tidak bisa menggunakan air, maka dia menggunakan tanah untuk bertayamum. Paham? Baik. Pertanyaan berikutnya, "Ustaz, kalau tidak bisa pakai air, tidak bisa pakai tanah? Contohnya bagaimana? Contohnya dia sedang sakit dan dia juga alergi debu misalnya dan dia tidak bisa menggunakan tidak bisa menggunakan tanah. Dalam kondisi demikian kata para ulama dia ibadah meskipun tanpa berto thaharah. Yang penting dia berniat. Fattaqulah ma'tum. Bertakwalah semam. Ini pernah terjadi di zaman sahabat ketika hadis yang masyhur tentang ketika Aisyah radhiallahu taala anha bersama Nabi sedang bersafar. Kemudian kalung Aisyah hilang. Maka Rasulullah suruh para sahabat cari kalung Aisyah. Maka mereka pun cari dan mereka sedang mampir ketika itu. Sedang singgah karena sibuk mencari kalung Aisyah sampai subuh enggak ketemu. Wasu laisu alama waisa maahumma. Dan orang-orang ketika itu ketika masuk waktu subuh mereka dalam kondisi tidak berwudu dan mereka juga tidak ada air sehingga sudah masuk waktu subuh. Akhirnya sebagian sahabat salat tanpa wudu dan ketika itu belum disyariatkan tayamum. Belum disyariatkan apa? Tayamum. Sehingga ternyata di antara mereka ada yang salat tanpa wudu dan tanpa tayamum karena tayamum belum disyariatkan. Dan ternyata salat mereka dianggap sah oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berarti mereka salat tanpa bersuci. Setelah itu baru kemudian turunlah ayat tayamum gara-gara kalung Aisyah hilang. Baru saya tayamum datang belakangan. Ini menunjukkan bahwasanya jika orang dalam kondisi terdesak, tidak bisa menggunakan air, tidak bisa menggunakan debu, maka dia tetap salat. Atau misalnya dia dia di penjara atau dia di rumah sakit dalam kondisi kotor tidak bisa pergi ke mana-mana, tidak ada wudu, tidak bisa bertayamum, tidak ada yang ngantar dia ke kamar mandi, dia tidak boleh tinggalkan sa salat. Tetap salat meskipun tanpa wudu maupun tanpa tayamum. Ini kondisi ee tertentu ya. Kalau tetap intinya ibadah tidak boleh ditinggalkan. Tib. Ee sekarang kita bahas terlebih dahulu tentang wudu ya, tentang tara berwudu ya. Secara singkat saja saya akan bahas tentang tata cara wudu ya. Tentu pembahasan wudu juga panjang ya ee tata cara wudu kemudian baru kita akan bahas tata cara mandi. Setelah itu baru kita tata cara tayamum. tata cara tayamum, tata cara wudu, ya ee tentunya saya akan bahas tentang pertama wudu minimal sah. Ya itu yang penting wajib-wajib kita kerjakan, ya. Pertama wudu minimal sah itu jika terpenuhi syarat dan rukun. Kemudian yang kedua, wudu yang sempurna. Wudu sempurna yaitu semua sunah dikerjakan. Dikerjakan. Adapun wudu minimal sah, maka yang pertama niat. Niat wudu. Saya bahasa-bahasa ini niatnya untuk ber wudu harus niat. Innamal a'malu bin niat. Kalau tanpa niat, maka bisa jadi dia cuma latihan, bisa jadi cuma segar-segar, maka dia tidak sedang berwudu. Wudu pertama harus ni niat. Yang kedua, dia ee langsung membasuh wajah sekali. Membasuh wajah sekali. Sekali. Setelah membasuh wajah sekali, yang ketiga adalah ee mengusap kepala sekali. Allah mengatakan, kumtum ilati wujahukum waidakum tangan dulu apa? Membasuh membasuh tangan membasuh kedua tangan sekali. Kemudian yang keempat mengusap kepala sekali. Terakhir apa? Membasuh kedua kaki. Kedua kaki sekali. Ini wudu minimal sah. Jadi kalau saya mau praktikkan saya berwudu. Saya wudu langsung saya ambil air langsung saya hantam muka seka sekali. Setelah itu saya tangan kanan sekali. Kemudian saya tangan kiri sekali, kemudian saya kepala seka sekali, kaki kanan sekali, kaki kiri sekali. Wudu saya sudah sah. Allah mengatakan, "Ya ayadina amanu kuntum ilati fagsilu wujuhakum wa aidakum ilal marofiq wamsahu biruusikumjulakumal ka'bain." Dalam surat Almaidah ayat 6. Ini Quran surah Almaidah ayat 6. Kata Allah, "Wahai orang yang beriman, jika kalian hendak salat maka cucilah wajah kalian, kemudian kedua tangan kalian sampai siku. Kemudian usaplah kepala kalian, kemudian cucilah kedua kaki kalian sampai mata mata kaki." Ini wudu sudah sah. Yang penting niat untuk wudu ya. yang yang perlu diperhatikan. Poin-poin yang perlu diperhatikan. Ingat harus tertib 1 sampai 5 harus tertib. Urutan harus berurut tidak boleh terbalik ya. Jangan sampai kaki dulu baru kepala atau tangan dulu baru ee tangan dulu baru wajah. Enggak boleh. Harus berurutan. Yang kedua dibasuh ee dibasuh anggota tubuh setelahnya, tubuh yang kedua yang berikutnya sebelum kering anggota yang sebelumnya. anggota yang sebelumnya. Contoh, seorang berwudu, dia cuci tangan. Setelah dia cuci tangan terus kerannya mati. Kerannya mati dia cari cari cari cari cari. 1 menit kemudian baru dia dapat air. Dia lanjutkan. Tib 1 menit tangan sudah kering belum? Belum kali ya. 1 menit belum. Maka wudu masih bisa dilanjutkan. Tapi kalau dia dapat air setengah jam berikutnya pasti sudah kering. Kalau dia dapat air setengah jam berikutnya dia harus ulang lagi dari awal. Paham? Dia harus ulang lagi dari awal karena tidak boleh kita lanjut kepada anggota setelahnya kalau anggota sebelumnya airnya sudah ke kering. Paham sampai sini? Itu namanya mualat dalam fikih harus berkesinambungan. Maka tidak boleh anggota tubuh berikutnya kita basuh setelah keringnya anggota sebelumnya. Jadi tidak sebelum kering kita sudah harus basuh se se apa namanya? Baksuh yang berikutnya. Atau kita lagi wudu, lagi cuci wajah ada telepon. Telepon penting. Bicara, bicara, bicara 5 menit kemudian baru kita lanjut. Enggak bisa sudah kering. Harus ulang lagi dari awal. Dalilnya apa? Dalilnya Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam pernah lihat seorang salat ternyata dia wudu di kakinya ada seukuran keping dirham tidak kena air wudu. Jadi waktu dia cuci kaki ternyata masih ada yang tidak kena air dia buru-buru. Dia buru-buru kelihatan ada satu anggota tubuh seukuran uang yang tidak terkena air. Setelah salat Rasulullah suruh wudu ulang. Kenapa? Karena sudah kering semuanya. Seandainya tidak disyaratkan masalah kering-kering tadi, maka yang ini aja yang dibasahin. Ngerti tidak? Seandainya tidak disyaratkan sebelumnya tidak boleh kering, tentu Rasulullah hanya suruh untuk membasahi yang tadi tidak kena air wudu. Ketika Rasulullah suruh wudu dari ulang menunjukkan ada syarat tadi. Kalau kita berwudu sebelum kering, anggota wudu sebelumnya. Paham atau tidak? Paham ya? Itu namanya muwalat. Dalam istilah harus berkesinambungan atau kita tulis saja harus berkesinambungan. Berikutnya, seluruh anggota tubuh harus kena air. Tubuh anggota tubuh anggota wudu harus kena air. Anggota tubuh yang kena yang wajib harus kena air. Contoh sekarang kita bicara wajah. Apa itu wajah? Wajah itu adalah bagian tubuh yang kita bermuwajahah, kita berhadapan. Kalau kita sedang menghadap, kita sedang menghadap apa namanya? Cermin. Maka inilah wajah kita. Inilah wajah kita nih. Ini wajah kita. Ini bukan wajah. Di belakang ini bukan apa? Wajah. Ini bukan wajah. Ya, ini endas. Tapi bukan apa? Wajah. Wajah itu di depan sini wajah ada khilaf. Apakah ini wajah atau bukan? Wallahualam. Karena dia kalau ada jambang di sini, apakah ini wajah atau bukan, ada khilaf. Ya, kalau ada jambang, kalau enggak ada jambang ini terkadang kelihatan. Tapi intinya kita berusaha. Maka orang kalau cuci wajah harus kena wajah eh cuci wajah harus kena semuanya. Ini semua harus kena. Jangan sampai dia buru-buru, di sini enggak kena. Misalnya kalau dia buru-buru di sini tidak kena, maka wudunya tidak tidak sah. Dia buru-buru begini ininya tidak kena, wudunya tidak sah. Jadi harus kena seluruh anggota wa wajah baru dikatakan sah mencuci wajahnya. Paham? Demikian juga ketika dia membasuh tangan, perhatikan harus seluruhnya kena dari sini. Mau dari sini ke bawah, sini ke bawah, enggak ada masalah. Yang penting semuanya kena dari ujung kuku sampai siku. Jangan sampai dia buru-buru, ternyata siku enggak kena. Jangan dia buru-buru, ternyata jarinya tidak kena. Paham? Kemudian kaki juga kata Allah ilal ka'bain. Dari ujung jari kaki sampai mata kaki. Ini gak boleh ada yang ketinggalan. Makanya kalau ada cat harus dibersihkan. Kalau ada minyak yang menghalangi air maka harus dibersihkan. Makanya kalau wanita yang pakai apa? apa namanya? Mas maskara ternyata menghalangi apa? Menghalangi air dari cat. Maka tidak boleh. Karena ini harus semua kena apa? Air. Ini syaratnya. Aturannya demikian. Kemudian air tersebut yang penting mengalir. Yang penting mengaliri tubuh. Yang penting mengaliri tubuh. alir itu Bu kecuali kepala cukup diusap kepala. Kalau kepala ada khilaf apakah harus seluruhnya atau seperempatnya atau 2/3 atau sehalai rambut sudah cukup. Ini khilaf di kalangan para ulama. Kalau mazhab hambali harus seluruhnya harus seluruhnya kena air. Tapi usap usap. Jadi ada sekarang ada tiga kita ada tiga istilah. tiga istilah. Yang pertama namanya usap, yang kedua namanya ba basuh. Yang ketiga namanya gosok. Gosok yang usap ini kepala basuh apa? wajah, tangan, apa ka kaki gosok tidak wajib tapi sunah. Sun sunah tapi sun sunah gosok tuh dalek gini ada gininya. Jadi seandainya seorang berwudu dia buka air keran dia cuma gini doang tangannya airnya mengalir enggak? Ah itu namanya basuh. basuh artinya air menga mengalir, air ngalir di anggota anggota tubuh. Itu namanya basuh. Saya wudu pakai air, saya cuma kaki dimajuin aja. Yang penting kena keran, kena semua. Sah atau tidak? Sah. Paham? Karena air menga mengalir. Makanya tidak sah kalau wudu pakai keyspray. Cuma kenapa airnya tidak mengalir? Kalau mau dituang airnya baru digosok. Dengan mengalirnya air maka sudah sah menurut pendapat yang kuat. Adapun sunahnya kita gosok. Sunahnya kita apa? Gosok. Tapi tidak harus. Tidak harus. Paham sampai sini? Ah inilah mungkin poin-poin yang perlu kita perhatikan. Adapun kepala maka khilaf menurut mazhab Syafi'i, menurut mazhab Hambali maka usap. Jadi usap tidak perlu jangan gebyur air yang penting tangan sudah basah. Maka kalau kita kepala jangan kasih air kita air yang air yang sudah tangan basah baru kita u usap begini atau kita begini. Dua cara boleh begini. Cara pertama balik lagi. Ini sunah Nabi. Cara kedua, kalau rambutnya lagi keren, kita gini net gini pinggir rambut apa rambutnya biar enggak rusak kita begini. Itu cukup. Jadi cara pertama tadi gimana? Ini yang sunah Nabi. Ini yang cara kedua begini sama begini. Ini menurut mazhab hambali harus demikian dan ini lebih baik tentunya. Mazhab Syafi'i satu rambut sudah cukup, dikup. Orang wudu kemudian dia sudah cukup, sah. Ini mazhab Syafi'i. Jadi mereka bahas bahwasanya ini kadar wajibnya segitu. Tentunya mereka juga menganjurkan seperti semuanya. Maka para ulama membahas mas kadar minimal mana untuk menjelaskan sah tidaknya sebuah wudu. Tapi mazhab Syafi'i begini. Makanya kalau teman-teman kita banyak yang cuma begini atau gini satu jari aja sudah sah. Tentu ini masalah khilafiah. Yang lebih hati-hati kita begini saja ya. Paham, Ustaz? Bagaimana kalau rambutnya perempuan sampai belakang? Ya sudah cukup kepalanya doang. Jangan ngikuti rambut ke belakang. Yang C sama kepala. Paham? Paham ya? Bab ini yang perlu di ee perhatikan. Ini namanya wudu minimal sah. Wudu minimal sah. Sekarang kita bahas wudu yang sempurna. Yang kedua, sesungguhnya yang kita target yang ini wudu yang semurna. Ini minimal sah ini kadang-kadang kita perlu. Kapan kita perlu? Kalau salat mau habis kita pengin dapat apa? Jemaah. kita wudu secukupnya agar kita masuk dapat jemah atau kita wudu ternyata air kurang lagi di pesawat ya kita wudu secukupnya aja yang penting apa sah atau air lagi sedikit maka kita wudu secukupnya yang penting minimal wudunya apa sah paham saya ulangi sekarang cara praktik wudu yang sah tadi perlunya apa kalau misalnya kita di pesawat atau air sedikit kita perlu ini makanya kita perlu tahu fikih inilah wudu minimal yang sah ya, Tayib. Ee dengan ketentuan yang tadi sudah kita sebutkan. Sekarang wudu yang optimal dan ini dinaskan. Bahkan mazhab Syafi'i kalau kita baca fikih mazhab Syafi'i mereka menyebutkan syarat atau rukun terkait dengan mengusap kepala ya meskipun satu helai rambut, meskipun sebagian helai rambut disentuh maka sudah sah apa? wudu. Tetapi ketika mereka menjelaskan tentang sunah-sunah wudu, maka mereka mengatakan seperti cara yang biasa yang kita lakukan ya. Karena ini ini mereka bahas tentang minimal yang sah. Kemudian mereka membahas tentang wudu yang sempurna. Saya katakan yang kita tuju adalah wudu yang sempurna. Karena Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan ee di antara yang ee Allah cintai adalah isbagul wudu alal makarih. Menyempurnakan wudu meskipun dalam kondisi tidak menyenangkan. Misalnya di musim dingin, di musim dingin tetap Rasulullah menganjurkan kita wudu dengan sem sempurna. Ini di antara ibadah yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Atau meskipun musim panas, air agak panas, kita berusaha wudu dengan sem sempurna, tetap tiga kali sempurna. Kalau enggak bisa gak apa-apa. Cuma kalau bisa tetap wudu sem sempurna. Kemudian juga di antara ee ibadah agung wudu sempurna sambil salat khusyuk. Rasulullah mengatakan, "Man tawad nahwa wudui hadza. Rasulullah pernah ber dengan wudu yang sempurna. Kemudian kata Nabi, "Siapa yang berwudu dengan tata cara wuduku ini kemudian dia salat dua rakaat, dia tidak ngajak dirinya berbicara tentang dunia, maka Allah akan ampuni dosa-dosanya." Syaratnya harus berwudu seperti wuduku ini, wudu yang sem sempurna. Jadi, wudu sempurna pahalanya lebih besar. Pahalanya lebih besar. Nah, sekarang kita bahas wudu yang sempurna. Wudu sempurna kita mulai dengan bilang bismillah. Bismillah. Setelah bismillah kemudian kita cuci tangan tiga kali. Ini sunah cuci tangan. Nanti akan dicuci lagi ketika kita wudu. Cuci tangan tiga kali. Kalau sekarang tinggal pakai keran tiga kali. Setelah itu kemudian kita berkumur-kumur. Kalau mazhab Syafi'i mengatakan niat mulai dipasang ketika mulai cuci wajah. Ketika kewajiban pertama yang kita lakukan, di situlah kita pasang niat wudu. Tapi mazhab yang lain tidak harus demikian. Tapi intinya kita niat wudu setelah kita bismillah cuci kanan tiga tangan tiga kali. Setelah berkumur-kumur berapa kali? Tiga kali. Berkumur-kumur dengan namanya tamatmud. Tamat tiga kali. Kemudian istinsyak, istinsar. Boleh kalian ambil air sebagian wudu untuk kita tamatmud. Kemudian sebagian kita hidup di di hidung. Kemudian kita keluarkan istinsar. sekali ambil lagi air sekali kumur-kumur sebagian sebagiannya dihirup kemudian dibuang lagi dua kali ambil lagi sebagian air kita masukkan sebagian ke mulut sambil berkumur-kumur sebagian kita hirup kemudian kita buang namanya ini tamatmud atau matmadah ini namanya istinsyak hirup air keluarnya namanya istinsar ini pendapat yang lebih kuat hukumnya sunah tidak wajib tapi mazhab hambali bilang wajib cuma yang lebih kuat wallahuam bab dia tidak sampai derajat Apa? Wajib. Yang wajib cuma wajah. Sudah tiga kali. Kemudian kita basuh wajib berapa kali? Tiga kali. Satu. Yang pertama rukun, yang kedua sunah, yang ketiga sun sunah. Kemudian kita cuci tangan tiga kali. Yang pertama rukun yang minimal tadi. Yang kedua sunah. Yang ketiga sun sunah. Setelah itu kita kiri. Yang pertama rukun. Basuan kedua sunah, basuan ketiga sun sunah. kepala sekali aja. Mazhab Syafi'i tiga kali, tapi yang benar sekali aja sunahnya, bukan tiga kali. Karena yang dimaksud buat kepala bukan basuh tetapi cuma diu diusap, maka cuma sekali cukup begini. Langsung lanjut ke telinga. Telinga ingat masukkan jari telunjuk di telinga terus ee jempol di bagian luar. Rasulullah membasuh dalam dan luar, zahir dan batin. Jadi begini dibersihkan. Kita berharap dosa-dosa yang kita lakukan gara-gara mendengar berguguran dengan apa mengusap apa? telinga. Karena di antara faedah wudu, dosa-dosa kita berguguran. Dosa mata, dosa telinga, dosa wajah semua berguguran. Ti ini cuma sekali sekali begini atau tadi baru ke telinga seka sekali. Setelah itu baru cuci kaki kanan dari jari sampai ee mata kaki berapa kali? Tiga kali. Yang pertama rukun, yang kedua dan ketiga sun sunah. Kaki kiri juga ee yang pertama rukun, yang kedua, ketiga sun sunah. Mendahulukan kanan dari kiri sunah. Seandainya ada yang balik kiri kanan tetap sah, tapi tidak sunah. Sunahnya kanan dulu baru ki kiri. Ya, ada orang wudu sekali kanan, sekali, sekali kanan sah. Tapi tidak sunah. sunahnya kanan dulu tiga kali baru kiri tiga tiga kali ya setelah itu baru kita ee berdoa ya asyhadu alla ilaha illallah wa syarikalah wahayadu muhammadar rasulullah ya allahum ja'alni minat tawwabina waja'alni minal mutathahirin maka selesailah wudu yang sempurna yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam paham para ulama khilaf apakah dianjurkan untuk menyela-nyela jari kaki mereka berbahas tentang satu hadis di khilaf di kalangan mereka bagi yang mengatakan hadis sahih Ya. Maka dianjurkan ketika kita berwudu, kita sela-sela jari kaki kita dengan tangan sebelah kiri. Kalau enggak, kalau susah ya yang penting disela-sela agar memastikan air masuk. Tapi seandainya tidak dilakukan juga tidak mengapa. Ya. Tib. Kita selesai dari tata cara wudu. Lanjut mandi apa enggak? Khawatir kebanyakan. Lanjut apa cukup? Hah? Lanjut. Lanjut ya. Sekalian ya sekalian biar selesai. Tib. Tata cara mandi. Tata cara mandi. Mandi juga ada dua. Mandi ada dua. Yang pertama. Yang kedua, ya. [Musik] Yang pertama adalah mandi minimal apa? Minimal sah. Mandi minimal sah itu cuma dua hal. Niat mandi besar, menghilangkan hadas besar. Seluruh kulit tubuh kena air. Seluruh kulit tubuh kena air. Kena air mengalir. Ini mandi yang minimal sah. Misalnya seorang dia niat mandi kemudian jebur dalam kolam renang keluar sah misalnya kelamaan nih jebur ceklior keluar sah. Kenapa? tubuhnya semua sudah ba basah. Dia buru-buru jebur jebur jebur jebur. Pokoknya niat mandi selesai mandinya sudah sah. Cuma dua syaratnya niat. Harus niat dia menghilangkan hadas besar bos dia pengin mandi junub atau mandi besar. Yang kedua, air mengelari mengenai seluruh apa? Tubuhnya. Rambutnya, kepalanya basah, tangannya basah, semuanya basah. Selesai. Itu sah mandinya. Ya. Adapun mandi yang optimal, maka yang sesuai sunah menjalankan seluruh sunah. Maka pertama adalah wudu tentunya niat, ya. Niat. Kemudian wudu seperti salat. Seperti wudu salat. Kemudian menggosok-gosok kepala dengan air, menggosok kulit kepala. Di empat mengguyur kepala. Mengguyur kepala. Kelima, basahi. Mengguyur badan bagian kanan. [Musik] kanan terus enam mengguyur badan bagian kiri tentunya kita bersih dulu ee sebelum wudu bersih-bersih ya bersih-bersih maksudnya kalau perlu ada yang cebok dicebok yang bersih ada kemulaan dibersihkan, bersihkan setelah itu wudu seperti wudu salat khilaf ketika wudu salat ini apakah kah kaki diakhirkan atau langsung kaki sekalian. Dalam sebagian riwayat Nabi berwudu kakinya belakangan. Habis mandi dulu baru Nabi bergeser baru Nabi cuci kakinya. Ada yang mengatakan hikmahnya agar dibuka dengan wudu di akhir dengan wudu. Ada yang mengatakan tidak. Itu karena kondisi mungkin agak kotor. Jadi Rasulullah mengakhirkan kaki biar airnya tidak berulang-ulang digunakan. Ya, intinya kalaupun kita wudu lengkap enggak ada masalah ya. Jadi caranya niat kemudian bersih-bersih disebut Rasulull sallahu alaihi wasallam bersihkan kemaluannya. Dia gugurkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya. Kemudian dia bersihkan kemaluannya. Mungkin ada bekas mani atau yang lainnya dia bersihkan kemudian dia usap ke dinding. Ya, kalau sekarang alhamdulillah dengan sabun gampang ya. Setelah itu berwudu. Berwudu. Setelah berwudu baru tadi ambil air kita gosok-gosok gini. Ambil air gosok-gosok di kepala gosok sebelah kanan sebelah kiri. Setelah digosok-gosok baru kita guyur air tiga kali agar guyur air kena kepala. Setelah itu baru kita bagian ka kanan, set itu bagian ki. Kalau enggak ya pakai shower juga yang penting kanan kiri selesai. Setelah itu selesai ya. Ya. Jangan lupa berwudu. Wudu yang lengkap. Wudu juga wudu yang lengkap. Ada ini mandi yang optimal. M. Lihat pada mandi yang minimal sah ada wudu atau tidak? Tanpa wudu. Perhatikan tanpa wudu. Tapi meskipun tanpa wudu setelah itu bisa langsung salat. Meskipun tanpa wudu karena dia sedang sudah mengangkat hadas besar. Ketika hadas besar terangkat, hadas kecil otomatis sudah terangkat. Orang buru-buru cemplung kalau menang keluar langsung salat boleh meskipun tidak w tidak wudu. Paham ini misalnya ya loncat ke jeding gimana ini misalnya ya. Jadi tidak harus wudu wudu lagi. Dan para sahabat habis mandi besar mereka tidak wudu lagi. Mereka langsung salat. Nabi pun tidak wudu lagi langsung melaksanakan ibadah salat. Ya, seorang kalau berusaha ada waktu mandi yang optimal sesuai dengan sunah Nabi. Setiap tambahan gerakan tambah pahala. Tiib. Paham? Ada yang bertanya ya? Silakan. Ee basuhbasuh guyur air. Guyur air ya. Di dalam boleh gosok bagus tapi tidak harus. Ingat, mandi wudu yang yang yang wajibnya adalah diba basuh yaitu air mengalir. Adapun menggosok itu sun sunah. Seandainya orang tidak menggosok tetap sah. Yang penting tubuhnya ba basah, kulit tubuhnya basah. Tapi kalau dia gosok lebih baik. Itu sunah. Silakan Pak gak harusnya tidak. Cuma mungkin wudu kita batal, kita wudu lagi. Tidak harus, tidak harus apa kita karena kita masih dalam satu rangkaian apa? Rangkaian mandi. Tak tahu keluar air kencing lagi. Ya sudah kita selesai mandi kita wudu lagi kalau mau salat. Lebih hati-hati. Ada bagian dari air. Ah itu gak apa-apa itu gak usah kasih kena air gitu. Kalau bisa diusap-usap apalagi kalau di perban itu ada aturan tinggal diusap bagian perbannya tersebut. Bandar ya. Nanti ada pembahasannya. Tib. Iya. Kita kenapa? Oke. Oh, itu pembahasan. Iya. Ada yang bilang boleh. Ada yang mengatakan tidak boleh ucap bismillah di luar atau tidak perlu bismillah tapi boleh. Yang benar boleh selama tempat wudunya di luar apa? Di luar toilet. Buang air besar kan kadang-kadang kamar mandi apa? Luas kita ya gak ada masalah insyaallah. terakhir ya. Iya. Eh, Ibu-ibu ya. Ibu-ibu dulu. Ibu-ibu. Ibu-ibu silakan, Bu. Silakan, Bu. Waalaikumsalam. Gak apa-apa sah kita berwudu tanpa berpakaian juga sah. Kita mandi tanpa berpakaian juga apa? Sah. Dua-duanya adalah bersuci. Ya, tapi jangan lupa kalau kita buka pakaian kita bilang bismillah. Di antara hal yang menutup mata jin dengan bilang apa? Bismillah. Sehingga kita terja. Kemudian ketika masuk WC jangan lupa baca doa. Ya Allah mini wal khaba. Karena ada jin di situ mungkin bisa naksir nanti masalahnya jinnya. Itu yang kita khawatirkan. Dan itu terjadi sebagian wanita diganggu karena dia mungkin lupa baca doa dia diganggu sama jin ya. Di luar boleh, dalam juga boleh ya. Nanti habis pengajian nanti simpan dulu. Oke. Tayib. Jadi kalau habis mandi kita bisa langsung apa? Salat. Sekarang tayamum terakhir. Tayamum tentunya ikhwan akhwat, ibu-ibu ee semua masing-masing ada fikihnya banyak ya. Tapi ini sekedar ringkas aja tayamum. Jika tidak bisa gunakan air tidak bisa gunakannya. Ada beberapa sebab di antaranya misalnya sakit ya karena tidak ada air. Falam tajidu maan tidak dapat air. Ini ada sebab tidak dapat air. Dia sudah cari enggak dapat khilaf para ulama. Berapa jauh dia harus cari air. Ada khilaf di kalangan para ulama. Intinya dia berusaha cari air. Kalau enggak ada ya sudah ya. Yang kedua ee terhalang. terhalang menggunakan air. Misalnya ada air di luar, tapi di luar ada tembak-tembakan, maka jangan nekat. Ya sudah, enggak usah, enggak bisa dia keluar. Ada sumur di luar ambil air sumur, ada orang tembak-tembakan, ada perampok, jangan. Maka tidak apa namanya terhalang untuk menggunakan apa? Air. Yang ketiga, misalnya jika gunakan air maka sakit. Maka sakit. Dulu di zaman sahabat ada seorang sakit kemudian dia bertanya dia lagi junub. Kemudian dia tanya gimana? Kata mereka tidak ada ruhok harus mandi. Akhirnya dia mandi junub dia meninggal. Maka Rasulullah marah. Harusnya enggak usah harusnya tayamum. Ngapain lagi sakit nekat pakai air? Maka enggak boleh. Jika gunakan air maka sakit maka jangan pakai air. Tapi tayamum. Kemudian jika gunakan air sakit tambah parah sama. Ini juga tidak. Jangan gunakan a air. Ini tanya dokter yang tahu. Kita juga kadang merasakan ee ee kita bisa merasa sakit tambah parah. Yang berikutnya jika gunakan air kesembuhan tertunda. Kesembuhan tertunda. Berikutnya ada air tapi hanya buat minum. Cukup buat apa? Cukup hanya untuk minum. Sama aja tidak bisa gunakan air. Nah, ini semuanya kita bertayamum. Nah, tayamum maka caranya mudah. Tinggal menempuhkan niat tentunya. Niat menempuhkan debu. Jadi perhatikan ya, tayamum pertama apa? Ni niat. Yang kedua apa? membasuhkan atau menepukkan tangan, telapak tangan ke debu. telapak tangan ke sumber debu. Sumber debu. Sumber debu yang meskipun meskipun debunya sedikit, meski debunya hanya sedikit, meski debunyi hanya apa sedikit. Kalau di pesawat enggak ada debu, berarti enggak bisa tayamum. Pesawatnya terlalu bagus, debunya enggak ada. Ya, coba di sepatu ada debunya enggak? Kalau ada boleh tayamum misalnya. Bahkan kata ulama di hewan, hewan ada debunya boleh, di pohon ada debunya boleh. Yang penting ada apa? Debu. Kan maksud debu. Kalau enggak ada semua, coba di kepalamu ada debu enggak? Di teman wajah temanmu ada debu enggak? Intinya ada debu. Intinya ada apa, de? Debu. Terus ada debu. Kalau ternyata debunya banyak dikurangi. Karena bukan maksud kita tumpahin tanah di wajah. Yang yang penting debunya sedikit. Maka ditepuk. Jika jika debunya banyak, debu tanahnya banyak maka di apa? Di ditepuk. Setelah itu wajah wajah sekali, kedua tangan sekali. wajah diusap sekali. Kemudian ee apa ini? Punggung tangan kanan kiri, punggung tangan kiri, punggung tangan kanan dan kiri diusap sekali. Adapun nomor 4 dan nomor 5 ini riwayat menunjukkan boleh begini, boleh begini. Boleh lima dulu baru empat, boleh empat boleh lima. Wajah dulu baru tangan, tangan dulu baru wajib boleh. Caranya sederhana saya ulangi kita sekarang kita praktikkan ya niatnya kita bilang bis bismillah kemudian kita ini kalau banyak hah wajah sekali kemudian punggung sekali cukup sekali sebelah kanan kali sebelah kiri atau sebaliknya bismillah kita kanan dulu baru kemudian wa wajah sudah selesai itu tayam tayamum Tib. Demikian saja ee kajian kita. Wallahu taala alam bisab. Kalau bertanya saya persilakan ya. Ya, silakan. Kalau air matahari tidak. Ah, itu menurut mazhab Syafi'i. Mereka syaratkan namanya air musyammas. Air musyammas adalah air terkena materi. Mereka syaratkan harus di negeri yang panas. Bukan seperti negeri tropis kita. seperti ya mereka syaratkan energi yang panas seperti di Makkah, di Madinah yang sangat panas. Kemudian air tersebut harus diletakkan di logam selain emas dan perak. Jadi sebenarnya ini ee maksudnya jangan karena dulu sempat isu jadi dikatakan makruh karena air yang terkena matahari dan dia berada di sebuah logam itu bisa menimbulkan penyakit baros. Dari situ Imam Syafi'i mengatakan hukumnya ma makruh karena faktor kesehatan. Bukan karena faktor airnya, tapi karena faktor apa? kesehatan. Sehingga mereka masyarakatkan air yang seperti ini yang bisa menimbulkan penyakit baros itu jika terletak diletakkan di logam kemudian di bawah matahari yang panas di daerah yang pa panas. Jika tidak terpenuh itu maka tidak disebut air musyammas. Adapun air yang panas karena kompor karena api tidak jadi masalah. Gak hanya makruh. Tetap boleh tapi makruh. Ya. Bab demikian saja kajian kita. Wabillahiau taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.