Kitab Al-Kabair #40: Fitnah Yang Datang Setelah Terbunuhnya Utsman Bin Affan
nks_B-UlO74 • 2025-10-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita melanjutkan bahasan kita pada pertemuan sebelumnya. Saya ingin menyampaikan ee ringkasan dari fitnah-fitnah besar yang terjadi yang sebagaimana telah diisyaratkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di mana Nabi berkata bahwasanya ee umat ini dicatat oleh oleh Allah afiah di awalnya tapi akan datang fitnah di akhirnya. Para ulama mengatakan fitnah tersebut muncul sejak wafatnya atau dibunuhnya Utsman bin Affan radhiallahu taala anhu. Baik, mungkin kita bisa ringkaskan ee berikut ini. Khilaf arrasyidin yaitu sejak Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggal maka diilanjutkan oleh Abu Bakar As-Siddiq yaitu tahun 11 sampai 13 Hijriah sekitar 2 tahun. Setelah itu Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu dari tahun 13 sampai 23 Hijriah sekitar 10 tahun. Setelah itu Utsman bin Affan. Utsman bin Affan kita tahu Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Ulu Almajusi ketika beliau sedang salat subuh. Akhirnya beliau pun meninggal dunia dan itu adalah bentuk pengkabulan dari doa beliau. Beliau pernah berdoa, "Allahumarzuqni syahadah fi baladi rasulik." Ya Allah anugerahkanlah aku mati syahid di kota nabimu. Sehingga putrinya berkata, "Bagaimana bisa dikabulkan? Kalau pengin mati syahid apalagi dia seorang amirul mukminin maka harus keluar berperang. Berperang jihad keluar baru mati syahid." Tapi Allah mengkabulkan doa Umar bin Khattab. Ternyata ketika beliau sedang salat subuh kemudian ditikam oleh Abu Lulu Almajusi sehingga beliau mendapatkan syahadah. Dan ini sebagaimana ketika Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam naik gunung Uhud maka berket gunung Uhud. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Uskun ya Uhud fainnama alaika nabiyuniddiqahidan." Tenanglah engkau gunung Uhud. Sesungguhnya di atasmu ada Nabi, ada Abu Bakar Assiddiq dan dua yang mati syahid yaitu Umar dan Utsman. Ini dalil bahwasanya keduanya Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan akan meninggal mati syahid. Setelah itu dilanjutkan oleh Utsman bin Affan radhiallahu taala anhu dari tahun 23 sampai 35 Hijriah. Dan akhirnya Utsman bin Affan wafat pada tanggal 17 bulan Zulhijah tahun 35 Hijriah. Sebabnya ada sebabnya itu ada ee Ibnu Sauda ya, yaitu seorang yang ee Abdullah bin Saba yang disebutkan dia adalah keturunan Yahudi. Dia membikin isu provokasi kepada massa dan dia datang ke Mesir kemudian bikin isu tentang pemerintahan Utsman. Dikatakan Utsman nepotism lah, Utsman inilah, Utsman anulah. Sehingga banyak orang terprovokasi sampai ribuan orang datang dari Mesir menuju Utsman. Tadinya mereka bilang ingin diskusi, ingin diskusi sampai akhirnya ee mereka akhirnya mengepung Utsman. Dalam satu riwayat ada yang datang kepada Ibnu Umar orang Mesir. Dia bilang, "Mana orang Quraisy?" Ibnu Umar lagi di ee dikerumuni oleh orang-orang. Maka dia pun ingin bertanya, "Wahai Ibnu Umar, terangkan kepadaku bukankah Utsman, yaitu amirul mukminin kalian, bukankah dia tidak ikut perang Badar? Benar. Bukankah ketika perang Uhud dia kabur? Benar. Ya. Bukankah dia tidak ikut baat ridwan? Ini isu yang tersebar. Dia tidak ikut baiur Ridwan. Kata Ibnu Umar, "Benar. Ini tiga-tiga benar." Tetapi yang pertama ee beliau tidak ikut perang Badar karena perintah Nabi ketika beliau ingin perang. Kata Rasulullah, "Gak usah." Karena waktu itu putri Nabi Ruqayyah sedang sakit dan Utsman adalah mantu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasul sahu alaihi wasallam menyuruh Utsman untuk ngurus putrinya dan dia akan mendapatkan bagian dari ee hasil perang perang Badar. Rasul yang suruh dia tidak ikut. Adapun perang Uhud benar beliau lari di antara orang-orang yang kabur dari perang Uhud. Inina tawalla minkum yaum inabu wqanq. Ya. Kata Allah subhanahu wa taala, "Sesungguhnya orang-orang yang lari dari perang Uhud disebabkan karena mereka digoda oleh setan karena sebagian perbuatan mereka sebelumnya." Jadi memang dia salah tapi kata Allah, Allah telah maafkan mereka. Kata Ibnu Umar, "Apa urusanmu?" Allah yang cerita dan Allah yang sudah maafkan. Apa urusanmu? Allah sudah maafkan, kau tidak maafkan. Apa urusanmu? Dan manusia tidak ada yang apa? Maksum. Utsman pernah salah tapi dia dima dimaafkan. Adapun yang ketiga itu tahun ketiga Hijriah. Ketika tahun 6 Hijriah Utsman tidak ikut Baiatur Ridwan. Kenapa? Karena dia diutus oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk bernego dengan orang-orang kafir Quraisy. Ketika itu yang ngutus Rasulullah ingin mengutus Umar karena Umar yang hebat, yang jagoan. Tapi kata Umar, "Ya Rasulullah, saya tidak punya pelindung di dalam kota Makkah. Sebaiknya Anda mengutus Utsman." Akhirnya Utsman diutus dan dia, Subhanallah, berani berjalan sendiri masuk ke dalam kota Makkah untuk bernego ketemu dengan orang kafir Quraisy. Tapi ternyata mereka hormat sama Utsman dan mereka bilang, "Uthsman silakan kau tawaf." Kata Utsman, "Saya enggak tawaf." Sampai Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam tawaf. Ketika Utsman terlambat datang, maka tersebar isu dia dibunuh. Tersebar isu dia dibunuh. Sebab itulah terjadi baiatur ridwan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun membaiat para sahabat sekitar 1400 orang untuk siap membela Nabi sampai titik darah penghabisan. Dan Utsman memang tidak hadir karena disangka sudah meninggal meninggal dunia. Maka akhirnya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam membaiat seluruh sahabat. Kemudian Rasulullah mengatakan mengangkat tangan kanannya. Kata Rasulullah, "Ini saya mewakili Utsman." Kemudian Rasulullah membaiat tangannya sendiri, tangan kanan perwakilan dari Utsman. Dan ini lebih afdal daripada Utsman yang baiat sendiri. Kenapa? Karena Nabi mewakili Utsman dengan tangan kanannya untuk membaiat. Sehingga yang benar Utsman juga membaiat, diwakilkan oleh siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maksudnya isu tersebar luar biasa pemutarbalikan fakta sampai seharusnya menunjukkan keutamaan Utsman malah menjadi cela untuk mencela Utsman ya untuk mencela Utsman dan akhirnya isu banyak dan orang banyak termakan provokasi akhirnya banyak orang-orang dari Mesir datang dan akhirnya mengepung rumah Utsman dan itu terjadi pada bulan Zulhijah. Mulailah Utsman dilarang mau diambil air minum. Dilarang dan dia bilang, "Kalian melarang saya mengambil air minum. Bukankah bi'r rumah yaitu sumur itu dulu saya yang beli? Ketika orang-orang datang ke Madinah dan kekurangan air, akhirnya saya yang beli. Sekarang kalian melarang saya minum dari air tersebut." Utsman mengatakan, "Terus kalian kenapa membunuh saya? Bukankah Rasul sahu al wasallam bersabda, "L muslim illa biat." Tidak halal darah seorang muslim kecuali dari satu yang tiga, yaitu berzina atau membunuh atau murtad. Saya apa? Kenapa kalian membunuh saya? Mereka karena orang bodoh, orang awam, mereka tetap memprovokasi. Dan sebagian sahabat datang, sahabat-sahabat yang masih ada di kota Madinah ketika itu. Banyak sahabat yang berhaji karena itu bulan haji waktu itu. Utsman dibunuh 17 Zulhijah ya, yaitu masih suasana apa? Haji. Sehingga banyak yang berhaji. Kemudian juga banyak sahabat yang menjauh tidak ikut-ikutan fitnah. Sebagian sahabat datang sekitar Muhajirin Anshar sekitar 700 orang. Mereka siap angkat pedang membela Utsman. Kata Utsman. Kalau kalian masih saya khalifah atau amir, lepaskan pedang-pedang kalian. Dia tidak ingin ada pertumpahan darah. Gak pengin ada yang kalau dia harus mati, dia mati sendiri. Utsman tidak ingin pertumpahan pertumpahan darah. Kemudian ee Utsman kenapa mereka minta Utsman untuk lengser? Tapi ada wasiat dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah pernah berkata, "Ya Utsman innallaha qamasaka qamisan." Wahai Utsman, sesungguhnya Allah telah memberikan kau jubah, yaitu ee khalifah. Kau akan jadi khalifah. Kalau datang orang munafik ingin melepaskannya, maka jangan kau lepas. Jangan kau kau lepas. Maka dia berpegang dengan wasiat Nabi. Dia dia bukannya bukannya cinta dunia, bukan cinta kepimpinan. Enggak. Cuma wasiat Nabi membuat dia tidak mau melepas apa dan dia siap mati. Kalau dia pengin dunia, ya sudah dia tinggal pergi ke mana lengserkan dan dia atau dia suruh para sahabat untuk membela dia. Dia tidak mau. Dia sudah firasat bahwasanya dia akan mati. Maka dia tidak mau melepaskan. Apalagi datang Ibnu Umar kalau salah seorang sahabat menasihati, "Kalau kau lepas maka akan menjadi sunah yang apa tradisi. Setiap ada khalifah yang tidak disukai maka akan dipaksa kalau tidak mau dibunuh dan seterusnya akan menjadi ee tradisi ya dengan demo kemudian lepas kemudian demo lengser." Ya, intinya Utsman mempertahankan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam sehingga akhirnya dia pun akhirnya dimasuki, akhirnya dibunuh radhiallahu taala anhu pada tanggal 17 Zulhijah tahun 35 Hijriah. Tanpa ada perlawanan sama sekali. Tanpa ada perlawanan sama sekali. Dan ketika beliau baca Quran kemudian beliau ditikam dan darah ee berjatuhan di mushaf yang beliau beliau baca radhiallahu taala anhu. Bab setelah itu inilah pintu fitnah mulai sejak Makqtal Utsman pada tahun 35 Hijriah. Ya. Kemudian setelah itu Ali bin Abi Thalib menjadi apa? menjadi khalifah atau amirul mukminin di tahun 35 sampai tahun 40 Hijriah sekitar 5 tahun. Maka mulailah terjadi ee fitnah yang pertama kali terjadi peristiwa perang Jamal ketika itu Aisyah radhiallahu anha ee di Makkah dan juga sebagian sahabat disusul oleh Zubair bin Awwam dan juga Thalhah bin Ubaidillah ya orang-orang jadi masuk surga. Maka mereka membawa suara rakyat yang meminta kepada Ali bin Abi Thalib untuk menghukum para pembunuh Utsman. Utsman telah terbunuh. Yang dibunuh bukan sembarangan. Yang dibunuh adalah khalifah dan yang dibunuh adalah mantunya siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Yang dibunuh orang terkenal, yang punya jasa kepada Islam sangat luar biasa. Ketika perang Tabuk, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh orang untuk bersedekah. Maka Utsman menyedekah eh 100 ekor unta biahlasi wa aktabiha dengan pelananya dan qatabnya. Kemudian Rasulullah minta lagi kasih lagi sampai 300 ekor unta. Umar Utsman kasih. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ma dar Utsman ma fa'ala ba'dal yaum." tidak akan memberi kemudaratan bagi Utsman apa yang akan dia lakukan setelah ini. Karena sedekahnya luar biasa. Belum dinar yang dia infakkan ketika itu, ketika perang Tabuk. Ya. Dan Rasulullah telah berkata, "Uthsman fil jannah." Utsman di surga yang Rasulullah ketika Utsman masuk sebelumnya paha Rasulullah kelihatan Rasulullah tutup. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ala astahi min rajulin yastahyi minhul malaikah." Kenapa aku tidak malu kepada seorang yang malaikat pun malu kepadanya? Malaikat saya malu kepada Utsman radhiallahu taala anhu. Marruf Utsman bin Affan ee orang yang sangat mulia dibunuh. Maka ini tidak boleh selesai begitu saja. Harus ada penegakan hukum. Maka rakyat menuntut waktu itu diwakili oleh Aisyah radhiallahu anha dan dia berniat baik ya untuk agar Utsman, pembunuh Utsman dituntut. Kemudian didampingi oleh Zubair bin Awwam dan juga Thalhah bin Ubaidillah. Sampai akhirnya mereka datanglah kubu juga masuk ke Basrah dan akhirnya Ali bin Abi Thalib kirim pasukan dan akhirnya mereka berdamai. Mereka berdamai. Ee ketika mereka berdamai para pemberontak merasa gelisah karena kalau mereka berdamai berarti mereka akan ketangkap. Maka di malam hari ketika mereka berdamai, pemberontak ini atau yang bikin ulah ini, bikin onar ini kemudian terbagi menjadi dua. Sebagian masuk di ee kemnya Aisyah dan sebagiannya masuk di kemnya Ali bin Abi Thalib. Kemudian mereka saling serangmenyerang di antara mereka sehingga terkesan bahwasanya kelompok yang satu berkhianat kepada kelompok yang yang lain. Akhirnya terjadilah peperangan fitnah disebut dengan mauki ee mauatul jamal atau perang al Jamal. Disebut perang Jamal karena Aisyah ketika itu naik di atas unta dan untanya ada haud yaitu ada kerandanya. Kemudian banyak orang yang memfokuskan untuk membunuh Aisyah para penjahat-penjahat. Maka mereka memanahi keranda Aisyah dan radhiallahu anha. Dan banyak orang-orang yang akhirnya membela keranda Aisyah sampai ada 70 orang yang meninggal demi membela siapa? Aisyah yang harusnya panah kena beliau kena 70 orang meninggal sekitar Aisyah dan keranda Aisyah penuh dengan anak panah seperti landak yang penuh dengan apa? Duri-durinya. Maka akhirnya kalau tidak salah kaki untanya dipotong sehingga kemudian jatuhlah unta tersebut. Akhirnya Aisyah diselamatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Ya, akhirnya perang selesai tapi terjadi fitnah. Sebagian terbunuh dan yang terbunuh Zubair bin Awwam. Yang terbunuh adalah Thalha bin Ubaidillah. Dan ketika Thalha dibunuh maka dia mengatakan wanaana amrullahi qadar maqdur. Ini sudah takdir Allah. Dia ditikam. Sebagaimana Umar bin Khattab ketika ditikam oleh Abdul Majusi di antara dia ucapkan wana amrullahi qadar maqdur. Ini am qadar Allah tidak mungkin di dihindari. Kemudian selesai perang selesai dan Ali memuliakan ee Aisyah radhiallahu anha kemudian digiring dibawa pasukan untuk memulangkan Aisyah radhiallahu taala anha ummul mukminin dengan penuh kemuliaan. Terjadi fitnah Tib. Kemudian belum selesai itu terjadi pada tahun 36 Hijriah. Kemudian pada tahun 37 Hijriah terjadi perang Sifin. Perang Sifin siapa? Antara kubu Muawiyah dengan kubu Ali bin Abi Thalib. Muawiyah beliau dari Bani Umayyah. Dari Bani Umayyah sebagaimana Utsman dari Bani Umayyah. Ya, semuanya kembali kepada kakek mereka yang sama yaitu Umayyah. Ya, Umayyah kalau enggak salah Umayyah bin Abd Syams ya, bin Abd Manaf ya al-Quraasyi. Maka semua keturunan Umayyah disebut Bani Umayyah. Dan oleh karenanya Muawiyah punya kedekatan dengan Utsman dan dia yang paling dekat dengan Utsman karena sama-sama dari Bani Umayyah. Dan Allah mengatakan dalam Alqur'an, "Waman qutila madluman faq ja'alna liwalihi sulana." Siapa yang terbunuh dengan kezaliman maka kami serahkan urusannya kepada walinya. Maka orang yang paling dekat berhak menjadi wali adalah siapa? Muawiyah. Maka Muawiyah menuntut Ali bin Abi Thalib agar ditegakkan hukuman kepada para pembunuh Utsman. Ali bin Abi Thalib mau dan semua sepakat Muawiyah tidak ada keinginan untuk menjadi khalifah. Dan Muawiyah tahu dia jauh di bawah daripada Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib siapa? Orang mulia. Semua orang sepakat Ali bin Abi Thalib mulia daripada Muawiyah. Ali meminta dan Muawi itu gubernur di Syam. Gubernur di Syam. Syam di atas ya. Ee sementara Madinah di bawah dan e Ali di Kufah, di Iraq. Maka Ali bin Abi Thalib meminta Muawiyah untuk membaiat Ali supaya bersatu dulu baru nangkapin. Dan ini idenya Ali bin Abi Thalib dan ini lebih benar. Maksudnya Ali bin Abi Thalib, "Sudah kita bersatu dulu, kemudian kondisi stabil dulu kemudian ukhtuliju, baru kita cabut satu-satu tuh para pembunuh Utsman bin Affan." Adapun sekarang enggak mungkin karena yang demo ingin membunuh Utsman ribuan orang. Ribuan orang ini kalau kita mau tangkap gimana? Perang sendiri belum masing-masing ribuan orang ini ada kabilah-kabilahnya. Ini bisa pertumpahan darah besar dengan cara kita nangkap sekarang. tidak akan berhasil. Muawiyah bilang gak bisa tangkap dulu. Dia punya pasukan banyak di mana? Di Syam. Artinya kita siap bantu nangkapin. Intinya terjadi ijtihad yang berbeda antara Ali bin Abi Thalib dengan Mua Muawiyah radhiallahu taala anhu. Akhirnya berjalanlah dua pasukan ketemu di Sifin. Ya. Ya. Sifin itu daerahnya di e kalau tadi perang Jamal di Basrah. Kalau Sifin ee di di Suriah ya, dekat Iraqah. sekitar 40-45 km sebelah di sebelah utara Suriah. Maka berkumpulah di situ kemudian terjadilah fitnah, terjadi perang dan akhirnya banyak yang meninggal dunia dan akhirnya perang selesai ee dan diakhiri dengan tahkim yaitu adanya dua hakim. Dari kubu Muawiyah adalah Amr bin Ash radhiallahu anhu. Dari kubu Ali adalah Abu Musa al-Asy'ari radhiallahu taala anhu. Akhirnya selesai selesai perang itu sekitar tahun 37. Hijriah. Kemudian pada tahun 38 Hijriah ternyata orang-orang Khawarij tidak setuju dengan keputusan dua ee wakil tersebut. Hakamain dan itu dari kelompok Ali bin Abi Thalib. Bahkan mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib. Maka keluarlah 12.000 orang dari pasukan Ali bin Abi Thalib dan mereka membelot dan mereka berkumpul satu tempat namanya Harura. itu dekat wilayah Kufah. Harura dekat wilayah Kufah yaitu dekat pusat pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Karena Ali bin Abi Thalib setelah beliau jadi khalifah beliau memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufa. Jadi bukan di Madinah Madinah cuma di zaman siapa? Utsman bin Affan. Umar Abu Bakar. Umar Utsman pusat ee ibu kota negara di Madinah. Tapi ketika di zaman Ali bin Abi Thalib dipindahkan ke Kufah. Maka ee mereka berkumpul dan bahkan mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib. Dan akhirnya ketika tidak bisa di diislah, tidak bisa didamaikan, akhirnya Ali bin Abi Thalib siap memerangi mereka. Siap memerangi mereka. Maka sebelum perang, di situlah Ibnu Abbas mengatakan, "Wahai Ali, izinkan saya bertemu dengan mereka." Kata Ali, "Saya takut kau nanti ada apa-apa, saya akan bicara dengan mereka." Ya. Maka akhirnya Ibnu Abbas Habrul Ummah, salah seorang alim dari ulama sahabat, maka dia datang berdialog dengan orang-orang Khawarij. Dia bilang, "Ada apa masalah kenapa kalian protes kepada Ali bin Abi Thalib?" Di antaranya mereka mengatakan, "Bagaimana mereka Ali bin Abi Thalib kemudian ketika perang Jamal kenapa tidak ambil gonimah?" Kenapa tidak ambil gonimah? Tib ini satu. Yang kedua dianya mengatakan kenapa Ali bin Abi Thalib ee apa namanya? Setuju dengan keputusan dua ee wakil ya. Ada tiga, saya lupa satunya. Intinya akhirnya Ibnu Abbas pun dialog dengan mereka. Ee Ibnu Abbas ee ee apa namanya? Ee mengatakan ee bahwasanya bagaimana mau diambil ganimah. Sementara di pasukan perang Jamal ada ibunda kita, Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha. Apakah Ummul Mukminin mau jadi mau jadi apa namanya? Tawanan, menjadi budak. Gak mungkin. Akhirnya mereka kalah debat. Ya. Kemudian juga bagaimana tidak boleh mengambil dua hakim. Sementara masalah keluarga saja. Allah mengatakan fabatu hakaman min ahli wakaman min ahliha. Kalau dua suami istri lagi bermasalah boleh masing-masing punya wail. Apalagi kaum muslimin. Artinya Ibnu Abbas berdialog dengan mereka. Akhirnya mereka tidak bisa menjawab. Akhirnya kalau tidak salah 4.000 kembali ke kubu Ali bin Abi Thalib. 4.000 sadar. Tinggal berapa? 12 kurang 4.000 tinggal 8.000 ya akhirnya perang dan akhirnya mereka kalah. Dan Ali bin Abi Thalib ketika merang Khawarij dia semangat. Dia semangat karena Rasulullah sahu alaihi wasallam telah mengabarkan keutamaan membunuh orang-orang khawarij. Maka setelah perang selesai berbeda ketika masalah dengan dengan apa namanya perang Jamal. Ali sedih ketika melihat Thalha meninggal dia sedih dia mengungkap kesedihannya. Lihat Zubair ketika ada yang gembira membunuh Zubair kata dia, "Qutilu Zubair finar." Yang bunuh Zubair neraka kata Ali. Ali tidak senang dengan mendengar kematian Zubair bin Akar ini fitnah. Ketika terjadi perang dengan Muawiyah banyak yang meninggal. Kata Ali bin Muawi. Kata Ali mereka semua insyaallah masuk surga. kemudian urusan kembali kepada aku dan Muawiyah. Jadi semua dihadapi dengan kesedihan karena ini fitnah. Tetapi ketika melan khawarij dia semangat karena pembunuh khawarij ada yang terbaik atau yang dibunuh oleh orang khawarij juga adalah orang yang terbaik. Setelah perang selesai maka Ali menyuruh orang-orang untuk periksa mayat-mayat Khawarij. Kata Ali, "Cari orang yang tangannya buntung dan di buntungnya tersebut di sininya ada semacam ee apa namanya? Tail lalat besar yang ada rambutnya. Maka mereka cari." Kata mereka, "Enggak ada." Kata Ali, "Harus ada. Rasulullah pernah mengabarkan kepadaku, khawarij. Nanti diperangi ada orang seperti itu. Pasti ada dan Rasulullah tidak mungkin bohong. Dan saya tidak bohong. Saya dengar dari Nabi, mereka bilang, "Enggak ada Ali berkeringat, kok enggak ada ini jangan-jangan salah." Kata Ali, "Periksa lagi." Ternyata diperiksa ternyata orang itu di bawah tumpukan mayat. Ternyata ada orang tersebut. Maka Ali pun kalau tidak salah beliau sujud syukur kepada Allah subhanahu wa taala. Ternyata yang dia lakukan sudah benar. Oleh karenanya ditinjau dari perbuatan Ali dan Muawiyah, dua-duanya berijtihad. Dan kita lihat posisi kondisi tidak semudah yang kita bayangkan. Yang terbunuh siapa? Utsman. Dan keluarga Utsman ingin menuntut apa? Darah. Harus ditangkap. Sementara Ali mengatakan gak bisa. Kondisi tidak stabil. Di mana kita mau nangkap? Mereka ribuan orang. Ribuan orang di baliknya ada suku-sukunya banyak. Mau perang habis-habisan kita. Sementara musuh banyak. Romawi Persia di luar sana. Dan yang ijtihad yang lebih benar adalah ijtihadnya Ali bin Abi Thalib. Ya, makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam yakhruju ee tentang khawarij kata Rasul sahu alaihi wasallam keluar ee sekelompok orang hina firqah ketika terjadi perpecahan di antara dua kelompok kaum muslimin. yang akan membunuh kelompok yang e yakruju mariqatun akan keluar sekelompok di antara dua perpisahan dua kelompok yaitu kaum muslimin kelompok besar yang akan membunuh mereka adalah yang paling lebih benar yang paling mendekati kebenaran di antara dua kelompok yang bertikai tersebut. Kata Nabi, "Yang akan menyerang Khawarij adalah kelompok yang lebih benar, yang lebih dekat kepada kebenaran di antara dua kelompok yang bertikai." Kelompok dua kelompok yang bertikah siapa? Muawiyah dan siapa? Ali. Yang menyerang Khawarij siapa? Muawiyah atau Ali? Ali. Berarti Ali yang lebih benar. Oleh karena para ulama ulama ahlusunah mengatakan yang lebih benar adalah ijtihadnya siapa? Ali. Subhanallah. Harus jadi. Makanya Rasulullah mengatakan, "Aku minta kepada Allah tiga doa, dua dikabulkan, satu tidak. Aku minta agar umatku tidak binasa gara-gara kemarau atau tidak binasa gara-gara tenggelam dengan seperti kaum Nabi Nuh atau tidak dihabisin oleh umat yang lain. Aku minta dan Allah kabulkan. Dan aku minta alla tajal baahum bainahum." Ya Allah, jangan sampai kau menjadikan pertikaian di antara mereka. Maka Allah tidak mengabulkan doaku. Rasulullah bilang, "Ya Allah, jangan jadikan kaumku bertengkar. Allah tidak kabulkan." Memang takdirnya akan ada pertengkaran di antara kaum muslim dengan berbagai macam sebab. Kalau kata Allah, "Walau syaallahu maqtatalu wakinallaha yaf'alu ma yurid." Kalau Allah berkehendak mereka tidak akan berbunuh-bunuhan tetapi Allah melakukan apa yang Allah kehendaki. Semua ada hikmah dibanding tentunya ini terjadi apa yang telah terjadi. Tapi maksud saya kondisinya memang sulit. Seandainya kita berada di zaman itu tentu sulit karena Muawiyah punya tujuan baik, Ali juga punya tujuan tujuan baik. Tapi yang lebih benar kepada kebenaran adalah siapa? Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Tib tahun 38 Hijriah 39 Ali damai dengan Muawiyah ya tidak ada genjatan senjata, tidak ada perang-perangan. Pada tahun 40 Hijriah ya ee Ali bin Abi Thalib di dibunuh. Tiga orang Khawarij berkumpul. Mereka ingin bunuh tiga tiga orang kata mereka. Mereka kita berjihad dengan bunuh tiga orang. Satu bunuh Ali, satu bunuh Amr bin Ash dan satu bunuh Mua Muawiyah. Ali di Kufah, Muawiah di Syam, Amir bin As di Mesir. Ini tiga orang bertekad kita akan bunuh mereka di bulan Ramadan karena kita mau berjihad di bulan Ramadan. Akhirnya yang terbunuh siapa? Ali bin Abi Thalib, Muawiyah dan ee Amr bin Ash selamat ya. Selamat. Ali terbunuh ditikam ketika dia kebiasaan beliau sebelum subuh bangunkan orang untuk salat subuh. Sebelum salat subuh akhirnya sudah dinanti oleh Abdurrahman bin Mujim dan dia telah memasang racun di ped pisaunya. Maka akhir dia tikam Ali pas di kepalanya dan Ali bin Abi Thalib akhirnya meninggal gara-gara hal tersebut. Abdurrah bin Muljim ini khawarij ya. Disebutkan dalam kisah beliau ketika tangannya dipotong dia kuat dan dia tetap berzikir. Ketika tangannya dipotong, kakinya dipotong dia tetap berzikir kepada Allah. Ketika lidahnya mau dipotong baru dia menangis. Dia bilang, "Saya tidak pengin meninggal, tidak berzikir kepada Allah." Luar biasa. Artinya ibadahnya luar biasa. Dan dia bangga bisa membunuh Ali bin Abi Thalib untuk mencari surga Firdaus. Oleh karenanya ketika dia membunuh Ali bin Abi Thalib dipuji oleh Imran bin Khitan yang muji bahwasanya inilah Abdurrahman bin Muljim yang telah meraih surga yang tinggi gara-gara membunuh siapa? Ali bin Abi Thalib. Itu fikrahnya sama. Fikrah-fikrah Khawarij. Pemikiran Khawarij. Setelah Ali bin Abi Thalib meninggal dunia, maka kemudian di khilafah dilanjutkan oleh putranya Alhan. bin Ali bin Abi Thalib. Tapi alasan bin Ali bin Abi Thalib baru 6 bulan menjadi khalifah. Kemudian dia lengser, dia serahkan kepada siapa? Muawiyah. Dan benarlah sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika memuji Alhan. inni h sayidun fasuslihullahu bihi baina thiataini minal muslimini minal muslimin. Kata nabi dia pernah memuji Hasan mengkataan Hasan ini cucuku dengan sebab dia dan dia adalah pemimpin. Ina ibni had sayyid. Dia adalah pemimpin dan dengan sebab dia Allah akan mendamaikan dua kelompok besar dari kaum kaum muslimin. Dan benar kubu Ali dan kubu Muawiyah. Ali sudah meninggal tapi dia punya penolong yang banyak akhirnya damai. Maka tahun tersebut dikenal dengan amul jamaah yaitu tahun persatuan. Situlah kemudian Muawiyah punya peran besar dalam kaum musliminnya. Kemudian akhirnya Hasan diracun meninggal dunia. Ketika dia diracun datang adiknya Husein. Dia tanya, "Wahai kakak, siapa yang meracunmu?" Kata Hasan, "Saya tidak mau kasih tahu. Saya tidak Hasan." Subhanallah dia tidak pengin kepemimpinan. Dia menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah demi ee perdamaian. Demi perdamaian. Dan ketika dia diracun pun, dia tidak belah dendam. Meskipun dia tahu siapa yang meracun, dia tidak mau kasih tahu siapa adiknya. Oleh karenanya banyak ulama ahlusunah mengatakan Imam Mahdi nanti yang akan muncul di akhir dari keturunan Al-Han sebagai pengganti karena nenek moyangnya Al-Han pernah melengserkan atau menanggalkan kepemimpinannya demi kaum muslimin. Maka nanti cucunya Al Imam Almahdi yaitu Muhammad bin Abdillah Almahdi akan menjadi pemimpin dan dia dari keturunan Hasan bukan dari keturunan Al-Husin. Tib. Kemudian akhirnya Muawiyah berkuasa. Kemudian Muawiyah ketika sebelum meninggal menunjuk putranya Yazid untuk jadi khalifah. Ya, sekitar kalau enggak salah tahun 60-an. Kemudian Yazid menjadi khalifah amirul mukminin. Di zaman Yazid terjadilah Husein yang akhirnya dirayu oleh orang-orang Kufah. Mereka bilang, "Kami akan membaiatmu, membaiatmu." Sebagaimana kisahnya, Husein pun keluar akhirnya terbunuh di Karbala. Setelah itu Yazid bin Muawiyah ketika diangkat banyak sahabat, sebagian setuju, sebagian tidak setuju dan banyak sahabat yang setuju kemudian akhirnya digantikan oleh ee ee setelahnya baru kemudian kalau enggak salah Muawiyah bin Yazid ya. Kemudian akhirnya naiklah Abdullah bin Zubair. Abdullah bin Zubair memproklamirkan dirinya sebagai khalifah ketika ada fase kekosongan. Maka dia angkat dirinya sebagai khalifah. Abdullah bin Zubair ya sahabat. Kemudian di zaman dia menjadi khalifah kemudian ada ee Marwan Ibnul Hakam tidak setuju ya. Maka dia pun membuat kepemimpinan di Syam sehingga dia keluar dari pemerintahan Abdullah bin Zubair. Kemudian akhirnya dia meninggal, anaknya diangkat Abdul Malik bin Marwan. Kemudian di zaman Abdullik bin Marwan, Abdullah bin Marwan mengutus Hajjaj bin Yusuf At-TSQafi untuk menyerang Abdullah bin Zubair. Akhirnya Abdullah bin Zubair pun meninggal meninggal dunia. Maka kepemimpinan dipegang oleh Bani Umayyah. Setelah itu baru kemudian Bani Umayyah dengan berbagai macam khalifahnya. Setelah Bani Umayyah kemudian Bani Abbasiyah ya atau Bani Abbas atau dinasti Abba Abbasiyah ya dari keturunan Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Kemudian menghabisi Bani Umayyah. Kemudian dan seterus seterusnya sampai berbagai macam khilafah khilafah-khilafah kecil muncul ya. Di Mesir muncullah dinasti Toloniah kemudian Iksyidiyah. di Andalus muncul Bani Umayyah yang kabur dari serangan Bani Abbasiyah, Bani Albas. Kemudian mereka bikin ee khilafah di Andalus ya dan seterusnya. Sampai kemudian muncullah dinasti Fatimiyah dari Tunis kemudian masuk ke Mesir. Syiah sampai 2 seteng abad mereka berkuasa. Mereka membunuhi ahlusunah dan berbagai macam dinasti-dinasti. Kemudian sampai akhirnya muncullah dinasti Utsmaniyah. Sampai akhirnya semua buyar jadi republik. Mesir akhirnya habis jadi republik. Dinasti Utsmani akhirnya habis jadi apa? Republik. Kerajaan Islam. Kemudian muncul kerajaan Islam belakangan kerajaan Arab Saudi ya dan kerajaan-kerajaan yang masih tersisa. Tapi intinya ikhwan ingin sampaikan bahwasanya ee semua dengan takdir Allah Subhanahu wa taala ada fitnah-fitnah besar ya dan itu terjadi di ee belakangan dan kita tadi sempat singgung beberapa sebab-sebabnya bab kita lanjutkan hadis yang akan kita sampaikan. Kemudian Syekh Abdul Wahab rahimahullah berkata, "Wali muslimin an Abi Bakrah radhiallahu anhu marfuan." Dari Abu Bakar radhiallahu anhu marfuan. Innaha satakunu fitanun. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Akan ada fitnah-fitnah." Ala tumma takunu fitnatun. Kemudian akan muncul fitnah. Alqidu fi khair minal mas. Yang duduk lebih baik daripada yang berdiri. Maka hadis-hadis seperti ini menjadikan banyak sahabat tidak ikut-ikutan. Ketika terjadi perang Sifin hanya segelintir sahabat yang ikut. Ribuan sahabat enggak ada yang ikut. Bahkan kalau tidak salah Sya'bi atau seorang tabiin mengatakan cuma tidak sampai 30 orang sahabat yang ikut serta dalam peristiwa tersebut. Karena 1000 sahabat menganggap itu adalah peristiwa fitnah. sehingga ribuan sahabat tidak ikut serta mereka mengamalkan hadis seperti ini. Ya, akan muncul fitnah yang duduk lebih baik daripada yang berdiri. Wal fi khair minai ilaiha. Yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan menuju fitnah tersebut. Itu yang semakin kepo semakin berbahaya. Semakin tidak tahu lebih baik. Ala faidza nazalat a waqat famanana lahu ibilun falyalhaq biibilihi. Waman lahu gonamun falyalhaqami waman lahu ardun falhaq biardihi. Kata Nabi, kalau terjadi fitnah, muncul fitnah, yang punya unta urusin untanya, yang punya kambing urusin apa kambingnya. Sudah urus kambing sana di pedesaan, di gunung-gunung. Yang punya tanah urusin apa tanahnya ya? Yang punya istri urusin apa istrinya itu enggak usah ikut urusin privasimu. Ikut Profas privasimu. Jangan urus yang urusan-urusan besar. Faqala rajulun. Ada yang berkata, "Ya Rasulullah, arita man lam yakun lahu ibilun w gonamun wardun." Gimana orang enggak punya apa-apa ya Rasulullah? Unta enggak punya, kambing enggak punya, tanah enggak punya? Enggak punya. Miskin mengurus apa? Kata rasul wasallam hadihij. Maka hendaknya dia pergi ke pedangnya, dia ambil pedangnya kemudian dia pukulin pedangnya pada bagian tajamnya supaya tumpul ya supaya gak kalau dia punya pedang tajam dia akan tertarik untuk apa? Ikutan fit fitnah. Tapi kalau dia enggak punya senjata maka dia berusaha menghindar mati konyol masuk dalam fitnah. Maka supaya kau benar-benar tidak tertarik untuk nimbrung dalam fitnah, ambil pedangmu kemudian rusakin pedangmu tersebut. Pukul bagian tajamnya, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam hendaknya dia menyelamatkan diri semampunya. Qala kemudian Rasulullah berkata, "Allahumma hal ballq qatan." Ya Allah buka sungguh aku telah menyampaikan telah aku sampaikan, telah aku sampaikan. Faqala rjulun. Ada yang berkata lagi, "Ya Rasulullah." Sahabat bertanya dengan berbagai macam kemungkinan. ah fiatainulaifiu sahmuni. Ya Rasulullah, bagaimana kalau saya dipaksa ikut saya dibawa sehingga masuk di antara dua saf yang saling bermusuhan, saling bertempur sesama kaum muslimin. Ingat ini semua takdir Allah mengatakan tadi walau walau syaallahu maqtalu. Kalau Allah berkehendak mereka tidak bertempur. Walakinnallaha yaf'alu ma yudri. Tapi Allah melakukan apa yang Allah kehendaki. Kalau seandainya ada fitnah pertempuran kaum muslimin kemudian saya dipaksa untuk gabung kepada satu saf mau perang atau saya dipaksa untuk gabung kepada salah satu kelompok akhirnya ada seorang menikamku dengan pedangnya atau datang panah kemudian membunuhku. Apa yang terjadi? Ya, kalau kamu terpaksa enggak ada masalah tapi jangan ikut bunuh. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Yabu bihi waika wakunu min ashabinar." Dia yang akan membawa dosamu dan dosanya dan dia termasuk penghuni neraka jahanam. Yaitu Nabi mengatakan meskipun kau dipaksa jangan perang dipaksa ya sudah biarin aja. Ada yang bunuh ya sudah ya enggak bisa di rumah enggak bisa. Sudah ngikat diri dilepas ikatannya dibawa. Ya sudah. Ini kalau fitnah kita enggak tahu mana yang benar, mana yang salah. Kaum muslimin bunuh darah kaum muslimin. Ya, seperti Saad bin Abi Waqqas ketika musim fitnah dia menjauh. Dia ngurusin kambingnya dia datang anaknya Umar. "Wahai ayahanda, kenapa tidak masuk ikut?" Kalau enggak salah dia bilang, "Tunjukkan berikan kepadaku pedang yang ada matanya yang bisa kasih tahu ini kafir saya bunuh, ini musim saya tidak bunuh. Kalau ada pedang seperti itu saya mau masuk." Oh, ini kafir-kafir bunuh ini muslim. Jangan. Kalau ada pedang seput. Enggak lah. Emang juga fitnah. Maka ini tentang ngerinya fitnah dan fitnah itu bisa sangat besar dan bisa menggelincirkan orang sampai menumpahkan darah sesama kaum muslimin. Makanya kalau ada fitnah-fitnah ribut-ribut yang ngapain kita ikut-ikutan? Ribut-ributri ribut. Bunuh bunuh bunuh. Siapa? Muslim apa kafir? Muslim juga. Gimana ma? Jihad. Jihad. Jihad lawan siapa? Lewat lewat orang muslim. Gimana jihad lewat orang muslim? Jihad apaan? Ya dia i emang dia enggak salat. Emang dia enggak punya istri, enggak punya anak. Ente aja yang punya istri, yang punya anak. Kita bunuh orang, istrinya jadi janda, anaknya jadi yatim. Gimana? Ibunya nangis, kakaknya nangis. Terus yang jihad-jihad kadang-kadang bukan urusan bukan urusan agama, urusan dunia. Yang bilang jihad, jihad, jihad. Ayo, ayo. Begitu dikasih dunia diam. Yang dia tuntut agama atau dunia ternyata dunia. Tidak bisa makan, kelaparanlah, enggak macam-macamlah. Dunia terus matas namakan apa? Jihad. Tib wali Abi Daud an Saad radhiallahu taala anhu dari Imam Abu Daud meriwayatkan dari Saad. Beliau berkata, "Qulu ya Rasulullah arroita indakhala ala baiti waat ila yadihi ilaiya yadahu liyaqtulani." Ya Rasulullah, bagaimana menurutmu jika ternyata dia masuk ke rumahku? Saya sudah sembunyi di rumah, tidak ikut fitnah, menjauh. Tahu-tahu dia masuk ke rumahku dan dia membentangkan tangannya untuk membunuhku. Bawa pedang atau nikam atau apa? liqtulani untuk bunuh aku. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Kun kakiri bnai adam. Jadilah engkau dari dua anak yang anak Adam yang terbaik. Qabil atau Habil? Siapa yang terbunuh? Habil atau Qabil? Habil. Yang membunuh siapa? Qabil. Yaitu Rasulullah mengatakan, "Jadilah engkau anak Adam yang terbaik. Itu yang terbunuh. Jangan melawan." Makanya Habil ketika mau dibunuh Qabil, dia berkata, "Inataka anaqulak. Kalau kau ingin membentangkan tanganmu ingin bunuh aku, aku tidak akan melawan. Saya takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Ma ana bisa yadi inni akullahabal alamin. Ya. Maka kata Nabi, "Jadilah kau anak Adam yang terbaik yaitu jangan melawan. Kalaupun mati dia akan membawa dosamu. Dalam riwayat yang lain ada hadis Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Kun abdallah almaq wala takun abdallah alqatil." Jadilah engkau anak Adam, hamba Allah yang terbunuh. Janganlah kau menjadikan engkau menjadi hamba Allah yang membunuh. Urusan darah repot. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Awalama yuqd bainanas fiddima yang pertama kali Allah sidang di hari kiamat kala urusan apa? Da darah." Maka saya ingatkan kepada diri saya, kepada ikhwan sekalian, jangan sampai ikut serta dalam pertumpahan darah. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? La yazalu al muslim fi fushatin malam yusib daman haraman. Sementara senantiasa seorang muslim dalam kelapangan itu kelapangan diampuni oleh Allah, kelapangan surga selama dia tidak ikut kecipratan dosa orang muslim, darah yang haram, maka tidak harus bunuh. Kecipratan, ikut-ikutan. Maksudnya ikut-ikut memprovokasi, ikut-ikut jangan. Kalau kau salah satu sebab gara-gara perkataanmu, provokasimu, tulisanmu memprovokasi orang untuk menut orang lain, jangan. Berarti kau sudah tidak lagi dalam apa? Dalam kelapangan. Rasulullah mengatakan, "La yazalul muslim fi fushatin min dinihi malam yusib daman haraman." Ya, seorang muslim senantiasa dalam kelapangan dalam agamanya itu mudah masuk surga, mudah diampuni selama dia tidak menumpahkan darah orang lain. Ya, maka hati-hati, ini perkara yang sangat berbahaya ketika ee seorang sampai menumpahkan darah saudaranya. Tayib. Dari sini kita bisa mengambil faedah. Kita selesai sedikit masalah hadis tentang fitnah. Bahwasanya seorang muslim kalau ada fitnah hendaknya dia menjauh. Dan kita katakan fitnah ada dua pada pertemuan lalu. Fitnah yang besar-besar yang sampai pada pertumpahan darah, bunuh-bunuhan ini menjauh sebisa-bisanya. Demikian juga fitnah yang kecil-kecil tidak saya bertumpan darah tapi ngabisin umur kepo pengin tahu komentar analisa ya ini juga hindari ya makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan al ibadatu fil harji kahijratin ilaiya ibadah di musim fitnah seperti berhijrah kepadaku. Artinya pahalanya sangat besar. Orang yang sibuk beribadah di masa fitnah pahalanya sangat besar. Kenapa? Karena di masa fitnah orang banyak kepo dengan fitnah. Bukan cuma duduk aja berdiri, bukan cuma berdiri jalan menuju fitnah. Bukan cuma berjalan loncat menuju fit fitnah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man istasyrofa istasyrofathu." Siapa yang pengin kepo maka diambil oleh fitnah tersebut, ditangkap oleh fitnah tersebut. Ketika Rasulullah ditanya tentang apa solusi dari fitnah? Mal makhraj, apa solusi? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alaika bik amrik, sibuklah dengan privasimu. Wadaanka amrama. Tinggalkan kau urusanlah urusan orang umum." Tadi kalau punya kambing urus kambing. Kalau punya unta urus apa? Unta. Punya kantor urus kantor. Yang jomblo cari istri. Sudah sibuk cari istri yang bermanfaat bagi kita. Punya anak ngurus a anak. Adapun fitnah bicara sana, analis sana komentar sana komentar sini, komentar sana, komentar sini. Kita Indonesia ini berita enggak ada habis-habisnya. 11 cerita gak ada habis-habisnya. Jadi kalau kita habisin waktu ngikutin berita, kita akan buang-buang umur kita pada yang tidak ber bermanfaat. Bukannya kita tidak boleh tahu urusan boleh tahu, tapi secukupnya. Jangan berlebih-lebihan. Akhirnya umur kita terbuang. Ya, akhi. Kita meninggal sudah berapa kali kita khatam? Wallahualam. Ya, baca Quran jarang. Baca metsos terlalu sering. Nimbrung dalam gibah dan namimah. Ya, waktu untuk telepon keluarga gak sempat tapi waktu untuk baca mesos bisa berjam-jam. Ya, sibuk dengan komentar berita yang belum tentu benar atau salahnya. Memang semua berita itu benar. Kita enggak tahu ya. A bisa jadi B, B, Bisa dibolak-balik. Oleh karena jangan habiskan umur yang tidak bermanfaat. Wallahu taalaam bab. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories