Kitab Al-Kabair #40: Fitnah Yang Datang Setelah Terbunuhnya Utsman Bin Affan
nks_B-UlO74 • 2025-10-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwan.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita melanjutkan
bahasan kita pada pertemuan sebelumnya.
Saya ingin menyampaikan
ee
ringkasan dari fitnah-fitnah besar yang
terjadi yang sebagaimana telah
diisyaratkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam di mana Nabi berkata bahwasanya
ee umat ini dicatat oleh oleh Allah
afiah di awalnya tapi akan datang fitnah
di akhirnya. Para ulama mengatakan
fitnah tersebut muncul sejak wafatnya
atau dibunuhnya Utsman bin Affan
radhiallahu taala anhu.
Baik, mungkin kita bisa ringkaskan
ee berikut ini. Khilaf arrasyidin yaitu
sejak Nabi sallallahu alaihi wasallam
meninggal maka diilanjutkan
oleh Abu Bakar As-Siddiq yaitu tahun 11
sampai 13 Hijriah sekitar 2 tahun.
Setelah itu Umar bin Khattab radhiallahu
taala anhu
dari tahun 13 sampai 23 Hijriah sekitar
10 tahun. Setelah itu Utsman bin Affan.
Utsman bin Affan kita tahu Umar bin
Khattab dibunuh oleh Abu Ulu Almajusi
ketika beliau sedang salat subuh.
Akhirnya beliau pun meninggal dunia dan
itu adalah bentuk pengkabulan dari doa
beliau. Beliau pernah berdoa,
"Allahumarzuqni syahadah fi baladi
rasulik." Ya Allah anugerahkanlah aku
mati syahid di kota nabimu. Sehingga
putrinya berkata, "Bagaimana bisa
dikabulkan? Kalau pengin mati syahid
apalagi dia seorang amirul mukminin maka
harus keluar berperang. Berperang jihad
keluar baru mati syahid." Tapi Allah
mengkabulkan doa Umar bin Khattab.
Ternyata ketika beliau sedang salat
subuh kemudian ditikam oleh Abu Lulu
Almajusi sehingga beliau mendapatkan
syahadah. Dan ini sebagaimana ketika
Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam naik
gunung Uhud maka berket gunung Uhud.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Uskun ya Uhud fainnama alaika
nabiyuniddiqahidan."
Tenanglah engkau gunung Uhud.
Sesungguhnya di atasmu ada Nabi, ada Abu
Bakar Assiddiq dan dua yang mati syahid
yaitu Umar dan Utsman. Ini dalil
bahwasanya keduanya Umar bin Khattab dan
Utsman bin Affan akan meninggal mati
syahid. Setelah itu dilanjutkan oleh
Utsman bin Affan radhiallahu taala anhu
dari tahun 23 sampai 35 Hijriah. Dan
akhirnya Utsman bin Affan wafat pada
tanggal 17
bulan Zulhijah tahun 35 Hijriah.
Sebabnya ada sebabnya itu ada ee Ibnu
Sauda ya, yaitu seorang yang ee Abdullah
bin Saba yang disebutkan dia adalah
keturunan Yahudi. Dia membikin isu
provokasi kepada massa dan dia datang ke
Mesir kemudian bikin isu tentang
pemerintahan Utsman. Dikatakan Utsman
nepotism lah, Utsman inilah, Utsman
anulah. Sehingga banyak orang
terprovokasi sampai ribuan orang datang
dari Mesir menuju Utsman. Tadinya mereka
bilang ingin diskusi, ingin diskusi
sampai akhirnya ee mereka akhirnya
mengepung Utsman.
Dalam satu riwayat ada yang datang
kepada Ibnu Umar orang Mesir. Dia
bilang, "Mana orang Quraisy?" Ibnu Umar
lagi di ee dikerumuni oleh orang-orang.
Maka dia pun ingin bertanya, "Wahai Ibnu
Umar, terangkan kepadaku bukankah
Utsman, yaitu amirul mukminin kalian,
bukankah dia tidak ikut perang Badar?
Benar. Bukankah ketika perang Uhud dia
kabur?
Benar. Ya. Bukankah dia tidak ikut baat
ridwan? Ini isu yang tersebar. Dia tidak
ikut baiur Ridwan. Kata Ibnu Umar,
"Benar. Ini tiga-tiga benar." Tetapi
yang pertama
ee beliau tidak ikut perang Badar
karena perintah Nabi ketika beliau ingin
perang. Kata Rasulullah, "Gak usah."
Karena waktu itu putri Nabi Ruqayyah
sedang sakit dan Utsman adalah mantu
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam menyuruh
Utsman untuk ngurus putrinya dan dia
akan mendapatkan bagian dari ee hasil
perang perang Badar. Rasul yang suruh
dia tidak ikut. Adapun perang Uhud benar
beliau lari di antara orang-orang yang
kabur dari perang Uhud. Inina tawalla
minkum yaum inabu
wqanq.
Ya. Kata Allah subhanahu wa taala,
"Sesungguhnya orang-orang yang lari dari
perang Uhud disebabkan karena mereka
digoda oleh setan karena sebagian
perbuatan mereka sebelumnya." Jadi
memang dia salah tapi kata Allah, Allah
telah maafkan mereka. Kata Ibnu Umar,
"Apa urusanmu?"
Allah yang cerita dan Allah yang sudah
maafkan. Apa urusanmu? Allah sudah
maafkan, kau tidak maafkan. Apa
urusanmu? Dan manusia tidak ada yang
apa? Maksum. Utsman pernah salah tapi
dia dima dimaafkan. Adapun yang ketiga
itu tahun ketiga Hijriah. Ketika tahun 6
Hijriah
Utsman tidak ikut Baiatur Ridwan.
Kenapa? Karena dia diutus oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam untuk bernego
dengan orang-orang kafir Quraisy. Ketika
itu yang ngutus Rasulullah ingin
mengutus Umar karena Umar yang hebat,
yang jagoan. Tapi kata Umar, "Ya
Rasulullah, saya tidak punya pelindung
di dalam kota Makkah. Sebaiknya Anda
mengutus Utsman." Akhirnya Utsman diutus
dan dia, Subhanallah, berani berjalan
sendiri masuk ke dalam kota Makkah untuk
bernego ketemu dengan orang kafir
Quraisy. Tapi ternyata mereka hormat
sama Utsman dan mereka bilang, "Uthsman
silakan kau tawaf." Kata Utsman, "Saya
enggak tawaf." Sampai Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam tawaf. Ketika Utsman
terlambat datang, maka tersebar isu dia
dibunuh. Tersebar isu dia dibunuh. Sebab
itulah terjadi baiatur ridwan. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam pun membaiat
para sahabat sekitar 1400 orang untuk
siap membela Nabi sampai titik darah
penghabisan. Dan Utsman memang tidak
hadir karena disangka sudah meninggal
meninggal dunia. Maka akhirnya Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam membaiat seluruh
sahabat. Kemudian Rasulullah mengatakan
mengangkat tangan kanannya. Kata
Rasulullah, "Ini saya mewakili Utsman."
Kemudian Rasulullah membaiat tangannya
sendiri, tangan kanan perwakilan dari
Utsman. Dan ini lebih afdal daripada
Utsman yang baiat sendiri. Kenapa?
Karena Nabi mewakili Utsman dengan
tangan kanannya untuk membaiat. Sehingga
yang benar Utsman juga membaiat,
diwakilkan oleh siapa? Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Maksudnya isu tersebar
luar biasa pemutarbalikan fakta sampai
seharusnya menunjukkan keutamaan Utsman
malah menjadi cela untuk mencela Utsman
ya untuk mencela Utsman dan akhirnya isu
banyak dan orang banyak termakan
provokasi akhirnya banyak orang-orang
dari Mesir datang dan akhirnya mengepung
rumah Utsman dan itu terjadi pada bulan
Zulhijah.
Mulailah Utsman dilarang mau diambil air
minum. Dilarang dan dia bilang, "Kalian
melarang saya mengambil air minum.
Bukankah bi'r rumah yaitu sumur itu dulu
saya yang beli? Ketika orang-orang
datang ke Madinah dan kekurangan air,
akhirnya saya yang beli. Sekarang kalian
melarang saya minum dari air tersebut."
Utsman mengatakan, "Terus kalian kenapa
membunuh saya? Bukankah Rasul sahu al
wasallam bersabda, "L muslim illa biat."
Tidak halal darah seorang muslim kecuali
dari satu yang tiga, yaitu berzina atau
membunuh atau murtad. Saya apa? Kenapa
kalian membunuh saya? Mereka karena
orang bodoh, orang awam, mereka tetap
memprovokasi. Dan sebagian sahabat
datang, sahabat-sahabat yang masih ada
di kota Madinah ketika itu. Banyak
sahabat yang berhaji karena itu bulan
haji waktu itu. Utsman dibunuh 17
Zulhijah ya, yaitu masih suasana apa?
Haji. Sehingga banyak yang berhaji.
Kemudian juga banyak sahabat yang
menjauh tidak ikut-ikutan fitnah.
Sebagian sahabat datang sekitar
Muhajirin Anshar sekitar 700 orang.
Mereka siap angkat pedang membela
Utsman. Kata Utsman. Kalau kalian masih
saya khalifah atau amir, lepaskan
pedang-pedang kalian. Dia tidak ingin
ada pertumpahan darah. Gak pengin ada
yang kalau dia harus mati, dia mati
sendiri. Utsman tidak ingin pertumpahan
pertumpahan darah.
Kemudian ee
Utsman kenapa mereka minta Utsman untuk
lengser? Tapi ada wasiat dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah
pernah berkata, "Ya Utsman innallaha
qamasaka qamisan."
Wahai Utsman, sesungguhnya Allah telah
memberikan kau jubah, yaitu ee khalifah.
Kau akan jadi khalifah. Kalau datang
orang munafik ingin melepaskannya, maka
jangan kau lepas. Jangan kau kau lepas.
Maka dia berpegang dengan wasiat Nabi.
Dia dia bukannya bukannya cinta dunia,
bukan cinta kepimpinan. Enggak. Cuma
wasiat Nabi membuat dia tidak mau
melepas apa dan dia siap mati. Kalau dia
pengin dunia, ya sudah dia tinggal pergi
ke mana lengserkan dan dia atau dia
suruh para sahabat untuk membela dia.
Dia tidak mau. Dia sudah firasat
bahwasanya dia akan mati. Maka dia tidak
mau melepaskan. Apalagi datang Ibnu Umar
kalau salah seorang sahabat menasihati,
"Kalau kau lepas maka akan menjadi sunah
yang apa tradisi. Setiap ada khalifah
yang tidak disukai maka akan dipaksa
kalau tidak mau dibunuh dan seterusnya
akan menjadi ee tradisi ya dengan demo
kemudian lepas kemudian demo lengser."
Ya, intinya Utsman mempertahankan sunah
Nabi sallallahu alaihi wasallam sehingga
akhirnya dia pun akhirnya dimasuki,
akhirnya dibunuh radhiallahu taala anhu
pada tanggal 17 Zulhijah tahun 35
Hijriah.
Tanpa ada perlawanan sama sekali. Tanpa
ada perlawanan sama sekali. Dan ketika
beliau baca Quran kemudian beliau
ditikam dan darah ee berjatuhan di
mushaf yang beliau beliau baca
radhiallahu taala anhu.
Bab setelah itu
inilah pintu fitnah mulai sejak Makqtal
Utsman pada tahun 35 Hijriah. Ya.
Kemudian
setelah itu Ali bin Abi Thalib menjadi
apa? menjadi khalifah atau amirul
mukminin di tahun 35 sampai tahun 40
Hijriah sekitar 5 tahun. Maka mulailah
terjadi
ee fitnah yang pertama kali terjadi
peristiwa perang Jamal ketika itu Aisyah
radhiallahu anha ee di Makkah dan
juga sebagian sahabat disusul oleh
Zubair bin Awwam dan juga Thalhah bin
Ubaidillah ya orang-orang jadi masuk
surga. Maka mereka membawa suara rakyat
yang meminta kepada Ali bin Abi Thalib
untuk menghukum para pembunuh Utsman.
Utsman telah terbunuh. Yang dibunuh
bukan sembarangan. Yang dibunuh adalah
khalifah dan yang dibunuh adalah
mantunya siapa? Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Yang dibunuh orang
terkenal, yang punya jasa kepada Islam
sangat luar biasa. Ketika perang Tabuk,
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh
orang untuk bersedekah. Maka Utsman
menyedekah
eh 100 ekor unta biahlasi wa aktabiha
dengan pelananya dan qatabnya. Kemudian
Rasulullah
minta lagi kasih lagi sampai 300 ekor
unta. Umar Utsman kasih. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Ma dar Utsman ma
fa'ala ba'dal yaum."
tidak akan memberi kemudaratan bagi
Utsman apa yang akan dia lakukan setelah
ini. Karena sedekahnya luar biasa. Belum
dinar yang dia infakkan ketika itu,
ketika perang Tabuk. Ya. Dan Rasulullah
telah berkata, "Uthsman fil jannah."
Utsman di surga yang Rasulullah ketika
Utsman masuk sebelumnya paha Rasulullah
kelihatan Rasulullah tutup. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Ala astahi min
rajulin yastahyi minhul malaikah."
Kenapa aku tidak malu kepada seorang
yang malaikat pun malu kepadanya?
Malaikat saya malu kepada Utsman
radhiallahu taala anhu. Marruf Utsman
bin Affan ee orang yang sangat mulia
dibunuh. Maka ini tidak boleh selesai
begitu saja. Harus ada penegakan hukum.
Maka rakyat menuntut
waktu itu diwakili oleh Aisyah
radhiallahu anha dan dia berniat baik ya
untuk agar Utsman, pembunuh Utsman
dituntut.
Kemudian didampingi oleh Zubair bin
Awwam dan juga Thalhah bin Ubaidillah.
Sampai akhirnya mereka datanglah kubu
juga masuk ke Basrah dan akhirnya Ali
bin Abi Thalib kirim pasukan dan
akhirnya mereka berdamai. Mereka
berdamai. Ee ketika mereka berdamai para
pemberontak merasa gelisah karena kalau
mereka berdamai berarti mereka akan
ketangkap. Maka di malam hari ketika
mereka berdamai, pemberontak ini atau
yang bikin ulah ini, bikin onar ini
kemudian terbagi menjadi dua. Sebagian
masuk di ee kemnya Aisyah dan
sebagiannya masuk di kemnya Ali bin Abi
Thalib. Kemudian mereka saling
serangmenyerang di antara mereka
sehingga terkesan bahwasanya kelompok
yang satu berkhianat kepada kelompok
yang yang lain. Akhirnya terjadilah
peperangan fitnah disebut dengan mauki
ee mauatul jamal atau perang al Jamal.
Disebut perang Jamal karena Aisyah
ketika itu naik di atas unta dan untanya
ada haud yaitu ada kerandanya. Kemudian
banyak orang yang
memfokuskan untuk membunuh Aisyah para
penjahat-penjahat. Maka mereka memanahi
keranda Aisyah dan radhiallahu anha. Dan
banyak orang-orang yang akhirnya membela
keranda Aisyah sampai ada 70 orang yang
meninggal demi membela siapa? Aisyah
yang harusnya panah kena beliau kena 70
orang meninggal sekitar Aisyah dan
keranda Aisyah penuh dengan anak panah
seperti landak yang penuh dengan apa?
Duri-durinya. Maka akhirnya kalau tidak
salah kaki untanya dipotong sehingga
kemudian jatuhlah unta tersebut.
Akhirnya Aisyah diselamatkan oleh Ali
bin Abi Thalib. Ya, akhirnya perang
selesai tapi terjadi fitnah. Sebagian
terbunuh dan yang terbunuh Zubair bin
Awwam. Yang terbunuh adalah Thalha bin
Ubaidillah. Dan ketika Thalha dibunuh
maka dia mengatakan wanaana amrullahi
qadar maqdur. Ini sudah takdir Allah.
Dia ditikam. Sebagaimana Umar bin
Khattab ketika ditikam oleh Abdul Majusi
di antara dia ucapkan wana amrullahi
qadar maqdur. Ini am qadar Allah tidak
mungkin di dihindari.
Kemudian selesai perang selesai dan Ali
memuliakan ee
Aisyah radhiallahu anha kemudian
digiring dibawa pasukan untuk
memulangkan Aisyah radhiallahu taala
anha ummul mukminin dengan penuh
kemuliaan. Terjadi fitnah Tib. Kemudian
belum selesai itu terjadi pada tahun 36
Hijriah. Kemudian pada tahun 37 Hijriah
terjadi perang Sifin. Perang Sifin
siapa? Antara kubu Muawiyah dengan kubu
Ali bin Abi Thalib. Muawiyah beliau dari
Bani Umayyah. Dari Bani Umayyah
sebagaimana Utsman dari Bani Umayyah.
Ya, semuanya kembali kepada kakek mereka
yang sama yaitu Umayyah. Ya, Umayyah
kalau enggak salah Umayyah bin Abd Syams
ya, bin Abd Manaf ya al-Quraasyi. Maka
semua keturunan Umayyah disebut Bani
Umayyah. Dan oleh karenanya Muawiyah
punya kedekatan dengan Utsman dan dia
yang paling dekat dengan Utsman karena
sama-sama dari Bani Umayyah. Dan Allah
mengatakan dalam Alqur'an, "Waman qutila
madluman faq ja'alna liwalihi sulana."
Siapa yang terbunuh dengan kezaliman
maka kami serahkan urusannya kepada
walinya. Maka orang yang paling dekat
berhak menjadi wali adalah siapa?
Muawiyah. Maka Muawiyah menuntut Ali bin
Abi Thalib agar ditegakkan hukuman
kepada para pembunuh Utsman.
Ali bin Abi Thalib mau dan semua sepakat
Muawiyah tidak ada keinginan untuk
menjadi khalifah. Dan Muawiyah tahu dia
jauh di bawah daripada Ali bin Abi
Thalib. Ali bin Abi Thalib siapa? Orang
mulia. Semua orang sepakat Ali bin Abi
Thalib mulia daripada Muawiyah. Ali
meminta dan Muawi itu gubernur di Syam.
Gubernur di Syam. Syam di atas ya. Ee
sementara Madinah di bawah dan e Ali di
Kufah, di Iraq. Maka Ali bin Abi Thalib
meminta Muawiyah untuk membaiat Ali
supaya bersatu dulu baru nangkapin. Dan
ini idenya Ali bin Abi Thalib dan ini
lebih benar.
Maksudnya Ali bin Abi Thalib, "Sudah
kita bersatu dulu, kemudian kondisi
stabil dulu kemudian ukhtuliju, baru
kita cabut satu-satu tuh para pembunuh
Utsman bin Affan." Adapun sekarang
enggak mungkin karena yang
demo ingin membunuh Utsman ribuan orang.
Ribuan orang ini kalau kita mau tangkap
gimana? Perang sendiri belum
masing-masing ribuan orang ini ada
kabilah-kabilahnya. Ini bisa pertumpahan
darah besar dengan cara kita nangkap
sekarang.
tidak akan berhasil. Muawiyah bilang gak
bisa tangkap dulu. Dia punya pasukan
banyak di mana? Di Syam. Artinya kita
siap bantu nangkapin. Intinya terjadi
ijtihad yang berbeda antara Ali bin Abi
Thalib dengan Mua
Muawiyah radhiallahu taala anhu.
Akhirnya berjalanlah dua pasukan ketemu
di Sifin. Ya. Ya. Sifin itu daerahnya di
e kalau tadi perang Jamal di Basrah.
Kalau Sifin ee di di Suriah ya, dekat
Iraqah. sekitar 40-45 km sebelah di
sebelah utara Suriah. Maka berkumpulah
di situ kemudian terjadilah fitnah,
terjadi perang dan akhirnya banyak yang
meninggal dunia dan akhirnya perang
selesai
ee dan diakhiri dengan tahkim yaitu
adanya dua hakim. Dari kubu Muawiyah
adalah Amr bin Ash radhiallahu anhu.
Dari kubu Ali adalah Abu Musa al-Asy'ari
radhiallahu taala anhu. Akhirnya selesai
selesai perang itu sekitar tahun 37.
Hijriah.
Kemudian pada tahun 38 Hijriah
ternyata orang-orang Khawarij tidak
setuju dengan keputusan dua ee wakil
tersebut. Hakamain
dan itu dari kelompok Ali bin Abi
Thalib. Bahkan mereka mengkafirkan Ali
bin Abi Thalib. Maka keluarlah 12.000
orang dari pasukan Ali bin Abi Thalib
dan mereka membelot dan mereka berkumpul
satu tempat namanya Harura. itu dekat
wilayah Kufah. Harura dekat wilayah
Kufah yaitu dekat pusat pemerintahan Ali
bin Abi Thalib. Karena Ali bin Abi
Thalib setelah beliau jadi khalifah
beliau memindahkan pusat pemerintahan
dari Madinah ke Kufa.
Jadi bukan di Madinah Madinah cuma di
zaman siapa? Utsman bin Affan. Umar Abu
Bakar. Umar Utsman pusat ee ibu kota
negara di Madinah. Tapi ketika di zaman
Ali bin Abi Thalib dipindahkan ke Kufah.
Maka ee mereka berkumpul dan bahkan
mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib.
Dan akhirnya ketika tidak bisa di
diislah, tidak bisa didamaikan, akhirnya
Ali bin Abi Thalib siap memerangi
mereka. Siap memerangi mereka. Maka
sebelum perang, di situlah Ibnu Abbas
mengatakan, "Wahai Ali, izinkan saya
bertemu dengan mereka." Kata Ali, "Saya
takut kau nanti ada apa-apa, saya akan
bicara dengan mereka." Ya. Maka akhirnya
Ibnu Abbas Habrul Ummah, salah seorang
alim dari ulama sahabat, maka dia datang
berdialog dengan orang-orang Khawarij.
Dia bilang, "Ada apa masalah kenapa
kalian protes kepada Ali bin Abi
Thalib?" Di antaranya mereka mengatakan,
"Bagaimana mereka Ali bin Abi Thalib
kemudian ketika perang Jamal kenapa
tidak ambil gonimah?"
Kenapa tidak ambil gonimah? Tib ini
satu.
Yang kedua dianya mengatakan kenapa Ali
bin Abi Thalib ee apa namanya? Setuju
dengan keputusan dua ee wakil ya. Ada
tiga, saya lupa satunya. Intinya
akhirnya Ibnu Abbas pun dialog dengan
mereka. Ee Ibnu Abbas ee ee apa namanya?
Ee mengatakan
ee bahwasanya bagaimana mau diambil
ganimah. Sementara di pasukan perang
Jamal ada ibunda kita, Ummul Mukminin
Aisyah radhiallahu anha. Apakah Ummul
Mukminin mau jadi mau jadi apa namanya?
Tawanan, menjadi budak. Gak mungkin.
Akhirnya mereka kalah debat. Ya.
Kemudian juga bagaimana tidak boleh
mengambil dua hakim. Sementara masalah
keluarga saja. Allah mengatakan fabatu
hakaman min ahli wakaman min ahliha.
Kalau dua suami istri lagi bermasalah
boleh masing-masing punya wail. Apalagi
kaum muslimin. Artinya Ibnu Abbas
berdialog dengan mereka. Akhirnya mereka
tidak bisa menjawab. Akhirnya kalau
tidak salah 4.000 kembali ke kubu Ali
bin Abi Thalib. 4.000 sadar. Tinggal
berapa? 12 kurang 4.000 tinggal 8.000 ya
akhirnya perang dan akhirnya mereka
kalah. Dan Ali bin Abi Thalib ketika
merang Khawarij dia semangat. Dia
semangat karena Rasulullah sahu alaihi
wasallam telah mengabarkan keutamaan
membunuh orang-orang khawarij. Maka
setelah perang selesai
berbeda ketika masalah dengan dengan apa
namanya perang Jamal. Ali sedih ketika
melihat Thalha meninggal dia sedih dia
mengungkap kesedihannya. Lihat Zubair
ketika ada yang gembira membunuh Zubair
kata dia, "Qutilu Zubair finar." Yang
bunuh Zubair neraka kata Ali. Ali tidak
senang dengan mendengar kematian Zubair
bin Akar ini fitnah. Ketika terjadi
perang dengan Muawiyah banyak yang
meninggal. Kata Ali bin Muawi. Kata Ali
mereka semua insyaallah masuk surga.
kemudian urusan kembali kepada aku dan
Muawiyah. Jadi semua dihadapi dengan
kesedihan karena ini fitnah. Tetapi
ketika melan khawarij dia semangat
karena pembunuh khawarij ada yang
terbaik atau yang dibunuh oleh orang
khawarij juga adalah orang yang terbaik.
Setelah perang selesai maka Ali menyuruh
orang-orang untuk periksa mayat-mayat
Khawarij. Kata Ali, "Cari orang yang
tangannya buntung dan di buntungnya
tersebut di sininya ada semacam ee apa
namanya?
Tail lalat besar yang ada rambutnya.
Maka mereka cari."
Kata mereka, "Enggak ada." Kata Ali,
"Harus ada. Rasulullah pernah
mengabarkan kepadaku, khawarij. Nanti
diperangi ada orang seperti itu. Pasti
ada dan Rasulullah tidak mungkin bohong.
Dan saya tidak bohong. Saya dengar dari
Nabi, mereka bilang, "Enggak ada Ali
berkeringat, kok enggak ada ini
jangan-jangan salah."
Kata Ali, "Periksa lagi." Ternyata
diperiksa ternyata orang itu di bawah
tumpukan mayat. Ternyata ada orang
tersebut. Maka Ali pun kalau tidak salah
beliau sujud syukur kepada Allah
subhanahu wa taala. Ternyata yang dia
lakukan sudah benar. Oleh karenanya
ditinjau dari perbuatan Ali dan
Muawiyah, dua-duanya berijtihad. Dan
kita lihat posisi kondisi tidak semudah
yang kita bayangkan. Yang terbunuh
siapa? Utsman.
Dan keluarga Utsman ingin menuntut apa?
Darah. Harus ditangkap. Sementara Ali
mengatakan gak bisa. Kondisi tidak
stabil. Di mana kita mau nangkap? Mereka
ribuan orang. Ribuan orang di baliknya
ada suku-sukunya banyak. Mau perang
habis-habisan kita. Sementara musuh
banyak. Romawi Persia di luar sana.
Dan yang ijtihad yang lebih benar adalah
ijtihadnya Ali bin Abi Thalib. Ya,
makanya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam yakhruju ee tentang khawarij
kata Rasul sahu alaihi wasallam keluar
ee sekelompok orang hina firqah ketika
terjadi perpecahan di antara dua
kelompok kaum muslimin.
yang akan membunuh kelompok yang e
yakruju mariqatun akan keluar sekelompok
di antara dua perpisahan dua kelompok
yaitu kaum muslimin kelompok besar yang
akan membunuh mereka adalah yang paling
lebih benar yang paling mendekati
kebenaran di antara dua kelompok yang
bertikai tersebut. Kata Nabi, "Yang akan
menyerang Khawarij adalah kelompok yang
lebih benar, yang lebih dekat kepada
kebenaran di antara dua kelompok yang
bertikai." Kelompok dua kelompok yang
bertikah siapa?
Muawiyah dan siapa? Ali. Yang menyerang
Khawarij siapa? Muawiyah atau Ali? Ali.
Berarti Ali yang lebih benar. Oleh
karena para ulama ulama ahlusunah
mengatakan yang lebih benar adalah
ijtihadnya siapa? Ali. Subhanallah.
Harus jadi. Makanya Rasulullah
mengatakan, "Aku minta kepada Allah tiga
doa, dua dikabulkan, satu tidak. Aku
minta agar umatku tidak binasa gara-gara
kemarau atau tidak binasa gara-gara
tenggelam dengan seperti kaum Nabi Nuh
atau tidak dihabisin oleh umat yang
lain. Aku minta dan Allah kabulkan.
Dan aku minta alla tajal baahum
bainahum." Ya Allah, jangan sampai kau
menjadikan pertikaian di antara mereka.
Maka Allah tidak mengabulkan doaku.
Rasulullah bilang, "Ya Allah, jangan
jadikan kaumku bertengkar. Allah tidak
kabulkan." Memang takdirnya akan ada
pertengkaran di antara kaum muslim
dengan berbagai macam sebab. Kalau kata
Allah, "Walau syaallahu maqtatalu
wakinallaha yaf'alu ma yurid." Kalau
Allah berkehendak mereka tidak akan
berbunuh-bunuhan tetapi Allah melakukan
apa yang Allah kehendaki. Semua ada
hikmah dibanding tentunya ini terjadi
apa yang telah terjadi. Tapi maksud saya
kondisinya memang sulit. Seandainya kita
berada di zaman itu tentu sulit karena
Muawiyah punya tujuan baik, Ali juga
punya tujuan tujuan baik. Tapi yang
lebih benar kepada kebenaran adalah
siapa? Ali bin Abi Thalib radhiallahu
taala anhu. Tib tahun 38 Hijriah 39 Ali
damai dengan Muawiyah ya tidak ada
genjatan senjata, tidak ada
perang-perangan. Pada tahun 40 Hijriah
ya ee
Ali bin Abi Thalib di dibunuh. Tiga
orang Khawarij berkumpul.
Mereka ingin bunuh tiga tiga orang kata
mereka. Mereka kita berjihad dengan
bunuh tiga orang. Satu bunuh Ali, satu
bunuh Amr bin Ash dan satu bunuh Mua
Muawiyah. Ali di Kufah, Muawiah di Syam,
Amir bin As di Mesir. Ini tiga orang
bertekad kita akan bunuh mereka di bulan
Ramadan karena kita mau berjihad di
bulan Ramadan.
Akhirnya
yang terbunuh siapa?
Ali bin Abi Thalib, Muawiyah dan ee Amr
bin Ash selamat ya. Selamat. Ali
terbunuh ditikam ketika dia kebiasaan
beliau sebelum subuh bangunkan orang
untuk salat subuh. Sebelum salat subuh
akhirnya sudah dinanti oleh Abdurrahman
bin Mujim dan dia telah memasang racun
di ped pisaunya. Maka akhir dia tikam
Ali pas di kepalanya dan Ali bin Abi
Thalib akhirnya meninggal gara-gara hal
tersebut.
Abdurrah bin Muljim ini khawarij ya.
Disebutkan dalam kisah beliau ketika
tangannya dipotong dia kuat dan dia
tetap berzikir.
Ketika tangannya dipotong, kakinya
dipotong dia tetap berzikir kepada
Allah. Ketika lidahnya mau dipotong baru
dia menangis. Dia bilang, "Saya tidak
pengin meninggal, tidak berzikir kepada
Allah." Luar biasa. Artinya ibadahnya
luar biasa.
Dan dia bangga bisa membunuh Ali bin Abi
Thalib untuk mencari surga Firdaus.
Oleh karenanya ketika dia membunuh Ali
bin Abi Thalib dipuji oleh Imran bin
Khitan yang muji bahwasanya inilah
Abdurrahman bin Muljim yang telah meraih
surga yang tinggi gara-gara membunuh
siapa? Ali bin Abi Thalib. Itu fikrahnya
sama. Fikrah-fikrah Khawarij. Pemikiran
Khawarij.
Setelah Ali bin Abi Thalib meninggal
dunia, maka kemudian di khilafah
dilanjutkan oleh putranya Alhan. bin Ali
bin Abi Thalib. Tapi alasan bin Ali bin
Abi Thalib baru 6 bulan menjadi
khalifah. Kemudian dia lengser, dia
serahkan kepada siapa? Muawiyah. Dan
benarlah sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika memuji Alhan. inni h
sayidun
fasuslihullahu bihi baina thiataini
minal muslimini minal muslimin. Kata
nabi dia pernah memuji Hasan mengkataan
Hasan ini cucuku dengan sebab dia dan
dia adalah pemimpin. Ina ibni had
sayyid. Dia adalah pemimpin dan dengan
sebab dia Allah akan mendamaikan dua
kelompok besar dari kaum kaum muslimin.
Dan benar kubu Ali dan kubu Muawiyah.
Ali sudah meninggal tapi dia punya
penolong yang banyak akhirnya damai.
Maka tahun tersebut dikenal dengan amul
jamaah yaitu tahun persatuan. Situlah
kemudian Muawiyah punya peran besar
dalam kaum musliminnya. Kemudian
akhirnya Hasan diracun meninggal dunia.
Ketika dia diracun datang adiknya
Husein. Dia tanya, "Wahai kakak, siapa
yang meracunmu?" Kata Hasan, "Saya tidak
mau kasih tahu. Saya tidak Hasan."
Subhanallah dia tidak pengin
kepemimpinan. Dia menyerahkan
kepemimpinan kepada Muawiyah demi ee
perdamaian. Demi perdamaian. Dan ketika
dia diracun pun, dia tidak belah dendam.
Meskipun dia tahu siapa yang meracun,
dia tidak mau kasih tahu siapa adiknya.
Oleh karenanya banyak ulama ahlusunah
mengatakan Imam Mahdi nanti yang akan
muncul di akhir dari keturunan Al-Han
sebagai pengganti karena nenek moyangnya
Al-Han pernah
melengserkan atau menanggalkan
kepemimpinannya demi kaum muslimin. Maka
nanti cucunya Al Imam Almahdi yaitu
Muhammad bin Abdillah Almahdi akan
menjadi pemimpin dan dia dari keturunan
Hasan bukan dari keturunan Al-Husin.
Tib. Kemudian akhirnya Muawiyah
berkuasa. Kemudian Muawiyah
ketika sebelum meninggal menunjuk
putranya Yazid untuk jadi khalifah.
Ya, sekitar kalau enggak salah tahun
60-an. Kemudian Yazid menjadi khalifah
amirul mukminin. Di zaman Yazid
terjadilah Husein yang akhirnya dirayu
oleh orang-orang Kufah. Mereka bilang,
"Kami akan membaiatmu, membaiatmu."
Sebagaimana kisahnya, Husein pun keluar
akhirnya terbunuh di Karbala.
Setelah itu Yazid bin Muawiyah ketika
diangkat banyak sahabat, sebagian
setuju, sebagian tidak setuju dan banyak
sahabat yang setuju kemudian akhirnya
digantikan oleh ee
ee setelahnya baru kemudian
kalau enggak salah Muawiyah bin Yazid
ya. Kemudian akhirnya
naiklah Abdullah bin Zubair. Abdullah
bin Zubair memproklamirkan dirinya
sebagai khalifah ketika ada fase
kekosongan. Maka dia angkat dirinya
sebagai khalifah. Abdullah bin Zubair ya
sahabat. Kemudian di zaman dia
menjadi khalifah kemudian ada ee
Marwan Ibnul Hakam tidak setuju ya. Maka
dia pun membuat kepemimpinan di Syam
sehingga dia keluar dari pemerintahan
Abdullah bin Zubair. Kemudian akhirnya
dia meninggal, anaknya diangkat Abdul
Malik bin Marwan. Kemudian di zaman
Abdullik bin Marwan, Abdullah bin Marwan
mengutus Hajjaj bin Yusuf At-TSQafi
untuk menyerang Abdullah bin Zubair.
Akhirnya Abdullah bin Zubair pun
meninggal meninggal dunia. Maka
kepemimpinan dipegang oleh Bani Umayyah.
Setelah itu baru kemudian Bani Umayyah
dengan berbagai macam khalifahnya.
Setelah Bani Umayyah kemudian Bani
Abbasiyah ya atau Bani Abbas atau
dinasti Abba Abbasiyah ya dari keturunan
Al-Abbas bin Abdul Muthalib.
Kemudian menghabisi Bani Umayyah.
Kemudian dan seterus seterusnya sampai
berbagai macam khilafah
khilafah-khilafah kecil muncul ya. Di
Mesir muncullah dinasti Toloniah
kemudian Iksyidiyah.
di Andalus muncul Bani Umayyah yang
kabur dari serangan Bani Abbasiyah, Bani
Albas. Kemudian mereka bikin ee khilafah
di Andalus ya dan seterusnya.
Sampai kemudian muncullah dinasti
Fatimiyah dari Tunis kemudian masuk ke
Mesir. Syiah
sampai 2 seteng abad mereka berkuasa.
Mereka membunuhi ahlusunah
dan berbagai macam dinasti-dinasti.
Kemudian sampai akhirnya muncullah
dinasti Utsmaniyah. Sampai akhirnya
semua buyar jadi republik.
Mesir akhirnya habis jadi republik.
Dinasti Utsmani akhirnya habis jadi apa?
Republik.
Kerajaan Islam. Kemudian muncul kerajaan
Islam belakangan kerajaan Arab Saudi ya
dan kerajaan-kerajaan yang masih
tersisa. Tapi intinya ikhwan ingin
sampaikan bahwasanya
ee semua dengan takdir Allah Subhanahu
wa taala ada fitnah-fitnah besar ya dan
itu terjadi di ee belakangan dan kita
tadi sempat singgung beberapa
sebab-sebabnya bab kita lanjutkan hadis
yang akan kita sampaikan.
Kemudian Syekh Abdul Wahab rahimahullah
berkata, "Wali muslimin
an Abi Bakrah radhiallahu anhu marfuan."
Dari Abu Bakar radhiallahu anhu marfuan.
Innaha satakunu fitanun. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Akan ada
fitnah-fitnah."
Ala tumma takunu fitnatun. Kemudian akan
muncul fitnah.
Alqidu fi khair minal mas. Yang duduk
lebih baik daripada yang berdiri. Maka
hadis-hadis seperti ini menjadikan
banyak sahabat tidak ikut-ikutan. Ketika
terjadi perang Sifin
hanya segelintir sahabat yang ikut.
Ribuan sahabat enggak ada yang ikut.
Bahkan kalau tidak salah Sya'bi atau
seorang tabiin mengatakan cuma tidak
sampai 30 orang sahabat yang ikut serta
dalam peristiwa tersebut. Karena 1000
sahabat menganggap itu adalah peristiwa
fitnah.
sehingga ribuan sahabat tidak ikut serta
mereka mengamalkan hadis seperti ini.
Ya, akan muncul fitnah yang duduk lebih
baik daripada yang berdiri. Wal fi khair
minai ilaiha. Yang berdiri lebih baik
daripada yang berjalan menuju fitnah
tersebut. Itu yang semakin kepo semakin
berbahaya. Semakin tidak tahu lebih
baik.
Ala faidza nazalat a waqat famanana lahu
ibilun falyalhaq biibilihi.
Waman lahu gonamun falyalhaqami
waman lahu ardun falhaq biardihi. Kata
Nabi, kalau terjadi fitnah, muncul
fitnah, yang punya unta urusin untanya,
yang punya kambing urusin apa
kambingnya. Sudah urus kambing sana di
pedesaan, di gunung-gunung. Yang punya
tanah urusin apa tanahnya ya?
Yang punya istri urusin apa istrinya itu
enggak usah ikut urusin privasimu. Ikut
Profas privasimu. Jangan urus yang
urusan-urusan besar.
Faqala rajulun. Ada yang berkata, "Ya
Rasulullah, arita man lam yakun lahu
ibilun w gonamun wardun." Gimana orang
enggak punya apa-apa ya Rasulullah? Unta
enggak punya, kambing enggak punya,
tanah enggak punya? Enggak punya. Miskin
mengurus apa?
Kata rasul wasallam
hadihij.
Maka hendaknya dia pergi ke pedangnya,
dia ambil pedangnya kemudian dia pukulin
pedangnya pada bagian tajamnya supaya
tumpul ya supaya gak kalau dia punya
pedang tajam dia akan tertarik untuk
apa? Ikutan fit fitnah. Tapi kalau dia
enggak punya senjata maka dia berusaha
menghindar mati konyol masuk dalam
fitnah. Maka supaya kau benar-benar
tidak tertarik untuk nimbrung dalam
fitnah, ambil pedangmu kemudian rusakin
pedangmu tersebut. Pukul bagian
tajamnya, kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam hendaknya dia menyelamatkan
diri semampunya.
Qala kemudian Rasulullah berkata,
"Allahumma hal ballq qatan." Ya Allah
buka sungguh aku telah menyampaikan
telah aku sampaikan, telah aku
sampaikan.
Faqala rjulun. Ada yang berkata lagi,
"Ya Rasulullah."
Sahabat bertanya dengan berbagai macam
kemungkinan.
ah
fiatainulaifiu
sahmuni.
Ya Rasulullah, bagaimana kalau saya
dipaksa ikut
saya dibawa sehingga masuk di antara dua
saf yang saling bermusuhan, saling
bertempur sesama kaum muslimin.
Ingat ini semua takdir Allah mengatakan
tadi walau walau syaallahu maqtalu.
Kalau Allah berkehendak mereka tidak
bertempur. Walakinnallaha yaf'alu ma
yudri. Tapi Allah melakukan apa yang
Allah kehendaki.
Kalau seandainya ada fitnah
pertempuran kaum muslimin kemudian saya
dipaksa untuk gabung kepada satu saf mau
perang atau saya dipaksa untuk gabung
kepada salah satu kelompok akhirnya ada
seorang menikamku dengan pedangnya atau
datang panah kemudian membunuhku. Apa
yang terjadi? Ya, kalau kamu terpaksa
enggak ada masalah tapi jangan ikut
bunuh. Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Yabu bihi waika
wakunu min ashabinar." Dia yang akan
membawa dosamu dan dosanya dan dia
termasuk penghuni neraka jahanam. Yaitu
Nabi mengatakan meskipun kau dipaksa
jangan perang dipaksa ya sudah biarin
aja. Ada yang bunuh ya sudah
ya enggak bisa di rumah enggak bisa.
Sudah ngikat diri dilepas ikatannya
dibawa.
Ya sudah.
Ini kalau fitnah kita enggak tahu mana
yang benar, mana yang salah. Kaum
muslimin bunuh darah kaum muslimin.
Ya, seperti Saad bin Abi Waqqas ketika
musim fitnah dia menjauh. Dia ngurusin
kambingnya dia datang anaknya Umar.
"Wahai ayahanda, kenapa tidak masuk
ikut?"
Kalau enggak salah dia bilang,
"Tunjukkan berikan kepadaku pedang yang
ada matanya yang bisa kasih tahu ini
kafir saya bunuh, ini musim saya tidak
bunuh. Kalau ada pedang seperti itu saya
mau masuk."
Oh, ini kafir-kafir bunuh ini muslim.
Jangan. Kalau ada pedang seput.
Enggak lah. Emang juga fitnah.
Maka ini tentang ngerinya fitnah dan
fitnah itu bisa sangat besar dan bisa
menggelincirkan orang sampai menumpahkan
darah sesama kaum muslimin. Makanya
kalau ada fitnah-fitnah ribut-ribut yang
ngapain kita ikut-ikutan?
Ribut-ributri ribut.
Bunuh bunuh bunuh. Siapa? Muslim apa
kafir? Muslim juga.
Gimana ma? Jihad. Jihad. Jihad lawan
siapa? Lewat lewat orang muslim. Gimana
jihad lewat orang muslim? Jihad apaan?
Ya dia i emang dia enggak salat. Emang
dia enggak punya istri, enggak punya
anak.
Ente aja yang punya istri, yang punya
anak.
Kita bunuh orang, istrinya jadi janda,
anaknya jadi yatim. Gimana? Ibunya
nangis, kakaknya nangis.
Terus yang jihad-jihad kadang-kadang
bukan urusan bukan urusan agama, urusan
dunia. Yang bilang jihad, jihad, jihad.
Ayo, ayo. Begitu dikasih dunia diam.
Yang dia tuntut agama atau dunia
ternyata dunia. Tidak bisa makan,
kelaparanlah, enggak macam-macamlah.
Dunia
terus matas namakan apa? Jihad.
Tib wali Abi Daud an Saad radhiallahu
taala anhu dari Imam Abu Daud
meriwayatkan dari Saad. Beliau berkata,
"Qulu ya Rasulullah arroita indakhala
ala baiti
waat ila yadihi ilaiya yadahu
liyaqtulani." Ya Rasulullah, bagaimana
menurutmu jika ternyata dia masuk ke
rumahku? Saya sudah sembunyi di rumah,
tidak ikut fitnah,
menjauh. Tahu-tahu dia masuk ke rumahku
dan dia membentangkan tangannya untuk
membunuhku.
Bawa pedang atau nikam atau apa?
liqtulani untuk bunuh aku. Apa kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Kun kakiri
bnai adam. Jadilah engkau dari dua anak
yang anak Adam yang terbaik. Qabil atau
Habil? Siapa yang terbunuh? Habil atau
Qabil? Habil. Yang membunuh siapa?
Qabil. Yaitu Rasulullah mengatakan,
"Jadilah engkau anak Adam yang terbaik.
Itu yang terbunuh. Jangan melawan."
Makanya Habil ketika mau dibunuh Qabil,
dia berkata, "Inataka
anaqulak.
Kalau kau ingin membentangkan tanganmu
ingin bunuh aku, aku tidak akan melawan.
Saya takut kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Ma ana bisa yadi inni akullahabal
alamin. Ya. Maka kata Nabi, "Jadilah kau
anak Adam yang terbaik yaitu jangan
melawan. Kalaupun mati dia akan membawa
dosamu.
Dalam riwayat yang lain ada hadis Rasul
sahu alaihi wasallam mengatakan, "Kun
abdallah almaq wala takun abdallah
alqatil." Jadilah engkau anak Adam,
hamba Allah yang terbunuh. Janganlah kau
menjadikan engkau menjadi hamba Allah
yang membunuh. Urusan darah repot.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan, "Awalama yuqd bainanas
fiddima yang pertama kali Allah sidang
di hari kiamat kala urusan apa? Da
darah." Maka saya ingatkan kepada diri
saya, kepada ikhwan sekalian, jangan
sampai ikut serta dalam pertumpahan
darah. Apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? La yazalu al muslim fi
fushatin malam yusib daman haraman.
Sementara senantiasa seorang muslim
dalam kelapangan itu kelapangan diampuni
oleh Allah, kelapangan surga selama dia
tidak ikut kecipratan dosa orang muslim,
darah yang haram, maka tidak harus
bunuh. Kecipratan, ikut-ikutan.
Maksudnya ikut-ikut memprovokasi,
ikut-ikut jangan. Kalau kau salah satu
sebab gara-gara perkataanmu,
provokasimu, tulisanmu memprovokasi
orang untuk menut orang lain, jangan.
Berarti kau sudah tidak lagi dalam apa?
Dalam kelapangan. Rasulullah mengatakan,
"La yazalul muslim fi fushatin min
dinihi malam yusib daman haraman."
Ya, seorang muslim senantiasa dalam
kelapangan dalam agamanya itu mudah
masuk surga, mudah diampuni selama dia
tidak menumpahkan darah orang lain. Ya,
maka hati-hati, ini perkara yang sangat
berbahaya ketika ee
seorang
sampai menumpahkan darah saudaranya.
Tayib.
Dari sini kita bisa mengambil faedah.
Kita selesai sedikit masalah hadis
tentang fitnah. Bahwasanya seorang
muslim kalau ada fitnah hendaknya dia
menjauh. Dan kita katakan fitnah ada dua
pada pertemuan lalu. Fitnah yang
besar-besar yang sampai pada pertumpahan
darah, bunuh-bunuhan ini menjauh
sebisa-bisanya.
Demikian juga fitnah yang kecil-kecil
tidak saya bertumpan darah tapi ngabisin
umur
kepo pengin tahu komentar analisa ya ini
juga hindari
ya makanya Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan
al ibadatu fil harji kahijratin ilaiya
ibadah di musim fitnah seperti berhijrah
kepadaku. Artinya pahalanya sangat
besar. Orang yang sibuk beribadah di
masa fitnah pahalanya sangat besar.
Kenapa? Karena di masa fitnah orang
banyak kepo dengan fitnah.
Bukan cuma duduk aja berdiri, bukan cuma
berdiri jalan menuju fitnah. Bukan cuma
berjalan loncat menuju fit fitnah.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Man istasyrofa istasyrofathu." Siapa
yang pengin kepo maka diambil oleh
fitnah tersebut, ditangkap oleh fitnah
tersebut. Ketika Rasulullah ditanya
tentang apa solusi dari fitnah? Mal
makhraj, apa solusi? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Alaika bik
amrik, sibuklah dengan privasimu.
Wadaanka amrama. Tinggalkan kau
urusanlah urusan orang umum." Tadi kalau
punya kambing urus kambing. Kalau punya
unta urus apa? Unta. Punya kantor urus
kantor. Yang jomblo cari istri. Sudah
sibuk cari istri yang bermanfaat bagi
kita. Punya anak ngurus a anak.
Adapun fitnah bicara sana, analis sana
komentar sana komentar sini, komentar
sana, komentar sini. Kita Indonesia ini
berita enggak ada habis-habisnya.
11 cerita
gak ada habis-habisnya. Jadi kalau kita
habisin waktu ngikutin berita, kita akan
buang-buang umur kita pada yang tidak
ber bermanfaat. Bukannya kita tidak
boleh tahu urusan boleh tahu, tapi
secukupnya. Jangan berlebih-lebihan.
Akhirnya umur kita terbuang. Ya, akhi.
Kita meninggal sudah berapa kali kita
khatam? Wallahualam. Ya, baca Quran
jarang. Baca metsos terlalu sering.
Nimbrung dalam gibah dan namimah. Ya,
waktu untuk telepon keluarga gak sempat
tapi waktu untuk baca mesos bisa
berjam-jam. Ya, sibuk dengan komentar
berita yang belum tentu benar atau
salahnya. Memang semua berita itu benar.
Kita enggak tahu ya. A bisa jadi B, B,
Bisa dibolak-balik. Oleh karena jangan
habiskan umur yang tidak bermanfaat.
Wallahu taalaam bab. Alalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:19:53 UTC
Categories
Manage