Kind: captions Language: id Inalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruhu watubu ilaih wa naud nazubillahi min syururi anfusinaati may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhu waasuluhu la nabiya baah Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun fainasdaqal hadisi kitabullah wakiral huda huda Muhammadin sallallahu alaihi wasallamul umuri muhdaha wa muhda bidah wa bidatin wainar muslimin suatu hari rasam melewati seorang wanitaha sedang menangis karena wafat anak kecilnya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun menasihati wanita tersebut karena dia meratapi anaknya yang meninggal. Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Ya hadiahi itqillaha wasbiri." Wahai fulana, bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Rasulullah nasihati. Maka wanita ini pun tersinggung. Dia berkata, "Illaika inakaamati." Jauhlah engkau dariku. Sesungguhnya kau tidak mengalami apa yang aku alami. Kau tidak ditimpakan musibah kepadamu seperti apa yang aku alami. Yaitu seakan dia berkata, "Kau tidak tahu betapa pilunya jika kehilangan seorang anak." Wanita ini lam takrifu. Dia tidak mengenal kalau yang menasihati adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Nabi pergi. Setelah Nabi pergi kemudian ada yang memberitahu bahwa tadi yang menunggurmu adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka dia pun segera menuju rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dia minta uzur. Dia mengatakan, "Lam a'fka." Saya tidak tahu tadi engkau ya Rasulullah. Dia ingin menyampaikan saya akan bersabar. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Innamruil ula. Sesungguhnya sabar yang hakiki, sabar yang sejati adalah tatkala pada hantaman yang pertama. Hadis ini memberikan kita pelajaran bahwasanya sabar bertingkat-tingkat. Tapi sabar yang terbaik di antaranya ketika pertama kali terkena hantaman. Sampai Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menamakan dengan shodmah. Shadmah bahasa Arab artinya hantaman. Karena orang terkena musibah dia seperti dihantam. Dan ketika pertama kali dia bisa bersabar pahalanya sangat besar. Sebagaimana dijelaskan oleh Nawawi rahimahullahu taala. Karena sangat berat seorang bersabar di awal kali terkena musibah. Adapun jika sudah lewat berhari-hari maka semua bisa bersabar. Tapi sabar yang sungguhnya yang pahalanya sangat besar ketika di awal terkena musibah. Kenapa? Karena rasa pilu yang paling berat, rasa sakit yang paling berat ketika pertama kali terkena musibah. Dari sinilah kita bisa mengambil faedah bahwasanya semakin pilu suatu musibah kita rasakan, semakin sedih, semakin berat, maka semakin besar pahalanya. Sabar di awal musibah tidak sama. Sabar setelah 2 hari dan 3 hari semuanya ada pahalanya. Tapi beda ketika sabar pertama kali terkena hantaman musibah. Karenanya Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Inna idamal jaza maidamil bala." Sungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya musibah, besarnya ujian. Semakin musibah semakin besar, semakin pilu, semakin susah, maka semakin besar pahalanya, semakin besar ganjarannya di surga kelak. Dan orang yang paling besar pahalanya, yang paling berat musibahnya, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Asadunasi balaan albiya." Sesungguhnya orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi shihun, kemudian orang-orang saleh amsal fal amsal. Kemudian selanjutnya dan selanjutnya lihatlah khalilarahman dua kekasih Allah yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan Nabi Ibrahim Alaih Salam. Mereka berdua diuji pada perkara-perkara yang sangat mereka cintai yang menjadikan sangat pilu hati mereka. Lihatlah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam diuji dengan pamannya Abu Thalib yang seakan-akan merupakan ayahnya sendiri yang merawat Nabi ketika Nabi masih kecil yang sangat mencintai Nabi bahkan rela pasang badan untuk membela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia pernah berkata, "Wallahi mereka tidak akan bisa melukaimu sampai aku mati." Kata Abu Thalib, siap pasang badan untuk bela Nabi. Dan dia sangat mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tetapi ternyata dia meninggal dalam kondisi musyrik. Ini sangat menyedihkan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saking sedihnya Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "La astagfirallahfirlahaka malam unhaka. Aku akan mohon pertolong, mohon ampunan buatmu selama aku tidak dilarang. Ternyata Allah menegur Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah berkata, "Inakau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai." Kemudian juga turun firman Allah Subhanahu wa taala, "Maka linadina amanu musyrikin walau tidak pantas bagi nabi dan orang beriman untuk mohon ampunan bagi orang-orang musyrikin meskipun karib kerabat." Demikian juga betapa pilu hati Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika orang yang sangat dia cintai, istrinya yang sangat salehah, Khadijah radhiallahu anha meninggal di tahun yang sama. Yang hidup bersama Nabi selama 25 tahun, tidak pernah mengangkat suaranya yang memberikan seluruh hartanya buat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang memberikan anak-anak bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam pernah berkata, "Amanat bi kafar bianas." Sesungguhnya Khadijah beriman kepadaku ketika semua orang kafir kepadaku. Dia membenarkan aku ketika semua orang mendustakan aku. Dan dia bantu aku dengan hartanya dan jiwanya. Harani Allahu auladanisa. Dan Allah menganugerahkan kepadaku anak-anak darinya sementara wanita lain tidak ada anak untukku dari mereka. Maka ketika Khadijah istri yang sangat salehah ini meninggal yang Rasulullah pernah berkata, "Inniqubaha, aku telah dianugerahi oleh Allah bisa mencintai Khadijah." Bagi Nabi, cinta kepada Khadijah adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa taala. Ternyata istrinya juga meninggal. Tentu sangat pilu hati Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga para ulama menamakan tahun tersebut sebagai amul huzni, tahun kesedihan. Karena dua orang yang sangat dicintai oleh Nabi meninggal di saat yang berdekatan. Yang satu membela Nabi ketika di luar rumah pamannya Abu Thalib. Yang satu menjadi pelipur lara bagi Nabi ketika dalam rumah. Itulah namun kaidah menyatakan semakin pilu, semakin sakit, semakin besar pahala. Lihatlah Khalilrahman yang lain. Nabi Ibrahim Alaih Salam kekasih Allah bagaimana ujian yang dia alami? Ayahnya yang sangat dia cintai. Kafir bahkan memusuhinya bahkan mengancamnya. Laillam tantahi laarjumannaka wahjurni maliya. Kalau kau tidak berhenti dakwah wahai Ibrahim, aku akan merajammu, melemparmu dengan batu dan tinggalkanlah aku. Ayahnya sangat dia cintai. Ternyata memusuhinya. Dia harus diusir, harus pergi dari negerinya yang dia cintai. Kemudian Allah mengujinya lagi. Dia harus terpisah dari putranya yang dia nantikan, yaitu Ismail Alaih Salam. Ibrahim Alaih Salam ketika menikah dengan Sarah, dia menantikan punya anak sampai puluhan tahun tidak punya anak. Ketika dia menikah dengan hajat akhirnya punya anak. Ketika keluar anak yang dia sudah nantikan puluhan tahun tersebut ternyata Allah mengharuskan agar dia memisahkan dirinya dari anaknya. Maka anaknya diletakkan di lembah yang jauh, yang kering yang ada di Mekah. Ini ujian yang sangat pilu. Dia harus meninggalkan istrinya Hajar di tempat tersebut. Ketika Hajar bertanya, "Allahu amar, apakah Allah yang perintahkan engkau?" Kata dia, "Naam, Allah yang perintahkan saya untuk meninggalkan engkau istriku dan anakku di tempat lembah yang kering ini." Tentunya kalau kita menceritakan musibah-musibah yang dialami, ujian-ujian oleh para nabi, maka sangat banyak. Tetapi kaidah menyatakan semakin pilu, semakin besar pahala. Ketika seorang di uji dengan ujian yang sangat menyakitkan, yang sangat memilukan, ketahuilah bahwasanya kalau dia sabar, dia akan meraih kenikmatan yang sangat indah di alam barzakh maupun di surga kelak. Astagfirullah wakumagfiru inahuahim. Alhamdulillahi alaniukrullahu taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhu rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Masyiral muslimin. Berikut ini ada beberapa doa-doa atau zikir-zikir yang bisa kita ucapkan ketika kita pertama kali terkena musibah agar kita kuat terkena musibah di tatkala hantaman yang pertama. Meskipun hati ini pilu, meskipun mata berderai air mata, tapi kita bisa bersabar. Di antaranya ketika kita terkena musibah, segera kita ucapkan inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kita tidak hanya mengucapkannya, tapi kita merenungkan maknanya. Kita ini hanyalah milik Allah dan kita semua akan kembali kepada Allah. terserah Allah mengatur kita mau diapain. Allah lebih beritahu tentang maslahat kita. Kita, istri kita, anak kita, harta kita semuanya milik Allah. Titipan dari Allah. Kalau Allah mau ambil kapan saja, terserah Allah Subhanahu wa taala. Ada saatnya kita pasti kembali kepada Allah cepat atau lambat. Maka ketika harta kita hilang atau orang kesayangan kita hilang diambil oleh Allah, kita bilang inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. Allah memuji orang-orang yang bersabar. musibatun inillahi wa inna ilaihiiunika al shawatbihimahmah kata Allah subhanahu wa taala beri kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar siapa mereka yang ketika terkena musibah mereka mengatakan inn lillahi wa inna ilaihi rojiun sebelum mengucapkan yang lain ucapkan terlebih dahulu innalillah kita ini milik Allah saya istri saya anak saya harta saya jabatan saya semuanya adalah milik Allah. Kalau Allah mau ambil kapan saja, terserah Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Di antara zikir yang perlu kita baca ketika pertama kali terkena musibah sebagaimana diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, kita berkata, "Allahumma jurni fi musibati wa akhlifli khairan minha." Ya Allah, berilah aku ganjaran pada musibahku ini dan gantilah dengan yang lebih baik. Ini musibah. Kalau kita sabar, ganjaran sangat besar. Bahkan di antara amal saleh yang paling utama menyebabkan seorang masuk surga adalah sabar. Makanya dalam Al-Qur'an banyak Allah sebutkan ayat-ayat bahwa yang sebab masuk surga adalah sabar. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala wahum bimaaru jann wair. Dan Allah memberi ganjaran kepada mereka karena kesabaran mereka. Mereka masuk surga dan mereka menggunakan pakaian dari sutra gara-gara kesabaran mereka. Allah Subhanahu wa taala juga berfirman, "Yujun bimaaru." Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan surga yang tinggi itu gurfah. Kenapa? Bimaaru karena kesabaran mereka. Allah juga sebutkan dalam surat arraad dan orang-orang yang bersabar karena mencari wajah Allah. Kemudian setelah Allah mengatakan lahumar. Bagi mereka kesudahan tempat tinggal yang indah. Oleh karenanya kita harus tahu bahwasanya sabar itu pahalanya besar. Oleh karenanya Allah kasih ujian yang paling banyak adalah kepada para nabi dan para orang saleh. Maka ketika kita dikasih ujian ini, kesempatan kita untuk mendapatkan pahala yang besar dengan syarat kita bersabar. Maka kita mengatakan, "Allahumma jurni fi musibati." Ya Allah, berilah aku pahala di balik musibah ini. Ingat kaidah semakin pilu, semakin sakit, semakin perih, maka semakin besar pahala. Wifli khairan minha dan digantikan dengan yang lebih baik. Di antara zikir yang mungkin kita bisa ucapkan sebagaimana diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, kita mengatakan, "Alhamdulillahi ala kullial." Ya Allah, segala puji bagi Engkau dalam segala kondisi. Zikir ini fungsinya apa? Mengingatkan kita bahwasanya di balik semua musibah pasti ada kesudahan yang indah. Maka kita memuji Allah. Kita yakin di balik musibah ini ada suatu yang indah. Lihatlah Nabi Yakub Alaih Salam ketika Yusuf hilang kemudian Benyamin tertuduh mencuri sehingga ditahan. Kakak mereka paling tua juga tidak kembali. Maka dia berkata, "Fobrun jamil asallahuani bihim jamian inahu alimul hakim." Dia mengatakan saya akan sabar dengan sabar yang indah itu tidak mengeluh kepada siapun. Semoga Allah mengembalikan mereka semua kepadaku. Kemudian dia tutup perkataannya dengan berkata, "Innahu hual alimul hakim." Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang dia lakukan. Alhakim maha bijaksana tentang apa yang dia putuskan. Maka ketika seorang bingung apa di balik musibah ini, apa hikmahnya, cukup dia berkata, "Alhamdulillah ala kullial." Segala puji bagi Allah. Pasti ada kebaikan di balik ini. Entah kita tahu nanti atau tidak tahu. Sesungguhnya Allah al-Alimul Hakim. Dia maha berilmu. Dia tahu apa yang dia lakukan dan dia maha bijaksana. Dia tahu di balik setiap musibah ada hikmah yang akan didapatkan oleh sang hamba. Maka jangan lupa mengucapkan alhamdulillah ala kulli. Di antara hal yang membantu kita agar kita bisa bersabar sebagaimana doa yang disebutkan oleh Allah yang diucapkan oleh orang-orang salihin. Allahumma afrik alainar. Ya Allah curahkan sabar kepadaku. Afriq tumpahkan. Aku butuh sabar yang banyak ya Allah. Curahkan sabar kepadaku. Ketika pasukan Taulut melawan Jalut, maka mereka berdoa, "Rabbana afrik alain shr tawaana muslimin." Jumlah mereka kecil, harus melawan pasukan jalut yang sangat banyak. Maka mereka bertawakal kepada Allah dengan berdoa, "Ya Rabbana, Rabbana afriq alaina. Curahkanlah sabar kepada kami dan wafatkanlah kami dalam kondisi Islam ya. agar kita bisa sabar. Demikian juga ketika para penyihir Firaun yang sudah sadar dan masuk Islam diancam bunuh, dibunuh oleh Firaun, maka mereka berkata, "Afriq alaina sabro." Ya Allah afriq alain sabar waufan muslimin. Ya Allah curahkanlah sabar kepada kami dan wafatkanlah Islam. Adapun tadi pasukan Tulut mereka berkata, intinya berdoa ya Allah curahkanlah sabar kepadaku. Dan di antara doa yang juga diucapkan dianjurkan oleh para shihin kita berdoa Allahumit alaqbi. Ya Allah ikatkanlah kokokkanlah hatiku. Allah menyatakan dalam Alquran, "Mal mukminin." Ya, kata Allah Subhanahu wa taala terhadap ibunya Nabi Musa. Ketika Nabi Musa diletakkan di keranjang untuk selamat dari kejahatan Firaun, ternyata keranjang tersebut mampir justru di istana Firaun. Ternyata Musa dipungut oleh keluarga Firaun. Ibunya melihat. Kata Allah, hampir-hampir ibunya teriak, "Itu putraku, jangan diambil. Kalau dia teriak, maka ketahuan." Kata Allah, "Kalau bukan kami ikat hatinya sehingga dia menjadi sabar." Demikian juga ketika pemuda Ashabul Kahfi diinterogasi oleh raja, maka Allah berkata, "Ya mereka faquunabusunql." Mereka diinterogasi, disuruh syirik kembali. Allah ikat hati mereka dan mereka tetap tegar mengatakan, "Rabah wa taala. Kami tidak akan syirik." Bagaimana mereka bisa tegar? Allah ikat hati mereka. Maka seorang ketika diuji berdoa kepada Allah, Allahumarpit alaqbi. Ya Allah ikatlah hatiku. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita orang yang sabar ketika diuji oleh Allah subhanahu wa taala. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita dengan kesabaran yang kita lakukan atas ujian-ujian Allah subhanahu wa taala. Inallahikatahu al nabi.