Transcript
H-K2bMJnIZk • Syarah Doa-Doa Pilihan #21: Doa Sebelum Salam (Bagian- 2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2598_H-K2bMJnIZk.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih membahas tentang doa-doa yang disunahkan untuk dibaca antara tasyahud dengan salam, yaitu sebelum ee salam. Dan seorang hendaknya berusaha fokus untuk berdoa di penghujung ibadahnya. Ya, seperti saya pernah katakan seakan apa yang kita lakukan dari awal salat mukadimah untuk kita bisa meminta di penghujung salat bahkan di tasyahud akhir kita buka dengan memuji Allah, berselawat kepada Nabi, baru kemudian kita minta kepada Allah subhanahu wa taala. Telah datang beberapa doa yang Rasulullah sallahu alaihi wasallam ajarkan ya, yaitu doa menjelang salam atau Qubail salam menjelang salam. Pada pertemuan lalu telah kita bahas dua doa dan insyaallah pada kesempatan ini kita bahas doa-doa berikutnya. Di antaranya ee dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu ya. Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Ee dia membawakan hadis tentang salat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan di akhirnya beliau berkata, "Tumma yakunu fi akhiri ma yaakulu baina tasyahud wataslim." Kemudian Rasulullah berdoa di antara terakhir yang beliau doa ucapkan dalam doanya antara tasyahud dan taslim dan salam. Ya, di antara ee doa-doa yang terakhir Rasulullah ucapkan antara tasyahud dan salam. Yaitu maksudnya doa sebelum salam itu doa ini. Allahumfirli ma qaddamtu wama akharu w asrortartu w aantu w asroftu wama anta alamu bihi minni antal muqaddim wa antal muakhiru la ilaha illa anta. Saya ulangi doanya. Allahumagfirli. Ya Allah ampunilah aku. Ma qaddamtu. dosaku yang telah lalu. W akart dosaku yang akan datang. Wama asrortartu dosaku yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Wama alamu doaku yang aku lakukan dengan ee aku tampakkan di hadapan orang lain. W asroftu doa dosa yang aku berlebihan terhadap diriku. W anh minni dan dosa yang kau lebih tahu tentang dosa tersebut daripada aku. Antal muqadim wa antal muakir. Engkaulah yang mengedepankan. Engkaulah yang mengakhirkan lailahailla anta. Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Dan ini juga doa mengandung tentang permohonan ampunan ya. Dan sering saya sampaikan bahwasanya kalau kita perhatikan doa-doa Nabi kebanyakannya minta apa? Ampunan. Karena yang bikin masalah dalam kehidupan kita adalah dosa. Masalah di dunia, masalah di alam barzakh, terlebih lagi masalah di di akhirat. Siapa yang diampuni maka dia yang selamat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, innama yustarahu innama yastarihu man gufir lahu. Yang istirahat di alam barzakh adalah yang diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya kalau kita lihat tentang keutamaan-keutamaan ibadah rata-rata adalah ampunan. Seperti haji. Haji apa? Ampunan. man haja walam yarfamubika umuhu. Siapa yang berhaji dengan haji mabrur, yaitu tidak ee berbuat kemaksiatan, tidak berbuat rafat, ikhlas kepada Allah subhanahu wa taala, akan bersih dari dosa-dosanya seperti dilahirkan dari perut ibunya. Seperti puasa, rukun Islam puasa. Man ramadana imanan wahtisaban gufir lahu ma taqaddama minambih. Siapa yang ee puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan penuh pengharapan, diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Umrah juga al umratu ilal umrati kafaratun lima bainahuma. Umrah satu, umrah berikutnya penghapus dosa-dosa di antara ee keduanya. Dan ee apa namanya? Demikian ya, bahwasanya pentingnya ampunan Allah Subhanahu wa taala sampai dari doa-doa yang kita sampaikan ya banyak sekali doa-doa minta ampunan seperti dalam doa ini di antara doa Nabi, Allahumagfirli ya Allah ampunilah aku. Yaitu dosa-dosaku untukku ampunilah dosa-dosaku ma qoddamtu yang telah lalu, yang telah yang akan datang yang aku sembunyikan. yang aku tampakkan w as yang aku berlebihan dalam diriku minni yang engkau lebih tahu daripada aku. Antal muqadimu antal muakiru laahaill anta engkau yang mengedepankan, engkau yang mengakhirkan dan tidak ada sembahan kecuali engkau. Kita jelaskan makna hadis ini. Tentunya sering kita sampaikan allahumagfirli ikfirli maksudnya memohon magfirah. Dan sudah sering kita sampaikan magfirah yaitu permohonan dua. Yang pertama menutupi aib kita. Yang kedua melindungi kita dari dampak maksiat yang kita lakukan. Karena maksiat pasti berdampak. Apapun yang kita lakukan pasti ada dampaknya. Dosa yang kita lakukan pasti ada dampaknya. Minimal mengotori hati. Minimal semakin membuat kita tidak khusyuk. Minimal membuat kita semakin malas untuk beramal saleh. Itu dampak maksiat. Apapun yang kita anggap sepele misalnya memandang yang haram, memandang ee yang haram ini pasti punya pengaruh. Enggak mungkin tidak. Kata Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, maksiat pasti punya pengaruh. Dan ketika kita bermaksiat, kita telah melakukan aib. Ya, telah melakukan aib. Nah, kalau kita bilang gufronaka atau allahumagfirli atau rbighfirli ya kita mohon ampunan kepada Allah subhanahu wa taala. Maksudnya, "Ya Allah tutupi aibku. Jangan kau bongkar aib maksiatku di dunia maupun di akhirat." Ya. Yang kedua, jauhkan aku dari dampak buruk dosa tersebut di dunia apalagi di akhirat. Karena dampak dosa di dunia pasti sudah dimulai, apalagi di di akhirat. Apalagi di akhirat. Makanya ketika orang-orang di akhirat kelak mereka melihat orang-orang munafik, orang mukminin lihat orang munafik dikasih cahaya oleh Allah untuk melewati sirat. Ketika orang-orang munafik sudah senang-senang, ternyata cahayanya diredupkan, dimatikan sehingga mereka dipermainkan oleh Allah sehingga mereka akhirnya masuk neraka. Ketika itu orang beriman berdoa, "Rabbana atmana nurana wagfirlana." Ya Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami. Jangan diridupkan, tapi semakin besar cahaya kami agar kami mudah melewati sirat. Kemudian mereka berkata, "Wagfirlana dan ampunilah kami." Mereka tahu dosa-dosa itulah yang menjadikan cahaya menjadi redup. Di akhirat kelak mereka masih mohon apa? Ampunan. Oleh karenanya ee seorang sering beristigfar. Cukuplah sabda Nabi, tuba liman wajada fiifatihi istigfaron kat. Sungguh beruntung orang yang mendapati dalam catatan amalnya banyak istigfar. Banyak istigfar. Ibu-ibu jangan lupa sering istigfar. Di antara istigfar yang dianjurkan adalah ketika menjelang sa salam. Dan yang menakjubkan salat itu isinya istigfar semua. Salat itu di dalam doa istiftah ada mohon ampunan. Di antaranya Allahumma baid baini waini khat itu mohon ampunan. Kemudian ketika rukuk pun subhanakallahumma rabbana wabihamdika allahumagfirli juga minta ampunan. Doa iktidal juga ada doa ampunannya mohon ampunan. Doa sujud juga ada. Subhanakallahumma rabbana whamdika allahumagfirli. Doa duduk di antara dua sujud. Rabbighfirli. Rabbigfirli. Rabbigfir sebelum salam doanya juga minta ampunan. Selesai salam astagfirullah. Astagfirullah. Astagfirullah. Jadi doa minta am ini luar biasa ya. Seorang gak tahu kapan Allah kabulkan sehingga dia diampuni dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wa taala. Tapi kita bahas. Jadi Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu mendengar Rasulullah sahu alaihi wasallam ketika salat dia Rasulullah membaca doa-doa di sebelum salam. Di antara doa yang Rasulullah baca ini, Allahumagfirli, ya Allah ampunilah aku. Maqaddamtu dosa yang telah lalu. W akharu dosa yang telah yang akan yang akan datang. Di sini ee ada pendapat yang mengatakan yang dimaksud dengan ma qaddamtu dosa yang telah lalu. Maksudnya dosa-dosaku yang aku lakukan sebelum kenabian. itu di masa lalu sebelum Rasulullah diangkat menjadi seorang nabi. Ya, namun ini dikritiki ya karena pendapat yang mengatakan demikian. Mereka mengatakan Rasulullah para nabi maksum dari dosa-dosa. Gak mungkin para nabi melakukan dosa. Ini pendapat. Jadi kalau kita bahas misalnya apakah para nabi para nabi maksum ya para nabi maksum. Maksum maksudnya apa? Terjaga. Yang jelas terkait dengan risalah dengan risalah yaitu syariat para nabi maksum terjaga dari kesalahan. Nabi enggak mungkin menyampaikan ayat yang salah. Enggak mungkin ya karena dia ditugaskan untuk menyampaikan syariat. Seluruh nabi maksum terjaga dari kesalahan terkait dengan apa? Penyampaian apa? Penyampaian risalah, penyampaian risalah atau syariat. Ini enggak mungkin salah. Adapun terkait dosa, terkait dosa maka ada beberapa pendapat. Beberapa pendapat ada khilaf. Ya, ada yang mengatakan pendapat pertama tidak berdosa sama sekali. Tidak mungkin berdosa. Dosa besar maupun kecil. Besar maupun kecil. Ini pendapat sebagian ulama. sebenarnya mengatakan maksudnya yang dimaksud dengan maksum itu tidak berdosa, tidak mungkin dosa besar. Kemudian juga tidak mungkin dosa kecil yang menjatuhkan harga diri. Yang menjatuhkan harga diri yang memalukan. Enggak mungkin. Tetapi mungkin melakukan dosa kecil namun segera bertobat. Tapi mungkin dosa kecil, namun segera bertobat. Dan ini yang lebih tepat pendapat ini. Wallahuam bab. Ini pendapat yang lebih benar. Karena Allah menyebutkan dalam surat alfath, inna fatahna laka fathan mubina liyagfir lakallahu ma taqadama minambika w taak. Kami memberikan kepada engkau hai Muhammad kemenangan yang nyata. Buat apa? Liyagfir lakallah agar Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Jadi apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam para nabi mungkin berdosa? Mungkin dan telah terjadi. Tapi dosa mereka bukan dosa besar. Yang kedua, dosa mereka tidak continue mereka segera bertobat. Dan dosa kecil tersebut yang mereka lakukan bukan dosa yang menjatuhkan muruah. Menjatuhkan muruah seperti mungkin melihat yang tidak-tid atau yang yang menjatuhkan menimbulkan rasa malu. Tidak. Oleh karena kita dapati para nabi berdosa. Contoh Nabi Adam kata Allah wa asambahu faqawa. Nabi Adam bermaksiat kepada Rabbnya dan dia menyimpang. Kenapa dia memakan? buah dari pohon yang dilarang untuk didekati. Berdosa atau tidak berdosa. Makanya dia bertobat. Rabbanaamna anfusana. Ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami. Tapi begitu dia berdosa langsung bertobat. Maka di antara hukuman yang Allah berikan kepada Nabi Adam meskipun Nabi Adam telah diampuni dosanya, Allah turunkan ke atas muka muka bumi. Nabi Nuh alaihi salam juga ditegur oleh Allah subhanahu wa taala. Fala tas'alni ma laisa laka. ketika dia berdoa agar anaknya yang meninggal kafir ya bisa masih bisa diselamatkan ya maka dia mengatakan ya Allah innahu min ahli innabni min ahli sungguhnya anakku dari keluargak ya maka dia minta maka Allah tegur ya Nuhu innahu laisa min ahlika sungguhnya anakmu bukan dari keluargamu innahu amalun sesungguhnya dia kafir tasalniaka ilm jangan kau minta kepadaku perkara yang kau tidak punya ilmu tentangnya minah Aku nasihat engkau ya Nuh agar engau tidak termasuk orang jahil, tidak berdosa. Ya. Ya. Ya. Kemudian Nabi Q in q inniubika asal bihi waagfirlihamni akum minal khirin. Nabi Nuh berkata, "Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau meminta sesuatu yang aku tidak punya ilmu tentangnya. Kalau kau tidak ampuni aku dan tidak rahmati aku, aku termasuk orang yang merugi. Nabi Nuh minta ampun kepada Allah karena salah berdoa. Dosa atau tidak? Minta minta ampun. Nabi Musa juga salah ya. Fawakazahu Musa faq alaih. Nabi Musa pukul orang langsung mati. Kemudian dia berkata, "Rabbigfirli." Ya Allah ampunilah aku. Allah berkata, "Fagofaralah." Allah ampuni dia. Nabi Musa berdosa enggak? Berdosa. Dan dia minta ampun. Kata Allah, "Fagofarallah dalam surat Al-Qasas." Maka Allah ampuni dia. Makanya ketika hari kiamat kelak Nabi Adam tidak berani beri syafaat. Dia mengatakan, "Saya telah melakukan dosa." Nabi Musa juga ketika didatangi oleh orang minta syafaat, kata Nabi Musa, "Inni qotaltu nafsan lam umar biqotliha. Saya pernah bunuh orang yang belum diperintahkan, yang tidak diperintahkan untuk membunuhnya." Nabi Musa merasa ber bersalah. Ya, maka Nabi Daud juga dalam kisahnya Nabi Sulaiman juga minta ampun. Rbigfirli wbli mulkan lah ba'di. Ya Allah ampunilah aku. Berikanlah aku anugerah kerajaan yang tidak pantas bagi seorang pun setelahku. Intinya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga melakukan kesalahan. Ya kata Allah afallahu anka lima lahum. Allah maafkan engkau. Ya. Kenapa kau izinkan orang-orang munafik untuk tidak ikut jihad? Allah tegur Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah tegur Nabi ketika Nabi mengharamkan eh madu untuk menyenangkan istrinya. Kata Allah, "Ya ayyuhan nabi lima tu ahwajik." Wahai Nabi, kenapa engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu? Yaitu madu dalam rangka untuk menyenangkan istrimu? Allah tegur Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kemudian juga misalnya Allah menegur Nabi ketika Nabi berpaling dari Ibnu Ummi Maktum Abasa wa tawalla dia bermuka masam dan dia berpaling. Intinya secara kaidah yang benar para nabi mungkin melakukan dosa tetapi jika mereka melakukan dosa mereka segera ber taubat dan dosa tersebut dosa kecil bukan dosa besar dan dosa tersebut tidak terkait dengan hal yang memalukan. seperti contoh-contoh yang tadi kita sebutkan ya. Kemudian mereka segera bertobat. Kemudian kenapa mereka ditakdirkan berdosa? Ya agar mereka ada banyak hikmah di antaranya agar mereka tahu bahwasanya mereka adalah hamba yang mungkin salah. Di antaranya untuk semakin meningkatkan meninggikan level mereka. Oleh karenanya Ibnu Qayyim membahas, jika seorang berdosa kemudian dia bertobat apakah dertiatnya jatuh? Jawaban Ibnu Qayyim, kalau ada orang tadinya istiqamah, kemudian dia berdosa, kemudian dia bertobat, maka tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama dia setelah bertobat sama saja ya. Dia tadi bertakwa kemudian dia bersalah. Ketika dia bertobat dia kembali seperti sediakala. Kemungkinan kedua dia istiqamah, dia berdosa, dia bertobat. Dia levelnya turun karena dampak maksiat yang luar biasa yang mungkin masih terengiang-ngiang di hatinya sehingga dia tidak hatinya tidak seperti dulu lagi. Ini kepeminan kedua. Keminan ketiga, dia lebih afdal. Dia lebih afdal. Dia lebih afdal karena ketika dia berdosa kemudian dia benar-benar kembali kepada Allah maka dia melakukan ibadah yang sangat agung. Itu ibadah tobat yang sangat dicintai oleh Allah. Allah berfirman, "Innallaha yuhibbut tawwabin." Allah mencintai orang yang bertobat. Dan betapa banyak orang yang dahulunya mungkin tidak istikamah kemudian dia bertobat kemudian menjadi orang yang sangat sangat hebat. Makanya Adam alaihi salam ketika berdosa diampuni oleh Allah semakin diangkat levelnya Allah subhanahu wa taala. Kata Allah wa as adamahu fagwa tumma jatabahbuhu fataba alaihada. Adam bermaksiat dan dia menyimpang kemudian dia bertobatahu kemudian Allah pilih dia. Allah angkat levelnya. Jadi bisa jadi seorang bertobat kemudian levelnya semakin apa? Semakin naik. Ya, seperti Ibu-ibu lihat misalnya ee dalam kisah dalam surah Sad, kisah Nabi Daud Alaih Salam. Nabi Daud salah, dia memberi hukuman. Ada dua orang ee datang kepada Nabi Daud kemudian mengeluh tentang mereka kerja sama ternyata ketidakberesan. Akhirnya Nabi Daud memberi hukum dan dia salah dalam memberi hukum. Kata sebagian ulama, Nabi Daud alaihi salam melihat zahirnya tidak tidak sempat melihat batin perkara, mungkin tidak sempat bertanya kepada pihak berikutnya. Akhirnya Nabi Daud melakukan kesalahan. Maka kemudian Nabi Daud berkata, kata Allah subhanahu wa taala, kata Allah dawudu fatahu. Dan Nabi Daud pun tahu ternyata kami sedang mengujinya dan dia salah dalam berhukum. Fastagfabahu maka dia pun minta ampun kepada Allah. Maka dia pun minta ampun dan dia bersungkur sujud dan bertobat. Jadi dia bersalah bertobat. Kata Allah, "Fagfarna lahuik, kami pun ampuni dosanya." Wa inna lahuanaulfa wa husna maab. Dan sungguh bagi dia itu di sisi kami ada kedudukan yang dekat dan kesudahan yang indah. Ternyata Nabi Daud setelah bertobat, Allah malah kasih bonus kedudukan yang tinggi dan dekat. Kenapa? Setelah dia salah, dia bertobat semakin tinggi kedudukannya. Jadi saya ulangi, orang kalau terjerumus dalam dosa kemudian bertobat, berapa kemungkinan, Ibu-ibu? Tiga kem kemungkinan kalau dia bertobat. Kemungkinan pertama dia kembali seperti dia kalah. Kemungkinan kedua dia semakin jatuh. Iman level imannya turun. Kemungkinan ketiga level imannya semakin apa? Semakin naik. Dan itulah yang dialami oleh para nabi. Kalau Allah mentakdirkan mereka berdosa dengan dosa kecil, tidak lain agar derajat mereka semakin apa? Semakin tinggi. Karena ketika mereka berdosa, mereka langsung bertobat menghindarkan diri di hadapan Allah. Seperti Nabi Daud. segera isfar, segera sujud dan bertobat maka kami pun ampuni diaulfa wusna maab dan dia memiliki kedudukan yang dekat dengan kami dan kesudahan yang baik. Nabi Adam tadi kita sebutkan Nabi Adam bertobat kata Allah tumma jabah rbuhu kemudian dia dipilih oleh Allah subhanahu wa taala fataba alaihi wahadah. Dan Allah terima tobatnya dan Allah beri petunjuk kepada dia. Jadi semakin tinggi levelnya. Jadi maksud saya pendapat yang benar ketika Nabi berdoa rabbigfirli benar-benar dia minta ampun dari kesalahannya. Paham? Paham. Dan ini zahir dari firman Allah. Wahai eh ya nabi inataka fathan mubina. Kami memberikan engkau kemenangan yang nyata. Buat apa? Liyagfirakallahu maqamaambika w taak. Agar Allah mengampuni dosamu yang telah mengampuni yang akan datang. Tapi kita kembali kepada ee kepada doa ya. Kata, jadi doa Rasulullah berdoa di akhir salat. Allahfirli ampunilah aku. Yang benar para nabi tidak maksum dari dosa kecil yang memalukan ya. Tidak maksum dari kecil yang yang apa? Dari dosa kecil ya. Tapi bedanya para nabi akan segera langsung bertobat dan semakin mengangkat derajat mereka. Ti ma qaddamtu yang telah lalu. Kemudian w akartu dan dosa yang akan datang. Dosa yang akan datang. Kita tahu di antara keistimewaan Nabi sallallahu alaihi wasallam dibandingkan nabi-nabi yang lain, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sudah dijamin diampuni dosa yang akan datang. Makanya ketika hari kiamat kelak orang-orang minta syafaat, Nabi Adam menolak karena melakukan kesalahan. Nabi Nuh juga melakukan kesalahan, menolak Nabi Ibrahim juga mengatakan, "Saya pernah berdusta tiga kali." Nabi Ibrahim juga menolak. Nabi Musa kemudian menolak juga. Saya pernah bunuh orang yang tidak di yang tidak diperintahkan untuk dibunuh. Nabi Isa menolak, dia tidak menyebutkan uzurnya. Tapi dia mengatakan, "Idhabu ila Muhammadin." Pergilah kalian wahai manusia kepada Muhammad, yaitu hamba Allah qad gufir lahu ma taqadam w taakhar yang telah diampuni dosa yang terlalu maupun yang akan datang. Seakan-akan Nabi Isa mengatakan inilah Rasulullah yang spesial dibandingkan nabi-nabi yang lain. Karena dia sudah dijamin ampuni dosa yang telah lalu maupun yang akan datang. Ya. Jadi semua kalaupun Nabi bersalah dan Nabi tentu jauh dari kesalahan tapi Allah sudah kasih jaminan kalau dia bersalah pun di masa depan sudah diam diampuni. Nah, kenapa Nabi berdoa wama akharu? Ada yang mengatakan ini di antara sebab dia tentunya Allah mentakdirkan ada sebabnya. Ketika Allah mentakdirkan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah nabi yang paling mulia, ada sebab-sebabnya. Yaitu Nabi sallallahu alaihi wasallam melakukan amalan-amalan yang hebat. Kalau Allah mentakdirkan Nabi dosa-dosanya masa depan akan diampuni. Di antaranya dengan Nabi berdoa wama akartu. Kemudian berikutnya wama asrartu yang aku sembunyikan. Wantu yang aku tampakkan. Wama asroftu yang aku berlebihan. W bihi minni dan apa yang engkau lebih tahu daripada aku. Nah ini doa ee kita tentu lebih butuh dengan doa ini ya. Karena kita tahu diri kita semua jenis dosa ini sudah kita lakukan dan mungkin sedang kita lakukan ya dan mungkin akan kita pasti akan kita lakukan. Jadi Allahumagfirli ma qaddamtu. Coba dihafal ibu-ibu allahumagfirli ma qaddamtu. Yaitu yang penting aku dosa yang telah aku lakukan. Wama akharu dosa yang akan aku lakukan. Ya, kalau di antara makna, "Ya Allah, jauhkanlah aku dosa dari dosa yang akan aku lakukan." Maksudnya, "Jauhilah aku sebab-sebab dosa." Mungkin ke depan mau dosa apa Allah jauhkan, mau dosa apa Allah jauhkan. Itu di antara makna juga Allah baid baini waini khatayaya. Allahumma baid baini wa baini khatayaya. Ya Allah, jauhkanlah aku dan dari dosa-dosaku. Kata Syekh S'di rahimahullah, yaitu agar kita dijauhkan dari dosa-dosa di antaranya dijauhkan dari sebab-sebab menuju dosa tersebut. agar kita tidak digiring tertuju pada dosa tersebut. Karena dosa ini tidak langsung kadang-kadang, tapi digiring sedikit demi sedikit pelan-pelan tahu-tahu terjerumus. Kalau Allah tidak jaga, kita akan terjerumus. Maka kita mengatakan wama akharu di antara maknanya, ya Allah jauhkanlah aku dari sebab-sebab yang membuat aku berdosa kembali. Wama asrortartu dari dosa yang aku lakukan diam-diam. Enggak ada orang di rumah, anak-anak lagi pergi, istri lagi pergi, suami lagi pergi, sendirian di rumah. Kemudian akhirnya berkelana dalam dunia maya. Mulai lihat ini, melihat itu, mulai nostalgia maksiat, nyanyi-nyanyi sendiri, nonton-nonton film lama, lihat pacar lama, gimana kabarnya, sudah mati atau belum, masih beristri. atau sudah perjaka macam-macam setan buat kita pelan-pelan pelan-pelan pelan-pelan astagfirullah dosa-dosa yang disembunyikan wamaantu kesalahan yang kita lakukan dilihat orang dilihat suami lihat istri dilihat anak-anak ketahuan ya wama asroftu terkadang berlebihan terhadap diri sendiri ya berlebihan israf israf berlebihan kenapa ini berlebihan ya terhadap diri diri sendiri ya dan israf bentuknya banyak ya ee dosa israf bisa perkara duniawi berlebihan ya berlebihan terkait barang mewah berlebihan ya jalan-jalan juga terlalu berlebihan banyak yang berlebihan ya ketawa berlebihan ya habiskan makan-makan berlebihan ya banyak hal ya kumpul-kumpul berlebihan ya ngomelin suami berlebihan gak ada gak ada takarannya berlebihan banyak hal kita ini ber berlebihan kemudian Wama anta'amu bihi minni. Ya Allah, masih banyak dosa yang saya tidak ingat. Masih banyak dosa yang saya tidak ingat. Yang kau lebih tahu daripada saya. Kita aja kalau disuruh tanya coba, berapa orang yang sudah kau gibah? Kita sudah lupa. Saking banyak orang yang kita apa? Gibah. Coba ibu-ibu, saya tanya, ibu-ibu sudah gibah berapa orang? Wallahualam, Ustaz. Wallahualam. Karena kebanyakan. Ya, itu pertama kita lupa orang yang kita gibah. Yang kedua, apa konten yang sedang kita bicarakan tentang orang-orang ini pun kita lebih lupa lagi. Makanya Allah mengatakan, "Ahsahullahu waasuh." Allah catat semuanya maksiat yang mereka lakukan wanasuh. Sementara mereka melupakan. Tetapi nanti hari kiamat kita ingat semua. Makanya Allah mengatakan, "Fa jaatul kubra yaakar insan." Jika telah ditiupkan sangkakala tiba malapetaka yang meliputi semuanya itu hari kiamat. Kata Allah yaakarul insan. Pada hari itu setiap orang akan ingat seluruh yang pernah dia lakukan. Fail-nya akan kebuka semua. Dia akan ingat semuanya. Lupa-lupa pikun-pikun nanti hari kiamat ingat apa semuanya. Makanya orang ketakutan karena semua yang dia lakukan terbayang semua. Terbayang semua yang semuanya dia sudah lupakan. Kita sekarang lupakan maksiat. Makanya kita ketika meminta ampun kita bilang wama anta'lamu bihi minni dan dosa-dosa yang kau lebih tahu daripada saya. Antal muqaddimu antal muakhir. Engkau yang memajukan, mengundurkan. Ini di antara namanya al-asma almuzdawijah. Nama-nama Allah yang disebutkan bergandengan seperti alkhafid arrafi' yang merendahkan dan meninggikan. ini digandengkan sehingga menunjukkan kesempurnaan seperti alqabidul basit yang menggenggam dan membentangkan yang menyempitkan dan membentangkan ini nama Allah yang sempurna di antaranya almuqaddim wal muakhir yang memajukan dan memundurkan itu Allah yang menentukan segalanya yang buat orang ini maju yang buat orang ini mundur yang orang tidak bisa maju tidak bisa mundur itu semua Allah subhanahu wa taala kemudian di akhirnya la ilaha illa anta tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah. Faedah ya disebut dengan nama-nama Allah yang berpasangan. Arrafi al khafid, almiz, almudzil ya yang menjayakan, yang menghinakan, albasitul qabit yang membentangkan yang menyempitkan. Arrafi al khafid yang mengangkat, yang merendahkan. Ini namanya al-asma almuzdawijah, yaitu nama yang bergandengan. Disebutkan dua-duanya sehingga menunjukkan kesempurnaan Allah. Bukan arrafi saja, bukan yang menganggap saja, tapi dia alkhafid, dia juga yang menjatuhkan. Allah bukan al-muqaddim yang memujukan saja, tapi dia juga al-muakhir yang memundurkan. Dengan demikian, maka sempurna segalanya di bawah kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Faedah Ibnu Qayyim menyebutkan kalau seorang bertobat lebih baik dirinci semua dosa-dosanya sehingga dengan demikian dia semakin merendahkan dirinya di hadapan Allah. Sebenarnya kalau kita berdoa, "Ya Allah, ampuni dosaku seluruhnya." Sebenarnya cukup atau tidak cukup secara lafal tapi perincian lebih baik. Karena kita namanya doa dituntut agar kita merendahkan diri dan di antara hal yang bisa membuat kita menghinakan diri kita sebut dosa kita secara detail. Ya Allah saya pernah begini. Ya Allah saya pernah begini. Ya Allah saya pernah begini. Ya Allah ya Allah. Ya Allah. Ya Allah. Sehingga ketika detail kita semakin menghinakan diri kita. Dan kalau kita sudah semakin menghinakan diri kita, semakin mudah diampuni oleh Allah. Apalagi kita ingat dosa kita sampai menangis ya. Maka seorang gak apa-apa ketika dia bertobat dia menyebutkan dosa-dosanya. Ya, saya telah begini, saya telah begini ya Allah. Saya telah begini, ya. Saya khawatir begini, saya khawatir begini. Sebutin. Karena di antara hal yang sangat dituntut dalam berdoa adalah menghinakan di diri. Beda kalau meminta meminta jangan terlalu detail ya. Kalau minta-minta aja yang indah, yang global ya. Sampai ada yang berdoa, "Ya Allah, masukkanlah aku ke surga. Kalau saya masuk pintu kanan, sebelah kanan ada istana warna gini." Enggak perlu. Minta saja, "Ya Allah, masukkan aku surga dan kenikmatan yang dalam surga." Nanti kau minta detail-detail, ternyata yang yang Allah siapkan lebih hebat daripada yang kau kau minta. Kau gak tahu ya. Ya, minta ya. Demikian juga ketika kita menyebutkan kekurangan kita juga dianjurkan untuk kita mendetailkan supaya kita semakin menghinakan diri kita. Seperti perkataan Nabi Zakariabahuidaan qbi inni wahanmu minta akumbiq. Dia sebutkan, "Ya Allah, aku sudah sangat tua. Terus rambutku sudah putih semuanya tulangku sudah lemah, istriku apa namanya? Man mandul. Sudah tua lagi mandul. Kemudian murid-muridku butuh penerus." Jadi menyebutkan kebutuhan-kebutuhan dia. Ini bagus ketika seorang berdoa, "Ya Allah, hamba-Mu yang begini, hambamu yang tidak bisa buat apa-apa, hamba-Mu yang dihinakan oleh si fulan, hamba-Mu yang begini, yang sudah berusaha tidak mampu, ya Allah, menghinakan diri kita sambil menangis, sambil berharap mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta itu sunah. Berdoa dengan detail, mendetailkan kondisi kita, mendetailkan dosa-dosa kita agar kita semakin hina di hadapan Allah Subhanahu wa taala." Makanya di sini Rasulullah mendetailkan Allahumfirli ma qaddamtu w akart w jenis-jenis dosa. Dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang disembunyikan, dosa yang ditampakkan, dosa yang berlebihan. Kemudian baru ditutup w anlamu bihi minni. Apa yang dosa yang kau lebih tahu daripada daripada aku? Seorang baca ini dengan serius menjelang salam. Menjelang salam. La ilahailla anta. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Tib. Kita lanjut doa berikutnya. Sudah hafal ibu-ibu? Coba dihafal ibu-ibu. Allahumagfirli terus ma qodamtu wama akharu wama asrortartu wama a'lamu wama anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddim wa antal muakhiru la ilahailla anta. Berusaha dihafalin ya. berusaha dihafalin. Insyaallah salat salat dibaca dibaca lama-lama terbiasa dan akhirnya ingat. Tib doa berikutnya doa yang keempat ini sudah ibu-ibu sudah ya bab kita masuk doa yang keempat. Doa yang keempat doa yang Nabi wasiatkan kepada Muad bin Jabal radhiallahu taala anhu. Ya. Muad berkata, "Anna Rasul sahu alaihi wasallam ak biyadihi yauman." Suatu hari Rasulullah alaihi wasallam memegang tangannya penuh perhatian. Muad masih kecil, masih gulam, masih remaja. Maka dipegang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam tangannya qal. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Ya Muadz, wallahi inni la uhibbuk." Wahai Muad, demi Allah aku mencintaimu." Kata Nabi. Bayangkan Nabi berkata kepada anak remaja, "Aku mencintaimu. Itu aku sayang sama kamu. Aku cinta padamu." Faq lahu mu anta wa umi. "Ya Rasulullah waallahi uhibbuka." Dan saya juga demi Allah, saya mencintai engkau ya Rasulullah. Qika ya muad. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Aku wasiatkan kepada engkau wahai Muad, aku wasiatkan kepada engkau laurahatin antaqul." Jangan sekali-sekali dia waktu dubur salat itu di akhir salat engkau berkata, berdoa, "Allahumma inni alaikrika wusni ibadat." Ya Allah, bantulah aku untuk bisa mengingatmu, untuk bisa bersyukur kepadamu, dan untuk bisa memperindah ibadahku. Tib di sini pembahasan pertama tentang makna dubura kulli salat. Dubura kulli salat. Jadi ee Nabi berkata, "Jangan kau tinggalkan setiap setiap dubur setiap salat." dubur setiap salat. Jadi, adapun kalimat dubur di sini ada dua pendapat. Ada dubur itu artinya apa? Belakang. Belakang setiap apa? Salat. Makanya dikatakan dubur hewan, dubur manusia itu karena dia letaknya di di belakang. Di belakang adbar ya. Adbar maksudnya belakang. Wala tadabaru. Jangan saling membelakangi. Kata daber. Daber itu maksudnya apa? Di belakang. Tib. Maka di sini ada khilaf. Apa maknanya belakang? Ada yang mengatakan maksudnya di akhir salat tapi masih dalam salat. Masih dalam salat. Maksudnya apa? Yaitu sebelum sa salam. Sebelum apa? Salam. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua yang maknanya adalah setelah salat. Akhir salat maksudnya setelah salat. di belakang salat. Maksudnya setelah salat, setelah salam. Setelah salam baru baca doa. Allahumma a inni ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik. Sini dua dua pendapat dan masing-masing punya dalil. Di antaranya rasul sahu alaihi wasallam mengajarkan sebag sebagian ulama mengatakan dalam sebagian riwayat Rasulullah mengucapkan dubur salat setelah salat dia baca misalnya lailahaillallah wahdahu la syarikalah. Ternyata ada zikir-zikir yang disebutkan dibaca dubur salat, yaitu dipahami bahwasanya zikir-zikir tersebut setelah salam. Dari sini sebagian ulama berpendapat doa ini dibaca sebelum salam. Di antara doa yang dibaca sebelum salam. Seb ini pendapat Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim rahimahullah taala. Di antara ulama berpendapat maksudnya duburaqoli salat maksudnya setelah setelah salam. Jadi asalamualaikum warahmatullah. Asalamualaikum warahmatullah. Baca astagfirullah astagfirullah. Astagfirullah. Zikir di antara zikir-zikir Allahumma inni alaikrika wasnibadik. Dua-duanya boleh sebenarnya. Tapi mana yang lebih tepat? Wallahuam bisawab. Ya, Ibnu Taimiyah atau Ibnu Qayyim menyebutkan pembeda datang dalam dalam riwayat-riwayat tentang zikir setelah salat dan doa ee zikir di belakang salat, dubur salat dan doa di dubur salat. Maka beliau mengatakan untuk zikir kalau ada kalimat dubur salat maksudnya setelah salat. Karena yang paling pas zikir adalah setelah salat. Allah berfirman, "Eh, faidza qadaitumusata fkurullaha." Ya, jika kalian telah ee salat, maka ingatlah Allah Subhanahu wa taala. Ya. Faqumurullaha qiaman waudan wa junubikum. itu dalam surah An-Nisa 103 ya. Pendapat yang diperinci ya. Ini pendapat yang kuat. Wallahualam ya. Dua-duanya boleh tapi pendapat yang kuat jika zikir dubur salat maksudnya setelah apa? Salam. Setelah salam. Dalilnya Quran surah An-Nisa 103. Allah berfirman, "Jika kalian telah menyelikan menyelesaikan salat fadkurullah, maka zikirlah kepada Allah. Baik berdiri maupun duduk maupun di atas lambung. Adapun jika doa jika doa dubur salat maksudnya adalah sebelum sebelum salam. Sebelum salam. Kenapa? Karena dalam hadis Rasulullah menganjurkan doa menjelang sa salam. Seperti dalam hadisa tumma liatakayyar minada masyaa. Setelah dia bertasyahud kata Nabi, "Silakan dia pilih doa yang dia sukai. Dalam sebagian riwayat ma ahabba dia pilih doa yang paling dia cintai atau yang dia sukai. Dalam riwayat yang lain ajabahu ilaihi dia pilih doa yang paling dia senang yang menakjubkannya. Jadi dalam salat dianjurkan untuk berdoa, setelah salat dianjurkan untuk berzikir. Saya ulangi dalam salat dianjur makanya kalau kita perhatikan isi salat semuanya doa rata-rata apa? Do doa zikir dan apa? doa. Tapi kebanyakannya adalah doa. Maka dari sini Ibnu Taimiyah memperinci atau Ibnu Qayyim memperinci kalau ada datang dalam lafal berdoa duburas salat, berdoa di belakang salat maksudnya dalam salat sebelum sa salam setelah tasyahud. Tapi kalau dibilang zikir ini zikir itu duburus salat maksudnya zikir tersebut setelah sa salat. Setelah salat. Wallahuam bawab. Jadi doa ini sebagaimana dikatakan tadi ada dua pendapat. Ada yang mengatakan dibaca sebelum salam, ada yang mengatakan setelah sa salam. Ya, bab kita jelaskan maknanya secara sederhana. Allahumma inni alaikrika. Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir kepadamu. Dan ini sangat kita butuhkan. Terutama sekarang ibu-ibu, kita sangat sering tidak berzikir kepada Allah Subhanahu wa banyak waktu kita terbuang. Banyak waktu kita terbuang. ee saya bacakan perkataan ya. Saya perkataan perkata eh perkataan Ibnu Rajab al-Hambali beliau berkata, "Ma yamdi min umuril mukmin saatun minasat illa walillahi fiha alaihi wifa min wifi taat." Tidak ada satu waktu pun yang melewati seorang mukmin dari waktu-waktunya. Kecuali di setiap waktu tersebut ada yang Allah tugaskan kepadanya yang merupakan ketaatan. Setiap waktu harus ada ketaatan. Fal mukmin yataqabu bail wadif. Maka seorang mukmin berpindah dari satu tugas ke tugas yang lainnya itu tugas ketaatan ini ke tugas ketaatan berikutnya. Dan dia bertaqarub kepada Allah di setiap saat tersebut dalam kondisi berharap dan takut dalam kitab fil. Kemudian beliau berkata dalam e beliau berkata waktin yukil abdu minti maulahu faq khirahu. Setiap waktu yang seorang hamba kosong dari taat kepada Allah, kalau ada waktu dia tidak sedang tidak taat kepada Allah maka dia telah rugi waktu tersebut. Ada waktu 5 menit enggak ada ketaatan di situ. Enggak ada enggak ada ibadah di situ, enggak ada pahala di situ. Dia rugi. Dan setiap saat yang dia lalai dari mengingat Allah, maka pada hari kiamat akan menguranginya. Tira itu sesuatu yang merugikan, suatu yang mengurangi. Fawa asfahu alaminihi. Maka sungguh merugi, sungguh menyedihkan atas waktu-waktu yang terbuang sia-sia tanpa diisi dengan ketaatan kepadanya. Dan sungguh penyesalan atas waktu yang lewat tanpa dalam tujuan berkhidmat atau beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka masing-masing kita merenungkan betapa banyak waktu kita terbuang terutama di zaman sekarang ini yang banyak faktor yang buat kita berpaling dari tidak untuk tidak berzikir kepada Allah. Kita HP ini luar biasa ya. Banyak berita yang kita mau lihat sehingga membuat kita lupa untuk berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, berita ijazah saja tidak selesai-selesai. C selesai biar selesai ganti cerita baru enggak selesai-selesai ya. Keluar lagi itu lagi itu lagi. Kalau orang mau habiskan waktu ikuti berita ijazah, habis umurnya. Habis umurnya. Belum ini lagi, belum ini lagi. Kisah ini, kisah ini. Banyak sekali orang habis umur. Ini kita bicara mungkin bukan maksiat sekedar apalagi yang maksiat yang nonton film, nonton film, nonton film habis waktu ya. Sementara malaikat terus mencatat raqibun atid. Malaikat mencatat, Raqib selalu mengawasi, tidak pernah sedetik pun tidak mengawasi. Atid selalu hadir, tidak pernah tidak hadir, tidak pernah gaib, selalu hadir. Apapun yang kita lihat, apapun yang kita dengar, apa yang kita ucapkan, apa yang kita ketik, apa yang kita komentari, semua malaikat catat semua. Kapan ditutup catatannya? Mati ditutup. Nanti kapan lihat lagi? Nanti ketika hari kiamat seorang menerima catatan amalnya. Itu malaikat kasih iqra kitab baca situlah. Kemudian baru kita lihat hasil film yang kita buat selama ini sehasil catatan selama ini. Maka tentu seorang akan rugi ketika misalnya dibangkitkan pada hari kiamat kelak kemudian dia lihat ternyata film Korea 60 epis episode. 60 satu episode berapa jam? Jangan pura-pura enggak tahu. Tarlah 1 jam. 60 jam habis. Coba kalau dia buat baca Quran. Tadi saya baru ketemu seorang, masyaallah orang tua umur 80 86 tahun. Masih bicaranya masih lancar. Masyaallah. Dia baca Quran setiap hari 3 juz. 10 hari khatam. 10 hari khatam. Ini umur 86. Ibu-ibu masih kuat, masih kuat. Loncat-loncat. Loncatnya ke mall satu, ke mall berikutnya. Oleh karenanya kita sangat rugi. Banyak waktu yang kita habiskan bukan untuk mengingat Allah, tapi mengingat apa? Manusia. Ibn Aun berkata, "Zikrullah dawa wikrun nasda." Ingat Allah adalah obat, ingat manusia adalah penyakit. Bikin hati sakit, bikin jengkel, bikin jengkel, bikin suudon, bikin gerem, bikin gemes. Banyak sedih, marah, bikin penyakit hati. Akhirnya lalai untuk beribadah. sebelum tidur murajaah murajaah berita sampai tertidur HP terbuka bangun-bangun sudah azan subuh mending azan subuh bangun-bangun sudah waktu salat duha hari-hari berlalu sampai kapan kita mau begitu maka zaman sekarang ini kita butuh ditolong oleh Allahumma ainni ala zikrika selalu ingat Allah pikiran kita ingat akhirat lisan kita ingat Allah rencana kita terkait dengan akhirat kita apa yang bisa kita lakukan qodimu lianfusikum berkorbanlah untuk diri kalian. Persembahkan sesuatu untuk diri kalian sendiri. Tibukrika. Oleh karenanya zikir itu nikmat. Zikir itu nikmat. Sampai di antara nikmat yang Allah sebutkan untuk penghuni surga adalah berzikir. Allah tidak sebutkan penghuni surga ee salat, puasa. Ngapain puasa di surga? Baca ini, baca anu. Enggak. Taklim di surga apa ada di taklim di surga? Enggak ada. Taklim di sini aja. Dulu ada guru saya, guru fikih, dia bilang, "Pengajar saya di UIM, dia bilang, "Kita belajar agama kita nikmat ya. Insyaallah nanti kalau kita ke surga, Allah takdirkan kita ke surga, kita belajar fikih lagi, Kak." Ya, murid-muridku. Enggak, enggak syekh aja sendiri sudah capek belajar. Tapi di antara nikmat yang Allah sebut Rasulullah sebutkan di surga adalah zikir. Wulhamunat tasbih wat tahmid kama tulhamunal anfas kama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Penghuni surga diberi ilham untuk bertasbih sebagaimana kalian bernapas sekarang. J napasnya berisi apa? Zi zikir. Kenapa? Karena semua di surga pasti lezat. Di antara kelezatan adalah berzikir kepada Allah. Sampai kelezatan ini sampai di akhirat kelak. Ok seorang kalau berzikir dia akan merasakan kenikmatan. Kenikmatan kebahagiaan akan dia rasakan. Dia di tengah hiruk pikuk di di tengah orang tenggelam dengan dunia ya dia jalani dunia yang dia butuhkan. Setelah itu dia ingat Allah maka dia akan diberi kelezatan, kebahagiaan yang tidak dirai oleh orang-orang yang yang lain. Oleh karenanya sempatin diri untuk berzikir sampai kecanduan. Berzikir berzikir. Paksa diri bikin program. alwirdul yaumi bikin program supaya bisa berzikir kemudian wasyukrika dan agar bisa bersyukur kepada engkau ya Allah bisa bersyukur kepada kepada engkau ya ya Allah ini juga perlu kita ingat-ingat karena syukur tidak mudah insyaallah ibu-ibu nanti bisa dengar kajian tentang syukur w husni ibadatik dan agar bisa ibadah bukan sekedar ibadah tapi ibadah yang baik sebagian kita beribadah yang penting melepaskan beban itu masalah lah tidak kita nikmati ibadah tersebut, tidak kita kerjakan dengan seindah-indahnya karena kita ini beban yang penting terlepas, yang penting target, tercapai. Enggak kita ingin ibadah kita tuh indah. Di antara makna husnil ibadah, indahnya ibadah yaitu seorang muhsin ketika dia beribadah. Dia merasa sedang melihat Allah atau dia yakin Allah sedang melihatnya. Ini punya efek luar biasa. Kalau ibu baca Quran sambil merasa Allah sedang melihat saya baca Quran, maka ibu akan pasti baca tidak sembarangan. Pasti baca fokus. Tidak akan baca Quran sambil lihat-lihat HP. Kalau enggak enak sama Allah. Baca Quran sambil jawab. Baca Quran sambil jawab WA. Gimana ceritanya? Sudah bahasa Arab enggak ngerti tajwid amburadul kemudian sambil jawab WA. Enggak bisa. Engak bisa. Tapi kalau kita husnul ibadah, kita beribadah merasa Allah melihat kita, kita pasti baca Quran fokus. Bahkan HP nyala kita enggak angkat. Saya belum selesai. Saya belum selesai. Ya, karenanya husnul ibadah ini penting. Kita mudah-mudahan minta sama Allah agar kita ibadah itu bukan sekedar melepas beban, tapi benar-benar ibadah yang membawa kita merasakan kenyamanan, kelezatan, keikhlasan sehingga ibadah kita ba baik. Ibadah kita kita baik. Ini sering kita doa ini insyaallah ibu-ibu sudah hafal. Allahumma inni ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik. Sudah hafal yang lupa apa yang yang kurang apa? kurang dihayati itu aja senya doa hebat. Doa yang kita ajarin semua hebat-hebat. Masalahnya kita kurang menghayati. Kita hayati dan ini kita baca di penghujung sebelum salam atau kalau kita lupa, kita bisa baca setelah apa? Salam. Dan sekarang saya katakan betapa kita butuh agar bisa banyak mengingat apa? Allah. Ala bidikrillahi tatmainnul qulub. Ketahuilah dengan berzikir kepada Allah hati kalian menjadi tenang. Dan zikir para ulama banyak bukan berarti cuma zikir. Baca Quran zikir, belajar agama juga apa zikir? Karena mengingat syariat Allah Subhanahu wa taala ya. Berzikir dengan zikir yang makruf. Subhanallah, alhamdulillah, wala quata illa billah, la haula. Ini semua juga termasuk apa? Zikir. Jadi zikir itu banyak maknanya. Di antara zikir adalah tafakur tentang keagungan ciptaan Allah. Begitu hebatnya ciptaan Allah itu juga zikir. Intinya kita untuk ingat Allah Subhanahu wa taala dengan berbagai macam model zikir. Doa berikutnya ini sudah hafal, Ibu-ibu? Sudah Tib. Doa yang berikutnya agak panjang. Ketiga, ee Allahumma inni audzubika minal bukl. Ya, kita syarah sebagian aja ya. Allahumma inni auzu bika minal minal bukhli. Kemudian wudubika minal jubni. Kemudianika minubikan ila ardil umur an uradda ila arzalil umur. Wubika min fitnatid dunya. Auzubika minzabil qabar. Bab ini hadis ee diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqqas radhiallahu anhu. Dia menyebutkan bahwasanya Rasulullah sahu alaihi wasallam kana yamuru bikamsin. Rasulullah menyuruh kita untuk berdoa dengan lima doa ini. Satu, dua, eh salah. Satu dua tiga, empat lima. Pertama, ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari pelit. Berlindung dari apa? Pelit. Yang kedua, dari aljubun, penakut. Yang ketiga, dikembalikan ke ee apa? Umur yang paling menghinakan. Umur yang hina nanti kita jelaskan. Umur yang dina hina ya rendah. Kemudian uzubikamati dunia fitnah dunia kemudian azab kubur. Tib azab kubur sudah kita bahas ya. Fitnah dunia dengan berbagai yang modelnya. Kata dalam riwayat yang lain. Jadi Rasulullah memerintahkan eh kata Saad bin Abi Waqqas ya biks bin yaakir Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwasanya Saad bin Waqqas menyuruh kami untuk berdoa dengan lima doa ini. Dan beliau menyebutkan ee bahwasanya ini dari Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu Nabi yang mengajarkan lima doa tersebut. Dalam sebagian riwayat dalam Sahih Bukhari eh berkata dari Amr bin Maimun, dia berkata, "Kana Saad yuallimu banihi haulail kalimat adalah Saad bin Abi Waqqas mengajari anak-anaknya dengan lima doa ini. Kama yuallimul muallimul gilman alkitabah." Sebagaimana seorang pengajar mengajar anak-anak untuk bisa nulis. Jadi diperhatian, diulang-ulang ya. Wakul. Kemudian Saad bin Abi Waqqas radhiallahu berkata, "Inna rasul sahu alaihi wasallam yatawadu minhun duburat." Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berlindung dari lima perkara ini. Dubur salat, yaitu di akhir apa? Salat. Ya, bahwasanya ini dalil bahwasanya doa ini dibaca sebelum sa sebelum salam bab. Kita bahas sekarang ibu-ibu. Yang pertama, Allahum naudubika minal bukhli. Ya Allah, aku minta perlindungan Engkau daripada sifat pelit. Saya sudah sering sampaikan pelit ada bertingkah-tingkat. Pertama, pelit kepada orang lain. Tingkat yang paling parah pelit terhadap diri sen sendiri. Ya, kalau pelit sama orang lain banyak. Orang yang pelit adalah orang yang membawa kesengsaraan. Makanya sebagian ulama mengatakan, "Silakan kau bergaul dengan orang penakut. Silakan kau bergaul dengan orang pemarah, tapi jangan bergaul sama orang pelit. Bikin sakit hati. Ah, pelit repot. Yang tingkat paling parah, pelit terhadap dirinya sendiri. Ada sebagian orang meninggal gara-gara pelit sama dirinya sendiri. Mau berobat dia pelit padahal duitnya miliaran. Enggaklah berobat kalau bayar mahal. Mending saya daftar BPJS. Nunggu nunggu antrian. Sebelum sampai antrian sudah mati duluan. Ada orang gitu dia ke dokter bukan cari dokter. Padahal di antara nafkah yang afdal nafkah terhadap diri sendiri tanpa tanpa israf ya, tanpa berlebih-lebihan ya. Kalau Anda perlu untuk berobat dan itu memang mahal karena itu kebaikan Anda dan Anda punya kemampuan itu berpahala. Niatkan saya berinfak untuk diri sendiri. Infak yang paling utama sama diri sendiri. Ibda binafsik. Mulailah infak dirimu sendiri baru kemudian apa? Keluargamu baru kemudian terdekat-terdekat. Ya, bahkan dalam masalah fikih kalau antum, saya sering bilang, kalau antum punya satu nasi kucing cuma satu porsi, terus ada ayah, ada ibu, kamu yang makan dulu secara aturan karena dirimu di lebih diutamakan daripada yang lain. Ini syarat Rasul ibda binafsi kau di luar ya. Kau di luar ya. Ya, secara hukum seperti itu ya. Oleh karenanya ketika seorang berinfak atas dirinya maka dia berpahala. Maka jangan pelit-pelit ya. Bukan juga boros-boros. Kemudian berobat aja gagah-gagahan. Oh, kami berobat di rumah sakit di Amerika buat gagah-gagahan. Buat riak-riakan. Ngapain? Yang penting kan sembuh. Gak harus rumah sakitnya apa. Enggak enggak apa-apa yangak enggak peduli. Yang penting itu rumah sakit bagus, obatnya bagus. Kita punya uang, ya sudah berobat. Jangan sampai pelit sama diri sen sendiri. Ada orang saking pelitnya dia mau beli yang paling murah-murah terus, akhirnya dia hidup seperti orang miskin. Orang sem dikatakan hidup miskin hisabnya hisab orang kaya. Dia miskin tapi kalau dia dihisab nanti hisabnya orang kaya. Kenapa? Dia pelit sama dirinya sendiri. Kalau dia pelit yang sengsara istrinya, anaknya. Kalau istri punya suami pelit, sengsara. Mau ke salon sudah, enggak usah salon. Kamu sudah cantik. Padahal pelit. Abi, saya gemuk gak apa-apa, Abi rida. Kamu gemuk. Kamu top gemuk, gemoy. Bagus. Padahal dia pelit. Kalau mau mau ikut latihan bayar apa? instruktur enggak mau dia ya enggak mau ya intinya intinya dia tidak mau keluar duit dan orang ini orang seperti gini ada penyakit maka bilang azubika minal bukhlindung kepada Engkau ya Allah dari penyakit apa pelit jangan pelit-pelit tidak boros tidak juga pe pelit tib wudubika minal jubun aku berlindung dari sikap penakut seorang jangan penakut kalau ada perlu yang di situ diperlukan keberanian maka hendaknya dia maju beran tapi juga jangan berlebihan. Ada perkara yang tidak perlu keberanian tanpa perhitungan dia nekat. Itu namanya ngawur. Saya berani kok. Berani apa? Jalan di atas tali di lantai 30 antara apa itu goblok. Kalau jatuh gimana? Saya berani jalan di tali kabel listrik. Bukan masalah berani. Bukan berani gitu yang dibutuhkan. Itu goblok namanya. Jangan. Berarti orang main-main mobil ketabrakan apa berani-berani konyol ya tahawur goblok ya ngawur ya berani ada perlunya berani ya ada perlunya perhitungan kalau berani pada tempatnya bagus ada saatnya kita berani menyampaikan kadang penakut akhirnya tidak berani menyampaikan kebenaran ya jadi berani untuk menyampaikan, berani untuk menasihati dengan cara yang terbaik kemudian wazubika an urda ilail umur. Ini yang penting. Di antara doa azubika an uradda ilail umur. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau jangan sampai dikembalikan kepada umur yang terburuk. Umur yang terburuk. Umur yang terburuk bukan maksudnya tua, tapi dia lemah badan, kemudian lemah akal. Manusia semakin hari bukan fisiknya saja yang nurun, tetapi akalnya juga apa tu? Turun. Kalau badannya turun, akalnya masih bagus, masih mending. Yang parah kalau akalnya turun ya, fisiknya masih bagus atau fisiknya buruk itu lebih parah lagi. Tergabung turunnya akal dan turunnya fi fisik. Ada orang dia badan secara fisik nurun tapi dia akal cerdas. P kita para ulama meskipun umur sampai 90 lebih sampai 100 lebih mereka tidak pikun. Mereka tidak pikun. Dan orang kalau sering baca Quran insyaallah tidak apa? Tidak pikun. Dan apa namanya ee terbukti ketika dilakukan angket, saya baca di Arab Saudi, orang-orang yang sekolah, siswa-siswa yang sekolah kemudian sorenya ikut tahfizul Quran, mereka biasa lebih berhasil. Padahal mereka sisihkan waktu untuk hafal Quran di sore hari. Tapi belajar mereka dalam ilmu yang lain, mereka rata-rata lebih berhasil. Kenapa? Karena mereka terbiasa baca Al-Qur'an, biasa kelola otak, biasa sehingga mereka secara sebab lebih cer cerdas dan itu banyak terjadi. Tapi kalau enggak pernah baca Quran lama-lama pikun, lama-lama dan kalau sudah tua sudah pikun susah. Susah dan itu yang kita tidak inginkan ya. Umur panjang tapi kemudian hanya merepotkan orangor lain. Ketemu istri, siapa kamu? Saya istrimu yang mana? Istri yang mana? Lupa istrinya lupa lupa. Tapi ada orang gitu istrinya kena penyakit seperti itu. Dia datang diusir. Dia diusir dari istrinya. Istrinya ngusir dia. Maksudnya ada orang kita jangan seperti minta agar kita kalaupun tua akal masih kuat. Tadi saya cerita yang saya ketemu nenek umur 86 tahun tadi ngobrol kuat banget. Enggak ada kayak enggak ada pikun sama sekali. Cerita sana, cerita sini. Cerita gak ah enggak cerita lancar. Mungkin karena sering baca Quran mungkin ya. Wallahualam. Tapi kalau para ulama enggak ada yang pikun. Saya punya guru-guru umur 90 tahun lebih kalau cerita Subhanallah. Saya terakhir saya kumpul sama pernah sekedar cerita kumpul sama beberapa Syekh di antaranya Syekh Abdul Muhsin Alabbad, bapaknya Syekh Abdur Razak. Kemudian sekarang 9495 cerita sama ada syekh-syekh yang lain cerita. Ketika ada syekh cerita kata syekh bukan gitu ceritanya. Dia ingatkan yang benar begini. Subhanallah. Ini hafalan luar biasa. Sudah umur sekian. Kalau orang kita umur 80-an, 70-an ada anak datang, "Saya anakmu, Pak." Hah? Anak yang mana? Dari istri yang mana? Emang Bapak istrinya berapa? Ya, cuma satu. Masih ingat istrinya satu? Jadi maksudnya kalau sudah tua kemudian apalagi fisik lemah ya kita tidak ingin kita ini kalau itu di antara doa azubika an uradda ila aralil umur. Jangan sampai kita dikembalikan kepada umur yang situ. Umur yang rendah itu kita tidak bisa berbuat apa-apa. seorang sampai tidak bisa ngurus dirinya sendiri, lupa dengan dirinya, mau ke toilet enggak bisa ngerepotin orang lain. Tapi kalau tua tapi masih bisa beribadah, itu yang diinginkan. Rasulullah mengatakan, "Ya khairunas, sebaik-baik orang man thola umruhu suna amaluh yang panjang umurnya dan amalnya baik." Itu yang kita inginkan. Kita ingin seperti itu. Tapi kalau tua panjang umur tapi gak bisa apa-apa ibadah sudah enggak bisa repot. Buat apa yang ngerepotin orang? orang lain almarin kata seorang penyair seorang ingin hidup hidup panjang umur, namun terkadang panjang umur justru memberi mudarat kepadanya. Tafna basasyatuhuabqo ba'ulwil aisi muruhu. Kalau sudah tua hilang keindahan hidup. Yang tinggal sisa pahit-pahitnya hidup. Susah ngomong enggak dengar. Ngulang-ulang bicara susah, lupa dengan siapa yang dia bicara. Ya, marah-marah, ngambuk-ngambuk seperti anak kecil ya. minta makan permen, minta macam-macam dilarang makan marah-marah. Begitulah jangan sampai kita makanya kita berdoa wudubika an urda ila aralil umur. Hafalkan doa tersebut. Jadi ibu kalau kita meninggal tidak sampai seperti itu. Kalau kita hidup Allah jaga sehingga meskipun tua masih bisa beribadah, masih bisa ikut ngaji, masih bisa baca Quran, masih bisa salat malam. Itu yang diinginkan. Kemudian naudubika min fitti dunia. Dan aku berlindung daripada fitnah dunia dengan berbagai macam fitnahnya. Fitnah ketenaran, fitnah popularitas, fitnah wanita. Kalau wanita fitnah lelaki, fitnah harta, fitnah sudah banyak di depan mata kita lihat orang berjatuhan, orang berguguran. Bukan cuma orang-orang awam, bahkan orang-orang berilmu bisa gugur. Karena fitnah dunia banyak. Ada yang jatuh gara-gara fitnah perempuan, ada yang jatuh kalau perempuan gara-gara fitnah laki-laki. Ada yang jatuh gara-gara fitnah dunia. Ada yang gugur gara-gara fitnah popularitas. Ngeri ya. Maka fitnah dunia sangat luar biasa. Seorang berlindung kepada Allah agar tidak terjatuh dalam fitnah dunia. Yang terakhir, auzubika minzabil qabr. Dan aku berlindung kepada engkau dari azab kubur sebagaimana pernah kita jelaskan. Bab demikian saja kajian kita. Subhanakallah whamdik ashadu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.