Transcript
H-K2bMJnIZk • Syarah Doa-Doa Pilihan #21: Doa Sebelum Salam (Bagian- 2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2598_H-K2bMJnIZk.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi
waa alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Ibu-ibu dan bapak-bapak yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Kita masih
membahas tentang doa-doa yang disunahkan
untuk dibaca antara tasyahud dengan
salam, yaitu sebelum ee salam. Dan
seorang hendaknya berusaha fokus untuk
berdoa
di penghujung ibadahnya. Ya, seperti
saya pernah katakan seakan apa yang kita
lakukan dari awal salat mukadimah untuk
kita bisa meminta di penghujung salat
bahkan di tasyahud akhir kita buka
dengan memuji Allah, berselawat kepada
Nabi, baru kemudian kita minta kepada
Allah subhanahu wa taala. Telah datang
beberapa doa yang Rasulullah sallahu
alaihi wasallam ajarkan ya,
yaitu doa menjelang salam atau Qubail
salam menjelang salam. Pada pertemuan
lalu telah kita bahas dua doa dan
insyaallah pada kesempatan ini kita
bahas doa-doa berikutnya.
Di antaranya ee dari Ali bin Abi Thalib
radhiallahu taala anhu ya.
Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu
anhu. Ee dia membawakan hadis tentang
salat Nabi sallallahu alaihi wasallam
dan di akhirnya beliau berkata,
"Tumma yakunu fi akhiri ma yaakulu baina
tasyahud wataslim." Kemudian Rasulullah
berdoa
di antara terakhir yang beliau doa
ucapkan dalam doanya antara tasyahud dan
taslim dan salam. Ya, di antara ee
doa-doa yang terakhir Rasulullah ucapkan
antara tasyahud dan salam. Yaitu
maksudnya doa sebelum salam itu doa ini.
Allahumfirli ma qaddamtu wama akharu w
asrortartu w aantu w asroftu wama anta
alamu bihi minni antal muqaddim wa antal
muakhiru la ilaha illa anta.
Saya ulangi doanya. Allahumagfirli. Ya
Allah ampunilah aku. Ma qaddamtu. dosaku
yang telah lalu. W akart dosaku yang
akan datang. Wama asrortartu dosaku yang
aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi.
Wama alamu doaku yang aku lakukan dengan
ee aku tampakkan di hadapan orang lain.
W asroftu doa dosa yang aku berlebihan
terhadap diriku. W anh minni dan dosa
yang kau lebih tahu tentang dosa
tersebut daripada aku. Antal muqadim wa
antal muakir. Engkaulah yang
mengedepankan. Engkaulah yang
mengakhirkan lailahailla anta. Tidak ada
sembahan yang berhak disembah kecuali
Engkau. Dan ini juga doa mengandung
tentang permohonan ampunan ya. Dan
sering saya sampaikan bahwasanya kalau
kita perhatikan doa-doa Nabi
kebanyakannya minta apa? Ampunan.
Karena yang bikin masalah dalam
kehidupan kita adalah dosa. Masalah di
dunia, masalah di alam barzakh, terlebih
lagi masalah di di akhirat. Siapa yang
diampuni maka dia yang selamat. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, innama
yustarahu innama yastarihu man gufir
lahu. Yang istirahat di alam barzakh
adalah yang diampuni oleh Allah
subhanahu wa taala. Makanya kalau kita
lihat tentang keutamaan-keutamaan
ibadah rata-rata adalah ampunan. Seperti
haji. Haji apa? Ampunan. man haja walam
yarfamubika
umuhu. Siapa yang berhaji dengan haji
mabrur, yaitu tidak ee berbuat
kemaksiatan, tidak berbuat rafat, ikhlas
kepada Allah subhanahu wa taala, akan
bersih dari dosa-dosanya seperti
dilahirkan dari perut ibunya. Seperti
puasa, rukun Islam puasa. Man ramadana
imanan wahtisaban gufir lahu ma
taqaddama minambih. Siapa yang ee
puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan
penuh pengharapan, diampuni dosa-dosa
yang telah lalu. Umrah juga al umratu
ilal umrati kafaratun lima bainahuma.
Umrah satu, umrah berikutnya penghapus
dosa-dosa di antara ee keduanya. Dan
ee
apa namanya? Demikian ya,
bahwasanya pentingnya
ampunan Allah Subhanahu wa taala sampai
dari doa-doa yang kita sampaikan ya
banyak sekali doa-doa minta ampunan
seperti dalam doa ini di antara doa
Nabi, Allahumagfirli ya Allah ampunilah
aku. Yaitu dosa-dosaku untukku ampunilah
dosa-dosaku ma qoddamtu yang telah lalu,
yang telah yang akan datang yang aku
sembunyikan.
yang aku tampakkan w as yang aku
berlebihan dalam diriku
minni yang engkau lebih tahu daripada
aku. Antal muqadimu antal muakiru
laahaill anta engkau yang mengedepankan,
engkau yang mengakhirkan dan tidak ada
sembahan kecuali engkau. Kita jelaskan
makna hadis ini. Tentunya sering kita
sampaikan allahumagfirli ikfirli
maksudnya memohon magfirah. Dan sudah
sering kita sampaikan magfirah yaitu
permohonan dua. Yang pertama menutupi
aib kita. Yang kedua melindungi kita
dari dampak maksiat yang kita lakukan.
Karena maksiat pasti berdampak. Apapun
yang kita lakukan pasti ada dampaknya.
Dosa yang kita lakukan pasti ada
dampaknya. Minimal mengotori hati.
Minimal semakin membuat kita tidak
khusyuk. Minimal membuat kita semakin
malas untuk beramal saleh. Itu dampak
maksiat. Apapun yang kita anggap sepele
misalnya memandang yang haram, memandang
ee yang haram ini pasti punya pengaruh.
Enggak mungkin tidak. Kata Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala, maksiat pasti punya
pengaruh. Dan ketika kita bermaksiat,
kita telah melakukan aib. Ya, telah
melakukan aib. Nah, kalau kita bilang
gufronaka atau allahumagfirli atau
rbighfirli ya
kita mohon ampunan kepada Allah
subhanahu wa taala. Maksudnya, "Ya Allah
tutupi aibku. Jangan kau bongkar aib
maksiatku di dunia maupun di akhirat."
Ya. Yang kedua, jauhkan aku dari dampak
buruk dosa tersebut di dunia apalagi di
akhirat. Karena dampak dosa di dunia
pasti sudah dimulai, apalagi di di
akhirat. Apalagi di akhirat.
Makanya ketika orang-orang di akhirat
kelak
mereka melihat orang-orang munafik,
orang mukminin lihat orang munafik
dikasih cahaya oleh Allah untuk melewati
sirat. Ketika orang-orang munafik sudah
senang-senang, ternyata cahayanya
diredupkan,
dimatikan sehingga mereka dipermainkan
oleh Allah sehingga mereka akhirnya
masuk neraka. Ketika itu orang beriman
berdoa, "Rabbana atmana nurana
wagfirlana."
Ya Rabb kami, sempurnakanlah cahaya
kami. Jangan diridupkan, tapi semakin
besar cahaya kami agar kami mudah
melewati sirat. Kemudian mereka berkata,
"Wagfirlana dan ampunilah kami." Mereka
tahu dosa-dosa itulah yang menjadikan
cahaya menjadi redup. Di akhirat kelak
mereka masih mohon apa? Ampunan.
Oleh karenanya ee
seorang sering beristigfar. Cukuplah
sabda Nabi, tuba liman wajada fiifatihi
istigfaron kat. Sungguh beruntung orang
yang mendapati dalam catatan amalnya
banyak istigfar. Banyak istigfar.
Ibu-ibu jangan lupa sering istigfar. Di
antara istigfar yang dianjurkan adalah
ketika
menjelang sa salam. Dan yang menakjubkan
salat itu isinya istigfar semua. Salat
itu di dalam doa istiftah ada mohon
ampunan.
Di antaranya Allahumma baid baini waini
khat itu mohon ampunan.
Kemudian ketika
rukuk pun subhanakallahumma rabbana
wabihamdika allahumagfirli juga minta
ampunan. Doa iktidal juga ada doa
ampunannya mohon ampunan. Doa sujud juga
ada. Subhanakallahumma rabbana whamdika
allahumagfirli. Doa duduk di antara dua
sujud. Rabbighfirli. Rabbigfirli.
Rabbigfir sebelum salam doanya juga
minta ampunan. Selesai salam
astagfirullah. Astagfirullah.
Astagfirullah. Jadi doa minta am ini
luar biasa ya. Seorang gak tahu kapan
Allah kabulkan sehingga dia diampuni
dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wa
taala. Tapi kita bahas. Jadi Ali bin Abi
Thalib radhiallahu anhu mendengar
Rasulullah sahu alaihi wasallam ketika
salat dia Rasulullah membaca doa-doa di
sebelum salam. Di antara doa yang
Rasulullah baca ini, Allahumagfirli, ya
Allah ampunilah aku.
Maqaddamtu dosa yang telah lalu. W
akharu dosa yang telah yang akan yang
akan datang. Di sini ee ada pendapat
yang mengatakan yang dimaksud dengan
ma qaddamtu dosa yang telah lalu.
Maksudnya dosa-dosaku yang aku lakukan
sebelum kenabian. itu di masa lalu
sebelum Rasulullah diangkat menjadi
seorang nabi. Ya, namun ini dikritiki ya
karena pendapat yang mengatakan
demikian. Mereka mengatakan Rasulullah
para nabi maksum dari dosa-dosa. Gak
mungkin para nabi melakukan dosa. Ini
pendapat. Jadi kalau kita bahas misalnya
apakah para nabi
para nabi maksum ya
para nabi maksum.
Maksum maksudnya apa? Terjaga.
Yang jelas terkait dengan risalah
dengan risalah yaitu syariat
para nabi maksum terjaga dari kesalahan.
Nabi enggak mungkin menyampaikan ayat
yang salah. Enggak mungkin ya karena dia
ditugaskan untuk menyampaikan syariat.
Seluruh nabi maksum terjaga dari
kesalahan terkait dengan apa?
Penyampaian apa? Penyampaian risalah,
penyampaian
risalah atau syariat. Ini enggak mungkin
salah. Adapun terkait dosa, terkait dosa
maka ada beberapa pendapat. Beberapa
pendapat ada khilaf.
Ya,
ada yang mengatakan pendapat pertama
tidak berdosa sama sekali.
Tidak mungkin berdosa.
Dosa besar maupun kecil. Besar maupun
kecil.
Ini pendapat sebagian ulama. sebenarnya
mengatakan maksudnya yang dimaksud
dengan maksum itu
tidak berdosa, tidak mungkin dosa besar.
Kemudian juga tidak mungkin
dosa kecil
yang menjatuhkan harga diri. Yang
menjatuhkan
harga diri yang memalukan. Enggak
mungkin. Tetapi mungkin melakukan dosa
kecil
namun segera bertobat. Tapi mungkin
dosa kecil, namun segera bertobat.
Dan ini yang lebih tepat pendapat ini.
Wallahuam bab. Ini pendapat yang lebih
benar.
Karena Allah menyebutkan dalam surat
alfath, inna fatahna laka fathan mubina
liyagfir lakallahu ma taqadama minambika
w taak. Kami memberikan kepada engkau
hai Muhammad kemenangan yang nyata. Buat
apa? Liyagfir lakallah agar Allah
mengampuni dosamu yang telah lalu dan
yang akan datang. Jadi apakah Nabi
sallallahu alaihi wasallam para nabi
mungkin berdosa? Mungkin dan telah
terjadi. Tapi dosa mereka bukan dosa
besar. Yang kedua, dosa mereka tidak
continue mereka segera bertobat. Dan
dosa kecil tersebut yang mereka lakukan
bukan dosa yang menjatuhkan muruah.
Menjatuhkan muruah seperti mungkin
melihat yang tidak-tid atau yang yang
menjatuhkan menimbulkan rasa malu.
Tidak. Oleh karena kita dapati para nabi
berdosa. Contoh Nabi Adam kata Allah wa
asambahu faqawa. Nabi Adam bermaksiat
kepada Rabbnya dan dia menyimpang.
Kenapa dia memakan? buah dari pohon yang
dilarang untuk didekati. Berdosa atau
tidak berdosa. Makanya dia bertobat.
Rabbanaamna anfusana. Ya Rabb kami, kami
telah menzalimi diri kami. Tapi begitu
dia berdosa langsung bertobat. Maka di
antara hukuman yang Allah berikan kepada
Nabi Adam meskipun Nabi Adam telah
diampuni dosanya, Allah turunkan ke atas
muka muka bumi.
Nabi Nuh alaihi salam juga ditegur oleh
Allah subhanahu wa taala. Fala tas'alni
ma laisa laka. ketika dia berdoa agar
anaknya yang meninggal kafir ya bisa
masih bisa diselamatkan ya maka dia
mengatakan ya Allah innahu min ahli
innabni min ahli sungguhnya anakku dari
keluargak ya maka dia minta maka Allah
tegur ya Nuhu innahu laisa min ahlika
sungguhnya anakmu bukan dari keluargamu
innahu amalun sesungguhnya dia kafir
tasalniaka
ilm jangan kau minta kepadaku perkara
yang kau tidak punya ilmu tentangnya
minah Aku nasihat engkau ya Nuh agar
engau tidak termasuk orang jahil, tidak
berdosa.
Ya. Ya. Ya. Kemudian Nabi
Q in
q inniubika asal bihi waagfirlihamni
akum minal khirin. Nabi Nuh berkata, "Ya
Allah, aku berlindung kepada Engkau
meminta sesuatu yang aku tidak punya
ilmu tentangnya. Kalau kau tidak ampuni
aku dan tidak rahmati aku, aku termasuk
orang yang merugi. Nabi Nuh minta ampun
kepada Allah karena salah berdoa.
Dosa atau tidak? Minta minta ampun. Nabi
Musa juga salah ya. Fawakazahu Musa faq
alaih. Nabi Musa pukul orang langsung
mati. Kemudian dia berkata,
"Rabbigfirli." Ya Allah ampunilah aku.
Allah berkata, "Fagofaralah." Allah
ampuni dia. Nabi Musa berdosa enggak?
Berdosa. Dan dia minta ampun. Kata
Allah, "Fagofarallah dalam surat
Al-Qasas." Maka Allah ampuni dia.
Makanya ketika hari kiamat kelak
Nabi Adam tidak berani beri syafaat. Dia
mengatakan, "Saya telah melakukan dosa."
Nabi Musa juga ketika didatangi oleh
orang minta syafaat, kata Nabi Musa,
"Inni qotaltu nafsan lam umar biqotliha.
Saya pernah bunuh orang yang belum
diperintahkan, yang tidak diperintahkan
untuk membunuhnya." Nabi Musa merasa ber
bersalah. Ya, maka Nabi Daud juga dalam
kisahnya Nabi Sulaiman juga minta ampun.
Rbigfirli wbli mulkan lah ba'di. Ya
Allah ampunilah aku. Berikanlah aku
anugerah kerajaan yang tidak pantas bagi
seorang pun setelahku. Intinya Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga
melakukan kesalahan. Ya kata Allah
afallahu anka lima lahum. Allah maafkan
engkau. Ya. Kenapa kau izinkan
orang-orang munafik untuk tidak ikut
jihad? Allah tegur Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Allah tegur Nabi ketika
Nabi mengharamkan eh madu untuk
menyenangkan istrinya. Kata Allah, "Ya
ayyuhan nabi lima tu ahwajik."
Wahai Nabi, kenapa engkau mengharamkan
apa yang Allah halalkan bagimu? Yaitu
madu dalam rangka untuk menyenangkan
istrimu? Allah tegur Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Ya. Kemudian juga
misalnya Allah menegur Nabi ketika Nabi
berpaling dari Ibnu Ummi Maktum Abasa wa
tawalla dia bermuka masam dan dia
berpaling. Intinya
secara kaidah yang benar para nabi
mungkin melakukan dosa tetapi jika
mereka melakukan dosa mereka segera ber
taubat dan dosa tersebut dosa kecil
bukan dosa besar dan dosa tersebut tidak
terkait dengan hal yang memalukan.
seperti contoh-contoh yang tadi kita
sebutkan ya. Kemudian mereka segera
bertobat. Kemudian kenapa mereka
ditakdirkan berdosa? Ya agar mereka ada
banyak hikmah di antaranya agar mereka
tahu bahwasanya mereka adalah hamba yang
mungkin salah. Di antaranya untuk
semakin meningkatkan meninggikan level
mereka. Oleh karenanya Ibnu Qayyim
membahas, jika seorang berdosa kemudian
dia bertobat apakah dertiatnya jatuh?
Jawaban Ibnu Qayyim, kalau ada orang
tadinya istiqamah, kemudian dia berdosa,
kemudian dia bertobat, maka tiga
kemungkinan. Kemungkinan pertama
dia setelah bertobat sama saja ya. Dia
tadi bertakwa kemudian dia bersalah.
Ketika dia bertobat dia kembali seperti
sediakala. Kemungkinan kedua dia
istiqamah, dia berdosa, dia bertobat.
Dia levelnya turun karena dampak maksiat
yang luar biasa yang mungkin masih
terengiang-ngiang di hatinya sehingga
dia tidak hatinya tidak seperti dulu
lagi. Ini kepeminan kedua. Keminan
ketiga, dia lebih afdal. Dia lebih
afdal. Dia lebih afdal karena ketika dia
berdosa kemudian dia benar-benar kembali
kepada Allah maka dia melakukan ibadah
yang sangat agung. Itu ibadah tobat yang
sangat dicintai oleh Allah. Allah
berfirman, "Innallaha yuhibbut
tawwabin." Allah mencintai orang yang
bertobat. Dan betapa banyak orang yang
dahulunya mungkin tidak istikamah
kemudian dia bertobat kemudian menjadi
orang yang sangat sangat hebat. Makanya
Adam alaihi salam ketika berdosa
diampuni oleh Allah semakin diangkat
levelnya Allah subhanahu wa taala. Kata
Allah wa as adamahu fagwa tumma
jatabahbuhu fataba alaihada. Adam
bermaksiat dan dia menyimpang kemudian
dia bertobatahu
kemudian Allah pilih dia. Allah angkat
levelnya. Jadi bisa jadi seorang
bertobat kemudian levelnya semakin apa?
Semakin naik. Ya,
seperti Ibu-ibu lihat misalnya ee
dalam kisah dalam surah Sad, kisah Nabi
Daud Alaih Salam. Nabi Daud salah, dia
memberi hukuman. Ada dua orang ee datang
kepada Nabi Daud kemudian mengeluh
tentang mereka kerja sama ternyata
ketidakberesan. Akhirnya Nabi Daud
memberi hukum dan dia salah dalam
memberi hukum. Kata sebagian ulama, Nabi
Daud alaihi salam melihat zahirnya tidak
tidak sempat melihat batin perkara,
mungkin tidak sempat bertanya kepada
pihak berikutnya. Akhirnya Nabi Daud
melakukan kesalahan. Maka kemudian Nabi
Daud berkata, kata Allah subhanahu wa
taala,
kata Allah dawudu fatahu.
Dan Nabi Daud pun tahu ternyata kami
sedang mengujinya dan dia salah dalam
berhukum. Fastagfabahu
maka dia pun minta ampun kepada Allah.
Maka dia pun minta ampun dan dia
bersungkur sujud dan bertobat. Jadi dia
bersalah bertobat. Kata Allah, "Fagfarna
lahuik, kami pun ampuni dosanya." Wa
inna lahuanaulfa
wa husna maab. Dan sungguh bagi dia itu
di sisi kami ada kedudukan yang dekat
dan kesudahan yang indah. Ternyata Nabi
Daud setelah bertobat, Allah malah kasih
bonus kedudukan yang tinggi dan dekat.
Kenapa? Setelah dia salah, dia bertobat
semakin tinggi kedudukannya. Jadi saya
ulangi, orang kalau terjerumus dalam
dosa kemudian bertobat, berapa
kemungkinan, Ibu-ibu?
Tiga kem kemungkinan kalau dia bertobat.
Kemungkinan pertama dia kembali seperti
dia kalah. Kemungkinan kedua dia semakin
jatuh. Iman level imannya turun.
Kemungkinan ketiga level imannya semakin
apa? Semakin naik. Dan itulah yang
dialami oleh para nabi. Kalau Allah
mentakdirkan mereka berdosa dengan dosa
kecil, tidak lain agar derajat mereka
semakin apa? Semakin tinggi. Karena
ketika mereka berdosa, mereka langsung
bertobat menghindarkan diri di hadapan
Allah. Seperti Nabi Daud.
segera isfar, segera sujud dan bertobat
maka
kami pun ampuni diaulfa
wusna maab dan dia memiliki kedudukan
yang dekat dengan kami dan kesudahan
yang baik. Nabi Adam tadi kita sebutkan
Nabi Adam bertobat kata Allah tumma
jabah rbuhu kemudian dia dipilih oleh
Allah subhanahu wa taala fataba alaihi
wahadah. Dan Allah terima tobatnya dan
Allah beri petunjuk kepada dia. Jadi
semakin tinggi levelnya.
Jadi maksud saya pendapat yang benar
ketika Nabi berdoa rabbigfirli
benar-benar dia minta ampun dari
kesalahannya. Paham?
Paham. Dan ini zahir dari firman Allah.
Wahai eh ya nabi inataka fathan mubina.
Kami memberikan engkau kemenangan yang
nyata. Buat apa? Liyagfirakallahu
maqamaambika
w taak. Agar Allah mengampuni dosamu
yang telah mengampuni yang akan datang.
Tapi kita kembali kepada ee
kepada doa ya. Kata, jadi doa Rasulullah
berdoa di akhir salat. Allahfirli
ampunilah aku. Yang benar para nabi
tidak maksum dari dosa kecil yang
memalukan ya. Tidak maksum dari kecil
yang yang apa? Dari dosa kecil ya.
Tapi bedanya para nabi akan segera
langsung bertobat dan semakin mengangkat
derajat mereka. Ti ma qaddamtu
yang telah lalu. Kemudian w akartu dan
dosa yang akan datang. Dosa yang akan
datang.
Kita tahu di antara keistimewaan Nabi
sallallahu alaihi wasallam dibandingkan
nabi-nabi yang lain, Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam sudah dijamin
diampuni dosa yang akan datang. Makanya
ketika hari kiamat kelak orang-orang
minta syafaat, Nabi Adam menolak karena
melakukan kesalahan. Nabi Nuh juga
melakukan kesalahan, menolak Nabi
Ibrahim juga mengatakan, "Saya pernah
berdusta tiga kali." Nabi Ibrahim juga
menolak. Nabi Musa kemudian menolak
juga. Saya pernah bunuh orang yang tidak
di yang tidak diperintahkan untuk
dibunuh. Nabi Isa menolak, dia tidak
menyebutkan uzurnya. Tapi dia
mengatakan, "Idhabu ila Muhammadin."
Pergilah kalian wahai manusia kepada
Muhammad, yaitu hamba Allah qad gufir
lahu ma taqadam w taakhar yang telah
diampuni dosa yang terlalu maupun yang
akan datang. Seakan-akan Nabi Isa
mengatakan inilah Rasulullah yang
spesial dibandingkan nabi-nabi yang
lain. Karena dia sudah dijamin ampuni
dosa yang telah lalu maupun yang akan
datang.
Ya. Jadi semua kalaupun Nabi bersalah
dan Nabi tentu jauh dari kesalahan tapi
Allah sudah kasih jaminan kalau dia
bersalah pun di masa depan sudah diam
diampuni. Nah, kenapa Nabi berdoa wama
akharu? Ada yang mengatakan ini di
antara sebab dia tentunya Allah
mentakdirkan ada sebabnya. Ketika Allah
mentakdirkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam adalah nabi yang paling mulia,
ada sebab-sebabnya. Yaitu Nabi
sallallahu alaihi wasallam melakukan
amalan-amalan yang hebat. Kalau Allah
mentakdirkan Nabi dosa-dosanya masa
depan akan diampuni. Di antaranya dengan
Nabi berdoa wama akartu. Kemudian
berikutnya wama asrartu
yang aku sembunyikan. Wantu yang aku
tampakkan. Wama asroftu yang aku
berlebihan. W bihi minni dan apa yang
engkau lebih tahu daripada aku. Nah ini
doa ee kita tentu lebih butuh dengan doa
ini ya.
Karena kita tahu diri kita semua jenis
dosa ini sudah kita lakukan dan mungkin
sedang kita lakukan ya dan mungkin akan
kita pasti akan kita lakukan.
Jadi Allahumagfirli ma qaddamtu. Coba
dihafal ibu-ibu allahumagfirli ma
qaddamtu. Yaitu yang penting aku dosa
yang telah aku lakukan. Wama akharu dosa
yang akan aku lakukan. Ya, kalau di
antara makna, "Ya Allah, jauhkanlah aku
dosa dari dosa yang akan aku lakukan."
Maksudnya, "Jauhilah aku sebab-sebab
dosa."
Mungkin ke depan mau dosa apa Allah
jauhkan, mau dosa apa Allah jauhkan. Itu
di antara makna juga Allah baid baini
waini khatayaya. Allahumma baid baini wa
baini khatayaya. Ya Allah, jauhkanlah
aku dan dari dosa-dosaku. Kata Syekh
S'di rahimahullah, yaitu agar kita
dijauhkan dari dosa-dosa di antaranya
dijauhkan dari sebab-sebab menuju dosa
tersebut.
agar kita tidak digiring tertuju pada
dosa tersebut.
Karena dosa ini tidak langsung
kadang-kadang, tapi digiring sedikit
demi sedikit pelan-pelan tahu-tahu
terjerumus.
Kalau Allah tidak jaga, kita akan
terjerumus.
Maka kita mengatakan wama akharu di
antara maknanya, ya Allah jauhkanlah aku
dari sebab-sebab yang membuat aku
berdosa kembali. Wama asrortartu dari
dosa yang aku lakukan diam-diam. Enggak
ada orang di rumah, anak-anak lagi
pergi, istri lagi pergi, suami lagi
pergi, sendirian di rumah. Kemudian
akhirnya
berkelana dalam dunia maya. Mulai lihat
ini, melihat itu, mulai nostalgia
maksiat, nyanyi-nyanyi sendiri,
nonton-nonton film lama,
lihat pacar lama, gimana kabarnya, sudah
mati atau belum,
masih
beristri. atau sudah perjaka macam-macam
setan buat kita pelan-pelan pelan-pelan
pelan-pelan astagfirullah dosa-dosa yang
disembunyikan wamaantu kesalahan yang
kita lakukan dilihat orang dilihat suami
lihat istri dilihat anak-anak ketahuan
ya
wama asroftu terkadang berlebihan
terhadap diri sendiri ya berlebihan
israf israf berlebihan kenapa ini
berlebihan ya terhadap diri diri sendiri
ya dan israf bentuknya banyak ya ee dosa
israf bisa perkara duniawi berlebihan ya
berlebihan terkait barang mewah
berlebihan ya jalan-jalan juga terlalu
berlebihan banyak yang berlebihan ya
ketawa berlebihan ya habiskan
makan-makan berlebihan ya banyak hal ya
kumpul-kumpul berlebihan ya ngomelin
suami berlebihan gak ada gak ada
takarannya berlebihan
banyak hal kita ini ber berlebihan
kemudian
Wama anta'amu bihi minni. Ya Allah,
masih banyak dosa yang saya tidak ingat.
Masih banyak dosa yang saya tidak ingat.
Yang kau lebih tahu daripada saya. Kita
aja kalau disuruh tanya coba, berapa
orang yang sudah kau gibah? Kita sudah
lupa. Saking banyak orang yang kita apa?
Gibah. Coba ibu-ibu, saya tanya, ibu-ibu
sudah gibah berapa orang? Wallahualam,
Ustaz. Wallahualam. Karena kebanyakan.
Ya, itu pertama kita lupa orang yang
kita gibah. Yang kedua, apa konten yang
sedang kita bicarakan tentang
orang-orang ini pun kita lebih lupa
lagi.
Makanya Allah mengatakan, "Ahsahullahu
waasuh." Allah catat semuanya maksiat
yang mereka lakukan wanasuh. Sementara
mereka melupakan.
Tetapi nanti hari kiamat kita ingat
semua. Makanya Allah mengatakan, "Fa
jaatul kubra yaakar insan." Jika telah
ditiupkan sangkakala tiba malapetaka
yang meliputi semuanya itu hari kiamat.
Kata Allah yaakarul insan. Pada hari itu
setiap orang akan ingat seluruh yang
pernah dia lakukan. Fail-nya akan kebuka
semua. Dia akan ingat semuanya.
Lupa-lupa pikun-pikun nanti hari kiamat
ingat apa semuanya. Makanya orang
ketakutan karena semua yang dia lakukan
terbayang semua.
Terbayang semua yang semuanya dia sudah
lupakan. Kita sekarang lupakan maksiat.
Makanya kita ketika meminta ampun kita
bilang wama anta'lamu bihi minni dan
dosa-dosa yang kau lebih tahu daripada
saya.
Antal muqaddimu antal muakhir. Engkau
yang memajukan, mengundurkan. Ini di
antara namanya al-asma almuzdawijah.
Nama-nama Allah yang disebutkan
bergandengan seperti alkhafid arrafi'
yang merendahkan dan meninggikan. ini
digandengkan sehingga menunjukkan
kesempurnaan seperti alqabidul basit
yang menggenggam dan membentangkan yang
menyempitkan dan membentangkan ini nama
Allah yang sempurna di antaranya
almuqaddim wal muakhir yang memajukan
dan memundurkan itu Allah yang
menentukan segalanya yang buat orang ini
maju yang buat orang ini mundur yang
orang tidak bisa maju tidak bisa mundur
itu semua Allah subhanahu wa taala
kemudian di akhirnya la ilaha illa anta
tidak ada yang berhak disembah kecuali
Engkau ya Allah.
Faedah ya disebut dengan nama-nama Allah
yang berpasangan. Arrafi al khafid,
almiz, almudzil ya yang menjayakan, yang
menghinakan, albasitul qabit yang
membentangkan yang menyempitkan. Arrafi
al khafid yang mengangkat, yang
merendahkan. Ini namanya al-asma
almuzdawijah, yaitu nama yang
bergandengan. Disebutkan dua-duanya
sehingga menunjukkan kesempurnaan Allah.
Bukan arrafi saja, bukan yang menganggap
saja, tapi dia alkhafid, dia juga yang
menjatuhkan. Allah bukan al-muqaddim
yang memujukan saja, tapi dia juga
al-muakhir yang memundurkan. Dengan
demikian, maka sempurna segalanya di
bawah kekuasaan Allah Subhanahu wa
taala. Faedah Ibnu Qayyim menyebutkan
kalau seorang bertobat lebih baik
dirinci semua dosa-dosanya
sehingga dengan demikian dia semakin
merendahkan dirinya di hadapan Allah.
Sebenarnya kalau kita berdoa, "Ya Allah,
ampuni dosaku seluruhnya." Sebenarnya
cukup atau tidak cukup secara lafal tapi
perincian lebih baik. Karena kita
namanya doa dituntut agar kita
merendahkan diri dan di antara hal yang
bisa membuat kita menghinakan diri kita
sebut dosa kita secara detail. Ya Allah
saya pernah begini. Ya Allah saya pernah
begini. Ya Allah saya pernah begini. Ya
Allah ya Allah. Ya Allah. Ya Allah.
Sehingga ketika detail kita semakin
menghinakan diri kita.
Dan kalau kita sudah semakin menghinakan
diri kita, semakin mudah diampuni oleh
Allah. Apalagi kita ingat dosa kita
sampai menangis ya. Maka seorang gak
apa-apa ketika dia bertobat dia
menyebutkan dosa-dosanya.
Ya, saya telah begini, saya telah begini
ya Allah. Saya telah begini, ya. Saya
khawatir begini, saya khawatir begini.
Sebutin. Karena di antara hal yang
sangat dituntut dalam berdoa adalah
menghinakan di diri.
Beda kalau meminta meminta jangan
terlalu detail ya. Kalau minta-minta aja
yang indah, yang global ya. Sampai ada
yang berdoa, "Ya Allah, masukkanlah aku
ke surga. Kalau saya masuk pintu kanan,
sebelah kanan ada istana warna gini."
Enggak perlu. Minta saja, "Ya Allah,
masukkan aku surga dan kenikmatan yang
dalam surga."
Nanti kau minta detail-detail, ternyata
yang yang Allah siapkan lebih hebat
daripada yang kau kau minta. Kau gak
tahu ya.
Ya, minta ya.
Demikian juga ketika kita menyebutkan
kekurangan kita juga dianjurkan untuk
kita mendetailkan supaya kita semakin
menghinakan diri kita. Seperti perkataan
Nabi Zakariabahuidaan
qbi inni wahanmu minta
akumbiq.
Dia sebutkan, "Ya Allah, aku sudah
sangat tua. Terus rambutku sudah putih
semuanya tulangku sudah lemah, istriku
apa namanya? Man mandul. Sudah tua lagi
mandul. Kemudian murid-muridku butuh
penerus."
Jadi menyebutkan kebutuhan-kebutuhan
dia. Ini bagus ketika seorang berdoa,
"Ya Allah, hamba-Mu yang begini, hambamu
yang tidak bisa buat apa-apa, hamba-Mu
yang dihinakan oleh si fulan, hamba-Mu
yang begini, yang sudah berusaha tidak
mampu, ya Allah, menghinakan diri kita
sambil menangis, sambil berharap
mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah
Subhanahu wa ta itu sunah. Berdoa dengan
detail, mendetailkan kondisi kita,
mendetailkan dosa-dosa kita agar kita
semakin hina di hadapan Allah Subhanahu
wa taala." Makanya di sini Rasulullah
mendetailkan Allahumfirli ma qaddamtu w
akart w jenis-jenis dosa. Dosa yang
telah lalu, dosa yang akan datang, dosa
yang disembunyikan, dosa yang
ditampakkan, dosa yang berlebihan.
Kemudian baru ditutup w anlamu bihi
minni. Apa yang dosa yang kau lebih tahu
daripada daripada aku? Seorang baca ini
dengan serius menjelang salam. Menjelang
salam.
La ilahailla anta. Tidak ada yang berhak
disembah kecuali Engkau.
Tib.
Kita lanjut doa berikutnya.
Sudah hafal ibu-ibu? Coba dihafal
ibu-ibu. Allahumagfirli
terus
ma qodamtu
wama akharu
wama asrortartu
wama a'lamu wama anta a'lamu bihi minni.
Antal muqaddim wa antal muakhiru la
ilahailla anta. Berusaha dihafalin ya.
berusaha dihafalin. Insyaallah salat
salat dibaca dibaca lama-lama terbiasa
dan akhirnya ingat. Tib doa berikutnya
doa yang keempat ini sudah ibu-ibu
sudah ya bab kita masuk doa yang
keempat.
Doa yang keempat doa yang Nabi wasiatkan
kepada Muad bin Jabal radhiallahu taala
anhu. Ya. Muad berkata, "Anna Rasul sahu
alaihi wasallam ak biyadihi yauman."
Suatu hari Rasulullah alaihi wasallam
memegang tangannya penuh perhatian. Muad
masih kecil, masih gulam, masih remaja.
Maka dipegang oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam tangannya qal. Kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Ya
Muadz, wallahi inni la uhibbuk." Wahai
Muad, demi Allah aku mencintaimu." Kata
Nabi. Bayangkan Nabi berkata kepada anak
remaja, "Aku mencintaimu. Itu aku sayang
sama kamu. Aku cinta padamu."
Faq lahu mu anta wa umi. "Ya Rasulullah
waallahi uhibbuka." Dan saya juga demi
Allah, saya mencintai engkau ya
Rasulullah. Qika ya muad. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Aku
wasiatkan kepada engkau wahai Muad, aku
wasiatkan kepada engkau laurahatin
antaqul." Jangan sekali-sekali dia waktu
dubur salat itu di akhir salat engkau
berkata, berdoa, "Allahumma inni
alaikrika
wusni ibadat." Ya Allah, bantulah aku
untuk bisa mengingatmu, untuk bisa
bersyukur kepadamu, dan untuk bisa
memperindah ibadahku.
Tib di sini pembahasan pertama tentang
makna dubura kulli salat.
Dubura kulli salat. Jadi ee Nabi
berkata, "Jangan kau tinggalkan setiap
setiap dubur setiap salat."
dubur setiap salat.
Jadi, adapun kalimat dubur di sini ada
dua pendapat. Ada dubur itu artinya apa?
Belakang.
Belakang setiap apa? Salat. Makanya
dikatakan dubur hewan, dubur manusia itu
karena dia letaknya di di belakang. Di
belakang adbar ya. Adbar maksudnya
belakang. Wala tadabaru. Jangan saling
membelakangi. Kata daber. Daber itu
maksudnya apa? Di belakang. Tib. Maka di
sini ada khilaf. Apa maknanya belakang?
Ada yang mengatakan maksudnya di akhir
salat
tapi masih dalam salat.
Masih dalam salat. Maksudnya apa? Yaitu
sebelum sa salam. Sebelum apa? Salam.
Ini pendapat pertama.
Pendapat kedua yang maknanya
adalah setelah salat. Akhir salat
maksudnya setelah salat. di belakang
salat. Maksudnya setelah salat, setelah
salam.
Setelah salam baru baca doa. Allahumma a
inni ala zikrika wa syukrika wa husni
ibadatik. Sini dua dua pendapat dan
masing-masing punya dalil.
Di antaranya rasul sahu alaihi wasallam
mengajarkan sebag sebagian ulama
mengatakan dalam sebagian riwayat
Rasulullah mengucapkan
dubur salat setelah salat dia baca
misalnya lailahaillallah wahdahu la
syarikalah.
Ternyata ada zikir-zikir yang disebutkan
dibaca dubur salat, yaitu dipahami
bahwasanya zikir-zikir tersebut setelah
salam. Dari sini sebagian ulama
berpendapat doa ini dibaca sebelum
salam. Di antara doa yang dibaca sebelum
salam. Seb ini pendapat Ibnu Taimiyah,
Ibnu Qayyim rahimahullah taala. Di
antara ulama berpendapat maksudnya
duburaqoli salat maksudnya setelah
setelah salam. Jadi asalamualaikum
warahmatullah. Asalamualaikum
warahmatullah. Baca astagfirullah
astagfirullah. Astagfirullah. Zikir di
antara zikir-zikir Allahumma inni
alaikrika
wasnibadik. Dua-duanya boleh sebenarnya.
Tapi mana yang lebih tepat? Wallahuam
bisawab. Ya, Ibnu Taimiyah atau Ibnu
Qayyim menyebutkan pembeda datang dalam
dalam riwayat-riwayat tentang zikir
setelah salat dan doa ee zikir di
belakang salat, dubur salat dan doa di
dubur salat. Maka beliau mengatakan
untuk zikir kalau ada kalimat dubur
salat maksudnya setelah salat.
Karena yang paling pas
zikir adalah setelah salat. Allah
berfirman, "Eh, faidza qadaitumusata
fkurullaha."
Ya, jika kalian telah ee
salat, maka ingatlah Allah Subhanahu wa
taala. Ya.
Faqumurullaha
qiaman waudan wa junubikum.
itu dalam surah An-Nisa 103 ya.
Pendapat yang diperinci ya. Ini pendapat
yang kuat. Wallahualam ya. Dua-duanya
boleh tapi pendapat yang kuat
jika zikir
dubur salat
maksudnya
setelah apa? Salam.
Setelah salam.
Dalilnya Quran surah An-Nisa 103.
Allah berfirman, "Jika kalian telah
menyelikan menyelesaikan salat
fadkurullah, maka zikirlah kepada Allah.
Baik berdiri maupun duduk maupun di atas
lambung.
Adapun jika doa jika doa dubur salat
maksudnya adalah sebelum
sebelum salam.
Sebelum salam. Kenapa? Karena dalam
hadis Rasulullah menganjurkan doa
menjelang sa salam. Seperti dalam hadisa
tumma liatakayyar minada masyaa. Setelah
dia bertasyahud kata Nabi, "Silakan dia
pilih doa yang dia sukai.
Dalam sebagian riwayat ma ahabba dia
pilih doa yang paling dia cintai atau
yang dia sukai. Dalam riwayat yang lain
ajabahu ilaihi dia pilih doa yang paling
dia senang yang menakjubkannya. Jadi
dalam salat dianjurkan untuk berdoa,
setelah salat dianjurkan untuk berzikir.
Saya ulangi dalam salat dianjur makanya
kalau kita perhatikan
isi salat semuanya doa rata-rata apa? Do
doa zikir dan apa? doa. Tapi
kebanyakannya adalah doa.
Maka dari sini Ibnu Taimiyah memperinci
atau Ibnu Qayyim memperinci kalau ada
datang dalam lafal berdoa duburas salat,
berdoa di belakang salat maksudnya dalam
salat sebelum sa salam setelah tasyahud.
Tapi kalau dibilang zikir ini zikir itu
duburus salat maksudnya zikir tersebut
setelah sa salat. Setelah salat.
Wallahuam bawab. Jadi doa ini
sebagaimana dikatakan tadi ada dua
pendapat. Ada yang mengatakan dibaca
sebelum salam, ada yang mengatakan
setelah sa salam. Ya, bab kita
jelaskan maknanya secara sederhana.
Allahumma inni alaikrika. Ya Allah,
bantulah aku untuk berzikir kepadamu.
Dan ini sangat kita butuhkan. Terutama
sekarang ibu-ibu, kita sangat sering
tidak berzikir kepada Allah Subhanahu wa
banyak waktu kita terbuang.
Banyak waktu kita terbuang.
ee saya bacakan perkataan ya.
Saya perkataan perkata eh perkataan Ibnu
Rajab al-Hambali beliau berkata, "Ma
yamdi min umuril mukmin saatun minasat
illa walillahi fiha alaihi wifa min wifi
taat."
Tidak ada satu waktu pun yang melewati
seorang mukmin dari waktu-waktunya.
Kecuali di setiap waktu tersebut ada
yang Allah tugaskan kepadanya yang
merupakan ketaatan.
Setiap waktu harus ada ketaatan. Fal
mukmin yataqabu bail wadif. Maka seorang
mukmin berpindah dari satu tugas ke
tugas yang lainnya itu tugas ketaatan
ini ke tugas ketaatan berikutnya.
Dan dia bertaqarub kepada Allah di
setiap saat tersebut dalam kondisi
berharap dan takut dalam kitab fil.
Kemudian beliau berkata
dalam e beliau berkata waktin yukil abdu
minti maulahu faq khirahu. Setiap waktu
yang seorang hamba kosong dari taat
kepada Allah, kalau ada waktu dia tidak
sedang tidak taat kepada Allah maka dia
telah rugi waktu tersebut.
Ada waktu 5 menit enggak ada ketaatan di
situ. Enggak ada enggak ada ibadah di
situ, enggak ada pahala di situ. Dia
rugi.
Dan setiap saat yang dia lalai dari
mengingat Allah, maka pada hari kiamat
akan menguranginya. Tira itu sesuatu
yang merugikan, suatu yang mengurangi.
Fawa asfahu alaminihi.
Maka sungguh merugi, sungguh menyedihkan
atas waktu-waktu yang terbuang sia-sia
tanpa diisi dengan ketaatan kepadanya.
Dan sungguh penyesalan atas waktu yang
lewat tanpa dalam tujuan berkhidmat atau
beribadah kepada Allah Subhanahu wa
taala. Maka masing-masing kita
merenungkan betapa banyak waktu kita
terbuang terutama di zaman sekarang ini
yang banyak faktor yang buat kita
berpaling dari tidak untuk tidak
berzikir kepada Allah. Kita HP ini luar
biasa ya. Banyak berita yang kita mau
lihat sehingga membuat kita lupa untuk
berzikir kepada Allah Subhanahu wa
taala. Ya, berita ijazah saja tidak
selesai-selesai.
C selesai biar selesai ganti cerita baru
enggak selesai-selesai ya. Keluar lagi
itu lagi itu lagi. Kalau orang mau
habiskan waktu ikuti berita ijazah,
habis umurnya. Habis umurnya. Belum ini
lagi, belum ini lagi. Kisah ini, kisah
ini. Banyak sekali orang habis umur.
Ini kita bicara mungkin bukan maksiat
sekedar apalagi yang maksiat yang nonton
film, nonton film, nonton film habis
waktu ya. Sementara malaikat terus
mencatat raqibun atid. Malaikat
mencatat, Raqib selalu mengawasi, tidak
pernah sedetik pun tidak mengawasi. Atid
selalu hadir, tidak pernah tidak hadir,
tidak pernah gaib, selalu hadir. Apapun
yang kita lihat, apapun yang kita
dengar, apa yang kita ucapkan, apa yang
kita ketik, apa yang kita komentari,
semua malaikat catat semua. Kapan
ditutup catatannya? Mati ditutup.
Nanti kapan lihat lagi? Nanti ketika
hari kiamat seorang menerima catatan
amalnya. Itu malaikat kasih iqra kitab
baca situlah. Kemudian baru kita lihat
hasil
film yang kita buat selama ini
sehasil catatan selama ini. Maka tentu
seorang akan rugi ketika misalnya
dibangkitkan pada hari kiamat kelak
kemudian dia lihat ternyata film Korea
60 epis episode. 60 satu episode berapa
jam? Jangan pura-pura enggak tahu.
Tarlah 1 jam. 60 jam habis. Coba kalau
dia buat baca Quran.
Tadi saya baru ketemu seorang,
masyaallah orang tua umur 80 86 tahun.
Masih bicaranya masih lancar.
Masyaallah. Dia baca Quran setiap hari 3
juz. 10 hari khatam. 10 hari khatam.
Ini umur 86. Ibu-ibu masih kuat, masih
kuat. Loncat-loncat. Loncatnya ke mall
satu, ke mall berikutnya.
Oleh karenanya kita sangat rugi. Banyak
waktu yang kita habiskan bukan untuk
mengingat Allah, tapi mengingat apa?
Manusia. Ibn Aun berkata, "Zikrullah
dawa wikrun nasda." Ingat Allah adalah
obat, ingat manusia adalah penyakit.
Bikin hati sakit, bikin jengkel, bikin
jengkel, bikin suudon, bikin gerem,
bikin gemes. Banyak sedih, marah, bikin
penyakit hati. Akhirnya lalai untuk
beribadah.
sebelum tidur murajaah murajaah berita
sampai tertidur HP terbuka bangun-bangun
sudah azan subuh mending azan subuh
bangun-bangun sudah waktu salat duha
hari-hari berlalu sampai kapan kita mau
begitu maka zaman sekarang ini kita
butuh ditolong oleh Allahumma ainni ala
zikrika selalu ingat Allah pikiran kita
ingat akhirat lisan kita ingat Allah
rencana kita terkait dengan akhirat kita
apa yang bisa kita lakukan qodimu
lianfusikum
berkorbanlah untuk diri kalian.
Persembahkan sesuatu untuk diri kalian
sendiri. Tibukrika.
Oleh karenanya zikir itu nikmat. Zikir
itu nikmat. Sampai di antara nikmat yang
Allah sebutkan untuk penghuni surga
adalah berzikir.
Allah tidak sebutkan penghuni surga ee
salat, puasa. Ngapain puasa di surga?
Baca ini, baca anu. Enggak. Taklim di
surga apa ada di taklim di surga? Enggak
ada. Taklim di sini aja.
Dulu ada guru saya, guru fikih, dia
bilang, "Pengajar saya di UIM, dia
bilang, "Kita belajar agama kita nikmat
ya. Insyaallah nanti kalau kita ke
surga, Allah takdirkan kita ke surga,
kita belajar fikih lagi, Kak." Ya,
murid-muridku. Enggak, enggak syekh aja
sendiri
sudah capek belajar.
Tapi di antara nikmat yang Allah sebut
Rasulullah sebutkan di surga adalah
zikir. Wulhamunat tasbih
wat tahmid kama tulhamunal anfas kama
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Penghuni surga diberi ilham untuk
bertasbih sebagaimana kalian bernapas
sekarang. J napasnya berisi apa? Zi
zikir. Kenapa? Karena semua di surga
pasti lezat. Di antara kelezatan adalah
berzikir kepada Allah. Sampai kelezatan
ini sampai di akhirat kelak. Ok seorang
kalau berzikir dia akan merasakan
kenikmatan. Kenikmatan kebahagiaan akan
dia rasakan. Dia di tengah hiruk pikuk
di di tengah orang tenggelam dengan
dunia ya dia jalani dunia yang dia
butuhkan. Setelah itu dia ingat Allah
maka dia akan diberi kelezatan,
kebahagiaan yang tidak dirai oleh
orang-orang yang yang lain. Oleh
karenanya sempatin diri untuk berzikir
sampai kecanduan. Berzikir berzikir.
Paksa diri bikin program. alwirdul yaumi
bikin program supaya bisa berzikir
kemudian wasyukrika dan agar bisa
bersyukur kepada engkau ya Allah bisa
bersyukur kepada kepada engkau ya ya
Allah
ini juga perlu kita ingat-ingat karena
syukur tidak mudah insyaallah ibu-ibu
nanti bisa dengar kajian tentang syukur
w husni ibadatik dan agar bisa ibadah
bukan sekedar ibadah tapi ibadah yang
baik
sebagian kita beribadah yang penting
melepaskan beban itu masalah lah tidak
kita nikmati ibadah tersebut, tidak kita
kerjakan dengan seindah-indahnya karena
kita ini beban yang penting terlepas,
yang penting target, tercapai. Enggak
kita ingin ibadah kita tuh indah. Di
antara makna husnil ibadah, indahnya
ibadah yaitu seorang muhsin ketika dia
beribadah. Dia merasa sedang melihat
Allah atau dia yakin Allah sedang
melihatnya. Ini punya efek luar biasa.
Kalau ibu baca Quran sambil merasa Allah
sedang melihat saya baca Quran, maka ibu
akan pasti baca tidak sembarangan. Pasti
baca fokus. Tidak akan baca Quran sambil
lihat-lihat HP. Kalau enggak enak sama
Allah. Baca Quran sambil jawab. Baca
Quran sambil jawab WA. Gimana ceritanya?
Sudah bahasa Arab enggak ngerti tajwid
amburadul kemudian sambil jawab WA.
Enggak bisa. Engak bisa.
Tapi kalau kita husnul ibadah, kita
beribadah merasa Allah melihat kita,
kita pasti baca Quran fokus. Bahkan HP
nyala kita enggak angkat. Saya belum
selesai. Saya belum selesai. Ya,
karenanya husnul ibadah ini penting.
Kita mudah-mudahan minta sama Allah agar
kita ibadah itu bukan sekedar melepas
beban, tapi benar-benar ibadah yang
membawa kita merasakan kenyamanan,
kelezatan, keikhlasan sehingga ibadah
kita ba baik. Ibadah kita kita baik. Ini
sering kita doa ini insyaallah ibu-ibu
sudah hafal. Allahumma inni ala zikrika
wa syukrika wa husni ibadatik. Sudah
hafal yang lupa apa yang yang kurang
apa? kurang dihayati itu aja
senya doa hebat. Doa yang kita ajarin
semua hebat-hebat. Masalahnya kita
kurang menghayati. Kita hayati dan ini
kita baca di penghujung sebelum salam
atau kalau kita lupa, kita bisa baca
setelah apa? Salam. Dan sekarang saya
katakan betapa kita butuh agar bisa
banyak mengingat apa? Allah. Ala
bidikrillahi tatmainnul qulub.
Ketahuilah dengan berzikir kepada Allah
hati kalian menjadi tenang. Dan zikir
para ulama banyak bukan berarti cuma
zikir. Baca Quran zikir, belajar agama
juga apa zikir? Karena mengingat syariat
Allah Subhanahu wa taala ya. Berzikir
dengan zikir yang makruf. Subhanallah,
alhamdulillah, wala quata illa billah,
la haula. Ini semua juga termasuk apa?
Zikir. Jadi zikir itu banyak maknanya.
Di antara zikir adalah tafakur tentang
keagungan ciptaan Allah. Begitu hebatnya
ciptaan Allah itu juga zikir. Intinya
kita untuk ingat Allah Subhanahu wa
taala dengan berbagai macam model zikir.
Doa berikutnya ini sudah hafal, Ibu-ibu?
Sudah
Tib. Doa yang berikutnya agak panjang.
Ketiga,
ee Allahumma inni audzubika minal bukl.
Ya, kita syarah sebagian aja ya.
Allahumma inni
auzu
bika minal minal bukhli.
Kemudian wudubika minal jubni.
Kemudianika minubikan
ila ardil umur
an uradda
ila
arzalil umur.
Wubika min fitnatid dunya.
Auzubika minzabil qabar.
Bab ini hadis ee diriwayatkan dari Saad
bin Abi Waqqas radhiallahu anhu.
Dia menyebutkan bahwasanya Rasulullah
sahu alaihi wasallam kana yamuru
bikamsin. Rasulullah menyuruh kita untuk
berdoa dengan lima doa ini. Satu, dua,
eh salah.
Satu dua tiga, empat lima. Pertama, ya
Allah aku berlindung kepada Engkau dari
pelit.
Berlindung dari apa? Pelit. Yang kedua,
dari aljubun, penakut.
Yang ketiga, dikembalikan ke ee apa?
Umur yang paling menghinakan. Umur yang
hina nanti kita jelaskan. Umur yang
dina hina ya rendah.
Kemudian uzubikamati dunia fitnah dunia
kemudian azab kubur.
Tib azab kubur sudah kita bahas ya.
Fitnah dunia dengan berbagai yang
modelnya.
Kata dalam riwayat yang lain. Jadi
Rasulullah memerintahkan eh kata Saad
bin Abi Waqqas ya
biks bin yaakir Nabi sallallahu alaihi
wasallam bahwasanya Saad bin Waqqas
menyuruh kami untuk berdoa dengan lima
doa ini. Dan beliau menyebutkan ee
bahwasanya ini dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam yaitu Nabi yang
mengajarkan lima doa tersebut. Dalam
sebagian riwayat dalam Sahih Bukhari
eh
berkata dari Amr bin Maimun, dia
berkata, "Kana Saad yuallimu banihi
haulail kalimat adalah Saad bin Abi
Waqqas mengajari anak-anaknya dengan
lima doa ini.
Kama yuallimul muallimul gilman
alkitabah." Sebagaimana seorang pengajar
mengajar anak-anak untuk bisa nulis.
Jadi diperhatian, diulang-ulang ya.
Wakul. Kemudian Saad bin Abi Waqqas
radhiallahu berkata, "Inna rasul sahu
alaihi wasallam yatawadu minhun
duburat." Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam berlindung dari lima perkara
ini. Dubur salat, yaitu di akhir apa?
Salat. Ya,
bahwasanya ini dalil bahwasanya doa ini
dibaca sebelum sa sebelum salam bab.
Kita bahas sekarang ibu-ibu. Yang
pertama, Allahum naudubika minal bukhli.
Ya Allah, aku minta perlindungan Engkau
daripada sifat pelit. Saya sudah sering
sampaikan pelit ada bertingkah-tingkat.
Pertama, pelit kepada orang lain.
Tingkat yang paling parah pelit terhadap
diri sen sendiri.
Ya, kalau pelit sama orang lain banyak.
Orang yang pelit adalah orang yang
membawa kesengsaraan.
Makanya sebagian ulama mengatakan,
"Silakan kau bergaul dengan orang
penakut. Silakan kau bergaul dengan
orang pemarah, tapi jangan bergaul sama
orang pelit. Bikin sakit hati.
Ah, pelit repot. Yang tingkat paling
parah, pelit terhadap dirinya sendiri.
Ada sebagian orang meninggal gara-gara
pelit sama dirinya sendiri. Mau berobat
dia pelit padahal duitnya miliaran.
Enggaklah
berobat kalau bayar mahal. Mending saya
daftar BPJS. Nunggu nunggu antrian.
Sebelum sampai antrian sudah mati
duluan.
Ada orang gitu dia ke dokter bukan cari
dokter. Padahal di antara nafkah yang
afdal nafkah terhadap diri sendiri tanpa
tanpa israf ya, tanpa berlebih-lebihan
ya. Kalau Anda perlu untuk berobat dan
itu memang mahal karena itu kebaikan
Anda dan Anda punya kemampuan itu
berpahala. Niatkan saya berinfak untuk
diri sendiri. Infak yang paling utama
sama diri sendiri.
Ibda binafsik. Mulailah infak dirimu
sendiri baru kemudian apa? Keluargamu
baru kemudian terdekat-terdekat.
Ya, bahkan dalam masalah fikih kalau
antum, saya sering bilang, kalau antum
punya satu nasi kucing cuma satu porsi,
terus ada ayah, ada ibu, kamu yang makan
dulu secara aturan karena dirimu di
lebih diutamakan daripada yang lain. Ini
syarat Rasul ibda binafsi kau di luar
ya. Kau di luar ya. Ya, secara hukum
seperti itu ya. Oleh karenanya ketika
seorang berinfak atas dirinya maka dia
berpahala. Maka jangan pelit-pelit ya.
Bukan juga boros-boros. Kemudian berobat
aja gagah-gagahan. Oh, kami berobat di
rumah sakit di Amerika buat
gagah-gagahan. Buat riak-riakan.
Ngapain? Yang penting kan sembuh. Gak
harus rumah sakitnya apa. Enggak enggak
apa-apa yangak enggak peduli. Yang
penting itu rumah sakit bagus, obatnya
bagus. Kita punya uang, ya sudah
berobat.
Jangan sampai pelit sama diri sen
sendiri. Ada orang saking pelitnya dia
mau beli yang paling murah-murah terus,
akhirnya dia hidup seperti orang miskin.
Orang sem dikatakan hidup miskin
hisabnya hisab orang kaya.
Dia miskin tapi kalau dia dihisab nanti
hisabnya orang kaya. Kenapa? Dia pelit
sama dirinya sendiri. Kalau dia pelit
yang sengsara istrinya, anaknya. Kalau
istri punya suami pelit, sengsara.
Mau ke salon sudah, enggak usah salon.
Kamu sudah cantik. Padahal pelit.
Abi, saya gemuk gak apa-apa, Abi rida.
Kamu gemuk. Kamu top gemuk, gemoy.
Bagus. Padahal dia pelit. Kalau mau mau
ikut latihan bayar apa?
instruktur enggak mau dia ya enggak mau
ya intinya intinya dia tidak mau keluar
duit dan orang ini orang seperti gini
ada penyakit maka bilang azubika minal
bukhlindung kepada Engkau ya Allah dari
penyakit apa pelit jangan pelit-pelit
tidak boros tidak juga pe pelit tib
wudubika minal jubun aku berlindung dari
sikap penakut seorang jangan penakut
kalau ada perlu yang di situ diperlukan
keberanian maka hendaknya dia maju beran
tapi juga jangan berlebihan. Ada perkara
yang tidak perlu keberanian tanpa
perhitungan dia nekat. Itu namanya
ngawur.
Saya berani kok. Berani apa? Jalan di
atas tali di lantai 30 antara apa itu
goblok. Kalau jatuh gimana?
Saya berani jalan di tali kabel listrik.
Bukan masalah berani. Bukan berani gitu
yang dibutuhkan.
Itu goblok namanya. Jangan.
Berarti orang main-main mobil ketabrakan
apa berani-berani konyol ya tahawur
goblok ya ngawur ya berani ada perlunya
berani ya ada perlunya perhitungan kalau
berani pada tempatnya bagus ada saatnya
kita berani menyampaikan kadang penakut
akhirnya tidak berani menyampaikan
kebenaran ya jadi berani untuk
menyampaikan, berani untuk menasihati
dengan cara yang terbaik kemudian
wazubika an urda ilail umur. Ini yang
penting. Di antara doa azubika an uradda
ilail umur. Ya Allah aku berlindung
kepada Engkau jangan sampai dikembalikan
kepada umur yang terburuk. Umur yang
terburuk.
Umur yang terburuk bukan maksudnya tua,
tapi dia lemah badan, kemudian lemah
akal. Manusia semakin hari bukan
fisiknya saja yang nurun, tetapi akalnya
juga apa tu? Turun.
Kalau badannya turun, akalnya masih
bagus, masih mending. Yang parah kalau
akalnya turun ya, fisiknya masih bagus
atau fisiknya buruk itu lebih parah
lagi. Tergabung turunnya akal dan
turunnya fi fisik. Ada orang dia badan
secara fisik nurun tapi dia akal cerdas.
P kita para ulama meskipun umur sampai
90 lebih sampai 100 lebih mereka tidak
pikun. Mereka tidak pikun. Dan orang
kalau sering baca Quran insyaallah tidak
apa? Tidak pikun.
Dan apa namanya ee terbukti ketika
dilakukan angket, saya baca di Arab
Saudi, orang-orang yang sekolah,
siswa-siswa yang sekolah kemudian
sorenya ikut tahfizul Quran, mereka
biasa lebih berhasil.
Padahal mereka sisihkan waktu untuk
hafal Quran di sore hari. Tapi belajar
mereka dalam ilmu yang lain, mereka
rata-rata lebih berhasil. Kenapa? Karena
mereka terbiasa baca Al-Qur'an, biasa
kelola otak, biasa sehingga mereka
secara sebab lebih cer cerdas dan itu
banyak terjadi.
Tapi kalau enggak pernah baca Quran
lama-lama pikun, lama-lama
dan kalau sudah tua sudah pikun susah.
Susah dan itu yang kita tidak inginkan
ya. Umur panjang tapi kemudian hanya
merepotkan orangor lain. Ketemu istri,
siapa kamu?
Saya istrimu yang mana? Istri yang mana?
Lupa istrinya lupa
lupa.
Tapi ada orang gitu istrinya kena
penyakit seperti itu. Dia datang diusir.
Dia diusir dari istrinya. Istrinya
ngusir dia. Maksudnya ada orang kita
jangan seperti minta agar kita kalaupun
tua akal masih kuat.
Tadi saya cerita yang saya ketemu nenek
umur 86 tahun tadi ngobrol kuat banget.
Enggak ada kayak enggak ada pikun sama
sekali. Cerita sana, cerita sini. Cerita
gak ah enggak cerita lancar. Mungkin
karena sering baca Quran mungkin ya.
Wallahualam. Tapi kalau para ulama
enggak ada yang pikun. Saya punya
guru-guru umur 90 tahun lebih kalau
cerita Subhanallah. Saya terakhir saya
kumpul sama pernah sekedar cerita kumpul
sama beberapa Syekh di antaranya Syekh
Abdul Muhsin Alabbad, bapaknya Syekh
Abdur Razak. Kemudian sekarang 9495
cerita sama ada syekh-syekh yang lain
cerita. Ketika ada syekh cerita kata
syekh bukan gitu ceritanya. Dia ingatkan
yang benar begini. Subhanallah. Ini
hafalan luar biasa. Sudah umur sekian.
Kalau orang kita umur 80-an, 70-an ada
anak datang, "Saya anakmu, Pak." Hah?
Anak yang mana? Dari istri yang mana?
Emang Bapak istrinya berapa? Ya, cuma
satu. Masih ingat istrinya satu?
Jadi maksudnya kalau sudah tua kemudian
apalagi fisik lemah ya kita tidak ingin
kita ini kalau itu di antara doa azubika
an uradda ila aralil umur. Jangan sampai
kita dikembalikan
kepada umur yang situ. Umur yang rendah
itu kita tidak bisa berbuat apa-apa.
seorang sampai tidak bisa ngurus dirinya
sendiri, lupa dengan dirinya, mau ke
toilet enggak bisa ngerepotin orang
lain.
Tapi kalau tua tapi masih bisa
beribadah, itu yang diinginkan.
Rasulullah mengatakan, "Ya khairunas,
sebaik-baik orang man thola umruhu suna
amaluh yang panjang umurnya dan amalnya
baik." Itu yang kita inginkan. Kita
ingin seperti itu. Tapi kalau tua
panjang umur tapi gak bisa apa-apa
ibadah sudah enggak bisa repot. Buat apa
yang ngerepotin orang? orang lain
almarin
kata seorang penyair
seorang ingin hidup hidup panjang umur,
namun terkadang panjang umur justru
memberi mudarat kepadanya.
Tafna basasyatuhuabqo
ba'ulwil aisi muruhu. Kalau sudah tua
hilang keindahan hidup. Yang tinggal
sisa pahit-pahitnya hidup. Susah ngomong
enggak dengar. Ngulang-ulang bicara
susah, lupa dengan siapa yang dia
bicara.
Ya, marah-marah, ngambuk-ngambuk seperti
anak kecil ya. minta makan permen, minta
macam-macam dilarang makan marah-marah.
Begitulah jangan sampai kita makanya
kita berdoa wudubika an urda ila aralil
umur. Hafalkan doa tersebut. Jadi ibu
kalau kita meninggal tidak sampai
seperti itu. Kalau kita hidup Allah jaga
sehingga meskipun tua masih bisa
beribadah, masih bisa ikut ngaji, masih
bisa baca Quran, masih bisa salat malam.
Itu yang diinginkan.
Kemudian naudubika min fitti dunia. Dan
aku berlindung daripada fitnah dunia
dengan berbagai macam fitnahnya. Fitnah
ketenaran, fitnah popularitas, fitnah
wanita. Kalau wanita fitnah lelaki,
fitnah harta, fitnah sudah banyak di
depan mata kita lihat orang berjatuhan,
orang berguguran. Bukan cuma orang-orang
awam, bahkan orang-orang berilmu bisa
gugur. Karena fitnah dunia banyak. Ada
yang jatuh gara-gara fitnah perempuan,
ada yang jatuh kalau perempuan gara-gara
fitnah laki-laki. Ada yang jatuh
gara-gara fitnah dunia. Ada yang gugur
gara-gara fitnah popularitas.
Ngeri ya. Maka fitnah dunia sangat luar
biasa. Seorang berlindung kepada Allah
agar tidak
terjatuh dalam fitnah dunia. Yang
terakhir, auzubika minzabil qabr. Dan
aku berlindung kepada engkau dari azab
kubur sebagaimana pernah kita jelaskan.
Bab demikian saja kajian kita.
Subhanakallah whamdik ashadu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.