Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhu rasul ridwih allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada pertemuan kemarin kita telah menyinggung bahwasanya dosa-dosa ada tiga macam. Ada dosa-dosa yang dilarang oleh syariat tapi tidak mengkonsekuensikan tarquul iman. Inilah yang dimaksud oleh perkataan thahawi ya. Wala nkafir ahadan min ahlil qiblah bidzambin. Kami tidak mengkafirkan seorang pun ee orang beriman dengan satu dosa kecuali dia menghalalkannya. Adapun jika dosa-dosa melazimkan batalnya iman ya seperti yang kita sebutkan kemarin atau juga tidak meyakini wajibnya perkara yang wajib yang jelas, tidak meyakini haramnya perkara-perkara yang halal haram yang jelas maka ini mengkafirkan. Jika seorang pun terjerumus dalam model dosa ee jika seorang pun terjerumus dalam model dosa dua dan ketiga, maka juga tidak otomatis dikafirkan. Maka harus iqamatul hujjah dan izalatus syubah. Ya, perhatikan ini. Ee jika terjerumus pada model kedosa kedua atau ketiga ya. atau ketiga yang bisa mengkafirkan, maka tidak otomatis kafir ya. Karena lagi pula pengkafiran harus pertama terpenuhi syarat, yang kedua hilangnya penghalang. Ya, hilangnya penghalang. Adapun syarat disebut oleh para ulama seperti Ibnu Taimiyah dan yang lainnya iqamatul hujjah, menegakkan hujah. Kenapa harus ditegakkan hujah? Karena Allah berfirman, w kunna muadzibina hatta naba rasulah. Kami tidak akan mengazab sampai kami utus seorang rasul. Ya, kalau tidak ada yang menyampaikan, tidak ada hujah, maka tidak mungkin seorang diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Dan di zaman kita tidak ada rasul, tapi yang menyampaikan risalah para rasul. Yaitu intinya harus sampai dakwah kepada mereka baru bisa dikafirkan. Jika tidak sampai kepada mereka maka tidak bisa dikafirkan. Yang kedua Allah juga berfirman, "Kullama ulqiya fiha faujun saalahum khazanatuha alam yatikum nadir q bala q jaa nadirun fakadzabna." Ya, setiap kali dilemparkan dalam neraka sekelombongan orang, maka penjaga neraka bertanya, "Apakah tidak datang kepada kalian pemberi peringatan?" Mereka mengatakan, "Justru telah datang pemberi peringatan, namun kami mendustakannya. Berarti tidaklah mereka dimasukkan ke neraka kecuali setelah datang pemberi peringatan. Makanya para ulama mengatakan harus ada iqamatul hujjah dan harus izalatus syubhah. Menghilangkan syubhat. Ini sering disampaikan oleh Ibnu Taimiyah. Kalau ada seorang mukmin kemudian dia melakukan kekufuran maka tidak boleh kita kafirkan kecuali setelah kita tegakkan hujah dan kedua kita hilangkan apa? Syubhat. Oleh karenanya Ibnu Taimiyah menukil ijma ulama ya. Ijma ulama bahwa dua model orang tidak dikafirkan meski melakukan kekufuran. Meski melakukan kekufuran. dua orang tersebut. Yang pertama ini yang pertama yang tinggal di Badiyah di dusun yang tinggal di dusun jauh dari sumber ilmu. Jauh dari sumber ilmu. Yang kedua yang baru masuk Islam. Jadi ada orang dia secara zahir dia Islam, dia mengatakan syahadatain. Tapi mungkin misalnya dia menganggap khamar itu halal, dia enggak tahu. Enggak ada yang pernah bilang khamar itu apa? Ha? Haram. Dia enggak tahu. Oh, dia kan sudah lama Islam ya. Tapi dia selama Islam dia enggak tahu, enggak ada yang pernah nyampaikan. Maka orang ini sepakat ulama dia tidak kafir karena dia beruzur. Dia beruzur. Yang kedua demikian juga yang baru masuk Islam. baru masuk Islam banyak hal yang dia belum tahu. Dia baru masuk, dia baru menata ilmunya. Banyak hal-hal yang dia tidak tahu. Ternyata ini syirik, ternyata ini kufur. Dia belum tahu. Sehingga kalau dia terjerumus masih diberi apa? uzur. Oleh karenanya Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Seorang yang diberi uzur adalah alladzi lam yatamakan yang tidak bisa mendapatkan ilmu." Tidak bisa mendapatkan ilmu. Di antara sebabnya adalah dia tinggal di pedesaan jauh jauh dari sumber ilmu. Yang kedua, dia mungkin baru masuk Islam sehingga tidak sempat untuk banyak belajar. Meskipun yang pertama ini sekarang sudah semakin sulit karena sekarang sumber informasi di mana-mana. Tapi mungkin terbayangkan seorang misalnya tinggal di pedalaman Afrika atau pendalaman Eropa ya. Ya. Kemudian dia apa namanya? Islamnya mungkin nenek moyang dia dulu sehingga cuma tahu segitu Islam sunyi secuil. Saya pernah ketemu dengan seorang Syekh. Dia pergi ke perbatasan Cina. Di sana orang tidak tahu salat Jumat itu wajib. Orang tidak salat Jumat. Ini zaman sekarang. Ini zaman sekarang. Mungkin dia informasi pun enggak ngerti karena bahasa Cina ya. informasi mungkin belum tentu ada internet karena jauh dari kampung sehingga tidak ada internet, tidak ada apa-apa sehingga sebagian mereka menganggap salat Jumat tidak apa tidak wajib. Padahal perkara yang semua orang tahu tapi dia tidak tahu karena Islamnya lama-lama pudar dan tidak ada yang ngajarin dan mereka itu mau berkembang tanpa ada yang mengajari. Ini contoh tinggal di desa yang sangat sangat jauh dan itu mungkin ada tapi mungkin semakin sedikit ya. Seper tadi saya gambarkan di perbatasan Cina jauh. Kalau mau ke sana harus offroad jauh sekali harus jalan lagi. Internet tidak ada, informasi pun dia tidak mereka tidak mengerti kecuali bahasa Cina. Sehingga kemungkinan banyak hal mereka tidak ngerti. Sementara mereka syahadatain. Tapi mereka bagaimana hukumnya mereka muslim. Dan ini ijma ulama. Ijma ulama. Adapun selain daripada ini maka ini mahal ijtihad. Maksudnya orang berijihad apakah dia mungkin dikasih uzur atau tidak. Ini khilaf di kalangan para ulama. Apakah mungkin kita kasih uzur, salah sendiri dia tidak mau cari ilmu? Ee macam-macam ya. Oleh karenanya Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah berkata, "Aku tidak mengkafirkan orang yang menyembah berhala di kuburan Sayyidal Badawi liadami man yunabbihuhu ala dalalik." Karena tidak ada yang mengingatkannya sehingga aku tidak bisa kafirkan. Ya, padahal dia orang Islam lama, tinggal di Mesir lama tapi dia enggak ngeh kalau ternyata ini syirik. Dia enggak ngeh. Karena semua orang bilang ini justru tauhid. Minta lewat wali justru itu apa? Tauhid. Kalau pengin cepat minta jangan langsung minta. Minta lewat apa? Wali-wali. Sehingga dia enggak pernah ngeh itu apa? Syirik. Kata Syekh Abdul Wahab, "Saya tidak bisa kafirin orang seperti ini." Kenapa? Karena kemungkinan dia tidak sampai ilmu kepadanya. Jangan bilang, "Kenapa dia tidak cari ilmu?" Dia tidak tahu kalau ini salah sama sekali. Tidak terbetik kalau ini apa? Salah. Tidak terbetik. Bagaimana kita bilang dia enggak ada uzur? Sama Ibnu Taimiyah sering bilang juga kalau perkata ini sampaikan ya saya saya sudah sampaikan kepada ulama mereka kepada qadi-qadi mereka kalau saya ucapkan saya kafir tapi kalau mereka enggak. Dan ini semua saya nukil dalam ee buku syarah akidah wasitatyaah jilid 5. Bisa antum baca kembali tentang ee uzur bil Jahl. Ya, intinya secara umum ada uzur bil Jahl yang disepakati. Adapun selain daripada dua model ini maka ini ijtihad. Ada yang mengatakan tidak ada uzur, ada yang mengatakan uzur. Kembali kepada ijtihad masing-masing. Masing-masing bertanggung jawab dengan ee vonisnya. Kemudian ini terpenuhi syarat, ya. Yang kedua, hilangnya penghalang. Hilangnya penghalang ini juga semakin sulit seorang di ee kafirkan karena bisa saja dia terjerumus dalam kekufuran tapi ternyata dia ada banyak penghalang. Contoh tadi karena kebodohan. Sudah kita singgung tadi. Karena kebodohan ya. Kebodohan misalnya dia tinggal di pedalaman yang baru masuk Islam tidak ngeh sama sekali karena takqlid. Ini bodoh dia. Dia lam yatamakan. Dia tidak sempat untuk bisa apa? Nuntut ilmu sehingga informasi tidak sampai kepada dia sehingga akhirnya terjerumus dalam karena kebodohan. Contoh dia melakukan kekufuran karena kesalahan tidak sengaja. Khatab maksudnya kesalahan dalam kurung tidak sengaja. Tidak sengaja seperti kisah pemilik unta yang ketika dia terjebak di tengah padang pasir kemudian untanya pergi. Setelah itu dia merasa bakalan meninggal dunia. Tiba-tiba untanya muncul lagi. Saking gembiranya dia pegang tali kengkang untanya. Dia berkata, "Allahumma anta abdi wa an rbuk." Ya Allah sungguh saya bersyukur kepada Engkau. Benar engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu. Salah ngomong kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ak minidatil farah. Dia salah ngomong karena saking apa gembiranya. Ucapan yang dia ucapkan kufur atau bukan? Kufur. Dia bilang Tuhan ya Allah engkau hambaku. Aku Tuhanmu. Salah ngomong. Saking gembiranya apakah dia kafir? Enggak. Karena dia salah ngomong. Dia tidak sengaja. Seang terkadang kepleset ngomong. Ngomong tentang Allah. Salah ngomong. ngomong biasa kepleset ngomong apa tidak sadar apa yang dia omongkan tidak sadar apa yang dia omongkan itu namanya manusia tidak ada maksud yang ketiga misalnya iqrah dipaksa seperti kisah Ammar bin Yasir Ammar bin Yasir ketika Yasir dibunuh bapaknya Sumayyah ibunya juga dibunuh dia tidak dibunuh karena dia berkata-kata kufur ya sehingga turun ee ayat yang membela Amr bin Yasir ya sampai kalau dia disuruh lagi, silakan ulangi lagi, tidak jadi masalah. Ya, maka dia mengucapkan kata-kata kekufuran karena diancam untuk dibunuh. Kalau tidak ucapkan kata kufuran maka dia akan dibunuh. Ya. Yang keempat adalah ee dia ada takwil-takwil yang salah. Takwil yang salah seperti kisah ee Qudamah bin Maz'un ya. Saya bacakan kisahnya. Qudam bin Madun ini ya, dia minum khamar bersama beberapa kawan-kawannya dengan menganggap bahwasanya khamar adalah halal. Khamar adalah apa? Halal. Ya. Dia mentakwil firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Al-Maidah ayat 93. Ya Quran surah Al-Maidah ayat 93. Jadi ada Rasulullah ditanya ya ketika turun haramnya khamar. Haramnya khamar termasuk belakangan dan turun di dalam surat Almaidah. Innamal khamribu laumflihun. Sesungguhnya khamar haram intinya. Jauhilah semoga kalian beruntung. Maka sebagian sahabat ada yang sudah meninggal. Dan mereka dulu minum khamar karena khamar dulu belum diharamkan. Maka ketika turun khamar, turun ayat pengharaman khamar, sebagian sahabat tanya, "Ya Rasulullah, bagaimana teman-teman kita yang dulu minum khamar?" Ini perbuatan setan ya. Min amali setani fajitanibuhu. Perbuatan setan. Maka tinggalkanlah mereka bagaimana sudah meninggal dunia ya ee sementara mereka minum khamar dan mereka belum sempat bertobat karena dulu mereka menyangka adalah karena dulu memang belum diharamkan. Maka turunlah firman Allah laisa alalladina amanu wailus shihati junahun fima thimu mattaq waaman wail shihatiqahsan dan seterusnya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Tidak mengapa bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh terhadap apa yang mereka makan jika mereka idamattaqwa amanu wail shihat." Jika mereka bertakwa dan beriman dan beramal saleh. Ini maksudnya kepada yang sudah meninggal dulu mereka bertakwa dan mereka minum khamar karena dulu khamar memang belum diharam haramkan. Nah, didengar oleh sahabat mungkin salah dengar akhirnya bilang, "Yang penting kita bertakwa khamar gak apa-apa yang penting bertakwa. amal saleh minum khamar. Akhirnya mereka minum khamar. Mereka minum khamar ya ee yaitu Qudamah bin Maz'un ya dan sekelompok teman-temannya. Ada beberapa orang yang juga minum khamar. Akhirnya hal ini disampai sampai kepada Umar bin Khattab. Maka Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib dan seluruh sahabat ya ee apa namanya? Ee kalau tanya mereka, kalau mereka mengakui keharaman mereka, maka mereka akan dicambuk. Kalau mereka tetap mengatakan halal, maka mereka akan dibunuh. Ya. Eh, maka Umar menegur Qudamah. Kata Umar, "Ama innaka laqa waanta wail shihat lam tasrabul khamar." Ayat ini maksudnya kalau kau bertakwa, kalau kau beriman, kau beramal saleh, kau tidak akan minum minum khamar. Ya, karena ayat ini sudah turun untuk orang-orang se sebelumnya TB. Akhirnya mereka pun berhenti. Mereka tidak tahu kalau itu ternyata bukan begitu paham ayat tersebut. Jadi mereka salah paham. Mereka mentakwil ayat yang harusnya tafsirannya bukan bukan demikian. Akhirnya ketika mereka sadar eh nadimu wa alimu, mereka pun menyesal dan mereka tahu bahwasanya mereka bersalah. Justru waisu minah dan mereka kayaknya kita enggak bakalan diterima tobatnya oleh Allah. Saking takutnya mereka kepada Allah karena mereka ternyata salah. Sudah minum khamar lama mungkin baru ketahuan sama Umar. Mereka merasa bersalah. Maka Umar nasihati Qudamah bin Mad'un dengan membawakan surat eh gofir him tanzil kitaballahilambi waqad. Ya, bahwasanya Allah adalah gofiriambi waq. Allah maha mengampuni dan menerima taubat. Kemudian kata Umar, "Maari muharam awalan amahillahian." Saya tidak tahu dosamu mana yang lebih parah wahai Qudamah. Dosa kau pernah menghalalkan khamar atau dosa kau putus asa dari ampunan Allah subhanahu wa taala. Akhirnya dia pun ee apa namanya? Ee bertobat ya. Dan jadi maksud saya ee ini di antara penghalang meskipun seorang terjerumus dalam dosa yang mengkafirkan, maka bisa jadi ada tak takwil yang menghalangi mereka untuk dikafirkan. Oleh karenanya ada perkara-perkara yang seorang dikafirkan tidak perlu untuk diiqamatil hujjah. Misalnya dia tinggal di negeri kaum muslimin dan dia dulu salat, tiba-tiba dia bilang salat tidak wajib. Ini kafir gimana ya? Tiba-tiba dia bilang salat tidak wajib. Tidak perlu ini kamu kafir tinggal kita suruh dia bertobat. Seperti ini tidak perlu iqamatul hujjah ya. Ini sudah jelas dia mengingkari sesuatu yang merupakan landasan orang Islam bahwasanya ee namanya salat itu wa wajib. Demikian juga kalau ada yang mengatakan orang Nasrani, Yahudi, Buddha, Hindu, semua masuk surga. Ini enggak perlu kita ikumatil hujjah. Orang seperti begini langsung keluar dari Islam. Yang kita perlu kita suruh mereka bertobat. Karena ini mereka mengingkari hal yang sudah orang semua sudah tahu. L ngapain Nabi berdakwah kalau kalau ternyata semua masuk surga? Nabi kurang kerjaan. Kalau semua orang masuk apa? Surga. Semua masuk surga. Enggak ada yang masuk neraka. Semua masuk apa? Sur surga. Ya. Kalau syirik enggak apa-apa kok. Yang disembah juga adalah Allah. Enggak apa-apa menyembah Nabi Isa, Isa juga Allah. nyembah berhala. Berhala juga Allah. Semua ciptaan Allah. Semuanya menggambarkan tentang keesaan Allah. Sudah ini seperti gini gak perlu iqamatul hujah. Tinggal kita suruh mereka bertobat. Yang iqamatul hujah itu yang tidak sampai hujah kepadanya atau ada syubhat seperti kesalahan seperti begini sudah jelas langsung bisa mengkafirkan. Ya tayib. Oleh karenanya para ulama membahas antara takfirul mutlak dengan takfir almayyan. Takfir mutlak itu hukum perbuatan kafir. Adapun ketika vonis persoon per persoon maka butuh terpenuhi syarat dan hilangnya penghalang. Ya, butuh terpenuhnya syarat dan hilangnya penghalang. Ya, paham sampai sini. Dari sini semakin menyulitkan ee seorang tidak mudah-mudah mengkafirkan orang-orang orang lain. Ya, tidak mudah mengkafirkan orang lain. Tapi boleh mengkafirkan kalau memang sudah terpenuhi syarat dan hilangnya penghalang. Wallahuam bisawab. Tib kita lanjutkan. Kemudian kita lanjut ee perkataan At Thaahawi rahimahullah. Wala naquulu la yadurru maal imani dambun liman amilahu. Eh la yadur maal imaniambun liman amilahu. Yaitu perkataan kami tidak berkata. Kami tidak berkata dosa tidak memberi mudarat kepada pelakunya jika beriman. Ahlusunah mengatakan bahwasanya dosa pasti memberi pengaruh. Adapun murjiah mengatakan yang gulat murjia ekstrem mengatakan yang penting kau beriman dosa apapun tidak mempengaruhi. Pendapat ini, perhatikan pendapat ini dinisbahkan kepada sebagian murjiah. Akan tapi tidak diketahui siapa tokohnya. Tapi tidak semua murjiah. Tidak semua murjiah. Murjiah banyak macam. Murjiah. Banyak macam ya. Jadi, ada murjiah gulat, ada murjiah ekstrem, ada murjiah yang biasa ya, ada Karamiah, ada Asyairah, ada Jahmiyah. Berbagai macam model murjiah. Adapun Murjiah yang mengatakan dosa tidak punya pengaruh terhadap iman sama sekali, maka ini dinisbahkan kepada sebagian murjiah. Namun kata Ibnu Taimiyah, saya tidak tahu siapa pengucapnya, tokohnya siapa, enggak tahu. Cuma ketika ahlusunah membantah perkataan mujah, di antaranya mereka membantah perkataan ini. Berarti perkataan ini pernah ada. Cuma siapa pengucapnya tidak dikenali. Ini disebut Ibnu Taimiyah dalam Majmul Fatawa jilid 7181. Beliau mengatakan ada tapi bukan semua perkataan murjiah. Karena murjiah yang lain mengakui bahwasanya dosa punya pengaruh. Dosa punya pengaruh. Mereka hanya permasalahan dalam definisi iman. Bahwasanya iman hanyalah tasdik, hanya pembenar. Insyaallah kita akan bahas pada kesempatannya. Tetapi mereka sepakat bahwasanya dosa punya pengaruh. Yang mengatakan dosa tidak mempengaruhi iman sama sekali. Ini hanya sebagian murjiah, yaitu murjiah yang ekstrem. Adapun ahlusunah, dosa pasti memberi pengaruh terhadap iman pelakunya ya di dunia apalagi di akhirat. Dan yang paling membahas panjang lebar adalah Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Addawa Add Waddawa. Addwaddawa atau Jawabul Kahfi. Aljawabul Kahfi ya. Ee beliau menyebutkan tentang puluhan dampak dari maksiat di dunia maupun di di akhirat ya. Dan dampak yang pertama adalah menimpa hati sese seseorang. Mungkin orang bilang dampak maksiat terkait ekonominya, terkait dengan kesehatan. Enggak dampak pertama mengenai hatinya. Hatinya kata Rasul sahu alaihi wasallam, innal abda idamaamban [Musik] nuqitat fiqbihi nuktatun sauda. Sesungguhnya seorang jika melakukan dosa maka ternoda dalam hatinya satu titik noda hitam. Ya. Dan kalau sudah ada titik-titik hitam, maka pengaruh hatinya. Mungkin dia tidak semangat ibadah, mungkin dia futur, mungkin dia jadi candu maksiat, banyak hal. Jadi jangan sangka bahwasanya dosa mungkin jadi miskin. Banyak orang pendosa malah kaya raya. Banyak. Tidak banyak. J mungkin khusyuk susah. Khusyuk susah. Tawakal kepada Allah susah. Justru pertama kali yang diserang oleh dosa adalah apa? Ha? Hati. ini terpengaruh di di di dunia ya tentang kebahagiaan dia, tawakal dia, husnudan dia kepada Allah. Makanya kata Ibnu Qayyim kenyataan menunjukkan pelaku maksiat susah husnudzan kepada Allah. Susah karena hatinya sudah ternoda dengan banyak titik-titik hitam. Di akhirat tentu dosa punya pengaruh bisa mengakibatkan azab bagi pelaku-pelaku dosa tersebut. Ya. Maka di sini ee At Thaahawi mengatakan, "Kami tidak mengkafirkan pelaku dosa selama dia tidak menghalalkannya." Ya, sebagaimana perincian yang kita sebutkan pada pertemuan lalu. Namun kami juga tidak berkata bahwasanya dosa tidak punya pengaruh. Yang benar dosa pasti punya apa? Pengaruh. Wal bud kata Ibnu Qayyim, pasti punya pengaruh. Enggak mungkin enggak. Dosa itu pasti punya pengaruh dan pengaruhnya bisa langsung dalam hati. Adapun efek belakangan terkait dengan kehidupan misalnya tentang kesehatan, tentang ee hal-hal lain bisa jadi belakangan, tapi akan ada dampaknya seperti racun. Racun kalau masuk tidak langsung memberi efek sedikit-sedikit sampai akhirnya mematikan. Dosa seperti itu. Kalau tidak segera bertobat, dia akan akumulasi kemudian berikan efek yang dahsyat tanpa disadari oleh ee pelakunya. Maka seorang kalau berdosa segera bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan di akhirat seorang melakukan dosa paling tidak akan di ingatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, makanya Fudhail bin Iad berkata, "Waata minka wain af." Malu kepada Engkau ya Allah meskipun kau ampuni. Ya, karena dalam sebagian riwayat Allah mengatakan, "Wahai fulan, bukankah kau pernah melakukan ini? Melakukan dosa ini kata dia, Naam." "Benar ya Allah. Bukankah pernah melakukan dosa ini di tempat ini." "Benar, ya Allah." Jadi dosa-dosanya Allah ingatkan ini sudah hal yang sangat memalukan. Ketika dia bertemu Allah kemudian Allah ingatkan tentang dosa-dosa yang dia lakukan meskipun dimaafkan sungguh memalukan. Jadi dosa pasti berdampak Tib. Setelah itu ee At Thaahawi melanjutkan ee pernyataan tentang pernyataan beliau tentang akidah. Beliau berkata, "Warju lil muhsinina minal mukminin an yafua anhum." Dan kami berharap bagi orang-orang yang berbuat baik dari kalangan kaum mukminin agar Allah mengampuni mereka. Wudukilumul jannah. Dan agar Allah memasukkan mereka dalam surga birahmatihi dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala. Wamanu alaihim. Namun kami tidak merasa aman atas mereka. Ya, kami berharap tapi belum tentu mereka masuk surga. Artinya ada orang saleh-saleh kata mereka orang saleh dari kalangan mukminin. Kami berharap dosa mereka semua diampuni dan semoga Allah mengukkan mereka dengan dalam surga ya. Namun kami tidak merasa aman terhadap mereka karena belum tentu. Kenapa? Yang kita lihat cuma zahirnya. Kita enggak tahu amal batinnya. Kita enggak tahu bagaimana hakikatnya di sisi Allah Subhanahu wa taala. W nasat lahum bil jannah. Dan kami tidak akan mengatakan mereka ee pasti mau surga.fir liihim. Dan kami mohon ampunan buat para pelaku dosa di antara mereka. Waakhafu alaihim. Dan kami khawatir mereka masuk neraka. Wala nuqnituhum. Namun kami tidak mengatakan pasti masuk neraka. Kami tidak buat mereka putus asa. Kami tidak buat mereka pasti e untuk putus a putus asa. Tapi di sini ada banyak pembahasan. Ada pertama ee kalimat pertama, kami berharap bagi orang yang baik untuk masuk diampuni oleh Allah dan masuk surga. Namun kami tidak merasa aman terhadap mereka. Bukan berarti mereka pasti masuk surga. Makanya kami tidak mempersaksikan mereka pasti masuk surga. Orang pelaku maksiat kami harapkan agar Allah ampuni dosa-dosa mereka dan kami khawatir atas mereka tapi kami tidak memastikan mereka masuk neraka. Jangan buat mereka putus asa. Karena urusan surga dan neraka urusan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Tib. Kita bahas sekarang ya kaidah-kaidah terkait pernyataan di atas. Saya ulangi, orang yang baik kita berharap mereka masuk sur surga. Kami kita berharap diampuni dosa-dosanya. Namun kita tidak merasa mereka pasif. Kita tidak merasa aman atas mereka karena belum tentu mereka masuk surga. Kenapa? Karena kita tidak tahu hakikat amal mereka. Pertama, amal mereka diterima atau tidak kita enggak tahu. Amal zahirnya terima atau tidak kita enggak tahu. Terus amal batin mereka kita tidak tahu. Yang kita lihat cuma zahir. Enggak ada indikator misalnya kelihatan gak kelihatan. Kita enggak tahu. Kita cuma lihat zahirnya. zahirnya pun kita enggak tahu diterima atau tidak oleh Allah. Terus batin mereka kita enggak tahu. Batin mereka kita tidak tahu. Sama pelaku dosa pun demikian. Kita zahirnya mereka melakukan maksiat bisa jadi batin mereka baik. Kita enggak tahu. Sehingga dua-duanya tidak bisa kita pastikan. Yang berbuat baik tidak bisa kita pastikan masuk surga. Kita hanya berharap mereka mau surga. Yang berbuat maksiat kita tidak pastikan masuk neraka. Tapi kita khawatir mereka masuk apa? Neraka. Paham? Tayib. berapa kaidah? Nanti kita lanjut lagi insyaallah. Yang pertama, dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa taala ee tidak mengazab pelaku maksiat jika diazab dengan detail, dengan detail seluruh dosanya. Akan tetapi sebagian saja. Jadi Allah mengazab kalau orang masuk neraka cuma mengazab sebagian dosa, tidak seluruh dosa dosanya. Misalnya seorang punya dosa 1000, dalil-dalil menunjukkan Allah tidak mengazab 1000-ya. Allah mungkin mengazab mungkin kurang dari 900, 800, 500, 300. Wallahualam. Dari sekian banyak dosanya. Kenapa? Dalil-dalil menunjukkan mereka dikeluarkan sebelum selesai ee selesai jatah siksaannya. Dengan apa? Di antaranya dengan syafa syafaat. Makanya Ibnu Katsir ketika menafsirkan firman Allah, wahal nujazi illal kafur. Dan tidaklah kami membalas setimpal kecuali orang-orang kafir. Kami tidak membalas setimpal kecuali orang-orang kafir. Kata Ibnu Katsir, shadqallahulzim la yuaqibu bimitli fi'lihi illal kafur. Allah tidak. Demi sungguh Allah maha benar. Allah tidak mengazab seseorang sesuai setimpal dengan perbuatannya kecuali orang-orang ka kafir. Adapun orang non kafir yaitu orang mukmin tidak diazab setimpal dengan dosanya. Kalaupun mereka masuk neraka, maka mereka diazab selesai sebelum jumlah dosanya. Paham maksudnya? Saya ulangi. Kalau orang ini punya dosa 1000, kalaupun dia diazab, dia tidak akan diazab dengan 1000 dosa tersebut, tapi kurang daripada hal tersebut. Dalilnya apa? Dalilnya banyak. Di antaranya hadis-hadis syafaat. Malaikat beri syafaat. Beri syafaat berarti apa? Berarti mereka keluar sebelum waktunya. Iya. Enggak. Itu namanya syafaat. Mereka keluar sebelum waktunya. Syafaatil malaikah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, para malaikat beri syafaat. Wasyafaatil anbiya, para nabi juga memberi syafaat. Wasyafaal mukminun, kaumin juga memberi syafaat. Wabaqi rahmatu rabbil alamin. Kemudian syafaat Allah, Allah keluarkan mereka. Bukan syafaat, tapi rahmat Allah. Rahmat Allah. Rahmat Allah. Allah keluarkan orang-orang dari neraka dengan kehendak Allah Subhanahu wa taala. Jadi dikeluarkan sebelum waktunya. Dikeluarkan sebelum wak waktunya. Ini menunjukkan ee dan ini mungkin kita bisa katakan inna rahmati e sabaqat gadobi. Sesungguhnya rahmatku mendahului kemurkaanku. Buktinya Allah tidak mengazab secara detail pelaku dosa. Kalaupun mereka masuk neraka ee tetapi sebelum waktunya. Paham? Yang pertama. Yang kedua, azab ditimpakan atas dosa yang dilakukan langsung juga dosa yang dia adalah penyebabnya atau dia ada andilnya. Jadi, pelaku dosa Allah azab dan juga yang punya andil dalam dosa tersebut. Ya, maksudnya ee diazab karena dosanya baik dia lakukan secara langsung maupun dia tasabbuban ataupun dia sebab munculnya dosa yang lain. Allah berfirman, "Liyahmilu azarahum kamilatan yaumalqiamah wamin azarilladina yudillunahum bihir ilm." Hendaknya mereka memikul dosa-dosa mereka secara sempurna pada hari kiamat dan juga dosa-dosa orang yang mereka sesatkan. Man dalla falahu ajruha wa ajru man amila biha. Siapa yang menunjukkan kepada kesesatan maka bagi dia dosa kesesatan tersebut dan dosa orang yang mengamalkan kesesatan tersebut. Kenapa? Karena dia membuka jalan terjadinya kesesatan, maka dia juga mendapatkan dosa meskipun orang lain yang melakukan karena dia sebab terjadinya maksiat tersebut. Ya, sama seperti Rasulull sahu alaihi wasallam mengatakan, "Tidaklah seorang pun dibunuh secara zalim kecuali anak Adam yang pertama ikut memikul dosanya." Liannahu awalu man sannal qatal. Karena dia yang pertama kali mencontohkan membunuh tanpa sebab. Membunuh dengan kezaliman. Tidak ada seorang pun terbunuh dengan kezaliman kecuali anak Adam yang pertama ikut memikul apa dosanya. Kira yang pertama kali mencontohkan dia punya dosa jariah. Jadi hati-hati seorang ketika melakukan dosa jangan pikir dia saja tapi efek dari dosa yang dia lakukan bisa mengenai banyak o banyak orang ya. Jadi gampangannya seorang misalnya ee wanita kemudian keluar di menampilkan auratnya sehingga menyebabkan banyak orang yang bermaksiat. Semakin banyak bermaksiat, semakin banyak dosa. Kemudian dari situ mungkin maksiat-maksiat yang lain membuat orang kemudian ingin melakukan zina gara-gara melihat dia. Maka banyak maksiat terjadi, dia juga kena. Semua maksiat yang timbul gara-gara perbuatan dia, dia juga ikut menanggung dosa dosanya. Ikut menanggung dosanya. Ya. Kemudian berikutnya pendosa ee pendosa mukmin. Kalau ada orang mukmin berdosa, pendosa mukmin dia orang mukmin dia baru masuk neraka jika dosanya lebih berat, dosanya lebih berat. Jadi ditimbang dulu dosanya lebih berat baru masuk neraka dan tidak mendapatkan ampunan maupun syafaat. Ada orang dosanya lebih banyak tapi ternyata Allah ampun ya sudah tidak jadi masuk neraka. Atau dia mau masuk neraka ternyata dapat syafaat sebelum masuk neraka tidak jadi masuk apa? Neraka. Tapi kalau dia dosanya lebih berat setelah ditimbang di mizan dan ternyata dia tidak diampuni dan juga tidak dapat syafaat maka dia baru masuk nera neraka. Jadi masuk neraka itu harus dosa lebih berat tidak diampuni dan juga apa? tidak mendapat syafaat. Tib. Kaidah yang keempat. Dalil-dalil menunjukkan akan ada pelaku dosa yang pasti diazab dan akan ada juga yang pasti diampuni. Dalil-dalil menunjukkan ada pelaku dosa yang pasti diazab tidak diampuni dan ada pelaku dosa yang di diampuni. Dalilnya banyak terlalu banyak dalil pelaku dosa masuk neraka. Hadisnya mutawatir. Sehingga mereka diberi syafaat mereka keluar. Mereka ini pelaku dosa atau bukan? Diazab di neraka. Diazab di neraka. Kemudian dapat syafaat keluar. Berarti dalil menunjukkan ada orang pelaku dosa tidak diampuni. Benar atau tidak? Ada tidak diampuni masuk neraka. Dan ada juga yang diampuni oleh Allah seperti hadis bitaqah diampuni oleh Allah subhanahu wa taala ya. Seperti hadis yang Allah tunjukkan kau pernah melakukan gini, kau pernah gini. Iya, iya. Iya. Kata Allah, "Waqad satartu alaika fid dunya." Dulu saya pernah saya tutupin dosa-dosamu ketika dunia. Wa agfir lakal yaum. Dan sekarang aku ampun. Ini dosa-dosa yang dia tidak sempat bertobat. Dosa-dosa yang tidak sempat bertobat. Kata Allah, "Dulu saya tutup aib-aibmu. Sekarang saya ampuni engkau." Berarti dalil menunjukkan ada dua model manusia. Model pelaku dosa pasti diazab dan model pelaku dosa pasti diampu ampuni. Makanya semua dosa selain syirik kita bilang tahta masyiatillah. Sesuai kehendak Allah. Tahta masyiatillah. Innallaha la yagfiru ayusraka bih wagfiru ma dunalik lim yasya. Allah tidak mengampuni dosa syirik. Tapi selain syirik terserah terserah Allah. Kalau Allah ingin ampuni, Allah ampuni. Kalau Allah ingin azab, Allah aab. Dari sini ada beberapa ee pendapat yang keliru, ya. Ini perhatikan pendapat-pendapat yang keliru. Di antaranya ee yang mengatakan bahwasanya yang satu para fasik, para fasik itu pelaku dosa besar pasti diazab. Pasti di azab. Ini pendapat siapa? Pendapat Muktazilah. Ya, Muktazilah dan Khawarij. Ya, kalau Khawarij bilang orang fasik pelaku dosa besar kafir. Kalau Muktazilah fil manzilah bainal manzilatain. Tapi mereka tidak akan selamat. Makanya mereka mengingkari hadis-hadis syafaat. Mereka mengingkari hadis-hadis syafaat. Hadis-hadis syafaat mereka enggak ada. Pokoknya kalau k besar enggak ada tahta masyiatillah pasti masuk apa? Neraka. Ini sesat. Yang kedua, sebaliknya semua orang fasik, semua muwahid, muwahid ahli tauhid meski fasik pasti diampuni. Pasti diampuni. Ini tadi murjiah gulat ya. Gulat murjiah. Murjiah ekstrem yang kita tadi sebutkan pendapatnya yaitu la yadurru ee ee apa? alan bidam ya bahwasanya la yadur ma al imanambun bahwasanya dosa tidak mempengaruhi iman yang mereka berkata dosa tidak mempengaruhi iman oke paham ini juga sesat karena kita tahu dal-dal menunjukkan ada yang diazab dan ada yang diam diampun yang ketiga yaitu ee yang menyatakan bahwasanya nya wallahuam kata mereka. Wallahuam ya. Kata dia ee abstin apa namanya? Abs abst kata dia mungkin mungkin semuanya Allah azab dan mungkin semuanya Allah ampuni. Kata dia, "Mungkin semuanya Allah azab atau sebaliknya." atau sebaliknya. Mungkin semuanya Allah juga ampuni. Benar atau salah? Ini salah. Karena dalil menunjukkan ada yang diazab, ada yang diam diampuni juga pendapat ini keliru. Dan ini sebagian ahlul kalam menyatakan demikian. Ya. Kemudian juga ada pendapat yang lebih parah. Dia mengatakan ya ini 1 2 3 4. Bahwasanya tidak ada azab di akhirat. semuanya akan masuk surga. Tidak ada azab di akhirat. Semuanya masuk surga. Ya, bahkan mereka bilang mukmin kafir semuanya masuk masuk surga. Allah hanya nakut-nakutin aja. Allah hanya apa? Nah, ini ini tersebar di zaman sekarang. Pendapat zaman sekarang. pendapat mungkin orang perasaan sufi gitu-gitu yang ekstrem ah enggak ada semua masuk masuk surga masa Allah azab makhluk yang dia ciptakan pakai perasaan sehingga orang bilang enggak Allah cuma nakut-nakuti saja supaya hidup yang benar pas mati semuanya masuk apa sur surga ini bahaya seperti ini. Filsafat-filsafat mengerikan seperti ini orang zindik. Kalau perkataan seperti ini orang semua maksiat. Kalau gitu beruntunglah per maksiat senang di dunia, senang di akhirat kalau semuanya masuk surga orang beriman rugi dong. Iya enggak? Mereka enak senang-senang minum khamar, zina, narkoba, terus mati masuk surga. Setengah mati kita enggak boleh makan ini, enggak boleh makan anu, enggak boleh ini, enggak boleh anu, terakhir ketemu di surga. Ente bahlul kenapa dulu tidak senang-senang? Hebat seperti ini. Kita rugi kalau begitu. Ini semua perkataan yang yang salah. Semua perkataan yang salah. Tib. Terakhir kita akan bahas kaidah yang berikutnya. Tadi ee kata ee At Thaahawi, "Kami berharap orang-orang yang berbuat ihsan yafu anhum agar Allah mengampuni mereka." saya. Dan ini ee kata Ibnu Taimiyah rahimahullah ya. Yang keempat sekarang kaidah yang kelima ada sekitar 10 sebab. Seorang mukmin diampuni. Diampuni. Ibn Ibnu Abil Izah Hanafi ee menyebutkan ada sekitar 12 ya, sekitar ee 12 sebab seorang mungkin di diampuni. Ya, saya sebutkan secara singkat ya. Yang pertama taubat ya. Mungkin dia bermaksiat tapi di ujungnya mungkin dia bertobat. Kita enggak tahu. Paham? Yang kedua, sebab pertama dia tobat. Ini dalam syarah thahawiyah ada. Saya tidak akan panjang lebar k pengajian saya ada pengajian khusus tentang ini. Sebab-sebab diampuni dosa. Sekedar saya singkat saja. Yang kedua adalah istigfar juga kita bahas apa bedanya tobat dan istigfar. Kemudian yang ketiga ee misalnya ee kebaikan-kebaikan hasanatul mahiyat. Alhasanatu almahiyah. Yaitu amal saleh yang menggugurkan dosa-dosa. Amal saleh yang mengugurkan dosa seperti kalau puasa maka diampuni dosa-dosa. Haji diampuni dosa-dosa, sedekah mengampuni dosa-dosa. Ini namanya alhasanatul mahya. Mungkin dia maksiat tapi dia juga punya amal saleh yang bisa mengugurkan apa? dosa-dosa. Yang keempat di antaranya musibah-musibah. Musibah-musibah yang dialami sakit, ee sedih, gelisah, ee lapar, ya. E ya semuanya apa? musibah diomelin orang, diomelin istri mengurangi dosa tidak mengurangi dosa diomelin suami mengurangi dosa ya banyak hal dielin bos sedih, buat kita nangis ini semua kalau kita sabar mengurangi apa doa musibah-musibah mengugurkan dosa muslim nasabin w wasin w hamin wala azan wala hazanin hatta tidak suatuun yang menimpa seorang mukmin letihletih juga letih sakit sedih, gelisah ganggu gangguan orang sampai duri kecuali akan mengampuni dosa dosa-dosanya. Berapa menit lagi Ustaz? Du 2 menit. Ayo masih lanjut TB. Yang kelima, azab kubur. Azab kubur ada dua model. Ada azab kubur yang merupakan mukadimah kemudian akan berlanjut lebih parah seperti azab kubur yang menimpa orang kafirin. Seperti menimpa Firaun dan pengikutnya, penimpa ahlusodom, pelaku homoseksual, menimpa ee kaum Nuh. Ya, itu mukadimah selanjutnya lebih parah. Dan ada orang beriman yang enggak diazab kemudian mengugurkan dosa-dosa sebagian dosa mereka cukup diazab di ee kubur. Kemudian yang keenam misalnya apa? Doa orang beriman. Doa kaum mukminin untuknya. Kaum mukminin berdoa doakan dia semoga diampuni. Semoga diampuni. Ya Allah berilah penerangan pada kuburannya. Ya Allah ampuni dosa-dosanya azab enggak jadi diazab. jadi diazab atau azabnya di dikurangi. Ya. Yang ketujuh adalah ee amal yang di amal yang diilakukan untuknya seperti sedekah atas nama dia, haji atas nama dia, umrah atas nama dia, maka bisa menggugurkan dosa-dosanya. Ya. Ya. Sebagian ulama berpendapat beri hadiah ya. Hadiah baca Quran ini khilaf. Tapi intinya yang disepakati umrahkan dia, hajikan dia, sedekah atas nama nama dia. Yang kedelapan, dahsyat kedahsyatan hari kiamat. Hari kiamat ini ee mengurangi dosa-dosa di antaranya wallahuam bisawab ya. Eh eh ini ini kata kata Ibnu Taimiyah mengurangi dosa-dosa seperti antaranya himpitan qabar. Damatul qabar. Kalau orang masuk kuburan dihimpit. Ini adalah SOP yang harus dilewati oleh semua yang masuk masuk kuburan. Makanya Nabi mengatakan laalima minha lanaja Saad bin Muad. Kalau ada yang selamat tentu Saad bin Muad akan selamat. Dia pun yang ketika meninggal arsy bergetar dia pun tidak selamat dari apa? Himpitan apa? Kubur. Tapi itu mengurangi apa? dosa dosa-dosa seperti orang sakaratul maut juga dialami. Nomor adalah ee apa namanya? Ee jika melewati sirat ya di qantarah. Di qantarah. Kalau sudah sirat dilewati di qantarah maka akan dikisos antara mereka. Ini pembahasan panjang ya. Sudah lewat sirat tinggal masuk surga. Tungguh di kontoro ada sebagian dosa-dosa yang mereka di saling memaafkan di antara mereka ya. Ada yang mengatakan qisas di Qontar itu adalah qisos yang Allah tunda. Karena sebelumnya qisos di padang mahsyar dahsyat masalah-masalah besar. Mungkin orang tidak memaafkan. Ada sebagian qisos ditunda di kontoro sehingga orang yang penting sudah selamat sudahlah saya maafin. Ada yang mengatakan demikian sehingga dia dimaafkan. Di antaranya dahsyat hari kiamat tadi kita bilang apa? Datul qabar. ini di kubur di umatul qabar himpitan kubur. Kemudian di antaranya ee siksaan di atas sirat. Di atas sirat. Di atas sirat dicabik-cabik. Seorang dicabik-cabik ternyata selamat. Cabik-cabikan itu adalah hukuman bagi sebagian dosanya. Karena dosanya tidak membuat dia harus masuk neraka. Tapi dikurangi dengan dicabik-cabik tapi akhirnya dia selamat. 10. Syafaat. Syafaat. Syafaatnya orang beri syafaat. Yang ke-11 ampunan Allah. Ampunan Allah ya. Selain apa? Syafaat tayib. Nanti kita bahas lagi azan ya. Silakan. Demikian. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.