Kind: captions Language: id Ahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsaniu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanin hadirathmati Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan ee bab berikutnya dari kitab alkabair karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala babun Alistikfa biahlil fadl. Bab tentang menghina atau merendahkan orang-orang yang memiliki kemuliaan. Ee maksudnya hal ini termasuk dari dosa besar merendahkan mereka, menghina mereka. Ya, itu orang-orang yang memiliki keutamaan terutama terkait dengan keutamaan agama. Kenapa dikatakan dosa besar? Karena seharusnya kalau orang cinta sama agama, terus dia melihat ada orang rajin salat, rajin ibadah, kemudian nampak pada orang tersebut ee nilai-nilai agama yang tinggi, tentunya dia akan menghormati sebagai bentuk penghormatan terhadap agama, sebagai bentuk pemuliaan terhadap agama. Tapi kalau ternyata dia melihat orang-orang yang agamanya kuat, malah dia rendahkan, malah dia remehkan, ini ada permasalahan dalam hatinya. mungkin dia benci kepada kepada agama. Kenapa sampai dia tidak suka sama orang yang ee apa namanya? Memiliki nilai-nilai agama yang tinggi. Oleh karenanya beliau membawakan bab ini maksudnya di antara dosa besar adalah meremehkan, menghina, merendahkan orang-orang yang nampak pada diri mereka nilai-nilai agama. Kemudian beliau membawakan hadis di antaranya an ibni Amr radhiallahu anhuma marfuan. Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma secara marfu Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Laisa minna man lam yarham shogirana walam ya'rif syarofa kabirina." Bukan dari kami orang yang tidak menyayangi yang kecil, anak-anak kecil atau anak-anak muda di antara kami. Dan bukan dari kami orang yang tidak mengenal kemuliaan orang-orang besar di antara kami. Jadi, seorang mukmin hendaknya sayang kepada yang lebih kecil dan hormat kepada yang lebih besar. Ini secara umum kita memuliakan orang yang lebih tua ya. Bagaimana lagi kalau orang tersebut ternyata agamis ya, ternyata rajin salat, rajin ibadah, rajin sedekah ya, kemudian ee melakukan nilai-nilai agama yang nampak pada padanya. Apalagi sampai menghina ya. Ini sungguh hal yang sangat berat ya. Oleh karenanya dalam Al-Qur'an kita dilarang ee menghina kaum mukminin secara umum. Ya Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanuq minakunuir minhum." Wahai orang beriman, janganlah ee sebagian kalian atau suatu kaum mengejek kaum yang lain. Bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Allah Subhanahu wa taala ee mengatakan orang-orang yang mengejek orang-orang sedang bersedekah alladina yalmizunal mutina minal mukminina fodqat. Orang-orang munafik yaitu mereka mengejek orang-orang yang sukarela ketika bersedekah. Dijjek ah sedekah banyak dibilang ria. Sedekah sedikit katanya Allah enggak butuh kalau cuma sedikit. Jadi sedekah banyak salah. Sedekah sedikit apalagi salah. Mereka ngejek. Makanya Allah mengatakan, "Alladzina yalmizun minalqat walladina laajiduna illa juhdahum minhumakirallahu minhum." Itu orang-orang yang mengejek orang-orang yang bersedekah dengan sukarela. Demikian juga mengejek orang-orang yang tidak bisa sedekah kecuali cuma sedikit. Maka mereka pun mengejek, Allah pun akan mengejek mereka. Ini secara umum. Apalagi yang diejek adalah orang-orang yang memiliki kemuliaan dalam agama. Ya, maka ini sangat berbahaya menunjukkan hatinya bermasalah. Dia kok tidak suka sama orang yang agamis. Ada orang pakai jilbab, ada orang berdakwah, ada orang ee menghidupkan syiar-syiar Islam kok dia tidak suka. Bahkan dia ngejek, bahkan dia merendahkan. Nah, ini berarti ada masalah dalam hatinya terkait agama. syarat dia tidak suka dengan agama karena dia meremehkan simbol-simbol agama. Di antara simbol-simbol agama adalah orang-orang yang menjalankan nilai-nilai agama. Terus hadis berikutnya, wali Abi Daud an Abi Musa marfuan. Al Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari secara marfu. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Inna min ijlalillah ikramaibah almuslim." Di antara bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan orang muslim yang sudah beruban. Mana yang sudah beruban? Wahamil Quran dan juga memuliakan ee orang yang hafal Quran. Giril goli fihi wal jafi anhu yang tidak berlebihan dalam Al-Qur'an dan juga tidak menjauh dari Al-Qur'an. Karena Rasulullah bersabda, "Inna ijlalillah." Di antara bentuk mengagungkan, memuliakan Allah adalah memuliakan tiga orang ini. Yang pertama, zu asyaibah almuslim. Yaitu seorang muslim yang sudah beruban. Maksudnya apa? Para ulama menjelaskan yaitu dia sudah lama beribadah. Orang ini lebih dahulu daripada kita beribadah. Dia sudah menjalani ee peribadatan kepada Allah sampai rambutnya berubat. Selama ini dia sudah salat sudah sekian puluh tahun sampai rambutnya beruban. Selama ini dia telah menafkahi anak istrinya sampai rambutnya beruban. Orang ini telah ubannya karena Allah Subhanahu wa taala ya. Selama ini dia baca Quran terus dia dibaca Quran sampai rambutnya beruban. Maka orang begini hendaknya dimuliakan ya karena di antara umurnya dia habiskan untuk beribadah kepada Allah. Ya, ini bukan beruban karena minum khamar terus bukan ya. Bukan beruban karena main judi terus. Tidak. Maksudnya muslim yang taat sampai beruban. Kita tahu orang ini sejak muda, dia sering ibadah, sering taat. Yakin hendaknya kita muliakan dia. Karena ubannya ini mengingatkan dia sudah banyak beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Dia sudah banyak berjuang di jalan Allah Subhanahu wa taala. Maka orang seperti ini hendaknya di dimuliakan. Ini menunjukkan dia menampakkan nilai-nilai agama ubannya. Dia beruban karena beragama. Karena dia beruban dalam menjalankan ibadah kepada Allah ya. Maka hendaknya kita muliakan. Yang kedua, yang hendaknya dimuliakan adalah hamilul Qur'an, yaitu orang-orang yang menghafal ee Al-Qur'an. Yang menghafal Al-Qur'an tetapi tidak berlebihan. Gali maksudnya berlebihan dalam Al-Qur'an dan juga tidak jauh dari Al-Qur'an. Tidak jauh dari Al-Qur'an. Yang dimaksud dengan hamil Quran, penghafal Quran yaitu bukan sekedar menghafal tapi juga mengamalkannya. Mengamalkannya. Ya. Dalam satu hadis Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ya bil qurani wa ahlihi." Pada hari kiamat kelak akan didatangkan Al-Qur'an dan ahli Quran. Siapa ahli Quran tersebut? Alladzina yaaluna bihi. Yaitu yang mengamalkan Al-Qur'an. Dalam riwayat seperti yang dimaksud dengan ahlul Quran itu bukan penghafal doang, tapi alladzina yaaluna bihi. Yang dia hafal dan dia juga mengamalkannya. Taqdumuhu suratul baqarah wa alu imran ya atau wa ali wa ali imran ya. maka dia surah Al-Baqarah dan Al Imran mendahului dia yaitu untuk memberi syafaat kepadanya. Yang menjadi perhatian kita di sini Rasulullah menjelaskan yang dimaksud dengan ahlu ahlul Quran maksudnya alladzina ya'maluna bihi yaitu orang yang mengamalkannya. Makanya orang yang hafal Quran tapi dia tidak murajaah siangnya dia tidak mengamalkannya ya maka dia disiksa di alam barzakh. Di malam hari dia tidur tidak dia baca. siang hari dia tidak amalkan, ternyata Quran tersebut akan menyerang dia di alam barzakh sebelum hari kiamat. Makanya Rasul Sahu Alaih Wasallam bersabda, "Alquranu hujjatun lak alik." Al-Qur'an itu akan membelamu atau akan menyerangmu, jadi memerang bagimu. Ini peringatan kepada orang-orang yang hafal Quran. Mereka punya konsekuensi untuk bisa mengamalkan Al-Qur'an tentunya semampunya. Fattaqulahum tentu belum tentu kita bisa mengerjakan seluruh apa? ee isi Al-Qur'an. Tapi seorang berusaha mengamalkan semampunya agar Al-Qur'an tersebut membelanya, memberi syafaat baginya, bukan malah menyerangnya dan menyebabkan dia disiksa di alam barzakh. Maka di sini Rasulullah mengatakan, yaitu orang yang hafal Quran girirul ghali fi yang tidak berlebih-lebihan. Apa tidak berlebih-lebihan? Ada yang mengatakan berlebih-lebihan maksudnya menafsirkan sembarangan, mentakwil sembarangan. Ya, berlebih-lebihan adalah yang tengah. Orang yang hafal Quran dia memahaminya hendaknya dimuliakan. Kenyataan ada orang hafal Quran tapi ada. Al-Qur'an tidak masuk ke hati. Tidak masuk ke hati. Seperti orang-orang khawarij, mereka ahli Quran. Rasulullah mensifati orang khawarij. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Yaqraunal Quran la yujawizu tarqiahum." Mereka baca Quran tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mungkin ahli tajwid mungkin suka banyak baca, mungkin sehari khatam atau berapa hari khatam tapi tidak diresapi, tidak ditadaburi Al-Qur'an tersebut. Mereka baca laujawizuqiahum. Mereka bacukan tapi tidak masuk ke dalam tidak melewati apa ee ini kerongkongan mereka tarqiatur quatu ini apa namanya selangkangan. Jadi cuma sampai di leher tidak sampai ke ke hati. Isyarat bahwasanya mereka tidak memahami dan tidak mereka tidak menga mengamalkan. Mereka tidak mengamalkan. Maka seorang berusaha hafal Quran sebisanya yang dia sudah hafal berusaha untuk dia pahami dan dia amalkan sehingga Al-Qur'an akan membela dia pada hari e kiamat kelak. Maka seluruh hadis-hadis yang datang dalam pujian kepada ahlul Quran maksudnya ini syaratnya alladzina ya'maluna bihi yang mengamalkan kandungan Al-Qur'an tersebut. Karena Al-Qur'an itu hujjatun lak alaik. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam bisa membelamu bahkan bisa menyerangmu. Kapan menyerangmu? Jika kau tidak mengamalkannya. Ini orang kedua yang hendaknya di dimuliakan. Makanya ketika perang Uhud kemudian yang meninggal banyak sementara waktu sempit untuk menggali lubang kuburan. Rasulullah menggali satu para sahabat menggali satu lubang kuburan kemudian dua atau tiga orang dimasukkan dalam satu lubang. Maka Rasulullah mengatakan dahulukan yang lebih banyak hafalannya. Dahulukan lebih banyak apa hafalannya. dimuliakan oleh ee Nabi sallallahu alaihi wasallam sehingga dikubur dahulu baru kemudian nyusul yang hafalannya ee belakangan atau lebih sedikit ya. Ini menunjukkan pemuliaan terhadap ee ahli Quran. Kemudian yang orang ketiga yang hendaknya dimuliakan wa ikrama di sultanil muqsid memuliakan sultan yang adil. Sultan yang adil, yang adil dalam hukumnya ya hendaknya dimuliakan. Kalau kita tahu ada penguasa yang adil maka hendaknya kita memuliakannya. Jangan merendahkannya. Dia sudah berusaha semaksimal mungkin menjalankan hukum yang mendekati kepada hukum Allah. Mungkin dia tidak bisa 100% tapi kita tahu dia sudah beru berusaha. Maka pemimpin seperti ini hendaknya kita ee muliakan. Maka hadis ini menjelaskan berarti mafhum mukhalafahnya kalau tadi kata Rasulullah inna min ijlalillah di antara bentuk pemuliaan terhadap Allah adalah memuliakan tiga orang ini. Memuliakan orang yang agamis. Tiga orang ini orang tiga agamis. Yang pertama yang rambutnya putih karena beribadah. Ee antum ngelihat orang rambut putih. Masyaallah sudah berapa tahun dia beribadah ya. Kita belum putih ya. Baru putih sedikit-sedikit. baru baru kemarin dapat hidayah, baru kemarin hijrah. Kadang-kadang lepas lagi. Sudah lama sudah ngurus anak istri, sudah lama, sudah lama bekerja untuk ee sudah lama ke masjid, sudah lama beribadah. Ini harus kita muliakan ya. Kemudian yang hafal Quran dan dalam ee apa namanya? Dengan baik. Dan yang ketiga, sultan yang adil. Ini bentuk memuliakan Allah dengan memuliakan tiga orang ini. Berarti sebaliknya kalau merendahkan tiga orang ini berarti tidak memuliakan Allah Subhanahu wa taala. Kenapa bisa benci sampai bahkan malah merendahkan mengejek? Ah berarti dia bermasalah. Kalau orang hafal Quran, mengamalkan saleh kok dia rendahkan ini bermasalah. Kok jangan-jangan kau tidak suka dengan agama. Jangan-jangan kau tidak suka dengan syariat apa? Islam. Ada orang ee berjilbab, jilbab yang benar, pakai cadar dihina-hina. Ini ada masalah, ada apa dengan kau? Kenapa kau benci dengan orang yang nampak padanya kesalehan? Kenapa benci? Nah, ini bermasalah. Kemudian hadis berikutnya, Q rahimahullah berkata al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala, wali ahmada bisanadin jayyid. Dan al Imam Ahmad periwayatkan dalam mustadnya dengan sanad yang jayid, sanad yang baik. Eh laaisa minna man la yujillu kabirana wala yarhamu shirana wifu liimina haqqohu. Bukan dari kami orang yang tidak memuliakan orang tua di antara kami dan tidak sayang kepada yang lebih muda di antara kami dan tidak mengenal hak orang alim di antara kami. Di sini Rasulullah mengkhususkan kalau hadis-hadis sebelumnya bukan dari kami yang tidak hormat kepada yang tua dan tidak sayang kepada yang mu muda. Ini ada tambahan dan tidak mengenal hak orang alim di antara ka kami. Berarti orang alim mereka punya keistimewaan. Seorang harus mengenali hak orang alim tersebut. Ya. Maka di sini kita hendaknya memuliakan para ulama ya. para ulama yang telah mereka berjuang, mereka telah berdakwah, mereka telah menulis ee buku-buku kitab Amil faedah dari buku-buku tersebut ya. Mereka berusaha menjelaskan kepada umat tentang jalan-jalan kebenaran. Mereka berusaha membantah jalan-jalan yang tidak benar. Ya, mereka menjadi penerangan bagi kita ya. Maka kita harus tahu kedudukan mereka. Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda ee bahwasanya eh fadlul alim alal abid kafadlil qamari ala sairil kawakib. Keutamaan seorang ahli ilmu dibandingkan ahli ibadah seperti keutamaan rembulan dibandingkan seluruh bintang-bintang. Ya, karena rembulan itulah yang beri cahaya. Ya, rembulan cuma satu bintang ribuan, tapi yang beri cahaya penerangan adalah rem rembulan. Maka kalau ada ahli ibadah, dia mulia tetapi hanya terbatas pada dirinya. Beda dengan orang alim. Orang alim menjelaskan, menjelaskan, menjelaskan. Para ulama menjelaskan tentang bahayanya riba. Telah menjelas bahayanya syirik. Tentang bahaya ri bahayanya sombong. Bahaya banyak mereka jelaskan tentang masalah fikih, masalah akidah, menjelaskan tentang sejarah Nabi, menjelaskan tentang tarikh. Kita banyak ambil manfaat dari para ulama. Mereka punya jasa yang besar dalam membentuk pribadi kita, dalam membentuk cara mindset berpikir kita. Ya, para ulama bagaimana ketenangan dalam jiwa dengan jasa mereka. Maka hendaknya seorang tahu membalas budi mereka. Di antaranya mengenali hak mereka. Mereka punya hak untuk dimuliakan. Mereka punya hak untuk dihormati. Makanya Rasulullah mengatakan, "Bukan dari golongan kami orang yang tidak tahu kedudukan ulama, yang tidak tahu hak para ulama." Adapun orang yang tidak peduli sama agama justru sering mengejek para ulama. Apa ulama? Cuma itu aja, cuma ini, bahas ini, bahas ini, diejek ya mengejek para ulama. Tapi di antara mereka ada yang merendahkan mengatakan ah cuma ulama haid dan nifas ya. Maunya ulama ikut sana ke sini teriak-teriak itu baru ulama yang benar. Ada ulama yang cuma ngajarin ah ulama apa cuma pintar di masjid saja maunya seperti mereka mungkin ribut-ribut ya macam-macam ya. Sehingga terkadang ulama di dihina direndahkan ya. Dihina dan direndahkan. Baik kita masuk bab selanjutnya. Ini bab yang paling disenangi oleh para bapak-bapak. Babun iqdobuz zauj. Di antara dosa besar membuat suami marah. Bos. Keren enggak babnya? Keren. Ini bab yang mungkin kurang menyenangkan ibu-ibu ya. Tayib. Di antara dosa besar iqdabuz zauj. Bikin suami marah. Bikin suami ngambek. Siapa di antara bapak-bapak yang tidak pernah ngambek? Ngambek gara-gara is istri, marah gara-gara istri. Ini dosa ya, Ibu-ibu tolong dengar baik-baik ya. Ya, jangan sibuk dengan HP, jangan sibuk ngurusin anak-anak. Dengar dulu ini ya. Saya ulangi babnya. Babun iqdobuz zauj. Bab membuat suami marah. Waqulullahi taala. Kemudian Syekh Muhammad bin Wahab rahimahullah membawakan dalil-dalil. Di antaranya firman Allah Subhanahu wa taala, fasolihatu qonitatun hafidatun lil ghaib. Wanita-wanita salehah adalah yang qanitat kemudian hafidatun lil ghaib. Dan yang menjaga hak suami ketika suami tidak di rumah. Bima hafidallah. Karena Allah yang membuat mereka bisa menjaga. Kemudian kata Allah, "Wallatihahunna." Adapun wanita-wanita yang kalian khawatir pembangkangannya, maka nasihatilah mereka wahjuruhunna dan boikotlah mereka fil di tempat tidur wadbuhun. Dan pukullah mereka. Ini ayat dalam surat Annisa ayat 34 ya. Membagi wanita menjadi dua. Satu, wanita salihat atau dua model. Yang pertama wanita-wanita salehat. Yang kedua, wanita-wanita yang melakukan nusyuz. Ya. Ya. Wanita yang melakukan apa? Nusyuz. Adapun wanita yang salehat maka Allah sifati dengan dua sifat. Siapa wanita salhat? Inilah definisi dari Allah. Pas shalihatu qonitat, yaitu wanita yang taat beribadah. Qonitat diambil dari kata lafal qunut dan qunut maknanya dua. Pertama adalah dawamul ibadah, sering beribadah. Yang kedua khusyuk. Ada makna apa? Khusyuk. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala waquumu lillahi qonitin. Berdirilah ketika salat kepada Allah. Qonitin dalam kondisi khu khusyuk. Jadi wanita salehah adalah wanita yang menunaikan hak Allah dan juga menunaikan hak suami. Ini definisi wanita salehah. Kapan dia hanya menegakkan hak Allah, tidak menegakkan hak suami, dia bukan wanita salehah. Dan kapan dia hanya menegakkan hak suami, menunaikan hak suami, tapi hak Allah tidak dia tunaikan, dia bukan wanita salehah. Mungkin kalau dia menunaikan hak suami, salehah bagi suaminya, di mata suami, tapi tidak salehah di mata Allah. Ya, harus dua-duanya ditunaikan karena hak Allah dan hak suami saling melazimi. Datang dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Lan tuaddial maratu haqqallah hatta tuaddiya haqqo zaujiha." Seorang wanita tidak bakalan bisa menunaikan hak Allah sampai dia menunaikan hak suaminya. Ya, seorang wanita tidak akan menunaikan hak Allah sampai dia menunaikan hak suaminya. Berarti tidak dikatakan dia saleh kecuali menunaikan hak suaminya. Bab di sini jadi saya ulangi sifat wanita salehah dua. Pertama qanitat. Yang kedua hafidatun lil ghaib. Apa makna qanitat? Tadi sering beribadah dan qunut maknanya di antaranya khusyuk. Jadi ibu-ibu kalau salat jangan buru-buru ya. Kalau salat tenang baca al-Fatihah tenang aja. Alhamdulillah. Jangan baca pelan-pelan aja. Baca pelan-pelan. Zikir pelan-pelan. Tenang. Ada ada khusyuk dalam ibadahnya ya. Jangan beribadah buru-buru ya. Habis salat jangan langsung buka HP, zikir dulu ya. Jadi tenang. Ibadah jangan cepat-cepat. Salat fardu tenang berusaha khusyuk. Salat sunah berusaha khusyuk. Baca Quran juga jangan buru-buru. Baca Quran sambil ditadaburi. Ya, itu namanya qunut dan kontinue dalam beribadah. Maka dia telah menunaikan hak Allah. Tinggal yang kedua kata Allah hafidatun lil ghaib. Ciri wanita salehah adalah menunaikan atau menjaga hak suami ketika lil ghaib. Ketika suaminya gaib, yaitu ketika suaminya tidak di rumah, ketika suaminya sedang safar. Hak apa yang dia jaga? Yaitu hak tentang harga dirinya. yaitu ee dia jaga kemaluannya ya. Yang kedua dia jaga harta suaminya. Ini dua hak yang sangat penting yang seorang istri hendaknya menjaga dua hak suami ini meskipun suami tidak di rumah. Itu jangan sampai ketika suami lagi tidak di rumah lagi safar kemudian dia kontak-kontak sama ee CLBK ya kekasih lama ya atau dia berselancar di dunia maya cari tahu tentang pacar lamanya ya. ya tentang kawan lamanya atau dia ketawa-ketiwi dengan lelaki lain ya sementara suaminya tidak ada di di rumah ini namanya dia tidak sempurna dalam menjaga kemaluannya kenapa dia membuka celah-celah untuk dinikmati oleh lelaki lain menikmati suaranya menikmati canda tawanya apalagi sampai membuka wajahnya apalagi membuka sebagian auratnya maka ini wanita tidak salehah wanita pengkhianat wanita apa pengkhianat pemilik di rumah dia berkhianat Sekarang fitnah luar biasa. Fitnah luar biasa. Saya pernah pas hajian 22 tahun lalu, ada seorang ikhwan, anaknya bermasalah di rumah, maka dia pasang CCTV untuk jaga nengok anaknya karena anaknya lagi bermasalah ya. Terus dia hajian. Dia tidak duga ternyata ketika hajian ternyata istrinya nakal ketika dia sedang hajian. Ternyata istrinya connecting sama lelaki lain, buka laptop, kemudian membuka sebagian auratnya kemudian melakukan yang dia sangat kaget ketika ee Subhanallah berkhianat. Suami lagi tidak di rumah dia berkhianat. Dia tidak berkhianat. Padahal istrinya itu dikenal wanita salehah oleh tetangga-tetangganya. Salehah cuma di depan mata manusia. Tapi di sisi Allah ternyata pengkhianat. Ya, ternyata pengkhianat. Maka suami kalau di luar seorang wanita menjaga kemaluannya. Di antara bentuk sempurna menjaga kemaluannya, dia tidak membuka celah untuk dinikmati oleh lelaki lain. Ya, makanya Allah memuji Maryam allati ahsanat farjaha. Maryam yang menjaga kemaluannya. Sempurna dalam menjaga kemaluannya. Yang kedua, menjaga uang suami. Menjaga uang suami ya. menjaga uang suami. Kalau suami taruh uang, ya dia kelola dengan baik. Jangan dia membeli sesuatu tanpa izin suami, apalagi yang bernilai besar. Jangan dia kirim kepada orang tanpa izin apa? Suami. Jangan beli barang-barang yang tidak perlu. Dia berusaha menjaga harta suami. Karena sebagian suami meletakkan uang dia taruh di rumah kemudian dia bersafar bekerja. Uangnya taruh di di rumah. Maka inilah wanita salehah ya. Dia menjaga hak suami. Adapun lawannya yaitu yang nusyu, suka membangkang, angkat suara ya. Fansu. Fansu itu bangkit. Itu bangkit. Kalau dia diomong nusyus artinya bangkit. Diomongin angkat suara. Dikasih tahu malah ngasih tahu lagi. Balik. suaminya angkat suara dia lebih kencang lagi apa suaranya ini namanya nusyus nampak pembangkangan disuruh ke timur dia malah ke ke barat suruh pergi ke masjid malah ke mall disuruh ke mana, dia pergi ke mana ya membangkang kata Allah subhanahu wa taala ini model wanita k bukan wanita salehah adapun wanita-wanita takhafuna nusyuzahunna yang kalian khawatirkan pembangkangannya faidzuhunna maka Kan nasihati suami kalau ada wanita membangkang nasihati dengan tulus, dengan ikhlas. Sebutkan ayat, sebutkan dalil. Bertakwa kepada Allah. Ada hari kebangkitan, ada hari pertanggungjawaban. Kita akan dihisab. Saya dihisab, kau dihisab. Saya melakukan tanggung jawab saya sebagai suami, apa kau sudah melakukan tanggung jawabMu sebagai istri? Nasihati, sebutkan dalil Al-Qur'an dan sunah. Ya, nasihati dengan tulus. Ee berusaha masuk ke dalam apa namanya? hatinya agar dia sadar dengan cara yang baik. Bukan nasihat di depan umum, bukan nasihat lewat status HP ya, bukan menyerang lewat apa status Facebook ya. Ini sebagian orang ikhwan nyerang istrinya pakai apa? Medsos. Istrinya balas juga pakai met medsos. Ya, jadi nasihat yang tulus. Nasihat tersebut kita ingin istri kita baik, kita nasihat dengan baik dengan dengan hati yang tulus. Karena kalau dia baik, kita yang dapat untung. Ini dia kita akan dihormati oleh istri. Kalau tidak bermanfaat dinasihati wahjuruhunna boikot dia fil madji. Tapi boikotnya di rumah. Kata Nabi, "Wala tahjur illa fil bait." Jangan kau boikot kecuali di rumah. Itu di rumah sama-sama tapi tidak tidur bareng. Tidur tidak tidur di bareng. Ya. Kalau tidur pun satu tempat tidur, kepalanya dia di utara, kepala kita di selatan. itu bokong kita di utara sama dengan kepala dia atau dia menghadap timur kita menghadap apa? Barat. Ya, kita boikot diajak ngomong kita cuek. Enggak usah enggak usah kita pedulikan. Atau kita tidur di kamar yang lain, tidur sama kucing boleh. Ini boikot ya seharusnya bermanfaat ya, tetapi kenyataannya kurang bermanfaat. Justru yang menderita suaminya ya. Kalau cuma satu ya begitu ya. Sudah akhirnya saya boikot-boikot malah terboikot, Ustaz. Ada yang bilang kita boikot malah terboikot. Sudah pergi aja kamu sana. Ngapain tidur sini? Wah walah terboikot. Ya kalau dulu bermanfaat sekarang Allah bermanfaat atau tidak. Ya. Yang ketiga, wadribuhun. Kalau sudah diboikot di rumah tidak bermanfaat silakan pukul. Tapi dorban giriro mubarrih. Pukulan yang tidak melukai itu pukul bukan di bagian-bagian sensitif, bukan di ulu hati ya. Bukan di hidung, bukan di leher, enggak dibokong, di apa namanya? Di punda. Artinya yang pukulan mendidik bukan pukulan belas dendam. Bukan KDRTnya sampai matanya hijau ya. Enggak. Enggak ya. Pukul bagian-bagian yang tidak sensitif agar dia sadar ya. Fainakum fala tabu alaiila. Kalau ternyata mereka baik, ya sudah alhamdulillah. Nah, Ibu-ibu jangan menjadi wanita seperti ini. Wanita nusyus nasiat ya. Hendaknya menjadi wanita yang salhat. Syaratnya dua, rajin ibadah menunaikan hak suami. Makanya dalam hadis ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ketemu dengan seorang wanita, Rasulullah bertanya, "Adu ba'in anti?" "Apakah engkau punya suami?" Kata dia punya. Kata Rasulah, "Kaifa anti minhu, bagaimana sikapmu terhadap suami suamimu?" Lau bihi juhdan illaq. Kata dia, "Saya berusaha melayani suamiku semaksimal mungkin kecuali yang saya tidak mampu." Dia ngakunya begitu sama Nabi. Kata Nabi, "Unzuri aina anti minhu fainnahu jannatuki waaruki." Lihatlah bagaimana kedudukanmu di sisi suamimu. Sesungguhnya suami itu surgamu atau nerakamu. Artinya kalau suami rida, insyaallah seorang wanita masuk surga. Jika suami tidak rida karena hak-haknya dizalimi, hak-haknya tidak ditunaikan, dia sudah kerja banting tulang dari pagi sampai sore, ya dibanting orang juga malah. Terus ternyata istrinya tidak hormat, tidak melayani, merasa tinggi, bentak-bentak. Nah, ini dia dia tidak zalim. Ini ciri-ciri wanita penghuni neraka neraka jahanam. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Ya maysyar nisa tasadaqna." Wahai para wanita, bersedekahlah. Fainna aktar jahanam. Karena kalian banyak penghuni neraka jahanam. Ada yang tanya, "Kenapa ya Rasulullah? Kenapa wanita banyak masuk neraka?" Kata Rasulullah, "Lianna kunna takfur asir." "Karena kalian tidak tahu berterima kasih sama suami. Sudah banyak dikasih, tidak tahu terima kasih. Ya, masih nuntut lagi, masih ini lagi, ngambek melulo, nuntut banyak, inilah inilah ngangkat suara ya. Ya, kasihan suami seperti seperti ini. Maka inilah di antara sebab utama wanita masuk neraka karena membangkang kepada apa? Suami tidak tahu berterima kasih kepada suami. Dalam hadis kata Rasul wasurullah ilaatin. Ya Allah tidak melihat kepada wanita yang tidak berterima kasih pada suaminya. Wahiya la tastagni anhu. Padahal dia selalu butuh kepada suaminya. Padahal dia selalu butuh kepada suaminya. Tapi tidak berterima kasih kepada suaminya. Padahal dia selalu butuh kepada suaminya. Maka ibu-ibu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala agar menjadi wanita yang salehah, taat kepada suami, menunaikan hak suami. Ibu-ibu jangan tersinggung ya. Saya ngomong agak banyak masalah ini ya. Kebetulan istri saya lagi hadir ini. Tayib ini kesempatan ya. Ini bukan titipan dari Bapak-bapak ya. Tib eh hadis berikutnya wa Abi Hura radhiallahu anhu marfuan dari Abu Hurairah secara marfu rasam bersabda walladzi nafsi biyadihi demi zat yang jiwaku ber tangannya alaihi alaiha tidak ada seorang lelaki yang mengajak istrinya untuk berhubungan intim kemudian istrinya menolak tanpa uzur maksudnya kecuali yang di langit murka kepadanya sampai suaminya rid kepadanya. Wafi riwayatin laat malaikat tusbih akhrajahu. Riwayat Bukhari dan Muslim. Kalau dia menolak ajakan suaminya di malam hari maka malaikat akan melaknat wanita ini sampai pagi. Ya ukhti ya Ummi. Apa faedahnya anti salat, anti baca Quran, tapi dilaknat malaikat dari malam sampai pa pagi? dilaknat, didoakan agar dijauhkan dari rahmat Allah. Saya khawatir nanti hatinya menjadi keras, menjadi tertutup karena didoakan keburukan oleh malaikat. Ini dalil bahwasanya di antara kebutuhan yang penting bagi seorang lelaki adalah kebutuhan ee biologis, ya. Dan kalau seorang laki menghendaki agar kebutuhan biologisnya dipenuhi, maka wanita tidak boleh menolak kecuali ada uzur syar syari. Misalnya lagi sakit, lagi stres. Ini enggak bisa. Lagi stres, papi. Saya lagi stres. Ya sudah, ya lagi sakit enggak bisa ya itu okelah ya. Ada uzur syari. Tapi kalau enggak ada uzur syar'i kemudian selalu menolak, selalu menolak, selalu menolak, maka ini dosa besar. dosa besar. Kenapa dimurkai oleh Allah dan dilaknat malaikat sampai pagi pagi hari? Ya. Dan kondisi yang tidak nyaman dalam hubungan suami istri ini menyebabkan banyak permasalahan keluarga, banyak permasalahan sosial, banyak lelaki yang misalnya ketika istrinya diajak tidak mau, tidak mau, tidak mau, tidak mau, akhirnya mungkin dia bisa berzina. Dia bisa berzina, dia memuaskan dengan cara yang haram. Dia nonton yang tidak-tidak. Dia pergi ke pantai Pijat ya, Pantai Mijet. Ke mana-mana dia peri ke mana-mana tidak terpenuhi. Mulai dia cari penyaluran, lelaki syahwat harus disalurkan ya. Oleh karena ini perkara yang krusial sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kalau suami mengajak maka hendaknya dipenuhi. mengatakan waat alatanur meskipun sang istri sedang masak bakar roti di tungku maka ditinggalkan roti tersebut demi memenuhi panggilan suaminya kalau semuanya berteriak hani masyaallah itu roti buang aja hangus gak ada masalah mubadir ustaz mubadir iya tapi ada mudarat yang lebih besar dalam kaidahin boleh menempuh kemudaratan yang ringan dalam rangka menolak kemudratan yang besar meskipun hangus biarin aja kalau suami sudah panggil. Bahkan dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wain kanat ala qatab." Meskipun sang istri sudah di atas qotab, kotab ini ada yang mengatakan sebar mubalagah dari Nabi. Ada yang mengatakan ketika dia sudah naik di pelana unta kemudian tiba-tiba suaminya ingin berhubungan dengan dia, maka hendaknya dia turun melayani suaminya. Ada yang mengatakan meskipun suaminya ingin berhubungan misalnya di atas unta ini sekedar metafor saja diperbola maka hendaknya dia penuhi. Jadi Rasulullah memberi benar-benar memberi penekanan. Apalagi kita tahu bahwasanya fitnah paling dahsyat bagi lelaki fitnah apa? Wanita. Makanya Rasulullah mengatakan innal marata tuqbilu alati setan suran. Sesungguhnya wanita itu datang dalam bentuk setan dari belakang juga dalam bentuk setan. Maksudnya setan menghiasi kata kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Almaratu auratun kharajat istasyar setan." Dalam hadis Tirmidzi, wanita itu aurat. Kalau dia keluar, setan sudah mengintai. Buat apa? Untuk menghiasi wanita tersebut di mata lelaki. Dan setan sudah bersumpah, "La uzayinanna fil ardinan menghiasi maksiat ya di atas muka bumi. Di antaranya menghiasi maksiat sehingga kalau datang dari depan setan akan hiasi. sehingga laki-laki mengumbar pandangannya, menimbulkan syahwat. Jadi di belakang pun dihiasi. Maka Rasul mengatakan, "Jika seorang melihat kemudian tergerak syahwatnya, maka hendaknya dia pulang ketemu apa? Istrinya karena itu bisa menolak apa yang bergejorak dalam hatinya." Ya. Maka di antara sunah kalau seorang tergerak syahwatnya segera ke istrinya, segera ke istrinya agar terlepas gejolak dalam hatinya. Ya. Dan itu Nabi katakan di zaman Nabi yang wanita tidak keluar-keluar sana kemari zaman sekarang fitnah wanita di mana-mana. Jadi kalau suami lagi kerja tahu-tahu jam 10. pagi dia pulang ketemu istri. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Segera. Ya udah. Kenapa, Mas? Sudah jang enggak usah tanya-tanya. Udah enggak usah tanya, Mas. Lihat apa? Enggak usah tanya-tanya. Udah pokoknya saya pengin ee penyaluran ya. Terus istri berusaha sambut. Berarti suami sayang sama anti. Kasihan ada sebagian suami tidak berhasrat sama istrinya. Benar. Kalau anti masih dipanggil oleh suami di berarti dia masih berhasrat. Bersyukurlah berarti dia sayang sama anti. Ada suami tidak bisa berhasrat sama istri, tidak bisa. Akhirnya jajan terus di luar. Jaj terus di di luar. Ngerti jajan enggak? Ini masalah ada kisah ada anak-anak pondok, anak-anak SMA disuruh ceramah, dia ceramah di ceramah di mana? Di penjara. Waktu itu ada tugas ceramah di penjara. Di antara pertanyaan, "Ustadz, kita boleh enggak jajan di luar?" "Boleh." Boleh. Dia enggak ngerti istilah jajan ya, maksudnya zina ya. Dia enggak ngerti katanya. Boleh, boleh. Jadi cerita ini saya ketawa ya. Karena anak-anak mana ngerti masalah jajan ya. kita sekarang pada pada ngerti. Jadi maksudnya seperti itu ya. Kalau suami masih berhasrat, masih suka bersyukur ya. Banyak orang gak berhasrat. Untuk bisa berhasrat kepada istrinya, dia harus nonton macam-macam, harus lihat macam-macam. Dia bermaksiat supaya dia istrinya cuma sekedar pelampiasan. Dia ngelihat istrinya tidak berhasrat. Banyak orang seperti itu. Saya ketemu dengan orang dokter cerita dia mendapati pasien yang seperti itu yang lihat istrinya sudah tidak apa tidak hasrat. Ya. Kalau suami masih berhasrat itu bersyukur ya dilayani. Tapi kalau enggak dilayani, enggak dilayani lama-lama hasratnya hi hilang. Pada kasus nyata kasus ada seorang wanita ngelapor ke kawan cerita dia curhat masalah yang di seorang pengacara. kawan saya pengacara. Kemudian dia cerita sudah tidak didatangi oleh suaminya sekitar berapa tahun kemudian terjadi permasalahan. K saya tanya kenapa sampai tidak datangi? Akhirnya cerita awalnya di luar waktu kami masih kerja di luar negeri saya juga kerja dia juga kerja. Akhirnya dia datang minta saya alasan, besok lagi minta saya alas. Tapi berapa kali dia minta terus dia enggak pernah minta jatah lagi. Habis itu sudah dia mungkin sudah jajan di luar. Maka ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala, kalau suami ee lagi berhasrat segera di dilayani. Ngerti ibu-ibu? Bapak-bapak ngerti? Ini 17 tahun ke atas. Jadi ini perkara yang penting terutama di zaman sekarang. Oleh karenanya dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan ya ee tentang khairun nisa di antaranya allati saratka ee roitaha ya allati yang menyenangkan engkau jika engkau memandangnya. Maka seorang lagi kalau sudah lihat istrinya senang berhasrat insyaallah itu berarti masih bisa hubungan rumah tangga yang harmonis. Tapi kalau sudah enggak berhasrat, karenanya jangan lupa untuk ee taat kepada suami. Hadis berikutnya, wahu marfuan lau kuntahu alaih wasallam secara marfu atau dari Abu Hurairah secara marfu. Rasulullah bersabda, "Lau kuntu amiron ahadan marudha." Kalau aku boleh memerintahkan seorang sujud kepada selain Allah, tentu aku akan perintahkan wanita sujud kepada suaminya. Kalau aku boleh nyuruh seorang seorang sujud kepada selain Allah, aku akan suruh wanita sujud kepada suami. Namun dalam syariat Islam tidak boleh sujud. Sujud ada dua. Ada sujud ibadah, ada sujud tahiyat. Sujud tahiyat itu sujud penghormatan. dahulu sebelum syariat Nabi Muhammad boleh sujud ya ee seperti apa namanya ayah ibu Yusuf dan keluarganya sujud kepada Nabi Yusuf alaihi salam yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'annya ee sujada qala ya abati fil minq yaahu sujada mereka sujud kepada Nabi Yusuf itu sujud tahiyat sujud penghormatan oleh karenanya Allah memerintahkan kepada iblis untuk sujud kepada Adam. Iblis dan malaikat waun lil malaikat liadama fasajadu illa iblis. Allah suruh malaikat dan iblis sujud padam. Sujud ibadah atau sujud penghormatan? Sujud penghormatan. Ini syariat dulu ada. Tetapi bukan sujud ibadah, sujud penghormatan. Namanya sujud tahiyat. Gak mungkin Allah menyuruh malaikat beribadah kepada Adam. Enggak mungkin. Dan malaikat tentu tidak mau beribadah kepada Adam. Tapi yang dimaksud sujud penghor penghormatan. Karena Allah sudah memuliakan Adam dengan menciptakan dengan kedua tangannya, mengajarkan dia nama-nama Allah, maka Allah suruh hormati dengan bentuk sujud. Dan dulu syariat sujud disyariatkan sujud tahiyat, sujud penghormatan, bukan sujud ibadah. Maka Rasulullah mengatakan, "Seandainya saya masih boleh menyuruh orang sujud, sujud penghormatan, ya dengan sujud kepada selain Allah, tentu saya menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya." Ini menunjukkan bahwasanya hak paling besar yang harus ditunaikan oleh seorang wanita adalah hak suaminya. Bahkan para ulama mengatakan jika seorang wanita sudah menikah maka hak suaminya lebih besar daripada hak kedua orang tuanya. Hak suaminya lebih besar daripada hak kedua orang tuanya. Di mana jika ada pertentangan antara ayah dan ibunya dengan suaminya dalam urusan rumah tangga, maka dia harus mendahulukan suaminya. Dia harus lebih taat kepada suaminya selama bukan maksiat. Contoh misalnya dalam satu rumah tangga kemudian ayah ibunya mengatakan, "Kamu gak boleh merantau. Sudah kamu di sini saja tinggal sama ayah dan ibu dekat dengan ayah dan ibu." Kata suaminya, "Enggak, saya pengin tinggal di Papua misalnya." Sudah kamu harus ikut, harus taat. Tapi Ibu begini, Ibu bilang tinggal di Bekasi aja. Enggak, enggak. Papua harus berangkat. Saat itu dia turut nurut sama siapa? Bapak ibunya atau sama suaminya? suaminya. Ada yang bilang, "Ustaz, kenapa bisa demikian? Bukankah ayah ibunya sudah repot merawatnya? Masa tiba-tiba hak berubah? Siapa yang melahirkan perempuan tersebut?" Ibunya. Siapa yang kasih makan? Ayahnya. Sampai umur 21 tahun. Terus ini laki-laki culun nikahi dia. Terus bawa setelah itu hak pindah ke dia. Kok bisa begitu? Gak adil. Ustaz ada yang bilang begitu. Enggak adil. Mana ini? Enggak ada apa-apa. cuma bayar mahar kemudian semua hak pindah ke dia. Itulah aturan syariat. Karena syariat memandang keharmonisan rumah tangga sangat penting. Di antara bentuk keharmonisan, hanya bisa berjalan jika istri taat kepada suami. Kalau enggak, enggak akan jalan. Pemerintah kecil itu enggak akan jalan. Enggak akan jalan. Dan kalau pemerintahan dalam rumah tangga berjalan, pemerintahan kecil di mana sang suami adalah kepala rumah tangga, ya, maka akan baik dalam pendidikan anak-anak. Tapi kalau yang pegang kendali, suami enggak bisa pegang kendali, istri membanggembang rumah tangga kacau, pendidikan anak juga kacau. Maka ini pentingnya ee apa namanya? taat kepada suami. Makanya Allah berfirman, "Arijalu qawamuna alanisa." Para lelaki adalah pemimpin para wanita. Di antara tafsiran Ibnu Abbas, a alumara bahwasanya para suami adalah amir-amir bagi para istri. Maka istri siapa saja yang bisa membuat suaminya terasa seperti amir itu istri. Kenapa? Su tahu dia pemegang kekuasaan. Dia dilayani seperti Amir. Tapi istri siapa yang berhasil membuat suaminya rasanya seperti kucing? Ini istri bermasalah. Cuma meong, meong, meong. Enggak didengar. Meong, meong, meong. Saya ketemu Kak Wan. Aduh, Ustaz, istri saya, saya seperti meong, Ustaz. Makanya saya timbul istilah ini karena ada teman dulu yang mengeluh dia bilang dia seperti apa? Meong. Kenapa meong? Meong, meong. Enggak didengar. Sudah. Meong, meong, meong, meong, meong. Istri enggak, enggak dengar. Kasihan. Kasihan. Seorang berusaha membuat suaminya merasa seperti apa? Seperti seperti amir. Ya. Oleh karenanya hak paling utama yang ditunaikan oleh seorang wanita adalah hak suami, lebih daripada hak kedua orang tuanya. Dalilnya adalah hadis ini. La kuntu amir ahadan anasjiahadin laartul marudi. Kalau saya boleh nyuruh, kata Nabi, nyuruh seorang untuk sujud kepada ee selain Allah, akan saya suruh wanita sujud kepada suaminya. Para ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, taat kepada suami adalah ibadah yang agung. Siapa yang taat kepada suami maka dia akan masuk surga dari pintu mana saja. Ibu-ibu diuji oleh suami. Ibu diuji oleh apa? Suami. Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam maratu khamsaha wasat syahroha wafatjaha wahani. Jika seorang wanita salat lima waktu, salat lima waktu aja enggak usah salat sunah. Takah dia cuma salat lima waktu. Enggak ada qabliah, enggak ada ba'diah, enggak ada salat duha, enggak ada salat malam, enggak ada salat witir, enggak. Kemudian dia cuma puasa bulan Ramadan. Tidak ada salat puasa Senin Kamis, tidak ada puasa Syawal, tidak ada puasa Muharram, tidak ada puasa Zulhijah, enggak ada. Cuma Ramadan doang. Jaga kemaluan. Dia benar-benar menjaga kemaluannya. Tidak berkhianat di balik layar, enggak sama sekali. Tetapi dia atat ba'laha, taat kepada suaminya. Maka dia masuk surga dari pintu mana saja. Dikatakan kepadanya, "Silakan masuk surga pintu mana saja." Menunjukkan taat kepada suami ini luar biasa. membuka pintu-pintu surga bagi seorang apa? Wanita. Dan dia sedang diuji dengan suaminya. Memang taat sama suami tidak gampang. Tidak gampang. Ini ujian tersendiri. Tapi dia tahu dia taat karena Allah. Makanya ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Kalau ibu-ibu taat kepada suami karena suami susah. Suami banyak kekurangan. Kekurangan secara materi jelas kurang. Secara fisik ya seadanya ya. Akhlak juga ya begitu-begitu aja ya. Tapi kalau ibu-ibu taat karena Allah bisa. Kalau taat karena zat suami enggak bisa kita mau taatin apanya. Tapi kalau karena Allah bisa semuanya karena Allah bisa. Tapi memang wanita banyak yang apa pemberontak itu banyak pemberontak. Kemarin saya pas ke mana ee ke Turki ya ngobrol sama guidnya. Guidnya. Kemudian dia cerita tentang bagaimana Turki setelah keruntuhan atau diruntuhkan oleh kerajaan Utsmani diruntuhkan oleh Tatur Turk yang disebut Bapak revolusi ya. Dia juga pendiri ee republik yang sekuler. Kemal Atta Turk dibilang Kemal Lat Turk jago ngurus Turki tapi dia gagal dalam pernikahan. Dia baru nikah 2 tahun. Buyar kata git ini Kamal Turk berkata, "Nurus satu negara lebih mudah daripada ngurus satu perempuan." Kata dia perempuan Turki. Terus saya tanya, "Kamu gimana?" Ya, saya juga lebih mending. Saya 3 tahun buyar katanya. Saya memang banyak wanita pemberontak ya, bukan ya di mana-mana ada wanita pemberontak. Maka ada syariat yang mengharuskan para wanita untuk takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Mereka akan dihisab pada hari kiamat kelak. Di antara bentuk takut dan takwa kepada Allah adalah taat kepada suami. Tentunya apa yang kita sampaikan ini dalam rangka untuk menasihati para ibu-ibu ya tentu para suami berusaha menjadi suami yang saleh. Karena suami kalau tidak saleh tidak menunaikan kewajibannya menjadikan penghormatan istri kepada suami memudar. Kalau penghormatannya sudah memudar, dia sulit untuk taat kepada suami. Maka tentu pembahasan tentang suami yang saleh nanti ya ini sekarang membahas istri salehah ya. Mumpung ada kesempatan apa menasihati para ibu-ibu. Jadi sekali lagi ibu yangu dirahmati Allah Subhanahu wa taala, carilah surga dengan mencari keridaan apa? suami. Kalau kita katakan secara umum ridallah fi ridal walidain. Keridaan Allah pada keridaan dua orang dua orang kedua orang tua. Maka mungkin bagi istri kita bisa katakan keridaan Allah pada keridaan apa? Suha. Berusaha jadikan suami rida, senang niscaya pintu surga terbuka niscaya akan husnul apa? Khatimah. Hidup ini memang ujian ya. Ada seorang suami diuji dengan istrinya, ada istri diuji dengan apa? Suaminya. Maka berusaha menjalankan syariat, jaga diri, bertakwa kepada Allah, sibuk dengan ibadah, sibuk fokus ngurus suami, sibuk fokus ngurus anak-anak. Jangan tergoda dengan kegiatan wanita di luar sana yang sibuk bersosialita, yang sibuk ngurusin yang tidak-tid, ngurus harta, kemewahan, macam-macam sehingga lalai dari ngurus apa? Suami. Subhanallah. Ada kawan istrinya kedudukannya tinggi. Kedudukannya tinggi terus. Tapi dia jarang ngelayani kawan tersebut karena kedudukannya tinggi dan sibuk dengan laptop. Bukan macam-macam macam-macam. Suatu hari mereka puasa. Puasa bareng. Begitu azan istrinya datang. Kawan saya lagi duduk. Istrinya datang. Dia bilang, "Mas, enggak ada buka puasa?" "Enggak ada." "Bukannya kebalik, istriku enggak ada buka puasa?" Ini suaminya yang ditanya, "Mas, ada kepuasa enggak?" Subhanallah. Sampai dia bilang, "Seandainya seandainya ada masalah di pengadilan, saya akan bilang sama hakim, "Tanyakan kepada istriku. Pernahkah dia bawa air minum buat saya?" Subhanallah. "Bagaimana istri begini? Apa yang mau diharapkan tidak melayani suami. Kasihan suami seperti ini menderita. Menderita tidak bapak-bapak bapak kan tidak kan kasihan derita. Tiap hari ketemu nenek sihir di rumah. Allah mustaan. Maka wanita bertakwa kepada Allah. Suami juga bertahu kepada Allah. Jadilah suami yang saleh. Bertakwa kepada Allah. Berdoa untuk istri. Penuhi kebutuhan istri. Senangkan hati mereka. Ambil hati mereka. Jangan pelit sama istri. Kalau punya uang, belikan emas buat istri. Ya, nyenangkan hati istri. Semoga Allah memberikan keharmonisan dalam rumah tangga kita semua. Amin ya rabbal alamin. Demikian saja. Demikian. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.